Pemahaman tentang pacaran yang sehat pada siswa kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap tahun ajaran 2015/2016 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan.

Gratis

0
2
86
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIMOTTO DAN PERSEMBAHAN

  Turmudzi) Kupersembahkan skripsi ini untuk:Allah SWT Kedua orang tuaku tercinta Bapak Tono Suharto dan Ibu Siti Sunarsih Kakakku Retno Ayu W dan Adikku Fajar Tri Utomo Program Studi Bimbingan dan Konseling USDTeman- teman Mahasiswa Angkatan BK 2011 SMA Yos Sudarso Cilacap Seseorang yang dengan sabar dan setia mendampingi penulis Pipit, Melani, Tasya, Theo, Chandra, Dhamar, Bagus, Jerry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada siswa atau 0 siswa (0%) memiliki pemahaman tentang pacaran yang sehat dalam kategori sangat tinggi,rendah, sangat rendah.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIDAFTAR GRAFIK

  Penggolongan Item Pemahaman Pacaran Yang SehatSiswa Kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap Pada Tahun Ajaran 2015/2016 .........................................37 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Data siswa Pemahaman Pacaran yang Sehat ………………56Lampiran 3.

BAB I PENDAHULUAN Bab ini memaparkan tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah

A. Latar Belakang Masalah

  Pacaran yang sehat adalah aktifitas sosial yang membolehkan dua orang yang berbedajenis kelaminnya untuk terikat dalam interaksi sosial dengan pasangannya yang bukan keluarga. Berdasarkan survei kesehatan reproduksi yang dilakukan Badan Kesehatan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2010, sekitar 92% remaja yangberpacaran, saling berpegangan tangan, ada 82% yang saling berciuman, dan 63% remaja yang berpacaran tidak malu untuk saling meraba (petting) bagian tubuhkekasih mereka yang seharusnya tabu untuk dilakukan.

B. Identifikasi Masalah

  Batasan MasalahDalam penelitian ini, fokus kajian di arahkan pada menjawab masalah- masalah yang teridentifikasi di atas khususnya masalah mengenai seberapa tinggipemahaman tentang pacaran sehat pada siswa kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap tahun ajaran 2015/2016. Topik-topik bimbingan pribadi sosial yang relevan untuk meningkatkan pemahaman tentang pacaran yang sehat pada siswa kelas X SMA YosSudarso Cilacap tahun ajaran 2015/2016?

1. Mengetahui seberapa tinggi pemahaman tentang pacaran yang sehat pada siswa kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap pada tahun ajaran 2015/2016

  2. Menyusun topik-topik bimbingan pribadi-sosial yang relevan untuk meningkatkan pemahaman pacaran yang sehat pada siswa kelas X SMA YosSudarso Cilacap pada tahun ajaran 2015/2016.

F. Manfaat Penelitian

  Terdapat beberapa manfaat dilakukannya penelitian ini yang dilihat dari segi secara teoritis maupun praktis, dengan penjelasan sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis Hasil penelitian ini sebagai bahan masukan untuk menambah ilmu danwawasan dalam bidang bimbingan dan konseling tepatnya pemahaman pacaran sehat.

2. Manfaat Praktis a

  Siswa semakin mengetahui seberapa tingkat pemahaman pacaran sehat yang ada dalam diri mereka dan masalah-masalah yang dihadapinya untuksemakin mengembangkan pemahaman pacaran sehat dalam kehidupan sehari- hari. Bagi PenelitiSemakin mengetahui dan memahami bagaimana pemahaman pacaran sehat kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap pada tahun ajaran 2015/2016.

G. Definisi Operasional

  tentang proses perkenalan yang dilakukan lawan Pacaran yang sehat adalahjenis dengan memahami aspek fisik, psikis dan sosial. Pacaran yang sehat pada penelitian ini dikonstruk dari aspek-aspek fisik, psikis dan sosial sebagai dioperasikan lebih lanjut dalam instrument penelitian ini.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Bab ini memaparkan pemahaman pacaran sehat, pengertian remaja dan bimbingan. A. Kajian Teori 1. Pengertian Pacaran yang Sehat Pacaran adalah suatu hubungan dimana dua orang bertemu dan

  Pacaran sehat adalah pacaran yang memahami batasan-batasan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan dalam berpacaranmenurut norma umum di masyarakat. Pada saat ini, kekerasan pada masa pacaran merupakan masalah yang sering ditemui dan cukupkompleks namun demikian, remaja harus tetap berusaha untuk 9satu cara yang bisa dilakukan, terutama oleh remaja adalah dengan melakukan pacaran yang sehat.

2. Tahap-tahap pacaran

  Tahap komitmen dan ketertarikanPada tahap ini yang timbul adalah keinginan untuk bertemu dengan pasangannya, menjelaskan lebih lanjut hubungan yangberlandasakan komitmen. Tantangannya adalah menghadapi sisi yang kurang baik dari pasangannya.

3. Dampak pacaran

  Arfin (2002) mengatakan adanya dampak dari perilaku pacaran yang bagi remaja antara lain : 13Seiring aktivitas berpacaran pasti terdapat sesuatu permasalahan yang dapat membuat pasangan tersebutbertengkar. Masaberpacaran setiap pasangan dapat dilakukan untuk saling mengekspresikan perasan akan memberikan kesempatan bagipasangan dapat berpacaran sebagai teman untuk berbagi suka dan duka serta saling member dan menerima dengan demikianakan menimbulkan perasan aman nyaman, tenang, bahkan merasa terlindungi.

4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pacaran

  Batasan kencan saat pacaran agar orang tua mengingatkananak-anaknya tidak terhanyut dalam hubungan yang romantic 16matang dan belum tahu arti komitmen yang sesungguhnya. Tumbuhnya gairah seksual lebih menyenangkan dari pada kegiatan lainnya, pasangan yang pernah menuruti hawa nafsunnya untukberhubungan seks menjadi tidak puas dengan kegiatan kencan lainnya yang biasa-biasa saja namun sebenarnya kegiatan itu yanglebih bermanfaat, berharga dan penuh arti seperti mengerjakan tugas sekolah bersama.

5. Aspek Pacaran yang Sehat

  Seseorangdapat dikatakan berpacaran sehat secara psikis apabila dalam berpacaran mendukung perkembangan pribadi masing-masing,menciptakan suasana hubungan yang sehat, membuat aman dan nyaman serta dapat saling, menghormati dan saling berbagitanggung jawab. Pacaran yang sehat secara sosial mampu memperhitungkan nilai- nilai atau norma-norma yang berlaku dalam masyarakat (agama,budaya dan lingkungan) tempat kita hidup dan berinteraksi sosial.

B. Hakikat Remaja

  Masa remaja sebagai periode yang penting yaitu perubahan- perubahan yang dialami masa remaja akan memberikandampak langsung pada individu yang bersangkutan dan akan mempengaruhi perkembangan selanjutnya. Status remaja tidak jelas, keadaan ini memberi waktu padanya untuk mencoba gayahidup yang berbeda dan menetukan pola perilaku, nilai dan sifat yang paling sesuai dengan dirinya.

3. Masa remaja sebagai periode perubahan pada emosi

  21mandiri), perubahan pada nilai-nilai yang dianut, serta keinginan akan kebebasan. Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apaperananya dalam masyarakat.

5. Masa remaja sebagai masa yang menimbulkan ketakutan

  Remaja mengalami kebingungan atau kesulitan di dalam usaha meninggalkan kebiasaan pada usia sebelumnya dan didalam memberikan kesan bahwa mereka hampir atau sudah dewasa yaitu dengan merokok, minum-minuman keras,menggunakan obat-obatan dan terlibat dalam perilaku seks. Munculnya perilaku menyukai lawan jenis (pacaran) di kalangan remaja yang marak belakangan ini tidak terlepas daripengaruh era globalisasi yang dianggap sebagai bentuk 22menyukai lawan jenis (pacaran) yang dilakukan oleh remaja akhir-akhir ini cukup memprihatinkan.

C. Pengertian Bimbingan Pribadi-Sosial

BAB II I METODE PENELITIAN Pada bab ini menguraikan tentang metode penelitian yang terdiri dari jenis

  Menurut Winkel dan Hastuti (2006), bimbingan Pribadi-Sosial berarti bimbingan dalam menghadapi keadaan batinnya sendiri danmengatasi berbagai pergumulan dalam batinnya sendiri; dalam mengatur diri sendiri di bidang kerohanian, perawatan jasmani,pengisian waktu luang, penyaluran nafsu seksual dan sebagainya; serta bimbingan dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesama diberbagai lingkungan (pergaulan sosial). Uji coba penelitiandilakukan dalam waktu yang sama dikarenakan keterbatasan waktu yang menjadi alasan pihak sekolah.

1. Alat Pengumpulan Data

  Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Angket tentang pemahaman pacaran yang sehat. Alternatif jawaban Ragu-ragu (RG) tidak disertakan untuk mengurangi kecenderungan responden dalam memberikan jawaban yang netral (centraltendency effect) dan untuk meningkatkan variabilitas respon.

2. Kisi-kisi Angket Uji Coba

  Kisi-kisi item berdasarkan aspek-aspek pemahaman pacaran yang sehat siswa, yang digunakan sebagai angket ujicoba item dapat dilihat pada tabel 3dibawah ini. Sukardi (2003) mengatakan bahwa pengukuran yang menggunakan instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi, apabila alat ukuryang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur apa yang hendak 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11,12, 14, 20, 22, 23, 24,25, 26, 27, 29, 30, 31,33, 35, 36, 37, 38, 39,45, 59 3, 4, 5, 6, 7, Pacaran saling mendukungperkembangan pribadi masing-masing.

b. Reliabilitas

  Adapun rumus koefisien reliabilitas Alpha Cronbach(α) adalah sebagai berikut: 2 2 S x + S iα = 2[1- ] 2 S xKeterangan rumus : 2 2 S 1 dan S 2 : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2 2 S : varians skor skala xSetelah dihitung dengan menggunakan bantuan program SPSS 16.0, diperoleh perhitungan reliabilitas seluruh item instrumen menggunakan rumuskoefisien alpha (α) yaitu 0, 984. Item angket yang telah lolos uji validitas dan realibilitasdisusun kembali menjadi angket yang digunakan untuk pengambilan data penelitian.

D. Prosedur dan Teknik Analisis Data 1. Persiapan dan Pelaksanaan a

  Menyusun angket tentang Pemahaman Pacaran yang Sehat dengan mengikutibeberapa langkah yaitu: 1) Bertemu dengan Kepala Sekolah dan guru BK SMA Yos Sudarso Cilacap untuk meminta ijin mengadakan uji coba alat penelitian dan melaksanakan penelitian pada kelas X. 2) Melaksanakan uji coba penelitian di SMA Yos Sudarso Cilacap pada kelas X pada tanggal 23 Mei 2016.

3. Teknik Analisis Data

  Sugiyono (2011) mengatakan bahwa analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasidata berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah. Menentukan Skor dan Pengolahan DataPenentuan skor pada item angket dilakukan dengan cara memberikan nilai dari angka 1 sampai 4 berdasarkan norma skoring yang berlaku dengan melihatsifat pernyataan favorable atau unfavorable, selanjutnya memasukkannya ke dalam tabulasi data dan menghitung total jumlah skor subjek serta jumlah skoritem.

BAB IV HASIL PENELITIAN Bab ini berisi uraian hasil penelitian dan pembahasan tentang jawaban dari

A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pemahaman Pacaran yang Sehat

  pertanyaan pada rumusan masalah seberapa rendahkah pemahaman pacaran yang sehat siswa kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap pada tahun ajaran 2015/2016, dantopik-topik bimbingan apa sajakah yang sesuai untuk mendukung pemahaman pacaran yang sehat. Normakategorisasinya adalah sebagai berikut : X maksimum teoritik : 4 x 53 = 212 X minimum teoritik : 1 x 53 = 53 Luas jarak : 212 Mean teoritik ( µ ) : ((26,5 + 53) : 2) = 39,75 Setelah dilakukan perhitungan, diketahui bahwa pemahaman pacaran yangsehat siswa kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap pada tahun ajaran 2015/2016 adalah seperti yang disajikan pada tabel 7.

2. Analisis Item Pemahaman Pacaran yang Sehat

  Dari sangat tinggi dan tinggi skor di atas terlihat bahwa terdapat 41 butir item atau 73% yang termasuk dalam kategori sangat tinggi, dan 8 butir item atau 16 % yangtermasuk dalam kategori tinggi, 3 butir item atau 9% yang termsuk dalam kategori sedang, tidak ada atau 0 butir yang termasuk dalam kategori rendah dan 1 butir itematau 2% yang termasuk dalam kategori sangat rendah. Tabel 9 Item Angket Pemahaman Pacaran yang Sehatsiswa kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap pada Tahun Ajaran 2015/2016 yang Tergolong Kategori Sangat Rendah Nomor Aspek Indikator Skor ItemPsikis Saling mengekspsikan rasa sayang 2 103 Item yang memiliki skor sangat redah tersebut akan digunakan sebagai dasarpembuatan program bimbingan untuk meningkatkan pemahaman pacaran yang sehat pada siswa kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap tahun Ajaran 2015/2016.

B. Pembahasan Hasil Penelitian

  Tidak ada siswa (0%) memiliki pemahaman pacaran yang sehat kategori sangat tinggi, 53 siswa (100%) memiliki pemahaman pacaranyang sehat tinggi, tidak ada siswa (0%) yang memiliki pemahaman pacaran yang sehat sedang, tidak ada siswa (0%) memiliki pemahaman pacaran yang sehat rendahdan tidak ada siswa (0%) memiliki pemahaman pacaran yang sehat sangat rendah. Baiknya pemahaman pacaran yang sehat pada siswa kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap pada Tahun Ajaran 2015/2016 dapat dilihat dari tiga aspek dalamberpacaran yang sehat (Hirmaningsih, 1997) yaitu pertama, secara fisik, siswa kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap pada Tahun Ajaran 2015/2016 ini dapat dikatakan mampu menjaga dan menghargai fisik yang menjadi milik masing-masing sebagaianugrah dari Tuhan Yang Maha Esa.

C. Usulan Topik Bimbingan

  Berdasarkan item-item yang menunjukkan bahwa pemahaman pacaran yang sehat baik, namun ada item yang rendah, dan sangat rendah makadibuatlah usulantopik-topik bimbingan yang dimaksutkan untuk mengembangkan pemahaman pacaran yang sehat siswa yang masih rendah dan sangat rendah. 43Tabel 10 Usulan Topik Bimbingan untuk Meningkatkan Pemahaman tentang Pacaran yang Sehat Pada Siswa Kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap Tahun Ajaran 2015/2016 pada kategori sangat rendah No Aspe k Item Topik Bimbingan Tujuan Metode Waktu Referensi 1 Psikis Menerima kekuranganpacar (romantis,perhatian, peka dansabar) Etika Berpacaran /Etika dalampergaulan.

BAB V PENUTUP Bab ini memaparkan kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran untuk berbagai pihak. A. Kesimpulan Kesimpulan diperoleh dari hasil penelitian dan pembahasan. Hasil

  Perhitungan data siswa siswi penelitian pemahaman pacaran yang sehat dalam katagori sangat tinggi yaitu tidak ada siswa (0%), katagori tinggi 53(100%), katagori sedang tidak ada siswa (0%), katagori rendah tidak ada siswa (0%), katagori sangat rendah tidak ada siswa (0%). Berdasarkan 1 item 44 45kuesioner yang teridentifikasi rendah, peneliti membuat/mengusulkan topik- topik bimbingan yang sesuai untuk mengembangkan serta meningkatkanPemahaman tentang Pacaran yang Sehat Pada Siswa Kelas X SMA Yos Sudarso Cilacap Tahun Ajaran 2015/2016.

B. Keterbatasan Penelitian

  Hasil penelitian ini bukanlah suatu hasil yang tetap karena tingkat pemahaman siswa dapat berubah seiring tingkat perkembangan usianya, sehingga hasilpenelitian ini tidak bisa menjadi patokan mengenai pemahaman pacaran yang sehat seseorang dalam waktu jangka panjang. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini merupakan siswa kelas X SMA yang merupakan usia peralihan dari usia anak-anak ke remaja, dimana usiakelas X merupakan usia remaja awal dan sedang dalam proses mencapai tugas perkembangan sehingga hasil yang diperoleh pada usia kelas X tersebutbelum maksimal.

C. Saran 1

  Guru BK diharapkan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untukmembuat program-program yang relevan bagi siswa untuk meningkatkan pemahaman pacaran yang sehat siswa-siswi. Bagi Peneliti Lain Peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan topik pemahamanpacaran yang sehat diharapkan: a.

A. Belina, 2013. Permisivisme Remaja Terhadap Kehamilan Pranikah pada

  com/ kekerasan dalam pacaran / Gender Kesrepro/ . Pacaran yang Sehat, Yogyakarta : PKBI Hurlock, E.

ANGKET UJI COBA SISWA

Disusun oleh: Tika Dwi Apriliani111114014 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA2016

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIANGKET PEMAHAMAN PACARAN YANG SEHAT A

  Petunjuk PengisianBerikut terdapat pernyatan-pernyataan yang berisi gambaran mengenai pemahaman pacaran yang sehat. Anda diminta untuk mengemukakan apakah pernyataan-pernyataan tersebut sesuai dengan kondisi diri Anda saat ini, dengan memberi tanda centang ( √) padasalah satu jawaban yang tersedia, yaitu : SS : Sangat SetujuS : Setuju TS : Tidak SetujuSTS : Sangat Tidak Setuju Contoh : No Perilaku dalam pacaran SS S TS STS 1.

b. Menjelaskan arti pacaran yang sehat 2

  Tujuan Global : Siswa memperoleh manfaat dan dapat menyerap ilmu yang positifyang nantinya dapat berguna dalam kehidupan sehari-harinya (terkait pacaran yang sehat), serta mencegah dampak negatif dari perilaku pacaran para siswa. : Prosedur/ProsesNo Kegiatan Guru Siswa Durasi 1 Pengantar Pembimbing mengawali Siswa terlibat aktif 5 menit pelayanan dengan dengan mendengarkanmemaparkan tujuan kegiatan yang akan dilakukan danmemberikan penjelasan.

2 Penyajian Materi a

  Pembimbingmenayangkan video tentang gaya pacaran mengulangi dan bertanya jawabmengenai topik pacaran yang sehat. Siswa mengikuti apa yang di instruksikan olehpembimbing dan ikut terlibat secara aktif 25 menit 4 Mengerjakan tugasPembimbing memberikan Lembar Kerja Siswa yangberkaitan dengan pacaran yang sehat.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Hubungan pemberian biasiswa terhadap peningkatan hasil belajar mata pelajaran biologi siswa kelas II SLTP Negeri se Kabupaten Bondowoso tahun ajaran 2000/2001
0
4
61
Identifikasi kesalahan konsep fisika tentang suhu dan kalor (Studi deskriptif pada siswa kelas I5 cawu III SMU Negeri Rambipuji Jember tahun ajaran 2000/2001
0
6
55
Identifikasi miskonsepsi materi biologi kelas II semester 1 pada siswa SMP negeri di kecamatan Kencong tahun ajaran 2003/2004
2
6
94
pengaruh model pembelajaran webbed terhadap keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDIT Al-Mubarak Jakarta pusat tahun ajaran 2014/2015
4
24
258
Peningkatan keterampilan mebaca intensif dengan metode kooperatif jingsaw pada siswa kelas VII Madasah Tsanawiyah (MTs) Al-Mujahidin Cikarang tahun ajaran 2011-2012
0
3
100
Campur kode dan gejala bahasa pada cerpen siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 19 Jakarta tahun pelajaran 2012/2013
1
19
121
latihan ulangan semester 1 ipa kelas 3 tentang lingkungan sehat dan tidak sehat
0
38
2
Pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan abstraksi siswa di kelas VII SMPN 01 Kalidawir Tulungagung tahun ajaran 20172018
0
0
6
View of Rancang Bangun Aplikasi Pembayaran Sekolah Menggunakan Java Dan MySQL Berbasis Client Server Di SMA Yos Sudarso Cilacap
0
1
14
Studi tentang identifikasi bakat olahraga pada siswa kelas V Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Surakarta tahun 2008
0
0
47
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
10
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
28
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
25
Penerapan model pembelajaran berbasis masalah terhadap keterampilan komunikasi sains dan hasil belajar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palangkaraya pada pokok bahasan gerak lurus semester 1 tahun ajaran 2016/2017 - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
29
Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah dan hasil belajar siswa melalui pokok bahasan pesawat sederhana di SMP Negeri-4 kelas VIII semester II Palangka Raya tahun ajaran 2015/2016 - Digital Library IAIN Palangka Raya
1
1
185
Show more