SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING. pptx

 0  0  33  2018-05-17 02:55:06 Report infringing document
Informasi dokumen

  SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING

Bimbingan dan konseling di Amerika Serikat

  1. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20

  1. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20

Timbul suatu gerakan kemanusiaan yang

Timbul suatu gerakan kemanusiaan yang

menitikberatkan pada kesejahtraan manusia dan

menitikberatkan pada kesejahtraan manusia dan

kondisi sosialnya. Gerakan ini membantu vocational

kondisi sosialnya. Gerakan ini membantu vocational

Bureau Persons dalam bidang keuangan agar dapat

Bureau Persons dalam bidang keuangan agar dapat

menolong anak-anak muda yang tidak dapat

menolong anak-anak muda yang tidak dapat

bekerja dengan baik bekerja dengan baik

  2. Agama

  2. Agama

Pada rohaniawan berpandangan bahwa dunia

Pada rohaniawan berpandangan bahwa dunia

adalah tempat di mana terjadi pertentangan yang

adalah tempat di mana terjadi pertentangan yang

secara terus menerus menerus antara baik dan

secara terus menerus menerus antara baik dan

buruk buruk

  3. Aliran kesehatan mental

  3. Aliran kesehatan mental Timbul dengan tujuan perlakuan yang Timbul dengan tujuan perlakuan yang manusiawi terhadap penderita manusiawi terhadap penderita penyakit jiwa dan perhatian terhadap penyakit jiwa dan perhatian terhadap berbagai gejala tingkat penyakit jiwa, berbagai gejala tingkat penyakit jiwa, pengobatan dan pencegahanny, pengobatan dan pencegahanny, karena ada suatu kesadaran bahwa karena ada suatu kesadaran bahwa penyakit ini bisa diobati apabila penyakit ini bisa diobati apabila ditemukn pada tingkat yang lebih dini. ditemukn pada tingkat yang lebih dini. Gerakan ini mendorong para pendidik Gerakan ini mendorong para pendidik untuk lebih peka terahadap masalah- untuk lebih peka terahadap masalah- masalah gangguan kejiwaan, rasa masalah gangguan kejiwaan, rasa

  4. Perubahan dalam masyarakat

  4. Perubahan dalam masyarakat Akibat dari perang dunia 1 dan 2, Akibat dari perang dunia 1 dan 2, pengangguran, depresi, pengangguran, depresi, perkembangan IPTEK, wajib belajar perkembangan IPTEK, wajib belajar mendorong beribu-ribu anak untuk mendorong beribu-ribu anak untuk masuk sekolah tanpa mengetahui masuk sekolah tanpa mengetahui untuk apa mereka bersekolah. untuk apa mereka bersekolah. Perubahan masyarakat semacam ini Perubahan masyarakat semacam ini mendorong para pendidik untuk mendorong para pendidik untuk memperbaiki setiap anal sesuai memperbaiki setiap anal sesuai dengan kebutuhannya agar mereka dengan kebutuhannya agar mereka dapat menyelesaikan pendidikannya dapat menyelesaikan pendidikannya

  5. Gerakan mengenal siswa sebagai

  5. Gerakan mengenal siswa sebagai individu individu Gerakan ini erat sekali kaitannya Gerakan ini erat sekali kaitannya dengan gerakan tes pergukuran. dengan gerakan tes pergukuran. Bimbingan diadakan di sekolah Bimbingan diadakan di sekolah disebabkan tugas sekolah untuk disebabkan tugas sekolah untuk mengenal atau memahami siswa- mengenal atau memahami siswa- siswanya secara individual. Karena siswanya secara individual. Karena sulitnya untuk mengenal atau sulitnya untuk mengenal atau memahami siswa secara individual memahami siswa secara individual atau pribadi, maka diciptakan;ah atau pribadi, maka diciptakan;ah berbagai teknik dan instrumen di berbagai teknik dan instrumen di

  

Perembangan layanan bimbingan di

Perembangan layanan bimbingan di

  

Amerika

Amerika

  • • Sampai awal abad ke-20 belum ada konselor di

    sekolah. Pada saat itu pekerjaan konselor masih ditangani oleh para guru, seperti dalam memberikan layanan informasi, layanan bimbingan pribadi, sosial, karir dan akademik.
  • • Gerakan bimbingan di sekolah mulai berkembang

    sebagai dampak dari revolusi industri, dan keragaman latar belakang para siswa yang masuk ke sekolah-sekolah negeri.
  • • Pada tahun 1898, Jesse B Davis, seorang konselor

    sekolah di Detroit memulai memberikan layanan konseling pendidikan dan pekerjaan di SMA.
  •   

    Tujuan program bimbingan yang diberikan

    Tujuan program bimbingan yang diberikan

    di sekolah pada tahun 1907 adalah di sekolah pada tahun 1907 adalah

    • • Mengembangkan karakternya yang baik

    • • Mengembangkan karakternya yang baik

      (memiliki nilai moral, bekerja keras dan (memiliki nilai moral, bekerja keras dan kejujuran) sebagai aset yang sangat kejujuran) sebagai aset yang sangat penting bagi setiap siswa (orang dalam penting bagi setiap siswa (orang dalam rangka merencanakan, mempersiapkan rangka merencanakan, mempersiapkan dan memasuki dunia kerja (bisnis) dan memasuki dunia kerja (bisnis)
    • • Mencegah dirinya dari perilaku

    • • Mencegah dirinya dari perilaku

      bermasalah, dan bermasalah, dan
    • • Menghubungkan minat pekerjaan

    • • Menghubungkan minat pekerjaan

      dengan kurikulum (mata pelajaran) dengan kurikulum (mata pelajaran)
    •   

      Pada waktu yang para ahli lainnya juga

      Pada waktu yang para ahli lainnya juga

      mengembangkan program bimbingan mengembangkan program bimbingan a. Eli Weaper, pada tahun 1906 menerbitkan

        a. Eli Weaper, pada tahun 1906 menerbitkan booklet tentang “memilih suatu karir” booklet tentang “memilih suatu karir”

        

      b. Frank Parson, yang dikenal sebagai “Father of

        

      b. Frank Parson, yang dikenal sebagai “Father of

      the Guidence movement in america the Guidence movement in america education” mendirikan biro pekerjaan education” mendirikan biro pekerjaan (vocational bureau) pada tahun 1908 di (vocational bureau) pada tahun 1908 di Boston, Massachussets,yang tujuannya Boston, Massachussets,yang tujuannya adalah membantu para pemuda untuk adalah membantu para pemuda untuk memilih karir yang didasarkan atas proses memilih karir yang didasarkan atas proses sekelsi ecara ilmiah dan melatih para guru sekelsi ecara ilmiah dan melatih para guru untuk memberikan pelayanan sebagai untuk memberikan pelayanan sebagai konselor vokasional. konselor vokasional.

      • • E.G. Williamson, pada akhir tahun 1930 dan

      • • E.G. Williamson, pada akhir tahun 1930 dan

        wal tahun 1940 menulis buku How to counsel wal tahun 1940 menulis buku How to counsel student: A manual of Techniques for clinical student: A manual of Techniques for clinical counselors. Model bimbingan sekolah yang counselors. Model bimbingan sekolah yang dikembangkan oleh Wiliamson terkenal dengan dikembangkan oleh Wiliamson terkenal dengan nama trait and faktor (directive) guidence. nama trait and faktor (directive) guidence. Dalam model ini, para konselor menggunakan Dalam model ini, para konselor menggunakan informasi untuk membantu siswa dalam informasi untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah khususnya dalam memecahkan masalah khususnya dalam bidang pekerjaan dan penyesuaian bidang pekerjaan dan penyesuaian interpersonal interpersonal
      • • Carl R. Rogers mengembangkan teori

      • • Carl R. Rogers mengembangkan teori

        konseling client-centered, yang tidak terfokus konseling client-centered, yang tidak terfokus kepada masalah. Tetapi sangat mementingkan kepada masalah. Tetapi sangat mementingkan hubungan antara konselor dengan kliennya. hubungan antara konselor dengan kliennya.
      •   

        Selama tahun 1960, 1970 dan 1980-an, telah

        terjadi perkembangan dalam peran dan fungsi

        konselor sekolah berikut program-programnya.

        Perkembangan tersebut meliputi:

          

        a. pengembangan, penerapan dan evaluasi

        program bimbingan komprehensif

        b. Pemberian layanan konseling secara

        langsung kepada para siswa, orangtua dan guru,

          c. Perencanaan pendidikan dan pekerjaan

          d. Penempatan siswa

          e. Layanan “referal” rujukan dan

          

        f. Konsultasi dengan guru-guru tenaga

        administrasi dan orangtua.

        • Perkembangan program bimbingan
        • Perkembangan program bimbingan dan konseling di sekolah dipengaruhi dan konseling di sekolah dipengaruhi juga oleh munculnya berbagai juga oleh munculnya berbagai organisasi profesional dalam bidang organisasi profesional dalam bidang konseling, seperti (a) American konseling, seperti (a) American Counseling Assocoation (ACA) (b) Counseling Assocoation (ACA) (b) American School Counselor American School Counselor Association (ASCA), dan (c) Association (ASCA), dan (c) Association of counselor Education Association of counselor Education and Supervision (ACES. Organisasi- and Supervision (ACES. Organisasi- organisasi ini berupaya organisasi ini berupaya meningkatkan profesionalitas para meningkatkan profesionalitas para
        •   

          Bradley (John J. Pietrofesa et.al.,1980)

          menambah satu tahapan dari tiga tahapan

          tentang sejarah bimbingan menurut Stiller,

          yaitu sebagai berikut:

          Bradley (John J. Pietrofesa et.al.,1980)

          menambah satu tahapan dari tiga tahapan

          tentang sejarah bimbingan menurut Stiller,

          yaitu sebagai berikut:

          1) Vocational Exploration, yaitu tahapan yang menekankan

          tentang analisis individual dan pasaran kerja. Tahapan yang mencoba menjodohkan manusia dengan pekerjaan

          2) Meeting individual needs, yaitu tahapan pada periode

          40 s.d 50 an yang menekankan kepada upaya membantu individu agar memperoleh kepuuasaan kebutuhan hidupnya.

          3) Transisional professionalism, yaitu tahapan yang

          memfokuskan perhatiannya kepada upaya profesionalisasi konselor

          4) Situasional Diagnosis, yaitu tahapan yang terjadi pada

          tahun 1970-an sebagai periode perubahan dan inovasi.

          1) Vocational Exploration, yaitu tahapan yang menekankan

          tentang analisis individual dan pasaran kerja. Tahapan yang mencoba menjodohkan manusia dengan pekerjaan

          2) Meeting individual needs, yaitu tahapan pada periode

          40 s.d 50 an yang menekankan kepada upaya membantu individu agar memperoleh kepuuasaan kebutuhan hidupnya.

          3) Transisional professionalism, yaitu tahapan yang

          memfokuskan perhatiannya kepada upaya profesionalisasi konselor

          4) Situasional Diagnosis, yaitu tahapan yang terjadi pada

          tahun 1970-an sebagai periode perubahan dan inovasi.

            

          Perkembangan layanan bimbingan

          Perkembangan layanan bimbingan

          di Indonesia di Indonesia

            Perkembangan layanan bimbingan di Perkembangan layanan bimbingan di Indonesia berbeda dengan Amerika.

            Indonesia berbeda dengan Amerika. Perkembangan layanan bimbingan di Perkembangan layanan bimbingan di Amerika dimulai dari usaha Amerika dimulai dari usaha perorangan dan pihak swasta perorangan dan pihak swasta kemudian berangsur-angsur menjadi kemudian berangsur-angsur menjadi usaha pemerintah. Sementara di usaha pemerintah. Sementara di Indonesia, perkembangannya dimulai Indonesia, perkembangannya dimulai dengan kegiatan di sekolah dan usaha- dengan kegiatan di sekolah dan usaha- usaha pemerintah. usaha pemerintah.

          • • Layanan bimbingan dan konseling di Indonesia telah

            dibicarakan secara terbuka sejak tahun 1962. hal ini ditandai dengan adanya perubahan sistem pendidikan di SMA. Dalam rencana pelajaran SMA diantaranya ditegaskan sebagai berikut:

            

          a. Di kelas I setiap pelajar diberi kesempatan untuk lebih

          mengenl bakat dan minatnya dengan jalan menjelajahi segala jenis mata pelajaran yang ada di SMA, dan dengan bimbingan penyuluhan yang teliti dari para guru maupun orangtua

            

          b. Dengan mempergunakan peraturan kenaikan kelas

          dan bahan-bahan catatan dalam kartu pribadi setiap murid, para pelajar disalurkan ke kelas II kelompok khusus, budaya, sosial dan pengetahuan alam

          c. Untuk kepentingan tersebut, maka pengisian kartu

          pribadi murid harus dilaksanakan seteliti-telitinya

            (Rochman Natawidjaja, 1971)

          • • Perumusan dan pencantuman resmi di dalam

          • • Perumusan dan pencantuman resmi di dalam

            rencana pelajaran SMA ini disusul dengan rencana pelajaran SMA ini disusul dengan berbagai kegiatan pengembangan layanan berbagai kegiatan pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, seperti bimbingan dan konseling di sekolah, seperti rapat kerja, penataran, dan lokakarya rapat kerja, penataran, dan lokakarya
          • • Puncak dari usaha ini adalah didirikannya

          • • Puncak dari usaha ini adalah didirikannya

            jurusan Bimbingan dan penyuluhan di Fakultas jurusan Bimbingan dan penyuluhan di Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendididkan) Negeri, salah satu yang Ilmu Pendididkan) Negeri, salah satu yang membuka jurusan Bimbingan dan Penyuluhan membuka jurusan Bimbingan dan Penyuluhan adalah IKIP Bandung, yaitu pada tahun 1963, adalah IKIP Bandung, yaitu pada tahun 1963, yang sekarang berganti nama menjadi UPI yang sekarang berganti nama menjadi UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). (Universitas Pendidikan Indonesia).
          •   Secara formal bimbingan dan konseling di programkan di sekolah sejak diberlakukannya kurikulum 1975, yang menyatakana bahwa bimbingan dan penyuluhan merupakan bagian integral dalam pendidikan di sekolah.

              Pada tahun 1975 berdiri ikatan petugas bimbingan Indonesia (IPBI) di malang. IPBI ini memberikan pengaruh yang sangat berarti terhadap perluasan program bimbingan di

              

            Setelah melalui penataan, maka dalam

            dekade 80-an bimbingan diupayakan agar

            lebih mantap. Pemantapan terutama

            diusahakan untuk mewujudkan layanan

            bimbingan yang profesional. Upaya dalam

            dekade ini lebih mengarah pada

            profesionalisasi yang lebih mantap.

            Beberapa upaya dalam pendidikan yang

            dilakukan dalam dekade ini adalah

            penyempurnaan Kurikulum 1975 ke

            kurikulum, 1984. dalam kurikulum 1984 telah

            dimasukkan bimbingan karir di dalamnya

            • • Usaha pemantapan bimbingan terus dilanjutkan

              dengan diberlakukannya UU No. /1989 tentang sisem pendidikan nasional. Dalam pasal 1 ayat 1 disebutkan bahwa “pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang”.
            • • Posisi bimbingan yang termaktub dalam undang-

              undang no.2 di atas diperkuat dengan perturan pemerintah (PP) no. 28 Bab X pasal 25/1990 dan PP No. 29 Bab X pasal 27/1990 yang menyatakan bahwa “bimbingan merupkana bantuan yang diberikan kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan
              • Penataan bimbingan terus dilajutkan dengan dikeluarkannya SK Menpan No.84/1993 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. Dalam pasal 3 disebutkan tugas pokok guru adalah menyusun program bimbingan, melaksanakan program bimbingan, evaluasi pelaksanaan bimbingan, analisis hasil pelaksanaan bimbingan, dan tindak lanjut dalam program bimbingan terhadap peserta didik
              • Perkembangan bimbingan dan konseling di Indonesia menjadi semakin mantap dengan terjadinya perubahan nama organisasi Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI) menjadi Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) pada tahun 2001. pemunculan nama ini dilandasi terutama oleh pemikiran bahwa bimbingan dan konseling harus tampil sebagai profesi yang mendapat pengakuan dan

                Berdasarkan penelaahan yang cukup kritis terhadap perjalanan historis gerakan bimbingan dan konseling di Indonesia, Prayitno (2003) mengemukakan bahwa periodesasi perkembangan gerakan bimbingan dan penyuluhan di Indonesia melalui lima periode, yaitu periode prawacana, pengenalan, pemasyarakatan, konsolidasi dan tinggal landas

                

              Periode I dan II: Prawacana dan pengenalan

              (sebelum 1960 sampai 1970-an

              Pada periode ini pembicaraan tentang bimbingan dan

              konseling telah dimulai, terutama oleh para pendidik

              yang pernah mempelajarinya di laur negeri, periode ini

              berpuncak dengan dibukanya Jurusan Bimbingan dan

              Penyuluhan di IKIP Bandung (sekarang UPI: Universitas

              Pendidikan Indonesia). Pembukaan jurusan ini menandai

              dimulainya periode kedua yang secara tidak langsung

              memperkenalkan pelayanan BP kepada masyarakat

              akademik, dan pendidik. Sukses periode kedua ini

              ditandai dengan dua keberhasilan, yaitu diluluskannya

              sejumalh sarajan BP, dan semakin dipahami dan

              dirasakan kebutuhan akan pelayaan tersebut.

                Periode III: permasyarakatan (1970 sampai 1990-an

              Pada periode ini diberlakukannya kurikulum 1975 untuk sekolah

              dasar sampai sekolah menengah tingkat atas, kurikulum ini

              secara resmi mengintegrasikan ke dalamnya layanan BP untuk

              siswa.pada tahun ini terbentuk organisasi profesi BP dengan

              nama IPBI (Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia). Pada periode

              ke tiga ini ditandai juga dengan pemberlakuan kurikulum 1984.

              dalam kurikulum “84” ini, palayanan BP difokuskan pada bidang

              karir. Pada periode ini muncul beberapa permasalahan, seperti

              (1) berkembangnya pemahaman yang keliru, yaitu

              mengidentikkan bimbingan karir (BK) dengan bimbingan

              penyuluahn (BP), sehingga muncul istilah BK/BP; (2) karancuan

              dalam mengimplementasikan SK Menpan No. 26/Menpan/1989

              terhadap penyelenggaan layanan bimbingan di sekolah. Dalam

              SK tersebut terimplikasi bahwa semua guru dapat diserahi

              tugas melaksanakan pelayanan BP. Akibatnya pelyanan BP

              mejadi kabur, baik pemahaman maupun implementasinya.

              Periode IV: konsolidasi (1990-2000)

                

              Pada periode ini IPBI berusaha keras untuk mengubah

              kebijakan bahwa pelayanan BP itu dapat dilaksanakan oleh

              semua guru (seperti terjadi pada periode ke empat di atas).

              Pada periode ini ditandai oleh (1) diubahnya secara resmi

              kata penyuluhan menjadi konseling: istilah yang dipakai

              sekarang adalah bimbingan dan konseling disingkat BK: (2)

              pelayanan BK di sekolah hanya dilaksanakan oleh guru

              pembimbing yang secara khusus ditugasi untuk itu; (3) mulai

              diselenggarakan penataran (nasional dan daerah) untuk

              guru-guru pembimbing (4) mulai adanya formasi untuk

              pengangkatan menjadi guru pembimbing; (5) pola

              pelayanan BK di sekolah”dikemas” dalam “BK pola 17”; dan

              (5) dalam bidang kepegawasan sekolah dibentuk

              kepengwasan bidang BK, dan (7) dikembangkannya

              sejumalh panduan pelayanan BK di sekolah yang lebih

              operasional oleh IPBI

                

              Periode v: Lepas Landas

              Semula diharapkan periode konsolidasi akan dapat mencapai hasil-

              Indonesia sudah dapat tinggal landas. Namun kenyataan menunjukk

              hasil yang memadai, sehingga mulai tahun 2001 profesi BK di

              berakar dari kondisi untrained, undertrained, dan uncommitted para

              berkenaan dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Kelemahannya

              bahwa masih ada permasalahan yang belum terkonsolidasi, yang

              tonggak bagi pengembabangan profesi konseling manuju era lepas

              konsolidasi terdapat beberapa peristiwa yang dapat dijadikan

              pelaksana layanan. Walapun begitu pada tahun-tahun setelah masa

              menjadi ABKIN (Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia); (2)

              lahirnya undang-undang No.20 tahun 2033 tanteng Sistem

              landas, yaitu (1) penggantian nama organisasi profesi dari IPBI

              4) (3) kerjasama Pengurus Besar ABKIN dengan Dikti Depdiknas

              konselor termasuk salah satu jenis tenaga pendidik (Bab pasal 1 ayat

              Pendidikan Nasional, yang didalamnya termuat ketentuan bahwa

              pembimbing (konselor) SMP dan sekaligus memberikan pelatihan

              dengan Direktorat PLP dalam merumuskan kompetensi guru

              tentang standarisasi profesi konseling; dan (4) kerjasama ABKIN

              kepada mereka

                

              Sejarah Bimbingan dan Konseling Di

              Indonesia

              Pelayanan bimbingan dan konseling dalam sistem

              pendidikan Indonesia mengalami perubahan nama.

              • • Pada kurikulum 1984 semula disebut bimbingan dan

                penyuluhan (BP)
              • • Pada kurikulum 1994 berganti nama menjadi bimbingan

                dan konseling (BK) sampai dengan sekarang.
              • • 1962, layanan bimbingan dan konseling sudah mulai

                dibicrakan di indonesia
              • • 1975, bimbingan dan konseling diresmikan di sekolah di

                Indonesia

                • 1984, di sempurnakan ke dalam kurikulum dengan

                dimasukkan bimbingan karir ke dalam kurikulum
              • 2001, bimbingan dan konseling semakin mantap
              • Perkembangan bimbingan dan konseling sebelum kemerdekaan

                • • Di masa penjajahan Belanda dan Jepang, para

                  siswa dididik untuk mengabdi demi kepentingan penjajahan.
                • • Salah satu bukti perjuangan Bangsa Indonesia

                  memperjuangkan kemajuan bangsa Indonesia melalui pendidikan adalah dengan adanya taman siswa yang dipelopori K.H. Dewantara yang menanamkan nasionalisme dikalangan para siswanya.
                • • Dari sudut pandang bimbingan, hal tersebut

                  pada hakikatnya adalah dasar bagi pelaksanaan bimbingan
                • Dekade 40-an

                  • Kemerdekaan direalisasikan melalui pendidikan
                  • Masalah besar yang dipecahkan melalui pendidikan yang serba darurat antara lain pemberantasan buta huruf yang merupakan salah satu fokus utama bimbingan yang sesuai dengan jiwa Pancasila UUD 45.
                  •   

                    Dekade 50-an

                    • • Bidang pendidikan menghadapi

                      tantangan yang besar yaitu memecahkan masalah kebodohan dan keterbelakangan rakyat Indonesia

                      • Kegiatan bimbingan pada dekade ini

                      lebih banyak tersirat dalam berbagai kegiatan pendidikan dan benar-benar menghadapi tantangan dalam membantu siswa di sekolah agar dapat berprestasi

                    Dekade 70-an

                      

                    Dalam dekade 70-an bimbingan diupayakan

                    aktualisasinya melalui penataan legalitas sistem, dan

                    pelaksanaannya. Pembangunan pendidikan terutama di

                    arahkan kepada pemecahan masalah utama pendidikan:

                      1. Pemerataan kesempatan belajar

                      2. Mutu

                      3. Relevansi

                      4. Efisiensi

                    Pada dekade 70-an, bimbingan dilakukan secara

                    konseptual maupun secara operasional. Melalui upaya

                    semua pihak telah merasakan apa, mengapa,

                    bagaimana, dan dimana bimbingan dan konseling.

                    Dekade 80-an

                    • Pada dekade 80-an, bimbingan ini diupayakan agar mantap
                    • Pemantapan terutama diusahakan untuk menuju kepada perwujudan bimbingan yang profesional
                    •   

                      Beberapa upaya dalam pendidikan

                      yang dilakukan dalam dekade 80-an

                        1. Penyempurnaan kurikulum

                        2. Penyempurnaan seleksi mahasiswa baru

                        

                      3. Profesionalisasi tenaga pendidikan dalam berbagai

                      tingkat dan jenis

                        4. Penataan perguruan tinggi

                        5. Pelaksanaan wajib belajar

                        6. Pembukaan universitas terbuka

                        7. Akhirnya undang-undang pendidikan nasional

                      Beberapa kecenderungan yang dirasakan pada masa itu

                      adalah kebutuhan akan pprofesionalisasi layanan,

                      keterpaduan pengelolaan, sistem pendidikan konselor,

                      legalitas formal, pemantapan organisasi, pengembangan

                      konsep-konsep bimbingan yang berorientasi Indonesia,

                      dan lain sebagainya.

                        

                      Bradley menambah satu tahapan dari tiga tahapan

                      tentang sejarah bimbingan menurut Stiller, yaitu:

                        

                      1. Eksplorasi kejuruan (vocational exploration): Tahapan

                      menekankan tentang analisis individual dan pasaran kerja

                        

                      2. Pemenuhan kebutuhan individual (meeting individual

                      needs): tahapan yang menekankan bantuan kepada individu agar memperoleh kepuasaan tentang kebutuhan hidupnya. Perkembangan bimbingan dan konseling pada tahapan ini dipengaruhi oleh diri dan memecahkan masalahnya sendiri.

                        

                      3. Profesionalisme tradisional (traditional profesionalism):

                      tahapan yang memfokuskan perhatian kepada upaya profesionalisasi konselor

                        

                      4. Diagnosis situasional (situasional diagnosis); tahapan

                      sebagai periode perubahan dan inovasi pada tahapan ini memfokuskan pada analisis lingkungan dalam proses bimbingan dan gerakan cara-cara yang hanya terpusat pada individu.

SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING. pptx
Dokumen baru

Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Pengembangan Model Pembelajaran Blended Pdf

Pengembangan Model Pembelajaran Seni Bud

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Deng Pdf Silabus Pembelajaran Resume Diajukan Unt Uji Efektivitas Penerapan Model Pembelaj Pengembangan Model Pembelajaran Kalkulus Pdf Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mate Pdf Strategi Implementasi Tik Dalam Pembelaj Pengembangan E Modul Berbasis Model Pembelajaran D

Pengembangan Media Pembelajaran Video Tu

Penerapan Model Pbl Pada Pelajaran Biolo

Pengembangan Model Panduan Pendidik Pengajaran Sastra Desain Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Soft Skill

Pengembangan Model Pembelajaran Asuhan B

Konsep Dasar Dan Asuhan Keperawatan Pers

Teknologi Tepat Guna Pengering Ikan Tenaga Surya Artikel Model Pengembangan Diri Asuhan Keperawatan Neonatus Dengan Asfiksia Satuan Kegiatan Bimbingan Dan Konseling Makalah Manajemen Investasi Teori Dan Ko Bimbingan Dan Konseling Goes School Ppt

Menjawab Pendidikan Karakter Bangsa Mela

Materi Kuliah Fungsi Dan Asas Bimbingan Konseling 6 1 Silabus Bimbingan Dan Konseling Naskah Pedoman Bimbingan Dan Konseling Compatibility Mode Instrumen Pk Guru Bk Konselor Latihan Soal Bimbingan Dan Konseling Bab 1 Uraian Sejarah Bimbingan Dan Konseling Di Dunia Internasional Landasan Bimbingan Dan Konseling Bimbingan Dan Konseling Bk 3 Sks Deskripsi Dan Silabus Profesi Bimbingan Dan Konseling S1 Versi Daftar Nama Peserta Daftar Nama Peserta Keterampilan Dasar Bimbingan Dan Konseli Program Pelayanan Bimbingan Dan Konselin Daftar Hadir Guru Dan Kepala Sekolah 176824 Id Efektivitas Model Pembelajaran Group Inv Berpikir Tingkat Tinggi And Problem Solv Sejarah Bimbingan Dan Konseling Di Amerika Materi Landasan Sejarah Bimbingan Dan Konseling Bimbingan Dan Konseling Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling S

Pengertian Bimbingan Dan Konseling

Bimbingan Dan Konseling Definisix Rekonseptualisasi Bimbingan Dan Konseling

SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING. pptx

Gratis

Feedback