Bab III - Bab 3 Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara

Gratis

2
8
88
9 months ago
Preview
Full text

Bab II I Islamisasi dan Silang Budaya di Nusantara Islamisasi adalah proses sejarah yang panjang yang bahkan

  sampai kini masih terus berlanjut… Kalau para ahli sejarah mempersoalkan tentang asal usul nasionalisme Indonesia, atauintegrasi bangsa, mereka menyebutkan Islam sebagai salah satu faktor utama maka hal itu bisa diartikan pada sifat Islam yanguniversal dan pada jaringan ingatan kolektif yaitu keterkaitan para ulama di Nusantara dalam berbagai corak jaringan sosialguru-murid, murid sesama murid; penulis-dan-pembaca, dan tak kurang pentingnya ulama-umara serta ulama dan umat. Satu di antaranya adalah tentang interaksi ajaran Islam dengan masyarakat di Nusantara yang kemudian memeluk Islam.

TUJUAN PEMBELAJARAN

  menganalisis kedatangan Islam di Nusantara,2. mengenal kerajaan Islam yang ada di Nusantara, 3.

A. Kedatangan Islam ke Nusantara

  Menurutnya, batu nisan di Pasai dan makam Maulana Malik Ibrahim yang wafat tahun 1419 di Gresik,Jawa Timur, memiliki bentuk yang sama dengan batu nisan yang terdapat di Kambay, Gujarat. Di lingkungan masyarakat di Indonesia terutama di pedesaan masih sering ada kegiatan kenduri atau selamatan untuk suatukegiatan, peristiwa atau peringatan kejadian tertentu yang disertai dengan doa-doa secara Islam, sementara kalau dilihatasal usulnya di ajaran Islam tidak ada.

B. Islam dan Jaringan Perdagangan Antarpulau

  Kontak dagang ini sudah berlangsung sejak Sejarah Indonesia Dari sumber literatur Cina, Cheng Ho mencatat terdapat kerajaan yang bercorak Islam atau kesultanan, antara lain, SamudraPasai dan Malaka yang tumbuh dan berkembang sejak abad ke-13 sampai abad ke-15, sedangkan Ma Huanjuga memberitakan adanya komunitas- komunitas Muslim di pesisir utara Jawabagian timur. Hamparan cengkihditanam di perbukitan di pulau-pulau kecil Ternate, Tidore, Makian, dan Motir di lepas pantai barat Halmahera dan baru berhasil ditanamdi pulau yang relatif besar, yaitu Bacan, Ambon dan Seram.

C. Islam Masuk Istana Raja

  Gambar 3.12 Keraton Yogyakarta „Mengamati Lingkungan Kamu tahu gambar di atas, bangunan apa dan di mana? Uraian ini terutama dipusatkan pada beberapa pusat kekuasaan Islam yang berada di berbagai daerah, seperti di Sumatra,Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan bahkan di Indonesia bagian timur, seperti Maluku dan Papua.

1. Kerajaan Islam di Sumatra

  Berdasarkan catatan Tomé Pires dalam Suma Oriental (1512-1515) dikatakan bahwa di Sumatra, terutama di sepanjang pesisir Selat Malaka dan pesisir barat Sumatra terdapatbanyak kerajaan Islam, baik yang besar maupun yang kecil. Menurut Tomé Pires, kerajaan-kerajaan tersebut ada yang sedang mengalami pertumbuhan, ada pula yangsedang mengalami perkembangan, dan ada pula yang sedang mengalami keruntuhannya.

a. Samudra Pasai

  Dilihat dari kesamaan jenis batu serta cara penulisan dan huruf-huruf bahkan dengan cara pengisian ayat-ayat al-Qur’an dan nuansa kesufiannya, jelas Samudera Pasai mempunyaiperanan penting dalam persebaran Islam di beberapa tempat di Asia Tenggara dan demikian pula di bidang perekonomiandan perdagangan. Namun, sejak Portugis menguasai Malaka Sejarah Indonesia Kerajaan-kerajaan Islam yang terletak di pesisir seperti Aru, Kedir, dan lainnya lambat launberada di bawah kekuasaan Kerajaan IslamAceh Darussalam yang sejak abad ke-16 makin mengalami perkembangan politik,ekonomi-perdagangan, kebudayaan dan keagamaan.

b. Kesultanan Aceh Darussalam

700 Tahun Majapahit suatu Bunga Rampai, Dinas Pariwisata Daerah propinsi DaerahJawa Timur. Pada 1520 Aceh berhasil memasukkan Gambar 3.13 Nisan yang memuat ayat

18 Surat Ali Imran

  Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Dua tahun kemudian datang bantuan dari Turki berupa teknisi-teknisi, dan dengan kekuatan tentaranya SultanAlauddin Riayat Syah at-Qahhar menyerang dan menaklukkan banyak kerajaan, seperti Batak, Aru, dan Barus. Untukmenjaga keutuhan Kesultanan Aceh, Sultan Alauddin RiayatSyah al-Qahhar menempatkan suami saudara perempuannya di Barus dengan gelar Sultan Barus, dua orang putra sultandiangkat menjadi Sultan Aru dan Sultan Pariaman dengan gelar resminya Sultan Ghari dan Sultan Mughal, dan di daerah-daerah pengaruh Kesultanan Aceh ditempatkan wakil-wakil dari Aceh.

c. Kerajaan-Kerajaan Islam di Riau

  Gambar 3.15 Masjid Pulau Penyengat di Kepulauan Riau Kerajaan Islam yang ada di Riau dan Kepulauan Riau menurut berita Tome Pires (1512-1515 ) antara lain Siak,Kampar, dan Indragiri. Demikian pula dengan ditemukan tambang emas dariPetapahan, Kerajaan Siak, juga terikat oleh ikatan perjanjian monopoli perdagangan sehingga Raja Kecil pada 1723mendirikan kerajaan baru di Buantan dekat Sabak Auh di Sungai Jantan Siak yang kemudian disebut juga Kerajaan Siak.

d. Kerajaan Islam di Jambi

  Karena proses Islamisasi besar-besaranbersamaan dengan tumbuh dan berkembangnya KerajaanIslam Jambi sekitar 1500 M di bawah pemerintahan OrangKayo Hitam yang juga meluaskan “Bangsa XII” dari “Bangsa IX”, anak Datuk Paduka Berhala. Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Masa pemerintahan Datuk Paduka Berhala beserta Putri Pinang Setelah Panembahan Bawah Sawoh meninggal dunia, pemerintahan digantikan oleh Panembahan Kota Barusekitar tahun 1590, dan kemudian diganti lagi oleh PangeranKeda yang bergelar Sultan Abdul Kahar pada 1615.

e. Kerajaan Islam di Sumatra Selatan

  Demikian pula Kuta dan permukiman penduduk Cina, Portugis, Arab dan bangsa-bangsa lainnya yang berada di seberang Kuta juga dibakar. Kota Palembang dapat direbut lagi oleh pasukan Palembang dan kemudian dilakukan pembangunan-pembangunan,kecuali Masjid Agung yang hingga kini masih dapat disaksikan Sumber : Taufik Abdullah dan A.

f. Kerajaan Islam di Sumatra Barat

  Bahwa Islam sudah masuk ke daerah Minangkabau pada sekitar akhir abad ke-15 mungkin dapat dihubungkandengan cerita yang terdapat dalam naskah kuno dari Kerinci tentang Siak Lengih Malin Sabiyatullah asal Minangkabauyang mengenalkan Islam di daerah Kerinci, semasa denganPutri Unduk Pinang Masak, Dayang Baranai, Parpatih NanSabatang yang kesemuanya berada di daerah Kerinci. Pada masa Iskandar Muda, Pariamanmerupakan salah satu daerah yang berada di bawah Sejarah Indonesia Sejak awal abad ke-16 sampai awal abad ke-19 di daerah Minangkabau senantiasa terdapat kedamaian, sama-sama saling menghargai antara kaum adat dan kaum agama, antara hukum adat dan syariah Islam sebagaimana tercetusdalam pepatah “Adat bersandi syara, syara bersandi adat”.

2. Kerajaan Islam di Jawa

  Bukti sejarah tentang awal mula kedatangan Islam di Jawa antara lain ialah ditemukannya makam Fatimah binti Maimun bin Hibatullahyang wafat tahun 475 H atau 1082 M di Desa Leran, KecamatanManyar, Gresik. Di samping itu, di Gresik juga ditemukan makam MaulanaMalik Ibrahim dari Kasyan (satu tempat di Persia) yang meninggal pada tahun 822 H atau 1419 M.

a. Kerajaan Demak Para ahli memperkirakan Demak berdiri tahun 1500

  Gambar 3.19 Peta pengaruh kesultanan Demak meliputi Sumatra Selatan dan KalimantanSejarah Indonesia Pada masa pemerintahan Raden Fatah, wilayah kekuasaan Kerajaan Demak cukup luas, meliputi Jepara,Tuban, Sedayu, Palembang, Jambi dan beberapa daerah diKalimantan. Karena Malaka sudah dikuasai oleh Portugis, maka para pedagang yang tidak simpatik dengan kehadiran Portugis diMalaka beralih haluan menuju pelabuhan-pelabuhan Demak seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Jaratan dan Gresik.

b. Kerajaan Mataram

  Pigeud.grebeg merupakan sedekah sebagai rasa syukur Kerajaan Islam Pertama dari raja kepada Tuhan Yang Maha Esa dan juga di Jawa: Tinjauan Sejarah sebagai pembuktian kesetiaan para bupati dan Politik Abad XV dan XVI.punggawa kerajaan kepada rajanya. Amangkurat I adalah seorangraja yang lemah, berpandangan sempit, dan sering bertindak Sumber : Taufik Abdullah dan A.

c. Kesultanan Banten

  Gambar 3.24 Masjid Agung Banten penyebaran Islam di kawasan tersebut, selain itu ia juga telah melakukan kontak dagang dengan raja Malangkabu(Minangkabau, Kerajaan Indrapura), Sultan Munawar Syah dan dianugerahi keris oleh raja tersebut. Terjadilahperkenalan dan pembicaraan dagang yang pertama antara Sejarah Indonesia orang-orang Belanda dengan para pedagang Banten.

16 M Sumber : Taufik Abdullah dan A.B Lapian (ed). 2012

  Mereka hidup mengisolir diri di tanah yang disebut tanah Kenekes . Beberapa jenis bangunan yang masih tersisa,antara lain, Masjid Agung Banten, bangunan keraton dan gapura-gapura.

d. Kesultanan Cirebon

  Perkiraan kehadiran Islam di kota Cirebon menurut sumber lokal Tjarita Purwaka Tjaruban Nagari karyaPangeran Arya Cerbon pada 1720 M, dikatakan bahwaSyarif Hidayatullah datang ke Cirebon pada 1470 M, dan mengajarkan Islam di Gunung Sembung, bersama-sama HajiAbdullah Iman atau Pangeran Cakrabumi. PangeranCakrabumi alias Haji Abdullah Iman dan juga Syaikh DatukKahfi yang telah mempelopori pendirian pesantren sebagai tempat mengajar dan penyebaran agama Islam untuk daerahsekitarnya.

3. Kerajaan-Kerajaan Islam di Kalimantan

  Di samping Sumatra dan Jawa, ternyata di Kalimantan juga terdapat beberapa kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam. Di antara kerajaan Islam itu adalahKesultanan Pasir (1516), Kesultanan Banjar (1526-1905), KesultananKotawaringin, Kerajaan Pagatan (1750), Kesultanan Sambas (1671),Kesultanan Kutai Kartanegara, Kesultanan Berau (1400), KesultananSambaliung (1810), Kesultanan Gunung Tabur (1820), KesultananPontianak (1771), Kesultanan Tidung, dan Kesultanan Bulungan (1731).

a. Kerajaan Pontianak

  Banyakbarang dagangan dari Malaka yang dimasukkan ke daerah itu, demikian pula jenis pakaian dari Bengal dan Keling yangberwarna merah dan hitam dengan harga yang mahal dan yang murah. Meskipun kita tidak mengetahui denganpasti kehadiran Islam di Pontianak, konon ada pemberitaan bahwa sekitar abad ke-18 atau 1720 ada rombonganpendakwah dari Tarim (Hadramaut) yang di antaranya datang ke daerah Kalimantan Barat untuk mengajarkan membaca al-Qur’an, ilmu fikih, dan ilmu hadis.

b. Kerajaan Banjar (Banjarmasin)

  Kerajaan Banjar (Banjarmasin) terdapat di daerahKalimantan Selatan yang muncul sejak kerajaan-kerajaan bercorak Hindu yaitu Negara Dipa, Daha, dan Kahuripan yangberpusat di daerah hulu Sungai Nagara di Amuntai. Mengenai riwayat, ajaran dan guru-guru serta kitab-kitab hasil karyanya secara panjang lebar telahdibicarakan oleh Azyumardi Azara dalam Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII .

4. Kerajaan-Kerajaan Islam di Sulawesi

  Munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Sulawesi tidak terlepas dari perdagangan yang berlangsung ketika itu. Berikut ini adalahbeberapa kerajaan Islam di Sulawesi di antaranya Gowa-Tallo, Bone,Wajo dan Soppeng, dan Kesultanan Buton.

a. Kerajaan Gowa-Tallo

  Kerajaan Gowa-Tallo sebelum menjadi kerajaan Islam sering berperang dengan kerajaan lainnya di Sulawesi Selatan,seperti dengan Luwu, Bone, Soppeng, dan Wajo. Di daerah Sulawesi Selatan proses Islamisasi makin mantap dengan adanya para mubalig yang disebut Dato’Tallu (Tiga Dato), yaitu Dato’ Ri Bandang (Abdul Makmur atauKhatib Tunggal) Dato’ Ri Pattimang (Dato’ Sulaemana atauKhatib Sulung), dan Dato’ Ri Tiro (Abdul Jawad alias KhatibBungsu), ketiganya bersaudara dan berasal dari Kolo Tengah,Minangkabau.

b. Kerajaan Wajo

  Di hikayat lokal tersebut ada cerita yang menghubungkan tentang pendirianKampung Wajo yang didirikan oleh tiga orang anak raja dari kampung tetangga Cinnotta’bi yaitu berasal dari keturunandewa yang mendirikan kampung dan menjadi raja-raja dari ketiga bagian (limpo) bangsa Wajo: Bettempola, Talonlenreng,dan Tua. Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Persekutuan dengan Gowa pada suatu waktu diperkuat dengan VOC dan disusul pada 1670 Kerajaan Wajo yang diserang tentara Bone dan VOC sehingga jatuhlah ibukota KerajaanWajo yaitu Tosora.

5. Kerajaan-Kerajaan Islam di Maluku Utara

  Demikian pula diceritakan bahwa pada masa pemerintahan Raja Marhumdi Ternate, datang seorang alim dari Jawa bernama MaulanaHusein yang mengajarkan membaca al-Qur’an dan menulis huruf Arab yang indah sehingga menarik raja dan keluarganyaserta masyarakatnya. Hubungan perdagangan antara Maluku dengan Jawa oleh Tome Pires (1512-1515) juga sudah diberitakan bahkania memberikan gambaran Ternate yang didatangi kapal-kapal dari Gresik milik Pate Cusuf, dan Raja Ternate yang sudahmemeluk Islam ialah Sultan Bem Acorala dan hanya RajaTernate yang menggunakan gelar Sultan, sedangkan yang lainnya masih memakai gelar raja-raja di Tidore, Kolano.

6. Kerajaan-Kerajaan Islam di Papua

  Bahkan, berdasarkan bukti sejarah terdapat sejumlah kerajaan-kerajaan Islam di Papua,yakni: (1) Kerajaan Waigeo (2) Kerajaan Misool (3) Kerajaan Salawati(4) Kerajaan Sailolof (5) Kerajaan Fatagar (6) Kerajaan Rumbati(terdiri dari Kerajaan Atiati, Sekar, Patipi, Arguni, dan Wertuar)(7) Kerajaan Kowiai (Namatota) (8). Sejarah Indonesia Ketiga, pendapat yang mengatakan bahwa Islamisasi di Papua, khususnya di Fakfak dikembangkan oleh pedagang-pedagang Bugismelalui Banda dan Seram Timur oleh seorang pedagang dari Arab bernama Haweten Attamimi yang telah lama menetap di Ambon.

7. Kerajaan-Kerajaan Islam di Nusa Tenggara

  Kehadiran Islam di daerah Nusa Tenggara antara lain ke Lombok diperkirakan terjadi sejak abad ke-16 yang diperkenalkan SunanPerapen, putra Sunan Giri. Kemudian berkembang pula kerajaan Islam salah satunya adalah Kerajaan Selaparang di Lombok.

a. Kerajaan Lombok dan Sumbawa

  Selaparang merupakan pusat kerajaan Islam di Lombok di bawah pemerintahan Prabu Rangkesari. Pada masa itulahSelaparang mengalami zaman keemasan dan memegang hegemoni di seluruh Lombok.

b. Kerajaan Bima

  Bima merupakan pusat pemerintahan atau kerajaanIslam yang menonjol di Nusa Tenggara dengan nama rajanya yang pertama masuk Islam ialah Ruma Ta Ma Bata Wada yangbergelar Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kahir. Di antara kerajaan-kerajaandi Lombok, Sumbawa, Bima, dan kerajaan-kerajaan lainnya sepanjang abad ke-18 masih menunjukkan pemberontakandan peperangan, karena pihak VOC senantiasa memaksakan kehendaknya dan mencampuri pemerintahan kerajaan-kerajaan,Kelas X SMA/MA/SMK/MAK bahkan menangkapi dan mengasingkan raja-raja yang melawan.

D. Jaringan Keilmuan di Nusantara

  Melalui pengajaran Abdur Rauf as Singkili telah muncul ulama MinangkabauSyekh Burhanuddin Ulakan yang terkenal sebagai pelopor pendidikanIslam di Minangkabau dan Syekh Abdul Muhyi al Garuti yang berjasa menyebarkan pendidikan Islam di Jawa Barat. Tidak jarang di antaranya berkembang menjadi sebuah lembaga pendidikan yang cukupkompleks, seperti meunasah di Aceh, surau di Minangkabau, langgar di Kalimantan dan pesantren di Jawa.

E. Akulturasi dan Perkembangan Budaya Islam

  Akan tetapi karena kebudayaan yang berkembang di Indonesia sudah begitu kuatdi lingkungan masyarakat maka berkembangnya kebudayaan Islam tidak menggantikan atau memusnahkan kebudayaan yang sudah ada. Hasil proses akulturasi antara kebudayaan praIslam dengan ketika Islam masuk tidak hanya berbentuk fisik kebendaan sepertiseni bangunan, seni ukir atau pahat, dan karya sastra tetapi juga menyangkut pola hidup dan kebudayaan non fisik lainnya.

1. Seni Bangunan

  Seni dan arsitektur bangunan Islam di Indonesia sangat unik, menarik dan akulturatif. Seni bangunan yang menonjol di zamanperkembangan Islam ini terutama masjid, menara serta makam.

a. Masjid dan Menara

  Karena itu tidak mengherankan apabila ada orang Muslim yang melakukan salat di atas batu di sebuahsungai, di atas batu di tengah sawah atau ladang, di tepi jalan, di lapangan rumput, di atas gubug penjaga sawah atau ranggon(Jawa, Sunda), di atas bangunan gedung dan sebagainya. Sejarah Indonesia Bangunan masjid-masjid kuno di Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut:1) Atapnya berupa atap tumpang, yaitu atap yang bersusun, semakin ke atas semakin kecil dan tingkat yang paling atasberbentuk limas.

b. Makam

  Makam tokoh tersebut antara lain, makam Sunan Bonang di Tuban, makamSunan Derajat (Lamongan), makam Sunan Kalijaga di Kadilangu(Demak), makam Sunan Kudus di Kudus, makam MaulanaMalik Ibrahim dan makam Leran di Gresik (Jawa Timur), makamDatuk Ri Bkalianng di Takalar (Sulawesi Selatan), makam SyaikhBurhanuddin (Pariaman), makam Syaikh Kuala atau Nuruddin ar-Raniri (Aceh) dan masih banyak para dai lainnya di tanah air yang dimakamkan di dataran. Makam-makam yang lokasinya di atas bukit, makam yang paling atas adalah yang dianggap paling dihormatimisalnya Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah di Gunung Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Sembung, di bagian teratas kompleks pemakaman Imogiri ialah Di samping bangunan makam, terdapat tradisi pemakaman yang sebenarnya bukan berasal dari ajaran Islam.

2. Seni Ukir

  Para seniman tidak ragu-ragu mengembangkanseni hias dan seni ukir dengan motif daun-daunan dan bunga-bungaanseperti yang telah dikembangkan sebelumnya. Dikembangkan juga seni hias atau seni ukir dengan bentuktulisan Arab yang dicampur dengan ragam hias yang lain.

3. Aksara dan Seni Sastra

  Di samping pengaruh sastra Islam dan Persia, perkembangan sastra di zaman madya tidak terlepas dari pengaruh unsur sastrasebelumnya. Coba kamu lakukan penelitian sederhana dengan melakukan wawancara atau pengamatan di lingkungan kamu tinggal atausekitar sekolah, tuliskan hasil-hasil budaya yang berhubungan dengan akulturasi budaya Islam (tulisan antara 3 – 5 halaman)!

F. Proses Integrasi Nusantara

  Coba kamu perhatikan dari bacaan di atas hubungan antara ulama dari berbagai daerah telah mempercepatproses persatuan bangsa-bangsa di kepulauan Indonesia. Ulama- ulama dari Minangkabau misalnya sudah berhasil mengislamkansaudara-saudara kita di Sulawesi, begitu juga ulama Sulawesi juga telah berperan dalam mengislamkan saudara-saudara kita di Bima,Nusa Tenggara, Kepulauan Riau dan sebagainya, begitu juga ulama dari Jawa Timur telah mengislamkan Ternate dan Tidore, tentu kalaudiurai satu persatu maka hubungan antar ulama ini telah menyatukan seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke Malaka dan Singapura.

1. Peranan Para Ulama dalam Proses Integrasi

2. Peran Perdagangan Antarpulau

  Pelayaran dan perdagangan itu berlangsung dari daerah yang satu ke daerahyang lain, bahkan antara negara yang satu dengan negara yang lain. Terjadinya pelayaran dan perdagangan antarpulau di Kepulauan Indonesia yang diikuti pengaruh di bidang budayaturut berperan serta mempercepat perkembangan proses integrasi.

3. Peran Bahasa

  Peradaban IslamNusantara juga menampilkan ciri-ciri dan karakter yang khas, relatif berbeda dengan peradaban Islam di wilayah-wilayah perabadanMuslim lainnya, misalnya Arab, Turki, Persia, Afrika Hitam, dan Dunia Barat. Islam mengatasi perbedaan-perbedaan yang terdapat di antara berbagai suku bangsa dan menjadi identitasyang mengatasi batas-batas geografis, sentimen etnis, identitas kesukuan, adat istiadat dan tradisi lokal lainnya.

Dokumen baru

Download (88 Halaman)
Gratis

Tags

Bab 3 Islamisasi Dan Silang Budaya Di Nusantara Bab 3 Kerajaan Maritim Nusantara Silang Budaya Bab 3 Metoda Penelitian Bab Iii 3 Bab Iii Rkpd 2016 Bab Iii Rkpd Bab Iii Bab Iii 3 Bab Iii Rpjp 2005 2025 Bab Iii Rpjpdi Bab Ii Dan Bab Iii Bab Iii Bab 3 Basis Data Relasional Bab 3 Lingkungan Dan Budaya Perusahaan I
Show more

Dokumen yang terkait

A. KETUNAAN NETRA 1. Bahasa Indonesia - Kisi Kisi UN SMPLB 2019
0
0
18
A. KETUNAAN NETRA 1. Bahasa Indonesia - Kisi Kisi UN SMALB 2019
0
0
15
II. Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Teknis Jabatan dan Psikometri dengan menggunakan CAT (Computer Assisted Test) sebagai berikut: NO. - Jadwal Dan Tempat Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Resmi Dari BKN
0
1
27
08 -- KODE -- 02 - B6 Bimbingan dan Konseling di Sekolah
0
0
52
Soal Materi Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Ahli Farmasi dan Apoteker
0
4
11
Click: Capitalize first letter1 First Author, Affiliation, Country Second Author, Affiliation, Country Third Author, Affiliation, Country Abstract - Full Paper Template POLITIKA
0
0
5
Pengaruh Struktur Modal dan Keberadaan Komite Pengawas Manajemen Terhadap Kebijakan Dividen (Studi Empiris pada Perusahaan Food Beverage Di Indonesia Tahun 2014-2016 yang Terdaftar di BEI) Dinalestari Purbawati, Rodhiyah
0
0
96
4) Bagi Peserta yang NIK pada KTP-nya berbeda dengan NIK pada Kartu Peserta Ujian, wajib melampirkan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan SipilKecamatan serta wajib
0
0
13
Pengumuman Lokasi dan Jadwal SKD CPNS 2018 IAIN Metro - Kementerian Agama Propinsi Lampung
0
9
159
Level Kognitif Lingkup Materi Permainan dan Olahraga Kebugaran Senam dan Aktivitas Ritmik Aktivitas Air Kesehatan
0
1
5
Level Kognitif Lingkup Materi Alat Penjernih Air Alami dan Buatan Produk Penghasil Bunyi dan Gerak Bersumber Arus Listrik DC, Produk Rakitan Listrik, Instalasi Listrik Teknologi Konstruksi
0
0
6
Level Kognitif Lingkup Materi Rancangan ProdukHasil dan Pengemasan
0
0
6
Level Kognitif Lingkup Materi Teater Daerah Setempat Teater Nusantara Teater Tradisional dan Modern Mancanegara di Asia Teater Tradisional dan Modern Mancanegara di Luar Asia
0
0
6
Bab I - Bab 1 Menelusuri Peradaban Awal di Kepulauan Indonesia
0
0
72
Bab II - Bab 2 Pedagang, Penguasa dan Pujangga pada Masa Klasik (Hindu Budha)
0
0
95
Show more