RENCANA AKSI KEGIATAN BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIOMEDIS PAPUATAHUN 2015 – 2019 REVISI I

Gratis

0
1
50
1 year ago
Preview
Full text

RENCANA AKSI KEGIATAN BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIOMEDIS PAPUATAHUN 2015 – 2019 REVISI I

  Jumlah Publikasi Karya Tulil Ilmiah di Bidang Biomedis dan Teknologi DasarKesehatan yang Dimuat di Media Cetak dan atau Elektronik Nasional danInternasional .................................................................................................. Jumlah Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang Dimuat di Media Cetak dan atau Elektronik Nasional danInternasional ..................................................................................................

KEMENTERIAN KESEHATAN RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIOMEDIS PAPUA 2016

  Jumlah Publikasi Karya Tulil Ilmiah di Bidang Biomedis dan Teknologi DasarKesehatan yang Dimuat di Media Cetak dan atau Elektronik Nasional danInternasional .................................................................................................. Jumlah Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan yang Dimuat di Media Cetak dan atau Elektronik Nasional danInternasional ..................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Tujuan Penyusunan Rencana Aksi Tujuan penyusunan Rencana Aksi Kegiatan Balai Litbang Biomedis Papua, adalah untuk:1) Memberikan arahan dan pedoman bagi kegiatan penelitian dan pengembangan mengenai penyakit yang baru muncul ( new emerging diseases) penyakit yang muncul kembali (re-emerging diseases) dan penyakit-penyakit yang terlupakan ( neglected diseases). 2) Memberikan arah dan pedoman bagi kegiatan pengembangan lembaga mencakup SDM, sarana dan prasarana.3) Sebagai acuan untuk pembinaan administrasi oleh Sekretariat Badan Litbang Kesehatan.4) Sebagai acuan untuk pembinaan teknis fungsional oleh Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan.5) Menjadi acuan bagi stake holder dalam menjalin kerjasama penelitian dan pengembangan biomedis.

1.3.1. Organisasi

  Balai Litbang Biomedis Papua mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan biomedis dengan wilayah kerja meliputi Indonesia BagianTimur. Susunan organisasi Balai Litbang Biomedis Papua terdiri dari :1) Kepala2) Subbagian Tata Usaha3) Seksi Program, Kerjasama dan Informasi4) Seksi Pelayanan Penelitian5) Instalasi6) Kelompok Jabatan Fungsional Gambar 1.1.

1.3.2. Sumberdaya (Manusia, Sarana-Prasarana, dan Anggaran)

a. Sumberdaya Manusia

  Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenjang Pendidikan Berdasarkan jenjang pendidikan, jumlah pegawai Balai LitbangBiomedis Papua S2 sebanyak 7 orang (20,59%), S1 sebanyak 18 orang (52,94%), D3 sebanyak 6 orang (17,65%) dan SMA/Sederajat 3orang (8,82%). Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan Berdasarkan golongan, jumlah pegawai Balai Litbang Biomedis Papua sebanyak 7 orang (20,59%) berada pada tingkat golongan II, pegawaidengan tingkat golongan III sebanyak 25 orang (73,53%) dan pegawai yang berada pada tingkat golongan IV sebanyak 2 orang (5,88%).

b. Sarana-Prasarana

  Dalam melaksanakan fungsinya Balai Litbang Biomedis Papua didukung oleh sarana dan prasana yang meliputi gedung kantor, laboratorium,kendaraan operasional dan peralatan perkantoran maupun laboratorium. Namun terdapat catatan penting yang perlu mendapat perhatian BadanLitbang Kesehatan adalah tanah tempat berdirinya kantor dan laboratoriumBalai Litbang Biomedis Papua saat ini, adalah milik Pemda Provinsi Papua dan masih belum tersertifikat atas nama Kementerian Kesehatan, denganluas tanah yang sangat terbatas.

c. Anggaran

  di atas dapat dilihat bahwa pada tahun 2011, alokasi anggaran Balai Litbang Biomedis Papua sebesar Rp13.913.343.000,00mengalami penurunan anggaran pada tahun 2012 dan tahun 2013. Namun di tahun 2014 mulai naik kembali bahkan di tahun 2015 mencapaiRp20.622.382.000, hal ini dikarenakan pada tahun 2015 Balai LitbangBiomedis papua melakukan dua penelitian besar, yaitu penelitian HIV dan penelitian Efikasi Kelambu.

1.4. Potensi, Permasalahan dan Implikasi

  Jumlah, jenis/spesialisasi dan kualitas SDM perlu ditingkatkan Permasalahan yang dihadapi Balai Litbang Biomedis Papua di antaranya: 1.4.2. Tenaga peneliti dan litkayasa yang memiliki disiplin ilmu yang beragam dengan usia yang relatif muda.

1.4.3. Implikasi

  Permasalahan yang ada di Balai Litbang Biomedis Papua memberi implikasi sebagai berikut:a. Penelitian Balai Litbang Biomedis Papua tidak terkoordinasi dengan penelitian Pusat Pengampuc.

BAB II VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

2.1. Visi dan Misi Presiden Republik Indonesia

  Dalam Rencana Aksi Kegiatan Balai Penelitian dan Pengembangan BiomedisPapua Tahun 2015-2019 tidak ada visi dan misi, namun mengikuti visi dan misiPresiden Republik Indonesia yang tertuang pula pada Rencana StrategisKementerian Kesehatan 2015-2019 yaitu “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat,Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotongroyong”. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

2.2. Tujuan Kementerian Kesehatan

  Tujuan Badan Litbangkes Dalam mendukung dua tujuan Kementerian Kesehatan pada tahun 2015-2019,Badan Litbangkes memiliki tujuan memberikan hasil penelitian dan pengembangan kesehatan yang berkualitas dan berinovasi untuk dimanfaatkan oleh para pengambilkeputusan dan pengelola program pembangunan kesehatan. Tujuan Balai Litbang Biomedis Papua Dalam mendukung tujuan Badan Litbangkes pada tahun 2015 – 2019, Balai LitbangBiomedis Papua memiliki tujuan menjadi institusi unggulan dalam bidang penelitian biomedis di wilayah Indonesia Bagian Timur dengan menghasilkan informasipenelitian dan pengembangan biomedis yang berkualitas berdasarkan kaidah ilmiah dan etika.

BAB II I ARAH KEBIJAKAN, STRATEGI, KERANGKA REGULASI DAN KERANGKA KELEMBANGAAN

1

3.1. Arah Kebijakan dan Strategi Nasional

  Untuk mencapai tujuan dan sasaran pembangunan kesehatan, maka strategi pembangunan kesehatan 2005-2025 adalah: 1) pembangunan nasionalberwawasan kesehatan; 2) pemberdayaan masyarakat dan daerah; 3) pengembangan upaya dan pembiayaan kesehatan; 4) pengembangan dan danpemberdayaan sumber daya manusia kesehatan; dan 5) penanggulangan keadaan darurat kesehatan. Dalam RPJMN 2015-2019, sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan1 masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemeratan Renstra Kementerian Kesehatan 2015-2019 Tabel 3.1.

3.2. Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Kesehatan

  Arah kebijakan dan strategi Kementerian Kesehatan didasarkan pada arah kebijakan dan strategi nasional sebagaimana tercantum di dalam RencanaPembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Untuk menjamin dan mendukung pelaksanaan berbagai upaya kesehatan yang efektif dan efisienmaka yang dianggap prioritas dan mempunyai daya ungkit besar di dalam pencapaian hasil pembangunan kesehatan, dilakukan upaya secara terintegrasidalam fokus dan lokus dan fokus kegiatan, kesehatan, pembangunan kesehatan.

1. Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer (Primary Health Care)

  Strategi selanjutnya adalah proses strategis internal Kementerian Kesehatan harus dikelola secara excellent yakni Meningkatnya Sinergisitas antar K/L, Pusatdan Daerah (SS6), Meningkatnya Kemitraan Dalam Negeri dan Luar Negeri(SS7), Meningkatnya Integrasi Perencanaan, Bimbingan Teknis dan Monitoring Evaluasi (SS8), dan Meningkatnya Efektivitas Litbangkes (SS9). 8) Meningkatkan Kesehatan Masyarakat 9) Meningkatkan Pengendalian Penyakit 10) Meningkatkan Akses dan Mutu Fasilitas Pelayanan Kesehatan 11) Meningkatkan Jumlah, Jenis, Kualitas Dan Pemerataan Tenaga Kesehatan 12) Meningkatkan Akses, Kemandirian dan Mutu Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan.

3.3. Arah Kebijakan dan Strategi Badan Litbangkes

3.3.1. Arah Kebijakan

  Meningkatnya Kesehatan Masyarakat Arah kebijakan dan strategi Badan Litbangkes didasarkan dan mengacu pada arah kebijakan dan strategi nasional dan Kementerian Kesehatan sebagaimanatercantum di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dan Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan 2015-2019. Meningkatkan Ketersediaan, Keterjangkauan, Pemerataan, dan KualitasFarmasi dan Alat Kesehatan e.

3.3.2. Strategi

  5) Melaksanakan penelitian dan pengembangan mengacu pada KebijakanKementerian Kesehatan dan Rencana Kebijakan Prioritas Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Tahun 2015-2019. 6) Pengembangan sarana, prasarana, sumber daya dan regulasi dalam pelaksanaan penelitian dan pengembangan.

3.4. Kerangka Regulasi

  JENIS KETERANGAN PROSES RUU tentang Penggunaan Masuk dalam daftar Program Legislasi NasionalBahan Biologi dan Larangan (Prolegnas) lima tahunan (2015-2019)Penggunaaan Bahan BiologiSebagai SenjataRPP tentang Penelitian dan Masuk dalam daftar Program Legislasi PeraturanPengembangan Kesehatan pemerintah (Proleg PP) Tahun 2015 dan sedang dalam pembahasan antar kementerian (PAK)RPM tentang Pengiriman dan Merupakan revisi atas PMK No. Sebagai revisi KMK 1333/Menkes/SK/X/2002RPM tentang Tata CaraPenapisan, PengembanganTeknologi dan ProdukTeknologi Kesehatan Sebagai Pelaksanaan RPP LitbangkesRPM tentang Uji Klinik Dalam Untuk mengatur uji klinik berbasis laboratorium Rangka Penelitian danPengembangan KesehatanRPM tentang Akreditasi Sebagai Pelaksanaan RPP Litbangkes, mengaturLembaga Penelitian dan akreditasi terhadap komisi/komite yang Pengembangan Kesehatan memberikan ethical clearance.

3.5. Kerangka Kelembagaan

  Kerangka Organisasi dan Tata Laksana yang akan dilaksanakan oleh BadanLitbangkes pada tahun 2015-2019 meliputi penataan dan evaluasi organisasi, analisis jabatan, peta jabatan, analisis beban kerja, dan uraian tugas, dan tatalaksana, serta fasilitasi implementasi reformasi birokrasi. Penataan Organisasi dan evaluasi organisasi dilakukan terhadap Unit Utama, danUnit Pelaksana Teknis (UPT), dan melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan penataan organisasi sesuai dengan program pembangunankesehatan.

BAB IV KEGIATAN, TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN

  Jumlah Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Biomedis Dan Teknologi Dasar Kesehatan yang Dimuat di Media Cetak dan atau ElektronikNasional dan Internasional Balai Litbang Biomedis Papua akan mempublikasikan karya tulis ilmiah di bidang biomedis dan teknologi dasar kesehatan yang dimuat di media cetakdan atau elektronik baik nasional dan internasional setiap tahunnya 4 publikasi. Jumlah Hasil Penelitian dan Pengembangan di Bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Target No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Kegiatan 2015 2016 2017 2018 2019 1 Meningkatnya 2 Jumlah hasil penelitian 2 2 2 3 4 penelitian dan dan pengembangan dipengembangan bidang Biomedis dan di bidang Teknologi Dasarbiomedis dan Kesehatan teknologi dasarkesehatan Balai Litbang Biomedis Papua akan melaksanakan dua penelitian di tahun2015, meliputi penelitian : 1.

4.2.3. Jumlah Laporan Dukungan Manajemen Litbang Bidang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

  Subtoutput Indikator Kinerja 2 Operasional dan Pemeliharaan KantorOutput Sasaran Strategis No 1 Gaji dan Tunjangan 2 Layanan Perkantoran 9 Layanan Perencanaan, Penganggaran dan Evaluasi 8 Layanan Bidang Ilmiah dan Etik 6 Layanan Informasi, Publikasi dan Diseminasi 1 Meningkatnya penelitian danpengembangan di bidangbiomedis dan teknologi dasarkesehatan Untuk mencapai tujuan indikator kinerja, dalam pelaksanaannya dibutuhkan kegiatan pendukung. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan informasi, dokumentasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang biomedis danteknologi dasar kesehatan, yang mana di dalamnya meliputi kegiatan diseminasi hasil litbang dengan lintas sektor, penyelenggaraan pameran Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang penelitian maupun administrasi.

4.3. Kerangka Pendanaan

  Kerangka Pendanaan Balai Litbang Biomedis Papua Tahun 2015 - 2019 TAHUN KEGIATAN 2015 2016 2017 2018 2019 Penelitian dan PengembanganBiomedis dan 20,622,382,000.00 25,005,433,000 48,941,851,000 65,248,832,000 73,812,887,000 Teknologi DasarKesehatan Dari Tabel 4.5. dapat dilihat bahwa kerangka pendanaan dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, hal ini dikarenakan Balai Litbang Biomedis Papua sedangmelakukan pembangunan gedung kantor dan laboratorium pada tanah seluas 2 5000 m yang beralamat di Kelurahan Wahno (Depan Kantor Otonom), Distrik Abepura, Kota Jayapura.

BAB V P E N U T U P Balai Penelitian dan Pengembangan Biomedis Papua sebagai salah satu UPT Kementerian Kesehatan di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung program dan

  kegiatan penelitian dan pengembangan kesehatan untuk mewujudkan Visi dan MisiPresiden Republik Indonesia, Tujuan dan Sasaran Kementerian Kesehatan, serta memberi dukungan pembangunan kesehatan nasional di Indonesia, khususnya diWilayah Indonesia Bagian Timur. Rencana Aksi Kegiatan Balai Litbang Biomedis Papua Tahun 2015-2019 disusun sebagai pedoman pimpinan dan seluruh staf dalam mengelola kegiatan Balai LitbangBiomedis Papua untuk pencapaian Visi dan Misi yang telah ditetapkan.

Dokumen baru

Tags

Rencana Aksi Program Sekretariat Jenderal Tahun 2015 2019 Revisi Rencana Aksi Kegiatan 2015 Lampiran Laporan Tahunan Balai Penelitian Dan Pengembangan Biomedis Papua Tahun Rencana Aksi Kegiatan Cover Rencana Aksi Kegiatan Rencana Aksi Kegiatan Tahun Rencana Kegiatan Penelitian Dan Rencana Rencana Aksi Quick Wins Renstra Polri Tahun 2015 2019 Periode Tahun Rencana Aksi Kegiatan 2016 S
Show more

Dokumen yang terkait

RAMUAN OBAT TRADISIONAL BATTRA DI BALI UNTUK OBAT KELUHAN PADA SISTEM SIRKULASI DAN PERNAPASAN
0
0
9
BESARNYA PELUANG USIA PENYAPIHAN ANAK BADUTA DI INDONESIA DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA
0
0
8
HUBUNGAN KEADAAN GEOGRAFI DAN LINGKUNGAN DENGAN GANGGUAN AKIBAT KURANG YODIUM (GAKY)
0
0
8
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN SUAMI TENTANG TANDA BAHAYA PADA MASA KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS DAN NEONATUS DIKABUPATEN GARUT, JAWA BARAT
0
0
12
LAMA PENYIMPANAN GALUR LOKAL Bacillus thuringiensis H l4 DALAM BUAH KELAPA DAN UJI EFIKASINYA TERHADAP BERBAGAI JENTIK NYAMUK VEKTOR DI LABORATORIUM
0
1
10
RESISTENSI VEKTOR MALARIA TERHADAP INSEKTISIDA DIDUSUN KARYASARI DAN TUKATPULE PULAU BALI DAN DESA LENDANG REE DAN LABUHAN HAJI PULAU LOMBOK
0
0
11
POLA STATUS KESEHATAN GIGI DAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI INDONESIA PADATAHUN 1990-2007
0
0
10
EVALUASI MODEL PENYULUHAN DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTEK MENGENAI SINDROM TEROWONGAN KARPAL PADA PEKERJA BEBERAPA PERUSAHAAN CARMEN DI JAKARTA, TAHUN 2004
0
1
7
TOKSISITAS AKUT (LD 50 ) DAN UJI GELAGAT EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS (LINN.) KUNZE) PADA MENCIT
0
0
6
PENGETAHUAN MASYARAKAT PEKUREHUA DI SEKITAR TAMAN NASIONAL LORE LINDU, SULAWESI TENGAH TENTANG TUMBUHAN OBAT DAN PEMANFAATANNYA
0
1
8
DEFISIENSI VITAMIN A DAN ZINC SEBAGAIFAKTOR RISIKO TERJADINYA STUNTING PADA BALITA DI NUSA TENGGARA BARAT
0
0
11
BESAR MASALAH DAN HUBUNGAN DISABILITAS DENGAN PENYAKIT KRONIS DAN GANGGUAN MENTAL EMOSIONAL BERDASARKAN SURVEI KESEHATAN NASIONAL RISKESDAS 2007 - 2008
0
0
6
EFEK ASAM LEMAK JENUH DAN ASAM LEMAK TAK JENUH "TRANS" TERHADAP KESEHATAN
0
0
8
HUBUNGAN UMUR, PENGETAHUAN, DAN SIKAP TERHADAP HIPERTENSI PADA WANITA HAMIL DI PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR CORRELATION OF AGE, EDUCATION AND ATTITUDE TO HYPERTENTION IN PREGNANT WOMEN AT KRUENG BARONA JAYA HEALTH CENTER, ACEH BESAR R
0
1
7
KEMENTERIAN KESEHATAN RI BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN BIOMEDIS PAPUA 2015
0
1
52
Show more