SYSTEM MANAJEMEN RESIKO PROYEK KONSTRUKS

 0  0  45  2018-05-16 22:05:46 Report infringing document
Informasi dokumen

Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Management)

  Kegiataninventarisasi dan analisa jabatan kerja di bidang Cipta Karya telah menghasilkan sekitar 9(sembilan) Jabatan Kerja, dimana Jabatan Kerja Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) merupakan salah satu jabatan kerja yang diprioritaskan untuk disusun materi pelatihannya mengingat kebutuhan yang sangat mendesak dalam pembinaan tenaga kerja yang berkiprah dalam Ahli MudaManajemen Konstruksi Bangunan Gedung bidang cipta karya. Materi pelatihan pada jabatan kerja Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) ini terdiri dari 3 (tiga) modul kompetensi umum 7 (tujuh) modul kompetensi inti dan 2 (modul) kompetensi khusus, yang merupakan satu kesatuan yang utuh yang diperlukan dalam melatih tenaga kerjayang menggeluti Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings).

KATA PENGANTAR

  Kegiataninventarisasi dan analisa jabatan kerja di bidang Cipta Karya telah menghasilkan sekitar 9(sembilan) Jabatan Kerja, dimana Jabatan Kerja Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) merupakan salah satu jabatan kerja yang diprioritaskan untuk disusun materi pelatihannya mengingat kebutuhan yang sangat mendesak dalam pembinaan tenaga kerja yang berkiprah dalam Ahli MudaManajemen Konstruksi Bangunan Gedung bidang cipta karya. Materi pelatihan pada jabatan kerja Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) ini terdiri dari 3 (tiga) modul kompetensi umum 7 (tujuh) modul kompetensi inti dan 2 (modul) kompetensi khusus, yang merupakan satu kesatuan yang utuh yang diperlukan dalam melatih tenaga kerjayang menggeluti Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings).

DAFTAR ISI

  II-7 Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Management) BAB III: ANALISIS RISIKO PROYEK ............................................................. 4.3.2 Penggunaan teknik dan cara monitoring dan audit Risiko ......................................................................

SPESIFIKASI PELATIHAN

  TUJUAN PEMBELAJARAN Kode / Judul Modul : Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Management) mempresentasikan unit kompetensi : “Menerapkan Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Management)”. Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Management) Setelah mempelajari modul, peserta mampu Menerapkan Sistem Manajemen Risiko (Risk Management)”.

PANDUAN PEMBELAJARAN

  KUALIFIKASI PENGAJAR / INSTRUKTUR  Instruktur harus mampu mengajar, dibuktikan dengan serfitikat TOT (Training of Trainer) atau sejenisnya. Menguasai substansi teknis yang diajarkan secara mendalam. Konsisten mengacu SKKNI dan SLK Pembelajaran modul-modulnya disertai dengan inovasi dan improvisasi yang relevan dengan metodologi yang tepat. PENJELASAN SINGKAT MODUL B.1 Modul-modul yang diajarkan di program pelatihan ini : Nomor Kode Judul Modul ModulSistem Manajemen Keselamatan Kesehatan 1 CMB – 01 Kerja Proyek / SMK3 (Project Safety & Health Management) Sistem Manajemen Lingkungan Proyek (Project 2 CMB – 02 Environmental Management).

7 CMB – 0

Management) Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Proyek 8 CMB – 08 (Project HR Management) Sistem Manajemen Komunikasi Proyek (Project 9 CMB – 09 Communication Management) Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Management)

11 CMB – Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk

C. PROSES PEMBELAJARAN KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG

1. Ceramah : Pembukaan/

Bab I , Pendahuluan

  Waktu : 5 menit Mengikuti penjelasan TIU dan TIK dengan tekun dan aktif Mengikuti penjelasan maksud dan tujuan menerapkan sistem risiko. 10 CMB – 10Sistem Manajemen Pengadaan Proyek (Project Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction ManagementOf Buildings) dengan harapan dapat : Ikut aktif mengidentifikasi risiko proyek,Melakukan kegiatan pengawasan risiko, Menyiapkan pencapaian hasil-hasil pengelolaan risiko.

2. Ceramah / Demonstrasi : Bab II, Identifikasi risiko proyek

  Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Management) KEGIATAN INSTRUKTUR KEGIATAN PESERTA PENDUKUNG instruktur dengan tekun Kebijakan risiko dan aktif. Ceramah / Demonstrasi : Bab IV Pencampaian hasil-hasil pengelolaan risiko Memberikan penjelasan, uraianOHT  Mengikuti penjelasan, atau-pun bahasan mengenai : uraian atau bahasan LCD instruktur dengan tekun Strategi penanganan risiko dan aktif. Monitoring dan Audit Risiko  Mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang Waktu : 80 menit jelas.

AHLI MANAJEMEN KONSTRUKSI (AHLI MUDA)

(CONSTRUCTION MANAGEMENT)2007 Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Pendahuluan Management)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Umum

Modul CMB-11: Sistem Manajemen Risiko Proyek (Proyek Risk Management) mempresentasikan salah satu unit kompetensi dari program pelatihan Ahli MudaManajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management)Sebagai salah satu unsur, maka pembahasannya selalu memperhatikan unsur- unsur lainnya, sehingga terjamin keterpaduan dan saling mengisi tetapi tidak terjaditumpang tindih (overlapping) terhadap unit-unit kompetensi lainnya yang dipresentasikan sebagai modul-modul relevan, Kebijakan risiko ditetapkan,perencanaan risiko sesuai dengan kebijakan risiko ditetapkan, Daftar risiko dari hasil identifikasi ditetapkan, untuk kepentingan masukan terhadap manajemenruang lingkup, jadwal, biaya, mutu, komunikasi, Sumberdaya, pengadaan, K3, lingkungan, cash flow, pekerjaan tambah kurang dan kinerja proyek, Daftar risikohasil identifikasi di kembangkan dengan analisis kualitatif dan diketahuinya peristiwa risiko, akibat risiko, kemungkinan risiko, faktor positif, rating akibat, ratingkemungkinan, level risiko dan prioritas risiko, Daftar risiko hasil analisis kualitatif di kembangkan dengan analisis kuantitatif dan diketahuinya peristiwa risiko, akibatrisiko, kemungkinan risiko, faktor positif, rating akibat, rating kemungkinan, level risiko dan prioritas risiko, Strategi penanganan risiko ditetapkan (risiko negatif atauancaman dipilih dihindari, ditransfer, dikurangi), (risiko positif atau peluang dipilih exploit, share, ditingkatkan), (strategi penanganan sebagai cadangan), Monitoringdan audit dilakukan secara pro aktif sepanjang umur proyek dengan hasil sesuai rencana penanganan risiko untuk risiko non kritis didokumentasikan termasuk risikosisa dan risiko yang baru timbulAdapun unit-unit kompetensi untuk mendukung kinerja efektif yang diperlukan kualifikasi Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management). Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Pendahuluan Management)KELOMPOK KOMPETENSI UMUM :

NO. KODE UNIT JUDUL UNIT KOMPETENSI

  Sumber Daya Manusia Proyek (Project INA.56303.13.09.08.07Human Resources Management) Menerapkan Sistem Manajemen 9. Pengadaan Proyek (Project INA.56303.13.09.10.07Procurement Management) Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Pendahuluan Management)KELOMPOK KOMPETENSI KHUSUS : NO.

11. Risiko Proyek (Project Risk

INA.56303.13.09.11.07Management) Menerapkan Sistem Manajemen Klim 12. INA.56303.13.09.12.07 Proyek (project Claim Management)

1.2. Ringkasan Modul

  Kriteria unjuk kerja : Menggambarkan kegiatan yang harus dikerjakan untuk memperagakan kompetensi secara jelas dan terukur disetiap elemen, apa yang harus dikerjakanpada waktu dinilai dan apakah syarat-syarat dari elemen dipenuhi (berbentuk kalimat pasif dan berfungsi alat penilaian) Adapun unit kompetensi yang dipresentasikan dalam modul ini sebagai berikut: Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Pendahuluan Management) 1. Menyiapkan pencapaian 3.1 Strategi penanganan risiko ditetapkan hasil-hasil pengelolaan (risiko negatif atau ancaman dipilihrisiko dihindari, ditransfer, dikurangi), (risiko positif atau peluang dipilih exploit,share, ditingkatkan), (strategi penanganan sebagai cadangan) 3.2 Monitoring dan audit dilakukan secara pro aktif sepanjang umur proyekdengan hasil sesuai rencana penanganan risiko untuk risiko non kritisdidokumentasikan termasuk risiko sisa dan risiko yang baru timbul.

1.4.1. Kualifikasi Penilaian

  Penilaian juga harus kompeten tentang teknis substansi dari unit-unit yang akan didemonstrasi dan bila ada syarat-syarat industriperusahaannya lainnya muncul bias disyaratkan untuk : Mengetahui praktek-praktek / kebiasaan industri / perusahaan yang ada sekarang dalam pekerjaan atau peranan yang kinerjanya sedang dinilai. Unit ini harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan dan ketrampilan yang ditetapkan dalam Materi UjiKompetensi (MUK) 1.4.4.

1.5. Sumber Daya Pembelajaran

  - Fasilitator PC/ Lap top bagi yang familiar dengan komputer atau kalkulator bagi yang - tidak familiar dengan komputer. Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Pendahuluan Management) Alat tulis, kertas dan lain-lain yang diperlukan untuk membantu peserta - pelatihan dalam menghitung dan merencanakan manajemen konstruksibangunan gedung.

BAB II IDENTIFIKASI RISIKO PROYEK

  Abas Salim, Risiko adalah probabilitas suatu hasil/outcome yang berbeda dengan yang diharapkan menurut Herman Darmawi,Resiko adalah efek kumulatif dari pada kemungkinan adanya uncertainty yang akan berdampak positif atau negatif terhadap sasaran proyek, menurut standar Australia/New Zealand 4360:2004. MENETAPKAN KEBIJAKAN RISIKO PROYEK Perencanaan manajemen risiko sangat penting untuk menjamin bahwa tingkatan, jenis dan kelayakan dari manajemen risiko setara dengan risiko dan kepentinganproyek pada suatu organisasi, menyediakan sumberdaya dan waktu yang cukup terhadap kegiatan manajemen risiko dan untuk menetapkan dasar diterimanyaevaluasi risiko.

2.2.1 INPUT/MASUKAN UNTUK PERENCANAAN MANAJEMEN RISIKO

  2.2.1.1 Faktor Lingkungan Perusahaan Sikap dan toleransi risiko dari organisasi dan orang orang yang terlibat dalam proyek akan mempengaruhi rencana manajemen proyek. 2.2.1.2 Proses yang dimiliki Perusahaan/instansi Organisasi terlebih dahulu melakukan pendekatan terhadap manajemen risiko seperti : mengkategorikan risiko, mendefinisikan konsep dan terminologi,standar template, aturan dan tanggung jawab dan tingkat kewenangan untuk mengambil keputusan.

2.2.2 PENGGUNAAN TEKNIK DAN CARA MERENCANAKAN MANAJEMEN RISIKO

2.2.2.1 Analisis Hasil Rapat Perencanaan

 Anggota team proyek inti termasuk Project Manager, stakeholder, dan siapa saja didalam organisasi yang diberikan tanggung jawab untuk mengelola perencanaan risiko, dan pelaksanaan kegiatan mengadakan rapat untuk mengembangkan rencana manajemen risiko Mengembangkan Elemen risiko biaya dan jadwal sebagai masukan Project budget dan Schedule. Menugaskan penanggung jawab risiko. Kategori risiko, tingkat risiko, kemungkinan jenis risiko, dampak jenis tujuan dan matrik akan dikhususkan untuk proyek spesial. Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Identifikasi Risiko Proyek Management)  Keluaran dari kegiatan ini akan diringkaskan pada Rencana manajemen risiko.

2.2.3 OUTPUT/KELUARAN DARI PERENCANAAN MANAJEMEN RISIKO

2.2.3.1 Perencanaan Manajemen Risiko Proyek Bagaimana manajemen risiko distrukturkan dan dilaksanakan pada proyek. Perencanaan Manajemen Risiko Proyek meliputi berikut ini :Metodologi Peran dan tanggung jawab Anggaran Waktu Kategori risiko Definisi dari probabilitas risiko dan dampak Probabilitas dan dampak secara matrik Toleransi dari stakeholders Format laporan Penelusuran 

2.3. PENETAPAN DAFTAR RISIKO DARI HASIL IDENTIFIKASI

  Menentukan risiko yang mungkin berdampak pada proyek dan dokumen dari karakteristiknya. Partisipan didalam kegiatan risk identifikasi : Manajer Proyek, anggota tim proyek, tim manajemen risiko (jika sudah ada), pakar dari luar tim proyek, pelanggan,pengguna, Manajer Proyek lain, stakeholders, Ahli manajemen risiko.

2.3.1 INPUT/ MASUKAN UNTUK IDENTIFIKASI RISIKO PROYEK

2.3.1.1 Faktor Lingkungan Perusahaan

  Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Identifikasi Risiko Proyek Management) 2.3.1.2 Proses yang dimiliki Perusahaan/instansi Informasi pada proyek sebelumnya mungkin ada pada filenya, termasuk data aktual dan lessons learned. Untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya risiko berada diseluruh proyek, diperlukan mereview proses keluaran dari Knowledge area lain.

2.3.2 PENGGUNAAN TEKNIK DAN CARA UNTUK MENGIDENTIFIKASI RISIKO

  Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Management)Identifikasi Risiko Proyek Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings)  Root cause identification = mempertajam definisi risiko.  SWOT analysis = menguji proyek dari setiap SWOT prespective 2.3.2.3 Analisis Daftar Simak Dapat dikembangkan berdasarkan Historical information dan knowledge yang digunakan pada proyek yang mirip terdahulu dan sumber informasi lain.

2.3.3 OUTPUT / KELUARAN DARI IDENTIFIKASI RISIKO PROYEK

2.3.3.1 Daftar Risiko

  Sistem Manajemen Risiko Proyek (Project Risk Identifikasi Risiko Proyek Management)RANGKUMAN Sebelum melakukan kegiatan identifikasi risiko, terlebih dahulu melakukan perencanaan dengan menetapkan kebijakan risiko dan mengeluarkan Perencanaan Manajemen Risiko. sehingga mengeluarkan output suatu Daftar Risiko yang berisi (a) Daftar Risiko yang telah teridentifikasi , (b) Daftar Potensi Penanggulangan risiko, (c) Asal dan Sebabrisiko, (d) Kategori risiko yang telah diperbaharui.

PELATIHAN/PENILAIAN MANDIRI

  Latihan atau penilaian mandiri menjadi sangat penting untuk mengukur diri atas tercapainya tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh para pengajar/instruktur, makapertanyaan dibawah ini perlu dijawab secara cermat, tepat dan terukur. Kode/Judul Unit Kompetensi : INA.56303.13.09.11.07 : Menerapkan sistim Manajemen Risiko Proyek (Project RiskManagement)Soal : Elemen Kompetensi/KUK Daftar Pertanyaan Untuk Latihan/ No.

1. Berperan dalam meng- identifikasi risiko proyek

  1.1 Kebijakan risiko ditetapkan, 1.1.1 Siapa yang menetapkan Kebijakan perencanaan risiko sesuai risiko?dengan kebijakan risiko 1.1.2 Terdiri apa saja Perencanaan ditetapkanManajemen Risiko? 1.2 Daftar risiko dari hasil 1.2.1 Daftar risiko awal hasil dari identifikasi ditetapkan, untuk Identifikasi memuat ketentuan apakepentingan masukan saja ?

BAB II I ANALISIS RESIKO PROYEK

  Dengan analisis resiko kualitatif menilaiprioritas resiko yang teridentifikasi dengan menggunakan probabilitas kemungkinan kejadian yang berdampak pada sasaran proyek jika betul-betulterjadi resiko dan faktor yang akan berdampak adalah kerangka waktu, toleransi resiko terhadap batasan biaya, schedule, lingkup, dan mutu. Analisis resiko kualitatif biasanya berhubungan dengan biaya yang efektif yang digunakan untuk perencanaan penanganan resiko, dan dilakukan peninjauanulang sepanjang siklus proyek yang memerlukan masukan rencana manajemen resiko dan daftar resiko.

3.2.1 INPUT/MASUKAN UNTUK ANALISIS KUALITATIF

  Proyek dengan kompleksitas tinggi Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) Sistem Manajemen Resiko Proyek (Project Risk Pengawasan Resiko Proyek Management) cenderung mempunyai ketidak pastian lebih. 3.2.1.3 Rencana Manajemen Proyek Elemen kunci dari risk management plan untuk Qualitative risk analysis meliputi aturan dan pertanggungjawaban untuk melaksanakan manajemen resiko,penganggaran, jadwal kegiatan manajemen resiko, risk categories, definisi dari probability dan impact, probability & impact matrix, revised stakeholders’ risktolerances juga enterprise environmental factors.

3.2.2 PENGGUNAAN TEKNIK DAN CARA UNTUK ANALISIS KUALITATIF

  3.2.2.1 Probabilitas resiko dan penilaian dampak Probabilitas penilaian resiko menyelidiki likelihood (kemungkinan) setiap resiko yang akan terjadi. Risk impact assessment menyelidiki dampak yang berpotensial pada sasaran proyek seperti waktu, biaya, scope, atau quality termasuk dampak negative terhadap kelemahan dan positive untuk kesempatan.

0.1 Threats

0.07 0.05 0.03 0.56 0.28 0.14 0.72 0.04 0.20 0.36 0.18 0.09 0.05 0.80 Impact (Ratio Scale) on an Objective (e.g. Cost, Time, Scope or Quality) Red = High risk Yellow = Moderate risk Green = Low risk Probability scale : 0.0 (no Probability), 1.0 (certainty) Risk Score for a Specific Risk Opportunities 0.10 0.40 0.20 0.02 0.03 0.06 0.12 0.24 0.01 0.01 0.02 0.04 0.08 0.05 0.10 0.20 0.40 0.40 0.10 Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) 0.28 Tabel 3.1 Nilai Score untuk resiko khusus Ancaman Tabel 3.2 Nilai Score untuk resiko khusus Peluang Risk Score for a Specific Risk Probability 0.9 0.7 0.5 0.3 0.05 0.09 0.18 0.36 0.72 0.04 0.07 0.14 0.56 0.05 0.12 0.08 0.04 0.02 0.01 0.01 0.24 0.06 0.03 0.03 0.02 0.40 0.20 0.10 0.05

0.80 Impact (Ratio Scale) on an Objective (e.g. Cost, Time, Scope or Quality)

  Sistem Manajemen Resiko Proyek (Project Risk Pengawasan Resiko Proyek Management) Tabel 3.3 Matrik Analisis Resiko (4X4) Kemungkinan Kemungkinan Akibat (Consequences) (Likelihood) (Likelihood) Minor 1 Moderat 2 Major 3 Malapetaka 4 A. Risiko RENDAH R Dibutuhkan perhatianmanajemen (yang ditetapkan secara spesifik) Resiko proyek dapat dikategorikan dengan mengetahuinya sumber resiko (dapat menggunakan RBS (lihat tabel 3.8) sedang area yang mempengaruhinya dapatmenggunakan WBS atau project phase.

3.2.2.4 Penilaian Pentingnya Resiko

Indikasi dari prioritas meliputi pengaruh waktu penanganan resiko, gejala, tanda bahaya dan risk rating.

3.2.3 OUTPUT/ KELUARAN UNTUK ANALISIS RESIKO KUALITATIF

Di-update dengan informasi dari Qualitative Risk Analysis meliputi :  Daftar rangking dan prioritas resiko proyek . Resiko dikelompokan sesuai kategori resiko. Daftar resiko yang diperlukan untuk penanganan pada tahap berikutnya. Daftar resiko untuk analisis tambahan dan daftar penanganan. Daftar prioritas resiko rendah. Trend hasil analisis resiko kualitatif. Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) Sistem Manajemen Resiko Proyek (Project Risk Pengawasan Resiko Proyek Management)

3.3. MENGEMBANGKAN ANALISIS KUANTITATIF

  Menganalisis secara angka dampak pada keseluruhan sasaran hasil proyek dari resiko yang di identifikasi. Dilaksanakan pada resiko yang telah dibuat prioritas dari proses Qualitative Risk Analysis.

3.3.1 INPUT/MASUKAN UNTUK MENGEMBANGKAN ANALISIS KUANTITATIF

  3.3.1.3 Rencana Manajemen Resiko Elemen kunci dari risk management plan untuk quantitative risk analysis meliputi aturan dan tanggungjawab dalam pelaksanaan manajemen resiko, anggaran,schedule kegiatan manajemen resiko, kategori resiko (RBS) dan stakeholder s’ risk tolerance yang telah direvisi. 3.3.1.5 Rencana Manajemen Proyek Meliputi : Rencana manajemen waktu Proyek  Rencana manajemen biaya Proyek Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) Sistem Manajemen Resiko Proyek (Project Risk Management)Pengawasan Resiko Proyek > 10% s/d 15% deviasi target 4.

3.3.2 PENGGUNAAN TEKNIK DAN CARA ANALISIS KUANTITATIVE

  3.3.2.1 Pengumpulan Data dan Teknik sampling  Interview  Distribusi probabilitas Kebijakan pakar 3.3.2.2 Analisis Resiko Kuantitatif dan Teknik Modeling  Sensitivity analysis  Expected monetary value analysis  Decision tree analysis  Modeling and simulation Diupdate dengan informasi dari Qualitative Risk Analysis kemudian diupdate lagi dalam Quantitative Risk Analysis meliputi : Analisis Probabilitas Proyek  Probabilitas tercapainya sasaran biaya, dan waktu.  Daftar prioritas resiko yang telah dihitung. Trend hasil analisis resiko kuantitatif.

3.3.3 OUTPUT/ KELUARAN DARI ANALISIS RESIKO KUANTITATIF

  Sistem Manajemen Resiko Proyek (Project Risk Pengawasan Resiko Proyek Management)RANGKUMAN Setelah di Identifikasi dan mengeluarkan Daftar Resiko yang menetapkan prioritas resiko, maka perlu di analisis dengan Kualitatif yang akan mengeluarkan Daftar Resiko baru yangmemperbaharui Daftar Resiko hasil Identifikasi. Selanjutnya dimungkinkan untuk di analisis dengan cara Kuantitatif yang juga mengeluarkan Daftar Resiko yang telah diperbaharui dari hasil Daftar Resiko Kualitatif.

2. Melakukan kegiatan pengawasan resiko

  analisis kualitatif dan 2.1.3 Apakah daftar resiko sudah bisa diketahuinya peristiwa resiko,dijadikan sebagai beban biaya? Apa arti prioritas resiko yang akibat resiko, kemungkinanterdapat pada Daftar Resiko?

BAB IV PENCAPAIAN HASIL-HASIL PENGELOLAAN RESIKO

  Akibat (consequences), kemungkinan (likelihood), rating akibat, rating kemungkinan, tingkat resiko dan prioritas resiko menjadi perhatian didalammengambil keputusan dalam penanganan resiko, namun akan mencapai sasaran apabila opsi tanggapan dan perlakuan yang memungkinkan dapat ditemukan,sehingga rating setelah dikelola (treatment) menjadi menurun karena ditangani oleh penanggung jawab yang diberikan batasan waktu dan cara memonitor. Proses ini memastikan bahwa resiko yang diidentifikasi adalah dengan baik dan tepat.

4.2.1 INPUT/ MASUKAN UNTUK STRATEGI PENANGANAN RESIKO

  Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) Sistem Manajemen Resiko Proyek (Project Risk Pencapaian Hasil-Hasil Pengelolaan Resiko Management) 4.2.2 PENGGUNAAN TEKNIK DAN CARA UNTUK STRATEGI PENANGANAN RESIKO 4.2.2.1 Stategi untuk resiko negative atau ancaman. Ada 3 (tiga) strategi pada umumnya berhubungan dengan ancaman atau resiko yang berdampak negatif pada sasaran proyek jika resiko tersebut terjadi.antaralain :  Dihindari  Ditransfer  Dikurangi 4.2.2.2 Strategi untuk resiko positif atau peluang.

4.2.3 OUTPUT/ KELUARAN UNTUK STRATEGI PENANGANAN RESIKO

4.2.3.1 Daftar Resiko (diperbaharui)

   Identifikasi bagaimana berdampak terhadap sasaran proyek Resiko owner dan tanggungjawab yang ditugaskan Outputs dari Kualitatif dan Kuantitatif proses Strategi penanganan disepakati Tindakan khusus terhadap strategi yang dipilih Symptoms  Budget dan schedule dilaksanakan untuk penanganan yang terpilih Cadangan untuk toleransi stakeholder  Contingency plans. 4.2.3.2 Rencana Manajemen Proyek Diupdate sebagai kegiatan melakukan tanggapan setelah meriview memposisikan pada proses Pengendalian Perubahan TerpaduPengendalian Perubahan Terpadu diaplikasikan pada proses Direct andManage project Execution untuk menjamin bahwa tindakan yang telah disetujui terlaksana dan termonitor seperti bagian dari proyek yang sedang berjalan.

4.3. MONITORING DAN AUDIT RESIKO

  Menelusur resiko yang teridentifikasi, monitoring resiko yang bersifat sisa, mengidentifikasi resiko yang baru, melaksanakan rencana tanggapan resiko, danmengevaluasi efektivitasnya sepanjang kehidupan proyek. Memonitor dan mengendalikan resiko adalah suatu proses yang berkelanjutan selama umur proyek.

4.3.1 INPUT/MASUKAN UNTUK MONITORING DAN AUDIT RESIKO

  4.3.1.2 Daftar Resiko Mengidentifikasi resiko dan risk owners sepakat dengan penanganan resiko, pengetrapan dari tindakan khusus, gejala dan tanda bahaya adanya resiko, sisaresiko dan resiko yang timbul kemudian, watchlist dari resiko prioritas rendah dan time and cost contingency reserves. Dijadwalkan secara periodikJika resiko yang timbul tidak diantisipasi pada risk register atau watchlist atau jika dampak dari sasaran berbeda dengan yang diperkirakan, Perencanaan Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) Sistem Manajemen Resiko Proyek (Project Risk Pencapaian Hasil-Hasil Pengelolaan Resiko Management) penanganan resiko mungkin tidak mencukupi.

4.3.3 OUTPUT/KELUARAN UNTUK MONITORING DAN AUDIT RESIKO

  4.3.3.2 Permintaan Perubahan Persyaratan untuk merubah project management plan yang berhubungan dengan resiko sering dihasilkan dari pengeterapan contingecy plan atau adanyaworkaround Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) Sistem Manajemen Resiko Proyek (Project Risk Pencapaian Hasil-Hasil Pengelolaan Resiko Management) 4.3.3.3 Rekomendasi tindakan koreksi Rekomendasi tindakan koreksi meliputi contingency plan dan workaround plans. Informasi yang dihasilkan oleh 6 (enam) proses manajemen resiko proyek dapat digunakan untuk proyek berikutnya dan organizational process assets 4.3.3.6 Rencana Manajemen Proyek (diperbaharui) Jika persetujuan permintaan perubahan berpengaruh pada proses manajemen resiko kemudian dokumen yang berhubungan dengan Project management plandilakukan revisi dan dikeluarkan yang baru untuk mencerminkan adanya persetujuan perubahan.

3. Berperan dalam pencapaian hasil hasil pengelolaan resiko

  3.1 Strategi penanganan resiko ditetapkan (resiko negatif atauancaman dipilih dihindari, ditransfer, dikurangi), (resikopositif atau peluang dipilih exploit, share, ditingkatkan),(strategi penanganan sebagai cadangan) 3.1.1 Apa strategi penanganan resiko negatif? 3.2 Dilakukan monitoring dan audit secara proactif sepanjangumur proyek dengan hasil sesuai rencana penangananresiko untuk resiko non kritis didokumentasikan termasukresiko sisa dan resiko yang baru timbul.

KUNCI JAWABAN BAB IV

3.1.1 (a) Dihindari, (b) Ditransfer, (c) Dikurangi3.1.2 (a) Dikembangkan, (b) Dibagi, (c) Ditingkatkan 3.1.3 Mengurangi resiko/ mitigation 3.2.1 Secara berkala sepanjang umur proyek 3.2.2 Didokumenkan kemudian dimonitor dan dikendalikan secara berkala sepanjang umur proyek 3.2.3 Pejabat yang ditunjuk untuk bertanggungjawab atas pengelolaan resiko. Ahli Muda Manajemen Konstruksi Bangunan Gedung (Construction Management Of Buildings) Sistem Manajemen Risiko Proyek ( Project Risk Management)

DAFTAR PUSTAKA

  A Guide to the Project Management Body of Knowledge Third Edition 2004 (PMI® US Standard)Project & Program Risk Management a Guide to Managing Project Risks and Opportunities (Wideman, R. Max)PMI Guidelines for managing Risk in the Australian and New Zealand Public Sector HB436 : 2004 Risk Management AS/NZS 4360 : 2004 Standard Australia & New Zealand, Risk Management.

SYSTEM MANAJEMEN RESIKO PROYEK KONSTRUKS
Dokumen baru

Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait

SYSTEM MANAJEMEN RESIKO PROYEK KONSTRUKS

Gratis

Feedback