PENGEMBANGAN MEDIA WORD SQUARE BERGAMBAR UNTUK MEMPERKAYA KOSAKATA BAHASA INDONESIA BAGI PEMBELAJAR BIPA TINGKAT BEGINNER DI WISMA BAHASA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendid

Gratis

0
0
204
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN MEDIA WORD SQUARE BERGAMBAR UNTUK MEMPERKAYA KOSAKATA BAHASA INDONESIA BAGI PEMBELAJAR BIPA TINGKAT BEGINNER DI WISMA BAHASA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Disusun Oleh: Egy Mauliani Harahap NIM: 141224048 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN MEDIA WORD SQUARE BERGAMBAR UNTUK MEMPERKAYA KOSAKATA BAHASA INDONESIA BAGI PEMBELAJAR BIPA TINGKAT BEGINNER DI WISMA BAHASA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia Disusun Oleh: Egy Mauliani Harahap NIM: 141224048 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA SASTRA INDONESIA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Halaman Persembahan Karya ini saya persembahkan kepada: Tuhan Yang Maha Esa yang selalu menyertai setiap langkah saya Kedua orang tua saya, Damai Soaloon Harahap dan Riza Mayanthi Siregar. Nenek dan adik saya tercinta, Kartini dan Endah Mayza Harahap yang selalu mendukung saya sehingga saya merasa yakin atas segala sesuatu yang saya jalani. Teman Teristimewa, Aryo Gerbang Samudra Lasakar. Sahabat tercinta, Hani Pertiwi yang selalu berusaha memahami saya, membantu, dan mendukung saya dalam meyelesaikan karya ini. Teman-teman terbaik di PBSI 2014. Teman-teman di kelas A PBSI 2014 dan Keluarga Besar PBSI. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Be proud of yourself for how hard you’re trying. (Unknown) When Monday is your favorite day, you know you’re winning. (Bossbabe) If flowers can grow through blankets of melting snow, there is hope for me. (Unknown) Your mental health is more important than the test, the interview, the lunch date, the meeting, the family dinner, the soccer game, the recital, and te groccery-run, take care of yourself. (Unknown) Take it day by day, don’t stress too much about tomorrow. (Unknown) v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK Harahap, Egy Mauliani. 2019. Pengembangan Media Word Square Bergambar untuk Memperkaya Kosakata Bahasa Indonesia bagi Pemelajar BIPA Tigkat Beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta.Skripsi. Yogyakarta: Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Media pembelajaran merupakan salah satu cara pemelajar BIPA tingkat beginner mempelajari bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia yang merupakan bahasa asing bagi pemelajar BIPA akan sulit dimengerti oleh pemelajar BIPA tingkat beginner. Penelitian ini bertujuan untuk menghasikan media yang dapat memperkaya kosakata bahasa Indonesia pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta agar mampu bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini yaitu, (1) Apa sajakah kebutuhan media dalam pembelajaran BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta? (2) Bagaimana pengembangan media pembelajaran “Word Square Bergambar” untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta? Kebutuhan media dalam pembelajaran BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta berdasarkan hasil wawancara dengan instruktur BIPA mengungkapkan bahwa selain buku pegangan 1A dan 1B, dibutuhkan media khusus untuk melatih kosakata bahasa Indonesia. Hasil analisis kebutuhan media pembelajaran BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta mengungkapkan bahwa media yang dapat membantu memperkaya dan mengingat kosakata bahasa Indonesia. Sebanyak 60% memilih Word Square sebagai media memperkaya kosakata dan 60% memilih mencari kata dengan bantuan gambar sebagai salah satu cara untuk memperkaya kosakta bahasa Indonesia. Penelitian pengembangan (R&D) yang dilakukan oleh peneliti, yaitu pertama, analisis kebutuhan dan pengumpulan informasi dilakukan dengan cara mewawancari instruktur BIPA di Wisma Bahasa Yogyakarta, angket analisis kebutuhan yang ditujukan pada pemelajar BIPA tingkat beginner, dan analisis buku pegangan 1A dan 1B. Kedua, pengembangan produk Word Square Bergambar berdasarkan hasil wawancara, analisis kebutuhan dan buku pegangan 1A dan 1B. Ketiga, uji validasi oleh dosen ahli dan Instruktur BIPA Wisma Bahasa Yogyakarta dengan hasil 3,8 dengan kategori baik dan 4,4 dengan kategori “sangat baik”. Keempat, revisi produk dilakukan berdasarkan hasil uji validasi oleh dosen ahli dan instruktur BIPA. Kelima, uji coba lapangan, dilakukan pada tiga pemelajar BIPA tingkat beginner dengan hasil perhitungan sebesar 3 dengan kategori “baik”. Kata kunci: Media pembelajaran, Word Square Bergambar, Pengembangan Media Pembelajaran. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT Harahap, Egy Mauliani. 2019. The Development of Word Square Pictorial Media in Enriching Vocabulary for Beginner level of BIPA students in Wisma Bahasa Yogyakarta. Thesis. Yogyakarta: Indonesian Language Literatur Education Studies Program, Faculty of Teachers Training and Education, Sanata Dharma University. Learning media is one of some ways for beginner level of BIPA students to learn bahasa Indonesia. Beginner level of BIPA students will not easily understand Bahasa Indonesia, which is a foreign language for them. This research is aims to invent a media which could enrich their Indonesian vocabulary in order to be able to survive and to fulfill their daily needs. Problems discussed in this research are, (1) What were media needed in beginner level of BIPA learning process? (2) How does the development of Word Square ilustrated learning media in improvement of Indonesian vocabulary of beginner level of BIPA students in Wisma Bahasa Yogyakarta? The interview result with BIPA instructor explained that beside handbook 1A and 1B, a special media for bahasa Indonesia exercise is needed. The result of beginner BIPA learning media needs in Wisma Bahasa Yogyakarta shows that media subject which can help them to enrich and memorize Indonesian vocabulary. Up to 60% choose Word Square as a media to improve vocabulary, and 60% choose to find words with a support picture as one of ways to enhance Indonesian vocabulary. This research uses research and develop (R&D) method which has been adjusted to field circumstance. Steps of research are, first, demand analysis and information collection which are collected by interviewing BIPA instructor, demand analysis questionnaire which aimed to beginner level of BIPA students, and handbook 1A and 1B analysis. Second, product development based on the interview result, deman and handbook 1A and 1B analysis. Third, validity test done by expert with score 3.8 which categorized as ‘good’ and BIPA instructor with score 4.4 which categorized as ‘very good’. Fourth, product revision done based on validity test by expert and BIPA instructure. Fifth, field test is done to three beginner level of BIPA students and the result is 3 which categorized as ‘good’. Field test participants were not give any note, critique, or advice, thus there is no product revision needed. Keywords: Learning Media, Ilustrated Word Square, Learning Media Development. ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa memberikan berkat dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Media Word Square Bergambar Untuk Memperkaya Kosakata Bahasa Indonesia Bagi Pembelajar BIPA Tingkat Beginner Di Wisma Bahasa Yogyakarta”. Skripsi ini disusun oleh k penulis sebagai syarat untuk menyelesaikan studi di Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Unibersitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa skripsi ini berhasil diselesaikan karena bantuan dan dukungan dari banyak pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan kasih-Nya kepada saya. 2. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si,. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 3. Rishe Purnama Dewi, S.Pd., M.Hum., selaku dosen pembimbing dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia yang dengan sabar dan bijaksana dalam membimbing dan memberikan berbagai masukan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi. 4. Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. Dr. Yuliana Setyaningsih, M.Pd., dan Dr. B. Widharyanto, selaku dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesi yang telah bersedia menjadi validator dalam penelitian ini. 6. Seluruh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia yang telah mendidik, membimbing, dan mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi. 7. Agus Soehardjono, S.S., M.M, selaku Direktur Wisma Bahasa Yogyakarta, terima kasih atas ijin yang telah diberikan peneliti untuk mengadakan penelitian di Wisma Bahasa Yogyakarta. 8. Agung Siswanto, S.Pd, selaku instruktur BIPA Wisma Bahasa Yogyakarta yang telah membantu saya dalam menguji coba produk dan telah bersedia menjadi validator produk. 9. Keluarga besar Wisma Bahasa Yogyakarta yang selalu memberikan semangat positif bagi peneliti. 10. Pemelajar BIPA tingkat beginner Wisma Bahasa Yogyakarta yang telah memberikan waktu dan penilaian terhadap produk media. 11. Keluarga penulis tercinta, Bapak Damai Soaloon Harahap dan Ibu Riza Mayanthi Siregar, adik tercinta Endah Mayza Harahap, terima kasih atas cinta dan kasih sayang yang selalu diberikan kepada peneliti. 12. Theresia Rusmiyati, selaku staff sekretariat, terima kasih atas bantuannya. 13. Teman-teman PBSI kelas A angkatan 2014 atas semangat dan dukungannya. xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. Teman-teman kampus, Yohana Eliana, Sirilia Mariani, Ribkha Yuni, Yenny Silvia, Dania Kusumawati, Patrisia Arum, C. Dianing Putri Wibawa, Feeling Wulandini, Rizky Heryanto, dan Daniel Bramantyo yang telah memberikan dukungan. 15. Teman-teman UKM Taekwondo Sanata Dharma, Dewangga Bagaskoro, A. Hesti Ningrum, A. Andriana Ayu. M, Antonius Elga, Farida Umri, dan Stephani Onelan yang selalu memberi semangat dan meluangkan waktu untuk canda tawa bersama. Yogyakarta, 17 Januari 2019 Egy Mauliani Harahap xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv MOTTO ................................................................................................................. v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................ vi HALAMAN PUBLIKASI................................................................................... vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ....................................................................................................... viiix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL .............................................................................................. xvi DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................... 5 C. Tujuan Penelitian ............................................................................................ 5 D. Manfaat Penelitian .......................................................................................... 6 E. Batasan Istilah ................................................................................................. 7 1. Word Square ................................................................................................ 7 2. Keping huruf (tile) ....................................................................................... 7 3. Media pembelajaran ..................................................................................... 7 4. Kosakata....................................................................................................... 7 5. Pemelajar BIPA ........................................................................................... 7 6. Pemelajar BIPA tingkat beginner ................................................................ 7 F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan ........................................................ 8 G. Sistematika Penyajian ..................................................................................... 9 BAB II KAJIAN TEORI .................................................................................... 11 A. Penelitian yang Relevan ............................................................................... 11 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Landasan Teori ............................................................................................. 14 1. Media Pembelajaran .................................................................................. 14 2. Media Permainan Bahasa........................................................................... 20 3. Kosakata Bahasa Indonesia ....................................................................... 22 4. Word Square Bergambar ........................................................................... 23 5. Pemelajar BIPA Tingkat Beginner ............................................................ 26 6. Pemerolehan Bahasa .................................................................................. 27 C. Kerangka Berpikir ........................................................................................ 29 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 32 A. Jenis Penelitian ............................................................................................. 32 B. Prosedur Pengembangan ............................................................................... 32 C. Setting Penelitian .......................................................................................... 38 1. Subjek Penelitian ....................................................................................... 38 2. Lokasi dan Waktu Penelitian ..................................................................... 39 D. Uji Validasi Produk ...................................................................................... 39 1. Uji Validasi Produk oleh Validator ........................................................... 39 2. Uji Validasi Produk melalui Uji Coba Lapangan ...................................... 40 3. Jenis Data ................................................................................................... 40 E. Instrumen Penelitian ..................................................................................... 40 1. Instrumen Pengumpulan Data .................................................................... 41 F. Teknik Analisis Data ..................................................................................... 47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 49 A. Hasil Penelitian ............................................................................................. 49 1. Hasil Penelitian dan Pengumpulan Informasi ............................................ 50 B. Deskripsi Wawancara Instruktur BIPA Terkait Pengembangan Media Word Square Bergambar ......................................................................................... 51 C. Analisis Kebutuhan ....................................................................................... 54 D. Perancangan Media Word Square Bergambar ............................................. 65 1. Sampul ....................................................................................................... 66 2. Halaman Judul ........................................................................................... 67 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Identitas Penulis, Editor, dan Ilustrator Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia ........................................................................................ 68 4. Kata pengantar ........................................................................................... 69 5. Daftar Topik ............................................................................................... 70 6. Pendahuluan ............................................................................................... 71 7. Isi latihan.................................................................................................... 72 8. Glosarium................................................................................................... 74 E. Data Validasi dan Revisi Produk .................................................................. 74 1. Deskripsi Data Validasi Dosen Ahli .......................................................... 75 2. Revisi Produk Berdasarkan Validasi Dosen Ahli ...................................... 76 3. Deskripsi Data Validasi Instruktur BIPA .................................................. 77 4. Revisi Produk Berdasarkan Instruktur BIPA Wisma Bahasa Yogyakarta 78 5. Deskripsi Hasil Uji Coba Produk............................................................... 81 F. Kajian Produk Akhir ..................................................................................... 87 1. Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia ................................... 88 BAB V PENUTUP ............................................................................................... 97 A. Kesimpulan ................................................................................................... 97 B. Implikasi ....................................................................................................... 99 C. Saran-Saran ................................................................................................... 99 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 101 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-kisi instrumen wawancara (Guru) ................................................. 42 Tabel 3.2 Kisi-kisi analisis kebutuhan Pemelajar Asing ....................................... 43 Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Penilaian Produk Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia bagi Pemelajar BIPA untuk Ahli Media dan Praktisi BIPA ..................................................................................................... 45 Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Uji Coba Lapangan ............................................... 46 Tabel 3.5 Kriteria Penilaian terhadap Produk dengan Skala Empat ..................... 48 Tabel 3.6 Tabel Konversi Skala Empat................................................................. 48 Tabel 4.1 Analisis Tujuan Pemelajar BIPA tingkat Beginner .............................. 55 Tabel 4.2 Hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Word Square Bergambar Pemelajar BIPA Tingkat Beginner .................................... 56 Tabel 4.3 Topik-topik Pilihan ............................................................................... 58 Tabel 4.4 Metodologi Pembelajaran ..................................................................... 60 Tabel 4.5 Hasil Analisis Kebutuhan Media .......................................................... 62 Tabel 4.6 Kriteria Penilaian terhadap Produk dengan Skala Empat ..................... 75 Tabel 4.7 Tabel Konversi Skala Empat................................................................. 75 Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Uji Coba Produk Pemelajar BIPA tingkat Beginner 82 Tabel 4.9 Kualitas Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Berdasarkan Pemelajar BIPA tingkat beginner ......................................................... 87 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Word Square...................................................................................... 25 Gambar 3.1 langkah-langkah pengembangan metode R&D ................................. 35 Gambar 3.2 Skema Prosedur Penelitian dan Pengembangan ............................... 36 Gambar 4.1 Draf Sampul Depan ........................................................................... 67 Gambar 4.2 Draf Sampul Belakang ...................................................................... 67 Gambar 4.3 Draf Halaman Judul .......................................................................... 68 Gambar 4.4 Draf Identitas Penulis dan Editor ...................................................... 69 Gambar 4.5 Draft Kata Pengantar ......................................................................... 70 Gambar 4.6 Draf Daftar Topik .............................................................................. 71 Gambar 4.7 Draf Pendahuluan .............................................................................. 72 Gambar 4.8 Draf Isi Latihan ................................................................................. 73 Gambar 4.9 Draf Glosarium.................................................................................. 74 Gambar 4.10a Topik pada teks belum diubah ....................................................... 76 Gambar 4.10b Perubahan nama topik ................................................................... 76 Gambar 4.11a Jenis huruf belum diubah............................................................... 77 Gambar 4.11b Perubahan pada jenis huruf ........................................................... 77 Gambar 4.12a Word Square belum diubah ........................................................... 79 Gambar 4.12b Perubahan Word Square ................................................................ 79 Gambar 4.13a Contoh mengerjakan belum diubah ............................................... 80 Gambar 4.13b Perubahan pada contoh mengerjakan ............................................ 81 Gambar 4.14 Tampilan Sampul Depan ................................................................. 89 Gambar 4.15 Tampilan Sampul Belakang ............................................................ 89 Gambar 4.16 Tampilan Halaman Judul ................................................................ 90 Gambar 4.17 Tampilan Halaman Identitas ........................................................... 91 Gambar 4.18 Tampilan Kata Pengantar ................................................................ 91 Gambar 4.19 Tampilan Daftar Topik .................................................................... 92 Gambar 4.20 Pelajaran .......................................................................................... 93 Gambar 4.21 Pendahuluan .................................................................................... 94 Gambar 4.22 Salah Satu Tampilan Latihan .......................................................... 94 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran BIPA memiliki peranan penting dalam kaitannya dengan posisi Indonesia yang akhir-akhir ini menjadi salah satu sasaran kunjungan orang-orang asing. Mereka berupaya mempelajari bahasa Indonesia agar dapat berkomunikasi lebih baik dengan lingkungan kerja dan lingkungan tempat mereka tinggal (Sammeng, 1995). Suyitno mengatakan, “Pelajar BIPA adalah pelajar asing yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda dengan budaya bahasa yang dipelajarinya” dari pernyataan itu dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing tentunya tidak dimulai sejak kecil sehingga akan sulit untuk menyerap kata-kata baru baik melalui pendengaran maupun penglihatan. Maka dari itu seorang pembelajar BIPA harus melalui beberapa tingkatan atau level untuk menguasai bahasa Indonesia. Salah satu tingkatan dalam BIPA, yakni beginner atau pemula. Menurut Soedjito (1989: 10), kosakata merupakan kekayaan kata yang dimiliki oleh seseorang pembicara atau penulis. Keraf (1985: 80), mengatakan kosakata adalah keseluruhan kata yang berada dalam ingatan seseorang, yang akan segera menimbulkan reaksi bila didengar atau dibaca. Berdasarkan pernyataan ahli dapat disimpulkan kosakata adalah kekayaan kata yang dimiliki dan berada dalam ingatan seseorang untuk berbicara atau menulis. Oleh karena itu, perbendaharaan kata sangat 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 penting agar pembelajar BIPA tingkat beginner mampu untuk berkomunikasi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berbeda dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) belum mempunyai kurikulum dan silabus yang baku. Materi dan media pembelajarannya juga masih terbatas. Materi dan media ajar dibuat sendiri oleh setiap lembaga yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajar BIPA. Kebutuhan pembelajar BIPA tingkat beginner masih terbatas pada kemampuan menggunakan kosakata dan frasa untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan hidup mereka seharihari. Berdasarkan CEFR (Common Europian Framework of Reference) dikutip dari TRACKTEST (2012) "CEFR (Common Europian Framework of Reference), A1 (Beginner), can understand and use familiar everyday expressions and very basic phrases aimed at the satisfaction of needs of a concrete type. Can introduce him/herself and others and can ask and answer questions about personal details such as where he/she lives, peopl e he/she knows and things he/she has. Can interact in a simple way provided the other person talks slowly and clearly and is prepared to help”

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 Dapat diartikan bahwa menurut CEFR pemelajar level A1 (beginner) mampu mengerti dan menggunakan ekspresi sehari-hari dan frasa-frasa sederhana untuk memenuhi kebutuhan konkret, mampu memperkenalkan diri dan orang lain serta mampu menjawab pertanyaan mengenai diri sendiri, dan mampu berinteraksi secara sederhana, jelas, dan dapat membantu lawan bicara.CEFR sendiri adalah standar yang diakui secara internasional untuk menggambarkan kecakapan berbahasa. CEFR diakui secara luas di seluruh Eropa, dan semakin umum di seluruh dunia (EFSET, 2018). Untuk mencapai hasil pembelajaran yang maksimal, yaitu penguasaan bahasa Indonesia pada pemelajar BIPA tingkat beginner, dibutuhkan media dan latihan yang dapat membantu mereka memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Oleh karena itu, seorang guru atau instruktur BIPA dituntut profesional dan kreatif dalam menyajikan media dan latihan agar mempermudah pembelajar BIPA tingkat beginner dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Pemelajar BIPA tingkat beginner perlu memperkaya kosakata bahasa Indonesia agar dapat berkomunikasi untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Salah satu media permainan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia adalah media permainan “Word Square Bergambar”. Menurut Urdang (1968) dalam Safrizal (2010), Word Square adalah sejumlah kata yang disusun dalam bentuk bujur sangkar dan dibaca secara mendatar dan

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 menurun. Word Square menurut Hornby (1994) dalam Safrizal (2010), adalah sejumlah kata yang disusun sehingga kata-kata tersebut dapat dibaca ke depan dan ke belakang. Peneliti berpendapat bahwa Word Square merupakan permainan yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan ketelitian dalam mencocokkan jawaban pada kotakkotak jawaban. Huruf-huruf pada Word Square disusun secara acak sehingga dapat dibaca secara vertikal ataupun horizontal namun ditambah huruf-huruf yang lain sebagai pengecoh. Permainan ini menuntut pembelajar untuk aktif dan dan mandiri dalam mencari jawaban berupa kosakata dengan cermat dan teliti, sehingga diharapkan dapat memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Pertanyaan yang diajukan dalam permainan ini bertujuan untuk merangsang kejelian pemelajar BIPA tingkat beginner, sedangkan fungsi gambar adalah untuk mempermudah proses perangsangan ingatan pemelajar BIPA dengan level beginner untuk mencari jawaban yang berupa kosakata pada Word Square. Wisma Bahasa merupakan salah satu lembaga yang memfasilitasi orang-orang asing yang ingin belajar bahasa Indonesia baik untuk kepentingan akademis atau untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, peneliti ingin membantu meningkatkan perbendaharaan kata bagi pemelajar BIPA tingkat beginner. Berdasarkan hasil observasi buku ajar tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta, gambar menjadi hal utama untuk membantu pemelajar BIPA tingkat beginner memperkaya kosakata, namun belum

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 ada media dan latihan yang menggunakan Word Square untuk membantu siswa menghapal dan memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Berdasarkan pemaparan di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Pengembangan Media Word Square Bergambar untuk Memperkaya Kosakata Bahasa Indonesia bagi Pemelajar BIPA Tingkat Beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta” B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang dikaji, sebagai berikut ini. 1. Apa sajakah kebutuhan media dalam pembelajaran BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta? 2. Bagaimana pengembangan media pembelajaran “Word Square Bergambar” untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta? C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut ini. 1. Mengetahui kebutuhan media dalam pembelajaran BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. 2. Mengembangkan media pembelajaran ”Word Square Bergambar” sebagai media untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia bagi Indonesia bagi pembelajar BIPA tingkat pemula.

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para pembaca, baik secara teoritis maupun secara praktis. Adapun manfaatnya sebagai berikut. 1. Manfaat Teoritis Memberikan sumbangan ilmu pengetahuan terutama dalam bidang bahasa Indonesia yang secara khusus memperdalam peningkatan kosakata bahasa Indonesia. 2. Manfaat Praktis a. Bagi Pemelajar BIPA Membantu dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia melalui media Word Square Bergambar. b. Bagi Instruktur BIPA Menambah referensi media pembelajran yang digunakan dalam proses pembelajaran. c. Bagi Lembaga BIPA Menambah referensi penelitian pengembangan media pembelajaran untuk pemelajar BIPA tingkat beginner. d. Bagi Peneliti Mendapatkan pengalaman baru dalam membuat media pembelajaran berupa permainan “Word Square Bergambar” sebagai upaya untuk mengingkatkan kosakata bahasa Indonesia.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 E. Batasan Istilah Adapun beberapa batasan istilah yang ada dalam skripsi ini sebagai berikut. 1. Word Square adalah jenis permainan yang memadukan kemampuan menjawab pertanyaan dengan ketelitian dalam mencocokkan jawaban pada kotak-kotak jawaban. 2. Keping huruf (tile) adalah huruf yang dibentuk menjadi kepingan berbentuk kotak. 3. Media pembelajaran adalah suatu alat yang dapat dilihat, didengar, dan diraba oleh panca indera manusia. Alat tersebut digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. 4. Kosakata adalah komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa. 5. Pemelajar BIPA adalah pelajar asing yang berasal dari berbagai negara dengan latar belakang budaya yang berbeda dan belajar bahasa Indonesia berdasarkan kebutuhan dan tujuan tertentu. 6. Pemelajar BIPA tingkat beginner adalah pelajar asing yang berasal dari berbagai negara dengan latar belakang budaya yang berbeda dan memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang masih sangat terbatas.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8 F. Spesifikasi Produk yang Dikembangkan Berikut pemaparan tentang spesifikasi produk yang dikembangkan, yaitu Word Square Bergambar. 1. Komponen Word Square Bergambar bahasa Indonesia dirancang secara lengkap, yaitu buku permainan Word Square Bergambar, gambar topik, petunjuk pengisian. 2. Word Square Bergambar dirancang dengan aplikasi berbasis komputer, yaitu Corel Draw X47. 3. Word Square Bergambar dirancang dengan memperhatikan materi atau topik pada pemelajar BIPA tingkat beginner yang dibuat secara konkret dan menarik. Media Word Square Bergambar konkret, artinya media berbentuk konkret, riil, dan dapat digunakan secara langsung. Media Word Square Bergambar menarik, artinya media ini didesain menggunakan warna-warna yang menarik, berupa permainan mencari kata dengan bantuan gambar. 4. Buku permainan Word Square Bergambar dirancang dengan ukuran A4 (210 x 297 mm). 5. Word Square Bergambar termasuk media pembelajaran yang digunakan untuk membantu pemelajar BIPA tingkat beginner dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 G. Sistematika Penyajian Skripsi ini terdiri dari lima bab. Bab I menguraikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan istilah, dan sistematika penyajian. Latar belakang belakang berisi dasar penelitian yang diangkat oleh peneliti. Rumusan masalah berisi permasalahan yang ditanyakan dan diteliti oleh peneliti. Tujuan penelitian berisi jawaban dari permasalahan yang diangkat oleh peneliti. Manfaat penelitian berisi kegunaan hasil penelitian bagi kepentingan ilmu pengetahuan. Batasan istilah berisi penjelasan tentang istilah-istilah yang terdapat pada judul penelitian. Sistematikan penyajian berisi penjabaran secara deskriptif hal-hal yang akan ditulis. Bab II berisi landasan teori. Bab ini menguraikan penelitian yang relevan, kajian teori dan kerangka berpikir. Penelitian yang relevan berisi tentang penelitian – penelitian yang sejenis dengan topik ini. Kajian teori berisi uraian tentang media pembelajaran, Word Square, kosakata bahasa Indonesia, pemelajar BIPA, dan pemelajar tingkat beginner. Bab III berisi tentang metode penelitian. Bab ini menguraikan jenis penelitian, proses pengembangan, setting penelitian, validasi produk, jenis data, instrumen penelitian, dan teknik analisis data. Bab IV berisi hasil penelitian dan pembahasan. Bab ini menguraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan. Bab ini memaparkan hasil data dari penilaian validator atau expert judgement yang berasal dari Universitas Sanata Dharma dan Wisma Bahasa Yogyakarta. Terakhir adalah

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 menjelaskan tentang deskripsi dan analisis data dari hasil uji coba yang dilakukan oleh peneliti terhadap subjek penelitian. Hasil uji coba yang dilakukan berasal dari angket umpan balik terhadap media pembelajaran berupa Word Square. Bab V berisi penutup. Bab ini menguraikan simpulan, implikasi, dan saran. Simpulan berisi pendapat yang ditulis oleh peneliti mengenai penelitian ini. Implikasi berisi hasil akhir dari penelitian ini. Saran berisi manfaat bagi pihak lain yang terkait dengan penelitian ini dan juga merupakan simpulan hasil penelitian.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI A. Penelitian yang Relevan Beberapa penelitian tentang pengembangan media banyak dilakukan oleh para peneliti terdahulu. Namun, penelitian pengembangan media untuk pemelajar BIPA, yaitu tingkat beginner masih terbatas. Sudah banyak peneliti yang menggunakan Word Square sebagai media pembelajaran namun sangat jarang yang memadukannya dengan gambar. Beberapa penelitian yang relevan dengan penelitian ini, antara lain: Pertama, Pengaruh Model Word Square Didukung Media Gambar terhadap Kemampuan Siswa Mengidentifikasi Jenis Makanan Hewan Mata Pelajaran IPA pada Kelas IV Semester I MI Muhammadiyah Pare Tahun Ajaran 2015/2016 diteliti oleh Fachrudin Indra Bachtiyar mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas PGRI Kediri (2016). Kedua, Efektivitas Media Permainan Word Square dalam Penguasaan Kosakata Bahasa Prancis pada Keterampilan Membaca Siswa Kelas XII IPS SMA N 1 Depok diteliti oleh Nur Sugistriani Fidia Ningsih mahasiswa Pendidikan Bahasa Prancis, Universitas Negeri Yogyakarta (2015). Penelitian pertama, Fachrudin Indra Bachtiyar (2016) yang berjudul Pengaruh Model Word Square Didukung Media Gambar terhadap Kemampuan Siswa Mengidentifikasi Jenis Makanan Hewan Mata Pelajaran IPA pada Kelas IV Semester I MI Muhammadiyah Pare Tahun 11

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 Ajaran 2015/2016. Penelitian ini bertujuan siswa kelas IV semester 1 MI Muhammadiyah 1 Pare dapat menyerap informasi dan pengetahuan secara efisien dengan menggunakan Word Square yang didukung oleh gambar dalam pelajaran IPA. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana meningkatkan kemampuan siswa mengidentifikasi jenis makanan hewan mata pelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh model Word Square didukung media gambar di MI Muhammadiyah 1 Pare pada siswa kelas IV semester 1 telah layak dan efektif terhadap kemampuasn siswa dalam mengidentifikasi jenis makanan hewan mata pelajaran IPA. Relevansi penelitian pertama dengan penelitian “Pengembangan Media Word Square Bergambar untuk Memperkaya Kosakata Bahasa Indonesia bagi Pemelajar BIPA Tingkat Beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta” adalah pada topik penelitian. Penelitian tersebut menggunakan media Word Square yang dipadukan dengan gambar sebagai media pembelajaran. Perbedaannya terletak pada objek penelitian, penelitian pertama objek penelitiannya adalah siswa kelas IV semester 1 MI Muhammadiyah Pare pada pelajaran IPA sedangkan penelitian ini, objek penelitiannya adalah pembelajar BIPA tingkat beginner. Penelitian kedua, Hanifah (2015) berjudul Efektivitas Media Permainan Word Square dalam Penguasaan Kosakata Bahasa Prancis pada Keterampilan Membaca Siswa Kelas XII IPS SMA N 1 Depok. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang kosakata bahasa Prancis dalam pembelajaran di sekolah. Permasalahan yang

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 diangkat adalah bagaimana menggunakan media pembelajaran Word Square untuk materi bahasa Prancis dan mengevaluasi hasil pengembangan media tersebut. Hasil penelitian dan keefektivitasan menunjukkan bahwa media Word Square di kelas XII IPS SMA N 1 Depok yang dihasilkan telah layak dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran kosakata bahasa Prancis. Relevansi penelitian kedua dengan penelitian “Pengembangan Media Word Square Bergambar untuk Memperkaya Kosakata Bahasa Indonesia bagi Pemelajar BIPA Tingkat Beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta” adalah pada topik penelitian. Penelitian tersebut mengembangkan media untuk memperkaya kosakata. Perbedaannya terletak pada pengembangan media penelitian, penelitian kedua hanya menggunakan Word Square tanpa dipadukan dengan gambar untuk memperkaya kosakata sedangkan penelitian ini, memadukan gambar visual untuk mempermudah pembelajar BIPA dalam menemukan kata. Peneliti kesulitan menemukan penelitian yang sama-sama memadukan Word Square dan gambar sebagai media pembelajaran karena masih sedikit peneliti yang mengembangkan media pembelajaran tersebut. Berbeda dengan media Word Square dan flashcard yang sudah sering digunakan sebagai media pembelajaran.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 B. Landasan Teori Paparan subbab ini adalah tentang teori-teori media pembelajaran, Word Square Bergambar, kosakata bahasa Indonesia, pembelajar BIPA, beginner level. 1. Media Pembelajaran Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang dengan lingkungannya. Proses pembelajaran era sekarang dan era dulu sangat jauh berbeda terutama dalam hal sumber belajar. Sumber belajar era dulu masih berpusat pada guru sedangkan sumber belajar era sekarang mencakup berbagai aspek. Edgar Dale (1969 dalam Dewi, 2012) berpendapat bahwa sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi belajar seseorang. Keberhasilan proses pembelajaran juga dipengaruhi oleh media yang menarik dan efektif oleh karena itu pendidik dalam memilih media harus selektif. Marshall McLuhan dalam Hamalik (2005: 201) berpendapat bahwa media adalah suatu ekstensi manusia yang memungkinkannya mempengaruhi orang lain yang tidak mengadakan kontak langsung dengan dia. Association Educational Communication and Technology (AECT) (1977) dalam Arsyad (2011: 3), memberi batasan tentang media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 Heinich, dan kawan-kawan dalam bukunya Intructional Media and Technologies for Learning (1996: 8) mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima. Jadi, televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gambar yang diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran. Pernyataan di atas menunjukkan gaya belajar era dulu sudah tidak relevan lagi digunakan sebagai gaya belajar di era sekarang. Hamidjojo dalam Latuheru (1993) memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menebar ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide, gagasan atau pendapat yang dikemukkan itu sampai kepada penerima yang dituju. a. Pengertian Media Pembelajaran Menurut Kustandi (2011:9), media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik dan sempurna. Gagne dan Briggs (1975 dalam Arsyad, 2014: 4) secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran, meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu dalam proses pembelajaran seperti buku, tape recorder, kaset video, film, slide, foto, gambar, televisi, dan komputer untuk menyampaikan materi dari pendidik kepada peserta didik. Penyampaian bahan ajar melalui alat-alat bantu tersebut disebut media pembelajaran. b. Manfaat Media Pembelajaran Levie & Lentz (1982) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu: 1) Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. 2) Fungsi afektif media visual dapat dilihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. 3) Fungsi kognitif media visual terlihat dari temuan-temuan penelitian mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. 4) Fungsi kompensatoris media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. c. Media Pembelajaran Berfungsi untuk Pembelajaran Bahasa Asing Erdmenger (1997: 8) menyatakan bahwa fungsi media untuk pengajaran bahasa asing antara lain: 1) Motivasi, yaitu memberikan motivasi untuk keikutsertaan dan kerjasama pada pelajaran dan untuk belajar. 2) Perantara pengetahuan, sebagai perantara informasi dan untuk pengetahuan atau prosedural pengetahuan. 3) Petunjuk kerja, misalnya pada latihan dan pemecahan tugas. 4) Rangsangan untuk berbicara, dimana untuk membicarakan fakta, pikiran dan perasaan. 5) Pengawasan dan identifikasi hasil pengajaran. Pernyataan Erdmenger (1997: 8) ini mengindikasikan bahwa media pembelajaran harus mampu memotivasi siswa serta menciptakan pembelajaran yang lebih baik daripada tanpa menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran juga dapat menarik perhatian peserta didik. Maka dari itu, media pembelajaran menjadi tanda bahwa gaya belajar di kelas seiring berjalannya waktu berubah ke arah yang lebih baik.

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 d. Klasifikasi Media Pembelajaran Klasifikasi media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran pada pembelajar BIPA tingkat beginner adalah hirarki media menurut Duncan dan taksonomi Briggs. Hirarki media menurut Duncan (dalam Sadiman 2008: 20) menjelaskan bahwa semakin rumit jenis perangkat media yang dipakai, semakin mahal biaya investasinya, semakin susah pengadaannya, tetapi juga semakin umum penggunaannya, dan semakin luas lingkup sasarannya. Sebaliknya, semakin sederhana perangkat media yang digunakan biayanya akan lebih murah, pengadaannya lebih mudah, sifat penggunaannya lebih khusus, dan lingkup sasarannya lebih terbatas. Taksonomi Briggs mengarah pada karakteristik menurut stimulus atau rangsangan yang dapat ditimbulkan dari media sendiri, yaitu kesesuaian rangsangan tersebut dengan karakteristik siswa, tugas pembelajaran, bahan, dan transmisinya (Sadiman, 2008: 23). Briggs mengidentifikasi 13 macam media yang dipergunakan dalam proses belajar mengajar, yaitu objek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparansi, film rangkai, film bingkai, film, televisi, dan gambar (Sadiman, 2008: 23). Jika hirarki Duncan dikaitkan dengan media pembelajaran Word Square Bergambar, media tersebut masuk pada media yang sifat penggunaannya lebih khusus dan lingkup sasarannya lebih terbatas,

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 yakni pada pemelajar BIPA tingkat beginner. Media ini juga bisa dikaitkan dengan taksonomi Briggs karena media tersebut masuk pada karakteristik model, media cetak, dan gambar. Berdasarkan taksonomi Briggs, media Word Square Bergambar termasuk media yang memiliki beberapa karakteristik. Pertama, Word Square Bergambar merupakan benda nyata. Benda nyata berupa gambar memiliki kesesuaian dengan pembelajar BIPA yang masih terbatas dalam perbendaharaan kata. Kedua, Word Square Bergambar termasuk model permainan yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Ketiga, Word Square Bergambar merupakan gambar. Sadiman (2008: 29-31) menjabarkan beberapa kelebihan media gambar sebagai berikut. 1) Sifatnya konkret; Gambar/foto lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata. 2) Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. 3) Media gambar/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Selain kelebihan-kelebihan tersebut, gambar/foto mempunyai beberapa kelemahan, yaitu: 1) Gambar/foto hanya menekankan persepsi indera mata. 2) Gambar/foto benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 3) Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar (Sadiman, 2008: 31). Penjelasan di atas memberikan gambaran jelas tentang media Word Square Bergambar berdasarkan hirarki Duncan dan taknosomi Briggs. Hirarki Duncan dan taksonomi Briggs menjadi tolok ukur dalam pengembangan media Word Square Bergambar sehingga media ini dapat digunakan secara baik dan tepat guna 2. Media Permainan Bahasa Media sangat berpengaruh untuk keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran. Media permainan bahasa akan cenderung membuat peserta didik tertarik dan antusias mengikuti pembelajaran. Menurut Erdmenger dalam bukunya Medien im Fremdsprachunterricht Hardware, Software un Methodik (1977: 51) mengatakan permainan memiliki kelebihan, bahwa perhatian pemain berpusat pada pelaksanaan permainan dan ikut bertanggungjawab atas hasil permainan di mana ia terlibat, di samping itu bahasa asing digunakan dan dipraktikan. Menurut Soeparno (1988: 60), media permainan bahasa merupakan suatu keterampilan atau aktivitas dengan cara yang menggembirakan. Apabila keterampilan yang diperoleh dalam permainan itu berupa keterampilan bahasa tertentu, maka permainan tersebut dinamakan permainan bahasa.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 Hughes (1999 dalam Ismail, 2006: 14) berpendapat bahwa bermain merupakan hal yang berbeda dengan belajar dan bekerja. Suatu kegiatan yang disebut bermain harus ada lima unsur di dalamnya, yaitu: 1. mempunyai tujuan, 2. memilih dengan bebas dan atas kehendak sendiri, 3. menyenangkan dan dapat menikmati, 4. mengkhayal untuk mengembangkan daya imajinatif dan kreativitas 5. melakukan secara aktif. Macam-macam permainan bahasa menurut Soeparno (1988: 65), yaitu bisik berantai, Simon Say, sambung suku, kategori bingo, silang datar, teka-teki silang, scrabble, scramble, 20 pertanyaan, spelling bee, piramid kata, berburu kata, mengarang bersama, ambil-ambilan. Jika dikaitkan dengan media Word Square Bergambar, media tersebut merupakan media pembelajaran dalam bentuk permainan yang dapat memusatkan perhatian pembelajar BIPA tingkat beginner berpusat pada pelaksanaan permainan dan ikut bertanggungjawab atas hasil permainan di mana ia terlibat, di samping itu bahasa Indonesia sebagai bahasa asing akan digunakan dan dipraktikan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Media pembelajaran bahasa Word Square Bergambar juga tidak terbatas pada umur. Word Square Bergambar dapat mempermudah pembelajar BIPA tingkat beginner yang kebanyakan orang dewasa untuk mengetahui kosakata yang dimaksud

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 dibandingkan dengan media verbal semata. Dari uraian di atas dapat disimpulkan permainan bahasa adalah suatu permainan yang mengandung unsur kebahasaan dan di dalamnya terjadi proses pembelajaran, sehingga tidak hanya semata-mata permainan saja tetapi bermanfaat dalam proses belajar mengajar. 3. Kosakata Bahasa Indonesia a. Pengertian Kosakata Menurut KBBI, kosakata adalah perbendaharaan kata, atau kata saja, leksikon adalah kekayaan kata yang dimiliki oleh suatu bahasa. Nurgiyantoro (2001: 216) mengemukakan bahwa ada dua macam kosakata yaitu kosakata pasif dan kosakata aktif. Kosakata pasif adalah kosakata untuk penguasaan reseptif, kosakata yang hanya untuk dipahami dan tidak untuk dipergunakan. Kosakata aktif adalah kosakata untuk penguasaan produktif, kosakata yang dipergunakan untuk menghasilkan bahasa dalam kegiatan berkomunikasi. Menurut Keraf (1996: 80), kosakata adalah keseluruhan kata yang berada dalam ingatan seseorang yang segera akan menimbulkan reaksi bila didengar atau dibaca. Nurgiyantoro (1985: 210), mengatakan kemampuan memahami kosakata terlihat dalam kegiatan membaca dan menyimak, sedang kemampuan mempergunakan kosakata tampak dalam kegiatan menulis dan berbicara. Oleh karena itu, untuk mengetahui penguasaan kosakata dilakukan tes kosakata. Tes tersebut

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 dimaksudkan untuk mengukur kemampuan siswa terhadap kosakata dalam bahasa tertentu baik yang bersifat reseptif maupun produktif. Ridell dalam bukunya Teaching English as A Foreign/ Second Language (2001: 62) menambahkan beberapa cara untuk mengajarkan kosakata, yaitu (1) Menggunakan gambar, misalnya untuk menerangkan mobil digunakan gambar mobil, (2) Menunjukkan benda nyata, misalnya untuk menerangkan kartu kredit ditunjukkan langsung sebuah kartu kredit. (3) Mengekspresikan mimik wajah, misalnya diekspresikan wajah lelah untuk menjelaskan perasaan dan (4) Berikan hal yang kontras, cara-cara tersebut dapat membantu peserta didik untuk lebih mengingat makna kata-kata yang sudah diterangkan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa kosakata adalah kata-kata yang mempunyai arti atau maksud tertentu. Dengan menguasai banyak kosakata, semakin mudah untuk dapat mengungkapkan pikiran dan gagasan. 4. Word Square Bergambar Salah satu teknik permaninan untuk melatih kosakata adalah permainan Word Square. Menurut Urdang dalam Wurianingrum (2007: 16) Word square is a set of word such that when arranged one beneath another in the form of a square the read a like horizontally, artinya Word Square adalah sejumlah kata yang disusun satu di bawah yang lain dalam bentuk bujur sangkar dan dibaca secara mendatar dan menurun.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 Menurut Hornby dalam Wurianingrum (2007: 16), berpendapat bahwa Word Square adalah sejumlah kata yang disusun sehingga kata-kata tersebut dapat dibaca ke depan dan ke belakang. Dari pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa Word Square adalah kata-kata yang diatur dalam persegi yang dibaca secara vertikal maupun horizontal. Dapat juga dengan akrostik karena kata-kata yang dibaca secara horizontal biasanya terbentuk dari kata-kata vertikal atau sebaliknya. Taniredja, dkk (2012: 115) menjelaskan langkah-langkah membuat permainan Word Square adalah sebagai beikut: a. Membuat kotak sesuai kebutuhan. Kotak yang dimaksudkan adalah kotak-kotak dalam tabel yang tiap kotaknya berisikan huruf-huruf yang digunakan, huruf-huruf tersebut letaknya berdekatan sehingga sebagian membentuk kata yang merupakan jawaban dari suatu soal tersebut. Sedang huruf lain berfungsi sebagai pengecoh. b. Membuat soal sesuai tujuan pembelajaran khusus. Soal-soal yang dibuat harus sesuai tujuan pembelajaran khusus agar tidak melenceng dari materi yang sedang dilaksanakan, seseuai dengan kemampuan peserta didik dan dapat tercapai dengan maksimal.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 Berikut ini adalah contoh Word Square sebagai media untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia diambil dari buku PPSDK Sahabatku Indonesia tingkat A1 (2016: 57) 1. Tempat untuk menonton film. 2. Tempat untuk penumpang turun, menunggu, dan naik kereta api. 3. Tempat untuk penumpang turun, menunggu, dan naik pesawat udara. T E R M I N A L P V O M Z I B A S V H V T U T E P L G R Q Q K A N T I N Y G R E A Z C L O L X L O V J S B P T H E T B U A P O T E K T I U X A M C T J P Y P N D W S A Z L L T A M S H W J R L D A C D A X S K R X I U S M F G O Z M Z L D A S I U N U Z O S K O P R Q S T A K A A N L Z T U I I L B K A M P U S M B A N D A R V C G I F Q F B E M N H Y C U U O E T R O Gambar 2.1 Word Square X A I E D N C M A L M A O N O T T N A C K V A S W W D A P L Z A N Y H A J N V K O T M J J Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian media Word Square mencari padanan kata dalam kotak secara horizontal maupun vertikal. Permainan ini berguna untuk olah pikir dalam memahami sebuah istilah, dengan melacak kata demi kata yang sesuai dengan ungkapan dalam perintah Word Square. Word Square Bergambar adalah suatu media permainan bahasa yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar agar pemelajar BIPA

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 tingkat beginner lebih mudah menyerap informasi, karena media Word Square Bergambar dilengkapi dengan gambar-gambar. 5. Pemelajar BIPA Tingkat Beginner Pemelajar BIPA di Indonesia untuk tingkatan pemelajar dikelompokkan ke dalam tiga tingkatan, yaitu kelas pemula (elementary), menengah atau madya (intermediate), dan atas (advanced). Subjek pada penelitian ini adalah pemelajar BIPA tingkat beginner (pemula) di Wisma Bahasa Yogyakarta. Mengutip dari CEFR (TRACKTEST, 2012) menyebutkan bahwa pemelajar BIPA level A1 (beginner) mampu mengerti dan menggunakan ekspresi sehari-hari dan frasa-frasa sederhana untuk memenuhi kebutuhan konkeret, mampu memperkenalkan diiri sendiri, dan mampu berinteraksi secara sederhana. Pemelajar BIPA tingkat beginner ditandai oleh kemampuan berkomunikasi secara minimal tentang materi yang dipelajari. Bahan ajar untuk pemelajar BIPA tingkat dasar adalah masih bersifat sederhana. termasuk bagian perkenalan. Bahan ajar yang sebaiknya diberikan pada pemelajar tingkat dasar yaitu meliputi beberapa pokok materi sebagai berikut, yaitu pengucapan huruf, mengucapkan salam, memperkenalkan diri sendiri dan orang lain, angka, warna, kosakata, buah-buahan, transportasi, bagian tubuh, hobi, dan nama-nama tempat.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 Materi yang biasanya diberikan untuk pemelajar BIPA tingkat beginner adalah materi yang bertujuan untuk memahami kalimat dan sering menggunakan ekspresi yang terkait dengan peristiwa yang relevan (misalnya informasi pribadi yang sangat dasar dan informasi tentang keluarga, belanja, lokasi, pekerjaan). Dapat berkomunikasi dengan sederhana dan mengerjakan tugas rutin yang sederhana dan bertukar informasi secara langsung tentang kebiasaan dan hal-hal rutin. Dapat menjelaskan latar belakang secara sederhana dalam aspek lingkungan terdekat dan kebutuhan mendesak. Bantuan media pengajaran dapat membuat penyampaian materi pengajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Salah satu program media yang bisa digunakan dalam pembelajaran selain flash dan Power Point adalah Word Square Bergambar. Media ini mampu memberikan materi pengajaran yang menarik karena bentuk dari program media ini berupa permainan bahasa disertai dengan gambar sehingga mempermudah pemelajar BIPA tingkat beginner memahami petunjuk permaian. Selain media permainan bahasa ini dapat meningkatkan perbendaharaan pemelajar BIPA tingkat beginner. 6. Pemerolehan Bahasa Dardjowidjojo (2010: 225) menjelaskan bahwa istilah pemerolehan dipakai untuk padanan istilah Inggris acquisition, yakni proses penguasaan bahasa yang dilakukan oleh anak secara natural pada waktu dia belajar bahasa ibunya (native language). Dalam pengertian

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 ini proses itu dilakukan dalam tatanan yang formal, yakni belajar di kelas dan diajar oleh seorang guru. Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan pemerolehan bahasa terjadi melalui pemerolehan secara natural dan pembelajaran. Kedua proses pemerolehan ini memiliki peran yang berbeda pada perkembangan bahasa. Proses pemerolehan bertujuan untuk menguasai suatu bahasa, penguasaan bahasa yang sering terjadi adalah penguasaan bahasa pertama (B1) dan penguasaan bahasa kedua (B2). Bahasa Indonesia menjadi bahasa asing bagi mereka yang bukan orang Indonesia asli. Bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua (B2) setelah bahasa asli mereka. Maka dalam mempelajarinya dibagi menjadi beberapa tingkatan untuk mempermudah pengajaran. a. Perbedaan Pemerolehan B1 dan B2 Pemerolehan B1 dan B2 itu tidak sepenuhnya sama. Perbedaannya digambarkan oleh Titone (Purwo, 1989: 247). 1. Pemerolehan B1 bersifat spontan dan jarang dirancang, sedangkan pemerolehan B2 pada umumnya diniatkan dan dirancang; 2. Pemerolehan B1 dikondisikan dengan pemerkokoh primer seperti kebutuhan untuk mengomunikasikan keinginan, kebutuhan untuk membina hubungan afektif dengan orang tua. Sebaliknya, pemerolehan B2 sering dikondisikan pemerkokoh yang lebih lemah, misalnya angka di sekolah;

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 3. Tidak seperti bayi yang bergerak dari tanpa pengetahuan melalui tahapan yang teridentifikasikan dan pasti, pembelajar B2 telah mengetahui bahasa ibunya. B1 ini dapat merupakan aset yang dapat ditransferkan pada waktu belajar B2. Namun apabila B1 dan B2 berbeda, maka dapat lahir interferensi; 4. Pemelajar B2 telah mempunyai kemampuan untuk mendiskriminasikan bunyi dan struktur sedangkan bayi mulai dari nol; 5. Pemelajar B2 telah mempunyai persepsi tertentu dan juga sikap terhadap budaya asing yang dapat mempengaruhi proses belajarnya. C. Kerangka Berpikir Paparan subbab tentang kerangka pikir yang digunakan dalam mengembangkan produk media pembelajaran Word Square Bergambar sebagai media untuk menguasai kosakata bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar. Media merupakan perantara yang digunakan untuk menyampaikan sesuatu. Media pembelajaran merupakan perangkat pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan bahan ajar kepada peserta didik. Berdasarkan wawancara dengan guru bahasa Indonesia di Wisma Bahasa Yogyakarta, pemelajar

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 BIPA sudah menggunakan bantuan media pembelajaran dan mendapat sumber belajar baik dari buku maupun dari internet. Pemelajar BIPA memiliki keterbatasan dalam menguasai kosakata dan masih menggunakan acuan pembelajaran dari buku paket yang belum tentu bisa dimengerti dengan baik oleh pemelajar BIPA khusunya pemelajar BIPA tingkat beginner. Maka dari itu, pengembangan media pembelajaran yang menggunakan gambar akan memudahkan pemmelajar BIPA untuk belajar dan guru/ instruktur untuk mengajar. Pengembangan media pembelajaran, yaitu Word Square Bergambar sebagai media pembelajaran akan membantu pemelajar BIPA tingkat beginner dalam menguasai kosakata bahasa Indonesia. Media tersebut dapat mengasah otak pemelajar BIPA dalam meningkatkan kosakata bahasa Indonesia. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti melakukan pengembangan media yaitu Word Square Bergambar berdasarkan analisis kebutuhan dan analisis bahan ajar bahasa Indonesia pemelajar BIPA tingkat. Uji coba produk dilakukan dengan dua tahap: pertama, penilaian yang dilakukan oleh dosen ahli dari Universitas Sanata Dharma dan pengajar di Wisma Bahasa Yogyakarta dan kedua, uji lapangan. Terakhir revisi produk, dilakukan berdasarkan hasil uji coba. Peneliti melakukan penelitian dengan subjek peneliti adalah pemelajar BIPA tingkat beginner. Teori yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah (a) media pembelajaran, (b) kosakata bahasa

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 Indonesia, (c) Word Square Bergambar, (d) Pemelajar BIPA tingkat beginner, dan (e) pemerolehan bahasa.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian Research and Development (R&D). Sukmadinata (2011: 164) menjelaskan bahwa penelitian dan pengembangan (Research and Development) adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk tertentu dan menguji validitas produk yang dihasilkan (Dewi, 2015: 1301). Berdasarkan pernyataan dari ahli di atas, produk yang akan dikembangkan adalah permainan Word Square Bergambar. Permainan ini merupakan permaninan lintas usia yang biasanya digunakan untuk mengasah kemampuan otak. Melalui metode research and development akan dikembangkan produk Word Square Bergambar sebagai media untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Produk yang dihasilkan berupa hardware yang bersifat gambar/visual. B. Prosedur Pengembangan Pengembangan yang akan dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pengembangan menurut Borg and Gall. Penelitian ini mengikuti langkahlangkah secara siklus. Produk yang dikembangkan, yaitu Word Square Bergambar yang harus sesuai dengan hasil analisis kebutuhan sehingga 32

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 produk tersebut tepat sasaran dan tepat guna. Model pengembangan diadaptasi dari langkah-langkah penelitian pengembangan Borg and Gall (1989). Ada sepuluh langkah pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan sebagai berikut (Sukmadinata, 2011: 169-170). 1. Penelitian dan pengumpulan data (research and information collecting) adalah pengukuran kebutuhan, studi literatur, penelitian dalam skala kecil, dan pertimbangan-pertimbangan dari segi nilai. 2. Perencanaan (planning). Menyusun rencana penelitian, meliputi kemampuan yang diperlukan dalam pelaksanaan penelitian, rumusan tujuan yang hendak dicapai dengan penelitian tersebut, desain atau langkah-langkah penelitian, kemungkinan pengujian dalam lingkup terbatas. 3. Pengembangan draf produk (develop preliminary form of product). Pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran, dan instrumen evaluasi. 4. Uji coba lapangan (main field testing). Uji coba di lapangan pada 1 sampai 3 sekolah dengan 6 sampai dengan 12 subjek uji coba (guru). Selama uji coba diadakan pengamatan, wawancara, dan pengedaran angket. 5. Merevisi hasil uji coba (main product revision). Memperbaiki atau menyempurnakan hasil uji coba. 6. Uji coba lapangan (main field testing). Melakukan uji coba yang lebih luas pada 5 sampai 15 sekolah dengan 30 sampai dengan 100 orang

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 subjek uji coba. Data kuantitatif penampilan guru sebelum dan sesudah menggunakan model yang dicobakan dikumpulkan. Hasil-hasil pengumpulan data dievaluasi dan kalau mungkin dibandingkan dengan kelompok pembanding. 7. Penyempurnaan produk hasil uji lapangan (operasional product revision). Menyempurnakan produk hasil uji lapangan. 8. Uji pelaksanaan lapangan (operasional field testing). Dilaksanakan pada 10 sampai dengan 30 sekolah melibatkan 40 sampai dengan 200 subjek. Pengujian dilakukan melalui angket, wawancara, dan observasi, serta analisis hasilnya. 9. Penyempurnaan produk akhir (final product revision). Penyempurnaan didasarkan masukan dari uji pelaksanaan lapangan. 10. Diseminasi dan impelementasi (dissemination and implementation). Melaporkan hasilnya dalam pertemuan profesional dan dalam jurnal. Bekerja sama dengan penerbit untuk penerbitan. Memonitor penyebaran untuk pengontrolan kualitas. Langkah-langkah penelitian dan pengembangan Borg and Gall di atas ditunjukan pada gambar berikut.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 1. Penelitian dan Pengumpulan Data 8. Uji Pelaksanaan Lapangan 9. Penyempurnaan Produk Akhir 2. Perencanaan 7. Penyempurnaan Produk 3. Pengembangan Produk 6. Uji Coba Lapangan 4. Uji Coba Awal 5. Revisi Hasil Uji Coba 10. Diseminasi dan Implementasi Gambar 3.1 langkah-langkah pengembangan metode Research and Development Berkaitan dengan judul penelitian dan disesuaikan dengan kondisi lapangan, yaitu jangkauan waktu dan biaya, peneliti mengadaptasi beberapa langkah sesuai kebutuhan yang ada. Hal ini sejalan dengan pernyataan Gall, yaitu jika proyek R&D digunakan untuk tesis, cara yang paling baik adalah melaksanakan dalam skala kecil dengan jumlah terbatas dari instruksi desain yang asli. Langkah penelitian dengan skala kecil adalah membatasi pengembangan hanya menggunakan beberapa langkah dari langkah siklus R&D (Gall, 2007: 593). Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah (1) analisis kebutuhan dan pengumpulan informasi, (2) pengembangan produk, (3) uji validasi, (4) revisi produk, (5) uji coba lapangan dan revisi produk . Langkah-langkah penelitian dan pengembangan yang dilakukan secara sistematika digambarkan sebagai berikut.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 Langkah 1 Analisi Kebutuhan dan pengumpulan informasi Pengukuran Kebutuhan Analisis Kebutuhan Wawancara Data Analisis Kebutuhan Langkah 2 Pengembangan Produk Rencana Pengembangan Produk Proses Pengembangan Rancangan Produk Langkah 3 Uji Validasi Expert Judgement Langkah 4 Revisi Produk Langkah 5 Uji Coba Kelompok Terbatas Revisi Produk Gambar 3.2 Skema Prosedur Penelitian dan Pengembangan Penelitian dan pengembangan yang dilakukan adalah upaya untuk mengembangkan produk media Word Square Bergambar sebagai media untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia untuk pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Upaya pengembangan tersebut terdiri dari lima tahap yang telah diadaptasi.

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 Langkah pertama adalah analisi kebutuhan dan pengumpulan informasi. Langkah pertama tersebut melaksanakan analisis kebutuhan dengan menggunakan teknik wawancara dan angket. Wawancara ditujukan kepada guru atau instruktur Wisma Bahasa. Angket ditujukan untuk pemelajar BIPA tingkat beginnerI. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kebutuhan pemelajar BIPA dalam pengembangan media pembelajaran yang menunjang proses belajar bahasa Indonesia di kelas. Pengumpulan informasi, yaitu data hasil wawancara dan angket sebagai data analisis kebutuhan dan Data analisis kebutuhan tersebut menjadi acuan dan sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pengembangan produk yang berupa media Word Square Bergambar. Peneliti juga menganalisis kurikulum, buku pengangan dan buku latihan. bahasa Indonesia. Analisis tersebut bertujuan untuk mengetahui kosakata Bahasa Indonesia yang akan dipelajari oleh pemelajar BIPA tingkat beginner sehingga pengembangan media Word Square Bergambar bahasa Indonesia dapat disesuaikan dengan materi pembelajaran tersebut. Langkah kedua adalah pengembangan produk. Pada langkah tersebut akan dijelaskan berkaitan dengan rancangan produk yang berupa rancang media Word Square Bergambar bahasa Indonesia dan proses pengembangan produk. Proses pengembangan menjelaskan tentang langkah-langkah pengembangan media Word Square Bergambar bahasa Indonesia. Langkah ketiga adalah uji validasi produk. Uji validasi dilakukan oleh expert judgement. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 kualitas produk yang dikembangkan. Instrumen evaluasi berupa angket penilaian yang ditujukan kepada expert judgement memvalidasi dengan memberi skor dan saran yang menjadi acuan pada revisi produk. Evaluasi (judgement) bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan kualitas produk yang dikembangkan. Langkah keempat adalah revisi produk. Revisi dilakukan sesuai saran yang diberikan oleh dosen ahli dan instruktur BIPA. Revisi dilakukan agar produk layak digunakan. Langkah kelima adalah uji coba terbatas. Uji coba terbatas dilaksanakan pada kelompok terbatas. Pada langkah ini dilaksanakan uji coba media pada kelompok terbatas, kemudian subjek penelitian mengisi angket umpan balik. Angket tersebut bertujuan untuk menilai produk yang telah dikembangkan. Kemudian, dilaksanakan revisi produk. Setelah mendapat penilaian pada kelompok terbatas, kemudian produk direvisi sesuai dengan masukan, kritikan, dan saran. Revisi dilakukan untuk memperbaiki kekurangan dari produk. C. Setting Penelitian 1. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah pemelajar BIPA tingkat beginner (1A) di Wisma Bahasa Yogyakarta. Pemelajar BIPA tingkat beginner sebagai sumber data dapat memberikan data berupa subjek analisis kebutuhan dan penggunaan media pembelajaran oleh pemelajar BIPA. Sumber data tersebut bertujuan untuk mengetahui siklus pengembangan media pembelajaran, dan kebutuhan

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 pemelajar untuk menggunakan media pembelajaran pada poses pembelajaran. Sumber data yang digunakan berupa penyebaran angket. Angket digunakan untuk melakukan analisis kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner, validasi penelitian produk, dan uji coba lapangan. 2. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitan dilaksanakan di Wisma Bahasa Yogyakarta pada bulan Agustus 2018-Desember 2018. Peneliti melakukan analisis kebutuhan, expert judgement, dan uji coba produk yang melibatkan pakar pendidikan Universitas Sanata Dharma, guru BIPA, dan pembelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa. D. Uji Validasi Produk 1. Uji Validasi Produk oleh Validator Uji validasi produk dilakukan oleh validator, yaitu satu ahli media dan satu instrukrt BIPA. Validasi oleh ahli merupakan tindak lanjut untuk mengetahui kelayakan produk yang telah dibuat. Sebelum tahap uji coba, produk perlu disimulasikan dihadapan validator. Pada tahap inilah peneliti memberikan penjelasan tentang pengembangan produk kepada validator sebelum produk mendapat penilaian. Melalui simulasi, produk akan dinilai, dikritik, dan diberi saran. Kemudian produk akan direvisi sesuai dengan penilaian dari validator. Setelah disimulasikan, produk dapat diujicobakan pada kelompok terbatas (Sugiyono, 2011: 302). Kisi-kisi instrumen penilaian didasarkan pada teoriteori yang terdapat pada kajian pustaka (lih. Bab 2).

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 2. Uji Validasi Produk melalui Uji Coba Lapangan Penelitian pengembangan menggunakan metode evaluatif sebagai metode untuk mengevaluasi suatu produk. Sukmadinata (2011: 167) menjelaskan bahwa metode evaluatif digunakan untuk mengevaluasi proses uji coba pengembangan suatu produk. Produk yang telah mendapat validasi dari para validator kemudian diujicobakan kepada lima pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Kegiatan uji coba produk sangat penting untuk mengetahui kelayakan dan efektivitas produk yang dikembangkan. 3. Jenis Data Penelitian dan pengembangan ini menggunakan jenis data kuantitatif dan kualitatif. Jenis data kuantitatif diperoleh dari hasil penskoran lembar angket, yaitu angket validasi media yang ditunjukkan kepada validator dan angket umpan balik siswa. Jenis data kualitatif diperoleh dari hasil wawancara instruktur BIPA, hasil observasi di kelas, dan saran yang diberikan oleh para validator. E. Instrumen Penelitian Penelitian dan pengembangan ini menggunakan instrumen penelitian berupa wawancara dan angket. Wawancara dilaksanakan sebagai langkah untuk menganalisis kebutuhan terhadap media Word Square Bergambar bahasa Indonesia. Angket disusun untuk mengevaluasi dan menilai kelayakan media Word Square Bergambar bahasa Indonesia.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 1. Instrumen Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Sugiyono (2011: 137) menjelaskan bahwa instrumen yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid dan reliabel, apabila instrumen tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan sumber primer. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2011: 137). Berikut ini beberapa deskripsi tentang teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini. a. Pedoman Wawancara Wawancara merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Wawancara merupakan cara yang umum dan ampuh untuk memahami suatu keinginan/kebutuhan (Sedarmayanti, 2011: 80). Oleh karena itu, teknik ini ditujukan kepada instruktur BIPA di Wisma Bahasa Yogyakarta. Tujuan wawancara adalah untuk mengetahui informasi tentang penggunaan media pembelajaran, kesulitan mengajar, materi, dan informasi yang berkaitan dengan kebutuhan pengembangan media pembelajaran. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur. Wawancara terstruktur adalah wawancara yang merujuk pada situasi dimana seorang pewawancara mengajukan pertanyaan yang sudah ditetapkan sebelumnya dengan kategori jawaban terbatas pada tiap responden

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 (Sedarmayanti, 2011: 81). Wawancara ini menjadi cara untuk menganalisis kebutuhan baik siswa maupun guru. Analisis kebutuhan pemelajar BIPA didasarkan pada wawancara dengan guru karena keterbatasan pemelajar BIPA tingkat beginner untuk bisa mengungkapkan dengan baik mengenai kebutuhannya terhadap pengembangan media. Tabel 3.1 Kisi-kisi Innstrumen Wawancara (Instruktur BIPA) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Butir Pertanyaan Tingkatan pemelajar BIPA di WismaBahasa Proses pembelajaran Metode Pembelajaran Hambatan dalam proses pembelajaran Gaya belajar Ketersediaan sumber bahan ajar dan media pembelajaran Media pembelajaran yang digunakan ketika proses pembelajaran bahasa Indonesia Media pembelajaran kosakata bahasa Indonesia Media Word Square Bergambar Harapan tentang media pembelajaran baru Jumlah Butir Soal 1 Jumlah 1 2a, 2b 3 4a, 4b 5a, 5b 6a, 6b 2 1 2 2 2 7 1 8a, 8b 9a, 9b 10 2 2 1 16 b. Angket Sukmadinata (2011: 219) menjelaskan bahwa angket atau kuesioner (questionnaire) merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya-jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. Angket ditujukan kepada validator dan responden, yaitu dosen ahli dan instruktur BIPA sebagai validator dan pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta sebagai responden. Angket tersebut berisi tentang

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 instrumen penilaian terhadap produk yang telah dikembangkan dan pernyataan pengembangan media pembelajaran di kelas. Penelitian ini menggunakan angket terstruktur. Menurut Sukmadinata (2011: 219), pertanyaan atau pernyataan sudah disusun secara bersturuktur di samping ada pertanyaan pokok atau pertanyaan utama, juga ada anak pertanyaan atau subpertanyaan. Pernyataan-pernyataan yang ada dalam angket sudah terstruktur sehingga validator dan responden memberikan tanggapan sesuai dengan pernyataan yang sudah tersedia di dalam angket. Angket bertujuan untuk mendapatkan penilaian dari para validator dan tanggapan dari pemelajar BIPA tingkat beginner sebagai responden. Tabel 3.2 Kisi-Kisi Analisis Kebutuhan Pemelajar Asing No Aspek Identitas pribadi pemelajar BIPA tingkat beginner 1 Nama Lengkap 2 Umur 3 Asal/ Kebangsaan 4 Level 5 Sejaran belajar bahasa 6 Tujuan belajar bahasa 7 Dengan siapa akan berkomunikasi 8 Latar belakang pendidikan 9 Bahasa lain yang dikuasai 10 Dimana bahasa Indonesia akan digunakan Kebutuhan kosakata pemelajar BIPA tingkat beginner 1 Peralatan di kelas 2 Kata sifat (warna, ukuran dsb) 3 Arah 4 Angka dan ukuran 5 Nama makanan 6 Posisi 7 Keluarga 8 Transportasi umum 9 Aktivitas sehari-hari 10 Hobi 11 Pekerjaan dan profesi Butir Soal Jumlah 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Kebutuhan metodologi pembelajaran pemelajar BIPA tingkat beginner 1 Pembelajaran di dalam kelas 1 2 Cara belajar 2 3 Media pembelajaran 3 4 Teknik belajar 4 Kebutuhan media pembelajar BIPA tingkat beginner 1 Ukuran dan tampilan huruf yang diinginkan pemelajar 1, 2 BIPA 2 Media gambar yang diinginkan dalam media Word 3 Square Bergambar 3 Jenis media gambar yang disukai pemelajar BIPA. 4 4 Warna gambar yang disukai pemelajar BIPA 5 Jumlah 1 1 1 1 2 1 1 1 31 Tabel 3.2 berisi kisi-kisi angket analisis kebutuhan pemelajar BIPA tinkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Analisis kebutuan tersebut meliputi kosakata, metodologi, dan media yang dibutuhkan oleh pemelajar BIPA tingkat beginner. Peneliti akan menggunakan tabel di atas sebagai acuan untuk menganalisis kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Angket ini bertujuan untuk mendapatkan tanggapan dari pemelajar BIPA tingkat beginner. Angket ini disusun secara terstruktur sehingga responden memberikan tanggapan sesuai dengan pernyataan yang sudah tersedia di dalam angket.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Penilaian Produk Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia bagi Pemelajar BIPA untuk Ahli Media dan Praktisi BIPA No Aspek yang dinilai 1 Bentuk media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 2 Tampilan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 3 4 5 6 Indikator Isi media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Kemudahan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Bahasa dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Manfaat Jumlah Kesesuain bentuk dan ukuran media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Kemenarikan sampul media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Jenis dan ukuran huruf Warna dan kejelasan gambar Kesesuaian kosakata dengan kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner. Pemilihan gambar sesuai dan tepat untuk membantu pemelajar BIPA tingkat beginner menemukan kosakata. Kemudahan memahami petunjuk pengisian media Word Suquare Bergambar Bahasa Indonesia Kemudahan menemukan kosakata dengan adanya gambar pada setiap perintah. Bahasa yang digunakan dalam kalimat Manfaat kosakata bahasa Indonesia dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Potensi keberhasilan memperkaya kosakata bahasa Indonesia Butir Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 11 Tabel 3.3 berisi kisi-kisi penilaian produk media Word Square Bergambar yang ditujukan pada dosen ahli dan instruktur BIPA Wisma Bahasa Yogyakarta. Penilaian produk tersebut yaitu, (1) bentuk media, (2) tampilan media, (3) Isi media, (4) kemudahan media, (5) bahasa dalam media, dan (6) manfaat media. Peneliti akan menggunakan tabel di atas sebagai acuan untuk penilaian produk media Word Square Bergambar oleh dosen ahli dan instruktur BIPA Wisma Bahasa Yogyakarta. Kuesioner penilaian ini

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 bertujuan untuk mendapatkan penilaian dari para validator. Kuesioner penilaian ini disusun secara terstruktur sehingga validator memberikan tanggapan sesuai dengan pernyataan yang sudah tersedia di dalam kuesioner. No 1 2 3 4 5 Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Uji Coba Lapangan Aspek yang Dinilai Indikator Tampilan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Isi media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Bahasa dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Kemudahan dalam menggunakan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Kulitas dan kelayakan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Ketertarikan pada bentuk media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Ketertarikan pada desain sampul dan warna media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Kesesuaian huruf. Topik dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Perintah dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Gambar dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Kesesuaian gambar dan topik yang disajikan. Kesesuain kosakata dan topik yang disajikan. Bahasa dalam perintah pengisian media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Bahasa pada setiap topik media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Perintah pengisian mudah dipahami. Gambar membantu menemukan kosakata. Kemudahan menemukan kosakata dalam Word Square. Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dapat digunakan secara mandiri. Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dapat memperkaya kosakata Bahasa Indonesia. JUMLAH Butir Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 15 Tabel 3.4 berisi kisi-kisi uji coba lapangan media Word Square Bergambar yang ditujukan pada pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Aspek-aspek yang dinilai yaitu, (1) tampilan media, (2) Isi media, (3) bahasa dalam media, dan (4) kemudahan menggunakan media, dan (5) kualitas dan kelayakan media. Peneliti akan menggunakan tabel di atas

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 sebagai acuan untuk penilaian uji coba produk media Word Square Bergambar yang ditujukan pada pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Kuesioner uji coba lapangan ini bertujuan untuk mendapatkan penilaian dari pemelajar tingkat beginner. Kuesioner penilaian ini disusun secara terstruktur sehingga responden memberikan tanggapan sesuai dengan pernyataan yang sudah tersedia di dalam kuesioner. F. Teknik Analisis Data Penelitian dan pengembangan ini akan memperoleh data berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa informasi yang didapat dari validasi oleh expert judgement, observasi kegiatan pemelajar BIPA di kelas, kegiatan wawancara dengan guru bahasa Indonesia, dan angket yang ditujukan kepada pemelajar BIPA tingkat beginner. Hasil validasi merupakan data yang digunakan sebagai pedomana untuk merevisi produk dan mengetahui kelayakan produk yang akan diujicobakan. Data kuantitatif berupa skor dari hasil kuesioner analisis kebutuhan dengan cara mencari jawaban. Rumus yang digunakan sebagai berikut ∑ = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎h 𝐽𝑎𝑤𝑎𝑏𝑎𝑛 x Skor Jawaban 𝑋̅ = %= ∑ 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑒𝑠𝑝𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑙𝑎𝑗𝑎𝑟 x 100% Sementara itu, penilaian produk pengembangan media Word Square Bergambar berupa skor atau skala penilaian. Skala penilaian tersebut dikembangkan menjadi

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 (5) sangat baik, (4) baik, (2) kurang baik, (1) sangat kurang baik. Skala 3 kategori cukup dihilangkan supaya responden tidak bersikap netral/cukup/ragu-ragu sehingga memaksa responden menentukan nilai terhadap pernyataan dalam instrumen (Widoyoko, 2014:104). Pilihan respon skala empat mempunyai variabilitas respon lebih baik atau lebih lengkap dibandingkan skala tiga dan skala lima. Penyusunan tabel klasifikasi menggunakan aturan yang sama dengan dasar jumlah responden, yaitu mencari skor tertinggi, skor terendah, jumlah kelas, dan jarak interval. Tabel 3.5 Kriteria Penilaian terhadap Produk dengan Skala Empat Bobot 5 4 2 1 Kategori Sangat Baik Baik Tidak Baik Sangat tidak baik Keterangan: Skor tertinggi = 5 Skor terendah 1 Jumlah responden = 5 Jarak interval = (5-1)/5 = 0,8 Tabel 3.6 Tabel Konversi Skala Empat Kategori Sangat baik Baik Tidak baik Sangat tidak baik Interval skor X > Xi + 1,80 SBi Xi + 0,60 SBi < X ≤ Xi+ 1,80 SBi Xi - 1,80 SBi < X ≤ Xi - 0,60 SBi X ≤ Xi - 1,80 SBi Interval hasil perhitungan X > 4,21 3,40 < X ≤ 4,20 1,79 < X ≤ 2,59 X ≤ 1,79

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan mengkaji dua subbab, yaitu (1) hasil penelitian dan (2) pembahasan hasil penelitian. Hasil penelitian berisi jabaran lima tahap penelitian yang peneliti lakukan. Pembahasan hasil penelitian berisi (1) deskripsi produk, (2) deskripsi hasil validasi, dan (3) analisis kualitas produk. A. Hasil Penelitian Penelitian dan pembangan atau Research and Development (R&D) yang peneliti lakukan mengacu pada prosedur pengembangan Borg dan Gall dalam Sugiyono (2015: 298) yang disederhanakan hanya pada batas uji validasi ahli, revisi produk, dan uji coba produk. Produk yang dikembangkan berupa media untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner. Penelitian ini menggunakan lima langkah pelaksanaan teknik penelitian dan pengembangan. Kelima langkah tersebut adalah (1) analisis kebutuhan dan pengumpulan informasi, (2) pengembangan produk, (3) uji validasi, (4) revisi produk, dan (5) uji coba produk. Berikut ini adalah deskripsi hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan kelima prosedur pengembangan media tersebut. 49

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 1. Hasil Penelitian dan Pengumpulan Informasi Tahap pertama dalam penelitian ini adalah pengumpulan informasi terkait produk yang akan dikembangkan oleh peneliti. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari pemelajar BIPA dan instruktur bahasa Indonesia di Wisma Bahasa Yogyakarta. Pengumpulan informasi bersumber dari hasil wawancara, angket/kuesioner analisi kebutuhan pemelajar BIPA. Seluruh data tersebut berguna untuk memberi masukkan dalam penyusunan media untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Sebelum mengumpulkan informasi, peneliti merumuskan kisi-kisi dari tiap instrumen penelitian. Kisi-kisi tersebut berguna untuk memberikan arahan dan fokus terhadap butir-butir instrumen yang nantinya akan dikembangakan oleh peneliti. Kisi-kisi tersebut lalu dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan instruktur BIPA. Setelah mendapatkan revisi dari dosen pembimbing, peneliti mulai merumuskan instrumen penelitian. Seluruh instrumen pengumpulan informasi tersebut sebelumnya sudah divalidasi oleh dosen ahli untuk diketahui apakah instrumen wawancara dan angket/kuesioner analisis kebutuhan tersebut sudah valid dan layak digunakan. Setelah melewati tahap validasi instrumen oleh dosen ahi, peneliti langsung melakukan penelitian dan pengumpulan informasi. Wawancara kepada Instruktur BIPA dilakukan untuk memperoleh informasi tentang proses pembelajaran, media pembelajaran, dan kebutuhan media untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Selain itu, instrumen berupa

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 angket/kuesioner dibagikan kepada pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta yang berjumlah 5 responden. Angekt/kuesioner yang disebarkan kepada pemelajar BIPA tingket beginner ini berguna untuk mengetahui kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner. B. Deskripsi Wawancara Instruktur BIPA Terkait Pengembangan Media Word Square Bergambar Wawancara dilakukan kepada tiga narasumber yaitu instruktur BIPA di Wisma Bahasa Yogyakarta, Ibu Christina Rinawati. S. S., Ibu Yuliana Sri Maharani. S. Pd., dan Bapak Arief Harmoko, S. S. Dari hasil wawancara peneliti dengan narasumber, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan media Word Square Bergambar, yaitu (1) metode pembelajaran, (2) hambatan dan cara mengatasinya, (3) gaya belajar pemelajar BIPA tingkat beginner dan pengaruhnya terhadap media, (4) media pembelajaran untuk memperkaya kosakata, (5) Teknik pembelajaran kosakata bahasa Indonesia, dan (6) potensi media Word Square Bergambar untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Metode pembelajaran yang Instruktur lakukan di dalam kelas beginner adalah tanya jawab, menghafal kosakata, bermain peran, dan menebak gambar atau realia yang ada di Wisma Bahasa. Metode ceramah jarang digunakan di kelas beginner karena kosakata dan pemahaman kalimat yang masih sangat terbatas. Untuk menambah kosakata biasanya Instruktur

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 melakukan drilling yang dibantu dengan papan tulis, benda, gambar, dan realia. Bertolak dari proses dan metode pembelajarannya, instruktur BIPA juga menghadapi beberapa hambatan di dalam kelas. Hambatan tersebut biasanya muncul dari pemelajar BIPA yang sudah mulai jenuh dan merasa dirinya tidak bisa mengikuti pelajaran. Pemelajar BIPA terkadang sama sekali tidak mengerti yang Instruktur maksud sehingga Instruktur terpaksa harus menerjemahkan ke bahasa Ibu. Pemelajar BIPA yg memiliki target 33 sesi terkadang mengeluh karena belum selesai dan masih merasa belum bisa. Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, Wisma Bahasa memiliki cara khusus, yakni menetapkan satu instruktur sebagai koordinator. Koordinator akan berdiskusi dengan pemelajar BIPA jika ada masalah terkait pembelajaran untuk menemukan masalah dan kesulitan murid, lalu Koordinator akan mencoba mencari solusi yang terbaik. Jadi komunikasi antar instruktur dan Koordinator sangat penting ketika ada hambatan. Hambatan lainnya, yakni pemelajar BIPA khususnya tingkat beginner yang kesulitan dalam mengingat kosakata. Untuk mengatasi hambatan ini biasanya instruktur menggunakan benda, gambar, dan realia untuk membantu pemelajar BIPA mengerti kata yang dimaksud oleh instruktur. Instruktur juga melakukan review sebelum memulai pelajaran dan drilling di kelas. Gaya belajar pemelajar BIPA di Wisma Bahasa bermacam-macam, yakni audio, visual, audiovisual, dan kinestetik. Hampir semua gaya

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 belajar ada dalam setiap pemelajar BIPA. Tapi untuk tingkat beginner gaya belajar yang paling banyak adalah visual dan audiovisual. Gaya belajar tersebut tentu saja berpengaruh terhadap media yang instruktur gunakan di kelas. Instruktur BIPA memfasilitasi buku 1A, gambargambar, realia, benda, flashcard, dan power point. Sedangkan untuk pemelajar BIPA dengan gaya belajar audiovisual, Instruktur menggunakan media berupa buku 1A, gambar, realia, video, dan rekaman. Namun, dari media-media tersebut, Wisma Bahasa belum mempunyai media atau buku latihan khusus untuk kosakata. Instruktur BIPA menggunakan flashcard, gambar, realia, dan benda yang sesuai dengan topik pelajaran dengan menggunakan teknik tertentu untuk membantu pemelajar BIPA tingkat beginner mengerti suatu kata. Instruktur BIPA menggunakan teknik gambar/realia/benda, roleplay, situasi, dan drilling. Teknik menerjemahkan kadang dilakukan jika pemelajar BIPA tingkat beginner sudah benar-benar kesulitan dan tidak bisa mengerti apa yang dimaksud oleh instruktur BIPA. Dari beberapa teknik tersebut, yang paling sering instruktur gunakan dalam kelas beginner adalah teknik gambar/realia/benda dan drilling. Instruktur juga terkadang memberikan pekerjaan rumah agar pemelajar BIPA tingkat beginner dapat belajar secara mandiri. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti, Word Square sendiri terdapat pada buku 1A, tetapi hanya merupakan bentuk latihan yang berisi perintah dan kotak kata. Belum menggunakan gambar

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 sebagai alat untuk membantu mempermudah pemelajar BIPA mengingat dan mencari kata. Masih jarang instruktur BIPA yang pernah menggunakan Word Square Bergambar. Meski begitu, salah satu Instruktur mengaku pernah menggunakan Word Square Bergambar pada kelas besar. Ketiga narasumber berpendapat bahwa Word Square sendiri sebenarnya sudah mempunyai potensi untuk menambah kosakata pemelajar BIPA tingkat beginner. Namun, jika ditambah gambar akan lebih menarik dan lebih berpotensi untuk membantu pemelajar tingkat beginner menambah dan mengingat kosakata. C. Analisis Kebutuhan Analisis kebutuhan dilakukan peneliti untuk mengetahui kesulitan pemelajar BIPA tingkat beginner pada saat mempelajari bahasa Indonesia. Sebelum melakukan analisis kebutuhan, sebenarnya peneliti telah menemukan salah satu permasalahan yang dihadapi pemelajar BIPA tingkat beginner saat mempelajari bahasa Indonesia, yaitu masalah pemahaman kosakata. Permasalahan ini diketahui peneliti melalui pengalaman pribadi ketika berbicara dengan salah satu pemelajar BIPA tingkat beginner. Analisis kebutuhan ini dilakukan dalam rangka mengonfirmasi permasalahan pemahaman kosakata yang dihadapi oleh pemelajar BIPA dan karakteristik produk yang akan dikembangkan dalam rangka menyelesaikan permasalahan tersebut. Peneliti melakukan analisis

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 kebutuhan terhadap beberapa pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Berikut identitas pemelajar BIPA di Wisma Bahasa Yogyakarta Tabel 4.1 Analisis Tujuan Pemelajar BIPA Tingkat Beginner Data Pemelajar Nama Jawaban Pemelajar 3 4 Laura Henry Nicole Rumert 41 tahun 35 tahun Australia German Ama 2 Elliot Mann Usia Asal/kebangsa an Level Sejarah belajar bahasa 21 tahun Australia 20 tahun Australia 1A Belajar di Indonesia selama enam bulan. 1A Belajar bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Tujuan belajar Mendapatkan Untuk bekerja. pekerjaan magang di Jakarta. Instruktur Instruktur Wisma Wisma Bahasa Bahasa Dengan siapa belajar 1 2 - Deplu AU Instruktur di Canberra dan Wisma Bahasa BSC University Latar belakang pendidikan BA Law - Bahasa lain Bahasa Inggris Di mana saja. Bahasa Inggris - Kehidupan sehari-hari dan tempat kerja. Konsulat Jendral Austarila di Bali Di mana bahasa akan digunakan 1A Semester dua jurusan Bahasa Indonesia di Universitas Freiburg. Untuk wisata. Sendiri Bahasa Indonesia di UniversitasFr eiburg. Itali, Jerman, - 5 Ryan 25 tahun Australia 1A Belajar bahasa Spanyol. Melengkapi pertukaran pelajar di Indonesia. Instruktur Wisma Bahasa Belajar jurusan Hukum. Inggris, Spanyol Dalam percakapan Peneliti menggunakan kuesioner pada saat melakukan analisis kebutuhan terhadap pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Pemelajar BIPA tingkat beginner harus menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam bahasa Indonesia yang dibantu bahasa Inggris dengan memilih jawaban yang telah disediakan, namun harus

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 sesuai dengan yang mereka butuhkan. Kuesioner ini memungkinkan responden memberikan jawaban yang diharapkan dapat menggali kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner. Kuesioner ini berisi beberapa pertanyaan dengan tujuan mengonfirmasi kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Selain itu, di dalam kuesioner tersebut juga berisi beberapa pertanyaan yang mengarah pada model media yang sesuai dengan kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Hasil kuesioner yang diisi oleh 5 pemelajar BIPA di Wisma Bahasa Yogyakarta dapat dilihat dari uraian berikut. Tabel 4.2 Hasil Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Word Square Bergambar Pemelajar BIPA Tingkat Beginner No Materi ∑ % Kategori X 1 Peralatan di kelas 6 1,2 40% Tidak berguna 2 Adjektif (sifat, warna, ukuran, dsb) 9 1,8 60% Berguna 3 Arah 12 2,4 80% Berguna 4 Angka dan ukuran 9 1,8 60% Berguna 5 Nama-nama makanan 6 1,2 40% Tidak berguna 6 Keluarga 6 1,2 40% Tidak berguna 7 Transportasi umum 8 1,6 80% Berguna 8 Aktivitas sehari-hari 9 1,8 60% Berguna 9 Hobi 8 1,6 80% Berguna 10 Pekerjaan dan profesi 9 1,8 60% Berguna 8,2 1,64 60% Berguna Rata-rata

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Berdasarkan data pada tabel di atas, skor rata-rata dari seluruh aspek adalah 1,64 dengan kategori “Berguna”. Artinya, pemelajar BIPA tingkat beginner membutuhkan hampir semua materi dala angket analisis kebutuhan tersebut. Aspek kebutuhan kosakata yang memiliki skor ratarata tertinggi yaitu pada aspek arah, transportasi umum, dan hobi dengan masing-masing memperoleh rata-rata 2,4 dan 1,8 atau 80%. Hal ini memandakan bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner membutuhkan kosakata tersebut dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Aspek penilaian yang memiliki rata-rata terendah yaitu nama-nama makanan dan keluarga dengan masing-masing memperoleh rata-rata 1,2 atau 40%. Rendahnya rata-rata pada aspek tersebut karena faktor tujuan dan kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner. Selain data tentang kebutuhan kosakata pemelajar BIPA tingkat beginner, peneliti merangkum topik-topik pilihan terkait kebutuhan kosakata pemelajar BIPA tingkat beginner. Pemelajar BIPA tingkat beginner dapat memberikan lima topik pilihan dari angket kebutuhan kosakata. Pemilihan topik ini bertujuan agar topik di dalam media sesuai dengan kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner. Berikut topik-topik yang telah dipilih oleh pemelajar BIPA tingkat beginner.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 Tabel 4.3 Topik-topik Pilihan Pemelajar A Aktivitas sehari-hari B Pekerjaan dan profesi C Pekerjaan dan profesi D Pekerjaan dan profesi E Arah Topik-topik Pilihan Nama-nama Angka dan Adjektif makanan ukuran (sifat, warna, ukuran, dsb) Adjektif NamaAngka dan (sifat, warna, nama ukuran ukuran, dsb) makanan Arah Angka dan Adjektif ukuran (sifat, warna, ukuran, dsb) Keluarga NamaAngka dan nama ukuran makanan Pekerjaan Kegiatan Hobi dan profesi sehari-hari Pekerjaan dan profesi Keluarga Peralatan di kelas Arah Adjektif (sifat, warna, ukuran, dsb) Keterangan: A. Ama D. Nicole Rumert B. Elliot Mann E. Ryan C. Laura Henry Berdasarkan hasil analisis dan data-data yang telah disajikan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa topik-topik yang ditawarkan dibutuhkan oleh para pemelajar BIPA tingkat beginner. Hal ini terbukti dari hasil ratarata kebergunaan topik-topik yang tinggi dengan kategori dibutuhkan dan tidak dibutuhkan. Peneliti memahami bahwa pemelajar sangat mengharapkan dapat menguasai kosakata dari topik-topik tersebut karena sangat penting untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, dari semua kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner terhadap kosakata bahasa Indonesia, sangat baik apabila topik-topik tersebut dijadikan variasi dalam pembuatan produk berupa media Word Square Bergambar.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 Tanpa mengurangi esensi dan substansi dari topik yang telah dipilih pemelajar BIPA tingkat beginner melalui kuesioner di atas, ada 5 topik yang akan dikembangkan oleh peneliti, yakni (1) arah, (3) hobi, (4) pekerjaan dan profesi, dan (5) adjektif (sifat, warna, ukuran, dsb). Topik kegiatan sehari-hari ditambahkan berdasarkan permintaan instruktur BIPA di Wisma Bahasa Yogyakarta. Pemilihan tersebut didasarkan atas kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner. Berdasarkan penjelasan topik-topik yang dikembangkan peneliti di atas, peneliti mengharapkan agar pemelajar BIPA tingkat beginner tidak hanya mampu memperkaya dan mengingat kosakata bahasa Indonesia, tetapi juga mampu menggunakan kosakata-kosakata yang dipelajari dalam kehidupan dan komunikasi sehari-hari. Kuesioner analisis kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner ini tidak hanya berisi analisis kebutuhan topik kosakata, tetapi juga analisis metodologi pembelajaran dan kebutuhan media pemelajar BIPA tingkat beginner. Hasil kuesioner yang diisi oleh lima pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta dapat dilihat dari uraian berikut.

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Tabel 4.4 Metodologi Pembelajaran No Butir Pertanyaan 1 Pembelajaran di kelas seperti apa yang Anda sukai? a. Individual b. Dalam kelompok besar 2 Anda senang belajar dengan cara? a. Memecahkan masalah b. Mengingat c. Mencari informasi secara mandiri 3 4 Media seperti apa yang Anda sukai untuk memperkaya kosakata? a. Word Square b. Cross Word c. Gambar/poster d. Buku latihan kosakata dengan gambar. Teknik belajar seperti apa yang Anda sukai untuk memperkaya kosakata? a. Menyusun huruf b. Mencari kata dengan bantuan gambar c. Mencari kata sinonim atau antonim. Responden Persentase 5 0 100% 0% 4 3 0 80% 60% 0% 3 0 3 3 60% 20% 60% 60% 1 3 3 20% 60% 60% Berdasarkan tabel 4.4, pada aspek pendapat pemelajar BIPA tingkat beginner tentang pembelajaran bahasa Indonesia di dalam kelas, diperoleh data bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner lebih menyukai kelas individual. Hasil kuesioner diyatakan bahwa semua responden dengan persentase 100% memilih individual. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta beranggapan kelas privat lebih efektif dan intens. Hal ini dapat dilihat dari responden dan persentase di atas. Pada aspek bagaimana cara pemelajar BIPA tingkat beginner belajar, diperoleh data bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner menyukai

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 pemecahan masalah (problem solving) dan mengingat (memorizing). Hasil kuesioner dinyatakan bahwa sebanyak 80% memilih pemecahan masalah dan 60% memilih mengingat. Hasil tersebut karena 2 pemelajar memilih dua pilihan, yakni pemecahan masalah dan mengingat. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner menyukai cara belajar dengan menggunakan pemecahan masalah dan mengingat. Dengan demikian, instruktur BIPA dapat menggunakan media yang sesuai dengan cara belajar pemelajar BIPA tingkat beginner. Alhasil, pengunaan media di Wisma Bahasa Yogyakarta akan sesuai dengan kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner. Pada aspek media untuk memperkaya kosakata, diperoleh data bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner lebih suka belajar kosakata dengan bantuan gambar. Hasil kuesioner dinyatakan bahwa sebanyak 3 orang atau 60% memilih Word Square, 3 orang atau 60% memilih gambar/poster, 3 orang atau 60% memilih buku latihan kosakata dengan gambar. Hasil tersebut diperoleh karena 4 orang memilih dua jawaban. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner lebih menyukai belajar kosakata dengan bantuan gambar. Gambar dapat mempermudah pemelajar BIPA tingkat beginner mengingat kosakata bahasa Indonesia. Penggunaan gambar juga memerlukan kreatifitas Instruktur agar dapat menarik perhatian dan minat pemelajar BIPA tingkat beginner untuk menambah kosakata. Peneliti berusaha membuat media untuk menambah kosakata dengan memadukan gambar dan permainan

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 Word Square dengan tujuan agar pemelajar BIPA tingkat beginner tertatik dan mudah mengigat kosakata bahasa Indonesia. Pada aspek teknik belajar kosakata bahasa Indonesia, diperoleh data bahwa bahwa 3 orang atau 60% memilih mencari kata sinonim atau antonim, 3 orang atau 60% memilih mencari kata dengan bantuan gambar, dan 1 orang atau 20% memilih menyusun huruf. Hasil tersebut didapatkan karena 2 orang memilih dua pilihan. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta lebih menyukai belajar kosakata dengan mencari sinonim atau antonim dan mencari kata dengan bantuan gambar. Hal ini dapat dilihat dari pilihan pemelajar BIPA tingkat beginner di atas. Tabel 4.5 Hasil Analisis Kebutuhan Media No 1 2 3 Butir Pertanyaan Mengacu pada Microsoft Word, ukuran huruf berapa yang Anda inginkan? a. Kelas b. Perpustakaan c. Transportasi d. Borobudur Mengacu pada Microsoft Word, tampilan huruf seperti apa yang Anda suka? a. Times New Roman b. Comic San MS c. Calibri Responden Persentase 0 0 3 2 0% 0% 60% 40% 4 1 0 80% 20% 0% 4 80% Apa jenis media gambar yang Anda sukai? a. Gambar asli/foto zonamapel.blogspot.com

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 b. Gambar buatan/animasi 1 20% 4 80% 1 20% 1 20% 4 80% bellakrisnawati.blogspot.com 4 Jenis media gambar seperti apa yang Anda sukai a. Gambar tunggal http://www.waroenggaul212.wordpress.com b. Gambar berseri http://www.divertone.com 5 Bagaimana tampilan warna pada gambar yang lebih Anda sukai? a. Hitam Putih http://www.divertone.com b. Berwarna http://www.pixabay.com

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 Berdasarkan tabel 4.5, pada aspek ukuran huruf yang mengacu pada microsoft word, diperoleh data bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner lebih menyukai huruf dengan ukuran 11. Hasil kuesioner dinyatakan bahwa sebanyak 3 orang atau 60% memilih ukuran 11, dan 2 orang atau 40% memilih ukuran 12. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner lebih memilih ukuran huruf yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Ukuran huruf yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan media tentu saja sangat penting bagi keterbacaan pemelajar BIPA tingkat beginner.Pada aspek tampilan huruf yang mengacu pada microsoft word, diperoleh data bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner lebih menyukai tampilan huruf Times New Roman. Hasil kuesioner dinyatakan bahwa sebanyak 4 orang atau 80% memilih Times New Roman, 1 orang atau 20% memilih Comic San MS, dan 0 orang atau 0% memilih Calibri. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner lebih memilih tampilan huruf Times New Roman yang biasa digunakan oleh kebanyakan orang. Pada aspek jenis media gambar, diperoleh data bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner lebih menyukai gambar asli/foto dan gambar tunggal. Hasil kuesioner dinyatakan bahwa sebanyak 4 orang atau 80% memilih gambar asli/foto dan gambar tunggal. Sedangkan 1 orang atau 20% memilih gambar animasi dan gambar berseri. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner lebih memilih gambar asli/foto dan gambar tunggal pada media yang akan digunakan.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Oleh karena itu, peneliti harus memilih gambar yang sesuai dengan kosakata yang akan dipelajari oleh pemelajar BIPA tingkat beginner. Alhasil, pembelajar BIPA tingkat beginner lebih mudah dalam mengingat dan menemukan kata bahasa Indonesia pada media Word Square Bergambar. Pada aspek warna gambar, diperoleh data bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner lebih menyukai gambar berwarna dibanding gambar hitam putih. Hasil kuesioner dinyatakan bahwa sebanyak 4 orang atau 80% memilih gambar berwarna. Sedangkan 1 orang atau 20% memilih gambar hitam putih. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner lebih memilih gambar berwarna pada media yang akan digunakan. Oleh karena itu, peneliti harus memilih warna gambar yang sesuai dengan gambar perintah untuk kosakata yang akan dipelajari oleh pemelajar BIPA tingkat beginner. Alhasil, pembelajar BIPA tingkat beginner lebih mudah dalam mengingat dan menemukan kata bahasa Indonesia pada media Word Square Bergambar. D. Perancangan Media Word Square Bergambar Perancangan media Word Square Bergambar bahasa Indonesi bagi pemelajar BIPA tingkat beginner didasarkan pada hasil analisis kebutuhan yang telah dilakukan. Sebelumnya, peneliti telah menunjukkan contoh Word Square yang belum memakai bantuan gambar kepada instruktur BIPA. Instruktur BIPA diminta untuk memberikan pendapat mengenai

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 potensi Word Square jika ditambah bantuan gambar untuk memperkaya dan mempermudah pemelajar BIPA tingkat beginner menghapal kata bahasa Indonesia. Hasilnya, instruktur berpendapat bahwa media Word Square Bergambar berpotensi untuk membantu pemelajar BIPA tingkat beginner memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Gambar dibutuhkan karena dapat memudahkan pemelajar BIPA tingkat beginner mencari kata bahasa Indonesia, gambar juga memudahkan pemelajar BIPA tingkat beginner mengingat kosakata bahasa Indonesia. Selain itu dalam mengembangkan model media Word Square Bergambar, peneliti juga melihat berbagai buku permainan kosakta dan buku latihan 1A dan 1B yang digunakan oleh Wisma Bahasa Yogyakarta. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan pencermatan sistematika buku permainan kosakata dan buku latihan pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta, peneliti membuat rancangan draf media Word Square Bergambar yang terdiri dari (1) sampul; (2) Halamn Judul; (3) identitas penulis, pendesain sampul, dan editor; (4) kata pengantar, (5) daftar topik; (6) pendahuluan; (7) Isi latihan; (8) glosarium 1. Sampul Draf sampul yang dibuat oleh peneliti harus terlihat semenarik mungkin dan mewakili isi media Word Square Bergambar. Di dalam sampul media Word Square Bergambar bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner, peneliti memilih background berwarna merah serta gambar-

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 gambar yang mewakili isi serta pengguna media. Draf awal sampul yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada gambar 4.1 dan 4.2 berikut. Gambar 4.1 Draf Sampul Depan Gambar 4.2 Draf Sampul Belakang 2. Halaman Judul Draf halaman judul dalam media Word Square Bergambar bahasa Indonesi bagi pemelajar BIPA tingkat beginner ini dibuat sama dengan kebanyakan buku permainan kosakata pada umumnya. Pada bagian atas dituliskan judul media Word Square Bergambar, kemudian pda bagian bawahnya dituliskan nama peneliti dan gambar instansi Universitas Sanata Dharma. Secara terperinci, draf halaman judul yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada gambar 4.3 berikut.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Gambar 4.3 Draf Halaman Judul 3. Identitas Penulis, Editor, dan Ilustrator Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Identitas penulis, pengedit Word Square Bergambar, dan ilustrator Word Square Bergambar dibuat hampir sama dengan kebanyakan buku latihan pada umunya. Pada bagian tersebut dituliskan nama peneliti yang dalam konteks ini merupakan pembuat media Word Square Bergambar bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Serta nama pengedit dan ilustrator Word Square Bergambar yang membantu peneliti membuat produk dalam Corel Draw X4. Editor tersebut adalah seorang mahasiswa UMB (Universitas Mercu Buana) yang bernama Aryo Gerbang Samudra Lasakar. Ia adalah mahasiswa semester akhir yang sedang belajar di Program S1 Teknik Elektro. Istrutator tersebut adalah seorang mahasiswa CBI (Citra Buana Indonesia) yang

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 bernama Firmansyah Lonawijaya. Ia adalah mahasiswa semester tiga yang sedang belajar di Program D3 Manjemen Perhotelan. Secara terperinci, draf identitas penulis, pendesai sampul, dan editor yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 4.4 berikut. Gambar 4.4 Draf Identitas Penulis dan Editor 4. Kata pengantar Bagian kata pengantar dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia hampir sama dengan kebanyakan buku permainan pada umumnya. Pada bagian tersebut berisi uraian pengantar dan harapan penulis tentang kebermanfaatan produk. Secara terperinci, draf kata pengantar yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada gambar 4.5 berikut.

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 Gambar 4.5 Draf Kata Pengantar 5. Daftar Topik Pada bagian daftar topik dibuat hampir sama dengan daftar topik pada buku pegangan dan buku latihan 1A dan 1B Wisma Bahasa Yogyakarta. Pada bagian ini berisi daftar topik-topik kosakata Word Square Bergambar. Secara terperinci, draf daftar isi yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 4.6 berikut.

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Gambar 4.6 Draf Daftar Topik 6. Pendahuluan Pada bagian pendahuluan, peneliti memaparkan mengenai spesifikasi produk media Word Square Bergambar yang dihasilkan, uraian yang berisi pentingnya media Word Square Bergambar bahasa Indonesia bagi kosakata pemelajar BIPA tingkat beginner dan topik yang ada di dalam kamus. Secara terperinci, draf pendahuluan yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 4.7 berikut.

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 Gambar 4.7 Draf Pendahuluan 7. Isi latihan Bagian isi latihan Word Square Bergambar berisi petunjuk pengisian, petunjuk perintah, dan petunjuk gambar yang harus diperhatikan oleh pemelajar BIPA tingkat beginner. Petunjuk pengisian ini dibuat untuk memudahkan penggunaan media Word Square Bergambar bagi pemelajar BIPA tingkat beginner. Secara terperinci, draf petunjuk penggunaan media Word Square Bergambar yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 4.8 berikut.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Gambar 4.8 Draf Isi Latihan

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 8. Glosarium Pada bagian ini, peneliti menyajikan glosarium atau daftar kosakata. Bagian glosarium berisi daftar kosakata yang harus dicari oleh pemelajar BIPA tingkat beginner pada halaman sebelumnya. Secara terperinci, draf inti glosarium yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 4.9 berikut. Gambar 4.9 Draf Glosarium E. Data Validasi dan Revisi Produk Produk yang sudah dikembangkan kemudian diberikan kepada ahli pembelajaran bahasa, ahli media, dan instruktur Bahasa Indonesia Wisma Bahasa Yogyakarta untuk divalidasi. Validasi dilakukan untuk mengetahui seberapa baik dan layak produk yang dikembangkan untuk digunakan.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 Validasi dilakukan menggunakan pedoman penyekoran skala empat Likert (Widoyoko, 2014:104) Tabel 4.6 Kriteria Penilaian terhadap Produk dengan Skala Empat Bobot 5 4 2 1 Kategori Sangat Baik Baik Tidak Baik Sangat tidak baik Tabel 4.7 Tabel Konversi Skala Empat Kategori Sangat baik Baik Tidak baik Sangat tidak baik Interval skor X > Xi + 1,80 SBi Xi + 0,60 SBi < X ≤ Xi+ 1,80 SBi Xi - 1,80 SBi < X ≤ Xi - 0,60 SBi X ≤ Xi - 1,80 SBi Interval hasil perhitungan X > 4,21 3,40 < X ≤ 4,20 1,79 < X ≤ 2,59 X ≤ 1,79 1. Deskripsi Data Validasi Dosen Ahli Penilaian dilakukan pada 05 November 2018 dilakukan oleh Bapak Dr. B. Widharyanto., M.Pd. selaku dosen ahli. Penlaian ini dilakukan secara validasi untuk menilai produk pengembangan. Aspek yang dinilai dari media adalah (1) bentuk dan desain media Word Square Bergambar bahasa Indonesia, (2) kemenarikan sampul media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, (3) jenis dan ukuran huruf yang digunakan dalam media Word Square Bergambar bahasa Indonesia, (4) warna dan kejelasan gambar dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, (5) kesesuain kosakata dengan kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner pada setiap topik yang disajikan dalam media Word Square Bergambar bahasa Indonesia, (6) kesesuain gambar dan kosakata yang dicari untuk membantu pemelajar BIPA tingkat beginner menemukan kosakata, (7) kemudahan memahami petunjuk pengisian

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, (8) kemudahan menemukan kosakata yang sedang dicari dengan adanya gambar pada setiap perintah, (9) Bahasa yang digunakan dalam kalimat sederhana dan mudah dimengerti, (10) Manfaat kosakata dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, dan (11) Media Word Square Bergambar memiliki potensi keberhasilan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil validasi, kualitas media memperoleh skor rata-rata 3,8 dengan kategori “baik” karena satu judul topik yang kurang tepat dan jenis huruf yang harus diubah. 2. Revisi Produk Berdasarkan Validasi Dosen Ahli Revisi produk dilakukan berdasarkan komentar dan saran dari dosen ahli. Peneliti melakukan perbaikan sesuai saran atau komentar dosen ahli dengan (1) memperbaiki jenis huruf, dan (2) perubahan judul pada salah satu topik. Perubahan nama topik pada daftar topik Gambar 4.10a Topik pada teks belum diubah Gambar 4.10b Perubahan nama topik

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Perubahan jenis huruf Gambar 4.11a Gambar 4.11b Jenis huruf belum diubah Perubahan pada jenis huruf 3. Deskripsi Data Validasi Instruktur BIPA Produk media ini dinilai oleh Agung Siswanto, S.Pd. selaku instruktur BIPA di Wisma Bahasa Yogyakarta sebagai validator. Produk dilakukan penilaian pada Jumat, 9 November 2018. Aspek yang dinilai dari media adalah (1) bentuk dan desain media Word Square Bergambar bahasa Indonesia, (2) kemenarikan sampul media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, (3) jenis dan ukuran huruf yang digunakan dalam media Word Square Bergambar bahasa Indonesia, (4) warna dan kejelasan gambar dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, (5) kesesuain kosakata dengan kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner pada setiap topik yang disajikan dalam media Word Square Bergambar

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 bahasa Indonesia, (6) kesesuain gambar dan kosakata yang dicari untuk membantu pemelajar BIPA tingkat beginner menemukan kosakata, (7) kemudahan memahami petunjuk pengisian media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, (8) kemudahan menemukan kosakata yang sedang dicari dengan adanya gambar pada setiap perintah, (9) Bahasa yang digunakan dalam kalimat sederhana dan mudah dimengerti, (10) Manfaat kosakata dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, dan (11) Media Word Square Bergambar memiliki potensi keberhasilan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil validasi, kualitas media memperoleh skor rata-rata 4,4 dengan kategori “sangat baik” karena satu judul topik yang kurang tepat dan jenis huruf yang harus diubah. 4. Revisi Produk Berdasarkan Instruktur BIPA Wisma Bahasa Yogyakarta Revisi produk dilakukan berdasarkan komentar dan saran dari dosen ahli. Peneliti melakukan perbaikan sesuai saran atau komentar instruktur BIPA dengan (1) memperbaiki Word Square pada topik arah, dan (2) mengurangi jumlah contoh mengerjakan menjadi satu, yaitu hanya di latihan pertama saja.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Perubahan Word Square pada topik “arah” Gambar 4.12a Word Square belum diubah Gambar 4.12b Perubahan Word Square

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 Perubahan pada contoh mengerjakan Gambar 4.13a Contoh mengerjakan belum diubah

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Gambar 4.13b Perubahan pada contoh mengerjakan 5. Deskripsi Hasil Uji Coba Produk Setelah melalui proses validasi oleh dosen ahli dan instruktur BIPA, produk yang telah direvisi lalu diuji cobakan kepada pemelajar BIPA tingkat beginner. Uji coba produk dilakukan kepada empat pemelajar BIPA tingkat beginner. Empat pemelajar tersebut terdiri dari empat pemelajar BIPA tingkat beginner 1A dan 1B.

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Pada penilaian uji coba produk, pemelajar BIPA tingkat beginner akan memilih jawaban YA atau TIDAK serta memberikan kritik dan/atau saran terhadap produk Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada penilaian ini terdapat lima aspek yang dinilai, yaitu: (1) aspek tampilan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, (2) aspek kelayakan isi media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, (3) aspek kebahasaan, (4) aspek kemudahan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, dan (5) aspek kualitas media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Tabel 4.8 Hasil Perhitungan Uji Coba Produk Pemelajar BIPA Tingkat Beginner No. Aspek yang dinilai Pilihan Jumlah Jawaban YA TIDAK Tampilan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 1 Ketertarikan pada bentuk dan desan media Word 3 0 3 Square Bergmbar Bahasa Indonesia 2 Ketertarikan pada desain sampul dan warna media 2 1 3 Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Isi media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 3 Kejelasa huruf dan kata dalam media Word Square 3 0 3 Bergambar Bahasa Indonesia 4 Topik dalam media Word Square Bergambar Bahasa 3 0 3 Indonesia sesuai dengan kebutuhan. 5 Perintah dalam setiap latihan media Word Square 3 0 3 Bergambar Bahasa Indonesia dapat dimengerti 6 Kejelasan gambar-gambar pada setiap topik dalam 3 0 3 media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 7 Kesesuaian gambar dengan topik yang disajikan. 3 0 3 8 Kesesuain kosakata dengan gambar pada topik yang 3 0 3 disajikan Bahasa dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 9 Bahasa pada perintah pengisian media Word Square 3 0 3 Bergambar Bahasa Indonesia dapat dipahami 10 Bahasa pada setiap topik dalam media Word Square 3 0 3 Bergambar Bahasa Indonesia dapat dipahami Kemudahan menggunakan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 11 Kemudahan dalam memahami perintah pengisian 3 0 3 media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 12 Gambar mempermudah menemukan kosakata 3 0 3 13 Kemudahan dalam menemukan kosakata dalam 3 0 3

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 Word Square. Kualitas media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 14 Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 3 dapat digunakan secara mandiri 15 Kualitas media Word Square Bergambar Bahasa 3 Indonesia dalam memperkaya kosakata Bahasa Indonesia Jumlah Kriteria 0 3 0 3 3 Baik Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui pada indikator pertama di aspek pertama, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa tertarik pada bentuk dan desain media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator pertama dalam aspek pertama, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran. Pada indikator kedua di aspek pertama, terdapat tiga pemelajar BIPA tingkat beginner yang menyatakan bahwa desain sampul dan warna disajikan dengan menarik. Akan tetapi, terdapat satu mahasiswa yang memilih TIDAK dengan komentar bahwa sebaiknya sampul tanpa gambar pemelajar BIPA. Berdasarkan hasil perhitungan uji coba pada tabel di atas dapat dibuktikan bahwa desain sampul dan warna sudah menarik. Pada indikator ketiga di aspek kedua, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa huruf dan kata dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dapat dilihat dan terbaca dengan jelas. Pada indikator ketiga, semua pemelajar BIPA tingkat beginner juga tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia.

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Pada indikator keempat di aspek kedua, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa topik dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia sudah sesuai dengan kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner. Pada indikator keempat, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator kelima di aspek kedua, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa perintah/ petunjuk pengerjaan dalam setiap latihan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dapat dimengerti. Pada indikator ini, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator keenam di aspek kedua, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa gambar-gambar pada setiap topik dapat dilihat dengan jelas. Pada indikator ini, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator ketujuh di aspek kedua, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa gambar-gambar yang ada sudah sesuai dengan setiap topik yang disajikan dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator ini, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Pada indikator kedelapan di aspek kedua, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa kosakata dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia sudah sesuai dengan gambar dan topik yang disajikan. Pada indikator ini, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator kesembilan di aspek ketiga, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa bahasa dalam perintah/ petunjuk pengerjaan mudah dipahami. Pada indikator ini, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator kesepuluh di aspek ketiga, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa bahasa pada setiap topik yang disajikan mudah dipahami. Pada indikator kesepuluh, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator kesebelas di aspek keempat, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa perintah pengisian pada setiap topik mudah dimengerti dan dipahami. Pada indikator ini, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator kedua belas di aspek keempat, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa gambar mempermudah pemelajar

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 BIPA tingkat beginner mengingat dan mencari kosakata. Pada indikator ini, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator ketiga belas di aspek keempat, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa kosakata dalam Word Square dapat ditemukan dengan mudah. Pada indikator ini, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator keempat belas di aspek kelima, semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dapat digunakan secara mandiri. Pada indikator ini, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Pada indikator kelima belas di aspek kelima, , semua pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia layak dan dapat membantu memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Pada indikator ini, semua pemelajar BIPA tingkat beginner tidak memberikan komentar, kritik, dan/atau saran terhadap media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia.

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Tabel 4.9 Kualitas Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Berdasarkan Pemelajar BIPA tingkat beginner Pemelajar Kesimpulan Sangat Membantu Cukup Membantu Tidak Membantu A 1 B 1 C 1 Jumlah 2 1 Kesimpulan Sangat Membantu Keterangan: A. Emmelie Friedman B. Christian Amayas C. Rebecca Kesimpulan pada angket uji coba lapangan bertujuan agar peneliti mengetahui lebih jelas kualitas media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Berdasarkan tabel di atas tiga pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia sangat membantu dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Sedangkan satu pemelajar BIPA tingkat beginner menyatakan bahwa media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia cukup membantu dalam memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Berdasarkan pernyataan tersebut terbukti bahwa media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dapat memperkaya kosakata bahasa Indonesia bagi pemelajar tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. F. Kajian Produk Akhir Produk akhir diperoleh berdasarkan penilaian, saran dan komentar dari validator. Validator tersebut antara lain dosen ahli dan instruktur BIPA Wisma Bahasa Yogyakarta, dan 3 pemelajar BIPA tingkat beginner

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Wisma Bahasa Yogyakarta. Terdapat beberapa bagian produk awal pembuatan yang dilakukan revisi untuk menghasilkan produk akhir yang lebih baik dari produk awal pembuatan dan layak digunakan dalam proses memperkaya kosakata bahasa Indonesia pemelajar BIPA tingkat beginner. 1. Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dikembangkan dengan program CorelDraw X7, kemudian diubah ke format Portable Document Format (PDF) agar memudahkan pada saat proses mencetak. Produk akhir dicetak menggunakan kertas Hvs 80gr dan Ivory 190gr dengan ukuran kertas A4 kemudian dijilid steples. Program CorelDraw X7 merupakan program aplikasi khusus untuk desain grafis. Proses desain media dilakukan dengan mengkombinasikan warna merah sebagai backgorund serta mengatur pada sampul dan isi, serta tata letak teks dan gambar. Media ini terdiri dari 43 halaman. Berikut penjelasan komponen-komponen yang terdapat pada media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. a. Sampul Depan dan Belakang Sampul depan menggunakan gambar huruf, Word Square, dan pemelajar BIPA. Terdapat keterangan yang akan dipelajari yaitu kosakata Bahasa Indonesia yang dikemas dengan Word Square dengan bantuan gambar. Selain itu, terdapat pula sasaran yang dituju yakni untuk pemelajar BIPA tingkat pemula (beginner) dan nama penulis.

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 Sampul belakang menggunakan gambar Garuda Indonesia dan Peta Indonesia. Gambar 4.14 Tampilan Sampul Depan Gambar 4.15 Tampilan Sampul Belakang b. Halaman Judul Pada halaman judul bagian atas dituliskan judul media Word Square Bergambar, kemudian pada bagian bawahnya dituliskan nama peneliti, gambar instansi Universitas Sanata Dharma, dan kolom nama untuk pemilik media. Secara terperinci, draf halaman judul yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada gambar 4.14 berikut.

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Gambar 4.16 Tampilan Halaman Judul c. Identitas Penulis, Editor, dan Ilustrator media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Pada bagian Identitas penulis, editor, dan ilustrator Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dituliskan nama peneliti yang dalam konteks ini merupakan pembuat media Word Square Bergambar bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta. Serta nama pengedit dan ilustrator Word Square Bergambar yang membantu peneliti membuat produk dalam Corel Draw X7. Secara terperinci, draf identitas penulis, pendesai sampul, dan editor yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 4.4 berikut.

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 Gambar 4.17 Tampilan Halaman Identitas d. Kata Pengantar Pada bagian kata pengantar berisi uraian pengantar dan harapan penulis tentang kebermanfaatan produk. Secara terperinci, kata pengantar yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada gambar 4.16 berikut. Gambar 4.18 Tampilan Kata Pengantar

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 e. Daftar Topik Daftar topik berisi daftar topik-topik kosakata Word Square Bergambar yang dibuat secara urut sesuai kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner. Topik dan kosakata hampir sama dengan buku 1A dan 1B. Secara terperinci, daftar topik yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 4.17 berikut. Gambar 4.19 Tampilan Daftar Topik f. Pelajaran Pada bagian pelajaran berisi topik-topik, konten, dan tugas pada media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Peneliti memaparkan apa saja yang akaan dipelajari oleh pemelajar BIPA tingkat beginner dan apa saja yang ditugaskan kepada pemelajar BIPA

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 tingkat beginner. Secara terperinci, draf pelajaran yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 4.18 berikut. Gambar 4.20 Pelajaran g. Pendahuluan Pada bagian pendahuluan, peneliti memaparkan mengenai spesifikasi produk media Word Square Bergambar yang dihasilkan, uraian yang berisi pentingnya media Word Square Bergambar bahasa Indonesia bagi kosakata pemelajar BIPA tingkat beginner dan topik yang ada di dalam kamus. Secara terperinci, draf pendahuluan yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 4.19 berikut.

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Gambar 4.21 Pendahuluan h. Isi Media Word Square Bergambar Bagian isi terdiri dari 43 halamn yang terdiri dari struktur kalimat dan latihan-latihan berupa Word Square Bergambar. Pada lembar awal terdapat struktur kalimat. Setelah itu, dilanjutkan dengan latihan menemukan kosakata menggunakan gambar dan Word Square. Gambar 4.22 Salah Satu Tampilan Latihan

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 i. Glosarium Bagian glosarium berisi daftar kosakata yang harus dicari oleh pemelajar BIPA tingkat beginner pada halaman sebelumnya. Secara terperinci, draf inti glosarium yang dibuat oleh peneliti dapat dilihat pada Gambar 4.20 berikut. Gambar 4.23 Tampilan Glosarium j. Kelebihan Produk Peneliti memaparkan beberapa kelebihan produk yaitu: a) Produk yang dikembangkan tidak membutuhakan jaringan internet saat menggunakannya. b) Produk yang dihasilkan menggabungkan topik, gambar, Word Square, dan kosakata yang dibutuhkan pemelajar BIPA tingkat beginner. c) Produk yang dikembangkan dapat menjadi buku latihan kosakata sebagai pendamping buku 1A dan 1B.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 d) Produk yang dikembangkan dapat digunakan secara mandiri untuk latihan kosakata. e) Di dalam produk terdapat variasi latihan yakni jawaban singkat, teks rumpang, dan percakapan. k. Kekurangan Produk Adapun beberapa kekurangan dari produk yaitu: a) Gambar pada setiap latihan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia kebanyakan mengambil dari internet karena keterbatasan waktu dan kemampuan peneliti dan ilustrator. b) Latihan pada media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia masih diskirt c) Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia belum dapat dijadikan aplikasi di laptop atau ponsel karena keterbatasan ilmu teknologi peneliti. d) Situasi menggunakan produk media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia perlu diperhatikan. Kondisi yang ramai perlu dihindari karena menurunkan fokus dan konsentrasi pemelajar dalam mencari kosakata.

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP Pada bagian ini diuraikan beberapa hal, yaitu (1) kesimpulan, (2) implikasi, dan (3) saran. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil wawancara dengan instruktur BIPA, dapat disimpulkan bahwa pemelajar BIPA masih kesulitan mengingat dan menghapal kosakata Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, selain buku pegangan 1A dan 1B, dibutuhkan media khusus untuk melatih kosakata bahasa Indonesia agar pemelajar BIPA dapat memperkaya dan mengingat dengan baik kosakata bahasa Indonesia. Berdasarkan angket analisis kebutuhan yang ditujukan pada pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta, dapat disimpulkan bahwa pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta membutuhkan media khusus untuk berlatih kosakata. Selain menggunakan buku pengangan 1A dan 1B, pemelajar BIPA tingkat beginner juga membutuhkan media yang menunjang kemampuan mereka untuk memperkaya kosakata. Sebanyak 60% memilih Word Square sebagai media memperkaya kosakata dan 60% memilih mencari kata dengan bantuan gambar sebagai salah satu cara untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Pengembangan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia mengacu pada teori Borg and Gall yang telah dimodifikasi dan disesuaikan dengaan kondisi lapangan. Penelitian pengembangan yang dilakukan peneliti, 97

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 meliputi pertama, analisis kebutuhan dan pengumpulan informasi, kegiatan ini berupa wawancara dengan tiga instruktur BIPA, angket yang ditujukan kepada pemelajar BIPA tingkat beginner, dan analisis buku pengangan 1A dan 1B. Wawancara dengan instruktur BIPA dilakukan pada 20 Agustus 2018 dan 27-28 Agustus 2018. Angket analisis kebutuhan dilakukan pada lima pemelajar BIPA tingkat beginner pada 27-31 Agustus 2018. Analisis buku pengangan 1A dan 1B dilakukan pada 15 September 2018. Kedua, Pengembangan produk, kegiatan ini dilakukan berdasarkan hasil wawancara, angket analisis kebutuhan, dan analisis buku pegangan 1A dan 1B. Ketiga, Uji validasi produk, kegiatan ini dilakukan oleh Dr. B. Widharyanto, M.Pd selaku dosen ahli pada tanggal 5 November 2018 dan Agung Siswanto, S.Pd selaku instruktur BIPA pada tanggal 9 November 2018. Dosen ahli memberikan skor 3,8 dengan kategori “baik” dan instruktur BIPA memberikan skor 4,4 dengan kategori “sangat baik”. Keempat, revisi produk, kegiatan ini dilakukan berdasarkan saran yang diberikan oleh dosen ahli dan instruktur BIPA. Kelima, uji coba lapangan dan revisi produk, kegiatan ini dilakukan pada 5 Desember 2018 dengan dua orang pemelajar BIPA tingkat beginner dan 13 Desember 2018 dengan satu orang pemelajar BIPA tingkat beginner dengan hasil perhitungan 3 kategori “baik”. Peserta uji coba tidak menambahkan catatan, kritikan, atau saran apapun sehingga revisi produk tidak dilakukan.

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 B. Implikasi Pengembangan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dapat dimanfaatkan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta, karena pengembangan dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner di Wisma Bahas Yogyakarta. Selain itu peneliti membuat media berdasarkan buku pegangan 1A dan 1B sebagai materi ajar. Jika media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia akan digunakan di lembaga bahasa lain, pengguna media harus memperhatikan beberapa hal berikut. 1. Pengguna harus memperhatikan kesesuaian topik media dengan buku pegangan yang digunakan. 2. Pengguna harus memastikan kesesuaian media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dengan tingkat pemelajar. 3. Pengguna harus memperhatikan metode pembelajaran yang akan diterapakan di lembaga. C. Saran-Saran Saran-saran peneliti dalam pengembangan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, yakni. 1) Pengguna media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia mempelajari dahulu cara meggunakan media.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 2) Lingkungan yang dimaksud peneliti adalah kondisi sekitar kelas. Penggunaan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia secara efektif memperhatikan situasi skitar tempat belajar. Kondisi yang terlalu ramai perlu dihindari karena menurunkan fokus dan konsentrasi pemelajar dalam mengerjakan latihan yang disajikan. 3) Peneliti megembangan media Word Square Bergambar untuk pemelajar tingkat beginner. Peneliti lain tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan media ini dengan bahasa dan topik lainnya. 4) Gambar pada media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia sebagian besar diambil dari internet. Peneliti lain diharapkan bisa menggunakan gambar yang diambil atau dibuat oleh peneliti sendiri. 5) Dalam pengembangan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia, diharapkan peneliti lain menggunakan program Corel DRAW versi terbaru agar lebih menarik. 6) Tidak menutup kemungkinan peneliti lain bisa membuat media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dalam bentuk aplikasi pada laptop atau smartphone.

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Arsyad, Azhar. 2014. Meda Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Arsyad, Azhar. 2014. Meda Pembelajaran edisi Revisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Andang, Ismail. 2006. Optimalisasi Media Pembelajaran Mempengaruhi Motivasi, Hasil Belajar dan Kepribadian. Jakarta: Grasindo. Dardjowidjojo, Soenjono. 2010. Psikolinguistik Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Obor. Dewi, Rishe Purnama. 2012. Penetuan Cakupan, Urutan Materi, dan Penentuan Materi Pembelajaran. Disajikan pada mata kuliah bahan ajar dan media pembelajaran. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Fachrudin. 2016. Pengaruh Model Word Square Didukung Media Gambar Terhadap Kemampuan Siswa Mengidentifikasi Janis Makanan Hewan Mata Pelajaran IPA Pada Kelas IV Semester 1 MI Muhammadiyah 1 Pare Tahun Ajaran 2015/2016. Skripsi S1. FKIP UN PGRI Kediri. Gall, Meredith D, Joyce P. Gall, Walter R, Borg. 2007. Educational Research: An Introduction 8th Edition. Boston: Allyn and Bacon. Keraf, Gorys. (1996). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Kustandi, Cecep; Sutjipto, Bambang. (2011). Media Pembelajaran. Jakarta: Ghalia Indonesia. Latuheru. M.P. (1988). Media Pembelajaran Dalam Proses Belajar Mengajar Masa Kini. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Nurgiyantoro, Burhan. Edisi Ketiga. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta; BPFE Fakultas Ekonomi UGM. Nursugistriani. 2015. Efektivitas Media Permainan Word Square Dalam Penguasaan Kosakata Bahasa Prancis Pada Keterampilan Membaca Siswa Kelas XII IPS SMA N 1 Depok. Skripsi S1. FBS UNY. Rishe Purnama Dewi, Apri Damai Sagita Krissandi. 2015. Pengembangan Media Video Tematik Kelas V Tema 2 Subtema 1 Kurikulum 2013. Prosiding Seminar Nasional PIBSI XXXVII Optimalisasi Fungsi Bahasa Indonesia 101

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sebagai Wahana Pembentukan Mental dan Karakter Bangsa di Eropa Globalisasi Menuju Indonesia Emas 2015. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press. Purwo, Bambang Kaswanti. 1989. PELLBA 2 Pertemuan Linguistik Lembaga Bahasa Atma Jaya: Kedua. Yogyakarta: Kanisius. Ridell, David. 2003. Teaching English as A Foreign/ Second Language. Chicago: Teach Yourself. Sadiman, Arief. 2008. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sammeng, Andi Mappi. 1995. Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing serta Peranannya, Makalah Kongres BIPA 1995 di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia Jakarta. Sedarmayanti. Syarifudin Hidayat. 2011. Metodologi Penelitian. Bandung: Mandar Maju. Soedjito. 2011. Kosakata Bahasa Indonesia. Malang: Aditya Media. Soeparno. 1988. Media Pembelajaran Bahasa. Jakarta: PT. Intan Pariwara Sugiyono. 2011. Metode Penelitian (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2011. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Taniredja, Tukiran, dkk. 2012. Model-model Pembelajaran Inovatif. Bandung: Alfabeta. Widoyoko, Eko Putro. 2014. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Wurianingrum, Tri. 2007. Permainan Edukatif Pendukung Pembelajaran Bahasa. Bandung: Angkasa. Situs Internet TrackTest English Certificate. Diakses dari situs https://tracktest.eu/englishcertification-online/. Diunduh pada tanggal 24 Oktober 2018. Jam 13.52 WIB 102

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 LAMPIRAN

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Lampiran 1 Surat Penelitian

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Lampiran 2 Surat Validasi Instrumen Penelitian

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Lampiran 3 Validasi Instrumen Penelitian

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Lampiran 4 Penilaian Validasi Instrumen Penelitian Nomor Butir dalam No Deskripsi Skor Lembar Validasi Instrumen 1 2 4 5 Penelitian A. Rubrik Penilaian Instrument Analisis Kebutuhan A.1 Angket Analisis Kebutuhan untuk Pemelajar BIPA Tingkat Beginner a.  b.  c.   Petunjuk pengisisan angket  analisis kebutuhan tidak membantu dan bahasa yang digunakan membingungkan sehingga tidak jelas. Pernyataan yang dipilih  sangat tidak sesuai dengan indikator yang dicapai. Petunjuk pengisisan  angket analisis kebutuhan kurang membantu tetapi bahasa yang digunakan cukup singkat, padat dan jelas. Pernyataan yang dipilih  kurang sesuai dengan indikator yang dicapai. Petunjuk pengisisan angket analisis kebutuhan sudah membantu tetapi bahasa yang digunakan cukup singkat, padat dan jelas. Pernyataan yang dipilih cukup sesuai dengan indikator yang dicapai  Petunjuk pengisian analisis kebutuhan sangat membantu dan bahasa yang digunakan singkat , padat dan jelas.  Pernyataan yang dipilih sangat sesuai dengan indikator yang dicapai Lembar Validasi instrumen  yang diberikan tidak menggunakan format yang sesuai dengan kebutuhan. Tidak lengkapanya poin  analisis kebutuhan yang Lembar Validasi  instrumen yang diberikan kurang menggunakan format yang sesuai dengan kebutuhan. Poin analisis kebutuhan Lembar Validasi  instrumen yang diberikan menggunakan format yang cukup sesuai dengan kebutuhan (terdapat beberapa format masih  Lembar Validasi instrumen yang diberikan menggunakan format yang sangat sesuai dengan kebutuhan. Poin analisis kebutuhan yang

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111  d.   A.2 Pedoman Wawancara terstuktur dengan Instruktur BIPA e.  a.  b.   dituju. Angket yang diajukan belum layak sebagai sarana  pengambilan data. Bahasa yang digunakan  berbelit-belit sehingga sulit untuk dipahami. Penggunaan bahasa sangat  tidak sesuai dengan penulisan yang baik dan benar (masih banyak kesalahan penulisan). Penggunaan kalimat tidak  sesuai dengan kaidahnya. Pertanyaan yang dipilih  tidak sesuai dengan indikator yang dicapai. Tidak lengkapanya poin  analisis kebutuhan yang dituju. Angket yang diajukan  belum layak sebagai sarana yang dituju kurang lengkap. Angket yang diajukan cukup layak sebagai sarana pengambilan data. Bahasa yang digunakan cukup sederhana namun masih sulit dipahami. Penggunaan bahasa kurang sesuai dengan penulisan yang baik dan benar (kesalahan penulisan sedikit). Penggunaan kalimat kurang sesuai dengan kaidahnya. Pertanyaan yang dipilih kurang sesuai dengan indikator yang dicapai. Poin analisis kebutuhan yang dituju kurang lengkap. Angket yang diajukan kurang layak sebagai         tertukar satu sama lain) Poin analisis kebutuhan yang dituju sudah lengkap. Angket yang diajukan sudah layak sebagai sarana pengambilan data. Bahasa yang digunakan cukup sederhana dan mudah dipahami. Penggunaan bahasa cukup sesuai dengan penulisan yang baik dan benar ( kesalahan penulisan sedikit). Penggunaan kalimat sudah sesuai dengan kaidahnya. Pertanyaan yang dipilih cukup sesuai dengan indikator yang dicapai Poin analisis kebutuhan yang dituju cukup lengkap. Kelengkapan poin analisis kebutuhan yang dituju.    dituju sangat lengkap. Angket yang diajukan sangat layak sebagai sarana pengambilan data. Bahasa yang digunakan sederhana dan sangat mudah dipahami. Penggunaan bahasa sangat sesuai dengan penulisan yang baik dan benar.  Penggunaan kalimat sangat sesuai dengan kaidahnya.  Pertanyaan yang dipilih sangat sesuai dengan indikator yang dicapai Poin analisis kebutuhan yang dituju sangat lengkap. Kelengkapan poin analisis kebutuhan yang dituju. Angket yang diajukan sangat   

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 pengambilan data. c.   B.1 Lembar Validasi Produk oleh Dosen Ahli dan Instruktur BIPA d.  a.  b.  sarana pengambilan data.  layak sebagai sarana pengambilan data. Angket yang diajukan cukup layak sebagai sarana pengambilan data. Bahasa yang digunakan  berbelit-belit sehingga sulit untuk dipahami. Penggunaan bahasa sangat  tidak sesuai dengan penulisan yang baik dan benar (masih banyak kesalahan penulisan). Penggunaan kalimat tidak  sesuai dengan kaidahnya. Bahasa yang digunakan  Bahasa yang digunakan  kurang sederhana namun cukup sederhana dan masih sulit dipahami. mudah dipahami. Penggunaan bahasa  Penggunaan bahasa cukup  kurang sesuai dengan sesuai dengan penulisan penulisan yang baik dan yang baik dan benar ( benar (kesalahan kesalahan penulisan penulisan sedikit). sedikit). Penggunaan kalimat  Penggunaan kalimat  kurang sesuai dengan cukup sesuai dengan kaidahnya. kaidahnya. B. Rubrik Penilaian Instrumen Penilaian Produk Petunjuk pengisisan lembar  validasi produk tidak membantu dan bahasa yang digunakan membingungkan sehingga tidak jelas. Pernyataan yang dipilih  tidak sesuai dengan kebetuhan penilaian yang dicapai. Petunjuk pengisisan  lembar validasi produk kurang membantu tetapi bahasa yang digunakan cukup singkat, padat dan jelas. Pernyataan yang dipilih  kurang sesuai dengan kebetuhan penilaian yang dicapai. Petunjuk pengisisan lembar validasi produk kebutuhan cukup membantu tetapi bahasa yang digunakan cukup singkat, padat dan jelas. Pernyataan yang dipilih cukup sesuai dengan kebetuhan penilaian yang dicapai Bahasa yang digunakan sederhana dan sangat mudah dipahami. Penggunaan bahasa sangat sesuai dengan penulisan yang baik dan benar. Penggunaan kalimat sangat sesuai dengan kaidahnya.  Petunjuk pengisian lembar validasi produk sangat membantu dan bahasa yang digunakan singkat , padat dan jelas.  Pernyataan yang dipilih sangat sesuai dengan kebetuhan penilaian yang dicapai

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 c.    d.   B.2 Lembar Penilaian Produk oleh e.  a.  Lembar Validasi instrumen  yang diberikan tidak menggunakan format yang sesuai dengan kebutuhan. Tidak lengkapanya poin  penilaian produk yang dituju.  Angket yang diajukan belum layak sebagai sarana penilaian produk. Lembar Validasi  instrumen yang diberikan menggunakan format yang kurang sesuai dengan kebutuhan. Poin penilaian yang dituju kurang lengkap.  Angket yang diajukan kurang layak sebagai sarana penilaian produk.  Bahasa yang digunakan  berbelit-belit sehingga sulit untuk dipahami. Penggunaan bahasa sangat  tidak sesuai dengan penulisan yang baik dan benar (masih banyak kesalahan penulisan). Penggunaan kalimat tidak  sesuai dengan kaidahnya. Bahasa yang digunakan kurang sederhana dan masih sulit dipahami. Penggunaan bahasa kurang sesuai dengan penulisan yang baik dan benar (kesalahan penulisan sedikit). Penggunaan kalimat kurang sesuai dengan kaidahnya. Petunjuk pengisisan lembar validasi produk kurang membantu dan Petunjuk pengisisan lembar  validasi produk tidak membantu dan bahasa yang     Lembar Validasi instrument yang diberikan menggunakan format yang cukup sesuai dengan kebutuhan (terdapat beberapa format masih tertukar satu sama lain) Poin penilaian yang dituju cukup lengkap. Angket yang diajukan cukup layak sebagai sarana penilaian produk. Bahasa yang digunakan cukup sederhana dan cukup mudah dipahami. Penggunaan bahasa cukup sesuai dengan penulisan yang baik dan benar ( kesalahan penulisan sedikit). Penggunaan kalimat cukup sesuai dengan kaidahnya. Petunjuk pengisisan lembar validasi produk kebutuhan sudah      Lembar Validasi instrument yang diberikan menggunakan format yang sangat sesuai dengan kebutuhan. Poin penilaian yang dituju sangat lengkap. Angket yang diajukan sangat layak sebagai sarana penilaian produk. Bahasa yang digunakan sangat sederhana dan mudah dipahami. Penggunaan bahasa sangat sesuai dengan penulisan yang baik dan benar.  Penggunaan kalimat sangat sesuai dengan kaidahnya.  Petunjuk pengisian lembar validasi produk sangat membantu dan bahasa yang

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Pemelajar BIPA b.  c.    d.   digunakan membingungkan sehingga tidak jelas. Pernyataan yang dipilih tidak sesuai dengan kebetuhan penilaian yang dicapai. Lembar Validasi instrumen yang diberikan menggunakan format yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Tidak lengkapanya poin penilaian produk yang dituju. Angket yang diajukan belum layak sebagai sarana penilaian produk.     Bahasa yang digunakan  berbelit-belit sehingga sulit untuk dipahami. Penggunaan bahasa tidak  sesuai dengan penulisan yang baik dan benar (masih bahasa yang digunakan kurang singkat, padat dan jelas. Pernyataan yang dipilih kurang sesuai dengan kebetuhan penilaian yang dicapai. Lembar Validasi instrumen yang diberikan menggunakan format yang kurang sesuai dengan kebutuhan. Poin penilaian produk yang dituju kurang lengkap. Angket yang diajukan kurang layak sebagai sarana penilaian produk. Bahasa yang digunakan kurang sederhana dan masih sulit dipahami. Penggunaan bahasa kurang sesuai dengan penulisan yang baik dan       membantu dan bahasa yang digunakan cukup singkat, padat dan jelas. Pernyataan yang dipilih cukup sesuai dengan kebetuhan penilaian yang dicapai Lembar Validasi instrumen yang diberikan menggunakan format yang cukup sesuai dengan kebutuhan (terdapat beberapa format masih tertukar satu sama lain) Poin penilaian produk yang dituju cukup lengkap Angket yang diajukan cukup layak sebagai sarana penilaian produk. Bahasa yang digunakan cukup sederhana dan mudah dipahami. Penggunaan bahasa cukup sesuai dengan penulisan yang baik dan benar ( digunakan singkat , padat dan jelas.       Pernyataan yang dipilih sangat sesuai dengan kebetuhan penilaian yang dicapai Lembar Validasi instrument yang diberikan menggunakan format yang sangat sesuai dengan kebutuhan. Poin penilaian produk yang dituju sangat lengkap. Angket yang diajukan sangat layak sebagai sarana penilaian produk. Bahasa yang digunakan sangat sederhana dan mudah dipahami. Penggunaan bahasa sangat sesuai dengan penulisan yang baik dan benar.

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 e.  banyak kesalahan penulisan). Penggunaan kalimat tidak sesuai dengan kaidahnya.  benar (kesalahan penulisan sedikit). Penggunaan kalimat kurang sesuai dengan kaidahnya.  kesalahan penulisan sedikit). Penggunaan kalimat cukup sesuai dengan kaidahnya.  Penggunaan kalimat sangat sesuai dengan kaidahnya.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 Lampiran 5 Hasil Perhitungan Validasi Instrumen Pnelitian A. Penilaian Instrumen Analisis Kebutuhan No 1 2 Teknik Pengumpulan Data Komponen yang dinilai Pernyataan a. Petunjuk pengisian dalam lembar angket analisis kebutuhan pengembangan buku permainan Word Square Bergambar dapat membantu pemelajar dalam pengisiannya. b. Pernyataan yang dibuat dalam Angket Analisis Kebutuhan angket analisis kebutuhan sesuai untuk Pemelajar BIPA Tingkat dengan kurikulumnya. Beginner c. Pernyataan-pernyataan dalam angket analisis kebutuhan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. d. Kelayakan Instrumen untuk pengambilan data di lapangan. e. Bahasa sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar. f. Susunan kalimat dapat dipahami. Pernyataan a. Pernyataan yang dibuat dalam pedoman wawancara sesuai dengan kurikulum. b. Pertanyaan-pertanyaan dalam Pedoman Wawancara terstuktur pedoman wawancara sesuai dengan Instruktur BIPA dengan tujuan yang ingin dicapai c. Kelayakan Instrumen untuk pengambilan data di lapangan. d. Bahasa sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar. e. Susunan kalimat dapat dipahami. Rata-rata Skor Keterangan Skor 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3,7 “Baik”

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 B. Penilaian Instrumen Penilaian Produk No 1 2 Teknik Pengumpulan Data Komponen yang dinilai Pernyataan a. Petunjuk pengisian dalam lembar validasi produk oleh ahli pada pengembangan buku permainan Word Square Bergambar dapat membantu dalam pengisiannya. b. Pernyataan yang dibuat dalam lembar validasi produk oleh ahli Lembar Validasi Produk oleh sesuai dengan kebutuhan Dosen Ahli dan Instuktur BIPA penilaiannya c. Kelayakan Instrumen untuk penilaian produk. d. Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar. e. Susunan kalimat dapat dipahami. Pernyataan a. Petunjuk pengisian dalam lembar penilaian produk oleh pemelajar BIPA pada pengembangan buku permainan Word Square Lembar Uji Coba Lapangan oleh Bergambar dapat membantu Pemelajar BIPA dalam pengisiannya. b. Pernyataan yang dibuat dalam lembar penilaian produk oleh pemelajar BIPA sesuai dengan kebutuhan penilaiannya c. Kelayakan Instrumen untuk penilaian produk. d. Penggunaan bahasa sesuai dengan kaidah penulisan yang baik dan benar. e. Susunan kalimat dapat dipahami. Rata-rata Skor Keterangan Skor 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 “Baik”

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Lampiran 6 Lembar Wawancara Instruktur BIPA 1. Tingkatan Pemelajar BIPA Dalam pemilihan tingkat pemelajar, apakah Wisma Bahasa menggunakan tingkatan dari CEFR? 2. Proses Pembelajaran a. Bagaimana proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas beginner Wisma Bahasa Yogyakarta? b. Berapa lama durasi waktu mengajar bahasa Indonesia di kelas beginner Wisma Bahasa Yogyakarta? 3. Metode pembelajaran Metode pembelajaran apa yang paling sering Anda gunakan ketika mengajar bahasa Indonesia? 4. Hambatan dalam proses pembelajaran a. Selama proses pembelajaran, masalah apa yang sering Anda temukan di dalam kelas? b. Apakah hambatan tersebut sudah teratasi dengan baik? Jelaskan. 5. Gaya Belajar a. Dalam proses pembelajarannya, pemelajar BIPA di Wisma Bahasa memiliki gaya belajar apa saja? b. Apakah gaya belajar pemelajar BIPA di Wisma Bahasa mempengaruhi penggunaan media dalam pembelajarannya?

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 6. Ketersediaan sumber bahan ajar dan media pembelajaran a. Apa sajakah sumber belajar yang selama ini anda gunakan untuk mengajar bahasa Indonesia untuk kelas beginner di Wisma Bahasa Yogyakarta? b. Apa saja media pembelajaran yang sering anda gunakan untuk mengajar bahasa Indonesia untuk kelas beginner Wisma Bahasa Yogyakarta? 7. Media Pembelajaran yang digunakan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. a. Apa media pembelajaran yang sering digunakan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia pemelajar BIPA tingkat beginner? 8. Teknik pembelajaran kosakata bahasa Indonesia a. Teknik apa yang sering digunakan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia pemelajar BIPA tingkat beginner? b. Bagaimana cara mengembangkan kosakata bahasa Indonesia untuk pemelajar BIPA tingkat beginner? 9. Media Word Square a. Apakah Wisma Bahasa sudah pernah menggunakan media berupa Word Square Bergambar? b. Apakah Word Square Bergambar berpotensi untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia pemelajar BIPA tingkat beginner? 10. Harapan tentang media pembelajaran baru Apakah harapan anda berkaitan dengan media pembelajaran khusus untuk pembelajar BIPA tingkat Beginner di Wisma Bahagas Yogyakarta?

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 Lampiran 7 TRANSKRIP WAWANCARA INSTRUKTUR BIPA Narasumber : Christina Rinawati, S. S Jabatan : Instruktur BIPA Wisma Bahasa Yogyakarta No Pertanyaan Jawaban Tingkatan Pemelajar BIPA 1 Dalam pemilihan tingkat pemelajar, Wisma Bahasa memiliki cara dan apakah Wisma Bahasa menggunakan pemeringkatan sendiri. Misalnya di tingkatan CEFR? UGM pemelajar sudah masuk di pemeringkatan tertentu. Wisma Bahasa tidak menggunakan pemeringkatan pemelajar di UGM tetapi melakukan tes pemeringkatan lagi dan disesuaikan dengan buku yang digunakan di Wisma Bahasa. Proses Pembelajaran 2 a. Bagaimana proses pembelajaran Setelah dilakukan tes penjajakan, bahasa Indonesia di kelas beginner pemelajar memulai dengan buku 1A. Wisma Bahasa Yogyakrta? Saya terkadang melakukan tanya jawab di kelas untuk melihat sejauh mana kemampuan pemelajar. Nanti pada pemelajar bisa melakukan tes atau tidak karena itu bersifat pilihan. b. Berapa lama durasi waktu mengajar Wisma Bahasa memiliki dua buku bahasa Indonesia di kelas beginner untuk kelas beginner dan post-beginner, Wisma Bahasa Yogyakarta? yaitu buku 1A dan 1B. Setiap buku berisi 30 pelajaran. Target Wisma Bahasa itu bisa selesai dalam waktu 33 sesi tetapi itu tergantung kemampuan murid untuk bisa mengikuti pelajaran. Ada yang bisa kurang dari 33 sesi tapi ada juga yang lebih. Untuk setiap sesinya 1 jam 45 menit. Jumlah sesi perhari tergantung permintaan murid. Biasanya jika hanya shortterm akan lebih memaksimalkan. Satu hari bisa dua atau tiga sesi. Jika longterm bisa satu atau dua sesi dalam satu hari. Metode Pembelajaran 3 Metode pembelajaran apa yang paling Di kelas beginner biasanya ketika

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 sering Ibu gunakan ketika mengajar masuk kelas saya langsung bertanya Bahasa Indonesia? jawab dengan murid. Saya menulis di papan tulisa dan murid menebak maksud dari yang saya tulis. Saya juga sering bermain peran (role play). Lalu pemberian PR agar ada waktu untuk mengulang di rumah. Hambatan dalam Proses Pembelajaran 4 a. Selama proses pembelajaran masalah Banyak hambatan yang dialami. Murid apa yang sering Ibu temukan di dalama terkadang sama sekali tidak mengerti kelas? sehingga saya harus menggunakan teknik menerjemahkan. Murid memiliki target 33 sesi tetapi mengeluh kenapa murid belum selesai dan masih tidak bisa. Menurut saya ini tergantung tingkat kemampuan murid. Terkadang ada murid word collector, hampir setiap kata mereka tanyakan b. Apakah hambatan tersebut sudah Sudah teratasi. Jika murid sudah merasa teratasi? sangat kesulitan biasanya Instruktur berdiskusi dengan murid untuk mencari di mana permasalahannya. Untuk word collector kami mengatasinya dengan membatasi 20 kata dalam setiap sesi. Gaya Belajar 5 a. Dalam proses pembelajarannya, Audio, visual, dan audio visual. Jika pemelajar BIPA tingkat beginner mereka tidak melihat dan malas menulis memiliki gaya belajar apa saja? mereka akan mudah lupa. b. Apakah gaya belajar pemelajar BIPA Tentu saja mempengaruhi. Khususnya mempengaruhi penggunaan media? ketika mereka visual, instruktur memfasilitasi untuk memberikan kata, gambar-gambar, dan membawa ke luar untuk mengalami langsung. Ketersediaan Sumber Bahan Ajar dan Media Pembelajaran 6 a. Apa sajakah sumber belajar yang Buku Wisma Bahasa, realia yang sudah selama ini Ibu gunakan untuk mengajar dibuat menyesuaikan dengan kebutuhan bahasa Indonesia di kelas beginner? di buku beginner dan post-beginner. Lalu menambah sumber dari buku lain atau internet. b. Apa media pembelajaran yang sering Buku Wisma Bahasa, realia, dan Ibu gunakan di kelas beginner? praktek ke luar. Media Pembelajaran yang Digunakan Untuk Memperkaya Kosakata 7 Apa media pembelajaran yang sering Buku, realia yang menyesuaikan

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 digunakan untuk memperkaya kosakata kebutuhan mereka. Sedangkan buku bahasa Indonesia pemelajar BIPA latihan khusus untuk menambah tingkat beginner? Apakah sudah ada kosakata belum ada. buku khusus untuk menambah kosakata mereka? Teknik Untuk Menambah Kosakata Bahasa Indonesia 8 a. Teknik apa yang sering digunakan Saya menggunakan campuran dari untuk memperkaya kosakata bahasa beberapa teknik. Kami juga dimudahkan Indonesia pemelajar BIPA tingkat dengan adanya realia dan gambar. beginner? Terkadang Saya menggunakan teknik menerjemahkan ketika murid sudah benar-benar tidak bisa mengerti yg saya maksudkan. Role Play atau situasi juga saya gunakan di dalam kelas. Untuk daya ingat mereka saya menggunakan kartu kata dan kartu kata dengan gambar. b. Bagaimana cara menambah kosakata Untuk menambah kosakata dan agar bahasa Indonesia untuk pemelajar BIPA mereka ingat biasanya saya tingkat beginner? menggunakan drilling. Media Word Square Bergambar 9 a. Apakah Wisma Bahasa sudah pernah Untuk review saya pernah menggunakan media Word Square menggunakan Word Square. Tetapi Bergambar untuk memperkaya kosakata Word Square Bergambar belum pernah bahasa Indonesia pemelajar BIPA saya gunakan. tingkat beginner? b. Menurut Ibu, apakah Word Square Pasti mempunyai potensi karena itu Bergambar berpotensi untuk mempermudah. Jika tanpa gambar memperkaya kosakata bahasa Indonesia menurut saya lebih sulit karena hanya pemelajar BIPA tingkt beginner? memberikan topik tanpa petunjuk apapun. Jika menggunakan gambar akan mempermudah. Harapan Terhadap Media Word Square Bergambar 10 Apa harapan Ibu terhadap media Word Harapan saya media ini dapat Square Bergambar untuk memperkaya dikembangkan dan disosialisasikan agar kosakata bahasa Indonesia pemelajar tahu manfaatnya. Jika bisa lebih bagus diaplikasikan ke dalam aplikasi. BIPA tingkat beginner?

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Narasumber : Arief Harmoko, S. S Jabatan : Instruktur BIPA Wisma Bahasa Yogyakarta No Pertanyaan Tingkatan Pemelajar BIPA 1 Dalam pemilihan tingkat pemelajar, apakah Wisma Bahasa menggunakan tingkatan CEFR? Proses Pembelajaran 2 a. Bagaimana proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas beginner Wisma Bahasa Yogyakrta? Jawaban Wisma Bahasa mempunyai sistem tingkatan sendiri tetapi sistem itu dibuat mengacu pada sistem Eropa. Proses pembelajarannya dilakukan secara privat, jadi satu guru dan satu murid. Sistem pembelajarannya masih mengacu pada keterampilan, mendengar, membaca, berbicara dan menulis. b. Berapa lama durasi waktu mengajar Satu sesi di Wisma Bahasa itu 1 jam 45 bahasa Indonesia di kelas beginner menit. Untuk beginner tidak bisa Wisma Bahasa Yogyakarta? dipastikan butuh berapa sesi karena kemampuan murid berbeda-beda, tingkat pemahaman murid juga berbeda. Tetapi rata-rata beginner itu 23 sesi. Sesi itu bisa ditambah atau berkurang sesuai kemampuan muridnya. Metode Pembelajaran 3 Metode pembelajaran apa yang paling Untuk beginner masih banyak sering Bapak gunakan ketika mengajar menggunakan drill karena kosakata dan Bahasa Indonesia? struktur bahasa Indonesia masih baru untuk mereka. Jadi lebih banyak drill untuk melatih mereka menghafal kosakata dan terbiasa dengan struktur kalimatnya. Hambatan dalam Proses Pembelajaran 4 a. Selama proses pembelajaran masalah Kosnsentrasi murid kadang kurang apa yang sering Bapak temukan di fokus karena banyak pekerjaan. Bisa dalama kelas? juga karakter antara guru dan murid tidak cocok. b. Apakah hambatan tersebut sudah Kami mempunyai sistem koordinator teratasi? Jika sudah bagaimana cara jadi satu guru sebagai koordinator. Guru mengatasinya? itu yang akan segera berkomunikasi dengan murid jika ada masalah terkait dengan pengajaran dan guru itu akan mencoba mencari solusi yang terbaik. Jadi komunikasi antar guru dengan

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 koordinator itu sangat penting sekali ketika ada hambatan, masalah harus segera dikomunikasikan agar bisa segera teratasi. Koordinator akan berkomunikasi dengan murid untuk menemukan masalah dan kesulitan murid. Gaya Belajar 5 a. Dalam proses pembelajarannya, pemelajar BIPA tingkat beginner memiliki gaya belajar apa saja? b. Apakah gaya belajar pemelajar BIPA mempengaruhi penggunaan media? Semua gaya belajar ada. Tetapi pembelajaran dari Wisma Bahasa banyak yang audio visual. Tentu saja mempengaruhi. Murid dengan gaya belajar Visual biasanya menggunakan gambar, realia, flashcard, power point, dan papan tulis. Untuk kosakata gambar sangat membantu sekali. Ketersediaan Sumber Bahan Ajar dan Media Pembelajaran 6 a. Apa sajakah sumber belajar yang Untuk kelas beginner menggunakan selama ini Bapak gunakan untuk buku Wisma Bahasa, yaitu buku 1A. mengajar bahasa Indonesia di kelas Jika kemajuan murid cepat dan beginner? membutuhkan materi khusus, guru bisa menambahkan sumber ajar yang lain. b. Apa media pembelajaran yang sering Saya paling sering menggunakan buku Bapak gunakan di kelas beginner? 1A. Media Pembelajaran yang Digunakan Untuk Memperkaya Kosakata 7 Apa media pembelajaran yang sering Flashcard, menulis di papan, dan realia. digunakan untuk memperkaya kosakata Karena tidak semua pelajaran di buku bahasa Indonesia pemelajar BIPA 1A memiliki realia. Sedangkan buku tingkat beginner? Apakah sudah ada latihan khusus untuk menambah buku khusus untuk menambah kosakata kosakata belum ada. mereka? Teknik Untuk Menambah Kosakata Bahasa Indonesia 8 a. Teknik apa yang sering digunakan Ada banyak teknik untuk menambah untuk memperkaya kosakata bahasa kosakata di Wisma Bahasa, semuanya Indonesia pemelajar BIPA tingkat tergantung gurunya bagaimana beginner? mengembangkan kreatifitas untuk mengajarkan kosakata kepada murid. Saya sendiri sering menggunakan flashcard dan bahasa ibu. b. Bagaimana cara menambah kosakata Cara untuk menambah kosakata dengan bahasa Indonesia untuk pemelajar BIPA banyak drill, banyak PR, latihan di tingkat beginner? rumah. Lalu diajak percakapan di kelas.

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Tidak ada buku khusus kosakata tetapi di buku 1A ada daftar kosakata yang bisa dipakai untuk review. Media Word Square Bergambar 9 a. Apakah Wisma Bahasa sudah pernah menggunakan media Word Square Bergambar untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia pemelajar BIPA tingkat beginner? Pernah menggunakan Word Square tetapi tidak bergambar. Hanya ada perintah dan kotak-kotak yang berisi huruf-huruf. Lalu mereka mencoba mencari sendiri kata-kata yang ditanyakan. b. Menurut Ibu, apakah Word Square Itu bagus dan khususnya untuk beginner Bergambar berpotensi untuk itu masih menarik bagi mereka. Itu bisa memperkaya kosakata bahasa Indonesia untuk mereview kosakata. Setidaknya pemelajar BIPA tingkat beginner? mereka bisa mengingat kosakata yang diberikan pada setiap sesi. Batasannya adalah kosakata dalam setiap pelajaran. Harapan Terhadap Media Word Square Bergambar 10 Apa harapan Bapak terhadap media Harapan saya secara visual medianya Word Square Bergambar untuk harus menarik dan memperhatikan memperkaya kosakata bahasa Indonesia tingkat kemampuan muridnya. Serta pemelajar BIPA tingkat beginner? lebih banyak memakai kata-kata yang sudah diketahui. Narasumber : Yuliana Sri Maharani, S. Pd. Jabatan : Instruktur BIPA Wisma Bahasa Yogyakarta No Pertanyaan Jawaban Tingkatan Pemelajar BIPA 1 Dalam pemilihan tingkat pemelajar, Wisma Bahasa sediri memiliki apakah Wisma Bahasa menggunakan tingkatan sendiri, yaitu beginner, posttingkatan CEFR? beginner, pre-intermediate, postintermediate, pre-advance, postadvance. Proses Pembelajaran 2 a. Bagaimana proses pembelajaran Setelah dilakukan tes penjajakan, bahasa Indonesia di kelas beginner pemelajar memulai dengan buku 1A. Wisma Bahasa Yogyakrta? Karena kelas privat, saya biasanya melakukan tanya jawab di kelas untuk melihat sejauh mana kemampuan pemelajar. b. Berapa lama durasi waktu mengajar Beginner ada dua buku, yaitu 1A dan bahasa Indonesia di kelas beginner 1B. Ada 25 mater pembelajaran jadi

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Wisma Bahasa Yogyakarta? paling tidak 25 pertemuan. Tapi itu tergantung kemampuan murid jadi bisa berkurang atau bertambah sesinya. Tapi target kami setiap satu sesi setiap pelajaran. Setiap sesi berlangsung selama 1 jam 45 menit. Metode Pembelajaran 3 Metode pembelajaran apa yang paling Untuk beginner saya jarang sering Ibu gunakan ketika mengajar menggunakan ceramah. Saya Bahasa Indonesia? menggunakan role play atau gambar. Ceramah jika sudah tingkat postintermediate . Hambatan dalam Proses Pembelajaran 4 a. Selama proses pembelajaran masalah Untuk kelas beginner, mereka masih apa yang sering Ibu temukan di dalama sulit mengingat kata. Ada beberapa kelas? murid yang kesulitan mengingat kata. b. Apakah hambatan tersebut sudah Itu sangat tergantung siswanya. Untuk teratasi? kemajuan murid kami hanya bisa membantu di kelas. Tapi kesadaran dia sendiri untuk belajar sendiri setelah kelas. Gaya Belajar 5 a. Dalam proses pembelajarannya, Kebanyakan visual dan audiovisual pemelajar BIPA tingkat beginner memiliki gaya belajar apa saja? b. Apakah gaya belajar pemelajar BIPA Tentu saja mempengaruhi karena mempengaruhi penggunaan media? beginner lebih ke audiovisual jadi kami harus menyediakan gambar, realia, harus sering menulis di papan tulis, sering berbicara, dan ada juga rekaman. Ketersediaan Sumber Bahan Ajar dan Media Pembelajaran 6 a. Apa sajakah sumber belajar yang Sumber belajar dari buku Wisma selama ini Ibu gunakan untuk mengajar Bahasa tetapi juga bias ditambah dari bahasa Indonesia di kelas beginner? internet dan kami juga punya worksheet sendiri. Sumber belajar ditambah sesuai kemampuan siswa. b. Apa media pembelajaran yang sering Saya sering menggunakan papan tulis Ibu gunakan di kelas beginner? dan gambar. Media Pembelajaran yang Digunakan Untuk Memperkaya Kosakata 7 Apa media pembelajaran yang sering Tidak ada media khusus untuk digunakan untuk memperkaya kosakata memperkaya kosakata. Kosakata yang bahasa Indonesia pemelajar BIPA kami berikan dari materi yang dia tingkat beginner? Apakah sudah ada pelajari jadi kami berusaha untuk tidak

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 127 buku khusus untuk menambah kosakata keluar topik. mereka? Teknik Untuk Menambah Kosakata Bahasa Indonesia 8 a. Teknik apa yang sering digunakan Saya menggunakan gambar, benda atau untuk memperkaya kosakata bahasa flashcard. Indonesia pemelajar BIPA tingkat beginner? b. Bagaimana cara menambah kosakata Untuk menambah kosakata dan agar bahasa Indonesia untuk pemelajar BIPA mereka ingat biasanya saya tingkat beginner? menggunakan drilling. Media Word Square Bergambar 9 a. Apakah Wisma Bahasa sudah pernah Saya pernah menggunakan itu tapi menggunakan media Word Square untuk kelas besar, belum pernah dengan Bergambar untuk memperkaya kosakata kelas privat. Mereka senang karena bahasa Indonesia pemelajar BIPA kelas besar mereka sangat suka persaingan. Berebutan siapa yang bias tingkat beginner? mengumpulkan kosakata paling banyak. Menurut saya lebih cocok untuk buku latihan di rumah. b. Menurut Ibu, apakah Word Square Menurut saya berpotensi. Bergambar berpotensi untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia pemelajar BIPA tingkt beginner? Harapan Terhadap Media Word Square Bergambar 10 Apa harapan Ibu terhadap media Word Saya berharap itu bias membantu Square Bergambar untuk memperkaya mereka memperkaya kosakata dan kosakata bahasa Indonesia pemelajar membuat mereka lebih senang belajar bahasa Indonesia. Lebih meningkatkan BIPA tingkat beginner? minat mereka untuk belajar bahasa Indonesia.

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 128 Lampiran 8 Form Kebutuhan Pemelajar BIPA Tingkat Beginner ( Beginner’s Needs Analysis Form ) A. Identitas Pribadi (Identity) Isilah identitas pribadi Anda pada kotak yang disediakan ( Please fill in the box beside each ). 1 Nama Lengkap ( Name ) 2 Umur ( Age ) 3 Asal/ Kebangsaan ( Nationality ) 4 Level 5 Sejarah belajar bahasa ( Language learning story ) 6 Tujuan belajar bahasa ( Purpose of study ) 7 Dengan siapa akan berkomunikasi ( With whom did you learn ) 8 Latar belakang pendidikan ( Educational background ) 9 Bahasa lain yang dikuasai ( Other language ) 10 Dimana bahasa Indonesia akan digunakan ( Where would the language be used )

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 129 B. Pilihlah salah satu jawaban yang sesuai dengan kebutuhan berbahasa anda dengan cara memberikan tanda ceklis (√) pada kolom dibawah ini! ( We would like you to tell us which of the following uses of language are important for you. Please put (√) in the box beside each if you think it is Very Useful, Useful, Not Useful ) No 1 2 3 4 5 7 8 9 10 11 Pernyataan materi yang sangat dibutuhkan ( Which language topics would you like have better understanding? ) Peralatan di kelas Class equpment Adjektif (sifat, warna, ukuran dsb) Adjective (color, size, ect) Arah Direction Angka dan ukuran Number and size Nama-nama makanan Food Keluarga Family Transportasi umum Public Transportation Aktivitas sehari-hari Daily activity Hobi Hobby Pekerjaan dan profesi Job and profession Sangat Berguna ( Very Useful ) Berguna ( Useful ) Tidak Berguna ( Not Useful )

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 130 Berdasakan daftar di atas, sebutkan 5 materi yang sangat dibutuhkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia! ( From the list above, choose 5 main subject which you want to learn the most ) a. ………. b. ………. c. ………. d. ………. e. ………. C. Bagaimana Anda belajar? Lingkarilah jawaban yang sesuai dengan kebutuhan Anda! ( How would you like to learn? Please circle the answer below ) 1. Pembelajaran di kelas seperti apa yang Anda sukai? ( How would you like to study in class ) 2. a. Individual ( Individually ) b. Dalam kelompok besar ( In a big group ) Anda senang belajar dengan cara? ( How do you prefer to situdy ) a. Memecahkan masalah ( By problem solving ) b. Mengingat ( By memorizing ) c. Mencari informasi secara mandiri ( By getting the information on your own ) 3. Media seperti apa yang Anda sukai untuk memperkaya kosakata saat? ( Which media do you prefer to use in learning vocabulary ) a. Word Square b. Cross Word c. Gambar/ Poster ( Image/ poster ) d. Buku latihan kosakata dengan gambar (vocabulary exercise book with pictures)

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 131 4. Teknik belajar seperti apa yang Anda sukai untuk memperkaya kosakata? ( Do you find these actvities useful in learning vocabulary ) a. Menyusun huruf ( arranging letter) b. Mencari kata dengan bantuan gambar (finding word by picture) c. Mencari kata sinonim atau antonim (finding synonym or antonym) D. Analisis Kebutuhan Media ( Media Need Analysis ) Berilah tanda silang (x) pada pilihan jawaban di bawah ini! Please cross (x) the answer below (x) 1. Mengacu pada microsoft word, ukuran huruf berapa yang Anda inginkan? (Refer to Micrsoft Word, which one letter size do you prefer?) a. Kelas b. Perpustakaan c. Transportasi d. Borobudur 2. Mengacu pada microsoft word, tampilan huruf seperti apa yang Anda suka? (Refer to Micrsoft Word, what kind of letter display do you prefer) a. Times New Roman b. Comic San MS c. Calibri 3. Apa jenis media gambar yang Anda sukai? (What kind of image do you prefer) a. Gambar asli/ foto ( Original image/ photo ) http://www.divertone.com b. Gambar buatan/ animasi ( Made-up image/ animation ) http://www.pixabay.com

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 132 4. Jenis media gambar seperti apa yang Anda sukai? ( What kind of image media do you prefer ) a. Gambar tunggal ( Single image ) zonamapel.blogspot.com b. Gambar berseri ( Series image ) bellakrisnawati.blogspot.com 5. Bagaimana tampilan warna pada gambar yang lebih Anda suka? ( What kind of image color do you prefer ) a. Hitam putih ( Black and white ) http://www.waroenggaul212.wordpress.com b. Berwarna ( Colorful ) http://www.divertone.com

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 133 Lampiran 9 Analisis Kebutuhan

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 134

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 135

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 136

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 137

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 144

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 151

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 158 Lampiran 10 Surat Validasi Produk

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159 Lampiran 11 Validasi Dosen Ahli

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163 Lampiran 12 Rekapitulasi Hasil Validasi Dosen Ahli No Aspek yang dinilai 1 Bentuk media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia \ 2 Butir permyataam 1 2 3 Tampilan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 4 3 5 Isi media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 6 4 Kemudahan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 7 8 5 Bahasa dalam media Word Square Bergambar 9 Indikator Skor Bentuk dan desain media Word Square Bergambar bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner yang dicetak. Kemenarikan sampul media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Jenis dan ukuran huruf yang digunakan dalam media Word Square Bergambar bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner. Warna dan kejelasan gambar dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner. Kesesuain kosakata dengan kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner pada setiap topik yang disajikan dalam media Word Square Bergambar bahasa Indonesia. Kesesuain gambar dan kosakata yang dicari untuk membantu pemelajar BIPA tingkat beginner menemukan kosakata. Kemudahan memahami petunjuk pengisian media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Kemudahan menemukan kosakata yang sedang dicari dengan adanya gambar pada setiap perintah. Bahasa yang digunakan dalam kalimat sederhana dan mudah dimengerti 4 4 2 4 4 4 4 4 4

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164 Bahasa Indonesia 6 10 Manfaat media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Manfaat kosakata dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner. 4 Media Word Square Bergambar memiliki potensi keberhasilan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Rata-rata skor Keterangan 4 11 3,8 “Baik”

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 165 Lampiran 13 Validasi Instruktur BIPA

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 167

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 169 Lampiran 14 Rekapitulasi Hasil Validasi Instruktur BIPA No Aspek yang dinilai 1 Bentuk media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 2 \ Butir permyataam 1 2 3 Tampilan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 4 3 5 Isi media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 6 4 Kemudahan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 7 8 5 Bahasa dalam 9 Indikator Skor Bentuk dan desain media Word Square Bergambar bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner yang dicetak. Kemenarikan sampul media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Jenis dan ukuran huruf yang digunakan dalam media Word Square Bergambar bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner. Warna dan kejelasan gambar dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner. Kesesuain kosakata dengan kebutuhan pemelajar BIPA tingkat beginner pada setiap topik yang disajikan dalam media Word Square Bergambar bahasa Indonesia. Kesesuain gambar dan kosakata yang dicari untuk membantu pemelajar BIPA tingkat beginner menemukan kosakata. Kemudahan memahami petunjuk pengisian media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia. Kemudahan menemukan kosakata yang sedang dicari dengan adanya gambar pada setiap perintah. Bahasa yang digunakan dalam 5 4 5 4 4 4 4 5 5

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170 media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 6 kalimat sederhana dan mudah dimengerti 10 Manfaat media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Manfaat kosakata dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia bagi pemelajar BIPA tingkat beginner. 4 Media Word Square Bergambar memiliki potensi keberhasilan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia. Rata-rata skor Keterangan 4 11 4,4 “Sangat baik”

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 171 Lampiran 15 Uji Coba Lapangan

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 173

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 174

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 175

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 176

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 177

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 178

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 179

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 180

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 181

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 182

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 183

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 184

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 185 Lampiran 16 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Lapangan No. Aspek yang dinilai Pilihan Jawaban YA Jumlah TIDAK Tampilan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 1 Ketertarikan pada bentuk dan desan 3 0 3 2 1 3 3 0 3 3 0 3 3 0 3 3 0 3 3 0 3 3 0 3 media Word Square Bergmbar Bahasa Indonesia 2 Ketertarikan pada desain sampul dan warna media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia Isi media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 3 Kejelasa huruf dan kata dalam media Word Bergambar Square Bahasa Indonesia 4 Topik dalam Bergambar media Bahasa Word Indonesia Square sesuai dengan kebutuhan. 5 Perintah dalam setiap latihan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dapat dimengerti 6 Kejelasan gambar-gambar pada setiap topik dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 7 Kesesuaian gambar dengan topik yang disajikan. 8 Kesesuain kosakata dengan gambar pada topik yang disajikan Bahasa dalam media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 9 Bahasa pada perintah pengisian media Word Square Bergambar Indonesia dapat dipahami Bahasa 3 0 3

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 186 10 Bahasa pada setiap topik dalam media Word Bergambar Square 3 0 3 Bahasa Indonesia dapat dipahami Kemudahan menggunakan media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 11 Kemudahan dalam memahami perintah 3 0 3 menemukan 3 0 3 Kemudahan dalam menemukan kosakata 3 0 3 3 0 3 3 0 3 pengisian media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 12 Gambar mempermudah kosakata 13 dalam Word Square. Kualitas media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia 14 Media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dapat digunakan secara mandiri 15 Kualitas media Word Square Bergambar Bahasa Indonesia dalam memperkaya kosakata Bahasa Indonesia Jumlah 3 Kriteria Baik Pemelajar Kesimpulan Sangat Membantu Cukup Membantu Tidak Membantu A 1 - - B - 1 - C 1 - - Jumlah 2 1 - Kesimpulan Sangat Membantu Keterangan: A. Emmelie Friedman C. Rebecca B. Christian Amayas

(205)

Dokumen baru

Download (204 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
147
HUBUNGAN ANTARA PENGUASAAN POLA KALIMAT DENGAN KEMAMPUAN BERBICARA PEMBELAJAR BIPA PADA LEVEL BEGINNER DI PURI ILP YOGYAKARTA TAHUN 2007 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa,
0
0
185
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
165
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
224
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
114
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
217
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
190
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Program Studi Pendidikan Fisika
0
0
90
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
130
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
148
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
135
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi
0
0
159
Show more