Pengaruh rasio ekstrak temulawak polietilen glikol (PEG) 4000 dalam sistem dispersi padat dengan metode pelelehan pelarutan terhadap disolusi kurkumin

Gratis

0
0
49
2 years ago
Preview
Full text

PENGARUH RASIO EKSTRAK TEMULAWAK / POLIETILEN GLIKOL (PEG) 4000 DALAM SISTEM DISPERSI PADAT DENGAN METODE

PENGARUH RASIO EKSTRAK TEMULAWAK / POLIETILEN GLIKOL (PEG) 4000 DALAM SISTEM DISPERSI PADAT DENGAN METODE HALAMAN JUDUL SKRIPSIDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S. Farm.) Program Studi Farmasi Oleh:Dendi Putro Anggomantio NIM: 138114082 HALAMAN JUDUL FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA2017

PELELEHAN-PELARUTAN TERHADAP DISOLUSI KURKUMIN

HALAMAN JUDUL SKRIPSIDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S. Farm.) Program Studi Farmasi Oleh:Dendi Putro Anggomantio NIM: 138114082 HALAMAN JUDUL FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA2017

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Polietilen glikol(PEG) merupakan polimer yang secara luas digunakan sebagai pembawa dalam pembuatan dispersi padat dikarenakan PEG memiliki titik leleh yang rendah,memiliki tingkat solidifikasi yang cepat, toksisitas yang rendah dan biaya yang rendah (Bley et al., 2010). Metode pelelehan-pelarutan merupakan metode yang dapat digunakan untuk menghindari kerugian dari kedua metodelainnya, di mana pada metode pelarutan membutuhkan pelarut organik dalam jumlah yang besar (Serajuddin, 1999), sedangkan pada metode pelelehanketidakcampuran antara obat dengan pembawa dapat terjadi akibat tingginya viskositas dari pembawa polimer yang meleleh (Huq, 2013).

HASIL DAN PEMBAHASAN

  Pada dispersi padat dengan perbandingan ekstrak temulawak-polietilen glikol 4000 sebesar 1:9 didapatkan nilai rata-rata DE 120 yang paling besardikarenakan pada rasio tersebut jumlah polietilen glikol 4000 paling besar dibandingkan dengan yang lainnya sehingga semakin besar jumlah pembawahidrofilik di dalam sistem dispersi padat maka akan memberikan hasil disolusi yang semakin baik. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa dispersi padat ekstrak temulawak- polietilen glikol 4000 (PEG 4000) dengan rasio1:2, 1:4, dan 1:9 dapat meningkatkan kelarutan kurkumin, dimana hasil uji kelarutan menunjukkan adanya peningkatan pada dispersi padat sebesar 2x lipatdibandingkan dengan campuran fisik.

DAFTAR PUSTAKA

  Role of Surfactan and pH in Dissolution of Curcumin. Enhancement of Solubility and Dissolution Rate of Curcumin by SolidDispersion Technique.

2. Hasil scanning panjang gelombang maksimum pada konsentrasi rendah (0,5382 µg/mL)

3. Hasil scanning panjang gelombang maksimum pada konsentrasi sedang (3,2292 µg/mL)

4. Hasil scanning panjang gelombang maksimum pada konsentrasi tinggi (6,4584 µg/mL)

  Lampiran 3. Hasil verifikasi metode analisis pada pelarut medium disolusi 1.

2. Summary output regression untuk kurva baku medium disolusi

  Perhitungan bahan dalam pembuatan dispersi padat dan campuran fisik masing-masing rasio Rasio Ekstrak temulawak (g) Polietilen glikol 4000 (g) 1:2 1,700 3,3001:4 1,000 4,0001:9 0,500 4,500 Lampiran 6. Uji normalitas campuran fisik dan dispersi padat pada rasio 1:9, 1:4 dan 1:2 menggunakan Shapiro-Wilk Test 2.

3. Signifikansi kelarutan antara campuran fisik dan dispersi padat pada rasio 1:4 menggunakan Mann-Whitney Test 4. Signifikansi kelarutan antara campuran fisik dan dispersi padat pada rasio 1:9 menggunakan F-Test dan T-Test

  Massa isi kapsul untuk uji disolusi Sampel RI (g) RII (g) RIII (g) Rata- rata (g) SD CV (%) CF 1:2 0,498 0,4990,498 0,498 0,001 0,001 DP 1:2 0,498 0,502 0,500 0,500 0,002 0,004CF 1:4 0,500 0,500 0,499 0,500 0,001 0,001DP 1:4 0,502 0,502 0,502 0,502 0,000 0,000CF 1:9 0,497 0,496 0,499 0,497 0,002 0,003DP 1:9 0,502 0,502 0,502 0,502 0,000 0,000 2. Contoh hasil data uji disolusi a.

3. Perhitungan AUC dan DE a. Contoh hasil perhitungan Area Under Curve (AUC) dan

  Statistika uji disolusi – perbedaan campuran fisik dengan dispersi padat pada DE 120 1. Uji normalitas campuran fisik dan dispersi padat rasio 1:9, 1:4, dan 1:2 menggunakan Shapiro-Wilk Test 2.

3. Signifikansi DE 120 antara campuran fisik dan dispersi padat rasio 1:4 menggunakan F-test dan T-test 4. Signifikansi DE 120 antara campuran fisik dan dispersi padat rasio 1:9 menggunakan F-test dan T-test

  Statistika uji disolusi – perbedaan antar rasio dispersi padat pada DE 120 1. Uji normalitas DE 120 pada dispersi padat rasio 1:2, 1:4, dan 1:9 menggunakan Shapiro-Wilk Test 2.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Konsentrasi Polietilen Glikol (PEG) 6000 Terhadap Disolusi Piroksikam Dalam Dispersi Padat
6
91
87
Pengaruh rasio ekstrak temulawak / polietilen glikol (PEG) 4000 dalam sistem dispersi padat dengan metode pelelehan-pelarutan terhadap disolusi kurkumin.
0
2
51
Pengaruh rasio polivinil pirolidon K30 / Kitosan dalam sistem dispersi padat ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap disolusi kurkumin.
2
7
60
Pengaruh rasio poloxamer 407/Kitosan dalam sistem dispersi padat ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) terhadap disolusi kurkumin.
0
2
64
Pengaruh formulasi ekstrak kunyit dalam sistem dispersi padat manitol terhadap disolusi kurkumin.
0
3
46
Pengaruh rasio ekstrak temulawak/Polietilen Glikol (PEG) 6000 dalam sistem dispersi padat dengan metode pelelehan-pelarutan terhadap disolusi kurkumin.
1
2
57
Pengaruh proporsi Drug Load terhadap profil disolusi dispersi padat kurkumin ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dalam Polyvinyl Pyrrolidone (PVP) dengan spray drying.
2
6
96
Pengaruh proporsi Drug Load terhadap profil disolusi dispersi padat kurkumin ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dalam Hydroxypropyl Methycellulose (HPMC) dengan spray drying.
0
2
87
Pengaruh rasio polivinil pirolidon K30 Kitosan dalam sistem dispersi padat ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap disolusi kurkumin
1
2
58
Pengaruh rasio poloxamer 407 Kitosan dalam sistem dispersi padat ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) terhadap disolusi kurkumin
2
2
62
Pengaruh formulasi ekstrak kunyit dalam sistem dispersi padat manitol terhadap disolusi kurkumin
1
1
44
Pengaruh proporsi Drug Load terhadap profil disolusi dispersi padat kurkumin ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dalam polivinil pirolidon dengan vaccum rotary evaporator.
1
3
90
Pengaruh proporsi Drug Load terhadap profil disolusi dispersi padat kurkumin ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dalam Hydroxypropyl Methycellulose (HPMC) dengan spray drying
1
3
85
Pengaruh rasio ekstrak temulawak Polietilen Glikol (PEG) 6000 dalam sistem dispersi padat dengan metode pelelehan pelarutan terhadap disolusi kurkumin
0
0
55
Pengaruh perbedaan rasio peg 6000:manitol dalam dispersi padat ekstrak kunyit terhadap disolusi kurkumin : aplikasi metode peleburan-pelarutan - USD Repository
0
11
59
Show more