TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI

Gratis

0
0
264
3 months ago
Preview
Full text

  

TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU

TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA

BERBASIS METODE MONTESSORI

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  

Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar

Disusun Oleh:

Bayu Yudianta

  

101134146

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

2014

  

i

TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU

TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA

BERBASIS METODE MONTESSORI

SKRIPSI

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar

  

Disusun Oleh:

Bayu Yudianta

101134146

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2014 ii

iii

  

iv

PERSEMBAHAN

  Peneliti mempersembahkan skripsi ini untuk: 1.

  Allah SWT yang telah memberikan kekuatan dan kenikmatan hingga saat ini.

  2. Bapak, ibu, dan kakak peneliti (Sumarno, Rumiyati, dan Ery Susiana) yang telah mengorbankan banyak hal untuk peneliti. Terimakasih atas cinta dan kasih sayang yang telah diberikan.

  3. Keluarga besar peneliti yang ada di Klaten. Terimakasih atas dukungan yang telah diberikan.

  4. Dosen pembimbing, Bu Catur Rismiati dan Bu Andri Anugrahana. Terimakasih atas pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang telah diberikan untuk membimbing peneliti.

  5. Para Dosen PGSD Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan pelajaran dan ilmu yang sangat berguna.

  6. Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan pengalaman belajar dan berdinamika yang sangat berharga selama 8 semester.

  7. Teman-teman kelompok studi sensus (Koko, Okta, Afi, Meli, Tina, Maya, dan Wina) yang telah memberikan kritik, saran, dukungan, dan bantuan dalam kelancaran penyusunan skripsi ini.

  8. Teman-teman PGSD yang telah memberikan semangat dan masukan bagi peneliti.

  9. Keluarga besar SDN Keceme 1 Sleman atas kerjasama dan dukungan yang diberikan selama penelitian.

  • – You’ll Never Walk Alone

  

v

MOTTO “….

  At the end of the storm is a golden sky …. ” Gerry and The Pacemaker vi

vii

  

ABSTRAK

TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU

TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA

BERBASIS METODE MONTESSORI

Bayu Yudianta

Universitas Sanata Dharma

  

2014

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan alat peraga yang digunakan

dalam pembelajaran matematika. Penggunaan alat peraga diharapkan mampu

meningkatkan mutu pembelajaran. Siswa dan guru diharapkan memiliki kepuasan

tinggi terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Hal

ini karena alat peraga matematika berbasis metode Montessori memiliki karakteristik

menarik, bergradasi, auto-education, dan auto-correction. Penelitian ini bertujuan

untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga

matematika berbasis metode Montessori. Penelitian ini merupakan penelitian

deskriptif kuantitatif dengan metode sensus. Subjek penelitian ini adalah 52 siswa dan

2 guru kelas IV SDN Keceme 1 tahun pelajaran 2013/2014.

  Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner kinerja dan kepentingan.

Data penelitian dianalisis menggunakan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan

Importance and Performance Analysis (IPA). Hasil analisis menggunakan PAN II

menunjukkan bahwa: (1) tingkat kepuasan siswa adalah cukup (rata-rata skor total

120,87), (2) tingkat kepuasan guru adalah cukup (rata-rata total skor 158,5). Hasil

analisis menggunakan IPA menunjukkan (1) atribut kepuasan siswa adalah

memudahkan mengerti matematika, membantu mengerjakan soal, memudahkan

dalam mengerjakan soal, memiliki ukuran kecil ke besar, menemukan kesalahan yang

dibuat, sesuai dengan materi, digunakan berulang kali, mudah diperbaiki, dicat rapi,

menemukan kesalahan dan kuat ketika jarang digunakan, (2) atribut kepuasan guru

adalah membantu mengerjakan soal, mudah mengerjakan soal, bentuk menarik,

warna menarik, bermacam warna, memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban

benar, menemukan kesalahan yang dibuat, bahan yang diketahui, sesuai dengan

materi, digunakan berulang kali, kuat ketika jarang digunakan, tidak mudah rusak,

mudah diperbaiki, permukaan halus, dilem dengan kuat, tidak melukai, dicat rapi, dan

ukuran kecil ke besar.

  

Kata Kunci: tingkat kepuasan, alat peraga matematika, metode Montessori, Penilaian

Acuan Norma (PAN) tipe II, Importance and Performance Analysis (IPA)

viii

  

ABSTRACT

THE LEVEL OF STUDENTS AND TEACHERS SATISFACTION TOWARD

THE USE OF MATHEMATIC TEACHING AID

BASED MONTESSORI METHOD

Bayu Yudianta

Sanata Dharma University

  

2014

This research was based on the use of teaching aid equipped during the

teaching and learning process of Mathematic. The use of teaching aid was expected to

be able to improve the quality of teaching and learning. The students and the teachers

were expected to have high satisfaction toward the mathematic teaching aid based

Montessori method. It was because the mathematic teaching aid based Montessori

method has interesting characteristic, gradation, auto-education, and auto-correction.

This research aimed to identifying the students and the teachers satisfaction level

toward the mathematic teaching aid based Montessori method. The type of this

research was descriptive quantitative using census method. The subjects of the

research were 52 students and 2 teachers of grade II of SDN Keceme 1 in the

academic year 2013/ 2014.

  The data collection technique used was the questionnaires of performance and

importance. The data were analised using Penilaian Acuan Norma (PAN) type II and

the Importance and Performance Analysis (IPA). The result of the data analysis using

PAN type II showed that: (1) the students satisfaction level was moderate (the

average score was 120.87), (2) the teachers satisfaction level was moderate (the

average score was 158.5). The result of the data analysis using IPA showed that (1)

the attributes of the students’ satisfaction were being easy in understanding

mathematic, helping in doing exercises, having different sizes from small to big,

finding the mistakes made, being appropriate with the materials, being used

repeatedly, being easy to repair, being tidily painted, finding mistakes, and being

strong in infrequent use, (2) the attributes of the teachers satisfaction were helping in

doing exercises, being easy in doing exercises, interesting in shape, interesting in

colors, having various colors, revising mistakes, finding the correct answers, finding

mistakes made, using known materials, being appropriate with the materials, being

repeatedly used, being strong in infrequent use, not being easy to be broken, being

easy to repair, having smooth surface, being strongly stuck, not hurting, being tidily

painted, and having different sizes from small to big. Keywords: satisfaction level, mathematicc teaching aid, Montessori method,

Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II, Importance and Performance Analysis (IPA)

ix

KATA PENGANTAR

  

x

  Puji dan syukur peneliti panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat yang diberikan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Tingkat

Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ”.

  Penyusunan skripsi ini berjalan lancar dan tepat waktu karena bantuan dan

bimbingan dari banyak pihak. Pada kesempatan ini, peneliti ingin mengucapkan

terima kasih kepada: 1.

  Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST.,M.A, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta sekaligus dosen pembimbing I yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran dalam penyusunan skripsi ini.

  4. Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd, selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan bantuan yang sangat berharga dalam penyusunan skripsi ini.

  5. Walidi, S.Pd., selaku Kepala SDN Keceme 1 yang telah memberikan ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian.

  6. Siswa dan guru kelas IV SDN Keceme 1 yang telah membantu kelancaran selama penelitian.

  7. Bapak, ibu, dan kakak peneliti (Sumarno, Rumiyati, dan Ery Susiana) yang telah mengorbankan banyak hal untuk saya. Terimakasih atas doa, cinta dan kasih sayang yang telah kalian berikan. xi

  DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................................ ii

HALAMAN PENGESAHAN .......................................................................................... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................................... iv

MOTTO ............................................................................................................................ v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................................... vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................................ vii

ABSTRAK ........................................................................................................................ viii

ABSTRACT ....................................................................................................................... ix

KATA PENGANTAR ...................................................................................................... x

DAFTAR ISI ..................................................................................................................... xii

DAFTAR TABEL ............................................................................................................ xiv

DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ xvii

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................................... xix

  BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah ................................................................................................ 1

B.

Identifikasi Masalah ...................................................................................................... 5

C.

Batasan Masalah ............................................................................................................. 5

D.

Rumusan Masalah ......................................................................................................... 6

E.

Tujuan Penelitian ............................................................................................................ 6

F.

Manfaat Penelitian .......................................................................................................... 6

G.

Definisi Operasional ....................................................................................................... 7

BAB II KAJIAN TEORI A.

Kajian Pustaka ............................................................................................................... 10

  

1. Montessori ................................................................................................................. 10

  

2. Matematika ................................................................................................................ 13

  

3. Alat Peraga ................................................................................................................ 17

  

4. Alat Peraga Blok Pecahan Montessori ....................................................................... 18

  

5. Tingkat Kepuasan ...................................................................................................... 20

B.

Hasil Penelitian yang Relevan ........................................................................................ 31

C.

  

Kerangka Berpikir .......................................................................................................... 37

D.

  

Hipotesis ........................................................................................................................ 39

  BAB III METODE PENELITIAN A.

Jenis Penelitian ............................................................................................................. 40

B.

Waktu dan Tempat Penelitian ...................................................................................... 41

C.

Populasi dan Sampel .................................................................................................... 41

D.

Variabel Penelitian ...................................................................................................... 42

E.

Teknik Pengumpulan Data ............................................................................................ 42

F.

Instrumen Pengumpulan Data ..................................................................................... 44

G.

Uji Validitas dan Reliabilitas ...................................................................................... 46

  H.

  

Prosedur Analisis Data ................................................................................................ 79

I. Teknik Analisis Data ................................................................................................... 80 J.

  

Jadwal Penelitian ......................................................................................................... 84

  BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN A.

Deskripsi Penelitian .................................................................................................... 86

B.

Hasil Penelitian ........................................................................................................... 87

C. Pembahasan .................................................................................................................. 156 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN A. Kesimpulan ..................................................................................................................... 169 B. Keterbatasan Penelitian .................................................................................................. 171 C. Saran ............................................................................................................................... 172

DAFTAR REFERENSI ................................................................................................... 173

  

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penggabungan Indikator Tingkat Kepuasan ..................................... 29Tabel 2.2 Indikator Tingkat Kepuasan terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................... 30Tabel 3.1 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa dan Guru ................................................................................. 43Tabel 3.2 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Siswa dan Guru ................................................................................. 44Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement .................................................................... 45Tabel 3.4 Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement .................................................... 45Tabel 3.5 Skor Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru ................................................................................. 47Tabel 3.6 Rangkuman Komentar Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru .................................................. 48Tabel 3.7 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Sebelum dan Sesudah Expert Judgement ................................. 51Tabel 3.8 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa .................................................................. 53Tabel 3.9 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Sebelum dan Sesudah Face Validity Siswa ....................................... 56Tabel 3.10 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru ................................................................... 58Tabel 3.11 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru Sebelum dan Sesudah Face Validity Guru ........................................ 60Tabel 3.12 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan untuk Guru .............. 63Tabel 3.13 Perbandingan Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa ................................................................................................. 70Tabel 3.14 Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Instrumen ....................................... 72Tabel 3.15 Perbandingan Reliabilitas Total Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa .................................................................. 76Tabel 3.16 Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas .................................... 76Tabel 3.17 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa ........... 78Tabel 3.18 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru berdasarkan PAN Tipe II ................................................................................................ 81Tabel 3.19 Jadwal Penelitian .............................................................................. 84Tabel 4.1 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa berdasarkan PAN Tipe II ....... 88Tabel 4.2 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ............................. 89Tabel 4.3 Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................... 89Tabel 4.4 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-education ............. 92Tabel 4.5 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-education .... 92Tabel 4.6 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Menarik ....................... 93Tabel 4.7 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Menarik ............... 94Tabel 4.8 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Bergradasi ................... 94Tabel 4.9 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi ............ 95Tabel 4.10 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-correction ........... 95Tabel 4.11 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction ... 96Tabel 4.12 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Kontekstual .................. 97Tabel 4.13 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual ......... 97Tabel 4.14 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Life ............................... 98Tabel 4.15 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Life ....................... 98Tabel 4.16 Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Workmanship ............... 99Tabel 4.17 Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Workmanship ...... 100Tabel 4.18 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Siswa ..................... 100Tabel 4.19 Persebaran Pernyataan Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan ......................................... 110Tabel 4.20 Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat

  Kepuasan ........................................................................................... 114

Tabel 4.21 Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa .................................................................... 117Tabel 4.22 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru berdasarkan PAN Tipe II.......... 122Tabel 4.23 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .............................. 123Tabel 4.24 Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori .......................................... 124Tabel 4.25 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-education .............. 124Tabel 4.26 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-education ...... 125Tabel 4.27 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Menarik.......................... 126Tabel 4.28 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Menarik ................. 126Tabel 4.29 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Bergradasi ...................... 127Tabel 4.30 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi ............. 128Tabel 4.31 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-correction.............. 128Tabel 4.32 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction ..... 129Tabel 4.33 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Kontekstual .................... 129Tabel 4.34 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual ........... 130Tabel 4.35 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Life ................................. 131Tabel 4.36 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Life ........................ 131Tabel 4.37 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Workmanship ................. 132Tabel 4.38 Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Workmanship ........ 132Tabel 4.39 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada Indikator Tingkat Kepuasan Guru ........................ 133Tabel 4.40 Persebaran Pernyataan Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan .......................................... 143Tabel 4.41 Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat

  Kepuasan ............................................................................................ 147

Tabel 4.42 Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru ..................................................................... 150

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Blok Pecahan ................................................................................ 19Gambar 2.2 Kotak Blok Pecahan ..................................................................... 19Gambar 2.3 Pengaruh Harapan terhadap Kepuasan ......................................... 21Gambar 2.4 Literature Map ............................................................................. 36Gambar 3.1 Diagram Kartesius ........................................................................ 83Gambar 4.1 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ........................................................................ 103

Gambar 4.2 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode

  Montessori .................................................................................... 104

Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ........................................................................ 105

Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ........................................................................ 106

Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ........................................................................ 107

Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode

  Montessori .................................................................................... 108

Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ........................................................................ 109

Gambar 4.8 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ........................................................................ 113

Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ........................................................................ 136

Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode

  Montessori .................................................................................... 137

Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode

  Montessori .................................................................................... 138

Gambar 4.12 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ........................................................................ 139

Gambar 4.13 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ........................................................................ 140

Gambar 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode

  Montessori .................................................................................... 142

Gambar 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ........................................................................ 142

Gambar 4.16 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis

  Metode Montessori ........................................................................ 146

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Ijin Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas ...................... 176

Lampiran 2 Surat Ijin Penelitian ...................................................................... 177

Lampiran 3 Surat Keterangan Selesai Penelitian .............................................. 178

Lampiran 4 Hasil Expert Judgement ................................................................ 179

Lampiran 5 Hasil Face Validity Kuesioner untuk Siswa ................................. 185

Lampiran 6 Hasil Face Validity Kuesioner untuk Guru .................................. 189

Lampiran 7 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kinerja ........................................................................................... 193 Lampiran 8 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kepentingan .................................................................................. 196

Lampiran 9 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja .......................... 199

Lampiran 10 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan ................. 203

Lampiran 11 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja .............................. 206

Lampiran 12 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan ..................... 213

Lampiran 13 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja .......................... 220

Lampiran 14 Output Reliabilitas Total Kuesioner Kepentingan ........................ 224

Lampiran 15 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kinerja ..... 228

Lampiran 16 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner

  Kepentingan .................................................................................. 231

Lampiran 17 Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kinerja ...... 234

Lampiran 18 Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kepentingan .................................................................................. 237

Lampiran 19 Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Siswa .... 240

Lampiran 20 Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk

  Siswa ............................................................................................. 242

Lampiran 21 Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Guru ..... 244

Lampiran 22 Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk Guru .............................................................................................. 244

BAB I PENDAHULUAN Bab I menjelaskan mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah,

  

batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi

operasional.

A. Latar Belakang Masalah

  Pendidikan adalah upaya yang terorganisasi, berencana, dan berlangsung

secara terus-menerus (Susanto, 2013: 85). Salah satu tingkatan pendidikan di

Indonesia adalah pendidikan dasar. Pendidikan dasar merupakan pendidikan yang

mendasari pendidikan pada tingkat selanjutnya. Hal ini seperti yang tertera dalam

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Nomor 20 Tahun 2001) Pasal 17

yang mendefinisikan pendidikan dasar sebagai berikut: (1) Pendidikan dasar

merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. (2)

Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)

atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan

Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.

  Matematika merupakan bidang studi yang ada pada jenjang pendidikan

sekolah dasar. Susanto (2013: 183) mengungkapkan bahwa matematika merupakan

salah satu bidang studi yang ada pada semua jenjang pendidikan, termasuk sekolah

dasar. Matematika merupakan salah satu dari lima mata pelajaran inti SD.

  

1

  

Matematika berasal dari bahasa Latin, manthanein atau mathema yang berarti

“belajar atau hal yang dipelajari,” sedang dalam bahasa Belanda, matematika disebut

wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran (Depdiknas,

2001:7 dalam Susanto, 2013: 184).

  Pembelajaran matematika di sekolah dasar menurut Depdiknas mempunyai

beberapa tujuan, yaitu memecahkan masalah, melakukan penalaran, dan

mengomunikasikan gagasan secara matematika. Tujuan tersebut bermaksud untuk

mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan berpikir logis.

  

Ruseffendi (1993) juga mengungkapkan pentingnya matematika dalam kehidupan,

sebagai berikut: “… dapat berhitung, dapat menghitung luas, isi dan berat; dapat mengumpulkan, mengolah dan menafsirkan data; dapat menyelesaikan persoalan bidang studi lain; dapat menggunakan kalkulator dan komputer; dapat berdagang dan berbelanja; berkomunikasi melalui tulisan/gambar seperti membaca grafik dan presentase, dapat membuat catatan dengan angka- angka: dan lain- lain.” Hasil survei Programme for International Study Assesment (PISA)

menyatakan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia menempati peringkat 64

dari 65 negara (Organization Economic Cooperation and Development, 2012). Hasil

survei tersebut menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia sangat

rendah. Susanto (2013: 191-192) menyatakan bahwa rendahnya prestasi belajar

matematika disebabkan penerapan metode dan model pembelajaran konvensional

yang masih berpusat pada guru dan menggunakan ceramah. Pemilihan strategi,

metode, dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari pengelolaan proses belajar

  

mengajar (Nurkolis, 2003: 45). Pengelolaan proses belajar mengajar diperlukan untuk

menciptakan kegiatan belajar yang efektif.

  Prestasi belajar matematika yang rendah merupakan salah satu indikasi

rendahnya kualitas pendidikan matematika di Indonesia. Nurkolis (2003: 78)

menyatakan bahwa kualitas pendidikan dapat ditingkatkan dengan cara meningkatkan

ukuran prestasi akademik. Prestasi belajar matematika yang meningkat maka akan

meningkatkan kualitas pendidikan matematika di Indonesia. Prestasi akademik atau

prestasi belajar dapat meningkat dengan didukung menajemen pendidikan yang baik.

  

Salah satu manajemen pendidikan yang terdapat di Indonesia adalah manajemen

sarana dan prasarana (Mulyasa, 2007: 39-52).

  Manajemen sarana dan prasarana terkait dengan fasilitas yang secara langsung

ataupun tidak langsung terlibat dalam proses belajar mengajar. Sarana adalah

peralatan atau perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dalam proses belajar

mengajar (Mulyasa, 2007: 49). Fasilitas yang termasuk sarana pendidikan adalah alat

atau media pengajaran. Alat atau media pengajaran bisa digunakan untuk mengatasi

penyebab rendahnya prestasi belajar matematika yang disebabkan penerapan metode

dan model pembelajaran konvensional seperti yang diungkapkan Susanto (2013: 191-

192).

  Alat peraga adalah alat bantu yang digunakan guru dalam proses belajar

mengajar agar proses belajar lebih efektif (Sudjana, 2000: 10). Penggunaan alat

peraga dalam proses belajar mengajar memiliki beberapa manfaat. Suharjana (2009:

  

3) mengungkapkan bahwa alat peraga dapat memotivasi siswa untuk menyukai

pelajaran matematika.

  Salah satu alat peraga yang bisa digunakan dalam proses belajar matematika

adalah alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga matematika

berbasis metode Montessori adalah alat peraga yang diciptakan oleh Maria

Montessori. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori memiliki

karakteristik seperti yang diungkapkan Montessori (2002), yaitu menarik, bergradasi,

auto-correction , dan auto-education.

  Sudjana (2000) menyatakan bahwa alat peraga dapat mempertinggi mutu

belajar mengajar. Tingginya mutu belajar mengajar ataupun kualitas pendidikan

merupakan harapan dari siswa dan guru terkait penggunaan alat peraga matematika

berbasis metode Montessori. Karakteristik yang dimiliki alat peraga matematika

berbasis metode Montessori membuat harapan siswa dan guru terhadap kinerja alat

peraga tersebut menjadi lebih besar. Harapan siswa dan guru yang sesuai kenyataan

maka akan tercipta kepuasan. Kotler dan Keller (dalam Ratnasari dan Aksa, 2011)

mengungkapkan bahwa kepuasan dinyatakan sebagai tingkat perasaan dimana

seseorang menyatakan hasil perbandingan atas kinerja produk/jasa yang diterima dan

yang diharapkan.

  Kepuasan dapat diukur dengan empat metode, yaitu sistem keluhan dan saran, , dan survei kepuasan pelanggan (Kotler dalam ghost shopping, lost customer analysis

Tjiptono 2004: 148-150). Pengukuran kepuasan mempunyai tiga manfaat, yaitu

mengetahui kinerja produk atau jasa, untuk melakukan perubahan terhadap produk

  

atau jasa, dan memastikan perubahan yang dilakukan mengarah pada perbaikan

(Supranto, 2006). Manfaat tersebut dijadikan alasan oleh peneliti untuk melakukan

penelitian yang berjudul

  “Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori”.

  B. Identifikasi Masalah Alat peraga matematika berbasis metode Montessori digunakan dalam proses

belajar mengajar untuk meningkatkan mutu belajar mengajar. Tujuan digunakannya

alat peraga tersebut diharapkan oleh siswa dan guru dapat tercapai. Harapan yang

sesuai dengan kenyataan disebut kepuasan. Kepuasan siswa dan guru terhadap

penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori tergantung pada

kinerja yang ditunjukkan. Kinerja yang tinggi dari alat peraga matematika berbasis

metode Montessori akan membuat tingkat kepuasan siswa dan guru tinggi.

  C. Batasan Masalah Penelitian ini dibatasi pada tingkat kepuasan siswa dan guru kelas IV SDN

Keceme 1 tahun ajaran 2013/2014 terhadap penggunaan alat peraga matematika

berbasis metode Montessori “Blok Pecahan”. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori “Blok Pecahan” digunakan pada standar kompetensi

menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah dan kompetensi dasar

menjumlahkan pecahan. Tingkat kepuasan dalam penelitian ini diukur berdasarkan

  

tujuh indikator, yaitu auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction,

kontekstual, life, dan workmanship.

  D. Rumusan Masalah Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1.

  Bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori?

  2. Bagaimana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori? E. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1.

  Mengetahui bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

2. Mengetahui bagaimana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

F. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat bagi siswa, guru, sekolah, dan peneliti.

  1. Bagi Siswa

Siswa dapat belajar lebih mandiri menggunakan alat peraga matematika berbasis

metode Montessori “Blok Pecahan”.

  2. Bagi Guru

Guru mampu menggunakan hasil penelitian ini sebagai pertimbangan dalam memilih

dan melakukan variasi penggunaan alat peraga yang sesuai dengan kebutuhan proses

pembelajaran serta memberikan masukan kepada guru dalam memilih strategi

pembelajaran yang memudahkan siswa dalam memahami materi ajar.

  3. Bagi Sekolah

Sekolah mampu menggunakan hasil penelitian ini untuk mengembangkan rencana

pendidikan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta dapat

dijadikan masukan bagi sekolah untuk menambah atau meningkatkan pengadaan alat

peraga dalam pembelajaran.

  4. Bagi peneliti

Peneliti memperoleh pembuktian dari teori yang selama ini telah dipelajari. Sehingga

peneliti tidak hanya mengetahui teori tetapi juga mengetahui bagaimana teori tersebut

diaplikasikan secara nyata serta memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang

berguna untuk mengembangkan kemampuan mengajar.

G. Definisi Operasional

  Definisi operasional penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

  Kepuasan adalah tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan hasil perbandingan atas kinerja produk/jasa yang diterima dan yang diharapkan.

2. Kepentingan adalah harapan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

  3. Kinerja adalah perasaan siswa dan guru terhadap hasil kerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

  4. Penilaian Acuan Norma adalah teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan secara umum.

  5. Importance and Performance Analysis (IPA) adalah teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara kepentingan dan kinerja melalui atribut-atribut tertentu.

  6. Alat peraga adalah alat bantu yang menjadi sarana interaksi guru dengan siswa agar mampu menyampaikan konsep yang dipelajari secara efektif.

  7. Matematika adalah ilmu pasti dan bersifat deduktif tentang struktur yang terorganisasikan yang dipelajari untuk dapat meningkatkan kemampuan berpikir.

  8. Pembelajaran matematika adalah pembelajaran yang disusun guru untuk mengembangkan kreativitas dan keaktifan.

  9. Metode Montessori adalah metode yang dikembangkan oleh Maria Montessori dan menggunakan tiga pendidikan utama, yaitu pendidikan motorik, pendidikan sensorik, dan pendidikan bahasa.

  10. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah alat peraga matematika yang diciptakan oleh Montessori dan mempunyai karakteristik auto- education , menarik, bergradasi, auto-correction, dan kontekstual.

  11. Alat peraga Blok Pecahan Montessori adalah alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan untuk materi pecahan.

12. Siswa adalah anak kelas IV SDN Keceme I Sleman Yogyakarta yang menggunakan alat peraga Blok Pecahan Montessori.

  13. Guru adalah orang yang menggunakan alat peraga Blok Pecahan Montessori sebelum mengajarkan konsep matematika di kelas IV SDN Keceme I Sleman Yogyakarta.

BAB II KAJIAN TEORI Kajian teori membahas tentang kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka membahas tentang Montessori, matematika, alat peraga, alat peraga Blok Pecahan Montessori, dan tingkat kepuasan.

1. Montessori

  Subbab ini membahas tentang riwayat Montessori, metode Montessori, dan karakteristik alat peraga Montessori.

a. Riwayat Montessori

  Maria Montessori adalah seorang pendidikan yang berasal dari Italia. Beliau

lahir pada tanggal 31 Agustus 1870 di kota Chaiaravalle, provinsi Ancona, Italia

(Magini, 2013). Montessori berasal dari keluarga berpendidikan. Sejak kecil,

Montessori telah menunjukkan tekad dan kemauan yang kuat untuk memimpin. Ia

tidak mengalami kesulitan dalam belajar. Montessori sangat bagus dalam matematika.

Ia tekun dan menikmati tantangan dalam memecahkan masalah. Montessori

bersekolah di provinsi Ancona hingga usia 12 tahun. Pada usia 13 tahun, Montessori

masuk ke sekolah teknik.

  

10 Pada tahun 1896, Montessori menjadi wanita pertama yang lulus dari

universitas kedokteran. Ia termasuk dalam peringkat teratas di kelas kedokteran

tersebut. Montessori mendirikan “Casa dei Bambini” yang artinya Rumah Anak pada

tahun 1907. Casa dei Bambini didirikan untuk memberikan pengasuhan bagi anak-

anak yang orang tuanya bekerja dan tidak dapat mengasuh anak-anaknya (Magini,

2013: 47).

b. Metode Montessori

  Metode Montessori merupakan metode pembelajaran yang dikembangkan

oleh Maria Montessori (1870-1952) dengan menggunakan konsep belajar sambil

bermain untuk anak-anak (Holt, 2008: xi). Lillard (2005) menyebutkan delapan

prinsip yang digunakan dalam metode Montessori, yaitu pentingnya keleluasaan anak

dalam beraktivitas, kemerdekaan anak dalam memilih sendiri apa yang mau

dipelajari, pentingnya minat, pentingnya motivasi intrinsik dengan menghapus hadiah

dan hukuman, pentingnya kolaborasi dengan teman sebaya, pentingnya konteks

dalam pembelajaran, pentingnya gaya interaksi autoritatif dari orang dewasa, dan

pentingnya keteraturan dan kerapian lingkungan belajar. Delapan prinsip yang

digunakan tersebut menekankan pada kemandirian pada diri anak.

  Metode pengajaran Montessori dibagi menjadi tiga bagian yaitu pendidikan

motorik, sensorik, dan bahasa (Montessori, 1962: 50-51). Pengajaran tersebut

menekankan pengembangan kelima indera. Pendidikan motorik menekankan pada

kemampuan anak dalam melakukan gerakan. Gerakan yang dilatihkan pada anak

bertujuan agar kemampuan motorik anak berkembang dengan baik. Gerakan yang

  

dilatihkan berasal dari gerakan sehari-hari seperti berjalan, duduk, memakai sepatu,

mengancingkan baju, dan memegang benda.

  Pendidikan sensorik dilakukan untuk melatih perkembangan sensorik anak.

Anak melatih kemampuan sensoriknya dengan menggunakan silinder yang berbeda

bentuk dan ukuran. Perbedaan bentuk dan ukuran yang dimiliki silinder dapat

merangsang kepekaan sensorik anak. Kemampuan sensorik anak juga bisa dilatih

dengan menggunakan papan yang memiliki permukaan halus hingga permukaan yang

kasar. Anak akan berlatih kepekaan sensoriknya dengan membedakan yang halus dan

kasar.

  Kemampuan bahasa yang dilatihkan pada anak adalah kemampuan

mendengar, berbicara, menulis, dan membaca. Mendengar, berbicara, menulis, dan

membaca merupakan empat keterampilan pokok dalam Bahasa. Kemampuan ini

dilatihkan pada agar anak dapat berinteraksi dengan baik. Peneliti menyimpulkan

bahwa metode Montessori adalah metode yang dikembangkan oleh Maria Montessori

dan menggunakan tiga pendidikan utama, yaitu pendidikan motorik, pendidikan

sensorik, dan pendidikan bahasa.

c. Karakteristik Alat Peraga Montessori

  Alat peraga matematika berbasis metode Montessori memiliki beberapa

karakteristik atau ciri-ciri. Ciri-ciri tersebut seperti diungkapkan Montessori (2002:

170-176), yaitu menarik, bergradasi, auto-correction, dan auto-education.

Karakteristik yang pertama adalah menarik. Alat peraga menarik untuk siswa. Hal ini

agar siswa merasa senang dan berminat untuk menggunakan media tersebut.

  

Karakteristik yang kedua adalah bergradasi. Alat peraga memiliki gradasi terkait

warna, bentuk, dan usia anak. Gradasi warna misalnya adalah gradasi warna merah,

yaitu dibuat dari warna merah tua hingga merah muda. Gradasi bentuk misalnya

dengan menggunakan kubus dengan 10 ukuran yang berbeda. Gradasi usia adalah alat

peraga Montessori bisa digunakan untuk semua kelompok usia.

  Karakteristik yang ketiga adalah auto-correction. Auto-correction artinya

adalah alat peraga memiliki pengendali kesalahan sendiri. Siswa dapat mengetahui

apakah yang dia lakukan sudah benar atau masih salah tanpa bantuan orang lain.

Karakteristik yang keempat adalah auto-education. Alat peraga yang diciptakan dapat

melatih kemandirian dan dapat mengembangkan diri siswa. Siswa bisa menggunakan

media tanpa harus dibantu oleh guru atau orang dewasa.

  Peneliti menambahkan satu karakteristik yaitu kontekstual. Pengembangan

alat peraga Montessori pada awalnya disesuaikan dengan kondisi di Roma.

  

Penambahan karakteristik kontekstual dimaksudkan agar alat peraga yang diciptakan

disesuaikan dengan kondisi dan lingkungan sekitar.

2. Matematika

  Subbab matematika membahas pengertian matematika, pembelajaran matematika di sekolah dasar, dan manfaat alat peraga matematika.

a. Pengertian Matematika

  Matematika berasal dari bahasa Latin, manthanein atau mathema yang berarti

“belajar atau hal yang dipelajari”. Dalam bahasa Belanda, matematika disebut

  

wiskunde atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran (Departemen

Pendidikan Nasional, 2001: 7 dalam Susanto, 2013: 184). Susanto (2013)

mengungkapkan bahwa matematika merupakan salah satu disiplin ilmu yang dapat

meningkatkan kemampuan berpikir dan berargumentasi, memberikan kontribusi

dalam menyelesaikan dalam penyelesaian masalah sehari-hari dan dalam dunia kerja,

serta memberikan dukungan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  Matematika disebut ilmu deduktif, sebab dalam matematika tidak menerima

generalisasi yang berdasarkan pada observasi, eksperimen, coba-coba (induktif)

seperti halnya ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan umumnya (Ruseffendi,

1993: 45). Ruseffendi (1993: 45) menambahkan bahwa matematika adalah ilmu

tentang struktur yang terorganisasikan, sebab berkembang dari unsur yang tidak

didefinisikan, ke unsur yang didefinisikan, ke postulat/aksioma, dan ke dalil/teori.

  

Peneliti menyimpulkan bahwa matematika adalah ilmu pasti dan bersifat deduktif

tentang struktur yang terorganisasikan yang dipelajari untuk dapat meningkatkan

kemampuan berpikir.

b. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar

  Dimyati (dalam Susanto, 2013: 186) mengungkapkan bahwa pembelajaran

adalah kegiatan guru secara terprogram untuk membuat siswa belajar aktif.

embelajaran Susanto (2013: 186) menyatakan bahwa “Pembelajaran matematika

adalah suatu proses belajar mengajar yang dibangun oleh guru untuk

mengembangkan kreativitas berpikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan

mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang

  

baik terhadap materi”. Peneliti menyimpulkan pembelajaran matematika sebagai

pembelajaran yang disusun guru untuk mengembangkan kreativitas dan keaktifan.

  Depdiknas (dalam Susanto, 2013: 189) mengungkapkan ada enam tujuan

umum pembelajaran matematika. Tujuan umum yang pertama adalah siswa mampu

melakukan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian beserta

operasi campurannya, termasuk yang melibatkan pecahan. Tujuan umum yang kedua

adalah siswa mampu menentukan sifat dan unsur berbagai bangun datar dan bangun

ruang sederhana, termasuk penggunaan sudut, keliling, luas, dan volume. Tujuan

umum yang ketiga adalah siswa mampu menentukan sifat simetri, kesebangunan, dan

sistem koordinat. Tujuan umum yang keempat adalah siwa mampu menggunakan

pengukuran: satuan, kesetaraan antarsatuan, dan penaksiran pengukuran. Tujuan

umum yang kelima adalah siswa mampu menentukan dan menafsirkan data

sederhana, seperti: ukuran tertinggi, terendah, rata-rata, modus, mengumpulkan, dan

menyajikan. Tujuan umum yang keenam adalah siswa mampu memecahkan masalah,

melakukan penalaran, dan mengomunikasikan gagasan secara matematika.

  Depdiknas (dalam Susanto, 2013: 190) mengungkapkan ada lima tujuan

khusus pembelajaran matematika. Tujuan khusus yang pertama pembelajaran

matematika di sekolah dasar yang pertama adalah siswa mampu memahami konsep

matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep, dan mengaplikasikan konsep dan

algoritma. Tujuan khusus yang kedua adalah siswa mampu menggunakan penalaran

pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam generalisasi, menyusun

bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika. Tujuan khusus yang

  

ketiga adalah siswa mampu memecahkan masalah yang meliputi kemampuan

memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan

menafsirkan solusi yang diperoleh. Tujuan khusus yang keempat adalah siswa

mampu mengomunikasikan data yang diperoleh dengan simbol, tabel, diagram, atau

media lain untuk menjelaskan keadaan atau masalah. Tujuan khusus yang kelima

adalah siswa mampu memiliki sikap menghargai penggunaan matematika dalam

kehidupan sehari-hari.

c. Manfaat Alat Peraga Matematika

  Suharjana (2009: 4) mengungkapkan delapan manfaat penggunaan alat peraga

dalam pembelajaran matematika. Manfaat yang pertama adalah alat peraga

mempermudah dalam memahami konsep-konsep matematika. Manfaat yang kedua

adalah alat peraga memberikan pengalaman yang efektif bagi siswa dengan berbagai

kecerdasan yang berbeda. Manfaat yang ketiga adalah alat peraga memotivasi siswa

untuk menyukai pelajaran matematika. Manfaat yang keempat adalah alat peraga

memberikan kesempatan bagi siswa yang lebih lamban berpikir untuk menyelesaikan

tugas dengan berhasil. Manfaat yang kelima adalah alat peraga memperkaya program

pembelajaran bagi siswa yang lebih pandai. Manfaat yang keenam adalah

mempermudah abstraksi. Manfaat yang ketujuh adalah alat peraga mengefektifkan

waktu pembelajaran. Manfaat yang kedelapan adalah alat peraga menunjang kegiatan

matematika di luar sekolah.

3. Alat Peraga Subbab alat peraga membahas pengertian alat peraga dan manfaat alat peraga.

  a. Pengertian Alat Peraga Estiningsih (dalam Suharjana, 2009: 3) mengungkapkan pengertian alat

peraga sebagai media pembelajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri

dari konsep yang dipelajari. Pengertian tersebut mengandung arti bahwa alat peraga

merupakan representasi konsep atau materi yang dipelajari. Sudjana (2000: 10)

mengartikan alat peraga sebagai alat bantu yang digunakan guru dalam proses belajar

mengajar agar proses belajar lebih efektif. Alat bantu yang digunakan dapat membuat

pembelajaran lebih efektif karena mampu membuat konsep yang abstrak menjadi

lebih nyata. Arsyad (dalam Widiyatmoko, 2012 : 53) mengungkapkan bahwa alat

peraga menjadi sarana komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa dalam

proses pembelajaran. Peneliti menyimpulkan alat peraga adalah alat bantu yang

menjadi sarana interaksi guru dengan siswa agar mampu menyampaikan konsep yang

dipelajari secara efektif.

  b. Manfaat Alat Peraga Suharjana (2009: 3) mengungkapkan bahwa manfaat utama dari alat peraga

yaitu untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep yang abstrak.

  

Sudjana (2000) mengungkapkan bahwa terdapat lima manfaat penggunaan alat

peraga dalam kegiatan belajar mengajar. Manfaat yang pertama adalah alat peraga

mampu mengefektifkan kegiatan belajar mengajar. Manfaat yang kedua adalah alat

peraga merupakan bagian dari seluruh proses belajar mengajar. Manfaat yang ketiga

  

adalah alat peraga memudahkan mencapai tujuan dan isi pelajaran. Manfaat yang

keempat adalah alat peraga mempercepat proses belajar mengajar dan membantu

peserta didik dalam menangkap pengertian yang diberikan guru. Manfaat yang kelima

adalah alat peraga dapat mempertinggi mutu belajar mengajar. Peneliti

menyimpulkan manfaat alat peraga adalah mempermudah memahami konsep yang

abstrak, membantu siswa lebih cepat memahami materi, mengefektifkan kegiatan

pembelajaran, dan memudahkan mencapai tujuan serta isi pelajaran.

4. Alat Peraga Blok Pecahan Montessori

  Alat peraga Blok Pecahan merupakan replikasi dari alat peraga matematika

berbasis metode Montessori yang bernama The Cut-Out Labeled Fraction Circles.

  

The Cut-Out Labeled Fraction Circles are used by the child as an extension of his

work with the Fraction Circles (Nienhuis, 2013: 193). Alat peraga Blok Pecahan

Montessori digunakan untuk materi penjumlahan dan pengurangan pecahan.

Pengenalan konsep pecahan dan pecahan senilai juga bisa dilakukan dengan

menggunakan alat peraga ini. Blok Pecahan Montessori pada penelitian ini digunakan

pada standar kompetensi menggunakan pecahan dalam pemecahan masalah dan

kompetensi dasar menjumlahkan pecahan.

Gambar 2.1 Blok PecahanGambar 2.1 menunjukkan blok pecahan sebanyak 20 buah. Alat peraga Blok Pecahan terbuat dari mika berwarna merah. Terdapat dua puluh pecahan yang

  

berbeda, yaitu mulai dari 1 sampai 1/20. Blok pecahan tersebut mempunyai ukuran

yang berbeda-beda. Blok pecahan 1 mempunyai bentuk satu lingkaran penuh. Blok

pecahan ½ mempunyai bentuk setengah lingkaran hingga blok pecahan 1/20 yang

mempunyai bentuk atau ukuran paling kecil.

Gambar 2.2 Kotak Blok PecahanGambar 2.2 menunjukkan alat peraga Blok Pecahan serta kotak tempat penyimpannya. Kedua puluh blok pecahan ditempatkan pada sebuah kotak besar yang

  

terbuat dari karton. Kotak tersebut dilem dengan cukup kuat dan diberi warna coklat.

Kotak besar tersebut mempunyai 20 sekat di dalamnya untuk meletakkan blok

pecahan. Masing-masing pecahan memiliki tempat yang berbeda-beda. Penempatan

pecahan secara terpisah agar memudahkan siswa untuk mengambil pecahan yang

diinginkan.

5. Tingkat Kepuasan

  

Subbab tingkat kepuasan membahas pengertian tingkat kepuasan, faktor yang

mempengaruhi tingkat kepuasan, manfaat tingkat kepuasan, pengukuran tingkat

kepuasan, manfaat pengukuran tingkat kepuasan, karakteristik produk yang

mempengaruhi tingkat kepuasan, dan indikator tingkat kepuasan terhadap

penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori “Blok Pecahan”.

a. Pengertian Tingkat Kepuasan

  Pengertian kepuasan menurut Laksana (2008) adalah harapan sama dengan

kenyataan. Sopiatin (2010) mengartikan kepuasan sebagai fungsi dari layanan yang

diterima dengan harapan, dan kepuasan berbanding lurus dengan harapan dan

layanan. Supranto (2006) mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan merupakan fungsi

dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan. Kotler dan Keller

(dalam Ratnasari dan Aksa, 2011) menyatakan kepuasan sebagai tingkat perasaan

  

dimana seseorang menyatakan hasil perbandingan atas kinerja produk/jasa yang

diterima dan yang diharapkan.

  Kotler mengungkapkan tingkat kepuasan yaitu kecewa, puas, dan sangat puas.

Rasa kecewa terjadi jika kinerja produk yang digunakan di bawah harapan pengguna.

Rasa puas terjadi jika kinerja produk yang digunakan sesuai dengan harapan

pengguna. Rasa sangat puas terjadi jika kinerja produk yang digunakan melebihi

harapan pengguna. Kepuasan pelanggan tercipta ketika harapannya sesuai dengan

kenyataan. Pengaruh harapan terhadap kepuasan digambarkan oleh Midie (dalam

Sopiatin, 2010) pada gambar 2.3.

Gambar 2.3 Pengaruh Harapan terhadap Kepuasan

  Yang diharapkan Minimal yang

  Ideal

  didapat Yang selayaknya

Gambar 2.3 menunjukkan pengaruh harapan terhadap kepuasan. Harapan yang semakin dekat dengan kenyataan minimal yang diterima, maka semakin besar

  

kemungkinan tercapainya kepuasan. Siswa dan guru akan merasa puas ketika mereka

mendapatkan produk yang sesuai dengan harapan mereka. Peneliti menyimpulkan

  

bahwa tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan dimana seseorang menyatakan hasil

perbandingan atas kinerja produk/jasa yang diterima dan yang diharapkan.

b. Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan

  Irawan (2004) menyebutkan faktor yang mempengaruhi kepuasan, yaitu

kualitas produk, harga, service quality, emotional factor, biaya, dan kemudahan.

  

Faktor pertama yang mempengaruhi kepuasan adalah kualitas produk. Suatu produk

jika mempunyai kualitas yang baik maka akan mengakibatkan tingkat kepuasan

tinggi. Produk yang mempunyai kualitas yang kurang baik akan mengakibatkan

tingkat kepuasan rendah. Faktor kedua yang mempengaruhi tingkat kepuasan adalah

harga. Harga juga bisa mempengaruhi tingkat kepuasan. Pelanggan akan puas jika

harga suatu produk sesuai dengan harapannya. Faktor yang ketiga adalah service

quality. Pelanggan akan merasa puas jika mendapat pelayanan yang baik. Pelayanan

yang tidak baik akan mengakibatkan pelanggan merasa tidak puas. Faktor yang

keempat adalah emotional factor. Pelanggan akan merasa puas (bangga) karena

adanya emosi atau rasa senang yang diberikan oleh sebuah produk. Faktor yang

kelima adalah biaya dan kemudahan. Seseorang akan semakin puas apabila relatif

mudah, nyaman, dan efisien dalam mendapatkan produk atau jasa.

  Ratnasari dan Aksa (2011: 116) mengungkapkan lima faktor yang

mempengaruhi tingkat kepuasan, yaitu kualitas produk, kualitas pelayanan,

emosional, harga, dan biaya. Faktor pertama yang mempengaruhi tingkat kepuasan

menurut Ratnasari dan Aksa (2011: 116) adalah kualitas produk. Kualitas produk

yang bagus akan membuat tingkat kepuasan tinggi. Kualitas produk yang kurang

  

bagus akan membuat tingkat kepuasan rendah. Faktor kedua yang mempengaruhi

tingkat kepuasan menurut Ratnasari dan Aksa (2011: 116) adalah kualitas pelayanan.

  

Kualitas pelayanan yang baik akan membuat tingkat kepuasan tinggi. Kualitas

pelayanan yang kurang baik akan membuat tingkat kepuasan rendah. Faktor ketiga

yang mempengaruhi tingkat kepuasan menurut Ratnasari dan Aksa (2011: 116)

adalah emosional. Emosional ini berkaitan dengan perasaan yang ada pada diri

pengguna produk. Faktor keempat dan kelima yang mempengaruhi tingkat kepuasan

menurut Ratnasari dan Aksa (2011: 116) adalah harga dan biaya. Faktor tersebut

berkaitan dengan banyaknya uang yang harus dikeluarkan oleh pengguna. Pengguna

akan merasa puas jika harga dan biaya yang dikeluarkan sebanding dengan kinerja

dari produk. Peneliti menyimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi tingkat

kepuasan adalah kualitas produk, harga, kualitas pelayanan (service quality),

emosional (emotional factor), biaya, dan kemudahan.

c. Manfaat Tingkat Kepuasan

  Ratnasari dan Aksa (2011: 119) mengungkapkan bahwa kepuasan akan

membuat pelanggan atau pengguna kembali menggunakan suatu produk. Pelanggan

atau pengguna yang puas terhadap suatu produk akan menyebarkan kebaikan produk

tersebut kepada orang lain. Hal tersebut akan membuat kebaikan suatu produk

semakin meluas dan diketahui banyak orang.

  Tjiptono (dalam Sunyoto, 2012: 224-225) mengungkapkan tiga manfaat

terciptanya kepuasan, yaitu (1) hubungan antara perusahaan dan pelanggan menjadi

harmonis, (2) memberikan dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya

  

loyalitas pelanggan, (3) membentuk suatu rekomendasi dari mulut ke mulut yang

menguntungkan perusahaan. Kepuasan yang tercipta akan membuat hubungan atau

relasi yang baik antara pelanggan atau pengguna dengan produsen pembuat produk.

Hubungan yang baik ini akan membuat pelanggan atau pengguna setia pada produk

tersebut. Hal tersebut membuat pelanggan atau pengguna merekomendasikan produk

tersebut kepada orang lain. Peneliti menyimpulkan bahwa manfaat tingkat kepuasan

adalah menciptakan hubungan yang baik, menciptakan loyalitas pelanggan atau

pengguna, dan membuat hal positif dari suatu produk tersebarluas.

d. Pengukuran Tingkat Kepuasan

  Kotler (dalam Tjiptono, 2004) mengungkapkan empat metode yang bisa

digunakan untuk mengukur kepuasan pengguna barang dan jasa yaitu, sistem keluhan

dan saran, ghost shopping, lost customer analysis, dan survei kepuasan pelanggan.

Sistem keluhan dan saran adalah salah satu metode untuk mengukur tingkat

kepuasan. Sistem keluhan dan saran didapat dari pelanggan atau pengguna produk.

  

Metode ini hanya bisa digunakan untuk produk yang sudah lama beredar atau sudah

dipasarkan secara luas. Metode yang kedua adalah ghost shoping. Ghost shoping

merupakan salah satu metode pengukuran kepuasan dengan mempekerjakan beberapa

orang untuk menjadi pembeli atau pengguna jasa. Ghost shoper yang dipekerjakan

kemudian akan melaporkan seberapa baik produk atau jasa tersebut. Metode yang

ketiga adalah lost customer analysis. Lost customer analysis dilakukan dengan cara

menganalisis penyebab pelanggan berhenti menggunakan produk atau jasa. Cara

tersebut akan membuat penyedia produk atau jasa mengetahui alasan dari

  

ketidakpuasan pelanggan. Setelah itu penyedia produk atau jasa akan mencari cara

untuk memperbaikinya. Metode yang keempat adalah survei kepuasan pelanggan.

  

Metode ini dilakukan dengan cara melakukan survei kepada pengguna produk atau

jasa. Survei dilakukan dengan cara memberikan kuesioner atau wawancara. Survei

dilakukan untuk mengetahui pendapat pelanggan terhadap suatu produk atau jasa.

  Tjiptono (2004: 148-150) mengungkapkan bahwa pengukuran menggunakan

metode survei dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu directly reported satisfiction,

derived dissatisfaction , problem analysis, dan importance-performance analysis.

Directly reported satisfiction dilakukan dengan menanyakan tingkat kepuasan

menggunakan pertanyaan yang spesifik. Derived dissatisfaction berkaitan dengan

besarnya harapan pengguna terhadap atribut dan kinerja yang dimiliki suatu produk.

  

Problem analysis dilakukan dengan meminta pelanggan atau pengguna menuliskan

masalah yang berkaitan dengan produk. Importance-performance analysis dilakukan

dengan membuat urutan (rangking) berbagai atribut berdasarkan tingkat kepentingan

setiap atribut dan seberapa baik kinerja suatu produk.

  Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mengukur tingkat kepuasan

siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode

Montessori. Metode sistem keluhan dan saran, ghost shopping, dan lost customer

analysis tidak mungkin untuk digunakan karena alat peraga matematika berbasis

metode Montessori masih dalam tahap uji coba dan belum dipasarkan secara luas.

  Metode survei yang digunakan adalah importance-performance analysis.

  e. Importance and Performance Analysis (IPA) Imprtance and performance analysis pertama kali digunakan oleh Martilla

dan James pada tahun 1977 untuk mengukur kepuasan pelanggan industri otomotif

(Chan, 2005: 21). Simpeh (2013: 13) mengungkapkan bahwa

  “IPA is one of the tools

used for analysing the relationship between the importance and performance

(satisfaction) of parameters or attributes . IPA adalah salah satu alat yang digunakan

untuk menganalisis hubungan antara kepentingan dan kinerja (kepuasan) dari

parameter-parameter atau atribut-atribut. Peneliti menyimpulkan IPA adalah salah

satu teknik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara kepentingan dan

kinerja melalui atribut-atribut tertentu.

  Chan (2005: 22-23) mengungkapkan bahwa terdapat empat tahap dalam

mengukur kepuasan dengan IPA. Tahap pertama adalah mengumpulkan atribut untuk

item yang sedang dievaluasi. Tahap kedua adalah pengembangan dan

menghubungkan kuesioner untuk mengukur atribut. Kuesioner yang dikembangkan

adalah untuk mengukur kepentingan dan kinerja. Tahap ketiga adalah menghitung

data yang diperoleh. Data yang diperoleh dihitung rata-rata untuk setiap atribut yang

ada pada kuesioner kepentingan dan kinerja. Tahap keempat adalah meletakkan hasil

perhitungan pada diagram.

  f. Manfaat Pengukuran Tingkat Kepuasan Supranto (2006) menyatakan ada tiga manfaat pengukuran kepuasan. Manfaat

yang pertama adalah untuk mengetahui jalannya atau bekerjanya suatu produk.

  

Pengukuran tingkat kepuasan yang dilakukan akan memberikan informasi terhadap

  

kinerja suatu produk. Mengetahui bagaimana kinerja suatu produk dapat berguna

untuk menentukan perubahan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kinerja

produk tersebut. Manfaat yang kedua adalah untuk mengetahui dimana harus

melakukan perubahan agar dapat memperbaiki kekurangan. Perubahan ini dilakukan

pada hal-hal yang dianggap penting oleh pelanggan atau pengguna. Perubahan

tersebut bertujuan untuk melakukan perbaikan agar dapat memuaskan pelanggan atau

pengguna produk. Manfaat yang ketiga adalah untuk memastikan bahwa perubahan

yang dilakukan mengarah pada perbaikan. Hal ini merupakan salah satu cara untuk

menanggulangi terjadinya penurunan kualitas suatu produk. Perubahan yang telah

dilakukan mengarah pada penurunan kualitas, maka perubahan yang dilakukan tidak

berjalan sesuai harapan.

g. Karakteristk Produk yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan

  Garvin, Juran, dan Gryna (dalam Sethi, 2000) mengemukakan empat aspek

dari kualitas suatu produk baru, yaitu aesthetics, performance, life, dan workmanship.

  

Aesthetics atau keindahan berkaitan dengan kemampuan suatu produk dalam menarik

perhatian dari segi penampilan. Performance menunjuk pada bagaimana suatu produk

dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Life adalah seberapa lama suatu produk

dapat digunakan. Life ini berkaitan dengan daya tahan suatu produk. Workmanship

berkaitan dengan seberapa bagus suatu produk dibuat. Sethi (2000) menambahkan

satu aspek, yaitu safety atau keamanan. Sethi (2000) mengatakan bahwa suatu produk

tidak dapat dikatakan berkualitas jika tidak aman untuk digunakan.

  Garvin (dalam Laksana, 2008: 89-90) mengemukakan dimensi-dimensi

kualitas produk, yaitu performansi (performance), keistimewaan tambahan (feature),

kehandalan (reliability), daya tahan (durability), konformansi (conformance), estetika

(aesthetics), kemampuan pelayanan (service ability) dan kualitas yang dirasakan

(perceiced quality). Performansi (performance) berkaitan dengan aspek fungsional

dari suatu produk (Garvin dalam Laksana, 2008: 89). Keistimewaan tambahan

(feature) merupakan aspek tambahan terhadap fungsi utama suatu produk.

Kehandalan (realibility) merupakan tingkat probabilitas atau kemungkinan suatu

produk menjalankan fungsi dengan semestinya. Daya tahan (durability) berkaitan

dengan seberapa lama daya tahan suatu produk. Garvin (dalam Laksana, 2008: 90)

mengungkapkan bahwa konformansi (conformance) berkaitan dengan tingkat

kesusuaian produk terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan berdasarkan keinginan

pelanggan. Estetika (aesthetics) berkaitan dengan penilaian subyektif pelanggan

terhadap suatu produk. Garvin (dalam Laksana, 2008: 90) menyatakan kemampuan

pelayanan (service ability) berkaitan dengan kecepatan, keramahan, kesopanan,

kompetensi, kemudahan serta akurasi dalam melakukan perbaikan. Kualitas yang

dirasakan (perceived quality) bersifat subyektif. Setiap pelanggan mempunyai

tanggapan yang berbeda-beda dalam menggunakan suatu produk.

h. Indikator Tingkat Kepuasan Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

  Indikator tingkat kepuasan alat peraga matematika berbasis metode

Montessori yang digunakan dalam penelitian diambil dari karakteristik alat peraga

  

Montessori, faktor yang mempengaruhi kualitas suatu produk baru, dan dimensi

kualitas suatu produk. Karakteristik alat peraga Montessori yaitu auto-education,

menarik, bergradasi, auto-correction, dan kontekstual. Faktor yang mempengaruhi

kualitas suatu produk baru, yaitu aesthetics, performance, life, workmanship, dan

safety . Dimensi kualitas suatu produk yaitu aesthetics, performance, life,

workmanship , safety, keistimewaan tambahan (feature), kehandalan (realibility), daya

tahan (durability), konformansi (conformance), kemampuan pelayanan (service

ability ), dan kualitas yang dirasakan (perceiced quality).

  Karakteristik dan faktor tersebut kemudian digabungkan dan diperoleh tujuh

indikator tingkat kepuasan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

  

Penggabungan didasarkan pada kemiripan pengertian karakteristik dan faktor.

Penggabungan indikator yang menghasilkan tujuh indikator tingkat kepuasan alat

peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 2.1.

  

Tabel 2.1

Penggabungan Indikator Tingkat Kepuasan

  Karakteristik Alat Karakteristik Produk Dimensi Kualitas Produk Peraga Montessori 1 1 Baru 2 Auto-education Performansi (performance) Estetika (aesthetics) 2 3 1 Menarik Keistimewaan tambahan (feature) Performansi (performance) 3 1 6 Bergradasi Kehandalan (realibility) Keawetan (life) 4 6 7 Auto-correction Daya tahan (durability) Kualitas pengerjaan (workmanship) 5 7 Kontekstual Konformasi (conformance)* Keamanan (safety) 2 Estetika (aesthetics) 7 Kemampuan pelayanan (service ability) 7 Kualitas yang dirasakan (perceiced quality)

Tabel 2.1 menunjukkan penggabungan tiga karakteristik menjadi indikator tingkat kepuasan. Tiga karakteristik tersebut adalah karakteristik alat peraga

  

Montessori, dimensi kualitas produk, dan karakteristik produk baru. Penggabungan

didasarkan pada persamaan yang dimiliki masing-masing indikator.

  Auto-education , performansi, dan kehandalan digabung menjadi auto-

education . Penggabungan ini karena ketiganya memiliki persamaan pengertian yaitu

kehandalan dalam menjalankan fungsi utama. Fungsi utama dari alat peraga adalah

untuk membantu dalam belajar dan memahami konsep. Indikator menarik dan

estetika digabung menjadi menarik. Indikator menarik dan estetika memiliki arti yang

sama yaitu berkaitan dengan daya tarik atau penampilan alat peraga. Indikator

bergradasi dan keistimewaan tambahan digabung menjadi bergradasi. Indikator auto-

correction dan kontekstual berdiri sendiri karena tidak ada indikator lain yang

memiliki kesamaan arti dengan kedua indikator tersebut. Daya tahan dan keawetan

(life) digabung menjadi life. Indikator tersebut berkaitan dengan seberapa lama alat

peraga tetap dapat digunakan dengan baik. Indikator kemampuan pelayanan (service

ability ), kualitas yang dirasakan (perceiced quality), kualitas pengerjaan

(workmanship) dan keamanan (safety) digabung menjadi workmanship.

  

Penggabungan ini berkaitan dengan kesamaan arti yaitu kualitas pengerjaan dan

keamanan.

  

Tabel 2.2

Indikator Tingkat Kepuasan Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika

Berbasis Metode Montessori

  No Indikator Tingkat Kepuasan Alat Peraga Montessori

  1 Auto-education

  2 Menarik

  3 Bergradasi

  4 Auto-correction

  No Indikator Tingkat Kepuasan Alat Peraga Montessori

  5 Kontekstual

  6 Life

  7 Workmanship Tabel 2.2 menunjukkan indikator tingkat kepuasan alat peraga Montessori.

  

Terdapat tujuh indikator hasil penggabungan karakteristik alat peraga Montessori,

dimensi kualitas produk, dan karakteristik produk baru. Tujuh indikator tersebut

adalah auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life dan

workmanship .

B. Hasil Penelitian yang Relevan

  Penelitian lain yang terkait dengan penelitian ini adalah sebagai berikut: Rathunde (2003) melakukan perbandingan antara sekolah Montessori dengan

sekolah tradisional dalam aspek motivasi, pengalaman, dan keadaan sosial. Teknik

analisis data menggunakan analisis multivariate. Teknik ini mengukur perbedaan

beberapa variabel dan faktor dalam waktu yang sama. Hipotesis dari penelitian ini

adalah siswa sekolah Montessori menunjukkan motivasi dan pengalaman yang lebih

positif dari siswa sekolah tradisional. Hasil penelitian adalah siswa dari sekolah

Montessori menunjukkan motivasi yang lebih tinggi. Sebanyak 40% siswa dari

sekolah Montessori melakukan kegiatan yang didasari minat dan motivasi. Siswa dari

sekolah tradisonal hanya 24%. Dalam hal pengalaman siswa dari sekolah Montessori

juga lebih baik. Pada aspek sosial juga terdapat perbedaan. Siswa dari sekolah

Montessori menunjukkan kesan yang lebih baik terhadap guru dan teman satu kelas.

  Wijayanti (2013) melakukan penelitian pengembangan dengan

mengembangkan alat peraga penjumlahan dan pengurangan ala Montessori. Metode

yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D).

Langkah yang digunakan dalam penelitian ini ada 4, yaitu (1) kajian standar

kompetensi dan kompetensi dasar, (2) analisis kebutuhan dan pengembangan

perangkat pembelajaran, (3) produksi alat peraga Montessori untuk penjumlahan dan

pengurangan, dan (4) validasi dan revisi produk, sehingga dihasilkan prototipe

produk alat peraga Montessori. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat

peraga Montessori untuk penjumlahan dan pengurangan. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa alat peraga yang dikembangkan sangat baik dan memiliki lima

ciri, yaitu menarik, bergradasi, auto-education, auto-correction, dan kontekstual.

  Penelitian yang dilakukan Sugiarni (2012) melakukan penelitian mengenai

peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan

alat peraga materi operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk

meningkatkan prestasi belajar siswa kelas II supaya siswa dapat menguasai materi

pelajaran matematika dengan baik di semester 2. Penelitian ini adalah Penelitian

Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah 40 siswa kelas II SDN Suniarsih,

kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap

siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Prestasi

belajar siswa sebelum dilakukan perbaikan adalah 50,70. Prestasi belajar siswa pada

siklus I adalah 60,50, sedangkan pada siklus II adalah 83,50. Prestasi belajar yang

meningkat tersebut dikarenakan adanya aktivitas-aktivitas pemberian apersepsi yang

  

menarik melalui tanya jawab interaktif, pelibatan siswa dalam demonstrasi,

pengaktifan siswa dalam tanya jawab, pengaktifan siswa dalam latihan pengerjaan

soal, dan pemanfaatan alat peraga yang memadai.

  Warsini, Suniasih & Wiarta (2013) melakukan penelitian mengenai penggunaan

alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.

  

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa

kelas V pada penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan alat peraga

sederhana. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek

penelitian sebanyak 10 siswa kelas V SDN 5 Batuan, Bali. Data pada penelitian ini

dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data

menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian

menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pra siklus rendah yaitu 64% dengan

ketuntasan klasikal 40%. Pada siklus I hasil belajar matematika sedang yaitu 76,3%

dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 60%. Pada siklus II persentase hasil

belajar matematika tinggi yaitu mencapai 81% dan ketuntasan belajar klasikal

mencapai 90%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan alat peraga

sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat

meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

  Penelitian Wahyuningsih (2011) membandingkan penggunaan model

pendidikan Montessori dengan model pembelajaran konvesional dalam belajar

matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model

pendidikan Montessori terhadap hasil belajar matematika siswa. Metode yang

  

digunakan dalam penelitian ini adalah metode quasi eksperimen dengan rancangan

penelitian Two Group Randomized Subject Posttest Only. Penelitian ini menggunakan

dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Pengujian

hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

Pendidikan Montessori berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa.

  Aripin dan Sudiana (2013) melakukan penelitian mengenai kepuasan guru

sekolah dasar. Tujuan penelitian adalah untuk mencari determinasi sikap profesional,

kualitas dalam pengelolaan pembelajaran, pola kepemimpinan kepala sekolah

terhadap kepuasan kerja guru. Penelitian ini menggunakan rancangan ex-post facto.

  

Populasi dalam penelitian ini adalah 320 guru di kecamatan Aikmel. Sampel

penelitian sebantak 65 guru ditentukan dengan teknik proportional random sampling.

  

Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data

yang digunakan adalah regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat

kontribusi yang signifikan antara sikap professional, kualitas pengelolaan

pembelajaran, dan pola kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru.

  

Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian adalah terdapat kontribusi yang signifikan

antara sikap professional, kualitas pengelolaan pembelajaran, dan pola kepemimpinan

kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru di SDN se-Kecamatan Aikmel baik

secara terpisah maupun secara simultan.

  Udiutomo (2011) melakukan penelitian yang berkaitan dengan tingkat

kepuasan siswa SMART Ekselensia Indonesia. Ia melakukan analisis tingkat

kepuasan siswa terhadap layanan program tahun 2011 yang meliputi kriteria seleksi,

  

sekolah dan asrama yang dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Analisis

deskripsi dilakukan dengan membandingkan antara tingkat kepentingan dengan

kenyataan terhadap kriteria seleksi, sekolah, dan asrama, kemudian dibandingkan

dengan pencapaian tahun sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada

peningkatan kepuasan. Peneliti menyarankan adanya perbaikan untuk meningkatkan

mutu layanan program.

  Simpeh (2013) melakukan penelitian untuk mengungkap strategi perawatan

gedung Universitas Teknologi Cape Peninsula. Tujuan dari penelitian ini adalah

untuk mengembangkan perbaikan, prioritas, dan strategi untuk mempertahankan

kinerja atribut dari gedung kuliah untuk memastikan tingkat kinerja sesuai dengan

kepuasan siswa. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi, wawancara, dan

kuesioner. Sebanyak 430 kuesioner diberikan kepada responden, namun hanya 283

yang berhasil dikumpulkan kembali. Teknik analisis data yang digunakan adalah

Importance Performance Analysis (IPA) dan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil

penelitan menunjukkan bahwa kinerja ruang kuliah mempengaruhi pengalaman

belajar, dan semua atribut kinerja penting untuk pengalaman belajar siswa.

  

Pencahayaan, keamanan struktural, ventilasi, kebersihan dianggap lebih baik dari

pada keselamatan kebakaran dan estetika. Kinerja keselamatan struktural dan

pencahayaan tampak memuaskan di semua ruang kuliah. Ventilasi, suhu, keselamatan

kebakaran dan kontrol suara memiliki kinerja buruk. Siswa tidak terlibat dalam

proses manajemen pemeliharaan ruang kuliah padahal keterlibatan mereka bisa

  

memastikan kepuasan mereka. Literature map dalam penelitian ini dapat dilihat pada

gambar 2.4.

Gambar 2.4 Literature Map

  

Tingkat Kepuasan Alat Peraga Montessori

Aripin dan Sudiana Sugiarni (2012) Wijayanti (2013) (2013)

  Pengembangan alat Peningkatan proses dan peraga penjumlahan dan hasil belajar matematika

  Kepuasan guru sekolah pengurangan ala dengan memanfaatkan dasar negeri

  Montessori media dan alat peraga meteri operasi hitung

  Udiutomo (2011) campuran

  Wahyuningsih (2011) Tingkat kepuasan siswa

  Warsini, dkk (2013) Membandingkan SMART Ekselensia penggunaan model Penggunaan alat peraga

  Indonesia pendidikan Montessori sederhana pada operasi dengan model penjumlahan dan pembelajaran pengurangan bilangan

  Simpeh (2013) konvesional dalam bulat belajar matematika Strategi perawatan gedung Universitas Teknologi Cape

  Rathunde (2003) Peninsula

  Perbandingan antara sekolah Montessori dengan sekolah tradisonal

  Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

Gambar 2.2 menunjukkan delapan penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian ini. Delapan penelitian tersebut berkaitan dengan tingkat kepuasan, alat

  

peraga matematika, dan metode Montessori. Tingkat kepuasan yang diteliti adalah

kepuasan guru sekolah dasar negeri, kepuasan siswa SMART Ekselensia Indonesia,

dan kepuasan terhadap strategi perawatan gedung Universitas Teknologi Cape

Peninsula. Penelitian yang berkaitan dengan alat peraga matematika adalah

peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan

alat peraga meteri operasi hitung dan penggunaan alat peraga sederhana pada operasi

penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Penelitian yang berkaitan dengan

metode Montessori adalah pengembangan alat peraga penjumlahan dan pengurangan

ala Montessori, membandingkan penggunaan model pendidikan Montessori dengan

model pembelajaran konvesional dalam belajar matematika, dan perbandingan antara

sekolah Montessori dengan sekolah tradisional. Delapan penelitian yang telah

disebutkan di atas belum ada yang membahas tentang tingkat kepuasan terhadap

penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Oleh karena itu,

peneliti melakukan penelitian dengan judul Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru

terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori.

C. Kerangka Berpikir

  Indonesia memiliki prestasi belajar matematika yang rendah. Prestasi belajar

yang rendah ini disebabkan oleh penggunaan metode dan model pembelajaran

  

konvensional. Pembelajaran matematika disampaikan dengan cara ceramah.

Pembelajaran seperti ini membuat siswa menjadi tidak aktif dan kurang mandiri.

  Prestasi belajar matematika bisa ditingkatkan dengan melakukan manajemen

pendidikan yang baik. Salah satu manajemen pendidikan tersebut adalah manajemen

sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana adalah fasilitas yang secara langsung

ataupun tidak langsung terlibat dalam proses belajar mengajar. Salah satu bagian dari

sarana dan prasarana yang digunakan dalam proses belajar mengajar adalah alat

peraga. Alat peraga dapat digunakan untuk mengurangi model pembelajaran yang

konvensional. Penggunaan alat peraga dalam proses belajar mengajar membuat siswa

menjadi aktif dan termotivasi untuk belajar matematika. Alat peraga yang digunakan

dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pelajaran.

  Salah satu alat peraga yang bisa digunakan dalam proses belajar mengajar

matematika adalah alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga

matematika berbasis metode Montessori memiliki empat karakteristik, yaitu menarik,

bergradasi, auto-education, dan auto-correction. Karakteristik tersebut merupakan

kelebihan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Siswa dan guru

memiliki harapan terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode

Montessori. Harapan yang sebanding dengan kenyataan disebut kepuasan.

  Peneliti tertarik untuk meneliti tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap

penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kepuasan siswa dan

guru diukur untuk mengetahui kinerja alat peraga matematika berbasis metode

Montessori, untuk melakukan perubahan terhadap alat peraga tersebut, dan

  

memastikan perubahan yang dilakukan mengarah pada perbaikan. Penilaian Acuan

Norma (PAN) tipe II dan Importance and Performance Analysis (IPA) digunakan

untuk menganalisis data. PAN tipe II digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan

secara umum dari masing-masing responden. IPA digunakan untuk mengetahui

atribut-atribut yang mempengaruhi tingkat kepuasan.

  Peneliti menduga bahwa kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat

peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. Dugaan peneliti

berdasarkan pada karakteristik alat peraga matematika berbasis metode Montessori,

yaitu menarik, bergradasi, auto-education, dan auto-correction. Karakteristik tersebut

merupakan kelebihan yang belum tentu bisa dimiliki alat peraga lain.

D. Hipotesis

  Hipotesis penelitian berdasarkan kajian pustaka adalah: 1.

  Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi.

2. Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi.

BAB III METODE PENELITIAN Bab III menjelaskan jenis penelitian, waktu dan tempat penelitian,

  

populasi dan sampel, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen

pengumpulan data, teknik analisis data, dan jadwal penelitian.

A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode sensus.

  

Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan data untuk dijelaskan sesuai dengan

keadaan sesungguhnya. Data dalam penelitian ini berupa angka dan diperoleh

dengan metode sensus. Carmines dan Zeller (dalam Sangadji dan Sopiah, 2010:

26) menyatakan bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang datanya

dinyatakan dalam angka.

  Penelitian deskriptif menurut Creswell (dalam Sangadji dan Sopiah, 2010:

24) adalah penelitian yang berusaha untuk menggambarkan dan

menginterpretasikan objek apa adanya. Penelitian deskriptif bertujuan untuk

mengumpulkan data atau informasi untuk disusun, dijelaskan, dan dianalisis.

  

Penelitian deskriptif tidak menggunakan analisis statistik untuk menguji hipotesis

(Margono, 2010: 8). Tujuan dari penelitian deskriptif menurut Sangadji dan

Sopiah (2010: 24) adalah untuk menggambarkan fakta, objek, atau subjek apa

adanya secara tepat.

  41 Effendi dan Tukiran (2012: 3) mengungkapkan bahwa sensus adalah

penelitian yang datanya dikumpulkan dari seluruh populasi. Purwanto (2010: 221)

mengungkapkan bahwa sebuah penelitian disebut sensus apabila data penelitian

dikumpulkan dari seluruh populasi. Penelitian ini menggunakan metode sensus

karena data penelitian diambil dari seluruh populasi yang ada.

B. Waktu dan Tempat Penelitian

  Bagian ini menjelaskan waktu dan tempat penelitian. Waktu penelitian

menguraikan alur waktu pengambilan data. Tempat penelitian menjelaskan lokasi

pengambilan data.

  1. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan dari bulan September 2013 sampai dengan bulan Juni

2014. Pengumpulan data untuk siswa dilaksanakan pada tanggal 10-11 Maret

2014. Pengumpulan data untuk guru dilaksanakan tanggal 2 Mei 2014.

  2. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Keceme 1 yang beralamat di Dusun Keceme,

Desa Caturharjo, Sleman, Yogyakarta.

C. Populasi dan Sampel

  Sugiyono (2011: 119) mengungkapkan bahwa populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan

karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian

ditarik kesimpulan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD N

  42 Keceme 1 tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 52 siswa dan 2 guru kelas

  

IV di SDN Keceme 1 tahun pelajaran 2013/2014. Siswa terdiri dari 2 kelas, yaitu

kelas IV A dengan 27 siswa dan kelas IV B dengan 25 siswa. Siswa kelas IV A

terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Siswa kelas IV B terdiri

dari 15 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Guru kelas adalah guru kelas IV

A dan guru kelas IV B. Populasi tersebut sekaligus menjadi sampel penelitian. Hal

ini karena penelitian dengan metode sensus menggunakan seluruh anggota

populasi dalam pengambilan data.

  D. Variabel Penelitian Variabel penelitian ini dibedakan menjadi dua, yaitu variabel bebas dan

variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang

menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel terikat (Sugiyono, 2011).

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah alat peraga matematika berbasis

metode Montessori. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau

yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2011: 64).

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan.

  E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner

merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi

seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab

(Sugiyono, 2011: 192). Kuesioner dalam penelitian ini termasuk kuesioner

  43

berstruktur. Kuesioner berstruktur berisi pertanyaan-pertanyaan yang disertai

sejumlah alternatif jawaban (Margono, 2010: 168).

  Kuesioner dalam penelitian ini disusun berdasarkan skala Likert. Skala

Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau

kelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2011: 136). Skala Likert

mempunyai tingkatan alternatif jawaban. Alternatif jawaban tersebut misalnya

adalah “Sangat Setuju” (SS), “Setuju” (S), ”Kurang Setuju” (KS), ”Tidak Setuju” (TS), dan ”Sangat Tidak Setuju” (STS).

  Penelitian ini menggunakan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan.

Kedua kuesioner tersebut mempunyai pernyataan dan jumlah pernyataan yang

sama. Perbedaan kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan terletak pada

alternatif jawabannya. Perbedaan tersebut ditunjukkan oleh tabel 3.1 dan tabel 3.2

di halaman 44.

  

Tabel 3.1

Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa dan Guru

  Alternatif Jawaban Skor

  Sangat Setuju (SS)

  5 Setuju (S)

  4 Kurang Setuju (KS)

  3 Tidak Setuju (TS)

  2 Sangat Tidak Setuju (STS)

  1 Tabel 3.1 menunjukkan alternatif jawaban dan skor untuk kuesioner

  kinerja. Alternatif jawaban untuk kuesioner kinerja yaitu ”Sangat Setuju” (SS),

”Setuju” (S), ”Kurang Setuju” (KS), ”Tidak Setuju” (TS), dan ”Sangat Tidak

Setuju

  ” (STS). Skor untuk masing-masing alternatif jawaban berturut-turut adalah 5, 4, 3, 2, dan 1.

  44 Tabel 3.2

  

Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan

untuk Siswa dan Guru

Alternatif Jawaban Skor

  Sangat Penting (SP)

  5 Penting (P)

  4 Kurang Penting (KP)

  3 Tidak Penting (TP)

  2 Sangat Tidak Penting (STP)

  1 Tabel 3.2 adalah tabel yang menunjukkan alternatif jawaban dan skor

  

untuk kuesioner kepentingan. Kuesioner kepentingan memiliki lima alternatif

jawaban, yaitu ”Sangat Penting” (SP), ”Penting” (P), ”Kurang Penting” (KP),

”Tidak Penting” (TP), dan ”Sangat Tidak Penting” (STP). Skor untuk masing-

masing alternatif jawaban berturut-turut adalah 5, 4, 3, 2, dan 1.

F. Instrumen Pengumpulan Data

  Instrumen pengumpulan data adalah suatu alat yang digunakan untuk

mengukur fenomena yang diamati dalam penelitian (Sugiyono, 2011: 148).

  

Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar kuesioner

kinerja dan kepentingan. Kuesioner kinerja dan kepentingan dalam penelitian ini

disusun dari tujuh indikator. Indikator dalam kuesioner dikembangkan dari

karakteristik alat peraga berbasis metode Montessori dan faktor yang

mempengaruhi kualitas suatu produk. Pengembangan kuesioner dilakukan oleh

peneliti bersama kelompok studi. Kisi-kisi kuesioner yang digunakan dapat dilihat

pada tabel 3.3 di halaman 45.

  45 Tabel 3.3

  Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga membantu siswa dalam menjawab soal matematika 6. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru

  Kontekstual 1.

  Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan 3. Alat peraga membantu menemukan jawaban benar 4. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat 5. Alat peraga memiliki kunci jawaban

  1. Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban siswa 2.

  Auto- correction

  Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 4. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 5. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  2. Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua 3.

  Alat peraga bisa digunakan oleh semua siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6

  Bergradasi 1.

  Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 2. Alat peraga memiliki warna yang menarik 3. Alat peraga memiliki ukuran yang menarik 4. Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik

  Menarik 1.

  1. Alat peraga memudahkan siswa untuk mengerti matematika 2.

  

Kisi-Kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru

untuk Expert Judgement

No. Indikator No. Pernyataan

  Indikator Pernyataan Auto- education

  

Tabel 3.4

Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru

untuk Expert Judgement

  

digunakan dalam kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Penjabaran tujuh

indikator menjadi 36 pernyataan dapat dilihat pada tabel 3.4.

Tabel 3.3 adalah tabel kisi-kisi kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuh indikator pada tabel 3.3 dijabarkan menjadi 36 pernyataan yang

  7 Workmanship 1, 2, 3, 4, 5

  6 Life 1, 2, 3, 4, 5, 6

  5 Kontekstual 1, 2, 3, 4, 5

  4 Auto-correction 1, 2, 3, 4, 5

  3 Bergradasi 1, 2, 3, 4, 5

  2 Menarik 1, 2, 3, 4

  1 Auto-education 1, 2, 3, 4, 5, 6

  Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa 2. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar siswa 3.

  46 Indikator Pernyataan 5.

  Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran

  Life 1.

  Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 2. Alat peraga mudah dibawa kemana-mana 3. Alat peraga ini dapat dipakai berkali-kali 4. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 5. Alat peraga tidak mudah rusak 6. Alat peraga mudah dibersihkan

  Workmanship 1.

  Alat peraga mudah untuk diperbaiki 2. Permukaan alat peraga halus 3. Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat 4. Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan 5. Pemberian warna alat peraga rapi Tabel 3.4 menunjukkan penjabaran indikator menjadi 36 pernyataan.

  

Indikator auto-education dan life mempunyai 6 pernyataan. Indikator menarik

mempunyai 4 pernyataan. Indikator bergradasi, auto-correction, kontekstual, dan

workmanship mempunyai 5 pernyataan. Pernyataan pada tabel 3.4 adalah

pernyataan dalam kuesioner sebelum dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas G.

   Uji Validitas dan Reliabilitas Sebelum digunakan untuk penelitian, instrumen penelitian berupa

kuesioner diuji terlebih dahulu. Pengujian instrumen ini mencakup uji validitas

dan uji reliabilitas.

1. Uji Validitas

  Validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek

penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti (Sugiyono, 2011). Uji

validitas dilakukan untuk membuktikan bahwa instrumen yang digunakan sudah

sesuai dengan obyek yang akan diukur. Uji validitas dalam penelitian ini

menggunakan content validity (validitas isi), face validity (validitas muka), dan

construct validity (validitas konstruksi).

  47

a. Content Validity (Validitas Isi)

  Skor rata-rata yang diberikan ahli untuk setiap pernyataan digunakan

untuk mengetahui apakah pernyataan harus diperbaiki atau tidak. Peneliti

menetapkan jika skor rata-rata lebih dari 2,5 maka pernyataan dalam kuesioner

sudah baik dan tidak dilakukan perbaikan. Skor rata-rata 2,5 ditetapkan sebagai

patokan karena dianggap tidak terlalu tinggi dan berada di atas nilai tengah. Hasil

expert judgement dapat dilihat pada tabel 3.5 dan tabel 3.6 di halaman 48.

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3 18 3,0

  4

  3

  3

  3

  2

  1

  3 21 3,5 Menarik

  3

  4

  3 19 3,2

  2

  4

  3 16 2,7 Bergradasi

  3 16 2,7

  3

  4

  3

  2

  1

  1

  4

  3

  4

  2 3 -

  4

  3 18 3,0

  3

  4

  3

  3

  4

  

Tabel 3.5

Skor Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan

untuk Siswa dan Guru

  2

  3

  3 19 3,2

  3

  4

  3

  2

  4

  3 18 3,0

  4

  4

  4

  3

  2

  2

  1

  Indikator N o Skor Validator J u m la h Ra ta - ra ta Dosen A Dosen B Guru A Guru B Kepala Sekolah A Kepala Sekolah B Auto-education

  4

  4

  Content validity (validitas isi) menunjuk kepada suatu instrumen yang

memiliki kesesuaian isi dalam mengukur obyek yang akan diukur (Margono,

2010: 187). Content validity dalam penelitian ini ditempuh melalui expert

judgement. Para ahli yang melakukan expert judgement terhadap instrumen

penelitian ini adalah dosen, guru, dan kepala sekolah. Para ahli memberikan skor

dan komentar untuk setiap pernyataan dalam instrumen penelitian. Rentang skor

yang diberikan para ahli mulai dari 1-4. Skor 1 untuk kurang baik, skor 2 untuk

cukup baik, skor 3 untuk baik, dan skor 4 untuk sangat baik.

  3 20 3,3

  3 20 3,3

  4

  4

  3

  2

  4

  5

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  2 21 3,5

  3

  6

  48 Indikator N o Skor Validator J u m la h Ra ta - ra ta Dosen A Dosen B Guru A Guru B Kepala Sekolah A Kepala Sekolah B

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3 18 3,0

  5

  3

  3

  3 20 3,3

  4

  3

  3 20 3,3

  6

  1

  4

  3

  4

  4

  3

  3 18 3,0

  2

  Life

  1

  3

  4

  2

  4

  3

  3 19 3,2

  1

  4

  4

  3

  3

  3

  3 17 2,8

  3

  3

  4

  3

  3

  Workmanship

  4

  4

  3

  4

  4

  3 21 3,5

  5

  3

  2

  3

  3

  3

  3 18 3,0

Tabel 3.5 menunjukkan skor hasil penilaian para ahli terhadap pernyataan dalam kuesioner. Skor rata-rata tertinggi diperoleh pernyataan nomor 1 pada

  

indikator auto-correction, yaitu 3,8. Skor rata-rata terendah diperoleh pernyataan

nomor 4 pada indikator menarik dan pernyataan nomor 1 pada indikator

bergradasi. Skor rata-rata untuk setiap pernyataan pada tabel 3.5 lebih besar dari

2,5. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap pernyataan tidak perlu perbaikan.

  

Tabel 3.6

Rangkuman Komentar Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan

untuk Siswa dan Guru

  N o Validator/ Indikator Rangkuman Komentar

  1 Dosen A

  Auto- education

  Pernyataan dibuat lebih menekankan pada auto-education bahwa siswa dapat mendidik dirinya sendiri dengan menggunakan material tersebut. Pernyataan lebih baik mengunakan subyek “saya” dan tidak langsung berkaitan dengan atribut yang diukur.

  4

  4

  1

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3 19 3,2

  2

  3

  3

  3 19 3,2

  4

  3

  3 20 3,3

  3

  1

  4

  4

  4

  3

  2 21 3,5

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3 23 3,8

  2

  4

  4

  4

  1

  4

  3 22 3,7

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  Auto-correction

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3 19 3,2

  4

  2

  3

  3 19 3,2

  4

  3

  3 19 3,2

  5

  2

  4

  3

  4

  3

  3 21 3,5

  4

  4

  3 22 3,7

  4

  3 22 3,7

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  3

  3 18 3,0

  5

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  4

  3

  3 19 3,2

  5

  2

  2

  3

  3

  3

  3 17 2,8 Kontekstual

  1

  2

  4

  3

  4

  4

  3 20 3,3

  2

  Menarik Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya

  49 N o Validator/ Indikator Rangkuman Komentar

  Life

  4 Guru B

  Komentar keseluruhan: Alat peraga matematika dapat dibuat, digunakan, didapat dari lingkungan sekitar siswa. Jadi pernyataan yang dibuat berdasarkan indikator sudah sesai dengan fakta yang ada dan dapat dipahami oleh siswa oeh guru.

  Life Workmanship Perlu perbaikan untuk beberapa kalimat.

  Beberapa pernyataan perlu diperjelas . Kontekstual

  Auto- correction

  Menarik Pernyataan nomor 2 diubah dengan variasi warna dan pernyataan nomor 4 diperbaiki susunan kalimatnya. Bergradasi

  Auto- education

  3 Guru A

  Komentar keseluruhan: secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Hanya perlu perbaikan beberapa kalimat.

  Workmanship Pernyataan yang dibuat tidak baku.

  Pemilihan kata diperbaiki menjadi“alat peraga tidak mudah lapuk saat disimpan”.

  Pemilihan kata siswa dalam pernyataan sebaiknya diubah menjadi saya. Alat peraga Montessori tidak semuanya memiliki kunci jawaban. Kontekstual Pernyataan “alat peraga pernah dilihat oleh siswa” tidak harus dipakai.

  langsung berkaitan dengan atribut yang diukur. Pergunakan kalimat yang mudah dipahami oleh siswa. Bergradasi Penyataan sudah baik dengan ciri-ciri bergradasi alat peraga Montessori, akan tetapi lebih diperhatikan lagi alat peraga Montessori yang akan digunakan. Tidak semua alat peraga memiliki gradasi yang sama.

  Auto- correction

  Pernyataan “alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik”diubah menjadi “alat peraga memiliki cara penggunaan yang khas”. Bergradasi Perhatikan gradasi umur.

  Pemlihan kata dalam pernyataan seperti kata “mengerti” diubah menjadi kata “memahami” dan kata “digunakan” diubah menjadi “dioperasikan”. Menarik

  Auto- education

  2 Dosen B

  Komentar keseluruhan: Perlu diperjelas mengenai apakah ini deskriptor dari indikator atau sudah pernyataan. Deskripsi sudah bagus, hanya perlu diperjelas mengenai kalimat agar tidak ambigu atau bermakna ganda kemudian disesuaikan dengan konteks siswa dan guru.

  Workmanship Sesuaikan dengan bahan alat peraga yang telah dibuat apakah menggunakan lem dan paku.

  ahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Pernyataan “mudah dibawa ke mana- mana” belum tentu daya tahannya bagus. Pernyataan “alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan” membutuhkan waktu yang lama untuk siswa dan guru mengetahuinya. Penyataan lainnya, seperti mudah dibersihkan belum tentu tahan lama.

  Life Gunakan b

  Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa terutama siswa kelas bawah. Kontekstual Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya, sehingga tidak ambigu. Sesuaikan dengan bahan- bahan yang terdapat di lingkungan sekitar rumah maupun sekolah. Sebaiknya ditambahkan mengenai pengecatan alat peraga.

  Auto- correction

  Auto-

  50 N Validator/ Rangkuman Komentar o Indikator

  Menarik Bergradasi

  Auto- correction

  Kontekstual

  Life Workmanship

  Komentar keseluruhan: Secara umum, instrumen kuesioner yang dibuat sudah bagus.

  5 Kepala Sekolah A

  Auto- Pernyataan yang dibuat sudah baik education

  Menarik Pernyataan yang dibuat sudah baik Bergradasi Pernyataan yang dibuat sudah baik

  Auto- Pernyataan yang dibuat sudah baik correction

  Kontekstual Pernyataan yang dibuat sudah baik

  Life Pernyataan yang dibuat sudah baik Workmanship Pernyataan yang dibuat sudah baik

  Komentar keseluruhan:

  6 Kepala Sekolah B

  Auto- Secara umum pernyatan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu pernyataan education perlu diperbaiki.

  Menarik Secara umum pernyatan yang dibuat sudah baik. Bergradasi Secara umum pernyatan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu pernyataan perlu diperbaiki.

  Auto- Secara umum pernyatan yang dibuat sudah baik. correction

  Kontekstual Secara umum pernyatan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu pernyataan perlu diperbaiki.

  Life Secara umum pernyatan yang dibuat sudah baik. Workmanship Secara umum pernyatan yang dibuat sudah baik.

  Komentar keseluruhan:Penggunaan alat peraga Montessori dapat membantu berpikir lebih konkrit.

Tabel 3.6 menunjukkan komentar para ahli terhadap pernyataan dalam kuesioner. Guru B tidak memberikan komentar pada setiap pernyataan dalam

  

indikator. Guru B hanya memberi komentar secara keseluruhan. Hasil expert

judgement menunjukkan bahwa perlu adanya perbaikan dalam penyusunan

kalimat agar lebih baku. Beberapa ahli menyarankan perbaikan pada pernyataan

yang ada. Dosen A menyarankan perbaikan pada subyek dalam pernyataan, yaitu

siswa diganti dengan saya. Dosen B menyarankan perbaikan pada indikator auto-

  51 Tabel 3.7

  3. Alat peraga membantu menemukan jawaban yang benar

  14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar

  5. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  Auto-correction 1.

  Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban siswa

  16. Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban saya

  2. Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan

  17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan

  18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar

  13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar

  4. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat

  19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat

  5. Alat peraga memiliki kunci jawaban 20.

  Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 1.

  Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa

  21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui

  2. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar siswa

  22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya

  3. Siswa sering melihat bahan pembuat alat 23.

  4. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar

  3. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar

  

Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru

Sebelum dan Sesudah Expert Judgement

Pernyataan Sebelum Expert Judgement Pernyataan Sesudah Expert Judgement

Indikator Indikator

  5. Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika

  Auto-education 1.

  Alat peraga memudahkan siswa untuk mengerti matematika

  1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika

  2. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika

  2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika

  3. Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru

  3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain

  4. Alat peraga mudah digunakan 4.

  Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga membantu siswa dalam menjawab soal matematika

  6. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru 6.

  12. Alat peraga mempunyai bermacam- macam warna

  Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 1.

  Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik

  7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik

  2. Alat peraga memiliki warna yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 3.

  Alat peraga memiliki ukuran yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 4. Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik

  10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 1.

  Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6

  11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6

  2. Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua

  Alat peraga terbuat dari bahan yang sering

  52 Pernyataan Sebelum Expert Judgement Pernyataan Sesudah Expert Judgement

  

Indikator Indikator

4.

  Alat peraga ini pernah dilihat siswa 24.

  Alat peraga ini pernah saya lihat 5. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran

  25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran

  Life 1.

  Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 26.

  Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 2. Alat peraga mudah dibawa kemana-mana 27.

  Alat peraga mudah dibawa 3. Alat peraga dapat dipakai berkali-kali 28.

  Alat peraga dapat digunakan berulang kali 4. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan

  29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan

  Alat peraga tidak mudah rusak 6. Alat peraga mudah dibersihkan 31.

5. Alat peraga tidak mudah rusak 30.

  Alat peraga mudah dibersihkan

  Alat peraga mudah diperbaiki 32.

  Alat peraga mudah diperbaiki 2. Permukaan alat peraga halus 33.

  Alat peraga memiliki permukaan yang halus

  3. Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat

  34. Alat peraga dilem dengan kuat 4. Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan

  35. Alat peraga dipaku dengan kuat 5. Pemberian warna alat peraga rapi 36.

  Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan

  37. Alat peraga dicat dengan rapi

Tabel 3.7 menunjukkan perbandingan pernyataan dalam kuesioner sebelum dan sesudah dilakukan expert judgement. Pernyataan sesudah dilakukan

  expert judgement digunakan untuk melakukan face validity siswa dan guru. Pada

tabel 3.7 dapat dilihat adanya perubahan pada beberapa pernyataan. Semua kata siswa yang ada pada pernyataan diganti dengan kata saya.

  Kata “tanpa bantuan

guru” pada pernyataan nomor 3 dan 6 pada indikator auto-education diganti

dengan “tanpa bantuan orang lain”. Kata semua pada pernyaaan nomor 1 pada

indikator menarik dihilangkan. Pernyataan nomor 2 pada indikator menarik

diubah dari “alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua” menjadi

“alat peraga mempunyai bermacam-macam warna”. Pernyataan “alat peraga

mudah dibawa kemana- mana” pada indikator life diubah menjadi “alat peraga

mudah dibawa”. Pernyataan “alat peraga dapat dipakai berkali-kali” pada

  Workmanship 1.

  53 indikator life diubah menjadi “alat peraga dapat digunakan berulang kali”.

Pernyataan pada indikator workmanship yang mengalami perubahan adalah

pernyataan nomor 2, 3, dan 5. Pernyataan nomor 2 “permukaan alat peraga halus”

mengalami perbaikan pada susunan kalimat. Pernyataan tersebut diubah menjadi

“alat peraga memiliki permukaan yang halus”. Pernyataan nomor 3 “alat peraga

menggunakan lem dan paku yang kuat” diubah menjadi dua pernyataan.

Pernyataan tersebut adalah “alat perga dilem dengan kuat” dan “alat peraga

dipaku dengan kuat”. Pernyataan nomor 5 “pemberian warna alat peraga rapi”

diubah menjadi “alat peraga dicat dengan rapi”.

b. Face Validity (Validitas Muka)

  Margono (2010: 188) mengungkapkan bahwa face validity menunjuk pada

dua arti, yaitu menyangkut pengukuran atribut yang konkret dan menyangkut

penilaian para ahli maupun konsumen alat ukur tersebut. Face validity dalam

penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu face validity untuk siswa dan face validity

untuk guru.

  1) Face Validity untuk Siswa Face validity siswa diujikan kepada satu siswa dari kelas I, II, III, IV dan

  

V. Pengujian kepada siswa kelas I-V dimaksudkan untuk mengetahui tingkat

pemahaman siswa terhadap pernyataan yang digunakan. Hasil face validity untuk

siswa dapat dilihat pada tabel 3.8.

  

Tabel 3.8

Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa

  Validator/ No Rangkuman Komentar Indikator

  1 Siswa Kelas 1

  54 No Validator/ Indikator Rangkuman Komentar

education dengan beberapa pernyataan. Siswa harus diberi penjelasan terlebih

dahulu dengan contoh konkret sebelum mengisi kuesioner.

  Auto- education

  Auto-

  4 Siswa Kelas 4

  

Life Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri

penjelasan terlebih dahulu. Workmanship Secara umum siswa sudah paham jika beri penjelasan terlebih dahulu.

  Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri penjelasan terlebih dahulu. Kontekstual Secara perlu pendampingan dengan memberikan contoh konkrit kepada siswa. Pada penyataan item 22 siswa dimnta untuk mengingat dan melihat kembali benda-benda yang ada di sekitarnya yang dibuat untuk alat peraga.

  Auto- correction

  5. Siswa bingung dengan kata “tekstur”. Supaya siswa dapat memahaminya dengan baik, harus menjelaskannya dengan menggunakan benda konkrit.

  Siswa harus diberikan contoh dahulu kemudian menanyakan alat peraga yang menarik. Bergradasi Siswa sulit memahami pernyataan item 11 karena dia belum pernah merasakan kelas 4-

  Siswa perlu pendampingan ketika mengisi kuesioner karena tidak paham dengan “alat peraga”. Menarik Siswa baru paham setelah pendamping melalui cerita-cerita konkrit.

  3 Siswa Kelas 3

  Menarik Siswa kelas I perlu didampingi ketika mengisi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail. Bergradasi Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang seperti tekstur alat peraga

  

Life Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena

mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan.

Workmanship Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena

mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan.

  Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Kontekstual Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan.

  Auto- correction

  Siswa tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa merasa kebingungan dengan beberapanya. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh konkret sebelum mengisi kuesioner. Menarik Siswa perlu didampingi ketika mengisi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail. Bergradasi Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang seperti tekstur alat peraga

  Auto- education

  2 Siswa Kelas 2

  

Life Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena

mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan.

Workmanship Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena

mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan.

  Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Kontekstual Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan.

  Auto- correction

  Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat

  55 Validator/ No Rangkuman Komentar Indikator

  Menarik Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga. Bergradasi Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh tentang alat peraga.

  

Auto- Siswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan”.

correction Kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa.

  Kontekstual Siswa tidak paham dengan pernyataan “materi pembelajaran”. Materi pembelajaran dimaksud dalam hal apa.

  

Life Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri

penjelasan terlebih dahulu. Workmanship Secara umum siswa sudah paham jika beri penjelasan terlebih dahulu.

  5 Siswa Kelas 5

  Auto- Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat education peraga karena siswa tidak paham dengan alat peraga.

  Menarik Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga. Bergradasi Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh tentang alat peraga.

  

Auto- Siswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan”.

correction Kesalahan yang dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa.

  Kontekstual Siswa merasa kebingungan dengan pernyataan pada item 22 dan 23.

  Susunan kalimat perlu diperbaiki.

  

Life Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi

penjelasan terlebih dahulu. Workmanship Secara umum siswa sudah paham jika beri penjelasan terlebih dahulu.

Tabel 3.8 menunjukkan hasil face validity untuk siswa kelas I, II, III, IV dan V. Siswa perlu diberi penjelasan mengenai alat peraga karena siswa tidak

  

mengetahui yang dimaksud dengan alat peraga. Siswa kelas I dan II sangat

membutuhkan pendampingan untuk memahami pernyataan. Siswa kelas III

kurang mengerti dengan arti kata tekstur pada indikator bergradasi. Siswa kelas

  

IV kurang paham dengan pernyataan “materi pembelajaran” pada indikator

kontekstual. Ia bertanya materi pembelajaran apa yang dimaksudkan. Siswa kelas

V secara umum sudah mampu memahami maksud dari setiap pernyataan. Siswa

kelas V masih bingung dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan” pada

indikator auto-correction. Ia menilai pernyataan tersebut kurang jelas. Secara

  56

keseluruhan, perlu adanya perbaikan dalam susunan kalimat dan beberapa

pernyataan yang dinilai siswa masih membingungkan.

  19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 19.

  15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  Auto-correction Auto-correction 16.

  Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban saya

  16. Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban saya

  17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan

  17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika

  18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar

  18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar

  Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat

  14. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar

  20. Alat peraga memiliki kunci jawaban 20.

  Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui

  21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui

  22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya

  22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar

  23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya

  23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat

  24.

  15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar

  

Tabel 3.9

Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa

Sebelum dan Sesudah Face Validity Siswa

  Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika

  

Pernyataan Sebelum Face Validity Siswa Pernyataan Sesudah Face Validity Siswa

Indikator Indikator

Auto-education Auto-education 1.

  Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika

  1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika

  2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika

  2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika

  3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain

  3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain

  4. Alat peraga mudah digunakan 4.

  5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika

  13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar

  6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain

  6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 8.

  Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 9.

  Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain

  Bergradasi Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6

  11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6

  12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna

  12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna

  13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar

  24.

  57 Pernyataan Sebelum Face Validity Siswa Pernyataan Sesudah Face Validity Siswa

  Alat peraga mudah diperbaiki 32.

  Pernyataan nomor 2 mengalami perubahan dari “alat peraga

membantu saya menyelesaikan soal matematika” menjadi “ alat peraga membantu

saya mengerjakan semua soal matematika”. Pernyataan nomor 3, yaitu “alat

peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain” diubah menjadi “alat

peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain”. Pernyataan nomor 5 diubah

menjadi “alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika”. Kata

“tekstur” pada pernyataan nomor 14 diperbaiki menjadi “permukaan”. Pernyataan

nomor 17 mengalami penambahan kalimat menjadi “alat peraga membantu saya

memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika”. Pernyataan nomor

22 mengalami perbaika n susunan kalimat menjadi “alat peraga menggunakan

bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar”. Pernyataan nomor 23

diperbaiki menjadi “alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat”.

Pernyataan nomor 25 diubah menjadi “alat peraga sesuai dengan materi yang saya

pelajari”.

Tabel 3.9 menunjukkan perubahan pernyataan setelah dilakukan face validity untuk siswa.

  Alat peraga dicat dengan rapi

  36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan

  Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan

  Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 35.

  Alat peraga memiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 34.

  Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 33.

  Workmanship Workmanship 32.

  

Indikator Indikator

  Alat peraga mudah dibersihkan

  Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan 31.

  29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 30.

  Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan

  Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 28.

  Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 27.

  Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 26.

  Life Life 26.

  pembelajaran pelajari

37. Alat peraga dicat dengan rapi 37.

  58 2) Face Validity untuk Guru

  Life Secara umum guru dapat memahami pernyataan. Workmanship Pernyataan sudah dapat dipahami oleh guru, tetapi pada item nomor 33

  

Life Guru paham dengan pernyataan pada indikator ini. Item nomor 29

perlu diperbaiki susunan kalimatnya. Workmanship

  Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi perlu diperjelas lagi kesalahan seperti apa yang dimaksudkan. Kontekstual Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “bisa” atau “dapat” dan pada penggunaan kata “saya”.

  Auto- correction

  Secara umum pernyataan baik, tetapi kata “bisa” sebaiknya diganti “dapat”.

  Menarik Secara umum guru paham dengan pernyatataan pada indikator ini, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “memiliki” atau “mempunyai”. Bergradasi

  Secara umum guru sudah mampu memahami pernyataan. Kata “mengerti” diganti “memahami” dan kata “digunakan” diganti “dipergunakan”.

  Auto- education

  2 Guru Kelas 2

  dalam penggunaan kata “permukaan” harus konsisten dengan kata “tekstur” pada item nomor 14. Pada item nomor 34 kata “dilem” diganti “direkatkan”.

  Kontekstual Secara umum sudah baik. Kata “bisa” diganti kata “dapat”. Item 25 ditambahkan kata “yang saya terangkan”.

  Face validity untuk guru dilakukan dengan mengujikan kuesioner kepada

5 guru kelas. Guru kelas tersebut adalah guru kelas I-V. Hasil face validity untuk

guru seperti terlihat pada tabel 3.10.

  Ada beberapa pernyataan yang sudah dapat dipahami guru akan tetapi ada beberapa pernyataan diperjelas lagi maksudnya, seperti kesalahan apa yang dimaksud. Item nomor 18 kata “menemukan” diganti “mengetahui”.

  Auto- correction

  Bergradasi Kata “bisa” diganti “dapat” dan kata “bermacam-macam” diganti “bermacam”.

  Menarik Secara umum pernyataan sudah baik, tetapi item yang menyatakan kata “pas” diperjelas lagi. Pernyataan nomor 10 diganti “alat peraga lebih menarik dibandingkan alat peraga lain”

  Secara keseluruhan sudah baik, tetapi ada beberapa item yang perlu ditambahkan kata dan diganti. Item 3 “alat peraga dapat digunakan tanpa bantuan orang lain”. Item berikutnya tambahkan dapat dan hilangkan kata saya.

  Auto- education

  1 Guru Kelas 1

  Indikator Rangkuman Komentar

  No Validator/

  

Tabel 3.10

Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru

  Guru tidak dapat memahami pernyataan nomor 32 dan 33. Kata “ dicat” sebaiknya diganti “ diwarnai”.

  59

  Secara umum pernytaan sudah baik, tetapi ada beberapa pernyataan yang perlu diperbaiki. Kontekstual Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru.

Tabel 3.10 menunjukkan hasil face validity untuk guru. Guru memberikan saran untuk lebih konsisten dalam penggunaan beberapa kata. Kata tersebut

  Life Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Workmanship Pernyataan pada indikator ini sudah baik.

  Item nomor 23 sebaiknya diganti “ alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat”, sedangkan pernyataan lainnya sudah baik.

  Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Kontekstual

  Auto- correction

  Item nomor 9 kata “pas” diganti dengan kata “proporsional”, sedangkan item yang lain sudah baik. Bergradasi Pernyataan pada indikator ini sudah baik.

  Item nomor 3 susunan kalimatnya perlu diperbaiki. Item nomor 6 sebaiknya ditambahkan kata “dapat” setelah kata “alat peraga”, sedangkan pernyataan yang lain sudah baik. Menarik

  Auto- education

  5 Guru Kelas 5

  Life Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Workmanship Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru.

  Auto- correction

  No Validator/

  Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Pada item nomor 1 dan 3 masih perlu perbaikan. Menarik Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Bergradasi Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru, namun perlu perbaikan pada item nomor 11.

  Auto- education

  4 Guru Kelas 4

  Life Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Workmanship Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tapi ada beberapa pernyataan yang masih perlu diperjelas.

  4 sebaiknya diganti “alat peraga pernah dilihat saya”.

  Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi pada item nomor 16 sebaiknya diganti “ alat peraga mempunyai pengendali kesalahan”. Kontekstual Kata “bisa” sebaiknya diganti dengan kata “dapat”, sedangkan pada item nomor 2

  Auto- correction

  Menarik Konsisten dalam menggunakan kata “mempunyai” atau “memiliki”. Bergradasi Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi pada item nomor 11 lebih baik diubah “ Alat peraga dapatdigunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai 6.

  Kata “menyelesaikan” dan “menjawab” diganti dengan kata “mengerjakan” . Kata “oleh” sebaiknya tidak digunakan pada item nomor 3. Pada item nomor 4 sebaiknya ditambah dengan kata “saya”.

  Auto- education

  Indikator Rangkuman Komentar

  

adalah “bisa” dengan “dapat”, “memiliki” dengan “mempunyai”, dan “tekstur”

dengan “permukaan”. Guru kelas I memberikan saran untuk mengubah

  60

peraga lain”. Guru kelas I juga menyarankan untuk mengganti kata “dilem” pada

pernyataan nomor 34 menjadi “direkatkan”. Saran yang diberikan oleh guru kelas

  5. Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika 5.

  9.

  9.

  8. Alat peraga mempunyai warna yang menarik

  8. Alat peraga memiliki warna yang menarik

  7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik

  Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik

  6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik Menarik 7.

  Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain

  Alat peraga mudah saya gunakan.

  

II adalah mengganti kata “mengerti” pada indikator auto-education menjadi

“memahami”. Guru kelas III menyarankan perbaikan pada indikator auto-

education untuk mengganti kata “menyelesaikan” dan “menjawab” dengan kata

“mengerjakan”. Guru kelas III juga menyarankan untuk mengubah pernyataan

nomor 11 menjadi “alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6”. Saran dari guru kelas IV adalah untuk

melakukan perbaikan kalimat pada pernyataan nomor 1 dan 3. Guru kelas V

menyarankan untuk mengganti kata “pas” pada pernyataan nomor 9 menjadi

“proporsional”. Item nomor 23 juga disarankan untuk diubah menjadi “alat peraga

terbuat dari bahan yang sering saya lihat”.

  3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain.

  3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain

  Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika

  2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika 2.

  1. Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika

  Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika

  

Pernyataan Sebelum Face Validity Guru Pernyataan Sesudah Face Validity Guru

Indikator Indikator

Auto-education Auto-education 1.

  

Tabel 3.11

Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru

Sebelum dan Sesudah Face Validity Guru

4. Alat peraga mudah digunakan 4.

  61 Pernyataan Sebelum Face Validity Guru Pernyataan Sesudah Face Validity Guru

  29. Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan

  23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya

  23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat.

  24. Alat peraga ini pernah saya lihat 24.

  Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran

  25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran

  Life Life 26.

  Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 27.

  Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali

  28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan

  30. Alat peraga tidak mudah rusak 30.

  22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya

  Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan 31.

  Alat peraga mudah dibersihkan

  Workmanship Workmanship 32.

  Alat peraga mudah diperbaiki 32.

  Alat peraga mudah saya perbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus

  33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus

  34. Alat peraga dilem dengan kuat 34.

  Alat peraga direkatkan dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 35.

  Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika 36.

  22. Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar.

  21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui

  

Indikator Indikator

10.

  15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  Alat peraga menarik daripada alat peraga lain

  10. Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Bergradasi Bergradasi 11.

  Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6

  11. Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacam- macam warna

  12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna

  13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar

  13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar

  14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar

  14. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar

  15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui

  Auto-correction Auto-correction 16.

  Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban saya

  16. Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban saya

  17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 17.

  Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar

  18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar

  19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat

  19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat

  20. Alat peraga memiliki kunci jawaban 20.

  Alat peraga memiliki kunci jawaban Kontekstual Kontekstual 21.

  Alat peraga tidak melukai saya ketika

  62 Pernyataan Sebelum Face Validity Guru Pernyataan Sesudah Face Validity Guru

  

Indikator Indikator

37.

  37. Alat peraga dicat dengan rapi Alat peraga dicat dengan rapi

Tabel 3.11 menunjukkan perubahan pernyataan sebelum dan sesudah dilakukan face validity untuk guru. Terdapat 12 pernyataan yang mengalami

  perubahan.

  Pernyataan nomor 1 berubah menjadi “alat peraga memudahkan saya

memahami konsep matematika”. Pernyataan nomor 2 mengalami perubahan pada

kata “menyelesaikan” menjadi “mengerjakan”. Pernyataan nomor 3 “alat peraga

dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain” diubah menjadi “alat peraga

dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain”. Pernyataan nomor 4 mengalami

perubahan menjadi “alat peraga mudah saya gunakan”. Pernyataan nomor 5

mengalami perubaha n pada kata “menjawab” menjadi “mengerjakan”. Pernyataan

nomor 8 diubah menjadi “alat peraga mempunyai warna yang menarik”.

Pernyataan nomor 9 mengalami perubahan menjadi “alat peraga mempunyai

ukuran yang proporsional”. Kata “lebih” ditambahkan pada pernyataan nomor 10,

sehingga menjadi “alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain”.

Pernyataan nomor 11 diubah menjadi “alat peraga dapat digunakan untuk

memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6

  ”. Kata “tekstur”

pada pernyataan nomor 14 diubah menjadi kata “permukaan”. Pernyataan nomor

17 mengalami penambahan kalimat menjadi “alat peraga membantu saya

memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika

  ”. Pernyataan nomor

22 mengalami perubahan menjadi “alat peraga menggunakan bahan yang dapat

saya temukan di lingkungan sekitar ”. Pernyataan nomor 23 diubah menjadi “alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat ”.

  63 Tabel 3.12

  18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19.

Tabel 3.12 menunjukkan pernyataan kuesioner kinerja dan kepentingan yang digunakan untuk penelitian guru. Kuesioner untuk penelitian guru

  Alat peraga mudah saya perbaiki 33. Alat peraga memiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga direkatkan dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi

  Workmanship 32.

  Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan

  Life 26.

  Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran

  23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 24.

  Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar.

  Kontekstual 21.

  Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban

  Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika

  

Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan untuk Guru

Indikator Pernyataan

  Auto-correction 16.

  Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 13.

  Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6

  Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11.

  Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga mempunyai warna yang menarik 9. Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional 10.

  Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Menarik 7.

  5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 6.

  4. Alat peraga mudah saya gunakan.

  Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain.

  Auto-education 1.

  

mempunyai 37 pernyataan. Pernyataan tersebut adalah hasil kuesioner setelah

dilakukan perbaikan melalui expert judgement dan face validity. Peneliti tidak

  64

melakukan uji empiris terhadap kuesioner guru karena keterbatasan responden uji

empiris.

c. Construct Validity (Validitas Konstruksi)

  Construct validity digunakan untuk mengetahui bahwa alat ukur yang

dipakai sudah mengandung satu definisi operasional atau konsep teoritis yang

tepat (Margono, 2010: 187). Construct validity dalam penelitian ini ditempuh

dengan uji empiris. Uji empiris dilakukan pada siswa kelas V di SDN 1

Kebondalem Lor. Siswa kelas V di SDN 1 Kebondalem Lor dipilih karena pernah

menggunakan alat peraga blok pecahan. Siswa SDN 1 Kebondalem Lor memiliki

karakteristik yang serupa dengan siswa di sekolah dasar penelitian. Jumlah

responden uji empiris sebanyak 41 siswa. Perhitungan uji empiris bisa dilakukan

secara manual dengan menggunakan rumus Product Moment (Sugiyono, 2011:

241).

  =

  xy

  Keterangan: = Koefisien korelasi Product Moment r xy

  = Jumlah skor dalam sebaran x (item skor per butir)

= Jumlah skor dalam sebaran y (item skor total)

= Jumlah perkalian antara skor butir per item dengan skor total n = Jumlah responden

  2 = Jumlah kuadrat skor butir per item

  2 = Jumlah kuadrat skor total

  65 Cara untuk mengetahui valid atau tidaknya item adalah dengan

membandingkan r tabel Product Moment dengan r hitung. Item dinyatakan valid

jika r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel. Sugiyono (2011: 613)

menjelaskan bahwa r tabel dengan jumlah responden 41 maka taraf signifikansi

5% adalah 0,308 sedangkan pada taraf signifikansi 1% adalah 0,398. Penelitian ini

menggunakan r tabel 0,308. Item dalam penelitian ini dinyatakan valid jika

mempunyai r hitung yang lebih besar dari 0,308.

  Data hasil uji empiris dalam penelitian ini diolah dengan bantuan program

Microsoft Excel dan Statistical Package for The Social Sciences 16 (SPSS 16)

untuk mengetahui validitas dari masing-masing pernyataan yang digunakan.

  

Microsoft Excel digunakan untuk mempermudah peneliti dalam melakukan

tabulasi data penelitian. SPSS 16 digunakan untuk menghitung validitas dari

masing-masing pernyataan yang digunakan. Item yang valid memiliki tanda *

atau **. Taniredja dan Mustafidah (2012: 97) mengungkapkan bahwa item yang

memiliki tanda * artinya signifikan pada taraf kepercayaan 95%. Item yang

memiliki tanda ** artinya signifikan pada taraf kepercayaan 99%.

  Indikator auto-education mempunyai 6 item. Hasil perhitungan validitas

kinerja pada indikator auto-education menunjukkan bahwa terdapat 6 item yang

valid . Item nomor 1 mempunyai nilai koefisien 0,389* pada taraf signifikansi

95%. Item nomor 2 hingga item nomor 6 mempunyai nilai koefisien sebesar

0,671**, 0,717**, 459**, 0,744**, dan 0,684** pada taraf signifikansi 99%.

  

Tanda * berarti bahwa item tersebut valid pada tingkat kepercayaan 95%. Tanda

  • ** berarti bahwa item tersebut valid pada tingkat kepercayaan 99%. Hasil output

  66 SPSS 16 validitas kinerja indikator auto-education dapat dilihat pada lampiran 11 bagian a halaman 206.

  Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator auto-education

menunjukkan bahwa terdapat 6 item yang valid. Item nomor 1 hingga item nomor

6 mempunyai nilai koefisien 0,659**, 0,696**, 0,620**, 0,567**, 0,696**, dan

0,552** pada taraf signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item tersebut valid

pada tingkat kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16 validitas kepentingan

indikator auto-education dapat dilihat pada lampiran 12 bagian a halaman 213.

  Indikator menarik mempunyai 4 item. Hasil perhitungan validitas kinerja

pada indikator menarik menunjukkan bahwa terdapat 4 item yang valid. Item

nomor 7 hingga item nomor 10 mempunyai nilai koefisien 0,819**, 0,873**,

0,635**, dan 0,699** pada taraf signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item

tersebut valid pada tingkat kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16 validitas

kinerja indikator menarik dapat dilihat pada lampiran 11 bagian b halaman 207.

  Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator menarik

menunjukkan bahwa terdapat 4 item yang valid. Item nomor 7 hingga item nomor

10 mempunyai nilai koefisien 0,731**, 0,785**, 0,514** dan 0,718** pada taraf

signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item tersebut valid pada tingkat

kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16 validitas kepentingan indikator menarik

dapat dilihat pada lampiran 12 bagian b halaman 214.

  Indikator bergradasi mempunyai 5 item. Hasil perhitungan validitas

kinerja pada indikator bergradasi menunjukkan bahwa terdapat 5 item yang valid.

  

Item nomor 11 hingga item nomor 15 mempunyai nilai koefisien 0,448**,

  67

0,790**, 0,793**, 0,638**, dan 0,707** pada taraf signifikansi 99%. Tanda **

berarti bahwa item tersebut valid pada tingkat kepercayaan 99%. Hasil output

SPSS 16 validitas kinerja indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 11

bagian c halaman 208.

  Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator bergradasi

menunjukkan bahwa terdapat 5 item yang valid. Item nomor 11 hingga item

nomor 15 mempunyai nilai koefisien 0,452**, 0,677**, 0,780**, 0,630**, dan

0,716** pada taraf signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item tersebut valid

pada tingkat kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16 validitas kepentingan

indikator bergradasi dapat dilihat pada lampiran 12 bagian c halaman 215.

  Indikator auto-correction mempunyai 5 item. Hasil perhitungan validitas

kinerja pada indikator auto-correction menunjukkan bahwa 4 item dinyatakan

valid dan 1 item dinyatakan tidak valid. Item yang tidak valid adalah item nomor

20 dengan nilia koefisien 0,282. Item nomor 16 hingga item nomor 19 valid

dengan nilai koefisien 0,834**, 0,687**, 0,537**, dan 0,583** pada taraf

signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item tersebut valid pada tingkat

kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16 validitas kinerja indikator auto-

correction dapat dilihat pada lampiran 11 bagian d halaman 209.

  Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator auto-correction

menunjukkan bahwa terdapat 5 item yang valid. Item nomor 16 hingga item

nomor 20 mempunyai nilai koefisien 0,759**, 0,697**, 0,770**, dan 0,769**,

pada taraf signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item tersebut valid pada

tingkat kepercayaan 99%. Item nomor 20 mempunyai nilai koefisien 0,371* pada

  68

taraf signifikansi 95%. Tanda * berarti bahwa item tersebut valid pada tingkat

kepercayaan 95%. Hasil output SPSS 16 validitas kepentingan indikator auto-

correction dapat dilihat pada lampiran 12 bagian d halaman 216.

  Indikator kontekstual mempunyai 5 item, yaitu item nomor 21, 22, 23, 24,

dan 25. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator kontekstual

menunjukkan bahwa terdapat 5 item yang valid. Item nomor 21 hingga item

nomor 25 mempunyai nilai koefisien 0,597**, 0,656**, 0,589**, 0,668**, dan

0,719** pada taraf signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item tersebut valid

pada tingkat kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16 validitas kinerja indikator

kontekstual dapat dilihat pada lampiran 11 bagian e halaman 210.

  Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator kontekstual

menunjukkan bahwa terdapat 5 item yang valid. Item nomor 21, 22, 23, dan 25

mempunyai nilai koefisien 0,760**, 0,664**, 0,736**, dan 0,433** pada taraf

signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item tersebut valid pada tingkat

kepercayaan 99%. Item nomor 24 mempunyai nilai koefisien 0,340* pada taraf

signifikansi 95%. Tanda * berarti bahwa item tersebut valid pada tingkat

kepercayaan 95%. Hasil output SPSS 16 validitas kepentingan indikator

kontekstual dapat dilihat pada lampiran 12 bagian e halaman 217.

  Indikator life mempunyai 6 item, yaitu item nomor 26, 27, 28, 29, 30, dan

  

31. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator life menunjukkan bahwa

terdapat 6 item yang valid. Item nomor 26 hingga item nomor 31 mempunyai nilai

koefisien 0,618**, 0,462**, 0,417**, 0,720**, 0,614** dan 0,590* pada taraf

signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item tersebut valid pada tingkat

  69

kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16 validitas kinerja indikator life dapat

dilihat pada lampiran 11 bagian f halaman 211.

  Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator life menunjukkan

bahwa terdapat 6 item yang valid. Item nomor 26 hingga item nomor 31

mempunyai nilai koefisien 0,694**, 0,801**, 0,458**, 0,583**, 0,581** dan

0,495** pada taraf signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item tersebut valid

pada tingkat kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16 validitas kepentingan

indikator life dapat dilihat pada lampiran 12 bagian f halaman 218.

  Indikator workmanship mempunyai 6 item, yaitu item nomor 32, 33, 34,

35, 36, dan 37. Hasil perhitungan validitas kinerja pada indikator workmanship

menunjukkan bahwa terdapat 6 item yang valid. Item nomor 32 hingga item

nomor 37 mempunyai nilai koefisien 0,553**, 0,599**, 0,832**, 0,815**,

0,590**, dan 0,621** pada taraf signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item

tersebut valid pada tingkat kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16 validitas

kinerja indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 11 bagian g halaman

212.

  Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator workmanship

menunjukkan bahwa terdapat 6 item yang valid. Item nomor 32 hingga item

nomor 37 mempunyai nilai koefisien 0,533**, 0,579**, 0,641**, 0,644**,

0,434** dan 0,658** pada taraf signifikansi 99%. Tanda ** berarti bahwa item

tersebut valid pada tingkat kepercayaan 99%. Hasil output SPSS 16 validitas

kepentingan indikator workmanship dapat dilihat pada lampiran 12 bagian g

halaman 219.

  70 Tabel 3.13

  Item 17 0,697** 0,679** 0,308 Valid Item 18 0,770** 0,770** 0,308

Tabel 3.13 adalah tabel rangkuman hasil validitas untuk uji empiris kuesioner kinerja dan kepentingan. Hasil perhitungan terhadap kuesioner kinerja

  Item 33 0,599** 0,579** 0,308 Valid Item 34 0,832** 0,641** 0,308 Valid Item 35 0,815** 0,644** 0,308 Valid Item 36 0,590** 0,434** 0,308 Valid Item 37 0,621** 0,658** 0,308 Valid

  Workmanship Item 32 0,553** 0,533** 0,308 Valid

  Item 27 0,462** 0,801** 0,308 Valid Item 28 0,717** 0,458** 0,308 Valid Item 29 0,720** 0,583** 0,308 Valid Item 30 0,614** 0,581** 0,308 Valid Item 31 0,590** 0,495** 0,308 Valid

  Valid Life Item 26 0,618** 0,694** 0,308 Valid

  Kontekstual Item 21 0,597** 0,760** 0,308 Valid Item 22 0,664** 0,664** 0,308 Valid Item 23 0,736** 0,736** 0,308 Valid Item 24 0,668** 0,340* 0,308 Valid Item 25 0,719** 0,433** 0,308

  Item 19 0,769** 0,769** 0,308 Valid Item 20 0,282 0.371* 0,308 Tidak valid

  Valid

  Auto-correction Item 16 0,834** 0,759** 0,308 Valid

  

Perbandingan Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa

Indikator No. Item Validitas r tabel Keterangan Kinerja Kepentingan

  Item 13 0,793** 0,780** 0,308 Valid Item 14 0,638** 0,630** 0,308 Valid Item 15 0,707** 0,716** 0,308 Valid

  Valid

  Bergradasi Item 11 0,448** 0,452** 0,308 Valid Item 12 0,790** 0,677** 0,308

  Item 8 0,873** 0,785** 0,308 Valid Item 9 0,635** 0,514** 0,308 Valid Item 10 0,699** 0,718** 0,308 Valid

  Item 6 0,684** 0,552** 0,308 Valid Menarik Item 7 0,819** 0,731** 0,308 Valid

  Valid

  Item 2 0,671** 0,696** 0,308 Valid Item 3 0,717** 0,620** 0,308 Valid Item 4 0,459** 0,567** 0,308 Valid Item 5 0,744** 0,696** 0,308

  Auto-education Item 1 0,389* 0,659** 0,308 Valid

  

dan kepentingan menunjukkan bahwa terdapat satu item yang tidak valid, yaitu

item 20 pada kuesioner kinerja. Item 20 pada kuesioner kinerja mempunyai r

hitung yang lebih rendah dari r tabel. Item 20 tidak diikutsertakan dalam uji

reliabilitas. Item yang diikutsertakan dalam uji reliabilitas adalah item yang valid

  71

pada kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Hal tersebut karena item

kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan mempunyai pernyataan dan

mengukur hal yang sama.

2. Uji Reliabilitas

  Reliabilitas mengacu pada konsistensi dan stabilitas hasil pengukuran

instrumen yang digunakan sebagai pengukur (Sarwono, 2011: 144). Uji

reliabilitas dilakukan untuk mengetahui tingkat konsistensi dan stabilitas

instrumen yang digunakan. Purwanto (2008) mengemukakan bahwa untuk

menguji reliabilitas instrumen non-tes dapat menggunakan rumus Alpha

Cronbach : Keterangan: r = Reliabilitas instrumen k = Banyaknya item = Jumlah varian skor butir

  = Varian skor total Uji reliabilitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 16. Item yang

diuji hanya item yang dinyatakan valid pada kuesioner kinerja dan kuesioner

kepentingan. Item yang diuji pada indikator auto-education sebanyak 6 item. Item

yang diuji pada indikator menarik dan auto-correction sebanyak 4 item. Item yang

diuji pada indikator bergradasi dan kontekstual sebanyak 5 item. Item yang diuji

pada indikator life dan workmanship sebanyak 6 item. Masidjo (1995)

  72

mengklasifikasikan tingkat reliabilitas ke dalam lima kategori, yaitu sangat tinggi,

tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah.

  

Tabel 3.14

Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Instrumen

  Interval Koefisien Reliabilitas Klasifikasi 0,91 Sangat tinggi

  • – 1,00 0,71 Tinggi – 0,90

  0,41 Cukup

  • – 0,70 0,21 Rendah – 0,40

  Negatif Sangat rendah

  • – 0,20

Tabel 3.14 menunjukkan klasifikasi tingkat reliabilitas instrumen. Item mempunyai reliabilitas yang sangat tinggi jika koefisien reliabilitasnya diantara

  

0,91-1,00. Item mempunyai reliabilitas yang tinggi jika koefisien reliabilitasnya

diantara 0,71-0,90. Item mempunyai reliabilitas yang cukup jika koefisien

reliabilitasnya diantara 0,41-0,70. Item mempunyai reliabilitas yang rendah jika

koefisien reliabilitasnya diantara 0,21-0,40. Item mempunyai reliabilitas yang

sangat rendah jika koefisien reliabilitasnya diantara kurang dari 0,20.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien

reliabilitas total indikator auto-education termasuk dalam kategori cukup, yaitu

0,673. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan semua item indikator auto-

education , yaitu item 1, item 2, item 3, item 4 dan item 5 dan 6. Output uji

reliabilitas kinerja indikator auto-education dapat dilihat selengkapnya pada

lampiran 13 bagian a halaman 220.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa

reliabilitas total indikator auto-education termasuk dalam kategori cukup, yaitu

0,658. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan semua item indikator auto-

  73

reliabilitas kepentingan indikator auto-education dapat dilihat selengkapnya pada

lampiran 14 bagian a halaman 224.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien

reliabilitas total indikator menarik termasuk dalam kategori tinggi, yaitu 0,745.

  

Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan semua item indikator menarik, yaitu

item 7, item 8, item 9, dan item 10. Output uji reliabilitas kinerja indikator

menarik dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13 bagian b halaman 220.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa

reliabilitas total indikator menarik termasuk dalam kategori cukup, yaitu 0,632.

  

Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan semua item indikator menarik, yaitu

item 7, item 8, item 9, dan item 10. Output uji reliabilitas kepentingan indikator

menarik dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 14 bagian b halaman 224.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien

reliabilitas total indikator bergradasi termasuk dalam kategori tinggi, yaitu 0,708.

  

Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan semua item indikator bergradasi,

yaitu item 11, item 12, item 13, item 14, dan item 15. Output uji reliabilitas

kinerja indikator bergradasi dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13 bagian c

halaman 221.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa

reliabilitas total indikator bergradasi termasuk dalam kategori cukup, yaitu 0,655.

  

Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan semua item indikator bergradasi,

yaitu item 11, item 12, item 13, item 14, dan item 15. Output uji reliabilitas

kepentingan indikator bergradasi dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 14

  74 bagian c halaman 225.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien

reliabilitas total indikator auto-correction termasuk dalam kategori cukup, yaitu

0,660. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan item indikator auto-

correction , yaitu item 16, item 17, item 18, dan item 19. Item 20 tidak digunakan

dalam perhitungan karena item tersebut tidak valid. Output uji reliabilitas kinerja

indikator auto-correction dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13 bagian d

halaman 221.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa

reliabilitas total indikator auto-correction termasuk dalam kategori tinggi, yaitu

0,783. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan item indikator auto-

correction , yaitu item 16, item 17, item 18, dan item 19. Item 20 tidak digunakan

dalam perhitungan karena item tersebut tidak valid pada kuesioner kinerja. Output

uji reliabilitas kepentingan indikator auto-correction dapat dilihat selengkapnya

pada lampiran 14 bagian d halaman 225.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien

reliabilitas total indikator kontekstual termasuk dalam kategori cukup, yaitu 0,650.

  

Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan item indikator kontekstual, yaitu

item 21, item 22, item 23, item 24, dan item 25. Output uji reliabilitas kinerja

indikator kontekstual dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13 bagian e

halaman 222.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa

reliabilitas total indikator kontekstual termasuk dalam kategori cukup, yaitu 0,565.

  75 Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan item indikator kontekstual, yaitu

item 21, item 22, item 23, item 24, dan item 25. Output uji reliabilitas kepentingan

indikator kontekstual dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 14 bagian e

halaman 226.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien

reliabilitas total indikator life termasuk dalam kategori cukup, yaitu 0,595.

  

Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan item indikator life, yaitu item 26,

item 27, item 28, item 29, item 30, dan item 31. Output uji reliabilitas kinerja

indikator life dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 13 bagian f halaman 222.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa

reliabilitas total indikator life termasuk dalam kategori cukup, yaitu 0,657.

  

Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan item indikator life, yaitu item 26,

item 27, item 28, item 29, item 30, dan item 31. Output uji reliabilitas kepentingan

indikator life dapat dilihat selengkapnya pada lampiran 14 bagian f halaman 226.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kinerja menunjukkan bahwa koefisien

reliabilitas total indikator workmanship termasuk dalam kategori tinggi, yaitu

0,754. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan item indikator workmanship,

yaitu item 32, item 33, item 34, item 35, item 36, dan item 37. Output uji

reliabilitas kinerja indikator workmanship dapat dilihat selengkapnya pada

lampiran 13 bagian g halaman 223.

  Hasil uji reliabilitas kuesioner kepentingan menunjukkan bahwa

reliabilitas total indikator workmanship termasuk dalam kategori cukup, yaitu

0,608. Koefisien reliabilitas dihitung menggunakan item indikator workmanship,

  76

yaitu item 32, item 33, item 34, item 35, item 36, dan item 37. Output uji

reliabilitas kepentingan indikator workmanship dapat dilihat selengkapnya pada

lampiran 14 bagian g halaman 227.

  

Reliabilitas total indikator pada kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan

berada dalam klasifikasi cukup dan tinggi. Output uji reliabilitas kinerja dan

kepentingan bisa dilihat selengkapnya pada lampiran 13 dan 14 di halaman 220

dan 224.

  Item 10 0,699** 0,718** 0,737 0,534 Reliabilitas Menarik 0,745 0,632

  Item 8 0,873** 0,785** 0,565 0,456 Item 9 0,635** 0,514** 0,793 0,704

  Reliabilitas Auto-education 0,673 0,658 Menarik Item 7 0,819** 0,731** 0,621 0,509

  Item 2 0,671** 0,696** 0,612 0,570 Item 3 0,717** 0,620** 0,619 0,648 Item 4 0,459** 0,567** 0,675 0,657 Item 5 0,744** 0,696** 0,572 0,578 Item 6 0,684** 0,552** 0,614 0,660

  Deleted) Auto-education Item 1 0,389* 0,659** 0,676 0,587

  Item Deleted) Kepentingan (If Item

  Indikator Item Validitas Reliabilitas

Kinerja Kepentingan

Kinerja (If

  Tabel 3.16 Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas

Tabel 3.15 menunjukkan reliabilitas total untuk setiap indikator pada kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Koefisien reliabilitas total

  

Tabel 3.15

Perbandingan Reliabilitas Total Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa

  7 Workmanship 0,754 / Tinggi 0,608 / Cukup

  6 Life 0,595 / Cukup 0,657 / Cukup

  5 Kontekstual 0,650 / Cukup 0,565 / Cukup

  4 Auto-correction 0,660 / Cukup 0,783 / Tinggi

  3 Bergradasi 0,708 / Tinggi 0,655 / Cukup

  2 Menarik 0,745 / Tinggi 0,632 / Cukup

  1 Auto-education 0,673 / Cukup 0,658 / Cukup

  No Indikator Reliabilitas Total Kinerja / Klasifikasi Kepentingan / Klasifikasi

  Bergradasi Item 11 0,448** 0,452** 0,744 0,722

  77 Indikator Item Validitas Reliabilitas

  Life Item 26 0,618** 0,694** 0,518 0,572

Tabel 3.16 menunjukkan rangkuman validitas dan reliabilitas. Pada indikator menarik, item nomor 9 harus dihapus dan tidak digunakan dalam

  Reliabilitas Workmanship 0,754 0,608

  Item 33 0,599** 0,579** 0,739 0,563 Item 34 0,832** 0,641** 0,651 0,532 Item 35 0,815** 0,644** 0,661 0,532 Item 36 0,590** 0,434** 0,752 0,639 Item 37 0,621** 0,658** 0,734 0,524

  

Workmanship Item 32 0,553** 0,533** 0,754 0,581

  Reliabilitas Life 0,595 0,657

  Item 27 0,462** 0,801** 0,606 0,506 Item 28 0,717** 0,458** 0,592 0,665 Item 29 0,720** 0,583** 0,484 0,632 Item 30 0,614** 0,581** 0,535 0,627 Item 31 0,590** 0,495** 0,545 0,654

  Reliabilitas Kontekstual 0,650 0,565

  

Kinerja Kepentingan

Kinerja (If Item Deleted)

  Item 22 0,664** 0,664** 0,699 0,495 Item 23 0,736** 0,736** 0,618 0,395 Item 24 0,668** 0,340* 0,608 0,601 Item 25 0,719** 0,433** 0,554 0,593

  Reliabilitas Auto-correction 0,660 0,783 Kontekstual Item 21 0,597** 0,760** 0,604 0,385

  Item 16 0,834** 0,759** 0,492 0,751 Item 17 0,697** 0,679** 0,626 0,741 Item 18 0,770** 0,770** 0,633 0,710 Item 19 0,769** 0,769** 0,580 0,722 Item 20 0,282 0.371* - -

  Auto- correction

  Reliabilitas Bergradasi 0,708 0,655

  Item 13 0,793** 0,780** 0,593 0,507 Item 14 0,638** 0,630** 0,673 0,602 Item 15 0,707** 0,716** 0,667 0,554

  Kepentingan (If Item Deleted)

  

penelitian. Hal ini karena reliabilitas total indikator menarik kurang seimbang,

yaitu 0,632 dan 0,745. Item nomor 9 dihapus untuk meningkatkan reliabilitas total

menjadi 0,704 dan 0,793. Item nomor 11 pada indikator bergradasi harus dihapus

dan tidak digunakan dalam penelitian. Item nomor 11 dihapus untuk

meningkatkan reliabilitas total menjadi 0,722 dan 0,744. Item nomor 24 pada

indikator kontekstual juga harus dihapus untuk meningkatkan reliabilitas total

  78

menjadi 0,601 dan 0,608. Item nomor 36 dihapus untuk meningkatkan reliabilitas

menjadi 0,639 dan 0,752.

  Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban saya 15. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika

Tabel 3.17 adalah tabel yang berisi pernyataan kuesioner setelah uji

  Alat peraga mudah diperbaiki 29. Alat peraga memiliki permukaan yang halus 30. Alat peraga dilem dengan kuat 31. Alat peraga dipaku dengan kuat 32. Alat peraga dicat dengan rapi

  Workmanship 28.

  Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 23. Alat peraga mudah dibawa 24. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 25. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 26. Alat peraga tidak mudah rusak 27. Alat peraga mudah dibersihkan

  Life 22.

  Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 19. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar 20. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 21. Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari

  Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Kontekstual 18.

  Auto-correction 14.

  Uji validitas dan reliabilitas yang dilakukan menghasilkan 32 item yang

siap digunakan untuk pengambilan data penelitian. Item sejumlah 32 diperoleh

setelah menghapus 5 item, yaitu item 9, 11, 20, 24, dan 36. Item setelah uji

validitas dan reliabilitas dapat dilihat pada tabel tabel 3.17.

  Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 11. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 12. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  Bergradasi 10.

  Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain

  Menarik 7.

  Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain

  Indikator Pernyataan Auto-education 1.

  Tabel 3.17 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa

16. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 17.

  79

pengambilan data penelitian pada siswa. Terdapat 32 pernyataan yang dijabarkan

dari 7 indikator. Indikator auto-education dan workmanship memiliki 6

pernyataan. Indikator menarik memiliki 3 pernyataan. Indikator bergradasi, auto-

correction , dan kontekstual memiliki 4 pernyataan. Indikator life memiliki 5

pernyataan.

H. Prosedur Analisis Data

  Prosedur analisis data berisi penjelasan mengenai langkah-langkah yang

ditempuh untuk melakukan analisis data. Teknik analisis data yang digunakan

dalam penelitian ini adalah Penilaian Acuan Norma tipe II (PAN tipe II) dan

Importance and Performance Analysis (IPA). Langkah pertama yang dilakukan

adalah mengumpulkan atribut yang ingin diukur. Atribut yang dikumpulkan

merupakan atribut yang digunakan untuk mengukur kepuasan. Atribut tersebut

adalah auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life dan

workmanship . Tujuh atribut tersebut diambil dari karakteristik alat peraga

Montessori, dimensi kualitas produk, dan karakteristik produk baru.

  Langkah kedua yang dilakukan adalah mengembangkan atribut menjadi

kuesioner. Kuesioner hasil pengembangan tujuh atribut mempunyai 36 item.

  

Kuesioner yang dikembangkan adalah kuesioner kepentingan dan kinerja.

Kuesioner tersebut diuji validitas dan reliabilitas sehingga diperoleh kuesioner

untuk pengambilan data. Kuesioner pengambilan data untuk siswa mempunyai 32

item. Kuesioner pengambilan data untuk guru mempunyai 37 item.

  80 Tahap ketiga adalah melakukan penghitungan data hasil penelitian. Data

diperoleh melalui kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru. Data

yang diperoleh dihitung dengan mengggunakan program Microsoft Excel.

Penghitungan data yang dilakukan ada dua. Penghitungan data yang pertama

adalah menghitung total skor yang diperoleh setiap responden pada kuesioner

kinerja. Penghitungan tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan

berdasarkan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II. Penghitungan data yang kedua

adalah menghitung rata-rata skor setiap item/pernyataan dalam kuesioner kinerja

dan kepentingan. Penghitungan tersebut dilakukan untuk mengetahui atribut yang

mempengaruhi kepuasan berdasarkan Importance and Performance Analysis

(IPA).

  Tahap keempat adalah melakukan pemetaan hasil penghitungan data.

Pemetaan yang pertama berkaitan dengan teknik analisis data PAN tipe II.

Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat kepuasan setiap

responden. Pemetaan yang kedua berkaitan dengan teknik analisis data IPA.

  

Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengetahui letak setiap atribut pada diagram

kartesius. Diagram kartesius dibuat menggunakan program SPSS 16.

I. Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penilaian

Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance and Performance Analysis (IPA).

  

Teknik analisis data tersebut digunakan untuk menjawab rumusan masalah dalam

penelitian ini. PAN tipe II digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan secara

  81

umum. IPA digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan tersebut

dilihat dari masing-masing item.

1. Penilaian Acuan Norma tipe II (PAN tipe II)

  Masidjo (1995: 160) mengungkapkan bahwa “Penilaian Acuan Norma

(PAN) adalah suatu penilaian yang memperbandingkan hasil belajar siswa

terhadap hasil belajar siswa lain dalam kelompok”. PAN dalam konteks penelitian

ini adalah penilaian yang memperbandingkan hasil dari kuesioner kinerja

responden terhadap hasil dari kuesioner kinerja populasi. Perhitungan PAN tipe II

menggunakan Mean (M) dan standar deviasi (S). Klasifikasi tingkat kepuasan

berdasarkan PAN tipe II dapat diketahui dengan ketentuan hitung pada tabel 3.18.

  

Tabel 3.18

Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa dan Guru berdasarkan PAN tipe II

  Ketentuan Hitung Klasifikasi

  Di atas M + 2S Sangat tinggi M + 1S dan M + 2S Tinggi M – 1S dan M + 1S Cukup M – 2S dan M – 1S Rendah Di bawah M – 2S Sangat rendah

Tabel 3.18 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan berdasarkan PAN tipe II. Tingkat kepuasan diklasifikasikan menjadi lima, yaitu sangat tinggi, tinggi,

  

cukup, rendah, dan sangat rendah. Penentuan klasifikasi tersebut menggunakan

Mean (M) dan standar deviasi (S) dari skor total masing-masing responden pada

kuesioner kinerja. Batas bawah klasifikasi sangat tinggi ditentukan sebesar M +

  

2S. Batas bawah klasifikasi tinggi ditentukan sebesar M + 1S. Batas bawah

klasifikasi cukup ditentukan sebesar M

  • – 1S. Batas bawah klasifikasi rendah ditentukan sebesar M – 2S. Klasifikasi sangat rendah jika berada dibawah M – 2S.

  82

2. Importance and Performance Analysis (IPA)

  Teknik analisis data yang kedua adalah Importance and Performance

Analysis (IPA). Wardhani (2006: 48) mengatakan bahwa IPA adalah suatu

kerangka yang digunakan untuk mengetahui kepuasan sebagai fungsi dari

hubungan penilaian tingkat kepentingan (importance) dan penilaian mengenai

kinerja (performance). IPA digunakan untuk menjawab dua pertanyaan mengenai

suatu produk, yaitu seberapa penting atribut dan seberapa baik kinerja atribut pada

produk tersebut (Chan, 2005: 22). Chan (2005: 22-23) mengungkapkan bahwa

terdapat empat tahap dalam mengukur kepuasan dengan IPA. Tahap pertama

adalah mengumpulkan atribut untuk item yang sedang dievaluasi. Tahap kedua

adalah pengembangan dan menghubungkan kuesioner untuk mengukur atribut.

  

Kuesioner yang dikembangkan adalah untuk mengukur kepentingan dan kinerja.

Tahap ketiga adalah menghitung data yang diperoleh. Data yang diperoleh

dihitung rata-rata untuk setiap atribut yang ada pada kuesioner kepentingan dan

kinerja. Tahap keempat adalah meletakkan hasil perhitungan pada diagram.

  Analisis data dengan IPA dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata

kinerja (x) dan kepentingan (y). Nilai rata-rata kinerja diperoleh dari total nilai

yang diperoleh setiap item pada kuesioner kinerja dibagi banyaknya responden.

Nilai rata-rata kepentingan diperoleh dari total nilai yang diperoleh setiap item

pada kuesioner kepentingan dibagi banyaknya responden. Total nilai setiap item

untuk kuesioner kinerja diperoleh dengan rumus

    STSx 1    TSx 2    KSx 3      Sx 4  SSx 5   . Total nilai setiap item untuk

  83

kepentingan kinerja diperoleh dengan rumus

    STPx 1    TPx 2    KPx 3    Px 4    SPx 5   .

  Perbandingan X dan Y kemudian dijabarkan ke dalam diagram kartesius.

Diagram kartesius terbagi menjadi 4 kuadran, yaitu kuadran I, kuadran II, kuadran

  

III, dan kuadran IV. Pembagian kuadran tersebut berdasarkan rata-rata X dan rata-

rata Y. Diagram kartesius menurut Wardhani (2006: 46) seperti ditunjukkan

gambar 3.1.

Gambar 3.1 Diagram Kartesius

  Kepentingan Prioritas Utama

  Pertahankan Prestasi

  I II Prioritas Rendah Berlebihan

  III

  IV Kinerja

Gambar 3.1 merupakan diagram kartesius yang dipakai dalam teknik analisis IPA. Kuadran I berisi aspek yang memiliki tingkat kepentingan tinggi

  

namun tingkat kinerja rendah. Aspek pada kuadran I merupakan aspek yang

mendapat prioritas utama untuk ditingkatkan. Kuadran II berisi aspek dengan

tingkat kepentingan tinggi dan kinerja yang tinggi. Aspek pada kuadran II ini

yang harus dipertahankan untuk menjaga kepuasan tetap tinggi. Kuadran III berisi

  84

  III merupakan aspek yang prioritasnya rendah. Aspek pada kuadran III tidak

terlalu penting untuk ditingkatkan. Aspek pada kuadran ini sebaiknya dihilangkan.

  

Kuadran IV berisi aspek dengan tingkat kepentingan rendah namun tingkat kinerja

tinggi. Aspek pada kuadran ini dapat dikatakan berlebihan karena kinerja

melampaui kepentingan yang diharapkan.

  J. Jadwal Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September hingga bulan Juli.

  

Pengumpulan data untuk siswa dilaksanakan pada tanggal 10-11 Maret.

Pengumpulan data untuk guru dilaksanakan tanggal 2 Mei 2014. Jadwal penelitian

ini seperti tertera pada tabel 3.19.

  

Tabel 3.19

Jadwal Penelitian

  Pelaksanaan No Kegiatan

  Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun

  1 Penyusunan proposal

  2 Konsultasi proposal

  3 Revisi Proposal Penyusunan

  4 instrumen penelitian Uji coba instrumen

  5 penelitian Menganalisis hasil uji 6 coba instrumen penelitian Pengambilan data

  7 penelitian Menganalisis data

  8 penelitian

  9 Pembahasan

  10 Ujian Skripsi

  11 Revisi skripsi

  12 Pengumpulan skripsi

Tabel 3.19 menunjukkan jadwal penelitian dari penyusunan proposal hingga pengumpulan skripsi. Penyusunan dan konsultasi proposal dilakukan dari

  85

bulan September hingga November 2013. Revisi proposal dilakukan pada bulan

November 2013. Penyusunan instrumen penelitian dilakukan bulan November

hingga bulan Desember 2013. Uji coba instrumen dilakukan bulan Januari hingga

Februari 2014. Bulan Februari 2014 dilakukan analisis hasil uji coba instrumen

penelitian. Pengambilan data penelitian ini dilakukan pada bulan Maret dan Mei

2014. Bulan Maret 2014 pengambilan data untuk siswa. Bulan Mei 2014

dilakukan pengambilan data untuk guru. Analisis data dilakukan bulan Maret

hingga Mei 2014. Pembahasan dilakukan pada bulan Mei 2014. Ujian skripsi,

revisi, dan pengumpulan skripsi dilakukan pada bulan Juni 2014.

BAB IV DESKRIPSI PENELITIAN, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN Bab IV menjelaskan deskripsi penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan. Hasil penelitian meliputi hasil penelitian siswa dan guru. Pembahasan dilakukan berdasarkan hasil penelitian siswa dan guru. A. Deskripsi Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode sensus. Sensus adalah pengambilan data penelitian dari seluruh populasi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru

  

terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat

peraga matematika berbasis metode Montessori dalam penelitian ini adalah alat

peraga Blok Pecahan Montessori.

  Pengambilan data penelitian dilakukan pada tanggal 10 dan 11 Maret 2014

untuk kuesioner siswa dan 2 Mei 2014 untuk kuesioner guru. Tempat penelitian

adalah di SDN Keceme 1 yang beralamat di Dusun Keceme, Desa Caturharjo,

Sleman, Yogyakarta. Subjek dalam penelitian ini adalah 52 siswa kelas IV dan 2

guru kelas IV di SDN Keceme 1 tahun pelajaran 2013/2014. Siswa terdiri dari 2

kelas, yaitu kelas IV A dengan 27 siswa dan kelas IV B dengan 25 siswa. Siswa

kelas IV A terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Siswa kelas IV

  

B terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Guru kelas adalah guru

kelas IV A dan guru kelas IV B.

  Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan kinerja dan

kepentingan. Kuesioner kinerja dan kepentingan memiliki kesamaan pernyataan

dan jumlah pernyataan. Pernyataan yang digunakan pada kuesioner kinerja dan

kepentingan siswa sebanyak 32 pernyataan. Pernyataan yang digunakan pada

kuesioner kinerja dan kepentingan guru sebanyak 37 pernyataan.

  Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan

Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan IPA (Importance and Performance

Analysis ). PAN tipe II digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan secara

umum. IPA digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan tersebut

dilihat dari masing-masing item.

B. Hasil Penelitian

  

Hasil penelitian mencakup hasil penelitian siswa dan guru. Data dari masing-

masing responden dianalisis dengan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan

Importance and Performance Analysis (IPA).

1. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

  Data hasil penelitian menggunakan kuesioner tingkat kepuasan untuk

siswa dianalisis dengan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance

and Performance Analysis (IPA).

  a.

  

Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan PAN

tipe II Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II digunakan untuk mengetahui

tingkat kepuasan siswa secara umum. PAN tipe II mempunyai lima klasifikasi,

yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah. Klasifikasi tingkat

kepuasan berdasarkan PAN tipe II dapat dilihat pada tabel 4.1.

  

Tabel 4.1

Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa berdasarkan PAN Tipe II

  Ketentuan Hitung Klasifikasi

  Di atas M + 2S Sangat tinggi M + 1S dan M + 2S Tinggi M Cukup

  • – 1S dan M + 1S M Rendah – 2S dan M – 1S

  Di bawah M Sangat rendah

  • – 2S

Tabel 4.1 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan berdasarkan PAN tipe

  

II. Tingkat kepuasan diklasifikasikan menjadi lima, yaitu sangat tinggi, tinggi,

cukup, rendah, dan sangat rendah. Penentuan klasifikasi tersebut menggunakan

Mean (M) dan standar deviasi (S) dari skor total masing-masing responden pada

kuesioner kinerja. Batas bawah klasifikasi sangat tinggi ditentukan sebesar M +

  

2S. Batas bawah klasifikasi tinggi ditentukan sebesar M + 1S. Batas bawah

klasifikasi cukup ditentukan sebesar M

  • – 1S. Batas bawah klasifikasi rendah ditentukan sebesar M – 2S. Klasifikasi sangat rendah jika berada dibawah M – 2S.

  Perhitungan PAN tipe II berdasarkan skor yang diperoleh pada kuesioner

kinerja. Setiap pernyataan pada kuesioner kinerja memiliki skor maksimal yaitu 5.

  

Total skor yang dapat diperoleh pada kuesioner kinerja yaitu 160 dari 32

pernyataan. Mean skor pada kuesioner kinerja dari 52 siswa adalah 120,87 dengan

  • – 160. Kepuasan siswa tergolong tinggi jika total nilai kuesioner kinerja diantara 136 – 152.
  • 135. Kepuasan siswa tergolong rendah jika total nilai kuesioner kinerja diantara

  • – 105. Kepuasan siswa tergolong sangat rendah jika total nilai kuesioner kinerja di bawah 90 dari total skor.

  90

  7

  81 Sangat rendah 3 140 Tinggi 4 128 Cukup 5 129 Cukup 6 115 Cukup

  2

  1 102 Rendah

  No Responden Total Skor Klasifikasi

  

Tabel 4.3

Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode

Montessori

  Kepuasan siswa tergolong cukup jika total nilai kuesioner kinerja diantara 106

  

rentang skor pada klasifikasi tingkat kepuasan siswa. Klasifikasi tingkat kepuasan

siswa berdasarkan PAN tipe II dapat dilihat pada tabel 4.2.

  tergolong sangat tinggi jika skor kuesioner kinerja diantara 153

Tabel 4.2 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kepuasan siswa

  Kurang dari 90 Sangat rendah

  153 – 160 Sangat tinggi 136 – 152 Tinggi 106 – 135 Cukup 90 – 105 Rendah

  Rentang Skor Klasifikasi

  

Tabel 4.2

Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga

Matematika Berbasis Metode Montessori

  92 Rendah 8 120 Cukup

  No Responden Total Skor Klasifikasi

  10 142 Tinggi 11 128 Cukup 12 118 Cukup 13 110 Cukup 14 124 Cukup 15 126 Cukup 16 131 Tinggi 17 108 Cukup 18 129 Cukup 19 109 Cukup 20 108 Cukup 21 133 Cukup 22 137 Tinggi 23 108 Cukup

  24

  96 Rendah 25 105 Rendah 26 139 Tinggi 27 126 Cukup 28 133 Cukup 29 132 Cukup 30 118 Cukup 31 118 Cukup 32 108 Cukup 33 124 Cukup 34 117 Cukup 35 108 Cukup 36 120 Cukup 37 107 Cukup 38 128 Cukup 39 129 Cukup 40 135 Cukup 41 127 Cukup 42 126 Cukup 43 144 Tinggi 44 131 Cukup

  No Total Skor Klasifikasi Responden

  46 132 Cukup

  47

  81 Sangat rendah

  48

  97 Rendah 49 150 Tinggi 50 120 Cukup 51 116 Cukup 52 145 Tinggi

  Rata-rata 120,87 Cukup

Tabel 4.3 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan 52 siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tingkat

  kepuasan 52 siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Hal ini dilihat dari rata-rata total skor dari 52 siswa adalah 120,87 yang tergolong dalam kategori cukup. Sebanyak 8 siswa (15,5%) memiliki tingkat kepuasan tinggi, 37 siswa (71,3%) memiliki tingkat kepuasan cukup, 5 siswa (9,3%) memiliki tingkat kepuasan rendah, dan 2 siswa (3,9%) memiliki tingkat kepuasan sangat rendah.

b. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan IPA

  Penelitian dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada siswa. Siswa atau responden dalam penelitian ini sebanyak 52 siswa. Hasil penelitian ini berupa penilaian siswa terhadap setiap pernyataan pada kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Penilaian siswa terhadap setiap pernyataan ditabulasikan per indikator. Rumus tabulasi untuk kuesioner kepentingan adalah

    STPx 1    TPx 2    KPx 3      Px 4  SPx 5   . Rumus tabulasi untuk kuesioner kinerja adalah STSx 1  TSx 2  KSx 3  Sx 4  SSx 5 . Penilaian siswa

  

           

  

terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan untuk setiap indikator dapat dilihat

pada tabel 4.4 sampai tabel 4.17.

  

Tabel 4.4

Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-education

  Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai

  1 Alat peraga memudahkan

  2

  20 30 236 saya untuk mengerti matematika

  2 Alat peraga membantu saya

  1

  6

  23 22 222 mengerjakan soal matematika

  3 Alat peraga dapat saya

  2

  4

  14

  23 9 189 gunakan tanpa bantuan orang lain

  4 Alat peraga mudah

  3

  5

  21 23 220 digunakan

  5 Alat peraga memudahkan

  1

  5

  18 28 228 saya mengerjakan soal matematika

  6 Alat peraga membantu saya

  1

  3

  10

  22 16 205 mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain

  Total

  4

  11 42 127 128 1300

Tabel 4.4 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator auto- education . Pernyataan dengan total nilai tertinggi adalah pernyataan nomor 1.

  

Pernyataan nomor 1 mendapat total nilai 236. Pernyataan yang mendapat total

nilai terendah adalah pernyataan nomor 3 dengan 189. Total nilai untuk

pernyataan nomor 2, 4, 5, dan 6 adalah 222, 220, 228, dan 205. Total nilai kinerja

indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada

  ̅ diagram kartesius.

  

Tabel 4.5

Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-education

  Total No Pernyataan STP TP KP P SP Nilai

  1 Alat peraga memudahkan

  1

  2

  17 32 236 saya untuk mengerti

  Total No Pernyataan STP TP KP P SP Nilai

  2 Alat peraga membantu saya

  5

  8

  20 19 209 mengerjakan soal matematika

  3 Alat peraga dapat saya

  4

  5

  14

  24 5 177 gunakan tanpa bantuan orang lain

  4 Alat peraga mudah

  2

  2

  8

  25 15 205 digunakan

  5 Alat peraga memudahkan

  1

  3

  6

  10 32 231 saya mengerjakan soal matematika

  6 Alat peraga membantu saya

  5

  6

  8

  16 17 190 mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain

  Total

  12

  22 46 112 120 1242

Tabel 4.5 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator

  

auto-education . Pernyataan nomor 1 mendapat total nilai yang paling tinggi

dibandingkan pernyataan lainnya, yaitu 236. Total nilai untuk pernyataan nomor 3

adalah yang paling rendah, yaitu 177. Total nilai untuk pernyataan nomor 2, 4, 5,

dan 6 adalah 209, 205, 231, dan 190. Total nilai kepentingan indikator auto-

education digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ) pada diagram

  ̅ kartesius.

  

Tabel 4.6

Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Menarik

  Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai

  7 Alat peraga mempunyai

  3

  11

  12

  17 9 174 bentuk yang menarik

  8 Alat peraga memiliki warna

  4

  4

  19

  17 8 177 yang menarik

  9 Alat peraga menarik

  3

  7

  19

  21 2 168 daripada alat peraga lain Total

  10

  22

  50

  55 19 519

Tabel 4.6 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator menarik. Siswa menilai pernyataan nomor 8 memiliki kinerja yang paling baik.

  

Pernyataan nomor 7 dan 8 mendapat total nilai 174 dan 168. Total nilai kinerja

indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram

̅ kartesius.

  

Tabel 4.7

Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Menarik

  

No Pernyataan STP TP KP P SP Total

Nilai

  7 Alat peraga mempunyai

  6

  9

  14

  15 8 166 bentuk yang menarik

  8 Alat peraga memiliki warna

  7

  14

  13

  14 4 150 yang menarik

  9 Alat peraga menarik daripada

  7

  8

  18

  14 5 158 alat peraga lain Total

  20

  31

  45

  43 17 474

Tabel 4.7 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator menarik. Indikator menarik mempunyai tiga pernyataan. Ketiga pernyataan

  

tersebut adalah pernyataan nomor 7, 8, dan 9. Total nilai tertinggi adalah

pernyataan nomor 7, yaitu 166. Total nilai untuk pernyataan 8 dan 9 adalah 150

dan 158. Total nilai kepentingan indikator menarik digunakan untuk menentukan

rata-rata kepentingan ( ) pada diagram kartesius.

  ̅

Tabel 4.8

  

Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Bergradasi

Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai

  10 Alat peraga mempunyai

  6

  5

  19

  16 6 167 bermacam-macam warna

  11 Alat peraga mempunyai

  7

  7

  20 18 198 tingkatan ukuran dari kecil ke besar

  12 Alat peraga mempunyai

  7

  8

  14

  19 4 161 permukaan dari halus ke kasar

  13 Alat peraga mempunyai

  3

  4

  10

  25 10 191 tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  Total

  16

  24

  50

  80 38 717

Tabel 4.8 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator bergradasi. Pernyataan nomor 11 mendapat total nilai tertinggi, yaitu 198. Total

  No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai

  22

  45

  47

  55 39 668

Tabel 4.9 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator menarik. Pernyataan yang mendapat total nilai tertinggi adalah pernyataan nomor

  

11. Pernyataan nomor 11 mendapat total nilai 204. Total nilai pernyataan nomor

10, 12, dan 13 adalah 145, 142, dan 177. Total nilai kepentingan indikator

bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (

  ̅ ) pada diagram kartesius.

  

Tabel 4.10

Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Auto-correction

  14 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya

  12

  4

  3

  9

  14 22 230

  15 Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika

  2

  4

  3

  14 12 177 Total

  11

  

nilai terendah adalah pernyataan nomor 12, yaitu 161. Pernyataan nomor 10 dan

13 mendapat total nilai 167 dan 191. Total nilai kinerja indikator bergradasi

digunakan untuk menentukan rata-rata (

  11 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar

  

̅

) tingkat kinerja pada diagram kartesius.

  

Tabel 4.9

Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi

  No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai

  10 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna

  8

  13

  16

  12 3 145

  3

  3

  6

  6

  14 23 204

  12 Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar

  8

  15

  13

  15 1 142

  13 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  16 27 218

  No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai

  7

  20 27 226

  16 Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar

  1

  3

  2

  11 35 233

  17 Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat

  8

  2

  7

  18 12 176 Total

  15

  21

  21

  64 87 811

Tabel 4.11 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator menarik. Total nilai tertinggi didapat pernyataan nomor 16, yaitu 233. Siswa yang

  

menilai sangat penting pada pernyataan nomor 16 sebanyak 35 siswa. Total nilai

untuk pernyataan nomor 14, 15, dan 17 adalah 177, 226, dan 176. Total nilai

kepentingan indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata

kepentingan (

  2

  1

  menemukan jawaban yang benar

Tabel 4.10 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator auto- correction. Total nilai tertinggi dimiliki pernyataan nomor 16 dengan nilai 232.

  17 Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat

  3

  5

  10

  13 21 200 Total

  10

  14

  24 57 103 853

  

Total nilai tersebut berselisih 2 nilai dengan pernyataan nomor 14, yaitu 230.

Total nilai untuk pernyataan nomor 15 dan 17 adalah 218 dan 200. Total nilai

kinerja indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja

(

  15 Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika

  ̅ ) pada diagram kartesius.

  

Tabel 4.11

Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction

  No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai

  14 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya

  6

  8

  10

  15 13 177

  ̅ ) pada diagram kartesius.

  

Tabel 4.12

Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Kontekstual

  2

  18 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui

  8

  6

  16

  12 10 166

  19 Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar

  7

  5

  16

  18 6 167

  20 Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat

  15

  

Tabel 4.13

Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual

  14

  17 4 162

  21 Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari

  4

  1

  4

  16 27 217 Total

  21

  27

  50

  63 47 712

  No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai

  ̅ ) pada diagram kartesius.

  No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai

  7

  18 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui

  2

  7

  8

  30 5 185

  19 Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar

  3

  6

  11

  21 11 187

  20 Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat

  6

  

paling baik. Pernyataan nomor 21 mendapat total nilai 218. Total nilai tersebut

lebih tinggi dari total nilai pernyataan nomor 18, 19, dan 20. Pernyataan nomor

18, 19, dan 20 mendapat total nilai 185, 187, dan 174. Total nilai kinerja indikator

kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (

  13

  14 12 174

  21 Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari

  1

  12

  15 24 218 Total

  12

  20

  44

  80 52 764

Tabel 4.12 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator kontekstual. Siswa menilai bahwa kinerja pada pernyataan nomor 21 adalah yangTabel 4.13 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator

  

yang tertinggi dibandingkan pernyataan yang lain. Total nilai untuk pernyataan

18, 19, dan 20 adalah 166, 167, dan 162. Total nilai kepentingan indikator

kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ) pada diagram

  ̅ kartesius.

  

Tabel 4.14

Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Life

  Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai

  22 Alat peraga terbuat dari bahan

  4

  2

  10

  24 14 196 yang kuat

  23 Alat peraga mudah dibawa

  8

  5

  3

  27 9 180

  24 Alat peraga dapat digunakan

  1

  3

  5

  21 22 216 berulang kali

  25 Alat peraga masih kuat ketika

  4

  12

  21 15 203 jarang digunakan

  26 Alat peraga tidak mudah

  3

  4

  16

  14 15 190 rusak

  27 Alat peraga mudah

  3

  1

  5

  26 17 209 dibersihkan Total

  19

  19 51 131 92 1194 Tabel 4.14 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator life.

  

Total nilai tertinggi dimiliki pernyataan nomor 24 dengan nilai 216. Pernyataan

nomor 23 mendapat total nilai terendah dengan nila 180. Total nilai untuk

pernyataan 22, 25, 26, dan 27 adalah 196, 203, 190, dan 209. Total nilai kinerja

indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram

  ̅

kartesius. Total nilai kinerja indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata

kinerja ( ) pada diagram kartesius.

  ̅

Tabel 4.15

  

Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Life

Total No Pernyataan STP TP KP P SP Nilai

  22 Alat peraga terbuat dari

  6

  7

  10

  22 6 172 bahan yang kuat

  23 Alat peraga mudah dibawa

  6

  10

  15

  17 4 159

  24 Alat peraga dapat digunakan

  1

  5

  10

  17 19 204

  Total No Pernyataan STP TP KP P SP Nilai

  25 Alat peraga masih kuat ketika

  4

  5

  13

  24 6 179 jarang digunakan

  26 Alat peraga tidak mudah

  4

  7

  10

  21 10 182 rusak

  27 Alat peraga mudah

  2

  7

  12

  22 9 185 dibersihkan Total

  23

  41 70 124 54 1081

Tabel 4.15 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator

  

life . Indikator life mempunyai 6 pernyataan. Pernyataan yang dianggap siswa

paling penting adalah pernyataan nomor 24. Pernyataan tersebut mendapat total

nilai 204. Total nilai tersebut lebih tinggi dari pernyataan lainnya. Pernyataan

nomor 22, 23, 25, 26, dan 27 mendapat total nilai 172, 159, 179, 182, dan 185.

Total nilai kepentingan indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata

kepentingan ( ) pada diagram kartesius.

  ̅

Tabel 4.16

  

Penilaian Siswa terhadap Kinerja Indikator Workmanship

Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai

  28 Alat peraga mudah diperbaiki

  2

  3

  11

  18 18 203

  29 Alat peraga memiliki permukaan yang

  6

  2

  17

  22 5 174 halus

  30 Alat peraga dilem dengan kuat

  3

  3

  16

  12 18 195

  31 Alat peraga dipaku dengan kuat

  8

  7

  15

  14 8 163

  32 Alat peraga dicat dengan rapi

  5

  6

  18 23 215 Total

  19

  20

  65

  84 72 950

Tabel 4.16 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator

  

workmanship. Pernyataan nomor 32 mendapat total nilai tertinggi, yaitu 215. Hal

ini menunjukkan bahwa siswa menilai pernyataan tersebut memiliki kinerja yang

paling baik. Total nilai terendah dimiliki pernyataan nomor 31 dengan nilai 163.

  

Pernyataan nomor nomor 28 mendapat total nilai 203. Total nilai untuk

pernyataan nomor 29 dan 30 adalah 174 dan 195. Total nilai kinerja indikator

  workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ̅

  

Tabel 4.18

Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada

Indikator Tingkat Kepuasan Siswa

  13 16 189 Total

  27

  40

  75

  67 51 855

Tabel 4.17 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator

  

workmanship . Pernyataan nomor 31 memiliki tingkat kepentingan yang rendah

jika dibandingkan dengan pernyataan yang lain pada indikator workmanship.

  

Pernyataan nomor 31 mendapat total nilai 142. Total nilai tertinggi diperoleh

pernyataan nomor 32 dengan nilai 189. Pernyataan nomor 28, 29, dan 30

mendapat total nilai 179, 162, dan 183. Total nilai kepentingan indikator

workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (

  ̅ ) pada diagram kartesius.

  No Pernyataan Kata Kunci Kinerja Kepen- tingan ̅ ̅

  8

  Auto-education

  1 Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Mudah mengerti matematika 236 236

  4.54

  4.54

  2 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Membantu mengerjakan soal 222 209

  4.27

  4.02

  3 Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain

  Digunakan tanpa bantuan 189 177

  3.63

  13

  2

  ) pada diagram kartesius.

  20

  

Tabel 4.17

Penilaian Siswa terhadap Kepentingan Indikator Workmanship

  No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai

  28 Alat peraga mudah diperbaiki

  3

  5

  16

  22 6 179

  29 Alat peraga memiliki permukaan yang halus

  4

  10

  12 6 162

  32 Alat peraga dicat dengan rapi

  30 Alat peraga dilem dengan kuat

  4

  6

  14

  15 13 183

  31 Alat peraga dipaku dengan kuat

  14

  11

  12

  5 10 142

  3.40

  No Pernyataan Kata Kunci Kinerja Kepen- tingan ̅ ̅

  17 Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat

  3.45

  3.21 Auto-correction

  14 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Menunjukkan kesalahan

  230 177

  4.42

  3.40

  15 Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika

  Menemukan jawaban benar 218 226

  4.19

  4.35

  16 Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar

  Menemukan kesalahan yang dibuat 232 233

  4.46

  4.48

  Kunci jawaban 200 176

  3.67

  19 Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar

  3.35

  174 162

  20 Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat Bahan yang sering dilihat

  3.21

  3.60

  Bahan bisa ditemukan di lingkungan 187 167

  3.19

  3.85

  3.56

  Bahan yang diketahui 185 166

  18 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui

  3.90 Kontekstual

  4.23

  3.38 Rata-Rata

  3.40 Rata-Rata

  Ukuran pendek ke panjang 191 177

  digunakan

  4.17

  3.40

  8 Alat peraga memiliki warna yang menarik Warna menarik 177 150

  3.19

  3.35

  7 Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Bentuk menarik 174 166

  4.00 Menarik

  3.65 Rata-Rata

  9 Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Menarik daripada alat peraga lain 168 158

  3.94

  Mengerjakan soal tanpa bantuan 205 190

  6 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain

  4.44

  4.38

  5 Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Memudahkan mengerjakan soal 228 231

  2.88

  3.23

  13 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  Ukuran kecil ke besar 198 204

  2.73

  3.10

  161 142

  12 Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Permukaan halus ke kasar

  3.92

  3.81

  11 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar

  3.04 Rata-Rata

  2.79

  3.21

  167 145

  10 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Bermacam warna

  3.03 Bergradasi

  3.33

  3.12

  Kepen- No Pernyataan Kata Kunci Kinerja ̅ ̅ tingan

  materi yang saya pelajari materi Rata-Rata

  3.68

  3.42 Life

  22 Alat peraga terbuat dari bahan Bahan yang 196 172

  3.77

  3.31 yang kuat kuat

  23 Alat peraga mudah dibawa Mudah dibawa 180 159

  3.46

  3.06

  24 Alat peraga dapat digunakan Digunakan 216 204

  4.15

  3.92 berulang kali berulang kali

  25 Alat peraga masih kuat ketika Kuat ketika 203 179

  3.90

  3.44 jarang digunakan jarang digunakan

  26 Alat peraga tidak mudah rusak Tidak mudah 190 182

  3.65

  3.50 rusak

  27 Alat peraga mudah dibersihkan Mudah 209 185

  4.02

  3.56 dibersihkan Rata-Rata

  3.83

  3.47 Workmanship

  28 Alat peraga mudah diperbaiki Mudah 203 179

  3.90

  3.44 diperbaiki

  29 Alat peraga memiliki Permukaan 174 162

  3.35

  3.12 permukaan yang halus halus

  30 Alat peraga dilem dengan kuat Dilem dengan 195 183

  3.75

  3.52 kuat

  31 Alat peraga dipaku dengan Dipaku dengan 163 142

  3.13

  2.73 kuat kuat

  32 Alat peraga dicat dengan rapi Dicat rapi 215 189

  4.13

  3.63 Rata-Rata

  3.65

  3.29 Tabel 4.18 menunjukkan rata-rata dari penilaian pelaksanaan kinerja dan

  

kepentingan pada indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat

peraga matematika berbasis metode Montessori. Kolom kinerja dan kepentingan

merupakan total nilai yang diperoleh setiap pernyataan. Kolom adalah rata-rata

  ̅

nilai kinerja. Kolom adalah rata-rata nilai kepentingan. Rata-rata setiap

  ̅ indikator digunakan untuk menentukan letak dua buah garis pada titik dan

  ̅ ̅ yang membagi diagram kartesius menjadi empat kuadran.

  Indikator auto-education memiliki rata-rata skor kinerja dan kepentingan

yaitu 4.17 dan 4.00. Indikator menarik memiliki rata-rata skor kinerja dan

kepentingan yaitu 3.33 dan 3.03. Indikator bergradasi memiliki rata-rata skor

  

kinerja dan kepentingan yaitu 3.45 dan 3.21. Indikator auto-correction memiliki

rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4.23 dan 3.90. Indikator kontekstual

memiliki rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 3.68 dan 3.42. Indikator life

memiliki rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 3.83 dan 3.47. Indikator

workmanship memiliki rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 3.62 dan 3.29.

  

Diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada

gambar 4.1 sampai gambar 4.7.

Gambar 4.1 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.1 menunjukkan sebaran 6 pernyataan indikator auto-education pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator

  

auto-education berada di kuadran II, III dan IV. Pernyataan nomor 1 (mudah

mengerti matematika), 2 (membantu mengerjakan soal) dan 5 (mudah

mengerjakan soal) berada di kuadran II. Pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa

bantuan) dan 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) berada di kuadran III.

Pernyataan nomor 4 (mudah digunakan) berada di kuadran IV.

Gambar 4.2 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.2 menunjukkan sebaran 3 pernyataan indikator menarik pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator

menarik berada di kuadran kuadran I, II, dan IV. Pernyataan nomor 7 (bentuk

  

kuadran IV. Pernyataan nomor 9 (menarik dari alat peraga lain) berada di kuadran

I.

Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.3 menunjukkan sebaran 4 pernyataan indikator bergradasi pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator

bergradasi berada di kuadran kuadran II dan III. Pernyataan nomor 11 (ukuran

kecil ke besar) dan 13 (ukuran pendek ke panjang) berada di kuadran II.

Pernyataan nomor 10 (bermacam warna) dan 12 (permukaan halus ke kasar)

Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.4 menunjukkan sebaran 4 pernyataan indikator auto-correction pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator

auto-correction berada di kuadran I, II, III dan IV. Pernyataan nomor 16

(menemukan kesalahan yang dibuat) berada di kuadran II. Pernyataan nomor 15

(menemukan jawaban benar) berada di kuadran I. Pernyataan nomor 17 (kunci

jawaban) berada di kuadran III. Pernyataan nomor 14 (menunjukkan kesalahan)

berada di kuadran IV.

Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.5 menunjukkan sebaran 4 pernyataan indikator kontekstual pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator

kontekstual berada di kuadran II dan III. Pernyataan nomor 21 (sesuai dengan

materi) berada di kuadran II. Pernyataan nomor 18 (bahan yang diketahui), 19

(bahan yang bisa ditemukan di lingkungan), dan 20 (bahan yang sering dilihat)

berada di kuadran III.

Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.6 menunjukkan sebaran 6 pernyataan indikator life pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator life

berada di kuadran I, II, III, dan IV. Pernyataan nomor 24 (digunakan berulang

kali) dan 27 (mudah dibersihkan) berada di kuadran II. Pernyataan nomor 26

(tidak mudah rusak) berada di kuadran I. Pernyataan nomor 22 (bahan yang kuat)

dan 23 (mudah dibawa) berada di kuadran III. Pernyataan nomor 25 (kuat ketika

jarang digunakan) berada di kuadran III.

Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.7 menunjukkan sebaran 5 pernyataan indikator workmanship pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator

workmanship berada di kuadran II dan III. Pernyataan nomor 28 (mudah

diperbaiki), 30 (dilem dengan kuat), dan 32 (dicat rapi) berada di kuadran II.

  

Pernyataan nomor 29 (permukaan halus) dan 31 (dipaku dengan kuat) berada di

kuadran III.

  

Tabel 4.19

Persebaran Pernyataan Kuesioner Siswa pada Diagram Kartesius untuk

Setiap Indikator Tingkat Kepuasan

  Kuadran

  I II

  III Kata Kunci Indikator

  IV (Prioritas (Pertahankan (Prioritas (Berlebihan) Utama) Prestasi) Rendah) 1.

  Mudah mengerti ☺ matematika

  2. Membantu mengerjakan ☺ soal

  3. Digunakan tanpa ♣

  Auto-

  bantuan

  education 4.

  Mudah √ digunakan

  5. Mengerjakan soal tanpa ☺ bantuan

  6. Mengerjakan soal tanpa ♣ bantuan

  7. Bentuk ☺ menarik

  8. Warna √

  Menarik menarik 9.

  Menarik daripada alat ☻ peraga lain

  10. Bermacam ♣ warna

  11. Ukuran kecil ☺ ke besar

  12. Permukaan Bergradasi halus ke

  ♣ kasar

  13. Ukuran pendek ke ☺ panjang 14. Menunjukka

  √ n kesalahan

  15. Auto- Menemukan jawaban ☻

  correction

  benar

  Kuadran

  I II

  III Kata Kunci Indikator

  IV (Prioritas (Pertahankan (Prioritas (Berlebihan) Utama) Prestasi) Rendah)

  kesalahan yang dibuat

  17. Kunci ♣ jawaban

  18. Bahan yang ♣ diketahui

  19. Bahan bisa ditemukan di ♣ lingkungan

  Kontekstual 20.

  Bahan yang ♣ sering dilihat

  21. Sesuai dengan ☺ materi

  22. Bahan yang ♣ kuat

  23. Mudah ♣ dibawa

  24. Digunakan ☺ berulang kali

  Life 25.

  Kuat ketika jarang √ digunakan

  26. Tidak mudah ☻ rusak

  27. Mudah ☺ diperbaiki

  28. Mudah ☺ diperbaiki

  29. Permukaan ♣ halus

  30. Workmanship Dilem

  ☺ dengan kuat

  31. Dipaku ♣ dengan kuat

  32. Dicat rapi ☺

  Total

  3

  13

  12

  4 Persentase 9,375% 40,625% 37,5% 12,5%

Tabel 4.19 menunjukkan rangkuman persebaran kuesioner siswa pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.19 diperoleh

  

dari diagram-diagram kartesius dalam setiap indikator tingkat kepuasan. Diagram

kartesius dalam setiap indikator dapat dilihat pada gambar 4.1 sampai gambar 4.7

di halaman 102 sampai halaman 108. Pernyataan dalam setiap indikator tersebar

pada keempat kuadran kartesius yaitu kuadran I, II, III, dan IV. Peneliti

memberikan simbol pada masing-masing. Simbol yang digunakan ada empat,

yaitu ☻, . Simbol ☻ mewakili kuadran I, simbol ☺ mewakili kuadran

  ☺, ♣, dan √ II, simbol ♣ mewakili kuadran III, dan simbol √ mewakili kuadran IV.

  Pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah pernyataan yang memiliki

tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja masih rendah. Jumlah pernyataan

yang terdapat pada kuadran I adalah 3 pernyataan dengan persentase 9,375%.

Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 9, 15, dan 26.

  Pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah pernyataan yang

memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah

pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah 13 pernyataan dengan persentase

40,625%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 1, 2, 5, 7, 11, 13, 16, 21,

24, 27, 28, 30, dan 32.

  Pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah pernyataan yang

memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah pula. Jumlah

pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah 12 pernyataan dengan

persentase 37,5%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 3, 6, 10, 12, 17,

18, 19, 20, 22, 23, 29, dan 31.

  Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah pernyataan yang

memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah

  

pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah 4 pernyataan dengan persentase

12,5%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 4, 8, 14, dan 25.

Gambar 4.8 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.8 menunjukkan sebaran 32 pernyataan secara keseluruhan indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika

  

berbasis metode Montessori. Pernyataan pada setiap indikator tersebar dalam

empat kuadran, yaitu kuadran I, II, III, dan IV. Beberapa pernyataan tidak bisa

ditampilkan pada gambar karena keterbatasan program SPSS 16. Pernyataan yang

terdapat pada kuadran I adalah pernyataan nomor 30. Pernyataan yang terdapat

pada kuadran II adalah pernyataan 1, 2, 4, 5, 6, 11, 15, 16, 21, 24, 27, dan 32.

  

12, 13, 18, 19, 20, 22, 23, 26, 29, dan 31. Pernyataan yang terdapat pada kuadran

IV adalah pernyataan nomor 14, 17, 25, dan 28.

  

Tabel 4.20

Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa pada Diagram

Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan

  Kuadran

  I II

  III Kata Kunci . Indikator

  IV (Prioritas (Pertahankan (Prioritas (Berlebihan) Utama) Prestasi) Rendah) 1.

  Mudah mengerti ☺ matematika

  2. Membantu mengerjakan ☺ soal

  3. Digunakan ♣

  Auto- tanpa bantuan education

  4. Mudah ☺ digunakan

  5. Mengerjakan soal tanpa ☺ bantuan

  6. Mengerjakan soal tanpa ☺ bantuan

  7. Bentuk ♣ menarik

  8. Warna ♣

  Menarik menarik 9.

  Menarik daripada alat ♣ peraga lain

  10. Bermacam ♣ warna

  11. Ukuran kecil ☺ ke besar

  Bergradasi 12.

  Permukaan ♣ halus ke kasar

  13. Ukuran pendek ke ♣ panjang

  14. Menunjukkan √

  Auto- kesalahan correction

  15. Menemukan

  . Indikator Kata Kunci Kuadran

  √ 26. Tidak mudah rusak

Tabel 4.20 menunjukkan rangkuman persebaran pernyataan kuesioner siswa pada diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.20

  4 Persentase 3,125% 37,5% 46,875% 12,5%

  15

  12

  1

  Total

  Dicat rapi ☺

  Dipaku dengan kuat ♣ 32.

  Dilem dengan kuat ☻ 31.

  Permukaan halus ♣ 30.

  Mudah diperbaiki √ 29.

  Workmanship 28.

  ☺

  ♣ 27. Mudah dibersihkan

  ☺ 25. Kuat ketika jarang digunakan

  I (Prioritas Utama)

  Mudah dibawa ♣ 24. Digunakan berulang kali

  Bahan yang kuat ♣ 23.

  Life 22.

  ☺

  ♣ 21. Sesuai dengan materi

  ♣ 20. Bahan yang sering dilihat

  Bahan bisa ditemukan di lingkungan

  Bahan yang diketahui ♣ 19.

  √ Kontekstual 18.

  ☺ 17. Kunci jawaban

  Menemukan kesalahan yang dibuat

  IV (Berlebihan) 16.

  III (Prioritas Rendah)

  II (Pertahankan Prestasi)

  

diperoleh dari diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Diagram

  

kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada gambar 4.8.

Pernyataan dalam setiap indikator tersebar pada kuadran I, II, III, dan IV.

  Pernyataan yang berada di kuadran I adalah pernyataan yang memiliki

tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja terhadap alat peraga masih

rendah. Pernyataan yang berada di kuadran I adalah pernyataan nomor 30 dengan

persentase 3,125%.

  Pernyataan yang berada di kuadran II adalah pernyataan yang memiliki

tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah pernyataan yang

terdapat pada kuadran II adalah 12 pernyataan dengan persentase 37,5%.

Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 1, 2, 4, 5, 6, 11, 15, 16, 21, 24, 27,

dan 32.

  Pernyataan yang berada di kuadran III adalah pernyataan yang memiliki

tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah pula. Jumlah

pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah 15 pernyataan dengan

persentase 46,875%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 3, 7, 8, 9, 10,

12, 13, 18, 19, 20, 22, 23, 26, 29, dan 31 Pernyataan yang berada di kuadran IV adalah pernyataan yang memiliki

tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah pernyataan yang

terdapat pada kuadran IV adalah 4 pernyataan dengan persentase 12,5%.

  Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 14, 17, 25, dan 28.

  Persebaran pernyataan dalam kuadran pada diagram kartesius secara

keseluruhan berbeda dengan persebaran diagram kartesius untuk setiap indikator.

  

Perbedaan persebaran pernyataan dapat dilihat tabel 4.19 dan tabel 4.20.

  

Pernyataan yang terdapat dalam kuadran yang sama pada diagram kartesius secara

keseluruhan dengan diagram kartesius untuk setiap indikator merupakan

pernyataan yang konsisten. Konsistensi persebaran pernyataan dapat dilihat pada

tabel 4.21.

  Menarik daripada alat peraga lain (I, III)

  Bahan yang diketahui √ 19.

  (III, IV) Kontekstual 18.

  √ 17. Kunci jawaban

  Menemukan kesalahan yang dibuat

  Menemukan jawaban benar (I, II) 16.

  14. Menunjukkan kesalahan √ 15.

  Auto- correction

  Ukuran pendek ke panjang (II, III)

  Permukaan halus ke kasar √ 13.

  Ukuran kecil ke besar √ 12.

  Bermacam warna √ 11.

  Bergradasi 10.

  Warna menarik (IV, III) 9.

  

Tabel 4.21

Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner

Tingkat Kepuasan Siswa

  Bentuk menarik (II, III) 8.

  (III, II) Menarik 7.

  √ 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan

  Mudah mengerjakan saoal

  Mudah digunakan (IV, II) 5.

  Digunakan tanpa bantuan √ 4.

  Membantu mengerjakan soal √ 3.

  Mudah mengerti matematika √ 2.

  IV Auto-education 1.

  III

  I II

  Indikator Kata Kunci Tidak

Konsisten

Konsisten

  Bahan bisa ditemukan di √

Tabel 3.21 menunjukkan konsistensi pernyataan dari ketujuh indikator tingkat kepuasan siswa. Pernyataan konsisten merupakan pernyataan yang berada

  Mudah diperbaiki (II, IV) 29.

  10

  9

  11

  Total

  Dicat rapi √

  Dipaku dengan kuat √ 32.

  Dilem dengan kuat (II, I) 31.

  Permukaan halus √ 30.

  Workmanship 28.

  

di kuadran yang sama pada diagram kartesius untuk setiap indikator dan diagram

kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten merupakan pernyataan

yang berada di kuadran berbeda antara diagram kartesius untuk setiap indikator

dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten

sebanyak 11 pernyataan (34,375%). Pernyataan konsisten sebanyak 21 pernyataan

(65,625%).

  √

  (I, III) 27. Mudah dibersihkan

  √ 26. Tidak mudah rusak

  √ 25. Kuat ketika jarang digunakan

  Bahan yang kuat √ 23. Mudah dibawa √ 24. Digunakan berulang kali

  Life 22.

  Sesuai dengan materi √

  20. Bahan yang sering dilihat √ 21.

  Pernyataan yang tidak konsisten sebanyak 11 pernyataan, yaitu pernyataan

nomor 4, 6, 7, 8, 9, 13, 15, 17, 26, 28, dan 30. Pernyataan tersebut tidak konsisten

karena berada dalam kuadran yang berbeda pada diagram kartesius per indikator

dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Perbedaan letak pernyataan dalam

  2 Persentase 34,375% 0% 28,125% 31,25% 6,25%

  

kuadran dapat dilihat pada tabel 4.21 kolom 3. Pernyataan yang tidak konsisten

mungkin disebabkan jumlah responden yang kurang banyak.

  Indikator auto-education memiliki 4 pernyataan konsisten, yaitu

pernyataan nomor 1, 2, 3, dan 5. Pernyataan nomor 1, 2, dan 5 berada di kuadran

  

II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Siswa

menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 1 (mudah mengerti

matematika), 2 (membantu mengerjakan soal), dan 5 (mudah mengerjakan soal).

Pernyataan nomor 3 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepuasan

rendah dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 3 (digunakan

tanpa bantuan) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas.

  Indikator menarik tidak memiliki pernyataan konsisten. Pernyataan pada

indikator menarik yaitu pernyataan nomor 7, 8, dan 9. Ketiga pernyataan tersebut

berada dalam kuadran yang berbeda pada diagram kartesius secara keseluruhan

berbeda dengan persebaran diagram kartesius untuk setiap indikator.

  Indikator bergradasi memiliki 3 pernyataan konsisten, yaitu pernyataan

nomor 10, 11, dan 12. Pernyataan nomor 11 berada di kuadran II. Kuadran II

berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Siswa menganggap penting

dan puas dengan pernyataan nomor 11 (ukuran kecil ke besar). Pernyataan nomor

10 dan 12 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah

dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 10 (bermacam warna)

dan 12 (permukaan halus ke kasar) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak

puas.

  Indikator auto-correction memiliki 2 pernyataan konsisten, yaitu pernyataan

nomor 14 dan 16. Pernyataan yang berada di kuadran II adalah pernyataan nomor

  

16. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Siswa

menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 16 (menemukan

kesalahan yang dibuat). Pernyataan nomor 14 berada di kuadran IV. Kuadran IV

berarti tingkat kepentingan rendah namun kinerja tinggi. Siswa menganggap tidak

penting pernyataan nomor 14 (menemukan kesalahan) namun kenyataannya siswa

puas.

  Indikator kontekstual memiliki 4 pernyataan konsisten, yaitu pernyataan

nomor 18, 19, 20, dan 21. Pernyataan nomor 21 berada di kuadran II. Kuadran II

berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Siswa menganggap penting

dan puas dengan pernyataan nomor 21 (sesuai dengan materi). Pernyataan nomor

18, 19, dan 20 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan

rendah dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 18 (bahan yang

diketahui), 19 (bahan bisa ditemukan di lingkungan sekitar), dan 20 (bahan sering

dilihat) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas.

  Indikator life memiliki 5 pernyataan konsisten, yaitu pernyataan nomor 22,

23, 24, 25, dan 27. Pernyataan nomor 24 dan 27 berada di kuadran II. Kuadran II

berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Siswa menganggap penting

dan puas dengan pernyataan nomor 24 (digunakan berulang kali) dan 27 (mudah

diperbaiki). Pernyataan nomor 22 dan 23 berada di kuadran III. Kuadran III

berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah. Siswa menganggap

pernyataan nomor 22 (bahan yang kuat) dan 23 (mudah dibawa) tidak penting dan

  

kenyataannya siswa tidak puas. Pernyataan nomor 25 berada di kuadran IV.

Kuadran IV berarti tingkat kepentingan rendah namun kinerja tinggi. Siswa

menganggap tidak penting pernyataan nomor 25 (kuat ketika jarang digunakan)

namun kenyataannya siswa puas.

  Indikator workmanship memiliki 3 pernyataan konsisten, yaitu pernyataan

nomor 29, 31, dan 32. Pernyataan nomor 32 berada di kuadran II. Kuadran II

berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Siswa menganggap penting

dan puas dengan pernyataan nomor 32 (dicat rapi). Pernyataan nomor 29 dan 31

berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja

rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 29 (permukaan halus) dan 31

(dipaku dengan kuat) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas.

  Pernyataan yang konsisten dari seluruh indikator adalah pernyataan nomor

1, 2, 3, 5, 10, 11, 12, 14, 16, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 27, 29, 31, dan 32.

  

Pernyataan nomor 1, 2, 3, dan 5 mewakili indikator auto-education. Pernyataan

nomor 10, 11, dan 12 mewakili indikator bergradasi. Pernyataan nomor 14 dan 16

mewakili indikator auto-correction. Pernyataan nomor 18, 19, 20, dan 21

mewakili indikator kontekstual. Pernyataan nomor 22, 23, 24, 25, 27 mewakili

indikator life. Pernyataan nomor 29, 31, dan 32 mewakili indikator workmanship.

Pernyataan tersebut dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasaan

siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

2. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

  Data hasil penelitian menggunakan kuesioner tingkat kepuasan untuk guru dianalisis dengan Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II dan Importance and Performance Analysis (IPA).

  a.

  

Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru dengan Menggunakan PAN tipe

  II Penilaian Acuan Norma (PAN) tipe II digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan guru secara umum. PAN tipe II mempunyai lima klasifikasi, yaitu sangat tinggi, tinggi, cukup, rendah, dan sangat rendah. Klasifikasi tingkat kepuasan berdasarkan PAN tipe II dapat dilihat pada tabel 4.22.

  Tabel 4.22 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru berdasarkan PAN tipe II

  

Ketentuan Hitung Klasifikasi

  Di atas M + 2S Sangat tinggi M + 1S dan M + 2S Tinggi M Cukup

  • – 1S dan M + 1S M Rendah – 2S dan M – 1S

  Di bawah M Sangat rendah

  • – 2S

Tabel 4.22 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan berdasarkan PAN tipe II. Tingkat kepuasan diklasifikasikan menjadi lima, yaitu sangat tinggi, tinggi,

  cukup, rendah, dan sangat rendah. Penentuan klasifikasi tersebut menggunakan Mean (M) dan standar deviasi (S) dari skor total masing-masing responden pada kuesioner kinerja. Batas bawah klasifikasi sangat tinggi ditentukan sebesar M +

  2S. Batas bawah klasifikasi tinggi ditentukan sebesar M + 1S. Batas bawah klasifikasi cukup ditentukan sebesar M

  • – 1S. Batas bawah klasifikasi rendah
Perhitungan PAN tipe II berdasarkan skor yang diperoleh pada kuesioner

kinerja. Setiap pernyataan pada kuesioner kinerja memiliki skor maksimal yaitu 5.

  

Total skor yang dapat diperoleh pada kuesioner kinerja yaitu 185 dari 37

pernyataan. Mean skor pada kuesioner kinerja dari 2 guru adalah 158,5 dengan

standar deviasi 12,02. Mean dan standar deviasi dibulatkan menjadi 121 dan 15.

  

Mean dan standar deviasi digunakan untuk menentukan rentang skor pada

klasifikasi tingkat kepuasan guru. Klasifikasi tingkat kepuasan guru berdasarkan

PAN tipe II dapat dilihat pada tabel 4.23.

  

Tabel 4.23

Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga

Matematika Berbasis Metode Montessori

  Rentang Skor Klasifikasi

  184 Sangat tinggi

  • – 185 171 Tinggi – 183 147 Cukup – 170 135 Rendah – 146

  Kurang dari 135 Sangat rendah

Tabel 4.23 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kepuasan guru

  tergolong sangat tinggi jika skor kuesioner kinerja diantara 184

  • – 185. Kepuasan guru tergolong tinggi jika total nilai kuesioner kinerja diantara 171 – 182.
  • >– Kepuasan guru tergolong cukup jika total nilai kuesioner kinerja diantara 147

    170. Kepuasan guru tergolong rendah jika total nilai kuesioner kinerja diantara 135

  • – 146. Kepuasan guru tergolong sangat rendah jika total nilai kuesioner kinerja dibawah 135 dari total skor.
Tabel 4.24 Tingkat Kepuasan Guru terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

  No Total Skor Klasifikasi Responden

  1 169 Cukup 2 150 Cukup Rata-rata 158,5 Cukup

Tabel 4.24 menunjukkan klasifikasi tingkat kepuasan 2 guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tingkat

  kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Hal ini dilihat dari rata-rata total skor dari 2 guru adalah 158,5 yang tergolong dalam kategori cukup.

b. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru dengan Menggunakan IPA

  Penelitian dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada guru. Guru atau responden dalam penelitian ini sebanyak 2 guru. Hasil penelitian ini berupa penilaian guru terhadap setiap pernyataan pada kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Penilaian guru terhadap setiap pernyataan ditabulasikan per indikator. Rumus tabulasi untuk kuesioner kepentingan adalah

  STPx

  1 TPx

  2 KPx

  3 Px

  4 SPx 5 . Rumus tabulasi untuk kuesioner                 kinerja adalah   STSx 1    TSx

2    KSx

3      Sx 4  SSx 5   . Penilaian guru terhadap kuesioner kinerja dan kepentingan untuk setiap indikator dapat dilihat pada tabel 4.25 sampai tabel 4.38.

  Tabel 4.25 Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-education

  Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai

  1 Alat peraga memudahkan matematika

  2 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika

  3 Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain.

  

Tabel 4.26

Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-education

  No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai

  1 Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika

  2 10

  2 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika

  1

  1 9

  1

  

2. Pernyataan tersebut mendapat total nilai 10. Pernyataan yang mendapat total

nilai terendah adalah pernyataan nomor 3 dan 6, yaitu. Total nilai untuk

pernyataan nomor 4 dan 5 6 adalah 8 dan 9. Total nilai kinerja indikator auto-

education digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja (

  1 7

  4 Alat peraga mudah saya gunakan

  2 8

  5 Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika

  1

  1 9

  6 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika

  ̅ ) pada diagram kartesius.

  

education . Pernyataan dengan total nilai tertinggi adalah pernyataan nomor 1 dan

  2

  5 Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika

  10

  3 Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain.

  2

  6

  4 Alat peraga mudah saya gunakan.

  2

  8

  1

  51 Tabel 4.25 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator auto-

  1

  9

  6 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain.

  2

  6 Total

  2

  5

  5

  2 8

Tabel 4.26 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator

  

auto-education . Pernyataan nomor 1 mendapat total nilai yang paling tinggi

dibandingkan pernyataan lainnya, yaitu 10. Total nilai untuk pernyataan nomor 3

adalah yang paling rendah, yaitu 7. Total nilai untuk pernyataan nomor 2, 4, 5,

dan 6 adalah 9, 8, 9, dan 8. Total nilai kepentingan indikator auto-education

digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ) pada diagram kartesius.

  ̅

Tabel 4.27

  

Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Menarik

Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai

  7 Alat peraga mempunyai 10

  2 bentuk yang menarik

  8 Alat peraga mempunyai warna 9

  1

  1 yang menarik

  9 Alat peraga mempunyai 8

  2 ukuran yang proporsional

  10 Alat peraga lebih menarik 8

  2 daripada alat peraga lain Total

  7

  3

  43 Tabel 4.27 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator

menarik. Guru menilai pernyataan nomor 7 memiliki kinerja yang paling baik.

  

Hal ini karena pernyataan nomor 7 mendapat total nilai tertinggi, yaitu, 10.

Pernyataan nomor 8, 9, dan 10 mendapat total nilai 9, 8, dan 8. Total nilai kinerja

indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram

  ̅ kartesius.

  

Tabel 4.28

Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Menarik

  Total No Pernyataan STP TP KP P SP Nilai

  7 Alat peraga mempunyai 10

  2 bentuk yang menarik

  8 Alat peraga mempunyai warna 9

  1

  1 yang menarik ukuran yang proporsional

  10 Alat peraga lebih menarik 8

  2 daripada alat peraga lain Total

  7

  3

  43 Tabel 4.28 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator

  

menarik. Indikator menarik mempunyai empat pernyataan. Pernyataan tersebut

adalah pernyataan nomor 7, 8, 9, dan 10. Total nilai tertinggi adalah pernyataan

nomor 7, yaitu 10. Total nilai untuk pernyataan 8, 9, dan 10 adalah 9, 8, dan 8.

Total nilai kepentngan indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata

kepentingan ( ) pada diagram kartesius.

  ̅

Tabel 4.29

  

Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Bergradasi

Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai

  11 Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep 7

  1

  1 materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6

  12 Alat peraga mempunyai 9

  1

  1 bermacam-macam warna

  13 Alat peraga mempunyai 10 tingkatan ukuran dari kecil ke 2 besar

  14 Alat peraga mempunyai 8

  2 permukan dari halus ke kasar

  15 Alat peraga mempunyai 8 tingkatan ukuran dari pendek 2 ke panjang

  Total

  1

  6

  3

  42 Tabel 4.29 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator

  

bergradasi. Pernyataan nomor 13 mendapat total nilai tertinggi, yaitu 10. Total

nilai terendah adalah pernyataan nomor 11, yaitu 7. Pernyataan nomor 12, 14, dan

15 mendapat total nilai 9, 8, dan 8. Total nilai kinerja indikator bergradasi

digunakan untuk menentukan rata-rata ( ) tingkat kinerja pada diagram kartesius.

  

̅

  

Tabel 4.30

Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi

  19 Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat

  2 8

  17 Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika

  1

  1 9

  18 Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar

  1

  1 9

  1

  No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai

  1 9

  20 Alat peraga memiliki kunci jawaban

  1

  1 8 Total

  1

  5

  4

  16 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya

  

Tabel 4.31

Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Auto-correctioan

  No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai

  14 Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar

  11 Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6

  2 8

  12 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna

  1

  1 9

  13 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar

  2 8

  2 8

  ̅ ) pada diagram kartesius.

  15 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  2 8 Total

  9

  1

  41 Tabel 4.30 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator

  

menarik. Pernyataan yang mendapat total nilai tertinggi adalah pernyataan nomor

  

12. Pernyataan nomor 12 mendapat total nilai 9. Total nilai pernyataan nomor 11,

13, 14, dan 15 adalah 8, 8, 8, dan 8. Total nilai kepentingan indikator bergradasi

digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (

  43 Tabel 4.31 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator auto-

  

Pernyataan nomor 17, 18, dan 19 memiliki nilai total yang sama, yaitu 9. Total

nilai kinerja indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata

kinerja ( ) pada diagram kartesius.

  ̅

Tabel 4.32

  

Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction

Total No Pernyataan STP TP KP P SP Nilai

  16 Alat peraga dapat 8 menunjukan kesalahan 2 jawaban saya

  17 Alat peraga membantu saya 9 memperbaiki kesalahan dalam

  1

  1 mengerjakan soal matematika

  18 Alat peraga membantu saya 10 menemukan jawaban yang 2 benar

  19 Alat peraga membantu 9 menemukan kesalahan yang

  1

  1 saya buat

  20 Alat peraga memiliki kunci 8

  1

  1 jawaban Total

  1

  4

  5

  44 Tabel 4.32 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator

  

menarik. Total nilai tertinggi didapat pernyataan nomor 18, yaitu 10. Total nilai

untuk pernyataan nomor 16, 17, 19, dan 20 adalah 8, 9, 9, dan 8. Total nilai

kepentingan indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata

kepentingan ( ) pada diagram kartesius.

  ̅

Tabel 4.33

  

Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Kontekstual

Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai

  21 Alat peraga dibuat 10 menggunakan bahan yang saya 2 ketahui

  22 Alat peraga menggunakan 8 bahan yang dapat saya 2 temukan di lingkungan sekitar.

  23 Alat peraga terbuat dari bahan 9

  1

  1 yang sering saya lihat. lihat

  25 Alat peraga sesuai dengan 10

  2 materi pembelajaran Total

  1

  4

  5

  44 Tabel 4.33 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator

  

kontekstual. Guru menilai bahwa kinerja pada pernyataan nomor 21 dan 25 adalah

yang paling baik. Pernyataan nomor 21 dan 25 mendapat total nilai 10. Total nilai

tersebut lebih tinggi dari total nilai pernyataan nomor 22, 23, dan 24. Pernyataan

nomor 22, 23, dan 24 mendapat total nilai 8, 9, dan 7. Total nilai kinerja indikator

kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram

  ̅ kartesius.

  

Tabel 4.34

Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual

  Total No Pernyataan STP TP KP P SP Nilai

  21 Alat peraga dibuat 10 menggunakan bahan yang 2 saya ketahui

  22 Alat peraga menggunakan 10 bahan yang dapat saya 2 temukan di lingkungan sekitar.

  23 Alat peraga terbuat dari bahan 9

  1

  1 yang sering saya lihat.

  24 Alat peraga ini pernah saya 7

  1

  1 lihat

  25 Alat peraga sesuai dengan 10

  2 materi pembelajaran Total

  1

  2

  5

  36 Tabel 4.34 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator

  

menarik. Pernyataan nomor 21, 22, dan 25 memiliki total nilai 10. Total nilai

tersebut adalah yang tertinggi dibandingkan pernyataan yang lain. Total nilai

untuk pernyataan 23 dan 24 adalah 9 dan 7. Total nilai kepentingan indikator

kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ) pada diagram

  ̅

  

Tabel 4.35

Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Life

  Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai

  26 Alat peraga terbuat dari bahan 8

  2 yang kuat 8

  27 Alat peraga mudah dibawa

  1

  1

  28 Alat peraga dapat digunakan 9

  1

  1 berulang kali

  29 Alat peraga tetap kuat ketika 9

  1

  1 jarang digunakan 9

  30 Alat peraga tidak mudah rusak

  1

  1

  31 Alat peraga mudah 9

  1

  1 dibersihkan Total

  1

  6

  5

  52 Tabel 4.35 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator life.

  

Pernyataan nomor 26 dan 27 mendapat total nilai yang sama, yaitu 8. Total nilai

untuk pernyataan 28, 29, 30, dan 31 adalah 9, 9, 9, dan 9. Total nilai kinerja

indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram

  ̅

kartesius. Total nilai kinerja indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata

kinerja ( ) pada diagram kartesius.

  ̅

Tabel 4.36

  

Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Life

Total No Pernyataan STP TP KP P SP Nilai

  26 Alat peraga terbuat dari bahan 8

  2 yang kuat 8

  27 Alat peraga mudah dibawa

  1

  1

  28 Alat peraga dapat digunakan 10

  2 berulang kali

  29 Alat peraga tetap kuat ketika 9

  1

  1 jarang digunakan

  30 Alat peraga tidak mudah 9

  1

  1 rusak

  31 Alat peraga mudah 9

  1

  1 dibersihkan Total

  1

  5

  6

  53 Tabel 4.36 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator

  . Indikator life mempunyai 6 pernyataan. Pernyataan yang dianggap guru life

  

paling penting adalah pernyataan nomor 28. Pernyataan tersebut mendapat total

nilai 10. Total nilai tersebut lebih tinggi dari pernyataan lainnya. Pernyataan

nomor 26, 27, 29, 30, dan 31 mendapat total nilai 8, 8, 9, 9, dan 9. Total nilai

kepentingan indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( )

  ̅ pada diagram kartesius.

  

Tabel 4.37

Penilaian Guru terhadap Kinerja Indikator Workmanship

  Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai

  32 Alat peraga mudah saya perbaiki

  1

  1

  8

  33 Alat peragamemiliki permukaan yang

  1

  1

  9 halus

  34 Alat peraga direkatkan dengan kuat

  1

  1

  9

  35 Alat peraga dipaku dengan kuat

  1

  1

  7

  36 Alat peraga tidak melukai saya ketika

  1

  1

  9 digunakan

  37 Alat peraga dicat dengan rapi

  1

  1

  9 Total

  2

  5

  5

  51 Tabel 4.37 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator

  

workmanship. Pernyataan nomor 35 mendapat total nilai terendah, yaitu 7. Hal ini

menunjukkan bahwa guru menilai pernyataan tersebut memiliki kinerja yang

kurang baik. Total nilai terendah dimiliki pernyataan nomor 33, 34, 36, dan 37,

yaitu 9. Pernyataan nomor nomor 28 mendapat total nilai 203. Total nilai untuk

pernyataan nomor 32 adalah 8. Total nilai kinerja indikator workmanship

digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram kartesius.

  ̅

Tabel 4.38

  

Penilaian Guru terhadap Kepentingan Indikator Workmanship

Total No Pernyataan STP TP KP P SP Nilai 8

  32 Alat peraga mudah saya perbaiki

  1

  1

  33 Alat peragamemiliki permukaan yang 9

  1

  1 halus 9

  34 Alat peraga direkatkan dengan kuat

  1

  1 7 digunakan

  37 Alat peraga dicat dengan rapi

  8 Alat peraga mempunyai warna yang menarik

  4.5

  6 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain.

  6

  8

  3

  4 Rata-Rata

  4.08

  4.25 Menarik

  7 Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik

  10

  10

  5

  5

  9

  9

  9

  4.5

  4.5

  9 Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional

  8

  8

  4

  4

  10 Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain

  8

  8

  4

  4 Rata-Rata

  4.38

  4.5

  9

  2 10 Total

  5

  2

  3

  7

  53 Tabel 4.38 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator

  

workmanship . Pernyataan nomor 35 memiliki tingkat kepentingan yang rendah

jika dibandingkan dengan pernyataan yang lain pada indikator workmanship.

  

Pernyataan nomor 35 mendapat total nilai 7. Total nilai tertinggi diperoleh

pernyataan nomor 36 dan 37, yaitu 10. Pernyataan nomor 32, 33, dan 34

mendapat total nilai 8, 9, dan 9. Total nilai kepentingan indikator workmanship

digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan (

  ̅ ) pada diagram kartesius.

  

Tabel 4.39

Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan pada

Indikator Tingkat Kepuasan Guru

  Nomor Item

Pernyataan Kinerja

Kepen- tingan

  ̅ ̅

  Auto-education

  1 Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika

  10

  10

  5

  5 Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika

  2 Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika

  10

  9

  5

  4.5

  3 Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain.

  6

  7

  3

  3.5 4 Alat peraga mudah saya gunakan.

  8

  8

  4

  4

  4.38 Bergradasi

  Nomor Item

Pernyataan Kinerja

Kepen- tingan

  4.40

  28 Alat peraga dapat digunakan berulang kali

  4

  4

  8

  8

  27 Alat peraga mudah dibawa

  4

  4

  8

  8

  26 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat

  4.60 Life

  5 Rata-Rata

  10

  5

  10

  10

  25 Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran

  3.5

  3.5

  7

  7

  24 Alat peraga ini pernah saya lihat

  4.5

  4.5

  9

  9

  4.5

  23 Alat peraga terbuat dari bahan yang sering sayalihat.

  4.5

  4.5

  9

  9

  33 Alat peraga memiliki permukaan yang halus

  4

  4

  8

  8

  32 Alat peraga mudah saya perbaiki

  4.42 Workmanship

  4.33

  4.5 Rata-Rata

  9

  5

  9

  31 Alat peraga mudah dibersihkan

  4.5

  4.5

  9

  9

  30 Alat peraga tidak mudah rusak

  4.5

  4.5

  9

  9

  29 Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan

  9

  5

  ̅ ̅ konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6

  4

  4

  8

  8

  16 Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya

  4.10 Auto-correction

  4.20

  4 Rata-Rata

  4

  8

  8

  15 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang

  4

  8

  17 Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika

  8

  14 Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar

  4

  5

  8

  10

  13 Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar

  4.5

  4.5

  9

  9

  12 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna

  4

  9

  4

  8

  10

  8

  22 Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar.

  5

  5

  10

  10

  21 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui

  4.40 Kontekstual

  4.30

  4 Rata-Rata

  4

  8

  9

  20 Alat peraga memiliki kunci jawaban

  4.5

  4.5

  9

  9

  19 Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat

  5

  4.5

  10

  9

  18 Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar

  4.5

  4.5

  4.5

  Nomor Kepen-

  

Pernyataan Kinerja

  ̅ ̅

  Item tingan

  35 Alat peraga dipaku dengan kuat

  7

  7

  3.5

  3.5

  36 Alat peraga tidak melukai saya ketika

  9

  10

  4.5

  5 digunakan

  37 Alat peraga dicat dengan rapi

  9

  10

  4.5

  5 Rata-Rata

  4.25

  4.42 Tabel 4.39 menunjukkan rata-rata dari penilaian pelaksanaan kinerja dan

  

kepentingan pada indikator tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat

peraga matematika berbasis metode Montessori. Kolom kinerja dan kepentingan

merupakan total nilai yang diperoleh setiap pernyataan. Kolom adalah rata-rata

  ̅

nilai kinerja. Kolom adalah rata-rata nilai kepentingan. Rata-rata setiap

  ̅ indikator digunakan untuk menentukan letak dua buah garis pada titik dan

  ̅ ̅ yang membagi diagram kartesius menjadi empat kuadran.

  Indikator auto-education memiliki rata-rata skor kinerja dan kepentingan

yaitu 4.08 dan 4.25. Indikator menarik memiliki rata-rata skor kinerja dan

kepentingan yaitu 4.38 dan 4.38. Indikator bergradasi memiliki rata-rata skor

kinerja dan kepentingan yaitu 4.38 dan 4.38. Indikator auto-correction memiliki

rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4.30 dan 4.40. Indikator kontekstual

memiliki rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4.40 dan 4.60. Indikator life

memiliki rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4.33 dan 4.42. Indikator

workmanship memiliki rata-rata skor kinerja dan kepentingan yaitu 4.25 dan 4.42.

  

Diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan guru dapat dilihat pada

gambar 4.9 sampai gambar 4.15.

Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.9 menunjukkan sebaran 6 pernyataan indikator auto-education pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator

auto-education berada di kuadran II dan III. Pernyataan nomor 1 (mudah mengerti

matematika), 2 (membantu mengerjakan soal) dan 5 (mudah mengerjakan soal)

berada di kuadran II. Pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan), 4 (mudah

digunakan), dan 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) berada di kuadran III.

Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.10 menunjukkan sebaran 4 pernyataan indikator menarik pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator

menarik berada di kuadran II dan III. Pernyataan nomor 7 (bentuk menarik) dan 8

(warna menarik) berada di kuadran II. Pernyataan nomor 9 (ukuran proporsional)

dan 10 (menarik daripada alat peraga lain) berada di kuadran III.

Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.11 menunjukkan sebaran 5 pernyataan indikator bergradasi pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga

  

matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator bergradasi

berada di kuadran II, III, dan IV. Pernyataan nomor 12 (bermacam warna) berada

di kuadran II. Pernyataan nomor 11 (memahami konsep kelas 1 sampai kelas 6),

14 (permukaan halus ke kasar), dan 15 (ukuran pendek ke panjang) berada di

kuadran III. Pernyataan nomor 13 (ukuran kecil ke besar) berada di kuadran IV.

Gambar 4.12 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.12 menunjukkan sebaran 5 pernyataan indikator auto-correction pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator

auto-correction berada di kuadran II dan III. Pernyataan nomor 17 (memperbaiki

kesalahan), 18 (menemukan jawaban benar), dan 19 (menemukan kesalahan yang

dibuat) berada di kuadran II. Pernyataan nomor 16 (menunjukkan kesalahan

jawaban) dan 20 (kunci jawaban) berada di kuadran III.

Gambar 4.13 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.13 menunjukkan sebaran 5 pernyataan indikator kontekstual pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator

kontekstual berada di kuadran I, II, III, dan IV. Pernyataan nomor 21 (bahan yang

diketahui) dan 25 (sesuai dengan materi) berada di kuadran II. Pernyataan nomor

22 (bahan bisa ditemukan dilingkungan) berada di kuadran I. Pernyataan nomor

24 (pernah dilihat) berada di kuadran III. Pernyataan nomor 23 (bahan yang

sering dilihat) berada di kuadran IV.

Gambar 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.14 menunjukkan sebaran 6 pernyataan indikator life pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga

  

matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator life berada

di kuadran II dan III. Pernyataan nomor 28 (digunakan berulang kali), 29 (kuat

ketika jarang digunakan), 30 (tidakmudah rusak), dan 31 (mudah dibersihkan)

berada di kuadran II. Pernyataan nomor 26 (bahan yang kuat) dan 27 (mudah

dibawa) berada di kuadran III.

Gambar 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.15 menunjukkan sebaran 6 pernyataan indikator workmanship pada kuadran diagram kartesius tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat

  

peraga matematika berbasis metode Montessori. Sebaran pernyataan indikator

workmanship berada di kuadran II dan III. Pernyataan nomor 33 (permukaan

halus), 34 (dilem dengan kuat), 36 (tidak melukai), dan 37 (dicat rapi) berada di

kuadran II. Pernyataan nomor 32 (mudah diperbaiki) dan 35 (dipaku dengan kuat)

berada di kuadran III.

  

Tabel 4.40

Persebaran Pernyataan Kuesioner Guru pada Diagram Kartesius untuk

Setiap Indikator Tingkat Kepuasan

  Kuadran

  I II

  III Kata Kunci Indikator

  IV (Prioritas (Pertahankan (Prioritas (Berlebihan) Utama) Prestasi) Rendah) 1.

  Mudah memahami ☺ konsep 2. Membantu mengerjakan

  ☺ soal

  3. Digunakan ♣

  Auto- tanpa bantuan education

  4. Mudah ♣ digunakan

  5. Mengerjakan soal tanpa ☺ bantuan

  6. Mengerjakan soal tanpa ♣ bantuan

  7. Bentuk ☺ menarik

  8. Warna ☺ menarik

  Menarik 9.

  Ukuran ♣ proporsional

  10. Menarik daripada alat ♣ peraga lain

  11. Memahami konsep kelas ♣ 1 sampai kelas 6 12. Bermacam

  ☺ warna Bergradasi 13.

  Ukuran kecil √ ke besar

  14. Permukaan ♣ halus ke kasar

  15. Ukuran pendek ke ♣ panjang

  Auto- 16.

  Menunjukkan

  Indikator Kata Kunci Kuadran

  ☺

  Dilem dengan kuat ☺ 35.

  Permukaan halus ☺ 34.

  Mudah diperbaiki ♣ 33.

  Workmanship 32.

  ☺

  ☺ 31. Mudah dibersihkan

  ☺ 30. Tidak mudah rusak

  Kuat ketika jarang digunakan

  Digunakan berulang kali ☺ 29.

  Mudah dibawa ♣ 28.

  Bahan yang kuat ♣ 27.

  Life 26.

  ♣ 25. Sesuai dengan materi

  I (Prioritas Utama)

  √ 24. Pernah dilihat

  ☻ 23. Bahan yang sering dilihat

  Bahan bisa ditemukan di lingkungan

  Bahan yang diketahui ☺ 22.

  ♣ Kontekstual 21.

  ☺ 20. Kunci jawaban

  ☺ 19. Menemukan kesalahan yang dibuat

  ☺ 18. Menemukan jawaban benar

  jawaban 17. Memperbaiki kesalahan

  IV (Berlebihan)

  III (Prioritas Rendah)

  II (Pertahankan Prestasi)

  Dipaku dengan kuat ♣

  Kuadran

  I II

  III Kata Kunci Indikator

  IV (Prioritas (Pertahankan (Prioritas (Berlebihan) Utama) Prestasi) Rendah)

  melukai 37. Dicat rapi

  ☺ Total

  1

  19

  15

  2 Persentase 2,7% 51,35% 40,55% 5,4%

Tabel 4.40 menunjukkan rangkuman persebaran kuesioner guru pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.40 diperoleh

  

dari diagram-diagram kartesius dalam setiap indikator tingkat kepuasan. Diagram

kartesius untuk setiap indikator dapat dilihat pada gambar 4.9 sampai gambar

4.15. Pernyataan dalam setiap indikator tersebar pada keempat kuadran kartesius yaitu kuadran I, II, III dan IV. Peneliti memberikan simbol pada masing-masing.

  

Simbol yang digunakan ada empat, yaitu ☻, . Simbol ☻ mewakili

  ☺, ♣, dan √

  

kuadran I, simbol ☺ mewakili kuadran II, simbol mewakili kuadran III, dan

  ♣ simbol √ mewakili kuadarn IV.

  Pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah pernyataan yang memiliki

tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja masih rendah. Jumlah pernyataan

yang terdapat pada kuadran I adalah 1 pernyataan dengan persentase 2,7%.

Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 22.

  Pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah pernyataan yang

memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah

pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah 19 pernyataan dengan persentase

51,35%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 1, 2, 5, 7, 8, 12, 17, 18, 19,

21, 25, 28, 29, 30, 31, 33, 34, 36 dan 37.

  Pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah pernyataan yang

memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah pula. Jumlah

pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah 15 pernyataan dengan

persentase 40,55%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 3, 4, 6, 9, 10,

11, 14, 15, 16, 20, 24, 26, 27, 32, dan 35.

  Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah pernyataan yang

memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah

pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah 2 pernyataan dengan persentase

5,4%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 13 dan 23.

Gambar 4.16 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode MontessoriGambar 4.16 menunjukkan sebaran 37 pernyataan secara keseluruhan

  

berbasis metode Montessori. Pernyataan pada setiap indikator tersebar dalam

empat kuadran, yaitu kuadran I, II,III, dan IV. Beberapa pernyataan tidak dapat

ditampilkan pada gambar karena keterbatasan program SPSS 16. Pernyataan yang

terdapat pada kuadran I adalah pernyataan nomor 22. Pernyataan yang terdapat

pada kuadran II adalah pernyataan 1, 2, 5, 7, 8, 12, 17, 18, 19, 21, 23, 25, 28, 29,

30, 31, 33, 34, 36 dan 37. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah

pernyataan nomor 3, 4, 6, 9, 10, 11, 14, 15, 16, 20, 24, 26, 27, 32, dan 35.

Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah pernyataan nomor 13.

  

Tabel 4.41

Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan

  Kuadran

  I II

  III Kata Kunci Indikator

  IV (Prioritas (Pertahankan (Prioritas (Berlebihan) Utama) Prestasi) Rendah) 1.

  Mudah memahami ☺ konsep

  2. Membantu mengerjakan ☺ soal

  3. Digunakan ♣

  Auto- tanpa bantuan education

  4. Mudah ♣ digunakan

  5. Mudah mengerjakan ☺ soal

  6. Mengerjakan soal tanpa ♣ bantuan 7. Bentuk

  ☺ menarik

  8. Warna ☺ menarik

  Menarik 9.

  Ukuran ♣ proporsional

  10. Menarik daripada alat ♣ peraga lain

  11. Memahami Bergradasi

  ♣

  Indikator Kata Kunci Kuadran

  Bahan bisa ditemukan di lingkungan 23. Bahan yang sering dilihat

  Permukaan halus ☺ 34.

  Mudah diperbaiki ♣ 33.

  Workmanship 32.

  ☺

  ☺ 31. Mudah dibersihkan

  ☺ 30. Tidak mudah rusak

  Kuat ketika jarang digunakan

  Digunakan berulang kali ☺ 29.

  Mudah dibawa ♣ 28.

  Bahan yang kuat ♣ 27.

  Life 26.

  ☺

  ♣ 25. Sesuai dengan materi

  ☺ 24. Pernah dilihat

  Bahan yang diketahui ☺ 22.

  I (Prioritas Utama)

  ♣ 15. Ukuran pendek ke panjang

  II (Pertahankan Prestasi)

  III (Prioritas Rendah)

  IV (Berlebihan)

  sampai kelas 6 12. Bermacam warna

  ☺ 13. Ukuran kecil ke besar

  √ 14. Permukaan halus ke kasar

  ♣

  ♣ Kontekstual 21.

  Auto- correction

  16. Menunjukkan kesalahan jawaban

  ♣ 17. Memperbaiki kesalahan

  ☺ 18. Menemukan jawaban benar

  ☺ 19. Menemukan kesalahan yang dibuat

  ☺ 20. Kunci jawaban

  Dilem dengan kuat ☺

  Kuadran

  I II

  III Kata Kunci Indikator

  IV (Prioritas (Pertahankan (Prioritas (Berlebihan) Utama) Prestasi) Rendah)

  dengan kuat 36. Tidak melukai

  ☺ 37. Dicat rapi

  ☺ Total

  1

  20

  15

  1 Persentase 2,7% 54,05% 40,55% 2,7%

Tabel 4.41 menunjukkan rangkuman persebaran pernyataan kuesioner siswa pada diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.41

  

diperoleh dari diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Diagram

kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada gambar 4.16.

  Pernyataan dalam setiap indikator tersebar pada kuadran I, II, III dan IV.

  Pernyataan yang berada di kuadran I adalah pernyataan yang memiliki

tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja terhadap alat peraga masih

rendah. Pernyataan yang berada di kuadran I adalah pernyataan nomor 22 dengan

  2,7% persentase .

  Pernyataan yang berada di kuadran II adalah pernyataan yang memiliki

tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja tinggi pula. Jumlah pernyataan yang

terdapat pada kuadran II adalah 20 pernyataan dengan persentase 54,05%.

Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 1, 2, 5, 7, 8, 12, 17, 18, 19, 21, 23,

25, 28, 29, 30, 31, 33, 34, 36 dan 37.

  Pernyataan yang berada di kuadran III adalah pernyataan yang memiliki

tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah pula. Jumlah

pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah 15 pernyataan dengan

persentase 40,55%. Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 3, 4, 6, 9, 10,

  Pernyataan yang berada di kuadran IV adalah pernyataan yang memiliki

tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja tinggi. Jumlah pernyataan yang

terdapat pada kuadran IV adalah 4 pernyataan dengan persentase 2,7%.

Pernyataan tersebut adalah pernyataan nomor 13.

  Mudah mengerjakan soal √ 6.

  √ 12. Bermacam warna

  Memahami konsep kelas 1 sampai kelas 6

  Bergradasi 11.

  Menarik daripada alat peraga lain √

  Ukuran proporsional √ 10.

  Warna menarik √ 9.

  Bentuk menarik √ 8.

  Menarik 7.

  Mengerjakan soal tanpa bantuan √

  Mudah digunakan √ 5.

  Persebaran pernyataan dalam kuadran pada diagram kartesius secara

keseluruhan berbeda dengan persebaran diagram kartesius untuk setiap indikator.

  Digunakan tanpa bantuan √ 4.

  Membantu mengerjakan soal √ 3.

  Mudah memahami konsep √ 2.

  IV Auto- education 1.

  III

  I II

  Indikator Kata Kunci Tidak Konsisten Kuadran

  

Tabel 4.42

Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran pada Kuesioner

Tingkat Kepuasan Guru

  

Perbedaan persebaran pernyataan dapat dilihat tabel 4.40 dan tabel 4.41.

Pernyataan yang terdapat dalam kuadran yang sama pada diagram kartesius secara

keseluruhan dengan diagram kartesius untuk setiap indikator merupakan

pernyataan yang konsisten. Konsistensi persebaran pernyataan dapat dilihat pada

tabel 4.42.

  √

  Indikator Kata Kunci Tidak Konsisten Kuadran

  Dipaku dengan kuat √ 36.

  √ 30. Tidak mudah rusak

  √ 31. Mudah dibersihkan

  √

  Workmanship 32.

  Mudah diperbaiki √ 33.

  Permukaan halus √ 34.

  Dilem dengan kuat √ 35.

  Tidak melukai √ 37.

  Bahan yang kuat √ 27. Mudah dibawa √ 28. Digunakan berulang kali

  Dicat rapi √

  Total

  1

  1

  19

  15

  1 Persentase 2,7% 2,7% 51,35% 40,55% 2,7%

Tabel 3.42 menunjukkan konsistensi pernyataan dari ketujuh indikator tingkat kepuasan guru. Pernyataan konsisten merupakan pernyataan yang berada

  √ 29. Kuat ketika jarang digunakan

  Life 26.

  I II

  Memperbaiki kesalahan √ 18.

  III

  IV

  besar 14. Permukaan halus ke kasar

  √ 15. Ukuran pendek ke panjang

  √

  Auto- correction

  16. Menunjukkan kesalahan jawaban √ 17.

  Menemukan jawaban benar √ 19.

  √

  Menemukan kesalahan yang dibuat

  √ 20. Kunci jawaban

  √ Kontekstual 21.

  Bahan yang diketahui √ 22.

  Bahan bisa ditemukan di lingkungan

  √ 23. Bahan yang sering dilihat

  (II, IV) 24. Pernah dilihat

  √ 25. Sesuai dengan materi

  

di kuadran yang sama pada diagram kartesius untuk setiap indikator dan diagram

kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten merupakan pernyataan

  

yang berada di kuadran berbeda antara diagram kartesius untuk setiap indikator

dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Pernyataan tidak konsisten

sebanyak 1 pernyataan (2,7%). Pernyataan konsisten sebanyak 36 pernyataan

(97,3%).

  Pernyataan yang tidak konsisten yaitu pernyataan nomor 23. Pernyataan

tersebut tidak konsisten karena berada dalam kuadran yang berbeda pada diagram

kartesius per indikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Perbedaan

letak pernyataan dalam kuadran dapat dilihat pada tabel 4.40 kolom 3. Pernyataan

yang tidak konsisten mungkin disebabkan jumlah responden yang kurang banyak.

  Indikator auto-education memiliki 6 pernyataan konsisten, yaitu

pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Pernyataan nomor 1, 2, dan 5 berada di

kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru

menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 1 (mudah

mengmemahami konsep), 2 (membantu mengerjakan soal), dan 5 (mudah

mengerjakan soal). Pernyataan nomor 3, 4, dan 6 berada di kuadran III. Kuadran

  

III berarti tingkat kepuasan rendah dan kinerja rendah. Guru menganggap

pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan), 4 (mudah digunakan), dan 6

(mengerjakan soal tanpa bantuan) tidak penting dan kenyataannya guru tidak

puas.

  Indikator menarik memiliki 4 pernyataan konsisten, yaitu pernyataan

nomor 7, 8, 9, dan 10. Pernyataan nomor 7 dan 8 berada di kuadran II. Kuadran II

berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru menganggap penting

dan puas dengan pernyataan nomor 7 (bentuk menarik) dan 8 (warna menarik).

  

Pernyataan nomor 9 dan 10 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat

kepuasan rendah dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 9

(ukuran proporsional) dan 10 (menarik daripada alat peraga lain) tidak penting

dan kenyataannya guru tidak puas.

  Indikator bergradasi memiliki 5 pernyataan konsisten, yaitu pernyataan

nomor 11, 12, 13, 14, dan 15. Pernyataan nomor 12 berada di kuadran II. Kuadran

  

II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru menganggap penting

dan puas dengan pernyataan nomor 12 (bermacam warna). Pernyataan nomor 11,

14, dan 15 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah

dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 11 (memahami konsep

kelas 1 sampai kelas 6), 14 (permukaan halus ke kasar), dan 15 (ukuran pendek ke

panjang) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas. Pernyataan nomor 13

berada di kuadran IV. Kuadran IV berarti tingkat kepentingan rendah namun

kinerja tinggi. Guru menganggap tidak penting pernyataan nomor 13 (ukuran

kecil ke besar) namun kenyataannya guru puas.

  Indikator auto-correction memiliki 5 pernyataan konsisten, yaitu pernyataan

nomor 16, 17, 18, 19, dan 20. Pernyataan yang berada di kuadran II adalah

pernyataan nomor 17, 18, dan 19. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi

dan kinerja tinggi. Guru menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor

17 (memperbaiki kesalahan), 18 (menumukan jawaban benar), dan 19

(menemukan kesalahan yang dibuat). Pernyataan nomor 16 dan 20 berada di

kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah.

  

Guru menganggap pernyataan nomor 16 (menunjukkan kesalahan jawaban) dan

20 (kunci jawaban) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas..

  Indikator kontekstual memiliki 5 pernyataan konsisten, yaitu pernyataan

nomor 21, 22, 23, 24, dan 25. Pernyataan nomor 21 dan 25 berada di kuadran II.

  

Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru

menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 21 (bahan yang

diketahui) dan 25 (sesuai dengan materi). Pernyataan nomor 24 berada di kuadran

  

III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah. Guru

menganggap pernyataan nomor 24 (pernah dilihat) tidak penting dan

kenyataannya guru tidak puas. Pernyataan nomor 22 berada di kuadran I. Kuadran

I berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja rendah. Guru menganggap penting

pernyataan nomor 22 (bahan yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar) namun

kenyataannya guru tidak puas.

  Indikator life memiliki 6 pernyataan konsisten, yaitu pernyataan nomor 26,

27, 28, 29, 30, dan 31. Pernyataan nomor 28, 29, 30, dan 31 berada di kuadran II.

  

Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru

menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 28 (digunakan berulang

kali), 29 (kuat ketika jarang digunakan), 30 (tidak mudah rusak), dan 31 (mudah

dibersihkan). Pernyataan nomor 26 dan 27 berada di kuadran III. Kuadran III

berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah. Guru menganggap

pernyataan nomor 26 (bahan yang kuat) dan 27 (mudah dibawa) tidak penting dan

kenyataannya guru tidak puas.

  Indikator workmanship memiliki 6 pernyataan konsisten, yaitu pernyataan

nomor 32, 33, 34, 35, 36, dan 37. Pernyataan nomor 33, 34, 36, dan 37 berada di

kuadran II. Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru

menganggap penting dan puas dengan pernyataan nomor 33 (permukaan halus),

34 (dilem dengan kuat), 36 (tidak melukai), dan 37 (dicat rapi). Pernyataan nomor

32 dan 35 berada di kuadran III. Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah

dan kinerja rendah. Guru menganggap pernyataan nomor 32 (mudah diperbaiki)

dan 35 (dipaku dengan kuat) tidak penting dan kenyataannya guru tidak puas.

  Pernyataan yang konsisten dari seluruh indikator adalah pernyataan nomor

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 24, 25, 26,

27, 28, 29, 30, 31, 32, 33, 34, 35, 36, dan 37. Pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6

mewakili indikator auto-education. Pernyataan nomor 7, 8, 9, dan 10 mewakili

indikator menarik. Pernyataan nomor 11, 12, 13, 14, dan 15 mewakili indikator

bergradasi. Pernyataan nomor 16, 17, 18, 19, dan 20 mewakili indikator auto-

correction . Pernyataan nomor 21, 22, 24, dan 25 mewakili indikator kontekstual.

  

Pernyataan nomor 26, 27, 28, 29, 30, dan 31 mewakili indikator life. Pernyataan

nomor 32, 33, 34, 35, 36, dan 37 mewakili indikator workmanship. Pernyataan

tersebut dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasaan guru terhadap

penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

C. Pembahasan 1. Pembahasan Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

  Hasil analisis data menggunakan PAN tipe II menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa adalah cukup. Hasil tersebut diperoleh dari skor rata-rata kuesioner kinerja dari 52 siswa, yaitu 120,87. Skor rata-rata 120,87 termasuk dalam kategori cukup. Hasil tersebut tidak sesuai dengan hipotesis penelitian. Hal tersebut mungkin karena alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan dalam penelitian ini tidak mempunyai kulitas yang sama dengan alat peraga Montessori yang asli.

  Hasil analisis data menggunakan PAN tipe II didukung oleh hasil analisis data menggunakan IPA yang menunjukkan bahwa selisih antara atribut yang berada II dan IV dengan atribut yang berada di kuadran III tidak besar. Atribut yang berada di kuadran II dan IV berjumlah 11. Atribut yang berada di kuadran III sebanyak 10 atribut. Atribut yang berada di kuadran II adalah atribut nomor 1, 2, 5, 11, 16, 21, 24, 27, dan 32. Atribut yang berada di kuadran III adalah atribut nomor 3, 10, 12, 18, 19, 20, 22, 23, 29, dan 31. Atribut yang berada di kuadran IV adalah atribut nomor 14 dan 25.

  Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Kuadran

  II berisi atribut-atribut dengan tingkat kepuasan yang tinggi. Atribut yang berada di kuadran II yaitu memudahkan mengerti matematika, membantu mengerjakan soal, memudahkan dalam mengerjakan soal, memiliki ukuran kecil ke besar, dapat

  

menemukan kesalahan yang dibuat, sesuai dengan materi, dapat digunakan

berulang kali, mudah diperbaiki, dan dicat rapi.

  Siswa menilai atribut alat peraga Blok Pecahan Montessori yang dapat

memudahkan mengerti matematika, membantu mengerjakan soal, memudahkan

dalam mengerjakan soal memiliki kinerja yang tinggi. Siswa menilai atribut

tersebut penting untuk ada pada alat peraga Blok Pecahan Montessori. Atribut

tersebut sesuai dengan fungsi dari alat peraga menurut Sudjana (2002) yaitu

mempercepat proses belajar mengajar dan membantu peserta didik dalam

menangkap pengertian yang diberikan guru. Hasil analisis ini menunjukkan

bahwa siswa merasa puas karena alat peraga ini memenuhi fungsi utamanya

sebagai alat bantu dalam belajar.

  Siswa menilai atribut alat peraga Blok Pecahan Montessori ukuran kecil ke

besar memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi. Atribut tersebut

dinilai penting oleh siswa. Montessori (1962: 51) mengungkapkan bahwa

perbedaan bentuk, tekstur, dan ukuran dapat membantu merangsang kepekaan

sensorik siswa. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa siswa merasa puas

karena alat peraga Blok Pecahan Montessori memiliki ukuran dari kecil ke besar.

  Siswa merasa puas dengan alat peraga Blok Pecahan karena alat peraga

Blok Pecahan Montessori dapat menemukan kesalahan yang dibuat oleh siswa.

  

Siswa menilai atribut menemukan kesalahan yang dibuat adalah penting. Atribut

ini sesuai dengan karakteristik alat peraga Montessori, yaitu auto-correction.

  

Auto-correction artinya adalah alat peragai memiliki pengendali kesalahan sendiri.

  

Siswa dapat menemukan kesalahan yang dibuat sehingga ia bisa memperbaikinya.

  Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa merasa puas dengan alat

peraga Blok Pecahan Montessori karena sesuai dengan materi. Siswa menilai

atribut tersebut penting dan memiliki tingkat kinerja yang tinggi. Atribut tersebut

dinilai penting oleh siswa karena sesuai dengan salah satu manfaat alat peraga

menurut Sudjana (2002), yaitu memudahkan mencapai tujuan dan isi pelajaran.

Siswa menginginkan alat peraga yang penggunaannya sesuai dengan materi dan

atribut tersebut ada pada alat peraga Blok Pecahan Montessori.

  Siswa merasa puas dengan alat peraga Blok Pecahan Montessori karena

dapat digunakan berulang kali dan mudah diperbaiki. Siswa menilai atribut

tersebut penting dan tingkat kinerjanya tinggi. Siswa mungkin beranggapan

bahwa alat peraga yang bagus adalah alat peraga yang dapat digunakan berulang

kali dan mudah diperbaiki. Hal tersebut sesuai dengan yang diungkapkan Garvin

(dalam Sethi, 2000) bahwa salah satu aspek dari kualitas produk baru adalah life.

  Life berkaitan dengan seberapa lama alat peraga dapat digunakan.

  Siswa menilai atribut dicat rapi memiliki tingkat kepentingan dan kinerja

tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa merasa puas dengan alat peraga

Blok Pecahan Montessori karena dicat rapi. Alat peraga yang dicat dengan rapi

membuat siswa puas. Siswa mungkin beranggapan bahwa alat peraga nyaman

digunakan jika dicat dengan rapi. Pemberian cat yang rapi pada alat peraga ini

berkaitan dengan kualitasan kualitas pengerjaan alat peraga atau workmanship.

  

Garvin (dalam Sethi, 2000) menyebutkan bahwa workmanship merupakan salah

satu aspek yang menentukan kualitas suatu produk.

  Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah. Siswa

merasa tidak puas dengan atribut yang berada dikuadran III. Atribut yang berada

di kuadran III adalah digunakan tanpa bantuan, bermacam warna, permukaan

halus ke kasar, bahan yang diketahui, bahan bisa ditemukan di lingkungan sekitar,

bahan sering dilihat, bahan yang kuat, mudah dibawa, permukaan halus, dan

dipaku dengan kuat.

  Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa tidak puas dengan alat

peraga Blok Pecahan Montessori karena masih digunakan dengan bantuan orang

lain. Siswa menilai kinerja dari atribut digunakan tanpa bantuan masih rendah dan

tingkat kepentingannya rendah. Siswa beranggapan bahwa yang terpenting dari

alat peraga adalah bisa membantunya memahami materi. Anggapan siswa tersebut

sesuai dengan yang diungkapkan Suharjana (2009) bahwa salah satu manfaat

digunakannya alat peraga matematika adalah mempermudah dalam memahami

konsep-konsep matematika. Siswa tidak mempedulikan apakah itu digunakan

tanpa bantuan ataupun dengan bantuan orang lain.

  Siswa menilai atribut bermacam warna dan permukaan halus ke kasar

memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Atribut tersebut dinilai siswa

tidak sesuai dengan kondisi alat peraga Blok Pecahan Montessori. Alat peraga

Blok Pecahan Montessori mempunyai warna merah pada blok pecahannya dan

warna coklat pada kotak penyimpanan blok pecahan. Permukaan alat peraga Blok

Pecahan Montessori memiliki permukaan yang sama, yaitu halus. Siswa menilai

bahwa atribut tersebut tidak penting karena atribut tersebut bukan fungsi utama

  

dari alat peraga. Fungsi utama dari alat peraga menurut Suharjana (2009: 3)

adalah untuk membantu menanamkan atau mengembangkan konsep yang abstrak.

  Siswa merasa tidak puas dengan alat peraga Blok Pecahan Montessori

karena bahan pada alat peraga Blok Pecahan Montessori tidak diketahui, tidak

pernah dilihat, dan tidak bisa ditemukan di lingkungan sekitar siswa. Siswa

menilai tingkat kepentingan dan kinerja atribut bahan yang diketahui, bahan bisa

ditemukan di lingkungan sekitar, bahan sering dilihat adalah rendah. Hal tersebut

menunjukkan bahwa bahan pembuat alat peraga Blok Pecahan Montessori tidak

diketahui dan tidak pernah dilihat siswa di lingkungan sekitarnya. Siswa menilai

atribut tersebut tidak penting. Siswa mungkin beranggapan bahwa sebagai

pengguna ia tidak perlu mengetahui bahan pembuat alat peraga.

  Siswa beranggapan bahwa bahan yang kuat dan mudah dibawa tidak

penting pada alat peraga. Penilaian tersebut mungkin karena siswa beranggapan

bahwa tanpa adanya atribut tersebut, alat peraga tidak akan kehilangan fungsi

utamanya. Alat peraga Blok Pecahan Montessori pada kenyataannya hanya

menggunakan bahan penyusun yang kurang kuat. Ukuran yang cukup besar

membuat alat peraga Blok Pecahan Montessori agak sulit dibawa oleh siswa.

  

Hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa merasa tidak puas dengan atribut

bahan yang kuat dan mudah dibawa pada alat peraga Blok Pecahan Montessori.

  Siswa menilai tingkat kepentingan dan kinerja atribut permukaaan halus

dan dipaku dengan kuat adalah rendah. Siswa beranggapan bahwa permukaan

yang halus dan dipaku dengan kuat tidak penting. Permukaan yang halus mungkin

membuat siswa kesulitan dalam memegang alat peraga karena licin. Permukaan yang halus kurang bisa melatih kemampuan sensorik siswa. Montessori (1962: 51) mengungkapkan bahwa perbedaan bentuk, tekstur, dan ukuran dapat membantu merangsang kepekaan sensorik siswa. Atribut dipaku dengan kuat memiliki tingkat kinerja yang rendah karena alat peraga Blok Pecahan Montessori tidak menggunakan paku dalam pembuatannya.

  Kuadran IV berarti tingkat kepentingan rendah namun kinerja tinggi. Siswa merasa puas dengan atribut yang berada di kuadran IV. Atribut yang berada di kuadran IV adalah menemukan kesalahan dan kuat ketika jarang digunakan.

  Siswa menilai kinerja atribut menemukan kesalahan dan kuat ketika jarang digunakan sudah sesuai dengan harapan namun atribut tersebut tidak penting.

  Siswa beranggapan bahwa tidak penting jika alat peraga Blok Pecahan Montessori dapat menemukan kesalahan. Siswa mungkin beranggapan bahwa yang lebih penting adalah alat peraga dapat membantunya menemukan jawaban yang benar. Atribut masih kuat ketika jarang digunakan dianggap tidak penting oleh siswa. Siswa mungkin beranggapan bahwa yang lebih penting adalah alat peraga kuat ketika sedang digunakan.

2. Pembahasan Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

  Hasil analisis data menggunakan PAN tipe II menunjukkan bahwa tingkat kepuasan guru adalah cukup. Hasil tersebut diperoleh dari skor rata-rata kuesioner kinerja dari 2 guru, yaitu 158,5. Skor rata-rata 158,5 termasuk dalam kategori cukup. Hal tersebut mungkin karena alat peraga matematika berbasis metode

  

Montessori yang digunakan dalam penelitian ini tidak mempunyai kulitas yang

sama dengan alat peraga Montessori yang asli.

  Kepuasan guru cukup didukung oleh hasil analisis data menggunakan IPA

yang menunjukkan bahwa selisih antara atribut yang berada II dan IV dengan

atribut yang berada di kuadran I dan III tidak besar. Atribut yang berada di

kuadran II dan IV berjumlah 20 atribut. Atribut yang berada di kuadran I dan III

sebanyak 16 atribut. Atribut yang berada di kuadran II adalah atribut nomor 22.

Atribut yang berada di kuadran II adalah atribut nomor 1, 2, 5, 7, 8, 12, 17, 18, 19,

21, 25, 28, 29, 30, 31, 33, 34, 36, dan 37. Atribut yang berada di kuadran III

adalah 3, 4, 6, 9, 10, 11, 14, 15, 16, 20, 24, 26, 27, 32, dan 35. Atribut yang berada

di kuadran IV adalah atribut 13.

  Kuadran I berarti tingkat kepentingan tinggi namun kinerja rendah. Guru

tidak puas dengan atribut yang berada di kuadran I. Atribut yang berada di

kuadran I adalah bahan yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar. Guru menilai

atribut ini penting. Guru mungkin beranggapan bahwa jika bahan pembuat alat

peraga Blok Pecahan Montessori bisa ditemukan dilingkungan sekitar maka ia

bisa membuat replika alat peraga dengan lebih mudah. Guru tidak puas dengan

atribut bahan yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar karena alat peraga Blok

Pecahan Montessori tidak menggunakan bahan yang bisa ditemukan di

lingkungan sekitar guru. Hal tersebut tidak sesuai dengan faktor yang

mempengaruhi kepuasan menurut Irawan (2004) yaitu kemudahan.

  Kuadran II berarti tingkat kepentingan tinggi dan kinerja tinggi. Guru puas

dengan atribut yang berada di kuadran II. Atribut yang berada di kuadran II adalah

  

mudah memahami konsep, membantu mengerjakan soal, mudah mengerjakan

soal, bentuk menarik, warna menarik, bermacam warna, memperbaiki kesalahan,

menemukan jawaban benar, menemukan kesalahan yang dibuat, bahan yang

diketahui, sesuai dengan materi, digunakan berulang kali, kuat ketika jarang

digunakan, tidak mudah rusak, mudah diperbaiki, permukaan halus, dilem dengan

kuat, tidak melukai, dan dicat rapi.

  Guru merasa puas dengan alat peraga Blok Pecahan karena memudahkan

memahami konsep, membantu mengerjakan soal, dan memudahkan mengerjakan

soal. Atribut tersebut dinilai oleh guru memiliki tingkat kepentingan dan kinerja

yang tinggi. Guru menganggap atribut tersebut penting karena sesuai dengan

fungsi dari alat peraga menurut Sudjana (2002) yaitu mempercepat proses belajar

mengajar dan membantu dalam menangkap pengertian yang diberikan.

  Guru menilai atribut bentuk menarik, warna menarik, dan bermacam

warna memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi. Bentuk dan warna

yang menarik dapat meningkatkan motivasi untuk belajar atematika dengan

menggunakan alat peraga. Hal tersebut sesuai dengan manfaat penggunaan alat

peraga menurut Suharjana (2009: 3), yaitu alat peraga dapat memotivasi untuk

menyukai pelajaran matematika. Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru

merasa puas dengan alat peraga Blok Pecahan Montessori karena memiliki bentuk

menarik, warna menarik, dan bermacam warna.

  Guru merasa puas dengan atribut memperbaiki kesalahan, menemukan

jawaban benar, dan menemukan kesalahan yang dibuat. Guru menilai alat peraga

Blok Pecahan Montessori dapat memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban

  

benar, dan menemukan kesalahan. Atribut tersebut sesuai dengan salah satu

karakteristik alat peraga Montessori menurut Montessori (2002) yaitu auto-

correction . Auto-correction artinya alat peraga memiliki pengendali kesalahan.

  

Atribut tersebut dinilai guru memiliki tingkat kepentingan tinggi. Guru mungkin

beranggapan bahwa atribut tersebut dapat mempermudah dan meningkatkan

kemandirian dalam mengerjakan soal.

  Guru merasa puas dengan alat peraga Blok Pecahan Montessori karena

mempunyai bahan yang diketahui. Guru menilai alat peraga Blok Pecahan

Montessori menggunakan bahan yang diketahuinya. Guru menilai atribut tersebut

penting untuk diketahui. Guru mungkin beranggapan bahwa dengan mengetahui

bahan pembuat alat peraga, ia bisa membuat alat peraga serupa.

  Guru menilai atribut sesuai dengan materi memiliki tingkat kepentingan

dan kinerja tinggi. Penilaian tersebut sesuai dengan manfaat alat peraga yang

diungkapkan Sudjana (2002), yaitu memudahkan mencapai tujuan dan isi

pelajaran. Guru puas dengan alat peraga Blok Pecahan Montessori karena sesuai

dengan materi.

  Hasil analisis datamenunjukkan bawha guru merasa puas dengan alat

peraga Blok Pecahan Montessori karena dapat digunakan berulang kali, kuat

ketika jarang digunakan, tidak mudah rusak, dan mudah dibersihkan. Atribut

tersebut dianggap penting oleh guru. Guru mungkin beranggapan bahwa alat

peraga yang bagus adalah yang tetap awet untuk digunakan. Hal tersebut sesuai

dengan yang diungkapkan Garvin (dalam Laksana, 2008: 89-90) bahwa kualitas

produk dipengaruhi oleh daya tahan (durability).

  Guru menilai atribut permukaan halus, dilem dengan kuat, tidak melukai,

dan dicat rapi memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi. Atribut

tersebut berkaitan dengan kualitas pengerjaan atau workmanship. Workmanship

merupakan salah satu aspek yang menentukan kualitas suatu produk menurut

Garvin (dalam Sethi, 2000). Workmanship berkaitan dengan seberapa bagus suatu

produk dibuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merasa puas dengan alat

peraga Blok Pecahan Montessori karena memiliki permukaan halus, dilem dengan

kuat, tidak melukai, dan dicat rapi.

  Kuadran III berarti tingkat kepentingan rendah dan kinerja rendah. Guru

tidak puas dengan atribut yang berada di kuadran III. Atribut yang berada di

kuadran III adalah digunakan tanpa bantuan, mudah digunakan, mengerjakan soal

tanpa bantuan, ukuran proporsional, menarik daripada alat peraga lain, memahami

konsep kelas 1 sampai kelas 6, permukaan halus ke kasar, ukuran pendek ke

panjang, menunjukkan kesalahan jawaban, kunci jawaban, pernah dilihat, bahan

yang kuat, mudah dibawa, mudah diperbaiki, dan dipaku dengan kuat.

  Guru menilai atribut digunakan tanpa bantuan, mudah digunakan, dan

mengerjakan soal tanpa bantuan memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang

rendah. Guru menilai bahwa tidak penting jika alat peraga Blok Pecahan

Montessori bisa digunakan tanpa bantuan dan mudah digunakan. Guru mungkin

beranggapan bahwa yang lebih penting adalah alat peraga bisa digunakan untuk

memahami konsep dan mengerjakan soal matematika. Anggapan siswa tersebut

sesuai dengan yang diungkapkan Suharjana (2009) bahwa salah satu manfaat

digunakannya alat peraga matematika adalah mempermudah dalam memahami

  

konsep-konsep matematika. Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru tidak

puas dengan atribut digunakan tanpa bantuan, mudah digunakan, dan

mengerjakan soal tanpa bantuan.

  Guru menilai ukuran proporsional dan lebih menarik daripada alat peraga

lain memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Guru mungkin menganggap

bahwa atribut tersebut bukan termasuk fungsi utama dari alat peraga. Fungsi

utama dari alat peraga menurut Suharjana (2009: 3) adalah untuk membantu

menanamkan atau mengembangkan konsep yang abstrak. Hasil analisis data

menunjukkan bahwa guru tidak puas dengan alat peraga Blok Pecahan Montessori

karena tidak memiliki ukuran proporsional dan tidak lebih menarik daripada alat

peraga lain

  Guru merasa tidak puas dengan atribut memahami konsep kelas 1 sampai

kelas 6. Guru menilai alat peraga Blok Pecahan Montessori tidak bisa digunakan

untuk memahami konsep kelas 1 sampai kelas 6. Atribut ini dinilai tidak penting

oleh guru. Guru mungkin beranggapan bahwa yang terpenting alat peraga yang

digunakan sesuai dengan materi. Anggapan tersebut sesuai dengan fungsi alat

peraga yang diungkapkan Sudjana (2002), yaitu memudahkan mencapai tujuan

dan isi pelajaran.

  Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru tidak puas dengan atribut

permukaan halus ke kasar dan ukuran pendek ke panjang. Guru menilai alat

peraga tersebut tidak memiliki permukaan dari halus ke kasar dan ukuran dari

pendek ke panjang. Atribut tersebut dinilai tidak penting oleh guru. Guru mungkin

  

beranggapan bahwa alat peraga Blok Pecahan Montessori tetap bisa menjalankan

fungsi utamanya meskipun tanpa adanya atribut tersebut.

  Hasilanalisis data menunjukkan bahwa guru tidak puas dengan atribut

menunjukkan kesalahan jawaban dan kunci jawaban. Guru menilai atribut tersebut

memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah. Guru mungkin

beranggapan bahwa kedua atribut tersebut dapat membuat rendahnya kemandirian

dalam mengerjakan dan memahami soal matematika.

  Hasil analisis data menunjukkan bahwa guru tidak puas dengan alat peraga

Blok Pecahan Montessori karena tidak pernah dilihat. Guru menilai atribut pernah

dilihat memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah. Alat peraga Blok

Pecahan Montessori pada kenyataannya memang belum pernah dilihat oleh guru.

  

Guru beranggapan bahwa alat peraga yang pernah dilihat bukan menjadi suatu hal

yang penting. Guru mungkin beranggapan bahwa alat peraga yang pernah dilihat

tidak akan mempengaruhi fungsi atau kinerja dari alat peraga.

  Guru tidak puas dengan Alat peraga Blok Pecahan Montessori karena

tidak memiliki bahan yang kuat dan tidak mudah dibawa. Guru menilai atribut

tersebut memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Guru menilai alat

peraga Blok Pecahan Montessori tidak memiliki bahan yang kuat dan tidak mudah

dibawa. Alat peraga Blok Pecahan Montessori pada kenyataannya menggunakan

bahan penyusun yang kurang kuat, yaitu mika dan karton. Ukuran yang cukup

besar membuat alat peraga Blok Pecahan Montessori agak sulit dibawa oleh guru.

  Guru merasa tidak puas dengan atribut mudah diperbaiki dan dipaku

dengan kuat. Guru menilai atribut tersebut memiliki tingkat kepentingan dan

  

kinerja yang rendah. Guru menganggap alat peraga Blok Pecahan Montessori sulit

untuk diperbaiki dan tidak dipaku dengan kuat. Alat peraga Blok Pecahan

Montessori pada kenyataannya memang tidak dipaku sama sekali. Guru

menganggap atribut mudah diperbaiki tidak penting. Anggapan tersebut mungkin

karena guru menempatkan diri sebagai pengguna alat peraga. Guru sebagai

pengguna hanya berpikir mengenai tugas utama dari alat peraga, yaitu membantu

menanamkan atau mengembangkan konsep.

  Kuadran IV berisi atribut dengan tingkat kepentingan rendah namun

kinerja tinggi. Atribut yang berada di kuadran IV adalah ukuran kecil ke besar.

  

Guru puas dengan alat peraga Blok Pecahan Montessori karena memiliki ukuran

kecil ke besar. Ukuran kecil ke besar sesuai dengan karakteristik alat peraga

Montessori menurut Montessori (2002: 170-176), yaitu bergradasi. Bergradasi

berkaitan dengan tingkatan ukuran, bentuk, warna, dan usia.

BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN Bab V menjelaskan kesimpulan yang diperoleh setelah malakukan penelitian, keterbatasan penelitian, dan saran. A. Kesimpulan Kesimpulan tingkat kepuasan siswa dan tingkat kepuasan guru terhadap

  penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori: 1.

   Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori Hasil peneltian dan pembahasan menunjukkan bahwa tingkat kepuasan

siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori

adalah cukup. Tingkat kepuasan siswa dilihat dari skor rata-rata terhadap

kuesioner kinerja. Skor rata-rata siswa terhadap kuesioner kinerja adalah 120,87

yang berada pada kategori cukup. Tingkat kepuasan siswa tersebut dipengaruhi

oleh atribut-atribut yang berada di kuadran II, III, dan IV.

  Siswa puas dengan atribut yang berada di kuadran II. Atribut di kuadran II

perlu dipertahankan karena memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi.

  

Atribut tersebut adalah memudahkan mengerti matematika, membantu

mengerjakan soal, memudahkan dalam mengerjakan soal, memiliki ukuran kecil

ke besar, dapat menemukan kesalahan yang dibuat, sesuai dengan materi, dapat

digunakan berulang kali, mudah diperbaiki, dan dicat rapi.

  Siswa puas dengan atribut yang berada di kuadran IV. Atribut di kuadran

IV tidak perlu mendapat perhatian lebih karena tingkat kepentingannya rendah.

  

Atribut tersebut adalah menemukan kesalahan dan kuat ketika jarang digunakan.

  Siswa tidak puas dengan atribut yang berada di kuadran III. Atribut di

kuadran III perlu dihilangkan karena tingkat kepentingan dan kinerja rendah.

  

Atribut tersebut adalah digunakan tanpa bantuan, bermacam warna, permukaan

halus ke kasar, bahan yang diketahui, bahan bisa ditemukan di lingkungan sekitar,

bahan sering dilihat, bahan yang kuat, mudah dibawa, permukaan halus, dan

dipaku dengan kuat.

2. Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori

  Hasil peneltian dan pembahasan menunjukkan bahwa tingkat kepuasan

guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori

adalah cukup. Tingkat kepuasan guru dilihat dari skor rata-rata perolehan skor

kuesioner kinerja. Skor rata-rata guru adalah 158,5 yang berada pada kategori

cukup. Tingkat kepuasan guru tersebut dipengaruhi oleh atribut-atribut yang

berada di kuadran I, II, III, dan IV.

  Guru puas dengan atribut yang berada di kuadran II. Atribut di kuadran II

perlu dipertahankan karena memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang tinggi.

  

Atribut tersebut adalah mudah memahami konsep, membantu mengerjakan soal,

mudah mengerjakan soal, bentuk menarik, warna menarik, bermacam warna,

memperbaiki kesalahan, menemukan jawaban benar, menemukan kesalahan yang

dibuat, bahan yang diketahui, sesuai dengan materi, digunakan berulang kali,kuat

  

ketika jarang digunakan, tidak mudah rusak, mudah diperbaiki, permukaan halus,

dilem dengan kuat, tidak melukai, dan dicat rapi.

  Guru puas dengan atribut yang berada di kuadran IV. Atribut di kuadran

IV tidak perlu mendapat perhatian lebih karena tingkat kepentingannya rendah.

  Atribut tersebut adalah ukuran kecil ke besar.

  Guru tidak puas dengan atribut yang berada di kuadran I. Atribut di

kuadran I perlu mendapat prioritas utama untuk ditingkatkan. Atribut tersebut

adalah bahan yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar.

  Guru tidak puas dengan atribut yang berada di kuadran III. Atribut di

kuadran III perlu dihilangkan karena tingkat kepentingan dan kinerja. Atribut

tersebut adalah digunakan tanpa bantuan, mudah digunakan, mengerjakan soal

tanpa bantuan, ukuran proporsional, menarik daripada alat peraga lain, memahami

konsep kelas 1 sampai kelas 6, permukaan halus ke kasar, ukuran pendek ke

panjang, menunjukkan kesalahan jawaban, kunci jawaban, pernah dilihat, bahan

yang kuat, mudah dibawa, mudah diperbaiki, dan dipaku dengan kuat.

B. Keterbatasan Penelitian

  Keterbatasan dalam penelitian ini adalah: 1.

  Penelitian ini adalah penelitian awal yang hanya bisa mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru tanpa bisa mengetahui penyebab puas dan ketidakpuasan dengan akurat.

  2. Kuesioner yang digunakan merupakan kuesioner yang baru pertama kali dikembangkan dalam penelitian ini, sehingga perlu adanya perbaikan untuk dapat mengukur tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori dengan lebih akurat.

3. Data yang diperoleh belum bisa memberikan gambaran yang akurat karena sedikitnya jumlah responden.

  4. Peneliti belum bisa melakukan uji empiris kuesioner guru karena kesulitan dalam mengumpulkan minimal 30 responden yang pernah menggunakan alat peraga Blok Pecahan Montessori.

C. Saran

  Saran yang bisa diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah: 1.

  Teknik pengumpulan data dilengkapi dengan wawancara dan observasi agar dapat mengetahui penyebab puas dan ketidakpuasan dengan akurat.

  2. Pengembangan lebih dalam kuesioner yang digunakan agar dapat mengukur tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori dengan lebih akurat.

  3. Jumlah responden perlu diperbanyak agar data yang diperoleh bisa memberikan gambaran yang akurat mengenai tingkat kepuasan terhadap penggunaan alat peraga berbasis metode Montessori.

  

Daftar Referensi

Aripin, N. D. dan Sudiana, I. N. 2013. Determinasi Sikap Profesional, Kualitas

Pengelolaan Pembelajaran dan Pola Kepemimpinan Kepala Sekolah

  Terhadap Kepuasan Kerja Guru Sekolah Dasar Negeri Pada Kecamatan Aikmel. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha. Volume 3.

Chan, P. 2005. Relevant Attributes In Assessment for Design Featuresof Indoor

  Games Halls: The Application Ofimportance-Performance Analysis. USA: UMI.

  Effendi, S. dan Tukiran, T. 2012. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.

Holt, H. 2008. The Absorbent Mind, Pikiran yang Mudah Menyerap. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

  

Irawan, H. 2004. Prinsip Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Elex Media

Kompuntindo.

Laksana, F. 2008. Manajemen Pemasaran; Pendekatan Praktis. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Lillard, P. P. 2005. Montessori: The Science Behind The Genius. Oxford: Oxford

University Press. Magini, A. P. 2013. Sejarah Pendekatam Montessori. Yogyakarta: Kanisius. Margono, S. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Masidjo, I. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius.

Montessori, M. 1965. Dr. Montessori`s Own Handbook. New York: Shocken

Books.

  Montessori, M. 2002. The Montessori Method. New York: Dover Publications.

Mulyasa, E. 2007. Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nienhuis. 2013. Nienhuis Montessori Catalog. California: Global Standart. Nurkolis. 2003. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Grasindo.

  

Organization Economic Cooperation and Development. (2012). PISA 2012

Results: Ready To Learn S tudents’ Engagement, Drive And Self-beliefs volume III . Paris: OECD Publishing.

  Purwanto. 2008. Evaluasi Prestasi Belajar. Surakarta: Pustaka Pelajar.

Purwanto. 2010. Instrumen Penelitian Sosial dan Pendidikan Pengembangan dan

Pemanfaatan . Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

  

Rathunde, K. 2003. A comparison of Montessori and traditional middle schools:

motivation, quality of experience, and social context. The NAMTA Journal 28.3:15-20 .

  

Ratnasari, R. T. dan Aksa, M. 2011. Teori dan Kasus Manajemen Pemasaran

Jasa . Bogor: Ghalia Indonesia.

Ruseffendi. 1993. Pendidikan Matematika 3. Jakarta: Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan Prosyek Peningkatan Mutu Guru SD Setara D-II dan

  Pendidikan Kependudukan. Sangadji, M. dan Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian

  • – Pendekatan Praktis dalam Penelitian . Yogyakarta: CV. Andi Offset.

  

Sarwono, J. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

Sethi, R. 2000. New Product Quality and Product Development Teams. Journal of

Marketing , Vol. 64, No. 2 (Apr., 2000), pp. 1-14.

Simpeh, F. 2013. Thesis Submited in Fulfilment of The Requirements for The

  Degree of Master of Technology: Construction Management (Facility Management). Departemen of Construction Management and Quantity Surveying In The Faculty of Engineering at The Cape Peninsula University of Technology: Bellville.

  

Sopiatin, P. 2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Bogor: Ghalia

Indonesia.

Sudjana, N. 2000. CBSA. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar

Baru Algeandra

Sugiarni, S. 2012. Peningkatan Proses dan Hasil Belajar Matematika dengan

Memanfaatkan Media dan Alat Peraga Materi Operasi Hitung Campuran .

  Dinamika , 3, 54-58.

  

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung:

Alfabeta.

Suharjana, A. 2009. Pemanfaatan Alat Peraga Sebagai Media Pembelajaran

  Matematika . Yogyakarta:Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPTK) Matematika.

  

Sunyoto, D. 2012. Konsep Dasar Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen.

  Jakarta: Buku Seru.

Supranto, J. 2006. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Jakarta: Rineka

Cipta.

  

Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:

Kencana Prenada Media Group.

Taniredja, T., & Mustafidah, H. 2012. Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar).

  Bandung: Alfabeta. Tjiptono, F. 2004. Manajemen Jasa. Edisi Ke-3. Yogyakarta: Andi.

Udiutomo, P. 2011. Analisis Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Pelayanan

Program Smart Ekselensia Indonesia. Jurnal Pendidikan Dompet Dhuafa edisi I/2011.

Wahyuningsih, Indah. 2011. Pengaruh Pendidikan Model Montessori Terhadap

Hasil Belajar Matematika Siswa. Yogyakarta.

  

Wardhani, E. K. 2006. Pengukuran Tingkat Kepuasan Konsumen Jasa

Penerbangan. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi. Volume 3, nomor 1, januari 2006, hal 40.

Warsini, N. L., Suniasih, W., & Wiarta, W. 2013. Penggunaan Alat Peraga

  Sederhana Pada Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Untuk Meningkatkan Hasil Belajar MAtematika Siswa Kelas V . Mimbar PGSD , 1, 1-10.

Widiyatmoko, A. 2012. Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengembangkan

Alat Peraga IPA dengan Memanfaatkan Bahan Bekas Pakai. Jurnal

  Pendidikan IPA Indonesia, 1, 51-56.

  

Wijayanti, T. K. P. 2013. Pengembangan Alat Peraga Penjumlahan dan

Pengurangan Ala Montessori untuk Siswa Kelas I SD Krekah Yogyakarta .

  Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

  Lampiran 1 Surat Ijin Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas

  Lampiran 2 Surat Ijin Penelitian

  Lampiran 3 Surat Keterangan Selesai Penelitian

  Lampiran 4 Hasil Expert Judgement

  Lampiran 5 Hasil Face Validity Kuesioner untuk Siswa

  Lampiran 6 Hasil Face Validity Kuesioner untuk Guru

  Lampiran 7 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner Kinerja

  

Lampiran 8 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Uji Coba Kuesioner

Kepentingan

  Lampiran 9 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja

  Lampiran 10 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan

  Lampiran 11Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja a.

  Output Validitas Kinerja Indikator Auto-education Correlations

  total item1 item2 item3 item4 item5 item6 ** ** ** ** ** * Total Pearson Correlation 1 .389 .671 .717 .459 .744 .684

  Sig. (2-tailed) .012 .000 .000 .003 .000 .000 N

  41 * * *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item1 Pearson Correlation .389 1 .127 -.078 .377 .335 .207

  Sig. (2-tailed) .012 .429 .630 .015 .033 .195 N

  41 ** ** **

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item2 Pearson Correlation .671 .127 1 .468 -.042 .629 .188

  Sig. (2-tailed) .000 .429 .002 .794 .000 .240 N

  41 ** * ** *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item3 Pearson Correlation .717 -.078 .468 1 .157 .357 .372

  Sig. (2-tailed) .000 .630 .002 .326 .022 .017 N

  41

  41 * **

  41

  41

  41

  41

  41 item4 Pearson Correlation .459 .377 -.042 .157 1 .175 .290

  Sig. (2-tailed) .003 .015 .794 .326 .275 .066 N

  41 ** * * ** *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item5 Pearson Correlation .744 .335 .629 .357 .175 1 .372

  Sig. (2-tailed) .000 .033 .000 .022 .275 .017 N

  41 ** * *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item6 Pearson Correlation .684 .207 .188 .372 .290 .372

  1 Sig. (2-tailed) .000 .195 .240 .017 .066 .017 N

  41

  41

  41

  41

  41

  41

  41 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
b.

  Output Validitas Kinerja Indikator Menarik Correlations total item7 item8 item9 item10 ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .819 .873 .635 .699

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000

N

  41 ** ** ** **

  41

  41

  41

  41 item7 Pearson Correlation .819 1 .668 .402 .442

Sig. (2-tailed) .000 .000 .009 .004

N

  41

  41

  41

  41

  41 ** ** ** ** item8 Pearson Correlation .873 .668 1 .398 .575

Sig. (2-tailed) .000 .000 .010 .000

N

  41 ** ** **

  41

  41

  41

  41 item9 Pearson Correlation .635 .402 .398 1 .093

Sig. (2-tailed) .000 .009 .010 .562

  N

  41

  41 ** ** **

  41

  41

  41 item10 Pearson Correlation .699 .442 .575 .093

  1 Sig. (2-tailed) .000 .004 .000 .562 N

  41

  41

  41

  41

  41 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
c.

  Output Validitas Kinerja Indikator Bergradasi

Correlations

total item11 item12 item13 item14 item15 ** ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .448 .790 .793 .638 .707 Sig. (2-tailed) .003 .000 .000 .000 .000 N

  41

  41

  41 * **

  41

  41

  41 item11 Pearson Correlation .448 1 .381 .182 -.035 .130 Sig. (2-tailed) .003 .014 .256 .827 .419

  N

  41 ** * ** ** *

  41

  41

  41

  41

  41

item12 Pearson Correlation .790 .381 1 .594 .338 .406

Sig. (2-tailed) .000 .014 .000 .031 .008 N

  41

  41

  41

  41

  41

  41 * ** ** ** item13 Pearson Correlation .793 .182 .594 1 .485 .374 Sig. (2-tailed) .000 .256 .000 .001 .016

  N

  41 ** * ** *

  41

  41

  41

  41

  41 item14 Pearson Correlation .638 -.035 .338 .485 1 .369 Sig. (2-tailed) .000 .827 .031 .001 .018

  N

  41

  41

  41

  41

  41 * * ** **

  41 item15 Pearson Correlation .707 .130 .406 .374 .369

  1 Sig. (2-tailed) .000 .419 .008 .016 .018 N

  41

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
d.

  Output Validitas Kinerja Indikator Auto-correction Correlations total item16 item17 item18 item19 ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .834 .687 .537 .583 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N

  41 ** * * **

  41

  41

  41

  41 item16 Pearson Correlation .834 1 .520 .327 .355 Sig. (2-tailed) .000 .000 .037 .023 N

  41

  41 ** **

  41

  41

  41 item17 Pearson Correlation .687 .520 1 .038 .209 Sig. (2-tailed) .000 .000 .812 .190

  N

  41 ** * **

  41

  41

  41

  41 item18 Pearson Correlation .537 .327 .038 1 .533 Sig. (2-tailed) .000 .037 .812 .000

  N

  41

  41 * ** **

  41

  41

  41

item19 Pearson Correlation .583 .355 .209 .533

  1 Sig. (2-tailed) .000 .023 .190 .000 N

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
e.

  Output Validitas Kinerja Indikator Kontekstual Correlations total item21 item22 item23 item24 item25 ** ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .597 .656 .589 .668 .719 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 N

  41 ** * * *

  41

  41

  41

  41

  41 item21 Pearson Correlation .597 1 .070 .309 .375 .327 Sig. (2-tailed) .000 .663 .049 .016 .037

  N

  41

  41

  41

  41

  41

  41 ** * ** item22 Pearson Correlation .656 .070 1 .186 .330 .435 Sig. (2-tailed) .000 .663 .243 .035 .005

  N

  41

  41 * ** *

  41

  41

  41

  41 item23 Pearson Correlation .589 .309 .186 1 .173 .334 Sig. (2-tailed) .000 .049 .243 .280 .033

  N

  41

  41

  41 * * **

  41

  41

  41 item24 Pearson Correlation .668 .375 .330 .173 1 .202 Sig. (2-tailed) .000 .016 .035 .280 .205

  N

  41

  41

  41

  41 * ** * **

  41

  41 item25 Pearson Correlation .719 .327 .435 .334 .202

  1 Sig. (2-tailed) .000 .037 .005 .033 .205 N

  41

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
f.

  Output Validitas Kinerja Indikator Life Correlations total item26 item27 item28 item29 item30 item31 ** ** ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .618 .462 .417 .720 .614 .590 Sig. (2-tailed) .000 .002 .007 .000 .000 .000 N

  41

  41

  41 * * **

  41

  41

  41

  41 item26 Pearson Correlation .618 1 .345 .395 .139 .157 .279 Sig. (2-tailed) .000 .027 .011 .387 .328 .077

  N

  41 ** *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item27 Pearson Correlation .462 .345 1 .004 .272 .049 -.092 Sig. (2-tailed) .002 .027 .981 .086 .759 .566

  N

  41 ** *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item28 Pearson Correlation .417 .395 .004 1 .067 .030 .211 Sig. (2-tailed) .007 .011 .981 .675 .851 .185

  N

  41

  41

  41

  41

  41

  41

  41 * ** ** item29 Pearson Correlation .720 .139 .272 .067 1 .452 .323 Sig. (2-tailed) .000 .387 .086 .675 .003 .040

  N

  41 ** **

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item30 Pearson Correlation .614 .157 .049 .030 .452 1 .293 Sig. (2-tailed) .000 .328 .759 .851 .003 .063

  N

  41 ** *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item31 Pearson Correlation .590 .279 -.092 .211 .323 .293

  1 Sig. (2-tailed) .000 .077 .566 .185 .040 .063 N

  41

  41

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
g.

  Output Validitas Kinerja Indikator Workmanship Correlations total item32 item33 item34 item35 item36 item37 ** ** ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .553 .599 .832 .815 .590 .621 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 N

  41

  41

  41

  41

  41 ** ** **

  41

  41 item32 Pearson Correlation .553 1 -.032 .495 .518 .023 .234 Sig. (2-tailed) .000 .842 .001 .001 .887 .142

  N

  41

  41

  41

  41 ** ** * *

  41

  41

  41 item33 Pearson Correlation .599 -.032 1 .478 .349 .272 .363 Sig. (2-tailed) .000 .842 .002 .025 .085 .020 N

  41

  41

  41

  41

  41 ** ** ** ** *

  41

  41 item34 Pearson Correlation .832 .495 .478 1 .743 .337 .263 Sig. (2-tailed) .000 .001 .002 .000 .031 .097

  N

  41

  41

  41

  41

  41

  41

  41 * ** * ** ** * item35 Pearson Correlation .815 .518 .349 .743 1 .346 .316 Sig. (2-tailed) .000 .001 .025 .000 .027 .044

  N

  41

  41

  41 **

  41

  41

  41

  41 * * * item36 Pearson Correlation .590 .023 .272 .337 .346 1 .342 Sig. (2-tailed) .000 .887 .085 .031 .027 .029

  N

  41 ** * * *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item37 Pearson Correlation .621 .234 .363 .263 .316 .342

  1 Sig. (2-tailed) .000 .142 .020 .097 .044 .029 N

  41

  41

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Lampiran 12 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan a.

  Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-education Correlations

  total item1 item2 item3 item4 item5 item6 ** ** ** ** ** ** total Pearson Correlation 1 .659 .696 .620 .567 .696 .552

  Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 N

  41 ** ** ** *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item1 Pearson Correlation .659 1 .502 .058 .337 .798 .180

  Sig. (2-tailed) .000 .001 .719 .031 .000 .259 N

  41 ** ** * **

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item2 Pearson Correlation .696 .502 1 .277 .364 .604 .075

  Sig. (2-tailed) .000 .001 .080 .019 .000 .641 N

  41

  • ** 41 **

  41

  41

  41

  41

  41 item3 Pearson Correlation .620 .058 .277 1 .021 .144 .524

  Sig. (2-tailed) .000 .719 .080 .895 .370 .000 N

  41 ** ** * *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item4 Pearson Correlation .567 .337 .364 .021 1 .441 .009

  Sig. (2-tailed) .000 .031 .019 .895 .004 .954 N

  41 ** ** ** **

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item5 Pearson Correlation .696 .798 .604 .144 .441 1 .026

  Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .370 .004 .872 N

  41 ** **

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item6 Pearson Correlation .552 .180 .075 .524 .009 .026

  1 Sig. (2-tailed) .000 .259 .641 .000 .954 .872 N

  41

  41

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
b.

  Output Validitas Kepentingan Indikator Menarik Correlations total item7 item8 item9 item10 ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .731 .785 .514 .718 Sig. (2-tailed) .000 .000 .001 .000 N

  41 ** **

  41

  41

  41

  41 item7 Pearson Correlation .731 1 .706 .047 .251 Sig. (2-tailed) .000 .000 .768 .113 N

  41

  41

  41

  41

  41 * ** ** item8 Pearson Correlation .785 .706 1 .054 .367 Sig. (2-tailed) .000 .000 .737 .018

  N

  41 ** *

  41

  41

  41

  41 item9 Pearson Correlation .514 .047 .054 1 .349 Sig. (2-tailed) .001 .768 .737 .025

  N

  41

  41

  41 * ** *

  41

  41

item1 Pearson Correlation .718 .251 .367 .349

  1 Sig. (2-tailed) .000 .113 .018 .025 N

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
c.

  Output Validitas Kepentingan Indikator Bergradasi Correlations total item11 item12 item13 item14 item15 ** ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .452 .677 .780 .630 .716 Sig. (2-tailed) .003 .000 .000 .000 .000 N

  41 **

  41

  41

  41

  41

  41 item11 Pearson Correlation .452 1 .143 .267 -.009 .009 Sig. (2-tailed) .003 .374 .091 .953 .956

  N

  41 ** * *

  41

  41

  41

  41

  41 item12 Pearson Correlation .677 .143 1 .362 .259 .379 Sig. (2-tailed) .000 .374 .020 .102 .015

  N

  41

  41

  41

  41

  41

  41 ** * ** ** item13 Pearson Correlation .780 .267 .362 1 .407 .505 Sig. (2-tailed) .000 .091 .020 .008 .001

  N

  41 ** ** **

  41

  41

  41

  41

  41 item14 Pearson Correlation .630 -.009 .259 .407 1 .484 Sig. (2-tailed) .000 .953 .102 .008 .001

  N

  41

  41

  41

  41

  41 ** ** * **

  41 item15 Pearson Correlation .716 .009 .379 .505 .484

  1 Sig. (2-tailed) .000 .956 .015 .001 .001 N

  41

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
d.

  Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-correction Correlations total item16 item17 item18 item19 ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .759 .697 .770 .769 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 N

  41

  41

  41 ** ** ** **

  41

  41 item16 Pearson Correlation .759 1 .469 .565 .527 Sig. (2-tailed) .000 .002 .000 .000

  N

  41 ** ** ** **

  41

  41

  41

  41 item17 Pearson Correlation .697 .469 1 .703 .479 Sig. (2-tailed) .000 .002 .000 .002

  N

  41 ** ** ** **

  41

  41

  41

  41 item18 Pearson Correlation .770 .565 .703 1 .540 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000

  N

  41

  41

  41

  41 ** ** ** **

  41 item19 Pearson Correlation .769 .527 .479 .540

  1 Sig. (2-tailed) .000 .000 .002 .000 N

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
e.

  Output Validitas Kepentingan Indikator Kontekstual Correlations total item21 item22 item23 item24 item25 ** * ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .760 .664 .736 .340 .433 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .030 .005 N

  41 ** ** *

  41

  41

  41

  41

  41 item21 Pearson Correlation .760 1 .355 .590 -.022 .165 Sig. (2-tailed) .000 .023 .000 .892 .303

  N

  41 ** * *

  41

  41

  41

  41

  41 item22 Pearson Correlation .664 .355 1 .396 .118 -.053 Sig. (2-tailed) .000 .023 .010 .461 .741

  N

  41 ** ** *

  41

  41

  41

  41

  41 item23 Pearson Correlation .736 .590 .396 1 -.032 .101 Sig. (2-tailed) .000 .000 .010 .841 .528

  N

  41

  41

  41

  41

  41 *

  41 item24 Pearson Correlation .340 -.022 .118 -.032 1 .266 Sig. (2-tailed) .030 .892 .461 .841 .093

  N

  41

  41

  41 **

  41

  41

  41 item25 Pearson Correlation .433 .165 -.053 .101 .266

  1 Sig. (2-tailed) .005 .303 .741 .528 .093 N

  41

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
f.

  Output Validitas Kepentingan Indikator Life Correlations total item26 item27 item28 item29 item30 item31 ** ** ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .694 .801 .458 .583 .581 .495 Sig. (2-tailed) .000 .000 .003 .000 .000 .001 N

  41

  41

  41

  41

  41 * ** **

  41

  41 item26 Pearson Correlation .694 1 .514 .108 .330 .268 .255 Sig. (2-tailed) .000 .001 .502 .035 .090 .108

  N

  41

  41

  41

  41 * ** ** **

  41

  41

  41 item27 Pearson Correlation .801 .514 1 .364 .276 .501 .212 Sig. (2-tailed) .000 .001 .019 .081 .001 .183

  N

  41 ** * *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item28 Pearson Correlation .458 .108 .364 1 .331 -.045 -.047 Sig. (2-tailed) .003 .502 .019 .035 .779 .770

  N

  41

  41 * ** *

  41

  41

  41

  41

  41 item29 Pearson Correlation .583 .330 .276 .331 1 .045 .100 Sig. (2-tailed) .000 .035 .081 .035 .780 .533

  N

  41

  41

  41 ** * **

  41

  41

  41

  41 item30 Pearson Correlation .581 .268 .501 -.045 .045 1 .317 Sig. (2-tailed) .000 .090 .001 .779 .780 .043

  N

  41 ** *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item31 Pearson Correlation .495 .255 .212 -.047 .100 .317

  1 Sig. (2-tailed) .001 .108 .183 .770 .533 .043 N

  41

  41

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
g.

  Output Validitas Kepentingan Indikator Workmanship Correlations total item32 item33 item34 item35 item36 item37 ** ** ** ** ** ** total Pearson Correlation

  1 .533 .579 .641 .644 .434 .658 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .005 .000 N

  41

  41

  41

  41 * * * **

  41

  41

  41 item32 Pearson Correlation .533 1 .335 .335 .351 -.133 .037 Sig. (2-tailed) .000 .033 .033 .025 .408 .819

  N

  41

  41

  41

  41 * * **

  41 *

  41

  41 item33 Pearson Correlation .579 .335 1 .158 .350 -.147 .352 Sig. (2-tailed) .000 .033 .322 .025 .361 .024

  N

  41 ** *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item34 Pearson Correlation .641 .335 .158 1 .225 .270 .247 Sig. (2-tailed) .000 .033 .322 .157 .088 .119

  N

  41 ** * *

  41

  41

  41

  41

  41

  41 item35 Pearson Correlation .644 .351 .350 .225 1 .083 .237 Sig. (2-tailed) .000 .025 .025 .157 .604 .136

  N

  41 **

  41 *

  41

  41

  41

  41

  41 item36 Pearson Correlation .434 -.133 -.147 .270 .083 1 .387 Sig. (2-tailed) .005 .408 .361 .088 .604 .012

  N

  41

  41

  41

  41

  41

  41 * * ** 41 item37 Pearson Correlation .658 .037 .352 .247 .237 .387

  1 Sig. (2-tailed) .000 .819 .024 .119 .136 .012 N

  41

  41

  41

  41

  41

  41

  41 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  • . Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Lampiran 13 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja a.

   Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-education

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

  .673

  6 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item1 19.12 13.110 .246 .676 item2

  19.80 10.061 .454 .612 item3 20.56 8.902 .456 .619 item4 19.61 12.244 .254 .675 item5 19.49 10.406 .615 .572 item6 19.95 9.698 .452 .614 b.

   Output Reliabilitas Kinerja Indikator Menarik

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.745

  4 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item7 9.44 8.652 .667 .621 item8

  9.93 7.670 .739 .565 item9 9.51 9.906 .349 .793 item10

  10.05 9.348 .450 .737 c.

  Output Reliabilitas Kinerja Indikator Bergradasi

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.708

  5 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item11 12.93 15.420 .215 .744 item12

  14.02 11.924 .648 .589 item13 13.66 10.780 .606 .593 item14 14.10 13.390 .431 .673 item15 13.49 11.656 .458 .667 d.

   Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-correction

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.660

  4 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted

item16 12.1220 5.610 .573 .492

item17 11.4878 8.056 .388 .626

item18 11.1463 9.478 .397 .633

item19 11.5610 7.552 .457 .580

  e.

   Output Reliabilitas Kinerja Indikator Kontekstual

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.650

  5 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item21 16.27 8.151 .401 .604 item22

  16.68 7.222 .401 .599 item23 16.41 7.949 .357 .618 item24 16.59 6.949 .390 .608 item25 16.68 6.722 .487 .554 f.

  Output Reliabilitas Kinerja Indikator Life

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items .595

  6 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item26 17.63 13.038 .423 .518 item27

  17.61 14.144 .191 .606 item28 16.98 14.974 .211 .592 item29 17.88 10.610 .461 .484 item30 17.73 12.451 .364 .535 item31 17.29 12.812 .343 .545

  g.

   Output Reliabilitas Kinerja Indikator Workmanship

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.754

  6 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item32 16.12 19.660 .353 .754 item33

  16.63 19.238 .416 .739 item34 16.66 15.430 .711 .651 item35 17.15 16.528 .705 .661 item36 16.46 18.805 .375 .752 item37 16.00 18.800 .434 .734

  Lampiran 14 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan a.

   Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-education

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.658

  6 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item1 19.44 9.402 .519 .587 item2

  19.78 8.726 .530 .570 item3 20.49 8.406 .331 .648 item4 20.07 9.020 .292 .657 item5 19.54 9.405 .578 .578 item6 20.07 9.170 .280 .660 b.

   Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Menarik

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.632

  4 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item7 8.59 6.799 .486 .509 item8

  8.98 6.074 .544 .456 item9 8.20 8.511 .190 .704 item10 9.07 6.770 .450 .534

  c.

   Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Bergradasi

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.655

  5 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item11 12.24 11.239 .145 .722 item12

  13.73 9.101 .421 .597 item13 12.46 8.455 .599 .507 item14 13.68 10.072 .414 .602 item15 12.76 9.189 .516 .554 d.

   Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-Correction

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.783

  4 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item16 12.46 5.255 .618 .751 item17

  11.80 8.361 .623 .741 item18 11.78 8.026 .712 .710 item19 12.54 6.255 .610 .722

  e.

   Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Kontekstual

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.565

  5 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item21 13.83 6.945 .503 .385 item22

  13.51 7.856 .352 .495 item23 13.61 7.594 .508 .395 item24 12.20 11.011 .110 .601 item25 13.10 10.240 .153 .593 f.

   Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Life

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.657

  6 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item26 16.95 12.098 .497 .572 item27

  16.66 10.830 .647 .506 item28 15.73 14.651 .228 .665 item29 16.66 13.130 .341 .632 item30 16.68 13.272 .351 .627 item31 16.22 14.276 .265 .654

  g.

   Output Reliabilitas Total Kepentingan Indikator Workmanship

Reliability Statistics

  Cronbach's Alpha N of Items

.608

  6 Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted

  Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total

  Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted item32 15.29 14.212 .298 .581 item33

  15.61 13.644 .344 .563 item34 15.32 12.922 .417 .532 item35 15.83 12.845 .418 .532 item36 15.37 15.038 .153 .639 item37 15.51 12.656 .435 .524

  Lampiran 15 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kinerja

  Lampiran 16 Contoh Jawaban Responden (Siswa) pada Kuesioner Kepentingan

  Lampiran 17 Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kinerja

  Lampiran 18 Contoh Jawaban Responden (Guru) pada Kuesioner Kepentingan

  Lampiran 19 Data Mentah Hasil Kuesioner Kinerja untuk Siswa

  Lampiran 20 Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan untuk Siswa

  Lampiran 21 Data Mentah Hasil Kuesioner Kinerja untuk Guru No

Auto-education Menarik Bergradasi

31 Total

  4

  3

  4

  4

  4

  24

  5

  4

  4

  4

  17

  4

  4

  4

  5

  4

  20 Auto-Correction Kontekstual

  16

  17

  18

  19 20 total

  21

  22

  23

  24

  25 Total

  4

  4

  21

  2

  4

  4

  5 6 total

  7

  8

  9 10 total

  11

  12

  13

  14 15 total

  1

  5

  5

  4

  5

  5

  4

  27

  5

  5

  4

  4

  18

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  3

  5

  27

  5

  5

  5

  5

  5

  29

  5

  5

  4

  3

  5

  5

  4

  37 Total

  3

  5

  4

  4

  4

  24

  3

  4

  5

  4

  5

  5

  26

  4

  36

  2

  22

  22

  5

  5

  5

  4

  5

  24

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  35

  5

  4

  3

  5

  22 Life Workmanship

  26

  27

  28

  29

  30

  32

  33

  34

  3

  1

  1

  3

  5

  5

  3

  4

  4

  4

  25

  5

  4

  

4

  4

  17

  4

  22

  5

  4

  4

  20 Auto-Correction Kontekstual

  16

  17

  18

  19 20 total

  21

  22

  

23

  24

  25 Total

  2

  4

  5

  5

  2

  3

  4

  5 6 total

  7

  8

  

9

10 total

  11

  12

  13

  14 15 total

  1

  5

  4

  3

  4

  5

  4

  26

  5

  5

  

4

  4

  18

  4

  5

  5

  4

  5

  23 Lampiran 22 Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan untuk Guru No Auto-education Menarik Bergradasi

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  29

  5

  

5

  4

  3

  5

  27

  36

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  23

  3

  

4

  4

  4

  4

  4

  37 Total

  35

  5

  5

  3

  22

  5

  4

  

5

  4

  5

  23

  4

  4

  4

  4

  21

  34

  5

  4

  

4

  3

  5

  21 Life Workmanship

  26

  27

  28

  29

  30

  32

  

33

31 Total

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
7
19
BAB 1 PENDAHULUAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
4
6
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
5
33
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
3
7
BAB 4 DATA RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
1
3
20
BAB 5 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
9
67
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
3
9
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN ALAT PERAGA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPYAYASAN PERGURUAN ISTIQLAL TA. 2013/2014.
0
1
10
PENINGKATAN MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI METODE MONTESSORI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VIII SMP Negeri 1 Ulujami Pemalang).
0
0
10
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MEQIP SISWA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MEQIP SISWA KELAS IV SD NEGERI 02 DAGEN KECAMATAN JATEN TAHUN 2010/2011.
0
0
14
PENGGUNAAN ALAT PERAGA METERAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA BAGI SISWA BERKESULITAN BELAJAR MATEMATIKA.
0
0
11
ALAT PERAGA MATEMATIKA LONCAT KATAK DAN
0
2
21
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MATEMATIKA
0
0
7
PENGGUNAAN ALAT PERAGA BOTOL DAN GELAS B
0
0
10
ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA ALAT PERAGA MATEMATIKA SEDERHANA
0
0
11
Show more