Formulasi sediaan sunscreen ekstrak rimpang kunir putih [Curcuma mangga Val.] dengan carbopol 940 sebagai gelling agent dan sorbitol sebagai humectant.

Gratis

0
8
119
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

I asked for strength and God gave me difficulties to make me strongI asked for wisdom and God gave me problem to solve I asked for prosperity and God gave me brains to workI asked for courage and God gave me dangers to overcome I asked for love and God gave me troubled people to helpI asked for favours and God gave me opportunities I received nothing that I wanted but I received everything that I neededMy prayer has been answered Karya ini kupersembahkan untuk :Tuhanku yang Maha Kuasa, Allah SWT Bapak dan Ibu, my angels and my everythings Kakakku, guru kehidupan yang hebat CHEmistry 03, persahabatan yang tak mungkin terlupakanAlmamaterku tercinta

KATA PENGANTAR

  Penulis Intisari Penelitian tentang optimasi formula gel sunscreen ekstrak rimpang kunir putih (Curcuma mangga Val.) dengan variasi komposisi gelling agent ® (Carbopol ) dan humectant (sorbitol) bertujuan untuk memperoleh komposisi optimum dari gelling agent dan humectant agar didapat formula gel yangmemiliki sifat fisik yang baik. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunir putih ® dapat memberikan serapan pada panjang gelombang UVA–UVB, Carbopol merupakan faktor yang dominan dalam menentukan daya sebar, viskositas, danpergeseran viskositas gel sunscreen.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Aktivitas manusia sehari-hari tidak pernah lepas dari paparan sinar

  Mekanismenya yaitu PABA dan benzophenone sertaturunannya akan teraktivasi oleh energi UV, yang kemudian akan memecah ikatan Penggunaan bahan alam lebih menguntungkan daripada senyawa sintetik karena sebagian besar bahan alam dapat memberikan toleransi yang baik padakulit dan tidak menimbulkan iritasi berat karena alergi pada kulit yang sensitif. Selain itu, sediaan sunscreen dibuat dalam bentuk gel bertujuan agar zat aktif yang berperan sebagai penyerap UV tetapberada di dalam gel (permukaan kulit) dan tidak dapat masuk ke dalam lapisan kulit, dengan demikian zat aktif dapat tetap bekerja optimum dalam menyerap UV(menahan UV agar tidak menembus dan masuk ke dalam kulit).

B. Perumusan Masalah

  Apakah ekstrak rimpang kunir putih memberikan serapan pada range panjang gelombang UVA – UVB (290 – 400 nm)? Apakah ditemukan area komposisi optimum yang diprediksi sebagai formula optimum gel serta efek yang dominan dari gelling agent, humectant, daninteraksinya?

C. Keaslian Penelitian

  Sejauh penelusuran pustaka yang dilakukan penulis, penelitian tentang formulasi sediaan sunscreen ekstrak rimpang kunir putih (Curcuma mangga Val.) ® dengan Carbopol 940 sebagai gelling agent dan sorbitol sebagai humectant belum pernah dilakukan. Penelitian lain yang berkaitan dengan penggunaan bahan alam sebagai sunscreen adalah : Cross-regulin Composition of Turmeric-derived (Badmaev, 2003), dimana penelitian ini menyatakan bahwa aktivitas kurkuminoid dan THC (tetrahydrocurcuminoid) memiliki kemampuan dalam menghambataktivitas enzim tyrosinase, melindungi kulit terhadap radiasi UVB serta terhadap iritasi kimia, fisika dan biologi (Badmaev, 2003).

D. Manfaat Penelitian

  Manfaat Teoritis Menambah khasanah ilmu pengetahuan bentuk sediaan sunscreen yang berasal dari bahan alam. Manfaat Praktis Mengetahui efek dominan dari gelling agent dan humectant dalam menentukan sifat fisik gel sunscreen ekstrak rimpang kunir putih.

E. Tujuan Penelitian

  Mendapatkan formula optimum sediaan sunscreen dalam bentuk sediaan gel dengan bahan aktif yang berasal dari bahan alam, yaitu ekstrak rimpang kunirputih (Curcuma mangga Val.). Mengetahui yang lebih dominan antara Carbopol ® , sorbitol, atau interaksi keduanya sebagai gelling agent dan humectant dalam menentukan sifatfisik gel sunscreen kunir putih.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kunir Putih

  Daun tunggal, berpelepah, lonjong, tepi rata, ujung dan pangkal meruncing, panjang ± 1 m, lebar 10 – 20 cm, pertulangan menyirip, dan berwarna hijau. Kandungan kimia Rimpang kunir putih mengandung saponin, flavonoida (Hutapea,1993), alkaloid, steroid, terpen dan minyak atsiri, juga mengandung senyawa aktif seskuiterpenalkohol yang terdiri dari zederon, zedoaron, furanodien, curzeron , currenon, furanodienon, isofuranodienon, curdion, curcumenol, procurcumenol , curcumol, curcumadiol, dehydrocurdion, dan curcumin (Anonim, 2004b).

B. Kurkumin

  Strukturnya yang rigid dan planar (adanya sistem konjugasi) membuat afinitas kurkuminterhadap lipid bilayer menjadi besar, dan juga bertanggung jawab terhadap warna kuning yang ada (Nakayama, 1997). Kurkumin melindungi keratinosit dari kerusakan yang disebabkan oleh xantin oksidase dan dapat digunakan sebagai antioksidan pada sediaan topikal(Anonim, 2000a).

C. Ekstrak

  Penyarian simplisia dengan air dapat dilakukan denganinfundasi, dekok, atau destilasi, sedangkan penyarian simplisia dengan pelarut organik dapat dilakukan dengan maserasi, perkolasi, dan sokhletasi (Silva, Lee,dan Kinghorn, 1998). Etanol dipertimbangkan sebagai penyari karena lebih selektif, kapang dan kuman sulit tumbuh dalam etanol 20% ke atas, tidak beracun, netral,absorpsinya baik, dapat bercampur dengan air pada segala perbandingan, dan panas yang diperlukan untuk pemekatan lebih sedikit, sedangkan kerugian etanoladalah harganya yang mahal.

D. Gel

  Gel didefinisikan sebagai suatu sistem setengah padat yang terdiri dari suatu dispersi yang tersusun baik dari partikel anorganik yang kecil atau molekulorganik yang besar dan saling diresapi cairan (Ansel, 1989). Gel merupakan sistem penghantaran obat yang sempurna untuk cara pemberian yang beragam dan kompatibel dengan banyak bahan obat yang berbeda(Allen Jr., 2002).

E. Gelling Agent

  Struktur umum carbomer (Anonim, 2001)® Carbopol (carbomer) adalah polimer sintetik asam akrilat yang memiliki berat molekul besar, berupa serbuk putih dan halus, memiliki bau yangkhas, mudah terion, sedikit asam, higroskopis, terdispersi dalam air(menghasilkan pH 2,8 – 3,2) tetapi tidak larut dalam air dan sebagian besar ® pelarut (Anonim, 2001; Zatz dan Kushla, 1996). Carbopol 940 memiliki sifat pengental yang baik pada konsentrasi tinggi serta menghasilkan gel yang jernih,sangat cocok digunakan pada kosmetik dan sediaan topikal (Anonim, 2006b).

F. Humectant

  Humectant adalah bahan dalam produk kosmetik yang dimaksudkan untuk mencegah hilangnya lembab dari produk dan meningkatkan jumlah air (kelembaban) pada lapisan kulit terluar saat produk digunakan (Loden, 2001). Gliserol, propilen glikol, dan sorbitol biasa digunakan sebagai humectant dalam sediaan untuk mencegah penguapan dan pembentukan lapisan kering pada permukaan produk(Zocchi, 2001).

G. Sinar UV dan Sunscreen

  Paparan UVA dalam jangka panjang dapat merusak dan menyusutkan kolagen dan elastin, dengan demikian lapisan terluar(epidermis) akan mengkerut atau tidak terikat lagi dengan jaringan tubuh (Anonim, 2005a). Uji nilai SPF menggunakan metode in vivo adalah membandingkan MED(Minimal Erythema Dose) antara seseorang yang menggunakan sunscreen dengan yang tidak (Walters, Keeney, Wigal, Johnston, dan Cornelius, 1997).

H. Spektrofotometri UV–Vis

  Lambert dan Beer membuat formula secara matematikhubungan antara transmitan atau absorbansi terhadap intensitas radiasi sebagai berikut : I t T= I o 1 A = logT Dimana T adalah persen transmitan, I o adalah intensitas radiasi yang datang, I t adalah intensitas radiasi yang diteruskan, dan A adalah absorbansi. Sampel yang berupa larutan perlumemperhatikan beberapa persyaratan pelarut yang digunakan, yaitu pelarut yang tidak mengandung sistem ikatan rangkap terkonjugasi pada struktur molekulnya,tidak berwarna, tidak terjadi interaksi dengan molekul senyawa yang dianalisis, dan memiliki kemurnian atau derajat yang tinggi untuk dianalisis (Mulja danSuharman, 1995).

I. Metode Desain Faktorial

  Desain faktorial dua faktor dan dua level berarti ada dua faktor (misal sifat alir dan viskositas) yang masing-masing faktor diuji pada level yang berbeda,yaitu level rendah dan level tinggi. Dalam penelitian ini dilakukan optimasi formula gel dengan bahan ® ekstrak rimpang kunir putih yang menggunakan Carbopol sebagai gelling agent ® dan sorbitol sebagai humectant, dimana Carbopol dan sorbitol dikombinasi untuk mendapatkan sediaan gel dengan sifat fisik yang baik.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan rancangan eksperimental murni menggunakan

B. Variabel dalam Penelitian

  desain faktorial dan bersifat eksploratif, yaitu mencari formula sunscreen ekstrak etanol rimpang kunir putih yang memenuhi syarat mutu, yaitu aman (safe),manjur (effective), dan dapat diterima masyarakat (acceptable). Variabel bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi level gelling agent dan ®humectant , yaitu Carbopol 940 dan sorbitol, masing-masing dengan level rendah dan tinggi.

C. Definisi Operasional

  Ekstrak rimpang kunir putih adalah ekstrak yang diperoleh dari hasil perkolasi v rimpang kunir putih menggunakan pelarut etanol 70% / v . SPF ekstrak rimpang kunir putih adalah kemampuan ekstrak sebagai zat aktif sunscreen untuk melindungi kulit dari paparan radiasi sinar UVB yang diukur berdasarkan serapannya pada panjang gelombang 300 nm dengan menggunakan Spectrophotometer UV.

D. Bahan dan Alat

  Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstrak rimpang kunir putih (Curcuma mangga Val.), etanol (kualitas p.a.), etanol (kualitas teknis),sorbitol (kualitas farmasetis), Carbopol ® 940 (kualitas farmasetis), aquadest, standar kurkuminoid E. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat-alat gelas (PYREX-GERMANY), pipet mikro, mesin penyerbuk, ayakan, perkolator, mixer dengan kecepatan 700 rpm, Viscotester seri VT 04 (RION-JAPAN), SpectrophotometerUV–Vis Genesys TM 6 (THERMOSPECTRONIC-USA), oven (Laboratorium Farmakognosi Fitokimia USD), lemari pendingin (Refrigerator Toshiba).

E. Tata Cara Penelitian

  Pembuatan ekstrak rimpang kunir putih Ekstrak rimpang kunir putih diperoleh dengan proses perkolasi serbuk rimpang kunir putih dengan cairan penyari berupa campuran etanol dan air v dengan perbandingan 70 : 30 (etanol 70% / v ). Serbuk yang telah dibasahi tersebut lalu dimasukkan ke dalam sebuahperkolator, kemudian ditambahkan sejumlah cairan penyari sehingga cairan penyari mulai menetes dan serbuk masih ditutupi dengan suatu lapisan cairanpenyari.

4. Penetapan konsentrasi ekstrak rimpang kunir putih dengan nilai SPF 30

  Konsentrasi yang mendekati nilai SPF 30 adalah konsentrasi ekstrak yang digunakan untuk percobaan selanjutnya. Rumuskonversi absorbansi menjadi nilai SPF : 1 SPF = (Stanfield, 2003) T I A log log T (Walters et al., 1997) = − = − I 1 A = − log SPF A = log SPF A SPF = 10 c.

5. Pengukuran kadar kurkumin dalam ekstrak rimpang kunir putih 10 %

  Pengukuran kadar kurkumin dalam ekstrakEkstrak rimpang kunir putih diambil 10 mL lalu diencerkan dengan etanol v p.a. Ekstrak tersebut kemudian v pengenceran sehingga diperoleh kadar kurkumin dalam ekstrak 10 % / v .

6. Optimasi proses pembuatan gel

  Dalam optimasi formula ini dilakukan modifikasi formula denganberbagai konsentrasi gelling agent : ® b Carbopol 940 (3 % / v ) 28,33 – 38,33 gramSorbitol 10 – 20 gramEkstrak rimpang kunir putih 10 gramAquadest 40 gram Triethanolamine (TEA) 1 mL Tabel II. Pembuatan gelEkstrak rimpang kunir putih dan sorbitol dicampur secara manual dengan ® pengadukan tanpa pemanasan sampai homogen (campuran 1).

7. Uji sifat fisik dan stabilitas gel sunscreen ekstrak rimpang kunir putih

  Uji daya sebarUji daya sebar sediaan gel sunscreen ekstrak rimpang kunir putih dilakukan 48 jam setelah pembuatan dengan cara : gel ditimbang seberat 1,0 gram,diletakkan di tengah kaca bulat berskala. Uji viskositasPengukuran viskositas menggunakan alat Viscotester Rion seri VT 04 dengan cara : gel dimasukkan dalam wadah dan dipasang pada portable viscotester .

8. Uji iritasi primer

  0,5 g gel diletakkan di bawah kasa berukuran 1 inci persegi yang ditempatkan di atas bagian kulit yang telah dicukur. Evaluasi reaksi iritasi kulit (Lu, 1995) Jenis Iritasi Skor Eritema Tanpa eritemaEritema hampir tidak tampak 1 Eritema berbatas jelas 2 Eritema moderat sampai berat 3 Eritema berat (merah bit) sampai sedikit membentuk kerak 4 Edema Tanpa edemaEdema hampir tidak tampak 1 Edema tepi berbatas jelas 2 3 Edema moderat (tepi naik ± 1 mm)Edema berat (tepi naik lebih dari 1 mm dan meluas keluar 4 daerah pejanan) Tabel IV.

F. Analisis Data dan Optimasi

  Data yang terkumpul dari uji sifat fisik dianalisis dengan analisis statistikAnova menggunakan taraf kepercayaan 95% dengan metode desain faktorial untuk melihat besarnya efek yang dominan dalam menentukan sifat fisik gel. Selanjutnya dibuat contour plot dengan menggunakan persamaan desain faktorial dari masing-masing sifat fisik, kemudian contour plot tersebut digabungkanmenjadi contour plot superimposed untuk mencari area komposisi optimum gelling agent dan humectant serta prediksi formula optimum gel sunscreen pada komposisi gelling agent dan humectant yang diteliti.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN C. mangga Val.) A. Pembuatan Ekstrak Rimpang Kunir Putih ( Tahap awal pembuatan ekstrak rimpang kunir putih adalah pengumpulan bahan baku rimpang kunir putih yang diperoleh dari Wates, Kulonprogo. Rimpang yang didapat kemudian disortasi, dibersihkan dari bahan organik asing

  Akan tetapi, penyerbukan yang terlalu halus menyebabkan banyak dinding sel pecah sehinggazat yang tidak diinginkan akan ikut dalam hasil penyarian, selain itu serbuk akan memadat atau merapat karena ukurannya yang terlalu kecil sehingga pelarut susahmembasahi serbuk karena ruang antar sel berkurang. Ekstraksi serbuk rimpang kunir putih yang dilakukan adalah dengan cara perkolasi, yaitu cara penyarian dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuksimplisia yang telah dibasahi.

B. Penetapan Konsentrasi Ekstrak Rimpang Kunir Putih dengan Nilai SPF 30

  Sediaan sunscreen dengan nilai SPF 30 dapat menyerap UV dari panjang gelombang 290 – 400 nm dengan serapanyang lebih besar daripada produk dengan nilai SPF 4, sedangkan sediaan dengan Konsentrasi ekstrak rimpang kunir putih yang digunakan harus dapat memberikan nilai SPF 30 pada sediaan. Ikatan terkonjugasi (kromofor) dan gugus auksokrom pada struktur kurkumin Ekstrak rimpang kunir putih 10% memberikan hasil serapan yang terlalu besar (tidak masuk dalam range kurva baku dan tidak memenuhi hukum Lambert- v Beer, absorbansi yang dihasilkan lebih dari 0,8).

D. Sifat Fisik dan Stabilitas Gel

  Efek Carbopol 3% / , efek sorbitol, dan efek interaksi antarvkeduanya dalam menentukan sifat fisik gel sunscreen Faktor Daya Sebar Viskositas δ Viskositas ® b Carbopol 3% / v | – 0,0615 | 14,375 | – 2,306 | Sorbitol 0,0015 3,125 | – 1,214 |Interaksi 0,0305 | – 10,625 | 1,786 ® b Interpretasi grafik hubungan respon-Carbopol 3% / dan grafik v hubungan respon-sorbitol dapat memperlihatkan besar pengaruhnya masing- masing terhadap respon. Hipotesis alternatif (H 1 ) ditentukan untuk mengetahui apakah suatu faktor benar-benar menentukan respon, yaitu terdapat ® regresi (hubungan) antara faktor Carbopol , sorbitol, dan interaksi keduanya dengan respon, sedangkan H merupakan negasi dari H 1 yaitu tidak terdapat ® regresi (hubungan) antara faktor Carbopol , sorbitol, dan interaksi keduanya dengan respon.

1. Daya Sebar

  Hubungan pengaruh Carbopol 3% / (a) dan Sorbitol (b) v terhadap daya sebar gel sunscreen® b Peningkatan jumlah Carbopol 3% / v yang digunakan dalam formula gel pada penggunaan sorbitol level rendah maupun level tinggi akan ® b menurunkan daya sebar gel. Peningkatan jumlah sorbitol yang digunakan pada formula gel pada ® b penggunaan Carbopol 3% / level rendah akan menurunkan daya sebar gel, v sedangkan peningkatan jumlah sorbitol yang digunakan pada formula gel pada ® b penggunaan Carbopol 3% / v level tinggi akan meningkatkan daya sebar gel (Gambar 8b).

2. Viskositas

  ® b Perhitungan efek Carbopol 3% / v , efek sorbitol, dan efek interaksi dengan analisis desain faktorial yang ditunjukkan dalam Tabel VI ® b membuktikan bahwa Carbopol 3% / v paling dominan dalam menentukan ® b viskositas gel. Hubungan pengaruh Carbopol 3% / v (a) dan Sorbitol (b) terhadap viskositas gel sunscreen ® b Peningkatan jumlah Carbopol 3% / yang digunakan dalam formula v gel pada penggunaan sorbitol level rendah maupun level tinggi akan ® b meningkatkan viskositas gel.

3. Stabilitas

  Peningkatan jumlah sorbitol yang digunakan pada formula gel pada ® b penggunaan Carbopol 3% / v level rendah akan menurunkan pergeseran viskositas gel, sedangkan peningkatan jumlah sorbitol yang digunakan pada ® b formula gel pada penggunaan Carbopol 3% / level tinggi akan v meningkatkan pergeseran viskositas gel (Gambar 10b). ® 3% sebagai gelling agent dan sorbitol sebagai humectant untuk mendapatkan respon yang dikehendaki dapat diperoleh dari masing-masing ® Formula gel sunscreen yang telah diuji sifat fisik dan stabilitas kemudian dilakukan optimasi berdasarkan contour plot dengan perhitungan persamaanregresi desain faktorial.

E. Optimasi Formula Gel Sunscreen

  Hasil respon yang digunakan dalam optimasi adalah respon dengandaya sebar kurang dari sama dengan 5 cm karena memiliki area daya sebar formula yang optimum dan diharapkan daya sebar gel sunscreen tersebutmendekati nilai daya sebar yang direkomendasikan untuk sediaan semistiff, yaitu ≤ 5 cm (Garg et al., 2002). Gambar 14 menunjukkan area komposisi optimum gel sunscreen ® b dengan Carbopol 3% / sebagai gelling agent dan sorbitol sebagai humectant v dengan respon yang dipilih meliputi daya sebar kurang dari 5 cm, viskositas antara 250 – 260 dPa.s, dan pergeseran viskositas kurang dari 3%.

F. Uji Iritasi Primer Gel Sunscreen Ekstrak Rimpang Kunir Putih

  Skor indeks iritasi primer gel sunscreen pada kelinci albino Formula Indeks Iritasi Primer 1 0 a 0b 0 ab 0 Hasil uji iritasi primer gel sunscreen yang ditampilkan dalam Tabel X menunjukkan bahwa formula 1, formula a, formula b, dan formula ab memberikannilai indeks iritasi primer 0, dimana nilai indeks iritasi primer kurang dari 2 memiliki kriteria iritasi kurang merangsang (Lu, 1995). Hal ini dapat membuktikan bahwa gel sunscreen ekstrak rimpang kunir putih bersifat kurang merangsang terhadap timbulnya iritasi pada kulit.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  Carbopol 3% / v memberikan efek paling dominan dalam menentukan respon daya sebar, viskositas, dan pergeseran viskositas gel sunscreen setelahpenyimpanan selama satu bulan. Diperoleh area optimum formula gel sunscreen dengan Carbopol 3% / v sebagai gelling agent dan sorbitol sebagai humectant berdasarkan contour plot superimposed yang meliputi daya sebar, viskositas, dan stabilitas gel pada level yang diteliti.

B. Saran

  1 A ⎛ ⎞ A = –log 10 ⇔ A = log 10 SPF ⇔ SPF = 10 ⎜ ⎟ SPF⎝ ⎠ C Abs SPF SPF (%)rata–rata 1 2 3 1 2 3 8 0,809 0,810 0,813 6,442 6,456 6,501 6,466 9 1,367 1,365 1,391 23,281 23,174 24,604 23,68610 1,485 1,482 1,474 30,549 30,339 29,785 30,224 11 1,649 1,650 1,637 44,566 44,668 43,351 44,19512 1,778 1,786 1,823 59,979 61,094 66,427 62,534 Sediaan yang diinginkan adalah gel sunscreen dengan nilai SPF 30. 0,4865 mg% V 1 = 0,019 ml = 19 L™ Pengukuran absorbansi kurva baku menggunakan spektrofotometer UV – TM Vis seri Genesys 6 pada 425 nm λ Konsentrasi Absorbansi Absorbansi(mg%) rata-rata 1 2 30,1792 0,275 0,275 0,282 0,277 0,25604 0,419 0,409 0,390 0,4060,3328 0,537 0,525 0,543 0,5350,4097 0,688 0,651 0,662 0,6670,4865 0,721 0,793 0,740 0,751 A = 0,0034 B = 1,5737 r = 0,9972Persamaan kurva baku : y = B x + Ay = 1,5737 x + 0,0034 2.

1 V = 5 ml

  mangga 5 % menggunakan TM spektrofotometer UV – Vis seri Genesys 6 pada 425 nm λ Replikasi AbsorbansiI 0,449 II 0,426 III 0,417 IV 0,420 ™ Perhitungan kadar kurkuminoid dalam ekstrak C. mangga 10 % y = 1,5737 x + 0,0034Kadar kurkuminoid dalam ekstrak 10 % = x (kadar kurkumioid dalam ekstrak 5%) .

5 I. 0,449 = 1,737 x + 0,0034

  0,426 = 1,5737 x + 0,0034 x = 0,2685 mg% 10 C (ekstrak 10%) = 0,2685 . 0,417 = 1,5737 x + 0,0034 x = 0,2628 mg% 10 C (ekstrak 10%) = 0,2628 .

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Formulasi Bubur Bayi Instan dengan Substitusi Tepung Tempe danTepung Labu Kuning sebagai Alternatif Makanan Pendamping ASI
8
123
82
Formulasi Krim Extra Virgin Olive Oil (Minyak Zaitun Ekstra Murni) sebagai Anti-Aging
52
258
100
Formulasi dan Evaluasi Aktivitas Emulgel dari Kombinasi Avobenzone dan Oktilmetoksisinamat sebagai Tabir Surya
8
87
109
Formulasi dan Evaluasi Ekstrak Etanol Edamame (Glycine Max) sebagai Sediaan Krim Pemutih;
2
19
94
Uji potensi antifungi ekstrak etanol rimpang kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) terhadap Trichohyton meniagrophyies dan Trichophyton rubrum
5
24
83
Formulasi tablet hisap ekstrak etanol gambir (uncaria gambir roxb) dengan variasi konsentrasi polyvinyil pyrrolidone (PVP) sebagai peningkat dan pengaruhya terhadap kadar CD4 dalam darah
5
29
113
Optimasi formula sediaan gel gigi yang mengandung ekstrak daun jambu biji (psidium guajaya L) dengan Na CMC sebagai gelling agent
3
11
71
Formulasi Gel Semprot Menggunakan Kombinasi Karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai Pembentuk Gel.
9
53
57
Formulasi tablet hisap minyak Atsiri Kemangi (Ocimum americanum L.) sebagai antiplak gigi
6
28
74
Formulasi gel semprot menggunakan kombinasi karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai pembentuk gel
3
34
57
Formulasi Gel Semprot Menggunakan Kombinasi Karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai Pembentuk Gel
2
41
57
Formulasi Food Bar Tepung Bekatul dan Tepung Jagung sebagai Pangan Darurat
0
0
8
Aktivitas ekstrak etanol daun singawalang (Petiveria alliacea L.) dan fraksinya sebagai antidiabetes
0
0
7
Uji efektivitas gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) sebagai antijamur Malassezia furfur
0
2
6
Formulasi Bubur Bayi Instan dengan Substitusi Tepung Tempe danTepung Labu Kuning sebagai Alternatif Makanan Pendamping ASI
0
2
11
Show more