HUBUNGAN ANTARA SENSITIVITAS TERHADAP PENOLAKAN DENGAN AGRESI ELEKTRONIK PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL SKRIPSI

Gratis

0
0
143
2 weeks ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA SENSITIVITAS TERHADAP PENOLAKAN DENGAN AGRESI ELEKTRONIK PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun oleh: Monica Candra Dewi 149114077 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN MOTTO Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari (Matius 6:34) Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya (Yesaya 40:29) iv

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk: Tuhan yang selalu menyertai dan menolongku dalam kehidupan ini, Alm. Ibuku Heriberta Sarijah Ayahku (Fx. Sukindar) dan Ibuku (Elisabeth Erna) Kakakku (Lucia Nurmalia S.) Kekasihku (Lukas Andrianto) v

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI HUBUNGAN ANTARA SENSITIVITAS TERHADAP PENOLAKAN DENGAN AGRESI ELEKTRONIK PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL Monica Candra Dewi ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa berumur 18-22 tahun berjumlah 203 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa skala sensitivitas terhadap penolakan dan skala agresi elektronik. Skala sensitivitas terhadap penolakan memiliki 25 item dengan koefisien reliabilitas rxx = 0,830, sedangkan skala agresi elektronik memiliki 35 item dengan koefisien reliabilitas rxx = 0,913. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,139 dan p=0,048. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. Kata Kunci: agresi elektronik, mahasiswa, media sosial, sensitivitas terhadap penolakan vii

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI THE CORRELATION BETWEEN REJECTION SENSITIVITY AND ELECTRONIC AGRESSION AMONG COLLEGE STUDENTS USING SOCIAL MEDIA Monica Candra Dewi ABSTRACT This study aimed to examine the correlation between rejection sensitivity and electronic aggression among the college students using social media. The hypothesis proposed in this research was that there was a positive relationship between rejection sensitivity and electronic aggression among the college students using social media. The subjects of this research were 203 students aged 18-22 years old. Data were collected used rejection sensitivity scale and electronic aggression scale. There were 25 items of rejection sensitivity scale with a reliability coefficient of rxx=0.830. Meanwhile, there were 35 items of electronic aggression scale with a reliability coefficient of rxx=0.913. The data analysis was conducted using Pearson Product Moment correlation test. The result showed that the correlation coefficient was 0.139 and p=0.048. These results indicated that there was a positive and significant relationship between rejection sensitivity and electronic aggression among the college students using social media. Keywords: college students, electronic aggression, rejection sensitivity, social media viii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala tuntunan dan penyertaan-Nya selama proses penulisan skripsi ini sehingga penulis dapat menyelesaikannya dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak dapat selesai dengan baik tanpa dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada: 1. Ibu Dr. Y. Titik Kristiyani, M.Psi., Psi. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2. Ibu Monica Eviandaru M., M.Apss. Psych., Ph.D. selaku Kepala Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dhama 3. Bapak Y.B. Cahya Widiyanto, M.Si., Ph.D. dan Ibu Dr. M. Laksmi Anantasari, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Akademik yang memberikan arahan selama penulis menjalani perkuliahan. 4. Ibu Ratri Sunar Astuti M.Si. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah memberikan saran, waktu, dan arahan yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi. 5. Bapak Agung Santoso, M.A. dan Bapak Albertus Harimurti, S.Psi., M.Hum. selaku dosen penguji yang telah membagi ilmunya. x

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Seluruh dosen Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan dan motivasi selama masa studi di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma 7. Seluruh staf dan karyawan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma 8. Ayah, ibu, dan kakak, terimakasih atas doa, dukungan, dan saran yang selalu kalian berikan kepada penulis selama proses penyusunan skripsi. 9. Lukas Andrianto, terimakasih atas doa, dukungan, dan saran yang telah diberikan kepadaku sehingga aku semakin semangat untuk mengerjakan dan menyelesaikan skripsi. Terimakasih telah meluangkan waktu untuk mendengarkan keluh kesah ku selama ini. 10. Dr. Philip Boyce selaku pembuat skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) versi asli yang telah bersedia memberikan ijin untuk adaptasi skala ke dalam Bahasa Indonesia sehingga dapat digunakan penulis dalam penyusunan skripsi ini. 11. Pus, Yoan, Ruth, Tita, dan Cila, terimakasih telah memberi warna dalam hidupku selama masa studi di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma 12. Seluruh subjek penelitian, terimakasih atas waktu yang diberikan untuk mengisi kuesioner penelitian saya. 13. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu yang telah mendukung penulis selama ini Yogyakarta, 1 September 2018 Penulis, Monica Candra Dewi xi

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING ............................. ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN MOTTO ................................................................................... iv HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .................................. vi ABSTRAK .................................................................................................... vii ABSTRACT .................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ................. ix KATA PENGANTAR .................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................. xii DAFTAR TABEL ......................................................................................... xv DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvi BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................ 1 A. Latar Belakang .................................................................................. 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................. 6 C. Tujuan Penelitian .............................................................................. 6 D. Manfaat Penelitian ............................................................................ 7 1. Manfaat Teoritis .......................................................................... 7 2. Manfaat Praktis ........................................................................... 7 BAB II. LANDASAN TEORI ...................................................................... 8 xii

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI A. Agresi Elektronik .............................................................................. 8 1. Definisi Agresi Elektronik .......................................................... 8 2. Karakteristik Agresi Elektronik .................................................. 10 3. Tipe-Tipe Agresi Elektronik ....................................................... 12 4. Faktor-Faktor Agresi Elektronik ................................................. 14 B. Sensitivitas Terhadap Penolakan ...................................................... 16 1. Definisi Sensitivitas Terhadap Penolakan ................................... 16 2. Dimensi-Dimensi Sensitivitas Terhadap Penolakan ................... 17 3. Dampak Sensitivitas Terhadap Penolakan .................................. 19 C. Media Sosial ...................................................................................... 20 1. Definisi Media Sosial .................................................................. 20 2. Fungsi-Fungsi Media Sosial........................................................ 21 D. Mahasiswa sebagai Remaja Akhir .................................................... 22 E. Dinamika Sensitivitas Terhadap Penolakan Dengan Agresi Elektronik Pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial ....................... 23 F. Skema ................................................................................................ 26 G. Hipotesis............................................................................................ 27 BAB III. METODE PENELITIAN............................................................... 28 A. Jenis Penelitian .................................................................................. 28 B. Identifikasi Variabel .......................................................................... 28 1. Variabel Bebas ............................................................................ 28 2. Variabel Tergantung.................................................................... 28 C. Definisi Operasional.......................................................................... 28 xiii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Agresi Elektronik ........................................................................ 28 2. Sensitivitas Terhadap Penolakan ................................................ 29 D. Subjek Penelitian............................................................................... 30 E. Metode Pengumpulan Data ............................................................... 31 1. Skala Agresi Elektronik .............................................................. 31 2. Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM)................. 32 F. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur ................................................. 33 1. Validitas ...................................................................................... 33 2. Seleksi Item ................................................................................. 37 3. Reliabilitas .................................................................................. 40 G. Analisis Data ..................................................................................... 41 1. Uji Asumsi .................................................................................. 41 a. Uji Normalitas ....................................................................... 41 b. Uji Linearitas ......................................................................... 42 2. Uji Hipotesis ............................................................................... 42 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................... 43 A. Pelaksanaan Penelitian ...................................................................... 43 B. Deskripsi Subjek Penelitian .............................................................. 44 1. Data Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin .................................... 44 2. Data Subjek Berdasarkan Usia .................................................... 44 3. Data Media Sosial Yang Paling Sering diakses Subjek .............. 45 4. Data Frekuensi Subjek Mengakses Media Sosial ....................... 46 5. Data Durasi Setiap Mengakses Media Sosial ............................. 47 xiv

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Deskripsi Data Penelitian .................................................................. 48 D. Uji Hipotesis ..................................................................................... 49 1. Uji Asumsi .................................................................................. 49 a. Uji Normalitas ....................................................................... 49 b. Uji Linearitas ......................................................................... 50 2. Uji Korelasi ................................................................................. 52 E. Pembahasan ....................................................................................... 53 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... 57 A. Kesimpulan ....................................................................................... 57 B. Keterbatasan Penelitian ..................................................................... 57 C. Saran .................................................................................................. 57 1. Bagi Peneliti Selanjutnya ............................................................ 57 2. Bagi Mahasiswa Pengguna Media Sosial ................................... 58 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 59 LAMPIRAN .................................................................................................. 66 xv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Blue Print Distribusi Item Skala Agresi Elektronik (Try Out) .. 32 Tabel 2. Blue Print Distribusi Item Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) (Try Out)........................................................ 33 Tabel 3. Distribusi Item Skala Agresi Elektronik Setelah Seleksi Item ... 39 Tabel 4. Distribusi Item Skala The Interpersonal Sensitivity Measure Setelah Seleksi Item ................................................................... 40 Tabel 5. Data Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin ................................... 44 Tabel 6. Data Subjek Berdasarkan Usia ................................................... 44 Tabel 7. Data Media Sosial yang Paling Sering di Akses Subjek ............ 45 Tabel 8. Data Frekuensi Subjek Setiap Mengakses Media Sosial ........... 46 Tabel 9. Data Durasi Setiap Mengakses Media Sosial ............................. 47 Tabel 10. Kategorisasi untuk Sensitivitas Terhadap Penolakan................. 48 Tabel 11. Kategorisasi Sensitivitas Terhadap Penolakan pada Subjek ...... 48 Tabel 12. Kategorisasi untuk Agresi Elektronik ........................................ 49 Tabel 13. Kategorisasi Agresi Elektronik pada Subjek .............................. 49 Tabel 14. Hasil Uji Normalitas................................................................... 50 Tabel 15. Hasil Uji Linearitas .................................................................... 51 Tabel 16. Hasil Uji Hipotesis ..................................................................... 52 xvi

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Penilaian Validitas Isi Peer Judgement .................................. 67 Lampiran 2. Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) ............ 81 Lampiran 3. Hasil Terjemahan Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) ke Bahasa Indonesia ................................... 84 Lampiran 4. Back Translation Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) ..................................................................... 87 Lampiran 5. Hasil Pemeriksaan Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) ..................................................................... 90 Lampiran 6. Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) dan Skala Agresi Elektronik Uji Coba .......................................... 94 Lampiran 7. Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) dan Skala Agresi Elektronik untuk Pengambilan Data ................. 105 Lampiran 8. Hasil Uji Relabilitas dan Seleksi Item Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) Uji Coba ............. 114 Lampiran 9. Hasil Uji Relabilitas dan Seleksi Item Skala Agresi Elektronik Uji Coba ................................................................ 117 Lampiran 10. Hasil Uji Normalitas The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) dan Agresi Elektronik ................................................ 121 Lampiran 11. Hasil Uji Linearitas ................................................................. 123 Lampiran 12. Hasil Uji Korelasi ................................................................... 126 xvii

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perilaku agresi merupakan perilaku yang sengaja dilakukan untuk menyakiti orang lain dan pelaku percaya bahwa perilakunya akan menyakiti orang lain sehingga korban akan berusaha menghindari perilaku tersebut (Anderson & Bushman, 2002). Contoh dari perilaku agresi adalah menendang dan memukul orang lain. Dengan hadirnya perilaku agresi tersebut, individu akan menyadari dampak negatif dari perbuatannya karena pelaku dapat langsung melihat reaksi emosi korbannya. Dengan hadirnya teknologi, berkembang pula konsep agresi elektronik. Pada agresi elektronik, pelaku tidak menyadari dampak negatif atau konsekuensi dari perilakunya karena tidak ada reaksi emosi dari korbannya yang berfungsi sebagai pengontrol perilaku (Pyzalski, 2011). Agresi elektronik merupakan semua perilaku menganggu, bermusuhan, atau menindas yang dilakukan melalui teknologi komunikasi (internet dan telepon seluler) dan pelaku tidak menyadari konsekuensi yang mereka lakukan (David-Ferdon & Hertz, 2007; David-Ferdon & Hertz, 2009; Pyzalski, 2011). Agresi elektronik rentan terjadi di media sosial karena sifat penggunaan media sosial yang bisa sewaktu-waktu dan di berbagai tempat (Kellerman, Margolin, Borofsky, Baucom, & Iturralde, 2013). Misalnya seorang pengguna media sosial ditahan oleh polisi setelah melakukan ujaran kebencian (Qodar, 2017), 1

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 pencemaran nama baik di media sosial (Purbaya, 2017), dan penyebaran konten porno (Khumaini, 2018). Karena agresi elektronik ini membutuhkan ruang dalam dunia maya, maka masalah agresi elektronik ini tidak lepas dari banyaknya pengguna media sosial di Indonesia. Menurut riset We Are Social (2017) perkembangan media sosial di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 27 juta pengguna baru sejak tahun 2016 (Kemp, 2017). Selain itu, survei Tetra Pak Index menunjukkan bahwa pengguna media sosial tahun 2017 di Indonesia telah mencapai 40% atau 106 juta dari jumlah masyarakat seluruh Indonesia (Yudhianto, 2017). Survei APJII menunjukkan mahasiswa menjadi pengguna media sosial dengan intensitas cukup tinggi (APJII, 2012). Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin tinggi pula intensitas menggunakan media sosial (Soliha, 2015). Ellison, Steinfield, dan Lampe (dalam Na, Dancy, & Park, 2015) mengatakan bahwa media sosial menjadi sarana utama bagi mahasiswa untuk berkomunikasi dalam aktivitas sehari-hari. Mahasiswa tergolong remaja akhir dengan rentang usia 18-22 tahun (Santrock, 2007). Minat mahasiswa sebagai remaja akhir mengarah ke eksplorasi identitas diri untuk menunjukan siapa dirinya (Santrock, 2007). Dalam mencapai tugas perkembangannya, mahasiswa sebagai remaja akhir dinilai memiliki emosi yang stabil (Batubara, 2010). Emosi yang stabil dapat disebut juga emosi yang matang dikarenakan memiliki nilai yang sama dalam menghargai orang lain, lebih memikirkan masa depan, dan bertanggung

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3 jawab (Batubara, 2010). mahasiswa diharapkan Anderson (dalam Mappiare, 1983) mengatakan memiliki emosi yang lebih matang karena pengalamannya yang diperoleh selama menempuh pendidikan formal mempengaruhi emosi yang matang. Emosi yang matang dapat menghasilkan emosi positif. Sedangkan emosi yang tidak matang ditandai dengan kurang mampu mengendalikan emosi, kurang bertindak dengan pertimbangan terlebih dahulu, dan kurang mampu menyalurkan sumber emosi dengan baik. Dampak negatif dari emosi yang kurang matang dapat menghasilkan emosi negatif (Hurlock, 1994) dan individu akan kesulitan membina hubungan interpersonal yang baik (Herlena, 2007). Emosi negatif dapat mendorong individu melakukan agresi elektronik (Bennett et al., 2011). Emosi negatif tersebut dapat berupa frustrasi, depresi, dan marah (Thaxton & Agnew, 2004). Emosi negatif dihasilkan dari stressor atau ketegangan (Agnew, 2001). Penolakan dari oarng lain menimbulkan ketegangan (Wright & Li, 2013). Salah satu hal yang menimbulkan ketegangan adalah individu mengalami penolakan dari orang lain dalam hidupnya (Downey, Mougios, Ayduk, London, & Shoda, 2004). Penolakan dari orang lain contohnya diabaikan orang lain, tidak direspon dalam percakapan, dan di jauhi orang lain (Watson & Nesdale, 2012). Levy et al. (dalam Watson & Nesdale, 2012) mengatakan bahwa penolakan yang pernah dialami individu dapat membentuk sensitivitas terhadap penolakan.

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4 Downey dan Feldman (1996) menyatakan bahwa sensitivitas terhadap penolakan merupakan kecenderungan seseorang untuk menyangka bahwa ia akan mendapat penolakan dari orang lain, mudah merasakan penolakan, dan bereaksi berlebihan terhadap penolakan. Levy et al. (dalam Watson & Nesdale, 2012) mengatakan bahwa dugaan akan mendapat penolakan dari orang lain muncul dalam situasi yang memungkinkan terjadinya penolakan, dan mendorongnya untuk menerima tanda-tanda tidak berbahaya di lingkungan sebagai bukti penolakan. Dugaan akan mendapat penolakan dari orang lain tersebut mudah muncul sewaktu-waktu akibat individu pernah mengalami penolakan dalam hidupnya (Watson & Nesdale, 2012). Sensitivitas terhadap penolakan dinilai penting bagi mahasiswa karena dapat mempengaruhi kualitas hubungan interpersonal mereka di masa remaja akhir (Buhrmester, Harris, dalam Marston, Hare, & Allen, 2010). Sensitivitas terhadap penolakan dapat menganggu mahasiswa dalam menjalin hubungan dengan orang lain di berbagai situasi sosial (Butler, Doherty, & Potter, 2007; Marston et al., 2010). Padahal, pada tahap perkembangan mentalnya, mahasiswa diharapkan lebih bertanggung jawab, menghargai orang lain, dan lebih memikirkan masa depan untuk mempersiapkan diri di tahap perkembangan selanjutnya (Batubara, 2010). Mahasiswa diharapkan dapat mengantisipasi dampak sensitivitas terhadap penolakan yang menyebabkan munculnya kemarahan, permusuhan, kecemburuan, murung, depresi, dan peningkatan masalah interpersonal (Downey & Feldman, 1996; Marston et al., 2010). Selain dampak tersebut,

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5 Watson dan Nesdale (2012) menyatakan bahwa sensitivitas terhadap penolakan juga menyebabkan kesepian, menarik diri secara sosial dan cenderung menekan pendapat orang lain yang berbeda-beda (Harper, Dickson, & Welsh, 2006). Dengan antisipasi sensitivitas terhadap penolakan, maka individu diharapkan mampu mengelola ketegangan dan sehat secara psikologis (Park, 2007). Penelitian tentang sensitivitas terhadap penolakan hanya ditemukan beberapa penelitian saja di Indonesia dan penelitian tersebut berupa skripsi. Penelitian tentang sensitivitas terhadap penolakan yang telah dilakukan di Indonesia antara lain korelasi sensitivitas terhadap penolakan dengan performasi kerja agen asuransi jiwa (Zebua, 2016), rasa bangga sebagai mediator dalam hubungan antara kelekatan dengan ibu dan sensitivitas terhadap penolakan pada remaja (Damanik, 2014), perbedaan frekuensi aktivitas seksual antara remaja dengan sensitivitas terhadap penolakan yang tinggi dan rendah di SMA X (Sutandi, 2015). Pada penelitian di Indonesia tersebut, belum digali lebih jauh mengenai sensitivitas terhadap penolakan dengan perilaku menyimpang berupa agresi elektronik yang dilakukan mahasiswa dan sering terjadi di media sosial. Padahal sensitivitas terhadap penolakan dapat menjelaskan perilaku menyimpang pada mahasiswa dalam mempersiapkan dirinya menjalani peran orang dewasa (Marston et al., 2010), namun hal sebelumnya. tersebut belum dieksplorasi dalam penelitian-penelitian

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6 Berdasarkan uraian di atas, peneliti hendak mengetahui apakah ada hubungan antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. Pertanyaan tersebut penting sebab realitanya agresi elektronik mudah terjadi di media sosial misalnya pencemaran nama baik dan penghinaan melalui media sosial. Pelaku agresi elektronik tersebut tidak menyadari dampak negatif dari perbuatan mereka karena tidak ada reaksi emosi dari korbannya yang berfungsi sebagai pengontrol perilaku. Hal ini menyebabkan individu mudah melakukan agresi elektronik, sehingga mereka dapat terjerat hukum dan merugikan orang lain. Agresi elektronik tersebut merupakan perilaku menyimpang (Rosyidah, 2015) dan peneliti tertarik mengambil sensitivitas terhadap penolakan sebagai variabel dalam penelitian karena sensitivitas terhadap penolakan dapat menjelaskan perilaku menyimpang yang terjadi dalam kehidupan (Marston et al., 2010). B. Rumusan Masalah Berdasarkan pemaparan latar belakang tersebut, rumusan masalah yang ingin diuji dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial?

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7 C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi dalam ilmu Psikologi, terutama Psikologi Klinis dan Psikologi Sosial mengenai sensitivitas individu terhadap penolakan dan agresi elektronik. 2. Manfaat Praktis Penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh mahasiswa untuk mengenali dirinya terkait sensitivitas individu terhadap penolakan sehingga menghindari agresi elektronik yang dapat merugikan diri sendiri atau orang lain.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Agresi Elektronik 1. Definisi Agresi Elektronik Agresi elektronik merupakan semua perilaku menganggu, bermusuhan, atau menindas yang dilakukan melalui teknologi komunikasi (internet dan telepon seluler) seperti email, ruang obrolan, pesan teks, pesan instan, dan situs web (David-Ferdon & Hertz, 2007; David-Ferdon & Hertz, 2009). Contoh dari agresi elektronik adalah memberikan komentar kasar atau tidak sopan, berbohong, mengejek, menggoda, menyebarkan isu, dan menulis komentar untuk mengancam orang lain (David-Ferdon & Hertz, 2007). Karakteristik agresi elektronik menunjukkan perbedaan dengan agresi pada umumnya. Agresi merupakan perilaku yang sengaja dilakukan untuk menyakiti orang lain dan pelaku menyadari konsekuensi perbuatannya dan ia percaya bahwa perilakunya akan menyakiti orang lain sehingga korban akan berusaha menghindari perilaku tersebut (Anderson & Bushman, 2002). Berbeda dengan perilaku agresi, pelaku agresi elektronik tidak merasa bersalah dan tidak menyadari dampak negatif dari perbuatannya karena tidak ada reaksi emosi dari korbannya yang berfungsi sebagai pengontrol perilaku (Pyzalski, 2012). Perbedaan perilaku agresi dan agresi elektronik misalnya Budi kehilangan teman setelah memukul 8

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9 temannya yang telah mengambil uangnya (agresi). Budi menyadari konsekuensi dari perbuatannya setelah memukul temannya. Sedangkan contoh agresi elektronik, seorang mahasiswi menulis status di media sosial bahwa dosennya cabul (pencemaran nama baik) (Purbaya, 2017). Mahasiswi tersebut tidak merasa bersalah dan tidak menyadari dampak negatif perbuatannya, tetapi dosennya menganggap hal tersebut sebagai pencemaran nama baik, lalu melaporkannya ke polisi. Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa agresi elektronik merupakan berbagai perilaku mengganggu atau bermusuhan yang dilakukan melalui internet atau telepon seluler sebagai teknologi komunikasi. Agresi elektronik berbeda dengan agresi pada umumnya yakni pelaku agresi elektronik tidak menyadari dampak negatif dari perbuatannya dan tidak merasa bersalah karena tidak ada reaksi emosi korbannya akibat agresi elektronik yang dilakukan. Sedangkan agresi ditandai dengan perbuatannya. pelaku menyadari kerugian dan konsekuensi

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10 2. Karakteristik Agresi Elektronik Pyzalski (2011) menyatakan bahwa karakteristik agresi elektronik yang membedakannya dengan agresi yaitu anonimitas, ketidaksengajaan, dan kontinuitas. a. Anonimitas (Anonimyty) Pyzalski (2011) menyatakan bahwa anonimitas sebagai karakteristik agresi elektronik menunjukkan bahwa ketiadaan atau hilangnya isyarat nonverbal (perubahan mimik wajah) untuk mengenali emosi orang lain dalam komunikasi dapat menimbulkan masalah. Juvonen & Gross (dalam Pyzalski, 2011) mengatakan anonimitas merupakan dasar utama perilaku bermusuhan melalui internet. Pyzalski (2011) menyatakan bahwa anonimitas menunjukkan bahwa individu mengalami masalah dalam mengontrol perilakunya dan cenderung bereaksi dengan cepat tanpa membuat keputusan rasional dalam berkomunikasi. Isyarat nonverbal penting dalam berkomunikasi untuk mengenal emosi orang lain. Isyarat nonverbal yang terbatas menyebabkan pelaku tidak menyadari dampak dari perilaku online yang dilakukannya dapat merugikan orang lain. b. Ketidaksengajaan (Unintentionality) Ketidaksengajaan menunjukkan bahwa pelaku agresi elektronik tidak sadar akan kerugian dan dampak negatif bagi orang lain dari komunikasi online yang mereka lakukan atau pernyataan yang

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11 disampaikan melalui media elektronik karena tidak bisa mengetahui emosi dari korbannya sebagai pengontrol perilaku. Pelaku akan terkejut ketika muncul masalah dan dampak negatif pada orang lain melalui komunikasi online yang telah dilakukan karena pelaku tidak dapat memperkirakan konsekuensi dari perilakunya. Ketidaksengajaan dalam agresi elektronik juga dipengaruhi oleh kurangnya isyarat nonverbal dalam komunikasi misalnya perubahan mimik wajah. Hal ini menyebabkan pelaku sulit melihat tanda-tanda emosi negatif korban lebih awal dan membuat pelaku melanjutkan secara tidak sadar serangan yang berbahaya (Pyzalski, 2011). c. Kontinuitas (Continuity) Boyd (dalam Pyzalski, 2011) menyatakan bahwa publikasi konten yang agresif di media elektronik akan menetap dan mudah ditemukan oleh pengguna internet. Kontinuitas sebagai karakteristik agresi elektronik menunjukkan bahwa konten yang memuat agresi elektronik di media elektronik akan menetap, mudah ditemukan, dan mudah diperbanyak, sehingga korban tidak bisa melepaskan diri dari konten yang memuat agresi elektronik yang ditujukan kepadanya selama ia masih mampu menjangkaunya melalui media elektronik. Agresi elektronik muncul tanpa batas waktu dan tempat sehingga membuat individu rentan menjadi korban (Pyzalski, 2011). Bentukbentuk perilaku agresi elektronik akan mudah ditemukan oleh

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12 pengguna media sosial sehingga orang yang menjadi korban agresi elektronik memungkinkan untuk menjangkau konten yang memuat agresi elektronik tersebut (Pyzalski, 2011). Misalnya seorang mahasiswi melakukan pencemaran nama baik dosen pembimbing KKN dengan menulis status di media sosial bahwa dosennya cabul (Purbaya, 2017). Dosen tersebut melihat pernyataan yang ditulis oleh mahasiswi tersebut di media sosial, lalu melaporkannya ke polisi atas pencemaran nama baik yang telah dilakukannya. 3. Tipe-tipe Agresi Elektronik Morgan, King, Weis, dan Schapler (dalam Prasetio & Hartosujono, 2013) menyatakan agresi terdiri dari fisik, aktif, langsung (misalnya menikam); fisik, aktif, tidak langsung (misalnya menyewa seorang pembunuh); fisik, pasif, langsung (misalnya aksi duduk dalam demonstrasi); fisik, pasif, tidak langsung (misalnya menolak berpindah ketika melakukan aksi duduk); verbal, pasif, langsung (misalnya menolak menjawab pertanyaan); verbal, pasif, tidak langsung (misalnya menolak berbicara pada orang lain). Berbeda dengan tipe-tipe agresi, tipe-tipe agresi elektronik antara lain (Bennett, Guran, Ramos, & Margolin, 2011) : a. Permusuhan (Hostility) Permusuhan adalah perilaku yang menyakiti dan mengancam melalui pesan yang ditujukan kepada orang lain secara langsung.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13 Bentuk permusuhan dalam agresi elektronik bisa berupa pesan mengancam melalui SMS dan email yang berisi perkataan yang menyakitkan. b. Pengusikan (Instrusiveness) Pengusikan adalah perilaku yang melibatkan media elektronik untuk memantau, memeriksa, atau memperdaya seseorang untuk mengetahui informasi pribadi di internet. Bentuk pengusikan dalam agresi elektronik dapat berupa mencuri password akun orang lain dan mengirim pesan kepada orang lain untuk memantau dirinya. c. Penghinaan (Humiliation) Penghinaan adalah perilaku yang menampilkan gambar atau komentar yang menghina atau memalukan, dan menyebarkan berita yang tidak benar di hadapan publik melalui media elektronik. Bentuk penghinaan dalam agresi elektronik misalnya mengunggah foto yang memalukan. d. Pengucilan (Exclusion) Pengucilan adalah perilaku yang bertujuan untuk menghilangkan atau memblokir seseorang dalam komunikasi melalui media elektronik. Bentuk pengucilan dalam agresi elektronik dapat berupa memblokir akun orang lain, menghapus akun orang lain, dan mengeluarkan seseorang dari daftar pertemanan melalui media elektronik.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14 4. Faktor-faktor Agresi Elektronik a. Keluarga Faktor yang mempengaruhi agresi elektronik yaitu lingkungan keluarga. Repetti, Taylor, dan Seeman (2002) mengatakan bahwa lingkungan keluarga yang berisiko ditandai dengan adanya konflik, hubungan di dalam keluarga yang dingin dan tidak mendukung. Individu yang dibesarkan di dalam keluarga yang berisiko tersebut akan mengalami pengabaian, penolakan, lebih mudah depresi dan munculnya perilaku yang agresif. Individu yang dibesarkan di dalam keluarga yang berisiko tersebut juga akan menganggap pesan media elektronik ambigu yang ditujukan kepadanya sebagai konten negatif atau menyakitkan dan ia menganggapinya dengan agresif melalui media elektronik sehingga dapat terjadi agresi elektronik (Kellerman et al., 2013). Individu yang tumbuh di dalam keluarga yang tidak mendukung dan hubungan keluarga yang dingin dapat berdampak bagi individu. Hal itu dapat menyebabkan individu cemas dan sulit merasakan kepuasan dari kelekatan di masa dewasa karena tidak ada kelekatan aman saat kanak-kanak (Boyce dan Parker, 1989). b. Teman sebaya Collins dan Van Dulmen (dalam Kellerman et al., 2013) menyatakan bahwa remaja yang menghabiskan waktu dengan teman

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15 sebaya akan mempengaruhi pembentukan keintiman atau keakraban dalam hubungan mereka. Hartup dan Stevens (dalam Kellerman et al., 2013) mengatakan bahwa dukungan teman sebaya dapat menciptakan keintiman dan strategi yang positif dalam pemecahan masalah. Penolakan dari orang lain misalnya teman, dapat menjadi sumber ketegangan sehingga menghasilkan emosi negatif yang memicu seseorang berperilaku agresi elektronik (Wright & Li, 2013). c. Prososial Pyzalski (2012) berpendapat bahwa individu yang mengabaikan perilaku prososial cenderung dapat melakukan agresi elektronik karena perilaku prososial dapat menjadi faktor yang menghalangi pelaku dalam melakukan agresi elektronik. Eisenberg dan Fabes (dalam Padilla-Walker & Christensen, 2011) mengatakan bahwa perilaku prososial merupakan tindakan sukarela yang bermaksud untuk membantu atau menguntungkan individu atau kelompok. Carlo dan Randall (2002) menyatakan 6 kecenderungan perilaku prososial yaitu kecenderungan untuk membantu ketika orang lain meminta bantuan (compliant), membantu dalam situasi yang darurat (dire), membantu orang lain di depan umum agar dihormati orang (public), membantu dalam situasi emosional (emotional), membantu orang yang tidak dikenal (anonymous), dan membantu tanpa mengharapkan imbalan (altruism).

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16 B. Sensitivitas Terhadap Penolakan 1. Definisi Sensitivitas Terhadap Penolakan Baumeister dan Leary (dalam Watson & Nesdale, 2012) menyatakan bahwa salah satu motivasi manusia yang besar adalah kebutuhan untuk diterima oleh orang lain. Penerimaan dari orang lain menjadi hal yang penting bagi manusia dan penolakan dapat memberikan pengaruh yang kuat bagi mereka (Watson & Nesdale, 2012). Penolakan dapat berasal dari teman sebaya, keluarga atau pasangan (Watson & Nesdale, 2012). Levy et al. (dalam Watson & Nesdale, 2012) menyatakan penolakan dari orang lain tersebut dapat membentuk sensitivitas terhadap penolakan. Boyce dan Parker (1989) mengatakan sensitivitas terhadap penolakan merupakan kepekaan berlebihan terhadap perilaku dan perasaan orang lain sehingga individu dapat mempersepsikannya sebagai penolakan. Levy et al. (dalam Watson & Nesdale, 2012) menyatakan bahwa dugaan terhadap penolakan muncul ketika individu berada di situasi yang memungkinkan dirinya untuk ditolak, dan mendorongnya untuk menerima tanda-tanda tidak berbahaya sebagai bukti penolakan. Downey dan Feldman (1996) menambahkan bahwa sensitivitas terhadap penolakan merupakan kecenderungan seseorang merasa cemas akan mendapat penolakan dari orang lain, mudah merasakan penolakan, dan bereaksi berlebihan terhadap penolakan. Sensitivitas terhadap penolakan merupakan kekhawatiran terhadap penolakan dari orang lain, ketakutan

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17 terhadap hal-hal yang nyata atau imajinasi, dan mudah merasakan tandatanda penolakan (Sloman, 2000). Individu dapat merasakan bahwa dirinya mengalami penolakan dari orang lain meskipun sesungguhnya tidak ada penolakan (Sloman, 2000). Berdasaran uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sensitivitas terhadap penolakan merupakan kecenderungan seseorang untuk menduga bahwa ia akan mendapat penolakan dari orang lain, bereaksi berlebihan terhadap penolakan, dan cepat merasa tertolak akibat individu mempersepsikan perilaku orang lain sebagai penolakan. 2. Dimensi sensitivitas terhadap penolakan Boyce dan Parker (1989) menyatakan 5 dimensi yang dapat menggambarkan sensitivitas individu terhadap penolakan antara lain : a. Interpersonal awareness (Kesadaran Interpersonal) Interpersonal awareness adalah kewaspadaan terhadap perilaku orang lain dan cemas terhadap sesuatu yang akan terjadi dalam berinteraksi dengan orang lain. Individu memiliki kewaspadaan akibat kerapuhan diri dan membutuhkan dukungan dari orang lain. Interpersonal awareness menunjukkan kepekaan individu dalam berinteraksi dengan orang lain, termasuk merasa bahwa ia mempunyai pengaruh yang kuat pada pandangan orang lain terhadap dirinya dan respon negatif dari orang lain akan berdampak bagi dirinya.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18 b. Need for approval (Kebutuhan akan Penerimaan) Need for approval adalah keinginan seseorang agar orang lain tidak menolaknya, keinginan untuk membuat orang lain bahagia, dan menjaga hubungan dengan orang lain. Individu yang memiliki need yang tinggi menunjukkan bahwa ia menghargai for approval keinginan-keinginan orang lain. c. Separation Anxiety (Kecemasan akan Perpisahan) Bowlby (dalam Boyce & Parker, 1989) menyatakan bahwa separation anxiety adalah kecemasan individu terhadap keberlangsungan kelekatan saat dewasa karena tidak ada kelekatan aman pada masa kanak-kanak sehingga sulit merasakan kepuasan dari kelekatan di masa dewasa. Boyce dan Parker (1989) mengatakan bahwa individu akan memiliki kepekaan yang berlebihan terhadap berbagai ancaman dalam menjaga keutuhan hubungan yang terjalin dengan orang lain. Bowlby (dalam Boyce & Parker, 1989) mengatakan bahwa kecemasan berpisah dengan orang lain menjadi karakteristik individu yang depresi. d. Timidity (Takut) Timidity merupakan ketidakmampuan dalam berperilaku secara asertif dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Khan (2012) menyatakan bahwa orang yang mampu berperilaku asertif adalah

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19 orang yang menghargai pendapat dan perasaan orang lain, mampu menyatakan pikiran dan perasaannya secara jujur, dan menjalin hubungan yang akrab dengan orang lain. e. Fragile inner-self (Kerapuhan diri) Fragile inner-self menjelaskan bahwa ada bagian inti dalam diri yang tidak disukai dan butuh disembunyikan dari orang lain. Fragile inner-self yang tinggi menunjukkan bahwa seseorang memiliki harga diri yang rapuh sehingga membutuhkan dukungan dari orang lain. 3. Dampak Sensitivitas Terhadap Penolakan Sensitivitas terhadap penolakan menyebabkan munculnya depresi (Downey & Feldman, 1996). Sensitivitas terhadap penolakan juga memicu munculnya kemarahan, permusuhan, menarik diri, kecemburuan, dan murung (Downey & Feldman, 1996). Selain itu, sensitivitas terhadap penolakan juga berhubungan dengan kesepian dan menarik diri secara sosial (Watson & Nesdale, 2012). Marston, Hare, dan Allen (2010) menambahkan bahwa sensitivitas terhadap penolakan menyebabkan peningkatan masalah interpersonal. Sensitivitas terhadap penolakan dapat menyebabkan individu cenderung menekan pendapat orang lain yang berbeda-beda (Harper et al., 2006). Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa sensitivitas terhadap penolakan menyebabkan munculnya masalah mental

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20 dan perilaku yang terdiri dari depresi, murung, kesepian, kecemburuan, kemarahan, permusuhan, dan menarik diri secara sosial. C. Media Sosial 1. Definisi Media Sosial Media sosial merupakan saluran yang melibatkan internet untuk berinteraksi dan mempresentasikan diri dengan selektif, dengan khalayak sempit atau luas yang memperoleh nilai dari isi yang disampaikan oleh para penggunanya dan memfasilitasi orang untuk berinteraksi (Carr & Hayes, 2015). Jalonen (2014) mengatakan bahwa media sosial merupakan sarana untuk melakukan interaksi antarindividu dengan membagikan, menciptakan atau bertukar informasi melalui jaringan internet. Media sosial merupakan media untuk berbagi informasi, berpartisipasi, dan menciptakan konten berupa blog, forum, jejaring sosial, dan dunia virtual yang didukung oleh teknologi yang canggih (Kementrian Perdagangan RI, 2014). Kemp (2017) menyatakan bahwa media sosial yang populer misalnya Instagram, Whatsapp, Facebook, Line, dan Twitter. Dampak positif media sosial yaitu pengguna dapat mengurangi, menambahkan, menyebarkan gambar atau tulisan, dan mempercepat penyebaran informasi (Kementrian Perdagangan RI, 2014). Dampak negatif media sosial yaitu timbul kecanduan terhadap media sosial, interaksi secara bertatap muka

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21 dengan orang lain berkurang, dan timbul masalah hukum akibat melanggar peraturan, privasi, dan moral (Kementrian Perdagangan RI, 2014). Berdasarkan uraian tentang media sosial tersebut, media sosial merupakan sarana komunikasi yang terhubung dengan internet untuk berinteraksi dengan orang lain. 2. Fungsi-fungsi Media Sosial Jalonen (2014) mengatakan bahwa media sosial memiliki fungsifungsi antara lain : a. Media Komunikasi Media sosial sebagai media komunikasi digunakan untuk menyimpan, membagikan, mempublikasikan konten, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan mempengaruhi orang lain (Jalonen, 2014). Bentuk media sosial untuk komunikasi yaitu pesan instan (misalnya skype), blog (misalnya blogger), mikroblog (misalnya twitter) (Jalonen, 2014). b. Media kolaborasi Media sosial sebagai media kolaborasi digunakan untuk menciptakan konten dan menyunting tanpa batas lokasi dan waktu. Media sosial yang digunakan sebagai media kolaborasi yaitu Wikis (misalnya Wikipedia) (Jalonen, 2014).

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22 c. Media penghubung Media sosial sebagai media penghubung digunakan untuk berhubungan dengan orang lain dan bersosialisasi dalam suatu komunitas. Media sosial sebagai media penghubung misalnya facebook dan Linkedin (Jalonen, 2014). d. Media untuk melengkapi Media sosial digunakan untuk melengkapi konten dengan mendeskripsikan, menambah, menyaring informasi, dan menunjukkan hubungan antar konten (Jalonen, 2014). Misalnya Pinterest digunakan untuk mendeskripsikan kualitas tas Charles & Keith. e. Media penggabung Jalonen (2014) mengatakan bahwa media sosial sebagai media penggabung digunakan untuk menggabungkan dan membandingkan konten dari aplikasi yang berbeda. Misalnya Google Maps digunakan untuk menampilkan lokasi tempat ibadah, hotel, perbandingan jarak dan prediksi waktu tempuh Uber, Gojek, atau transportasi lain. D. Mahasiswa sebagai Remaja Akhir Takwin (dalam Fadillah, 2013) menyatakan bahwa mahasiswa adalah orang yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dan belajar di perguruan tinggi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, mahasiswa adalah peserta didik yang belajar dan terdaftar di perguruan tinggi tertentu. Mahasiswa umumnya menempuh pendidikan selama 8 semester atau 4 tahun. Mahasiswa tergolong remaja akhir dengan rentang usia 18-22 tahun (Santrock, 2007). Mahasiswa merupakan remaja akhir yang memiliki emosi lebih stabil, lebih menghargai orang lain, mampu memikirkan gagasan, lebih memikirkan masa depan, lebih konsisten, dan bertanggung jawab (Batubara, 2010). Anderson (dalam Mappiare, 1983) mengatakan mahasiswa diharapkan memiliki emosi yang lebih matang karena pengalamannya yang diperoleh selama menempuh pendidikan formal mempengaruhi emosi yang matang. Mahasiswa di masa remaja akhir juga mulai mampu menentukan pilihan dan mengambil keputusan (Paramitasari & Alfian, 2012). Selain itu, mahasiswa berada di tahap remaja akhir memiliki minat yang mengarah ke eksplorasi identitas diri (Santrock, 2007). Pembentukan identitas menjadi tugas perkembangan yang penting bagi mereka (Morsunbul, 2015). E. Dinamika Sensitivitas terhadap Penolakan dengan Agresi Elektronik pada Mahasiswa Pengguna Media Sosial Baumeister dan Leary (dalam Watson & Nesdale, 2012) menyatakan bahwa salah satu motivasi manusia yang besar adalah kebutuhan untuk diterima oleh orang lain. Gemilang, Yuliadi, dan Lilik (2015) menyatakan bahwa motivasi mahasiswa berupa kebutuhan akan penerimaan orang lain menjadi hal yang penting karena mahasiswa sedang mengalami fase keintiman

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24 yang berarti membutuhkan relasi yang melibatkan pemikiran, perasaan, dan tindakan secara lebih mendalam. Mahasiswa diharapkan mampu menjalin hubungan dengan orang lain secara mendalam karena mereka harus masuk ke lingkungan yang lebih luas lagi untuk mempersiapkan dirinya menjalani peran orang dewasa (Rumini & Sundari, 2004). Penolakan dari orang lain akan menghambat mahasiswa untuk menjalin hubungan yang lebih luas di lingkungan sosial (Butler et al., 2007). Sumber penolakan dapat berasal dari ras atau etnis, disabilitas, dan orientasi seksual (Downey, Bonica, & Rincon, 1999). Penolakan dari teman sebaya, keluarga atau pasangan dapat menimbulkan pembentukan dugaan akan tertolak orang lain (Watson & Nesdale, 2012). Levy et al. (dalam Watson & Nesdale, 2012) menyatakan bahwa individu yang mengalami penolakan menyebabkan munculnya sensitivitas terhadap penolakan pada dirinya. Sensitivitas terhadap penolakan merupakan kecenderungan seseorang untuk menduga bahwa ia akan mendapat penolakan dari orang lain, bereaksi berlebihan terhadap penolakan, dan cepat merasa tertolak akibat individu mempersepsikan perilaku orang lain sebagai penolakan. Sensitivitas terhadap penolakan terdiri dari high rejection sensitivity dan low rejection sensitivity. Downey dan Feldman (dalam Ayduk et al., 2000) mengatakan bahwa high rejection sensitivity merupakan kecenderungan yang tinggi untuk lebih cemas dalam menduga bahwa dirinya mendapat penolakan dari orang lain, lebih mudah merasa tertolak, dan bereaksi berlebihan terhadap penolakan secara intensif. High rejection

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25 sensitivity menyebabkan individu merasa tertolak dengan lebih mudah menganggap tanda-tanda ambigu di lingkungan sebagai bukti penolakan (Sloman, 2000). Individu dengan high rejection sensitivity menggunakan hot system yaitu memunculkan respon refleks dengan merespon penolakan tanpa penyelesaian (Metcalfe & Mischel dalam Ayduk et al., 2000). Hal ini menyebabkan agresi elektronik di media sosial cenderung lebih tinggi karena munculnya respon refleks mendorong individu bereaksi dengan lebih cepat dan sulit mengontrol perilaku. Low rejection sensitivity merupakan tingkat sensitivitas yang rendah sehingga memiliki rasa cemas yang rendah terhadap penolakan dan tenang dalam menduga munculnya penolakan (Regan, 2011). Individu yang memiliki low rejection sensitivity relatif kurang memperhatikan penolakan dan lebih mengharapkan penerimaan dari orang lain (Ayduk et al., 2000). Individu dengan low rejection sensitivity akan merespon penolakan yang dialami dengan cool system yaitu adanya pemecahan masalah dan refleksi (Metcalfe & Mischel, 1999). Adanya pemecahan masalah dan refleksi yang dimiliki orang dengan low rejection sensitivity mendorong individu membuat keputusan rasional dan mampu mengontrol perilaku, sehingga agresi elektronik di media sosial cenderung lebih rendah.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26 F. Skema Sensitivitas terhadap penolakan Sensitivitas terhadap penolakan tinggi :  Lebih cemas dalam menduga munculnya penolakan  Lebih mudah merasakan penolakan dan memiliki kecemasan tinggi terhadap penolakan  Bereaksi berlebihan terhadap penolakan secara intensif Muncul respon refleks sehingga akan bereaksi dengan lebih cepat tanpa membuat keputusan rasional dan sulit mengontrol perilaku Agresi elektronik tinggi Sensitivitas terhadap penolakan rendah :  Tenang dalam menduga munculnya penolakan  Memiliki rasa cemas yang rendah terhadap penolakan  Relatif kurang memperhatikan penolakan dan lebih mengharapkan penerimaan dari orang lain Merespon penolakan dengan pemecahan masalah dan refleksi, sehingga dapat membuat keputusan rasional dan mampu mengontrol perilaku Agresi elektronik rendah

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27 G. Hipotesis Hipotesis pada penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara sensitivitas terhadap penolakan dan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian kuantitatif melibatkan analisis data numerik menggunakan metode statistika (Creswell, 2014). Penelitian kuantitatif korelasional untuk mengukur tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih (Creswell, 2014). Pada penelitian ini, peneliti ingin melihat apakah terdapat korelasi antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. B. Identifikasi Variabel 1. Variabel bebas Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sensitivitas terhadap penolakan. 2. Variabel tergantung Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah agresi elektronik. C. Definisi Operasional 1. Agresi Elektronik Agresi elektronik merupakan berbagai perilaku mengganggu atau bermusuhan yang dilakukan melalui internet atau telepon seluler sebagai teknologi komunikasi. Agresi elektronik akan diukur menggunakan skala 28

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29 agresi elektronik yang disusun berdasarkan empat tipe agresi elektronik yaitu pengusikan, permusuhan, penghinaan, dan pengucilan. Agresi elektronik dapat dilihat dari skor yang diperoleh berdasarkan skala agresi elektronik tersebut. Semakin tinggi skor yang diperoleh berdasarkan skala agresi elektronik, maka semakin tinggi agresi elektronik individu. Sebaliknya, semakin rendah skor yang diperoleh berdasarkan skala agresi elektronik, maka semakin rendah agresi elektronik individu. 2. Sensitivitas terhadap Penolakan Sensitivitas terhadap penolakan adalah kecenderungan seseorang untuk menduga bahwa ia akan mendapat penolakan dari orang lain, bereaksi berlebihan terhadap penolakan, dan cepat merasa tertolak akibat individu mempersepsikan perilaku orang lain sebagai penolakan. Sensitivitas terhadap penolakan akan diukur menggunakan adaptasi skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM). Skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) tersebut dikembangkan oleh Boyce dan Parker (1989). Peneliti mengadaptasi skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) karena skala tersebut telah ditetapkan sebagai literatur penelitian yang luas (Butler et al., 2007) dan skala tersebut telah terbukti sebagai alat ukur yang valid dan reliabel dalam mengukur sensitivitas terhadap penolakan (Boyce & Parker, 1989). The interpersonal sensitivity measure (IPSM) terdiri dari 5 dimensi yaitu interpersonal

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30 awareness, need for approval, separation anxiety, timidity, dan fragile inner-self (Boyce & Parker, 1989). Sensitivitas terhadap penolakan dapat dilihat dari skor yang diperoleh berdasarkan the interpersonal sensitivity measure (IPSM). Semakin tinggi skor total yang diperoleh berdasarkan skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM), maka semakin tinggi sensitivitas individu terhadap penolakan. Di sisi lain, semakin rendah skor total yang diperoleh berdasarkan skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM), maka semakin rendah sensitivitas individu terhadap penolakan. D. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa pengguna media sosial, yang berusia 18-22 tahun. Penentuan subjek penelitian ini menggunakan teknik nonprobability sampling dengan jenis convenience sample. Teknik nonprobability sampling merupakan teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tidak semua individu di dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi anggota sampel (Sugiyono, 2012). Creswell (2012) menyatakan bahwa convenience sample adalah teknik untuk menentukan subjek penelitian berdasarkan ketersediaan dan kemudahan (convenience) untuk mengambil sampel dari populasi tertentu.

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31 E. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologis. Skala psikologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Skala likert adalah metode penskalaan yang terdiri dari pernyataan favorable dan pernyataan unfavorable (Supratiknya, 2014). Peneliti tidak memberikan jawaban netral pada skala penelitian untuk menghindari subjek memilih jawaban di tengah dan data menjadi kurang informatif (Azwar, 2017). Penelitian ini menggunakan dua skala, yaitu : 1. Agresi Elektronik Agresi elektronik akan diukur menggunakan skala agresi elektronik yang disusun berdasarkan empat tipe karakteristik agresi elektronik yaitu pengusikan, permusuhan, penghinaan, dan pengucilan (Bennett et al., 2011). Skala ini terdiri dari 64 pernyataan. Format respon yang digunakan dalam skala tersebut adalah skala likert. Pada penelitian ini, skala likert dengan opsi jawaban berjumlah genap akan digunakan untuk mengukur agresi elektronik. Penelitan ini menggunakan skala likert dengan opsi jawaban berjumlah genap, untuk menghindari kecenderungan memilih jawaban genap oleh subjek yang ragu-ragu, defensif, atau kurang serius dalam mengisi skala, sehingga dapat mengancam validitas item tes (Supratiknya, 2014). Skala agresi elektronik terdiri dari empat opsi jawaban, yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), dan sangat tidak sesuai (STS). Pada item-item favorable, peneliti memberi skor 1 untuk jawaban “sangat tidak sesuai (STS)”, skor 2 untuk jawaban “tidak

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32 sesuai (TS)”, jawaban skor 3 untuk jawaban “sesuai (S)”, dan skor 4 untuk “sangat sesuai (SS)”. Pada item-item unfavorable, peneliti memberi skor 4 untuk jawaban “sangat tidak sesuai (STS)”, skor 3 untuk jawaban “tidak sesuai (TS)”, skor 2 untuk jawaban “sesuai (S)”, dan skor 1 untuk jawaban “sangat sesuai (SS)”. Distribusi item skala agresi elektronik untuk try out adalah sebagai berikut. Tabel 1. Blue Print Distribusi Item Skala Agresi Elektronik (Try Out) Tipe Permusuhan Pengusikan Penghinaan Pengucilan Total Pernyataan Favorable Unfavorable 1, 9, 17, 44 4, 25, 31, 57 2, 26, 27, 61 18, 32, 48, 49 19, 33, 50, 58 7, 10, 39, 45 5, 11, 51, 62 16, 28, 34, 41 6, 20, 37, 40 8, 12, 29, 52 42, 46, 53, 54 13, 22, 23, 59 24, 30, 36, 47 14, 38, 43, 55 3, 15, 21, 60 35, 56, 63, 64 Jumlah Persentase 16 25% 16 25% 16 25% 16 25% 64 100% 2. Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) Sensitivitas terhadap penolakan akan diukur menggunakan adaptasi skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM). The interpersonal sensitivity measure (IPSM) terdiri dari 5 dimensi yaitu interpersonal awareness, need for approval, separation anxiety, timidity, dan fragile inner-self (Boyce & Parker, 1989). Skala ini terdiri dari 36 pernyataan. Format respon yang digunakan dalam skala tersebut adalah skala likert. Penelitan ini menggunakan skala likert dengan opsi jawaban berjumlah genap, untuk menghindari kecenderungan memilih jawaban genap oleh subjek yang ragu-ragu, defensif, atau kurang serius dalam mengisi skala,

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33 sehingga dapat mengancam validitas item tes (Supratiknya, 2014). The interpersonal sensitivity measure (IPSM) terdiri dari empat opsi jawaban, yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai (TS), dan sangat tidak sesuai (STS) (Boyce & Parker, 1989). Pada item-item favorable, peneliti memberi skor 1 untuk jawaban “sangat tidak sesuai (STS)”, skor 2 untuk jawaban “tidak sesuai (TS)”, skor 3 untuk jawaban “sesuai (S)”, dan skor 4 untuk jawaban “sangat sesuai (SS)”. Distribusi item skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) (try out) adalah sebagai berikut. Tabel 2. Blue Print Distribusi Item Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) (Try Out) Dimensi Interpersonal Awareness Need for Approval Separation Anxiety Timidity Fragile Inner-Self Total Item 2, 4, 10, 23, 28, 30, 36 6, 8, 11, 13, 16, 18, 20, 34 1,12,15, 17, 19, 25, 26, 29 3, 7, 9, 14, 21, 22, 32, 33 5, 24, 27, 31, 35 Jumlah Persentase 7 19,4% 8 8 8 5 36 22,2% 22,2% 22,2% 14% 100% F. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur 1. Validitas Supratiknya (2014) mengatakan bahwa validitas mengacu pada sejauh mana tes dapat mengukur atribut psikologis yang akan diukur. Validitas dalam penelitian ini menggunakan validitas isi yang mengacu pada sejauh mana unsur-unsur instrumen relevan dan mencerminkan variabel psikologis yang diukur (Supratiknya, 2014). Penilaian validitas isi skala agresi elektronik dilakukan dengan memeriksakan item-item yang

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34 disusun peneliti kepada dosen pembimbing skripsi (expert judgement) dan beberapa mahasiswa (peer judgement). Uji validitas isi pada skala agresi elektronik dilakukan dosen pembimbing skripsi (expert judgement) dan beberapa mahasiswa (peer judgement) untuk melihat sejauh mana skala tersebut dapat mengungkapkan agresi elektronik pada mahasiswa. Dosen pembimbing skripsi (expert judgement) dan beberapa mahasiswa (peer judgement) menilai relevansi antara item yang disusun dengan variabel psikologis yang akan diukur pada skala agresi elektronik. Dosen pembimbing skripsi (expert judgement) terlebih dahulu memeriksa kesesuaian antara item-item yang disusun dengan agresi elektronik yang akan diukur. Selanjutnya, uji validitas isi pada skala agresi elektronik dilakukan dengan peer judgement. Peer judgement dilakukan oleh beberapa mahasiswa angkatan 2014. Mahasiswa angkatan 2014 dipilih dengan pertimbangan mereka pernah mengambil matakuliah penyusunan skala psikologi sehingga mereka dapat menilai kesesuaian antara item yang disusun dengan dimensi/aspek variabel psikologis. Setelah penilaian validitas isi skala agresi elektronik dilakukan pada beberapa mahasiswa (peer judgement), selanjutnya penghitungan yang dilakukan yaitu penghitungan indeks validitas isi item (IVI-I) dan indeks validitas isi skala (IVI-S) (Supratiknya, 2016). Indeks Validitas Isi Item (IVI-I) ≥ 0,78 menunjukkan bahwa item dianggap relevan (Lynn dalam Supratiknya, 2016). Setelah peer judgement dilakukan, skala agresi elektronik yang terdiri dari 64 item memiliki Indeks Validitas Isi Item

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35 (IVI-I) ≥ 0,78. Hal ini menunjukkan bahwa 64 item yang disusun peneliti dapat dikatakan relevan. Selain itu, Polit dan Beck (dalam Supratiknya, 2016) menyatakan bahwa Indeks Validitas Isi Skala (IVI-S) ≥ 0,90 menunjukkan bahwa skala memiliki validitas isi yang baik. Setelah peer judgement dilakukan, skala agresi elektronik memiliki Indeks Validitas Isi Skala (IVI-S) sebesar 0,93. Indeks Validitas Isi Skala (IVI-S) 0,93 ≥ 0,90. Hal ini menunjukkan bahwa skala agresi elektronik memiliki validitas isi yang baik. Berdasarkan uraian tersebut, skala agresi elektronik telah dapat digunakan untuk uji coba alat ukur. Uji validitas dilakukan pada skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) untuk melihat sejauh mana skala tersebut dapat mengungkapkan tingkat sensitivitas terhadap penolakan pada mahasiswa. Metode penerjemahan skala the interpersonal sensitivity measure yang digunakan dalam penelitian ini adalah back translation. Matsumoto dan Juang (2008) mengatakan bahwa back translation digunakan untuk menekan bias. Back translation melibatkan penerjemahan ke bahasa tertentu oleh pihak pertama, kemudian meminta orang lain untuk menerjemahkan kembali ke bahasa asli sebelumnya (Matsumoto & Juang, 2008). Proses penerjemahan skala the interpersonal sensitivity measure dilakukan dengan menggunakan jasa penerjemah dari Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma. Tahap pertama yang dilakukan adalah menerjemahkan skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) dalam

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36 bahasa inggris menjadi skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) dalam bahasa Indonesia. Tahap kedua yang dilakukan adalah back translation. Tahap back translation dilakukan dengan menerjemahkan kembali skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) dalam bahasa Indonesia ke dalam bahasa inggris. Penerjemahan pada tahap back translation tersebut dilakukan oleh penerjemah yang berbeda dari penerjemah di tahap pertama. Tahap selanjutnya adalah membandingkan skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) versi asli (bahasa inggris) dengan skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) hasil back translation (bahasa inggris) untuk melihat adanya kesetaraan antara skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) versi asli (bahasa inggris) dengan skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) hasil back translation (bahasa inggris). Jika versi back translation sama persis dengan skala penelitian yang asli, maka terdapat kesetaraan antara keduanya (Matsumoto & Juang, 2008). Setelah peneliti mendapatkan skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) dalam bahasa Indonesia, peneliti melakukan validitas isi terhadap skala tersebut. Uji validitas isi pada skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) dilakukan oleh dosen pembimbing skripsi (expert judgement). Setelah dilakukan validitas isi oleh dosen pembimbing skripsi (expert judgement), skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) telah dapat digunakan untuk uji coba alat ukur.

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37 2. Seleksi Item Seleksi item melalui daya diskriminasi item digunakan untuk mengukur sejauh mana item-item dapat membedakan kelompok individu atau individu yang memiliki dan tidak memiliki atribut psikologis yang diukur (Azwar, 2017). Penghitungan daya diskriminasi item dilakukan menggunakan SPSS versi 16.0 for Windows dan menghasilkan koefisien korelasi item-total (rit). Pemilihan item dilakukan berdasarkan koefisien korelasi item-total (rit) ≥ 0,3 (Azwar, 2017). Item yang memiliki koefisien korelasi item-total (rit) ≥ 0,3 menunjukkan daya diskriminasi yang memuaskan sehingga item tersebut akan dipilih, sedangkan item yang memiliki koefisien korelasi item-total (rit) < 0,3 digugurkan atau tidak akan digunakan (Azwar, 2017). Namun, skala juga dianggap memuaskan jika 20-30 item memiliki daya diskriminasi item minimal rit ≥ 0,20 (Kline, 1986 dalam Supratiknya, 2014). Seleksi item dilakukan dengan uji coba (try out) pada skala agresi elektronik dan skala the interpersonal sensitivity measure. Peneliti selanjutnya menghitung korelasi skor antara item dengan skor total skala menggunakan Pearson’s product moment correlation melalui SPSS versi 16.0 for Windows. Uji coba skala agresi elektronik dan skala the interpersonal sensitivity measure dilakukan pada tanggal 20 April sampai 24 April 2018. Peneliti menyebar booklet yang berisi skala agresi elektronik dan skala the interpersonal sensitivity measure kepada 85 mahasiswa, tetapi 82 booklet yang kembali dan 1 booklet tidak diisi

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38 dengan lengkap sehingga hanya 81 booklet berisi skala agresi elektronik dan skala the interpersonal sensitivity measure yang dapat digunakan peneliti. Berikut adalah hasil seleksi item skala agresi elektronik dan skala the interpersonal sensitivity measure. a. Skala Agresi Elektronik Pemilihan item dilakukan berdasarkan koefisien korelasi itemtotal (rit) ≥ 0,3 (Azwar, 2017). Item yang memiliki koefisien korelasi item-total (rit) ≥ 0,3 menunjukkan item berkualitas baik sehingga item tersebut akan dipilih, sedangkan item yang memiliki koefisien korelasi item-total (rit) ≤ 0,3 digugurkan atau tidak akan digunakan (Azwar, 2017). Hasil uji coba skala agresi elektronik menunjukkan bahwa terdapat 24 item yang memiliki koefisien korelasi item-total < 0,3 sehingga harus digugurkan. Item yang memiliki koefisien korelasi item-total < 0,3 menunjukkan bahwa lebih banyak item yang gugur pada tipe pengucilan. Sedangkan, item yang memiliki koefisien korelasi item-total ≥ 0,3 sebanyak 40 item. Tetapi, peneliti mempertimbangkan sebaran item yang tidak merata antar tipe agresi elektronik, sehingga peneliti mencoba menggugurkan lagi 5 item yang memiliki koefisien korelasi item-total terendah dengan memperhatikan jumlah item antar tipe agresi elektronik. Setelah seleksi item tersebut, terdapat 35 item yang akan digunakan dalam pengambilan data.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39 Berikut ini adalah distribusi item skala agresi elektronik setelah seleksi item. Tabel 3. Distribusi Item Skala Agresi Elektronik Setelah Seleksi Item (rit ≥ 0,3) Pernyataan Tipe Jumlah Persentase Favorable Unfavorable Permusuhan 1, 9, 17, 44* 4, 25*, 31, 2, 26, 27, 61 57*,18*, 32*, 10 28,57% 48, 49* Pengusikan (19),(33),50, 7*, 10*, 39, 58, 5, (11), 45, 16, 28, 10 28,57% 51, 62 34*, 41 Penghinaan 6, 20, 37, 40 8*, 12,(29), 42, 46, 53, 52*,13*,22, 10 28,57% 54 23*,(59) Pengucilan 24*,30*,36, 14,38*,43*,5 47*,3,15*, 5*,35*, 56, 5 14,29% 21*,60* 63, 64* Total 35 100% *Item yang gugur () item yang digugurkan b. Skala The Interpersonal Sensitivity Measure Pemilihan item dilakukan berdasarkan koefisien korelasi item-total (rit) ≥ 0,3 (Azwar, 2017). Item yang memiliki koefisien korelasi item-total (rit) ≥ 0,3 menunjukkan item berkualitas baik sehingga item tersebut akan dipilih, sedangkan item yang memiliki koefisien korelasi item-total (rit) ≤ 0,3 digugurkan atau tidak akan digunakan (Azwar, 2017). Hasil uji coba skala the interpersonal sensitivity measure (IPSM) menunjukkan bahwa terdapat 9 item yang memiliki koefisien korelasi item-total < 0,3 sehingga harus digugurkan. Sedangkan item

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40 yang memiliki koefisien korelasi item-total ≥ 0,3 sebanyak 27 item. Tetapi, peneliti mempertimbangkan sebaran item yang tidak merata antar dimensi, sehingga peneliti mencoba menggugurkan lagi 2 item yang memiliki koefisien korelasi item-total terendah dengan memperhatikan jumlah item antar dimensi. Setelah seleksi item tersebut, terdapat 25 item yang akan digunakan dalam pengambilan data. Berikut merupakan distribusi item skala the interpersonal sensitivity measure setelah seleksi item. Tabel 4. Distribusi Item Skala The Interpersonal Sensitivity Measure Setelah Seleksi Item (rit ≥ 0,3) Dimensi Interpersonal Awareness Need for Approval Item Jumlah Persentase 2, (4), 10, 23, 28*, 30, 5 25% 36 6, 8, 11*, 13*, 16, 5 25% 18*, 20, 34 Separation Anxiety 1, 12, 15, 17*, 19, 5 25% 25*, (26), 29 Timidity 3, 7*, 9*, 14, 21, 22, 5 25% 32*, 33 Fragile Inner-Self 5, 24, 27, 31, 35 5 25% Total 25 100% *Item yang gugur () item yang digugurkan 3. Reliabilitas Reliabilitas merupakan konsistensi hasil pengukuran yang diperoleh setelah beberapa kali melakukan pengukuran terhadap kelompok yang sama (Supratiknya, 2014). Koefisien cronbach’s alpha digunakan untuk menghasilkan konsistensi internal. Koefisien reliabilitas (rxx) suatu alat ukur berada dalam rentang 0 - 1,00 sehingga semakin mendekati 1,00, maka skala pengukuran tersebut semakin reliabel (Azwar, 2017).

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41 Peneliti juga melakukan uji coba skala agresi elektronik dan menghitung koefisien alpha’s cronbach melalui SPSS 16.0 for Windows. Koefisien alpha cronbach pada skala agresi elektronik setelah seleksi item adalah 0,913, sehingga hal ini menunjukkan bahwa reliabilitasnya cukup memuaskan. Selain itu, peneliti melakukan uji coba skala the interpersonal sensitivity measure dan menghitung koefisien alpha’s cronbach melalui SPSS 16.0 for Windows. Koefisien alpha cronbach pada skala the interpersonal sensitivity measure setelah seleksi item adalah 0,830, sehingga hal ini menunjukkan bahwa reliabilitasnya cukup memuaskan. G. Analisis Data 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah persebaran data penelitian yang diperoleh normal atau tidak (Santoso, 2010). Penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui normalitas persebaran data penelitian. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov ketika jumlah subjek penelitian lebih dari 50 subjek (Santoso, 2010). Data yang diperoleh setelah menyebar skala agresi elektronik dan skala the interpersonal sensitivity measure, dapat dikatakan terdistribusi normal jika nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 (p > 0,05) (Santoso, 2010).

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42 b. Uji Linearitas Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel mengikuti garis lurus atau tidak, sehingga peningkatan atau penurunan kuantitas variabel diikuti secara linear oleh peningkatan atau penurunan kuantitas divariabel lainnya (Santoso, 2010). Jika nilai signifikasi dari data variabel terikat dan variabel bebas kurang dari 0,05 (p < 0,05), maka hubungan antara variabel terikat dan bebas dikatakan linear (Santoso, 2010). 2. Uji Hipotesis Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. Uji korelasi dilakukan menggunakan koefisien pearson product moment correlation karena data terdistribusi normal (Djudin, 2013). Koefisien Spearman’s rho digunakan jika data terdistribusi secara tidak normal (Clark-Carter, 2004). Uji hipotesis yang menghasilkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p<0,05), maka ada korelasi yang signifikan antar variabel (Santoso, 2010).

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4 Mei 2018 sampai 11 Mei 2018. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan booklet berisi skala agresi elektronik dan skala the interpersonal sensitivity measure. Peneliti menyebarkan booklet berisi skala agresi elektronik dan skala the interpersonal sensitivity measure sebanyak 220 eksemplar. Total booklet berisi skala penelitian tersebut yang kembali hanya 209 karena saat penyebaran data ada beberapa subjek tidak mengembalikannya. Ada beberapa item yang terisi lebih dari satu dan beberapa item terlewati saat dijawab subjek, sehingga peneliti hanya dapat menggunakan booklet berisi skala penelitian tersebut sebanyak 203 eksemplar. 43

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 44 B. Deskripsi Subjek Penelitian 1. Data Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin Berikut ini merupakan data subjek yang diperoleh dalam penelitian. Tabel 5. Data Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase Perempuan 128 63,05% Laki-laki 75 36,95% Total 203 100% Berdasarkan tabel, subjek dalam penelitian ini mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 128 orang (63,05%). Sedangkan subjek lakilaki berjumlah 75 orang (36,95%). 2. Data Subjek Berdasarkan Usia Berikut ini merupakan data subjek yang diperoleh dalam penelitian. Tabel 6. Data Subjek Berdasarkan Usia Usia Jumlah Persentase 18 tahun 29 14,29% 19 tahun 53 26,11% 20 tahun 48 23,64% 21 tahun 49 24,14% 22 tahun 24 11,82% Total 203 100% Berdasarkan tabel, subjek dalam penelitian ini mayoritas berusia 19 tahun sebanyak 53 orang (26,11%). Subjek yang berusia 21 tahun

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 45 sebanyak 49 orang (24,14%). Subjek yang berusia 20 tahun sebanyak 48 orang (23,64%), subjek berusia 18 tahun sebanyak 29 orang (14,29%), dan subjek berusia 22 tahun sebanyak 24 orang (11,82%). 3. Data Media Sosial yang Paling Sering diakses Subjek Berikut ini merupakan data subjek yang diperoleh dalam penelitian. Tabel 7. Data Media Sosial yang Paling Sering diakses Subjek Media Sosial Jumlah Persentase Twitter 2 0,99% Facebook 13 6,40% Line 45 22,17% Instagram 55 27,09% Whatsapp 88 43,35% Total 203 100% Berdasarkan tabel di atas, media sosial pertama yang paling sering diakses subjek adalah Whatsapp. Subjek yang paling sering mengakses Whatsapp sebanyak 88 orang (43,35%). Selain itu, Instagram menjadi media sosial kedua yang sering diakses oleh 55 subjek (27,09%). Selanjutnya, Line menjadi media sosial ketiga yang sering diakses oleh 45 subjek (22,17%). Facebook menjadi media sosial keempat yang sering diakses oleh 13 subjek (6,40%). Twitter menjadi media sosial kelima yang sering diakses oleh 2 subjek (0,99%).

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 46 4. Data Frekuensi Subjek Setiap Mengakses Media Sosial Berikut ini merupakan data subjek yang diperoleh dalam penelitian. Tabel 8. Data Frekuensi Subjek Setiap Mengakses Media Sosial Jumlah Persentase Kurang dari 6 kali dalam sehari 22 10,84% 6-10 kali dalam sehari 47 23,15% Lebih dari 10 kali dalam sehari 133 65,52% 1 0,49% 203 100% Kurang dari 10 kali dalam seminggu Total Berdasarkan tabel di atas, subjek mengakses media sosial mayoritas lebih dari 10 kali dalam sehari (65,52%) sebanyak 133 orang. Selanjutnya, subjek yang mengakses media sosial 6-10 kali dalam sehari sebanyak 47 orang (23,15%). Subjek yang mengakses media sosial kurang dari 6 kali dalam sehari sebanyak 22 orang (10,84%). Sedangkan subjek yang mengakses media sosial kurang dari 10 kali dalam seminggu hanya 1 orang (0,49%).

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 47 5. Data Durasi Setiap Mengakses Media Sosial Berikut ini merupakan data subjek yang diperoleh dalam penelitian. Tabel 9. Data Durasi Setiap Mengakses Media Sosial Jumlah Persentase Kurang dari 16 menit 47 23,15% 16 menit sampai 30 menit 66 32,51% 31 menit sampai 45 menit 19 9,37% 46 menit sampai 1 jam 17 8,37% Lebih dari 1 jam 54 26,60% Total 203 100% Berdasarkan tabel di atas, durasi subjek setiap mengakses media sosial mayoritas selama 16 menit sampai 30 menit (32,51%). Subjek setiap mengakses media sosial selama lebih dari 1 jam sebanyak 54 orang (26,60%). Subjek setiap mengakses media sosial selama kurang dari 16 menit sebanyak 47 orang (23,15%). Subjek setiap mengakses media sosial selama 31 menit sampai 45 menit sebanyak 19 orang (9,37%). Subjek setiap mengakses media sosial selama 31 menit sampai 45 menit sebanyak 17 orang (8,37%).

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 48 C. Deskripsi Data Penelitian Azwar (2017) menggolongkan subjek ke dalam 3 kategori sebagai berikut. Tabel 10. Kategorisasi untuk Sensitivitas Terhadap Penolakan Skor Kategorisasi X < (mean teoretik -1,0σ) Rendah (mean teoretik -1,0σ) ≤ X < (mean teoretik+1,0σ) Sedang (mean teoretik +1,0σ) ≤ X Tinggi Tabel 11. Kategorisasi Sensitivitas Terhadap Penolakan pada Subjek Angka Kisaran Kategorisasi Jumlah Persentase X < 50 Rendah 2 0,99% 50 ≤ X < 75 Sedang 173 85,22% 75 ≤ X Tinggi 28 13,79% Berdasarkan tabel di atas, sensitivitas terhadap penolakan pada subjek dalam kategori sedang memiliki jumlah paling banyak yaitu 173 orang (85,22%). Sedangkan sensitivitas terhadap penolakan pada subjek dalam kategori tinggi sebanyak 28 orang (13,79%) dan kategori rendah yaitu 2 orang (0,99%).

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 49 Azwar (2017) menggolongkan subjek ke dalam 3 kategori sebagai berikut. Tabel 12. Kategorisasi untuk Agresi Elektronik Skor Kategorisasi X < (mean teoretik -1,0σ) Rendah (mean teoretik -1,0σ) ≤ X < (mean teoretik +1,0σ) Sedang (mean teoretik +1,0σ) ≤ X Tinggi Tabel 13. Kategorisasi Agresi Elektronik pada Subjek Angka Kisaran Kategorisasi Jumlah Persentase X < 70 Rendah 147 72,41% 70 ≤ X < 105 Sedang 56 27,59% 105 ≤ X Tinggi 0 - Berdasarkan tabel di atas, agresi elektronik pada subjek dalam kategori rendah sebanyak 147 orang (72,41%). Sedangkan agresi elektronik pada subjek dalam kategori sedang sebanyak 56 orang (27,59%). D. Uji Hipotesis 1. Uji Asumsi a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah persebaran data penelitian yang diperoleh normal atau tidak (Santoso, 2010). Penelitian ini menggunakan uji normalitas Kolmogorov Smirnov karena subjek penelitian berjumlah lebih dari 50 orang (Santoso, 2010).

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 50 Hasil uji normalitas ditunjukkan melalui tabel berikut. Tabel 14. Hasil Uji Normalitas Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Sensitivitas terhadap Penolakan Agresi Elektronik Df Sig. Shapiro-Wilk Statistic df Sig. .052 203 .200 .989 203 .132 .061 203 .060 .966 203 .000 a. Lilliefors Significance Correction Berdasarkan tabel di atas, agresi elektronik memiliki nilai signifikansi 0,060. Nilai signifikansi pada tabel menunjukkan 0,060 > 0,050, sehingga sebaran data agresi elektronik terdistribusi normal. Sedangkan skala the interpersonal sensitivity measure untuk mengukur sensitivitas terhadap penolakan memiliki nilai signifikansi 0,200. Nilai signifikansi 0,200 > 0,05, maka persebaran data sensitivitas terhadap penolakan terdistribusi normal. b. Uji Linearitas Uji linearitas bertujuan untuk mengetahui hubungan antar variabel mengikuti garis lurus atau tidak, sehingga peningkatan atau penurunan kuantitas variabel diikuti secara linear oleh peningkatan atau penurunan kuantitas divariabel lainnya (Santoso, 2010). Hubungan antara variabel terikat dan bebas dikatakan linear jika nilai

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 51 signifikasi kurang dari 0,05 (p<0,05) (Santoso, 2010). Jika nilai signifikansi dari data variabel agresi elektronik dan variabel sensitivitas terhadap penolakan kurang dari 0,05 (p < 0,05), maka hubungan antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik bersifat linier. Hasil uji linearitas antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik adalah sebagai berikut. Tabel 15. Hasil Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Mean Squares df Square F Sig. Between Groups (Combined) 2537.732 38 66.782 1.193 .225 Linearity 227.204 1 227.204 4.057 .046 Deviation from 2310.527 37 62.447 1.115 .315 Linearity Within Groups 9183.431 164 55.997 Total 11721.163 202 Berdasarkan tabel tersebut, uji linearitas antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik menunjukkan nilai signifikansi 0,046. Nilai signifikansi 0,046 < 0,050. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik bersifat linier.

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 52 2. Uji Korelasi Uji korelasi dilakukan menggunakan koefisien pearson product moment correlation karena data terdistribusi normal (Djudin, 2013). Analisis dalam penelitian ini dilakukan menggunakan SPSS. Nilai koefisien korelasi berkisar dari -1 sampai 1 (Siregar, 2013). Berikut merupakan hasil analisis pearson product moment correlation. Tabel 16. Hasil Uji Hipotesis Correlations The interpersonal sensitivity measure (IPSM) Pearson 1 Correlation Sig. (2-tailed) N 203 Agresi Elektronik Pearson .139* Correlation Sig. (2-tailed) .048 N 203 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). The interpersonal sensitivity measure (IPSM) Agresi Elektronik .139* .048 203 1 203 Nilai signifikansi p<0,050, maka korelasi antar variabel dinilai signifikan (Santoso, 2010). Berdasarkan tabel diatas, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,048. Nilai signifikansi 0,048<0,050 (p<0,050), sehingga terdapat korelasi yang signifikan antar kedua variabel. Berdasarkan hasil uji korelasi, sensitivitas terhadap penolakan dan agresi elektronik memiliki koefisien korelasi sebesar 0,139 dan nilai signifikansi sebesar 0,048(p<0,050). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 53 positif dan signifikan antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik. E. Pembahasan Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji korelasi yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial (r=0,139, p=0,048). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi sensitivitas terhadap penolakan, maka semakin tinggi pula agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. Sebaliknya, semakin rendah sensitivitas terhadap penolakan, maka semakin rendah pula agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. Dimensi sensitivitas terhadap penolakan yang paling kuat adalah need for approval. Need for approval merupakan keinginan seseorang agar orang lain tidak menolaknya, keinginan untuk membuat orang lain bahagia, dan menjaga hubungan dengan orang lain. Hasil penelitian ini didukung oleh Thaxton dan Agnew (2004) yang menyatakan bahwa ketegangan menghasilkan kemarahan dan frustasi yang menimbulkan tekanan sehingga mendorong individu bertindak untuk mengurangi atau melepaskan diri dari ketegangan tersebut. Penolakan menjadi sumber ketegangan bagi individu (Wright & Li, 2013) dan menimbulkan sensitivitas terhadap penolakan (Levy et al. dalam Watson & Nesdale, 2012). Penolakan dari orang lain menjadi sumber ketegangan yang menyebabkan

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 54 frustasi dan kemarahan pada individu, sehingga individu akan melakukan upaya untuk menghilangkan atau mengurangi ketegangan tersebut. Sensitivitas terhadap penolakan akan diawali dengan penolakan dari orang lain terlebih dahulu yang menjadi sumber ketegangan, kemudian ia akan mengambil tindakan untuk melepaskan diri dari ketegangan tersebut. Agresi elektronik melalui media sosial merupakan salah satu contoh pelepasan tegangan tersebut. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap penolakan pada subjek dalam kategori sedang sebanyak 173 orang (85,22%), kategori rendah sebanyak 2 orang (0,99%) dan kategori tinggi sebanyak 28 orang (13,79%). Data penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap penolakan pada subjek penelitian ini cenderung sedang. Hal ini dapat menunjukkan bahwa individu merespon penolakan yang dialami dengan refleksi dan pemecahan masalah (Metcalfe & Mischel, 1999). Misalnya, ketika individu mengalami penolakan dari orang lain, ia akan melakukan refleksi mengenai penyebab munculnya penolakan tersebut dan memikirkan solusi dalam menghadapi penolakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki agresi elektronik dalam kategori rendah sebanyak 147 orang (72,41%). Sedangkan agresi elektronik pada subjek dalam kategori sedang sebanyak 56 orang (27,59%). Hal ini menunjukkan bahwa subjek cenderung memiliki agresi elektronik yang rendah. Agresi elektronik ditandai dengan kecenderungan bereaksi dengan cepat tanpa membuat keputusan rasional dalam berkomunikasi dan

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 55 kesulitan mengontrol perilaku (Pyzalski, 2012), sehingga mayoritas subjek memiliki agresi elektronik yang cenderung rendah dapat menunjukkan bahwa subjek masih mampu mengontrol emosi dan perilakunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengakses media sosial mayoritas lebih dari 10 kali dalam sehari (65,52%). Selain itu, durasi subjek setiap mengakses media sosial mayoritas selama 16 menit sampai 30 menit (32,51%). Frekuensi subjek mengakses media sosial tersebut berhubungan dengan agresi elektronik (Olumide, Adebayo, Oluwagbayela, 2016). Semakin sering subjek mengakses media sosial maka subjek memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk mengekspresikan diri lewat media sosial. Dengan peluang yang tinggi dalam mengekspresikan diri di media sosial, maka ruang untuk melakukan agresi elektronik seperti penghinaan, berkata kasar, dan pencemaran nama baik di media sosial juga semakin luas. Anonimitas mendorong diabaikannya norma-norma yang ada di dunia nyata sehingga agresi elektronik mudah terjadi di media sosial. Anonimitas menunjukkan bahwa ketiadaan atau hilangnya isyarat nonverbal (perubahan mimik wajah) untuk mengenali emosi orang lain dalam komunikasi di media sosial dapat menimbulkan masalah (Pyzalski, 2011). Ketika individu tidak mengetahui emosi orang lain saat mengakses media sosial, ia dapat menggunakan media sosial tersebut tanpa memperhatikan norma-norma di dunia nyata sehingga menimbulkan agresi elektronik. Namun, keluarga juga berperan dalam mengontrol perilaku individu sehingga agresi elektronik tidak terjadi. Teladan positif dari keluarga dan komunikasi yang baik antara

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 56 individu dengan keluarganya akan menghambat individu untuk melakukan perilaku negatif berupa agresi elektronik di media sosial (Mesch, dalam Pyzalski, 2011). Selain itu, hubungan yang positif yang terjalin dengan teman sebaya juga akan menghambat individu untuk melakukan agresi elektronik (Linder & Collins, dalam Kellerman et al., 2013).

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Hasil uji korelasi yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sensitivitas terhadap penolakan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. Hubungan yang positif dan signifikan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi sensitivitas terhadap penolakan, maka semakin tinggi pula agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. Sebaliknya, semakin rendah sensitivitas terhadap penolakan, maka semakin rendah pula agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. B. Keterbatasan Penelitian Penyusunan skala agresi elektronik perlu memperhatikan karakteristik agresi elektronik. Selain itu, variabel agresi elektronik masih jarang diteliti, sehingga minim dalam sumber referensi. C. Saran 1. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitiaan ini menggunakan metode penelitian kuantitatif untuk mengetahui hubungan antara sensitivitas tehadap penolakan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. Peneliti selanjutnya 57

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 58 dapat menggunakan metode kualitatif ketika melakukan penelitian terkait agresi elektronik untuk menggali lebih dalam tentang bentuk-bentuk agresi elektronik yang dilakukan mahasiswa pengguna media sosial. 2. Bagi Mahasiswa Pengguna Media Sosial Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap penolakan berhubungan dengan agresi elektronik pada mahasiswa pengguna media sosial. Oleh sebab itu, mahasiswa diharapkan dapat membuat penilaian perilaku dan meningkatkan kesadaran akan resiko dalam penggunaan media sosial. Tanpa kedua hal tersebut, perilaku agresi yang tidak disengaja memiliki peluang besar untuk muncul di media sosial sehingga dapat menimbulkan dampak negatif bagi orang lain maupun diri sendiri.

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 59 DAFTAR PUSTAKA Agnew, R. (2001). Building on the foundation of general strain theory-specifying the types of strain. Journal of Research in Crime and Delinquency, 38(4), 319-361. doi:10.1177/0022427801038004001 Anderson, C. A., & Bushman, B. J. (2002). Human aggression. Annual Review of Psychology, 53, 27-51. doi: 10.1146/annurev.psych.53.100901.135231 Arnett J. J. (1999). Adolescent strom and stress, reconsidered. American Psychologist, 54(5), 317-326. doi: 10.1037//0003-066X.54.5.317. Ayduk, O., Mendoza-Denton, R., Mischel, W., Downey, G., Peake, P. K., & Rodriguez, M. (2000). Regulating the interpersonal self: Strategic self regulation for coping with rejection sensitivity. Journal of Personality and Social Psychology, 75(5), 776-792. doi: 10.1037//00223514.79.5.776 Azwar, S. (2017). Penyusunan skala psikologi edisi 2. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Batubara, J. R. L. (2010). Adolescent development (perkembanagn remaja). Sari Pediatri, 12(1), Retrieved October 20, 2017, from saripediatri.idai.or.id/pdfile/12-1-5.pdf. Bennett, D. C., Guran, E. L., Ramos, M. C., & Margolin, G. (2011). College students’ electronic victimization in friendships and dating relationships: Anticipated distress and associations with risky behaviors. Violence and Victims, 26(4), 410-429. doi:10.1891/0886-6708.26.4.410. Boyce, P., & Parker, G. (1989). Development of a scale to measure interpersonal sensitivity. Australian and New Zealand Journal of Psychiatry, 23(3), 341-351. doi:10.3109/00048678909068291 Butler, J. C., Doherty, M. S., & Potter, R. M. (2007). Social antecedents and consequences of interpersonal rejection sensitivity. Personality and Individual Differences,43(6),1376–1385. doi:10.1016/j.paid.2007.04.006 Carlo, G., & Randall B. A. (2002). The development of a measure of prosocial behaviors for late adolescents. Journal of Youth and Adolescence, 31(1), 31-44. doi:10.1023/a:1014033032440. Carr, C.T., & Hayes, R.A. (2015). Social media: Defining, developing, and divining. Atlantic Journal of Communication, 23, 46-65. doi: 10.1080/15456870.2015.972282

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 60 Clark-Carter, D. (2004). Quantitative psychological research; A student’s handbook. New York: Psychology Press. Creswell, J. W. (2012). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Creswell, J. W. (2014). Research design : Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. California: SAGE Publications, Inc. Retrieved November 1, 2017, from https://www.researchgate.net/profile/Leopold_Hamminger2/post/Will_th is_be_a_convergent_parallel_design_Any_ideas_thoughts_will_be_grea tly_appreciated_thanks/attachment/59d64d5479197b80779a6e88/AS:48 7723636137986@1493293784496/download/Creswell++Research+Design.pdf David-Ferdon, C., & Hertz M. F. (2007). Electronic media, violence, and adolescents: An emerging public health problem. Journal of Adolescent Health,41(6). doi:10.1016/j.jadohealth.2007.08.020 David-Ferdon, C., & Hertz M. F. (2009). Electronic media and youth violence: A CDC issue brief for researchers. Atlanta (GA): Centers for Disease Control. Retrieved October 20, 2017, from http://eric.ed.gov/?id=ED511647 Damanik, F. V. (2014). Rasa bangga sebagai mediator dalam hubungan antara kelekatan dengan ibu dan sensitivitas terhadap penolakan pada remaja. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta: Tidak diterbitkan. Djudin, T. (2013). Statistika parametrik: dasar pemikiran dan penerapannya dalam penelitian. Yogyakarta: Tiara Wacana. Downey, G., Bonica, C., & Rincon, C. (1999). Rejection sensitivity and adolescent romantic relationships. In W. Furman, B. B. Brown, & C. Feiring (Eds.), The development of romantic relationships in adolescence, (pp.148-174). New York: Cambridge University Press. Retrieved March 14, 2018, from https://books.google.co.id/books?id=IzRHqL4w4S4C&printsec=frontco ver&dq=The+development+of+romantic+relationships+in+adolescence &hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwiWhrei65bdAhUBuo8KHYT9AnoQ6A EILDAA#v=onepage&q=rejection%20sensitivity&f=false Downey, G., & Feldman, S. (1996). Implications of rejection sensitivity for intimate relationships. Journal of Personality and Social Psychology, 70(6), 1327-1343. doi: 10.1037/0022-3514.70.6.1327 Downey, G., Mougios, V., Ayduk, O., London, B. E., & Shoda, Y. (2004). Rejection sensitivity and the defensive motivational system: Insights

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 61 from the startle response to rejection cues. Psychological Science, 15(10), 668-673. doi: 10.2307/40064025 Ena. (2017, July 23). Survei ditch the label: Instagram jadi cyber-bullying nomor satu. Retrieved October 17, 2017, from Detak.co: http://detak.co/surveiditch-the-label-instagram-jadi-cyber-bullying-nomor-satu/ Fadillah, A. E. R. (2013). Stres dan motivasi belajar pada mahasiswa psikologi universitas mulawarman yang sedang menyusun skripsi. eJournal Psikologi, 1(3), 254-267. Retrieved on August 1, 2018, from http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/site/wpcontent/uploads/2013/11/ejournal%20%2811-18-13-01-20-47%29.pdf Feldman, S., & Downey, G. (1994). Rejection sensitivity as a mediator of the impact of childhood exposure to family violence on adult attachment behavior. Development and Psychopathology, 6(1), 231-247. doi:10.1017/s0954579400005976 Gemilang, B. A., Yuliadi, I., & Lilik, S. (2015). Studi kasus pola intimasi dengan teman sebaya pada remaja. Jurnal Wacana, 7(2). Retrieved on December 18, 2018, from jurnalwacana.psikologi.fk.uns.ac.id/index.php/wacana/article/download/ 80/80 Harper, M. S., Dickson, J. W., & Welsh, D. P. (2006). Self-silencing and rejection sensitivity in adolescent romantic relationships. Journal of Youth and Adolescence, 35(3), 435-443. doi:10.1007/s10964-006-90483 Herlena, B. (2007). Pengaruh kemasakan emosi terhadap perilaku mencari opini pada konsumen telepon seluler. Psikologika, 12(23). Retrieved on December 18, 2018, from journal.uii.ac.id/Psikologika/article/view/8565/7276. Hurlock, E. B. (1991). Psikologi perkembangan : Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupaan (Edisi 5). Jakarta: Erlangga. Jalonen, H. (2014). Social media and emotions in organisational knowledge creation. Computer Science and Information System, 2, 1371-1379. doi:10.15439/2014F39 Jeko. (2017, April 21). Indonesia negara ke-4 dengan pengguna facebook teraktif di dunia. Retrieved October 16, 2017, from Liputan6.com: http://tekno.liputan6.com/read/2926217/indonesia-negara-ke-4-denganpengguna-facebook-teraktif-di-dunia Kellerman, I., Margolin, G., Borofsky, L. A., Baucom, B. R., & Iturralde, E. (2013). Electronic aggression among emerging adults: motivations and

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 62 contextual factors. Emerging 10.1177/2167696813490159 Adulthood, 1(4), 293-304. doi: Kementrian Perdagangan RI. (2014). Panduan optimalisasi media sosial untuk kementerian perdagangan RI. Jakarta: Pusat Humas Kementerian Perdagangan RI. Retrieved April 16, 2018, from http://www.kemendag.go.id/files/pdf/2015/01/15/buku-media-socialkementerian-perdagangan-id0-1421300830.pdf Kemp. (2017, January 24). Digital in 2017: Global overview. Retrieved October 16, 2017, from We Are Social: https://wearesocial.com/specialreports/digital-in-2017-global-overview Khan, R. I. (2012). Perilaku asertif, harga diri dan kecenderungan depresi. Jurnal Psikologi Indonesia, 1(2), 143-154. Retrieved June 7, 2018, from https://www.google.com/search?safe=strict&client=firefoxbab&ei=eH6 QWe1K8rVvgTjmWgBw&q=jurnal+asertif+khan+2012+pdf&oq=jurna l+asertif+khan+2012+pdf&gs_l=psyab.3...97316.100672.0.101520.15.1 5.0.0.0.0.132.1145.14j1.15.0....0...1.1.64.psyab..0.1.132...0i8i13i30k1.0. WMjFtDnHYgc Khumaini, M. A. (2018, November 21). Polisi ungkap kasus penyebaran video mesum pelajar. Retrieved January 11, 2019, from https://www.antaranews.com/berita/770456/polisi-ungkap-kasuspenyebaran-video-mesum-pelajar Kokkinos, C. M., Antoniadou, N., & Markos, A. (2014). Cyber-bullying: An investigation of the psychological profile of university student participants. Journal of Applied Developmental Psychology, 35(3), 204214. doi: 10.1016/j.appdev.2014. 04.001 Mappiare, A. (1983). Psikologi orang dewasa bagi penyesuaian dan pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional. Marston, E. G., Hare, A., & Allen, J. P. (2010). Rejection sensitivity in late adolescence: social and emotional sequelae. Journal of Research on Adolescence, 20(4), 959-982. doi:10.1111/j.1532-7795.2010.00675.x Matsumoto, D., & Juang, L. (2008). Culture and psychology 4th ed. Canada: Nelson Education, Ltd. Metcalfe, J., & Mischel, W. (1999). A hot/cool-system analysis of delay of gratification: Dynamics of willpower. Psychological Review, 106(1), 319. doi: 10.1037/0033-295x.106.1.3 Morsunbul, U. (2015). The effect of identity development, self esteem, low self control and gender on aggression in adolescence and emerging

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 63 adulthood. Eurasian Journal of Educational Research (61), 99-116. doi: 10.14689/ejer.2015.61.6 Na, H., Dancy, B. L., & Park, C. (2015). College student engaging in cyberbullying victimization: cognitive appraisals, coping strategies, and psychological adjustments. Archives of Psychiatric Nursing, 29(3), 155161. doi: 10.1016/j.apnu.2015.01.008 Padilla-Walker, L. M., & Christensen, K. J. (2011). Empathy and self-regulation as mediators between parenting and adolescents' prosocial behavior toward strangers, friends, and family. Journal of Research on Adolescence, 21(3), 545–551. doi:10.1111/j.15327795.2010.00695.x Paramitasari, R., & Alfian I. N. (2012). Hubungan antara kematangan emosi dengan kecenderungan memaafkan pada remaja akhir. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 1(2). Retrieved June 2, 2018, from http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/110511131_1v.pdf Park, L. E. (2007). Appearance-based rejection sensitivity: Implications for mental and physical health, affect, and motivation. Personality and Social Psychology Bulletin, 33(4), 490-504. Doi: 10.1177/0146167206296301 Purbaya, A. A. (2017, July 27). Mahasiswi undip dipolisikan oleh dosen karena status medsos. Retrieved October 18, 2017, from detikNews: https://news.detik.com/jawatengah/3575919/mahasiswi-undipdipolisikan-oleh-dosen-karena-status-medsos Pyzalski, J. (2011). Electronic aggression among adolescents: An old house with a new facade (or even a number of houses). In E. Dunkels, G.M. Franberg, & C. Hallgren, Youth culture and net culture: Online social practice (pp. 278-295). Hershey, United States: Information Science Reference. Retrieved October 16, 2017, from http://repozytorium.amu.edu.pl/bitstream/10593/5741/1/pyzalski%20cha p_dunkels%20biik.pdf Pyalski, J. (2012). From cyberbullying to electronic aggression: typology of the phenomenon. Emotional and Behavioral Difficulties, 17(3-4), 305-317. doi:10.1080/13632752.2012.704319. Qodar, N. (2017, September 30). Polda tahan jonru ginting terkait unggahan ujaran kebencian. Retrieved October 18, 2017, from Liputan6.com: http://news.liputan6.com/read/3113024/polda-tahan-jonru-gintingterkait-unggahan-ujaran-kebencian Regan, P. (2011). Close relationships. September 8, New York: Routledge. Retrieved 2017, from

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 64 https://books.google.co.id/books?id=khOtAgAAQBAJ&pg=PA150&dq =rejection +sensitivity&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwicy8nL7ffXAhWGp5QKHX VoBaU4FBDoAQgxMAE#v=onepage&q=rejection%20sensitivity&f=f alse Repetti, R. L., Taylor, S. E., & Seeman, T. E. (2002). Risky families: Family social environments and the mental and physical health of offspring. Psychological Bulletin, 128 (2), 330–366. doi:10.1037//00332909.128.2.330 Republik Indonesia. 1999. Peraturan pemerintah republik indonesia nomor 60 tahun 1999 tentang pendidikan tinggi. Retrieved October 30, 2017, from http://simpuh.kemenag.go.id/regulasi/pp_60_99.pdf Rumini, S. & Sundari, S. (2004). Perkembangan anak dan remaja. Jakarta: Rineka Cipta. Santrock, J. W. (2007). Remaja. Jilid 1 Edisi kesebelas. Jakarta : Erlangga. Santoso, A. (2010). Statistik untuk psikologi: Dari blog menjadi buku. Yogyakarta: Penerbit USD. Saputra, A. (2016, August 22). Akhir kasus florence si penghina warga yogyakarta via path. Retrieved October 18, 2017, from detikNews: https://news.detik.com/berita/3280472/akhir-kasus-florence-si-penghinawarga-yogyakarta-via-path Sarwono, S. W. (2002). Psikologi remaja. Jakarta: Charisma Putra Utama Offset. Siregar, S. (2013). Statistik parametrik untuk penelitian kuantitatif: dilengkapi dengan perhitungan manual dan aplikasi SPSS versi 17. Jakarta: Bumi Aksara. Sloman, L. (2000). The syndrom of rejection sensitivity (an evolutionary perspective). In Gillbert, P., & Bailey, K.,G, Genes on the couch: Explorations in evolutionary psychotherapy (pp.257-275). USA: Guildford. Retrieved October 30, 2017, from https://books.google.co.id/books?id=tG4ABAAAQBAJ&printsec=front cover&dq=Genes+on+the+Couch&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwimqau b6_fXAhWBM5QKHSGOC5MQ6AEILDAA#v=onepage&q=Genes% 20on%20the%20Couch&f=false Soliha, S.F. (2015). Tingkat ketergantungan pengguna media sosial dan kecemasan sosial. Jurnal Interaksi, 4(1), 1-10. Retrieved on December 18, 2018, from https://ejournal.undip.ac.id/index.php/interaksi/article/ view/9730/7798 Supratiknya, A. (2014). Pengukuran psikologis. Yogyakarta: Penerbit USD.

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 65 Supratiknya, A. (2016). Kuantifikasi validitas isi dalam asesmen psikologis. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press. Sutandi, M. (2015). Perbedaan frekuensi aktivitas seksual antara remaja dengan sensitivitas terhadap penolakan yang tinggi dan yang rendah di SMA A Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta: Tidak diterbitkan. Thaxton, S., & Agnew, R. (2004). The nonlinear effects of parental and teacher attachment of delinquency: disentangling strain from social control explanations. Justice Quarterly, 21(4), 763-791. doi: 10.1080/07418820400095981 Watson, J., & Nesdale, D. (2012). Rejection sensitivity, social withdrawal, and loneliness in young adults. Journal of Applied Social Psychology, 15591816. doi: 10.1111/j.1559-1816.2012.00927.x Wright, M. F., & Li, Y. (2013). The association between cyber victimization and subsequent cyber aggression: The moderating effect of peer rejection. Journal of Youth Adolescence, 42(5), 662-674. doi: 10.1007/s109640129903-3 Yudhianto. (2017, September 27). 132 Juta pengguna internet indonesia, 40% penggila medsos. Retrieved October 16, 2017, from detikInet: https://inet.detik.com/cyberlife/d-3659956/132-juta-pengguna-internetindonesia-40-penggila-medsos Zebua, P. F. (2016). Korelasi antara sensitivitas terhadap penolakan dengan performasi kerja agen asuransi jiwa. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta: Tidak diterbitkan.

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 66 LAMPIRAN

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 67 Lampiran 1. Penilaian Validitas Isi Peer Judgement

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 68 Inform Consent dan Form Penilaian Validitas Isi Agresi Elektronik PENILAIAN VALIDITAS ISI AGRESI ELEKTRONIK FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 69 Yogyakarta, 9 April 2018 Yth. Saudara/i Yang berpartisipasi dalam penelitian ini Dengan hormat, Saya Monica Candra Dewi (149114077), mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Saat ini saya sedang menyusun skala psikologi untuk mengukur agresi elektronik. Saya memohon kesediaan dan bantuan Saudara/i untuk mengisi penilaian validitas isi item agresi elektronik. Validitas isi item dalam kegiatan ini adalah taraf sejauh mana isi item relevan dengan atribut psikologis yang diukur (agresi elektronik). Saya mengucapkan terimakasih atas kesediaan dan bantuan Saudara/i untuk mengisi penilaian validitas isi item ini.

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 70 PERNYATAAN KESEDIAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Inisial : Jenis Kelamin : Dengan ini menyatakan bahwa saya bersedia mengisi penilaian validitas isi item untuk membantu terlaksananya penelitian tanpa paksaan dari pihak lain. Yogyakarta, ..... April 2018 (.........................................)

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 71 Penilaian Validitas Isi Item Skala penelitian ini berfungsi mengukur agresi elektronik pada mahasiswa. Skala agresi elektronik ini terdiri dari 4 dimensi antara lain permusuhan, pengusikan, penghinaan, dan pengucilan. Definisi atribut psikologis serta dimensi, dan indikatornya adalah sebagai berikut: 1. Atribut Psikologis Agresi Elektronik : Berbagai perilaku mengganggu dan menindas orang lain yang dilakukan dengan menggunakan internet atau mobile phone 2. Dimensi a. Permusuhan Permusuhan adalah perilaku yang menyakiti dan mengancam melalui pesan atau konten di media sosial yang ditujukan kepada orang lain secara langsung. Indikator: 1) Menulis pesan, komentar, atau pendapat yang menyakiti orang lain di media sosial 2) Menulis pesan, komentar, atau pendapat yang mengancam orang lain di media sosial b. Pengusikan Pengusikan adalah perilaku yang memantau, memeriksa, atau memperdaya akun media sosial orang lain untuk mengetahui informasi pribadi di internet. Indikator: 1) Memantau media sosial orang lain untuk memperoleh informasi pribadinya 2) Memperdaya akun media sosial orang lain untuk mendapatkan informasi pribadinya

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 72 c. Penghinaan Penghinaan adalah perilaku menampilkan gambar atau komentar yang menghina atau memalukan di hadapan publik melalui media sosial. Indikator: 1) Menghina orang lain melalui gambar yang ditampilkan atau pendapat yang disampaikan di media sosial 2) Mempermalukan orang lain dengan menampilkan gambar atau menyampaikan pendapat di media sosial d. Pengucilan: Pengucilan adalah perilaku yang bertujuan untuk menghilangkan atau memblokir seseorang dalam komunikasi melalui media sosial. Indikator: 1) Mencegah terjadinya komunikasi dengan orang lain di media sosial 2) Memutus komunikasi dengan seseorang di media sosial

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 73 Petunjuk : 1. Berikanlah penilaian terhadap taraf relevansi setiap item berikut ini. 2. Taraf relevansi adalah taraf sejauh mana item mencerminkan atribut psikologis atau komponen/dimensi atribut psikologis yang akan diukur. Relevansi tersebut tercermin dari kesesuaian antara isi item dengan definisi atribut psikologis atau komponen/dimensi atribut psikologis yang akan diukur. 3. Penilaian terhadap taraf relevansi dilakukan dengan menggunakan skala penilaian sebagai berikut : 1 = Tidak relevan 2 = Kurang relevan 3 = Agak Relevan 4 = Sangat relevan 4. Berikanlah penilaian anda dengan memberikan tanda centang (√) di kolom yang sesuai pada kolom taraf relevansi masing-masing item 5. Berikanlah saran perbaikan pada kolom yang disediakan apabila item dinilai memiliki taraf relevansi 1 dan 2

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 74 Penilaian Item Skala penelitian ini berfungsi mengukur agresi elektronik pada mahasiswa. Skala agresi elektronik ini terdiri dari 4 dimensi antara lain permusuhan, pengusikan, penghinaan, dan pengucilan. Dimensi Indikator No Item Taraf Relevansi 1 Permusuhan : 1. Menulis Perilaku yang pesan, menyakiti dan komentar, mengancam atau melalui pesan pendapat atau konten di yang media sosial menyakiti yang ditujukan orang lain kepada orang di media lain secara sosial langsung 1 2 3 4 5 6 7 8 2. Menulis pesan, komentar, atau pendapat yang mengancam orang lain di media 9 10 11 12 13 Saya memberi komentar yang mengejek pada postingan status orang yang tidak saya sukai di media sosial (Favorable) Saya mengumpat orang lain di media sosial (Favorable) Saya berkata kasar kepada orang lain di media sosial (Favorable) Saya memberi kritikan kepada orang yang saya benci di media sosial (Favorable) Saya menghindari memberi komentar yang mengejek pada postingan status orang yang tidak saya sukai di media sosial (Unfavorable) Saya memuji orang lain di media sosial (Unfavorable) Saya berkata sopan kepada orang lain di media sosial (Unfavorable) Saya memberi pujian kepada seseorang di media sosial meskipun saya membencinya (Unfavorable) Saya mengirimkan pesan berupa ancaman kepada orang yang menganggu saya di media sosial (Favorable) Saya menulis keburukan orang yang menghina saya di media sosial untuk mengancamnya (Favorable) Saya mengirimkan postingan status yang menyindir seseorang untuk mengancamnya di media sosial (Favorable) Saya sengaja menulis rahasia orang lain di media sosial (Favorable) Saya mengirimkan pesan tanpa ancaman kepada orang yang 2 3 4 Saran Perbaikan Item

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 75 sosial 14 15 16 Pengusikan : Perilaku yang memantau, memeriksa, atau memperdaya akun media sosial orang lain untuk mengetahui informasi pribadi di internet 1. Memantau media sosial orang lain untuk memperol eh informasi pribadinya 17 18 19 20 21 22 23 24 menganggu saya di media sosial (Unfavorable) Saya menulis kebaikan orang yang menghina saya di media sosial tanpa bermaksud mengancamnya (Unfavorable) Saya menghindari mengirimkan postingan status yang menyindir seseorang untuk mengancamnya di media sosial (Unfavorable) Saya menulis informasi yang umum tentang orang lain di media sosial (Unfavorable) Saya mengirim pesan kepada seseorang di media sosial terus menerus untuk memantau aktivitasnya yang tidak diketahui orang lain (Favorable) Saya menyamar menjadi orang lain dengan menggunakan akun media sosial palsu untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan (Favorable) Saya login ke akun media sosial seseorang untuk memeriksa isi percakapannya dengan orang lain yang bersifat rahasia, lalu menyebarkan ke publik (Favorable) Saya berinteraksi dengan orang lain di media sosial dengan mengaku sebagai anggota keluarganya untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan (Favorable) Saya mengirim pesan kepada seseorang di media sosial tanpa berniat memantau aktivitasnya yang tidak diketahui orang lain(Unfavorable) Saya belum pernah menyamar menjadi orang lain dengan menggunakan akun media sosial palsu untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan (Unfavorable) Saya belum pernah login ke akun media sosial seseorang untuk memeriksa isi percakapannya dengan orang lain yang bersifat rahasia dan menyebarkan ke publik (Unfavorable) Saya belum pernah berinteraksi dengan orang lain di media sosial dengan mengaku sebagai anggota keluarganya untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan (Unfavorable)

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 76 2. Memperd aya akun media sosial orang lain untuk mendapat kan informasi pribadinya 25 26 27 28 29 30 31 32 Penghinaan : Perilaku menampilkan gambar atau komentar yang menghina atau memalukan di hadapan publik melalui media sosial 1. Menghina orang lain melalui gambar yang ditampilka n atau pendapat yang disampaik an di media sosial 33 34 35 36 37 38 39 40 Saya menggunakan password akun media sosial orang lain untuk membuka media sosialnya (Favorable) Saya membajak akun media sosial milik orang lain agar mengetahui informasi pribadinya yang rahasia (Favorable) Saya mengubah informasi di media sosial milik orang lain sebagai hiburan (Favorable) Saya menyadap akun media sosial orang lain untuk mendapatkan informasi pribadinya (Favorable) Saya tidak tertarik menggunakan password akun media sosial orang lain untuk membuka media sosialnya (Unfavorable) Saya menghindari membajak akun media sosial milik orang lain agar mengetahui informasi pribadinya yang rahasia (Unfavorable) Saya menghargai privasi media sosial orang lain (Unfavorable) Saya menghindari menyadap akun media sosial orang lain untuk mendapatkan informasi pribadinya (Unfavorable) Saya memberi komentar negatif kepada orang lain di media sosial ketika merasa dibohongi (Favorable) Saya menyebarkan informasi tentang orang lain yang belum terjamin kebenarannya di media sosial (Favorable) Saya menampilkan foto yang dibenci seseorang di media sosial sebagai lelucon (Favorable) Saya menyebarkan foto seseorang yang tidak saya sukai dan telah diedit untuk menghinanya (Favorable) Saya tetap memberi komentar positif kepada orang lain di media sosial meskipun merasa dibohongi (Unfavorable) Saya menyebarkan informasi tentang orang lain yang terjamin kebenarannya di media sosial (Unfavorable) Saya menampilkan foto yang disukai seseorang di media sosial sebagai lelucon (Unfavorable) Saya menghindari menyebarkan foto seseorang yang tidak

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 77 2. Memperm alukan orang lain dengan menampil kan gambar atau menyamp aikan pendapat di media sosial 41 42 43 44 45 46 47 48 Pengucilan : Perilaku yang bertujuan untuk menghilangkan atau memblokir seseorang dalam komunikasi melalui media 1. Mencegah terjadinya komunika si dengan orang lain di media sosial 49 50 51 52 53 saya sukai dan telah diedit untuk menghinanya (Unfavorable) Saya menyebarkan foto orang lain yang memalukan di media sosial (Favorable) Saya memberi komentar kepada orang lain di media sosial tanpa memikirkan dampak bagi dirinya (Favorable) Saya menggunakan kekurangan orang lain menjadi bahan ejekan dan lelucon, lalu menyebarkannya di media sosial (Favorable) Saya menulis keburukan seseorang di media sosial (Favorable) Saya menghapus foto orang lain yang memalukan di media sosial (Unfavorable) Saya memberi komentar kepada orang lain di media sosial dengan mempertimbangkan dampak bagi dirinya (Unfavorable) Saya menghindari menggunakan kekurangan orang lain menjadi bahan ejekan dan lelucon di media sosial (Unfavorable) Saya menulis kebaikan seseorang di media sosial (Unfavorable) Saya menolak seseorang untuk bergabung dengan grup diskusi online di media sosial ketika ia telah menghina saya (Favorable) Saya mengabaikan pesan atau komentar dari seseorang yang tidak saya sukai di media sosial (Favorable) Saya menonaktifkan penambahan teman secara otomatis di media sosial (Favorable) Saya mengabaikan permintaan pertemanan orang lain di media sosial saya (Favorable) Saya menerima seseorang untuk bergabung dengan grup diskusi online di media sosial meskipun ia telah menghina

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 78 sosial 54 55 56 2. Memutus komunika si dengan seseorang di media sosial 57 58 59 60 61 62 63 64 saya (Unfavorable) Saya menanggapi pesan atau komentar dari seseorang yang tidak saya sukai di media sosial (Unfavorable) Saya mengaktifkan penambahan teman secara otomatis di media sosial (Unfavorable) Saya menerima permintaan pertemanan orang lain di media sosial saya (Unfavorable) Saya memutus komunikasi dengan orang yang menganggu saya dengan membuat akun media sosial yang baru (Favorable) Saya memblokir media sosial orang yang menganggu saya (Favorable) Saya mengeluarkan orang yang saya benci dari daftar teman media sosial saya (Favorable) Saya melaporkan pemilik akun media sosial yang merugikan saya ke polisi (Favorable) Saya tetap menjalin komunikasi dengan orang yang menganggu saya melalui media sosial (Unfavorable) Saya membiarkan orang yang menggangu saya di media sosial tanpa memblokirnya (Unfavorable) Saya tetap menambahkan seseorang menjadi teman di media sosial saya meskipun saya membencinya (Unfavorable) Saya membiarkan pemilik akun media sosial yang merugikan saya tanpa melaporkannya ke polisi (Unfavorable)

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 79 Hasil Peer Judgement No Item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 P1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 P2 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 1 1 Taraf Validasi P3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 P4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 P5 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 IVI-I 1 1 1 0,8 0,8 0,8 0,8 0,8 1 1 1 1 0,8 0,8 0,8 0,8 1 0,8 1 1 1 1 1 1 1 1 0,8 1 1 1 1 1 0,8 0,8 1 1 Tindakan Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 80 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 IVI-S 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0,8 1 1 0,8 1 1 0,8 0,8 1 1 1 1 0,8 1 1 1 1 1 0,8 1 1 0,8 1 1 1 0,8 0,93 Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 81 Lampiran 2. Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM)

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Instructions to Subjects A number of statements are listed below which relate to how you might feel about yourself and other people in your life. Please indicate with a tick in the appropriate place how each one applies to you – i.e whether it is “very like you”, “moderately like you”, “moderately unlike you” or “very unlike you”. Respond to each statement in terms of how you are GENERALLY and not necessarily just a present. There are no right or wrong answers. Very like 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. I feel insecure when I say goodbye to people I worry about the effect I have on other people I avoid saying what I think for fear of being rejected I feel uneasy meeting new people If others knew the real me, they would not like me I feel secure when I’m in a close relationship I don’t get angry with people for fear that I may hurt them After a flight with a friend , I feel uncomfortable until I have made peace I am always aware of how other people feel I worry about being criticised for things I have said or done I always notice if someone doesn’t respond to me I worry about losing someone close to me I feel that people generally like me I will do something I don’t want to do rather than offend or upset someone Mod. like Mod. unlike Very unlike

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 83 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. I can only believe that something I have done is good when someone tells me it is I will go out of my way to please someone I am close to I feel anxious when I say goodbye to people I feel happy when someone compliments me I fear that my feelings will overwhelm people I can make other people feel happy I find it hard to get angry with people I worry about criticising other people If someone is critical of something I do, I feel bad If other people knew what I am really like, they would think less of me I always expect criticism I can never be really sure if someone is pleased with me I don’t like people to really know me If someone upsets me, I am not able to put it easily out of my mind I feel others do not understand me I worry about what others think of me I don’t feel happy unless people I know admire me I am never rude to anyone I worry about hurting the feelings of other people I feel hurt when someone is angry with me My value as a person depends enormously on what others think of me I care about what people feel about me

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 84 Lampiran 3. Hasil Terjemahan Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) ke Bahasa Indonesia

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 Lampiran 4. Back Translation Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM)

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Lampiran 5. Hasil Pemeriksaan Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM)

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 94 Lampiran 6. Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) dan Skala Agresi Elektronik Uji Coba

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 95 TRY OUT SKALA PENELITIAN Disusun oleh: Monica Candra Dewi 149114077 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 96 Yogyakarta, April 2018 Dengan hormat, Saya Monica Candra Dewi, mahasiswi semester 8 di Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Saat ini saya sedang melakukan penelitian untuk tugas akhir. Saya memohon kesediaan dan bantuan Anda untuk mengisi kuesioner ini guna menyelesaikan tugas akhir saya. Anda diharapkan dapat mengisi Identitas Diri terlebih dahulu sebelum mulai mengisi kuesioner. Kuesioner ini berisi pernyataan-pernyataan mengenai gambaran diri Anda. Saya memohon Anda memberikan tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan dengan jujur dan sesuai dengan keadaan Anda yang sebenarnya. Saya selaku peneliti akan menjamin kerahasiaan jawaban yang Anda berikan dan hanya digunakan untuk penelitian saja. Semua jawaban yang diberikan tidak ada yang salah atau benar. Oleh sebab itu, saya mengharapkan Anda mengisi kuesioner ini karena jawaban yang Anda berikan akan membantu keberhasilan penelitian ini. Atas bantuan yang Anda berikan, saya mengucapkan terima kasih. Hormat saya, Monica Candra Dewi

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 97 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya bersedia untuk mengisi kuesioner ini tanpa tekanan atau paksaan dari pihak tertentu. Saya mengisi kuesioner ini dengan sukarela demi membantu terlaksananya penelitian ini. Semua jawaban yang saya berikan sesuai dengan apa yang saya alami dan bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Saya mengijinkan jawaban yang saya berikan tersebut untuk digunakan sebagai data dalam memperlancar penelitian ini. Yogyakarta,....……......…….2018 Menyetujui, (…………….………………..)

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 98 PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah dengan teliti setiap pernyataan berikut ini 2. Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan Anda, dengan memberikan tanda centang (√) pada salah satu kolom di belakang masingmasing pernyataan 3. Terdapat empat pilihan jawaban untuk setiap pernyataan, antara lain : SS : Jika pernyataan Sangat Sesuai dengan diri Anda S : Jika pernyataan Sesuai dengan diri Anda TS : Jika pernyataan Tidak Sesuai dengan diri Anda STS : Jika pernyataan Sangat Tidak Sesuai dengan diri Anda Contoh Pengisian : Pernyataan SS S TS Saya berkata sopan kepada orang lain √ 4. Apabila Anda ingin mengganti jawaban, silahkan memberi tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya, dan selanjutnya berilah tanda centang (√) pada jawaban yang sesuai dengan keadaan Anda. Contoh : Pernyataan SS S TS Saya berkata sopan kepada orang lain √ 5. Setiap orang dapat memilih jawaban yang berbeda karena tidak ada jawaban yang salah atau benar. Kerahasiaan hasil pengisian kuesioner ini dijamin oleh peneliti. Hasil dari kuesioner ini tidak akan mempengaruhi apapun terhadap diri Anda 6. Setelah selesai mengisi, silahkan memeriksa kembali jawaban Anda dan jangan ada yang terlewatkan. STS STS √

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 99 IDENTITAS DIRI Nama Inisial : Umur : ........ tahun Jenis Kelamin : Laki-laki/ Perempuan (*Lingkari salah satu) *Lingkari salah satu jawaban yang sesuai dengan keadaan anda Apa media sosial yang paling sering Anda akses?* 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Whatapps LINE Facebook Instagram Twitter Blogger Lain-lain (sebutkan)......................... Berapa kali Anda mengakses media sosial?* 1. 2. 3. 4. Kurang dari 6 kali dalam sehari 6-10 kali dalam sehari Lebih dari 10 kali dalam sehari Kurang dari 10 kali dalam seminggu Berapa lama waktu yang Anda gunakan setiap mengakses media sosial?* 1. 2. 3. 4. 5. Kurang dari 16 menit 16 menit sampai 30 menit 31 menit sampai 45 menit 46 menit sampai 1 jam Lebih dari 1 jam

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 100 SKALA BAGIAN A No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. PERNYATAAN Saya merasa tidak aman ketika saya mengucapkan selamat tinggal kepada orang lain. Saya khawatir tentang dampak keberadaan saya bagi orang lain. Saya menghindari untuk mengatakan apa yang saya pikirkan karena takut ditolak. Saya merasa tidak nyaman bertemu dengan orang baru. Jika orang lain mengetahui diri saya yang sebenarnya, mereka tidak akan menyukai saya. Saya merasa aman ketika saya memiliki hubungan yang erat dengan orang lain. Saya tidak marah kepada orang lain karena takut saya akan menyakiti mereka. Setelah bertengkar dengan seorang teman, saya merasa tidak nyaman sampai saya berdamai. Saya selalu menyadari bagaimana perasaan orang lain. Saya khawatir dikritik atas hal-hal yang telah saya katakan atau lakukan. Saya selalu memperhatikan jika seseorang tidak menanggapi saya. Saya khawatir kehilangan seseorang yang dekat dengan saya. Saya merasa orang-orang pada umumnya menyukai saya. Saya akan melakukan sesuatu yang tidak ingin saya lakukan daripada menyinggung atau membuat marah seseorang. Saya hanya bisa percaya bahwa sesuatu yang telah saya lakukan itu baik jika ada seseorang yang mengatakannya. Saya akan melakukan sesuatu yang tidak biasa saya lakukan untuk menyenangkan seseorang yang dekat dengan saya. Saya merasa cemas ketika saya mengucapkan selamat tinggal kepada orang lain. Saya merasa bahagia ketika seseorang memuji saya. Saya takut perasaan saya akan menguasai orang lain. Saya bisa membuat orang lain merasa bahagia. SS S TS STS

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 101 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. Saya merasa sulit untuk marah kepada orang lain. Saya khawatir untuk mengkritik orang lain. Jika seseorang mengkrtitik sesuatu yang saya lakukan, saya merasa sedih. Jika orang lain tahu seperti apa saya yang sebenarnya, mereka akan meremehkan saya. Saya selalu mengharapkan kritik. Saya tidak pernah bisa benar-benar yakin jika seseorang senang dengan saya. Saya tidak suka jika orang lain mengenal saya dengan baik. Jika seseorang mengganggu saya, saya tidak dapat melupakannya dengan mudah. Saya merasa orang lain tidak memahami saya. Saya khawatir tentang apa yang dipikirkan orang lain tentang saya. Saya tidak merasa senang kecuali orang yang saya kenal mengagumi saya. Saya tidak pernah bersikap kasar kepada siapapun. Saya khawatir menyakiti perasaan orang lain. Saya merasa terluka ketika seseorang marah dengan saya. Nilai saya sebagai seorang pribadi sangat bergantung pada apa yang orang lain pikiran tentang saya. Saya mempedulikan apa yang orang rasakan tentang saya. Silahkan melanjutkan ke bagian selanjutnya

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 102 SKALA BAGIAN B No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 PERNYATAAN Saya memberi komentar yang mengejek pada postingan status orang yang tidak saya sukai di media sosial Saya mengirimkan pesan berupa ancaman kepada orang yang menganggu saya di media sosial Saya mengeluarkan orang yang saya benci dari daftar teman media sosial saya Saya berkata sopan kepada orang lain di media sosial Saya membajak akun media sosial milik orang lain agar mengetahui informasi pribadinya yang rahasia Saya memberi komentar negatif kepada orang lain di media sosial ketika merasa dibohongi Saya belum pernah berinteraksi dengan orang lain di media sosial dengan mengaku sebagai anggota keluarganya untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan Saya menyebarkan informasi tentang orang lain yang terjamin kebenarannya di media sosial Saya berkata kasar kepada orang lain di media sosial Saya mengirim pesan kepada seseorang di media sosial tanpa berniat memantau aktivitasnya yang tidak diketahui orang lain Saya menggunakan password akun media sosial orang lain untuk membuka media sosialnya Saya tetap memberi komentar positif kepada orang lain di media sosial meskipun merasa dibohongi Saya menghapus foto orang lain yang memalukan di media sosial Saya menerima seseorang untuk bergabung dengan grup diskusi online di media sosial meskipun ia telah menghina saya Saya memblokir media sosial orang yang menganggu saya Saya menghargai privasi media sosial orang lain Saya mengumpat orang lain di media sosial Saya menulis kebaikan orang yang menghina saya di media sosial tanpa bermaksud mengancamnya Saya menyamar menjadi orang lain dengan menggunakan akun media sosial palsu untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan Saya menyebarkan informasi tentang orang lain yang belum terjamin kebenarannya di media sosial Saya memutus komunikasi dengan orang yang menganggu saya dengan membuat akun media sosial yang baru Saya menghindari menggunakan kekurangan orang lain menjadi bahan ejekan dan lelucon di media sosial Saya menulis kebaikan seseorang di media sosial Saya menonaktifkan penambahan teman secara otomatis di media sosial Saya memberi pujian kepada seseorang di media sosial meskipun saya membencinya Saya sengaja menulis rahasia orang lain di media sosial SS S TS STS

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 103 No 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 PERNYATAAN Saya mengirimkan postingan status yang menyindir seseorang untuk mengancamnya di media sosial Saya menghindari menyadap akun media sosial orang lain untuk mendapatkan informasi pribadinya Saya menghindari menyebarkan foto seseorang yang tidak saya sukai dan telah diedit untuk menghinanya Saya mengabaikan pesan atau komentar dari seseorang yang tidak saya sukai di media sosial Saya menghindari memberi komentar yang mengejek pada postingan status orang yang tidak saya sukai di media sosial Saya mengirimkan pesan tanpa ancaman kepada orang yang menganggu saya di media sosial Saya mengirim pesan kepada seseorang di media sosial terus menerus untuk memantau aktivitasnya yang tidak diketahui orang lain Saya tidak tertarik menggunakan password akun media sosial orang lain untuk membuka media sosialnya Saya membiarkan pemilik akun media sosial yang merugikan saya tanpa melaporkannya ke polisi Saya menolak seseorang untuk bergabung dengan grup diskusi online di media sosial ketika ia telah menghina saya Saya menampilkan foto yang dibenci seseorang di media sosial sebagai lelucon Saya menerima permintaan pertemanan orang lain di media sosial saya Saya belum pernah menyamar menjadi orang lain dengan menggunakan akun media sosial palsu untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan Saya menyebarkan foto seseorang yang tidak saya sukai dan telah diedit untuk menghinanya Saya menghindari membajak akun media sosial milik orang lain agar mengetahui informasi pribadinya yang rahasia Saya menggunakan kekurangan orang lain menjadi bahan ejekan dan lelucon, lalu menyebarkannya di media sosial Saya menanggapi pesan atau komentar dari seseorang yang tidak saya sukai di media sosial Saya memberi kritikan kepada orang yang saya benci di media sosial Saya belum pernah login ke akun media sosial seseorang untuk memeriksa isi percakapannya dengan orang lain yang bersifat rahasia dan menyebarkan ke publik Saya menyebarkan foto orang lain yang memalukan di media sosial Saya mengabaikan permintaan pertemanan orang lain di media sosial saya Saya menghindari mengirimkan postingan status yang menyindir seseorang untuk mengancamnya di media sosial Saya menulis informasi yang umum tentang orang lain di media sosial Saya login ke akun media sosial seseorang untuk memeriksa isi percakapannya dengan orang lain yang bersifat rahasia, lalu menyebarkan ke publik SS S TS STS

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 104 No 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 PERNYATAAN Saya mengubah informasi di media sosial milik orang lain sebagai hiburan Saya menampilkan foto yang disukai seseorang di media sosial sebagai lelucon Saya memberi komentar kepada orang lain di media sosial tanpa memikirkan dampak bagi dirinya Saya menulis keburukan seseorang di media sosial Saya mengaktifkan penambahan teman secara otomatis di media sosial Saya tetap menjalin komunikasi dengan orang yang menganggu saya melalui media sosial Saya memuji orang lain di media sosial Saya berinteraksi dengan orang lain di media sosial dengan mengaku sebagai anggota keluarganya untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan Saya memberi komentar kepada orang lain di media sosial dengan mempertimbangkan dampak bagi dirinya Saya melaporkan pemilik akun media sosial yang merugikan saya ke polisi Saya menulis keburukan orang yang menghina saya di media sosial untuk mengancamnya Saya menyadap akun media sosial orang lain untuk mendapatkan informasi pribadinya Saya tetap menambahkan seseorang menjadi teman di media sosial saya meskipun saya membencinya Saya membiarkan orang yang menggangu saya di media sosial tanpa memblokirnya Selesai SS S TS STS

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 105 Lampiran 7. Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) dan Skala Agresi Elektronik untuk Pengambilan Data

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 106 SKALA PENELITIAN Disusun oleh: Monica Candra Dewi 149114077 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2018

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 107 Yogyakarta, Mei 2018 Dengan hormat, Saya Monica Candra Dewi, mahasiswi semester 8 di Fakultas Psikologi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Saat ini saya sedang melakukan penelitian untuk tugas akhir. Saya memohon kesediaan dan bantuan Anda untuk mengisi kuesioner ini guna menyelesaikan tugas akhir saya. Anda diharapkan dapat mengisi Identitas Diri terlebih dahulu sebelum mulai mengisi kuesioner. Kuesioner ini berisi pernyataan-pernyataan mengenai gambaran diri Anda. Saya memohon Anda memberikan tanggapan terhadap pernyataan-pernyataan dengan jujur dan sesuai dengan keadaan Anda yang sebenarnya. Saya selaku peneliti akan menjamin kerahasiaan jawaban yang Anda berikan dan hanya digunakan untuk penelitian saja. Semua jawaban yang diberikan tidak ada yang salah atau benar. Oleh sebab itu, saya mengharapkan Anda mengisi kuesioner ini karena jawaban yang Anda berikan akan membantu keberhasilan penelitian ini. Atas bantuan yang Anda berikan, saya mengucapkan terima kasih. Hormat saya, Monica Candra Dewi

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 108 PERNYATAAN KESEDIAAN Dengan ini, saya menyatakan bahwa saya bersedia untuk mengisi kuesioner ini tanpa tekanan atau paksaan dari pihak tertentu. Saya mengisi kuesioner ini dengan sukarela demi membantu terlaksananya penelitian ini. Semua jawaban yang saya berikan sesuai dengan apa yang saya alami dan bukan berdasarkan pandangan masyarakat pada umumnya. Saya mengijinkan jawaban yang saya berikan tersebut untuk digunakan sebagai data dalam memperlancar penelitian ini. Yogyakarta,....……......…….2018 Menyetujui, (…………….…………………..)

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 109 PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah dengan teliti setiap pernyataan berikut ini 2. Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan Anda, dengan memberikan tanda centang (√) pada salah satu kolom di belakang masing-masing pernyataan 3. Terdapat empat pilihan jawaban untuk setiap pernyataan, antara lain : SS : Jika pernyataan Sangat Sesuai dengan diri Anda S : Jika pernyataan Sesuai dengan diri Anda TS : Jika pernyataan Tidak Sesuai dengan diri Anda STS : Jika pernyataan Sangat Tidak Sesuai dengan diri Anda Contoh Pengisian : Pernyataan SS S TS STS Saya berkata sopan kepada orang lain √ 4. Apabila Anda ingin mengganti jawaban, silahkan memberi tanda sama dengan (=) pada jawaban sebelumnya, dan selanjutnya berilah tanda centang (√) pada jawaban yang sesuai dengan keadaan Anda. Contoh : Pernyataan SS S TS STS Saya berkata sopan kepada orang lain √ √ 5. Setiap orang dapat memilih jawaban yang berbeda karena tidak ada jawaban yang salah atau benar. Kerahasiaan hasil pengisian kuesioner ini dijamin oleh peneliti. Hasil dari kuesioner ini tidak akan mempengaruhi apapun terhadap diri Anda 6. Setelah selesai mengisi, silahkan memeriksa kembali jawaban Anda dan jangan ada yang terlewatkan.

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 110 IDENTITAS DIRI Nama Inisial : Umur : ........ tahun Jenis Kelamin : Laki-laki/ Perempuan (*Lingkari salah satu) *Lingkari salah satu jawaban yang sesuai dengan keadaan anda Apa media sosial yang paling sering Anda akses?* 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Whatapps LINE Facebook Instagram Twitter Blogger Lain-lain (sebutkan)......................... Berapa kali Anda mengakses media sosial?* 1. 2. 3. 4. Kurang dari 6 kali dalam sehari 6-10 kali dalam sehari Lebih dari 10 kali dalam sehari Kurang dari 10 kali dalam seminggu Berapa lama waktu yang Anda gunakan setiap mengakses media sosial?* 1. 2. 3. 4. 5. Kurang dari 16 menit 16 menit sampai 30 menit 31 menit sampai 45 menit 46 menit sampai 1 jam Lebih dari 1 jam

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 111 SKALA BAGIAN A No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. PERNYATAAN Saya merasa tidak aman ketika saya mengucapkan selamat tinggal kepada orang lain. Saya khawatir tentang dampak keberadaan saya bagi orang lain. Saya menghindari untuk mengatakan apa yang saya pikirkan karena takut ditolak. Jika orang lain mengetahui diri saya yang sebenarnya, mereka tidak akan menyukai saya. Saya merasa aman ketika saya memiliki hubungan yang erat dengan orang lain. Setelah bertengkar dengan seorang teman, saya merasa tidak nyaman sampai saya berdamai. Saya khawatir dikritik atas hal-hal yang telah saya katakan atau lakukan. Saya khawatir kehilangan seseorang yang dekat dengan saya. Saya akan melakukan sesuatu yang tidak ingin saya lakukan daripada menyinggung atau membuat marah seseorang. Saya hanya bisa percaya bahwa sesuatu yang telah saya lakukan itu baik jika ada seseorang yang mengatakannya. Saya akan melakukan sesuatu yang tidak biasa saya lakukan untuk menyenangkan seseorang yang dekat dengan saya. Saya takut perasaan saya akan menguasai orang lain. Saya bisa membuat orang lain merasa bahagia. Saya merasa sulit untuk marah kepada orang lain. Saya khawatir untuk mengkritik orang lain. Jika seseorang mengkrtitik sesuatu yang saya lakukan, saya merasa sedih. Jika orang lain tahu seperti apa saya yang sebenarnya, mereka akan meremehkan saya. Saya tidak suka jika orang lain mengenal saya dengan baik. Saya merasa orang lain tidak memahami saya. Saya khawatir tentang apa yang dipikirkan orang lain tentang saya. Saya tidak merasa senang kecuali orang yang saya kenal mengagumi saya. Saya khawatir menyakiti perasaan orang lain. Saya merasa terluka ketika seseorang marah dengan saya. Nilai saya sebagai seorang pribadi sangat bergantung pada apa yang orang lain pikiran tentang saya. Saya mempedulikan apa yang orang rasakan tentang saya. SS Silahkan melanjutkan ke bagian selanjutnya S TS STS

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 112 SKALA BAGIAN B No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 PERNYATAAN Saya memberi komentar yang mengejek pada postingan status orang yang tidak saya sukai di media sosial Saya mengirimkan pesan berupa ancaman kepada orang yang menganggu saya di media sosial Saya mengeluarkan orang yang saya benci dari daftar teman media sosial saya Saya berkata sopan kepada orang lain di media sosial Saya membajak akun media sosial milik orang lain agar mengetahui informasi pribadinya yang rahasia Saya memberi komentar negatif kepada orang lain di media sosial ketika merasa dibohongi Saya berkata kasar kepada orang lain di media sosial Saya tetap memberi komentar positif kepada orang lain di media sosial meskipun merasa dibohongi Saya menerima seseorang untuk bergabung dengan grup diskusi online di media sosial meskipun ia telah menghina saya Saya menghargai privasi media sosial orang lain Saya mengumpat orang lain di media sosial Saya menyebarkan informasi tentang orang lain yang belum terjamin kebenarannya di media sosial Saya menghindari menggunakan kekurangan orang lain menjadi bahan ejekan dan lelucon di media sosial Saya sengaja menulis rahasia orang lain di media sosial Saya mengirimkan postingan status yang menyindir seseorang untuk mengancamnya di media sosial Saya menghindari menyadap akun media sosial orang lain untuk mendapatkan informasi pribadinya Saya menghindari memberi komentar yang mengejek pada postingan status orang yang tidak saya sukai di media sosial Saya menolak seseorang untuk bergabung dengan grup diskusi online di media sosial ketika ia telah menghina saya Saya menampilkan foto yang dibenci seseorang di media sosial sebagai lelucon Saya belum pernah menyamar menjadi orang lain dengan menggunakan akun media sosial palsu untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan Saya menyebarkan foto seseorang yang tidak saya sukai dan telah diedit untuk menghinanya Saya menghindari membajak akun media sosial milik orang lain agar mengetahui informasi pribadinya yang rahasia Saya menggunakan kekurangan orang lain menjadi bahan ejekan dan lelucon, lalu menyebarkannya di media sosial SS S TS STS

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 113 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Saya belum pernah log in ke akun media sosial seseorang untuk memeriksa isi percakapannya dengan orang lain yang bersifat rahasia dan menyebarkan ke publik Saya menyebarkan foto orang lain yang memalukan di media sosial Saya menghindari mengirimkan postingan status yang menyindir seseorang untuk mengancamnya di media sosial Saya log in ke akun media sosial seseorang untuk memeriksa isi percakapannya dengan orang lain yang bersifat rahasia, lalu menyebarkan ke publik Saya mengubah informasi di media sosial milik orang lain sebagai hiburan Saya memberi komentar kepada orang lain di media sosial tanpa memikirkan dampak bagi dirinya Saya menulis keburukan seseorang di media sosial Saya tetap menjalin komunikasi dengan orang yang menganggu saya melalui media sosial Saya berinteraksi dengan orang lain di media sosial dengan mengaku sebagai anggota keluarganya untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan Saya menulis keburukan orang yang menghina saya di media sosial untuk mengancamnya Saya menyadap akun media sosial orang lain untuk mendapatkan informasi pribadinya Saya tetap menambahkan seseorang menjadi teman di media sosial saya meskipun saya membencinya Selesai Terima kasih

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 114 Lampiran 8. Hasil Uji Reliabilitas dan Seleksi Item Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) Uji Coba

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 115 Hasil Uji Relabilitas dan Seleksi Item Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) Uji Coba 1. Reliabilitas Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) Sebelum dilakukan Seleksi Item Case Processing Summary N % Cases Valid 81 100.0 a Excluded 0 .0 Total 81 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. 100.0 Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .821 36 ipsm1 ipsm2 ipsm3 ipsm4 ipsm5 ipsm6 ipsm7 ipsm8 ipsm9 ipsm10 ipsm11 ipsm12 ipsm13 ipsm14 ipsm15 ipsm16 Item-Total Statistics Scale Mean Scale Corrected Cronbach's if Item Variance if Item-Total Alpha if Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted 97.2222 96.125 .338 .815 97.2099 97.118 .332 .815 97.1975 97.210 .310 .816 97.6790 97.796 .305 .816 97.8519 93.603 .377 .814 96.6914 94.316 .380 .814 97.2099 99.743 .139 .822 96.6173 95.914 .411 .813 96.8272 98.420 .293 .817 97.1481 96.403 .349 .815 97.0617 101.934 .016 .824 96.3333 97.925 .423 .814 97.2716 102.400 -.026 .825 97.1852 97.203 .390 .814 97.1975 96.660 .390 .814 97.0988 96.190 .334 .815

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 116 ipsm17 ipsm18 ipsm19 ipsm20 ipsm21 ipsm22 ipsm23 ipsm24 ipsm25 ipsm26 ipsm27 ipsm28 ipsm29 ipsm30 ipsm31 ipsm32 ipsm33 ipsm34 ipsm35 ipsm36 97.2716 96.7284 97.4198 96.6296 97.0123 97.3210 97.3333 97.5432 97.2469 97.4198 97.9630 97.1235 97.5185 97.1852 97.5309 97.6296 96.8148 96.8889 97.4568 96.8642 99.150 100.350 97.647 98.286 96.362 97.696 97.475 94.751 100.838 96.422 94.711 97.635 96.903 95.378 96.402 101.511 96.678 95.475 93.526 98.244 .189 .163 .318 .341 .329 .302 .308 .340 .075 .311 .378 .247 .353 .451 .327 .015 .485 .487 .518 .335 .820 .820 .816 .816 .815 .816 .816 .815 .823 .816 .814 .818 .815 .812 .816 .826 .812 .811 .809 .816 2. Reliabilitas Skala The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) Setelah dilakukan Seleksi Item Case Processing Summary N % Cases Valid 81 100.0 a Excluded 0 .0 Total 81 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .830 25

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 117 Lampiran 9. Hasil Uji Relabilitas dan Seleksi Item Skala Agresi Elektronik Uji Coba

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 118 Hasil Uji Relabilitas dan Seleksi Item Skala Agresi Elektronik Uji Coba 1. Reliabilitas Skala Agresi Elektronik Sebelum dilakukan Seleksi Item Cases Case Processing Summary N Valid 81 a Excluded 0 Total 81 % 100.0 .0 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's N of Items Alpha .887 64 Item1 Item2 Item3 Item4 Item5 Item6 Item7 Item8 Item9 Item10 Item11 Item12 Item13 Item14 Item15 Item16 Item17 Item18 Item19 Item20 Item-Total Statistics Corrected ItemScale Mean if Scale Variance Total Item Deleted if Item Deleted Correlation 127.0741 285.894 .444 127.2099 287.418 .378 126.6914 281.841 .414 126.9012 289.565 .369 127.2469 285.313 .509 127.0494 285.298 .403 126.3951 286.392 .207 125.9506 292.623 .081 127.1852 286.828 .434 126.2099 289.093 .212 127.0247 286.799 .347 126.3704 285.136 .384 126.3210 292.371 .099 126.4074 286.319 .369 125.9383 292.284 .084 127.1605 285.911 .463 127.1605 284.511 .497 125.9259 288.719 .257 126.8025 284.735 .345 127.2346 286.007 .492 Cronbach's Alpha if Item Deleted .884 .885 .884 .885 .884 .884 .888 .889 .884 .887 .885 .885 .888 .885 .889 .884 .884 .886 .885 .884

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 119 Item21 Item22 Item23 Item24 Item25 Item26 Item27 Item28 Item29 Item30 Item31 Item32 Item33 Item34 Item35 Item36 Item37 Item38 Item39 Item40 Item41 Item42 Item43 Item44 Item45 Item46 Item47 Item48 Item49 Item50 Item51 Item52 Item53 Item54 Item55 Item56 Item57 Item58 Item59 Item60 Item61 Item62 Item63 Item64 127.1111 126.6914 126.5556 126.1358 126.0494 127.3580 127.0123 126.5802 126.5432 125.8765 126.6667 127.0864 126.9630 126.7284 125.8642 126.5185 126.9506 127.1111 126.6790 127.2222 126.9012 127.1605 125.9506 126.7037 126.6667 127.1358 127.0370 126.8025 126.1852 127.1728 127.1235 125.9383 126.9012 127.2346 126.0741 126.1358 126.7654 127.1111 126.6173 126.3580 127.0741 127.1111 126.3086 125.9012 290.625 283.991 289.625 294.319 289.748 287.583 284.587 282.572 284.126 297.460 285.550 293.705 287.561 287.700 295.419 282.653 280.073 290.625 281.071 284.750 283.140 285.761 292.998 291.261 282.800 284.444 289.211 283.085 291.553 284.445 284.885 299.359 284.465 289.007 290.419 286.819 291.207 287.925 287.914 293.208 282.694 285.275 286.691 288.815 .263 .358 .278 .034 .248 .491 .472 .375 .323 -.068 .365 .105 .317 .233 .007 .509 .581 .263 .456 .555 .437 .487 .104 .212 .390 .488 .271 .465 .154 .486 .554 -.129 .494 .388 .182 .354 .275 .385 .315 .100 .630 .498 .417 .234 .886 .885 .886 .889 .886 .884 .884 .885 .886 .890 .885 .888 .885 .887 .889 .883 .882 .886 .884 .883 .884 .884 .888 .887 .885 .884 .886 .884 .887 .884 .883 .891 .884 .885 .887 .885 .886 .885 .886 .888 .883 .884 .885 .887

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 120 2. Reliabilitas Skala Agresi Elektronik Setelah Seleksi Item Case Processing Summary N % Cases Valid 81 100.0 a Excluded 0 .0 Total 81 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .913 35

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 121 Lampiran 10. Hasil Uji Normalitas The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) dan Agresi Elektronik

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 122 Hasil Uji Normalitas The Interpersonal Sensitivity Measure (IPSM) dan Agresi Elektronik Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic Sensitivitas terhadap Penolakan Agresi Elektronik df Sig. Shapiro-Wilk Statistic df Sig. .052 203 .200 .989 203 .132 .061 203 .060 .966 203 .000 a. Lilliefors Significance Correction

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 123 Lampiran 11. Hasil Uji Linearitas

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 124 Hasil Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Mean Squares df Square F Sig. Between Groups (Combined) 2537.732 38 66.782 1.193 .225 Linearity 227.204 1 227.204 4.057 .046 Deviation from 2310.527 37 62.447 1.115 .315 Linearity Within Groups 9183.431 164 55.997 Total 11721.163 202

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 125 Lampiran 12. Hasil Uji Korelasi

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 126 Hasil Uji Korelasi Correlations The interpersonal sensitivity measure (IPSM) Pearson 1 Correlation Sig. (2-tailed) N 203 Agresi Elektronik Pearson .139* Correlation Sig. (2-tailed) .048 N 203 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). The interpersonal sensitivity measure (IPSM) Agresi Elektronik .139* .048 203 1 203

(144)

Dokumen baru

Download (143 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL BEING PADA MAHASISWA
0
20
15
HUBUNGAN ANTARA PRASANGKA DENGAN INTENSI AGRESI PADA ETNIS JAWA TERHADAP ETNIS TIONGHOA
3
33
16
HUBUNGAN ANTARA FRUSTRASI DENGAN PERILAKU AGRESI PADA SUPPORTER SEPAK BOLA
0
20
20
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY QUOTIENT DENGAN KECEMASAN MENGERJAKAN SKRIPSI PADA MAHASISWA
6
27
8
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN EKSTROVERT HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN EKSTROVERT DENGAN PERILAKU AGRESI PADA REMAJA.
0
1
11
TAP.COM - JURNAL HUBUNGAN ANTARA STRES DENGAN AGRESI PADA ...
0
1
16
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN CYBERBULLYING PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL ONLINE DI SURABAYA SKRIPSI
1
1
20
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN KESTABILAN EMOSI DENGAN KECENDERUNGAN NARSISTIK MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL - Raden Intan Repository
0
0
89
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN PERILAKU PEMALASAN SOSIAL PADA MAHASISWA SKRIPSI ELISHEBA LITANI 13.40.0180
0
0
16
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI POLITIK DAN KEPERCAYAAN POLITIK DENGAN PARTISIPASI POLITIK DARING PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI KOTA SEMARANG - Unika Repository
0
0
15
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI POLITIK DAN KEPERCAYAAN POLITIK DENGAN PARTISIPASI POLITIK DARING PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI KOTA SEMARANG - Unika Repository
0
0
16
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI POLITIK DAN KEPERCAYAAN POLITIK DENGAN PARTISIPASI POLITIK DARING PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI KOTA SEMARANG - Unika Repository
0
1
57
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN SUBJECTIVE WELL-BEING PADA MAHASISWA YANG BEKERJA PARUH WAKTU SKRIPSI
0
0
16
HUBUNGAN ANTARA KETERGANTUNGAN MEDIA SOSIAL DENGAN RELASI INTERPERSONAL SAAT BERPACARAN PADA MAHASISWA - Unika Repository
0
0
49
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PERILAKU KECANDUAN MENGGUNAKAN SITUS JEJARING SOSIAL PADA MAHASISWA SKRIPSI
0
0
14
Show more