ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI ANGGOTA SEBELUM DAN SESUDAH MENGAMBIL KREDIT KE CREDIT UNION PANCUR KASIH

Gratis

0
1
154
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI ANGGOTA SEBELUM DAN SESUDAH MENGAMBIL KREDIT KE CREDIT UNION PANCUR KASIH Kasus pada Credit Union Pancur Kasih Desa Lembang Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh: Capriyona Kaskarinda NIM: 091324048 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI ANGGOTA SEBELUM DAN SESUDAH MENGAMBIL KREDIT KE CREDIT UNION PANCUR KASIH Kasus pada Credit Union Pancur Kasih Desa Lembang Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi Oleh: Capriyona Kaskarinda NIM: 091324048 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Skripsi ini kupersembahkan untuk: Bunda Maria dan Tuhan Yesus Kristus Keluarga Besar Kakek Tjudok dan Kakek Anyan Kakek dan Nenek Ahui Ama dan Ina Tercinta Givan dan Gevin Tersayang iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Tak ada yang pernah tahu akan hari esok, karena tangan Tuhan yang bekerja” (Capriyona Kaskarinda) “Jangan pernah membandingkan apa yang kamu punya dengan apa yang orang lain punya, karena akan menimbulkan IRI HATI” (Capriyona Kaskarinda) “Tak ada BADAI yang tak dapat dilalui jika dengan usaha dan Kuasa-NYA” (Capriyona Kaskarinda) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 26 Februari 2014 Penulis Capriyona Kaskarinda vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Capriyona Kaskarinda Nomor Mahasiswa : 091324048 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI ANGGOTA SEBELUM DAN SESUDAH MENGAMBIL KREDIT KE CREDIT UNION PANCUR KASIH Beserta perangkat yang diperlukan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 26 Februari 2014 Yang menyatakan Capriyona Kaskarinda vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI ANGGOTA SEBELUM DAN SESUDAH MENGAMBIL KREDIT KE CREDIT UNION PANCUR KASIH Kasus pada Credit Union Pancur Kasih Desa Lembang Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Capriyona Kaskarinda UniversitasSanata Dharma Yogyakarta 2014 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kesejahteraan ekonomi anggota sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih. Tingkat kesejahteraan ekonomi anggota dilihat dari tingkat pendapatan, curahan waktu kerja di bidang pertanian, curahan waktu kerja di bidang non pertanian, dan jumlah keluarga miskin. Penelitian ini termasuk jenis penelitian komparatif karena membedakan tingkat kesejahteraan ekonomi anggota sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih di Desa Lembang Kecamatan Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan September 2013. Populasi dari penelitian ini adalah anggota Credit Union Pancur Kasih yang berjumlah1.847 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 orang. Sampel diambil dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner.Analisis data menggunakanuji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada perbedaan tingkat pendapatan anggota sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih (nilai sig. 0,003 < = 0,05) dengan pendapatan sebelum mengambil kredit sebesar Rp 3.676.500 dan sesudah mengambil kredit sebesar Rp 7.272.000, (2) tidak ada perbedaan curahan waktu kerja anggota di bidang pertanian sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih (nilaisig. 0,208> = 0,05), (3) tidak ada perbedaan curahan waktu kerja di bidang non pertanian sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih (nilai sig. 0,028> = 0,05), dan (4) ada perbedaan jumlah keluarga miskin sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih (nilai sig. 0,008> = 0,05) dengan jumlah keluarga miskin sebelum mengambil kredit berjumah 10 keluarga dan sesudah mengambil kredit berjumlah 3 keluarga. Kata kunci: Credit Union, Tingkat Kesejahteraan viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE ANALYSIS OF THE ECONOMIC WELFARE LEVEL DIFFERENCE OF THE MEMBERS BEFORE AND AFTER TAKING THE CREDIT IN PANCUR KASIH CREDIT UNION A Case Study of Pancur Kasih Credit Union in Lembang Village, Sanggau Ledo Sub-district, Bengkayang District, West Borneo Capriyona Kaskarinda Sanata Dharma University Yogyakarta 2014 The purpose of this study was to determine the economic welfare level difference of Pancur Kasih Credit Union members before and after taking the credit. Economic welfare of members was shown from level of income, working time on agriculture field, working time on non agriculture field, and the number of poor family members. This research was a comparative research since it aimed to differentiate the economic welfare level of Pancur Kasih Credit Union members before and after taking the credit in Pancur Kasih Credit Union in Lembang Village, Sanggau Ledo Sub-district, Bengkayang District, West Borneo. The data were taken in September 2013. The population of the research was 1.847 members of Pancur Kasih Credit Union. The sample of the research was 96 members. They were taken by using accindental sampling technique. The data were collected by using questionnaire. The analysis was done by using t test. The result of the research showed that: (1) there was a different level of the member’s income before and after taking the credit in Pancur Kasih Credit Union (sig. value 0.003< =0.05) moreover, the income before they took the credit was Rp 3.676.500 an it became Rp 7.272.000 after they took the credit; (2) there was no difference in the members’ working time in farming field before and after taking the credit in Pancur Kasih Credit Union (sig. value 0.208> =0.05); (3) there was no difference in the members’ working time in non-farming field before and after taking the credit in Pancur Kasih Credit Union (sig. value 0.028> =0.05); and (4) there was a difference in the amount of poor family members before and after taking the credit in Pancur Kasih Credit Union (sig value. 0,008> =0,05) the number of poor families was 10 families before they took the credit and it became 3 families after they took the credit. Keywords: Credit Union, welfare levels ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “Analisis Perbedaan Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Anggota Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke Credit Union Pancur Kasih” sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi. Selama penulisan skripsi ini, penulis telah mendapat bantuan, masukan dan dorongan dari banyak pihak. Untuk itu penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam penyusunan skripsi ini, antara lain: 1. Bapak Rohandi, Ph.D selaku, Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma 2. Bapak Indra Darmawan, S.E., M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma dan selaku Dosen Penguji yang telah memberikan masukan dan saran dalam revisi skripsi. 3. Bapak, Y.M.V. Mudayen, S.Pd., M.Sc selaku Dosen Pembimbing pertama yang telah meluangkan waktu, sabar dan penuh perhatian memberikan bimbingan, saran dan arahan kepada penulis. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Bapak Dr. C. Teguh Dalyono, M.S selaku Dosen Pembimbing kedua yang telah meluangkan waktu, sabar dan penuh perhatian memberikan dorongan, saran dan arahan kepada penulis. 5. Ibu Titin dan seluruh tenaga adminitrasi Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma, Staf dan Karyawan UPT Perpustakaan Universitas Sanata Dharma. 6. Manager dan Staff Credit Union Pancur Kasih TP Sanggau Ledo terima kasih telah memberikan ijin bagi penulis untuk melakukan penelitian dan atas bantuan selama penulis mengadakan penelitian. 7. Kedua orangtuaku tercinta Bapak Sumanto Hidayat, S.H dan Ibu Romana Buana terima kasih selalu mendukung, menyemangati, mendoakan dan senantiasa memberikan kasih sayang yang. 8. Kedua adikku Wilhelmus Givan D.K dan Ferdinand Gevin D.K tersayang terima kasih karena selalu berkorban dan telah menjadi penyemangatku. 9. Om Iwan Djola dan Tante Aloy Dj terima kasih atas dukungan dalam bentuk nasehat yang senantiasa diberikan. 10. Abang Gregorius Kia Labaketoy, S.Pd dan Kakak Clara Pratiwi Soni, S.Pd yang telah menjadi sahabat dalam suka dan duka yang selalu memberi saran yang bermanfaat dan selalu membantu dalam mengerjakan skripsi. 11. Angelin, Eko, Daniel, Densi, Ita, Nana, Tata dan Yunus yang selalu bersedia menjadi sahabat dalam keadaan apapun, yang selalu memberi semangat positif, terima kasih untuk kebersamaan kita dari awal kuliah hingga saat ini. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. Pacarku terkasih Alexander Novan Putra Lamandau, terima kasih karena selalu menemani dan selalu siap membantu dalam keadaan apapun. 13. Teman-teman FPMKB, SEKBER, BEDAYONG, SENTEX Squad, DAHAS Twin House, TLC, Panita PSBDK X dan Panitia PSBDK XI terima kasih untuk kebersamaan dan proses pembelajaran yang telah didapat bersama, semoga dapat menjadi manfaat untuk selanjutnya. 14. Teman-teman “BuTik Joss PE’09” yang masih berjuang terima kasih atas kebersamaannya selama ini, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis menyadari skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan selalu penulis terima. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak. Yogyakarta, 26 Februari 2014 Capriyona Kaskarinda xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING……………………………..... ii HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………........ iii HALAMAN PERSEMBAHAN……………………………………………..... iv HALAMAN MOTTO……………….....……………………………………… v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA……………………………......……… vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS…………….....................………….. vii ABSTRAK……………………..…………………………………………........ viii ABSTRACT……………………………..…….....……………………….……. ix KATA PENGANTAR…………......………………………………………….. x DAFTAR ISI………………………………………………………………....... xiii DAFTAR TABEL………………......…………………………………………. xvi DAFTAR LAMPIRAN………………………………......……………………. xvii BAB I : BAB II : PENDAHULUAN......................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah............................................................ 1 B. Rumusan Masalah...................................................................... 6 C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional........................... 7 D. Tujuan Penelitian....................................................................... 8 E. Manfaat Penelitian.................................................................... 9 KAJIAN PUSTAKA..................................................................... 10 A. Kajian Teori............................................................................... 10 1. Pengertian Credit Union................................................................................. 10 2. Tingkat Kesejahteraan....................................................... 24 3. Pendapatan......................................................................... 33 4. 34 Kemiskinan........................................................................ xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III : BAB IV : B. Hasil Penelitian yang Relevan.................................................. 38 C. Kerangka Berpikir..................................................................... 39 METODE PENELITIAN.............................................................. 41 A. Jenis Penelitian.......................................................................... 41 B. Tempat dan Waktu Penelitian................................................... 41 C. Populasi dan Sampel................................................................ 42 D. Data yang Dicari....................................................................... 45 E. Teknik Pengumpulan Data....................................................... 45 F. Teknik Analisis Data................................................................ 47 1. Analisis Deskriptif............................................................. 47 2. Perumusanan Hipotesis...................................................... 61 ANALISIS DAN PEMBAHASAN.............................................. 63 A. Sejarah Singkat Berdirinya CU Pancur Kasih......................... 63 1. Sejarah Singkat Berdirinya CU Pancur Kasih TP Sanggau Ledo.................................................................... 65 Arti Logo CU Pancur Kasih.............................................. 66 B. Visi, Misi, dan Motto............................................................... 67 C. Produk CU Pancur Kasih......................................................... 68 2. 1. Produk Pinjaman................................................................. 68 2. Produk Simpanan................................................................ 73 D. Solidaritas CU Pancur Kasih..................................................... 77 1. Santunan Rawat Inap (SRI)............................................... 77 2. Santunan Ibu Melahirkan dan Anak (SIMELDA)............ 78 3. Solidaritas Kesehatan (SOLKES)..................................... 79 4. Panamutn Bahata Subayatn (PanaBaS)............................. 80 E. Kewajiban Credit Union dan Struktur Jaringannya................... 81 F. Deskripsi Data Penelitian.......................................................... 83 1. Jenis Kelamin..................................................................... 84 2. Jenis Pekerjaan................................................................... 85 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Tingkat Pendidikan............................................................. 86 4. Lama Menjadi Anggota...................................................... 87 G. Analisis Data.............................................................................. 87 1. Uji Signifikansi Perbedaan Tingkat Pendapatan ................ 88 2. Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja Bidang Pertanian............................................................................. 3. Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja Bidang Non Pertanian..................................................................... 4. 90 91 Uji Signifikansi Perbedaan Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga Miskin.................................................. 92 H. Pembahasan Hasil Penelitian.................................................... 93 1. Perbedaan Tingkat Pendapatan Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih............................. 93 2. Perbedaan Curahan Waktu Kerja Bidang Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih................................................................................... 94 3. Perbedaan Curahan Waktu Kerja Bidang Non Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih................................................................................... 95 4. Perbedaan Jumlah rumah Tanggan Anggota Keluarga Miskin Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU BAB V : Pancur Kasih....................................................................... 96 PENUTUP...................................................................................... 98 A. Kesimpulan................................................................................ 98 B. Keterbatasan.............................................................................. 100 C. Saran.......................................................................................... 100 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel II.1 Tabel Perbedaan CU, Bank dan LKM......................................... 22 Tabel II.2 Tabel Garis Kemiskinan............................................................... 36 Tabel III.1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian...................................................... 46 Tabel III.2 Variabel Pendapatan Pokok Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU-PK......................................................................... Tabel III.3 Variabel Pendapatan Sampingan Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU-PK...................................................... Tabel III.4 54 Variabel Curahan Waktu Kerja di Bidang Non Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU-PK................... Tabel III.6 51 Variabel Curahan Waktu Kerja di Bidang Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU-PK.................................. Tabel III.5 48 56 Variabel Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga Miskin Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU-PK................... 59 Tabel IV.1 Karakteristik Jenis Kelamin Responden...................................... 84 Tabel IV.2 Karakteristik Jenis Pekerjaan....................................................... 85 Tabel IV.3 Karakteristik Tingkat Pendidikan................................................. 86 Tabel IV.4 Karakteristik Lama Menjadi Anggota.......................................... 87 Tabel IV.5 Uji Signifikansi Tingkat Pendapatan Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke.................................................................... 89 Tabel IV.6 Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja Bidang Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit.................... Tabel IV.7 Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja Bidang Non Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit.................... Tabel 1V.8 90 91 Uji Signifikansi Perbedaan Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga Miskin Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit........ xvi 92

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian.................................................................. 104 Lampiran 2 Kuesioner Penelitian................................................................ 107 Lampiran 3 Data Induk................................................................................ 110 Lampiran 4 Descriptives.............................................................................. 126 Lampiran 5 Frequencies............................................................................... 128 Lampiran 6 Uji-t.......................................................................................... 132 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu bentuk Koperasi yang ada di Indonesia adalah koperasi kredit atau Credit Union (CU). Dengan menjadi anggota CU, masyarakat diajak untuk turut serta berpartisipasi dalam perekonomian. Artinya masyarakat tidak akan menjadi penonton dalam pembangunan ekonomi yang semakin cepat bergerak sekarang ini. Istilah “ekonomi kerakyatan” pun dipakai untuk menunjukkan sistem perekonomian yang dikembangkan dengan berbasis pada masyarakat dan berasaskan kebersamaan. Ekonomi kerakyatan mementingkan kesejahteraan komunitas dan sekaligus kesejahteraan keluarga, sehingga tidak mengenal persaingan untuk saling mengalahkan. Hasil wawancara dengan salah seorang staf CU Pancur Kasih Tempat Pelayanan (TP) Sanggau Ledo yang bekerja di bagian kasir (Merisabet Marselina), menunjukan bahwa tujuan berdirinya CU Pancur Kasih secara umum didasarkan dari visi CU Pancur Kasih itu sendiri, yakni meningkatkan kesejahteraan sosial-ekonomi anggota melalui pendidikan dan pelatihan. Dengan demikian akan dihasilkan perubahan pada aspek fisik, mental, emosional dan spiritual, serta pelayanan keuangan yang ramah dan profesional yang diberikan kepada anggota. 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Tujuan dari adanya CU Pancur Kasih apabila diungkapkan dengan kata-kata yang sederhana adalah memudahkan masyarakat yang bekerja di bidang pertanian dan non pertanian untuk memulai maupun mengembangkan usaha produktif yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga para anggotanya.adapun yang tergolong dalam bidang pertanian dan non pertanian disini misalnya, perkebunan jagung, perkebunan lada, perkebunan cabai, perkebunan karet, perkebunan kelapa sawit, dan sejenisnya, termasuk usaha kerajinan bidai (tikar dari rotan), dan tikar pandan. Menurut pengamatan penulis usaha-usaha seperti yang disebutkan di atas berkembang setelah adanya CU Pancur Kasih. Dengan demikian setelah adanya CU Pancur Kasih, anggota dipermudah untuk mengajukan pinjaman kepada CU tanpa dipersulit dengan persyaratan dan prosedur seperti mengajukan pinjaman kepada Bank Komersial. CU Pancur Kasih juga memiliki manfaat bagi para anggotanya hal tersebut setidaknya diungkapkan oleh salah seorang anggota CU Pancur Kasih (TP) Sanggau Ledo (Ibu Romana). Beliau berpendapat bahwa sejak adanya CU Pancur Kasih, keluarga Ibu Romana diberikan kemudahan dalam memulai maupun mengembangkan usaha produktif keluarganya. Demikian karena CU Pancur Kasih tidak menyulitkan anggotanya jika ingin mengajukan pinjaman. Cukup dengan menjadi atau terdaftar sebagai anggota CU Pancur Kasih, anggota dapat mengajukan pinjaman. Selain itu, CU Pancur Kasih juga memberikan bunga pinjaman yang relatif kecil (2%), dan bunga pinjaman tersebut sifatnya menurun setiap bulannya.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Bunga pinjaman yang sifatnya menurun setiap bulannya tersebut, dapat dicontohkan sebagai berikut. Misalnya, salah seorang anggota CU Pancur Kasih mengajukan pinjaman Rp 10.000.000 dengan jangka angsuran 10 bulan, maka setiap bulannya anggota tersebut harus mengangsur sebesar sisa angsuran pokok pada bulan pertama, bulan kedua dan sampai bulan kesepuluh, dan disertai dengan bunga pinjaman dan sisa bunga pinjaman yang ditanggung. Contoh real mengenai hal tersebut adalah sebagai berikut: pada bulan pertama, anggota mengangsur sebesar Rp 1.200.000 (hitungannya: 10.000.000 (pinjaman pokok) x 2% (bunga pinjaman) = 200.000), bulan kedua anggota mengangsur Rp 1.180.000 (hitungannya: 9.000.000 (sisa pinjaman pokok bulan ke-2) x 2% = 180.000), dan begitu pula seterusnya sampai bulan kesepuluh mengangsur pinjaman. Manfaat adanya CU Pancur Kasih tidak hanya didapatkan oleh anggota tetapi juga didapatkan oleh para staf. Dengan adanya CU Pancur Kasih, staf dapat mempermudah pelayanan kepada anggota yang ada di TP Sanggau Ledo, dalam arti memberikan kemudahan pinjaman kepada para anggotanya agar dapat sejahtera sosial-ekonominya. Selanjutnya, staf juga dapat mengenali anggotanya sedekat mungkin karena adanya pembinaan oleh para staf kepada para anggotanya yang baru maupun yang sudah lama menjadi anggota CU Pancur Kasih melalui pelatihan dan pendidikan dasar yang diberikan. CU Pancur Kasih, khususnya di TP Sanggau Ledo juga berkontribusi langsung bagi para anggotanya. Kontribusi pertama yakni, memberikan

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 pelayanan yang lebih kepada azas persaudaraan (contohnya pelatihan dan pendidikan yang dilakukan) karena CU bukan milik pribadi melainkan milik semua anggota. Kedua, memberikan pendidikan pengelolaan keuangan keluarga melalui pendidikan dasar satu dan pendidikan dasar dua. Pendidikan dasar satu adalah pendidikan untuk anggota-anggota yang baru menjadi anggota CU, yang berisi tentang pemahaman tentang CU, produkproduk CU, pola-pola kebijakan CU, perlindungan yang diberikan bagi para anggotanya dan santunan yang diberikan. Pendidikan dasar dua adalah pendidikan untuk anggota-anggota yang sudah lama menjadi anggota CU yang berisi tentang pola pengelolaan keuangan dan sharing manfaat CU yang diperoleh para anggotanya. Dalam bahasa yang sederhana, kontribusi utama CU Pancur Kasih bagi para anggotanya adalah menjadikan mereka tahu dan mampu menerapkan visi dari CU Pancur Kasih itu sendiri, yakni: tahu dan mampu mengatur keuangan rumah tangga, tahu dan mampu mengelola kehidupan berumah tangga, bermasyarakat dan bernegara. Selain memiliki tujuan dan kontribusi terhadap bidang sosial-ekonomi para anggotanya, CU Pancur Kasih juga dapat memotivasi para anggotanya untuk tidak keluar sebagai anggota CU Pancur Kasih, tetapi justru mengajak keluarga dan tetangga untuk menjadi anggota CU Pancur Kasih. Dengan menjadi anggota CU banyak kemudahan yang diperoleh, contohnya mengajukan pinjaman tidak perlu dengan mengajukan agunan surat berharga, tidak banyak persyaratan yang mempersulit apalagi jika besar pinjaman sesuai dengan besar jumlah simpanan sa’aleant (tabungan wajib

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 sebesar Rp 25.000 yang wajib disetorkan anggota pada saat mengangsur pinjaman). Selain adanya simpanan sa’aleant, anggota juga mempunyai simpanan wajib yang dapat diangsur sebesar Rp 10.000 setiap bulannya. Fungsi lain dari simpanan sa’aleant dapat digunakan apabila anggota tidak dapat membayar angsuran pinjaman. Fungsi dari simpanan wajib adalah baku, hanya sebagai tabungan anggota dan tidak dapat diambil untuk membayar angsuran pinjaman. Berdasarkan hasil kajian Hadrianus (2011), diketahui bahwa CU Pancur Kasih sebagai wujud nyata dari ekonomi kerakyatan yang memegang prinsip-prinsip keterbukaan, keadilan sosial dan belajar tidak membedakan pelayanan pada para anggotnya. Setiap anggota berhak atas pelayanan yang disediakan. Hal ini yang membedakan CU Pancur Kasih dengan lembaga keuangan lainnya. Pemberdayaan kaum kecil-lemah-danmiskin dalam aspek ekonomi merupakan rangkaian kegiatan penyadaran dan motivasi yang dilakukan oleh CU Pancur Kasih. Hal-hal tersebutlah yang membuat CU Pancur Kasih sangat diterima dengan senang hati oleh masyarakat Kalimantan Barat umumnya dan Sanggau Ledo khususnya. Atas uraian yang telah disebutkan di atas, penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Perbedaan Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Anggota Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke Credit Union Pancur Kasih. Kasus pada Credit Union Pancur Kasih Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat”.

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 B. Rumusan Masalah Dari penjelasan di atas, bisa ditemukan beberapa hal yang perlu dicermati terutama yang berkaitan dengan analisis perbedaan tingkat kesejahteraan ekonomi anggota sebelum dan sesudah mengambil kredit di CU Pancur Kasih. Beberapa hal di atas dirumuskan ke dalam pertanyaan untuk penelitian sebagai berikut: 1. Bagaimana perbedaan tingkat pendapatan anggota di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih? 2. Bagaimana perbedaan curahan kerja anggota bidang pertanian di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih? 3. Bagaimana perbedaan curahan kerja anggota bidang nonpertanian di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih? 4. Bagaimana perbedaan jumlah anggota CU yang tergolong keluarga miskin di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih?

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 5. Apakah ada perbedaan signifikan tingkat kesejahteraan anggota di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang sebelum dan sesudah mengambil krdit ke Credit Union Pancur Kasih? C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 1. Tingkat Pendapatan adalah hasil keseluruhan penerimaan dari jumlah penghasilan pokok dan penghasilan sampingan dalam bentuk uang selama satu bulan yang dinyatakan dalam bentuk rupiah. 2. Curahan kerja bidang pertanian adalah jumlah waktu yang dialokasikan untuk melakukan serangkaian kegiatan di bidang pertanian yang dalam satuan waktu atau jam. Indikatornya adalah waktu yang digunakan dalam satu bulan untuk bekerja di bidang pertanian. 3. Curahan kerja bidang non pertanian adalah jumlah waktu yang dialokasikan untuk melakukan serangkaian kegiatan di bidang non pertanian yang dalam satuan waktu atau jam. Indikatornya adalah waktu yang digunakan dalam satu bulan untuk bekerja di bidang non pertanian. 4. Jumlah keluarga miskin adalah keseluruhan jumlah rumah tangga anggota yang pendapatan totalnya di bawah garis kemiskinan.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 D. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui perbedaan tingkat pendapatan anggota CU Pancur Kasih di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang sebelum dan sesudah mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih. 2. Mengetahui perbedaan curahan kerja anggota bidang pertanian di CU Pancur Kasih di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang sebelum dan sesudah mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih. 3. Mengetahui perbedaan curahan kerja anggota bidang non-pertanian di CU Pancur Kasih di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang sebelum dan sesudah mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih. 4. Mengetahui perbedaan jumlah anggota CU yang tergolong keluarga miskin di CU Pancur Kasih di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang sebelum dan sesudah mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih. 5. Mengetahui ada tidaknya perbedaan signifikan tingkat kesejahteraan ekonomi anggota CU Pancur Kasih di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang sebelum dan sesudah mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 E. Manfaat Penelitian 1. Bagi Credit Union Pancur Kasih Penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menciptakan produk Credit Union Pancur Kasih di Wilayah Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. 2. Bagi Penulis Penelitian ini dapat menambah pengetahuan secara terperinci mengenai Credit Union Pancur Kasih dan dapat memperdalam pengetahuan secara pribadi. 3. Bagi Anggota Credit Union Pancur Kasih di Kecamatan Sanggau Ledo Diharapkan agar penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai Credit Union Pancur Kasih di Kecamatan Sanggau Ledo dan penelitian ini mampu menyampaikan kepada masyarakat yang notabene anggota CU mengetahui perbandingan peningkatan status sosial ekonominya sebelum dan sesudah menjadi anggota. 4. Bagi Universitas Sanata Dharma Hasil penelitian ini diharapkan dapatdigunakan sebagai bahan acuan sekaligus masukan bagi penelitian selanjutnya, dan menjadi referensi baru dan informasi tambahan bagi Universitas Santa Dharma, khusunya untuk mahasiswa program studi Pendidikan Ekonomi.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Ringkasan Tinjauan Teoretis/Kepustakaan 1. Pengertian Credit Union (CU) Credit Union berasal dari dua kata, yaitu credit dan union. Credit dalam bahasa latin adalah credere artinya saling percaya. Sedangkan union (unio) berarti kumpulan. Jadi, Credit Union artinya kumpulan orang-orang yang saling percaya. Di Indonesia, “Credit Union” diterjemahkan sebagai Koperasi Kredit. Menurut literatur, ada beberapa definisi tentang Credit Union. Walaupun cara penyampaiannya berbeda-beda, tetapi pengertian sesungguhnya adalah sama. Pertama, Credit Union adalah koperasi keuangan yang dijalankan secara demokratis dan profit sharing (bagi hasil), menawarkan berbagai produk simpanan dan pinjaman berbunga rendah kepada anggotanya. Kedua, Credit Union adalah sebuah lembaga keuangan koperasi yang dimiliki dan diawasi oleh para anggotanya dan dioperasikan untuk tujuan mendorong pola hidup hemat, menyediakan pinjaman dengan suku bunga bersaing, dan menyediakan berbagai pelayanan keuangan lain kepada para anggotanya. 10

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Ketiga, World Council of Credit Unions (WOCCU) mendefinisikan Credit Union sebagai “non-for-profit cooperative institusions” (lembaga koperasi yang bukan untuk tujuan mencari keuntungan). Keempat, Credit Union adalah koperasi keuangan yang didirikan dari, oleh, dan untuk anggota di mana para anggota adalah penabung, peminjam, dan sekaligus pemegang saham. Credit Union beroperasi dengan bisnis tidak untuk mencari keuntungan. Credit Union menawarkan banyak pelayanan perbankan, seperti pinjaman konsumtif dan pinjaman komersial (biasanya lebih rendah dari suku bunga), simpanan sukarela berjangka (suku bunga biasanya lebih tinggi dari suku bunga pasar), kartu kredit, dan asuransi. Credit Union pada umumnya dikenakan pajak lebih rendah, bahkan di beberapa negara lain bebas pajak, seperti USA dan Thailand daripada pajak yang dikenakan pada bank komersial atau lembaga keuangan lain. Para anggota diikat dalam suatu ikatan pemersatu (common-bond) seperti pekerjaan, tempat tinggal, dan lain-lain. Kelima, Credit Union adalah koperasi keuangan yang tidak mencari keuntungan (not-for-profit) yang kehadirannya bertujuan melayani para anggota yang berada dalam satu ikatan pemersatu (common-bond) seperti wilayah tempat tinggal, profesi, tempat kerja, dan lain-lain. Credit Union dioperasikan secara demokratis oleh para anggotanya dan diurus oleh pengurus yang melayani anggota secara

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 sukarela (voluntarily). Para pengurus dan pengawas yang melayani anggota secara sukarela ini dilpilih dari dan oleh anggota pada suatu Rapat Anggota. Tujuan utama Credit Union adalah melayani para anggota agar permasalahan dan kebutuhan keuangan mereka teratasi. Keenam, sebuah lembaga keuangan koperasi yang dimiliki dan dikendalikan oleh anggotanya. Credit Union tidak-untuk-profit (nonfor-profit) dan hadir untuk memberikan tempat yang aman, nyaman bagi anggota untuk menyimpan uang dan memperoleh pinjaman dan pelayanan keuangan lainnya dengan harga yang bersaing. Para anggota diikat dalam satu ikatan pemersatu, seperti pekerjaan, tempat tinggal, atau gereja. Friederich Wilhelm Raiffesien, lahir pada 30 Maret 1818 adalah “The Father of The credit Union Movement”. Ia seorang Lutheran awam dan wali kota Flammersfield, Jerman, yang meyakini bahwa gagasan koperasi dapat membantu diri sendiri (self-help). Ia memiliki dorongan keinginan untuk membantu petani miskin di Hamm, Provinsi Rhine, yang berada dalam cengkeraman rentenir. Pada tahun 1864, Raiffeisen mendirikan Heddesdorf Credit Union, bank koperasi simpan pinjam yang pertama. Tujuannya adalah untuk memberikan kredit kepada petani guna membeli ternak, peralatan, benih dan perlengkapan pertanian lainnya. Lima tahun kemudian ia membentuk Flammersfeld Society yang menjadi wadah pengembangan prinsip bahwa keuntungan bersih (surplus) bukan untuk

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 didistribusikan kepada anggota sampai dana cadangan tersedia memadai. Berbeda dengan model koperasi (loan societies) yang dikembangkan oleh Schulez-Delitzsch yang didasarkan pada promosi swasembada, model Raiffeisien didasarkan pada prinsip kasih persaudaraan dalam iman Kristiani. Schulesz juga percaya bahwa anggota dapat berasal dari daerah yang beragam dan berfokus untuk membantu para pekerja perkotaan dan penjaga toko. Raiffeisien memiliki pandangan yang berbeda, ia memberi keanggotaan untuk wilayah kabupaten dan paroki-paroki, dan tertarik untuk membantu para petani kecil. Pada tahun 1872, Raiffeisien mengadakan Rhein-Agricultural Union Bank yang berfungi sebagai sebuah lembaga bank sentral untuk mengawasi Credit Union lokal. Dia kemudian membentuk asosiasi regional, nasional, dan sentral yang meminjamkan surplus dananya untuk Credit Union lainnya. Konsep koperasi kredit terus disempurnakan di Jerman dan dengan cepat menyebar ke negara-negara Eropa lainnya seperti Swiss, Austria, Prancis, dan Irlandia. Pada tahun 1866, sebuah bank koperasi yang memiliki kepercayaan baru dan membatasi tanggung jawab anggota individu atas hutan koperasi dibuka di Italia.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 a. Sejarah Credit Union (CU) Sejarah mencatat, sejak tahun 1870-an terbentuk asosiasi kaum tani di Jerman. Sebuah jaringan kerjasama antar petani dibangun untuk saling menolong dan bela rasa dalam menghadapi kesulitan dan perjuangan hidup sebagai kaum tani pada waktu itu. Sebelumnya, pada tahun 1864, Frederick Wilhelm Raiffeisen mendirikan CU model Raiffeisen dengan cakupan wilayah yang masih terbatas. Modal besar belum mereka miliki. Sistem simpan pinjam tak kenal bunga. Sistem administrasi dijalankan oleh sukarelawan (volunteer). Hingga kini nama arsitek CU ini masih dipakai sebagai nama bank di Jerman. Menariknya gerakan ini adalah semua anggota merasa bertamggung jawab atas hidup dan kemajuan CU dikalangan kaum tani. Tak lama kemudian, didirikan CU pertama di Perancis pada tahun 1885. Tokoh terkenal pada waktu itu, Louis Milcent (18461918), bekerja banyak untuk kaum tani. Sejak saat itu sudah disadari bahwa hidup kaum tani memiliki kekuatan yang perlu digalang dalam proses memperbaiki mutu hidup, sehingga keluarga kaum tani bermasa depan baik. CU di Perancis melebar ke Italia, dirintis oleh Leone Wollemberg (Yahudi) dalam kerjasama dengan Luigi Luzzatti. Seorang rohaniwan Katolik Kapusin atas Perancis, Ludovic de Besse (1831-1910) mengadakan perjalanan hingga ke Italia dan membawa gagasan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 “Kredit Rakyat”. Secara tidak langsung dia ikut mempromosikan CU di Italia. CU dari daratan Eropa Barat menjalar ke Amerika Serikat. Pada tahun 1908 lahirlah CU di New Hampshire dan dua tahun kemudian (1910) muncul CU di Massachusetts. CU ini menjadi lembaga peminjaman uang. Dicatat dengan teliti anggota CU, pekerjaan, tempat kerja, tempat tinggal, dan masuk kelompok apa. Sejarah di atas mewariskan beberapa pelajaran berharga bagi masyarakat dewasa ini. Pertama, CU lahir dari kalangan kaum tani yang menyadari pentingnya jaringan kerja sama dalam menghadapi kesulitan dan mengembangkan perekonomian. Pendirian CU bermula dari kesetiakawanan sebagai anggota kelompok sosial, terutama dari kalangan masyarakat kelas bawah. Kedua, keberadaan dan pengembangan CU umumnya terkait dengan hidup parokial, karena anggota paroki pada waktu itu umumnya kaum tani. Hidup kaum rohaniwan pada waktu itu ikut memperhatikan warga masyarakat kecil yang menantikan perbaikan hidup mereka. Segenap anasir dalam paroki sedapat mungkin terlibat dalam peningkatan kesejathteraan hidup. Kerjasama antara awam dan religius terasa pada awal kelahiran CU, sehingga arah perjuangan CU tetap sesuai dengan misi dasar kemanusiaan.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 Ketiga, nilai dasar keluhuran martabat manusia dijunjung tinggi oleh mereka yang memperhatikan kepentingan orang-orang kecil, seperti kaum tani, buruh, dan karyawan. Kesetiakawanan sosial melahirkan sikap dasar untuk saling menolong dalam kesulitan hidup dan musim paceklik. Setiap anggota masyarakat merasa bertanggung jawab atas keadaan hidup sesama, terutama yang sedang menderita. Gerakan Koperasi Kredit Indonesia sudah mulai muncul sejak tahun 1970. Ide awal datang dari dua staf WOCCU (World Council of Credit Unions) yang berkantor di Wisconsin, USA, yaitu A. A. Bailey dan Agustine R. Kang ketika berkunjung ke Indonesia pada tahun 1967, dan diterima oleh suatu lembaga swadaya di Indonesia yaitu MAWI (Mejelis Wali Gereja Indonesia) seksi sosial ekonomi. Beberapa rohaniwan Katolik yang ditugaskan untuk pengembangan sosial ekonomi dan khusus untuk pengembangan Credit Union menugaskan Romo Rev. Karl Albrecht, SJ—dikenal dengan nama Indonesia, Romo Albrecht Karim Arbie, SJ— sebagai pendiri Credit Union di Indonesia. Setelah Romo Albrecht Karim Arbie, SJ, muncul nama-nama pengerak Credit Union yang lain, seperti Robby Tulus, AG. Lunandi, M. Woeryadi, P.M Sitanggang, Ibnoe Soedjono, H. Woeryanto, dan lain-lain yang namanya tidak dapat disebut satu persatu.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Saat itu 1970, Romo Albrecht Karim Albrie, SJ bersama teman-teman mendirikan lembaga swadaya masyarakat yang disebut dengan CUCO (Credit Union Counselling Office). Lembaga ini memberikan konsultasi kepada masyarakat untuk mengembangkan Credit Union di seluruh wilayah Indonesia. Gagasan ini awalnya kurang mendapat tanggapan positif dari pemerintah. Bahkan sebagian warga Gereja Katolik tidak menerimanya, karena masih truma dengan banyaknya kecurangan koperasi yang pernah terjadi di Indonesia pada masa lalu. Namun Romo Albrecht dan kawan-kawan tetap menjalankannya. Akhir tahun 70-an, Romo Albrecht mengundurkan diri sebagai direktur CUCO. Tugas diserahkan kepada Drs. Robby Tulus untuk melanjutkan usaha pengembangan Credit Union di Indonesia. Akhir tahun 1970, di Indonesia ada 9 CU dengan jumlah anggota 763 orang dan total aset Rp 1.342.570,00. Pada masa rezim Orba, pertumbuhan CU sangat terhalang dengan adanya Peraturan Pemerintah lewat Instruksi Presiden No. 4 tahun 1984. Inpres ini intinya melarang koperasi beroperasi di pedesaan, selain Koperasi Unit Desa (KUD). Dengan demikian CU yang beroperasi di pedesaan banyak melaksanakan kegiatan dengan sembunyi-sembunyi karena takut dibubarkan oleh penguasa. Seiring dengan tumbangnya rezim Orba dan muncul

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 rezim Reformasi, maka Inpres No. 4 tahun 1984 dihapus dan tidak berlaku lagi. Mulai saat itu CU bebas untuk berkumpul maupun melaksanakan pendidikan baik di kota maupun pedesaan. Para penggerak melakukan aktivitas menumbuhkan benih-benih CU di seluruh Indonesia. Dalam usaha menumbuhkan benih-benih CU tersebut, banyak pihak luar negeri memberikan dukungan, khususnya dalam dana pendidikan. Lembaga tersebut antara lain, Cibemo dari Netherland, Mizerior dari Jerman, Intrcooperation dari Swiss, KAS dari Jerman, dan CCA dari Kanada. Lembaga-lembaga inilah yang mendukung dana untuk melaksanakan pelatihan dan pendidikan sehingga Credit Union dapat bertumbuh merata di seluruh wilayah Indonesia. Sejak tahun 2000, lembaga-lembaga tersebut mulai menghentikan bantuan. Alhasil CUCO Indonesia berusaha untuk membiayai sendiri. Semua aktivitas baik pelatihan dan pendidikan, pembinaan dan monitoring di tiap wilayah kerja di seluruh Indonesia dilakukan secara swadaya oleh CUCO. Hampir 30 tahun (1970-2000) Gerakan Koperasi Kredit Indonesia baru menanamkan filosofi dan prinsip-prinsip Koperasi Kredit, belum mengarahkan kepada pengelolaan yang berbasis pada kelayakan ekonomi dan bisnis. Hal ini dapat dilihat pada jumlah Credit Union primer pada tahun 1995 mencapai posisi

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 tertinggi (sekitar 1600 CU primer). Setelah itu perlahan-lahan jumlah tersebut menurun. Kabar baiknya total simapanan, total anggota, dan total aset bertambah. Mgr. Hieronymus Bumbun, OFMCap (2012) CU di tanah air dan khususnya di Kalimantan Barat merupakan sebuah tanggapan nyata atas situasi hidup sosial dan ekonomi masyarakat. Masyarakat kecil, terutama kaum tani, buruh, karyawan, dan pegawai kelas rendah pada dasarnya membutuhkan sebuah wadah yang dapat menolong mereka untuk mengatur situasi perekonomian perorangan dan bersama. Masuknya CU diibaratkan dengan munculnya terang baru di daerah Kalbar yang menunjukkan jalan yang menyejahterakan seluruh warga masyarakat (Munaldus, 2012, xiii). CU telah merebut hati masyarakat. Sekarang CU telah menjadi milik semua lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat akar rumput hingga masyarakat kelas atas. CU menampung semua pihak yang berkehendak baik untuk membangun kesejahteraan ekonomi, sosial, dan rohani. keadaan hidup ekonomi dan sosial anggota CU berwarna khas mereka semakin kreatif mengusahakan mata pencarian, mengatur keuangan dan merencanakan penggunaan keuangan yang sehat. Tidak sedikit dari anggota CU mahir dalam bidang menabung dan melipatgandakan uang secara sehat dan bermasa

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 depan. Anggota CU tidak hanya dilatih untuk terampil dalam bidang pengelolaan keuangan tapi sungguh mereka bisa lebih mengatur pribadi dan kebijakan hidup sekarang dan dimasa depan. b. Penguatan Gerakan Credit Union (CU) Pasto Thomas J. Feeney, Superior Jesuit dan Presiden College St. George, tertarik mengembangkan gerakan Credit Union berkat hubungan baiknya dengan Pastor Sullivan. Dia membantu Pastor Sullivan dengan tanggung jawab mengajar di college tersebut.Berhubung memiliki lebih banyak waktu untuk mendedikasikan pembentukan dan pemeliharaan Credit Union, Pastor Sullivan mengalihkan perhatiannya untuk mempromosikan gerakan Credit Union kepada para penjaga toko, buruh pelabuhan, pekerja pabrik, dan pegawai negeri sipil untuk membentuk Clerks Credit Union. Roy Lindo, pemilik J. Wray and Nephew menyetujui permintaan pekerja administrasi dan buruh harian pada perusahaannya. Berbagai Credit Union kemudian dibentuk untuk pekerja pembuat alkohol, pelayan bar, dan polisi. Mereka adalah para pegawai atau pegawai negeri yang dibayar murah. Pastor Harry Ball, seorang pastor Katolik Roma lainnya juga memberi perhatian terhadap upaya-upaya Pastor Sullivan dan mencari masukan untuk membantu para aktivis Paroki di

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Linstead dan daerah dampingannya, Ewarton, Moneague, Jeffery Town, Guy‟s Hill, dan Donnington. Pendekatan Pastor Sullivan adalah melatih kelompok-kelompok terpilih bagaimana mendirikan dan mengelola Credit Union. Pastor Ball memperoleh pengetahuan besar tentang gerakan Credit Union dan kemudian menjadi berperan penting dalam membangun Credit Union di Annotto Bay (St. Mary), SavannahIa-Mar (Westmoreland) dan Alva (St. Ann). Hal ini pada gilirannya memengaruhi orang lain untuk mendirikan Credit Union di daerah pedesaan lainnya. Pada tahun 1945, Pastor Sullivan membentuk 5 Credit Union di Pulau Antillean: St. Lucia, Grenada, Curacao, Trinidad, dan Barbados. Pada tahun 1942, Pastor Feeney mendirikan St. George‟s Extention School untuk mempersiapkan orang muda yang memerlukan pinjaman tambahan untuk melanjutkan studi ke Universitas. Dua tahun kemudian, Pastor Sullivan mengambil kesempatan untuk mengembangkan orang-orang muda yang bersemangat dengan mempekerjakan para spesialis untuk mengajar kursus-kursus koperasi kredit, koperasi konsumer, dan koperasi perumahan. Ini merupakan kemenangan besar bagi gerakan Credit Union di Jamaika karena pengetahuan yang lebih

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 besar tersedia bagi kaum muda guna mengembangkan minat untuk menjadi anggota. c. Perbedaan Credit union (CU) dengan Lembaga Keuangan Lain Tidak seperti di lembaga keuangan lain, CU dijalankan secara demokratis oleh para anggota dan dikelola oleh pengurus dan pengawas yang memberikan pelayanan secara sukarela (tanpa digaji). Para sukarelawan (pengurus dan pengawas) ini dipilih oleh anggota pada rapat anggota tahunan (RAT). Tujuan utama CU adalah melayani kebutuhan para anggota. Sisa hasil usaha (surplus) dibagikan dalam bentuk deviden, biaya bunga simpanan, dan peningkatan pelayanan kepada anggota setelah kebutuhan dana cadangan terpenuhi lembaga keuangan lain seperti bank, bertujuan mengoptimalkan keuntungan bagi pemegang saham. Credit Union memiliki tradisi memberikan pendidikan kepada anggota melalui seminar atau berbagai jenis pendidikan anggota, mulai dari bagaimana membeli mobil sampai bagaimana mempersiapkan masa pensiun. Tabel II.1 Menurut WOCCU (World Council of Credit Unions) perbedaan antara CU, bank dan LKM Credit Union Strukutur Koperasi keuangan yang dimiliki oleh anggota dan tidak untuk Bank Komersial Lembaga keuangan yang berorientasi pada LKM Pada umumnya, LKM didanai oleh pinjaman

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Bank Komersial mencari keuntungan keuntungan (for-profit) (non-for-profit), dan dimiliki sebagian besar oleh didanai dari pemegang simpanan saham. sukarela anggota. Kekhasannya Pada umumnya, adalah LKM didanai melayani oleh pinjaman nasabah atau hibah dari berpenghasila n menengah pihak luar atau keatas. Tidak investor ada ikatan (donor). pemersatu. Para Para anggota pemegang Credit Union saham memilih para memilih pengurus/penga pengurus was sebagai yang digaji, sukarelawan yang tidak (tanpa digaji) berasal dari dari para masyarakat anggota yang atau pengguna memenuhi syarat. Dalam pelayanan memilih bank. pengurus/penga Banyaknya suara was, satu anggota satu disesuaikan suara tanpa dengan mempertimbang jumlah saham yang dimiliki kan berapa jumlah uang oleh masingyang disimpan masing di Credit Union. pemegang saham. Pendapatan Pemegang bersih saham Credit Union Anggota Tata Kelola Pendapatan LKM atau hibah dari pihak luar atau investor (donor). Target/anggo ta nasabah adalah dari kalangan bawah (lowincome). Lembaga dijalankan oleh pengurus yang ditunjuk atau staf yang digaji. Pendapatan bersih

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Credit Union (earnings) Produk & Pelayanan digunakan agar suku bunga pinjaman rendah, dan suku bungan simpanan tinggi atau digunakan untuk pengembangan produk dan pelayanan baru. LKM digunakan untuk membangun dana cadangan atau dibagikan kepada para investor. Rentang pelayanan yang luas, terutama produk simpanan, kredit, transfer uang (remittances), dan asuransi. Rentang pelayanan keuangan yang luas, termasuk berbagai peluang investasi. Fokus pada kredit mikro. Beberapa LKM menawarkan produk sipanan dan pelayanan transfer (remittance). Kantor cabang utama (main office),kantor cabang, ATM, POS device, PDA, cell phones, intrnet. Kantor cabagn utama (main office), kantor cabang, ATM, POS device, PDA, cell phones, intrnet. Kunjungan rutin kepada kelompok masyarakat. Service Delievery Bank Komersial menerima keuntungan sebanding dengan sahamnya (pro-rata share of profits). Sumber: Munaldus, dkk. 2013. 2. Tingkat Kesejahteraan Keluarga adalah lembaga sosial dasar yang menjadi akar semua lembaga atau pranata sosial lainnya untuk tumbuh dan berkembang. Di masyarakat, keluarga merupakan kebutuhan manusia yang universal dan menjadi sumber kegiatan dakam kehidupan manusia. Keluarga dapat digolongkan ke dalam kelompok primer, selain karena para

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 anggotanya saling mengadakan kontak langsung, juga karena adanya „keintiman‟ dari para anggotnya dan membuat kehidupan keluarga menjadi sejahtera. Kesejahteraan adalah salah satu aspek yang cukup penting untuk menjaga dan membina terjadinya stabilitas sosial dan ekonomi. Kondisi tersebut juga diperlukan untuk meminimalkan terjadinya kecemburuan sosial dalam masyarakat. Selanjutnya percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat juga memerlukan kebijakan ekonomi atau peranan pemerintah dalam mengatur perekonomian sebagai upaya menjaga stabilitas perekonomian. a. Kesejahteraan Sosial-Ekonomi Ekonomi Italia, Vilveredo Pareto, telah menspesifikasikan suatu kondisi atau syarat terciptanya alokasi sumberdaya secara efisien atau optimal, yang kemudian terkenal dengan istilah syarat atau kondisi pareto (Pareto Condition). Kondisi pareto adalah suatu alokasi barang sedemikian rupa, sehingga bila dibandingkan dengan alokasi lainnya, alokasi tersebut takan merugikan pihak manapun dan salah satu pihak pasti diuntungkan. Atas kondisi pareto juga bisa didefinisikan sebagai suatu situasi dimana sebagian atau semua pihak individu takan mungkin lagi diuntungkan oleh pertukaran sukarela. Berdasarkan kondisi pareto inilah, kesejahteraan sosial diartikan sebagai kelanjutan pemikiran yang lebih utama

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 dari konsep-konsep tentang kemakmuran (Swasono, 2005:2). Boulding dalam Swasono mengatakan bahwa “ pendekatan yang memperkukuh konsepsi yang telah dikenal sebagai sosial optimum yaitu paretion optimum (optimalitas ala Pareto dan Edeworth), dimana efesiensi ekonomi mencapai sosial optimum bila tidak seorangpun bisa lagi menjadi lebih beruntung. Teori kesejahteraan secara umum dapat diklasifikasi menjadi tiga macam, yaitu classical utilitarian, neoclassical welfare theory dan new contractarian approach (Albert dan Hahnel dalam Darussalam, utillatarial menekankan 2005:77). bahwa Pendekatan classical kesenangan (pleasure) atau kepuasan (utility) seseoarang dapat diukur dan bertambah. Berdasarkan pada beberapa pandangan diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat kesejahteraan seseorang dapat terkait dengan tingkat kepuasan (utility) dan kesenangan (pleasure) yang dapat diraih dalam kehidupannya guna mencapai tingkat kesejahteraannya yang diinginkan. Maka dibutuhkan suatu perilaku yang dapat memaksimalkan tingkat kepuasa sesuai dengan sumberdaya yang tersedia. Kesejahteraan hidup seseorang dalam realitanya, memiliki banyak indikator keberhasilan yang dapat diukur. Dalam hal ini Thomas dkk. (2005:15) menyampaikan bahwa kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah dapat direpresentasikan dari

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 tingkat hidup masyarakat ditandai oleh terentaskannya kemiskinan, tingkat kesehatan yang lebih baik, perolehan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, dan peningkatan produktivitas masyarakat. Kesemuanya itu merupakan cerminan dari peningkatan tingkat pendapatan masyarakat golongan menengah kebawah. Todaro secara lebih spesifik mengemukakan bahwa fungsi kesejahteraan W (welfare) dengan persamaan sebagai berikut : W=W (Y,I,P), dimana Y adalah pendapatan perkapital, I adalah ketimpangan, dan P adalah kemiskinan absolute. Ketiga variabel ini mempunyai signifikansi yang berbeda-beda, dan selayaknya harus dipertimbangkan secara menyeluruh untuk menilai kesejahteraan di Negara-negara berkembang. Berkaitan dengan fungsi persamaan kesejahteraan diatas, diasumsikan bahwa kesejahteraan sosial berhubungan positif dengan pendapatan perkapita, namun berhubungan negatif dengan kemiskinan. b. Peningkatan Kesejahteraan Sosial-Ekonomi Menurut Arthur Dunham kesejahteraan sosial didefinisikan sebagai kegiatan yang terorganisasi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dari segi sosial pemberian bantuan kepada orang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan didalam beberapa bidang seperti kehidupan keluarga dan anak, kesehatan, penyesuaian sosial, waktu senggang, standar-standar kehidupan, dan

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 hubungan-hubungan sosial. Ekonomi sebagaimana yang diketahui adalah kegiatan manusia dengan masyarakat untuk memanfaatkan dan mempergunakan unsur-unsur produksi dengan sebaikbaiknya guna memenuhi berbagai rupa kebutuhan. Pengertian kesejahteraan sosial dituangkan kedalam Undang-undang nomor 6 tahun 1974, tentang ketentuanketentuan pokok kesejahteraan sosial, pasal 2 ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut: “kesejahteraan sosial adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial materiil maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan, dan ketentraman lahir batin, yang memungkinkan bagi setiap warga Negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak-hak asasi serta kewajiban manusia sesuai dengan pancasila. Dalam mencapai kesejahteraan ini, maka tidak lepas dari faktor-faktor yang mendukung usaha peningkatan pendapatan serta pemanfaatan sumber-sumber serta sarana yang ada. Faktorfaktor yang mendukung tersebut dapat diterangkan sebagai berikut, seperti yang diungkapkan oleh Usman Yatim, dalam upaya peningkatan pendapatan dapat diukur melalui faktor-faktor produksi, antara lain:

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 1) Modal Merupakan faktor produksi yang sangat esensial bagi fakir miskin dalam proses peningkatan mutu kehidupannya. 2) Keterampilan Merupakan faktor produksi yang sangat strategis meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan fakir miskin. 3) Teknologi Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai usaha dalam meningkatkan kesejahteraan fakir miskin, karena teknologi dapat berbentuk metode baru dalam berproduksi. 4) Lahan Usaha Lahan usaha merupakan faktor yang sangat dibutuhkan bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Usaha kesejahteraan sosial merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan manusia. Oleh karena itu dalam strategi pemenuhannya perlu tersedia sumber-sumber yang dapat dikelompokkan menjadi: 1) Uang atau Barang, antara lain tunjangan-tunjangan, pembagian kembali hasil pendapatan dan bahan material lainnya untuk keperluan bantuan. 2) Jasa pelayanan (service) berupa bimbingan dan penyuluhan. 3) Kesempatan-kesempatan seperti pendidikan, latihan-latihan, pekerjaan dan semacamnya.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Jadi yang dimaksud peningkatan kesejahteraan adalah suatu perubahan jenjang atau kondisi dari perekonomian yang lebih baik atau mengalami kemajuan dari sebelumnya. c. Kesejahteraan Perorangan dan Kesejahteraan Masyarakat Kesejahteraan perorangan adalah kesejahteraan yang menyangkut kejiwaan (state of mind). Perorangan yang diakibatkan oleh pendapatan kemakmuran dan faktpr-faktor ekonomi lainnya. Kesejahteraan perorangan sinonim dengan tingkat terpenuhinya kebutuhan dari warga yang bersangkutan. Sepanjang terpenuhinya kebutuhan dari warga yang bersangkutan. Sepanjang terpenuhinya kebutuhan ini tergantung dari faktor-faktor ekonomis, oleh karena itu kesejahteraan perorangan selalu merupakan saldo dari “utilities” yang positif dan yang negatif. Dalam “utilities” yang positif termasuk kenikmatan yang diperoleh masyarakat dari semua barang langka pada dasarnya dapat memenuhi kebutuhan manusiawi. Dalam “utilities” negatif termasuk biaya-biaya yang dibutuhkan untuk memperoleh barang-barang (seperti, terbuang waktu senggang) dan dampakdampak negatif dari perbuatan-perbuatan warga lain (seperti, dampak negatif terhadap lingkungan) dimana kesejahteraan perorangan adalah kesejahteraan individu saja.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 Kesejahteraan masyarakat adalah kesejahteraan semua perorangan secara keseluruhan anggota masyarakat. Dalam hal ini kesejahteraan yang dimaksudkan adalah kesejahteraan masyarakat. Adapun tahapan yang harus diperhatikan dalam meningkatkan kesejahteraan diantaranya: 1) Adanya persediaan sumber-sumber pemecahan masalah yang dapat digunakan. Dalam hal ini memang harus diperhatikan, dalam menyelesaikan permasalahan yang ada khusunya dalam meningkatkan kesejahteraan, karena tanpa adanya sumber pemecahan masalah maka masalah tersebut akan tetap ada. 2) Pelaksanaan usaha dalam menggunakan sumber-sumber pemecahan masalah harus efisien dan tepat guna. Pada tahap ini kita harus dapat menyelesaikan antara masalah yang ada dengan sumber pemecahan masalah yang tepat dan dapat selesai denganc epat. 3) Pelaksanaan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat harus bersifat demokratis. Dalam hal ini meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat lebih baik didalamnya. masyarakat tersebut dilibatkan langsung

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 4) Menghindarkan atau mencegah adanya dampak buruk dari usaha tersebut. Hal ini juga harus diperhatikan dalam meningkatkan kesejahteraan eknomi masyarakat. Sebaiknya dalam melakukan usaha tersebut tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, tapi sebaliknya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Ekonomi masyarakat sesungguhnya adalah ungkapan dari demokrasi ekonomi (economy democracy) dengan pengacuan dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, para penyusun UUD 1945 secara resmi menggeser isu ekonomi rakyat (people economy) menjadi ekonomi kerakyatan (people centered economy). Sasaran utama dari ekonomi kerakyatan adalah dihapuskannya stratifikasi status ekonomi masyarakat baik berdsarakan ras atau suku bangsa, maupun dari modal atau tingkat penguasaaan faktor-faktor produksi. Upaya penggerakan sumber daya masyarakat untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, sehingga baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam disekitar masyarakat dapat ditinggalkan masyarakat menghasilkan dan dan produktivitasnya. lingkungan Dengan mampu menumbuhkan secara nilai demikian partisipatif tambah meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan mereka. yang

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 Keberhasilan upaya kesejahteraan dapat dinilai secara kuantitaif maupun kualitaif. Kuantitatif dimungkinkan karena hasil-hasil yang dicapai dapat dijelaskan dalam hal-hal yang bisa diukur. Sedangkan penilaian secara kualitatif indikatornya antara lain adanya partisipasi masyarakat, kemandirian klien untuk memenuhi kebutuhan secara layak dan sebagainya. 3. Pendapatan Pendapatan tidak mengalami perubahan maka kenaikan harga menyebabkan pendapatan riil menjadi semakin sedikit. Dengan kata lain, kemampuan pendapatan yang diterima untuk membeli barangbarang menjadi bertambah kecil dari sebelumnya. Maka kenaikan harga menyebabkan konsumen mengurangi jumlah berbagai barang yang dibelinya, termasuk barang yang mengalami kenaikkan harga. Penurunan harga suatu barang menyebabkan pendapatan riil bertambah, dan ini akan mendorong konsumen untuk menambah jumlah barang yang dibelinya. Akibat dan perubahan harga kepada pendapatan, ini yang disebut efek pendapatan. Maka kenaikan harga menyebabkan konsumen mengurangi jumlah berbagai barang yang dibelinya, termasuk barang yang mengalami kenaikan harga. Dengan kata lain pendapatan para pembeli merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapatan selalu menimbulkan terhadap permintaan berbagai jenis barang. Berdasarkan kepada sifat perubahan

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah. Hal inilah yang akan mempengaruhi bagaimana tingkat pendapatan mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat serta berinvestasi (saving). Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan seseorang dalam mengkonsumsi barang, diantaranya; harga barang itu sendiri, harga barang lain, pendapatan, selera, dan kondisi makro ekonomi. Perubahan pendapatan seperti yang telah diterangkan akan mempengaruhi jumlah anggaran pengeluaran (konsumsi dan investasi). Jika pendapatan menurun maka demikian pula tingkat pengeluaran (konsumsi dan investasi) juga akan menurun, sedangkan jika pendapatan meningkat maka demikian pula tingkat pengeluaran (konsumsi dan investasi) juga akan meningkat. Dari penjelasan tersebut diatas, dapat diambil suatu kesimpulan pernyataan yaitu: “Pendapatan akan bergerak naik-turun sesuai pengeluaran (konsumsi dan investasi)“. Artinya individu akan cenderung mengkonsumsi lebih banyak dari sebelumnya, jika pendapatan individu tersebut mengalami peningkatan dari sebelumnya. Sedangkan individu akan cenderung mengkonsumsi lebih sedikit dari sebelumnya, jika pendapatan individu tersebut mengalami penurunan dari sebelumnya. 4. Kemiskinan Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial yang mendasar yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia dewasa ini. Hal tersebut ditandai

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 dengan adanya berbagai kekurangan dan ketidakberdayaan diri si miskin. Berbagai kekurangan dan ketidakberdayaan tersebut disebabkan baik faktor internal maupun eksternal yang membelenggu, seperti adanya keterbatasan untuk memelihara dirinya sendiri, tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya untuk memenuhi kebutuhan dll. Dengan begitu, segala aktivitas yang mereka lakukan untuk meningkatkan hidupnya sangat sulit. Pada masa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masa kini mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern. Di Indonesia kemiskinan sudah terjadi sejak jaman dahulu dimana pemerintah di Indonesia tidak dapat menekan angka kemiskinan dari tahun ke tahun bahkan kemiskinan sudah menjadi pekerjaan yang serius untuk pemerintah kita. Banyak cara yang telah dilakukan oleh pemerintah, tapi untuk menekan atau bahkan mengurangi angka kemiskinan sangatlah sulit. Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya, ternyata tidak sedikit penduduk yang tergolong miskin. Jumlah penduduk miskin tersebut terdiri dari gabungan penduduk di perkotaan dan di pedesaan. BAPPENAS (1993) mendefinisikan kemiskinan sebagai situasi serba kekurangan yang terjadi bukan karena kehendak oleh “si miskin”,

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 melainkan karena keadaan yang tidak dapat dihindari dengan kekuatan yang ada padanya. Sedangkan menurut Soekanto, kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memlihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental, maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Garis Kemiskinan merupakan representasi dari jumlah rupiah minimum yang harus diperoleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran konsumsi per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan, dikategorikan sebagai penduduk miskin. Dibawah ini merupakan garis kemiskinan menurut kota, desa, dan kota + desa dibawah ini: Tabel II.2 Garis Kemiskinan Menurut Provinsi, September 2013 No Provinsi Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bulan) Kota Desa Kota + Desa 1 Aceh 374 261 337 962 348 172 2 Sumatera Utara 330 517 292 186 311 063 3 Sumatera Barat 360 768 321 252 336 606 4 Riau 366 057 339 829 350 129 5 Jambi 369 835 280 660 307 885 6 Sumatera Selatan 328 335 270 166 291 058 7 Bengkulu 358 294 313 265 327 358 8 Lampung 326 468 284 504 295 395 9 Bangka Belitung 416 935 436 899 427 081 10 Kepulauan Riau 405 578 364 773 398 903 11 DKI Jakarta 434 322 - 434 322 12 Jawa Barat 281 189 268 251 276 825

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 No Provinsi Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bulan) Kota Desa Kota + Desa 13 Jawa Tengah 268 397 256 368 261 881 14 DI Yogyakarta 317 925 275 786 303 843 15 Jawa Timur 278 653 269 294 273 758 16 Banten 300 109 264 632 288 733 17 Bali 298 449 261 613 284 009 18 Nusa Tenggara Barat 299 886 263 107 278 514 19 Nusa Tenggara Timur 321 163 234 141 251 080 20 Kalimantan Barat 280 423 265 898 270 306 21 Kalimantan Tengah 299 970 311 647 307 698 22 Kalimantan Selatan 313 691 290 576 300 329 23 Kalimantan Timur 435 313 389 784 417 902 24 Sulawesi Utara 255 566 245 872 250 249 25 Sulawesi Tengah 324 072 293 567 301 000 26 Sulawesi Selatan 235 488 207 023 217 547 27 Sulawesi Tenggara 240 089 221 905 226 990 28 Gorontalo 237 600 232 048 233 942 29 Sulawesi Barat 230 973 228 346 228 944 30 Maluku 358 068 339 466 346 599 31 Maluku Utara 317 176 281 482 291 352 32 Papua Barat 414 900 389 163 397 003 33 Papua 387 789 322 079 339 096 Sumber: BPS, September 2013. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, provinsi Kalimantan Barat berada pada garis kemiskinan dengan pendapatan per kapita masyarakat desa per bulannya sebesar Rp 265.898.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 B. Hasil Penelitian yang Relevan 1. Adi Susilo (2013), Kontribusi Pinjaman Yang Diterima Dari Credit Union Pancur Dangeri Terhadap Peningkatan Pendapatan Anggota. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Tujuan penelitian; Untuk mengetahui kontribusi antara besarnya pinjaman yang diberikan terhadap peningkatan pendapatan anggota, mengetahui kontribusi pemanfaatan pinjaman terhadap peningkatan pendapatan anggota, mengetahui kontribusi jangka waktu pinjaman terhadap peningkatan pendapatan anggota, mengetahui kontribusi tingkat bunga terhadap peningkatan pendapatan anggota, serta untuk mengetahui kontribusi besarnya pinjaman, pemanfaatan pinjaman, jangka waktu pinjaman, dan tingkat bunga pinjaman terhadap peningkatan pendapatan anggota. Hasil penelitian, variabel besarnya pinjaman, pemanfaatan pinjaman, jangka waktu pinjaman, dan bunga pinjaman secara bersama-sama berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan anggota. 2. Putrawinata (2013), Perbedaan kesempatan Berusaha, Tingkat Pendapatan Dan Tingkat Pengeluaran Anggota Sebelum Dan Sesudah Menggunakan Kredit Di Credit Union Bima. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui perbedaan Kesempatan Berusaha anggota Credit Union Bima sebelum dan sesudah menggunakan kredit, mengetahui perbedaan Tingkat Pendapatan anggota Credit Union Bima sebelum dan sesudah menggunakan kredit dan mengetahui perbedaan Tingkat Pengeluaran

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 anggota Credit Union Bima sebelum dan sesudah menggunakan kredit. Hasil penelitian, Pemberian kredit bagi anggota tidak memberikan dampak yang signifikan tehadap tingkat pendapatan anggota sebelum maupun sesudah menggunakan kredit di Credit Union Bima. Hal ini dikarenakan mayoritas dari anggota melakukan kredit untuk perluasan lahan perkebunan karet, dan hasilnya dapat mereka nikmati dalam waktu yang cukup panjang ke depannya sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan tehadap tingkat pendapatan anggota sebelum maupun sesudah menggunakan kredit di Credit Union Bima. C. Kerangka Berpikir Perkembangan Credit Union Pancur Kasih dapat mempengaruhi kesempatan berusaha bagi para anggota. Credit Union dapat memberikan kemudahan bagi para anggota untuk bisa mensejahterakan kehidupan mereka melalui kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh pihak Credit Union itu sendiri, dan anggota dari Credit Union mampu memanfaatkan kemudahan yang diberikan oleh Credit Union. Apabila mayoritas dari masyarakat memiliki usaha yang dapat meningkatkan taraf hidup mereka, maka hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Dengan semakin tingginya tingkat pendapatan, maka tingkat pengeluaran masyarakat juga semakin meningkat, begitu juga sebaliknya, semakin rendah tingkat pendapatan seseorang maka tingkat pengeluaran akan mengimbangi tingkat pendapatannya.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Gambar II.1 Bagan-bagan pemikiran X1: Tingkat Pendapatan X2: Curahan kerja bidang pertanian X3: Curahan kerja bidang nonpertanian X4: Jumlah keluarga miskin Y: Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Anggota

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu Penelitian Komparatif. Penelitian dengan rancangan Penelitian komparatif adalah penelitian yang bersifat membandingkan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan dua atau lebih fakta dan sifatsifat objek yang diteliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Jadi, Peneitian Komparatif adalah jenis penelitian yang digunakan untuk membandingkan suatu variabel (objek penelitian) antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda (Nazir, 2005). Dalam penelitian ini, penulis berusaha mengidentifikasi perbedaan tingkat kesejahteraan ekonomi anggota sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih yang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, tingkat pendapatan, curahan waktu di bidang pertanian dan non pertanian, dan jumlah keluarga miskin di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. B. Lokasi dan Waktu Penelitian, Subjek dan Objek Penelitian 1. Penelitian dilakukan di Kantor Credit Union Pancur Kasih TP Sanggau Ledo, karena Credit Union Pancur Kasih sangat menarik perhatian 41

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 masyarakat, sehingga masyarakat lebih senang untuk mengambil kredit ke CU Pancur Kasih dibandingkan mengambil kredit ke Bank. 2. Waktu penelitian dilaksanakan pada pertengahan Agustus hingga September 2013. 3. Subjek dalam penelitian ini adalah organisasi Credit Union yang ada di Desa Lembang Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat yaitu Credit Union Pancur Kasih 4. Objek penelitian adalah, kemungkinan terjadinya perbedaan tingkat pendapatan, kemungkinan terjadinya perbedaan curahan waktu kerja di bidang pertanian maupun di bidang non pertanian, dan kemungkinan terjadinya perbedaan jumlah keluarga miskin anggota Credit Union Pancur Kasih sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih. C. Populasi, Sampel Penelitian dan Teknik Pengambilan Sampel a. Populasi Populasi merupakan keseluruhan unsur-unsur yang memiliki suatu atau beberapa ciri atau karakteristik yang sama (Dajan, 1984:10). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota Credit Union Pancur Kasih yang berjumlah 1.847 orang, dengan ciri yang dianggap mempunyai hubungan erat dengan ciri-ciri populasi sebagai berikut: 1. Responden adalah anggota CU-PK yang telah menjadi anggota CU minimal satu tahun.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 2. Responden yang dituju adalah anggota CU-PK yang berada di wilayah kerja CU-PK Tempat Pelayanan Sanggau Ledo. 3. Responden adalah orang yang pernah mengajukan pinjaman atau kredit di CU-PK. b. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2008:81). Dalam penelitian ini peneliti mengambil jumlah sampel sebanyak 96 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Rumus Slovin: +1 Dimana: n = ukuran sampel N = ukuran populasi d = nilai presisi 10% atau sig. 0,1 Dalam penelitian ini jumlah populasi adalah 1.847 orang, maka jumlah sampel yang digunakan adalah: +1 +1 +1 +1

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 n = 95,86 Jadi sampel yang gunakan adalah 95,86 peneliti membulatkan menjadi 96 sampel. Dalam pengambilan sampel peneliti melakukannya dengan cara mendatangi responden (anggota) ke tempat tinggal responden yang tidak berjauhan dengan tempat tinggal peneliti dan menjadikan setiap anggota CU Pancur Kasih yang telah mengambil kredit menjadi sampel. Dalam penelitian ini, peneliti memperoleh kelebihan jumlah sampel yang akan diteliti, dari 96 orang menjadi genap 100 orang sampel yang diteliti, guna mengantisipasi adanya beberapa responden yang menjawab pertanyaan tidak sesuai dengan kenyataan. c. Teknik Pengambilan Sampel Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pengambilan sampel dengan teknik accidental sampling untuk menentukan pengambilan sampel. Accidental Sampling adalah pengambilan sampel yang dilakukan sesuka hati, pemilihan anggota sampel hanya pada saat tertentu (penentuan sampel dilakukan dengan memilih mereka yang pada saat penelitian dilaksanakan berada di lokasi penelitian). Alasan pengambilan sampel dengan menggunakan metode accidental sampling karena populasi dalam penelitian ini dianggap homogen, sehingga memenuhi persyaratan untuk menggunakan accidental sampling sebagai metode pengambilan sampel.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 D. Data yang Dicari Berdasarkan variabel-variabel yang diteliti, maka data yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1. Data Primer Data Primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli atau tidak melalui media perantara (Indriantoro, 2002). Data primer yang diperlukan dalam penelitian ini adalah: a. Tingkat pendapatan anggota b. Jumlah curahan waktu kerja anggota dibidang pertanian c. Jumlah curahan waktu kerja anggota dibidang nonpertanian d. Jumlah keluarga miskin 2. Data Sekunder Data sekunder adalah data kedua yang diperlukan dalam melengkapi data primer yang perlukan, Data sekunder diperoleh dari tempat penelitian, yang meliputi gambaran umum tempat peneliti melakukan penelitian, dalam hal ini Credit Union pancur Kasih. E. Teknik Pengumpulan Data Untuk mencapai tujuan yang diharapkan, maka pengumpulan data yang akan dipergunakan adalah data primer dan data sekunder.

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 1. Pengumpulan Data Primer Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket. Metode angket adalah pengumpulan data dengan meyebarkan kuesioner yang berisi beberapa item pertanyaan tentang perubahan tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat sebelum dan sesudah mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih. Indikator yang diperoleh dari beberapa variabel tersebut diubah dalam daftar pertanyaan (kuesioner) dengan bentuk pertanyaan terbuka. Pertanyaan dengan jawaban terbuka adalah pertanyaan yang memberikan kebebasan penuh kepada responden untuk menjawabnya. Tabel III.1 Instrumen yang diperlukan untuk mengukur Analisis Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit di Credit Union Pancur Kasih Variable Penelitian Tingkat pendapatan Curahan kerja bidang pertanian Curahan kerja bidang nonpertanian Jumlah keluarga miskin Indikator Pendapatan pokok dan sampingan dalam satu bulan Jumlah waktu yang digunakan dalam satu bulan untuk bekerja di bidang pertanian Jumlah waktu yang digunakan dalam satu bulan untuk bekerja di bidang pertanian Total Pendapatan dibagi dengan jumlah anggota keluarga Item 1, 2, 3, 4 5, 6 7, 8 -

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 2. Pengumpulan Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari data yang diberikan oleh kantor CU Pancur Kasih TP Sanggau Ledo berupa data yang berisi tentang gambaran umum CU Pancur Kasih. F. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif Analisis Deskriptif berfungsi untuk memberikan gambaran umum tentang data yang telah diperoleh. Gambaran umum ini bisa menjadi acuan untuk melihat karakteristik data yang diperoleh. Analisis desktiptif digunakan untuk mendeskripsikan variabel bebas yaitu, tingkat pendapatan, curahan kerja di bidang pertanian, curahan kerja di bidang non pertanian, dan jumlah rumah tangga anggota keluarga miskin. Dalam penelitian ini, peneliti menghitung skor rata-rata (mean). Analisis dilakukan pada masing-masing item pertanyaan. Rumus yang digunakan sebagai berikut: Keterangan: Mean : rata-rata : Epsilon (jumlah) X1 : nilai x ke 1 sampai ke n N : Jumlah Individu

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 1) Deskripsi Pendapatan Pokok Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Pendapatan pokok sebelum dan sesudah mengambil kredit adalah pendapatan yang diperoleh anggota dari pekerjaan yang dilakukan sebagai sumber pendapatan keluarga anggota untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik yang diperoleh sebelum mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih maupun sesudah mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih. Pada variabel ini, yang menjadi pembanding untuk pendapatan pokok baik sebelum maupun sesudah mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih adalah Upah Minimun Regional (UMR) Kalimantan Barat sebesar Rp 1.060.000, yang dilihat dari situs BPS Kalimantan Barat tahun 2013 yang kemudian dibandingkan dengan pendapatan pokok para anggota CU Pancur Kasih. Tabel III.2 Variabel Pendapatan Pokok Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU-PK Sebelum Sesudah mengambil Kredit mengambil Kredit Kriteria ke CU ke CU Di bawah UMR thn. 2013 Rp 1.060.000 45 orang 19 orang Di atas UMR thn. 2013 Rp 1.060.000 55 orang 81 orang Rp 1.850.000 Rp 3.454.000 Rata-rata Pendapatan Pokok Sumber : Data BPS dan Data diolah, 2013.

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 a) Pendapatan Pokok kategori di bawah UMR Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, anggota CU Pancur Kasih yang memiliki pendapatan pokok di bawah UMR sebelum mengambil kredit berjumlah 45 orang, sedangkan anggota CU Pancur Kasih yang memiliki pendapatan di bawah UMR sesudah mengambil kredit berjumlah 19 orang. Hal ini, menegaskan bahwa kredit yang diambil sangat membantu para anggota CU Pancur Kasih untuk mengembangkan usaha produktif yang kemudian mampu meningkatkan pendapatan para anggotanya, sehingga mengurangi jumlah anggota CU Pancur Kasih yang memiliki pendapatan di bawah UMR. b) Pendapatan Pokok kategori di atas UMR Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, anggota CU Pancur Kasih yang memiliki pendapatan pokok di bawah UMR sebelum mengambil kredit berjumlah 55 orang, sedangkan anggota CU Pancur Kasih yang memiliki pendapatan di bawah UMR sesudah mengambil kredit berjumlah 81 orang. Hal ini, menegaskan bahwa kredit yang diambil sangat membantu para anggotanya untuk semakin meningkatkan pendapatan. Kredit yang didapat tidak hanya

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 menjadi beban bagi para anggotanya yang harus menyetorkan kembali kredit yang diambil ke CU Pancur Kasih setiap bulannya, tetapi benar-benar menjadi modal yang dapat digunakan untuk pengembangan usaha produktif lainnya, serta tidak mengurangi jumlah anggota CU Pancur Kasih yang memiliki pendapatan di atas UMR. Rata-rata pendapatan pokok para anggotanya yang meningkat dua kali lipat sesudah mengambil kredit juga ikut turut menegaskan bahwa CU Pancur Kasih sangat membantu para anggotanya dalam meningkatkan pendapatan. 2) Deskripsi Pendapatan Sampingan Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke Credit Union Pancur Kasih Pendapatan sampingan sebelum adalah pendapatan yang diperoleh anggota dari hasil pekerjaan sampingan para anggota CU Pancur Kasih guna meningkatkan pendapatan. Hal ini dikarenakan ada kemungkinan pendapatan pokok yang diperoleh para anggota CU Pancur Kasih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Pada variabel ini, yang menjadi pembanding untuk pendapatan sampingan baik sebelum maupun sesudah mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih adalah Upah Minimun Regional (UMR) Kalimantan Barat sebesar Rp 1.060.000, yang dilihat dari situs BPS Kalimantan

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Barat tahun 2013 yang kemudian dibandingkan dengan pendapatan sampingan para anggota CU Pancur Kasih. Tabel III.3 Variabel Pendapatan Sampingan Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU-PK Sebelum Sesudah mengambil Kredit mengambil Kredit Kriteria ke CU ke CU Di bawah UMR thn. 2013 Rp 1.060.000 57 orang 44 orang Di atas UMR thn. 2013 Rp 1.060.000 43 orang 56 orang Rp 2.021.000 Rp 4.983..000 Rata-rata Pendapatan Sampingan Sumber : Data BPS dan Data diolah, 2013. a) Pendapatan Sampingan Kategori di bawah UMR Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, anggota CU Pancur Kasih yang memiliki pendapatan sampingan di bawah UMR sebelum mengambil kredit berjumlah 57 orang, sedangkan anggota CU Pancur Kasih yang memiliki pendapatan di bawah UMR sesudah mengambil kredit berjumlah 44 orang. Hal ini, menegaskan bahwa kredit yang diambil sangat membantu para anggota CU Pancur Kasih untuk mengembangkan usaha produktif yang kemudian mampu meningkatkan pendapatan para anggotanya, baik di

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 bidang pertanian maupun di bidang non pertanian, sehingga usaha-usaha yang dilakukan para anggotanya dapat semakin berkembang dengan mengambil kredit ke CU Pancur Kasih serta mengurangi jumlah anggota CU Pancur Kasih yang berpendapatan di bawah UMR. b) Pendapatan Sampingan Kategori di atas UMR Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, anggota CU Pancur Kasih yang memiliki pendapatan sampingan di bawah UMR sebelum mengambil kredit berjumlah 43 orang, sedangkan anggota CU Pancur Kasih yang memiliki pendapatan di bawah UMR sesudah mengambil kredit berjumlah 56 orang. Hal ini, menegaskan bahwa kredit yang diambil sangat membantu para anggotanya untuk semakin meningkatkan pendapatan. Kredit yang didapat tetap menstabilkan modal kerja untuk usaha-usaha yang dimiliki para anggotanya bai di bidang pertanian maupun di bidang non pertanian, sehingga kredit tidak hanya menjadi beban bagi para anggotanya tetapi benar-benar menjadi modal usaha produktif baik yang sudah ada maupun yang akan dikembangkan, serta tidak mengurangi jumlah anggota CU Pancur Kasih yang memiliki pendapatan di atas UMR. Rata-rata pendapatan sampingan para anggotanya yang

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 meningkat dua kali lipat sesudah mengambil kredit juga ikut turut menegaskan bahwa CU Pancur Kasih sangat membantu para anggotanya dalam meningkatkan pendapatan. 3) Deskripsi Curahan Waktu Kerja di Bidang Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke Credit Union Pancur Kasih Curahan waktu kerja di bidang pertanian adalah jumlah waktu kerja yang dialokasikan untuk melakukan serangkaian kegiatan di bidang pertanian, seperti: menanam lada, cabai, jagung, karet, kelapa sawit dan sejenisnya yang dihitung dalam satuan waktu atau jam. Pembanding pada variabel ini menggunakan jumlah jam normal angkatan kerja bekerja dalam satu minggu, yaitu 35 jam perminggu. Pembanding yang digunakan adalah dengan melihat anggota yang bekerja di bidang pertanian pada kategori setengah menganggur (0 jam17,5 jam) dan bekerja penuh (17,5 jam-35 jam) dalam satu minggu sebelum dan sesudah mengambil kredit ke CU.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel III.4 Variabel Curahan Waktu Kerja di Bidang Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU-PK Sebelum Sesudah mengambil mengambil Kriteria Kredit ke CU Kredit ke CU 0 jam-17,5 jam 56 orang 41 orang 17,5 jam-35 jam 44 orang 59 orang Rata-rata Jam Kerja 15.5 jam 15.9 jam Sumber : Data BPS dan Data diolah, 2013. a) Curahan Waktu Kerja di Bidang Pertanian Kategori Setengah Menganggur Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, jumlah anggota CU Pancur Kasih kategori setengah menganggur sebelum mengambil kredit sejumlah 56 orang sedangkan sesudah mengambil kredit sejumlah 41 orang. Artinya ada perubahan waktu bekerja di bidang pertanian yang dialami anggota sesudah mengambil kredit. Hal ini terjadi karena kredit yang didapat benar-benar digunakan untuk bekerja di bidang pertanian. Kredit yang didapat digunakan untuk memperluas lahan pertanian, membeli peralatan pertanian, pupuk dan sejenisnya yang diperlukan untuk pertanian, sehingga mempengaruhi jumlah pekerja yang akan diupah dan kemudian dapat mengurangi waktu kerja anggota yang mempunyai lahan pertanian tersebut untuk memfokuskan

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 diri bekerja pada sektor lain guna meningkatkan pendapatan agar dapat membayar kredit tepat waktu dan menghindari kredit macet. b) Curahan Waktu Kerja di Bidang Pertanian Kategori Bekerja Penuh Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, jumlah anggota CU Pancur Kasih kategori bekerja penuh sebelum mengambil kredit sejumlah 44 orang sedangkan sesudah mengambil kredit sejumlah 59 orang. Artinya ada perubahan waktu bekerja di bidang pertanian yang dialami anggota sesudah mengambil kredit. Hal ini dikarenakan kredit yang didapat menjadi pemacu bagi para anggotanya untuk bekerja lebih giat, guna meningkatkan pendapatan, menutup kredit yang lama yang mungkin nominalnya kecil sehingga dapat mengajukan kredit yang baru dengan nominal yang besar untuk semakin mengembangkan usaha para anggota CU tersebut. Meskipun demikian, rata-rata waktu bekerja yang dihabsikan oleh para anggota CU Pancur Kasih, baik sebelum dan sesudah mengambil kredit tidak mengalami perubahan. Kisaran waktu yang dihabiskan dalam 15.9 jam dalam satu minggu baik sebelum maupun sesudah mengambil kredit.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 4) Deskripsi Curahan Waktu Kerja di Bidang Non Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Curahan kerja di bidang non pertanian adalah jumlah waktu kerja yang dialokasikan untuk melakukan serangkaian kegiatan di bidang non pertanian, seperti: mebuat kerajinan bidai (tikar rotan), tiakr pandan, dan sejenisnya yang dihitung dalam satuan waktu atau jam. Pembanding pada variabel ini juga menggunakan hitungan jumlah jam normal angkatan kerja bekerja dalam satu minggu, yaitu 35 jam perminggu. Pembanding yang digunakan adalah dengan melihat anggota yang bekerja di bidang non pertanian pada kategori setengah menganggur (0 jam-17,5 jam) dan bekerja penuh (17,5 jam-35 jam) dalam satu minggu sebelum dan sesudah mengambil kredit ke CU. Tabel III.5 Variabel Curahan Waktu Kerja di Bidang Non Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU-PK Sebelum Sesudah mengambil mengambil Kriteria Kredit ke CU Kredit ke CU 0 jam-17,5 jam 22 orang 31 orang 17,5 jam-35 jam 78 orang 69 orang Rata-rata Jam Kerja 12.2 jam 13.1 jam Sumber : Data BPS dan Data diolah, 2013.

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 a) Curahan Waktu Kerja di Bidang Non Pertanian Kategori Setengah Menganggur Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, jumlah anggota CU Pancur Kasih kategori setengah menganggur sebelum mengambil kredit sejumlah 22 orang sedangkan sesudah mengambil kredit sejumlah 31 orang. Artinya ada perubahan waktu bekerja di bidang non pertanian yang dialami anggota sesudah mengambil kredit. Perubahan yang terjadi pada variabel ini bukanlah perubahan yang positif melainkan perubahan negatif. Hal ini dikarenakan anggota yang bekerja tidak penuh dalam satu minggu di bidang non pertanian sesudah mendapat kredit lebih banyak jika dibandingkan dengan sebelum anggota mendapat kredit. Kredit yang didapat ternyata tidak digunakan untuk menambah modal atau mengembangkan usaha produktif anggota CU, melainkan digunakan untuk kebutuhan diluar pengembangan usaha guna meningkatkan pendapatan. Kredit yang didapat digunakan anggota untuk biaya pendidikan, kredit kendaraan, biaya berobat, dan sejenisnya yang tidak bisa menjadi sumber pendapatan bagi anggotanya.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 b) Curahan Waktu Kerja di Bidang Non Pertanian Kategori Bekerja Penuh Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, jumlah anggota CU Pancur Kasih kategori bekerja penuh sebelum mengambil kredit sejumlah 78 orang sedangkan sesudah mengambil kredit sejumlah 69 orang. Artinya ada perubahan waktu bekerja di bidang non pertanian yang dialami anggota sesudah mengambil kredit. Perubahan yang terjadi pada variabel ini bukanlah perubahan yang positif melainkan perubahan negatif. Hal ini dikarenakan anggota yang bekerja penuh dalam satu minggu di bidang non pertanian sesudah mendapat kredit lebih sedikit jika dibandingkan dengan sebelum anggota mendapat kredit. Sama halnya dengan anggota yang bekerja tidak penuh dalam satu minggu, kredit tidak digunakan untuk menambah modal atau mengembangkan usaha produktif anggota CU, melainkan digunakan untuk kebutuhan diluar pengembangan usaha guna meningkatkan pendapatan. Kredit yang didapat digunakan anggota untuk biaya pendidikan, kredit kendaraan, biaya berobat, dan sejenisnya yang tidak bisa menjadi sumber pendapatan bagi anggotanya.

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 5) Deskripsi Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga Miskin Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Jumlah rumah tangga anggota keluarga miskin adalah anggota CU Pancur Kasih yang tergolong anggota keluarga miskin. Penelitian yang dilakukan peneliti guna mengetahui anggota CU Pancur Kasih yang digolongkan sebagai anggota keluarga miskin baik sebelum maupun sesudah mengambil kredit ke CU Pancur Kasih dengan cara membandingkan pendapatan total dalam satu bulan yang telah dibagi dengan jumlah anggota keluarga dan dibandingkan dengan garis kemiskinan provinsi Kalimantan Barat. Garis kemiskinan yang diperoleh dari data BPS, dilihat dari garis kemiskinan masyarakat desa sebesar Rp 265.898, karena tempat penelitian dilaksanakan di TP Sanggau Ledo yang terletak di Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo. Tabel III.6 Variabel Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga Miskin Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU-PK Sebelum Sesudah mengambil mengambil Kriteria Kredit ke CU Kredit ke CU Di bawah GK thn. 2013 Rp 265898 10 orang 3 orang Di atas GK thn. 2013 Rp 265898 90 orang 97 orang Rata-rata Pendapatan Total Rp 1.114.467 Rp 2.278.867 Sumber : Data BPS dan Data diolah, 2013.

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 a) Deskripsi Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga di bawah Garis Kemiskinan Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Dari tabel di atas terlihat bahwa jumlah anggota keluarga keluarga di bawah garis kemiskinan dari 10 orang menjadi 3 orang. Hal ini menunjukkan bahwa, dengan adanya CU Pancur Kasih, para anggotanya sangat terbantu sosial ekonominya, terbukti dengan 7 dari 10 anggotanya yang miskin menjadi tidak miskin, karena untuk mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih tidak sesulit seperti mengajukan kredit ke Bank Konvensional. Para anggota CU mendapat kemudahan dalam meningkatkan pendapatan, dengan dukungan dana kredit sebagai modal usaha dan bunga pinjaman yang tidak besar serta menurun setiap bulannya, sehingga para anggotanya semakin tertarik untuk terus mengambil kredit. b) Deskripsi Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga di atas Garis Kemiskinan Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Dari tabel di atas terlihat bahwa jumlah anggota keluarga keluarga di bawah garis kemiskinan dari 90 orang menjadi 97 orang. Hal ini sama dengan keadaan di mana jumlah anggota keluarga di bawah garis kemiskinan mengalami

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 perubahan jumlah, demikian pula jumlah anggota keluarga di atas garis kemiskinan mengalami perubahan dengan alasan perubahan yang tidak jauh berbeda. 2. Pengujian Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban yang bersifat sementara. Untuk menguji hipotesis komparatif uji-t berpasangan (paired sample t-test). Uji-t berpasangan (paired sample t-test) menilai apakah mean dan keragaman dari dua kelompok berbeda secara statistik satu sama lain. Uji-t berpasangan (paired sample t-test) biasanya menguji perbedaan antara dua pengamatan. Uji-t berpasangan biasa dilakukan pada subjek yang diuji pada situasi sebelum dan sesudah proses, atau subjek yang berpasangan ataupun serupa. Uji-t berpasangan menggunakan derajat bebas n-1, dimana n adalah jumlah sampel.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Keterangan: — X1 — X2 : Rata-rata sample 1 : Rata-rata sample 2 S1 : Simpangan baku 1 S2 : Simpangan baku 2 : Varians sample1 : Varians sample 2 : Korelasi antara dua sample r Pengujian hipotesis mengenai perbedaan tingkat kesejahteraan anggota sebelum dan sesudah mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih, langkahnya sebagai berikut: Ho: Tidak ada perbedaan tingkat kesejahteraan anggota sebelum dan sesudah mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih. Ha: Ada perbedaan tingkat kesejahteraan anggota sebelum dan sesudah mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih. Berdasarkan tabel pada taraf signifikansi 5% (0,05) serta derajat kebabasan, maka dapat disimpulakan kriteria pengujian Hipotesis sebagai berikut: Jika angka signifikansi hasil riset < 0,05, maka perbedaan kedua variabel signifikan. Jika angka signifikan hasil riset > 0,05, maka perbedaan kedua variabel tidak signifikan.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV GAMBARAN UMUM CREDIT UNION PANCUR KASIH DAN PEMBAHASAN A. Sejarah Singkat Berdirinya Credit Union Pancur Kasih Sejarah CU Pancur Kasih - Credit Union atau yang biasa kita kenal dengan CU sudah ada sejak 200 tahun yang lalu, didirikan oleh seorang wali kota Jerman bernama F.W. Raiffeisen. Dalam pengelolaannya beliau menerapkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai Credit Union yang meliputi: 1. Menolong diri sendiri 2. Bertanggungjawab terhadap diri sendiri 3. Demokrasi 4. Kesetaraan 5. Solidaritas 6. Keadilan 7. Swadaya Saat ini Credit Union berkembang luas hingga ke pelosok daerah Indonesia yang dipelopori oleh seorang pastor misi Pater Karl Arbich (Karim Arbie), SJ. CU Pancur Kasih (CUPK) didirikan atas inisiatif Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih (YKSPK). Berawal ketika AR. Mecer, P. Florus dan Stefanus 63

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Buan mengikuti Pendidikan Dasar CU yang difasilitasi oleh Pengembangan Sosial Ekonomi Keuskupan Agung Pontianak dan Badan Koordinasi Koperasi Kredit Indonesia (BK3I) tahun 1985. CU Pancur Kasih secara resmi berdiri tanggal 28 Mei 1987. Awalnya CU Pancur Kasih sebagai sarana bagi keluarga-keluarga dalam lingkungan Yayasan Karya Sosial Pancur Kasih (YKSPK), untuk saling menolong dalam mengatasi kesulitan ekonomi rumah tangga. “Anda pasti bisa jika anda berpikir bisa”. Rasa optimisme yang didasari perhitungan akurat dan logis selalu mendorong para pengurus, pengelola dan para anggota untuk bergerak dinamis dan inovatif. Cita-cita yang besar disertai dengan tindakan konkrit adalah suatu komitmen bersama. yaitu bebas dari kungkungan ketidak berdayaan, menjadikan masa depan yang sejahtera: insan CU yang cerdas finansial, emosional dan spiritual. Komitmen untuk maju bersama secara bergandengan didasari atas keyakinan bahwa Tuhan menghendaki manusia hidup berkelompok, meminta agar manusia berbuat lebih dahulu, kemudian berkat Tuhan menyertai, akhirnya terjadi mujizat. “Berilah maka kamu akan menerima”. Berbekal rasa percaya diri, CU Pancur Kasih mulai membuka pelayanan yang menjangkau masyarakat luas sejalan dengan program-program Serikat Gerakan Pancur Kasih (SegeraK), kerja sama dengan unit-unit: Persekolahan Santo Fransiskus Asisi, ID, LBBT, BPR Pancur Banua Khatulistiwa, KPD, SHK, PPSDAK, POR, Percetakan Mitra Kasih, PEK, Pendidikan Kritis, Aliansi Masyarakat Adat, Serikat Petani Karet, dan KR.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 1. Sejarah Singkat Berdirinya CU Pancur Kasih Tempat Pelayanan (TP) Sanggau Ledo CU Pancur Kasih memiliki badan hukum pada tanggal 26 Desember 1996 dengan Nomor : 735 / BH / X / 1996 dari Kanwil Provinsi Kalimantan Barat. Masuknya CU Pancur Kasih di TP Sanggau Ledo berdiri pada tahun 2006. CU Pancur Kasih merupakan CU kedua yang berdiri di Sanggau Ledo, setelah CU Lantang Tipo. Berdirinya CU Pancur Kasih di Kecamatan Sanggau Ledo berawal dari inisiatif umat Katolik di Paroki Sanggau Ledo yang melihat banyaknya para petani (dominan masyarakat Sanggau Ledo), yang membutuhkan dan untuk usaha pertanian mereka. Karena mengajukan pinjaman di Bank lebih susah persyaratannya dibandingkan mengajukan pinjaman ke CU, akhirnya merekapun berinisiatif untuk mendirikan CU Pancur Kasih di Sanggau Ledo yang pada waktu itu kantornya masih menempati rumah salah satu anggotanya (Ibu Maedah). Selain itu, CU Pancur Kasih juga menawarkan banyak sekali kemudahan kepada para anggotanya, selain persyaratan mengajukan pinjaman yang mudah, produk-produk yang ditawarkan juga bervariasi dan memberikan timbal balik yang positif kepada anggota. Hingga saat ini CU Pancur Kasih TP Sanggau Ledo memiliki anggota sebanyak 1.806 orang dengan jumlah aset per Desember 2013 Rp 20.246.605.216. CU Pancur Kasih TP Sanggau Ledo memiliki staf 6

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 orang dengan hari kerja Senin – Sabtu dengan jam pelayanan mulai dari pukul 08.00 – 15.00 WIB. 2. Arti Logo CU Pancur Kasih a. Logo ditempatkan pada sudut kiri atas Kop Surat dan media lainnya. b. Logo digunakan pada papan nama kantor, cap kantor, kop surat, seragam/name tag, brosur, pamphlet, papan iklan, dan atribut lainnya milik lembaga. c. Warna logo merupakan warna resmi yang dipakai lembaga dengan warna dasar putih yang dikombinasikan dengan warna merah, biru, dan hitam. d. Tangan kanan pada logo melambangkan semangat swadaya. e. Tangan kiri pada logo melambangkan semangat solidaritas. f. Lingkaran kecil pada bola dunia melambangkan bahwa semua anggota keluarga menjadi anggota Koperasi Kredit CU Pancur Kasih. g. Lingkaran besar pada bola dunia melambangkan bahwa Koperasi Kredit CU Pancur Kasih memiliki jangkauan pelayanan yang sangat luas atau mendunia.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 h. Orang tua (ayah dan ibu) pada posisi antara kedua anak melambangkan bahwa orang tua perlu mengikutsertakan seluruh anggota keluarga menjadi anggota Koperasi Kredit CU Pancur Kasih. i. Anak-anak yang berada pada posisi kiri dan kanan melambangkan bahwa kelak mereka harus mandiri. j. Pancur Kasih adalah nama resmi lembaga, yang berarti mengalirkan rahmat atau berkat kasih yang tiada henti bagi semua orang yang bergabung di dalamnya. k. Bingkai logo berwarna merah melambangkan bahwa operasional Koperasi Kredit CU Pancur Kasih memiliki aturan yang mengikat semua orang yang bergabung (anggota) dan wajib ditaati. B. Visi, Misi dan Motto CU Pancur Kasih 1. Visi: Menjadi Credit Union Masyarakat Dayak yang Terdepan dan berkesinambungan di Kalimantan Barat. 2. Misi: Meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi anggota melalui Pendidikan dan Pelatihan yang menghasilkan perubahan pada aspek fisik, mental, emosional dan spiritual, serta pelayanan keuangan yang professional dan ramah. 3. Motto: "Barage CU Malangkah Repo

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 C. Produk CU Pancur Kasih 1. Produk Simpanan Ada berbagai macam produk simpanan yang ada di Credit Union pancur kasih, produk tersebut di bagi menjadi 2 kategori yaitu simpanan saham dan simpanan non saham, Simpanan saham terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib, sedangkan simpanan non saham terdiri jenis simpanan balas jasa harian dan simpanan berjangka. Berikut ini Produkproduk simpanan CUPK sebagai berikut: a. Simpanan Saham Simpanan Saham adalah Simpanan Kepemilikan yang terdiri atas Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib. 1) Besarnya Simpanan Pokok (SP) adalah Rp. 1.000.000 per anggota. 2) Besarnya Simpanan Wajib (SW) adalah Rp 10.000 per anggota per bulan. 3) Nilai satu saham adalah Rp 1.000. 4) Simpanan pokok harus dilunasi dalam tahun buku berjalan. 5) Simpanan pokok dapat dilunasi dengan cara Pinjaman Kapitalisasi Simpanan. 6) Bagi anggota yang belum melunasi Simpanan Pokok sampai pada akhir tahun buku berjalan, maka untuk pelunasannya ditarik dari simpanan Non Saham yang bersangkutan.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 7) Balas Jasa Anggota (BJA) diberikan pada akhir tahun setelah Rapat Anggota Tahunan (RAT). 8) Besarnya Balas Jasa Anggota (BJA) ditetapkan dalam keputusan Rapat Anggota Tahunan (RAT). 9) Simpanan Saham tidak dapat ditarik selama masih menjadi anggota. 10) Simpanan saham dilindungi oleh program PEWARTA (Perlindungan Warisan Anggota) Puskopdit Borneo. b. Simpanan Non Saham Simpanan non saham yang termasuk kedalam jenis simpanan balas jasa harian terdiri dari: 1) Simpanan Sa’aleatn (SS) Merupakan salah satu produk simpanan unggulan credit union pancur kasih karena balas jasa yang di berikan cukup tinggi. Syarat memiliki tabungan ini adalah mereka yang sudah terdaftar sebagai anggota.dan sudah memiliki tabungan kepemilikan(saham). Karakteristik dari simpanan Sa’aleatn adalah: a) Saldo minimal simpanan Rp. 50.000. b) Balas jasa bervariasi sesuai keputusan pengurus. c) Balas jasa simpanan Sa’aleatn dihitung berdasarkan hari saldo mengendap dalam bulan bersangkutan.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 d) Balas jasa Simpanan Sa’aleatn dibayar pada setiap akhir bulan. e) Simpanan Sa’aleatn dilindungi Program PEWARTA. 2) Pangari Pangari diperuntukan untuk anggota dan calon anggota. Karakteristik dari simpanan Pangari adalah: a) Dikenakan biaya administrasi. b) Apabila belum dalam menjadi waktu 12 bulan calon anggota anggota, maka rekening tersebut akan ditutup. c) Saldo minimal Rp 25.000. d) Balas jasa Pangari dibayar pada setiap akhir bulan. e) Penarikan Pangari setiap hari Sabtu, dilayani selama kas memungkinkan. 3) Titipan Hari Raya (Tipara) Tipara adalah mempersiapkan simpanan khusus anggota untuk sejumlah dana untuk merayakan hari raya. Karakteristik dari simpanan Tipara adalah: a) Dikenakan biaya administrasi b) Setoran awal dan saldo minimal Rp 50.000. c) Balas Jasa Tipara dibayarkan pada setiap akhir bulan.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 d) Penarikan simpanan dilakukan paling cepat 1 (satu) bulan sebelum hari raya. e) Penarikan di atas 1 (satu) bulan sebelum hari raya dikenakan penalty sebesar 5% dari nominal penarikan, kecuali penarikan karena meninggal dunia. 4) Sipintar Sipintar adalah simpanan khusus anggota dan calon anggota untuk anak-anak dan Pelajar maksimal SMA. Karakteristik dari simpanan Sipintar adalah: a) Pembukaan rekening tidak dikenakan biaya. b) Penutupan rekening dikenakan biaya administrasi. c) Setoran awal ≥ Rp 15.000 dan saldo minimal Rp 15.000. d) Setoran dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan jumlah setoran minimal Rp 1.000. e) Penarikan di luar bulan – bulan yang ditentukan pada point 5, dikenakan penalty 5% dari nominal penarikan, kecuali penarikan karena meninggal dunia. 5) Simpanan Sukarela Berjangka (Sisuka) Karakteristik dari simpanan Sisuka adalah: a) Simpanan minimal Rp 1.000.000.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 b) Pembukaan rekening Sisuka dikenakan biaya administrasi dan materai. c) Anggota boleh memiliki lebih dari satu rekening Sisuka. d) Jangka waktu mengendap Sisuka adalah : 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan e) Penarikan penalty sebelum 3% dari jatuh tempo dikenakan saldo simpanan, kecuali karena meninggal dunia 6) Simpanan Sejahtera Hari Tua (SeHaT) Karakteristik dari simpanan SeHaT adalah: a) Simpanan SeHaT minimal Rp 500.000. b) Pembukaan SeHaT dikenakan biaya administrasi. c) Anggota boleh memiliki lebih dari satu rekening SeHaT. d) Balas Jasa Simpanan SeHaT ditetapkan sebesar 13 % per tahun. e) Penarikan sebelum jatuh tempo kontrak dikenakan biaya penalty 5% dari nominal, kecuali karena meninggal dunia. PEWARTA, merupakan Warisan (Simpanan dan produk bersama yang pelayanan akronim dari Perlindungan Pinjaman) Anggota. Program ini adalah milik anggota Puskopdit BORNEO mengelola resiko yang berhubungan dengan Simpanan dan

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Pinjaman Anggota. Setiap Koperasi Kredit (CU) anggota Puskopdit BORNEO wajib menjadi peserta program PEWARTA. Penarikan simpanan tidak dapat diwakilkan kepada orang lain kecuali dengan Surat Kuasa bermaterai dari pemilik simpanan. Penerima kuasa penarikan simpanan harus menunjukan tanda pengenal (KTP / SIM) yang asli, serta melampirkan foto copy KTP / SIM dari pemberi dan penerima kuasa. Dalam hal penarikan Simpanan Sejahtera Hari Tua (SeHaT) sebelum jatuh tempo, balas jasa yang dibayar hanya yang sudah jatuh tempo tahunan. Penarikan simpanan dengan jumlah besar pada hari Sabtu dengan dilayani pemberitahuan 2 hari sebelumnya. Jika tidak ada pemberiathuan, penarikan disesuaikan dengan ketersediaan kas. Penarikan simpanan akan dilayani jika membawa buku simpanan. Dalam hal saldo pinjaman lebih besar dari saldo simpanan, seluruh simpanan yang dijadikan jaminan atas pinjaman tersebut tidak dapat ditarik. 2. Produk Pinjaman Selain ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh anggota dalam mengajukan pinjaman, syarat lain yang harus dipenuhi oleh anggota dalam mengajukan pinjaman adalah adanya penjamin. Calon peminjam wajib menyertakan minimal 2 orang penjamin dengan menandatangani surat permohonan dan perjanjian pinjaman.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Yang dapat menjadi penjamin adalah sesama anggota biasa yang saling mengenal, dan aktif. Pinjaman di bawah dan atau sebesar simpanan tidak perlu penjamin. Penjamin bertanggung jawab atas kelancaran pembayaran pinjaman anggota yang dijaminnya. Pengurus, Pengawas, Penasehat, dan staf tidak boleh menjadi penjamin. Produk pinjaman yang disediakan oleh CU Pancur Kasih diantaranya: a. Pinjaman Pendidikan Pinjaman ini diberikan kepada anggota untuk membantu membiayai pendidikan di tingkat Perguruan Tinggi. Ketentuan pinjaman adalah sebagai berikut: 1) Menunjukan bukti lulus test di Perguruan 2) Tinggi atau akan menyusun skripsi 3) Pinjaman menerima diberikan atas nama orang tuaAnak yang manfaat pinjaman harus anggota koperasi kredit (CU) Pancur Kasih. 4) Jangka waktu pengembalian maksimal 60 bulan. b. Pinjaman Pertanian Pinjaman untuk pertanian membiayai adalah pinjaman yang digunakan usaha agrobisnis atau budi daya komoditi pertanian seperti : Padi, Jagung dan lain-lain. Ketentuan pinjaman adalah sebagai berikut: 1) Balas Jasa Pinjaman dibayar di muka. 2) Bersedia didampingi oleh petugas dari CU Pancur Kasih.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 3) Jangka waktu pengembalian sesuai masa tanam sampai panen dan maksimal 6 (enam) bulan. 4) Pelunasan pokok pinjaman dilakukan setelah panen. c. Pinjaman Perkebunan Pinjaman perkebunan adalah untuk membiayai penanaman seperti : karet, kakao, dan pinjaman yang digunakan komoditi tanaman keras, buah-buahan lainnya. Ketentuan pinjaman adalah sebagai berikut: 1) Peminjam telah menjadi anggota CU Pancur Kasih minimal 1 (satu) tahun. 2) Pencairan pinjaman dilakukan secara bertahap. 3) Jangka waktu pengembalian maksimal 60 bulan. 4) Bersedia didampingi oleh petugas dari CU Pancur Kasih secara berkelompok. d. Pinjaman modal Proyek Pinjaman yang bertujuan untuk mendanai pengerjaan proyek, pemerintah/swasta. Ketentuan pinjaman adalah sebagai berikut: 1) Calon peminjam telah memiliki kepastian untuk mengerjakan suatu proyek yang dibuktikan dengan Surat Perintah Kerja (SPK).

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 2) Menyerahkan kelengkapan administrasi berupa Akta Pendirian Perusahaan (APP), bukti Pemenang Tender / Penunjukan dan Surat Perintah Kerja (SPK). 3) Menyerahkan barang jaminan dengan bukti surat-surat kepemilikan atas barang tersebut. 4) Plafon maksimal 30% dari nilai proyek. 5) Jangka waktu pengembalian pinjaman maksimal 12 bulan (disesuaikan dengan waktu pengerjaan). 6) Pokok pinjaman dapat diangsur per termin pencairan dana proyek, e. Pinjaman Biaya Berobat Pinjaman ini diberikan kepada anggota yang memerlukan sejumlah dana untuk biaya berobat Ketentuan pinjaman adalah sebagai berikut: 1) Jangka waktu pengembalian maksimal 60 bulan 2) Pinjaman diberikan atas nama salah satu anggota keluarga dari anggota yang berobat. d. BALAS JASA ANGGOTA (BJA) 1) Balas Jasa Anggota (BJA) terdiri dari Balas Jasa Simpanan (BJS) dan Bonus Prestasi Pinjaman (BPP). 2) BJS dan BPP diberikan kepada anggota yang aktif menyimpan dan mengembalikan pinjaman sesuai ketentuan.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 3) Anggota dari 4 yang tidak (empat) menyetor bulan dalam Simpanan Wajib lebih setahun tidak berhak atas deviden atau BJS penuh. 4) Anggota yang mengangsur pokok dan balas jasa pinjaman secara penuh sesuai perjanjian berhak atas BPP penuh. 5) Anggota yang lalai atau kurang mengangsur pokok, dan balas jasa selama 3 (tiga) bulan atau lebih dalam satu tahun tidak berhak atas BPP. 6) BJS dan BPP yang diterima masing-masing anggota dimasukkan ke dalam Simpanan Sa’aleatn, Simpanan Saham dan atau didistribusikan untuk melunasi iuran solidaritas anggota. D. Solidaritas CU Pancur Kasih Salah satu yang membuat Credit Union Unggul adalah adanya nilai solidaritas antar anggota. di Credit Union Pancur Kasih terdapat beberapa produk yang bisa di miliki jika bergabung menjadi anggota, diantaranya: 1. Santunan Rawat Inap (SRI) SRI berlaku bagi anggota yang memiliki Simpanan Sa’aleatn dan Simpanan SeHaT minimal Rp 5.000.000. a. Simpanan Sa’aleatn dan Simpanan SeHaT-nya telah mengendap minimal 30 hari. b. Santunan diberikan maksimal 10 hari rawat inap.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 c. Mengangsur pokok dan balas jasa sesuai dengan perjanjian pinjaman. d. Rawat Inap akibat miras, perkelahian, narkoba, dan rencana bunuh diri tidak dapat disantuni. e. Santunan yang diberikan sebesar : 1) Rp 50.000 per hari untuk anggota yang Simpanan Sa’aleatn (SS) dan atau Simpanan SeHaT-ny Rp 5.000.000 sampai dengan Rp 10.000.000. 2) Rp 100.000 per hari untuk anggota yang Simpanan Sa’aleatn (SS) dan atau Simpanan SeHaT-nya lebih dari Rp 10.000.000 sampai dengan Rp 15.000.000. 3) Rp 150.000 per hari untuk anggota yang Simpanan Sa’aleatn (SS) dan atau Simpanan SeHaT-nya lebih dari Rp 15.000.000. f. Menyerahkan bukti Rawat Inap asli dari Rumah Sakit. g. Setelah memperoleh ditarik minimal penarikan 12 maka klaim SRI, bulan dikenakan simpanan ke depan. penalty 5% tidak Jika dari dapat dilakukan nominal penarikan. Kecuali Simpanan SeHaT yang telah jatuh tempo kontrak. 2. Santunan Ibu Melahirkan dan Anak (SIMELDA) SIMELDA berlaku bagi anggota yang memiliki Simpanan Sa’aleatn dan atau Simpanan SeHaT minimal Rp 5.000.000,- dengan ketentuan sebagai berikut:

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 a. Sudah mengendap 12 bulan sampai saat melahirkan. b. Aktif menabung dan mengangsur minimal 12 bulan terakhir. c. Besar santunan melahirkan Rp 300.000,- d. Jika anak yang dilahirkan didaftarkan sebagai anggota CU di bawah umur 1 bulan, akan diberikan hadiah simpanan sebesar Rp 500.000,ke dalam simpanan yang bersangkutan. 3. Solidaritas Kesehatan (SOLKES) SOLKES merupakan iuran solidaritas untuk anggota yang sakit/berobat. a. Ketentuan Umum: 1) Setiap anggota Koperasi Kredit (CU) Pancur Kasih wajib menjadi anggota. 2) Iuran Rp 25.000,- per tahun. 3) Bagi anggota lama setoran paling lambat pada akhir Maret, jika sampai batas waktu yang ditentukan belum dilunasi, maka dilakukan penarikan dari Simpanan Sa’aleatn. 4) Bagi anggota baru diharuskan menyetor iuran pada saat yang bersangkutan mendaftar menjadi anggota. 5) Klaim maksimal Rp 200.000,- per tahun untuk setiap peserta. 6) Semua klaim harus diajukan dengan bukti-bukti (kuitansi) yang sah atas nama anggota yang bersangkutan. 7) Klaim Solkes dibayarkan pada setiap hari Jumat. 8) Besar iuran dan santunan per anggota dapat ditinjau setiap tahun.

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 b. Penggantian Biaya berobat secara tradisional dapat diklaim dengan menyerahkan bukti berobat yang dibuat dengan minimal 1 (satu) orang saksi dari Anggota Koperasi Kredit (CU) Pancur Kasih. c. Penggantian Biaya Berobat Di Rumah Sakit atau Puskesmas yang dapat diklaim: 1) Obat-obatan yang dibeli berdasarkan resep dokter, mantri, atau dari Puskesmas. 2) Obat yang dibeli langsung pada praktek dokter/dibantu bidan. 3) Biaya pengobatan oleh dokter atau bidan, di rumah sakit atau Puskesmas. d. Yang tidak ditanggung oleh SOLKES: 1) Konsultasi kehamilan dan obat-obatan yang berhubungan dengan kehamilan 2) Biaya persalinan melahirkan normal, termasuk obat-obatannya 3) Konsultasi dan obat-obat atau alat kontrasepsi KB. 4) Pembelian kaca-mata, gigi palsu, tambal gigi, bersih karang gigi dan alat bantu pendengaran. 5) Obat tradisional yang berupa jamu, obat kuat, suplemen dan obat-obat penangkal penyakit lainnya yang dijual bebas di pasaran. 4. Panamutn Bahata Subayatn (PanaBaS) PanaBaS merupakan yang meninggal, gerakan solidaritas duka dengan ketentuan sebagai berikut : bagi anggota

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 a. Semua anggota Koperasi Kredit (CU) Pancur Kasih wajib menjadi anggota PanaBaS. b. Keanggotaan bersifat individu dan terikat selama masih berstatus sebagai anggota Koperasi Kredit (CU) Pancur Kasih. c. Iuran PanaBaS sebesar Rp 50.000 per tahun. d. Penyetoran iuran PanaBaS dilakukan pada saat masuk anggota baru, dan khusus bagi anggota lama paling lambat pada akhir Maret. Jika masih belum disetor sampai dengan tanggal yang ditentukan, maka dapat dipotong melalui Simpanan Sa’aleatn. e. Besar santunan Rp 5.000.000 per anggota. f. Santunan diajukan oleh ahli waris di Tempat tempat yang Pelayanan bersangkutan tercatat sebagai anggota Koperasi Kredit (CU) Pancur Kasih. g. Pengajuan santunan disertai dengan menunjukan kartu anggota dan surat keterangan meninggal dunia dari Lurah atau Kepala Desa atau Pejabat yang berwenang lainnya. E. Kewajiban Credit Union dan Struktur Jaringannya Lima Kewajiban Credit Union dan Struktur Jaringan Kerjasama Credit Union Dunia - Untuk memperkuat keuangan dan sumber daya pengelolaa credit union, maka cu wajib menjadi anggota jaringan organisasi credit union Nasional dan Daerah. Pada tingkat Nasional yang disebut CUCO (Credit Union Central Of Indonesia) atau Inkopdit (Induk Koperasi Kredit) yang

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 berkedudukan di Jakarta sedangkan di tingkat daerah disebut BK3D atau Puskopdit. Sebagai anggota jaringan Credit Union Nasional CU-CU terikat dalam 5 wajib yaitu: 1. Simpanan dan Silang Pinjam Nasional/Daerah 2. Daperma (Dana Perlindungan Bersama) atau asuransinya anggota credit union 3. Pendidikan/Pelatihan; bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia credit union 4. Audit (Kepengawasan) 5. Iuran Solidaritas Alamat Kantor NO 1. KANTOR Pusat ALAMAT Jl. 28 Oktober No. 1 – 7 Pontianak Utara 78241 Telp: 0561-881951, Fax: 0561-884660 Email: cupkindo@gmail.com, info@cupk.org Kalimantan Barat 2. Cabang Kode TP: 16 Bengkayang Jl. Perwira No. 7, Desa Tiga Desa, Kecamatan

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 NO KANTOR ALAMAT Bengkayang HP: 0562- 441692 Email: cupk.TP16@cupk.org 3. Sub Cabang Kode TP: 31 Sanggau Ledo Jl. Raya Sanggau Ledo, Desa Lembang, Kecamatan Sanggau Ledo HP: 08115711245 Email: cupk.TP31@cupk.org F. Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini diadakan pada bulan September 2013. Obyek dalam penelitian ini adalah tingkat pendapatan, curahan waktu kerja di bidang pertanian, curahan waktu kerja di bidang non pertanian dan jumlah rumah tangga anggota yang tergolong keluarga miskin anggota CU Pancur Kasih. Responden dalam penelitian ini adalah anggota CU Pancur Kasih. Kuesioner yang disebar sebanyak 100 eksemplar. Jumlah keseluruhan anggota CU Pancur Kasih sebanyak 1.847 orang. Namun tidak seluruhnya anggota CU menjadi sampel pada penelitian ini, hanya diambil 100 orang sampel yang dianggap peneliti dapat mewakili. Pada saat dilaksanakan penelitian terdapat beberapa anggota yang enggan dalam menjawab pertanyaan, terutama pada point pertanyaan pertama sampai keempat yang menyangkut pendapatan.

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan tingkat pendapatan (XI), curahan waktu kerja di bidang pertanian (X2), curahan waktu kerja di bidang non pertanian (X3) dan jumlah rumah tangga anggota keluarga miskin setelah mengajukan kredit di CU Pancur Kasih (Y) pada anggota CU Pancur Kasih. Berdasarakan kuesioner yang telah diisi oleh responden dapat dilakukan analisis kuantitatif sebagai berikut: 1. Jenis Kelamin Tabel IV.1 Karekteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki 50 Perempuan 50 Total 100 Sumber: Data Primer, 2013 Presentase 50% 50% 100% Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa jumlah responden lakilaki sejumlah 50 orang atau setara dengan 50% dari total responden. Sedangkan responden perempuan sejumlah 50 orang atau setara dengan 50% dari total responden. Jumlah responden yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan berjumlah sama banyak.

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 2. Jenis Pekerjaan Tabel IV.2 Karekteristik Responden Berdasarkan Jenis Pekerjaan Jenis Pekerjaan Pegawai Swasta 14 Wiraswasta 35 PNS 25 Petani 22 Lain-lain 4 Total 100 Sumber: Data Primer, 2013 Presentase 14% 35% 25% 22% 4% 100% Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah responden dengan jenis pekerjaan pegawai swasta berjumlah 14 responden atau setara dengan 14%, responden dengan jenis pekerjaan wiraswasta berjumlah 35 atau setara dengan 35%, responden dengan jenis pekerjaan PNS berjumlah 25 responden atau setara dengan 25%, responden dengan jenis pekerjaan petani berjumlah 22 responden atau setara dengan 22%, sedangkan lain-lain berjumlah 4 responden atau setara dengan 4%. Dari tabel tersebut, berarti responden dengan pekerjaan wiraswasta lebih banyak dibandingkan dengan responden yang bekerja sebagai pegawai swasta, wiraswasta, PNS dan lain-lain.

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 3. Tingkat Pendidikan Tabel IV.3 Karekteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan SD 7 SMP 13 SMA 16 Diploma 18 Sarjana 46 Total 100 Sumber: Data Primer, 2013 Presentase 7% 13% 16% 18% 46% 100% Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah responden dengan tingkat pendidikan SD berjumlah 7 responden atau setara dengan 7%, responden dengan tingkat pendidikan SMP berjumlah 13 atau setara dengan 13%, responden dengan tingkat pendidikan SMA berjumlah 16 responden atau setara dengan 16%, responden dengan tingkat pendidikan Diploma berjumlah 18 responden atau setara dengan 18%, sedangkan responden dengan tingkat pendidikan Sarjana berjumlah 46 responden atau setara dengan 46%. Dari tabel tersebut berarti responden dengan tingkat pendidikan Sarjana lebih banyak dibandingkan dengan responden dengan tingkat pendidikan SD, SMP, SMA dan Diploma.

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 4. Lama Menjadi Anggota (Tahun) Tabel IV.4 Karekteristik Responden Berdasarkan Lama Menjadi Anggota (Tahun) Lama Menjadi Anggota (Thn) < 5 tahun 34 5 – 10 tahun 59  > 5 tahun 7  Total 100% Sumber: Data Primer, 2013 Presentase 34% 59% 7% 100% Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian responden lama menjadi anggota pada frekuensi sedang, di mana ratarata responden lama menjadi anggota dalam jangka waktu 5 - 10 tahun. Jumlah responden yang lama menjadi anggota 5-10 tahun ada 59 responden atau sebesar 59%, sedangkan responden yang lama menjadi anggota selama lebih dari 5 tahun memiliki frekuensi sebesar 7 responden atau setara dengn 7% dan responden yang lama menjadi anggota dalam jangka waktu kurang dari 5 tahun 34 responden atau setara dengan 34%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden lama menjadi anggota dalam jangka waktu sedang (5-10 tahun). G. Analisis Data Perbedaan sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Credit Union Pancur Kasih dalam penelitian ini menggunakan pengujian parsial untuk

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 variabel penelitian dengan Paired Samples T Test. Pengujian Paired Samples T-Test digunakan karena model uji beda tersebut populer digunakan untuk model penelitian pre-post atau sebelum-sesudah. Uji beda digunakan untuk mengevaluasi tingkat kesejahteraan anggota CU (treatment) pada satu wilayah yang sama dengan dua periode pengamatan yang berbeda yaitu sebelum dan sesudah adanya treatment. Treatment tertentu pada penelitian ini adalah mengajukan kredit. Jika treatment tersebut tidak berpengaruh pada subjek, maka nilai rata-rata pengukurannya adalah sama dengan atau dianggap nol dan hipotesis nol (Ho) nya ditolak, yang berarti hipotesis alternatifnya diterima. Hasil uji paired sample t-test yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: Pengujian Hipotesis 1. Uji Signifikansi Perbedaan Tingkat Pendapatan Sebelum dan Sesudah Mengajukan Kredit Kriteria pengujian signifikansi: Jika signifikan > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika signifikan < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 Tabel IV.5 Uji Signifikansi Perbedaan Tingkat Pendapatan Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Mean (0000) Pair 1 Pendapatan sebelum 3676500.0 Pendapatan sesudah 7272000.0 t -3.049 Sig. .003 Keterangan Signifikan Sumber: Data diolah, 2013 Hasil uji paired sample t-test di atas menunjukkan bahwa nilai t hasil sebesar -3.049 dan nilai signifikansi sebesar 0,003, karena angka signifikansinya 0.003 < 0,05 maka, Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada perbedaan tingkat pendapatan anggota sebelum dan sesudah mengajukan kredit. Ternyata pendapatan sesudah lebih besar jika dibandingkan dengan pendapatan sebelum. Hal ini dikarenakan kredit yang didapatkan oleh anggotanya benar-benar digunakan untuk modal usaha membuka dan mengembangkan usaha produktif, sehingga mampu meningkatkan pendapatan para anggotanya secara signifikan. 2 Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja Dibidang Pertanian Sebelum dan Sesudah Kriteria pengujian signifikansi: Jika signifikan > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika signifikan < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Tabel IV.6 Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja di bidang Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengajukan Kredit ke CU Pancur Kasih Mean (0000) Pair 1 Jlh Waktu dibidang Pertanian (sebelum) 15.5 Jlh Waktu dibidang Pertanian (sesudah) 15.9 t -1.269 Sig. .208 Keterangan Tdk. Signifikan Sumber: Data diolah, 2013 Hasil uji paired sample t-test di atas menunjukkan bahwa nilai t hasil sebesar -1.269 dan nilai signifikansi sebesar 0.208, karena angka signifikansinya 0,208 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan curahan waktu kerja dibidang pertanian sebelum dan sesudah anggota mengajukan kredit. Ternyata curahan waktu kerja dibidang pertanian baik sebelum maupun sesudah mengajukan kredit tidak mengalami perubahan waktu kerja. Hal ini dikarenakan kredit yang didapat, digunakan untuk memperluas lahan pertanian dan memutarkan modal untuk usaha pertanian, seperti pembelian pupuk, mengupah pekerja dan memperbanyak karyawan yang dipekerjakan, sehingga tidak berpengaruh pada waktu kerja di bidang pertanian yang dialokasikan terlihat dari waktu kerja di bidang pertanian yang tetap 15 jam per minggu.

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 3. Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja Dibidang Nonpertanian Sebelum dan Sesudah Kriteria pengujian signifikansi: Jika signifikan > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika signifikan < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima Tabel IV.7 Uji Signifikansi Perbedaan Curahan Waktu Kerja di bidang Non pertanian Sebelum dan Sesudah Mengajukan Kredit ke CU Pancur Kasih Mean (0000) Pair 1 Jlh Waktu dibidang Non Pertanian (sebelum) 12.2 Jlh Waktu dibidang Non Pertanian (sesudah) 13.1 t -2.226 Sig. .028 Keterangan Tdk. Signifikan Sumber: Data diolah, 2013 Hasil uji paired sample t-test di atas menunjukkan bahwa nilai t hasil sebesar -2.226 dan nilai signifikansi sebesar 0.028, karena angka signifikansinya 0.028 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada perbedaan curahan waktu kerja dibidang nonpertanian sebelum dan sesudah anggota mengajukan kredit. Walaupun curahan waktu bekerja di bidang non pertanian mengalami perubahan dari 12.2 jam menjadi 13.1 jam, tetapi hasilnya tidak signifikan.

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 4. Uji Signifikansi Perbedaan Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga Miskin Sebelum dan Sesudah Kriteria pengujian signifikansi: Jika signifikan > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak Jika signifikan < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima Tabel IV.8 Uji Signifikansi Perbedaan Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga Miskin Sebelum dan Sesudah Mengajukan Kredit ke CU Pancur Kasih Mean (0000) Pair 1 t Status Kemiskinan (sebelum) .90 Status Kemiskinan (sesudah) .97 -2.730 Sig. .008 Keterangan Signifikan Sumber: Data diolah, 2013 Hasil uji paired sample t-test di atas menunjukkan bahwa nilai t hasil sebesar -2.730 dan nilai signifikansi sebesar 0.008, karena angka signifikansinya 0.008 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada perbedaan jumlah anggota keluarga miskin sebelum dan sesudah anggota mengajukan kredit. Variabel jumlah rumah tangga anggota keluarga miskin sebelum dan sesudah mengambil kredit ke CU Pancur Kasih mengalami perubahan yang signifikan. Hal ini dikarenakan kredit yang didapat mampu membantu meningkatkan sosial ekonomi para anggotanya.

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 H. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Perbedaan Tingkat Pendapatan Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa ada perbedaan tingkat pendapatan sebelum dan sesudah anggota mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih. Hal ini didukung dari hasil perhitungan Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansi 0.003 yang berarti di bawah angka signifikansi 0.05 yang menunjukan adanya perbedaan yang signifikan. Hal ini didukung dengan jumlah anggota yang berpendapatan pendapatan pokok di bawah maupun di atas UMR mengalami perubahan jumlah. Pertama, jumlah anggota yang berpendapatan pokok di bawah UMR dari 45 orang menjadi 19 orang, dan jumlah anggota yang memiliki pendapatan pokok di atas UMR dari 55 orang menjadi 81 orang. Kedua, jumlah anggota yang berpendapatan sampingan di bawah UMR dari 57 menjadi 44 orang, dan jumlah anggota yang berpendapatan sampingan di atas UMR dari 43 orang menjadi 56 orang. Dari hasil analisis data di atas, kredit yang didapat anggota sangat membantu dalam meningkatkan pendapatan melalui usaha-usaha produktif yang berpotensi meningkatkan pendapatan para anggotanya. Rata-rata pendapatan pokok sebelum dan sesudah mengajukan kredit mengalami perubahan yang cukup besar, dari Rp 1.850.000 menjadi Rp 3.454.000. Hal ini mampu menegaskan bahwa, kredit yang didapat tidak hanya semata-mata menjadi beban kredit yang harus ditanggung oleh

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 para anggota setiap bulannya, melainkan mampu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. CU Pancur Kasih tidak hanya sebagai tempat mengambil kredit saja, tidak hanya sebagai tempat mengadu disaat modal usaha habis, tetapi juga dengan adanya CU Pancur Kasih mengajarkan para anggotanya untuk lebih cerdas dalam mengelola keuangan, sehingga kredit yang didapat bukan menjadi beban bulanan tetapi dapat digunakan sebagai media untuk belajar mengelola keuangan. Para anggota lebih menyadari pentingnya menabung setelah mengambil kredit, karena para anggota sadar bahawa mereka mempunyai satu lagi tanggungan yang wajib dilunasi setiap bulannya selain memnuhi kebutuhan, membiayai sekolah anak, tetapi hutang kredit ke CU Pancur Kasih. 2. Perbedaan Curahan Waktu Kerja di Bidang Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa tidak ada perbedaan curahan waktu kerja dibidang pertanian sebelum dan sesudah anggota mengambil kredit ke CU Pancur Kasih. Hal ini didukung dari hasil perhitungan Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansi 0.208 yang berarti di atas angka signifikansi 0.05 yang menunjukan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Hal ini didukung dengan perubahan waktu kerja. Anggota CU Pancur Kasih yang bekerja dari 0 jam-17.5 jam berjumlah 56 orang menjadi 41 orang, dan orang yang bekerja 17.5 jam35 jam berjumlah 44 orang menjadi 59 orang. Rata-rata anggotanya

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 bekerja, sebelum dan sesudah mengambil kredit ke Cu Pancur Kasih dari 15.5 jam menjadi 15.9 jam. Dari hasil rata-rata jam bekerja, menegaskan bahwa kredit yang didapat tidak mempengaruhi jumlah waktu bekerja, kredit yang didapat digunakan untuk memperluas lahan pertanian, membeli keperluan pertanian dan menambah jumlah karyawan. Penambahan jumlah karyawan mempengaruhi paran anggota CU untuk tidak menambah atau mengurangi jumlah waktu bekerja mereka di bidang pertanian, dikarenakan dengan adanya penambahan jumlah karyawan ini dapat membuat mereka fokus untuk menilik usaha produktif selain di bidang pertanian. 3. Perbedaan Curahan Waktu Kerja di Bidang Non Pertanian Sebelum dan Sesudah Mengambil Kredit ke CU Pancur Kasih Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa tidak ada perbedaan curahan waktu kerja dibidang non pertanian sebelum dan sesudah anggota mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih. Hal ini didukung dari hasil perhitungan Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansi 0.028 yang berarti diatas angka signifikansi 0.05 yang berarti menunjukan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Hal ini didukung dengan perubahan waktu kerja. Anggota CU Pancur Kasih yang bekerja dari 0 jam-17.5 jam berjumlah 22 orang menjadi 31 orang, dan orang yang bekerja 17.5 jam-35 jam berjumlah 78 orang menjadi 69 orang. Rata-rata anggotanya bekerja, sebelum dan sesudah mengambil kredit ke CU Pancur Kasih dari 12.2 jam menjadi 13.1 jam. Dari hasil rata-rata jam

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 bekerja, menegaskan bahwa kredit yang didapat tidak mempengaruhi jumlah waktu bekerja, kredit yang didapat digunakan untuk keperluan lainnya yang tidak dapat diputar untuk mendapat keuntungan, seperti: membayar kredit ke Bank, kredit kendaraan, biaya pengobatan, biaya pendidikan dan sejenisnya. Hal semacam ini jelas tidak mempengaruhi jumlah jam bekerja, karena tidak ada pekerjaan baru yang dikerjakan baik sebelum maupun sesudah mendapat kredit, sehingga tidak ada perubahan waktu yang signifikan. 4. Perbedaan Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga Miskin Sebelum dan Sesudah Mengajukan Kredit ke CU Pancur Kasih Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa ada perbedaan jumlah rumah tangga anggota keluarga miskin sebelum dan sesudah anggota mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih. Hal ini didukung dari hasil perhitungan Paired Sample T-Test dengan nilai signifikansi 0.008 yang berarti dibawah angka signifikansi 0.05 yang berarti menunjukan adanya perbedaan yang signifikan. Hal ini didukung dengan perubahan jumlah anggota yang berada di bawah maupun di atas garis kemiskinan. Anggota CU Pancur Kasih yang berada di bawah garis kemiskinan dari 10 orang menjadi 3 orang, dan jumlah anggota CU Pancur Kasih yang berada di atas garis kemiskinan dari 90 orang menjadi 97 orang. Adanya perubahan jumlah yang signifikan pada variabel ini secara nyata mengatakan bahwa dengan adanya CU Pancur Kasih, para anggota CU mengalamai perubahan status sosial-ekonominya.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 CU Pancur Kasih sangat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya. Pengurangan jumlah anggota keluarga yang miskin menjadi tidak miskin membuat CU Pancur Kasih semakin diminati untuk dijadikan sebagai tempat kredit yang memberikan kenyamanan bagi para anggotanya, baik dalam hal mengambil kredit, pengembangan usaha. menabung, dan membantu hal-hal diluar

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN KETERBATASAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, pengujian hipotesis dan pembahasan masing-masing penelitian yang telah diuraikan pada bab IV, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Perbedaan tingkat pendapatan sebelum dan sesudah mengambil kredit ke CU Pancur Kasih, Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap tingkat pendapatan yang diperoleh sebelum dan sesudah mereka mengambil kredit. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata pendapatan yang meningkat dua kali lipat. Artinya, CU Pancur Kasih dapat membantu para anggotanya untuk meningkatkan kesejateraan ekonominya melalui peningkatan pendapatan dari hasi pengembangan usaha-usaha produktif yang mendapat modal dari hasi mengambil kredit ke CU Pancur Kasih. 2. Perbedaan curahan waktu kerja di bidang pertanian sebelum dan sesudah mengambil kredit ke CU Pancur Kasih Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap curahan waktu kerja di bidang pertanian sebelum dan sesudah mengambil kredit. Hal ini dapat dilihat 98

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 dari perubahan rata-rata jumlah waktu bekerja di bidang pertanian anggotanya yang tidak mengalami perubahan waktu. Artinya, CU Pancur Kasih tidak dapat mengubah jumlah jam bekerja di bidang pertanian yang dialokasikan anggotanya dalam waktu satu minggu, karena dalam penambahan modal yang didapat, yang lebih berpeluang untuk mengalami perubahan bukanlah waktu bekerjanya melainkan kebutuhan-kebutuhan yang mendukung suatu pekerjaan tersebut. 3. Perbedaan curahan waktu kerja bidang non pertanian sebelum dan sesudah mengajukan kredit ke CU Pancur Kasih Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap curahan waktu kerja bidang non pertanian sebelum dam sesudah mereka mengambil kredit. Artinya, CU Pancur Kasih tidak dapat mengubah jumlah jam bekerja di bidang non pertanian yang dialokasikan anggotanya dalam waktu satu minggu, karena kredit yang didapat oleh para anggotanya tidak dialokasikan untuk hal-hal yang mampu meningkatkan pendapatan, tetapi untuk hal yang bersifat jangka panjang. 4. Perbedaan jumlah rumah tangga anggota keluarga miskin sebelum dan sesudah mengambil kredit ke CU Pancur Kasih Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap jumlah rumah tangga anggota keluarga miskin sebelum dan sesudah mengambil kredit. Hal ini dilihat dari rata-rata pendapatan total yang diperoleh anggota baik sebelum

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 mdan sesudah mengambil kredit. Artinya, kredit yang didapat mampu mensejahterakan para anggotanya secara finansial. B. Keterbatasan Dalam melakukan penelitian ini penulis telah melakukan dan berusaha dengan semaksimal mungkin tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa masih terdapat keterbatasan dan kekurangan dalam penulisan hasil penelitian ini. Keterbatasan yang dialami antara lain yaitu: 1. Penelitian ini hanya dilakukan di satu kecamatan di Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Padahal, masih ada beberapa kecamatan yang juga adan CU-nya, yang belum bisa diteliti dengan variable yang peneliti ambil. 2. Beberapa responden kurang spesifik dalam menjawab pertanyaan dari semua variabel yang diteliti, terutama dalam menjawab pendapatan yang diperoleh sehingga kurang memberikan gambaran yang sesungguhnya. C. Saran 1. Bagi pihak Credit Union Dalam pemberian kredit terhadap anggota merupakan kebijakan yang tepat, karena dapat membantu anggota dalam meningkatkan usaha mereka namun dalam memberikan pinjaman ke anggota harus benarbenar mengetahui maksud dari pinjaman kredit tersebut, sehingga benarbenar bisa bermanfaat bagi anggota itu sendiri, yang nantinya akan

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 berdampak pada kesesuaian waktu anggota dalam mengembalikan pinjaman pokok maupun bunga pinjaman. 2. Bagi anggota Credit Union Lebih memprioritaskan penggunaan kredit dan bisa mengalokasikannya dengan tepat, misalnya untuk pembukaan usaha baru, seperti bertani, beternak, untuk perluasan lahan usaha (sehingga kredit tersebut benarbenar bisa dalam membantu dan tidak terjadi kredit macet penunggakan dalam pelunasan kredit yang dapat merugikan bagi anggota itu sendiri).

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 DAFTAR PUSTAKA Credit Union 100 Tanya Jawab. 1973. Apa yang Anda Ketahui tentang Koperasi Kredit CREDIT UNION. Jakarta: CUCO. Dajan, Anto. 1986. Pengantar Metode Statistik (Jilid I). Jakarta: LP3ES. Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Munaldus, dkk. 2012. Credit Union: Kendaraan Menuju Kemakmuran Praktik Bisnis Sosial Model Indonesia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Riswanto. 1994. Dinamika Pendidikan dan Ketenagakerjaan Pemuda di Perkotaan Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Widisarana Indonesia Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitaitf Kualitiatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. 2010. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta. Sumarnonugroho, T. 1987. Sistem Intervensi Kesejahteraan Sosial. Yogyakarta: PT. Hanindita. Trihendradi, C. 2007. Statistik Inferen Menggunakan SPSS Teori Dasar & Aplikasinya. Yogyakarta: C.V Andi Offset. Tukira & Hidayati. 2011. Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung: Alfabeta. Asriyah, Wardatul. 2007. Strategi Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Melalui Usaha Tambak di Desa Babalan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak Jawa Tengah. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Adi Susilo, Ismail. 2013. Kontribusi Pinjaman Yang Diterima Dari Credit Union Pancur Dangeri Terhadap Peningkatan Pendapatan Anggota. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 Hadrianus.2011. Keberadaan Credit Union Pancur Kasih Terhadap Pola Pengelolaan Keuangan Keluarga. Skripsi. Yogyakarta: UniversitasSanata Dharma. Putrawinata, Laurensius. 2013.Perbedaan kesempatan Berusaha, Tingkat Pendapatan Dan Tingkat Pengeluaran Anggota Sebelum Dan Sesudah Menggunakan Kredit Di Credit Union Bima. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Ariyoso. 2009. Uji-t Berpasangan. Diakses di; http://statistik4life.blogspot.com/2009/11/uji-t-berpasangan.html tanggal 17 Mei 2013. CU Pancur Kasih News. 2012. Profil Credit Union Pancur Kasih. Diakses di; http://www.cupk.org/statis-1-profil.html tanggal 9 Maret 2013. Herdyazkiya. 2013. Daftar UMR Seluruh Indonesia 2013. Diakses di; http://taiherdy.blogspot.com/2012/11/daftar-umr-seluruh-indonesia-2013.html tanggal 31 Mei 2013. Kotimah, Khusnul. 2007. Pengaruh Kreativitas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Produktif Pada Siswa Kelas II Jurusan Administrasi Perkantoran. Diakses di; http://www.scribd.com/doc/31634275/25/Analisis-Deskriptif-Persentase tanggal 17 Mei 2013. Perpustakaan Universitas Sanata Dharma. 2013. Koleksi Tugas Akhir dan Karya Ilmiah. Diakses di; http://www.library.usd.ac.id/ tanggal 11 Maret 2013. Sirusa. 2013. Garis Kemiskinan (GK). Diakses http://sirusa.bps.go.id/index.php?r=indikator/view&id=50 tanggal Agustus 2013. di; 15

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 KUESIONER ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KESEJAHTERAAN EKONOMI ANGGOTA SEBELUM DAN SESUDAH MENGAMBIL KREDIT KE CREDIT UNION PANCUR KASIH Kasus pada Credit Union Pancur Kasih, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat A. Identitas Responden Nama : Jenis Kelamin : a. Laki-laki Usia : Pekerjaan : a. PNS b. Perempuan b. Pegawai Swasta c. Wiraswasta d. Petani e. Lain-lain Tingkat Pendidikan : a. SD Jumlah Anggota : b. SMP c. SMA d. Sarjana e. Magister Keluarga Lama Menjadi : Anggota B. Variabel Penelitian Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini sesuai dengan kenyataan yang saudara alami. 1. Berapa pendapatan pokok saudara perbulan sebelum mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih? 2. Berapa pendapatan sampingan saudara perbulan sebelum mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih? 3. Berapa pendapatan pokok saudara perbulan sesudah mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih?

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 4. Berapa pendapatan sampingan saudara perbulan sebelum mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih? 5. Berapa jumlah waktu yang saudara gunakan untuk bekerja di bidang pertanian sebelum mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih? 6. Berapa jumlah waktu yang saudara gunakan untuk bekerja di bidang pertanian sesudah mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih? 7. Berapa jumlah waktu yang saudara gunakan untuk bekerja di bidang nonpertanian sebelum mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih? 8. Berapa jumlah waktu yang saudara gunakan untuk bekerja di bidang nonpertanian sesudah mengambil kredit di Credit Union Pancur Kasih? --- TERIMA KASIH ---

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Identitas Responden No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Usia (tahun) 24 35 45 40 23 30 52 28 54 59 50 50 37 45 45 27 43 29 Pekerjaan Pegawai swasta Wiraswasta PNS Lain-lain PNS Wiraswasta Pegawai swasta PNS Petani PNS Wiraswasta PNS Petani Wiraswasta Wiraswasta PNS Wiraswasta Wiraswasta Pendidikan Sarjana SMP Sarjana SMA Diploma Sarjana Sarjana Diploma SD Diploma Sarjana Sarjana SMP Sarjana Diploma Sarjana SMP SMA Lama menjadi Anggota 2 10 7 11 1 5 7 3 2 6 9 8 5 5 8 4 2 3 Jumlah Tanggungan 1,00 3,00 3,00 3,00 1,00 2,00 4,00 2,00 3,00 4,00 3,00 3,00 3,00 4,00 3,00 2,00 3,00 2,00 Total Jumlah Beban 2,00 4,00 4,00 4,00 2,00 3,00 5,00 3,00 4,00 5,00 4,00 4,00 4,00 5,00 4,00 3,00 4,00 3,00

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 No 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Usia (tahun) 26 28 32 58 28 30 24 24 65 43 36 27 24 35 45 40 23 30 52 28 54 59 Pekerjaan Wiraswasta Wiraswasta Petani PNS Wiraswasta Wiraswasta Pegawai swasta Pegawai swasta Petani Petani Petani Petani Pegawai swasta Wiraswasta PNS Lain-lain PNS Wiraswasta Pegawai swasta PNS Petani PNS Pendidikan SMA SMA SMA Sarjana Sarjana Sarjana Sarjana Sarjana SD Sarjana SMP Diploma Sarjana SMP Sarjana SMA Diploma Sarjana Sarjana Diploma SD Diploma Lama Menjadi Anggota 7 3 8 9 4 4 1 2 6 9 5 9 3 11 8 12 2 6 8 4 3 7 Jumlah Tanggungan 1,00 2,00 3,00 3,00 1,00 2,00 1,00 2,00 5,00 4,00 2,00 2,00 1,00 3,00 4,00 3,00 1,00 2,00 3,00 2,00 3,00 4,00 Total Jumlah Beban 2,00 3,00 4,00 4,00 2,00 3,00 2,00 3,00 6,00 5,00 3,00 3,00 2,00 4,00 5,00 4,00 2,00 3,00 4,00 3,00 4,00 5,00

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 No 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Usia (tahun) 50 50 37 45 45 27 43 29 26 28 32 58 28 30 24 24 65 43 36 27 24 35 Pekerjaan Wiraswasta PNS Petani Wiraswasta Wiraswasta PNS Wiraswasta Wiraswasta Wiraswasta Wiraswasta Petani PNS Wiraswasta Wiraswasta Pegawai swasta Pegawai swasta Petani Petani Petani Petani Pegawai swasta Wiraswasta Pendidikan Sarjana Sarjana SMP Sarjana Diploma Sarjana SMP SMA SMA SMA SMA Sarjana Sarjana Sarjana Sarjana Sarjana SD Sarjana SMP Diploma Sarjana SMP Lama Menjadi Anggota 10 9 6 6 9 5 3 4 8 4 9 10 5 5 2 3 7 10 6 10 3 11 Jumlah Tanggungan 4,00 4,00 4,00 3,00 4,00 2,00 3,00 2,00 1,00 2,00 2,00 5,00 2,00 3,00 1,00 1,00 3,00 4,00 2,00 2,00 1,00 2,00 Total Jumlah Beban 5,00 5,00 5,00 4,00 5,00 3,00 4,00 3,00 2,00 3,00 3,00 6,00 3,00 4,00 2,00 2,00 4,00 5,00 3,00 3,00 2,00 3,00

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 No 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan Perempuan Usia (tahun) 45 40 23 30 52 28 54 59 50 50 37 45 45 27 43 29 26 28 32 58 28 30 Pekerjaan PNS Lain-lain PNS Wiraswasta Pegawai swasta PNS Petani PNS Wiraswasta PNS Petani Wiraswasta Wiraswasta PNS Wiraswasta Wiraswasta Wiraswasta Wiraswasta Petani PNS Wiraswasta Wiraswasta Pendidikan Sarjana SMA Diploma Sarjana Sarjana Diploma SD Diploma Sarjana Sarjana SMP Sarjana Diploma Sarjana SMP SMA SMA SMA SMA Sarjana Sarjana Sarjana Lama Menjadi Anggota 8 12 2 6 8 4 3 7 10 9 6 6 9 5 3 4 8 4 9 10 5 5 Jumlah Tanggungan 4,00 4,00 1,00 2,00 3,00 1,00 4,00 4,00 4,00 4,00 3,00 3,00 4,00 1,00 3,00 1,00 1,00 1,00 3,00 3,00 2,00 1,00 Total Jumlah Beban 5,00 5,00 2,00 3,00 4,00 2,00 5,00 5,00 5,00 5,00 4,00 4,00 5,00 2,00 4,00 2,00 2,00 2,00 4,00 4,00 3,00 2,00

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 No 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 Jenis Kelamin Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki Laki-laki Perempuan Laki-laki Usia (tahun) 24 24 65 43 36 27 24 35 45 40 23 30 52 28 54 59 Pekerjaan Pegawai swasta Pegawai swasta Petani Petani Petani Petani Pegawai swasta Wiraswasta PNS Lain-lain PNS Wiraswasta Pegawai swasta PNS Petani PNS Pendidikan Sarjana Sarjana SD Sarjana SMP Diploma Sarjana SMP Sarjana SMA Diploma Sarjana Sarjana Diploma SD Diploma Lama Menjadi Anggota 2 3 7 10 6 10 3 11 8 12 2 6 8 4 3 7 Jumlah Tanggungan 1,00 2,00 4,00 3,00 2,00 1,00 2,00 3,00 4,00 4,00 2,00 2,00 4,00 2,00 4,00 5,00 Total Jumlah Beban 2,00 3,00 5,00 4,00 3,00 2,00 3,00 4,00 5,00 5,00 3,00 3,00 5,00 3,00 5,00 6,00

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Tingkat Pendapatan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Tingkat Pendapatan Sebelum (Rp) Pokok Sampingan 700.000 600.000 1.000.000 500.000 3.500.000 500.000 300.000 150.000 500.000 300.000 1.000.000 10.000.000 4.000.000 900.000 3.000.000 400.000 600.000 150.000 2.500.000 3.000.000 1.500.000 500.000 4.000.000 300.000 900.000 500.000 3.000.000 1.500.000 1.000.000 500.000 2.200.000 1.500.000 500.000 7.000.000 900.000 400.000 4.000.000 10.000.000 1.700.000 1.500.000 Tingkat Pendapatan Sesudah (Rp) Pokok Sampingan 700.000 600.000 2.500.000 500.000 4.000.000 1.500.000 500.000 250.000 100.000 450.000 1.700.000 32.000.000 4.000.000 1.050.000 3.000.000 700.000 600.000 300.000 2.700.000 3.500.000 6.000.000 1.500.000 4.000.000 500.000 1.500.000 2.200.000 3.000.000 3.500.000 2.000.000 700.000 2.600.000 2.500.000 50.000.000 70.000.000 2.500.000 500.000 10.000.000 12.000.000 1.900.000 1.800.000

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 No 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Tingkat Pendapatan Sebelum (Rp) Pokok Sampingan 2.000.000 3.000.000 2.800.000 1.500.000 500.000 200.000 1.200.000 1.500.000 1.200.000 350.000 2.500.000 800.000 900.000 3.500.000 1.500.000 5.500.000 900.000 2.500.000 2.300.000 5.000.000 2.200.000 4.000.000 300.000 150.000 4.000.000 900.000 600.000 150.000 2.500.000 3.000.000 4.000.000 300.000 3.000.000 1.500.000 2.200.000 1.500.000 5.000.000 7.000.000 2.000.000 3.000.000 2.800.000 1.500.000 1.200.000 1.500.000 Tingkat Pendapatan Sesudah (Rp) Pokok Sampingan 5.000.000 5.000.000 2.800.000 2.000.000 1.300.000 700.000 500.000 700.000 1.200.000 350.000 2.500.000 1.100.000 1.200.000 5.000.000 1.500.000 8.500.000 1.100.000 4.000.000 2.500.000 9.000.000 2.200.000 4.500.000 4.000.000 1.050.000 600.000 300.000 1.000.000 2.500.000 4.000.000 500.000 3.000.000 3.500.000 2.600.000 2.500.000 5.000.000 7.000.000 5.000.000 5.000.000 2.800.000 2.000.000 500.000 700.000 2.500.000 1.100.000

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 No 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 Tingkat Pendapatan Sebelum (Rp) Pokok Sampingan 2.500.000 800.000 2.500.000 5.000.000 2.300.000 5.000.000 1.000.000 500.000 3.000.000 400.000 600.000 150.000 2.500.000 3.000.000 4.000.000 300.000 900.000 500.000 3.000.000 1.500.000 2.200.000 1.500.000 5.000.000 7.000.000 4.000.000 10.000.000 2.000.000 3.000.000 2.800.000 1.500.000 2.500.000 800.000 900.000 3.500.000 900.000 2.500.000 1.000.000 500.000 300.000 150.000 500.000 300.000 3.000.000 400.000 Tingkat Pendapatan Sesudah (Rp) Pokok Sampingan 1.500.000 8.500.000 2.500.000 9.000.000 2.500.000 500.000 3.000.000 700.000 600.000 300.000 2.700.000 3.500.000 4.000.000 500.000 1.500.000 2.200.000 3.000.000 3.500.000 2.600.000 2.500.000 50.000.000 70.000.000 10.000.000 12.000.000 5.000.000 5.000.000 2.800.000 2.000.000 2.500.000 1.100.000 1.200.000 5.000.000 1.100.000 4.000.000 2.500.000 500.000 500.000 250.000 100.000 450.000 3.000.000 700.000 600.000 300.000

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 No 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 Tingkat Pendapatan Sebelum (Rp) Pokok Sampingan 600.000 150.000 2.500.000 3.000.000 700.000 600.000 3.500.000 500.000 500.000 300.000 1.000.000 10.000.000 3.000.000 400.000 1.500.000 500.000 900.000 500.000 1.000.000 500.000 900.000 400.000 3.500.000 900.000 1.700.000 1.500.000 500.000 200.000 1.200.000 350.000 900.000 3.500.000 900.000 2.500.000 700.000 600.000 3.500.000 500.000 300.000 150.000 1.000.000 10.000.000 3.000.000 900.000 Tingkat Pendapatan Sesudah (Rp) Pokok Sampingan 2.700.000 3.500.000 700.000 600.000 2.500.000 500.000 100.000 450.000 1.700.000 32.000.000 3.000.000 700.000 6.000.000 1.500.000 1.500.000 2.200.000 2.000.000 700.000 2.500.000 500.000 10.000.000 12.000.000 3.500.000 1.800.000 1.300.000 700.000 1.200.000 350.000 1.200.000 5.000.000 1.100.000 4.000.000 700.000 600.000 4.000.000 1.500.000 500.000 250.000 100.000 450.000 4.000.000 1.050.000 5.000.000 1.500.000

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 No 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 Tingkat Pendapatan Sebelum (Rp) Pokok Sampingan 1.500.000 500.000 1.000.000 500.000 900.000 400.000 1.000.000 500.000 900.000 400.000 1.000.000 1.500.000 500.000 200.000 1.100.000 1.500.000 1.300.000 350.000 1.400.000 5.500.000 2.000.000 5.000.000 700.000 600.000 3.500.000 500.000 1.000.000 10.000.000 Tingkat Pendapatan Sesudah (Rp) Pokok Sampingan 2.000.000 700.000 2.500.000 500.000 1.900.000 1.800.000 2.500.000 500.000 1.900.000 1.800.000 1.300.000 700.000 500.000 700.000 1.200.000 350.000 1.500.000 8.500.000 2.500.000 9.000.000 2.000.000 600.000 4.000.000 1.500.000 1.700.000 32.000.000 4.000.000 1.050.000

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Jumlah Waktu di Bidang Pertanian, Jumlah Waktu di Bidang Non Pertanian, dan Jumlah Rumah Tangga Anggota Keluarga Miskin No Jlh Waktu di Bidang Pertanian Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Sesudah 0 12 2 0 0 12 0 0 0 0 12 0 12 4 0 6 6 0 0 8 2 0 0 6 0 0 0 0 8 0 6 6 0 3 3 0 Jumlah Waktu di Bidang Non Pertanian Sebelum Sesudah 6 16 2 2 8 6 10 12 3 5 6 7 15 5 10 9 2 8 Total Pendapatan 8 13 2 2 5 3 14 14 3 5 8 7 8 7 12 7 5 13 Sebelum 1.300.000 1.500.000 4.000.000 450.000 800.000 11.000.000 4.900.000 3.400.000 750.000 5.500.000 2.000.000 4.300.000 1.400.000 4.500.000 1.500.000 3.700.000 12.000.000 1.300.000 Sesudah 1.300.000 3.000.000 5.500.000 750.000 550.000 33.700.000 5.050.000 3.700.000 900.000 6.200.000 7.500.000 4.500.000 3.700.000 6.500.000 2.700.000 5.100.000 12.000.000 3.000.000

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 No Jlh Waktu di Bidang Pertanian Sebelum 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 Sesudah 10 0 3 0 12 0 8 6 12 12 14 10 0 0 0 0 0 4 6 6 3 5 0 9 0 4 0 4 2 12 12 12 2 0 0 0 0 0 4 6 6 3 Jumlah Waktu di Bidang Non Pertanian Sebelum Sesudah 15 8 9 4 8 10 8 9 3 6 8 8 2 10 3 5 7 5 9 2 9 Total Pendapatan 10 4 9 4 8 13 8 9 2 3 4 10 2 14 3 5 7 7 7 5 9 Sebelum 14.000.000 3.200.000 5.000.000 4.300.000 700.000 2.700.000 1.550.000 3.300.000 4.400.000 7.000.000 3.400.000 7.300.000 6.200.000 450.000 2.900.000 750.000 5.500.000 4.300.000 4.500.000 3.700.000 12.000.000 Sesudah 22.000.000, 3.700.000 10.000.000 4.800.000 2.000.000 4.200.000 1.550.000 3.600.000 6.200.000 10.000.000 5.100.000 11.500.000 6.700.000 5.050.000 4.000.000 3.500.000 7.000.000 6.500.000 5.100.000 12.000.000 15.000.000

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 No Jlh Waktu di Bidang Pertanian Sebelum 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Sesudah 0 0 6 12 10 12 0 0 0 0 12 4 6 6 10 3 0 6 12 14 12 0 0 6 14 11 12 0 0 0 0 13 4 7 6 10 3 0 6 13 15 12 Jumlah Waktu di Bidang Non Pertanian Sebelum Sesudah 4 10 9 6 8 16 12 3 5 7 15 5 9 2 15 9 4 9 3 8 10 Total Pendapatan 4 13 9 3 10 13 14 3 5 7 8 7 7 5 15 9 4 9 2 4 14 Sebelum 5.000.000 4.300.000 2.700.000 3.300.000 7.500.000 7.300.000 1.500.000 3.400.000 750.000 5.500.000 4.300.000 1.400.000 4.500.000 3.700.000 12.000.000 14.000.000 5.000.000 4.300.000 3.300.000 4.400.000 3.400.000 Sesudah 5.800.000 7.000.000 3.600.000 10.000.000 11.500.000 7.500.000 3.700.000 4.000.000 6.200.000 7.000.000 3.700.000 6.500.000 5.100.000 120.000.000 22.000.000 17.000.000 5.800.000 6.500.000 6.200.000, 5.100.000 5.000.000

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 No Jlh Waktu di Bidang Pertanian Sebelum 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 Sesudah 0 0 0 0 0 0 12 2 0 12 0 12 12 0 0 10 0 12 8 12 14 0 0 0 0 0 0 14 2 0 14 0 12 15 0 0 10 0 12 8 12 20 Jumlah Waktu di Bidang Non Pertanian Sebelum Sesudah 16 2 8 12 3 5 6 16 2 8 6 12 6 15 10 8 15 8 8 8 3 Total Pendapatan 13 2 5 14 3 5 8 13 2 5 3 14 8 8 12 13 12 4 8 8 2 Sebelum 1.500.000 450.000 800.000 3.400.000 750.000 5.500.000 1.300.000 1.500.000 4.000.000 800.000 11.000.000 3.400.000 2.000.000 1.400.000 1.500.000 1.300.000 4.400.000 3.200.000 700.000 1.550.000 4.400.000 Sesudah 3.500.000 1.000.000 3.700.000 4.000.000 6.200.000 8.500.000 3.000.000 5.500.000 4.250.000 4.900.000 15.000.000 7.500.000 3.700.000 2.700.000 3.000.000 13.000.000 5.300.000 3.700.000 1.550.000 6.200.000 5.100.000

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 No Jlh Waktu di Bidang Pertanian Sebelum 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 Sesudah 0 2 0 0 12 0 12 0 0 0 12 0 8 12 10 0 2 12 0 0 2 0 0 12 0 12 0 0 0 12 0 8 12 10 0 2 12 0 Jumlah Waktu di Bidang Non Pertanian Sebelum Sesudah 8 6 2 2 8 6 10 6 10 8 8 8 10 8 6 8 6 2 6 Total Pendapatan 4 8 2 2 5 3 14 8 12 13 4 8 13 8 3 10 8 2 3 Sebelum 3.400.000 1.300.000 4.000.000 450.000 800.000 2.000.000 3.900.000 2.000.000 1.500.000 1.300.000 2.500.000 700.000 2.600.000 1.650.000 6.900.000 7.000.000 1.3000.000 4.000.000 2.500.000 Sesudah 3.400.000 5.500.000 4.500.000 550.000 4.700.000 5.050.000 6.500.000 2.700.000 3.000.000 3.700.000 2.800.000 1.200.000 3.200.000 10.000.000 11.500.000 7.000.000 5.500.000 5.700.000 5.050.000

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Descriptives Des criptive Statis tics N Pendapatan sebelum Pendapatan sesudah Valid N (lis tw is e) Minimum 100 450000.00 100 550000.00 100 Max imum 14000000.00 120000000.00 Mean 3676500 7272000 Std. Deviation 3000054,335 12367416,71 Des criptive Statis tics N Pokok sebelum Sampingan sebelum Pokok sesudah Sampingan sesudah Valid N (lis tw is e) Minimum 300000 150000 100000 250000 100 100 100 100 100 Max imum 5000000 10000000 50000000 70000000 Mean Std. Deviation 1850000 1231284.129 2021500 2621533.353 3454000 6947180.520 4983000 11345152.527 Des criptive Statis tics N Jlh Waktu di Bidang Pertanian (sebelum) Jlh Waktu di Bidang Pertanian (sesudah) Valid N (lis tw is e) Minimum Max imum Mean Std. Deviation 54 2 14 8.98 3.764 54 2 20 8.44 4.433 54 Des criptive Statis tics N Jlh Waktu di Bidang Non Pertanian (sebelum) Jlh Waktu di Bidang Non Pertanian (sesudah) Valid N (lis tw is e) Minimum Max imum Mean Std. Deviation 100 2 16 7.54 3.737 100 2 15 7.36 3.963 100 Des criptive Statistics N Pendapatan sebelum/beban Pendapatan sesudah/beban Valid N (lis tw is e) Minimum Max imum Mean Std. Deviation 100 112500.00 7000000.00 1114467 1141811,092 100 187500.00 40000000.00 2278867 4238412,196 100

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Frequencies Je nis ke lam in Valid Frequenc y 50 50 100 Laki-laki Perempuan Total Percent 50.0 50.0 100.0 Cumulativ e Percent 50.0 100.0 Valid Percent 50.0 50.0 100.0 Usia V alid < 25 tahun 25 - 30 tahun 31 - 35 tahun 36 - 40 tahun 41 - 45 tahun 45 - 50 tahun 51 - 55 tahun > 55 tahun Total Frequenc y 14 29 7 10 16 6 8 10 100 Percent 14.0 29.0 7.0 10.0 16.0 6.0 8.0 10.0 100.0 V alid Percent 14.0 29.0 7.0 10.0 16.0 6.0 8.0 10.0 100.0 Cumulativ e Percent 14.0 43.0 50.0 60.0 76.0 82.0 90.0 100.0 Pek er jaan V alid Frequenc y Pegaw ai s w as ta 14 Wirasw as ta 35 PNS 25 Petani 22 Lain-lain 4 Total 100 Percent 14.0 35.0 25.0 22.0 4.0 100.0 V alid Percent 14.0 35.0 25.0 22.0 4.0 100.0 Cumulativ e Percent 14.0 49.0 74.0 96.0 100.0 Pendidik an V alid SD SMP SMA Diploma Sarjana Total Frequenc y 7 13 16 18 46 100 Percent 7.0 13.0 16.0 18.0 46.0 100.0 V alid Percent 7.0 13.0 16.0 18.0 46.0 100.0 Cumulativ e Percent 7.0 20.0 36.0 54.0 100.0

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Pok ok se belum Valid di atas di baw ah Total Frequenc y 55 45 100 Percent 55,0 45,0 100,0 Valid Percent 55,0 45,0 100,0 Cumulativ e Percent 55,0 100,0 Pok ok se s udah Valid di atas di baw ah Total Frequenc y 81 19 100 Percent 81,0 19,0 100,0 Valid Percent 81,0 19,0 100,0 Cumulativ e Percent 81,0 100,0 Sam pingan se belum Valid di atas di baw ah Total Frequenc y 43 57 100 Percent 43,0 57,0 100,0 Valid Percent 43,0 57,0 100,0 Cumulativ e Percent 43,0 100,0 Sam pingan se s udah Valid di atas di baw ah Total Frequenc y 56 44 100 Percent 56,0 44,0 100,0 Valid Percent 56,0 44,0 100,0 Cumulativ e Percent 56,0 100,0 Jlh Wak tu di Bidang Pertanian (se belum ) Valid di atas di baw ah Total Frequenc y 44 56 100 Percent 44,0 56,0 100,0 Valid Percent 44,0 56,0 100,0 Cumulativ e Percent 44,0 100,0

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Jlh Wak tu di Bidang Pertanian (se s udah) Valid di atas di baw ah Total Frequenc y 41 59 100 Percent 41,0 59,0 100,0 Valid Percent 41,0 59,0 100,0 Cumulativ e Percent 41,0 100,0 Jlh Wak tu di Bidang Non Pe rtanian (s ebe lum ) Valid di atas di baw ah Total Frequenc y 78 22 100 Percent 78,0 22,0 100,0 Valid Percent 78,0 22,0 100,0 Cumulativ e Percent 78,0 100,0 Jlh Wak tu di Bidang Non Pe rtanian (s es udah) Valid di atas di baw ah Total Frequenc y 69 31 100 Percent 69,0 31,0 100,0 Valid Percent 69,0 31,0 100,0 Cumulativ e Percent 69,0 100,0 Status ke m is kinan s e be lum Valid Mis kin Tidak miskin Total Frequenc y 10 90 100 Percent 10.0 90.0 100.0 Valid Percent 10.0 90.0 100.0 Cumulativ e Percent 10.0 100.0 Status ke m is kinan s e sudah Valid Mis kin Tidak miskin Total Frequenc y 3 97 100 Percent 3.0 97.0 100.0 Valid Percent 3.0 97.0 100.0 Cumulativ e Percent 3.0 100.0

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 T-Test Paired Samples Statistics Pair 1 Pendapatan sebelum Pendapatan sesudah Mean 3676500,0 000 7272000,0 000 N 100 100 Std. Deviation 3000054,3345 2 12367416,705 18 Std. Error Mean 300005,43 345 1236741,6 7052 Paired Samples Correlations N Pair 1 Pendapatan sebelum & Pendapatan sesudah Correlation 100 Sig. .309 .002 Paired Samples Test Mean Lower Pair 1 Pendapatan sebelum Pendapatan sesudah 3595500,0 0000 Paired Differences Std. Error 95% Confidence Interval Std. Deviation Mean of the Difference Upper 11791509,7323 3 Lower Upper Lower 1179150, 97323 5935191,3 4957 1255808,6 5043 t Mean df Std. Deviation Sig. (2-tailed) Std. Error Mean Upper Lower Upper -3.049 99 .003

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Error Mean Std. Deviation Jlh Waktu di Bidang Pertanian (sebelum) 15.5 100 5.275 .528 Jlh Waktu di Bidang Pertanian (sesudah) 15.9 100 5.330 .533 Paired Samples Correlations N Pair 1 Jlh Waktu di Bidang Pertanian (sebelum) & Jlh Waktu di Bidang Pertanian (sesudah) Correlation 100 Sig. .927 .000 Paired Samples Test Paired Differences Pair 1 Jlh Waktu di Bidang Pertanian (sebelum) Jlh Waktu di Bidang Pertanian (sesudah) Mean Std. Deviation Lower Upper .290 2.022 Std. Error Mean Lower .202 Upper -.111 t df Sig. (2-tailed) 95% Confidence Interval of the Difference Mean Std. Deviation Std. Error Mean Lower Upper Lower Upper .691 -1.269 99 .208

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean Jlh Waktu di Bidang Non Pertanian (sebelum) 12.2 100 3.737 .374 Jlh Waktu di Bidang Non Pertanian (sesudah) 13.1 100 3.963 .396 Paired Samples Correlations N Pair 1 Jlh Waktu di Bidang Non Pertanian (sebelum) & Jlh Waktu di Bidang Non Pertanian (sesudah) Correlation 100 Sig. .764 .000 Paired Samples Test Paired Differences Pair 1 Jlh Waktu di Bidang Non Pertanian (sebelum) - Jlh Waktu di Bidang Non Pertanian (sesudah) Mean Std. Deviation Std. Error Mean Lower Upper Lower .180 2.653 .265 95% Confidence Interval of the Difference Upper -.346 Lower .706 t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean Upper Lower Upper -2.226 99 .028

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Paired Samples Statistics Mean Pair 1 N Std. Deviation Std. Error Mean Status kemiskinan sebelum ,90 100 ,302 ,030 Status kemiskinan sesudah ,97 100 ,17145 ,01714 Paired Samples Correlations N Pair 1 Status kemiskinan sebelum & Status kemiskinan sesudah Correlation 100 Sig. ,528 ,000 Paired Samples Test Paired Differences Pair 1 Status kemiskinan sebelum - Status kemiskinan sesudah Mean Std. Deviation Std. Error Mean Lower Upper Lower -,07000 ,25643 ,02564 95% Confidence Interval of the Difference Upper -,12088 Lower -,01912 t df Sig. (2-tailed) Mean Std. Deviation Std. Error Mean Upper Lower Upper -2,730 99 ,008

(155)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS PERBEDAAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN SEBELUM DAN SESUDAH RIGHT ISSUE
1
4
106
ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS AKUNTANSI SEBELUM DAN SESUDAH KONVERGENSI IFRS.
0
3
14
ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KONSERVATISME AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH KONVERGENSI IFRS.
0
4
13
ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS AKUNTANSI SEBELUM ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS AKUNTANSI SEBELUM DAN SESUDAH KONVERGENSI IFRS.
0
4
14
PENDAHULUAN ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS AKUNTANSI SEBELUM DAN SESUDAH KONVERGENSI IFRS.
0
3
10
PENUTUP ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS AKUNTANSI SEBELUM DAN SESUDAH KONVERGENSI IFRS.
0
3
32
PENDAHULUAN ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KONSERVATISME AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH KONVERGENSI IFRS.
0
4
12
PENUTUP ANALISIS PERBEDAAN TINGKAT KONSERVATISME AKUNTANSI LAPORAN KEUANGAN SEBELUM DAN SESUDAH KONVERGENSI IFRS.
0
3
7
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OBAT SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN PADA IBU-IBU PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OBAT SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN PADA IBU-IBU ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN REMBANG.
0
0
14
PENDAHULUAN PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG OBAT SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN PADA IBU-IBU ANGGOTA DHARMA WANITA PERSATUAN KABUPATEN REMBANG.
0
2
20
PERBEDAAN TINGKAT PENDAPATAN PEDAGANG KECIL SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPAT KREDIT PD BPR PASAR PERBEDAAN TINGKAT PENDAPATAN PEDAGANG KECIL SEBELUM DAN SESUDAH MENDAPAT KREDIT PD BPR PASAR KECAMATAN KARANGGEDE BOYOLALI.
0
0
19
ANALISIS PERBEDAAN LIKUIDITAS PERDAGANGAN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH PEMECAHAN SAHAM
0
1
72
ANALISIS PERBEDAAN SIKAP DAN PERILAKU PARTISIPASI ANGGOTA TERHADAP PELAYANAN CREDIT UNION DITINJAU DARI KARAKTERSISTIK STATUS SOSIAL ANGGOTA CREDIT UNION BANURI HARAPAN KITA SKRIPSI
0
2
272
ANALISIS PENGARUH KEPUASAN PADA LOYALITAS ANGGOTA CREDIT UNION PANCUR KASIH KABUPATEN KUBU RAYA PONTIANAK SKRIPSI
0
5
198
PERBEDAAN KESEMPATAN BERUSAHA, TINGKAT PENDAPATAN DAN TINGKAT PENGELUARAN ANGGOTA SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN KREDIT DI CREDIT UNION BIMA DI KECAMATAN KAYAN HULU, KABUPATEN SINTANG, KALIMANTAN BARAT
0
3
127
Show more