DESKRIPSI PENGHAYATAN DOA ROSARIO DALAM KEHIDUPAN DOA UMAT DI PAROKI SANTO STEFANUS PURWOSARI, PURWOREJO, JAWA TENGAH SKRIPSI

Gratis

0
0
192
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DESKRIPSI PENGHAYATAN DOA ROSARIO DALAM KEHIDUPAN DOA UMAT DI PAROKI SANTO STEFANUS PURWOSARI, PURWOREJO, JAWA TENGAH SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik Oleh: Franciska Septa Milan Devi NIM: 091124001 PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERSEMBAHAN Skripsi ini penulis persembahkan dengan tulus kepada Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria Sang Ibu Sejati, Papah, mamah dan adik yang sangat penulis cintai, umat Paroki St. Stefanus Purwosari yang terkasih, para Dosen yang telah mendampingi dan membimbing penulis, kampus IPPAK-USD yang telah memberikan banyak ilmu dan pengalaman, umat beriman Katolik yang dengan setia selalu mendaraskan doa rosario, dan kepada siapa saja yang telah membantu penulis dengan doa dan dukungan yang begitu tulus dalam penyusunan skripsi ini. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO “Persembahkanlah dirimu melalui tangan Maria dan leburkanlah dirimu dengan gembira di dalam dia, supaya di dalam dia kamu akan menemukan Allah saja.” (St. Louis-Marie Grignion de Montfort) “Ndherek Dewi Maria, temtu geng kang manah...” v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Skripsi ini berjudul DESKRIPSI PENGHAYATAN DOA ROSARIO DALAM KEHIDUPAN DOA UMAT DI PAROKI SANTO STEFANUS PURWOSARI, PURWOREJO, JAWA TENGAH. Penulis memilih judul ini berdasarkan rasa ingin tahu penulis tentang bagaimana penghayatan umat secara lebih mendalam mengenai doa Rosario dalam kehidupan doa. Sebagai salah satu doa kegemaran umat, penulis melihat bahwa sampai saat ini sebagian besar umat masih tekun mendaraskan doa rosario, baik secara pribadi maupun bersama dalam kelompok. Oleh sebab itu, skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penghayatan doa Rosario dalam kehidupan doa di kalangan umat Paroki St. Stefanus Purwosari. Secara praktiknya, doa rosario terdiri dari doa vokal yang berupa pendarasan rangkaian doa secara berulang dan doa batin yang berupa perenungan misteri-misteri Kristus bersama dengan Maria. Untuk mendaraskannya digunakan sarana biji/manik rosario sebagai alat hitung penanda alur doa yang menambah khusyuknya kontemplasi. Umat biasanya mendoakan rosario pada Bulan yang dikhususkan yaitu Bulan Mei dan Oktober, namun ada juga beberapa umat yang patut dipuji karena ketekunannya menjadikan doa rosario sebagai doa wajib harian. Untuk merenungkan misteri-misteri Kristus umat dapat mengikuti peraturan mingguan atau juga sesuai dengan masa liturgi maupun kebutuhan. Sedangkan dalam kehidupan doa umat, rosario menjadi doa multifungsi yang memberikan banyak manfaat dengan segala kemudahan dan kesulitannya. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode deskriptif analisis. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Sedangkan teknik pengumpulan data yang penulis gunakan ialah Observasi Partisipatif dan Wawancara Kelompok Fokus. Dari penelitian yang sudah dilaksanakan, diperoleh hasil bahwa penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa di kalangan umat Paroki St. Stefanus Purwosari sudah cukup baik dan reflektif, baik dari segi praktik doa maupun penghayatannya dalam kehidupan doa. Berdasarkan hasil penelitian, penulis akhirnya memberikan usulan program berupa katekese dalam doa rosario. Usulan ini penulis pilih karena antara katekese dan doa rosario keduanya sama-sama berpusat pada Kristus (Kristosentris) dan menampilkan saripati Injil yang mewartakan sabda Allah melalui Pribadi Yesus Kristus. Karena tidak semua umat dapat menghayati doa rosario secara lebih mendalam, maka usulan program katekese dalam doa rosario ini dimaksudkan untuk menjadi sarana pewartaan Sabda Allah agar umat semakin mengenal Yesus lebih dekat lagi dalam kesempatan doa rosario bersama dan terbantu untuk dapat merenungkan misteri-misteri Kristus secara lebih mendalam, serta menghubungkannya dengan pengalaman iman dan hidup mereka sehari-hari. viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT This thesis is entitled THE DESCRIPTION OF HOW THE HOLY ROSARY IS LIVED OUT WITHIN THE PRAYER LIFE OF CHRISTIANS IN THE SAINT STEPHANUS PARISH, PURWOSARI, PURWOREJO, CENTRAL JAVA. The choice of this title is based upon a curiosity on the way this kind of prayer is being lived out in the overall prayer life of the people. Being one of the most favoured prayer of the people, the author perceives that up to now a majority of people continues to recite this prayer, as individuals as well as in groups. Therefore, this study aims at knowing how the rosary is situated within the prayer life of the people in the aforementioned parish. In practice, the rosary is a vocal prayer consisting of a chain of recitations and a mental prayer contemplating the mysteries of Christ together with Mary His Mother. To recite it, people use beads as means to count the pieces of prayer to increase the devotion. Special seasons in which people pray the rosary are the months of May and October, but it is not rare that outside these months people continue to recite the rosary on daily basis. The order of the mysteries of Christ follows the liturgical calendar or according to special needs. In the life of the community, this prayer plays a multi-functional role thanks to the facility of its recitation. In writing this study, the author makes use of descriptive analysis method. The type of survey used here is a qualitative survey. This type of survey conveys descriptive datas in the forms of words or oral expressions of the respondents as well as in the form of some observed behaviour. The technique in collecting datas involved parcitipative observation and the Fokus Discussion Groups. From this survey one can conclude that the rosary is well lived out within the overall prayer life in the Saint Stephanus Parish Purwosari. This is also well reflected upon, be it from the viewpoint of prayer practices or from its living out in prayer life in general. Based on the result of the survey, the author finally proposes a catechetical program that would be executed within the session of rosary. This proposal is prompted by the fact that both catechesis and the rosary are centered upon Jesus Christ. Both concern with the essence of the Good News proclaimed by Jesus Christ. This program is intended in such a way that help people to use the rosary as a means to know Jesus more deeply through meditating the mysteries of His life and by connecting it to their daily experiences. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah Bapa Yang Maha Kuasa atas limpahan kasih dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Deskripsi Penghayatan Doa Rosario dalam Kehidupan Doa Umat di Paroki Santo Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah. Skripsi ini diilhami dari ketekunan dan kesetiaan umat dalam berdoa rosario, entah secara pribadi maupun kelompok, harian maupun pada bulan-bulan yang dikhususkan, yakni Mei dan Oktober. Penulis merasa tertarik untuk mengetahui sejauh mana penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat, terutama di Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah. Penulis menyadari bahwa tersusunnya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, dengan ketulusan hati penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada: 1. Romo Drs. F.X. Heryatno W.W., SJ., M.Ed, selaku Kaprodi IPPAK, Universitas Sanata Dharma, yang telah memberikan dukungan dan sapaan selama proses menyelesaikan skripsi ini. 2. Romo Dr. C. Putranto, SJ, selaku dosen pembimbing utama skripsi yang telah berkenan meluangkan waktu dan sabar dalam membimbing penulis, mendengarkan sharing, memberikan masukan-masukan dan kritikan, memberikan inspirasi, menuangkan gagasan-gagasan, serta memberikan kepercayaan kepada penulis untuk dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. 3. Bapak Drs. L. Bambang Hendarto Y., M.Hum, selaku Dosen Pembimbing Akademik dan selaku dosen penguji yang memberikan dorongan semangat untuk segera menyelesaikan skripsi. 4. Bapak F.X. Dapiyanta, SFK., M.Pd. selaku dosen pembimbing penelitian yang telah meluangkan waktu bagi penulis untuk menyelesaikan penelitian skripsi ini, sekaligus sebagai dosen penguji. 5. Segenap staf dosen Prodi IPPAK-JIP, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, yang telah mendidik dan membimbing penulis selama proses belajar mengajar hingga penulis dapat x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ..................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ........................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... iv HALAMAN MOTTO ................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................... vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ......................................... vii ABSTRAK .................................................................................................... viii ABSTRACT .................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................. xii DAFTAR SINGKATAN .............................................................................. xvii BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1 A. LATAR BELAKANG PENULISAN .................................................... 1 B. RUMUSAN MASALAH ....................................................................... 6 C. TUJUAN PENULISAN ......................................................................... 6 D. MANFAAT PENULISAN ..................................................................... 6 E. METODE PENULISAN ........................................................................ 7 F. SISTEMATIKA PENULISAN .............................................................. 7 BAB II DOA ROSARIO DAN KEHIDUPAN DOA ................................... 9 A. Penghayatan Doa Rosario ...................................................................... 9 1. Pengertian Penghayatan ......................................................................... 9 2. Pengertian Doa ....................................................................................... 10 3. Sejarah Doa Rosario ............................................................................... 10 4. Sejarah Salam Maria .............................................................................. 12 5. Pengertian Doa Rosario ......................................................................... 14 6. Pengertian Penghayatan Doa Rosario .................................................... xii 16

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7. Unsur-unsur Doa Rosario ....................................................................... 17 a. Doa Vokal ....................................................................................... 17 b. Doa Batin ........................................................................................ 23 c. Sarana doa dengan biji Rosario ...................................................... 27 d. Pengaturan Waktu .......................................................................... 28 Tujuan Doa Rosario ............................................................................... 30 a. Bersama Maria, Mengenang Kristus .............................................. 30 b. Bersama Maria, Berdoa kepada Kristus ......................................... 31 Isi Doa Rosario ....................................................................................... 32 a. Rosario sebagai Ringkasan Injil ..................................................... 32 b. Rosario sebagai sarana merenungkan Misteri ................................ 33 10. Peristiwa-Peristiwa Doa Rosario ........................................................... 34 8. 9. a. Peristiwa Gembira .......................................................................... 34 b. Peristiwa Terang ............................................................................. 36 c. Peristiwa Sedih ............................................................................... 37 d. Peristiwa Mulia ............................................................................... 39 B. Doa Rosario dalam Kehidupan Doa ....................................................... 40 1. Rosario sebagai Doa Multifungsi ........................................................... 42 a. Doa Permohonan ............................................................................ 43 b. Doa Ucapan Syukur ........................................................................ 43 c. Doa Keluarga .................................................................................. 44 d. Doa Orang Sakit dan Orang Meninggal ......................................... 45 Kesulitan dan kemudahan dalam Berdoa Rosario ................................. 46 a. Kesulitan-kesulitan yang biasa dihadapi ........................................ 46 b. Kemudahan-kemudahan dalam berdoa rosario .............................. 47 Manfaat doa Rosario dalam kehidupan doa ........................................... 48 a. Rosario menjadi sarana doa yang berguna ..................................... 48 b. Rosario membantu untuk merenungkan misteri-misteri keselamatan ..................................................................................... 48 c. Rosario menjadi doa yang menyembuhkan .................................... 49 d. Rosario membantu mempersiapkan diri untuk suatu 2. 3. xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI peristiwa ......................................................................................... 49 BAB III PENELITIAN TENTANG PENGHAYATAN DOA ROSARIO DALAM KEHIDUPAN DOA UMAT DI PAROKI SANTO STEFANUS PURWOSARI, PURWOREJO, JAWA TENGAH .................................................. 51 A. Gambaran Umum Paroki Santo Stefanus Purwosari ............................. 52 1. Sejarah berdirinya Paroki St. Stefanus Purwosari ................................. 52 2. Gambaran singkat Paroki St. Stefanus Purwosari .................................. 53 3. Jumlah umat Paroki St. Stefanus Purwosari .......................................... 54 4. Kegiatan-kegiatan yang ada di Paroki St. Stefanus Purwosari .............. 54 B. Penelitian tentang Penghayatan Doa Rosario dalam kehidupan doa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari .................................................. 55 1. Metodologi Penelitian ............................................................................ 55 a. Latar Belakang Penelitian ............................................................... 55 b. Fokus Penelitian ............................................................................. 57 c. Tujuan Penelitian ............................................................................ 57 d. Jenis Penelitian ............................................................................... 57 e. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................ 58 f. Responden Penelitian ..................................................................... 58 g. Teknik dan Alat Pengumpulan data ............................................... 58 h. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data ............................................ 59 i. Definisi Konseptual Penelitian ....................................................... 60 j. Definisi Operasional Penelitian ...................................................... 61 k. Kisi-kisi Penelitian ......................................................................... 61 l. Teknik Analisis Data ...................................................................... 63 Laporan Hasil Penelitian ........................................................................ 63 a. Laporan Hasil Penelitian melalui Observasi Partisipatif ................ 64 b. Laporan Hasil Penelitian melalui Wawancara Kelompok Fokus ... 65 Pembahasan Hasil Penelitian ................................................................. 76 a. Praktik Doa Rosario ....................................................................... 76 1) Deskripsi Aspek Sarana Biji Rosario ...................................... 76 2. 3. xiv

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2) Deskripsi Aspek Doa Vokal .................................................... 78 3) Deskripsi Aspek Doa Batin ..................................................... 80 4) Deskripsi Aspek Pengaturan Waktu ........................................ 83 Rosario dalam Kehidupan Doa ....................................................... 84 1) Deskripsi Aspek Doa Multifungsi ........................................... 84 2) Deskripsi Aspek Perjuangan Doa (Kesulitan dan Kemudahan) ............................................................................ 88 3) Deskripsi Aspek Manfaat Doa Rosario ................................... 91 Kesimpulan Penelitian ........................................................................... 93 BAB IV USULAN PROGRAM KATEKESE DALAM DOA ROSARIO BAGI UMAT DI PAROKI SANTO STEFANUS PURWOSARI, PURWOREJO, JAWA TENGAH ........................ 97 A. Refleksi mengenai Penghayatan Doa Rosario dalam Kehidupan Doa Umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah ........ 98 B. Katekese dalam Doa Rosario ................................................................. 100 1. Pengertian Katekese Secara Umum ....................................................... 100 2. Tujuan Katekese ..................................................................................... 101 3. Bentuk Katekese .................................................................................... 102 a. Bentuk praktis ................................................................................. 102 b. Bentuk historis ................................................................................ 102 c. Bentuk sistematis ............................................................................ 102 Tugas Utama Katekese ........................................................................... 103 a. Katekese memberitakan Sabda Allah, mewartakan Kristus ........... 103 b. Katekese mendidik untuk beriman ................................................. 103 c. Katekese mengembangkan Gereja ................................................. 104 Katekese dalam Doa Rosario ................................................................. 105 C. Usulan Program Katekese dalam Doa Rosario ...................................... 107 1. Latar Belakang Pemilihan Program Katekese dalam Doa Rosario ........ 107 2. Alasan Pemilihan Tema ......................................................................... 108 3. Penjabaran Sub Tema ............................................................................. 109 4. Penjabaran Program Katekese dalam Doa Rosario ................................ 111 b. 4. 4. 5. xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Contoh Usulan Katekese dalam Doa Rosario ........................................ 114 BAB V PENUTUP ........................................................................................ 125 A. Kesimpulan ............................................................................................ 125 B. Saran ....................................................................................................... 128 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................... 130 LAMPIRAN .................................................................................................. 131 Lampiran 1 : Surat Ijin Penelitian Kaprodi ............................................ (1) Lampiran 2 : Surat Ijin Penelitian Pastor Paroki St. Stefanus Purwosari ......................................................................... (2) Lampiran 3 : Daftar Pertanyaan Panduan Wawancara .......................... (3) Lampiran 4 : Catatan Berkala Observasi Partisipatif ............................. (4) Lampiran 5 : Hasil Wawancara Kelompok Fokus 1 .............................. (17) Lampiran 6 : Hasil Wawancara Kelompok Fokus 2 .............................. (34) Lampiran 7 : Surat Bukti Pelaksanaan Penelitian .................................. (43) xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR SINGKATAN A. Singkatan Kitab Suci Seluruh singkatan Kitab Suci dalam skripsi ini mengikuti singkatansingkatan dalam Lembaga Alkitab Indonesia. (2010). Alkitab. LAI: Jakarta. B. Singkatan Dokumen Resmi Gereja CT : Catechesi Tradendae (Penyelenggaraan Katekese) : Anjuran Apostolik Paus Yohanes Paulus II kepada para Uskup, Klerus dan segenap umat beriman tentang katekese masa kini, disampaikan pada tanggal 16 Oktober 1979 di Roma. KGK : Katekismus Gereja Katolik : salah satu dokumen Gereja Katolik yang berisi tentang ajaran iman Katolik dan Tradisi Katolik yang disusun sehubungan dengan Konsili Vatikan II, oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 25 Juni 1992. KKGK : Kompendium Katekismus Gereja Katolik, merupakan ringkasan dari buku Katekismus Gereja Katolik 1992. C. Singkatan Lain bdk : bandingkan CFC : Couple For Christ dll : dan lain-lain dsb : dan sebagainya xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI IPPAK : Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik JIP : Jurusan Ilmu Pendidikan Kaprodi : Kepala Program Studi KWI : Konferensi Waligereja Indonesia. OMK : Orang Muda Katolik PIA : Pendampingan Iman Anak PIR : Pendampingan Iman Remaja Prodi : Program Studi PSE : Pengembangan Sosial Ekonomi St : Santo USD : Universitas Sanata Dharma WIB : Waktu Indonesia bagian Barat WKRI : Wanita Katolik Republik Indonesia xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENULISAN Manusia adalah salah satu makhluk yang diciptakan sesuai dengan gambar dan citra Allah. Itulah yang memampukan manusia untuk beriman dan mempunyai relasi yang sangat dekat dengan Allah. Manusia yang beriman menyadari bahwa hidupnya berasal dan bersumber dari Allah. Oleh karena itu, orang beriman selalu berusaha untuk menjaga relasinya dengan Allah dengan cara berdoa, karena doa merupakan sarana manusia untuk berkomunikasi secara pribadi dengan Allah sendiri. Manusia terdorong untuk berdoa karena kerinduannya kepada Allah dan membutuhkan Allah dalam hidupnya sehari-hari. Doa berarti mengarahkan hati kepada Allah. Ketika seseorang berdoa, ia masuk dalam hubungan yang hidup dengan Allah (Youcat, 2012: 264). Dengan menyadari hubungannya dengan Allah, seseorang yang berdoa tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri dan oleh kekuatan dirinya sendiri, namun mempercayakan diri sepenuhnya kepada karya keselamatan Allah. Selama hidup di dunia, manusia mencari kesatuan dengan Allah yang suatu saat akan dijumpai ketika manusia memasuki kehidupan kekal. Maka, usaha untuk berdoa setiap hari adalah bagian dari kehidupan orang Kristen yang perlu dikembangkan. Sebagai orang Kristen, kita harus senantiasa berdoa setiap hari karena berdoa itu manusiawi seperti bernapas, makan, dan mengasihi. Doa adalah anugerah Allah yang memurnikan dan memungkinkan kita untuk menolak

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 godaan. Doa itu menguatkan kita dalam kelemahan dan menyingkirkan ketakutan. Bahkan doa memberikan kekuatan dan membuat seseorang bahagia. Tradisi Gereja menawarkan kepada umat beriman doa yang berulang secara berkala untuk menumbuhkan doa yang tetap yakni melalui doa-doa resmi Gereja. Beberapa darinya adalah doa Bapa Kami, Salam Maria, Syahadat Para Rasul, Kemuliaan dan doa-doa resmi lainnya. Sebagai orang Kristen kita juga tidak terpisahkan dari doa-doa harian, seperti doa pagi dan doa malam, doa sebelum dan sesudah makan, serta ibadat harian. Selain itu terdapat juga doa-doa litani dan devosi sebagai suatu bentuk ungkapan kerinduan, penghormatan, kekaguman, iman dan kasih terhadap pribadi-pribadi yang istimewa yang berperan dalam hidup manusia. Pribadi-pribadi itu antara lain ialah Allah, Yesus, Maria, Roh Kudus, atau Para Malaikat. Devosi adalah sikap batin/hati seseorang yang ditujukan kepada orang tertentu yang dihormati, dicintai dan dipercayai (Musakabe, 2005:44). Devosi dalam Gereja Katolik adalah kebaktian. Dan yang menjadi sasaran utama devosi adalah Allah sendiri. Tidak ada yang bisa menggantikan peran Allah dalam devosi, baik itu manusia, benda atau tempat tertentu karena semuanya itu hanyalah sarana penyalur rahmat kasih Allah yang membantu kita untuk mendekatkan diri kepada Allah. Gereja Katolik mengenal beberapa bentuk devosi, misalnya Devosi kepada Kerahiman Ilahi, Devosi kepada Sakramen Mahakudus, Devosi kepada Bunda Maria dan Devosi kepada Jiwa-jiwa di Api Pencucian. Salah satu bentuk Devosi yang paling digemari umat Katolik ialah doa rosario. Namun, doa rosario bukanlah devosi kepada Bunda Maria, melainkan

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 devosi yang ditujukan kepada Tuhan kita Yesus Kristus melalui perantaraan Bunda Maria. Doa rosario sampai saat ini masih menjadi doa kegemaran umat Katolik karena rumusannya yang sederhana namun sangat berdaya guna. Devosi melalui doa rosario ini merupakan bentuk penghormatan kepada Bunda Maria dan sekaligus untuk mengenangkan misteri Kristus dalam setiap peristiwa. Setiap orang mempunyai alasan tertentu untuk berdevosi kepada Santa Perawan Maria dengan berdoa rosario, salah satunya untuk membantu menguatkan imannya sebagai orang Katolik. Musakabe (2005: 61) mengatakan bahwa “alasan secara tradisional berdoa melalui Bunda Maria adalah alasan yang paling klasik dan manusiawi tetapi tetap relevan sepanjang masa, karena dengan berdoa rosario banyak problem dapat dipecahkan.” Dalam Surat Apostolik Bapa Suci Yohanes Paulus II yang dikeluarkan pada tanggal 16 Oktober 2002 yaitu Rosarium Virginis Mariae (Rosario Perawan Maria), Bapa Paus (2003: 7) mengatakan bahwa “Rosario adalah doa yang sederhana tetapi sangat mendalam”. Mendaraskan rosario berarti kita menatap wajah Kristus bersama Maria. Doa rosario merupakan doa yang berciri khas Maria. Tetapi pada intinya rosario adalah doa yang Kristosentris. Maka, berdoa rosario akan mempersatukan orang yang mendoakannya dengan Bunda Maria serta menghantar mereka kepada Yesus Kristus. Doa rosario sangat akrab dengan kehidupan doa umat Katolik. Doa ini dapat dipakai untuk menghadapi berbagai situasi dan kepentingan yang berbedabeda. Sangat fleksibel dan bisa dipakai untuk doa sehari-hari maupun dalam menghadapi peristiwa-peristiwa tertentu. Doa rosario dapat dipakai oleh semua

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 umat, baik anak-anak maupun orang dewasa, baik kaum awam maupun religius, baik seorang cendekiawan atau profesor maupun seorang yang berpendidikan rendah atau buta huruf sekalipun, baik seorang pemula dalam berdoa maupun pendoa yang sudah lama menekuni doa. Doa rosario dapat dilakukan seorang diri maupun bersama-sama dalam keluarga, kelompok kecil ataupun besar. Doa yang kelihatannya sangat sederhana ini justru memiliki banyak makna dan manfaat, sehingga bisa dikatakan bahwa doa rosario adalah doa yang multifungsi. Doa ini dapat berfungsi sebagai doa lisan yang praktis, doa meditatif, doa kontemplatif, doa permohonan, doa ucapan syukur, doa bagi orang kecil dan sederhana, doa keluarga, doa bagi orang sakit dan bagi yang sudah meninggal dunia. Di tengah kesibukan dan permasalahan yang dihadapi umat, doa rosario rupanya masih mendapat tempat di hati umat. Hal itu terbukti dari keinginan umat untuk berdoa rosario baik secara pribadi maupun bersama, minimal pada Bulan Mei dan Oktober dan didukung dengan melakukan ziarah ke Goa Maria. Doa rosario pun menjadi doa harian yang didoakan oleh beberapa umat secara pribadi karena dapat didoakan kapan saja dan di mana saja. Ada salah satu umat yang pernah penulis wawancarai mengatakan bahwa jika sehari saja tidak berdoa Rosario rasanya sangat kecewa dan ada yang kurang dalam menjalani kegiatannya dalam sehari. Doa rosario setiap hari sudah beliau lakukan sejak beliau masih muda hingga sekarang beliau berusia 85 tahun. Beliau merasakan pertolongan Bunda Maria dalam setiap suka duka hidupnya melalui doa rosario. Akan tetapi, sebagai doa kegemaran umat Katolik, sepertinya tidak semua orang merasakan makna dan pentingnya pendarasan doa rosario. Hal ini

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 terlihat ketika Bulan Mei dan Oktober, di lingkungan sering diadakan doa rosario bersama secara bergantian di rumah umat. Ada umat yang tidak berkeinginan untuk datang, atau karena kebetulan rumahnya yang mendapat jatah untuk doa rosario bersama. Pada saat pelaksanaannya pun tidak semua umat terlihat siap hati untuk berdoa rosario. Itu terbukti dengan pendarasan doa rosario yang terkesan hanya pengulangan kata yang kadang diucapkan dengan tergesa-gesa dan kurang konsentrasi, sehingga umat kurang mendalami apa yang direnungkan dalam doa rosario tersebut. Padahal tujuan dari doa rosario ialah merenungkan misteri Kristus bersama Maria. Dan untuk merenungkan misteri Kristus kita memerlukan sikap hati yang tenang dan hening. Doa rosario yang didoakan secara pribadi maupun bersama-sama kadang tidak luput dari godaan-godaan dan pikiran yang melayang-layang. Namun, yang paling penting ialah kita sudah mulai berdoa. Allah selalu memahami keadaan kita dengan baik. Ketika kita tidak bisa berkonsentrasi karena dibebani masalah hidup sehari-hari, maka kemungkinan kita tidak bisa berdoa. Tetapi rosario memberi kita kesempatan untuk berdoa pada saat kita merasa tidak mampu berkonsentrasi untuk berdoa. Dari pengalaman penulis dalam mendaraskan doa rosario, baik secara pribadi, bersama keluarga maupun bersama umat di lingkungan, Bunda Maria masih memiliki kedudukan penting di hati umat sebagai perantara doa-doa kepada Kristus. Bahkan, hingga sekarang doa rosario juga masih dianggap penting dan berdaya guna dalam kehidupan doa umat. Dari kenyataan ini, penulis tertarik untuk melakukan penelitian di Paroki St. Stefanus Purwosari agar dapat

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 mengetahui bagaimana penghayatan umat secara lebih mendalam mengenai doa rosario yang masih menjadi doa kegemaran umat dalam kehidupan doa mereka yang didoakan baik secara pribadi maupun bersama, dan pada waktu yang dikhususkan maupun pada waktu-waktu tertentu. Maka dari itu, penulis tertarik untuk membuat Skripsi dengan judul: DESKRIPSI PENGHAYATAN DOA ROSARIO DALAM KEHIDUPAN DOA UMAT DI PAROKI SANTO STEFANUS PURWOSARI, PURWOREJO, JAWA TENGAH. B. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka dirumuskan pokok permasalahan, yaitu: Bagaimana penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa di kalangan umat Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah? C. TUJUAN PENULISAN Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa di kalangan umat Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah. D. MANFAAT PENULISAN 1. Bagi Penulis Penulisan ini membantu penulis untuk memperoleh gambaran mengenai penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa di Paroki St. Stefanus Purwosari,

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Purworejo, Jawa Tengah, serta menjadi pendorong bagi penulis untuk senantiasa berdoa rosario dan memaknai pentingnya berdoa rosario dalam kehidupan doa. 2. Bagi Umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah Penulisan ini membantu umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah untuk mengetahui bagaimana penghayatan doa rosario yang selama ini dilaksanakan, agar umat terdorong untuk semakin menghayati pentingnya doa rosario, sehingga bisa berdampak kepada kehidupan doa yang lebih baik. E. METODE PENULISAN Dalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode deskriptif analisis yaitu metode yang menggambarkan dan memaparkan data-data yang didapat melalui studi pustaka. Penulis menggunakan deskriptif analisis untuk memperoleh gambaran mengenai bagaimana penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari. Data diperoleh melalui wawancara kelompok fokus dan observasi partisipatif. F. SISTEMATIKA PENULISAN Uraian materi dan gagasan skripsi ini dibagi dalam lima Bab: Bab I : Penulis mengawali dengan Pendahuluan yang memuat latar belakang penulisan dan rumusan permasalahannya, sehingga menemukan tujuan, manfaat dan metode yang dipakai dalam penulisan skripsi. Sebagai

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 akhir dari pendahuluan, penulis menguraikan secara singkat tentang isi keseluruhan skripsi dalam sistematika penulisan. Bab II : Penulis akan memaparkan Kajian Pustaka yang berisi uraian tentang sumber pustaka mengenai penghayatan doa rosario dan doa rosario dalam kehidupan doa. Bab III : Penulis akan menjelaskan mengenai gambaran umum Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah, yaitu sejarah berdirinya Paroki St. Stefanus Purwosari, gambaran singkat dan jumlah umat Paroki St. Stefanus Purwosari, serta kegiatan-kegiatan yang ada di Paroki St. Stefanus Purwosari. Kemudian penulis akan menjelaskan metodologi penelitian yang penulis gunakan, yaitu mengenai jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, responden penelitian, variabel penelitian, definisi konseptual dan operasional penelitian, teknik pengumpulan data dan kisi-kisi penelitian. Serta melaporkan hasil penelitian, pembahasan hasil penelitian dan kesimpulan dari penelitian. Bab IV : Penulis akan menuliskan refleksi mengenai penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat, serta usulan program berupa katekese dalam doa rosario bagi umat di Paroki St. Stefanus Purwosari. Bab V : Pada bagian penutup ini penulis akan memberikan kesimpulan dan saran dari semua rangkaian Bab yang merupakan rangkuman dan penegasan dari seluruh uraian penulis.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II DOA ROSARIO DAN KEHIDUPAN DOA Pada Bab II ini, penulis akan menyajikan kajian pustaka yang mendukung dan mendasari gagasan-gagasan penulis yang telah dituangkan dalam Bab I. Adapun Bab II ini disusun dari dua sub-bab yang berisi penjelasan tentang doa rosario dan doa rosario dalam kehidupan doa. Secara lengkap kedua sub-bab tersebut akan diuraikan dalam penjelasan sebagai berikut: A. Penghayatan Doa Rosario 1. Pengertian Penghayatan Penghayatan biasanya dihubungkan dengan keimanan seseorang. Iman berarti bertemu dengan Allah dan hidup dalam kesatuan dengan-Nya. Iman bukanlah pertama-tama berarti menerima aturan, khususnya untuk bidang moral, melainkan menghayati hidup secara otonom dan bertanggung jawab dalam kesatuan pribadi dengan Allah (KWI, 1996: 15). Dalam memberi makna dalam hidupnya, manusia perlu menghayati hidup itu sendiri, yakni penghayatan hidup dalam membuka diri terhadap Allah, membangun solidaritas dengan sesama, mengolah dan memelihara dunia benda serta alam semesta, dan dengan demikian membangun diri sendiri (KWI, 1996: 115). Dengan demikian, penghayatan berarti segala pengalaman batin yang dirasakan, dialami dan diyakini manusia berkat hubungannya dengan Tuhan sebagai Sang Pencipta dan dengan segala makhluk ciptaan-Nya dalam hidup sehari-hari.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 2. Pengertian Doa Doa merupakan kontak dan perjumpaan dengan Allah (Darminta, 1997: 7). Doa pertama-tama dan terutama suatu pernyataan iman di hadapan Allah. Doa pada dasarnya berarti mengangkat hati, mengarahkan hati kepada Tuhan, menyatakan diri anak Allah, mengakui Allah sebagai Bapa. Doa adalah kata cinta seorang anak kepada Bapa-Nya (KWI, 1996: 194). Katekismus Baltimore mendefinisikan doa sebagai pengangkatan pikiran dan hati kepada Allah. Doa, setelah semuanya diucapkan dan dilaksanakan, menjadi hal yang sederhana: suatu hubungan yang berasaskan kesadaran (Barry, 2002: 2). Doa adalah pengangkatan jiwa kepada Allah atau satu permohonan yang ditujukan kepada Allah untuk memperoleh hal-hal yang benar (KGK, 1995: 643). Doa itu menyatakan iman kepada Allah dengan maksud memuji Allah dengan penuh rasa syukur, mencurahkan isi hatinya di hadapan Tuhan, mendengarkan sabda Tuhan agar selalu melaksanakan panggilan dengan setia (Wahjasudibja, 1987: 90). Jadi, doa adalah perjumpaan manusia dengan Allah sebagai hubungan erat antara anak dan Bapa, dengan mengangkat dan mengarahkan hati sepenuhnya kepada Allah sebagai bentuk pernyataan iman di hadapan-Nya. 3. Sejarah Doa Rosario Rosario yang merupakan doa yang berulang-ulang atau “dzikir” sebenarnya memiliki sejarah yang jauh lebih tua dibandingkan doa Salam Maria. Rosario sebenarnya berawal dari kecenderungan umat beriman pada awal abad

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 pertengahan meniru nyanyian dan mazmur yang dilantunkan para rahib di biarabiara maupun di katedral-katedral. Salah satu doa wajib pada saat itu ialah 150 mazmur. Sayangnya pada masa itu seluruh tata ibadat liturgis menggunakan bahasa Latin. Tidak semua orang tahu bahasa Latin dan masih banyak yang buta huruf, sehingga mereka sulit untuk menghafalkan doa-doa panjang apalagi mazmur berjumlah 150 tersebut. Karena kerinduan umat untuk ikut dalam doa harian sangat besar, maka dicari suatu doa popular dan setiap tempat mempunyai kekhasannya. Di Irlandia doa ini disebut Na tri coicat atau tiga lima puluhan. Disebut demikian karena mazmur ini terdiri dari tiga bagian yang masing-masing terdiri dari 50 ayat. Umat beriman pada masa itu percaya bahwa doa itu adalah silih sakramen tobat yang manjur untuk keselamatan kekal. Doa ini kemudian dibawa ke Eropa daratan sekitar tahun 800-an oleh Rahib Columba dan Gall. Ternyata tidak semua orang mengerti bahasa Latin termasuk para rahib dan biarawan di biara-biara pedalaman seperti para Carthusian. Sebagai gantinya mereka diperbolehkan untuk berdoa Bapa Kami untuk satu mazmur. Kebetulan pada saat itu doa Bapa Kami sudah menjadi doa resmi Gereja selain doa Aku Percaya. Karena itulah mereka mendoakan 150 kali doa Bapa Kami dalam sehari. Satu unit 50 mazmur atau Bapa Kami itu disebut quinquena yang berasal dari bahasa Latin Quinquaginta. Kebiasaan para Carthusian ini ditiru oleh beberapa ordo lain dengan peraturan yang lebih ringan. Ordo legendaris, Ksatria Templar mempunyai peraturan, jika salah seorang anggotanya meninggal, setiap anggota diwajibkan

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 berdoa Bapa Kami sebanyak 100 kali dalam sehari selama seminggu. Nilai doa mereka dalam sehari setara dengan dua 50-an mazmur. Ordo Cistercian mewajibkan para anggota yang bukan imam berdoa Bapa Kami 1500 kali untuk anggota yang meninggal. Perhitungan sebanyak 150 kali ini berhubungan erat dengan Rosario yang kita miliki sekarang. Rosario kita dibagi menjadi tiga misteri penting, yaitu peristiwa gembira, peristiwa sengsara, dan peristiwa mulia. Pada tahun 2000, Paus Yohanes Paulus II menambahkan satu lagi yaitu peristiwa cahaya atau peristiwa terang. Masing-masing terdiri dari 50 doa Salam Maria. Untuk berdoa Bapa Kami dan Salam Maria seperti yang disebutkan di atas tentu dibutuhkan suatu alat bantu untuk menghitung, yaitu tali bersimpul banyak. Kebiasaan doa dengan tali bersimpul atau manik-manik jauh sudah ada sebelum Carthusian. Catatan arkeologis dan fosil manuskrip purba menggambarkan bahwa hermit Paulus dari Thebes (c.234-347) dan St. Antonius pertapa (c.251-356) di padang pasir Mesir dan gurun tandus Syria, menggunakan krikil dan tali bersimpul untuk menghitung doa dan nyanyian mazmur yang mereka ucapkan (Bayu Risanto, 2010: 33-34). 4. Sejarah Salam Maria Doa Salam Maria sendiri berkembang dalam bahasa populer saat doa 150 mazmur atau 150 Bapa Kami sudah berkembang luas. Doa Salam Maria cukup unik karena merupakan gabungan dari salam Malaikat Gabriel saat memberikan warta sukacita pada Perawan Maria, “Salam maria, penuh rahmat Tuhan sertamu” dan salam Elizabeth saudarinya saat Maria berkunjung ke rumahnya, “Terpujilah engkau diantara wanita dan terpujilah buah tubuhmu”. Di

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 dalam liturgi Gereja, kedua salam sukacita ini sudah terpadukan kurang lebih sejak tahun 600. Jejaknya dapat ditelusuri dalam naskah liturgi kuno untuk minggu keempat adven, atau dikenal sebagai Minggu Maria. Pada akhir abad XII, doa Salam Maria diakui sebagai salah satu doa yang harus diketahui oleh umat beriman selain Bapa Kami dan Aku Percaya. Baru kali itu, doa populer (kerakyatan) resmi diterima oleh Bunda Gereja. Menurut sejarah, Keuskupan Paris adalah yang pertama meresmikannya, yakni pada tahun 1198, yang kemudian diikuti oleh keuskupan-keuskupan lain. Namun, doa Salam Maria yang dimaksud tidak seperti yang kita kenal sekarang. Doa Salam Maria pada saat itu berakhir pada “terpujilah buah tubuhmu, Yesus”. Karena tergolong pendek dibandingkan doa Bapa Kami dan Aku Percaya, doa Salam Maria menjadi favorit kaum beriman terutama sejak abad XIII. Bahkan, Paus Urbanus IV (1216-1264) memberi indulgensi penuh bagi mereka yang mengucapkannya dan mengakhirinya dengan menyebut nama Yesus Kristus. Secara otomatis pula doa ini mulai didaraskan berulang-ulang seperti mazmur. Karena singkatnya, umat beriman mendapatkan kesukaan yang besar. 150 kali doa Salam Maria yang didaraskan disebut Rosarium, suatu kata populer dalam bahasa Latin abad pertengahan. Arti puitisnya adalah kebun bunga mawar atau juga seikat bunga mawar yang biasa dipersembahkan seorang pemuda kepada gadis pujaannya. Doa Aku Percaya yang ditempatkan di bagian depan Rosario berkaitan erat dengan kebiasaan para rahib ordo Cistercian abad XV yang diwajibkan untuk berdoa Aku Percaya setiap hari. Pada masa itu juga, doa menjadi sangat panjang karena ada 150 doa Bapa Kami dan 150 doa Salam Maria. Keduanya didoakan

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 berselang-seling. Barulah pada tahun 1408, Henry Egher dari Kalcar, seorang visitor Ordo Carthusian memberi bentuk baru doa Rosario, yang diperkenalkan pertama-tama di dalam ordonya sendiri. Salam Maria diikat menjadi sepuluhsepuluh dan di antaranya diucapkan doa Bapa Kami. Dengan demikian hanya ada 15 doa Bapa Kami dan 150 Salam Maria. Doa Bapa Kami ini seakan-akan membentuk pilar-pilar di antara doa Salam Maria (Bayu Risanto, 2010: 34-35). 5. Pengertian Doa Rosario Rosario berasal dari kata Latin, Rosarium, yang berarti karangan bunga mawar. Mawar adalah ratu para bunga. Bunga ini biasanya kita hadiahkan pada orang yang amat kita hormati dan cintai. Sarana doa yang menggunakan untaian manik-manik ini amat membantu untuk menghitung suatu doa yang rumusannya kita daraskan selalu sama-berulang, bagaikan menghamparkan bunga mawar atau mengalungkan mahkota pada pribadi-pribadi istimewa, agung dan mulia (Daia, 2004: 3-4). Doa rosario terdiri dari dua macam: Doa batin dan Doa vokal (= doa yang diucapkan atau didaraskan). Dalam rosario Suci, doa batin adalah renungan tentang misteri-misteri pokok kehidupan, kematian dan kemuliaan Yesus dan Maria, Ibu-Nya yang diberkati. Doa vokal berupa pendarasan lima belas peristiwa Salam Maria, yang masing-masingnya didahului dengan satu Bapa Kami, pada waktu yang sama kita merenungkan lima belas keutamaan pokok yang dilakukan Yesus dan Maria (De Montfort, 1995: 13). Yang kemudian oleh Bapa Paus Yohanes Paulus II ditambahkan satu persitiwa baru yakni peristiwa Cahaya, yang tanpa mengurangi makna setiap aspek pokok bentuk tradisional doa rosario,

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 dimaksudkan untuk memberi kepada rosario hidup yang segar dan minat baru untuk masuk ke kedalaman Hati Kristus. Dengan demikian, rosario merupakan perpaduan serasi antara doa batin dan doa vokal yang menuntun kita untuk menghormati, merenungkan misteri dan belajar meniru keutamaan kehidupan, kesengsaraan, kematian dan kemuliaan Yesus Kristus bersama Bunda Maria. Bapa Suci Yohanes Paulus II dalam Surat Apostolik Rosario Perawan Maria menyatakan bahwa doa rosario adalah doa yang sederhana tetapi sangat mendalam. Doa Rosario berciri khas Maria, tetapi pada intinya rosario adalah doa yang kristosentris karena dalam unsur-unsurnya yang sederhana, rosario menampilkan saripati amanat Injil secara utuh. Oleh karena itu, rosario dapat dikatakan sebagai ringkasan seluruh Injil (Yohanes Paulus II, 2003: 8). Bapa Suci Yohanes Paulus II (2003: 11) juga mengatakan bahwa “alasan paling kuat untuk mendesakkan pelaksanaan doa rosario adalah karena doa Rosario merupakan sarana yang paling efektif untuk mengembangkan di kalangan kaum beriman komitmen untuk berkontemplasi pada misteri kristiani.” Jadi jelaslah bahwa doa rosario adalah salah satu tradisi kontemplasi kristiani yang terbaik dan paling berharga serta menjadi doa meditatif yang khas dengan tujuan menatap wajah Kristus bersama Maria. Dengan demikian, praktik doa rosario adalah praktik pendarasan doa sebagai ungkapan iman kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria, dengan menggunakan sarana untaian manik-manik serta pengulangan doa Salam Maria, yang terdiri dari doa vokal dan doa batin, dengan pengaturan waktu tertentu yang bertujuan untuk merenungkan misteri Kristus bersama Maria.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 6. Pengertian Penghayatan Doa Rosario Berdasarkan pengertian mengenai penghayatan, doa dan doa rosario, maka dapat ditarik pengertian bahwa penghayatan doa rosario adalah segala pengalaman batin yang dialami, dirasakan dan ditanggapi manusia dalam doa rosario melalui doa vokal (kata-kata) yang didaraskan dan doa batin yang direnungkan dengan tujuan untuk menatap wajah Kristus bersama Maria, menggunakan sarana untaian biji rosario dan pengaturan waktu tertentu, yang dapat didoakan baik secara pribadi maupun dalam kelompok. Doa vokal dihayati dengan pendarasan rangkaian rosario yaitu berupa pendarasan yang dimulai dengan Tanda Salib, doa Syahadat Para Rasul atau “Aku Percaya”, doa Bapa Kami, 3 rangkai butir Salam Maria yang didahului dengan seruan (Salam Putri Allah Bapa, Salam Bunda Allah Putra, Salam Mempelai Allah Roh Kudus), doa Kemuliaan, rangkaian sepuluh Salam Maria untuk merenungkan satu peristiwa dan doa ‘Ya Yesus yang baik’. Sebagai doa vokal, doa rosario adalah doa yang diucapkan berulang-ulang. Akan tetapi, dalam pendarasan hendaknya disertai dengan merenungkan wajah Yesus dan Bunda Maria agar tidak menjadi pengulangan kata semata (Musakabe, 2005: 168). Doa batin dihayati dengan merenungkan secara khidmat misteri-misteri pokok kehidupan, kematian, dan kemuliaan Yesus Kristus dan Maria, Ibu-Nya yang terberkati serta menghubungkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan merenungkan misteri-misteri dalam doa rosario, kita sama halnya dengan menatap wajah Kristus bersama Maria. Untuk dapat merenungkannya kita perlu memaklumkan peristiwa, mendengarkan Sabda Allah dan masuk ke dalam keheningan (De Montfort, 1995: 13).

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 7. Unsur-unsur Doa Rosario a. Doa Vokal Doa dengan kata-kata menggabungkan badan dengan kedalaman doa batin. Bahkan, doa yang paling dalam pun tidak lepas dari doa dengan kata-kata. Tetapi yang penting harus selalu keluar dari iman personal. Dengan doa Bapa Kami, Yesus mengajarkan bentuk sempurna doa dengan kata-kata (KKGK, 2009: 189). Doa rosario adalah doa lisan/vokal yang diucapkan dengan kata-kata tanpa harus membaca teks tertentu. Sambil mengucapkan kata-kata dalam doa yang sudah dihafal, kita berusaha mendalami makna kata-kata tersebut. Doa Rosario adalah doa yang diucapkan berulang-ulang kali dan karenanya menjadi doa yang praktis. Akan tetapi dalam mendaraskan doa rosario hendaknya juga disertai dengan merenungkan wajah Yesus dan Bunda Maria (Musakabe, 2005: 168). Untuk memaknai rangkaian doa rosario, kita memerlukan komitmen untuk mendoakan doa rosario dengan urutan yang baik, sebagai berikut: 1) Pertama, kita membuka doa rosario dengan membuat tanda salib sebagai tanda iman dan pengakuan kita kepada Allah Tritunggal Mahakudus, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Tanda Salib adalah ciri khas atau identitas orang Katolik yang digunakan untuk mengawali sebuah doa (Musakabe, 2005: 169). Salib sebagai bagian pertama dalam doa rosario merupakan pusat seluruh rangkaian rosario. Biasanya doa rosario dibuka dengan mengecup salib dan membuat ‘tanda salib’ pada dahi, ulu hati atau dada, bahu kiri dan kanan, dan rumus doa yang diucapkan: “Atas/demi/dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus”. Kebiasaan mencium atau mengecup salib menyatakan rasa hormat mendalam kepada Tuhan Yesus Kristus

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Penyelamat. Rumusan ini sangat trinitas, yang berarti berhubungan dengan rahasia Tritunggal. Kita melakukan kegiatan ini untuk kemuliaan Allah Tritunggal, untuk kemuliaan nama-Nya dan untuk mengambil bagian dalam kemuliaan Tritunggal karena anugerah-anugerah-Nya, secara istimewa mau mengambil bagian dalam karya Allah yang agung yang menapaki puncaknya dalam peristiwa Yesus Kristus, misteri Salib, misteri Paskah (Boli Ujan, 1996: 65-67). 2) Selanjutnya kita mengucapkan Syahadat Para Rasul atau “Aku Percaya” sebagai pengakuan iman kita. Dengan rumusan doa ini kita diingatkan akan iman kepercayaan kita bahwa Yesus Kristus bukan hanya manusia biasa tetapi Allah Putera yang turun ke dunia menjadi manusia (Musakabe, 2005: 170). Isi iman yang terkandung dalam Syahadat Para Rasul ini amat kaya dan lengkap, mencakup iman kepada Allah dan seluruh karya-Nya yang agung untuk menyelamatkan manusia. Kalau kita mengucapkan Aku Percaya dalam doa rosario pada awal sekali, maka hal ini mengungkapkan bahwa kita berdoa sebagai orang beriman. Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa: a) kita berdoa dalam persatuan dengan sesama orang beriman, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Kita bisa berdoa sendiri-sendiri seorang diri, tetapi sebagai orang beriman kita tak pernah berdoa sendirian. Ada begitu banyak orang yang bersatu dalam doa dengan kita; b) hendaknya kita juga menyadari bahwa sejak awal dituntut pengorbanan untuk berdoa sebagai orang beriman; c) hendaknya kita juga menyadari bahwa semua orang bisa atau mampu mengucapkan doa luar kepala, tetapi hanyalah orang beriman saja yang bisa sungguh-sungguh berdoa; d) hendaknya kita

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 menyadari bahwa doa yang sungguh atau sejati akan menguatkan kita untuk menyaksikan iman dalam hidup sehari-hari (Boli Ujan, 1996: 67-69). 3) Pada butir yang pertama kita mengucapkan doa Bapa Kami seperti yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya dan kepada kita pada awal setiap Peristiwa Rosario. Susunan doa ini sangatlah bagus. Dengan mengucapkan Bapa Kami lebih dahulu, hendaknya kita yakin bahwa seluruh doa rosario ini ditujukan kepada Allah, dan dengan maksud utama untuk bersyukur kepada Tuhan. Kesadaran ini harus dimiliki oleh kita semua agar doa rosario tidak sampai dianggap hanya sebagai doa yang ditujukan kepada Maria. Kita harus selalu sadar bahwa kita mohon kepada Maria untuk menjadi pengantara, untuk bersama-sama dengan kita berdoa kepada Allah. Dan doa Bapa Kami akan didoakan lagi sebelum 10 kali Salam Maria (Boli Ujan, 1996: 69-70). 4) Setelah pendarasan doa Bapa Kami pada butir pertama, kemudian disusul 3 rangkai butir “Salam Maria” yang didahului dengan seruan “Salam Putri Allah Bapa”, “Salam Bunda Allah Putra”, “Salam Mempelai Allah Roh Kudus”. Seruan-seruan ini mengungkapkan keyakinan Gereja bahwa Maria dihormati karena mempunyai hubungan yang erat dan istimewa dengan Allah Tritunggal, dan memainkan peran khusus dalam karya agung Allah Tritunggal. Selain itu, 3 butir Salam Maria itu mengingatkan kita akan 3 keutamaan Kristen sebagai anugerah dari Allah Tritunggal yaitu Iman, Harapan dan Kasih. Kita berdoa dengan perantaraan Bunda Maria agar kita semakin terbuka terhadap anugerah-anugerah keutamaan Kristen ini dan sungguh-sungguh menghayatinya dalam hidup (Boli Ujan, 1996: 70).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 5) Doa Salam Maria yang didoakan setelah diucapkannya 3 seruan tersebut terdiri dari dua bagian yaitu bagian I berisi pujian dan salam kepada Maria dan bagian II berisi permohonan kepada Maria. Rumusan doa bagian I berasal dari rangkaian teks Kitab Suci yaitu: a) Lukas 1:28 : “Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu” (Salam dari Malaikat kepada Maria); b) Lukas 1:42 : “Terpujilah engkau di antara wanita dan terpujilah buah tubuhmu” (pujian Elisabeth kepada Maria), kemudian ditambah “Yesus”. Penggabungan sebagai pujian kepada Maria ini sudah mulai dibuat sejak abad VI. Maksudnya ialah memuji Maria sebagai pilihan Allah dan Ibu Yesus. Pujian ini terarah kepada Maria tetapi sebenarnya yang menjadi dasar pujian itu adalah Allah dan karya agung-Nya dalam diri Maria. Alasan pujian kepada Maria adalah: a) Maria penuh rahmat; b) Karena Tuhan selalu menyertai Maria; c) Karena anak yang dikandung Maria adalah Yesus. Yang menjadi alasan inti atau utama dari pujian kepada Maria adalah karya agung Allah dalam diri Yesus Kristus yang dikandung Maria, sehingga Tuhan selalu menyertai Maria dan Maria selalu penuh rahmat. Kalau kita terbuka terhadap rencana dan karya Allah seperti Maria, maka Yesus akan tetap tinggal dalam hati kita, dan kita akan merasakan bahwa Tuhan selalu menyertai kita, dan rasanya kita penuh dengan rahmat Tuhan (Boli Ujan, 1996:71-72). Lalu sekitar tahun 1500 umat menyatukan rumus pujian ini dengan rumus permohonan (bagian II): “Santa Maria, Bunda Allah, doakanlah kami yang berdosa ini, sekarang dan waktu kami mati, Amin”. Permohonan dalam bagian II ditujukan kepada Maria dengan maksud agar Maria mendoakan kita orang berdosa, kini dan saat ajal nanti. Jadi, kita mohon agar Maria menjadi

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 perantara yang mendoakan kita. Kita sadar bahwa kita orang berdosa, maka kita membutuhkan pertolongan Maria untuk mendapatkan anugerah Tuhan untuk membarui diri, untuk bertobat. Maka sangatlah jelas bahwa dalam doa “Salam Maria” kita memuji Maria karena karya agung Allah yang terwujud dalam Yesus Kristus yang dikandungnya, dan kita mohon agar Maria tetap mendoakan kita untuk selalu membarui diri, selalu bertobat (Bolu Ujan, 1996: 72-73). 6) Pada butir selanjutnya kita mendaraskan doa “Kemuliaan”. Doa ini diucapkan 5 kali dalam rangkaian rosario sebagai pujian singkat yang ditujukan kepada Allah Tritunggal. Dan sekali lagi, oleh doa pujian ini menjadi jelas bahwa seluruh doa rosario adalah doa yang bernada pujian yang ditujukan kepada Allah Tritunggal. Kiranya dengan berdoa rosario kita semakin mengarahkan seluruh hidup dan kegiatan kita kepada Allah, demi kemuliaan Allah Tritunggal. Orang yang tahu berdoa dengan baik akan dengan sendirinya belajar untuk tidak memuji diri, tetapi akan hidup untuk memuji dan memuliakan Allah, akan hidup untuk memuji Maria dan orang-orang Kudus, akan hidup untuk menghargai sesama dan alam ciptaan Tuhan (Boli Ujan, 1996: 73). Kemuliaan kepada Tritunggal adalah tujuan dari setiap kontemplasi kristiani. Karena Kristus adalah jalan yang mengantar kita kepada Bapa dalam Roh Kudus. Kalau kita menempuh jalan ini sampai akhir, kita akan selalu berjumpa dengan ketiga pribadi Ilahi, yang selayaknya mendapatkan segala pujian, bakti dan syukur (Yohanes Paulus II, 2003: 38). 7) Saat sampai pada Medali penghubung yang terdapat gambar timbul (relief) Bunda Maria dan Yesus Kristus, kita melihat hubungan yang amat erat antara

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Bunda Maria dan Putra-Nya Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah pengantara kita pada Allah Bapa. Dan Bunda Maria mengambil bagian dalam kepengantaraan Yesus Kristus itu (Boli Ujan, 1996: 73). 8) Lalu menyusul satu rangkaian 10 Salam Maria yang didoakan sambil merenungkan satu peristiwa keselamatan. Doa Rosario mempunyai 4 peristiwa utama yaitu: Peristiwa Gembira, Peristiwa Terang, Peristiwa Sedih dan Peristiwa Mulia dengan 5 misteri di setiap peristiwa. Dengan demikian, kita berdoa sambil merenungkan peristiwa-peristiwa keselamatan. Ada hubungan yang amat erat antara peristiwa keselamatan dan doa. Doa Rosario mesti membuat kita menjadi lebih terbuka terhadap hadirnyaTuhan dalam hidup kita sehari-hari yang menjadi kesempatan untuk mengalami keselamatan (Boli Ujan, 1996: 74). Dasa Salam Maria adalah unsur paling substansial dalam doa rosario, sekaligus unsur yang membuat doa ini secara istimewa berciri khas Maria. Tetapi, kalau Salam Maria dipahami secara tepat, kita akan melihat dengan jelas bahwa ciri marialis ini tidak bertentangan dengan ciri kristologisnya, namun malah menekankan dan meningkatkannya (Yohanes Paulus II, 2003: 36). 9) Setelah satu rangkaian 10 Salam Maria habis didaraskan, dilanjutkan dengan doa “Ya Yesus yang baik...” (Doa Fatima). Doa ini ditujukan kepada Yesus yang baik dan rahim sekaligus mengungkapkan bahwa kita memohon kepada Yesus agar Ia mengampuni dosa-dosa kita, dan melindungi kita dari ancaman neraka. Yesus bukanlah hakim Mahadahsyat tetapi merupakan Tuhan yang penuh kasih sayang. Kalau kita mendoakan ini terus-menerus maka kita akan belajar menjadi orang yang penuh kasih sayang. Doa Rosario memang

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 membarui kita, menguatkan kita untuk terus bertobat dan belajar menjadi kudus dan sempurna seperti Bapa di surga. Pasti Bunda Maria yang dikandung tanpa noda mendoakan kita (Boli Ujan, 1996: 75). b. Doa Batin Doa Batin merupakan doa mendalam yang didorong oleh sikap rendah hati sebagai ciptaan yang melepaskan topeng, mempercayai cinta kasih, dan mencari Allah dari hati. Doa batin disebut doa hati atau doa Kontemplasi. Dan untuk melakukan doa batin, orang memerlukan waktu, niat dan terutama hati yang murni (Youcat, 2012: 282). Doa batin dalam doa rosario adalah renungan tentang misteri-misteri pokok kehidupan, kesengsaraan, kematian, dan kemuliaan Yesus Kristus dan Maria, Ibu-Nya. Dengan doa batin, kita belajar untuk menatap wajah Kristus bersama Maria. Bapa Suci Yohanes Paulus II (2003: 11) pun menyatakan kemendesakan pelaksanaan doa rosario karena doa rosario merupakan sarana yang paling efektif untuk mengembangkan di kalangan kaum beriman komitmen untuk berkontemplasi pada misteri kristiani. Hal ini dikarenakan doa rosario adalah salah satu tradisi kontemplasi kristiani yang terbaik dan paling berharga serta doa meditatif yang khas. 1) Kontemplasi Kontemplasi (contemplation) adalah salah satu bentuk doa hening. Dalam doa ini akal budi dan imajinasi kurang aktif. Kontemplasi berarti menatap wajah Kristus, menyelami misteri-Nya di tengah kejadian sehari-hari dan di tengah penderitaan-Nya sebagai manusia, dan dari situ menangkap semarak ilahi

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 yang dinyatakan dalam Tuhan yang bangkit, dan bertakhta mulia di sisi kanan Bapa. Dengan memandangi wajah Kristus, kita terbuka untuk menerima misteri Tritunggal, untuk mengalami kasih Bapa yang selalu membara, dan menikmati sukacita yang dibangkitkan oleh Roh Kudus (Yohanes Paulus II, 2003: 14). Dalam doa rosario, Maria adalah model Kontemplasi yang tidak tertandingi. Dengan cara yang unik, wajah Sang Putra tercipta dalam diri Maria. Sejak Maria menerima kabar dari malaikat Gabriel, mengandung berkat kuasa Roh Kudus dan melahirkan Yesus di Betlehem, mata hati Maria terus tertuju pada Yesus. Tatapan Maria yang penuh haru dan kekaguman tak pernah lepas dari Dia. Kadang ia memandanginya “dengan penuh tanda tanya”, seperti ketika menemukan Dia di Bait Allah, “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami?’ (Luk 2:48). Kadang Maria menatap wajah Yesus “dengan perasaan sedih”, khususnya ketika ia berdiri di bawah salib. Di situ tatapan Maria merupakan tatapan “seorang ibu”, karena Maria tidak hanya ambil bagian dalam sengsara dan kematian Yesus, tetapi juga dalam diri anak baru yang diberikan kepadanya lewat si murid terkasih (bdk. Yoh 19:26-27). Pada Paskah pagi tatapan Maria menjadi “tatapan yang berseri-seri karena sukacita kebangkitan”. Akhirnya, pada hari Pentakosta, tatapan Maria menampakkan “tatapan yang berapi-api” karena pencurahan Roh Kudus (bdk. Kis 1:14) (Yohanes Paulus II, 2003: 15). Maria terus menerus membeberkan “misteri-misteri” Putranya di hadapan kaum beriman dengan dambaan agar kontemplasi pada misteri-misteri itu dapat menjadi saluran turunnya semua kuasa yang menyelamatkan. Dengan mendaras rosario umat kristiani menjalin kontak dengan Maria yang terus menerus ingat akan Sang Putra dan menatap wajah-Nya dalam kontemplasi. Karena rosario dimulai dengan

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 pengalaman Maria sendiri, maka rosario merupakan doa kontemplatif yang sangat indah. Tanpa kontemplasi, doa rosario menjadi ibarat tubuh tanpa jiwa, dan ada bahaya bahwa pendarasannya akan menjadi pengulangan kata-kata secara mekanis (Yohanes Paulus II, 2003: 15-16). Satu-satunya jalan untuk berkontemplasi pada wajah Kristus adalah dengan mendengarkan dalam Roh kata-kata Bapa, karena “tak seorang pun mengenal Putra selain Bapa.” (Mat 11:27). Untuk mendengar kata-kata Bapa kita memerlukan wahyu dari atas, yang dapat diperoleh berkat pendengaran yang penuh perhatian. Dan hanya keheningan dan doa menawarkan suasana yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan pengetahuan yang benar, tepat, dan mantap tentang misteri Kristus. Sebagai “ringkasan Injil”, rosario memiliki orientasi kristologis yang dipusatkan pada misteri inkarnasi yang menyelamatkan. Oleh karena itu, rosario menjadi satu sarana tradisional doa kristiani yang diarahkan kepada kontemplasi wajah Kristus (Yohanes Paulus II, 2003: 22). 2) Meditasi Doa rosario adalah juga doa meditatif atau berdoa sambil merenungkan peristiwa-peristiwa dalam Injil. Dengan doa rosario kita diajak merenungkan rahasia-rahasia yang diwahyukan Allah melalui bacaan-bacaan Injil. Kita dibawa ke dalam peristiwa-peristiwa yang disebut Peristiwa Gembira, Peristiwa Terang, Peristiwa Sedih dan Peristiwa Mulia. Dengan bermeditasi, kita memperkaya wawasan dan iman kita. Kita merenungkan semua peristiwa dalam Injil yang dihubungkan dengan kehidupan kita sehari-hari (Musakabe, 2005: 174).

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 Untuk membantu kita menghayati doa rosario sebagai doa batin, kita memerlukan rasa religius yang dibentuk melalui kontak perjumpaan dengan Allah di dalam kasih. Langkah untuk masuk ke dalam doa batin yaitu di bawah dorongan Roh Kudus, kita mengarahkan hati dan seluruh diri kita, hidup dengan sadar dalam kediaman Tuhan dan menghidupkan iman untuk masuk ke hadirat Dia yang menantikan kita. Dalam doa rosario, kita masuk dalam doa batin melalui pemakluman peristiwa, mendengarkan sabda Allah dan keheningan untuk merenungkan misteri-misteri pokok kehidupan, kesengsaraan, kematian dan kemuliaan Yesus Kristus dan Maria, Ibu-Nya. Pemakluman peristiwa dalam doa rosario ibarat penayangan skenario untuk memusatkan perhatian para pendoa. Rumusan peristiwa menuntun pikiran dan perenungan ke episode atau saat tertentu dalam kehidupan Yesus. Rosario disebut sebagai ringkasan Injil, namun peristiwa-peristiwa dalam doa rosario tidak menggantikan Injil, tidak juga menyerap seluruh isinya. Peristiwa-peristiwa itu akan dengan mudah menarik perhatian pendoa kepada renungan yang jauh lebih luas mengenai bagian-bagian Injil lainnya, kalau pendarasan rosario dilaksanakan dalam rangka renungan yang panjang (Yohanes Paulus II, 2003: 34). Masuk ke dalam doa batin dengan mendengarkan Sabda Allah bukanlah pasif, melainkan suatu ketaatan iman. Seperti Maria yang mengambil bagian dalam “Fiat” hamba Tuhan yang rendah hati (KGK, 1995: 681). Untuk memberikan dan memperdalam renungan, sangatlah bermanfaat bahwa sesudah pemakluman peristiwa dalam doa rosario, dibacakan ayat-ayat Alkitab yang terkait, panjang atau singkat, tergantung situasi. Sambil mendengarkan, kita meyakini bahwa kata-kata itu adalah sabda Allah yang disampaikan kepada kita

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 manusia masa kini. Karena tidak ada kata-kata yang dapat menandingi kemanjuran Sabda Ilahi. Kalau dihayati dengan cara ini, Sabda Allah dapat menjadi bagian utuh dari metodologi pengulangan dalam doa rosario. Pemakluman sabda itu bukanlah sekedar menyampaikan informasi, tetapi mempersilahkan Allah “berbicara” (Yohanes Paulus II, 2003: 35). Doa batin adalah persatuan dengan doa Yesus, sejauh doa itu membuat kita mengambil bagian dalam misteri Kristus. Dalam doa rosario, untuk ambil bagian dalam misteri Kristus yang dimaklumkan dan disabdakan melalui Sabda Allah, kita perlu masuk ke dalam keheningan. Karena keheningan dapat menunjang proses mendengar dan merenungkan. Oleh karena itu, dalam doa rosario, sesudah pemakluman peristiwa dan pembacaan sabda Allah tepat sekali diadakan saat hening. Pada saat hening setiap orang dapat memusatkan perhatian selama beberapa saat pada peristiwa yang direnungkan, sebelum beranjak ke pendarasan vokal. Harus disadari bahwa keheningan merupakan kunci berhasilnya kontemplasi dan meditasi. Jadi tepatlah juga jika kita berhening sejenak sesudah mendengarkan sabda Allah, sambil memusatkan perhatian pada isi peristiwa khusus yang bersangkutan (Yohanes Paulus II, 2003: 35). c. Sarana doa dengan biji Rosario Alat tradisional yang digunakan untuk mendoakan rosario adalah kumpulan manik-manik/untaian biji-bijian. Manik-manik/biji-biji selalu menjadi suatu alat hitung untuk menandai alur Salam Maria dalam doa Rosario. Tetapi, manik-manik/biji-biji tersebut dapat menjadi simbol yang dapat menambah

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 khusyuknya kontemplasi. Pertama-tama, perlu diingat bagaimana biji-biji itu menyatu pada salib, dari situ alur doa dimulai dan diakhiri. Ini melambangkan kehidupan dan doa orang beriman yang terpusat pada Kristus. Segala sesuatu dimulai dari Dia, tertuju kepada-Nya, dan lewat Dia, dalam Roh Kudus, sampai kepada Bapa (Yohanes Paulus II, 2003: 39). Sebagai alat hitung yang menandai alur doa, biji-biji rosario membangkitkan langkah kontemplasi tanpa henti, dan membuka lorong kesempurnaan kristiani. Beato Bartolo Longo melihat untaian biji-biji itu ibarat “rantai” atau “rangkaian” yang menghubungkan kita dengan Allah. Memang suatu rangkaian, tetapi suatu rangkaian yang indah; karena indah, maka sungguhsungguh menjadi ikatan yang baik dengan Allah yang sekaligus Bapa kita juga. Suatu rangkaian “kasih sayang anak” yang menempatkan kita setara dengan Maria, “sesungguhnya aku ini hamba Tuhan” (Luk 1:38) dan terutama dengan Kristus sendiri, yang walaupun dalam rupa Allah, mengambil rupa seorang “hamba” karena kasih-Nya pada kita (Fil 2:7) (Yohanes Paulus II, 2003: 39). Salah satu jalan yang baik untuk memperluas makna simbol biji rosario adalah dengan membuat untaian biji-biji itu menjadi lambang hubungan kita, lambang ikatan komunikasi dan persaudaraan, yang menyatukan kita semua dalam Kristus (Yohanes Paulus II, 2003: 39). d. Pengaturan Waktu Doa rosario dapat didaras secara utuh setiap hari, dan memang ada orang-orang yang sangat patut dipuji karena melaksanakannya demikian. Dengan cara ini, rosario mengisi doa harian dengan suatu doa yang berciri kontemplatif,

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 atau menjadi sahabat setia orang sakit dan orang lanjut usia yang memiliki begitu banyak waktu luang. Tetapi jelas, banyak orang, dalam satu hari, hanya akan mampu mendaras sebagian dari doa rosario, mengikuti pengaturan waktu mingguan, terlebih setelah ditambahkan rangkaian baru peristiwa terang. Pembagian mingguan ini mempunyai efek yang memberikan “warna” spiritual tertentu pada hari-hari yang berbeda (Yohanes Paulus II, 2003: 40). Sebelumnya, hari Senin dan Kamis dikhususkan untuk “peristiwa gembira”, Selasa dan Jumat untuk “peristiwa sedih”, Rabu, Sabtu dan Minggu untuk “peristiwa mulia”. Dengan ditambahkannya “peristiwa terang” dan dengan pertimbangan bahwa Sabtu memiliki nuansa khas Maria, maka perenungan putaran kedua untuk peristiwa gembira, dimana kehadiran Maria dimaklumkan secara istimewa, dapat dipindahkan ke hari Sabtu. Maka, hari Kamis menjadi kosong untuk merenungkan “peristiwa terang” (Yohanes Paulus II, 2003: 41). Sehingga pedoman yang biasa dipakai saat berdoa rosario bersama sekarang ini ialah hari Senin dan Sabtu untuk Peristiwa Gembira, Selasa dan Jumat untuk Peristiwa Sedih, hari Rabu dan Minggu untuk Peristiwa Mulia, serta hari Kamis untuk Peristiwa Terang. Bapa Suci Yohanes Paulus II (2003: 41) mengatakan bahwa “pengaturan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan sah dalam doa perorangan dan doa jemaat, dimana perlu dipertimbangkan kebutuhan spiritual dan pastoral jemaat dan adanya perayaan-perayaan liturgi khusus yang barangkali menuntut penyesuaian yang serasi”. Maka, selain memakai pedoman mingguan, kita juga bebas memilih peristiwa gembira, sedih, mulia, atau terang sesuai dengan keadaan dan suasana hati kita masing-masing. Selain itu, pemilihan peristiwa dalam doa

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 rosario juga bisa disesuaikan dengan masa liturgi, yaitu dalam masa Adven kita harus lebih sering memilih peristiwa Gembira, dalam masa Prapaskah kita memilih peristiwa Sedih, dan dalam masa Paskah kita memilih Peristiwa Mulia. Yang lebih penting adalah bahwa doa rosario selalu dilihat dan dialami sebagai sarana kontemplasi untuk merenungkan misteri-misteri Kristus. 8. Tujuan Doa Rosario a. Bersama Maria, Mengenang Kristus Kontemplasi Maria pertama-tama adalah mengenang. Secara alkitabiah, mengenang (zakar) berarti menghadirkan karya-karya yang dilaksanakan Allah dalam sejarah keselamatan. Dalam Alkitab dikisahkan peristiwa-peristiwa penyelamatan yang memuncak dalam Kristus sendiri. Peristiwa ini bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga merupakan bagian dari masa kini. “Mengenang”, dengan semangat iman dan kasih berarti membuka diri untuk rahmat yang dimenangkan Kristus bagi kita lewat misteri hidup, wafat dan kebangkitan-Nya. Rosario, dengan kekhasannya, adalah bagian dari beragam panorama doa ‘tanpa henti’. Kalau liturgi, sebagai kegiatan Kristus dan Gereja adalah karya keselamatan yang paling unggul, Rosario pun sebagai ‘renungan’ bersama Maria mengenai Kristus adalah kontemplasi yang menyelamatkan. Dengan menyelami misteri kehidupan Kristus, kita mendapat jaminan bahwa apa yang telah Ia lakukan dan apa yang telah dihadirkan oleh liturgi sungguh terserap dalam diri kita dan membentuk diri kita menjadi serupa dengan Dia (Yohanes Paulus II, 2003: 16-17).

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 b. Bersama Maria, Berdoa kepada Kristus Yesus mengundang kita untuk berdoa kepada Allah dengan mendesak dan dengan keyakinan bahwa Ia akan mendengarkan: “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Mat 7:7). Dasar dari kuasa doa ini adalah kebaikan Bapa, tetapi juga pengantaraan Kristus sendiri dan karya Roh Kudus yang ‘berdoa untuk kita’ seturut kehendak Allah (bdk. Rm 8:26-27), karena ‘kita tahu bagaimana seharusnya berdoa’ (Rm 8:26), dan kadang-kadang doa kita tidak dikabulkan ‘karena kita salah berdoa’ (bdk. Yak 4:2-3) (Yohanes Paulus II, 2003: 20). Doa Gereja ditopang oleh Doa Maria. Untuk menopang doa yang diilhamkan Kristus dan Roh Kudus dalam hati kita, Maria campur tangan dengan keprihatinan bundawinya. Kalau Yesus Sang Pengantara tunggal adalah jalan untuk doa kita, maka Maria adalah pantulan Kristus yang paling jelas dan transparan menunjukkan jalan itu kepada kita. Diawali dengan kerjasama unik antara Maria dan Roh Kudus, Gereja mengembangkan doanya kepada Bunda Allah yang kudus, sembari memusatkan doa itu pada pribadi Kristus yang terungkap dalam misteri-misteri-Nya (Yohanes Paulus II, 2003: 20). Doa rosario adalah renungan dan sekaligus permohonan. Doa yang mendesak kepada Bunda Allah ini dilandasi keyakinan bahwa permohonan bundawi Maria dapat memperoleh semuanya dari hati Putranya. Kalau dalam rosario kita memohon dengan segenap hati bersama Maria, bait Roh Kudus, ia akan berdoa untuk kita di hadapan Putra yang lahir dari rahimnya, yang berdoa bersama kita dan untuk kita (Yohanes Paulus II, 2003: 20-21).

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 9. Isi Doa Rosario a. Rosario sebagai Ringkasan Injil Satu-satunya jalan untuk berkontemplasi pada wajah Kristus adalah dengan mendengarkan dalam Roh kata-kata Bapa, karena “tak seorang pun mengenal putra selain Bapa” (Mat 11:27). Petrus menyatakan jatidiri Yesus sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup dan Yesus pun menanggapinya dengan berkata: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga”. Itu menunjukkan wahyu itu berasal dari atas. Dan untuk memperoleh wahyu itu dituntut pendengaran yang penuh perhatian. “Hanya keheningan dan doa yang menawarkan suasana yang tepat untuk pertumbuhan dan perkembangan pengetahuan yang benar, tepat dan mantap tentang misteri Kristus” (Yohanes Paulus II, 2003: 22). Rosario adalah salah satu sarana tradisional doa Kristiani yang diarahkan kepada kontemplasi wajah Kristus, sehingga rosario disebut sebagai doa yang Kristosentris. Unsur yang paling khas adalah pendarasan Salam Maria secara berantai yang menjadi pujian tanpa henti kepada Kristus. Kita tahu bahwa pada mulanya hanya ada tiga peristiwa yang didoakan dalam doa rosario yakni peristiwa Gembira, Sedih dan Mulia. Maka dari itu, agar Rosario menjadi “ringkasan Injil” yang lebih utuh ditambahkan renungan tentang peristiwaperistiwa amat penting dalam pelayanan Yesus dihadapan umum yaitu peristiwaperistiwa Terang atau Cahaya.” Peristiwa-peristiwa ini ditempatkan sesudah renungan sekitar inkarnasi dan kehidupan Yesus yang tersembunyi (peristiwa-

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 peristiwa Gembira) dan sebelum renungan yang terpusat pada sengsara-Nya (peristiwa-peristiwa Sedih) dan kenangan akan kebangkitan-Nya (peristiwaperistiwa Mulia)” (Yohanes Paulus II, 2003: 24). b. Rosario sebagai sarana merenungkan Misteri Dalam doa rosario, renungan tentang misteri-misteri Kristus ditawarkan lewat suatu metode yang dimaksud untuk membantu merenungkan misteri-misteri tersebut, yakni metode yang didasarkan pada pengulangan. Salam Maria diulang 10 kali dalam setiap peristiwa. Bapa Suci Yohanes Paulus II (2003: 31) mengatakan bahwa kalau pengulangan ini dinilai berlebihan akan muncul godaan untuk melihat rosario sebagai doa yang kering dan membosankan. Tetapi akan sangat berbeda kalau doa rosario dipandang sebagai luapan kasih yang tanpa kenal lelah kepada orang yang sangat dikasihi: di sini ungkapan-ungkapan bisa tetap serupa tetapi isinya selalu baru karena perasaan-perasaan yang menyelimutinya. Jadi jelaslah bahwa pengulangan dalam rosario akan lebih bermakna jika didoakan sebagai perenungan misteri dan ditujukan sebagai luapan kasih yang tanpa kenal lelah. Walaupun Salam Maria yang diulang-ulang itu dialamatkan langsung kepada Maria, tetapi Yesuslah yang akhirnya menjadi sasaran kegiatan kasih ini; bersama Maria dan lewat dia kegiatan kasih itu ditujukan kepada Yesus. Doa Rosario membantu kita menjadi semakin serupa dengan Kristus sampai kita sungguhsungguh menjadi kudus (Yohanes Paulus II, 2003: 32).

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 10. Peristiwa-Peristiwa Doa Rosario a. Peristiwa Gembira Peristiwa-peristiwa gembira ditandai dengan sukacita yang memancar dari peristiwa inkarnasi. Ini jelas dari peristiwa pertama, Maria menerima kabar malaikat; di sini salam Gabriel kepada gadis Nazaret dikaitkan dengan undangan mesianis, “Bersukacitalah, Maria”. Seluruh sejarah keselamatan, dalam arti tertentu seluruh sejarah dunia, telah dituntun kepada salam ini. Sukacita merupakan kata kunci perjumpaan dengan Elisabeth, di mana suara Maria dan kehadiran Yesus dalam rahimnya membuat Yohanes “melonjak kegirangan” (bdk. Luk 1:44). Sukacita juga memenuhi kawasan Betlehem ketika kelahiran Bayi Ilahi, Juruselamat dunia, diberitakan nyanyian para malaikat dan dimaklumkan kepada para gembala sebagai “kesukaan besar” (Luk 2:10) (Yohanes Paulus II, 2003: 24). Dua peristiwa terakhir masih mempertahankan suasana gembira. Tetapi kegembiraan ini sudah dikaitkan dengan drama yang akan terjadi. Peristiwa keempat Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah memang mengungkapkan kegembiraan atas penyerahan Sang Bayi dan sukacita Simeon yang sudah lanjut usia; tetapi peristiwa ini juga mengingatkan kita akan nubuat bahwa Si bayi akan menjadi “tanda perbantahan” bagi Israel, dan sebuah pedang akan menembus jantung ibu-Nya (bdk. Luk 2:34-35) (Yohanes Paulus II, 2003: 24). Sukacita yang tercampur kecemasan menandai peristiwa kelima: Yesus yang berusia 12 tahun diketemukan di bait Allah. Di sini Yesus tampil dalam kebijaksanaan Ilahi ketika Ia mendengarkan dan mengajukan pertanyaan-

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 pertanyaan; dan di sini mulai tampak sosok-Nya sebagai seorang “guru”. Di lain pihak, Maria dan Yusuf takut dan cemas mencari Dia, dan kedua orang tua ini “tidak mengerti” apa yang dikatakan-Nya (Luk 2:50) (Yohanes Paulus II, 2003: 25). Merenungkan peristiwa-peristiwa gembira berarti menyelami sumber utama dan makna terdalam sukacita kristiani. Misteri ini mengantar pendoa memusatkan perhatian pada misteri inkarnasi yang membawa sukacita dan pada bayang-bayang kelam sengsara yang menyelamatkan. Maria menuntun kita menemukan rahasia sukacita kristiani, sambil mengingatkan kita bahwa agama kristiani, pertama-tama dan utamanya adalah euangelion, “kabar baik” yang inti dan seluruh isinya adalah pribadi Yesus Kristus, Sabda yang menjadi daging, Juruselamat dunia (Yohanes Paulus II, 2002: 25). Dalam peristiwa Gembira kita merenungkan peristiwa-peristiwa yang menentukan visi baru Bunda Maria dan jalan pembuka bagi Perjanjian Baru. Visi Bunda Maria saat menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel hendaknya memberi dorongan kepada kita untuk berani menyangkal diri dan mau memikul salib pribadi kita masing-masing. Dalam peristiwa Maria mengunjungi Elisabeth, kelahiran Yesus di Betlehem, Yesus dipersembahkan di Bait Allah dan ditemukan di Bait Allah kita diajak untuk merenungkan bagaimana kita selama ini cenderung bergembira dengan ukuran duniawi atau materi dan mengabaikan kegembiraan rohani yang kita alami (Musakabe, 2005: 174).

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 b. Peristiwa Terang Dari masa kanak-kanak Yesus dan hidup-Nya yang tersembunyi di Nazaret kita beranjak ke hidup Yesus di hadapan umum. Di sini kita merenungkan peristiwa-peristiwa yang secara khusus disebut “peristiwa terang”. Memang, seluruh misteri Kristus adalah misteri terang, karena Yesus adalah “terang dunia” (Yoh 8:12). Tetapi dalam untaian peristiwa terang ini, secara khusus ditonjolkan lima peristiwa berikut: (1) Yesus dibaptis di Sungai Yordan, (2) Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta perkawinan di Kana, (3) Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan, (4) Yesus menampakkan kemuliaanNya dan akhirnya (5) Yesus menetapkan Ekaristi (Yohanes Paulus II, 2003: 25). Pembaptisan di Sungai Yordan adalah peristiwa terang. Di sini, ketika Yesus turun ke air, Ia yang tak berdosa dijadikan ‘dosa’ demi kita, langit terbuka lebar dan suara Bapa menyatakan Dia sebagai Anak kesayangan (bdk. Mat 3:17), dan Roh Kudus turun atas Dia untuk menyerahkan kepada-Nya perutusan yang harus Ia laksanakan. Peristiwa terang yang kedua adalah Yesus menyatakan diriNya dalam pesta perkawinan di Kana. Dalam peristiwa ini Yesus menyatakan tanda yang pertama dari tanda-tanda yang Ia kerjakan. Peristiwa ini terjadi di Kana (bdk. Yoh 2:1-12), saat Yesus mengubah air menjadi anggur. Peristiwa ini membuka hati para murid kepada iman, dan kita bersyukur atas campur tangan Maria, orang pertama dari antara kaum beriman. Peristiwa terang yang ketiga, Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan. Yesus memberitakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat dan karena itu Ia memanggil orang-orang untuk bertobat (bdk. Mrk. 1:15). Peristiwa terang yang keempat merupakan peristiwa terang yang utama yaitu Yesus menampakkan kemuliaan-

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Nya. Seturut tradisi, peristiwa ini terjadi di Gunung Tabor. Kemuliaan Allah memancar dari wajah Yesus, dan membuat para rasul tercengang-cengang dan merasa bahagia. Peristiwa terang yang terakhir adalah Yesus menetapkan Ekaristi sebagai ungkapan sakramental misteri Paskah. Di sini Yesus menyerahkan tubuh dan darah-Nya dalam tanda roti dan anggur dan menyatakan “sampai tuntas” kasih-Nya kepada umat manusia (Yoh 13:1) (Yohanes Paulus II, 2003: 25-26). Dalam Peristiwa Cahaya kita diajak untuk merenungkan kerendahan hati Yesus dengan mau dibaptis di sungai Yordan. Kita merenungkan apakah kita cukup rendah hati dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat dan meninggalkan arogansi pribadi karena kedudukan atau status sosial kita? Selanjutanya, Yesus menyatakan diri pada pesta perkawinan di Kana sebagai awal karya-Nya, Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan, Yesus menampakkan kemuliaan-Nya dan akhirnya Yesus menetapkan Ekaristi sebagai ungkapan sakramental misteri Paskah. Setiap menerima Sakramen Mahakudus kita juga mengalami perjumpaan dengan-Nya. Dan yang perlu kita renungkan adalah apakah perjumpaan itu membuat kita lebih dewasa dalam iman dan berani mengikuti jejak-Nya dengan memikul salib kehidupan kita msingmasing? (Musakabe, 2005: 175). c. Peristiwa Sedih Injil sangat menonjolkan misteri sengsara Kristus. Dari awal, kesalehan kristiani telah dipusatkan pada sengsara Kristus, karena pada sengsara Kristus ditemukan puncak pewahyuan kasih Allah dan sumber keselamatan kita. Doa rosario memilih peristiwa-peristiwa tertentu dari sengsara Yesus, sambil

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 mengundang kaum beriman untuk merenungkannya dalam hati’ dan menghayatinya. Urutan renungan dimulai dengan peristiwa Getsemani: Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut”. Di sini Yesus mengalami sakratul maut menghadapi kehendak Bapa, di mana kelemahan manusia tergoda untuk memberontak. Di sini Yesus menghadapi godaan-godaan berat dan melawan semua dosa manusiawi, sehingga ia dapat berkata kepada Bapa, “.. bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Luk 22:42). Harga dari kepatuhan kepada kehendak Bapa ini menjadi jelas dalam peristiwa berikutnya: “Yesus didera, Yesus dimahkotai duri, Yesus memanggul salib-Nya ke gunung Kalvari, dan Yesus wafat di salib”. Dengan ini semua Tuhan dihempaskan ke dalam sengsara yang paling keji. Sengsara yang keji ini mengungkapkan tidak hanya kasih Allah tetapi juga harkat manusia sendiri. Peristiwa-peristiwa sedih membantu kaum beriman menghayati kematian Yesus, berdiri di kaki salib di samping Maria, masuk bersama Maria ke lubuk kasih Allah bagi manusia, dan mengalami seluruh kuasa Allah yang memberi kehidupan (Yohanes Paulus II, 2003: 27). Dalam peristiwa sedih kita diajak untuk merenungkan peristiwa saat Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dalam sakratul maut. Kita akan mengalami saatsaat akhir kehidupan di dunia. Yesus didera untuk menanggung dosa-dosa kita. Kita pun juga mendera Yesus jika kita menyakiti sesama. Yesus dimahkotai duri dan harus memanggul salib-Nya ke Kalvari karena berpegang teguh pada visi misi yang dibebankan kepada-Nya. Mampukah kita memikul salib kehidupan dengan mengikuti jejak Yesus? Saat Yesus wafat, Bunda Maria tetap setia berada di kaki salib dan memangku jenazah Yesus. Maukah kita mengikuti jejak Bunda Maria

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 yang ikut merasakan penderitaan Yesus karena dosa-dosa umat manusia? (Musakabe, 2005: 175-176). d. Peristiwa Mulia Renungan tentang Kristus tidak bisa berhenti pada salib. Kristus yang mati di kayu salib itu telah bangkit. Pengetahuan ini muncul dari iman. Doa rosario sudah menyatakan pengetahuan ini dan mengundang kaum beriman melintasi kegelapan sengsara untuk memandangi kemuliaan Kristus dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga yaitu pada peristiwa mulia pertama, “Yesus bangkit dari antara orang mati”, dan dalam peristiwa kedua, “Yesus naik ke surga”. Dengan memandangi Dia yang telah bangkit, orang kristiani menemukan dasar-dasar iman mereka (bdk. 1Kor 15:14) dan menikmati sukacita: bukan hanya sukacita mereka yang menyaksikan penampakan Yesus yang bangkit, tetapi juga sukacita Maria (Yohanes Paulus II, 2003: 28). Dalam peristiwa kenaikan, Yesus diangkat dalam kemuliaan dan duduk di sisi kanan Bapa. Kemuliaan ini juga dinikmati Maria yang kita renungkan dalam peristiwa mulia keempat: “Maria diangkat ke surga”. Di sana Maria sudah menikmati kemuliaan yang akan diberikan kepada semua orang benar pada saat kebangkitan dari mati. Dalam peristiwa kelima atau peristiwa terakhir, “Maria dimahkotai di surga”, Maria tampil cemerlang sebagai ratu para malaikat dan para kudus (Yohanes Paulus II, 2003: 28). Di pusat rangkaian kemuliaan Putra dan Bunda ini, doa rosario menampilkan di hadapan kita peristiwa mulia yang ketiga: “Roh Kudus turun atas para rasul”. Peristiwa Pentakosta ini menampilkan wajah Gereja sebagai satu

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 keluarga yang berhimpun bersama Maria, Gereja yang dihidupi oleh Roh Kudus yang penuh kuasa dan siap melaksanakan misinya. Renungan atas peristiwa mulia ini menuntun kaum beriman untuk semakin menghargai kehidupan baru mereka dalam Kristus. Kehidupan baru ini dihayati secara mendalam oleh Gereja, dan dilukiskan secara paling jelas dalam persitiwa Pentakosta (Yohanes Paulus II, 2003: 28). Dalam peristiwa Mulia kita diajak merenungkan kemuliaan Yesus dengan membayangkan Yesus bangkit dari wafat-Nya. Kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Ia telah mengalahkan maut dan Ia menjadi pusat iman kita. Kita merenungkan kenaikan Yesus ke surga kemudian Roh Kudus turun atas para rasul dengan harapan kitapun sebagai pengikut Kristus, dengan bantuan Roh Kudus dapat melakukan tugas-tugas yang mustahil dilakukan dengan kemampuan manusia. Kemudian kita merenungkan Maria diangkat ke surga sebagai anugerah Tuhan atas semua pengorbanan yang dilakukan tanpa pamrih. Bunda Maria dimahkotai di surga menjadi bukti bahwa ia ratu surgawi dan dunia. Kita mempunyai seorang ibu yang mendapat kemuliaan di hadapan Tuhan (Musakabe, 2005: 176). B. Doa Rosario dalam Kehidupan Doa Doa adalah kehidupan hati yang baru. Doa harus tetap menjiwai kita. Namun kita cenderung melupakan Dia, yang adalah kehidupan dan keseluruhan kita. Setiap saat itu baik untuk berdoa, tetapi Gereja mengusulkan kepada umat beriman irama tertentu untuk berdoa guna menjaga doa yang terus menerus: doa

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 pagi dan malam, doa sebelum dan sesudah makan, ibadat harian, Ekaristi hari minggu, rosario dan pesta-pesta tahun liturgi (KKGK, 2009: 188). Tuhan membimbing semua manusia pada jalan dan dengan cara yang berkenan kepada-Nya. Setiap umat beriman menjawabnya dengan keputusan hatinya dan dengan bentuk ungkapan doa pribadinya. Tetapi tradisi Kristen mempertahankan tiga bentuk pokok ungkapan kehidupan doa: doa lisan, doa renung dan doa batin. Ketiganya mempunyai ciri khas yang sama yaitu ketenangan hati (KGK, 1995: 677). Selain itu, Gereja juga mengajarkan lima jenis utama doa yang terdiri dari doa berkat dan penyembahan, doa permohonan, doa syafaat, doa syukur, dan doa pujian (Youcat, 2012: 272). Begitu juga dengan doa rosario yang lengkap dengan ketiga bentuk pokok kehidupan doa dan jenis utama doa. Dalam kehidupan doa umat beriman yang cakupannya luas, doa rosario menjadi bagian dari kehidupan doa devosional selain doa liturgi dan doa-doa sakramental. Dikatakan sebagai doa devosional karena rosario menjadi doa yang diucapkan dengan seluruh jiwa, hati dan mulut yang diiringi renungan berisi doa pujian, syukur dan permohonan bagi setiap orang dengan tujuan mencipta hubungan dengan Tuhan sendiri dan mengandung misteri-misteri Kristus. Devosi adalah sikap batin/hati dan ungkapan perasaan seseorang yang ditujukan kepada orang tertentu yang dihormati, dicintai, atau yang dipercayai. Sikap batin itu diwujudkan dalam sikap hormat dan bakti dalam mempersembahkan diri, menyerahkan diri dan percaya kepada sesuatu atau seseorang yang sungguh dihargai dan dijunjung tinggi. Selain itu, dalam lingkungan hidup masyarakat beragama, devosi dapat dimengerti sebagai sesuatu yang berhubungan erat dengan

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 teologi dan iman yang sedang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan devosioanl, doa rosario menjadi sarana doa yang menunjukkan sikap batin/hati dan ungkapan perasaan kepada Yesus melalui perantaraan Bunda Maria. Kita telah mengenal dan mencintai doa rosario sebagai salah satu ungkapan kebaktian kepada Allah dan Yesus melalui Bunda Maria, sehingga rosario juga menjadi doa multifungsi yang berperan dalam kehidupan doa devosional. Dari pendarasan doa rosario kita memperoleh banyak manfaat dalam kehidupan doa dengan segala kesulitan dan kemudahan yang dialami. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Rosario dalam kehidupan doa adalah praktik doa rosario yang mengandung bentuk pokok ungkapan kehidupan doa, jenis utama doa serta perjuangan doa untuk mencipta hubungan dengan Tuhan, berperan sebagai doa multifungsi untuk menghantarkan doa-doa kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria, memberikan manfaat dalam kehidupan doa dengan segala kesulitan dan kemudahan yang dialami. 1. Rosario sebagai Doa Multifungsi Doa rosario dengan metode dan isinya yang khas menjadi salah satu doa dengan sarana tradisional yang menjadi andalan dan favorit bagi umat Katolik. Doa rosario adalah doa yang sangat akrab dengan kehidupan doa umat Katolik. Doa yang sederhana ini dapat dipakai untuk menghadapi berbagai situasi dan kepentingan yang berbeda-beda. Doa ini sangat fleksibel, bisa dipakai untuk doa sehari-hari maupun pada saat menghadapi peristiwa tertentu. Doa rosario dapat didoakan oleh semua umat dari segala umur dan kalangan, baik didoakan sendiri ataupun bersama dalam kelompok. Selain itu, rosario juga menjadi doa yang

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 bersifat multifungsi dalam kehidupan doa di kalangan umat Katolik. Rosario dapat berfungsi sebagai doa permohonan, doa ucapan syukur, doa keluarga dan doa bagi orang sakit dan yang sudah meninggal (Musakabe, 2005: 167). a. Doa Permohonan Dalam setiap doa, kita sering kali memohon. Memohon kepada Tuhan untuk memberikan kesehatan, rejeki dan sebagainya. Sesungguhnya, dalam doa permohonan terungkap kesadaran akan hubungan kita dengan Allah. Sebagai orang berdosa, kita orang Kristen pun tahu bahwa kita selalu saja memalingkan diri dari Bapa. Dengan permohonan berarti kita sadar untuk berbalik langkah kepada Allah Bapa. Mohon pengampunan adalah bentuk pertama dari doa permohonan (KGK, 1995: 662). Doa rosario adalah doa permohonan untuk mendapat bantuan dari Allah, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Seringkali banyak masalah yang harus kita hadapi. Dengan berdoa rosario, kita memohon agar Bunda Maria menjadi pengantara untuk menyampaikan permohonan kita kepada Tuhan. Doa rosario sebagai doa permohonan telah banyak membantu kehidupan umat Katolik untuk memiliki kekuatan guna membangun hidup kita di dalam Tuhan (Musakabe, 2005: 172-173). b. Doa Ucapan Syukur Hidup dirasa memiliki kekuatan bila orang merasakan bahwa Tuhan yang mencintai sungguh hadir dan dekat dalam dirinya. Sesungguhnya Allah

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 sungguh dekat dan terlibat dalam hidup manusia. Rasa dekat itulah yang membuat manusia selalu dapat memuji dan bersyukur kepada Tuhan atas segala peristiwa dan pengalaman hidup. Untuk mampu bersyukur, orang hanya dapat melatih diri dengan menyampaikan syukur. Melatih diri berdoa syukur akan membuat orang semakin mengenal bahwa Allah selalu menyertai dan menjadikan segala-galanya baik (Darminta, 1997: 51-52). Doa rosario dapat digunakan sebagai doa ucapan syukur atau berterima kasih kepada Tuhan. Dalam kehidupan, seringkali kita lupa akan anugerah dan pemberian yang telah kita terima dari Tuhan. Kita mungkin telah diberi kesehatan, rejeki, kesembuhan, keselamatan dan sebagainya, namun kita sering lupa berterima kasih kepada Tuhan. Padahal Yesus menyukai dan menghargai orang yang tahu berterima kasih dan menyatakan bahwa imannya telah menyelamatkannya. Kita juga perlu mengikuti teladan dari orang yang tahu berterima kasih karena mengucap syukur atau berterima kasih adalah bagian dari iman. Melalui doa rosario kita dapat mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan sambil merenungkan peristiwa-peristiwa dalam Injil (Musakabe, 2005: 180-181). c. Doa Keluarga Doa rosario adalah doa keluarga, mulai dari ayah, ibu, anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Bisa juga dikatakan bahwa doa rosario adalah doa “oleh” dan “untuk” keluarga. Keluarga yang berdoa bersama akan tetap utuh. Doa rosario suci, lewat tradisi yang sudah berabad-abad, telah menunjukkan diri sebagai doa yang sangat manjur untuk menghimpun keluarga. Setiap anggota keluarga, dengan mengarahkan tatapan matanya pada Yesus, akan memperoleh

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 kemampuan untuk saling memandang, saling berkomunikasi, saling mengampuni dan bersama-sama menyaksikan janji kasih mereka dibarui dalam Roh Allah. Keluarga yang mendaraskan doa rosario bersama-sama akan menikmati suasana rumah tangga seperti suasana rumah tangga Nazaret (Yohanes Paulus II, 2003: 44). Doa rosario menjadi doa pemersatu dalam keluarga agar keluarga menjadi suatu ikatan yang kuat. Tetapi terkadang banyak godaan yang dihadapi anggota keluarga, misalnya acara televisi yang lebih menarik daripada berdoa rosario. Namun godaan itu harus dihadapi dan dikalahkan. Terutama peran orang tua untuk menjadi teladan dan mengarahkan anak-anaknya mendahulukan doa rosario daripada tayangan televisi (Musakabe, 2005: 184). Orang tua harus menyadari pentingnya mengajarkan anak berdoa rosario. Menyerahkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kepada rosario nampaknya sangat indah dan bermanfaat, karena rosario sungguh mengikuti tahap-tahap kehidupan Yesus, dari saat Ia dikandung sampai wafat dan bangkit. Berdoa rosario untuk anak-anak, dan lebih lagi bersama anak-anak, berarti melatih mereka sejak usia dini untuk mengalami perkembangan doa harian dalam keluarga. Keluarga mempunyai peran penting mengajak anggotanya untuk mencintai rosario (Yohanes Paulus II, 2003: 45). d. Doa Orang Sakit dan Orang Meninggal Doa rosario adalah juga doa bagi orang sakit dan meninggal dunia. Terkadang penyakit yang menyerang kita bermacam-macam. Baik penyakit secara jasmani ataupun secara psikis. Sakit ataupun meninggal dunia adalah sesuatu yang

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 di luar rencana manusia. Ketika kita sakit, baiknya kita menjadikan rosario sebagai teman setia, karena banyak kesembuhan diperoleh berkat doa rosario, baik didoakan sendiri maupun didoakan orang lain. Saat orang meninggal pun rosario juga baik untuk didoakan karena doa rosario mengantarkan dia kepada Allah Sang Pencipta melalui pengantara Bunda Maria. Doa rosario juga akan meringankan jiwanya saat di api pencucian. Oleh sebab itu, jangan menganggap remeh doa rosario. Di balik kesederhanaannya, ia memiliki kekuatan yang dahsyat dan juga sebagai doa yang multifungsi (Musakabe, 2005: 185-186). 2. Kesulitan dan kemudahan dalam Berdoa Rosario a. Kesulitan-kesulitan yang biasa dihadapi ¾ Merasa bosan dan merasa rutin karena terus menerus mengulang yang sama dan mengantuk. Padahal pengulangan itu sebenarnya mempunyai kekuatan yang hebat, mempunyai dampak yang besar. Bila kita memalu paku, kita sebenarnya mengulang pukulan. Tetapi setiap kali kita mengulang pukulan, paku bertambah dalam. Begitu juga dengan doa rosario. Bila kita mengulang doa rosario maka akan membuat kita semakin dalam menghayati isinya, semakin mempengaruhi kita secara positif (Boli Ujan, 1996: 91). ¾ Pikiran melayang selama doa. Tidak perlu dicemaskan, namun sadari, tenang dan terima lalu konsentrasi lagi. Ada beberapa cara untuk memusatkan perhatian, yakni dengan memilih satu kata atau ungkapan yang sesuai dengan situasi batin, lalu arahkan perhatian ke sana setiap

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 kali mengucapkannya. Kemudian kita bisa mengarahkan pandangan ke satu titik: gambar, patung, salib dan lainnya, atau pejamkan mata sambil mengarahkan perhatian pada gerakan jari. Jika perhatian buyar, jangan putus asa, namun sadari kembali dan coba konsentrasi lagi (Boli Ujan, 1996: 91-92). ¾ Tidak punya waktu. Mungkin karena kita tak tahu mengatur waktu. Kalau kita mulai berdoa rosario, kita akan tahu mengatur waktu (Boli Ujan, 1996: 93). ¾ Menganggap bahwa doa rosario adalah doa yang terlalu kuno dan sederhana. Namun nyatanya rosario sudah tahan uji dan yang sederhana itu indah menarik menawan hati. Jadi, cintailah rosario dan kita akan mencintai kesederhanaan (Boli Ujan, 1996: 93). b. Kemudahan-kemudahan dalam berdoa rosario ¾ Doa rosario dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, entah sendiri atau bersama orang lain (Boli Ujan, 1996: 93). ¾ Doa rosario tidak menuntut banyak syarat atau sarana: buku, tempat khusus, peralatan khusus selain biji rosario. Bahkan bisa digunakan menggunakan jari tangan (Boli Ujan, 1996: 93). ¾ Doa rosario adalah doa yang sederhana, tidak rumit, bahkan isinya bervariasi. (Boli Ujan, 1996: 93).

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 3. Manfaat doa Rosario dalam kehidupan doa a. Rosario menjadi sarana doa yang berguna Setiap orang bisa berdoa tanpa rangkaian Rosario, misalnya menggunakan jari-jari tangan dan sarana lain. Tetapi dari pengalaman sekian banyak orang selama ini, ternyata berdoa dengan rangkaian rosario amat membantu. Boli Ujan (1996: 85) mengatakan bahwa kebiasaan menghitung butir tasbih terbukti membantu sebagai sarana untuk berdoa karena: z z z z Rangkaian rosario dapat menjadi sarana bantu untuk membagi waktu dengan baik serta memanfaatkannya dengan pasti tanpa merasa terburu-buru. Jadi, sarana untuk melatih kesabaran. Kita yang cepat marah bisa menjadi orang sabar kalau memanfaatkan sarana doa. Menggenggam butir rosario satu per satu membantu sekali untuk mengatasi pikiran yang melayang, maka doa rosario dapat membantu memusatkan pikiran, melatih daya konsentrasi. Pembagian rangkaian rosario ke dalam 5 peristiwa dengan variasi doa-doa (Tanda Salib, Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan dan lain-lain) amat membantu untuk mengatasi rasa monoton dan bosan. Maka doa rosario tetap membantu membina ketekunan. Suara seruan doa dengan gerakan tangan yang menggenggam butir rosario membantu menyatukan suara, hati dan tubuh (gerakan dan sikap) untuk berdoa. Maka doa rosario membantu kita menyadari bahwa kita berdoa dengan seluruh diri: dengan budi, suara, hati dan tubuh. Dengan kata lain doa itu bisa membina integritas kepribadian. Jadi jelaslah bahwa rangkaian rosario menjadi sarana doa yang membantu kita untuk berdoa dengan baik dan menjadi pribadi yang baik pula. b. Rosario membantu untuk merenungkan misteri-misteri keselamatan Kita semua berdoa sambil merenungkan kasih setia Allah dan karya-Nya yang agung. Kalau ini kita lakukan dengan baik, maka berdoa rosario berarti

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 berdoa sambil merenungkan Kitab Suci. Dengan membaca dan merenungkan Kitab Suci, kita akan terbantu untuk memusatkan perhatian kepada inti misteri penyelamatan dan didorong untuk mengambil bagian dalam mewujudkan rencana penyelamatan. Kita akan menjadi lebih reflektif, hening, tenang dan mendalam. Kita akan lebih bersemangat untuk bersaksi iman dan menjadi lebih bersyukur kepada Tuhan. Oleh karena itu, akan lebih baik bila kita rajin berdoa rosario dan mencintai Kitab Suci (Boli Ujan, 1996: 86). c. Rosario menjadi doa yang menyembuhkan Bila kita berdoa rosario dengan khusyuk, kita menjadi pasrah dalam penderitaan, kita mendapat kekuatan untuk menahan derita dan mampu menahan rasa sakit. Ada banyak pengalaman bahwa dengan berdoa rosario kita semakin terbuka terhadap anugerah kesembuhan dari penyakit jasmani maupun rohani, serta mampu mengubah orang untuk bertobat. Biasanya banyak orang yang sedang sakit datang kepada Allah melalui doa rosario untuk mendapatkan kesembuhan dari Allah melalui perantaraan doa rosario yang dipercaya amat berdaya guna (Boli Ujan, 1996: 87). d. Rosario membantu mempersiapkan diri untuk suatu peristiwa Dalam setiap detik kehidupan kita mengalami bermacam-macam peristiwa. Mulai dari peristiwa yang kita anggap biasa hingga peristiwa yang kita rasa luar biasa. Tetapi kadang peristiwa yang kita alami datang dengan tiba-tiba tanpa kita ketahui dan rencanakan. Sehingga kadang kita tidak mempunyai

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 persiapan apa-apa untuk menghadapinya. Doa rosario bisa menjadi sarana persiapan untuk menghadapi berbagai macam peristiwa, misalnya: membantu menyiapkan diri untuk tidur malam terutama kalau mengalami kesusahan, membantu menyiapkan diri menghadapi ujian, membantu menyiapkan diri untuk merayakan liturgi, serta membantu menyiapkan hati untuk istirahat yang kekal (Boli Ujan, 1996: 89).

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III PENELITIAN TENTANG PENGHAYATAN DOA ROSARIO DALAM KEHIDUPAN DOA UMAT DI PAROKI SANTO STEFANUS PURWOSARI, PURWOREJO, JAWA TENGAH Pada bab tiga ini penulis akan membahas penelitian tentang penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari. Bagian A akan dibahas mengenai gambaran umum Paroki St. Stefanus Purwosari. Bagian ini akan menjelaskan tentang sejarah berdirinya Paroki St. Stefanus Purwosari, gambaran singkat Paroki St. Stefanus Purwosari, jumlah umat serta kegiatan yang ada di Paroki St. Stefanus Purwosari. Pada bagian B, penulis akan membahas penelitian tentang penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat, yang terdiri dari empat bagian, yaitu metodologi penelitian, laporan hasil penelitian, pembahasan hasil penelitian, dan kesimpulan penelitian. Metodologi penelitian meliputi: latar belakang penelitian, fokus penelitian, tujuan penelitian, jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, responden penelitian, teknik pengumpulan data, variabel penelitian, definisi konseptual penelitian, definisi operasional penelitian, kisi-kisi penelitian dan teknik analisis data. Pada bagian laporan hasil penelitian penulis akan melaporkan apa saja yang didapat dari penelitian tersebut. Pada bagian pembahasan, penulis akan membahas hasil penelitian yang telah dilaporkan secara lebih rinci sesuai dengan aspek yang diteliti. Lalu penulis akan menarik kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis dapatkan selama proses penelitian.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 A. Gambaran Umum Paroki Santo Stefanus Purwosari 1. Sejarah berdirinya Paroki St. Stefanus Purwosari Paroki St. Stefanus Purwosari adalah salah satu paroki yang berada di bawah naungan Keuskupan Purwokerto. Paroki St. Stefanus Purwosari bisa dikatakan masih paroki muda, karena baru ditetapkan menjadi paroki pada 1 Januari 2001. Memang usia paroki St. Stefanus Purwosari baru 13 tahun, tetapi sejarah umat Katolik di Purwosari sudah sangat lama. Sejarah ini dimulai dengan pembaptisan pertama putra Purwosari di desa Ketangi pada tahun 1909 kepada bapak Robertus Belarminus Darsono. Akhirnya di desa Ketangi didirikan kapel persembahan dari keluarga bapak Tunggul yang sekarang ini sudah direnovasi dan di sebelahnya didirikan Panti Semedi Kendi Kencana yang ditujukan sebagai penghormatan dan sarana devosi kepada Bunda Maria, Ibu pengantara doa-doa kita umat manusia. Di desa Ketangi ini jugalah muncul jejak sejarah panggilan membiara, yakni dengan ditahbiskannya pastor pribumi pertama Keuskupan Purwokerto, Romo Bernadinus Sumarno SJ, selanjutnya diikuti dengan munculnya benih panggilan lainnya sebagai pastor, bruder dan suster di Paroki St. Stefanus Purwosari. Pada tahun 1920, mulai berdiri kapel stasi Purwosari yang kemudian hari menjadi Gereja Paroki St. Stefanus Purwosari, yang kini setelah ada bangunan Gereja baru menjadi Pastoran sementara. Sebelumnya, stasi Purwosari merupakan bagian dari Paroki Santa Perawan Maria Purworejo. Akhirnya 3 stasi dari Paroki Santa Perawan Maria dan 5 stasi dari Paroki Yohanes Rasul Kutoarjo bergabung menjadi satu paroki yaitu di bawah naungan Paroki St. Stefanus Purwosari hingga sekarang dibagi menjadi 7 stasi dan 3 wilayah di sekitar Gereja Paroki.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 2. Gambaran singkat Paroki St. Stefanus Purwosari Secara geografis, paroki St. Stefanus Purwosari terletak di desa Puwosari, Kecamatan Purwodadi, wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Paroki ini terletak di paling ujung timur selatan keuskupan Purwokerto yang berbatasan langsung dengan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta atau Keuskupan Agung Semarang. Paroki ini mencakup wilayah yang cukup luas dengan stasi dan wilayah yang berada di tiga Kecamatan yaitu, Kecamatan Purwodadi (3 wilayah dan 1 stasi), Kecamatan Bagelen (1 stasi) dan Kecamatan Ngombol (5 stasi). Paroki Santo Stefanus merupakan gabungan beberapa stasi yang berasal dari Paroki Santa Perawan Maria Purworejo (Stasi Santo Stefanus Purwosari, Stasi Santo Eligius Bagelen, Stasi Santo Yohanes Brondongrejo) dan Paroki Santo Yohanes Rasul Kutoarjo (Stasi Santo Yosep Ringgit, Stasi Santo Theodorus Wirosobo, Stasi Santo Paulus Wonoboyo, Stasi Santo Petrus Kuwukan, Stasi Santo Lukas Wingko). Selain itu, karena dulu stasi Santo Stefanus Purwosari cukup luas cakupan wilayahnya, maka sekarang dibagi menjadi 3 wilayah di pusat Paroki, yaitu Wilayah Santa Anna, Wilayah Santa Maria dan Wilayah Santo Petrus. Paroki St. Stefanus Purwosari memiliki dua orang pastor paroki, yaitu Romo Paulus Praptanda, MSC sebagai pastor kepala paroki dan Romo Petrus Canisius Budi Raharjo, MSC sebagai pastor bantu. Ada tiga suster yang berkarya di paroki St. Stefanus Purwosari dalam karya pertanian dan pendidikan yakni suster-suster dari kongregasi Putri Maria Yosef (PMY).

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 3. Jumlah umat Paroki St. Stefanus Purwosari Paroki Santo Stefanus Purwosari dibagi dalam 3 Wilayah dan 7 Stasi. Adapun jumlah umat di Wilayah dan Stasi berdasarkan data statistik paroki St. Stefanus Purwosari tahun 2012 berjumlah kurang lebih 1436 orang. Pembagian jumlah umat wilayah dan stasi meliputi: Wilayah Santa Anna : 166 orang Wilayah Santa Maria : 178 orang Wilayah Santo Petrus : 111 orang Stasi Santo Petrus Kuwukan : 45 orang Stasi Santo Theodorus Wirosobo : 112 orang Stasi Santo Yosef Ringgit : 207 orang Stasi Santo Paulus Wonoboyo : 62 orang Stasi Santo Lukas Wingko : 150 orang Stasi Santo Yohanes Rasul Brondongrejo : 81 orang Stasi Santo Eligius Bagelen : 324 orang 4. Kegiatan-kegiatan yang ada di Paroki St. Stefanus Purwosari Ada beberapa macam kegiatan yang terdapat di paroki St. Stefanus Purwosari, yang biasa dijadikan sebagai kegiatan rutin dan ada juga kegiatan pada bulan-bulan tertentu, antara lain: a. Bidang Pewartaan (Kerygma) : Pendalaman iman pada masa Prapaskah, Adven dan Bulan Kitab Suci Nasional, Pendalaman iman bulanan wilayah/lingkungan, dll.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 b. Bidang Liturgi (Liturgia) : Perayaan Ekaristi setiap hari Minggu, Ibadat Sakramentali, Misa bulanan tiga wilayah, Doa Rosario bersama pada bulan Mei dan Oktober, Latihan Koor, dll. c. Bidang Pelayanan (Diakonia) : Kegiatan PSE mengembangkan pertanian organik bersama dengan petani katolik dan non-katolik, donor darah rutin tiga bulan sekali. d. Bidang persekutuan (Koinonia) : Kegiatan PIA, PIR, OMK. e. Kategorial : Legio Maria dan CFC (Couple For Christ). f. Organisasi karya pastoral paroki : WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia). B. Penelitian tentang Penghayatan Doa Rosario dalam kehidupan doa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari 1. Metodologi Penelitian a. Latar Belakang Penelitian Rosario adalah doa yang sederhana tetapi sangat mendalam. Doa yang berciri khas Maria, namun pada intinya adalah doa kristosentris. Dalam unsurunsurnya yang sederhana, doa rosario dapat dikatakan sebagai ringkasan seluruh Injil. Sebagai ringkasan Injil, doa rosario menjadi jalan umat untuk berkontemplasi pada wajah Kristus, yakni dengan cara mendengarkan dalam Roh kata-kata Bapa. Doa rosario adalah doa yang amat kaya manfaat. Doa yang didaraskan dengan bantuan biji rosario dan terdiri dari doa vokal dan doa batin ini dipercaya

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 telah menjadi doa yang berdaya guna di dalam kehidupan doa umat. Banyak orang Katolik yang datang kepada Bunda Maria melalui doa rosario, agar Bunda Maria sudi menolong dan menghantar doa-doa mereka kepada Yesus dan Allah Bapa. Bahkan, banyak dari para Paus menjadikan doa rosario sebagai doa kesayangan yang mengagumkan dan amat mendalam. Bapa Paus Yohanes Paulus II juga mengajak seluruh umat beriman baik itu para Uskup, Imam, Biarawan/biarawati dan segenap umat, baik yang sudah lanjut usia maupun kaum muda untuk menatap wajah Kristus bersama-sama dengan Bunda-Nya. Paku bila dipukul berulang-ulang akan semakin dalam dan kuat. Begitu juga dengan doa rosario. Bila kita semakin rutin mendaraskan rosario dan menghayati doanya, kita akan semakin terbantu untuk merenungkan misteri kehidupan, sengsara, kematian dan kemuliaan Yesus bersama dengan Bunda Maria. Banyak yang bisa dihayati dari doa rosario karena doa rosario sangat kaya isi dan maknanya. Kita tidak hanya mengucapkan kata berulang-ulang saja, namun juga diperlukan sikap dan kesadaran untuk merenungkan misteri keselamatan selama mendaraskan doa rosario. Berdoa rosario berarti menatap wajah Kristus bersama Maria. Selain itu, doa rosario juga merupakan doa multifungsi yang dapat membantu kita untuk berserah dalam kondisi apapun. Pada waktu-waktu yang dikhususkan seperti pada bulan Mei dan Oktober, umat Katolik hingga saat ini masih setia berdoa rosario, baik secara pribadi maupun dalam kelompok. Selain waktu yang ditentukan itu, ada juga beberapa dari umat Katolik yang dengan setia berdoa rosario dan menjadikan rosario sebagai doa harian yang sayang bila dilewatkan. Setiap orang pun pasti mempunyai alasan tertentu untuk mendaraskan rosario. Hal ini memperlihatkan

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 bahwa umat Katolik tidak lupa akan doa rosario dan masih menghormati doa rosario. Seperti yang penulis amati di paroki St. Stefanus Purwosari, umat masih setia mendaraskan doa rosario pada bulan Mei dan Oktober, maupun juga saatsaat tertentu dalam peristiwa hidup. Berkaitan dengan hal itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana penghayatan umat terhadap praktik doa rosario dalam kehidupan doa mereka. b. Fokus Penelitian Pada penelitian ini, penulis membatasi fokus penelitian pada praktik doa rosario dan rosario dalam kehidupan doa untuk mengetahui sejauh mana doa rosario dihayati oleh umat di Paroki St. Stefanus Purwosari. c. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang di atas, tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui sejauh mana penghayatan umat terhadap doa rosario melalui praktik doa rosario. 2) Untuk mengetahui tanggapan umat terhadap praktik doa rosario dalam kehidupan doa. d. Jenis Penelitian Berhubung yang hendak diteliti dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, maka jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati (Moleong, 2012: 4). e. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di Paroki St. Stefanus Purwosari. Dalam penelitian ini, penulis melakukan observasi partisipatif pada bulan Maret 2014, serta wawancara kelompok fokus selama proses observasi dan diluar waktu observasi. f. Responden Penelitian Menurut Moleong (2012: 224), pada penelitian kualitatif tidak ada sampel acak, tetapi sampel bertujuan (purposive sample). Tujuannya ialah untuk merinci kekhususan yang ada dalam ramuan konteks yang unik dan menggali informasi yang akan menjadi dasar dari rancangan dan teori yang muncul. Jumlah sampel ditentukan oleh pertimbangan-pertimbangan informasi yang diperlukan. Sehingga jika tidak ada lagi informasi yang dapat dijaring dan mulai terjadi pengulangan informasi, maka penarikan sampel pun sudah dapat diakhiri. Oleh sebab itu, pada penelitian ini, responden diambil berdasarkan teknik sampling “bola salju”, yaitu dimulai dari satu kelompok umat di Paroki St. Stefanus Purwosari menjadi makin lama makin banyak sesuai informasi yang diperlukan. g. Teknik dan Alat Pengumpulan data Dalam suatu penelitian, kualitas data sangat ditentukan oleh kualitas alat pengumpul datanya. Data akan menjamin kesimpulan penelitian yang meyakinkan

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 jika menggunakan teknik analisis yang tepat pula (Cholid Narbuko dan Abu Achmadi, 2008: 64). Berdasarkan jenis penelitian yang digunakan, maka teknik pengumpulan data yang penulis gunakan ialah Observasi Partisipatif dan Wawancara Kelompok Fokus. Menurut Subagyo (2004: 227), “pada metode observasi, peneliti mengamati (tanpa intervensi) subjek penelitian (tepatnya gejala yang ada pada subjek) dalam suatu situasi dan mencatat hasil pengamatan itu.” Disebut observasi partisipatif apabila peneliti turut ambil bagian atau berada dalam keadaan obyek yang diobservasi. Alat observasi yang digunakan adalah catatan berkala. Wawancara kelompok didefinisikan sebagai sesuatu yang membatasi pada situasi di mana kelompok yang dibangun cukup kecil untuk membangun diskusi yang pantas di antara sesama anggotanya (Moleong, 2012: 226). Dalam kelompok fokus, keterlibatan orang-orang yang pandangannya didorong pada lingkungan yang dibangun, menjadi unsur kunci untuk memperoleh kecenderungan sikap dan persepsi yang dikembangkan dengan jalan interaksi dengan orang lainnya (Moleong, 2012: 227). Wawancara diarahkan pada pemahaman responden tentang masalah yang diteliti, melalui pertanyaan yang berstruktur namun tetap terbuka. Sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan adalah pembuatan catatan dan mechanical devices, seperti rekaman suara atau video. h. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Dalam penelitian kualitatif sangat diperlukan adanya keabsahan data agar penelitiannya dapat dipertanggungjawabkan dari segala segi. Oleh karena itu,

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 peneliti harus mempelajari teknik pemeriksaan keabsahan data. Pelaksanaan teknik pemeriksaan didasarkan atas sejumlah kriteria. Kriteria tersebut akan penulis jelaskan sebagai berikut: Kriteria “derajat kepercayaan” (kredibilitas) sebagai pengganti konsep validitas internal dari penelitian non-kualitatif yang ditunjukkan dengan jalan membandingkan hasil wawancara responden kelompok satu dengan kelompok lain, apakah memiliki kesamaan atau tidak. Fungsinya untuk membuktikan tercapainya tingkat kepercayaan penemuan. Kriteria “kebergantungan” sebagai istilah reliabilitas dalam penelitian non-kualitatif. Kebergantungan tersebut ditunjukkan dengan membandingkan hasil wawancara kelompok dengan hasil pengamatan dalam jangka waktu tertentu dan dalam situasi yang sama, untuk mencari kondisi yang benar-benar sama. Kriteria “kepastian” yang berasal dari konsep objektivitas dalam penelitian non-kualitatif. Sesuatu itu objektif atau tidak, bergantung pada persetujuan dan kesepakatan beberapa orang terhadap pandangan, pendapat dan penemuan seseorang. Dalam hal ini penulis mengambil beberapa kelompok responden agar semakin memperteguh hasil wawancara. i. Definisi Konseptual Penelitian Definisi konseptual dalam penelitian ini adalah: 1) Praktik doa rosario ialah ungkapan iman kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria dengan menggunakan sarana manik-manik serta pengulangan doa Salam Maria.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 2) Rosario dalam kehidupan doa adalah peranan doa rosario dalam kehidupan doa. j. Definisi Operasional Penelitian Definisi Operasional dalam penelitian ini adalah: 1) Praktik doa rosario ialah pendarasan doa dengan sarana manik-manik untuk menghitung perumusan doa Salam Maria yang didaraskan berulang-ulang, di dalamnya berisi doa vokal yang berupa pendarasan dua puluh peristiwa pokok Kristus dan pendarasan rangkaian rosario secara lengkap berurutan, doa batin dengan merenungkan misteri pokok kehidupan, kematian dan kemuliaan Yesus Kristus dan Maria, serta pengaturan waktu mingguan dalam mendaraskan doa rosario. 2) Rosario dalam kehidupan doa ialah peranan doa rosario yang mencakup suatu jenis doa yang bersifat multifungsi, meliputi doa permohonan, doa ucapan syukur, doa keluarga dan doa bagi orang sakit dan meninggal; dengan perjuangan doa yang meliputi kesulitan dan kemudahan dalam berdoa rosario; serta untuk menyadari manfaat yang diperoleh dalam kehidupan doa berkat doa rosario. k. Kisi-kisi Penelitian Untuk mempermudah dalam pelaksanaan wawancara, penulis membuat pedoman wawancara dan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan definisi operasional melalui kisi-kisi sebagai berikut:

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel 1 Kisi-kisi Operasional Aspek Variabel 1. Praktik z Sarana biji Indikator 9 Rosario Doa Mampu menjelaskan fungsi biji/manikmanik rosario sebagai sarana penghitung Rosario pengulangan doa z Doa Vokal 9 Mampu menjelaskan tentang pendarasan doa rosario sebagai pengulangan katakata 9 Mampu memaknai pendarasan rangkaian rosario dengan urutan lengkap z Doa batin 9 Merenungkan peristiwa-peristiwa Injili dalam doa rosario memaklumkan (dengan peristiwa-peristiwa, mendengarkan dan hening) z Pengaturan 9 Dapat merasakan efek dari pengaturan waktu mingguan yang ditentukan untuk waktu setiap peristiwa 2. Rosario z dalam Doa 9 multifungsi Menjelaskan bahwa rosario adalah doa yang dapat berfungsi sebagai doa kehidupan permohonan, doa ucapan syukur, doa doa keluarga dan doa bagi orang sakit dan yang sudah meninggal z z Perjuangan doa 9 Mampu menjelaskan kesulitan serta - Kesulitan kemudahan dalam mendaraskan doa - Kemudahan rosario Manfaat 9 Mampu menjelaskan manfaat yang diperoleh dari pendarasan doa rosario dalam kehidupan doa

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 l. Teknik Analisis Data Prinsip pokok penelitian kualitatif adalah menemukan teori dari data. Untuk menemukan teori dari data diperlukan analisis data. Menurut Moleong (2012: 280), “analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data”. Analisis data diperlukan untuk mendalami dan memahami hasil penelitian secara sistematis yang dilakukan selama proses pengumpulan data dan dikerjakan secara intensif sesudah meninggalkan lapangan penelitian. Moleong (2012: 233) juga mengemukakan bahwa tujuan mengadakan analisis data ialah mencari kecenderungan-kecenderungan dan pola-pola yang sering muncul baik pada satu kelompok maupun pada berbagai kelompok. 2. Laporan Hasil Penelitian Pada bagian ini, penulis akan melaporkan hasil penelitian yang terdiri dari dua bagian. Bagian pertama, penulis akan melaporkan hasil pengamatan ketika mengadakan observasi partisipatif. Penulis mengikuti pendarasan doa rosario pada salah satu responden dari anggota wawancara kelompok fokus. Observasi dimulai pada tanggal 22 Maret sampai 28 Maret 2014. Sedangkan pada bagian kedua, penulis akan melaporkan hasil wawancara kelompok fokus yang dilakukan selama proses penelitian dan pengambilan data. Laporan dan pembahasan hasil penelitian tersebut akan disajikan secara lengkap dalam uraian di bawah ini:

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 a. Laporan Hasil Penelitian melalui Observasi Partisipatif Penulis melakukan observasi pada tanggal 22 Maret sampai 28 Maret 2014. Selama proses observasi, penulis mengikuti dan mengamati pelaksanaan doa rosario selama beberapa hari pada salah satu responden, yaitu Ibu Retno Wulandari. Penulis juga ikut berpartisipasi dalam doa tersebut. Selama proses observasi, penulis mengikuti seluruh rangkaian doa yang diawali dengan doa malam. Setelah doa malam kemudian dilanjutkan dengan doa rosario. Kemudian setelah doa malam dan doa rosario, didoakan pula doa tambahan yang lain yaitu Doa Mujizat dan Doa Penyembuhan Batin dalam Tidur. Waktu doa pun teratur yaitu pada pukul 19.00 WIB. Waktu keseluruhan doa biasanya sekitar 45 menit. Selama proses observasi, penulis juga mendapatkan bagian tugas dalam doa. Doa malam biasanya dipimpin oleh Bapak Tarmidi. Kemudian penulis mendapat tugas untuk membaca Kitab Suci, membaca doa keluarga dan doa lain yang diambil dari buku “Doa adalah Sumber Kekuatan”. Doa spontan selalu didoakan oleh Ibu Retno. Terkadang doa rosario dipimpin secara bergantian antara responden (Ibu Retno) dan penulis setiap harinya. Begitu pula dengan doa mujizat dan doa penyembuhan batin dalam tidur dibacakan secara bergantian di hari-hari tertentu. Doa spontan yang biasa didoakan oleh responden sering ditujukan bagi kesehatan dan rejeki keluarga, bagi keberhasilan studi anak-anak dan doa mohon kekuatan dalam segala hal. Secara keseluruhan, dalam pelaksanaan doa, responden berdoa dengan tidak terburu-buru. Pada saat doa rosario responden juga terlihat khusyuk dan merenungkan setiap peristiwa dalam doa rosario melalui saat-saat hening. Peristiwa yang direnungkan biasanya

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 disesuaikan dengan pengaturan mingguan dan terkadang sesuai dengan masa liturgi yang kebetulan masih dalam masa Prapaskah yaitu peristiwa Sedih. b. Laporan Hasil Penelitian melalui Wawancara Kelompok Fokus Wawancara kelompok fokus dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2014 pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB untuk kelompok 1 dan pada tanggal 8 April 2014 pukul 09.30 WIB sampai pukul 11.30 WIB untuk kelompok 2. Pelaksanaan wawancara bertempat di rumah Bapak Fx. Tarmidi. Dalam proses pengumpulan data, penulis telah menentukan siapa yang akan penulis wawancarai, dengan mempertimbangkan mereka yang rajin dan tekun mendaraskan doa rosario setiap hari. Hal ini ditujukan agar apa yang disampaikan mengenai penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa sesuai dengan apa yang dialami dan dirasakan, serta tidak dibuat-buat. Dalam pengambilan sampel wawancara kelompok fokus, penulis menggunakan teknik pengambilan nonrandom sampling dengan jenis purposive sampel (sampel bertujuan). Dari pertanyaan yang pertama, penulis mendapatkan hasil wawancara, sebagai berikut: Tabel 2. Fungsi dari biji/manik-manik dalam doa rosario z z Kelompok 1 Kalau dengan jari bisa juga tapi lebih mantap dengan ini (rosario) karena ini kan sudah komplit, dan mungkin tidak lupa, tidak ada yang kececer, kalau jari mungkin ada yang kelewatan, kalau ini kan tidak.. (R.3 K.1, 26 Maret). Inti daripada manik-manik ini adalah baik mulai daripada manik- z Kelompok 2 Ya kadang-kadang kita dalam berdoa rosario kan bersama-sama, supaya tidak kelewatan dan sebagainya; Lha ini maksudnya hanya untuk kita lebih serius dan ingat. Soalnya kalau hanya ingatan saja mungkin sudah lupa. Tapi kalau dengan ini (rosario) kan nggak lupa (R.1 K.2, 8 April).

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 z z manik pertama, sampai ketiga dan selanjutnya ini suatu rentetan rasa syukur yang didahului dengan salib yang tidak dalam bentuk manik tetapi merupakan sumber daripada semua doa adalah kepada Yesus (R.1 K.1, 26 Maret). Yang pertama itu adalah penghitung karna saya ya sok e...kesasar. Jadi dengan biji-biji ini saya dengan mudah menghitung, tidak lupa. Lalu yang kedua, saya merasakan di sini itu ini adalah kesatuan untaian doadoa kita (R.6 K.1, 26 Maret). Mengingatkan kita bahwa kita itu tidak akan lupa, supaya tidak lupa pada saat kita doa (R.2 K.1, 26 Maret). z z z z Jadi jumlah manik-manik itu sudah menunjukkan di bagian ini kita doa apa; untuk menunjukkan jumlahjumlah yang harus kita daraskan dan untuk menjaga juga jangan sampai ada yang kurang, ada yang lebih. Ben genep itungane (R.2 K.2, 8 April). Kita bisa berdoa dengan tertib. Kan sudah ada hitungan-hitungannya itu. Jadi manik-manik ini menurut saya agar kita bisa berdoa dengan lebih fokus (R.4 K.2, 8 April). Untuk manik-manik itu bisa mengingatkan kita kalau kadangkadang mau terlalu cepat, atau lambat (R.3 K.2, 8 April). Jadi menurut saya lebih sempurna karena ada ketentuannya. Sarananya itu membuat kita doanya lebih fokus, teratur (R.5 K.2, 8 April). Untuk yang kedua, penulis mendapatkan hasil wawancara, sebagai berikut: Tabel 3. Pemahaman tentang pendarasan doa rosario sebagai pengulangan kata z z z Kelompok 1 Menurut saya, diingatkan untuk selalu, setiap hari itu memuliakan Allah, dan juga Bunda Maria (R.3 K.1, 26 Maret). Kalau saya, pengulangan doa itu untuk kekuatan. Kalau tidak diulang, pada doa tidak ada kekuatan (R.5 K.1, 26 Maret). Kalau menurut saya, pengulangan kata disini, di rosario itu paling ndak yo.. memantapkan. Mudah dihafal, lama-lama, suwi-suwi kan apal, suwi-suwi kenal. Lalu kalau sudah kenal, sudah apal, sudah z z z Kelompok 2 Kalau saya, rumangsaku kok untuk menguatkan. Semakin diulang kan kita semakin meresapkan gitu lho.. kata demi kata semakin menguatkan kita. (R.1 K.2, 8 April). Dan pengulangan kata itu kan kebanyakan kita memohon ya.. Yang diulang-ulang, jadi Tuhan itu berkenan mengabulkan doa kita. (R.6 K.2, 8 April) Semakin sering dan semakin kita hayati, itu kita merasakan sungguhsungguh bahwa Bunda Maria itu begitu agung (R.5 K.2, 8 April).

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 z cinta, lalu ingin (R.6 K.1, 26 Maret). Kalau bagi saya itu, mengungkapkan kesungguhan; Pengulangan itu maksudnya suatu kesungguhan bahwa kita betul-betul berdoa, mengucap syukur dan memohon kepada Bunda Maria terus-menerus diutarakan, supaya kita tahu betul bahwa kita itu meminta. Maka pendarasan yang berulang-ulang itu merupakan kesungguhan kita bahwa kita mengucap syukur kepada Allah, dan meminta. (R.1 K.1, 26 Maret). z Dalam istilah doa timur, itu namanya mantra itu. Suatu kata yang diulang-ulang ya namanya mantra. Sehingga lama-lama kita semakin masuk dalam doa itu, dalam situasi itu, untuk menghayatinya dalam kehidupan kita (R.3 K.2, 8 April). Untuk yang ketiga, penulis mendapatkan hasil wawancara, sebagai berikut: Tabel 4. Pemaknaan dari pengulangan kata-kata doa dengan urutan yang lengkap dalam doa rosario z z Kelompok 1 Kata-kata Salam Maria ini semua mulut mungkin bisa mengatakannya, tetapi maknanya itu ke dalam sini (dalam hati) itu sulit untuk diungkapkan (R.6 K.1, 26 Maret). Maksudnya agar supaya mata rantai ini merupakan suatu kelengkapan iman, kemuliaan, pujian, permohonan, syukur, dan itu merupakan suatu rentetan doa yang saling melengkapi satu dengan yang lain (R.1 K.1, 26 Maret). z z Kelompok 2 Ya semakin mantap itu.. Gampangane gini, awake dewe nglakoni aturan, mungkin lebih kuat. Karena aturan ini kan sudah dibakukan oleh Gereja, kita lebih mantep. (R.1 K.2, 8 April). Ya kalau kita melaksanakan secara lengkap, rasanya juga lebih puas, mantep. Lebih-lebih kalau doanya itu dilaksanakan dengan sungguhsungguh, tidak cepat- cepat, pelan, lebih terasa itu kok rasanya sungguh-sungguh mendekatkan diri (R.5 K.2, 8 April). Untuk yang keempat, penulis mendapatkan hasil wawancara, sebagai berikut:

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 Tabel 5. Hal yang diperlukan untuk dapat merenungkan peristiwa-peristiwa Injili dalam doa rosario z z z z Kelompok 1 Kita lihat di dalam perenungan ini adalah kita tandai adalah suatu ingatan kita bagaimana kita mengingat peran Maria di dalam kaitan karya penyelamatan. Pada kabar gembira di mana perannya, pada kabar sedih di mana dia perannya, kemudian di dalam kabar mulia di mana perannya, kemudian dalam kabar terang itu peran Maria itu di mana (R.1 K.1, 26 Maret). Kalau saya, yang perlu itu menyiapkan hati (R.6 K.1, 26 Maret). Yang diperlukan itu syukur, jadi mudah untuk merenungkan peristiwa-peristiwa doa rosario (R.4 K.1, 26 Maret). Kalau saya, yang diperlukan untuk bisa merenungkan peristiwaperistiwa Injil itu ya keheningan. Karena kalau rame itu tidak bisa. Saya tidak bisa konsentrasi (R.3 K.1, 26 Maret). z z z z Kelompok 2 Mengulangi tiap kata, dirinci-rinci gitu lho mbak.. Misalnya, Salam Maria penuh rahmat.. Maknanya apa.. Tuhan sertamu.. Apa.. Nduwe opo yo.. Dalam batin lho ya.. Nduwe angen-angen ora mung nang cangkem (R.1 K.2, 8 April). Harus fokus. Jadi hati, jiwa, pikiran, harus fokus dalam doa itu (R.4 K.2, 8 April). Di samping itu, saya kira, suasana di luar kita itu yo tenang.. Itu kita perlukan suasana tenang. Bagaimana kita mau fokus kalau di luar rame. Di samping itu, kita memang harus sering banyak membaca Kitab Suci, memahami betul peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam doa rosario itu. Jadi kita tidak hanya sekedar tau judulnya saja, tapi memang mendalami peristiwa yang terjadi (R.2 K.2, 8 April). Meskipun itu tiap-tiap satu kali peristiwa ada bacaannya tapi selalu diiringi, diikuti, dengan doa Salam Maria lagi. Jadi itu semakin mendalam. Semakin meresap dalam pikiran kita, dalam hati kita, dalam arti itu. Sehingga dari vokal, dari apa yang kita ucapkan menjadi apa yang kita renungkan, apa yang kita resapkan dalam hati. Sehingga juga menjadi kesempatan untuk merenung lebih dalam misteri dan kehadiran Tuhan, terutama peranan Bunda Maria dalam kehidupan kita (R.3 K.2, 8 April). Untuk yang kelima, penulis mendapatkan hasil wawancara, sebagai berikut:

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Tabel 6. Faktor yang dapat membantu untuk dapat masuk ke dalam doa batin dan merenungkan peristiwa doa rosario z z Kelompok 1 Selain keheningan, kalau saya ya.. Doa rosario itu kan doa devosi yo mbak. Doa devosi di mana dibutuhkan saat-saat hening faktornya. Saat hati suasana hati. Faktor hening, faktor suasana hati, kontemplasinya kita itu apakah kita itu benar-benar sudah menyiapkan diri, atau belum. Jadi ya itu tadi mbak, yang diperlukan suasana hati, keheningan, tau bahwa itu untuk doa, tau niat berdoa betul, bukan hanya karena kegowo suami atau istri atau anak atau teman, atau permintaan. Tapi betul-betul dari suasana hati yang menginginkan untuk berdoa rosario. Jadi kesiapan batin itu tadi. Suasana hati, suasana batin, menyiapkan diri (R.6 K.1, 26 Maret). Kalau saya, kesiapan hati itu memang benar. Tapi faktor yang lain yang sangat membantu perenungan dalam peristiwaperistiwa itu adalah suatu masalah. Dengan adanya berbagai permasalahan-permasalahan yang ada yang dihadapi oleh seseorang itu akan bisa menuntun dan membawa seseorang menuju ke perenungan dalam peristiwaperistiwa. Kita satukan segala permasalahan yang bermacammacam itu dengan suatu peristiwa yang ada di dalam perenungan doa rosario. Jadi masalah-masalah kita bisa menjadi faktor yang membantu kita untuk merenungkan peristiwaperistiwa di dalam doa rosario (R.1 K.1, 26 Maret). z z Kelompok 2 Itu kan karena keyakinan kita yang teguh. Ya kalau kita tidak punya keyakinan bahwa Bunda Maria itu adalah Bunda Yesus yang Yesus itu putera Allah, ya kita tidak akan berdoa dengan keyakinan. (R.4 K.2, 8 April). Kalau hening, kita gampang untuk lebih mengarah, lebih fokus, juga keperluan. Karena ada kebutuhan, keperluan itu lalu membuat kita lebih mudah masuk ke dalam doa batin (R.5 K.2, 8 April).

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Untuk yang keenam, penulis mendapatkan hasil wawancara, sebagai berikut: Tabel 7. Efek yang dirasakan dari pengaturan waktu mingguan dalam doa rosario untuk merenungkan setiap peristiwa z z Kelompok 1 Kalau pas hari senin gembira, tentunya efeknya kan saya merasakan oo.. saat itu Bunda Maria harus merasakan hal semacam ini. Lalu begitu Bunda Maria harus masuk ke dalam peristiwa sedih, terbayang tidak saat kita melihat putra-Nya seperti itu, kita seperti apa? Nha efeknya disini (dalam hati). Ya ampun Gusti, maturnuwun Gusti karena selama ini e.. Beban saya, kesedihan saya, salib saya itu kecil dibanding Bunda Maria. Efeknya saya harus sabar. Saya nrima, lebih o iyo.. Ternyata saya belum apa-apa, saya bukan apa-apa. Efeknya adalah mawas diri. Efeknya itu ada di dalam hati di dalam batin seturut dengan peristiwa-peristiwa yang dialami Bunda Maria bersama Putranya. (R.6 K.2, 26 Maret). Doa rosario bukan berdasarkan hati nurani kita saja, tetapi Gereja itu mengingatkan kita bahwa dalam keadaan sedihpun kita harus bisa bergembira (R.1 K.1, 26 Maret) z z z z Kelompok 2 Kalau saya kok tergantung kebutuhan. Butuhe opo, peristiwa njupuke opo, gitu.. (R.1 K.2, 8 April) Ya kita bisa berdoa lebih teratur.. (R.4 K.2, 8 April). Kalau di lingkungan doa rosario bersama ya biasanya ambil pengaturan hari (R.1 K.2, 8 April). Tapi masanya kan juga perlu diingat-ingat ya.. Masa seperti sekarang, Prapaskah, peristiwa sedih.. Kalau saya seperti itu. Dan kalau saya, hari jumat kan untuk peristiwa sedih. Tapi tidak selalu kalau hari jumat saya ambil peristiwa sedih terus.. Kalau pas masa Natal ya ambil yang gembira.. (R.5 K.2, 8 April) Untuk yang ketujuh, penulis mendapatkan hasil wawancara, sebagai berikut: Tabel 8. Penggunaan sarana doa rosario untuk memohon sesuatu, mengucap syukur atau pasrah dalam menghadapi sakit dan penderitaan

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 z z z z Kelompok 1 Kalau saya itu memang selalu menggunakan doa rosario untuk ya memohon sesuatu, mengucap syukur, saat pasrah, lebih-lebih dalam menghadapi sakit dan penderitaan, juga ada mungkin sahabat-sahabat yang minta “bu, aku didoake..” itu mesti saya doakan dengan doa rosario. Karena menurut saya, Bunda Maria itu kan mencintai Tuhan Yesus, Tuhan Yesus juga mencintai Bunda Maria. Jadi menurut saya kalau saya berdoa rosario, jadi saya minta kepada Tuhan Yesus tetapi dengan perantaraan Bunda Maria, itu menurut saya pasti Tuhan Yesus akan mengabulkan. Itu saya khusus berdoa rosario untuk minta pertolongan kepada Tuhan Yesus lewat Bunda Maria (R.3 K.1, 26 Maret). Saya hampir setiap hari mendaraskan doa rosario. Nah, dalam doa-doa rosario itu, permohonan, syukur, apapun itu disitu. Karena apa? Saya merasakan begitu besar manfaat doa rosario dalam keluarga. Berulang kali doa itu yang menyelamatkan saya dan membantu saya. Banyak peristiwa, peristiwa saat-saat yang mengerikan, peristiwa saat menyenangkan. (R.6 K.1, 26 Maret). Kalau saya memang selalu rosario. Kalau belum rosario rasanya kurang. Saya berdoa rosario karena aku seneng. Karena lewat Bunda Maria itu cepet. Cepet sampai ke Yesus. Dan sering terkabul. (R.5 K.1, 26 Maret). Kalau saya, kadang-kadang saya juga satu kali, tiga kali, empat kali pada saat ada permasalahan yang z z z z Kelompok 2 Kalau saya ini ya, doa rosario itu sudah menjadi doa wajib. Jadi saya doakan setiap hari. Walaupun kadang berbeda-beda apa yang saya mohon.. Atau kami mungkin ya doa sebagai rasa syukur.. Atau saat sakit.. (R.4 K.2, 8 April). Menurut saya, devosi kepada Maria itu tidak selalu harus doa rosario. Tapi ada doa-doa lain yang fokusnya kepada Maria. Misalnya penyerahan diri kepada Bunda Maria dan sebagainya (R.2 K.2, 8 April). Dan doa-doa baku itu biar menolong kita. Kan kadang-kadang kalau hanya dibatin thok, sok lupa. Kalau ada bukunya kan jelas doa untuk apa, jadi membantu kita. (R.1 K.2, 8 April). Kalau saya juga biasanya ditambah doa kerahiman, kalau pas tanggal muda. Kalau pas anak saya mau ujian, tambah doa rahmat, supaya lancar.. (R.6 K.2, 8 April).

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 rumit, begitu tidak bisa tidur ya doa rosario. Karena latar belakangnya saya dari kecil anak yatim, jadi ibu Maria itu ya memang ibu saya selama ini dalam kehidupan. Sehingga apapun permasalahan itu biasanya saya berdoa kepada Bunda Maria (R.1 K.1, 26 Maret). Untuk yang kedelapan, penulis mendapatkan hasil wawancara, sebagai berikut: Tabel 9. Pentingnya doa rosario dijadikan sebagai doa keluarga z z z z z Kelompok 1 Penting banget.. (R.2 K.1, 26 Maret). Penting banget mbak.. (R.5 K.1, 26 Maret). Penting sekali.. (R.6 K.1, 26 Maret). Menurut saya, penting untuk dijadikan sebagai doa keluarga. Terutama untuk kebersamaan bapak ibu dan putra-putrinya. Bisa doa rosario bersama, untuk mendidik putra-putrinya, dari kecil bisa kita ajari doa rosario. Dan nanti bisa kita jelaskan manfaat-manfaatnya (R.3 K.1, 26 Maret). Kalau saya, mengapa kok doa rosario itu penting? Karena doa rosario itu doa yang paling sederhana dan mudah dihafal (R.1 K.1, 26 Maret). z z z z Kelompok 2 Ya penting banget.. Tapi agak susah mbak.. Soalnya anak saya kan sekolahe nang kono, nang kono.. Sebenarnya bagus untuk pembagian tugas kalau saat kumpul semua. Yang mimpin hari ini siapa, besok siapa.. Jadi bagus juga untuk penanaman iman anak sejak kecil.. (R.1 K.2, 8 April). Kalau menurut saya ya penting sekali.. Apalagi kalau di dalam keluarga dibiasakan berdoa rosario ya baik. Mungkin susah, karena segala sesuatunya itu pasti ada kesulitannya. Karena itu nanti bekal untuk anak-anak. Jadi, untuk dijadikan doa keluarga, menurut saya penting. Karena sudah saya alami. Bapak saya dulu setiap sore pasti mengajak saya berdoa rosario. Dan sampai sekarang menjadi bekal saya. Jadi saya merasa kuat, dan ingat kalau bapak saya mengajarkan saya berdoa rosario. (R.5 K.2, 8 April). Penting ya.. Apalagi sebagai pendidikan anak-anak (R.4 K.2, 8 April). Ya.. Saya sekeluarga, terutama saat

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 anak saya mau ujian, biasanya dulu sebelum ada ketangi, kami ke Ganjuran.. Itu disana kami doanya doa rosario bahkan seribu salam Maria. Bawa batu 20. Tapi ya bisa nggak ngantuk.. Dan itu karena kita sudah percaya, ya jadi rutin doa.. (R.5 K.2, 8 April) Untuk yang kesembilan, penulis mendapatkan hasil wawancara, sebagai berikut: Tabel 10. Kesulitan yang dialami dalam mendaraskan doa rosario z z z Kelompok 1 Kalau saya, kalau sudah bangun tidur enak buat doa rosario, tapi kalau belum tidur pasti rasanya capek (R.5 K.1, 26 Maret). Saya kadang-kadang dalam rosario, pertama gangguan iman. Kadangkadang kita takut sambil jalan doa rosario koyo-koyo pamer. Yang kedua walaupun bagaimana, doa rosario itu panjang. Jadi dalam posisi-posisi tertentu, memang kadang-kadang kita tidak bisa doa secara lengkap karena ngantuk atau capek, sehingga konsentrasi pada saat-saat tertentu doa rosario itu sulit karena panjang. Jadi masalah lingkungan, yang kedua karena doa rosario panjang, dan yang ketiga kadang-kadang mempertemukan antara suasana hati dalam suasana tertentu dalam ketentuan Gereja tentang hari-hari di mana kita ada kabar gembira dan sebagainya itu (R.1 K.1, 26 Maret). Kalau kesulitan saya itu jika saya itu pergi ke tempat saudara yang punya hajat, itu saya pasti ndak bisa doa rosario. Karena masak mau menyendiri, doa, nanti dikira kok z z Kelompok 2 Ngantuk mbak.. Hehehe (R.6 K.2, 8 April). Iya mbak, ngantuk.. Terus terpikir yang lain.. Biasanya kan sulit untuk fokus. Kurang memusatkan hati dan pikiran. Kalo pas doa rosario bersama umat yang lain kesulitannya ada yang pengucapannya lambat, atau cepat.. Jadi kurang khusyuk (R.5 K.2, 8 April).

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 suci men.. Dan keduanya capek. Kalau capek itu biasanya nggak sampai selesai kita ngantuk (R.3 K.1, 26 Maret). Untuk yang kesepuluh, penulis mendapatkan hasil wawancara, sebagai berikut: Tabel 11. Kemudahan yang mendukung untuk semakin tekun mendaraskan doa rosario z z z z z Kelompok 1 Karena mantep kok.. (R.4 K.1, 26 Maret). Kemudahannya tentu saja ada sarananya mbak.. Ada sarana dan ada prasarananya. Ada tempat devosi kepada Bunda Maria di ketangi. Lalu kita setiap kali bulan Mei Oktober ada sarana Ibu Maria berkeliling, ke rumah-rumah, itu kan sarana yang menyenangkan, mendukung saya untuk mengundang Bunda Maria hadir dalam keluarga (R.6 K.1, 26 April). Kalau saya karena saya nganggur, punya waktu banyak, jadi doa itu menjadi salah satu yang mendukung saya untuk banyak berdoa rosario. Kemudian yang lain yang justru mendukung untuk berdoa rosario adalah permasalahan yang dihadapi oleh anak cucu (R.1 K.1, 26 Maret). Ya kalau saya memang sebagai orang pengangguran itu ya memang banyak waktu untuk berdoa, lebihlebih berdoa rosario. Dan juga permintaan dari saudara-saudara, sahabat, juga mendukung untuk saya lebih tekun berdoa rosario (R.3 K.1, 26 Maret). Kemudahan saya kalau saya berdoa itu kadang-kadang ya terkabul. z z z z Kelompok 2 Sarana yang lain, misalnya ada lilin, patung, juga mendukung untuk kita untuk lebih khusyuk ya.. (R.5 K.2, 8 April). Iya.. Kalau pas doa bersama, sudah mulai tapi lilin belum dinyalakan, sok ada sek kurang rasane.. Dadi ya menguatkan (R.1 K.2, 8 April). Menurut saya, kalo doa rosario itu kita tidak perlu bawa buku yang banyak-banyak. Karena bisa dikatakan juga sudah hapal. Rumusan-rumusan itu kita sudah hafal. Jadi ndak bawa buku ya bisa (R.2 K.2, 8 April). Ditambah dengan lagu. Diselingi atau diawali atau diakhiri lagu itu juga mendukung, rasanya itu beda. (R.5 K.2, 8 April).

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Banyak yang terkabul (R.4 K.1, 26 Maret). Untuk yang kesebelas, penulis mendapatkan hasil wawancara, sebagai berikut: Tabel 12. Manfaat yang didapatkan berkat ketekunan dalam berdoa rosario z z z z z z Kelompok 1 Menguatkan iman.. (R.5 K.1, 26 Maret). Menguatkan iman, mbak.. (R.4 K.1, 26 Maret). Ya..menguatkan iman, ya kita diberi kesehatan, dan ketabahan dalam menghadapi segala macam percobaan. Jadi kita ini apa yang Tuhan berikan, dalam segala kesukaran bisa diatasi. (R.2 K.1, 26 Maret). Untuk saya ya untuk menguatkan iman, untuk ketabahan hati, untuk kesabaran. Tapi kalau dijabarkan itu banyak sekali. (R.3 K.1, 26 Maret). Wah, banyak sekali ya. Saya kadang-kadang ini litani keberhasilan. Setiap ada permasalahan berat, baik itu di dalam keluarga, ataupun dalam tugas maka tidak pernah lepas dari doa rosario. Setiap saya serahkan persoalan kepada Bunda Maria saya yakin Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. (R.1 K.1, 26 Maret). Manfaatnya pertama mendapatkan ketenangan batin. Kedua, lebih tau bersyukur dan berterima kasih setiap kali mendaraskan peristiwaperistiwa yang ada, apalagi bila doa dan permohonan melalui novena dan rosario dikabulkan Tuhan. Ketiga, melatih kesabaran dan ketekunan dalam doa. (R.6 K.1, 26 Maret). z z z z z Kelompok 2 Kepuasan batin.. (R.2 K.2, 8 April). Banyak ya mbak.. Banyak kejadian yang tidak kenyana-nyana. Walaupun lewat manusia, tapi itu pertolongan dari Tuhan. Misal kalau lagi kekurangan apa, ndilalahe kok ono sek nolong.. (R.1 K.2, 8 April). Kepuasan batin, lebih berserah diri, tidak mudah goyah, bisa menerima apa yang terjadi, lebih pasrah.. (R.4 K.2, 8 April). Tenang dalam menghadapi masalah.. (R.5 K.2, 8 April). Manfaatnya ya membuat lebih kuat.. Lebih tenang.. Lebih pasrah.. Lebih berani menghadapi situasi yang dialami dalam hidup. Tau-tau ada kekuatan yang diluar kemampuan. (R.3 K.2, 8 April).

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 3. Pembahasan Hasil Penelitian Pada bagian ini, penulis akan membahas hasil penelitian berdasarkan fokus penelitian, yaitu praktik doa rosario dan rosario dalam kehidupan doa. Pada bagian pertama, penulis akan menggambarkan praktik doa rosario yang dilaksanakan oleh beberapa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari melalui aspek sarana biji rosario, aspek doa vokal, aspek doa batin dan aspek pengaturan waktu. Pada bagian kedua, penulis akan mendeskripsikan penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat melalui aspek doa multifungsi, aspek perjuangan doa (kesulitan dan kemudahan), dan aspek manfaat doa rosario. a. Praktik Doa Rosario 1) Deskripsi Aspek Sarana Biji Rosario Doa Rosario adalah salah satu praktik doa sebagai ungkapan iman kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria, dengan menggunakan sarana untaian manik-manik serta pengulangan doa Salam Maria. Biji/manik tersebut menjadi alat hitung untuk menandai alur doa Salam Maria. Dari hasil wawancara kelompok fokus pada dua kelompok, penulis mendapat jawaban yang tidak jauh berbeda dari para responden yaitu bahwa fungsi dari sarana biji rosario ialah sebagai alat penghitung doa untuk menunjukkan jumlah yang harus didaraskan agar dapat fokus, teratur, tidak lupa hitungan dan urutan dalam berdoa rosario. Hal ini sesuai dengan pernyataan delapan orang responden yang menyatakan: “Kalau dengan jari bisa juga tapi lebih mantap dengan ini (rosario) karena ini kan sudah komplit, dan mungkin tidak lupa, tidak ada yang kececer, kalau jari mungkin ada yang kelewatan.” (R.3 K.1, 26 Maret)

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 “Yang pertama itu adalah penghitung karna saya ya sok e...kesasar. Jadi dengan biji-biji ini saya dengan mudah menghitung, tidak lupa.” (R.6 K.1, 26 Maret) “Supaya tidak lupa pada saat kita doa.” (R.2 K.1, 26 Maret) “Supaya tidak kelewatan dan sebagainya; Lha ini maksudnya hanya untuk kita lebih serius dan ingat. Soalnya kalau hanya ingatan saja mungkin sudah lupa. Tapi kalau dengan ini (rosario) kan nggak lupa.” (R.1 K.2, 8 April) “Jadi jumlah manik-manik itu sudah menunjukkan di bagian ini kita doa apa; untuk menunjukkan jumlah-jumlah yang harus kita daraskan dan untuk menjaga juga jangan sampai ada yang kurang, ada yang lebih. Ben genep itungane.” (R.2 K.2, 8 April) “Kita bisa berdoa dengan tertib. Kan sudah ada hitungan-hitungannya itu. Jadi manik-manik ini menurut saya agar kita bisa berdoa dengan lebih fokus.” (R.4 K.2, 8 April) “Untuk manik-manik itu bisa mengingatkan kita kalau kadang-kadang mau terlalu cepat, atau lambat.” (R.3 K.2, 8 April) “Jadi menurut saya lebih sempurna karena ada ketentuannya.. Sarananya itu membuat kita doanya lebih fokus, teratur.” (R.5 K.2, 8 April) Walaupun dalam doa rosario kita dapat menggunakan jari untuk menghitung sepuluhan Salam Maria, tetapi sebagian besar responden merasa lebih mantap jika menggunakan sarana biji rosario karena rangkaiannya sudah komplit sesuai aturan dan ketentuan Gereja. Selain itu, karena doa rosario adalah doa yang panjang, maka manik/biji rosario membantu ingatan dalam berdoa agar dapat berdoa dengan fokus, tertib dan teratur, sehingga tidak mudah lupa atau kelewatan dalam berdoa. Daia (2004: 4) mengatakan bahwa ”sarana doa yang menggunakan untaian manik-manik ini amat membantu untuk menghitung suatu doa yang rumusnya kita daraskan selalu sama-berulang, bagaikan menghamparkan bunga mawar atau mengalungkan mahkota pada pribadi-pribadi istimewa, agung dan mulia”. Pribadi istimewa itu bisa Allah, Yesus, Roh Kudus, Maria atau para Malaikat. Jadi, sebagai alat hitung yang menandai alur doa, biji/manik rosario juga dapat menjadi suatu rangkaian yang menghubungkan kita dengan Allah dan menjadi lambang kesatuan kita dengan Kristus melalui Bunda Maria.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 2) Deskripsi Aspek Doa Vokal Biji/manik dalam rosario, selain membantu umat untuk menandai alur doa, juga menjadi lambang ikatan komunikasi yang menghubungkan manusia dengan Allah. Komunikasi itu ditunjukkan salah satunya adalah dengan mengungkapkan doa secara lisan/vokal. Dalam KKGK (2009: 189) dikatakan bahwa “doa yang paling dalam pun tidak lepas dari doa dengan kata-kata”. Jadi, untuk dapat berkomunikasi dengan Tuhan, kita memerlukan kata-kata untuk dapat menggabungkan badan dengan kedalaman doa batin. Doa rosario adalah doa lisan/vokal yang diucapkan dengan kata-kata tanpa harus membaca teks tertentu. Sambil mengucapkan kata-kata dalam doa yang sudah dihafal, kita berusaha mendalami makna kata-kata tersebut. Doa Rosario adalah doa yang diucapkan berulang-ulang kali dan karenanya menjadi doa yang praktis. Akan tetapi dalam mendaraskan doa rosario hendaknya juga disertai dengan merenungkan wajah Yesus dan Bunda Maria (Musakabe, 2005: 168). Berdasarkan hasil wawancara pada dua kelompok, penulis mendapat jawaban dari para responden bahwa pendarasan doa rosario dengan pengulangan kata dipahami untuk semakin menguatkan dan memantapkan doa yang diucapkan. Hal ini sesuai pernyataan tiga responden yang menyatakan: “Kalau saya, pengulangan doa itu untuk kekuatan. Kalau tidak diulang, pada doa tidak ada kekuatan.” (R.5 K.1, 26 Maret) “Kalau saya, rumangsaku kok untuk menguatkan. Semakin diulang kan kita semakin meresapkan gitu lho.. kata demi kata semakin menguatkan kita.“ (R.1 K.2, 8 April) “Kalau menurut saya, pengulangan kata disini, doa rosario itu paling ndak yo.. memantapkan.” (R.6 K.1, 26 Maret) Jadi menurut tiga responden di atas, kalau tidak diulang, maka dalam doa tidak ada kekuatan, namun semakin diulang maka akan semakin meresap dalam

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 hati dan memantapkan untuk selalu ingin berdoa. Pengulangan kata dalam doa rosario juga dipahami sebagai ungkapan kesungguhan bahwa kita betul-betul berdoa dan diingatkan untuk memuliakan Allah dan Bunda Maria, mengucap syukur dan memohon terus menerus kepada Allah lewat perantaraan Bunda Maria. Hal ini sesuai pernyataan dari tiga responden yang menyatakan: “Kalau bagi saya itu, mengungkapkan kesungguhan. Pengulangan itu maksudnya suatu kesungguhan bahwa kita betul-betul berdoa, mengucap syukur dan memohon kepada Bunda Maria terus-menerus diutarakan, supaya kita tahu betul bahwa kita itu meminta.” (R.1 K.1, 26 Maret) “Menurut saya, diingatkan untuk selalu, setiap hari itu memuliakan Allah, dan juga Bunda Maria. Jadi betul-betul pengulangan kata itu kalau kita tidak tergesa-gesa, betul-betul menyentuh dalam hati.” (R.3 K.1, 26 Maret) “Semakin sering dan semakin kita hayati, itu kita merasakan sungguhsungguh bahwa Bunda Maria itu begitu agung.” (R.5 K.2, 8 April) Semakin dihayati maka kita akan merasa bahwa Bunda Maria sungguhsungguh memainkan peran khusus dalam karya agung Allah Tritunggal sebagai Putri Allah Bapa, Bunda Allah Putra dan Mempelai Allah Roh Kudus. Hal itu mengingatkan kita akan 3 keutamaan Kristen sebagai anugerah dari Allah Tritunggal yaitu Iman, Harapan dan Kasih. Boli Ujan (1996:70) juga mengatakan bahwa “kita berdoa dengan perantaraan Bunda Maria agar kita semakin terbuka terhadap anugerah-anugerah keutamaan Kristen ini dan sungguh-sungguh menghayatinya dalam hidup“. Dengan struktur doa rosario yang sudah menjadi ketentuan Gereja, umat beriman diharapkan dapat terbantu untuk memahami doa rosario dengan kekayaan simbolismenya yang selaras dengan tuntutan hidup sehari-hari. Dan agar doa rosario yang diucapkan menjadi lebih berkualitas daripada doa yang dilakukan secara mekanis tanpa perhatian yang sungguh-sungguh, diperlukan komitmen dan

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 pemaknaan dari pengulangan kata dalam doa rosario dengan urutan yang lengkap. Dari hasil wawancara, penulis mendapatkan jawaban dari dua responden mengenai pemaknaan dari pengulangan kata-kata doa dengan urutan yang lengkap dalam doa rosario, yang menyatakan: “Maksudnya agar supaya mata rantai ini merupakan suatu kelengkapan iman, kemuliaan, pujian, permohonan, syukur, dan itu merupakan suatu rentetan doa yang saling melengkapi satu dengan yang lain.” (R.1 K.1, 26 Maret) “Ya semakin mantap itu.. Gampangane gini, awake dewe nglakoni aturan, mungkin lebih kuat.” (R.1 K.2, 8 April) “Ya kalau kita melaksanakan secara lengkap, rasanya juga lebih puas, mantep. Lebih-lebih kalau doanya itu dilaksanakan dengan sungguhsungguh, tidak cepat-cepat, pelan, lebih terasa itu kok rasanya sungguhsungguh mendekatkan diri.” (R.5 K.2, 8 April) Jadi, menurut ketiga responden, pengulangan kata dengan urutan lengkap dalam doa rosario yang dimulai dengan Tanda Salib, doa Syahadat Para Rasul atau “Aku Percaya”, doa Bapa Kami, 3 rangkai butir Salam Maria yang didahului dengan seruan (Salam Putri Allah Bapa, Salam Bunda Allah Putra, Salam Mempelai Allah Roh Kudus), doa Kemuliaan, rangkaian sepuluh Salam Maria untuk merenungkan satu peristiwa dan doa ‘Ya Yesus yang baik’ mendapat pemaknaan sebagai suatu kelengkapan iman, kemuliaan, pujian, syukur, permohonan yang menjadi suatu rentetan doa yang saling melengkapi satu dengan yang lain, sehingga jika dilaksanakan secara lengkap akan semakin mantap dan puas. Dengan demikian, pengulangan kata dengan urutan yang lengkap semakin mendekatkan diri kepada Allah, Yesus dan Bunda Maria. 3) Deskripsi Aspek Doa Batin Doa vokal melalui pengulangan kata dalam doa rosario dipahami oleh beberapa responden sebagai salah satu cara untuk semakin menguatkan doa.

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 Dalam doa rosario, bila umat beriman memiliki komitmen untuk berkontemplasi pada wajah Kristus, doa yang didaraskan dengan kata-kata dapat menggabungkan badan dengan kedalaman doa batin. Maka, sambil mengucapkan kata-kata dalam doa yang sudah dihafal, kita akan berusaha mendalami makna dari kata-kata tersebut. Doa batin dalam doa rosario adalah renungan tentang misteri-misteri pokok kehidupan, kesengsaraan, kematian, dan kemuliaan Yesus Kristus dan Maria, Ibu-Nya yang didahului dengan pendarasan doa vokal. Dengan doa batin, kita belajar untuk merenungkan misteri-misteri Kristus bersama Maria. Untuk dapat masuk ke dalam doa batin dan merenungkan misteri-misteri Kristus, tentunya diperlukan waktu, sikap, niat dan hati yang murni. Salah satunya adalah keheningan. Menurut Bapa Suci Yohanes Paulus II (2003: 35) “keheningan dapat menunjang proses mendengar dan merenungkan”. Sehingga dengan demikian setiap orang dapat memusatkan perhatian selama beberapa saat pada peristiwa yang direnungkan, sebelum masuk ke pendarasan vokal. Menurut para responden, keheningan dan kesiapan hati sangat diperlukan untuk dapat merenungkan peristiwa-peristiwa Injili dalam doa rosario. Hal ini sesuai dengan jawaban tiga orang responden yang menyatakan: “Kalau saya, yang perlu itu menyiapkan hati.” (R.6 K.1, 26 Maret) “Kalau saya, yang diperlukan untuk bisa merenungkan peristiwaperistiwa Injil itu ya keheningan. Karena kalau rame itu tidak bisa. Saya tidak bisa konsentrasi.” (R.3 K.1, 26 Maret) “Harus fokus. Jadi hati, jiwa, pikiran, harus fokus dalam doa itu.” (R.4 K.2, 8 April) Selain itu, dengan adanya pendarasan sepuluhan Salam Maria secara berulang juga dapat membantu untuk semakin meresapkan kata-kata dalam

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 pikiran menjadi renungan dalam hati. Hal ini dinyatakan oleh dua responden, yaitu sebagai berikut: “Mengulangi tiap kata, dirinci-rinci gitu lho mbak.. Misalnya, Salam Maria penuh rahmat.. Maknanya apa.. Tuhan sertamu.. Apa..” (R.1 K.2, 8 April) “Meskipun itu tiap-tiap satu kali peristiwa ada bacaannya tapi selalu diiringi, diikuti, dengan doa Salam Maria lagi. Jadi itu semakin mendalam. Semakin meresap dalam pikiran kita, dalam hati kita, dalam arti itu. Sehingga dari vokal, dari apa yang kita ucapkan menjadi apa yang kita renungkan, apa yang kita resapkan dalam hati. Sehingga juga menjadi kesempatan untuk merenung lebih dalam misteri dan kehadiran Tuhan, terutama peranan Bunda Maria dalam kehidupan kita.” (R.3 K.2, 8 April) Masyarakat jaman sekarang semakin dikuasai teknologi dan media yang menyebabkan semakin sulitnya menemukan keheningan. Padahal untuk dapat masuk dalam doa batin salah satu faktor yang diperlukan ialah keheningan. Bapa Suci Yohanes Paulus II (2005: 35-36) mengatakan bahwa “sebagaimana saat-saat hening dianjurkan dalam liturgi, demikian juga dalam pendarasan rosario, tepatlah orang berhening sejenak sesudah mendengarkan sabda Allah, sambil memusatkan perhatian pada isi peristiwa khusus yang bersangkutan”. Begitu juga dengan Haryono (2011: 74), yang mengatakan bahwa “devosi pada Maria mestinya memiliki ciri khas Maria sendiri: keheningan, refleksi, dan sikap mendengarkan”. Hal ini juga disampaikan oleh dua orang responden yang menyatakan: “Selain keheningan, kalau saya ya.. Doa rosario itu kan doa devosi yo mbak.. Doa devosi dimana dibutuhkan saat-saat hening faktornya. Saat hati suasana hati. Faktor hening, faktor suasana hati, kontemplasinya kita itu apakah kita itu benar-benar sudah menyiapkan diri, atau belum” (R.6 K.1, 26 Maret) “Kalau hening, kita gampang untuk lebih mengarah, lebih fokus, juga keperluan.” (R.5 K.2, 8 April) Hal ini menunjukkan bahwa beberapa responden menyadari bahwa keheningan merupakan kunci keberhasilan kontemplasi dan meditasi dalam doa

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 rosario. Selain faktor keheningan, beberapa reponden juga menjawab bahwa faktor situasi saat sedang ditimpa masalah dan adanya kebutuhan khusus turut menuntun dan membawa seseorang untuk masuk ke dalam doa batin dan merenungkan peristiwa dalam doa rosario secara lebih mendalam dan sungguhsungguh. Hal ini disampaikan oleh dua orang reponden yang menyatakan: “Faktor yang lain yang sangat membantu perenungan dalam peristiwaperistiwa itu adalah suatu masalah. Dengan adanya berbagai permasalahan-permasalahan yang ada yang dihadapi oleh seseorang itu akan bisa menuntun dan membawa seseorang menuju ke perenungan dalam peristiwa- peristiwa. Kita satukan segala permasalahan yang bermacam- macam itu dengan suatu peristiwa yang ada di dalam perenungan doa rosario.” (R.1 K.1, 26 Maret) “Karena ada kebutuhan, keperluan itu lalu membuat kita lebih mudah masuk ke dalam doa batin.” (R.5 K.2, 8 April) 4) Deskripsi Aspek Pengaturan Waktu Dengan menggunakan sarana untaian biji/manik rosario dan pengulangan kata yang membantu kita untuk dapat masuk ke dalam doa batin, doa rosario menjadi sarana kontemplasi untuk menatap wajah Kristus bersama Maria dalam misteri-misteri yang kita renungkan. Sebagai doa kontemplatif, doa rosario dapat didaraskan setiap hari. Gereja pun mempunyai aturan mingguan yang mempermudah umat untuk mendaraskan doa rosario sesuai dengan peristiwa yang ada. Bapa Suci Yohanes Paulus II (2003: 40) mengatakan bahwa “pembagian mingguan ini mempunyai efek yang memberikan “warna” spiritual tertentu pada hari-hari yang berbeda”. Warna spiritual yang ditampilkan melalui peristiwaperistiwa doa rosario juga dirasa memberi efek bagi responden. Hal ini juga disampaikan oleh dua reponden yang menyatakan: “Kalau pas hari senin gembira, tentunya efeknya kan saya merasakan oo.. saat itu Bunda Maria harus merasakan hal semacam ini. Lalu begitu

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 Bunda Maria harus masuk ke dalam peristiwa sedih, terbayang tidak saat kita melihat putra-Nya seperti itu, kita seperti apa? Nha efeknya disini. Ya ampun Gusti, maturnuwun Gusti karena selama ini e.. Beban saya, kesedihan saya, salib saya itu kecil dibanding Bunda Maria. Efeknya saya harus sabar. Saya nrima, lebih o iyo.. Ternyata saya belum apa-apa, saya bukan apa-apa. Efeknya adalah mawas diri. Efeknya itu ada di dalam hati di dalam batin seturut dengan peristiwa-peristiwa yang dialami Bunda Maria bersama Putranya.” (R.6 K.2, 26 Maret) “Doa rosario bukan berdasarkan hati nurani kita saja, tetapi Gereja itu mengingatkan kita bahwa dalam keadaan sedihpun kita harus bisa bergembira.” (R.1 K.1, 26 Maret) Bapa Suci Yohanes Paulus II (2003: 41) juga mengatakan bahwa “pengaturan ini tidak dimaksudkan untuk membatasi kebebasan sah dalam doa perorangan dan doa jemaat, di mana perlu dipertimbangkan kebutuhan spiritual dan pastoral jemaat dan adanya perayaan-perayaan liturgi khusus yang barangkali menuntut penyesuaian yang serasi”. Jadi pengaturan ini fleksibel dan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan atau masa liturgi, baik secara pribadi maupun dalam doa bersama. Hal ini juga disampaikan oleh tiga orang responden yang menyatakan: “Kalau saya kok tergantung kebutuhan. Butuhe opo, peristiwa njupuke opo, gitu..” (R.1 K.2, 8 April) “Kalau di lingkungan doa rosario bersama ya biasanya ambil pengaturan hari.” (R.1 K.2, 8 April) “Tapi masanya kan juga perlu diingat-ingat ya.. Masa seperti sekarang, Prapaskah, peristiwa sedih.. Kalau saya seperti itu. Dan kalau saya, hari jumat kan untuk peristiwa sedih. Tapi tidak selalu kalau hari jumat saya ambil peristiwa sedih terus.. Kalau pas masa Natal ya ambil yang gembira..” (R.5 K.2, 8 April) b. Rosario dalam Kehidupan Doa 1) Deskripsi Aspek Doa Multifungsi Dari sekian banyak doa yang ada di dalam Gereja Katolik, praktik doa rosario yang berciri khas Maria adalah salah satu doa yang dapat membantu

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 manusia untuk semakin merasakan karya agung Allah. Doa rosario menjadi doa yang diucapkan dengan seluruh jiwa, hati dan mulut yang diiringi renungan berisi doa pujian, syukur dan permohonan bagi setiap orang dengan tujuan mencipta hubungan dengan Tuhan sendiri dan mengandung peristiwa-peristiwa mulia. Hubungan ini akan semakin terbina jika manusia tidak hanya menjalankan praktik doa apa yang sempurna, tetapi juga bila dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan doanya. Sebagai salah satu ungkapan kebaktian kepada Allah melalui Bunda Maria, doa rosario menjadi doa multifungsi di dalam kehidupan doa umat dengan segala kesulitan dan kemudahannya. Dikatakan multifungsi karena doa rosario dapat berfungsi sebagai doa permohonan, doa ucapan syukur, doa keluarga dan doa bagi orang sakit dan yang sudah meninggal. Jadi bisa dikatakan bahwa dengan ketekunan menggunakan sarana doa rosario, setiap orang dapat merasakan fungsi dan pentingnya doa rosario dalam setiap kebutuhan dan situasi hidupnya. Hal ini disampaikan oleh lima orang responden yang menyatakan: “Kalau saya itu memang selalu menggunakan doa rosario untuk ya memohon sesuatu, mengucap syukur, saat pasrah, lebih-lebih dalam menghadapi sakit dan penderitaan, juga ada mungkin sahabat-sahabat yang minta “bu, aku didoake..” itu mesti saya doakan dengan doa rosario. Karena menurut saya, Bunda Maria itu kan mencintai Tuhan Yesus, Tuhan Yesus juga mencintai Bunda Maria. Jadi menurut saya kalau saya berdoa rosario, jadi saya minta kepada Tuhan Yesus tetapi dengan perantaraan Bunda Maria, itu menurut saya pasti Tuhan Yesus akan mengabulkan. Itu saya khusus berdoa rosario untuk minta pertolongan kepada Tuhan Yesus lewat Bunda Maria.” (R.3 K.1, 26 Maret) “Saya itu, yang namanya rosario, sebelum saya Katolik, doa yang saya doakan itu rosario. Saya hampir setiap hari mendaraskan doa rosario. Nah, dalam doa-doa rosario itu, permohonan, syukur, apapun itu disitu. Karena apa? Saya merasakan begitu besar manfaat doa rosario dalam keluarga. Berulang kali doa itu yang menyelamatkan saya membantu saya. Banyak peristiwa, peristiwa saat-saat yang mengerikan, peristiwa saat menyenangkan.” (R.6 K.1, 26 Maret)

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 “Kalau saya memang selalu rosario. Kalau belum rosario rasanya kurang. Saya berdoa rosario karena aku seneng. Karena lewat Bunda Maria itu cepet. Cepet sampai ke Yesus. Dan sering terkabul.” (R.5 K.1, 26 Maret) “Kalau saya, kadang-kadang saya juga satu kali, tiga kali, empat kali pada saat ada permasalahan yang rumit, begitu tidak bisa tidur ya doa rosario. Karena latar belakangnya saya dari kecil anak yatim, jadi ibu Maria itu ya memang ibu saya selama ini dalam kehidupan. Sehingga apapun permasalahan itu biasanya saya berdoa kepada Bunda Maria.” (R.1 K.1, 26 Maret) “Kalau saya ini ya, doa rosario itu sudah menjadi doa wajib. Jadi saya doakan setiap hari. Walaupun kadang berbeda-beda apa yang saya mohon.. Atau kami mungkin ya doa sebagai rasa syukur.. Atau saat sakit..” (R.4 K.2, 8 April) Jadi dapat diketahui bahwa sebagian besar responden hampir selalu menggunakan sarana doa rosario dalam segala kebutuhan dan situasi, baik sebagai doa syukur, permohonan, saat sakit atau tertimpa masalah dan sebagainya. Hal ini juga dibuktikan dengan kesetiaan para responden yang menjadikan doa rosario sebagai doa wajib yang selalu didoakan setiap hari. Sehingga jika belum berdoa rosario akan merasa ada yang kurang. Bahkan dari pernyataan salah satu responden, jika ada teman atau kerabat yang minta untuk didoakan, pasti akan didoakan menggunakan sarana doa rosario. Para responden merasa bahwa syukur, permohonan, pasrah, bila disatukan dengan doa rosario akan kaya manfaatnya, baik bagi diri sendiri maupun untuk kebaikan sesama. Itu karena mereka percaya bahwa Bunda Maria akan menghantarkan doa-doa kepada Yesus, putranya. Hal ini mereka sadari karena melalui doa rosario banyak permohonan yang dikabulkan, sakit disembuhkan, dan sebagainya. Doa rosario menjadi sarana pengingat untuk selalu bersyukur atas anugerah yang diberikan kepada Tuhan kepada kita. Doa rosario adalah doa yang sangat fleksibel. Bisa dipakai untuk doa

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 sehari-hari maupun pada saat menghadapi peristiwa tertentu. Doa rosario dapat didoakan oleh semua umat dari segala umur dan kalangan, baik didoakan sendiri ataupun bersama dalam kelompok, terutama dalam keluarga. Doa rosario penting menjadi doa oleh dan untuk keluarga. Menurut Bapa Suci Yohanes Paulus II (2003: 44) “keluarga yang berdoa bersama akan tetap utuh”. Menanggapi hal itu, orang tua mempunyai peran penting untuk mengajak anak-anaknya berdoa rosario karena Bapa Suci Yohanes Paulus II (2003: 45) mengatakan bahwa “berdoa rosario untuk anak-anak, dan lebih lagi, bersama anak-anak, berarti melatih mereka sejak usia dini untuk mengalami ‘oasis doa’ harian ini dalam keluarga”. Tidak tepat jika meremehkan bahwa doa rosario tidak cocok untuk selera anakanak dan kaum muda karena cara pendarasannya yang tidak menarik, tetapi perlu disadari bahwa amatlah penting dan bermanfaat menyerahkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kepada doa rosario karena rosario mengikuti tahaptahap kehidupan Yesus, dari saat Ia dikandung hingga wafat dan bangkit. Sehingga memang sangat penting jika doa rosario dijadikan doa keluarga. Hal ini juga disampaikan oleh tujuh orang responden yang menyatakan: “Penting banget..” (R.2 K.1, 26 Maret) “Penting banget mbak..” (R.5 K.1, 26 Maret) “Penting sekali..” (R.6 K.1, 26 Maret) “Menurut saya, penting untuk dijadikan sebagai doa keluarga. Terutama untuk kebersamaan bapak ibu dan putra-putrinya. Bisa doa rosario bersama, untuk mendidik putra-putrinya, dari kecil bisa kita ajari doa rosario. Dan nanti bisa kita jelaskan manfaat-manfaatnya.” (R.3 K.1, 26 Maret) “Kalau saya, mengapa kok doa rosario itu penting? Karena doa rosario itu doa yang paling sederhana dan mudah dihafal.” (R.1 K.1, 26 Maret). “Ya penting banget.. bagus untuk pembagian tugas kalau saat kumpul semua. Yang mimpin hari ini siapa, besok siapa.. Jadi bagus juga untuk penanaman iman anak sejak kecil..” (R.1 K.2, 8 April). “Kalau menurut saya ya penting sekali.. Apalagi kalau di dalam keluarga

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 dibiasakan berdoa rosario ya baik. Mungkin susah, karena segala sesuatunya itu pasti ada kesulitannya. Karena itu nanti bekal untuk anakanak. Jadi, untuk dijadikan doa keluarga, menurut saya penting. Karena sudah saya alami. Bapak saya dulu setiap sore pasti mengajak saya berdoa rosario. Dan sampai sekarang menjadi bekal saya. Jadi saya merasa kuat, dan ingat kalau bapak saya mengajarkan saya berdoa rosario.” (R.5 K.2, 8 April) “Penting ya.. Apalagi sebagai pendidikan anak-anak.” (R.4 K.2, 8 April) “Ya.. Saya sekeluarga, terutama saat anak saya mau ujian, biasanya dulu sebelum ada ketangi, kami ke Ganjuran.. Itu disana kami doanya doa rosario bahkan seribu salam Maria. Bawa batu 20. Tapi ya bisa nggak ngantuk.. Dan itu karena kita udah percaya, ya jadi rutin doa..” (R.5 K.2, 8 April) Dari jawaban para responden, penulis menyimpulkan bahwa doa rosario sangatlah penting dijadikan sebagai doa keluarga, karena doa rosario dapat menjadi pendidikan dan penanaman iman anak sejak kecil serta bekal untuk kehidupan anak mendatang. Kemudian menurut beberapa responden, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa kesulitan untuk dapat melaksanakan doa rosario bersama dalam keluarga, misalnya karena anak-anaknya sekolahnya jauh dari orang tua, atau lebih tertarik menonton televisi dan hiburan lain. Walaupun demikian, menurut salah satu responden, kalaupun itu menjadi kesulitan, orang tua tetap harus berusaha mengarahkan dan mengajarkan anak-anak untuk berdoa rosario sejak kecil agar menjadi ingatan dan bekal di kehidupan mereka mendatang. Seperti yang dikatakan oleh Musakabe (2005: 184), bahwa “godaan itu harus dihadapi dan dikalahkan. Terutama peran orang tua untuk menjadi teladan dan mengarahkan anak-anaknya mendahulukan doa rosario daripada tayangan televisi”. 2) Deskripsi Aspek Perjuangan Doa (Kesulitan dan Kemudahan) Segala sesuatu butuh perjuangan, ada kemudahan dan kesulitannya

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 masing-masing, tak terkecuali dalam hal berdoa. Doa rosario sebagai doa yang sederhana dan bermanfaat multifungsi, mempunyai rangkaian doa yang panjang, yang tentunya akan terdapat kemudahan dan kesulitan yang dialami. Dari wawancara kelompok fokus, penulis mendapat pernyataan sama dari lima orang responden mengenai kesulitan yang dialami dalam mendaraskan doa rosario yaitu: “Kalau saya, kalau sudah bangun tidur enak buat doa rosario, tapi kalau belum tidur pasti rasanya capek.” (R.5 K.1, 26 Maret) “Dan keduanya capek. Kalau capek itu biasanya nggak sampai selesai kita ngantuk.” (R.3 K.1, 26 Maret) “Ngantuk mbak.. Hehehe” (R.6 K.2, 8 April) “Iya mbak, ngantuk..” (R.5 K.2, 8 April) “Yang kedua walaupun bagaimana, doa rosario itu panjang. Jadi dalam posisi-posisi tertentu, memang kadang-kadang kita tidak bisa doa secara lengkap karena ngantuk atau capek, sehingga konsentrasi pada saat-saat tertentu doa rosario itu sulit karena panjang.” (R.1 K.1, 26 Maret) Menurut jawaban responden di atas, lelah dan mengantuk lebih dominan menyebabkan sulit fokus dan berkonsentrasi pada saat doa rosario, apalagi karena doa rosario adalah doa yang panjang, sehingga kadang-kadang tidak dapat berdoa rosario secara lengkap hingga selesai. Kesulitan lain yang dirasakan responden ialah gangguan iman. Hal ini disampaikan dua orang responden yang menyatakan: “Saya kadang-kadang dalam rosario pertama gangguan iman. Kadangkadang kita takut sambil jalan doa rosario koyo-koyo pamer. Dan kadang-kadang mempertemukan antara suasana hati dalam suasana tertentu dalam ketentuan Gereja tentang hari-hari di mana kita ada kabar gembira dan sebagainya itu.” (R.1 K.1, 26 Maret) “Kalau kesulitan saya itu jika saya itu pergi ke tempat saudara yang punya hajat, itu saya pasti ndak bisa doa rosario. Karena masa mau menyendiri, doa, nanti dikira kok suci men..” (R.3 K.1, 26 Maret) Responden kadang merasakan kesulitan untuk mempertemukan antara suasana hati dengan ketentuan Gereja mengenai peraturan mingguan. Misalnya, hari Senin mengenang peristiwa Gembira, tetapi pada saat itu suasana hati sedang

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 sedih karena banyak masalah. Dan kesulitan yang lain yaitu ketika hati ingin berdoa, atau sudah jadwalnya berdoa, tetapi masih dalam situasi yang tidak mungkin untuk berdoa secara khusyuk, sehingga menghambat untuk melaksanakan doa rosario dan menjadi beban di hati. Dari segala macam kesulitan yang dialami oleh umat, tentu juga ada kemudahan yang mendukung untuk selalu tekun mendaraskan doa rosario. Kemudahan yang pertama ialah adanya sarana dan prasarana. Hal ini disampaikan oleh lima orang responden yang menyatakan: “Kemudahannya tentu saja ada sarananya mbak.. Ada sarana dan ada prasarananya. Ada tempat devosi kepada Bunda Maria di ketangi. Lalu kita setiap kali bulan Mei Oktober ada sarana Ibu Maria berkeliling, ke rumah-rumah, itu kan sarana yang menyenangkan, mendukung saya untuk mengundang Bunda Maria hadir dalam keluarga.” (R.6 K.1, 26 April) “Sarana yang lain, misalnya ada lilin, patung, juga mendukung untuk kita untuk lebih khusyuk ya..” (R.5 K.2, 8 April) “Iya.. Kalau pas doa bersama, sudah mulai tapi lilin belum dinyalakan, sok ada sek kurang rasane.. Jadi ya menguatkan.” (R.1 K.2, 8 April) “Ditambah dengan lagu. Diselingi atau diawali atau diakhiri lagu itu juga mendukung, rasanya itu beda.“ (R.5 K.2, 8 April) “Menurut saya, kalo doa rosario itu kita tidak perlu bawa buku yang banyak-banyak. Karena bisa dikatakan juga sudah hapal. Rumusanrumusan itu kita sudah hafal. Jadi ndak bawa buku ya bisa.” (R.2 K.2, 8 April) Jadi, sarana dan prasarana yang ada dan tidak merepotkan menjadi suatu kemudahan bagi umat untuk semakin tekun mendaraskan doa rosario. Sarana dan prasarana yang dimaksud ialah manik/biji rosario, patung dan lilin membantu untuk semakin khusyuk dalam berdoa rosario. Selingan lagu dalam pendarasan doa rosario juga dirasa mendukung untuk menambah kekhusyukan. Adanya tempat devosi Gua Maria Kendi Kencana milik Paroki semakin menambah keinginan untuk tekun berdoa rosario jika menginginkan suasana lain selain di

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 rumah namun terjangkau. Adanya waktu khusus pada bulan Mei dan Oktober dan patung Ibu Maria yang dihantar berkeliling di setiap rumah di stasi dan wilayah mendukung untuk mengundang Bunda Maria hadir dalam keluarga. Kemudian karena rumusan-rumusan doa rosario mudah dihafal, jadi kemudahannya yaitu tidak perlu membawa buku terlalu banyak, bahkan tidak membawa bukupun tetap bisa berdoa rosario. Kemudahan lain yang mendukung ialah banyaknya waktu luang untuk berdoa bagi yang menganggur. Hal ini disampaikan oleh dua orang responden yang menyatakan: “Kalau saya karena saya nganggur, punya waktu banyak, jadi doa itu menjadi salah satu yang mendukung saya untuk banyak berdoa rosario.” (R.1 K.1, 26 Maret) “Ya kalau saya memang sebagai orang pengangguran itu ya memang banyak waktu untuk berdoa, lebih-lebih berdoa rosario.” (R.3 K.1, 26 Maret) Jadi menurut kedua responden, dengan banyaknya waktu luang sebagai pengangguran, memberikan kesempatan untuk menggunakan waktu luang tersebut untuk berdoa rosario, sehingga dapat semakin menguatkan iman. 3) Deskripsi Aspek Manfaat Doa Rosario Umat katolik telah mengenal dan mencintai doa rosario sebagai salah satu ungkapan kebaktian kepada Allah melalui Bunda Maria. Umat beriman yakin bahwa dengan berdoa rosario kita akan mengalami kasih dan pertolongan besar dari Allah, melalui perantaraan Bunda Maria. Dari segala kemudahan dan kesulitan yang dialami dalam doa rosario sebagai doa yang multifungsi, umat beriman juga perlu menyadari dan memahami sejauh mana pengaruh dan manfaat

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 doa rosario. Dari hasil wawancara kelompok fokus, penulis mendapat jawaban mengenai manfaat yang didapat berkat ketekunan doa rosario dari empat responden yang menyatakan: “Menguatkan iman..” (R.5 K.1, 26 Maret) “Menguatkan iman, mbak..” (R.4 K.1, 26 Maret) “Ya..menguatkan iman, ya kita diberi kesehatan, dan ketabahan dalam menghadapi segala macam percobaan. Jadi kita ini apa yang Tuhan berikan, dalam segala kesukaran bisa diatasi.” (R.2 K.1, 26 Maret) “Untuk saya ya untuk menguatkan iman.” (R.3 K.1, 26 Maret) Empat orang responden merasa semakin dikuatkan imannya terutama saat menghadapi berbagai macam permasalahan hidup. Kemudian ada jawaban lain dari lima orang responden yang menyatakan: “Manfaatnya pertama mendapatkan ketenangan batin.” (R.6 K.1, 26 Maret) “Kepuasan batin..” (R.2 K.2, 8 April) “Kepuasan batin, lebih berserah diri, tidak mudah goyah, bisa menerima apa yang terjadi, lebih pasrah..” (R.4 K.2, 8 April) “Tenang dalam menghadapi masalah..” (R.5 K.2, 8 April) “Manfaatnya ya membuat lebih kuat.. Lebih tenang.. Lebih pasrah.. Lebih berani menghadapi situasi yang dialami dalam hidup. Tau-tau ada kekuatan yang diluar kemampuan.” (R.3 K.2, 8 April) Lima orang responden merasa lebih tenang, pasrah dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan dan permasalahan hidup, sehingga mendapat kepuasan batin. Dengan kepuasan batin kita akan menjadi lebih reflektif, hening dan tenang. Kita akan lebih bersemangat untuk bersaksi iman dan menjadi lebih bersyukur kepada Tuhan. Boli Ujan (1996: 85) mengatakan bahwa “rangkaian rosario dapat menjadi sarana bantu untuk membagi waktu serta memanfaatkannya dengan baik tanpa merasa terburu-buru. Jadi, sarana untuk melatih kesabaran. Kita yang cepat marah bisa menjadi orang sabar kalau memanfaatkan sarana doa”. Hal ini juga disampaikan oleh dua orang responden yang menyatakan:

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 “Untuk ketabahan hati, untuk kesabaran. Tapi kalau dijabarkan itu banyak sekali.” (R.3 K.1, 26 Maret) “Ketiga, melatih kesabaran dan ketekunan dalam doa.” (R.6 K.1, 26 Maret) 4. Kesimpulan Penelitian Berdasarkan hasil penelitian, pada bagian ini penulis memperoleh kesimpulan bahwa penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari berdasarkan praktik doa rosario dan tanggapan umat mengenai praktik doa rosario dalam kehidupan doa sudah cukup baik dan reflektif. Dengan menggunakan untaian manik/biji rosario, umat menghayati bahwa sarana tersebut membantu untuk menghitung doa yang harus didaraskan sesuai dengan ketentuan Gereja, sehingga menjadi fokus, tidak lupa urutan ataupun kelewatan ketika sedang berdoa. Walaupun tidak harus memakai sarana manik/biji rosario, namun umat merasa semakin mantap jika menggunakan sarana untaian tersebut. Selain itu, sarana untaian manik/biji rosario, bila digali lebih dalam dapat menjadi suatu rangkaian yang menghubungkan umat beriman dengan Allah, dan menjadi lambang kesatuan kita dengan Kristus, melalui Bunda Maria. Dengan memperluas makna simbol manik/biji rosario, maka akan menjadi kesempatan umat beriman untuk menciptakan ikatan komunikasi persaudaraan dengan Yesus Kristus. Sebagai doa vokal yang berciri ungkapan pengulangan kata, doa rosario dihayati sebagai kekuatan. Bila doa diulang akan semakin mendapat kekuatan, namun bila tidak diulang dalam doa tidak ada kekuatan. Pengulangan kata dalam doa rosario juga menunjukkan ingatan dan kesungguhan untuk secara terus menerus berdoa, bersyukur, memohon dan memuliakan Allah yang berkarya

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 dalam hidup, bersama dengan Bunda Maria. Doa vokal dengan pendarasan rangkaian rosario yang dimulai dengan Tanda Salib, doa Syahadat Para Rasul atau “Aku Percaya”, doa Bapa Kami, 3 rangkai butir Salam Maria yang didahului dengan seruan (Salam Putri Allah Bapa, Salam Bunda Allah Putra, Salam Mempelai Allah Roh Kudus), doa Kemuliaan, rangkaian sepuluh Salam Maria untuk merenungkan satu peristiwa dan doa ‘Ya Yesus yang baik’ dihayati sebagai suatu rentetan doa yang saling melengkapi satu dengan yang lain yang mengandung kelengkapan iman, kemuliaan, pujian, syukur dan permohonan kepada Allah. Rosario adalah salah satu sarana tradisional doa kristiani yang diarahkan kepada kontemplasi wajah Kristus. Pendarasan doa Salam Maria secara berulang dalam doa rosario merupakan bentuk pujian tanpa henti kepada Kristus dan menjadi sarana kontemplasi atas misteri-misteri Kristus melalui doa batin. Untuk dapat menghayati dan merenungkan misteri Kristus dalam doa batin, diperlukan waktu, sikap, niat dan hati yang murni. Umat menghayati bahwa keheningan sangat diperlukan untuk dapat masuk ke dalam doa batin dan merenungkan misteri-misteri Kristus. Menurut Bapa Suci Yohanes Paulus (2003: 35) “keheningan dapat menunjang proses mendengar dan merenungkan”. Jadi, sebelum masuk dalam pendarasan vokal dan merenungkan setiap peristiwa yang direnungkan, keheningan amat membantu untuk memusatkan hati dan pikiran. Karena itulah keheningan menjadi kunci keberhasilan kontemplasi dan meditasi. Dengan keheningan setiap orang dapat masuk ke dalam doa batin dan merenungkan setiap peristiwa-peristiwa kehidupan, sengsara, kematian dan kemuliaan Yesus Kristus.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Untuk memudahkan umat beriman berdoa rosario, Gereja memberikan pengaturan mingguan agar umat semakin terbantu untuk teratur dalam berdoa rosario. Pengaturan ini ditujukan untuk memberikan warna spiritual tertentu pada hari-hari yang berbeda, namun tidak membatasi umat untuk dapat berdoa rosario sesuai kebutuhan, situasi maupun masa liturgi yang ada. Warna spiritual tersebut dihayati oleh umat sebagai sarana kontemplasi yang memberikan efek untuk semakin masuk dalam doa rosario dan ikut merasakan setiap peristiwa yang direnungkan. Selanjutnya, dalam kehidupan doa umat, doa rosario menjadi salah satu doa kegemaran. Hal itu dibuktikan dari pernyataan para responden dalam wawancara kelompok fokus dan hasil observasi yang menyatakan bahwa mereka selalu menggunakan sarana doa rosario dalam kehidupan doa, yakni baik menjadi doa wajib harian, doa syukur, doa permohonan, dan doa dikala sakit. Umat menghayati bahwa dengan berdoa rosario, maka Bunda Maria akan menghantarkan doa-doa kepada Yesus. Kepercayaan dan penghayatan mereka semakin kuat dengan banyaknya permohonan yang terkabul, kehidupan yang damai dan kesembuhan dikala sakit. Doa rosario yang fleksibel juga dirasa penting dijadikan sebagai doa keluarga untuk pendidikan iman anak sejak dini dan bekal kehidupan anak di masa mendatang. Doa rosario memang doa yang sederhana namun panjang, sehingga selain mendapat kemudahan dalam berdoa, tidak dihindari bila umat mengalami kesulitan dalam mendaraskannya. Kesulitan yang biasa dialami ialah kurang fokus karena lelah, mengantuk ataupun ada pikiran lain yang mengganggu. Sedangkan kemudahan yang didapat yaitu adanya sarana prasarana yang mudah dan tidak

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 merepotkan, membuat umat tekun berdoa rosario. Kemudahan lain yang dirasakan ialah bagi umat yang sudah tua dan menganggur, ada banyak waktu luang yang dapat dijadikan kesempatan untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga terdorong untuk semakin tekun mendaraskan doa rosario. Doa rosario juga dirasakan banyak manfaatnya bagi umat beriman. Manfaat yang dihayati umat ialah semakin menguatkan iman dalam menghadapi segala macam cobaan hidup. Selain itu juga memberikan kepuasan dan ketenangan batin bila didaraskan secara tekun. Umat menjadi lebih pasrah dan berserah akan penyelenggaraan Allah. Doa rosario adalah doa tradisional yang sederhana tetapi sangat kaya, baik dari praktik maupun manfaatnya dalam kehidupan doa. Gereja juga meyakini kemanjuran doa rosario. Doa yang sangat fleksibel ini dapat didoakan kapan saja dan di mana saja, serta oleh siapa saja tidak memandang umur dan golongan. Bapa Suci Yohanes Paulus II (2003: 46) pun memberikan pesan kepada semua umat beriman, sebagai berikut: “Saya berseru kepada Anda, Saudara dan Saudari yang menjalani aneka bentuk kehidupan; kepada Anda, keluarga-keluarga Kristiani; kepada Anda, para lanjut usia dan yang sedang sakit; dan kepada Anda kaum muda: daraskanlah kembali doa rosario dengan penuh keyakinan. Temukan kembali doa rosario dalam terang Alkitab, dalam keserasian dengan liturgi, dan dalam konteks kehidupan sehari-hari.”

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV USULAN PROGRAM KATEKESE DALAM DOA ROSARIO BAGI UMAT DI PAROKI SANTO STEFANUS PURWOSARI, PURWOREJO, JAWA TENGAH Pada Bab sebelumnya, penulis memaparkan bagaimana penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah. Berdasarkan hasil observasi partisipatif dan wawancara kelompok fokus yang telah penulis laksanakan, penulis mendapatkan hasil bahwa penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah sudah cukup baik dan reflektif, karena beberapa umat tidak hanya menghayati doa rosario dalam praktik dan menurut pengetahuannya saja, namun juga menghayatinya di dalam kehidupan doa mereka, di mana mereka hampir selalu menggunakan sarana doa rosario dalam segala kepentingan, bahkan menjadikan doa rosario sebagai doa wajib harian. Dari segi praktik, karena mudahnya sarana dan prasarana yang digunakan, dengan urutan doa yang gampang dihafal dan didaraskan, umat semakin terbantu untuk dapat merenungkan misteri-misteri Kristus dalam doa rosario. Dari segi penghayatan dalam kehidupan doa, dengan banyaknya manfaat yang dapat diperoleh melalui doa rosario, umat terbantu untuk semakin tekun menggunakan sarana doa rosario dalam kehidupan doa mereka. Umat percaya bahwa dengan berdoa rosario, Bunda Maria akan menghantarkan doa-doa mereka kepada Yesus dan Allah Bapa.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Berdasarkan hal tersebut, pada bab ini, penulis mencoba merefleksikan hasil observasi partisipatif dan wawancara kelompok fokus tersebut serta memberikan sumbangan pemikiran yang bermanfaat bagi umat di paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah. Sumbangan pemikiran ini penulis berikan agar dapat membantu umat untuk semakin menghayati doa rosario dalam kehidupan doa mereka. Terlebih agar umat semakin terbantu untuk merenungkan misteri-misteri Kristus dan menanggapinya melalui pengalaman hidup mereka sehari-hari. Sehubungan dengan hal tersebut, maka bab ini terbagi menjadi dua bagian yaitu refleksi mengenai penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat dan usulan program yang berupa katekese dalam doa rosario. A. Refleksi mengenai Penghayatan Doa Rosario dalam Kehidupan Doa Umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah Doa rosario adalah doa yang sederhana, namun diperlukan ketekunan bila kita ingin mengkontemplasikan wajah Kristus bersama dengan Maria, bundaNya. Mengontemplasikan berarti merenungkan misteri-misteri kehidupan, sengsara, wafat, kebangkitan dan kemuliaan Kristus dan menyelaminya dalam kehidupan sehari-hari. Bapa Suci Yohanes Paulus II (2003: 15-16) mengatakan bahwa “tanpa kontemplasi, doa rosario menjadi ibarat tubuh tanpa jiwa, dan ada bahaya bahwa pendarasannya akan menjadi pengulangan kata-kata secara mekanis”. Kita harus meneladan Maria sebagai model kontemplasi, yang pandangan dan hidupnya selalu tertuju pada Yesus Kristus dalam setiap peristiwa yang dialami putranya.

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Rosario tidak hanya pengulangan kata saja, karena jika kita hanya menganggap sebagai pengulangan kata, akan muncul godaan untuk melihat doa rosario sebagai doa yang kering dan membosankan. Tetapi akan sangat berbeda jika rosario dipandang sebagai luapan kasih yang tanpa kenal lelah kepada pribadi yang sangat dikasihi, karena ungkapan-ungkapan yang tetap sama akan selalu baru karena dipengaruhi perasaan-perasaan yang menyelimuti. Begitu juga dalam kehidupan doa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa tengah, terlebih dalam berdoa rosario. Adanya waktu khusus untuk berdoa rosario pada Bulan Mei dan Oktober memberikan kesempatan umat baik secara pribadi maupun bersama dalam kelompok untuk tekun mendaraskan doa rosario dan merenungkan setiap misteri-misteri Yesus Kristus yang diwartakan dalam Kitab Suci. Bahkan ada beberapa umat yang perlu dipuji dan diteladani karena menjadikan doa rosario sebagai doa wajib harian. Itu dapat menjadi bukti kecintaan dan kepasrahan mereka kepada Yesus dan Bunda Maria. Semakin cinta dan ingin mendaraskan doa rosario, semakin memudahkan umat untuk merenungkan peristiwa-peristiwa dalam doa rosario. Sehubungan dengan hal di atas, agar semakin memperkaya penghayatan doa rosario dalam kehidupan umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah, baik yang sudah tekun mendaraskan doa rosario maupun yang belum, penulis mengusulkan suatu sumbangan pemikiran bagi umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah. Sumbangan pemikiran yang akan penulis berikan ialah katekese dalam doa rosario. Alasannya yaitu, pertama, pada bulan Mei dan Oktober umat lebih banyak mau datang dalam doa rosario bersama

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 daripada pendalaman iman dan kegiatan lainnya. Kedua, karena katekese dan doa rosario mempunyai inti yang sama yaitu bersifat Kristosentris, sehingga keduanya bisa saling melengkapi dan memperkaya iman umat untuk selalu berpusat pada Kristus. Ketiga, penulis berharap agar umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, Purworejo, Jawa Tengah,dapat semakin menghayati doa rosario dengan segala macam kekayaannya, baik dari segi unsur doa, isi doa sebagai ringkasan Injil dan manfaatnya bagi kehidupan doa. B. Katekese dalam Doa Rosario 1. Pengertian Katekese Secara Umum Kata “katekese” berasal dari bahasa Yunani katekeo yang berarti membuat bergema. Istilah ini kemudian digunakan oleh umat Kristiani menjadi istilah khusus dalam bidang pewartaan. Dalam Kitab Suci, katekese dimengerti sebagai pengajaran, pendalaman dan pendidikan iman agar orang semakin dewasa dalam iman (Rukiyanto, 2012: 59). Dalam anjuran apostolik Catechesi Tradendae, Bapa Suci Yohanes Paulus II (1992: 23) menegaskan bahwa katekese adalah “pembinaan anak-anak, kaum muda, dan orang-orang dewasa dalam iman, yang khususnya mencakup penyampaian ajaran Kristen, yang pada umumnya diberikan secara organis dan sistematis, dengan maksud mengantar pendengar memasuki kepenuhan hidup Kristen”. Dengan demikian, katekese dapat diartikan sebagai usaha pihak Gereja untuk menolong umat agar semakin memahami, menghayati dan mewujudkan

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 imannya dalam kehidupan sehari-hari, yang di dalamnya terdapat unsur pewartaan, pengajaran, pendidikan, pendalaman, pembinaan, pengukuhan serta pendewasaan (Telaumbanua, 2005: 5). 2. Tujuan Katekese Sifat utama Katekese ialah Kristosentris, yaitu berpusat pada Kristus. Dengan sifatnya itu, katekese selalu mengajak umat beriman untuk mendalami misteri Kristus dalam segala dimensinya. Maksudnya ialah untuk menampilkan seluruh rencana kekal Allah dalam Pribadi Yesus Kristus, yang mencapai kepenuhannya dalam Pribadi itu. Katekese mengajak umat beriman untuk mendalami arti kegiatan dan kata-kata Yesus Kristus, begitu pula tanda-tanda yang dikerjakan-Nya, sebab semuanya itu sekaligus menyelubungi dan mewahyukan misteri-Nya. Sejalan dengan itu, tujuan mutakhir katekese ialah bukan saja menghubungkan umat dengan Yesus Kristus, melainkan mengundangnya untuk memasuki persekutuan hidup yang mesra dengan-Nya. Karena Kristuslah yang dapat membimbing kita kepada cinta kasih Bapa dalam Roh, dan mengajak umat-Nya ikut serta menghayati hidup Tritunggal Kudus (Yohanes Paulus II, 1992: 12). Kendati begitu, tujuan khas katekese ialah berkat bantuan Allah mengembangkan iman yang baru mulai tumbuh, dan dari hari ke hari memekarkan menuju kepenuhannya serta semakin memantapkan perihidup Kristen umat beriman, muda maupun tua (Yohanes Paulus II, 1992: 25). Pada intinya, tujuan utama katekese adalah membawa orang dalam kesatuan dengan Yesus Kristus (CT 5). Dengan demikian, melalui katekese orang

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 diharapkan dapat mengembangkan pengertian tentang misteri Kristus dalam terang Sabda Allah, sehingga seluruh pribadinya diresapi oleh Sabda itu (Rukiyanto, 2012: 62). 3. Bentuk Katekese Dalam bukunya yang berjudul Ilmu Kateketik, Telaumbanua (2005: 5) mengatakan ada 3 (tiga) bentuk katekese berdasarkan segi penyajiannya: a. Bentuk praktis Bentuk ini mengarahkan peserta katekese untuk giat dan rajin mempraktekkan kehidupan agamanya: rajin beribadah, rajin berdoa dan berdevosi, bergairah menghadiri perayaan Ekaristi dan perayaan lain, mengenal baik masa-masa liturgis dengan segala sarana dan peralatannya. Sumber utamanya adalah liturgi Gereja. b. Bentuk historis Bentuk ini memperdalam pengenalan umat akan sejarah penyelamatan dari pihak Allah, yang diawali dengan janji-janji mesianis dalam Perjanjian Lama dan memuncak dalam pribadi Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru. Sumber dan bahan utamanya adalah Kitab Suci. Di dalamnya campur tangan Allah dalam menyelamatkan umat manusia ditampakkan. c. Bentuk sistematis Bentuk ini menyajikan kepada umat ajaran teologis dan dogmatis yang tersusun secara sistematis, singkat dan padat. Sumbernya adalah Katekismus.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 4. Tugas Utama Katekese a. Katekese memberitakan Sabda Allah, mewartakan Kristus Sabda Allah yang ada dalam Kitab Suci memuat warta tentang penyelamatan umat manusia dari pihak Allah yang memuncak pada diri Yesus Kristus. Dalam diri Kristuslah, puncak segala wahyu, ditemukan arti hidup setiap manusia. Yesus Kristus mewujudkan pengiyaan Allah atas harapan terdalam manusia. Sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya adalah peristiwa definitif penyelamatan manusia menuju pertemuan abadi dengan Allah Tritunggal. Dengan demikian, katekese bertugas untuk menghadirkan sabda Allah agar manusia dapat bertemu secara pribadi dengan Kristus, karena katekese ialah pewartaan diri Kristus. Kristus dengan kepenuhan Pribadi-Nya adalah pusat dari katekese. Karena itu katekese haruslah bersifat kristosentris (Telaumbanua, 2005: 9). b. Katekese mendidik untuk beriman Iman adalah suatu anugerah dari pihak Allah, yang karenanya seseorang mau terpaut pada-Nya, berserah dan menaati Allah. Peranan manusia ialah menciptakan suasana agar iman itu dirasakan, bertumbuh dan berbuah. Katekese mencari kemungkinan agar jawaban manusia terhadap tawaran Allah dalam Kitab Suci dapat terjawab dengan semestinya. Katekese menolong agar umat terpikat pada diri Allah, yang diwartakan oleh Yesus Kristus dan agar umat terdorong untuk melakukan kehendak dan perintah Allah. Dengan demikian diharapkan juga adanya pembaruan dalam hidup manusia. Iman yang dihidupi senantiasa membutuhkan pengembangan yang berproses. Oleh karena itu, dalam katekese

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 ada 3 komponen yang memainkan peran. Pertama, “komponen kognitif” yang artinya dalam berkatekese disajikan pemahaman agar orang semakin yakin dan dapat bertanggung jawab atas iman atau agamanya. Kedua, “komponen afektif” yang artinya perasaan penghayatan perlu dibangkitkan sehingga umat semakin mencintai agamanya, Allahnya dan berkorban untuk berbakti, bersembah, dan bersyukur. Ketiga, “komponen operatif” yang artinya dalam berkatekese perlu diberi contoh-contoh konkret sehingga umat melihat kemungkinan untuk mengkonkretkan imannya dalam kehidupan sehari-hari (Telaumbanua, 2005: 9). c. Katekese mengembangkan Gereja Umat Allah yang mengimani Kristus sebagai pemimpin dan Juruselamatnya disebut Gereja. Tugas utama katekese di sini ialah menciptakan kegiatan-kegiatan/usaha untuk mengukuhkan persaudaraan Gerejawi dan untuk mengobarkan semangat iman anggota Gereja. Yohanes Paulus II (1992: 21) dalam anjuran apostolik Catechesi Tradendae mengatakan bahwa “katekese di masa lampau maupun di masa mendatang selalu merupakan karya yang harus termasuk tanggung jawab Gereja, dan yang oleh Gereja memang harus diinginkan sebagai salah satu tanggung jawabnya. Tetapi para anggota Gereja mengemban tanggung jawab yang berbeda-beda, tergantung dari perutusan mereka masing-masing”. Sehingga perkembangan suatu Gereja pun sangat tergantung pada usaha-usaha katekese menyebarkan sabda penyelamatan Allah kepada manusia. Karena lewat katekese Gereja semakin dibarui, dalam arti bahwa katekese memberi penilaian kritis terhadap keberadaan (Telaumbanua, 2005: 10). Gereja dalam zaman yang terus berubah

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 5. Katekese dalam Doa Rosario Katekese merupakan usaha pihak Gereja untuk menolong umat agar semakin memahami, menghayati dan mewujudkan imannya dalam kehidupan sehari-hari, yang di dalamnya terdapat unsur pewartaan, pengajaran, pendidikan, pendalaman, pembinaan, pengukuhan serta pendewasaan. Sebagai warga Gereja, kaum awam juga perlu mengambil bagian dalam tugas kenabian yaitu dengan menerima Sabda Kristus dan mewartakannya kepada dunia melalui kesaksian hidup, kata-kata, tindakan dan katekese yang sesuai dengan situasi nyata dunia sekarang ini. Untuk mewujudkan usaha itu, katekese perlu memasuki berbagai kesempatan yang cocok untuk berkatekese, misalnya homili, ziarah-ziarah, retret, rekoleksi, atau juga pada kelompok-kelompok doa, kelompok muda-mudi, kelompok Kitab Suci yang mendorong anggotanya untuk menghayati sabda Allah. Doa rosario adalah sarana pemakluman dan pengenalan yang makin mendalam akan misteri Kristus. Dalam doa rosario, misteri Kristus berulang kali dipaparkan, tetapi penghayatannya berbeda sesuai tahap pengalaman kristiani si pendoa. Misteri yang disajikan secara khidmat dan kontemplatif ini mampu menyerasikan hati orang-orang kristiani dengan hati Kristus. Pendarasan rosario, khususnya bersama dalam kelompok atau di tempat ziarah, memadukan semua unsur yang diperlukan untuk meditasi yang efektif. Dengan demikian, doa rosario dapat menjadi peluang kateketis yang penting, yang hendaknya dimanfaatkan dengan baik oleh pastor paroki (Yohanes Paulus II, 2003: 21). Rosario adalah doa yang sangat diminati umat, entah secara pribadi, dalam keluarga maupun dalam kelompok. Bahkan umat lebih banyak datang pada

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 saat doa rosario bersama yang sering dilaksanakan secara bergantian setiap hari pada bulan Mei dan Oktober, daripada harus datang saat pendalaman iman bulanan. Dari situ dapat dilihat bahwa doa rosario merupakan salah satu bentuk kesalehan populer, karena dengan sarananya yang sederhana, umat beriman diajak berdoa bersama Maria untuk akhirnya merenungkan misteri hidup Kristus. Karena itu juga rosario disebut sebagai ringkasan Injil. Popularitas dan kesederhanaan penuh makna dari doa rosario merupakan peluang untuk berkatekese bagi segenap umat beriman. Katekese dapat disisipkan setelah pemakluman peristiwa dari kutipan Kitab Suci dalam doa rosario, sebelum masuk pada pendarasan vokal sepuluhan Salam Maria. Pada kesempatan itulah katekese dapat menjadi peluang pewartaan Injil dari permenungan misteri-misteri Kristus, yang kemudian dapat ditanggapi dengan permenungan pengalaman hidup sehari-hari. Katekese yang diberikan sebelum pendarasan persepuluhan doa Salam Maria berisi tentang permenungan peristiwa yang direnungkan, serta dihubungkan dengan permenungan pengalaman hidup umat sehari-hari. Jadi, antara katekese dan doa rosario mempunyai kaitan yang sama yang bersifat Kristosentris, sebagai sarana untuk mewartakan sabda Allah, menggali Injil untuk semakin dekat dengan Kristus melalui perenungan dan pendalaman misteri-misteri hidup, sengsara, wafat, kebangkitan dan kemuliaan Yesus Kristus, yang kemudian dihubungkan dengan pengalaman hidup umat sehari-hari.

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 C. Usulan Program Katekese dalam Doa Rosario 1. Latar Belakang Pemilihan Program Katekese dalam Doa Rosario Berdasarkan hasil penelitian, penulis melihat bahwa doa rosario masih menjadi kegemaran umat di Paroki St. Stefanus Purwosari. Hal ini terbukti dengan masih adanya umat yang mendaraskan doa rosario setiap hari, serta partisipasi umat dalam mengikuti doa rosario bersama yang dilaksanakan secara bergiliran di rumah-rumah umat setiap hari, khususnya pada Bulan Mei dan Oktober. Antusiasme umat yang begitu besar terhadap pendarasan doa rosario, menggugah hati penulis untuk memberikan sumbangan bagi umat di Paroki St. Stefanus Purwosari dalam bentuk katekese dalam doa rosario. Penulis memilih program katekese dalam doa rosario karena keduanya sama-sama berpusat pada Kristus (Kristosentris) dan menampilkan saripati Injil yang mewartakan sabda Allah melalui Pribadi Yesus. Karena tujuan dari doa rosario ialah untuk merenungkan Injil, maka katekese membantu proses perenungan Injil tersebut, sehingga keduanya dapat saling melengkapi dan semakin mendekatkan umat kepada persekutuan dengan Yesus Kristus. Usulan program katekese dalam doa rosario ini dimaksudkan untuk menjadi sarana pewartaan Sabda Allah agar umat semakin mengenal Yesus lebih dekat lagi dalam kesempatan doa rosario bersama dan membantu umat untuk semakin merenungkan misteri-misteri Kristus, serta menghubungkannya dengan pengalaman iman dan hidup sehari-hari. Penulis berharap dengan adanya usulan program ini, umat tidak hanya terpaku pada pengetahuan dan praktik doa rosario saja, tetapi dapat semakin mendalami misteri Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 2. Alasan Pemilihan Tema Bertitik tolak dari penelitian tentang penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa umat sudah cukup baik dan reflektif dalam menghayati praktik doa rosario dalam kehidupan doa. Namun tentunya tidak semua umat, terutama di luar responden penelitian dapat menghayati praktik doa rosario dalam kehidupan doa mereka, entah karena malas, kurangnya kesadaran untuk berdoa dan sebagainya. Walaupun demikian, pada bulan Mei dan Oktober, doa rosario bersama masih dilaksanakan dan berjalan dengan baik di setiap lingkungan, stasi dan wilayah. Umat yang ikut dalam doa rosario bersama tidak hanya bapak/ibu saja, tetapi juga terkadang mereka membawa serta anak-anak. Kebiasaan tersebut baik untuk diteruskan, dan ini menjadi pemikiran penulis untuk menyiapkan materi yang cocok untuk diberikan kepada orang tua pada kesempatan doa rosario bersama, namun juga bisa didengarkan oleh anak-anak sedikit demi sedikit sebagai pendidikan iman dan bekal dalam tahap pertumbuhan iman mereka. Berangkat dari kenyataan yang ada, maka penulis mengusulkan katekese dalam doa rosario dengan memilih tema umum: Menjadi lebih dekat dengan Yesus dan Bunda Maria. Tujuannya ialah untuk membantu umat agar semakin dekat dengan Yesus dan Maria, serta dapat meneladani sikap Yesus dan Maria dalam kehidupan sehari-hari. Dengan tema umum tersebut, penulis berharap dapat menjabarkan tema-tema kecil dan memberikan katekese yang ringan tetapi relevan dengan realitas hidup umat, sehingga membantu umat untuk dapat merenungkan misteri Kristus dan Bunda-Nya, semakin mengenal Yesus dan Bunda Maria lebih dekat lagi, serta meneladan sikap Yesus dan Maria dalam

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 pengalaman hidup sehari-hari bersama dengan sesama. Sesama ialah orang tua, anak, saudara, tetangga, rekan kerja, warga gereja, warga masyarakat maupun siapa saja yang kita jumpai dalam hidup kita sehari-hari. Karena doa rosario sendiri merupakan doa yang panjang, dan biasanya doa rosario bersama dilaksanakan pada malam hari dengan waktu yang relatif terbatas, maka dengan waktu yang terbatas itu katekese yang akan diberikan ialah dalam bentuk media (video) pendek serta renungan monolog singkat secara berkesinambungan pada setiap selingan persepuluhan doa Salam Maria berdasarkan tema yang dipilih. 3. Penjabaran Sub Tema a. Peristiwa Gembira Tema : Meneladani sikap Yesus sebagai anak Allah dan belajar memaknai setiap peristiwa hidup. Tujuan : Bersama dengan pendamping, umat semakin meneladani kedekatan Yesus dengan Bapa-Nya, sehingga semakin dapat memaknai setiap peristiwa yang mereka alami. b. Peristiwa Sedih Tema : Mengikuti jejak Kristus, memanggul salib kehidupan untuk melawan kemegahan diri. Tujuan : Bersama dengan pendamping, umat semakin menyadari betapa beratnya salib yang harus dipanggul dalam kehidupan ini, sehingga dengan demikian berani dan kuat melawan segala bentuk kemegahan yang hanya menguntungkan diri sendiri.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 c. Peristiwa Terang Tema : Berinisiatif seperti Maria dan melakukan perintah Yesus demi kebaikan sesama Tujuan : Bersama dengan pendamping, umat menyadari bahwa begitu banyak hal-hal yang menuntut kita untuk mempunyai inisiatif seperti Maria dan sekaligus melakukan perbuatan seturut perintah Yesus demi kebaikan bagi sesama. d. Peristiwa Mulia Tema : Hidup dalam kebenaran untuk memuliakan Kristus dan Bunda Maria. Tujuan : Bersama dengan pendamping, umat semakin berani hidup dalam kebenaran, menolak kebohongan dan kemunafikan, sehingga dengan hati yang bersih dapat senantiasa memuliakan Kristus dan Bunda Maria.

(129) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 111 4. Penjabaran Program Katekese dalam Doa Rosario Tema Umum : Menjadi lebih dekat dengan Yesus dan Bunda Maria. Tujuan Umum : Untuk membantu umat agar semakin dekat dengan Yesus dan Maria, serta dapat meneladani sikap Yesus dan Maria dalam kehidupan sehari-hari. No 1 Tema Meneladani sikap Yesus sebagai anak Allah dan belajar memaknai setiap peristiwa hidup Tujuan Bersama dengan pendamping, umat semakin meneladani kedekatan Yesus dengan Bapa-Nya, sehingga semakin dapat memaknai setiap peristiwa yang mereka alami Materi Peristiwa Gembira : Yesus diketemukan dalam Bait Allah 9 9 9 9 Metode Doa Informasi Permenungan Refleksi Pribadi 9 9 9 9 9 9 9 Sarana Buku Panduan Doa Rosario Manik/Biji Rosario Buku Puji Syukur LCD, Laptop, Speaker Video “How easy it is to forget” Lilin dan Salib Patung Bunda Maria Sumber Bahan 9 Kitab Suci: Lukas 2:4252 9 Leks, Stefan. (2003). Tafsir Injil Lukas. Yogyakarta: Kanisius

(130) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 112 2 3 Mengikuti jejak Kristus, memanggul salib kehidupan untuk melawan kemegahan diri Berinisiatif seperti Maria dan melakukan perintah Yesus demi kebaikan sesama Bersama dengan pendamping, umat semakin menyadari betapa beratnya salib yang harus dipanggul dalam kehidupan ini, sehingga dengan demikian berani dan kuat melawan segala bentuk kemegahan yang hanya menguntungkan diri sendiri Bersama dengan pendamping, umat menyadari bahwa begitu banyak hal-hal yang menuntut kita untuk mempunyai inisiatif seperti Maria dan sekaligus melakukan perbuatan seturut perintah Peristiwa Sedih: Yesus memanggul salib-Nya ke Gunung Kalvari 9 9 9 9 Doa Informasi Permenungan Refleksi Pribadi 9 9 9 9 9 9 9 Peristiwa Terang: Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana 9 9 9 9 Doa Informasi Permenungan Refleksi Pribadi 9 9 9 9 9 9 Buku Panduan Doa Rosario Manik/Biji Rosario Buku Puji Syukur LCD, Laptop, Speaker Video “String” Lilin dan Salib Patung Bunda Maria 9 Buku Panduan Doa Rosario Manik/Biji Rosario Buku Puji Syukur LCD, Laptop, Speaker Video “Tree” Lilin dan Salib 9 Kitab Suci: Lukas 23:26-32 9 Leks, Stefan. (2003). Tafsir Injil Lukas. Yogyakarta: Kanisius Kitab Suci: Yohanes 2:1-11 9 Musakabe, Herman. (2005). Bunda Maria Pengantara Rahmat Allah: Bunga

(131) PLAGIAT MERUPAKAN MERUPAKAN TINDAKAN TINDAKAN TIDAK TIDAK TERPUJI TERPUJI PLAGIAT 113 Yesus demi kebaikan bagi sesama. 4 Hidup dalam kebenaran untuk memuliakan Kristus dan Bunda Maria Bersama dengan pendamping, umat semakin berani hidup dalam kebenaran, menolak kebohongan dan kemunafikan, sehingga dengan hati yang bersih dapat senantiasa memuliakan Kristus dan Bunda Maria Peristiwa Mulia: Roh Kudus Turun atas para rasul 9 9 9 9 Doa Informasi Permenungan Refleksi Pribadi 9 Patung Bunda Maria 9 Buku Panduan Doa Rosario Manik/Biji Rosario Buku Puji Syukur LCD, Laptop, Speaker Video “duty” Lilin dan Salib Patung Bunda Maria 9 9 9 9 9 9 9 9 Rampai Aneka Devosi dalam Ziarah Kehidupan. Bogor: Citra Insan Pembaru Kitab Suci: Kis. 2:1-5 Komisi Kateketik Keuskupan Purwokerto. (2012). Doa Rosario: Hidup dalam Terang Iman. Yogyakarta: Kanisius

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 5. Contoh Usulan Katekese dalam Doa Rosario a. Tema : Berinisiatif seperti Maria dan melakukan perintah Yesus demi kebaikan sesama. b. Tujuan : Bersama dengan pendamping, umat menyadari bahwa begitu banyak hal-hal yang menuntut kita untuk mempunyai inisiatif seperti Maria dan sekaligus melakukan perbuatan seturut perintah Yesus demi kebaikan bagi sesama. c. Peserta : Bapak/Ibu d. Tempat : Rumah Umat e. Waktu : Pk. 19.00 - 20.30 WIB f. Metode : - Doa - Informasi - Permenungan - Refleksi Pribadi g. Sarana : - Buku Panduan Doa Rosario - Manik/Biji Rosario - Buku Puji Syukur - Viewer, Laptop, Speaker - Video “Tree” - Lilin dan Salib - Patung Bunda Maria h. Sumber Bahan : - Injil Yohanes (2:1-11)

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 - Musakabe, Herman. (2005). Bunda Maria Pengantara Rahmat Allah: Bunga Rampai Aneka Devosi dalam Ziarah Kehidupan. Bogor: Citra Insan Pembaru i. Pemikiran Dasar Seiring perkembangan jaman, manusia semakin menjadi makhluk individual yang sibuk dengan diri sendiri dan sibuk dengan apa yang dimiliki. Itu mengakibatkan berkurangnya kadar perhatian terhadap sesama dan hal-hal kecil yang ada di sekeliling kita. Bahkan terkadang ketika ada masalah kita lebih sibuk berdebat daripada berinisiatif untuk segera mencari solusi. Ketika ada sesama yang kesusahan terkadang kita masih berpikir dan pilih-pilih apakah kita akan mendapat balas jasa atau tidak. Sehingga semakin berkurang rasa untuk berbagi kebaikan dengan sesama. Tentunya sangat memprihatinkan jika kita sesama manusia tidak peduli dan tidak saling berbagi kebaikan. Dalam Injil Yohanes 2:1-11 diuraikan gambaran kehadiran Bunda Maria di balik peristiwa mujizat Yesus pada pesta perkawinan di Kana sebagai wujud solidaritas sosial. Dalam hal ini khususnya inisiatif Bunda Maria untuk membantu kesulitan yang dialami tuan rumah saat kehabisan anggur. Bunda Maria mengambil inisiatif untuk mengatasi keadaan kristis yang dihadapi keluarga pasutri dan berusaha menyelamatkan keluarga dari omongan para tamu karena kehabisan anggur. Inisiatif Maria ditunjukkan dengan mengajukan permohonan kepada Yesus untuk mengerjakan sesuatu. Maria yakin bahwa Yesus dapat melakukan sesuatu. Walaupun bagi Yesus waktu itu belumlah tiba saatnya untuk mengerjakan mujizat, namun atas permohonan yang tulus dari Maria ibu-Nya,

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 akhirnya Yesus membuat mujizat juga lewat peran serta pelayan-pelayan yang mau mengerjakan apa yang diperintahkan Yesus sesuai pesan Maria. Bunda Maria pun selalu hadir dalam kehidupan dan peka memperhatikan kesulitan dan kebutuhan kita. Ia mengambil inisiatif menjadi pengantara untuk mempersatukan kita dengan Yesus karena ia menyadari bahwa Yesus bukan hanya miliknya tetapi milik semua orang. Pesan Maria kepada palayan-pelayan juga menjadi pesan bagi kita untuk melakukan apa yang diperintahkan Yesus kepada kita dengan penuh keyakinan dan tanpa ragu. Dengan mempunyai inisiatif seperti Bunda Maria dalam permasalahan hidup sehari-hari dan melakukan perbuatan seturut perintah Yesus, maka kita pun akan dapat membawa kebaikan bagi sesama dan semakin dewasa dalam iman. Dari pertemuan doa rosario bersama ini kita berharap akan semakin menyadari begitu banyak hal-hal yang menuntut kita untuk mempunyai inisiatif seperti Bunda Maria dan sekaligus melakukan perbuatan seturut perintah Yesus. Dengan demikian kita akan dapat membawa kebaikan bagi sesama seturut teladan Yesus dan Bunda Maria. j. Langkah-langkah katekese dalam doa rosario 1) Pembukaan ™ Ucapan Salam Selamat malam, bapak, ibu dan saudara/saudari sekalian. Malam ini kita berkumpul bersama untuk mendaraskan doa rosario. Peristiwa yang diambil pada hari ini adalah peristiwa Terang. Pada jeda sebelum sepuluhan Salam Maria, akan diisi dengan katekese pendek. Bahan katekese yang diambil ialah dari peristiwa

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Terang ketika Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana. Pada kesempatan doa rosario bersama ini kita akan mencoba memaknai dan merenungkan bahwa di balik peristiwa tersebut ada peran inisiatif Bunda Maria yang sangat penting. Katekese ini diharapkan dapat membantu kita untuk semakin merenungkan peristiwa hidup Yesus dan Bunda Maria, serta membantu kita untuk semakin mempunyai inisiatif seperti Bunda Maria dan melakukan perintah Yesus dalam berbagai hal. Dengan demikian kita dapat membawa kebaikan bagi sesama. Untuk memulainya, marilah kita buka dengan lagu pembukaan “Salam Bagimu, Maria” dari buku Puji Syukur nomor 628. ™ Lagu Pembukaan “Salam Bagimu, Maria” (PS. 628) ™ Tanda Salib Pembuka (†) Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus, Amin. ™ Doa Pembukaan Allah Bapa Mahakasih, hari ini kami sungguh bersyukur kepada-Mu karena kami telah Kau persatukan dalam pertemuan ini sebagai anak-anak-Mu. Kami tahu betapa besar kasih yang Kau berikan kepada kami. Kami mohon, bukalah hati dan pikiran kami agar kami mampu memahami kehendak-Mu melalui sabda-Mu dalam diri putra-Mu Yesus Kristus yang adalah kasih, melalui peristiwa-peristiwa Terang yang akan kami renungkan dalam doa rosario bersama ini. Semoga kami dapat berdoa bersama dengan Bunda Maria, mengikuti teladan Bunda Maria dan Yesus, serta mempunyai inisiatif seperti Bunda Maria dan selalu melaksanakan perintah Yesus dengan yakin dalam pengalaman hidup kami sehari-

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 hari demi kebaikan sesama. Kami mohon semuanya ini demi kemuliaan-Mu, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin. ™ Aku Percaya ™ Bapa Kami ™ Salam Putri Allah Bapa, Salam Maria... ™ Salam Bunda Allah Putra, Salam Maria... ™ Salam Mempelai Allah Roh Kudus, Salam Maria... ™ Kemuliaan ™ Terpujilah ™ Ya Yesus yang baik (Doa Fatima) ™ Katekese (Pemimpin doa mengajak umat untuk menyaksikan video singkat “Tree” berdurasi 2 menit). Bapak, ibu, saudara/saudari yang terkasih, pada awal pendarasan doa rosario, doa rosario mengantar kita pada kedekatan dengan Yesus dan Bunda Maria. Kita akan banyak menjumpai banyak segi dari kehidupan Bunda Maria yang bisa membangun dan mengubah diri kita. Salah satunya adalah keberanian Bunda Maria untuk mengambil inisiatif pada situasi-situasi tertentu bersama Yesus. Seperti ketika Maria diberitahu malaikat bahwa Elisabeth mengandung, Maria berinisiatif untuk mengunjungi Elisabeth. Ketika perkawinan di Kana, Maria berinisiatif turun tangan atas kesusahan tuan rumah saat kehabisan anggur. Bahkan pada saat para rasul menantikan turunnya Roh Kudus, Maria tanpa diminta, ia beriniatif untuk ada bersama para rasul menantikan Roh Kudus yang akan datang menaungi mereka.

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Kita menyadari bahwa begitu banyak hal dalam kehidupan kita sehari-hari yang menuntut kita untuk mempunyai kepekaan dan inisiatif. Inisiatif kita akan semakin terasah ketika kita peka melihat situasi di sekitar kita. Dengan mengaktifkan kepekaan dan inisiatif kita untuk membantu sesama, kita dapat menjadi Terang bagi sesama. Seperti pada peristiwa ketika Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta perkawinan di Kana. Dalam persitiwa tersebut, Bunda Maria memainkan peran penting. Maka, pada awal perenungan doa rosario ini, saya mengajak bapak, ibu, saudara/saudari sekalian untuk menonton sebuah video pendek yang dapat mengaktifkan imajinasi kita untuk menolong kita lebih peka dan mempunyai inisiatif seperti teladan Bunda Maria. (Setelah menyaksikan film, pemimpin doa mengajak umat untuk merenungkan inti dari film tersebut). Bapak, ibu, saudara/saudari yang terkasih, marilah kita hening sejenak, merenungkan apa yang baru saja kita saksikan. Kita buka mata hati kita untuk dapat mencari makna dari film tersebut dan mencoba mengolahnya lewat segala pengalaman permasalahan yang sudah pernah kita alami. Dari berbagai masalah, baik yang kita alami atau orang lain alami, seberapa sering kita menempatkan posisi kita seperti anak kecil tersebut? Atau malah kita lebih sering berada pada posisi orang-orang lain yang cuek dan masa bodoh? ....hening sejenak.... ™ Bapa Kami ™ Salam Maria (10kali) ™ Kemuliaan ™ Terpujilah

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 ™ Ya Yesus yang baik (Doa Fatima) ™ Katekese Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ (Yoh 2:1). Pada pesta perkawinan di Kana, Maria sebagai ibu sudah hadir lebih awal, seperti halnya ia selalu hadir dalam kehidupan kita. Di lingkungan kita, apabila ada keluarga atau tetangga yang sedang punya hajat, para kaum wanita dan ibu-ibu hadir untuk ikut membantu dalam urusan dapur sedangkan bapak-bapak membantu dalam urusan persiapan tempat, panggung atau yang lainnya. Bunda Maria hadir di pesta itu sebagai wujud solidaritas sosial. Ia tidak bertindak seperti tamu yang minta dilayani, tetapi menyatu dengan kaum wanita untuk membantu meringankan pekerjaan tuan rumah. Hal ini juga menjelaskan bagaimana Bunda Maria hadir di tengah-tengah kita sebagai Ibu dalam hidup bermasyarakat dan menggereja. Namun, sudahkah kita merasakan dan menyadari kehadiran Maria dalam kehidupan kita sehari-hari? ....hening sejenak.... ™ Bapa Kami ™ Salam Maria (10kali) ™ Kemuliaan ™ Terpujilah ™ Ya Yesus yang baik (Doa Fatima) ™ Katekese Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur” (Yoh 2:3). Kutipan tersebut ingin menyatakan kepada kita bahwa Bunda Maria hadir dalam pesta tidak hanya sebagai tamu undangan yang minta dilayani tetapi ikut membantu tuan rumah, sehingga ia dapat segera

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 mengetahui bahwa tuan rumah mengalami kesulitan, yakni kekurangan anggur. Pada saat itulah peran Maria dimulai. Maria mengambil inisiatif untuk mengatasi keadaan yang kritis untuk menyelamatkan rasa malu tuan rumah karena kekurangan anggur, karena minuman anggur merupakan minuman pokok dan gengsi bagi yang empunya hajat. Bila kita sadari, Maria sebagai Ibu selalu peka memperhatikan kesulitan dan kebutuhan kita. Maria selalu hadir dalam kehidupan umat manusia. Maria menjadi pengantara untuk mempersatukan kita dengan Yesus. Dalam kehidupan kita sehari-hari terkadang ada persoalan yang kita atau orang lain alami. Mungkin jika kita mengalami permasalahan, kita akan lebih mudah mencari solusinya atau meminta bantuan orang lain. Namun apabila kita tahu sesama kita sedang mengalami kesulitan, apakah kita menjadi peka dan segera berinisiatif hadir di tengah sesama untuk membantu? Atau malah tidak peduli karena itu bukan masalah dan urusan kita? ....hening sejenak.... ™ Bapa Kami ™ Salam Maria (10kali) ™ Kemuliaan ™ Terpujilah ™ Ya Yesus yang baik (Doa Fatima) ™ Katekese Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu! (Yoh 2:5). Maria mengajukan permohonan kepada Yesus untuk mengerjakan sesuatu, tetapi tidak mendikte. Ia menyadari bahwa Yesus bukan hanya miliknya tetapi milik semua orang. Ia hanya menjelaskan kesulitan

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 apa yang dialami oleh tuan rumah. Hal ini menegaskan kepada kita bahwa hanya Yesus yang dapat menyelamatkan kita dari segala kesulitan yang kita hadapi. Kemudian Maria mengambil inisiatif dengan menyuruh pelayan-pelayan mengerjakan apa yang akan dikatakan Yesus, walaupun Maria juga belum tahu apa yang akan dikatakan Yesus, tetapi ia berpesan kepada pelayan agar berbuat seperti yang akan diperintahkan Yesus. Inisiatif Maria itu berdasarkan keyakinan bahwa Yesus akan memenuhi apa yang dimohonkannya untuk menyelamatkan situasi yang kritis. Dalam kehidupan sehari-hari, Ibu selalu banyak inisiatif. Selalu berbuat sesuatu untuk kebutuhan keluarga. Bahkan di tengah kesulitan, seorang Ibu dapat melakukan penghematan dari apa yang sudah diperjuangkan bapak, agar esok seluruh keluarga masih bisa makan. Dalam berbagai macam kesulitan yang sering kita alami dalam keluarga, apakah inisiatif yang sering kita ambil sudah berdasarkan pada keyakinan bahwa Yesus akan menyelamatkan kita pada situasi yang kritis? Atau malah selama ini kita sering merasa bisa mengandalkan diri sendiri dalam setiap kesulitan tanpa peran serta Yesus? ....hening sejenak.... ™ Bapa Kami ™ Salam Maria (10kali) ™ Kemuliaan ™ Terpujilah ™ Ya Yesus yang baik (Doa Fatima) ™ Katekese Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh (Yoh 2:7). Inisiatif

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Maria ternyata efektif, sehingga Yesus tergerak hatinya dan menyuruh para pelayan mengisi tempayan-tempayan air sampai penuh dan membuat mujizat. Para pelayanpun tidak bertanya untuk apa mereka harus mengisi tempayantempayan itu dengan air. Namun mereka tetap patuh dan mengerjakan apa yang diperintahkan Yesus, karena Maria sudah berpesan kepada mereka lebih dahulu. Maria dengan caranya sendiri telah menanam benih kepercayaan kepada Yesus dalam hati para pelayan. Begitu juga dengan kita manusia. Maria menanamkan benih kepercayaan kepada Yesus dalam hati kita. Mujizat apapun bisa terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Terkadang kita bisa menjadi tuan rumah yang tidak tahu bahwa bahwa Tuhan baru saja menyelamatkan kita dari situasi kritis, atau juga bisa menjadi pelayan yang ambil bagian dalam mujizat Yesus untuk membantu menyelamatkan sesama yang kesulitan. Dalam hal ini, Maria mengajarkan kita untuk berbuat apa yang dikatakan Yesus dan menanamkan kepercayaan bahwa dengan perantaraan Maria, Yesus tidak akan membiarkan kita mengalami kesulitan. Namun sejauhmana kita sudah menanamkan kepercayaan kita kepada Yesus lewat perantaraan Bunda Maria? ....hening sejenak.... ™ Bapa Kami ™ Salam Maria (10kali) ™ Kemuliaan ™ Terpujilah ™ Ya Yesus yang baik (Doa Fatima) 7) Penutup ™ Doa Penutup

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 Allah Bapa Yang Mahakasih, Engkau telah menunjukkan kepada kami Inisiatif Maria yang selalu hadir dalam kehidupan kami. Lewat perantaraannya, Engkau juga mempersilakan Yesus melakukan mujizat demi menyelamatkan umatnya. Berilah kami selalu rahmat-Mu agar kami dapat peka dan mempunyai inisiatif seperti Bunda Maria ketika ada sesama yang kesulitan, sekaligus juga dapat membangun kepercayaan dan melakukan apa yang diperintahkan Yesus. Semoga apa yang kami renungkan dalam doa rosario ini dapat membantu kami untuk mengolah pengalaman hidup kami sesuai dengan teladan Maria dan Yesus putra-Mu dalam hubungan kami dengan sesama. Kami mohon semuanya ini demi kemuliaan-Mu, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Amin. ™ Tanda Salib Penutup (†) Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus, Amin. ™ Lagu Penutup “Ratu Rosari” (PS. 630)

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Pada bab ini, penulis menyampaikan kesimpulan sesuai dengan rumusan permasalahan dalam skripsi ini dan saran sebagai tidak lanjutnya. Kesimpulan dan saran yang penulis berikan bertitik tolak dari beberapa hal yang menjadi dasar pemikiran seperti yang telah tertuang dalam beberapa bagian terdahulu dari skripsi ini. A. Kesimpulan Doa rosario adalah doa yang sederhana tetapi amat berdaya guna. Sederhana karena sarananya yang mudah, yakni hanya dengan bantuan manik/biji rosario dengan urutan doa-doa yang sudah familiar. Berdaya guna karena banyak manfaat yang sudah banyak terbukti dirasakan oleh umat Katolik yang tekun mendaraskan doa rosario. Doa yang terdiri dari doa vokal dan batin ini berciri khas Maria, namun yang menjadi inti dari doa ini ialah Yesus Kristus (Kristosentris). Tujuannya ialah untuk merenungkan misteri Kristus bersama Maria. Untuk dapat merenungkan misteri Kristus dalam doa rosario, tidak hanya cukup dengan pendarasan doa secara berulang namun juga dengan ditampilkannya kutipan-kutipan Injil sebagai jalan untuk mendengarkan sabda Allah yang nampak dalam pribadi Yesus. Maria menjadi model kontemplasi yang tak tertandingi untuk memahami wajah Yesus dalam setiap peristiwa hidup, sengsara, wafat, kebangkitan dan kemuliaan-Nya. Doa yang akrab dalam kehidupan doa umat Katolik ini banyak didoakan sebagai doa syukur, permohonan dan untuk

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 menghadapi segala macam persoalan hidup. Hal ini dikarenakan banyak orang yang merasakan mujizat dan terkabulnya suatu doa, serta manfaat yang diperoleh berkat ketekunan dalam berdoa rosario. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa melalui doa rosario umat dapat bersatu dengan Bunda Maria untuk kemudian dihantarkan kepada Yesus Kristus, putranya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, penulis melihat bahwa penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa di kalangan umat Paroki St. Stefanus Purwosari sudah cukup baik dan reflektif. Dari segi praktik, penulis katakan baik dan reflektif karena pertama, umat menghayati bahwa manik/biji rosario tidak hanya menjadi alat bantu hitung dalam doa rosario, namun juga menjadi rangkaian yang menghubungkan umat dengan Allah dan Kristus. Kedua, pengulangan kata dengan urutan doa yang lengkap dalam doa rosario tidak hanya dipahami sebagai kekuatan namun juga dihayati sebagai suatu rentetan doa yang saling melengkapi. Ketiga, keheningan amat diperlukan untuk dapat masuk dalam doa batin dan membantu merenungkan misteri Kristus. Keempat, pengaturan waktu minggun yang ditetapkan Gereja untuk berdoa rosario membantu umat untuk berdoa secara lebih teratur dan memberikan warna spiritual bagi umat dalam menghayati peristiwa yang direnungkan. Dari segi penghayatannya dalam kehidupan doa dikatakan baik dan reflektif karena sebagian besar umat selalu menggunakan sarana doa rosario dalam kehidupan doa, yakni baik menjadi doa wajib harian, doa syukur, doa permohonan, dan doa dikala sakit. Umat menghayati bahwa dengan berdoa rosario, maka Bunda Maria akan menghantarkan doa-doa kepada Yesus. Selain

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 itu, doa rosario penting untuk dibiasakan dalam keluarga karena dapat menjadi pendidikan iman anak sejak dini dan bekal kehidupan anak di masa mendatang. Selanjutnya, karena doa rosario adalah doa yang panjang, ada banyak kesulitan dan kemudahan yang dirasakan umat. Kesulitan yang banyak dihadapi ialah karena kondisi tubuh yang lelah dan mengantuk sehingga mengganggu fokus dalam berdoa. Kemudahan yang dirasakan ialah karena sarananya yang mudah dan tidak repot, serta banyaknya waktu bagi orang tua yang sudah pensiun dan menganggur untuk semakin banyak berdoa. Sedangkan manfaat yang dirasakan umat berkat ketekunan dalam berdoa rosario ialah kekuatan iman dalam menghadapi cobaan hidup untuk lebih pasrah kepada kehendak Allah. Penelitian yang penulis lakukan kepada beberapa umat menunjukkan hasil yang cukup baik dan reflektif mengenai penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat. Namun tidak dipungkiri bahwa ada kemungkinan umat diluar responden belum begitu menghayati doa rosario secara lebih mendalam, sedangkan doa rosario masih menjadi doa kegemaran umat Katolik yang selalu didaraskan bersama pada Bulan Mei dan Oktober secara bergiliran di rumah umat. Sehubungan dengan hal tersebut, penulis mencoba memberikan usulan program berupa katekese dalam doa rosario yang secara khusus ditujukan bagi umat dalam kesempatan doa rosario bersama, agar umat dapat menghayati doa rosario, semakin dekat dengan Yesus dan Maria, serta dapat meneladani sikap Yesus dan Maria dalam hubungan dengan sesama sebagai wujud penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa dan pengalaman hidup sehari-hari dengan sesama.

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 B. Saran Bertitik tolak dari seluruh pembahasan yang telah disampaikan penulis dalam skripsi ini, akhirnya penulis mencoba menyampaikan beberapa saran sebagai buah refleksi penulis, demi semakin meningkatnya penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa umat di Paroki St. Stefanus Purwosari. 1. Bagi Pastor Paroki Pastor paroki perlu terus mendukung pelaksanaan doa rosario bersama secara bergilir di rumah umat dengan adanya patung Bunda Maria yang dihantar bergilir ke setiap wilayah maupun stasi. Selain itu, pastor paroki dengan tidak bosan dan henti-hentinya perlu menyerukan betapa penting dan berdayagunanya doa rosario sebagai doa pribadi, keluarga maupun kelompok, serta mengajak umat yang belum aktif agar tergerak dalam doa rosario bersama demi meningkatkan persaudaraan iman di antara umat di stasi/wilayah/lingkungan. 2. Bagi Umat Umat di Paroki St. Stefanus Purwosari perlu menyadari betapa pentingnya merenungkan dan memaknai setiap misteri-misteri Kristus dan Bunda Maria dalam kehidupan doa. Dengan demikian umat akan merasakan manfaat dari doa rosario, sehingga dapat semakin ingin dan tekun mendaraskan doa rosario minimal pada kesempatan Bulan Mei dan Oktober, baik secara pribadi atau juga aktif berpartisipasi dalam doa rosario bersama dengan umat yang lain untuk menyalakan semangat persaudaraan iman diantara umat dalam kehidupan seharihari. Bagi orang tua, perlulah membiasakan berdoa rosario bersama dalam

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 keluarga, agar anak-anak terbiasa hidup dalam suasana doa, karena doa rosario dapat menjadi pegangan dan bekal pertumbuhan iman mereka di masa mendatang. 3. Bagi Katekis dan Calon Katekis Di zaman yang semakin berkembang ini, katekis perlu aktif mencari celah dalam berbagai macam kesempatan untuk dapat menyerukan pewartaan melalui katekese dalam bentuk apapun sesuai dengan kondisi umat. Untuk dapat melaksanakan hal tersebut, calon katekis perlu menyiapkan diri dengan banyak belajar (Katekismus, Iman Katolik, Kitab Suci, dsb), terjun langsung ke lingkungan umat, mendengarkan keluh kesah umat dan terus mengikuti perkembangan jaman, agar dapat memberikan katekese yang relevan bagi umat dan membantu umat semakin mengembangkan imannya terutama dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat, salah satunya ialah pada kesempatan doa rosario bersama.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1 : Surat Ijin Penelitian Kaprodi (1)

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2 : Surat Ijin Penelitian Pastor Paroki St. Stefanus Purwosari (2)

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3 : Daftar Pertanyaan Panduan Wawancara Kelompok Fokus 1. Menurut Anda, apa fungsi dari biji/manik-manik dalam doa rosario? 2. Apa yang anda pahami tentang pendarasan doa rosario sebagai pengulangan kata? 3. Apa yang dapat anda maknai dari pengulangan kata-kata doa dengan urutan yang lengkap dalam doa rosario? 4. Menurut Anda, apa yang diperlukan untuk dapat merenungkan peristiwaperistiwa Injili dalam doa rosario? 5. Faktor apa yang dapat membantu anda untuk masuk ke dalam doa batin dan merenungkan peristiwa doa rosario? 6. Efek apa yang Anda rasakan dari pengaturan waktu mingguan dalam doa rosario untuk merenungkan setiap peristiwa? 7. Apakah Anda selalu menggunakan sarana doa rosario untuk memohon sesuatu, mengucap syukur atau pasrah dalam menghadapi sakit dan penderitaan? Mengapa? 8. Menurut Anda, apakah doa rosario penting dijadikan sebagai doa keluarga? Mengapa? 9. Kesulitan apa yang Anda alami dalam mendaraskan doa rosario? 10. Kemudahan apa yang mendukung Anda untuk tekun mendaraskan doa rosario? 11. Manfaat apa saja yang Anda dapatkan berkat ketekunan dalam berdoa rosario? (3)

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4 : Catatan Berkala Observasi Partisipatif A. Catatan Berkala 1 1. 2. Identitas Hari/Tanggal : Sabtu, 22 Maret 2014 Subjek Penelitian : Ibu Veronika Retno (Responden) Waktu : 19.00 - 19.40 WIB Sarana dan Prasarana z Buku Puji Syukur z Buku Doa adalah Sumber Kekuatan z Kitab Suci z Lilin z Rosario 3. Urutan Doa a. Doa Penutup Hari (Puji Syukur No. 69 - 79) b. z Tanda Salib z Pembukaan z Doa Pembukaan z Pemeriksaan Batin z Doa Tobat z Bacaan Singkat z Bacaan Kitab Suci sesuai kalender liturgi (Luk 15:1-3,11-32) z Doa Keluarga (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 113) z Doa Syukur dan Permohonan Spontan untuk kesehatan dan rejeki keluarga z 1 kali Bapa Kami dan 3 kali Salam Maria z Doa Penutup. Rosario (Peristiwa Gembira) z Aku Percaya z Bapa Kami z Kemuliaan kepada Bapa z Terpujilah (4)

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI c. z Salam, Putri Allah Bapa... Salam Maria... z Salam, Bunda Allah Putra... Salam Maria... z Salam, Mempelai Allah Roh Kudus... Salam Maria... z Pembacaan Peristiwa Gembira Pertama dan Kutipan Kitab Suci z Bapa Kami z 10 kali Salam Maria z Kemuliaan kepada Bapa z Ya Yesus yang baik... z Pembacaan peristiwa Gembira kedua dan seterusnya Doa Tambahan z Doa Mujizat (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 128) z Doa Penyembuhan Batin dalam Tidur (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 126) z 4. Tanda Salib Suasana Doa: Sebelum doa dimulai, lilin dinyalakan dan responden beserta keluarga menyiapkan hati melalui ketenangan. Doa penutup hari dipimpin oleh bapak kepala keluarga, diawali dengan tanda Salib. Saat pemeriksaan batin dan doa tobat didaraskan bersama. Bacaan Kitab Suci dibacakan oleh anak laki-laki. Doa keluarga dibacakan oleh peneliti. Doa syukur dan permohonan secara spontan didoakan oleh responden bagi kesehatan dan rejeki untuk keluarga. Suasana doa yang dibangun cukup tenang, namun ada anggota keluarga yang pada saat berdoa menguap karena mengantuk. Setelah doa penutup, responden dan peneliti masih tinggal di tempat, sedangkan 2 anggota keluarga yang lain undur diri. Rosario dilanjutkan oleh responden dan peneliti. Untuk doa rosario, peneliti mendapat kesempatan untuk memimpin dan peristiwa diambil dari peristiwa harian yaitu Peristiwa Gembira. Suasana doa yang dibangun cukup hening dan tenang, pendarasan rosario tidak terburu-buru. Doa-doa tambahan dibacakan oleh responden dan di tutup dengan Tanda Salib. 5. Tanggapan Pengamat: Peneliti mengamati bahwa suasana doa yang tercipta hari ini cukup hening (5)

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan tenang. Di dukung dengan kesiapan hati untuk berdoa dan tidak adanya gangguan dari luar (keramaian, hujan, dan sebagainya). Hanya saja karena ada salah satu anggota keluarga yang menguap saat berdoa, seolah-olah berdoa belum dari kesungguhan hati. Responden terlihat sangat khusyuk dan konsentrasi. Secara keseluruhan doa sangat tenang dan tidak terburu-buru, terutama saat pendarasan doa rosario yang terkesan panjang. Doa-doa tambahan peneliti rasa semakin menguatkan doa-doa yang sudah dipanjatkan. Dan adanya lilin sangat membantu dan mempermudah untuk semakin masuk ke dalam doa. B. Catatan Berkala 2 1. 2. Identitas Hari/Tanggal : Minggu, 23 Maret 2014 Subjek Penelitian : Ibu Veronika Retno (Responden) Waktu : 19.00 - 19.40 WIB Sarana dan Prasarana z Buku Puji Syukur z Buku Doa adalah Sumber Kekuatan z Kitab Suci z Lilin z Rosario 3. Urutan Doa a. Doa Penutup Hari (Puji Syukur No. 69 - 79) z Tanda Salib z Pembukaan z Doa Pembukaan z Pemeriksaan Batin z Tobat z Bacaan Singkat z Bacaan Kitab Suci sesuai kalender liturgi (Yoh 4:5-42) z Doa keluarga (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 113) (6)

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. c. z Doa Syukur dan Permohonan Spontan untuk keberhasilan studi anak-anak z 1 kali Bapa Kami dan 3 kali Salam Maria z Doa Penutup. Rosario (Peristiwa Mulia) z Aku Percaya z Bapa Kami z Kemuliaan kepada Bapa z Terpujilah z Salam, Putri Allah Bapa... Salam Maria... z Salam, Bunda Allah Putra... Salam Maria... z Salam, Mempelai Allah Roh Kudus... Salam Maria... z Pembacaan Peristiwa Mulia Pertama dan Kutipan Kitab Suci z Bapa Kami z Sepuluhan Salam Maria z Kemuliaan kepada Bapa z Ya Yesus yang baik... z Pembacaan peristiwa Mulia kedua dan seterusnya Doa Tambahan z Doa Mujizat (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 128) z Doa Penyembuhan Batin dalam Tidur (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 126) z 4. Tanda Salib Suasana Doa: Malam ini doa malam diikuti oleh 3 anggota keluarga termasuk peneliti dan responden. Seperti biasa, sebelum mulai dinyalakan lilin terlebih dahulu dan doa malam dipimpin oleh bapak kepala keluarga dengan diawali tanda salib. Doa tobat didoakan bersama. Pembacaan Kitab Suci dan doa keluarga dibacakan oleh peneliti. Doa syukur dan permohonan untuk keberhasilan studi anak-anak didoakan secara spontan oleh responden. Setelah doa penutup, responden dan peneliti masih duduk di tempat untuk melanjutkan dengan doa rosario. Pada malam hari ini, peristiwa yang dikenangkan ialah peristiwa Mulia. Rosario (7)

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dipimpin oleh responden. Setelah doa rosario selesai, dilanjutkan dengan doa tambahan yang dibacakan oleh responden. Suasana doa yang terbangun malam ini cukup hening. Doa rosario didaraskan dengan tenang dan tidak terburu-buru, setiap perenungan peristiwa diberi jeda hening sejenak. Responden cukup konsentrasi dan menghayati setiap doa yang diucapkan. 5. Tanggapan Pengamat: Peneliti mengamati bahwa malam ini suasana doa yang terbangun masih cukup hening dan tenang. Kesiapan hati dan keheningan menjadi kunci untuk semakin masuk ke dalam doa dan merenungkan setiap peristiwa dalam doa rosario. C. Catatan Berkala 3 1. 2. Identitas Hari/Tanggal : Senin, 24 Maret 2014 Subjek Penelitian : Ibu Veronika Retno (Responden) Waktu : 19.00 - 19.50 WIB Sarana dan Prasarana z Buku Puji Syukur z Buku Doa adalah Sumber Kekuatan z Kitab Suci z Lilin z Rosario 3. Urutan Doa a. Doa Penutup Hari (Puji Syukur No. 69 - 79) z Tanda Salib z Pembukaan z Doa Pembukaan z Pemeriksaan Batin z Tobat z Bacaan Singkat z Bacaan Kitab Suci sesuai kalender liturgi (Luk 4:24-30) (8)

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. c. z Doa Pohon Keluarga (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 114) z Doa Syukur dan Permohonan Spontan untuk keberhasilan studi anak-anak z 1 kali Bapa Kami dan 3 kali Salam Maria z Doa Penutup. Rosario (Peristiwa Gembira) z Aku Percaya z Bapa Kami z Kemuliaan kepada Bapa z Terpujilah z Salam, Putri Allah Bapa... Salam Maria... z Salam, Bunda Allah Putra... Salam Maria... z Salam, Mempelai Allah Roh Kudus... Salam Maria... z Pembacaan Peristiwa Gembira Pertama dan Kutipan Kitab Suci z Bapa Kami z Sepuluhan Salam Maria z Kemuliaan kepada Bapa z Ya Yesus yang baik... z Pembacaan peristiwa Gembira kedua dan seterusnya Doa Tambahan z Doa Mujizat (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 128) z Doa Penyembuhan Batin dalam Tidur (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 126) z 4. Tanda Salib Suasana Doa: Malam ini doa malam diikuti oleh 3 anggota keluarga. Setelah semua anggota siap di tempat duduk, lalu lilin dinyalakan dan doa malam dimulai dengan tanda Salib yang dipimpin oleh bapak kepala keluarga. Pemeriksaan batin dan doa tobat di daraskan bersama. Untuk bacaan Kitab Suci dan doa Pohon Keluarga dibacakan oleh peneliti. Responden mendoakan doa syukur dan permohonan untuk keberhasilan studi anak-anak. Setelah doa penutup, responden dan peneliti tetap di tempat dan dilanjutkan dengan doa rosario. Dalam doa rosario, peneliti (9)

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI berperan sebagai pemimpin doa. Responden sebagai yang menanggapi doa. Pelaksanaan doa rosario tidak terburu-buru. Setelah doa rosario selesai dilanjutkan dengan doa tambahan yang dibaca oleh responden. 5. Tanggapan Pengamat: Peneliti mengamati bahwa pelaksanaan doa malam dan doa rosario hari ini cukup khusyuk. Terutama dalam doa rosario, responden terlihat khusyuk dan menghayati doa, sehingga peneliti juga merasa bisa semakin merenungkan peristiwa dalam doa rosario. D. Catatan Berkala 4 1. 2. Identitas Hari/Tanggal : Selasa, 25 Maret 2014 Subjek Penelitian : Ibu Veronika Retno (Responden) Waktu : 19.00 - 19.45 WIB Sarana dan Prasarana z Buku Puji Syukur z Buku Doa adalah Sumber Kekuatan z Kitab Suci z Lilin z Rosario 3. Urutan Doa a. Doa Penutup Hari (Puji Syukur No. 69 - 79) z Tanda Salib z Pembukaan z Doa Pembukaan z Pemeriksaan Batin z Tobat z Bacaan Singkat z Bacaan Kitab Suci sesuai kalender liturgi (Luk 1:26-38) z Doa Seorang Ibu (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 119) z Doa Syukur dan Permohonan Spontan untuk kesehatan anggota keluarga (10)

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. c. z 1 kali Bapa Kami dan 3 kali Salam Maria z Doa Penutup. Rosario (Peristiwa Sedih) z Aku Percaya z Bapa Kami z Kemuliaan kepada Bapa z Terpujilah z Salam, Putri Allah Bapa... Salam Maria... z Salam, Bunda Allah Putra... Salam Maria... z Salam, Mempelai Allah Roh Kudus... Salam Maria... z Pembacaan Peristiwa Gembira Sedih dan Kutipan Kitab Suci z Bapa Kami z Sepuluhan Salam Maria z Kemuliaan kepada Bapa z Ya Yesus yang baik... z Pembacaan peristiwa Sedih kedua dan seterusnya Doa Tambahan z Doa Mujizat (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 128) z Doa Penyembuhan Batin dalam Tidur (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 126) z 4. Tanda Salib Suasana Doa: Seperti biasa, sebelum memulai doa, peneliti menyalakan lilin, anggota keluarga duduk menyiapkan diri untuk doa malam. Doa malam dipimpin oleh bapak kepala keluarga. Doa tobat didaraskan bersama. Bacaan Kitab Suci dibacakan oleh peneliti. Sedangkan doa seorang Ibu dan doa syukur permohonan atas kesehatan keluarga didoakan oleh responden. Setelah doa malam, dilanjutkan dengan doa rosario oleh responden dan peneliti. Doa rosario dipimpin oleh responden dengan tenang. Setiap setelah dibacakan kutipan kitab suci dari setiap peristiwa ada saat hening sejenak. Setelah doa rosario selesai, doa tambahan dibacakan oleh peneliti dan ditutup dengan tanda salib. Suasana doa yang (11)

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI terbangun malam ini hening, khusyuk. 5. Tanggapan Pengamat: Peneliti mengamati bahwa responden cukup khusyuk dalam berdoa, terutama saat mendoakan doa seorang Ibu dan doa spontan untuk keluarga. Selain itu, peneliti merasa bahwa melalui doa rosario segala syukur dan permohonan dihaturkan lewat Bunda Maria. Sikap dari responden yang sangat hening dalam berdoa menumbuhkan suasana khusyuk dan memudahkan untuk masuk dalam doa dan mendaraskan doa rosario. Saat hening sangat berguna untuk dapat merenungkan setiap peristiwa yang direnungkan dalam doa rosario. E. Catatan Berkala 5 1. 2. Identitas Hari/Tanggal : Kamis, 27 Maret 2014 Subjek Penelititian : Ibu Veronika Retno (Responden) Waktu : 19.00 - 19.45 WIB Sarana dan Prasarana z Buku Puji Syukur z Buku Doa adalah Sumber Kekuatan z Kitab Suci z Lilin z Rosario 3. Urutan Doa a. Doa Penutup Hari (Puji Syukur No. 69 - 79) z Tanda Salib z Pembukaan z Doa Pembukaan z Pemeriksaan Batin z Tobat z Bacaan Singkat z Bacaan Kitab Suci sesuai kalender liturgi (Luk 11:14-23) z Doa Malam (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 125) (12)

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI z Doa Syukur dan Permohonan Spontan untuk mohon perlindungan bagi keluarga b. c. z 1 kali Bapa Kami dan 3 kali Salam Maria z Doa Penutup. Rosario (Peristiwa Terang) z Aku Percaya z Bapa Kami z Kemuliaan kepada Bapa z Terpujilah z Salam, Putri Allah Bapa... Salam Maria... z Salam, Bunda Allah Putra... Salam Maria... z Salam, Mempelai Allah Roh Kudus... Salam Maria... z Pembacaan Peristiwa Terang Pertama dan Kutipan Kitab Suci z Bapa Kami z Sepuluhan Salam Maria z Kemuliaan kepada Bapa z Ya Yesus yang baik... z Pembacaan peristiwa Terang kedua dan seterusnya Doa Tambahan z Doa Mujizat (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 128) z Doa Penyembuhan Batin dalam Tidur (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 126) z 4. Tanda Salib Suasana Doa: Seperti biasa, sebelum mulai doa malam, peneliti menyalakan lilin dan anggota keluarga sudah siap duduk dan menyiapkan hati untuk doa malam. Doa malam tetap dipimpin oleh bapak kepala keluarga. Pemeriksaan batin dan doa tobat didoakan bersama. Bacaan Kitab Suci dan doa malam dibacakan oleh peneliti. Doa syukur dan permohonan untuk perlindungan bagi keluarga didoakan secara spontan oleh responden. Setelah doa malam, responden dan peneliti masih duduk di tempat untuk melanjutkan dengan doa rosario yang dipimpin oleh (13)

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI responden. Setelah doa rosario selesai, dilanjutkan dengan doa tambahan yang dibacakan oleh peneliti. Suasana doa yang terbangun cukup efektif walaupun malam ini hujan, sehingga dalam pendarasan dan pembacaan doa serta Kitab Suci harus agak keras agar terdengar. Tapi secara keseluruhan lancar. 5. Tanggapan Pengamat: Peneliti mengamati bahwa walaupun kondisi hujan, tidak mengurungkan niat untuk tidak berdoa. Doa tetap lancar dan suasana doa tetap terbangun. Responden terlihat khusyuk dalam setiap doa. F. Catatan Berkala 6 1. 2. Identitas Hari/Tanggal : Jumat, 28 Maret 2014 Subjek Penelitian : Ibu Veronika Retno (Responden) Waktu : 19.00 - 19.45 WIB Sarana dan Prasarana z Buku Puji Syukur z Buku Doa adalah Sumber Kekuatan z Kitab Suci z Lilin z Rosario 3. Urutan Doa a. Doa Penutup Hari (Puji Syukur No. 69 - 79) z Tanda Salib z Pembukaan z Doa Pembukaan z Pemeriksaan Batin z Tobat z Bacaan Singkat z Bacaan Kitab Suci sesuai kalender liturgi (Mrk 12:28b-34) z Doa Keluarga (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 113) z Doa Syukur dan Permohonan Spontan untuk keberhasilan studi anak-anak (14)

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. c. z 1 kali Bapa Kami dan 3 kali Salam Maria z Doa Penutup. Rosario (Peristiwa Sedih) z Aku Percaya z Bapa Kami z Kemuliaan kepada Bapa z Terpujilah z Salam, Putri Allah Bapa... Salam Maria... z Salam, Bunda Allah Putra... Salam Maria... z Salam, Mempelai Allah Roh Kudus... Salam Maria... z Pembacaan Peristiwa Sedih Pertama dan Kutipan Kitab Suci z Bapa Kami z Sepuluhan Salam Maria z Kemuliaan kepada Bapa z Ya Yesus yang baik... z Pembacaan peristiwa Sedih kedua dan seterusnya Doa Tambahan z Doa Mujizat (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 128) z Doa Penyembuhan Batin dalam Tidur (Buku Doa adalah Sumber Kekuatan, hal. 126) z 4. Tanda Salib Suasana Doa: Malam ini masih sama dengan malam-malam biasanya yaitu diawali dengan doa malam yang dipimpin oleh kepala keluarga. Doa tobat didaraskan bersama. Bacaan Kitab Suci dan doa Keluarga dibacakan oleh peneliti. Doa spontan syukur dan permohonan untuk keberhasilan anak-anak didoakan oleh responden. Setelah doa malam dilanjutkan dengan doa rosario oleh responden dan peneliti. Doa rosario kali ini dipimpin oleh peneliti karena kondisi responden yang kurang sehat. Dan doa tambahan juga dibacakan oleh peneliti. Suasana doa yang dibangun cukup hening dan khusyuk walaupun kondisi responden masih kurang sehat. Tapi secara keseluruhan pelaksanaan doa lancar. (15)

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Tanggapan Pengamat: Peneliti mengamati bahwa apapun keadaannya, responden tetap tidak lupa berdoa. Walaupun sedang tidak enak badan, tetap tergerak untuk berdoa, walaupun agak kelihatan tidak begitu fokus. Tetapi sikap responden membuat peneliti semakin dikuatkan untuk tekun berdoa dalam kondisi apapun. (16)

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5 : Hasil Wawancara Kelompok Fokus 1 Wawancara : Kelompok 1 Observe : - Bapak Rafael Suparjo (R.1 K.1) - Ibu Romana Supriyati (R.2 K.1) - Ibu Fransiska Kusmiyati (R.3 K.1) - Bapak Agustinus Sudomo (R.4 K.1) - Ibu Maria Urip (R.5 K.1) - Ibu Veronika Retno (R.6 K.1) Lokasi : Rumah Bapak Fx. Tarmidi Tanggal : 26 Maret 2014 Waktu : 10.00 - 12.30 WIB Kode : (R.1 K.1), (R.2 K.1), (R.3 K.1), (R.4 K.1), (R.5 K.1), (R.6 K.1) No Pelaku 1 Peneliti R.3 K.1 Uraian Wawancara Terima kasih atas kedatangan dan kesediaan Bapak Ibu yang meluangkan waktu untuk membantu penelitian saya. Penelitian yang akan saya lakukan ini mengenai penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa. Saya memilih Bapak Ibu karena saya tahu bahwa Bapak dan Ibu adalah pendoa rosario sejati. Sebelumnya, bahan yang akan saya sampaikan ini ada dua maksud, yaitu untuk mengetahui bagaimana praktik doa rosario itu sendiri dan pemaknaan doa rosario dalam kehidupan doa bapak-ibu sekalian. Bisa dimulai ya.. Bapak-Ibu, sebagai pendoa rosario yang sejati mungkin berbeda dengan umat yang lain yang berdoa rosario hanya saat bulan Mei dan Oktober, tetapi bapak ibu bisa menyempatkan waktu untuk berdoa rosario setiap hari. Menurut bapak ibu, fungsi dari biji/manik-manik doa rosario itu apa? Kalau menurut saya, yang Bapa Kami ini didoakan kan kami bisa memaafkan sesama. Dan untuk untaian Salam Maria ini juga mohon untuk dosa kita diakhir, diakhir.. diakhir nanti, sampai akhir jaman ya. Terus kalau dengan jari bisa juga tapi lebih mantap dengan ini (rosario) karena ini kan sudah komplit, dan mungkin (17)

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.4 K.1 R. 5 K.1 R.1 K.1 tidak lupa, tidak ada yang kececer, kalau jari mungkin ada yang kelewatan, kalau ini kan tidak.. Sekian. Saya tiap kalau nglilir, kita baru berdoa. Tapi doa-doa saya ini, tiap perhentian-perhentian ini saya tujukan pada keluarga kami. Ucapan syukur terhadap keluarga kami dan anak-anak kami. Keduanya saya pasrah kepada Tuhan baikpun hidup baikpun mati, saya sudah pasrah kepada Tuhan. Ketiganya, perhentian ketiganya saya minta rejeki secukupnya tiap hari, karena kami selalu bekerja untuk makan tiap-tiap hari. Keempatnya, perhentian keempat saya tujukan kepada penghasilan saya supaya layak, dapat mencukupi. Kelimanya, anak-anak saya yang di perantauan saya doakan, semoga damai sejahtera, rejeki yang cukup dan tenteram. Cuma gitu kalau saya berdoa. Kalau menurut saya, fungsi doa rosario ini sangat penting untuk menolong... Benar-benar kalau kita dalam keadaan suka, duka, pasrah sama Bunda Maria. Dengan doa rosario ini, Tuhan, Bunda Maria pun ikut berkarya dan juga selalu banyak mengabulkan atas permohonan. Setiap saat sedih apalagi, merenung bener-bener. Kalau saya saat sedih, doa rosario itu terasa banget. Lilin saya nyalakan terus saya berdoa. Tapi kalau gembira saya senang karena apa, betapa indahnya dunia ini. Sepertinya doa itu, Tuhan itu menciptakan manusia itu di dunia, seindah apa yaa.. Kalau dibayangkan... Makanya kita harus eling, ingat ada doa peristiwa gembira, sedih, terang dan mulia itu untuk merenungkan. Jadi kita selalu ingat kalau doa rosario itu.. doa sebagai pengantar kalau bagi saya. Sebagai pengantar untuk.. doa. Yang pertama bagi saya itu doa rosario yang saya gunakan. Jadi, doa rosario karena doa ini kan sudah mumpuni semua, baik Bapa kami, kita pasrah kepada Bunda Maria itu sebagai pengantara. Jadi kalau saya ya.. yang penting saya percaya bahwa dengan doa rosario doa saya dikabulkan. Menurut saya sesuatu.. ee.. sepertinya rasa terima kasih manusia kepada Bunda Maria dalam perannya sebagai Bunda Allah. Jadi, inti daripada manik-manik ini adalah baik mulai daripada manikmanik pertama, sampai ketiga dan selanjutnya ini suatu rentetan rasa syukur yang didahului dengan salib yang tidak dalam bentuk manik tetapi merupakan sumber daripada semua doa adalah kepada Yesus. Karena apa, Maria itu dihormati, karena saat pengorbanan terakhir Yesus dia ada di bawah salib. Oleh karena itu disertai dengan doa Aku Percaya, yang merupakan inti dari keseluruhan doa walaupun kita memuja dan juga menghormati Maria tetapi tetap dasarnya kepercayaan pada keseluruhan doa Aku Percaya. Kemudian manik-manik mengapa dikatakan kepada Bunda Allah Putra dan seterusnya ini merupakan kedudukan Maria, yang selalu diungkapkan sebagai rasa syukur. Kemudian Doa Bapa Kami yang merupakan salah satu antara dari rasa syukur adalah doa yang berisi juga pengampunan juga kembali lagi mengingat kepada Allah. Jadi (18)

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.6 K.1 Peneliti R.2 K.1 doa, walaupun toh kita itu dalam manik-manik berdoa syukur kepada Maria tetapi tetap diselingi dengan suatu, kembali kepada doa Bapa Kami dan mohon rejeki bukan kepada Maria tetapi kepada Allah. Inilah suatu selingan. Jadi Bapa Kami ini merupakan selingan untuk mengingatkan kita walaupun kita tu doa rosario, tetapi ingat bahwa sumber daripada segalanya itu adalah Bapa Kami adalah memuliakan Allah. Dan juga mohon rejeki. Jadi Bapa Kami untuk mengingatkan kita untuk sejauh mana kita menghormati Maria tetapi tetap harus ingat bahwa yang penting kita ingat pada memuliakan Allah. Kita mohon rejeki juga bukan pada Bunda Maria tetapi pada Allah di dalam ini. Dilanjutkan dengan saling mohon ampun juga peringatan kepada Yesus bahwa kalau kita minta pengampunan kepada orang lain, kita juga harus mengampuni. Ini inti selingan-selingan daripada sepuluh-sepuluh Salam Maria. Tetapi Inti dari keseluruhan Maria, opo, rosario adalah rasa syukur kepada Bunda Maria atas penyertaan dan atas kesediaannya menjadi bunda Allah dan Bunda penebus. Mungkin ini dulu, baik. Terima kasih, kalau menurut saya biji-biji ini fungsinya apa. Yang pertama itu adalah penghitung karna saya ya sok e...kesasar. Jadi dengan biji-biji ini saya dengan mudah menghitung, tidak lupa. Lalu yang kedua, saya merasakan di sini itu ini adalah kesatuan untaian doa-doa kita. Kalau ini hanya Bapa Kami namanya bukan rosario, kalau ini hanya Salam Maria yo namanya hanya Salam Maria. Tetapi dari sini, sampai ke atas, saya merasa ini adalah suatu ringkasan Injil yang mudah dihafalkan, mudah dipahami, mudah dimengerti, kalau menurut saya. Nah, Lalu itu, kalau saya, di sini (memegang biji rosario), saya merasa, ini saat kita berdoa Bapa Kami disini saya mendapatkan penguatan dari biji yang satu ini. Lalu, masuk kesini, kadang-kadang kehidupan kita tu ini ya. Biji ini adalah rosario hidup. Saya sebagai manusia, sebagai umat Katolik adalah salah satu biji dari rosario ini. Nah, dengan berkumpul bersama bapak-ibu, ini menjadi satu untaian kita, menjadi satu kesatuan Kristus. Tetapi kalau saya sendiri, itu ya.. nggak mantep itu. Di gereja yo nak dewe rak yo ra lucu gitu menurut saya. Nah, jadi disini (memegang biji rosario) kita mulai berdoa, tapi di saat lain lagi kita akan jatuh, berdoa lagi, jatuh lagi, berulang tetapi kita diangkat lagi melalui biji Bapa Kami. Itu kalau menurut saya. Jadi doa rosario, biji-biji ini adalah satu kesatuan dari seluruh doa-doa, adalah ringkasan Injil yang ada peristiwa gembira, peristiwa sedih, terang dan mulia itu disatukan di sini. Jadi saya katakan, biji ini melambangkan ringkasan injil. Begitu mbak Septa, terima kasih. Baik, mungkin ada dari Bapak ibu yang mau melengkapi, atau kurang setuju? Kalau menurut saya, untaian-untaian biji-biji rosario ini adalah untuk mengingatkan kita bahwa kita itu tidak akan lupa, supaya (19)

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Peneliti R.3 K.1 R.5 K.1 R.6 K.1 tidak lupa pada saat kita doa, pada doa-doa Bapa Kami, Salam Maria. Itu kita.. ya.. doa-doa.. Pada prinsipnya, pada dasarnya supaya kita tidak.. apa namanya.. eee.. gimana ya.. lupa.. Iya, kadang-kadang pun kita juga, apa yang kita doakan itu, ee.. pikiran kita itu tidak pada doa rosario, “O ya, saya tadi berdoa rosario, tapi pikirannya kesana kesini...” Lha ini supaya mengingatkan kita. Kalau kita tidak pakai rosario.. ya itu. Tapi kalau kita pakai rosario kita tidak akan lupa. Begitu.. Prinsip saya jadi biji-biji ini untuk mengingatkan kita betul-betul bahwa kita itu bersama-sama dengan Bunda Maria, untuk menghormati Maria, bersyukur kepada Allah. Itu saja. Ada lagi dari bapak-ibu? ..... Nah, bapak-ibu, kan doa rosario itu terdiri dari doa vokal dan doa batin. Doa vokal yaitu yang kita daraskan, Bapa Kami, dasa Salam maria, yang kita ucapkan dan doa batin untuk merenungkan misteri-misteri doa rosario. Selanjutnya, dengan doa vokal itu, apa yang bapak-ibu pahami tentang pendarasan doa rosario sebagai pengulangan kata? Kalau saya, itu kan yang Bapa Kami itu kan memuliakan Allah. Itu.. betul-betul kalau kami tu berdoa tidak terlalu tergesa-gesa itu bisa menghayati isi kata-kata Bapa Kami itu, yang kita doakan. Dan untuk Salam Maria, itu kan kami mohon, untuk Bunda Maria untuk... mendoakan sampai kami nanti mati. Itu “Santa Maria Bunda Allah doakanlah kami..”, sampai kami itu mati. Jadi, menurut saya, diingatkan untuk selalu, setiap hari itu memuliakan Allah, dan juga Bunda Maria. Dan.. kalau kami mohon itu mengucap syukur, dan mohon doa untuk apa saja, kami selalu lewat Bunda Maria dan doa Rosario ini, jadi betul-betul pengulangan kata itu kalau kita tidak tergesa-gesa, betul-betul menyentuh dalam hati. Terima kasih. Kalau saya, pengulangan doa itu untuk kekuatan. Kalau tidak diulang, pada doa tidak ada kekuatan. Pasti kalau jatuh, bangun, jatuh, bangun, mesti kalau kita jatuh kan gampang putus asa, kalau kita nggak doa yo.. susah. Nggak bisa, hidup tanpa doa nggak bisa. Nggak ada kekuatan. Kalau menurut saya, pengulangan kata disini, di rosario itu paling ndak yo.. memantapkan. Mudah dihafal, lama-lama, suwi-suwi kan apal, suwi-suwi kenal. Lalu kalau sudah kenal, sudah apal, sudah cinta, lalu ingin. Lha nanti kalau sudah ingin, terus baru bisa merenungkan, lalu meresapkan, apa to iki? Jadi.. bisa di ulangulang di tempat manapun, dadi penak, mergane sudah apal, tidak usah membawa buku kesana kesini. Dengan rosario coba, sambil jalan, sambil duduk, sambil makan, sambil apapun bisa karena apa, sudah apal. Karna bola-bali disampaikan, bola-bali didoakan. Itu pentingnya pengulangan kata itu untuk saya itu. Dadi wes di luar sini (kepala). Tapi karna sudah di luar sini (kepala), berdoa di dalam hati pun tanpa kata-kata, tanpa ucapan, itu “Salam Maria..” (20)

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.1 K.1 R.2 K.1 itu di dalam hati udah apal jadinya, karna kerep diulang, ulang, ulang.. jadinya lenyeh. Gitu mbak Septa. Kalau bagi saya itu, mengungkapkan kesungguhan. Sungguhsungguh pertama mengingat memuliakan Maria sebelum meminta. Memuliakan Maria, kemudian meminta kepada Maria. Tapi supaya ingat bahwa permintaan ini kepada Maria itu harus melalui Allah, maka harus selalu diulang lagi dengan berdoa Bapa Kami. Memuliakan Allah, meminta kepada Allah. Jadi, pengulangan itu maksudnya suatu kesungguhan bahwa kita betul-betul berdoa, mengucap syukur dan memohon kepada Bunda Maria terusmenerus diutarakan, supaya kita tahu betul bahwa kita itu meminta. Tapi ingat bahwa dalam di dalam permintaan kepada Bunda Maria itu tidak pada beliau saja, sumbernya adalah kepada Allah sendiri. Oleh karena itu ada selingan doa Bapa Kami di tengah-tengah rentetan doa pendarasan ini. Jadi pendarasan ini tetap mengingatkan kita bahwa doa syukur kepada Bunda Maria, meminta Bunda Maria, berulang-ulang kita sungguh-sungguh memintanya dengan mengulangi pendarasan diselingi dengan bahwa permohonan kepada Bunda Maria, syukur kepada Bunda Maria itu harus dikembalikan kepada asalnya. Kita mohon mengucap syukur kepada Allah, dan kemudian meminta kepada Allah. Kita sungguh-sungguh menempatkan Maria sebagai pengantara rahmat, dan penghantar permintaan. Tetapi tetap permintaan memuliakan Allah, kemudian meminta kepada Allah untuk terkabulnya suatu doa. Dan mengapa kok lebih banyak kita mendaraskan untaian rosario? karena justru Maria yang menjadi perantara kita. Kita minta terus menerus maka Ibu Maria akan menyampaikan semua permintaan ini. Karena apapun yang kita minta, Allah yang akan memberi. Maka pendarasan yang berulangulang itu merupakan kesungguhan kita bahwa kita mengucap syukur kepada Allah, dan meminta. Yang pertama rentetan doa kepada Allah kepada Maria, tetapi selalu diselingi dan ingatan bahwa doa yang sesungguhnya Maria itu hanya sebagai pengantara. Tetapi permohonan dan rasa syukur sungguh kepada Allah. Ini menurut saya. Kalau pengulangan Salam Maria itu saya ingat kepada santa Elisabet ketika Maria mengunjungi Elisabet. Dia mengatakan bahwa “Salam Maria, penuh rahmat, terpujilah engkau diantara wanita”, itu adalah salam yang diberikan oleh Elisabet kepada Maria. Itu selalu saya ingat, saya ingat pada diri saya sendiri bahwa ini adalah kata-kata dari santa Elisabet, kita menghormati sungguhsungguh Maria itu adalah Bunda Yesus yang betul-betul kita, apa... eee... kita hormati. Dan dengan perantaraan dia, kepada Yesus, pasti akan kita resapi. Itu yang selalu saya ingat kepada eee.. malaikat dan Maria, saat Maria mengunjungi Elisabet saudaranya. Mungkin begitu. (21)

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Peneliti R.6 K.1 R.1 K.1 Baik terima kasih. Selanjutnya saya ingin bertanya, dari pengulangan kata dengan urutan yang lengkap, dari tanda salib, hingga akhir doa rosario itu apa yang dapat bapak-ibu maknai? Kalau saya, untuk mengungkapkan maknanya itu tidak bisa. Jadi karena itu suatu misteri, maka kita yang mencari itu hati kita sendiri. Jadi kata-kata Salam Maria ini semua mulut mungkin bisa mengatakannya, tetapi maknanya itu ke dalam sini (dalam hati) itu sulit untuk diungkapkan. Ada rasa syukur, ada rasa sedih, ada rasa bahagia, ada rasa memuliakan, dan ada rasa kasih yang begitu dalam. Jadi di dalam rosario itu saat saya berdoa dengan makna gembira, itu mestinya saya dalam kondisi gembira. Posisinya itu peristiwa-peristiwa yang di dalam keluarga saya, di dalam lingkungan saya itu gembira, walaupun sudah ada petunjuk di dalam buku, kalau hari senin gembira. Tapi kalo hari senin itu saya sedih, saya pakainya yang sedih. Itu maknanya kesini (dalam hati). Lha kalo nanti saya merasa bersyukur, bersyukur atas Gereja, atas lingkungan, atas teman-teman, atas Ekaristi yang saya terima, saya ambil peristiwa terang, jadi maknanya ke dalam batin. Proses pengolahan batin yang amat dalam yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, ya dengan memilih salah satu peristiwa yang ada. Itu, maknanya. Jadi dalem banget. Bagi saya, mulai dari tanda salib, kemudian Aku Percaya, Kemuliaan kepada Bapa, Terpuji Yesus Maria Yosep, kemudian mengangkat kedudukan Maria sebagai ini, sebagai ini, sebagai ini, yang diulang lagi kepada Kemuliaan, kemudian kepada Terpuji, ada lagi sekarang doa kepada Yesus yang Mahabaik dan sebagainya, itu merupakan salah satu rentetan doa yang paling lengkap. Dalam artian disamping percaya, memuliakan, memuji, mengangkat kedudukan Maria, peran Maria di dalam kehidupan selama dulu, sampai kedudukan sekarang. Kemudian diulang lagi dengan Bapa Kami, merupakan suatu ungkapan bahwa memang rasa syukur itu kepada Tuhan, kemudian juga memohonnya kepada Tuhan, diulang lagi diulang lagi, ini merupakan suatu rentetan doa yang lengkap, yang diungkapkan dengan mengingat beberapa hal yang penting dalam pengembangan iman seseorang. Karena tanpa iman yang mendalam, tanpa kepercayaan yang dalam, tanpa memuliakan Allah, tanpa memuji Yesus Maria Yosep, dan juga tanpa doa kepada Bapa Kami, maka doa-doa yang lain itu merupakan salah satu. Disamping yang namanya Aku Percaya, kemudian Kemuliaan, kemudian Bapa Kami tadi biasanya itu ada ujub-ujub khusus yang disampaikan oleh pendoa doa rosario itu pada saat awal rosario, atau mungkin pada setiap sepuluhan, itu ada doa khusus mohon apa, sepuluh Salam Maria ini diperuntukkan untuk apa. Jadi dalam hal ini itu merupakan salah satu ungkapan pribadi-pribadi yang percaya bahwa dengan doa dengan perantaraan Maria, apa yang kita doakan akan dikabulkan. Tapi (22)

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Peneliti R.1 K.1 tetep di dalam doa-doa yang mohon kepada Maria kembali pada sumber aslinya, kepada salib, memuliakan Allah, memuji, kemudian tetap doa Bapa Kami sebagai salah satu, walaupun toh kita mengingat kedudukan Maria sebagai permaisuri dan sebagainya, kemudian doa-doa yang lain merupakan salah satu kelengkapan yang harus dilalui oleh orang yang berdoa secara khusus. Jadi walaupun bagaimana doa yang didoakan secara pribadi untuk ujubnya anaknya, untuk ujubnya ini dan sebagainya yang diungkapkan di tengah-tengah doa ini tetap kembali bahwa doa kita ini doa rasa syukur dulu, kemudian memohon perantaraan Bunda Maria dalam doa rosario. Tetapi tetap kembali kepada kemuliaan Allah dan juga sumber penebusan pada Yesus sendiri. Karena walaupun bagaimana, apa doa yang diajarkan Tuhan Yesus itu mengingatkan kita. Itulah cara doa yang baik. Satu-satunya doa yang baik adalah pertama hanya memuliakan Allah. Karena sebenarnya Allah itu tahu semuanya yang ada dalam hati kita, apa yang baik bagi kita. Doa ini diulang-ulang maksudnya apa, maksudnya agar supaya mata rantai ini merupakan suatu kelengkapan iman, kemuliaan, pujian, permohonan, syukur, dan itu merupakan suatu rentetan doa yang saling melengkapi satu dengan yang lain. Tanpa percaya kepada Allah, nggak mungkin kita akan bisa berdoa. Kemudian kita tidak memuliakan Allah, nggak mungkin kita akan bisa berdoa. Kemudian kita memuji Yesus Maria Yosep merupakan salah satu bukti bahwa kehidupan Maria tidak bisa lepas daripada Yosep dan Yesus. Dan inilah oleh karena itu saya katakan doa yang lengkap, dalam artian iman seorang Katolik yang memang percaya dengan Aku Percaya, dengan Syahadat Para Rasul, diiringi dengan memuliakan Tuhan, kedudukan Maria, diulang-ulang dengan kemuliaan-kemuliaan kemudian memohon. Inilah salah satu rentetan. Tapi inti daripada permohonan adalah memuliakan Allah dan memohonnya. Dan kemudian karena Yesus memberikan kesempatan boleh memberikan kedudukan Maria, secara khusus, maka kita dengan pengantaraan Maria kita memohon. Tetapi kedudukan tetap, jangan sampai devosi kita kepada Bunda Maria begitu melepas daripada sumbernya bahwa yang kita puja dan kita mohon itu adalah kepada Allah. Gitu, makasih. Terima kasih pak. Baik bapak-ibu, selanjutnya, menurut Bapak Ibu, yang diperlukan untuk dapat merenungkan peristiwa-peristiwa Injili dalam doa rosario itu apa sih? Sebelumnya, dalam doa rosario itu perlu direnungkan, bahwa kita berdoa rosario karena memang Bunda Maria itu mempunyai peran. Peran sebagai perantara... Peran sebagai orang yang dimuliakan karena jasanya... Dan peran daripada Bunda Maria menyertai penderitaan putra-Nya. Sedangkan perenungan kabar gembira ini merupakan suatu ungkapan kesediaan Maria untuk melaksanakan (23)

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Peneliti R.6 K.1 R.4 K.1 R.2 K.1 R.3 K.1 tugas-tugas, yang diembankan oleh Allah kepada dia secara pribadi. Tapi didalam perenungan ini justru kita ber.. Walaupun itu kabar gembira, kabar sedih, kabar mulia, dan ini yang diterima rasio adalah peran Maria di dalamnya. Dan peran Maria itu tidak bisa lepas daripada.... Yesus sebagai Sang Juru Selamat. Oleh karena itu kan dalam peristiwa pertama, kedua, kabar gembira, sedih ini hanya ada Maria berapa kali kita ungkapkan, pada kabar sedih berapa kali bahkan seakan-akan Maria tidak nampak di dalam itu tapi sisi peranannya ada, kemudian dalam kabar mulia justru banyak Maria dimunculkan, sedangkan kabar terang seakan-akan Maria tidak ada, tetapi disitu justru peran Maria sebagai perantara karena apa, permintaan Maria kepada Yesus untuk memenuhi kebutuhan umat manusia. Jadi dalam kaitan ini tidak nampak tetapi justru tetap peran Maria sebagai pengantara. Jadi kita lihat di dalam perenungan ini adalah kita tandai adalah sesuatu ingatan kita bagaimana kita mengingat peran Maria di dalam kaitan karya penyelamatan. Pada kabar gembira dimana perannya, pada kabar sedih dimana dia perannya, kemudian di dalam kabar mulia dimana perannya, kemudian dalam kabar terang itu peran Maria itu dimana. Ya itulah, karena rosario itu intinya pada Bunda Maria, maka peran Maria yang kita renungkan itu dalam kabar itu dimana. Karena kalau kita lihat sepintas pada kabar terang, nggak nampak Maria, kemudian pada waktu sedih nggak ada nampak disitu Maria dimunculkan. Tetapi peran Maria kita renungkan betul bahwa ada peran Maria baik kabar gembira, kabar sedih, kabar mulia maupun kabar terang. Ini.. kita justru dalam perenungan kita merenungkan peran Maria, supaya apa? Kalau kita meminta dengan perantaraan Maria itu akan dikabulkan. Karena peran Maria sangat besar di dalam karya penyelamatan, membantu karya-karya Yesus di dalam penyelamatan dunia. Terima kasih. Terima kasih pak. Mungkin bapak ibu yang lain ingin menambahi? Kalau saya, yang perlu itu menyiapkan hati. Aku arep ndonga, ya peristiwa apapun yo.. Eehh.. Gitu kalau saya. Jadi ya nggak ada paksaan. Iya, aku ngger malem, setengah 12 bangun ya doa dewe. Jadi nggak pernah gugah-gugah, nggak pernah. Pokoke kadang aku dulu, kadang bapakke dulu, kadang dua-duanya bareng. Ya ndak tentu kan bangunnya, jadi nggak mesti. Dan yang diperlukan itu syukur, jadi mudah untuk merenungkan peristiwa-peristiwa doa rosario. Kalau kita doanya pasti bersama, kapan saja. Jadi jam 3 kita koronka itu, kalau malem jam 9 itu kita rosario. Kalau saya, yang diperlukan untuk bisa merenungkan peristiwaperistiwa Injil itu ya keheningan. Karena kalau rame itu tidak bisa. Saya tidak bisa konsentrasi. (24)

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Peneliti R.6 K.1 R.1 K.1 Ya.. nah, doa vokal sebagai pengantar doa batin, masuk ke dalam hati kita, faktor yang dapat membantu kita itu apa? Selain keheningan, kalau saya ya.. Doa rosario itu kan doa devosi yo mbak.. Doa devosi dimana dibutuhkan saat-saat hening faktornya. Saat hati suasana hati. Faktor hening, faktor suasana hati, kontemplasinya kita itu apakah kita itu benar-benar sudah menyiapkan diri, atau belum. Kalo misalnya cuma “yo..doa rosario.. bla..bla..bla..” itu kan berarti hanya karena diundang njuk doa rosario, berangkat. Itu kejadian yang sering saya lihat kalau doa itu ya rosario ujug-ujug dah do tidur. Bahkan kadang-kadang ini sepuluh aja bisa jadi 12. Karena apa, karena itu tadi, tidak menyiapkan hati, tidak sadar bahwa ini adalah satu doa devosi yang bagus sekali, yang membutuhkan kita itu hening, membutuhkan kita itu sabar karena banyak, panjang.. Jadi ya itu tadi mbak, yang diperlukan suasana hati, keheningan, tau bahwa itu untuk doa, tau niat berdoa betul, bukan hanya karena kegowo suami atau istri atau anak atau teman, atau permintaan. Tapi betul-betul dari suasana hati yang menginginkan untuk berdoa rosario. Karna kalau tidak ingin kan ngantuk kan jadinya. Tapi kalau sudah menginginkan, baik itu jam 12 malem, jam berapa, bahkan kalau sudah menjadi kebiasaan, kalau jam sudah ditentukan, saya doa jam 12 malem gitu, itu biasane 12 malem tanpa mbuat alarm tu mesti sudah ada yang nggugah. Karena sudah masuk ke dalam hati sini. Jadi kesiapan batin itu tadi. Suasana hati, suasana batin, menyiapkan diri. Begitu mbak.. Kalau saya, kesiapan hati itu memang benar. Tapi faktor yang lain yang sangat membantu perenungan dalam peristiwa-peristiwa itu adalah suatu masalah. Masalah itu menyangkut diri sendiri, kita orang tua kadang-kadang masalah yang dihadapi oleh anak cucu, masalah yang dihadapi oleh lingkungan, tugas dan lain sebagainya.. Dengan adanya berbagai permasalahan-permasalahan yang ada yang dihadapi oleh seseorang itu akan bisa menuntun dan membawa seseorang menuju ke perenungan dalam peristiwaperistiwa. Mungkin saja peristiwa-peristiwa yang sedih misalnya, muncul daripada suatu kebahagiaan dan kegembiraan. Mungkin juga peristiwa gembira justru muncul dari permasalahanpermasalahan berat yang dihadapi oleh seseorang. Jadi, peristiwaperistiwa atau masalah-masalah yang dihadapi manusia akan bisa membantu kalau itu disatukan dengan kuasa Roh Kudus, dalam kita merenungkan peristiwa-peristiwa dalam doa rosario itu. Walaupun nurani muncul, tetapi kalau kita tidak mempunyai masalahmasalah, tidak kita hadapi beberapa masalah, kita mau merenungkan apa? Kita satukan segala permasalahan yang bermacam-macam itu dengan suatu peristiwa yang ada di dalam perenungan doa rosario. Jadi masalah-masalah kita bisa menjadi faktor yang membantu kita untuk merenungkan peristiwa-peristiwa di dalam doa rosario. (25)

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 Peneliti R.6 K.1 R.3 K.1 R.1 K.1 Baik, terima kasih bapak-ibu. Berlanjut dari pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Dalam Gereja kan sudah ada ketetapan peristiwa doa rosario harian dalam seminggu. Jika bapak ibu mendoakan sesuai dengan aturan itu, efek apa yang bapak ibu rasakan dari pengaturan mingguan dalam doa rosario itu? Kalau pas hari senin gembira, tentunya efeknya kan saya merasakan oo.. saat itu Bunda Maria harus merasakan hal semacam ini. Saat-saat peristiwa itu, Bu Domo apal to peristiwa gembira? Apal kecepal tu.. Kalau saya ndak.. Saya ndak apal di luar kepala itu tulisan tapi saya melihat. Nah, disitu saya melihat oh.. saat ini Bunda Maria itu saat itu gembira sekali to, walaupun saat gembira itu juga sedih. Ha sopo to, wong iseh perawan kok disuruh hamil. Disitu, ya ampuunn.. Seandainya saya? Nha, disitu saya merasakan. Lalu begitu Bunda Maria harus masuk ke dalam peristiwa sedih, terbayang tidak saat kita melihat putra-Nya seperti itu, kita seperti apa? Nha efeknya disini. Ya ampun Gusti, maturnuwun Gusti karena selama ini e.. Beban saya, kesedihan saya, salib saya itu kecil dibanding Bunda Maria. Efeknya saya harus sabar. Saya nrima, lebih o iyo.. Ternyata saya belum apa-apa, saya bukan apaapa. Efeknya adalah mawas diri. Lalu masuk lagi ke peristiwa mulia, tentunya Bunda Maria walaupun tidak ikut di peristiwa mulia itu ya, tapi kan rasanya kan Bunda Maria juga seneng ya.. Putranya bangkit, itu kan di hati ada rasa kebahagiaan. Seperti saya rasakan kalau seandainya anak saya berhasil, anak saya bisa ee.. sesuai apa.. Ya sedikit sehat, itu kan saya ikut senang ikut bahagia ikut bangga gitu. Lalu efeknya untuk peristiwa terang tentunya lebih sekali saya rasakan karena apa? Setiap hari minggu itu saya merasakan bagaimana saya harus menerima Ekaristi Suci di hari minggu. Makanya kalau hari minggu kok sampai tidak ke gereja tentunya rasane yo sedih banget, yo garing banget, ya haus banget. Jadi efeknya itu ada di dalam hati di dalam batin seturut dengan peristiwa-peristiwa yang dialami Bunda Maria bersama Putranya, gitu mbak. Kalau bagi saya, karena pengorbanan Yesus itu begitu besar, dosadosa kita itu terlalu banyak, makanya Tuhan Yesus berkenan untuk di salib itu untuk menyelamatkan kita semua. Itu terasa sekali saya harus mengurangi dosa-dosa itu jadi untuk kedepannya itu harus hidup berhati-hati, supaya tidak mudah jatuh ke dalam dosa. Karena Tuhan Yesus sudah begitu besar mengorbankan dirinya untuk dosa-dosa kita semua. Sekian, terima kasih. Kalau bagi saya yang pertama mengapa kabar gembira itu hari senin dan hari sabtu. Karna pada waktu itu sebelum kita mengikuti Ekaristi itu perlu disiapkan dengan suatu persiapan kegembiraan. Dan sesudah kita menerima komuni pun kita harus ada suatu kegembiraan tertentu untuk menghadapi minggu yang akan datang. Sedangkan mengapa kok pada hari selasa dan jumat tu kok ada (26)

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kabar sedih. Itu ada suatu makna tertentu juga bahwa di dalam kehidupan keseharian itu kabar sedih itu memberi suatu gambaran bagi kita bahwa Yesus dan Maria pada waktu itu memberikan suatu keteladanan bagi kita bahwa dalam hidup ini tidak pernah kita lepas dari kesedihan. Dan itu ada daripada pertengahan minggu. Jadi kalau kita sudah merasa sedih, di dalam kaitan kita tahu bahwa Yesus tu begitu menderita, Maria juga begitu menderita, kemudian lain sebagainya penderitaan Yesus itu merupakan salah satu perenungan kita bahwa kita tidak perlu mengeluh tidak perlu begitu bagaimana memang teladan Yesus bahwa hidup itu dengan perjuangan derita untuk menyelamatkan umat manusia. Jadi untuk menuju ke kemuliaan itu tidak mungkin tanpa ada penderitaan. Kemudian pada waktu hari jumat itu juga sama. Tanpa penderitaan dimana kita tidak akan menerima kegembiraan. Sedangkan mengapa pada hari kamis tengah-tengah itu dikatakan kabar terang, karena disitu menempatkan sentral daripada Bunda Maria sebagai pengantara. Walaupun dikatakan Yesus dipermandikan di sungai Yordan, tapi yang kedua dimana Yesus mengubah air menjadi anggur atas permintaan Bunda Maria. Kemudian Yesus mewartakan Injil dan menganjurkan pertobatan kemudian menunjukkan kemuliaan-Nya dan memantapkan Ekaristi merupakan suatu inti daripada kehidupan Gereja itu sendiri. Dan menempatkan Maria itu sebagai pengantara walaupun toh kalimat sederhana mengubah air menjadi anggur atas permintaan BundaNya itu merupakan sentral daripada kegiatan menempatkan doa rosario sebagai inti dari kebiasaan umat Katolik. Dengan perantaraan ini maka doa rosario itu kita bisa rasakan oo iya, Bunda Maria itu sebagai pengantara Yesus untuk memohon sesuatu. Sehingga dengan demikian maka inti daripada hari kamis itu merupakan salah satu.. Paus Yohanes Paulus menempatkan pada hari kamis kabar terang itu ada makna tertentu, itu kehidupan Gereja. Kehidupan gereja itu ya kehidupan seperti yang diutarakan dalam kabar terang itu. Tapi intinya disitu adalah Gereja tidak pernah lepas daripada Maria. Dan maria di dalam Gereja sebagai pengantara. Inilah yang menjadikan alasan yang mendasar mengapa doa rosario itu kita daraskan. Sedangkan kabar-kabar itu merupakan suatu teladan dan ajaran kepada kita tentang kehidupan. Jadi penempatan hari gembira, sedih, mulia, terang dan itu ada alasan dan dasar tertentu bagi Gereja untuk menempatkan setiap orang merenungkan apa yang sebaiknya kita lakukan di dalam kita berdoa rosario. Tanpa kita membaca Injil keseluruhan yang sangat tebal itu dengan segala macam baik perjanjian lama maupun perjanjian baru dan sebainya inilah suatu inti daripada keteladanan Bunda Maria, kemudian bagaimana karya Yesus di dalam karya penyelamatan, tetapi sekali lagi penempatan itu ada alasanalasannya yang mendasar dan mengapa kabar terang itu diletakkan (27)

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 Peneliti R.3 K.1 di tengah-tengah hari kamis, itu merupakan inti kehidupan Gereja. Dimana menempatkan Maria sebagai perantara dan inilah mengapa doa rosario sebagai kebiasaan utama yang dipakai oleh umat Katolik dan bukan oleh agama-agama yang lain. Jadi doa rosario bukan berdasarkan hati nurani kita saja, tetapi Gereja itu mengingatkan kita bahwa dalam keadaan sedihpun kita harus bisa bergembira. Kemudian ini karena apa, pembagian sebelum kita menerima komuni pada hari minggu harus gembira dulu. Tetapi selalu kegembiraan diiringi dengan derita, yaitu sedih. Tapi kalau kita sudah rela dengan kesedihan akan ada kemuliaan. Dan kemuliaan itu hanya ada pada Allah. Dan itu terjadi lewat Gereja. Dan oleh karena itu inti daripada kehidupan pewartaan adalah hari kamis yaitu warta terang yang oleh Yohanes Paulus II yang memang cinta sekali pada Bunda Maria, devosi begitu dalam, menempatkan doa rosario sebagai hal yang sangat utama dalam kehidupan Gereja. Begitu menurut saya... Baik terima kasih bapak dan ibu. Setelah pertanyaan mengenai praktik doa rosario tadi, selanjutnya saya ingin menanyakan mengenai penghayatan doa rosario dalam kehidupan doa sendiri. Jadi tidak hanya sekedar praktek, tetapi juga apa yang dimaknai dari doa rosario dalam kehidupan doa sehari-hari. Nah, saya ingin bertanya, apakah bapak ibu selalu menggunakan sarana doa rosario itu untuk memohon, bersyukur, pasrah saat sakit atau saat menderita? Kalau iya, mengapa? Kalau saya itu memang selalu menggunakan doa rosario untuk ya memohon sesuatu, mengucap syukur, saat pasrah, lebih-lebih dalam menghadapi sakit dan penderitaan, juga ada mungkin sahabat-sahabat yang minta “bu, aku didoake..” itu mesti saya doakan dengan doa rosario. Karena menurut saya, Bunda Maria itu kan mencintai Tuhan Yesus, Tuhan Yesus juga mencintai Bunda Maria. Jadi menurut saya kalau saya berdoa rosario, jadi saya minta kepada Tuhan Yesus tetapi dengan perantaraan Bunda Maria, itu menurut saya pasti Tuhan Yesus akan mengabulkan. Entah itu dikabulkan spontan, apa harus cara-cara antri menunggu, itu tapi sudah saya saya alami banyak yang terkabul. Mulai dari sakit, mulai bersyukur, doa pasrah, pokoke memasrahkan semua masalah, persoalan itu. Dan juga sahabat-sahabat yang minta tolong untuk didoakan, itu langsung saya doakan, doanya dengan rosario memang itu, siapa sajalah yang minta tolong kepada saya. Itu saya khusus berdoa rosario untuk minta pertolongan kepada Tuhan Yesus lewat Bunda Maria. Tapi banyak yang terkabul. Banyak mujizat juga yang saya rasakan berkat doa rosario. Jadi dengan doa rosario itu sungguh-sungguh saya perlukan untuk berdoa apa sajalah lewat Bunda Maria, dengan perantaraan Bunda Maria saya mohon kepada Tuhan Yesus. Sekian, terima kasih. (28)

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.6 K.1 R.5 K.1 R.1 K.1 Saya itu, yang namanya rosario, sebelum saya Katolik, doa yang saya doakan itu rosario. Saya hampir setiap hari mendaraskan doa rosario, tetapi saya tidak pernah memaksa suami ataupun anak-anak untuk ikut. Mau ikut silahkan, tidak ya monggo.. Tetapi kalau bulan Maria Mei Oktober itu memang selalu. Kami selalu kalau berdoa bersama-sama setiap sore, tetapi begitu selesai doanya, mereka kabur.. Saya berdoa rosario sendiri. Nah, dalam doa-doa rosario itu, permohonan, syukur, apapun itu disitu. Karena apa? Saya merasakan begitu besar manfaat doa rosario dalam keluarga. Berulang kali doa itu yang menyelamatkan saya membantu saya. Banyak peristiwa, peristiwa saat-saat yang mengerikan, peristiwa saat menyenangkan. Jadi kalau doa rosario yang harian yang saya daraskan itu hanya saya berdoa ungkapan syukur, bahwa saya setiap kali mengenang peristiwa-peristiwa itu. Tetapi, setiap kali saya mau memohon, meminta, dengan penuh belas dan harapan itu saya selalu novena. Dan novenanya disitu kan banyak pakai rosario. Baik hati kudus nanti pakai rosario, baik tiga salam Maria rosario, Bunda Penolong pakai rosario. Jadi saya katakan kalau memohon, meminta, iya, saya pakai doa rosario. Kalau saya memang selalu rosario. Kalau belum rosario rasanya kurang. Saya berdoa rosario karena aku seneng. Karena lewat Bunda Maria itu cepet. Cepet sampai ke Yesus. Dan sering terkabul. Kalau saya, kadang-kadang saya juga satu kali, tiga kali, empat kali pada saat ada permasalahan yang rumit, begitu tidak bisa tidur ya doa rosario. Tapi pada saat tertentu tertidur lalu bangun lagi ya doa rosario lagi. Karena latar belakangnya saya dari kecil anak yatim, jadi ibu Maria itu ya memang ibu saya selama ini dalam kehidupan. Sehingga apapun permasalahan itu biasanya saya berdoa kepada Bunda Maria. Karena sejak kecil saya tidak bersama ibu dan tidak pernah bertemu dengan ayah maka segala hal itu saya datang kepada Bunda Maria. Kemudian ada buku ada Puji Syukur, Madah Bakti, itu belakang-belakangan muncul dan saya tidak pernah mempunyai karena tidak punya duit untuk beli. Jadi doa untuk ini itu baru sekarang-sekarang ini saja saya kenal, tapi dulu segala macam doa lewat Bunda Maria. Jadi kaitan secara pribadi, ibu saya itu ibu Maria. Sehingga apapun, entah gembira, entah sedih, dan sebagainya, larinya kepada Bunda Maria.. Dari kecil sampai sekarang pun kalau ada permasalahan larinya kepada Bunda Maria. Sekarang kan banyak doa-doa yang ada di dalam buku, tetapi kalau yang pribadi ya kita langsung minta kepada Bunda untuk menyampaikan doa kepada Yesus. Karena secara manusiawi itu kita tidak bisa berdoa. Kita mohon kepada Tuhan semoga Roh Kudus menyampaikan doa yang tidak bisa kita sampaikan agar menjadi doa yang baik. Tapi setiap ada permasalahan atau rasa syukur, atau permintaan ya saya larinya kepada Bunda Maria. (29)

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 Peneliti R.2 K.1 R.5 K.1 R.6 K.1 R.3 K.1 R.1 K.1 9 Peneliti R.5 K.1 R.1 K.1 Karena apa? Gereja itu menempatkan Maria itu sebagai pengantara rahmat. Bunda Maria menjadi sentral dari kehidupan para suci yang merupakan pengantara segala rahmat. Jadi setiap ada apa-apa saya berdoa rosario, sampai-sampai kadang rosarionya putus-putus karena sering sekali dipakai. Terima kasih, bapak dan ibu, mungkin jawabannya hampir sama, bahwa doa rosario menjadi sarana yang didoakan baik untuk memohon ataupun bersyukur. Nah, selanjutnya, menurut bapak ibu apakah doa rosario itu penting dijadikan sebagai doa keluarga? Penting banget.. Penting banget mbak.. Penting sekali.. Menurut saya, penting untuk dijadikan sebagai doa keluarga. Terutama untuk kebersamaan bapak ibu dan putra-putrinya. Bisa doa rosario bersama, untuk mendidik putra-putrinya, dari kecil bisa kita ajari doa rosario. Dan nanti bisa kita jelaskan manfaatmanfaatnya. Kalau bapak ibu kan sudah sering mendapat mujizat dari doa rosario, jadi kan bisa kita nasehatkan kepada putra-putri kita. “iki ngene lho nduk, iki ngene lho le..” “Nek ndonga rosario kowe nyuwun suk ben lulus ujiane, opo ben munggah kelas”, tapi ya dengan disertai belajar, jangan menyontek. Jadi untuk keluarga memang penting, begitu.. Terima kasih. Kalau saya, mengapa kok doa rosario itu penting? Karena doa rosario itu doa yang paling sederhana dan mudah dihafal, kalo yang namanya doa-doa yang lain itu harus membaca susah dihafal, doa untuk anak, doa untuk orang tua. Kalau doa rosario kan dalam keadaan ngantuk maupun capek bisa didoakan, jadi mudah, sederhana, mudah dihafal dan mudah diingat. Ya..jadi menurut bapak ibu itu doa rosario penting sekali untuk menjadi doa keluarga, tidak hanya untuk bapak ibu tetapi juga untuk mendidik anak-anak. Dalam doa rosario itu kan tentunya bapak-ibu merasakan kesulitan dan kemudahan. Kesulitan apa yang mungkin sering atau kadang-kadang dialami saat mendaraskan doa rosario? Kalau saya, kalau sudah bangun tidur enak buat doa rosario, tapi kalau belum tidur pasti rasanya capek. Jadi saya kalau doa rosario mesti malem, karena kalau malem bisa utuh, tidak terganggu. Tapi memang ada kesulitan. Saya kadang-kadang dalam rosario pertama gangguan iman. Kadang-kadang kita takut sambil jalan doa rosario koyo-koyo pamer. Ya ini hanya kesulitan yang saya hadapi. Karena sebaiknya kita berdoa rosario kan dengan suasana yang tenang. Yang kedua walaupun bagaimana, doa rosario itu panjang. Jadi dalam posisi-posisi tertentu, memang kadang-kadang kita tidak bisa doa secara lengkap karena ngantuk atau capek, sehingga konsentrasi pada saat-saat tertentu doa rosario itu sulit (30)

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.3 K.1 10 Peneliti R.4 K.1 R.6 K.1 karena panjang. Dan kemudian sehubungan dengan peristiwaperistiwa di dalam doa rosario, terkadang kok suasana batin saya begini kok di dalam ketentuan gereja begitu. Itu kadang-kadang untuk mencocokkan suasana batin dengan ketentuan Gereja kadang mengalami kesulitan. Karepa memang orang berdoa kan berkaitan dengan suasana batin, tapi di dalam ini kok pada saat saya gembira kok kabar sedih, permasalahannya banyak kok harus pas kabar mulia. Itu kan kadang-kadang ada kesulitan untuk mempertemukan suasana batin dengan ketentuan-ketentuan di dalam Gereja. Ini mungkin banyak hal yang walaupun dilihat ada banyak kesulitan terutama karena panjang, yang kedua memang masalah iman. Kita tidak bisa terus terang dimana saja dengan doa rosario di sembarang tempat, walaupun kita boleh. Tapi kadang perasaan ini kadang merasa sehingga akhirnya kalau sudah terganggu demikian sehingga doa itu kemudian berhenti. Karena memang orang-orang yang memberi kesan tertentu. Jadi masalah lingkungan, yang kedua karena doa rosario panjang, dan yang ketiga kadang-kadang mempertemukan antara suasana hati dalam suasana tertentu dalam ketentuan Gereja tentang hari-hari dimana kita ada kabar gembira dan sebagainya itu. Yang lain juga kadang-kadang ada kesulitan yang dihadapi dalam doa rosario itu yaitu pada saat dimana kita ingin berdoa rosario, tetapi pada suatu saat tertentu ada doa-doa baku. Jadi kadang merasa bahwa doa baku itu doa yang sangat bagus sekali dan maknanya itu jelas. Sederhana tetapi kadang memang menjadi kesulitan kita untuk berdoa rosario. Saya akan menambahi, kalau kesulitan saya itu jika saya itu pergi ke tempat saudara yang punya hajat, itu saya pasti ndak bisa doa rosario. Karena masa mau menyendiri, doa, nanti dikira kok suci men.. Jadi saya memang kalau di tempat saudara yang punya hajat dan bermalam, itu saya nggak bisa doa rosario. Kalau ada waktu pulang sih masih bisa. Dan keduanya capek. Kalau capek itu biasanya nggak sampai selesai kita ngantuk. Itu aja. Baik terima kasih. Kalau tadi kesulitan, sekarang kemudahan apa yang mendukung untuk selalu tekun mendaraskan doa rosario? Karena mantep kok.. Kemudahannya tentu saja ada sarananya mbak.. Ada sarana dan ada prasarananya. Sarananya jelas ini rosario dimana-mana digantungi, kemana-mana dibawa, padahal kalo pendoa rosario yang sejati itu nggak mbawa juga nggak papa.. Tapi paling tidak untuk saya itu sarana yang paling nentremke ati. Aku kalau kemana-mana pakai rosario. Saya ada keayeman sendiri. Saya ndak tau. Ini bukan jimat lho.. Tapi saya merasa, saya bersama Bunda Maria, gitu.. Terus yang kedua, di Paroki Purwosari ini saya senang sekali, mendukung sekali. Ada tempat devosi kepada Bunda Maria di ketangi. Lalu kita setiap kali bulan Mei Oktober ada sarana Ibu Maria berkeliling, ke rumah-rumah, itu kan sarana yang (31)

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.1 K.1 R.3 K.1 R.4 K.1 11 Peneliti R.5 K.1 R.4 K.1 R.2 K.1 R.5 K.1 R.3 K.1 R.1 K.1 menyenangkan, mendukung saya untuk mengundang Bunda Maria hadir dalam keluarga saya, dalam diri saya. Kalaupun Bunda Maria itu hadirnya di dalam diri saya thok saat saya berdoa sendiri, tetapi begitu di tempat ziarah, begitu bersama-sama rosario dengan umat yang lain itu menghadirkan Bunda Maria dan Tuhan itu ada dukungan tersendiri, moral bagi saya. Itu mbak.. Saya menambahi ya.. Kalau saya karena saya nganggur, punya waktu banyak, jadi doa itu menjadi salah satu yang mendukung saya untuk banyak berdoa rosario. Kemudian yang lain yang justru mendukung untuk berdoa rosario adalah permasalahan yang dihadapi oleh anak cucu. Itu juga menjadi alasan yang mendukung saya untuk berdoa rosario, karena apa, mendengar berita dari anakanak saya begini, begitu. Sehingga permasalahan itu kita tampung kepada suatu persembahan bagi Bunda Maria di dalam doa rosario. Justru adanya permasalahan-permasalahn, kesulitan, penderitaan ini memberikan suatu dukungan dan kemudahan untuk berdoa rosario. Karena apa, ada sasaran yang kita doakan. Ini yang dikatakan bahwa doa itu bukan hanya dari sarana dan prasarana, tetapi juga karena permasalahan dan permintaan-permintaan. Maka dengan adanya banyak penderitaan, banyak kesulitan, banyak permasalahan yang dihadapi oleh banyak orang dan sebagainya, ini menjadi suatu kemudahan atau dorongan kita dalam berdoa rosario. Ya kalau saya memang sebagai orang pengangguran itu ya memang banyak waktu untuk berdoa, lebih-lebih berdoa rosario. Dan juga permintaan dari saudara-saudara, sahabat, juga mendukung untuk saya lebih tekun berdoa rosario. Dan untuk akhir-akhir ini saya berdoa rosario untuk kecelakaan pesawat terbang, mudah-mudahan cepat ditemukan. Itu aja, makasih.. Kemudahan saya kalau saya berdoa itu kadang-kadang ya terkabul. Banyak yang terkabul. Baik, selanjutnya, ini lebih ke manfaat apa yang bapak ibu dapatkan berkat ketekunan dalam doa rosario tadi? Menguatkan iman.. Menguatkan iman.. Ya..menguatkan iman, ya kita diberi kesehatan, dan ketabahan dalam menghadapi segala macam percobaan. Jadi kita ini apa yang Tuhan berikan, dalam segala kesukaran bisa diatasi. Ya seperti kalau cucu saya minta doa untuk menghadapi ujian, lalu saya tiap hari mendoakan dengan doa rosario. Kalau saya ada atau tidak ada kesulitan tetap berdoa rosario. Ya sebetulnya banyak sekali manfaat doa rosario. Ya kita setiap orang mungkin tidak sama. Untuk saya ya untuk menguatkan iman, untuk ketabahan hati, untuk kesabaran. Tapi kalau dijabarkan itu banyak sekali. Gitu aja.. Wah, banyak sekali ya. Saya kadang-kadang ini litani keberhasilan. Setiap ada permasalahan berat, baik itu di dalam keluarga, ataupun (32)

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.3 K.1 R.6 K.1 Peneliti dalam tugas maka tidak pernah lepas dari doa rosario. Setiap saya serahkan persoalan kepada Bunda Maria saya yakin Tuhan tahu apa yang kita butuhkan. Nggak tau dari mana asalnya sumbernya tapi rupanya yang tidak ada itu menjadi ada. Jadi saya yakin, Bunda selalu akan menyampaikan yang kita doakan kepada Tuhan dan Tuhan akan tahu apa yang kita butuhkan. Inilah suatu iman yang kadang-kadang menyelamatkan kita sehingga kita dalam posisi yang sulit bagaimanapun kita selalu merasa gembira karena Bunda selalu mendampingi dalam doa-doa rosario. Saya akan menambahi. Manfaat bagi saya yang besar itu selama saya menikah 12 tahun, karena banyak masalah, hampir setiap hari itu saya menangis. Tapi setiap malam, setiap saya nglilir, entah jam berapapun, itu saya turun dari tempat tidur, terus menyalakan lilin, berdoa rosario mohon kekuatan Tuhan lewat Bunda Maria. Jadi manfaat yang begitu besar buat saya ya kekuatan iman. Terima kasih.. Manfaatnya pertama mendapatkan ketenangan batin. Kedua, lebih tau bersyukur dan berterima kasih setiap kali mendaraskan peristiwa-peristiwa yang ada, apalagi bila doa dan permohonan melalui novena dan rosario dikabulkan Tuhan. Ketiga, melatih kesabaran dan ketekunan dalam doa. Baik, terima kasih bapak dan ibu atas kesediaan waktu yang diberikan untuk berkumpul dan membantu saya dalam mengumpulkan data untuk penelitian. Mohon maaf kalau ada salahsalah kata.. Mohon doanya juga agar saya lancar dalam mengerjakan skripsi..hehe (33)

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6 : Hasil Wawancara Kelompok Fokus 2 Wawancara : Kelompok 2 Observe : - Bapak Ignatius Bambang Wahono (R.1 K.2) - Bapak Aloysius Joseph Sutjipto (R.2 K.2) - Romo Petrus Canisius Budi Raharjo, MSC (R.3 K.2) - Ibu Fransiska Asisi Heroemini (R.4 K.2) - Ibu Cicilia Sri Retno Suteki (R.5 K.2) - Ibu Margaretha Sri Mulyati (R.6 K.2) Lokasi : Rumah Bapak Fx. Tarmidi Tanggal : 8 April 2014 Waktu : 09.30 - 11.30 WIB Kode : (R.1 K.2), (R.2 K.2), (R.3 K.2), (R.4 K.2), (R.5 K.2), (R.6 K.2) No Pelaku 1 Peneliti R.1 K.2 Uraian Wawancara Sebelumnya terima kasih atas kesediaan Romo, Bapak dan Ibu untuk datang kesini, menyempatkan waktu. Maksud saya mengumpulkan romo, bapak dan ibu disini adalah untuk mengumpulkan data guna penelitian skripsi dengan wawancara kelompok. Saya memilih romo, bapak dan ibu karena saya tahu bahwa romo, bapak dan ibu adalah pendoa rosario yang tekun. Penelitian saya ini mengenai penghayatan praktik doa rosario dan penghayatannya dalam kehidupan doa. Saya harap romo, bapak dan ibu bisa membantu saya dengan menjawab pertanyaan dengan singkat namun padat dan jelas menurut apa yang dialami dan dirasakan romo, bapak dan ibu dalam berdoa rosario. Mungkin bisa dimulai ya.. Dari pertanyaan pertama, apa fungsi dari biji atau manik-manik dalam doa rosario? Bisa langsung dijawab dan nanti saling melengkapi. Ya kadang-kadang kita dalam berdoa rosario kan bersama-sama, supaya tidak kelewatan dan sebagainya. Sering, ono keluwihen, ono kekurangan, sehingga sepuluh Salam Maria kok ming 9, po malah sewelas. Lha ini maksudnya hanya untuk kita lebih serius dan ingat. Soalnya kalau hanya ingatan saja mungkin sudah lupa. Tapi kalau dengan ini kan nggak lupa. (34)

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.2 K.2 R.4 K.2 R.3 K.2 R.4 K.2 Peneliti R.5 K.2 R.2 K.2 2 Peneliti R.1 K.2 Dan lagi urut-urutan dalam doa rosario kan sudah jelas. Pertama kali tanda salib, kemudian syahadat singkat atau Aku Percaya, kemudian tiga kali Salam Maria, seperti itu. Jadi jumlah manik-manik itu sudah menunjukkan di bagian ini kita doa apa, gitu.. Kalau masing-masing peristiwa itu dengan sepuluh kali Salam Maria. Jadi untuk menunjukkan jumlah-jumlah yang harus kita daraskan dan untuk menjaga juga jangan sampai ada yang kurang, ada yang lebih. Ini hanya menambah keterangan Pak Bambang. Kalau menurut saya, di singkat saja, kita bisa berdoa dengan tertib. Kan sudah ada hitungan-hitungannya itu. Jadi rasanya doa kita itu semakin sempurna lah.. Kalau sudah ada itu.. Saya juga seperti pak Bambang tadi diungkapkan. Saya kadang malah berdoa cuma pakai jari saja. Jari kiri kanan ini kan sepuluh. Dan itu juga.. kadang-kadang kalau saya sendiri, apalagi di muka umum, mungkin nanti dikira show off atau pamer. Kalau pakai jari kan nggak kelihatan. Tapi untuk manik-manik itu bisa mengingatkan kita kalau kadang-kadang mau terlalu cepat, atau lambat, dalam arti seperti itu. Tapi ada juga suatu pengajaran bahwa kalau kita berdoa itu jangan dilihatkan kepada orang. Masuklah ke tempat yang sepi. Berarti kan lebih baik apabila kita berdoa itu ya eee.. mempunyai waktu yang khusus, tempat yang khusus untuk berdoa, sehingga menggunakan itu, saya kira akan lebih sempurna. Mosok dijalan.. Nanti melihat ini itu kan nggak konsen. Jadi manik-manik ini menurut saya agar kita bisa berdoa dengan lebih fokus. Ya... Monggo bapak ibu yang lain mungkin mau melengkapi.. Sama mbak dengan yang lainnya... Jadi menurut saya lebih sempurna karena ada ketentuannya. Sarananya itu membuat kita doanya lebih fokus, teratur.. Jadi bisa juga menggunakan tangan seperti romo tadi. Saya juga kadang-kadang menggunakan tangan, terlebih kalau di perjalanan, di kendaraan umum, dari pada kita diam kan tangan kita bisa dipakai untuk berdoa rosario. Itu dari saya.. Maaf ini agak menyimpang ya.. Kalau tadi romo mengatakan bahwa berdoa dengan jari. Saya pernah mendengar cerita, ada seorang romo, pada jaman perang dulu, yang ditahan. Dan di dalam tahanan itu romonya juga doa rosario menggunakan korek api itu katanya. Sampai penjaganya mengatakan romonya sinting. Padahal sebetulnya dia memindahkan butir-butir korek api untuk berdoa rosario. Ini hanya tambahan saja. Jadi, apa yang bisa dipakai itu dipakai untuk berdoa, pokoke ben genep itungane. Matur nuwun bapak ibu.. Nah, dalam rosario itu kan ada ketentuan mulai dari tanda salib dan pengulangan doa Salam Maria. Lalu, apa yang bapak ibu pahami tentang pendarasan doa rosario itu sebagai doa pengulangan kata? Kalau saya, rumangsaku kok untuk menguatkan. Salam Maria penuh rahmat Tuhan sertamu.. Ini kan semakin diulang kan kita semakin (35)

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.4 K.2 R.2 K.2 R.6 K.2 R.4 K.2 Peneliti R.1 K.2 R.5 K.2 R.2 K.2 Peneliti R.3 K.2 meresapkan gitu lho.. kata demi kata semakin menguatkan kita. Sepisan karo bola bali kan bedo.. O iyo yo.. Diingatkan terus gitu lho maksud saya. Jadi sebagai penguatan. Saya nambahi sedikit.. Bagi orang tua, kalau punya anak ngrengik wae, njaluk wae, itu lama kelamaan orang tua kan trenyuh terus memberi. Terketuk hatinya. Seperti kita mohon terus-terusan akhirnya dikabulkan. Dan lagi, pengulangan kata itu tidak hanya dalam doa rosario saja. Tapi dalam doa-doa lain juga ada, 3 kali Salam Maria, dan sebagainya. Dan pengulangan kata itu kan kebanyakan kita memohon ya.. Yang diulang-ulang, jadi Tuhan itu berkenan mengabulkan doa kita. Saya juga begitu.. Kadang sudah doa, saya doa lagi, doa lagi.. (tertawa) Tapi terus apakah ada perasaan monoton karena diulang-ulang terus atau malah semakin menguatkan.. Ya kalau kita tidak serius pasti seperti itu. Tapi kalau kita sungguhsungguh malah enggak.. Jadi ya kalau nggak serius monoton, nggak ada artinya, kayak rutinitas. Jadi tergantung opo yo.. Hati kita.. Saya nambah ya.. Ya seperti tadi, itu tergantung diri kita bagaimana perasaan. Perasaan kita waktu itu mungkin saat sedang sedih, sulit, syukur kan kita berdoa rosario. Semakin sering dan semakin kita hayati, itu kita merasakan sungguh-sungguh bahwa Bunda Maria itu begitu agung. Seperti awalnya itu untuk memuliakan Allah dan juga menghormati Maria. Tapi semakin kita itu mengucapkannya dengan sungguh-sungguh itu kita merasakan betapa agungnya Bunda Maria, betapa kasihnya Bunda Maria. Saya juga kadang merasa bisanya cuma memohon. Memohon belas kasih dari Bunda Maria untuk menyampaikan kepada Yesus. Tapi kalau kita menyampaikannya sungguh-sungguh, dan suasana juga mendukung, rasanya semakin lama itu kok ada perasaan yang lain. Awalnya itu mungkin kita biasa, tapi karena kita sungguh-sungguh dan tekun, mengulang-ulang kata di Salam Maria itu, lalu ada perasaan yang semakin mendekatkan kita kepada Bunda Maria, kepada Tuhan yang Mahakuasa. Kadangkadang saya merasakan demikian. Kalau menurut saya kita memang harusnya tidak hanya berdoa dengan mulut ya, tetapi dengan hati. Kalau yang saya alami, maaf, mungkin saya itu gembeng atau gimana, karena kekhusyukan kita, kadang tidak sadar air mata saya keluar. Kalau menurut romo gimana romo..hehe Ya itu doa rosario itu kan doa yang sudah kuat sekali di dalam Gereja. Dalam tradisi Gereja. Dan bahkan dulu sebelum Konsili Vatikan II itu pastor sambil misa juga doa rosario. Bukan cuma umatnya tapi juga pastornya. Tapi ya menurut saya kurang cocok, tapi ya lama-lama mencoba dipisahkanlah doa rosario dengan doa resmi Gereja dalam arti saat liturgi. Dulu umat sangat suka doa (36)

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Peneliti R.1 K.2 R.5 K.2 R.1 K.2 R.5 K.2 R.1 K.2 R.5 K.2 4 Peneliti rosario, sambil misa juga doa rosario. Saya bukan cocok tidak cocok, tapi tradisi dulu itu seperti itu. Begitu kuat pendarasan doa rosario dalam arti itu. Kan banyak doa-doa menurut waktu tertentu, brevier, dan lain-lain. Tapi saya lebih terbiasa berdoa rosario dalam arti untuk lebih menghayati iman. Lebih sederhana dan dengan diulang-ulang malah lebih meresap pelan-pelan. Sehingga dari itu, dalam istilah doa timur, itu namanya mantra itu. Suatu kata yang diulang-ulang ya namanya mantra. Sehingga lama-lama kita semakin masuk dalam doa itu, dalam situasi itu, untuk menghayatinya dalam kehidupan kita. Saya itu mungkin agak aneh. Sambil olahraga, sambil jalan saya doa rosario. Tapi saya suka pakai jari saja supaya tidak kelihatan. Jadi dimana-mana kita bisa berdoa rosario. Kan rosario sudah dipolakan itu dari rangkaian rosario itu ada bagiannya. Ada Aku Percaya, Bapa Kami, Salam Maria. Ada peristiwa yang direnungkan, peristiwa Gembira, peristiwa Sedih, peristiwa Terang, peristiwa Mulia, dalam arti itu. Masih ada yang mau menambahi?.... Baik, kalau tidak ada, meneruskan yang tadi, kan tentang pemahaman tentang doa rosario sebagai doa pengulangan kata. Nah, sekarang, apa yang bisa bapak ibu maknai dari pengulangan kata-kata dalam doa rosario dengan urutan yang lengkap? Ya semakin mantap itu.. Gampangane gini, awake dewe nglakoni aturan, mungkin lebih kuat. Karena aturan ini kan sudah dibakukan oleh Gereja, kita lebih mantep. Ya kalau kita melaksanakan secara lengkap, rasanya juga lebih puas, mantep. Lebih-lebih kalau doanya itu dilaksanakan dengan sungguhsungguh, tidak cepat-cepat, pelan, lebih terasa itu kok rasanya sungguh-sungguh mendekatkan diri. Tapi kadang-kadang doa rosario itu sok-sok, mungkin satu doa rosario hanya satu tujuan, satu permintaan. Kemungkinan dibagi persepuluhan, sepuluh untuk apa, sepuluh untuk apa. Jadi kalo saya tergantung keadaan saya sendiri, gitu lho.. Iya.. Biarpun banyak kan bisa dihayati, tiap-tiap peristiwa itu kita untuk apa, peristiwa yang lain untuk apa. Bahkan saya kadang per anak. Satu anak satu sepuluhan. Atau untuk jiwa-jiwa di api pencucian. Kalau banyak yang didoakan ya sebelumnya saya sebutkan siapa saja yang mau saya doakan, setelah itu baru doa rosario. Ya.. bisa diatur sendiri lah.. Tujuannya apa, caranya gimana kan nggak harus, nggak ada ketentuannya. Yang ada cuma urutan-urutan lengkap saja. Nggih.. Selanjutnya, doa rosario itu kan terdiri dari doa vokal dan batin. Vokal itu kan tadi tentang pendarasan, pengulangan kata. Sekarang kita masuk ke doa batin. Doa batin kan untuk merenungkan peristiwa-peristiwa dalam doa rosario. Menurut romo, bapak dan ibu, apa yang diperlukan untuk dapat merenungkan peristiwa-peristiwa Injil dalam doa rosario? (37)

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.1 K.2 R.4 K.2 R.2 K.2 Peneliti R.5 K.2 Peneliti R.3 K.2 Mengulangi tiap kata, dirinci-rinci gitu lho mbak.. Misalnya, Salam Maria penuh rahmat.. Maknanya apa.. Tuhan sertamu.. Apa.. Nduwe opo yo.. Dalam batin lho ya.. Nduwe angen-angen ora mung nang cangkem. Jadi pikiran kita ojo ngglambyar.. Harus fokus. Jadi hati, jiwa, pikiran, harus fokus dalam doa itu. Di samping itu, saya kira, suasana di luar kita itu yo tenang.. Itu kita perlukan suasana tenang. Bagaimana kita mau fokus kalau di luar rame. Di samping itu, kita memang harus sering banyak membaca Kitab Suci, memahami betul peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam doa rosario itu. Misalnya, malaikat Tuhan menyampaikan kabar gembira kepada Maria. Itu memang kita ya harus banyak membaca Kitab Suci tentang itu. Jadi kita tidak hanya sekedar tau judulnya saja, tapi memang mendalami peristiwa yang terjadi. Jadi kalau di doa rosario, pemakluman peristiwa itu walaupun hanya kutipan, juga lebih membantu untuk lebih merenungkan? Iya.. Saya nambah ini untuk ini, saya pernah tau ada buku yang untuk tiap peristiwa itu ada bacaannya. Khususnya tiap dari sepuluh Salam Maria, ada sepuluh ayat dibacakan. Misalnya peristiwa Gembira, terus dari sepuluh doa Salam Maria itu dibacakan kalimat-kalimat itu, lalu baru Salam Maria... Ini kayaknya kita bisa lebih merenungkan peristiwa-peristiwa itu. Jadi o ya.. Waktu Maria menerima kabar gembira itu rasanya seperti ini.. Ya.. Terima kasih.. Mungkin ada yang lainnya.. Romo.. Kadang kita perhatikan sebenarnya kan sebagian besar dari rangkaian rosario itu kan doa Salam Maria. Dan kalau kita cermati baik-baik itu doa Salam Maria itu kan sangat penuh makna. Dari doa rosario kan kita mengulang-ulang semacam salam dari malaikat Gabriel. Salam Maria penuh rahmat.. Kemudian Tuhan sertamu... Terpujilah engkau di antara wanita.. Kan salam dari Elisabet. Terus Santa Maria Bunda Allah doakanlah kami yang berdosa ini sekarang dan waktu kami mati... Itu kata-kata dari gereja. Dan itu yang setiap kali kita ulang, kita ulang.. Meskipun itu tiap-tiap satu kali peristiwa ada bacaannya tapi selalu diiringi, diikuti, dengan doa Salam Maria lagi. Jadi itu semakin mendalam. Semakin meresap dalam pikiran kita, dalam hati kita, dalam arti itu. Sehingga dari vokal, dari apa yang kita ucapkan menjadi apa yang kita renungkan, apa yang kita resapkan dalam hati. Sehingga juga menjadi kesempatan untuk merenung lebih dalam misteri dan kehadiran Tuhan, terutama peranan Bunda Maria dalam kehidupan kita. Meskipun dulu sempat tidak disetujui kalau Maria lebih paling penting dalam Gereja daripada Tuhan Yesus. Tapi masing-masing kan ada tempatnya dan ada peranannya dalam arti itu. Dan kembali pada tiap-tiap orang kan punya penghayatan dan pengalaman, pemahaman masing-masing dalam mendoakan rosario. Ya begitulah.. (38)

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 Peneliti R.4 K.2 R.1 K.2 R.5 K.2 6 Peneliti R.1 K.2 R.4 K.2 R.3 K.2 Peneliti R.1 K.2 R.5 K.2 7 Peneliti R.4 K.2 Ya.. Sekarang selanjutnya, faktor apa yang dapat membantu untuk masuk ke dalam doa batin dan merenungkan peristiwa-peristiwa dalam doa rosario? Tadi kan sudah yang diperlukan, sekarang, faktor penyebabnya tu apa untuk masuk ke dalam doa batin dan merenungkan peristiwa dalam doa rosario.. Itu kan karena keyakinan kita yang teguh. Ya kalau kita tidak punya keyakinan bahwa Bunda Maria itu adalah Bunda Yesus yang Yesus itu putera Allah, ya kita tidak akan berdoa dengan keyakinan. Yang dimaksud bu Her itu mungkin faktor dari dalam, keheningan. Kan ada juga faktor dari luar. Gangguang-gangguan itu lho.. Kebisingan dan sebagainya itu. Tapi faktor dari dalam juga bisa dari kita sendiri ya.. Misalnya mikirke werno-werno.. Kalau hening, kita gampang untuk lebih mengarah, lebih fokus, juga keperluan. Kan kita berdoa itu kan berharap dikabulkan. Karena ada kebutuhan, keperluan itu lalu membuat kita lebih mudah masuk ke dalam doa batin. Baik, terima kasih. Selanjutnya pengaturan waktu mingguan kan sudah ditetapkan oleh Gereja. Senin dan Sabtu untuk peristiwa Gembira, dan sebagainya. Lalu, apa efek yang romo dan bapak ibu rasakan dari pengaturan waktu mingguan itu untuk dapat merenungkan tiap peristiwa? Kalau saya kok tergantung kebutuhan. Butuhe opo, peristiwa njupuke opo, gitu.. Ya kita bisa berdoa lebih teratur.. Tapi wonten aturan napa mboten, romo, kalau dalam masa paskah ini kita harus berdoa rosario itu peristiwa sedih dan setelah paskah peristiwa mulia? Kalau itu sekitar sebelum Natal-Natal itu kan Gembira. Kalau sebelum paskah ya sengsara, atau peristiwa sedih.. Jadi efeknya itu bisa lebih teratur dan sesuai kebutuhan ya.. Kalau pas sedih atau menderita ya peristiwa Sedih, kalau pas senang ya peristiwa gembira.. Kalau di lingkungan doa rosario bersama ya biasanya ambil pengaturan hari. Hari ini, peristiwa apa, hari selasa peristiwa apa.. Ya.. Tapi masanya kan juga perlu diingat-ingat ya.. Masa seperti sekarang,prapaskah, peristiwa sedih.. Kalau saya seperti itu. Dan kalau saya, hari jumat kan untuk peristiwa sedih. Tapi tidak selalu kalau hari jumat saya ambil peristiwa sedih terus.. Kalau pas masa Natal ya ambil yang gembira.. Terima kasih.. Tadi dari pertanyaan nomer 1 sampai 6 kan lebih ke praktiknya. Sekarang kita akan masuk lebih ke penghayatan rosario dalam kehidupan doa. Nomer 7 itu, apakah romo, bapak dan ibu selalu menggunakan sarana doa rosario untuk memohon sesuatu, mengucap syukur, pasrah, saat sakit, atau menderita? Kalau saya ini ya, doa rosario itu sudah menjadi doa wajib. Jadi saya doakan setiap hari. Walaupun kadang berbeda-beda apa yang saya mohon.. Atau kami mungkin ya doa sebagai rasa syukur.. Atau saat (39)

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.2 K.2 R.1 K.2 R.6 K.2 8 Peneliti R.1 K.2 R.5 K.2 sakit.. Dalam soal-soal lain atau hal-hal lain, saya menggunakan juga doa yang lain. Yaitu, doa Hati Kudus Yesus. Kayaknya doa itu juga pas sekali.. Karna Yesus berkata, mintalah akan diberi, carilah maka akan mendapat, ketuklah maka akan dibukakan. Itu saya gunakan selain doa rosario. Selain itu juga doa novena Roh Kudus. Dan Novena Roh Kudus itu didoakan juga pada jam tertentu dalam waktu sembilan hari. Misalnya cucu kok mau cari sekolahan, ya saya doakan. Jadi selain rosario ya tambahan novena Hati Kudus. Dan saya rasa selama ini banyak berhasilnya.. Menurut saya, devosi kepada Maria itu tidak selalu harus doa rosario. Tapi ada doa-doa lain yang fokusnya kepada Maria. Misalnya penyerahan diri kepada Bunda Maria dan sebagainya. Dan saya lebih sering menggunakan buku “Doa Sumber Kekuatan”. Singkat-singkat, tapi lebih menyentuh. Dan doa-doa baku itu biar menolong kita. Kan kadang-kadang kalau hanya dibatin thok, sok lupa. Kalau ada bukunya kan jelas doa untuk apa, jadi membantu kita. Kalau saya juga biasanya ditambah doa kerahiman, kalau pas tanggal muda. Kalau pas anak saya mau ujian, tambah doa rahmat, supaya lancar.. Baik, terima kasih.. Selanjutnya, menurut bapak ibu, apakah doa rosario itu penting dijadikan sebagai doa keluarga? Ya penting banget.. Tapi agak susah mbak.. Soalnya anak saya kan sekolahe nang kono, nang kono.. Sebenarnya bagus untuk pembagian tugas kalau saat kumpul semua. Yang mimpin hari ini siapa, besok siapa.. Jadi bagus juga untuk penanaman iman anak sejak kecil.. Kalau menurut saya ya penting sekali.. Apalagi kalau di dalam keluarga dibiasakan berdoa rosario ya baik. Mungkin susah, karena segala sesuatunya itu pasti ada kesulitannya. Karena itu nanti bekal untuk anak-anak. Dari awal itu sudah diajarkan untuk doa rosario. Sehingga nantinya kalau sudah besar, sudah pergi kemana, tetap ingat, o iya.. Bapak ibu saya itu dulu ngajak doa rosario.. Tapi kalau karena kesulitan terus tidak dilaksanakan, kemanapun mereka pergi tidak mungkin mereka ingat bapak ibunya ngajari berdoa. Karena banyak juga anak-anak yang setelah lepas dari orang tua mereka tidak mengimani lagi, karena tidak ditanamkan. Contohnya keluarganya bapak saya, punya anak 6, lepas dari iman katolik, karena dulu tidak diajari. Misalnya mau ke gereja aja nanyanya “kamu mau ke gereja nggak?” lho anak kok ditanya begitu, ya jelas milih yang enak.. Ya nggak usahlah ke Gereja, kapan-kapan aja.. Kenapa tidak mengatakan “ayo ke gereja..” jadi, untuk dijadikan doa keluarga, menurut saya penting. Karena sudah saya alami. Bapak saya dulu setiap sore pasti mengajak saya berdoa rosario. Dan sampai sekarang menjadi bekal saya. Jadi saya merasa kuat, dan ingat kalau bapak saya mengajarkan saya berdoa rosario. Bapak saya selalu berpesan, sek sregep, sek temen, nyuwun karo Ibu Maria. Itu bapak saya selalu pesen begitu, (40)

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI R.1 K.2 R.4 K.2 R.5 K.2 9 R.1 K.2 Peneliti R.6 K.2 R.5 K.2 10 Peneliti R.5 K.2 R.1 K.2 R.2 K.2 R.5 K.2 11 Peneliti R.1 K.2 R.2 K.2 R.4 K.2 R.5 K.2 R.1 K.2 R.6 K.2 jadi saya ingat terus.. Saya alami dan saya juga menginginkan generasi selanjutnya juga seperti itu.. Kalau nggak punya bekal, kalau menghadapi sesuatu kan terasa sulit. Jadi penanaman iman sejak awal ya.. Apakah doa rosario penting dijadikan doa keluarga? Penting ya.. Apalagi sebagai pendidikan anak-anak. Ya.. Saya sekeluarga, terutama saat anak saya mau ujian, biasanya dulu sebelum ada ketangi, kami ke Ganjuran.. Itu disana kami doanya doa rosario bahkan seribu salam Maria. Bawa batu 20. Tapi ya bisa nggak ngantuk.. Dan itu karena kita udah percaya, ya jadi rutin doa.. Iya.. Terus doa orang tua itu sangat bermanfaat. Baik, terima kasih.. Lanjut ke nomer selanjutnya, kesulitan apa yang biasa dialami saat pendarasan doa rosario? Ngantuk mbak.. Hehehe Iya mbak, ngantuk.. Terus terpikir yang lain.. Biasanya kan sulit untuk fokus. Kurang memusatkan hati dan pikiran. Kalo pas doa rosario bersama umat yang lain kesulitannya ada yang pengucapannya lambat, atau cepat.. Jadi kurang khusyuk. Baik, kalau tadi kesulitan, sekarang kemudahan apa yang mendukung bapak ibu untuk tekun mendaraskan doa rosario? Itu mbak.. Sarana yang lain, misalnya ada lilin, patung, juga mendukung untuk kita untuk lebih khusyuk ya.. Kalo doa sambil memgang lilin itu rasanya lain. Iya.. Kalau pas doa bersama, sudah mulai tapi lilin belum dinyalakan, sok ada sek kurang rasane.. Dadi ya menguatkan. Menurut saya, kalo doa rosario itu kita tidak perlu bawa buku yang banyak-banyak. Karena bisa dikatakan juga sudah hapal. Rumusanrumusan itu kita sudah hafal. Jadi ndak bawa buku ya bisa. Ditambah dengan lagu. Diselingi atau diawali atau diakhiri lagu itu juga mendukung, rasanya itu beda. Baik, terima kasih. Selanjutnya, manfaat apa saja yang didapatkan berkat ketekunan dalam berdoa rosario? Banyak ya mbak.. Kepuasan batin.. Kepuasan batin, lebih berserah diri, tidak mudah goyah, bisa menerima apa yang terjadi, lebih pasrah.. Tenang dalam menghadapi masalah.. Banyak kejadian yang tidak kenyana-nyana. Walaupun lewat manusia, tapi itu pertolongan dari Tuhan. Misal kalau lagi kekurangan apa, ndilalahe kok ono sek nolong.. Kalau saya, berkat doa rosario, pernah pengalaman waktu saya SMA, sering didatangi, yang katanya orang itu Gendruwo, tapi dalam wujud bapak kos saya. Padahal sudah tak kunci kok bisa masuk. Saya kan orangnya penakut, adik saya tau kalau saya sering diganggu, tapi diam aja, soalnya nanti ndak saya minta pindah kos. Saat saya (41)

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Peneliti R.6 K.2 R.5 K.2 Peneliti R.3 K.2 Peneliti bulanan, bapak kos saya itu kok pasti tau. Saya merasa aneh, tapi nggak mikir macem-macem. Kalau pas bulanan biasanya saya dibuatkan bubur, diambilkan air hangat. Untungnya saya masih baikbaik saja. Tapi itu berkat doa rosario. Saya nggak membayangkan kalau saya nggak doa. Saya tau ini setelah saya kuliah. Nggak ngira ternyata seperti itu. Jadi manfaatnya untuk penangkal hantu ya buk..hehehe Iya mbak..hehe Iya itu.. Yang bisa melawan kejahatan kan Bunda Maria. Ular yang diinjak itu ya.. Kan itu kejahatan. Kan yang bisa mengalahkan Bunda Maria. Nggih.. Monggo romo, manfaatnya apa, untuk lebih memantapkan dan menguatkan lagi..hehe Manfaatnya ya membuat lebih kuat.. Lebih tenang.. Lebih pasrah.. Lebih berani menghadapi situasi yang dialami dalam hidup. Tau-tau ada kekuatan yang diluar kemampuan. Baik, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Romo, Bapak dan Ibu untuk datang dan membantu saya dalam penelitian.. Semoga data dan inpirasi yang saya dapatkan bisa semakin menguatkan. Mohon maaf bila ada kekurangan. Dan bila nanti kok seumpama ada kekurangan, saya mohon bantuannya lagi. Dan saya mohon doa supaya saya lancar dalam mengerjakan skripsi dan cepat selesai.hehehe (42)

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 7 : Surat Bukti Pelaksanaan Penelitian (43)

(193)

Dokumen baru