PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN MENYIMAK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK SISWA KELAS IV SD NEGERI SELOMULYO

Gratis

0
0
242
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN MENYIMAK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK SISWA KELAS IV SD NEGERI SELOMULYO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Fitria Ratnasari NIM: 101134121 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN JUDUL PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN MENYIMAK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK SISWA KELAS IV SD NEGERI SELOMULYO SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh : Fitria Ratnasari NIM: 101134121 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan kepada:  Tuhan Yesus yang selalu menyertai saya  Bapak Supandi dan Ibu Bernadeta Rusmiyati sebagai orang tua saya tercinta yang telah mendidik saya selama ini, memberikan doa, kasih sayang, semangat dan dukungan kepada saya  Keluarga besar saya yang selalu mendukung dan mendoakan saya  Almamaterku: Universitas Sanata Dharma iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN MOTTO “Akulah kebangkitan dan hidup, Barangsiapa percaya kepadaKu ia akan hidup” (Yohanes 11:25) “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu” (Petrus 5:7) “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau, Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau” (Ulangan 31:6) v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK . PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN MENYIMAK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK SISWA KELAS IV SD NEGERI SELOMULYO Fitria Ratnasari Universitas Sanata Dharma 101134121 Penggunaan media ketika pembelajaran masih jarang dilakukan oleh guru. Ketika pembelajaran guru lebih sering memakai metode ceramah daripada menggunakan media pembelajaran. Metode ceramah memang metode yang paling mudah dilakukan oleh guru dalam pembelajaran dibandingkan dengan menggunakan media. Penggunaan media pembelajaran sebenarnya dapat membantu guru dalam mengajar, karena dengan menggunakan media pembelajaran siswa akan lebih memahami materi yang diajarkan, selain itu siswa menjadi semakin tertarik ketika mengikuti pembelajaran. Guru dalam mengajar juga masih sering menggunakan lembar kerja siswa saja sehingga materi yang disajikan kepada siswa terkadang kurang menarik. Maka penelitian ini difokuskan untuk melengkapi kekurangan yang ada selama ini pada pembelajaran yaitu pentingnya materi dan media pembelajaran terutama pada pelajaran Bahasa Indonesia keterampilan menyimak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul pembelajaran dengan media pembelajaran pada pelajaran Bahasa Indonesia keterampilan menyimak untuk siswa kelas IV SD semester genap. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research and Development). Metode penelitian ini digunakan untuk mengetahui prosedur pengembangan dan kualitas produk yang dihasilkan. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa modul dengan media pembelajaran melalui empat tahap, yaitu (1) kajian standar kompetensi, (2) analisis kebutuhan, (3) memproduksi modul dan media pembelajaran, (4) validasi dan revisi produk, sehingga pada akhirnya menjadi prototipe pengembangan modul dengan media pembelajaran untuk keterampilan menyimak Bahasa Indonesia kelas IV semester genap. Hasil pengembangan materi dan media pembelajaran divalidasi oleh dosen ahli media, dosen ahli materi, guru kelas IV dan siswa kelas IV. Hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangan “layak” untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia keterampilan menyimak untuk kelas IV SD semester genap. Kata kunci: pengembangan materi, media audio visual, keterampilan menyimak viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT DEVELOPMENT LEARNING MATERIALS LISTENING ON INDONESIAN SUBJECT BY USING AUDIO VISUAL MEDIA FOR CLASS IV OF SD NEGERI SELOMULYO Fitria Ratnasari Sanata Dharma University 101134121 The use of the media when learning is rarely done by the teacher. When learning more teachers often use the lecture method instead of using instructional media. Lecture method is the method most easily done by teachers in teaching compared to using the media. The use of instructional media can actually help teachers teach, because the use of instructional media students will better understand the material being taught, other than that students are becoming increasingly interested in following the learning. Teachers in teaching are also still often use student worksheet so that only the material presented to the students are sometimes less attractive. This research is focused to complement the existing shortcomings so far is the importance of learning materials and instructional media, especially in the Indonesian lesson listening skills. The purpose of this research is to produce learning modules with instructional media in teaching Indonesian listening skills for fourth grade students semester. This study uses research and development. This research method is used to determine the development of procedures and the quality of the resulting product. This research resulted in the development of products in the form of modules with instructional media through four stages: (1) assessment of competency standards, (2) requirements analysis, (3) produces modules and instructional media, (4) validation and revision of the product, which in turn became the prototype development modules with instructional media for Indonesian listening skills class IV semester. The results of the development of instructional materials and media are validated by an expert faculty of media, materials expert lecturers, teachers fourth grade and fourth grade students. The validation results can be concluded that the products are cultivated "deserves" to be used in teaching Indonesian listening skills for fourth grade semester. Keyword: development materials, audio-visual media, listening skills ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus atas limpahan kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengembangan Materi Pembelajaran Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Media Audio Visual untuk Siswa Kelas IV SD Negeri Selomulyo. Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rohandi Ph.D, selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 3. Catur Rismiyati S.Pd., M.A., Ed.D, selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. 4. Prof. Dr. Pranowo, M.Pd selaku dosen pembimbing I, terima kasih atas bimbingan, dukungan, dan kesabaran yang telah diberikan selama proses penyusunan skripsi ini. 5. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd selaku dosen pembimbing II, yang dengan sabar dan mengarahkan saya selama menyelesaikan penulisan skripsi ini. 6. Maria Melaini Ika S, S.Pd., M.Pd selaku pakar materi, terima kasih atas bimbingan dan saran yang diberikan untuk kualitas produk yang dikembangkan. 7. Theresia Yunia S, S.Pd., M.Hum selaku pakar media, yang telah memberi masukan, komentar, dan saran untuk kualitas produk yang dikembangkan. 8. Supriyati Basuki Rahayu, S.Pd selaku kepala sekolah SD Negeri Selomulyo yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitan. 9. Nursuriah, S.Pd selaku guru kelas IV SD Negeri Selomulyo yang telah memberikan masukan dan saran sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian dengan baik. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ......................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ........................................................ iv HALAMAN MOTTO ........................................................................ v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................ vi PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .............................. vii ABSTRAK ......................................................................................... viii ABSTRACT.......................................................................................... ix KATA PENGANTAR ........................................................................ x DAFTAR ISI ...................................................................................... xii DAFTAR BAGAN ............................................................................ xviii DAFTAR TABEL .............................................................................. xix DAFTAR GAMBAR.......................................................................... xxi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................... xxii BAB I PENDAHULUAN ................................................................ 1 1.1 Latar Belakang ............................................................................ 1 1.2 Rumusan Masalah ........................................................................ 5 1.3 Tujuan Penelitian ......................................................................... 5 1.4 Manfaat Penelitian ....................................................................... 6 1.5 Definisi Operasional .................................................................... 7 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI ............................................................. 8 2.1 Kajian Pustaka ................................................................................ 8 2.1.1 Teori yang Mendukung .................................................. 8 2.1.1.1 Bahasa Indonesia ............................................. 8 2.1.1.2 Menyimak ......................................................... 8 2.1.1.2.1 Definisi Menyimak............................. 8 2.1.1.2.2 Tujuan Menyimak.............................. 9 2.1.1.2.3 Jenis-jenis Meyimak ......................... 9 2.1.1.2.4 Tahapan Menyimak........................... 10 2.1.1.2.5 Faktor yang Mempengaruhi Menyimak ........................................ 2.1.1.2.6 Materi Pembelajaran Menyimak..... 2.1.1.3 Media Pembelajaran.......................................... 11 12 13 2.1.1.3.1 Definisi Media Pembelajaran........... 13 2.1.1.3.2 Kegunaan Media Pembelajaran...... . 14 2.1.1.4 Media Audio Visual.......................................... 15 2.1.1.5 Modul Pembelajaran......................................... 16 2.1.1.5.1 Definisi Modul Pembelajaran........... 16 2.1.1.5.2 Fungsi Modul Pembelajaran............. 18 2.1.1.5.3 Tujuan Modul................................... 18 2.1.1.5.4 Kelemahan Pembelajaran dengan Menggunakan Modul...................... 19 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.1.5.5 Kelebihan Pembelajaran dengan Menggunakan Modul..................... 20 2.1.2 Hasil Penelitian yang Relevan...................................... 21 2.1.2.1 Penelitian tentang Media Audio Visual......... 21 2.1.2.1 Penelitian tentang Pengembangan Materi Pembelajaran................................................... 22 2.1.2.3 Penelitian tentang Pembelajaran Bahasa Indonesia Keterampilan Menyimak................ 22 2.2 Kerangka Berpikir......................................................................... 25 2.3 Pertanyaan Penelitian.................................................................... 27 BAB III METODE PENELITIAN ................................................. 29 3.1 Jenis Penelitian ............................................................................. 29 3.2 Setting Penelitian ......................................................................... 30 3.2.1 Subjek Penelitian........................................................... 30 3.2.2 Tempat Penelitian......................................................... 30 3.2.3 Sumber Data ................................................................. 30 3.2.4 Data Penelitian .............................................................. 31 3.3 Prosedur Pengembangan .............................................................. 31 3.4 Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 36 3.4.1 Analisis Kebutuhan ....................................................... 37 3.4.1.1 Wawancara..................................................... 37 3.4.1.2 Kuesioner........................................................ 37 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.4.1.3 Observasi............................................. 37 3.4.2 Validasi.......................................................................... 38 3.4.2.1 Validasi Ahli....................................... 38 3.4.2.3 Desain Validasi................................... 39 3.4.3 Triangulasi Data............................................................. 40 3.5 Instrumen Penelitian ..................................................................... 41 3.5.1 Instrumen Analisis Kebutuhan....................................... 41 3.5.1.1 Analisis Kebutuhan Siswa................................ 41 3.5.1.2 Wawancara dengan Guru dan Siswa............... 44 3.5.1.3 Observasi di Kelas.......................................... 47 3.5.2 Instrumen Validasi Ahli................................................. 47 3.5.3 Instrumen Validasi dengan Uji Lapangan.................... 50 3.6 Teknik Analisis Data .................................................................... 53 3.6.1 Analisis Kuesioner Kebutuhan Siswa............................ 53 3.6.2 Analisis Validasi Produk................................................ 53 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................. 55 4.1 Hasil Penelitian .............................................................................. 55 4.1.1 Data Hasil Analisis Kebutuhan Siswa............................. 55 4.1.2 Data Hasil Analisis Wawancara dengan Guru................. 65 4.1.3 Data Hasil Analisis Wawancara dengan Siswa................ 69 4.1.4 Data Hasil Observasi di Kelas.......................................... 70 4.1.5 Data Hasil Validasi dan Revisi Produk......................... 71 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.5.1 Validasi Produk............................................... 71 4.1.5.1.1 Validasi oleh Dosen Ahli Materi..... 72 4.1.5.1.1.1 Validasi Tahap I oleh Dosen Ahli Materi............ 72 4.1.5.1.1 Validasi Tahap II oleh Dosen Ahli Materi............. 73 4.1.5.1.2 Validasi oleh Dosen Ahli Media...... 75 4.1.5.1.2.1 Validasi Tahap I oleh Dosen Ahli Media.............. 75 4.1.5.1.2.2 Validasi Tahap II oleh Dosen Ahli Media.............. 77 4.1.5.1.3 Validasi oleh Guru Kelas.................. 78 4.1.6 Data Hasil Revisi Produk ............................................. 80 4.1.6.1 Revisi Produk oleh Dosen Ahli Materi............ 80 4.1.6.2 Revisi Produk oleh Dosen Ahli Media............. 82 4.1.7 Data Hasil Uji Lapangan................................................ 83 4.1.7.1 Analisis Data Hasil Uji Lapangan................... 84 4.2 Pembahasan................................................................................... 87 4.2.1 Pembahasan Kajian Standar Kompetensi..................... 87 4.2.2 Pembahasan Hasil Analisis Kebutuhan Siswa............... 87 4.2.3 Pembahasan Hasil Wawancara dengan Guru................ 101 4.2.4 Pembahasan Hasil Wawancara dengan Siswa............... 108 4.2.5 Pembahasan Hasil Observasi di Kelas.......................... 110 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2.6 Pembahasan Produksi Media dan Modul Pembelajaran 112 4.2.6.1 Media Pembelajaran......................................... 113 4.2.6.2 Modul Pembelajaran........................................ 113 4.2.7 Pembahasan Hasil Uji Lapangan................................... 113 4.2.7.1 Pembahasan Hasil Uji Lapangan Media Pembelajaran.................................................... 113 4.2.7.2 Pembahasan Hasil Uji Lapangan Modul Pembelajaran................................................... 115 4.2.8 Pembahasan Hasil Validasi............................................ 118 4.2.9 Pembahasan Produk Akhir............................................. 119 4.2.10 Pembahasan Penggunaan Modul................................. 120 BAB V PENUTUP .............................................................................. 122 5.1 Kesimpulan ..................................................................................... 122 5.2 Keterbatasan Penelitian ................................................................. 123 5.3 Saran ............................................................................................... 123 DAFTAR REFERENSI ......................................................................... 125 LAMPIRAN .......................................................................................... 127 BIODATA PENULIS............................................................................. 219 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR BAGAN Bagan 2.1 Literature Map Penelitian yang Relevan .......................... 24 Bagan 2.2 Kerangka Berpikir ............................................................ 27 Bagan 3.1 Langkah Langkah Penggunaan Metode R&D................... 31 Bagan 3.2 Prosedur Pengembangan ................................................... 34 xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa................... 42 Tabel 3.2 Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa................................ . 42 Tabel 3.3 Kisi-kisi Pedoman Wawancara untuk Guru........................ 44 Tabel 3.4 Kisi-kisi Pedoman Wawancara untuk Siswa..................... .. 45 Tabel 3.5 Pertanyaan Wawancara dengan Guru................................ 45 Tabel 3.6 Pertanyaan Wawancara dengan Siswa................................ 46 Tabel 3.7 Kisi-kisi Pedoman Observasi di Kelas............................... 47 Tabel 3.8 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Ahli Materi dan Guru........... 48 Tabel 3.9 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Ahli Media............................ 48 Tabel 3.10 Kuesioner Validasi untuk Ahli Materi dan Guru.............. 49 Tabel 3.11 Kuesioner Validasi untuk Ahli Media.............................. 50 Tabel 3.12 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Siswa untuk Pengembangan Modul..................................................... 51 Tabel 3.13 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Siswa untuk Pengembangan Media..................................................... 51 Tabel 3.14 Kuesioner Validasi untuk Siswa....................................... 52 Tabel 3.15 Skala Likert menurut Widoyoko....................................... 54 Tabel 4.1 Hasil Validasi Tahap I oleh Dosen Ahli Materi.................. 73 Tabel 4.2 Hasil Validasi Tahap II oleh Dosen Ahli Materi.................. 74 Tabel 4.3 Hasil Validasi Tahap I oleh Dosen Ahli Media................. . 76 Tabel 4.4 Hasil Validasi Tahap II oleh Dosen Ahli Media.................. 78 Tabel 4.5 Hasil Validasi Modul oleh Guru................................................ 79 xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.6 Komentar dan Revisi Ahli Materi......................................... 80 Tabel 4.7 Komentar dan Revisi Ahli Media......................................... 82 Tabel 4.8 Hasil Validasi Lapangan Media Pembelajaran................... 84 Tabel 4.9 Hasil Validasi Lapangan Modul Pembelajaran................... 86 Tabel 4.10 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 1......... 88 Tabel 4.11 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 2......... 89 Tabel 4.12 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 3......... 90 Tabel 4.13 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 4......... 92 Tabel 4.14 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 5......... 93 Tabel 4.15 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 6......... 94 Tabel 4.16 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 7......... 95 Tabel 4.17 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 8......... 96 Tabel 4.18 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 9........ 97 Tabel 4.19 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 10........ 98 Tabel 4.20 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 11........ 99 Tabel 4.21 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 11........ 100 Tabel 4.22 Data Validasi Dosen Ahli...................................................... 118 Tabel 4.23 Data Validasi Guru........................................................... 118 Tabel 4.24 Data Hasil Uji Lapangan................................................. 119 xx

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Triangulasi Teknik Pengumpulan Data ................................. 40 Gambar 3.2 Triangulasi Validasi Pengembangan Modul dan Media....... 41 xxi

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Kisi-kisi ............................................................................ 128 Lampiran II Analisis Kebutuhan dan Kuesioner Validasi................... 137 Lampiran III Hasil Analisis Kebutuhan Siswa................................... 145 Lampiran IV RPP dan Silabus............................................................. 151 Lampiran V Validasi Guru.................................................................. 167 Lampiran VI Validasi oleh Dosen Ahli Media.................................. .. 170 Lampiran VII Validasi oleh Dosen Ahli Materi................................. 177 Lampiran VIII Validasi Lapangan...................................................... 184 Lampiran IX Modul Pembelajaran..................................................... 195 Lampiran X Pekerjaan Siswa.............................................................. 206 Lampiran XI Foto Penelitian................................................................ 211 Lampiran XII Surat Permohonan Ijin.................................................. 214 Lampiran XIII Surat Telah Penelitian.................................................. 216 Lampiran XIV Biodata Penulis............................................................. 218 xxii

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini diuraikan tentang pendahuluan, yaitu (1)latar belakang masalah, (2)rumusan masalah, (3)tujuan penelitian, (4)manfaat penelitian, dan (5) definisi operasioanal 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa memiliki peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik. Bahasa merupakan penunjang keberhasilan peserta didik dalam mempelajari semua bidang studi. Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang dipakai oleh bangsa Indonesia untuk berkomunikasi. Maka, pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi yang sangat penting. Orang yang menguasai bahasa dengan baik akan lebih mudah berkomunikasi. Pemahaman terhadap bahasa Indonesia juga diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi peserta didik terhadap hasil karya kesastraan bangsa Indonesia. Pembelajaran dalam bahasa Indonesia ada empat aspek, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Peserta didik diharapkan tidak hanya pandai berkomunikasi secara lisan, tetapi juga mampu berkomunikasi dalam bentuk tulisan. Komponen kemampuan berbahasa adalah kemampuan yang menuntut 1

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 peserta didik untuk berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dengan memanfaatkan empat aspek berbahasa. Keterampilan berbahasa biasanya kita lalui dengan berurutan, yaitu dari menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keterampilan menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum kita masuk sekolah, sedangkan membaca dan menulis kita pelajari setelah masuk sekolah. Menurut Russell&Russell, 1959; Anderson, 1972:69 (dalam Tarigan, 1980:19), menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta apresiasi. Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa menyimak itu berbeda dari mendengarkan, karena menyimak merupakan mendengarkan dengan penuh perhatian guna memperoleh suatu informasi. Keterampilan menyimak memang penting, tetapi pada kenyataannya keterampilan menyimak siswa masih rendah. Hal ini terbukti ketika peneliti melakukan observasi di SD Negeri Selomulyo dan wawancara dengan guru kelas IV. Dalam pembelajaran guru menggunakan sumber belajar Lembar Kerja Siswa (LKS) saja tanpa menggunakan media pembelajaran. Selain itu LKS yang dipakai juga kurang menarik. Materi yang disajikan juga kurang lengkap. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru, diperoleh informasi bahwa siswa kurang dapat menirukan pembacaan pantun dengan tepat. Hal ini dikarenakan siswa kurang

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 dapat menyimak guru dalam pembelajaran dan guru juga belum menggunakan media pembelajaran ketika sedang mengajar, selain itu sumber belajar juga kurang memadahi karena hanya berupa LKS saja, dan LKS tersebut juga kurang menarik bagi siswa. Guru ketika sedang mengajar sebenarnya pernah menggunakan media pembelajaran tetapi tidak semua mata pelajaran menggunakan media, terlebih media pembelajaran untuk mata pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini terbukti dari hasil analisis yang dilakukan peneliti terhadap siswa dan guru kelas IV SD Negeri Selomulyo. Penggunaan media dalam pembelajaran itu sangatlah penting, karena dengan menggunakan media dapat membantu siswa untuk memahami materi pembelajaran yang diberikan guru. Menurut Hamalik (1986) pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Secara umum media mempunyai kegunaan: (1) Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis, (2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra, (3) Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar, (4) Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetiknya, (5) Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama. Penelitian ini berfokus pada pembelajaran menyimak untuk kelas IV semester genap pada standar kompetensi yaitu mendengarkan pengumuman dan pembacaan

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 pantun sedangkan untuk kompetensi dasarnya yaitu menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat. Sehingga materi yang digunakan yaitu materi pantun anak. Materi tersebut meliputi pengertian pantun, ciri-ciri pantun dan macam pantun. Berdasarkan adanya masalah tersebut peneliti memberikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan rancangan materi yang berupa modul pembelajaran yang disertai media audio visual yang berupa video. Modul pembelajaran diharapkan mampu menarik perhatian siswa dan membangkitkan semangat siswa. Media audio visual yang berupa video diharapkan dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran dan dapat membangkitkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas sehingga siswa mampu memahami materi dengan baik dan tidak bosan terhadap kegiatan pembelajaran yang sedang berlangsung. Produk akhir dari penelitian ini adalah materi pembelajaran berupa modul pembelajaran serta media audio visual yang berupa video yang dapat menunjang berkembangnya keterampilan menyimak siswa. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan materi pembelajaran ini agar dapat dijadikan sebagai sumber acuan guru dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti mencantumkan rumusan masalah sebagai berikut: 1.2.1 Bagaimana prosedur pengembangan materi pembelajaran menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo? 1.2.2 Bagaimana kualitas pengembangan materi pembelajaran menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media audio visual untuk kelas IV SD Negeri Selomulyo? 1.2.3 Bagaimana penggunaan modul dan media dalam pengembangan materi pembelajaran menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo? 1.3 Tujuan Penelitian Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: 1.3.1 Memaparkan prosedur pengembangan materi pembelajaran menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo. 1.3.2 Memaparkan kualitas pengembangan materi pembelajaran menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan media audio visual untuk kelas IV SD Negeri Selomulyo

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 1.3.3 Memaparkan penggunaan modul dan media dalam mengembangan materi pembelajaran menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo 1.4 Manfaat Penilitan Penelitian ini bermanfaat untuk: 1.4.1. Bagi sekolah Penelitian ini dapat meningkatkan mutu sekolah melalui media yang telah dikembangkan, selain itu dapat memberi masukan pada pihak sekolah dalam penggunaan media untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD. 1.4.2. Bagi siswa Manfaat bagi siswa adalah dapat menambah pengalaman mereka dalam menggunakan media audio visual pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. 1.4.3. Bagi guru Manfaat penelitian ini bagi guru adalah sebagai masukan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media. Selain itu dapat menjadi referensi bagi guru untuk menggunakan media audio visual dalam pembelajaran bahasa Indonesia. 1.4.4. Bagi peneliti Manfaat bagi peneliti adalah mendapat pengalaman yang sangat berharga dalam mengembangkan media pembelajaran yang berupa media audio

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 visual untuk mata pelajaran bahasa Indonesia kaitannya dengan pembelajaran menyimak. 1.5 Definisi Operasional 1.5.1. Materi pembelajaran menyimak adalah materi yang mencakup kegiatan pendengaran. 1.5.2. Pantun adalah puisi melayu lama. 1.5.3. Media audio visual adalah media penyalur pesan dengan memanfaatkan indera pendengaran dan penglihatan. 1.5.4. Modul adalah bahan pembelajaran yang diperuntukkan bagi siswa kelas IV SD semester genap untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia yang berisi rincian kegiatan pembelajaran untuk siswa yang meliputi indikator, materi, dan evaluasi pembelajaran. 1.5.5. Pengembangan modul adalah suatu proses secara sistematis dan logis untuk mempelajari keseluruhan bahan yang akan dipelajari siswa.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini diuraikan tentang landasan teori, yaitu (1) kajian pustaka, (2) kerangka berpikir, dan (3) pertanyaan penelitian 2.1 Kajian Pustaka 2.1.1 Teori yang Mendukung 2.1.1.1 Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang dipakai oleh bangsa Indonesia untuk berkomunikasi. Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi yang sangat penting. Orang yang menguasai bahasa dengan baik akan lebih mudah berkomunikasi. 2.1.1.2 Menyimak Berikut akan diuraikan satu persatu tentang definisi, tujuan, jenis-jenis, tahapan serta faktor yang mempengaruhi menyimak. 2.1.1.2.1 Definisi Menyimak Menurut Russell&Russell, 1959; Anderson, 1972:69 (dalam Tarigan, 1980:19), menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan perhatian serta apresiasi. Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. 8

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 2.1.1.2.2 Tujuan Menyimak Menurut Anderson (1972: 76-77) ada empat tujuan menyimak, yaitu (1) untuk membedakan dan menemukan unsur-unsur fonetik dan struktural kata lisan, (2) untuk menemkan dan memperkenalkan bunyi-bunyi, kata-kata, atau ide-ide baru kepada pendengar, (3) mendengarkan secara terperinci agar dapat menginterprestasikan ide pokok dan menanggapinya secara tepat, (4) menyimak ide utama yang dinyatakan dalam kalimat topik atau kalimat penunjuk. 2.1.1.2.3 Jenis-jenis Menyimak Ada 12 macam jenis menyimak menurut Tarigan (1980: 22-40), yaitu (1) menyimak ekstensif, (2) menyimak intensif, (3) menyimak sosial/konversasional, (4) menyimak sekunder, (5) menyimak estetik/apresiatif, (6) menyimak kritis, (7) menyimak konsentratif, (8) menyimak kreatif, (9) menyimak interogatif, (10) menyimak eksploratif, (11) menyimak pasif, (12) menyimak selektif. Berikut ini akan dijabarkan satu persatu tentang jenis-jenis menyimak. 1. menyimak ekstensif menyimak ekstensif adalah kegiatan menyimak yang berhubungan dengan atau mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap sesuatu bahasa, tidak perlu di bawah bimbingan langsung seorang guru. 2. menyimak intensif menyimak intensif lebih diarahkan pada menyimak bahasa alamiah secara lebih bebas dan lebih umum serta tidak perlu di bawah bimbingan langsung dari guru.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 3. menyimak sosial/konversasional menyimak sosial biasanya berlangsung dalam situasi-situasi sosial tempat orang-orang mengobrol atau bercengkerama mengenai hal-hal yang menarik perhatian semua orang dan saling mendengarkan satu sama lain. 4. menyimak sekunder menyimak sekunder adalah sejenis kegiatan menyimak secara kebetulan dan secara ekstensif. 5. menyimak estetik/apresiatif menyimak estetik adalah fase terakhir dari kegiatan menyimak secara kebetulan dan termasuk ke dalam menyimak ekstensif. 6. menyimak kritis menyimak kritis adalah kegiatan menyimak yang didalamnya sudah terlihat kurangnya keaslian ataupun kehadiran prasangka serta ketidaktelitian yang akan diamati 7. menyimak konsentratif menyimak konsertratif merupakan menyimak sejenis telaah. Misalnya menyimak untuk mengikuti petunjuk-petunjuk. 8. menyimak kreatif menyimak kreatif mengakibatkan dalam pembentukan atau rekonstruksi seorang anak secara imaginatif kesenangan-kesenangan akan bunyi, visi atau penglihatan, gerakan serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan oleh apa yang didengar.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 9. menyimak interogatif menyimak interogatif adalah sejenis menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan pemusatan perhatian. 10. menyimak eksploratif menyimak eksploratif adalah sejenis menyimak intensif dengan maksud dan tujuan yang agak lebih sempit. 11. menyimak pasif menyimak pasif adalah penyerapan suatu bahasa tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya kita pada saat belajar dengan teliti, berlatih serta menguasai suatu bahasa. 12. menyimak selektif menyimak selektif adalah teknik menyimak yang melengkapi menyimak pasif. Terdapat dua belas macam-macam jenis menyimak yang dikemukakan Tarigan (1980). Berdasarkan bermacam-macam jenis menyimak, peneliti meggunakan jenis penelitian menyimak kreatif, hal ini dikarenakan siswa diharapkan dapat menyerap suatu bahasa dengan daya imaginasi mereka melalui apa yang telah mereka dengar. 2.1.1.2.4 Tahapan menyimak Ada beberapa tahapan dalam menyimak menurut Tarigan (1980) yaitu penerimaan, pemahaman, pengingatan, pengevaluasian dan penanggapan. (1) Menyimak dimulai dengan penerimaan pesan-pesan yang dikirim pembicara baik yang bersifat verbal maupun non verbal, yang dikatakan dan yang tidak

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 diucapkan. (2) Tahap berikutnya adalah pemahaman yang disusun dari dua elemen pokok, pembelajaran dan pemberian makna. (3) Selama proses menyimak kita perlu mengingat berbagai pesan. (4) Pengevaluasian terdiri dari penilaian dan pengkritisan pesan. (5) Penanggapan terjadi dalam dua fase, yaitu tanggapan yang kita buat sementara pembicara berbicara dan tanggapan yang kita buat setelah pembicara berhenti. 2.1.1.2.5 Faktor yang mempengaruhi menyimak Terdapat dua faktor yang mempengaruhi menyimak menurut Tarigan (1980), yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal bisa di karenakan hilangnya pendengaran atau kerusakan alat pendengaran sedangkan faktor eksternal bisa di karenakan lingkungan hidup yang sering menghadirkan gangguan, misalnya lingkungan kita ramai atau kita sedang ada dalam kerumunan yang penuh sesak. 2.1.1.2.6 Materi Pembelajaran Menyimak Materi pembelajaran menyimak pada kelas IV semester genap khususnya pada materi pantun adalah sebagai berikut. Pantun adalah jenis puisi melayu lama. Terdapat beberapa ciri-ciri pantun serta macam pantun. Ciri-ciri pantun ada 5 yaitu a) satu bait pantun berisi empat baris, b)satu baris pantun terdiri atas 8–12 suku kata, c) satu baris bersajak a – b – a – b, d) baris pertama dan baris kedua merupakan sampiran, e) baris ketiga dan baris keempat merupakan isi. Pantun memiliki beberapa macam diantaranya adalah pantun jenaka, pantun nasihat, pantun agama serta pantun teka-teki. Menurut Adenita (2010:97)

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Pantun jenaka merupakan pantun yang mengandung lelucon sehingga dapat menghibur hati; pantun nasihat merupakan pantun yang mengandung pesan agar orang selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari; pantun agama merupakan pantun yang berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan agama; sedangkan pantun teka-teki merupakan pantun yang mengajak pendengar/pembaca pantun untuk menebak isi pantun yang dikemukakan, pantun teka-teki bertujuan untuk mengasah pikiran dan sebagai hiburan. 2.1.1.3 Media pembelajaran Berikut ini akan diuraikan tentang definisi media pembelajraan dan kegunaan media pembelajaran. 2.1.1.3.1 Definisi Media Pembelajaran Terdapat beberapa definisi media pembelajaran menurut beberapa ahli, berikut definisi media pembelajaran menurut ahli: a. Menurut Munadi (2010:5) media pembelajaran merupakan sumbersumber belajar selain guru yang disebut sebagai penyalur atau penghubung pesan ajar yang diadakan dan/atau diciptakan secara terencana oleh guru atau pendidik. b. Menurut Kustandi (2011:9) media pembelajaran adalah sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. c. Menurut Arsyad, 1996:4 (dalam Sukiman, 2012:28), media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pembelajaran.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 d. Menurut Anderson, 1987:21 (dalam Sukiman, 2012:28), media pembelajaran adalah media yang memungkinkan terwujudnya hubungan langsung antara karya seseorang pengembang mata pelajaran dengan para siswa. e. Menurut Hamalik (1986) pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Berdasarkan pengertian media pembelajaran dari para ahli saya dapat menyimpulkan bahwa media pembelajaran merupakan sarana atau sumber belajar untuk meningkatkan proses pembelajaran dan untuk membangkitkan minat siswa yang diciptakan oleh guru. 2.1.1.3.2 Kegunaan Media Pembelajaran Secara umum media mempunyai suatu kegunaan, yaitu (1) Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis, (2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indra, (3) Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar, (4) Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya, (5) Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama. Sudjana dan Rifai, 1992:2 (dalam Sukiman, 2012:43-44) mengemukakan kegunaan media pembelajaran adalah pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, bahan pembelajaran

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh peserta didik dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran, metode mengajar akan lebih bervariasi, peserta didik dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar. 2.1.1.4 Media Audio visual Terdapat beberapa definisi media audio visual menurut beberapa ahli, berikut definisi media audio visual menurut ahli: a. Sukiman (2012:184) Media pembelajaran audio visual adalah media penyalur pesan dengan memanfaatkan indera pendengaran dan penglihatan. Jenis media audio visual adalah film, video dan televisi (TV). b. Anitah (2010:55) media audio visual adalah media yang menunjukkan unsur pendengaran maupun penglihatan, jadi dapat dipandang maupun didengar suaranya. c. Menurut Sufanti (2010:88) Media audio visual adalah media pembelajaran yang pemanfaatannya untuk dilihat sekaligus didengar. Siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan indera pendengar dan indra penglihatan sekaligus. Jadi, media audio visual adalah alat yang dapat didengar dan alat yang dapat dilihat. Alat audio visual gunanya untuk membuat cara berkomunikasi menjadi efektif. Alat-alat audio visual dapat menyampaikan pengertian atau informasi dengan cara yang lebih konkrit atau lebih nyata daripada yang dapat

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 disampaikan oleh kata-kata yang diucapkan, dicetak atau ditulis. Oleh karena itu alat audio visual membuat suatu pengertian atau informasi menjadi lebih berarti. Dengan melihat dan sekaligus mendengar, orang yang menerima pelajaran dapat lebih mudah dan cepat mengerti tentang apa yang dimaksud oleh yang memberi pelajaran. Penggunaan alat-alat audio visual bukan terutama hiburan melainkan suatu metode belajar mengajar yang efektif. Alat audio visual dapat digunakan pada semua tingkat pengajaran. Oleh karena itu, dengan media ini guru dapat menyuguhkan pengelamanpengalaman yang konkrit kepada siswa yang sangat sulit jika materi tersebut diceritakan. Guru tidak perlu ceramah, tetapi siswa sudah bisa memahami banyak hal dengan media ini. 2.1.1.5 Modul Pembelajaran Berikut akan diuraikan satu persatu tentang definisi, fungsi, tujuan modul pembelajaran serta kelemahan dan kelebihan pembelajaran dengan menggunakan modul. 2.1.1.5.1 Definisi Modul Modul merupakan salah satu bahan pembelajaran yang digunakan oleh siswa di Sekolah Dasar. Menurut Munadi (2010:99), “modul merupakan bahan belajar yang dapat digunakan oleh siswa untuk belajar secara mandiri dengan bantuan seminimal mungkin dari orang lain, yang di dalamnya terdapat tujuan, bahan dan kegiatan belajar, serta evaluasi”. Sementara itu, Prastowo (2011:106)

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 mengatakan bahwa “modul adalah sebuah bahan ajar yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sesuai tingkat pengetahuan dan usia mereka, agar mereka dapat belajar sendiri (mandiri) dengan bantuan atau bimbingan yang minimal dari pendidik”. Modul pembelajaran merupakan satuan program belajar mengajar yang terkecil, yang dipelajari oleh siswa sendiri secara perseorangan atau diajarkan oleh siswa kepada dirinya sendiri (self-instructional) (Winkel, 2009:472). Modul pembelajaran adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metode dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri untuk mencapai kompetensi yang diharapkan (Anwar, 2010). Menurut Goldschmid, Modul pembelajaran sebagai sejenis satuan kegiatan belajar yang terencana, di desain guna membantu siswa menyelesaikan tujuantujuan tertentu. Modul adalah semacam paket program untuk keperluan belajar (Wijaya, 1988:128). Vembriarto (1987:20), menyatakan bahwa suatu modul pembelajaran adalah suatu paket pengajaran yang memuat satu unit konsep daripada bahan pelajaran. Pengajaran modul merupakan usaha penyelanggaraan pengajaran individual yang memungkinkan siswa menguasai satu unit bahan pelajaran sebelum dia beralih kepada unit berikutnya. Dari beberapa pengertian modul menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran merupakan bahan ajar yang berisi lembaran kegiatan untuk siswa, yang disusun secara sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami.

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Dengan adanya modul pembelajaran, kegiatan pembelajaran akan lebih tertata dan siswa pun dapat mengikuti kegiatan dengan panduan modul pembelajaran. 2.1.1.5.2 Fungsi Modul Menurut Prastowo (2011:107-108), modul mempunyai fungsi sebagai berikut. 1. Modul diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa untuk belajar sendiri tanpa tergantung kepada kehadiran guru. 2. Modul mampu menggantikan fungsi atau peran guru/fasilitator. 3. Modul dapat digunakan sebagai alat evaluasi untuk mengukur dan menilai tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari. 4. Modul sebagai bahan rujukan yang harus dipelajari siswa. 2.1.1.5.3 Tujuan Modul Menurut Prastowo (2011:108-109), modul mempunyai tujuan sebagai berikut. 1. Siswa dapat belajar secara mandiri. 2. Peran guru tidak terlalu dominan dalam kegiatan pembelajaran. 3. Modul melatih kejujuran siswa. 4. Modul mengakomodasikan berbagai tingkat dan kecepatan belajar siswa, baik yang cepat belajar maupun yang lamban belajar. 5. Siswa mampu mengukur sendiri tingkat penguasaan materi yang telah dipelajarinya.

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 2.1.1.5.4 Kelemahan Pembelajaran dengan Menggunakan Modul Belajar dengan menggunakan modul juga sering disebut dengan belajar mandiri. Menurut Suparman (1993:197), menyatakan bahwa bentuk kegiatan belajar mandiri ini mempunyai kekurangan-kekurangan sebagai berikut : 1. Biaya pengembangan bahan tinggi dan waktu yang dibutuhkan lama. 2. Menentukan disiplin belajar yang tinggi yang mungkin kurang dimiliki oleh siswa pada umumnya dan siswa yang belum matang pada khususnya. 3. Membutuhkan ketekunan yang lebih tinggi dari fasilitator untuk terus menerus mamantau proses belajar siswa, memberi motivasi dan konsultasi secara individu setiap waktu siswa membutuhkan. Tjipto (1992:72), juga mengungkapkan beberapa hal yang memberatkan belajar dengan menggunakan modul, yaitu : 1. Kegiatan belajar memerlukan organisasi yang baik 2. Selama proses belajar perlu diadakan beberapa ulangan/ujian, yang perlu dinilai sesegera mungkin. Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran menggunakan modul juga memiliki beberapa kelemahan yang mendasar yaitu bahwa memerlukan biaya yang cukup besar serta memerlukan waktu yang lama dalam pengadaan atau pengembangan modul itu sendiri, dan membutuhkan ketekunan tinggi dari guru sebagai fasilitator untuk terus memantau proses belajar siswa.

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 2.1.1.5.5 Kelebihan Pembelajaran dengan Menggunakan Modul Belajar menggunakan modul sangat banyak manfaatnya, siswa dapat bertanggung jawab terhadap kegiatan belajarnya sendiri, pembelajaran dengan modul sangat menghargai perbedaan individu, sehingga siswa dapat belajar sesuai dengan tingkat kemampuannya, maka pembelajaran semakin efektif dan efisien. Tjipto (1991:72), mengungkapkan beberapa keuntungan yang diperoleh jika belajar menggunakan modul, antara lain : 1. Motivasi siswa dipertinggi karena setiap kali siswa mengerjakan tugas pelajaran dibatasi dengan jelas dan yang sesuai dengan kemampuannya. 2. Sesudah pelajaran selesai guru dan siswa mengetahui benar siswa yang berhasil dengan baik dan mana yang kurang berhasil. 3. Siswa mencapai hasil yang sesuai dengan kemampuannya. 4. Beban belajar terbagi lebih merata sepanjang semester. 5. Pendidikan lebih berdaya guna. Selain itu Santyasa (Suryaningsih, 2010:31), juga menyebutkan beberapa keuntungan yang diperoleh dari pembelajaran dengan penerapan modul adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan motivasi siswa, karena setiap kali mengerjakan tugas pelajaran yang dibatasi dengan jelas dan sesuai dengan kemampuan. 2. Setelah dilakukan evaluasi, guru dan siswa mengetahui benar, pada modul yang mana siswa telah berhasil dan pada bagian modul yang mana mereka belum berhasil. 3. Bahan pelajaran terbagi lebih merata dalam satu semester.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 4. Pendidikan lebih berdaya guna, karena bahan pelajaran disusun menurut jenjang akademik. 2.1.2 Hasil Penelitian yang Relevan Berikut ini akan dijabarkan tentang penelitian pengembangan media audio visual, penelitian materi pembelajaran dan penelitian pembelajaran bahasa Indonesia keterampilan menyimak. 2.1.2.1 Penelitian tentang Media Audio visual Penelitian tentang pengembangan media audio visual sudah pernah dilakukan oleh Kurniawan (2011), dan Dewi (2012). Kurniawan, Andreas (2011) dalam skripsinya yang berjudul Pengembangan Media Audio visual Sebagai Media Pembelajaran Menyimak untuk Siswa Kelas III SD Sola 1 Srumbung, Magelang Tahun Ajaran 2010/2011 bertujuan mengembangkan media audio visual untuk pembelajaran menyimak kelas III SD. Dewi (2012) dalam skripsinya yang berjudul Pengembangan Media Audio visual Dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris Pada Siswa IV Madrasyah Ibtidaiyyah Negeri (MIN) Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara bertujuan untuk mengembangkan media audio visual untuk pembelajaran kosakata bahasa Inggris siswa kelas IV. Dalam skripsi tersebut si penulis membuat kesimpulan antara lain: (1) Setelah dilakukan pengembangan dengan media audio visual diketahui bahwa siswa lebih mudah untuk memahami materi atau informasi yang disampaikan oleh guru, (2) Dengan adanya media audio visual hasil pengembangan guru lebih mudah untuk mencapai tujuan, lebih efektif dan efisien

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 dalam penyampaian materi pembelajaran Bahasa Inggris karena dalam satu media guru dapat mengerjakan listening, writing dan reading secara bersamaan. 2.1.2.2 Penelitian tentang Pengembangan Materi Pembelajaran Penelitian tentang pengembangan materi pembelajaran sudah pernah dilakukan oleh Suryaningrum (2012). Suryaningum, Ajeng Christy (2012) dalam skripsinya yang berjudul Pengembangan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Bermuatan Pendidikan Karakter Bangsa Kelas XI Semester I SMA Stella Duce Bantul, Yogyakarta, Tahun Ajaran 2011/2012 Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah produk yang dibuat dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain, sejauh karakteristik yang dimiliki siswa sekolah lain tidak jauh berbeda dengan siswa SMA Stella Duce Bantul. 2.1.2.3 Penelitian tentang Pembelajaran Bahasa Indonesia Keterampilan Menyimak Penelitian tentang pembelajaran bahasa Indonesia keterampilan menyimak sudah pernah dilakukan oleh Natalia (2012). Natalia, Kristin (2012) dalam skripsinya yang berjudul Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Keterampilan Menyimak Unsur-Unsur Cerita Bahasa Indonesia Kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta. Kesimpulan dari penelitian pengembangan ini adalah multimedia interaktif berupa media dan modul pembelajaran Bahasa Indonesia mengidentifikasi unsur-unsur cerita

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 (penokohan, tema, latar, amanat) dengan keterampilan menyimak untuk siswa kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta sudah “layak” digunakan sebagai media pembelajaran. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti berbeda dibandingkan dengan penelitian terdahulu. Bedasarkan penelitian terdahulu terdapat penelitian yang mengembangan media audio visual tetapi untuk kelas III, adapun penelitian untuk kelas IV tetapi tentang kosakata untuk bahasa Inggris. Selain itu ada penelitian untuk keterampilan menyimak tetapi untuk kelas V, dan ada juga penelitian pengembangan materi pada mata pelajaran bahasa Indonesia tetapi untuk SMA kelas XI yang bermuatan pendidikan karakter bangsa. Sedangkan judul yang dipilih oleh peneliti yaitu Pengembangan Materi Pembelajaran Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Media Audio Visual untuk Siswa Kelas IV SD Negeri Selomulyo. Secara ringkas kerangka penelitian dalam penelitian ini dapat dilihat literature map dibawah ini.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Bagan 2.1 Literature map Penelitian yang Relevan Pengembangan media audio visual Pengembangan materi Penelitian menyimak Kurniawan (2011) Suryaningum (2012) Natalia (2012) Pengembangan Media Audio visual Sebagai Media Pembelajaran Menyimak untuk Siswa Kelas III SD Sola 1 Srumbung, Magelang Tahun Ajaran 2010/2011 Pengembangan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Bermuatan Pendidikan Karakter Bangsa Kelas XI Semester I SMA Stella Duce Bantul, Yogyakarta, Tahun Ajaran 2011/2012 Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Keterampilan Menyimak UnsurUnsur Cerita Bahasa Indonesia Kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta Dewi (2012) Pengembangan Media Audio visual Dalam Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris Pada Siswa IV Madrasyah Ibtidaiyyah Negeri (MIN) Bawu Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara Yang diteliti: Pengembangan materi pembelajaran menyimak bahasa Indonesia dengan media audio visual untuk kelas IV

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 2.2 Kerangka Berpikir Pengembangan materi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV SD yang berkaitan dengan keterampilan menyimak dalam penelitian berdasarkan kerangka berpikir berikut. Peneliti menentukan judul penelitian yaitu “Pengembangan Materi Pembelajaran Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Media Audio Visual untuk Siswa Kelas IV SD Negeri Selomulyo”. Peneliti memilih subjek penelitian kelas IV karena kelas IV merupakan kelas perpindahan dari kelas bawah, sehingga keterampilan menyimaknya butuh dikembangkan. Permasalahan yang diangkat mengenai pembelajaran menyimak. Pada kenyataannya guru cenderung lebih meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan berbicara daripada menyimak. Hal ini menyebabkan siswa kurang aktif dan merasa bosan ketika pembelajaran sehingga membuat siswa lebih sering berbicara dengan teman ketika proses pembelajaran sedang berlangsung. Guru juga belum menggunakan media dalam pembelajaran menyimak. Padahal penggunaan media itu sangat penting, media pembelajaran itu merupakan sarana atau sumber belajar yang dapat meningkatkan minat belajar siswa. Selain media guru juga kurang memperhatikan meteri pembelajaran, karena pada kenyataannya guru hanya menggunakan sumber belajar yang berupa LKS saja, selain itu ketika pembelajaran siswa lebih sering diberi tugas untuk mengerjakan soal pada LKS yang berupa pilihan ganda. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tentang pengembangan pada keterampilan menyimak. Penelitian pengembangan merupakan sebuah

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 penelitian yang bertujuan menghasilkan sebuah produk pengembangan yang layak digunakan. Pada penelitian pengembangan ini yang pertama dilakukan adalah mengkaji standar kompetensi, kemudian melakukan analisis kebutuhan, setelah itu memproduksi media dan modul kemudian yang terakhir adalah validasi dan revisi produk. Penelitian ini memiliki dua fokus pengembangan yaitu materi dan media, maka produk yang dihasilkan adalah materi pembelajaran menyimak dengan media audio visual yang berupa video. Materi dan media pembelajaran yang dihasilkan dikemas secara menarik agar siswa tertarik dan menjadi semangat dalam mengikuti pembelajaran sehingga siswa dapat merasa senang setelah ataupun ketika mengikuti pembelajaran dan siswa juga dapat semakin paham dengan materi yang diajarkan.

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 Bagan 2.2 Kerangka Berpikir Pengembangan Materi Pembelajaran Menyimak pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dengan Menggunakan Media Audio Visual untuk Siswa Kelas IV SD Negeri Selomulyo Pembelajaran menyimak Materi keterampilan menyimak Media yang berupa video Materi pembelajaran menyimak dengan media audio visual yang berupa video 2.3 Pertanyaan Penelitian 1. Bagaimana prosedur penelitian pengembangan materi dengan media audio visual dalam keterampilan menyimak pembacaan pantun? 2. Bagaimana kualitas materi yang berupa modul dalam keterampilan menyimak pembacaan pantun menurut dosen ahli materi? 3. Bagaimana kualitas media audio visual yang berupa video dalam keterampilan menyimak pembacaan pantun menurut dosen ahli media?

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 4. Bagaimana kualitas materi yang berupa modul dalam keterampilan menyimak pembacaan pantun menurut guru kelas IV SD Negeri Selomulyo? 5. Bagaimana kualitas materi yang berupa modul dan media audio visual yang berupa video dalam keterampilan menyimak pembacaan pantun menurut siswa kelas IV semester genap SD Negeri Selomulyo?

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini diuraikan tentang metode penelitian, yaitu (1)jenis penelitian, (2)setting penelitian, (3) prosedur pengembangan, (4)teknik pengumpulan data, (5)instrumen penelitian, dan (6)teknik analisis data 3.1 Jenis Penelitian Penelitian yang dilakukan oleh peneliti termasuk jenis penelitian pengembangan. Penelitian dan pengembangan (Research and Development) adalah proses yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. Langkah-langkah dari proses ini biasanya disebut sebagai siklus R and D, yang terdiri dari mempelajari temuan penelitian yang berkaitan dengan produk yang akan dikembangkan, mengembangkan produk berdasarkan temuan ini, bidang pengujian dalam pengaturan di mana ia akan digunakan akhirnya , dan merevisinya untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan dalam tahap mengajukan pengujian. Dalam program yang lebih ketat dari R and D, siklus ini diulang sampai bidang-data uji menunjukkan bahwa produk tersebut memenuhi tujuan perilaku didefinisikan. Menurut Brog dan Gall, 1983 (dalam Setyosari, 2010:194) Penelitian pengembangan adalah suatu proses yang dipakai untuk mengembangkan dan memvalidasi produk pendidikan. 29

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk mrnghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono: 2010,407). Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R and D) adalah sebuah strategi atau metode penelitian yang cukup ampuh untuk memperbaiki praktik. Penelitian dan Pengembangan adalah suatu proses atau langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan (Sukmadinata: 2008, 164). 3.2 Setting Penelitian 3.2.1 Subyek penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo. Dengan jumlah 29 siswa, 17 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki 3.2.2 Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Selomulyo, dengan alamat Sembung, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman. 3.2.3 Sumber Data Sumber data dalam penelitian pengembangan ini adalah guru kelas IV serta siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo yang berjumlah 29 siswa.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 3.2.4 Data Penelitian Data dalam penelitian pengembangan ini adalah data kualitatif. Data kualitatif berupa data analisis kebutuhan, komentar dan saran dari penilaian dosen dan guru kelas IV serta siswa kelas IV. 3.3 Prosedur Pengembangan Menurut Sugiyono (2010:409-427) terdapat beberapa langkah-langkah penelitian dan pengembangan ditunjukkan pada bagan 3.1 berikut. Bagan 3.1 Langkah-langkah Pengggunaan Metode R & D Berdasarkan bagan 3.1 tersebut dapat diberikan penjelasan sebagai berikut. 1. Potensi dan Masalah Penelitian dapat berangkat dari adanya potensi atau masalah. Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Sedangkan masalah adalah penyimpangan antara yang diharapkan dengan yang terjadi.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 2. Mengumpulkan Informasi Setelah melakukan potensi dan masalah maka selanjutnya perlu dikumpulkan berbagai informasi yang dapat digunakan sebagai bahan untuk perencanaan produk tertentu yang diharapkan dapat mengatasi masalah tersebut. 3. Desain Produk Desain produk harus diwujudkan dalam gambar atau bagan, sehingga dapat digunakan sebagai pegangan untuk menilai dan membuatnya. 4. Validasi Desain Validasi desain merupakan proses kegiatan untuk menilai rancangan produk. Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. 5. Revisi Desain Setelah desain produk divalidasi melalui diskusi dengan pakar dan para ahli lainnya maka dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dicoba untuk dikurangi dengan cara memperbaiki desain. 6. Uji Coba Produk Desain produk dapat langsung diuji coba setelah divalidasi dan revisi. 7. Revisi Produk Setelah produk diuji coba jika mungkin ada kelemahannya, kalau ada perlu segera diperbaiki lagi.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 8. Ujicoba Pemakaian Setelah pengujian tehadap produk berhasil maka produk tersebut dapat diterapkan pada lingkup yang lebih luas. 9. Revisi Produk Revisi produk dilakukan apabila dalam pemakaian di lingkup yang lebih luas terdapat kekurangan dan kelemahan. 10. Produksi Massal Setelah produk tersebut dinyatakan efektif maka produk tersebut dapat diterapkan untuk diproduksi massal. Pada penelitian ini peneliti menggunakan prosedur pengembangan modul yang disertai media audio visual ini terdiri dari empat tahapan yang dimodifikasi dari Sugiyono (2011:298-302). Berikut ini adalah bagan pengembangan produk yaitu:

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Bagan 3.2 Prosedur Pengembangan Tahap I Kajian Standar Kompetensi dan Materi Pembelajaran Tahap II Analisis Kebutuhan Analisis Sumber Belajar Analisis Standar Kompetensi Strategi Pengorganisasian Penetapan Kompetensi Dasar dan Materi Strategi Penyampaian Strategi Pengelolaan Analisis Karakteristik Siswa Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Tahap III Memproduksi Modul dan Media Pembelajaran Konsep Kerangka modul Pengumpulan bahan Kerangka media Pembuatan dan pemrograman Kerangka modul Tahap IV Validasi dan Revisi Produk Pakar Pembelajaran Validasi I Pakar Media Analisis I Guru Revisi Produk I Pakar Pembelajaran Validasi II Analisis II Pakar Media Revisi Produk II Validasi Lapangan Analisis III Revisi III Prototype Pengembangan Modul dan Media Audio visual Berbasis Video Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk kelas IV SD semester genap

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Keempat tahapan itu yaitu, (1) kajian standar kompetensi dan materi pembelajaran, (2) analisis kebutuhan pengembangan program pembelajaran, (3) memproduksi modul dan media pembelajaran menyimak, (4) validasi produk dan revisi produk. Pertama, peneliti mengkaji standar kompetensi untuk menentukan kompetensi dasar serta pemilihan materi yang akan dikembangkan. Kajian standar kompetensi dan materi ini dilakukan untuk mengetahui standar kompetensi dan materi bahasa Indonesia untuk kelas IV. Setelah mengkaji standar kompetensi dan materi akhirnya standar kompetensi dan materi yang sesuai dengan materi dan media yang akan dikembangkan oleh peneliti adalah standar kompetensi 5. Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun dan untuk kompetensi dasar adalah 5.2 Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat. Kedua, analisis kebutuhan pengembangan program pembelajaran pada siswa dan guru kelas IV SD Negeri Selomulyo. Analisis kebutuhan ini bertujuan agar peneliti mengetahui kebutuhan apa yang diinginkan siswa dalam mempelajari materi pembelajaran bahasa Indonesia semester genap pada keterampilan menyimak. Data diperoleh dari hasil kuesioner siswa yang berjumlah 29 dan dilakukan wawancara dengan guru dan siswa. Data hasil analisis kebutuhan selanjutnya digunakan untuk membut produk yang berupa modul dan media pembelajaran Ketiga, peneliti memproduksi modul dan media pembelajaran menyimak. Langkah dimulai dengan konsep pembuatan kerangka modul pembelajaran dan

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 pembuatan konsep video. Selajutnya, pengumpulan bahan-bahan untuk dibuat sesuai dengan konsep desain yang telah direncanakan. Kemudian, pembuatan modul pembelajaran dan pemograman untuk media dengan menggunakan Microsoft PowerPoint 2007 dan movie maker. Keempat, dilakukan validasi dan revisi produk. Validasi tahap I dilaksanakan oleh pakar pembelajaran, pakar media, dan guru kelas IV. Produk dianalisis tahap I lalu dilakukan revisi tahap I. Validasi tahap II oleh pakar pembelajaran, pakar media. Produk dianalisis tahap II lalu dilakukan revisi tahap II. Validasi lapangan dilakukan pada siswa kelas IV semester genap SD Negeri Selomulyo. Data hasil validasi lapangan dianalisis tahap III kemudian dilalukan revisi produk tahap III. Selanjutnya, prototype pengembangan produk modul pembelajaran dan media pembelajaran sudah layak digunakan. 3.4 Teknik Pengumpulan Data Data dikumpulkan dari analisis kebutuhan yang diberikan kepada siswa dan guru kelas IV SD Negeri Selomulyo. Peneliti mengajukan produk pengembangan modul pembelajaran dan media pembelajaran kepada ahli materi, ahli media, dan guru kelas IV SD Negeri Selomulyo untuk divalidasi dengan mengisi kuesioner. Selain itu, kuesioner dibagikan kepada siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo untuk menilai produk pengembangan modul dan media pembelajaran setelah uji coba lapangan dilakukan.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 3.4.1 Analisis kebutuhan Pengumpulan data yang pertama dilakukan oleh peneliti yaitu observasi dan melakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dalam penelitian ini berupa kuesioner dan wawancara. Kuesioner diberikan kepada seluruh siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo yang berjumlah 29 siswa. Kuesioner diberikan agar peneliti mengetahui kebutuhan siswa dan guru serta karakteristik siswa. Sedangkan wawancara dilakukan dengan guru dan siswa kelas IV. Wawancara dimaksudkan agar peneliti memperoleh informasi mengenai kebutuhan siswa mengenai materi dan media yang diperlukan oleh guru maupun siswa. 3.4.1.1 Wawancara Teknik wawancara yang dilakukan pada penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersussun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya (Sugiyono, 2010:197). 3.4.1.2 Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2010:199). 3.4.1.3 Observasi Menurut Sutrisno Hadi, 1986 (dalam Sugiyono, 2010:203) mengemukakan bahwa observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi nonpartisipan dimana peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat saja. Observasi yang dilakukan merupakan observasi terstruktur. Observasi terstruktur adalah observasi yang dirancang secara sistematis, tentang apa yang diamati, kapan dan dimana tempatnya (Sugiyono, 2010:205). 3.4.2 Validasi Validasi dilakukan oleh dosen ahli media, dosen ahli materi, dan guru kelas IV SD Negeri Selomulyo. Tanggapan yang diperoleh dari hasil penilaian pakar media, pakar materi, dan guru digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk merevisi produk pengembangan materi dan media pembelajaran untuk keterampilan menyimak kelas IV semester genap sebelum dilakukan validasi lapangan. 3.4.2.1 Validasi Ahli Pengumpulan data yang berupa hasil validasi dari ahli menggunakan kuesioner. Pada uji validasi ini juga menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada seorang guru kelas IV SD Negeri Selomulyo yang bertujuan untuk melihat kelayakan media dan modul yang telah dirancang dari sudut pandang guru. 3.4.2.2 Validasi dengan Uji Lapangan Setelah revisi terhadap produk pengembangan telah dilakukan, produk siap untuk diujicobakan kepada sekelompok siswa di kelas IV SD Negeri Selomulyo. Penilaian dan tanggapan dari siswa digunakan sebagai umpan balik apakah modul serta media pembelajaran yang dikembangkan telah layak untuk

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia keterampilan menyimak dengan kompetensi dasar menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat. Subjek uji validasi lapangan dalam penelitian pengembangan ini adalah 29 siswa kelas IV semester genap SD Negeri Selomulyo tahun ajaran 2013/2014. 3.4.2.3 Desain Validasi Validasi produk pengembangan ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan penilaian oleh dosen dan guru kelas IV SD Negeri Selomulyo. Kemudian pada tahap kedua dilakukan uji validasi lapangan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV SD Negeri Selomulyo. Masukan yang diperoleh dari hasil penilaian dosen dan guru kelas IV SD Negeri Selomulyo ini dijadikan bahan pertimbangan untuk merevisi produk pengembangan modul pembelajaran dan media audio visual keterampilan menyimak kelas IV semester genap sebelum dilakukan uji coba lapangan. Setelah dilakukan revisi terhadap produk pengembangan, produk siap untuk diujicobakan kepada siswa di kelas IV SD Negeri Selomulyo. Tanggapan dan penilaian dari siswa tersebut memberikan umpan balik apakah modul pengajaran dan media audio visual yang dikembangkan telah layak untuk digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia keterampilan menyimak dengan kompetensi dasar menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 3.4.3 Triangulasi Dalam teknik triangulasi data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Dalam hal triangulasi, Susan Stainback, 1998 (dalam Sugiyono, 2010:330) menyatakan bahwa tujuan dari triangulasi bukan untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi terlebih pada peningkatan pemahaman terhadap apa yang telah ditemukan. Berikut ini adalah gambar triangulasi teknik pengumpulan data. Observasi Wawancara Sumber data sama yaitu siswa dan guru Kuesioner Gambar 3.1 Triangulasi teknik pengumpulan data (bermacam-macam cara pada sumber yang sama)

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Dosen Ahli Guru Siswa Gambar 3.2 Triangulasi validasi pengembangan modul dan media 3.5 Instrumen Penelitian Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa instrumen yang dibagi berdasarkan sumber perolehan data yang terdiri dari instrumen analisis kebutuhan siswa dan guru, instrumen validasi ahli, dan instrumen validasi dengan uji coba lapangan. 3.5.1 Instrumen Analisis Kebutuhan Peneliti menggunakan instrumen jenis non tes yaitu kuesioner, wawancara, dan observasi untuk menganalisis kebutuhan siswa. Berikut penjelasan mengenai instrumen yang dilakukan oleh peneliti. 3.5.1.1 Analisis kebutuhan Siswa Analisis kebutuhan yang diberikan kepada siswa yaitu berupa kuesioner. Kuesioner adalah suatu daftar pertanyaan tertulis yang terinci dan lengkap yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahuinya (Masidjo, 2010:70). Kuesioner untuk analisis kebutuhan disusun guna

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 memperoleh informasi tentang kebutuhan siswa dan guru serta karakteristik siswa yang penyusunannya didasarkan pada indikator-indikator. Terdapat beberapa kisi-kisi dalam analisis kebutuhan siswa. Berikut ini kisi-kisi analisis kebutuhan untuk siswa. Tabel 3.1 Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa No Butir pertanyaan No soal pada instrumen 1 Teknik pembelajaran yang digunakan guru 1, 2, 3 2 Teknik pembelajaran yang disukai siswa 5 3 Materi yang diberikan guru 4, 6 4 Evaluasi yang diberikan guru 7 5 Media yang digunakan guru 8, 9 6 Media yang disukai siswa 10, 11 7 Materi yang disukai siswa 12 Di bawah ini terdapat tabel kuesioner analisis kebutuhan siswa yang sudah siap diberikan kepada siswa. No 1 2 Tabel 3.2 Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa Pertanyaan Bagaimana guru menyampaikan materi pembelajaran di kelas? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Hanya menerangkan saja b. Menggunakan media pembelajaran c. Mencatat di papan tulis d. Mendikte Apakah guru pernah memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar? a. Pernah, tetapi hanya sekali b. Selalu memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar c. Memberi contoh tetapi hanya kadang-kadang d. Tidak pernah memberi contoh

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 3 4 5 6 7 8 9 10 Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam materi pembacaan pantun, apakah guru pernah meminta saya untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas? a. Pernah, tetapi hanya sekali b. Sering meminta untuk menirukan pembacaan pantun di depan kelas c. Kadang-kadang meminta untuk menirukan pembacaan pantun d. Tidak pernah meminta untuk menirukan pembacaan pantun Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi pembacaan pantun guru memberikan materi pantun tentang apa? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Pantun jenaka b. Pantun nasihat c. Pantun agama d. Pantun teka-teki Apa aktivitas pembelajaran di kelas khususnya untuk ketrampilan menyimak yang saya sukai? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Tanya jawab b. Diskusi kelompok c. Presentasi d. Pemberian tugas Bagaimana materi pembelajaran menyimak yang diberikan guru? a. Sangat menarik dan menambah pengetahuan b. Menarik dan menambah pengetahuan c. Cukup menarik dan menambah pengetahuan d. Tidak menarik dan tidak menambah pengetahuan Apa bentuk latihan yang sering diberikan guru? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Uraian b. Menjodohkan c. Pilihan ganda d. Isian singkat Apakah di setiap pembelajaran Bahasa Indonesia guru selalu menggunakan media pembelajaran? a. Pernah menggunakan media pembelajaran, tetapi hanya sekali b. Selalu menggunakan media pembelajaran c. Menggunakan media pembelajaran tetapi hanya kadang-kadang d. Tidak pernah menggunakan media pembelajaran Media pembelajaran apa yang sering digunakan guru? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Gambar b. Suara c. Video d. Tidak pernah menggunakan media Media apa yang saya sukai untuk digunakan dalam pembelajaran menyimak? a. Teks b. Gambar

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 11 12 c. Rekaman d. Video Media video apa yang saya sukai? a. Video dengan gambar bergerak b. Video dengan gambar dan suara c. Video dengan teks dan suara d. Video yang diperankan oleh guru atau orang lain Bagaimana materi pembelajaran yang saya sukai? a. Materi yang hanya terdapat teori b. Materi yang hanya terdapat contoh-contohnya c. Materi yang hanya terdapat soal-soalnya d. Materi yang lengkap terdapat teori, contoh, kegiatan, soal dan terdapat gambar yang menarik 3.5.1.2 Wawancara dengan Guru dan Siswa Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa guna untuk memperdalam informasi yang diberikan. Menurut Arifin (2009:157) wawancara adalah percakapan dan tanya jawab untuk memperoleh informasi baik secara langsung maupun tidak langsung. Subjek wawancara dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo. Terdapat beberapa kisi-kisi pedoman wawancara untuk siswa dan guru. Berikut ini kisi-kisi pedoman wawancara untuk siswa dan guru. Tabel 3.3 Kisi-kisi Pedoman Wawancara untuk Guru No Butir pertanyaan No soal pada instrumen 1 Teknik pembelajaran yang digunakan guru 1, 2, 3 2 Teknik pembelajaran yang diinginkan guru 5 3 Materi yang diberikan guru 4 4 Evaluasi yang diberikan guru 6

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 5 Media yang digunakan guru 7, 9 6 Media yang diinginkan guru 10 7 Materi yang diinginkan guru 11 8 Media pembelajaran 8, 12, 13, 14 Tabel 3.4 Kisi-kisi Pedoman Wawancara untuk Siswa No Butir pertanyaan No soal pada instrumen 1 Media yang digunakan guru 1, 2 2 Media pembelajaran berupa video 3, 4, 5 Di bawah ini terdapat tabel pertanyaan wawancara dengan guru dan siswa yang sudah siap diberikan kepada guru dan siswa. Tabel 3.5 Pertanyaan Wawancara dengan Guru No Pertanyaan 1 Bagaimana cara Anda menyampaikan materi pembelajaran di kelas? 2 Apakah Anda pernah memberikan contoh membaca pantu yang baik dan benar? 3 Apakah Anda pernah meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas? 4 Apa saja materi pantun yang Anda berikan kepada siswa? 5 Apa aktivitas pembelajaran di kelas khususnya untuk keterampilan

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 menyimak yang sering Anda gunakan? 6 Apa bentuk latihan yang sering Anda berikan kepada siswa? 7 Apakah setiap pembelajaran Bahasa Indonesia Anda selalu menggunakan media pembelajaran? 8 Apakah media pembelajaran Bahasa Indonesia semester genap sudah Anda miliki? 9 Media pembelajaran apa yang sering Anda gunakan? 10 Media apa yang Anda inginkan untu digunakan dalam pembelajaran menyimak? 11 Media video yang seperti apa yang Anda inginkan? 12 Bagaimana materi pembelajaran yang Anda inginkan? 13 Perlukah media pembelajaran berupa video dikembangkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia? 14 Apakah media berupa video baik untuk dikembangkan? Tabel 3.6 Pertanyaan Wawancara dengan Siswa No Pertanyaan 1 Apakah guru memakai media pembelajaran saat mengajar? 2 Apakah guru pernah menggunakan media berupa video saat pembelajaran? 3 Apakah kamu ingin media yang berupa video digunakan saat pembelajaran? 4 Perlukah media berupa video untuk digunakan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia? 5 Media video yang seperti apa yang kamu inginkan?

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 3.5.1.3 Observasi di Kelas Observasi di kelas dilakukan peneliti untuk melihat pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh guru. Observasi dilakukan guna untuk mengetahui kondisi guru dan siswa ketika pembelajaran berlangsung. Observasi merupakan sebuah instrumen non tes. Terdapat beberapa kisi-kisi pedoman observasi. Berikut ini kisi-kisi pedoman observasi di kelas. Tabel 3.7 Kisi-kisi Pedoman Observasi di Kelas No Aspek yang dinilai 1 Membuka pelajaran 2 Penyajian materi 3 Metode Pembelajaran 4 Penggunaan bahasa dan waktu 5 Aktivitas belajar siswa 6 Pengelolaan Kelas 7 Penggunaan Media 8 Cara menutup pelajaran 9 Evaluasi 3.5.2 Instrumen Validasi Ahli Instrumen yang digunakan untuk validasi ahli adalah kuesioner. Penelitian ini juga menggunakan instrumen kuesioner untuk validasi ahli yang ditujukan kepada dosen ahli media, dosen ahli materi dan guru kelas IV SD Negeri Selomulyo. Penyusunan kuesioner didasarkan pada kisi-kisi.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Terdapat beberapa kisi-kisi kuesioner untuk validasi ahli. Berikut ini kisikisi kuesioner untuk validasi ahli. Tabel 3.8 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Ahli Materi dan Guru No Aspek penilaian No soal pada instrumen 1 Ketertarikan modul 1 2 Warna dan huruf 2 3 Warna tampilan 3 4 Gambar 4, 5 5 Petunjuk 6 6 Bahasa 7, 8 7 Materi 9, 10 Tabel 3.9 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Ahli Media No Aspek penilaian No soal pada instrumen 1 Ketertarikan media 1 2 Warna dan huruf 2 3 Warna tampilan 3 4 Gambar 4, 5 5 Petunjuk 6 6 Bahasa 7, 8 7 Materi 9 8 Volume 10

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Di bawah ini terdapat tabel kuesioner validasi yang sudah siap diberikan kepada dosen ahli materi dan guru. Tabel 3.10 Kuesioner Validasi untuk Ahli Materi dan Guru No 1 Aspek yang dinilai Modul pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 Warna dan huruf pada modul pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan modul pembelajaran menarik perhatian. 4 Gambar/foto dalam modul pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dalam modul pembelajaran menarik. 6 Petunjuk dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. 7 Bahasa dalam modul pembelajaran mudah dipahami. 8 Bahasa dalam modul pembelajaran sudah baku. 9 Materi dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. 10 Materi dalam modul pembelajaran sudah lengkap.

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Tabel 3.11 Kuesioner Validasi untuk Ahli Media No 1 Aspek yang dinilai 2 Media pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. Warna dan huruf pada media pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan media pembelajaran menarik perhatian. 4 Gambar/foto dalam video pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dalam video pembelajaran menarik. 6 Petunjuk dalam media pembelajaran mudah dimengerti. 7 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran sudah baku 8 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran mudah dipahami 9 Materi dalam media pembelajaran mudah dimengerti. 10 Volume suara dapat didengar dengan baik 3.5.3 Instrumen Validasi dengan Uji Lapangan Instrumen validasi produk dengan uji lapangan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada siswa. Instrumen kuesioner digunakan untuk memvalidasi produk dengan uji lapangan yang ditujukan kepada siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo, validasi dilakukan untuk melihat kelayakan pengembangan modul dan media pembelajaran. Terdapat beberapa kisi-kisi kuesioner untuk validasi uji lapangan yang diberikan kepada siswa. Berikut ini kisi-kisi kuesioner untuk validasi uji lapangan.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Tabel 3.12 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Siswa untuk Pengembangan Modul No Aspek penilaian No soal pada instrumen 1 Ketertarikan siswa pada modul 1 2 Warna dan huruf 2 3 Warna tampilan 3 4 Gambar 4, 5 5 Modul sebagai penambah pemahaman siswa 6 6 Bahasa 7 7 Modul sebagai penambah pengetahuan 8 8 Materi 9 9 Perasaan siswa 10 Tabel 3.13 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Siswa untuk Pengembangan Media No Aspek penilaian No soal pada instrumen 1 Ketertatikan siswa pada media 1 2 Warna dan huruf 2 3 Warna tampilan 3 4 Gambar 4, 5 5 Suara 6 6 Bahasa 7 7 Video sebagai penambah pengetahuan siswa 8 7 Materi 9 8 Perasaan siswa 10

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel 3.14 Kuesioner Validasi untuk Siswa No Aspek yang dinilai Kualitas Media 1 Media pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 Warna dan huruf pada media pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan media pembelajaran menarik perhatian 4 Gambar/foto dan video dalam media pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dan video dalam media pembelajaran menarik minat belajar Anda. 6 Petunjuk dalam media dan modul pembelajaran mudah dimengerti. 7 Bahasa dalam media pembelajaran mudah dipahami. 8 Anda dapat menggunakan media pembelajaran secara mandiri. 9 Materi dalam media pembelajaran mudah dimengerti. 10 Anda senang menggunakan media pembelajaran ini untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kualitas Modul 1 Modul pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 Warna dan huruf pada modul pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan modul pembelajaran menarik perhatian 4 Gambar/foto dan video dalam modul pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dan video dalam modul pembelajaran menarik minat belajar Anda. 6 Petunjuk dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. 7 Bahasa dalam modul pembelajaran mudah dipahami. 8 Anda dapat menggunakan modul pembelajaran secara mandiri. 9 Materi dalam media dan modul pembelajaran mudah dimengerti. 10 Anda senang menggunakan media dan modul pembelajaran ini untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 3.6 Teknik Analisis Data 3.6.1 Analisis Kuesioner Kebutuhan Siswa Teknik analisis data yang digunakan menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada siswa. Kuesioner yang ditujukan untuk siswa berjumlah 12 item. Item 1, 2, dan 3 menanyakan tentang teknik pembelajaran yang digunakan oleh guru. Item 4 dan 6 menanyakan tentang materi yang diberikan guru. Item 5 menanyakan tentang teknik pembelajaran yang disukai siswa. Item 7 menanyakan tentang evaluasi yang diberikan guru . Item 8 dan 9 menanyakan tentang media yang digunakan guru. Item 10 dan 11 menanyakan tentang media yang disukai siswa. Sedangkan item 12 menanyakan tentang materi yang disukai siswa. Perhitungan hasil kuesioner yang diperoleh menggunakan persentase, sebagai berikut: x 100% Perhitungan tersebut dilakukan untuk setiap masing-masing item pertanyaan dari kuesioner. Setelah dilakukan perhitungan, kebutuhan siswa dan dalam pembelajaran dapat diketahui. 3.6.2 Analisis Validasi Produk Skor yang diperoleh dari uji validasi berdasarkan kuesioner kemudian dijadikan data kualitatif dengan menggunakan Skala Likert menurut Widoyoko (2009:238) sebagai berikut:

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Tabel 3.15 Skala Likert menurut Widoyoko Rerata skor Klasifikasi 4,2 - 5 Sangat baik 3,5 – 4,2 Baik 2,7 – 3,4 Cukup 1,9 – 2,6 Kurang 1 - 1,8 Sangat kurang Skala penilaian terdiri dari lima pilihan untuk menilai modul dan media pembelajaran yang dikembangkan, yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup baik (3), kurang baik (2), dan sangat kurang baik (1).

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini diuraikan tentang hasil penelitian dan pembahasan, yaitu (1) hasil penelitian, dan (2) pembahasan 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Data Hasil Analisis Kebutuhan Siswa Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengetahui kenyataan penggunaan media dalam pembelajaran menyimak yang selama ini terjadi di kelas. Selain itu, analisis kebutuhan dilakukan untuk memperoleh data mengenai materi pembelajaran menyimak yang diperoleh siswa selama ini. Analisis kebutuhan dilakukan oleh siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo yang berjumlah 29 siswa. Analisis kebutuhan tersebut dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2014. Dalam analisis kebutuhan ini, siswa diharapkan untuk menjawab dua belas pertanyaan sesuai minatnya. Hasil analisis kebutuhan tersebut digunakan sebagai acuan dalam pengembangan media dan modul pembelajaran bagi siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo. Data hasil analisis kebutuhan siswa dapat dilihat pada uraian hasil analisis kebutuhan sebagai berikut. 55

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 1. Teknik pembelajaran yang digunakan guru No Pertanyaan Jumlah Persentase responden 1 Bagaimana guru menyampaikan materi pembelajaran di kelas? (jawaban boleh lebih dari satu) 2 a. Hanya menerangkan saja 21 72,41% b. Menggunakan media pembelajaran 5 17,24% c. Mencatat di papan tulis 7 24,14% d. Mendikte 15 51,71% 3 10,34% Apakah guru pernah memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar? a. Pernah, tetapi hanya sekali b. Selalu memberi contoh membaca pantun 10 34,48% yang baik dan benar c. Memberi contoh tetapi hanya kadang- 16 55,17% kadang d. Tidak pernah memberi contoh 3 0 0% 6 20,68% menirukan 9 31,03% Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam materi pembacaan pantun, apakah guru pernah meminta saya untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas? a. Pernah, tetapi hanya sekali b. Sering meminta untuk pembacaan pantun di depan kelas c. Kadang-kadang meminta untuk 14 48,27% menirukan pembacaan pantun d. Tidak pernah meminta untuk menirukan 0 pembacaan pantun 0%

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Dari hasil analisis peneliti untuk aspek teknik pembelajaran yang digunakan guru berdasarkan hasil kuesioner, dalam menyampaikan materi guru hanya menerangkan saja. Hal ini terbukti dari hasil jawaban siswa, bahwa 72,41% guru menyampaikan materi pembelajaran di kelas hanya menerangkan saja, 17,24% guru menggunakan media, 24,14% guru mencatat di papan tulis, dan 51,71% guru menyampaikan materi dengan mendikte. Berkaitan dengan pernah atau tidaknya guru memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar, guru memberi contoh tetapi hanya kadang-kadang. Hal ini terbukti dari jawaban kuesioner siswa, bahwa 55,17% guru memberi contoh hanya kadang-kadang, 10,34% guru pernah memberi contoh tetapi hanya sekali, dan 34,48% guru selalu memberi contoh yang baik dan benar. Sedangkan berkaitan dengan pernah atau tidaknya guru meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam materi pembacaan pantun, guru kadang-kadang meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas. Hal ini terbukti dari hasil jawaban kuesioner siswa, bahwa 48,27% kadang-kadang guru meminta siswa untuk menirukan pembacaan pantun, 20,68% guru pernah meminta siswa untuk menirukan pembacaan pantun tetapi hanya sekali, dan 31,03% guru sering meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas. Berdasarkan analisis hasil jawaban kuesioner yang dilakukan siswa ternyata dalam memberikan materi kepada siswa guru hanya menerangkan saja.

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Selain itu dalam hal pembelajaran guru hanya kadang-kadang memberikan contoh membaca pantun yang baik dan benar, guru juga hanya kadang-kadang dalam meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas. Hal ini terjadi karena guru hanya menggunkan teknik pembelajaran ceramah saja. Guru menggunakan teknik ceramah karena guru tidak menggunakan media dalam pembelajaran. 2. Teknik pembelajaran yang disukai siswa No Pertanyaan Jumlah Persentase responden 1 Apa aktivitas pembelajaran di kelas khususnya untuk ketrampilan menyimak yang saya sukai? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Tanya jawab 1 3,45% b. Diskusi kelompok 22 75,86% c. Presentasi 0 0% d. Pemberian tugas 18 62,07% Dari hasil analisis peneliti untuk aspek teknik pembelajaran yang disukai siswa berdasarkan hasil kuesioner, aktivitas pembelajaran yang disukai adalah diskusi kelompok. Hal ini terbukti dari jawaban kuesioner siswa, 75,86% siswa menyukai aktivitas pembelajaran diskusi kelompok, 3,45% siswa menyukai aktivitas pembelajaran tanya jawab, dan 62,07% siswa menyukai aktivitas pembelajaran pemberian tugas.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 Berdasarkan analisis hasil jawaban kuesioner yang dilakukan siswa ternyata siswa menyukai aktivitas pembelajaran diskusi kelompok. Hal tersebut terjadi karena selama ini guru hanya menggunakan teknik menerangkan saja, sehingga siswa hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru. Maka dari itu siswa ingin situasi yang berbeda, yaitu aktivitas diskusi kelompok, agar siswa dapat berkomunikasi dengan teman yang lain mengenai materi pembelajaran yang sedang diajarkan. 3. Materi yang diberikan guru No Pertanyaan Jumlah Persentase responden 1 Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi pembacaan pantun guru memberikan materi pantun tentang apa? (jawaban boleh lebih dari satu) 2 a. Pantun jenaka 29 100% b. Pantun nasihat 29 100% c. Pantun agama 27 93,10% d. Pantun teka-teki 25 86,21% Bagaimana materi pembelajaran menyimak yang diberikan guru? a. Sangat menarik dan menambah 8 27,58% pengetahuan b. Menarik dan menambah pengetahuan c. Cukup menarik dan 17 menambah 4 58,62% 13,79% pengetahuan d. Tidak menarik dan tidak menambah 0 pengetahuan 0%

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Dari hasil analisis peneliti untuk aspek materi yang diberikan guru berdasarkan hasil kuesioner, materi yang diberikan guru materi yang lebih sering diberikan adalah materi tentang pantun jenaka dan pantun nasihat. Hal ini terbukti dari hasil jawaban kuesioner siswa, 100% guru memberikan materi pantun tentang pantun jenaka dan nasihat, 93,10% guru memberikan materi pantun tentang pantun agama, dan 86,21% guru memberikan materi pantun tentang pantun tekateki. Berkaitan dengan materi pembelajaran yang diberikan guru, materi pembelajaran menyimak yang diberikan guru menarik dan menambah pengetahuan siswa. Hal ini terbukti dari hasil jawaban kuesioner siswa, 58,62% guru memberikan materi dengan menarik dan menambah pengetahuan, 27,58% guru memberikan materi dengan sangat menarik dan menambah pengetahuan, dan 13,79% guru memberikan materi dengan cukup menarik dan menambah pengetahuan. Berdasarkan analisis hasil jawaban kuesioner yang dilakukan siswa ternyata guru telah menyampaikan berbagai macam pantun, yaitu pantun jenaka, pantun nasihat, pantun agama, dan pantun teka-teki. Selain itu menurut siswa guru menyampaikan materi dengan menarik dan dapat menambah pengetahuan siswa. Hal ini terjadi karena guru telah memberikan materi pantun yang bermacammacam. Sehingga hal itu menurut siswa menarik dan menambah pengetahuannya.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 4. Evaluasi yang diberikan guru No Pertanyaan Jumlah Persentase responden 1 Apa bentuk latihan yang sering diberikan guru? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Uraian 26 89,66% b. Menjodohkan 0 0% c. Pilihan ganda 29 100% d. Isian singkat 24 82,76% Dari hasil analisis peneliti untuk aspek evaluasi yang diberikan guru berdasarkan hasil kuesioner, bentuk latihan yang sering digunakan guru adalah pilihan ganda. Hal ini terbukti dari hasil jawaban kuesioner siswa, bahwa 100% guru memberikan bentuk latihan berupa pilihan ganda, 89,66% guru memberikan bentuk latihan berupa uraian, dan 82,76% guru memberikan bentuk latihan berupa isian singkat. Berdasarkan analisis hasil jawaban kuesioner yang dilakukan siswa ternyata guru lebih sering menggunakan evaluasi berupa pilihan ganda. Hal ini terjadi karena dalam pemberian evaluasi guru menggunkan LKS ataupun buku paket yang dimiliki guru dan siswa.

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 5. Media yang digunakan guru No Pertanyaan Jumlah Persentase responden 1 Media pembelajaran apa yang sering digunakan guru? (jawaban boleh lebih dari satu) 2 a. Gambar 15 51,72% b. Suara 12 41,38% c. Video 0 0% d. Tidak pernah menggunakan media 6 20,69% a. Pernah menggunakan media pembelajaran, 8 27,59% Apakah di setiap pembelajaran Bahasa Indonesia guru selalu menggunakan media pembelajaran? tetapi hanya sekali b. Selalu menggunakan media pembelajaran 2 c. Menggunakan media pembelajaran tetapi 11 6,89% 37,93% hanya kadang-kadang d. Tidak pernah menggunakan media 8 27,59% pembelajaran Dari hasil analisis peneliti untuk aspek media yang digunakan guru berdasarkan hasil kuesioner, media pembelajaran yang sering digunakan guru adalah media gambar. Hal ini terbukti dari hasil jawaban kuesioner siswa, bahwa 51,72% guru menggunakan media gambar, 41,38% guru menggunakan media

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 suara, 20,69% guru tidak pernah menggunakan media, dan guru belum pernah menggunakan media yang berupa video. Berkaitan dengan pernah atau tidaknya guru menggunakan media pembelajaran, guru menggunakan tetapi hanya kadang-kadang. Hali ini terbukti dari jawaban kuesioner siswa, bahwa 37,93% guru pernah menggunakan media pembelajaran tetapi hanya sekali, 27,59% guru pernah menggunakan media pembelajaran tetapi hanya sekali, 6,89% guru selalu menggunakan media pembelajaran, dan 27,59% guru tidak pernah menggunakan media pembelajaran. Berdasarkan analisis hasil jawaban kuesioner yang dilakukan siswa ternyata media yang sering digunakan guru adalah media gambar. Hal ini terjadi karena guru menggunakan LKS dan buku paket yang didalamnya terdapat gambar-gambar yang mendukung sehingga guru menggunakan media gambar sebagai media. 6. Media yang disukai siswa No 1 2 Pertanyaan Media apa yang saya sukai untuk digunakan dalam pembelajaran menyimak? a. Teks b. Gambar c. Rekaman d. Video Media video apa yang saya sukai? a. Video dengan gambar bergerak b. Video dengan gambar dan suara c. Video dengan teks dan suara d. Video yang diperankan oleh guru atau orang lain Jumlah Persentase responden 1 2 7 19 3,45% 6,89% 24,14% 65,52% 9 5 2 13 31,03% 17,24% 6,89% 44,83%

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Dari hasil analisis peneliti untuk aspek media yang disukai siswa berdasarkan hasil kuesioner, media yang disukai siswa adalah video. Hal ini terbukti dari hasil jawaban kuesioner siswa, bahwa 65,52% siswa menyukai media berupa video, 3,45% siswa menyukai media berupa teks, 6,89% siswa menyukai media berupa gambar, dan 24,14% siswa menyukai media berupa rekaman. Berkaitan dengan media video yang siswa sukai adalah video yang diperankan oleh guru atau orang lain. Hal ini terbukti dari hasil jawaban kuesioner siswa, bahwa 44,83% siswa menyukai video yang diperankan oleh guru atau orang lain, 31,03% video dengan gambar bergerak, 17,24% siswa menyukai video dengan gambar dan suara, dan 6,89% siswa menyukai video dengan teks dan suara. Berdasarkan analisis hasil jawaban kuesioner yang dilakukan siswa ternyata media yang disukai siswa adalah video, sedangkan guru belum pernah menggunakan media berupa video dalam pembelajaran. Selain itu siswa menyukai video yang diperankan oleh guru atau orang lain. 7. Materi yang disukai siswa No 1 Pertanyaan Bagaimana materi pembelajaran yang saya sukai? a. Materi yang hanya terdapat teori b. Materi yang hanya terdapat contohcontohnya c. Materi yang hanya terdapat soal-soalnya d. Materi yang lengkap terdapat teori, contoh, kegiatan, soal dan terdapat gambar yang menarik Jumlah Persentase responden 4 5 13,79% 17,24% 2 18 6,89% 62,06%

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 Dari hasil analisis peneliti untuk aspek materi disukai siswa yang berdasarkan hasil kuesioner, materi pembelajaran yang siswa sukai adalah materi yang lengkap terdapat teori, contoh, kegiatan, soal dan terdapat gambar yang menarik. Hal ini terbukti dari hasil jawaban kuesioner siswa, bahwa 62,06% siswa menyukai materi yang lengkap terdapat teori, contoh, kegiatan, soal dan terdapat gambar yang menarik, 13,79% siswa menyukai materi yang hanya terdapat teori, 17,24% siswa menyukai materi yang hanya terdapat contoh-contohnya, dan 6,89% siswa menyukai materi yang hanya terdapat soal-soalnya. Berdasarkan analisis hasil jawaban kuesioner yang dilakukan siswa ternyata siswa menyukai materi yang lengkap terdapat teori, contoh, kegiatan, soal dan terdapat gambar yang menarik. Hal ini terjadi karena selama ini guru hanhya menggunakan sumber belajar LKS dan buku paket saja. Sehingga siswa menginginkan materi yang lengkap. 4.1.2 Data Hasil Analisis Wawancara dengan Guru Analisis wawancara dilakukan dengan guru kelas IV SD Negeri Selomulyo. Analisis tersebut dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2014. Analisis wawancara dengan guru terdiri atas empat belas pertanyaan. Berikut ini hasil wawancara dengan guru. Ketika peneliti memberikan pertanyaan pertama mengenai bagaimana cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, guru menjawab bahwa dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, guru paling sering hanya menerangkan tetapi terkadang juga mencatat materi di papan tulis. Menurut guru

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 papan tulis harus digunakan juga ketika pembelajaran karena papan tulis merupakan salah satu alat pembelajaran yang perlu digunakan oleh guru dan siswa. Pertanyaan kedua yang diajukan peneliti adalah mengenai apakah guru pernah memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar, guru menjawab pernah memberikan contoh membaca pantun yang baik dan benar, karena menurut guru seorang guru harus memberi contoh terlebih dahulu kepada siswanya agar siswa tahu bagaimana cara membaca pantun yang benar, lafal dan intonasi yang benar harus digunakan dalam membaca pantun. Dalam membaca pantun itu harus menggunakan lafal dan intonasi yang tepat agar orang lain yang mendengarkan pembacaan pantun dapat mengerti pantun yang sedang dibacakan. Pertanyaan ketiga yang diajukan peneliti adalah mengenai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam materi pembacaan pantun, apakah guru pernah meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas, guru menjawab bahwa guru pernah meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas, karena terdapat kompetensi dasar yang harus dicapai siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun. Jadi guru juga harus meminta siswa untuk menirukan pembacaan pantun yang sudah bacakan oleh guru. Pertanyaan keempat yang diajukan peneliti adalah mengenai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi pembacaan pantun guru memberikan materi pantun tentang apa saja, guru menjawab bahwa guru memberikan semua macam-macam pantun berikan oleh guru kepada siswa, karena siswa harus

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 mengetahui dan mengerti semua macam-macam pantun, seperti pantun agama, pantun nasihat, pantun jenaka, dan pantun teka-teki. Pertanyaan kelima yang diajukan peneliti adalah mengenai apa aktivitas pembelajaran di kelas khususnya untuk keterampilan menyimak yang sering digunakan oleh guru, guru menjawab bahwa aktivitas yang sering digunakan oleh guru adalah pemberian tugas kepada siswa, guru sering meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal yang ada di LKS maupun buku paket yang dipakai oleh guru dan siswa. Pertanyaan keenam yang diajukan peneliti adalah mengenai apa bentuk latihan yang sering diberikan oleh guru kepada siswa, guru menjawab bentuk latihan yang sering guru berikan sama seperti bentuk latihan yang ada di LKS yaitu pilihan ganda, isian singkat, uraian. Karena setiap latihan yang guru berikan kepada siswa yaitu menggunakan LKS. Pertanyaan ketujuh yang diajukan peneliti adalah mengenai apakah di setiap pembelajaran Bahasa Indonesia guru selalu menggunakan media pembelajaran, guru menjawab bahwa guru menggunakan media pembelajaran tetapi tidak semua materi pembelajaran guru menggunakan media pembelajaran. Pertanyaan kedelapan yang diajukan peneliti adalah mengenai apakah media pembelajaran Bahasa Indonesia semester genap sudah guru miliki, guru menjawab bahwa sudah ada tetapi hanya sebagian kecil saja. Pertanyaan kesembilan yang diajukan peneliti adalah mengenai media pembelajaran apa yang sering digunakan oleh guru, guru menjawab bahwa media

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 yang sering digunakan oleh guru yaitu media yang berupa teks atau gambar yang mendukung materi yang sedang diajarkan. Pertanyaan kesepuluh yang diajukan peneliti adalah mengenai media apa yang guru inginkan untuk digunakan dalam pembelajaran menyimak, guru menjawab bahwa media yang diinginkan oleh guru yaitu video. Karena dengan menggunakan video siswa dapat belajar dengan melihat sekaligus mendengarkan materi pembelajaran yang sedang diajarkan. Pertanyaan kesebelas yang diajukan peneliti adalah mengenai media video apa yang diingin oleh guru, guru menjawab guru menginginkan video yang diperankan oleh seseorang atau siapapun, yang terpenting dalam video tersebut lafalnya harus jelas dengan intonasi yang tepat sehingga siswa mudah mengerti dengan adanya video tersebut. Pertanyaan keduabelas yang diajukan peneliti adalah mengenai bagaimana materi pembelajaran yang diinginkan oleh guru, guru menjawab bahwa sebuah materi itu harus yang lengkap, materi yang terdapat teori-teori yang mendukung, terdapat contoh-contohnya, kalau bisa terdapat suatu kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam proses pembelajaran, selain itu ada soal-soal latihan maupun soal evaluasi yang harus dikerjakan siswa guna untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Pertanyaan ketigabelas yang diajukan peneliti adalah mengenai pendapat guru tentang perlu atau tidaknya media pembelajaran berupa video dikembangkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru menjawab bahwa perlu media tersebut dikembangkan karena untuk memudahkan proses pembelajaran.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Pertanyaan terakhir yang diajukan peneliti adalah mengenai pendapat guru tentang apakah media yang berupa video baik untuk dikembangkan, guru menjawab bahwa hal tersebut sangat baik, agar anak-anak tidak merasa bosan dan dapat membantu proses pembelajaran. 4.1.3 Data Analisis Wawancara dengan Siswa Analisis wawancara dilakukan dengan siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo. Analisis tersebut dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2014. Analisis wawancara dengan siswa terdiri atas lima pertanyaan. Berikut ini hasil wawancara dengan siswa. Ketika peneliti memberikan pertanyaan pertama kepada siswa mengenai apakah guru memakai media pembelajaran saat mengajar, siswa menjawab bahwa guru hanya kadang-kadang saja dalam memakai media, tetapi guru lebih sering menerangkan saja ketika mengajar. Pertanyaan kedua yang diajukan peneliti adalah mengenai apakah guru pernah menggunakan media berupa video ketika pembelajaran, siswa menjawab bahwa guru belum pernah memakai media yang berupa video. Pertanyaan ketiga yang diajukan peneliti adalah mengenai apakah siswa ingin media yang berupa video digunakan saat pembelajaran, siswa menjawab ingin sekali media yang berupa video, menurut siswa penggunaan media membuatnya senang mengikuti pembelajaran.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Pertanyaan keempat yang diajukan peneliti adalah mengenai pendapat siswa perlu atau tidak media berupa video untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa menjawab perlu karena siswa merasa senang jika menggunakan media. Pertanyaan terakhir yang diajukan peneliti adalah mengenai media video yang seperti apa yang diinginkan oleh siswa, siswa menjawab bahwa siswa menginginkan media video yang menarik, menurut siswa video dapat diperankan oleh gurunya, ataupun orang lain juga dapat memerankannya. 4.1.4 Data Hasil Observasi di Kelas Obeservasi dilakukan ketika proses pembelajaran dimana guru sedang mengajar di kelas. Observasi dilakukan tanggal 28 Maret 2014. Observasi terdiri atas sembilan aspek yang harus diobservasi yaitu (1) Membuka pelajaran, (2) Penyajian materi , (3) Metode Pembelajaran, (4) Penggunaan bahasa dan waktu, (5) Aktivitas belajar siswa, (6) Pengelolaan Kelas, (7) Penggunaan Media, (8) Cara menutup pelajaran, (9) Evaluasi Berikut ini hasil analisis peneliti untuk observasi yang dilakukan di kelas, (1) untuk aspek membuka pelajaran adalah dalam membuka pelajaran guru mengucapkan salam, berdoa, dan guru mengulas pembelajaran pada hari kemarin, (2) dalam aspek menyajikan materi guru menyampaikan materi kepada siswa dengan penuh semangat, setelah menyampaikan materi guru melakukan evaluasi dan penilaian kepada siswa, kemudian guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa, (3) aspek metode pembelajaran adalah metode yang digunakan oleh guru adalah ceramah dan penugasan, (4) aspek penggunaan bahasa dan waktu adalah

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 bahasa yang digunakan guru sudah baku dan guru juga mengajar sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan, (5) dalam aspek aktivitas belajar siswa adalah aktivitas pembelajaran yang terjadi di kelas yaitu siswa mendengarkan penjelasan guru, siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, selain itu siswa juga mencatat penjelasan guru, (6) aspek pengelolaan kelas yaitu guru sudah mengelola kelas dengan baik, guru mampu mengkondisikan siswa, (7) aspek penggunaan media yaitu guru tidak menggunakan media ketika pembelajaran, guru hanya menggunakan sumber belajar berupa buku paket dan LKS, (8) aspek cara menutup pelajaran adalah dalam menutup pelajaran guru mengucapkan salam dan berdoa, (9) sedangkan dalam aspek evaluasi yaitu siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan diberi penilaian. 4.1.5 Data Hasil Validasi dan Revisi Produk 4.1.5.1 Validasi Produk Data yang diperoleh melalui penelitian ini terdiri atas validasi yang dilakukan oleh pakar pembelajaran bahasa, pakar media, dan guru Bahasa Indonesia, sedangkan validasi tahap berikutnya adalah uji lapangan kepada siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo. Data validasi yang diperoleh dapat digunakan sebagai penentu kualitas media dan modul pembelajaran yang dikembangkan secara keseluruhan.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 4.1.5.1.1 Validasi oleh Dosen Ahli Materi 4.1.5.1.1.1 Validasi Tahap I oleh Dosen Ahli Materi Dosen ahli materi adalah Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd. Validasi tahap I dilakukan pada tanggal 1 April 2014. Aspek yang dinilai terdiri atas aspek warna, aspek gambar, aspek bahasa serta aspek materi. Ahli materi memberikan komentar pada aspek warna dan huruf pada modul pembelajaran terdapat lembar yang cenderung terlalu ramai sehingga huruf tidak jelas. Lembar yang dimaksudkan adalah lembar soal latihan untuk siswa. Selain itu ahli materi juga memberikan komentar dan saran perbaikan sebagai berikut: “jika dihubungkan dengan tujuan pembelajaran ‘...menirukan...’ modul belum mencerminkan apa yang dimaksud dalam tujuan. Penilaian cenderung kognitif, sementara tujuan pembelajaran cenderung psikomotorik sehingga instrumen penilaian harus diperbaiki (dengan penilaian kinerja)” Kesimpulan yang diberikan oleh ahli materi terhadap modul pembelajaran adalah layak digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Oleh karena itu peneliti berusaha memperbaiki kualitas modul pembelajaran agar hasilnya lebih baik dan modul layak untuk digunakan. Berikut ini hasil validasi dosen ahli materi pada tahap I.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Tabel 4.1 Hasil Validasi Tahap I oleh Dosen Ahli Materi Skor No Aspek yang dinilai 1 1 2 3 4 5 √ Modul pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 Warna dan huruf pada modul pembelajaran dapat dibaca √ dan jelas. √ 3 Warna tampilan modul pembelajaran menarik perhatian. 4 Gambar/foto dalam modul pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dalam modul pembelajaran menarik. 6 Petunjuk dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. √ 7 Bahasa dalam modul pembelajaran mudah dipahami. √ 8 Bahasa dalam modul pembelajaran sudah baku. 9 Materi dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. 10 Materi dalam modul pembelajaran sudah lengkap. Jumlah √ √ √ √ √ 4 20 Total Penilaian 39 Rerata skor 3,9 Kategori Baik 4.1.5.1.2 Validasi Tahap II oleh Dosen Ahli Materi Validasi tahap II dilakukan pada tanggal 30 Mei 2014. Aspek yang dinilai terdiri atas aspek warna, aspek gambar, aspek bahasa serta aspek materi. Ahli 15

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 materi memberikan komentar pada aspek huruf pada modul pembelajaran terdapat lembar yang hurufnya tidak sama. Ahli materi juga meberikan saran bahwa kegiatan belajar siswa diletakkan di halaman depan. Selain itu ahli materi juga memberikan komentar dan saran perbaikan sebagai berikut: “secara umum sudah baik. Susunan halaman sebaiknya dicek ulang, untuk kegiatan 5 apakah memang tidak ada rubrik/lembar penilaian membaca oantun? Kunci jawaban tidak tersedia, uraian materi ada di kegiatan berapa?” Kesimpulan yang diberikan oleh ahli materi terhadap modul pembelajaran adalah layak digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Oleh karena itu peneliti berusaha memperbaiki kualitas modul pembelajaran agar hasilnya lebih baik dan modul layak untuk digunakan. Berikut ini hasil validasi dosen ahli materi pada tahap II. Tabel 4.2 Hasil Validasi Tahap II oleh Dosen Ahli Materi Skor No Aspek yang dinilai 1 1 Modul pembelajaran yang dipergunakan dalam 2 3 4 5 √ pembelajaran menarik perhatian. 2 √ Warna dan huruf pada modul pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan modul pembelajaran menarik perhatian. √ 4 Gambar/foto dalam modul pembelajaran dapat dilihat √ jelas. 5 Gambar/foto dalam modul pembelajaran menarik. √

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 √ 6 Petunjuk dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. 7 Bahasa dalam modul pembelajaran mudah dipahami. √ 8 Bahasa dalam modul pembelajaran sudah baku. √ 9 Materi dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. √ 10 Materi dalam modul pembelajaran sudah lengkap. √ 28 Jumlah Total Penilaian 43 Rerata skor 4,3 Kategori Sangat baik 4.1.5.1.2 Validasi oleh Dosen Ahli Media 4.1.5.1.2.1 Validasi Tahap I oleh Dosen Ahli Media Ahli media adalah Theresia Yunia S, S.Pd., M.Hum. Validasi tahap I oleh dosen ahli media dilakukan pada tanggal 30 Maret 2014. Aspek yang dinilai terdiri atas aspek warna, aspek gambar, aspek bahasa, aspek materi serta aspek volume. Ahli media memberikan komentar pada aspek penggunaan bahasa yaitu: “slide 7 baris 2: berisi, slide 8: berapa macam-macam, slide 11 baris 4: tentang seputar” Sementara itu komentar dan saran perbaikan yang diberikan oleh ahli media terhadap kualitas media pembelajaran adalah sebagai berikut: ”gunakan gambar clipart yang free sehingga tidak ada tulisan ‘shutterstock’ di belakang gambar, lafal penyampaian pantun dalam video kurang jelas, bagian akhir video dibuat bukan di buat” 15

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 Kesimpulan yang diberikan oleh ahli materi terhadap modul pembelajaran adalah layak digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Oleh karena itu peneliti berusaha memperbaiki kualitas media pembelajaran agar hasilnya lebih baik dan modul layak untuk digunakan. Tabel 4.3 Hasil Validasi Tahap I oleh Dosen Ahli Media Skor No Aspek yang dinilai 1 1 2 3 4 5 √ Media pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 √ Warna dan huruf pada media pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan media pembelajaran menarik perhatian. √ 4 Gambar/foto dalam video pembelajaran dapat dilihat jelas. √ 5 Gambar/foto dalam video pembelajaran menarik. 6 Petunjuk dalam media pembelajaran mudah dimengerti. 7 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran sudah baku 8 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran mudah √ √ √ √ dipahami 9 Materi dalam media pembelajaran mudah dimengerti. 10 Volume suara dapat didengar dengan baik Jumlah √ √ 2 12 Total Penilaian 44 Rerata skor 4,4 Kategori Sangat baik 30

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 4.1.5.1.2.2 Validasi Tahap II oleh Dosen Ahli Media Validasi tahap II oleh dosen ahli media dilakukan pada tanggal 8 Juni 2014. Aspek yang dinilai terdiri atas aspek warna, aspek gambar, aspek petunjuk, aspek bahasa, aspek materi serta aspek volume. Ahli media memberikan komentar pada aspek gambar, aspek petunjuk yang ada dalam media dan aspek volume yaitu: “ada beberapa gambar dalam slide yang kabur”, “masih butuh beberapa tombol navigasi” , “suara musik leboh keras dari suara presenter” Sementara itu komentar dan saran perbaikan yang diberikan oleh ahli media terhadap kualitas media pembelajaran adalah sebagai berikut: ”sebaiknya gambar bacground pada slide diganti dengan gambar yang lebih jelas (free), tambah tombol navigasi pada beberapa slide, perbesar volume suara presenter/pembaca” Kesimpulan yang diberikan oleh ahli materi terhadap modul pembelajaran adalah layak digunakan/uji coba lapangan dengan revisi sesuai saran. Oleh karena itu peneliti berusaha memperbaiki kualitas media pembelajaran agar hasilnya lebih baik dan modul layak untuk digunakan. Berikut ini tabel hasil validasi tahap II oleh dosen ahli media.

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Tabel 4.4 Hasil Validasi Tahap II oleh Dosen Ahli Media Skor No Aspek yang dinilai 1 1 2 3 4 √ Media pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. √ 2 Warna dan huruf pada media pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan media pembelajaran menarik perhatian. √ 4 Gambar/foto dalam video pembelajaran dapat dilihat jelas. √ 5 Gambar/foto dalam video pembelajaran menarik. √ 6 Petunjuk dalam media pembelajaran mudah dimengerti. √ 7 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran sudah baku √ 8 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran mudah dipahami √ 9 Materi dalam media pembelajaran mudah dimengerti. √ 10 Volume suara dapat didengar dengan baik √ 2 Jumlah 9 Total Penilaian 35 Rerata skor 3,5 Baik Kategori 4.1.5.1.3 Validasi oleh Guru Kelas Guru kelas IV SD Negeri Selomulyo adalah Nursuriah, S.Pd. Validasi guru dilakukan pada tanggal 5 April 2014. Aspek yang dinilai dari modul pembelajaran yaitu terdiri atas aspek warna, aspek gambar, aspek bahasa serta 24 5

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 aspek materi. Guru tidak memberikan saran maupun komentar terhadap modul pembelajaran. Guru mengangggap bahwa modul sudah bagus. Kesimpulan yang diberikan guru terhadap modul pembelajaran yaitu layak untuk digunakan/uji coba lapangan tanpa revisi. Tabel 4.5 Hasil Validasi Modul oleh Guru No Aspek yang dinilai Skor 1 2 3 4 5 Kualitas modul 1 √ Modul pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 √ Warna dan huruf pada modul pembelajaran dapat dibaca dan jelas. √ 3 Warna tampilan modul pembelajaran menarik perhatian. 4 Gambar/foto dalam modul pembelajaran dapat dilihat jelas. √ 5 Gambar/foto dalam modul pembelajaran menarik. √ 6 Petunjuk dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. 7 Bahasa dalam modul pembelajaran mudah dipahami. √ 8 Bahasa dalam modul pembelajaran sudah baku. √ 9 Materi dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. √ 10 Materi dalam modul pembelajaran sudah lengkap. √ √ 8 Jumlah Total Penilaian 48 Rerata skor 4,8 Kategori Sangat baik 40

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 4.1.6 Data Hasil Revisi Produk 4.1.6.1 Revisi Produk oleh Dosen Ahli Materi Produk yang sudah divalidasi oleh pakar materi kemudian direvisi sesuai komentar. Berdasarkan komentar dari pakar materi, peneliti melakukan revisi tahap I tentang warna dan huruf, penulisan, soal evaluasi Tabel 4.6 Komentar dan Revisi Ahli Materi No 1 Tahap Tahap I Komentar Dalam cover Revisi modul Menambahkan kurang penulisan kelas tulisan kelas pada cover modul Warna dalam standar Mengganti warna menjadi kompetensi, kompetensi lebih cerah dasar dan tujuan pembelajaran bisa diganti Penulisan pada halaman Mengganti tulisan yang 2 ada yang perlu diganti kurang tepat agar menjadi lebih tepat Penulisan pada halaman Mengganti penulisan list 3 ada yang perlu diganti untuk ciri-ciri pantun yang berupa bullets menjadi numbering Gambar latihan pada terlalu soal Mengganti/menhapus ramai gambar sehingga menjadi

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 sehingga tulisan kurang putih polos agar tulisan terlihat dapat dibaca Soal evaluasi nomor 5 Mengganti soal evaluasi diganti nomor 5 Penulisan daftar Mengganti tulisan yang referensi harus diganti ada dalam daftar pustaka yaitu mengganti tulisan judul buku menjadi miring 2 Tahap II Di cover aspek Mengganti tulisan aspek menyimak sedangkan di menyimak menjadi aspek peta konsep aspek mendengarkan mendengarkan Kegiatan belajar siswa Mengganti susunan sebaiknya diletakkan di halaman halaman depan Uraian materi pelajaran Menambah ada di kegiatan berapa? kegiatan belajar siswa Rubrik/lembar penilaian Membuat rubrik penilaian untuk kegiatan 5? untuk kegiatan 5 Jenis huruf pada materi Menyamakan jenis huruf pembelajaran mengenai macam-macam disamakan pantun

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 4.1.6.2 Revisi Produk dari Dosen Ahli Media Produk yang sudah divalidasi oleh pakar media kemudian direvisi sesuai komentar. Berdasarkan komentar dari pakar media, peneliti melakukan revisi tahap I tentang penggunaan bahasa, gambar clipart yang digunakan, lafal dalam video serta penulisan. Tabel 4.7 Komentar dan Revisi Ahli Media No 1 Tahap Tahap I Komentar Revisi Penulisan slide 7, slide 8, Mengganti tulisan agar slide 11 ada yang kurang menjadi tepat tepat Gambar clipart ada yang Mengganti gambar sehingga harus diganti tidak ada lagi tulisan lafal dalam “shutterstock” Lafal penyampaian pantun Memperjelas kurang jelas menyampaikan pantun Penulisan dalam video ada Mengganti tulisan “di buat” yang harus diganti 2 Tahap II menjadi “dibuat” Ada beberapa gambar dalam Mengganti gambar slide yang kabur Masih butuh beberapa Menambah tombol navigasi tombol navigasi Suara musik lebih keras dari Menambah volume suara suara presenter agar lebih terdengar keras dan

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 4.1.7 Data Hasil Uji Lapangan Data validasi lapangan dilaksanakan pada tanggal 10 Juni 2014 pada pukul 08.30-09.30 WIB dengan jumlah subjek penelitian 29 siswa kelas IV semester genap SD Negeri Selomulyo. Perlengkapan yang dipersiapkan sebelum uji lapangan adalah laptop, viewer, projector, dan speaker. Uji lapangan tersebut dilaksanakan oleh peneliti sendiri. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, siswa sudah dibagikan modul pembelajaran. Siswa-siswa sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut karena mereka merasa senang jika belajar menggunakan media pembelajaran. Setelah membagikan modul, kegiatan awal pembelajaran dilakukan yaitu peneliti menanyakan kesiapan siswa selanjutnya meminta salah satu siswa untuk memimpin doa. Kemudian peneliti mulai menyampaikan tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran. Setelah itu peneliti memutar video pembelajaran mengenai “Pembacaan Pantun”. Selanjutnya siswa mengerjakan soal latihan pada modul. Setelah siswa mengerjakan soal latihan, peneliti meminta siswa untuk melakukan kegiatan 4. Setelah selesai siswa mengerjakan soal evaluasi yang ada pada modul. Kemudian peneliti melakukan kegiatan evaluasi secara klasikal, mengulas kembali materi yang telah diajarkan dan mengajak siswa untuk merefleksikan pembelajaran yang baru saja dilaksanakan. Selanjutnya peneliti menutup pembelajaran dengan mengucap salam. Selama pembelajaran menggunakan modul dan media berupa video respon yang diberikan siswa sangat baik. Hal ini terlihat dari sikap siswa yang antusias dan semangat mengikuti pembelajaran. Siswa merasa senang selama pembelajaran

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 hal ini ditunjukkan melalui fokus perhatian siswa ketika menggunakan media pembelajaran yang berupa video, para siswa melihat video dengan penuh perhatian dan konsentrasi. 4.1.7.1 Analisis Data Hasil Uji Lapangan Pada akhir kegiatan pembelajaran, kuesioner dibagikan pada siswa untuk mengetahui penilaian siswa terhadap modul dan media yang telah digunakan selama pembelajaran. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah diisi oleh siswa, modul yang dikembangkan mendapat skor 4,6 dengan kategori sangat baik dan media yang dikembangkan mendapat skor 4,59 dengan kategori sangat baik yang berarti modul dan media menarik perhatian siswa untuk belajar dan mempermudah siswa untuk memahami materi tentang pembacaan pantun. Berikut ini data hasil uji coba lapangan yang dilakukan siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo. Dibawah ini terdapat tabel yaitu tabel hasil validasi lapangan yang dilakukan oleh siswa untuk menilai pengembangan media pembelajaran. Tabel 4.8 Hasil Validasi Lapangan Media Pembelajaran No Aspek yang dinilai Skor rata-rata Kategori Kualitas Media 1 Media pembelajaran yang dipergunakan 4,6 Sangat Baik 4,9 Sangat Baik dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 Warna dan huruf pada media pembelajaran dapat dibaca dan jelas.

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 3 Warna tampilan media pembelajaran 4,6 Sangat Baik 4,5 Sangat Baik 4,5 Sangat Baik 4,3 Sangat Baik 4,6 Sangat Baik 4,6 Sangat Baik 4,5 Sangat Baik 4,8 Sangat Baik menarik perhatian. 4 Gambar/foto dan video dalam media pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dan video dalam media pembelajaran menarik minat belajar Saya. 6 Suara dalam video dapat didengar dengan jelas. 7 Bahasa dalam media pembelajaran mudah dipahami. 8 Video yang digunakan menambah pengetahuan saya. 9 Materi dalam media pembelajaran mudah dimengerti. 10 Saya senang melihat media pembelajaran ini untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jumlah rata-rata 45,9 Skor rata-rata keseluruhan 4,59 Sangat Baik

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Dibawah ini terdapat tabel yaitu tabel hasil validasi lapangan yang dilakukan oleh siswa untuk menilai pengembangan modul pembelajaran. Tabel 4.9 Hasil Validasi Lapangan Modul Pembelajaran No Aspek yang dinilai Skor rata-rata Kategori Kualitas Modul 1 Modul pembelajaran yang dipergunakan 4,4 Sangat Baik 4,7 Sangat Baik 4,6 Sangat Baik 4,7 Sangat Baik 4,6 Sangat Baik 4,5 Sangat Baik 4,7 Sangat Baik 4,9 Sangat Baik 4,3 Sangat Baik 4,6 Sangat Baik dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 Warna dan huruf pada modul pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan modul pembelajaran menarik perhatian 4 Gambar/foto dalam modul pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dalam modul pembelajaran menarik minat belajar saya. 6 Dengan mengggunakan modul pembelajaran ini saya semakin paham dengan materi pembelajaran. 7 Bahasa dalam modul pembelajaran mudah dipahami. 8 Modul pembelajaran ini dapat menambah pengetahuan saya. 9 Materi dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. 10 Saya senang menggunakan modul pembelajaran ini untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Jumlah rata-rata 46 Skor rata-rata keseluruhan 4,6 Sangat Baik

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 4.2 Pembahasan 4.2.1 Pembahasan Kajian Standar Kompetensi Kajian standar kompetensi dan materi pembelajaran dilakukan untuk mengetahui standar kompetensi dan materi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV untuk keterampilan menyimak yang sesuai dengan media yang akan dirancang. Kajian ini diperlukan untuk mengetahui ruang lingkup standar kompetensi dan materi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV yang dapat termuat dalam media pembelajaran. Pengkajian tersebut dilaksanakan dalam bentuk wawancara pada guru kelas IV. Hasil kajian menunjukkan bahwa standar kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV untuk keterampilan menyimak yang sesuai dengan media yang akan dirancang yaitu standar kompetensi 5. mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun dan standar kompetensi 5.2 menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat. 4.2.2 Pembahasan Hasil Analisis Kebutuhan Siswa Setelah melakukan analisis kebutuhan siswa, peneliti melakukan pembahasan terhadap pembahasannya. analisis kebutuhan siswa tersebut. Berikut hasil

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Tabel 4.10 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 1 Bagaimana guru menyampaikan materi pembelajaran di kelas? (jawaban boleh lebih dari satu) 21 72,41% a. Hanya menerangkan saja 5 17,24% b. Menggunakan media pembelajaran 7 24,14% c. Mencatat di papan tulis 15 51,71% d. Mendikte Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa dua puluh satu (72,41%) siswa memilih bahwa ketika pembelajaran berlangsung guru menyampaikan materi pembelajaran di kelas guru hanya menerangkan saja. Siswa memilih jawaban tersebut karena guru memang sering hanya menerangkan saja ketika mengajar. Ceramah atau menerangkan saja merupakan sebuah metode yang biasanya memang digunakan oleh kebanyakan guru dalam pembelajaran. Guru menyampaikan materi hanya dengan menerangkan saja karena menerangkan saja memang sebuah metode yang paling mudah dilaksanakan dan tidak banyak mengeluarkan biaya. Menerangkan saja memang sangat memudahkan guru dalam menyampaikan materi, tetapi lebih baik dalam pembelajaran guru dapat menggunakan metode pembelajaran yang menarik. Guru juga dapat menggunakan model pembelajaran inovatif, misalnya cooperatif learning atau inkuiri. Guru juga dapat menggunakan media pembelajaran yang mendukung dalam proses pembelajaran. Menurut Winapurata, 2001 (dalam Sugiyanto, 2009:3) model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menuliskan prosedur yang

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran. Sedangkan menurut Uno (2009:2) metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru yang dalam menjelaskan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Jadi sebaiknya guru menggunakan metode, model dan media yang cocok atau mendukung pembelajaran atau materi yang akan diajarkan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Tabel 4.11 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 2 Apakah guru pernah memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar? a. Pernah, tetapi hanya sekali 3 b. Selalu memberi contoh membaca pantun yang 10 10,34% 34,48% baik dan benar c. Memberi contoh tetapi hanya kadang-kadang 16 55,17% d. Tidak pernah memberi contoh 0 0% Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa enam belas (55,17%) siswa memilih bahwa guru kadang-kadang memberikan contoh membaca pantun yang baik dan benar. Siswa memilih jawaban tersebut karena dalam mengajar materi pembacaan pantun guru memang memberikan contoh kepada siswa, tetapi guru tidak selalu memberikan contoh kepada siswa.

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 Sebaiknya guru tidak hanya memberikan contoh secara kadang-kadang saja, tetapi ketika sedang mengajar materi pembacaan pantun, guru harus memberikan contoh membaca pantun yang baik dan benar. Dalam membaca pantun memang perlu memperhatikan beberapa hal di antaranya adalah memperhatikan lafal dan intonasi. Menurut Adenita (2010:96) intonasi adalah tinggi rendah nada pengucapan suatu kalimat. Lafal merupakan cara sesorang mengucapkan bunyi bahasa atau kata-kata, sedangkan intonasi merupakan naik turunnya lagu kalimat. Intonasi diciptakan dengan mengubah tinggi redahnya pengucapan, antara suara tinggi dan rendah harus dipergunakan secara bergantian dan dilakukan secara tepat. Jadi guru sebaiknya memang harus memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar agar siswa benar-benar memperhatikan hal yang harus ada ketika membaca pantun, yaitu memperhatikan lafal dan intonasi yang tepat Tabel 4.12 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 3 Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam materi pembacaan pantun, apakah guru pernah meminta saya untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas? a. Pernah, tetapi hanya sekali 6 20,68% b. Sering meminta untuk menirukan pembacaan 9 31,03% pantun di depan kelas c. Kadang-kadang meminta untuk menirukan 14 48,27% untuk menirukan 0 0% pembacaan pantun d. Tidak pernah meminta pembacaan pantun

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa empat belas (48,27%) siswa memilih jawaban bahwa guru kadang-kadang meminta untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas. Siswa memilih jawaban tersebut karena dalam materi pembacaan pantun guru memang tidak selalu meminta siswa untuk menirukan kembali. Guru tidak selalu meminta siswa untuk menirukan kembali karena dalam mengajar guru hanya menerangkan saja, sehingga hal tersebut memudahkan guru dalam mengajar. Sebaiknya guru tetap meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun, walaupun guru sudah pernah meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun atau bahkan sudah menilai siswa. Ketika sedang belajar materi pembacaan pantun alangkah baiknya jika guru meminta salah satu siswa untuk maju ke depan kelas atau membagi siswa ke dalam beberapa kelompok sehingga dalam menirukan kembali pembacaan pantun siswa dapat menirukan kembali bersama temantemannya secara berkelompok. Tujuan meminta siswa untuk menirukan pembacaan pantun kembali adalah selain untuk menilai siswa, juga agar siswa benar-benar mahir dalam menirukan pembacaan pantun, selain itu juga untuk melatih keberanian siswa agar siswa berani untuk maju ke depan kelas, dan juga dapat melatih percaya diri siswa.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 Tabel 4.13 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 4 Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi pembacaan pantun guru memberikan materi pantun tentang apa? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Pantun jenaka 29 100% b. Pantun nasihat 29 100% c. Pantun agama 27 93,10% d. Pantun teka-teki 25 86,21% Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa guru telah memberikan semua materi pantun tentang pantun jenaka, pantun nasihat, pantun agama, dan pantun teka-teki, tetapi guru lebih sering memberikan materi pantun tentang pantun jenaka dan pantun nasihat. Siswa memilih jawaban tersebut karena guru dalam menyampaikan materi menggunakan LKS serta buku paket. Dalam LKS dan buku paket tersebut contoh pantun yang paling sering digunakan adalah pantun jenaka dan pantun nasihat. Dalam materi pantun terdapat berbagai macammacam pantun, di antaranya adalah pantun jenaka, pantun nasihat, pantun agama, dan pantun teka-teki. Menurut Adenita (2010:97) Pantun jenaka merupakan pantun yang mengandung lelucon sehingga dapat menghibur hati; pantun nasihat merupakan pantun yang mengandung pesan agar orang selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari; pantun agama merupakan pantun yang berisi tentang halhal yang berhubungan dengan agama; sedangkan pantun teka-teki merupakan pantun yang mengajak pendengar/pembaca pantun untuk menebak isi pantun yang

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 dikemukakan, pantun teka-teki bertujuan untuk mengasah pikiran dan sebagai hiburan. Ketika sedang mengajarkan materi tentang pantun sebaiknya guru memberikan semua materi tentang macam-macam pantun, walaupun sudah pernah memberikan materi tersebut alangkah baiknya guru mengulas kembali ataupun memberikan materi contoh pantun yang baru. Sehingga siswa memiliki pengetahuan yang banyak mengenai contoh pantun. Tabel 4.14 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 5 Apa aktivitas pembelajaran di kelas khususnya untuk ketrampilan menyimak yang saya sukai? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Tanya jawab 1 3,45% b. Diskusi kelompok 22 75,86% c. Presentasi 0 0% d. Pemberian tugas 18 62,07% Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa dua puluh dua (75,86%) siswa memilih aktivitas yang disukai adalah diskusi kelompok. Siswa memilih jawaban tersebut karena selama ini siswa hanya mendengarkan penjelasan guru saja, sehingga siswa menginginkan aktivitas yang lain yang menyenangkan. Selama ini guru memang lebih sering menerangkan saja ketika sedang mengajar. Menerangkan memang penting dalam menyampaikan materi tetapi tidak terus menerus guru menerangkan saja. Alangkah baiknya guru memakai metode belajar yang lain. Guru juga dapat bertanya kepada siswa, aktivitas apa yang meraka inginkan sehingga dapat tercipta pembelajaran yang

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 menyenangkan. Menurut Uno (2009:2) metode pembelajaran didefinisikan sebagai cara yang digunakan guru yang dalam menjelaskan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu macam metode pembelajaran yaitu diskusi, diskusi merupakan suatu metode yang dapat membantu siswa untuk meningkatkan kreativitasnya dan dapat membantu siswa untuk berani mengungkapkan pendapatnya. Guru dapat menggunakan metode tersebut untuk melatih keberanian siswa dalam mengungkapkan pendapatnya. Tabel 4.15 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 6 Bagaimana materi pembelajaran menyimak yang diberikan guru? a. Sangat menarik dan menambah pengetahuan 8 27,58% b. Menarik dan menambah pengetahuan 17 58,62% c. Cukup menarik dan menambah pengetahuan 4 13,79% d. Tidak menarik dan tidak menambah pengetahuan 0 0% Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa tujuh belas (58,62) siswa memilih materi yang diberikan guru menarik dan menambah pengetahuan. Siswa memilih jawaban tersebut karena guru telah memeberikan pengetahuan bagi siswa bahwa pantun memiliki beberapa macam di antaranya pantun jenaka, pantun nasihat, pantun agama, dan pantun teka-teki. Selain itu guru juga memberikan contoh pantun dari masing-masing macam pantun yang diajarkan. Guru sudah bagus dalam mengajarkan materi pantun, karena guru sudah mengenalkan berbagai macam pantun kepada siswa.

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Tabel 4.16 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 7 Apa bentuk latihan yang sering diberikan guru? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Uraian 26 89,66% b. Menjodohkan 0 0% c. Pilihan ganda 29 100% d. Isian singkat 24 82,76% Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa semua siswa (100%) memilih bentuk latihan yang sering digunakan guru adalah pilihan ganda, sedangkan guru belum pernah menggunakan bentuk latihan yang berupa menjodohkan. Siswa memilih jawaban tersebut karena selama ini guru menggunakan latihan yang ada di dalam LKS dan buku paket. Bentuk latihan yang ada di dalam LKS dan buku paket memang paling banyak menggunakan pilihan ganda. Selama ini kebanyakan guru memang menggunakan bentuk latihan yang berupa pilihan ganda. Sebaiknya guru menggunakan bentuk latihan yang bervariasi agar siswa tidak hanya mengerjakan latihan yang berupa pilihan ganda. Bentuk tes terdapat berbagai macam, di antaranya adalah pilihan ganda, uraian, menjodohkan, benar-salah.

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Tabel 4.17 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 8 Apakah di setiap pembelajaran Bahasa Indonesia guru selalu menggunakan media pembelajaran? a. Pernah menggunakan media pembelajaran, tetapi 8 27,59% hanya sekali b. Selalu menggunakan media pembelajaran 2 c. Menggunakan media pembelajaran tetapi hanya 11 6,89% 37,93% kadang-kadang d. Tidak pernah menggunakan media pembelajaran 8 27,59% Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa sebelas (37,93%) siswa memilih bahwa dalam pembelajaran guru memang menggunakan media pembelajaran tetapi hanya kadang-kadang. Siswa memilih jawaban tersebut karena pada kenyataannya guru memang tidak selalu memakai media ketika sedang mengajar. Media merupakan sarana atau sumber belajar yang dapat membantu guru dalam proses pembelajaran guna untuk meningkatkan kegiatan proses pembelajaran. Sebaiknya dalam mengajar guru menggunakan media pembelajaran agar minat siswa dapat tumbuh ketika kegiatan proses pembelajaran selain itu juga agar kegiatan pembelajaran dapat meningkat menjadi lebih baik.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Tabel 4.18 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 9 Media pembelajaran apa yang sering digunakan guru? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Gambar 15 51,72% b. Suara 12 41,38% c. Video 0 0% d. Tidak pernah menggunakan media 6 20,69% Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa lima belas (51,72%) siswa memilih media yang sering digunakan guru adalah media gambar. Siswa memilih jawaban tersebut karena guru dalam mengajar guru memakai LKS maupun buku paket, dan di dalam LKS maupun buku paket tersebut terdapat berbagai macam gambar yang terkadang mendukung materi yang sedang diajarkan. Media pembelajaran dibagi menjadi tiga macam, yaitu media audio, media visual dan media audio visual. Media yang berupa gambar termasuk ke dalam media visual. Media visual merupakan media yang dapat dilihat, media audio merupakan media yang dapat didengat sedangkan media audio visual merupakan media yang dapat didengar dan dapat dilihat.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 Tabel 4.19 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 10 Media apa yang saya sukai untuk digunakan dalam pembelajaran menyimak? a. Teks 1 3,45% b. Gambar 2 6,89% c. Rekaman 7 24,14% d. Video 19 65,52% Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa sembilan belas (65,52%) siswa memilih bahwa media yang disukai adalah video. Siswa memilih jawaban tersebut karena siswa menginginkan media yang menarik. Selama ini guru kadang-kadang dalam menggunakan media, menggunakan media pun guru lebih sering menggunakan media berupa gambar dan terkadang gambar tersebut hanya mengambil dari LKS maupun buku paket. Video merupakan media audio visual. Menurut Sufanti (2010:88) Media audio visual adalah media pembelajaran yang pemanfaatannya untuk dilihat sekaligus didengar. Maka dari itu video dapat digunakan sebagai media untuk pembelajaran menyimak karena dengan menggunakan video siswa dapat melihat sekaligus mendengarkan materi yang sedang diajarkan. video juga dapat mempermudah siswa untuk memahami materi yang diajarkan.

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Tabel 4.20 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 11 Media video apa yang saya sukai? a. Video dengan gambar bergerak 9 31,03% b. Video dengan gambar dan suara 5 17,24% c. Video dengan teks dan suara 2 6,89% d. Video yang diperankan oleh guru atau orang 13 44,83% lain Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa tiga belas (44,83%) siswa memilih video yang disukai adalah video yang diperankan oleh guru atau orang lain. Siswa memilih jawaban tersebut karena siswa beranggapan bahwa guru dapat memberikan contoh yang baik terhadap siswanya. Guru memang merupakan bertanggungjawab sesosok terhadap pendidik yang perkembangan pengetahuannya, dan yang paling penting mempunyai siswa baik peran fisik dan maupun bertanggungjawab terhadap perkembangan pengetahuan siswa karena guru memiliki tujuan untuk mendidik siswa agar mereka menjadi seseorang yang menjadi lebih tahu dan memiliki wawasan atau pengetahuan yang lebih, untuk itu guru harus memberikan contoh yang baik terhadap siswanya.

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 Tabel 4.21 Hasil Kuesioner Analisis Kebutuhan Soal Nomor 12 Bagaimana materi pembelajaran yang saya sukai? a. Materi yang hanya terdapat teori 4 13,79% b. Materi yang hanya terdapat contoh-contohnya 5 17,24% c. Materi yang hanya terdapat soal-soalnya 2 6,89% d. Materi yang lengkap terdapat teori, contoh, 18 62,06% kegiatan, soal dan terdapat gambar yang menarik Berdasarkan tabel hasil kuesioner di atas dapat diketahui bahwa delapan belas (62,06%) siswa memilih materi yang lengkap yaitu materi yang terdapat teori, contoh, kegiatan, soal dan terdapat gambar yang menarik. Siswa memilih jawaban tersebut karena selama ini siswa hanya memakai sumber belajar berupa LKS dan buku paket, dan di dalam LKS tersebut hanya terdapat teori, contoh, dan soal-soal bahkan LKS tersebut terkadang tidak terdapat gambarnya selain itu LKS tersebut tidak berwarna dan tidak menarik bagi siswa. Siswa menginginkan materi atau sumber belajar yang menarik bagi mereka, sebaiknya guru memakai sumber belajar yang dapat menarik perhatian mereka, mencoba membuat LKS ataupun sumber belajar sendiri yang menarik, terdapat gambar maupun berbagai bentuk kegiatan yang dapat dilakukan siswa secara individu maupun secara kelompok sehingga siswa dapat senang dan sangat antusias ketika mengikuti pembelajaran selain itu agar siswa tidak hanya duduk diam mendengarkan penjelasan guru.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 4.2.3 Pembahasan Hasil Wawacara dengan Guru Setelah melakukan analisis wawancara dengan guru kelas IV SD Negeri Selomulyo, peneliti melakukan pembahasan terhadap hasil analisis wawancara tersebut. Berikut hasil pembahasannya. Pertanyaan pertama mengenai bagaimana cara guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, guru menjawab bahwa dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas, guru paling sering hanya menerangkan tetapi terkadang juga mencatat materi di papan tulis. Menurut guru papan tulis harus digunakan juga ketika pembelajaran karena papan tulis merupakan salah satu alat pembelajaran yang perlu digunakan oleh guru dan siswa. Dalam mengajar sebaiknya guru tidak hanya menerangkan saja, tetapi guru lebih biak menggunakan media pembelajaran untuk membantu guru dalam menyampaikan materi. Selain itu agar siswa mudah mengerti terhadap materi yang sedang diajarkan. Kalau pun guru tidak dapat menggunakan media dalam pembelajaran guru dapat menggunakan model pembelajaran inovatif maupun metode pembelajaran yang menarik. Banyak sekali model pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang tidak hanya menerangkan saja. Menurut Winapurata, 2001 (dalam Sugiyanto, 2009:3) model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menuliskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran. Sedangkan menurut Uno (2009:2) metode pembelajaran didefinisikan sebagai

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 cara yang digunakan guru yang dalam menjelaskan fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat berbagai contoh model inovatif misalnya cooperatif learning, inquiri, atau Problem Based Learning (PBL). Sedangkan contoh metode pembelajaran misalnya diskusi, demonstrasi atau presentasi. Guru dapat memakai salah satu model pembelajaran inovatif untuk diterapkan pada pembelajaran. Pertanyaan kedua yang diajukan peneliti adalah mengenai apakah guru pernah memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar, guru menjawab pernah memberikan contoh membaca pantun yang baik dan benar, karena menurut guru seorang guru harus memberi contoh terlebih dahulu kepada siswanya agar siswa tahu bagaimana cara membaca pantun yang benar, lafal dan intonasi yang benar harus digunakan dalam membaca pantun. Dalam membaca pantun itu harus menggunakan lafal dan intonasi yang tepat agar orang lain yang mendengarkan pembacaan pantun dapat mengerti pantun yang sedang dibacakan. Menurut peneliti seseorang dalam membaca pantun memang harus memperhatikan lafal dan intonasi yang tepat. Lafal merupakan cara seseorang dalam mengucapkan kata-kata sedangkan intonasi merupakan naik turunnya lagu kalimat. Oleh karena itu sebaiknya guru memang memberi contoh yang baik kepada siswa agar siswa benar-benar mengerti dan paham dalam membaca pantun yang tepat itu seperti apa. Pertanyaan ketiga yang diajukan peneliti adalah mengenai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam materi pembacaan pantun, apakah guru pernah meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 di depan kelas, guru menjawab bahwa guru pernah meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas, karena terdapat kompetensi dasar yang harus dicapai siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun. Jadi guru juga harus meminta siswa untuk menirukan pembacaan pantun yang sudah bacakan oleh guru. Menurut peneliti guru sudah sangat baik karena guru sudah pernah meminta siswa untuk mencoba menirukan kembali pembacaan pantun ke depan kelas. Hal tersebut selain untuk memperoleh nilai dari siswa juga dapat melatih keberanian siswa untuk maju ke depan kelas menunjukkan kemampuan mereka, terutama kemampuan mereka dalam membacakan pantun. Pertanyaan keempat yang diajukan peneliti adalah mengenai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi pembacaan pantun guru memberikan materi pantun tentang apa saja, guru menjawab bahwa guru memberikan semua macam-macam pantun kepada siswa, karena siswa harus mengetahui dan mengerti semua macam-macam pantun, seperti pantun agama, pantun nasihat, pantun jenaka, dan pantun teka-teki. Menurut peneliti seorang guru memang seharusnya memberikan materi yang lengkap. Jika terdapat berbagai macam pantun maka guru harus memberikan semua materi tersebut kepada siswa. Pertanyaan kelima yang diajukan peneliti adalah mengenai apa aktivitas pembelajaran di kelas khususnya untuk ketrampilan menyimak yang sering digunakan oleh guru, guru menjawab bahwa aktivitas yang sering digunakan oleh guru adalah pemberian tugas kepada siswa, guru sering meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal yang ada di LKS maupun buku paket yang dipakai oleh guru dan siswa. Menurut peneliti guru sebaiknya tidak hanya memberikan tugas

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 kepada siswa, karena banyak sekali aktivitas yang dapat dilakukan siswa selain mengerjakan tugas yang diberikan guru. Siswa dapat berdiskusi ataupun menggunakan media pembelajaran yang mendukung untuk materi yang sedang diajarkan. Berdiskusi dapat membantu siswa untuk mengeluarkan pendapatnya sedangkan media pembelajaran dapat membantu siswa untuk memahami materi pembelajaran dengan mudah. Pertanyaan keenam yang diajukan peneliti adalah mengenai apa bentuk latihan yang sering diberikan oleh guru kepada siswa, guru menjawab bentuk latihan yang sering guru berikan sama seperti bentuk latihan yang ada di LKS yaitu pilihan ganda, isian singkat, uraian. Karena setiap latihan yang guru berikan kepada siswa yaitu menggunakan LKS. Menurut peneliti sebaiknya guru memberikan bentuk latihan yang bervariasi karena terdapat berbagai macam bentuk latihan yang dapat digunakan guru. Pertanyaan ketujuh yang diajukan peneliti adalah mengenai apakah di setiap pembelajaran Bahasa Indonesia guru selalu menggunakan media pembelajaran, guru menjawab bahwa guru menggunakan media pembelajaran tetapi tidak semua materi pembelajaran guru menggunakan media pembelajaran. Menurut peneliti sebaiknya guru menggunakan media pembelajaran ketika sedang mengajar karena media pembelajaran dapat membantu siswa untuk memahami materi pembelajaran yang sedang diajarkan oleh guru, selain itu media pembelajaran juga dapat membantu membangkitkan semangat siswa dalam pembelajaran karena media pembelajaran merupakan sarana atau sumber belajar

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 yang dapat membantu meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran dan dapat meningkatkan kegiatan proses pembelajaran. Pertanyaan kedelapan yang diajukan peneliti adalah mengenai apakah media pembelajaran Bahasa Indonesia semester genap sudah guru miliki, guru menjawab bahwa sudah ada tetapi hanya sebagian kecil saja. Menurut peneliti sebaiknya guru memiliki semua media pembelajaran guna untuk membantu kegiatan pembelajaran di kelas karena dengan menggunakan media pembelajaran dapat membantu guru untuk menyampaikan materi pembelajaran, sehingga guru dapat terbantu dengan adanya media pembelajaran. Sudjana dan Rifai, 1992:2 (dalam Sukiman, 2012:43-44) mengemukakan kegunaan media pembelajaran adalah pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh peserta didik dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran, metode mengajar akan lebih bervariasi, peserta didik dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Pertanyaan kesembilan yang diajukan peneliti adalah mengenai media pembelajaran apa yang sering digunakan oleh guru, guru menjawab bahwa media yang sering digunakan oleh guru yaitu media yang berupa teks atau gambar yang mendukung materi yang sedang diajarkan. Menurut peneliti guru menggunakan media tersebut karena selama ini dalam emngajar guru hanya menggunakan LKS maupun buku paket saja, sehingga guru hanya menggunakan media yang berupa teks ataupun gambar. Sebaiknya guru menggunakan media yang menarik, media yang disukai siswa dalam pembelajaran. Guru dapat bertanya ataupun

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 berkomumikasi dengan siswa mengenai media apa yang mereka sukai untuk digunakan dalam pembelajaran. Sehingga dapat tercipta pembelajaran yang menyenangkan. Pertanyaan kesepuluh yang diajukan peneliti adalah mengenai media apa yang guru inginkan untuk digunakan dalam pembelajaran menyimak, guru menjawab bahwa media yang diinginkan oleh guru yaitu video. Karena dengan menggunakan video siswa dapat belajar dengan melihat sekaligus mendengarkan materi pembelajaran yang sedang diajarkan. Menurut peneliti media yang berupa video bagus untuk digunakan sebagai media pembelajaran menyimak, hal ini di karenakan dengan menggunakan video dapat melatih siswa untuk benar-benar memperhatikan isi video tersebut agar siswa mengetahui isi dari video tersebut. Pertanyaan kesebelas yang diajukan peneliti adalah mengenai media video apa yang diingin oleh guru, guru menjawab guru menginginkan video yang diperankan oleh seseorang atau siapapun, yang terpenting dalam video tersebut lafalnya harus jelas dengan intonasi yang tepat sehingga siswa mudah mengerti dengan adanya video tersebut. Menurut peneliti guru menjawab seperti itu karena guru menginginkan siswa diberi contoh oleh seseorang yang benar-benar dapat memberi contoh yang baik kepada siswanya. Pertanyaan keduabelas yang diajukan peneliti adalah mengenai bagaimana materi pembelajaran yang diinginkan oleh guru, guru menjawab bahwa sebuah materi itu harus yang lengkap, materi yang terdapat teori-teori yang mendukung, terdapat contoh-contohnya, kalau bisa terdapat suatu kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam proses pembelajaran, selain itu ada soal-soal latihan

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 maupun soal evaluasi yang harus dikerjakan siswa guna untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran. Menurut peneliti materi yang baik adalah materi yang lengkap. Materi yang tidak hanya berisi teori dan soal-soal saja. Tetapi materi yang juga terdapat berbagai kegiatan yang dapat dilakukan siswa, selain itu juga terdapat berbagai contoh yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Pertanyaan ketigabelas yang diajukan peneliti adalah mengenai pendapat guru tentang perlu atau tidaknya media pembelajaran berupa video dikembangkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, guru menjawab bahwa perlu media tersebut dikembangkan karena untuk memudahkan proses pembelajaran. Menurut peneliti media memang perlu dikembangkan, karena dalam pembelajaran perlu menggunakan media agar kegiatan pembelajaran tidak monoton dan dapat menyenangkan, selain itu agar pembelajaran dapat meningkat menjadi kebih baik. Pertanyaan terakhir yang diajukan peneliti adalah mengenai pendapat guru tentang apakah media yang berupa video baik untuk dikembangkan, guru menjawab bahwa hal tersebut sangat baik, agar anak-anak tidak merasa bosan dan dapat membantu proses pembelajaran. Menurut peneliti video baik dikembangkan karena pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menarik sehingga siswa dapat antusias dalam mengikuti pembelajaran, salah satunya yaitu pembelajaran yang menggunakan media.

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 4.2.4 Pembahasan Hasil Wawancara dengan Siswa Setelah melakukan analisis wawancara dengan siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo, peneliti melakukan pembahasan terhadap hasil analisis wawancara tersebut. Berikut hasil pembahasannya. Pertanyaan pertama kepada siswa mengenai apakah guru memakai media pembelajaran saat mengajar, siswa menjawab bahwa guru hanya kadang-kadang saja dalam memakai media, tetapi guru lebih sering menerangkan saja ketika mengajar. Menurut peneliti guru menggunakan media hanya kadang-kadang karena guru lebih sering menggunakan metode ceramah. Metode ceramah memang merupakan metode yang paling mudah karena guru hanya menerangkan saja dan terkadang guru tidak peduli siswanya mendengarkan penjelasannya dan mengerti terhadap penjelasannya atau tidak. Sebaiknya guru menggunakan media pembelajaran untuk membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran sehingga guru tidak hanya ceramah saja ketika mengajar. Menurut Kustandi (2011:9) media pembelajaran adalah sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Terdapat beberapa kegunaan media pembelajaran, Sudjana dan Rifai, 1992:2 (dalam Sukiman, 2012:43-44) mengemukakan kegunaan media pembelajaran adalah pembelajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar, bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh peserta didik dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran, metode mengajar akan lebih bervariasi, peserta didik dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar.

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 Pertanyaan kedua yang diajukan peneliti adalah mengenai apakah guru pernah menggunakan media berupa video ketika pembelajaran, siswa menjawab bahwa guru belum pernah memakai media yang berupa video. Menurut peneliti guru belum pernah memakai media berupa video karena guru tidak bisa mengaplikasikan media elektronik, selain itu guru juga lebih memilih cara yang praktis dan mudah dalam mengajar yaitu menggunakan metode ceramah. Pertanyaan ketiga yang diajukan peneliti adalah mengenai apakah siswa ingin media yang berupa video digunakan saat pembelajaran, siswa menjawab ingin sekali media yang berupa video, menurut siswa penggunaan media membuatnya senang mengikuti pembelajaran. Menurut peneliti siswa sangat membutuhkan media berupa video untuk membangkitkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Maka dari itu sebaiknya guru mencoba untuk menggunakan media berupa video agar siswa menjadi semangat dan antusias ketika mengikuti pembelajaran. Pertanyaan keempat yang diajukan peneliti adalah mengenai pendapat siswa perlu atau tidak media berupa video untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa menjawab perlu karena siswa merasa senang jika menggunakan media. Menurut peneliti siswa memang memerlukan sebuah media, karena selama ini siswa hanya mendengarkan penjelasan guru saja tanpa ada sesuatu yang menarik yang dapat membangkitkan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Pertanyaan terakhir yang diajukan peneliti adalah mengenai media video yang seperti apa yang diinginkan oleh siswa, siswa menjawab bahwa siswa menginginkan media video yang menarik, menurut siswa video dapat diperankan

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 110 oleh gurunya, ataupun orang lain juga dapat memerankannya. Menurut peneliti siswa menginginkan video yang diperankan guru karena siswa beranggapan bahwa guru merekalah yang dapat dijadikan sebagai contoh yang baik dan benar. 4.2.5 Pembahasan Hasil Observasi di Kelas Setelah melakukan observasi di kelas IV SD Negeri Selomulyo, peneliti melakukan pembahasan terhadap hasil observasi tersebut. Berikut hasil pembahasannya. Aspek membuka pelajaran adalah dalam membuka pelajaran guru mengucapkan salam, berdoa, dan guru mengulas pembelajaran pada hari kemarin. Menurut peneliti guru sudah baik dalam membuka pelajaran karena guru sudah mampu mengajak siswa untuk mengulas pembelajaran hari kemarin. Hal tersebut dilakukan untuk mengingatkan kembali mengenai materi yang telah dipelajari pada hari sebelumnya. Aspek menyajikan materi, guru dalam menyampaikan materi kepada siswa dengan penuh semangat, setelah menyampaikan materi guru melakukan evaluasi dan penilaian kepada siswa, kemudian guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa. Menurut peneliti guru sudah baik dalam menyajikan materi karena guru melakukan evaluasi dengan siswa. Sebagai guru memang sudah seharusnya melakukan sebuah evaluasi dengan siswa, baik secara klasikal, individu ataupun meminta siswa untuk mengerjakan soal. Tetapi selama ini guru lebih sering melakukan evaluasi dengan meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal.

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 Aspek metode pembelajaran adalah metode yang digunakan oleh guru adalah ceramah dan penugasan. Menurut peneliti guru sebaiknya tidak hanya menggunakan metode ceramah saja, tetapi guru dapat memakai metode lain yang menarik. Metode yang dapat membangkitkan semangat siswa, membuat siswa senang ketika mengikuti pembelajaran. Aspek penggunaan bahasa dan waktu adalah bahasa yang digunakan guru sudah baku dan guru juga mengajar sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. Menurut peneliti sebagai seorang guru memang harus menggunakan bahasa yang baku, karena seorang guru harus memberi contoh yang baik kepada siswa, memberi contoh yang baik mengenai penggunaaan bahasa yang baik dan benar. Aspek aktivitas belajar siswa adalah aktivitas pembelajaran yang terjadi di kelas yaitu siswa mendengarkan penjelasan guru, siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, selain itu siswa juga mencatat penjelasan guru. Menurut peneliti sebaiknya guru lebih kreatif lagi dalam mengajar, jadi siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, mengerjakan tugas dan mencatat penjelasan guru. Guru dapat mengajak siswa untuk berdiskusi ataupun demonstrasi menggunakan media, sehingga siswa dapat melakukan aktivitas yang menarik selain hanya mendengarkan penjelasan guru saja. Aspek pengelolaan kelas yaitu guru sudah mengelola kelas dengan baik, guru mampu mengkondisikan siswa. Menurut peneliti guru sudah baik karena guru dapat mengelola kelas dengan baik, karena kelas yang kondusif dapat membantu siswa untuk konsentrasi dalam belajar.

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 Aspek penggunaan media yaitu guru tidak menggunakan media ketika pembelajaran, guru hanya menggunakan sumber belajar berupa buku paket dan LKS. Menurut peneliti guru sebaiknya menggunakn media dan tidak hanya menggunakan sumber belajar berupa LKS saja ketika mengajar. Menggunakan media ketika pembelajaran dapat membantu guru dalam mengejar terlebih dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran. Aspek cara menutup pelajaran adalah dalam menutup pelajaran guru mengucapkan salam dan berdoa. Menurut peneliti guru sudah baik ketika menutup pembelajaran guru mengucapkan salam dan berdoa, karena mengawali dan mengakhiri pembelajaran dengan mengucap salam dan berdoa dapat melatih siswa untuk selalu mengucap salam kepada orang lain, baik mengucap salam kepada guru, kepada teman maupun kepada siapapun, selain itu dapat melatih siswa untuk selalu berdoa kepada Tuhan. Aspek evaluasi yaitu siswa mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan diberi penilaian. Menurut peneliti guru sebaiknya tidak hanya memberikan evaluasi dengan mengerjakan tugas, tetapi guru dalam melakukan evaluasi dengan mengulas pembelajaran yang baru saja dilakukan. 4.2.6 Pembahasan Produksi Media dan Modul pembelajaran Penelitian pengembangan ini diawali dengan menentukan mata pelajaran dan kompetensi dasar yang akan dikembangkan, yaitu Bahasa Indonesia keterampilan menyimak kelas IV semester genap, dengan kompetensi dasar 5.2 menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 4.2.6.1 Media Pembelajaran Berdasarkan kompetensi dasar yang telah ditentukan media yang dibuat berupa video yang disertai media interaktif. Media interaktif dibuat dengan menggunakan Microsoft Powerpoint 2007 sedangkan video dibuat dengan menggunakan movie maker. Dalam media interaktif tersebut terdapat tujuan pembelajaran serta materi-materi mengenai pantun, sedangkan dalam video tersebut berisi pembacaan pantun yang dibacakan oleh peneliti sendiri. 4.2.6.2 Modul Pembelajaran Berdasarkan kompetensi dasar yang telah ditentukan modul dibuat dengan menggunakan Microsoft word 2007. Dalam modul tersebut berisi peta konsep (standar kompetensi, kompetensi dasar, dan tujuan pembelajaran), kegiatankegiatan yang harus dilakukan oleh siswa, materi-materi pembelajaran, soal-soal, rubrik dan lembar penilaian, kunci jawaban, serta daftar referensi. 4.2.7 Pembahasan Hasil Uji Lapangan 4.2.7.1 Pembahasan Hasil Uji Lapangan Media Pembelajaran Setelah melakukan uji validasi lapangan, peneliti melakukan pendataan hasil validasi yang dilakukan oleh siswa guna untuk menilai produk yang dikembangkan oleh peneliti. Peneliti melakukan pembahasan terhadap analisis hasil validasi siswa tersebut. Berikut hasil pembahasannya. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek ketertarikan siswa terhadap media pembelajaran mendapat skor rata-rata sebesar 4,6 dengan kategori

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 sangat baik. Hal ini berarti bahwa siswa sangat tertarik dengan media pembelajaran yang digunakan. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek warna dan huruf yang ada pada media mendapat skor rata-rata sebesar 4,9 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti bahwa warna dan huruf yang digunakan sangat baik sehingga siswa dapat membaca dengan jelas huruf-huruf yang ada pada media pembelajaran. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek warna tampilan yang ada pada media mendapat skor rata-rata 4,6 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti warna tampilan yang ada pada media sangat baik sehingga dapat menarik perhatian siswa. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek gambar yang ada dalam media pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,5 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti gambar yang ada dalam media pembelajaran sangat baik sehingga siswa dapat melihat gambar tesebut dengan jelas. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek gambar yang ada dalam media pembelajaran mendapat skor 4,5 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti gambar yang ada dalam media sangat baik sehingga dapat menarik perhatian siswa. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek suara pada video mendapat skor rata-rata 4,3 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti suara yang ada dalam video sangat baik, sehingga video tersebut dapat didengar dengan jelas oleh siswa.

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek bahasa dalam media pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,6 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti bahasa yang ada dalam media pembelajaran sangat bagus, sehingga siswa dapat mudah memahami bahasa yang ada dalam media pembelajaran. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek video sebagai penambah pengetahuan mendapat skor rata-rata 4,6 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti bahwa video yang digunakan sebagai media pembelajaran sangat baik sehingga dapat menambah pengetahuan siswa. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek materi mendapat skor rata-rata 4,5 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti materi yang ada dalam media sangat baik sehingga materi yang ada dalam media mudah dimengerti oleh siswa. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek perasaan siswa mendapat skor rata-rata 4,8 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti perasaan siswa sangat baik sehingga siswa merasa senang terhadap media pembelajaran. Berdasarkan keseluruhan hasil uji lapangan dapat disimpulkan bahwa rerata skor yang diperoleh serta kategori yang diperoleh yaitu “sangat baik”, sehingga media pembelajaran yang berupa video sudah layak untuk digunakan dalam pembelajaran. 4.2.7.1 Pembahasan Hasil Uji Lapangan Modul Pembelajaran Setelah melakukan uji validasi lapangan, peneliti melakukan pendataan hasil validasi yang dilakukan oleh siswa guna untuk menilai produk yang

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 dikembangkan oleh peneliti. Peneliti melakukan pembahasan terhadap analisis hasil validasi siswa tersebut. Berikut hasil pembahasannya. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek ketertarikan siswa terhadap modul pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,4 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti bahwa modul pembelajaran sangat baik, sehingga modul tersebut dapat menarik perhatian siswa. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek warna dan huruf yang ada pada modul pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,7 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti warna dan huruf pada modul sangat baik, sehingga warna dan huruf dapat dibaca dan jelas. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek warna tampilan pada modul pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,6 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti warna tampilan sudah sangat baik sehingga warna tampilan pada modul pembelajaran dapat menarik perhatian siswa. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek gambar pada modul pembelajaran mendapat skor rata-rata 4,7 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti gambar yang ada dalam modul sangat baik sehingga gambar dalam modul dapat dilihat dengan jelas. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek gambar dalam modul mendapat skor rata-rata 4,6 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti gambar dalam modul sangat baik sehingga gambar dalam modul pembelajaran dapat menarik minat belajar siswa.

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek modul sebagai penambah pemahaman siswa mendapat skor rata-rata 4,5 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti modul pembelajaran membuat siswa semakin paham terhadap materi pembelajaran. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek bahasa yang digunakan pada modul mendapat skor rata-rata 4,7 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti bahasa yang ada dalam modul sangat baik sehingga bahasa dalam modul dapat mudah dipahami. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek modul sebagai penambah pengetahuan mendapat skor rata-rata 4,9 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti modul pembelajaran sudah sangat baik sehingga modul pembelajaran tersebut dapat menambah pengetahuan siswa. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek materi dalam modul mendapat skor rata-rata 4,3 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti materi dalam modul sudah sangat baik sehingga materi dalam modul tersebut mudah dimengerti oleh siswa. Berdasarkan hasil uji lapangan dilihat dari aspek perasaan siswa terhadap modul mendapat skor rata-rata 4,6 dengan kategori sangat baik. Hal ini berarti perasaan siswa terhadap modul sangat baik sehingga siswa senang terhadap modul pembelajaran. Berdasarkan keseluruhan hasil uji lapangan dapat disimpulkan bahwa rerata skor yang diperoleh serta kategori yang diperoleh yaitu “sangat baik”, sehingga modul pembelajaran sudah layak untuk digunakan dalam pembelajaran.

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 4.2.8 Pembahasan Hasil Validasi Berdasarkan kualitas media dan modul pembelajaran yang telah direvisi sesuai dengan hasil validasi ahli materi, ahli media, guru kelas IV, dan validasi lapangan, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia keterampilan menyimak. Hal tersebut ditunjukkan pada hasil penilaian dari ahli materi, ahli media, guru, dan validasi lapangan sebagai berikut. Tabel 4.22 Data Validasi Dosen Ahli Validator Tahap Rata-rata Kategori I II Ahli materi 3,9 4,3 4,1 Baik Ahli media 4,4 3,5 3,95 Baik Berdasarkan tabel tersebut rata-rata yang diperoleh dari hasil validasi oleh ahli materi yaitu 4,1 dengan kategori baik dan rata-rata yang diperoleh dari hasil validasi oleh ahli media yaitu 3,95 dengan kategori baik. Tabel 4.23 Data Validasi Guru Validator Guru Skor Kategori 4,8 Sangat baik Berdasarkan tabel tersebut skor yang diperoleh dari validasi guru adalah 4,8 dengan kategori sangat baik.

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Tabel 4.24 Data Hasil Uji Lapangan Validator Siswa kelas IV Skor Media Modul 4,59 4,6 Rata-rata Kategori 4,59 Sangat baik Berdasarkan hasil rata-rata validasi uji lapangan adalah 4,59 dengan kategori “sangat baik”. Berdasarkan validasi yang telah dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa media dan modul sudah layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada keterampilan menyimak untuk kelas IV SD semester genap. 4.2.9 Pembahasan Produk Akhir Modul dan media untuk keterampilan menyimak pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IV semester genap kompetensi dasar menirukan pembacaan pantun telah dikembangkan dan divalidasi. Berdasarkan validasi lapangan pada 29 siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo dapat disimpulkan bahwa media dan modul yang dikembangkan dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Hal ini terbukti dari hasil validasi pada kualitas media dan modul pembelajaran. Kualitas media pembelajaran terdapat beberapa komponen. Media pembelajaran memiliki komponen materi dan video. Komponen materi yang ada dalam media pembelajaran yaitu berbagai materi yang terkait dengan materi pantun, yaitu pengertian pantun, macam-macam pantun dan ciri-ciri pantun.

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Sedangkan komponen video yang ada dalam media yaitu video yang berisi contoh-contoh pantun yang diperankan oleh peneliti. Kualitas modul pembelajaran memiliki komponen sebagai berikut, peta konsep, materi, kegiatan, soal dan referensi. Komponen peta konsep terdiri atas standar kompetensi, kompetensi dasar serta tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa. Komponen materi yang ada dalam modul sama dengan materi yang ada dalam media pembelajaran, yaitu materi mengenai pengertian pantun, macam-macam pantun dan ciri-ciri pantun. Komponen kegiatan terdiri atas berbagai macam kegiatan yang harus dilakukan siswa dalam proses kegiatan belajar. Komponen soal terdiri atas berbagai soal yang harus dikerjakan siswa diantaranya adalah soal laithan dan soal evaluasi, soal latihan dikerjakan siswa ketika selesai melihat video yang diputar oleh guru sedangkan soal evaluasi dikerjakan siswa ketika selesai pembelajaran. Komponen referensi terdiri atas berbagai macam sumber buku yang dipakai untuk menunjang pembuatan modul pembelajaran. 4.2.10 Pembahasan Penggunaan Modul dan Media pembelajaran Dalam penggunaannya media dan modul pembelajaran ini sangatlah mudah. Guru dapat menggunakan media pembelajaran ini jika guru mampu mengaplikasikan komputer karena dalam menggunakan media ini harus dengan bantuan laptop atau komputer, viewer, serta layar proyektor. Penggunaan media dan modul ini haruslah secara bersamaan karena media dan modul ini saling berkaitan. Dalam modul pembelajaran terdapat kegiatan

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 yang mengharuskan siswa untuk melihat video agar siswa mampu menjawab soal latihan dan soal evaluasi yang ada pada modul sehingga media dan modul harus digunakan secara bersamaan. Guru dalam menggunakan media dan modul pembelajaran harus mempersiapkan alat-alat yang diperlukan terlebih dahulu, yaitu laptop, viewer serta layar proyektor. Setelah mempersiapkan alat-alat tersebut guru membagikan modul kepada setiap siswanya. Setelah membagikan modul, guru meminta siswa untuk melaksanakan kegiatan yang ada pada modul. Guru menggunakan media interaktif dan menyampaikan materi-materi yang ada di dalam media tersebut. Setelah itu guru memutar video pembelajaran, kemudian siswa kembali melakukan kegiatan yang ada di modul, mengerjakan soal-soal setelah melihat video yang diputar oleh guru. Siswa melaksanakan seluruh kegiatan yang ada di modul pembelajaran.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V PENUTUP Pada bab ini diuraikan tentang (1) kesimpulan, (2) keterbatasan penelitian, dan (3) saran. 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan yang diperoleh sebagai berikut. 5.1.1 Materi pembelajaran menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan media audio visual untuk siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo dikembangkan melalui empat tahapan yaitu kajian standar kompetensi dan materi pembelajaran, analisis kebutuhan, memproduksi modul dan media pembelajaran, validasi dan revisi produk. 5.1.2 Materi pembelajaran yang berupa modul dan media audio visual yang berupa video untuk keterampilan menyimak bahasa Indonesia kelas IV SD Negeri Selomulyo dikembangkan dengan kualitas “sangat baik” berdasarkan validasi dari ahli materi, ahli media, guru kelas IV, dan siswa kelas IV. Validasi dari ahli materi menunjukkan skor rerata 4,1 dengan katagori “baik”. Validasi dari ahli media menunjukkan skor rerata 3,95 dengan kategori “baik”. Validasi dari guru kelas IV menunjukkan skor rerata 4,8 dengan katagori “sangat baik”. Validasi lapangan untuk modul 122

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 pembelajaran memperoleh skor rata-rata 4,6 dengan kategori “sangat baik” sedangkan validasi lapangan untuk media pembelajaran memperoleh skor rerata 4,59 dengan kategori “sangat baik”. Jadi dapat disimpulkan bahwa materi pembelajaran Bahasa Indonesia menirukan pembacaan pantun pada keterampilan menyimak dengan menggunakan media audio visual untuk siswa kelas IV SD Negeri Selomulyo sudah “layak” digunakan dalam pembelajaran. 5.1.3 Media dan modul harus digunakan secara bersamaan karena media dan modul tersebut saling berkaitan. Di dalam modul tersebut terdapat kegiatan yang mengharuskan siswa untuk melihat video agar siswa mampu menjawab soal latihan dan soal evaluasi yang ada pada modul. 5.2 Keterbatasan Penelitian Modul dan media pembelajaran berbasis audio visual yang berupa video siap untuk diujicobakan dalam skala yang lebih luas. Meskipun demikian masih terdapat keterbatasan sebagai berikut: 5.2.1 Produk yang dikembangkan terbatas hanya pada keterampilan menyimak. 5.2.2 Produk yang dikembangkan terbatas hanya pada satu kompetensi dasar. 5.3 Saran Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan materi pembelajaran dengan media audio visual yang berupa video dalam pembelajaran adalah sebagai berikut:

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 5.3.1 Produk yang dikembangkan sebaiknya tidak hanya keterampilan menyimak tetapi dapat mengembangkan keterampilan-keterampilan yang lain atau mengembangkan semua keterampilan yaitu keterampilan berbicara, keterampilan menulis dan keterampilan membaca. 5.3.2 Produk yang dikembangkan tidak hanya terdiri dari satu kompetensi dasar tetapi dapat menggunakan beberapa kompetensi dasar.

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Adenita. (2010). Bahasa Indonesia 4. Bogor: Yudistira Anitah, Sri. (2010). Media Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka Arifin, Zainal. (2011). Penelitian Pendidikan:Metode dan Paradigma Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Aryanti, Erni Yuli. (2010). Pengembangan Silabus dan Materi Pembelajaran Menyimak dengan Media Audio Visual dan Metode Kooperatif untuk Siswa Kelas VII Semester I SMP Negeri I Nanggulan Tahun Ajaran 2009/2010. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Baryadi, Praptomo. (2009). Ayo Belajar Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Hermawan, Herry. (2012). Menyimak; Keterampilan Berkomunikasi Yang Terabaikan. Yogyakarta: Graha Ilmu Kurniawan, Andreas. (2011). Pengembangan Media Audio visual Sebagai Media Pembelajaran Menyimak untuk Siswa Kelas III SD Sola 1 Srumbung, Magelang Tahun Ajaran 2010/2011. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Kustandi, Cecep. (2011). Media Pembelajaran; Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia Masidjo, I. (2010). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Munadi, Yudhi. (2010). Media Pembelajaran; Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada Press Natalia, Kristin. (2012). Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Keterampilan Menyimak Unsur-unsur Cerita Bahasa Indonesia Kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Nurcholis, Hanif. (2007). Saya Senang Berbahasa Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga Prastowo. (2011). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Yogyakarta: Diva Press Putri, Mukti Sari. (2012). Pengembangan Alat Peraga ala Montessori untuk Keterampilan Geometri Matematika Kelas III SDN Tamanan I Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Sadiman, Arief. (2010). Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Jakarta: Pustekkom Dikbud 125

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Setyosari, H. Punaji. (2010). Metode penelitian pendidikan dan pengembangan. Jakarta: Kencana Sudjana, Nana. (1990). Media Pengajaran: Penggunaan dan Pembuatannya. Bandung: Sinar Baru Sufanti, Main. (2010). Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Surakarta: Yuma Pustaka Sugiyanto. (2009). Model-Model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Yuma Pustaka Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta Sukiman. (2012). Pengembangan Media Pembelajaran. Yogyakarta: Pedagogia Sukmadinata, Nana Syaodih. (2008). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Suleiman, Amir Hamzah. (1985). Media Audio-Visual Untuk Pengajaran, Penerangan dan Penyuluhan. Jakarta: PT Gramedia Suryaningum, Ajeng Christy. (2012). Pengembangan Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia Bermuatan Pendidikan Karakter Bangsa Kelas XI Semester I SMA Stella Duce Bantul, Yogyakarta, Tahun Ajaran 2011/2012 Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Tarigan, Henry Guntur. (1980). Menyimak; Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Penerbit Angkasa Uno, Hamzah B. (2008). Model Pembelajaran: Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: PT Bumi Aksara Widoyoko, Eko Putro. (2009). Evaluasi Program Pendidikan: Panduan Praktis Bagi Pendidik dan Calon Pendidik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Yulita, Ani. (2012). Pengembangan Multimedia Interaktif untuk Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia Kelas V SD Tarakanita Bumijo Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma Zulela. (2012). Pembelajaran Bahasa Indonesia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Tabel 3.1 Kisi-kisi Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa No Butir pertanyaan No soal pada instrumen 1 Teknik pembelajaran yang digunakan guru 1, 2, 3 2 Teknik pembelajaran yang disukai siswa 5 3 Materi yang diberikan guru 4, 6 4 Evaluasi yang diberikan guru 7 5 Media yang digunakan guru 8, 9 6 Media yang disukai siswa 10, 11 7 Materi yang disukai siswa 12

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Tabel 3.3 Kisi-kisi Pedoman Wawancara untuk Guru No Butir pertanyaan No soal pada instrumen 1 Teknik pembelajaran yang digunakan guru 1, 2, 3 2 Teknik pembelajaran yang diinginkan guru 5 3 Materi yang diberikan guru 4 4 Evaluasi yang diberikan guru 6 5 Media yang digunakan guru 7, 9 6 Media yang diinginkan guru 10 7 Materi yang diinginkan guru 11 8 Media pembelajaran 8, 12, 13, 14

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Tabel 3.4 Kisi-kisi Pedoman Wawancara untuk Siswa No Butir pertanyaan No soal pada instrumen 1 Media yang digunakan guru 1, 2 2 Media pembelajaran berupa video 3, 4, 5

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Tabel 3.7 Kisi-kisi Pedoman Observasi di Kelas No Aspek yang dinilai 1 Membuka pelajaran 2 Penyajian materi 3 Metode Pembelajaran 4 Penggunaan bahasa dan waktu 5 Aktivitas belajar siswa 6 Pengelolaan Kelas 7 Penggunaan Media 8 Cara menutup pelajaran 9 Evaluasi

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 Tabel 3.8 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Ahli Materi dan Guru No Aspek penilaian No soal pada instrumen 1 Ketertarikan modul 1 2 Warna dan huruf 2 3 Warna tampilan 3 4 Gambar 4, 5 5 Petunjuk 6 6 Bahasa 7, 8 7 Materi 9, 10

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Tabel 3.9 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Ahli Media No Aspek penilaian No soal pada instrumen 1 Ketertarikan media 1 2 Warna dan huruf 2 3 Warna tampilan 3 4 Gambar 4, 5 5 Petunjuk 6 6 Bahasa 7, 8 7 Materi 9 8 Volume 10

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Tabel 3.12 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Siswa untuk Pengembangan Modul No Aspek penilaian No soal pada instrumen 1 Ketertarikan siswa pada modul 1 2 Warna dan huruf 2 3 Warna tampilan 3 4 Gambar 4, 5 5 Modul sebagai penambah pemahaman siswa 6 6 Bahasa 7 7 Modul sebagai penambah pengetahuan 8 8 Materi 9 9 Perasaan siswa 10

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Tabel 3.13 Kisi-kisi Kuesioner Validasi Siswa untuk Pengembangan Media No Aspek penilaian No soal pada instrumen 1 Ketertatikan siswa pada media 1 2 Warna dan huruf 2 3 Warna tampilan 3 4 Gambar 4, 5 5 Suara 6 6 Bahasa 7 7 Video sebagai penambah pengetahuan 8 siswa 7 Materi 9 8 Perasaan siswa 10

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Tabel 3.2 Kuesioner Analisis Kebutuhan Siswa No Pertanyaan 1 Bagaimana guru menyampaikan materi pembelajaran di kelas? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Hanya menerangkan saja b. Menggunakan media pembelajaran c. Mencatat di papan tulis d. Mendikte 2 Apakah guru pernah memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar? a. Pernah, tetapi hanya sekali b. Selalu memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar c. Memberi contoh tetapi hanya kadang-kadang d. Tidak pernah memberi contoh 3 Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam materi pembacaan pantun, apakah guru pernah meminta saya untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas? a. Pernah, tetapi hanya sekali b. Sering meminta untuk menirukan pembacaan pantun di depan kelas c. Kadang-kadang meminta untuk menirukan pembacaan pantun d. Tidak pernah meminta untuk menirukan pembacaan pantun 4 Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi pembacaan pantun guru memberikan materi pantun tentang apa? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Pantun jenaka b. Pantun nasihat c. Pantun agama d. Pantun teka-teki 5 Apa aktivitas pembelajaran di kelas khususnya untuk ketrampilan menyimak yang saya sukai? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Tanya jawab b. Diskusi kelompok c. Presentasi d. Pemberian tugas 6 Bagaimana materi pembelajaran menyimak yang diberikan guru? a. Sangat menarik dan menambah pengetahuan b. Menarik dan menambah pengetahuan c. Cukup menarik dan menambah pengetahuan d. Tidak menarik dan tidak menambah pengetahuan 7 Apa bentuk latihan yang sering diberikan guru? (jawaban boleh lebih dari

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 8 9 10 11 12 satu) a. Uraian b. Menjodohkan c. Pilihan ganda d. Isian singkat Apakah di setiap pembelajaran Bahasa Indonesia guru selalu menggunakan media pembelajaran? a. Pernah menggunakan media pembelajaran, tetapi hanya sekali b. Selalu menggunakan media pembelajaran c. Menggunakan media pembelajaran tetapi hanya kadang-kadang d. Tidak pernah menggunakan media pembelajaran Media pembelajaran apa yang sering digunakan guru? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Gambar b. Suara c. Video d. Tidak pernah menggunakan media Media apa yang saya sukai untuk digunakan dalam pembelajaran menyimak? a. Teks b. Gambar c. Rekaman d. Video Media video apa yang saya sukai? a. Video dengan gambar bergerak b. Video dengan gambar dan suara c. Video dengan teks dan suara d. Video yang diperankan oleh guru atau orang lain Bagaimana materi pembelajaran yang saya sukai? a. Materi yang hanya terdapat teori b. Materi yang hanya terdapat contoh-contohnya c. Materi yang hanya terdapat soal-soalnya d. Materi yang lengkap terdapat teori, contoh, kegiatan, soal dan terdapat gambar yang menarik

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Tabel 3.5 Pertanyaan Wawancara dengan Guru No Pertanyaan 1 Bagaimana cara Anda menyampaikan materi pembelajaran di kelas? 2 Apakah Anda pernah memberikan contoh membaca pantu yang baik dan benar? 3 Apakah Anda pernah meminta siswa untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas? 4 Apa saja materi pantun yang Anda berikan kepada siswa? 5 Apa aktivitas pembelajaran di kelas khususnya untuk keterampilan menyimak yang sering Anda gunakan? 6 Apa bentuk latihan yang sering Anda berikan kepada siswa? 7 Apakah setiap pembelajaran Bahasa Indonesia Anda selalu menggunakan media pembelajaran? 8 Apakah media pembelajaran Bahasa Indonesia semester genap sudah Anda miliki? 9 Media pembelajaran apa yang sering Anda gunakan? 10 Media apa yang Anda inginkan untu digunakan dalam pembelajaran menyimak? 11 Media video yang seperti apa yang Anda inginkan? 12 Bagaimana materi pembelajaran yang Anda inginkan? 13 Perlukah media pembelajaran berupa video dikembangkan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia? 14 Apakah media berupa video baik untuk dikembangkan?

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Tabel 3.6 Pertanyaan Wawancara dengan Siswa No Pertanyaan 1 Apakah guru memakai media pembelajaran saat mengajar? 2 Apakah guru pernah menggunakan media berupa video saat pembelajaran? 3 Apakah kamu ingin media yang berupa video digunakan saat pembelajaran? 4 Perlukah media berupa video untuk digunakan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia? 5 Media video yang seperti apa yang kamu inginkan?

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Tabel 3.10 Kuesioner Validasi untuk Ahli Materi dan Guru No 1 Aspek yang dinilai Modul pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 Warna dan huruf pada modul pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan modul pembelajaran menarik perhatian. 4 Gambar/foto dalam modul pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dalam modul pembelajaran menarik. 6 Petunjuk dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. 7 Bahasa dalam modul pembelajaran mudah dipahami. 8 Bahasa dalam modul pembelajaran sudah baku. 9 Materi dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. 10 Materi dalam modul pembelajaran sudah lengkap.

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Tabel 3.11 Kuesioner Validasi untuk Ahli Media No 1 Aspek yang dinilai Media pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 Warna dan huruf pada media pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan media pembelajaran menarik perhatian. 4 Gambar/foto dalam video pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dalam video pembelajaran menarik. 6 Petunjuk dalam media pembelajaran mudah dimengerti. 7 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran sudah baku 8 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran mudah dipahami 9 Materi dalam media pembelajaran mudah dimengerti. 10 Volume suara dapat didengar dengan baik

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Tabel 3.14 Kuesioner Validasi untuk Siswa No Aspek yang dinilai Kualitas Media 1 Media pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 3 4 Warna dan huruf pada media pembelajaran dapat dibaca dan jelas. Warna tampilan media pembelajaran menarik perhatian Gambar/foto dan video dalam media pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dan video dalam media pembelajaran menarik minat belajar Anda. 6 7 8 9 10 Petunjuk dalam media dan modul pembelajaran mudah dimengerti. Bahasa dalam media pembelajaran mudah dipahami. Anda dapat menggunakan media pembelajaran secara mandiri. Materi dalam media pembelajaran mudah dimengerti. Anda senang menggunakan media pembelajaran ini untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kualitas Modul 1 Modul pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 3 4 Warna dan huruf pada modul pembelajaran dapat dibaca dan jelas. Warna tampilan modul pembelajaran menarik perhatian Gambar/foto dan video dalam modul pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dan video dalam modul pembelajaran menarik minat belajar Anda. 6 7 8 9 10 Petunjuk dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. Bahasa dalam modul pembelajaran mudah dipahami. Anda dapat menggunakan modul pembelajaran secara mandiri. Materi dalam media dan modul pembelajaran mudah dimengerti. Anda senang menggunakan media dan modul pembelajaran ini untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia.

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 Tabel Hasil Analisis Kebutuhan Siswa No 1 2 3 4 Pertanyaan Bagaimana guru menyampaikan materi pembelajaran di kelas? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Hanya menerangkan saja b. Menggunakan media pembelajaran c. Mencatat di papan tulis d. Mendikte Apakah guru pernah memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar? a. Pernah, tetapi hanya sekali b. Selalu memberi contoh membaca pantun yang baik dan benar c. Memberi contoh tetapi hanya kadangkadang d. Tidak pernah memberi contoh Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam materi pembacaan pantun, apakah guru pernah meminta saya untuk menirukan kembali pembacaan pantun di depan kelas? a. Pernah, tetapi hanya sekali b. Sering meminta untuk menirukan pembacaan pantun di depan kelas c. Kadang-kadang meminta untuk menirukan pembacaan pantun d. Tidak pernah meminta untuk menirukan pembacaan pantun Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi pembacaan pantun guru memberikan materi pantun tentang apa? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Pantun jenaka b. Pantun nasihat c. Pantun agama d. Pantun teka-teki Jumlah Persentase responden 21 5 7 15 72,41% 17,24% 24,14% 51,71% 3 10 10,34% 34,48% 16 0 55,17% 0% 6 9 20,68% 31,03% 14 48,27% 0 0% 29 29 27 25 100% 100% 93,10% 86,21%

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 5 6 7 8 9 10 Apa aktivitas pembelajaran di kelas khususnya untuk ketrampilan menyimak yang saya sukai? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Tanya jawab b. Diskusi kelompok c. Presentasi d. Pemberian tugas Bagaimana materi pembelajaran menyimak yang diberikan guru? a. Sangat menarik dan menambah pengetahuan b. Menarik dan menambah pengetahuan c. Cukup menarik dan menambah pengetahuan d. Tidak menarik dan tidak menambah pengetahuan Apa bentuk latihan yang sering diberikan guru? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Uraian b. Menjodohkan c. Pilihan ganda d. Isian singkat Apakah di setiap pembelajaran Bahasa Indonesia guru selalu menggunakan media pembelajaran? a. Pernah menggunakan media pembelajaran, tetapi hanya sekali b. Selalu menggunakan media pembelajaran c. Menggunakan media pembelajaran tetapi hanya kadang-kadang d. Tidak pernah menggunakan media pembelajaran Media pembelajaran apa yang sering digunakan guru? (jawaban boleh lebih dari satu) a. Gambar b. Suara c. Video d. Tidak pernah menggunakan media Media apa yang saya sukai untuk digunakan dalam pembelajaran menyimak? a. Teks 1 22 0 18 3,45% 75,86% 0% 62,07% 8 17 4 0 27,58% 58,62% 13,79% 0% 26 0 29 24 89,66% 0% 100% 82,76% 11 37,93% 2 8 6,89% 27,59% 8 27,59% 15 12 0 6 51,72% 41,38% 0% 20,69% 1 3,45%

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 11 12 b. Gambar c. Rekaman d. Video Media video apa yang saya sukai? a. Video dengan gambar bergerak b. Video dengan gambar dan suara c. Video dengan teks dan suara d. Video yang diperankan oleh guru atau orang lain Bagaimana materi pembelajaran yang saya sukai? a. Materi yang hanya terdapat teori b. Materi yang hanya terdapat contohcontohnya c. Materi yang hanya terdapat soal-soalnya d. Materi yang lengkap terdapat teori, contoh, kegiatan, soal dan terdapat gambar yang menarik 2 7 19 6,89% 24,14% 65,52% 9 5 2 13 31,03% 17,24% 6,89% 44,83% 4 5 2 18 13,79% 17,24% 6,89% 62,06%

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Tabel Hasil Observasi di Kelas No Aspek yang diamati Deskripsi Hasil Pengamatan 1 Membuka pelajaran Ketika membuka pelajaran guru mengucapkan salam, berdoa, guru juga mengulas pembelajaran pada hari sebelumnya 2 Menyajikan materi Guru menyampaikan materi kepada siswa dengan penuh semangat, setelah menyampaikan materi guru melakukan evaluasi dan penilaian kepada siswa, kemudian guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa 3 Metode pembelajaran Metode yang digunakan guru adalah ceramah dan penugasan 4 Penggunaan bahasa dan Bahasa yang digunakan guru sudah baku waktu dan guru juga mengajar sesuai dengan alokasi waktu yang telah ditentukan 5 Aktivitas belajar siswa Aktivitas pembelajaran yang terjadi di kelas adalah siswa mendengarkan penjelasan guru, siswa mencatat penjelasan guru, siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 6 Pengelolaan kelas Guru sudah mengelola kelas dengan baik, guru mampu mengkondisikan siswa 7 Penggunaan media Guru tidak menggunakan media ketika pembelajaran, guru hanya menggunakan sumber belajar berupa buku paket dan LKS 8 Cara menutup pembelajaran Dalam menutup pelajaran guru mengucapkan salam dan berdoa 9 Evaluasi Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru dan diberi penilaian

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Tabel Hasil Validasi Guru Skor No Aspek yang dinilai 1 2 4 5 Kualitas modul 1 √ Modul pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 √ Warna dan huruf pada modul pembelajaran dapat dibaca dan jelas. √ 3 Warna tampilan modul pembelajaran menarik perhatian. 4 Gambar/foto dalam modul pembelajaran dapat dilihat jelas. √ 5 Gambar/foto dalam modul pembelajaran menarik. √ 6 Petunjuk dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. 7 Bahasa dalam modul pembelajaran mudah dipahami. √ 8 Bahasa dalam modul pembelajaran sudah baku. √ 9 Materi dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. √ 10 Materi dalam modul pembelajaran sudah lengkap. √ Jumlah Total Penilaian Kategori √ 8 48 Sangat baik 40

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 Tabel Hasil Kuesioner Validasi Ahli Media Tahap I Skor No Aspek yang dinilai 1 1 2 4 5 √ Media pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 √ Warna dan huruf pada media pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan media pembelajaran menarik perhatian. √ 4 Gambar/foto dalam video pembelajaran dapat dilihat jelas. √ 5 Gambar/foto dalam video pembelajaran menarik. 6 Petunjuk dalam media pembelajaran mudah dimengerti. 7 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran sudah baku 8 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran mudah dipahami √ 9 Materi dalam media pembelajaran mudah dimengerti. √ 10 Volume suara dapat didengar dengan baik Jumlah Total Penilaian kategori √ √ √ √ 2 12 44 Sangat baik 30

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 Tabel Hasil Validasi Ahli Media Tahap II Skor No Aspek yang dinilai 1 1 2 3 4 √ Media pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 √ Warna dan huruf pada media pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan media pembelajaran menarik perhatian. √ 4 Gambar/foto dalam video pembelajaran dapat dilihat jelas. √ 5 Gambar/foto dalam video pembelajaran menarik. √ 6 Petunjuk dalam media pembelajaran mudah dimengerti. √ 7 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran sudah baku √ 8 Penggunaan bahasa dalam media pembelajaran mudah √ dipahami 9 Materi dalam media pembelajaran mudah dimengerti. 10 Volume suara dapat didengar dengan baik Jumlah Total Penilaian √ √ 2 9 35 Baik 24 5

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 Validasi oleh Dosen Ahli Media Tahap I

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 Validasi oleh Dosen Ahli Media Tahap II

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 Tabel 4.1 Hasil Validasi Tahap I oleh Dosen Ahli Materi Skor No Aspek yang dinilai 1 1 2 4 5 √ Modul pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 Warna dan huruf pada modul pembelajaran dapat dibaca √ dan jelas. √ 3 Warna tampilan modul pembelajaran menarik perhatian. 4 Gambar/foto dalam modul pembelajaran dapat dilihat jelas. 5 Gambar/foto dalam modul pembelajaran menarik. 6 Petunjuk dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. √ 7 Bahasa dalam modul pembelajaran mudah dipahami. √ 8 Bahasa dalam modul pembelajaran sudah baku. 9 Materi dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. 10 Materi dalam modul pembelajaran sudah lengkap. Jumlah Total Penilaian Kategori √ √ √ √ √ 4 20 39 Sangat baik 15

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 Tabel 4.2 Hasil Validasi Tahap II oleh Dosen Ahli Materi Skor No Aspek yang dinilai 1 1 2 3 4 5 √ Modul pembelajaran yang dipergunakan dalam pembelajaran menarik perhatian. 2 √ Warna dan huruf pada modul pembelajaran dapat dibaca dan jelas. 3 Warna tampilan modul pembelajaran menarik perhatian. √ 4 Gambar/foto dalam modul pembelajaran dapat dilihat √ jelas. 5 Gambar/foto dalam modul pembelajaran menarik. √ 6 Petunjuk dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. √ 7 Bahasa dalam modul pembelajaran mudah dipahami. √ 8 Bahasa dalam modul pembelajaran sudah baku. √ 9 Materi dalam modul pembelajaran mudah dimengerti. √ 10 Materi dalam modul pembelajaran sudah lengkap. √ 28 Jumlah Total Penilaian Kategori 43 Sangat baik 15

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Validasi oleh Dosen Ahli Materi Tahap I

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 Validasi oleh Dosen Ahli Materi Tahap II

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 Hasil Pekerjaan Siswa A

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 Hasil Pekerjaan Siswa B

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 Peneliti sedang menjelaskan materi dengan menggunakan media pembelajaran Peneliti dan siswa melihat video bersama-sama

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 Peneliti mendampingi siswa ketika mengerjakan soal Siswa mengerjakan soal pada modul pembelajaran

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 216

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 BIODATA PENULIS Penulis bernama Fitria Ratnasari yang merupakan putri tunggal dari pasangan Supandi dan Bernadeta Rusmiyati yang lahir pada tanggal 14 Maret 1992. Penulis menempuh pendidikan dari TK Theresia pada tahun 1996, SD Negeri Kelor pada tahun 1998-2004, SMP Negeri 1 Karangmojo pada tahun 2004-2007, dan SMA Negeri 2 Wonosari pada tahun 2007-2010. Penulis menempuh pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendididkan Guru Sekolah Dasar di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2010-2014. Di lingkup Universitas, penulis pernah bergabung dalam kepanitiaan yaitu Panitia Inisiasi Prodi bagi Mahasiswa baru pada tahun 2011 sebagai Sie Anggota Keamanan. Penulis juga pernah mengikuti beberapa seminar dan workshop. Seminar dan workshop yang pernah diikuti penulis antara lain: (1) Seminar dan Workshop Permainan Tradisional, (2) Workshop Dongeng, (3) Una Seminar And Workshop On Anti Bias Curriculum And Teaching, (4) Seminar Diseminasi Hasil Program Hibah Kompetisi S1 PGSD B Tahun 2010 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma,

(243)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA ANAK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO TAPE RECORDER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VB SD NEGERI 01 BANGUNREJO
1
8
8
PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENUNJANG PEMBELAJARAN MEMBACA INDAH TEMBANG DOLANAN PADA SISWA KELAS II SD
0
28
146
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK ISI CERITA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL FILM ANIMASI SISWA KELAS IV SD NEGERI I TALUNOMBO KECAMATAN BATURETNO KABUPATEN WONOGIRI TAHUN PELAJARAN 200 2010
0
12
95
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SD NAMIRA MEDAN.
0
3
35
PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 KETAON BANYUDONO TAHUN PELAJARAN 2011/2012.
0
1
13
PENDAHULUAN PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 KETAON BANYUDONO TAHUN PELAJARAN 2011/2012.
0
0
10
DAFTAR PUSTAKA PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 KETAON BANYUDONO TAHUN PELAJARAN 2011/2012.
0
0
4
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DALAM PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VCD PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK DALAM PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VCD PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 BAWAK KECAMATAN C
0
0
15
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK PADA MATA PELAJARAN IPS SISWA SD KELAS I.
0
4
16
PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV SD NEGERI BENER 1 NGRAMPAL SRAGEN.
24
149
285
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS V SD JUARA YOGYAKARTA.
0
1
192
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL MATA PELAJARAN IPA DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC UNTUK SISWA SD KELAS 5
0
1
15
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENYIMAK CERITA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS III SD NEGERI TEGALREJO 01 KECAMATAN TENGARAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 20142015 SKRIPSI
0
2
153
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA WAYANG KARTUN MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK KELAS IV SD NEGERI 1 BAWANG
0
0
16
PENINGKATAN MINAT DAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL SISWA KELAS V SDN SELOMULYO SLEMAN
1
0
209
Show more