Pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan manajer terhadap kepuasan kerja karyawan : Studi kasus pada karyawan tetap bagian SDM dan umum PT. Madubaru Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
97
9 months ago
Preview
Full text

  Studi Kasus pada Karyawan tetap Bagian Sumber Daya Manusia dan Umum PT Madubaru di Yogyakarta

  SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Manajemen

  Oleh: Bernadetus Adetya Tri Adiyanto

  NIM: 102214028 PROGRAM STUDI MANAJEMEN JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

  2014

  

Motto:

  Bahwa kamu inilah garam dunia. Jikalau garam itu menjadi tawar, dengan apakah dapat ia diasinkan pula? Tiadalah ia berguna lagi, hanyalah akan dibuang dan dipijak-pijak orang.

  (Matius 5: 13) Semua orang itu jenius. Tapi jika kamu menilai ikan dari kemampuannya untuk memanjat pohon, ia akan menjalani seumur hidupnya dengan mempercayai bahwa ia bodoh. (Albert Einstein) Saya tidak pernah gagal, saya hanya butuh proses penemuan sebanyak 1800 kali.

  (Thomas A. Edison)

  Skripsi ini kupersembahkan kepada:

   Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria Ayah dan Ibu ku Kakak Monica, Eca, Angel UNIVERSITAS SANATA DHARMA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN PROGAM STUDI MANAJEMEN

  Saya yang bertanda tangan dibawah ini, dengan ini menyatakan bahwa Skripsi dengan judul:

  Studi Kasus pada Karyawan bagian Sumber Daya Manusia dan Umum PT Madubaru di Yogyakarta dan diajukan untuk diuji pada tanggal, 22 Agustus 2014 adalah hasil karya saya.

  Saya juga menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat keseluruhan atau sebagaian tulisan orang lain yang saya ambil dengan cara menyalin, atau meniru dalam bentuk rangkaian kaliamat atau simbol yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pemikiran dari penulis lain yang saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri, dan atau tidak terdapat bagian atau keseluruhan tulisan yang saya salin, saya tiru, atau saya ambil dari tulisan orang lain tanpa memberikan pengakuan (disebutkan dalam referensi) pada penulis aslinya. Bila dikemudian hari terbukti bahwa saya ternyata melakukan tindakan tersebut, maka saya bersedia menerima sanksi, yaitu skripsi ini digugurkan dan gelar akademik yang saya peroleh (S.E.) dibatalkan serta diproses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku (UU No 20 Tahun 2003, pasal 25 dan pasal 70).

  Yogyakarta, 7 Agustus 2014 Yang membuat pernyataan, Bernadetus Adetya Tri Adiyanto NIM:102214028 Yang bertanda tangan di bawah ini, saya Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta: Nama : Bernadetus Adetya Tri Adiyanto NIM : 102214028 Demi kepentingan Ilmu Pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma Karya Ilmiah saya yang berjudul “Pengaruh Persepsi Karyawan Pada Gaya Kepemimpinan Manajer terhadap Kepuasan Kerja

  ” Studi Kasus pada Karyawan Bagian SDM & Umum PT Madubaru Yogyakarta. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pengkodean data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet untuk kepentingan akademis, tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta.

  Pada tanggal 7 Agustus 2014 Yang menyatakan, Bernadetus Adetya Tri Adiyanto NIM 10214028

  Puji dan syukur kepada Allah atas karunia dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Persepsi Karyawan Pada Gaya Kepemimpinan Manajer Terhadap Kepuasan Kerja: Studi kasus pada

Karyawan Tetap Bagian SDM dan Umum PT. Madubaru Yogyakarta”. Skripsi ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi

  pada Progam Studi Manajemen, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  Penulisan skripsi ini dapat selesai dengan baik berkat bantuan berbagai pihak. Untuk itu, Penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada:

  1. Bapak Dr. Herry Maridjo, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  2. Bapak Dr. Lukas Poerwoto, M.Si. selaku Ketua Progam Studi Manajemen.

  3. Bapak Albertus Yudi Yuniarto S.E.,M.B.A. selaku dosen pembimbing I yang telah mengarahkan dan membimbing penulis dengan kesungguhan hati.

  4. Bapak Drs. Gregorius Hendra Poerwanto M.si. selaku dosen pembimbing

  II yang telah mengarahkan dan membimbing penulis sehingga skripsi ini lebih sempurna.

  5. Ibu Redno Isharsriyani selaku Kabag SDM dan Umum PT. Madubaru Yogyakarta yang telah memberi izin untuk dilaksanakannya penelitian.

  6. Bapak Dolah, bapak Fauzi dan ibu Lina yang telah banyak membantu dan memberikan informasi saat dilaksanakannya penelitian.

  7. Ibu dan Bapak atas kasih sayang, nasehat, semangat dan doanya serta memberikanku penghidupan yang layak.

  8. Mbak Eny, mas Catur, Eca, Angel yang selalu memberi dorongan, saran dan hiburan.

  9. Monica Jatu yang selalu memberi kasih sayang dan dorongan untuk mengerjakan skripsi ini.

  OMK St Thomas, Karang Taruna Akrab, Panitia Economy Cup 2014 yang selalu menghibur dan memberi semangat.

  11. Riki, mbak Pute, Bayu, Aji, Dendy, Indra yang selalu memberi motivasi dan mau berbagi pengetahuan.

  12. Segenap dosen dan karyawan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.

  13. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu.

  Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan dan keterbatasan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca guna menyempurnakan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat menjadi bahan masukan bagi rekan-rekan dalam menyusun skripsi.

  Yogyakarta, 7 Agustus 2014 Penulis Bernadetus Adetya Tri Adiyanto NIM: 102214028

  Halaman HALAMAN JUDUL ... ............................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS .................... v HALAMAN PUBLIKASI KARYA TULIS ............................................... vi HALAMAN KATA PENGANTAR ........................................................... vii HALAMAN DAFTAR ISI ......................................................................... ix HALAMAN DAFTAR TABEL ................................................................. xi HALAMAN DAFTAR GAMBAR ............................................................. xii HALAMAN DAFTAR LAMPIRAN ......................................................... xiii HALAMAN ABSTRAK ............................................................................. xiv HALAMAN ABSTRACT ............................................................................ xv

  BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah .................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................... 3 C. Pembatasan Masalah ....................................................................... 4 D. Tujuan Penelitian .......................................................................... 4 E. Manfaat Penelitian .......................................................................... 4 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori ............................................................................... 7 B. Penelitian Sebelumnya .................................................................... 17 C. Kerangka Konseptual Penelitian ..................................................... 18 D. Rumusan Hipotesis ......................................................................... 18 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................ 19 B. Subyek dan Obyek Penelitian ......................................................... 19 C. Waktu dan Lokasi Penelitian .......................................................... 19

  E. Definisi Operasional........................................................................ 21

  F. Populasi dan Sampel ....................................................................... 21

  G. Teknik Pengambilan Sampel........................................................... 22

  H. Sumber Data .. ................................................................................. 23

  I. Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 23 J. Teknik Pengujian Instrumen ........................................................... 25 K. Teknik Analisi Data ........................................................................ 27

  BAB IV GAMBARAN UMUM SUBYEK PENELITIAN A. Sejarah dan Pengembangan Perusahaan ......................................... 34 B. Profil Perusahaan ............................................................................ 37 C. Visi dan Misi ................................................................................... 38 D. Budaya Perusahaan ......................................................................... 39 E. Pengurus dan Struktur Organisasi ................................................... 39 F. Sumber Daya Manusia .................................................................... 45 BAB V ANALISI DATA DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Ringkas Pelaksanaan Penelitian .................................... 50 B. Analisi Data ..................................................................................... 54 C. Pembahasan ..................................................................................... 59 BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan ..................................................................................... 65 B. Saran ............................................................................................. 65 C. Keterbatasan .................................................................................... 66 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 67 LAMPIRAN ................................................................................................ 68

  Tabel Judul Halaman IV.1 Kronologi Status Perusahaan dan Perubahan Manajemen ..............

  36 V.I Uji Validitas Variabel X tahap 1 .....................................................

  52 V.2 Uji Validitas Variabel X tahap ke-2 ................................................

  52 V.4 Uji Validitas Variabel Y Bagian Harapan .......................................

  53 V.5 Uji Validitas Variabel Y Bagian Kinerja ........................................

  53 V.6 Uji Reliabilitas Variabel X dan Y ...................................................

  54 V.7 Prosentase Usia Responden ............................................................

  54 V.8 Deskripsi Variabel Persepsi Karyawan pada Gaya Kepemimpinan

  55 V.9 Deskripsi Variabel Kepuasan Kerja ................................................

  56 V.10 Hasil Uji Normalitas ........................................................................

  57 V.11 Persamaan Regresi Sederhana .........................................................

  58 V.12 Analisis Uji t ....................................................................................

  58 V.13 Pembahasan Persepsi Karyawan pada Gaya Kepemimpinan .........

  60 V.14 Pembahasan Kepuasan Kerja ..........................................................

  62

  Gambar Judul Halaman

  II.1 Kerangka Konseptual ......................................................... 18

  III.1 Kurva Pengujian t ........................................................... 33

  test IV.1 Struktur Organisasi PT. Madubaru ....................................

  39 V.1 Hasil Pengujian t test ..........................................................................................

  59

  

No. Lampiran Judul Halaman

Lampiran 1 Koesiuner Penelitian ................................................

  69 Lampiran 2 Jawaban Responden ................................................

  72 Lampiran 3 Pengujian Instrumen Penelitian ...............................

  75 Lampiran 4 Pengujian Uji Statistik .............................................

  78 Lampiran 5 Tabel r .....................................................................

  79 Lampiran 6 Tabel t .....................................................................

  80 Lampiran 6 Surat Bukti Penelitian ..............................................

  81 Lampiran 7 Curricullum Vitae ................................................

  82

  

PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN PADA GAYA KEPEMIMPINAN

MANAJER TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN

  Studi Kasus pada Karyawan tetap Bagian SDM dan Umum PT. Madubaru Yogyakarta

  Bernadetus Adetya Tri Adiyanto Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta, 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh manajer bagian SDM & Umum PT. Madubaru di Yogyakarta menurut persepsi karyawan, untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru di Yogyakarta, dan untuk mengetahui apakah ada pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap bagian SDM dan Umum PT. Madubaru Yogyakarta berjumlah 41 orang dengan responden 29 orang. Dari 29 responden, ada 9 jawaban responden tidak logis dan dihilangkan. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan mempersepsikan manajernya menerapkan gaya kepemimpinan

  

Democratic . Karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Ada pengaruh

negatif persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja.

  Kata kunci: persepsi, gaya kepemimpinan, kepuasan kerja.

  

THE EFFECT OF WORKERS OPINION ON THE LEADERSHIP STYLE

OF THE MANAGER TOWARDS THE WORKING SATISFACTION

  A Case Study At Employee Human Resource and General PT. Madubaru Yogyakarta

  Bernadetus Adetya Tri Adiyanto Sanata Dharma University

  Yogyakarta, 2014 This research attempts to determine the leadership style adopted by the

  Human Resources & General Manager of PT. Madubaru in Yogyakarta as perceived by employees, to determine the level of employee satisfaction HR & General PT. Madubaru in Yogyakarta, and to determine whether there is an influence on the perception of leadership style to the employee job satisfaction. Population that is used in this research is employee human resource and general PT. Madubaru Yogyakarta with 41 employees. This research took 29 Respondent for the sample. Of the 29 respondents, there were 9 respondents eliminated. The method for the sampling is Accidental Sampling. Data collection techniques by questionnaire and documentation. Data analysis utilizied simple linier regression.The result of this research shows employees perception manager apply the Democratic leadership style. Employees are not satisfied with the work. There is a negative effect on employee perceptions of leadership style towards the working satisfaction.

  Key words: perception, leadership style, working satisfaction.

  

PENDAHULUAN

  A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh sumber daya manusia yang ada di dalam perusahaan tersebut. Perusahaan yang ingin berkembang dan mempertahankan perusahaannya memerlukan sumber daya-sumber daya yang dapat dikelola sebaik-baiknya agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Salah satu dari sumber daya tersebut adalah karyawan.

  Karyawan memiliki peranan penting dalam menjalankan roda kehidupan dari suatu perusahaan. Oleh sebab itu karyawan harus dikelola sebaik mungkin oleh para manajer agar dapat bekerja secara efektif dan efisien serta dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi perusahaan yang pada akhirnya akan turut memajukan perusahaan. Pada dasarnya seorang manajer adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap kemajuan sebuah perusahaan. Sehubungan dengan hal itu, seorang manajer dituntut memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan karyawan-karyawannya. Kemampuan itu antara lain, wawasan yang luas, ketrampilan dalam pengambilan keputusan, dapat berkomunikasi dengan baik, dan dapat memotivasi anggota organisasi.

  Memberi motivasi merupakan salah satu cara dalam menggerakkan dan mengarahkan para karyawan agar dapat mencapai tugasnya masing-

  2

  membutuhkan orang yang bekerja dengan motivasi tinggi. Orang yang bekerja dengan motivasi tinggi adalah orang yang merasa senang dalam bekerja dan mendapatkan dalam kepuasannya.

  Kepuasan kerja adalah sikap seorang karyawan terhadap pekerjaannya. Robbins dan Judge (2007:119) menguraikan kepuasan kerja dipengaruhi oleh kerja yang menantang secara mental, penghargaan yang sesuai, kondisi kerja yang mendukung, dan kolega yang suportif. Selain itu kepuasan kerja dipengaruhi oleh bagaimana seorang manajer memimpin bawahannya, yaitu dari cara manajer memberikan wewenang, menghadapi masalah, dan memperlakukan karyawan. Miller et.al menyatakan bahwa gaya kepemimpinan mempunyai hubungan yang positif terhadap kepuasan kerja karyawan.

  Supardi,Anwar(2004:75) menjelaskan bahwa gaya kepemimpinan adalah suatu cara pemimpin untuk mempengaruhi bawahanya. Secara relatif ada tiga macam gaya kepemimpinan yang berbeda, yaitu otokratis,

  demokratis , dan laissez-faire yang semuanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

  Setiap karyawan pasti memiliki persepsi berbeda mengenai gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh manajernya yang pada akhirnya akan menentukan puas atau tidaknya seorang karyawan bekerja di perusahaan tersebut. Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin mengetahui persepsi

  3

  kerja karyawan. Penulis memilih PT. Madubaru di Yogyakarta sebagai tempat penelitian karena merupakan satu-satunya pabrik gula yang berada di Yogyakarta. Sebagai satu-satunya pabrik gula di Yogyakarta dan sudah puluhan tahun berdiri pasti ada pemimpin hebat yang mampu mengarahkan dan mempengaruhi para karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan, sehingga sampai saat ini masih tetap berdiri dan berkembang di tengah persaingan ketat dengan gula ekspor. Maka dari itu penulis tertarik untuk memilih judul

  “ Pengaruh Persepsi Karyawan pada Gaya Kepemimpinan Manajer terhadap Kepuasan Kerja Karyawan “.

  Studi kasus pada karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru di Yogyakarta.

  B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Manajer bagian SDM & Umum PT. Madubaru di Yogyakarta? 2. Bagaimana tingkat kepuasan karyawan bagian SDM & Umum PT.

  Madubaru di Yogyakarta?

  3. Apakah ada pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja ?

  4

  Mengingat luasnya ruang lingkup gaya kepemimpinan, maka dalam gaya kepemimpinan ini dibatasi dalam tiga kategori gaya kepemimpinan mengacu pada studi kepemimpinan Universitas Lowa, Ronald Lippit dan K. White (dalam Sutarto, 1986:72), yaitu gaya kepemimpinan otokratis, demokratis, dan Laissez Faire.

  D. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh manajer bagian SDM & Umum PT. Madubaru di Yogyakarta menurut persepsi karyawan.

  2. Untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru di Yogyakarta.

  3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja.

  E. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Perusahaan Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan referensi terkait gaya kepemimpinan dalam hal pengambilan keputusan, pemberian tugas, dan pengelolaan karyawan serta dapat memberikan informasi mengenai tingkat kepuasan karyawan sertat aspek

  • – aspek yang mempengaruhi kepuasan kerja sehingga dapat membantu mengambil keputusan dalam mengelola karyawan.

  5

  Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan bacaan ilmiah dan tambahan referensi untuk penelitian ilmiah lainnya.

  3. Bagi penulis Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi penulis, yaitu sebagai wahana untuk menerapkan teori-teori yang didapat dari kuliah ke dunia kerja secara nyata.

  F. Sistematika Penulisan

  BAB I : PENDAHULUAN Bab ini berisikan : latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.

  BAB II : KAJIAN PUSTAKA Bab ini berisikan : tentang teori-teori yang mendukung penulisan ini, sehingga dapat dijadikan landasan bagi pembahasan selanjutnya.

  BAB III : METODE PENELITIAN Bab ini berisikan : jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subyek dan obyek penelitian, data yang dibutuhkan, definisi operasional, teknik pengumpulan data, variabel penelitian, populasi dan sampel, teknik

  6

  data.

  BAB IV : GAMBARAN UMUM SUBYEK PENELITIAN Bab ini berisikan : tentang sejarah perusahaan, struktur organisasi, personalia, produksi dan pemasaran. BAB V : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN Bab ini berisikan : tentang pembahasan dari permasalahan serta melakukan pengujian data dan alat analisisnya. BAB VI : KESIMPULAN Bab ini berisikan : tentang kesimpulan dan saran- saran yang sekiranya berguna bagi perusahaan. A. Landasan Teori

  1. Persepsi Menurut Robbins dan Judge (2008:175) persepsi adalah proses dimana individu mengatur dan mengintepretasikan kesan-kesan sensoris mereka guna memberikan arti bagi mereka. Karakteristik pribadi yang mempengaruhi persepsi adalah sikap, kepribadian, motif, minat, pengalaman masa lalu, dan harapan-harapan seseorang.

  2. Kepemimpinan Kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam suatu organisasi atau perusahaan dalam mencapai tujuannya. Berikut beberapa pengertian dari kepemimpinan, diantaranya adalah sebagai berikut: a. Robbins (2006: 5) kepemimpinan adalah fungsi yang mencakup memotivasi karyawan, mengarahkan orang lain, memilih jalur komunikasi yang paling efektif, dan menyelesaikan konflik-konflik.

  b. Handoko (2003:294) berpendapat bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseorang untuk

  8

  • –orang lain agar bekerja mencapai tujuan dan sasaran.

  c. Northouse (2013:5) kepemimpinan adalah proses individu mempengaruhi sekelompok individu untuk mencapai tujuan bersama.

  3. Gaya kepemimpinan Gaya kepemimpinan pada dasarnya mengandung pengertian sebagai suatu perwujudan tingkah laku dari seorang pemimpin yang menyangkut kemampuannya dalam memimpin. Perwujudan tersebut biasanya membentuk suatu pola atau bentuk tertentu. Gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai tujuan tertentu (Heidjrachman dan Husnan, 2002:224). Sedangkan menurut Tjiptono (2001:161), gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pemimpin dalam berinteraksi dengan bawahannya. Menurut Studi kepemimpinan Universitas Lowa, Ronald Lippit dan K. White ( dalam Sutarto, 1986:72) ada tiga gaya kepemimpinan yaitu: a. Gaya kepemimpinan otokratik

  Gaya kepemimpinan otokratik adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan cara segala kegiatan

  9

  Dalam gaya kepemimpinan ini, pimpinan atau manajer bersikap sebagai penguasa dan yang dipimpin sebagai yang dikuasa, sehingga pemimpin mempunyai kuasa mutlak. Hal ini mengakibatkan kreatifitas karyawan terkunci dan segala kegiatan tergantung manajer. Menurut gaya ini, semua karyawan yang terlibat dalam usaha bersama tinggal menerima tugas dan pekerjaan dari manajer mereka, karyawan hanya melaksanakannya saja (Mangunhardjana, 1994:28). Ciri-ciri gaya kepemimpinan otokratik sebagai berikut: 1) Wewenang mutlak terpusat pada manajer.

  2) Kebijaksanaan dan keputusan dibuat oleh manajer. 3) Komunikasi berjalan searah. 4) Pengawasan terhadap tingkah laku karyawan diawasi dengan ketat.

  5) Tanggung jawab keberhasilan perusahaan dipikul oleh manajer. 6) Kasar dalam bertindak dan kaku dalam bertindak. 7) Prakarsa harus selalu dari manajer. 8) Karyawan tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan ide, pendapat, pertimbangan, dan saran 9) Tugas bagi karyawan diberikan secara instruksi. 10) Lebih banyak kritik daripada pujian. 11) Manajer menuntut kesetiaan karyawan secara mutlak.

  10

  syarat. 13) Cenderung ada paksaan, ancaman, dan hukuman.

  Kelebihan dari gaya kepemimpinan ini adalah pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat dan tegas. Sedangkan kelemahannya adalah suasana jadi tampak tegang dan kaku, menimbulkan ketidakpuasan karyawan karena dalam pengambilan keputusan karyawan tidak dilibatkan sehingga keputusan yang diambil manajer cenderung memaksa. Selain itu juga dapat merusak moral karyawan, meniadakan inisiatif, sering menimbulkan permusuhan dan keluhan.

  b. Gaya kepemimpinan demokratik Gaya kepemimpinan demokratik adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagi kegiatan yang akan dilakukan bersama antara manajemen dan karyawan. Dengan gaya kepemimpinan ini, manajer berusaha membawa karyawan menuju ketujuan dan cita-cita dengan memperlakukan karyawan secara sejajar denga manajer sehingga karyawan dapat menyumbangkan ide, pendapat, pertimbangan atau saran yang dimilikinya. Gaya kepemimpinan ini sangat cocok diterapkan jika sutau perusahaan menghadapi masalah yang membutuhka pemikiran yang banyak dan keterlibatan yang tinggi

  11

  kepemimpinan demokratik adalah sebagai berikut: 1) Wewenang manajer tidak mutlak dan ada pelimpahan wewenang.

  2) Kebijaksanaan dan keputusan dibuat bersama oleh manajer dan karyawan.

  3) Komunikasi berjalan dua arah. 4) Tugas manajer bersifat permintaan. 5) Pengawasan terhadap sikap, tingkah laku, dan kegiatan bersifat wajar.

  6) Manajer meminta kesetiaan karyawan secara wajar. 7) Pujian dan kritikan seimbang. 8) Terdapat saling percaya, saling menghormati, dan menghargai. 9) Banyak kesempatan bagi karyawann untuk menyampaikan ide, pendapat, pertimbangan,dan saran.

  10) Manajer mendorong prestasi sempurna dari karyawan. 11) Prakarsa datang dari manajer maupun karyawan. 12) Manajer memperhatikan perasaan dalam bersikap dan bertindak.

  Kelebihan gaya kepemimpinan demokratik ini adalah tumbuhnya rasa ikut memiliki, karena manajer selalu berusaha melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan. Selain itu juga akan terbina moral yang tinggi. Sedangkan kekurangannya

  12

  jawab kurang, keputusan yang dibuatpun terkadang bukan keputusan yang terbaik dan tepat.

  c. Gaya kepemimpinan Laissez faire Gaya kepemimpinan Laissez Faire adalah kemampuan mempengaruhi orang lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagai kegiatan yang akan dilakukan lebih banyak diserahkan kepada bawahan. Ciri-ciri gaya kepemimpinan Laissez faire adalah sebagai berikut: 1) Manajer melakukan peranannya secara pasif. 2) Manajer memberikan kebebasan penuh kepada karyawan. 3) Manajer mendelegasikan wewenang untuk mengambil keputusan kepada karyawan dengan agak lengkap.

  4) Karyawan dituntut untuk memiliki keahlian tinggi. 5) Manajer tidak membuat peranan-peranan tentang pelaksanaan pekerjaan.

  6) Kontak antara manajer dan karyawan sedikit sekali. 7) Manajer menyerahkan tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan kepada karyawan dalam artian manajer menginginkan agar karyawan bisa mengendalikan diri mereka sendiri dalam menyelesaikan pekerjaannya.

  13

  dapat mengembangkan kemampuan dirinya dan kekuragannya berupa kekacauan karena tiap pejabat bekerja menurut selera masing-masing. ( Sutarto,1986:79).

  4. Kepuasan Kepuasan secara umum dapat dikatakan bahwa kepuasan kerja karyawan merupakan sikap karyawan terhadap bagaimana mereka memandang pekerjaannya. Kepuasan karyawan dapat memberikan beberapa manfaat, diantaranya menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan pegawai. Kepuasan atau ketidakpuasan karyawan adalah respon karyawan terhadap evaluasi tingkat kesesuaian antara harapan sebelumnya dan kinerja pekerjaan yang dirasakan oleh karyawan. Sama halnya kepuasan dari perspektif pemasaran menurut Philip Kotler (1997:36) yang menyatakan bahwa kepuasan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang berasal dari perbandingan antara kesannya terhadap kinerja (hasil) suatu produk dengan harapannnya. Jadi kepuasan merupakan fungsi dari persepsi atau kesan atas kinerja dan harapan. Jika kinerja dibawah harapan maka karyawan merasa tidak puas, jika kinerja memenuhi harapan maka karyawan akan merasa puas, dan jika kinerja melebihi harapan maka karyawan akan sangat merasa puas.

  14

  Kepuasan Kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan yang mana para karyawan memandang pekerjaan mereka (Handoko,2000: 193) . Menurut Robbins dan Judge (2007:119) aspek yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu:

  a. Kerja yang menantang secara mental Pada umumnya individu lebih menyukai pekerjaan yang memberi mereka peluang untuk menggunakan ketrampilan dan kemampuan serta memberi beragam tugas, kebebasan, dan umpan balik tentang seberapa baik kerja mereka. Karakteristik- karakteristik ini membuat kerja lebih menantang secara mental.

  b. Penghargaan yang sesuai Karyawan menginginkan sistem bayaran yang mereka rasa adil, tidak ambigu, dan selaras dengan harapan-harapan mereka. Ketika bayaran dianggap adil, sesuai dengan tuntutan pekerjaan, tingkat ketrampilan individual, dan standar bayaran masyarakat, kemungkinan akan tercipta kepuasan.

  c. Kondisi kerja yang mendukung Karyawan berhubungan dengan lingkungan kerja mereka untuk kenyamanan pribadi dan kemudahan melakukan pekerjaan yang baik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa karyawan lebih menyukai lingkungan fisik yang nyaman atau tidak berbahaya. Selain itu, sebagian besar karyawan lebih menyukai

  15

  bersih, serta peralatan yang memadai.

  d. Kolega yang suportif.

  Individu mendapatkan sesuatu yang lebih dari sekedar uang atau prestasi nyata dari pekerjaannya. Untuk sebagian besar karyawan, kerja juga memenuhi kebutuhan interaksi sosial. Oleh karena itu, tidak mengherankan bahwa memiliki rekan- rekan kerja yang ramah dan suportif mampu meningkatkan kepuasan kerja. Penelitian mengungkapkan bahwa kepuasan karyawan meningkat ketika pengawas langsung adalah orang yang pengertian dan ramah, memberikan pujian untuk kinerja yang baik, mendengarkan opini-opini karyawan, dan menunjukkan minat pribadi dalam diri mereka.

Sedangkan menurut Ghislli dan Brown dalam buku Moh. As’ad

  (1978:65), terdapat lima faktor yang menimbulkan kepuasan kerja, yaitu:

  a. Kedudukan (Posisi) Banyak orang berpendapat bahwa pekerjaan yang lebih tinggi akan membuat pekerja merasa lebih puas dibandingkan dengan orang yang pekerjaannya lebih rendah. Sedangkan hasil dalam beberapa penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja dipengaruhi oleh tingkat pekerjaan.

  16

  Seseorang yang mendapatkan kenaikan pangkat secara otomatis akan mengalami kenaikan gaji dan kebanggaan terhadap kedudukan yang baru itulah yang akan membuat perubahan pada perilaku dan perasaan mereka.

  c. Umur Kepuasan kerja juga mempunyai hubungan dengan umur karyawan. Karyawan yang berumur 25 sampai 34 tahun dan umur

  40 sampai 45 tahun adalah umur yang dapat menyebabkan timbulnya perasaan tidak puas terhadap pekerjaannya.

  d. Jaminan Finansial dan Jaminan Sosial Jaminan Finansial dan Jaminan sosial sangat berpengaruhi terhadap kepuasan kerja.

  e. Mutu Pengawasan Hubungan antara karyawan dengan pimpinan tempat mereka bekerja sangat berpengaruh terhadap produktifitas kerja, sebab dengan adanya perhatian dan hubungan yang baik antara pimpinan dengan karyawan akan membuat mereka merasa menjadi bagian yang penting dari organisasi kerja (sense of belonging).

  6. Pengaruh Persepsi Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja Terkait pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan manajer terhadap kepuasan kerja, Gilmer dalam As

  ’ad (2007:115)

  17

  kepuasan kerja adalah kesempatan untuk maju, keamanan kerja, aspek sosial dalam pekerjaan, komunikasi (antara pimpinan dan bawahan),kepemimpinan, dan fasilitas. Sedangkan Menurut Siagian (2003:132) serangkaian penelitian oleh para ahli dan banyak pengalaman praktisi menunjukkan bahwa apabila kepuasan kerja dikalangan para bawahan atau karyawan yang ingin dikejar oleh seorang pimpinan, maka gaya kepemimpinan demokratis sebagai salah satu ciri-ciri gaya kepemimpinan yang paling tepat untuk diterapkan, karena dengan merasa dihargai para karyawan didorong untuk berusaha sekuat tenaga yang pada akhirnya melahirkan kepuasan kerja.

  Dari keterangan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya kepemimpinan juga merupakan salah satu faktor penentu terciptanya kepuasan kerja para karyawan yang dalam penerapannya tergantung dengan situasi dan kondisi tertentu dari masing-masing organisasi atau perusahaan.

  B. Penelitian Sebelumnya Kristyanto, Pambudi pada tahun 2005 melakukan penelitian dengan judul

  “Pengaruh Gaya kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Pegawai

  ”. Tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja pegawai. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 orang. Untuk

  18

  analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja pegawai. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,309 atau 30,9%.

  C. Kerangka Konseptual Pemikiran Mengacu pada pendapat para ahli dan dalam penelitian terdahulu yang sudah dibahas dalam bab ini, maka peneliti membuat skema penelitian sebagai berikut:

  Persepsi Karyawan pada Kepuasan Kerja (Y) Gaya Kepemimpinan (X)

  Gambar II.1. Kerangka Konseptual

  D. Hipotesis Berdasarkan kerangka konseptual di atas, maka penulis membuat rumusan hipotesis sebagai berikut:

  Ada pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpin terhadap kepuasan kerja. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi kasus, yaitu penelitian terhadap obyek tertentu pada suatu perusahaan. Hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh hanya berlaku pada perusahaan yang bersangkutan dan tidak berlaku secara umum (Nur Indriantoro, 1999: 26 ).

  B. Subyek dan Obyek Penelitian

  1. Subyek penelitian ini adalah karyawan tetap bagian SDM & Umum PT. Madubaru di Yogyakarta.

  2. Obyek penelitian ini adalah gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja.

  C. Waktu dan lokasi Penelitian

  1. Waktu penelitian : Maret 2014

  2. Lokasi penelitian : PT. Madubaru di Yogyakarta

  D. Variabel

  1. Variabel Independen (X) Variabel independen (bebas) merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono, 2001 : 33). Variabel independen dalam

  20

  seorang manajer. Aspek dari variabel ini adalah cara manajer dalam mengambil keputusan, cara manajer memperlakukan karyawan, hubungan manajer dengan karyawan, dan cara manajer dalam pemberian tugas. Untuk mengukur variabel ini penulis menggunakan Skala Likert. Dari aspek-aspek gaya kepemimpinan di atas akan dijadikan sebagai tolak ukur untuk menyusun item-item instrumen yang berupa pernyataan yang nantinya akan diberikan skor.

  2. Variabel Dependen (Y) Variabel dependen (tergantung) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas

  (Sugiyono,2001:33). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan kerja karyawan. Indikator dalam variabel ini mengacu pada Robbins, Judge (2008:119) meliputi kerja yang menantang secara mental, kondisi kerja yang mendukung, penghargaan yang sesuai, dan kolega yang sportif. Untuk mengukur variabel ini, penulis menggunakan Skala Likert. Dari indikator-indikator di atas akan dijadikan sebagai tolak ukur untuk menyusun item-item instrumen yang berupa pernyataan yang nantinya akan diberikan skor.

  21

  1. Persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan Persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan adalah anggapan karyawan pada jenis gaya kepemimpinan yang diterapkan manajernya.

  2. Kepuasan Kerja karyawan Kepuasan kerja karyawan adalah keadaan emosional karyawan yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dalam memandang pekerjaan mereka. Karyawan merasa puas jika kinerjanya lebih besar dan atau sama dengan dari harapannya dan karyawan merasa tidak puas jika harapan lebih besar dari kinerja.

  F. Populasi dan sampel

  1. Populasi Menurut Sugiyono (2001:72) pengertian populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap bagian SDM & Umum PT. Madubaru di Yogyakarta yang berjumlah 41 karyawan.

  2. Sampel Menurut Sugiyono (2001:73) pengertian sampel adalah bagian dari jumlah yang dimiliki oleh populasi tersebut. Untuk mendapatkan sampel yang dapat menggambarkan populasi, maka dalam penentuan

  22

  2007:78) sebagai berikut: Dimana : n = ukuran sampel minimum yang akan di ambil N = ukuran populasi e = persen kelonggaran ketidak telitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir (error). Untuk penelitian ini ditetapkan e = 10%

  Dari jumlah pupulasi tersebut dengan tingkat kelonggaran ketidak telitian sebesar 10%, maka dengan mengunakan rumus di atas diperoleh sampel sebesar:

  29 Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 29 karyawan dari

  seluruh karyawan bagian SDM & Umum PT. Madubaru di Yogyakarta.

  G. Teknik pengambilan sampel Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah teknik accidental sampling yaitu pengambilan sampel

  23

  suatu populasi.

  H. Sumber Data

  1. Data Primer Data primer adalah data utama yang digunakan untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini yang didapatkan dari hasil kuesioner.

  2. Data Sekunder Data sekunder adalah data pendukung yang diperoleh dari dokumen dan arsip PT. Madubaru Yogyakarta.

  I. Teknik pengumpulan data

  1. Kuesioner Kuesioner yaitu memberikan daftar pernyataan pada responden yang berhubungan dengan obyek penelitian. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan dua macam kuesioner, yaitu kuesioner persepsi gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja. Untuk kuesioner persepsi gaya kepemimpinan akan dibagi dalam empat aspek dan setiap aspek terdiri dari dua pernyataan sedangkan untuk kuesioner kepuasan kerja terdiri dari 2 bagian, yaitu bagian harapan dan bagian kinerja. Setiap bagian terdiri dari 4 indikator dan setiap indikator diwakili oleh 2 pernyataan. Setiap pernyataan diberi 5 alternatif jawaban yang disesuaikan dengan Skala Likert, untuk jawaban dari pernyataan yang

  24

  skor 4, ragu-ragu(r) diberi skor 3, tidak setuju(ts) diberi skor 2, dan sangat tidak setuju(sts) diberi skor 1. Selanjutnya untuk jawaban dari pernyataan yang bernilai negatif yaitu sangat setuju(ss) diberi skor 1, setuju(s) diberi skor 2, ragu-ragu(r) diberi skor 3, tidak setuju(ts) diberi skor 4, dan sangat tidak setuju(sts) diberi skor 5. Berikut adalah tabel untuk pernyataan kuesioner yang bernilai positif dan negatif.

  Tabel III.1 Pernyataan Kuesioner bernilai Positif dan Negatif

  Jenis Pernyataan Variabel Aspek Positif (+) negatif(-) Cara Manajer dalam mengambil

  1,2 keputusan Persepsi

  3,4 Hubungan manajer dengan karyawan karyawan pada gaya cara manajer dalam memperlakukan 5,6 kepemimpinan karyawan

  7

  8 cara manajer dalam pemberian tugas 1,2 Kerja yang menantang secara mental 3,4 kondisi kerja yang mendukung

  Kepuasan Kerja bagian Harapan 5,6 penghargaan yang sesuai

  Kolega yang sportif 7,8 Kerja yang menantang secara mental 1,2 kondisi kerja yang mendukung 3,4 Kepuasan Kerja bagian kinerja penghargaan yang sesuai 5,6

  Kolega yang sportif

  7

  8

  25

  Dokumentasi yaitu dengan melihat atau menganalisis dokumen- dokumen yang dibuat oleh subyek sendiri atau oleh orang lain tentang subyek penelitian. J. Teknik pengujian instrumen

  Pada penelitian ini, instrumen penelitian akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan validitas dan reliabilitas.

  1. Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat mengukur data-data yang hendak diukur oleh peneliti. Pengujian validitas instrument dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi produk moment dari Karl Pearson (Sugiyono 2004:44) yang dijelaskan sebagai berikut: r xy =

  • – Keterangan: r = koefisien korelasi tiap item

  xy

  x = nilai setiap item y = nilai total setiap item N = banyaknya responden (sampel)

  26

  Relibialitas merupakan derajat ketepatan, ketelitian atau akurasi yang ditunjukkan oleh instrumen pengukur (Sugiyono,2000:60). Koefisien keterandalan dapat diperoleh dengan rumus spearman brown sebagai berikut: r gg =

  Keterangan: r gg = Reliabilitas r xy = koefisien pengukuran dua belahan. Suatu instrument dinyatakan reliabel atau tidak, maka harus memenuhi ketentuan sebagai berikut: a. Jika r dengan taraf keyakinan 95% maka instrumen

  hitung ≥ r tabel dikatakan reliabel.

  b. Jika r <r dengan taraf keyakinan 95% maka instrumen

  hitung tabel dikatakan tidak reliabel.

  27

  Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

  1. Teknik Analisis Statistik Deskripsi

  a. Analisis Deskripsi Responden Analisis deskripsi responden dilakukan dengan analisis prosentase usia.

  b. Analisis Deskripsi Variabel Teknik analisis deskripsi variabel ini digunakan untuk menjawab permasalahan nomor 1 dan 2 yaitu tentang bagaimana persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan manajer dan bagaimana tingkat kepuasan kerja karyawan pada bagian SDM dan Umum PT. Madubaru Yogyakarta. Untuk permasalahan nomor 1 tentang kategori gaya kepemimpinan didasarkan pada hasil studi Universitas Lowa bahwa ada tiga macam gaya kepemimpinan, yaitu gaya kepemimpinan otocratic, democratic, dan laissez faire.

  Untuk permasalahan nomor 2 tentang kategori kepuasan kerja karyawan mengacu pada Robbins, Judge(2007:119) meliputi kerja yang menantang secara mental, kondisi kerja yang mendukung, peghargaan yang sesuai, dan kolega yang sportif.

  Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  28

  a) Menghitung rata-rata skor persepsi gaya kepemimpinan Untuk membuat kategori dalam variabel persepsi gaya kepemimpinan yang perlu dilakukan adalah mencari rata-rata skor yang dapat dilakukan dengan membagi jumlah skor dengan jumlah item pernyataan dan mencari interval dengan rumus Struges berikut: C

  1 =

  Keterangan: C = Interval

  K = Banyaknya kelas Dari perhitungan di atas setiap kelas memiliki interval sebesar 1,33 sehingga didapat kelas sebagai berikut:

  Skor 1,00

  • –2,33 karyawan mempersepsikan manajernya menerapkan gaya kepemimpinan outocratic. Skor 2,34
  • –3,67 karyawan mempersepsikan manajernya menerapkan gaya kepemimpinan democratic. Skor 3,68
  • –5,00 karyawan mempersepsikan manajernya menerapkan gaya kepemimpinan laisses faire.

  29

  Untuk mengetahui skor tiap aspek/item, maka hal yang perlu dilakukan adalah menjumlahkan item dalam setiap aspek kemudian dibagi dengan jumlah responden.

  c) Membuat kategori persepsi Untuk mengetahui kategori persepsi, hal yang harus dilakukan adalah membuat interval dengan dengan rumus

  Struges berikut:

  C

  1 =

  Keterangan: C

  1 = Interval

  Range = Selisih antara batas atas dengan batas bawah K = Banyaknya kelas

  Dari perhitungan di atas setiap kelas memiliki interval sebesar 0,8 sehingga didapat kelas sebagai berikut:

  Skor 1,0 - ≤1,8 item mempunyai persepsi sangat tidak baik

  Skor >1,8 - ≤2,6 item mempunyai persepsi tidak baik. Skor >2,6 - ≤3,4 item mempunyai persepsi netral. Skor >3,4 - ≤4,2 item mempunyai persepsi baik. Skor >4,2 - ≤5,0 item mempunyai persepsi sangat baik.

  30

  a) Menghitung rata-rata skor kepuasan Dalam penelitian ini pengukuran kepuasan kerja mengacu pada perspektif pemasaran (Philip Kotler) yaitu dengan membandingkan antara harapan karyawan pada pekerjaan yang seharusnya didapatkan dengan evaluasi karyawan pada pekerjaan yang telah dilakukan (rata-rata skor harapan

  • – rata-rata skor kinerja), dengan pengukuran sebagai berikut: Rata-rata skor harapan - rata-rata skor kinerja hasilnya > 0 maka tidak puas Rata-rata skor harapan - rata-rata skor kinerja hasilnya ≤ 0 maka puas

  b) Menghitung rata-rata tiap aspek/item kepuasan Untuk mengetahui skor tiap aspek/item, maka hal yang perlu dilakukan adalah menjumlahkan skor item dalam setiap aspek kemudian dibagi dengan jumlah responden.

  2. Teknik Analisis Regresi dan Pengujian Hipotesis Untuk menjawab permasalahan nomor 3 yaitu apakah ada pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja, maka akan digunakan teknik analisis regresi dan akan

  31

  sebagai berikut:

  a. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui apakah model regresi yang dibuat dapat digunakan sebagai alat prediksi yang baik. Uji asumsi klasik yang akan dilakukan adalah uji normalitas dengan metode kolmogorov-Smirnov Z. Tujuan uji normalitas adalah untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel terikat dan variabel bebasnya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal ( Santoso. 2004:64).

  b. Membuat Persamaan Regresi Sederhana Untuk menganalisis bagaimana pengaruh antara persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja karyawan digunakan persamaan regresi linier sederhana. Oleh karena itu dapat ditentukan persamaan regresinya sebagai berikut.

  Y=a+bX Keterangan: Y = variabel terikat ( kepuasan kerja karyawan) a = intersep b = slope X = variabel bebas (persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan)

  32

  Keterangan : y = kepuasan kerja karyawan = nilai konstanta b = koefisien korelasi n = jumlah responden

  c. Membuat Rumusan Hipotesis (Uji t) Dua Sisi Uji t digunakan untuk mengetahui apakah persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan manajer berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan. Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut :

  1. Menentukan hipotesis , Tidak ada pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan manajer terhadap kepuasan kerja karyawan.

  , Ada pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan manajer terhadap kepuasan kerja karyawan.

  2. Menentukan taraf signifikan ( dan derajat kebebasan (db) : 20-2 = 18 diperoleh nilai sebesar 2,101.

  33

  Rumus uji-t adalah (Gaspersz, 1991 :108) Rumus Sb :

  4. Menentukan kriteria pengambilan keputusan H o diterima bila t hitung ≤ t tabel atau (-)t hitung ≥ (-) t tabel Ho ditolak bila t hitung > t tabel atau (-)t hitung < (-) t tabel

  Gambar III.1 Kurva Pengujian

  Daerah Daerah penolakan Ho penolakan Ho Daerah penerimaan Ho

  

GAMBARAN UMUM

  A. Sejarah dan pengembangan perusahaan Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda, terdapat 17 pabrik gula di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta yang keseluruhannya diusahakan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Pada tahun 1942 tentara Jepang masuk ke wilayah Republik Indonesia dan seluruh pabrik gula tersebut dikuasai oleh pemerintahan Jepang. Situasi Indonesia yang masih dalam keadaan perang membuat pemerintahan Jepang tidak dapat menguasai dengan maksimal 17 pabrik gula sehingga yang masih dapat berproduksi hanya 12 pabrik gula.

  Situasi seperti yang disampaikan diatas terus berlangsung hingga proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Sejak proklamasi tersebut, pemerintahan Republik Indonesia merebut semua pabrik gula dari tangan Jepang dan dibumihanguskan. Pada tahun 1950 seluruh pabrik gula hanya tinggal sisa dan puing-puingnya saja. Saat pemerintahan berjalan normal dan pulih kembali, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menggunakan kesempatan ini untuk memprakarsai pembangunan kembali pabrik gula.

  Adapun tujuannya adalah untuk menanmpung para buruh bekas pabrik gula yang kehilangan pekerjaan, menambah kesejahteraan dan kemakmuran rakyat serta menambah pendapatan pemerintahan baik pusat maupun daerah.

  35

  bekerja sama dengan DPRD DIY, kemudian dibentuk BP3 (Badan Pelaksana Perkebunan) yang akhirnya menjadi YAKTI (Yayasan Kredit Tani Indonesia). Pabrik gula Madukismo dibangun pada tahun 14 Juni 1955 dengan bentuk Perseroan Terbatas (PT) Pabrik-Pabrik Gula Madubaru PT). Badan usaha ini bertujuan dan membangun pabrik

  • –pabrik gula di daerah Yogyakarta. Peletakan batu terakhir dilakukan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tanggal 31 Maret 1958, peresmian P2G Madubaru PT pada tanggal 29 Mei 1958 oleh Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir. Soekarno.

  Pada tahun 1962 pemerintahan RI mengambil alih semua perusahaan yang ada di Indonesia. Akibatnya Pabrik Gula Madukismo berubah status menjadi Perusahaan Negara (PN). Pemerintah membentuk suatu badan yang diberi nama Badan Pimpinan Perusahaan Umum Perkebunan Negara (BPUPPN). Dengan demikian semua pabrik gula dibawah pengurusan BPUPPN. Serah terima Pabrik Madukismo kepada pemerintahan RI dilakukan pada tanggal 11 Maret 1962 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku Presiden Direktur pada saat itu. Pada tanggal 3 September 1968 status pabrik kembali menjadi Perseroan Terbatas (PT) dengan nama Pabrik Gula Madu Baru yang membawahi Pabrik Gula Madukismo dan Pabrik Spritus Madukismo.

  Sejak 4 Maret 1984 P2G Madubaru PT kembali dikelola oleh pemerintahan RI (Depkeu) atas persetujuan Sri Sultan Hamengku Buwono

  36

  berdasar Contract Management yang ditanda tangani tanggal 4 Maret 1984 oleh Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia dan pemegang saham terbesar.

  Pabrik Gula Madukismo merupakan penggabungan dari PT Rajawali Nusantara Indonesia dan PT Madubaru. PT Madubaru dibantu sepenuhnya dalam hal operasional oleh ahli-ahli dari PT IMACO yang merupakan bagian dari PT Rajawali Nusantara Indonesia. Mulai tanggal

  24 Februari 2004 sampai sekarang PT Madubaru menjadi perusahaan mandiri yang dikelola secara profesional dan independen.

  Tabel IV.1 Kronologi status perusahaan dan perubahan manajemen

  Tahun 1955-1962 Perusahaan Swasta (PT) Tahun 1962-1966 Bergabung dengan Perusahaan Negara dubawah

  BPU-PPN (Badan pimpinan Umum-Perusahaan Negara), karena adanya policy pemerintahan RI yang mengambil alih semua perusahaan di Indonesia.

  Tahun 1966 BPU-PPN bubar. PG-PG di Indonesia boleh memilih tetap sebagai Perusahaan Negara atau keluar menjadi Perusahaan Swasta (PT). Tahun 1966-1984 PT. Madubaru kembali menjadi Perusahaan Swasta dengan susunan Direksi yang dipimpin Sri Sultan

  Hamengku Buwono IX sebagai presiden direktur.

  37

  kontrak manajemen dengan PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) yaitu salah satu BUMN milik Departemen Keuangan RI.

  Tahun 2004- PT. Madubaru menjadi perusahaan mandiri yang sekarang dikelola secara profesional dan independen.

  Sumber: PT Madubaru

  B. Profil Perusahaan PT.Madubaru yang terletak di daerah Kabupaten Bantul Propinsi

  Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai usaha pokok Pabik Gula Dan Pabrik Spiritus yang terkenal dikalangan masyarakat luas dengan sebutan PG/PS Madukismo dengan potensi dan peluang pengembangan usaha yang potensial masih memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang menjadi suatu perusahaan Agro Industri yang berbasis tebu dan dikelola secara profesional dan inovatif untuk menghadapi persaingan bebas diera globalisasi dengan petani sebagai mitra sejati .

  Dengan menggunakan setrategi bisnis Overal Cost Leadership pada usaha pokok dan strategi bisnis differensiasi pada diversifikasi usaha maka PT. Madubaru siap menghadapi persaingan khususnya tahun 2009 dan tahun-tahun mendatang .

  38

  Hamengku Buwono X (Krato Ngayogjokarto Hadiningrat) dan 35% PT Rajawali Nusantara Indonesia serta pelaksanaan konsep Good Corporate

  Governance (GCG) secara konsisten akan menjadi daya tarik tersendiri

  bagi masyarakat, petani tebu, dan juga investor yang menanamkan modalnya.

  C. Visi dan Misi

  1. Visi PT. Madubaru menjadi Agro Industri yang unggul di Indonesia dengan petani sebagai mitra sejati.

  2. Misi

  a. Menghasilkan gula dan ethanol yang berkualitas untuk memenuhi permintaan masyarakat dan industri di Indonesia.

  b. Menghasilkan produk dengan memanfaatkan teknologi maju yang ramah lingkungan, dikelola secara profesional dan inovatif, memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan serta mengutamakan kemitraan sebagai petani.

  c. Mengembangkan produk/bisnis baru yang mendukung bisnis inti.

  d. Menempatkan karyawan dan stake holder lainnya sebagai bagian terpenting dalam proses penciptaan keunggulan perusahaan dan pencapaian share holder value.

  39

  1. Taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa

  2. Jujur dan adil

  3. Rendah hati

  4. Terbuka

  5. Saling menghormati

  6. Profesionalisme

  7. Kreatif

  8. Inovatif 9.

   Teamwork

  10. Peduli lingkungan

  E. Sruktur Organisasi

  Dewan Penasehat Komisariss Sek. Dekom

  Direktur

Kepala SPI

Kabag Staf Kabag Kepala Kabag Kabag Kabag Pemasaran

Tanaman Khusus Pabrikasi Pabrik Akt&Keu SDM&Umum

  TLD Spritus Bagan IV.2 Struktur Organisasi PT. Madubaru Sumber: PT. Madubaru

  40

  mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut:

  1. Direktur Tugas dari Direktur adalah: a. Merumuskan tujuan perusahaan.

  b. Menetapkan strategi untuk mencapai tujua perusahaan.

  c. Menyusun rencana jangka panjang perusahaan.

  d. Menetapkan kebijakan-kebijakan dan pedoman-pedoman penyusunan anggaran tahunan.

  e. Menetapkan rancangan anggaran perusahaan yang akan diusulkan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

  2. Satuan Pengawasan Internal (SPI) Tugas dari Satuan Pengawasan Internal adalah:

  a. Melakukan pengawasan melalui kegiatan audit, konsultasi, dan pembinaan terhadap semua kegiatan dan fungsi organisasi.

  b. Melakukan pengawasan atas pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan dengn persetujuan direktur.

  c. Melakukan audit investigasi terhadap aspek yang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

  d. Dalam rangka penugasan memiliki aspek penuh dan bebas keseluruhan fungsi, catatan, dokumen, aset, dan karyawan.

  41

  menetapkan teknik-teknik audit.

  f. Memperoleh bantuan kerjasama dari personil di unit-unit perusahaan pada saat melakukan pengawasan serta jasa-jasa khusus lainnya dari dalam maupun luar perusahaan.

  g. Menjadi counterpart bagi auditor eksternal dalam pelaksanaan tugasnya.

  3. General Manajer Tugas dari General Manajer adalah:

  a. Merumuskan sasaran dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan direksi.

  b. Menetapkan strategi untuk mencapai tujuan perusahaan.

  c. Menetapkan ketentuan-ketentuan pelaksanaan kebijakan direksi.

  d. Membantu direksi dalam menyusunrencana jangka panjang perusahaan.

  e. Melaksanakan kebijakan dan pedoman penyusunan anggaran tahunan.

  f. Mengkoordinasi penyusunan rencana anggaran perusahaan yang akan diusulkan kepada direksi.

  g. Melaksanakan kebijakan direksi dalam bidang keuangan, personalia, produksi, teknik, dan umum.

  h. Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan direksi dalam pengendalian manajemen.

  42

  dibawahnya. j. Menegakkan disiplin kerja karyawan. k. Melaksanakan tugas-tugas yang ditentukan oleh direksi. l. Memberikan otoritasi atas dokumen dalam laporan sesuai dengan sistem wewenang yang berlaku.

  4. Kepala Bagian Tanaman Tugas dari kepala bagian tanaman adalah sebagai berikut

  a. Membantu general manajer dalam melaksanakan kebijakan direksi dalam penetapan rencana dan pelaksanaan tebu bibit dan produktifitas tebu giling.

  b. Membantu general manajer dalam melaksanakan pencapaian target penanaman tebu bibit dan tebu giling.

  c. Membantugeneral manajer dalam menetapkan komposisi jenis tebu, jadwal penanaman, tebang, dan angkut tebu.

  d. Melaksanakan pengawasan dan pembinaan rayon-rayon dalam membimbing petani tebu.

  5. Kepala Bagian Instalasi Tugas dari kepala bagian instalasi adalah sebagai berikut: a. Melaksanakan rencana penggunaan instalasi untuk melayani pabrik.

  b. Mempertahankan operasi instalansi untuk menjaga kontinuitas penyediaan jasa untuk memenuhi kebutuhan pabrik.

  43

  pengelolaan, pemeliharaan, dan reparasi remise (lori dan loko), pompa air, dan traktor.

  d. Bekerjasama dengan bagian umum melakukan pengolahan, pemeliharaan, dan reparasi kendaraan.

  e. Memberikan pertimbangan-pertimbangan terknis kepada semua bagian dalam pengadaan barang teknis keperluan perusahaan.

  f. Membantu rancangan anggaran bagiannya untuk diajukan kepada kepala divisi.

  6. Kepala Bagian Pabrikasi Tugas kepala bagian pabrikasi adalah: a. Melaksanakan rencana produksi gula.

  b. Mengawasi mutu, penimbangn, dan pembungkusan gula.

  c. Mengendalikan proses produksi gula untuk memenuhi target produksi gula.

  d. Menjaga kelancaran proses produksi gula.

  e. Membantu kepala divisi pabrik gula dan spiritus dalam pengadaan bahan pembantu.

  f. Menghitung kebenaran angka-angka rendemen dan daftar bagi hasil petani.

  g. Membantu bagian instalasi pabrik guila dalam perawatan dan pemeliharaan mesin-mesin diluar masa giling.

  44

  kepada instansi pemerintahan yang terkait. i. Membuat rancangan anggaran bagiannya untuk diajukan kepada kepala divisi.

  7. Kepala Bagian Pabrik Alkohol dan Spiritus Tugas Kepala Bagian Pabrik Alkohol dan Spiritus adalah: a. Melaksanakan rencana produksi alkohol dan spiritus.

  b. Mengawasi mutu alkohol dan spiritus.

  c. Mengendalikan produksi alkohol dan spiritus untuk memenuhi target produksi.

  8. Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan Tugas dari Kepala Bagian Akuntansi dan Keuangan adalah:

  a. Menjalankan kebijakan direksi dalam ketentuan general manajer dalam bidang keuangan.

  b. Menjalakan kebijakan direksi dalam ketentuan perusahaan.

  c. Menjalankan kebijakan direksi dan keterntuan general manajer dalam pengeloaan data dan akuntansi perusahaan.

  d. Menjalankan kebijakan direksi dan keterntuan general manajer dalam hubungn dengan masyarakat dan keamanan.

  e. Menjalankan kebijaka direksi dan ketentuan general manajer dalam bidang pengaduan barang dan jasa.

  45

  1. Komisaris Utama : GKR Pembayun

  2. Komisaris : Drs. H. Sumargono Kusumohadiningrat Ir. Agus Purnomo, M.Si.

  3. Direktur : Ir. Rachmad Edi Cahyono, M.Si

  G. Sumber Daya Manusia

  1. Penggolongan Karyawan Karyawan PT. Madubaru digolongkan menjadi dua golongan, yaitu karyawan tetap dan karyawan tidak tetap penggolongan karyawan PT.

  Madubaru disarkan pada sistem pengupahannya yang terdiri dari:

  a. Karyawan Tetap Karyawan tetap terdiri dari karyawan pimpinan dan karyawan pelaksana. Masa percobaan untuk menjadi karyawan tetap adalah 3 bulan.

  b. Karyawan Tidak Tetap Karyawan tidak tetap terdiri dari karyawan kerja waktu tertentu (KKWT) yang hanya bekerja pada masa produksi dan karyawan borongan yang bekerja hanya bila ada pekerjaan borongan. Sistem pengupahan KKWT dan karyawan borongan mengacu pada upah minimum propinsi yang berlaku.

  46

  Dalam hal kenaikan gaji dan jabatan karyawan PT. Madubaru diatur dalam ketentuan direksi dan biasanya berlaku per 1 Januari setiap tahunnya.

  3. Jam Kerja Jam kerja yang berlaku bagi karyawan PT. Madubaru memiliki ketentuan sebagai berikut: a. Luar Masa Giling (LMG)

  Hari Senin

  • – Kamis : 06.30-15.00 WIB Hari Jumat-Sabtu : 06.30-11.30WIB Jam istirahat : 12.00-13.00WIB

  b. Dalam Masa Giling 1) Bagikaryawan musiman (tidak terkait langsung dengan proses produksi), misalnya supir derek tebu berlaku ketentuan jam kerja seperti dalam butir satu di atas. 2) Bagi karyawan kampanye (terkait langsung dengan proses produksi), misalnya penimbangan tebu dan penggilingan tebu berlaku ketentuan jam kerja dengan sistem beregu dengan tiga shift perhari:

  Regu pagi : 06.00-14.00 WIB Regu siang : 14.00-22.00 WIB Regu malam/pagi : 22.00-06.00 WIB

  47

  ketentuan jam kerja dengn sistem beregu dengan delapan jam kerja perhari. Jam istirahat diberikan minimal setengah jam setelah bekerja terus menerus selama empat jam yang dilaksanakan secara bergantian.

  4. Organisasi Karyawan Tetap Pada tahun 2000 organisasi karyawan PT. Madubaru membentuk

  Serikat Pekerja PT. Madubaru dan mulai tahun 2001 telah disahkan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang mengatur hak dan kewajiban karyawan serta perusahaan.

  5. Jaminan Sosial Untuk meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan karyawan

  PT. Madubaru memberikan jaminan sosial kepada karyawan, diantaranya adalah sebagai berikut: a. JAMSOSTEK (Jaminan Sosial Tenaga Kerja) bagi semua karyawan.

  b. Hak pensiun yang diberikan khusus untuk karyawan tetap yakni karyawan pimpinan dan karyawan pelaksana.

  c. Progam TASKAT ( Tabungan Asuransi Kesejahteraan Hari Tua) khusus untuk karyawan kampanye( karyawan yang berhubungan langsung dengan proses produksi) d. Koperasi karyawan dan pensiun PT. Madubaru.

  48

  f. Poliklinik perusahaan untuk semua karyawan.

  g. Klinik KB perusahaan untuk semua karyawan.

  h. Taman Kanak-Kanak untuk perusahaan dan umum. i. Sarana olah raga untuk karyawan tetap, kampanye dan musiman. j. Rekreasi karyawan dan keluarga.

  6. Sistem Penghargaan Perusahaan ini memiliki Sistem Manajemen Kerja, sehingga setiap tahunnya para karyawan dievaluasi kinerjanya bagi karyawan berprestasi, perusahaan memberikan penghargaan berupa kenaikan golongan ataupun kenaikan gaji bagi karyawan tersebut.

  7. Tunjangan Perusahaan memiliki beberapa kebijakan kaitannya dengan tunjangan diantaran Tunjangan Hari Raya yang diberikan setiap tahunnya saat hari Idul Fitri dan tunjangan jasa produksi yang diberikan setiap akhir produksi serta tunjangan kesehatan bagi karyawan yang sakit dan melakukan rawat inap.

  8. Sistem Sanksi Perusahaan menerapkan sistem sanksi yang tegas, diantaran dengan memberikan Surat Peringatan (SP) 1, 2, dan 3 bagi yang melanggar peraturan. Bagi karyawan yang terkena SP 3 akan terkena hukuman 2 tahun tidak naik gaji maupun golongan.

  49

  Purusahaan menerapkan kebijakan penggunaan seragam perusahaan setiap hari Senin dan Kamis. Setiap hari jumat memakai batik dan selain hari itu berpakaian bebas rapi dan sopan.

  10. Kegiatan Karyawan Sebelum bekerja, karyawan memilik kebiasaan briefing sesuai dengan bagian masing-masing. Selain itu setiap hari Sabtu pagi, seluruh karyawan melakukan senam bersama untuk meningkatkan kebugaran. A. Gambaran Ringkas Pelaksanaan Penelitian

  1. Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner kepada 29 karyawan tetap bagian SDM dan

  Umum PT. Madubaru Yogyakarta secara accidental , yaitu dengan memberikan keusioner kepada setiap karyawan yang ditemui.

  Kuesioner tersebut terbagi dalam tiga bagian. Bagian pertama berisi tentang identitas responden, bagian kedua berisi tentang pernyataan dari variabel persepsi gaya kepemimpinan, dan bagian ketiga berisi tentang pernyataan kepuasan kerja. Untuk selanjutnya, jawaban responden yang tidak logis atau bersifat ekstrim akan dihilangkan.

  2. Alat Analisis Data Dalam penelitian ini data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner adalah data kualitatif, sehingga harus diubah menjadi data kuantitatif dengan bantuan alat Microsoft Exel. Setelah data sudah menjadi kuantitatif maka selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan analisis data Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 16.

  51

  3. Pengujian Instrumen Penelitian

  a. Pengujian Validitas Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat mengukur data-data yang hendak diukur. Dalam penelitian ini respondennya berjumah 20 orang dengan nilai r tabel sebesar 0,378.

Apabila r hitung ≥ r tabel dengan taraf keyakinan 90% maka instrumen tersebut dinyatakan valid. Jika r hitung < r tabel dengan

  taraf keyakinan 90%, maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid dan item tersebut dihilangkan kemudian dihitung kembali.

  1) Variabel Persepsi karyawan pada Gaya Kepemimpinan Dalam penelitian ini, uji validitas pada Variabel Persepsi

  Karyawan pada Gaya Kepemimpinan harus dilakukan sebanyak dua kali. Pada uji validitas yang pertama masih terdapat item yang r hitungnya dibawah r tabel, yaitu item 3, item 4 dan item 8. Selanjutnya item tersebut dihilangkan dan kembali diuji validitasnya. Hasilnya semua item yang diuji pada tahap kedua dinyatakan valid karena r hitung lebih besar dari r tabel. Berikut adalah tabel hasil uji validitasnya.

  52

  Tabel V.1 Uji Validitas tahap 1

  

item r tabel r hitung Kesimpulan

1 0,378 0,704 Valid

2 0,378 0,638 Valid

3 0,378 0,199 tidak valid

4 0,378 0,339 tidak valid

5 0,378 0,620 Valid

6 0,378 0,708 Valid

7 0,378 0,701 Valid

8 0,378 0,318 tidak valid

  Tabel V.2 Uji Validitas tahap ke-2

  

item r tabel r hitung Kesimpulan

1 0,378 0,685 Valid

2 0,378 0,623 Valid

5 0,378 0,767 Valid

6 0,378 0,808 Valid

7 0,378 0,777 Valid

  2) Variabel Kepuasan Kerja Dalam uji validitas untuk variabel kepuasan kerja, semua data dinyatakan valid karena nilai r hitung untuk semua itemnya lebih besar dari r tabel. Berikut adalah tabel uji validitas untuk variabel Kepuasan Kerja:

  53

  Uji Validitas Bagian Harapan

  

Item r tabel r hitung Kesimpulan

1 0,378 0,798 Valid

2 0,378 0,473 Valid

3 0,378 0,620 Valid

4 0,378 0,639 Valid

5 0,378 0,730 Valid

6 0,378 0,881 Valid

7 0,378 0,783 Valid

8 0,378 0,693 Valid

  Tabel V.5 Uji Validitas Bagian Kinerja

  

Item r tabel r hitung Kesimpulan

1 0,378 0,831 Valid

2 0,378 0,729 Valid

3 0,378 0,588 Valid

4 0,378 0,793 Valid

5 0,378 0,734 Valid

6 0,378 0,797 Valid

7 0,378 0,793 Valid

8 0,378 0.605 Valid

  b. Pengujian Reliabilitas Relibialitas merupakan derajat ketepatan, ketelitian atau akurasi yang ditunjukkan oleh instrumen pengukur. jika nilai

  Cronbach,s alpha diatas 0,6 dapat disimpulkan bahwa instrumen

  reliabel. Berikut adalah tabel hasil uji reliabilitas untuk variabel persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja.

  54

  Hasil Uji Reliabilitas Nilai Cronbach,s

  Variabel Alpha Keterangan Persepsi Karyawan pada Gaya Kepemimpinan 0,774 Reliabilitas Kepuasan Kerja Bagian Harapan

  0,849 Reliabilitas Kepuasan Kerja Bagian Kinerja

  O,841 Reliabilitas

  B. Analisis Data

  1. Analisis Statistik Deskripsi

  a. Analisis Deskripsi Responden Responden dalam penelitian ini adalah karyawan tetap bagian SDM dan Umum PT. Madubaru Yogyakarta yang berjumlah 20 orang karyawan. Tabel V.7 menunjukkan bahwa karyawan yang berusia diantara 26

  • – 35 tahun berjumlah 9 karyawan, berusia diantara 36
  • – 45 tahun berjumlah 5 karyawan dan karyawan yang berusia lebih dari 45 tahun ada 6 karyawan. Berikut adalah tabel prosentase usia responden:

  Tabel V.7 Prosentase Usia Responden

  Usia frekuensi prosentase &gt; 25 tahun 0 % 26- 35 tahun 9 37,93% 36- 45 tahun

  5 34,48% 45 tahun &lt; 6 27,59% Total

  20 100% Sumber:Data Primer diolah tahun 2014

  55

  Analisis statistik deskripsi variabel ini digunakan untuk menjawab permasalahan nomor 1 dan 2 yaitu tentang bagaimana persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan manajer dan bagaimana tingkat kepuasan kerja karyawan pada bagian SDM dan Umum PT. Madubaru Yogyakarta. 1) Analisis Variabel Persepsi Karyawan pada Gaya Kepemimpinan

  Dari hasil analisis data variabel persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan, diperoleh gambaran yang tersaji pada tabel berikut.

  Tabel V.8 Deskripsi Variabel Persepsi Karyawan pada Gaya Kepemimpinan

  Skor Rata-rata Variabel Aspek rata-rata skor Persepsi karyawan dilihat dari cara manajer dalam 2,93 pengambilan keputusan

  Persepsi Persepsi karyawan dilihat karyawan 3,30 dari cara manajer 3,43 pada gaya memperlakukan karyawan kepemimpinan Persepsi karyawan dilihat dari cara manajer dalam 3,80 pemberian tugas

  Tabel V.8 menunjukkan karyawan bagian SDM dan Umum PT. Madubaru mempersepsikan manajernya menerapkan gaya kepemimpinan Democratic.

  56

  pengambilan keputusan dipersepsikan netral oleh karyawan. Aspek cara manajer dalam pengambilan keputusan dan aspek cara manajer dalam pemberian tugas dipersepsikan baik oleh karyawan.

  2) Deskripsi Variabel Kepuasan Kerja Dalam penelitian ini pengukuran kepuasan kerja mengacu pada perspektif pemasaran (Philip Kotler) yaitu dengan membandingkan antara harapan dan kinerja (rata-rata skor harapan

  • – rata-rata skor kinerja). Hasil analisis dari variabel kepuasan kerja tersaji dalam tabel berikut:

  Tabel V.9 Deskripsi Variabel Kepuasan Kerja Skor selisih Rata-rata

  Variabel Aspek rata-rata selisih skor kerja yang menantang secara -0,05 mental kondisi kerja yang

  Kepuasan 0,17 mendukung

  Kerja 0,36 Karyawan penghargaan yang

  0,48 sesuai kolega yang sportif 0,85

  Tabel V.9 menunjukkan bahwa karyawan tetap bagian SDM dan Umum PT. Madubaru Yogyakarta merasa tidak puas

  57

  ratanya &gt; 0 atau 0,36.

  Dilihat dari hasil analisis data variabel kepuasan kerja, karyawan hanya merasa puas dengan pekerjaannya pada aspek kolega yang sportif. Untuk aspek lainnya, karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya.

  2. Analisis Regresi dan Pengujian Hipotesis Untuk menjawab permasalahan nomor 3 yaitu apakah ada pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja, maka akan digunakan analisis regresi sederhana dan akan diuji dengan pengujian hipotesis.

  a. Uji Asumsi Klasik Dalam penelitian ini, uji asumsi klasik yang digunakan adalah Uji Normalitas dengan metode kolmogorov-Smirnov Z.

  Metode ini menyatakan data yang berdistribusi normal adalah data yang nilai signifikansinya lebih dari 0,05.

  Tabel V.10 Hasil Uji Normalitas

  58

  karena nilai Signifikansi lebih dari 0,05 dengan data variabel kepuasan kerja (X) sebesar 0,744 dan data persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan (Y) sebesar 0,420.

  b. Persamaan Regresi Sederhana Tabel V.11

  Persamaan Regresi Sederhana Tabel V.11 menunjukkan konstanta (a) 0,863 dan koefisien regresi (b) -0,147sehingga didapatkan persamaan

  Y=0,863+(-0,147)X.

  c. Uji Hipotesis (Uji t) Tabel V.12

  Analisis Uji t Tabel V.11 menunjukkan t hitung sebesar 2,187 dan t tabel dengan uji 2 sisi (0,05/2=0,025) sebesar 2,101 yang didapatkan

  59

  gambar V.1 dibawah ini.

  Kurva Hasil Pengujian

  Daerah Daerah penolakan Ho penolakan Ho Daerah penerimaan Ho 2,187

  2,101

  • 2,101

  Gambar V.1 Hasil Pengujian t tes Gambar V.1 menunjukkan bahwa t hitung &gt; t tabel yang berarti hipotesis alternatif diterima, kesimpulannya adalah persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja karyawan.

  C. Pembahasan

  1. Deskripsi Variabel

  a. Variabel Persepsi Karyawan Pada Gaya Kepemimpinan Berdasarkan hasil analisis deskripsi data yang telah dilakukan pada variabel persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan, maka didapatkan rata-rata skor 3,3 yang menunjukkan bahwa karyawan mempersepsikan manajernya

  60 Democratic yaitu gaya kepemimpinan untuk mempengaruhi orang

  lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan cara berbagi kegiatan yang akan dilakukan bersama antara manajemen dan karyawan. Berikut adalah tabel yang menyajikan skor pada setiap aspek.

  Tabel V.13 Pembahasan Variabel Persepsi Karyawan Pada Gaya Kepemimpinan

  Aspek Item rata-rata skor cara manajer dalam pengambilan keputusan Dalam masalah pekerjaan, manajer tidak banyak campur tangan, semuanya dipercayakan penuh pada karyawan.

  2,93

  Manajer melimpahkan sebagian besar wewenang kepada karyawan.

  cara manajer memperlakukan karyawan

  Manajer menuntut karyawan untuk memiliki keahlian tinggi.

  3,43

  Manajer memberikan kebebasan penuh kepada karyawan.

  Cara manajer dalam pemberian tugas

  Manajer memberikan wewenang penuh kepada saudara untuk mengerjakan suatu pekerjaan.

  3,8

  Dilihat dari tabel V.13, aspek cara manajer dalam pengambilan keputusan mendapatkan skor 2,93 yang berarti karyawan mempersepsikan netral atau tidak berpersepsi baik dan tidak berpersepsi buruk. Artinya, ada kemungkinan karyawan merasa bahwa dalam masalah pekerjaan manajer ikut campur

  61

  kepada karyawan.

  Dalam hal persepsi karyawan pada aspek cara manajer dalam memperlakukan karyawan, mendapatkan skor 3,43. Artinya karyawan mempersepsikan baik aspek tersebut. Karyawan merasa tertantang untuk memiliki keahlian tinggi dan manajer memberikan kebebasan penuh kepada karyawan.

  Dalam hal persepsi karyawan pada aspek cara manajer dalam pemberian tugas, mendapatkan skor 3,80. Artinya karyawan mempersepsikan baik aspek tersebut. Karyawan merasa manajernya memberikan wewenang penuh kepada karyawan untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang telah diberikan kepadanya.

  Dilihat dari hasil analisis dari setiap aspek, aspek cara manajer dalam pengambilan keputusan mendapatkan skor terendah dibandingkan dengan aspek yang lainnya. Ada baiknya dalam pengambilan keputusan, karyawan lebih banyak dilibatkan dan dalam masalah pekerjaan manajer tidak banyak ikut campur tangan.

  b. Variabel Kepuasan Kerja Dari hasil analisis data tentang deskripsi kepusan kerja, skor selisih rata-ratanya sebesar 0,36. Artinya bahwa karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Hal ini disebabkan karena

  62

  Berikut adalah tabel yang menyajikan hasil dari analisi data tentang kepuasan kerja pada tiap aspek.

  Tabel V.14 Pembahasan Kepuasan Kerja

  Rata-rata Aspek Item selisih skor

  Saya berharap manajer memberi kesempatan kepada saya untuk

  Kerja yang mengeluarkan segala ketrampilan dan menantang

  kemampuan saya.

  • 0,05 secara

  Saya berharap manajer menawarkan

  mental

  kebebasan kepada saya untuk memberikan umpan balik mengenai pekerjaan yang saya terima. Saya berharap kondisi kerja di tempat ini tidak membahayakan dan nyaman

  Kondisi kerja untuk saya bekerja. yang

  0,17

  Saya berharap lingkungan kerja di

  mendukung

  tempat ini mendukung saya dalam mengerjakan tugas yang diberikan manajer. Saya berharap perusahaan ini memberikan upah atau promosi secara

  Penghargaan adil kepada saya.

  0,48 yang sesuai

  Saya berharap perusahaan ini memberikan penghargaan kepada saya sesuai dengan kinerja saya. Saya berharap rekan kerja saya ramah dan mendukung saya dalam bekerja.

  Kolega yang

  0.85 Saya berharap tidak terjadi konflik sportif

  antara saya dengan rekan kerja yang lain.

  Dilihat dari tiap aspek, aspek kerja yang menantang secara mental mendapatkan rata-rata selisih skor -0,05 yang berarti lebih kecil dari nol. Artinya adalah pada aspek ini karyawan merasa puas

  63

  untuk mengeluarkan segala ketrampilan dan kemampuannya serta memberikan umpan balik akan pekerjaannya terpenuhi.

  Pada aspek kondisi kerja yang mendukung, mendapatkan rata-rata selisih skor 0,17 atau lebih besar dari nol. Artinya adalah karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Harapan karyawan akan kondisi kerja yang nyaman, tidak berbahaya dan lingkungn kerja yang mendukung belum terpenuhi.

  Dalam hal aspek penghargaan yang sesuai, mendapatkan selisih rata-rata skor 0,48 atau lebih besar dari nol. Artinya adalah karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Dalam aspek ini harapan karyawan akan diberikannya upah dan promosi jabatan secara adil serta penghargaan yang sesuai belum terpenuhi.

  Aspek kolega yang sportif memiliki nilai selisih rata-rata skor 0,85 dan lebih besar dari nol. Artinya adalah karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya. Harapan karyawan akan rekan kerja yang mendukung dan tidak pernah terjadi konflik belum terpenuhi.

  Dari keempat aspek tersebut, karyawan hanya merasa puas pada aspek kerja yang menantang secara mental. Untuk aspek lainnya karyawan merasa tidak puas. Ketidakpuasan karyawan yang paling besar adalah pada aspek kolega yang sportif. Ada kemungkinan karyawan mengalami konflik dengan rekan kerja

  64

  aspek tersebut.

  2. Uji Hipotesis Berdasarkan hasil analisi data yang telah dilakukan dengan uji asumsi klasik menggunakan uji normalitas, data dinyatakan berdistribusi normal karena nilai Signifikansi lebih dari 0,05 dengan data variabel kepuasan kerja (Y) sebesar 0,420 dan data persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan (X) sebesar 0,744 sehingga bisa untuk uji regresi.

  Hasil uji statistik, didapatkan persamaan regresi sederhana Y= 0,863+(-147)X dan uji t dua sisi dengan alpha 5% menyatakan bahwa Hipotesis alternatif diterima dengan t hitung 2,187 &gt; t tabel 2,101. Artinya adalah ada pengaruh negatif persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan.

  Semakin otoriter karyawan mempersepsikan gaya kepemimpinan manajernya, maka karyawan akan semakin merasa puas. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang diperoleh, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Karyawan tetap bagian SDM dan Umum PT. Madubaru Yogyakarta mempersepsikan manajernya menerapakan gaya kepemimpinan

  Democratic. Hal tersebut terbukti dari hasil analisis data yang

  menunjukkan nilai rata-rata 3,3. Nilai tersebut termasuk dalam kelas

Democratic karena berada dalam interval 2,44 – 3,67

  2. Berdasarkan hasil analisis data tentang deskripsi kepuasan kerja, total nilai selisih skor rata-rata menunjukkan angka 0,36 atau lebih besar dari nol. Artinya bahwa karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya.

  3. Hasil persamaan regresi menunjukkan Y=0,863+(-147)X dan pengujian hipotesis dengan uji t dua sisi menunjukkan bahwa t hitung 2,187 &gt; t tabel 2,101. Artinya bahwa hipotesis alternatif diterima, kesimpulannya adalah ada pengaruh negatif persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan.

  B. Saran Berdasarkan kesimpulan yang menyatakan bahwa ada pengaruh negatif persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan manajer terhadap

  66

  otoriter kepada karyawan, agar karyawan lebih merasa puas dengan pekerjaannya. Tetapi saran ini harus dipertimbangkan secara matang, karena selain memiliki kelebihan, gaya kepemimpinan ini juga memiliki kekurangan, diantaranya cenderung memaksa dan meniadakan inisiatif.

  C. Keterbatasan Penelitian Dalam penelitian ini penulis sudah berusaha sebaik dan semaksimal mungkin demi sempurnanya penelitian ini, namun penulis menyadari adanya beberapa keterbatasan, antara lain:

  1. Hasil dalam penelitian ini belum sempurna, karena keterbatasan peneliti dalam hal waktu dan pengetahuan.

  2. Dalam penelitian ini, penulis tidak dapat memastikan kebenaran data yang diperoleh dari responden, karena data diperoleh dengan membagikan kuesioner, sehingga ada kemungkinan responden tidak bersungguh-sungguh dalam mengisi kuesioner.

  67

  Anoraga, P. 2001. Psikologi Kerja. Jakarta:Rineka Cipta As'ad, Moh. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE UGM Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivatiate dengan Progam SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro Robbins, Judge. 2007. Perilaku Organisasi:Organization Behavior. Jakarta: Salemba Empat Northouse, Peter G. 2013. Kepemimpinan:Teori dan Praktik.Jakarta:Indeks Handoko. T. Hani 2000. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta:BPFE UGM Heidrajrahcman dan Husnan Suad. 2000. Manajemen Personalia. Yogyakarta, BPFE Kartono, Kartini. 1991. Pemimpin dan Kepemimpinan.Penerbit Rajawali Jakarta Mangunhardjana. 1999. Kepemimpinan. Yogyakarta: Kanisius Robbins, S.P. (2003), Perilaku Organisasi, Jilid I, Edisi 9 (Indonesia), PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta. Sugiyono.2001. Stastitika Untuk Penelitian. Bandung. Alfabeta Sutarto.(1986). Dasar-Dasar Kepemimpinan Administrasi. Yogyakarta. BPFE UGM Anton, N. Yohanes. 2011.

  It’s Easy Olah Data dengan SPSS. Yogyakarta. PT.

  Skripta Media Creative Siagian, Sondang P. 2003. Teori dan Praktik Kepemimpinan. Jakarta. Rineka Cipta Priyanto, Duwi. 2010. Teknik Mudah dan Cepat melakukan Analisis Data

  

Penelitian dengan SPSS dan Tanya Kawab Ujian Pendadaran. Yogyakarta:Gava

  Media

  68 LAMPIRAN

  69 KUESIONER

  Yth. Karyawan bagian SDM PT Madubaru Di PT Madubaru Yogyakarta

  Dengan hormat, Saya adalah mahasiswa semester akhir progam studi Manajemen Universitas Sanata Dharma

  Yogyakarta yang sedang menulis skripsi yang berjudul “ Pengaruh Persepsi Karyawan Pada

Gaya Kepemimpinan Manajer terhadap Kepuasan Kerja Karyawan” studi kasus pada karyawan bagian SDM PT Madubaru di Yogyakarta

  Sehubungan dengan hal itu, saya mohon bantuan saudara untuk berkenan mengisi pernyataan dibawah ini sesuai dengan yang anda alami. Hasil dari penelitian ini hanya untuk kepentingan akademik. Atas perhatian dan perkenaan saudara mengisi kuesioner ini saya ucapkan terimakasih.

  Hormat saya Bernadetus Adetya T A

  I. Identitas Responden Nama : Usia :

  II. Daftar Pertanyaan Kelompok Persepsi pada Gaya Kepemimpinan No Pernyataan SS S R TS STS

  Cara manajer dalam pengambilan keputusan

  1 Dalam masalah pekerjaan, manajer tidak banyak campur tangan, semuanya dipercayakan penuh pada karyawan.

  2 Manajer melimpahkan sebagian besar wewenang kepada karyawan.

  Hubungan manajer dengan karyawan 3 Kontak antara manajer dan karyawan sedikit sekali.

  4 Manajer tidak peduli dengan kesulitan yang dialami

  70

  5 Manajer menuntut karyawan untuk memiliki keahlian tinggi.

  6 Manajer memberikan kebebasan penuh kepada

  Cara manajer dalam pemberian tugas

  7 Manajer memberikan wewenang penuh kepada saudara untuk mengerjakan suatu pekerjaan.

  8 Manajer tidak pernah menanyakan kembali tugas yang pernah ia berikan kepada saudara.

  III. Daftar pertanyaan Kelompok Kepuasan Kerja Karyawan

  A. Bagian Harapan No Pernyataan SS S R TS STS

  Kerja yang menantang secara mental

  1 Saya berharap manajer memberi kesempatan kepada saya untuk mengeluarkan segala ketrampilan dan kemampuan saya.

  2 Saya berharap manajer menawarkan kebebasan kepada saya untuk memberikan umpan balik mengenai pekerjaan yang saya terima.

  Kondisi kerja yang mendukung

  3 Saya berharap kondisi kerja di tempat ini tidak membahayakan dan nyaman untuk saya bekerja.

  4 Saya berharap lingkungan kerja di tempat ini mendukung saya dalam mengerjakan tugas yang diberikan manajer.

  Penghargaan yang sesuai

  5 Saya berharap perusahaan ini memberikan upah atau promosi secara adil kepada saya.

  6 Saya berharap perusahaan ini memberikan penghargaan kepada saya sesuai dengan kinerja saya.

  Kolega yang sportif

  7 Saya berharap rekan kerja saya ramah dan mendukung saya dalam bekerja.

  8 Saya berharap tidak terjadi konflik antara saya dengan rekan kerja yang lain.

  B. Bagian kinerja No Pernyataan SS S R TS STS

  Kerja yang menantang secara mental

  1 Manajer memberikan tugas yang memberi kesempatan saudara untuk mengeluarkan segala

  71

  2 Manajer menawarkan kebebasan kepada saudara untuk memberikan umpan balik mengenai pekerjaan.

  3 Kondisi kerja di tempat ini tidak membahayakan dan nyaman untuk saudara bekerja.

  4 Lingkungan kerja di tempat ini mendukung saudara dalam mengerjakan tugas yang diberikan manajer.

  Penghargaan yang sesuai

  5 Saudara merasa adil dengan upah atau promosi yang diberikan perusahaan ini kepada saudara.

  6 Upah dan promosi yang saudara dapatkan dari perusahaan ini sudah sesuai dengan kemampuan dan kinerja saudara.

  Kolega yang sportif

  7 Rekan kerja saudara sangat ramah dan mendukung saudara dalam bekerja.

  8 Sering terjadi konflik antara saudara dan rekan kerja saudara.

  72

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  20

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  21

  2

  1

  5

  4

  4

  3

  4

  4

  22

  3

  3

  4

  5

  2

  19

  2

  4

  5

  5

  4

  16

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  17

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  4

  2

  18

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  1

  2

  4

  2

  4

  4

  4

  27

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  28

  3

  5

  4

  4

  2

  5

  3

  4

  29

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  5

  23

  3

  3

  4

  5

  1

  2

  3

  4

  24

  3

  3

  4

  1

  4

  3

  4

  5

  25

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  26

  2

  5

  4

  Bagian Persepsi Karyawan pada Gaya Kepemimpinan

  6

  4

  2

  2

  4

  5

  3

  3

  4

  4

  5

  5

  5

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  7

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  4

  2

  4

  3

  RESPONDEN item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8

  1

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  1

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  5

  5

  1

  1

  5

  5

  5

  1

  4

  2

  8

  4

  2

  12

  2

  4

  5

  5

  4

  2

  4

  4

  13

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  14

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  15

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  4

  2

  9

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  2

  4

  10

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  2

  2

  11

  2

  3

  4

  4

  2

  73

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  20

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  4

  21

  4

  4

  5

  4

  5

  5

  4

  4

  22

  4

  4

  5

  4

  4

  19

  5

  4

  4

  4

  4

  16

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  17

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  18

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  27

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  28

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  4

  29

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  5

  23

  4

  4

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  24

  4

  4

  5

  5

  4

  4

  5

  5

  25

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  26

  5

  4

  4

  Bagian Harapan

  6

  5

  4

  4

  5

  5

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  5

  5

  5

  7

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  5

  

RESPONDEN item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8

  1

  4

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  4

  2

  5

  4

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  3

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  4

  4

  8

  4

  4

  12

  4

  4

  4

  5

  4

  4

  5

  5

  13

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  14

  5

  4

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  15

  4

  4

  3

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  9

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  5

  3

  10

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  11

  4

  3

  4

  4

  4

  74

  5

  4

  

4

  4

  4

  4

  2

  20

  5

  5

  5

  

5

  5

  5

  5

  4

  21

  4

  4

  5

  

4

  2

  2

  4

  3

  22

  4

  4

  4

  

5

  4

  19

  4

  4

  4

  4

  3

  16

  5

  5

  5

  

5

  5

  5

  5

  2

  17

  4

  5

  4

  

4

  4

  4

  4

  2

  18

  4

  4

  4

  

4

  4

  4

  4

  5

  4

  

4

  4

  4

  4

  2

  27

  4

  4

  4

  

4

  4

  4

  4

  2

  28

  4

  

4

  3

  

4

  3

  4

  4

  2

  29

  4

  4

  4

  

4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  

4

  23

  5

  5

  4

  

4

  5

  4

  4

  3

  24

  5

  4

  5

  4

  4

  4

  4

  2

  25

  4

  4

  3

  

4

  4

  4

  4

  4

  26

  4

  4

  4

  Bagian Kinerja

  6

  4

  2

  4

  2

  5

  5

  5

  5

  

5

  5

  5

  5

  5

  3

  4

  4

  4

  

4

  3

  3

  4

  2

  7

  4

  4

  4

  

4

  4

  4

  

4

  2

  2

  5

  RESPONDEN item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8

  1

  4

  4

  4

  

4

  4

  4

  4

  3

  2

  5

  4

  

5

  2

  5

  4

  5

  5

  3

  5

  5

  5

  

5

  5

  5

  5

  1

  4

  4

  8

  4

  

4

  12

  5

  4

  4

  

4

  3

  3

  5

  5

  13

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  14

  5

  4

  5

  

5

  5

  5

  5

  2

  15

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  

4

  4

  4

  4

  2

  9

  3

  3

  3

  

3

  3

  3

  3

  3

  10

  4

  4

  4

  

4

  4

  4

  4

  5

  11

  4

  4

  4

  

4

  2

  75 Hasil Pengujian Instrumen Penelitian

  Hasil Uji Validitas Bagian Persepsi Karyawan pada Gaya Kepemimpinan Tahap ke-1 Tahap ke-2 Reliabilitas

  76

  Bagian Harapan Reliabilitas

  77

  Bagian Kinerja Reliabilitas

  78 Pengujian Uji Statistik

  • Uji Normalitas  Uji Regresi Sederhana

  79 Tabe r

  df

  0.10

  0.05

  0.02

  0.01 1 0.9877 0.9969 0.9995 0.9999 2 0.9000 0.9500 0.9800 0.9900 3 0.8054 0.8783 0.9343 0.9587 4 0.7293 0.8114 0.8822 0.9172 5 0.6694 0.7545 0.8329 0.8745 6 0.6215 0.7067 0.7887 0.8343 7 0.5822 0.6664 0.7498 0.7977 8 0.5494 0.6319 0.7155 0.7646 9 0.5214 0.6021 0.6851 0.7348

  10 0.4973 0.5760 0.6581 0.7079 11 0.4762 0.5529 0.6339 0.6835 12 0.4575 0.5324 0.6120 0.6614 13 0.4409 0.5140 0.5923 0.6411 14 0.4259 0.4973 0.5742 0.6226 15 0.4124 0.4821 0.5577 0.6055 16 0.4000 0.4683 0.5425 0.5897 17 0.3887 0.4555 0.5285 0.5751 18 0.3783 0.4438 0.5155 0.5614 19 0.3687 0.4329 0.5034 0.5487 20 0.3598 0.4227 0.4921 0.5368 21 0.3515 0.4132 0.4815 0.5256 22 0.3438 0.4044 0.4716 0.5151 23 0.3365 0.3961 0.4622 0.5052 24 0.3297 0.3882 0.4534 0.4958 25 0.3233 0.3809 0.4451 0.4869 26 0.3172 0.3739 0.4372 0.4785 27 0.3115 0.3673 0.4297 0.4705 28 0.3061 0.3610 0.4226 0.4629 29 0.3009 0.3550 0.4158 0.4556 30 0.2960 0.3494 0.4093 0.4487

  80 Tabel t df

  0.10

  0.05

  0.02

  0.01 1 6.314 12.706 31.821 63.657 2 2.920 4.303 6.965 9.925 3 2.353 3.182 4.541 5.841 4 2.132 2.776 3.747 4.604 5 2.015 2.571 3.365 4.032 6 1.943 2.447 3.143 3.707 7 1.895 2.365 2.998 3.499 8 1.860 2.306 2.896 3.355 9 1.833 2.262 2.821 3.250

  10 1.812 2.228 2.764 3.169 11 1.796 2.201 2.718 3.106 12 1.782 2.179 2.681 3.055 13 1.771 2.160 2.650 3.012 14 1.761 2.145 2.624 2.977 15 1.753 2.131 2.602 2.947 16 1.746 2.120 2.583 2.921 17 1.740 2.110 2.567 2.898 18 1.734 2.101 2.552 2.878 19 1.729 2.093 2.539 2.861 20 1.725 2.086 2.528 2.845 21 1.721 2.080 2.518 2.831 22 1.717 2.074 2.508 2.819 23 1.714 2.069 2.500 2.807 24 1.711 2.064 2.492 2.797 25 1.708 2.060 2.485 2.787 26 1.706 2.056 2.479 2.779 27 1.703 2.052 2.473 2.771 28 1.701 2.048 2.467 2.763 29 1.699 2.045 2.462 2.756 30 1.697 2.042 2.457 2.750

  81

  82 Curricullum Vitae

  Curricullum Vitae

  2. Temapat dan tanggal lahir Sleman, 3 Mei 1992

  3. Jenis Kelamin Laki-laki

  4. Agama Katolik

  5. Pekerjaan orang tua PNS

  6. Alamat asal Karang Beran RT 02 RW 01 Margodadi Seyegan Sleman Yk

  7. Alamat terakhir di Yogyakarta Karang Beran RT 02 RW 01 Margodadi Seyegan Sleman Yk

  8.Riwayat Pendidikan

  a. SD SD N Godean II, Yogyakarta, 2004 b.SMP SMP N 1 Seyegan, Yogyakarta, 2007

  9. Piagam, sertifikat, atau bentuk lain Juara 1 Pekan Olah Raga DIY Cabor yang pernah diterima sebagai Sepak Bola 2006, 16 Besar Liga Remaja penghargaan dalam bidang olah raga, Nasional 2009, Juara 1 PORKAB Sleman seni, karya ilmiah, dan lain-lain.

  2010, Juara II Porseni FE 2010, 2011. Juara I porseni FE 2012

  10. Kursus, pelatiahan dan kegatian Kursus Bahasa Inggris, PPKM I, PPKM II, sejenis yang pernah diikuti Pembekalan Karir

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh gaya kepemimpinan transaksional, lingkungan kerja, dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan (studi kasus karyawan PT. Sri Rejeki Fertilizer)
3
28
177
Pengaruh lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan : studi kasus pada karyawan Pabrik Roti Hoya Pekanbaru, Riau.
2
17
171
Pengaruh gaya kepemimpinan, kompensasi dan faktor individu karyawan terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada PT. Madubaru Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.
0
0
177
Pengaruh persepsi karyawan pada gaya kepemimpinan Manajer terhadap kinerja karyawan : studi kasus PT. Alam Mulya Sari Yogyakarta.
1
3
98
Pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap prestasi kerja karyawan : studi kasus pada karyawan tetap departemen produksi PT. Mustika Ratu Tbk. Jakarta Timur.
2
14
128
Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan : studi kasus pada karyawan PT Madu Baru Yogyakarta Divisi Sumber Daya Manusia dan Umum.
0
0
143
Pengaruh gaya kepemimpinan dan pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada PT. Sarihusada Generasi Mahardhika.
0
1
134
Pengaruh lingkungan kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kepuasan kerja karyawan studi kasus pada karyawan Pabrik Roti Hoya Pekanbaru, Riau
0
4
169
Pengaruh persepsi karyawan mengenai gaya kepemimpinan manajer terhadap prestasi kerja karyawan : studi kasus karyawan bagian produksi Pertenunan Santa Maria Boro.
1
2
125
Pengaruh persepsi karyawan pada lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan studi kasus pada karyawan PT Madu Baru Yogyakarta Divisi Sumber Daya Manusia dan Umum
1
5
141
Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja karyawan : studi kasus kantor perbendaharaan dan kas negara Yogyakarta - USD Repository
0
0
98
Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap hubungan kepuasan kerja dan kinerja karyawan - USD Repository
0
1
120
Pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan PT. BPR Arta Agung Yogyakarta - USD Repository
0
0
100
Pengaruh persepsi karyawan tentang sistem target terhadap kinerja karyawan kinerja karyawan : studi kasus pada karyawan bagian penjualan P.T. FIF Yogyakarta - USD Repository
0
0
102
Hubungan antara efikasi-diri dan persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional pada karyawan administratif - USD Repository
0
0
91
Show more