Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar - USD Repository

Gratis

0
0
195
1 month ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA KEGIATAN KELUARGAKU MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Oleh: Mia Wijayanti NIM: 151134232 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMAKEGIATAN KELUARGAKU MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar Oleh: Mia Wijayanti NIM: 151134232 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019 i

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ii

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI iii

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk: Kedua orang tua tercinta Bapak Sumardi dan Ibu Sri Sunarti yang telah memberikan semangat dan mengingatkan untuk selalu melibatkan Allah dalam segala hal. Kakak dan adik tercinta Yeni Wijayanti dan Vita Wijayanti yang selalu mengingatkan, memberi semangat dan memberi motivasi dalam menyelesaikan skripsi ini. Kupersembahkan karya ini untuk kampus tercinta Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. iv

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI MOTTO Yang kau sangka bodoh belum tentu dia tidak cerdas, siapa tahu dia cermin, sedang menyesuaikan diri dengan yang di hadapannya (Emha Ainun Nadjib). Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki (Mahatma Gandhi). Menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan. Terus berkarya dan bekerjalah yang membuat kita berharga (KH. Abdurrahman Wahid). "Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" (QS. Al Insyirah : 5). v

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vi

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI vii

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM SUB TEMA KEGIATAN KELUARGAKU MENGACU KURIKULUM 2013 UNTUK SISWA KELAS 1 SEKOLAH DASAR Mia Wijayanti Universitas Sanata Dharma 2019 Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa perlunya contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar dengan menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning.Peneliti menggunakan langkah- langkah penelitian yang berasal dari Borg and Gall. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas produk dengan langkah- langkah pengembangan penelitian (1) potensi masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk. Perangkat pembelajaran inovatif dengan model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning mengacu kurikulum 2013 untuk kelas I SD dikembangkan dengan kualitas sangat baik dan layak digunakan berdasarkan hasil validasi pakar pembelajaran inovatif dan guru kelas I. Hasil validasi dari pakar pembelajaran inovatif dengan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) diberikan skor "4,18" dengan kategori "baik", sedangkan untuk model Quantum Learningdiberikan skor "4,42" dengan kategori "sangat baik". Hasil validasi dari guru kelas I SD terhadap model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) diberikan skor "4,16" dengan kategori "baik", sedangkan untuk model Quantum Learning diberikan skor "4,35" dengan kategori "sangat baik". Kata Kunci: Perangkat Pembelajaran, pembelajaran inovatif model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning, Kurikulum 2013. viii

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ABSTRACT DEVELOPMENT OF INNOVATIVE LEARNING DEVICES IN SUB THEMES OF FAMILY ACTIVITIES REFERRING 2013 CURRICULUM FOR FIRST GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Mia Wijayanti Sanata Dharma University 2019 This research was conducted based on needs analysis which showed that important to need for giving examples of innovative learning devices that refer to the 2013 Curriculum for first grade students of Elementary School. The purpose of this study is to produce a product in the form of an innovative learning device referring to the 2013 curriculum for first grade elementary school students using the learning model of the Pedagogy Reflection Paradigm (PPR) and Quantum Learning.The researcher used the research steps derived from Borg and Gall. The purpose of this study is to determine the quality of the product with the steps of research development (1) problem potential, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product testing, (7) product revision. The innovative learning tool with the Pedagogical Reflection Paradigm (PPR) and Quantum Learning models referring to the 2013 curriculum for first grade in elementary school was developed with very good quality and appropriate to use based on the results of innovative learning expert validation and teachers in first grade. Pedagogy Reflection (PPR) is given a score of "4.18" in the "good" category, while the Quantum Learning model is given a score of "4.42" in the "very good" category. The results of the validation of first grade elementary school teachers on the Pedagogy Reflection Paradigm (PPR) learning model were given a score of "4.16" in the "good" category, while the Quantum Learning model was given a score of "4.35" in the "very good" category. Keywords: Learning Tools, innovative learning models Pedagogy Reflection Paradigm (PPR) and Quantum Learning, 2013 Curriculum ix

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub TemaKegiatan KeluargakuMengacu Kurikulum 2013untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar dengan baik. Skripsi ini ditujukan untuk memenuhi salah satu persyaratan ujian guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam penulisan skripsi, peneliti selalu mendapatkan bimbingan, dorongan, motivasi, serta semangat dari banyak pihak. Oleh karena itu peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung ikut andil dalam proses penyusunan dan penelitian skripsi ini. Ucapan terima kasih peneliti berikan kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Dekan Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar. 3. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar. 4. Drs. Puji Purnomo, M.Si., selaku dosen pembimbing, yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk membimbing peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Drs. Albertus Hartana, S.J., M.Pd., yang telah membantu dalam menggali informasi model pembelajaran pada RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang dibuat oleh peneliti. 6. Restu Fajar Aryanti, S.Pd., selaku validator pakar pembelajaran inovatif yang telah membantu peneliti melakukan validasi terhadap produk yang dikembangkan dalam skripsi ini. x

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. Riswati, S.Pd., selaku validator pakar pembelajaran inovatif yang telah membantu peneliti dengan melakukan validasi terhadap produk yang dikembangkan dalam skripsi ini. 8. Sarinem, S.Pd., selaku guru kelas I SD N Kentungan yang telah membantu peneliti dalam melaksanakan uji coba produk dan memberikan nilai dalam uji coba produk. 9. Tri Mardanila Novita Sari, selaku teman sejawat yang telah membantu peneliti dalam melaksanakan uji coba produk dan memberikan nilai dalam uji coba produk. 10. MM. Suyatini, M.Pd., selaku Kepala Sekolah SD N Kentungan yang telah memberikan izin peneliti dalam melakukan observasi dan wawancara juga melaksanakan uji coba produk penelitian. 11. Sumardi dan Sri Sunarti selaku orang tua yang telah memberikan dorongan, motivasi dan doa dalam penelitian ini. 12. Dara Pelangi Paramitasari dan Anugrah Ningrum Saputri selaku sahabat yang telah memberikan dorongan, motivasi dan penyemangat dalam menyelesaikan skripsi ini. 13. Akbar Wahyu Fahriza yang selalumemberikan semangat dan motivasi dalam penyusunan skripsi. 14. Teman payung kecil skripsi yang selalu meluangkan waktunya untuk berdiskusi dan sharing mengenai skripsi yang telah dibuat. 15. Teman payung besar skripsi yang selalu kompak dalam berdiskusi dan bersama musyawarah dalam menyelesaikan skripsi ini. 16. Semua pihak yang tidak dapat peneliti sebutkan satu per satu, terima kasih atas bantuan dan dukungannya. Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan skripsi masih jauh dari kata sempurna, dan banyak kekurangan baik dalam metode penulisan maupun pembahasan materi. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan kemampuan peneliti. Oleh karena itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran yang xi

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI xii

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO ........................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................. vii PUBLIKASI KARYA ILMIAH DEMI KEPENTINGAN AKADEMIS ...... viii ABSTRAK ............................................................................................................ ix ABSTRACT ............................................................................................................ x KATA PENGANTAR ......................................................................................... xii DAFTAR ISI ....................................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 A. Latar Belakang masalah ............................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 5 C. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 5 D. Manfaat Penelitian ....................................................................................... 5 E. Definisi Operasional..................................................................................... 6 F. Spesifikasi Produk yang dikembangkan ...................................................... 7 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 10 A. Kajian Pustaka............................................................................................ 10 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 ......................................................... 10 2. Keterampilan Dasar Abad 21 ................................................................. 19 3. Perangkat Pembelajaran ......................................................................... 21 4. Pembelajaran Inovatif ............................................................................. 27 B. Penelitian yang Relevan ............................................................................. 39 xiii

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Kerangka Pikir ........................................................................................... 41 D. Pertanyaan Penelitian ................................................................................. 44 BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 45 A. Jenis Penelitian ........................................................................................... 45 B. Prosedur Pengembangan ............................................................................ 48 C. Setting Penelitian........................................................................................ 52 D. Uji Coba Terbatas ...................................................................................... 52 E. Jadwal Penelitian........................................................................................ 64 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 65 A. Analisis Kebutuhan .................................................................................... 65 B. Deskripsi Produk Awal .............................................................................. 76 C. Validasi Ahli dan Revisi Produk ................................................................ 79 D. Uji Coba Terbatas ...................................................................................... 86 E. Kajian Produk Akhir .................................................................................. 93 F. Hasil Penelitian dan Pembahasan............................................................... 96 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, SARAN ............................................................................................................................. 103 A. Kesimpulan .............................................................................................. 103 B. Keterbatasan Pengembangan ................................................................... 103 C. Saran ......................................................................................................... 104 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 105 LAMPIRAN ....................................................................................................... 108 BIODATA PENULIS ........................................................................................ 177 xiv

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Keterkaitan 5M antara Langkah dengan Kegiatan Pembelajaran dan Maknanya ........................................................................... 16 Tabel 3.1 Pedoman Wawancara ................................................................ 53 Tabel 3.2 Lembar Observasi ..................................................................... 55 Tabel 3.3 Lembar Validasi ........................................................................ 57 Tabel 3.4 Konversi Nilai Skala Lima ........................................................ 62 Tabel 3.4 Konversi Nilai Skala Lima ........................................................ 63 Tabel 3.5 Jadwal Penelitian....................................................................... 64 Tabel 4.1 Komentar Pakar dan Revisi Perangkat Pembelajaran Model Paradigma Pedagogi Refleksi ................................................... 82 Tabel 4.2 Komentar Pakar dan Revisi Perangkat Pembelajaran Model Quantum Learning .................................................................... 84 Tabel 4.3 Komentar Guru SD Kelas 1 Perangkat Pembelajaran Model Paradigma Pedagogi Refleksi dan Quantum Learning ............. 84 Tabel 4.4 Komentar Guru SD Uji Coba dan Revisi Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi ................................................... 89 Tabel 4.4 Komentar Guru SD Uji Coba dan Revisi Model Pembelajaran Quantum Learning .................................................................... 90 Tabel 4.5 Komentar Teman Sejawat Uji Coba dan Revisi Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi ................. 90 Tabel 4.5 Komentar Teman Sejawat Uji Coba dan Revisi Model Pembelajaran Quantum Learning.................................. 91 Tabel 4.6 Rekapitulasi Validasi dan Uji Coba .......................................... 97 xv

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Dinamika PPR ....................................................................... 33 Gambar 2.2 Literature Map ...................................................................... 41 Gambar 2.3 Kerangka Berpikir ................................................................. 43 Gambar 3.1 Langkah- langkah penelitian dan Pengembangan Borg&Gall ................................................................................................................... 47 Gambar 3.2 Bagan langkah- langkah pengembangan produk .................. 51 xvi

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1: Pedoman Wawancara ......................................................... 109 Lampiran 2: Rangkuman Hasil Wawancara ........................................... 111 Lampiran 3: Pedoman Observasi Guru dan Siswa.................................. 130 Lampiran 4: Pernyataan Validasi Produk Perangkat Pembelajaran ........ 132 Lampiran 5: Pernyataan Uji Coba Produk Perangkat Pembelajaran ...... 136 Lampiran 6: Hasil Validasi Produk PPR Pakar....................................... 137 Lampiran 6: Hasil Validasi Produk Quantum Learning Pakar ............... 144 Lampiran 7: Hasil Validasi Produk PPR Guru SD ................................. 151 Lampiran 7: Hasil Validasi Produk Quantum Learning Guru SD .......... 158 Lampiran 8: Hasil Uji Coba Produk PPR Guru SD ................................ 165 Lampiran 8: Hasil Uji Coba Produk Quantum Learning Guru SD......... 167 Lampiran 9: Hasil Uji Coba Produk PPR teman sejawat ........................ 169 Lampiran 9: Hasil Uji Coba Produk Quantum Learning teman sejawat 171 Lampiran 10: Surat Observasi dan Wawancara ...................................... 173 Lampiran 11: Surat Izin Penelitian ......................................................... 174 Lampiran 12: Surat Pernyataan Kepala Sekolah ..................................... 175 Lampiran 13: Dokumentasi Uji Coba Produk......................................... 176 xvii

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang masalah Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan, bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan di masa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa, sehingga yang bersangkutan mampu menghadapi dan memecahkan masalah kehidupan yang dihadapinya. Pada tahun 2013, pemerintah telah mencanangkan dan mulai menerapkan sistem pendidikan yang baru. Sistem yang baru tersebut merupakan kurikulum 2013. Shoimin (2014: 7) menyatakan bahwa, kurikulum 2013 adalah perubahan yang hampir kompleks dari kurikulum yang sebelumnya, baik dari segi cara guru mengajar, cara guru menilai, mengamati, dan cara guru berinovasi dalam pembelajaran. Model pembelajaran inovatif dirasa penting dalam implementasi Kurikulum 2013, karena kurikulum ini lebih komperhensif dan lebih kompleks. Berdasarkan hal tersebut guru dituntut untuk dapat mengembangkan cara mengajarnya dengan beragam model, metode dan pendekatan yang ada. Guru harus bisa membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dan dinamis. Dinamis dalam arti pembelajaran siswa tidak hanya monoton. Pembelajaran inovatif diarahkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di kelas. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran dimana guru melakukan variasi cara mengajar dengan berbagai kegiatan yang membuat siswa tidak bosan saat belajar di kelas. Guru dituntut untuk lebih berkreasi dalam menciptakan sebuah pembelajaran 1

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang asyik dan menyenangkan. Pembelajaran inovatif bermanfaat dilakukan pada kurikulum 2013 ini, dengan keterpaduan dari berbagai mata pelajaran dan mempunyai berbagai model pembelajaran, pembelajaran akan menjadi dinamis dan siswa dapat memperoleh berbagai keterampilan baru yang dibutuhkan. Dalam pembelajaran inovatif terdapat perangkat yang terdiri dari program tahunan, program semester, silabus, RPP, penilaian, LKS, rangkuman materi, media, dan lembar refleksi. Perangkat pembelajaran ini bersifat melengkapi pembelajaran yang dilakukan, sehingga SD mempunyai referensi atau acuan dalam membuat pembelajaran yang inovatif bagi siswa. Salah satu masalah yang dihadapi pendidikan di Indonesia adalah rendahnya kualitas pendidikan nasional yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang monoton. Berdasarkan hasil wawancara guru di 2 SD yaitu SD Negeri Puren dan SD Negeri Kentungan proses pembelajaran yang berlangsung cenderung membuat siswa kurang mengembangkan daya berpikir, keterampilan dan rasa percaya dirinya. Siswa dituntut untuk menghafal dan mengingat materi tanpa memahami infromasi yang diingatnya dengan memadukan atau mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu masalah yang dihadapi pendidikan Indonesia adalah seringnya berganti kurikulum tanpa mempertimbangkan keberhasilan yang dicapai kurikulum sebelumnya atau saat ini. Guru belum memahami penerapan dari kurikulum sebelumnya, tetapi sudah beralih ke kurikulum yang baru dengan aturan dan cara yang baru. Dalam implementasi kurikulum 2013, (1) guru kurang memahami pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan pada saat proses belajar mengajar. Sejauh ini pemahaman guru hanya mengajar dengan menggunakan metode ceramah dan hanya menyampaikan materi saja tanpa melihat pemahaman siswa, (2) guru tidak tahu mengenai pembelajaran inovatif mulai dari definisi, tujuan, dan model-model yang digunakan dalam pembelajaran tersebut. Pengetahuan guru mengenai pembelajaran inovatif masih 2

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI rendah, (3) guru masih mengalami kesulitan dalam membuat pembelajaran inovatif atau pembelajaran yang tidak monoton bagi siswa dikarenakan dalam kurikulum 2013 mata pelajaran terintegrasi, (4) guru masih sering mengunduh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dari internet, sehingga daya kreativitas guru untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan tidak terasah. Ketika peneliti menanyakan mengenai bagaimana rencana mengembangkan pembelajaran inovatif untuk meningkatkan prestasi siswa, guru mengungkapkan bahwa belum ada gambaran mengenai pembelajaran inovatif seperti apa dan guru cenderung ceramah dengan menggunakan pembelajaran yang statis. Guru lebih menekankan pada aspek kognitif daripada aspek afektif dan psikomotorik, sehingga minat dan bakat siswa kurang diperhatikan. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang digunakan juga hanya mengunduh dari internet saja dan dari situ guru belum begitu memahami isi atau komponen dari RPP. Implementasi kurikulum 2013 di SD yang telah ditetapkan oleh pemerintah belum menekankan pada pembelajaran inovatif, hal ini dapat dilihat dari fakta di lapangan. Oleh karena itu, guru memerlukan contoh pengembangan perangkat pembelajaran inovatif model pembelajaran Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR). Peneliti memilih Quantum Learning sebagai model karena sintaks atau langkah- langkah pada model ini sesuai atau cocok untuk siswa SD kelas I, yaitu banyak kegiatan yang membuat siswa terlibat langsung. Pembelajaran ini merupakan pembelajaran yang membuat siswa dapat bermain sambil belajar. Bermain sambil belajar untuk siswa kelas I akan memudahkan mereka dalam menangkap atau menyerap pelajaran. Dalam model Quantum Learning guru tidak hanya memberikan bahan ajar kepada siswa tetapi juga memberikan motivasi sehingga timbul rasa semangat dan rasa percaya dirinya untuk lebih giat lagi dalam belajar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. 3

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Model pembelajaran Quantum Learning dikenal dengan sintaksnya yaitu TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, Rayakan). Alasan peneliti memilih Paradigma Pedagogi Refleksi ( PPR ) karena model ini menekankan pada pendidikan karakter dan lebih kepada refleksi, kegiatan yang dilakukan berpengaruh atau tidak terhadap hasil belajar siswa, dan guru juga dapat mengevaluasi pembelajaran hari itu juga apakah pembelajaran tersebut berhasil atau tidak. Jadi, tidak hanya siswa yang berefleksi namun guru juga ikut berefleksi. Proses pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dibuat sedemikian rupa, sehingga siswa menjadi pusat dari proses belajar, ditandai dengan kemampuan siswa yang mampu menemukan diri dan menggali pengetahuan dengan penuh tanggungjawab. Peneliti memilih kelas I dalam penelitian ini dikarenakan kelas I merupakan proses pembentukan karakter yang pertama, atau dasar dari pembentukan karakter. Melalui penggunaan bahasa dan cara penyampaian guru yang sederhana, siswa kelas I lebih mudah untuk menangkap yang diajarkan oleh guru dengan belajar menggunakan model pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Apalagi kelas I masih dalam penyesuaian sikap dari taman kanak- kanak ke jenjang selanjutnya. Peneliti juga memilih SD N Kentungan untuk dijadikan tempat penelitian karena sudah menerapkan kurikulum 2013 revisi 2017, sehingga peneliti dapat menyesuaikan antara mata pelajaran atau tema yang sedang di terapkan dengan kondisi atau kebiasaan siswa. Sub tema Kegiatan Keluargaku dipilih oleh peneliti karena sub tema ini membahas mengenai pembiasaan dalam kegiatan yang dilakukan dalam keluarga yang belum semua siswa melakukan pembiasaan dengan baik dan benar. Mata pelajaran yang terkait dalam sub tema ini sesuai dengan model pembelajaran yang dipilih peneliti. 4

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Rumusan Masalah Bagaimana kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Kegiatan Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar? C. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Kegiatan Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi peneliti Peneliti memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru dalam menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif untuk siswa kelas I SD mengacu kurikulum 2013 yang telah teruji kualitasnya. 2. Bagi guru Memberi pengetahuan baru dan inspirasi dalam membuat pembelajaran di kelas menjadi inovatif dan tidak monoton dengan model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 3. Bagi sekolah Sekolah mendapatkan contoh konkret berupa sebuah perangkat pembelajaran inovatif untuk siswa kelas 1 SD mengacu kurikulum 2013 dengan model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 4. Bagi Prodi PGSD Prodi PGSD dapat mempunyai keluaran produk perangkat pembelajaran inovatif dan sebagai acuan prodi dalam mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif untuk siswa kelas 1 SD mengacu kurikulum 2013 dengan model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 5

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. Definisi Operasional 1. Pembelajaran Inovatif adalah pembelajaran yang dilakukan guru memvariasi cara mengajar dengan menggunakan pendekatan, model dan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. 2. Perangkat pembelajaran inovatif adalah pegangan guru atau pedoman guru untuk melaksanakan pembelajaran yang meliputi program tahunan, program semester, silabus, RPP, penilaian, LKS, rangkuman materi, media, lembar refleksi secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. 3. Kurikulum SD 2013 adalah kurikulum yang mengembangkan tidak hanya pengetahuan siswa namun aspek sikap dan keterampilan juga dilibatkan, kurikulum 2013 juga menekankan pada pendidikan karakter yang diletakkan pada KI 1 dan KI 2 yang berupa pembiasaan pada saat kegiatan belajar mengajar. 4. Model pembelajaran inovatif adalah model pembelajaran yang digunakan dalam menyusun pembelajaran inovatif. Dalam model pembelajaran inovatif, siswa dilibatkan secara aktif dan bukan hanya dijadikan sebagai objek. 5. Quantum Learning adalah model pembelajaran yang menekankan untuk memberikan manfaat yang bermakna dan juga menekankan pada tingkat kesenangan dari peserta didik atau siswa. Dalam praktik quantum learning bersandar pada asas utama "Bawalah dunia mereka ke dalam dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dalam dunia mereka" dengan kerangka belajar yang dikenal sebagai TANDUR: Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, dan Rayakan. 6. Paradigma Pedagogi Refleksi adalah salah satu pedagogi untuk membantu kebutuhan pendidikan yang utuh dan menyeluruh, diharapkan dapat membantu perkembangan siswa bukan hanya menjadi lebih cerdas dalam bidang pengetahuannya tetapi 6

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berkembang menjadi pribadi yang peka pada kebaikan dan kebutuhan orang lain. Unsur utama dari PPR adalah refleksi atas apa yang dipelajari dengan karakteristik 3C yaitu compassion, conscience dan competence. F. Spesifikasi Produk yang dikembangkan 1. Cover Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan, niversitas yaitu Sanata Dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi biodata singkat penulis. 2. Ukuran kertas Produk dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. 3. Format tulisan Produk ditulis menggunakan theme font “Times New Rowman” dengan spasi 1,5 supaya terlihat jelas. 4. Kata pengantar Kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terima kasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. 5. Daftar isi Daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. 7

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Produk yang dikembangkan dalam perangkat pembelajaran terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 7. Program tahunan (Prota) Rencana umum pelaksanaan pembelajaran muatan pelajaran berisi antara lain rencana penetapan alokasi waktu satu tahun pembelajaran. Prota dibuat sesuai dengan kalender tahun pelajaran baru. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan: Identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan Format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). 8. Perangkat pembelajaran program semester (Promes) Merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak dapat disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat kalender dari semester gasal. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. 9. Perangkat pembelajaran silabus Merupakan salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. 10. Perangkat pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pebelajaran; 4) pendekatan, tipe dan metode; 5) sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) lampiran yang berisi materi pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media dan rubrik penskoran yang berjumlah enam set. 8

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 11. Mengandung karakteristik Kurikulum SD 2013 Karakteristik pembelajaran terpadu memuat unsur keterpaduan antara mata pelajaran yang akan diajarkan, saintifik yang dikembangkan adalah 5M yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan yang akan diaplikasikan di dalam kegiatan inti. Kemudian adanya penilaian otentik yaitu penilaian proses dari pengetahuan, sikap dan keterampilan. Kurikulum 2013 terdapat pendidikan karakter pada siswa dan kemampuan berpikir tinggi yaitu menerapkan Taksonomi Bloom mulai dari C4 sampai C6. 12. Mengembangkan keterampilan dasar abad 21 Mengembangkan empat keEtrampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi (communicative). 13. Sesuai dengan karakteristik setiap model pembelajaran inovatif yang digunakan. Adanya dua model yang dikembangkan yaitu Model Pembelajaran Quantum Learning dan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Tiga RPP menggunakan Model Pembelajaran Quantum Learning dan tiga model menggunakan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 14. Post Test mengacu pada panduan penilaian untuk sekolah dasar Terdapat enam set post test untuk setiap satu subtema yang diberikan pada akhir pembelajaran. 15. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar Peneliti menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang meliputi bahasa, peristilahan, nama orang, nama tempat tanda baca, dan kata penghubung. 9

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Karakteristik Kurikulum SD 2013 Kurikulum adalah suatu tanggapan pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi muda bangsanya Daryanto (2014: 1). Menurut Kurg (dalam Kurniasih & Sani, 2014: 5) kurikulum terdiri dari cara yang digunakan untuk mencapai atau melaksanakan tujuan yang diberikan sekolah.Arifin (2011: 1) kurikulum merupakan salah satu alat ukur untuk mencapai tujuan pendidikan, sekaligus merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis jenjang pendidikan. Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa kurikulum merupakan cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan pendidikan Indonesia sekaligus menjadi pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran diberbagai jenis jenjang pendidikan. Kurikulum 2013 muncul sebagai pelengkap dari kurikulum sebelumnya dan lebih menekankan pada pendidikan karakter siswa. Kurikulum 2013 ini mengintegrasikan antara karakter dengan pengimplementasiannya. Fadillah (2014: 16) mengemukakan bahwa kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang dikembangkan untuk meningkatkan dan menyeimbangkan antara kemampuan soft skills dan hard skills yang meliputi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Pada semua komponen kurikulum harus mencerminkan karakter yang akan dicapai. Oleh karena itu kurikulum 2013 ini muncul istilah KI (Kompetensi Inti) sebagai pedoman dalam proses pembelajaran. Menurut Nuh (dalam Kurniasih & Sani, 2014) berpendapat bahwa kurikulum 2013 10

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI berfokus kepada kompetensi dengan pemikiran kompetensi berbasis sikap, keterampilan dan pengetahuan. Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang berbasis karakter dan kompetensi. Mulyasa (2013: 7) kurikulum 2013 tidak hanya menekankan kepada penguasaan kompetensi siswa melainkan juga dalam pembentukan karakter. Sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) yang telah ditentukan oleh Kemendikbud, KI 1 dan KI 2 berkaitan dengan tujuan pembentukan karakter siswa sedangkan KI 3 dan KI 4 berkaitan dengan penguasaan kompetensi siswa. Berdasarkan paparan di atas dapat disimpulkan bahwa kurikulum 2013 adalah kurikulum yang mengembangkan tidak hanya pengetahuansiswa namun aspek sikap dan keterampilan juga dilibatkan. Kurikulum 2013 juga menekankan pada pendidikan karakter yang diletakkan pada KI 1 dan KI 2 yang berupa pembiasaan pada saat kegiatan belajar mengajar. Berikut ini merupakan karakteristik kuikulum 2013 : a. Pembelajaran Terpadu Pada Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi menurut Permendikbud nomor 65 tahun 2013, prinsip pembelajaran yang digunakan yaitu dari pembelajaran parsial atau terpisah menuju ke pembelajaran terpadu. Menurut Daryanto (2014: 17) Kurikulum 2013 adalah sebuah komponen yang terpadu, semua materi pelajaran disatukan menjadi suatu kesatuan yang terpadu dalam menghasilkan kompetensi lulusan. Dalam Murfiah (Joni, 2017: 10) menyatakan bahwa pembelajaran terpadu merupakan sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara kelompok atau individu, aktif mencari, menggali, dan menemukan konsep serta prinsip keilmuwan secara holistik, bermakna, dan autentik. Hadisubroto (dalam Trianto, 11 2014: 56) mengemukakan bahwa

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran terpadu yang diawali dengan suatu pokok bahasan atau tema tertentu yang dikaitkan dengan pokok bahasan lain, konsep tertentu dikaitkan dengan konsep lain, yang dilakukan secara spontan atau direncanakan baik dalam satu bidang studi atau lebih, dan dengan belajar anak, maka pembelajaran terpadu menjadi bermakna. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran terpadu adalah sebuah komponen yang terpadu, antara materi satu dengan yang lain disatukan menjadi satu kesatuan, sehingga dapat menghasilkan kompetensi lulusan yang membuat siswa dapat menggali dan mencari informasi yang ada baik secara individu maupun kelompok. Karakteristik dalam pembelajaran terpadu menurut Trianto (dalam Murfiah, 2017: 20) adalah sebagai berikut. 1. Holistik Suatu gejala atau peristiwa yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu yang diamati dan diuji dari beberapa mata pelajaran sekaligus, tidak dari sudut pandang yang terpisahpisah. Hal ini membuat siswa akan menjadi bijaksana dalam menyikapi suatu kejadian yang dihadapinya. 2. Bermakna Mengkaji dari suatu fenomena dari berbagai macam aspek yang akan membentuk jalinan antar skemata yang dimiliki siswa. Diharapkan siswa akan memaknai materi yang dipelajari dan mampu menerapkan hasil belajarnya untuk memecahkan masalah yang ada dalam kehidupannya. 3. Otentik 12

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siswa secara langsung memahami konsep dan prinsip yang ingin dipelajari. Mereka memahami hasil dari proses belajar dan interaksi dengan fakta dan peristiwanya sendiri. Guru hanya bersifat fasilitator, yang artinya guru hanya memberikan bimbingan mengenai arah yang dilalui dan memberikan fasilitas secara maksimal untuk mencapai tujuan tersebut. 4. Aktif Pembelajaran terpadu dikembangkan berdasarkan pendekatan diskoveri inkuiri. Dilakukan dengan cara siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai kepada proses evaluasi. b. Pengembangan Karakter Siswa Fitri (2012) mengemukakan pendidikan karakter dapat dimasukkan dalam sebuah pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma dan nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan dan dikaitkan dalam kegiatan sehari- hari. Oleh karena itu, pendidikan karakter diarahkan pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Selain itu, dikaitkan dalam konteks nyata di kehidupan sehari- hari di sekolah maupun masyarakat. Menurut Retno (2012: 4) menyatakan bahwa pendidikan karakter sesungguhnya bukan sekedar mendidik benar dan salah, namun meliputi proses pembiasaan mengenai perilaku yang baik sehingga siswa dapat memahami, merasakan, dan mau berperilaku baik sehingga terbentuklah tabiat yang baik. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kurikulum 2013 mengajak siswa untuk berpikir kritis dan membuat siswa 13

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI yang memiliki karakter unggul seperti kejujuran, kerja keras, berakhlak mulia, percaya diri, memiliki kreativitas dalam berpikir, dan tanggung jawab. Oleh sebab itu, pendidikan karakter berguna untuk generasi selanjutnya guna memilah pengaruh yang datang dari luar dalam konteks pendidikan maupun pergaulan yang mempengaruhi sikap atau perilaku siswa c. Menggunakan Pendekatan Saintifik Daryanto merupakan (2014: proses 51), dimana pendekatan pembelajaran saintifik dirancang sedemikian rupa agar siswa secara aktif mengonstruksi konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dari berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang "ditemukan". Menurut Yani (2014: 121) pendekatan sainifik merupakan pembelajaran keterampilan proses sains yang dapat mengembangkan sikap ilmiah dan membina keterampilan belajar (basic kemampuan yang berfungsi learning untuk tools) yaitu membentuk keterampilan individu dalam mengembangkan dirinya secara mandiri. Dari beberapa penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang ditandai dengan siswa aktif dalam kegiatan mengonstruksi konsep melalui mengamati, menanya, menalar, mencoba yang berfungsi untuk membentuk keterampilan individu dalam mengembangkan diri peserta didik secara mandiri. 14

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Karakteristik pendekatan saintifik (Daryanto, 2014: 53) yaitu berpusat pada siswa, melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep dan hukum, melibatkan proses kognitif yang potensial perkembangan intelek khususnya dalam merangsang keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, dan dapat mengembangkan karakter siswa. Langkah- langkah pendekatan saintifik (Daryanto, 2014: 59)meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba yang kemudian dari semua itu membentuk jejaring atau networking. Dalam Yani, (Hosnan, 2014: 38) menyatakan bahwa pendekatan saintifik mempunyai kriteria proses pembelajaran (1) materi pembelajaran berbasis pada fakta yang dapat dijelaskan dengan logika, (2) mendorong siswa untuk berpikir ilmiah (kritis, analitis dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, menyelesaikan masalah dan mengaplikasikan atau menerapkan dalam materi pembelajaran), (3) berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat dipertanggung jawabkan, (4) tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana dan jelas namun menarik dalam sistem penjelasannya, (5) interaksi antara guru dengan siswa, penjelasan serta respons siswa dapat tersampaikan dengan baik tanpa menimbulkan presepsi yang berbeda, (6) mendorong dan menginspirasi siswa mampu berpikir hipotetik (saling ketergantungan antara satu dengan yang lain) dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu sama lainnya dari materi pembelajaran. Permendikbud No. 81A Tahun 2014 dalam Abduh (2017) menyatakan bahwa dalam pendekatan saintifik terdapat lima langkah pembelajaran `yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan 15 informasi (mencoba),

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Berikut adalah tabel keterkaitan langkah pembelajaran dengan kegiatan pembelajaran serta maknanya. Tabel 2.1 Keterkaitan antara Langkah Pembelajaran dengan Kegiatan Belajar dan Maknanya Langkah- langkah Pembelajaran Mengamati Kegiatan Pembelajaran Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat) Menanya Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang belum dipahami dari pengamatan atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (mulai dari pertanyaan faktual ke pertanyaan hipotettik) Mengumpulkan Melakukan informasi (mencoba) eskperimen, membaca sumber lain selain buku teks, misal internet, mengamati objek/ kejadian/ aktivitas, wawancara 16 Kompetensi yang dikembangkan Melatih ketelitian mencari informasi dan melatih kesungguhan Mengembangkan sikap rasa ingin tahu, merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran yang kritis. Mengembakan sikap jujur, sopan, teliti, menghargai pendapat orang lain, kemampuan komunikasi dengan mengumpulkan informasi melalui cara yang

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan narasumber Mengasosiasikan Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik secara eksperimen atau mengamati. Pengolahan informasi bersifat menambah keluasan dan kedalaman informasi yang diterima Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan secara lisan, tertulis maupun media lainnya dipelajari Mengembangkan sikap disiplin, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan Mengembangkan sikap toleransi, menghargai pendapat orang lain, berpikir ssitematis dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar d. Penilaian Otentik Proses penilaian dalam Kurikulum 2013 adalah penilaian otentik. Aspek pada penilaian ini ada 3 ranah yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik dengan tujuan mampu menggambarkan hasil dari pembelajaran siswa. Jonathan Mueller (dalam Sani, 2016: 22) mengemukakan bahwa penilaian otentik adalah suatu bentuk penilaian dengan meminta siswa untuk menunjukkan tugas "dunia nyata" yang mendemonstrasikan aplikasi yang bermakna dari pengetahuan dan keterampilan penting. 17

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Menurut Grant Wiggins (dalam Sani, 2016: 23) Penilaian otentik merupakan bentuk penilaian yang melibatkan siswa dalam persoalan yang berguna atau pertanyaan penting sehingga peserta didik harus menggunakan pengetahuan untuk menunjukkan kinerja secara efektif dan kreatif. Penilaian atau asesmen hasil belajar oleh pendidik dimaksudkan untuk mengukur kompetensi atau kemampuan peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, sedangkan observasi adalah penilaianyang bertujuan untuk mengetahui ranah sikap dari siswa.Penilaian ini juga diperlukan untuk mengetahui apakah siswa benar- benar belajar atau tidak, apakah pengalaman siswa memiliki pengaruh yang positif terhadap pengembangan, baik intelektual ataupun mental siswa. Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa penilaian otentik merupakan penilaian yang berdasarkan penguasaan kemampuan peserta didik yang telah dipelajari sebelumnya untuk menunjukkan kinerja secara efektif dan kreatif. e. Keterampilan berfikir tingkat tinggi/ High Order Thinking Skill(HOTS ) Dalam Anugrah, (Gunawan, 2012: 171) menyatakan bahwa keterampilan berpikir tingkat tinggi/ High Order Thinking Skill(HOTS )adalah proses berpikir yang mengharuskan murid untuk memanipulasi ide- ide dan informasi dalam cara tertentu yang memberikan mereka pengertian atau implikasi baru. Menurut Ernawati (2017: 196- 197) mengemukakan keterampilan berpikir tingkat tinggi/ High Order Thinking Skill (HOTS) adalah cara berpikir yang tidak hanya menghafal secara verbalistik atau umum namun juga memaknai hakikat yang terkandung 18

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI didalamnya, cara berpikir yang dibutuhkan adalah cara berpikir integralistik dengan analisis, sintesis, mengasosiasi hingga membuat kesimpulan menuju kedalam penciptaan ide- ide yang kreatif dan produktif. Dari paparan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi/ High Order Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir yang mengajak peserta didik atau siswa untuk menggali informasi dan ideide secara mendalam atau memaknainya sehingga terciptanya sesuatu yang kreatif dan inovatif. 2. Keterampilan Dasar Abad 21 Framework pembelajaran abad ke-21 menurut Yani & Mamat (2018: 41) adalah salah satu gagasan diadaptasi dalam pengembangan kurikulum 2013. Keterampilan belajar pada pembelajaran abad 21 mempunyai 3 ruang lingkup yaitu keterampilan informasi dan komunikasi, keterampilan berpikir dan memecahkan pengarahan masalah diri dan sendiri keterampilan (self-directional interpersonal skills) dengan dan 4 keterampilan yang dikenal dengan istilah 4C (critical thinking, communication, collaboration, dan creativity) dan keterampilan ICT. a. Critical Thinking Berpikir kritis merupakan proses kognitif untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi secara cerdas. Kemampuan berpikir kritis dapat membantu dalam memecahkan masalah, mempermudah pekerjaan, mampu mencari solusi dan menentukan keterkaitan sesuatu dengan yang lainnya yang lebih akurat. Menurut Ruland (dalam Yani & Mamat, 2018: 48) selalu muncul mengacu dan berdasar kepada suatu standar yang disebut standar intelektual yang bersifat universal. 19

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI b. Communication Komunikasi adalah berkomunikasi. kemampuan seseorang Kemampuan komunikasi meliputi dalam aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang sesuai dalam mengelola pertukaran pesan verbal dan non verbal berdasarkan patokan-patokan tertentu. Menurut William Howel dalam Griffin (Yani & Mamat, 2018: 49) indikator dalam mengukur kompetensi komunikasi antara lain adanya unsur selfdisclosure, empathy, social interaction management, relaxation, altercentrism, assertiveness, expressiveness, supportiveness, immediacy, dan environmental control. c. Collaboration Kolaborasi adalah bentuk interaksi sosial yaitu aktivitas kerja sama yang ditujukan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami tugasnya masingmasing. Dalam kolaborasi melibatkan pembagian tugas, dilakukan dengan cara setiap orang memperoleh pekerjaannya sesuai dengan tanggung jawab demi mencapai tujuan bersama. Dalam mengembangkan kompetensi kolaboratif, pembelajaran yang disarankan melalui belajar aktif, konstruktif, kontekstual dan bersifat sosial. d. Creativity Kreativitas merupakan suatu proses mental yang memunculkan gagasan atau konsep baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuwan, kreativitas merupakan pemikiran berdaya cipta yang dianggap memiliki keaslian gagasan, gagasannya lebih baik, dan usulan dapat mengatasi masalah yang dihadapi. Menurut Semiawan (dalam Yani & Mamat, 2018: 51) ciri orang kreatif antara lain berani mengambil resiko, mampu mendefinisikan dan merumuskan masalah, berperan dalam mengatasi masalah, toleran terhadap 20

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI masalah yang membingungkan, dan menghargai sesama di lingkungan sekitar. 3. Perangkat Pembelajaran Dalam melaksanakan pembelajaran di SD guru mempunyai perangkat pembelajaran yang digunakan agar tujuan dan kompetensi dari pembelajaran tersebut dapat dicapai secara maksimal. Devi dkk( 2009: 1) menjelaskan bahwa perangkat pembelajaran merupakan pegangan guru untuk melaksanakan pembelajaran pada setiap kompetensi dasar (KD) baik di ruang kelas, laboratorium, atau lapangan yang meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran dapat berlangsung dengan baik. Perangkat pembalajaran yang digunakan adalah program tahunan (prota), program semester (promes), silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). a. Program Tahunan (prota) Prota (Program Tahunan) berdasarkan kurikulum 2013 adalah program umum tematik terpadu untuk setiap kelas yang dikembangkan oleh guru. Program Tahunan menjadi rencana umum dari pelaksanaan pembelajaran semua mata pelajaran setelah diketahui jumlah jam pelajaran efektif dalam satu tahun. Program tahunan perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru diawal tahun pelajaran, karena merupakan acuan bagi pengembangan program-program berikutnya, yaitu Program Semester, Silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Komponen prota menurut Kunandar (2013: 4) adalah identitas satuan pendidikan, semester, kelas, tahun pelajaran, tema, subtema, pembelajaran ke-, bulan. b. Promes (Program Semester) Penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak bisa disusun sebelum program tahunan dibuat. 21

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Program Semester ini berisi garis besar mengenai hal – hal yang akan dilaksanakan dan dicapai dalam sebuah semester. Komponen promes menurut Kunandar (2013: 4) adalah identitas satuan pendidikan, semester, kelas, tahun pelajaran, tema, subtema, pembelajaran ke-, bulan. c. Silabus Fadillah (2014: 135) mengemukakan silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penlaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Sejalan dengan Departemen Pendidikan Nasional (dalam Akbar, 2008: 16) memaparkan bahwa silabus adalah rencara pembelajaran dalam satu atau lebih mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Ruang lingkup silabus dapat dijelaskan sebagai berikut. 1) Kompetensi Inti Kompetensi inti merupakan tingkat kemampuan dalam mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang siswa pada setiap tingkat kelas atau program. 2) Kompetensi Dasar Kompetensi dasar adalah kemampuan untuk mencapai kompetensi inti yang harus diperoleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. 3) Materi pembelajaran Materi pembelajaran adalah setiap materi ajar yang akan disampaikan dalam kegiatan belajar mengajar kepada siswa. Materi pembelajaran ini mengacu pada 22

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kompetensi inti dan kompetensi dasar yang telah ditentukan. Hal tersebut dilakukan karena, materi pembelajaran dibuat untuk mencapai standar kompetensi lulusan. 4) Kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran adalah proses belajar mengajar atau interaksi antar siswa, antara siswa dengan pendidik dan sumber belajar suatu lingkungan belajar. Substansi kegiatan pembelajaran pengalaman dari siswa sesungguhnya adalah itu sendiri. Kegiatan mengacu dengan Rencana pembelajaran harus Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya guna untuk mencapai standar kompetensi yang ditentukan. 5) Penilaian Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi atau hasil dalam belajar siswa. Penilaian ini berfungsi untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan atau berlanjut. Penilaian ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik, meliputi: tes tertulis, observasi, praktik, penugasan perseorangan atau kelompok. 6) Alokasi waktu Alokasi waktu adalah beban waktu yang diberikan untuk setiap kompetensi yang akan dicapai. Alokasi waktu ditentukan berdasar keluasan materi yang diajarkan. 7) Sumber belajar Sumber belajar adalah rujukan, objek, dan bahan yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sumber 23

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI belajar ini dapat berupa media cetak dan elektronik, narasumber, lingkungan fisik, budaya, sosial dan alam. Berkaitan dengan pengembangan silabus, terdapat beberapa prinsip yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Prinsip-prinsip tersebut meliputi: ilmiah, relevan, fleksibel, kontinuitas, konsisten, memadai, aktual dan kontekstual, serta efektif dan efisien. Prinsipprinsip tersebut dikutip dari buku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan karya Mulyasa. d. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP merupakan sebuah perangkat pembelajaran yang digunakan sebagai acuan guru dalam mengajar. Dalam Fadillah (Mulyasa, 2007: 212) memaparkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan suatu rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang sudah ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Berbeda halnya menurut Permendikbud No. 65 tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rancangan kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. Mengacu pada Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum 2013, bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah encana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci dari suatu materi pokok atau tema tertentu yang mengacu pada silabus. RPP mencakup: 1. Identitas Identitas ini memuat satuan pendidikan kelas, semester, mata pelajaran atau tema, dan jumlah pertemuan. 2. Kompetensi Inti 24

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kompetensi inti adalah tingkat kemampuan yang disusun untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik. 3. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar adalah kemampuan untuk mencapai kompetensi inti yang harus diperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran. 4. Indikator Indikator mengacu pada kompetensi dasar yang ada. Indikator memuat aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Indikator dirancang berdasar kegiatan yang akan dilakukan peserta didik atau siswa dalam kegiatan pembelajaran. 5. Tujuan Pembelajaran Tujuan pembelajaran dirumuskan mengacu pada rumusan indikator dalam bentuk pernyataan yang operasional. Jumlah rumusan tujuan pembelajaran dapat sama atau lebih daripada indikator. Tujuan pembelajaran mengandung unsur Audience (A), Behaviour (B), Condition (C), dan Degree (D). Audience adalah peserta didik atau siswa menjadi subjek tujuan pembelajaran tersebut. Behaviour adalah kata kerja yang mendeskripsikan kemampuan audience setelah pembelajaran. Condition adalah situasi pada saat tujuan pembelajaran diselesaikan. Terakhir Degree adalah standar yang harus dicapai oleh Audience sehingga dinyatakan telah mencapai tujuan. Biasanya Degree dinyatakan dengan angka atau quanty. 6. Materi pembelajaran Materi pembelajaran adalah suatu tema atau materi yang menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan pembelajaran. Materi pembelajaran dalam RPP harus harus dikembangkan 25

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI secara rinci bahkan jika perlu guru mengembangkannya lagi menjadi buku siswa. 7. Metode pembelajaran Metode pembelajaran adalah suatu cara maupun strategi yang digunakan untuk menyampaikan suatu materi tertentu dalam kegiatan belajar mengajar sehingga yang menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. 8. Model pembelajaran Model pembelajaran memuat langkah-langkah yang akan digunakan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Model tersebut dimasukkan ke dalam langkah-langkah pembelajaran meliputi kegiatan awal, inti dan kegiatan akhir. Masingmasing kegiatan disesuaikan dengan alokasi waktu yang dibutuhkan. Kegiatan pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik model yang dipilih, menggunakan sintaks yang sesuai dengan modelnya. 9. Media pembelajaran Media pembelajaran berupa alat bantu dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pembelajaran. 10. Sumber belajar Sumber belajar adalah bahan yang dijadikan sebagai acuan dalam proses pembelajaran. Dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau seumber belajar lainnya yang relevan sehingga dapat dijadikan referensi dalam kegiatan pembelajaran. 11. Penilaian Penilaian merupakan bentuk pengukuran untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau ketercapaian siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut dapat berupa observasi, tertulis, unjuk kerja, dan lain- lain. Penilaian dijabarkan atas 26

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI jenis atau teknik penilaian, bentuk instrumen dan instrumen, kunci jawaban, dan pedoman penskoran. 4. Pembelajaran Inovatif a. Hakikat Pembelajaran Inovatif Kita sering mendengar kata inovasi (innovation) yang sering digunakan untuk menyatakan penemuan hal yang baru yang diciptakan oleh manusia sehingga bermanfaat bagi kehidupannya. Pembelajaran merupakan suatu sistem yang memiliki peran sangat dominan untuk mewujudkan kualitas pendidikan. Shoimin (2014: 20) mengemukakan bahwa inovasi pembelajaran merupakan upaya penemuan atau pembaharuan dalam sistem pembelajaran yang dilakukan dengan tujuan mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik agar lebih efektif dan efisien. Pembelajaran inovatif adalah suatu proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa, sehingga berbeda dengan pembelajaran pada umumnya yang dilakukan oleh guru. Pembelajaran ini berpusat pada siswa jadi siswa dituntut untuk dapat menemukan inovasi-inovasi baru dalam belajar. Pembelajaran inovatif juga dapat didefinisikan sebagai pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri. Dalam jurnal Dasna berjudul Hakikat Pembelajaran Inovatif dan Interaktif (1.6) mengemukakan bahwa dalam membelajarkan siswa, siswa harus berperilaku aktif untuk membangun konsep dan pemahaman dari tahapan-tahapan belajarnya. Siswa akan mengamati fakta di dalam kehidupan sehari-hari yang kemudian menggabungkan pengetahuan yang dimilikinya dengan fakta tersebut. b. Karakteristik Pembelajaran Inovatif Secara garis besar, pembelajaran inovatif dapat digambarkan sebagai berikut. 27

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 1. Siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran yang mengembangkan kemampuan mereka. 2. Guru menggunakan berbagai media dan model, pendekatan serta membangkitkan pembelajaran metode yang semangat siswa sehingga beragam dalam pembelajaran untuk kegiatan menjadi menyenangkan, menarik, dan cocok bagi peserta didik. 3. Guru menerapkan pembelajaran secara kooperatif dan interaktif. 4. Guru mendorong peserta didik untuk menemukan cara sendiri dalam penyelesaian masalah, menyampaikan gagasan, dan melibatkan siswa dalam lingkungannya. c. Keunggulan Pembelajaran Inovatif Keunggulan dari pembelajaran inovatif menurut Mifullah (2018: 9 )adalah sebagai berikut. 1. Melatih siswa untuk mendesain suatu penemuan. 2. Menuntut kreativitas guru dalam mengajar. 3. Hubungan antara siswa dengan guru menjadi hubungan yang saling belajar dan saling membangun. 4. Merangsang perkembangan kemajuan berpikir siswa untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tepat. 5. Membuat pendidikan sekolah lebih relevan dengan kehidupan. 6. Proses pembelajaran dirancang, disusun, dan dikondisikan untuk siswa belajar. d. Kelemahan pembelajaran inovatif menurut Mifullah (2018:11) adalah sebagai berikut: 1. Siswa yang kurang aktif dalam proses belajar akan semakin tertinggal. 28

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Memerlukan alokasi waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan metode pembelajaran yang lain. 3. Kurangnya kreativitas guru. e. Berbagai model pembelajaran inovatif yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran (model sesuai dengan pilihan mahasiswa) Paradigma Pedagogi Refleksi dan Quantum Learning. a) Paradigma Pedagogi Refleksi Pedagogi Reflektif adalah salah satu pedagogi untuk membantu kebutuhan pendidikan yang utuh dan menyeluruh. Pedagogi Reflektif diharapkan dapat membantu perkembangan siswa, bukan hanya menjadi lebih cerdas dalam bidang pengetahuannya tetapi berkembang menjadi pribadi yang peka pada kebaikan, peka pada kebutuhan orang lain. Menurut Suparno (2015: 6) menyatakan bahwa PPR adalah salah satu pedagogi untuk membantu kebutuhan pendidikan yang utuh dan menyeluruh. PPR dapat dikatakan model pembelajaran karena merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. PPR juga dapat pembelajaran karena dikatakan PPR sebagai mempunyai metode prosedur, urutan, langkah-langkah, dan cara yang digunakan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran. Karaktertistik Pedagogi Reflektif adalah memuat 3C yaitu Competence dimana mampu menguasai bahan baik secara teoritis dan praktis (menjelaskan dengan mendalam termasuk nilai yang ada didalamnya mulai dari unsur kognitif hingga skill siswa), Conscience yaitu siswa mampu menilai materi yang dialami dari 29

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sisi baik dan tidak baik, dan akhirnya dapat mengambil keputusan dalam hidup yang lebih baik, kemudian Compassion atau bela rasa dan kepekaan pada orang lain dan alam lingkungan ditandai dengan perilaku peserta didik yang menjadi peka pada kebutuhan orang lain, masyarakat, bangsa bahkan alam semesta. Langkah- langkah Pembelajaran Pedagogi Reflektif : 1. Konteks Dalam mengajar guru konteksnya, terutama perlu mengerti konteks siswa yang dibantu atau dididik, kelas yang diampu, mata pelajaran dan lingkungan dimaan guru memberikan materi. Jika pembelajaran kita sesuai dengan konteks maka peserta didik akan semakin mudah menangkap dan mengerti apa yang kita ajarkan. Untuk menggali konteks siswa bisa dengan menggunakan tanya jawab, pretest, atau pengamatan. 2. Pengalaman Unsur yang terpenting dalam PPR adalah pengalaman. Pengalaman merupakan kejadian yang sungguh terjadi, dilakukan, dialami, dihidupi, yang dapat menyentuh pikiran, hati, kehendak, perasaan, maupun hasrat peserta didik. Tanpa pengalaman dalam pembelajaran maka peserta didik tidak akan mendalami materi dan memetik makna yang mendalam dari materi yang dipelajari. pengalaman bertekun, 30 Pengalaman mengolah diperlukan bahan, untuk belajar, pengalaman direfleksikan

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sehingga pembelajaran mempunyai makna bagi kehidupan peserta didik. Tugas guru adalah menyediakan pengalaman itu bagi siswa, sehingga siswa sungguh mengalami sendiri dan pengalaman itu menjadi miliknya. Pengalaman pengalaman langsung, sendiri meliputi pengalaman tidak langsung, menyangkut aspek kognitif, afektif, psikomotorik; menyangkut pribadi, menggunakan imaginasi; perasaan; pikiran; afeksi. 3. Refleksi Langkah penting berikutnya dalam PPR adalah refleksi. Dalam tahap ini, siswa dibantu untuk menggali pengalaman mereka sedalamdalamnya dan seluas-luasnya, dan mengambil makna bagi hidup pribadi, bersama, dan hidup kemsyarakatan. Dapat dilakukan secara tertulis maupun lisan. 4. Aksi Aksi adalah tindakan, entah masih batin ataupun sudah tindakan psikomotorik, yang dilakukan siswa setelah mereka merefleksikan pengalaman sungguh belajar mereka. mempunyai Siswa yang pengalaman dan merefleksikan pengalamannya, banyak yang menemukan sesuatu dan terdorong untuk melakukan aksi tertentu yang berguna bagi dirinya dan orang lain serta masyarakat. Secara nyata aksi dapat berupa dua hal yaitu : sikap diri yang berubah lebih baik dan tindakan nyata 31

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI keluar yang dapat dilihat dan dirasakan orang lain. Hal yang terpenting adalah siswa menuju Competence yaitu mampu menguasai bahan (menjelaskan dengan mendalam termasuk nilai yang ada didalamnya), Conscience yaitu siswa mampu menilai materi yang dialami dari sisi baik dan tidak baik, dan akhirnya dapat mengambil keputusan dalam hidup yang lebih baik, dan Compassion atau bela rasa dan kepekaan pada orang lain dan alam lingkungan ditandai dengan perilaku siswa yang menjadi peka pada kebutuhan orang lain, masyarakat, bangsa bahkan alam semesta. 5. Evaluasi Evaluasi dimaksudkan untuk melihat secara keseluruhan proses PPR itu terjadi dan berkembang. Evaluasi lebih diperlukan bagi guru untuk melihat bantuan guru kepada siswa dalam proses PPR memang jalan atau tidak. Jadi, lebih untuk melihat program dan pelaksanaan sesuai dengan tujuannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat melakukan evaluasi program PPR antara lain : a. Terdapat aksi yang siswa lakukan setelah dilakukannya pembelajaran dengan menggunakan model PPR. b. Karakter siswa muncul setelah selesai melakukan pembelajaran dengan model PPR. c. Proses refleksi yang dilakukan siswa apakah sudah mendalam. apakah siswa 32

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menjadi gembira dan bangga saat mempelajari suatu pelajaran. d. Apakah siswa menemukan makna dari pembelajaran yang telah dilakukan. e. Apakah kegiatan yang siswa lakukan sudah menerapkan 3C (Competence, Conscience, dan Compassion). PENGALAMAN KONTEKS COMPETENCE CONSIENCE COMPASSION AKSI REFLEKSI EVALUASI Gambar 2.1 Skema Dinamika PPR Menurut Suparno (2015: 66-67), manfaat Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) diuraikan sebagai berikut. 1. Manfaat bagi peserta didik Manfaat Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) untuk peserta didik adalah : a. Siswa berkembang secara utuh. Siswa menjadi kompeten dalam bidang ilmu pengetahuan, kesadaran suara hati, dan juga kepekaan dan 33

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bela rasanya bagi orang lain. Siswa juga mengembangkan ciri 3C yaitu Competence, consience, dan Siswa Compassion. mengembangkan segi kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam belajar. b. Siswa berkembang menjadi pribadi yang kritis, analitis terhadap hal yang sedang dihadapi dan dialami. c. Siswa sungguh menguasai materi, karena menggali sendiri merefleksikannya secara aktif, hidup masing- dalam masing. d. Siswa memperoleh makna dari apa yang dipelajari bagi hidupnya dan hidup orang lain. Siswa belajar bukan hanya untuk memperoleh pengetahuan namun mengembangkan kehidupan kedepan yang lebih baik dan maju. e. Siswa pandai memilah informasi dan mengambil keputusan secara tepat. f. Karakter siswa menjadi berkembang. g. Siswa dapat menemukan makna dari pembelajaran yang tidak baik, kegagalan dalam belajar karena mereka merefleksikan dan mengambil makna bagi langkah selanjutnya dalam arti belajar dari kesalahan dan diharapkan untuk tidak mengulanginya. h. Siswa dibantu dalam realistik dalam kehidupan. Terus bersemangat dan tidak putus asa. 34

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Manfaat bagi guru Adapun beberapa manfaat yang diperoleh untuk guru menggunakan model ini. a. Guru merasa gembira karena pembelajaran bukan hanya menambah pengetahuan siswa namun mengembangkan seluruh pribadinya terutama suara hati dan kepekaan siswa terhadap orang lain dan lingkungannya. b. Guru dapat melihat dampak positif maupun negatif dari bahan yang diajarkan. c. Guru tidak perlu menjelaskan secara rinci, hanya mengambil garis besar atau secara keseluruhan dari bahan ajar kemudian siswa yang menggalinya, entah itu secara individu maupun kelompok. d. Guru dapat melihat dan mendengarkan refleksi dari siswa. b) Quantum Learning Quantum teaching adalah penggubahan belajar yang meriah, dengan segala nuansanya. Quantum teaching juga menyertakan segala kaitan antara, interaksi dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar. Dalam praktik Quantum Teaching bersandar pada asas utama "bawalah dunia mereka ke dalam dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dalam dunia mereka". Setiap bentuk interaksi dengan pembelajar, setiap rancangan kurikulum, dan setiap metode pembelajaran harus dibangun prinsip utama tersebut. Quantum Teaching mempunyai kerangka belajar yang dikenal sebagai TANDUR: Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasi, Ulangi, dan Rayakan, (DePorter, 35

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2004: 8-9). Berikut ini akan dijelaskan pengertian tersebut. 1. Tumbuhkan Tumbuhkan minat dengan memuaskan “Apakah Manfaatnya BagiKu (AMBAK)”, dan manfaatkan kehidupan belajar. Tahap tumbuhkan bisa dilakukan untuk menggali permasalahan terkait dengan materi yang akan dipelajari, menampilkan suatu gambaran atau benda nyata, cerita pendek atau video. Tahap ini menumbuhkan keingin tahuan, penasaran ketertarikan terhadap materi juga yang rasa akan diajarkan. 2. Alami Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua peserta didik. Tahap ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan pengetahuan awal yang telah dimiliki. Saat kita mempelajari sesuatu dalam kehidupan nyata, kita sudah memiliki pengalaman awal. Lalu saat pengalaman terlihat terkait, kita mengumpulkan membantu informasi kita yang memaknai dapat pengalaman tersebut. Informasi yang tadinya abstrak menjadi konkret atau nyata. Pengalaman menciptakan ikatan emosional, yang kita ketahui bahwa menciptakan peluang makna (penamaan). 36 pengalaman untuk adalah pemberian

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Namai Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, sebuah “masukan”. Tahap penamaan memacu struktur kognitif siswa untuk memberikan identitas, menguatkan, dan mendefinisikan atas apa yang telah dialaminya. Pemberian nama setelah pengalaman akan menjadi sesuatu lebih bermakna dan berkesan bagi siswa. Untuk membantu penamaan dapat digunakan susunan gambar, warna alat bantu, kertas tulis, dan poster dinding. 4. Demonstrasi Sediakan kesempatan bagi peserta didik untuk “menunjukkan bahwa mereka tahu”. Tahap ini menyediakan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui. Tahap ini bisa dilakukan dengan penyajian di depan kelas, permainan, menjawab pertanyaan, dan menunjukkan hasil pekerjaan. 5. Ulangi Tunjukkan pelajar cara-cara mengulang materi dan menegaskan, “Aku tahu bahwa aku Pengulangan akan memang tahu memperkuat ini”. koneksi saraf, sehingga menguatkan struktur kognitif peserta didik. Tahap ini bisa dilakukan dengan penegasan kembali pokok materi pelajaran, memberikan kesempatan siswa 37

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI untuk mengulang pelajaran dengan teman lain atau melalui latihan soal. 6. Rayakan Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan. Perayaan dalam pembelajaran kuantum sangat diutamakan atau sangat penting. Perayaan dapat membangun keinginan untuk sukses dalam pembelajaran. Menurut Bobbi DePorter,et al., (2004:31-34), terdapat beberapa bentuk perayaan menyenangkan yang biasa digunakan yaitu tepuk tangan, jentikan jari, poster umum, dan catatan pribadi. Kelebihan Quantum learning menurut Shoimin (2014: 146) adalah dapat membimbing peserta pikir yang sama dalam satu saluran pikiran yang sama, saat proses pembelajaran perhatian siswa dapat dipusatkan kepada hal- hal yang dianggap penting oleh guru sehingga hal yang penting itu dapat diamati secara teliti, proses pembelajaran menajdi lebih nyaman dan menyenangkan, peserta didik dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataa, dan dapat mencoba melakukannya sendiri, kreativitas guru sangat diperlukan dalam merangsang keinginan siswa untuk belajar setiap harinya, dann pelajaran yang diberikan oleh guru mudah diterima atau dimengerti oleh siswa. Kelemahan dari Quantum Learning adalah model ini memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan 38

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI waktu yang cukup panjang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain, fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yang memadai tidak selalu tersedia dengan baik, dalam metode ini terdapat perayaan untuk menghargai usaha seorang siswa biasanya berupa tepuk tangan, nyanyian hal ini dapat mengganggu kelas lain, banyak memakan waktu dalam hal persiapan, memerlukan keterampilan guru secara khusus. B. Penelitian yang Relevan 1. Tyas Susilowati 2017 melakukan penelitian dengan judul Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Threaded Untuk Siswa Kelas IV SD Mengacu Kurikulum 2013. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research & Development (RnD), menggunakan prosedur pengembangan dari Borg & Gall dan Dick & Carey. Tempat penelitian di SD Joannes Bosco Baciro Yogyakarta, waktu penelitian berlangsung selama 9 bulan dari bulan April 2017 sampai bulan Januari 2018, subjek penelitian adalah guru kelas IV Musikal 1 dan kelas IV 3 SD Joannes Bosco Baciro. Kualitas perangkat pembelajaran terpadu Tipe Threaded untuk siswa kelas IV SD menurut pakar pembelajaran terpadu dinilai „‟A‟‟ artinya sangat baik, sedangkan kualitas perangkat pembelajaran menurut guru SD melalui uji coba terbatas di dua SD dikatakan „‟baik‟‟. 2. Ibadullah Malawi, Dewi Tryanasari, Edy Riyanto 2013 melakukan penelitian Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, subjek penelitian adalah guru- guru kelas IV di tujuh SD Magetan Jawa Timur, tempat penelitian di tujuh SD di Magetan Jawa Timur. Produk yang dikembangkan direspon dengan 39

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI baik oleh tujuh guru SD di Magetan Jawa Timur dengan buku model tersebut guru terbantudan memudahkan guru mengembangkan perangkat pembelajaran pada kurikulum 2013. 3. Mijahamuddin Alwi 2013 meneliti mengenai Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research & Development (R&D), dengan subyek penelitian siswa kelas IV SD N 4 Tebaban Lombok Timur, tempat di SD N 4 Tebaban. Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif berbasis kontekstual ini memudahkan guru dalam proses belajar mengajar dan efektif diterapkan pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Dari ketiga penelitian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa perangkat pembelajaran inovatif dapat memudahkan guru dan merasa terbantu dalam proses belajar mengajar di kelas. Selain itu, dapat menjadi referensi model pembelajaran yang dapat diterapkan guru sehingga kegiatan pembelajaran dapat bermakna dan menyenangkan. 40

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Susilowati (2017) Malawi (2013) Alwi (2013) Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Threaded Untuk Siswa Kelas IV SD Mengacu Kurikulum 2013 Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Kegiatan Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar (Wijayanti, 2019) Gambar 2.2 literatur Map C. Kerangka Pikir Hal yang disoroti dalam kurikulum 2013 baru- baru ini adalah pembelajaran inovatif dimana pembelajaran ini tidak muncul saat kegiatan belajar mengajar berlangsung di Sekolah Dasar. Guru hanya berpaku pada buku guru dan buku pegangan yang lain dengan menggunakan metode ceramah. Media pembelajaran, model pembelajaran maupun pendekatan tidak pernah guru gunakan atau manfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Guru memerlukan model pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran agar pembelajaran berlangsung dengan menyenangkan dan membuat siswa 41

(60) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI tidak bosan, diantaranya adalah model Pedagogi Reflektif dan Quatum Learning. Model Pedagogi Reflektif merupakan model pembelajaran yang dibutuhkan peserta didik juga guru karena dalam model ini peserta didik diberikan pengalaman langsung yang dapat menambah informasi yang berguna untuk peserta didik, sedangkan guru dapat mengevaluasi pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik, apakah pembelajaran membuat peserta didik memaknai materi yang diajarkan atau pembelajaran masih perlu diperbaiki. Dalam model Pedagogi Reflektif ini guru dapat mengevaluasi kegiatan pembelajaran dengan tes atau dengan soal evaluasi yang diberikan kepada peserta didik mencakup kegiatan selama pembelajaran berlangsung. Sedangkan model Quatum Learning adalah model pembelajaran yang berfokus pada hubungan dinamis pada lingkungan kelas, interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar guru perlu mempersiapkan perangkat pembelajaran inovatif. Sekolah Dasar (SD) sebagai tempat menuntut ilmu untuk peserta didik juga memerlukan perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu kurikulum 2013 untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Fakta dalam lapangan berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi guru tidak begitu memahami model-model pembelajaran inovatif dan membutuhkan perangkat pembelajaran inovatif. Faktor penyebabnya adalah keterbatasan guru mengenai pemahamannya terhadap model-model pembelajaran khususnya model Pedagogi Reflektif dan Quatum Learning. Perangkat pembelajaran inovatif yang konkret sangat dibutuhkan oleh guru sebagai acuan dalam kegiatan belajar mengajar dengan mengambil model pembelajaran inovatif Pedagogi Reflektif dan Quatum Learning mengacu kurikulum 2013. Perangkat pembelajaran inovatif mampu menambah pemahaman dan informasi baru untuk guru mengenai model pembelajaran inovatif yang dapat diterapkan/ 42

(61) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar. Dalam hal ini, guru diharapkan mampu memilih, mengembangkan, mendesain dan merevisi perangkat pembelajaran inovatif yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Kurikulum baru (Kurikulum 2013) Dasar dari pendidikan di tingkat satuan pendidikan Pembelajaran Inovatif Sekolah Dasar (SD) Perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013 untuk memenuhi kebutuhan model PPR dan Quantum Learning Pedagogi Reflektif adalah salah satu pedagogi untuk membantu kebutuhan pendidikan yang utuh dan menyeluruh.Sedangkan, Quantum Learning dapat dikatakan sebagai model pembelajaran yang menekankan untuk memberikan manfaat yang bermakna dan juga menekankan pada tingkat kesenangan dari peserta didik atau siswa. Pembelajaran Inovatif Model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan Quantum Learning Peneliti mengembangkan perangkat pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Kegiatan Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk SiswaKelas I Sekolah Dasar dengan Model Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) dan Quantum Learning. Fakta dilapangan yaitu guru masih kesulitan dalam mengembangkan dan menerapkan perangkat pembelajaran inovatif Contoh konkret berupa perangkat pembelajaran inovatif dengan Model Paradigma Pedagogi Reflektif dan Quantum Learning Gambar 2.3 Kerangka Pikir 43

(62) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI D. Pertanyaan Penelitian Berdasarkan uraian teori diatas maka dapat dirumuskan beberapa pertanyaan penelitian sebagai berikut. 1. a. Bagaimana kualitas pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Kegiatan Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar menurut guru SD menurut pakar Kurikulum 2013? b. Bagaimana kualitas pembelajaran inovatif dalam Sub Tema Kegiatan Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar menurut guru SD berdasar hasil uji coba terbatas? 44

(63) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research Development (R&D). Borg dan Gall (1989: 772) mengemukakan educational research and development is a process used to develop and validate educational product. Artinya adalah penelitian pengembangan pendidikan (R&D) merupakan sebuah proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Research Development (R&D) adalah rangkaian proses atau langkah- langkah dalam rangka mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat dipertanggung jawabkan, Trianto (2010: 206). Penelitian pengembangan dilakukan berdasarkan suatu model pengembangan berdasarkan berbasis industri, yang temuannya digunakan untuk mendesain produk dan prosedur, kemudian secara sistematis dilakukan uji lapangan, evaluasi, disempurnakan untuk memenuhi kriteria keefektifan, kualitas dan standar tertentu. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan adalah untuk menghasilkan produk berupa perangkat pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Refleksi dan Quantum Learning. Secara lengkap menurut Borg dan Gall (Sugiyono, 2015: 408-426) ada 10 langkah pelaksanaan strategi penelitian dan pengembangan, yaitu: 1. Potensi Masalah Potensi adalah sesuatu yang bila didayagunakan anak memiliki nilai tambah. Masalah merupakan penyimpangan antara yang diharapkan dengan apa yang terjadi. Masalah yang ditemukan dapat diselesaikan dengan menggunakan penelitian R&D. Melalui penelitian R&D dapat ditentukan bentuk atau 45

(64) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pola dan penanganan yang efektif dan efisien. Namun masalah juga dapat menjadi potensi apabila didayagunakan dengan baik. 2. Mengumpulkan Data/ Informasi Setelah potensi dan masalah ditemukan maka selanjutnya perlu dikumpulkan menjadi data yang akan menjadi bahan untuk merencanakan produk untuk mengatasi masalah yang ada. 3. Desain Produk Hasil akhir dari kegiatan penelitian dan pengembangan adalah suatu produk baru yang lengkap dengan spesifikasinya. 4. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai pakah rancangan produk rasional akan lebih efektif dari yang lama atau tidak. Validasi yang dilakukan dikatakan rasional karena validasi ini masih bersifat penilaian yang berdasarkan pemikiran rasional, belum fakta di lapangan. 5. Revisi Desain Revisi desain dilakukan setelah mengetahui kekurangan produk yang dibuat. Peneliti kemudian memperbaiki berdasarkan kritik dan saran yang telah diberikan oleh pakar. Hal ini bertujuan untuk memperoleh hasil produk yang lebih baik. 6. Uji Coba Produk Langkah ke enam adalah melakukan uji coba dengan cara eksperimen untuk mengetahui kefektifan dan keefisienan produk yang dibuat. Uji coba ini juga dilakukan untuk membandingkan keadaan sebelum produk diterapkan. 7. Revisi Produk Setelah uji coba tahap awal, peneliti mendapatkan hasil apakah produk perlu direvisi atau tidak. Apabila masih direvisi maka hasil revisi perlu diuji cobakan secara lebih luas. 8. Uji Coba Pemakaian. 46

(65) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Setelah perbaikan produk, maka produk tersebut di uji cobakan secara lebih luas. Produk yang telah dibuat harus dinilai kekurangan atau hambatan agar dapat diperbaiki lebih lanjut. 9. Revisi Produk Revisi ini dilakukan apabila dalam pemakaian terdapat kekurangan dan kelemahan produk yang dihasilkan. Revisi ini didahului dengan evaluasi kinerja untuk mengetahui kelemahankelemahan yang ada, sehingga dapat digunakan untuk penyempurnaan produk tersebut. 10. Pembuatan Produk Massal. Pembuatan produk masal ini dilakukan apabila produk baru telah diuji cobakan dalam beberapa kali pengujian dan dinyatakan efektif serta layak untuk diproduksi masal. Berikut ini adalah bagan dari langkah-langkah R&D yang dikemukakan oleh Borg &Gall (dalam Sugiyono, 2015: 408-426). Potensi Masalah Pengumpul an Data Desain Produk Uji coba produk Uji coba pemakaian Revisi produk Revisi Produk Produksi Massal Validasi Desain Revisi Desain Gambar 3.1 Langkah- langkah Penelitian dan Pengembangan menurut Borg & Gall 47

(66) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI B. Prosedur Pengembangan Borg and Gall ( 1983 : 772) mengemukakan bahwa prosedur penelitian pengembangan dasarnya terdiri dari dua tujuan utama, yaitu: (a) Pengembangan produk; dan (b) Menguji kefektifan produk dalam mencapai tujuan. Tujuan pertama sebagai fungsi pengembangan dan tujuan kedua sebagai validasi. Prosedur yang dipakai oleh peneliti dalam mengembangkan produknya adalah sebagai berikut. 1. Potensi Masalah Peneliti mencari potensi masalah mengenai perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Data kebutuhan dan tujuan produk melalui wawancara kepada wali kelas I SD Negeri Puren dan SD N Kentungan. Wawancara dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman guru mengenai pembelajaran inovatif, pengimplementasian pembelajaran inovatif dan analisis kebutuhan akan perangkat pembelajaran inovatif model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) kelas I SD mengacu Kurikulum 2013. 2. Pengumpulan Data Setelah peneliti mengetahui analisis kebutuhan dan tujuan dari produk yang dikembangkan dalam penelitian yang akan dilakukan, peneliti melakukan pengumpulan data melalui hasil wawancara dan observasi. Hasil wawancara dan observasi digunakan untuk bahan pertimbangan perencanaan produk berupa perangkat pembelajaran inovatif model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) kelas I SD mengacu kurikulum 2013. 3. Desain Produk Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran inovatif. Pengembangan produk dimulai dengan penyusunan silabus, prota, prosem, tema dan 48

(67) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI subtema untuk siswa kelas I SD mengacu kurikulum 2013 dengan meninjau kalender pendidikan di tahun 2018/ 2019. Kemudian peneliti memilih model pembelajaran inovatif yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Dan model tersebut adalah model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Setelah selesai memilih model barulah peneliti membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tersebut model akan dimasukkan kedalam kegiatan yang dibagi menjadi tiga yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Didalam kegiatan awal, inti dan akhir dimasukkan sintaks atau langkah-langkah dari model pembelajaran inovatif tersebut. Pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat pastilah terdapat kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator dan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan berdasar ABCD (Audience, Behaviour, Condition, Degree), indikator yang dipilih mengacu indikator berpikir tingkat tinggi atau bisa disebut dengan Taksonomi Bloom (C4- C6). Perangkat yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah berupa silabus, prota, prosem, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) beserta deskripsi dari model pembelajaran inovatif Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) mengacu kurikulum 2013 kelas I SD. Perangkat pembelajaran ini bersifat praktis, mudah dilaksanakan dan fungsional atau banyak manfaat sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran. perangkat pembelajaran ini juga menambah referensi model pembelajaran yang inovatif. 49

(68) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Validasi Desain Setelah perangkat pembelajaran selesai dibuat, produk yang dihasilkan dievaluasi oleh pakar pembelajaran inovatif dengan melakukan penilaian terhadap produk yang telah dibuat. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kekurangan, kelebihan dan kelayakan prosuk sebelum diuji coba. Validasi desain dilakukan oleh dua pakar pembelajaran inovatif yaitu mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma dan guru kelas I SD N Kentungan. 5. Revisi Desain Hasil validasi desain yang dilakukan oleh dua pakar pembelajaran inovatif, menjadi bahan revisi produk yang dihasilkan. Produk diperbaiki berdasarkan kekurangan yang dilihat dari catatan, komentar dan saran yang ditulis oleh validator ahli dalam lembar validasi produk. 6. Uji Coba Produk Setelah produk selesai direvisi maka dilakukan uji coba produk. Produk diuji cobakan ke SD N Kentungan. Guru kelas I SD N Kentungan sebagai penilai dari produk yang telah dibuat. Hal ini bertujuan untuk mengetahui produk yang dihasilkan berhasil dan dapat diterapkan pada siswa kelas I SD N Kentungan dengan mengacu Kurikulum 2013 atau tidak. Uji coba dinilai menggunakan lembar penilaian. 7. Revisi Produk Setelah melakukan uji coba, produk yang dihasilkan disempurnakan kembali. Produk disempurnakan berdasarkan catatan, komentar dan saran yang diberikan oleh guru kelas I SD N Kentungan pada lembar validasi ujicoba perangkat pembelajaran inovatif dengan model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 50

(69) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Berikut ini adalah bagan langkah- langkah dalam pengembangan produk perangkat pembelajaran inovatif. Tahap I Potensi Masalah Tahap II Pengumpulan Data Observasi dan Wawancara dengan Guru kelas I SD Hasil Observasi dan Wawancara Tahap IV Validasi Desain Tahap III Desain Produk 1. Mengembangkan instrumen penelitian. 2. Menyusun silabus, program tahunan. (prota), dan program semester (promes) 3. Memilih dua model pembelajaran inovatif yaitu Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). 4. Menyusun indikator sesuai dengan taksonomi bloom yang sudah direvisi. 5. Menyusun tujuan pembelajaran menggunakan ABCD. 6. Memilih keterampilan yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran. 7. Menentukan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). 8. Pemetaan indikator dan Kompetensi Dasar (KD). 9. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Validasi Produk Tahap V Revisi Desain Revisi Prota, Promes, silabus, dan RPP Tahap VI Uji coba produk Ujicoba Produk Tahap VII Revisi Produk Revisi Produk Gambar 3.2 Bagan langkah- langkah pengembangan produk 51

(70) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI C. Setting Penelitian Pada setting penelitian, ada empat hal yang akan dibahas yaitu tempat penelitian, waktu penelitian, subjek penelitian dan objek penelitian. 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Kentungan yang beralamat di Jl. Kaliurang No.21 D, Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Peneliti memilih tempat penelitian ini dikarenakan sudah menggunakan kurikulum 2013. Dan sebagian besar guru belum menggunakan metode dan model pembelajaran inovatif hanya menggunakan metode ceramah. 2. Waktu Penelitian Waktu penelitian berlangsung selama 9 bulan. Dimulai dari tanggal 16 April 2018 sampai 15 Januari 2019. 3. Subjek Penelitian Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas I SD Negeri Kentungan tahun ajaran 2018/2019. Peneliti memilih guru kelas I, karena ingin mengetahui sejauh mana pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan sebuah pembelajaran agar tidak monoton terutama pada anak kelas I. 4. Objek Penelitian Objek penelitian adalah pengembangan perangkat pembelajaran inovatif model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). D. Uji Coba Terbatas 1. Subjek Uji coba terbatas siswa Subjek uji coba pada penelitian ini adalah siswa kelas I SD dengan jumlah 28. Terdiri dari 17 siswa laki- laki dan 11 siswa perempuan. 2. Instrumen penelitian Instrumen penelitian adalah alat untuk mengumpulkan data (Sugiyono, 2015 : 156). 52

(71) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI a. Pedoman Wawancara Pedoman wawancara digunakan sebagai pedoman atau acuan untuk memperoleh informasi mengenai jenis perangkat pembelajaran inovatif yang layak digunakan oleh guru, mengetahui sejauh mana kegunaan perangkat pembelajaran tersebut diperlukan oleh guru. Sebelum melakukan wawancara, peneliti membuat kisi- kisi pedoman wawancara yang dapat dijabarkan pada tabel berikut. Tabel 3.1 Pedoman Wawancara No. Item Pertanyaan 1. Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? 2. Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihanKurikulum SD 2013? 3. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? 4. Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? 5. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? 6. Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? 7. Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? 8. Apakah bapak/ibu setiap pembelajara nmenggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? 9. Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 10. Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikirkritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11. Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? 53

(72) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas ? 13. Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? 14. Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? 15. Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? 16. Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? 17. Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? 18. Apakah bapak/ibu masih perlu bentukcontoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum, dbs?) 19. Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 20. Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? 21. Menurut bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran inovatif penting jika diterapakan dalam proses pembelajaaran dewasa ini? 22. Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom yang sudah di revisi? b. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan sebagai lembar pengamatan yang digunakan untuk mengukur proses pembelajaran yang dilakukan guru mulai dari kegiatan awal, inti, sampai kegiatan akhir. Lembar observsi ini juga digunakan untuk mengamati keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. 54

(73) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.2 Lembar Observasi Guru No. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerapkan 5M pada siswa Guru menggunakan bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan seharihari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan 55

(74) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. 25. 26. 27. 28. 29. Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukkan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan Tabel 3.2 Lembar Observasi Siswa No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis c. Lembar Validasi Lembar validasi digunakan untuk menilai dan menguji kelayakan dari produk perangkat pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yang berupa penskoran atau data kuantitatif. 56

(75) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.3 Instrumen Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR). No . Aspek Yang Dinilai PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. SILABUS 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 57

(76) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS). 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran..... 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran…. 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkah-langkah) model pembelajaran…. 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi(communicative). 16. Kelengkapaninstrumenevaluasi (soal, kunci, rubrik pedomanpenskoran). MEDIA 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang 58

(77) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa 59

(78) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Indonesia). 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan. 3. Teknik Pengumpulan Data Dalam melakukan suatu penelitian diperlukan pengumpulan data untuk mendapatkan data yang sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan beberapa teknik yaitu: 1. Wawancara Sugiyono (2008: 231) mengemukakan wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar ide melalui tanya jawab, sehingga dapat ditemukan makna dari suatu topik tertentu. Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur yang merupakan proses wawancara yang menggunakan panduan atau pertanyaan yang sudah didaftar namun dalam pengajuan pertanyaan penanya lebih fleksibel dan dapat mengembangkan sendiri pertanyaan tersebut.Wawancara dilakukan kepada dua Guru yaitu SD N Kentungan dan SD N Puren. Pedoman wawancara yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan analisis kebutuhan guru SD tentang perangkat pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Reflektif dan Quantum Learning. 2. Observasi Purnomo (2008) menyatakan bahwa observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejalagejala yang diteliti. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek yang diteliti yaitu kondisi siswa pada 60

(79) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI saat kegiatan pembelajaran, cara guru mengajar atau proses pada saat kegiatan pembelajaran secara terstruktur. Peneliti melakukan observasi berdasarkan pada pedoman observasi yang telah disusun. 4. Teknik Analisis Data 1. Data Kualitatif Data kualitatif berupa hasil observasi, hasil wawancara, saran dan komentar yang diberikan dari dua validator pakar pembelajaran inovatif yaitu mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma dan guru kelas I SD N Kentungan. Data analisis ini dipergunakan untuk memperbaiki dan mengetahui kelayakan produk yang dihasilkan. Data yang diperoleh juga digunakan untuk analisis kebutuhan di awal penelitian. 2. Data Kuantitatif. Data kuantitatif berupa penskoran dari penilaian perangkat pembelajaran yang merupakan hasil validasi pakar perangkat pembelajaran inovatif yang Mengacu Kurikulum 2013 dan hasil uji coba produk di lapangan. Skala penilaian terhadap perangkat pembelajaran inovatif yang dikembangkan yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup (3), kurang baik (2), sangat kurang baik (1). Begitu selesai dalam pemberian skor, nilai yang diperoleh dianalisis menggunakan rumus berikut. Rata- rata (x) = nilai yang diperoleh Jumlah item penskoran Menurut Sukardjo (2008: 101) data kuantitatif akan dianalisis dan dikonverensikan ke data kualitatif dengan skala lima. Seperti pada tabel berikut. 61

(80) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 3.4 Konversi Nilai Skala Lima Interval Skor Kategori X > Xi + 1,80 Sbi Sangat Baik Xi+0,60Sbi < X ≤Xi+1,80Sbi Baik Xi- 0,60Sbi < X ≤ Xi+0,60Sbi Cukup Xi- 1,80Sbi < X ≤ Xi+0,60Sbi Kurang Baik X ≤Xi – 1,80Sbi Sangat Kurang Baik Keterangan Xi (Rerata ideal) = ½ (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) SBi (Simpangan Baku ideal) = 1/6 (skor maksimal ideal - skor minimal ideal) X = Skor Aktual Berdasarkan rumus konversi skala lima, perhitungan data- data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Adapun penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut. Diketahui : Skor maksimal ideal :5 Skor minimal ideal :1 Rerata ideal (Xi) : ½ (5+1) = 3 Simpangan Baku ideal : 1/6(5-1) = 0,67 Ditanyakan : Interval kategori sangat baik, baik, cukup, kurang baik dan sangat kurang baik. Jawaban : 62

(81) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kategori sangat baik = X> Xi + 1,80Sbi = X> 3 + (1,80 . 0,67) = X> 3 + (1,21) = X> 4,21 Kategori baik = X + 0,60Sbi < X ≤ Xi + 1,80Sbi = X + (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (1,80 . 0,67) = X + (0,40) < X ≤ 3+ (1,21) = 3,40 < X ≤ 4,21 Kategori cukup baik = Xi - 0,60Sbi < X ≤ Xi + 0,60Sbi = 3 - (0,60 . 0,67) < X ≤ 3 + (0,60 . 0,67) = 3 - (0,40) < X ≤ 3 + (0,40) = 2,60 < X ≤ 3,40 Kategori kurang baik = Xi - 1,80Sbi < X ≤ Xi + 0,60Sbi = 3 - (1,80 . 0,67) < X ≤ 3 + (0,60 . 0,67) = 3 - (1,21) < X ≤ 3 + (0,40) = 1,79 < X ≤ 2,60 Kategori sangat kurang = X ≤ Xi - 1,80Sbi = X ≤ 3 - (1,80 . 0,67) = X ≤ 3 - (1,21) = X ≤ 1,79 Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut: Tabel 3.4 Konversi Nilai dan Skor ke Data Kualitatif pada Skala lima Interval Skor Kategori 4,21 – 5,00 Sangat Baik 3,40 – 4,21 Baik 2,60 – 3,40 Cukup 1,79 – 2,60 Kurang Baik 1,00– 1,79 Sangat Kurang Baik 63

(82) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI E. Jadwal Penelitian Tabel 3.5 Jadwal Penelitian pengembangan perangkat pembelajaran inovatif. 4 5 6 7 8 9 10 Februari 2019 √ Januari 2019 √ Desember 2018 September 2018 Agustus 2018 Juli 2018 √ November 2018 3 √ Oktober 2018 2 Wawancara dan Observasi pra penelitian Menyusun proposal Permohonan ijin penelitian dan bimbingan dengan dosen Pembuatan produk Validasi pakar pembelajaran inovatif dan revisi Validasi produk guru kelas I Revisi Produk Uji Coba Produk Ujian Skripsi Revisi Akhir Juni 2018 1 Kegiatan Mei 2018 No April 2018 Waktu (Bulan) √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 64

(83) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN Bab IV berisi tentang uraian hasil penelitian dan pembahasan mengenai perangkat pembelajaran inovatif model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) kelas I SD mengacu Kurikulum 2013. Hasil penelitian dan pembahasan dapat diuraikan sebagai berikut : A. Analisis Kebutuhan Langkah atau tahap awal penelitian pengembangan perangkat pembelajaran inovatif model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR) mengacu Kurikulum 2013 untuk kelas I SD adalah melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan sesuai dengan langkah- langkah yang sudah dijelaskan pada Bab III. Analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara guru kelas I SD N Puren yang beralamat di Jalan Tantular, Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 52283 dan SD N Kentungan yang beralamat di Jl. Kaliurang No.21 D, Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Wawancara ditujukan kepada dua guru kelas I SD. Pertama adalah guru kelas I SD N Puren yaitu I pada tanggal 18 April 2018. Yang kedua adalah guru kelas I SD N Kentungan yaitu S pada tanggal 21Mei 2018. Observasi dan wawancara dilakukan guna mengetahui seberapa jauh pemahaman dan pengimpletasian pembelajaran inovatif di sekolah dasar (SD). Hal ini bertujuan agar perangkat pembelajaran inovatif dapat membantu guru mendapatkan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 sebagai panduan dalam kegiatan belajar mengajar. 1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas I SD N Puren dan SD N Kentungan. Wawancara berpedoman 22 item pertanyaan 65

(84) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI analisis kebutuhan mengenai perangkat pembelajaran inovatif mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I SD. Hasil wawancara dengan guru kelas I SD N Puren sebagai pelaksana Kurikulum 2013 akan dijabarkan setiap itemnya. Butir pertanyaan pertama mengenai mulainya Kurikulum 2013 diterapkan di SD tersebut. SD N Puren menerapkan Kurikulum 2013 sejak Tahun 2013/ 2014 1 semester menerapkan kurikulum tersebut, namun pada saat itu guru I ditempatkan di kelas III SD, sedangkan yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 adalah kelas I dan kelas IV. Tetapi pada saat semester 2 sempat terhenti dalam penerapan kuirkulum tersebut. Kemudian mulai lagi diterapkan tahun ajaran 2016/ 2017 untuk semua kelas kecuali kelas III dan VI. Sedangkan, SD N Kentungan yang ditempati oleh guru S mulai menerapkan sejak tahun 2013 dan bertahap dalam menerapkannya. Butir pertanyaan kedua mengenai kepelatihan guru dalam pemahaman Kurikulum 2013. Guru S dan I pernah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013. Yang pertama selama 2 minggu bertempat di SD N Percobaan 2 yang kedua di SD Tamanan 1 Kalasan. Guru juga mempunyai paguyuban Kurikulum 2013 bersama guru- guru dari SD lainnya yang setiap 1 bulan sekali berkumpul untuk membahas Kurikulum 2013, penanganan anak, administrasi guru dan membuat soal- soal untuk UTS. Butir pertanyaan ketiga mengenai pemahaman guru tentang Kurikulum 2013. Guru I menjelaskan bahwa wali murid dan guru yang belum paham mengenai kurikulum 2013 merasa kaget, karena materi yang ada pada Kurikulum 2013 tidak terlalu luas dan jauh. Siswa dituntut untuk menemukan hal baru atau dikenal dengan istilah lain yaitudiscovery. Guru hanya menjadi fasilitator sedangkan siswa aktif dalam kegiatan 66

(85) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran. Kurikulum 2013 membuat peserta didik lebih sering melakukan pengalaman langsung atau praktek di lapangan jadi pemahaman siswa juga lebih mendalam lagi. Sedangkan Guru S menjelaskan bahwa kurikulum 2013 adalah kurikulum yang terpadu dan berpusat pada siswa. Didalam kurikulum 2013 disisipkan pendidikan karakter untuk siswa yang diterapkan oleh guru S dalam proses pembelajaran seharihari disela- sela materi pelajaran pokok. Butir pertanyaan keempat yaitu karakteristik Kurikulum 2013. Guru menyebutkan bahwa karakteristik Kurikulum 2013 adalahsiswa harus mampu menemukan hal- hal baru dan guru hanya menjadi pembimbing atau fasilitator. Guru lebih detail dalam menilai siswa yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Sedangkan menurut guru S karakteristik kurikulum 2013 meliputi kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), dan mengembangkan aspek kognitif, aspektif dan psikomotorik. Butir pertanyaan kelima adalah pemahaman guru mengenai pendekatan saintifik. Menurut sepengetahuan guru S dan I hampir sama yaitu, pendekatan saintifik adalah pendekatan dimana siswa diajak mencari tahu masalah kemudian menyelesaikan masalah tersebut melalui hipotesis. Biasanya pendekatan saintifik mengarah pada kontekstual. Butir pertanyaan keenam yaitu mengenai perumusan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik. Cara guru I merumuskan indikator adalah bersama guru-guru paguyuban Kurikulum 2013 yang mayoritas karakter siswa dalam sekolah- sekolah tersebut hampir sama. Jadi, guru lebih mudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran dengan saling bertukar pikiran antara guru satu dengan yang lain dalam paguyuban Kurikulum 2013 tersebut. 67

(86) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Sedangkan guru S menjelaskan dalam perumusan indikator dan tujuan pembelajaran mengacu pada buku pegangan dan pengetahuan dari internet. Butir pertanyaan ketujuh yaitu menumbuhkembangkan pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran. Guru I dan S sependapat bahwa menanamkan kebiasaan-kebiasaan dan menyelipkan pendidikan karakter disela-sela materi. Tentu pendidikan karakter yang ditanamkan merujuk pada materi yang sedang diajarkan oleh guru. Di rumah pun guru masih bisa mengontrol karena orangtua siswa bekerja sama dengan guru. Salah satu contoh dari penanaman pendidikan karakter yang guru katakan adalah kebiasaan beribadah oleh siswa dirumah. Guru bersama orangtua bekerja sama dengan cara mengirim bukti foto saat siswa sedang melakukan ibadah dirumah. Butir pertanyaan kedelapan yaitu mengenai model pembelajaran pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Guru I menggunakan model baru yang mengacu Kurikulum 2013. Namun tidak menyebutkan model yang diterapkan oleh guru saat pembelajaran berlangsung. Sedangkan guru S tidak menggunakan model pembelajaran hanya memberikan inovasiinovasi pada setiap pembelajaran misalnya didalam pembelajaran matematika guru membuat game sendiri namun tidak mengikuti langkah- langkah pada model pembelajaran yang diketahui mahasiswa. Butir pertanyaan kesembilan yaitu mengenai apakah tujuan pembelajaran sudah diupayakan mencapai pendidikan karakter untuk siswa. Guru I dan S sama- sama sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter pada peserta didik. Namun ada beberapa peserta didik yang masih belum terlihat karakter dari dalam dirinya. Karena guru kewalahan membimbing 30 peserta 68

(87) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI didik didalam kelas. Jadi guru melihat pendidikan karakter sudah tertanam dalam diri siswa secara umum/ keseluruhan. Butir pertanyaan kesepuluh yaitu mengenai pengetahuan keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berfikirkritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi).Guru I dan S sudah mengetahui keterampilan yang harus dikuasai peserta didik seperti berpikir kritis, kreatif, kolaborasi dan komunikasi. Dalam pembelajaran guru sudah menerapkan keterampilan tersebut secara tidak langsung. Butir pertanyaan kesebelas yaitu perumusan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan abad 21(berfikirkritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi). Dalam perumusan indikator dan tujuan pembelajaran guru I dan S juga sudah merumuskan sesuai dengan keterampilan abad 21. Dan sudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Butir pertanyaan keduabelas yaitu mengenai metode ceramah apakah masih mendominasi dalam kegiatan pembelajaran. Guru I dan S mengatakan bahwa metode ceramah dimana- mana masih tetap ada namun tidak mendominasi, seperti guru lebih memancing rasa keingintahuan siswa dan diakhir pembelajaran guru bersama peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran mulai dari awal sampai akhir. Butir pertanyaan ketiga belas yaitu mengenai model pembelajaran inovatif. Guru I menggunakan CTL dalam semua pembelajaran karena baru model tersebut yang dikuasai. Dalam kegiatan belajar mengajar guru sering menggunakan LCD dan monitor, terjun langsung ke lapangan contohnya ke halaman sekolah dan hal lain yang bisa dimanfaatkan oleh guru. Sedangkan guru S tidak mengetahui model pembelajaran 69

(88) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI inovatif namun dalam penerapannya guru S sudah yaitu mengenai menggunakan pembelajaran yang inovatif. Butir pertanyaan keempat belas pembelajaran inovatif. Menurut guru I, pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang tidak hanya monoton di kelas, jadi guru menggunakan media pembelajaran dan terjun langsung ke lapangan atau praktek dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan menurut guru S, pembelajaran inovatif adalah pembelajaran dimana dalam proses pembelajaran tersebut terdapat inovasi atau pengalaman baru yang dibuat oleh siswa itu sendiri, guru hanya sebagai pembimbing dan siswa yang menciptakan sesuatu yang baru dengan informasi yang dimilikinya. Butir pertanyaan kelima belas yaitu mengenai kesulitan yang dialami guru saat membuat model pembelajaran inovatif. Yang selalu guru I terapkan dalam pembelajaran inovatif di kelas adalah model CTL dengan melibatkan alam. Kesulitan yang dialami adalah pada peserta didik. Dimana siswa yang mempunyai karakter hiperaktif itu susah dikendalikan. Guru lebih sulit dalam penguasaan kelas. Sedangkan guru S tidak menemukan kesulitan saat membuat model pembelajaran inovatif karena guru S sudah menemukan cara atau trik dalam mengatasi siswa dan pembelajaran berjalan dengan lancar. Butir pertanyaan keenam belas yaitu mengenaicara mengatasi kesulitan yang dialami. Guru I diawal pembelajaran sebelum mulai pembelajaran dan ketika pembelajaran diluar kelas sudah membuat aturan dan menjelaskan prosedur kegiatan yang akan dilakukan pada pembelajaran tersebut. Sedangkan guru S diawal pembelajaran sudah membuat apersepsi yang membuat siswa penasaran untuk mengikuti 70

(89) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran pada saat itu jadi siswa akan termotivasi dengan pembelajaran yang berlangsung pada saat itu. Butir pertanyaan ketujuh belas yaitu mengenai ketersediaan sekolah tentang contoh perangkat pembelajaran inovatif yang Mengacu Kurikulum 2013. Guru I dan guru S memaparkan bahwa contoh perangkat permbelajaran inovatif yang Mengacu Kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah seperti program tahunan (prota), program semester (promes), silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Namun modelmodel pembelajaran inovatif belum tersedia di sekolah hanya guru I mempunyai 1 model pembelajaran yaitu CTL yang dulu pernah dikuasai guru pada saat kuliah. Butir pertanyaan kedelapan belas yaitu mengenai perlu tidaknya contoh perangkat pembelajaran inovatif yang Mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, model pembelajaran kooperatif, model kuantum dsb). Guru I dan S sangat memerlukan contoh perangkat pembelajaran inovatif yang Mengacu Kurikulum 2013 dengan berbagai model sebagai eferensi dan acuan dalam mengajar. Butir pertanyaan kesembilan belas yaitu perasaan bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas. Guru I dan S tidak merasa bosan dalam menerapkan pembelajaran inovatif, hanya saja kesulitan guru I pada penguasaan kelas. Contohnya sedang belajar diluar kelas atau dihalaman, terkadang peserta didik meminta izin untuk minum dan siswa yang lain akan ikut minum dan masuk kelas. Untuk awal masuk sekolah peserta didik lebih dibimbing ke arah membaca, menulis dan berhitung, sedangkan pembelajaran inovatif misalkan bermain peran pembelajaran. 71 ditempatkan pada tengah

(90) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Butir pertanyaan kedua puluh mengenai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Guru I mempunyai rencana tersebut namun, jika tidak ada workshop atau pelatihan mengenai pengembangan pembelajaran inovatif, guru mengalami kesulitan karena menurut guru setiap orang mempunyai presepsi berbeda mengenai rencana pengembangan pembelajaran inovatif yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa maka guru lebih memilih untuk mengembangkan pembelajaran inovatif sesuai dengan permendikbud atau pemerintah. Sedangkan guru S jika tidak mempunyai panduan atau acuan beliau juga kebingungan untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif bagi siswa. Butir pertanyaan kedua puluh satu mengenai pentingnya pembelajaran inovatif diterapkan dalam proses pembelajaaran dewasa ini. Menurut guru I dan S sangat penting karena pembelajaran inovatif dapat membuat peserta didik bermain sambil belajar, tidak merasa bosan dan mengembangkan kemampuannya dengan pengetahuan yang dimiliki. Butir pertanyaan keduapuluh dua yaitu mengenai taksonomi bloom yang sudah di revisi. Guru I dan S samasama sudah pernah mendengar mengenai taksonomi bloom namun belum direvisi itu pun mendengarnya di bangku kuliah dan guru juga belum menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil penjabaran wawancara diatas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa SD yang peneliti tempati untuk objek penelitian sudah menerapkan kurikulum 2013 sejak beberapa tahun yang lalu dengan guru sudah pernah mengikuti kepelatihan kurikulum 2013 bersama guru- guru di SD lain ataupun PLPG. Guru sudah paham mengenai 72

(91) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kurikulum 2013 yaitu kurikulum dimana peserta didik dituntut untuk menemukan hal- hal atau menciptakan hal- hal yang baru. Guru hanya sebagai fasilitator saja yang mana guru hanya membimbing dan menyisipkan pendidikan karakter dalam pembelajaran yang dilakukan. Guru mengetahui karakteristik kurikulum 2013 yang meliputi kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), dan mengembangkan aspek kognitif, aspektif dan psikomotorik. Pemahaman guru mengenai pendekatan saintifik adalah pendekatan yang mengarah pada kontekstual atau berhadapan dengan hal- hal yang nyata. Guru sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakter siswa. Cara guru menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran sudah dilakukan dengan menyisipkannya di sela-sela pembelajaran berlangsung seperti pada pembiasaan- pembiasaan yang selama ini siswamulai lupakan. Guru sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter pada siswa, namun karakter siswaada yang belum terlihat karena guru kewalahan dalam membimbing 30 siswadidalam kelasnya. Guru memahami pengetahuan dan sudah merumusan indikator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan keterampilan abad 21 (berfikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi), secara tidak langsung guru sudah menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. Metode ceramah dalam kegiatan pembelajaran sudah tidak mendominasi, guru lebih memfokuskan pengalaman langsung yang dilakukan oleh siswayang tidak lepas dengan bimbingan guru. Namun, guru belum begitu banyak mengetahui mengenai model pembelajaran inovatif. Salah satu guru hanya menyebutkan CTL saja yang selama ini dilakukan pada kegiatan pembelajaran. pemahaman guru mengenai pembelajaran inovatif adalah pembelajaran dimana 73

(92) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI guru dan siswasaling berinteraksi dengan pengalaman langsung. Guru sebagai fasilitator membimbing siswadalam menemukan hal atau sesuatu yang baru dengan informasi yang dimiliki oleh peserta didik. Kesulitan yang dialami guru saat menerapkan model pembelajaran inovatif adala pada penguasaan kelas dimana siswa yang mempunyai karakter hiperaktif itu susah dikendalikan. Cara guru mengendalikan kesulitan tersebut dengan memberikan peraturan di awal pembelajaran dan menerapkan apersepsi yang membuat siswa penasaran pada apa yang dipelajari hari itu. Sekolah sudah mempunyai perangkat pembelajaran seperti program tahunan (prota), program semester (promes), silabus, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang guru ambil dari internet, sedangkan model pembelajaran inovatif belum ada di sekolah tersebut. Maka dari itu, guru memerlukan perangkat pembelajaran inovatif yang Mengacu Kurikulum 2013 dengan berbagai model sebagai referensi dan acuan dalam mengajar. Dengan pembelajaran inovatif guru dan siswa tidak akan bosan dan pembelajaran berlangsung menyenangkan, asik dan bervariasi. Diharapkan pemngembangan pembelajaran inovatif dapat mempengaruhi prestasi siswa. 2. Hasil dan Pembahasan Observasi Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan terhadap guru, guru sudah memenuhi sebagian besar dari butir-butir pernyataan yang ada dalam lembar observasi. Pada langkah awal, guru membuka pembelajaran dengan berdoa kemudian melakukan presensi. Guru melakukan apersepsi dimana siswa mulai timbul pertanyaan mengenai materi yang diajarkan pada saat itu. Guru melakukan motivasi dengan menyanyikan lagu anak yang kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tujuan dari pembelajaran tersebut dilakukan dengan bahasa yang 74

(93) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI sederhana. Pada kegiatan inti, guru hanya sebagai fasilitator, siswa menemukan hal baru dalam kegiatan pembelajaran tersebut. guru menerapkan 5M dan menggunakan media pembelajaran dalam mengajar. Sedangkan untuk model dan metode pembelajaran, guru tidak menerapkannya sehingga siswa terkesan bosan dan tidak menarik. Guru terkadang menggunakan bahasa jawa halus dalam kegiatan pembelajaran tidak selalu menggunakan bahasa indonesia. Penampilan guru rapi dan berwibawa. Dalam penyampaian materi artikulasi dan volume guru cukup jelas serta mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Guru memusatkan perhatian siswasaat proses pembelajaran dengan cara verbal dan nonverbal. Pada saat ada siswa yang menjawab pertanyaan atau memberikan pendapat guru mengapresiasi dengan melakukan tepuk. Guru tidak menyisipkan pendidikan karakter saat penyampaian materi. Sumber pembelajaran yang digunakan guru belum berbasis teknologi, suasana pembelajaran menyenangkan dan menarik sehingga dalam pengendalian kelas atau pengondisian kelas dapat dilakukan guru dengan baik. Hasil dari observasi siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dapat dijelaskan sebagai berikut. Siswa berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran, aktif dalam bertanya, menjawab pertanyaan, dan mengemukakan pendapat. Siswa melakukan umpan balik dengan apersepsi yang dilakukan oleh guru, seperti bertanya mengenai kegiatan yang dilakukan oleh guru, disitulah rasa ingin tahu siswa mulai terlihat. Pada saat guru menyampaikan materi hampir seluruh siswa memperhatikan apa yang sedang dijelaskan oleh guru. Dan ada beberapa siswa yang masih saja bermain sendiri bersama teman sebangkunya. Setelah penyampaian materi selesai guru membagi siswa dalam beberapa kelompok. Siswa dapat berkomunikasi dan bekerja sama dalam kelompok tersebut. 75

(94) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran terlihat pada saat bertanya, berkomunikasi dengan guru dan maju kedepan kelas untuk menyampaikan diskusi. Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru terlihat pada saat merangkum pembelajaran secara lisan maupun tertulis. B. Deskripsi Produk Awal Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif menggunakan model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning. Peneliti menggunakan buku guru dan siswa kurikulum 2013 kelas I SD edisi revisi 2017. Peneliti memilih Tema 4 Keluargaku, Subtema 2 Kegiatan Keluargaku, serta Pembelajaran 1 sampai dengan 6. Setelah itu barulah peneliti membuat silabus, program tahunan (prota), program semester (promes), kemudian merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran. Produk awal yang dikembangkan adalah perangkat pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning. Perangkat pembelajaran tersebut berupa Program Tahunan (Prota), Program Semester (promes), Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penelitian ini diawali dengan pembuatan Program Tahunan (Prota), Program Semester (promes), dan Silabus. Program Tahunan (Prota), Program Semester (promes), dan silabus dibuat berdasarkan kalender pendidikan di tahun 2018. Langkah selanjutnya peneliti memetakan Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan indikator berdasarkan pada buku guru Kurikulum 2013 edisi 2017, kemudian berdasarkan KD tersebut peneliti mengembangkan indikator dan merumuskan tujuan pembelajaran sesuai dengan ABCD (Audience, Behaviour, Condition, Degree). Langkah selanjutnya adalah memilih model pembelajaran inovatif yang cocok digunakan untuk pembelajaran siswa kelas I SD yaitu model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning. Dimana sintaks atau langkah- langkah kegiatan 76

(95) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran pada model tersebut akan dimasukkan atau dipadukan ke dalam kegiatan awal, inti dan akhir. Program tahunan (prota) merupakan rencana penetapan alokasi waktu satu tahun ajaran untuk mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan. Program ini dibuat atau dipersiapkan sebelum tahun ajaran baru karena program ini merupakan pedoman untuk pengembangan dari program-program berikutnya. Komponen dari program tahunan adalah identitas satuan pendidikan, semester, kelas, tahun pelajaran, tema, subtema, pembelajaran ke-, bulan. Sedangkan langkah berikutnya adalah menyusun program semester (promes). Program semester (promes) adalah program yang berisikan gambaran tentang kegiatan yang akan dilaksanakan pada semester tersebut. Komponen dari promes adalah bulan, pokok bahasan, alokasi waktu, dan keterangan. Setelah program semester selesai dibuat, maka guru harus membuat silabus. Silabus merupakan seperangkat rencana pembelajaran pada kelompok mata pelajaran atau tema tertentu yang meliputi standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembahasan, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Saat silabus selesai dibuat, dilanjutkan dengan merancang rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan kegiatan pembelajaran di kelas yang bertujuan untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) dan indikator pembelajaran. RPP disusun secara sistematis yang berarti setiap komponennya disusun sesuai dengan format yang telah ditentukan oleh Dinas Pendidikan. RPP disusun untuk satu pembelajaran atau satu hari dengan alokasi waktu 5 x 35 menit untuk sekolah yang menerapkan enam hari kerja. Komponen RPP terdiri dari (1) identitas, (2) Kompetensi Inti (KI), (3) Kompetensi Dasar (KD), (4) indikator pembelajaran, (5) tujuan pembelajaran, (6) materi pembelajaran, (7) pendekatan, tipe dan metode pembelajaran, (8) kegiatan 77

(96) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran, (9) sumber pembelajaran, (10) penilaian hasil pembelajaran, (11) lampiran. RPP disusun berdasarkan kajian indikator, tujuan pembelajaran dan materi yang terdapat dalam setiap pembelajaran yang dikembangkan dengan menggunakan pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning yang mengacu Kurikulum 2013. Di dalam penelitian ini, kegiatan dan materi pembelajaran dengan pemetaan KD dan indikator yang telah didesain peneliti. Kegiatan dan muatan pembelajaran diuntaikan dengan jenis keterampilan yang sesuai dan dipilih oleh peneliti berdasarkan dengan pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning. RPP dikembangkan menggunakan program Microsoft Word2010. Jenis huruf yang digunakan dalam pembuatan RPP ini adalah Times New Rowman, Rockwell, Kristen ITC, Colonna MT, dan Bodoni MT Black. Peneliti menggunakan lebih dari satu jenis huruf agar RPP terlihat menarik. Jenis huruf yang dipilih adalah jenis huruf yang menarik perhatian untuk peserta didik kelas I SD sehingga peserta didik tertarik untuk membaca dan mudah memahami. Ukuran huruf dalam RPP ini adalah 12, namun ada beebrapa bagian yang berukuran 14. RPP ini terdiri dari 6 buah. Dimana setiap pembelajarannya atau satu pertemuan memiliki alokasi waktu 5 x 35 menit, yang dicetak dengan kertas A4 berukuran 21 x 29,7 cm. Produk berupa perangkat pembelajaran yang dikemas dalam bentuk buku melalui proses cetak. Berikut ini penjabaran komponen- komponen yang terdapat pada produk perangkat pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning. a. Cover Cover depan produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 78

(97) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2013 untuk siswa kelas I Sekolah dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu pendidikan guru sekolah dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu keguruan dan ilmu pendidikan, universitas yaitu sanata dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi biodata singkat penulis. b. Kata Pengantar Kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait dengan produk yang dikembangkan. c. Daftar isi Daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. d. Isi Isi pokok dalam buku rencana pelaksanaan pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning adalah program tahunan (prota), program semester ( promes), silabus, pemetaan Kompetensi Dasar (KD) dan indikator pada setiap pembelajarannya, dan enam buah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning yang masing- masing berisikan tiga model dengan alokasi waktu setaip pembelajarannya 5 x 35 menit lengkap dengan lampiranlampirannya. e. Biodata Penulis C. Validasi Ahli dan Revisi Produk 1. Data Validasi Pakar Pembelajaran Inovatif Produk awal yang dibuat peneliti divalidasi oleh dua pakar pembelajaran inovatif yaitu satu mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma berinisial Saudari R dan satu guru kelas I SD berinisial Ibu R. Validasi dilakukan bertujuan untuk menguji kelayakan perangkat pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan 79

(98) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Quantum Learning. Validator memberikan catatan berupa kritik atau saran yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan revisi. Validasi pakar pembelajaran inovatif dilakukan pada bulan Agustus. Terdapat beberapa aspek dalam instrumen penilaian yang digunakan oleh pakar pembelajaran inovatif dan guru kelas I SD. Aspek yang dinilai dari komponen perangkat pembelajaran inovatif dalam instrumen validasi yang digunakan oleh peneliti adalah (1) program tahunan, (2) program semester, (3) silabus, (4) RPP (5) media pembelajaran, (6) LKPD, (7) bahasa. Berdasarkan hasil validasi pakar pembelajaran inovatif dengan Saudari R, validator memberi rerata RPP modelParadigma Pedagogi Refleksi (PPR) yang dibuat peneliti sebanyak 4,18 dengan kategori "baik" dan RPP modelQuantum Learning dengan rerata 4,42 dengan kategori "sangat baik". Perangkat pembelajaran inovatif dinyatakan layak untuk digunakan atau uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Saudari R sebagai validator memberikan komentar untuk RPP model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) beberapa komponen yaitu: (1) prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran), (2) prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran), (3) silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), (4) silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar, (5) kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD, (6) Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behaviour), C (Condition), D (Degree), (7) evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan dan remedial), (8)kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ coverLKPD, kesesuaian huruf yang digunakan 80

(99) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD), (9) bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Komentar yang diberikan yaitu (1) diberi tahun pelajaran, (2) diberi tahun pelajaran, (3) diberi Kompetensi Inti (KI), (4) diberi penilaian, alokasi waktu per subtema dan sumber belajar, (5) diperhatikan HOTS, (6) komponen degree dan condition disesuaikan, (7) pengayaan dan remidial diperdalam, (8) diberi cover yang menarik (9) gunakan bahasa sederhana. Sedangkan komentar yang diberikan validator Saudari R pada RPP model Quantum Learning yaitu pada komponen: (1) prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran), (2) promes memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran), (3) silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar, (4) pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas), (5) pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). Komentar yang diberikan yaitu (1) diberi tahun pelajaran, (2) diberi tahun pelajaran, (3) diberi penilaian, alokasi waktu per subtema dan sumber belajar, (4) media dibuat lebih menarik lagi, (5) tidak selalu berbasis IT, boleh konvensional. Berdasarkan hasil validasi pakar perangkat pembelajaran inovatif dengan Ibu R, rerata skor dari RPP model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) sebanyak 4,16 dengan kategori “baik” dan RPP model Quantum Learning dengan rerata 4,35 dengan kategori “ sangat baik”. Perangkat pembelajaran inovatif dinyatakan layak untuk digunakan atau diuji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Ibu R sebagai validator pembelajaran inovatif memberi komentar pada komponen RPP model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan Quantum Learning sebagai berikut: (1) promes memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran), (2) 81

(100) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), (3) silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Komentar yang diberikan yaitu (1) belum ada satuan pendidikan, (2) belum ada Kompetensi Inti (KI), (3) belum adapenilaian dan sumber belajar. Perangkat pembelajaran inovatif yang sudah divalidasi oleh kedua validator direvisi sesuai dengan saran yang diberikan. Berikut ini merupakan tabel komentar dan revisi. Tabel 4.1 Komentar Pakar dan revisi model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) No. 1. 1. 1. 2. 2. Aspek yang dinilai Komentar Revisi Program Tahunan (Prota) Prota memuat komponen diberi tahun Melengkapi tahun identitas yang lengkap pelajaran. pelajaran yang (kelas, satuan pendidikan, belum tahun pelajaran). dicantumkan. Program Semester (Promes) Promes memuat diberikan tahun Melengkapi tahun komponen identitas yang pelajaran. pelajaran yang lengkap (kelas, satuan belum pendidikan, tahun dicantumkan. pelajaran). Silabus Silabus memuat identitas diberi KI. Melengkapi sekolah, Kompetensi Inti Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KI). (KD), dan tema/subtema. Silabus memuat materi diberi penilaian, Melengkapi pokok, kegiatan alokasi waktu per penilaian, alokasi pembelajaran, penilaian, sub tema, dan waktu per sub alokasi waktu, dan sumber sumber belajar. tema, dan sumber belajar. belajar. RPP(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Kesesuaian rumusan diperhatikan Memperbaiki indikator dengan KI dan HOTS. HOTS dalam KD. indikator sehingga sesuai dengan KI dan KD. 82

(101) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. 9. 5. 2. Kesesuaian tujuan Komponen Menyesuaikan pembelajaran dengan condition dan atau indikator, kata kerja dapat degree menyinkronkan diukur, mencakup disesuaikan. komponen komponen A (Audience), condition dan B (Behaviour), C degree. (Condition), D (Degree). Evaluasi (mencakup aspek Pengayaan dan Memperdalam sikap, pengetahuan, remidial dan menggali keterampilan, kesesuaian diperdalam. kegiatan evaluasi dengan tujuan pengayaan dan atau indikator, komponen remidial. penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remidial). LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Kelayakan tampilan (daya Diberi cover Memperbaiki tarik sampul/ cover yang menarik. cover LKPD agar LKPD, kesesuaian huruf terlihat lebih yang digunakan dalam menarik. LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). Bahasa Bahasa yang digunakan Gunakan bahasa Memperbaiki sesuai dengan tingkat sederhana. bahasa yang perkembangan siswa. digunakan menjadi bahasa yang sederhana. 83

(102) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.2 Komentar Pakar dan revisi model Quantum Learning No. 1. 1. 2. 7. 8. Aspek yang dinilai Komentar Revisi Program Tahunan (Prota) Prota memuat komponen Diberi tahun Melengkapi identitas yang lengkap pelajaran. tahun pelajaran (kelas, satuan pendidikan, yang belum tahun pelajaran). dicantumkan. Program Semester (Promes) Promes memuat Diberi tahun Melengkapi komponen identitas yang pelajaran. tahun pelajaran lengkap (kelas, satuan yang belum pendidikan, tahun dicantumkan. pelajaran). Silabus Silabus memuat materi Alokasi waktu, Melengkapi pokok, kegiatan penilaian dan penilaian, alokasi pembelajaran, penilaian, sumber belajar. waktu, dan alokasi waktu, dan sumber sumber belajar. belajar. RPP(Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Pemilihan media Media dibuat Memperbaiki pembelajaran (sesuai lebih menarik. media dengan tujuan, materi, dan pembelajaran kondisi kelas). agar terlihat lebih menarik. Pemilihan sumber belajar Tidak selalu Menambah (bahan cetak, lingkungan berbasis IT, boleh referensi sumber sekitar dan internet). konvensional. belajar yang berupa buku dan lingkungan sekitar. Tabel 4.3 Komentar Guru SD Kelas I dan revisi model Paradigma Pedagogi Refleksi(PPR) dan Quantum Learning. No. 1. 1. Aspek yang dinilai Komentar Program Semester (Promes) Promes memuat komponen Belum diberikan identitas yang lengkap tahun pelajaran. (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). Silabus Silabus memuat identitas Belum ada sekolah, Kompetensi Inti Kompetensi Inti 84 Revisi Melengkapi tahun pelajaran yang belum dicantumkan. Melengkapi Kompetensi Inti

(103) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. (KI). (KI). Belum ada penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Melengkapi penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 2. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan saran yang diberikan oleh validator. Validator memberikan beberapa sarannya pada komponen: (1) pada bagian program tahunan (prota) belum diberi tahun pelajaran. Peneliti melakukan perbaikan dengan menambahkan tahun pelajaran pada bagian program tahunan (prota), (2) program semester (promes) belum diberi tahun pelajaran. Peneliti memperbaiki program semester (promes) dengan menambahkan tahun pelajaran, (3) belum terdapat Kompetensi Inti (KI) pada bagian silabus. Peneliti menambahkan Kompetensi Inti (KI) pada bagian silabus, (4) belum ada penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar pada bagian silabus. Peneliti melengkapi penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar pada bagian silabus, (5) pada bagian tujuan pembelajaran di salah satu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) antara komponen condition dan degree lebih disesuaikan lagi. Peneliti memperbaiki komponen dari tujuan pembelajaran dengan menyesuaikan kembali antara komponen condition dan degree, (6) pemilihan media pembelajaran pada salah satu rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) kurang menarik. Peneliti memperbaiki media yang dirancang dengan merancang ulang media yang akan digunakan sehinnga siswa kelas I SD dapat tertarik dan senang dalam kegiatan pembelajaran, (7) pemilihan sumber belajar yang terlalu cenderung lebih ke IT. Peneliti menambahkan sumber belajar yang konvesional dan mengurangi sumber belajar yang bersifat IT, (8) pada bagian evaluasi, kegiatan pengayaan dan remidial kurang diperdalam. Peneliti 85

(104) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI merancang ulang kegiatan pengayaan dan remidial agar lebih mendalam, (9) pada salah satu rencana pelaksanaan pembelajaran(RPP) pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) belum disusun secara bertahap C4- C6. Peneliti menyusun kembalipengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) secara bertahap mulai dari C4- C6, (10) bagian LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), cover lebih dibuat semenarik mungkin. Peneliti mendesain ulang cover LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) agar terlihat menarik jika dikerjakan oleh peserta didik kelas I SD, (11) bahasa yang digunakan lebih disederhanakan lagi. Peneliti memperbaiki bahasa yang digunakan dengan menyederhanakan bahasa agar mudah dipahami oleh siswa kelas I SD. D. Uji Coba Terbatas 1. Data Uji Coba Terbatas Setelah peneliti melakukan revisi berdasarkan saran oleh pakar pembelajaran inovatif, produk perangkat pembelajaran diuji cobakan di lapangan dan di validasi oleh guru kelas I. Guru tersebut adalah Ibu S dari SD N Kentungan. Uji coba tersebut dilakukan selama seminggu pada tanggal 29 Oktober 2018 sampai dengan 3 November 2018 namun uji coba hanya dilakukan 3 kali pada tanggal 30 Oktober 2018, 31 Oktober 2018 dan 2 November 2018 karena terdapat kegiatan diluar sekolah yang sudah dirancang sebelumnya. Uji coba dilakukan di SD N Kentungan. Dalam uji coba dan RPP tersebut terdapat aspek penilaian. Komponen tersebut adalah sebagai berikut: (1) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan, (2) guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan, (3) guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan) kepada siswa, (4) guru telah mengembangkan keterampilan dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif), (5) guru menguasai materi 86

(105) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi, (6) guru lebih berperan sebagai fasilitator pada saat pembelajaran, (7) pembelajaran berpusat pada siswa, (8) guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran, (9) guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran, (10) guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi, (11) guru mengembangkan pendidikan karakter, (12) guru melaksanakan pembelajaran terpadu dengan landai, (13) guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, (14) guru melaksanakan penilaian otentik. Beradasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan, ibu S memberikan skor rerata pada model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi yaitu 4,28 dengan kategori "sangat baik". Perangkat pembelajaran dinyatakan layak digunakan dengan revisi sesuai saran. Ibu S memberi komentar pada beberapa aspek kegiatan pembelajaran yaitu pada bagian: (1) guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran, (2) guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran, (3) guru mengembangkan pendidikan karakter. Komentar yang diberikan oleh ibu S yaitu: (1) media pembelajaran lebih diperbanyak setidaknya ada empat atau lima yang riil atau nyata, (2) kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) sudah muncul namun belum maksimal, (3) dalam mengembangkan pendidikan karakter lebih sering disinggung dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan untuk uji coba model Quantum Learning, ibu S memberi skor rerata 4,28 dengan kategori "sangat baik". Perangkat pembelajaran dinyatakan layak digunakan tanpa revisi. Namun Ibu S memberi saran dan masukan terhadap produk yang sudah dibuat. Ibu S memberikan saran pada dua kegiatan pembelajaran yaitu (1) guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan) kepada siswa dan (2) guru telah mengembangkan keterampilan dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, 87

(106) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kolaboratif dan komunikatif). Komentar ibu S yaitu: (1) pada pendekatan saintifik 5M beberapa aspek sudah terlihat namun siswa sedikit kesusahan dalam menalar jika tidak dibimbing guru, (2) keterampilan abad 21 sudah terlihat namun belum maksimal pada kegiatan kolaboratif antarsiswa dalam kelompok. Sedangkan, dari hasil uji coba kelas IA dari contoh masing- masing RPP setiap model, Saudari N memberi skor rerata 4,5 dengan kategori "sangat baik" dalam model pembelajaran PPR. Saudari N memberikan komentar pada komponen (1) siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (2) siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran, (3) siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran. Komentar Saudari N yaitu (1) siswa terlihat senang dan asyik dalam mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran, (2) siswa terlibat aktif dalam penggunaan media, (3) siswa terkesan mendapatkan pengalaman baru. Untuk hasil uji coba RPP model pembelajaran Quantum Learning, saudari N memberikan skor rerata 4,56 dengan kategori "sangat baik". Saudari N memberikan komentar pada komponen (1) siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan, (2) siswa asyik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, (3) siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran. komentar yang diberikan oleh saudari N yaitu (1) siswa dapat mencapai indikator dengan baik, (2) siswa terlihat antusias dalam mengikuti proses kegiatan pembelajaran, (3) siswa sudah menggunakan media secara langsung. Perangkat pembelajaran telah diujicobakan dan dinilai oleh validator direvisi sesuai saran yang diberikan. Komentar dan revisi diuraikan dalam tabel berikut ini: 88

(107) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.4 Komentar uji coba Guru SD Kelas IA dan revisi Model Pembelajaran PPR No Aspek yang dinilai Komentar 8. Guru menggunakan Media beragam media dalam pembelajaran pembelajaran lebih diperbanyak setidaknya ada empat atau lima yang riil atau nyata. 9. Guru mengembangkan Kemampuan kemampuan berpikir berpikir tingkat tingkat tinggi (HOTS) tinggi (HOTS) dalam kegiatan sudah muncul pembelajaran namun belum maksimal. Revisi Menambahkan media pembelajaran yang bersifat real atau benda asli. Lebih digali lagi untuk kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada siswa dengan cara menanya dan memberikan kegiatan yang membuat mereka menemukan sesuatu yang baru dengan pengetahuannya. 11. Guru mengembangkan Dalam Pendidikan pendidikan karakter mengembangkan karakter lebih pendidikan sering lagi karakter lebih disisipkan pada sering disinggung kegiatan dalam kegiatan pembelajaran, pembelajaran. agar pendidikan karakter yang ditanamkan dapat melekat dalam diri siswa. 89

(108) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.4 Komentar uji coba Guru SD Kelas IA dan revisi Model Pembelajaran Quantum Learning No Aspek yang dinilai 3. Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan) kepada siswa 4. Guru telah mengembangkan keterampilan dasar abad 21 (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif dan komunikatif) Komentar Pada pendekatan saintifik 5M beberapa aspek sudah terlihat namun siswa sedikit kesusahan dalam menalar jika tidak dibimbing guru. Keterampilan abad 21 sudah terlihat namun belum maksimal pada kegiatan kolaboratif antar siswa dalam kelompok. Revisi Membimbing siswa agar dapat mengembangkan kemampuan menalarnya dengan baik Peraturan kelas sebelum kegiatan pembelajaran dimulai ditekankan lagi. Jika masih ada siswa yang mengerjakan sendiri atau bermain sendiri ditegur dan dibimbing untuk dapat bekerja sama dalam kegiatan kerja kelompok. Tabel 4.5 Komentar uji coba teman sejawat dan revisi Model Pembelajaran PPR No 5. Aspek yang dinilai Komentar Siswa asyik dalam Siswa terlihat mengikuti kegiatan senang dan asyik pembelajaran. mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran. 6. Siswa terlibat penggunaan dalam Siswa media aktif 90 Revisi Mengembangkan kegiatan pembelajaran lagi agar kedepannya siswa tidak monoton dan tetap senang dan asyik. terlibat Media dalam pembelajaran

(109) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran 7. penggunaan media. yang semakin beragam akan membuat siswa tertarik untuk menggunakannya. Siswa memperoleh Siswa terkesan Dalam kegiatan pengalaman langsung mendapatkan pembelajaran dalam pembelajaran pengalaman baru harus lebih digali lagi agar kedepannya siswa mendapatkan pengalaman baru lagi. Tabel 4.5 Komentar uji coba teman sejawat dan revisi Model Pembelajaran Quantum Learning No 1. Aspek yang dinilai Komentar Siswa dapat mencapai Siswa dapat indikator pembelajaran mencapai yang ditetapkan. indikator dengan baik 5. Siswa asyik dalam Siswa terlihat mengikuti kegiatan antusias pembelajaran. mengikuti proses kegiatan pembelajaran. 6. Siswa terlibat penggunaan pembelajaran dalam Siswa sudah media menggunakan media secara langsung. 91 Revisi Mempertahankan indikator yang telah dibuat dan dapat mengembangkan lagi indikator agar siswa dapat dengan mudah mencapai indikator yang telah ditetapkan. Mengembangkan kembali kegiatan pembelajaran agar terkesan asyik dan siswa enjoy dalam mengikuti pembelajaran. Guru lebih kreatif lagi dalam membuat media pembelajaran sehingga siswa dapat tertarik dan terlibat aktif dalam

(110) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menggunakan media pembelajaran. 2. Revisi Produk Revisi produk dilakukan berdasarkan saran yang diberikan oleh guru SD kelas I setelah uji coba yang dilakukan. Guru SD tersebut memberikan saran pada: (1) pada pendekatan saintifik beberapa aspek sudah terlihat namun siswa sedikit kesusahan dalam menalar jika tidak dibimbing guru. Peneliti membimbing siswa agar dapat mengembangkan kemampuan menalarnya dengan baik, (2) keterampilan abad 21 sudah terlihat namun belum maksimal pada kegiatan kolaboratif antara siswa dalam kelompok, masih banyak siswayang mengerjakan sendiri dan bermain sendiri dalam kelompok. Peneliti memberikan peraturan kelas sebelum kegiatan pembelajaran dimulai ditekankan lagi. Jika masih ada siswa yang mengerjakan sendiri atau bermain sendiri ditegur dan dibimbing untuk dapat bekerja sama dalam kegiatan kerja kelompok, (3) media pembelajaran lebih diperbanyak setidaknya ada empat atau lima yang real atau nyata. Peneliti menambahkan media pembelajaran yang bersifat real atau benda asli, (4) kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) sudah muncul namun belum maksimal. Peneliti menggali lagi untuk kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada siswa dengan cara menanya dan memberikan kegiatan yang membuat mereka menemukan sesuatu yang baru dengan pengetahuannya, (5) dalam mengembangkan pendidikan karakter lebih sering disinggung dalam kegiatan pembelajaran karena pendidikan karakter termasuk pembiasaan yang dilakukan sehari- hari pada saat pembelajaran berlangsung. Peneliti menyisipkan pendidikan 92

(111) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI karakter lebih sering lagi, agar pendidikan karakter yang ditanamkan dapat melekat dalam diri siswa. E. Kajian Produk Akhir Produk akhir diperoleh dari pelaksanaan uji coba dengan langkahlangkah sesuai dengan pengembangan Borg & Gall yang berupa perangkat pembelajaran inovatif. Produk Akhir yang dibuat peneliti didapatkan dari saran yang diberikan oleh dua pakar pembelajaran inovatif dan satu guru kelas I SD sebagai pelaksana Kurikulum 2013. Revisi dilakukan sebanyak 2 kali. Revisi pada produk awal bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran sebelum diuji coba di lapangan oleh dua pakar pembelajaran inovatif yaitu mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma dan guru kelas I SD N Kentungan. Sedangkan revisi produk akhir bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran inovatif yang layak untuk dijadikan pedoman bagi guru SD terutama kelas I. Revisi produk akhir diperbaiki berdasarkan hasil uji coba di lapangan yang dinilai oleh guru kelas I SD N Kentungan. Perangkat pembelajaran ini ditujukan untuk guru dan siswa kelas I. Produk didesain menjadi satu buku yang berupa rencana pelaksanaan pembelajaran inovatif model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) beserta penilaian, materi pembelajaran dan lembar kerja peserta didik (LKPD) kelas I SD. Produk akhir yang dihasilkan adalah perangkat pembelajaran inovatif yang telah direvisi seuai saran dan masukan yang diberikan oleh validator yaitu guru kelas I SD N Kentungan. Komponen perangkat pembalajaran dapat diperbaiki dan dilengkapi sesuai saran dan masukan yang diberikan.Adapun komponen perangkat pembalajaran prota yaitu (1) identitas prota, (2) tema, subtema dan alokasi waktu, (3) jumlah jam efekif (4) proporsi pembagian waktu.Komponen perangkat pembelajaran promes yaitu (1) identitas promes, (2) tema, subtema, alokasi waktu, pembelajaran, bulan, (3) materi pembelajaran dan pembagian waktu. Komponen perangkat pembelajaran silabus yaitu (1) kompetensi inti, (2) kompetensi dasar, (3) materi pembelajaran, (4) kegiatan pembelajaran, (5) 93

(112) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI penlaian, (6) alokasi waktu, (7) sumber belajar. Komponen perangkat pembelajaran RPP yaitu (1) identitas RPP, (2) kompetensi inti, (3) kompetensi dasar, indikator dan perumusan tujuan pembelajaran, (4) materi pembelajaran, (5) pendekatan, model dan metode pembelajaran (6) media pembelajaran dan sumber belajar, (7) skenario pembelajaran, (8) penilaian, (9) lampiran. Pertama, prota atau program tahunan yaang berisikan identitas prota (satuan pendidikan, kelas, tahun pelajaran, pembelajaran ke-, semester, bulan), tema, subtema dan alokasi waktu, jumlah jam efektif di tahun tersebut, dan proporsi pembagian waktu. Kedua, promes atau program semester yaitu program yang berisi garis besar mengenai kegiatan yang akan dilakukan dan dicapai pada semester tersebut, promes berisikan identitas promes (satuan pendidikan, kelas, tahun pelajaran, pembelajaran ke-, semester, bulan), tema, subtema, alokasi waktu, materi pembelajaran, dan pembagian waktu. Ketiga, silabus yaitu rencana pembelajaran dalam satu atau lebih mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup kompetensi inti, kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Keempat, RPP atau rencana pelaksanaan pembelajaran sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran yang dijadikan acuan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Komponennya yaitu identitas RPP yang memuat satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran atau tema, dan jumlah pertemuan. Kelima, kompetensi inti (KI) yaitu tingkat kemampuan yang disusun untuk mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dimiliki seorang peserta didik. Kompetensi dasar (KD) adalah kemampuan untuk mencapai kompetensi inti yang harus diperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran.Keenam, indikator dan perumusan tujuan pembelajaran. Indikator mengacu pada kompetensi dasar yang ada dimana indikator memuat aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dan memuat aspek spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan. Untuk sikap 94

(113) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI spiritual dan sosial ditekankan pada pembelajaran PPKn. Tujuan pembelajaran mengandung unsur audience (A), behaviour (B), condition (C), dan degree (D). Audience adalah peserta didik atau siswa menjadi subjek tujuan pembelajaran tersebut. Behaviour adalah kata kerja yang mendeskripsikan kemampuan audience setelah pembelajaran. Condition adalah situasi pada saat tujuan pembelajaran diselesaikan. Yang terakhir degree adalah standar yang harus dicapai oleh audience sehingga dinyatakan telah mencapai tujuan. Biasanya degree dinyatakan dengan angka atau quanty. Tujuan pembelajaran mengacu pada perumusan indikator yang berupa bentuk pernyataan operasional. Ketujuh, materi pembelajaran yaitu suatu tema atau materi yang menjadi pokok pembahasan dalam kegiatan pembelajaran. Materi pembelajaran dalam RPP harus harus dikembangkan secara rinci bahkan jika perlu guru mengembangkannya lagi menjadi buku siswa. Kedelapan, metode dan model pembelajaran. Metode pembelajaran adalah suatu cara maupun strategi yang digunakan untuk menyampaikan suatu materi tertentu dalam kegiatan belajar mengajar sehingga yang menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. Sedangkan model pembelajaran memuat langkah- langkah yang akan digunakan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Dimana model tersebut disebar ke dalam langkah- langkah pembelajaran meliputi kegiatan awal, inti dan kegiatan akhir. Masing- masing kegiatan disesuaikan dengan alokasi waktu yang dibutuhkan. Kesembilan, media pembelajaran dan sumber pembelajaran. media pembelajaran adalah berupa alat bantu dalam proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pembelajaran. Sumber belajar adalah bahan yang dijadikan sebagai acuan dalam proses pembelajaran. Dapat beruka buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau seumber belajar lainnya yang relevan sehingga dapat dijadikan referensi dalam kegiatan pembelajaran. Kesepuluh, skenario pembelajaran adalah langkah kegiatan atau kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada hari itu atau saat itu juga. 95

(114) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kesebelas, penilaian yaitu bentuk pengukuran untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau ketercapaian siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian tersebut dapat berupa observasi, tertulis, unjuk kerja, dan lainlain. Penilaian dijabarkan atas jenis/ teknik penilaian, bentuk instrumen dan instrumen, kunci jawaban, dan pedoman penskoran. Keduabelas, yaitu lampiran- lampiran yang berupa materi pembelajaran, LKPD (lembar kerja peserta didik), media pembelajaran, tindak lanjut, lembar refleksi dan rubrik penilaian. Materi pembelajaran berisikan rangkuman materi yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada saat itu sesuai dengan tema/ subtema. LKPD (lembar kerja peserta didik) yang memuat panduan kegiatan belajar siswa sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. LKPD dibuat dengan langkahlangkah yang menarik dan memudahkan siswa dalam belajar. Media pembelajaran berisikan gambar- gambar dan lirik lagu yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Tindak lanjut berupa pengayaan atau remidi yang berisikan pekerjaan tambahan yang mendapat bimbingan orangtua. Lembar refleksi berisikan kegiatan merefleksikan diri siswa setelah melakukan kegiatan pembelajaran. Instrumen penilaian berupa soal dan kunci jawaban yang digunakan untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Selain itu terdapat rubrik penilaian yang digunakan untuk menilai pekerjaan siswa. F. Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Hasil Penelitian Berdasarkan hasil validasi oleh kedua pakar perangkat pembelajaran inovatif dan hasil uji coba oleh guru SD Kelas I serta teman sejawat pelaksana Kurikulum 2013 diperoleh perangkat pembelajaran inovatif tersebut masuk dalam kategori "sangat baik" dengan skor rerata 4,34. Hasil tersebut diuraikan dalam tabel berikut: 96

(115) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Tabel 4.6 Rekapitulasi validasi dan uji coba oleh Pakar Pembelajaran Inovatif, Guru SD Kelas I, dan teman sejawat. No Model Pembelajaran dan Validator Validasi 1. Pakar Pembelajaran Inovatif Model PPR(A) Pakar Validasi 2. Pembelajaran Inovatif Model PPR(B) Validasi 3. Pakar Pembelajaran Inovatif Model Quantum Learning(A) Validasi 4. Pakar Pembelajaran Inovatif Model Quantum Learning(B) 5. Guru Kelas I Model Pembelajaran PPR 6. Teman Sejawat Model Pembelajaran PPR 7. Guru Kelas I Model Pembelajaran Quantum Learning 8. Teman Sejawat Model Pembelajaran Quantum Learning Jumlah Rerata Kategori Perangkat Pembelajaran Skor Kategori 4,18 Baik 4,16 Baik 4,42 Sangat Baik 4,35 Sangat Baik 4,28 Sangat Baik 4,5 Sangat Baik 4,28 Sangat Baik 4,56 Sangat Baik 34,73 4,34 Sangat Baik 2. Pembahasan Menurut Shoimin (2014: 21) inovasi pembelajaran merupakan suatu yang penting dan harus dimiliki atau dilakukan oleh guru. Hal ini disebabkan pembelajaran akan lebih hidup dan bermakna. Kemauan guru untuk mencoba menggali, menemukan, dan mencari berbagai terobosan, pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran merupakan 97

(116) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI salah satu penunjang munculnya berbagai inovasi- inovasi baru. Dari penjelasan ahli diatas pembelajaran inovatif yang dilaksanakan oleh peneliti berhasil membuat inovasi baru dalam kegiatan pembelajaran di kelas dengan menggunakan model pembelajaran yang ada. Berdasarkan penelitian relevan milik Susilowati terdapat hal yang sama dengan milik peneliti yaitu sama-sama mengembangkan perangkat pembelajaran. Hal yang berbeda yaitu Susilowati mengembangkan perangkat pembelajaran terpadu Tipe Threaded untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar mengacu Kurikulum 2013 yang mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berserta komponen yang ada didalamnya yaitu identitas, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, model pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar dan penilaian. Sedangkan, peneliti mengembangkanperangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar yang meliputi program tahunan (prota), program semester (promes), silabus, dan (enam) 6 RP yang menggunakan (dua) model pembelajaran yaitu Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR). Hasil validasi tersebut mengacu pada 7 aspek yaitu (1) prota (program tahunan), (2) promes (program semester), (3) silabus, (4) RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran), (5) media pembelajaran, (6) LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), (7) bahasa. Pada validasi perangkat pembelajaran, pakar pembelajaran inovatif (A) memberikan skor 4,18 dengan kategori "baik" pada RPP model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi(PPR), sedangkan untuk model Quantum Learning, pakar pembelajaran inovatif (A) memberi skor 4,42 98

(117) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan kategori "sangat baik". Guru SD kelas I (B) memberikan skor pada perangkat pembelajaran inovatif model Paradigma Pedagogi Refleksi(PPR) sebesar 4,16 dengan kategori "baik", dan untuk model Quantum Learning, guru SD Kelas I (B) memberi skor 4,35 dengan kategori "sangat baik".Untuk skor ujicoba dari model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi(PPR), guru SD Kelas I memberikan skor 4,28 dengan kategori "sangat baik" dan model Quantum Learningdiberikan skor rerata 4,28 dengan kategori "sangat baik". Keseluruhan hasil validasi dan ujicoba produk tersebut didapatkan rerata skor 4,34 dengan kategori "sangat baik". Perangkat pembelajaran dinyatakan "sangat baik" karena telah memenuhi aspek dari perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran inovatif memuat 1) program tahunan (prota) lengkap dengan komponen, jumlah jam dan proporsi pembagian waktu, 2) program semester (promes) sudah lengkap dengan identitas, komponen yang lengkap, materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) serta alokasi waktu yang digunakan proporsional, 3) silabus memuat komponen yang lengkap serta keretkaitan antar komponen dalam silabus sesuai, 4) RPP atau rencana pelaksanaan pembelajaran telah memenuhi komponennya mulai dari identitas yang lengkap, kesesuaian antara indikator dengan KI dan KD, tujuan pembelajaran mencakup komponen ABCD (Audeince, Behaviour, Condition, Degree), susunan materi pembelajaran sudah sesuai, strategi, model dan metode pembelajaran sudah sesuai, pemilihan media pembelajaran sesuai dengan tujuan, materi dan kondisi kelas, pemilihan sumber belajar sesuai, evaluasi sudah lengkap, rancangan kehiatan pembelajaran sesuai dengan langkah- langkah model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dan 99

(118) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Quantum Learning, kelengkapan instrumen evaluasi lengkap, 5) media pembelajaran sudah sesuai dengan kompetensi, materi dan karakteristik siswa, media terlihat atau tersengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi, real), penyajian media menarik dan membuat siswa senang, 6) LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) telah dibuat dengan sistematis, menggunakan kalimat yang sederhana dan diberi cover yang membuat siswa tertarik dan memudahkan siswa dalam mengerjakan, 7) bahasa yang digunakan sesuai dengan Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), mudah dimengerti dan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Produk yang dikembangkan telah sesuai dengan spesifikasi produk yang telah dijelaskan pada bab I. Pertama Cover, cover produk terdiri dari judul pengembangan perangkat pembelajaran inovatif yaitu pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah dasar; nama penulis; logo universitas, keterangan yang berisi program studi yaitu pendidikan guru sekolah dasar, jurusan yaitu ilmu pendidikan, fakultas yaitu keguruan dan ilmu pendidikan, universitas yaitu sanata dharma Yogyakarta. Cover belakang berisi biodata singkat penulis. Kedua, produk yang dicetak dalam ukuran kertas A4 dengan berat 70 gram sedangkan sampul dicetak dengan kertas ivory 230 supaya terlihat kokoh. Ketiga, produk ditulis menggunakan theme font “times new rowman” dengan spasi 1,5 supaya terlihat jelas. Keempat, kata pengantar terdiri dari ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa; penjelasan kerangka berpikir seputar pembelajaran inovatif; ucapan terimakasih kepada pihak yang membantu dan terlibat dalam penyusun produk; dan kesediaan penulis dalam menerima kritik dan saran terkait 100

(119) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan produk yang dikembangkan. Kelima, daftar isi terdiri dari garis besar isi buku beserta nomor halaman. Keenam, produk yang dikembangkan dalam perangkat pembelajaran terdiri dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Ketujuh, prota dibuat sesuai dengan kalender tahun pelajaran baru. Komponen-komponen dalam menyusun Program Tahunan: Identitas (antara lain muatan pelajaran, kelas, tahun pelajaran) dan Format isian (antara lain tema, subtema, dan alokasi waktu). Kedelapan, promes yang merupakan penjabaran dari program tahunan sehingga program tersebut tidak 101ubr disusun sebelum tersusun program tahunan. Program semester dilihat kalender dari semester gasal. Program Semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Kesembilan, silabus yaitu salah satu produk pengembangan kurikulum berisikan garis-garis besar materi pelajaran, kegiatan pembelajaran dan rancangan penilaian. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu atau kelompok mata pelajaran/ tema tertentu yang mencakup satndar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian, penilaian, alokasi waktu dan sumber belajar. Kesepuluh, RPP atau rencana pelaksanaan pembelajaran disusun lengkap terdiri dari 1) identitas RPP; 2) kompetensi inti; 3) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pebelajaran; 4) pendekatan, tipe dan metode; 5) sumber belajar; 6) langkah pembelajaran; 7) penilaian; 8) lampiran yang berisi materi pembelajaran, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), media dan rubrik penskoran yang berjumlah enam set. 101

(120) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Kesebelas, karakteristik pembelajaran terpadu memuat unsur keterpaduan antara mata palajaran yang akan diajarkan, saintifik yang dikembangkan adalah 5M yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan yang akan diaplikasikan di dalam kegiatan inti. Kemudian adanya penilaian otentik yaitu penilaian proses dari pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Kurikulum 2013 terdapat pendidikan karakter pada siswa dan kemampuan berpikir tinggi yaitu menerapkan taksonomi bloom mulai dari C4 sampai C6. Kedua belas, mengembangkan keterampilan abad 21 dimana terdapat empat ketrampilan 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerja sama (collaborative),dan komunikasi (communicative). Ketiga belas, terdapat dua model yang dikembangkan yaitu Model Pembelajaran Quantum Learning dan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR). Tiga RPP menggunakan Model Pembelajaran Quantum Learning dan tiga model menggunakan Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Reflektif (PPR). Keempat belas, terpadat enam set post test untuk setiap satu subtema yang diberikan pada akhir pembelajaran. Kelima belas, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut Panduan Ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan yang meliputi bahasa, peristilahan, nama orang, nama tempat tanda baca, dan kata penghubung. Dengan demikian, produk yang dikembangkan dapat dikatakan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran inovatif model Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) mengacu kurikulum 2013 dan memiliki kualitas "sangat baik". 102

(121) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN, DAN SARAN A. Kesimpulan 1. a. Berdasarkan hasil validasi oleh kedua pakar pembelajaran inovatif oleh mahasiswa PPG Universitas Sanata Dharma dan guru SD Kelas I, perangkat pembelajaran inovatif model Quantum Learning memperoleh skor rerata 4,38 dengan kategori "sangat baik" dan model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) memperoleh skor rerata 4,17 dengan kategori "baik". Produk yang dikembangkan telah direvisi dan sudah sesuai dengan masukan oleh pakar pembelajaran inovatif dan guru SD Kelas I yang memuat 1) Program Tahunan (Prota), 2) Program Semester (Promes), 3) Silabus, 4) RPP. b. Berdasarkan hasil uji coba terbatas oleh guru dan teman sejawat dengan memberikan skor rerata untuk model Quantum Learning yaitu 4,42 kategori "sangat baik"dan untuk model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) diberikan skor rerata 4,39 dengan kategori "sangat baik". Jika digabung antara hasil validasi dan ujicoba guru dan teman sejawat, maka hasil skor rerata 4,34 dengan kategori "sangat baik". Sehingga dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran inovatif model pembelajaran Quantum Learning dan Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) dapat dikatakan layak untuk diuji cobakan secara lebih luas. B. Keterbatasan Pengembangan Perangkat pembelajaran yang dikembangkan peneliti ini memiliki keterbatasan yang akan diuraikan sebagai berikut. 1. Wawancara analisis kebutuhan hanya dilakukan pada 2 guru di Sekolah Dasar yang berbeda. 103

(122) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. Pelaksanaan uji coba hanya dilakukan tiga hari dikarenakan terdapat kegiatan sekolah yang sebelumnya sudah dirancang. 3. RPP yang dikembangkan terlalu banyak yaitu 6 RPP, sehingga peneliti tidak dapat mengujikan semua karena kebijakan dari sekolah. C. Saran 1. Wawancara analisis kebutuhan lebih baik jika lebih dari 2 guru dengan Sekolah Dasar yang berbeda agar memperkuat dan mengetahui lebih jelas yang dibutuhkan guru. 2. Pelaksanaan uji coba sebaiknya dilakukan sesuai dengan RPP yang telah dikembangkan agar hasilnya bisa maksimal. 3. Jumlah RPP yang dikembangkan disesuaikan dengan jadwal dan program di Sekolah Dasar yang ingin diteliti sehingga RPP yang dikembangkan dapat terlaksana sesuai dengan semestinya. 104

(123) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI DAFTAR PUSTAKA Abduh, M. (2017). Interaksi pada Pendekatan Saintifik (Kajian Teori Scaffolding). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Akbar, S. (2013). Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Alwi. (2013). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Berbasis Kontekstual Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar Daryanto. (2014). Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: Gava Media. Yogyakarta : AR-RUZZ MEDIA Daryanto. (2012). Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta: Gava Media. Fadillah. (2014). Implementasi Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran SD/MI, SMP/ MTS, & SMA/ MA. Hosnan, M. (2014). Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Bogor: Ghalia Indonesia. Kesuma, Dharma., dkk. (2011). Pendidikan Karakter. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Kurniasih, I dan Sani. (2014). Impelemntasi Kurikulum 2013 konsep & penerapan. Surabaya: Kata Pena. Listyarti, R. (2012). Pendidikan Karakter dalam Metode Aktif, Inovatif, & Kreatif. Jakarta: Erlangga. 105

(124) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Maksudin. (2013). Pendidikan Karakter Nondikotomik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Malawi. (2013). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Mifullah, S. (2018). Konsep Teori Media Pembelajaran Inovatif. [Diakses 27 November 2018]. Mulyasa, E. (2013). Pengembangan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya. Murfiah, U. (2017). Pembelajaran Terpadu (Teori & Praktik Terbaik di Sekolah). Bandung: PT. Refika Adiatama. Permendikbud no. 81A tahun 2014 tentang langkah pembelajajaran pada pendekatan saintifik 5M. Permendikbud no. 65 tahun 2013 tentang Standar Kompetensi dan Standar Isi. Permendikbud no. 81A tahun 2013 tentang implementasi Kurikulum 2013. Prastowo, Andi. (2014). Pengembangan Bahan Ajar Tematik. Jakarta: Kencana. Sani, A., Ridwan. (2013). Pembelajaran Saintifik untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: PT. Bumi Aksara. Sani, A., Ridwan. (2016). Penilaian Autentik. Jakarta: Bumi Aksara. Shoimin, A. (2014). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta : AR-RUZZ MEDIA. Sugiyanto. (2009). Model- Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka. 106

(125) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Susilowati. (2017). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Terpadu Tipe Threaded Untuk Siswa Kelas IV SD Mengacu Kurikulum 2013. Sukardjo.(2008). Kumpulan Materi Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: UNY. Suparno, P. (2015). Pembelajaran di Perguruan Tinggi Bergaya Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Trianto. (2010). Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi Pengembangan Profesi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Jakarta: PT. Kencana. Trianto. (2012). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: PT. Bumi Aksara. UU Nomor 20 tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional. Yani, A dan Mamat Ruhimat. (2018). Teori dan Implementasi Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Bandung: PT. Refika Aditama Yani, A. (2014). Mindset Kurikulum 2013. Bandung: ALFABETA, CV. 107

(126) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI LAMPIRAN 108

(127) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 1 : Pedoman Wawancara Pedoman Wawancara No. Item Pertanyaan 1. Sejak kapan SD ini menerapkan kurikulum 2013? 2. Apakah bapak atau ibu pernah mengikuti pelatihanKurikulum SD 2013? 3. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terhadap kurikulum SD 2013? 4. Apakah bapak/ibu sudah mengetahui karakteristik kurikulum SD 2013? 5. Sejauh mana pemahaman bapak/ibu terkait dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran? 6. Bagaimana cara bapak/ibu merumuskan indicator dan tujuan pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa? 7. Bagaimana cara bapak/ibu menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran? 8. Apakah bapak/ibu setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda? 9. Apakah tujuan pembelajaran yang bapak/ibu kembangkan sudah mengupayakan tercapainya pendidikan karakter? 10. Apakah bapak/ibu mengetahui keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 seperti (berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)? 11. Apakah dalam pembuatan RPP bapak/ibu sudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran terkait dengan keterampilan tersebut (berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikasi)? 12. Apakah pembelajaran dengan ceramah masih mendominasi di kelas ? 13. Pernahkah bapak/ibu menggunakan model pembelajaran 109

(128) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI inovatif yang lain? Apakah modelnya itu? 14. Apakah ibu/bapak mengetahui pembelajaran inovatif? 15. Kesulitan apa saja yang bapak/ibu alami dalam pembuatan model pembelajaran inovatif? 16. Bagaimana cara mengatasi kesulitan yang dialami? 17. Apakah contoh perangkat pembelajaran inovatif yang sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah bapak/ibu? 18. Apakah bapak/ibu masih perlu bentukcontoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan model pembelajaran kooperatif, model kuantum , dbs?) 19. Apakah siswa pernah merasa bosan ketika guru menerapkan pembelajaran inovatif di kelas? 20. Apakah bapak/ibu mempunyai rencana untuk mengembangkan pembelajaran inovatif agar kedepannya mampu meningkatkan prestasi belajar siswa ? 21. Menurut inovatif bapak/ ibu apakah perangkat pembelajaran penting jika diterapakan dalam proses pembelajaarandewasaini? 22. Apakah bapak/ibu sudah mengetahui jenis belajar taksonomi bloom yang sudah di revisi? 110

(129) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 2: Rangkuman Hasil Wawancara Rangkuman Hasil Wawancara Survei Kebutuhan 1. SDN PUREN Nama Guru:Yanuartun Ika Sari, S.Pd No. 1. Item Pertanyaan Jawaban Pertanyaan Sejak kapan SD ini menerapkan SD N Puren menerapkan kurikulum 2013? Kurikulum Tahun 2013 2013/ semester sejak 2014 1 menerapkan kurikulum tersebut, namun pada saat itu guru I ditempatkan di kelas III SD, sedangkan yang menerapkan sudah Kurikulum 2013 adalah kelas I dan kelas IV. Tetapi pada saat semester 2 sempat terhenti dalam penerapan kuirkulum tersebut. Kemudian mulai lagi diterapkan tahun ajaran 2016/ 2017 untuk semua kelas kecuali kelas III dan VI. 2. Apakah bapak atau ibu pernah Guru pernah mengikuti mengikuti pelatihan Kurikulum pelatihan Kurikulum 2013. SD 2013? Yang pertama selama 2 minggu bertempat di SD N Percobaan 2 yang kedua di SD Tamanan 1 Kalasan. 111

(130) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Guru juga mempunyai paguyuban Kurikulum 2013 bersama guru- guru dari SD lainnya yang setiap 1 bulan sekali berkumpul untuk membahas Kurikulum 2013, penanganan anak, administrasi guru dan membuat soal- soal untuk UTS. 3. Sejauh mana pemahaman Guru menjelaskan bahwa bapak/ibu terhadap kurikulum wali murid dan guru yang SD 2013? belum paham kurikulum mengenai 2013 merasa kaget, karena materi yang ada pada Kurikulum 2013 tidak terlalu luas dan jauh. Siswa dituntut untuk menemukan hal baru atau dikenal dengan istilah lain yaitu discovery. Guru hanya menjadi fasilitator sedangkan siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran. Kurikulum 2013 membuat peserta didik lebih sering melakukan pengalaman langsung atau praktek di lapangan jadi pemahaman siswa juga lebih mendalam lagi. 112

(131) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Apakah bapak/ibu mengetahui sudah Guru menyebutkan bahwa karakteristik karakteristik kurikulum SD 2013? Kurikulum 2013 adalah siswa harus mampu menemukan hal- hal baru dan guru hanya menjadi pembimbing atau fasilitator. Guru lebih detail dalam menilai siswa yang meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. 5. Sejauh mana pemahaman Guru bapak/ibu terkait pendekatan saintifik mengatakan dengan pendekatan saintifik adalah dalam pendekatan dimana siswa pembelajaran? diajak mencari tahu masalah kemudian masalah menyelesaikan tersebut hipotesis. melalui Biasanya pendekatan saintifik mengarah pada kontekstual. 6. Bagaimana merumuskan tujuan cara bapak/ibu Cara indicator pembelajaran guru merumuskan dan indikator adalah bersama sesuai guru- dengan kemampuan siswa? guru Kurikulum mayoritas dalam paguyuban 2013 yang karakter siswa sekolah- sekolah tersebut hampir sama. Jadi, guru lebih mudah merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran dengan saling 113 bertukar pikiran

(132) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI antara guru satu dengan yang lain dalam paguyuban Kurikulum 2013 tersebut. 7. Bagaimana cara bapak/ibu Guru berpendapat bahwa menumbuhkembangkan pendidikan karakter pembelajaran? cara dalam menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran adalah menanamkan kebiasaan- kebiasaan dan menyelipkan pendidikan karakter diselasela materi. Tentu pendidikan karakter yang ditanamkan merujuk pada materi yang sedang diajarkan oleh guru. Di rumah pun guru masih bisa mengontrol karena orangtua siswa bekerja sama dengan guru. Salah satu contoh dari penanaman pendidikan karakter yang guru katakan adalah kebiasaan beribadah oleh siswa dirumah. Guru bersama orangtua bekerja sama dengan cara mengirim bukti foto saat siswa sedang melakukan ibadah dirumah. 8. Apakah bapak/ibu setiap Guru menggunakan model pembelajaran menggunakan RPP baru 114 yang mengacu

(133) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI dengan model pembelajaran Kurikulum 2013. Namun yang berbeda? tidak menyebutkan model yang diterapkan oleh guru saat pembelajaran berlangsung. 9. Apakah yang tujuan bapak/ibu sudah pembelajaran Guru sudah mengupayakan kembangkan tercapainya pendidikan mengupayakan karakter pada peserta didik. tercapainya pendidikan karakter? Namun ada beberapa peserta didik yang masih belum terlihat karakter dari dalam dirinya. Karena guru kewalahan membimbing 30 peserta didik didalam kelas. Jadi guru melihat pendidikan karakter sudah tertanam dalam diri siswa secara umum/ keseluruhan. 10. Apakah bapak/ibu mengetahui Guru keterampilan yang sudah harus keterampilan dikuasai sesuai pada abad 21 dikuasai mengetahui yang harus peserta didik seperti (berpikir kritis, kreatif, seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi)? kolaborasi kreatif, komunikasi. dan Dalam pembelajaran guru sudah menerapkan tersebut keterampilan secara tidak langsung. 11. Apakah dalam pembuatan RPP Dalam perumusan indikator bapak/ibu sudah merumuskan dan 115 tujuan pembelajaran

(134) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI indikator dan tujuan guru pembelajaran terkait juga sudah dengan merumuskan sesuai dengan keterampilan tersebut (berfikir keterampilan abad 21. Dan kritis, kreatif, kolaboratif, sudah komunikasi)? 12. diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Apakah pembelajaran dengan Guru mengatakan bahwa ceramah masih mendominasi di metode ceramah dimanakelas ? mana masih tetap ada namun tidak mendominasi, seperti guru lebih memancing rasa keingintahuan siswa dan diakhir pembelajaran guru bersama peserta menyimpulkan pembelajaran didik kegiatan mulai dari awal sampai akhir. 13. Pernahkahbapak/ibu menggunakan Guru menggunakan model model CTL dalam semua pembelajaran inovatif yang lain? pembelajaran karena baru Apakah modelnya itu? model tersebut yang dikuasai. Dalam kegiatan belajar mengajar guru sering menggunakan LCD dan monitor, terjun langsung ke lapangan contohnya ke halaman sekolah dan hal lain yang bisa dimanfaatkan oleh guru. 14. Apakah ibu/bapak mengetahui Guru 116 berpendapat,

(135) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran inovatif? pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang tidak hanya monoton di kelas, jadi guru menggunakan pembelajaran media dan terjun langsung ke lapangan atau praktek dalam kegiatan pembelajaran. 15. Kesulitan bapak/ibu apa saja alami yang Yang selalu guru terapkan dalam dalam pembelajaran inovatif pembuatan model pembelajaran di kelas adalah model CTL inovatif? dengan melibatkan alam. Kesulitan yang dialami adalah pada peserta didik. Dimana siswa mempunyai hiperaktif dikendalikan. sulit dalam yang karakter itu Guru susah lebih penguasaan kelas. 16. Bagaimana cara mengatasi Guru diawal pembelajaran kesulitan yang dialami? sebelum mulai pembelajaran dan ketika pembelajaran diluar kelas sudah membuat aturan dan menjelaskan prosedur kegiatan yang akan dilakukan pada pembelajaran tersebut. 17. Apakah contoh 117 perangkat Guru memaparkan bahwa

(136) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pembelajaran sesuai inovatif dengan yang contoh perangkat tuntutan permbelajaran inovatif yang kurikulum 2013 sudah tersedia Mengacu Kurikulum 2013 di sekolah bapak/ibu? sudah tersedia di sekolah seperti program tahunan (prota), program semester (promes), silabus, rencana dan pelaksanaan pembelajaran (RPP). Namun model model- pembelajaran inovatif belum tersedia di sekolah hanya guru mempunyai 1 model pembelajaran yaitu CTL yang dulu pernah dikuasai guru pada saat kuliah. 18. Apakah bapak/ibu masih perlu Guru sangat memerlukan bentukcontoh untuk perangkat contoh pembelajaran mengacu perangkat inovatif yang pembelajaran inovatif yang Kurikulum 2013 Mengacu Kurikulum 2013 (model PBL, model inquiri, dan dengan berbagai model model pembelajaran kooperatif, sebagai eferensi dan acuan model kuantum , dbs?) 19. dalam mengajar. Apakah siswa pernah merasa Guru tidak merasa bosan bosan ketika guru menerapkan dalam pembelajaran inovatif di kelas? menerapkan pembelajaran inovatif, hanya saja kesulitan guru pada penguasaan kelas. Contohnya sedang belajar diluar kelas atau dihalaman, 118

(137) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI terkadang peserta didik meminta izin untuk minum dan siswa yang lain akan ikut minum dan masuk kelas. Untuk awal masuk sekolah peserta didik lebih dibimbing ke arah membaca, menulis dan berhitung, sedangkan pembelajaran misalkan inovatif bermain peran ditempatkan pada tengah pembelajaran. 20. Apakah bapak/ibu mempunyai Guru mempunyai rencana rencana untuk mengembangkan tersebut namun, jika tidak pembelajaran inovatif kedepannya agar ada workshop atau pelatihan mampu mengenai pengembangan meningkatkan prestasi belajar pembelajaran inovatif, guru siswa ? mengalami kesulitan karena menurut guru setiap orang mempunyai presepsi berbeda mengenai rencana pengembangan pembelajaran inovatif yang berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa maka guru memilih lebih untuk mengembangkan pembelajaran inovatif sesuai dengan 119 permendikbud/

(138) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI pemerintah. 21. Menurut bapak/ ibu apakah Menurut guru sangat perangkat pembelajaran inovatif penting karena penting jika diterapakan dalam pembelajaran inovatif dapat proses pembelajaarandewasaini? membuat peserta bermain sambil didik belajar, tidak merasa bosan dan mengembangkan kemampuannya dengan pengetahuan yang dimiliki. 22. Apakah bapak/ibu mengetahui jenis sudah Guru sudah belajar mendengar mengenai taksonomibloom yang sudah di taksonomi revisi? belum pernah bloom direvisi namun itu pun mendengarnya di bangku kuliah dan guru juga belum menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. 2. SDN KENTUNGAN Nama Guru : Sarinem, S.Pd No. 1. Item Pertanyaan Jawaban Pertanyaan Sejak kapan SD ini menerapkan SD N Kentungan mulai kurikulum 2013? menerapkan sejak tahun 2013/ 2014 dan bertahap dalam menerapkannya. 2. Apakah bapak atau ibu pernah Guru pernah mengikuti mengikuti pelatihan Kurikulum pelatihan SD 2013? 2013. selama 120 Kurikulum Yang 2 pertama minggu

(139) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI bertempat di SD N Percobaan 2 yang kedua di SD Tamanan Kalasan. Guru mempunyai 1 juga paguyuban Kurikulum 2013 bersama guru- guru dari SD lainnya yang setiap 1 bulan sekali berkumpul untuk membahas Kurikulum 2013, penanganan anak, administrasi membuat guru soal- dan soal untuk UTS. 3. Sejauh mana pemahaman Guru menjelaskan bahwa bapak/ibu terhadap kurikulum kurikulum 2013 adalah SD 2013? kurikulum yang terpadu dan berpusat pada siswa. Didalam kurikulum 2013 disisipkan karakter yang pendidikan untuk siswa diterapkan oleh guru S dalam proses pembelajaran sehari- hari disela- sela materi pelajaran pokok. 4. Apakah mengetahui bapak/ibu sudah menurut karakteristik karakteristik kurikulum SD 2013? 121 2013 guru, kurikulum meliputi

(140) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI kompetensi inti (KI), kompetensi dasar (KD), dan mengembangkan aspek kognitif, aspektif dan psikomotorik. 5. Sejauh mana pemahaman Guru bapak/ibu terkait pendekatan saintifik mengatakan dengan pendekatan saintifik dalam adalah pembelajaran? dimana pendekatan siswa diajak mencari tahu masalah kemudian menyelesaikan masalah tersebut melalui hipotesis. Biasanya pendekatan saintifik mengarah pada kontekstual. 6. Bagaimana merumuskan tujuan cara bapak/ibu Guru menjelaskan dalam indicator pembelajaran dan perumusan indikator dan sesuai tujuan dengan kemampuan siswa? mengacu pembelajaran pada buku pegangan dan pengetahuan dari internet. 7. Bagaimana cara bapak/ibu Guru berpendapat bahwa menumbuhkembangkan pendidikan karakter pembelajaran? cara dalam menumbuhkembangkan pendidikan karakter dalam pembelajaran adalah menanamkan kebiasaan- kebiasaan dan 122

(141) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI menyelipkan pendidikan karakter disela- sela materi. Tentu pendidikan karakter yang ditanamkan merujuk pada materi yang sedang diajarkan oleh guru. Di rumah pun guru masih bisa mengontrol karena orangtua siswa bekerja sama dengan guru. Salah satu contoh penanaman karakter dari pendidikan yang guru katakan adalah kebiasaan beribadah oleh siswa dirumah. Guru bersama orangtua bekerja sama dengan cara mengirim bukti foto saat siswa sedang melakukan ibadah dirumah. 8. Apakah bapak/ibu setiap Guru tidak menggunakan pembelajaran menggunakan RPP model dengan model pembelajaran pembelajaran hanya yang berbeda? inovasi- memberikan inovasi setiap pada pembelajaran misalnya didalam pembelajaran matematika guru membuat game sendiri 123

(142) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI namun tidak mengikuti langkah- langkah pada model pembelajaran yang diketahui mahasiswa. 9. Apakah yang tujuan bapak/ibu sudah pembelajaran Guru sudah kembangkan mengupayakan mengupayakan tercapainya tercapainya pendidikan karakter? karakter didik. pendidikan pada peserta Namun ada beberapa peserta didik yang terlihat masih belum karakter dari dalam dirinya. Karena guru kewalahan membimbing 30 peserta didik didalam kelas. Jadi guru melihat pendidikan karakter sudah tertanam dalam diri siswa secara umum/ keseluruhan. 10. Apakah bapak/ibu mengetahui Guru sudah mengetahui keterampilan yang harus keterampilan yang harus dikuasai sesuai pada abad 21 dikuasai peserta didik seperti (berpikirkritis, kreatif, seperti kolaborasi, komunikasi)? berpikir kritis, kreatif, kolaborasi dan komunikasi. Dalam pembelajaran guru sudah menerapkan keterampilan 124 tersebut

(143) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI secara tidak langsung. 11. Apakah dalam pembuatan RPP Dalam perumusan bapak/ibu sudah merumuskan indikator indikator dan pembelajaran terkait dan tujuan tujuan pembelajaran guru juga dengan sudah merumuskan keterampilan tersebut sesuai dengan (berpikirkritis, kreatif, keterampilan abad 21. kolaboratif, komunikasi)? Dan sudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. 12. Apakah pembelajaran dengan Guru mengatakan bahwa ceramah masih mendominasi di metode ceramah dimanakelas ? mana masih tetap ada namun tidak mendominasi, seperti guru lebih memancing rasa keingintahuan siswa dan diakhir pembelajaran guru bersama didik kegiatan peserta menyimpulkan pembelajaran mulai dari awal sampai akhir. 13. Pernahkah bapak/ibu Guru tidak mengetahui menggunakan model model pembelajaran pembelajaran inovatif yang lain? inovatif namun dalam Apakah modelnya itu? penerapannya sudah 125 S menggunakan pembelajaran inovatif. guru yang

(144) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. Apakah ibu/bapak mengetahui menurut pembelajaran inovatif? guru, pembelajaran adalah inovatif pembelajaran dimana dalam pembelajaran terdapat proses tersebut inovasi atau pengalaman baru yang dibuat oleh siswa itu sendiri, guru hanya sebagai pembimbing dan siswa yang menciptakan sesuatu yang baru dengan informasi yang dimilikinya. 15. Kesulitan bapak/ibu apa saja alami yang Guru tidak menemukan dalam kesulitan saat membuat pembuatan model pembelajaran model inovatif? pembelajaran inovatif karena guru sudah menemukan cara atau trik mengatasi dalam siswa pembelajaran dan berjalan dengan lancar. 16. Bagaimana cara mengatasi Guru kesulitan yang dialami? pembelajaran diawal sudah membuat apersepsi yang membuat siswa penasaran untuk mengikuti pembelajaran pada saat itu jadi siswa 126

(145) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI akan termotivasi dengan pembelajaran yang berlangsung pada saat itu. 17. Apakah contoh pembelajaran sesuai perangkat Guru inovatif dengan memaparkan yang bahwa contoh perangkat tuntutan permbelajaran kurikulum 2013 sudah tersedia yang di sekolah bapak/ibu? inovatif Mengacu Kurikulum 2013 sudah tersedia di sekolah seperti program tahunan (prota), program semester (promes), silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Namun model- model pembelajaran inovatif belum tersedia sekolah hanya mempunyai 1 di guru model pembelajaran yaitu CTL yang dulu pernah dikuasai guru pada saat kuliah. 18. Apakah bapak/ibu masih perlu Guru sangat memerlukan bentukcontoh untuk perangkat contoh pembelajaran mengacu inovatif Kurikulum yang pembelajaran 2013 yang perangkat inovatif Mengacu (model PBL, model inquiri, dan Kurikulum 2013 dengan 127

(146) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI model pembelajaran kooperatif, berbagai model sebagai model kuantum , dbs?) eferensi dan acuan dalam mengajar. 19. Apakah siswa pernah merasa Guru tidak merasa bosan bosan ketika guru menerapkan dalam pembelajaran inovatif di kelas? 20. menerapkan pembelajaran inovatif. Apakah bapak/ibu mempunyai Guru jika rencana untuk mengembangkan mempunyai pembelajaran inovatif kedepannya tidak panduan agar atau acuan beliau juga mampu kebingungan untuk meningkatkan prestasi belajar mengembangkan siswa ? pembelajaran yang inovatif bagi siswa. 21. Menurut bapak/ ibu apakah Menurut guru perangkat pembelajaran inovatif penting karena penting jika diterapakan dalam pembelajaran proses pembelajaarandewasaini? sangat inovatif dapat membuat peserta didik bermain sambil tidak merasa belajar, bosan dan mengembangkan kemampuannya dengan pengetahuan yang dimiliki. 22. Apakah mengetahui bapak/ibu jenis sudah Guru sudah belajar mendengar pernah mengenai taksonomibloom yang sudah di taksonomi bloom namun revisi? belum direvisi itu pun mendengarnya di bangku kuliah dan guru juga 128

(147) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI belum menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. 129

(148) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 3: Pedoman Observasi Lembar Observasi Guru No. Pernyataan Kegiatan Awal (Pendahuluan) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. Guru membuka pembelajaran dengan berdoa Guru melakukan presensi kepada siswa Guru menggunakan apersepsi untuk menuju materi yang akan diajarkan sebagai pengantar memulai pelajaran Guru menjelaskan tujuan pembelajaran Guru memberikan motivasi Kegiatan Inti Guru menyampaikan cakupan materi dan menjelaskan uraian kegiatan Guru melibatkan siswa dalam mencari informasi tentang materi yang akan dipelajari Guru menggunakan media pembelajaran dan sumber pembelajaran dengan tepat Guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menggunakan model yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa Guru menerapkan 5M pada siswa Guru menggunakan bahasa baku yang baik Guru menggunakan artikulasi dan volume yang jelas Guru menggunakan pakaian yang rapi dan berwibawa Guru memusatkan perhatian siswa saat proses pembelajaran dengan cara verbal dan non-verbal Guru memberikan contoh pada siswa pada kehidupan seharihari Guru memberikan apresiasi kepada siswa Guru menggunakan sumber pembelajaran berbasis teknologi pada pembelajaran Guru dapat mengkonsidikan kelas dengan baik Guru menekankan pendidikan karakter pada siswa Guru membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan menarik Guru sebagai fasilitator pada proses pembelajaran 130

(149) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. Kegiatan Penutup Guru membuat ringkasan secara lisan Guru membuat ringkasan secara tertulis Guru menunjukkan sumber lain Guru melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan Guru memberikan motivasi kepada siswa yang belum berpartisipasi aktif Guru memberikan evaluasi kepada siswa Guru memberikan tindak lanjut mengenai pembelajaran yang disampaikan Lembar Observasi Siswa No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Pernyataan Siswa berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran Siswa memberikan umpan balik apersepsi dari guru Siswa memperhatikan guru saat menyampaikan materi Siswa mengajukan pertanyaan Siswa mampu bekerjasama pada saat kegiatan berkelompok Siswa mampu mengkomunikasi hasil diskusi Siswa antusias dalam mengikuti proses pembelajaran Siswa memahami penjelasan yang telah disampaikan guru Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara lisan Siswa dibantu guru membuat rangkuman pembelajaran secara tertulis 131

(150) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 4: Pernyataan validasi produk perangkat pembelajaran inovatif No . Aspek Yang Dinilai PROTA (PROGRAM TAHUNAN) 1 Prota memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prota memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, alokasi waktu). 3 Jumlah jam efektif (16 minggu) sesuai dengan jumlah minggu efektif, jumlah alokasi waktu sama dengan total jam pelajaran dalam satu tahun. 4 Proporsi pembagian waktu setiap tema dan sub tema sesuai. PROSEM (PROGRAM SEMESTER) 1 Prosem memuat komponen identitas yang lengkap (kelas, semester, satuan pendidikan, tahun pelajaran). 2 Prosem memuat komponen yang lengkap (tema, subtema, pembelajaran, bulan, alokasi waktu). 3 Materi pokok sesuai dengan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta alokasi waktu yang digunakan proporsional. SILABUS 1 Silabus memuat identitas sekolah, Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), dan tema/subtema. 2 Silabus memuat materi pokok, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 3. Keterkaitan antar komponen dalam silabus sesuai. RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) 1 Kejelasan dan kelengkapan Identitas RPP (satuan pendidikan, kelas, semester, tema/subtema/ pembelajaran ke-, alokasi waktu/ hari dan tanggal). 2. Kesesuaian rumusan indikator dengan KI dan KD. 3. Tujuan pembelajaran (kesesuaian tujuan dengan indikator, kata kerja dapat diukur, mencakup komponen A (Audience), B (Behavior), C (Condition), D 132

(151) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI (Degree). 4. Materi Pembelajaran (kesesuaian materi pembelajaran dengan KD dan indikator, susunan materi yang sistematis, kelengkapan materi pembelajaran). 5. Rumusan tujuan hanya mengandung satu (1) jenis tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. 6. Strategi Pembelajaran (pendekatan, model, metode; langkah-langkah pembelajaran; dan tahapan kegiatan pembelajaran; serta penerapan pembelajaran saintifik) sesuai. 7. Pemilihan media pembelajaran (sesuai dengan tujuan, materi, dan kondisi kelas). 8. Pemilihan sumber belajar (bahan cetak, lingkungan sekitar dan internet). 9. Evaluasi (mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan, kesesuaian evaluasi dengan tujuan atau indikator, komponen penilaian lengkap, perencanaan kegiatan pengayaan, dan remedial) 10. Mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi pada indikator (C4-C6 / HOTS). 11. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan makna model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi dan Quantum Learning. 12. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan karakteristik model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi dan Quantum Learning. 13. Rancangan kegiatan pembelajaran sesuai dengan sintaks (langkah-langkah) model pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi dan Quantum Learning. 14. Mengembangkan 5M dalam kegiatan inti yaitu : mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. 15. Mengembangkan 4 ketrampilan dasar belajar abad 21 4C yaitu berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kerjasama (collaborative), dan komunikasi(communicative). 16. Kelengkapaninstrumenevaluasi (soal, kunci, rubrik pedomanpenskoran). MEDIA 1 Kesesuaian jenis media dengan kompetensi yang harus dicapai, materi yang dibahas, strategi pembelajaran yang dipilih, karakteristik siswa, media terlihat 133

(152) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI atau terdengar dengan jelas (gambar, video, audio, animasi). 2 Keterbacaan tulisan jenis dan ukuran, keruntutan penyajian materi, kelengkapan materi, kesederhanaan dalam menyajikan materi, dan tingkat kemudahan dalam penggunaan media. 3 Keharmonisan tata letak dan warna media, tingkat antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media, kebenaran dalam menggunakan kaidah bahasa, efektivitas gambar/ ilustrasi/ animasi/ video dalam penjelasan konsep, dan kesesuaian media dengan materi. LKPD 1 LKPD disajikan secara sistematis, merupakan materi atau tugas yang esensial, setiap kegiatan yang disajikan mempunyai tujuan yang jelas, penyajian LKPD dilengkapi dengan gambar dan ilustrasi, kegiatan yang disajikan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. 2 Kelayakan isi ( sesuai dengan KI & KD, sesuai kemampuan siswa, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan, keterkinian materi). 3 Kelayakan bahasa (kalimat dengan kaidah Bahasa Indonesia, penggunaan tanda baca sesuai, struktur kalimat mudah dipahami, mendorong siswa untuk berfikir kritis, kemultitafsiran kalimat). 4 Kelayakan kegiatan (pemberian pengalaman langsung dalam LPKD, pengidentifikasian hasil temuan dalam LKPD, perencanaan kerja ilmiah dalam LKPD, pelaksanaan kerja ilmiah dalam LKPD). 5 Kelayakan tampilan (daya tarik sampul/ cover LKPD, kesesuaian kesesuaian huruf yang digunakan dalam LKPD, keseimbangan komposisi/ judul dan logo LKPD). 6 Kelayakan penyajian (kemudahan langkah-langkah dalam kegiatan LKPD, penyajian materi LKPD yang disertai objek langsung, penempatan siswa dalam LKPD dalam subjek belajar). BAHASA 1 Penggunaan bahasa sesuai dengan PUEBI (Panduan Umum Ejaan Bahasa Indonesia). 134

(153) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2 Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. 3 Bahasa yang digunakan komunikatif. 4 Kalimat yang digunakan jelas dan mudah dimengerti. 5 Kejelasan petunjuk/arahan. 135

(154) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 5: Pernyataan uji coba produk perangkat pembelajaran Pernyataan instrumen uji coba oleh Guru No. Pernyataan 1. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan makna dan karakteristik model pembelajaran inovatif yang digunakan. 2. Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan sintaks model pembelajaran inovatif yang digunakan. 3. Guru menerapkan pendekatan saintifik 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) kepada siswa. 4. Guru telah mengembangkan keterampilan belajar dasar abad 21 (berfikir kritis, kreatif, kolaboratif, komunikatif). 5. Guru menguasai materi dalam mengajar dan tidak terjadi miskonsepsi. 6. Guru lebih berperan sebagai motivator & fasilitator pada saat pembelajaran. 7. Pembelajaran berpusat pada siswa. 8. Guru menggunakan beragam media dalam pembelajaran. 9. Guru mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) dalam kegiatan pembelajaran. 10. Guru mengusahakan kegiatan pembelajaran yang bervariasi. 11. Guru mengembangkan pendidikan karakter. 12. Guru melaksanakan pendidikan karakter. 13. Guru menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. 14. Guru melaksanakan penilaian otentik. Pernyataan instrumen uji coba teman sejawat No. Pernyataan 1. Siswa dapat mencapai indikator pembelajaran yang ditetapkan. 2. Siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. 3. Siswa melaksanakan 5M dalam kegiatan pembelajaran (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengomunikasikan) 4. Siswa terkesan senang dalam megikuti pembelajaran. 5. Siswa asyik dalam mengikuti pembelajaran. 6. Siswa terlibat dalam penggunaan media pembelajaran. 7. Siswa memperoleh pengalaman langsung dalam pembelajaran. 8. Siswa berkembang kemampuan 4C-nya. 136

(155) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6: Hasil validasi produk model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) Pakar Pembelajaran Inovatif 137

(156) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 138

(157) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 139

(158) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 140

(159) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 141

(160) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 142

(161) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 143

(162) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 6 : Hasil validasi produk model Quantum Learning Pakar Pembelajaran Inovatif 144

(163) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 145

(164) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 146

(165) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 147

(166) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 148

(167) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 149

(168) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 150

(169) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7: Hasil validasi produk model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) Guru SD 151

(170) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 152

(171) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 153

(172) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 154

(173) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 155

(174) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 156

(175) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 157

(176) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 7: Hasil validasi produk model Quantum Learning Guru SD 158

(177) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 159

(178) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 160

(179) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 161

(180) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 162

(181) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 163

(182) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 164

(183) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8: Hasil uji coba perangkat pembelajaran model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) Guru SD Kelas I 165

(184) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 166

(185) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 8: Hasil uji coba perangkat pembelajaran model Quantum Learning Guru SD Kelas I 167

(186) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 168

(187) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9: Hasil uji coba perangkat pembelajaran model Paradigma Pedagogi Refleksi (PPR) teman sejawat 169

(188) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 170

(189) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 9: Hasil uji coba perangkat pembelajaran model Quantum Learning teman sejawat 171

(190) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 172

(191) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 10: Surat Observasi dan wawancara 173

(192) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 11: Surat ijin penelitian 174

(193) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 12: Surat pernyataan Kepala Sekolah 175

(194) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Lampiran 13: Dokumentasi uji coba produk 176

(195) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Biodata Penulis Mia Wijayanti, lahir di Magelang, 16 Mei 1997. Pendidikan Dasar penulis tempuh di SDN Gunungpring 1 Muntilan tamat pada tahun 2009. Pendidikan Menengah Pertama penulis tempuh di SMPN 2 Muntilan, tamat pada tahun 2012. Pendidikan terakhir penulis tempuh di SMAN 1 Kota Mungkid, tamat pada tahun 2015. Pada saat ini penulis sedang menyelesaikan studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Pendidikan perguruan tinggi diakhiri dengan menulis skripsi yang berjudul "Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Kegiatan Keluargaku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar". Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut dilakukan karena beberapa guru membutuhkan contoh perangkat pembelajaran inovatif dengan pembelajaran Paradigma Pedagogi Refleksi dan Quantum Learning. 177 model

(196)

Dokumen baru

Download (195 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 subtema bencana alam untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
98
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema kebersamaan dalam keberagaman mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas empat (IV) Sekolah Dasar.
0
5
160
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema pemanfaatan energi untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
1
5
190
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema Kegiatan Keluargaku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
175
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum Sekolah Dasar 2013 pada subtema pekerjaan orang tuaku untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar.
0
0
155
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema aku bangga dengan daerah tempat tinggalku untuk siswa kelas empat (IV) sekolah dasar.
0
1
166
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada subtema gemar menggambar untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.
0
1
131
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema kegiatan malam hari untuk siswa kelas satu (I) Sekolah Dasar.
0
0
151
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum SD 2013 pada sub tema aku dan teman baru untuk siswa kelas 1 sekolah dasar.
0
0
114
Pengembangan perangkat pembelajaran subtema tubuhku mengacu kurikulum SD 2013 untuk siswa kelas satu (1) Sekolah Dasar.
0
0
159
Pengembangan perangkat pembelajaran sub tema keunikan daerah tempat tinggalku mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas IV sekolah dasar.
0
1
174
Pengembangan prototype perangkat pembelajaran kurikulum 2013 sub tema Kegiatan Ekstrakurikulerku untuk siswa kelas II SD dengan pendekatan kontekstual.
0
0
209
Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada sub tema keberagaman makhluk hidup di lingkunganku untuk siswa kelas IV SD.
1
6
269
Pengembangan bahan ajar mengacu kurikulum 2013 subtema bersatu dalam keberagaman untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
372
Pengembangan perangkat pembelajaran inovatif dalam sub tema 4 Hidup Rukun di Masyarakat mengacu kurikulum 2013 untuk siswa kelas II Sekolah Dasar - USD Repository
0
0
234
Show more