PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DI KELAS IV SD NEGERI 106836 TANJUNG MORAWA.

Gratis

0
2
22
2 years ago
Preview
Full text
KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi yang berjudul: Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa di Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa, sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana Sarjana Pendidikan S1-PPSD FIP UNIMED. Penulis menyadari selama menyelesaikan skripsi ini banyak mengalami berbagai hambatan dan kesulitan dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengalaman penulis dalam menulis skripsi. Penulis juga menyadari tidak akan dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan tepat waktu tanpa bimbingan, saran, motivasi dan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Medan. 2. Bapak Drs. Nasrun, MS selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan. 3. Bapak Prof. Dr. Yusnadi, MS., selaku Pembantu Dekan I dan Bapak Drs. Aman Simare-mare, MS., selaku Pembantu Dekan II FIP UNIMED. 4. Bapak Drs. Khairul Anwar, M.Pd., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar (PPSD), dan Bapak Drs. Ramli Sitorus, M.Ed., selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan PPSD-FIP UNIMED. 5. Ibu Dra. Erlinda Simanungkalit, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan bimbingan, arahan, saran dan motivasi kepada penulis mulai dari awal penyusunan proposal, seminar proposal, melakukan penelitian di lapangan hingga terselesaikannya penyusunan skripsi ini 6. Ibu Dra. Tianan Sihite, M.Pd., Bapak Drs. Wildansyah Lubis, M.Pd., dan Bapak Drs. Wesly Silalahi, M.Pd., selaku dosen penguji atau penyelaras yang telah banyak memberikan saran, masukan dan arahan kepada penulis selama dalam penyusunan skripsi ini. ii 7. Ibu Rosdiana Sianipar, S.Pd., selaku Kepala SD Negeri 106836 Tanjung Morawa, dan Ibu Mayer Lumbantoruan, S.Pd., selaku mitra kolaborasi serta seluruh siswa-siswi kelas IV di SD 106836 Tanjung Morawa yang telah banyak membantu penulis selama melaksanakan penelitian. 8. Terimakasih kepada Mama dan Papa serta Keluarga Besar Sianipar dan keluarga Simanjuntak yang telah banyak memberikan bantuan baik materil maupun spritual serta do’a dan motivasi kepada ananda selama menjalani studi hingga memperoleh gelar Sarjana Pendidikan S1 PGSD di Universitas Negeri Medan (UNIMED). 9. Terimakasih kepada Jeffrey Suhardiman Manalu yang telah banyak memberikan bantuan baik materil maupun spritual serta do’a dan motivasi kepada penulis selama menjalani studi hingga memperoleh gelar Sarjana Pendidikan S1 PGSD di Universitas Negeri Medan. 10. Kepada teman-teman yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungannya selamai ini. Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak terdapat kelemahan baik dari segi isi maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca demi sempurnanya skripsi ini. Kiranya isi skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya dalam memperkaya khasanah ilmu pendidikan. Akhirnya penulis mengucapkan terima kasih, semoga skripsi ini berguna bagi kita semua khususnya para pembaca. Medan, Mei 2014 Penulis, FATMA S.H. SIANIPAR NIM. 109311027 iii ABSTRAK FATMA S.H SIANIPAR, NIM. 109311027, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa di Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa”, Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan, 2014. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya kemampuan membaca siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi pokok Lingkungan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) di Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa. Penelitian ini termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini siswa kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa tahun ajaran 2013/2014 berjumlah 30 siswa yang terdiri dari 19 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Penelitian dilakukan selama 2 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan membaca dan lembar format observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa dari hasil pretes diperoleh rata-rata nilai kemampuan membaca awal siswa (pretes) sebesar 45,0 dan dari 30 siswa hanya 5 orang (16,7%) yang dinyatakan tuntas belajar (mampu membaca). Pada siklus I diperoleh rata-rata nilai kemampuan membaca siswa (postes I) sebesar 70,6 dan jumlah siswa yang dinyatakan tuntas belajar (mampu membaca) sebanyak 22 orang (73,3%). Pada siklus II diperoleh rata-rata nilai kemampuan membaca siswa (postes II) sebesar 82,4 dan siswa yang dinyatakan tuntas belajar (mampu membaca) sebanyak 29 orang (96,7%). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata nilai dan persentase atau jumlah siswa yang dinyatakan tuntas belajar (mampu membaca) pada siklus II lebih tinggi dibandingkan hasil siklus I maupun hasil pretes (tes awal) yang berarti ada peningkatan yang signifikan. Dengan demikian dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi pokok Lingkungan di Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa. Sebagai tindak lanjut disarankan kepada guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran membaca agar siswa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. i DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK ........................................................................................................ i KATA PENGANTAR ...................................................................................... ii RIWAYAT HIDUP ........................................................................................... iv DAFTAR ISI ..................................................................................................... v DAFTAR TABEL ............................................................................................. vii DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ viii DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... ix BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ..................................................................... 4 C. Batasan Masalah .......................................................................... 4 D. Rumusan Masalah ........................................................................ 5 E. Tujuan Penelitian ......................................................................... 5 F. Manfaat Penelitian ....................................................................... 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA ......................................................................... 7 A. Kerangka Teoritis ......................................................................... 7 1. Hakikat Belajar ..................................................................... 7 2. Pengertian Hasil Belajar ......................................................... 8 3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ................. 9 4. Pengertian Membaca .............................................................. 11 5. Pembelajaran Membaca ........................................................ 13 6. Tujuan Membaca ................................................................... 14 7. Pengertian Kemampuan Membaca ........................................ 16 8. Model Pembelajaran Kooperatif ............................................ 18 9. Model Pembelajaran Kooperatif STAD ................................. 21 10. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif STAD ... 24 11. Kelebihan dan Kekurangan Model Kooperatif STAD ........... 27 B. Kerangka Berpikir ........................................................................ 27 C. Hipotesis Tindakan ....................................................................... 28 BAB III METODE PENELITIAN ................................................................... 29 A. Jenis Penelitian ............................................................................. 29 v B. Subjek dan Objek Penelitian ........................................................ 29 C. Definisi Operasional Penelitian ................................................... 29 D. Desain Penelitian ......................................................................... 30 E. Prosedur Penelitian ...................................................................... 31 F. Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 33 G. Teknik Analisis Data .................................................................... 34 H. Lokasi dan Waktu Penelitian ....................................................... 35 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................................. 37 A. Hasil Penelitian ............................................................................ 37 1. Hasil Pretes ............................................................................ 37 2. Hasil Siklus I .......................................................................... 41 a. Perencanaan Siklus I ........................................................ 41 b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I ......................................... 42 c. Hasil Observasi Siklus I ................................................... 50 d. Hasil Refleksi Siklus I ...................................................... 52 3. Hasil Siklus II ......................................................................... 54 a. Perencanaan Siklus II ....................................................... 54 b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II ....................................... 55 c. Hasil Observasi Siklus II .................................................. 63 d. Hasil Refleksi Siklus II .................................................... 65 B. Pembahasan .................................................................................. 66 1. Kemampuan Membaca Siswa Secara Individu (Perorangan) ........................................................................... 67 2. Kemampuan Membaca Siswa Secara Klasikal ...................... 68 3. Kemampuan Membaca Siswa Berdasarkan Indikator yang Dinilai ..................................................................................... 70 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .......................................................... 72 A. Kesimpulan .................................................................................. 72 B. Saran ............................................................................................. 73 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 75 LAMPIRAN ...................................................................................................... 67 vi DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1: Sintaks Model Pembelajaran Kooperatif ......................................... 21 Tabel 2: Kriteria Pemberian Skor Perkembangan Individu ........................... 25 Tabel 3: Tingkat Penghargaan Kelompok ..................................................... 26 Tabel 4: Jadwal Kegiatan Penelitian ............................................................. 36 Tabel 5: Kemampuan Membaca Awal (Pretes) Siswa .................................. 38 Tabel 6: Ketuntasan/Kemampuan Membaca Siswa Berdasarkan Pretes ......... 39 Tabel 7: Jenis/Indikator Kemampuan Membaca Awal Siswa (Pretes) ......... 40 Tabel 8: Kemampuan Membaca Siswa Setelah Tindakan Siklus I (Postes I) .......................................................................................... 47 Tabel 9: Ketuntasan/Kemampuan Membaca Siswa Setelah Tindakan Siklus I ................................................................................................. 48 Tabel 10: Jenis/Indikator Kemampuan Membaca Siswa Pada Siklus I .......... 49 Tabel 11: Hasil Observasi Kegiatan Guru Selama Siklus I ............................. 50 Tabel 12: Hasil Observasi Aktivitas Siswa Selama Siklus I ........................... 51 Tabel 13: Kemampuan Membaca Siswa Setelah Tindakan Siklus II (Postes II) ........................................................................................ 61 Tabel 14: Ketuntasan/Kemampuan Membaca Siswa Setelah Tindakan Siklus II ................................................................................................ 62 Tabel 15: Jenis/Indikator Kemampuan Membaca Siswa Pada Siklus II ......... 62 Tabel 16: Hasil Observasi Kegiatan Guru Selama Siklus II ........................... 64 Tabel 17: Hasil Observasi Aktivitas Siswa Selama Siklus II .......................... 65 Tabel 18: Rangkuman Peningkatan Kemampuan Membaca Siswa ................ 67 Tabel 19: Peningkatan Ketuntasan/Kemampuan Membaca Siswa ................. 69 Tabel 20: Rangkuman Kemampuan Membaca Siswa Berdasarkan Indikator .......................................................................................... 70 vii DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1: Desain PTK Model Hopkins ......................................................... 30 Gambar 2: Lokasi Penelitian SD Negeri 106836 Tanjung Morawa ............... 37 Gambar 3: Persentase Ketuntasan/Kemampuan Membaca Awal Siswa (Pretes) ........................................................................................... 39 Gambar 4: Siswa sedang membentuk kelompok sesuai petunjuk guru .......... 42 Gambar 5: Guru sedang melakukan tes individual kemampuan membaca pada seorang siswa ........................................................................ 43 Gambar 6: Siswa sedang membaca teks atau bahan bacaan dengan saling membantu atau saling bekerjasama dalam kelompoknya ............. 45 Gambar 7: Guru sedang mengamati seorang siswa sedang mambaca wacana pada bahan bacaan di depan kelas .................................... 46 Gambar 8: Persentase Ketuntasan/Kemampuan Membaca Siswa Siklus I ..... 48 Gambar 9: Guru (peneliti) sedang membibing siswa dalam diskusi membahas teks atau bahan bacaan yang ditugaskan ..................... 56 Gambar 10: Guru sedang mengawasi siswa dalam menyelesaikan kuis secara perorangan untuk mengetahui pemahaman siswa tentang isi bacaan ....................................................................................... 57 Gambar 11: Guru sedang membibing siswa menjawab pertanyaanpertanyaan dari isi teks atau bahan bacaan yang ada .................... 58 Gambar 12: Guru membimbing beberapa siswa secara bergiliran untuk membaca bahan bacaan (teks) di depan kelas dan meminta siswa .............................................................................................. 59 Gambar 13: Persentase Ketuntasan/Kemampuan Membaca Siswa Siklus II .... 62 Gambar 14: Peningkatan Rata-Rata Nilai Kemampuan Membaca Siswa Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa ............................. 68 Gambar 15: Peningkatan Ketuntasan/Kemampuan Membaca Siswa Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa Secara Klasikal ............. 69 Gambar 16: Peningkatan Kemampuan Membaca Siswa Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa Berdasarkan Indikator .......................... 70 viii DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1: Format Lembar Observasi Kegiatan Guru (Peneliti) Selama KBM ......................................................................................... 77 Lampiran 2: Format Lembar Observasi Aktivitas Siswa Selama Pembelajaran ............................................................................ 78 Lampiran 3: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I ........................... 79 Lampiran 4: Teks Bahan Bacaan Siklus I ..................................................... 84 Lampiran 5: Tes Kemampuan Membaca Siklus I ......................................... 88 Lampiran 6: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ......................... 90 Lampiran 7: Teks Bahan Bacaan Siklus II ................................................... 95 Lampiran 8: Tes Kemampuan Membaca Siklus II ....................................... 98 Lampiran 9: Rubrik Penilaian Tes Kemampuan Membaca .......................... 101 Lampiran 10: Data Kemampuan Membaca Awal (Pretes) Siswa ................... 102 Lampiran 11: Data Kemampuan Membaca Siswa Pada Siklus I (Postes I) ... 103 Lampiran 12: Data Kemampuan Membaca Siswa Pada Siklus II (Postes II) ................................................................................. 104 Lampiran 13: Rekapitulasi Peningkatan Nilai Kemampuan Membaca Siswa ........................................................................................ 105 Lampiran 14: Daftar Nama Siswa Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa T.A. 2013/2014 ......................................................... 106 ix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional para siswa serta merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi atau mata pelajaran. Menurut Kurikulum 2004 (Depdiknas, 2003:7) “ruang lingkup standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia SD terdiri dari aspek: a) mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis”. Hal ini berarti dalam belajar Bahasa Indonesia siswa harus menguasai empat keterampilan berbahasa, yaitu: keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca dan keterampilan menulis. Keempat keterampilan tersebut selalu berkaitan satu dengan yang lain. Keterampilan membaca yang didasari oleh kemampuan membaca merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa dari keempat keterampilan berbahasa yang ada. Mampu membaca tidak berarti secara otomatis terampil membaca. Akan tetapi terampil membaca tidak mungkin tercapai tanpa memiliki kemampuan membaca. Tanpa memiliki kemampuan membaca yang memadai sejak dini, siswa juga akan mengalami kesulitan belajar di kemudian hari. Kemampuan membaca menjadi dasar utama, tidak saja bagi pengajaran bahasa itu sendiri, tetapi juga bagi mata pelajaran lain. Dengan membaca, siswa akan memperoleh pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan daya nalar, sosial, dan emosionalnya. Membaca bagi manusia sebenarnya merupakan kebutuhan mendasar, seperti kebutuhan manusia terhadap makan, pakaian, dan lain sebagainya. 1 2 Namun kenyataannya, masih banyak siswa SD termasuk kelas IV SD yang kurang mampu membaca dengan baik. Hasil obervasi awal penulis di SD Negeri 106836 Tanjung Morawa ditemukan masih banyak siswa kelas IV yang belum dapat membaca dengan tepat dan lancar. Hal ini tampak dari kurangnya pemahaman siswa tentang kata, cara membaca atau pengucapan yang kurang tepat, kurang memperhatikan tanda baca dan ragu-ragu atau tersendat-sendat ketika membaca sebuah teks. Selama melakukan observasi di kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa, ditemukan bahwa: 1) proses pembelajaran Bahasa Indonesia yang dilakukan guru di dalam kelas cenderung kurang variatif dan kurang melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran, 2) guru juga cenderung menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa Indonesia, 3) selama proses pembelajaran guru hanya memberi contoh membaca dan siswa diminta untuk menirukan sehingga bagi siswa yang belum dapat membaca dengan baik hanya sekedar mengingat ucapan guru tanpa memperhatikan rangkaian huruf atau kata yang ada, akibatnya ketika siswa diminta guru membaca secara bergantian, apa yang diucapkan siswa tidak sesuai dengan rangkaian huruf atau kata yang dibaca, 4) guru juga hanya memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk membaca teks sedangkan siswa lainnya kurang diberikan kesempatan membaca, dan 5) bahan bacaan atau buku-buku yang ada termasuk yang ada di perpustakaan juga kurang lengkap sehingga kurang menarik minat atau keinginan siswa untuk membaca. Siswa mampu membaca bukan karena secara kebetulan atau didorong oleh inspirasi, tetapi karena diajari. Untuk dapat meningkatkan dan mengoptimalkan kemampuan siswa dalam membaca, guru dituntut agar lebih kreatif dan inovatif 3 menemukan metode atau model pembelajaran yang dapat melibatkan siswa aktif dalam kegiatan membaca maupun melatih siswa untuk mampu membaca dengan baik dan tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa adalam dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD). STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang diterapkan untuk menghadapi kemampuan siswa yang heterogen (beragam). Model STAD dipandang sebagai model yang paling sederhana dan langsung dari pendekatan pembelajaran kooperatif. Pada prakteknya, dalam model pembelajaran kooperatif STAD siswa diberi kesempatan untuk melakukan kolaborasi (kerjasama) dan elaborasi (mengembangkan ide atau gagasan) dengan teman sebaya dalam bentuk diskusi kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan. Penggunaan model pembelajaran kooperatif STAD pada mata pelajaran Bahasa Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa terutama kemampuan membaca karena model pembelajaran kooperatif STAD lebih menekankan pada aktivitas siswa dalam kelompok yang heterogen sehingga siswa dapat saling memotivasi dan membantu memahami teks yang diberikan guru. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan melakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa”. 4 B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan, sebagai berikut: 1. Kurangnya kemampuan membaca siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. 2. Selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia, guru hanya memberi contoh membaca dan siswa diminta untuk menirukan sehingga bagi siswa yang belum dapat membaca dengan baik hanya sekedar mengingat ucapan guru tanpa memperhatikan rangkaian huruf atau kata yang ada, guru juga hanya memberikan kesempatan kepada beberapa siswa untuk membaca teks sedangkan siswa lainnya kurang diberikan kesempatan membaca. 3. Bahan bacaan atau buku-buku yang ada termasuk yang ada di perpustakaan juga kurang lengkap sehingga kurang menarik minat atau keinginan siswa untuk membaca. C. Batasan Masalah Mengingat banyaknya masalah yang diidentifikasi, maka perlu adanya batasan masalah agar penelitian yang dilakukan lebih fokus dan terarah. Masalah dalam penelitian ini lebih difokuskan pada penerapan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi pokok Lingkungan di Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa. 5 D. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi dan batasan masalah di atas, maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: “Apakah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi pokok Lingkungan di Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa?”. E. Tujuan Penelitian Sejalan dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi pokok Lingkungan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) di Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa. F. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi berbagai pihak antara lain: 1. Bagi siswa, untuk melibatkan siswa secara aktif dalam belajar Bahasa Indonesia terutama dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa melalui model pembelajaran kooperatif STAD. 2. Bagi guru, sebagai bahan masukan dan umpan balik dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan menerapkan model pembelajaran yang memungkinkan keterlibatan siswa secara aktif dalam belajar, berkerjasama dengan teman sebaya dalam bentuk diskusi kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan termasuk masalah membaca. 6 3. Bagi kepala sekolah, sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam upaya meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam membaca. 4. Bagi peneliti sendiri, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan pelatihan untuk menerapkan model pembelajaran STAD dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca siswa. 5. Bagi peneliti selanjutnya, sebagai bahan kajian maupun refrensi untuk meneliti permasalahan yang relevan di masa mendatang. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil temuan penelitian, analisis dan refleksi dari tiap-tiap siklus disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi pokok Lingkungan di Kelas IV SD Negeri 106836 Tanjung Morawa. Peningkatan kemampuan membaca siswa dapat dibuktikan dari rata-rata nilai dan persentase kemampuan membaca siswa secara klasikal, dimana rata-rata nilai dan persentase ketuntasan atau kemampuan membaca siswa pada siklus II lebih tinggi dibandingkan hasil siklus I maupun hasil pretes (tes awal). 1. Rata-rata nilai kemampuan membaca siswa pada siklus II sebesar 82,4 atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata kemampuan membaca siswa pada siklus I yaitu sebesar 70,6 maupun dibandingkan rata-rata kemampuan membaca awal siswa (pretes) yaitu sebesar 45,0. Hasil ini menunjukkan ada peningkatan yang signifikan rata-rata nilai kemampuan membaca siswa setelah dilakukan tindakan selama dua siklus. 2. Persentase atau jumlah siswa yang dinyatakan tuntas (mampu membaca) secara klasikal pada siklus II sebanyak 29 orang (96,7%) atau lebih besar dibandingkan jumlah siswa yang tuntas (mampu membaca) pada siklus I yaitu sebanyak 22 orang (73,3%) maupun dibandingkan hasil prasiklus (pretes) yaitu sebanyak 5 orang (16,7%). Hasill ini menunjukkan ada peningkatan yang signifikan persentase ketuntasan atau kemampuan membaca siswa secara klasikal setelah dilakukan tindakan selama dua siklus. 72 73 3. Pada indikator pengenalan tanda baca, diperoleh rata-rata nilai pada siklus II sebesar 100 atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai pada siklus I yaitu sebesar 91,9 maupun dibandingkan rata-rata nilai pretes (tes awal) yaitu sebesar 53,8. Pada indikator intonasi kalimat, diperoleh rata-rata nilai pada siklus II sebesar 71,1 atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata pada siklus I yaitu sebesar 66,5 maupun dibandingkan rata-rata nilai pretes yaitu sebesar 47,2. Pada indikator baca pemahaman, diperole rata-rata nilai pada siklus II sebesar 90,3 atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata nilai pada siklus I yaitu sebesar 64,0 maupun dibandingkan rata-rata nilai pretes yaitu sebesar 35,0. Hasill ini menunjukkan ada peningkatan yang signifikan kemampuan membaca siswa berdasarkan indikator yang dinilai baik indikator pengenalan tanda baca, intonasi kalimat maupu baca pemhaman setelah dilakukan tindakan selama dua siklus. B. Saran Berdasarkan kesimpulan-kesimpulan di atas, sebagai tindak lanjut dari hasil peneltian ini diajukan beberapa saran sebagai berikut: 1. Kepada guru diharapkan untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memilih metode atau model pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia atau pembelajaran membaca dengan menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan dan melibatkan siswa secara aktif dalam belajar, dan peneliti menyarankan kepada guru untuk dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD) dalam pembelajaran membaca agar siswa lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran dan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa. 74 2. Kepada pihak sekolah khususnya Kepala Sekolah diharapkan untuk lebih memperhatikan ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung dalam pembelajaran membaca seperti penyediaan buku atau bahan-bahan bacaan yang menarik di perpustakaan, dan disarankan untuk membiasakan siswa agar senang dalam kegiatan membaca dengan menyediakan waktu atau jam pelajaran bagi siswa berkunjung ke perpustakaan untuk membaca-baca buku yang disenangi siswa sehingga siswa jadi lebih terbiasa dengan kegiatan membaca dan pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa secara optimal. 3. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat melanjutkan penelitian dengan topik permasalahan yang sama tentang kemampuan membaca siswa agar diperoleh hasil penelitian yang menyeluruh sehingga dapat dijadikan refrensi atau bahan pertimbangan bagi dunia pendidikan khususnya guru dalam memilih model pembelajaran yang efektif, efisien dan interaktif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa. DAFTAR PUSTAKA Abdurahman, M. 2009. Pendidikan Bagi Anak Kesulitan Belajar, Jakarta: Rineka Cipta. Ahuja, P., dan Ahuja, G.C. 2010. Membaca Secara Efektif dan Efisien. Bandung: Kiblat Buku Utama. Aqib, Z., Jaiyaroh, S., Diniati, E., dan Khotimah, K., 2010. Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru SD, SLB, TK, Bandung: Yrama Widya. Arends, R.I., 2011. Learning to Teaching Belajar untuk Mengajar, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Depdiknas. 2003. Kurikulum 2044: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD&MI, Jakarta: Pusat Kurikulum, Balitbang Depdiknas. Dimyati dan Mudjiono. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, S.B., dan Zain, A. 2010. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta Hamalik, O. 2008. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara. Kreitner, R. 2007. Kemampuan Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat. Lie, A. 2010. Cooperative Learning, Jakarta: Grasindo. Nasution, S. 2009. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Nurhadi, dan Senduk, A.G. 2003. Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dan Penerapannya Dalam KBK, Malang: Universitas Negeri Malang. Nurhadi. 2008. Membaca Cepat dan Efektif, Bandung: Sinar Baru Algesindo. Pandawa, N., Hairudin, dan Sakdiyah, M. 2009. Pembelajaran Membaca. Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa. Rahim, F. 2008. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar, Jakarta: Buki Aksara. Riyanto, Y. 2010. Paradigma Baru Pembelajaran: Sebagai Refrensi Bagi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas, Jakarta: Kencana. 75 76 Robbins, S. 2008. Organizational Behavior, New Jersey: Prentice Hall. Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sagala, S. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran, Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta. Sanjaya, W. 2009. Strategi Belajar Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana. Sanjaya, W. 2010. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Kencana. Sardiman, A.M. 2009. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers. Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Slavin, R.E. 2011. Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik, Bandung: Nusa Media. Soelaiman. 2007. Manajemen Kinerja; Langkah Efektif untuk Membangun, Mengendalikan dan Evaluasi Kerja, Jakarta: Intermedia Personalia Utama. Somadayo, S. 2011. Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca, Yogyakarta: Graha Ilmu. Subyantoro. 2011. Pengembangan Keterampilan Membaca Cepat. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sudjana, N. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset. Syah, M. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Grafindo. Tarigan, H.G. 2008. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Uno, H.B., 2009. Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: Bumi Aksara. Yamin, M. 2008. Paradigma Pendidikan Konstruktivistik: Implementasi KTSP dan UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Jakarta: Gaung Persada Press.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Perbedaan hasil belajar biologi siswa antara pembelajaran kooperatif tipe stad dengan metode ekspositori pada konsep ekosistem terintegrasi nilai: penelitian quasi eksperimen di SMA at-Taqwa Tangerang
0
10
192
Peningkatan Hasil Belajar Biologi Siswa dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Pada Konsep Jaringan Tumbuhan (Penelitian Tindakan Kelas di Kelas XI IPA MA Jamiyyah Islamiyah Pondok Aren Tangerang Tahun Ajaran 2012-2013)
1
6
287
Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan teknik Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar fiqih di MTs Nurul Hikmah Jakarta
0
8
145
Penerapan model pembelajaran kooperatif student teams achievement division dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih: penelitian tindakan kelas VIII-3 di MTs Jami'yyatul Khair Ciputat Timur
0
5
176
Komparasi hasil belajar metode teams games tournament (TGT) dengan Student Teams Achievement Division (STAD) pada sub konsep perpindahan kalor
0
6
174
The effectiveness of using student teams achievement division (stad) technique in teaching direct and indirect speech of statement (A quasi experimental study at the eleventh grade of Jam'iyyah Islamiyyah Islamic Senior high scholl Cege)
3
5
90
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang
0
13
0
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar akidah akhlak: penelitian tindakan kelas di MA Nihayatul Amal Karawang
0
10
156
Applying Student Teams Achievement Division (STAD) Technique to Improve Students’ Reading Comprehension in Discussion Text. (A Classroom Action Research in the Third Grade of SMA Fatahillah Jakarta)
5
39
142
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Division dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih (Penelitian Tindakan Kelas VIII-3 di Mts. Jam'yyatul Khair Ciputat Timur)
0
5
176
PENGARUH METODE QUANTUM LEARNING TEKNIK PETA PIKIRAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK SUHU DAN KALOR DI KELAS X SEMESTER II SMA NEGERI 1 TANJUNG MORAWA.P. 2011/2012.
0
0
10
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.
0
1
30
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA MATERI CAHAYA.
0
6
34
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA.
0
0
16
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA.
0
0
16
Show more