ANALISIS PERMINTAAN TELUR AYAM DI KOTA SURAKARTA

Gratis

0
0
94
1 year ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Surakarta, DinasPertanian Kota Surakarta, BPS Kota Surakarta , dan instansi-instansi lain yang terkait dengan penelitian ini yang telah memberikan banyak informasi pentingserta bantuan kepada penulis. Kakak dan adik-adikku yang tersayang (Mbak Andryati Rika Puspitasari, SE,Sahasika Prabaswara, dan Parithustha Mahayati) terima kasih atas motivasi, doa, dan semangat yang telah diberikan.

DAFTAR LAMPIRAN

  Data harga telur ayam ras, harga telur itik, harga daging ayam ras, harga beras, jumlah penduduk, pendapatan perkapita, dan jumlahtoko roti setelah ditransformasi ke bentuk Ln. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menidentifikasi dan menganalisis variabel-variabel yang mempengaruhi permintaan telur ayam di Kota Surakartaserta menganalisis elastisitas permintaan telur ayam di Kota Surakarta.

2 Surakarta memiliki nilai R adjusted sebesar 0,984 yang berarti 98,4% permintaan

  telur ayam di Kota Surakarta dapat dijelaskan oleh variable bebas yang digunakan dalam model yaitu harga telur ayam ras, harga telur itik, harga daging ayam ras,harga beras, jumlah penduduk, pendapatan per kapita, dan jumlah toko roti., sedangkan sisanya sebesar 1,6% dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Berdasarkan uji t menunjukkan bahwa harga telur ayam ras, harga telur itik, harga daging ayam ras, harga beras, jumlah penduduk, dan pendapatan perkapitaberpengaruh nyata secara individu terhadap permintaan telur ayam di KotaSurakarta pada tingkat kepercayaan 95%.

DEMAND ANALYSIS OF CHICKEN EGGS

  The research aims are to identify and to analyze the variables that effect the demand for chicken eggs in Surakarta and to analyze the elasticity of demand forchicken eggs. Research location is determined purposively in Surakarta.

2 Surakarta has adjusted R value of 0,984 which means 98,4% demand for chicken

  Perkembangan Permintaan Telur Ayam di Kota Surakarta Tahun2003-2007 Tahun Permintaan Telur Ayam (kg) 2003 3.572.794,592004 2.790.019,85 2005 2.409.120,062006 2.591.665,23 2007 2.695.806,03 Sumber : Badan Pusat Statistik Kota SurakartaBerfluktuasinya permintaan telur ayam di Kota Surakarta diduga dipengaruhi oleh variabel harga telur ayam ras, harga telur itik, harga dagingayam ras, harga beras, jumlah penduduk, pendapatan perkapita, dan jumlah toko roti. Harga telur itik : Telur itik dipilih sebagai variabel yang mempengaruhi permintaan telur ayam karena kandungan gizi dari telur itik yang samadengan telur ayam dan mempunyai manfaat yang sama dengan telur ayam yaitu dapat digunakan sebagai lauk pauk, bahan campuran masakan danbahan baku pembuatan kue sehingga dimasukkan ke dalam variabel harga barang sustitusi.

2 Uji koefisien determinasi (R ) adalah untuk menunjukkan seberapa besar

  Uji F adalah untuk menguji seluruh variabel bebas yang diteliti secara bersama-sama terhadap permintaan telur ayam di Kota Surakarta. Uji t adalah untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas secara individu terhadap permintaan telur ayam di Kota Surakarta.

C. Jenis dan Sumber Data

  Data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudahdikumpulkan dan diolah pihak lain, biasanya dalam bentuk publikasi (Supranto, 1984). Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini data time series kurun waktu 16 tahun (1992 – 2007) meliputi data permintaan telur ayam,data perkembangan harga telur ayam, data perkembangan harga telur itik, data perkembangan harga beras, data jumlah penduduk, data pendapatanper kapita penduduk, dan data jumlah toko roti yang ada di Kota Surakarta serta data pendukung lainnya.

D. Teknik Pengumpulan Data

  WawancaraWawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai data-data yang diperoleh dengan mencari informasi pada petugasinstansi atau lembaga pemerintahan yang terkait dengan penelitian. ObservasiTeknik ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan langsung terhadap obyek yang akan diteliti, sehingga didapatkan gambaran yangjelas mengenai obyek yang diteliti.

E. Metode Analisis Data

  5 : Jumlah penduduk (Jiwa) ,…b 4 : Koefisien regresiLn X 1 : Harga telur ayam ras (Rp/Kg) Ln X 2 : Harga telur itik (Rp/Kg) Ln X 3 : Harga daging ayam ras (Rp/Kg)Ln X 4 : Harga beras (Rp/Kg) Ln X Ln X , b 6 : Pendapatan per kapita per tahun (Rp/Tahun) Ln X 7 : Jumlah toko roti (Unit/ Tahun) e : Kesalahan pengganggu 2. Untuk mengetahui nilai elastisitas dari masing-masing variabel yang mempengaruhi permintaan telur ayam di Kota Surakarta dapat diketahuidari nilai koefisien regresi masing-masing variabel penduganya.

BAB IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN A. Keadaan Alam

1. Lokasi dan Luas Wilayah Penelitian ini dilakukan di Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah

  Halini tidak mengherankan karena Kota Surakarta selain sebagai kota wisata dan kuliner, Kota Surakarta juga dikenal sebagai kota dagang sehinggakegiatan perekonomian menjadi yang utama di Kota Surakarta. Oleh karena itu, kegiatan pertanian di Kota Surakartabukan yang utama dan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan produk-produk pertanian, Kota Surakarta mendatangkan dari daerah-daerah di sekitar Kota Surakarta termasuk hasil produksi ternak.

B. Keadaan Penduduk

1. Pertumbuhan Penduduk

  Jumlah penduduk maupun pertumbuhan penduduk perlu untuk diketahui karena dapat digunakan untuk mengetahui dan memperkirakankebutuhan-kebutuhan masyarakat baik berupa kebutuhan akan pangan, Tabel 8. Perkembangan Penduduk Kota Surakarta Tahun 2003 – 2007Jumlah Penduduk Persentase Pertumbuhan Tahun(jiwa) (%) 2004 Rata-rata 2.073.521 0,19Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Surakarta Dari tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa jumlahpenduduk diKota Surakarta tahun 2004–2007 2.073.521 jiwa.

2. Keadaan Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin

  Jumlah Penduduk di Kota Surakarta Menurut Umur dan JenisKelamin pada Tahun 2007 Kelompok Jenis Kelamin ProsentaseJumlah Umur (th)(%) Laki-laki Perempuan0-14 61.056 59.996 121.052 23,49 15-64 171.296 188.680 359.976 69,85> 65 13.780 20.564 34.344 6,66 Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa prosentase penduduk usia produktif adalah 69,85% lebih banyak daripada prosentasependuduk usia belum produktif dan usia tidak produktif yaitu sebesar30,15%. Keadaan penduduk di Kota Surakarta yang sebagian besar merupakan penduduk usia produktif dapat memberikan gambaran akan kebutuhanpangan yang tinggi karena pada usia-usia produktif umumnya banyak melakukan kegiatan-kegiatan sehingga diperlukan adanya tenaga untukmenunjang aktivitas yang dapat diperoleh dari berbagai bahan pangan.

3. Keadaan Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

  Dengan tingkat pendidikan yang cukup baiktersebut, maka akan berpengaruh terhadap pola pikir masyarakat khususnya dalam hal gizi dan kesehatan. Apabila keinginan akan perbaikan gizi meningkat, makakebutuhan akan bahan pangan dan bahan makanan yang mempunyai kandungan zat-zat gizi tinggi juga akan meningkat, misalnya telur ayamyang banyak mengandung zat gizi yang diperlukan oleh tubuh.

4. Keadaan Penduduk Menurut Mata Pencaharian

  Masyarakat di Kota Surakarta memiliki mata pencaharian yang beragam. Berdasarkan informasi dari DepartemenPertanian Kota Surakarta, penduduk yang bermatapencaharian sebagai peternak hanya sedit sekali walaupun penduduk yang memelihara binatangternak juga cukup banyak, akan tetapi umumnya hanya memelihara 2-8 ekor saja dan hanya dijalankan sebagai hobi serta hasilnya untukdikonsumsi sendiri.

C. Keadaan Sarana Perekonomian

  Oleh karena itu, masyarakat untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan khususnya bahan pangan lebih memilih untuk membeli di pasar Selain sarana perekonomian berupa pasar yang ada di Kota Surakarta, terdapat juga sarana perhubungan sebagai penunjang kegiatan perekonomianberupa angkutan umum yang dapat dilihat pada tabel berikut ini :Tabel 13. Bus perkotaan281 Sumber : Badan Pusat Statistik Kota SurakartaBerdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sarana pengangkutan yang ada di Kota Surakarta cukup memadai.

D. Keadaan Umum Peternakan

  Banyaknya Usaha Peternakan Ayam di Kota Surakarta Tahun1996-1998 Tahun Jumlah Usaha Peternakan Ayam (unit)1996 131997 131998 1 Sumber : Badan Pusat Statistik Kota SurakartaBerdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tahun 2007 menunjukkan bahwa Kota Surakarta merupakan daerah yang banyak mengimpor ternak,sedangkan ternak yang keluar dari Kota Surakarta sangatlah kecil. Dengan sedikitnya produksi telur ayam ras yang ada di Kota Surakarta maka untuk memenuhi permintaan, maka harusmendatangkan dari daerah-daerah di sekitar Kota Surakarta misalnya Sragen,Karanganyar, Klaten.

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Dalam penelitian yang berjudul Analisis Permintaan Telur Ayam di Kota Surakarta ini diduga ada beberapa variabel yang mempengaruhi

  permintaan telur ayam di Kota Surakarta. Variabel-variabel tersebut adalah harga telur ayam ras, harga telur itik, harga daging ayam ras, harga beras,jumlah penduduk, pendapatan per kapita, dan jumlah toko roti yang ada di Kota Surakarta.

1. Permintaan Telur Ayam di Kota Surakarta

  Datamengenai perkembangan harga telur itik dari tahun 1992-2007 sebelum dan setelah dideflasi dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Harga telur itik yang mangalami kenaikan tertinggi tarjadi pada tahun 1998 yaitu meningkat sebesar 9,14%. Sedangkan menurut Menteri NegaraRiset dan Teknologi (2005), untuk peternakan ayam ras telur dapat dipanen 3 kali dalam sehari; kandang dibuat dengan lantai yang ditutupdengan kulit padi/jerami; satu kandang untuk banyak ayam yang terdiri dari ribuan ekor ayam petelur.

6. Jumlah Penduduk

  Penurunan ini menurut data dariBPS disebabkan pada tahun 2004 jumlah penduduk yang pergi lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk yang datang dengan jumlahmasing-masing penduduk yang pergi 8.757 jiwa dan jumlah penduduk yang datang 8.680 jiwa. Grafik Perkembangan Jumlah Penduduk di Kota SurakartaTahun 1992-2007 Perkembangan pendapatan per kapita di Kota Surakarta selama tahun 1992-2007 tersaji dalam tabel berikut ini: 1 9 Perkembangan jumlah penduduk di Kota Surakarta dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

7. Pendapatan Perkapita

  Perkembangan Pendapatan Perkapita di Kota Surakarta Tahun1992-2007 Peningkatan pendapatan per kapita ini disebabkan karena kegiatan perekonomian di Kota Surakarta menunjukkan adanya peningkatan. Halini dapat dilihat dari adanya perbaikan maupun penambahan jumlah sarana dan prasarana yang telah dibangun oleh pemerintah untukmemperlancar kegiatan perekonomian misalnya, perbaikan jalan raya, Perkembangan pendapatan perkapita di Kota Surakarta dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

8. Jumlah Toko Roti di Kota Surakarta

  Jumlah toko roti yang dimaksud adalah jumlah keseluruhan toko roti yang ada di Kota Surakarta. Dengan semakin meningkatnya jumlah toko roti, maka akan mempengaruhi jumlah permintaan telur ayam karena dalam prosespembuatan roti membutuhkan telur ayam untuk bahan bakunya.

B. Hasil Analisis dan Pembahasan Penelitian

1. Estimasi Fungsi Permintaan

  Hal ini menunjukkan bahwa 98,4% permintaan telur ayam di Kota Surakarta dapat dijelaskan oleh variabelbebas yang digunakan dalam model yaitu harga telur ayam ras, harga telur itik, harga daging ayam ras, harga beras, jumlah penduduk,pendapatan per kapita, dan jumlah toko roti., sedangkan sisanya sebesar 1,6% dijelaskan oleh variabel lain di luar model, misalnya:selera, status sosial, pendidikan, ekspektasi. Berdasarkan hasil dari analisis diperoleh nilai 2 ) Agar dapat memperoleh hasil regresi yang terbaik maka harus memenuhi kriteria statistik sebagai berikut : Untuk menganalisis hubungan antara permintaan telur ayam di KotaSurakarta dengan variabel-variabel yang mempengaruhinya digunakan model regresi linier berganda dalam bentuk fungsi double logarithmic.

a. Koefisien Determinasi (R

  Hal ini menunjukkan bahwa variabel-varabelbebas yang diamati yaitu harga telur ayam ras, harga telur itik, harga daging ayam ras, harga beras, jumlah penduduk, pendapatan per kapita,dan jumlah toko roti secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap permintaan telur ayam di Kota Surakarta. Selain itu, jenis telur yang banyak yang dikonsumsi oleh masyarakat adalah telur ayam, telur itik, dan telur puyuh.

d. Variabel Bebas yang Paling Berpengaruh

  Untuk mengetahui variabel bebas yang paling berpengaruh dapat diketahui dari nilai standar koefisien regresi. Semakin besar nilaistandar koefisien regresi maka semakin besar pengaruh variabel bebas tersebut terhadap permintaan telur ayam.

4 Harga telur ayam ras (X ) 0,93

  Harga telur ayam yang lebih murah (± Rp 9.500 – Rp 12.000/kg) dibandingkan hargasumber protein hewani lainnya (daging ayam ± Rp 22.000/kg, daging sapi ± Rp 65.000/kg) serta kandungan gizi telur ayam yang lengkapkhususnya protein hewani menyebabkan telur ayam dijadikan sebagai sumber protein hewani yang banyak dicari dibandingkan sumberprotein hewani lainnya. Harga dari telur ayam sendiri cenderung berfluktuasi karenaKota Surakarta bukan merupakan sentra produksi telur ayam sehingga untuk memenuhi permintaan telur ayam, Kota Surakartamendatangkan telur ayam dari kota-kota di sekitar Surakarta misalnya Karanganyar, Klaten, dan Sragen.

a. Multikolinieritas

  Hasil analisis elastisitas permintaan telur ayam di Kota Surakarta dapat dilihat pada tabel berikut : Harga Silang PendapatanHarga telur ayam ras (X ) -0,820 1 Harga telur itik (X 2 ) 0,944 Harga daging ayam ras (X 3 ) 0,455 Harga beras (X 4 ) -0,948 Pendapatan per kapita (X 6 ) 0,287 Sumber: Diadopsi dari Lampiran 3Nilai elastisitas permintaan tersebut dapat dijelaskan berikut ini : a. Telur itikdigunakan sebagai pengganti dari telur ayam karena jumlah telur yang banyak tersedia atau dijual di pasar adalah telur ayam ras serta teluritik, sedangkan untuk telur ayam kampung yang tersedia di pasar sedikit karena produksi yang tidak kontinue dan jumlah telur yangdihasilkan juga sedikit sehingga tidak mampu untuk memenuhi permintaan.

VI. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

  Harga telur ayam ras, harga telur itik, harga daging ayam ras, harga beras, jumlah penduduk, pendapatan per kapita, dan jumlah toko rotisecara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap permintaan telur ayam di Kota Surakarta. Harga telur ayam ras, harga telur itik, harga daging ayam ras, harga beras, jumlah penduduk, dan pendapatan per kapita secara individuberpengaruh nyata terhadap permintaan telur ayam di Kota Surakarta pada taraf kepercayaan 95%.

B. Saran

  Jumlah penduduk merupakan variabel yang paling mempengaruhi permintaan telur ayam di Kota Surakarta. Oleh karena itu, agar peningkatanpermintaan terhadap telur ayam dapat terpenuhi, maka diperlukan perbaikan maupun penambahan sarana maupun prasarana (misalanya perbaikan jalan,angkutan) sehingga dapat memperlancar pendistribusian telur ayam di KotaSurakarta.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

ANALISIS PENENTUAN POTENSI EKONOMI KABUPATEN WONOSOBO TAHUN 1996-2006
0
0
126
ANALISIS SENYAWA ANTIBAKTERI PADA BEBERAPA JENIS KARANG GORGONIAN DAN IDENTIFIKASI BERDASARKAN KARAKTER SPIKULA Skripsi Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Sains
0
0
83
ORGANISASI PERANTAU MINANG SULIT AIR SEPAKAT SURAKARTA TAHUN 1986-1998
0
0
84
PERBEDAAN KADAR KORTISOL AKIBAT BISING PESAWAT UDARA PADA MASYARAKAT DI SEKITAR BANDARA ADI SUMARMO BOYOLALI
0
0
41
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi dengan judul : “ ANALISIS PENGARUH INFORMASI PENGUMUMAN RIGHT ISSUE TERHADAP PERUBAHAN VOLATILITAS HARGA SAHAM DAN VOLUME PERDAGANGAN ” (Studi pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2000 – 2007 )
0
0
54
ANALISIS KAPASITAS BALOK DAN KOLOM PADA STRUKTUR PORTAL B AJA MENGGUNAKA N BALOK KOMPOSIT
0
0
21
ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM KTSP PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK MURNI 1 SURAKARTA TAHUN AJARAN 20082009
0
1
62
DAMPAK PERANG UHUD TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM DI JAZIRAH ARAB TAHUN 625 M – 630 M
0
1
108
KAJIAN PENGARUH KONSUMSI AIR BERSIH PDAM TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA
0
0
72
ANALISIS USAHA TERNAK ITIK DI KABUPATEN SUKOHARJO
0
0
75
HUBUNGAN OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA (OSA) DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI POLI SARAF RSUD DR.MOEWARDI SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
0
0
67
ANALISIS KETERPADUAN PASAR BAWANG PUTIH ANTARA PASAR TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR DENGAN PASAR LEGI KOTA SURAKARTA Skripsi
1
0
108
PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP INTELLECTUAL CAPITAL DISCLOSURE : STUDI PADA BANK KONVENSIONAL DI INDONESIA
0
2
90
KONTRUKSI HUKUM PENYELESAIAN SENGKETA TANAH HAK MILIK NOMOR 158 DAN NOMOR 806 DI KELURAHAN KEPRABON SURAKARTA
0
0
75
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI) SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 6 SURAKARTA
0
0
119
Show more