BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Bab II Tinjauan Pustaka.doc

Gratis

1
1
37
6 months ago
Preview
Full text

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Belajar Matematika Beberapa pengertian yang dikemukakan para ahli tentang belajar sebagai

  Sedangkan Gagne (Hanafi dan Manan, 1988: 18) menyatakan belajar merupakan proses yang memungkinkan mahluk-mahluk merubah perilakunyacukup cepat dalam cara yang kurang lebih sama, sehingga perubahan yang sama tidak akan terjadi lagi pada setiap situasi baru. Hal ini sejalan dengan pendapat Bloom (1971: 649) yang menyatakan bahwa pemahaman berhubungan dengan konsep-konsep dan generalisasi ataumentransformasi unsur-unsur masalah dari suatu bentuk ke bentuk lain Sementara Bruner (Hudoyo, 1990: 48) menyebutkan belajar matematika adalah belajar tentang konsep dan struktur matematika yang terdapat dalam materiyang dipelajari, serta mencari hubungan-hubungan antara konsep dan struktur matematika itu.

B. Pembelajaran Matematika di Sekolah

  Selanjutnya Sumarmo (2000: 7) mengemukakan bahwa untuk mendukung berlangsungnya suasana belajar yang kondusif dan dalam usaha memberdayakansiswa, diperlukan perubahan pandangan dan penekanan proses belajar mengajar matematika. Proses belajar mengajar matematika pada umumnya adalah merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dansiswa, atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif Muhammadi (1998: 41) mengatakan bahwa untuk dapat mengajar dengan baik, guru perlu melaksanakan serangkaian kegiatan mengajar yang terdiri daritahap persiapan atau perencanaan, tahap pelaksanaan atau proses belajar mengajar, dan tahap evaluasi.

C. Pendekatan Discovery

  Bicknell-Holmes & Hoffman (Castronova, 2006: 2) mengambarkan tiga sifat utama pembelajaran discovery yakni : (1) mengeksplorasi dan memecahkanmasalah untuk membuat, mengintegrasikan, dan menggeneralisasi pengetahuan.(2) aktifitas-aktifitas berdasar ketertarikan dimana siswa menentukan tahapan dan frekwensi, dan (3) aktifitas-aktifitas yang mendorong integrasi pengetahuan barukedalam dasar pengetahuan siswa yang telah ada. Pengetahuan diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh, dalam arti pendalaman daripengertian, retensi, dan transfer.

D. Pengertian Analogi

  jadi hubungan antara pernyataan di sebelah kiri dengan pernyataan disebelah kanan adalah konsep penyelesaiannya sama, bahwa yang dapatdioperasikan adalah yang memiliki variabel yang sama, dan yang dioperasikan hanyalah konstantanya saja. Dari contoh soal analogi model 1 yang peneliti ajukan tersebut, analogi yang akan dicari adalah analogi konsep penjumlahan dan pengurangannya, bahwaoperasi penjumlahan dan pengurangan pada bentuk akar mempunyai konsep penyelesaian yang sama dengan penjumlahan dan pengurangan suku-suku sejenis.

6 Pembelajarannya dapat dilakukan sebagai berikut :

  S : Sesudah itu dilakukan perkalian secara biasa, dan hasilnya disederhanakan dalam bentuk yang paling sederhanaG : Bagus, kalau kita bandingkan dengan proses penyelesaian pernyataan yang dibagian bawah bagaimana ? S : Pecahan tersebut dikalikan dengan bilangan pecahan yang merupakan KPK dari bilangan 4, 3, dan 6 yaitu 12.

F. Pemahaman Matematik

  Menurut Michener(Sumarmo, 1987: 24), untuk memahami suatu objek secara mendalam seseorang harus mengetahui: 1) objek itu sendiri; 2) relasinya dengan objek lain yangsejenis; 3) relasinya dengan objek lain yang tidak sejenis; 4) relasi dual dengan objek lainnya yang sejenis; dan 5) relasi dengan objek dalam teori lainnya. Sebaliknya pada pemahaman relasional termuat skema atau struktur yang dapat digunakan padapenyelesaian masalah yang lebih luas dan sifat pemakaiannya lebih bermakna.

G. Belajar Matematika dengan Pemahaman

  Pendekatan mengajar yang dapat ditempuh seorang guru matematika, misalnya diSMA, yaitu dengan penekanan pada aspek analogi ketika mengajarkan topik tertentu dapat memberikan indikasi yang dapat diamati seorang guru terhadappemahaman yang telah dicapai siswa. Bagi siswa yang belajar matematika dengan pemahaman diharapkantumbuhnya kemampuan siswa untuk mengkomunikasikan konsep yang telah dipahaminya dengan baik dan benar pada setiap menghadapi permasalahan dalambelajar matematika.

H. Berpikir Kritis

1. Pengertian Berpikir Kritis

  Berpikir kritis, menurut Ennis (2000), adalah berpikir rasional dan reflektif yang difokuskan pada apa yang diyakini dan dikerjakan. Kedua, berpikir kritis merupakan proses penalaran berdasarkan informasi dan kesimpulan yang telahditerima sebelumnya yang hasilnya terwujud dalam penarikan kesimpulan.

2. Komponen Berpikir Kritis

  Disamping rumusan ketrampilan kognitif yang dikemukakan oleh Ennis dan Norris, masih ada rumusan ketrampilan kognitif yang dikemukakan oleh paraahli. Komponen berpikir kritis pada penelitian ini mengacu pada pendapatEnnis dan Norris yang dibatasi pada kemampuan memberikan jawaban yang benar dengan penjelasan yang tepat dalam mengenal asumsi, melakukan inferensi,menganalisis argumen, melakukan dan mempertimbangkan induksi terhadap soal atau pernyataan matematika yang diberikan.

I. Berpikir Kritis dalam Matematika

  Matematika mempelajari tentang polaketeraturan, tentang struktur yang terorganisasikan, hal itu dimulai dari unsur- unsur yang tidak terdefenisikan kemudian ke unsur yang didefenisikan, keaksioma/postulat, dan akhirnya pada teorema (Ruseffendi, 1980: 50). Salah satu defenisi yang memuat kedua pernyataan itu dikemukakan oleh Glazer (2002) yang menyatakan berpikir kritisdalam matematika adalah ketrampilan kognitif dan disposisi untuk menggabungkan pengetahuan, penalaran, serta strategi kognitif dalam membuatgeneralisasi, membuktikan, dan mengevaluasi situasi matematika yang tidak dikenali dengan cara reflektif.

3. Berpikir reflektif yang melibatkan pengkomunikasian suatu solusi, 4

  Hasil Penelitian yang Relevan Studi Alamsyah (2000) terhadap siswa MAN kelas 2 dengan menggunakan bentuk tes analogi yang diadopsi dari tes dalam Sumarmo (1987),menyimpulkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran analogi matematika siswa terjadi sangat signifikan setelah diberikan suatu pembelajaran berupapembelajaran yang menanamkan konsep-konsep dan mengaitkan antar konsep. Studi ini difokuskan pada pengujian dan pengilustrasian bagaimana pengajaran berdasarkan pada faktor-faktor yang membentuk keterli-batan siswa dengan tugas-tugas matematika yang dirancang meliputi berpikir Penelitian Sastrosudirjo, Samekto S (1988) tentang hubungan kemampuan penalaran dan prestasi belajar untuk siswa SMP, menyimpulkan bahwakemampuan penalaran analogi verbal siswa berkontribusi positip dengan prestasi belajar matematika siswa.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (37 Halaman)
Gratis