Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien ulkus diabetes mellitus di instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005.

Gratis

1
7
116
2 years ago
Preview
Full text

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN ULKUS DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA PERIODE 2005 SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.)Program Studi Ilmu Farmasi Oleh: Bernadetta Wenni Sukma WindartiNIM: 028114068

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTAPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  PRAKATAPuji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala kasih-Nya sehingga penulis telah berhasil menyelesaikan skripsi yangberjudul “Evaluasi Penggunaan Antibiotika pada Pasien Ulkus Diabetes Mellitus di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Periode 2005”. Segenap direksi Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta atas ijin dan kesempatan yang telah diberikan sehingga penulis dapat melakukan dan menyelesaikanpenelitian.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Persentase kelas terapi obat adalah obat saluran cerna 40,48%,obat kardiovaskular 66,67%, obat darah 2,38%, obat saluran napas 23,81%, obat sistem saraf pusat 40,48%, infus 83,33%, obat lain–lain 16,67%, obat gizi33,33%, obat analgesik 83,33%, obat otot skelet dan sendi 30,95%, obat antidiabetik 90,48%, dan obat antiinfeksi 100%. Golongan dan jenis obat otot skelet dan sendi pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap RSPR Yogyakarta periode 2005 ..........

DAFTAR LAMPIRAN

  Data Rekam Medik Pasien Ulkus Diabetes Mellitus di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Periode 2005 ....... Penggolongan Obat Pasien Ulkus DM di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Periode 2005 .......................................

BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Penelitian Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh

  Terbentuknya ulkus disebabkan oleh berbagai faktor seperti kehilangan rasa di kaki disebabkan oleh neuropati, sirkulasi darah yang tidak baik di kaki, kelainanbentuk kaki, adanya gangguan kulit yang disebabkan oleh gesekan atau tekanan, dan luka pada kaki (Anonim, 2006b). Misi RSPR Yogyakarta menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang holistik atau menyeluruh meliputi aspek biologis, psikologis,sosial, spiritual, dan intelektual secara ramah (R), adil (A), profesional (P), ikhlas (I), dan hormat (H) dalam semangat iman Katolik yang gigih membela hak hidupinsani dan berpihak kepada yang berkekurangan (Anonim, 1998).

B. Rumusan Masalah

  Seperti apakah profil pengobatan yang digunakan pasien ulkus DM meliputi kelas terapi obat, golongan obat, dan jenis obat? Apakah antibiotika yang digunakan pasien ulkus DM sudah rasional atau terdapat Drug Related Problems (DRP) meliputi perlu terapi obat tambahan(need for additional drug therapy), terapi obat tanpa indikasi (unnecessarydrug therapy ), salah obat (wrong drug), dosis terlalu rendah (dosage too low),reaksi obat yang merugikan (adverse drug reaction), dosis terlalu tinggi (dosage too high), dan ketidaktaatan pasien menggunakan obat(uncompliance)?

C. Keaslian Penelitian

  Sejauh penelusuran pustaka yang telah dilakukan, penelitian evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap RSPRYogyakarta periode 2005 belum pernah dilakukan. Subyek penelitian ini adalah pasien ulkus DM bukanpasien DM secara umum atau pasien DM dengan komplikasi yang lain.

D. Manfaat Penelitian

  Manfaat teoritisPenelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai sumber informasi mengenai evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien ulkus DM di instalasirawat inap RSPR Yogyakarta periode 2005. Manfaat praktisPenelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai referensi menuju penggunaan antibiotika yang rasional pada pasien ulkus DM di RSPR Yogyakartadan sebagai dasar dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan khususnya bagi pasien DM di rumah sakit tersebut.

E. Tujuan Penelitian

1. Tujuan umum

2. Tujuan khusus

  Tujuan umum yang ingin dicapai dari penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap RSPRYogyakarta periode 2005. Mengetahui antibiotika yang digunakan pasien ulkus DM sudah rasional atau terdapat Drug Related Problems (DRP) meliputi perlu terapi obat tambahan (need for additional drug therapy), terapi obat tanpa indikasi (unnecessarydrug therapy ), salah obat (wrong drug), dosis terlalu rendah (dosage too low),reaksi obat yang merugikan (adverse drug reaction), dosis terlalu tinggi (dosage too high), dan ketidaktaatan pasien menggunakan obat(uncompliance).

BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Diabetes Mellitus

  Tujuan terapi DM adalah mengurangi gejala hiperglikemia, mengurangi muncul dan berkembangnya komplikasi seperti retinopati, nefropati, danneuropati, terapi intensif kardiovaskular sebagai faktor risiko, dan memperbaiki kuantitas dan kualitas hidup pasien (Triplitt, Reasner, & Isley, 2005). Penggolongan DMPasien DM digolongkan ke dalam 1 dari 2 kategori besar yaitu DM tipe 1 disebabkan kekurangan insulin secara absolut yaitu sel beta pankreas tidakmampu memproduksi insulin sama sekali atau DM tipe 2 yang disebabkan oleh sekresi insulin yang tidak mencukupi.

4. Perawatan pasien DM

  Hal ini dapat dicapai apabila pasien membatasi segalamakanan yang digoreng, buah-buahan, kentang, dan terutama hasil olahan gandum misalnya roti karena kandungan karbohidratnya tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar glukosa darah (Anonim, 2005a). Faktanya, 9 dari 10 kasus diabetes tipe 2 dapat dicegah jikaseseorang mengkonsumsi makanan yang sehat, melakukan olahraga secara rutin, berhenti merokok, dan melakukan pola hidup sehat yang lain (Anonim, 2005a).

B. Ulkus

1. Definisi dan epidemiologi

  Ulkus DM adalah adanya tukak, borok atau kerusakan jaringan dalam berhubungan dengan kelainan saraf dan pembuluh darah yang diakibatkan olehDM pada tungkai bawah pasien DM. Kombinasiberbagai faktor seperti hilangnya rasa di kaki karena sirkulasi darah yang tidak baik, kelainan bentuk pada kaki, adanya gangguan pada kulit seperti gesekan atautekanan, dan luka berat yang terjadi pada penderita DM juga dapat menimbulkan ulkus (Anonim, 2006b).

2. Infeksi ulkus DM

  Bakteri tersebut akan tumbuh dan menyebar di dalam darah dan mengakibatkan infeksi. Tanda-tanda ulkus terinfeksi meliputi merah, bengkak, luka semakin mengering, peningkatan gula darah secara tiba-tiba, demam, dan kelelahan.

3. Faktor risiko amputasi alat gerak bawah Ulkus disebabkan oleh berbagai faktor dan dapat mengakibatkan amputasi

Beberapa faktor risiko amputasi alat gerak bawah pada ulkus DM dirinci sebagai berikut.

a. Neuropati perifer mengakibatkan hilangnya rasa pada kaki dan juga

  Kelainan bentuk kaki dan pembentukan kalus pada daerah yang sering mendapatkan tekanan. Alas kaki yang tidak baik mengakibatkan kerusakan kulit karena tidak dapat melindungi kulit dari tekanan dan gesekan.

4. Penatalaksanaan ulkus DM

  Tujuan perawatan ulkus DM yaitu mengurangi risikoinfeksi dan amputasi, memperbaiki fungsi dan kualitas hidup pasien, dan mengurangi biaya perawatan kesehatan (Anonim, 2006b). Kuman penginfeksi dan antibiotika yang sensitif terhadap kuman penginfeksi tersebut dapat diketahui dengan kultur dan sensitivitas tes.

d. Hindari panas. Jangan menggunakan alas pemanas atau botol yang berisi air panas pada kaki atau telapak kaki untuk alasan apapun

  Jika terdapat masalah sirkulasi darah maka hindari menyilangkan kedua kaki dan jangan gunakan kaos kaki yangterlalu kencang atau pakaian yang dapat membatasi aliran darah menuju telapak kaki. Pastikan selalu konsultasi dengan ahli kesehatan dan jangan melakukan pengobatan apapun pada telapak kakisebelum konsultasi dengan ahli kesehatan yang berkompeten.

h. Pelihara berat badan yang sesuai. Jika perlu kurangi berat badan. Hal ini tidak hanya mengontrol diabetes tetapi juga mengurangi tekanan pada telapak kaki

i. Jaga kondisi telapak kak Jangan berjalan tanpa menggunakan alas kak

  Faktor-faktor penting perawatan ulkus DM adalah mencegah infeksi, menghindari tekanan pada ulkus, membersihkan jaringan dan kulit mati ataudebridemen, melakukan pengobatan atau pembalutan luka, dan mengatur kadar glukosa darah agar tidak terlalu tinggi (Anonim, 2006b). Tindakan pencegahan atau peringatannya yaitu kurangidosis pada pasien dengan kerusakan ginjal berat, memperpanjang penggunaan pada superinfeksi, gunakan dengan hati–hati pada pasien yang mempunyairiwayat alergi penisilin, dan dapat menyebabkan kolitis (Lacy, et al., 2003).

C. Antibiotika

  Penurunan pengobatan dilakukan dengan beralih dari pengobatan parenteral ke oral, menurunkan dosis, atau beralihke antibiotika dengan spektrum yang lebih sempit dan spesifik. Kombinasi antibiotika dapat digunakan pada berbagai keadaan seperti pengobatan permulaan pada pasien dengan infeksi berat, infeksi polimikroba,mencegah resistensi mikroorganisme, mengurangi toksisitas yang berkaitan dengan dosis, dan untuk mendapatkan efek sinergistik.

3. Antibiotika ulkus DM

  Pemberian antibiotika untuk penanganan infeksi agar lebih tepat dan efisien sebaiknya berdasarkan hasil pemeriksaan mikrobiologi yang lengkap danditunjang dengan suatu penelitian terkait dengan obat–obatan vaskular (Misnadiarly, 2001). (Lipsky, et al., 2004) Terapi empirik berdasarkan kondisi klinis dan hasil laboratorium pasien yaitu lekosit, limfosit, monosit, dan neutropil nilainya melebihi normal.

2. Sedang

  Parenteral : sefoksitin / seftriakson / sefuroksim /sefuroksim + metronidazol / tikarsilin / tikarsilin–asam klavulanat / piperasilin / piperasilin–tazobactam Parenteral : piperasilin–tazobactam / 3. Berat levofloksasin + klindamisin / siprofloksasin + klindamisin / imipenem / vankomisin / seftazidim / vankomisin + metronidazol /seftazidim + metronidazol (Lipsky, et al., 2004)Tabel III.

D. Drug Related Problems (DRP)

  Pengertian dan penggolongan DRPDrug Related Problems adalah kejadian tidak diinginkan yang dialamipasien selama terapi obat dan mengganggu outcome yang diharapkan. Pasien memerlukan permulaan terapi obat baru Pasien memerlukan kelanjutan terapi obatPasien memerlukan terapi obat kombinasi Perlu terapi obat tambahan Penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap RSPR Yogyakartaperiode 2005 dan memberi gambaran Drug Related Problems (DRP) yang terjadi.

E. Keterangan Empiris

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien ulkus DM di

  Evaluasi hasil penelitian disajikan secara deskriptif mengenai kerasionalan penggunaan antibiotika dan menganalisispermasalahan yang terjadi terkait dengan penggunaan antibiotika pada kasus-kasus tersebut. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu datadiambil dari dokumen terdahulu dan dilihat perkembangannya pada periode yang lalu atau saat itu (Pratiknya, 2001).

B. Definisi Operasional

  1. Evaluasi adalah melihat kembali pola penggunaan antibiotika dan menganalisis kerasionalan penggunaannya serta permasalahan yang terjadi terkait denganpenggunaan antibiotika.

2. Pasien adalah semua orang yang menjalani rawat inap di RSPR Yogyakarta selama tahun 2005 dengan diagnosis ulkus DM

  Golongan obat adalah kelompok obat berdasarkan efek yang ditimbulkan dari setiap kelas terapi yang diberikan pada pasien misalnya antiaritmia, antitusif,ekspektoran, hipnotik, sefalosporin generasi ketiga, dan lain–lain. Outcome terapi adalah lama tinggal pasien di rumah sakit (length of stay) dan kondisi pasien keluar dari rumah sakit setelah menjalani perawatan beberapawaktu meliputi pasien sembuh, pulang paksa (atas permintaan sendiri), rawat jalan, semakin parah, atau meninggal.

C. Subyek Penelitian

  Subyek penelitian yang digunakan adalah semua pasien ulkus DM di instalasi rawat inap RSPR Yogyakarta periode 2005. Bahan PenelitianBahan penelitian adalah rekam medik pasien ulkus DM yang menjalani rawat inap selama tahun 2005 di RSPR Yogyakarta.

F. Tatacara Penelitian

Jalannya penelitian dibagi dalam 4 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap analisis situasi, tahap pengumpulan data, dan tahap evaluasi data.

1. Tahap perencanaan

  Berdasarkan data dan keterangan bagian olah data diperoleh informasi bahwa selama tahun 2005 terdapat 568 pasien DM yang menjalani rawat inap. Kadar glukosa darah puasa, kadar glukosa darah 2 jam setelah makan, dan kadar glukosa darah sewaktu diperlukan untuk melihat kondisi pasien DM dihubungkan dengan kondisi ulkus atau infeksiyang terjadi.

4. Tahap evaluasi data

  Data dikelompokkan berdasarkan umur, jenis kelamin, komplikasi, penyakit penyerta, golongan, dan jenis obat yang digunakan kemudian dihitungpersentasenya untuk tiap kelompok. Luaran terapi dianalisis dengan mengevaluasi outcome terapi pasien yaitu lama tinggal di rumah sakit (length ofstay ) dan kondisi pasien keluar dari rumah sakit setelah menjalani perawatanbeberapa waktu yaitu sudah sembuh, pulang paksa (atas permintaan sendiri), rawat jalan, semakin parah, atau meninggal dunia.

G. Analisis Hasil

  Data dikelompokkan berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, komplikasi, penyakit penyerta, golongan dan jenis obat yang digunakan olehpasien selama proses terapi kemudian dihitung persentasenya. Rumus (1):n x 100 %x Keterangan: n = jumlah kasus yang terjadi pada tiap kelompok x = jumlah seluruh kasusStandar terapi antibiotika empirik yang digunakan berdasarkan diagnosisand treatment of diabetic foot infections (Lipsky, et al., 2004) dan standarterapi absolut yang digunakan berdasarkan principles of infectiousdiseases (Guglielmo, 2001).

1. Persentase pasien ulkus DM berdasarkan kelompok umur

  Persentase kelompok umur pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005Ulkus DM banyak diderita orang tua antara usia 50–70 tahun (Stajich & Blakey, 2000). Hasil penelitian yang diperoleh sudah sesuai dengan teori bahwa pasien yang paling banyak menderita ulkus DM adalah kelompokusia 51–70 tahun.

2. Persentase pasien ulkus DM berdasarkan jenis kelamin

  Persentase jenis kelamin pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005Ulkus DM dapat terjadi pada pria dan wanita. Hal ini disebabkan kebanyakan wanita penderita DM lebih rajin merawat luka dan menjaga tubuhnya agar tidak terjadi luka sehingga angka kejadian ulkus DM pada pria dan wanita sama besar.

B. Profil Pengobatan Pasien Ulkus Diabetes Mellitus

  Persentase kelas terapi obat pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005No. Obat antidiabetik 38 90,48 Kelas terapi obat yang paling banyak digunakan adalah obat antiinfeksi untuk mengobati infeksi yang terjadi pada ulkus DM.

1. Obat saluran cerna

  Golongan dan jenis obat saluran cerna yang diberikan pada pasien disajikan dalam tabel VI. Golongan dan jenis obat saluran cerna pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005No.

8. Enzim pencernaan pankreatin 10 23,81 Obat saluran cerna yang paling banyak digunakan adalah pankreatin

2. Obat darah

  Golongan dan jenis obat darah pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005No. Anemia megaloblastik asam folat 1 2,38Asam folat diberikan pada pasien yang mengalami anemia megaloblastik disebabkan karena kekurangan vitamin B12 atau folat.

3. Obat kardiovaskular

  Persentase golongan dan jenis obat kardiovaskular yang digunakan pasien disajikan dalam tabel VIII. Golongan dan jenis obat kardiovaskular pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005No.

8. Antiplatelet silostazol 13 30,95

  Vasodilator perifer bensiklan1 2,38 flunarisin2 4,76 Obat kardiovaskular yang paling banyak digunakan oleh pasien adalah obat antitrombosit jenis obatnya adalah silostazol. Silostazol digunakan untukmengobati gejala iskemia seperti ulkus serta rasa sakit dan dingin pada ekstremitas yang disebabkan karena adanya penyumbatan arteri kronis(Anonim, 2005c).

4. Obat saluran napas

  Persentase golongan dan jenis obat saluran napas yang diberikan pada pasien ulkus DMdisajikan dalam tabel IX. Golongan dan jenis obat saluran napas pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005No.

5. Obat sistem saraf pusat

  Persentase golongan dan jenis obat sistem saraf pusat yang digunakan pasien ulkus DM disajikan dalam tabel X. Golongan dan jenis obat sistem saraf pusat pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005No.

4. Antiepilepsi

pirasetam 1 2,38 5. Depresan saraf pusat mekobalamin 2 4,76

6. Infusi Larutan infusi yang mengandung cairan dan elektrolit digunakan

  untuk memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit normal yang banyak hilang melalui luka, diare, dan frekuensi buang air kecil berlebih (poliuria)yang terjadi pada pasien DM. Golongan dan jenis larutan infusi pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap RSPR Yogyakarta periode 2005No.

1. Cairan dan elektrolit

7. Obat lain–lain (suplemen, metabolisme, vaksin, dan tetes mata)

  Persentase obat lain–lain yang digunakan pasien ulkus DM disajikan dalam tabel XII. Golongan dan jenis obat lain–lain pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap RSPR Yogyakarta periode 2005No.

1. Suplemen ekstrak phyllanthi herba 3 7,14

  Obat lain tolterodin L–tartrat 1 2,38Obat lain–lain yang banyak digunakan pasien adalah golongan suplemen jenis obatnya ekstrak phyllanthi herba. Ekstrak phyllanthi herba ini tepatdigunakan oleh pasien ulkus DM karena berefek memperkuat khasiat obat dalam pengobatan infeksi sehingga obat ini dapat membantu dan mempercepat prosespenyembuhan infeksi pada ulkus DM.

8. Obat gizi

  Garam seng tepat diberikan pada pasien ulkus DM karena dapat meningkatkan perfusi darah terutama pada kakisehingga dapat membantu dan mempercepat penyembuhan luka. Golongan dan jenis obat gizi pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005No.

1. Mineral garam Zn 7 16,67

1 2,38 garam K dan Mg1 2,38 vitamin B1 2 4,76 vitamin B1, B2, B6, B12, C, E,Ca-pantotenat, nikotinamida 1 2,38vitamin B1, B2, B6, B12, nikotinamida, pantotenol, D (+) biotin 1 2,38vitamin B1, B2, B6, B12, nikotinamida, Ca-pantotenat,amilase, protease, asam desoksikolat,dimetilpolisiloksan 2 4,76vitamin B1, B6, B12 1 2,38 sari ginseng G 115 konsentrasitinggi, dimetilamisetanol bitartrat, vit-A, B1, B2, B6, B12, C, D, E, besi (II) sulfat dihidrat, kalsium hidrogenfosfat, Ca-fluorida, Ca-sulfat, tembaga (II) sulfat monohidrat,mangan (II) sulfat monohidrat, magnesium sulfat trihidrat,seng oksida, lesitina 1 2,38vitamin C 1 2,38 vitamin K 1 2,38 2. Vitamin asam amino esensial3 7,14

9. Obat analgesik

  Persentase golongan dan jenis obatanalgesik yang digunakan pasien disajikan dalam tabel XIV. Golongan dan jenis obat analgesik pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005No.

1. Analgesik non–opioid

9 21,43 metampiron1 2,38 tramadol hidroklorida 1 2,38 2. Analgesik opioid garam morfin 1 2,38

10. Obat otot skelet dan sendi

  Persentase golongan dan jenis obat otot skelet dan sendi yang digunakan pasien ulkus DM disajikan dalam tabel XV. Golongan dan jenis obat otot skelet dan sendi pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap RSPR Yogyakarta periode 2005No.

1. Antiinflamasi nonsteroid (AINS)

  Antireumatik dan antiencok selekosib 3 7,14Obat otot skelet dan sendi yang paling banyak digunakan pasien adalah golongan obat AINS jenis obatnya ketoprofen. Obat ini tepat digunakan karenakuman penginfeksi dan proses peradangan pada ulkus DM dapat sampai di otot, tulang, dan tulang sendi sehingga pasien dapat mengalami nyeri otot dan sendi.

11. Obat antidiabetik

  Persentase golongan dan jenis obat antidiabetik yang digunakan oleh pasien ulkus DM disajikan dalam tabel XVI. Golongan dan jenis obat antidiabetik pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005No.

1. Insulin regular insulin (RI) atau insulin kerja singkat ( short–acting) 30 71,43

  Thiazolidinedione pioglitazone 1 2,38Obat antidiabetik yang paling banyak digunakan oleh pasien ulkus DM dalam penelitian ini adalah insulin. Pada kondisi patologis tertentu seperti infeksi,koma, dan trauma, pemberian insulin diperlukan bersama dengan antidiabetika oral untuk membantu mempertahankan kadar glukosa darah agar stabil sehinggadapat mempermudah proses pemulihan kondisi pasien.

12. Obat antiinfeksi

  Sulfonamid dan trimetoprimkotrimoksasol 3 7,14 klindamisin Persentase golongan dan jenis obat antiinfeksi yang digunakan pasien ulkus DM disajikan dalam tabel XVII. Golongan dan jenis obat antiinfeksi pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005No.

4. Sefalosporin generasi ketiga

  Persentase kultur dan sensitivitas tes pada pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005Kultur dan sensitivitas tes Jumlah kasus Persentase (%) Dilakukan 23 54,76 Tidak dilakukan19 45,24 Jumlah 42 100Terapi antibiotika yang dilakukan berdasarkan hasil kultur dan sensitivitas tes disebut sebagai terapi antibiotika absolut. Evaluasi DRP dilakukan dengan membandingkan penggunaan antibiotika dengan standar terapi yang digunakan dan melihat antibiotika yang digunakanpasien sesuai dengan hasil kultur dan sensitivitas tes atau tidak pada pasien yang melakukan kultur dan sensitivitas tes.

D. Outcome Terapi Pasien Ulkus DM

  Persentase lama tinggal pasien ulkus DM di instalasi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005Sebagian besar pasien kondisinya tidak parah karena membutuhkan waktu perawatan yang singkat di rumah sakit yaitu selama 1 sampai 20 hari. Kondisi pasien ulkus DM keluar dari instalasi rawat inap RSPR Yogyakarta periode 2005 setelah menjalani perawatanPersentase paling banyak pasien keluar dari rumah sakit masih memerlukan obat jalan yaitu sebesar 66,67%.

E. Rangkuman Pembahasan

  Nyeri otot dan sendi banyak terjadi karena kuman penginfeksi dapat menyebar sampai diotot, tulang, dan tulang sendi sehingga dapat mengakibatkan nyeri otot, tulang, dan persendian. Dalam penelitian ini terdapat 2 kasus termasuk dalam DRP perlu terapi obat tambahan, 2 kasus termasuk DRP terapi obat tanpa indikasi, 3kasus termasuk DRP salah obat, 2 kasus termasuk DRP reaksi obat yang merugikan, dan 1 kasus termasuk DRP dosis terlalu tinggi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut

  Kelas terapi obat yang digunakan pasien selama menjalani perawatan di rumah sakit adalah obat saluran cerna 40,48%, obat darah 2,38%, obatkardiovaskular 66,67%, obat saluran napas 23,81%, obat sistem saraf pusat 40,48%, infus 83,33%, obat lain–lain 16,67%, obat gizi 33,33%, obatanalgesik 83,33%, obat otot skelet dan sendi 30,95%, obat antidiabetik 90,48%, dan obat antiinfeksi 100%. Berdasarkan identifikasi DRP terkait dengan permasalahan penggunaan antibiotika diperoleh 2 kasus termasuk dalam DRP perlu terapi obat tambahan,2 kasus termasuk DRP terapi obat tanpa indikasi, 3 kasus termasuk DRP salah obat, 2 kasus termasuk DRP reaksi obat yang merugikan, dan 1 kasus termasukDRP dosis terlalu tinggi.

4. Outcome terapi pasien paling banyak dirawat di rumah sakit selama 1–10 hari sebesar 42,86% dan pulang masih harus menjalani rawat jalan sebesar 66,67%

B. Saran

  Diperlukan sebuah standar terapi penanganan infeksi di RSPR Yogyakarta khususnya infeksi pada ulkus DM. Perlu dilakukan penelitian evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien komplikasi DM yang lain selain ulkus.

DAFTAR PUSTAKA

  10 – 11 / 07 / 2005 18 / 07 / 200510 – 11 / 07 / 2005 10 – 16 / 07 / 2005 11 / 07 / 2005 dan 15 / 07 / 200511 – 19 / 07 / 2005 19 / 07 / 200512 – 21 / 07 / 2005 14 – 15 / 07 / 200514 – 21 / 07 / 2005 17 – 20 / 07 / 2005 18 / 07 / 2005 18 / 07 / 2005Tequin (1 x 400 mg) XVometa (3 x 10 mg) XVAlinamin–F (3 x 1 tablet) XXX ▪ 10 / 07 / 2005 WBC = 42,38NEUT = 92,5LIM = 1,1URE = 100AS. Oral 24 – 25 / 01 / 2005 24 – 27 / 01 / 2005 24 – 27 / 01 / 200525 / 01 / 2005 25 / 01 / 2005 26 – 27 / 01 / 2005 25 – 26 / 01 / 200526 – 27 / 01 / 2005 25 – 27 / 01 / 200525 – 27 / 01 / 2005 25 – 27 / 01 / 200525 – 27 / 01 / 2005 26 / 01 / 2005 26 / 01 / 2005 26 / 01 / 200526 – 27 / 01 / 2005 WBC = 26,07NEUT = 90,0LIM = 4,0LED 1 j = 100LED 2 j = 150ALK.

ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN

  GT : gamma GT (U/L)GDP : glukosa darah puasa (mg/dl) GDPP : glukosa darah post prandial atau 2 jam setelah makan (mg/dl)GDS : glukosa darah sewaktu (mg/dl) GLOB : globulin (U/l)HbA 1c : kadar glukosa darah selama 3 bulan terakhir dan diperiksa setiap 3 bulan (%)HD : hemodialisa (cuci darah) IHD : ischaemic heart disease (penyakit jantung iskhemik) i. : supositoria U : unitURE : ureum (mg/dl) WBC : white blood cell atau sel darah putih atau lekosit (10^3/ul) Penggolongan Obat Pasien Ulkus DM di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta Periode 2005Obat saluran cerna No.

2. Analgesik opioid garam morfin MST Continus

  Golongan obat Jenis obat Nama obat ® ®amoksisilin Amoksisilin , Amoxsan ® 1. Sulfonamid dan trimetoprim kotrimoksazol Bactrim , Trimeta®klindamisin Albiotin ®linkomisin Lincocin ® 10.

BIOGRAFI PENULIS

  Penulis skripsi berjudul “Evaluasi PenggunaanAntibiotika pada Pasien Ulkus Diabetes Mellitus di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti RapihYogyakarta Periode 2005” ini lahir di Yogyakartapada tanggal 7 Juni 1984 dan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Bapak Ismartoyo dan Ibu RitaTri Purwaningsih. Pada Tahun 1996-1999penulis menyelesaikan tingkat pendidikan selanjutnya di SMP Maria Immaculata Marsudirini Yogyakarta kemudian melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi padatahun 1999-2002 di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Evaluasi drug related problems pada pengobatan pasien stroke di instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta tahun 2005.
0
5
127
Profil peresepan obat antihipertensi pada pasien pre-eklampsia di instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta tahun 2005.
0
1
110
Evaluasi penatalaksanaan terapi pasien diabetes mellitus komplikasi hipertensi rawat inap periode 2005 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta.
1
18
117
Evaluasi pemilihan dan penggunaan obat antidiabetes pada kasus diabetes mellitus instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode Januari-Desember 2005.
0
1
108
Evaluasi pengobatan pasien diabetes melitus dengan komplikasi ulkus/gangren di instalansi rawat inap Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta periode Juli-Desember 2005.
2
6
161
Evaluasi penatalaksanaan terapi pasien diabetes mellitus dengan komplikasi stroke di instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih periode tahun 2005.
0
1
101
Kajian interaksi obat pada pasien penyakit jantung koroner di instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005.
1
20
96
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN ULKUS DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA PERIODE 2005 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Ilmu Far
0
0
114
Kajian interaksi obat pada pasien penyakit jantung koroner di instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2005 - USD Repository
0
0
94
Evaluasi penatalaksanaan terapi pasien diabetes mellitus dengan komplikasi stroke di instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih periode tahun 2005 - USD Repository
0
0
99
Evaluasi pengobatan pasien diabetes melitus dengan komplikasi ulkus/gangren di instalansi rawat inap Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta periode Juli-Desember 2005 - USD Repository
0
0
159
Evaluasi pemilihan dan penggunaan obat antidiabetes pada kasus diabetes mellitus instalansi rawat inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode Januari-Desember 2005 - USD Repository
0
0
106
Evaluasi penatalaksanaan terapi pasien diabetes mellitus komplikasi hipertensi rawat inap periode 2005 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta - USD Repository
0
0
115
Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien demam tifoid kelompok pediatrik di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta periode Januari-Desember 2010 - USD Repository
0
3
153
Evaluasi penggunaan antibiotika pada pasien ulkus kaki diabetika di instalasi rawat inap rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta periode 2012 - USD Repository
0
1
69
Show more