Analisis kredit bermasalah . Studi kasus di Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo

Gratis

4
30
219
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR SINGKATAN

  Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 24responden yang mengalami kredit bermasalah dari laporan kredit bermasalah dengan cut off tanggal 4 Februari 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor- faktor penyebab kredit bermasalah di Credit Union Cindhe Laras Tumangkar adasembilan faktor antara lain penyalahgunaan dana kredit, watak tidak baik, lokasiCredit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo jauh dari tempat tinggal anggota, kesibukan anggota dalam berbisnis, adanya kendala usaha, perceraian,gagal panen, istri mengalami keguguran dan penambahan pinjaman di lembaga lain tanpa diikuti penambahan pendapatan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Koperasi adalah salah satu bentuk lembaga keuangan dari ekonomi

  Tujuan analisa kredit adalah menilaimutu permintaan kredit baru yang diajukan oleh calon debitur ataupun permintaan tambahan kredit terhadap kredit yang sudah pernah diberikanyang diajukan oleh debitur lama. Penyebab kredit bermasalah di Credit Union menurut Munaldus (2014:186) adanyapemohon pinjaman yang nyata-nyata berwatak buruk atau tidak mempunyai kemampuan mengembalikan pinjaman.

B. Rumusan Masalah

  Batasan masalah Penelitian ini menggunakan Laporan Kredit bermasalah dengan cut-off tanggal 4 Februari 2016 mengenai tunggakan angsuran karena penelitiingin melakukan penelitian dengan data yang terbaru di Credit Union Cindelaras TP 02 Lorejo. Bagi Credit Union Cindelaras Tumangkar Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan bahan pertimbangan bagi pihak Credit Union Cindelaras Tumangkar dalammenentukan kebijakan-kebijakan yang dilakukan khususnya dalam masalah pemberian kredit kepada nasabah.

F. Sistematika Penulisan

  Bab III : Metode Penelitian Bab ini membahas jenis penelitian, subyek dan objek penelitian, jenis dan sumber data, variablepenelitian dan teknik analisis data. Bab VI : Penutup Bab ini berisi kesimpulan, keterbatasan penelitian dan saran yang diharapkan bermanfaat bagi CreditUnion Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kredit 1. Pengertian Kredit Kredit berasal dari bahasa Yunani yaitu “credere” yang berarti

  Kredit menurutSuyatno (1991:13) adalah penundaan pembayaran dari prestasi yang diberikan sekarang, baik dalam bentuk barang, uang maupun jasa. Kredit menurut Kasmir (2000:92) adalah uang atau tagihan yang nilainya dapat diukur dengan uang, misalnya bank membiayai kredituntuk pembelian rumah atau mobil.

2. Unsur-Unsur Kredit Terdapat beberapa unsur yang mempengaruhi pemberian kredit

  Jangka Waktu Setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telahdisepakati. Risiko ini menjadi tanggung jawab bank, baik risiko yang disengaja olehnasabah yang bermasalah, maupun risiko yang tidak disengaja.

3. Fungsi Kredit Kredit mempunyai beberapa fungsi penting dalam perekonomian

  Kredit Dapat Meningkatkan Peredaran dan Lalu Lintas Uang Uang yang diberikan atau disalurkan akan beredar dari satu wilayah ke wilayah lainnya, sehingga suatu daerah yangkekurangan uang dengan memperoleh kredit maka daerah tersebut akan memperoleh tambahan uang dari daerah lainnya. Kredit Dapat Meningkatkan peredaran Barang Kredit dapat pula menambah atau memperlancar arus barang dari satu wilayah ke wilayah lainnya, sehingga jumlah barang yangberedar dari satu wilayah ke wilayah lainnya bertambah atau kredit dapat pula meningkatkan jumlah barang yang beredar.

B. Credit Union 1

  Kedua, Credit Union adalah sebuah lembaga keuangan koperasi yang dimiliki dan diawasi oleh para anggotanya dan dioperasikan untuktujuan mendorong pola hidup hemat, menyediakan pinjaman dengan suku bunga bersaing dan menyediakan berbagai pelayanan keuanganlain kepada para anggotanya. Keempat, Credit Union adalah koperasi keuangan yang didirikan dari oleh dan untuk anggota di mana para anggota adalah penabung,peminjam dan sekaligus pemegang saham.

2. Prinsip-Prinsip Credit Union

  2) Membangun Stabilitas Perhatian utama Credit Union adalah untuk membangun kekuatan keuangan yang meliputi tersedianya dana cadanganyang memadai dan pengendalian internal yang akan memastikan pelayanan kepada anggota berkelanjutan 3) Pelayanan Kepada Anggota Pelayanan Credit Union diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi semua anggota. Tujuan Sosial 1) Pendidikan yang Terus-Menerus Credit Union secara aktif melaksanakan pendidikan kepada 2) Kerjasama Antar Credit Union Credit Union secara aktif bekerjasama dengan Credit Union lain, koperasi dan berbagai lembaga pada tingkat lokal,nasional dan internasional agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada anggota dan masyarakat.

3. Analisis Pemberian Kredit Credit Union

  Staf kredit memperoleh informasi dari surat permohonan pinjaman yang sudah diisi, yang diantaranya adalah :1) file Suatu permohonan kredit harus melewati suatu penyelidikan terlebih dahulu untuk menentukan apakah informasi yangdisampaikan oleh pemohon kredit dapat dipercaya. Iniditunjukkan dengan: a) Catatan pembayaran pinjaman di Credit Union b) Catatan pembayaran pinjaman di tempat lain c) Reputasi di masyarakat d) Kebiasaan untuk menabung3) Collateral ( barang jaminan ) Collateral berupa asset-aset pribadi atau asset-aset bergerak dan asset-aset nyata atau tidak bergerak yang dimiliki atasnama pemohon pinjaman yang ditawarkan sebagai barang jaminan.

C. Kredit Bermasalah 1

  Mahmoeddin (2002:2) adalah kredit dimana debiturnya tidak memenuhi persyaratan yang telah diperjanjikan sebelumnya, misalnyapersyaratan mengenai pembayaran bunga, pengambilan pokok pinjaman, peningkatan margin deposit, pengikatan dan peningkatanagunan dan sebagainya. Mantayborbir, et al (2002,23) suatu kredit dikatan bermasalah karena debitur wanprestasi atau ingkar janjiatau tidak menyelesaiakan kewajibannya sesuai dengan perjanjian baik jumlah maupun waktu, misalnya pembayaran atas perhitungan bungamaupun utang pokok.

2. Faktor penyebab Kredit Bermasalah

  Faktor internal yang menjadi penyebab timbulnya kredit bermasalah yaitu:1) Kebijakan perkreditan yang ekspansif 2) Penyimpanan dalam pelaksanaan prosedur perkreditan 3) Itikad kurang baik dari pemilik, pengurus atau pegawai Bank 4) Lemahnya sistem administrasi dan pengawasan kredit serta lemahnya sistem informasi kredit bermasalah. Faktor eksternal penyebab timbulnya kredit bermasalah adalah : 1) Kegagalan usaha debitur.2) Musibah terhadap debitur atau terhadap kegitan usaha debitur.3) Pemanfaatan iklim persaingan perbankan yang tidak sehat oleh debitur.

3. Strategi Penyelesaian Kredit Bermasalah

  Penyelesaian kredit bermasalah dapat dilakukan dengan memberikan keringanan berupa jangka waktuatau jumlah angsuran terutama bagi kredit yang terkena musibah atau dengan melakukan penyitaan bagi kredit yang sengaja lalai untukmembayar. Memperpanjang jangka waktu kredit dilakukan dengan cara debitur diberikan keringanan dalam masalah jangka waktukredit misalnya perpanjangan jangka waktu kredit dari 6 bulan menjadi satu tahun sehingga debitur mempunyai waktu yanglebih lama untuk mengembalikannya.2) Memperpanjang Jangka Waktu Angsuran.

D. Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No: 14/Per/M.KUKM/XII/2009 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam

  Pinjaman Telah Jatuh Tempo Pengembalian pinjaman tanpa angsuran dengan pinjaman telah jatuh tempo dan belum dibayar tetapi belum melampaui 3 (tiga)bulan. Pinjaman yang DiragukanPinjaman digolongkan diragukan apabila pinjaman yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria kurang lancar tetapi berdasarkan penilaiandapat disimpulkan bahwa: a.

E. Penelitian Terdahulu

  Penelitian pertama dilakukan oleh Muslim (2012) dengan judul “Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kredit Macet (Kurang Lancar,Diragukan dan Macet) pada UMKM Industri Mebel di Kabupaten Jepara Tahun 2012”. Kemudian pihak KJKS mengambiltindakan untuk menyelesaikan pembiayaan bermasalah dengan cara 3R(Resceduling, Reconditioning dan Restructuring), apabila pihak KJKS tidak bisa mengatasi masalah pembiayaan bermasalah dan tidak ada itikadbaik dari nasabah untuk menyelesaikan kewajibannya maka diselesaikan melalui jalan damai dan terakhir dengan jalan saluran hukum.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi kasus di Credit Union Cindelaras Tumangkar dengan pendekatan deskriptif

B. Subyek dan Objek Penelitian 1

  Penelitian ini dilakukan dengan cara mengamati obyek tertentu dan dengan waktu yang sudah ditentukan untuk mengetahui secaramendalam faktor-faktor penyebab kredit bermasalah di Credit UnionCindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo sehingga kesimpulan yang diambil berdasar penelitian ini hanya berlaku untuk Credit Union CindelarasTumangkar TP 02 Lorejo. Subyek Subjek dalam penelitian ini adalah orang-orang yang memberikan informasi yang dibutuhkan oleh penulis dalam penelitiannya yaitudebitur bermasalah Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo dan manager Credit Union Cindelaras Tumangkar yaitu Bapak Y.

2. Obyek

  Obyek untuk penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab kredit bermasalah yang terjadi di Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02Lorejo atas laporan kredit bermasalah dengan cut off tanggal 4 Februari 2016. Populasi penelitian ini adalahseluruh debitur Credit Union Cindelaras TP 02 Lorejo yang mengalami kredit bermasalah atas laporan kredit bermasalah dengan cut offtanggal 4 Februari 2016.

2. Sampel

  Pinjaman yang Diragukan Pinjaman digolongkan diragukan apabila pinjaman yang bersangkutan tidak memenuhi kriteria kurang lancar tetapiberdasarkan penilaian dapat disimpulkan bahwa:1) Pinjaman masih dapat diselamatkan dan agunan bernilai sekurang-kurangnya 75% dari hutang peminjam termasuk bunganya;atau2) Pinjaman tidak dapat diselamatkan tetapi agunannya masih bernilai sekurang-kurangnya 100% dari hutang peminjam termasuk bunganya. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu:Data kualitatif yang diperoleh melalui hasil wawancara dengan debitur bermasalah Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo danmanager Credit Union Cindelaras Tumangkar yaitu Y.

2. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan meneliti dokumen Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo. Teknikdokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan dan memeriksa formulir pemberian kredit, analisis penilaian kelayakan peminjaman

H. Teknik Analisis Data

  Anggotayang tidak terdaftar sebagai anggota di Credit Union CindelarasTumangkar TP 02 Lorejo harus melakukan mutasi terlebih dahulu jika ingin dilayani di Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo. Solusi tersebut menjadikan anggota memilikipendapatan minimal di dua tempat yaitu pendapatan pasif dari tabungan Hal lain yang melatarbelakangi pendirian Credit Union CindelarasTumangkar adalah hasil diskusi tentang " Bagaimana Seharusnya AnakBangsa Mengelola Indonesia di Tengah Derasnya Arus Globalisasi danKapitalisme".

D. Visi, Misi dan Slogan Credit Union Cindelaras Tumangkar 1

Visi Gerakan pemberdayaan rekyat cerdas financial yang terpercaya.

2. Misi a

  Mendidik anggota agar kritis dan mandiri secara financial. Menyelenggarakan pelayanan keuangan yang aman, sehat dan berkelanjutan bagi anggota.

3. Slogan Tatanan Urip Anggayuh Karaharjan

  Legalitas Credit Union Cindelaras Tumangkar di bawah Disperindagkop propinsi daerah Istemewa Yogyakarta, melalui penerbitan badan hukumNo 15/BH/KPTS/IV/2008 oleh Gubernur Daerah Istemewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X pada tanggal 15 April 2008. Wakil Ketua I Anggota : Ahmad najib Wiyadi, M.

3. Manajemen a

  Anggota yang mempunyai kemampuan penuh melakukan Anggota biasa adalah anggota dengan kriteria sebagai berikut:1) Anggota Biasa Manajer : Y. 2) Anggota Luar Biasa Lainnya Anggota luar biasa lainnya adalah anggota Credit unionCindelaras yang ber-KTP di luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

2. Anggota dibedakan dari segi keaktifannya menjadi : a

  Anggota Aktif Anggota aktif adalah anggota yang dalam satu tahun berjalan tidak pernah lalai dalam menjalankan kewajibannya sebagai anggotaCredit Union Cindelaras Tumangkar. Anggota Tidak Aktif Anggota Tidak Aktif adalah anggota yang selama 3 bulan berturut- turut atau 6 bulan dalam satu tahun buku berjalan lalai dalammenjalankan kewajibannya sebagai anggota Credit Union Cindelaras Tumangkar.

H. Syarat Keanggotan

  Persyaratan wajib menyetor : 1) = Rp 15.000 Uang pangkal 2) = Rp 500.000 Simpanan pokok 3) = Rp 100.000 Siwaris (perdana) 4) = Rp 10.000 per bulan Simpanan wajib 5) = Rp 20.000 per tahun Iuran Solduka 6) = Rp 25.000 Dana gedung 7) Kontribusi Pendidikan = Rp 30.000 TOTAL = Rp 700.000 Penyetoran awal menjadi anggota minimal Rp 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah) selebihnya dapat diangsur dengan cara kapitalisasi selama maksimal 1 tahun (12 bulan).k. Kelalaian kredit kapitalisasi Siwaris dan Simpanan Pokok seperti tersebut di butir j di atas, jika tidak diangsur selama 3 (tiga) bulan berturut-turut maka secara otomatis anggota dianggap keluar darikeanggotaan.l.

2. Syarat Menjadi Anggota Luar Biasa

  Syarat-syarat menjadi anggota luar biasa sama dengan syarat-syarat menjadi anggota biasa kecuali butir g dan h. Syarat-syarat menjadi anggota luar biasa lainnya sama dengan syarat-syarat menjadi anggota biasa.

I. Produk Simpanan Anggota 1

  Balas Jasa Simpanan (BJS) sebesar 3% dan langsung ditambah Sikendi adalah simpanan harian bagi anggota yang ditujukan untuk menyimpan dana persiapan kebutuhan harian. Selama menjadi anggota Credit Union Cindelaras Tumangkar, simpanan saham ini tidak tidak dapat ditarik/diambil.

2. Sikendi

  Balas Jasa Simpanan dapat diambil apabila : Siwaris adalah simpanan bagi anggota yang ditujukan untuk mempersiapkan kebutuhan pensiun. menyertakan surat kuasa bermaterai dari anggota yang bersangkutan atau oleh ahli waris apabila penabung meninggaldunia dengan menunjukan surat kematian dari pihak berwenang.k.

3. Siwaris

  1) Bagi anggota berusia 50 (lima puluh) tahun keatas, jangka waktu penempatan selama 5 (lima) tahun terhitung sejak dibuka, atau2) Usia 55 (lima puluh lima) tahun bagi anggota yang membuka rekening Siwaris berusia kurang dari 50 (lima puluh) tahun, atau3) Saldo Siwaris telah mencapai minimal Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah). Perubahan akumulasi setoran maksimal per bulan dituangkan Perubahan Balas Jasa Simpanan dan akumulasi setoran minimal oleh karena kondisi keuangan Cedit Union Cindelaras Tumangkar dan tidak dapat ditarik sebelum kredit dinyatakan lunas.i.

4. Simpanan Pendidikan

  Simpanan pendidikan adalah simpanan suka rela, ditujukan bagi anggota yang merencanakan program pembiayaan pendidikan bagidirinya atau anggota keluarganya. Penarikan simpanan sebelum jangka waktu minimal seperti tersebut di atas, dikenakan penalty 5% dari penarikan kecuali jika Simpanan pendidikan dapat dijadikan jaminan kredit dan tidak dapat ditarik sebelum kredit dinyatakan lunas.

5. Simpanan Ibadah

  Penarikan simpanan ibadah sebelum jangka waktu minimal seperti tersebut di atas dikenakan penalty sbesar 5% dari penarikan kecuali Perubahan Balas Jasa Simpanan dan akumulasi setoran minimal oleh karena kondisi keuangan nyata Credit Union CindelarasTumangkar akan dituangkan dalam SK Pengurus dan diumumkan secara luas kepada seluruh anggota.l. Simpanan ibadah dapat dijadikan jaminan kredit apabila yang bersangkutan meminjam di Credit Union Cindelaras Tumangkar dan tidak dapat ditarik sebelum kredit dinyatakan lunas.m.

6. Simpanan Properti

  Balas jasa pinjaman sebesar 10% per tahun dan langsung ditambahbukukan ke dalam buku simpanan yang bersangkutan di setiap akhir bulan. Penarikan simpanan property sebelum jangka waktu minimal seperti tersebut di atas dikenakan penalty sebesar 5% dari Perubahan Balas Jasa Simpanan dan akumulasi setoran minimal 2) Sigap diwajibkan bagi setiap keluarga Anggota Credit UnionCindelaras Tumangkar dengan tujuan menciptakan cadangan keuangan Simpanan properti tidak dilindungi Jalinan BKCU Kalimantan.

7. Sigap (Simpanan Kesiapsiagaan Keluarga)

  Penarikan Sigap dapat dilakukan pada saat anggota dan atau Cilik adalah simpanan yang dibangun dari penjualan sampah rumah tangga. Cilik dapat dimiliki oleh anggota atau komunitas anggota Credit Union Cindhelaras Tumangkar.

8. Cilik ( Simpnan Cinta Lingkungan)

  Kredit KesehatanKredit Kesehatan adalah kredit yang kepada Anggota untuk pembiayaan masalahkesehatan bagi Anggota keluarga inti (orang tuakandung, mertua, anak), seperti: berobat, biaya rumah sakit, general check-up, membayar asuransi kesehatan. Kredit Usaha ProduktifKredit Usaha Produktif adalah kredit yang ditujukan untuk usaha produktif, seperti: peternakan, pertanian, perdagangan, jasa dan lain-lain.

10. Kredit Khusus

  Kredit Khusus diberikan kepada Anggota yang masih memiliki kredit dengankriteria:a. Angsuran kredit pada Surat Perjanjian Kredit yang masih berjalan telahterbayar minimal 20%.

2. TUNAS

  TUNAS merupakan Santunan Solidaritas yang diberikan kepada AhliWaris apabila Anggota Meninggal Dunia yang dihitung berdasarkanSimpanan Saham dan Setara Saham almarhum yang diikut sertakan dalam Program Jalinan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkanBKCU Kalimantan. 2) Anggota usia >1 - 70 (di atas satu sampai dengan tujuh puluh) tahun, besar TUNAS adalah 100% dari saldo Simpanan Saham 3) Anggota yang masuk pada usia 60 – 70 (enam puluh sampai tujuh puluh) tahun, besar TUNAS adalah 100% dari saldoSimpanan Saham dan Siwaris, maksimal Rp 10.000.000 (sepuluh juta rupiah).

3. LINTANG

  LINTANG merupakan perlindungan terhadap kredit Anggota yang digunakan untuk melunasi saldo kredit Anggota karena Cacat TotalTetap atau Meninggal. Piutang Anggota Usia Dewasa >55 - 60 (di atas lima puluh lima sampai dengan enam puluh) tahun pada saat meminjam, plafon kredit yang dilindungi maksimal Rp150.000.000 (seratus limapuluh juta rupiah).

4. Pengajuan Klaim

  Bagi Anggota yang Cacat Total Tetap Anggota yang Cacat Total Tetap (oleh karena sesuatu hal menyebabkan: buta kedua mata, lumpuh kedua kaki, gila) dapatmengajukan Klaim LINTAN dengan menyerahkan persyaratan sebagai berikut:1) KTP atau Kartu Pengenal lainnya asli atau fotokopi yang telah dilegalisasi dan masih berlaku milik yang bersangkutan. 6) Surat Keterangan dari Manajer Credit Union Cindelaras Tumangkar bahwa sudah dilakukan pengecekan lapangan atasAnggota yang Cacat 7) Total Tetap tersebut dan diketahui oleh Pengurus dan Pengawas; dan menyertakan gambar/foto bersama antaraAnggota yang bersangkutan dengan petugas yang melakukan pengecekan.

5. Prosedur Klaim

  Permohonan klaim ke Jalinan (dengan mengisi Formulir Permohonan) akan dilakukan oleh Manajemen Credit UnionCindelaras Tumangkar, setelah mendapatkan lampiran sesuai dengan ketentuan-ketentuan klaim di atas dari Ahli Waris (bagiAnggota Meninggal Dunia) dan dari Anggota yang Cacat Total Tetap (Jangka waktu klaim maksimal 90 hari). Penyerahan TUNAS dan pengembalian Simpanan Saham dan Siwaris kepada Ahli Waris akan dilakukan segera setelah proses klaim disetujui oleh Jalinan / BKCU Kalimantan.

6. Penolakan Prosedur Klaim a

  3) Piutang yang diberikan kepada Anggota yang sedang sakit.4) Piutang yang tujuannya untuk biaya berobat diri sendiri.5) Piutang yang diberikan kepada Anggota Luar Biasa Anak (usia kurangdari 17 tahun dan belum menikah). 2) Simpanan Anggota disetor pada usia di atas 70 tahun.3) kondisi sakit dan meninggal dunia dalam jangka waktu sampai dengan 3 bulan setelah menjadi Anggota.

1) Iuran tahun 2017 dibayarkan mulai Desember 2016

  5) SARI merupakan produk bantuan yang diberikan kepada AnggotaCredit Union Cindelaras Tumangkar yang mengalami Rawat Inap(Opname) di Rumah Sakit atau Puskesmas yang dan telah memenuhi kriteria khusus, sebagai berikut:a. Jika keikutsertaan anggota baru belum melebihi 3 (tiga) bulan, 7) berita dukacita diketahui oleh Manajemen Credit Union Cindelaras Tumangkar, dengan menunjukkan Surat Kematian.

2. SARI Santunan Rawat Inap)

  Permohonan bantuan dilakukan paling lambat satu bulan setelah keluar dari opname dengan menunjukkan bukti opname asli atau fotokopian yang telah dilegalisasi dari Rumah Sakit atauPuskesmas terkait. Besar bantuan didasarkan besar Siwaris sebagai berikut: 1) Besaran Siwaris Rp 3.000.000 s/d Rp 5.000.000 akan mendapat bantuan sebesar Rp 25.000 per hari.

3. Program Bayi CU

  Anggota Luar Biasa Anak (usia< 17 tahun dan belum menikah) Anggota yang telah berumur 70 tahun ke atas dapat meminjam maksimal sebesar simpanannya dan harus ada surat pernyataan tidak mendapat Jalinan (Lintang). Dikabulkan atau ditolaknya permohonan kredit menjadi wewenang Pengurus yang didelegasikan kepada Konsultan KeuanganAnggota di Bagian Kredit Tempat Pelayanan, yang diputuskan berdasarkan konsultasi kredit dan analisis 5C.

2. Prosedur Pengajuan Kredit

  Bagian Kredit dapat meminta jaminan tambahan lainnya demi keamanan kredit, antara lain berupa barang hak milik: tanah, bangunan, kendaraan dan lain-lain yang dilengkapi dengan buktikepemilikan yang sah serta surat pengikat jaminan dan surat kuasa penyitaan atau penjualan barang jaminan. Pengajuan kredit dengan dua atau lebih tujuan yang salah satunya dipergunakan untuk menambah saldo Siwaris (Kapitalisasi), maka besaran yang dapat ditambahkan ke Siwaris maksimalRp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) dan dibuat SuratPerjanjian Kredit tersendiri sesuai dengan ketentuan Kredit Kapitalisasi.

14. Pembatalan Kredit

  Dana tersebut untuk kredit bermasalah dengan usia ≤ 12 bulan (kurang dari atau sama dengan 12 bulan) (lebih dari atau sama dengan 12 bulan) dan menyediakan dana cadangan kerugian piutang sebesar 100% dari jumlah tunggakan kredit bermasalahusia> 12 bulan (lebih dari 12 bulan) O. Collateral bertujuan untuk menilai sifat barang jaminan (likuid), nilai barang jaminan dibandingkan dengan nilai pinjaman, terbebasnya jaminan dari pembebanan atas kekayaan atau hak gadai, kesediaananggota untuk menjaminkan simpanan atau pemotongan gaji selama durasi pinjaman dan persetujuan suami/istri peminjam dengan pinjmanyang diajukan.

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Berdasarkan laporan kredit bermasalah dengan cut off tanggal 4 Februari 2016 penulis mengambil anggota yang mengalami kredit

  Anggota A melakukan angsuran terakhir kali pada tanggal 31Oktober 2015, dengan acuan Laporan Kredit Bermasalah cut off 4Februari 2016 maka anggota telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebih dari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kreditbermasalah menurut Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UsahaKecil dan Menengah Republik Indonesia No:14/Per/M. Anggota B melakukan pembayaran angsuran terakhir pada tanggal 31 Oktober 2015 dengan menggunakan acuan Laporan KreditBermasalah cut off 4 Februari 2016 maka anggota telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebih dari 3 (tiga) bulan sehinggadikategorikan kredit bermasalah menurut Peraturan Menteri NegaraKoperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No: 14/Per/M.

3. Anggota C

  Ketentuan Kredit kapitalisasi adalahKredit yang dikabulkan tidak dibawa pulang tetapi disimpan di Siwaris dan / atau simpanan pendidikan dan / atau simpanan property, besarnyakredit maksimal Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah), jasa pelayanan sebesar 1 % dibayar tunai, pelunasan kredit maksimal 60bulan, balas jasa kredit sebesar 1,8% menurun per bulan, Kredit Kapitalisasi dilindungi jalinan sesuai ketentuan. Anggota C melakukan pembayaran angsuran terakhir pada tanggal 23 Oktober 2015dengan menggunakan acuan Laporan KreditBermasalah cut off 4 Februari 2016 maka anggota telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebih dari 3 (tiga) bulan sehinggadikategorikan kredit bermasalah menurut Peraturan Menteri NegaraKoperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No:14/Per/M.

4. Anggota D

  Kapitalisasi adalah kredit yang diberikan kepada anggota yang tidak memiliki uang tunai tetapi mempunyai keinginan kuat untukmemiliki simpanan. Angsuranpinjaman anggota D yang telah dititipkan kepada anggota C tidak dibayarkan kepada Credit Union Cindelaras Tumangkar.

5. Anggota E

  Kredit Usaha Produktif mempunyai ketentuan besar kredit maksimal Rp 400.000.000 (empat ratus juta rupiah), jangka waktupengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), Balas Jasa Kredit sebesar1,85% menurun per bulan, Jasa Pelayanan sebesar 1% dari kredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai ketentuan. Anggota E melakukan pembayaran angsuran terakhir pada tanggal 30 September 2015 dengan acuan Laporan Kredit Bermasalah cut off 4Februari 2016 maka anggota telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebih dari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kreditbermasalah menurut Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UsahaKecil dan Menengah Republik Indonesia No:14/Per/M.

6. Anggota F Anggota F beralamat di Popohan RT/RW 99/50 Yogyakarta

  Kredit Usaha Produktif mempunyai ketentuan antara lain, besar kredit maksimal Rp 400.000.000 (empat ratus juta rupiah),jangka waktu pengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), balas jasa kredit sebesar 1,85% menurun per bulan, jasa pelayanan sebesar 1%dari kredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai ketentuan. Laporan Kredit Bermasalah cut off 4Februari 2016 digunakan penulis sebagai acuan penelitian maka anggota F telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebihdari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurutPeraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Penulis melakukan wawancara dengan mengutamakan kenyamaan anggota F dalam menjawab pertanyaan penulis.

7. Anggota G Anggota G beralamat di Popohan RT/RW 99/50 Yogyakarta

  Kredit Usaha Produktif mempunyai ketentuan antara lain, besar kredit maksimal Rp400.000.000 (empat ratus juta rupiah), jangkawaktu pengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), balas jasa kredit sebesar 1,85% menurun per bulan, jasa pelayanan sebesar 1% darikredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai ketentuan. Laporan Kredit Bermasalah cut off 4 Februari 2016 digunakan penulis sebagai acuan penelitian maka anggota G telahmenunggak angsuran pokok pinjaman selama lebih dari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurut Peraturan Menteri Penulis tidak mendapatkan data penyebab kredit bermasalah dari anggota G karena anggota berada di Pekan Baru.

8. Anggota H Anggota H beralamat di Pengasih Kulon Progo Yogyakarta

  Kredit kapitalisasi mempunyai ketentuan kredit yang dikabulkan tidak dibawa pulang tetapi disimpandi Siwaris dan / atau simpanan pendidikan dan / atau simpanan properti, besarnya kredit maksimal Rp 25.000.000 (dua puluh lima jutarupiah), jasa pelayanan sebesar 1 % dibayar tunai, pelunasan kredit maksimal 60 bulan, balas jasa kredit sebesar 1,8% menurun per bulandan Kredit Kapitalisasi dilindungi jalinan sesuai ketentuan. Keterangan yang diperoleh dari anggota H adalah setelah mendapatkan pinjaman Kredit Kapitalisasi, anggota H mengajukanpinjaman untuk kredit pertanian.

9. Angota I

  Kredit kapitalisasi mempunyai ketentuan kredit yang dikabulkan tidak dibawa pulang tetapi disimpan di Siwaris dan /atau simpanan pendidikan dan / atau simpanan properti, besarnya kredit maksimal Rp 25.000.000 (dua puluh liam juta rupiah), jasapelayanan sebesar 1 % dibayar tunai, pelunasan kredit maksimal 60 bulan, balas jasa kredit sebesar 1,8% menurun per bulan dan KreditKapitalisasi dilindungi jalinan sesuai ketentuan. Penulis melakukan wawancara dengan mengutamakan kenyamaan Keterangan yang diperoleh dari anggota I adalah anggota I mengalami kesulitan membayar angsuran pinjaman dikarenakan jaraktempat pelayanan Credit Union Cindelaras Tumangkar dirasa sangat jauh oleh anggota I dan merasa tidak bisa meluangkan waktu untukmelakukan pembayaran angsuran pinjaman.

10. Anggota J

  Kredit kapitalisasi adalah kredit yang diberikan kepada anggota yang tidak memiliki uang tunai tetapi mempunyai keinginankuat untuk memiliki simpanan. Laporan Kredit Bermasalah cut off 4Februari 2016 digunakan penulis sebagai acuan dalam penelitian, maka anggota J telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebihdari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurutPeraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan MenengahRepublik Indonesia No: 14/Per/M.

11. Anggota K

  Kredit Usaha Produktif mempunyai ketentuan besar kredit maksimal Rp 400.000.000 (empat ratus juta rupiah), jangka waktupengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), Balas Jasa Kredit sebesar1,85% menurun per bulan, Jasa Pelayanan sebesar 1% dari kredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai ketentuan. Laporan Kredit Bermasalah cut off 4Februari 2016 digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam penelitian, maka anggota telah menunggak angsuran pokok pinjaman selamalebih dari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah Penulis melakukan wawancara dengan mengutamakan kenyamaan anggota K dalam menjawab pertanyaan penulis.

12. Anggota L

  Kredit Usaha Produktif mempunyai ketentuan antara lain, besar kredit maksimal Rp 400.000.000 (empat ratus juta rupiah), jangkawaktu pengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), balas jasa kredit sebesar 1,85% menurun per bulan, jasa pelayanan sebesar 1% darikredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai ketentuan. Laporan Kredit Bermasalah cut off 4Februari 2016 digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam penelitian maka anggota L telah menunggak angsuran pokok pinjaman selamalebih dari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurut Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil danMenengah Republik Indonesia No: 14/Per/M.

13. Anggota M

  Laporan Kredit Bermasalah cut off 4Februari 2016 digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam penelitian maka anggota M telah menunggak angsuran pokok pinjaman selamalebih dari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurut Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil danMenengah Republik Indonesia No: 14/Per/M. Ketika hasilpanen gagal maka anggota tidak akan bisa menyediakan uang untuk membayar angsuran Kredit di Credit Union Cindelaras.

14. Anggota N

  Kredit Usaha Produktif mempunyai ketentuan besar kredit maksimal Rp400.000.000 (empat ratus juta rupiah), jangka waktupengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), Balas Jasa Kredit sebesar1,85% menurun per bulan, Jasa Pelayanan sebesar 1% dari kredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai ketentuan. Laporan Kredit Bermasalah cut off 4 Februari2016 digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam penelitian, maka anggota telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebih dari3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurutPeraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan MenengahRepublik Indonesia No: 14/Per/M.

15. Anggota O

  Kredit Usaha Produktif mempunyai ketentuan besar kredit maksimal Rp400.000.000 (empat ratus juta rupiah), jangka waktupengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), Balas Jasa Kredit sebesar1,85% menurun per bulan, Jasa Pelayanan sebesar 1% dari kredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai ketentuan. Laporan Kredit Bermasalah cut off 4 Februari2016 digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam penelitian, maka anggota telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebih dari3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurutPeraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan MenengahRepublik Indonesia No: 14/Per/M.

16. Anggota P

  Kredit Usaha Produktif mempunyai ketentuan antara lain, besar kredit maksimal Rp 400.000.000 (empat ratus juta rupiah),jangka waktu pengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), balas jasa kredit sebesar 1,85% menurun per bulan, jasa pelayanan sebesar 1%dari kredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai ketentuan. Laporan Kredit Bermasalah cut off 4 Februari2016 digunakan penulis sebagai acuan dalam penelitian, maka anggotaP telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebih dari 3(tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurutPeraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan MenengahRepublik Indonesia No: 14/Per/M.

17. Anggota Q

  Kredit Usaha Produktif mempunyai ketentuan antara lain, besar kredit maksimal Rp 400.000.000 (empat ratus juta rupiah),jangka waktu pengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), balas jasa kredit sebesar 1,85% menurun per bulan, jasa pelayanan sebesar 1%dari kredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai Anggota Q melakukan pembayaran angsuran terakhir kali pada tanggal 4 Juli 2015. Laporan Kredit Bermasalah cut off 4 Februari2016 digunakan penulis sebagai acuan dalam penelitian, maka anggotaQ telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebih dari 3(tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurutPeraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan MenengahRepublik Indonesia No: 14/Per/M.

18. Anggota R Anggota R beralamat di Keceme Rt 77/Rw 36 Yogyakarta

  Kredit Usaha Produktif mempunyai ketentuan besar kredit maksimal Rp400.000.000 (empat ratus juta rupiah), jangka waktupengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), Balas Jasa Kredit sebesar1,85% menurun per bulan, Jasa Pelayanan sebesar 1% dari kredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai ketentuan. Laporan Kredit Bermasalah cut off 4 Februari2016 digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam penelitian, maka anggota R telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebihdari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurutPeraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan MenengahRepublik Indonesia No: 14/Per/M.

19. Anggota S

  Kredit Anggota S melakukan angsuran terakhir kali pada tanggal 5 Maret2015, dengan acuan Laporan Kredit Bermasalah cut off 4 Februari 2016 maka anggota telah menunggak angsuran pokok pinjaman selamalebih dari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurut Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil danMenengah Republik Indonesia No: 14/Per/M. Penulis tidak mendapatkan data penyebab kredit bermasalah dari anggota S karena anggota S sudah pindah alamat di Sumatra.

20. Anggota T

  Kredit UsahaProduktif mempunyai ketentuan antara lain : besar kredit maksimalRp400.000.000 (empat ratus juta rupiah), jangka waktu pengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), balas jasa kredit sebesar 1,85% menurunper bulan, jasa pelayanan sebesar 1% dari kredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai ketentuan. Anggota U melakukan angsuran terakhir kali pada tanggal 28Februari 2015, dengan acuan Laporan Kredit Bermasalah cut off 4Februari 2016 maka anggota U telah menunggak angsuran pokok Penulis tidak mendapatkan data penyebab kredit bermasalah dari anggota U karena anggota U sudah pindah alamat di Sumatra.

22. Anggota V

  Kredit Usaha Produktif mempunyai ketentuan besar kredit maksimal Rp 400.000.000 (empat ratus juta rupiah), jangka waktupengembalian maksimal 60 bulan (5 tahun), Balas Jasa Kredit sebesar1,85% menurun per bulan, Jasa Pelayanan sebesar 1% dari kredit cair dan Kredit Usaha Produktif dilindungi Jalinan sesuai ketentuan. Anggota V menjaminkan BPKB motor untuk pengajuan Kredit 4 Februari 2016 digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam penelitian, maka anggota V telah menunggak angsuran pokokpinjaman selama lebih dari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurut Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UsahaKecil dan Menengah Republik Indonesia No:14/Per/M.

23. Anggota W

  Produk kredit yang diajukan anggota W adalah Kredit Usaha Anggota W melakukan pembayaran angsuran terakhir kali pada tanggal 15 Desember 2014. Laporan Kredit Bermasalah cut off 4Februari 2016 digunakan oleh penulis sebagai acuan dalam penelitian, maka anggota W telah menunggak angsuran pokok pinjaman selamalebih dari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurut Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil danMenengah Republik Indonesia No: 14/Per/M.

24. Anggota X

  Laporan Kredit Bermasalah cut off 4Februari 2016 digunakan penulis sebagai acuan penelitian maka anggota X telah menunggak angsuran pokok pinjaman selama lebihdari 3 (tiga) bulan sehingga dikategorikan kredit bermasalah menurutPeraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Penulis melakukan wawancara dengan mengutamakan kenyamaan anggota X dalam menjawab pertanyaan penulis. Pada akhirnya anggota I memutuskan untuk tidak mengangsur 10 Anggota J 4 Februari 1 Kredit 15 4 Sumber pembiayaan kredit 2015 Kapitalisasi September direncanakan dari usaha toko bangunan.2015 Tujuan Kredit Kapitalisasi yang diajukan oleh anggota J digunakan untuk keperluanmembayar simpanan Siwaris menjadi anggota baru di Credit Union Cindhe LarasTumangkar.

B. Analisa Data

  Tabel 5.2 Rangkuman Hasil Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kredit Bermasalah No Penyebab Kredit Besar Kredit Usia Nama Berma Jumlah % Keterangan Bermasalah Kredit Anggota salah (orang) (tahun) (bln) 1 Penyalahgunaan Rp 5.715.800 5 Anggota B 3 3 12% Penyebab kredit bermasalah yangDana Kreditdialami oleh anggota B terkait menunggak pembayaran angsuranpinjaman Kredit Umum/Serba-Serbi adalah anggota B menyalahgunakanpenggunaan Kredit Credit UnionCindelaras Tumangkar. Rp 5.500.000 4 Anggota O 6 Penyebab kredit bermasalah yang dialami oleh anggota O terkait menunggak pembayaran angsuran pinjaman Kredit Usaha Produktifadalah pendapatan usaha couter pulsa dari anggota O tidak mampumencukupi untuk membayar angsuran pinjaman di Credit Union CindheLaras Tumangkar dikarenakan sepi pembeli.

C. Pembahasan

  Prosentase faktor penyalahgunaan dana kredit terhadap penyebab terjadinya kreditbermasalah sebesar 12 %, yang artinya faktor penyalagunaan dana Anggota B Penyebab kredit bermasalah yang dialami oleh anggota B terkait menunggaknya pembayaran angsuran pinjaman KreditUmum/Serba-Serbi adalah anggota B menyalahgunakan penggunaan Kredit Credit Union Cindelaras Tumangkar. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa dikarenakan adanya penyalahgunaan dana pinjaman menyebabkananggota B hanya mampu melakukan pembayaran angsuran pinjaman selama 21 bulan dan sampai tanggal 4 Februari 2016anggota B sudah 3 bulan tidak melakukan angsuran pinjaman sama sekali sehingga oleh pihak Credit Union Cindelaras Tumangkar Anggota R Anggota R meminjam Kredit Usaha Produktif.

2. Watak Tidak Baik

  Pada saat pinjaman tersebut tidak disetujui oleh bagian kredit mereka merasa kecewa dan memutuskan untuk tidak Prosentase faktor watak tidak baik terhadap penyebab terjadinya kredit bermasalah sebesar 8%, yang artinya faktor watak tidak baikmenyebabkan terjadinya 8% dari keseluruhan kredit bermasalah yang terjadi di Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 LorejoAnggota yang berwatak tidak baik antara lain: a. Pendapat anggota C tersebut membangun pemikiran bahwa tidak ada gunanya kerjasama finansial dengan Credit Union CindheLaras Tumangkar, sehingga anggota C memutuskan untuk tidak melakukan pembayaran angsuran pinjaman Kredit kapitalisasi di Tanggal pinjam anggota C adalah tanggal 21 September 2015 dengan jangka waktu pinjaman 1 tahun atau 12 bulan.

3. Lokasi Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo Jauh dari Tempat Tinggal Anggota

  Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa dikarenakan lokasi Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02Lorejo jauh dari tempat tinggal anggota menyebabkan anggota D hanya mampu melakukan pembayaran angsuran pinjaman selama1 bulan dan sampai tanggal 4 Februari 2016, anggota D sudah 3 bulan tidak melakukan angsuran pinjaman sama sekali sehinggaoleh pihak Credit Union Cindelaras Tumangkar dikategorikan sebagai kredit bermasalah. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa dikarenakan lokasi Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02Lorejo jauh dari tempat tinggal anggota menyebabkan anggota I sama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran pinjaman dansampai tanggal 4 Februari 2016 anggota sudah 4 bulan tidak melakukan angsuran pinjaman sama sekali sehingga oleh pihakCredit Union Cindelaras Tumangkar dikategorikan sebagai kredit bermasalah.

4. Faktor Kesibukan Anggota dalam Berbisnis

  Prosentase faktor kesibukan anggota dalam berbisnis dalam membayar pinjaman terhadap penyebab terjadinya kredit bermasalahsebesar 4%, yang artinya faktor kesibukan anggota dalam berbisnis Anggota yang mengalami Kesibukan anggota dalam berbisnis adalah Anggota J. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa dikarenakan kesibukan anggota dalam berbisnis menyebabkan anggotaJ hanya mampu melakukan pembayaran angsuran pinjaman selama 19 bulan dan sampai tanggal 4 Februari 2016 anggota J sudah 4 bulantidak melakukan angsuran pinjaman sama sekali sehingga oleh pihakCredit Union Cindelaras Tumangkar dikategorikan sebagai kredit bermasalah.

5. Kendala Usaha

  Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa dikarenakan adanya kendala usaha tobong gamping anggota Fhanya mampu melakukan pembayaran angsuran pinjaman selama 7 bulan dan sampai tanggal 4 Februari 2016, anggota F sudah 4bulan tidak melakukan angsuran pinjaman sama sekali sehingga oleh pihak Credit Union Cindelaras Tumangkar dikategorikan Anggota K Anggota K meminjam Kredit Usaha Produktif. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa dikarenakan adanya kendala usaha pada usaha jual beli busa bekasmenyebabkan anggota L hanya mampu melakukan pembayaran angsuran pinjaman selama 11 bulan dan sampai tanggal 4 Februari2016 anggota L sudah 5 bulan tidak melakukan angsuran pinjaman sama sekali sehingga oleh pihak Credit Union CindelarasTumangkar dikategorikan sebagai kredit bermasalah.

6. Perceraian

  Prosentase faktor penyalahgunaan dana kredit terhadap penyebab terjadinya kreditbermasalah sebesar 8%, yang artinya faktor perceraian menyebabkan terjadinya 8% dari keseluruhan kredit bermasalah yang terjadi diCredit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo. Penghasilannya sebagai guru PNS tidak mampu untuk membayar angsuran pinjaman di 2 tempat yaitu angsuran pinjaman di CreditUnion Cindhe Laras Tumangkar dan lembaga keuangan lainnya.

7. Musibah Gagal Panen

  Prosentase faktor musibah gagal panen terhadap penyebab terjadinya kredit bermasalah sebesar 4%, yang artinya faktor musibahgagal panen menyebabkan terjadinya 4% dari keseluruhan kredit bermasalah yang terjadi di Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02Lorejo Anggota yang mengalami musibah gagal panen adalah anggota M. Kendala yang dihadapi anggota M dalam mengelola usaha jamur adalah kesulitan mendistribusikan jamur dan hargabersaing dengan pemasok lain Tanggal pinjam anggota M adalah tanggal 20 Mei 2014 dengan jangka waktu pinjaman 12 tahun atau 24 bulan.

8. Musibah Istri Mengalami Keguguran

  Prosentase faktor musibah istri mengalami keguguran terhadap penyebab terjadinya kredit bermasalah sebesar 4%, yang artinya faktormusibah istri mengalami keguguran menyebabkan terjadinya 4% dari keseluruhan kredit bermasalah yang terjadi di Credit Union CindelarasTumangkar TP 02 Lorejo Anggota yang mengalami musibah istri mengalami keguguran adalah anggota W. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa dikarenakan adanya musibah istri mengalami keguguran menyebabkananggota W hanya mampu melakukan pembayaran angsuran pinjaman selama 29 bulan dan sampai tanggal 4 Februari 2016, anggota W sudah13 bulan tidak melakukan angsuran pinjaman sama sekali sehingga oleh pihak Credit Union Cindelaras Tumangkar dikategorikan sebagaikredit bermasalah.

9. Penambahan Pinjaman di Lembaga Keuangan Lain Tanpa Diikuti

  Anggota Q meminjam pinjaman di Lembaga Keuangan Lain untuk memenuhi kebutuhan anggota Q. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa dikarenakan adanya penambahan pinjaman di lembaga keuangan lain tanpa diikutipenambahan pendapatan menyebabkan anggota Q hanya mampu melakukan pembayaran angsuran pinjaman selama 1 bulan dan sampaitanggal 4 Februari 2016, anggota Q sudah 7 bulan tidak melakukan angsuran pinjaman sama sekali.

10. Tidak Teridentifikasi Penyebab Kredit Bermasalah

  Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diketahui, anggota S hanya mampu melakukan pembayaran angsuran pinjaman selama 7bulan dan sampai tanggal 4 Februari 2016, anggota S sudah 11 bulan tidak melakukan angsuran pinjaman sama sekali. Hasil perhitungan yang diuraikan dalam pembahasan Tabel 5.3 Hasil Perhitungan No Faktor Penyebab Kredit Bermasalah Prosentase 1 Penyalahgunaan dana kredit 12% 2 Watak tidak baik 8% 3 Lokasi Credit Union Cindelaras Tumangkar 8%TP 02 jauh dari tempat tinggal anggota 4 Kesibukan anggota dalam berbisnis 4% 5 Adanya kendala usaha 32% 6 Perceraian 8% 7 Gagal panen 4% 8 Istri mengalami keguguran 4% 9 Penambahan pinjaman di lembaga lain tanpa 4% diikuti penambahan pendapatan.

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis atas penelitian yang dilakukan di Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo, maka dapat disimpulkan

  bahwa faktor-faktor penyebab kredit bermasalah adalah penyalahgunaan dana kredit, watak tidak baik, lokasi Credit Union Cindelaras TumangkarTP 02 jauh dari tempat tinggal anggota, kesibukan anggota dalam berbisnis, adanya kendala usaha, perceraian, gagal panen, istri mengalamikeguguran dan penambahan pinjaman di lembaga lain tanpa diikuti penambahan pendapatan. Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejodiharapkan dapat meningkatkan analisa 5 C pemberian kredit mengenai analisa mengenai Credit Condition terkait dengan pengaruhlingkungan terhadap kestabilan sumber pendanaan kredit dan penyelidikan lapangan terkait dengan kesehatan anggota keluarga.

DAFTAR PUSTAKA

  __________ ,Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil danMenengah Republik Indonesia No: 14/Per/M. KUKM/XII/2009 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pemanfaatan Modal Sosial Dalam Credit Union (Studi deskriptif mengenai Kopdit/CU Cinta Kasih di Pulo Brayan, Medan)
3
99
107
KEDUDUKAN CREDIT UNION CINDELARAS TUMANGKAR DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN.
0
3
15
SKRIPSI KEDUDUKAN CREDIT UNION CINDELARAS TUMANGKAR DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN.
0
2
14
PENDAHULUAN KEDUDUKAN CREDIT UNION CINDELARAS TUMANGKAR DALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 1992 TENTANG PERKOPERASIAN.
0
3
11
Analisis kredit bermasalah . Studi kasus di Credit Union Cindelaras Tumangkar TP 02 Lorejo.
0
3
221
Evaluasi sistem akuntansi penggajian : studi kasus di Credit Union Cindelaras Tumangkar.
1
23
194
Analisis efektivitas pengendalian intern sistem pemberian kredit : studi kasus di Credit Union Cindelaras Tumangkar.
1
9
133
Analisis likuiditas solvabilitas dan rentabilitas untuk menilai kinerja keuangan : studi kasus di credit union Cindelaras Tumangkar.
0
1
99
Mengembangkan modal sosial sebagai wahana pengembangan Credit Union Cindelaras Tumangkar Yogyakarta.
0
4
247
Analisis efektivitas pengendalian intern sistem pemberian kredit studi kasus di Credit Union Cindelaras Tumangkar
0
4
131
Analisis likuiditas solvabilitas dan rentabilitas untuk menilai kinerja keuangan studi kasus di credit union Cindelaras Tumangkar
0
0
97
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN MELALUI FASILITAS SIMPAN PINJAM OLEH CREDIT UNION CINDELARAS TUMANGKAR DI DUSUN PULUHAN SUMBERARUM MOYUDAN SLEMAN YOGYAKARTA.
0
3
183
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PEMBERIAN KREDIT Studi Kasus pada Credit Union Cindelaras Tumangkar Yogyakarta SKRIPSI
0
2
296
MENGEMBANGKAN MODAL SOSIAL SEBAGAI WAHANA PENGEMBANGAN CREDIT UNION CINDELARAS TUMANGKAR YOGYAKARTA
0
3
245
Analisis dan perancangan sistem akuntansi pemberian kredit pada Credit Union : studi kasus di Credit Union Dharma Bakti Yogyakarta - USD Repository
1
2
172
Show more