ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V (STUDI KASUS DI SALAH SATU SD SWASTA DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA)

Gratis

0
0
254
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V (STUDI KASUS DI SALAH SATU SD SWASTA DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA) SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Progran Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh: Sangsang Lusiani Supriyanti NIM: 151134060 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Saya persembahkan karya ini kepada: Tuhan Yang Maha Esa yang selalu menyertai segala usaha saya dalam menyelesaikan tugas akhir ini dan menjadikan segala kehendaknya sesuai dengan rencana-Nya. Untuk kedua orang tuaku bapak Suparjo dan Ibu Mursinah yang selalu memberikan doa, dukungan, motivasi, mencurahkan kasih sayang dan dukungan serta kesabaran dalam membimbingku. Kakak ku Supriyanti, Etin, Slamet, Agus, Yuri dan adikku Yoga, Tata dan Kinan yang selalu memberikan semangat, doa, dan dukungan. Bapak Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd., dan Ibu Brigitta Erlita Tri Anggadewi, M.psi yang telah membimbing, mendampingi, dan memberikan motivasi saya selama menyusun tugas akhir ini. Sahabat saya Widya Widinia Ulfa yang telah membantu saya dalam melakukan penelitian. Sahabat saya seperjuangan payung Bernadeta Ika Meilianawati dan Putri Nugraheni Wijayanti yang selalu memberikan semangat, bantuan dan motivasi dalam kesulitan yang saya hadapi. Keluarga besar civitas akademika Universitas Sanata Dharma khususnya PGSD yang menjadi tempat dimana saya belajar dan berproses. iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Waktumu terbatas. Jangan menyia-nyiakannya dengan menjalani hidup orang lain. - Steve Jobs – Jadi yoga tidak selalu melakukan tapa, brata, dan semadhi, yoga dapat berarti pula melakukan pekerjaan /kewajiban yang seimbang dalam menjalankan kehidupan kita masing-masing, terlepas dari keberhasilan ataupun kegagalan, kita tetap harus berusaha dan berjuang untuk melakukan kewajiban atau pekerjaan tersebut. - Bagawa Gita2.48 – Menjadi diri sendiri di dunia yang tanpa henti-hentinya berusaha akan mengubah ku dalam pencapaian yang terhebat. - Sangsang Lusiani Supriyanti – v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V (STUDI KASUS DI SALAH SATU SD SWASTA DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA) Sangsang Lusiani Supriyanti Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) apakah guru sudah menyusun perencanaan pembelajaran tematik yang memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi; (2) apakah guru sudah menerapkan kegiatan pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi; dan (3) apakah pelaksanaan penilaian kelas pada penilaian tengah semester telah mengarah pada pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Subyek penelitian ini adalah guru kelas V yang menyusun perencanaan pelaksanaan pembelajaran dan menerapakan pelaksanaan pembelajaran. Data dikumpulkan menggunakan teknik kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) RPP yang dibuat oleh guru sudah memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi;(2) Guru mampu menerapkan kegiatan pembelajaran yang memuat keterampilan berpikir tingkat tinggi;(3) Penilaian kelas berupa PTS (Penilaian Tengah Semester) dinyatakan sudah mengarah pada pengukuran keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kata kunci: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Pelaksanaan Pembelajaran Keterampilan berpikir tingkat tinggi, Pelaksanaan penilaian kelas. viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT ANALYSIS OF HIGH LEVEL THINKING SKILLS ON THEMATIC LEARNING IN CLASS V (CASE STUDY IN ONE OF THE PRIVATE ELEMENTARY SCHOOLS IN SLEMAN YOGYAKARTA DISTRICT) Sangsang Lusiani Supriyanti Sanata Dharma University 2019 This study aims to find out: (1) whether the teacher has compiled a thematic learning plan that contains indicators of high-level thinking skills; (2) whether the teacher has implemented learning activities that lead to high-level thinking skills; and (3) whether the implementation of class assessments at midterm assessments has led to the measurement of high-level thinking skills. This research is a qualitative research with case study research design. The subjects of this study were the fifth grade teachers who arranged the implementation of learning planning and applied the implementation of learning. Data were collected using questionnaire, observation, interview, and documentation techniques. The results of the study show that: (1) the lesson plan prepared by the teacher already contains indicators of high-level thinking skills; (2) the teacher is able to apply learning activities that contain high-level thinking skills; (3) class assessment in the form of PTS (Mid Semester Assessment) leads to the measurement of high-level thinking skills. Keywords: learning implementation plan (RPP), Learning Implementation, Highlevel thinking skills, Implementation of class assessment ix

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya lah sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul : “Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Pembelajaran Tematik Kelas V (Studi Kasus di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta). Penulisan skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Selama proses penulisan skripsi ini penulis menyadari banyak pihak yang telah membantu sehingga penulisan skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Dr.Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.si. Selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Ibu Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. Sebagai Ketua Prodi PGSD. 3. Ibu Kintan Limiansih, M.Pd. Sebagai Wakaprodi PGSD. 4. Bapak Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. Sebagai dosen pembimbing I skripsi yang telah memberikan waktunya untuk membimbing dalam menyelesaikan skripsi. 5. Ibu Brigitta Erlita Tri Anggadewi, M.Psi. Sebagai dosen pembimbing II skripsi yang telah memberikan waktunya untuk membimbing dalam menyelesaikan skripsi. 6. Segenap Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma. 7. Ibu C.Mari Istanti, S.Pd. Selaku Kepala Sekolah di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian. 8. Bapak Robetus Supriyana, S.Pd. Selaku wali kelas V atas kerjasama, bantuan, dan informasi yang baik selama penulis melakukan penelitia x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL…………………………………………………… i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING………………………. ii HALAMAN PENGESAHAN………………………………………….. iii HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………... iv ALAMAN MOTTO…………………………………………………... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA………………………………... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS…………………… vii ABSTRAK……………………………………………………………..... viii ABSTRACT……………………………………………………………… ix KATA PENGANTAR………………………………………………….. x DAFTAR ISI……………………………………………………………. xii DAFTAR TABEL………………………………………………………. xv DAFTAR GAMBAR…………………………………………………… xvi DAFTAR LAMPIRAN…………………………………………………. xviii BAB I PENDAHULUAN………………………………………………. 1 1.1 Latar Belakang…………………………………………………… 1 1.2 Rumusan Masalah………………………………………………... 5 1.3 Tujuan Penelitian………………………………………………… 5 1.4 Manfaat Penelitian……………………………………………….. 5 1.5 Asumsi Penelitian………………………………………………... 6 1.6 Definisi Operasional……………………………………………... 6 BAB II LANDASAN TEORI…………………………………………… 2.1 Kajian Pustaka…………………………………………………… 2.1.1 2.1.2 8 8 Teori yang Mendukung…………………………………... 8 a Berpikir Tingkat Tinggi……………………………... 8 b Higher Order Thinking Skills…………………………… 11 c Kurikulum 2013……………………………………... 14 Hasil Penelitian yang Relevan……………………………. 24 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.3 Kerangka Berpikir………………………………………... 26 BAB III METODE PENELITIAN…………………………………….. 28 3.1 Jenis Penelitian…………………………………………………… 28 3.2 Setting Penelitian………………………………………………… 28 3.2.1 Tempat Penelitian………………………………………... 29 3.2.2 Waktu Penelitian…………………………………………. 19 3.2.3 Subyek Penelitian………………………………………… 29 3.2.4 Obyek Penelitian…………………………………………. 29 3.3 Desain Penelitian………………………………………………… 29 3.4 Teknik Pengumpulan Data……………………………………….. 30 3.4.1 Kuesioner………………………………………………..... 30 3.4.2 Observasi…………………………………………………. 31 3.4.3 Dokumentasi……………………………………………… 31 3.4.4 Wawancara……………………………………………….. 31 3.5 Instrumen Penelitian……………………………………………… 33 3.6 Kredibilitas dan Transferbilitas…………………………………... 44 3.7 Teknik Analisis Data……………………………………………... 45 3.7.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran……………………… 45 3.7.2 Implementasi Proses Pelaksanaan Pembelajaran…………. 45 3.7.3 Pelaksanaan Penilaian Kelas……………………………… 46 3.7.4 Skala Likert……………………………………………….. 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN……………….. 49 4.1 Hasil Penelitian…………………………………………………… 49 4.1.1 Perencanaan Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi di Salah Satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta………………….............................................. 4.1.2 49 Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Pelaksanaan Pembelajaran di Salah Satu SD Swasta di 51 Kabupaten Sleman Yogyakarta…………………………... 4.1.3 Penilaian Berpikir Tingkat Tinggi di Salah Satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta………………………… xiii 63

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2 Pembahasan……………………………………………………..... 4.2.1 Perencanaan Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi di Salah Satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta… 4.2.2 77 77 Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Pelaksanaan Pembelajaran di Salah Satu SD Swasta di 80 Kabupaten Sleman Yogyakarta…………………………... 4.2.3 Penilaian Berpikir Tingkat Tinggi di Salah Satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogykarta…………………………. 86 BAB V PENUTUP………………………………………………………. 91 5.1 Kesimpulan……………………………………………………….. 91 5.2 Keterbatasan Penelitian…………………………………………... 91 5.3 Saran……………………………………………………………… 92 DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………… 93 Lampiran………………………………………………………………… 96 Riwayat Penelitian………………………………………………………. 233 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Indikator guru dan siswa dalam pelaksanaan Pembelajaran…… 33 Tabel 3.2 Instrumen kuesioner siswa……………………………………... 33 Tabel 3.3 Instrumen kuesioner guru……………………………………… 35 Tabel 3.4 Indikator pedoman wawancara………………………………… 36 Tabel 3.5 Instrumen pedoman wawancara……………………………….. 37 Tabel 3.6 Indikator analisis pelaksanaan pada langkah-langkah pembelajaran dalam RPP K13……………………………... 39 Tabel 3.7 Instrumen pedoman observasi…………………………………. 40 Tabel 3.8 Indikator analisis soal evaluasi dan RPP K13………………….. 42 Tabel 3.9 Instrumen KKO………………………………………………... 42 Tabel 3.10 Hasil interval indeks persepsi Skala Likert…………………… 48 Tabel 4.1 Hasil analisis indikator aspek kognitif perencanaan pembelajaran tematik……………………………………… 50 Tabel 4.2 Hasil analisis kuesioner siswa………………………………….. 53 Tabel 4.3 Hasil analisis kuesioner guru…………………………………... 55 Tabel 4.4 Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran…………………….. 56 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Peta literature penelitian…………………………………….. 25 Gambar 2.2 Peta kerangka berpikir………………………………………. 27 Gambar 4.1 Diagram batang hasil kuesioner 19 siswa……………………. 52 Gambar 4.2 Diagram batang hasil kuesioner guru…………………………... 54 Gambar 4.3 Diagram pie hasil analisis Penilaian Tengah Semester pelajaran PPKn………………………………………………………........ 64 Gambar 4.4 Diagram pie hasil analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada pelajaran PPKn………………………………… 65 Gambar 4.5 Diagram pie hasil analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada pelajaran PPKn ……………………………... 65 Gambar 4.6 Diagram pie hasil analisis soal essay Penilaian Tengah Semester pada pelajaran PPKn…………………………………………… 66 Gambar 4.7 Diagram pie hasil analisis Penilaian Tengah Semester pelajaran IPA……………………………………………………………... 66 Gambar 4.8 Diagram pie hasil analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada pelajaran IPA…………………………………... 67 Gambar 4.9 Diagram pie hasil analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada pelajaran IPA…………………………………. 67 Gambar 4.10 Diagram pie hasil analisis soal essay Penilaian Tengah semester pada pelajaran IPA………………………………. 68 Gambar 4.11 Diagram pie hasil analisis Penilaian Tengah Semester pada pelajaran Bahasa Indonesia………………………………… 68 Gambar 4.12 Diagram pie hasil analisis soal Romawai I uraian Penilaian Tengah Semster pada pelajaran Bahasa Indonesia……………. 69 Gambar 4.13 Diagram pie hasil analisis soal Romawa II pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada pelajaran Bahasa Indonesia……………………………………………………. 69 Gambar 4.14 Diagram pie hasil analisis soal Romawi III uraian Penilaian Tengah Semester pada pelajaran Bahasa Indonesia………..... 70 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.15 Diagram pie hasil analisis soal Romawai IV essay Peniaian Tengah Semester pada pelajaran Bahasa Indonesia………....... 70 Gambar 4.16 Diagram pie hasil analisis soal Penilaian Tengah Semester pada pelajaran IPS……………………….............................. 71 Gambar 4.17 Diagram pie hasil analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada pelajaran IPS….................................................. 72 Gambar 4.18 Diagram pie hasil analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada pelajaran IPS……………………………....... 72 Gambar 4.19 Diagram pie hasil analisisi soal essay Penilaian Tengah Semester pada pelajaran IPS……………………………....... 73 Gambar 4.20 Diagram pie hasil analisis soal Penilaian Tengah Semster pada pelajaran Matematika……………………………….............. 73 Gambar 4.21 Diagram pie hasil analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada pelajaran Matematika……………………….. 74 Gambar 4.22 Diagram pie hasil analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada pelajaran Matematika……………………….. 74 Gambar 4.23 Diagram pie hasil soal essay Penilaian Tengah Semester pada pelajaran Matematika………………………………………. 75 Gambar 4.24 Diagram pie hasil analisis soal Penilaian Tengah Semester pada 5 bidang mata pelajaran SD…………………………… 76 Gambar 4.25 Indkator RPP…………………………………………………. 78 Gambar 4.26 Langkah-langkah pembelajaran yang menunjukkan indikator pada RPP……………………………………………………. 79 Gambar 4.27 Contoh soal PPKn…………………………………………….. 87 Gambar 4.28 Contoh soal IPA………………………………………………. 88 Gambar 4.29 Contoh soal IPA………………………………………………. 88 Gambar 4.30 Contoh soal IPA………………………………………………. 89 Gambar 4.31 Contoh soal PPKn…………………………………………….. 89 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat izin penelitian…………………………………………... 97 Lampiran 2 Surat pernyataan telah melakukan penelitian………………..... 98 Lampiran 3A Hasil validasi instrumen kuesioner siswa…………………… 99 Lampiran 3B Hasil validasi instrumen kuesioner siswa…………………… 100 Lampiran 4A Hasil validasi instrumen kuesioner guru……………………. 101 Lampiran 4B Hasil validasi instrumen kuesioner guru……………………. 102 Lampiran 5A Hasil validasi instrumen pedoman wawancara guru………... 103 Lampiran 5B Hasil validasi instrumen pedoman wawancara guru……….. 104 Lampiran 6A Hasil validasi instrumen observasi pelaksanaan pembelajaran…………………………………………… Lampiran 6B Hasil validasi instrumen observasi 105 pelaksanaan pembelajaran…………………………………………… 106 Lampiran 7A Hasil validasi instrumen analisis indikator RPP…………….. 107 Lampiran 7B Hasil validasi instrumen analisis indikator RPP…………….. 108 Lampiran 8A Hasil validasi instrumen analisis soal evaluasi PTS……….... 109 Lampiran 8B Hasil validasi instrumen analisis soal evaluasi PTS……….... 110 Lampiran 9 Lembar pedoman analisis indikator RPP……………………... 111 Lampiran 10 Lembar pedoman analisis soal evaluasi PTS………………… 116 Lampiran 11A Hasil kuesioner siswa……………………………………… 121 Lampiran 11B Hasil kuesioner siswa……………………………………… 122 Lampiran 11C Hasil kuesioner siswa……………………………………… 123 Lampiran 12 Hasil rekapitulasi data kuesioner siswa……………………… 124 Lampiran 13 Hasil analisis Skala Likert kuesioner siswa………………….. 128 Lampiran 14 Hasil kuesioner guru………………………………………… 129 Lampiran 15 Hasil rekapitulasi data kuesioner guru………………………. 130 Lampiran 16 Hasil analisis Skala Likert kuesioner guru…………………... 132 Lampiran 17 Hasil wawancara guru……………………………………...... 133 Lampiran 18 Hasil observasi pelaksanaan pembelajaran………………….. 138 Lampiran 19A Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………….. 143 Lampiran 19B Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………….. 144 xviii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19C Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………...... 145 Lampiran 19D Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………...... 146 Lampiran 19E Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………...... 147 Lampiran 19F Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………….. 148 Lampiran 19G Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………...... 149 Lampiran 19H Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………...... 150 Lampiran 19I Rencana pelaksanaan pembelajaran………………………... 151 Lampiran 19J Rencana pelaksanaan pembelajaran………………………... 152 Lampiran 19K Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………...... 153 Lampiran 19L Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………...... 154 Lampiran 19M Rencana pelaksanaan pembelajaran………………………. 155 Lampiran 19N Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………...... 156 Lampiran 19O Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………...... 157 Lampiran 19P Rencana pelaksanaan pembelajaran……………………….. 158 Lampiran 20 Hasil analisis indikator RPP…………………………………. 159 Lampiran 21A Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 160 Lampiran 21B Soal evaluasi penilaian tengah semester …………………... 161 Lampiran 21C Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………… 162 Lampiran 21D Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 163 Lampiran 21E Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………… 164 Lampiran 21F Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………… 165 Lampiran 21G Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 166 Lampiran 21H Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 167 Lampiran 21I Soal evaluasi penilaian tengah semester……………………. 168 Lampiran 21J Soal evaluasi penilaian tengah semester……………………. 169 Lampiran 21K Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 170 Lampiran 21L Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………… 171 Lampiran 21M Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 172 Lampiran 21N Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 173 Lampiran 21O Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 174 Lampiran 21P Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………… 175 Lampiran 21Q Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 176 xix

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21R Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………… 177 Lampiran 21S Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………… 178 Lampiran 21T Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………… 179 Lampiran 21U Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 180 Lampiran 21V Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 181 Lampiran 21W Soal evaluasi penilaian tengah semester………………....... 182 Lampiran 21X Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 183 Lampiran 21Y Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………... 184 Lampiran 21Z Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………… 185 Lampiran 21AA Soal evaluasi penilaian tengah semester…………………. 186 Lampiran 22 Hasil rekapitulasi analisis soal evaluasi PTS………………… 187 Lampiran 23A Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 211 Lampiran 23B Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 212 Lampiran 23C Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 213 Lampiran 23D Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 214 Lampiran 23E Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS…………………….. 215 Lampiran 23F Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS…………………….. 216 Lampiran 23G Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 217 Lampiran 23H Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 218 Lampiran 23I Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS…………………....... 219 Lampiran 23J Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS…………………...... 220 Lampiran 23K Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 221 Lampiran 23L Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS…………………….. 222 Lampiran 23M Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS…………………… 223 Lampiran 23N Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 224 Lampiran 23O Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 225 Lampiran 23P Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS…………………….. 226 Lampiran 23Q Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 227 Lampiran 23R Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 228 Lampiran 23S Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS…………………….. 229 Lampiran 23T Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS…………………….. 230 Lampiran 23U Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. 231 xx

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23V Hasil hitung analisis soal evaluasi PTS……………………. xxi 232

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pembangunan dan peningkatan mutu pendidikan tentu bukan hal yang mudah. Diperlukan kerja keras dan peran aktif dari berbagai pihak mulai dari praktisi pendidikan, serta pemerintah itu sendiri. Meski demikian, kita tentu menyadari bahwa semua persoalan tersebut tidak mungkin bisa diselesaikan sekaligus. Persoalan-persoalan seperti pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, pemerataan akses pendidikan, akan berhubungan dengan banyak faktor lain, seperti prioritas kebijakan pemerintah, kondisi dan iklim ekonomi suatu negara, tingkat kesejahteraan masyarakat, dan lain sebagainya (Saputra, 2016:85). Era globalisasi saat ini ditandai dengan persaingan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang telah merubah gaya hidup manusia, baik dalam bekerja, bersosialisasi, bermain maupun belajar. Memasuki abad 21 kemajuan teknologi tersebut telah memasuki sendi kehidupan tidak terkecuali dalam bidang pendidikan (Yana, 2013). Dimensi pendidikan abad 21, output student profile yang diharapkan yaitu memiliki kemampuan 4 C yaitu critical thinking, creative, collaborative, dan communicative. Dimana kemampuan berpikir kritis atau sering disebut critical thinking penting dalam keterampilan pemecahan masalah dan keputusan. Kreativitas atau sering di sebut creative penting dalam keterampilan berpikir kritis dan membuat inovasi. Sementara itu kolaborasi atau collaborative dan komunikasi atau communicative diperlukan dalam menjalin hubungan kerjasama dalam tim dan komunikasi efektif. Guru dan peserta didik dituntut memiliki kompetensi masyarakat global yang dikenal dengan sebutan “four Cs” atau 4C dalam belajar mengajar pada pendidikan abad 21. (Julia, Isrok & Saferi, 2017:287). Konteks para pelaku pendidikan, terutama bagi seorang guru, salah satu tindakan yang bisa segera dilakukan adalah membenahi sistem pendidikan pembelajaran atau meningkatkan kualitas praktik belajar yang ada di sekolah. Pembenahan dan peningkatan mutu pembelajaran yang ada di sekolah, pada 1

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dasarnya adalah sebuah upaya untuk menciptakan transformasi kehidupan yang mampu bersaing di tengah masyarakat global dan tuntutan perubahan itu sendiri untuk membekali peserta didik dalam mengembangkan kecakapan melek informasi seperti literasi dasar (membaca, matematika, dan sains), kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikir kreatif dalam memecahkan masalah, dan lain sebagainya sebagai modal untuk menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan global untuk membekali peserta didik memiliki kecakapan melek informasi yang bertujuan untuk mengembangkan berpikir tingkat tinggi siswa (Saputra, 2016:85-86). Permasalahan secara umum capaian keterampilan berpikir tingkat tinggi untuk siswa Indonesia yang dilihat pada data UNDP sebelumnya dapat dilihat bahwa mutu pendidikan terkait literasi dasar (membaca, matematika, dan sains). Indonesia masih tertinggal dari negara-negara tetangga dalam laporan yang lebih rinci dari OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) tentang PISA (Programme for Internastional Assesment) menunjukkan bahwa Indonesia menempati rangking 64 dari 65 negara atau kedua dari bawah di atas Peru. Hasil ini bahkan menunjukkan kesenjangan yang signifikan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia (52) atau Thailand (50) (Saputra, 2016:86). Laporan OECD dan UNDP menunjukkan tingkat penguasaan literasi yang rendah. Penguasaan literasi merupakan penanda umum dari mutu pembelajaran yang di lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia, khususnya sekolah. Sekolah-sekolah di Indonesia belum mampu menghadirkan generasi terdidik yang memiliki modalitas literasi yang cukup untuk bersaing di era global. Rendahnya tingkat literasi dasar memperlihatkan adanya persoalan dalam praktik belajar-mengajar. Padahal sejatinya setiap anak didik memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk memahami dan menguasai setiap mata pelajaran yang diberikan Dengan melihat kenyataan yang ada pada tes PISA, banyak tenaga pendidik di lembaga pendidikan yang hanya berorientasi pada pencapaian nilai, sebagai akibatnya mulai dari perencanaan pembelajaran, kegiatan pembelajaran hingga pelaksanaan penilaian kelas hanya mengacu pada 2

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kemampuan menghafal guna mendapatkan nilai, sehingga sistem pendidikan yang demikian akan membuat siswa memiliki pandangan bahwa apa yang ia kerjakan dan ia kejar di bangku sekolah semata-mata hanyalah nilai. Akibatnya sistem pendidikan yang ada pada isi kurikulum tidak dijalankan dengan baik, Selain itu, sistem pembelajaran abad 21 merupakan suatu peralihan pembelajaran dimana kurikulum yang dikembangkan saat ini menuntut sekolah untuk merubah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher-centered learning) menjadi pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning). Kurikulum 2013 menuntut perubahan zaman. Kurikulum menjadi hal yang sangat penting dalam membangun kemajuan dunia pendidikan abad 21 dan solusi bagi masa depan peserta didik yang semakin kompetitif. Akhir dari kurikulum 2013 adalah terlahirnya peserta didik yang kompeten sesuai dengan standar kelulusan yang di tetapkan yang mengacu pada standar isi, standar proses, dan standar penilaian. Kurikulum 2013 menekankan pada kecerdasan tingkat tinggi yang dibingkai oleh sikap ketuhanan dan nilai-nilai sosial yang terintegrasi dalam proses pembelajaran. Para siswa digiring harus belajar berpikir tingkat tinggi. Guru memberitahu siswa sudah tidak lazim lagi, melainkan siswa harus mencari tahu. Siswa harus membelajarkan dirinya dengan stimulus guru sebagai “teman” belajar di ruang kelas dan luar kelas. Peserta didik harus memberdayakan potensi nalarnya. Guru harus menjadi mentor menggiring siswa dari berpikir mengingat sampai memahami serta memecahkan permasalahan. Kemampuan berpikir komplek akan menjadikan peserta didik terbiasa menghadapi sesuatu yang sulit. Menghadapi sesuatu yang sulit membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skill). Peserta didik yang mampu berpikir tingkat tinggi akan dapat bersaing di dunia global. Di era global mampu berpikir saja tidak cukup melainkan harus mampu berpikir tingkat tinggi. Dalam menyelesaikan masalah berpikir diperlukan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir menjadi salah satu kemampuan yang harus dikembangkan untuk menghadapi tantangan abad 21. Salah satu upaya untuk 3

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI meningkatkan kemampuan tersebut yaitu melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran dikelas di fokuskan pada kemampuan 4C yaitu creativity siswa dapat menemukan solusi secara kreatif, critical thinking siswa menyelesaikan tantangan secara kritis, communication siswa terampil berkomunikasi secara lisan dan tulisan, collaboration siswa dapat bekerja secara efisien dalam tim (Mufidah & Wijaya, 2017). Proses pembelajaran yang tepat dapat mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Selain itu, guru memiliki peran untuk mewujudkan kegiatan pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Proses kognitif dibagi menjadi dua yaitu kemampuan berpikir tingkat rendah (Lower Order Thinking) yang meliputi mengingat, memahami, dan menerapkan, sedangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking) meliputi menganalisis, mengevaluasi dan mencipta, taksonomi Bloom (dalam Mufidah & Wijaya, 2007). Tingkatan dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi meliputi menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Dalam mencapai tingkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa harus terlebih dahulu menguasai awal dalam berpikir yaitu mengingat, memahami, dan menerapkan. Pentingnya berpikir tingkat tinggi siswa di sekolah dasar tidak hanya sekedar menguasai tingkatan awal dalam berpikir, namun membutuhkan kemampuan lain yang lebih tinggi seperti kemampuan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Persoalan yang terjadi di lapangan ditemukan bahwa penelitian ini belum ada yang meneliti pada jenjang Sekolah Dasar yang membahas mengenai tiga aspek yaitu perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Oleh karena itu, peneliti tertarik ingin meneliti pembelajaran tematik di kelas V untuk memberikan pengetahuan dan bekal baru di dunia pendidikan terutama bagi para pendidik agar pembelajaran tidak hanya berorientasi pada keterampilan menghafal yang harus diubah dan diarahkan agar mampu menerapkan pembelajaran yang mampu mengarahkan pada proses kognitif yang mendorong dan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada setiap siswanya. 4

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Pembelajaran Tematik Kelas V (Studi Kasus di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta). 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Bagaimana Perencanaan Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Kelas V? 1.2.2 Bagaimana Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Pelaksanaan Pembelajaran di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Kelas V? 1.2.3 Bagaimana Penilaian Berpikir Tingkat Tinggi di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Kelas V? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Untuk mendeskripsikan sejauh mana Perencanaan Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta kelas V. 1.3.2 Untuk mendeskripsikan sejauh mana penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Pelaksanaan Pembelajaran di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta kelas V. 1.3.3 Untuk mendeskripsikan sejauh mana Penilaian Berpikir Tingkat Tinggi di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta kelas V. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Untuk Guru, dapat memberikan masukkan dan menambah informasi bagi guru, agar dapat merumuskan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), melakukan kegiatan pembelajaran, dan proses penilaian yang tidak hanya menanamkan keterampilan menghafal, melainkan dapat membentuk kemampuan berpikir tingkat tinggi. 1.4.2 Untuk Siswa, dapat memberikan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa agar siswa tidak hanya menghafal saja. 1.4.3 Untuk Peneliti, dapat memberikan masukan kepada peneliti agar nanti ketika menjadi seorang guru dapat menerapakan keterampilan berpikir 5

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tingkat tinggi baik saat membuat RPP, melaksanakan kegiatan pembelajaran dan proses penilaian. 1.4.4 Untuk Universitas, memberikan tambahan bacaan, referensi atau masukkan bagi mahasiswa Universitas Sanata Dharma. 1.5 Asumsi Penelitian Asumsi dalam penelitian ini adalah: 1.5.1 Keterampilan berpikir tingkat tinggi sudah diterapkan pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran tematik kelas V. 1.5.2 Berpikir Tingkat Tinggi sudah diterapkan pada proses pelakasanaan pembelajaran tematik kelas V melalui penerapan kemampuan 4C meliputi critical thinking, collaborative, creativity, dan communication. 1.5.3 Kata kerja operasional yang terdapat pada Taksonomi Bloom tingkatan C4, C5 dan C6 sudah diterapkan pada soal evaluasi tematik kelas V. 1.6 Definisi Operasional. 1.6.1 Berpikir Tingat Tinggi merupakan peningkatan aktivitas kemampuan dan pemahaman siswa dalam penguasaan materi pembelajaran di kelas yang difokuskan pada kemampuan 4C yaitu Critical Thinking siswa berpikir secara kritis, Creativity siswa dapat menyelesaikan tugas secara kreatif, Communication siswa dapat berkomunikasi secara lisan dan tulisan, dan Collaboration siswa dapat bekerja dalam tim yang beragam. 1.6.2 Higher Order Thinking Skills merupakan kemampuan berpikir yang mengacu pada proses kognitif siswa meliputi C4, C5, dan C6. Tingkatan dalam kemampuan berpikir Higer Order Thinking Skills meliputi proses menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. 1.6.3 Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berlaku dalam sistem pendidikan di Indonesia dimana konsep dalam pembelajaran meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang mengacu pada 6

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tiga komponen yaitu standar isi atau RPP, standar proses atau kegiatan pembelajaran, dan standar penilaian atau penilaian kelas. 1.6.3.1 Standar Isi (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) merupakan rencana kegiatan menggambarkan prosedur pembuatan dan perancangan yang di buat oleh guru berdasarkan pada silabus yang terdapat pada standar isi demi mencapai tujuan pembelajaran. 1.6.3.2 Standar Proses (Kegiatan Pembelajaran) merupakan proses serangkaian kegiatan guru dan siswa atas dasar timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan pembelajaran. 1.6.3.3 Standar Penilaian (Penilaian Kelas) merupakan kegiatan guru terkait dengan pengambilan keputusan mengenai pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik selama proses belajar berlangsung. 7

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Uraian pada bab ini berisi mengenai landasan teori, penelitian yang relevan dan kerangka berpikir. 2.1 Kajian Pustaka Pada bagian ini, peneliti menuliskan teori yang mendukung berdasarkan penelitian kemudian peneliti akan mengambil kesimpulan dari setiap teori yang di tuliskan. Teori tersebut meliputi (1) Berpikir Tingkat Tinggi 4C, (2) Higher Order Thinking Skills atau berpikir tingkat tinggi, (3) Kurikulum 2013. 2.1.1 a. Teori-teori yang mendukung Berpikir tingkat tinggi 1) Pengertian Berpikir Tingkat Tinggi (4C) Menurut Saputra (dalam Dhinni, 2018:2) berpikir tingkat tinggi adalah suatu proses berpikir peserta didik dalam level kognitif yang lebih tinggi yang dikembangkan dari berbagai konsep dan metode kognitif dan taksonomi pembelajaran, dan penilaian dimana meliputi kemampuan pemecahan masalah, kemampuan berpikir kreatif, kemampuan berpikir kritis, kemampuan beragrumen, dan kemampuan mengambil keputusan. Menurut Jumiati (2016:2) berpikir tingkat tinggi merupakan suatu kemampuan yang tidak hanya membutuhkan kemampuan mengingat akan tetapi membutuhkan kemampuan lainnya yang lebih tinggi seperti kemampuan berpikir kreatif dan kritis. Menurut kementrian pendidikan dan kebudayaan direktorat jendral pendidikan dasar dan menengah direktorat pembinaan sekolah dasar (2016:3) berpikir tingkat tinggi merupakan kemampuan berfikir yang tidak sekedar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). 8

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa berpikir tingkat tinggi merupakan suatu proses berpikir peserta didik dalam level kognitif yang lebih tinggi yang tidak sekedar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite) dimana siswa di tuntut untuk mampu memecahkan masalah, berpikir kritis, berpikir kreatif, kemampuan beragrumen, dan kemampuan mengambil keputusan. 2) Macam-macam Berpikir Tingkat Tinggi (4C) Menurut BSNP (dalam Yuni, Agus, & Nyoto, 2016:4) dalam pembelajaran abad 21 pada learning and innovation skills -4CS atau kemampuan belajar dan berinovasi dalam 4C terdapat empat kemampuan yang harus di terapkan yaitu critical thinking (berpikir kritis), collaborative (kolaborasi), creativity (kreatif), dan communication (komunikasi). a) Critical Thinking/Berpikir Kritis Keterampilan fundamental pada pembelajaran abad ke 21. Keterampilan berpikir kritis mencangkup kemampuan mengakses, menganalisis, mensintesis informasi yang dapat dibelajarkan, dilatihkan dan dikuasai dimana siswa mampu berpikir jelas, rasional, terbuka dan mampu berargumen (Zubaidah, 2016:4). b) Creativity / Berpikir Kreatif Siswa di minta untuk mampu berpikir kreatif, bekerja secara kreatif dan menciptakan inovasi baru di luar kebiasaan yang ada, melibatkan cara berpikir yang baru, memperoleh kesempatan untuk menyampaikan ide-ide dan solusi-solusi baru, mengajukan pertanyaan yang tidak lazim, dan mencoba mengajukan dugaan, Triling & Fadel (dalam Yuni, Agus, & Nyoto, 2016:7). c) Communication/Komunikasi Kemampuan dalam berkomunikasi menekankan pada siswa untuk terampil dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Proses pembelajaran komunikasi ini dapat mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi sekaligus kemampuan dalam berpikir tingkat tinggi (Mufidah & Wijaya, 2017:2). 9

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d) Collaborative/Kolaborasi Kemampuan dalam kolaborasi menekankan pada siswa agar dapat bekerja secara efisien dalam tim yang beragam dimana kemampuan ini dapat mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan dalam tim saat berdiskusi ataupun bekerja kelompok sekaligus dapat meningkatkan kemampuan dalam berpikir tingkat tinggi (Mufidah & Wijaya, 2017:2). 3) Karakteristik Soal Berpikir Tingkat Tinggi (4C) Menurut Widana (dalam Aningsih, 2018:8) karakteristik soal-soal berpikir tingkat tinggi sangat direkomendasikan untuk digunakan pada berbagai bentuk penilaian kelas. Berikut adalah karakteristik soal-soal berpikir tingkat tinggi. a) Mengukur Kemampuan Berpikir Tingkat tinggi Kemampuan berpikir tingkat tinggi termasuk kemampuan untuk memecahkan masalah (problem solving), keterampilan berpikir kritis (critical thinking), kemampuan beragrumen (reasoning), dan kemampuan mengambil keputusan (decision making). Kemampuan berpikir tingkat tinggi merupakan salah satu kompetensi penting dalam dunia modern, sehingga wajib dimiliki oleh setiap peserta didik. Kreativitas menyelesaikan permasalahan dalam berpikir tingkat tinggi yaitu kemampuan menyelesaikan permasalahan yang tidak familier, kemampuan mengevaluasi strategi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda, dan menemukan model-model penyelesaian baru yang berbeda dengan cara-cara sebelumnya. b) Berbasis Permasalahan Kontekstual Soal-soal berpikir tingkat tinggi merupakan asesmen yang berbasis situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari, dimana peserta didik diharapkan dapat menerapkan konsep-konsep pembelajaran di kelas untuk menyelesaikan masalah. Soal harus terkait dengan konteks pengalaman kehidupan nyata (relating), soal ditekankan kepada pengalian, penemuan, dan penciptaan (experience), soal juga menuntut kemampuan peserta didik untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang di peroleh di dalam kelas untuk menyelesaikan masalah nyata (applying), soal menuntut kemampuan peserta didik untuk mampu 10

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengkomunikasikan kesimpulan model pada konteks masalah (communicating), dan soal menentukan kemampuan peserta didik untuk mentransformasi konsep pengetahuan dalam kelas ke situasi atau konteks baru (transferring). c) Membangun Bentuk Soal Beragam Bentuk soal yang digunakan untuk menulis butir soal berpikir tingkat tinggi yaitu soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks (benar atau salah dan ya atau tidak), isian singkat atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, dan uraian. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti akan menggunakan seluruh poin karakteristik sebagai bahan acuan dalam menganalisis soal penilaian tengah semester yang di buat oleh guru. Untuk berbasis permasalahan kontektual merupakan karakteristik sebagai acuan utama peneliti dalam menganalisis soal penilaian tengah semester. Maka soal penilaian tengah semester dapat ditentukan tingkat penerapan keterampilan berpikir tingkat tinggi. b. Higher Order Thinking Skills 1) Pengertian Higher order thinking skills Menurut Saputra (2016:91) Higher Order Thinking Skills merupakan suatu proses berpikir anak didik dalam level kognitif yang lebih tinggi yang dapat dikembangkan dari berbagai konsep dan metode kognitif serta taksonomi pembelajaran seperti metode problem solving Krulik dan Rudnick (1998), Taksonomi Bloom (1956), dan Taksonomi pembelajaran, pengajaran dan penilaian dari Andreson dan Krathwohl (2001). Selain itu Saputra (2016: 92) Higher Order Thinking Skills adalah peningkatan kemampuan pemahaman dan penguasaan anak didik atas materi pembelajaran agar ia dapat berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creative thinking), mampu memecahkan masalah (problem solving), dan mampu membuat putusan (making decision) dalam situasi-situasi sulit. Menurut Heong dkk (dalam Mitri, 2016:27) Higher Order Thinking Skills di definisikan sebagai penggunaan pikiran secara lebih luas untuk menemukan tantangan baru yang menghendaki seseorang untuk menerapkan informasi baru atau pengetahuan sebelumnya dan memanipulasi informasi untuk menjangkau kemungkinan jawaban dalam situasi baru. 11

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Wardana (dalam Mitri, 2016:27) Higher Order Thinking Skills merupakan proses berpikir yang melibatkan aktivitas mental dalam usaha mengeksplorasi pengalaman yang kompleks, reflektif dan kreatif yang dilakukan secara sadar untuk mencapai tujuan, yaitu memperoleh pengetahuan yang meliputi berpikir analitis, sintesis, dan evaluatif. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa Higher Order Thinking Skills merupakan proses berpikir anak didik dalam level kognitif yang lebih tinggi yang melibatkan aktivitas mental untuk menemukan tantang baru dalam usaha mengekplorasi pengalaman yang komplek, reflektif, dan kreatif agar anak didik dapat berpikir kritis (critical thinking), kreatif (creative thinking), mampu memecahkan masalah (problem solving), dan mampu membuat putusan (making decision) dalam situasi-situasi sulit untuk mencapai tujuan yaitu memperoleh pegetahuan berpikir analitis, sintesis dan, evaluative. 2) Tujuan Higher order thinking skills Menurut Saputra (2016:91-92) tujuan utama dari Higher Order Thinking Skills adalah bagaimana meningkatkan kemampuan berpikir anak didik pada level yang lebih tinggi, terutama yang berkaitan kemampuan untuk berpikir secara kritis dalam menerima berbagai jenis informasi yang datang kepadanya, berpikir kreatif dalam memecahkan masalah dengan pengetahuan yang dimilikinya serta membuat putusan dalam situasi-situasi yang kompleks. 3) Indikator Higher order thinking skills Menurut Andreson dan Krthwohl (dalam Mulyasa, Iskandar, & Aryani, 2016:216-218) indikator Higher Order Thinking Skills yakni menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Sedangkan ketiga proses kognitif dalam ranah yang sama yakni kemampuan mengingat, memahami, dan mengaplikasikan atau menerapkan merupakan kemampuan berpikir yang berada pada tingkatan rendah. Masing-masing indikator akan dijelaskan satu persatu sebagai berikut: a) Mengingat Mengemukakan kembali apa yag sudah dipelajari dari guru, buku, sumber lainnya sebagaimana aslinya tanpa melakukan perubahan. Pengetahuan hafalan: 12

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ketepatan, kecepatan, kebenaran pengetahuan, fakta, definisi konsep, prosedur hukum, teori dari apa yang sudah dipelajari dikelas tanpa diubah atau berubah. b) Memahami Proses pengolahan dari bentuk aslinya tetapi arti dari kata, istilah, tulisan, grafik, tabel, gambar, foto tidak berubah. Kemampuan mengolah pengetahuan yang dipelajari menjadi sesuatu yang baru seperti menggantikan, menulis kembali, mengubah bentuk komunikasi, memberi tafsir, dan memperkirakan. c) Mengaplikasikan/Menerapkan Menggunakan informasi, konsep, prosedur, prinsip, hukum, teori yang sudah dipelajari untuk sesuatu yang baru/belum dipelajari. Kemampuan menggunakan pengetahuan seperti konsep, massa, cahaya, membagi/mengali/ menambah/mengurangi/menjumlah/menerapkan dalam mempelajari sesuatu yang belum pernah dipelajari sebelumnya. d) Menganalisis Menggunakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antara satu kelompok/ informasi dengan kelompok/informasi lainnya, antara fakta dengan konsep, antara argumentasi dengan kesimpulan, benang merah pemikiran antara satu karya dengan karya lainnya. Kemampuan mengelompokkan benda berdasarkan persamaan dan perbedaan, menentukan apakah satu kelompok sejajar/lebih tinggi, menemukan keterkaitan fakta dengan kesimpulan, menentukan konsistensi antar apa yang dikemukakan, menemukan pikiran pokok dan menemukan kesamaan dalam alur berpikir. e) Mengevaluasi Menentukkan nilai suatu benda atau informasi berdasarkan suatu kriteria. Kemampuan menilai apakah informasi yang diberikan berguna, apakah suatu infomasi/ benda menarik atau menyenangkan bagi dirinya, adakah penyimpanan dari kriteria suatu pekerjaan/keputusan/peraturan, memberikan pertimbangan alternative mana yang harus dipilih berdasarkan kriteria, menilai benar/salah/bagus/jelek dan sebagainya suatu hasil kerja berdasarkan kriteria. 13

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI f) Mencipta Membuat sesuatu yang baru dari apa yang sudah ada sehingga hasil tersebut merupakan satu kesatuan utuh dan berbeda dari komponen yang digunakan untuk membentuknya. Kemampuan membuat suatu cerita/tulisan dari berbagai sumber yang dibacanya, membuat suatu benda dari bahan yang tersedia, mengembangkan fungsi baru dari suatu benda, mengembangkan berbagai bentuk kreativitas lainnya. Berdasarkan beberapa indikator yang dijabarkan peneliti di atas, peneliti memutuskan untuk menentukan suatu perencanaan pembelajaran dan soal evaluasi (Penilian Tengah Semester) yang terpaku pada keterampilan berpikir tingkat tinggi dengan menggunakan kata kerja operasional menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. c. Kurikulum 2013 1) Pengertian Kurikulum 2013 Menurut Kurniansih & Sani (2014: 32) kurikulum 2013 merupakan serentetan rangkaian penyempurnaan terhadap kurikulum yang telah dirilis tahun 2004 yang berbasis kompetensi lalu diteruskan dengan kurikulum 2006 (KTSP). Menurut Prastowo (2015:5) kurikulum 2013 merupakan upaya peningkatan mutu pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang kreatif dan mampu menghadapi kehidupan dimasa yang akan datang. Menurut Surnati & Rahmawati (2014:1) kurikulum 2013 merupakan salah satu upaya memperbaruhi setelah dilakukannya penelitian untuk pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda. Kurikulum 2013 memadukan tiga konsep yang menyimbangkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Melalui konsep itu, keseimbangan antara hardskill dan softskill dimulai dari standar isi, standar proses, dan standar penilaian dapat di wujudkan. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa kurikulum 2013 merupakan serentetan rangkaian dari penyempurnaan kurikulum yang telah di rilis tahun 2004 yang diteruskan dengan kurikulum 2006 dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda untuk memadukan tiga konsep sikap, keterampilan, 14

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dan pengetahuan di mulai dari standar isi, standar proses, dan standar penilaian yang dapat di wujudkan untuk menghasilkan lulusan yang kreatif dan mampu menghadapi kehidupan dimasa yang akan datang. 2) Komponen kurikulum 2013 Menurut Abdul & Chaerul (2014:14) kurikulum 2013 dilakukan pada tiga komponen, yaitu: 1) standar isi atau rencana pelaksanaan pembelajaran, 2) standar proses atau kegiatan pembelajaran, dan 3) standar penilaian atau penilaian kelas. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing komponen: 1) Standar Isi (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) a) Pengertian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Menurut Majid (2014:87) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. Menurut Mitri (2016:76) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah rencana pembelajaran yang disusun oleh guru yang dikembangkan mengacu pada silabus. Berdasarkan pengertian dari beberapa teori di atas. Maka dapat disimpulkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun oleh guru sesuai dengan materi pokok dan tema tertentu yang mengacu pada silabus untuk mencapai tujuan tertentu. Komponen dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Menurut Mitri (2016:76). secara teknis rencana pelaksanaan pembelajaran minimal mencangkup komponen-komponen sebagai berikut : (1) Data Sekolah/Identitas Sekolah (2) Identitas mata pelajajran (3) Kelas/Semester (4) Materi pokok (5) Alokasi waktu (6) Tujuan pembelajaran (7) Kompetensi Dasar dan Indikator pencapaian (8) Materi Pembelajaran (9) Metode Pembelajaran 15

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (10) Media, alat, dan sumber belajar (11) Langkah-langkah pembelajaran (12) Penilaian hasil pembelajaran Berdasarkan komponen yang sudah disebutkan di atas, peneliti akan menggunakan komponen pada poin 7 untuk menganalisis indikator pencapaian dan poin 11 untuk melihat langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan indikator pencapaian. 2) Standar Proses (Kegiatan Pembelajaran) a) Pengertian Kegiatan Pembelajaran Menurut Rusman (dalam Prasetya, 2018:1) proses kegiatan pembelajaran adalah proses yang di dalamnya terdapat kegiatan interaksi antara guru dan siswa serta komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan belajar. Menurut Arikunto (dalam Mitri, 2016:42) kegiatan pembelajaran adalah proses berlangsungnya kegiatan belajar dan membelajarkan siswa di kelas. Pandangan lain yang sejalan dengan hal tersebut dikemukakan oleh Arifin (dalam Mitri, 2016:42) pelaksanaan pembelajaran adalah pelaksanaan strategi-strategi yang telah dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran dimana strategi, pendekatan, prinsip-prinsip dari metode pembelajaran diarahkan guna mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Berdasarkan ketiga teori di atas, dapat di simpulkan bahwa proses kegiatan pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh guru bersama siswa dengan menjalin komunikasi secara edukatif dengan menggunakan startegi, pendekatan, prinsip, dan metode tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. b) Tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran Menurut Majid (2014:92) tahapan dalam kegiatan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. (1) Kegiatan pendahuluan guru menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran, mengajukan pertanyaanpertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari, mengantarkan peserta didik kepada suatu 16

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai dan menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan dan tugas. (2) Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk aktif menjadi pencari informasi, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologi peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang meliputi proses observasi, menanya, mengumpulkan informasi, asosiasi, dan komunikasi. Untuk pembelajaran yang berkenaan dengan KD yang bersifat proserdur untuk melakukan sesuatu, guru memfasilitasi agar peserta didik dapat melakukan pengamatan terhadap pemodelan atau demonstrasi oleh guru atau ahli, peserta didik menirukan, selanjutnya guru melakukan pengecekan dan pemberian umpan balik, serta latihan lanjutan kepada peserta didik. Contoh aplikasi lima kegiatan pembelajaran yang yaitu (1) mengamati dimana guru memberikan fasilitas peserta didik untuk melakukan pengamatan seperti melihat, membaca, dan mendengar, (2) menanya guru membimbing peserta didik untuk dapat mengajukan pertanyaan, (3) mengumpulkan informasi dan mengasosiasikan dimana tindak lanjut dari bertanya adalah menggali dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui cara, (4) mencoba guru meminta siswa mencoba berbagai sumber media yang ada pada saat pembelajaran, (5) mengkomunikasikan menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan saat mencari informasi. (3) Kegiatan penutup guru bersama-sama dengan peserta didik dan atau sendiri membuat rangkuman atau kesimpulan pelajaran, melakukan penilaian dan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram, memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran, merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk 17

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran, remidi, program pengayaan, layanan konseling, memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Berdasarkan dari tahap-tahap pada kegiatan pembelajaran di atas, peneliti akan mengobservasi kegiatan pembelajaran dari kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Untuk mengetahui bagaiamana cara guru menerapkan kegiatan pembelajaran yang mengacu pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (4C). c) Prinsip kegiatan pembelajaran Menurut Permendikbud No.103 tahun 2014 (dalam Mitri, 2016:47) untuk mencapai kualitas yang telah dirancang dalam dokumen kurikulum, kegiatan pembelajaran perlu menggunakan prinsip sebagai berikut: (1) Peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu. (2) Peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar. (3) Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah. (4) Pembelajaran berbasis kompetensi. (5) Pembelajaran terpadu. (6) Pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi. (7) Pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif. (8) Peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard skills dan soft-skills. (9) Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat. (10) Pembelajar yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan (ing madyo mangun karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani). (11) Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat (12) Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. 18

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (13) Pengakuan atas perbedaan individu dan latar belakang budaya peserta didik. (14) Suasana belajar menyenangkan dan menantang. Berdasarkan prinsip dari kegiatan pembelajaran di atas, peneliti akan menggunakan beberapa prinsip pada poin di atas sesuai dengan penelitian yaitu point no 1, 2, 3, 8, dan 14 yang akan peneliti gunakan saat melakukan observasi di dalam kelas. 3) Standar Penilaian (Pelaksanaan penilian kelas) a) Pengertian Pelaksanaan Penilaian Kelas pada Kurikulum 2013 Menurut Sunarti & Rahmawati (2014:7) (dalam Permendikbud no 66 tahun 2013) tentang standar penilaian pendidikan, penilaian pendidikan merupakan proses pengumpulan dan pengelolaan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan manafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian adalah bagian dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan pengetahuan. Menurut Sunarti & Rahmawati (2014:3) penilaian pada kurikulum 2013 lebih menekankan pada penilian autentik. Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara menyeluruh untuk menilai masukan, proses, dan hasil pembelajaran. Kurikulum 2013 menekankan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotor yang sesuai dengan karakteristik siswa yang sistemnya berdasarkan penilainnya. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penilaian merupakan rangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil peserta didik yang di lakukan secara sistematis pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. 19

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b) Prinsip Penilaian Menurut lampiran Permendikbud no 66 tahun 2013 (dalam Sunarti & Rahmawati, 2014:12) tentang standar penilaian, prinsip penilaian dalam kurikulum 2013 sebagai berikut: (1) Obyektif: penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi oleh faktor subjektivitas penilaian. (2) Terpadu: penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan. (3) Ekonomis: penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan dan pelaporannya. (4) Transparan: prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak. (5) Akuntabel: penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun ekternal untuk aspek teknik prosedur dan hasilnya. (6) Edukatif: mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru. c) Cakupan Penilaian Menurut lampiran Permendikbud no 66 tahun 2013 (dalam Sunarti & Rahmawati, 2014:13) mencangkup penilaian autentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian nasional, dan ujian sekolah/madrasah yang diuraikan sebagai berikut: (1) Penilaian autentik: penilaian yang dilakukan secara komperhensif untuk menilai masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran. (2) Penilaian diri: penilaian yang dilakukan peserta didik secara reflektif untuk membandingkan posisi relatifnya dengan kriteria yang diterapkan. (3) Penilaian berbasis portofolio: penilaian yang dilaksanakan untuk menilai keseluruhan proses belajar peserta didik dalam penugasan perorangan atau perkelompok di dalam atau di luar kelas khususnya pada sikap atau perilaku dan keterampilan. 20

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (4) Ulangan harian: penilaian yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik. (5) Ulangan tengah semester: Penilaian semester merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 sampai 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut. (6) Ulangan Akhir Semester: kegitan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut. (7) Ujian Sekolah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi di luar kompetensi yang diujikan pada UN, yang di lakukan oleh satuan pendidikan. Berdasarkan cakupan nilai di atas yang sudah disebutkan, peneliti akan menganalisis penilaian kelas pada cakupan penilaian ulangan tengah semester atau yang sekarang sering di sebut sebagai penilaian tengah semester untuk mengetahui tentang kata kerja operasional yang terdapat pada taksonomi bloom untuk menentukan apakah soal-soal yang berada pada penilaian tengah semester termasuk berpikir tinggkat tinggi. d) Ranah Penilian Menurut Sunarti & Rahmawati (2014:15) tujuan penilaian hasil belajar, yaitu untuk mengetahui capaian penguasaan kompetensi oleh setiap peserta didik sesuai rencana pembelajaran. Ditinjau dari dimensi kompetensi yang ingin di capai meliputi ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor. (1) Ranah kognitif komponen meliputi tingkatan menghafal, memahami, mengaplikasikan/menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. (2) Ranah afektif ada dua hal yang perlu dinilai, yaitu (1) kompetensi afektif dan (2) sikap dan minat siswa terhadap mata pelajaran serta proses belajar. Jenis tingkatan ranah afektif yaitu penerimaan, partisipasi, penilaian, penentuan sikap, organisasi, dan pembentukan pola hidup. 21

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (3) Ranah psikomotor penilaian terhadap pencapaian komptensi sebagai berikut persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan yang terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian pola gerakan, kreativitas. Berdasarkan ranah penilaian yang sudah di sebutkan di atas, peneliti akan menggunakan ranah penilaian kognitif ini dikarenakan peneliti hanya akan melihat proses kogntif pada siswa yang dilakukan guru pada proses penilaian tengah semester. e) Konsep Penilaian Autentik Menurut permendikbud no. 65 tahun 2013 tentang standar proses dan Permendikbud no. 66 tahun 2013 tentang standar penilaian (dalam Sunarti & Rahmawati, 2014: 28-36) penilaian kurikulum 2013 menggunakan penilaian autentik pada proses dan hasil yang mencangkup 3 aspek penilaian, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Penilaian autentik harus di tekankan pada rata-rata ketiga ranah tersebut secara menyeluruh sesuai dengan tujuan pembelajaran. Namun, peneliti hanya mengambil konsep penilaian autentik pada aspek penilaian kognitif. (1) Penilaian kognitif Penilaian kognitif ada 6 tingkatan dalam ranah kognitif yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi sama hal nya dengan menghafal, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Indikator-indikator penilaian ranah kognitif berdasarkan pada 6 tingkatan Taksonomi Bloom yang dapat dijadikan landasan sebagai pengembangan penilaian dalam ranah kognitif. (a) Pengetahuan dapat menyebutkan atau menunjukkan lagi. Cara penilaian pertanyaan/tugas dan tes (b) Pemahaman dapat menjelasakan atau mendefinisikan. Cara penilaian pertanyaan/tugas dan tes. (c) Penerapan dapat memberi contoh atau memecahkan masalah. Cara penilaian tugas/ permasalahan. (d) Analisis dapat menguraikan atau mengklarifikasi. Cara penilaian tugas/analisis/masalah. 22

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (e) Sintesis dapat menyimpulkan kembali atau menggeneralisasi. Cara penilaian tugas atau perasalahan. (f) Evaluasi dapat menginterpretasikan atau memberikan pertimbangan atau penilaian. f) Bentuk Penilaian Kognitif. Penilaian kognitif dapat dilakukan dengan tes tertulis, tes lisan, dan penugasan/proyek (1) Tes tertulis adalah tes yang menuntut peserta tes memberi jawaban secara tertulis berupa pilihan ganda dan uraian. a) Tes bentuk uraian soal bentuk uraian menuntut kemampuan siswa untuk mengorganisasi dan merumuskan jawaban menggunakan kata-kata sendiri. Soal bentuk uraian hendaknya mengukur berbagai kemampuan (ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, dan kemampuan yang lebih tinggi). Keuntungan soal bentuk uraian, antara lain (a) memberikan kesempatan kepada murid untuk mengorganisasikan dan merumuskan sendiri jawabannya, (b) mudah menyusunnya, (c) jawaban sukar di tebak. Kelemahannya adalah (a) sukar dalam skoring dan (b) tidak dapat mencangkup bahan yang luas. Soal-soal bentuk uraian terdiri dari atas tiga ragam, yaitu bentuk uraian bebas, bentuk uraian terbatas, dan bentuk uraian terstruktur. b) Tes Pilihan Ganda terdiri atas sebuah pernyataan atau kalimat yang belum lengkap, kemudian diikuti oleh sejumlah pernyataan atau bentuk yang dapat digunakan untuk melengkapinya. Dari sejumlah “pelengkap” tersebut, hanya satu yang tepat, yang lain merupakan pengecoh (distractors). Soal pilihan ganda dapat mengukur pengetahuan mulai dari tingkat pengetahuan, pemahaman dan aplikasi. 23

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.2 Hasil penelitian yang relevan Penelitian ini didasarkan pada hasil yang telah dilakukan oleh bebrapa peneliti. Adapun hasil penelitian ini antara lain: Mulyadi, Marzuki, & Andi Usman tahun 2013 dengan judul “Implementasi Pembelajaran Tematik Terpadu Berbasis Lingkungan Untuk Perolehan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Di SD”, adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tematik terpadu berbasis lingkungan untuk memperoleh kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik di SD. Sedangkan hasil penelitian ini adalah bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dikategorikan “baik” karena pembelajaran dengan tematik terpadu berbasis lingkungan sebagian besar peserta didik memperoleh kemampuan berpikir tingkat tinggi berupa menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasikan. Maria Agustina Amelia (2016) dengan judul “Analisis Soal Tes Hasil Belajar High Order Thinking Skills (HOTS) Matematika Materi Pecahan Untuk Kelas 5 Sekolah Dasar”. Adapun tujuan untuk menganalisis kualitas tes hasil belajar matematika buatan guru mengenai materi pecahan untuk siswa kelas V. Adapun hasil penelitian ini adalah uji analisis tingkat kesukaran soal yaitu 1 soal (5%) memiliki tingkat kesukaran kategori sedang dan 4 soal (20%) yang memiliki tingkat kesukaran kategori sukar. Hasil uji pengecoh pada soal secara keseluruhan ada 11 pengecoh tidak berfungsi. Tia Agusti Annuru, Riche Cynthia Johan, Mohammad Ali tahun 2017 dengan judul “Peningkatan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Dalam Pelajaran Pengetahuan Alam Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Model Pemebelajaran Treffinger”. Adapun penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh model Treffinger dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik Sekolah Dasar dalam mata pelajaran IPA. Sedangkan hasil penelitian hasil uji hipotesis tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi pada aspek mencipta (C6) pada peserta didik yang memperoleh model pembelajaran Treffinger lebih tinggi 24

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dibandingkan dengan peserta didik yang memperoleh model pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Berikut ini adalah hasil penelitian yang relevan dalam bentuk bagan dengan judul yang akan dilakukan oleh peneliti. Berikut ini hasil penelitian yang relevan dalam bentuk bagan dengan judul yang akan di lakukan oleh peneliti. Maria Agustina Amelia (2016) “Analisis Soal Tes Hasil Belajar High Order Thingking Skills (HOTS) Matematika Materi Pecahan Untuk Kelas 5 Sekolah Dasar Mulyadi, Marzuki, Andi Usman (2013) “Implementasi Pembelajaran Tematik Terpadu Berbasis Lingkungan Untuk Perolehan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi di SD” Peneliti Melakukan Penelitian: “Analisis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Pembelajaran Tematik Kelas V (Studi Kasus Di Salah Satu SD Swasta Di Kabupaten Sleman Yogyakarta)” Tia Agusti Annuru, Riche Cynthia Johan, Mohammad Ali (2017) “Peningkatan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Dalam Pelajaran Ilmu Pengetahuan Peserta didik Sekolah melalui Pembelajaran “Treffinger” Gambar 2.1 Peta Literatur Penelitian Berdasarkan tiga penelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti, penelitian ini memiliki beberapa kekhasan antara lain penelitian dilakukan pada pembelajaran tematik disalah satu jenjang sekolah dasar kelas V yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian kelas dengan metode penelitian kualitatif dan desain penelitian adalah studi kasus karena peneliti terfokus pada salah satu objek penelitian yaitu guru kelas V. 25

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2.1.3 Kerangka Berpikir Seiring dengan perkembangan zaman, tuntutan penguasaan ilmu pengetahuan menjadi semakin komplek dimana era globalisasi saat ini di tandai dengan sebuah persaingan dimana memasuki abad ke 21 kemajuan teknologi sudah memasuki bidang pendidikan yaitu pendidikan yang memiliki kemampuan 4C yaitu critical thinking, creative, collaborative, dan communicative. Dimana kemampuan berpikir kritis atau sering disebut critical thinking penting dalam keterampilan pemecahan masalah dan keputusan. Kreativitas atau sering di sebut creative penting dalam keterampilan berpikir kritis dan membuat inovasi. Sementara itu kolaborasi atau collaborative dan komunikasi atau communicative diperlukan dalam menjalin hubungan kerjasama dalam tim dan komunikasi efektif. Guru dan peserta didik dituntut memiliki kompetensi masyarakat global yang dikenal dengan sebutan “four Cs” atau 4C dalam belajar mengajar pada pendidikan abad 21. Keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat diterapkan melalui kurikulum 2013 yang mengacu pada standar isi, standar proses, dan standar penilaian. Dimana dalam kegiatan ini di khususkan pada standar isi (perencanaan pembelajaran), standar proses (proses pembelajaran), dan pada standar penilaian yaitu penilaian kognitif pada Penilaian Tengah Semester. Dengan menerapkan pembelajaran yang mengarah pada keterampilan berpikir tingkat tinggi, maka guru akan menghasilkan siswa yang tidak hanya mampu memperoleh nilai tinggi dengan cara menghafal maupun memahami tetapi siswa dapat berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan berkolaborasi dengan kemampuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Melalui kegiatan yang dilakukan oleh peneliti di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta, peneliti ingin mengetahui bagaimana cara guru di SD tersebut dalam melakukan kegiatan berpikir tingkat tinggi khususnya pada perencanaan, proses belajar dan penilaian tengah semester di mana kelas yang dipilih adalah kelas V. 26

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti ingin mengetahui ada atau tidaknya dan tingkat penerapan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta, yang menggunakan pembelajaran tematik pada proses pembelajarannya. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui bagaimana salah satu guru dalam penerapan keterampilan berpikir tingkat dikelasnya. ABAD 21 “Kemampuan untuk menghadapi tantangan era globalisasi yang mengacu pada Kurikulum 2013” Kurikulum 2013 “Kurikulum sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi” Berpikir Tingkat Tinggi “Kegiatan dimana siswa dituntut untuk berpikir yang tidak hanya menghafal saja” Guru “peran guru untuk memenuhi tantangan di abad 21 dengan berpacu pada kurikulum dan kegiatan berpikir tingkat tinggi” Gambar 2.2 Peta kerangka berpikir 27

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, subyek penelitian, dan teknik pengambilan sampel, data yang dicari, teknik pengumpulan data, teknik pengujian instrumen, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis penelitian Jenis penelitian yang digunakan peneliti yaitu penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan keterkaitan spesifik pada studi hubungan sosial yang berhubungan dengan fakta dalam kehidupan, Flick (dalam Gunawan, 2013:81). Sedangkan menurut Bogdan & Taylor (dalam Gunawan, 2013:82) penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan berperilaku yang dapat diamati yang diarahkan pada latar dan individu secara utuh. Berbeda dengan Sugiyono (dalam Gunawan, 2013:107) ada tiga tahapan pada penelitian kualitatif yaitu (1) tahap deskripsi atau tahap orientasi, di tahap ini peneliti mendeskripsikan apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan, kemudian peneliti baru mendata sepintas tentang informasi yang diperolehnya;(2) tahap reduksi, di tahap ini peneliti mereduksi segala informasi yang diperoleh pada tahap pertama untuk memfokuskan pada masalah tertentu; dan (3) tahap seleksi, pada tahap ini peneliti menguraikan fokus yang telah ditetapkan menjadi lebih rinci kemudian melakukan analisis secara mendalam tentang fokus masalah. Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berhubungan dengan fakta dalam kehidupan yang berupa kata-kata tertulis atau lisan yang mengacu pada tiga tahap yaitu deskripsi, orientasi, dan seleksi. 3.2 Setting penelitian 3.2.1 Tempat penelitian Peneliti memilih salah satu sekolah dasar swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Sekolah ini di pilih karena peneliti ingin mengetahui apakah sekolah 28

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang berada ditengah masayarakat Kabupaten Sleman ini mengenai bagaimana hasil belajar siswa tersebut sudah pada tahapan mengenai keterampilan berpikir tingkat tinggi atau masih pada tahapan keterampilan berpikir tingkat rendah. Alasan lain yang membuat peneliti memilih salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta pada kelas V karena peneliti ingin mengetahui apakah guru kelas V di salah satu Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta ini menerapkan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau justru menerapakan keterampilan berpikir tingkat rendah. 3.2.2 Waktu penelitian Penelitian ini dilakukan selama masa PPL hingga selesai PPL dari mulai bulan 14 Sepetember 2018 hingga bulan 5 November 2018. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dilakukan selama hampir 3 bulan. 3.2.3 Subyek penelitian Subyek penelitian yang peneliti pilih adalah guru kelas V sebagai subyek utama dan siswa kelas V sebagai subyek kedua di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogykarta di tahun ajaran 2018/2019. Guru kelas V adalah subyek dalam mempraktikan kegiatan proses pembelajaran, narasumber wawancara dan sebagai sumber dokumentasi untuk mengisikan kuesioner, untuk meminta rencana pelaksanaan pembelajaran serta dokumen soal penilaian tengah semester. Siswa sebagai subyek untuk menerima pelaksanaan pembelajaran dan narasumber dokumentasi. 3.2.4 Obyek penelitian Obyek penelitian ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Proses pelaksanaan pembelajaran dan soal evaluasi (Penilaian Tengah Semester). 3.3 Desain penelitian Desain penelitian yang peneliti gunakan adalah studi kasus. Menurut Furchan (dalam Triwiyatno, 2015:32) studi kasus merupakan studi yang mendalam tentang individu dan berjangka waktu relative lama, terus menerus serta menggunakan objek tunggal, artinya kasus dialami oleh satu orang. Dalam studi kasus ini peneliti mengumpulkan data mengenai diri subjek dari keadaan terbesar dari studi kasus adalah kemungkinan untuk melakukan penyelidikan secara mendalam dimana studi 29

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kasus berusaha untuk memahami anak atau orang dewasa secara utuh dalam totalitas lingkungan individu. Menurut Gunawan (2013:113) studi kasus merupakan penelitian yang dibutuhkan untuk meneliti atau mengungkapkan secara utuh dan menyeluruh terhadap kasus yang menarik perhatian untuk diteliti. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti mengungkapkan bahwa studi kasus merupakan metode studi yang mendalam untuk mengungkapkan secara utuh dan menyeluruh terhadap kasus yang menarik perhatian yang dilakukan dengan jangka waktu yang relative lama untuk memahami anak atau orang dewasa secara utuh dalam lingkungan. Penelitian melakukan studi kasus dengan landasan teori sebagai acuan ketika peneliti akan menggali suatu hal yang berkaitan dengan subjek. Diharapkan dengan landasan teori yang telah disebutkan pada bab sebelumnya dapat mendasari setiap langkah yang dilakukan oleh peneliti, baik ketika menyusun instrumen penelitian, wawancara, maupun kusioner. 3.4 Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data yang dipilih oleh peneliti untuk mengumpulkan seluruh sumber data yaitu berupa: 3.4.1 Kuesioner Menurut Pujihastuti (2010:2) kuesioner merupakan alat pengumpulan data primer dengan metode survey untuk memperoleh data opini responden, kuesioner digunakan untuk memperoleh informasi dimana semua kuesioner yang dibagikan kepada responden akan diterima kembali oleh peneliti dalam kondisi yang baik dan kemudian akan dianalisis lebih lanjut. Teknik pengumpulan ini digunakan oleh peneliti untuk mengambil data mengenai bagaimana persepsi siswa terhadap guru pada saat guru mengajar dan persepsi guru terhadap dirinya sendiri dalam pembelajaran yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan kusioner tertutup karena responden (adalah guru dan siswa) dimana data kuesioner ini hanya peneliti yang akan mengetahui nya serta akan langsung diminta untuk memilih satu jawaban yang sudah disediakan dengan pilihan Sangat Sering skor 4, Sering skor 3, Jarang skor 2 dan Tidak Pernah skor 1. Kusioner ini terdiri dari 16 pernyataan yang mengandung 4C (Critical Thinking), (Creativity), (Collaborative), dan (Communication) dalam keterampilan berpikir tingkat tinggi dapat dilihat pada lampiran 11A halaman 121. 30

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.4.2 Observasi Menurut Arikunto (2007:87) observasi merupakan proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari proses biologis dan psikologis. Dua diantaranya yang terpenting, yaitu proses pengamatan dan ingatan. Pada masing-masing proses observasi ini terkandung sumber kesesatan yang perlu mendapat perhatian dengan saksama. Penelitian menggunakan teknik observasi untuk memperoleh data mengenai bagaimana guru menerapkan pembelajaran yang mengacu pada kegiatan 4C yaitu kegiatan (Critical Thinking), (Creative), (Collaboration), dan (Communication). Apakah guru dapat menerapkan atau meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi bagi siswanya dengan menggunakan berbagai metode yang ada pada saat pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 18 halaman 138. 3.4.3 Dokumentasi Menurut Arikunto (2007:87) dokumentasi merupakan dokumen untuk mencari data mengenai hal-hal yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, agenda, dan sebagainya. Teknik ini digunakan peneliti untuk mengumpulkan data berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan soal evaluasi (Penilaian Tengah Semester) yang digunakan oleh guru sebagai bahan untuk mengetahui pemahaman siswa. RPP sendiri akan dianalisis oleh peneliti dan rekan peneliti pada aspek indikator apakah indikator menggunakan tingkatan berpikir tingkat tinggi atau berpikir tingkat rendah. Sedangkan untuk soal evaluasi akan dianalisis oleh peneliti dan rekan peneliti pada aspek soalnya sudah termasuk dalam indikator berpikir tingkat tinggi atau berpikir tingkat rendah. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dapat dilihat pada lampiran 19A halaman 143 sampai 19P halaman 158 dan soal Penilaian tengah Semester bisa dilihat pada lampiran 21A halaman 160 sampai 21AA halaman 186. 3.4.4 Wawancara Menurut Kartono (dalam Gunawan, 2016:160) wawancara merupakan suatu percakapan yang diarahkan pada suatu masalah tertentu yang merupakan proses tanya jawab lisan, dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan secara fisik. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik wawancara guna memperoleh data yang konsisten terhadap data yang didapatkan oleh peneliti saat 31

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI melakukan observasi, memberikan kuesioner dan dokumentasi. Peneliti melakukan wawancara langsung terhadap guru kelas V untuk mengetahui lebih jauh mengenai proses penyusunan RPP, Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah dilakukan guru serta soal evaluasi. Pedoman wawancara dapat dilihat di lampiran 17 halaman 133. Sementara itu untuk mengumpulkan data-data di atas, peneliti membagi menjadi dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder sebagai berikut: 1) Data Primer Menurut Sugiyono (dalam Mitri, 2016-78) data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber datanya. Data primer juga merupakan data asli yang bersifat up to date atau data terbaru .Data primer yang dimakusd dalam penelitian ini meliputi: a) Persepsi guru dalam menerapkan kegiatan pembelajaran melalui kegiatan wawancara, kuesioner dan observasi b) Persepsi siswa terhadap guru dalam menerapkan pembelajaran yang meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada data kuesioner c) Penilain guru terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh guru kelas dengan menggunakan metode, model dan teknik dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran berupa keterampilan berpikir tingkat tinggi pada kuesioner dan observasi 2) Data Sekunder Menurut Sugiyono (dalam Mitri,2016:79) data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti melalui berbagai sumber yang telah ada. Data yang dimaksud dalam penelitian ini meliputi: a) Desain rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dibuat guru kelas, apakah telah memuat indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi atau berpikir tingkat rendah. Data yang didapatkan oleh peneliti adalah satu RPP yang disusun untuk satu pembelajaran. b) Pelaksanaan penilaian kelas yang didapatkan dari penilaian tengah semester untuk mengetahui sejauh guru dalam membuat soal apakah mengandung kata kerja operasional berpikir tingkat tinggi atau berpikir tingkat rendah. 32

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.5 Instrumen penelitian Pada penelitian ini, penelitian menggunakan beberapa instrumen pendukung karena peneliti berperan sebagai instrumen utama. Menurut Djaali (dalam Matondang. Z, 2009: 1) instrumen adalah suatu alat yang karena memenuhi akademis maka dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengukur objek atau mengumpulkan data mengenai suatu variabel. Pada penelitian ini, peneliti memutuskan untuk menggunakan berbagai instrumen yang akan digunakan untuk mengumpulkan beberapa data yang dibagi menjadi data primer dan data sekunder. Data persepsi siswa dan guru didapatkan dari kuesioner yang disusun berdasarkan indikator instrumen di bawah: Tabel 3.1 Indikator Kuesioner guru dan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran. No 1 2 3 4 Indikator Berpikir Kritis (Critical Thinking) Kolaborasi (Collaboration) Kreativitas (Creativity) Komunikasi (Communication) Nomor Item Jumlah 1 (4 pernyataan) 4 2 (4 pernyataan) 4 3 (4 pernyataan) 4 4 (4 pernyataan) 4 Pada tabel 3.1 dapat dijelaskan bahwa untuk mendapatkan data mengenai persepsi siswa terhadap guru dan persepsi guru terhadap proses pembelajaran yang sudah dilakukan menggunakan kemampuan 4C yaitu kemampuan critical thinking, collaboration, creativity, dan communication dengan masing-masing kemampuan terdiri dari 4 pernyataan. Perbedaan yang ada antara kuesioner guru dan siswa terletak pada kalimatnya dimana kalimat siswa lebih disederhanakan lagi. Instrumen kuesioner siswa dan guru dapat dilihat di bawah ini: Tabel 3.2 Instrumen Kuesioner siswa. No. 1. 4C Critical Thinking/Berpikir Kritis Keterangan Saya diberikan soal oleh guru untuk diselesaikan secara mandiri Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk mencari informasi dari sumbersumber lain. SS S JR TP 33

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk bertanya materi yang belum dipahami 2. Collaborative/Kolaborasi 3. Creativity/Kreativitas 4. Communication/ Komunikasi Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk memberikan masukan, tanggapan (kegiatan int), dan kritik. Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk membentuk kelompok diskusi Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk mengerjakan soal bersama dengan teman sekelompok Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk mencari informasi bersama dengan teman sekelompok Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk bertukar pikiran dan pendapat saat berdiskusi Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk membuat karya Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk memecahkan masalah dengan cara sendiri Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk mencari informasi secara mandiri Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk menampilkan hasil karya di dalam kelas. Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk mempresentasikan hasil dari pembelajara yang dilakukan Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk memberikan masukan atau tanggapan pada akhir pembelajaran Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk mengingat kembali materi pada pembelajaran sebelumnya 34

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Saya diberikan kesempatan oleh guru untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan Tabel 3.3 Instrumen Kuesioner guru No. 4C 1. Critical Thinking/Berpikir Kritis 2. Collaborative/Kolaborasi 3. Creativity/Kreativitas Keterangan Guru memberikan kesempatan siswa untuk menganalisis permasalahan Guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari sumber lain dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis Guru memberikan kesempatan siswa untuk menyampaikan masukkan, tanggapan (kegiatan inti), kritik dan saran. Guru memberian kesempatan siswa untuk bertanya mengenai pembelajaran Guru meminta siswa membentuk kelompok untuk saat melakukan diskusi pembelajaran Guru memberikan soal untuk dikerjakan bersama kelompok melalui kegiatan diskusi Guru meminta siswa mencari informasi bersama teman kelompok SS S JR TP Guru meminta siswa untuk saling bertukar pikiran dan pendapat dalam berdiskusi Guru meminta siswa membuat sebuah karya Guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari informasi secara mandiri Guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam menampilkan hasil karyanya di dalam kelas. Guru memberikan kesempatan siswa untuk 35

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI memecahkan masalah dengan caranya sendiri. 4. Communication/Komunik asi Guru memberikan kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil dari pembelajaran. Guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan atau tanggapan Guru untuk memberikan kesempatan siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan. Guru memberi kesempatan siswa untuk mengingat kembali materi pada pembelajaran sebelumnya. Selain persepsi siswa dan guru, untuk membandingkan hasil observasi dan analisis yang dilakukan terhadap RPP dan soal evaluasi yang sudah dilakukan peneliti dibutuhkan data berupa hasil wawancara yang dilakukan bersama dengan guru kelas V dengan indikator dibawah ini: Tabel 3.4 Indikator Pedoman Wawancara Guru Kelas No 1 2 3 4 Indikator Pembelajaran Tematik Berpikir Tingkat Tinggi Soal Ujian Tengah Semester / Ulangan Harian / Penilaian Akhir Semester Tematik Kendala dihadapi yang Nomor Item Jumlah 1 (7 pertanyaan) 7 2 (4 pertanyaan) 4 3 (1 pernyataan) 1 4 (2 pernyataan) 2 Pada tabel 3.4 diketahui bahwa pedoman wawancara yang disusun peneliti terdiri dari 4 indikator yaitu pembelajaran tematik, keterampilan berpikir tingkat tinggi, soal Ujian Tengah Semester/Ulangan Harian/Peniaian Akhir Semester, dan kendala yang dihadapi. Masing-masing indikator tersebut terdiri dari beberapa 36

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pernyataan yang dapat disesuaikan dengan indikator yang sudah ditentukan. Pernyataan wawancara dapat dibawah ini. Tabel 3.5 Instrumen pedoman wawancara NO Aspek 1. 2. 1. Pembelajaran Tematik 3. 4. Pertanyaan Wawancara Dalam melaksanakan pembelajaran tematik, apakah Bapak/Ibu guru tidak terlalu banyak menerapkan metode ceramah? metode ceramah hanya digunakan ketika menjelaskan materi tertentu yang cukup sukar? Apakah Bapak/Ibu Guru mampu menerapkan model, teknik, dan metode pembelajaran tematik yang mampu menumbuhkan partisipasi siswa melalui kagiatan diskusi dan memecahkan masalah? Apakah guru menerapkan metode pembelajaran yang menumbuhkan partisipasi siswa seperti presentasi, tanya jawab, debat dan lain sebagainya ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran tematik? Apakah Bapak/Ibu guru selalu menghampiri siswa ke tempat duduk masing-masing untuk memantau aktivitas siswa dalam kegiatan diskusi guna Jawaban 37

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. 6. 7. 1. 2. 3. 2. Berpikir tingkat tinggi 4. memastikan bahwa setiap siswa terlibat dan berpartisispasi dalam kegiatan diskusi? Apakah Bapak/Ibu Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan yang tertera pada RPP tematik? Apakah Bapak/Ibu guru selalu mengkaitkan materi dengan pengetahuan yang relevan ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran tematik? Apakah dalam kegiatan pembelajaran Bapak/Ibu guru dapat mengelola waktu dengan efisien dan efektif? Apakah Bapak/Ibu mengetahui tentang berpikir tingkat tinggi? Menurut Bapak/Ibu apa pentingnya berpikir tingkat tinggi? Apakah Bapak/Ibu menerapkan kegiatan pembelajaran yang bersifat mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi? Apakah Bapak/Ibu menggunakan kata kerja operasional taksonomi bloom pada indikator RPP dengan mengacu 38

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Soal Ujian Tengah Semester / Ulangan Harian / Penilaian Akhir Semester tematik 4. Kendala yang dihadapai tingkatan C4, C5, dan C6? 1. Dalam membuat soal Ujian Tengah Semester / Ulangan Harian / Penilaian Akhir Semester, apakah Bapak/Ibu Guru mengacu pada kata kerja operasional taksonomi bloom pada tingkatan C4, C5, dan C6? 1. Menurut Bapak/Ibu apakah ada kesulitan dalam membuat RPP tematik? 2. Apakah ada kendala yang dihadapi Bapak/Ibu Guru dalam menerapkan pembelajaran yang mengacu pada berpikir tingkat tinggi? Data yang diperlukan peneliti yaitu data proses pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru di dalam kelas, untuk mengetahui apakah pada saat proses pembelajaran guru sudah menerapakan kegiatan proses pembelajaran dengan menggunakan pedoman observasi yang disusun dari indikator di bawah ini: Tabel 3.6 Indikator Analisis Pelaksanaan pada Langkah-langkah Pembelajaran dalam RPP K13 No 1 2 3 4 Indikator Communication (Komunikasi) Colaborative (Kolaborasi) Critical Thinking and Problem Solving (Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah) Creativity and Innovation (Kreativitas dan Inovasi) Nomor Item Jumlah 1 (4 kriteria) 4 2 (4 kriteria) 4 3 (4 kriteria) 4 4 (4 kriteria) 4 39

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berdasarkan tabel 3.6 dapat disimpulkan bahwa pedoman observasi disusun berdasarkan kemampuan 4C dengan masing-masing kemampuan yang terdiri dari 4 kriteria yang sudah divalidasi oleh pihak expert judgment yaitu dosen pembimbing. Instrumen pedoman observasi dapat dilihat dibawah ini. Tabel 3.7 Instrumen Pedoman Observasi No. 4C 1. 2. 1. Communicatio n (Komunikasi) 3. 4. 1. 2. Collaborative (Kolaborasi) 2. Kriteria Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil dari pembelajaran. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan atau tanggapan Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru untuk memberikan kesempatan siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberi kesempatan siswa untuk mengingat kembali materi pada pembelajaran sebelumnya Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk membentuk kelompok melakukan diskusi Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan soal untuk di kerjakan secara berdikusi Ya Tidak Keterangan 40

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan siswa untuk mencari informasi bersama teman diskusi 4. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memeprlihatkan proses guru memberikan siswa kesempatan untuk saling bertukar pikiran dan pendapat dalam berdiksusi 3. Critical thinking and Problem Solving (Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah). 4. Creativity and Innovation (Kr eativitas dan Inovasi) 1. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk menganalisis permasalahan. 2. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari sumber lain dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis 3. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya mengenai pembelajaran 4. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan, tanggapan (kegiatan inti), dan kritik 1. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk membuat sebuah karya 41

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memecahkan masalah dengan caranya sendiri. 3. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatka proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari informasi secara mandiri 4. Di dalam langkah-langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam menampilkan hasil karyanya di dalam kelas. Data yang dibutuhkan yaitu data hasil analisis indikator RPP dan soal evaluasi dengan menggunakan pedoman analisis yang disusun dibawah ini: Tabel 3.8 Indikator Analisis Pada Soal Evaluasi dan RPP K13 No 1 Indikator C1 Mengetahui Kata Kerja Operasional 2 C2 Memahami 25 KKO 3 4 5 6 C3 Mengaplikasikan 34 KKO 28 KKO 22 KKO 35 KKO 28 KKO C4 Menganalisis C5 Mengevaluasi C6 Membuat / Mencipta Pada tabel 3.8 dapat diketahui bahwa untuk mengetahui keterampilan berpikir tingkat tinggi atau berpikir tingkat rendah pada masing-masing soal digunakan 6 tingkatan berpikir pada Taksonomi Bloom yang sudah direvisi oleh Anderson & Kartwohl dengan masing-masing indikator pada KKO yang sudah ditentukan. Instrumen KKO dapat dilihat di bawah ini. Tabel 3.9 Instrumen KKO a. b. c. d. C1 Mengetahui Mengutip Menyebutkan Menjelaskan Menggambar C2 Memahami a. Memperkirakan b. Menjelaskan c. Mengkategorikan d. Mencirikan C3 Mengaplikasikan a. Menugaskan b. Mengurutkan c. Menentukan d. Menerapkan 42

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. v. w. x. y. z. aa. bb. Membilang Mengidentifikasikan Mendaftar Menunjukkan Memberi label Memberi indeks Memasangkan Menamai Menandai Membaca Menyadari Menghafal Meniru Mencatat Mengulang Mereproduksi Meninjau Memilih Menyatakan Mempelajari Mentabulasi Memberi kode Menelusuri Menulis C4 Menganalisis a. Menganalisis b. Mengaudit c. Memecahkan d. Menegaskan e. Mendeteksi f. Mengdiaknosis g. Menyeleksi i. Memerinci j. Menominasikan k. Mendiagramkan l. Mengkorelasikan m. Merasionalkan n. Menguji o. Mencerahkan p. Menjelajah q. Membagankan r. Menyimpulkan s. Menemukan e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. v. w. x. y. Merinci Mengasosiasikan Membandingkan Menghitung Mengkontraskan Mengubah Mempertahankan Menguraikan Menjalin Membedakan Mendiskusikan Menggali Mencontohkan Menerangkan Mengemukakan Mempolakan Memperluas Menyimpulkan Meramalkan Merangkum Menjabarkan C5 Mengevaluasi a. Membandingkan b. Menyimpulkan c. Menilai d. Mengarahkan e. Mengkritik f. Menimbang g. Memutuskan h. Memisahkan i. Memprediksi j. Memperjelas k. Menugaskan l. Menafsirkan m. Mempertahankan n. Memerinci o. Mengukur p. Merangkum q. Membuktikan r. Memfalidasi e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o. p. q. r. s. t. u. v. w. x. y. z. aa. bb. cc. dd. ee. ff. gg. hh. Menyesuaikan Mengkalkulasi Memodifikasi Mengklasifikasi Menghitung Membangun Mengurutkan Membiasakan Mencegah Mengambarkan Menggunakan Menilai Melatih Menggali Mengemukakan Mengadaptasi Menyelidiki Mengoperasikan Mempersoalkan Mengkonsepkan Melaksanakan Meramalkan Memproduksi Memproses Mengaitkan Menyusun Menstimulasikan Memecahkan Melakukan Mentabulasi C6 Membuat/Mencipta a. Mengabstrasi b. Mengatur c. Menganimasi d. Mengumpulkan e. Mengkategorikan f. Mengkode h. Mengkombinasikan i. Menyusun j. Mengarang k. Membangun l. Menanggulangi m. Menghubungkan n. Menciptakan o. Mengkreasikan p. Mengoreksi q. Merancang r. Merencanakan s. Mendikte 43

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI t. u. v. w. x. y. z. aa. bb. Menelaah Memaksimalkan Memerintahkan Mengedit Mengkaitkan Memilih Mengukur Melatih Mentransfer s. t. u. v. Mengetes Mendukung Memilih Memproyeksikan t. u. v. w. x. y. z. aa. bb. cc. dd. ee. ff. gg. hh. ii. Meningkatkan Memperjelas Memfasilitasi Membentuk Merumuskan Menggeneralisasikan Mengabungkan Memadukan Membatas Mereparasi Menampilkan Menyiapkan Memproduksi Merangkum Merekontruksi Membuat 3.6 Kredibilitas dan transferbilitas Pada penelitian kualitatif ini, peneliti melakukan pengecekan keabsahan data melalui uji kredibilitas dan uji transferbilitas. Menurut Sugiyono (dalam Setyowati, 2011:19) mengemukakan bahwa kreadibilitas merupakan data hasil penelitian yang disajikan oleh peneliti agar hasil penelitian yang dilakukan tidak meragukan sebagai sebuah karya ilmiah dilakukan yang memiliki tiga jenis yaitu perpanjangan pengamatan, meningkatkan kecermatan dalam penelitian, dan triangulasi. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode triangulasi karena menurut Wiersma (dalam Setyowati, 2011:21) mengatakan triangulasi dalam pengujian kredibilitas diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai waktu. Selain metode triangulasi, peneliti menggunakan expert judgment sebagai teknik yang digunakan untuk pengujian kelayakan seluruh instrumen yang digunakan peneliti. Menurut Wardani (2013:3) expert judgement merupakan suatu proses diskusi yang melibatakan para pakar (ahli) untuk mengidentifikasi masalah analisis penyebab masalah, menentukan cara-cara penyelesaian masalah, dan mengusulkan berbagai alternatif pemecahan masalah dengan mempertimbangkan sumber daya yang tersedia. Melalui teknik ini peneliti akan meminta bantuan satu dosen PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) di Universitas Sanata Dharma untuk menilai instrument penelitian yang sudah disusun peneliti. Selain melakukan pengujian instrumen melalui ahli, didapatkan bahwa seluruh instrumen yang digunakan oleh peneliti layak digunakan dengan kriteria 44

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI antara lain instrumen penelitian kuesioner untuk siswa dan guru, pedoman wawancara guru kelas, lembar observasi proses pembelajaran, pedoman analisis perencanaan analisis indikator RPP K13, pedoman analisis soal evaluasi pembelajaran yang seluruhnya dinyatakan bahwa layak digunakan untuk uji coba dilapangan tanpa revisi. Hasil validasi dapat dilihat di lampiran 3A halaman 99 sampai 8B halaman 110. Selain menggunakan metode kreadibilitas, peneliti juga menggunakan metode transferbilitas. Menurut Sugiyono (dalam Setyowati, 2011:23) mengungkapkan bahwa validitas ekternal dalam penelitian kualitatif dimana menunjukkan derajat ketepatan atau dapat diterapkan hasil penelitian ke populasi dimana sampel tersebut diambil. Pertanyaan yang berkaitan dengan nilai transfer sampai saat ini masih diterapkan dalam situasi lain. Bagi peneliti nilai transfer sangat bergantung pada si pemakai, sehingga ketika penelitian dapat digunakan dalam konteks yang berbeda di situasi sosial yang berbeda validitas nilai transfer masih dapat dipertanggungjawabkan. Maka dapat disimpulkan bahwa instrumen yang digunakan peneliti bisa digunakan peneliti lainnya tetapi harus bisa dipertanggungjawabkan. 3.7 Teknik analisis data 3.7.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Peneliti melakukan analisis terhadap desain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada komponen indikator. Peneliti menganalisis untuk mengetahui apakah guru sudah membuat Rencana Pelakasanaan Pembelajaran yang memuat kata kerja operasional (KKO) dengan penggunaan kata kerja kognitif pada tingkatan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Setelah dilakukan analisis peneliti dan rekan peneliti, peneliti akan menentukan KKO berpikir tingkat tinggi pada RPP yang sudah disusun oleh guru kemudian peneliti akan menyesuaikan masing-masing indikator dengan susunan langkah kegiatan pembelajaran yang ada pada RPP. 3.7.2 Implementasi Proses Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Peneliti akan meneliti proses pelaksanaan pembelajaran untuk mengetahui kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan indikator keterampilan berpikir tingkat 45

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tinggi melalui persepsi siswa kepada guru dengan memberikan kuesioner dengan 16 pernyataan yang terdiri dari 4 kategori yaitu communication, collaborative, critical thinking dan creativity. Selain melalui persepsi siswa terhadap guru, peneliti juga akan melihat dari persepsi guru terhadap pelaksanaan yang sudah dilakukan melalui kuesioner, dan wawancara. Pada kuesioner guru, isi setiap pernyataan sesuai dengan kuesioner siswa hanya saja peneliti menyederhanakan pernyataan yang akan diberikan pada siswa. Setelah kuesioner diisi oleh siswa dan guru, peneliti melakukan rekapitulasi data dan menganalisis data yang sudah didapatkan menggunakan skala likert. Selain data dari kuesioner dan wawancara, peneliti juga melakukan observasi pada proses pembelajaran didalam kelas. Observasi dilakukan bersama teman yang bukan satu payung untuk membandingkan hasil observasi yang kemudian akan didiskusikan untuk mendapatkan hasil akhir. 3.7.3 Pelaksanaan Penilaian Kelas (Assesment) Peneliti melakukan analisis terhadap soal evaluasi pada penilaian tengah semester yang di buat oleh guru-guru se-KSK Sleman Timur. Soal evaluasi dinyatakan baik bila hasil analisis menunjukkan bahwa kata kerja operasional yang digunakan sebagai soal ujian mengandung kata kerja operasional yaitu indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi yaitu menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Teknik analisis dilakukan dengan cara triangulasi. Menurut Raharjo (2010:1) mengungkapkan bahwa triangulasi merupakan pendekatan multimode yang dilakukan peneliti pada saat mengumpulkan dan menganalisis data. Ide dasarnya adalah bahwa fenomena yang diteliti dapat dipahami dengan baik sehingga diperoleh kebenaran tingkat tinggi jika didekati dari berbagai sudut pandang. Sedangkan menurut Denkin (dalam Raharjo, 2010:2) mengungkapkan bahwa triangulasi sebagai gabungan atau kombinasi berbagai metode yang dipakai untuk mengkaji fenomena yang saling terkait dari sudut pandang dan perspektif yang berbeda. Menurut Denkin (dalam Raharjo, 2010:2) mengungkapkan bahwa triangulasi meliputi empat hal, yaitu (1) triangulasi metode;(2) triangulasi antar-peneliti;(3) triangulasi sumbe data;(4) triangulasi teori. Berikut penjelasannya. 46

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Triangulasi metode dilakukan dengan membandingkan infromasi atau data dengan cara yang berbeda. 2. Triangulasi antar-peneliti dilakukan dengan cara menggunakan lebih dari satu orang dalam pengumpulan dan analisis data. 3. Triangulasi sumber data adalah menggali kebenaran infromasi tertentu melalui berbagai metode dan sumber perolehan data. 4. Triangulasi teori Pada penelitian ini, peneliti memutuskan untuk melakukan triangulasi antarpenelitian karena peneliti akan meminta bantuan dua rekan peneliti untuk menganalisis soal penilaian tengah semester. Setelah itu, peneliti dan dua rekan peneliti akan menganalisis setiap nomor soal dengan waktu dan tempat yang berbeda untuk menghindari adanya pengaruh dari peneliti lain. Setelah semua peneliti selesai menganalisis soal, ketiga peneliti bertemu dan mendiskusikan hasil akhir pada tingkatan masing-masing nomor soal yang menggunakan kata kerja operasional apakah mengandung keterampilan berpikir tingkat tinggi atau berpikir tingkat rendah. 3.7.4 Skala Likert Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti akan banyak menggunakan Skala Likert untuk menganalisis mengenai kuesioner persepsi siswa terhadap guru dan persepsi guru terhadap proses pembelajaran. Menurut Siregar (2010:138) mengungkapkan bahwa Skala Likert adalah Skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu objek atau fenomena tertentu. Alternatif jawaban yang dibuat oleh peneliti yang sangat sering, sering, jarang, dan tidak pernah. Peneliti memutuskan untuk membuat empat alternative jawaban karena menurut peneliti, dengan membuat empat alternative jawaban maka responden tidak dapat memilih alternatif jawaban yang menimbulkan keraguan. Pada penelitian ini, peneliti akan melihat banyak fenomena yang benar-benar terjadi dan tidak disengaja sehingga tidak disediakan pilihan netral. Pada kuesioner peneliti menentukan skor sebagai berikut: (1) skor 4 untuk jawaban sangat sering; (2) skor 3 untuk jawaban sering;(3) skor 2 untuk jawaban jarang; (4) skor 1 untuk jawaban tidak pernah. Peneliti juga menentukan interval 47

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang akan digunakan untuk menentukan pernyataan penerapan sesuai dengan hasil analisis kuesioner perspesi siswa dan guru dengan rumus: 𝐼𝑛𝑡𝑒𝑟𝑣𝑎𝑙 𝑆𝑘𝑎𝑙𝑎 (𝑅𝑆) = Keterangan: 𝑚−𝑛 𝑏 m = angka tertinggi dalam skor jawaban n = angka terendah dalam skor jawaban b = banyaknya kelas atau kategori jawaban Melalui rumus di atas maka peneliti mendapatkan hasil interval sebagai berikut: Tabel 3.10 Hasil Interval Indeks Persepsi Nilai Persepsi 1 2 3 4 Interval Indeks Persepsi 1.0 – 1.75 1.76 – 2.51 2.52 – 3.27 3.28 – 4.0 Pernyataan Penerapan Tidak Pernah Jarang Sering Sangat Sering Setelah didapatkan nilai interval dan pernyataan penerapan, peneliti dapat menentukan tingkat penerapan pada masing-masing kemampuan 4C yang ada pada kuesioner siswa dan guru. 48

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV ini berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan peneliti terkait dengan penelitian mengenai analisis terhadap perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi penilaian yang dilakukan oleh guru kelas V terhadap siswa kelas V. 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Perencanaan Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Kelas V 4.1.1.1 Hasil Analisis Indikator Aspek Kognitif pada RPP Tematik Pada penelitian ini peneliti akan memaparkan hasil analisis dari indikator aspek kognitif pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran. Pada tanggal 5 November 2018 peneliti mendapatkan seperangkat perencanaan pembelajaran dari guru kelas II dikarenakan guru kelas V belum memiliki rencana pelaksanaan, rencana pelaksanaan pembelajaran milik guru kelas V yang baru masih berada di yayasan dan harus meminta izin ke yayasan sehingga peneliti semakin lama mendapatkan rencana pelaksanaan pembelajaran maka dari itu peneliti meminta kepada guru kelas II yang dulu sempat mengajar dikelas V karena dulu guru ini sudah membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. Sebelum peneliti meminta rencana pelaksanaan pembelajaran pada guru kelas II peneliti sudah meminta izin terlebih dahulu kepada guru kelas V yang sekarang dan sangat diperbolehkan oleh guru kelas V. Pada akhirnya peneliti mendapatakan rencana pelaksanaan pembelajaran dari guru wali kelas II yang dulu sempat mengajar di kelas V, setelah peneliti mendapatkan rencana pelaksanaan pembelajaran peneliti mulai mengandakan rencana pelaksanaan pembelajaran menjadi 2 untuk di analisis indikator kognitif oleh dua rekan peneliti lainnya di tempat yang berbeda, setelah di analisis kemudian peneliti dan dua rekan peneliti 49

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berkumpul untuk mendiskusikan hasil dari analisis indikator tersebut. Berikut adalah hasil analisis dari indikator aspek kognitif yang sudah di analisis peneliti dan kedua rekan peneliti. Tabel 4.1 Hasil Analisis Indikator Aspek Kognitif pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik NO Indikator 3.1.1 Menjelaskan cara mengikuti gotong royong secara benar LOTS HOTS Muatan PPKn √ Keterangan Kata kerja operasional terdapat pada tingkatan C2 yaitu “Memahami” Muatan IPS Menunjukkan √ Kata kerja operasional kondisi geografis terdapat pada tingkatan pulau-pulau di C1 yaitu “Mengetahui” Indonesia Muatan Bahasa Indonesia 3.1.1 Mencari ide √ Kata kerja operasional pokok yang terdapat pada tingkatan terdapat pada C4 yaitu “Menganalisis” bacaan 2 Jumlah indikator 1 3.1.1 Berdasarkan tabel 4.1, peneliti dapat menjelaskan bahwa dari tiga indikator dengan muatan pembelajaran yang berbeda yaitu PPKn, IPS dan Bahasa Indonesia hanya ada satu indikator saja pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang menggunakan kata kerja operasional pada berpikir tingkat tinggi pada tingkatan C4 yaitu menganalisis, peneliti memilih kata kerja operasional menganalisis karena pada indikator tersebut menjelaskan bahwa “Mencari ide pokok yang terdapat pada bacaan” kata kerja indikator mencari sebenarnya tidak terdapat pada kata kerja operasional tetapi peneliti dan dua rekan peneliti berdiskusi bahwa mencari suatu ide pokok sama dengan menganalisis ide pokok bacaan terlebih dahulu maka dari itu peneliti memilih kata kerja operasional menganalisis. Sementara dua indikator lainnya hanya pada berpikir rendah. Hasil di atas dapat menjelaskan bahwa indikator aspek kogitif yang di buat oleh guru didominasi oleh indikator berpikir tingkat rendah. Ini dapat dilihat 50

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI lampiran 9 halaman 111 untuk cara mencari indikator KKO dan lampiran 20 halaman 159 untuk melihat hasil analisis RPP. 4.1.1.2 Hasil Analisis Wawancara Guru Kelas V Wawancara bersama dengan guru kelas dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2018 setelah selesai melakukan kuesioner siswa. Melalui kegiatan wawancara bersama dengan guru kelas V peneliti mendapatkan beberapa informasi mengenai sejauh mana guru dapat memahami dan mampu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran tematik. Hasil wawancara yang peneliti gunakan adalah aspek satu pada nomor pertanyaan lima dan aspek dua nomor pertanyaan empat serta aspek empat pada nomor pertanyaan satu dan dua dapat dilihat pada lampiran wawancara. Berdasarkan hasil wawancara bersama dengan guru kelas V dapat dilihat di lampiran 17 halaman 133. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa guru sudah memahami tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi atau HOTS karena sudah diberikan program bersama yayasan mengenai keterampilan berpikir tingkat tinggi, tetapi pada kenyataannya beliau dalam membuat RPP hanya beberapa yang menggunakan kata kerja operasional berpikir tinggkat tinggi beberapa hal tersebut dapat dilihat dari penjelasan beliau mengenai penyusunan perencanaan pembelajaran di susun atau RPP dikerjakan bersama dengan guru kelas V se-KSK Timur dengan berkoordinasi bersama. Pada penyusunan RPP kurikulum 2013 ada kesulitan saat membuat RPP tersebut namun kesulitan itu dapat di atasi karena guru dalam membuat RPP dilakukan bersama dengan guru kelas V se-KSK Sleman Timur sehingga dapat saling berkomunikasi. Kendala yang beliau rasakan adalah kurangnya sarana prasarana yang dapat menunjang kegiatan keterampilan berpikir tingkat tinggi. 51

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.1.2 Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Pelaksanaan Pembelajaran di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Kelas V 4.1.2.1 Hasil Analisis Kuesioner Siswa Kelas V Peneliti melakukan kegiatan pengambilan kuesioner siswa dan guru dilakukan pada tanggal 17 Oktober 2018 dimana guru mengerjakan kuesioner di ruang guru dan siswa mengerjakan di kelas dengan didampingi oleh peneliti. Berikut adalah hasil analisis akhir diagram batang tingkat penerapan kemampuan 4C pada pembelajaran di kelas menurut persepsi siswa kelas V yang berjumlah 19 siswa terhadap proses pelaksanaan pembelajaran yang diberikan oleh guru kelas V. Penerapan masing-masing kemampuan dapat dilihat menggunakan hasil hitung interval Skala Likert pada tabel 3.10 halaman 48 . Dibawah ini merupakan diagram hasil analisis kuesioner siswa. HASIL ANALISIS KUESIONER S I S WA Rata-rata Skor Seluruh Siswa 3.5 3 2.5 3.1 2 2.76 2.3 2.57 1.5 1 0.5 0 Critical Thinking Collaborative Creativity Kriteria Communication Gambar 4.1 Diagram batang hasil analisis kuesioner 19 siswa Diagram batang di atas di dapatkan dari hasil analisis terhadap 19 kuesioner yang sudah diisi oleh 19 siswa kelas V melalui bimbingan peneliti dan tanpa ditemani oleh guru kelas V. Hal ini dilakukan peneliti agar siswa dapat menilai guru kelas berdasarkan presepsi masing-masing siswa selama proses pelaksanaan pembelajaran tanpa ada tekanan dari guru kelas nya. 52

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Setelah itu peneliti menghitung rata-rata setiap kemampuan 4C yang terbagi menjadi 4 indikator. Berdasarkan analisis peneliti dapat dilihat bahwa dari keempat kemampuan 4C yang berbeda-beda seperti kemmpuan critical thinking yang memiliki skor rata-rata 3.1 dari 19 siswa rata-rata ini merupakan rata-rata tertinggi dari kemampuan yang lain sehingga siswaa mengatakan bahwa berdasarkan persepsi siswa kemampuan critical thinking sering di terapkan oleh guru di dalam kelas. Berbeda dengan 3 kemampuan lainnya seperti kemampuan collaborative memiliki skor ratarata 2.3 dari 19 siswa sehingga dapat dikatakan bahwa berdasarkan persepsi siswa kemampuan ini termasuk kemampuan yang jarang di terapkan oleh guru di dalam kelas, sedangkan untuk kemampuan creativity memiliki skor rata-rata 2.76 dari 19 siswa sehingga dapat dikatakan bahwa berdasarkan persepsi siswa kemampuan ini termasuk kemampuan yang sering dilakukan guru dan kemampuan terakhir untuk communication memiliki skor 2.57 dari 19 siswa sehingga dapat dikatakan bahwa berdasarkan persepsi siswa kemampuan ini sering dilakukan oleh guru di dalam kelas. Berikut hasil analisis akhir dari persepsi siswa terhadap proses pembelajaran yang dilakukan guru di dalam kelas. Tabel 4.2 Hasil Analisis Kuesioner 19 Siswa Rata-rata Skor Seluruh Siswa Pernyataan Penerapan Critical Thinking 3.1 Sering 2 Collaborative 2.3 Jarang 3 Creativity 2.76 Sering 4 Communication 2.57 Sering No Kriteria 1 4.1.2.2 Hasil Analisis Kuesioner Guru Kelas V Berikut adalah hasil analisis diagram batang tingkat penerapan kemampuan 4C pada pembelajaran dikelas menurut persepsi guru kelas V terhadap proses pembelajaran yang diberikan oleh guru terhadap 19 siswa kelas V yang dapat dilihat lampiran 14 halaman 129. Hasil ini didapatkan oleh peneliti dengan meminta waktu oleh guru kelas V untuk mengisi kuesioner mengenai persepsi guru dalam mengajar dikelas, guru mengisi kuesioner ini di ruangan guru tanpa peneliti damping dikarenakan peneliti 53

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mendampingi siswa pada saat mengisi kuesioner. Ketentuan penerapan masing-masing kemampuan dilihat dari hasil hitung interval menggunakan Skala Likert yang dapat dilihat pada tabel 3.10 halaman 48 . Dibawah ini merupakan diagram mengenai hasil kuesioner guru. HASIL ANALISIS KUESIONER GURU Rata-rata 3.8 3.6 3.75 3.5 3.4 3.2 3.25 3.25 3 Critical Thinking Collaborative Creativity Kriteria Communication Gambar 4.2 Diagram batang hasil analisis kuesioner guru Diagram di atas didapatkan dari hasil analisis terhadap 1 kuesioner yang sudah diisi oleh guru kelas V. Setelah itu, peneliti menghitung ratarata setiap kemampuan 4C yang masing-masing dibagi menjadi 4 indikator. Berdasarkan analisis peneliti dapat dilihat bahwa dari keempat kemampuan 4C, kemampuan critical thinking berada pada tingkat skor paling tingg 3.75 sehingga dapat di katakan bahwa persepsi guru terhadap proses pembelajaran yang sudah dilakukan dari kedua kemampuan tersebut sangat sering diterapkan oleh guru di dalam kelas dibandingkan dengan 3 kemampuan lainnya dimana 2 kemampuan lainnya memiliki tingkat yang sama dengan rata-rata skor 3.25 pada kemampuan collaborative dan creativity sehingga dapat di katakan bahwa berdasarkan persepsi guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan dari kedua kemampuan tersebut sangat sering dilakukan pada saat proses pembelajaran berbeda dengan kemampuan 4C yaitu pada communication mendapatkan skor ratarata 3.5 dari persepsi guru terhadap proses pembelajaran yang sudah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kedua kemampuan tersebut sangat sering dilakukan dalam proses pembelajaran dikelas. Berikut adalah 54

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI hasil analisis akhir dari persepsi guru terhadap proses pembelajaran di dalam kelas. Untuk melihat kuesioner guru dilihat lampiran 14 halaman 130 dan untuk melihat hasil lampiran 15 halaman 130 dan lampiran 16 halaman 132. Tabel 4.3 Hasil Analisis kuesioner Guru No 1 2 3 4 Kriteria Critical Thinking Collaborative Creativity Communication Rata-rata Skor 3.75 3.25 3.25 3.5 Pernyataan Kemunculan Sangat sering Sangat sering Sangat sering Sangat sering 4.1.2.3 Hasil Wawancara Guru Kelas V Wawancara dilakukan oleh peneliti pada tanggal 17 Oktober 2018 setelah selesai melakukan kuesioner siswa dan guru. Melalui kegiatan wawancara terhadap guru kelas V peneliti mendapatkan beberapa informasi mengenai sejauh mana guru mengetahui pembelajaran tematik, kemampuan berpikir tingkat tinggi dan cara guru menyusun soal evaluasi. Namun pada poin ini, peneliti hanya menggunakan aspek satu pada nomor pertanyaan satu sampai empat dan aspek dua pada nomor pertanyaan satu sampai tiga untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang sudah dilakukan oleh guru kelas V. Berdasarkan hasil wawancara bersama guru kelas V dapat dilihat pada lampiran wawancara, peneliti mendapatkan kesimpulan bahwa guru kelas V. Pada pembelajaran di dalam kelas beliau sudah mengurangi metode ceramah, metode cermah hanya digunakan pada saat materi susah, beliau juga sudah melaksanakan model, teknik dan metode pembeajaran tematik sesuai dengan program RPP melalui diskusi terkadang guru juga melakukan musyawarah saat pembelajaran dan memantau kegiatan siswa saat diskusi. Beliau sudah mengetahui mengenai pembelajaran berpikir tingkat tinggi karena beliau sudah mendapatkan program dari yayasan karena beliau mengetahui bahwa berpikir tingkat tinggi itu penting bagi siswa dimana siswa selalu ingin tahu, membuktikan dan melaksanakan. Saat pembelajaran 55

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI beliau juga mengarahkan kepada berpikir tingkat tinggi pada pembelajaran tematik dapat dilihat lampiran 17 halaman 133. 4.1.2.4 Hasil Observasi Proses Pembelajaran di Kelas V Kegiatan Obseravasi dilakukan pada tanggal 5 November 2018 guru melakukan pembelajaran seperti biasanya. Berikut adalah hasil observasi yang sudah dilakukan oleh peneliti dalam pelaksanaan yang dilakukan oleh guru kelas V. Untuk observasi dapat dilihat lampiran 18 halaman 138. Tabel 4.4 Hasil Observasi Pelaksanaan pembelajaran No 1. 4C Communicatio n/ Komunikasi Kriteria Ya 1. Di dalam √ langkahlangkah pembelajaran memperlihat kan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil dari pembelajaran. 2. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan atau tanggapan Tidak Keterangan Guru memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok untuk mempresntasikan hasil pekerjaan yang diberikan guru ketika melakukan diskusi kelompok √ Guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan tanggapan atau masukan ketika siswa presentasi 56

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihat kan proses guru untuk memberikan kesempatan siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan. 4. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihat kan proses guru memberi kesempatan siswa untuk mengingat kembali materi pada pembelajaran sebelumnya 2. Collaborative (Kolaborasi) 1. Di dalam √ langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk membentuk kelompok melakukan diskusi √ Guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang sudah di lakukan dan hanya menutup kegiatan pembelajaran √ Pada awal pembelajaran guru tidak mengingkatkan kembali materi sebelumnya dan langsung meminta siswa mmebuka buku paket saja. Guru meminta siswa untuk membuat kelompok berjumlah 4-5 ketika akan mulai mengerjakan soal yang diberikan guru 57

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 2. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan soal untuk di kerjakan secara berdikusi 3. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan siswa untuk mencari informasi bersama teman diskusi 4. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan siswa kesempatan untuk saling bertukar pikiran dan pendapat dalam berdiksusi 1. Di dalam Critical langkahthinking and langkah pembelajaProblem ran memperSolving lihatkan (Berpikir Kritis proses guru dan memberikan Pemecahan Masalah). kesempatan siswa untuk √ Dalam proses pembelajaran guru meminta siswa mencatat soal yang diberikan guru kemudian meminta siswa untuk mengerjakan secara berkelompok/berdis kusi √ Guru memperlihatkan proses memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari informasi atau jwaban pada buku atau atas dasar pengalamannya sendiri √ Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling bertukar pikiran pada saat siswa mengerjakan soal yang diberikan oleh guru secara otomatis siswa akan saling bertukar pikiran mana jawaban yang tepat √ Guru memberikan kesempatan kepada siswa untik mencari jawaban atas permasalahan yang ada di sekitar lingkungan rumah atau sekolah mengenai hewan 58

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menganalisis permasalahan. 2. Di dalam √ langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari sumber lain dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis 3. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya mengenai pembelajaran 4. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan, tanggapan (kegiatan inti), dan kritik. yang hidup sekitar rumah di Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mencari sumber lain dalam meningkatkan berpikir krtis dalam menjawab pertanyaan guru siswa mencari sumber lain melalui pengalamannya sendiri melihat hewan √ Guru belum memperlihatkan kesempatan siswa untuk bertanya. Guru lebih menekankan siswa untuk menjawab pertanyaan √ Guru tidak memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan, tanggapan atau kritikan saat proses pembelajaran. 59

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Creativity and Innovation (Kr eativitas dan Inovasi) 1. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk membuat sebuah karya 2. Di dalam √ langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memecahkan masalah dengan caranya sendiri. 3. Di dalam √ langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari informasi secara mandiri 4. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan kepada √ Guru tidak memberikan kesempatan siswa untuk membuat sebuah karya Guru memberikan kesempatan siswa untuk memcahkan soal yang diberikan oleh guru dengan mencari sumber lain Guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari informasi dari sumber lain √ Guru tidak meminta siswa membuat sebuah karya maka siswa tidak memperlihatkan hasil karya nya. 60

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI siswa dalam menampilkan hasil karya nya di dalam kelas. Berdasarkan tabel di atas pada aspek kemampuan komunikasi pada kriteria pertama, guru menerapkan kesempatan siswa pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaan yang diberikan guru ketika melakukan diskusi kelompok karena pada saat melakukan observasi peneliti melihat guru meminta perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil pekerjaan yang didiskusikan bersama kelompok. Pada kriteria kedua, guru tidak menerapkan kepada siswa untuk mengungkapkan tanggapan atau masukan ketika siswa presentasi karena pada saat melakukan observasi peneliti melihat guru tidak menyuruh siswa untuk mengungkapkan tanggapan atau masukan dan hanya mempersilahkan siswa yang sudah selesai presentasi kembali ketempat duduk. Pada kriteria ketiga, guru tidak menerapkan kepada siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan karena saat peneliti melakukan observasi peneliti melihat guru langsung menutup pembelajaran dikarenakan ada kegiatan rapat. Sedangkan untuk kriteria keempat guru tidak menerapkan kegiatan mengingat kembali materi sebelumnya karena pada saat peneliti melakukan observasi peneliti melihat guru langsung meminta siswa membuka buku paket dan masuk ke materi baru. Jadi berdasarkan aspek komunikasi yang diterapkan guru pada saat pembelajaran adalah kriteria pertama sedangkan sedangkan untuk kriteria kedua, ketiga, keempat guru tidak menerapkan kriteria tersebut. Disisi lain, untuk aspek kolaborasi pada kriteria pertama, guru menerapkan kegiatan untuk membuat kelompok berjumlah 4-5 karena pada kegiatan ini siswa akan mengerjakan soal yang dapat di diskusikan bersama. Pada kriteria kedua, guru menerapkan kegiatan guru meminta siswa untuk mencatat soal yang diberikan guru kemudian meminta siswa untuk mencatat 61

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI soal yang diberikan guru kemudian meminta siswa untuk mengerjakan soal secara berkelompok karena pada saat peneliti melakukan observasi peneliti melihat secara langsung guru membacakan soal untuk dikerjakan dan meminta siswa berdiskusi. Pada kriteria ketiga guru menerapkan kepada siswa untuk mencari informasi bersama dengan temannya karena pada saat melakukan observasi peneliti melihat guru meminta siswa mencari informasi bersama untuk didiskusikan. Sedangkan pada kriteria keempat guru menerapkan kesempatan siswa untuk bertukar pikiran pada saat mengerjakan soal karena peneliti melihat secara langsung guru meminta masing-masing kelompok untuk saling bertukar pikiran mengenai jawaban yang tepat. Jadi berdasarkan aspek kolaborasi guru menerapakan semua kriteria dalam proses pembelajaran. Untuk aspek berpikir kritis pada kriteria pertama guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari jawaban atas permasalahan yang ada di sekitar lingkungan rumah karena pada saat peneliti melakukan observasi peneliti melihat guru meminta siswa untuk tidak mencari pada satu buku tetapi harus mencari dari pengalamannya sendiri. Pada kriteria kedua guru telah menerapkan kegiatan dimana siswa harus mencari sumber lain dalam meningkatkan berpikir kritis karena dalam melakukan observasi guru meminta siswa untuk mencari sumber lain agar mampu berpikir secara kritis. Pada kriteria ketiga tidak menerapkan kegiatan bertanya karena guru yang peneliti lihat hanya menekankan pada guru memberikan pertanyaan. Sedangkan untuk kriteria keempat guru tidak menerapkan kegiata siswa memberikan masukan, tanggapan atau kritikan karena pada saat peneliti melakukan observasi peneliti melihat guru memberikan pertanyaan dan tidak pernah meminta siswa memberikan tanggapan. Jadi berdasarkan aspek berpikir kritis kriteria yang diterapkan hanya kriteria satu dan dua saja sedangkan kriteria 3 dan 4 tidak di terapkan. Pada kemampuan aspek kreativitas kriteria pertama guru tidak menerapkan kegiatan siswa membuat karya karena pada saat itu peneliti melakukan observasi tidak melihat guru meminta siswa membuat karya. Pada kriteria kedua guru menerapkan kegiatan siswa untuk memecahkan 62

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI masalah yang diberikan guru dengan mencari sumber lain karena pada saat melakukan observasi guru memberikan kesempatan siswa untuk melakukan kegiatan mencari sumber lain. Pada kriteria ketiga guru menerapkan kegiatan mencari infomasi dari sumber lain karena pada saat melakukan observasi terlihat guru meminta siswa jangan terpaku akan satu buku saja, sedangkan untuk kriteria terakhir guru tidak meminta siswa membuat sebuah karya dan tidak mempresentasikan hasil karyanya karena dalam melakukan observasi peneliti melihat bahwa guru tidak meminta siswa membuat sebuah karya. Jadi berdasarkan aspek kreativitas guru hanya menerapkan kriteria dua dan empat sedangkan kriteria yang tidak diterapkan kriteria satu dan tiga. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa dari keempat kemampuan diatas kemampuan yang sering diterapkan yaitu kemampuan kolaborasi karena guru sering meminta siswa untuk melakukan diskusi bersama dengan kelompok sedangkan untuk kemampuan yang jarang digunakan yaitu ada tiga kemampuan. Kemampuan komunikasi hanya dua kriteria yang diterapkan dan untuk dua kriteria tidak diterapkan karena guru tidak memberikan tanggapan dan tidak menyimpulkan hasil pembelajaran, untuk kemampuan berpikir kritis hanya dua kriteria yang diterapkan dan dua kriteria lagi tidak di terapkan karena guru tidak memberikan kesempatan siswa untuk bertanya dan tidak meminta siswa memberikan masukan atau tanggapan, untuk kemampuan kreativitas guru jarang menerapakan hanya ada dua kriteria yang diterapkan dan dua yang tidak diterapkan karena guru tidak meminta siswa membuat karya dan guru tidak meminta siswa mempresentasikan hasil karya. 4.1.3 Penilaian Berpikir Tingkat Tinggi di di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Kelas V 4.1.3.1 Hasil Analisis Soal Penilian Tengah Semester Pelaksanaan penilaian pembelajaran merupakan proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan 63

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Dari soal Penilaian Tengah Semester dianalisis tingkat kesesuaiannya dengan indikator kriteria berpikir tingkat tinggi ketika komponen soal menggunakan kata kerja operasional pada taksonomi bloom mengarahkan siswa pada kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Pada hasil penelitian ini, peneliti melakukan analisis terhadap 5 bidang mata pelajaran yang disusun oleh guru-guru se-KSK Sleman Timur. Guru kelas memberikan soal PTS karena guru memiliki pertimbangan bahwa soal PTS memiliki ragam soal lengkap seperti adanya pilihan ganda, uraian, dan essay dengan jumlah butir soal yang berbeda-beda dan semua muatan serta kompetensi tertuang di dalamnya dengan menggunakan lima bidang mata pelajaran sekolah dasar seperti PPKn, IPA,IPS, Matematika, dan Bahasa Indonesia. Untuk melihat hasil analisis soal PTS dapat dilihat lampiran 23A halaman 211 sampai 23V halaman 232. Berdasarkan hasil analisis, peneliti menemukan bahwa: Hasil Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran PPKn 10% 90% HOTS LOTS Gambar 4.3 Diagram Pie hasil analisis Penilaian Tengah Semester Pelajaran PPKn Dari diagram pie di atas didapatkan hasil analisis Penilaian Tengah Semester pada mata pelajaran PPKn dengan sistem analisis triangulasi yang dilakukan oleh tiga peneliti dari satu payung yang sama. Hal ini di lakukan supaya peneliti dapat mengambil keputusan dan keabsahan data. Berdasarkan gambar 4.3, dijelaskan bahwa pada muatan PPKn hanya 64

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI terdapat 10% soal yang mengandung kata kerja operasional berpikir tingkat tinggi dan terdapat 90% soal yang mengandung kata kerja operasional berpikir tingkat rendah dari 40 butir soal dengan ragam soal pilihan ganda, uraian, dan essay. Setelah menganalisis permata pelajaran PPKn peneliti juga menganalisis soal pilihan ganda PPkn yang di dapatkan hasil dibawah in Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semster Mata Pelajaran PPKn 15% 85% HOTS LOTS Gambar 4.4 Diagram Pie hasil analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran PPKn Hasil dari diagram analisis soal pilihan ganda pada pembelajaran PPKn diketahui bahwa presentase hasil soal HOTS ada 15 % sedangkan untuk presentase hasil soal LOTS ada 85 % dari total jumlah soal PTS pilihan ganda ada 20 butir soal. Setelah peneliti menganalisis soal pilihan ganda pada mata pelajaran PPKn peneliti juga menganalisis soal uraian dengan hasil diagram dibawah ini: Hasil Analisis Soal Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran PPKn 7% 93% HOTS LOTS Gambar 4.5 Diagram pie hasil analisis soal uraian PTS pada Pelajaran PPKn 65

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari hasil diagram di atas menunjukkan bahwa hasil presentase pada soal uraian mata pelajaran PPKn di dapakan hasil soal HOTS ada 7 % dan soal LOTS ada 93 % dari total jumlah PTS uraian ada 15 butir soal. Kemudian peneliti juga menganalisi soal essay pada mata pelajaran PPKn dengan diagram dibawah ini. Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran PPKn 0% 100% HOTS LOTS Gambar 4.6 Diagram pie hasil analisis soal essay Penilaian Tengah Semester pada pembelajaran PPKn Dari hasil analisis diagram di atas maka dapat diketahui bahwa presentase soal HOTS 0% berarti tidak ada soal yang mengandung HOTS sedangkan untuk soal LOTS 100% yang berarti bahwa 5 butir soal essay terdapat pada soal LOTS saja. Setelah peneliti menganalisis soal PPKn, peneliti juga meneliti soal IPA yang terdiri dari soal pilihan ganda, uraian, dan essay. Peneliti juga mendapatkan hasil diagram di bawah ini untuk keseluruhan soal mata pelajaran IPA Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran IPA 15% 85% HOTS LOTS Gambar 4.7 Diagram pie hasil analisis Penilain Tengah Semester pada Pelajaran IPA 66

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari hasil diagram di atas maka hasil presentase 15 % untuk soal HOTS sedangkan 85 % untuk soal LOTS pada mata pelajaran IPA dari jumlah soal 40 butir dengan ragam soal pilihan ganda, uraian, dan essay. Setelah menganalisis permata pelajaran peneliti juga menganalisis soal pilihan ganda pada IPA didapatkan hasil diagram dibawah ini Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPA 8% 92% HOTS LOTS Gambar 4.8 Diagram pie hasil analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada pelajaran IPA Hasil dari diagram analisis soal pilihan ganda pada pembelajaran IPA diketahui bahwa presentase hasil soal HOTS ada 8% sedangkan untuk presentase hasil soal LOTS ada 92 % dari total jumlah soal PTS pilihan ganda ada 25 butir soal. Setelah peneliti melakukan analisis soal pilihan ganda peneliti juga menganalisis soal uraian dengan hasil diagram dibawah ini. Hasil Analisis Soal Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPA 10% 90% HOTS LOTS Gambar 4.9 Diagram pie hasil analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPA 67

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari hasil diagram di atas menunjukkan bahwa hasil presentase pada soal uraian mata pelajaran IPA di dapatkan hasil soal HOTS ada 10 % dan soal LOTS ada 90 % dari total jumlah PTS uraian ada 10 butir soal. Kemudian peneliti juga menganalisis soal essay pada mata pelajaran IPA dengan diagram dibawah ini. Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPA 40% 60% HOTS LOTS Gambar 4.10 Diagram pie hasil analisis soal essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPA Dari hasil analisis diagram di atas maka dapat diketahui bahwa presentase soal HOTS ada 60% sedangkan untuk soal ada LOTS 40% dari total soal essay ada 5 butir soal. Setelah peneliti menganalisis soal IPA, peneliti juga menganalisis soal Bahasa Indonesia yang terdiri dari soal romawi I uraian, soal romawi II pilihan ganda, soal romawi III uraian, dan soal romawi IV Essay. Peneliti juga mendapatkan hasil diagram di bawah ini untuk keseluruhan soal mata pelajaran Bahasa Indonesia Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 35% 65% HOTS LOTS Gambar 4.11 Diagram pie hasil analisis Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia 68

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari hasil diagram di atas maka hasil presentase 35 % untuk soal HOTS sedangkan 65 % untuk soal LOTS pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dari jumlah soal 43 butir dengan ragam soal romawi I uraian, romawi II pilihan ganda, romawi III uraian, dan romawi IV essay. Setelah menganalisis permata pelajaran peneliti juga menganalisis romawi I uraian pada Bahasa Indonesia didapatkan hasil diagram dibawah ini. Hasil Analisis Soal Romawi I Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 60% 40% HOTS LOTS Gambar 4.12 Diagram pie hasil analisis soal romawi I Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia Hasil dari diagram analisis soal romawi I uraian pada pembelajaran Bahasa Indonesia diketahui bahwa presentase hasil soal HOTS ada 40% sedangkan untuk presentase hasil soal LOTS ada 60 % dari total jumlah soal PTS romawi I uraian ada 5 butir soal. Setelah peneliti melakukan analisis soal romawi I uraian peneliti juga manganalisis soal romawi II pilihan ganda dengan hasil diagram dibawah ini. Hasil Analisis Soal romawi II Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 30% 70% HOTS LOTS Gambar 4.13 Diagram pie hasil analisis soal romawi II pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia 69

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari hasil diagram di atas menunjukkan bahwa hasil presentase pada soal romawi II pilihan ganda mata pelajaran Bahasa Indonesia di dapatkan hasil soal HOTS ada 30 % dan soal LOTS ada 70% dari total jumlah PTS romawi II pilihan ganda ada 20 butir soal. Kemudian peneliti juga menganalisi soal romawi III uraian pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan diagram dibawah ini. Hasil Analisis Soal III Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 27% 73% HOTS LOTS Gambar 4.14 Diagram pie hasil analisis soal romawi III uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia Dari hasil diagram di atas menunjukkan bahwa hasil presentase pada soal romawi III uraian mata pelajaran Bahasa Indonesia di dapatkan hasil soal HOTS ada 27 % dan soal LOTS ada 73% dari total jumlah PTS romawi III uraian ada 15 butir soal. Selanjutnya peneliti juga menganalisi soal romawi IV essay pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan diagram dibawah ini. Hasil Analisis Soal IV Essay Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 0% 100% HOTS LOTS Gambar 4.15 Diagram pie hasil analisis soal romawi IV essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Bahasa Indonesia 70

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Dari hasil analisis diagram di atas maka dapat diketahui bahwa presentase soal HOTS ada 100% dimana semua soal romawi IV essay merupakan soal HOTS sedangkan untuk soal ada LOTS 0% yang berarti tidak ada soal LOTS dari total soal essay ada 3 butir soal. Setelah peneliti menganalisis soal Bahasa Indonesia, peneliti juga menganalisis soal IPS yang terdiri dari soal pilihan ganda, uraian, dan soal essay. Peneliti juga mendapatkan hasil diagram di bawah ini untuk keseluruhan soal mata pelajaran IPS. Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran IPS 12% 88% HOTS LOTS Gambar 4.16 Diagram pie hasil analisis soal Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS Dari hasil diagram di atas maka hasil presentase 12 % untuk soal HOTS sedangkan 88% untuk soal LOTS pada mata pelajaran IPS dari jumlah soal 40 butir dengan ragam soal uraian, pilihan ganda, dan essay. Setelah menganalisis permata pelajaran peneliti juga menganalisis pilihan ganda pada IPS didapatkan hasil diagram dibawah ini. 71

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPS 15% 85% HOTS LOTS Gambar 4.17 Diagram pie hasil analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS Hasil dari diagram analisis soal pilihan ganda pada pembelajaran IPS diketahui bahwa presentase hasil soal HOTS ada 15% sedangkan untuk presentase hasil soal LOTS ada 85 % dari total jumlah soal PTS pilihan ganda ada 20 butir soal. Setelah peneliti melakukan analisis soal pilihan ganda peneliti juga menganalisis soal uraian dengan hasil diagram dibawah ini. Hasil Analisis Soal Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPS 0% 100% HOTS LOTS Gambar 4.18 Diagram pie hasil analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS Hasil dari diagram analisis soal uraian pada pembelajaran IPS diketahui bahwa presentase hasil soal HOTS ada 0% berarti pada soal uraian tidak mengandung soal HOTS sedangkan untuk presentase hasil soal LOTS ada 100 % yang berarti soal uraian lebih mengandung soal LOTS 100% dari total jumlah soal PTS uraian ada 15 butir soal. Setelah peneliti melakukan 72

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI analisis soal urian peneliti juga menganalisis soal Essay dengan hasil diagram dibawah ini. Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPS 40% 60% HOTS LOTS Gambar 4.19 Diagram pie hasil analisis soal essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran IPS Hasil dari diagram analisis soal essay pada pembelajaran IPS diketahui bahwa presentase hasil soal HOTS ada 40% sedangkan untuk presentase hasil soal LOTS ada 60% dari total jumlah soal PTS uraian ada 5 butir soal. Setelah peneliti melakukan analisis soal uraian peneliti juga menganalisis soal Matematika dengan ragam soal pilihan ganda, uraian, dan essay dengan hasil diagram dibawah ini. Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran Matematika 32% 68% HOTS LOTS Gambar 4.20 Diagram pie hasil analisis soal Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika Dari hasil diagram di atas maka hasil presentase 32 % untuk soal HOTS sedangkan 68% untuk soal LOTS pada mata pelajaran Matematika 73

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dari jumlah soal 40 butir dengan ragam soal pilihan ganda, uraian, dan essay. Setelah menganalisis permata pelajaran peneliti juga menganalisis pilihan ganda pada Matematika yang didapatkan hasil diagram dibawah ini Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Matematika 25% 75% HOTS LOTS Gambar 4.21 Diagram pie hasil analisis soal pilihan ganda Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika Hasil dari diagram analisis soal pilihan ganda pada pembelajaran Matematika diketahui bahwa presentase hasil soal HOTS ada 25% sedangkan untuk presentase hasil soal LOTS ada 75% dari total jumlah soal PTS uraian ada 20 butir soal. Setelah peneliti melakukan analisis soal uraian peneliti juga menganalisis soal uraian Matematika dengan hasil diagram dibawah ini. Hasil Analisis Soal Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Matematika 20% 80% HOTS LOTS Gambar 4.22 Diagram pie hasil analisis soal uraian Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika 74

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil dari diagram analisis soal uraian pada pembelajaran Matematika diketahui bahwa presentase hasil soal HOTS ada 20% sedangkan untuk presentase hasil soal LOTS ada 80% dari total jumlah soal PTS uraian ada 15 butir soal. Setelah peneliti melakukan analisis soal uraian peneliti juga manganalisis soal essay Matematika dengan hasil diagram dibawah ini. Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Matematika 0% 100% HOTS LOTS Gambar 4.23 Diagram pie hasil analisis soal essay Penilaian Tengah Semester pada Pelajaran Matematika Hasil dari diagram analisis soal uraian pada pembelajaran Matematika diketahui bahwa presentase hasil soal HOTS ada 100% yang berarti soal essay pada matematika mengandung soal HOTS semua dengan total soal ada 5 butir soal sedangkan untuk presentase hasil soal LOTS ada 0% yang berarti soal essay matematika tidak ada soal LOTS nya. Berdasarkan hasil analisis yang di lakukan oleh peneliti terhadap analisis soal penilaian tengah semester pada lima bidang mata pelajaran sekolah dasar dapat diketahui hasil diagram di bawah ini. 75

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Hasil Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada 5 Bidang Mata Pelajaran Sekolah Dasar 9% 30% 14% 12% 35% 1 PPKn 2 IPA 3 Bahasa Indonesia 4 IPS 5 Matematika Gambar 4.24 Diagram pie hasil analisis soal Penilaian Tengah Semester pada 5 Bidang Mata Pelajaran SD Hasil diagram di atas maka dapat di simpulkan bahwa untuk soal yang mengandung HOTS paling banyak terdapat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan presentase 35% sedangkan untuk soal HOTS paling rendah terdapat pada mata pelajaran PPKn dengan presentase 9%. 4.1.3.2 Hasil Wawancara Guru Kelas V Berdasarkan hasil wawancara yang dapat dilihat pada lampiran wawancara, guru kelas V sudah memahami mengenai penggunaan taksonomi bloom karena guru sudah mendapatkan panduan dari yayasan sehingga guru-guru sudah menggunakan kata kerja operasional tentang taksonomi bloom walaupun tidak semua soal ada kata kerja taksonomi bloom. Guru kelas V dalam membuat soal di kerjakan bersama-sama guru kelas V yang lain se-KSK Sleman Timur sehingga guru-guru dengan mudah dapat berkomunikasi antara guru satu dengan guru yang lain untuk menentukan kata kerja operasional berpikir tingkat tinggi. 76

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4.2 Pembahasan 4.2.1 Perencanaan Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Kelas V Pada Penelitian ini akan memaparkan bagaimana perencanaan berpikir tingkat tinggi di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Kelas V adalah dengan melakukan analisis terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun oleh guru se-KSK Sleman Timur dengan menggunakan proses triangulasi dimana dalam menganalisis di lakukan oleh peneliti dan dua rekan peneliti lainnya untuk di diskusikan mengenai indikator yang mengandung keterampilan berpikir tingkat tinggi, peneliti menganalisis bersama rekan peneliti lainnya karena peneliti ingin mendapatkan keabsahan data. Awal mula proses koordinasi bersama guru kelas, beliau tidak keberatan ketika peneliti ingin meminta satu buah RPP yang disusun oleh guru, pada saat saya akan meminta satu buah RPP kepada guru kelas V beliau sangat lama memberikan RPP dengan alasan guru tersebut masih banyak tugas sehingga saya harus bolak-balik menemui guru kelas V untuk meminta RPP. Setelah saya menghubungi kembali guru kelas V ini untuk meminta RPP beliau menjanjikan hari senin tanggal 29 Oktober 2018 namun setelah saya ke sekolah beliau meminta waktu lagi dan pada akhirnya saya meminta izin beliau untuk meminta RPP kepada guru kelas II yang dulu sempat mengajar dikelas V, akhirnya beliau mengizinkan kemudian saya meminta RPP kepada guru kelas V. Pada tanggal 5 November 2018 melalui guru kelas V yang dulu sempat mengajar di kelas V, peneliti mendapatkan RPP. Setelah itu, peneliti mengandakan RPP dan memberikan kepada dua rekan peneliti lain untuk dilakukan analisis secara terpisah. Masing-masing peneliti melakukan analisis terhadap indikator aspek kognitif dan menentukan kata kerja operasional termasuk dalam berpikir tingkat tinggi atau berpikir tingkat rendah. Setelah selesai melakukan analisis, ketiga peneliti bertemu kembali untuk mendiskusikan hasil analisis dan menemukan kesimpulan akhir bahwa dari tiga indikator kognitif dari mata pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dan IPS hanya satu indikator yang mengandung kata kerja 77

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI operasional berpikir tingkat tinggi sementara dua indikator yang lainnya pada tingkatan rendah. Indikator yang mengandung keterampilan berpikir tingkat tinggi ada pada muatan pelajaran Bahasa Indonesia karena disebutkan bahwa siswa diminta “mencari ide pokok terdapat pada bacaan”. Sebenarnya, pada indikator ini tidak terdapat kata kerja operasional keterampilan berpikir tingkat tinggi karena tidak ada kata kerja operasional “mencari” pada taksonomi bloom yang digunakan peneliti. Maka peneliti melakukan diskusi bersama dengan tiga peneliti untuk memutuskan bahwa indikator “mencari ide pokok terdapat pada bacaan” termasuk dalam kata kerja operasional C4 “Menganalisis” dapat dilihat pada lampiran 9 pada kata kerja operasional. Alasan peneliti memutuskan untuk memilih C4 “menganalisis” sebagai tingkatan berpikir indikator tersebut sesuai dengan teori dari Andreson dan Krthwohl (dalam Mulyasa, Iskandar, & Aryani, 2016:216-218) menjelaskan bahwa tingkatan C4 “Menganalisis” merupakan kemampuan mengelompokkan benda berdasarkan persamaan dan perbedaan, menentukan apakah satu kelompok sejajar/lebih tinggi, menemukan keterkaitan fakta dengan kesimpulan, menentukan konsistensi antar apa yang dikemukakan, menemukan pikiran pokok dan menemukan kesamaan dalam alur berpikir. Peneliti menggunakan teori dibawah ini termasuk dalam C4 karena indikator mencari ide pokok terdapat bacaan termasuk dalam menganalisis. Gambar 4.25 Indikator RPP Langkah-langkah pembelajaran dibawah ini termasuk kegiatan yang mengacu pada indikator perencanaan pembelajaran yang termasuk dalam C4 yaitu menganalisis. Hal ini dibuktikan dengan adanya teori yang sesuai yaitu pada menemukan pikiran pokok yang sesuai dengan fakta dan kesimpulan pada bacaan. 78

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Gambar 4.26 langkah-langkah yang menunjukan indikator RPP Pada kedua indikator yang hanya mengandung kata kerja operasional berpikir tingkat rendah ada pada muatan PPKn dan IPS. Pada muatan PPKn, peneliti menentukan kata kerja operasional menjelaskan yang ada pada tingkatan C2 “Memahami”. Tidak berbeda dengan kata kerja operasional pada muatan IPS, peneliti juga menemukan bahwa kata kerja operasional yang digunakan oleh guru kelas adalah menunjukkan yang ada pada tingkatan C1 “Mengetahui”. Alasan peneliti memilih tingkatan C2 dan C1 ini terdapat pula pada teori Andreson dan Krthwohl (dalam Mulyasa, Iskandar, & Aryani, 2016:216-218) karena pada tingkatan C2 “Memahami” merupakan kemampuan mengolah pengetahuan yang dipelajari menjadi sesuatu yang baru menggantikan, menulis kembali, mengubah bentuk komunikasi, memberi tafsir, dan memperkirakan. Sedangkan untuk C1 “Mengetahui/Mengingat” merupakan pengetahuan hafalan. Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa guru kelas masih menggunakan kata kerja operasional pada keterampilan berpikir tingkat rendah dibandingkan dengan kata kerja operasional keterampilan berpikir tingkat tinggi. Adanya ketidak sesuaian antara kata kerja pada indikator yang digunakan guru dengan kata kerja operasional yang ada pada taksonomi bloom. Sesuai dengan penjelasan guru kelas V pada saat melakukan wawancara bahwa kendala yang di hadapi jika menerapkan keterampilan berpikir tingkat tinggi yaitu kurangnya sarana prasarana saat pembelajaran walaupun guru sudah dibekali dengan pelatihan mengenai berpikir tingkat tinggi atau pada taksonomi bloom. Kendala tersebut tidak menghalangi guru dalam menysun RPP yang 79

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengandung kata kerja operasional walaupun beliau sudah memahami dan kurangnya sarana prasarana. Melalui penjelasan ini, maka dapat dikatakan bahwa walaupun guru sudah paham mengenai keterampilan berpikir tingkat tinggi namun guru belum sepenuhnya menerapkan penggunaan kata kerja operasional keterampilan berpikir tingkat tinggi. 4.2.2 Penerapan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi dalam Pelaksanaan Pembelajaran di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Kelas V Pada Penelitian ini peneliti akan memaparkan bagaimana penerapan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pelaksanaan pembelajaran di Salah Satu SD Swasta Di Kabupaten Sleman Yogyakarta kelas V, peneliti mendapatkan data dari kuesioner yang meminta siswa untuk menentukan bagaimana pembelajaran yang siswa dapatkan dari guru kelas yang akan di bandingkan dengan hasil kuesioner yang diisi oleh guru kelas V. Seluruh pernyataan dalam kuesioner siswa dan guru memiliki makna sama namun dalam penyampaian kalimat siswa lebih di sederhanakan lagi oleh peneliti. Pada saat proses pengambilan data kuesioner ini tidak begitu membuat peneliti kesulitan, awalnya peneliti meminta waktu kepada guru kelas supaya peneliti dapat menyebarkan kuesioner kepada siswa di dalam kelas. Saat peneliti meminta izin guru kelas sangat terbuka, dan mempersilahkan peneliti untuk membagikan kuesioner kepada siswa, tak lupa peneliti juga meminta waktu kepada guru kelas untuk mengisi kuesioner, beliau mengisi kuesioner di ruang guru, sedangkan siswa mengerjakan kuesioner di dalam kelas tanpa ditunggu oleh guru. Pada akhirnya peneliti mendapatkan izin, peneliti masuk kedalam kelas untuk membagikan lembar kuesioner siswa dan membagikan bolpein, kemudian peneliti meminta siswa agar mengisi kuesioner sesuai fakta ketika guru mengajar di dalam kelas. Tetapi, ada beberapa siswa yang mengatakan bahwa guru kelas nya jarang sekali menerapkan kegiatan selama proses pembelajaran sesuai dengan pernyataan yang peneliti buat dan pada akhirnya peneliti meminta siswa untuk tetap mengerjakan kuesioner dengan jujur. Setelah dilakukannya pengambilan data kuesioner dari siswa, peneliti 80

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diberikan kuesioner yang diisi oleh guru. Selesai mendapatkan data kuesioner peneliti langsung meminta waktu atau meminta izin guru untuk melakukan wawancara dan guru mengiyakan tanpa merasa keberatan peneliti melakukan wawancara guna mengetahui secara pasti bagaimana pandangan guru terhadap pembelajaran tematik yang dilakukan guru selama mengajar dikelas dan bagaiamana pandangan guru mengenai keterampilan berpikir tingkat tinggi. Berdasarkan tiga data yang sudah di dapatkan, peneliti akan melakukan analisis data hasil kuesioner dan menentukan kesimpulan dari wawancara yang sudah peneliti lakukan. Kuesioner yang diisikan siswa akan peneliti bandingkan dengan hasil kuesioner guru dan kesimpulan yang peneiti dapatkan dari wawancara bersama guru kelas pada aspek 1 dan 2. Selain ketiga data di atas, peneliti juga melakukan observasi di dalam kelas. Observasi dilakukan beberapa hari setelah mengambil data kuesioner dan wawancara. Hal ini dikarenakan peneliti meminta agar setiap guru mengajar menggunakan RPP yang akan diteliti oleh peneliti, namun guru tidak memberikan RPP dengan alasan RPP masih dibawa oleh guruguru se-KSK timur dan peneliti meminta RPP pada guru kelas sebelumnya serta dalam melakukan observasi pelaksanaan pembelajaran tidak sama dengan RPP yang akan diteliti oleh peneliti. Pada hari kamis, 5 November peneliti melakukan observasi di dalam kelas bersama dengan rekan peneliti yang berbeda skripsi sebagai bahan pembanding hasil observasi yang didapatkan oleh peneliti utama dan rekan peneliti. Selesai melakukan observasi peneliti dan rekan peneliti melakukan diskusi untuk mengambil keputusan akhir masing-masing kriteria yang didapatkan saat dilakukan observasi. Hasil observasi ini digunakan peneliti sebagai data untuk lebih menegaskan persepsi siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Pada akhirnya peneliti selesai mendapatkan seluruh data dari kuesioner siswa, kuesioner guru, wawancara dan hasil observasi pembelajaran dikelas, peneliti langsung melakukan olah data dan mendapatkan hasil persepsi guru kelas yang mendapatkan skor 3.75 bahwa 81

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI beliau beransumsi sangat sering melakukan kegiatan berpikir kritis berbeda halnya dengan persepsi siswa dikelas V yang mendapatkan skor rata-rata 3.1 yang menilai bahwa guru kelas sering melakukan berpikir kritis dalam proses pembelajaran di dalam kelas dan hal ini sesuai dengan persepsi yang diberikan guru pada hasil analisis yang diisi oleh guru pada hasil analisis kuesioner guru, beliau mengatakan bahwa sangat sering mendorong siswa untuk berpikir kritis dalam proses pembelajaran yaitu dengan memberikan siswa kesempatan untuk menganalisis permasalahan, memberikan siswa untuk mencari sumber lain dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memberikan kesempatan siswa untuk menyampaikan masukan tanggapan/kritik dan saran, serta memberikan kesempatan siswa untuk bertanya mengenai pembelajaran. Hal tersebut sesuai dengan teori Zubaidah (2016:4) mengenai berpikir kritis dimana berpikir kritis merupakan keterampilan fundamental pada pembelajaran abad ke 21. Keterampilan berpikir kritis mencangkup kemampuan mengakses, menganalisis, mensintesis informasi yang dapat dibelajarkan, dilatihkan dan dikuasai dimana siswa mampu berpikir jelas, rasional, terbuka dan mampu berargumen. Alasan peneliti menggunakan teori tersebut di dasarkan pada peroleh data yang didapatkan peneliti pada saat dilakukannya observasi karena pada proses pembelajaran guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari jawaban atas permasalahan yang ada disekitar lingkungan rumah, sekolah mengenai pembelajaran IPA. Selain itu, peneliti juga melihat bahwa pada observasi proses pembelajaran guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari sumber lain dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa saat menjawab sebuah pertanyaan dan menganalisis jawaban. Sayangnya untuk kesempatan siswa untuk bertanya dan memberikan masukan, tanggapan serta kritik dan saran belum terlihat secara nyata pada saat proses pembelajaran dimana guru hanya memberikan pertanyaan pada siswa dan kemudian siswa menjawab. Kemampuan lainnya yang mendapatkan persepsi yang berbeda antara guru dan siswa yaitu kemampuan kolaborasi dengan skor rata-rata 82

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI guru adalah 3.25 yang berarti sering melakukan kegiatan kolaborasi berbeda dengan skor rata-rata siswa 2,3 dimana siswa berpendapat bahwa guru jarang melakukan kegiatan kolaborasi ini di mungkinkan bahwa persepsi guru dan siswa berbeda karena siswa kurang mengerti kegiatan kolaborasi itu seperti apa namun ada kemungkinan lain bahwa guru memang tidak memberikan kolaborasi pada siswa tetapi pada hasil observasi guru sangat memberikan kegiatan kolaborasi pada siswa. Disisi lain, pada kemampuan ini, guru sering memberikan kesempatan siswa untuk membentuk kelompok, memberikan soal untuk dikerjakan bersama dengan kelompok, meminta siswa mencari sumber informasi bersama kelompok dan kesempatan siswa untuk bertukar pikiran dan pendapat saat berdiskusi, Semua kriteria di atas sudah dilaksanakan guru saat proses pembelajaran dikelas pada saat peneliti melakukan observasi. Hal tersebut sesuai dengan teori Mufidah & Wijaya (2017:2) yang mengatakan bahwa kemampuan dalam kolaborasi menekankan pada siswa agar dapat bekerja secara efisien dalam tim yang beragam dimana kemampuan ini dapat mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan dalam tim saat berdiskusi ataupun bekerja kelompok sekaligus dapat meningkatkan kemampuan dalam berpikir tingkat tinggi Mufidah & Wijaya, (2017:2). Alasan peneliti memutuskan menggunakan teori tersebut karena sesuai dengan proses pembelajaran yang dilakukan guru. Disisi lain, yang membuat peneliti mengungkapkan persepsi guru dan siswa berbeda dalam menjawab kuesioner ini apakah hanya ketika di observasi guru maka guru memberikan proses pembelajaran yang terbaik sehingga ada siswa yang bertanya “mengapa, bapak guru mengajarnya berbeda ketika, ibu berada di dalam kelas, padahal setiap hari nya tidak seperti itu”. Nah peneliti berasumsi bahwa guru memberikan kegiatan kolaborasi in hanya pada saat di observasi agar pembelajaran terkesan baik tetapi siswa yang sehari-harinya diajar oleh guru mengatakan jarang melakukan kegiatan kolaborasi pada hasil pengisian kuesioner siswa. Sehingga di sini ada hal yang berbeda antara persepsi guru dan siswa. 83

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kemampuan lain yang mendapat hasil persepsi yang sama antara persepsi guru dengan siswa yaitu kemampuan kreativitas dengan skor ratarata guru 3.25 dan skor rata-rat siswa adalah 2.76. Pada kemampuan ini, guru sering memberikan kesempatan kepada siswa untuk membuat sebuah karya, memberikan kesempatan untuk mencari informasi secara mandiri, memberikan kesempatan pada siswa untuk dalam menampilkan hasil karya dan memberikan kesempatan siswa untuk memecahkan masalahnya sendiri. Hal tersebut sesuai dengan teori Triling & Fadel (dalam Yuni, Agus, & Nyoto, 2016:7) dimana siswa di minta untuk mampu berpikir kreatif, bekerja secara kreatif dan menciptakan inovasi baru di luar kebiasaan yang ada, melibatkan cara berpikir yang baru, memperoleh kesempatan untuk menyampaikan ide-ide dan solusi-solusi baru, mengajukan pertanyaan yang tidak lazim, dan mencoba mengajukan dugaan. Alasan peneliti memutuskan memilih teori tersebut karena siswa mampu menciptakan inovasi baru dengan kreatifitas. Namun dari keempat kriteria indikator tersebut hanya ada dua kriteria indikator yang dilakukan guru kelas V pada saat melakukan observasi yaitu kegiatan guru memberikan kesempatan siswa untuk memecahkan masalahnya sendiri dan guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari informasi secara mandiri. Kemampuan terakhir yang memiliki persepsi sama antara guru dan siswa yaitu kemampuan komunikasi yang dikatakan sering dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Persepsi dari siswa memiliki skor 2.57 dan persepsi guru memiliki skor 3.5. Hal tersebut membuat kemampuan ini sering diterapkan guru dalam proses pembelajaran berlangsung, ini dipertegas dengan kegiatan guru yang memberikan kesempatan siswa untuk mempersentasikan hasil dari pembelajaran, memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan, memberikan kesempatan siswa untuk menyimpulkan pembelajaran, dan memberikan kesempatan siswa untuk mengingat kembali materi yang di pelajari sebelumnya. Hal tersebut sesuai dengan teori Mufidah & Wijaya, (2017:2) yang mengungkapkan bahwa Kemampuan dalam berkomunikasi menekankan pada siswa untuk terampil dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Proses 84

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran komunikasi ini dapat mendorong siswa untuk mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi sekaligus kemampuan dalam berpikir tingkat tinggi. Alasan peneliti memilih teori tersebut karena sesuai dengan proses kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru mengenai komunikasi. Dari empat kriteria komunikasi di atas pada saat kegiatan observasi dikelas guru hanya menerapkan ada satu kriteria yang dilakukan guru yaitu kegiatan guru memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok untuk mempersentasikan hasil pekerjaan atau tugas yang diberikan guru dalam berdiskusi didepan kelas sedangkan untuk tiga kriteria di atas seperti kriteria memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan, memberikan kesempatan untuk menyimpulkan pembelajaran dan kesempatan siswa mengingat materi sebelumnya belum terlihat dilakukan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa guru kelas V sering menerapkan kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas dalam proses pembelajaran karena siswa dan guru memiliki persepsi yang sama yaitu sering melakukan kegiatan pembelajaran yang mengacu pada kemampuan tersebut dan hasil wawancara juga membuktikan ketiga kemampuan tersebut sering diterapkan walaupun pada saat proses pembelajaran hanya ada beberapa kriteria yang dilakukan oleh guru. Sementara untuk kemampuan kolaborasi dan komunikasi pada persepsi siswa, guru dan hasil observasi sangatlah berbeda, untuk kegiatan kolaborasi pada kuesioner siswa mengatakan bahwa guru jarang melakukan kegiatan kolaborasi sedangkan persepsi guru sering melakukan kolaborasi namun pada saat pelaksanaan pembelajaran melalui observasi guru sering melakukan kegiatan kolaborasi. Sedangkan untuk komunikasi persepsi guru dan siswa mengatakan sering namun pada saat kegiatan pelaksanaan pembelajaran hanya ada satu kriteria yang diterapkan guru pada saat pembelajaran. Berdasarkan hasil wawancara, guru kelas menjelaskan beliau sudah memahami mengenai berpikir tingkat tinggi dengan alasan beliau sudah 85

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mendapatakn pelatihan mengenai berpikir tingkat tinggi namun ada beberapa yang belum diterapkan dalam proses pembelajaran karena terkendala sarana dan prasarana yang di ucapkan guru saat wawancara berlangsung. Pelaksanaan pembelajaran dikatakan mampu melaksanakan proses pembelajaran untuk menciptakan kegiatan berpikir tingkat harus diintergrasikan melalui 4C pada setiap langkah-langkah pembelajaran yang dikemukakan pada teori di bab II yang mengatakan bahwa teori menurut BSNP(dalam Yuni, Agus, & Nyoto, 2016:4) mengungkapkan bahwa dalam pembelajaran abad 21 pada learning and innovation skills -4CS atau kemampuan belajar dan berinovasi dalam 4C terdapat empat kemampuan yang harus di terapkan yaitu critical thinking (berpikir Kritis), collaborative (kolaborasi), creativity (kreatif), dan communication (komunikasi). 4.2.3 Penilaian Berpikir Tingkat Tinggi di di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Kelas V Peneliti akan mendapatkan data untuk mengetahui bagaiamana penilaian berpikir tingkat tinggi di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta kelas V. Dengan meminta soal PTS yang sudah di susun oleh guru kelas V terlebih dahulu kemudian soal-soal di kumpulkan bersama dan di bahas kembali oleh koordinator PTS se-KSK Sleman Timur. Peneliti mendapatkan soal PTS karena guru meminta sendiri untuk peneliti meneliti soal PTS dengan anjuran guru yang kemudian peneliti meminta ijin kepala sekolah untuk menggunakan soal PTS dan diijinkan oleh guru. Peneliti meminta soal PTS sebelum PTS berlangsung, namun guru memberikan ketika PTS sudah selesai di laksanakan. Kemudian peneliti menggunakan soal PTS karena di dalam soal PTS ragam soal ragam soal lengkap seperti adanya pilhan ganda, uraian, dan essay dengan jumlah butir soal yang berbeda-beda dan semua muatan serta kompetensi tertuang di dalamnya dengan menggunakan lima bidang mata pelajaran sekolah dasar seperti PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS. Disisi lain dalam mendapatkan soal PTS peneliti mengandakan soal PTS untuk dua rekan peneliti lainnya untuk sebagai bahan triangulasi, sehingga dua rekan peneliti lainnya dapat melakukan analisis di tempat yang 86

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berbeda supaya tidak ada pengaruh antara satu rekan peneliti dengan satu rekan peneliti lain pada saat menganalisis. Kemudian setelah semua peneliti selesai menganalisis soal PTS ketiga peneliti berkumpul untuk melakukan diskusi untuk memutuskan hasil akhir dari soal PTS yang sudah disusun oleh guru kelas V yang di buat bersama guru-guru se-KSK Sleman Timur apakah soal-soal tersebut termasuk dalam soal HOTS atau LOTS dan pada kerja operasional pada taksonomi bloom serta pada soal HOTS tingkatan nya yaitu menganalisis, mengevaluasi dan mencipta sedangkan untuk soal LOTS tingkatnya yaitu mengetahui, memahami dan mengevaluasi. Maka peneliti mendapatkan kesimpulan bahwa soal PTS yang mengandung HOTS pada pembelajaran PPKn dengan jumlah presentase 9%, IPA jumlah HOTS 14 %, IPS jumlah HOTS 12%, Matematika jumlah HOTS ada 30% dan Bahasa Indonesia 35%. Sehingga, yang mengandung HOTS paling banyak terdapat pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berikut adalah soal yang mengandung kata kerja operasional berpikir tingkat tinggi: Gambar 4.27 Contoh soal PPKn Soal tersebut merupakan contoh soal mata pelajaran PPKn yang mendorong siswa untuk berpikir tingkat tinggi pada tingkatan C4 kategori “menganalisis”. Alasan peneliti memilih C4 termasuk dalam teori dari Andreson dan Krthwohl (dalam Mulyasa, Iskandar, & Aryani, 2016:216218) menjelaskan bahwa tingkatan C4 “Menganalisis” merupakan keterampilan yang telah dipelajarinya terhadap suatu informasi yang belum diketahuinya dalam mengelompokkan informasi, menentukan keterhubungan antara satu kelompok/informasi dengan kelompok/informasi lainnya, antara fakta dengan konsep, antara argumentasi dengan kesimpulan, benang merah pemikiran antara satu karya dengan karya lainnya. Dimana siswa kelas V harus memahami sebuah bacaan yang belum 87

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diketahui informasinya, tahu bagaiamana mengaplikasikan perbuatan yang ada disoal kemudiaan siswa menganalisis jawaban yang benar sesuai dengan perbuatan pada soal tetapi sangat disayangkan pada pengecoh/distractors soal kurang baik. Berikut adalah contoh soal mata pelajaran IPA berpikir tingkat tinggi menurut peneliti Gambar 4.28 Contoh soal IPA Soal di atas merupakan salah satu contoh soal tingkatan C5 Mengevaluasi dengan kata kerja operasional “membandingkan”. Alasan peneliti memilih C5 sesuai dengan teori dari Andreson dan Krthwohl (dalam Mulyasa, Iskandar, & Aryani, 2016:216-218) menjelaskan bahwa mengevaluasi yaitu menentukan nilai suatu benda atau informasi berdasarkan kriteria. Hal tersebut sesuai dengan soal dimana soal tersebut menuntut siswa untuk berpikir tingkat tinggi karena siswa di haruskan untuk membandingkan antara tulang kering dan tulang betis sesuai informasi berdasarkan kriteria. Berbeda dengan soal di atas yang berpedoman pada berpikir tingkat tinggi ada beberapa soal juga yang hanya menuntut siswa untuk berpikir tingkat rendah beberapa contoh ada pada nomor soal 4 pilihan ganda mata pelajaran IPA, soal nomor 8 uraian mata pelajaran IPA dan soal nomor 1 essay mata pelajaran PPKn. Berikut adalah contoh soal yang memiliki kemampuan berpikir tingkat rendah mulai C1, C2 dan C3. Gambar 4.29 Contoh soal IPA 88

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pada soal nomor di atas, peneliti menyimpulkan bahwa soal tersebut berada pada tingkatan C2 Memahami dengan kata kerja operasional “Mencontohkan” ini sesuai dengan teori dari Andreson dan Krthwohl (dalam Mulyasa, Iskandar, & Aryani, 2016:216-218) yang mengungkapkan bahwa memahami yaitu kemampuan mengelola pengetahuan yang baru yaitu menggantikan, menulis kembali, mengubah bentuk, dan memperkirakan ini sesuai dengan soal siswa diminta untuk memperkirakan kelompok jenis aves sangat disayangkan guru membuat soal dengan distraksi yang tidak baik sehingga membuat siswa kebingungan dalam menjawab sebagai contoh jawaban ada elang, ayam, pelican, kakaktua disini ayam juga termasuk aves bisa terbang tetapi tidak setinggi burung lainnya. Kemudian contoh soal berpikir tingkat rendah lainya terdapat pada soal nomor 8 uraian mata pelajaran IPA soal tersebut berbunyi Gambar 4.30 Contoh soal IPA Peneliti menyimpulkan bahwa soal tersebut ada pada tingkatan C1 Mengingat dengan kata kerja operasional menyebutkan ini sesuai dengan teori dari Andreson dan Krthwohl (dalam Mulyasa, Iskandar, & Aryani, 2016:216-218) mengungkapkan bahwa mengingat merupaka pengetahuan hafalan dimana siswa hanya diminta menyebutkan dengan hafalan bahwa ikan bernapas menggunakan ingsan. Selanjutnya soal terakhir berpikir tingkat rendah terdapat pada soal essay nomor 1 mata pelajaran PPKn berikut contoh soalnya Gambar 4.31Contoh soal PPKn Peneliti menyimpulkan soal tersebut ada pada tingkatan C3 “Menerapkan” ini sesuai dengan teori dari Andreson dan Krthwohl (dalam 89

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mulyasa, Iskandar, & Aryani, 2016:216-218) mengungkapkan bahwa menerapkan merupakan kemampuan pengetahuan menggunakan informasi, konsep, prosedur dan prinsip ini dikarenakan siswa harus menggunakan informasi untuk memahami terbih dahulu kemudian mengaplikasikan dengan cara di terapkan. Berdasarkan hasil analisis yang sudah peneliti lakukan, guru kelas V tidak banyak membuat soal yang menuntut berpikir tingkat tinggi karena pada masing-masing muatan soal berpikir tingkat tinggi jauh lebih sedikit dari soal berpikir tingkat rendah. Hal tersebut dikarenakan sesuai dengan hasil wawancara bersama dengan guru kelas V mengenai soal penilain tengah semester guur kelas menjelaskan bahwa beliau mengatakan bahwa dalam pembuatan soal ternayata guru membuat soal dengan panduan mengenai kata kerja operasional taksonomi bloom yang diberikan oleh yayasan. Tetapi pada kenyataannya soal yang mengandung kata kerja operasional berpikir tingkat tinggi hanya sampai pada tingkatan C4 dan C5. 90

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), hasil observasi, kuesioner guru dan siswa, soal penilaian tengah semester dan wawancara guru kelas di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta Kelas V maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 5.1.1 Perencanaan pembelajaran berpikir tingkat tinggi di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta dikelas V pada indikator kognitif sudah memuat tentang keterampilan berpikir tingkat tinggi pada muatan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan indikator mencari ide pokok yang termasuk dalam kata kerja operasional menganalisis, tetapi masih didominasi keterampilan berpikir tingkat rendah pada muatan PPKn yaitu dengan indikator menjelaskan pada C2 dan IPS yaitu dengan indikator menunjukkan C1. 5.1.3 Penerapan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam pelaksanaan pembelajaran di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta kelas V sudah mendorong untuk berpikir tingkat tinggi yang jarang dilakukan oleh guru yaitu pada kemampuan kolaborasi dan komunikasi. Sementara kemampuan berpikir tingkat tinggi yang sering dilakukan oleh guru yaitu kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. 5.1.4 Penilain berpikir tingkat tinggi di salah satu SD Swasta di Kabupaten Sleman Yogyakarta sudah memuat kata kerja oeperasional yang ada pada taksonomi bloom di tingkat yang lebih tinggi C4, C5, dan C6 tetapi masih didominasi oleh kata kerja operasional tingkat rendah C1, C2, dan C3. 5.2 Keterbatasan Penelitian Selama melakukan penelitian dari awal persiapan hingga proses dilakukannya penelitian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan penelitian yaitu: 5.2.1 Pada penelitian perencanaan pelaksanaan pembelajaran peneliti tidak mendapatkan RPP melalui guru kelas V tetapi peneliti mendapatkan RPP dari guru kelas V sebelumnya yang sekarang mengajar dikelas II. 91

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5.2.2 Pada penelitian pelaksanaan pembelajaran peneliti tidak dapat melakukan observasi sesuai dengan RPP akan diteliti oleh peneliti karena adanya keterbatasan waktu saat meminta RPP. Pada saat penelitian guru menggunakan waktu penelitian sehari penuh khusus untuk melakukan observasi dengan izin kepala sekolah. 5.2.3 Soal yang peneliti dapatkan adalah soal penilaian tengah semester dimana soal tersebut terpisah menjadi berberapa muatan pelajaran. 5.2.4 Pada proses expert Judment hanya menggunakan satu ahli dalam proses validasi ataupun dalam memutuskan hasil akhir pada indikator perencanaan dan soal penilaian tengah semester. 5.3 Saran Berdasarkan hasil penelitian dan keterbatasan penelitian, peneliti memiliki beberapa saran untuk pihak-pihak terkait anatara lain: 5.3.1 Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus melakukan koordinasi dengan guru kelas lebih baik lagi. 5.3.2 Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus menyusun jadwal penelitian lebih panjang lagi agar jika terjadi gangguan di lapangan peneliti masih bisa mengundur waktu tanpa berpengaruh pada proses penelitian 5.3.3 Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus memeriksa kembali atau meminta soal yang akan di teliti sesuai dengan kurikulum 2013 yang soal nya tidak terpisah-pisah permata pelajaran namun harus sesuai dengan tema. 5.3.4 Pada penelitian selanjutnya, peneliti harus melakukan expert judgment lebih dari satu orang ahli agar data-data nya lebih akurat. 92

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Amelia, M.A. (2016). Analisis Soal Tes Hasil Belajar High Order Thinking Skills (HOTS) Matematika Materi Pecahan untuk Kelas 5 Sekolah Dasar. Jurnal Penelitian (Edisi Khusus PGSD). Vol. 20, No. 2, Desember 2016, 123-131. Annuuru, T.A., Johan, R.C., & Ali, M. Peningkatan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Dalam Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Model Pembelajaran Treffinger. Vol. 3, NO. 2, 2017, 136-144. Gunawan, Imam. (2016). Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik. Jakarta: Bumi Aksara. Julia., Atun, I., & Safari, I. (2017). Prosiding Seminar Nasional. Sumedang. (tersedia di https://books.google.co.id ). Jumiati. (2016). IPA dan Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi (Telaah Buku Siswa MI/SD Kelas VI Tema , Karya Afriki, dkk). Vol. 2, NO. 1, 2016, 1-10. Kurniasih, I., & Sani, B. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan. Surabaya: Kata Pena. Majid, A. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 Kajian Teoritis dan Praktis. Bandung: Interes Media. Matondang, Z. (2009). Validasi dan Reliabilitas Suatu Instrumen Penelitian. Jurnal Tabularasa PPS Unimed. Vol.6, No. 1, Juni 2009, 87. Mitri, H.(2016). Analisis Pembelajaran Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA N 8 Yogyakarta: (tersedia di https://repository.usd.ac.id). Mufidah, S., & Wijaya, A. (2017). Pengembangan Perangkat Realistik Pada Materi Aritmatika Soal untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMP Kelas VII. Jurnal Pendidikan Matematika. Vol. 6, no.4, 2017, 11-18. 93

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Mulyadi, Marzuki, & Usman, A. (2013). Implementasi Pembelajaran Tematik Terpadu Berbasis Lingkungan untuk Perolehan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi (tersedia https://Jurnal.untan.ac.id ). Mulyasa, Iskandar, & Aryani. (2016). Revolusi dan Inovasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Ningsih, A. (2018). Bab II Landasan (tersedia Teori di https://repository.ump.ac.id/7373/3ANUGRAH%Bab20II.pdf). Prastowo, A. (2015). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu. Jakarta:Prenadamedia Group. Pujihastuti, I. (2010). Prinsip Penulisan Kuesioner Penelitian. Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah. Vol. 2, No. 1, Desember 2010. 43. Raharjo, M. (2010). Triangulasi dalam Penelitian Kualitatif. (tersedia di https://repository.uin-malang.ac.id/1133/1/triangulasi.pdf ). Rohim A., Ridho B. A., & Julian S.G. (2016). Belajar dan Pembelajaran di Abad 21. Skripsi. FIP. Kurikulum dan Teknologi Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta: (tersedia di http://juliancreative.blogs.uny.ac.id/wpcontent/uploads/sites/1984/2017/03/KMP-Belajar-dan-Pembelajarandi-Abad-21.pdf) . Rusman. (2017). Belajar dan Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:PT Kharisma Utama. Saputra, H. (2016). Pengembangan Mutu Pendidikan Menuju Era Global. Bandung: CV. Smile’s Indonesia Institute. Siregar, S. (2010). Statistika Deskriptif untuk Penelitian Dilengkapi Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17. Jakarta:Rajawali pers. Sisi. (2017). Panduan Bagaimana Pendidik Dapat Menulis Soal Yang Berkriteria untuk Berpikir Tingkat Tinggi (tersedia di www.berkasedukasi.com/?m=1). Setyowati, S. (2011). Jenis dan Desain Penelitian. (tersedia di http://eprints.ums.ac.id/12891/6/BAB_III_bner.pdf ). Arikunto, S. (2007). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta:PT Bumi Aksara. 94

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sunarti, & Rahmawati, S. (2014). Penilaian Kurikulum 2013. Yogyakarta: C.V Andi Offset. Triwiyarto, U. (2015). Studi Kasus Tentang Penyebab Kenakalan Remaja. (tersedia di https://repository.usd.ac.id). Wardani, A.K. (2013). Bab III Metode Penelitian (tersedia di http://digilib.uinsby.ac.id/10718/6/bab%203.pdf ). Wijaya, Sudjimat, & Nyoto. (2016). Transformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Pengembanagan Sumber Daya Manusia di Era Global. Vol. 1 , 2016, 4-16. Zubaidah, S. (2016). Keterampilan Abad Ke-21. (tersedia di https://www.researchgate.net/profile/Siti_Zubaidah5/publication/3180 13627_KETERAMPILAN_ABAD_KE21_KETERAMPILAN_YANG_DIAJARKAN_MELALUI_PEMBEL AJARAN/links/5954c8450f7e9b2da1b3a42b/KETERAMPILANABAD-KE-21-KETERAMPILAN-YANG-DIAJARKANMELALUI-PEMBELAJARAN.pdf ). 95

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 96

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 Surat Pernyataan telah melakukan penelitian 98

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4A Hasil Validasi Insrumen Kuesioner Guru 101

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4B Hasil Validasi Instrumen Kuesioner Guru 102

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5A Hasil Validasi Instrumen Pedoman Wawancara Guru 103

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5B Hasil Validasi Instrumen Pedoman Wawancara Guru 104

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8B Hasil Validasi Instrumen Analisis Soal Evaluasi PTS 110

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 Lembar Pedoman Analisis Indikator RPP Instrumen Perencanaan untuk Analisis Indikator pada RPP K13 Kata kerja taksonomi bloom yang terdapat pada Indikator Aspek Kognitif dalam RPP K13 berdasarkan pada tingkatan kognitif C4 sampai C6 untuk mengetahui soal tersebut berada pada level berpikir tingkat tinggi atau berpikir tingkat rendah! C1 Mengetahui C2 Memahami C3 Mengaplikasikan a. Mengutip a. Memperkirakan a. Menugaskan b. Menyebutkan b. Menjelaskan b. Mengurutkan c. Menjelaskan c. Mengkategorikan c. Menentukan d. Menggambar d. Mencirikan d. Menerapkan e. Membilang e. Merinci e. Menyesuaikan f. Mengidentifikasikan f. Mengasosiasikan f. Mengkalkulasi g. Mendaftar g. Membandingkan g. Memodifikasi h. Menunjukkan h. Menghitung h. Mengklasifikasi 111

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI i. Memberi label i. Mengkontraskan i. Menghitung j. Memberi indeks j. Mengubah j. Membangun k. Memasangkan k. Mempertahankan k. Mengurutkan l. Menamai l. Menguraikan l. Membiasakan m. Menandai m. Menjalin m. Mencegah n. Membaca n. Membedakan n. Mengambarkan o. Menyadari o. Mendiskusikan o. Menggunakan p. Menghafal p. Menggali p. Menilai q. Meniru q. Mencontohkan q. Melatih r. Mencatat r. Menerangkan r. Menggali s. Mengulang s. Mengemukakan s. Mengemukakan t. Mereproduksi t. Mempolakan t. Mengadaptasi u. Meninjau u. Memperluas u. Menyelidiki v. Memilih v. Menyimpulkan v. Mengoperasikan w. Menyatakan w. Meramalkan w. Mempersoalkan x. Mempelajari x. Merangkum x. Mengkonspepkan y. Mentabulasi y. Menjabarkan y. Melaksanakan z. Memberi kode z. Meramalkan 112

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI aa. Menelusuri aa. Memproduksi bb. Menulis bb. Memproses cc. Mengaitkan dd. Menyusun ee. Menstimulasikan ff. Memecahkan gg. Melakukan hh. Mentabulasi C4 Menganalisis a. Menganalisis C5 Mengevaluasi C6 Membuat/Mencipta a. Membandingkan a. Mengabstrasi b. Mengaudit b. Menyimpulkan b. Mengatur c. Memecahkan c. Menilai c. Menganimasi d. Menegaskan d. Mengarahkan d. Mengumpulkan e. Mendeteksi e. Mengkritik e. Mengkategorikan f. Mengdiaknosis f. Menimbang f. Mengkode g. Menyeleksi g. Memutuskan h. Mengkombinasikan i. Memerinci h. Memisahkan i. Menyusun 113

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI j. Menominasikan i. Memprediksi j. Mengarang k. Mendiagramkan j. Memperjelas k. Membangun l. Mengkorelasikan k. Menugaskan l. Menanggulangi m. Merasionalkan l. Menafsirkan m. Menghubungkan n. Menguji m. Mempertahankan n. Menciptakan o. Mencerahkan n. Memerinci o. Mengkreasikan p. Menjelajah o. Mengukur p. Mengoreksi q. Membagankan p. Merangkum q. Merancang r. Menyimpulkan q. Membuktikan r. Merencanakan s. Menemukan r. Memfalidasi s. Mendikte t. Menelaah s. Mengetes t. Meningkatkan u. Memaksimalkan t. Mendukung u. Memperjelas v. Memerintahkan u. Memilih v. Memfasilitasi w. Mengedit v. Memproyeksikan w. Membentuk x. Mengkaitkan x. Merumuskan y. Memilih y. Menggeneralisasikan z. Mengukur z. Mengabungkan aa. Melatih aa. Memadukan 114

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bb. Mentransfer bb. Membatas cc. Mereparasi dd. Menampilkan ee. Menyiapkan ff. Memproduksi gg. Merangkum hh. Merekontruksi ii. Membuat Sumber Taksonomi Bloom: Utari Retno. Taksonomi Bloom Apa dan Bagaimana Menggunakannya? . Diunduh dari Http://Ueu7361.weblog.esaunggul.ac.id/wp-content/uploads/sites/Taksonomi-Bloom.pdf Hasil Analisis Indikator Kognitif Pada RPP Tematik Kelas V Indikator HOTS LOTS Keterangan Jumlah Indikator 115

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10 Lembar Pedoman Analisis Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Instrumen Analisis pada Soal Evaluasi Pembelajaran Kata kerja taksonomi bloom yang terdapat pada soal Ulangan Harian/Penilaian Tengah Semester/Penilaian Akhir Semester berdasarkan pada tingkatan kognitif C4 sampai C6 untuk mengetahui soal tersebut berada pada level berpikir tingkat tinggi atau berpikir tingkat rendah! C1 Mengetahui C2 Memahami C3 Mengaplikasikan b. Mengutip c. Memperkirakan d. Menugaskan e. Menyebutkan d. Menjelaskan e. Mengurutkan f. Menjelaskan f. Mengkategorikan f. Menentukan g. Menggambar g. Mencirikan g. Menerapkan h. Membilang h. Merinci z. Menyesuaikan aa. Mengidentifikasikan i. Mengasosiasikan h. Mengkalkulasi 116

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI i. Mendaftar bb. Membandingkan i. Memodifikasi j. Menunjukkan cc. Menghitung j. Mengklasifikasi k. Memberi label dd. Mengkontraskan k. Menghitung l. Memberi indeks ee. Mengubah l. Membangun m. Memasangkan ff. Mempertahankan m. Mengurutkan n. Menamai gg. Menguraikan n. Membiasakan o. Menandai hh. Menjalin o. Mencegah p. Membaca ii. Membedakan p. Mengambarkan q. Menyadari jj. Mendiskusikan q. Menggunakan r. Menghafal kk. Menggali r. Menilai s. Meniru ll. Mencontohkan s. Melatih t. Mencatat mm. t. Menggali u. Mengulang nn. Mengemukakan u. Mengemukakan v. Mereproduksi oo. Mempolakan v. Mengadaptasi w. Meninjau pp. Memperluas w. Menyelidiki x. Memilih qq. Menyimpulkan x. Mengoperasikan y. Menyatakan rr. Meramalkan y. Mempersoalkan z. Mempelajari ss. Merangkum z. Mengkonsepkan Menerangkan 117

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI aa. Mentabulasi tt. Menjabarkan aa. Melaksanakan bb. Memberi kode bb. Meramalkan cc. Menelusuri cc. Memproduksi dd. Menulis ii. Memproses jj. Mengaitkan kk. Menyusun ll. Menstimulasikan mm. Memecahkan nn. Melakukan oo. Mentabulasi C4 Menganalisis b. Menganalisis C5 Mengevaluasi C6 Membuat/Mencipta b. Membandingkan c. Mengabstrasi d. Mengaudit c. Menyimpulkan d. Mengatur e. Memecahkan d. Menilai e. Menganimasi f. Menegaskan e. Mengarahkan f. Mengumpulkan g. Mendeteksi f. Mengkritik g. Mengkategorikan h. Mengdiaknosis g. Menimbang h. Mengkode 118

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI i. Menyeleksi j. Memutuskan k. Mengkombinasikan l. Memerinci k. Memisahkan l. Menyusun m. Menominasikan l. Memprediksi m. Mengarang n. Mendiagramkan m. Memperjelas n. Membangun o. Mengkorelasikan n. Menugaskan o. Menanggulangi p. Merasionalkan o. Menafsirkan p. Menghubungkan q. Menguji p. Mempertahankan q. Menciptakan r. Mencerahkan q. Memerinci r. Mengkreasikan s. Menjelajah r. Mengukur s. Mengoreksi t. Membagankan s. Merangkum t. Merancang u. Menyimpulkan t. Membuktikan u. Merencanakan v. Menemukan u. Memfalidasi v. Mendikte w. Menelaah v. Mengetes w. Meningkatkan x. Memaksimalkan w. Mendukung x. Memperjelas y. Memerintahkan x. Memilih y. Memfasilitasi z. Mengedit y. Memproyeksikan z. Membentuk aa. Mengkaitkan z. Merumuskan aa. Memilih aa. Menggeneralisasikan 119

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bb. Mengukur bb. Mengabungkan cc. Melatih cc. Memadukan dd. Mentransfer jj. Membatas kk. Mereparasi ll. Menampilkan mm. Menyiapkan nn. Memproduksi oo. Merangkum pp. Merekontruksi qq. Membuat Sumber Taksonomi Bloom: Utari Retno. Taksonomi Bloom Apa dan Bagaimana Menggunakannya?. Diunduh dari Http://Ueu7361.weblog.esaunggul.ac.id/wp-content/uploads/sites/Taksonomi-Bloom.pdf Hasil Analisis Soal Penilaian Tengah Semester No Soal HOTS LOTS Keterangan 120

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11A Hasil Kuesioner Siswa 121

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11B Hasil Kuesioner Siswa 122

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11C Hasil Kuesioner Siswa 123

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12 Hasil Rekapitulasi Data Kuesioner Siswa Data Analisis Kuesioner Siswa Keterangan: 1. SS (Sering Sekali) :4 2. S (Sering) :3 3. JR (Jarang) :2 4. TP (Tidak Pernah) :1 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Nama Siswa GAR RDR MLS EA AGK BTS MD NPA YFDA 4 √ √ √ √ √ Indikator 1 3 2 √ √ √ √ 1 4 √ √ √ √ √ √ Critical Thinking Indikator 2 Indikator 3 3 2 1 4 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 4 √ Indikator 4 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ 1 Jumlah Skor Rata-rata Skor 13 12 9 13 15 16 13 15 15 3.25 3 2.25 3.25 3.75 4 3.25 3.75 3.75 124

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 APS SSH MMKS KNI MIWT AFM JFT LJFT TAS ARW No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 GAR RDR MLS EA AGK BTS MD NPA YFDA APES SSH MMKS √ √ √ √ √ √ 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Indikator 1 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Rata-rata Skor Seluruh Siswa 1 4 √ √ Collaborative Indikator 2 Indikator 3 3 2 1 4 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 4 √ √ √ Indikator 4 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 14 12 10 13 9 12 11 12 10 12 3.5 3 2.5 3.25 2.25 3 2.75 3 2.5 3 3.10 Jumlah Skor Rata-rata Skor 8 8 6 9 12 9 10 10 9 13 8 9 2 2 1.5 2.25 3 2.25 2.5 2.5 2.25 3.25 2 2.25 125

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 14 15 16 17 18 19 KNI MIWT AFM JFT LJFT TAS ARW No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 GAR RDR MLS EA AGK BTS MD NPA YFDA APES SSH MMKS KNI MIWT AFM JFT √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Rata-rata Skor Seluruh Siswa √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Creativity 4 Indikator 1 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 √ √ √ 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Indikator 2 3 2 √ √ √ √ √ √ √ 1 4 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Indikator 3 3 2 √ 1 4 √ Indikator 4 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 1 √ √ √ √ 4 6 8 13 12 8 13 1 1.5 2 3.25 3 2 3.25 2.30 Jumlah Skor Rata-rata Skor 13 9 12 9 8 11 8 10 9 13 14 13 15 12 9 14 3.25 2.25 3 2.25 2 2.75 2 2.5 2.25 3.25 3.5 3.25 3.75 3 2.25 3.5 126

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 18 19 LJFT TAS ARW No Nama Siswa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 GAR RDR MLS EA AGK BTS MD NPA YFDA APES SSH MMKS KNI MIWT AFM JFT LJFT TAS ARW √ √ 4 √ √ √ Indikator 1 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Rata-rata Skor Seluruh Siswa 1 Communication Indikator 2 Indikator 3 4 3 2 1 4 3 2 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Rata-rata Skor Seluruh Siswa 1 4 √ √ √ √ Indikator 4 3 2 √ √ √ √ √ 1 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 10 13 8 2.5 3.25 2 2.76 Jumlah Skor Rata-rata Skor 10 8 8 12 11 14 12 12 12 8 10 8 12 7 11 11 12 9 9 2.5 2 2 3 2.75 3.5 3 3 3 2 2.5 2 3 1.75 2.75 2.75 3 2.25 2.25 2.57 127

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13 Hasil Analisis Skala Likert Kuesioner Siswa Hasil Analisis Kuesioner Siswa No 1 2 3 4 Kriteria Critical Thinking Collaborative Creativity Communication Pernyataan Penerapan Tidak Pernah Jarang Sering Sering Sekali Rata-rata Skor Seluruh Penyataan Siswa Kemunculan 3.1 Sering 2.3 Jarang 2.76 Sering 2.57 Sering Hasil Analisis Kuesioner 19 Siswa 3.5 Rata-rata Skor Seluruh Siswa No 1 2 3 4 Interval Indeks Persepsi 1.0 - 1.75 1.76 - 2.51 2.52 - 3.27 3.28 - 4.00 3 3.1 2.5 2.76 2.3 2 2.57 1.5 1 0.5 0 Critical Thinking Collaborative Creativity Communication Kriteria 128

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 14 Hasil Kuesioner Guru 129

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 15 Hasil Rekapitulasi Data Kuesioner Guru Data Analisis Kuesioner Guru Keterangan: 1. SS (Sering Sekali) :4 2. S (Sering) :3 3. JR (Jarang) :2 4. TP (Tidak Pernah) :1 No Nama Guru 4 1 S Jumlah Rata-rata No Nama Guru 4 1 S Jumlah Rata-rata Indikator 1 3 2 √ 3 1 Indikator 1 3 2 1 √ 3 4 √ 4 Critical Thinking Indikator 2 Indikator 3 3 2 1 4 3 2 √ 4 4 3.75 Collaborative Indikator 2 Indikator 3 3 2 1 4 3 2 √ √ 3 3 3.25 1 4 √ Indikator 4 3 2 1 4 1 4 √ Indikator 4 3 2 1 4 130

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Creativity No Nama Guru 4 1 S Jumlah Rata-rata No 1 4 Indikator 2 3 2 √ 3 1 4 √ Indikator 3 3 2 1 4 1 4 √ 4 Indikator 4 3 2 √ 3 1 3.25 Nama Guru 4 1 S Jumlah Rata-rata Indikator 1 3 2 √ 3 Indikator 1 3 2 √ 3 1 4 √ Communication Indikator 2 Indikator 3 3 2 1 4 3 2 √ 4 3 3.5 Indikator 4 3 2 1 4 131

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 16 Hasil Analisis Skala Likert Kuesioner Guru Hasil Analisis Kuesioner Guru Interval Indeks Persepsi 1.0 - 1.75 1.76 - 2.51 2.52 - 3.27 3.28 - 4.00 No 1 2 3 4 Pernyataan Kemunculan Tidak Pernah Jarang Sering Sering Sekali No Kriteria Rata-rata Skor 1 2 3 4 Critical Thinking Collaborative Creativity Communication 3.75 3.25 3.25 3.5 Pernyataan Kemunculan Sangat Sering Sering Sering Sangat Sering Rata-rata Hasil Analisis Kuesioner Guru 3.8 3.7 3.6 3.5 3.4 3.3 3.2 3.1 3 3.75 3.5 3.25 3.25 Kriteria 132

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 17 Hasil Wawancara Guru Pedoman Wawancara Guru Kelas Nama Narasumber :S Jabatan Narasumber : Guru wali kelas V Nama Sekolah NO : SD Kanisius Babadan Aspek Pertanyaan Wawancara Jawaban 1. Dalam melaksanakan pembelajaran 1. 1. Metode ceramah sudah tematik, apakah Bapak/Ibu guru tidak berkurang, metode ceramah terlalu banyak menerapkan metode digunakan saat materi susah. Pembelajaran ceramah? metode ceramah hanya Tematik digunakan ketika menjelaskan materi teknik, dan metode tertentu yang cukup sukar? pembelajaran tematik karena 2. Apakah Bapak/Ibu Guru mampu menerapkan model, teknik, 2. Mampu melaksanakan model, sudah sesuai dengan program dan 133

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI metode pembelajaran tematik yang RPP mellui diskusi saat mampu menumbuhkan partisipasi pembelajaran siswa melalui kagiatan diskusi dan memecahkan masalah? 3. Kadang melakukan musyawarah saat pembelajaran tematik pada 3. Apakah guru menerapkan metode PPKn pembelajaran yang menumbuhkan 4. Sering memantau kegiatan siswa partisipasi siswa seperti presentasi, saat diskusi jadi berkeliling ke tanya jawab, musyawarah dan lain anak-anak agar tau jalannya sebagainya diskusi ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran tematik? 4. Apakah Bapak/Ibu guru 5. Sudah sesuai dengan RPP. selalu Dikarenakan saya berpedoman menghampiri siswa ke tempat duduk pada RPP yang sudah di buat masing-masing bersama-sama oleh guru kelas V aktivitas siswa untuk memantau dalam kegiatan diskusi guna memastikan bahwa setiap siswa berpartisispasi diskusi? terlibat dalam dan kegiatan kumpulan yayasan se-KSK Sleman Timur. 6. Ya, mengkaitan pembelajaran yang relevan karena selalu mendukung pengalaman siswa 134

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Apakah Bapak/Ibu Guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran tematik sesuai dengan yang tertera Bapak/Ibu mengkaitkan anak-anak 7. Waktu pembelajaran belum mampu mengelola waktu pada RPP tematik? 6. Apakah sehingga mudah diingat oleh guru materi selalu dengan efisisen dan efektif dengan pengetahuan yang relevan ketika Melaksanakan kegiatan pembelajaran tematik? 7. Apakah dalam kegiatan pembelajaran Bapak/Ibu guru dapat mengelola waktu dengan efisien dan efektif? 1. Apakah Bapak/Ibu mengetahui tentang berpikir tingkat tinggi? 2. Berpikir tingkat tinggi 2. Menurut Bapak/Ibu apa pentingnya berpikir tingkat tinggi? 3. Apakah Bapak/Ibu 1. Sudah mengetahui karena sudah di sampaikan oleh program dari yayasan 2. Berpikir tingkat tinggi itu menerapkan penting bagi siswa karena siswa kegiatan pembelajaran yang bersifat selalu ingin tahu, membuktikan dan melaksanakan 135

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengarahkan siswa pada keterampilan berpikir tingkat tinggi? 4. Apakah Bapak/Ibu 3. Dalam pembelajaran ada yang mengarah kepada berpikir menggunakan tingkat tinggi contohnya pada kata kerja operasional taksonomi PPKn, IPA,Bahasa Indonesia, bloom pada indikator RPP dengan Matematika dan IPS mengacu tingkatan C4.C5 dan C6? 4. Ya menggunakan kata kerja operasional pada taksonomi bloom selalu ada dan menggunakan nya karena sudah di diskusikan bersam guru kelas V se-KSK timur dan yayasan pernah diberikan program untuk mengenai taksonomi bloom Soal Ujian Tengah Semester 3. / Ulangan Harian / Penilaian Akhir Semester tematik 1. Dalam membuat soal Ujian Tengah 1. Ujian tengah semester Semester / Ulangan Harian / Penilaian menggunakan kata kerja Akhir Semester, apakah Bapak/Ibu taksonomi bloom dikarenakan Guru mengacu pada kata kerja dalam membuat soal sudah ada operasional taksonomi bloom pada panduan dari yayasan tingkatan C4,C5, dan C6? 136

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Menurut kesulitan Bapak/Ibu dalam apakah membuat ada RPP tematik? 4. Kendala yang dihadapai 2. Apakah ada kendala yang dihadapi Bapak/Ibu Guru dalam menerapkan 1. Ada kesulitan dalam membuat RPP tetapi karena dikerjakan bersama-sama jadi bisa saling berkomunikasi 2. Ada beberapa kendala yang pembelajaran yang mengacu pada dihadapi saat menerapkan berpikir tingkat tinggi? pembelajaran yang mengacu pada berpikir tingkat tinggi jadi kurangnya sarana prasarana. Berdasarkan hasil wawancara bersama wali kelas V, peneliti dapat menyimpulkan bahwa wali kelas V sudah memahami mengenai keterampilan berpikir tingkat tinggi pada taksonomi bloom karena sudah diberikan sosialisasi oleh yayasan, sehingga dalam pembuatan RPP ataupun soal penilaian tengah Kesimpulan semester mengacu pada kata kerja taksonomi bloom. Hal ini dapat dilihat dari penyusunan perencanaan dalam indikator nya mengandung kata kerja taksonomi bloom berpikir tingkat tinggi walaupun masih di dominasi berpikir tingkat rendah. Beliau menerapkan keterampilan berpikir tingkat ringgi dalam pembelajaran namun terkandala ileh sarana dan prasarana yang mengakibatkan kegiatan berpikir tingkat tinggi kurang optimal. 137

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 18 Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran No 1. 4C Communicatio n/ Komunikasi Kriteria Ya 5. Di dalam langkah- √ langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil dari pembelajaran. 6. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan atau tanggapan 7. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru untuk memberikan kesempatan siswa untuk menyimpulkan pembelajaran yang sudah dilakukan. Tidak Keterangan Guru memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok untuk mempresntasikan hasil pekerjaan yang diberikan guru ketika melakukan diskusi kelompok √ Guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan tanggapan atau masukan ketika siswa presentasi √ Guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang sudah di lakukan dan hanya menutup kegiatan pembelajaran 138

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberi kesempatan siswa untuk mengingat kembali materi pada pembelajaran sebelumnya 2. Collaborative (Kolaborasi) 5. Di dalam langkah- √ langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk membentuk kelompok melakukan diskusi 6. Di dalam langkah- √ langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan soal untuk di kerjakan secara berdikusi 7. Di dalam langkah- √ langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan siswa untuk mencari informasi bersama teman diskusi √ Pada awal pembelajaran guru tidak mengingkatkan kembali materi sebelumnya dan langsung meminta siswa mmebuka buku paket saja. Guru meminta siswa untuk membuat kelompok berjumlah 4-5 ketika akan mulai mengerjakan soal yang diberikan guru Dalam proses pembelajaran guru meminta siswa mencatat soal yang diberikan guru kemudian meminta siswa untuk mengerjakan secara berkelompok/berdi skusi Guru memperlihatkan proses memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari informasi atau jwaban pada buku atau atas dasar pengalamannya sendiri 139

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Di dalam langkah- √ langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan siswa kesempatan untuk saling bertukar pikiran dan pendapat dalam berdiksusi 5. Di dalam langkah- √ langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk menganalisis permasalahan. 3. Critical thinking and Problem Solving (Berpikir Kritis dan Pemecahan Masalah). Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling bertukar pikiran pada saat siswa mengerjakan soal yang diberikan oleh guru secara otomatis siswa akan saling bertukar pikiran mana jawaban yang tepat 6. Di dalam langkah- √ langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari sumber lain dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis 7. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya √ Guru memberikan kesempatan kepada siswa untik mencari jawaban atas permasalahan yang ada di sekitar lingkungan rumah atau sekolah mengenai hewan yang hidup di sekitar rumah Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mencari sumber lain dalam meningkatkan berpikir krtis dalam menjawab pertanyaan guru siswa mencari sumber lain melalui pengalamannya sendiri melihat hewan Guru belum memperlihatkan kesempatan siswa untuk bertanya. Guru lebih menekankan siswa untuk menjawab pertanyaan 140

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengenai pembelajaran 4. Creativity and Innovation (Kr eativitas dan Inovasi) 8. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan, tanggapan (kegiatan inti), dan kritik √ Guru tidak memberikan kesempatan siswa untuk memberikan masukan, tanggapan atau kritikan saat proses pembelajaran 5. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk membuat sebuah karya 6. Di dalam langkah- √ langkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan siswa untuk memecahkan masalah dengan caranya sendiri. 7. Di dalam langkah- √ langkah pembelajaran memperlihatkan √ Guru tidak memberikan kesempatan siswa untuk membuat sebuah karya Guru memberikan kesempatan siswa untuk memcahkan soal yang diberikan oleh guru dengan mencari sumber lain Guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari 141

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI proses guru memberikan kesempatan siswa untuk mencari informasi secara mandiri 8. Di dalam langkahlangkah pembelajaran memperlihatkan proses guru memberikan kesempatan kepada siswa dalam menampilkan hasil karya nya di dalam kelas. informasi sumber lain √ dari Guru tidak meminta siswa membuat sebuah karya maka siswa tidak memperlihatkan hasil karya nya. 142

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19A Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 143

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19B Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 144

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19C Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 145

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19D Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 146

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19E Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 147

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19 F Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 148

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19G Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 149

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19H Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 150

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19I Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 151

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19J Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 152

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19K Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 153

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19L Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 154

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19M Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 155

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19N Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 156

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19O Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 157

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 19P Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 158

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 20 Hasil Analisis Indikator RPP Hasil Analisis Indikator Kognitif Pada RPP Tematik Kelas III Indikator HOTS LOTS 3.1.1 Menjelaskan cara mengikuti Keterangan Kata kerja gotong royong secara benar √ operasional terdapat pada tingkatan C2 yaitu Memahami 3.1.1 Menunjukkan kondisi geografis Kata kerja pulau-pulau di Indonesia √ operasional terdapat pada tingkatan C1 yaitu Mengetahui 3.1.1 Mencari ide pokok yang terdapat pada bacaan Kata kerja operasional terdapat √ pada tingkatan C4 yaitu menganalisis Jumlah Indikator 1 2 159

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21A Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Muatan Pelajaran PPKn 160

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21B Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 161

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21C Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 162

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21D Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 163

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21E Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 164

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21F Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Muatan Pelajaran IPA 165

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21G Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 166

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21H Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 167

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21I Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 168

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21J Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Muatan Pelajaran Bahasa Indonesia 169

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21K Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 170

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21L Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 171

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21M Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 172

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21 N Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 173

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21 O Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Muatan Pelajaran IPS 174

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21P Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 175

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21Q Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 176

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21R Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 177

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21S Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 178

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21T Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Muatan Pelajaran Matematika 179

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21 U Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 180

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21V Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 181

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21W Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 182

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21X Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 183

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21Y Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 184

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21Z Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 185

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 21AA Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester 186

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 22 Hasil Rekapitulasi Analisis Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester HASIL ANALISIS SOAL PTS PADA MATA PELAJARAN PPKn Soal HOTS PILIHAN GANDA LOTS 1. Pemilihan ketua kelas dengan kesepakatan bersama merupakan contoh penerapan Pancasila yang berbunyi… 2. Masyarakat gunung kidul setiap minggu pagi melakukan gotong royong membersihkan selokan termasuk kegiatan tersebut termasuk pengalaman pancasila ke… 3. Contoh perilaku yang sesuai dengan pengalaman Pancasila sila pertama adalah… 4. Surya memiliki teman bernama Antonia yang tinggal di √ Lombok. Ia merasa sedih karena keluarga Antona menjadi korban bencana gempa bumi. Sikap Surya yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sila kedua adalah… √ 5. Mempelajari kesenian daerah merupakan nilai-nilai luhur Pancasila ke… 6. Contoh perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila adalah… √ √ √ √ Keterangan Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencontohkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Mengidentifikasi” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencontohkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menganalisis” Tidak baik karena pada pilihan ganda terlalu mudah dan tidak ada pembanding yang dijawab oleh siswa. Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Mengkaitkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencontohkan” Kurang baik pada pilihan jwaban soal nya 187

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI √ 7. Melindungi segenap tanah air dan bangsa Indonesia merupakan kewajiban negara yang sesuai dengan nilainilai Pancasila ke … 8. Perhatikan gambar dibawah ini! √ Kegiatan pada gambar merupakan pengalaman Pancasila sila ke … 9. Lambang sila kelima Pancasila adalah … 10. Dengan menjaga dan memlihara rasa persatuan dan kesatuan antarmasyarakat dapat menciptakan suasana … 11. Berikut yang bukan tanggung jawab sebagai masyarakat adalah … 12. Segala perbuatan yang kita lakukan harus dapat … 13. Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di hadapan hukum. Pernyataan tersebut tercantum dalam UUD 1945 pasal … √ √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mengkategorikan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Memperkirakan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “Menafsirkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menghafal” 188

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. Perhatikan macam-macam hak berikut! 1) Ha katas kemerdekaan berserikat dan berkumpul 2) Hak berkumpul untuk mengembangkan diri 3) Hak untuk hidup serta mempertahankan kehidupan 4) Ha katas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan Hak warga negara dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 2 ditunjukkan oleh nomor … 15. Perhatikan pernyataan di bawah ini ! 1) Melaksanakan hak dan kewajiban secara seimbang 2) Mematuhi hukum karena takut dengan aparat kepolisian 3) Turut serta dalam program pembangunan Nasional 4) Membela negara agar diuji dan mendapat hadiah dari pemerintah Pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor … 16. Sikap mengikuti kemauan sendiri, seenaknya sendiri, merasa kaya sendiri, mengakibatkan orang dengan begitu mudahnya meyalahgunakan kekuasaannya. Mermehkan hak-hak orang lain, dapat menjadi penyebab terjadinya pelenggaran HAM karena … 17. Berikut kewajiban Negara terhadap wagannya, kecuali … 18. Contoh adanya pelanggaran hak dalam kehidupan seharihari adalah … 19. Perhatikan macam-macam hak berikut ini ! 1) Hak membela Negara 2) Hak beragama dan beribadah √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menunjukkan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menunjukkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menyimpulkan” √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Memilih ” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menunjukkan” 189

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3) Hak berserikat dan berkumpul 4) Hak mendapatkan pendidikan Hak warga Negara menurut UUD 1945 pasal 31adalah nomor … 20. Kewajiban sebagai siswa yang baik adalah … URAIAN 1. Contoh sikap yang sesuai dengan pengalaman Pancasila sila kelima adalah … 2. Mempelajari tari tradisional yang beraneka ragam termasuk √ ke dalam nilai-nilai luhur Pancasila yang tercermin dalam sila ke … 3. Bunyi sila Pancasila yang berkaitan dengan gemar melakukan kegiatan kemanusiaan adalah … 4. Dalam butir-butir Pancasila, kepala banteng melambangkan sila ke … 5. Perhatikan gambar di bawah ini ! √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencontohkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menganalisis” √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menentukan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” √ √ Kegiatan di atas menunjukkan penerapan sila ke … 190

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Dalam butir-butir Pancasila, padi dan kapas melambangkan sila ke … 7. Semboyan negara Indonesia yang terdapat pada lambang burung Garuda adalah … 8. Segala sesuatu yang harus diterima disebut … √ 9. Sesuatu yang harus dilakukan menurut aturan yang berlaku disebut … 10. Kebersihan dan keamanan kelas menjadi tanggung jawab … 11. Contoh hak yang dimiliki seseorang sebagai warga masyarakat adalah … 12. Belajar yang rajin dan selalu menghormati orang tua dan guru merupakan … anak 13. Menjaga kerapian kamar merupakan tanggung jawab kita di … 14. Salah satu kewajiban negara terhadap peninggalan sejarah adalah … 15. Kita harus mendahulukan kepentingan … daripada kepentingan sendiri ESSAY 1.Sebutkan masing-masing tiga (3) sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di sekolah dan masyarakat! 2. Sebutkan empat (4) sikap yang mencerminkan sila kedua Pancasila! 3. Sebutkan masing-masing tiga (3) hak dan kewajiban peserta musyawarah ! √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencontohkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 191

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI √ 4. Tuliskan masing-masing tiga (3) contoh sikap tanggung jawab di sekolah dan di rumah ! 5. Sebutkan empat (4) kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia yang baik ! Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menerapkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” √ HASIL ANALISIS SOAL PTS PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Soal 1. Hewan bertulang belakang disebut dengan … HOTS PILIHAN GANDA LOTS √ 2. Alat gerak yang dimiliki oleh lumba-lumba adalah … √ 3. Tulang berfungsi sebagai alat gerak … √ 4. Kelompok aves (burung) yang tidak dapat terbang adalah … 5. Yang termasuk hewan ampibi adalah … √ 6. Mengubah warna tubuh adalah bentuk adaptasi pada … √ 7. Gerak yang terjadi tanpa di sadari disebut gerak … √ 8. Golongan hewan yang tidak memiliki sistem syaraf adalah … 9. Kegiatan berikut yang kurang baik bagi kesehatan tulang dan otot adalah … √ √ √ Keterangan Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencontohkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencontohkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencirikan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menyeleksi” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menerapkan” 192

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. Kelainan tulang terlalu membungkuk ke depan disebut … √ 11. Bagian tubuh manusia yang memiliki fungsi terpenting dan sangat lunak adalah … 12. Berikut ini yang merupakan organ gerak adalah … √ 13. Berikut yang bukan termasuk fungsi rangka adalah … √ 14. Otot merupakan alat gerak … √ 15. Serangga bernafas menggunakan … √ 16. Organ pernapasan manusia adalah … √ 17. Berikut yang bukan merupakan dampak yang dapat ditimbulkan oleh asap kebakaran dan kendaraan bermotor adalah … 18. Berikut ini yang tidak termasuk cara memelihara organ pernapasan adalah … √ √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencirikan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menganalisis” √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menerapkan” 19. Berikut cara yang kita lakukan untuk menjaga agar alat pernapasan kita tetap sehat, kecuali … 20. Berikut ini yang bukan manfaat hutan adalah … √ 21. Menghirup udara yang kotor menyebabkan … √ 22. Paru-paru terletak di … √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menerapkan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menentukan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Mengidentifikasi” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” √ 193

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. Udara segar yang kita hirup saat bernapas di hasilkan oleh … 24. Penanaman kembali hutan yang gundul disebut … √ 25. Sampah yang menumpuk akan berbau … √ URAIAN 1.Contoh hewan mamalia yang menggunakan sirip untuk berenang adalah … 2. Hewan vertebrata memiliki bagain tubuh yang … √ sedangkan hewan invertebrata memiliki bagian tubuh yang … 3. Jenis otot yang terdapat pada usus halus dan usus besar adalah otot … 4. Fungsi otot jantung bagi manusia adalah … √ √ √ √ 5. Gerakan otot menekuk atau melurukan yaitu gerakan pada … 6. Penyakit berupa pengeroposan tulang akibat kekurangan kalsium disebut … 7. Kelainan tulang punggung membengkok ke arah depan tubuh disebut … √ 8. Ikan bernapas menggunakan … √ 9. Salah satu penyebab penyakit pada sistem pernapasan adalah … 10. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan sistem pernapasan adalah … √ √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menamai” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyatakan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencontohkan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “Membandingkan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menentukan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Menjelaskan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menentukan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menjelaskan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Menjelaskan” 194

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1.Mengapa ikan hiu dan katak digolongkan ke dalam hewan vertebrata ? … 2. Apakah perbedaan dari tulang kering dan tulang betis ? jelaskan! 3. Sebutkan 3 alat pernapasan makhluk hidup! ESSAY √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menyimpulkan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “Membandingkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Menjelaskan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menyimpulkan” √ √ √ 4. Tuliskan tiga bahaya merokok bagi kesehatan pernapasan manusia ! 5. Mengapa kita harus menghindari tempat-tempat dengan tingkat polusi udara tinggi ? √ HASIL ANALISIS SOAL PTS PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Soal HOTS LOTS Keterangan URAIAN 1.(Bacaan) √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Mengidentifikasi” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Mengidentifikasi ” Di manakah letak wisata alam kalibiru? 2. (Bacaan) Wisata apa sajakah yang ada di kabupaten Kulon Progo selain Kalibiru? 3. (Bacaan) √ Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “Menyimpulkan ” 195

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Bagaimanakah kondisi perjalanan menuju wisata alam Kalibiru? √ 4. (Bacaan) Fasilitas apa sajakah yang ditawarkan di wisata alam Kalibiru? √ 5. (Bacaan) Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “Menyimpulkan ” Mengapa para wisatawan merasa dimanjakan berwisata di wisata alam Kalibiru? PILIHAN GANDA 1. Sebuah paragraf terdiri atas kalimat utama dan kalimat … √ 2. Gagasan yang menjadi dasar untuk membuat sebuah paragraf adalah … √ √ 3. Berikut yang bukan merupakan cara menemukan ide pokok berdasarkan bacaan adalah … 4. (Bacaan) Ide pokok bacaan di atas adalah … Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Mendeteksi” √ Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “Menyimpulkan ” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menganalisis ” Bacaan di atas menjelaskan tentang .. 5. (Bacaan) Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 196

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. (Bacaan) √ Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “Menyimpulkan” Pokok pikiran bacaan diatas adalah … 7. Masalah utama yang dibahas dalam suatu paragraf disebut … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 8. Ide pokok bacaan dapat ditemukan dengan cara … √ 9. Kegiatan untuk mendapatkan informasi dari narasumber dengan cara melakukan tanya jawab disebut dengan … √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menemukan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 10. Berikut yang termasuk cara untuk menemukan ide pokok dari teks percakapan adalah … √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menentukan” 11. Kata tanya “Apa” berisi pertanyaan mengenai… √ 12. Kata tanya “Bagaimana” berisi pertanyaan mengenai … √ 13. Kalimat tanya yang tepat untuk mengetahui tentang waktu yang sedang terjadi adalah … √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Menjelaskan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menjelaskan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menyesuaikan” 14. (Bacaan) √ Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “Menyimpulkan ” Informasi yang terdapat pada paragraf di atas adalah … 15. (Bacaan) Apa kepanjangan dari RTH? √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Mengutip” 197

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. (Bacaan) √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menentukan” √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menentukan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Tokoh dalam pengggalan cerpen tersebut adalah … 17. (Bacaan) … yang disemprotkan Nenek Ijah untuk mengobati penyakit asamanya? Nenek Ijah menyemprotkan di dalam botol spray untuk mengobati asmanya. Kata tanya yang tepat untuk melengkapi pernyataan di atas adalah … 18. Kalimat yang digunakan untuk menanyakan sesuatu disebut kalimat … 19. (Bacaan) √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menentukan” Kalimat tanya yang tepat sesuai jawaban diatas adalah … 20. Kata tanya “dimana” digunakan untuk mengetahui … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menjelaskan” √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” URAIAN 1.Inti dasar permaslahan utama yang dibahas dalam teks bacaan disebut dengan … 2. Kalimat yang berisi informasi utama yang menjelaskan dasar permasalahan dalam teks disebut dengan … √ 3. Kalimat utama dapat kita jumpai di … √ 4. Sebuah paragraf terdiri dari kalimat utama dan .. √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menemukan ” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “Memperjelas” 198

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Informasi yang disajikan dalam kalimt penjelas berupa … √ 6. Teks hasil percakapan seseorang disebut dengan teks … √ 7. Untuk menentukan ide pokok pada bacaan, kita harus membaca teks bacaan dengan … √ 8. Orang yang kita jadikan sumber berita dalam wawancara disebut dengan … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 9. Kalimat utama dalam sebuah paragraf mencerminkan sebuah … √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Memperkirakan” 10. Tujuan menemukan ide pokok dalam sebuah adalah … √ Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Menjelaskan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menyimpulkan” 11. Kapan acara lomba melukis dilaksanakan ? √ Kata tanya “kapan” pada pertanyaan di atas di gunukan untuk menanyakan … 12. Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air √ yang berlebihan merendam daratan. Pertanyaan yang tepat berdasarkan jawaban di atas adalah … 13. Kata tanya yang berfungsi untuk menunjukkan penyebutan nama orang, jabatan, atau pekerjaan adalah … 14. Salah satu ciri-ciri pengunaan kalimat tanya yaitu selalu di akhir dengan tanda … 15. Salah satu ciri dari pengunaan kalimat tanya yaitu kalimat tanya selalu terletak di … Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mengkategorikan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyatakan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Mengkaitkan” √ √ √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menentukan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencirikan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mencirikan” 199

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ESSAY 1.(Bacaan) Tuliskan 3 (tiga) kalimay penjelas yang ada didalam bacaan di atas 2. (Bacaan) √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menganalisis” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menganalisis” √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menemukan” Tuliskan ide pokok pada paragraf kedua pada bacaan di atas ! 3. (Bacaan) Sebutkan 3 (tiga) langakah untuk menentukan ide pokok pada suatu teks bacaan HASIL ANALISIS SOAL PTS PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Soal HOTS LOTS Keterangan PILIHAN GANDA 1. Batas wilayah Indonesia sebelah selatan adalah … √ 2. Letak astronomis Indonesia adalah … √ 3. Peta yang menggambarkan hal-hal khusus dari suatu daerah di sebut … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 200

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI √ 4. Perhatikan gambar di samping ! Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Mengidentifikasikan” Hewan tersebut hidup di Pulau … 5. Salah satu flora yang ada di Pula Sumatra adalah … √ √ 6. Yang tidak termasuk mata pencharian penduduk di daerah pesisir adalah … 7. Berikut adalah dampak negatif letak geografis Indonesia terhadap kondisi sosial masyarakat … √ 8. Suku Dayak berasal dari pulau … √ 9. Bandara yang terletak di Banten adalah … √ 10. Pelabuhan Bakauheni terletak di … √ 11. Kegiatan mengolah bahan mentah menajdi barang jadi disebut … √ Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “Menyeleksi” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mengkategorikan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menemukan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 201

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. Salah satu hasil barang tambang mineral logam adalah … √ 13. Batu bara merupakan barang tambang … √ 14. Salah satu objek wisata budaya adalah … √ √ 15. Berikut adalah contoh usaha jasa yang dikelola secara perorangan yaitu … Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C2 dengan kata kerja “Mengaktegorikan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Menemukan” Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menyeleksi” 16. Perusahaan yang didirikan oleh satu orang pengusaha atau lebih dengan modal sendiri dan beberapa penanaman modal disebut … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 17. Surat berharga sebagai tanda keikutsertaan menanamkan modal dalam perusahaan disebut … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 18. Berikut yang tidak termasuk bentuk-bentuk koperasi di Indonesia adalah … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menamai” 19. Kegiatan menyalurkan barang disebut … √ 20. Salah satu kegiatan konsumsi yang kamu lakukan sebagai pelajar adalah … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Melaksanakan” URAIAN 1.Garis yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan disebut … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 202

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Sungai Kapuas terletak di pulau … √ 3. Gunung Slamet terletak di pulau … √ 4. Pegunungan Jaya Wijaya terletak di pulau … √ 5. Garis yang memisahkan fauna bagian barat dan tengah adalah … √ 6. Indonesia memiliki perairan yang sangat luas, maka Indonesia disebut negara … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 7. Suku Bugis berasal dari pulau … √ 8. Pelabuhan yang terletak di Bali adalah … √ 9. Perikanan air payau merupakan usaha perikanan yang dilakukan di … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 10. Indonesia disebut negara agraris karena sebagaian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 11. Usaha penanaman lahan dengan tanaman-tanaman tertentu seperti kopi, teh, dan kelapa sawit disebut … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 12. Orang yang bertugas memberikan bantuan dan informasi terhadap pengunjung tempat wisata disebut … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 13. Gambar disamping merupakan pedaganag … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Mengidentifikasi” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 203

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. Lembaga keuangan bukan bank yang menerima simpanan dan memberikan pinjaman dengan bunga sendiri-sendiri disebut koperasi … √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” 15. Kegiatan untuk menghasilkan barang disebut… √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” ESSAY 1.Perhatikan gambar dibawah ini ! √ Termasuk dalam tingkatan C4 dengan kata kerja “Menemukan” 204

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sebutkan batasan wilayah sebelah timur, barat, dan selatan pulau Sumatra… 2. Tuliskan 3 fauna Indonesia Bagia Tengah (tipe peralihan)! √ 3. Sebutkan 3 jenis usaha di bidang pariwisata! √ 4. Sebutkan 3 jenis usaha ekonomi yang dikelola secara berkelompok! √ 5. Sebutkan 3 cara yang dapat dilakukan untuk menghargai usaha orang lain! √ Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C1 dengan kata kerja “Menyebutkan” Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “menyimpulkan” 205

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HASIL ANALISIS SOAL PTS PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA Soal HOTS LOTS Keterangan PILIHAN GANDA 1. Urutan pecahan dari yang terkecil ke terbesar dari 1 1 1 1 pecahan ; 3 ; 2 ; 4 … 5 2. Bentuk persen dari pecahan 3. Hasil dari 14 + 35 % = … 25 4. Hasil dari 3 5 4 +1 5 18 +2 2 9 3 20 adalah … √ Termasuk dalam tingkatan C3 dengan kata kerja “Mengurutkan” √ Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” √ √ =… 5. Pecahan biasa di bawah ini yang tidak senilai 10% adalah … √ 6. Hasil dari 1,47 – 0,122 adalah … √ 7. Hasil dari 7 8 + 1 5 + 1 4 8. Bentuk decimal dari pecahan 3 √ =… 17 20 √ adalah … √ 9. Hasil dari 0.45 + – 93% = … 5 2 3 10. Ana memiliki pita sepanjang 1 meter. Ia memberikan 3 4 meter kepada Indah. Kemudian, Ibu membelikan Anak √ Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” 206

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2,5 meter. Panjang pita yang dimiliki Ana sekarang adalah … meter 11. 74 % … 18 . Tanda pembanding yang tepat adalah … 25 7 1 12. Pak Handoko membeli 7 kg tanaman. Sebanyak 2 kg 8 4 1 √ Termasuk dalam tingkatan C5 dengan kata kerja “Membandingkan” Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” √ digunakan untuk memupuk tanaman pertama dan 3 kg 2 untuk memupuk tanaman kedua, dan sisanya untuk tanaman ketiga. Banyak pupuk untuk tanaman ketiga adalah … kg 13. 15 % x 2,4 = p. Nilai p adalah … =… √ = a. Nilai a adalah … √ 14. Hasil dari 45 % : 15. 3 4 X 4 5 X 8 9 √ 6 7 16. Ibu membeli rambutan sebanyak 3 ikat. Setiap ikat 2 beratnya 2 kg. Berat rambutan Ibu seluruhnya adalah … √ 18. Sebuah toko kain “sari warna” mempunyai persediaan 1 kain sutra sepanjang 6 kodi. Kain tersebut akan di 2 setorkan kepada pelanggannya. Setiap pelanggan √ 17. 2 1 2 3 √ x n = 40. Nilai n adalah … Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” 207

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1 mendapat kodi. Banyak pelanggan yang mendapat 4 setoran kain adalah … orang 2 4 19. Hasil dari 2 x : 20. Hasil dari 2 3 4 7 5 7 10 √ =… √ 4 X 1 adalah 9 7 URAIAN √ 1.Bentuk pecahan dari adalah … 8 √ 3 2. Urutan dari yang terbesar ke terkecil pecahan 0,7; ; 82 % adalah … 5 3. Hasil dari 52 % + 0.742 = … 4. Rian mengisi sebuah jerigen dengan 0.25 liter minyak. Lalu Ibu mengisi jerigen itu dengan 1.5 liter minyak. Jumlah minyak yang ada dalam jiregen adalah … liter 4 3 5. 3 + + 1 5 4 9 10 = n Nilai n adalah … Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” √ √ 3 √ 8 Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C3dengan kata kerja “Mengurutkan” √ 6. Hasil dari 1 – 48 % - 0.325 adalah … 7. Nilai dari 3 − 3 = … Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” 208

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI √ Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” 10. Hasil dari 0,56 : 0.7 : 0.4 = … √ 11. m ; 2.5 = 6,5. Nilai m adalah … √ Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” 4 8. Hasil dari 3 + 15 % + 2.25 = … 5 √ 3 9. Sehelai kertas berwarna-warni terdiri atas berwarna biru. 2 5 8 berwarna merah, sisanya berwarna hijau, Kertas berwarna apakah yang mempunyai bagian terbesar? √ 12. Kaca jendela kamar Aldi berbentuk persegi panjang dengan panjang 1,25 m dan lebar 0.63 m. Luas kaca jendela adalah … 2 √ 1 13. Hasil dari x 4 = … 7 5 √ 4 14. Hasil dari 2 % : 0,05 + = … 1 3 5 8 4 √ 2 15. Hasil dari ( 2 + ) : ( 2 x 4 ) = 3 1.Bu Fitri mempunyai 4 katong beras masing-masing beratnya 12,25 kg dan 4 karung gandum masing-masing 1 beratnya 7 kg. Berapa jumlah berat keseluruhan beras dan 4 gandum Bu Fitri ? Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” Termasuk dalam tingkatan C2dengan kata kerja “Menghitung” ISIAN √ Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” 209

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI √ Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” √ Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” 4. Sekarung beras seberat 90 kg akan dibagikan kepada beberapa orang. Setiap orang akan memeperoleh 2,5 kg beras. Berapa banyak orang yang akan menerima beras tersebut ? √ Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” 5. Harga televisi di bulan Mei Rp 1.500.000,00. Karena banyak peminatnya, maka aka nada kenaikan harga sebesar 12 % di bulan April. √ Termasuk dalam tingkatan C4dengan kata kerja “Memecahkan” 1 2. Bibi membeli 12 kg gula pasir. Jika harga 1 kg gula pasir 2 adalah Rp 13.000,00. Maka berapakah harga seluruh beras yang di beli bibi ? 1 3. Hari membeli 7 kg jeruk, kemudian membeli lagi 1 4 1 sebanyak 2 kg jeruk. Karena disimpan terlalu lama, 1 kg 4 2 jeruk busuk. Jeruk yang masih bagus dibagikan kepada 4 anak sama banyak. Berapa bagian yang diterima setiap anak? a. Berapa rupiah kenaikan harga televisi tersebut ? b. Berapa harga televisi di bulan April ? 210

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23A Hasil Hitung Analisis Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Hasil Hitung Analisis Penilaian Tengah Semester Muatan PPKn Nomor Soal HOTS Pilihan Ganda Uraian Essay 4 2 11 16 4 Jenis Soal HOTS LOTS Nomor Soal LOTS Pilihan Ganda Uraian Essay 1 1 1 2 3 2 3 4 3 5 5 4 6 6 5 7 7 8 8 9 9 10 10 12 11 13 12 14 13 15 14 17 15 18 19 20 36 Jumlah 4 36 Hasil Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran PPKn 10% 90% HOTS LOTS 211

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23B Hasil Hitung Analisis Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Hasil Hitung Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Muatan IPA Nomor Soal HOTS Pilihan Ganda Uraian 8 2 17 Essay 1 2 5 6 Jenis Soal HOTS LOTS Nomor Soal LOTS Pilihan Ganda Uraian 1 1 2 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 8 9 9 10 10 11 12 13 14 15 16 18 19 20 21 22 23 24 25 34 Essay 2 3 Jumlah 6 34 Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran IPA 15% 85% HOTS LOTS 212

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23C Hasil Hitung Analisis Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Hasil Hitung Analisis Penilaian Tengah Semester Muatan Bahasa Indonesia Hasil Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Nomor Soal HOTS I Uraia n 3 5 II Pilihan Ganda 3 4 5 6 14 19 III Uraia n 3 4 11 12 IV Essa y 1 2 3 15 Jenis Soal HOTS LOTS I Uraia n 1 2 4 Nomor Soal LOTS III II Pilihan Uraia Ganda n 1 1 2 2 7 5 8 6 9 7 10 8 11 9 12 10 13 13 15 14 16 15 17 18 20 28 IV ESSA Y Jumlah 15 28 Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 35% 65% HOTS LOTS 213

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23D Hasil Hitung Analisis Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Hasil Hitung Analisis Penilaian Tengah Semester Muatan IPS Nomor Soal HOTS Pilihan Ganda Uraian 5 7 15 Essay 1 5 5 Jenis Soal HOTS LOTS Nomor Soal LOTS Pilihan Ganda Uraian 1 1 2 2 3 3 4 4 6 5 8 6 9 7 10 8 11 9 12 10 13 11 14 12 16 13 17 14 18 15 19 20 35 Essay 2 3 4 Jumlah 5 35 Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran IPS 12% 88% HOTS LOTS 214

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23E Hasil Hitung Analisis Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Hasil Hitung Analisis Penilaian Tengah Semester Muatan Matematika Nomor Soal HOTS Pilihan Ganda Uraian 10 4 11 9 12 12 16 18 Essay 1 2 3 4 5 13 Jenis Soal HOTS LOTS Nomor Soal LOTS Pilihan Ganda Uraian 1 1 2 2 3 3 4 5 5 6 6 7 7 8 8 10 9 11 13 13 14 14 15 15 17 19 20 27 Essay Jumlah 13 27 Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada Mata Pelajaran Matematika 32% 68% HOTS LOTS 215

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23F Hasil Hitung Analisis Soal Evaluasi Penilaian Tengah Semester Keseluruhan No 1 2 3 4 5 Jumlah Soal HOTS Mata Pelajaran PPKn IPA Bahasa Indonesia IPS Matematika 4 6 15 5 13 Hasil Analisis Soal Penilaian Tengah Semester Pada 5 Bidang Mata Pelajaran Sekolah Dasar 9% 30% 14% 12% 35% 1 PPKn 2 IPA 3 Bahasa Indonesia 4 IPS 5 Matematika 216

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23G Hasil analisis pilihan ganda soal evaluasi PTS Hasil Analisis Pilihan Ganda Muatan PPKn Nomor Soal HOTS Pilihan Ganda 4 11 16 Nomor Soal LOTS Pilihan Ganda 1 2 3 5 6 7 8 9 10 12 13 14 15 17 18 19 20 17 3 Pilihan Ganda HOTS LOTS Jumlah 3 17 Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semster Mata Pelajaran PPKn 15% 85% HOTS LOTS 217

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23H Hasil analisis pilihan ganda soal evaluasi PTS Hasil Analisis Pilihan Ganda Muatan IPA Nomor Soal HOTS Pilihan Ganda 8 17 21 22 23 24 25 23 2 Pilihan Ganda HOTS LOTS Nomor Soal LOTS Pilihan Ganda 1 2 3 4 5 6 7 9 10 11 12 13 14 15 16 18 19 20 Jumlah 2 23 Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPA 8% 92% HOTS LOTS 218

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23I Hasil analisis I uraian Bahasa Indonesia PTS Hasil Analisis I uraian Bahasa Indonesia Nomor Soal HOTS I Uraian 3 5 Nomor Soal LOTS I Uraian 1 2 3 3 2 I Uraian HOTS LOTS Jumlah 2 3 Hasil Analisis Soal Romawi I Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 40% 60% HOTS LOTS 219

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23J Hasil analisis pilihan ganda soal evaluasi PTS Hasil Analisis Pilihan Ganda Muatan Bahasa Indonesia Nomor Soal HOTS II Pilihan Ganda 3 4 5 6 14 19 Nomor Soal LOTS II Pilihan Ganda 1 2 7 8 9 10 11 12 13 15 16 17 18 20 14 6 II Pilihan Ganda HOTS LOTS Jumlah 6 14 Hasil Analisis Soal romawi II Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 30% 70% HOTS LOTS 220

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23K Hasil analisis pilihan ganda soal evaluasi PTS Hasil Analisis Pilihan Ganda Muatan IPS Nomor Soal HOTS Pilihan Ganda 5 7 15 Nomor Soal LOTS Pilihan Ganda 1 2 3 4 6 8 9 10 11 12 13 14 16 17 18 19 20 17 3 Pilihan Ganda HOTS LOTS Jumlah 3 17 Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPS 15% 85% HOTS LOTS 221

(243) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23L Hasil analisis pilihan ganda soal evaluasi PTS Hasil Analisis Pilihan Ganda Muatan Matematika Nomor Soal HOTS Pilihan Ganda 10 11 12 16 18 5 Pilihan Ganda HOTS LOTS Nomor Soal LOTS Pilihan Ganda 1 2 3 4 5 6 7 8 9 13 14 15 17 19 20 15 Jumlah 5 15 Hasil Analisis Soal Pilihan Ganda Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Matematika 25% 75% HOTS LOTS 222

(244) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23M Hasil analisis Uraian soal evaluasi PTS Hasil Analisis Uraian Muatan PPKn Nomor Soal HOTS Uraian 2 Nomor Soal LOTS Uraian 1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 14 1 Uraian Jumlah HOTS 1 LOTS 14 Hasil Analisis Soal Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran PPKn 7% 93% HOTS LOTS 223

(245) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23N Hasil analisis Uraian soal evaluasi PTS Hasil Analisis Uraian Muatan IPA Nomor Soal HOTS Uraian 2 Nomor Soal LOTS Uraian 1 3 4 5 6 7 8 9 10 9 1 Uraian Jumlah HOTS 1 LOTS 9 Hasil Analisis Soal Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPA 10% 90% HOTS LOTS 224

(246) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23O Hasil analisis Uraian soal evaluasi PTS Hasil Analisis Uraian Muatan Bahasa Indonesia Nomor Soal HOTS III Uraian 3 4 11 12 Nomor Soal LOTS III Uraian 1 2 5 6 7 8 9 10 13 14 15 11 4 III Uraian Jumlah HOTS 4 LOTS 11 Hasil Analisis Soal III Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 27% 73% HOTS LOTS 225

(247) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23P Hasil analisis Uraian soal evaluasi PTS Hasil Analisis Uraian Muatan IPS Nomor Soal HOTS Uraian Nomor Soal LOTS Uraian 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 15 0 Uraian Jumlah HOTS 0 LOTS 15 Hasil Analisis Soal Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPS 0% 100% HOTS LOTS 226

(248) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23Q Hasil analisis Uraian soal evaluasi PTS Hasil Analisis Uraian Muatan Matematika Nomor Soal HOTS Uraian 4 9 12 Nomor Soal LOTS Uraian 1 2 3 5 6 7 8 10 11 13 14 15 3 12 Uraian Jumlah HOTS 3 LOTS 12 Hasil Analisis Soal Uraian Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Matematika 20% 80% HOTS LOTS 227

(249) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23R Hasil analisis Essay soal evaluasi PTS Hasil Analisis Essay Muatan PPKn Nomor Soal HOTS Essay Nomor Soal LOTS Essay 1 2 3 4 5 5 0 Essay Jumlah HOTS 0 LOTS 5 Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran PPKn 0% 100% HOTS LOTS 228

(250) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23S Hasil analisis Essay soal evaluasi PTS Hasil Analisis Essay Muatan IPA Nomor Soal HOTS Essay 1 2 5 3 Essay Nomor Soal LOTS Essay 2 3 2 Jumlah HOTS 3 LOTS 2 Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPA 40% 60% HOTS LOTS 229

(251) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23T Hasil analisis Essay soal evaluasi PTS Hasil Analisis Essay Muatan Bahasa Indonesia Nomor Soal HOTS IV Essay 1 2 3 3 Essay Nomor Soal LOTS IV Essay Jumlah HOTS 3 LOTS 0 Hasil Analisis Soal IV Essay Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Bahasa Indonesia 0% 100% HOTS LOTS 230

(252) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23U Hasil analisis Essay soal evaluasi PTS Hasil Analisis Essay Muatan IPS Nomor Soal HOTS Essay 1 5 Nomor Soal LOTS Essay 2 3 4 2 3 Essay Jumlah HOTS 2 LOTS 3 Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran IPS 40% 60% HOTS LOTS 231

(253) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 23V Hasil analisis Essay soal evaluasi PTS Hasil Analisis Essay Muatan Matematika Nomor Soal HOTS Essay 1 2 3 Nomor Soal LOTS Essay 4 5 5 Essay 0 Jumlah HOTS 5 LOTS 0 Hasil Analisis Soal Essay Penilaian Tengah Semester Mata Pelajaran Matematika 0% 100% HOTS LOTS 232

(254) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RIWAYAT PENELITI Sangsang Lusiani Supriyanti lahir pada 09 Agustus 1996 di Sleman, Yogyakarta. Merupakan anak ke enam dari pasangan Bapak Suparjo dan Ibu Mursinah. Daerah tempat tinggal Desa Panjen, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Bercita-cita menjadi seorang guru yang tidak hanya memberikan ilmu nya kepada peserta didik namun dapat membentuk karakter peserta didik. Tamat SD 2009 di SD Negeri Pokoh 1, Kabupaten Sleman. Menyelesaikan studi SMP pada tahun 2012 di SMP Kanisius Kalasan, Kota Yogyakarta. Lulusan SMA pada tahun 2015 di SMA Marsudi Luhur Yogyakart, Kota Yogyakarta. Melanjutkan studi S1 pada Program PGSD, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 233

(255)

Dokumen baru

Download (254 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN PREZI PADA PEMBELAJARAN TEMATIK TEMA BENDA-BENDA DI LINGKUNGAN SEKITAR SISWA KELAS V SD
9
62
25
ANALISIS DAMPAK OTONOMI DAERAH TERHADAP STRATEGI PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI SWASTA (PTS) DI KABUPATEN SLEMAN
0
2
18
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA POWER POINT DAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN RITENSI MEMORI SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD SWASTA RK NO.3 KOTA SIBOLGA.
0
3
30
PEMBELAJARAN TEMATIK PADA KELAS AWAL SEKOLAH DASAR (STUDI SITUS PEMBELAJARAN TEMATIK PADA KELAS AWAL SEKOLAH DASAR (STUDI SITUS SD IT IZZATUL ISLAM KECAMATAN GETASAN KABUPATEN SEMARANG).
0
1
14
KETERAMPILAN MENGEKSPLORASI LINGKUNGAN SISWA TUNANETRA DI SLB YPDP BANDUNG (STUDI KASUS TERHADAP ‘RG’ SALAH SATU SISWA TUNANETRA DI SLB YPDP BANDUNG).
0
4
39
STUDI KASUS TENTANG KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS V DI SALAH SATU SD SWASTA KOTA BANDUNG.
0
0
44
ANALISIS INTERAKSI KELAS PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI MAN YOGYAKARTA II (STUDI KASUS DI KELAS XI MIPA 2).
0
0
2
ANALISIS KESULITAN GURU DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI KOTA YOGYAKARTA.
0
0
2
ANALISIS HAMBATAN SISWA KELAS X SMA NEGERI KABUPATEN BANTUL DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI.
0
0
1
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DI SMA
0
0
8
ANALISIS BIAYA JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) (STUDI KASUS PADA SALAH SATU BIDAN PRAKTEK SWASTA KOTA PADANG)
0
0
7
STRATEGI PEMASARAN PERGURUAN TINGGI SWASTA DI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA BERBASIS RANGSANGAN PEMASARAN
0
0
23
ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN PADA RUMAH SAKIT (STUDI KASUS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
0
1
8
ANALISIS PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN KASUS OBSTETRI DAN GINEKOLOGI DI SALAH SATU RUMAH SAKIT UMUM SWASTA DI YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI - ANALISIS PELAPORAN INSIDEN KESELAMATAN PASIEN KASUS OBSTETRI DAN GINEKOLOGI DI SALAH SATU RUMAH SAKIT UMUM S
0
0
14
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PADA PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS V (STUDI KASUS DI SALAH SATU SD SWASTA KOTA YOGYAKARTA)
0
0
217
Show more