PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Gratis

0
1
102
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEPSI SISWA KELAS XI SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP KEBERMANFAATAN RAGAM MEDIA BIMBINGAN DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan Konseling Oleh: Nama: Julianus Pangureres Nim: 081114052 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEPSI SISWA KELAS XI SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP KEBERMANFAATAN RAGAM MEDIA BIMBINGAN DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Bimbingan Konseling Oleh: Nama: Julianus Pangureres Nim: 081114052 PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI motto adil ka talino, bacuramin ka saruga, ba sengat ka jubata. man adat ame ditampar, ditabar biaratn “kanayatn” orang yang berhasil akan mengambil manfaat dari kesalahankesalahan yang ia lakukan, dan akan mencoba kembali untuk melakukan dalam suatu cara yang berbeda “dale carnegie” jika ingin menjadi pohon yang kuat, rindang, dan mempunyai buah yang lebat, maka rawatlah sejak dari kecil hingga menghasilkan buah yang bisa dinikmati oleh orang lain. “julianus pangureres “ iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PEREMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan untuk: 1. Yesus Kristus, dengan kuasanya yang tak terlihat berkenaan memperhatikan hambanya yang lemah ini. 2. Kedua orangtuaku yang selalu memberikan dukungan berupa apapun dan juga ikut serta mempunyai harapan besar dalam skripsi ini. 3. Untuk saudara-saudaraku (Jhon Patalas, Karolus Pangarepo, Mira Sari Panarigas, dan Kalistus Pangomos) yang menantiku untuk menyelesaikan apa yang aku alami. 4. Kawan-kawan seperjuangan serta save borneo yang dengan lapang dada mau mengerti keadaan yang dihadapi. v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 29 Januari 2014 Penulis Julianus Pangureres vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK PERSEPSI SISWA KELAS XI SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP KEBERMANFAATAN RAGAM MEDIA BIMBINGAN DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN Julianus Pangureres 081114052 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei yang dirancang untuk memperoleh informasi dengan mengumpulkan data. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah menemukan seberapa baik pandangan siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta terhadap kebermanfaatan ragam media bimbingan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pandangan terhadap kebermanfaatan media bimbingan siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013-2014. Hasilnya menjadi dasar peneliti untuk mengusulkan media bimbingan yang baik bagi siswa kelas XI SMA Santa Maria YogyakartaTahun Ajaran 2013-2014. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 41 responden. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner persepsi siswa terhadap kebermanfaatan ragam media bimbingan. koesioner persepsi siswa terhadap kebermanfaatan ragam media bimbingan yang disusun oleh peneliti membunyai 14 item yang gugur dan 46 item yang sahih. Berdasarkan koefisien reliabilitas sebesar 0,735. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara umum siswa SMA Santa Maria Yogyakarta memiliki persetase yang baik terhadap kebermanfaatan ragam media bimbingan. Terdapat 4 orang siswa masuk kategori sangat baik, 28 orang siswa masuk kategori baik, 8 siswa masuk kategori cukup, dan 1 orang siswa masuk kategori cukup rendah. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT PERCEPTIONS OF 11th GRADE STUDENTS IN SANTA MARIA SENIOR HIGH SCHOOL YOGYAKARTA TOWARD THE ADVANTAGES OF TEACHING MEDIA VARIATION AND ITS IMPILCATIONS TO TEACHING MEDIA DEVELOPMENT Julianus Pangureres 081114052 Faculty of Teaching and Education Sanata Dharma University Yogyakarta This research is a descriptive research with survey method that is designed to gain information by collecting data. Problem formulation of this research is to find how good the perceptions of 11th grade students in Santa Maria Senior High School Yogyakarta toward the advantages of teaching media variation. Purpose of this research is to show the perceptions on the advantages of teaching media of 11th grade students in Santa Maria Senior High School Yogyakarta of year 2013/2014. The result then become the basic of the research in order to propose the good teaching media for the 11th grade students in Santa Maria Senior High School Yogyakarta of year 2013/2014. Subject of this research is all members of 11th grade students in Santa Maria Senior High School Yogyakarta of year 2013/2014 which is numbered of 41 participants. The collecting data instrument of this research is questioner of students’ perceptions on the advantages of teaching media variation. Questioner of students’ perception on the advantages of teaching media variation that is arranged by the writer has 14 failed items and 46 trusted items. Based on reliability coefficient are 0,735. Result of this research shows that students in Santa Maria Senior High School generally have good percentages on the advantages of teaching media variation. There are 4 students are categorized very well, 28 students are categorized well, 8 students are categorized average and 1 student is categorized below-average. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lembar Pernyataan Persetujuan Publikasi Karya Ilmiah Untuk kepentingan Akademik Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Nama : Julianus Pangureres No Mahasiswa : 081114052 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: PERSEPSI SISWA KELAS XI SMA SANTA MARIA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014 TERHADAP KEBERMANFAATAN RAGAM MEDIA BIMBINGAN DAN IMPLIKASINYA BAGI PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN Beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolahnya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royaliti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenar-benarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 29 januari 2014 Yang menyatakan (Julianus Pangureres) *file dapat diminta atau dicopi dari Perpustakaan Universitas Sanata Dharma ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Syukur kepada Allah disurga atas berkah yang melimpah sehingga proses penyusunan skripsi ini dapat terealisasikan dengan hasil yang memuaskkan. Proses penyusunan skripsi ini melibatkan banyak pihak yang telah memberikan bantuan baik material maupun spiritual yang sangat berarti bagi penulis, maka dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Gedon Barus, M.Si., selaku Kaprodi BK yang telah memberikan dukungan dan semangat dalam proses penulisan skripsi ini. 2. Ibu Ag. Krisna Indah Marheni, S.Pd. M.A., Selaku dosen pembimbing yang selalu bersedia meluangkan waktu, tenaga dan pikiran dalam proses penulisan skripsi ini hingga selesai. 3. Sr. Yohanna Maria. OSF., S. Ag., selaku kepala sekolah di SMA Santa Maria Yogyakarta yang telah memberikan izin untuk saya melakukan penelitian di Sekolah Santa Maria Yogyakarta. 4. Ibu Subekt, S.Pd., selaku guru BK di SMA Santa Maria Yogyakarta yang telah bersedia meluangkan waktunya membantu menyebarkan kuesioner untuk siswasiswi di sekolah. 5. Para siswa SMA Santa Maria Yogyakarta yang telah meluangkan waktunya untuk mengisi kuesionar penelitian dengan penuh semangat dan perhatian. 6. Romo Suharto Widodo selaku rohaniwan yang setiap saat mau meliangkan waktunya untuk membantu membimbingku hingga menjadi lebih baik dalam memahami spritualitas hidup. 7. Sugiarto yang telah memberikan pelayanan yang baik kepada saya dan rekanrekan mahasiswa selama ini. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Orangtuaku tersayang, bapak A. Hardiwinoto dan Ibu Margreta Iyus di kampung halaman yang selama ini selalu mensupport baik secara material maupun imaterial, dan selalu menyakinkan bahwa penelitian bisa lulus. 9. Teman-teman BK ’08 yang sudah dulu lulus, kerja dan menikah. Kebersamaan yang singkat bukan berarti dalamnya arti itu juga kecil. 10. Semua pihak yang namanya tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah membantu saya hingga selesainya skripsi. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... iii MOTTO ................................................................................................................. iv HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................... vi ABSTRAK ............................................................................................................. vii ABSTRAC ............................................................................................................. viii LEMBARAN PERSETUJUAN KARYA ............................................................. ix KATA PENGANTAR ........................................................................................... x DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii DAFTAR TABEL ................................................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................................... xviii BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ........................................................................... 1 B. Rumusan Masalah .................................................................................... 8 C. Tujuan Masalah ......................................................................................... 8 D. Manfaat Penelitian ..................................................................................... 8 E. Definisi Operasional .................................................................................. 10 BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Persepsi terhadap Manfaat Ragam Media Bimbingan ............................... 11 1. Pengertian Persepsi ............................................................................. 11 2. Pengertian Media Bimbingan ............................................................. 12 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI B. Ragam-ragam Media Bimbingan ............................................................. 13 1. Media Visual ...................................................................................... 14 2. Media Auditif ..................................................................................... 16 3. Media Audiovisual ............................................................................ 17 C. Manfaat Ragam Media Bimbingan .......................................................... 18 D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan ....................................................................... 20 1. Perhatian yang Selektif ..................................................................... 20 2. Sifat-sifat Rangsang .......................................................................... 21 3. Nilai-nilai dan Kebutuhan Individual ............................................... 22 4. Pengalaman Terdahulu ..................................................................... 22 E. Aspek-aspek Persepsi terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan ............................................................................................... 23 1. Modalitas: Visual, Auditif, Audiovisual ............................................ 23 2. Dimensi Ruang: Visual, Auditif, Audiovisual ................................... 24 3. Dimensi Waktu: Visual, Auditif, Audiovisual ................................... 25 4. Kontekstual: Visual, Auditif, Audiovisual ........................................ 26 5. Tujuan: Visual, Auditif, Audiovisual ................................................ 27 F. Hakikat Remaja ........................................................................................ 28 1. Pengertian Remaja ............................................................................ 28 2. Ciri-ciri Masa Remaja ....................................................................... 29 3. Tugas Perkembangan ........................................................................ 31 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................. 34 B. Subjek Penelitian ............................................................................... 34 C. Instrumen Penelitian ......................................................................... 35 1. Kuesioner ..................................................................................... 35 2. Format Skala ................................................................................ 36 A. Hasil Validitas dan Reliabilitas .......................................................... 39 1. Validitas Kuesioner ..................................................................... 39 2. Reliabilitas Kuesioner .................................................................. 42 B. Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data ................................... 45 1. Kategorisasi Subjek Penelitian ................................................... 47 2. Kategori Tiap Item ....................................................................... 48 BAB IV. PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ......................................................................................... 50 B. Hasil Skor Tiap Item ................................................................................. 52 C. Pembahasan Hasil Penelitian .................................................................... 54 1. Persepsi Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan ......................................................................................... 54 2. Item-item Aspek Persepsi Siswa terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan .............................................................................. 60 3. Usulan Pembuatan Media Bimbingan ................................................ 64 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan ............................................................................................... 69 B. Saran ......................................................................................................... 70 1. Guru Bimbingan dan Konseling ........................................................ 70 2. Peneliti Lain ....................................................................................... 70 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 71 LAMPIRAN........................................................................................................... 73 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1. Daftar Subjek Uji coba Penelitian Coba Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013-2014 .............................. 35 Tabel 2. Daftar Subjek penelitian Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta .............................................................................................. 35 Tabel 3. Skor Berdasarkan Kategori Jawaban ...................................................... 37 Tabel 4. Konstruk Instrumen Uji Coba Penelitian Persepsi Siswa terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan ............................................ 38 Tabel 5. Konstruk Instrumen Penelitian Persepsi Siswa terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan ......................................................... 41 Tabel 6. Kriteria Guilford ..................................................................................... 43 Tabel 7. Kuesioner Penelitian Persepsi Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan ........................................................................ 44 Tabel 8. Penggolongan Kategori ....................................................... ................... 46 Tabel 9. Pengkategorisasian Skor Sbujek Penelitian .......................... ................. 47 Tabel 10. Pengkategorisasian Skor Item Kuesioner Penelitian ............................ 48 Tabel 11. Kategori Persepsi Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan ....................................................... ..................................... 51 Tabel 12. Kategori Skor Item................................................................................. 53 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 13. Item-item Persepsi Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 terhadap Kebermanfaatan Penggunaan Ragam Media Bimbingan yang Tergolong Cukup Buruk ..................... 54 Table 14. Usulan-usulan Aspek dan Item yang masuk dalam Kategori Sedang dan Rendah dalam Pembuatan Media Bimbingan ...................... xvii 66

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran I. Kuesioner Penelitian ....................................................................... 73 Lampiran II. Validitas Penelitian ......................................................................... 78 Lampiran III. Data yang Sahih ............................................................................... 80 Lampiran IV. Analisis Uji Reliabilitas .................................................................. 82 Lampiran V. Surat Ijin Penelitian ......................................................................... 83 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan diuraikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi oprasional. A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini dalam perkembangan manusia, media merupakan alat utama dalam proses komunikasi. Kenyataan ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah contoh setiap interaksi manusia dengan manusia yang lainnya selalu di perantarai oleh media, baik dalam bentuk benda keras yang bisa diraba oleh pengindraan atau dalam bentuk benda lunak yang tidak bisa diraba oleh pengindraan. Menurut AECT Association of Education and Communication Technologi media adalah segala bentuk perangkat keras yang bisa di raba oleh pengindraan (hardware) atau bentuk perangkat lunak yang tidak bisa diraba oleh pengindraan (software) yang dapat menyalurkan dan meyampaikan pesan atau informasi, (Arsyad, 2002). Di lingkungan sekolah, media memegang peran penting dalam proses perkembangan siswa. Demikian halnya dengan media bimbingan yang merupakan bagian dari layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Sekolah yang memiliki guru BK/Konselor tentunya mampu menerapkan layanan media bimbingan secara tepat dalam proses perkembangan dan masalah yang dihadapi siswa, serta efektif dalam menyampaikan isi pesan yang diberikan dalam media bimbingan. Perkembangan siswa tersebut bisa dilihat dari aspek kognitif atau cara berpikir siswa, aspek afektif atau 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 pengolahan emosional, atau dari aspek psikomotorik yang menyangkut perkembangan perilaku siswa. Bagi sekolah yang belum mampu mengoptimalkan pengkembangan media bimbingan secara tepat dan efektif tentunya akan menimbulkan masalah tersendiri terhadap perkembangan siswa dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru BK melalui media bimbingan. Masalah tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi keahlian atau sumber daya guru BK yang kurang mampu dalam memamfaatkan media bimbingan secara maksimal. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di sekolah menunjukan bahwa masih banyak terdapat sekolah yang belum memanfaatkan media bimbingan dengan baik dalam memberi layanan bimbingan. Ada pun media bimbingan yang diberikan kepada siswa masih kurang mampu menarik perhatian siswa secara kognitif, afektif dan psikomotorik. Faktor eksternal meliputi kebijakan sekolah yang kurang memberikan kesempatan dan perhatian secara khusus kepada guru BK dalam mengelola layanan bimbingan. Hal tersebut dapat dilihat dari tugas yang diberikan sekolah tidak sesuai dengan profesionalitas yang dimiliki guru BK. Sebagai contoh masih banyak terdapat guru BK yang bertugas sebagai tenaga administratif dalam membantu sekolah sebagai menghimpun data. Kenyataan tersebut mengakibatkan guru BK tidak bisa memberikan layanan yang maksimal terhadap perkembangan siswa, sehingga banyak layanan bimbingan kepada siswa yang terabaikan.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Dari faktor-faktor tersebut, tentunya akan mempengaruhi layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Begitu juga dengan pemberian layanan media bimbingan kepada siswa. Jika pemberian media bimbingan tidak berjalan secara maksimal, tentunya siswa akan mengabaikan layanan media bimbingan tersebut. Kemungkinan besar siswa tidak akan merasakan media bimbingan yang diberikan. Kemungkinan lain, bisa saja siswa memberikan persepsi yang tidak sesuai dengan harapan guru BK. Harapan itu terwujud apabila mendapatkan persepsi positif dari siswa. Persepsi siswa terhadap media bimbingan tersebut bisa saja akan menimbulkan penilaian tersendiri bagi siswa. Penilaian itu baik dalam bentuk persepsi negatif atau persepsi positif. Persepsi negatif menunjukan bahwa siswa tidak menerima dan merasakan pesan yang diberikan dalam media bimbingan tersebut, sedangkan persepsi positif artinya siswa menerima dan merasakan pesan yang diberikan. Menerima pesan dalam hal ini adalah isi materi yang diberikan tersebut masuk dalam pikiran atau logika, perasaan, dan tindakan siswa. Adapun Penerimaan pesan tersebut dapat juga mempengaruhi persepsi siswa terhadap media bimbingan serta faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi siswa terhadap media bimbingan. Faktor-faktor yang mempengaruhi persespi ini bisa terlihat dalam perhatian selektif artinya proses konsentrasi pikiran atau pemusatan aktivitas siswa mampu menyeleksis media bimbingan yang diberikan oleh guru BK, kemudian pada saat yang bersamaan pula siswa memilih hanya satu objek dari beberapa objek media bimbingan yang diberikan sementara objek-objek

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 yang lain akan diabaikan oleh siswa. Bisa juga terlihat dalam sifat-sifat rangsang artinya adalah rangsang media bimbingan yang diberikan berupa bergerak akan lebih menarik perhatian siswa daripada rangsang media bimbingan yang diam. Rangsang media bimbingan ini bisa dalam ukuran besar atau kecil, tentu saja siswa akan lebih tertarik pula pada rangsang yang ukurannya lebih besar dibandingkan rangsang yang ukurannya kecil. Kemudian rangsang tersebut bisa saja dalam bentuk kontras atau dalam bentuk yang biasa, tentu dalam hal ini siswa akan tertarik pada rangsang yang berlatar belakang kontras daripada yang berlatar belakang biasa, ( Irwanto, 1988). Nilai-nilai dan kebutuhan individu juga tidak lepas dari faktor yang mempengaruhi Persepsi siswa. Persepsi ini ditentukan oleh sejauh mana rangsang itu bernilai bagi siswa dan sesuai dengan kebutuhannya atau tidak. Maksudnya adalah nilai yang dianut dan kebutuhan yang berbeda akan menyebabkan perbedaan persepsi tersendiri bagi siswa. Walaupun rangsang yang dihadirkan pada dua orang sama, namun persepsi yang terjadi bisa jadi berbeda karena perbedaan nilai dan kebutuhannya, seperti pengalaman terdahulu. Perhatian seorang siswa terhadap rangsang turut ditentukan oleh pengalaman akan rangsang yang dimiliki sebelumnya. Pengalamanpengalaman terdahulu sangat mempengaruhi bagaimana siswa mempersepsikan dunianya. Persepsi merupakan suatu tanggapan terhadap suatu objek, peristiwa atau pengalaman tertentu yang dapat diterima dan

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 dimengerti oleh penerima rangsang atau stimulus sehingga menghasilkan pengetahuan tentang lingkungan sekitar, (Irwanto, 1988). Dari Penjelasan tersebut bahwa peranan guru BK sangat penting dalam pemberian media bimbingan. Tidak boleh lupa juga pemberian layanan ini harus disertai dengan pengamatan guru BK terhadap perkembangan siswa dalam aspek-aspek yang dimiliki, sehingga proses bimbingan yang diberikan bisa mengarahkan persepsi siswa pada persepsi yang positif dan sejalan dengan kebutuhan dan perkembangan siswa. Pemberian bimbingan mengunakan media bimbingan yang tepat dan efektif apabila sejalan dengan tujuan dan fungsi bimbingan. Seperti yang dikemukanan oleh Winkel (1997), tujuan bimbingan adalah agar sesama mengatur kehidupan sendiri, menjamin perkembangan diri sendiri seoptimal mungkin, memikul tanggung jawab sepenuhnya atas arah hidupnya sendiri, menggunakan kebebasannya sebagai manusia secara dewasa dengan pedoman pada cita-cita yang mewujudkan semua potensi yang baik padanya, dan menyelesaikan semua tugas yang dihadapi dalam kehidupan ini secara memuaskan. Lebih lanjut Winkel (1997), menjelaskan fungsi bimbingan adalah membekali siswa dengan pemahaman dan pengetahuan, nilai dan sikap, serta keterampilan yang dirancang dalam kurikulum pengajaran, baik melalui kegiatan kurikuler maupun kokurikuler. Heinich (dalam Arsyad 2010), menjelaskan bahwa dalam penggunaan media yang efektif harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media yang dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 ditetapkan secara umum mengacu pada salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Gerlach & Ely (dalam Arsyad, 2010) mengatakan bahwa media secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap dalam penyampaian pesan yang disampaikan. Dari penjelasan di atas bahwa layanan bimbingan yang diberikan melalui media bimbingan harus mampu menumbuh kembangkan kepribadian siswa dari berbagai aspek yang telah disampaikan. Salah satu Penelitian yang dilakukan oleh Nilawah (2010) menjelaskan bahwa, ada persepsi yang menunjukan bahwa media bimbingan mempunyai peranan penting dalam pemberian bimbingan yang diberikan kepada siswa. Persepasi tersebut dapat terlihat dari persentase dari 101 responden, ada 40 orang siswa (39,60 %) memiliki persepsi yang sangat baik terhadap media bimbingan, 48 orang siswa (47, 52%) baik, 11 orang siswa (10,90%) cukup, 2 orang siswa (1,98%) buruk, dan (0 %) untuk kategori sangat buruk. Berdasarkan hasil identifikasi interpertasi tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap layanan bimbingan menggunakan media bimbingan termaksud dalam kategori baik dan tidak juga memperlihatkan sangat buruk. Dari hasil penelitian ini, tentunya bisa menjadi evaluasi bagi guru BK dalam mengoptimalkan penggunaan media bimbingan di sekolah. Layanan bimbingan yang optimal tidak hanya bisa dilakukan oleh guru BK

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 saja, namun layanan tersebut bisa juga dibantu oleh stakeholder yang lain, baik kepala sekolah, guru pengajar, staf sekolah, serta para siswa, atau lembanga lainnya, sehingga interaksi kerja sama ini bisa sejalan dengan perancangan pengembangan media bimbingan yang akan diberikan. Mengingat pentingnya mengoptimalkan penggunaan media bimbingan di sekolah, maka dari itu guru BK harus tahu tugas pokok dan fungsi dalam melayani siswa, baik dalam bidang kompetensi, pengalaman belajar, serta kesesuaian materi yang disampaikan. Tentunya dengan kesesuaian materi yang disampaikan dalam media bimbingan bisa merubah cara pandang dan persepsi siswa terhadap media bimbingan. Disamping itu, terdapat ragam media bimbingan di SMA Santa Maria Yogyakarta yang masih banyak menggunakan media visual, seperti folder, power point, viwer, papan bimbingan. Namun disisi lain SMA Santa Maria Yogyakarta masih kurang banyak memanfaatkan ragam media bimbingan terdapat pada ragam media bimbingan audio dan audiovisual. Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut. Penelitian ini di fokuskan pada persepsi siswa terhadap layanan media bimbingan yang meliputi aspek: a) modalitas; auditif, visual, dan audiovisual. b) dimensi ruang; auditif, visual, dan audiovisual. c) dimensi waktu; auditif, visual, audovisual. d) konteks; auditif, visual, dan audiovisual. e) tujuan; auditif, visual, serta audiovisual. Peneliti berminat untuk mengetahui bagaimana tingkat persepsi siswa SMA Santa Maria Yogyakarta terhadap ragam media bimbingan dalam kegiatan kesiswaan di Sekolah. Maksud penelitian ini

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 dapat membantu guru BK untuk meningkatkan dan mengembangkan layanan bimbingan yang diberikan. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Seberapa baik persepsi siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta terhadap kebermanfaatan ragam media bimbingan? 2. Berdasarkan hasil analisis butir-butir mana yang belum memadai dalam kebermanfaatan ragam media bimbingan dan implikasinya dalam pengembangan media bimbingan di SMA Santa Maria Yogyakarta. C. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui seberapa baik persepsi siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta terhadap kebermanfaatan ragam media bimbingan. 2. Mengidentifikasi butir-butir apa saja yang belum memadai terhadap kebermanfaatan ragam media bimbingan dan implikasinya dalam pengembangan media bimbingan yang terkait dengan penggunaan media bimbingan di SMA Santa Maria Yogyakarta. D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat:

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 1. Teoritis Pemberian informasi tambahan dan pengembangan khazanah ilmu pengetahuan dalam bidang bimbingan dan konseling, dan dapat menjadi referensi kepustakaan bimbingan dan konseling. 2. Praktis a. Kepala Sekolah Pemberian informasi tambahan untuk mengevaluasi langkahlangkah kebijakan yang telah dilakukan dan telah dicapai dalam rangka pengembangan konselor atau guru bimbingan dan konseling dalam strategi penggunaan media, sehingga para siswa di sekolah semakin yakin terhadap konselor atau guru pembimbing dalam proses pendampingan disekolah. Dapat juga, dijadikan bahan pertimbangan dan pemikiran lebih jauh dalam menentukan kebijakan selanjutnya b. Guru Bimbingan dan Konseling Hasil penelitian ini digunakan untuk menambah wawasan khususnya tentang hal-hal apa saja yang dapat mengembangkan profesional konselor atau guru bimbingan dan konseling dan strategi sekolah dalam mencapai keefektifan layanan bimbingan dalam menggunakan media bimbingan di sekolah. c. Peneliti Selanjutnya Hasil penelitian ini dapat digunakan peneliti lain sebagai sumber inspirasi atau bahan pembanding apabila ingin mengembangkan penelitian di sekitar topik yang sama.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 E. Definisi Oprasional Berikut ini dijelaskan arti beberapa istilah yang terkait dalam judul penelitian. 1. Persepsi terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan Pandangan, pengamatan atau tanggapan siswa kelas XI SMA Santa MariaYogyakarta terhadap kebermanfaatan media bimbingan dalam bentuk perangkat keras yang bisa di raba oleh pengindraan (Hardware) atau bentuk perangkat lunak yang tidak bisa diraba oleh pengindraan (software) yang dapat menyalurkan dan meyampaikan pesan atau informasi atau kejadian, peristiwa, serta tingkah laku manusia yang bersifat bimbingan, dalam hal-hal yang ditemuinya sehari-hari di sekolah SMA Santa Maria Yogyakarta. 2. Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Siswa SMA Santa Maria Yogyakarta adalah siswa dan siswa yang terdaftar sebagai siswa-siswi SMA Santa MariaYogyakarta pada Tahun ajaran 2013/2014.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI Bab ini berisi uraian mengenai pengertian persepsi, kebemanfaatan ragam media bimbingan dan hakekat remaja. A. Persepsi terhadap Manfaat Ragam Media Bimbingan 1. Pengertian a. Persepsi Pengertian persepi dapat dijelaskan oleh beberapa tokoh psikologi, diantaranya adalah (Kartini Kartono, 1984), menjelaskan bahwa persepsi terjadi karena adanya rangsang dari luar individu. Rangsang itu diterima melalui alat indra, kemudian ditafsirkan, sehingga mempunyai arti bagi orang yang bersangkutan. Adanya rangsang dari luar individu mengakibatkan suatu proses dalam diri individu, dan pada akhirnya individu akan memberikan tanggapan. Lebih lanjut dijelaskan (Davidoff,1988), bahwa persepsi adalah proses mengorganisir dan mengabungkan data indra kita (penginderaan) untuk dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat menyadari sekelilingnya, termasuk dirinya sendiri. Hal senanda juga diungkapkan oleh (Rahmat, 1985), bahwa persepsi adalah Pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Selain dari pada itu menurut Down (1973, dalam Abdurahman 1988), persepsi juga dapat diartikan sebagai proses yang terjadi karena adanya suatu objek, yang menghasilkan penghayatan langsung dari objek 11

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 tersebut melalui sebuah atau lebih alat indra itu menurut. Namun menurut (King, 2010), persepsi juga diartikan sebagai proses mengatur dan mengartikan informasi, sensoris untuk memberikan makna. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan suatu ransangan dari luar individu yang diterima untuk dikembangkan sedemikian ruma sehingga dapat menyadari objek sekelilingnya yang disbut dengan media bimbingan. b. Media Bimbingan Media begitu penting dalam hidup untuk proses interaksi dengan sesama dan lingkungan. Pengunaan terhadap media orang dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan dirinya, pengertian media adalah berasal dari bahasa Latin, yang merupakan bentuk jamak dari kata Medium, berarti sesuatu yang terletak di tengah (antara dua pihak atau kutub) atau suatu alat. Website Dictionary (dalam Anitah 2010 ). Lebih lanjut lagi media adalah segala bentuk perangkat keras yang bisa di raba oleh pengindraan (hardware) atau bentuk perangkat lunak yang tidak bisa diraba oleh pengindraan (software) yang dapat menyalurkan dan meyampaikan pesan atau informasi, AECT Association for education communications and Technology (dalam Arsyad 2010). Namun media juga bisa diartikan sebagai peralatan fisik untuk membawakaan atau menyempurnakan isi pembelajaran. Ada juga pendapat mengatakan bahwa media adalah sesuatu yang terletak di tengah-tengah, jadi suatu perantara. Bretz ( dalam Suleman 1981). Ada

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 juga yang mengatakan bahwa media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima pesan yang dituju. Hamidjojo (dalam Arsyad 2010 ). Arti bimbingan menurut Rachman (dalam Winkel 1997), menjelaskan bahawa bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga ia sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar, sesuai dengan tutunan dan keadaan keluarga serta masyarakat. Lebih lanjut Moegiadi (dalam Winkel 1997), menjelaskan bahwa bimbingan merupakan layanan kepada individu-individu, agar mereka dapat menentukan pilihan menetapkan tujuan dengan tepat dan menyesuaikan diri dengan memuaskan di dalam lingkungan di mana mereka hidup. Bertolak dari berbagai definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi terhadap media bimbingan adalah setiap bahan, alat, atau bentuk perangkat keras yang bisa di raba oleh pengindraan (hardware) atau bentuk perangkat lunak yang tidak bisa diraba oleh pengindraan (software) yang dapat meyampaikan pesan atau informasi. informasi yang diberikan dapat mengarahkan siswa untuk memahami diri mereka serta mampu bertindak sesuai dengan pengetahuan, sikap serta keterampilan. 2. Ragam-ragam Media Bimbingan Menurut beberapa ahli media, ada beberapa jenis media bimbingan

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 yang dapat dijelaskan dibawah ini, yaitu: a. Media Visual Menurut (Daryanto, 1993), media visual artinya semua alat peraga yang digunakan dalam proses belajar siswa. Visual ini juga bisa dinikmati oleh siswa lewat panca-indera mata mereka sehingga bentuk dan gambar sangat penting dan utama dalam pemberian media visual terhadap media bimbingan yang diberikan. Media visual juga bisa di bagi menjadi dua yaitu dalam bentuk media visual yang diproyeksikan, seperti power point adalah sebuah alat bantu media visual yang dapat dilihat oleh siswa dalam screen yang dibantu oleh proyektor viwer. media power point ini dalam penyampaian materi sangat membantu dan memfokuskan siswa dalam melihat materi yang sulit terlihat oleh kasat mata, dengan bantuan ini tentunya siswa akan sangat terbantu dan bergairah dalam melihat dan mengamati gambar yang disampaikan oleh guru BK. Di sekolah guru BK bisa mengunkan atau mengoprasikan power point untuk mengisi materi bimbingan sesuai dengan tingat kebutuhan dan masalah siswa. Seperti tema “pacaran yang baik” tentunya tema tersebut untuk bisa muda dimegerti oleh siswasalasatunhya harus dibantu mengunakan slide show yang menarik siswa untuk memperhatian materi power point tersebut. Kedua adalah media visual yang tidak bisa di proyeksikan diantranya: gambar mati bisa menjelaskan kepada siswa tentang keadaan diri siswa atau lingkungan sekitar dalam bentuk gambar yang bisa menarik perhatian mereka; Karikatur adalah bentuk media yang bisa digunakan

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 guru BK dalam memberikan sebuah pesan berupa lelucon yang menarik perhatian siswa. Karikatur ini bisa dalam bentuk sketsa wajah tokoh-tokoh atau bahaya tentang narkoba, dan lain-lain yang akan mambantu siswa untuk menarik perhatian mereka, sehingga siswa mampu menerima isi pesan yang disampaikan. Begitu juga dengan bagan merupakan alat yang digunakan oleh guru BK dalam struktur kerja dan pembagian ruang kerja, seperti membuat struktur kepengurusan OSIS, Pramuka di sekolah atau membuat struktur kepengurusan keorganisasian sekolah yang lainnya. Grafik juga alat bantu guru BK untuk melihat persentase keadaan dalam lingkungan sekolah. Persentase itu bisa dalam bentuk nilai siswa atau yang lainnya. Media visual yang tidak bisa diproyeksikan ini secara sedarhana akan membantu siswa untuk menarik perhatin mereka dakam melihat dan memhami isi pesan yang disampaikan, sehingga dengan bantun media ini siswa dengan mudah untuk mengenal isi pesan yang disampaikan oleh guru BK. Di sekolah tentunya guru BK harus bisa memanfaatkan media gambar sebagai sarana yang membantu siswa untuk tertarik untuk melihat media gambar tersebut, seperti membuat karikatur hidup bersih, atau cinta langungan dan dilengkapi dengan tokoh-tokh yang mengispirasi siswa. Media visual Peta merupakan alat yang paling sederhana dalam pengunaanya. Guru BK bisa mengembangkan peta ini tidak hanya dalam bentuk tempat dan wilayah saja. Peta bisa juga digunakan untuk kebutuhan siswa dalam bentuk pembuatan peta pemikiran (mind map) siswa. Begitu juga dengan peta pemikiran, dalam hal ini guru BK harus

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 bisa mengajak siswa untuk membuat peta pikiran siswa sendiri sesuai dengan tingkat kemampuan yang siswa miliki. b. Media Auditif Sekolah yang aktif dalam pemberdayaan BK tahu pentingnya media auditif dalam pemberian pesan lewat media bimbingan karena ini akan merangsang siswa dalam indra pendengaran. Menurut (Anitah 2010:38), media audio merupakan suatu media untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima pesan melalu indra pendengar, agar media tersebut benar-benar dapat membawakan pesan yang mudah diterima oleh pendengar, dan harus mengunakan bahasa audio. Secara sederhana bahasa audio adalah bahasa yang memadukan elemen-elemen suara, bunyi, musik yang agung, suara yang merdu, dan lain-lain. Media audio ini diantaranya: Recording adalah alat untuk perekam suara-suara. Alat ini bisa digunakan oleh guru BK untuk memutar kembali isi pesan yang disampaikan dan jika sewaktu-waktu diperlukan. Recording ini tidak jauh beda dengan media auditif yang lainnya, seperti tape, karena media tersebut cenderung sama dalam pemberian pesan. Pesan yang disampaikan tersebut harus berupa informasi yang edukatif serta reflektif yang bisa mengirahkan emosional siswa dalam menerima isi materi yang disampaikan oleh guru BK, seperti musik instrumetal, musik mozart, dan lain-lain. Di sekolah tentunya guru BK bisa memanfaatkan media audio ini secra lebih efektif, seperti menghidupkan musik instrumental dalam kelas atau pengunaan speaker oleh guru BK dalam

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 pemberian materi bimbingan, sehinnga dengan cara ini guru BK bisa melihat tingkat respon siswa dalam menerima materi bimbingan yang disampaikan. c. Media Audiovisual Menurut (Anitah 2012:55), media audio visual adalah media yang menujukan unsur pendengaran maupun penglihatan. Media audiovisual adalah separangkat alat yang memperoyeksikan gambar bergerak dan bersuara. Paduan antara gambar dan suara dapat membentuk karakter yang sama dengan objek aslinya (Sanaky 2011). Jenis media audiovisual ini di bagi menjadi dua yaitu slide suara dan televisi yang semuanya menyangkut dalam penyampaian informasi dalam bentuk suara dan bisa dilihat. Penyampaian informasi itu bisa berfungsi sebagai penerangan, penyuluhan, ilmu pengetahuan, pendidikan, serta hiburan (Anitah 2012:55). Alat media audiovisual slide suara diantaranya: movie maker yaitu alat yang menerangkan sebuah gambar dalam sebuak video gambar yang bergerak yang berisikan pasan atau informasi yang disertai oleh suara, sehingga suara yang ada memberi stimulus berarti bagi siswa dalam waktu penanyangan. Di sekolah guru BK sering mengunakan media Movie maker ini sebagai materi bimbingan dalam kelas dalam tema-tema tertentu, tujuanya untuk mengedukasi siswa dalam memahami materi bimbingan yang disampakan secara efektif dan memuaskan.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Alat media audiovisual televisi yaitu diantaranya: Video youtube merupakan alat media yang maju dalam perkembanganya, dengan mengunakan media youtube siswa bisa melihat langsung dan belajar langsung dari aspek gerak, mendengar, dan melihat. Media youtube sangat memungkinkan bagi siswa untuk mencontoh sikap, perilaku, serta tindakan yang disampaikan. Contoh yang didalamnya adalah mengarahkan siswa pada sikap, perilaku, serta tindakan yang positif (Anitah 2012). Di sekolah guru BK sangat mudah dan efektif dalam memberikan materi bimbingan kepada siswa melalui audiovisual, contohnya adalah guru BK memutarkan film yang bertemakan tentang motivasi untuk menghadapi ujian akhir sekolah. Tentunya Film ini sangat membatu marangsang siswa dalam semangat belajar. 3. Manfaat Ragam Media Bimbingan Sadiman dkk (2008: 17-18) mengatakan bahwa secara umum media bimbingan mempunyai kegunaan-kegunaan atau kebermanfaatan sebagai berikut: a) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis ( dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka). b) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra seperti: (1) Objek yang terlalu besar bisa diganti dengan realita, gambar. Jika di sekolah guru BK mengukana gambar, misalnya gunung merapi meletus, dengan gambar yang disajikan siswa bisa mamahami dan melihat gunug merapi yang sedang meletus dengan tanpa harus

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 datang pada objek yang disampaikan. (2) Gerak yang terlalu lambat atau cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed photography. Jika di sekolah guru BK bisa menggunakan tameline dalam slide show powerpoint dalam memberikan materi bimbingan (3) Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal; di sekolah guru BK bisa menggunakan video dokumentar yang sesuai dengan materi bimbingan, seperti tema lingkungan guru BK bisa memutarkan film tentang lingkungan yang hijau dan bersih. (4) Objek yang terlalu kompleks misalnya mesin-masin dapat disajikan dengan model, diagram dan lain-lain. Jika disekolah guru BK bisa mengunakan diagram untuk membudahkan siswa untuk melihatnya, seperti tabel sosiogram dan sosiometri. Selain itu, menurut Dale ( dalam Arsyad 2010) juga menjelaskan mengenai manfaat media bimbingan di sekolah adalah: a) Meningkatkan rasa saling pengertian dan simpati sesama siswa di lingkungan sekolah. b) Membuahkan perubahan singnifikan tingkah laku siswa. c) Menunjukan hubungan antara materi dan kebutuhan dan minat siswa dengan meningatkan motivasi belajar siswa. d) Membawa kesegaran dan variasi bagi berbagi kemampuan siswa.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 e) Mendorong pemanfaatan yang bermakna dari materi bimbingan dengan jalan melibatkan imajinasi dan partisipasi aktif yang mengakibatkan meningkatnya hasil motivasi belajar siswa. f) Memberikan umpan balik yang diperlukan yang dapat membantu siswa menemukan seberapa banyak materi bimbingan yang mereka dapatkan. g) Melengkapi pengalaman yang kaya dengan pengalaman itu konsepkonsep yang bermakna yang dapat dikembangkan. h) Memperluas wawasan dan pengalaman siswa yang mencerminkan pembimbingan nonverbalistik dan membuat generalisasi yang tepat. i) Meyakinkan diri bahwa urutan dan kejelasan pikiran yang siswa butuhkan jika mereka membangun struktur konsep dan sistem gagasan yang bermakna. B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan Menurut Irwanto, dkk (1988) ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi, yaitu: a. Perhatian yang Selektif Perhatian adalah proses konsentrasi pikiran atau pemusatan aktivitas mental. Perhatian melibatkan proses seleksi terhadap beberapa objek yang hadir pada saat yang bersangkutan, kemudian pada saat yang bersamaan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 pula seseorang memilih hanya satu objek, sementara objek-objek yang lain diabaikan. Dari kehidupan sehari-hari, seseorang akan menerima rangsang dari lingkungannya. Apabila suatu rangsang mendapat perhatian penuh dari individu, maka rangsang tersebut akan disadari dan ditanggapi dengan cepat, sedangkan rangsang yang kurang mendapat perhatian akan kurang disadari dan kurang ditanggapi. Semakin besar perhatian seseorang, semakin besar kesadarannya akan rangsang itu dan semakin besar pula kemungkinan orang yang bersangkutan menanggapinya. Semakin kecil perhatian seseorang, semakin kecil kesadarannya akan rangsang yang bersangkutan dan semakin kecil pula kemungkinan individu untuk menanggapinya. Di lingkungan sekolah tentunya guru BK bisa mengunakan media bimbingan secara lebih efektif dalam segi perhatian yang selektif, sehingga siswa bisa cepat menangapi media bimbingan, seperti media yang unik dan jarang dilihat oleh siswa. b. Sifat-sifat Rangsang Rangsang yang bergerak akan lebih menarik perhatian bagi seseorang daripada rangsang yang diam. Seseorang akan menaruh perhatian pada rangsang yang ukurannya lebih besar daripada rangsang yang ukurannya kecil. Rangsang yang akan lebih mendapat perhatian seseorang adalah rangsang yang berlatar belakang kontras daripada yang berlatar belakang biasa. Rangsang yang akan lebih mendapat perhatian adalah rangsang yang intensitas rangsangnya paling kuat. Di lingkungan sekolah guru BK tentunya bisa memanfaatkan media bimbingan secara

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 ekfetif dengan megunkan media bimbingan bacdrop yang konters dengan benda yang lainnya. c. Nilai-nilai dan Kebutuhan Individu Persepsi juga ditentukan oleh sejauh mana rangsang itu bernilai bagi seseorang dan sesuai dengan kebutuhannya. Nilai yang dianut dan kebutuhan yang berbeda akan menyebabkan perbedaan persepsi. Walaupun rangsang yang dihadirkan pada dua orang sama, namun persepsi yang terjadi bisa jadi berbeda karena perbedaan nilai dan kebutuhannya. Di lingkungan sekolah guru BK bisa mengunakan persepsi yang sama terhadap media bimbingan yang diperhatikan oleh siswa seperti tulisan yang bertemakan” hidup sehat” . Tema tersebut bisa merangsang siswa pada penilaian tersendiri bagi siswa terhadap media bimbingan yang diberikan. d. Pengalaman Terdahulu Perhatian seseorang terhadap rangsang turut ditentukan oleh pengalaman akan rangsang yang dimiliki sebelumnya. Pengalamanpengalaman terdahulu sangat mempengaruhi bagaimana orang mempersepsikan dunianya. Persepsi merupakan suatu tanggapan terhadap suatu objek, peristiwa atau pengalaman tertentu yang dapat diterima dan dimengerti oleh penerima rangsang a ta u stimulus sehingga menghasilkan pengetahuan tentang lingkungan sekitar. Stimulus adalah segala sesuatu yang mengenai reseptor sehingga organisme menjadi aktif (Walgito,

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 2004). Stimulus dapat berasal dari dalam dan dari luar individu, tetapi kebanyakan berasal dari luar individu. Dari lingkungan sekolah guru BK bisa memanfaatkan media bimbingan sebagai stimulus yang baik kepada siswa. Contohnya melalui film dokumenter yang menjelaskan tentang kehidupan-kehidupan di masa lalu seperti kisah seorang anak yang ingin sekolah tapi tidak ada buaya, namun semangat ingin sekolahnya tetap tinggi. Tentu film ini mampun menciptakan siswa lebih positif dan bisa memberi pesan moral dalam semangat untuk mengiuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. C. Aspek-aspek Persepsi terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan Menurut Walgito (1994) dan Alfian (1985) persepsi terjadi dalam suatu konteks tertentu, konteks tersebut sebagai dunia persepsi. Agar dihasilkan suatu pengindraan yang bermakna terhadap manfaat ragam media bimbingan, ada aspek-aspek yang mendukung diantaranya adalah: 1. Modalitas; Auditif, Visual, dan Audiovisual Modalitas dalam persepsi menunjukan kenyataan dan keharusan yang menunjuk pada suatu objek yang menjadi rangsangan yang akan diterima oleh indra. Rangsang-rangsangan yang diterima harus sesuai dengan modalitas tiap-tiap indra, yaitu sifat sensoris dasar dari masingmasing indra contohnya cahaya untuk pengelihatan, bau untuk penciuman, suhu untuk perasa, bunyi untuk pendengaran dan sifat permukaan bagi

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 peraba. (Irwanto, 2002). Idealnya guru BK menggunakan media bimbingan dengan mengoptimalkan rangsangan yang sesuai dengan modalitas tiap-tiap indra yang dimiliki oleh siswa agar siswa yang menyimaknya secara langsung. Contoh pada jenis media visual guru BK dapat mengunakan pencahayaan yang seimbang pada power point agar siswa dapat merasa nyaman saat membaca materi yang diberikan, seperti warna tulisan harus kontras dan background power point dan pemberian slide yang menarik sehingga bisa menarik perhatian siswa. Pada contoh jenis auditif guru BK dapat mengunakan speaker sebagai alat bantu pengeras suara saat memberikan materi bimbingan, seperti memberikan materi di luar kelas dan di dalam kelas sehingga siswa bisa mendengar isi pesan materi yang disampaikan, sedangkan pada audiovisual guru BK dapat mengunakan alat bantu moviemaker untuk membantu siswa dalam menyimak suatu video singkat yang akan diputarkan. Contohnya adalah memberikan video tentang bahaya narkoba bagi kalangan remaja, sehingga siswa bisa mengetahui isi pesan yang diberikan. 2. Dimensi Ruang; Auditif, Visual, Audiovisual Dimensi ruang menyatakan ukuran luas dan isi dari suatu ruang. Dunia persepsi mempunyai sifat ruang (dimensi ruang). Kita dapat menyatakan atas bawah, tinggi rendah, luas sempit, depan dan belakang (Irwanto,2002). Pengunaan media dalam bimbingan dan konseling dapat membantu guru BK untuk menyatakan dimensi ruang yang tidak mungkin

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 dicapai oleh indra. Hal ini diperkuat oleh Daryanto (2010) yang menyatakan bahwa manfaat penggunaan media adalah mengatasi keterbatasan ruang. Guru BK dapat mengunakan media bimbingan untuk menyatakan atau menjelaskan objek yang terlalu besar atau terlalu kecil. Objek yang terlalu besar atau terlalu kecil dapat dibantu dengan realita gambar, film bingkai, film, atau model. Oleh sebab itu, penggunaan media dalam bimbingan dan konseling dapat membantu siswa untuk neyatakan dimensi ruang seperti atas dan bawah, tinggi dan rendah, depan dan belakang, besar dan kecil serta berbagai macam objek yang tidak dapat dijangkau oleh mata manusia. Contohnya seperti suatu kejadian mengenai tawuran antar pelajar yang terjadi di tempat lain. Pada jenis auditif guru BK dapat mengunakan video singkat yang dilengkapi dengan suara hasil rekaman asli yang menceritakan tentang bencana alam yang terjadi di tempat lain, sehingga siswa dapat merasakan suasana pada saat terjadi bencana alam tersebut. Pada jenis visual objek yang lebih besar atau kecil dapat dijelaskan menggunakan buku bacaan, contohnya proses perkembangan remaja secara fisik dan psikologis. Pada jenis Audiovisual penggunaan film singkat dapat membantu siswa mengetahui suatu kejadian yang terjadi di tempat lain yang letaknya sangat jauh. 3. Dimensi Waktu; Auditif, Visual, Audiovisual Dimensi waktu menunjukan masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Dunia persepsi mempunyai dimensi waktu seperti cepat, lambat,

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 tua, dan muda (Irwanto, 2002). Pada penggunaan media bimbingan, materi bimbingan berupa gerak yang terlalu lambat atau cepat, dapat dibantu dengan timeplase atau high-speed photography. Selain itu, kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto, poster, folder atau brosur, buku bacaan maupun secara verbal (Sadiman, 2008). Contoh pada jenis auditif guru BK dapat mengunakan bantuan Cassette yang mengeluarkan irama yang mengeras untuk membantu guru BK untuk menjelaskan suatu kejadian yang bergerak cepat. Pada jenis visual guru BK dapat mengunakan poster untuk menjelaskan rangkaian suatu materi contohnya langkah berterimakasih kepada sahabat, pada jenis audiovisual guru BK dapat menjelaskan proses perubahan dari embrio menjadi bayi. 4. Konteks; Auditif, Visual, Audiovisual Konteks menunjukan objek yang dilihat secara menyeluruh lengkap dengan situasi dimana objek tersebut berbeda. Di dalam dunia persepsi objek-objek atau gejala-gejala dalam dunia pengamatan mempunyai struktur yang menyatu dengan konteksnya. Struktur dan konteks ini merupakan keseluruhan yang menyatu. Contohnya kita melihat meja tidak berdiri sendiri tetapi dalam ruang tertentu di saat tertentu, letak atau posisi tertentu (Irwanto, 2002). Pemberian materi dengan mengunakan media yang lengkap dan tidak berdiri sendiri dapat membantu siswa untuk mudah menafsirkan

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 materi bimbingan yang diberikan sehingga memberi kesamaan persepsi kepada setiap siswa (Sanaky 2011: 6). Contoh pada visual guru BK dapat menjelaskan cara menyikat gigi yang baik dengan membawa alat peraga berapa alat sikat gigi, pasta gigi, dan bentuk susunan gigi tiruan yang bisa digunakan sebagai alat peraga. Pada audoivisual guru BK dapat menampilkan video mengenai suatu kejadian seperti proses meminta maaf yang benar-benar terjadi ditempat kejadian dan diperanakan. 5. Tujuan; Auditif, Visual, Audiovisual Tujuan adalah sesuatu yang hendak dicapai oleh manusia. Dunia persepsi merupakan dunia penuh arti, kita cenderung melakukan pengamatan atau persepsi pada gejala-gejala yang mempunyai makna bagi kita, yang ada hubungan dengan tujuan dalam diri kita. (Irwanto, 2002). Penyajian materi bimbingan oleh guru BK dengan mengunakan jenis media bimbingan yang disesuaikan dengan tujuan yang hendak dicapai oleh siswa dapat membantu siswa tertarik untuk membaca, melihat, mendengar, menafsirkan, dan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Pada Auditif penggunaan media yang menyangkut pendengaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa, contohnya dalam menyajikan sebuah lagu yang baru secara bersama yang diputarkan lewat video, hendaknya dibantu dengan alat pengeras suara atau speakar agar siswa dapat mendengar dan mengikuti secara bersama. Contohnya dengan musik instrumet mozart. Pada audiovisual pemutaran film yang relevan dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa dapat membuat siswa tertarik dan

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 antusias dalam menyimak materi bimbingan yang diberikan dengan menggunakan media bimbingan seperti penggunaan viwer. Contohnya pemutran video motivasi dalam belajar yang diisi oleh tokoh-tokoh yang isnpiratif, sehnigga siswa seakin yakin akan semagant belajar dan tujuan belajar yang baik. D. Hakikat Remaja 1. Pengertian Remaja Masa remaja merupakan masa transisi atau peralihan dari masa anak menuju masa dewasa. Pada masa ini individu mengalami berbagai perubahan, baik fisik maupun psikis. Masa remaja sering juga disebut sebagai masa adolesen, yang berasal dari kata adolescere yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Kedewasaan atau kematangan ini mencangkup kematangan fisik, mental, emosional, serta sosial (Suadirman, 1995:121). Pandangan ini di dukung oleh Piaget (Hurlock 1991), menjelaskan masa remaja adalah masa usia dimana individu berintegrasi dengan masyarkat dewasa, usia dimana anak tidak lagi merasa di bawah tingkat orang-orag yang lebih tua melainkan berada pada tingkat yang sama, sekurang-kurangnya dalam masalah. Sarlito (1989:14) menjelaskan bahwa untuk masyarkat indonesia, masa remaja berlangsung usia antara 11-14 tahun, sedangkan menurut WHO tahun 1974 (dalam Sarlito, 1989:9) remaja adalah suatu masa dimana: a. Individu berkembang dari saat pertama ia menunjukan tanda-tanda seksual sekunder sampai saat ia mencapai kematangan seksual.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 b. Individu mengalami perkembangan psikologik pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa. c. Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mendiri. Monks dkk (1989). remaja sebenarnya tidak memiliki tempat yang jelas. Mereka sudah tidak termasuk golongan anak-anak, tetapi belum juga dapat diterima secara penuh untuk masuk ke golongan orang dewasa. Remaja berada di antara anak dan orang dewasa. Oleh karena itu remaja seringkali dikenal dengan fase pencarian jati diri. Remaja masih belum mampu menguasai dan memfungsikan secara maksimal fungsi fisik maupun psikisnya. Namun fase remaja merupakan fase perkembangan yang berada pada masa amat potensial, baik dilihat dari aspek kognitif, emosi maupun fisik. 2. Ciri-ciri Masa Remaja Seperti halnya dengan semua periode yang penting selama rentang kehidupan, masa remaja mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum atau sesudahnya. Ciri-ciri tersebut anara lain Hurlock, (1997): a. Masa remaja sebagai periode yang penting periode peralihan: Di masa ini adalah tahun kehidupan yang penuh kejadian sepanjang menyangkut pertumbuhan dan perkembangan. Perkembangan fisik dan mental yang cepat dan penting dimana semua perkembangan itu

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 menimbulkan perlunya penyesuaian mental dan sikap, nilai dan minat baru. Lebih lanjut lagi disebutkan bahwa masa remaja sebagai periode peralihan atau terputusnya dari apa yang telah terjadi sebelumnya. Tetapi peralihan tersebut merupakan perpindahan dari satu tahap perkembangan ke tahap perkembangan berikutnya, dengan demikina dapat diartikan bahwa apa yang telah terjadi sebelumnya akan meninggalkan bekas pada apa yang terjadi sekarang dan yang akan datang, serta mempengaruhi pola perilaku dan sikap yang baru pada tahan berikutnya. b. Masa remaja sebagai periode perubahan: Selama awal masalah remaja, ketika perubahan fisik terjadi dengan pesat, perubahan perilaku dan sikap juga berlangsung pesat. Ada tiga perubahan yang sama yang hampir bersifat universal, yaitu: a) Tingkat emosi yang intensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi. b) Perubahan tubuh, minat serta peran yang diharapkan oleh kelompok sosial, menimbulkan masalah baru. c) Sebagian besar remaja bersikap ambivalen terhadap setiap perubahan. Mereka sering takut bertanggung jawab akan akibatnya dan meragukan kemampuan mereka untuk dapat mengatasi tanggung jawab terebut. c. Masa remaja sebagai usia bermasalah: periode mempunyai masalahnya tersendiri, namun masalah remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi baik oleh anak laki-laki maupun anak perempuan. Ada dua alasan bagi kesulitan ini, yaitu: (1) Sepanjang masa kanak-kanak, masalah yang terjadi pada anak sebagian diselesaikan oleh

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 orang tua dan guru-guru, sehingga kebanyakan remaja t i da k berpengalaman dalam mengatasi masalah. (2) Para remaja merasa diri mandiri sehingga mereka ingin mengatasi masalahnya sendiri, menolak bantuan orang tua dan guru-guru. d. Masa remaja sebagai masa mencari identitas: Masa pencarian identitas ini dimulai pada akhir masa kanak-kanak, penyesuaian diri dengan standar kelompok lebih penting dari pada bersikap lebih individulaistis. Penyesuaian diri dengan kelompok pada remaja awal masih tetap penting bagi akan laki-laki dan anak perempuan, namun lambat laun mereka akan mendambakan identitas diri dengan kata lain ingin menjadi peribadi yang berbeda dengan orang lain. e. Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan: Anggapan setereotip budaya bahwa remaja adalah anak-anak yang tidak rapi, yang tidak dipercaya dan cenderung merusak dan berperilaku merusak. Dilanjutkan dengan masa remaja tidak realistik untuk melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya, terlebih dalam hal cita-cita. Semakin tidak realistik cita-citanya ia akan cendering akan semakin marah. Remaja akan merasa kecewa jika ia akan tidak berhasil dalam mencapai tujuannya yang ditetapkanya sendiri. 3. Tugas Perkembangan Remaja akan menemui sejumlah tugas perkembangan yang harus

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 dihadapi dan dijalaninya. Tugas perkembangan remaja menurut Havighurts (dalam Achdiyat 1981), sebagai berikut: a. Mencapai hubungan baru dan lebih matang dengan teman-teman sejensi dan lawan jenis. b. Remaja diharapkan dapat memperluas hubungan atau relasi sosial, membina hubungan kerja sama baik dengan teman sejenis mapupun lawan jenis. Dalam membina relasi dengan orang lain, dan remaja perlu mengatasi konflik yang terjadi. c. Mencapai peran sosial. Remaja mempelajari dan menerima perananya sebagai pria dan wanita sesuai dengan norma-nora yang berlaku di masyarkat. d. Mmenerima keadaan fisik dan menggunakan tubuhnya secara efisien. Remaja perlu belajar menerima dan menghargai perubahan yang terjadi pada dirinya, khususnya perubahan fisik. Terjadinya perubahan fisik pada remaja menjadikan remaja mampu memelihara dan merawat dirinya sendiri dengan perasaan puas. e. Mengharapkan dan mencapai perlilaku sosial yang bertanggung jawab. Remaja ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial sebagai orang dewasa yang bertanggung jawab sehngga menghormati dan mentaati nilai atau norma sosial yang berlaku di masyarkat. f. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya. Remaja mulai menunjukan kemandirian, tidak menganggap dirinya

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 anak- anak lagi yang selalu terikat pada orang tua dan orang dewasa lainnya. Hal ini diwujudkan dengan mulai menyelesikan masalahnya sendiri tanpa bergantung pada orang tua atau orang dewasa lainnya. g. Mempersiapkan karier ekonomi. Remaja mulai memikirkan kariernya di masa yang akan datang, dengan demikian remaja mengarapkan kebebasan dalam memilih kerier yang dinginkannya. h. Mempersiapkan perkawinan atau berkeluarga. Remaja diharapkan sudah memiliki konsep tentang keluarga yang bertanggung jawab, menyusun atau menrencanakan masa depan, memiliki pengetahuan sebagai pria atau wanita dalam membina rumah tangga. i. Memperoleh perangkat nilai sebagai pegangan hidup. Remaja diharapkan mengatahui dan mengembangkan pengetahuan tentang nilai-nilai yang berlaku sebagai pedoman hidup. Pedoman tersebut dapat dijaikan falsafah hidupnya.

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini memuat beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi penelitian, antara lain jenis penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian, dan teknik pengumpula data. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei. Furchan (2005: 415-418) mengatakan penelitian dengan metode survei dirancang untuk memperoleh informasi dengan mengumpulkan data yang relatif terbatas dari kasus-kasus yang relatif besar jumlahnya. Penelitian destruktif dengan metode survei dalam peneltian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang persepsi siswa terhadap manfaat ragam media bimbingan pada siswa kelas XI di SMA Santa Maria, Yogyakarta Tahun ajaran 2013-2014. B. Sebjek penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Santa Maria, Yogyakarta Tahun ajaran 2013-2014. Uji coba penelitian menggunakan dua kelas dengan responden sebanyak 42 siswa dengan kelas XI IPS I dan kelas IPS II sedangkan penelitian mengunakan dua kelas dengan responden sebanyak 41 siswa dengan kelas XI IPA dan kelas XI Bahasa. 34

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Tabel 1 Daftar Subjek Uji Coba Penelitian Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013-2014 Kelas XI IPS I XI IPS II Jumlah 20 22 42 Tabel 2 Daftar Subjek Penelitian Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 Kelas Jumlah XI IPA 20 XI Bahasa 21 41 Siswa kelas XI dipilih sebagai populasi adalah tidak begitu sibuk dengan ujian-ujian, baik ujian sekolah, atau ujian akhir nasional dan test masuk untuk keperguruan tinggi. Selain itu kelas XI dianggap mampu untuk menilai ragam media bimbingan karena sudah berada selama satu tahun di sekolah mereka. C. Instrumen Penelitian 1. Kuesioner Alat pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah kuesioner persepsi siswa terhadap ragam media bimbingan pada siswa kelas XI SMA Santa Maria, Yogyakarta Tahun ajaran 2013-2014 dengan bentuk tertutup. Kuesioner bentuk tertutup berisi pertanyaan-pertanyaan yang

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 disertai dengan pilihan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut (Furchan, 2005: 260). Kuesioner yang disusun oleh peneliti memuat aspekaspek persepi siswa terhadap ragam media bimbingan menurut Irwanto (2002) yaitu: a) modalitas; auditif, visual, dan audiovisual. b) dimensi ruang; auditif, visual, dan audiovisual. c) dimensi waktu; auditif, visual, audovisual. d) konteks; auditif, visual, dan audiovisual. e) tujuan; auditif, visual, serta audiovisual. 2. Format Skala Skala yang disusun dalam penelitin ini yaitu menggunkan metode rating yang dijumlahkan (method of summated rating), atau penskalaan model Liker. Summated rating merupakan salah satu metode penskalaan pernyataan sikap yang menggunakan distribusi respon sebagai dasar penentuan nilai sikapnya (Gable dalam Azwar, 2005). Dalam skala yang menggunakan metode summated rating, subjek diminta untuk merespon pernyataanpernyataan yang dirumuskan secara favorable dan unfavorable tentang sebuah objek yakni ragam media bimbingan. Pada instrumen penelitian ini, terdapat pernyataan- pernyataan yang mengungkap persepsi siswa terhadap ragam media bimbingan, yang terdiri dari 60 item dengan empat pilihan jawaban yaitu Sangat Setuju, Setuju, Tidak setuju, Sangat Tidak Setuju. Keempat pilihan tersebut mempunyai skor msing-masing adalah; sangat setuju = 4; setuju = 3; tidak setuju = 2; dan sangat tidak setuju = 1 untuk pernyataan positif ( item favorable) dan sebaliknya untuk pernyatan negatif (item unfavorable). Adapun total skor dari masing-masing responden adalah

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 hasil penjumlahan skor dari seluruh item yang tersedia dan dijadikan sebagai data olahan untuk kepentinga analisis penelitian ini. Pernyataan favorable adalah yang memihak pada objek ukur atau yang mengindikasikan tingginya atribut yang diukur, sedangkan pernyataan unfavorable adalah pernyataan yang tidak memihak pada objek ukur atau yang mengindkasikan rendahnya atribut yang diukur. Kategori jawaban akan diskor 1-4 menurut tingkat penolakan dan dukungan terhadap isi pernyataan. Skoring dapat dilihat pada tabel 3 di bawah ini. Tabel 3 Skor Berdasarkan Kategori Jawaban Jawaban Skor Favorable Unfavorable Sangat Setuju (SS) 4 1 Setuju (S) 3 2 Tidak Setuju (TS) 2 3 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 4 Responden diharapkan untuk menjawab pernyataan-pernyataan instrumen kuesioner persepsi siswa terhadap ragam media bimbingan dapat memilih salah satu alternatif jawaban yang telah disediakan menggunakan tanda centang (√). Skoring dilakukan dengan cara menjumlahkan jawaban responden pada masing-masing item. Konstruk atau kisi-kisi instrumen penelitian yang telah disusun pada tabel 4 pada halaman selanjutnya.

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Tabel 4. Konstruk Istrumen Uji Coba Penelitian Persepsi Siswa terhadap Kebermanfaatan Regam Media Bimbingan No 1 2 3 4 5 Aspek Modalitas: Auditif, Visual, Audiovisual Dimensi Ruang: Auditif, Visual, Audiovisual Dimensi Waktu: Auditif, Visual, Audiovisual Kontekstual: Auditif, Visual, Audiovisual Tujuan: Auditif, Visual, Audiovisual Indikator 1.1. Materi bimbingan yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh pendengarnya 1.2. Penyajian objek persentasi Materi bimbingan yang diberikan diterima secara kasat mata 1.3. Materi bimbingan disajikan secara optimal dan dapat diterima dengan baik oleh kasat mata dan pendengaran siswa 2.1. Memudahkan siswa dalam memahami objek yang lebih rendah yang tidak terjangkau oleh pendengaran 2.2 Memudahkan objek yang lebih kecil yang tidak dapat dijangkau oleh mata manusia 2.3. Memudahkan objek yang lebih kecil dan rendah yang tidak terjangkau oleh mata manusia dan pendengaran 3.1. Memperjelas materi bimbingan melalui alat perekam suara mengenai kejadian di masa lalu, sekarang, dan masa depan 3.2. Memperjelas objek yang disampaikan mengenai kejadian yang terjadi di masa lalu, sekarang, dan masa depan 3.3. Mampu memperjelas secara optimal materi bimbingan yang disampaikan tentang kejadian di massa lalu, sekarang, dan masa depan 4.1. Memperoleh keseragaman pemahaman dari materi yang disampaikan lewat rekaman suara 4.2. Menyatukan pemahaman yang berbeda-beda dari materi bimbingan yang dilihat secara kasat mata 4.3. Penyajian materi bimbingan mengunakan alat video atau film menyatukan pemahaman yang berbedabeda 5.1. Penyajian materi bimbingan dengan mengunakan pemutaran rekaman suara dapat meningkatkan semangat belajar 5.2. Penyajikan objek persentasi merangsang minat siswa untuk melakukan hal-hal bermanfaat yang didapat selama proses bimbingan 5.3. Penyajian materi bimbingan yang diberikaan melalui video atau film dapat merangsang dan meningkatkan semangat belajar dan dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat Jumlah Total Item Sumber : data Primer diolah, 2013 No item Item fav Item Unfav 12, 45 14, 53 1, 5 11, 32 3, 60 6, 16 2, 20 4, 10 24, 30 25, 39 9, 50 7, 48 31, 56 13, 29 8, 22 15, 43 23, 59 35, 42 19, 28 18, 26 33, 40 21, 46 17, 54 47, 58 34, 57 37, 49 36, 41 38, 51 27, 55 44, 52 30 30

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 2. Hasil Validitas dan Reliabilitas Kuesioner a. Validitas Kuesioner Validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Azwar, 2008:5). Validitas menujuk kepada sejumlah mana suatu alat mampu mengukur apa yang seharusnya diukur (Furchan, 2007: 293). Menurut Nurgiyantoro (2009:338) dapat dikatakan bahwa validitas alat penelitian memperoleh apakan alat ini dapat mengukur apa yang akan dikukur. Validitas yang diperiksa dalam penelitian ini adalah validitas ini (content validity). Validitas ini adalah yang mempertanyakan bagiamana kesesuaian antara instrumen dengan tujuan dan deskripsi masalah yang akan diteliti (Nurgiyantoro, 2009:339). Kualitas instrumen penelitian ini diperiksa dengan validitas isi (content validity), mengingat penyusunan instrumen dilakukan oleh peneliti sendiri berdasarkan konsep tertentu yang dioprasionalkan pada kisi-kisi sesuai dengan aspek-aspek konstruksinya yang dijabarkan dalam indikator-indikator atribut (isi) setiap aspek, dan perumusan item untuk setiap muatan isi indikator. Pemeriksaan keterpenuhan validitas isi didasarkan pada pertimbangan yang dilakukan oleh ahli (expert judgment), guna menelaah secara logis kesesuian dan rumusan setiap butir pernyataan kuesioner agar setiap item pernyataan yang dibuat tepat dengan aspek tujuan dan kandungan indikator atributnya sebagaimana dikonstruk dalam kisi-kisi instrumen, sehingga dapat dinyatakan baik (Nurgiyantoro, 2009:339). Penelaahan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 butir-butir pada instrumen dilakukan oleh Ibu Ag. Krisna Indah Marheni, S.Pd.,M.A. selaku dosen pembimbing dan dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Setelah dilakukan penelaahan terhadap instrumen, hasil yang didapat tidak ada perubahan dan perbaikan terhadap butir-butir instrumen. Hasil telaah ahli dilengkapi dengan uji empirik untuk memberikan keterpenuhan kriteria konsistensi internal setiap item terhadap aspekaspeknya. Teknik uji yang digunakan adalah dengan cara mengkorelasikan skor-skor item terhadap skor-skor aspek melalui pendekatan analisis korelasi Pearson Product moment Format : rxy n¦ &8  ¦ &

(60) ¦ 8

(61) ^n¦ & 2 `^  ¦ &

(62) n¦ 8 2  ¦ 8

(63) 2 2 ` Keterangan : r xy = korelasi skor-skor butir dengan skor total persepsinya n = jumlah subyek x = skor butir kuesioner y = skor total perspek kuesioner xy = hasil perkalian antara skor x dan skor y Komputasi pengujian validitas empirik digunakan berdasarkan perhitungan Nurgiyantoro (2009: 341) yang menjalaskan bahwa item-item uji coba dapat dinyatakan valid jika koefisien korelasi (r) yang diperoleh ≥ daripada koefisien di tabel nilai-nilai kritis r yaitu pada signifikansi 5% atau 1%. Peneliti menggunakan perhitungan tersebut didasarkan pada asumsi dari Azwar

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 (2011:103) yaitu perhitungan koefisien bersifat relatif yang artinya tidak ada batasan universal yang menunjukan kepada angka minimal yang harus dipenuhi agar suatu skala psikologis dikatakan valid. Pada penelitian ini, penelitian menggunakan taraf signifikansi 5% denan jumlah responden 42, sehingga item ini dinyatakan valid jika koefisien korelasi ≥ 0,304. Sedangkan, jika koefisien korelasinya < 0,304 maka item yang bersangkutan tidak valid. Berdasarkan perhitungan statistika yang telah dilakukan oleh penelitian, diperoleh 46 item yang valid dan 14 item yang tidak valid. Jumlah item-item yang valid dan tidak valid terdapat pada tabel dihalaman berikutnya. Tabel 5. Konstruk Istrumen Persepsi Siswa terhadap Kebermanfaatan Regam Media Bimbingan No 1 2 3 4 Aspek Modalitas: Auditif, Visual, Audiovisual Dimensi Ruang: Auditif, Visual, Audiovisual Dimensi Waktu: Auditif, Visual, Audiovisual Kontekstual: Auditif, Visual, Audiovisual Indikator 2.1. Materi bimbingan yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh pendengarnya 2.2. Penyajian objek persentasi Materi bimbingan yang diberikan diterima secara kasat mata 1.4. Materi bimbingan disajikan secara optimal dan dapat diterima dengan baik oleh kasat mata dan pendengaran siswa 2.1. Memudahkan siswa dalam memahami objek yang lebih rendah yang tidak terjangkau oleh pendengaran 2.2 Memudahkan objek yang lebih kecil yang tidak dapat dijangkau oleh mata manusia 2.3. Memudahkan objek yang lebih kecil dan rendah yang tidak terjangkau oleh mata manusia dan pendengaran 3.1. Memperjelas materi bimbingan melalui alat perekam suara mengenai kejadian di masa lalu, sekarang, dan masa depan 3.2. Memperjelas objek yang disampaikan mengenai kejadian yang terjadi di masa lalu, sekarang, dan masa depan 3.3. Mampu memperjelas secara optimal materi bimbingan yang disampaikan tentang kejadian di massa lalu, sekarang, dan masa depan 4.1. Memperoleh keseragaman pemahaman dari materi yang disampaikan lewat rekaman suara 4.2. Menyatukan pemahaman yang berbeda-beda dari materi bimbingan yang dilihat secara kasat mata 4.3. Penyajian materi bimbingan mengunakan alat video atau film menyatukan pemahaman yang berbeda-beda No item Item fav Item Unfav 12, 45* 14, 53 1, 5 11*, 32 3, 60* 2, 20 6*, 16 4, 10* 24, 30 25*, 39 9, 50 31, 56 7, 48* 13*, 29 8, 22 15, 43 23, 59 35, 42* 19*, 28 18, 26 33, 40 21, 46 17, 54* 47, 58*

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 5 Tujuan: Auditif, Visual, Audiovisual 5.1. Penyajian materi bimbingan dengan mengunakan pemutaran rekaman suara dapat meningkatkan semangat belajar 5.2. Penyajikan objek persentasi merangsang minat siswa untuk melakukan hal-hal bermanfaat yang didapat selama proses bimbingan 5.3. Penyajian materi bimbingan yang diberikaan melalui video atau film dapat merangsang dan meningkatkan semangat belajar dan dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat Jumlah Total Item Contoh: kode *) adalah item yang tidak valid Tabel di atas menunjukan bahwa dari 60 item 34, 57 37, 49 36*, 41 38*, 51 27, 55 44, 52 30 kuesioner yang ada, terdapat 46 item atau 76,66 % yang valid dan terdapat 14 item 23,33% yang tidak valid. Dari penjelasan tersebut, hasil validitas ini akan digunakan sebagai penelitian selanjutnya untuk siswa kelas XI di SMA Santa Maria Yogyakarta. b. Reabilitas Kuisoner Reabilitas menunjukan arti tingkat kepercayaan hasil pengukuran (Azwar, 2007). Pengukuran yang mempunyai reabilitas tinggi yaitu yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut reabilitas (Azwar, 2007:176). Menurut Azawr (2011: 4) konsep reliabelitas dalam arti reliabilitas hasil ukur erat berkaitan dengan masalah eror pengukuran (error of measurement), sedangkan konsep reliabilitas dalam arti reliablitas hasil ukur erat berkaitan dengan eror dalam pengambilan sample (sampling eror) yang mengacu pada inkonsistensi hasil ukur apabila pengukuran dilakukan ulang pada kelompok individu yang berbeda. Penghitungan indeks reliabilitas kuesioner menggunakan program SPSS Perhitungan indeks reliabelitas kuesioner ini mengunakan program komputer SPSS for windows release 16.00 dilakukan dengan menghitung koefisien korelasi skor item gasal dan skor item genap dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach (α). Penggunaan teknik ini didasarkan atas pertimbangan penghitungan reliabilitas 30

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 skala yang diperoleh lewat penyajian satu bentuk skala yang dikenakan hanya sekali saja pada sekelompok responden atau single trial administration (Azwar, 2011). Rumusan koefisien reliabilitas Alpha Cronbach sebagai berikut: α = 2[1- Sx 2 + Si 2 Sx 2 ] Keterangan rumus : S12 dan S22 : varians skor belahan 1 dan varians skor belahan 2 Sx2 : varians skor skala Berdasarkan hasil data uji coba yang telah dihitung melalui program komputer Statistical Product and Service Solutions (SPSS) 16.0 for Window, diperoleh perhitungan reliabilitas seluruh instrumen dengan menggunakan rumus koefisien alpha (α), yaitu 0,735. Hasil perhitungan dikonsultasikan ke kriteria Guilford (dalam Masidjo, 2006) sebagai berikut. Tabel 6 Kriteria guilford 1. 2. 3. 4. 5. No Koefisiensi Korelasi 0,91 - 1,00 0,71 - 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Kulaifikasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Rendah Sekali Dari data hasil uji coba (empirik) kepada siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogayakarta. Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas kuesioner ini termasuk dalam kategori kulaifikasi tinggi. Setelah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, sehingga diperloleh item-

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 item yang digunakan dalam penelitian dapat dilihat dalam tabel halaman selanjutnya. Tabel 7 Kuesioner Penelitian Persepsi Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 terhadap KebemManfaatan Regam Media Bimbingan No Item No 1 Aspek Modalitas: Auditif, Visual, Audiovisual Indikator 2.3. Materi bimbingan yang diberikan dapat diterima Item Fav Item Unfav 10 45, 36 21, 1 27 14 46, 29 23, 39 7 20, 9 31 5, 41 22 11, 44 8 6, 13 17, 24 4, 38 34 28 3, 30 15, 26 2, 35 40 18 33, 37 12 dengan baik oleh pendengarnya 2.4. Penyajian objek persentasi Materi bimbingan yang diberikan diterima secara kasat mata 1.5. Materi bimbingan disajikan secara optimal dan dapat diterima dengan baik oleh kasat mata dan pendengaran siswa 2 Dimensi 2.1. Memudahkan siswa dalam memahami objek yang lebih Ruang: rendah yang tidak terjangkau oleh pendengaran Auditif, 2.2 Memudahkan objek yang lebih kecil yang tidak dapat Visual, dijangkau oleh mata manusia Audiovisual 2.3. Memudahkan objek yang lebih kecil dan rendah yang Dimensi 3.1. Memperjelas materi bimbingan melalui alat perekam tidak terjangkau oleh mata manusia dan pendengaran 3 Waktu: Auditif, Visual, Audiovisual suara mengenai kejadian di masa lalu, sekarang, dan masa depan 3.2. Memperjelas objek yang disampaikan mengenai kejadian yang terjadi di masa lalu, sekarang, dan masa depan 3.3. Mampu memperjelas secara optimal materi bimbingan yang disampaikan tentang kejadian di massa lalu, sekarang, dan masa depan 4 Kontekstual: Auditif, Visual, Audiovisual 4.1. Memperoleh keseragaman pemahaman dari materi yang disampaikan lewat rekaman suara 4.2. Menyatukan pemahaman yang berbeda-beda dari materi bimbingan yang dilihat secara kasat mata 4.3. Penyajian materi bimbingan mengunakan alat video atau film menyatukan pemahaman yang berbeda-beda 5 Tujuan: 5.1. Penyajian materi bimbingan dengan mengunakan

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Auditif, pemutaran rekaman suara dapat meningkatkan Visual, semangat belajar Audiovisual 5.2. Penyajikan objek persentasi merangsang minat siswa 16 32 25, 43 19, 42 untuk melakukan hal-hal bermanfaat yang didapat selama proses bimbingan 5.3. Penyajian materi bimbingan yang diberikaan melalui video atau film dapat merangsang dan meningkatkan semangat belajar dan dapat melakukan hal-hal yang bermanfaat Jumlah Total Item 25 21 Sumber : data Primer diolah, 2013 3. Teknik Pengumpulan data Analisis Data 1. Persiapan dan pelaksanaan Berikut ini adalah tahap-tahap yang digunakan dalam pengelolaan data: a. Menyusun kuesioner/skala tentang persepsi siswa terhadap manfaat ragam media bimbingan. b. Menentukan responden, yaitu para siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun ajaran 2013/2014. c. Pengujian empirik terhadap validitas dan reliabilitas kuesioner yang dilakukan kepada siswa kelas XI Santa Maria Yogyakarta pada hari Selasa, 17 September 2013. d. Menganalisis data uji empirik terhadap validitas dan reliabilitas kuesioner menggunakan SPSS for windows release 16.00. e. Pengambilan data yang dilakukan kepada para siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta pada hari rabu 4 September 2013 dan jumat 13 September 2013 dengan membagikan kusinoner kepada responden.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 f. Melakukan analisis data yang terkumpul. 2. Teknik analisis Data Analisis data dilakukan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan ragam media bimbingan. Teknik kategorisasi jenjang ordinal. Menurut Azwar (2011: 106), kategorisasi jenjang ordinal bertujuan menepatkan individu kedalam kelompok-kelompok yang posisinya berjenjang menurut suatu kontinum berdasar atribut yang diukur. Terdapat lima jenjang kategori yang digunkan dalam penelitian ini yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Norma kategorisasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 8. Penggolongan Kategorisasi Perhitungan Skor µ+1.5σ < X µ+0.5σ < X ≤ µ+1.5σ µ-0.5σ < X ≤ µ+0.5σ µ-1.5σ < X ≤ µ-0.5σ X ≤ µ-1.5σ Kategori Sangat Baik B a ik Cukup Cukup Buruk Sangat Buruk Keterangan: X maksimum teoritik: skor tertinggi yang diperoleh subjek penelitian dalam skala X minimum teoritik : skor terendah yang diperoleh subjek penelitian dalam skala σ (standar deviasi) : Luas jarak rentang yang dibagi dalam 6 satuan deviasi sebaran. µ (mean teoritik) : Rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Dalam penelitian ini, kategorisasi tersebut dibedakan menjadi dua macam kategorisasi, antara lain kategorisasi subyek penelitian, dan kategorisasi tiap item kuesioner. Penghitungan dua macam kategorisasi sebagai berikut: 1. Kategorisasi Subyek Penelitian Kategorisasi skor subjek penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengklasifikasikan subyek penelitian ke dalam kategori yang telah ditetapkan. Kategorisasi tersebut menjadi patokan dalam menentukan tinggi rendahnya tingkat perilaku bullying subyek penelitian. Kategorisasi subyek penelitian diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah item 46) sebagai berikut: X maksimum teoritik : 4 x 46 = 184 X minimum teoritik : 1 x 46 = 46 Luas jarak : 184– 46 = 138 σ (standar deviasi) : 138 : 6 = 23 µ (mean teoritik) : (184+46) : 2 = 115 Penentuan kategorisasi setelah dilakukan penghitungan dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 9. Pengkategorisasian Skor Subyek Penelitian Perhitungan Skor µ+1.5σ < X Rerata Skor 149,5
(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Kemudian, jumlah skor data subyek penelitian dikelompokan berpedoman pada penggolongan kategorisasi yang terdapat pada tabel di atas. 2. Kategorisasi tiap item Pengkategorisasian skor item dilakukan guna memeriksa setiap item kuesioner penelitian untuk dijadikan sebagai dasar penyusunan usulan rancangan media bimbingan. Kategorisasi item kuesioner penelitian diperoleh melalui perhitungan (dengan jumlah subyek 41) sebagai berikut: X maksimum teoritik : 4 x 41 = 164 X minimum teoritik : 1 x 41 = 41 Luas jarak : 164 –41 = 123 σ (standar deviasi) : 123 : 6 = 20,5 µ (mean teoritik) : (164+41) : 2 = 102,5 Penentuan kategorisasi setelah dilakukan penghitungan dapat dilihat pada Tabel 15 berikut ini. Tabel 10. Pengkategorisasian Skor Item Kuesioner Penelitian Perhitungan Skor Rerata Skor µ+1.5σ < X 133,25
(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Kemudian, total skor setiap item penelitian dikelompokkan berdasarkan pengkategorisasian yang telah dijelaskan pada Tabel 10. Skor item yang termasuk dalam kategori terendah akan dijadikan sebagai dasar dalam pembuatan usulan ragam media bimbingan yang efektif bagi siswa SMA Santa Maria Yogyakarta.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini akan memuat hasil dari penelitian dan pembahasan serta jawaban atas masalah penelitian yaitu: (1) bagaimana persepsi siswa terhadap manfaat ragam media bimbingan menurut siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogakarta tahun ajaran 2013/2014?. (2) butir item terendah dari aspek persepsi siswa terhadap manfaat ragam media bimbingan manakah yang perlu ditingkatkan penggunaanya di SMA Santa Maria Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. A. Hasil Penelitian 1. Persepsi Siswa terhadap Manfaat Penggunaan Ragam Media Bimbingan Hasil penelitian ini mengetahui bagaimana persepsi siswa terhadap manfaat ragam media bimbingan pada siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dan aspek persepsi trendah dari instrumen persepsi siswa terhadap manfaat ragam media bimbingan pada siswa SMA Santa Maria Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Berdasarkan data yang terkumpul dan diolah dengan menggunakan kriteria Azwar (2011: 107-108) dapat diketahui persepsi siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dapat dilihat pada tabel 11 dihalaman berikutnya. 50

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Tabel 11 Kategor Persepsi Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan Penghitungan Skor Rerata Skor µ+1.5σ < X 149,5 < X µ+0.5σ < X ≤ µ+1.5σ 126,5 < X ≤ 149,5 µ-0.5σ < X ≤ µ+0.5σ 103,5 < X ≤ 126,5 µ-1.5σ < X ≤ µ-0.5σ 80,5 < X ≤ 103,5 X ≤ µ-1.5σ X ≤ 80,5 Total Sumber : data Primer diolah, 2013 Frek 4 28 8 1 0 41 Persentase (%) 9,8% 68,3% 19,5% 2,4% 0% 100% Kategori Sangat Baik B a ik Cukup Cukup Buruk Sangat Buruk Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui skor penilaian subyek penelitian ini adalah 4 siswa (9,8 %) termasuk dalam kategori sangat tinggi, 28 siswa (68,3%) termasuk dalam kategori tinggi, 8 siswa (19,5%) termasuk dalam kategori sedang, dan 1 siswa (2,4%) dalam kategori rendah. Tidak ada siswa yang masuk dalam kategori sangat rendah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi siswa terhadap manfaat ragam media bimbingan pada siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 adalah termasuk kategori tinggi, yaitu 68% yang menunjukan bahwa para siswa merasa bahwa penggunaan media bimbingan di sekolah bermanfaat bagi mereka. Adapun kategori tentang Deskripsi persepsi siswa terhadap manfaat penggunaan ragam media bimbingan secara jelas dapat dilihat dalam diagram dihalaman berikutnya:

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Diagram I 68,30%, 28 30 25 Subjek 20 15 10 19,50%, 8 9,80%, 4 2,40%, 1 5 0 Sangat Baik Baik Cukup Cukup Buruk 0, 0 Sangat Buruk Diagram 1 Histogram Persepsi Siswa terhadap manfaat Ragam Media Bimbingan 2. Hasil Skor tiap Item Berdasarkan data yang terkumpul dan diolah dengan menggunakan kriteria Azwar (2011:107-108) didapatkan skor-skor item yang masuk dalam kategori sangat tinggi, tinggi, sedangkan kategori sedang, rendah, dan sangat rendah adalah item yang akan digunakan sebagai bahan penyesuaian usulan ragam media bimbingan. Hasil pengkategorisasian item-item skala dapat dilihat pada tabel 12 di halaman berikutnya.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Penghitungan Skor µ+1.5σ < X µ+0.5σ < X ≤ µ+1.5σ µ-0.5σ < X ≤ µ+0.5σ µ-1.5σ < X ≤ µ-0.5σ X ≤ µ-1.5σ Total Tabel 12 Kategorisasi Skor Item Rerata Skor Frek 133,25 < X 8 112,75< X ≤133,25 29 92,25 < X ≤ 112,75 8 71,75 < X ≤ 92,25 1 X ≤ 71,75 0 46 (%) 17,4 63 17,4 2,2 0 100 Kategori Sangat Baik B a ik C ukup Cukup Buruk Sangat Buruk Berdasarkan pengkategorisasian item-item di atas, hasil dari penelitian ini adalah terdapat 8 atau 17,40% item yang dikategorikan sanggat tinggi, 29 atau 63 % item yang dikategorikan tinggi, 8 atau 17,40% item yang dikategorikan sedang, dan terdapat 1 atau 2,20% item dalam kategori rendah, sedangkan yang termasuk kategori sangat rendah tidak ada. Adapun hasil kategorisasi skor item tentang persepsi siswa terhadap manfaat penggunaan ragam media bimbingan secara lebih jelas dapat dilihat dalam diagram berikut ini: Diagram 2 63,0%, 29 30 25 Item 20 15 10 17,40%, 8 17,40%, 8 2,20%, 1 5 0 Sangat Baik Baik Cukup Cukup Buruk 0, 0 Sangat buruk eendah Diagram 2 Skor Item Instrumen Persepsi Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat 1 item yang berada pada keteogi rendah, item tersebut dapat dilihat pada tabel 13 di halaman berikutnya: Tabel 13 Item-item Persepsi Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 terhadap Kebermanfaatan Penggunaan Ragam Media Bimbingan yang Tergolong Rendah Aspek Indikator No Item Dimensi Memudahkan siswa dalam Pemutaran film tentang Ruang memahami objek yang lebih peristiwa kekerasan anak Audio/ rendah yang tidak terjangkau oleh Auditif pendengaran 39 remaja membuat saya tahu untuk menjaga diri dalam bergaul Item yang dalam kategori rendah tersebut ini akan digunakan peneliti sebagai acuan dalam pembuatan usulan terhadap manfaat ragam media bimbingan di sekolah SMA Santa Maria Yogyakarta. B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Persepsi Siswa Kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan Hasil penelitian siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta menunjukan bahwa, diketahui skor penilaian subyek penelitian ini pada kategori-kategori tinggi atau rendahnya persepsi siswa terhadap pengunaan manfaat ragam media bimbingan. Tinggi, redahnya ini artinya peneliti mengetahui kebermanfaatan penggunaan ragam media bimbingan yang dirasakan oles siswa. Jika tinggi artinya siswa dapat merasakan manfaat

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 penggunaan ragam media bimbingan, dan jika remdah aritnya siswa kurang merasakan hasil penggunaan ragam media bimbingan yang diberikan oleh guru BK. Mengacu pada hasil penelitian tersebut dapat digambarkan bahwa pada ketegori tinggi tentunya guru BK perlu mempertahankan penggunaan manfaat ragam media bimbingan yang terlaksana. Jika masuk pada kategori yang sedang dan rendah tentunya guru BK perlu meningkatkan lagi penggunaan manfaat ragam media bimbingan yang terlaksana, sehingga para siswa bisa merasakan hasil dari penggunaan ragam media bimbingan yang diberikan, dan siswa dapat menyadari bahwa kebermanfaatan penggunaan ragam media bimbingan berguna bagi siswa-siswi di sekolah. Adapun penjelasan tersebut membuktikan bahwa para siswa telah dapat dengan mudah menangkap rangsang yang diberikan oleh guru BK lewat media yang digunakan. Maka siswa dapat merasakan langsung maupun tidak langsung dari penggunaan ragam media bimbingan yang diberikan oleh guru BK selama ini. Seperti yang dikemukakan oleh Anitah (2010:38), media merupakan suatu alat untuk menyampaikan pesan dari pengirim ke penerima pesan melalu indra pendengar, agar media tersebut benar-benar dapat membawakan pesan yang mudah diterima oleh pendengar, dan harus menggunakan bahasa tersendiri yang sesuai dengan keadaan siswa. Selain dari pada itu penggunaan ragam media bimbingan juga dapat memberikan kesaamaan pengalamaan kepada siswa tentang peristiwa di lingkungan mereka yang menginteraksikan langusung antara guru, siswa dan

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 laingkungannya. Seperti yang dikemukakan Anitah (2012:55) penggunaan ragam media bimbingan dalam pemberiaan informasi berfungsi sebagai penerangan, penyuluhan, pemberian ilmu pengetahuan, memberi pendidikan, serta hiburan yang bisa meningkatkan gairah siswa untuk mengikutinya. Contohnya adalah ketika guru BK memberikan materi bimbingan yang beritemakan tentang kenakalan remaja, dan materi tersebut diberikan film yang berisikan tentang kehidupan anak remaja. Di samping itu, kebermanfaatan ragam media bimbingan tersebut dapat dikarenakan oleh beberapa faktor. Faktor tersebut bisa terlihat dalam tanggapan siswa mengenai suatu objek, peristiwa atau pengalaman tertentu yang dapat diterima dan dimengerti oleh penerima rangsang atau stimulus sehingga menghasilkan pengetahuan tentang lingkungan sekitar. Stimulus adalah segala sesuatu yang mengenai reseptor sehingga organisme menjadi aktif (Walgito, 2004). Contohnya adalah ketika guru BK memberikan materi bimbingan yang bertemakan tentang pacaran yang sehat, dalam objek materi yang diberikan tentunya guru BK dapat menjelaskan dengan isi materi dengan mudah dan bisa diterima oleh siswa, sehingga siswa bisa merasakan materi yang diberikan. Faktor lain juga bisa terlihat dalam proses penyeleksian terhadap objek yang hadir pada saat yang bersangkutan, kemudian pada saat yang bersamaan pula seseorang memilih hanya satu objek, sementara objek-objek yang lain diabaikan. Contohnya pada saat guru BK memberikan materi bimbingan melalui video tentang kasus korupsi maka siswa hanya bisa melihat dan memilih satu objek yang penting bagi dirinya dan mungkin berkenaan dengan

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 diri, sehingga obek tersebut bisa dirasakan oleh siswa. Apabila suatu rangsang mendapat perhatian penuh dari individu, maka rangsang tersebut akan disadari dan ditanggapi dengan cepat, sedangkan rangsang yang kurang mendapat perhatian akan kurang disadari dan kurang ditanggapi. Semakin besar perhatian seseorang, semakin besar kesadarannya akan rangsang itu dan semakin besar pula kemungkinan orang yang bersangkutan menanggapinya. Semakin kecil perhatian seseorang, semakin kecil kesadarannya akan rangsang yang bersangkutan dan semakin kecil pula kemungkinan individu untuk menanggapinya. Contohnya adalah ketika guru BK memberikan materi bimbingan dengan mengunakan power point, dengan menggunakan media powet point tersebut tentunya akan bisa menyeleksi slide-slide yang diberikan, tentunya dengan slide tersebut guru BK bisa mengakali dengan gambar yang unik dan menarik perhatian siswa, dengan pemberian gambar tersebut depat merangsang siswa untuk menerima materi bimbingan yang diberikan dan siswa bisa merasakan materi bimbingan. Faktor yang ketiga adalah memberikan rangsang yang bergerak akan lebih menarik perhatian bagi seseorang daripada rangsang yang diam. Seseorang akan menaruh perhatian pada rangsang yang ukurannya lebih besar daripada rangsang yang ukurannya kecil. Rangsang yang akan lebih mendapat perhatian seseorang adalah rangsang yang berlatar belakang kontras daripada yang berlatar belakang biasa. Rangsang yang akan lebih mendapat perhatian adalah rangsang yang intensitas rangsangnya paling kuat. Contohnya ketika guru BK memberikan mater bimbingan dengan mengunakan video dokument

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 yang bertemakan pendidikan seksualitas, dengan pemberian materi bimbingan melalui video dokument ini tentunya akan mempermudah siswa dalam menerima isi materi yang disampaikan, tentunya dalam video ini siswa dapat melihat, mendengar, serta meraskan isi materi yang didapatkan. Disisi lain tentunya pemberian isi materi bimbingan ini tentunya dapat mengembangkan aspek kognisi, apeksi, psikomotorik, serta aspek moralitas siswa untuk lebih baik. Ada beberapa hal yang membuat siswa mampu memahami materi bimbingan memalaui ragam media bimbingan yang diberikan oleh guru BK. Pertama dengan apa yang dilihat didengar, maupun dengan keduanya menggunakan indranya. Hal itu bisa terlihat pada saat siswa manangkap materi bimbingan yang disampaikan oleh guru memalui film pendek. Pemutaran film deapat diberikan dengan baik, sehingga siswa dapat dengan jelas menerima materi bimbingan yang diberikan oleh guru BK dengan bantuan media yang tersedia. Kedua siswa juga mampu menangkap materi bimbingan dengan rangsang-rangsangan yang diterima harus sesuai dengan sifat sensoris dasar dari masing-masing indra. Contohnya cahaya untuk pengelihatan, suhu untuk perasa, bunyi untuk pendengaran dan sifat permukaan bagi peraba. Hal ini terlihat ketika siswa antusias menerima materi bimbingan dalam kelas, sehingga siswa bisa mendengar isi pesan materi yang disampaikan, sedangkan pada audiovisual guru BK dapat mengunakan alat bantu moviemaker untuk membantu siswa dalam menyimak suatu video singkat yang akan diputarkan.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Contohnya adalah memberikan video tentang bahaya narkoba bagi kalangan remaja, sehingga siswa bisa mengetahui isi pesan yang diberikan. Ketiga, siswa mampu mengungkapkan materi bimbingan yang diberikan dengan menggunakan dimensi ruang yang menyatakan ukuran luas dan isi dari suatu ruang. Contohnya siswa diberikan nonton film dokumenter tentang banjir yang melanda ibu kota jakarta. Dari contoh ini siswa bisa melihat, merasakan isi materi yang disampaikan lewat ruang yang video yang diamatinya lewat ruang yang berbeda, sehingga siswa bisa menerima atau tidak suatu penyampaian yang biberikan oleh guru BK. Tentunya dunia persepsi mempunyai sifat ruang yang menyatakan atas bawah, tinggi rendah, luas sempit, depan dan belakang (Irwanto,2002). Guru BK bisa memasukan ini dalam topik bimbingan dengan “ pentinganya menjaga keberisah lingkungan” . tentunya dengan penyampaian materi ini akan membuat sitimulus siswa untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar yang siswa hadapi sendiri. Keempat, siswa mampu mengungkapkan materi bimbingan yang diberikan melalui video atau film yang dapat merangsang dan meningkatkan semangat belajar. Hal ini dapat terlihat pada diri siswa ketika guru BK menyampaikan materi bimbingan sesuai dengan kebutuhan yang dihadapi dan dimiliki siswa tersebut, contoh topik bimbingan yang tepat untuk siswa ini adalah “motivasi dalam belajar”. Materi yang diberikan akan membuat siswa antusias dalam mengikuti kegiatan yang diberikan oleh guru BK, seperti mau bertanya, mau merefleksikan hasil materi bimbingan yang diberikan dan mau melakukan kiat-kiat yang disarankan oleh guru BK.

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Berdasarkan dari hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa, bahwa persepsi siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta terhadap manfaat ragam media bimbingan dapat dikatakan baik dan dirasakan siswa tentunya dapat dioptimalkan menjadi lebih baik lagi. Tentunya hal ini tidak hanya untuk para siswa yang masuk dalam kategori sangat tinggi dan tinggi saja, namun juga bagi siswa yang masuk dalam kategori sadang dan rendah. Bermacam aspek persepsi yang ditanggapi oleh siswa terhadap manfaat ragam media bimbingan dipengaruhi oleh oleh faktor-faktor yang masuk dalam penggalaman terdahulu siswa, perhatian yang selektif, terhadap nilai-nilai dan kebutuhan, ciri-ciri rangsang yang didapatkan oleh para siswa. 2. Item-item Aspek Persepsi Siswa terhadap Kebermanfaatan Ragam Media Bimbingan Berdasarkan hasil penelitian, butir-butir item yang terdapat pada aspek persepsi siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 terhadap manfaat ragam media bimbingan, terdapat 8 atau 17,40% item yang dikategorikan sanggat tinggi, 29 atau 63 % item yang dikategorikan tinggi, 8 atau 17,40% item yang dikategorikan sedang, dan terdapat 1 atau 2,20% item dalam kategori rendah, sedangkan yang termasuk dalam kategori sangat rendah tidak ada. Item-item yang masuk dalam kategori sangat tinggi dan tinggi dapat diartikan bahwa siswa merasakan manfaat ragam media bimbingan yang diberikan, sedangkan yang masuk dalam kategori rendah dan sangat rendah bisa masuk dalam perbaikan terhadap media bimbingan yang diberikan. Dapat diartikan

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 bahwa jika terdapat item-item yang masuk kategori rendah artinya siswa tidak dapat merasakan manfaat ragam media bimbingan yang diberikan. Item-item yang berada pada kategori tersebut terdapat pada aspek dimensi ruang: auditif, masuk dalam indikator memahami siswa dalam memahami objek yang lebih rendah yang tidak terjangkau oleh pendengaran, dan item pernyataannya adalah “ pemutaran kaset tentang peristiwa kekerasan pada anak remaja membuat saya tahu untuk menjaga diri dalam bergaul”. Rendahnya item ini mengindikasikan bahwa siswa belum mampu menerima dengan baik materi bimbingan yang disampaikan oleh guru BK. Penjelasan tersebut di perkuat oleh Anitah (2012:55) yang menyebutkan bahwa sebuah media dalam informasi itu harus bisa berfungsi sebagai penerangan, penyuluhan, pemberian ilmu pengetahuan, memberi pendidikan, serta hiburan yang bisa meningkatkan gairah siswa untuk mengikutinya. Dari segi kebermanfaatanya ragam media bimbingan belum bisa diterima dengan baik oleh para siswa, hal ini disebabkan oleh pengaruh berbagai persepsi yang salah satunya adalah persepsi negatif yaitu siswa tidak menerima isi pesan yang disampaikan. Isi pesan tersebut tidak masuk dalam pikiran atau logika, perasaan, dan tindakan siswa, sehingga persepsi materi yang diberikan tidak mengena dan dirasakan pada diri siswa. Begitu juga dengan item-item yang lainn, jika kateogri butir-butir item ini masuk kategori sedang tentunya item-item ini perlu mengoptimalakan dalam penggunaan manfaat ragam media bimbingan yang diberikan. Item

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 itu meliputi “Saya lebih paham mendengarkan materi bimbingan ketika guru BK menyampaikanya dengan bantuan speaker”, dan “musik instrumen membuat saya mengantuk ketika menyampaikan materi didalam kelas. Item ini mewakili aspek modalitas yang perlu dioptimalkan pemberiaanya. Item-tem yang lain dan perlu pengoptimalan dalam pembeian media bimbingan adalah “ blog BK yang dioperasikan guru BK memudahkan saya untuk mengakses informasi tambahan tentang bimbingan”, dan “pemutaran musik seruling yang disampaikan oleh guru BK membuat saya dan teman-teman sulit untuk satu paham dalam materi bimbingan. Ada juga item-item lain yang masuk dalam aspek kontekstual yaitu meliputi item “pemutaran instrumen angkling yang disampaikan oleh guru BK membuat saya dan teman-teman semakin satu pandangan akan isi materi bimbingan”, “pemutaran musik tradisional jawa membuat saya dan teman-teman berbeda menafsirkan isi materi yang disampaikan”, dan isi materi power point yang disampaikan guru BK membuat saya dan temanteman sulit untuk menyatukan pemahaman. Penjabaran item ini tentunya akan dioptimalkan lagi pengguaan manfaat ragam media bimbingannya. Termasuk dalam aspek tujuan, itemnya adalah yang perlu dioptimalkan lagi pemberian pengguaan manfaat ragam media bimbingan, seperti item “serta penyajian musik instrumental dalam kelas membuat saya semakin senang dan bersemangat dalam mengikuti materi bimbingan yang disampaikan oleh guru BK”. Penjabaran butir-butir item yang dalam

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 kategori sedang ini tentunya masih belum bisa dirasakan oleh siswa secara optimal. Kurang kebermanfaatan penggunaan media bimbingan ini tentunya bisa menjadi usulan dalam pengembangan ragam media bimbingan yang akan diberikan oleh guru BK. Pengembangan media bimbingan ini tentunya perlu perbaikan-perbaikan yang berarti, sehingga siswa bisa merasakan hasil dari materi yang diberikan oleh guru BK dalam penggunaan manfaat ragam media bimbingan. Adapun Penerimaan pesan tersebut dapat juga mempengaruhi persepsi siswa terhadap media bimbingan serta faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi siswa terhadap media bimbingan. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi ini bisa terlihat dalam perhatian selektif artinya proses konsentrasi pikiran atau pemusatan aktivitas siswa mampu menyeleksis media bimbingan yang diberikan oleh guru BK, pada saat yang bersamaan pula siswa memilih hanya satu objek dari beberapa objek media bimbingan yang diberikan sementara objek-objek yang lain akan diabaikan oleh siswa. ( Irwanto, 1988). Rendahnya item ini mengindikasikan bahwa siswa belum mampu menyimak pesan dari pemberian penggunaan manfaat ragam media bimbingan. hal ini bisa disebabkan karena siswa kurang mampu memahami objek yang lebih rendah yang tidak terjangkau oleh pendengaran, sehingga siswa tidak bisa menangkap isi pesan yang disampaikan oleh guru BK. Faktor lain yang mempengaruhi siswa adalah perhatian yang selektif. Perhatian adalah proses konsentrasi pikiran atau pemusatan aktivitas mental.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Perhatian melibatkan proses seleksi terhadap beberapa objek yang hadir pada saat yang bersangkutan, kemudian pada saat yang bersamaan pula seseorang memilih hanya satu objek, sementara objek-objek yang lain diabaikan. Dari kehidupan sehari-hari, seseorang akan menerima rangsang dari lingkungannya. Apabila suatu rangsang mendapat perhatian penuh dari individu, maka rangsang tersebut akan disadari dan ditanggapi dengan cepat, sedangkan rangsang yang kurang mendapat perhatian akan kurang disadari dan kurang ditanggapi. Semakin besar perhatian seseorang, semakin besar kesadarannya akan rangsang itu dan semakin besar pula kemungkinan orang yang bersangkutan menanggapinya. Semakin kecil perhatian seseorang, semakin kecil kesadarannya akan rangsang yang bersangkutan dan semakin kecil pula kemungkinan individu untuk menanggapinya. Dari penjelasan tersebut bahwa penggunaan media bimbingan tersebut belum mampu yang masuk dalam kategori rendah ini belum memberikan mafaat yang berarti pada diri siswa. Diharapkan perbaikan-perbaikan bisa dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan penggunaan media bimbingan bisa dipersepsikan positif oleh siswa. 3. Usulan Pembuatan Media Bimbingan Berdasarkan hasil penelitian, dan hasil analisis item instrumen penelitian, diperoleh beberapa item yang termasuk dalam kategori sedang dan rendah . Item-item yang masuk dalam kategori sedang dan rendah ini yang akan menjadi usulan untuk pembuatan penggunaan media bimbingan

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 bagi siswa SMA Santa Maria Yogyakarta. Usulan ragam media bimbingan tersebut, tertuang dalam konsep ragam media bimbingan, yang diharapkan dapat membantu guru BK dalam memberikan materi bimbingan kepada para siswa. hal ini diharapakan dapat membantu para siswa dalam menerima rangsangan dari media bimbingan dengan optimal dan bisa merasakan manfaat dari penggunaan ragam media bimbingan yang sesuai dengan tugas perkembangannya. Berikut ini penjelasan tabel dihalaman selanjutnya.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 Tabel 14 Usulan-usulan Aspek dan Item yang masuk dalam Kategori Sedang dan Rendah dalam Pembuatan Media Bimbingan No 1 2 Aspek Persepsi Siswa terhadap Media Bimbingan Modalitas: - Audio Dimensi Ruang: - Audio Indikator 3.1. Materi bimbingan yang diberikan dapat diterima dengan baik oleh pendengarnya 2.1. Memudahkan siswa dalam memahami objek yang lebih rendah yang tidak terjangkau oleh pendengaran No Item 10 7 39 Item - Saya lebih paham mendengarkan materi bimbingan ketika guru BK menyampaikanya dengan bantuan speaker - Musik instrumen membuat saya mengantuk ketika menyampaikan materi didalam kelas - Melalui bantuan biola saya mudah untuk memahami materi bimbingan yang disampaikan oleh guru BK Ragam Media Bimbingan Lama Speaker Recording musik instrumen Tape recording Karakteristik Media Usulan Folder Bimbingan - Media ini terbuat lembaran kertas yang disi dengan katakata bijak dan informatif. Film - Media ini dokumenteri menekankan judul babies pada garak, suara, dan menjelaskan perkembangan anak di belahan dunia lain sperti, di afirika, mongolia, jepang ,dan eropa Speakaar - Media ini penekananya pada kulaitas suara, suapaya siswa mudah mendengar materi yang diberikan dan dibantu denan Sumber / Referensi Rentyastini, Yulita dan Suzy Yulia C.S. 2006. Bimbingan dan Konseling SMP. Jakarta. Erlangga Rentyastini, Yulita dan Suzy Yulia C.S. 2006. Bimbingan dan Konseling SMP. Jakarta. Erlangga Rentyastini, Yulita dan Suzy Yulia C.S. 2006. Bimbingan dan Konseling SMP. Jakarta. Erlangga

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 - Visual 2.2 Memudahkan objek yang lebih kecil yang tidak dapat dijangkau oleh mata manusia Kontekstual: - Audio 4.1. Memperoleh keseragaman pemahaman dari materi yang disampaikan lewat rekaman suara - Visual 4.2. Menyatukan pemahaman yang berbeda-beda dari materi bimbingan yang dilihat secara kasat mata sound yang baik Game kata - Media ini lebih - Sinurat, R.H.Dj. sambung mengutamakan 1999. Komunikasi judul “saya siswa sebagai Antar Pribadi menjadi media (Reader). pribadi yang permainan, dan Yogyakarta: baik” guru BK FKIP. Universitas memberikan Sanata Dharma peritah katakata yang diberikan kepada siswa, sehingga siswa menyambungka n kata tersebut kepada siswa yang lain. Video - Media ini lebih - Sinurat, R.H.Dj. bimbingan menekankan 1999. Komunikasi pada suara dan Antar Pribadi gambar yang (Reader). terlihat pada Yogyakarta: video FKIP. Universitas Sanata Dharma - Blog BK yang dioperasikan guru BK memudahkan saya untuk mengakses informasi tambahan tentang bimbingan Blog BK - Pemutaran instrumen angkling yang disampaikan oleh guru BK membuat saya dan temanteman semakin satu pandangan akan isi materi bimbingan recording instrumental 30 - Pemutaran musik tradisional jawa membuat saya dan teman-teman berbeda menafsirkan isi materi yang disampaikan Tape recording Play game - Media ini lebih - Supriatiknya, A. menekankan 1995. Komunikasi pada permainan Antar Pribadi: yang melatih Tinjauan gerak siswa psikologis. Yogyakarta : Kanisius. 35 - Isi materi power point yang disampaikan guru BK membuat saya Power Point Mind Maping - Media ini menekankan pada gerak dan olah pikiran 9 28 - Beck, J. (1994) Meningkatkan Kecerdasan Anak. Jakarta: Pustaka

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Tujuan: - Audio 4.1. Memperoleh keseragaman pemahaman dari materi yang disampaikan lewat rekaman suara 37 dan teman-teman sulit untuk menyatukan pemahaman - Penyajian musik instrumental dalam kelas membuat saya semakin senang dan bersemangat dalam mengikuti materi bimbingan yang disampaikan oleh guru BK Recording musik instrumental Komik siswa untuk Delapratasa. tetap aktif dan mengikuti arahan guru BK - Media - Rentyastini, bimbingan ini Yulita dan Suzy berisi informasi Yulia C.S. 2006. yang bisa Bimbingan dan ditempel kapan Konseling SMP. saja, dan para Jakarta. Erlangga. siswa dapat berpartisipasi untuk memberikan informsi yang diberikan.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bab ini akan dikemukakan mengenai kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran terhadap kegiatan bimbigan dan konseling khususnya dalam penggunaan manfaat ragam media bimbingan. A. Kesimpulan Beberapa kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian ini sebagai berikut: 1. Secara umum persepsi siswa terhadap ragam media bimbingan pada siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta adalah masuk dalam kategori tinggi yaitu 68,3% atau sebanyak 28 siswa dari 41 responden yang terpilih. Artinya penggunaan ragam media bimbingan dapat dirasakan oleh siswa. 2. Hasil pengujian kategori item membuktikan bahwa persepsi siswa kelas XI SMA Santa Maria Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014 terhadap manfaat ragam media bimbingan pada kategori sangat tinggi 17,4% atau sebanyak 8 siswa dari responden sebanyak 41 orang, pada kategori tinggi terdapat 63% atau 29 orang dari responden 41 orang, pada kategori sedang terdapat 17,4% orang dari responden 41 orang, dan pada kategori rendah terdapat 69

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 2,2% atau 1 orang dari resopnden 41 orang, sedangkan pada kategori sangat rendah tidak ada. Artinya masih ada item-item dari apek persepsi ragam media bimbingan yang belum dirasakan oleh siswa, tentunya item-item ini perlu dioptimalkan. B. Saran Berikut ini dikemukakan beberapa saran yang sesuai dengan hasil penelitian untuk berbagai pihak. 1. Guru Bimbingan dan Konseling Bagi Guru pembimbing diharapkan bisa memperbaiki dan mengoptimalkan penggunaan ragam media bimbingan, karena masing-masing siswa masih belum dapat merasakan manfaat dari ragam media bimbingan yang ditampilkan. 2. Peneliti lain Peneliti lain setelah mendapat masukan yang terkait dengan penelitian ini mampu menggembankan penelitian yang terkait dengan manfaat penggunaan ragam media bimbingan. selain itu peneliti lain juga diharapkan dapat lebih memperkaya teori-teori terbaru yang berkaitan dengan penggunaan ragam media bimbingan.

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar pustaka Dari buku: Abdurahman, Maman. 1988. Geografi Perilaku. Suatu Pengantar Studi Tentang Persepsi Lingkungan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Achdiyat, M. 1981.Tugas-tugas Perkembangan. Makalah disajikan dalam Penataran Lokakarya Tahap II. P3G. Jakarta: Depdikbud. Anitah, Sri. 2012. Media Pembelajaran. Surakarta: Penerbit Yuma Pustaka. Arsyad, Azhar. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers. Azwar, Saifuddin. 2005. Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Azwar, Saifuddin. 2011. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Davidoff, L.L. 1988. Psikologi Umum. Jakarta: Erlangga. Furchan, Arief. 2005. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Hadi. S. 2000. Statistik, Jilid 2. Yogyakarta: Penerbit Andi. Hurlock, Elisabeth B. 1997. Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Kehidupan. Jakarta: Erlangga. Irwanto, dkk. 1988. Psikolgi Umum. Bandung: Alumni. Karini Kartono.1984. Psikologi Umum. Bandung: Alumni. King, Laura. 2010. Psikologi Umum. Jakarta: Salemba Humanika. Masidjo, Ing. 2006. Penelitian Pencapaian Hasil Belajar Siswa diSekolah. Yogyakarta: Kanisius. Nilawah, C.M. 2010. Pengaruh Persepsi Siswa tentang Metode Pengajaran, Media Pembelajaran dan Pengelolaan Kelas terhadap Belajar Ekonomi Siswa Yogyakarta: USD. Nurgiantoro Burhan. 1998. Dasar-dasar Sekolah.Yogyakarta: BPFE. Pengembangan Kurikulum Rahmat, Jalaludin. 1985. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Karya. 71

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Robbins, S. 2003. Perilaku Organisasi. Edisi Indonesia Jilid 1: PT Indeks, gramedia Grup, Jakarta. Rifai, M.S. 1983. Psikolgi Perkembangan Remaja. Bandung: Bina Aksara. Sadiman, Arief S dkk. 2008. Media Pendidikan. Jakarta: Rajagrafindo Persada. Sanaky. 2011. Media Pembelajaran Buku Pegangan Wajib Guru dan Dosen. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara. Suryabarata Sumandi. 1998. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press. Suleman.1981. Media Audio-Visual untuk Pengajaran, Penerangan dan Penyuluhan. Jakarta: Penerbit Gramedia. Walgito, bimo. 2004. Pengantar Psikolgi Umum. Yogyakarta: Andi. Winkel, W.S. 1997. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 KUESIONER PERSEPSI SISWA TERHADAP MANFAAT RAGAM MEDIA BIMBINGAN TUJUAN: Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi anda terhadap manfaat ragam media bimbingan yang pernah dan sedang dilaksanakan oleh guru BK di sekolah untuk membantu guru BK dalam memberikan materi bimbingan kepada siswa. Contoh media bimbingan seperti: Papan Bimbingan, folder Bimbingan, Poster Bimbingan, Power Point, buku-buku yang memotivasi dan psikologi, pengunaan viwer, laptop, video, film pendek, dan masih banyak yang lainnya. PETUNJUK 1. Isilah nama kelas Anda ! 2. Isilah nomor absen Anda ! 3. Bacalah soal dengan cermat dan berilah tanda centang ( ฀ ) pada kolom yang tersedia di belakang setiap pernyataan dilembar berikutnya sesuai dengan pandangan Anda! KETERANGAN SS : Sangat Setuju Skor 4 S : Setuju Skor 3 TS : Tidak Setuju Skor 2 STS : Sangat Tidak Setuju Skor CONTOH Kelas: XI A No. Absen: 111 No 1 IT E M Saya belum mampu memahami materi bimbingan yang disampaikan oleh guru BK dengan mengunakan power point SS S OPSI TS ฀ STS

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Kelas :................... No. Absen :.................... No urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 No acak ITEM SS Poster bimbingan membantu saya untuk memahami materi bimbingan yang di sampaikan oleh guru BK Speaker memudahkan saya dalam memahami dan mendengarkan materi bimbingan yang disampaikan dalam ruang terbuka Pemutaran film bimbingan oleh guru BK membuat saya semakin tahu akan karakter yang baik Musik instrumental membuat saya mengantuk ketikapenyampaian materi bimbingan di dalam kelas Informasi yang diberikan dalam banner tentang bertoleransi membuat saya sadar akan pentingnya menjaga kerukunan dalam persahabatan Saya sulit menerima pesan moral dalam pemutaran video tentang perkembagan alat reprodukasi manusia Pemutaran film bertemakan soft skill membuat saya kurang bisa mengenali kemampuan diri Membaca buku-buku tentang lingkungan membuat saya semakin tahu cara merawat lingkungan yang hijau dalam kehidupan seharihari Pemutaran video tentang kejadian yang terjadi di tempat lain dapat membantu saya untuk mengenal lingkungan Saya lebih paham mendengarkan materi bimbingan ketika guru BK menyampaikanya dengan bantuan speaker Alat bantu speaker membuat saya kesulitan untuk mengerti isi pesan materi yang disampaikan oleh guru BK Membaca buku-buku tentang pendidikan karekter membuat saya sulit untuk mengetahui karakter pancasila di masa depan Pemutaran film yang bertemakan karaktar membuat saya sulit untuk mengikutinya Pemutaran video yang bertemakan persahabatan S OPSI TS STS

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 membuat saya dan teman-teman semakin tahu untuk membangun pergaulan yang sehat Pemutaran musik tradisional jawa membuat saya dan teman-teman berbeda dalam menafsirkan isi materi yang disampaikan Melalui bantuan biola saya mudah untuk memahami materi bimbingan yang di sampaikan oleh guru BK Menyimak materi bimbingaan lewat visualisasi komputer membuat saya tidak sependapat dengan teman yang lainnya Membaca brosure tentang perguruan tinggi membuat saya semakin tahu membangun karier di masa depan Pemutaran video membantu saya untuk memahami karakter kepribadian orang lain dan membuat saya mudah untuk mencontohnya dalam kehidupan sehari-hari Informasi Papan bimbingan mengenai bencana alam menambah pengetahuan saya tentang peristiwa perubahan alam Pemutaran musik seruling yang disampaikan oleh guru BK membat saya dan teman-teman sulit untuk satu paham dalam materi bimbingan Pemutaran film tentang motivasi dan inspirasi membuat saya semangat mengikuti materi bimbingan yang disampaikan oleh guru BK Pemutaran musik gitar yang disampaikan oleh guru BK membuat saya den teman-teman semkin satu pandangan akan isi materi bimbingan Pemutaran musik tradisional jawa yang disampaikan oleh guru BK membuat saya sulit untuk memahami tradisi jawa dalam kehidupan sehari-hari Blog BK yang dioprasikan guru BK memudahkan saya untuk mengakses informasi tambahan tentang bimbingan Pemutaran cerita wayang jawa di sampaikan guru BK membuat saya paham akan kearifan lokal masa lalu Saya sulit memahami isi materi yang disampaikan guru BK pada (OHP) Overhead Porjector Informasi yang diberikan lewat visualisasi komputer memudahkan dan menyamakan cara pandang saya dengan teman yang lainnya

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 Penyajian rekaman seorang motivator yang disampaikan oleh guru BK membuat saya termotivasi untuk belajar Pemutaran film berdurasi panjang di siang hari membuat saya sulit untuk memahami isi kisah certia yang disampaikan Membaca buku-buku tentang karier membuat saya sulit untuk mengetahui perkembangan karier saya Informasi yang diberikan lewat bannar memudahkan dan menyamakan cara pandang saya dan teman-teman lainnya. Penyajian materi melalui mind map membuat saya semakin tahu kekuatan pikiran yang dimiliki setiap pribadi Membaca buku-buku tentang psikologi membuat saya sulit mengetahui perkembangan manusia di masa depan Setelah menonton film yang bertemakan motivasi dan inspirasi membuat saya sulit untuk menemukan kelebihan diri Isi materi power point yang disampaikan guru BK membuat saya dan teman-teman sulit untuk menyatukan pemahaman Pemutaran film pendek yang bertemakan hero membuat saya selalu berbeda pendapat dengan teman sepermainan Penyajian musik instrumental membuat saya sulit untuk menemukan semangat untuk belajar Pemutaran film tentang peristiwa kekerasan anak remaja membuat saya tahu untuk menjaga diri dalam bergaul Penyajian materi melalui mind map membuat saya sulit untuk memperaktekannya dalam kehidupan sehari-hari Setelah menonton video tentang sejarah perjuangan bangsa membuat saya sulit untuk menumbuhkan rasa nasionalisme Penggunaan speakar di dalam kelas oleh guru BK membuat suasana saya semakin tidak konsentrasi dalam belajar Setelah menonton film tentang pergaulan bebas ramaja membuat saya mengerti akan nilai hidup sosial yang baik Pemutaran musik acustic modren membantu saya dalam memahami materi bimbingan yang

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 45 46 diberikan oleh guru BK Penyajian musik instrumental dalam kelas membuat saya semakin senang dan bersemangat dalam mengikuti materi bimbingan yang disampaikan oleh guru BK Pemutaran film dokumentar tentang nasionalisme membuat saya tahu membangun karakter pribadi yang pancasilais

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Validitas Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted Item_1 354.76 1048.381 .536 .731 Item_2 354.36 1051.260 .410 .731 Item_3 353.93 1056.507 .382 .733 Item_4 354.64 1053.796 .361 .732 Item_5 354.31 1041.390 .639 .729 Item_6 354.48 1056.792 .283 .733 Item_7 354.76 1048.381 .536 .731 Item_8 354.48 1048.890 .485 .731 Item_9 354.36 1051.260 .410 .731 Item_10 354.74 1052.003 .301 .732 Item_11 355.29 1067.331 .008 .736 Item_12 354.81 1046.792 .402 .730 Item_13 355.52 1063.914 .093 .735 Item_14 354.88 1039.717 .544 .728 Item_15 354.64 1053.796 .361 .732 Item_16 354.45 1054.449 .483 .732 Item_17 354.31 1041.390 .639 .729 Item_18 354.02 1052.219 .493 .732 Item_19 355.10 1062.235 .129 .734 Item_20 355.48 1041.914 .511 .729 Item_21 354.62 1066.046 .156 .735 Item_22 355.07 1046.507 .408 .730 Item_23 354.81 1043.329 .452 .730 Item_24 354.29 1042.160 .614 .729 Item_25 354.52 1064.353 .069 .735 Item_26 355.07 1046.507 .408 .730 Item_27 354.31 1041.390 .639 .729 Item_28 354.81 1043.329 .452 .730 Item_29 354.69 1060.951 .431 .734 Item_30 354.38 1051.900 .376 .732 Item_31 354.64 1053.503 .369 .732 Item_32 354.88 1043.620 .467 .730 Item_33 354.31 1041.390 .639 .729 Validitas Valid Valid Valid Valid Valid Gugur Valid Valid Valid Gugur Gugur Valid Gugur Valid Valid Valid Valid Valid Gugur Valid Gugur Valid Valid Valid Gugur Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Item_34 354.29 1042.160 .614 .729 Item_35 354.31 1041.390 .639 .729 Item_36 354.90 1061.113 .138 .734 Item_37 355.38 1046.583 .310 .731 Item_38 354.90 1059.113 .157 .734 Item_39 354.48 1048.890 .485 .731 Item_40 353.93 1056.507 .382 .733 Item_41 354.64 1053.503 .369 .732 Item_42 354.79 1067.733 .000 .736 Item_43 354.81 1046.792 .402 .730 Item_44 354.38 1051.900 .376 .732 Item_45 354.95 1056.485 .230 .733 Item_46 354.05 1050.973 .527 .731 Item_47 354.45 1036.595 .635 .728 Item_48 355.31 1070.707 -.057 .737 Item_49 354.88 1039.717 .544 .728 Item_50 354.02 1052.219 .493 .732 Item_51 354.67 1043.935 .429 .730 Item_52 355.48 1041.914 .511 .729 Item_53 354.88 1043.620 .467 .730 Item_54 354.38 1064.925 .057 .735 Item_55 354.05 1050.973 .527 .731 Item_56 354.45 1036.595 .635 .728 Item_57 354.67 1043.935 .429 .730 Item_58 355.05 1063.949 .080 .735 Item_59 354.45 1054.449 .483 .732 354.07 1056.409 .280 .733 178.81 267.085 1.000 .909 Item_60 Total Valid Valid Gugur Valid Gugur Valid Valid Valid Gugur Valid Valid Gugur Valid Valid Gugur Valid Valid Valid Valid Valid Gugur Valid Valid Valid Gugur Valid Gugur

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .735 61 Case Processing Summary N Cases Valid Excludeda Total a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. % 42 100.0 0 .0 42 100.0

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83

(107)

Dokumen baru