Pengaruh iklan dan brand image terhadap minat beli konsumen, dengan brand image sebagai variabel mediasi: kasus calon konsumen shampoo dove di pusat perbelanjaan: Gardena Department Store.

Gratis

4
51
133
2 years ago
Preview
Full text

ABSTRAK PENGARUH IKLAN DAN BRAND IMAGE TERHADAP

  Data penelitian diperoleh dengan membagikan kuesioner tentang iklan, brandimage dan minat beli konsumen kepada 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) iklan dan brand image mempunyai pengaruh positif terhadap minat beli konsumen secara sendiri-sendiri, (2) iklan berpengaruh positif terhadap brand image, (3) brandimage tidak memediasi pengaruh iklan terhadap minat beli konsumen.

SEBAGAI VARIABEL MEDIASI

  Kasus Calon Konsumen Shampoo Dove di Pusat Perbelanjaan: Gardena Department Store & Supermarket YogyakartaSKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi ManajemenOleh : Veronika NIM: 122214064 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMENFAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2016 Motto dan PersembahanAll is well For all what have happened, thank you. Skripsi ini ku persembahkan untuk : Alm.

KATA PENGANTAR

  Puji Syukur pada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya sehinggapenulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Iklan dan Brand Imageterhadap Minat Beli Konsumen, dengan Brand Image sebagai Variabel Mediasi: Kasus Calon Konsumen Shampoo Dove di Pusat Perbelanjaan: Gardena Department Store &Supermarket Yogyakarta”. S., selaku Dosen Pembimbing I yang bersedia meluangkan waktu, tenaga, pikiran, untuk memberikan bimbingan,perhatian, kritik dan saran yang sangat berharga dengan penuh kesabaran dan kesungguhan hati sehingga skripsi ini terselesaikan dengan baik.

7. Alm. Hendi Wilijaya, papa tercinta yang telah tenang di alam bahagia

  Monika dan Dwi Rachmawati, yang telah menemani dari awal perkuliahan hingga detik ini selama 4 tahun dengan melewati segala suka duka yang takterhitung, yang telah banyak mengajarkan tentang hal-hal hidup, memberikan semangat, dukungan dan kasih sayang yang tak terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) iklan dan brand image mempunyai pengaruh positif terhadap minat beli konsumen secara sendiri-sendiri, (2) iklan berpengaruh positif terhadap brand image, (3) brandimage tidak memediasi pengaruh iklan terhadap minat beli konsumen.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di era globalisasi saat ini, perusahaan-perusahaan dan individu-individu

  Iklan itu memotivasi konsumen untuk mempertimbangkan pembelian merek dan menciptakan asosiasi merek yang kuat dengan semua pengaruhkomunikasi yang tersimpan sehingga dapat memberikan pengaruh ketika konsumen mempertimbangkan untuk melakukan pembelian (Kotler dan Keller,2009:179). Kotler dan Keller (dalam Adi, 2015:36) menyatakan bahwa minat beli konsumen merupakan sebuah perilaku konsumen dimana konsumen mempunyai keinginandalam memilih, menggunakan, dan mengkonsumsi atau bahkan menginginkan suatu produk yang ditawarkan.

B. Rumusan Masalah

  Berdasarkan uraian latar belakang yang dikemukakan maka penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : 1. Apakah iklan berpengaruh terhadap brand image pada shampoo Dove di Yogyakarta?

2. Apakah brand image berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada

  Apakah iklan berpengaruh terhadap minat beli konsumen pada shampooDove di Yogyakarta? Apakah brand image memediasi pengaruh iklan terhadap minat belikonsumen pada shampoo Dove di Yogyakarta?

C. Pembatasan Masalah

  Iklan yang diteliti, yaitu jenis iklan berdasar media yang digunakan yaitu iklan konvensional (majalah) dan iklan elektronik (televisi). Minat beli konsumen yang diteliti menggunakan minat transaksional, minat referensial, minat preferensial, dan minat eksploratif.

D. Tujuan Penelitian

  Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui apakah brand image memediasi pengaruh iklan terhadap minat beli konsumen pada shampoo Dove di Yogyakarta.

E. Manfaat Penelitian 1

  Bagi Pihak Pemasaran PerusahaanPenelitian ini diharapkan dapat berguna bagi praktisi pemasar dalam menganalisis pengaruh brand image dan iklan suatu produk terhadapminat beli konsumen serta dapat berguna dalam memberikan solusi efektif bagi pemecahan-pemacahan masalah pemasaran yang berkaitan denganbrand image, iklan terhadap minat beli konsumen pada suatu produk perusahaan. Bagi Universitas Sanata Dharma Diharapkan penulisan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagaimasukan bagi pihak lain yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut dan sebagai salah satu bahan bacaan yang dapat menambah wawasan tentangpengaruh iklan dan brand image terhadap minat beli konsumen serta brand image memediasi pengaruh iklan dan minat beli konsumen.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Komunikasi Pemasaran (Marketing Communication) 1. Definisi Komunikasi Pemasaran Marketing communication are the means by which firms attempt to inform

  persuade, and remind consumers-directly or indirectly-about the products and brands they sell atau komunikasi pemasaran merupakan sarana atau caraperusahaan untuk membujuk, mengingatkan dan mempengaruhi konsumennya baik secara langsung atau tidak mengenai produk atau jasa yang ditawarkan(Kotler dan Keller, 2016:580). Dengan berbagai macam bauran komunikasi pemasaran diharapkan memberikan citra yang positif terhadap barang atau jasa yang telahdiinformasikan dengan cara yang berbeda-beda sesuai kemampuan dan keinginan konsumen dalam menerima informasi.

2. Definisi Iklan

  Menurut Kotler dan Keller (2016:582), advertising is any paid from non personal presentation and promotion of ideas, goods, or services by an indetified sponsor atau iklan adalah segala bentuk komunikasinonpribadi dan promosi gagasan, produk atau jasa yang dibayarkan oleh sponsor tertentu atau yang diketahui. Menurut Liliweri (dalam Widyatama, 2005: 15), iklan merupakan suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatansangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan layanan, serta gagasan atau ide-ide melalui saluran tertentu dalambentuk informasi yang persuasif.

3. Jenis Iklan Berdasar Media yang Digunakan

  Widyatama (2005:76-92) secara umum pembagian menurut para praktisi periklanan, iklan dapat dikelompokkan dalam dua kategori besar, yaitu : Iklan konvensionalIklan konvensional yaitu iklan yang dibuat dan dipasang dengan menggunakan teknik cetak, baik cetak dengan teknologi sederhanamaupun teknologi tinggi. Secara lebih spesifik, iklan elektronik dapat dibagi dalam empat jenis, yaitu iklan radio, iklan televisi, iklan film,serta iklan dalam media internet.

4. Fungsi Iklan

  Peneguhan ini meliputimengabsahkan daya beli para konsumen yang sudah ada terhadap suatu produk dan mengabsahkan keputusan sebelumnya dalammengkonsumsi produk. Iklan dapat menjadi sebuah citra merekterbang melambung dan menjadi produk yang disukai dan memuaskan konsumen.

5. Peran Iklan

  Parakonsumen potensial dibuat untuk memerhatikan dan peduli terhadap produk yang memberikan manfaat bagi mereka yang akan memberikan alasan bagi merekauntuk membeli. Pengaruh ekonomiDalam melihat aspek ini, iklan harus dilihat dalam dua sisi, yaitu : 1) Iklan sebagai transaksi atau peristiwa ekonomi yang mampumempengaruhi kehidupan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat.

6. Indikator Iklan

  Dapat menimbulkan perhatianIklan yang ditayangkan hendaknya dapat menarik perhatian pemirsa, oleh karena itu iklan harus dibuat dengan gambar yang menarik,tulisan dan kombinasi warna yang serasi dan mencolok, serta kata-kata yang mengandung janji, jaminan, serta menunjukan kualitas produkyang diiklankan. MenarikIklan yang diberikan kepada pemirsa harus dapat menimbulkan perasaaan ingin tahu dari konsumen untuk mengetahui merek yangdiiklankan lebih mendalam, dan biasanya dilakukan dengan menggunakan figur iklan yang terkenal disertai dengan alur cerita yangmenarik perhatian.

B. Brand Image 1. Definisi Brand

  Sementara Lane, King, dan Russell (2009:131) menyatakan bahwa merek adalah nama,istilah, tanda, desain, atau gabungan penyatuan dari semua itu, yang dimaksudkan untuk mengenali dan membedakan produk atau jasa dari produk atau jasa pesaing. Sangadji dan Sopiah (2013:327) menyatakan bahwa konsep yang baik dapat mengomunikasikan semua elemen nilai merek dan pemosisian yang tepatsehingga citra merek (brand image) produk dapat ditingkatkan.

2. Definisi Brand Image

  Kotler dan Keller (2016:330) menyatakan bahwabrand imagery: decribes the extrinsic properties of the product/ services includingthe ways in which the brand attempts to meet costumers’ psychological or socialneeds atau menjelaskan sifat ekstrinsik dari produk/ jasa termasuk cara dimana merek mencoba untuk memenuhi kebutuhan psikologi atau sosial pelanggan. Graeff (dalam Rahma, 2007:30) menyebutkan bahwa perkembangan pasar yang begitu pesat, akan mendorong konsumen untuk lebih mempertimbangkancitra merek dibandingkan memperhatikan karakteristik produk yang ditawarkan.

3. Faktor-Faktor Terbentuknya Brand Image

  Keller (dalam Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Abulyatama Aceh, 2013:88) menyatakan bahwa faktor-faktor pendukung terbentuknya brand imagedalam keterkaitannya dengan asosiasi merek (brand association) yaitu : a. Sikap positif (favorability) dan keunikan asosiasi merek terdiri dari 3 hal dalam benak konsumen yaitu adanya keinginan, kemudian keyakinan bahwamerek tertentu dapat memenuhi keinginanya dan yang terpenting adalah keyakinan konsumen bahwa merek tersebut memiliki perbedaaan yang signifikandibandingkan merek lainnya.

4. Indikator Brand Image

  Adapun indikator brand image menurut Hoeffler dan Kotler (dalam Dipa, 2015:8), sebagai berikut :a. Perhatian kepada kosumen Produk atau jasa yang dibuat produsen memberikan perhatian atau peduli pada keinginan dan kebutuhan konsumen.

5. Fungsi dan Peran Brand Image

  Sumber nilai tambah produk (source of added product value)Para pemasar mengakui bahwa citra merek tidak hanya merangkum pengalaman konsumen dengan produk dari merek tersebut, tapi benar-benar dapat mengubah pengalaman itu. Penyimpan nilai perusahaan (corporate store of value)Nama merek merupakan penyimpan nilai dari hasil investasi biaya iklan dan peningkatan kualitas produk yang terakumulasikan.

C. Minat Beli Konsumen 1. Definisi Minat Beli

  Bentuk konsumen dari minat beli adalahkonsumen potensial, yaitu konsumen yang belum melakukan tindakan pembelian pada masa sekarang dan kemungkinan akan melakukan tindakan pembelian padamasa yang akan datang atau bisa disebut sebagai calon pembeli . Definisi minat beli dari Simamora (dalam Murtadana, 2014:24) adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan dengan sikap, individu yang berminatterhadap suatu obyek akan mempunyai kekuatan atau dorongan untuk melakukan serangkaian tingkah laku untuk mendekati atau mendapatkan obyek tersebut.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Beli

  Faktor-faktor yang membentuk minat beli konsumen menurut Kotler, Bowen, dan Makens (dalam Wibisaputra, 2011:29), yaitu :a. Sikap orang lain, sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternatifyang disukai seseorang akan bergantung pada dua hal yaitu, intensitas sifat negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen danmotivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.

5) Keputusan metode pembayaran

  Menurut Kotler dan Keller (2016:582), ada delapan macam bauran komunikasi pemasaran, yaitu iklan, promosi penjualan, acara dan pengalaman, hubungan masyarakat dan publisitas,pemasaran langsung, pemasaran interaktif, pemasaran dari mulut ke mulut, dan penjualan personal. Tjiptono (2011:100) mengatakan bahwa brand imagery bisa terbentuk secara langsung (melalui pengalaman konsumen dan kontaknya dengan produk, merek, pasar sasaran atau situasi pembeli) dan tidak langsung (melalui iklan dankomunikasi).

3. Indikator Minat Beli

  Adapun indikator dari minat beli menurut Ferdinand (2006:129) : a. Minat eksploratif, yaitu menunjukkan perilaku seseorang yang selalumencari informasi mengenai produk yang diminati dan mencari informasi lain yang mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut.

D. Hubungan Antar Variabel 1. Hubungan antara Iklan dan Brand Image

  Alasan perusahaan memasang iklan khususnya iklan di media massa karena dinilai efisien dari segi biaya untuk mencapai audiensi dalam jumlah besar dan dapat digunakan untukmenciptakan citra merek dan daya tarik simbolis dari suatu perusahaan atau merek (Morissan, 2010:18). Menurut Kotler dan Keller (2009:174) bahwa kegiatan komunikasi memiliki andil dalam ekuitas merek dan mendorong penjualan dalam banyak cara: denganmenciptakan kesadaran merek; menghubungkan asosiasi yang tepat dengan citra merek dalam ingatan konsumen; menciptakan penilaian atkau perasaan merekyang positif; dan/ atau menfasilitasi koneksi merek-konsumen yang lebih kuat.

2. Hubungan antara Brand Image dengan Minat Beli Konsumen

  Kaitan antara brand image dengan minat beli dikemukakan oleh Häubl (dalam Rahma, 2007:37) bahwa citra merek atau brand image akanberpengaruh langsung terhadap tingginya minat beli terhadap suatu produk. Citra merek meliputi pengetahuan dan kepercayaan akan atribut merek (aspek kognitif), konsekuensi dari penggunaan merek tersebut, dan situasi penggunaanyang sesuai, begitu juga dengan evaluasi, perasaan dan emosi yang diasosiasikan dengan merek tersebut (aspek afektif).

3. Hubungan antara Iklan dengan Minat Beli Konsumen

  Iklan yang disenangi konsumen terlihat menciptakan sikap merek yangpositif dan keinganan untuk membeli yang lebih ketimbang iklan yang tidak diketahui (Peter & Olson dalam Shinta, 2012:2). Selain itu, terdapat kesamaan antara beberapa indikator iklan dan minat beli konsumen, yaitu menimbulkan keinginan dan menghasilkan suatu tindakan padaindikator iklan dan pada indikator minat beli konsumen yaitu minat transaksional (kecenderungan seseorang dalam membeli produk) serta minat eksploratif(menunjukan perilaku seseorang mencari informasi tentang produk tersebut).

4. Brand Image Memediasi Pengaruh Iklan terhadap Minat Beli Konsumen

  Menurut Peter dan Olson, (2002:47) citra merek meliputipengetahuan dan kepercayaan akan atribut merek (aspek kognitif), konsekuensi dari penggunaan merek tersebut, dan situasi penggunaan yang sesuai, begitu jugadengan evaluasi, perasaan dan emosi yang diasosiasikan dengan merek tersebut (aspek Afektif). Menurut Tjiptono (2011:100) bahwa brand imagery bisa terbentuk secara langsung (melalui pengalaman konsumen dan kontaknya dengan produk, merek,pasar sasaran atau situasi pembeli) dan tidak langsung (melalui iklan dan komunikasi).

E. Penelitian Terdahulu

  Dan dari peneliti sebelumnya yaitu Kiki Nofriyanti, Manajemen, UniversitasDiponegoro Semarang, 2012 dengan judul skripsi “Analisis Pengaruh CitraMerek, Persepsi Harga dan Daya Tarik Iklan terhadap Minat Beli Konsumen pada Produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Galon Merek AQUA (Studi Kasuspada Mahasiswa di Kota Semarang)” yang mempunyai tujuan untuk menguji pengaruh citra merek, persepsi harga dan daya tarik iklan terhadap minat beli. Selain itu, variabel penelitian sebelumnya hanya dua variabel yaitu brand image dan minat beli, sedangkanpenelitian ini menggunakan tiga variabel yaitu iklan, brand image dan minat beli konsumen serta menjadikan brand image sebagai variabelmediasi.

F. Kerangka Konseptual Penelitian

Dari uraian tersebut dapat digambarkan secara sistematis tentang pengaruh iklan dan brand image terhadap minat beli konsumen, dengan brand imagesebagai variabel mediasi adalah sebagai berikut : Brand Image (X 2 )  Kesan profesional Kesan modern Perhatian kepada konsumen H (+)

1 H (+)

  Adapun hipotesis yang telah dirumuskan berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :Hipotesis 1 : Iklan berpengaruh positif terhadap brand image Dengan melakukan iklan yang baik dan sesuai dengan pasar sasaran maka akan membentuk brand image yang positif di benak konsumen. Citra merek meliputi pengetahuan dan kepercayaan akan atribut merek(aspek kognitif), konsekuensi dari penggunaan merek tersebut, dan situasi penggunaan yang sesuai, begitu juga dengan evaluasi, perasaan dan emosi yangdiasosiasikan dengan merek tersebut (aspek afektif) (Peter dan Olson, 2002:47).

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei

B. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian

  Menurut Kerlinger (dalam Sugiyono, 2012:12), penelitian survei adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupunkecil, tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi, danhubungan-hubungan antar variabel sosiologis maupun psikologis. Subjek penelitian yang akan diteliti adalah masyarakat di Yogyakarta yang merupakan calon konsumen shampoo Dove dan berbelanja di salah satu pusatperbelanjaan yaitu Gardena Department Store & Supermarket Yogyakarta.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah persepsi masyarakat terhadap iklan, brand image, dan minat beli konsumen.

C. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian

  Lokasi penelitian ini dilakukan di Gardena Department Store & Supermarket di Jl. Pemilihan lokasi penelitian diGardena Department Store & Supermarket disebabkan merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang mewakili populasi masyarakat di Yogyakarta.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilakukan pada 19 Januari 2016 – 1 Februari 2016.

D. Variabel Penelitian 1. Identifikasi Variabel a

  Variabel Terikat (Dependent Variable)Variabel terikat adalah faktor-faktor yang diobservasi dan diukur untuk menentukan adanya pengaruh variabel bebas, yaitu faktor yangmuncul, atau tidak muncul, atau berubah sesuai dengan yang diperkenalkan oleh peneliti. Variabel ini dianggap sebagai variabel yang dapat menjelaskan keterkaitan variabel bebas dan terikat tetapi tidak dapatdipertanggungjawabkan, mungkin karena tidak diperhitungkan, tidak dapat diindentifikasi atau tidak dapat diukur.

2. Definisi Variabel

  Iklan adalah segala bentuk komunikasi nonpribadi dan promosigagasan, produk atau jasa yang dibayarkan oleh sponsor tertentu atau yang diketahui (Kotler dan Keller, 2016:582). Minat beli konsumen adalah sebuah perilaku konsumen dimanakonsumen mempunyai keinginan dalam memilih, menggunakan, dan mengkonsumsi atau bahkan menginginkan suatu produk yangditawarkan (Kotler dan Keller dalam Adi, 2015:36).

3. Skala Pengukuran Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Likert

  Definisi Operasional dan Indikator VariabelDefinisi operasional variabel adalah upaya menerjemahkan sebuah konsep variabel ke dalam instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian iniadalah : Tabel III.2 Tabel Definisi Operasional dan Indikator Variabel Variabel Definisi Variabel Sub. Iklangagasan, produk atau Elektronik (gambar, jasa yang dibayarkan perpaduan warna,oleh sponsor tertentu tata letak,suara, atau yang diketahui musik, dan figur)(Kotler dan Keller, b.

F. Populasi dan Sampel 1. Populasi

  Menurut Sugiyono (2012:119), populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentuyang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Yogyakartayang merupakan calon konsumen shampoo Dove.

2. Sampel

  Menurut Hendryadi dan Suryani (2015), untuk menentukan sampel dan populasi digunakan perhitungan maupun acuan tabel. Dikarenakan pada penelitianini jumlah populasi yang tidak diketahui dan penelitian ini adalah penelitian survei, maka jumlah sampel minimum untuk penelitian survei adalah 100responden.

G. Teknik Pengambilan Sampel

  Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan teknikPurposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel denganpertimbangan tertentu (Sugiyono, 2012:96).

1. Jenis Kelamin : Wanita 2

  Sumber DataSumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yang merupakan data yang diperoleh langsung di lapangan oleh peneliti. Adapun dataprimer diperoleh secara langsung dari subjek yang diteliti melalui kuesioner.

I. Teknik Pengumpulan Data

  Dari perhitungan tersebut menghasilkan butir-butir yang valid dan yang tidak valid :a. hitung lebih kecil dari r tabel (r h <r t ) maka instrumen tersebut tidakJika r valid dan tidak dipergunakan dalam penelitian.r tabel dengan jumlah responden 100 orang maka nilainya adalah sebesar 0.197.

2. Uji Reliabilitas

  2� � �11= 1− 2 �−1�� Keterangan : r 11 = reliabilitas instrumen k = banyak butir pertanyaan 2= Total dari varian masing-masing pertanyaan� 2= Varian dari total skor �� Dalam penentuan tingkat reliabilitas suatu instrumen penelitian dapat diterima bila dalam kisaranCronbach’s Alpha > 0,60 s/d 0,80 dianggap baikatau reliabel serta dalam kisaran > 0,80 s/d 1.00 dianggap sangat baik atau sangat reliabel. Deskripsi VariabelUntuk mengetahui apakah persepsi masyarakat sangat baik atau sangat buruk terhadap iklan, brand image, dan minat beli konsumen, maka penulis akanmenggunakan rentang skala pada variabel iklan, brand image, minat beli konsumen.

1. Jumlah kelas 5 sehingga interval dapat dihitung sebagai berikut :

Kelas Maksimum −Kelas MinimumInterval = Kelas Interval 5 −1Interval = = 0,8 5 Dengan rentang skala 0,8 maka skor persepsi pada iklan, brand image, danminat beli konsumen dikelompokkan sebagai berikut : Tabel III.3 Tabel Skala DataSkala Data Kelas Kategori 1 1,00 - 1,79 Sangat Rendah 2 1,80 - 2,59 Rendah 3 2,60 - 3,39 Cukup4 3,40 - 4,19 Tinggi 5 4,20 - 5,00 Sangat Tinggi

2. Uji Asumsi Klasik a

  Pada uji normalitas ini,pengujian dilakukan pada variabel iklan (X 1 ), brand image (X 2 ), dan minat beli konsumen (Y). Adapun kriteria dalam uji scatter-plots adalah : 1)Titik-titik pada scatter-plots menyebar secara acak, baik di bagianatas angka nol ataupun di bagian bawah angka nol dari sumbul vertikal atau sumbu Y, maka disimpulkan bahwa tidak terjadiheteroskedastisitas.2) Titik-titik pada scatter-plots menyatu secara teratur, baik di bagianatas angka nol ataupun di bagian bawah angka nol dari sumbul vertikal atau sumbu Y, maka disimpulkan bahwa terjadiheteroskedastisitas.

3. Analisis Regresi Variabel Mediasi dengan Metode Causal Step

  X Gambar III. 1 Regresi Variabel Mediasi dengan Metode Causal StepMetode Causal Step ini dikembangkan oleh Baron dan Kenny (1986 : 1173- 1182).

1 Persamaan II :

  1 ) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y) atau ) berpengaruh terhadap variabel mediasi (X 2 dinyatakan sebagai variabel mediasi sempurna (perfect mediation) jika, setelah memasukan variabel X 2 , pengaruh variabel X 1 terhadap Y 1 terhadap Y yang tadinya menurun menjadi nol (c‟ = 0) atau pengaruh variabel Xsignifikan (sebelum memasukan variabel X 2 ) menjadi tidak signifikan setelah memasukan variabel X ke dalam model persamaan regresi. 6 Regresi Iklan (X 1 ) terhadap Minat Beli Konsumen (Y) dengan Memasukan Brand Image (X 2 ) dalam Persamaan a Coefficients Unstandardized StandardizedCoefficients Coefficients Model B Std.

a. Dependent Variable : Minat Beli Konsumen

  X c = 0,528 sig = 0,001c‟ = 0,151 sig= 0,557 2 X a = 0,973 sig = 0,000b = 0,697 sig = 0,005 Pengaruh variabel bebas (iklan) menjadi tidak berpengaruh terhadapvariabel tergantung (minat beli konsumen) setelah memasukkan variabel mediasi (brand image). Sehingga dapat disimpulkan bahwa brand image memediasi secara mutlakhubungan antara iklan dengan minat beli konsumen (Suliyanto, http://management-unsoed.ac.id ).

3. Pengujian Hipotesis a

  PT Unilever Indonesia Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi sabun, deterjen,margarin, minyak sayur dan makanan yang terbuat dari susu, es krim, makanan dan minuman dari teh dan produk-produk kosmetik. Pada tanggal 22 November 2000, PT Unilver Indonesia Tbk mengadakan dengan PT Anugrah Indah Pelangi, untuk mendirikan perusahaan baru yakni PTAnugrah Lever (PT AL) yang bergerak di bidang pembuatan, pengembangan, pemasaran dan penjualan kecap, saus cabe dan saus-saus lain dengan merk dagangBango, Parkiet dan Sakura dan merek-merek lain atas dasar lisensi perusahaan kepada PT Al.

B. Dove 1. Profil Dove

  7 Rangkaian Dove Shampoos(sumber: www.dove.co.id ) Selain shampoo, Dove juga memiliki conditioner untuk membantu perawatanrambut, Dove Conditioner memiliki lima pilihan yang disesuaikan dengan kebutuhan rambut konsumen yaitu, Dove Volume Nourishment Conditioner,Dove Daily Shine Conditioner, Dove Total Hair Fall Treatment Conditioner, Dove Nourishing Oil Care Conditioner, dan Dove Total Damage TreatmentConditioner. 8 Rangkaian Dove Conditioners(sumber: http//www.dove.co.id) Selain shampoo dan conditioner, Dove juga memiliki treatment conditionerdan styling aids untuk membantu dan merawat rambut hingga menjadi sehat dan terlindungi dari kerusakan.

b. Public relation

  Pengorganisasian untuk manajemen merek Di tahun 2000, Unilever Indonesia Tbk mulai membagi tanggungjawab untuk brand menjadi dua grup, pertama dengan pelaksanaanbrand development dan pelaksanaan lain yaitu brand building kedalam spesifik market. SDM dan Keuangan Peneliti tidak dapat memperoleh informasi dari Dove mengenai sumberdaya manusia dan keuangan, sehingga peneliti tidak dapat memaparkan informasi tersebut.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dipaparkan karakteristik responden, analisis data penelitian

  Untuk mengingatkan kembaliperihal iklan shampoo Dove di media cetak yaitu majalah Kartini dan media elektronik yaitu iklan di televisi, dikarenakan ketidakmungkinan penelitimembawa media elektronik yang besar maka peneliti menggunakan smartphone untuk memperlihatkan iklan shampoo Dove yang pernah ditayangkan di televisi. Sedangkan data kuantitatif pada variabeliklan, brand image dan minat beli konsumen meliputi uji instrumen (uji validitas dan uji reliabilitas), uji asumsi klasik (uji normalitas dan uji heterokedastisitas),uji analisis data (analisis regresi variabel mediasi dengan metode Causal Step) serta pengujian hipotesa (uji t).

A. Karakteristik Responden

Pada sub bab ini karakteristik responden yang digunakan untuk mengukur gambaran tentang responden yang diteliti kemudian dilakukan perhitunganmenggunakan statistik deskriptif. Adapun karakteristik responden diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Usia

  1 Karakteristik Responden berdasarkan UsiaUsia Jumlah Persentase 17 - 25 41 41% 26-3523 23% 36-4536 36% Jumlah 100 100% Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer, 2016 Berdasarkan tabel V.1 dapat disimpulkan bahwa 41 dari 100 respondenberusia 17 hingga 25 tahun dengan persentase sebesar 41%, 36 responden berusia 36 hingga 45 tahun dengan persentase sebesar 36% dan 23 responden berusia 26hingga 35 tahun dengan persentase sebesar 23%. Hal ini dapat disimpulkan bahwashampoo Dove memiliki calon konsumen yang lebih besar peluangnya pada segmentasi berdasarkan usia 17 hingga 25 tahun dibandingkan usia lainnya.

2. Jenis Kelamin

  Dalam klasifikasi ini, jenis kelamin dikelompokkan menjadi dua kelompok, seperti yang tecantum pada tabel V.2 berikut ini :Tabel V.2 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah PersentasePria 0% Wanita 100 100% Jumlah 100 100%Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer, 2016 Berdasarkan tabel V.2 dapat disimpulkan bahwa seluruh calon konsumenshampoo Dove adalah berjenis kelamin wanita. Dari data tersebut dapat dibuktikan bahwa 100 dari 100 responden adalah wanita dengan besar persentase 100% dan jumlah 0 dari pria dengan persentase sebesar 0%.

3. Pekerjaan

  Dengan demikian, dapat diketahui bahwa calon konsumen shampoo Dove memiliki peluang yang besar pada segmentasi berdasarkan pekerjaannya yaitu mahasiswa, pedagang dan ibu rumah tangga. 4.

B. Analisis Deskriptif 1. Iklan

  Kuesioner pada variabel iklan menggunakan skala data 1-5, skala 1 menunjukkan persepsi calon konsumen terhadap iklan yang dilihat sangat kurangmenarik, sementara skala 5 menunjukkan persepsi calon konsumen terhadap iklan yang dilihat sangat menarik. 7 Tabel Skala Data IklanSkala Data Kelas Kategori 1 1,00 - 1,79 Sangat kurang menarik 2 1,80 - 2,59 Kurang menarik 3 2,60 - 3,39 Cukup menarik4 3,40 - 4,19 Menarik 5 4,20 - 5,00 Sangat menarik Dengan menggunakan kategori tersebut, rata-rata skor persepsi calon konsumen terhadap iklan (lampiran 1) adalah 3,91 yang masuk dalam kategorimenarik.

2. Brand Image

  Kuesioner pada variabel brand image menggunakan skala data 1-5, skala 1 menunjukkan persepsi calon konsumen terhadap brand image shampoo Dovesangat kurang bagus, sementara skala 5 menunjukkan persepsi calon konsumen terhadap brand image shampoo Dove sangat bagus. 14 Tabel Skala Data Brand ImageSkala Data Kelas Kategori 1 1,00 - 1,79 Sangat kurang bagus 2 1,80 - 2,59 Kurang bagus 3 2,60 - 3,39 Cukup bagus4 3,40 - 4,19 Bagus 5 4,20 - 5,00 Sangat bagus Dengan menggunakan kategori tersebut, rata-rata skor persepsi calon konsumen terhadap brand image (lampiran 1) adalah 3,76 yang masuk dalamkategori bagus.

3. Minat Beli Kosumen

  Kuesioner pada variabel minat beli konsumen menggunakan skala data 1-5, skala 1 menunjukkan persepsi calon konsumen terhadap minat beli konsumensangat rendah, sementara skala 5 menunjukkan persepsi calon konsumen terhadap minat beli sangat tinggi. 15 Tabel Skala Data Minat Beli KonsumenSkala Data Kelas Kategori 1 1,00 - 1,79 Sangat rendah 2 1,80 - 2,59 Rendah 3 2,60 - 3,39 Cukup4 3,40 - 4,19 Tinggi 5 4,20 - 5,00 Sangat tinggi Dengan menggunakan kategori tersebut, rata-rata skor persepsi calon konsumen terhadap minat beli (lampiran 1) adalah 3,67 yang masuk dalam kategori tinggi.

C. Analisis Kuantitatif 1. Hasil Uji Validitas

  11 Tabel Validitas Brand ImageSumber : Hasil Pengolahan Data Primer, 2016 Berdasarkan tabel V.11, seluruh item pernyataan brand image dalaminstrumen penelitian dinyatakan valid, karena r hitung lebih besar dari r tabel 0,197. Tabel V.12 Tabel Validitas Minat Beli KonsumenSumber : Hasil Pengolahan Data Primer, 2016 Berdasarkan tabel V.12, seluruh item pernyataan minat beli konsumen dalaminstrumen penelitian dinyatakan valid, karena r hitung lebih besar dari r tabel 0,197.

2. Hasil Uji Reliabilitas

  Tabel V.14 Tabel Uji Reliabilitas Brand ImageReliability Statistics Cronbach's N of ItemsAlpha 0,734 11 Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer, 2016 Cronbach’s Alpha sebesar 0,734 dalam kategori > 0,80 s/d 1,00 dianggap sebagai sangat reliabel. Tabel V.15 Tabel Uji Reliabilitas Minat Beli KonsumenReliability Statistics Cronbach's N of ItemsAlpha 0,601 7 Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer, 2016Dapat dilihat dari tabel V.15 bahwa nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,601 termasuk reliabel, dikarenakan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,601 dalam kategori > 0,60 s/d 0,80 dianggap sebagai reliabel.

D. Analisis Uji Asumsi Klasik 1. Hasil Uji Normalitas

  Uji normalitas ini menggunakan Kolmogrov-Smirnov Goodness of Fit Test untuk melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak. Adapun hasil uji normalitaspada grafik dan tabel sebagai berikut : Grafik V.1 Grafik Normalitas Scatter-plotsTabel V.16 Tabel Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov TestUnstandardized Residual N100 Mean 0.0 a Normal Parameters Std.

2. Hasil Uji Heteroskedastisitas

  Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menunjukkan bahwa varians variabel tidaksama untuk semua pengamatan atau observasi. Suatu variabel dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas apabila angka signifikansi > daripada 0,05 dan dilihatdari scatter-plots, apabila titik-titik pada scatter-plots menyebar secara acak, baik di bagian atas angka nol ataupun di bagian bawah angka nol dari sumbu vertikalatau sumbu Y, maka dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas atau disebut homokedastisitas.

V. 17 dan gambar scatter-plots sebagai berikut :

  Gambar V.2 Hasil Uji Heteroskedastisitas melalui scatter-plotsTabel V. 17 Hasil Uji Heteroskedastisitas melalui Uji Glejsera CoefficientsStandardized Unstandardized Coefficients Model t Sig.

a. Dependent Variable: RES_2

  Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer, 2016 Berdasarkan hasil scatter-plots di atas dan tabel V.17 bahwa varians dariresidual satu pengamat ke pengamat yang lain tetap atau homokedastisitas, dengan kata lain bahwa variabel tidak terjadi heteroskedastisitas. Hal ini dapat dilihat darititik-titik pada scatter-plots yang menyebar secara acak dan pada tabel terlihat nilai signifikansi semua variabel bebas lebih besar daripada 0,05.

E. Hasil Analisis Data 1. Analisis Regresi Variabel Mediasi dengan Metode Causal Step

  Analisis ini untuk mengetahui apakah variabel bebas berperngaruh terhadap variabel terikat serta apakah variabel mediasi secara tidak langsung berpengaruhantara variabel bebas terhadap variabel terikat. Analisis regresi variabel mediasi dengan metode Causal Step memiliki beberapa uji perasyaratan yang harusdipenuhi sebelum analisis regresi variabel mediasi dengan metode Causal Step dilakukan.

1 Iklan 0.399 0.05 0.357 3.784 0.000

  Artinya bahwasemakin menarik iklan shampoo Dove dibuat maka semakin tinggi minat beli konsumen terhadap shampoo Dove dan sebaliknya dengantingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%). Berdasarkan tabel V.18, didapatkan persamaan regresi sebagai berikut : = 2,113 + 0,399X 1 Arti persamaan regresi yaitu kostanta sebesar 2,113 menyatakan bahwa jika tidak ada nilai iklan maka nilai minat beli konsumen sebesar 2,113 dan koefisien regresi X 1 sebesar 0,399 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 nilai iklan maka nilai minat beli konsumen akan bertambah sebesar 0,399.

1 Iklan 0.462 0.8 0.369 3.925 0.000

a. Dependent Variable: Brand_Image

  Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer, 2016 1)Merumuskan hipotesis H : Iklan tidak berpengaruh positif terhadap brand image. Artinya bahwa semakin menarik iklan shampoo Dove dibuat maka semakin bagus brandimage shampoo Dove dan sebaliknya dengan tingkat keyakinan 95% (kesalahan 5%).

2 Arti persamaan regresi yaitu kostanta sebesar 1,953 menyatakan bahwa jika

  tidak ada nilai iklan maka nilai brand image sebesar 1,953 dan koefisien regresi X 1 sebesar 0,462 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 nilai iklan maka nilai brand image akan bertambah sebesar 0,462. 20 Tabel Analisis Regresi Brand Image (X 2 ) terhadap Minat Beli Konsumen (Y) aCoefficients Standardized Unstandardized CoefficientsModel t Sig.

1 Brand_Image 0.297 0.085 0.334 3.504 0.00

  Berdasarkan tabel V.20, didapatkan persamaan regresi sebagai berikut : = 2,556 + 0,297X 2 Arti persamaan regresi yaitu kostanta sebesar 2,556 menyatakan bahwa jika tidak ada nilai brand image maka nilai minat beli konsumen sebesar 2,556 dan koefisien regresi X sebesar 0,297 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 nilai 2 brand image maka nilai minat beli konsumen akan bertambah sebesar 0,297. variabel terikat (Y) setelah memasukkan variabel mediasi (X ) 0,462 x 0,208 0,096 Sehingga dapat dibandingkan bahwa nilai pengaruh langsung dari iklan (X 1 ) terhadap minat beli konsumen (Y) melalui brand image (X ) lebih besar daripada 2 nilai pengaruh tidak langsung dari iklan (X 1 ) terhadap minat beli konsumen (Y), maka brand image (X 2 ) tidak memediasi antara iklan (X 1 ) terhadap minat beli konsumen (Y).

F. Pembahasan

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brand image tidak memediasi antara iklan dan minat beli kosumen, yang artinya bahwa pengaruh langsung antara iklanterhadap minat beli konsumen lebih tinggi daripada pengaruh tidak langsung antara iklan terhadap minat beli konsumen melalui brand image. Sesuai dengan teori Peter dan Olson (dalam Shinta,2012:2) yang mengatakan bahwa iklan yang disenangi oleh konsumen menciptakan keinginan untuk membeli.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Pada penelitian ini peneliti bermaksud untuk mengetahui apakah iklan

  berpengaruh terhadap brand image, iklan dan brand image berpengaruh terhadap minat beli konsumen secara sendiri-sendiri serta secara tidak langsung brandimage mempengaruhi hubungan antara iklan terhadap minat beli konsumen. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa iklan yang menarik, unik, dan dapat menyampaikan informasi dengan baik maka dapat menimbulkan minat belikonsumen secara langsung tanpa melalui brand image.

B. Saran

  Iklan yang menarik adalahiklan yang mampu membuat calon konsumen yang melihat iklan tersebut tidak bosan, penasaran, berkeinginan membeli hingga membeli produk ataujasa yang ditawarkan. Bagi Peneliti selanjutnya Hasil penelitian menunjukan bahwa brand image tidak memediasi pengaruhiklan terhadap minat beli konsumen sehingga ada baiknya peneliti selanjutnya menggunakan variabel lain sebagai pengganti brand image, yang mampumemediasi pengaruh iklan terhadap minat beli konsumen seperti dalam bagian ekuitas merek yaitu, brand awareness, brand responses, dan brandrelationship.

C. Keterbatasan Dalam penelitian ini masih terdapat kendala yang dialami oleh peneliti

DAFTAR PUSTAKA

  Adapun keterbatasan yaitu tempat penelitian berada pada salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Yogyakarta, dikarenakan melakukan di pusatperbelanjaan yang suasana ramai dan niat konsumen datang ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja dan refreshing sehingga kemungkinanresponden dalam memberikan jawaban kurang maksimum karena ketidaksungguhan responden dalam mengisi kuesioner. Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Citra Merek terhadap Minat Beli dan Dampaknya pada Keputusan Pembelian(Studi pada Pengguna Telepon Seluler Merek Sony Ericson di Kota Semarang), Semarang: Universitas Diponegoro.

I1 I2I3 I4

I5 I6

I7 I8

  Demi kelancaran pengumpulan data, peneliti berharapIbu/Saudari bersedia mengisi kuesioner ini yang sesuai dengan keadaan nyata Ibu/Saudari untuk skripsi peneliti yang berjudul Pengaruh Iklan dan Brand ImageTerhadap Minat Beli Konsumen, dengan Brand Image sebagai variabel mediasi, kasus pada calon konsumen yang menggunakan shampoo Dove di Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengaruh iklan danbrand image terhadap minat beli konsumen serta untuk mengetahui apakah brand image secara tidak langsung mempengaruhi hubungan antara iklan terhadap minatbeli.

IDENTITAS RESPONDEN

  Mohon diisi titik-titik pada pertanyaan di bawah ini atau diberi tanda (X) pada pilihan jawaban yang paling sesuai dengan keadaan Anda saat ini. Apakah Anda pernah menggunakan shampoo Dove baik dalamkemasan berbentuk botol maupun sachet? Ya (tidak perlu melanjutkan ke pertanyaan selanjutnya dan terimakasih)  Tidak/ Belum pernah (silahkan melanjutkan ke pertanyaanselanjutnya) 5.

B. KUESIONER

  Anda dipersilakan untuk memilih alternatif jawaban yang paling sesuai dengan keadaan Anda saatini dengan memberi tanda (X) pada kolom yang telah disediakan. IklanIklan adalah salah satu komunikasi pemasaran yang menginformasikan suatu produk atau jasa kepada calon konsumen melalui media cetakmaupun media elektronik agar calon konsumen tertarik untuk membeli produk atau jasa tersebut.

4. Bentuk tulisan pada iklan di majalah terlihat bagus

  Setelah melihat iklan di majalah, Anda merasa iklan shampoo Dove berbeda dengan iklan shampoo lainnya 13. Setelah melihat tayangan iklan di televisi, Anda merasa iklan shampoo Dove berbeda dengan iklan shampoo lainnya.

2. Brand Image atau Citra Merek

Brand image atau citra merek adalah representasi dari keseluruhanpersepsi terhadap merek dan dibentuk dari pengetahuan dan informasi terhadap merek tersebut. No Pernyataan STS TS N S SS

A. Kesan Profesional

  Shampoo Dove merupakan shampoo yang dapat membersihkan kulit kepala dan rambut secara menyeluruh dari kotoran, polusi danminyak yang menempel pada kulit kepala B. Minat Beli KonsumenMinat beli konsumen adalah salah satu perilaku calon konsumen yang tertarik untuk membeli suatu produk atau menggunakan suatu jasa.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh diferensiasi produk terhadap brand image Nokia Nseries pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat USU
0
46
91
Analisis pengaruh quality product dan brand image (citra merek) serta marketing strategic terhadap keputusan pembelian processor intel
2
8
162
Analisis pengaruh promosi, kualitas produk dan brand image motor matic Honda terhadap keputusan pembelian serta dampaknya pada loyalitas pelanggan; studi kasus pengguna sepeda motor matic Honda di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan
1
25
132
Analisis pengaruh penetapan harga, promosi pemasaran dan brand image terhadap keputusan pembelian dan loyalitas konsumen: studi kasus pada sebagian masyarakat Bintaro Jaya
0
3
230
Pengaruh Brand awareness, brand assosiation, perceived quality, dan brani image terhadap loyalitas konsumen sepeda motor honda : studi kasus pada mahasiswa uin syarif hidayatullah jakarta
0
9
112
Pengaruh harga (price), trust in brand, dan brand image terhadap brand loyality (studi kasus pada konsemen motor honda di kota Tangerang)
0
7
167
Pengaruh strategi brand extension terhadap intensi membeli konsumen: studi kasus pemakaian brand extension Lifebuoy untuk sampul
0
72
146
Analisis pengaruh penggunaan tagline dan persepsi konsumen dalam pembentukan brand awareness suatu produk : studi kasus pada iklan coca cola
13
57
123
Analisis pengaruh event sponsorship dan persepsi konsumen dalam membentuk brand image produk PT. astra honda motor (AHM); studi kasus pada konsumen sepeda motor honda di wilayah Karang Mulya Ciledug
2
40
120
Analisis perbandingan brand awareness, brand association, perceived quality dan brand loyalty produk kamera DSLR merek canon dan nikon: studi kasus pada unit kegiatan mahasiswa fotografi di Jakarta
7
14
174
Pengaruh brand knowledge, persepsi kualitas, dan innovativeness terhadap minat beli: studi kasus pada pengguna smartphone android lenovo di Wilayah Jakarta Selatan
0
6
139
Pengaruh brand image dan reference group terhadap keputusan pembelian dan dampaknya terhadap loyalitas pelanggan anderoid sphygmomanometer merek ABN : (survey di PT.Abadinusa Usaha Semesta Bandung)
5
26
118
Pengaruh citra toko dan citra merek terhadap niat beli pada private label brand PASTI Minimarket Alfamart :(survei pada konsumen Alfamart Dago di Kota Bandung)
2
42
94
Pengaruh brand trust dan lokasi terhadap keputusan konsumen menginap pada Hotel Horison di Bandung
0
36
94
Pengaruh faktor brand image harga dan pengembangan produk terhadap perilaku konsumen dalam keputusan pemilihan pembelian produk motor sport
0
3
1
Show more