PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN BUKU JURNAL KELAS X AKUNTANSI SMK

Gratis

0
0
242
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN BUKU JURNAL KELAS X AKUNTANSI SMK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi Oleh: Fricilia Dermawati Narendra NIM: 141334068 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN BUKU JURNAL KELAS X AKUNTANSI SMK SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi Oleh: Fricilia Dermawati Narendra NIM: 141334068 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini peneliti persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria yang senantiasa membimbing dan menuntun setiap langkah hidupku. 2. Kedua orangtuaku terkasih Lucianus Karjono dan Yustina Trinem yang senantiasa mendoakanku dan memberikan kasih sayang yang melimpah. 3. Kakakku Yohanes Ferry Iswan Narendra yang senantiasa mendoakanku dan memberikan dukungan. 4. Teman-teman angkatan 2014 Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma yang telah mendukung serta memberikan semangat. 5. Almamater kebanggaanku Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu. – 2 Tawarikh 15: 7 Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. – Kolose 3: 23 v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS HOTS PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN BUKU JURNAL KELAS X AKUNTANSI SMK Fricilia Dermawati Narendra Universitas Sanata Dharma 141334068 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar Menerapkan Buku Jurnal Kelas X Akuntansi SMK. Jenis penelitian ini adalah research & development yang menggunakan delapan langkah pengembangan tes hasil belajar dari Suryabrata (2005: 68), yaitu: (1) pengembangan spesifikasi tes, (2) penulisan soal, (3) penelaahan soal, (4) perakitan soal, (5) uji coba tes, (6) analisis butir soal, (7) seleksi dan perakitan soal, (8) pencetakan tes. Data hasil uji coba soal dianalisis menggunakan program Quest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mean INFIT MNSQ 1,0 dan SD 0,15. Dari analisis tersebut diperoleh informasi bahwa soal yang paling sukar adalah item nomor 12, 19,33, dan yang paling mudah item nomor 4, 24, 35.Empat puluh (40) item soal dinyatakan fit atau cocok dengan model Rasch dengan batas penerimaan ≥0,77 sampai ≤1,30. Dengan demikian, semua item tentang menerapkan buku jurnal layak menjadi instrumen bagi pendidik dalam pembelajaran untuk mengetahui penguasaan kompetensi dasar menerapkan buku jurnal. Kata kunci: Instrumen, HOTS, Kompetensi Dasar, Rasch viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT THE DEVELOPMENT OF ASSESSMENT INSTRUMENTS BASED ON HOTS ON BASIC COMPETENCE IN APPLYING JOURNAL BOOK AT THE TENTH GRADE OF ACCOUNTING CLASS OF VOCATIONAL SCHOOL Fricilia Dermawati Narendra Sanata Dharma University 141334068 The research aims to find out how to develop assessment instrument based on HOTS in the basic competency by applying jornal book at the tenth grade of Accounting class of Vocational School. This research is a “research and development” using 8 steps of Suryabrata model development they are: (1) specification development test, (2) writing test items, (3) analyzing test items, (4) assembling test items, (5) trying out test item, (6) analyzing test items, (7) selecting and assembling test items, (8) printing test items. The result of the trying out test items was analyzing by using quest program. The result the research show that mean INFIT MNSQ is 1,0 and SD is 0,15. From the analysis obtain an information which the most difficult items are item number 12, 19, 33, and the easiest items are 2, 24, 35. 40 items are stated fit and match with Rasch model with the acceptance limit ≥0,77 to ≤1,30. Therefore, all of the items about appling journal book is worthy to become an instrument for all teachers to reveal the mastering basic competition of the journal book. Key word: Instrument, HOTS, basic competency, Rasch ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menerapkan Buku Jurnal Kelas X Akuntansi SMK”. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pada kesempatan ini, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini: 1. Tuhan Yesus Kristus sumber pengharapan dan kasih sejati. 2. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 3. Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi. 4. Natalina Premastuti Brataningrum, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi. 5. Dr. Sebastianus Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si., selaku Dosen Pembimbing I yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberikan kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini. 6. Seluruh dosen dan staf karyawan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan pelayanan yang terbaik selama perkuliahan. 7. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd., yang telah berkenan menjadi ahli bahasa. 8. Cicilia Ika Puspitasari, S.Pd., yang telah berkenan menjadi ahli materi. 6. Kedua orang tua tercinta, Lucianus Karjono dan Yustina Trinem yang senantiasa mendoakanku dan memberikan kasih sayang yang melimpah. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv HALAMAN MOTTO ......................................................................................... v LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................... vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ......................................................... vii ABSTRAK .......................................................................................................viii ABSTRACT ......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................................ x DAFTAR ISI ..................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ............................................................................................xiii DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xiv DAFTAR GRAFIK ........................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvi BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah .......................................................................... 1 B. Batasan Masalah...................................................................................... 4 C. Rumusan Masalah ................................................................................... 4 D. Tujuan Penelitian .................................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian .................................................................................. 5 F. Spesifikasi Produk yang di Kembangkan ............................................... 7 BAB II KAJIAN TEORI..................................................................................... 8 A. Kurikulum ............................................................................................... 8 1. Pengertian Kurikulum ....................................................................... 8 2. Isi Kurikulum .................................................................................... 9 3. Struktur Kurikulum ......................................................................... 10 4. Perubahan Kurikulum ..................................................................... 12 B. Penilaian ................................................................................................ 13 1. Pengertian Penilaian ........................................................................ 13 2. Penilaian Ranah Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan................. 15 C. HOTS & LOTS ..................................................................................... 16 D. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ............................................... 18 1. Kompetensi Inti ............................................................................... 18 2. Kompetensi Dasar ........................................................................... 18 E. Taksonomi Bloom ................................................................................. 20 1. Pengertian Taksonomi Bloom ......................................................... 20 xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xiii 2. Taksonomi Bloom sebelum Revisi ................................................. 21 3. Taksonomi Bloom sesudah Revisi .................................................. 22 F. Reliabilitas dan Validitas ...................................................................... 25 1. Reliabilitas ...................................................................................... 25 2. Validitas .......................................................................................... 26 G. CTT (Classical Test Theory)................................................................. 28 H. IRT (Item Response Theory) ................................................................. 29 I. Program QUEST ................................................................................... 35 J. Pengelolaan Buku Jurnal ....................................................................... 36 K. Prosedur Penelitian Pengembangan ...................................................... 49 L. Penelitian yang Relevan ........................................................................ 58 M. Kerangka Berpikir ................................................................................. 60 BAB III METODE PENELITIAN.................................................................... 62 A. Jenis Penelitian ...................................................................................... 62 B. Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................... 62 1. Lokasi Penelitian ............................................................................. 62 2. Waktu Penelitian ............................................................................. 63 C. Populasi dan Sampel ............................................................................. 63 1. Populasi ........................................................................................... 63 2. Sampel ............................................................................................. 63 D. Prosedur Pengembangan ....................................................................... 64 1. Pengembangan Spesifikasi Tes ....................................................... 64 2. Penulisan Soal ................................................................................. 64 3. Penelaah Soal .................................................................................. 65 4. Perakitan Soal.................................................................................. 65 5. Uji Coba Soal .................................................................................. 65 6. Analisis Butir Soal .......................................................................... 66 7. Seleksi dan Perakitan Soal .............................................................. 70 8. Pencetakan Tes ................................................................................ 71 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN .................................................... 72 A. Hasil Penelitian dan Pengembangan ..................................................... 72 1. Pengembangan Spesifikasi Tes ....................................................... 72 2. Penulisan Soal ................................................................................. 75 3. Penelaahan Soal .............................................................................. 75 4. Perakitan soal .................................................................................. 83 5. Uji Coba Soal .................................................................................. 93 6. Analisis QUEST .............................................................................. 94 7. Seleksi dan Perakitan Soal ............................................................ 104 8. Pencetakan Tes .............................................................................. 107 B. Pembahasan ......................................................................................... 108

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xiv BAB V PENUTUP .......................................................................................... 115 A. Kesimpulan ......................................................................................... 115 B. Keterbatasan Pengembangan .............................................................. 116 C. Saran .................................................................................................... 116 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 118 LAMPIRAN

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 2.10 2.11 2.12 2.13 2.14 2.15 2.16 3.1 3.2 3.3 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 4.8 Kompetensi Dasar SMK Kelas X Akuntansi ................................... 19 Saldo Normal Kelompok Akun ........................................................ 38 Saldo Normal Akun Aset .................................................................. 39 Saldo Normal Akun Liabilitas .......................................................... 40 Saldo Normal Akun Ekuitas ............................................................. 40 Saldo Normal Akun Pendapatan ...................................................... 41 Saldo Normal Beban ......................................................................... 41 Kode Akun Huruf ............................................................................. 43 Kode Akun Huruf dan Angka ........................................................... 43 Kode Akun Angka Berurutan ........................................................... 44 Kode Akun Blok ............................................................................... 44 Contoh Kode Akun Blok .................................................................. 45 Kode Akun Kelompok ...................................................................... 45 Kode Golongan Akun ....................................................................... 46 Kode Sub Golongan Akun................................................................ 46 Jurnal Umum .................................................................................... 48 Sampel Uji Coba............................................................................... 66 Kriteria Keocokan Butir dengan Pendekatan IRT ............................ 70 Kriteria Indeks Kesukaran Item ........................................................ 70 Kisi-Kisi Soal Jenis Pilihan Ganda ................................................... 74 Rata-Rata Skor dari Hasil Penilaian Ahli Bahasa ............................ 78 Rata-Rata Skor dari Hasil Penilaian Ahli Materi ............................. 82 Sampel Perbaikan Soal Hasil Validasi oleh Ahli Bahasa ................. 84 Sampel Perbaikan Soal Hasil Validasi oleh Ahli Materi .................. 84 Data Jumlah Peserta Didik pada Setiap Sekolah .............................. 94 Taraf Kesukaran dari 40 Butir Soal ................................................ 104 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Peserta Didik Kelas X ................................................................................. 106 xiii

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR 2.1 2.2 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6 4.7 Mekanisme debet kredit.................................................................... 38 Kerangka berpikir ............................................................................. 61 Current System Settings Program QUEST ....................................... 95 Item Estimates (Thresholds) Program QUEST ................................ 96 Case Estimates Program QUEST ..................................................... 97 Item Estimates (Thresholds) Program QUEST ................................ 99 Item Fit Program QUEST ............................................................... 101 Item Estimates (Thresholds) In input Order Program QUEST ...... 103 Item Analysis Result for Observed Responses Program QUEST ... 111 xiv

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GRAFIK 4.1 4.2 4.3 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Bahasa ..... 77 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Materi ...... 80 Hasil Penilaian Instrumen Tes Pilihan Ganda oleh Peserta Didik Kelas X ................................................................................................ 105 xv

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Soal uji coba Lembar jawaban Lembar penilaian oleh ahli bahasa Lembar penilaian oleh ahli materi Angket respon peserta didik Surat perizinan penelitian Silabus RPP SMK Koperasi Yogyakarta RPP pembuatan soal berbasis HOTS Produk penelitian xvi

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penilaian hasil belajar peserta didik merupakan sesuatu yang sangat penting dan strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan penilaian hasil belajar maka dapat diketahui seberapa besar keberhasilan peserta didik telah menguasai kompetensi atau materi yang telah diajarkan oleh guru. Melalui penilaian juga dapat dijadikan acuan untuk melihat tingkat keberhasilan atau efektivitas pendidik dalam pembelajaran. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan belajar dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkelanjutan yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Kunandar (2014: 35) menyatakan bahwa penilaian dalam kurikulum 2013 mengacu pada Permendikbud Nomor 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Standar penilaian bertujuan untuk menjamin (1) perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian, 1

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 (2) pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya, dan (3) pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif. Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang tergolong baru diterapkan dalam pendidikan di Indonesia. Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Perubahan yang terjadi pada kurikulum ini juga berdampak pada penilaian. Di dalam kegiatan pembelajaran, hal yang paling sulit untuk dilakukan adalah membuat instrumen penilaian. Pendidik masih saja mengalami kesulitan bahkan kurang mengerti bagaimana membuat instrumen penilaian yang baik untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik. Hal yang demikian tentu saja sangat mengkhawatirkan karena alat untuk mengevaluasi hasil belajar peserta didik belum valid. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 7 September 2017 dengan guru akuntansi di salah satu SMK swasta yang ada di kota Yogyakarta bernama Ibu Cicilia Ika Puspitasari S.Pd. Peneliti menemukan pendidik belum mengembangkan instrumen penilaian yang berbasis Higher Order Thingking Skill. Hal ini dibuktikan dengan Kompetensi dasar 3.8 untuk menerapkan buku jurnal masih dalam tingkat menerapkan (C3). Kemampuan berpikir tingkat rendah melibatkan kemampuan mengingat (C1), memahami (C2) dan menerapkan (C3), sementara dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi melibatkan analisis

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 dan sintesis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta atau mengkreasi (C6) selain itu pendidik belum mengembangkan instrumen penilaian yang berbasis HOTS melainkan LOTS. Pendidik merasa kesulitan untuk membuat bahkan mengembangkan rubrik atau instrumen penilaian yang berbasis HOTS. Hal ini membuat alat penilaian yang dibuat dan dikembangkan oleh pendidik untuk mengukur capaian atau proses pembelajaran menerapkan buku jurnal belum valid dan belum realiabel. Padahal, kita mengetahui bahwa peran penilaian dalam pembelajaran sangat penting, selain berfungsi sebagai umpan balik untuk pendidik dan peserta didik, penilaian juga dapat dijadikan untuk mengevaluasi metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Rubrik yang dibuat oleh pendidik belum dapat mengukur kompetensi menerapkan buku jurnal peserta didik dengan baik karena pendidik sendiripun belum paham dalam pembuatan instrumen penilaian berbasis HOTS. Bertitik tolak dari permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS kompetensi dasar menerapkan buku jurnal yang berdasarkan pada kurikulum 2013. Hasil yang ingin dicapai oleh peneliti dari pengembangan penilaian ini berupa produk instrumen penilaian berbasis HOTS kompetensi dasar menerapkan buku jurnal untuk peserta didik SMK yang berdasarkan dengan kurikulum 2013. Faktor yang menjadi alasan peneliti melakukan penelitian, yakni pendidik belum mampu untuk membuat instrumen penilaian berbasis HOTS kompetensi dasar menerapkan buku jurnal.

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Diharapkan dengan pengembangan ini pendidik di sekolah dapat membuat rubrik penilaian berbasis HOTS menerapkan buku jurnal dengan baik. Dengan adanya penilaian dan hasil belajar yang baik akan memberikan informasi yang bermanfaat bagi jalannya proses pembelajaran dan pada akhirnya tujuan pendidikan yang sesungguhnya akan tercapai. Dari penjelasan yang telah dipaparkan, peneliti terdorong untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Memahami Buku Jurnal Kelas X Akuntansi SMK”. B. Batasan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, oleh karena itu peneliti membatasi masalah agar penelitian ini dapat dilakukan lebih fokus dan mendalam, maka peneliti memandang permasalahan penelitian yang diangkat perlu dibatasi variabelnya. Oleh sebab itu, peneliti membatasi diri hanya berkaitan dengan “Pengembangan Instrumen Penilaian Berbasis HOTS pada Kompetensi Dasar Menerapkan Buku Jurnal Kelas X Akuntansi SMK”. C. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah : 1. Bagaimana mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X akuntansi SMK?

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 2. Bagaimana kualitas pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X akuntansi SMK? D. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini sebagai berikut. 1. Mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X akuntansi SMK. 2. Mengetahui kualitas instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal kelas X akuntansi SMK. E. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para pembaca, baik secara teoritis maupun secara praktis. Adapun manfaatnya sebagai berikut. 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan memperluas wawasan bagi peneliti khususnya dan bagi para guru mengenai instrumen penilaian berbasis HOTS dalam menerapkan buku jurnal.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 2. Manfaat Praktis Secara praktis, penelitian ini dapat bermanfaat bagi: a. Bagi Peneliti Peneliti dapat memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan penelitian dan pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS untuk kelas X Akuntansi SMK. b. Bagi Guru Penelitian ini dapat menambah wawasan dan memperluas kajian tentang pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS yang valid dan reabel untuk diterapkan dalam pembelajaran akuntansi, khususnya untuk penilaian kompetensi menerapkan buku jurnal. c. Bagi Peserta Didik Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi sejauh mana peserta didik dapat menyerap ilmu yang diberikan selama pembelajaran berlangsung. Selain itu, penilaian yang dilakukan oleh pendidik dapat dijadikan umpan balik dalam setiap kegiatan pembelajaran. d. Bagi Sekolah Manfaat penelitian ini untuk sekolah yaitu dapat membantu sekolah untuk mendapatkan pengetahuan baru tentang instrumen penilaian berbasis HOTS. Dengan demikian, sekolah dapat mempertimbangkan pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS dalam kompetensi menerapkan buku jurnal.

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 e. Bagi Peneliti Lain Penelitian ini sebagai bentuk sumbangan terhadap penelitiannya agar dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut berkaitan dengan masalah pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS. F. Spesifikasi Produk yang di Kembangkan 1. Instrumen penilaian ini dibuat berdasarkan soal-soal yang dapat memacu kemampuan peserta didik dalam berpikir tingkat tinggi. 2. Instrumen penilaian dibuat berdasarkan Kompentensi Dasar (KD) 3.8 menerapkan buku jurnal. 3. Instrumen penilaian dibuat berdasarkan kurikulum 2013 dengan menggunakan Taksonomi Bloom Anderson (perbaikan Taksonomi Bloom) pada bagian menganalisis, menilai dan menciptakan. 4. Instrumen penilaian ini disajikan dalam bentuk soal pilihan ganda yang berjumlah 40 butir dengan 5 jawaban alternatif. 5. Instrumen penilaian ini dapat digunakan sebagai alat evaluasi soal berbasis HOTS. 6. Instrumen penilaian ini memiliki durasi waktu dalam mengerjakan soal serta terdapat petunjuk pengerjaan soal yang dapat membantu peserta didik dalam mengerjakan soal.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI A. Kurikulum 1. Pengertian Kurikulum Menurut Hafni (2005) kurikulum merupakan pedoman untuk menyusun target dalam proses belajar mengajar. Sedangkang menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional di sana dijelaskan, bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut Hamalik, (2002: 36) kurikulum adalah rencana dasar komponen pendidikan yang disusun secara relevan atas dasar tujuan, program pendidikan, sistem penyampaian, dan evaluasi oleh sekolah dan guru yang mengajar. Suryosubroto (2002: 13) mengemukakan bahwa kurikulum adalah segala pengalaman tentang pendidikan yang diberikan sekolah untuk seluruh peserta didik, baik dilakukan di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Arifin (2011), berpendapat bahwa kurikulum merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Kurikulum merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan formal atau dikenal sebagai sistem persekolahan. 8

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 Kurikulum yang dirancang dan diterapkan dengan baik akan memudahkan guru dimanapun berada untuk memenuhi target pencapaian kemampuan peserta didik. Dari pendapat para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah seperangkat isi, bahan ajar, tujuan yang akan ditempuh sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan, kurikulum juga suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksakan untuk mencapai tujuan dalam pendidikan formal . 2. Isi Kurikulum Menurut Sukiyadi, Nurhasannah, & Al Rasjid (2006) isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun kreativitas dan kegiatan siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Menurut Hamalik (2002), isi kurikulum merupakan susunan bahan pengajaran dan berbagai pengalaman yang diperlukan dalam tercapainya tujuan pendidikan. Para perancang kurikulum sering mengalami berbagai kesulitan dalam menyusun dan merencanakan isi kurikulum yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai. Sebabnya, masyarakat senantiasa terus berubah dan

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 berkembang, sehingga banyak bermunculan masalah kehidupan baru yang perlu dipecahkan. Sehingga akan mempengaruhi pada isi kurikulum, maka dari itu isi kurikulum harus selalu dikembangkan. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa suatu kurikulum diharapkan memberikan landasan, isi, dan menjadi pedoman bagi pengembangan kemampuan siswa secara optimal sesuai dengan tuntutan dan tantangan perkembangan masyarakat. Pengembangan isi kurikulum berupa bahan-bahan pelajaran yang akan dipelajari siswa harus memerlukan dasar pertimbangan yang teliti. 3. Struktur Kurikulum Struktur umum SMK/MAK sama dengan struktur umum SMA/MA, yakni ada tiga kelompok mata pelajaran: Kelompok A, B, dan C. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan Pasal 80 menyatakan bahwa: (1) penjurusan pada SMK, MAK, atau bentuk lain yang sederajat berbentuk bidang keahlian; (2) setiap bidang keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat terdiri atas 1 (satu) atau lebih program studi keahlian; (3) setiap program studi keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat terdiri atas 1 (satu) atau lebih kompetensi keahlian. Dalam penetapan bidang/program/paket keahlian pejurusan sesuai dengan mempertimbangkan Spektrum Pendidikan Menengah Kejuruan yang ditetapkan oleh Direktur

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan Pemilihan Peminatan Bidang Keahlian dan program keahlian dilakukan saat peserta didik mendaftar pada SMK/MAK. Pilihan pendalaman peminatan keahlian dalam bentuk pilihan Paket Keahlian dilakukan pada semester 3, berdasarkan nilai rapor dan/atau rekomendasi guru BK di SMK/MAK dan/atau hasil tes penempatan (placement test) oleh psikolog. Pada SMK/MAK, Mata Pelajaran Kelompok Peminatan (C) terdiri atas: a. Kelompok Mata Pelajaran Dasar Bidang Keahlian (C1) b. Kelompok Mata Pelajaran Dasar Program Keahlian (C2) c. Kelompok Mata Pelajaran Paket Keahlian (C3). Mata pelajaran serta KD pada kelompok C2 dan C3 ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan industri. Dari penjelasan di atas, bahwa struktur kurikulum pendidikan kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya, agar dapat bekerja secara efektif dan efesien serta mengembangkan keahlian dan keterampilan.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 4. Perubahan Kurikulum Menurut Soetopo dan Soemanto (1982: 38), pengertian perubahan kurikulum agak sukar untuk dirumuskan dalam suatu definisi. Suatu kurikulum disebut mengalami perubahan bila terdapat adanya perbedaan dalam satu atau lebih komponen kurikulum antara dua periode tertentu, yang disebabkan oleh adanya usaha yang disengaja. Sedangkan menurut Nasution (2009: 252), perubahan kurikulum mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untuk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan, dan merekamereka yang mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial. Perubahan kurikulum juga disebut pembaharuan atau inovasi kurikulum. Adapun perubahan-perubahan yang ada dalam kurikulum 2013 dari kurikulum sebelumnya antara lain adalah : a. Perubahan standar kompetensi lulusan Penyempurnaan standar kompetensi kelulusan memperhatikan pengembangan nilai, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu dengan fokus pada pencapaian kompetensi. Pada setiap jenjang pendidikan, rumusan empat kompetensi inti (penghayatan dan pengamalan agama, sikap, keterampilan, dan pengetahuan) menjadi landasan pengembangan kompetensi dasar pada setiap kelas.

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 b. Perubahan standar isi Perubahan standar isi dari kurikulum sebelumnya yang mengembangkan kompetensi dari mata pelajaran menjadi fokus pada kompetensi yang dikembangkan menjadi mata pelajaran melalui pendekatan tematik-integratif (Standar Proses). c. Perubahan standar proses Perubahan pada standar proses berarti perubahan strategi pembelajaran. guru wajib merancang dan mengelola proses pembelajaran aktif yang menyenangkan. Peserta didik difasilitasi untuk mengamati, menanya, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. d. Perubahan standar evaluasi Penilaian mengukur penilaian otentik yang mengukur kompetensi sikap, keterampilan, serta pengetahuan berdasarkan hasil dan proses. Sebelumnya ini penilaian hanya mengukur hasil kompetensi. B. Penilaian 1. Pengertian Penilaian Menurut Nana Sudjana (1992: 3), penilaian merupakan proses yang dilakukan oleh peserta didik untuk mendapatkan nilai terhadap hasil belajar yang telah dicapai peserta didik dengan kriteria tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa objek yang dinilai adalah hasil belajar peserta didik. Sedangkan menurut Gronlund & Linn (dalam Herman

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 dan Yustiana, 2014) penilaian adalah suatu prosedur yang mencakup kegiatan mengumpulkan, menganalisis, serta menginterpresentasikan informasi untuk digunakan membuat kesimpulan tentang karakteristik peserta didik. Menurut Permendikbud no. 23, (2016) Standar penilaian pendidikan adalah kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik. Penilaian merupakan bagian integral dari keseluruhan proses kegiatan belajar-mengajar. Hasil kegiatan penilaian sebelumnya akan mengetahui kompetensi apa yang sudah, belum, atau kurang dikuasai peserta didik dan karenanya dapat dilakukan tindakan selanjutnya yang sesuai. Pada kegiatan penilaian, guru melakukan pengumpulan data dengan berbagai cara pengukuran untuk memantau proses, kemajuan, perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki, pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan tercapai melalui pembelajaran secara berkesinambungan. Penilaian juga dapat memberikan umpan balik dari hasil penilaian dapat dipandang sebagai usaha peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran yang diselenggarakan. Berdasarkan pendapat para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa penilaian belajar peserta didik merupakan sesuatu yang sangat penting dan berhubungan dalam kegiatan belajar mengajar. Penialaian

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 dapat mengetahui seberapa besar keberhasilan peserta didik telah menguasai kompetensi atau materi yang telah diajarkan oleh guru. Melalui penilaian juga dapat dijadikan acuan untuk melihat tingkat keberhasilan atau efektivitas guru dalam pembelajaran. 2. Penilaian Ranah Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan a. Ranah Pengetahuan Penilaian ranah pengetahuan ini berfungsi sebagai alat ukur pencapaian dalam proses pembelajaran dan untuk mengetahui kelemahan dan proses kegiatan pembelajaran oleh peserta didik. Melalui penilaian tersebut diharapkan peserta didik dapat menguasai kompetensi yang akan dinilai. Untuk itu, perlu digunakan beberapa teknik penilaian yang sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai, yaitu tes tertulis, lisan dan penugasan. Langkah awal untuk menilai ranah pengetahuan ini adalah melakukan analisis KD sesuai dengan muatan pelajaran, kemudian menentukan teknik penilaiannya. Kisi-kisi yang baik memiliki KD yang diperlukan dalam penyusunan soal. b. Ranah Sikap Penilaian sikap dilakukan untuk mengukur sikap peserta didik sebagai hasil dari suatu program pembelajaran di dalam dan luar kelas. Hasil penilaian pencapaian sikap dalam bentuk deskripsi. Deskripsi sikap terdiri atas keberhasilan atau ketercapaian sikap

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 yang diinginkan dan sikap yang belum tercapai yang memerlukan pembinaan dan pembimbingan. c. Ranah Keterampilan Penilaian keterampilan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kemampuan peserta didik menerapkan pengetahuan dalam melakukan tugas tertentu. Penilaian keterampilan merujuk pada kompetensi inti keterampilan (KI 3) yang selanjutnya diuraikan dalam kompetensi dasar. Penilaian keterampilan dilakukan melalui praktik, produk, proyek, portofolio, dan/atau teknik lain sesuai dengan kompetensi yang dinilai. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa standar penilaian pada aspek kompetensi meliputi penilaian aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. C. HOTS & LOTS Menurut Gunawan (2012: 171), Higher Order Thinking Skill (HOTS) adalah proses berpikir yang mengharuskan peserta didik untuk memanipulasi informasi dan ide-ide dalam cara tertentu yang memberi mereka pengertian dan implikasi baru. Ernawati (2017: 196-197), berpendapat bahwa Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan cara berpikir yang tidak lagi hanya menghafal secara verbalistik saja namun juga memakai hakikat dari yang terkandung diantaranya, untuk mampu memaknai makna dibutuhkan cara berpikir yang integralistik dengan analisis, sintesis, mengasosiasi hingga menarik kesimpilan menuju

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 penciptaan ide-ide kreatif dan produktif. Menurut Taksonomi Bloom yang telah direvisi proses kognitif dibedakan menjadi dua, yaitu keterampilan berpikir tinggi atau sering disebut dengan Higher Order Thinking Skill (HOTS), dan keterampilan berpikir tingkat rendah atau Lower Order Thinking Skill (LOTS). Kemampuan berpikir tingkat rendah melibatkan kemampuan mengingat (C1), memahami (C2), dan menerapkan (C3). Krathwohl & Anderson (2010), menyatakan bahwa dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi melibatkan analisis dan sintesis (C4), mengevaluasi (C5), dan mengkreasi (C6). Untuk menguji keterampilan berpikir peserta didik, soal-soal untuk menilai hasil belajar dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik menjawab soal melalui proses berpikir yang sesuai dengan kata kerja operasional dalam taksonomi Bloom, baik pada soal pengetahuan, sikap maupun keterampilan. Di dalam pembelajaran dinyatakan bahwa kemampuan peserta didik bukan hanya untuk menguasai sekumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan, berarti peserta didik harus selalu diajak untuk belajar dengan menggunakan proses berpikir untuk menemukan konsep-konsep tersebut. Kenyataan di lapangan, soal-soal cenderung lebih banyak menguji aspek ingatan. Banyak buku yang menyajikan materi dengan mengajak peserta didik belajar aktif, sajian konsep sangat sistematis, tetapi sering diakhiri soal evaluasi yang kurang melatih keterampilan berpikir tingkat

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 tinggi peserta didik. Melatih peserta didik untuk terampil ini dapat dilakukan guru dengan cara melatihkan soal-soal yang sifatnya mengajak peserta didik berpikir dalam level analisis, evaluasi dan mengkreasi. D. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar 1. Kompetensi Inti Kompetensi inti adalah tingkat kemampuan untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki oleh peserta didik pada setiap tingkat kelas atau program. Kompetensi inti merupakan terjemahan atau operasionalisasi sari standar kompetensi lulusan dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki peserta didik. Herman & Yustiana (2014: 28) menyatakan empat kompetensi inti sebagai berikut : Kompetensi inti 1 yaitu aspek sikap spiritual atau keagamaan. Kompetensi inti 2 yaitu aspek sikap sosial. Kompetensi inti 3 yaitu aspek pengetahuan. Kompetensi inti 4 yaitu aspek keterampilan atau penerapan pengetahuan. 2. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar adalah kemampuan untuk mencapai kompetensi inti yang harus diperoleh oleh peserta didik melalui pembelajaran.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 Tabel 2.1 Kompetensi Dasar SMK Kelas X Akuntansi Mata pelajaran : Akuntansi Dasar Alokasi Waktu: 180 Jam 3.1 Memahami KOMPETENSI DASAR 4.1 Mengelompokkan pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi sesuai perannya 3.2 Memahami 4.2 Mengelompokkan profesi akuntansi KOMPETENSI DASAR pengertian, tujuan, peran akuntansi dan pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi jenis-jenis profesi akuntansi (bidang-bidang spesialisasi akuntansi, pentingnya etika profesi) 3.3 Memahami jenis dan bentuk badan usaha 3.4 Memahami asumsi, prinsip-prinsip dan konsep dasar akutansi. 3.5 Memahami tahapan siklus akuntansi 3.6 Menerapkan persamaan dasar akuntansi 3.7 Memahami transaksi bisnis perusahaan baik perusahaan jasa, dagang dan manufacture 3.8 Menerapkan buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal 3.9 Menerapkan posting 3.10 Menganalisis transaksi jurnal penyesuaian 3.11 Menganalisis perkiraan untuk menyusun laporan keuangan (bidang-bidang spesialisasi akuntansi, pentingnya etika profesi) 4.3 Mengelompokkan jenis dan bentuk badan usaha 4.4 Mengelompokkan asumsi, prinsipprinsip dan konsep dasar akutansi. 4.5 Mengelompokkan tahapan siklus akuntansi 4.6 Membuat persamaan dasar akuntansi 4.7 Mengelompokkan transaksi bisnis perusahaan baik perusahaan jasa, dagang dan manufacture 4.8 Melakukan pencatatan buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal 4.9 Melakukan posting 4.10 Membuat jurnal penyesuaian 4.11 Menyusun laporan keuangan

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 E. Taksonomi Bloom 1. Pengertian Taksonomi Bloom Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali dirancang oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi ke dalam tiga ranah dan setiap ranah dibagi kembali ke dalam pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya. Tiga ranah tujuan pendidikan tersebut, yaitu: a. Ranah kognitif, yang berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek intelektual, seperti pengetahuan, pengertian, dan keterampilan berpikir. b. Ranah afektif, berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek perasaan dan emosi, seperti minat, sikap, apresiasi, dan cara penyesuaian diri. c. Ranah psikomotor, berisi perilaku-perilaku yang menekankan aspek keterampilan motorik seperti tulisan tangan, mengetik, berenang, dan mengoperasikan mesin. Dari paparan di atas, Taksonomi Bloom merupakan taksonomi yang dibuat untuk tujuan pendidikan yang dibagi menjadi ke dalam tiga ranah yaitu ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotor.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 2. Taksonomi Bloom sebelum Revisi Taksonomi bloom dibagi menjadi enam aspek yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, evaluasi (Anderson & Krathwohl, 2010: 206). a. Pengetahuan (C1) Pengetahuan dalam aspek ini melibatkan proses mengingat, menghafal, dan menyebut informasi-informasi yang telah peserta didik peroleh secara tepat sesuai dengan apa yang telah mereka peroleh sebelumnya. b. Pemahaman (C2) Pemahaman dalam aspek ini melibatkan proses menerangkan, menjelaskan, dan merangkum informasi yang telah peserta didik peroleh. c. Penerapan (C3) Aspek penerapan ini dapat melibatkan proses menghitung, membuktikan, dan melengkapi. Pada aspek ini diharapkan peserta didik memiliki kemampuan untuk menerapkan rumus, metode, maupun prosedur dalam berbagai situasi. d. Analisis (C4) Aspek analisis yaitu memilah, membedakan, membagi. Diharapkan peserta didik mampu memecahkan suatu peristiwa menjadi elemen-elemen penyusunnya sehingga ide-ide yang baru menjadi jelas.

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 e. Sintesis (C5) Aspek sintesis yaitu merangkai, merancang, mengatur. Peserta didik diharapkan mampu merangkai bagian-bagian agar membentuk suatu kesatuan. f. Evaluasi (C6) Pemahan dalam aspek ini peserta didik diharapkan mampu membuat penilaian berkenaan dengan nilai sebuah ide, kreasi, cara, atau metode. 3. Taksonomi Bloom sesudah Revisi Taksonomi Bloom setelah dilakukan revisi oleh Aderson dan Kratwohl (2010), terdapat perbedaan yang tidak banyak pada ranah kognitif. Revisi tersebut meliputi: a. Perubahan kata kunci dari kata benda menjadi kata kerja untuk setiap level taksonomi. b. Perubahan hampir terjadi pada semua level hierarkhis, namun urutan level masih sama yaitu dari urutan terendah hingga tertinggi. Perubahan-perubahan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Dimensi proses kognitif 1) Mengingat (C1) Kategori mengingat adalah mengambil pengetahuan yang dibutuhkan dari memori jangka panjang seorang peserta didik. Dua proses kognitif yang berkaitan dengan kategori ini adalah

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 menyadari dan mengingat kembali. Jenis pengetahuan yang relevan dengan kategori ini adalah pengetahuan faktual, pengetahuan konseptual, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan metakognitif, serta kombinasi-kombinasi yang mungkin dari beberapa pengetahuan ini. 2) Memahami (C2) Kategori memahami dapat membangun makna dari pesan- pesan instruksional, termasuk lisan, tulisan, dan grafik komunikasi. 3) Mengaplikasikan (C3) Kategori mengaplikasikan ini sangat erat kaitannya dengan pengetahuan prosedural. Suatu masalah merupakan jenis tugas yang penyelesaiannya belum diketahui peserta didik, sehingga mereka harus menemukan prosedur yang tepat untuk memecahkan permasalahan tersebut. 4) Menganalisis (C4) Yang termasuk dalam kategori menganalisis adalah proses mengurai suatu materi menjadi bagian-bagian penyusunnya dan menentukan hubungan antara bagian-bagian tersebut dan hubungan antara bagian-bagian tersebut dengan materi tersebut secara keseluruhan. Kategori proses menganalisis ini mencakup proses-proses menghubungkan. membedakan, mengorganisasi, dan

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 5) Mengevaluasi (C5) Kategori mengevaluasi mencakup sejumlah proses kognitif, yaitu memeriksa, dan mengkritik. Proses memeriksa merupakan proses membuat penilaian terhadap suatu kriteria internal, sementara proses mengkritik merupakan proses membuat penilaian yang didasarkan pada kriteria-kriteria eksternal. 6) Mencipta (C6) Tujuan pengajaran yang termasuk kedalam kategori mencipta ini adalah mengajarkan pada para peserta didik agar mampu membuat suatu produk baru dengan mengorganisasi sejumlah elemen atau bagian jadi suatu pola atau struktur yang belum pernah ada atau tidak pernah diprediksi sebelumnya. b. Dimensi pengetahuan 1) Pengetahuan faktual Pengetahuan faktual adalah pengetahuan tentang elemenelemen dasar yang harus diketahui peserta didik untuk mempelajari satu disiplin ilmu atau untuk menyelesaikan masalah–masalah dalam disiplin ilmu tersebut. 2) Pengetahuan konseptual Pengetahuan konseptual mencakup pengetahuan tentang kategori, klasifikasi, prinsip dan generalisasi serta pengetahuan tentang teori, model, dan struktur.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 3) Pengetahuan prosedural Pengetahuan ini mencakup tentang keterampilan, algoritma, teknik, dan metode, yang semuanya di sebut sebagai prosedur. Pengetahuan prosedural merupakan pengetahuan tentang urutan kaidah-kaidah, prosedur-prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan soal-soal matematika. 4) Pengetahuan metakognisi Pengetahuan metakognisi merupakan kesadaran seseorang tentang proses kognitifnya dan kemandiriannya untuk mencapai tujuan tertentu. F. Reliabilitas dan Validitas 1. Reliabilitas Kata reliabilitas dalam bahasa Indonesia diambil dari kata realiability dalam bahasa Inggris, yang berasal dari kata reliable artinya dapat dipercaya. Nana (1992: 16) menyatakan bahwa reliabilitas adalah suatu konsistensi sebuah tes untuk mengukur atau mengamati sesuatu yang menjadi objek ukur. Menurut Widoyoko (2014: 144) menyatakan bahwa instrumen tes dikatakan dapat dipercaya jika memberikan yang tetap atau ajek (konsisten) apabila diteskan berkali-kali. Sebuah instrumen tes yang valid pada umumnya sudah reliabel, namun instrumen yang reliabel belum tentu valid. Dalam kaitannya dengan dunia pendidikan, tes hasil belajar peserta didik dikatakan reliabel jika hasil pengukurannya menunjukkan

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 kesamaan hasil pada saat berlaianan waktunya terhadap peserta didik yang sama. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam pembuatan alat ukur dalam dunia pendidikan harus dilakukan secermat mungkin dan disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang telah ditentukan oleh ahli-ahli pengukuran di bidang pendidikan. Untuk melihat reliabilitas suatu alat ukur, yang berupa suatu indeks reliabilitas, dapat dilakukan penelaahan secara statistik. Nilai ini biasa dinamakan dengan koefisien reliabilitas. 2. Validitas Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan suatu instrumen. Menurut Kusaeri dan Suprananto (2012: 75) menjelaskan validitas mengacu pada ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Bentuk-bentuk validitas menurut Herman dan Yustiana (2014: 284) meliputi validitas isi (content validity), validitas kriteria (criteria validity), dan validitas konstruk (construct validity). Menurut Nana (1992: 13), validitas isi berkenaan dengan kesanggupan alat penilaian dalam mengukur isi dan mengungkapkan isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur. Sementara itu Azwar (1987) menjelaskan bahwa validitas isi berkaitan dengan ketepatan isi suatu instrumen dengan materi yang hendak diungkap dan tujuan dari penilaian.Validitas kriteria dibedakan menjadi dua, yaitu validitas konkuren dan validitas prediktif. Herman dan Yustiana (2014) mengatakan bahwa validitas

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 konkuren merupakan validitas yang memperhatikan hubungan antara skor dari tes dengan skor tes lainnya yang pengukurannya dilakukan secara bersamaan, sedangkan validitas prediksi merupakan hubungan skor dari tes di masa sekarang dengan skor tes yang terjadi di masa mendatang. Statistik yang digunakan dalam pendekatan validitas kriteria ini adalah statistik korelasi antara distribusi skor tes sebagai prediktor. Validitas konstruk merujuk pada kesesuaian antara hasil alat ukur dengan kemampuan yang ingin diukur. Menurut Herman dan Yustiana (2014), validitas konstruk adalah validitas yang mempermasalahkan seberapa jauh butir-butir tes mampu mengukur apa yang benar-benar hendak diukur sesuai dengan konsep khusus yang ditetapkan. Untuk menentukan validitas konstruk suatu instrumen harus dilakukan proses penelaahan teoritis dari suatu konsep dari variabel yang hendak diukur. Berdasarkan uraian di atas, suatu konsekuensi praktis mengenai hasil pengukuran pada kondisi tertentu, dan konskuensi inilah yang akan dibuktikan secara empiris. Apabila hasilnya sesuai dengan harapan maka instrumen itu dianggap memiliki validitas konstruk yang baik. Untuk tes hasil belajar, yang utama adalah validitas isi, yakni butir-butir soal yang ditanyakan kepada peserta didik sesuai dan mewakili kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari sejauh mana butir-butir soal itu sesuai dengan indikator yang merupakan penjabaran dari kompetensi dasar.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28 G. CTT (Classical Test Theory) Pendekatan CTT adalah metode pertama yang dikembangkan untuk pengukuran. Teori-teori CTT mendominasi pengembangan rumus reliabilitas dan validitas yang dikenal dewasa ini (Suryabrata, 2005). Model dari pendekatan teori tes klasik ini disebut juga sebagai model skor murni (true score model). Menurut Allen & Yen (dalam Retnawati, 2016: 113) teori tes klasik disebut juga teori skor murni klasik didasarkan pada suatu model aditif, yakni skor amatan adalah jumlah dari skor yang sebenarnya dan skor kesalahan pengukuran. Pendekatan CTT ini juga telah berkontribusi dalam pengembangan pengukuran psikometri dan pendekatan ini dianggap sebagai model yang sederhana dan kuat. Dalam pengukuran tentunya akan terjadi kesalahan pengukuran. Kesalahan pengukuran yang dimaksudkan dalam teori ini merupakan kesalahan yang tidak sistematis atau acak. Kesalahan ini merupakan penyimpangan secara teoritis dari skor amatan yang diperoleh dengan skor amatan yang diharapkan. Kesalahan pengukuran yang sistematis dianggap bukan merupakan kesalahan pengukuran. Asumsi-asumsi CTT pada dasarnya merupakan hubungan matematis antara skor tampak yang disimbolkan dengan huruf X, skor murni yang dilambangkan dengan huruf T, dan eror pengukuran yang diberi simbol huruf E. Skor tampak merupakan nilai performansi subjek yang diungkap melalui pengukuran yang dinyatakan dalam bentuk angka yang merupakan nilai total dari jawaban subjek terhadap aitem atau

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 pernyataan dalam tes tersebut. Skor murni menjelaskan bahwa performansi subjek sesungguhnya yang tidak mungkin dapat diungkap secara langsung oleh tes. Selain itu ada beberapa asumsi yaitu skor kesalahan pengukuran tidak berinteraksi dengan skor sebenarnya, merupakan asumsi yang pertama. Asumsi yang kedua adalah skor kesalahan tidak berkorelasi dengan skor sebenarnya dan skor-skor kesalahan pada tes-tes yang lain untuk peserta tes yang sama. Ketiga, rata-rata dari skor kesalahan ini sama dengan nol. Asumsi-asumsi pada teori tes klasik ini dijadikan dasar untuk mengembangkan formula-formula dalam menentukan validitas dan reliabilitas tes. Berdasarkan deskripsi di atas, pendekatan CTT adalah metode pertama yang dikembangkan untuk pengukuran. Dalam pengukuran tentunya akan terjadi kesalahan dalam mengukur. Oleh karena itu, peneliti mempertimbangkan menggunakan pendekatan CTT dalam proses analisis yang akan dilakukan pada penelitian ini. H. IRT (Item Response Theory) Teori tes modern sering juga disebut Latent Trait Theory yaitu performance subjek dalam suatu tes yang dapat diprediksi dari kemampuannya yang bersifat laten. Atau lebih dikenal dengan Item Response Theory (IRT) yaitu respon subjek terhadap item yang menunjukkan kognitifnya. Kelebihan kinerja subjek dapat dilihat dengan

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 Item Characteristic Curve (ICC). Artinya semakin baik performance subjek akan semakin banyak respon (jawaban pada item tes) yang benar. 1. Asumsi Teori Respon Butir Hambleton 1991: 9 (dalam Suryabrata, 2005: 28) menyatakan bahwa teori respon butir memiliki beberapa asumsi-asumsi, yaitu unidimensionalitas, independensi lokal, dan fungsi karakteristik butir menyatakan hubungan yang sebenarnya antara variabel yang tak terobservasi (yaitu kemampuan) dengan variabel terobservasi (yaitu respon butir). a. Asumsi unidimensionalitas Asumsi ini merujuk pada satu kemampuan yang diukur oleh sekumpulan butir-butir soal dalam suatu tes. Idealnya, setiap butir tes yang dibuat hanya mengukur salah satu dari kemampuan peserta tes, bukan mengukur dua atau lebih kemampuan peserta tes. Jika suatu butir mengukur hal yang bersifat multidimensi, maka skor pada butir tersebut merupakan kombinasi dari berbagai kemampuan subjek. Meskipun begitu pada praktiknya asumsi unidimensionalitas ini tidak dapat secara ketat diterapkan karena adanya faktor-faktor dominan yang mempengaruhi hasil suatu tes. Hal yang paling penting dalam asumsi ini adalah adanya satu komponen dominan yang mempengaruhi performasi subjek.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 b. Asumsi independesi lokal Asumsi ini merujuk apabila kemampuan-kemampuan yang mempengaruhi performansi tes dijadikan konstan, maka respons subjek terhadap butir manapun akan independen secara statistik. Dengan kata lain, independensi lokal terhadap butir dapat diartikan bahwa respon subjek pada butir satu tidak berpengaruh terhadap respon pada butir lain atau secara sederhana dapat dikatakan bahwa asumsi indepensi lokal akan terpenuhi apabila jawaban peserta terhadap suatu butir soal tidak bergantung pada jawaban peserta terhadap butir soal yang lain. 2. Model Teori Respon Butir Model teori respon butir dapat dikategorikan berdasarkan jumlah respon yang diskor, yaitu dikotomi dan politomi. Pada model dikotomi, respon item diskor ke dalam dua kelompok yang menunjukkan sukses (1) atau gagal (2). Menurut Surapranata (dalam Sudaryono, 2013), indeks daya pembeda didefinisikan sebagai selisih antara proporsi jawaban benar pada kelompok atas dengan proporsi jawaban benar pada kelompok bawah. Pada model politomi, sebuah item memiliki lebih dari dua pilihan respon jawaban. Masing-masing respon tersebut memiliki nilai skor yang berbeda-beda pula. Menurut Naga (dalam Sudaryono, 2013), teori respon butir memiliki 4 model fungsi distribusi logistik, yaitu model logistik 1 parameter, model logistik 2 parameter, dan model logistik 3 parameter,

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 dan model logistik 4 parameter. Perbedaan tiga model ini terletak pada jumlah parameter yang digunakan. a. Model Logistik 1 Parameter Menurut Azwar (2015), Model 1PL ini disebut juga sebagai model Rasch. Pada penyusunan model 1PL ini, karakteristik butir yang dilibatkan hanya satu, yaitu parameter taraf kesukaran butir (bi). Parameter (bi) digambarkan dalam suatu kurva ICC sebagai titik dalam skala kemampuan yang memiliki probabilitas menjawab benar sebesar 0,5. Semakin tinggi taraf kesukaran butir, maka dibutuhkan abilitas yang lebih besar untuk mempertahankan probabilitas 0,5 dalam kurva. Oleh karena itu pada kurva ICC butir-butir yang sulit selalu berada di sebelah kanan butir yang mudah. b. Model Logistik 2 Parameter Model logistik 2 parameter memiliki dua elemen dalam bentuk matematikanya, yaitu parameter kesukaran item dan parameter daya beda. c. Model Logistik 3 Parameter Model logistik 3 parameter ditujukan pada item pilihan berganda karena adanya tambahan parameter peluang tebakan.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 d. Model Logistik 4 Parameter Model logistik 4 parameter untuk menganalisis data yang menitikberatkan pada parameter kesukaran item, parameter daya beda item, parameter peluang tebakan, dan penyebab lain. Pada penelitian ini, model yang dipilih adalah model logistik 1 parameter untuk melihat parameter kesulitan item pada subtes RA dengan alasan lebih praktis dan lebih mudah untuk dilakukan oleh peneliti. Metode estimasi yang akan digunakan adalah metode kemungkinan maksimum marginal. Metode ini disarankan karena membantu mengurangi pengaruh panjang tes maupun sampel dengan asumsi bahwa distribusi kemampuan adalah normal. 3. Parameter Teori Respon Butir Menurut Naga (dalam Sudaryono, 2013), pada teori respon butir terdapat tiga unsur parameter yaitu paramater item, parameter peserta dan parameter respon. Ketiga unsur ini berhubungan sehingga menghasilkan fungsi atau Kurva Karakteristik Item. Hal ini tampak dari respon peserta terhadap item yang berhubungan dengan atau dapat ditentukan oleh ciri item atau ciri peserta yang bersangkutan. Dalam hubungan ini, ciri peserta dinyatakan melalui parameter peserta (Ө), ciri item dinyatakan melalui tiga parameter item a, b, dan c, serta ciri respon dinyatakan dalam bentuk probabilitas jawaban benar (P(Ө)). Parameter peserta (Ө) hanya bisa diukur melalui respon subjek terhadap suatu item yang membentuk suatu kontinum. Secara teoritis,

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 nilai baku untuk parameter peserta membentang dari minus tak terhingga sampai positif tidak terhingga. Namun secara praktis, nilai baku yang dianggap berguna hanya terletak antara -4 sampai +4. Parameter item a adalah parameter item yang berkaitan dengan daya beda yaitu kemampuan item untuk mempertegas perbedaan subjek yang mampu menjawab dengan benar dan yang tidak. Nilai parameter item a bergerak daru 0 sampai dengan +2. Kemudian, parameter item b adalah parameter item yang berkaitan dengan kesulitan item yaitu sulit atau mudahnya item tersebut untuk dijawab oleh subjek. Nilai parameter item b bergerak dari -2 sampai +2. Lalu, parameter item c adalah parameter yang berkaitan dengan peluang tebakan semu subjek yakni peluang yang dapat menyebabkan subjek secara kebetulan menjawab item tersebut dengan benar. Nilai responsi atau jawaban benar dari subjek terhadap item tersebut terletak di antara 0 dan 1. 4. Fungsi Informasi Item dan Tes Menurut Hambleton dan Swaminathan, 1985: 94 (dalam Retnawati, 2014), fungsi informasi item merupakan suatu metode untuk menjelaskan kekuatan suatu item pada perangkat tes, pemilihan butir tes, dan pembandingan beberapa perangkat tes. Fungsi informasi item menyatakan kekuatan atau sumbangan item tes dalam mengungkap latent trait yang diukur dengan tes tersebut. Dengan fungsi informasi item yang mana yang cocok dengan model sehingga

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 membantu dalam seleksi item tes. Fungsi informasi tes merupakan jumlah dari fungsi informasi item penyusunan tes tersebut. Berhubungan dengan hal ini, fungsi informasi perangkat tes akan tinggi jika item tes mempunyai fungsi informasi yang tinggi pula. I. Program QUEST Menurut Subali (2010: 28), analisis item menggunakan program QUEST memberikan informasi hasil analisis item menurut teori tes klasik (classical test theory atau CTT) dan menurut teori tes modern atau teori respons item (item response theory atau IRT). IRT hasil program QUEST mengacu kepada model logistic satu parameter (1-parameter logistic) atau disingkat model 1-PL. Dalam hal ini parameter yang dimaksud adalah tingkat kesulitan item. Model ini dikenal dengan model rasch untuk data dengan skala dikotomus (kategori-1 bila memiliki skor 0 dan kategori-2 bila memiliki skor 1). Untuk data dengan skala politomus (lebih dari dua kategori (misalnya kategori-1bila memiliki skor 0, kategori-2 bila memiliki skor 1, kategori-3 bila memiliki skor 2, dan dapat ditambah kategori selanjutnya sesuai dengan penambahan skor yang dimiliki). Program QUEST dapat menganalisis data skala politomus sampai 10 kategori (kategori terendah yakni kategori-1 yakni berskor 0 karena salah atau melewatinya, dan kategori tertinggi adalah kategori-10 yakni kategori berskor 9 karena tidak mengerjakan akibat kehabisan waktu. Analisis item menggunakan IRT ada yang melakukan kalibrasi berdasarkan satu parameter yakni hanya didasaran pada tingkat kesulitan

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 (diberi simbol β atau b) sehingga disebut model satu paramemeter logistik atau model 1-PL atau disebut Model Rasch (Rasch Model). Dari penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan pada analisis butir soal kognitif dengan program QUEST menggunakan model Rasch, data yang dimasukan berupa data dikotomi pada soal pilihan ganda. Untuk instrumen yang jawabannya dikotomi dapat dinyatakan dengan huruf mulai dari A sampai dengan I atau dengan angka dari 0 sampai dengan 9. J. Pengelolaan Buku Jurnal 1. Persiapan Pengelolaan Buku Jurnal a. Peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal Dalam pengertian akuntansi jurnal adalah catatan transaksi keuangan yang pertama dibuat bersumber dari bukti transaksi. Pencatatan transaksi dalam buku jurnal merupakan kegiatan pertama dalam rangkaian kegiatan akuntansi. Pada perusahaan yang menyelenggarakan akuntansi secara manual, pelatan dan bahan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal antara lain terdiri atas: a. Bukti transaksi yang telah dinyatakan absah b. Buku jurnal baik buku jurnal umum maupun buku jurnal khusus c. Alat tulis kantor seperti kertas, pinsil, bolpoin, penghapusan dan penggaris d. Alat hitung baik manual atau elektronik

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 e. Formulir laporan b. Identifikasi data transaksi Mencatat bukti transaksi dalam buku jurnal ialah mencatat data transaksi yang Mengidentifikasi tercantum (penentuan) data dalam bukti transaksi lebih transaksi. kepada penentuan jenis transaksi dan kelengkapan data yang terkait sehubungan dengan kepentingan akuntansi, sehingga dapat dicatat dalam buku jurnal yang tepat dan buku yang terkait lainnya. Sebagai contoh, faktur yang dibuat dan dikeluarkan oleh perusahaan sendiri. Transaksi yang terjadi ialah transaksi penjualan yang harus dicatat dalam buku jurnal penjualan dan buku pembantu piutang. Sementara data yang harus ada untuk kepentingan akuntansi terdiri atas: 1) Nama debitor kepada siapa barang dijual 2) Jenis, type barang yang dijual 3) Kuantum (banyaknya) satuan barang yang dijual 4) Harga satuan barang yang dijual 5) Jumlah rupiah harga barang, PPN dan jumlah rupiah terhutang. 2. Pencatatan Transaksi a. Mekanisme debit kredit dan saldo normal akun Mekanisme debet kredit merupakan salah satu konsep penting dalam mempelajari akuntansi. Mekanisme debet kredit adalah pedoman bagi akuntan dalam melakukan kegiatan pencatatan dan

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 pengolahan data-data keuangan perusahaan yang telah disepakati secara umum dan aturan ini berlaku secara universal. Mekanisme debet kredit dapat digambarkan sebagai berikut. Gambar 2.1 Mekanisme Debet Kredit Dari gambar di atas, dapat disimpulkan saldo normal akun sebagai berikut. Tabel 2.2 Saldo Normal Kelompok Akun Kelompok Akun Aset Liabilitas Ekuitas Pendapatan Beban Bertambah Debet Kredit Kredit Kredit Debet Berkurang Kredit Debet Debet - Saldo Normal Debet Kredit Kredit Kredit Debet

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 1) Saldo normal asset Saldo norma aset pada umumnya adalah di sisi debet, artinya nilai sisa atau saldo akun aset ada di sisi debet. Hal ini berarti pula jika akun aset bertambah akan dicatat di sisi debet. Meskipun begitu, ada beberapa akun aset yang memiliki saldo normal di kredit, seperti akumulasi penyusutan aset tetap dan amortisasi aset tetap tidak berwujud. Akun yang demikian disebut akun lawan (contra account). Tabel 2.3 Saldo Normal Akun Aset Nama Akun Bertambah Berkurang Kas Piutang Usaha Perlengkapan Sewa dibayar di muka Investasi Peralatan Akumulasi penyusutan peralatan Gedung Akumulasi penyusutan gedung Good will Amortisasi good will Debet Debet Debet Kredit Kredit Kredit Saldo Normal Debet Debet Debet Debet Kredit Debet Debet Debet Kredit Kredit Debet Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit 2) Saldo normal liabilitas Saldo normal liabilitas adalah di sisi kredit, artinya saldo akhir setiap akun liabilitas adalah di sisi kredit. Hal ini berarti pula jika akun liabilitas bertambah akan dicatat di sisi kredit.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 Tabel 2.4 Saldo Normal Akun Liabilitas Nama Akun Bertambah Berkurang Utang usaha Utang wesel Utang dagang Sewa diterima di muka Gaji yang masih harus dibayar Utang bank Utang hipotek Kredit Kredit Kredit Kredit Debet Debet Debet Debet Saldo Normal Kredit Kredit Kredit Kredit Kredit Debet Kredit Kredit Kredit Debet Debet Kredit Kredit 3) Saldo normal ekuitas Saldo normal kelompok akun ekuitas adalah di sisi kredit, berarti nilai sisa atau saldo akun-akun ekuitas ada di sisi kredit. Namun terdapat akun lawan dari ekuitas, yaitu pengambilan pribadi pemilik (prive) dan laba yang dibagikan (dividen) yang bersaldo normal kredit. Tabel 2.5 Saldo Normal Akun Ekuitas Nama Akun Modal Luthfi Modal Djuandi Modal sahan Laba ditahan Pengambilan pribadi/prive Dividen Bertambah Kredit Kredit Kredit Kredit Berkurang Debet Debet Debet Debet Saldo Normal Kredit Kredit Kredit Kredit Debet Kredit Debet Debet Kredit Debet 4) Saldo normal pendapatan Pendapatan termasuk kelompok akun nominal yang sifatnya menambah ekuitas. Saldo normal pendapatan sama dengan saldo normal ekuitas, yaitu di sisi kredit. Pada saat tertentu jika ditentukan saldonya, maka saldo pendapatan yang benar adalah

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 di sisi kredit. Hal ini berarti jika pendapatan bertambah akan dicatat di sisi kredit. Tabel 2.6 Saldo Normal Akun Pendapatan Nama Akun Bertambah Berkurang Pendapatan salon Pendapatan bengkel Pendapatan bunga Pendapatan komisi Penjualan Pendapatan lain-lain Kredit Kredit Kredit Kredit Kredit Kredit - Saldo Normal Kredit Kredit Kredit Kredit Kredit Kredit 5) Saldo normal beban Beban termasuk kelompok akun nominal yang bersifat mengurangi ekuitas. Dengan demikian, saldo normal beban berlawanan dengan saldo normal pendapatan, yaitu di sisi debet. Jika beban bertambah akan dicatat di sisi debet. Dalam keadaan normal beban tidak pernah berkurang dalam setiap periodenya. Tabel 2.7 Saldo Normal Beban Nama Akun Bertambah Berkurang Beban gaji Beban bunga Beban listrik, air, dan telepon Beban perlengkapan Beban sewa Beban lain-lain Debet Debet - Saldo Normal Debet Debet Debet - Debet Debet - Debet Debet Debet - Debet Debet

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 b. Kode akun 1) Pengertian kode akun Kode akun adalah tanda yang menggunakan angka atau huruf untuk mempermudah identifikasi atau membedakan akun dengan klasifikasi tertentu. Kode akun berfungsi untuk: a) Memudahkan dalam mengelompokkan akun di buku besar b) Memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan c) Menghindari kekeliruan dalam pencatatan ke dalam buku besar (posting ke buku besar) d) Memudahkan dalam menyusun laporan keuangan Agar kode akun dapat memenuhi fungsi tersebut, maka harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut. a) Mudah diingat b) Sederhana dan singkat c) Konsisten d) Memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada 2) Sistem pemberian kode akun Terdapat beberapa sistem pemberian kode akun, yaitu menggunakan huruf, angka, atau kombinasi huruf dan

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 43 angka. Contoh kode akun dengan menggunakan huruf sebagai berikut. Tabel 2.8 Kode Akun Huruf Kode HLK HLP HTP KLU KPU EkM Nama Akun Kas Piutang Peralatan Utang usaha Utang bank Modal Ali Contoh kode akun huruf dan angka sebagai berikut. Tabel 2.9 Kode Akun Huruf dan Angka Kode HL01 HL02 HT01 KL01 KP01 Ek01 Nama Akun Kas Piutang Peralatan Utang usaha Utang bank Modal Ali Kode akun yang banyak digunakan adalah kode angka. Berikut ini ada macam-macam kode akun yang menggunakan angka : a) Kode Angka Berurutan (Sequence Number Code) Kode angka berurutan adalah pengkodean dengan cara mengurutkan akun yang akan digunakan dalam sistem akuntansi, dari kode terkecil sampai dengan kode terbesar, sebanyak jumlah akun yang digunakan. Contoh kode akun angka berurutan adalah sebagai berikut.

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 Tabel 2.10 Kode Akun Angka Berurutan Kode 1 2 3 4 5 6 Dst Nama Akun Kas Piutang Peralatan Utang usaha Utang bank Modal Ali Dst b) Kode Blok (Block Code) Pemberian kode akun dengan kode blok dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan blok akun baru kemudian ditetapkan kode akunnya. Contoh blok kode: Tabel 2.11 Kode Akun Blok Blok Kode 100-199 200-229 230-249 250-279 280-289 290-299 300-… Kelompok Akun Aset Lancar Aset Tetap Investasi Liabilitas Ekuitas Pendapatan Beban Contoh kode akun dengan kode blok adalah sebagai berikut.

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 Tabel 2.12 Contoh Kode Akun Blok Kode 100 101 200 250 251 280 Dst Nama Akun Kas Piutang Peralatan Utang usaha Utang bank Modal Adi Dst c) Kode Kelompok (Group Code) Kode akun dengan sistem kode kelompok merupakan kode akun yang paling banyak digunakan, di mana kode akun disusun berdasarkan kelompok akun seperti contoh sebagai berikut : Tabel 2.13 Kode Akun Kelompok Kode Kelompok 1 2 3 4 5 Kelompok Akun Aset Liabilitas Ekuitas Pendapatan Beban Setiap kelompok dibagi lagi menjadi beberapa golongan dan kode kelompok selalu diletakkan pada awal diikuti kode golongan kemudian diikuti dengan nomor urut akun. Untuk beberapa kelompok akun, ada juga yang memisahkan antara golongan dengan subgolongan.

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 Tabel 2.14 Kode Golongan Akun Kode Kelompok 1 Kode Golongan Kode Sub Golongan Urutan Akun Kode Akun Nama Akun Aset Aset Lancar Kas dan Bank Kas Kas 1 0 1 1101 Atau Tabel 2.15 Kode Sub Golongan Akun Kode Kelompok 1 Kode Golongan Urutan Akun Kode Akun 1 01 1101 Nama Akun Aset Aset Lancar Kas dan Bank Kas Kas c. Jurnal 1) Arti dan fungsi jurnal Kegiatan pertama pada tahap pencatatan akuntansi adalah menjurnal, yaitu mencatat transaksi perusahaan setelah terlebih dahulu dianalisis. Jadi, sebelum menjurnal terlebih dahulu harus mampu menganalisis transaksi dan memahami mekanisme debit dan kredit. Jurnal disebut sebagai buku catatan asli (the book of original entry). Jurnal merupakan catatan pendahuluan dari transaksitransaksi perusahaan setelah terlebih dahulu dianalisis.

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 Sebagai bagian dari kegiatan akuntansi jurnal memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai berikut : a) Fungsi mencatat (recording) Jurnal merupakan tempat mencatat transaksi-transaksi perusahaan yang terjadi dalam satu periode tertantu. b) Fungsi Historis (history) Jurnal mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi. c) Fungsi informasi (information) Jurnal memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan. Dengan membaca ayatayat jurnal pembaca akan mengetahui dengan jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan. Untuk itulah dalam menyusun jurnal, setiap ayat jurnal harus diberi keterangan. d) Fungsi analisis (analysis) Jurnal berfungsi sebagai sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat disisi debit dan sisi kredit. e) Fungsi intruksi (instruction) Jurnal menginstruksikan agar ayat-ayat jurnal dipindahbukukan ke dalam akun-akun yang bersesuaian. Kode akun akun yang bersesuaian disimpan pada kolom referensi (Ref/PR). Bila pada kolom referensi telah ditulis

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 kode akun, artinya ayat-ayat juranl tersebut telah di posting ke buku besar. 2) Bentuk jurnal Jurnal dapat dibedakan menjadi jurnal umum (general journal) dan jurnal khusus (special journal). Perusahaan jasa biasanya hanya menggunakan jurnal umum. Bentuk jurnal umum adalh sebagai berikut : Tabel 2.16 Jurnal Umum Hal … (16) Tanggal (1) Keterangan (2) Ref (3) Debit (4) Kredit (5) 3) Menyusun jurnal Menyusun jurnal atau menjurnal (journalizing) adalah melakukan kegiatan pencatatan transaksi perusahaan setelah dianalisis terlebih dahulu. Dua kompetensi yang harus kira miliki dalam menjurnal adalah memahami mekanisme debit kredit dan analisis transaksi. Analaisis transaksi yang kita lakukan adalah : a) Akun apa yang dipengaruhi oleh sebuah transaksi. b) Pengaruh transaksi apakah menyebabkan penambahan atau pengurangan. K. Langkah-Langkah Pengembangan Tes Hasil Belajar

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Menurut memaparkan Suryabrata (2005: langkah-langkah 68), prosedur pengembangan tes pengembangan hasil belajar. Pengembangan instrumen penilaian menurut Suryabrata ada sepuluh langkah, yaitu: 1. Pengembangan Spesifikasi Tes Spesifikasi tes yang akan dibuat harus menyeluruh, lengkap dan spesifik menunjuk kepada karakteristik tes. Untuk tes hasil belajar, minimal harus spesifik mengenai hal-hal berikut (a) wilayah yang akan dikenai pengukuran, (b) subjek yang akan dites, (c) tujuan testing, (d) materi tes, (e) tipe soal yang akan digunakan, (f) jumlah soal untuk keseluruhan tes dan untuk masing-masing bagian, (g) taraf kesukaran soal dan distribusinya, (h) kisi-kisi tes, (i) cara perakitan, dan (j) rancangan penugasan pada peneliti soal. 2. Penulisan Soal Penulisan soal merupakan hal yang lazim dilakukan pada tes psikologis. Tes yang baik haruslah terdiri dari soal-soal yang disusun dengan baik. Menulis soal membutuhkan kemampuan-kemampuan khusus, yang harus dikembangkan sampai pada taraf yang memadai. Kemampuan-kemampuan khusus tersebut yaitu (1) penugasan akan mata pengetahuan yang dites, (2) kesadaran akan tata nilai, (4) kemampuan membahas gagasan, (5) penugasan akan teknik penulisan soal, dan (6) kesadaran akan kekuatan dan kelemahan dalam menulis

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 soal. Kemampuan menulis soal yang baik akan berkembang melalui pengalaman menulis soal. 3. Penelaah Soal Setelah penulisan soal selesai maka langkah selanjutnya adalah menguji kualitas soal tersebut. Pengujian secara teoritis ini disebut juga penelaahan soal. Untuk menelaah soal ini diperlukan beberapa keahlian, diantaranya: (a) keahlian dalam bidang studi yang diuji, (b) keahlian dalam bidang pengukuran, dan (c) keahlian dalam pembahasan gagasan. Penelaahan soal merupakan evaluasi terhadap soal-soal yang ditelaah oleh ahli. Evaluasi tersebut dilihat dari tiga bidang, yaitu (a) dari segi bidang studi yang diuji, b) dari segi format dan pertimbangan teknis penulisan soal, (c) dari segi penerjemahan gagasan ke dalam bahasa. Penelaahan ini menuntut penguasaan materi bidang studi dan kejelian melihat kesesuaian cakupan antara kumpulan soal dengan spesifikasi tes, dan kejelasan akan konsep dasar. 4. Perakitan Soal (untuk Tujuan Uji Coba) Setelah soal-soal ditelaah, selanjutnya soal-soal digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu (a) soal-soal yang dianggap baik, maka soal diterima. (b) soal-soal yang dianggap tidak baik, maka soal di tolak, dan (c) soal-soal yang kurang baik, setelah direvisi lalu dapat diterima. Soal-soal yang langsung diterima maupun dengan revisi, merupakan kumpulan soal yang perlu ditata dengan cara tertentu. Hasil perakitan soal ini adalah tes yang secara teori baik dan siap diuji-cobakan untuk

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 mengetahui apakah tes yang secara teori baik juga baik secara empiris atau tidak. 5. Uji Coba Tes Langkah berikut setelah perakitan soal yaitu pengumpulan data empiris yang dilakukan melalui uji coba ini sebagai dasar untuk memperbaiki soal dan memilih soal terbaik untuk disusun menjadi tes dalam bentuk akhir sesuai dengan tujuan pengembangan tes. 6. Analisis Butir Soal Untuk memberi gambaran yang lebih jelas, biasanya karakteristik soal itu dikuantifikasikan ke dalam indeks-indeks statistik. Ada beberapa teknis dan indeks yang digunakan, yaitu taraf kesukaran soal, daya pembeda soal (indeks diskriminasi), dan teknik analisis konfensional, yaitu sebagia berikut. a. Taraf kesukaran soal Taraf kesukaran soal yaitu banyaknya soal untuk masingmasing taraf kesukaran, berapa rata-rata taraf kesukaran yang diinginkan. Taraf kesukaran pada tes disusun berdasarkan tujuan tes. Misalnya, tes yang diujikan bertujuan untuk membedakan taraf kemampuan peserta didik dari yang rendah sampai yang tinggi. Oleh karena itu, sebaran taraf kesukaran soal yang disusun lebih luas, agar peserta didik yang pandai tertantang (karena ada soal yang sukar) dan peserta didik yang bodoh masih ada kesempatan untuk mengerjakan (karena ada soal yang mudah).

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 Indeks kesukaran soal yang paling banyak digunakan adalah taraf kesukaran p, yaitu proporsi banyaknya jawaban benar terhadap semua jawaban (biasanya dalam persen). Rumus indeks kesukaran soal yaitu sebagai berikut. P=B/T Keterangan: P = Indeks kesukaran soal B = banyaknya subjek yang menjawab benar T = banyaknya subjek yang mengerjakan soal Indeks kesukaran soal P ini terdapat banyak kelemahan, yaitu a) P sebenarnya ukuran kemudahan soal, semakin tinggi P maka soal semakin mudah begitu sebaliknya semakin rendah P maka soal semakin sukar, dan b) P tidak berhubungan secara linear dengan skala kesukaran soal, namun P sangat berguna untuk memperkirakan rata-rata skor tes, maka P harus dihitung. d. Daya pembeda soal Daya pembeda soal diukur dari kesesuaian soal dengan keseluruhan tes untuk mengukur kemampuan peserta didik. Teknik yang sering digunakan untuk mengukur daya pembeda yaitu korelasi antara skor pada soal tertentu, yang merupakan data continue benar dan salah, atau 1 dan 0. Rumus korelasi biserial yaitu sebagai berikut. rbis = atau x

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 x rbis = atau x rbis = Keterangan: Xb Xs St p y q = rata-rata skor kriteria subjek yang memilih jawaban benar = rata-rata skor kriteria subjek yang memilih jawaban salah = simpangan baku skor kriteria semua subjek = proporsi subjek yang menjawab benar terhadap semua subjek = ordinat dalam kurva normal yang membagi menjadi p dan –p = 1 – p. Bagian yang ensensial pada rumus diatas adalah perbedaan antara kedua rata-rata dalam perbandingan dengan simpangan baku. Semakin besar perbedaan kedua rata-rata maka semakin tinggi korelasi biserial, berarti semakin tinggi daya pembeda soal. 7. Seleksi dan Perakitan Soal Setelah statistik soal selesai dihitung maka tahap selanjutnya adalah seleksi soal, yaitu memilih soal-soal yang akan digunakan untuk tes pada tahap terakhir. Menurut model klasik pemilihan soal ini bisa menggunakan dua parameter, yaitu taraf kesukaran (p) dan indeks diskriminatif (rbis). Selain dua parameter tersebut bisa juga menggunakan prosedur yang lain, yaitu sebagai berikut. a. Penggunaan Kelompok 27% Teratas dan 27% Terbawah

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 Pengembangan tes menggunakan metode analisis soal yang didasarka pada sebagian dari subjek uji coba. Misalnya, kelompok atas (27% tertinggi) dan kelompok bawah (27% terendah) dan kelompok tengah atau sedang (46%) tidak dianalisis. Dalam metode 27% teratas dan 27% terbawah, dibuat perbandingan antara kelompok atas dan kelompok bawah dalam berbagai kemungkinan jawaban. b. Galat Baku Indeks Diskriminasi Indeks diskriminasi soal dipengaruhi oleh variasi sampel. Oleh karena itu, sangat penting pengembangan tes mengetahui besarnya fluktuasi agar dapat menentukan besarnya sampel yang diperlukan, agar diperoleh stabilitas sampel dalam kaitan dengan indeks diskriminasi itu. Rumus galat baku koefisien biserial yaitu sebagai berikut. SErbis Keterangan: SErbis = galat baku (standard error of measurement) rbis p = proporsijawaban benar terhadap semua jawaban y = ordinat yang memisahkan distribusi normal menjadi p dan 1 – p rbis = koefisien korelasi biserial N = besarnya sampel Interpretasi galat baku pengukuran koefisien korelasi biserial ini sama dengan interpretasi galat baku pada pengukuran

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 yang lain. Jadi, jika digunakan taraf alpha = 0,05, maka rbis adalah 95 dari setiap 100 kejadian. 8. Pencetakan Tes Setelah soal diseleksi berdasarkan hasil analisis butir soal kemudiaan disusun berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu, maka pengembangan tes secara substantive telah selesai. Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mencetak tes dengan cara yang baik dan menjamin kualitasnya. 9. Administrasi Tes Bentuk Akhir Setelah data hasil tes masuk, pengolahan data serta interpretasi hasil pengolahan itu juga perlu dibakukan. Kesulitan yang sering menginterpretasikan skor hasil tes adalah beragamnya skala yang digunakan untuk menyatakan hasil tes tersebut. Langkah pertama untuk menerjemahkan skor yaitu mendefinisikannya ke dalam skala tertentu, proses ini penskalaan. Langkah kedua yaitu penyediaan norma untuk acuan interpretasi. Proses ini disebut penormaan tes.

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 10. Penyusunan Skala dan Norma a. Penyusunan skala Dalam penyusunan skala terdapat beberapa metode, yaitu: 1) Skala skor mentah Skala skor mentah adalah skala yang tidak mempunyai makna intern dan tidak dapat diinterpretasikan tanpa bantuan data pendukung. 2) Skala persentase penguasaan Skor yang dilaporkan dalam skala persentase penguasaan ini merupakan pendapat absolut (tidak relatif), bahwa subjek menguasai sekian persen dari bahan belajar yang sedang dipersoalkan. 3) Skala jenjang presentil Skala jenjang persentil adalah salah satu skala yang sangat luas penggunaannya. Banyak hasil tes yang diselenggarakan dalam skala besar, dilaporkan dalam skala jenjang presentil ini. Skala jenjang persentil menunjukan berapa persen individu-individu dari kelompok tertentu yang mempunyai skor di bawah titik tengah setiap skor atau interval skor. 6) Skor baku Dalam menghitung simpangan baku bisa menggunakan rumus sebagai berikut.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 57 Sb = Sbz + Xb Keterangan: Sb = skor baku Sbz = simpangan baku ayng diinginkan Xb = rata-rata yang diinginkan b. Penyusunan norma Pedoaman umum dalam penyusunan norma yaitu sebagai berikut. 1) Karakteristik yang diukur oleh tes hendaknya memungkinkan penentuan urutan pengambilan tes dari rendah ke tinggi. 2) Tes yang digunakan harus mencerminkan definisi operasional karakteristik yang dipersoalkan. 3) Sebaran skor yang dihasilkan oleh tes, dari yang terendah sampai ke yang tinggi, hendaknya mengevaluasi karakteristik psikologis yang sama. 4) Kelompok yang digunakan sebagai dasar penyusunan statistik deskriptif harus sesuai dengan tesnya dan tujuan tes. 5) Data hendaknya tersedia untuk kelompok-kelompok yang relevan. Dari paparan di atas dapat diketahui bahwa terdapat 10 langkah pengembangan instrumen penilaian, yaitu pengembangan spesifikasi tes, penulisan soal, penelahaan soal, perakitan soal, uji coba tes, analisis butir soal, seleksi dan perakitan soal, pencetakan tes, administrasi tes bentuk akhir, penyusutan skala dan norma.

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 L. Penelitian yang Relevan Penelitian tentang pengembangan instrumen penilaian berbasis HOTS yang peneliti kembangkan sama halnya dengan penelitian terdahulu yang dapat menunjukkan bahwa penelitian ini masih relevan untuk dilaksanakan. 1. Edi Istiyono, dkk (2014) dengan judul “Pengembangan Tes Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika (PysTHOTS) Peserta Didik SMA”. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan instrumen kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika (PhysTHOTS) peserta didik SMA dan mendapatkan karakteristik PhysTHOTS. Kisi-kisi instrumen disusun berdasarkan aspek dan subaspek kemampuan berpikir tingkat tinggi, yang selanjutnya digunakan untuk menyusun item-item. Instrumen terdiri atas dua perangkat tes yang masing-masing memiliki 26 item termasuk delapan anchor item dan telah divalidasi oleh ahli pengukuran, ahli pendidikan fisika, ahli fisika, dan praktisi. Instrumen yang telah divalidasi diujicobakan pada 1.001 siswa dari sepuluh SMAN di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data politomus dianalisis menggunakan Partial Credit Model (PCM). Hasil uji coba menunjukkan bahwa semua item sebanyak 44 dan instrumen PhysTHOTS terbukti fit dengan PCM, reliabilitas instrumen sebesar 0,95, indeks kesukaran item mulai -0,86 sampai 1,06 yang berarti semua item dalam kategori baik. Dengan demikian, PhysTHOTS

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 memenuhi syarat digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika peserta didik SMA. 2. Mufida Nofiana, Sajidan dkk (2014), dengan judul penelitian “Pengembangan Instrumen Evaluasi Two-Tier Multiple Choice Question untuk Mengukur Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi”. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik instrumen evaluasi twotier multiple choice question yang dikembangkan antara lain mengacu pada indikator keterampilan berpikir tingkat tinggi Anderson dan Krathwohl (2001) meliputi menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan; memiliki validitas dengan interpretasi minimal “cukup”; dan reabilitas “tinggi” (2) kelayakan produk instrumen evaluasi dijamin melalui validitas isi dengan kategori “baik”; validitas konstruk dengan kategori “baik”; validitas butir soal dengan interpretasi minimal “cukup”, tingkat kesukaran soal dengan proporsi 15% mudah: 80% sedang: 5% sulit; daya pembeda soal dengan interpretasi minimal “cukup”, dan kepraktisan penggunaan dengan kategori “baik”. 3. Penelitian yang kedua oleh Kusuma Wardany, dkk (2015) dengan judul “Penyusunan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skill pada Materi Ekosistem SMA Kelas X”. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun instrumen tes higher order thinking skill pada materi ekosistem yang akan diujikan pada peserta didik SMA Kelas X. Berdasarkan hasil penelitian dari penyusunan hasil instrumen tes higher order thinking skill pada peserta didik kelas X SMA

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 menunjukkan bahwa 45% item dengan 9 butir soal diterima, 40% item dengan 8 butir soal direvisi, dan 15% item dengan 3 butir soal ditolak. Indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yang digunakan telah memenuhi syarat sebagai indikator yang baik untuk dikembangkan lagi dalam bentuk item tes guna menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. M. Kerangka Berpikir Keterampilan proses kognitif peserta didik dibagi menjadi dua, yaitu kemmapuan berpikir tingkat rendah atau Lower Order Thinking Skill (LOTS) dan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS). Di dalam proses kognitif LOTS peserta didik hanya mampu mengingat, memahami serta menerapkan, sedangkan pada proses kognitif HOTS peserta didik mampu berpikir pada tingkat yang lebih tinggi daripada menghafal, atau menceritakan kembali sesuatu yang diceritakan orang lain. Dalam hal ini peserta didik mampu mengaplikasi, menganalisis, dan mengevaluasi serta mengkreasikan. Peserta didik yang memiliki prestasi belajar yang baik cenderung memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dan memiliki kemampuan mengaplikasi (C4), menganalisis (C5) serta mencipta atau mengkreasi (C6). Peserta didik yang memiliki prestasi belajar yang kurang baik cenderung memiliki kemampuan berpikir tingkat rendah dan memiliki kemampuan mengingat (C1), memahami (C2) serta menerapkan (C3).

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 Instrumen HOTS sebagai instrumen tes yang digunakan sebagai instrumen soal yang mengindikasikan keterampilan kognitif tingkat tinggi (C4, C5 dan C6) dengan memimplementasikan Kompetensi Dasar (KD) serta indikator yang sesuai dengan karakteristik HOTS akan diimplementasikan pada peserta didik kelas X SMK. Pendidik LOTS Keterampilan Proses Kognitif KD dan Indikator HOTS Instrumen Soal HOTS Peserta didik Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Gambar 2.2 Kerangka Berpikir HOTS Level kognitif tinggi (C4, C5, C6)

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Menurut Borg & Gall (dalam Sugiyono, 2015: 28) bahwa penelitian dan pengembangan merupakan suatu metode yang digunakan untuk memvalidasi dan mengembangkan produk pendidikan. Prinsip pengembangan ini adalah menghasilkan produk atau menyempurnakan produk yang sudah ada. Produk yang dihasilkan dari penelitian yang akan dilaksanakan oleh peneliti yaitu berupa instrumen tes. Bentuk dari instrumen tes tersebut adalah soal tes pilihan ganda dengan jumlah soal 40 butir dan alternatif jawaban berjumlah 5. Instrumen tes yang akan dibuat ini dilaksanakan sesuai prosedur sehingga akan doperoleh hasil akhir instrumen tes yang dapat mengukur domain kognitif peserta didik khususnya pada mata pelajaran Akuntansi Dasar tentang menerapkan buku jurnal. B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMK se-Yogyakarta. Penelitian ini dilaksanakan khususnya pada kelas X Akuntansi di tujuh sekolah yaitu sebagai berikut. a. SMK Putra Tama Bantul yang beralamatkan di Jl. Mgr. Alb. Soegiyopranoto No. 2, Bantul, Yogyakarta. 62

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 b. SMK Bopkri 1 Yogyakarta yang beralamatkan di Jl. Cik Di Tiro No. 37, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta. c. SMK YPKK 1 Sleman yang beralamatkan di Jl. Sidoarum Gamping No. 2, Ambarketawang, Gamping, Sleman. d. SMK YPKK 3 Sleman yang beralamatkan di Jl. Ringroad Utara No. 45, Maguwoharjo, Depok, Sleman. e. SMK 17 Seyegan yang beralamatkan di Jl. Godean Seyegan, Mranggen, Margodadi, Seyegan, Sleman. f. SMK Koperasi Yogyakarta yang beralamatkan di Jl. Kapas I No. 5, Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. g. SMK Yapemda 1 Sleman yang beralamatkan di Jl. Kalitirto, Berbah, Sleman. 2. Waktu Penelitian Penelitian dilakukan pada bulan April 2018. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Dalam penelitian ini yang menjadi populasinya adalah peserta didik kelas X Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMK tahun ajaran 2017/2018. 2. Sampel Sampel dalam penelitian ini berjumlah 254 peserta didik SMK Akuntansi Kelas X.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 D. Prosedur Pengembangan Prosedur pengembangan disesuaikan dengan penelitian yang diambil untuk mengembangkan instrumen penilaian berbasis HOTS. Berkaitan dengan judul dan kondisi dilapangan, peneliti mengembangkan produk ini dengan memodifikasi langkah-langkah pengembangan tes Suryabrata (2005: 68). Hasil modifikasi ini menghasilkan delapan langkah pengembangan, yaitu (1) pengembangan spesifikasi tes, (2) penulisan soal, (3) penelaah soal, (4) perakitan soal, (5) uji coba soal, (6) analisis butir soal, (7) seleksi dan perakitan soal, dan (8) pencetakan tes. 1. Pengembangan Spesifikasi Tes Spesifikasi tes hasil belajar mencakup beberapa hal, yaitu 1) wilayah yang akan dikenai pengukuran, 2) subjek yang akan dites, 3) tujuan testing dan materi yang terangkum dalam silabus dan Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) masing-masing sekolah, 4) materi tes, 5) tipe soal yang digunakan, 6) jumlah soal untuk keseluruhan tes dan untuk masing-masing bagiannya, 7) taraf kesukaran soal dan distribusinya, dan 8) kisi-kisi tes. 2. Penulisan Soal Penulisan soal merupakan penjabaran dari indikator menjadi pertanyaan-pertanyaan yang karakteristiknya sesuai dengan perincian pada kisi-kisi yang ada. Penulisan soal ini dilakukan oleh dua orang yaitu peneliti dan Fransiskus Rinto. Tempat penulisan soal dilakukan di Universitas Sanata Dharma. Soal yang dibuat berupa pilihan ganda

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 berjumlah 40 butir, dengan 5 pilihan jawaban. Soal ini ditujukan untuk mata pelajaran akuntansi dasar SMK kelas X, dengan waktu pengerjaan soal 100 menit. 3. Penelaah Soal Butir-butir pertanyaan harus di telaah secara cermat apakah sudah sesuai dengan yang dirancang, dan apakah perlu direvisi. Aspekaspek yang perlu dicermati adalah kesesuaian dengan spesifikasi, kesesuaian dengan landasan teoritis, kesesuaian dengan format dilihat dari sudut ilmu pengetahuan, ketepatan bahasa yang digunakan, dilihat bahasa baku. 4. Perakitan Soal Setelah di telaah soal-soal digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu (1) soal-soal yang dianggap baik, karena itu diterima, (2) soalsoal yang jelas-jelas tidak baik, karena itu ditolak, (3) soal-soal yang kurang baik, setelah direvisi lalu dapat diterima. Soal-soal yang diterima langsung maupun diterima dengan revisi itu merupakan kumpulan soal-soal yang perlu ditata dengan cara tertentu. 5. Uji Coba Soal Uji soba soal dilaksanakan di tujuh sekolah, yaitu SMK Putra Tama Bantul, SMK Bopkri 1 Yogyakarta, SMK YPKK 1 Sleman, SMK YPKK 3 Sleman, SMK 17 Seyegan, SMK Koperasi Yogyakarta, dan SMK Yapemda 1 Sleman.

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 Tabel 3.1 Sampel Uji Coba No. 1 2 3 4 5 6 7 Nama Sekolah SMK Putra Tama Bantul SMK Bopkri 1 Yogyakarta SMK YPKK 1 Sleman SMK YPKK 3 Sleman SMK 17 Seyegan SMK Koperasi Yogyakarta SMK Yapemda 1 Sleman Jumlah peserta didik Peserta Didik 31 25 19 27 18 78 56 254 6. Analisis Butir Soal a. Penyiapan File Perintah dan File Data Pada penelitian ini teknik analisis data menggunakan program QUEST dengan model 1-PL atau Model Rasch. Parameter yang diuji ialah indeks Kesukaran butir ( ). Tiga kunci utama dalam mengalisis butir dengan program QUEST, yaitu: (1) File perintah ditulis dalam program Notepad; (2) File data dari hasil jawaban ditulis dalam Notepad; (3) Software program QUEST. Ketiga file tersebut harus disimpan dalam satu folder. Untuk tes pilihan ganda dengan data ditulis menggunakan huruf, dengan langkah-langkah berikut.

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 File Perintah title PRESTASI (50 ITEM PG dengan 4 alternatif) data_file prest.dat codes 0ABCD9 format id 1-4 items 5-54 key ACABDAECDEEDBAACEDBABCADBCCADABECAE DACE set width=107 ! page estimate show >> prestsh.out show items >> prestca.out itanal >> presttn.out qiut Keterangan : 1) Title PRESTASI (50 ITEM PG dengan 4 alternatif) menunjukkan nama identitas file 2) data_file prest.txt menunjukkan nama file data. Dalam hal ini dapat pula diberi nama dengan ekstensi .dat bila komputer tidak berisi program macromedia 3) codes 0ABCD9 kode bahwa data ditulis dalam bentuk huruf A, B, C, D dengan 0 bila dilewati dan 9 bila tidak dikerjakan (omit) 4) format id 1-4 items 5-54 spasi 1 sampai 4 untuk identitas testi (dalam hal ini hanya menggunakan nomor), dan spasi 5 sampai 54 adalah untuk data sebanyak 50 item 5) key ACABDAECDEEDBAACEDBABCADBCCADABECAEDAC E kunci jawaban 6) set width=107 ! page 7) estimate lebar halaman kertas diestimasi secara otomatis menurut program QUEST

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 8) show ! scale=all >> prestsh.out 9) show items >> prestit.out hasil analisis secara simultan hasil analisis menyajikan informasi tentang item secara singkat (estimasi tingkat kesukaran, nilai INFIT MNSQ, nilai INFIT t) 10) show cases >> prestca.out hasil analisis menyajikan informasi testi (skor mentah, estimasi skor kalibrasi, nilai INFIT MNSQ, nilai INFIT t) 11) itanal ! scale=all >> presttn.out hasil analisis menyajikan informasi tentang item secara lengkap hasil analisis menurut CTT dan IRT 12) quit kode perintah diakhiri Catatan: Dengan menuliskan angka 0 dan 9 pada code di file perintah maka testi yang tidak mengerjakan dengan cara melompati soal yang bersangkutan diberi skor 0, sedangkan yang tidak mengerjakan atau omit diberi skor 9. Setelah selesai simpan dengan extensi .CTL beri nama prest.ctl (jangan lupa gunakan menu all file saat menyimpan supaya tidak ganda ekstensinya). Catatan: beri nama dengan nama depan yang konsisten agar tidak bermasalah ketika diesekusi. Misalnya, dengan nama file perintah prest.ctl maka file data diberi nama prest.txt dan hasil diawali pula dengan prest

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 sehingga menjadi prestsh.out kemudian prestit.out dan seterusnya seperti contoh di atas. File data 1 CABDECBDBEBCDEAADEBDCADEAABBEDDBACDEDAAC 2 BACDECBDBEBCDEAADEBDCADEAABBEDDBACDEDAAD 3 CACDECBDBEBCDEBADEBDCADEAABBEDDBACDEDAAD 4 AAEDECBDBEBCDEAADEBDCADEAABBEDDBACDEDAAB ... DST b. Perintah analisis Langkah untuk analisis sebagai berikut. 1) Klik QUEST 2) Ketik submit spasi kemudian NAMA FILE PERINTAH LENGKAP kode exstensinya. Jika nama File perintah prest.ctl maka perintahnya sebagai berikut:  SUBMIT PREST.CTL Atau  Submit prest.ctl 3) Kemudian tekan tombol ENTER Jangan lupa, jarak 1 spasi antara tulisan submit dan nama file perintah c. Analisis Data Dikotomus Hasil data program Quest dianalisis menurut Item Respons Theory (IRT). Estimasi butir dan responden dilakukan dengan prosedur PROX (normal approximation estimation). Kecocokan

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 antara kemampuan responden ( ) dan indeks kesukaran butir ( ) akan menghasilkan akurasi dalam pengukuran, akurasi maksimal terjadi saat P( ) = 0,5. Kualitas butir ditentukan dari kecocokan butir model rasch dan indeks kesukaran butir. Butir yang baik harus memenuhi syarat dari IRT, dan dianalisis kecocokannya dengan nilai INFIT Mean Square. Tabel 3.2 Kriteria Kecocokan Butir dengan Pendekatan IRT Kecocokan dengan model Rasch Kriteria Infit Mean Square Outfit t 0,77 ≤ infit meansquare ≤ 1,33 t ≤ 2,0 Baik 0,77 ≤ infit meansquare ≤ 1,33 t ≤ 2,0 Cukup Baik infit meansquare < 0,77 atau infit meansquare >1,33 t > 2,0 Tidak Baik Tabel 3.3 Kriteria Indeks Kesukaran Item Indeks kesukaran (b) Kriteria b>2 Sukar -2 ≤ b ≤ 2 Sedang b < -2 Mudah 7. Seleksi dan Perakitan Soal Setelah statistik-statistik soal selesai dihitung maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemilihan atau seleksi soal, yaitu memilih mana soal-soal yang akan dimasukkan ke dalam perangkat tes

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 bentuk akhir, dan mana yang terpaksa disisihkan. Dalam tahap seleksi soal ini berdasarkan hasil analisis quest. Tahap perakitan soal ini adalah tahap merakit soal yang baik berdasarkan komentar dan saran dari peserta didik kelas X. 8. Pencetakan Tes Setelah soal diseleksi, maka akan diketahui soal yang baik dan tidak baik. Peneliti tidak memakai soal yang dianggap tidak baik. Namun, peneliti akan memakai soal yang dianggap baik, kemudian dijadikan satu untuk diterbitkan menjadi kumpulan soal berbasis HOTS pada mata pelajaran Akuntansi Dasar.

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian dan Pengembangan 1. Pengembangan Spesifikasi Tes Spesifikasi tes itu menyeluruh, lengkap, dan spesifik menunjuk kepada karakteristik tes yang akan disusun. Spesifikasi tes mencakup hal-hal sebagai berikut. a. Wilayah yang Dikenai Pengukuran Spesifikasi untuk hal ini ditentukan berdasarkan jenis mata pelajaran, jenjang peserta didik, dan tahun pembelajaran. Wilayah yang dikenai pengukuran yaitu mata pelajaran Akuntansi Dasar kelas X SMK semester genap tahun pelajaran 2017/2018. b. Subjek yang akan Dites Subjek yang akan dites yaitu peserta didik SMK Kelas X Akuntansi. c. Tujuan Testing dan Materi yang Terangkum dalam Silabus dan RPP Masing-Masing Sekolah Tujuan testing yaitu mengembangkan soal tes berbasis HOTS yang dikemukakan oleh Anderson (perbaikan taksonomi Bloom) terdiri dari C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), C6 (mencipta), serta sebagai evaluasi penilaian hasil belajar peserta didik. Materi yang 72

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 terangkum dalam silabus dan RPP masing-masing sekolah, yaitu SMK Koperasi Yogyakarta. d. Materi Tes Materi tes yang diujikan yaitu Menerapkan Buku Jurnal. e. Tipe Soal yang Digunakan Tipe soal yang digunakan adalah soal pilihan ganda. f. Jumlah Soal yang Digunakan dalam Tes dan Masing-Masing Bagiannya Jumlah soal yang digunakan dalam tes adalah 40 butir soal dan masing-masing soal memiliki 5 jawaban alternatif. g. Taraf Kesukaran Soal dan Distribusinya Rentang dan distribusi kesukaran soal dipengaruhi oleh tujuan tes. Tes yang dilakukan merupakan tes diagnostik, sehingga perlu memiliki rentang taraf kesukaran p adalah 0,5.

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 h. Kisi-kisi Soal Tes Tabel 4.1 Kisi-Kisi Soal Jenis Pilihan Ganda Kompetensi Dasar 3.8. Menerapkan buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal Materi Indikator Soal 1. Persiapan Pengelolaan Buku Jurnal 1. 2. Pencatatan Transaksi 1. Menganalisis mekanisme debet dan kredit saldo normal akun 2. Menentukan saldo normal aset 3. Menentukan saldo normal liabilitas 4. Menentukan saldo normal ekuitas 5. Menentukan saldo normal pendapatan 6. Menentukan saldo normal beban 1. Mengidentifikasi fungsi kode akun 2. Mengidentifikasi sifat kode akun 3. Menentukan kode angka berurutan 4. Menentukan kode blok 5. Mengelompokkan kode kelompok 1. Mengidentifikasi pengertian jurnal 2. Mengidentifikasi fungsi-fungsi jurnal 3. Menganalisis bentuk jurnal 4. Mengidentifikasi pengertian menyusun jurnal 5. Menganalisis transaksi jurnal 3. Kode Akun 4. Jurnal Menentukan peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal Bentuk Soal PG Nomor Soal 1 PG 2, 3, 4, 5 PG 6, 7, 8 PG 9, 10, 11 PG 13, 14 PG 12, 15, 16 PG 17, 20 PG 18, 19 PG 21 PG 24 PG PG 22, 23, 25 28 PG 26 PG PG 27, 29, 30, 31 32 PG 33 PG 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 2. Penulisan Soal Penulisan soal merupakan langkah menciptakan atau mengkreasi sebuah produk. Hal penting dalam penulisan soal yang baik yaitu menguasai mata pelajaran yang dites, kesadaran akan tata nilai yang mendasari pendidikan, pemahaman akan karakteristik individu-individu yang dites, kemampuan dalam membahasakan gagasan, penguasaan teknik penulisan soal, dan menyadari kekuatan dan kelemahan yang terdapat dalam penulisan soal. Penulisan soal ini dilaksanakan oleh dua orang, yaitu peneliti dan Fransiskus Rinto. Tempat penulisan soal dilaksanakan di Universitas Sanata Dharma. Jumlah butir soal sebanyak 40 dan setiap butir soal memiliki 5 jawaban alternatif. Soal diujikan untuk peserta didik SMK kelas X Akuntansi dalam mata pelajaran akuntansi dasar. Waktu pengerjaan soal yaitu selama 100 menit. 3. Penelaahan Soal Penelaahan soal adalah evaluasi terhadap soal-soal yang telah ditulis berdasarkan pendapat para ahli, terhadap soal-soal yang telah ditulis. Evaluasi dilihat dari tiga arah, yaitu segi bidang yang diuji (ahli materi), segi format dan pertimbangan teknis penelitian soal, serta segi penerjemahan gagasan dalam bahasa (ahli bahasa). a. Ahli Bahasa Penilaian instrumen dilaksanakan oleh Bapak Apri Damai Sagita Krissandi, S.Pd., M.Pd. selaku dosen (ahli bahasa). Produk

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 divalidasi sebanyak satu kali yaitu pada tanggal 4 April 2018. Penilaian instrumen berdasarkan aspek konstruksi menggunakan 14 kriteria penilaian yaitu (1) setiap soal menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia, (2) menggunakan bahasa yang komunikatif, sederhana, dan mudah dimengerti oleh peserta didik, (3) setiap soal dan pilihan jawaban tidak mengandung kalimat bermakna ganda, (4) setiap soal dan pilihan jawaban menggunakan kosakata baku, (5) bahasa yang digunakan dalam petunjuk soal dirumuskan dengan bahasa yang jelas dan mudah di mengerti oleh peserta didik, (6) rumusan setiap indikator soal menggunakan kata kerja operasional, (7) tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat atau tabu, (8) setiap soal harus mempunyai satu jawaban benar atau paling benar, (9) pokok soal harus dirumuskan secara tegas dan jelas, (10) pokok soal jangan memberi petunjuk kearah jawaban benar, (11) panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama, (12) pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”, (13) pilihan jawaban berbentuk waktu harus disusun berdasarkan kronologis waktunya, (14) waktu yang digunakan untuk mengerjakan sesuai dengan jumlah soal yang diberikan. Penilaian instrumen tes pilihan ganda dari ahli bahasa dideskripsikan pada grafik di bawah ini.

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 Grafik 4.1 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Bahasa Berdasarkan grafik 4.1 di atas, dapat diketahui skor yang diperoleh dari ahli bahasa untuk soal pilihan ganda yang terdiri dari 40 butir. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, maka dapat diketahui jumlah rata-rata skor yang diperoleh dari penilaian ahli bahasa. Berikut rata-rata skor dari penilaian ahli bahasa.

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 Tabel 4.2 Rata-Rata Skor dari Hasil Penilaian Ahli Bahasa No. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Skor/aspek 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 54/14 No. Jumlah Soal Skor/aspek 3,857 (Baik) 21 54/14 3,857 (Baik) 22 54/14 3,857 (Baik) 23 54/14 3,857 (Baik) 24 54/14 3,857 (Baik) 25 54/14 3,857 (Baik) 26 54/14 3,857 (Baik) 27 54/14 3,857 (Baik) 28 54/14 3,857 (Baik) 29 54/14 3,857 (Baik) 30 54/14 3,857 (Baik) 31 54/14 3,857(Baik) 32 54/14 3,857 (Baik) 33 54/14 3,857 (Baik) 34 54/14 3,857 (Baik) 35 54/14 3,857 (Baik) 36 54/14 3,857 (Baik) 37 54/14 3,857 (Baik) 38 54/14 3,857 (Baik) 39 54/14 3,857 (Baik) 40 54/14 ∑ / 40 = 154,28 / 40 = 3,857 Skor Skor 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) 3,857 (Baik) Perhitungan interval untuk ahli bahasa: Kategori penilaian x Aspek penilaian = Skor 4 x 14 = 56 Jadilah interval: 56 – 14 4 14 – 24,5 24,5 – 35 35 – 45,5 45,5 – 56 42 4 = 10,5 = Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik Penilaian instrumen tes pilihan ganda oleh ahli bahasa memiliki rata-rata skor 3,857. Hal tersebut menunjukkan bahwa soal yang dihasilkan tergolong baik. Terdapat beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam penelitian soal, yaitu penggunaan di-imbuhan, di-kata depan, format penelitian titik-titik pada soal, dan penggunaan kata yang harus dicetak miring. Instrumen

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan dalam uji coba dengan revisi sesuai saran yang telah diberikan oleh ahli bahasa. b. Ahli Materi Penilaian instrumen diberikan oleh Ibu Cicilia Ika Puspitasari, S.Pd. selaku guru mata pelajaran Akuntansi. Produk divalidasi sebanyak satu kali yaitu pada tanggal 13 April 2018. Penilaian instrumen berdasarkan pada tiga aspek yaitu aspek materi, aspek konstruk, aspek bahasa.Aspek materi dengan kriteria penilaian terdiri dari (1) soal sesuai dengan kompetensi dasar yang terdapat dalam kurikulum, (2) materi yang disajikan adalah menerapkan buku jurnal, (3) soal menggunakan stimulus yang menarik (baru, mendorong peserta didik untuk membaca), (4) soal menggunakan stimulus yang kontekstual (gambar, teks, visualisasi, dll, sesuai dengan dunia nyata), (5) soal mengukur kognitif penalaran (menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi), (6) jawaban tersirat pada stimulus. Sedangkan untuk aspek konstruk terdiri dari (7) rumusan setiap indikator soal sudah menggunakan kata kerja operasional, (8) butir-butir soal sesuai dengan indikator, (9) butir-butir pengecoh berfungsi dengan baik, (10) soal dirumuskan dengan jelas, (11) pokok soal tidak mengarah ke jawaban benar, (12) pilihan jawaban dirumuskan dengan jelas, (13) antar butir soal tidak bergantung sama lain, (14) pilihan jawaban

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 berbentuk waktu harus disusun berdasarkan kronologis waktunya, (15) waktu yang digunakan untuk mengerjakan sesuai dengan jumlah soal yang diberikan, (16) pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan “semua pilihan jawaban di atas salah” atau “semua pilihan jawaban di atas benar”, dan untuk aspek bahasa terdiri dari (17) menggunakan bahasa yang komunikatif, sederhana, dan mudah dipahami, (18) kalimat tidak bermakna ganda, (19) menggunakan kosakata baku. Perolehan hasil penilaian instrumen tes pilihan ganda yang diperoleh dari guru (ahli materi) dideskripsikan ke dalam grafik-grafik di bawah ini:

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Grafik 4.2 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Ahli Materi Berdasarkan grafik 4.2 di atas, dapat diketahui skor yang diperoleh dari ahli materi untuk soal pilihan ganda yang terdiri dari 40 butir. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, maka dapat diketahui jumlah rata-rata skor yang diperoleh dari penilaian ahli materi. Berikut rata-rata skor dari penilaian ahli materi.

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Tabel 4.3 Rata-Rata Skor dari Hasil Penilaian Ahli Materi No. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Skor/aspek 65/19 70/19 70/19 70/19 70/19 69/19 69/19 69/19 69/19 69/19 69/19 69/19 69/19 69/19 69/19 69/19 69/19 67/19 69/19 69/19 No. Soal 3,421(Baik) 21 3,684(Baik) 22 3,684(Baik) 23 3,684(Baik) 24 3,684(Baik) 25 3,631(Baik) 26 3,631(Baik) 27 3,631(Baik) 28 3,631(Baik) 29 3,631(Baik) 30 3,631(Baik) 31 3,631(Baik) 32 3,631(Baik) 33 3,631(Baik) 34 3,631(Baik) 35 3,631(Baik) 36 3,631(Baik) 37 3,526(Baik) 38 3,631(Baik) 39 3,631(Baik) 40 ∑ / 40 = 142,6 142,6 / 40 = 3,565 Skor Jumlah Skor/aspek 69/19 69/19 69/19 69/19 66/19 64/19 69/19 64/19 69/19 64/19 69/19 68/19 64/19 70/19 66/19 70/19 64/19 61/19 58/19 70/19 Skor 3,631(Baik) 3,631(Baik) 3,631(Baik) 3,631(Baik) 3,474(Baik) 3,368(Baik) 3,631(Baik) 3,368(Baik) 3,631(Baik) 3,368(Baik) 3,631(Baik) 3,579(Baik) 3,368(Baik) 3,684(Baik) 3,473(Baik) 3,684(Baik) 3,368(Baik) 3,211(Baik) 3,052(Baik) 3,684(Baik) Perhitungan interval untuk ahli materi: Kategori penilaian x Aspek penilaian = Skor 4 x 19 = 76 Jadilah interval: 76 – 19 4 19 – 33,25 33,25 – 47,5 47,5 – 61,75 61,75 – 76 57 4 = 14,25 = Kurang Baik Cukup Baik Baik Sangat Baik Perolehan skor instrumen tes pilihan ganda yang diberikan oleh ahli materi memiliki rata-rata skor 3,565. Hal tersebut menunjukkan bahwa soal yang dihasilkan tergolong cukup baik. Namun terdapat beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam komponen soal, yaitu penelitian soal harus disesuaikan dengan kaidah penelitian soal yang benar, dan terdapat komponen soal

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 yang perlu direvisi mengenai kurangnya stimulasi pada beberapa soal. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan dalam uji coba dengan revisi sesuai saran dari ahli materi. 4. Perakitan soal Setelah soal ditelaah, kemudian soal tersebut digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu (1) soal yang dianggap baik, maka diterima, (2) soal yang tidak baik, maka ditolak, (3) soal yang kurang baik, maka direvisi lalu dapat diterima. Soal-soal yang langsung diterima maupun dengan revisi, merupakan kumpulan soal yang perlu digunakan dalam uji coba soal. Berikut sampel perbaikan salah satu soal oleh ahli bahsa dan ahli materi.

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Tabel 4.4 Sampel Perbaikan Soal Hasil Validasi oleh Ahli Bahasa Sebelum diperbaiki 21 Seorang karyawan memiliki bukti transaksi, kemudian bukti transaksi tersebut dicatat kedalam jurnal umum dengan cara sederhana agar memudahkan karyawan untuk memposting ke buku besar dengan tepat. Dari contoh kasus tersebut, tentukan sifat kode akun diatas adalah.... a. Mudah diingat untuk memudahkan dalam mengelompokkan akun dibuku besar b. Konsisten dalam pencatatan ke dalam buku besar untuk menghidari kekeliruan c. Harus sederhana dan singkat untuk memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan d. Memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada e. Memungkinkan adanya akun baru yang saling berkaitan dengan akun yang sudah ada Sesudah diperbaiki 21 Karyawan menjurnal bukti transaksi dan memposting ke buku besar berdasarkan kode akun secara berurutan untuk menghindari kekeliruan. Dalam hal ini kode akun memiliki sifat kode akun yaitu .... a. mudah diingat untuk memudahkan dalam mengelompokkan akun dibuku besar b. konsisten dalam pencatatan ke dalam buku besar untuk menghindari kekeliruan c. sederhana dan singkat untuk memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan d. memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada e. memungkinkan adanya akun baru yang saling berkaitan dengan akun yang sudah ada Tabel 4.5 Sampel Perbaikan Soal Hasil Validasi oleh Ahli Materi Sebelum diperbaiki 1 Perhatikan pernyataan berikut ! 1) komputer 2) buku jurnal baik buku jurnal umum maupun buku jurnal khusus 3) catatan transaksi keuangan yang pertama dibuat bersumber dari bukti transaksi 4) alat tulis kantor seperti kertas, pensil, bolpoin, penghapus dan penghapus 5) bahan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal 6) alat hitung baik manual atau elektronik 7) formulir laporan Sesudah diperbaiki 1 Berikut ini yang termasuk dalam peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal adalah …. a. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat hitung manual atau elektronik, dan alat tulis kantor seperti kertas, pensil dan penggaris b. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat hitung baik manual atau elektronik, formulir laporan dan neraca rugi laba c. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat tulis kantor seperti kertas, pensil, bolpoin, penggaris, dan jurnal pembantu

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 Berdasarkan pernyataan berikut peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal yang tidak tepat adalah … a. 1,3,6 b. 2,3,4 c. 1,4,2 d. 1,3,5 e. 3,5,7 d. catatan transaksi keuangan yang bersumber dari bukti transaksi, buku jurnal penyesuaian, dan neraca lajur e. catatan transaksi keuangan yang bersumber dari bukti transaksi bukti, jurnal khusus, dan neraca akhir saldo Sebelum Diperbaiki 14 Perhatikan tabel-tabel dibawah ini ! 1) Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Utang pajak Kredit Debet Kredit Sewa diterima dimuka Kredit Debet Kredit Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Utang dagang Debet Kredit Debet Utang wesel Kredit Debet Kredit Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Utang hipotik Kredit Debet Kredit Utang usaha Kredit Debet Kredit Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Utang gaji Kredit Debet Debet Utang deviden Kredit Debet Debet Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Wesel bayar Kredit Debet Kredit Sewa dibayar dimuka Kredit Debet Kredit Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Utang dagang Debet Kredit Debet Utang wesel Kredit Debet Kredit 2) 3) 4) 5) 6) Dari tabel-tabel di atas, saldo normal akun liabiltas yang benar adalah .... a. 1, 3, dan 5

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 86 b. c. d. e. 1, 2, dan 3 2, 4, dan 6 4, 5, dan 6 2, 3, dan 4 Sesudah Diperbaiki 14 Perhatikan tabel-tabel dibawah ini ! 1) Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Utang pajak Kredit Debet Kredit Sewa diterima dimuka Kredit Debet Kredit Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Utang dagang Debet Kredit Debet Utang wesel Kredit Debet Kredit Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Utang hipotik Kredit Debet Kredit Utang usaha Kredit Debet Kredit Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Utang gaji Kredit Debet Debet Utang deviden Kredit Debet Debet Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Wesel bayar Kredit Debet Kredit Sewa dibayar dimuka Kredit Debet Kredit Nama Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal Utang dagang Debet Kredit Debet Utang wesel Kredit Debet Kredit 2) 3) 4) 5) 6) Dari tabel-tabel di atas, saldo normal akun liabiltas yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 5) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 4), dan 6) e. 4), 5), dan 6)

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Sebelum Diperbaiki 26 Jurnal dapat didefinisikan sebagai .... a. catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi dari bank b. catatan transaksi perusahaan yang telah dianalisis sebelumnya c. rancangan transaksi sehingga tidak akan terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat d. buku harian dalam satu perusahaan yang diisi catatan semua transaksi yang terjadi sepanjang periode berjalan e. catatan yang mengandung data serta informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan Sesudah Diperbaiki 26 Toko Simpang Tiga Jl. Lingkar No. 3 Bandung Nomor: B.0078 NOTA KONTAN No . Nama Barang Pengering rambut Banyaknya 3 Harga Satuan Jumlah Rp 900.000 Rp 2.700.000 Jumlah Rp 2.700.000 Bagian Akuntansi Bagian Penjual JURNAL UMUM Nama Akun Ref Debet Kredit Peralatan Salon Rp 2.700.000 Kas Rp 2.700.000 Berdasarkan gambar di atas, jurnal dapat didefinisikan sebagai .... a. catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi dari bank b. catatan transaksi perusahaan yang telah dianalisis sebelumnya c. rancangan transaksi sehingga tidak akan terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat d. buku harian dalam satu perusahaan yang diisi catatan semua transaksi yang terjadi sepanjang periode berjalan e. catatan yang mengandung data serta informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 Sebelum Diperbaiki 27 Perhatikan tabel-tabel di bawah ini! 1. 2. 3. Kode 1 2 5. Kas Piutang usaha 3 Liabilitas Kode 2 3 5 Aset Ekuitas Beban Kode 1 3 4 4. Nama Akun Nama Akun Nama Akun Aset Ekuitas Pendapatan Kode 3 4 5 Nama Akun Ekuitas Pendapatan Beban Kode 2 4 Nama Akun Liabilitas Pendapatan 5 Beban Dari tabel di atas, kode akun dan nama akun yang sesuai dengan kode kelompok adalah .... a. 1, 4, dan 5 b. 2, 4, dan 5 c. 1, 2, dan 5 d. 2, 4, dan 5 e. 3, 4, dan 5 Sesudah Diperbaiki 27 Perhatikan tabel-tabel di bawah ini! 1. Kode 1 2 3 Nama Akun Kas Piutang usaha Liabilitas

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 89 2. 3. Kode 2 3 5 Aset Ekuitas Beban Kode 1 3 Aset Ekuitas 4 4. 5. Kode 3 4 5 Kode 2 4 5 Nama Akun Nama Akun Pendapatan Nama Akun Ekuitas Pendapatan Beban Nama Akun Liabilitas Pendapatan Beban Dari tabel di atas, kode akun dan nama akun yang sesuai dengan kode kelompok adalah .... a. b. c. d. e. 1, 2, dan 5 1, 3, dan 5 1, 4, dan 5 2, 4, dan 5 3, 4, dan 5 Sebelum Diperbaiki 28 Fungsi historis dari jurnal terdapat pada kasus .... a. karyawan melakukan pencatatan transaksi-transaksi perusahaannya yang terjadi dalam satu periode saja b. seorang karyawan melakukan pencatatan transaksi berdasarkan terjadinya transaksi c. seorang karyawan memberikan arahan agar jurnal-jurnal yang dipindah bukukan sesuai dan tidak terjadi kesalahan d. seorang karyawan memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan agar jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan e. seorang karyawan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencatatan karayawan menganalisis terlebih dahulu kedalam mekanisme debit dan kredit

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Sesudah Diperbaiki 28 Perhatikan beberapa kasus berikut ini : 1. Karyawan melakukan pencatatan transaksi-transaksi perusahaannya yang terjadi dalam satu periode saja 2. Seorang karyawan memberikan arahan agar jurnal-jurnal yang dipindah bukukan sesuai dan tidak terjadi kesalahan 3. Seorang karyawan melakukan pencatatan transaksi berdasarkan terjadinya transaksi 4. Seorang karyawan memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan agar jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan 5. Seorang karyawan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencatatan karayawan menganalisis terlebih dahulu kedalam mekanisme debit dan kredit Fungsi historis dari beberapa kasus di atas terdapat pada nomor .... a. b. c. d. e. 1 2 3 4 5 Sebelum Diperbaiki 30 Fungsi informasi dari jurnal terdapat pada kasus .... a. seorang akuntan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi b. karyawan mengintruksikan kepada seorang akuntan agar ayat-ayat jurnal dipindah bukukan ke dalam akun-akun yang sesuai agar tidak terjadi kesalahan c. seorang akuntan mencatat transaksi-transaksi perusahaan sesuai yang terjadi dalam satu periode tertentu d. seorang akuntan memberikan informasi kepada perusahaan peristiwa yang terjadi untuk mengetahui dengan jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan e. seorang akuntan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencantatan seorang akuntan menganalisis transaksi tersebut berdasarkan mekanisme debit dan kredit Sesudah Diperbaiki 30 Fungsi informasi merupakan catatan dalam jurnal umum yang memberikan penjelasan mengenai bukti pencatatan transaksi yang terjadi. Berdasarkan pengertian fungsi informasi, contoh kasus yang sesuai di bawah ini yaitu .... a. seorang akuntan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi b. seorang akuntan mencatat transaksi-transaksi perusahaan sesuai yang terjadi dalam satu periode tertentu c. seorang akuntan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencantatan seorang akuntan menganalisis transaksi tersebut berdasarkan mekanisme debit dan kredit

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 91 d. karyawan mengintruksikan kepada seorang akuntan agar ayat-ayat jurnal dipindah bukukan ke dalam akun-akun yang sesuai agar tidak terjadi kesalahan e. seorang akuntan memberikan informasi kepada perusahaan peristiwa yang terjadi untuk mengetahui dengan jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan Sebelum Diperbaiki 33 Menyusun jurnal atau menjurnal dapat didefinisikan sebagai .... a. pencatatan semua dampak yang diakibatkan oleh transaksi keuangan yang di kerjakan perusahaan sesuai dengan bukti transaksi keuangan yang ada pada periode tertentu b. informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan c. sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat di sisi debit dan sisi kredit d. kegiatan pencatatan transaksi perusahaan setelah dianalisis terlebih dahulu e. kegiatan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi Sesudah Diperbaiki 33 Dari gambar di atas, menyusun jurnal atau menjurnal dapat didefinisikan sebagai .... a. pencatatan semua dampak yang diakibatkan oleh transaksi keuangan yang di kerjakan perusahaan sesuai dengan bukti transaksi keuangan yang ada pada periode tertentu b. informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan c. sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat di sisi debit dan sisi kredit d. kegiatan pencatatan transaksi perusahaan setelah dianalisis terlebih dahulu e. kegiatan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi Sebelum Diperbaiki 37 Berikut ini transaksi yang terjadi selama bulan April 2017 sebagai berikut : - 10 April 2017 Diselesaikan jasa cuci senilai Rp150.000, tetapi belum dibayar oleh konsumen. - 13 April 2017 Dibayar biaya sewa untuk 4 bulan mendatang terhitung mulai bulan Mei senilai Rp600.000 - 24 April 2017 Diselesaikan jasa laundry sprei boneka dan sepatu milik Bu Ngadirah, total biayanya sebesar Rp100.000,-.

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 92 - 25 April 2017 Dibeli bahan habis pakai senilai Rp400.000, pembayaran bulan depan - 28 April 2017 Pemilik meminjam uang ke bank sebesar Rp2.000.000. Jangka waktu angsuran selama 2 tahun. Jurnal untuk mencatat transaksi pada tanggal 10 April 2017 adalah …. a. kas (debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (kredit) sebesar Rp150.000 b. piutang usaha (debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (kredit) sebesar Rp150.000 c. kas (debet) sebesar Rp150.000, utang usaha (kredit) sebesar Rp150.000 d. piutang usaha (debet) sebesar Rp.150.000, utang usaha sebesar Rp150.000 e. kas (debet) sebesar Rp150.000, piutang usaha (kredit) sebesar Rp150.000 Sesudah Diperbaiki 37 Berikut ini transaksi yang terjadi selama bulan April 2017 sebagai berikut : - 10 April 2017 Diselesaikan jasa cuci senilai Rp150.000, tetapi belum dibayar oleh konsumen. - 13 April 2017 Dibayar biaya sewa untuk 4 bulan mendatang terhitung mulai bulan Mei senilai Rp600.000 - 25 April 2017 Dibeli bahan habis pakai senilai Rp400.000, pembayaran bulan depan Jurnal untuk mencatat transaksi pada tanggal 10 April 2017 adalah …. a. kas (Debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp150.000 b. piutang usaha (Debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp150.000 c. kas (Debet) sebesar Rp150.000, utang usaha (Kredit) sebesar Rp150.000 d. piutang usaha (Debet) sebesar Rp.150.000, utang usaha ( Kredit) sebesar Rp150.000 e. kas (Debet) sebesar Rp150.000, piutang usaha (Kredit) sebesar Rp150.000 Sebelum Diperbaiki 38 Berdasarkan transaksi tanggal 24 April 2017, maka jurnal umum yang tepat adalah …. a. Kas Rp100.000 Pendapatan Rp100.000 b. Kas Rp 100.000 Piutang Rp 100,000 c. Pendapatan Rp 100.000 Kas Rp 100.000 d. Piutang Rp 100.000 Pendapatan Rp 100.000 e. Kas Rp 100.000 Pendapatan di terima di muka Rp100.000

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 93 Sesudah Diperbaiki 38 Laundry Tya menyelesaikan jasa laundry sprei boneka dan sepatu milik Ny. Tini, dengan total biayanya sebesar Rp250.000, maka jurnal umum yang tepat adalah …. a. Kas Rp250.000 Pendapatan Rp250.000 b. Kas Rp 250.000 Piutang Rp 250,000 c. Pendapatan Rp 250.000 Kas Rp 250.000 d. Piutang Rp 250.000 Pendapatan Rp 250.000 e. Kas Rp 250.000 Pendapatan di terima di muka Rp250.000 Sebelum Diperbaiki 39 Jurnal untuk transaksi tanggal 13 April 2017 adalah …. a. Biaya sewa Rp600.000 Sewa dibayar dimuka b. Sewa dibayar dimuka Rp200.000 Biaya Sewa c. Kas Rp600.000 Sewa dibayar dimuka d. Biaya Sewa Rp600.000 Kas e. Sewa dibayar dimuka Rp200.000 Kas Rp600.000 Rp200.000 Rp600.000 Rp600.000 Rp200.000 Sesudah Diperbaiki 39 Tanggal 23 April 2017 Tn. Prabowo membayar biaya sewa untuk 4 bulan mendatang terhitung mulai bulan Mei senilai Rp1.450.000. Maka jurnal dari transaksi tersebut adalah …. a. Biaya sewa Rp1.450.000 Sewa dibayar dimuka Rp1.450.000 b. Sewa dibayar dimuka Rp1.450.000 Biaya Sewa Rp1.450.000 c. Kas Rp1.450.000 Sewa dibayar dimuka Rp1.450.000 d. Biaya Sewa Rp1.450.000 Kas Rp1.450.000 e. Sewa dibayar dimuka Rp1.450.000 Kas Rp1.450.000 5. Uji Coba Soal Uji coba soal dilaksanakan di tujuh sekolah, yaitu SMK Putra Tama Bantul, SMK Bopkri 1 Yogyakarta, SMK YPKK 1 Sleman, SMK YPKK 3 Sleman, SMK 17 Seyegan, SMK Koperasi Yogyakarta, dan SMK Yapemda 1 Sleman.

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Tabel 4.6 Data Jumlah Peserta Didik pada setiap Sekolah No. 1 2 3 4 5 6 7 Nama Sekolah SMK Putra Tama Bantul SMK Bopkri 1 Yogyakarta SMK YPKK 1 Sleman SMK YPKK 3 Sleman SMK 17 Seyegan SMK Koperasi Yogyakarta SMK Yapemda 1 Sleman Jumlah peserta didik Peserta Didik 31 25 19 27 18 78 56 254 6. Analisis QUEST Uji coba pengembangan produk instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal SMK kelas X Akuntansi mendapatkan hasil yang beragam. Hasil uji coba didapat dari analisis lembar jawab peserta didik. Beberapa istilah untuk memudahkan dalam penamaan file output, yaitu (1) file hasil data datasiswash.out (sh merupakan singkatan dari show) menampilkan hasil dalam bentuk informasi secara menyeluruh dan disertai grafik, (2) file hasil data datasiswait.out (it merupakan singkatan dari item) menampilkan informasi item secara menyeluruh, (3) file hasil data datasiswatn.out (tn merupakan singkatan dari item analysis) menampilkan informasi secara detail analisis item, dan (4) file hasil data datasiswaca.out (ca merupakan singkatan dari case) menampilkan informasi case/testi/person. Berikut penyajian hasil analisis data menggunakan program QUEST.

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 datasiswa (40 ITEM PG dengan 5 alternatif) -------------------------------------------------------------------------------Current System Settings 20/ 9/18 15:35 all on all (N = 254 L = 40 Probability Level= .50) -------------------------------------------------------------------------------Data File Data Format = = datasiswa.txt id 1-4 items 5-44 Log file = LOG not on Page Width Page Length Screen Width Screen Length = = = = 107 65 78 24 Probability level = .50 Maximum number of cases set at 60000 VALID DATA CODES 0 A B C D E 9 GROUPS 1 all ( 254 cases ) : All cases SCALES 1 all ( 40 items ) : All items DELETED AND ANCHORED CASES: No case deletes or anchors DELETED AND ANCHORED ITEMS: No item deletes or anchors RECODES SCORING KEYS Score = 1 ACAEDBBCABDDBBCEBCCDACACDBCECBEADCABBAEC Gambar 4.1 Current System Settings Program QUEST Arti dari hasil di atas yaitu data sebanyak 254 testi dengan item sebanyak 40 dan peluang sebesar 0,5 sesuai dengan prinsip Like hood Maximum. Tidak ada case (testi), item maupun anchor yang dihapus atau tidak disertakan dalam analisis. Anchor atau common item adalah item yang ada pada dua set yang hasilnya dianalisis secara bersamaan dalam sekali analisis agar memperoleh hasil estimasi kemampuan testi dan tingkat kesulitan item kedua pengukuran tersebut menjadi satu

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 skala, sehingga hasil kedua tes dapat diperbandingkan, baik dalam hal tingkat kesulitan item, maupun kemampuan testi. datasiswa (40 ITEM PG dengan 5 alternatif) -------------------------------------------------------------------------------Item Estimates (Thresholds) 20/ 9/18 15:35 allonall (N = 254 L = 40 Probability Level= .50) -------------------------------------------------------------------------------Summaryof item Estimates ========================= Mean SD SD (adjusted) Reliabilityofestimate .00 .82 .81 .97 Fit Statistics =============== InfitMeanSquareOutfitMeanSquare Mean SD 1.00 Mean .11 Infit t Mean SD 1.04 SD .23 Outfit t -.25 Mean 2.07 SD .06 1.71 0 itemswith zero scores 0 itemswithperfectscores ================================================================================ Gambar 4.2 Item Estimates (Thresholds) Program QUEST Nilai reliabilitas tes (untuk Norm-Reference) berdasarkan estimasi item disebut dengan reliabilitas sampel. Semakin tinggi nilainya, maka semakin menyakinkan bahwa sampel uji coba sesuai dengan item yang diujikan. Semakin rendah, maka semakin banyak sampel untuk uji coba yang tidak memberikan informasi yang diharapkan (tidak mengerjakan, atau mengerjakan secara asal-asalan). Atau justru mengerjakan tetapi sebagian besar testi benar semua atau salah semua, karena dengan mengikuti kurva logistik yang identik

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 dengan kurva normal maka testi yang memiliki skor sempurna dan yang memiliki skor nol tidak dimasukkan dalam analisis. Dengan mean INFIT MNSQ 1,00 dan SD 0,11 artinya secara keseluruhan item sesuai dengan model rasch, karena ini hasil tes pilihan ganda, maka berupa data dengan skala dikotomus. datasiswa (40 ITEM PG dengan 5 alternatif) -----------------------------------------------------------------------------------------CaseEstimates 20/ 9/18 15:35 allonall (N = 254 L = 40 Probability Level= .50) -----------------------------------------------------------------------------------------SummaryofcaseEstimates ========================= Mean -.53 SD .78 SD (adjusted) .69 Reliabilityofestimate .78 Fit Statistics =============== InfitMeanSquareOutfitMeanSquare Mean 1.00 Mean SD .13 SD Infit t Mean -.08 SD .90 1.04 .32 Outfit t Mean .05 SD .83 0 caseswith zero scores 0 caseswithperfectscores ========================================================================================== Gambar 4.3 Case Estimates Program QUEST Nilai reliabilitas berdasarkan estimasi case atau testi disebut dengan reliabilitas tes. Semakin tinggi nilainya, maka semakin menyakinkan bahwa pengukuran memberikan hasil yang konsisten. Hasil juga ditentukan oleh karakteristik sampel. Semakin rendah berarti juga semakin banyak sampel untuk uji coba yang tidak memberikan informasi yang diharapkan (tidak mengerjakan, atau mengerjakan secara alasan-alasan). Atau justru mengerjakan tetapi sebagian besar testi benar semua atau salah semua, karena dengan

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 mengikuti kurva logistik yang identik dengan kurva normal maka testi yang memiliki skor sempurna dan yang memiliki skor nol tidak dimasukkan dalam analisis. Dengan mean INFIT MNSQ 1,00 dan SD 0,13 artinya secara keseluruhan testi sesuai dengan model rasch, karena ini hasil tes pilihan ganda, jadi berupa data dengan skala dikotomus.

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 datasiswa (40 ITEM PG dengan 5 alternatif) -----------------------------------------------------------------------------------------Item Estimates (Thresholds) 20/ 9/18 15:35 allonall (N = 254 L = 40 Probability Level= .50) -----------------------------------------------------------------------------------------3.0 | | | | | | | | 33 2.0 | | | | | | X | 12 20 28 X | 19 1.0 XXXX | 9 X | XXXXX | 18 29 XXXXXXX | 8 21 26 39 XXXXXXX | 10 11 XXXXXXXXXXXX | 31 34 XXXXXXXXXXX | XXXXXXXX | 5 15 16 40 .0 XXXXXXXXXXXXXXXXXXXX | 17 XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX | 1 14 25 27 XXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXXXXXX | 3 23 XXXXXXXXX | 2 6 13 30 XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX | XXXXXXXXXXXXXXXX | 36 37 38 -1.0 XXXXXXXXXX | 22 XXXXXXXXXXX | 7 32 XXXXXXXXXX | 4 | 24 XXXXXXXX | 35 XXXXXXXXXX | XXXX | | -2.0 XXXXXXXXXXXXX | | XXX | | | | X | | -3.0 | | | | | | | | -4.0 X | -----------------------------------------------------------------------------------------Each X represents 1 students ========================================================================================== Gambar 4.4 Item Estimates (Thresholds) Program QUEST

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 Grafik di atas menunjukkan nilai threshold. Bagian sebelah kanan merupakan nomor item dan bagian sebelah kiri adalah persebaran subjek. Setiap tanda silang (X) mewakili 1 student, yang memiliki tingkat kesukaran yang berbeda. Dari grafik di atas, informasi yang dapat diperoleh yaitu item yang paling sukar adalah item nomor 12, 19, 33, dan item yang paling mudah item nomor 4, 24, 35.

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 datasiswa (40 ITEM PG dengan 5 alternatif) -----------------------------------------------------------------------------------------Item Fit 20/ 9/18 15:35 allonall (N = 254 L = 40 Probability Level= .50) -----------------------------------------------------------------------------------------INFIT MNSQ .56 .63 .71 .83 1.00 1.20 1.40 1.60 1.80 ---------------+-------+--------+--------+-------+-------+-------+-------+-------+------1 item 1 . | * . 2 item 2 . * | . 3 item 3 . *| . 4 item 4 . * | . 5 item 5 . * | . 6 item 6 . * | . 7 item 7 . * | . 8 item 8 . | * . 9 item 9 . | * . 10 item 10 . | * . 11 item 11 . | * . 12 item 12 . | * . 13 item 13 . | * . 14 item 14 . * | . 15 item 15 . |* . 16 item 16 . *| . 17 item 17 . *| . 18 item 18 . | * . 19 item 19 . * . 20 item 20 . | * . 21 item 21 . | * . 22 item 22 . | * . 23 item 23 . * | . 24 item 24 . * | . 25 item 25 . | * . 26 item 26 . | * . 27 item 27 . * . 28 item 28 . * | . 29 item 29 . | * . 30 item 30 . | * . 31 item 31 . * . 32 item 32 . * | . 33 item 33 . | * . 34 item 34 . | * . 35 item 35 . * | . 36 item 36 . * | . 37 item 37 . * | . 38 item 38 . * | . 39 item 39 . * . 40 item 40 . * . Gambar 4.5 Item Fit Program QUEST Artinya 40 item dapat dikatakan fit atau cocok dengan model Rasch atau model 1-PL dengan batas penerimaan ≥0,77 sampai ≤1,30. Berikut hasil analisis data dengan nama hasil data datasiswait.out.

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 datasiswa (40 ITEM PG dengan 5 alternatif) -----------------------------------------------------------------------------------------Item Estimates (Thresholds) In input Order 20/ 9/18 15:35 allonall (N = 254 L = 40 Probability Level= .50) -----------------------------------------------------------------------------------------ITEM NAME |SCORE MAXSCR| THRSH | INFT OUTFT INFT OUTFT | | 1 | MNSQ MNSQ t t -----------------------------------------------------------------------------------------1 item 1 | 107 254 | -.16 | 1.17 1.24 3.7 2.6 | | .14| 2 item 2 | 127 254 | -.50 | .93 .93 -1.6 -.9 | | .13| 3 item 3 | 126 254 | -.49 | .98 1.08 -.4 .9 | | .13| 4 item 4 | 166 254 | -1.21 | .79 .74 -4.0 -2.9 | | .14| 5 item 5 | 94 254 | .08 | .92 .88 -1.7 -1.2 | | .14| 6 item 6 | 131 254 | -.57 | .90 .87 -2.5 -1.6 | | .13| 7 item 7 | 160 254 | -1.09 | .84 .80 -3.1 -2.3 | | .14| 8 item 8 | 70 254 | .55 | 1.07 1.17 1.0 1.4 | | .15| 9 item 9 | 54 254 | .92 | 1.10 1.21 1.2 1.4 | | .16| 10 item 10 | 75 254 | .45 | 1.07 1.10 1.1 .9 | | .15| 11 item 11 | 76 254 | .43 | 1.07 1.02 1.2 .2 | | .14| 12 item 12 | 44 254 | 1.18 | 1.18 1.73 1.7 3.6 | | .17| 13 item 13 | 127 254 | -.50 | 1.10 1.12 2.4 1.4 | | .13| 14 item 14 | 108 254 | -.17 | .95 .93 -1.2 -.8 | | .14| 15 item 15 | 94 254 | .08 | 1.01 1.08 .3 .9 | | .14| 16 item 16 | 94 254 | .08 | .98 .95 -.3 -.5 | | .14| 17 item 17 | 102 254 | -.07 | .97 .94 -.6 -.6 | | .14| 18 item 18 | 64 254 | .68 | 1.12 1.18 1.6 1.3 | | .15| 19 item 19 | 47 254 | 1.10 | .99 1.22 .0 1.3 | | .17| 20 item 20 | 43 254 | 1.21 | 1.06 1.05 .6 .3 | | .17| 21 item 21 | 67 254 | .62 | 1.24 1.45 3.3 3.2 | | .15| 22 item 22 | 153 254 | -.96 | 1.06 1.10 1.2 1.1 | | .14| 23 item 23 | 121 254 | -.40 | .89 .88 -2.8 -1.4 | | .13| 24 item 24 | 169 254 | -1.27 | .84 .80 -2.9 -2.2 | | .14| 25 item 25 | 106 254 | -.14 | 1.09 1.07 1.9 .8 | | .14| 26 item 26 | 71 254 | .53 | 1.12 1.32 1.7 2.4 | | .15| 27 item 27 | 106 254 | -.14 | 1.00 .98 .0 -.2 | | .14| 28 item 28 | 43 254 | 1.21 | .88 .79 -1.1 -1.2 | | .17| 29 item 29 | 64 254 | .68 | 1.08 1.19 1.1 1.4 | | .15| 30 item 30 | 130 254 | -.56 | 1.13 1.13 3.0 1.5 | | .13|

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 -----------------------------------------------------------------------------------------ITEM NAME |SCORE MAXSCR| THRSH | INFT OUTFT INFT OUTFT | | 1 | MNSQ MNSQ t t -----------------------------------------------------------------------------------------31 item 31 | 81 254 | .33 | 1.00 1.01 .1 .1 | | .14| 32 item 32 | 160 254 | -1.09 | .83 .78 -3.4 -2.6 | | .14| 33 item 33 | 19 254 | 2.16 | 1.04 1.69 .3 2.1 | | .24| 34 item 34 | 78 254 | .39 | 1.03 1.08 .5 .7 | | .14| 35 item 35 | 180 254 | -1.49 | .85 .76 -2.3 -2.4 | | .15| 36 item 36 | 144 254 | -.80 | .85 .82 -3.4 -2.3 | | .13| 37 item 37 | 148 254 | -.88 | .94 .91 -1.4 -1.1 | | .14| 38 item 38 | 143 254 | -.79 | .80 .76 -4.7 -3.0 | | .13| 39 item 39 | 71 254 | .53 | .99 1.06 -.1 .5 | | .15| 40 item 40 | 94 254 | .08 | .99 .95 -.1 -.5 | | .14| -----------------------------------------------------------------------------------------Mean | | .00 | 1.00 1.04 -.2 .1 SD | | .82 | .11 .23 2.1 1.7 ========================================================================================== Gambar 4.6 Item Estimates (Thresholds) In input Order Program QUEST Data di atas terdiri dari SCORE dan MAXSCR (maximumscore). Total skor maksimal dari setiap item yaitu 254. Angka tersebut berasal dari jumalah peserta didik yang mengerjakan soal. Sebagai contoh, skor yang diperoleh untuk item nomor 1 yaitu 107 dari total skor maksimal, artinya untuk item soal nomor 1 dapat dikerjakan oleh 107 peserta didik dengan jawaban yang benar dari total peserta didik sebanyak 254.

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 Tabel 4.7 Taraf Kesukaran dari 40 Butir Soal No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Taraf Kesukaran -0,36 -0,50 -0,49 -1,21 0,08 -0,57 -1,09 0,55 0,92 0,45 0,43 1,18 -0,50 -0,17 0,08 0,08 -0,07 0,68 1,10 1,21 Keterangan Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang No. 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Taraf Kesukaran 0,62 -0,96 -0,40 -1,27 -0,14 0,53 -0,14 1,21 0,68 -0,56 0,33 -1,09 2,16 0,39 -1,49 -0,80 -0,88 -0,79 0,53 0,08 Keterangan Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang sedang 7. Seleksi dan Perakitan Soal Penilaian instrumen berupa angket diberikan kepada peserta didik kelas X yang telah mengerjakan soal uji coba. Penilaian instrumen soal dilakukan oleh 40 peserta didik. Penilaian instrumen tersebut berdasarkan aspek kontruksi meliputi 8 aspek penilaian sebagai berikut (1) instrumen tes kemampuan berpikir tingkat tinggi menyajikan soal sesuai dengan materi yang telah dipelajari, (2) instrumen tes kemampuan tingkat tinggi menggunakan Bahasa Indonesia yang baku, (3) instrumen tes kemampuan tingkat tinggi menyajikan soal dan gambar yang menarik, (4) petunjuk pelaksanaan instrumen tes kemampuan berpikir tingkat tinggi jelas dan mudah dipahami, (5) instrumen tes mudah dipahami kalimat pertanyaan dan

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 pernyataannya, (6) semua butir soal yang ada pada instrumen tes kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat dengan mudah dikerjakan, (7) waktu yang disediakan sesuai dengan jumlah butir soal yang ada, (8) instrumen tes kemampuan berpikir tingkat tinggi membuat peserta didik tertantang saat mengerjakan. Perolehan hasil penilaian instrumen tes pilihan ganda yang diperoleh dari peserta didik kelas X disajikan dalam grafik berikut.

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 Grafik 4.3 Hasil Penilaian Instrumen Tes Pilihan Ganda oleh Peserta Didik Kelas X Tabel 4.8 Validasi Instrumen Penilaian Tes Pilihan Ganda oleh Peserta Didik Kelas X No. Soal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jumlah Skor/aspek 23/8 23/8 23/8 22/8 22/8 26/8 23/8 26/8 23/8 22/8 26/8 23/8 25/8 20/8 21/8 24/8 23/8 25/8 20/8 22/8 Skor 2,875 (Cukup) 2,875 (Cukup) 2,875 (Cukup) 2,750 (Cukup) 2,750 (Cukup) 3,250 (Baik) 2,875 (Cukup) 3,250 (Baik) 2,875 (Cukup) 2,750 (Cukup) 3,250 (Baik) 2,875 (Cukup) 3,125 (Baik) 2,500 (Cukup) 2,625 (Cukup) 3,000 (Baik) 2,875 (Cukup) 3,125 (Baik) 2,500 (Cukup) 2,750(Cukup) No. Soal 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 ∑ / 40 = 120,750 / 40 =3,019 Jumlah Skor/aspek 22/8 26/8 24/8 27/8 23/8 24/8 23/8 28/8 22/8 29/8 26/8 26/8 24/8 25/8 25/8 25/8 24/8 26/8 24/8 31/8 Skor 2,750 (Cukup) 3,250 (Baik) 3,000 (Baik) 3,375 (Baik) 2,875 (Cukup) 3,000 (Baik) 2,875 (Cukup) 3,500 (Baik) 2,750 (Cukup) 3,625 (Baik) 3,250 (Baik) 3,250 (Baik) 3,000 (Baik) 3,125 (Baik) 3,125 (Baik) 3,125 (Baik) 3,000 (Baik) 3,250 (Baik) 3,000 (Baik) 3,875 (Baik)

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Perolehan skor instrumen tes pilihan ganda yang diberikan oleh peserta didik kelas X dengan rata-rata skor pada angka 3,019. Hal tersebut menunjukkan bahwa soal yang dihasilkan tergolong baik. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu kesalahan dalam menulis jawaban, serta kalimat soal yang terlalu panjang. Hal tersebut menyebabkan peserta didik menjadi bingung. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan dalam pencetakan tes sesuai dengan saran pada revisi. 8. Pencetakan Tes Setelah menyusun dan merakit soal, maka pengembangan tes secara substantif telah selesai. Dilihat dari segi substantif, tes harus disajikan sebaik mungkin. Oleh karena itu, dilakukan pencetakan tes terdiri dari kisi-kisi, soal, dan lembar jawaban. Pencetakan tes menggunakan ukuran kertas A4, dengan huruf Times New Rowan 12 pt, dan cetakan tes bolak balik. Dilihat dari segi manajerial, pencetakan ini harus menjamin kerahasiaan tes, serta ketepatan waktu sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Segala upaya perlu dilakukan dengan cermat agar tidak ada pihak lain yang memiliki akses terhadapat tes tersebut, kecuali pihak yang menurut rencana memang boleh mengetahui tes tersebut.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 B. Pembahasan Penelitian pengembangan dilakukan dengan menggunakan langkah-langkah pengembangan tes hasil belajar dari Suryabrata (2005: 68). Langkah-langkah tersebut dimodifikasi sehingga menghasilkan delapan langkah penelitian untuk mengembangkan produk. Peneliti memulai penelitian pengembangan ini dengan melakukan wawancara terbuka kepada Ibu Cicilia Ika Puspitasari, S.Pd. selaku guru mata pelajaran akuntansi dasar kelas X SMK Bopkri 1 Yogyakarta. Selain itu, peneliti juga melakukan kajian pustaka sebagai landasan dalam melakukan pengembangan produk. Hasil wawancara terbuka menunjukkan bahwa guru dan peserta didik membutuhkan tes hasil belajar berupa tes pilihan ganda yang berbasis HOTS untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dan mempermudah pemahaman terhadap materi tersebut. Selain itu, guru menyetujui instrumen penilaian yang berbasis HOTS memuat materi pembelajaran menerapkan buku jurnal. Hal tersebut dikarenakan guru belum membuat instrumen penilaian berbasis HOTS. Instrumen penilaian dikembangkan berdasarkan kurikulum 2013. Peneliti mengambil salah satu Kompetensi Dasar (KD) yang digunakan di kelasX SMK yaitu 3.8 menerapkan buku jurnal. Berdasarkan KD tersebut, peneliti membuat soal yang berisi tentang pengelolaan buku jurnal perusahaan jasa. Hal tersebut dapat menjadikan instrumen penilaian cocok

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 digunakan sebagai bahan evaluasi hasil belajar untuk peserta didik kelas X SMK. Sebelum melakukan uji coba, instrumen penilaian diberikan kepada ahli bahasa dan guru mata pelajaran akuntansi dasar (ahli materi) untuk divalidasi. Tahap pertama yaitu penilaian instrumen oleh Bapak Apri Damai Krissandi, S.Pd., M.Pd. selaku ahli bahasa. Produk divalidasi oleh ahli bahasa satu kali pada tanggal 4 April 2018. Hasil validasi secara keseluruhan menunjukkan bahwa soal tersebut termasuk kategori “Baik” dengan rata-rata skor 3,857. Namun, terdapat saran perbaikan yang diberikan oleh ahli bahasa yaitu perlu diperhatikan panjang/pendeknya opsi jawaban. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layakuntuk digunakan dalam uji coba dengan revisi sesuai saran yang telah diberikan oleh ahli bahasa. Tahap kedua yaitu penilaian instrumen oleh Ibu Cicilia Ika Puspitasari, S.Pd. selaku guru mata pelajaran akuntansi (ahli materi). Produk divalidasi sebanyak satu kali pada tanggal 13 April 2018. Hasil validasi secara keseluruhan menunjukkan bahwa soal tersebut termasuk dalam kategori “Cukup Baik” dengan rata-rata skor 3,565. Namun, terdapat saran perbaikan yang diberikan oleh ahli materi yaitu terdapat soal yang perlu dibuatkan stimulasinya, urutan angka yang terdapat pada pilihan jawaban. Instrumen penilaian yang dikembangkan dinyatakan layak untuk digunakan dalam uji coba dengan revisi sesuai saran yang telah diberikan oleh ahli materi.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 Setelah dilaksanakan proses validasi dan revisi dari ahli bahasa dan ahli materi, kemudian dilakukan pencetakan soal sebanyak seratus lembar soal dan 260 lembar jawaban. Tahap selanjutnya, peneliti melakukan uji coba soal di tujuh sekolah yaitu SMK Putra Tama Bantul, SMK Bopkri 1 Yogyakarta, SMK YPKK 1 Sleman, SMK YPKK 3 Sleman, SMK 17 Seyegan, SMK Koperasi Yogyakarta, dan SMK Yapemda 1 Sleman. Uji coba soal di SMK Putra Tama Bantul dengan peserta didik sebanyak 31 yang terdiri dari satu kelas. Uji soal di SMK Bopkri 1 Yogyakarta dengan peserta didik sebanyak 25 yang terdiri dari satu kelas. Uji coba di SMK YPKK 1 Sleman dengan peserta didik sebanyak 19 yang terdiri dari satu kelas. Uji coba di SMK YPKK 3 Sleman dengan peserta didik sebanyak 27 yang terdiri dari satu kelas. Uji coba di SMK 17 Seyegan dengan peserta didik sebanyak 18 yang terdiri dari satu kelas. Uji coba di SMK Koperasi Yogyakarta dengan peserta didik sebanyak 78 yang terdiri dari tiga kelas. Uji coba di SMK Yapemda 1 Sleman dengan peserta didik sebanyak 56 yang terdiri dari tiga kelas. Jawaban yang di tulis oleh peserta didik dimasukkan ke program notepad dengan item nomor 001 sampai dengan 254. Setelah dimasukkan ke dalam program notepad jawaban tersebut dianalisis dengan program QUEST. Hasil analisis dari program QUEST yaitu diperoleh mean INFIT MNSQ 1,00 dan SD 0,13. Artinya, secara keseluruhan item sesuai dengan model rasch, karena ini hasil tes pilihan ganda, maka berupa data dengan skala dikotomus. Berdasarkan analisis tersebut diperoleh informasi bahwa

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 nomor yang paling sukar adalah item nomor 12, 19, 33, item dikatakan sukar karena semakin sedikit jumlah peserta didik yang dapat menjawab soal dengan benar, serta yang paling mudah item nomor 4, 24, 35, item dikatakan mudah karena semakin banyak jumlah peserta didik yang dapat mengerjakan soal dengan benar. Berdasarkan analisis, 40 item tersebut dinyatakan fit atau cocok dengan model Rasch atau model 1-PL dengan batas penerimaan ≥0,77 sampai ≤1,30. Item 12: item 12 Categories Count Percent (%) Pt-Biserial p-value Mean Ability Step Labels Infit MNSQ = 1.18 Disc = -.08 0 A B C 0 .0 NA NA NA 87 34.3 .15 .008 -.37 32 12.6 -.09 .069 -.70 44 17.3 -.11 .034 -.75 D* 44 17.3 -.08 .094 -.66 E 9 missing 47 18.5 .09 .080 -.38 0 .0 NA NA NA 0 NA 1 Thresholds 1.18 Error .17 .................................................................................. Gambar 4.7 Item Analysis Result for Observed Responses Program QUEST Pada gambar 4.7 di atas, item soal nomor 12 diketahui bahwa D* menunjukkan bahwa item soal nomor 12 kuncinya D. Tingkat kesukaran item nomor 12 adalah 17,3% dengan 48 peserta didik yang menjawab benar dari total 254 peserta didik yang mengerjakan soal berbasis HOTS. Hal ini berarti item soal nomor 12 dikategorikan sukar, karena kemampuan peserta didik hanya berada direntang -0,66. Instrumen penilaian yang dikembangkan adalah penilaian berpikir tingkat tinggi atau Higher Order Thinking Skill (HOTS). Guru dapat menggunakan instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal untuk mengukur keberhasilan pembelajaran yang

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 tercermin pada tujuan pembelajaran dalam RPP. Misalnya peserta didik tidak dapat menentukan saldo normal akun dalam transaksi kedalam kolom jurnal, maka guru dapat mendeteksi bahwa peserta didik tersebut belum paham materi tentang buku jurnal. Dengan demikian, guru dapat memberikan tugas remidial tentang buku jurnal kepada peserta didik tersebut. Instrumen penilaian ini merupakan instrumen yang reliabel dan valid sebagai pedoman evaluasi. Hal ini dikarenakan instrumen ini sesuai dengan model Rasch. Dalam pengembangan instrumen berbasis HOTS ini menggunakan tes pilihan ganda, sehingga berupa data dengan skala dikotomus. Hal tersebut membuat instrumen ini sangat cocok untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Guru dapat menggunakan instrumen penilaian untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Karena peserta didik tidak hanya dituntut untuk mampu menghafal, tetapi peserta didik harus mampu menganalisis, mengevaluasi dan mencipta terhadap materi menerapkan buku jurnal. Kemampuan berpikir tingkat tinggi tersebut sebagai bekal peserta didik untuk ke jenjang selanjutnya, terlebih untuk peserta didik SMK, mereka dipersiapkan untuk terjun ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan mereka di tingkat SMK. Instrumen penilaian berbasis HOTS ini sangat membantu guru dalam mengukur kemampuan peserta didik, yaitu kemampuan untuk memecahkan masalah (problem solving), keterampilan berpikir kritis

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kemampuan berargumen (reasoning), dan kemampuan mengambil keputusan (decision making). Dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi, peserta didik memiliki kreativitas tersendiri dalam menyelesaikan masalah. Kreativitas tersebut adalah kemampuan menyelesaikan permasalahan, kemampuan mengevaluasi strategi yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dari berbagai sudut pandang yang berbeda, dan menemukan model-model penyelesaian baru yang berbeda dengan cara-cara sebelumnya. Instrumen penilaian berbasis HOTS pada kompetensi dasar menerapkan buku jurnal selain membantu untuk mengevaluasi dan mengukur kemampuan peserta didik dapat juga dilatih untuk proses pembelajaran di kelas. Sehingga secara berkala dapat dilihat peningkatan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik di kelas tersebut. Peningkatan dapat dilihat dengan semakin banyaknya peserta didik yang memahami materi menerapkan buku jurnal. Dengan demikian, peserta didik yang awalnya tidak paham dapat sama dengan peserta didik lain yang telah memahami sejak awal sehingga dalam pengelolaan kelas guru akan lebih mudah. Instrumen penilaian ini sangat membantu guru dalam menghadapi perkembangan dunia pendidikan saat ini yang dituntut menerapkan HOTS di berbagai jenjang pendidikan dan berbagai mata pelajaran. Mengingat saat ini masih banyak guru yang belum menerapkan pembelajaran berbasis HOTS di kelas. Instrumen penilaian ini dapat menjadi acuan untuk guru

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 dijenjang pendidikan SMK, terutama untuk mata pelajaran akuntansi dasar dengan materi “Menerapkan Buku Jurnal”. Guru dapat membantu peserta didik untuk mendalami materi menerapkan buku jurnal berbasis HOTS dengan contoh soal yang peneliti buat. Selain itu, guru dapat mengembangkan soal berbasis HOTS untuk pembelajaran selanjutnya dengan acuan instrumen penilaian ini.

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut. 1. Instrumen penilaian berbasis HOTS dikembangkan dengan modifikasi langkah-langkah pengembangan tes menurut Suryabrata. Hasil modifikasi tersebut berupa delapan langkah pengembangan tes, yaitu (1) pengembangan spesifikasi tes dengan membuat kisi-kisi soal, (2) penulisan soal dengan dilakukan pembuatan soal sebanyak 40 butir soal, (3) penelaah soal dengan melakukan validasi ahli bahasa dan ahli materi, (4) perakitan soal dengan melakukan perbaikan dari hasil validasi, (5) uji coba tes dilakukan terhadap 254 peserta didik, (6) analisis hasil penelitian menggunakan program QUEST, (7) perakitan dan seleksi soal, dan (8) pencetakan tes dilakukan dengan mencetak hasil produk yang telah dikembangkan. 2. Kualitas instrumen penilaian yang berupa uji coba soal ditentukan berdasarkan validasi penilaian dari ahli bahasa dan ahli materi. Uji coba soal memiliki total rata-rata skor dari ahli bahasa sebesar 3,857 dengan kategori “Baik” dan total rata-rata skor dari ahli materi sebesar 3,565 dengan kategori “Cukup Baik”. Pelaksanaan uji coba soal tentang materi menerapkan buku jurnal kelas X SMK layak menjadi instrumen penilaian bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran. 115

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 B. Keterbatasan Pengembangan Produk yang dikembangkan memiliki beberapa keterbatasan yaitu sebagai berikut. 1. Prosedur penelitian dan pengembangan hanya berhenti pada langkah ke delapan, yaitu analisis butir soal dengan menggunakan QUEST. Hal ini dikarenakan kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk melakukan penelitian sampai langkah kesepuluh. 2. Uji coba soal dilaksanakan pada siang hingga sore hari, hal tersebut menyebabkan peserta didik tidak dapat berkonsentrasi dalam mengerjakan soal uji coba. 3. Pihak sekolah ataupun guru sulit menentukan waktu penelitian dikarenakan adanya beberapa kegiatan di sekolah tersebut. 4. Keterbatasan waktu dan dana lama melakukan uji coba kurang memadai. 5. Instrumen yang digunakan hanya menganalisis instrumen dengan 1PL. C. Saran Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan uji coba soal materi menerapkan buku jurnal, yaitu sebagai berikut. 1. Prosedur penelitian dan pengembangan tes menurut Suryabrata sebaiknya dilakukan sampai pada langkah kesepuluh, apabila keadaan memungkinkan bagi peneliti. Hal tersebut dimaksudkan supaya produk dapat dikembangkan dengan lebih baik.

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 2. Uji coba soal sebaiknya dilaksanakan pada pagi hari, supaya peserta didik dapat memiliki konsentrasi yang lebih baik dalam mengerjakan soal. 3. Pelaksanaan uji coba sebaiknya dilakukan dengan alokasi waktu yang lebih lama supaya produk yang dikembangkan menjadi lebih baik. 4. Bagi peneliti lain, sebaiknya melakukan uji coba dengan populasi yang lebih besar.

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Daftar Pustaka Anderson, L.W., dan Krathwohl, D.R. 2010. Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Arifin, Z. 2011. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarta. Azwar, Saifuddin. 1987. Test Prestasi Fungsi dan Pengembangan Pengukuran Prestasi Belajar. Yogyakarta: Liberty. Azwar, Saifuddin. 2015. Dasar-Dasar Psikometri. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Endrayanto, H. Yosep dan Y. Wahyu Harumyrti. 2014. Penilaian Belajar Siswa di Sekolah. Yogyakarta: PT. Kanisius. Ernawati, L. 2017. Pengembangan High Order Thinking (HOT) Melalui Metode Pembelajaran Mind Banking Dalam Pendidikan Agama Islam. Diakses pada tanggal 17 Februari 2018, dari http://bit.ly/2k66VLI Gunawan, A. W. 2012. Genius Learning Strategy: petunjuk praktis untuk menerapkan accelerated learning. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. Hamalik, Oemar. 2002. Proses BelajarMengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Istiyono, Edi, dkk. 2014. Pengembangan Tes Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Fisika (PhysTHOTS) Peserta Didik SMA. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 1. Diakses pada tanggal 17 Februari 2018, dari http://journal.uny.ac.id/index.php/jpep/article/view/2120. Kusaeri dan Suprananto. 2012. Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Ladjid, H. Hafni. 2005. Pengembangan Kurikulum Menuju Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Quantum Teaching. Nasution. 2009. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara. Nofiana, Mufida, Sajidan, dkk. 2014. Pengembangan Instrumen Evaluasi TwoTier Multiple Choice Question untuk Mengukur Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Diakses pada tanggal 17 Februari 2018, dari http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/snps/article/view/5088. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan Pasal 80 Permendikbud No.23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Retnawati, H. 2014. Teori Respons Butir dan Penerapannya. Yogyakarta: Nuha Medika. Retnawati, H. 2016. Analisis Kuantitatif Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Parama Publishing. Soetopo dan Soemanto. 1982. Pengantar Operasional Administrasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Subali, B. 2010. Panduan Praktik Penilaian, Evaluasi, dan Remidiasi Hasil Belajar Biologi. FMIPA UNY Yogyakarta: tidak diterbitkan. Sucipto, Toto. 2014. Pengantar Akuntansi dan Keuangan Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen. Yudhistira. Sudaryono. 2013, Januari 18. Retrieved from Implementasi Teori Respon Butir (Item Response Theory) pada Penilaian Hasil belajar Akhir di Sekolah: http://sudaryono.ilearning.me/2013/01/18/implementasi-teori-responsibutir-item-response-theory-pada-penilaian-hasil-belajar-akhir-di-sekolah/ Sudjana, Nana. 1992. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sugiyono. 2015. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Sukiyadi, Didi. Nurhasanah. & Al Rasjid, Djedjen. 2006. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: UPI PRESS. Suryabrata, Sumadi. 2005. Pengembangan Alat Ukur Psikologis. Yogyakarta: ANDI. Suryosubroto. 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Wardany, Kusuma, dkk. 2015. Penyusunan Instrumen Tes Higher Order Thinking Skill pada Materi Ekosistem SMA Kelas X. Diakses pada tanggal 17 Februari 2018, dari https://jurnal.uns.ac.id/prosbi/article/view/7000. Widoyoko, S. E. P. 2014. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 (Soal uji coba) Soal Akuntansi Materi Menerapkan Buku Jurnal Alokasi Waktu: 100 menit Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda silang (X) pada lembar jawab yang telah disediakan! 1. Berikut ini yang termasuk dalam peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal adalah …. a. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat hitung manual atau elektronik, dan alat tulis kantor seperti kertas, pensil dan penggaris b. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat hitung baik manual atau elektronik, formulir laporan dan neraca rugi laba c. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat tulis kantor seperti kertas, pensil, bolpoin, penggaris, dan jurnal pembantu d. catatan transaksi keuangan yang bersumber dari bukti transaksi, buku jurnal penyesuaian, dan neraca lajur e. catatan transaksi keuangan yang bersumber dari bukti transaksi bukti, jurnal khusus, dan neraca akhir saldo 2. Tuan Alex pada tanggal 8 Juni 2017 membeli sebidang tanah untuk lokasi usahanya, dengan membayar tunai Rp100.000.000, dan sisanya Rp50.000.000, akan dilunasi dalam waktu 3 bulan. Pencatatan transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah .... a. kas (Debet) Rp100.000.000, tanah (Debet) Rp150.000.000, utang (Kredit) Rp50.000.000 b. tanah (Debet) Rp150.000.000, utang (Debet) Rp50.000.000, kas (Kredit) Rp200.000.000 c. tanah (Debet) Rp150.000.000, Utang (Kredit) Rp50.000.000, kas (Kredit) Rp100.000.000

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI d. kas (Debet) Rp100.000.000, tanah (Kredit) Rp100.000.000, utang (Kredit) Rp50.000.000 e. kas (Kredit) Rp100.000.000, tanah (Debet) Rp100.000.000, utang (Debet) Rp50.000.000 3. Perhatikan transaksi-transaksi berikut ini: 1) menerima pembayaran utang dari para pelanggan menyebabkan kas bertambah di debet, piutang berkurang di kredit 2) menerima pinjaman dari bank menyebabkan kas bertambah di debet utang bertambah di kredit dengan jumlah yang sama 3) membeli peralatan sebagian dibayar tunai dan sebagian secara angsuran menyebabkan kas berkurang di kredit, peralatan bertambah di debet dan utang bertambah di kredit 4) menerima pendapatan jasa bengkel menyebabkan kas bertambah di debet dan pendapatan jasa berkurang di debet dengan jumlah yang sama 5) membayar gaji pegawai menyebabkan kas berkurang di debet dan beban gaji berkurang di kredit dengan jumlah yang sama Dari transaksi-transaksi di atas, mekanisme debet dan kredit yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 2), dan 5) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 4), dan 5) e. 3), 4), dan 5) 4. Perhatikan transaksi-transaksi berikut ini: 1) Dibeli perlengkapan seharga Rp1.500.000, baru dibayar Rp700.000, sisanya akan dibayar kemudian, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp700.000, Perlengkapan (+) (D) Rp1.500.000, dan Utang (+) (K) Rp800.000 2) Diterima pendapatan jasa sebesar Rp2.000.000,00, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp2.000.000, dan Pendapatan (+) (K) Rp2.000.000

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3) Diselesaikan pekerjaan senilai Rp2.200.000, diterima tunai Rp1.800.000, sisanya diterima kemudian, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp1.800.000, dan Pendapatan (+) (K) Rp1.800.000 4) Diambil uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp200.000, mengakibatkan; Prive (+) (D) Rp200.000, dan Kas (-) (K) Rp200.000 5) Diterima pelunasan piutang sebesar Rp500.000,00 mengakibatkan Kas (+) (D) Rp500.000, dan Piutang (-) (K) Rp500.000 Mekanisme pencatatan debet dan kredit yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 3), dan 5) e. 2), 4), dan 5) 5. Pada tanggal 21 Desember 2017 Tn. Budi membeli peralatan olahraga sebesar Rp 250.000 kepada toko Maju Jaya Sport dan sebesar Rp 100.000, secara kredit. Pencatatan transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah …. a. perlengkapan (Debet) Rp250.000, kas (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 b. kas (Debet) Rp350.000, perlengkapan (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 c. kas (Kredit) Rp250.000, perlengkapan (Debet) Rp350.000, utang (Kredit) Rp100.000 d. perlengkapan (Debet) Rp350.000, kas (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 e. utang (Debet) Rp110.000, kas (Kredit) Rp250.000, perlengkapan (Kredit) Rp350.000

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Perusahaan bengkel ”MUDA KARYA” hendak membuat kuitansi kepada pelanggannya untuk, data-data yang dimiliki adalah sebagai berikut :  Jumlah uang : Rp1.800.000  Untuk Pembayaran : Perbaikan sebuah kendaraan No. Pol AB.6643.SAD Berdasarkan data kuitansi di atas, maka perusahaan akan mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah …. a. akun modal (Debet) dan akun pendapatan jasa sebesar (Kredit) Rp1.800.000 b. akun kas (Debet) Rp1.800.000 dan akun pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp1.800.000 c. akun pendapatan jasa (Debet) dan modal (Kredit) sebesar Rp1.800.000 d. akun pendapatan jasa (Debet) dan kas (Kredit) sebesar Rp1.800.000 e. akun kas (Debet) dan akun modal (Kredit) Rp1.800.000 7. Perhatikan tabel saldo normal akun aset sebagai berikut: Nama Akun Kas Akumulasi Penyusutan peralatan Peralatan Debet Rp 5.000.000 Rp 10.000.000 Rp 2.000.000 Kredit Rp 3.000.000 Rp 29.850.000 Rp 1.350.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun aset yang tepat adalah .... a. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp600.000 b. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp650.000 c. kas (Kredit) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp650.000 d. kas (Kredit) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Debet) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp600.000 e. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.800.000, Peralatan (Debet) Rp600.000

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Perhatikan tabel di bawah ini ! 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama Akun Kas Piutang Usaha Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Kredit Nama Akun Kas Peralatan Bertambah Debet Debet Berkurang Kredit Kredit Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Peralatan Perlengkapan Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Kas Piutang Usaha Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Kredit Nama Akun Kas Perlengkapan Bertambah Debet Debet Berkurang Kredit Kredit Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Piutang Usaha Investasi Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Debet Dari tabel di atas, saldo normal akun aset yang benar adalah …. a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 2 dan 4 d. 3 dan 5 e. 4 dan 5 9. Saldo akhir pada sisi liabilitas sebuah neraca adalah sebagai berikut : - Gaji yang belum dibayar (Rp3.000.000) Utang gaji Rp10.000.000 Utang dagang Rp10.000.000 Sewa diterima dimuka (Rp5.000.000) Sewa dibayar dimuka Rp5.000.000 Bank (Rp10.000.000)

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jumlah keseluruhan dari saldo liabilitas di atas adalah .... a. Rp12.000.000 b. Rp15.000.000 c. Rp17.000.000 d. Rp18.000.000 e. Rp25.000.000 10. Perhatikan tabel-tabel dibawah ini ! 1) Nama Akun Utang pajak Sewa diterima dimuka 2) Nama Akun Utang dagang Utang wesel 3) Nama Akun Utang hipotik Utang usaha 4) Nama Akun Utang gaji Utang deviden 5) Nama Akun Wesel bayar Sewa dibayar dimuka 6) Nama Akun Utang dagang Utang wesel S e Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Debet Kredit Debet Debet Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Dari tabel-tabel di atas, saldo normal akun Liabilitas yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 5) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 4), dan 6) e. 4), 5), dan 6)

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini : - - Utang wesel yaitu kontrak yang menyatakan bahwa 1 pihak akan melakukan pembayaran sejumlah tertentu kepada pihak lain di masa mendatang. Utang Dagang yaitu utang yang timbul ketika entitas melakukan pembelian secara tunai. Beban yang masih harus dibayar yaitu beban yang telah terjadi namun sampai tanggal pelaporan belum dibayarkan. Dari pernyataan-pernyataan di atas, maka saldo normal akun utang wesel, utang dagang dan beban yang masih harus dibayar adalah .... a. b. c. Nama akun Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Debet Kredit Kredit Utang Dagang Kredit Debet Debet Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Kredit Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Kredit Utang Dagang Kredit Debet Debet Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Kredit Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Debet Utang Dagang Kredit Debet Kredit Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Debet Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Kredit Utang Dagang Kredit Debet Kredit Beban yang masih harus dibayar Kredit Debet Kredit Nama akun Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Debet Kredit Debet Utang Dagang Debet Kredit Kredit Beban yang masih harus dibayar Kredit Debet Debet Nama akun Nama akun d. Nama akun e.

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. Pada tanggal 1 Januari 2017 Bengkel Ceng Ceng Po memiliki pendapatan di neraca saldo sebesar Rp.10.985.000. Berikut ini transaksi yang terjadi : - 5/1/17 telah diselesaikan pekerjaan service motor Tuan Mali sebesar Rp5.015.000 secara kredit - 8/1/17 dibayar gaji karyawan sebesar Rp2.000.000 - 10/1/17 dijual suku cadang motor sebesar Rp3.000.000 - 15/1/17 dibayar sewa gedung selama 1 tahun sebesar Rp1.000.000 - 17/1/17 telah diterima komisi dari Tuan Sabar sebesar Rp500.000 a Dari transaksi di atas, saldo akhir neraca saldo pendapatan sebesar .... a. Rp16.500.000 b. Rp17.500.000 c. Rp18.500.000 d. Rp19.500.000 e. Rp20.500.000 13. Perhatikan tabel saldo normal akun ekuitas: Nama Akun Modal Prive Laba ditahan Debet Kredit Rp 10.000.000 Rp 10.000.000 Rp 1.000.000 Rp 20.000.000 Rp 5.000.000 Rp 2.000.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun ekuitas yang tepat adalah .... a. Modal (Kredit) Rp10.000.000, Prive (Kredit) Rp5.000.000, Laba (Debet) Rp1.000.000 b. Modal (Kredit) Rp. 10.000.000, Prive (Debet) Rp5.000.000, Laba (Kredit) Rp1.000.000 c. Modal (Debet) Rp10.000.000, Prive (Kredit) Rp5.000.000, Laba (Kredit) Rp1.000.000 d. Modal (Debet) Rp10.000.000, Prive (Debit) Rp5.000.000, Laba (Debet) Rp1.000.000 e. Modal (Kredit) Rp10.000.000, Prive (Debet) Rp5.000.000, Laba (Kredit) Rp1.000.000 ditahan ditahan ditahan ditahan ditahan

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. Perhatikan tabel saldo normal akun ekuitas sebagai berikut: Nama Akun Modal Saham Laba ditahan Prive Deviden Rp Rp Rp Rp Debet 5.760.000 10.240.000 5.000.000 3.000.000 Rp Rp Rp Rp Kredit 12.000.000 19.000.000 1.258.000 2.870.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun ekuitas yang tepat adalah .... a. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.670.000, prive (Debet) Rp3.042.000, deviden (Kredit) Rp30.000 b. modal saham (Kredit) Rp6.240.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Debet) Rp3.742.000, deviden (Debet) Rp130.000 c. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.670.000, prive (Kredit) Rp3.472.000, deviden (Kredit) Rp230.000 d. modal saham (Kredit) Rp6.240.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Kredit) Rp3.042.000, deviden (Debet) Rp310.000 e. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Kredit) Rp3.742.000, deviden (Kredit) Rp330.000 15. PT Makmur menjual barang dagangan kepada Toko Lintang seharga Rp5.000.000 serta PT Makmur mendapatkan komisi dari penjualan tersebut. Dari transaksi tersebut, maka PT Makmur mencatat transaksi pendapatan yang tepat adalah .... a. PT Makmur mendebet kas sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit pendapatan sebesar Rp5.000.000 b. PT Makmur mendebet Piutang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit pendapatan sebesar Rp5.000.000 c. PT Makmur mendebet kas sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000 d. PT Makmur mendebet utang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000 e. PT Makmur mendebet piutang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. Salon Kusuma telah menyelesaikan pekerjaan sebesar Rp5.000.000, tetapi uangnya baru diterima sebesar Rp2.465.000, sisanya akan dibayar bulan depan. Pencatatan transaksi yang tepat yang dibuat oleh Salon Kusuma adalah …. a. kas bertambah di debet Rp2.465.000, piutang usaha bertambah di debet Rp2.353.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp5.000.000 b. piutang bertambah di debet Rp2.535.000, pendapatan salon bertambah di debet Rp.5.000.000, dan modal Ny. Kusuma bertambah di kredit Rp7.535.000 c. pendapatan salon bertambah di debet Rp5.000.000, kas bertambah di debet Rp2.465.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp7.456.000 d. piutang bertambah di debet Rp2.535.000, pendapatan salon bertambah di debet Rp5.000.000, dan kas berkurang di kredit Rp7.535.000 e. kas bertambah di debet Rp2.465.000, piutang usaha bertambah di debet Rp2.535.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp5.000.000 17. Perusahaan Abadi Jaya mempunyai saldo awal beban perlengkapan sebesar Rp7.350.000. Pada bulan Juli Perusahaan Abadi Jaya memiliki transaksi sebagai berikut: Juli 4 Tuan Rido menyetor uang untuk modal awal sebesar Rp10.000.000 Juli 8 dibayar beban perlengkapan sebesar Rp2.350.000 Juli 15 dibayar sewa gedung selama 2 tahun sebesar Rp1.500.000 Juli 25 Perusahaan meminjam uang kepada bank sebesar Rp2.000.000 Juli 30 dibayar beban perlengkapan sebesar Rp1.874.000 Juli 30 dibayar beban listrik, air dan telepon sebesar Rp550.000 Dari transaksi di atas, maka saldo akhir pada beban perlengkapan adalah …. a. Debet sebesar Rp10.574.000 b. Debet sebesar Rp11.574.000 c. Debet sebesar Rp11.547.000 d. Kredit sebesar Rp11.574.000 e. Kredit sebesar Rp12.700.000

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. Pada tanggal 03 Februari 2017, seorang karyawan mencatat akun peralatan kantor sebesar Rp550.000. Ternyata setelah dikoreksi terjadi salah pencatatan sebesar Rp55.000. Dari contoh kasus di atas, yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang karyawan terhadap kesalahan pencatatan tersebut adalah .... a. membuat jurnal untuk menghapus jurnal yang salah b. membuat jurnal yang benar sesuai dengan transaksi yang terjadi c. membuat jurnal penyesuaian terhadap kesalahan pencatatan d. mengubah nama akun yang salah terhadap kesalahan pencatatan e. membuat jurnal koreksi terhadap kesalahan pencatatan 19. Perhatikan macam-macam fungsi kode akun berikut ini : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Memudahkan dalam mengelompokkan akun di buku besar Memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan Memudahkan dalam mencari bukti transaksi dalam jurnal umum Memudahkan indentifikasi dengan klasifikasi tertentu Memudahkan dalam menyusun laporan keuangan Memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada 7) Menghindari kekeliruan dalam pencatatan ke dalam buku besar (posting ke buku besar) Dari macam-macam fungsi kode akun di atas yang tidak tepat adalah …. a. 1), 2), dan 5) b. 2), 5), dan 7) c. 3), 4), dan 6) d. 4), 5), dan 6) e. 5), 6), dan 7)

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. Transaksi PT Ceria selama bulan Januari sebagai berikut: - 6/1/17 perlengkapan yang tersisa sebesar Rp5.000.000 - 9/1/17 di bayar gaji karyawan sebesar Rp2.000.000 - 13/1/17 di jual suku cadang motor sebesar Rp3.000.000 - 17/1/17 di bayar biaya listrik, telepon dan air Rp1.000.000 - 19/1/17 di bayar sewa ruangan selama 1 tahun sebesar Rp6.000.000 Dari transaksi di atas, saldo normal akun beban yang tidak tepat adalah .... a. biaya perlengkapan debet Rp5.000.000, dan kas kredit Rp5.000.000 b. biaya gaji debet Rp2.000.000, dan kas kredit Rp2.000.000 c. biaya listrik, telepon dan air debet Rp2.000.000 Rp1.000.000, dan kas kredit d. biaya sewa debet Rp6.000.000, dan kas kredit Rp6.000.000 e. biaya perlengkapan debet Rp5.000.000, dan perlengkapan kredit Rp5.000.000 21. Karyawan menjurnal bukti transaksi dan memposting ke buku besar berdasarkan kode akun secara berurutan untuk menghindari kekeliruan. Dalam hal ini kode akun memiliki sifat kode akun yaitu .... a. mudah diingat untuk memudahkan dalam mengelompokkan akun dibuku besar b. konsisten dalam pencatatan ke dalam buku besar untuk menghindari kekeliruan c. sederhana dan singkat untuk memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan d. memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada e. memungkinkan adanya akun baru yang saling berkaitan dengan akun yang sudah ada

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. Perhatikan tabel di bawah ini! Blok Kode 100 121 122 .... 500 Nama Akun Aset Peralatan Akumulasi penyusutan peralatan Prive Beban Dari tabel di atas, tentukan kode blok prive adalah .... a. 121 b. 200 c. 301 d. 400 e. 500 23. Bengkel “Maju Jaya” membeli perlengkapan bengkel sebesar Rp 3.500.000 secara kredit. Pencatatan transaksi yang sesuai dengan kode blok adalah .... a. Nama akun Ref Debet Kredit Perlengkapan 101 Rp 3.500.000 Utang usaha 200 Rp 3.500.000 b. Nama akun Ref Debet Kredit Perlengkapan 200 Rp 3.500.000 Utang usaha 300 Rp 3.500.000 c. Nama akun Ref Debet Kredit Utang usaha 200 Rp 3.500.000 Perlengkapan 300 Rp 3.500.000 d. Nama akun Ref Debet Kredit Perlengkapan 101 Rp 3.500.000 Kas 100 Rp 3.500.000 e. Nama akun Ref Debet Kredit Kas 100 Rp 3.500.000 Perlengkapan 101 Rp 3.500.000

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. Dalam sebuah pencatatan terdapat akun utang usaha, piutang, modal, kas, utang bank, peralatan. Dari akun-akun tersebut, urutan kode angka berurutan yang benar adalah .... a. Kode Nama Akun 1 Utang usaha 2 Utang bank 3 Modal 4 Kas 5 Peralatan 6 Piutang b. Kode Nama Akun 1 Kas 2 Utang bank 3 Peralatan 4 Utang usaha 5 Modal 6 Piutang c. Kode Nama Akun 1 Kas 2 Piutang 3 Peralatan 4 Utang usaha 5 Utang bank 6 Modal d. Kode Nama Akun 1 Modal 2 Piutang 3 Utang bank 4 Utang usaha 5 Peralatan 6 Kas e. Kode Nama Akun 1 Kas 2 Piutang 3 Utang bank 4 Utang usaha 5 Modal 6 Peralatan

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. Perhatikan tabel-tabel di bawah ini! 1. Kode 200 301 500 Nama Akun Good will Prive Pendapatan Kode 101 301 400 Nama Akun Piutang Prive Pendapatan Kode 101 300 500 Nama Akun Piutang Ekuitas Beban Kode 200 300 400 Nama Akun Utang wesel Ekuitas Beban Kode 121 200 500 Nama Akun Peralatan Utang usaha Beban 2. 3. 4. 5. Dari tabel di atas, kode akun dan nama akun yang sesuai dengan kode blok adalah .... a. 1, 3, dan 4 b. 1, 3, dan 5 c. 1, 2, dan 4 d. 2, 3, dan 5 e. 2, 4, dan 5

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. Toko Simpang Tiga Jl. Lingkar No. 3 Bandung No 1. Nomor: B.0078 Nama Barang Pengering rambut NOTA KONTAN Banyaknya Harga Satuan Jumlah 3 Rp 900.000 Rp 2.700.000 Jumlah Rp Bagian Akuntansi Nama Akun Peralatan Salon Kas 2.700.000 Bagian Penjual JURNAL UMUM Ref Debet Rp 2.700.000 Kredit Rp 2.700.000 Berdasarkan gambar di atas, jurnal dapat didefinisikan sebagai .... a. catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi dari bank b. catatan transaksi perusahaan yang telah dianalisis sebelumnya c. rancangan transaksi sehingga tidak akan terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat d. buku harian dalam satu perusahaan yang diisi catatan semua transaksi yang terjadi sepanjang periode berjalan e. catatan yang mengandung data serta informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan 27. Perhatikan tabel di bawah ini! Tanggal (1) .... (2) .... (3) .... (4) Debet (5) Kredit (6) Dari tabel di atas, keterangan pada kolom (2) yang tepat adalah .... a. keterangan b. ref c. nomor bukti d. pembelian e. potongan penjual

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. Perhatikan tabel-tabel di bawah ini! Kode 1 2 3 Nama Akun Kas Piutang usaha Liabilitas Kode 2 3 5 Nama Akun Aset Ekuitas Beban 3. Kode 1 3 4 Nama Akun Aset Ekuitas Pendapatan 4. Kode 3 4 5 Nama Akun Ekuitas Pendapatan Beban Kode 2 4 5 Nama Akun Liabilitas Pendapatan Beban 1. 2. 5. Dari tabel di atas, kode akun dan nama akun yang sesuai dengan kode kelompok adalah .... a. 1, 2, dan 5 b. 1, 3, dan 5 c. 1, 4, dan 5 d. 2, 4, dan 5 e. 3, 4, dan 5

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. Perhatikan beberapa kasus berikut ini : 1. Karyawan melakukan pencatatan transaksi-transaksi perusahaannya yang terjadi dalam satu periode saja 2. Seorang karyawan memberikan arahan agar jurnal-jurnal yang dipindah bukukan sesuai dan tidak terjadi kesalahan 3. Seorang karyawan melakukan pencatatan transaksi berdasarkan terjadinya transaksi 4. Seorang karyawan memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan agar jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan 5. Seorang karyawan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencatatan karayawan menganalisis terlebih dahulu kedalam mekanisme debit dan kredit Fungsi historis dari beberapa kasus di atas terdapat pada nomor .... a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 30. Perhatikan macam-macam fungsi jurnal berikut ini : 1) Jurnal merupakan tempat mencatat transaksi-transaksi perusahaan yang terjadi dalam satu periode tertentu 2) Jurnal mencatat transaksi perusahaan secara kronologis 3) Memudahkan dalam menyusun laporan keuangan 4) Memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan 5) Memudahkan identifikasi dengan klasifikasi tertentu 6) Sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat disisi debit dan sisi kredit Dari macam-macam fungsi jurnal di atas yang merupakan fungsi mencatat dan fungsi menganalisis terdapat pada …. a. b. c. d. e. 1) dan 2) 1) dan 6) 2) dan 4) 3) dan 5) 4) dan 6)

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. Fungsi informasi merupakan catatan dalam jurnal umum yang memberikan penjelasan mengenai bukti pencatatan transaksi yang terjadi. Berdasarkan pengertian fungsi informasi, contoh kasus yang sesuai di bawah ini yaitu .... a. seorang akuntan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi b. seorang akuntan mencatat transaksi-transaksi perusahaan sesuai yang terjadi dalam satu periode tertentu c. seorang akuntan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencantatan seorang akuntan menganalisis transaksi tersebut berdasarkan mekanisme debit dan kredit d. karyawan mengintruksikan kepada seorang akuntan agar ayat-ayat jurnal dipindah bukukan ke dalam akun-akun yang sesuai agar tidak terjadi kesalahan e. seorang akuntan memberikan informasi kepada perusahaan peristiwa yang terjadi untuk mengetahui dengan jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan 32. Pada tanggal 1 Januari 2017, Tuan Sena menyetorkan uang ke dalam perusahaan sebagai modal awal Rp 10.000.000. Pencatatan jurnal umum yang tepat adalah .... a. Tanggal 1 Jan Keterangan Kas Modal Ref Debet Rp 10.000.000 Kredit Rp 10.000.000 b. Tanggal 1 Jan Keterangan Ref Kas Pendapatan Debet Rp 10.000.000 Keterangan Pendapatan Kas Ref Debet Rp 10.000.000 Keterangan Modal Kas Ref Keterangan Pendapatan Modal Ref Kredit Rp 10.000.000 c. Tanggal 1 Jan Kredit Rp 10.000.000 d. Tanggal 1 Jan Debet Rp 10.000.000 Kredit Rp 10.000.000 e. Tanggal 1 Jan Debet Rp 10.000.000 Kredit Rp 10.000.000

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. Dari gambar di atas, menyusun jurnal atau menjurnal dapat didefinisikan sebagai .... a. pencatatan semua dampak yang diakibatkan oleh transaksi keuangan yang di kerjakan perusahaan sesuai dengan bukti transaksi keuangan yang ada pada periode tertentu b. informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan c. sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat di sisi debit dan sisi kredit d. kegiatan pencatatan transaksi perusahaan setelah dianalisis terlebih dahulu e. kegiatan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi 34. Berikut ini transaksi Perusahaan CIPTA JAYA selama bulan Juli 2015 : 1. Juli 3, menerima peralatan yang dipesan dari UD. MUKTI seharga Rp7.500.000, pembayaran n/30. 2. Juli 7, menerima faktur dari PT. ASIA JAYA untuk perlengkapan jasa yang dipesan seharga Rp6.500.000, pembayaran dalam 10 hari. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi pada tanggal 7 di atas adalah …. a. Kas b. c. d. e. Perlengkapan jasa Utang usaha Kas Perlengkapan jasa Utang usaha Utang Perlengkapan jasa Perlengkapan jasa Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp.6.500.000,-

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Piutang Rp6.500.000,35. PT. Citra Lestari membeli peralatan kantor seharga Rp 25.000.000, dibayar tunai sebesar Rp 8.500.000, dan sisanya akan dibayarkan bulan depan. Jurnal untuk mencacat transaksi tersebut adalah …. a. Peralatan kantor Kas Utang usaha b. Kas Peralatan Kantor Utang usaha c. Peralatan kantor Kas Utang usaha d. Kas Utang usaha Peralatan kantor e. Utang usaha Kas Peralatan kantor Rp25.000.000 Rp8.500.000 Rp16.500.000 Rp8.500.000 Rp25.000.000 Rp33.500.000 Rp25.000.000 Rp8.500.000 Rp33.500.000 Rp8.500.000 Rp16.500.000 Rp25.000.000 Rp 16.500.000 Rp 8.500.000 Rp 25.000.000 36. Berikut ini transaksi usaha bengkel “MOMO MIMI” selama bulan November 2016. November 2 Nona Mimi menyetor uang untuk modal usaha sebesar Rp35.000.000 5 Di beli perlengkapan untuk kantor sebesar Rp2.750.000 secara kredit 9 Diterima pendapatan jasa servis dan reparasi motor sebesar Rp500.000 Jurnal umum untuk mencatat transaksi tanggal 5 November 2016 adalah … a. Utang usaha Perlengkapan b. Perlengkapan Utang usaha c. Kas Perlengkapan d. Perlengkapan Kas e. Utang usaha Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kas Rp2.750.000 Berikut ini transaksi yang terjadi selama bulan April 2017 sebagai berikut : - 10 April 2017 Diselesaikan jasa cuci senilai Rp150.000, tetapi belum dibayar oleh konsumen. - 13 April 2017 Dibayar biaya sewa untuk 4 bulan mendatang terhitung mulai bulan Mei senilai Rp600.000 - 25 April 2017 Dibeli bahan habis pakai senilai Rp400.000, pembayaran bulan depan 37. Jurnal untuk mencatat transaksi pada tanggal 10 April 2017 adalah …. a. kas (Debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp150.000 b. piutang usaha (Debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp150.000 c. kas (Debet) sebesar Rp150.000, utang usaha (Kredit) sebesar Rp150.000 d. piutang usaha (Debet) sebesar Rp.150.000, utang usaha ( Kredit) sebesar Rp150.000 e. kas (Debet) sebesar Rp150.000, piutang usaha (Kredit) sebesar Rp150.000 38. Laundry Tya menyelesaikan jasa laundry sprei boneka dan sepatu milik Ny. Tini, dengan total biayanya sebesar Rp250.000, maka jurnal umum yang tepat adalah …. a. Kas Rp250.000 Pendapatan Rp250.000 b. Kas Rp 250.000 Piutang Rp 250,000 c. Pendapatan Rp 250.000 Kas Rp 250.000 d. Piutang Rp 250.000 Pendapatan Rp 250.000 e. Kas Rp 250.000 Pendapatan di terima di muka Rp250.000

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. Tanggal 23 April 2017 Tn. Prabowo membayar biaya sewa untuk 4 bulan mendatang terhitung mulai bulan Mei senilai Rp1.450.000. Maka jurnal dari transaksi tersebut adalah …. a. Biaya sewa Sewa dibayar dimuka b. Sewa dibayar dimuka Biaya Sewa c. Kas Sewa dibayar dimuka d. Biaya Sewa Kas e. Sewa dibayar dimuka Kas Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 40. Perhatikan bukti transaksi di bawah ini : Berdasarkan bukti transaksi di atas, jurnal yang tepat adalah …. a. Kas b. c. d. e. Pendapatan Utang Piutang Utang Kas Kas Utang Kas Piutang Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban 1. A 11. D 21. B 31. E 2. C 12. D 22. C 32. A 3. A 13. B 23. A 33. D 4. E 14. B 24. C 34. C 5. D 15. C 25. D 35. A 6. B 16. E 26. B 36. B 7. B 17. B 27. C 37. B 8. C 18. C 28. E 38. A 9. A 19. C 29. C 39. E 10. B 20. D 30. B 40. C Pentujuk Penskoran 1. Jika dijawab benar skor 1 2. Jika dijawab salah/ tidak menjawab skor 0 3. Jumlah skor total adalah 40 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = X 100 Skor maksimal 4. Batas KKM nilai Akuntansi Dasar peserta didik kelas X adalah 65

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2 (Lembar jawaban) LEMBAR JAWABAN UJI COBA SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) Nama Siswa : Kelas No. Siswa : Nama Sekolah : 1. A B C D E 21. A B C D E 2. A B C D E 22. A B C D E 3. A B C D E 23. A B C D E 4. A B C D E 24. A B C D E 5. A B C D E 25. A B C D E 6. A B C D E 26. A B C D E 7. A B C D E 27. A B C D E 8. A B C D E 28. A B C D E 9. A B C D E 29. A B C D E 10 A B C D E 30. A B C D E 11. A B C D E 31. A B C D E 12. A B C D E 32. A B C D E 13. A B C D E 33. A B C D E 14. A B C D E 34. A B C D E 15. A B C D E 35. A B C D E 16. A B C D E 36. A B C D E 17. A B C D E 37. A B C D E 18. A B C D E 38. A B C D E 19. A B C D E 39. A B C D E 20. A B C D E 40. A B C D E

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3 (Lembar penilaian oleh ahli bahasa)

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4 (Lembar penilaian oleh ahli materi)

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5 (Angket respon peserta didik)

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 (Surat perizinan penelitian)

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7 (Silabus)

(196) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(197) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8 (RPP SMK Koperasi Yogyakarta)

(198) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(199) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(200) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(201) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(202) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(203) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(204) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(205) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9 (RPP pembuatan soal berbasis HOTS) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Bidang Keahlian Program Keahlian Kompetensi Keahlian Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Kejuruan : Bisnis dan Manajemen : Akuntansi dan Keuangan : Akuntansi dan Keuangan Lembaga : Akuntansi Dasar : X/1 : 3x 45 menit (1x pertemuan) dari 20 jp A. Kompetensi Inti 3. Menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. B. Kompetensi Dasar 3.8 Menerapkan buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal. C. Indikator Pencapaian Kompetensi 3.8.1 Menjelaskan pengertian dan jenis buku jurnal 3.8.2 Menjelaskan pengertian dan bentuk jurnal 3.8.3 Menentukan angka yang di debet dan kredit 3.8.4 Menerapkan sistem pencatatan jurnal D. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik mampu: 3.8.1 Menjelaskan pengertian dan jenis buku jurnal 3.8.2 Menjelaskan pengertian dan bentuk jurnal 3.8.3 Menentukan angka yang di debet dan kredit 3.8.4 Menerapkan sistem pencatatan jurnal

(206) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. Materi Pembelajaran 1. Nama dan kode akun 2. Jurnal umum F. Pendekatan/Strategi/Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Saintifik 2. Model : Problem Based Learning G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan  Guru masuk kelas tepat waktu dan mengucapkan salam.  Guru mengajak siswa untuk berdoa terlebih dahulu sebelum memulai KBM.  Guru mengajak peserta didik untuk mengecek kebersihan lingkungan sekolah termasuk kolong meja dan mempersilahkan peserta didik untuk membuang sampah pada tempatnya.  Guru mengisi agenda kelas dan mengabsen peserta didik dengan diiringi sedikit paparan tentang pentingnya disiplin dan tanggung jawab berkaitan dengan kehadiran peserta didik.  Guru Menjelaskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta didik selama proses pembelajaran.  Menjelaskan strategi pembelajaran yang digunakan.  Memberikan motivasi kepada peserta didik.  Memberikan Pre Tes. 1. Pemberian rangsangan (Stimulation); peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk membaca buku sumber tentang menerapkan buku jurnal. 2. Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement); - Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mencatatat berbagai permasalahan yang belum dipahami selama membaca buku sumber berkaitan dengan menerapkan buku jurnal. - Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk menanyakan berbagai hal yang belum dipahaminya dan guru mencatat pertanyaan peserta didik di papan tulis sesuai dengan topik yang dipelajari yaitu menerapkan buku jurnal. 3. Pengumpulan data (Data Collection); - Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk membentuk kelompok belajar. - Peserta didik diberikan tugas oleh guru untuk mencari jawaban / mengumpulkan data dari berbagai sumber berkaitan dengan masalah yang telah teridentifikasi yaitu tentang menerapkan buku jurnal. 4. Pembuktian (Verification); - Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mendiskusikan dalam kelompok jawaban yang dianggap paling benar berkaitan dengan masalah yang Inti Alokasi Waktu 15 menit 110 menit

(207) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI teridentifikasi. Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mengkonfirmasikan jawabannya dalam kelompok. Menarik simpulan/generalisasi (Generalization); - Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk menyampaikan jawaban dari permasalahan yang teridentifikasi berkaitan dengan menerapkan buku jurnal. - Peserta didik bersama-sama menyusun kesimpulan tentang menerapkan buku jurnal dibimbing oleh guru. Peserta didik dengan arahan guru kembali duduk menghadap ke depan dan mendengarkan arahan guru. Peserta didik dibantu oleh guru melakukan refleksi untuk memperjelas hal yang masih diragukan sehingga informasi menjadi benar dan tidak terjadi miskonsepsi. Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mengerjakan soal latihan di buku sumber sebagai penguatan hasil pembelajaran. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap giat dalam belajar sebagai upaya dan mempersiapkan kegiatan pembelajaran pertemuan berikutnya. Guru mengajak peserta didik untuk menutup pembelajaran dengan bersyukur kepada Allah YME dan mengucapkan salam. - 5. Penutup      10 menit H. Penilaian Pembelajaran 1. Penilaian pengetahuan : soal praktek, penugasan 2. Penilaian Sikap : observasi I. Media/Alat dan Sumber Belajar 1. Media/alat : papan tulis, laptop, LCD proyektor, dan spidol 2. Sumber belajar : Sucipto, Toto. 2014. Pengantar Akuntansi dan Keuangan Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira.

(208) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kisi-Kisi Soal Penilaian Pengetahuan Kompetensi Materi Dasar 3.8. Menerapkan buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal Bentuk Nomor Soal Soal Indikator Soal 1. Persiapan Pengelolaan Buku Jurnal 1. Menentukan peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal PG 1 2. Pencatatan Transaksi 1. Menganalisis mekanisme debet dan kredit saldo normal akun 2. Menentukan saldo normal aset 3. Menentukan saldo normal liabilitas 4. Menentukan saldo normal ekuitas 5. Menentukan saldo normal pendapatan 6. Menentukan saldo normal beban 1. Mengidentifikasi fungsi kode akun 2. Mengidentifikasi sifat kode akun 3. Menentukan kode angka berurutan 4. Menentukan kode blok 5. Mengelompokkan kode kelompok 1. Mengidentifikasi pengertian jurnal 2. Mengidentifikasi fungsi-fungsi jurnal 3. Menganalisis bentuk jurnal 4. Mengidentifikasi pengertian menyusun jurnal 5. Menganalisis transaksi jurnal PG 2, 3, 4, 5 PG 6, 7, 8 PG 9, 10, 11 PG 13, 14 PG 12, 15, 16 PG 17, 20 PG 18, 19 PG 21 PG 24 PG PG 22, 23, 25 28 PG 26 PG PG 27, 29, 30, 31 32 PG 33 PG 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40 3. Kode Akun 4. Jurnal

(209) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Fricilia Dermawati Narendra Kelas X SMK Materi : Menerapkan Buku Jurnal

(210) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kami bisa menyelesaikan soal berbasis HOTS untuk peserta didik kelas X SMK dengan baik dan tepat waktu. Dengan dibuatnya soal berbasis HOTS ini, kami berharap agar dapat bermanfaat dan membantu mengukur kemampuan peserta didik dalam berpikir tingkat tinggi tentang materi menerapkan buku jurnal. Kami sangat menyadari bahwa soal berbasis HOTS ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kami mengharapkan kritik serta saran pembaca demi kesempurnaan soal berbasis HOTS kedepannya. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menerbitkan soal berbasis HOTS ini. Yogyakarta, 28 November 2018 Penulis i

(211) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ..................................................................................... i DAFTAR ISI .................................................................................................... ii SILABUS......................................................................................................... 1 RPP .................................................................................................................. 2 KISI-KISI SOAL............................................................................................ 5 PETUNJUK UMUM ...................................................................................... 6 SOAL ............................................................................................................... 7 KUNCI JAWABAN ....................................................................................... 30 PETUNJUK PENSKORAN .......................................................................... 30 ii

(212) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(213) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI SILABUS Kompetensi Dasar Materi Pokok 3.8.Menerapkan buku jurnal, konsep debet dan kredit, slado normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal  Persiapan Pengelolaan Buku Jurnal  Pencatatan Transaksi  Kode Akun  Jurnal Pembelajaran Penilaian Mengamati Mempelajari buku teks, bahan tayang maupun sumber lain menerapkan buku jurnal Menanya Mengajukan pertanyaan untuk mengidentifikasi masalah menerapkan buku jurnal Mengeksplorasi Mengumpulkan data dan informasi tentang menerapkan buku jurnal Asosiasi  Menganalisis dan menyimpulkan informasi tentang menerapkan buku jurnal  Menyimpulkan dari keseluruhan materi Komunikasi Menyampaikan laporan tentang menerapkan buku jurnal dan mempresentasikannya dalam bentuk tulisan dan lisan Tugas Individu/kelompok Observasi Ceklist lembar Pengamatan sikap kegiatan mandiri/kelompok Portofolio Laporan tertulis individu/kelompok Tes Tes tertulis bentuk uraian dan/atau pilihan ganda 1 Alokasi Waktu Sumber Belajar 20Jp Sucipto, Toto. 2014. Pengantar Akuntansi dan Keuangan Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen. Yudhistira.

(214) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Bidang Keahlian Program Keahlian Kompetensi Keahlian Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu : Sekolah Menengah Kejuruan : Bisnis dan Manajemen : Akuntansi dan Keuangan : Akuntansi dan Keuangan Lembaga : Akuntansi Dasar : X/1 : 3x 45 menit (1x pertemuan) dari 20 jp A. Kompetensi Inti 3. Menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian dalam bidang kerja yang spesifik untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas spesifik dibawah pengawasan langsung. B. Kompetensi Dasar 3.8 Menerapkan buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal. C. Indikator Pencapaian Kompetensi 3.8.1 Menjelaskan pengertian dan jenis buku jurnal 3.8.2 Menjelaskan pengertian dan bentuk jurnal 3.8.3 Menentukan angka yang di debet dan kredit 3.8.4 Menerapkan sistem pencatatan jurnal D. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik mampu: 3.8.1 Menjelaskan pengertian dan jenis buku jurnal 3.8.2 Menjelaskan pengertian dan bentuk jurnal 2

(215) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3.8.3 Menentukan angka yang di debet dan kredit 3.8.4 Menerapkan sistem pencatatan jurnal E. Materi Pembelajaran 1. Nama dan kode akun 2. Jurnal umum F. Pendekatan/Strategi/Metode Pembelajaran 1. Pendekatan : Saintifik 2. Model : Problem Based Learning G. Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Deskripsi Kegiatan Pendahuluan  Guru masuk kelas tepat waktu dan mengucapkan salam.  Guru mengajak siswa untuk berdoa terlebih dahulu sebelum memulai KBM.  Guru mengajak peserta didik untuk mengecek kebersihan lingkungan sekolah termasuk kolong meja dan mempersilahkan peserta didik untuk membuang sampah pada tempatnya.  Guru mengisi agenda kelas dan mengabsen peserta didik dengan diiringi sedikit paparan tentang pentingnya disiplin dan tanggung jawab berkaitan dengan kehadiran peserta didik.  Guru Menjelaskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai peserta didik selama proses pembelajaran.  Menjelaskan strategi pembelajaran yang digunakan.  Memberikan motivasi kepada peserta didik.  Memberikan Pre Tes. 1. Pemberian rangsangan (Stimulation); peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk membaca buku sumber tentang menerapkan buku jurnal. Inti 2. - - 3. - Pernyataan/Identifikasi masalah (Problem Statement); Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mencatatat berbagai permasalahan yang belum dipahami selama membaca buku sumber berkaitan dengan menerapkan buku jurnal. Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk menanyakan berbagai hal yang belum dipahaminya dan guru mencatat pertanyaan peserta didik di papan tulis sesuai dengan topik yang dipelajari yaitu menerapkan buku jurnal. Pengumpulan data (Data Collection); Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk membentuk kelompok belajar. Peserta didik diberikan tugas oleh guru untuk mencari jawaban / mengumpulkan data dari berbagai sumber 3 Alokasi Waktu 15 menit 110 menit

(216) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berkaitan dengan masalah yang telah teridentifikasi yaitu tentang menerapkan buku jurnal. 4. Pembuktian (Verification); Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mendiskusikan dalam kelompok jawaban yang dianggap paling benar berkaitan dengan masalah yang teridentifikasi. - Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mengkonfirmasikan jawabannya dalam kelompok. - 5. Menarik simpulan/generalisasi (Generalization); Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk menyampaikan jawaban dari permasalahan yang teridentifikasi berkaitan dengan menerapkan buku jurnal. - Peserta didik bersama-sama menyusun kesimpulan tentang menerapkan buku jurnal dibimbing oleh guru. Peserta didik dengan arahan guru kembali duduk menghadap ke depan dan mendengarkan arahan guru. Peserta didik dibantu oleh guru melakukan refleksi untuk memperjelas hal yang masih diragukan sehingga informasi menjadi benar dan tidak terjadi miskonsepsi. Peserta didik dipersilahkan oleh guru untuk mengerjakan soal latihan di buku sumber sebagai penguatan hasil pembelajaran. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap giat dalam belajar sebagai upaya dan mempersiapkan kegiatan pembelajaran pertemuan berikutnya. Guru mengajak peserta didik untuk menutup pembelajaran dengan bersyukur kepada Allah YME dan mengucapkan salam. - Penutup      10 menit H. Penilaian Pembelajaran 1. Penilaian pengetahuan : soal praktek, penugasan 2. Penilaian Sikap : observasi I. Media/Alat dan Sumber Belajar 1. Media/alat : papan tulis, laptop, LCD proyektor, dan spidol 2. Sumber belajar : Sucipto, Toto. 2014. Pengantar Akuntansi dan Keuangan Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen. Jakarta: Yudhistira. 4

(217) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kisi-Kisi Soal Penilaian Pengetahuan Kompetensi Dasar 3.8. Menerapkan buku jurnal, konsep debet dan kredit, saldo normal, sistematika pencatatan, dan bentuk jurnal Materi Indikator Soal 1. Persiapan Pengelolaan Buku Jurnal 1. 2. Pencatatan Transaksi 1. Menganalisis mekanisme debet dan kredit saldo normal akun 2. Menentukan saldo normal aset 3. Menentukan saldo normal liabilitas 4. Menentukan saldo normal ekuitas 5. Menentukan saldo normal pendapatan 6. Menentukan saldo normal beban 1. Mengidentifikasi fungsi kode akun 2. Mengidentifikasi sifat kode akun 3. Menentukan kode angka berurutan 4. Menentukan kode blok 5. Mengelompokkan kode kelompok 1. Mengidentifikasi pengertian jurnal 2. Mengidentifikasi fungsi-fungsi jurnal 3. Menganalisis bentuk jurnal 4. Mengidentifikasi pengertian menyusun jurnal 5. Menganalisis transaksi jurnal 3. Kode Akun 4. Jurnal Menentukan peralatan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal 5 Bentuk Soal PG Nomor Soal 1 PG 2, 3, 4, 5 PG 6, 7, 8 PG 9, 10, 11 PG 13, 14 PG 12, 15, 16 PG 17, 20 PG 18, 19 PG 21 PG 24 PG PG 22, 23, 25 28 PG 26 PG PG 27, 29, 30, 31 32 PG 33 PG 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40

(218) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6

(219) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan cara memberi tanda silang (X) pada lembar jawab yang telah disediakan! 1. Berikut ini yang termasuk dalam peralatan dan bahan yang diperlukan dalam pengelolaan buku jurnal adalah …. a. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat hitung manual atau elektronik, dan alat tulis kantor seperti kertas, pensil dan penggaris b. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat hitung baik manual atau elektronik, formulir laporan dan neraca rugi laba c. buku jurnal umum dan jurnal khusus, alat tulis kantor seperti kertas, pensil, bolpoin, penggaris, dan jurnal pembantu d. catatan transaksi keuangan yang bersumber dari bukti transaksi, buku jurnal penyesuaian, dan neraca lajur e. catatan transaksi keuangan yang bersumber dari bukti transaksi bukti, jurnal khusus, dan neraca akhir saldo 2. Tuan Alex pada tanggal 8 Juni 2017 membeli sebidang tanah untuk lokasi usahanya, dengan membayar tunai Rp100.000.000, dan sisanya Rp50.000.000, akan dilunasi dalam waktu 3 bulan. Pencatatan transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah .... a. kas (Debet) Rp100.000.000, tanah (Debet) Rp150.000.000, utang (Kredit) Rp50.000.000 b. tanah (Debet) Rp150.000.000, utang (Debet) Rp50.000.000, kas (Kredit) Rp200.000.000 c. tanah (Debet) Rp150.000.000, Utang (Kredit) Rp50.000.000, kas (Kredit) Rp100.000.000 d. kas (Debet) Rp100.000.000, tanah (Kredit) Rp100.000.000, utang (Kredit) Rp50.000.000 e. kas (Kredit) Rp100.000.000, tanah (Debet) Rp100.000.000, utang (Debet) Rp50.000.000 7

(220) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Perhatikan transaksi-transaksi berikut ini: 1) menerima pembayaran utang dari para pelanggan menyebabkan kas bertambah di debet, piutang berkurang di kredit 2) menerima pinjaman dari bank menyebabkan kas bertambah di debet utang bertambah di kredit dengan jumlah yang sama 3) membeli peralatan sebagian dibayar tunai dan sebagian secara angsuran menyebabkan kas berkurang di kredit, peralatan bertambah di debet dan utang bertambah di kredit 4) menerima pendapatan jasa bengkel menyebabkan kas bertambah di debet dan pendapatan jasa berkurang di debet dengan jumlah yang sama 5) membayar gaji pegawai menyebabkan kas berkurang di debet dan beban gaji berkurang di kredit dengan jumlah yang sama Dari transaksi-transaksi di atas, mekanisme debet dan kredit yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 2), dan 5) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 4), dan 5) e. 3), 4), dan 5) 4. Perhatikan transaksi-transaksi berikut ini: 1) Dibeli perlengkapan seharga Rp1.500.000, baru dibayar Rp700.000, sisanya akan dibayar kemudian, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp700.000, Perlengkapan (+) (D) Rp1.500.000, dan Utang (+) (K) Rp800.000 2) Diterima pendapatan jasa sebesar Rp2.000.000,00, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp2.000.000, dan Pendapatan (+) (K) Rp2.000.000 3) Diselesaikan pekerjaan senilai Rp2.200.000, diterima tunai Rp1.800.000, sisanya diterima kemudian, mengakibatkan Kas (+) (D) Rp1.800.000, dan Pendapatan (+) (K) Rp1.800.000 8

(221) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4) Diambil uang untuk keperluan pribadi sebesar Rp200.000, mengakibatkan; Prive (+) (D) Rp200.000, dan Kas (-) (K) Rp200.000 5) Diterima pelunasan piutang sebesar Rp500.000,00 mengakibatkan Kas (+) (D) Rp500.000, dan Piutang (-) (K) Rp500.000 Mekanisme pencatatan debet dan kredit yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 3), dan 5) e. 2), 4), dan 5) 5. Pada tanggal 21 Desember 2017 Tn. Budi membeli peralatan olahraga sebesar Rp 250.000 kepada toko Maju Jaya Sport dan sebesar Rp 100.000, secara kredit. Pencatatan transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah …. a. perlengkapan (Debet) Rp250.000, kas (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 b. kas (Debet) Rp350.000, perlengkapan (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 c. kas (Kredit) Rp250.000, perlengkapan (Debet) Rp350.000, utang (Kredit) Rp100.000 d. perlengkapan (Debet) Rp350.000, kas (Kredit) Rp250.000, utang (Kredit) Rp100.000 e. utang (Debet) Rp110.000, kas (Kredit) Rp250.000, perlengkapan (Kredit) Rp350.000 9

(222) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Perusahaan bengkel ”MUDA KARYA” hendak membuat kuitansi kepada pelanggannya untuk, data-data yang dimiliki adalah sebagai berikut :  Jumlah uang : Rp1.800.000  Untuk Pembayaran : Perbaikan sebuah kendaraan No. Pol AB.6643.SAD Berdasarkan data kuitansi di atas, maka perusahaan akan mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit yang tepat adalah …. a. akun modal (Debet) dan akun pendapatan jasa sebesar (Kredit) Rp1.800.000 b. akun kas (Debet) Rp1.800.000 dan akun pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp1.800.000 c. akun pendapatan jasa (Debet) dan modal (Kredit) sebesar Rp1.800.000 d. akun pendapatan jasa (Debet) dan kas (Kredit) sebesar Rp1.800.000 e. akun kas (Debet) dan akun modal (Kredit) Rp1.800.000 7. Perhatikan tabel saldo normal akun aset sebagai berikut: Nama Akun Debet Rp 5.000.000 Rp 10.000.000 Rp 2.000.000 Kas Akumulasi Penyusutan peralatan Peralatan Kredit Rp 3.000.000 Rp 29.850.000 Rp 1.350.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun aset yang tepat adalah .... a. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp600.000 b. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp650.000 c. kas (Kredit) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp650.000 d. kas (Kredit) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Debet) Rp19.850.000, Peralatan (Debet) Rp600.000 e. kas (Debet) Rp2.000.000, akumulasi penyusutan peralatan (Kredit) Rp19.800.000, Peralatan (Debet) Rp600.000 10

(223) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. Perhatikan tabel di bawah ini ! 1. 2. 3. 4. 5. 6. Nama Akun Kas Piutang Usaha Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Kredit Nama Akun Kas Peralatan Bertambah Debet Debet Berkurang Kredit Kredit Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Peralatan Perlengkapan Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Kas Piutang Usaha Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Kredit Nama Akun Kas Perlengkapan Bertambah Debet Debet Berkurang Kredit Kredit Saldo Normal Debet Debet Nama Akun Piutang Usaha Investasi Bertambah Debet Kredit Berkurang Kredit Debet Saldo Normal Debet Debet Dari tabel di atas, saldo normal akun aset yang benar adalah …. a. 1 dan 2 b. 1 dan 3 c. 2 dan 4 d. 3 dan 5 e. 4 dan 5 9. Saldo akhir pada sisi liabilitas sebuah neraca adalah sebagai berikut : - Gaji yang belum dibayar (Rp3.000.000) Utang gaji Rp10.000.000 Utang dagang Rp10.000.000 Sewa diterima dimuka (Rp5.000.000) Sewa dibayar dimuka Rp5.000.000 Bank (Rp10.000.000) 11

(224) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Jumlah keseluruhan dari saldo liabilitas di atas adalah .... a. Rp12.000.000 b. Rp15.000.000 c. Rp17.000.000 d. Rp18.000.000 e. Rp25.000.000 10. Perhatikan tabel-tabel dibawah ini ! 1) Nama Akun Utang pajak Sewa diterima dimuka 2) Nama Akun Utang dagang Utang wesel 3) Nama Akun Utang hipotik Utang usaha 4) Nama Akun Utang gaji Utang deviden 5) Nama Akun Wesel bayar Sewa dibayar dimuka 6) Nama Akun Utang dagang Utang wesel S e Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Debet Kredit Debet Debet Bertambah Berkurang Saldo Normal Kredit Debet Kredit Kredit Debet Kredit Bertambah Berkurang Saldo Normal Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Dari tabel-tabel di atas, saldo normal akun Liabilitas yang benar adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 5) c. 2), 3), dan 4) d. 2), 4), dan 6) e. 4), 5), dan 6) 12

(225) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. Perhatikan pernyataan-pernyataan di bawah ini : - - Utang wesel yaitu kontrak yang menyatakan bahwa 1 pihak akan melakukan pembayaran sejumlah tertentu kepada pihak lain di masa mendatang. Utang Dagang yaitu utang yang timbul ketika entitas melakukan pembelian secara tunai. Beban yang masih harus dibayar yaitu beban yang telah terjadi namun sampai tanggal pelaporan belum dibayarkan. Dari pernyataan-pernyataan di atas, maka saldo normal akun utang wesel, utang dagang dan beban yang masih harus dibayar adalah .... a. b. c. Nama akun Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Debet Kredit Kredit Utang Dagang Kredit Debet Debet Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Kredit Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Kredit Utang Dagang Kredit Debet Debet Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Kredit Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Debet Utang Dagang Kredit Debet Kredit Beban yang masih harus dibayar Debet Kredit Debet Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Kredit Debet Kredit Utang Dagang Kredit Debet Kredit Beban yang masih harus dibayar Kredit Debet Kredit Nama akun Bertambah Berkurang Saldo normal Utang Wesel Debet Kredit Debet Utang Dagang Debet Kredit Kredit Beban yang masih harus dibayar Kredit Debet Debet Nama akun Nama akun d. Nama akun e. 13

(226) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. Pada tanggal 1 Januari 2017 Bengkel Ceng Ceng Po memiliki pendapatan di neraca saldo sebesar Rp.10.985.000. Berikut ini transaksi yang terjadi : - 5/1/17 telah diselesaikan pekerjaan service motor Tuan Mali sebesar Rp5.015.000 secara kredit - 8/1/17 dibayar gaji karyawan sebesar Rp2.000.000 - 10/1/17 dijual suku cadang motor sebesar Rp3.000.000 - 15/1/17 dibayar sewa gedung selama 1 tahun sebesar Rp1.000.000 - 17/1/17 telah diterima komisi dari Tuan Sabar sebesar Rp500.000 a Dari transaksi di atas, saldo akhir neraca saldo pendapatan sebesar .... a. Rp16.500.000 b. Rp17.500.000 c. Rp18.500.000 d. Rp19.500.000 e. Rp20.500.000 13. Perhatikan tabel saldo normal akun ekuitas: Nama Akun Modal Prive Laba ditahan Debet Kredit Rp 10.000.000 Rp 10.000.000 Rp 1.000.000 Rp 20.000.000 Rp 5.000.000 Rp 2.000.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun ekuitas yang tepat adalah .... a. Modal (Kredit) Rp10.000.000, Prive (Kredit) Rp5.000.000, Laba (Debet) Rp1.000.000 b. Modal (Kredit) Rp. 10.000.000, Prive (Debet) Rp5.000.000, Laba (Kredit) Rp1.000.000 c. Modal (Debet) Rp10.000.000, Prive (Kredit) Rp5.000.000, Laba (Kredit) Rp1.000.000 d. Modal (Debet) Rp10.000.000, Prive (Debit) Rp5.000.000, Laba (Debet) Rp1.000.000 e. Modal (Kredit) Rp10.000.000, Prive (Debet) Rp5.000.000, Laba (Kredit) Rp1.000.000 14 ditahan ditahan ditahan ditahan ditahan

(227) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. Perhatikan tabel saldo normal akun ekuitas sebagai berikut: Nama Akun Modal Saham Laba ditahan Prive Deviden Rp Rp Rp Rp Debet 5.760.000 10.240.000 5.000.000 3.000.000 Rp Rp Rp Rp Kredit 12.000.000 19.000.000 1.258.000 2.870.000 Dari tabel di atas, saldo normal akun ekuitas yang tepat adalah .... a. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.670.000, prive (Debet) Rp3.042.000, deviden (Kredit) Rp30.000 b. modal saham (Kredit) Rp6.240.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Debet) Rp3.742.000, deviden (Debet) Rp130.000 c. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.670.000, prive (Kredit) Rp3.472.000, deviden (Kredit) Rp230.000 d. modal saham (Kredit) Rp6.240.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Kredit) Rp3.042.000, deviden (Debet) Rp310.000 e. modal saham (Debet) Rp6.420.000, laba ditahan (Kredit) Rp8.760.000, prive (Kredit) Rp3.742.000, deviden (Kredit) Rp330.000 15. PT Makmur menjual barang dagangan kepada Toko Lintang seharga Rp5.000.000 serta PT Makmur mendapatkan komisi dari penjualan tersebut. Dari transaksi tersebut, maka PT Makmur mencatat transaksi pendapatan yang tepat adalah .... a. PT Makmur mendebet kas sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit pendapatan sebesar Rp5.000.000 b. PT Makmur mendebet Piutang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit pendapatan sebesar Rp5.000.000 c. PT Makmur mendebet kas sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000 d. PT Makmur mendebet utang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000 e. PT Makmur mendebet piutang sebesar Rp5.000.000, dan mengkredit penjualan sebesar Rp5.000.000 15

(228) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. Salon Kusuma telah menyelesaikan pekerjaan sebesar Rp5.000.000, tetapi uangnya baru diterima sebesar Rp2.465.000, sisanya akan dibayar bulan depan. Pencatatan transaksi yang tepat yang dibuat oleh Salon Kusuma adalah …. a. kas bertambah di debet Rp2.465.000, piutang usaha bertambah di debet Rp2.353.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp5.000.000 b. piutang bertambah di debet Rp2.535.000, pendapatan salon bertambah di debet Rp.5.000.000, dan modal Ny. Kusuma bertambah di kredit Rp7.535.000 c. pendapatan salon bertambah di debet Rp5.000.000, kas bertambah di debet Rp2.465.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp7.456.000 d. piutang bertambah di debet Rp2.535.000, pendapatan salon bertambah di debet Rp5.000.000, dan kas berkurang di kredit Rp7.535.000 e. kas bertambah di debet Rp2.465.000, piutang usaha bertambah di debet Rp2.535.000, dan pendapatan salon bertambah di kredit Rp5.000.000 17. Perusahaan Abadi Jaya mempunyai saldo awal beban perlengkapan sebesar Rp7.350.000. Pada bulan Juli Perusahaan Abadi Jaya memiliki transaksi sebagai berikut: Juli 4 Tuan Rido menyetor uang untuk modal awal sebesar Rp10.000.000 Juli 8 dibayar beban perlengkapan sebesar Rp2.350.000 Juli 15 dibayar sewa gedung selama 2 tahun sebesar Rp1.500.000 Juli 25 Perusahaan meminjam uang kepada bank sebesar Rp2.000.000 Juli 30 dibayar beban perlengkapan sebesar Rp1.874.000 Juli 30 dibayar beban listrik, air dan telepon sebesar Rp550.000 Dari transaksi di atas, maka saldo akhir pada beban perlengkapan adalah …. a. Debet sebesar Rp10.574.000 b. Debet sebesar Rp11.574.000 c. Debet sebesar Rp11.547.000 d. Kredit sebesar Rp11.574.000 e. Kredit sebesar Rp12.700.000 16

(229) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. Pada tanggal 03 Februari 2017, seorang karyawan mencatat akun peralatan kantor sebesar Rp550.000. Ternyata setelah dikoreksi terjadi salah pencatatan sebesar Rp55.000. Dari contoh kasus di atas, yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang karyawan terhadap kesalahan pencatatan tersebut adalah .... a. membuat jurnal untuk menghapus jurnal yang salah b. membuat jurnal yang benar sesuai dengan transaksi yang terjadi c. membuat jurnal penyesuaian terhadap kesalahan pencatatan d. mengubah nama akun yang salah terhadap kesalahan pencatatan e. membuat jurnal koreksi terhadap kesalahan pencatatan 19. Perhatikan macam-macam fungsi kode akun berikut ini : 1) 2) 3) 4) 5) 6) Memudahkan dalam mengelompokkan akun di buku besar Memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan Memudahkan dalam mencari bukti transaksi dalam jurnal umum Memudahkan indentifikasi dengan klasifikasi tertentu Memudahkan dalam menyusun laporan keuangan Memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada 7) Menghindari kekeliruan dalam pencatatan ke dalam buku besar (posting ke buku besar) Dari macam-macam fungsi kode akun di atas yang tidak tepat adalah …. a. 1), 2), dan 5) b. 2), 5), dan 7) c. 3), 4), dan 6) d. 4), 5), dan 6) e. 5), 6), dan 7) 17

(230) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. Transaksi PT Ceria selama bulan Januari sebagai berikut: - 6/1/17 perlengkapan yang tersisa sebesar Rp5.000.000 - 9/1/17 di bayar gaji karyawan sebesar Rp2.000.000 - 13/1/17 di jual suku cadang motor sebesar Rp3.000.000 - 17/1/17 di bayar biaya listrik, telepon dan air Rp1.000.000 - 19/1/17 di bayar sewa ruangan selama 1 tahun sebesar Rp6.000.000 Dari transaksi di atas, saldo normal akun beban yang tidak tepat adalah .... a. biaya perlengkapan debet Rp5.000.000, dan kas kredit Rp5.000.000 b. biaya gaji debet Rp2.000.000, dan kas kredit Rp2.000.000 c. biaya listrik, telepon dan air debet Rp2.000.000 Rp1.000.000, dan kas kredit d. biaya sewa debet Rp6.000.000, dan kas kredit Rp6.000.000 e. biaya perlengkapan debet Rp5.000.000, dan perlengkapan kredit Rp5.000.000 21. Karyawan menjurnal bukti transaksi dan memposting ke buku besar berdasarkan kode akun secara berurutan untuk menghindari kekeliruan. Dalam hal ini kode akun memiliki sifat kode akun yaitu .... a. mudah diingat untuk memudahkan dalam mengelompokkan akun dibuku besar b. konsisten dalam pencatatan ke dalam buku besar untuk menghindari kekeliruan c. sederhana dan singkat untuk memudahkan dalam mencari buku besar yang diinginkan d. memungkinkan adanya penambahan akun baru tanpa harus mengubah akun yang sudah ada e. memungkinkan adanya akun baru yang saling berkaitan dengan akun yang sudah ada 18

(231) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. Perhatikan tabel di bawah ini! Blok Kode 100 121 122 .... 500 Nama Akun Aset Peralatan Akumulasi penyusutan peralatan Prive Beban Dari tabel di atas, tentukan kode blok prive adalah .... a. 121 b. 200 c. 301 d. 400 e. 500 23. Bengkel “Maju Jaya” membeli perlengkapan bengkel sebesar Rp 3.500.000 secara kredit. Pencatatan transaksi yang sesuai dengan kode blok adalah .... a. Nama akun Ref Debet Kredit Perlengkapan 101 Rp 3.500.000 Utang usaha 200 Rp 3.500.000 b. Nama akun Ref Debet Kredit Perlengkapan 200 Rp 3.500.000 Utang usaha 300 Rp 3.500.000 c. Nama akun Ref Debet Kredit Utang usaha 200 Rp 3.500.000 Perlengkapan 300 Rp 3.500.000 d. Nama akun Ref Debet Kredit Perlengkapan 101 Rp 3.500.000 Kas 100 Rp 3.500.000 e. Nama akun Ref Debet Kredit Kas 100 Rp 3.500.000 Perlengkapan 101 Rp 3.500.000 19

(232) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. Dalam sebuah pencatatan terdapat akun utang usaha, piutang, modal, kas, utang bank, peralatan. Dari akun-akun tersebut, urutan kode angka berurutan yang benar adalah .... a. Kode Nama Akun 1 Utang usaha 2 Utang bank 3 Modal 4 Kas 5 Peralatan 6 Piutang b. Kode Nama Akun 1 Kas 2 Utang bank 3 Peralatan 4 Utang usaha 5 Modal 6 Piutang c. Kode Nama Akun 1 Kas 2 Piutang 3 Peralatan 4 Utang usaha 5 Utang bank 6 Modal d. Kode Nama Akun 1 Modal 2 Piutang 3 Utang bank 4 Utang usaha 5 Peralatan 6 Kas e. Kode Nama Akun 1 Kas 2 Piutang 3 Utang bank 4 Utang usaha 5 Modal 6 Peralatan 20

(233) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. Perhatikan tabel-tabel di bawah ini! 1. Kode 200 301 500 Nama Akun Good will Prive Pendapatan Kode 101 301 400 Nama Akun Piutang Prive Pendapatan Kode 101 300 500 Nama Akun Piutang Ekuitas Beban Kode 200 300 400 Nama Akun Utang wesel Ekuitas Beban Kode 121 200 500 Nama Akun Peralatan Utang usaha Beban 2. 3. 4. 5. Dari tabel di atas, kode akun dan nama akun yang sesuai dengan kode blok adalah .... a. 1, 3, dan 4 b. 1, 3, dan 5 c. 1, 2, dan 4 d. 2, 3, dan 5 e. 2, 4, dan 5 21

(234) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. Toko Simpang Tiga Jl. Lingkar No. 3 Bandung No 1. Nomor: B.0078 Nama Barang Pengering rambut NOTA KONTAN Banyaknya Harga Satuan Jumlah 3 Rp 900.000 Rp 2.700.000 Jumlah Rp Bagian Akuntansi Nama Akun Peralatan Salon Kas 2.700.000 Bagian Penjual JURNAL UMUM Ref Debet Rp 2.700.000 Kredit Rp 2.700.000 Berdasarkan gambar di atas, jurnal dapat didefinisikan sebagai .... a. catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi dari bank b. catatan transaksi perusahaan yang telah dianalisis sebelumnya c. rancangan transaksi sehingga tidak akan terjadi satu transaksi pun yang tidak dicatat d. buku harian dalam satu perusahaan yang diisi catatan semua transaksi yang terjadi sepanjang periode berjalan e. catatan yang mengandung data serta informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan 27. Perhatikan tabel di bawah ini! Tanggal (1) .... (2) .... (3) .... (4) Debet (5) Kredit (6) Dari tabel di atas, keterangan pada kolom (2) yang tepat adalah .... a. keterangan b. ref c. nomor bukti d. pembelian e. potongan penjual 22

(235) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. Perhatikan tabel-tabel di bawah ini! Kode 1 2 3 Nama Akun Kas Piutang usaha Liabilitas Kode 2 3 5 Nama Akun Aset Ekuitas Beban 3. Kode 1 3 4 Nama Akun Aset Ekuitas Pendapatan 4. Kode 3 4 5 Nama Akun Ekuitas Pendapatan Beban Kode 2 4 5 Nama Akun Liabilitas Pendapatan Beban 1. 2. 5. Dari tabel di atas, kode akun dan nama akun yang sesuai dengan kode kelompok adalah .... a. 1, 2, dan 5 b. 1, 3, dan 5 c. 1, 4, dan 5 d. 2, 4, dan 5 e. 3, 4, dan 5 23

(236) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. Perhatikan beberapa kasus berikut ini : 1. Karyawan melakukan pencatatan transaksi-transaksi perusahaannya yang terjadi dalam satu periode saja 2. Seorang karyawan memberikan arahan agar jurnal-jurnal yang dipindah bukukan sesuai dan tidak terjadi kesalahan 3. Seorang karyawan melakukan pencatatan transaksi berdasarkan terjadinya transaksi 4. Seorang karyawan memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan agar jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan 5. Seorang karyawan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencatatan karayawan menganalisis terlebih dahulu kedalam mekanisme debit dan kredit Fungsi historis dari beberapa kasus di atas terdapat pada nomor .... a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5 30. Perhatikan macam-macam fungsi jurnal berikut ini : 1) Jurnal merupakan tempat mencatat transaksi-transaksi perusahaan yang terjadi dalam satu periode tertentu 2) Jurnal mencatat transaksi perusahaan secara kronologis 3) Memudahkan dalam menyusun laporan keuangan 4) Memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan 5) Memudahkan identifikasi dengan klasifikasi tertentu 6) Sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat disisi debit dan sisi kredit Dari macam-macam fungsi jurnal di atas yang merupakan fungsi mencatat dan fungsi menganalisis terdapat pada …. a. b. c. d. e. 1) dan 2) 1) dan 6) 2) dan 4) 3) dan 5) 4) dan 6) 24

(237) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. Fungsi informasi merupakan catatan dalam jurnal umum yang memberikan penjelasan mengenai bukti pencatatan transaksi yang terjadi. Berdasarkan pengertian fungsi informasi, contoh kasus yang sesuai di bawah ini yaitu .... a. seorang akuntan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi b. seorang akuntan mencatat transaksi-transaksi perusahaan sesuai yang terjadi dalam satu periode tertentu c. seorang akuntan akan melakukan pencatatan, sebelum melakukan pencantatan seorang akuntan menganalisis transaksi tersebut berdasarkan mekanisme debit dan kredit d. karyawan mengintruksikan kepada seorang akuntan agar ayat-ayat jurnal dipindah bukukan ke dalam akun-akun yang sesuai agar tidak terjadi kesalahan e. seorang akuntan memberikan informasi kepada perusahaan peristiwa yang terjadi untuk mengetahui dengan jelas transaksi apa yang terjadi dalam perusahaan 32. Pada tanggal 1 Januari 2017, Tuan Sena menyetorkan uang ke dalam perusahaan sebagai modal awal Rp 10.000.000. Pencatatan jurnal umum yang tepat adalah .... a. Tanggal 1 Jan Keterangan Kas Modal Ref Debet Rp 10.000.000 Kredit Rp 10.000.000 b. Tanggal 1 Jan Keterangan Ref Kas Pendapatan Debet Rp 10.000.000 Keterangan Pendapatan Kas Ref Debet Rp 10.000.000 Keterangan Modal Kas Ref Keterangan Pendapatan Modal Ref Kredit Rp 10.000.000 c. Tanggal 1 Jan Kredit Rp 10.000.000 d. Tanggal 1 Jan Debet Rp 10.000.000 Kredit Rp 10.000.000 e. Tanggal 1 Jan 25 Debet Rp 10.000.000 Kredit Rp 10.000.000

(238) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. Dari gambar di atas, menyusun jurnal atau menjurnal dapat didefinisikan sebagai .... a. pencatatan semua dampak yang diakibatkan oleh transaksi keuangan yang di kerjakan perusahaan sesuai dengan bukti transaksi keuangan yang ada pada periode tertentu b. informasi tentang peristiwa ekonomi yang terjadi dalam perusahaan c. sarana untuk menganalisis transaksi mana yang dicatat di sisi debit dan sisi kredit d. kegiatan pencatatan transaksi perusahaan setelah dianalisis terlebih dahulu e. kegiatan mencatat transaksi perusahaan secara kronologis, berdasarkan terjadinya transaksi 34. Berikut ini transaksi Perusahaan CIPTA JAYA selama bulan Juli 2015 : 1. Juli 3, menerima peralatan yang dipesan dari UD. MUKTI seharga Rp7.500.000, pembayaran n/30. 2. Juli 7, menerima faktur dari PT. ASIA JAYA untuk perlengkapan jasa yang dipesan seharga Rp6.500.000, pembayaran dalam 10 hari. Jurnal yang dibuat untuk mencatat transaksi pada tanggal 7 di atas adalah …. a. Kas Rp6.500.000,- Perlengkapan jasa b. Utang usaha Kas c. Perlengkapan jasa Utang usaha d. Utang Perlengkapan jasa Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp6.500.000,Rp6.500.000,- 26

(239) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. Perlengkapan jasa Rp.6.500.000,Piutang Rp6.500.000,35. PT. Citra Lestari membeli peralatan kantor seharga Rp 25.000.000, dibayar tunai sebesar Rp 8.500.000, dan sisanya akan dibayarkan bulan depan. Jurnal untuk mencacat transaksi tersebut adalah …. a. Peralatan kantor Kas Utang usaha b. Kas Peralatan Kantor Utang usaha c. Peralatan kantor Kas Utang usaha d. Kas Utang usaha Peralatan kantor e. Utang usaha Kas Peralatan kantor Rp25.000.000 Rp8.500.000 Rp16.500.000 Rp8.500.000 Rp25.000.000 Rp33.500.000 Rp25.000.000 Rp8.500.000 Rp33.500.000 Rp8.500.000 Rp16.500.000 Rp25.000.000 Rp 16.500.000 Rp 8.500.000 Rp 25.000.000 36. Berikut ini transaksi usaha bengkel “MOMO MIMI” selama bulan November 2016. November 2 Nona Mimi menyetor uang untuk modal usaha sebesar Rp35.000.000 5 Di beli perlengkapan untuk kantor sebesar Rp2.750.000 secara kredit 9 Diterima pendapatan jasa servis dan reparasi motor sebesar Rp500.000 Jurnal umum untuk mencatat transaksi tanggal 5 November 2016 adalah … a. Utang usaha Perlengkapan b. Perlengkapan Utang usaha c. Kas Perlengkapan d. Perlengkapan Kas Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 Rp2.750.000 27

(240) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI e. Utang usaha Kas Rp2.750.000 Rp2.750.000 Berikut ini transaksi yang terjadi selama bulan April 2017 sebagai berikut : - 10 April 2017 Diselesaikan jasa cuci senilai Rp150.000, tetapi belum dibayar oleh konsumen. - 13 April 2017 Dibayar biaya sewa untuk 4 bulan mendatang terhitung mulai bulan Mei senilai Rp600.000 - 25 April 2017 Dibeli bahan habis pakai senilai Rp400.000, pembayaran bulan depan 37. Jurnal untuk mencatat transaksi pada tanggal 10 April 2017 adalah …. a. kas (Debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp150.000 b. piutang usaha (Debet) sebesar Rp150.000, pendapatan jasa (Kredit) sebesar Rp150.000 c. kas (Debet) sebesar Rp150.000, utang usaha (Kredit) sebesar Rp150.000 d. piutang usaha (Debet) sebesar Rp.150.000, utang usaha ( Kredit) sebesar Rp150.000 e. kas (Debet) sebesar Rp150.000, piutang usaha (Kredit) sebesar Rp150.000 38. Laundry Tya menyelesaikan jasa laundry sprei boneka dan sepatu milik Ny. Tini, dengan total biayanya sebesar Rp250.000, maka jurnal umum yang tepat adalah …. a. Kas Rp250.000 Pendapatan Rp250.000 b. Kas Rp 250.000 Piutang Rp 250,000 c. Pendapatan Rp 250.000 Kas Rp 250.000 d. Piutang Rp 250.000 Pendapatan Rp 250.000 e. Kas Rp 250.000 Pendapatan di terima di muka Rp250.000 28

(241) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. Tanggal 23 April 2017 Tn. Prabowo membayar biaya sewa untuk 4 bulan mendatang terhitung mulai bulan Mei senilai Rp1.450.000. Maka jurnal dari transaksi tersebut adalah …. a. Biaya sewa Sewa dibayar dimuka b. Sewa dibayar dimuka Biaya Sewa c. Kas Sewa dibayar dimuka d. Biaya Sewa Kas e. Sewa dibayar dimuka Kas Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 Rp1.450.000 40. Perhatikan bukti transaksi di bawah ini : Berdasarkan bukti transaksi di atas, jurnal yang tepat adalah …. a. Kas b. c. d. e. Rp250.000 Pendapatan Utang Piutang Utang Kas Kas Utang Kas Piutang Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 Rp250.000 29

(242) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kunci Jawaban 1. A 11. D 21. B 31. E 2. C 12. D 22. C 32. A 3. A 13. B 23. A 33. D 4. E 14. B 24. C 34. C 5. D 15. C 25. D 35. A 6. B 16. E 26. B 36. B 7. B 17. B 27. C 37. B 8. C 18. C 28. E 38. A 9. A 19. C 29. C 39. E 10. B 20. D 30. B 40. C Pentujuk Penskoran 1. Jika dijawab benar skor 1 2. Jika dijawab salah/ tidak menjawab skor 0 3. Jumlah skor total adalah 40 Jumlah skor yang diperoleh Nilai = X 100 Skor maksimal 4. Batas KKM nilai Akuntansi Dasar peserta didik kelas X adalah 65 30

(243)

Dokumen baru

Download (242 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN BERBASIS ARGUMENTASI PADA MATERI EKOSISTEM KELAS X SEKOLAH MENENGAH ATAS.
0
3
24
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN MENERAPKAN DASAR – DASAR KELISTRIKAN KELAS X TEKNIK AUDIO VIDEO SMK NEGERI 1 SIPISPIS.
0
2
28
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PROYEK BERBASIS SAINTIFIK PADA MATERI MENYUNTING SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 STABAT.
0
9
31
PENGEMBANGAN MEDIA LKS PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN PENGGORENGAN (DEEP FRYING).
0
1
23
KOMPETENSI GURU DALAM PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMK SURAKARTA.
0
0
18
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AKUNTANSI “ACCOUNTAINMENT” PADA KOMPETENSI DASAR MENYIAPKAN JURNAL UMUM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK KOPERASI YOGYAKARTA.
1
7
220
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AKUNTANSI BERBASIS REKONSTRUKSI FILM UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI KELAS X AKUNTANSI 1 SMK NEGERI 4 KLATEN TAHUN AJARAN 2016/2017.
2
1
183
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AKUNTANSI MODUL INTERAKTIF BERBASIS ADOBE FLASH PADA KOMPETENSI DASAR MEMBUAT JURNAL PENYESUAIAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK NEGERI 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2015/2016.
1
4
143
PENGEMBANGAN KOMIK DIGITAL BERBASIS NILAI KARAKTER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN AKUNTANSI PADA KOMPETENSI DASAR AKUNTANSI PERSEDIAAN DI KELAS XI AKUNTANSI SMK NEGERI 2 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2015/2016.
1
4
233
PENGEMBANGAN GAMEEDUKASI “THE ACCOUNTER” BERBASIS WINDOWS SEBAGAI PENDUKUNG PEMBELAJARAN AKUNTANSI PADA KOMPETENSI DASAR JURNAL PENYESUAIAN UNTUK SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 GODEAN.
0
0
271
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF UNTUK SMK KELAS X AKUNTANSI DENGAN KOMPETENSI DASAR KREDIT MACET.
0
1
192
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PROSES SENI LUKIS SISWA KELAS I SEKOLAH DASAR
0
0
24
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AKUNTANSI MODUL INTERAKTIF BERBASIS ADOBE FLASH KOMPETENSI DASAR MEMBUAT JURNAL PENYESUAIAN UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI 2 SMK NEGERI 1 PENGASIH.
0
4
244
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AKHLAK MULIA BERBASIS AL-QURAN
0
1
10
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN AUTENTIK BERBASIS HOTS (Higher Order Thinking Skills) PADA PEMBELAJARAN FISIKA SMA/MA SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 - UNS Institutional Repository
0
0
16
Show more