TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI

Gratis

0
0
315
2 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Kristina Setya Hastuti 101134229 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini Peneliti persembahkan kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus yang setia menemani dan memberkatiku. Terima kasih Tuhan, Engkau ada untuk menenangkanku dan memenangkan segala perkara yang baik bagiku. 2. Kedua orang tuaku, Bapak Sunarjo dan Ibu Suparti yang selalu memotivasi dan mendoakan yang terbaik untukku. Terima kasih untuk canda tawa dan kehangatan di dalam keluarga yang selalu kurindukan. 3. Simbah Sumarti, Supardi dan Alm. Simbah Buyut yang setia mendukung dan mendoakan Peneliti. 4. Seluruh guru dan dosen yang telah mendidik Peneliti. 5. Ibu Catur Rismiati yang memberi arahan, motivasi dan pelajaran hidup yang berharga bagi Peneliti. Terima kasih untuk kasih dan komitmen yang luar biasa. 6. Ibu Andri Anugrahana yang menjadi pembimbing II sekaligus motivator dalam menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih untuk senyum dan semangat Ibu. 7. Kakakku Pratiwi Dyah Indari, Adi Prasetyo dan adikku Kristian Adi Nugraha yang setia mendukung dalam doa dan memberi semangat luar biasa untukku. 8. Seseorang yang setia mendukung dalam doa dan menyemangati Peneliti. iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO -Striving for Excellent- “Segala perkara dapat kutanggung di dalam dia yang memberi kekuatan kepadaku” Filipi 4:13 “Selalu ada jalan keluar dari Setiap tantangan, aku optimis bisa sebab tangan tuhan yang pegang, Aku percaya masa depanku sungguh ada dan harapanku tidak hilang “ “kamulyaning urip iku dumunung ana ing tentreme ati” v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI Oleh : Kristina Setya Hastuti 101134229 Penelitian ini dilatarbelakangi hasil penelitian PISA yang menunjukkan rendahnya kemampuan matematika siswa Indonesia. Faktor penyebab rendahnya kemampuan matematika siswa Indonesia berkaitan dengan pengelolaan pendidikan yaitu minimnya penggunaan alat peraga pembelajaran. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori memiliki lima karakteristik yaitu autoeducation, menarik, bergradasi, auto-correction, life, kontekstual, dan workmanship. Alat peraga yang berkualitas menciptakan kepuasan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode sensus. Subyek penelitian terdiri dari 36 siswa dan 1 guru kelas IV SD Karitas Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang menilai kinerja dan kepentingan alat peraga. Data dianalisis dengan teknik analisis data PAP tipe I, dan Importance and Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Aspek alat peraga yang perlu dipertahankan prestasinya menurut siswa yaitu alat peraga mudah digunakan, memudahkan mengerjakan soal, bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6, membantu memperbaiki kesalahan, menemukan kesalahan yang dibuat siswa, sesuai dengan materi pelajaran, terbuat dari bahan yang kuat, dapat dipakai berkali-kali, tetap kuat walau jarang digunakan, dan dicat rapi. Aspek alat peraga yang perlu dipertahankan prestasinya menurut guru yaitu alat peraga membantu siswa mengerjakan soal tanpa bantuan orang lain, memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6, memperbaiki kesalahan, pernah dilihat, terbuat dari bahan yang kuat, tidak mudah rusak, dan mudah diperbaiki. Kata kunci : tingkat kepuasan, alat peraga matematika, metode Montessori, PAP tipe I, IPA viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT THE LEVEL OF STUDENT AND TEACHER’S SATISFACTION TOWARD THE USE OF MONTESSORI BASED MATHEMATIC TEACHING AID By : Kristina Setya Hastuti 101134229 This study conducted by PISA indicated that Indonesia students mathematic competence was low. One of the reasons was related to educational management which is lacking of teaching aids in class. Mathematics teaching aid based on Montessori was a developed teaching aid which having five unique characteristics namely auto-education, interesting, grading, auto-correction, life, contextual and workmanship. The quality of teaching aid affected students and teacher’s satisfaction as users. This study was intended to find out students and teacher satisfaction toward the use of mathematics teaching aid based on Montessori method. The used teaching aid is an integers board namely “Papan Dakon Bilangan Bulat”. This study was a descriptive and quantitative research using census method. The subjects of this study are 36 students and 1 teacher in grade 4 of “Karitas” Elementary School in Yogyakarta. Data collection mechanism is using questionnaires which was used to assess the work and the importance of the teaching aid. Data were analized using criterion reference “Penilaian Acuan Patokan (PAP) I” and Importance and Performance Analysis (IPA). The result of this study showed that students and teacher toward the use of mathematics teaching aid based on Montessori method were fairly satisfy. According to the students, some aspec of teaching aid needed to be maintained were easy to used, easy to answer the questions, easy to use by students of grade 1 to 6, assist to correct mistakes, find mistakes made by students, appropriate to the objectives of studies, made of solid substances, able to used repeatedly, stable even scarcely used, and neatly painted. According tho the teacher, some aspec of teaching aid to be maintained were the ability of teaching aid to answer questions individually, understand the concept of mathematics from grade 1 to 6, correct mistakes, seen previously, made of solid substances, not easy being damaged, and easy to be repaired. Key words : satisfaction level, mathematics teaching aid, Montessori method, criterion reference “Penilaian Acuan Patokan (PAP) I”, IPA ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur Peneliti panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan kasih dan muzizat-Nya, sehingga Peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI”. Penelitian ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Sanata Dharma. Peneliti menyadari bahwa penelitian skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Peneliti mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yesus Kristus 2. Bapak Sunarjo dan Ibu Suparti yang telah memberikan dukungan dalam segala hal kepada peneliti. 3. Romo G. Ari Nugrahanta S.J, S.S, B.ST, M.A selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma. 4. Ibu Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D selaku dosen pembimbing 1, yang telah memberikan dorongan, semangat, arahan, motivasi, dan sumbangan pemikiran dalam menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih untuk teladan yang Ibu berikan. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5. Ibu Andri Anugrahana, S.Pd., M.Pd selaku dosen pembimbing II, yang telah memberikan bimbingan dan motivasi kepada saya selama penelitian ini. 6. Bapak Agustinus Walidi, S.Pd selaku kepala SD Karitas Yogyakarta yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melakukan penelitian di SD tersebut. 7. Ibu Dian Kartika Sabatini, S.Pd, guru kelas IV SD Karitas Yogyakartayang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk melakukan penelitian di kelas IV. 8. Teman-teman tim payung Afi, Meli, Okta, Koko, Maya, Bayu, dan Mbak Wina yang telah menjadi teman sekaligus saudara dalam perjuangan menyusun skripsi ini. Teman-teman kelompok studiku yang luar biasa nyedulur Okta, Meli, Koko, Bayu, Maya, Afi, dan Mbak Wina. Entah bagaimana aku menggambarkan kebahagiaanku bersama kalian dalam suka dan duka. Aku sungguh bersyukur atas keberadaan kalian. 9. Armawan dan Maria Kartika, teman curhat kala di kos studio. Terima kasih bantuannya. 10. Teman-teman seangkatan (kelas B) yang selalu memberikan dukungan selama belajar bersama. Terima kasih kalian membuatku semakin dewasa dalam menjalani kehidupan ini. 11. Teman-teman yang setia memberi dukungan doa dan semangat: Duwil, Marsel, Resti, Yuni Yuna, Bayu, Koko, Okta, Terry, Agnes, Cahyo, xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Nurul. Doa dalam botol yang kita tulis dan kita larung ke laut itu kini terwujud satu per satu. Terima kasih telah menemani dan mengajarkan arti solidaritas dan kasih. Semoga di setiap waktuku aku boleh dipertemukan dengan kalian lagi dan orang-orang sebaik kalian. 12. Seluruh pihak yang tidak dapat Peneliti sebutkan satu per satu yang setia mendukung Peneliti. xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................... iv MOTTO ............................................................................................................... vi PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................. vii LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................... vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT .......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ......................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xiii DAFTAR TABEL ................................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xx BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ................................................................................... 1 B. Identifikasi Masalah ......................................................................................... 8 C. Batasan Masalah ............................................................................................... 8 D. Rumusan Masalah ............................................................................................ 9 E. Tujuan Penelitian .............................................................................................. 9 F. Manfaat Penelitian ............................................................................................ 10 G. Definisi Operasional ......................................................................................... 11 BAB II KAJIAN TEORI A. Kajian Pustaka .................................................................................................. 13 1. Montessori ........................................................................................................ 13 2. Matematika........................................................................................................ 20 3. Alat Peraga ........................................................................................................ 25 4. Alat peraga Papan Dakon Bilangan Bulat Montessori ...................................... 27 5. Tingkat Kepuasan.............................................................................................. 28 B. Hasil Penelitian yang Relevan .......................................................................... 42 C. Kerangka Berpikir ............................................................................................ 48 D. Hipotesis .......................................................................................................... 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ................................................................................................ 52 B. Tempat dan Waktu Penelitian .......................................................................... 53 C. Populasi dan Sampel ......................................................................................... 54 D. Variabel Penelitian .......................................................................................... 54 E. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................... 55 F. Instrumen Pengumpulan Data ........................................................................ 59 G. Uji Validitas dan Reliabilitas .......................................................................... 62 xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI H. Prosedur Analisis Data .................................................................................... I. Teknik Analisis Data ...................................................................................... J. Jadwal Penelitian ............................................................................................ BAB IV DESKRIPSI, HASIL PENELITIAN, DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Penelitian ....................................................................................... B. Hasil Penelitian .............................................................................................. C. Pembahasan .................................................................................................... BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN A. Kesimpulan ...................................................................................................... B. Keterbatasan Penelitian ................................................................................. C. Saran ................................................................................................................ 216 218 219 DAFTAR REFERENSI ...................................................................................... 221 xiv 101 104 108 110 111 197

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Tabel 2.2 Tabel 3.1 Tabel 3.2 Tabel 3.3 Tabel 3.4 Tabel 3.5 Tabel 3.6 Tabel 3.7 Tabel 3.8 Tabel 3.9 Tabel 3.10 Tabel 3.11 Tabel 3.12 Tabel 3.13 Tabel 3.14 Tabel 3.15 Tabel 3.16 Tabel 3.17 Tabel 3.18 Tabel 3.19 Tabel 3.20 Tabel 3.21 Tabel 4.1 Penggabungan Indikator Tingkat Kepuasan .................................... Indikator Tingkat Kepuasan Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................ Alternatif Jawaban Skala Likert Pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa ................................................................................................ Alternatif Jawaban Skala Likert Pada Kuesioner Kepentingan untuk Siswa ...................................................................................... Alternatif Jawaban Skala Likert Pada Kuesioner Kinerja untuk Guru ................................................................................................. Alternatif Jawaban Skala Likert Pada Kuesioner Kepentingan untuk Guru ...................................................................................... Kisi-kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement .................................................................. Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement .................................................. Skor Expert Judgment Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru ............................................................................... Rangkuman Komentar Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru ................................................. Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Sebelum dan Sesudah Expert Judgement......................... Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa ................................................................. Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Sebelum dan Sesudah Face Validity Siswa ..................................... Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru .................................................................. Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru Sebelum dan Sesudah Face Validity Guru ....................................... Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Guru ...................... Perbandingan Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa ................................................................................................ Klasifikasi Tingkat Reliabilitas Instrumen ...................................... Perbandingan Reliabilitas Total Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa ................................................................. Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Siswa ....... Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Siswa .................... Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa Berdasarkan PAP Tipe I....... Jadwal Penelitian.............................................................................. Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa Berdasarkan PAP Tipe I........ xv 40 42 56 56 57 58 60 61 64 65 68 71 73 75 77 79 90 93 97 98 100 106 109 112

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9 Tabel 4.10 Tabel 4.11 Tabel 4.12 Tabel 4.13 Tabel 4.14 Tabel 4.15 Tabel 4.16 Tabel 4.17 Tabel 4.18 Tabel 4.19 Tabel 4.20 Tabel 4.21 Tabel 4.22 Tabel 4.23 Tabel 4.24 Tabel 4.25 Tabel 4.26 Tabel 4.27 Tabel 4.28 Tabel 4.29 Tabel 4.30 Tabel 4.31 Tabel 4.32 Tabel 4.33 Tabel 4.34 Tabel 4.35 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ............................ Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................ Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Auto-Education ......... Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Auto-Education . Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Menarik ..................... Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Menarik ............ Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Bergradasi ................. Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi ......... Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Auto-Correction ........ Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Auto-Correction Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Kontekstual ............... Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual ....... Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Life ............................ Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Life .................... Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Workmanship ............ Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Workmanship .... Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan Pada Indikator Tingkat Kepuasan Siswa .................... Persebaran Pernyataan Kuesioner Siswa Pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan ........................................ Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan .......................................................................................... Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran Pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa ................................................ Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru Berdasarkan PAP Tipe I ......... Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ............................ Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ........................................ Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Auto-Education .......... Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Auto-Education .. Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Menarik ...................... Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Menarik .............. Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Bergradasi .................. Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi .......... Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Auto-Correction ......... Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Auto-Correction . Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Kontekstual ................ Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual ........ Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Life.............................. xvi 113 114 119 120 121 121 122 123 124 125 125 126 127 128 129 130 131 143 147 151 157 158 159 161 162 163 164 164 165 166 167 168 168 169

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 4.36 Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Life ..................... Tabel 4.37 Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Workmanship.............. Tabel 4.38 Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Workmanship ..... Tabel 4.39 Perhitungan Rata-rata Penilaian Pelaksanaan Kinerja dan Kepentingan Pada Indikator Tingkat Kepuasan Guru ..................... Tabel 4.40 Persebaran Pernyataan Kuesioner Guru Pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan ........................................ Tabel 4.41 Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan .......................................................................................... Tabel 4.42 Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran Pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru .................................................. xvii 170 171 171 172 183 187 192

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Alat Peraga Papan Dakon Bilangan Bulat Montessori................... Gambar 2.2 Pengaruh Harapan Terhadap Kepuasan ......................................... Gambar 2.3 Literature Map Penelitian yang Relevan ....................................... Gambar 3.1 Diagram Kartesius .......................................................................... Gambar 4.1 Diagram Kartesius IndikatorAuto-education Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................................... Gambar 4.2 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ...................................................................................... Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................................... Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................................... Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................................... Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap PenggunaanAlat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ...................................................................................... Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap PenggunaanAlat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................................... Gambar 4.8 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap PenggunaanAlat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................................... Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Guru Terhadap PenggunaanAlat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................................... Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ...................................................................................... Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ...................................................................................... Gambar 4.12 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ......................................................................... xviii 27 29 47 104 136 137 138 139 140 141 142 146 176 177 178 179

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Gambar 4.13 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................... Gambar 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ..................................................................................... Gambar 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................... Gambar 4.16 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori ....................................................................... xix 180 181 182 186

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Lampiran 18 Lampiran 19 Lampiran 20 Lampiran 21 Lampiran 22 Lampiran 23 Surat Keterangan Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas .......... Surat Ijin Penelitian ........................................................................ Surat Keterangan Selesai Melakukan Penelitian ............................ Hasil Expert Judgement .................................................................. Hasil Face Validity Kuesioner untuk Siswa ................................... Hasil Face Validity Kuesioner untuk Guru .................................... Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................................................................................ Contoh Jawaban Responden (Siswa) PadaUji Coba Kuesioner Kepentingan .................................................................................... Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................ Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan ................... Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja.............................. Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan ...................... Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja ............................ Output Reliabilitas Total Kuesioner Kepentingan.......................... Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Kuesioner Kinerja ...... Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Kuesioner Kepentingan .................................................................................... Contoh Jawaban Responden (Guru) Pada Kuesioner Kinerja ........ Contoh Jawaban Responden (Guru) Pada Kuesioner Kepentingan Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Siswa ...... Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk Siswa ............................................................................................... Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kinerja untuk Guru ....... Data Mentah Hasil Penelitian Kuesioner Kepentingan untuk Guru ................................................................................................ Foto Penelitian ................................................................................ xx 226 227 228 229 235 239 243 247 251 253 255 262 268 272 276 280 284 287 290 292 294 294 295

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Bab I pada skripsi ini merupakan bab pendahuluan. Bab pendahuluan akan menjelaskan tujuh sub bab yaitu latar belakang masalah, identifikasi masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. A. Latar Belakang Masalah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 Tahun 2006 menyatakan bahwa matematika merupakan ilmu universal yang berperan penting dalam perkembangan teknologi modern dan memajukan daya pikir manusia. Matematika mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit (Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 : 416). Perkembangan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini membuat persaingan hidup semakin kompetitif. Pengenalan matematika sejak dini diperlukan untuk memudahkan anak memahami matematika. Penguasaan matematika berguna untuk menguasai dan menciptakan teknologi masa depan. Mengacu pada Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 bahwa matematika perlu diberikan kepada anak sejak dari sekolah dasar sebagai bekal memperoleh dan mengelola informasi secara efektif dan efisien untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif. 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Matematika membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif serta kemampuan bekerjasama (Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006:416). Martono (2003:9) menyebutkan ada tiga kemampuan matematika yang diharapkan setelah mempelajari matematika yaitu: (a) kemampuan memecahkan masalah, (b) kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi, dan (c) kemampuan bernalar dan berpikir logis, kritis, sistematis, obyektif, jujur dan disiplin dalam menyelesaikan masalah. Matematika membekali peserta didik berbagai kemampuan yang berguna dalam pemecahan masalah, maka penguasaan kemampuan matematika menjadi hal penting. Penguasaan kemampuan matematika menjadi bekal untuk mengelola informasi secara efektif. Hasil penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia memprihatinkan. Penelitian yang dilakukan oleh PISA (Programme for International Student Assessment) menunjukkan bahwa siswa Indonesia menduduki peringkat 57 dari 65 negara dalam hal kemampuan matematika (Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD), 2009). Indonesia memiliki skor 371, nilai ini tentu terpaut jauh dari skor siswa di Cina yang memiliki skor tertinggi yaitu 600. Skor siswa Indonesia ini juga masih di bawah rata-rata, dimana nilai rata-ratanya 494. Sebanyak 43,5 % siswa Indonesia tidak mampu menyelesaikan soal PISA, dan hanya 33,1 % siswa yang bisa menyelesaikan soal, itupun jika soal tersebut berupa soal kontekstual yang diberikan secara eksplisit dan data yang diperlukan untuk menjawab soal telah tersedia secara lengkap. Hasil penelitian yang telah dilakukan PISA menegaskan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 sangat rendah padahal matematika memegang peranan penting di setiap jenjang pendidikan dan kehidupan. Rendahnya kemampuan matematika dapat disebabkan oleh berbagai hal yang berkaitan dalam proses pendidikan di Indonesia (Susanto, 2013: 191). Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas proses pendidikan di Indonesia adalah kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia (Sukmadinata, 2010: 203). Sarana dan fasilitas belajar dapat berwujud gedung, ruang kelas, media dan alat peraga dalam pembelajaran. Dibutuhkan terobosan dalam pembelajaran matematika untuk mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan matematika siswa Indonesia. Terobosan dapat berupa pembenahan pola pembelajaran yang mampu mencapai tujuan pembelajaran matematika di jenjang SD. Azis Wahab (dalam Solihatin, 2005) menyatakan pengkondisian iklim belajar merupakan aspek penting bagi tercapainya tujuan pendidikan. Lebih lanjut, iklim belajar dapat dikondisikan melalui pengolahan proses belajar mengajar matematika di kelas sehingga mudah dicerna siswa SD, bermanfaat, relevan dan mengembangkan keterampilan berpikir dan bernalar logis. Salah satu metode pembelajaran yang ditawarkan untuk mengembangkan daya berpikir dan bernalar logis yaitu metode Montessori. Dalam mengembangkan metodenya, Montessori meyakini bahwa dengan menggunakan berbagai material atau alat peraga, kemampuan berpikir anak akan semakin berkembang (Lillard, 1997). Mengingat bahwa usia siswa sekolah dasar masih tergolong tahap operasional konkret, penggunaan alat bantu dalam pembelajaran

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 atau yang disebut alat peraga menjadi solusi yang membantu menanamkan konsep matematika yang bersifat abstrak. Montessori meyakini ketika anak berinteraksi dengan alat peraga maka ia berkenalan dengan angka dan kata serta membangun pondasi konkret untuk pengetahuan abstrak (Patmonodewo, 2003). Montessori menjelaskan bahwa konsep-konsep awal dikenalkan melalui pengalaman belajar yang bersifat konkret untuk membantu anak memahami konsep dasar yang selanjutnya akan berguna untuk memahami konsep–konsep dengan level yang lebih tinggi (Lillard, 1997: 96). Montessori yakin bahwa alat peraga yang nyata dengan simbol-simbol visual akan membantu anak berimajinasi (Lillard, 1997:80). Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran dapat membantu siswa memahami materi, membangkitkan motivasi, minat dan rangsangan untuk belajar yang pada akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa dapat menyelesaikan masalah dengan bantuan alat peraga yang konkret (Hergenhahn, 2009:318). Pembelajaran matematika memerlukan cara berpikir deduktif, formal, dan abstrak (Hudojo, 2001:45). Piaget (dalam Susanto, 2013) menjelaskan bahwa anak usia sekolah dasar (7-8 tahun hingga 12-13) tergolong dalam tahap berpikir operasional konkret. Mereka tentu masih sulit mencerna materi matematika yang bersifat abstrak, contohnya materi operasi bilangan bulat. Pembelajaran matematika memerlukan penggunaan alat peraga sebagai media atau sarana yang konkret untuk menyampaikan materi matematika yang abstrak. Pembelajaran yang menggunakan alat peraga akan sangat membantu pemahaman siswa

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 terutama siswa usia sekolah dasar yang masih tergolong dalam tahap berpikir operasional konkret. Montessori mengembangkan alat peraga pembelajaran dengan beberapa kriteria sebagai karakteristik yang membedakannya dengan alat peraga lain yaitu memiliki pengendali kesalahan (auto-correction), menarik, memiliki gradasi rangsangan, dan memberi kesempatan pada siswa untuk belajar mandiri tanpa banyak mendapat intervensi dari orang dewasa (auto-education) (Montessori, 2002:170). Peneliti menambahkan satu karakteristik tambahan yaitu kontekstual. Hal ini terinspirasi dari apa yang dilakukan oleh Montessori ketika mengawali pelayanan pendidikan. Montessori menggunakan alat seadanya yang disesuaikan dengan kesulitan belajar dan kebutuhan siswa. Bahan alat peraga dalam penelitian ini adalah kayu dan kertas. Senada dengan Montessori, Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 menyatakan bahwa dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Alat peraga sebagai alat bantu dalam proses belajar sangat dibutuhkan siswa SD (Munadi, 2010:193). Kualitas alat peraga penting untuk diperhatikan guna mendukung hakekat alat peraga sebagai alat bantu penyampaian pesan. Suatu alat peraga dapat dikatakan berkualitas jika bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan penggunanya sehingga pengguna merasa harapannya terpenuhi. Pengguna alat peraga merasa puas ketika harapannya terpenuhi. Kepuasan pengguna alat peraga bisa dipengaruhi oleh kualitas alat peraga yang dipakainya. Kualitas suatu produk menjadi hal yang penting dalam rangka menciptakan

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 kepuasan pengguna produk (Supranto, 2006 : 2). Produk dalam penelitian ini adalah alat peraga Matematika berbasis metode Montessori. Kualitas produk mempengaruhi kepuasan pengguna. Kualitas suatu produk mencerminkan dimensi–dimensi produk yang dapat memberikan manfaat bagi penggunanya. Garvin (dalam Laksana, 2008:89) menyebutkan ada delapan dimensi kualitas produk yaitu performansi (performance), keistimewaan tambahan (feature), kehandalan (realibility), daya tahan (durability), konfirmasi (conformance), estetika (aesthetics), kemampuan pelayanan (servis ability) dan kualitas yang dirasakan (perceived quality). Beberapa manfaat pengukuran tingkat kepuasan menurut Supranto (2006) sebagai berikut: (1) mengetahui apakah proses pengembangan produk tersebut berjalan baik, (2) mengetahui waktu yang tepat untuk mengadakan perbaikan secara terus menerus, serta bagian mana yang harus diperbaiki untuk memuaskan pemakai produk terkait, dan (3) menentukan apakah perubahan yang diadakan mengarah pada perbaikan mutu. Pengukuran tingkat kepuasan bermanfaat bagi pengembangan suatu produk. Dalam penelitian ini pengukuran tingkat kepuasan siswa dan guru sebagai pengguna alat peraga bermanfaat bagi pengembangan alat peraga matematika berbasis metode Montessori yaitu papan bilangan bulat. Sikap atau respon pihak yang telah menggunakan alat peraga diperlukan untuk memberikan, tanggapan sebagai bentuk evaluasi terhadap produk yang dikembangkan, dalam hal ini adalah alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kepuasan atau ketidakpuasan pengguna diyakini akan

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 mempengaruhi keefektifan alat peraga matematika berbasis metode Montessori itu sendiri serta mempengaruhi pola perilaku selanjutnya dari penggunanya. Kotler (dalam Tjiptono, 2004: 147) menegaskan bahwa kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan di-bandingkan dengan harapannya. Dalam penelitian ini kepuasan merupakan respon positif siswa dan guru setelah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Selain siswa, respon guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori juga mempengaruhi keefektifan alat peraga ini. Kepuasan terjadi ketika kenyataan yang terjadi sesuai dengan apa yang diharapkan. Unsur kepuasan bersifat subyektif sehingga kepuasan antar orang berbeda-beda. Unsur kepuasan bersifat dinamis karena mengandung harapan akan suatu produk. Pengukuran tingkat kepuasan pengguna akan suatu produk menjadi penting untuk diperhatikan. Pengukuran tingkat kepuasan bermanfaat bagi pengembangan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Manfaat yang didapat yaitu untuk mengetahui aspek alat peraga yang sudah memuaskan dan aspek alat peraga yang harus diperbaiki untuk memuaskan siswa dan guru sebagai pengguna alat peraga. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka diperlukan suatu penelitian yang mengkaji tentang “TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI”.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8 B. Identifikasi Masalah Inti kajian dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rendahnya kemampuan matematika dapat disebabkan oleh kurangnya sarana dan fasilitas belajar yang tersedia. Sarana dan fasilitas belajar dapat berwujud gedung, ruang kelas, media dan alat peraga dalam pembelajaran. Penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dalam pembelajaran menjadi solusi untuk membantu menanamkan konsep matematika yang bersifat abstrak. Hakekat alat peraga adalah sarana atau alat yang digunakan untuk mempermudah menyampaikan pesan. Maka, kualitas alat peraga matematika berbasis metode Montessori penting diperhatikan guna mendukung hakekat alat peraga. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori.dapat dikatakan berkualitas jika bermanfaat dan dapat memenuhi harapan siswa dan guru. Ketika harapan siswa dan guru terpenuhi maka terciptalah kepuasan. C. Batasan Masalah Penelitian ini membatasi permasalahan pada tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori untuk materi operasi bilangan bulat kelas IV Sekolah Dasar Karitas Yogyakarta Tahun Pelajaran 2013/2014. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan bernama papan bilangan bulat. Materi operasi bilangan bulat kelas IV sekolah dasar sesuai dengan Standar Kompetensi (SK) 5. Menjumlahkan dan

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 mengurangkan bilangan bulat, Kompetensi Dasar (KD) 5.3 Melakukan operasi hitung campuran. Tingkat kepuasan siswa dan guru diukur dengan menggunakan dua bagian kuesioner yaitu kuesioner kepentingan dan kuesioner kinerja yang mencakup tujuh indikator yaitu menarik, auto-education, auto-correction, bergradasi, kontekstual, daya tahan (durability), dan kualitas pengerjaan (workmanship). D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, adapun permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) bagaimana tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori ? 2) bagaimana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori ? E. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian sebagai berikut : 1) mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori, 2) mengetahui tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 F. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi: 1. Siswa Siswa mendapatkan pengalaman baru dalam menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Guru Guru dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan evaluasi untuk meninjau kebijakan guru dalam penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Lebih lanjut guru dapat mengetahui tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang akan berguna untuk proses perbaikan pembelajaran selanjutnya. 3. Sekolah Sekolah mendapatkan wawasan dan pengalaman baru tentang alat peraga matematika berbasis metode Montessori, dan hasil penelitian yang diperoleh nantinya dapat digunakan sebagai bahan perbaikan pada proses pembelajaran selanjutnya. 4. Peneliti Peneliti dapat mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru dalam hal penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori serta mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki karena belum memuaskan pengguna alat peraga yaitu siswa dan guru.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 G. Definisi Operasional Agar tidak menimbulkan kebingungan dan tidak menimbulkan multitafsir tentang suatu istilah yang dipakai, maka dalam penelitian ini diberikan definisi operasional beberapa istilah sebagai berikut : 1. Tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan siswa dan guru setelah menggunakan suatu produk kemudian membandingkan kinerja produk dengan harapannya. 2. Kepentingan adalah harapan siswa dan guru terhadap kemampuan alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat 3. Kinerja adalah kenyataan mengenai hasil kerja yang telah dilakukan oleh alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat yang dirasakan siswa dan guru sebagai pengguna. 4. Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe I adalah teknik analisis data yang digunakan untuk menilai tingkat kepuasan guru dengan membandingkan skor penilaian guru pada kuesioner kinerja dengan patokan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. 5. Importance and Performance Analysis (IPA) adalah teknik analisis data yang digunakan untuk mengetahui aspek alat peraga yang memuaskan dan yang tidak memuaskan serta mengetahui aspek alat peraga yang perlu diperbaiki, dipertahankan prestasinya, dihapus dan yang bersifat berlebihan. 6. Alat peraga adalah suatu barang yang mengandung konsep-konsep yang sedang dipelajari yang digunakan untuk membantu menyampaikan maksud tertentu.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 7. Matematika adalah ilmu abstrak yang berhubungan dengan bilangan yang didapat dari proses berpikir dan bernalar logis sistematis untuk menyelesaikan masalah mengenai bilangan itu sendiri. 8. Pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah pembelajaran di sekolah dasar untuk membekali siswa kemampuan matematika. 9. Alat peraga matematika adalah alat bantu yang digunakan dalam pembelajaran dan mengandung konsep–konsep matematika. 10. Metode Montessori adalah metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Maria Montessori yang menggutamakan penggunaan alat peraga yang memiliki karakteristik auto-education, menarik, bergradasi, dan autocorrection. 11. Alat peraga papan bilangan bulat adalah alat peraga matematika yang dikembangkan dengan basis metode Montessori untuk memahami materi operasi bilangan bulat. 12. Siswa adalah anak yang belajar di kelas IV SD Karitas Yogyakarta yang telah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 13. Guru adalah orang yang menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori untuk memahami konsep mengajarkan konsep tersebut kepada siswanya. matematika sebelum

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II KAJIAN TEORI Bab II merupakan kajian teori yang digunakan dalam penelitian ini. Bab II membahas tiga sub bab yaitu kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis penelitian. A. Kajian Pustaka Kajian teori membahas teori-teori yang mendukung penelitian ini. Kajian teori dalam penelitian ini membahas enam teori yaitu metode Montessori, matematika, alat peraga, alat peraga papan dakon bilangan bulat, tingkat kepuasan, dan indikator tingkat kepuasan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 1. Montessori Pembahasan mengenai teori Montessori akan dijabarkan ke dalam empat bagian mengenai : (a) riwayat Maria Montessori, (b) metode Montessori, dan (c) karakteristik alat peraga Montessori. a. Riwayat Maria Montessori Maria Montessori yang selanjutnya disebut Montessori lahir pada tanggal 31 Agustus 1870 di kota Chiaravalle, Provinsi Ancona, Italia Utara dan wafat pada tanggal 6 Mei 1952. Montessori adalah dokter wanita pertama di Italia. Montessori mendapat tawaran dari Edoardo Talamo, Direktur Jenderal Asosiasi Roma untuk mengambil alih organisasi sekolah-sekolah anak usia 3–7 tahun di distrik atau perumahan kumuh San Lorenzo. Kemudian pada tanggal 6 Januari 13

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 1907 Montessori mendirikan sekolah pertamanya yang bernama Casa dei Bambini atau Rumah Anak-anak di San Lorenzo (Montessori, 2002:30). Awal ketertarikannya pada dunia pendidikan anak–anak ketika ia mendapat tugas bekerja di klinik psikiatri Universitas Roma. Tugas Montessori untuk melayani anak–anak yang mengalami keterbelakangan fisik dan mental. Montessori mendapat inspirasi mengenai metode pendidikan temuan Edward Séguin (1812-1881) dan Jean Marc Gaspard Itard (1775-1838) yang telah berhasil mendidik anak–anak yang terbelakang mental dan cacat indera semi permanen misalnya tuli, lumpuh, dan idiot. Montessori kemudian mengembangkan metode temuan Itard dan Seguin untuk mengajar membaca dan menulis anak–anak di distrik kumuh Roma yang mengalami keterbelakangan mental dan fisik. Montessori meringkas seluruh metode Seguin sebagai metode yang menggunakan sistem otot, sistem syaraf, dan panca indera (Montessori, 2002:28-42). b. Metode Montessori Metode Montessori merupakan hasil eksperimen Montessori selama 2 tahun di Casa dei Bambini yang diterapkan untuk anak usia 3 sampai 6 tahun. Melalui metode yang diterapkannya ini Montessori mampu membawa anak-anak pinggiran untuk membaca, menulis dan memiliki kemampuan untuk peduli dengan diri mereka sendiri. Montessori juga telah berhasil membawa anak–anak dari perkampungan kumuh Roma yang kurang beruntung tersebut memperoleh hasil optimal pada ujian negara (Montessori, 2002:38). Montessori percaya bahwa anak– anak yang mengalami keterbelakangan mental dan cacat indera mampu belajar dan diajarkan selayaknya anak–anak normal (Crain, 2007: 97)

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 Filosofi Metode Montessori terhadap anak yaitu “teach me to do it myself”. Montessori percaya bahwa seorang anak mampu untuk bekerja dan menemukan cara belajarnya sendiri (Seldin, 2006:12). Proses belajar akan menjadi efektif jika individu pembelajar telah siap dan mau. Hal inilah yang Montessori yakini bahwa anak akan belajar dengan sendirinya ketika anak tersebut sudah memiliki kesiapan dan kemauan untuk belajar. Maka sebab itulah Montessori menghormati kebebasan dan kemerdekaan anak. Anak perlu diberi ruang dan kesempatan untuk berekspresi semerdeka dan sealamiah mungkin. Montessori meyakini reformasi dunia pendidikan harusnya memerdekakan manusia dan membebaskannya menjadi manusia yang merdeka yang bisa berpikir dan bertindak sesuai martabatnya sebagai manusia. Montessori menegaskan bahwa kemandirian adalah syarat utama untuk menjadi pribadi yang merdeka (Montessori, 2002). Kemerdekaan dalam pendidikan bukan berarti kebebasan tanpa batas. Batas kebebasan anak-anak adalah kepentingan bersama. Pendidik perlu melihat apakah anak melakukan tindakan kasar terhadap yang lain atau mengganggu yang lain bahkan mencegah tindakan yang sangat berbahaya (Montessori, 2002). Pendidik perlu meneliti gejala–gejala alamiah dalam diri anak dan menghargainya. Sehingga peran pendidik menjadi lebih pasif. Tugas pendidik adalah membantu anak semakin mandiri dalam melakukan segala sesuatu dengan mengembangkan seluruh kemampuan anak secara maksimal (Montessori, 2002). Kemerdekaan dan kebebasan bagi setiap anak untuk beraktivitas adalah basis untuk membentuk sikap disiplin dalam diri anak (Montessori, 2002:86). Konsep disiplin yang didasarkan pada kemerdekaan ini disebut disiplin aktif. Montessori

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 menjelaskan bahwa disiplin aktif berbeda dengan konsep disiplin tradisional yang merupakan disiplin pasif yang menekankan bahwa diam itu baik, membisu, tidak berbicara, dan lumpuh seakan anak dipaksa utnuk tidak bergerak (Montessori, 2002). Disiplin aktif menurut Montessori merupakan sikap disiplin kalau seseorang menjadi tuan atas dirinya sendiri, mampu mengatur dan mengarahkan tindakannya ketika harus menghadapi suatu komitmen yang harus diikuti. Singkat kata disiplin aktif terjadi kalau seseorang mampu menguasai dirinya tanpa paksaan dan ancaman. Terdapat tiga kriteria utama dalam metode Montessori yang harus digunakan pendidik dalam menyampaikan pelajaran yaitu singkat, sederhana dan objektif (Montessori, 2002:108). Kriteria yang pertama yaitu singkat, pembelajaran harus singkat dan penggunaan kata yang berlebihan serta tidak perlu harus dihilangkan. Kriteria yang kedua yaitu sederhana, maksudnya kata-kata yang dipilih seharusnya mengacu pada kebenaran yang ada supaya siswa mudah memahami materi. Kriteria yang ketiga yaitu pelajaran harus objektif, maksudnya guru menerangkan hanya pada objek yang akan diterangkan dan yang akan dipelajari anak, hindari menarik perhatian anak-anak kepada pribadi guru. Montessori memaparkan bahwa materi-materi pengajaran atau materi didaktis seharusnya memiliki karakteristik sebagai berikut (Montessori,2002) menarik perhatian anak, mengandung gradasi rangsangan yang rasional, auto-correction yaitu menunjukkan kesalahan anak, dan auto-education yaitu melatih dan mendidik diri sendiri.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 Selain kemerdekaan dalam pendidikan, pendidikan penginderaan merupakan ciri khas metode Montessori. Montessori menekankan perlunya pendidikan penginderaan (Montessori, 2002:167). Pendidikan pengideraan adalah pendidikan yang melatih indera anak dengan alat peraga khusus. Tujuan dari pendidikan penginderaan sendiri untuk memperpeka indera anak dan memperpeka kemampuannya menangkap berbagai rangsangan yang diterimanya. Pendidikan Montessori merupakan pendidikan sistematis yang melibatkan sensorial yang dihubungkan dengan pengorganisasian saraf dan lingkungan anak (Lillard, 2005:324). Penggunaan panca indera secara maksimal sambil bermain dalam pembelajaran menciptakan kesenangan pada anak ketika belajar (Montessori, 2003:33). Pendidikan penginderaan dapat diterapkan melalui penggunaan alat peraga. Pendidikan pengideraan adalah pendidikan yang melatih dan memperpeka indera anak dengan alat peraga khusus. Penggunaan alat peraga membantu siswa memahami materi pelajaran, membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa yang pada akhirnya meningkatkan hasil belajar siswa. c. Karakteristik Alat Peraga Montessori Pembelajaran sensorial atau penginderaan diterapkan melalui penggunaan alat peraga dalam pembelajaran Montessori. Pembelajaran Montessori juga menekankan adanya belajar penemuan melalui penggunaan alat peraga yang didesain untuk memberikan makna bagi anak-anak (Lillard, 2005:328). Semua alat peraga yang ada berfungsi sebagai sumber belajar dan sebagai guru bagi anak (Montessori, 2002:36).

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 Montessori mengembangkan alat peraga berdasarkan metode eksperimental. Montessori menyimpulkan bahwa anak lebih menyukai obyek nyata daripada mainan dari pengamatannya selama bertahun-tahun. Karakteristik alat peraga Montessori yang membedakannya dengan alat peraga lain (Montessori, 2002:170176) yaitu : (a) menarik, (b) bergradasi, (c) auto-correction, dan (d) autoeducation. Alat peraga Montessori dirancang secara mendetail sampai yang terkecil sehingga anak dapat menggunakannya sendiri (Lillard, 1997:11). Masing–masing dari karakteristik alat peraga Montessori memiliki tujuan (Montessori, 2002:170). Karakteristik auto-education berarti alat peraga yang digunakan didesain untuk mendidik anak secara mandiri dalam belajar tanpa banyak tergantung pada intervensi orang dewasa atau guru. Karakteristik menarik memiliki tujuan supaya siswa mau menyentuh alat peraga dan menggunakannya untuk belajar. Maka dari itu, alat peraga hendaknya berwarna cerah dan lembut. Karakteristik bergradasi maksudnya alat peraga memiliki gradasi rangsangan yang masuk akal (rasional), wajar dalam hal warna, bentuk dan usia anak. Karakteristik auto-correction berkaitan dengan kemampuan alat peraga menunjukkan kesalahan sehingga anak dapat mengetahui sendiri apakah aktivitas dan jawabannya benar atau salah tanpa intervensi guru. Karakteristik autocorrection mendukung individu untuk mendapat pengalaman membangun pengetahuannya sendiri. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori dalam penelitian ini menggunakan empat karakteristik alat peraga Montessori dan satu ciri karakteristik tambahan yaitu kontekstual. Maksud dari kontekstual adalah alat

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 peraga menggunakan bahan–bahan yang mudah digunakan dan sesuai dengan kekhasan yang dimiliki suatu daerah atau lingkungan hidup anak. Penambahan karakteristik kontekstual terinspirasi dari apa yang dilakukan oleh Montessori ketika mengawali pelayanan pendidikan. Montessori menggunakan alat seadanya yang disesuaikan dengan kesulitan belajar dan kebutuhan siswa. Bahan alat peraga dalam penelitian ini adalah kayu dan kertas yang sering dijumpai siswa di lingkungan sehari-hari. Senada dengan Montessori, Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 menyatakan bahwa dalam setiap kesempatan, pembelajaran matematika hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem). Alat peraga matematika berbasis metode Montessori merupakan alat peraga pembelajaran matematika yang dikembangkan berdasarkan prinsip–prinsip utama dalam metode Montessori. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori dirancang dengan mengutamakan prinsip pengembangan alat peraga metode Montessori yaitu menarik, bergradasi, memiliki pengendali kesalahan, dan memberi kesempatan siswa belajar mandiri tanpa intervensi yang berlebihan dari guru (Lilliard, 1997:11). Alat peraga matematika Montessori dirancang untuk mengembangkan pikiran matematika dan bukan untuk mengajar matematika (Lillard, 1997:137). Pikiran matematika yang dikembangkan meliputi pikiran untuk memahami perintah, urutan, abstraksi dan mampu menyusun pengetahuan dan konsep– konsep yang diketahui sampai pada mampu menemukan dan menyusun serta menciptakan pengetahuan dan konsep baru secara mandiri. Dapat disimpulkan

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 bahwa alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah alat yang dirancang sesuai prinsip dan karakteristik alat peraga metode Montessori untuk mengembangkan pikiran matematika. 2. Matematika Penjelasan mengenai teori matematika dibagi menjadi tiga topik yaitu pengertian matematika, pembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD), dan manfaat alat peraga matematika. Berikut penjabaran dari masing-masing topik : a. Pengertian Matematika Istilah matematika (Bahasa Indonesia), mathematic (Jerman), matematico (Itali), matematiceski (Rusia), mathematique (Prancis), matematick atau wiskunde (Belanda) sendiri berasal dari Bahasa Yunani mathematike yang berarti “relating to learning”. Kata mathematike berkaitan erat dengan kata lain yang memiliki makna serupa yaitu mathenein yang artinya belajar atau berpikir (Suherman dkk, 2001: 17). Hudojo (2001: 45) menjelaskan bahwa matematika merupakan alat untuk mengembangkan cara berpikir sehingga matematika itu sangat penting untuk memecahkan masalah kehidupan sehari-hari terlebih di zaman kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa matematika berkaitan erat dengan belajar, berpikir dan bernalar. Kata matematika berasal dari kata mathema yang berarti pengetahuan atau ilmu. Kata mathematike berkaitan dengan kata serupa yaitu mathein atau mathenein yang berarti mempelajari atau belajar atau berpikir (Suwangsih, 2006). Pengertian matematika berarti ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan,

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 dan prosedur operasional yang digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan (KBBI, 2008: 754). Obyek penelaahan matematika sendiri bersifat abstrak, bukan konkret. Hal ini didukung pernyataan Hudojo (2001: 45) yang menyatakan bahwa matematika pada dasarnya merupakan suatu ilmu abstrak yang memerlukan cara berpikir deduktif dan formal. Hudojo menambahkan matematika berkaitan dengan ide-ide, struktur-struktur dan hubungan-hubungan yang diatur menurut urutan yang logis dan berkenaan dengan konsep-konsep abstrak. Senada dengan Hudojo, Susanto (2013: 183) menjelaskan matematika merupakan ide-ide abstrak yang berisi simbol–simbol untuk mengkomunikasikan ide-ide. Sebelum memanipulasi simbol–simbol konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu agar proses penyampaian ide-ide dapat terkomunikasikan secara efektif dan efisien. Tiga kata kunci pokok untuk menyimpulkan pengertian matematika yaitu berpikir, bilangan dan abstrak. Sesuai yang tertera dalam Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) matematika SD–MI (2006) yang menyatakan bahwa matematika merupakan disiplin ilmu yang pola berpikirnya kritis, konsisten, analitis, logis, kreatif dan sistematis. Dari beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu abstrak yang berhubungan dengan bilangan yang didapat dari proses berpikir dan bernalar logis sistematis untuk menyelesaikan masalah mengenai bilangan itu sendiri. b. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Pembahasan mengenai pembelajaran matematika di sekolah dasar akan

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 dijabarkan lagi ke dalam sub bab pembahasan yang meliputi : (1) pentingnya pembelajaran matematika di sekolah dasar, (2) tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar, dan (3) ruang lingkup pembelajaran matematika di sekolah dasar. (1) Pentingnya Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi dan kemajuan zaman yang modern sehingga matematika mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu (Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006:416). Matematika terus berkembang untuk memajukan daya pikir manusia. Dewasa ini perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit (Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 : 416). Perkembangan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini membuat persaingan hidup semakin kompetitif. Pengenalan matematika sejak dini diperlukan untuk memudahkan anak memahami konsep–konsep matematika. Penguasaan konsep–konsep matematika berguna untuk mengu-asai dan menciptakan teknologi masa depan. Mengacu pada Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 bahwa matematika perlu diberikan kepada anak sejak dari sekolah dasar sebagai bekal memperoleh dan mengelola informasi secara efektif dan efisien untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif. Matematika membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif serta kemampuan bekerjasama

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 (Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 : 416). Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika penting diberikan sejak dari sekolah dasar. (2) Tujuan Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Pembelajaran matematika berkaitan dengan beberapa prinsip keterampilan yang saling berkaitan. Maka dari itu NTCM ( National Council of Teachers of Mathematics) (Suherman, 2003:11) merekomendasikan empat prinsip keterampilan matematika, yaitu (a) matematika sebagai pemecahan masalah, (b) matematika sebagai penalaran, (c) matematika sebagai komu-nikasi, dan (d) matematika sebagai hubungan. Pembelajaran matematika bertujuan supaya prinsip keterampilan matematika dapat dikuasai siswa. Tujuan dari pembelajaran matematika di sekolah dasar yaitu supaya siswa mendapatkan kemampuan dasar matematika yang berguna dalam kehidupannya untuk memecahkan masalah-masalah sehari-hari. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Matematika SD-MI memaparkan lima tujuan pembelajaran matematika yang berkaitan dengan pemahaman konsep matematika, penggunaan penalaran, pemecahan masalah, pengkomunikasian gagasan, dan sikap terhadap matematika. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 (2006 : 417) menyebutkan lima tujuan adanya pembelajaran matematika. Tujuan pertama supaya siswa memahami konsep matematika, mampu menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan menerapkan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah. Tujuan kedua supaya siswa mampu menggunakan daya nalarnya pada pola dan sifat, melakukan manipulasi untuk membuat generalisasi

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 matematika atau menjelaskan gagasan matematika. Tujuan ketiga membekali siswa matematika supaya siswa memiliki kemampuan meme-cahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah mulai dari perancangan model matematika sampai menafsirkan solusi masalah. Tujuan keempat membekali siswa dengan kemampuan untuk mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. Tujuan kelima supaya siswa dapat menyikapi kegunaan matematika, yaitu menerapkan sikap menghargai, rasa ingin tahu, sikap perhatian, dan minat untuk mempelajari matematika, serta sikap gigih dan percaya diri dalam memecahkan masalah. Tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar diharapkan dapat membekali siswa beberapa kemampuan matematika. Martono (2003:9) menyebutkan tiga kemampuan yang diharapkan yaitu: (a) kemampuan memecahkan masalah, kemampuan ini dapat digunakan untuk menyelesaikan soal atau masalah matematika, soal dalam pelajaran lain dan masalah dalam kehidupan nyata, (b) kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi, dan (c) kemampuan bernalar dan berpikir logis, kritis, sistematis, obyektif, jujur dan disiplin dalam menyelesaikan masalah. (3) Ruang Lingkup Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep–konsep yang berhubungan satu dengan lainnya yang terbagi ke dalam tiga bidang yaitu aljabar, analisis, dan geometri, akan tetapi pembagian itu susah dibuat karena antar bidang telah bercampur (James dan James dalam Suherman, 2003:18). Pengertian James dan James tersebut diperkuat oleh Permendiknas

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 Nomor 22 Tahun 2006 (2006:418) yang menyebutkan bahwa mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi tiga aspek. Tiga aspek tersebut adalah: (1) bilangan, (2) geometri dan pengukuran, dan (3) pengolahan data. 3. Alat Peraga Pembahasan mengenai alat peraga dibagi menjadi dua topik yang terdiri dari pengertian alat peraga dan manfaat alat peraga. Berikut penjelasan dari topik tersebut: a. Pengertian Alat Peraga Alat peraga terdiri dari dua kata yaitu alat dan peraga. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian alat adalah barang yang digunakan untuk mengerjakan sesuatu untuk mencapai maksud tertentu (KBBI, 2008:24). Sedangkan peraga merupakan alat media pengajaran untuk meragakan sajian pelajaran (KBBI, 2008:24). Estiningsih (dalam Suharjana, 2009: 3) menjelaskan bahwa alat peraga adalah media pembelajaran yang mengandung atau membawakan ciri-ciri dari konsep yang dipelajari. Sudjana (2000:10) menjelaskan alat peraga adalah alat bantu yang digunakan guru dalam kegiatan proses belajar mengajar supaya proses belajar lebih efektif. Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa alat peraga adalah suatu barang yang mengandung konsep-konsep yang sedang dipelajari yang digunakan untuk membantu menyampaikan maksud tertentu. Alat peraga dalam pembelajaran menjadi alat bantu yang dipakai guru untuk

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 menyampaikan materi pembelajaran. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran membantu siswa untuk memahami pesan dan materi yang disampaikan guru. b. Manfaat Alat Peraga Alat peraga dalam pembelajaran menjadi sarana komunikasi dan interaksi antara guru dengan siswa dalam proses pembelajaran (Arsyad, 2005). Alat peraga memiliki manfaat tersendiri sebagai alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif dan merupakan bagian integral dari keseluruhan situasi mengajar, tujuan dan isi pelajaran, untuk membantu peserta didik memahami materi yang diberikan guru serta mempertinggi mutu belajar mengajar, mempercepat proses belajar mengajar dan membantu peserta didik dalam menangkap pengertian yang diberikan guru (Sudjana dalam Hartati, 2010:130). Senada dengan apa yang diungkapkan oleh Suharjana (2009:3) alat peraga yang digunakan dapat membantu dan mengembangkan penanaman konsep yang abstrak menjadi konkret. Alat peraga dalam pembelajaran mengandung unsur warna dan gambar sehingga melaluinya anak akan lebih mudah menerima informasi daripada hanya melalui kata-kata saja. Buzan (2007) mengatakan bahwa gambar, simbol dan warna membantu seseorang mengingat dengan lebih baik karena menggunakan kedua sisi otak. Ketika seseorang memikirkan kata, angka dan daftar, maka otak kirinya terlatih. Ketika seseorang memperhatikan warna, mengikuti irama lagu atau berimajinasi tentang hal yang diinginkannya maka otak kanannya terlatih. Dapat disimpulkan bahwa manfaat alat peraga dalam proses pembelajaran yaitu untuk mempermudah proses penyampaian pesan dan informasi.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 4. Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Papan Dakon Bilangan Bulat Penelitian ini mengkaji tentang tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori dalam penelitian ini bernama papan dakon bilangan bulat. Papan dakon bilangan bulat merupakan replikasi dan modifikasi dari alat peraga Snake Game Montessori (Nienhuis, 2012). Papan dakon bilangan bulat terbuat dari bahan dasar kayu Mahoni yang dibentuk sedemikian rupa yang dilengkapi dengan manik–manik kayu berwarna merah dan biru, serta kartu soal. Manik kayu merah dan biru serta kartu soal disimpan di wadah kotak berwarna merah marun yang terbuat dari kertas karton tebal. Ukuran papan 50cm x 10cm x 5cm dengan berat ± 10 Kg. Kartu soal dilengkapi dengan kunci jawaban pada bagian belakang kartu. Alat peraga papan bilangan bulat ini digunakan guru dan siswa untuk memahami materi operasi bilangan bulat di kelas IV. Gambar papan dakon bilangan bulat akan disajikan dalam gambar 2.1. Gambar 2.1 Papan Dakon Bilangan Bulat Papan dakon bilangan bulat Kotak manik–manik dan kartu soal

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 5. Tingkat Kepuasan Pembahasan mengenai teori tingkat kepuasan dijabarkan ke dalam enam bagian. Bagian yang akan dibahas yaitu pengertian tingkat kepuasan, faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan, manfaat tingkat kepuasan, pengukuran tingkat kepuasan, manfaat pengukuran tingkat kepuasan, dan karakteristik produk yang mempengaruhi tingkat kepuasan. a. Pengertian Tingkat Kepuasan Tingkat kepuasan berasal dari dua kata utama yaitu tingkat dan kepuasan. Kata tingkat memiliki arti tinggi rendahnya martabat, kedudukan, pangkat, derajat, taraf atau kelas, sedangkan kepuasan adalah perihal yang bersifat puas, kesenangan, atau kelegaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 2008:914). Tjiptono (2011:292) menjelaskan bahwa „kepuasan atau satisfacion” berasal dari Bahasa Latin “satis” yang artinya cukup atau memadai dan “facio” atau “facere” yang berarti to do berarti melakukan atau membuat. Secara sederhana Tjiptono menambahkan bahwa kepuasan dapat diartikan sebagai upaya pemenuhan sesuatu atau membuat sesuatu memadai. Kotler (2013: 150) “satisfaction is a person's feelings of pleasure or disappointment that result from comparing a product's perceived performance (or outcome) to expectations”. Kotler menjelaskan bahwa kepuasan adalah perasaan senang atau sedih yang dialami seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil suatu produk dengan harapannya. Kotler (dalam Tjiptono, 2004: 147) menegaskan bahwa tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Kotler (dalam Sunyoto, 2012: 223) menambahkan terdapat tiga tingkatan kepuasan yaitu kecewa, puas, dan sangat puas. Jika kinerja produk di bawah harapan pengguna, maka pengguna merasa kecewa. Pengguna akan merasa puas jika kinerja produk sesuai harapan dan merasa sangat puas jika kinerja produk melebihi harapan mereka. Kepuasan didapat setelah seseorang menggunakan suatu produk kemudian membandingkan antara harapan dengan kenyataan yang diterimanya. Umar (2005:65) menjelaskan bahwa kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan antara apa yang diterima dengan apa yang diharapkan. Pengaruh harapan terhadap kepuasan dapat dilihat pada gambar 2.2. Gambar 2.2 Pengaruh Harapan Terhadap Kepuasan Yang diharapkan Ideal Minimal yang di dapat Yang selayaknya Gambar 2.1 menggambarkan pengaruh harapan terhadap kepuasan. Semakin dekat harapan dengan kondisi ideal maka semakin besar kemungkinan tercapainya kepuasan. Yamit (2002:78) menjelaskan bahwa kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (hasil) yang dirasakan dibandingkan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 dengan harapannya. Yamit juga menegaskan bahwa kepuasan pelanggan adalah hasil yang dirasakan atas penggunaan produk dan jasa, apakah sama atau melebihi harapan yang diinginkan. Hal yang seirama diungkapkan oleh Oliver (dalam Supranto, 1997) bahwa tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil atau performa produk yang dirasakan dengan harapannya. Kepuasan bersifat subyektif karena berkaitan dengan perasaan pengguna setelah membandingkan apa yang diterima dengan apa yang diharapkan. Tingkat kepuasan satu orang bisa berbeda dengan orang lainnya. Lebih lanjut kepuasan didapat setelah memakai produk tertentu, membandingkannya lalu memutuskan apakah performa atau kinerja produk yang digunakan sama bahkan melebihi harapan yang diinginkan. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah menggunakan suatu produk kemudian membandingkan kinerja produk dengan harapannya. Beberapa definisi tingkat kepuasan yang telah disebutkan dapat diterapkan dalam dunia pendidikan. Sophiatin (2010:33) menjelaskan bahwa kepuasan siswa merupakan sikap positif siswa terhadap pelayanan proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru karena adanya kesesuaian antara kenyataan dengan apa yang diharapkan dan dibutuhkan. Kepuasan berbanding lurus dengan harapan dan layanan (Alma dalam Sophiatin, 2010). Jika pelayanan proses belajar mengajar sesuai dengan harapan siswa, maka siswa akan merasa puas. Berbeda halnya jika pelayanan yang didapat siswa tidak sesuai harapan, maka siswa akan merasa tidak puas. Perasaan tidak puas ini bisa diwujudkan dalam bentuk keluhan dari

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 pemakai. Pelayanan dalam proses belajar mengajar dapat dilihat dari beberapa faktor seperti metode mengajar dan alat peraga yang digunakan. Misalnya saja jika alat peraga yang digunakan dalam pembelajaran sesuai dengan harapan siswa dan membantu siswa maka siswa tersebut merasa puas. b. Faktor–faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Kepuasan pengguna produk terjadi ketika kenyataan yang terjadi sesuai atau bahkan melebihi harapan. Kotler (dalam Sunyoto, 2012:223) menjelaskan bahwa pengguna akan merasa tidak puas jika kinerja produk di bawah harapan mereka dan merasa sangat puas jika kinerja produk melebihi harapan mereka. Ketidakpuasan pengguna produk terjadi ketika kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kotler (2012) menegaskan bahwa kepuasan berkaitan erat dengan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan. Kualitas bisa saja diukur dari manfaat produk atau jasa yang digunakan. Suprananto (2006:2) menjelaskan bahwa tingkat kepuasan pelanggan sangat bergantung pada mutu suatu produk, dimana suatu produk bisa berupa barang atau jasa. Montgomery (dalam Supranto, 2006:2) menyatakan “quality is the extent to which products meet the requirements of people who use them”. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa suatu produk bisa dikatakan bermutu jika produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan pemakainya. Supranto (2006 : 2) membagi mutu suatu produk menjadi dua yaitu: (a) mutu desain (quality of design), berkaitan dengan apakah penampilan suatu produk/ jasa sesuai dengan yang dimaksud; dan (b) mutu kecocokan (quality performance),

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 berkaitan dengan apakah produk tersebut benar-benar cocok atau sesuai dengan maksud desain. Mutu suatu produk mempengaruhi kepuasan pengguna produk. Mutu atau kualitas suatu produk menjadi hal yang penting dalam rangka menciptakan kepuasan pengguna produk. Kualitas produk merupakan faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pengguna produk. Ratnasari dan Aksa (2011:117) menyebutkan bahwa pelanggan akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk yang digunakan berkualitas. Kualitas suatu produk bisa dievaluasi setelah seseorang menggunakan produk tertentu. Berdasarkan beberapa pendapat mengenai faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan maka dapat disimpulkan bahwa kualitas produk menjadi faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pengguna. Suatu produk dapat dikatakan berkualitas jika bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna sehingga pengguna merasa harapannya terpenuhi. Ketika harapannya terpenuhi maka ia merasa puas. c. Manfaat Tingkat Kepuasan Kepuasan dan ketidakpuasan pengguna produk berpengaruh pada pola perilaku selanjutnya (Ratnasari dan Aksa, 2011: 118). Pola perilaku dari pengguna yang merasa puas berbeda dengan pola perilaku pengguna yang tidak puas. Pengguna yang merasa puas akan kembali menggunakan produk yang sama dan memberikan informasi positif kepada orang lain mengenai produk yang digunakannya. Berbeda halnya jika pengguna tersebut tidak puas, maka ia dapat

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 memberi respon negatif. Respon negatif dapat berupa mengembalikan produk, menghentikan pemakaian produk dan memberikan informasi negatif kepada orang lain terkait produk yang digunakannya. Tjiptono (dalam Sunyoto, 2012: 224-225) menyebutkan tiga manfaat adanya kepuasan pengguna dan pelanggan. Manfaat pertama yaitu menciptakan hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan pelanggan produk. Manfaat kedua yaitu mendorong terciptanya loyalitas pelanggan dan memberikan dasar yang baik bagi penggunaan ulang atau pembelian ulang. Manfaat ketiga yaitu membentuk rangkaian rekomendasi dari mulut ke mulut mengenai informasi positif produk sehingga menguntungkan perusahaan. Penjelasan dari Ratnasari dan Aksa (2011) serta Tjiptono (2012) dapat diadopsi untuk konteks pendidikan. Kepuasan siswa dan guru sebagai pengguna alat peraga matematika berbasis metode Montessori akan berpengaruh pada pola perilaku selanjutnya. Siswa dan guru yang puas akan menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori kembali dan memberika informasi positif tentang alat peraga matematika berbasis metode Montessori kepada orang lain. d. Pengukuran Tingkat Kepuasan Peran individu sebagai pemakai produk sangat penting untuk mengukur tingkat kepuasannya. Kualitas atas penggunaan alat peraga dalam penelitian ini hanya dapat diukur dari kepuasan pihak yang telah menggunakan produk alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kotler (dalam Tjiptono, 2004:147) mengemukakan ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 mengukur tingkat kepuasan pelanggan, yaitu: (1) sistem keluhan dan saran, (2) ghost shopping (mystery shopping), (3) lost costumer analysis, dan (4) survei kepuasan pelaanggan. Kotler (dalam Tjiptono, 2004: 148) menjelaskan bahwa sistem keluhan dan saran merupakan metode yang memberikan kesempatan bagi pelanggan atau pemakai untuk memberikan keluhan, kritik dan saran. Beberapa hal yang dapat dilakukan misalnya menyediakan kotak saran, kartu komentar dan saran, menyediakan staf customer service, dan menyediakan nomor telepon (customer hot lines) yang bisa dihubungi. Dari komentar, keluhan dan kritik para pengguna bisa didapatkan ide–ide untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan sehingga pengguna puas. Semua hal itu akan berdampak positif bagi keberlangsungan produsen atau penyedia layanan produk dan jasa. Contoh dari penerapan metode ini yaitu disediakannya kotak kritik dan saran di sekolah. Kotler (dalam Tjiptono 2004: 148) menjelaskan bahwa ghost shopping ( mystery shopping) merupakan metode yang digunakan produsen untuk mengetahui kepuasan pengguna dengan berpura-pura menjadi konsumen. Bisa dilakukan dengan mempekerjakan beberapa orang (ghost shopper) untuk menjadi pengguna produk produsen dan produk pesaing. Mereka bertugas mengamati dan menilai temuannya mengenai kekuatan dan kelemahan produk perusahaannya sendiri dengan produk pesaing. Ada baiknya pihak–pihak tertentu seperti karyawan tidak mengetahui adanya agen ghost shopper ini untuk menghindari “bias” dan ketidakalamian sikap alias sikap yang dibuat-buat.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 Kotler (dalam Tjiptono 2004: 149) menjelaskan bahwa lost customer analysis adalah metode ini dilakukan dengan cara menghubungi pelanggannya yang “hilang”. Produsen berusaha mengetahui alasan mereka berhenti memakai dan beralih produk. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan serta mengambil kebijakan selanjutnya. Contoh penerapan dari metode ini di bidang pendidikan yaitu penyedia layanan jasa pendidikan menghubungi pelanggannya yang berhenti memakai produk ataupun menggunakan jasa yang ditawarkan. Survei kepuasan pelanggan merupakan metode yang sangat umum dipakai. Metode ini berawal dari adanya anggapan bahwa sistem keluhan dan saran tidak sepenuhnya bisa menggambarkan secara lengkap kepuasan dan kekecewaan pelanggan. Pelanggan merasa keluhan mereka tidak berarti, tidak akan mendapat respon atau bahkan mendapat penyelesaian. Kebanyakan pelanggan akan beralih ke produk lain daripada memberi saran atau mengajukan keluhan. Kotler dan Susanto (2000:54) menjelaskan bahwa perusahaan yang responsif akan mengadakan survei berkala untuk mengukur kepuasan pelanggan. Survei dikemas dalam daftar pertanyaan yang bisa dikirimkan lewat pos, menanyakan secara langsung atau menelepon pelanggan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perasaan pelanggan terhadap kinerja perusahaan atau produsen. Tjiptono (2004: 149) menjelaskan bahwa metode survei sebagai metode yang banyak digunakan untuk mengukur kepuasan pelanggan dapat dilakukan dengan empat cara sebagai berikut : (1) directly reported satisfaction, (2) derives dissatisfaction, (3) problem analysis, dan (4) importance performance ratings. Directly reported satisfaction dilakukan dengan mengukur pengguna atau

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 konsumen secara langsung melalui pertanyaan yang mengungkap seberapa puas terhadap pelayanan yang diterimanya. Jawaban dalam skala sangat tidak puas, tidak puas, netral, puas, sangat puas. Derives dissatisfaction dilakukan dengan memberi pertanyaan kepada responden sebagai pengguna mengenai seberapa besar harapannya dan seberapa besar kenyataan yang dialaminya terhadap suatu atribut tertentu. Problem analysis dilakukan dengan meminta responden meminta menuliskan masalah- masalah yang dihadapinya terkait atribut tertentu dan memberikan saran perbaikan. Importance performance ratings atau yang lebih dikenal sebagai Importance Performance Analysis (IPA) atau analisis tingkat kepentingan dan kinerja. IPA dikenalkan pertama kali oleh Martilla dan James pada tahun 1977 (Wardhani, 2006). Importance Performance Analysis (IPA) merupakan teknik pengukuran yang meminta ressponden untuk merangking berbagai elemen (atribut) dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya setiap elemen dan seberapa baik kinerja produsen atau penyedia layanan dalam masing-masing elemen itu (Tjiptono, 2004: 149). Wardhani (2006:45-48) menjelaskan bahwa dalam teknik IPA responden diminta untuk menilai tingkat kepentingan dan kinerja produk pada masing-masing atribut atau aspek produk. Metode IPA merupakan suatu kerangka yang digunakan untuk mengetahui kepuasan pengguna sebagai fungsi hubungan antara penilaian kepentingan produk (importance) dengan penilaian kinerja produk (performance). Berdasarkan penjelasan beberapa ahli yang telah dibahas sebelumnya maka peneliti menggunakan teknik Importance Performance Analysis (IPA) untuk menganalisis data. Metode penelitian ini merupakan metode sensus. Produk alat

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 peraga matematika berbasis metode Montessori belum banyak diproduksi sehingga jumlah pengguna produk masih terbatasn sehingga menggunakan seluruh populasi yang ada sebagai subjek penelitian. e. Manfaat Pengukuran Tingkat Kepuasan Beberapa manfaat pengukuran tingkat kepuasan menurut Supranto (2006:8) sebagai berikut: (1) mengetahui apakah proses pengembangan produk tersebut berjalan baik, (2) mengetahui waktu yang tepat untuk mengadakan perbaikan secara terus menerus, serta bagian mana yang harus diperbaiki untuk memuaskan pemakai produk terkait, dan (3) menentukan apakah perubahan yang diadakan mengarah pada perbaikan mutu. Mutu suatu produk dan jasa berkaitan erat dengan kepuasan pengguna produk tersebut. Maka dari itu pengukuran tingkat kepuasan bermanfaat bagi pengembangan suatu produk. Pengukuran tingkat kepuasan dalam penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian pengukuran tingkat kepuasan ini penting untuk dilakukan untuk memberi gambaran mengenai kualitas alat peraga menurut siswa dan guru sebagai pengguna produk. Keberadaan alat peraga dalam pembelajaran merupakan bagian dari sarana dan prasarana yang mempengaruhi kualitas proses dan hasil belajar mengajar di sekolah. Sophiatin (2010:5) menjelaskan bahwa kualitas proses belajar mengajar di sekolah ditentukan oleh kualitas guru, ketersediaan sarana dan prasarana sekolah, suasana belajar, kurikulum yang dilaksanakan dan pengelolaan sekolah.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 f. Karakteristik Produk yang Mempengaruhi Kepuasan Kualitas produk merupakan keistimewaan produk yang dapat memenuhi keinginan pengguna sehingga dapat memberikan kepuasan. Kualitas suatu produk mencerminkan dimensi–dimensi produk yang dapat memberikan manfaat bagi penggunanya. Berikut akan dijelaskan dimensi kualitas produk menurut pendapat beberapa ahli yaitu dari Garvin, Juran dan Gryna. Garvin (dalam Laksana, 2008: 89) menyebutkan ada delapan dimensi kualitas produk yaitu performansi (performance), keistimewaan tambahan (feature), kehandalan (realibility), daya tahan (durability), konfirmasi (conformance), estetika (aesthetics), kemampuan pelayanan (servis ability) dan kualitas yang dirasakan (perceived quality). Dimensi pertama adalah performansi (performance) yaitu kinerja produk yang mengacu pada karakteristik operasi pokok dari produk inti. Dimensi kedua adalah keistimewaan tambahan (features), yaitu keistimewaan tambahan atau karakteristik pelengkap suatu produk. Dimensi ketiga adalah keandalan (reliabilty), aspek yang berkaitan dengan kemungkinan suatu barang berhasil menjalankan fungsinya setiap kali digunakan dalam periode waktu tertentu dan dalam kondisi tertentu. Dimensi keempat adalah konformansi (conformance), hal ini berkaitan dengan tingkat kesesuaian terhadap spesifikasi yang telah ditetapkan berdasarkan keinginan pelanggan. Hal ini sebagai refleksi dari derajat ketepatan antara karakteristik desain produk dengan karakteristik kualitas standar yang telah ditetapkan sebelumnya. Dimensi kelima adalah daya tahan (durability), yaitu suatu refleksi umur ekonomis berupa daya tahan suatu

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 barang atau berapa lama produk tersebut dapat digunakan. Dimensi keenam serviceability, yaitu aspek yang berkaitan dengan kecepatan, kompetensi, kemudahan, mudah diperbaiki atau direparasi, penanganan keluhan yang memuaskan serta akurasi dalam memberikan pelayanan perbaikan barang. Dimensi ketujuh aesthetic, yaitu aspek yang berkaitan dengan karakteristik yang bersifat subyektif mengenai nilai-nilai estetika yang berhubungan dengan pertimbangan dan refleksi individual. Estetika merupakan daya tarik produk terhadap panca indera. Dimensi kedelapan aspek kualitas yang dirasakan (perceived quality) yaitu aspek yang bersifat subyektif dan berkaitan dengan perasaan pelanggan mengenai keberadaan suatu produk sebagai produk yang berkualitas. Dimensi kualitas produk menurut Garvin dan Juran & Gryna (dalam Sethi, 2000:2) adalah estetika (aesthetic), performansi (performance), keawetan (life), kualitas pengerjaan (workmanship), dan keamanan (safety). Dimensi estetika yang berkaitan dengan nilai keindahan yang dimiliki suatu produk. Dimensi performansi yang berkaitan dengan seberapa baik produk melakukan fungsinya. Dimensi life berkaitan dengan seberapa lama suatu produk dapat digunakan atau bertahan sebelum mengalami kerusakan. Dimensi workmanship berkaitan dengan kualitas pembuatan produk. Dimensi safety berkaitan dengan keamanan produk ketika digunakan. Dimensi kualitas produk yang telah dijabarkan oleh Garvin dan Juran & Gryna dijadikan acuan untuk menyusun indikator tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Tabel 2.1 Penggabungan Karakteristik Produk Lama-Baru dan Karakteristik Alat Peraga Montessori Karakteristik Alat Peraga Montessori Auto-education1 Menarik2 Bergradasi3 Auto-corretion4 Kontekstual5 Karakteristik Produk Lama Garvin Performansi (performance) 1 Keistimewaan tambahan(feature)3 Kehandalan (realibility)6 Daya tahan (durability)6 Konformasi (conformance)* Estetika (aesthetics)2 Kemampuan pelayanan (servis ability)7 Kualitas yang dirasakan (perceived quality)7 Karakteristik Produk Baru Sethi Estetika (aesthetics)2 Performansi (performance) 1 Keawetan (life)6 Kualitas pengerjaan (workmanship)7 Keamanan (safety)7 Tabel 2.1 menunjukkan indikator tingkat kepuasan (kinerja dan kepentingan) terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Indikator tingkat kepuasan siswa dan guru berdasarkan penggabungan karakteristik alat peraga Montessori, karakteristik produk lama, dan karakteristik produk baru. Beberapa karakteristik memiliki kesamaan sehingga digabung. Penggabungan indikator dapat dilihat dari kode angka-angka yang sama pada setiap kolom. Kode 1 yaitu indikator performansi (performance) pada karakteristik produk menurut Garvin digabung dengan indikator performansi (performance) menurut Sethi, serta auto-education. Performansi berkaitan dengan seberapa baik produk melakukan fungsinya. Auto-education adalah karakteristik alat peraga Montessori yaitu alat peraga dapat digunakan siswa untuk belajar tanpa banyak campur tangan orang lain (Montessori, 2002: 19). Auto-education merupakan keunggulan produk alat peraga Montessori yang berfungsi untuk membantu individu belajar mandiri.

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Kode nomor 2 yaitu indikator estetika (aestetics) digabung dengan indikator menarik. Alasan penggabungan indikator estetika dan menarik karena keduanya berkaitan dengan pertimbangan individu dan bersifat subyektif serta sama-sama berhubungan dengan daya tarik panca indera terhadap suatu produk (Sethi, 2000 : 2). Contoh penilaian terhadap indikator menarik yaitu penilaian tentang warna dan bentuk alat peraga yang menarik. Kode nomor 3 yaitu indikator keistimewaan tambahan (feature) dapat digabung dengan indikator bergradasi. Bergradasi merupakan keistimewaan tambahan yang khas dari alat peraga Montessori. Kode nomor 4 yaitu indikator auto-correction tidak digabung dengan indikator lain dan berdiri sendiri. Kode nomor 5 yaitu indikator kontekstual juga berdiri sendiri yang berkaitan dengan bahan pembuat alat peraga dapat diketahui dan ditemukan di lingkungan sekitar. Kode nomor 6 yaitu indikator durability (daya tahan) digabung dengan life (keawetan). Daya tahan dan keawetan memiliki hakekat yang sama yang berkaitan dengan masa pakai suatu barang sebelum mengalami kerusakan. Kode nomor 7 yaitu indikator daya tahan (durability), kemampuan pelayanan (servis ability), dan kualitas yang dirasakan (perceived quality) dapat digabung dengan kualitas pengerjaan (workmanship) dan keamanan (safety). Alasan penggabungan karena kualitas dapat dinilai dari kinerja produk dan bersifat subyektif. Kualitas produk dapat dinilai dari aspek keawetan, daya tahan, kemampuan pelayanan (servis ability), kualitas yang dirasakan (perceived quality) dan keamanan (safety). Penggabungan beberapa indikator yang telah dilakukan diperoleh tujuh indikator

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 tingkat kepuasan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat pada tabel 2.2. Tabel 2.2 Penggabungan Indikator Tingkat Kepuasan (Kepentingan dan Kinerja) Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori No 1 2 3 4 5 6 7 Karakteristik Alat Peraga Montessori Auto education Menarik Bergradasi Auto corretion Kontekstual Life Workmanship Tabel 2.2 menunjukkan hasil penggabungan indikator kepuasan (kepentingan dan kinerja) terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tujuh indikator kepuasan terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang didapat dari hasil penggabungan yaitu auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, keawetan (life), dan kualitas pengerjaan (workmanship). 2. Penelitian yang Relevan Penelitian ini mengukur tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian yang relevan berkaitan dengan tiga topik yaitu kepuasan, metode Montessori, dan alat peraga. Terdapat enam penelitian yang relevan yang akan dibahas dalam sub bab ini. Hasil penelitian terdahulu yang relevan dilakukan oleh Esterlita (2013), Rubaman (2008), Rukmi (2013), Scott (2010), Sugiarsi (2012), Verkuyten dan Thijs (2002).

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 Esterlita (2013) melakukan penelitian pengembangan (research and development) alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika kelas IV SDN Tamanan 1 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga berkualitas yang sesuai dengan lima kriteria alat peraga yang telah ditetapkan untuk melatih keterampilan berhitung bilangan bulat. Penelitian ini menggunakan empat kriteria alat peraga Montessori yaitu menarik, bergradasi, auto-correction, dan auto-education. Kriteria kelima yang ditambahkan oleh peneliti yaitu kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga yang dikembangan memperoleh rerata skor 4,65 dan termasuk kategori sangat baik. Rerata dan kategori sangat baik diperoleh dari pakar alat peraga matematika, pakar pembelajaran matematika, guru kelas, dan sekelompok siswa kelas IVA. Penelitian ini memberi kontribusi bahwa alat peraga Montessori untuk melatih keterampilan berhitung bilangan bulat siswa kelas IV memiliki kualitas sangat baik dan sesuai dengan lima kriteria alat peraga yang ditetapkan. Rubaman (2008) mengadakan penelitian yang berjudul mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode SERVQUAL untuk mengukur kepuasan pelanggan. Data yang menggambarkan dan menerangkan tingkat kepentingan dan data tingkat kinerja layanan pendidikan diperlukan untuk menentukan kepuasan. Kelima faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan adalah keandalan (reliability), daya tangkap (responsiveness), kepastian (assurance), empati (emphaty), dan berwujud (tangible). Kelima faktor penentu kepuasan dijabarkan menjadi butir-butir pernyataan dengan alternatif

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 jawaban menggunakan skala Likert. Rubaman menjelaskan bahwa pemakai produk yang berhak memberikan penilaian tentang mutu layanan pendidikan yang diterimanya. Penelitian ini memberikan kontribusi bahwa pengukuran kepuasan dan penilaian masyarakat sebagai pelanggan pelayanan pendidikan diperlukan untuk mengetahui keadaan pelayanan pendidikan. Rukmi (2013) melakukan penelitian pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development) yang bertujuan untuk mengetahui prosedur pengembangan dan kualitas pengembangan alat peraga perkalian untuk siswa kelas II SD semester genap. Alat peraga matematika yang dikembangkan bernama papan skittle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga perkalian ala Montessori yang dikembangkan mengandung lima ciri alat peraga dan memiliki kualitas “sangat baik”. Alat peraga perkalian ala Montessori telah divalidasi oleh pakar pembelajaran matematika, pakar alat peraga, guru kelas II dan siswa kelas II. Alat peraga papan skittle terbukti meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas II. Siswa kelas II mengalami peningkatan skor posttest sebesar 86,44%. Penelitian ini memberi kontribusi bahwa empat karakteristik alat peraga Montessori (menarik, bergradasi, auto-correction, auto-education) dan satu karakteristik tambahan yaitu kontekstual dapat digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan produk alat peraga perkalian ala Montessori. Scott (2010) melakukan penelitian yang berjudul critical thinking in a Montessori setting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 penerapan rencana pengintegrasian semua aspek berpikir kritis pada sekolah Montessori. Penelitian ini melibatkan 135 siswa Sekolah Montessori yang berusia 3-14 tahun. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui: 1) catatan pengamatan, 2) sampel pekerjaan siswa, 3) wawancara dengan staf pengajar, dan 3) survei. Hasil penelitian menunjukkan dengan menerapkan aspek berpikir kritis dalam pembelajaran akan meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi anak. Penelitian ini memberi kontribusi bahwa penerapan pengintegrasian semua aspek berpikir kritis dalam semua mata pelajaran di sekolah Montessori meningkatkan hasil belajar peserta didik. Sugiarsi (2012) meneliti tentang peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga materi operasi hitung campuran. Jenis penelitian ini adalah action research atau penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Skor pelaksanaan pembelajaran ada siklus I mencapai nilai 3,6 (skala 1-5) dan meningkat menjadi baik pada siklus II dengan nilai 4,4 (skala 1-5). Hasil belajar matematika siswa juga meningkat dari nilai 50,70 menjadi 60,50 pada siklus I dan meningkat menjadi 83,50 pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa meningkat melalui penerapan kegiatan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan kreatif yang didukung penggunaan alat peraga dalam pembelajaran. Penelitian ini memberi kontribusi bahwa pemanfaatan alat peraga dalam pembelajaran matematika meningkatkan prestasi belajar siswa. Verkuyten dan Thijs (2002) meneliti tentang school satisfaction of elementary school children: the role of performance, peer relations, ethnicity and

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 gender. Penelitian ini meneliti tentang tingkat kepuasan sekolah di antara siswa sekolah dasar terhadap peran kinerja, hubungan sesama rekan, etnis dan jenis kelamin. Subyek penelitian berjumlah 1090 siswa sekolah dasar dari anak Belanda dan anak etnis minoritas yang berusia 10-12 tahun. Data dikumpulkan di 51 kelas dari 26 sekolah berbeda di Belanda. Data dianalisis menggunakan analisis bertingkat (mulitlevel analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pendidikan dan hubungan sesama rekan berpengaruh terhadap kepuasan sekolah. Analisis bertingkat menunjukkan bahwa kepuasan sekolah bergantung pada konteks kelas. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa persentase jumlah murid Belanda dan murid minoritas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan sekolah. Penelitian ini memberi kontribusi bahwa iklim akademik dan sosial di kelas memiliki efek positif terhadap tingkat kepuasan. Melalui penelitian ini Verkuyten dan Thijs menegaskan bahwa tingkat kepuasan penting untuk memahami bagaimana anak-anak menilai sekolah mereka dan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepuasan sekolah. Penelitian yang berkaitan dengan Montessori telah dilakukan oleh Esterlita (2013) dan Scott (2010). Penelitian yang meneliti tentang alat peraga telah dilakukan oleh Sugiarsi (2012) dan Rukmi (2013). Penelitian yang meneliti tingkat kepuasan telah dilakukan oleh Rubaman (2008), Verkuyten dan Thijs (2002). Penelitian yang telah dilakukan relevan dengan penelitian ini pada bagian kajian teori, instrumen pengumpulan data dan subyek penelitian siswa SD. Sejauh eksplorasi literatur yang relevan dengan penelitian ini, belum ada penelitian yang

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 mengkaji tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap pengguasaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian ini merupakan penelitian awal (prelimenary research study), oleh karena itu perlu dilakukan penelitian selanjutnya untuk mengkaji masalah yang terkait lebih dalam. Literature map dari penelitian yang relevan dengan penelitian ini disajikan dalam gambar 2.3. Gambar 2.3. Penelitian yang relevan Montessori Esterlita (2013) pengembangan alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung matematika kelas IV SDN Tamanan 1 Yogyakarta Alat Peraga Scott (2010) melakukan penelitian critical thinking in a Montessori setting Tingkat Kepuasan Rubaman (2008) melakukan penelitian yang berjudul mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan Sugiarsi (2012) Rukmi (2013) peningkatan proses dan hasil belajar matema-tika dengan me-manfaatkan media dan alat peraga materi operasi hitung campuran penelitian pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta “Tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori” Verkuyten dan Thijs (2002) meneliti tentang school satisfaction of elementary school children: the role of performance, peer relations, ethnicity and gender.

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 3. Kerangka Berpikir Matematika memegang peranan penting sebagai ilmu universal yang berguna di tengah persaingan dunia yang semakin kompetitif. Penguasaan konsep–konsep matematika berguna untuk menguasai dan menciptakan teknologi masa depan. Melalui pembelajaran matematika, siswa diharapkan dapat memiliki kemampuan matematika yang berguna dalam kehidupan nyata. Pembelajaran matematika penting diberikan sejak dari sekolah dasar. Matematika membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif serta kemampuan bekerjasama. Kemampuan matematika yang diharapkan dapat dimiliki siswa ketika berproses dalam pembelajaran matematika antara lain kemampuan memecahkan masalah. Pembelajaran matematika melatih siswa menggunakan daya nalar yang logis, sistematis dan kreatif dalam memecahkan masalah. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan matematika sangat diperlukan setiap orang. Penelitian yang dilakukan oleh PISA menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa Indonesia tergolong rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan matematika siswa Indonesia yaitu pengelolaan proses pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang baik berpengaruh pada kualitas pendidikan. Komponen dalam pengelolaan pendidikan yaitu kurikulum, tenaga kependidikan, kesiswaan, keuangan, hubungan sekolah dengan masyarakat, layanan khusus, dan sarana prasarana, Sarana dan prasana berkaitan dengan peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Komponen

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 sarana dan prasana di dalam kelas dapat berupa alat peraga pembelajaran. Kurangnya penggunaan alat peraga pembelajaran menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi rendahnya kemampuan matematika siswa Indonesia. Anak usia sekolah dasar tergolong dalam tahap berpikir operasional konkret. Mereka tentu masih sulit mencerna materi matematika yang bersifat abstrak, contohnya materi operasi bilangan bulat. Diperlukan sarana untuk menjembatani konsep-konsep matematika yang abstrak dengan karakteristik siswa usia SD yang masih berada dalam tahap berpikir konkret. Jembatan itu dapat berupa penerapan metode Montessori yang mengutamakan penggunaan alat peraga untuk memberikan pelajaran yang bermakna bagi anak. Ciri khas pembelajaran Montessori adalah adanya penggunaan alat peraga yang didesain untuk memberikan makna bagi anak-anak. Semua alat peraga yang ada berfungsi sebagai sumber belajar dan sebagai guru bagi anak. Pembelajaran diberikan dengan mengingat tiga ciri utama yaitu singkat, sederhana dan obyektif Alat peraga metode Montessori memiliki ciri khusus yaitu auto-education, auto-correction, menarik, dan bergradasi. Peneliti menambahkan satu ciri tambahan yaitu kontekstual. Maksud dari kontekstual adalah alat peraga menggunakan bahan–bahan yang mudah digunakan dan sesuai dengan kekhasan yang dimiliki suatu daerah atau lingkungan hidup anak. Hal ini terinspirasi apa yang dilakukan oleh Montessori ketika mengawali pelayanan pendidikan. Montessori menggunakan alat seadanya yang disesuaikan dengan kesulitan belajar

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 dan kebutuhan siswa. Bahan utama alat peraga dalam penelitian ini adalah kayu dan kertas. Kualitas alat peraga akan mempengaruhi kepuasan siswa dan guru. Kualitas alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat diukur dari kepuasan pengguna alat peraga yaitu guru dan siswa. Kualitas suatu produk mencerminkan dimensi–dimensi produk yang dapat memberikan manfaat bagi penggunanya. Dimensi kualitas produk yaitu performansi (performance), keistimewaan tambahan (feature), kehandalan (realibility), daya tahan (durability), konfirmasi (conformance), estetika (aesthetics), kemampuan pelayanan (servis ability) dan kualitas yang dirasakan (perceived quality). Pengukuran tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunan alat peraga matematika berbasis metode Montessori perlu dilakukan. Hal tersebut untuk mengetahui bagian mana yang memuaskan siswa dan guru sebagai pengguna dan sekaligus mengetahui bagian mana yang belum memuaskan sehingga harus diperbaiki. Dapat dikatakan bahwa pengukuran tingkat kepuasan siswa dan guru berguna bagi pengembangan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data PAP (Penilaian Acuan Patokan) tipe I dan Importance and Performance Analysis (IPA). PAP (Penilaian Acuan Patokan) tipe I dipakai untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Importance and Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis lebih jauh tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Pembelajaran matematika memerlukan penggunaan alat peraga sebagai sarana yang konkret untuk menyampaikan materi matematika yang abstrak. Pembelajaran yang menggunakan alat peraga sangat membantu pemahaman siswa terutama siswa usia sekolah dasar yang masih tergolong dalam tahap berpikir operasional konkret. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori bermanfaat dan dapat memenuhi harapan siswa dan guru. Kepuasan tercipta ketika harapan terpenuhi. Tingkat kepuasan siswa dan guru tergolong tinggi dengan menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 4. Hipotesis Penelitian Berdasarkan teori-teori yang telah dibahas pada sub bab kajian teori dan didukung hasil penelitian yang relevan dan kerangka berpikir dari penelitian ini, maka hipotesis penelitian ini ada dua, yaitu : 1. Tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. 2. Tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab III membahas metode penelitian. Pembahasan mengenai metode penelitian dijabarkan ke dalam delapan sub bab yaitu jenis penelitian, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, teknik analisis data, dan jadwal penelitian. A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode sensus. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif dilihat dari permasalahan dan tujuannya. Penelitian ini termasuk jenis kuantitatif jika dilihat dari pendekatan dalam perolehan data. Penelitian ini menggunakan metode sensus karena menggunakan seluruh populasi sebagai subyek penelitian. Arikunto (2003:108) menjelaskan populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Penelitian yang meneliti seluruh populasi disebut penelitian sensus (Arikunto, 1996:116). Penelitian sensus dapat dilakukan pada jenis populasi yang jumlahnya terhingga atau subyeknya tidak terlalu banyak (Taniredja dan Mustafidah, 2011:34). Penelitian ini merupakan penelitian sensus karena menggunakan data dari seluruh populasi yang ada. Berdasarkan permasalahan dan tujuannya, jenis penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif. Kata deskriptif berasal dari kata kerja Bahasa Inggris “describe” yang artinya “menggambarkan” (Darmanto dan Wiyoto, 2009:94). Jadi dapat dijelaskan bahwa penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan 52

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 suatu keadaan. Penelitian deskriptif bertujuan untuk menjelaskan karakteristik suatu pasar (Widayat, 2002:5). Umar (2007:87) menyatakan bahwa penelitian deskriptif meliputi kegiatan pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subyek penelitian, meliputi penilaian terhadap individu atau organisasi tertentu. Berdasarkan pendekatan yang digunakan dalam perolehan data, penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif banyak menggunakan data kuantitatif yang diperoleh dari suatu proses pengukuran dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner, tes, dan sebagainya, serta hasilnya berupa angka atau bilangan (Aritonang, 2007:6). Indriantoro dan Supomo (2007:71) menambahkan bahwa penelitian kuantitatif memiliki tujuan untuk menguji teori, meletakkan teori secara deduktif sebagai landasan dalam penentuan dan pemecahan masalah penelitian. B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di kelas IV SD Karitas Yogyakarta yang beralamat di Ngaglik, Sleman, Kota Yogyakarta pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Alasan pemilihan tempat penelitian di SD Karitas Yogyakarta karena penelitian ini merupakan penelitian kolaboratif dengan penelitian eksperimen yang menguji pengaruh penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV di SD Karitas Yogyakarta.

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan setelah siswa dan guru menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori pada pembelajaran matematika untuk materi operasi bilangan bulat. Penelitian untuk siswa dilakukan pada tanggal 25 Februari 2014. Penelitian untuk guru dilakukan pada tanggal 2 Mei 2014. C. Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto, 2003:108). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan guru kelas IV SD Karitas Yogyakarta. Populasi penelitian berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan, serta satu guru kelas IV SD Karitas Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Populasi dalam penelitian ini telah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori yaitu papan dakon bilangan bulat. Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto, 2003:108). Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anggota populasi sehingga disebut penelitian populasi. D. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah suatu objek yang mempunyai variasi yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2011: 63). Terdapat dua macam variabel dalam penelitian ini yaitu variabel independen atau terikat dan variabel dependen atau bebas. Variabel independen (variabel bebas) adalah

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Variabel dependen (variabel terikat) adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat perubahan. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tingkat kepuasan siswa dan guru. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Abdurahman dan Muhidin, 2011:85). Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan cara memberi seperangkat pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2011:143). Abdurahman dan Muhidin (2011:95) juga menyatakan bahwa kuesioner merupakan salah satu teknik pengumpulan data dalam bentuk pengajuan daftar pertanyaan tertulis yang harus diisi responden yang telah disiapkan terlebih dahulu. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Kuesioner kinerja digunakan untuk mengukur kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang diterima siswa dan guru. Kuesioner kepentingan digunakan untuk mengukur harapan atau tingkat kepentingan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kedua bagian kuesioner menggunakan lima alternatif jawaban skala Likert.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel 3.1 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Siswa Alternatif Jawaban Skor Sangat Setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Kurang Setuju (KS) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Tabel 3.1 berisi alternatif jawaban skala Likert kuesioner kinerja untuk siswa. Peneliti menambahkan emoticon (gambar wajah) pada setiap alternatif jawaban untuk memudahkan siswa dalam mengisi kuesioner. Ada lima alternatif jawaban pada masing-masing pernyataan dalam kuesioner kinerja, yaitu “Sangat Setuju” (SS), “Setuju” (S), “Kurang Setuju” (KS), “Tidak Setuju” (TS), dan “Sangat Tidak Setuju” (STS). Setiap alternatif jawaban memiliki skor, yaitu jika siswa memilih gambar wajah “Sangat Setuju” (SS) maka mendapat skor 5, gambar wajah “Setuju” (S) maka mendapat skor 4, gambar wajah “Kurang Setuju” (KS) maka mendapat skor 3, gambar wajah “Tidak Setuju” (TS) maka mendapat skor 2, dan gambar wajah “Sangat Tidak Setuju” (STS) maka mendapat skor 1. Tabel 3.2 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Siswa Alternatif Jawaban Skor Sangat Penting (SP) 5 Penting (P) 4

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 Alternatif Jawaban Skor Kurang Penting (KP) 3 Tidak Penting (TP) 2 Sangat Tidak Penting (STP) 1 Tabel 3.2 berisi alternatif jawaban skala Likert kuesioner kepentingan untuk siswa. Peneliti menambahkan emoticon (gambar wajah) pada setiap alternatif jawaban untuk memudahkan siswa dalam mengisi kuesioner. Ada lima alternatif jawaban dengan emoticon berbeda tetapi berwarna sama yaitu : “Sangat Penting” (SP), “Penting” (P), “Kurang Penting” (KP), “Tidak Penting” (TP), dan “Sangat Tidak Penting” (STP). Setiap alternatif jawaban memiliki skor, yaitu jika siswa memilih gambar wajah “Sangat Penting” (SP) maka mendapat skor 5, gambar wajah “Penting” (P) maka mendapat skor 4, gambar wajah “Kurang Penting” (KP) maka mendapat skor 3, gambar wajah “Tidak Penting” (TP) maka mendapat skor 2, dan gambar wajah “Sangat Tidak Penting” (STP) maka mendapat skor 1. Tabel 3.3 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kinerja untuk Guru Alternatif Jawaban Sangat Setuju (SS) Setuju (S) Kurang Setuju (KS) Tidak Setuju (TS) Sangat Tidak Setuju (STS) Skor 5 4 3 2 1 Tabel 3.3 menunjukkan alternatif jawaban skala Likert pada kuesioner kinerja untuk guru. Ada lima alternatif jawaban yang tersedia pada masing-masing

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 pernyataan dalam kuesioner, yaitu “Sangat Setuju” (SS), “Setuju” (S), “Kurang Setuju” (KS), “Tidak Setuju” (TS), dan “Sangat Tidak Setuju” (STS). Setiap alternatif jawaban memiliki skor, yaitu jika pilihan jawaban guru “Sangat Setuju” (SS), maka mendapat skor 5, “Setuju” (S) maka mendapat skor 4,” Kurang Setuju” (KS) maka mendapat skor 3, “Tidak Setuju” (TS) maka mendapat skor 2, dan “Sangat Tidak Setuju” (STS) maka mendapat skor 1. Tabel 3.4 Alternatif Jawaban Skala Likert pada Kuesioner Kepentingan untuk Guru Alternatif Jawaban Skor Kuesioner Kepentingan Sangat Penting (SP) 5 Penting (P) 4 Kurang Penting (KP) 3 Tidak Penting (TP) 2 Sangat Tidak Penting (STP) 1 Tabel 3.4 menunjukkan lima alternatif jawaban dari kuesioner kepentingan untuk guru. Kelima alternatif jawaban tersebut yaitu “Sangat Setuju” (SS), “Setuju” (S), “Kurang Setuju” (KS), “Tidak Setuju” (TS), dan “Sangat Tidak Setuju” (STS). Kuesioner kepentingan memiliki 5 alternatif jawaban yaitu “Sangat Penting” (SP), “Penting” (P), “Kurang Penting” (KP), “Tidak Penting” (TP), dan “Sangat Tidak Penting” (STP). Setiap alternatif jawaban memiliki skor, yaitu jika pilihan siswa “Sangat Penting” (SP) maka mendapat skor 5, “Penting” (P) maka mendapat skor 4, “Kurang Penting” (KP) maka mendapat skor 3, “Tidak Penting” (TP) maka mendapat skor 2, dan “Sangat Tidak Penting” (STP) maka mendapat skor 1.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 F. Instrumen Penelitian 1. Kuesioner Kuesioner adalah suatu daftar pertanyaan yang tertulis lengkap dan terperinci yang harus dijawab oleh responden tentang pribadinya atau hal–hal yang diketahuinya (Masidjo, 2010:70). Kuesioner dalam penelitian ini berupa pernyataan tertutup yang harus dijawab oleh responden sebagai sumber data primer. Sugiyono (2010) menjelaskan bahwa sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Kuesioner yang sering disebut angket adalah kumpulan pertanyaan yang diajukan kepada subjek mengenai suatu variabel yang bertujuan memperoleh tanggapan dari subjek guna menjawab permasalahan penelitian (Hadi dalam Aritonang, 2007). Kuesioner dalam penelitian ini disusun berdasarkan pada indikator-indikator alat peraga Montessori dan indikator kualitas produk. Kuesioner disusun bersama kelompok studi melalui beberapa langkah yaitu: 1) menentukan indikator, 2) membuat kisi-kisi instrumen, 3) mengembangkan indikator menjadi pernyataan tiap aitem, 4) melakukan uji validitas yang meliputi uji validitas isi, uji face validity, dan uji validitas konstruk, 5) membuang item atau pernyataan yang tidak valid dan menghapus item tertentu agar nilai koefisien reliabilitas instrumen naik. Kuesioner dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup yang berisikan pertanyaan-pertanyaan yang disertai dengan sejumlah alternatif jawaban yang disediakan. Kuesioner ini dalam bentuk check-list. Check-list berbentuk sebuah daftar dimana responden membubuhkan tanda (√) pada kolom yang sesuai. Peneliti juga menambahkan gambar wajah (emoticon) untuk memudahkan dan

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 membangkitkan minat siswa dalam mengerjakan kuesioner. Penambahan emoticon untuk memudahkan siswa memahami pernyataan dan alternatif jawaban dalam kuesioner. Kuesioner ini menggunakan skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2011: 136). Kuesioner kepentingan memiliki 5 alternatif jawaban yaitu “Sangat Penting” (SP), Penting (P), “Kurang Penting” (KP), “Tidak Penting” (TP), dan “Sangat Tidak Penting” (STP). Kuesioner kinerja memiliki 5 alternatif jawaban yaitu “Sangat Setuju” (SS), “Setuju” (S), “Kurang Setuju” (KS), “Tidak Setuju” (TS), dan “Sangat Tidak Setuju” (STS). Tabel 3.5 Kisi-Kisi Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement No. 1 2 3 4 5 6 7 Indikator Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship No. Pernyataan 1, 2, 3, 4, 5, 6 1, 2, 3, 4 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5 1, 2, 3, 4, 5, 6 1, 2, 3, 4, 5 Tabel 3.5 menunjukkan kisi-kisi kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru. Kisi-kisi kuesioner penelitian ini disusun bersama kelompok studi. Nomor pernyataan dibuat per indikator. Ada tujuh (7) indikator yang akan dikembangkan dalam pernyataan kuesioner kinerja dan kepentingan, yaitu autoeducation, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, workmanship. Pernyataan yang disusun berjumlah 36 item. life, dan

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 Tabel 3.6 Penjabaran Indikator Kuesioner Kinerja dan Kepentingan Siswa dan Guru untuk Expert Judgement Indikator Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Work manship 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 1. 2. 3. 4. 5. Pernyataan Alat peraga memudahkan siswa untuk mengerti matematika Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru Alat peraga mudah digunakan Alat peraga membantu siswa dalam menjawab soal matematika Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga memiliki ukuran yang menarik Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik Alat peraga bisa digunakan oleh semua siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban siswa Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan Alat peraga membantu menemukan jawaban benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar siswa Siswa sering melihat bahan pembuat alat peraga matematika Alat peraga pernah dilihat siswa Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alatperagamudahdibawakemana-mana Alat peraga ini dapat dipakai berkali-kali Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Alat peraga mudah untuk diperbaiki Permukaan alat peraga halus Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan Pemberian warna alat peraga rapi Tabel 3.6 menunjukkan penjabaran ke tujuh indikator kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru. Indikator auto education dijabarkan menjadi enam (6) pernyataan. Indikator menarik dikembangkan ke dalam empat (4) pernyataan. Indikator Bergradasi dijabarkan ke dalam lima (5) pernyataan.

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Indikator auto correction dijabarkan ke dalam lima (5) pernyataan. Indikator kontekstual dikembangkan menjadi lima (5) pernyataan. Indikator life dijabarkan menjadi enam (6) pernyataan. Indikator workmanship dijabarkan ke dalam lima (5) pernyataan. Dapat disimpulkan bahwa ada 36 item pernyataan yang dikembangkan dari tujuh indikator. E. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen yang baik hendaknya memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabel (Arikunto, 2006:168). Arikunto menambahkan bahwa kebenaran data tergantung dari baik tidaknya instrumen pengumpulan data. Baik tidaknya instrumen pengumpulan data dapat diperoleh melalui uji validitas dan reliabilitas instrumen sebelum instrumen digunakan. Uji coba terhadap instrumen penelitian dilakukan sebelum instrumen digunakan untuk mengumpulkan data penelitian yang sesungguhnya. 1. Uji Validitas Instrumen Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan instrumen (Arikunto, 2006:168). Arikunto menambahkan bahwa instrumen yang valid dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Senada dengan Arikunto, Masidjo (2004) menjelaskan bahwa suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut telah sampai pada taraf mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Instrumen penelitian ini telah melalui tiga jenis uji validitas yaitu uji validitas isi (content validity), uji validitas muka (face validity), dan uji validitas konstruk (construct validity).

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 a. Uji Validitas Isi (Content Validity) Uji validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan materi pelajaran yang telah diajarkan (Sugiyono, 2010:177). Mardapi (2008:21) menyatakan bahwa catatan ahli (expert judgement) dapat digunakan untuk memvalidasi data. Para ahli kemungkinan akan memberi keputusan berupa instrumen dapat digunakan tanpa perbaikan, ada perbaikan, dan mungkin dirombak (Sugiyono, 2010:172). Instrumen akan divalidasi oleh para ahli yaitu guru SD, kepala sekolah SD, dosen di bidang Matematika, dan dosen di bidang Montessori. Pemilihan validator berdasarkan pengalaman dan bidang yang dikuasai. Expert judgement diberikan dengan cara menuliskan skor tiap item berdasarkan pedoman skoring. Skoring yang dapat diberikan para ahli dalam menilai kuesioner berpedoman pada rentang 1 sampai 4. Skor 1 berarti “baik sekali”, skor 2 berarti “kurang”, skor 3 berarti “baik”, dan skor 4 berarti “baik sekali”. Kriteria pengambilan keputusan terhadap hasil skor expert judgement telah ditentukan peneliti bersama kelompok studi sebelum melakukan instrumen diberikan kepada para ahli. Kuesioner sudah layak digunakan jika rata-rata hasil expert judgement lebih besar dari 2,5. Skor expert judgement kuesioner tingkat kepuasan (kinerja dan kepentingan) untuk siswa dan guru disajikan dalam tabel 3.7.

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Tabel 3.7 Skor Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 Skor Dosen A Skor Dosen B Skor Guru A Skor Guru B 2 4 4 4 4 4 2 3 2 2 1 2 2 2 2 4 4 4 4 2 2 3 3 2 3 3 1 3 2 3 1 2 3 1 3 3 2 2 4 2 2 4 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 4 3 2 2 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 2 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 Skor Kepala Sekolah A 4 3 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 Skor Kepala Sekolah B 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 Rata-rata Indikator Jumlah Skor Validator 18 19 21 20 20 21 18 19 18 16 16 19 19 19 19 23 22 21 19 17 20 22 22 18 21 19 17 20 18 20 18 19 20 19 21 18 3,0 3,2 3,5 3,3 3,3 3,5 3,0 3,2 3,0 2,7 2,7 3,2 3,2 3,2 3,2 3,8 3,7 3,5 3,2 2,8 3,3 3,7 3,7 3,0 3,5 3,2 2,8 3,3 3,0 3,3 3,0 3,2 3,3 3,2 3,5 3,0 Tabel 3.7 menunjukkan skor hasil expert judgement (penilaian ahli) terhadap kuesioner kinerja dan kepuasan siswa dan guru. Kesimpulan yang dapat diambil dari tabel 3.7 yaitu rata-rata skor setiap item lebih besar dari 2,5. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan terhadap expert judgement, maka dapat

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 disimpulkan bahwa kuesioner sudah layak digunakan dengan melakukan perbaikan sesuai masukan atau komentar dari para ahli. Komentar expert judgement untuk kuesioner tingkat kepuasan (kinerja dan kepentingan) untuk siswa dan guru dapat dilihat di tabel 3.8. Tabel 3.8 Rangkuman Komentar Expert Judgement Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru No 1. 2. Validator/ Rangkuman Komentar Indikator Dosen A (MONTESSORI) AutoPernyataan dibuat lebih menekankan pada auto-education bahwa siswa dapat education mendidik dirinya sendiri dengan menggunakan material tersebut. Pernyataan lebih baik mengunakan subyek “saya” dan tidak langsung berkaitan dengan atribut yang diukur. Menarik Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya sehingga tidak ambigu. Lebih baik mengunakan subyek “saya” dan tidak langsung berkaitan dengan atribut yang diukur. Pergunakan kalimat yang mudah dipahami oleh siswa. Bergradasi Penyataan sudah baik dengan ciri-ciri bergradasi alat peraga Montessori, akan tetapi lebih diperhatikan lagi alat peraga Montessori yang akan digunakan. Tidak semua alat peraga memiliki gradasi yang sama. AutoGunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa terutama siswa kelas correction bawah. Kontekstual Pernyataannya sebaiknya dibuat lebih spesifik atau diperjelas kalimatnya, sehingga tidak ambigu. Sesuaikan dengan bahan-bahan yang terdapat di lingkungan sekitar rumah maupun sekolah. Sebaiknya ditambahkan mengenai pengecatan alat peraga. Life Gunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Pernyataan “mudah dibawa ke mana-mana” belum tentu daya tahannya bagus. Pernyataan “alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan” membutuhkan waktu yang lama untuk siswa dan guru mengetahuinya. Penyataan lainnya, seperti mudah dibersihkan belum tentu tahan lama. Workmanship Sesuaikan dengan bahan alat peraga yang telah dibuat apakah menggunakan lem dan paku. Komentar keseluruhan: Perlu diperjelas mengenai apakah ini deskriptor dari indikator atau sudah pernyataan. Deskripsi sudah bagus, hanya perlu diperjelas mengenai kalimat agar tidak ambigu atau bermakna ganda kemudian disesuaikan dengan konteks siswa dan guru. Dosen B (MATEMATIKA) Auto Pemilihan kata dalam pernyataan seperti kata “mengerti” diubah menjadi kata education “memahami” dan kata “digunakan” diubah menjadi “dioperasikan”. Menarik Pernyataan “alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik”diubah menjadi “alat peraga memiliki cara penggunaan yang khas”. Bergradasi Perhatikan gradasi umur. AutoPemilihan kata siswa dalam pernyataan sebaiknya diubah menjadi saya. Alat correction peraga Montessori tidak semuanya memiliki kunci jawaban. Kontekstual Pernyataan “alat peraga pernah dilihat oleh siswa” tidak harus dipakai.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 No 3. 4. 5. 6. Validator/ Indikator Life Rangkuman Komentar Pemilihan kata diperbaiki menjadi“alat peraga tidak mudah lapuk saat disimpan”. Workmanship Pernyataan yang dibuat tidak baku. Komentar keseluruhan: secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Hanya perlu perbaikan beberapa kalimat. Guru Kelas A Autoeducation Menarik Pernyataan nomor 2 diubah dengan variasi warna dan pernyataan nomor 4 diperbaiki susunan kalimatnya. Bergradasi AutoBeberapa pernyataan perlu diperjelas . correction Kontekstual Life Workmanship Perlu perbaikan untuk beberapa kalimat. Komentar keseluruhan: Alat peraga matematika dapat dibuat, digunakan, didapat dari lingkungan sekitar siswa. Jadi pernyataan yang dibuat berdasarkan indikator sudah sesai dengan fakta yang ada dan dapat dipahami oleh siswa oeh guru. Guru Kelas B Autoeducation Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship Komentar keseluruhan: Secara umum, instrumen kuesioner yang dibuat sudah bagus. Kepala Sekolah A AutoPernyataan yang dibuat sudah baik education Menarik Pernyataan yang dibuat sudah baik Bergradasi Pernyataan yang dibuat sudah baik AutoPernyataan yang dibuat sudah baik correction Kontekstual Pernyataan yang dibuat sudah baik Life Pernyataan yang dibuat sudah baik Workmanship Pernyataan yang dibuat sudah baik Komentar keseluruhan: Kepala Sekolah B AutoSecara umum pernyataan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu pernyataan education perlu diperbaiki. Menarik Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Bergradasi Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu pernyataan perlu diperbaiki. AutoSecara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. correction Kontekstual Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik tetapi ada satu pernyataan perlu diperbaiki. Life Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik.

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 No Validator/ Rangkuman Komentar Indikator Workmanship Secara umum pernyataan yang dibuat sudah baik. Komentar keseluruhan:Penggunaan alat peraga Montessori dapat membantu berpikir lebih konkret. Tabel 3.8 menunjukkan komentar expert judgement untuk kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa dan guru. Tabel 3.8 berisi rangkuman komentar para ahli (expert judgement). Secara umum para ahli berkomentar bahwa pernyataan sudah baik. Beberapa ahli memberikan masukan agar pernyataan diperbaiki. Dosen A memberi masukan lebih baik menggunakan subyek “saya”, sehingga peneliti merubah kata “siswa” menjadi “saya”. Dosen A memberi masukan tambahan agar kuesioner menggunakan bahasa yang tidak ambigu dan mudah dipahami oleh siswa dan guru. Dosen B sebagai ahli di bidang pengajaran Matematika memberi komentar bahwa secara umum kuesioner sudah baik, tetapi perlu ada beberapa masukan. Senada dengan Dosen A, Dosen B memberi masukan untuk mengubah pilihan kata “siswa” menjadi “saya”. Guru kelas A memberi komentar bahwa pernyataan yang dibuat dari indikator yang ada cukup mudah dipahami oleh siswa dan guru. Guru A memberikan komentar untuk beberapa item saja, sehingga tidak semua item dikomentari. Guru A memberikan skor pada tiap item. Guru kelas B tidak memberi komentar sama sekali, tetapi memberi komentar keseluruhan bahwa secara umum instrumen yang dibuat sudah bagus. Kepala Sekolah A dan Kepala Sekolah B memberi komentar pada tiap indikator bahwa pernyataan yang dibuat sudah baik, tetapi beberapa pernyataan perlu diperbaiki. Peneliti melakukan revisi atau perbaikan pada pernyataan sesuai masukan dari para ahli (expert judgement) dengan catatan bahwa tidak semua komentar dan

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 masukan dari para ahli digunakan sebagai dasar revisi instrumen. Komentar dan masukan dari para ahli digunakan untuk merevisi instrumen apabila sesuai dengan konteks siswa dan guru. Pernyataan sebelum mendapat expert judgement dan pernyataan sesudah expert judgement dapat dibandingkan dengan melihat tabel 3.9. Tabel 3.9 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa dan Guru Sebelum dan Sesudah Expert Judgement Pernyataan Sebelum Expert Judgement Indikator Auto-Education 1. Alat peraga memudahkan siswa untuk mengerti matematika 1. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika 2. Alat peraga dapat digunakan oleh siswa tanpa bantuan guru 3. Alat peraga mudah digunakan 4. Alat peraga membantu siswa dalam menjawab soal matematika 5. Alat peraga membantu siswa menyelesaikan soal matematika tanpa bantuan guru Menarik 1. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 2. Alat peraga memiliki warna yang menarik 3. Alat peraga memiliki ukuran yang menarik 4. Alat peraga memiliki cara penggunaan yang menarik Bergradasi 1. Alat peraga bisa digunakan oleh semua siswa kelas 1 sampai kelas 6 2. Alat peraga mempunyai tingkatan warna dari muda ke tua 3. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 4. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 5. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-Correction 1. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban siswa 2. Alat peraga membantu siswa memperbaiki kesalahan 3. Alat peraga membantu menemukan jawaban Pernyataan Sesudah Expert Judgement Indikator 1. 2. 3. 4. 5. 6. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika Alat peraga membantu sayamengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Pernyataan Sebelum Expert Judgement Indikator yang benar 4. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang siswa buat 5. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 1. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang diketahui siswa 2. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar siswa 3. Siswa sering melihat bahan pembuat alat peraga matematika 4. Alat peraga ini pernah dilihat siswa 5. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 1. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 2. Alat peraga mudah dibawa kemana-mana 3. Alat peraga dapat dipakai berkali-kali 4. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 5. Alat peraga tidak mudah rusak 6. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 1. Alat peraga mudah diperbaiki 2. Permukaan alat peraga halus 3. Alat peraga menggunakan lem dan paku yang kuat 4. Alat peraga ini tidak melukai siswa ketika digunakan 5. Pemberian warna alat peraga rapi Pernyataan Sesudah Expert Judgement Indikator jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.9 menunjukkan perbandingan pernyataan kuesioner siswa dan guru sebelum expert judgement dengan pernyataan sesudah expert judgement. Beberapa item mengalami perbaikan atau revisi, tetapi ada beberapa item yang tidak direvisi. Item yang tidak direvisi ada tujuh (7) item. Item yang tidak direvisi adalah item 1 dan item 2 pada indikator menarik. Item 3, 4, dan 5 pada indikator bergradasi tidak mengalami perbaikan. Item lain yang tidak direvisi yaitu item 5 pada indikator auto education, item 5 pada indikator kontekstual, dan item 1 pada indikator workmanship.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Berdasarkan masukan dari para ahli beberapa item atau pernyataan mengalami perbaikan. Sebelum melalui expert judgement seluruh item berjumlah 36 pernyataan. Setelah melalui expert judgement jumlah pernyataan menjadi 37. Setelah expert judgement, penomoran baru digunakan pada kuesioner kinerja dan kepentingan, yaitu nomor 1 sampai 37 yang dapat dilihat pada tabel 3.9. Perbaikan yang telah dilakukan peneliti untuk seluruh item yaitu mengubah kata “siswa” menjadi “saya”. Pengubahan kata “guru” menjadi “orang lain” juga berlaku untuk item 3 dan item 6 indikator auto-education. Berdasarkan masukan ahli, item 3 pada indikator workmanship “alat peraga menggunakan paku dan lem yang kuat” dijabarkan menjadi dua item, yaitu “alat peraga dilem dengan kuat” dan “alat peraga dipaku dengan kuat”. b. Uji validitas muka (face validity) Uji validitas muka (face validity) memiliki arti yang berkaitan dengan pengukuran atribut yang konkret dan penilaian dari konsumen alat ukur yang digunakan dalam penelitian (Margono, 2003:188). Instrumen dalam penelitian ini telah melalui uji validitas muka (face validity) untuk siswa dan uji validitas muka (face validity) untuk guru. 1) Face validity siswa Kuesioner untuk siswa telah melalui face validity kepada siswa SD kelas 1 (satu), 2 (dua), 3 (tiga), 4 (empat), dan 5 (lima). Face validity di lakukan di SD Prambanan. Face validity dilakukan untuk mengetahui keterbacaan kuesioner oleh

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 siswa SD sebagai responden. Hasil face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa akan dijabarkan dalam tabel 3.10. Tabel 3.10 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesio ner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa No 1. 2. 3. Validator Rangkuman Komentar / Indikator Siswa Kelas 1 AutoSiswa tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa merasa kebingungan dengan education beberapanya. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh konkret sebelum mengisi kuesioner. Menarik Siswa kelas I perlu didampingi ketika mengisi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail. Bergrada- Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang seperti tekstur alat peraga si AutoSiswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak correction paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. KonteksSiswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak tual paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Life Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Workman Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak ship paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa Kelas 2 Auto Siswa tidak paham dengan “alat peraga”. Siswa merasa kebingungan dengan education beberapanya. Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh konkret sebelum mengisi kuesioner. Menarik Siswa perlu didampingi ketika mengisi kuesioner ini dan diberi penjelasan secara detail. Bergrada- Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang seperti tekstur alat peraga si AutoSiswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak correction paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Konteks Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak tual paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Life Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Workman- Siswa masih bingung dengan beberapa pernyataan yang ada karena mereka tidak ship paham dengan alat peraga sehingga perlu pendampingan. Siswa Kelas 3 AutoSiswa perlu pendampingan ketika mengisi kuesioner karena tidak paham dengan education “alat peraga”. Menarik Siswa baru paham setelah pendamping melalui cerita-cerita konkrit.Siswa harus diberikan contoh dahulu kemudian menanyakan alat peraga yang menarik. Bergrada- Siswa sulit memahami pernyataan item 11 karena dia belum pernah merasakan si kelas 4-5. Siswa bingung dengan kata “tekstur”. Supaya siswa dapat memahaminya dengan baik, harus menjelaskannya dengan menggunakan benda konkrit.

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 No Validator / Indikator Autocorrection Konteks tual Life 4. 5. Rangkuman Komentar Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Secara perlu pendampingan dengan memberikan contoh konkret kepada siswa. Pada penyataan item 22 siswa diminta untuk mengingat dan melihat kembali benda-benda yang ada di sekitarnya yang dibuat untuk alat peraga. Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Secara umum siswa sudah paham jika diberi penjelasan terlebih dahulu. Workman ship Siswa Kelas 4 AutoSiswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat peraga education karena siswa tidak paham dengan alat peraga. Menarik Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika diberi penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga. Bergrada- Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh tentang alat peraga. si Auto Siswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan”. Kesalahan yang correction dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa. Kontekstu Siswa tidak paham dengan pernyataan “materi pembelajaran”. Materi al pembelajaran dimaksud dalam hal apa. Life Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri penjelasan terlebih dahulu. Workman Secara umum siswa sudah paham jika beri penjelasan terlebih dahulu. ship Siswa Kelas 5 Auto Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu mengenai pengertian alat peraga education karena siswa tidak paham dengan alat peraga. Menarik Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri penjelasan terlebih dahulu tentang alat peraga. Bergrada- Siswa harus diberi penjelasan terlebih dahulu dengan contoh tentang alat peraga. si AutoSiswa tidak paham dengan pernyataan “memperbaiki kesalahan”. Kesalahan yang correction dimaksud adalah kesalahan dalam hal apa.. Konteks Siswa merasa kebingungan dengan pernyataan pada item 22. Susunan kalimat tual perlu diperbaiki. Life Secara umum siswa sudah paham dengan pernyataan ini jika beri penjelasan terlebih dahulu. Workman Secara umum siswa sudah paham jika beri penjelasan terlebih dahulu. ship Tabel 3.10 berisi tentang hasil face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa. Hasil face validity menunjukkan bahwa secara umum siswa kelas rendah membutuhkan pendampingan dalam mengisi kuesioner. Siswa masih bingung dengan kata “alat peraga”. Siswa tidak memahami arti kata “tekstur”. Siswa perlu diberi penjelasan mengenai cara mengisi kuesioner.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 Perbaikan pada beberapa pernyataan diadakan supaya kuesioner dapat dipahami siswa. Kuesioner kepentingan dan kinerja sebelum face validity dan sesudah face validity dapat dibandingkan dengan melihat pada tabel 3.11. Tabel 3.11 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa Sebelum dan Sesudah Face Validity Siswa Pernyataan Sebelum Face Validity Siswa Indikator Auto-Education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya menjawab dalam soal matematika 6. Alat peraga membantu sayamengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto Correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan Pernyataan Sesudah Face Validity Siswa Auto-Education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto Correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Pernyataan Sebelum Face Validity Siswa Indikator kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peraga memiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Pernyataan Sesudah Face Validity Siswa yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Konstekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peraga memiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.11 berisi perbandingan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa sebelum dan sesudah melalui face validity siswa. Perbaikan pernyataan dilakukan berdasarkan respon siswa ketika face validity diadakan. Perbaikan pernyataan dengan menyederhanakan kalimat. Peneliti berusaha memilih kata sesederhana mungkin agar siswa sekolah dasar sebagai responden penelitian dapat memahami maksud pernyataan. Item yang diperbaiki ada enam item yaitu item 2, 3, 5, 14, 17 dan 25. Item 2 dan item 5 diperbaiki dengan mengganti kata “menyelesaikan” dan “menjawab” menjadi “mengerjakan”. Item 3 diperbaiki menjadi “alat peraga dapat saya

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 gunakan tanpa bantuan orang lain” untuk memudahkan siswa memahami. Kata “tekstur” pada item 14 dihilangkan karena siswa tidak memahami artinya. Item 14 diperbaiki menjadi “alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar”. Item 17 diperbaiki menjadi “alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika”. Pada item 25 kalimat “materi pembelajaran” disederhanakan menjadi “materi yang saya pelajari” sehingga menjadi “alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari”. 1) Face Validity Guru Kuesioner untuk guru telah melalui face validity kepada guru SD kelas 1 (satu), 2 (dua), 3 (tiga), 4 (empat), 5 (lima), dan 6 (enam). Hasil face validity kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru akan dijabarkan dalam tabel 3.12. Tabel 3.12 Rangkuman Hasil Face Validity Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru No 1. Validator/ Indikator Guru Kelas 1 Auto education Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Workmanship 2. Guru Kelas 2 Auto education Rangkuman Komentar Secara keseluruhan sudah baik, tetapi ada beberapa item yang perlu ditambahkan kata dan diganti. Item 3 “alat peraga dapat digunakan tanpa bantuan orang lain”. Item berikutnya tambahkan dapat dan hilangkan kata saya. Secara umum pernyataan sudah baik, tetapi item yang menyatakan kata “pas” di perjelas lagi. Pernyataan nomor 10 diganti “alat peraga lebih menarik dibandingkan alat peraga lain” Kata “bisa” diganti “dapat” dan kata “bermacam-macam” diganti “bermacam”. Pernyataan berikutnya di sesuaikan dengan spesifikasi alat peraga. Ada beberapa pernyaatan yang sudah dapat dipahami guru akan tetapi ada beberap pernyataan diperjelas lagi maksudnya, seperti kesalahan apa yang dimaksud. Item nomor 18 kata “menemukan” diganti “mengetahui”. Secara umum sudah baik. Kata “bisa” diganti kata “dapat”. Item 25 ditambahkan kata “yang saya terangkan”. Secara umum guru dapat memahami pernyataan. Pernyataan sudah dapat dipahami oleh guru, tetapi pada item nomor 33 dalam penggunaan kata “permukaan” harus konsisten dengan kata “tekstur” pada item nomor 14. Pada item nomor 34 kata “dilem” diganti “direkatkan”. Secara umum guru sudah mampu memahami pernyataan. Kata “mengerti” diganti “memahami” dan kata “digunakan” diganti “dipergunakan”.

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 No Validator/ Indikator Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship 3. Guru Kelas 3 Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship 4. Guru Kelas 4 Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship 5. Guru Kelas 5 Auto education Menarik Bergradasi Auto correction Kontekstual Life Workmanship Rangkuman Komentar Secara umum guru paham dengan pernyatataan pada indikator ini, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “memiliki” atau “mempunyai”. Secara umum pernyataan baik, tetapi kata “bisa” sebaiknya diganti “dapat”. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi perlu diperjelas lagi kesalahan seperti apa yang dimaksudkan. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi harus konsisten dengan penggunaan kata “bisa” atau “dapat” dan pada penggunaan kata “saya”. Guru paham dengan pernyataan pada indikator ini. Item nomor 29 perlu diperbaiki susunan kalimatnya. Guru tidak dapat memahami pernyataan nomor 32 dan 33. Kata “ dicat” sebaiknya diganti “ diwarnai”. Kata “menyelesaikan” dan “menjawab” diganti dengan kata “mengerjakan” . Kata “oleh” sebaiknya tidak digunakan pada item nomor 3. Pada item nomor 4 sebaiknya ditambah dengan kata “saya”. Konsisten dalam menggunakan kata “mempunyai” atau “memiliki”. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi pada item nomor 11 lebih baik diubah “ Alat peraga dapatdigunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai 6. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tetapi pada item nomor 16 sebaiknya diganti “ alat peraga mempunyai pengendali kesalahan”. Kata “bisa” sebaiknya diganti dengan kata “dapat”, sedangkan pada item nomor 14 sebaiknya diganti “alat peraga pernah dilihat saya”. Guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini, tapi ada beberapa pernyataan yang masih perlu diperjelas. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Pada item nomor 1 dan 3 masih perlu perbaikan. Secara umum guru dapat memahami pernyataan pada indikator ini. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru, namun perlu perbaikan pada item nomor 11. Secara umum pernytaan sudah baik, tetapi ada beberapa pernyataan yang perlu diperbaiki. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Secara umum pernyataan sudah baik dan dapat dipahami oleh guru. Item nomor 3 susunan kalimatnya perlu diperbaiki. Item nomor 6 sebaiknya ditambahkan kata “dapat” setelah kata “alat peraga”, sedangkan pernyataan yang lain sudah baik. Item nomor 9 kata “pas” diganti dengan kata “proporsional”, sedangkan item yang lain sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Item nomor 23 sebaiknya diganti “ alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat”, sedangkan pernyataan lainnya sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik. Pernyataan pada indikator ini sudah baik.

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 Tabel 3.12 berisi hasil face validity guru untuk kuesioner kinerja dan kepentingan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Secara umum, guru sudah memahami pernyataan-pernyataan dalam kuesioner. Beberapa kata diganti untuk memperjelas maksud pernyataan. Perbaikan pernyataan dilakukan berdasarkan respon serta saran dari para guru. Guru kelas I memberikan beberapa saran, diantaranya kata “bisa” diganti dengan “dapat”, kata “dilem” diganti” dengan “direkatkan”, dan konsisten menggunakan kata “permukaan’ atau “tekstur”. Guru kelas 2 memberi komentar senada bahwa penggunaan kata belum konsisten, diantaranya penggunaan kata “memiliki” dan “mempunyai”. Guru kelas 2 memberi saran untuk mengganti kata “mengerti” dengan kata “memahami”. Saran yang diberikan guru kelas 3 yaitu mengganti kata “menyelesaikan” dan “menjawab” dengan kata “mengerjakan”. Saran yang diberikan Guru kelas 5 yaitu untuk mengganti kata “pas” dengan kata “proporsional”. Kuesioner sebelum face validity guru dan sesudah face validity dapat dibandingkan dengan melihat tabel 3.13. Tabel 3.13 Perbandingan Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Guru Sebelum dan Sesudah Face Validity Guru Pernyataan Sebelum Face Validity Guru Indikator Auto-Education 1. Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2. Alat peraga membantu saya menyelesaikan soal matematika 3. Alat peraga dapat digunakan oleh saya tanpa bantuan orang lain 4. Alat peraga mudah digunakan 5. Alat peraga memudahkan saya menjawab soal matematika Pernyataan Sesudah Face Validity Guru Indikator Auto-Education 1. Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika 2. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika 3. Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. 4. Alat peraga mudah saya gunakan. 5. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 Pernyataan Sebelum Face Validity Guru Indikator 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-Correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Kontekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan Pernyataan Sesudah Face Validity Guru Indikator 6. Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Menarik 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga mempunyai warna yang menarik 9. Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional 10. Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Bergradasi 11. Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 12. Alat peraga mempunyai bermacammacam warna 13. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 14. Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 15. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Auto-Correction 16. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 17. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika 18. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 19. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 20. Alat peraga memiliki kunci jawaban Kontekstual 21. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22. Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. 23. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. 24. Alat peraga ini pernah saya lihat 25. Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Life 26. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27. Alat peraga mudah dibawa 28. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 29. Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan 30. Alat peraga tidak mudah rusak 31. Alat peraga mudah dibersihkan

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 Pernyataan Sebelum Face Validity Guru Indikator Workmanship 32. Alat peraga mudah diperbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga dilem dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Pernyataan Sesudah Face Validity Guru Indikator Workmanship 32. Alat peraga mudah saya perbaiki 33. Alat peragamemiliki permukaan yang halus 34. Alat peraga direkatkan dengan kuat 35. Alat peraga dipaku dengan kuat 36. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 37. Alat peraga dicat dengan rapi Tabel 3.13 berisi perbandingan kuesioner tingkat kepuasan (kinerja dan kepentingan) untuk guru sebelum dan sesudah melalui face validity guru. Face validity guru dilakukan untuk mengetahui keterbacaan kuesioner oleh responden guru. Perbaikan pernyataan dilakukan berdasarkan respon guru ketika face validity diadakan. Item yang diperbaiki ada lima belas (15) item yaitu item 1, 2, 3, 4,5, 9, 10, 11, 14, 17, 22, 23, 29 32 dan 34. Perbaikan pernyataan dilakukan dengan mengganti beberapa kata. Kata “menyelesaikan” dan “menjawab” menjadi “mengerjakan” pada item 2 dan 5. Kata “mengerti” diubah menjadi ”memahami” pada item 1. Item 3 diperbaiki menjadi “alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain”. Kata “tekstur” pada item 14 dihilangkan karena guru mengalami kebingungan memahami maksudnya. Item 14 diperbaiki menjadi “alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar”. Item 17 diperbaiki menjadi “alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika”. Tabel 3.14 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Guru Indikator Auto education 1. 2. Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Indikator 3. 4. 5. 6. Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life (daya tahan) Workmanship 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. Pernyataan Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mudah saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peraga memiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi c. Uji validitas konstruk (construct validity) Kuesioner kinerja dan kepentingan untuk guru tidak melalui uji validasi konstruk (construct validity) karena keterbatasan jumlah responden. Uji validasi konstruk dilakukan terhadap kuesioner untuk siswa saja. Hal ini dikarenakan

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 peneliti mengalami kesulitan untuk mengumpulkan responden guru yang telah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Validitas konstruk mengarah pada asumsi, bahwa alat ukur yang dipakai menggunakan satu definisi operasional yang tepat dari suatu teori (Margono, 2010:186). Untuk menguji validitas konstruk, pendapat para ahli (expert judgment) dapat digunakan. Instrumen yang telah melalui uji validitas isi dan uji validitas muka akan diperbaiki. Setelah diperbaiki instrumen akan melalui uji validitas empiris atau uji validitas pengalaman. Validitas empiris merupakan validitas yang didapat dengan mengujikan instrumen kepada sasaran dalam penelitian berdasarkan pengalaman (Arikunto, 2006:169). Arikunto menambahkan bahwa langkah dalam pengujian validitas empiris lebih dikenal dengan kegiatan ujicoba (try out) instrumen. Uji validitas empiris telah dilakukan kepada 40 siswa kelas IVA SD Kanisius Wirobrajan yang sebelumnya telah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat. Teknik uji validitas diperlukan untuk mengetahui ketepatan data dalam uji validitas empiris. Teknik uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus korelasi product moment. Rumus korelasi product moment digunakan untuk menghitung uji validitas empiris terhadap terhadap 37 aitem pertanyaan dalam kuesioner kepentingan dan 37 aitem pertanyaan dalam kuesioner kinerja. Rumus korelasi product moment (Sugiyono, 2011: 241) sebagai berikut : xy = Keterangan:

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 rxy =Koefisien korelasi product moment =Jumlah skor dalam sebaran x (item skor per butir) =Jumlah skor dalam sebaran y (item skor total) = Jumlah perkalian antara skor butir per item dengan skor total n =Jumlah responden 2 = Jumlah kuadrat skor butir per item 2 = Jumlah kuadrat skor total Program komputer microsoft excel dan SPSS 16 digunakan untuk mempermudah perhitungan validitas empiris dalam penelitian ini. Hasil pengujian validitas empiris dan reliabilitas pada 40 siswa SD Kanisius Wirobrajan dapat dilihat di lampiran 9 dan 10. Cara menentukan valid atau tidaknya suatu item dengan melihat tanda bintang satu (*) atau tanda bintang dua (**) pada item. Cara lain untuk menentukan valid atau tidaknya suatu item dengan membandingkan r tabel product moment dengan r hitung. Suatu item dinyatakan valid jika r hitung lebih besar atau sama dengan r tabel product moment. Suatu item dinyatakan tidak valid jika r hitung lebih kecil atau sama dengan r tabel product moment. Sugiyono (2010:613) menyatakan r tabel untuk banyak responden 40 dengan taraf signifikansi 5% adalah 0,312, sedangkan r tabel untuk banyak responden 40 dengan taraf signifikansi 1% adalah 0,403. Tabel yang menyajikan output SPSS 16 dari uji validitas empiris instrumen dapat dilihat di bagian lampiran 11. Priyatno (2010:21) menjelaskan jika koefisien korelasi pada output SPSS 16 ada tanda bintang dua (**), artinya koefisien tersebut signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tanda bintang satu (*) pada

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 output SPSS 16 menandakan koefisien tersebut signifikan pada tingkat signifikansi 0,05. Taniredja dan Mustafidah (2012:97) menjelaskan tanda bintang dua (**) pada item menunjukkan bahwa koefisien korelasi item sangat signifikan dengan tingkat kepercayaan sebesar 99% atau pada taraf kesalahan 1%. Item yang bertanda bintang satu (*) berarti item tersebut berkorelasi dengan total skor secara signifikan pada taraf kepercayaan 95% atau pada taraf kesalahan 5%. Jika semua pernyataan dalam satu indikator berkorelasi positif dan signifikan, maka pernyataan tersebut merupakan faktor-faktor penyusun (construct) indikator. Item dalam output SPSS berarti pernyataan. Misalnya, item 1 memiliki makna yang sama dengan pernyataan 1 dan seterusnya. Output validitas kuesioner kinerja untuk indikator auto-education dapat dilihat pada lampiran 11. Koefisien korelasi item 1 sebesar 0,553**. Koefisien korelasi item 2 sebesar 0,777**. Koefisien korelasi item 3 sebesar 0,757**. Koefisien korelasi item 5 sebesar 786**. Koefisien korelasi item 6 sebesar 0,820**. Item 1 sampai item 6 pada indikator auto education memiliki tanda bintang dua (**) dan dinyatakan valid. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01 serta r hitung lebih besar dari r tabel product moment. Tingkat signifikansi 0,01 menandakan item 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Hasil perhitungan validitas kepentingan pada indikator auto-education menunjukkan bahwa semua item dinyatakan valid. Hasil output SPSS 16 validitas

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 kepentingan indikator auto-education dapat dilihat pada lampiran 12. Item 1 sampai item 6 pada indikator auto-education memiliki tanda bintang dua (**) serta r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 1 memiliki koefisien korelasi 0,710**. Item 2 memiliki koefisien korelasi 0,750**. Item 3 memiliki koefisien korelasi 594**. Item 4 memiliki koefisien korelasi 0,601**. Item 5 memiliki koefisien korelasi 0,586**. Item 6 memiliki koefisien korelasi 0,766**. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 pada kuesioner kepentingan berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 menandakan item 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Output validitas kuesioner kinerja untuk indikator menarik dapat dilihat di lampiran 11. Item 7 sampai item 10 pada indikator menarik memiliki tanda bintang dua (**) serta r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 7 memiliki koefisien korelasi 0,898**. Item 8 memiliki koefisien korelasi 0,924**. Item 9 memiliki koefisien korelasi 0,853**. Item 10 memiliki koefisien korelasi 0,766**. Tanda bintang dua (**) pada item 7, item 8, item 9, dan item 10 menunjukkan bahwa item tersebut berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 menandakan item 7, 8, 9 dan 10 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Output validitas kuesioner kepentingan untuk indikator menarik menunjukkan bahwa item 7 sampai item 10 pada kuesioner kepentingan

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 memiliki tanda bintang dua (**) dan r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Koefisien korelasi item 7 sebesar 0,914**. Item 8 memiliki koefisien korelasi 0,793**. Item 9 memiliki koefisien korelasi 0,815**. Item 10 memiliki koefisien korelasi 0,728**. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 7, 8, 9, dan 10 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 menandakan item 7, 8, 9, dan 10 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Output SPSS 16 dapat dilihat selengkapnya di lampiran 12. Output validitas kuesioner kinerja untuk indikator bergradasi yang dapat dilihat pada lampiran 11 menunjukkan bahwa item 11 sampai item 15 memiliki tanda bintang dua (**) dan r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 11 memiliki koefisien korelasi 0,742**. Item 12 memiliki koefisien korelasi 0,855**. Item 13 memiliki koefisien korelasi 0,869**. Item 14 memiliki koefisien korelasi 0,899**. Item 15 memiliki koefisien korelasi 0,872**. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa masingmasing dari item 11, 12, 13, 14 dan 15 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 berarti item 11, 12, 13, 14 dan 15 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Output validitas kuesioner kepentingan untuk indikator bergradasi yang dapat dilihat pada lampiran 12 menunjukkan bahwa item 11 sampai item 15 memiliki tanda bintang dua (**) dan r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 11 memiliki koefisien korelasi 0,685**.

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 Item 12 memiliki koefisien korelasi 0,786**. Item 13 memiliki koefisien korelasi 0,836**. Item 14 memiliki koefisien korelasi 0,859**. Item 15 memiliki koefisien korelasi 0,696**. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 11, 12, 13, 14, dan 15 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 menandakan item 11, 12,1 3,14, dan 15 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Output validitas kuesioner kinerja yang dapat dilihat pada lampiran 11 menunjukkan bahwa item 16, 17, 18, dan 19 pada indikator auto correction memiliki tanda bintang dua (**) dan r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 16 memiliki koefisien korelasi 0,428**. Item 17 memiliki koefisien korelasi 0,909**. Item 18 memiliki koefisien korelasi 0,501**. Item 19 memiliki koefisien korelasi 0,423**. Koefisien item 20 0,306 dan tidak valid karena tidak memiliki tanda bintang satu (*) atau bintang dua (**). Item 20 tidak valid sehingga item 20 dibuang atau tidak digunakan. Peneliti tidak melakukan perbaikan pada item 20 karena indikator auto correction sudah terwakili dengan item 16, 17, 18, dan 19. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 16, 17, 18, dan 19 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 berarti item 16,17,18, dan 19 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahannya (error) 1%. Output validitas kuesioner kepentingan untuk indikator auto correction yang dapat dilihat pada lampiran 12 menunjukkan bahwa item 11 sampai item 15 memiliki tanda bintang dua (**) dan r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 16 memiliki koefisien korelasi 0,822**.

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Item 17 memiliki koefisien korelasi 0,885**. Item 18 memiliki koefisien korelasi 0,754**. Item 19 memiliki koefisien korelasi 0,618**. Item 20 memiliki koefisien korelasi 0,480**. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 16, 17, 18, 19, dan 20 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 menandakan item 16, 17,1 8,19, dan 20 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Output validitas kuesioner kinerja untuk indikator kontekstual yang dapat dilihat pada lampiran 11 menunjukkan bahwa item 21, 22, 23, 24 dan 25 memiliki tanda bintang dua (**) dan r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 21 memiliki koefisien korelasi 0,827**. Item 22 memiliki koefisien korelasi 0,790**. Item 23 memiliki koefisien korelasi 0,908**. Item 24 memiliki koefisien korelasi 0,760. Item 25 memiliki koefisien korelasi 0,611**. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 21, 22, 23, 24 dan 25 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 menandakan item 21, 22, 23, 24 dan 25 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Output validitas kuesioner kepentingan untuk indikator kontekstual yang dapat dilihat pada lampiran 12 menunjukkan bahwa item 21 sampai item 25 memiliki tanda bintang dua (**) dan r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 21 memiliki koefisien korelasi 0,771**. Item 22 memiliki koefisien korelasi 0,715**. Item 23 memiliki koefisien korelasi 0,850**. Item 24 memiliki koefisien 0,690**. Item 25 memiliki koefisien korelasi 0,692**. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 21, 22, 23,

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 24, dan 25 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 menandakan item 21, 22, 23, 24, dan 25 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Output validitas kuesioner kinerja untuk indikator life yang dapat dilihat pada lampiran 11 menunjukkan bahwa item 26, 27, 28, 29, 30 dan 31 pada memiliki tanda bintang dua (**) dan r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 26 memiliki koefisien korelasi 0,779**. Item 27 memiliki koefisien korelasi 0,756**. Item 28 memiliki koefisien korelasi 0,736**. Item 29 memiliki koefisien korelasi 0,847**. Item 30 memiliki koefisien korelasi 0,807**. Item 31 memiliki koefisien korelasi 0,854**. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 26, 27, 28, 29, 30 dan 31 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 menandakan item 26, 27, 28, 29, 30 dan 31 memiliki taraf kepercayaan 99% atau berada pada taraf kesalahan (error) 1%. Output validitas kuesioner kepentingan untuk indikator life yang dapat dilihat pada lampiran 12 menunjukkan bahwa item 26 sampai item 31 memiliki tanda bintang dua (**) dan r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 26 memiliki koefisien korelasi 0,664**. Item 27 memiliki koefisien korelasi 0,764**. Item 28 memiliki koefisien korelasi 0,839**. Item 29 memiliki koefisien korelasi 0,846**. Item 30 memiliki koefisien korelasi 0,838**. Item 31 memiliki koefisien korelasi 0,693**. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 26, 27, 28, 29, 30 dan 31 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 signifikansi 0,01 menandakan item 26, 27, 28, 29, 30 dan 31 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Output validitas kuesioner kinerja untuk indikator workmanship yang dapat dilihat pada lampiran 11 menunjukkan bahwa item 32, 33, 34, 35, 36 dan 37 memiliki tanda bintang dua (**) dan r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 32 memiliki koefisien korelasi 0,721**. Item 33 memiliki koefisien korelasi 0,826**. Item 34 memiliki koefisien korelasi 0,832**. Item 35 memiliki koefisien korelasi 0,805**. Item 36 memiliki koefisien korelasi 0,416**. Item 37 memiliki koefisien korelasi 0,491**. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 32, 33, 34, 35, 36 dan 37 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 berarti item 32, 33, 34, 35, 36 dan 37 memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Output validitas kuesioner kepentingan untuk indikator workmanship yang dapat dilihat di lampiran 12 menunjukkan bahwa item 32 sampai item 37 memiliki tanda bintang dua (**) dan r hitung lebih besar dari r tabel product moment sehingga dinyatakan valid. Item 32 memiliki koefisien korelasi 0,655**. Item 33 memiliki koefisien korelasi 0,722**. Item 34 memiliki koefisien korelasi 0,749**. Item 35 memiliki koefisien korelasi 0,701**. Item 36 memiliki koefisien korelasi 0,607**. Item 37 memiliki koefisien korelasi 0,530**. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa item 32, 33, 34, 35, 36, dan 37 berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 menandakan item 32, 22, 34, 35, 36, dan 37 memiliki taraf

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Perbandingan hasil validitas tiap pernyataan pada kuesioner kinerja dan kepentingan dapat dilihat pada tabel 3.15. Tabel 3.15 Perbandingan Validitas Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa No Pernyataan Koefisien Validitas / Keterangan Kinerja Kepentingan Auto-education 0,312 0,533**/ Valid 0,710**/Valid r tabel 5% 1 alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika 2 alat peraga membantu saya mengerjakan semua soal matematika alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain alat peraga mudah digunakan 0,312 0,777**/ Valid 0,750**/Valid 0,312 0,757**/ Valid 0,594**/Valid 0,312 0,754** /Valid 0,601**/Valid alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 0,312 0,786**/Valid 0,586**/Valid 0,312 0,820**/Valid 0,766**/Valid 3 4 5 6 Menarik 0,312 0,898**/Valid 0,914**/ Valid alat peraga memiliki warna yang menarik 0,312 0,924**/Valid 0,793**/Valid alat peraga memiliki ukuran yang pas alat peraga menarik daripada alat peraga lain 0,312 0,853**/Valid 0,815**/Valid 0,312 0,766**/Valid 0,728**/Valid Bergradasi 0,312 0,742**/Valid 0,312 0,685** / Valid 0,312 0,855**/Valid 0,786** / Valid 0,312 0,869**/Valid 0,836** / Valid 0,312 0,889**/Valid 0,859**/Valid 7 alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8 9 10 11 12 13 14 alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 alat peraga mempunyai bermacam-macam warna alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 No Pernyataan 15 alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 16 alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat alat peraga memiliki kunci jawaban 17 18 19 20 r tabel 5% 0,312 Koefisien Validitas / Keterangan Kinerja Kepentingan 0,872**/Valid 0,696**/Valid Auto-correction 0,312 0,429**/Valid 0,822**/Valid 0,312 0,909**/Valid 0,885**/Valid 0,312 0,501**/Valid 0,754**/Valid 0,312 0,423**/Valid 0,618**/Valid 0,312 0,306/ Tidak Valid 0,480**/Valid Kontekstual 0,312 0,827**/Valid 0,771**/Valid alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya 0,312 0,790**/Valid 0,715**/Valid 0,312 0,908**/Valid 0,850**/Valid 24 alat peraga ini pernah saya lihat 0,312 0,760**/Valid 0,690**/Valid 25 alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari 0,312 0,611**/Valid 0,692**/Valid Life (daya tahan) 0,312 0,779**/Valid 0,664**/Valid 21 alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 22 23 26 alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 27 alat peraga mudah dibawa 0,312 0,756**/Valid 0,764**/Valid 28 alat peraga dapat digunakan berulang kali 0,312 0,736**/Valid 0,839**/Valid 29 0,312 0,847**/Valid 0,846**/Valid 30 alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan alat peraga tidak mudah rusak 0,312 0,807**/Valid 0,838**/Valid 31 alat peraga mudah dibersihkan 0,312 0,854**/Valid 0,693**/Valid Workmanship

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 32 alat peraga mudah diperbaiki 0,312 Koefisien Validitas / Keterangan Kinerja Kepentingan 0,721**/Valid 0,655**/Valid 33 0,312 0,826**/Valid 0,722**/Valid 34 alat peraga memiliki permukaan yang halus alat peraga dilem dengan kuat 0,312 0,833**/Valid 0,749**/Valid 35 alat peraga dipaku dengan kuat 0,312 0,807**/Valid 0,701**/Valid 36 alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan alat peraga dicat dengan rapi 0,312 0,416**/Valid 0,607**/Valid 0,312 0,491**/Valid 0,530**/Valid No 37 Pernyataan r tabel 5% Tabel 3.15 berisi tentang perbandingan hasil validitas tiap pernyataan pada kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa. Tabel 3.15 menunjukkan 37 item pernyataan pada kuesioner kepentingan dinyatakan valid. Terdapat 1 item tidak valid pada kuesioner kinerja yaitu item nomor 20. Item yang dinyatakan tidak valid pada kuesioner kinerja ataupun kuesioner kepentingan tidak bisa digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini. Jika item nomor 20 pada kuesioner kinerja tidak digunakan, maka item nomor 20 pada kuesioner kepentingan juga tidak digunakan. Hal ini dikarenakan untuk mengukur tingkat kepuasan akan membandingkan perolehan koefisien pada kuesioner kinerja dengan kuesioner kepentingan. b. Reliabilitas instrumen Tes dikatakan reliabel jika hasil tes menunjukkan keajegan hasil pengukuran. Ide pokok dalam konsep reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar, 2013). Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan program microsoft excel 2007 dan program SPSS 16 untuk

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 mempermudah penghitungan. Peneliti menggunakan rumus koefisien alpha dari Cronbach (Jogiyanto, 2008:50). Berikut rumus koefisien Cronbach alpha: Notasi: 𝛼 𝑘 𝜎𝑥2 𝜎𝑥𝑖2 𝑘 (1 − 2 ) 𝛼= 𝜎𝑥 𝑘−1 = 𝐶𝑟𝑜𝑛𝑏𝑎𝑐ℎ′ 𝑠 𝑐𝑜𝑒𝑓𝑓𝑖𝑐𝑖𝑒𝑛𝑡 𝑎𝑙𝑝ℎ𝑎 = jumlah pecahan 𝜎𝑥𝑖2 = total dari varian masing − masing pecahan = varian dari total skor Setelah mendapatkan data item yang valid, maka selanjutnya menghitung koefisien reliabilitas item. Pengambilan keputusan pada uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan batasan klasifikasi tingkat reliabilitas milik Masidjo. Klasifikasi koefisien reliabilitas akan disajikan dalam tabel 3.16 sebagai berikut : Tabel 3.16 Klasifikasi Koefisien Reliabilitas Menurut Masidjo (1995: 205) Interval Koefisien Reliabilitas Klasifikasi 0,91 – 1,00 Sangat tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 – 0,70 Cukup 0,21 – 0,40 Rendah Negatif – 0,20 Sangat rendah Tabel 3.16 menunjukkan klasifikasi koefisien reliabilitas menurut Masidjo (1995:205). Koefisien reliabilitas item 0,91–1,00 berarti reliabilitasnya termasuk sangat tinggi. Koefisien reliabilitas 0,71-0,90 berarti reliabilitasnya termasuk tinggi. Koefisien reliabilitas 0,41-0,70 berarti reliabilitasnya termasuk rendah. Koefisien reliabilitas negatif sampai 0,20 berarti reliabilitasnya tergolong sangat rendah.

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Koefisien reliabilitas total indikator auto-education pada kuesioner kinerja yang dapat dilihat pada lampiran 13 adalah 0,834. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan enam item pada kuesioner kinerja yaitu item 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Koefisien reliabilitas 0,834 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Koefisien reliabilitas total indikator auto-education pada kuesioner kepentingan yang dapat dilihat pada lampiran 14 adalah 0,751. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan enam item pada kuesioner kepentingan yaitu item 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Koefisien reliabilitas 0,751 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Koefisien reliabilitas total indikator menarik pada kuesioner kinerja yang dapat dilihat pada lampiran 13 adalah 0,879. Koefisien reliabilitas 0,879 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan empat item pada kuesioner kinerja yaitu item 7, 8, 9, dan 10. Koefisien reliabilitas total indikator menarik pada kuesioner kepentingan yang dapat dilihat pada lampiran 14 adalah 0,828. Koefisien reliabilitas 0,828 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan enam item pada kuesioner kepentingan yaitu item 7, 8, 9, dan 10. Koefisien reliabilitas total indikator bergradasi pada kuesioner kinerja yang dapat dilihat pada lampiran 13 adalah 0,901. Koefisien 0,901 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16.

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan lima item pada kuesioner kinerja yaitu item 11, 12, 13, 14, dan 15. Koefisien reliabilitas total indikator bergradasi pada kuesioner kepentingan yang dapat dilihat pada lampiran 14 adalah 0,832. Koefisien reliabilitas 0,832 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan lima item pada kuesioner kepentingan yaitu item 11, 12, 13, 14, dan 15. Koefisien reliabilitas total indikator auto-correction pada kuesioner kinerja yang dapat dilihat pada lampiran 13 adalah 0,897. Koefisien reliabilitas 0,897 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan empat item pada kuesioner kinerja yaitu item 16, 17, 18, dan 19. Item 20 tidak disertakan dalam pengujian reliabilitas karena item 20 tidak valid. Koefisien reliabilitas total indikator auto-correction pada kuesioner kepentingan yang dapat dilihat pada lampiran 14 adalah 0,807. Koefisien reliabilitas 0,807 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan empat item pada kuesioner kepentingan yaitu item 16, 17, 18, dan 19. Item 20 tidak disertakan dalam pengujian reliabilitas karena item 20 pada item kinerja tidak valid dan tidak digunakan sehingga item 20 pada item kepentingan juga tidak digunakan. Hal ini dikarenakan pengukuran kepuasan didapat dari penilaian pada kuesioner kinerja dan kepentingan. Koefisien reliabilitas 0,807 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.30.

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 Koefisien reliabilitas total indikator kontekstual pada kuesioner kinerja yang dapat dilihat pada lampiran 13 adalah 0,841. Koefisien reliabilitas 0,841 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan lima item pada kuesioner kinerja yaitu item 21, 22, 23, 24 dan 25. Koefisien reliabilitas total indikator kontekstual pada kuesioner kepentingan yang dapat dilihat pada lampiran 14 adalah 0,794. Koefisien reliabilitas 0,794 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan lima item pada kuesioner kepentingan yaitu item 21, 22, 23, 24 dan 25. Koefisien reliabilitas total indikator life pada kuesioner kinerja yang dapat dilihat pada lampiran 13 adalah 0,881. Koefisien reliabilitas 0,881 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan enam item pada kuesioner kinerja yaitu item 26, 27, 28, 29 , 30 dan 31. Koefisien reliabilitas total indikator life pada kuesioner kepentingan yang dapat dilihat pada lampiran 14 adalah 0,867. Koefisien reliabilitas 0,867 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan enam item pada kuesioner kepentingan yaitu item 26, 27, 28, 29 , 30 dan 31. Koefisien reliabilitas total indikator workmanship pada kuesioner kinerja yang dapat dilihat pada lampiran 13 adalah 0,790. Koefisien reliabilitas 0,790 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 tabel 3.16. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan enam item pada kuesioner kinerja yaitu item 32, 33, 34, 35, 36 dan 37. Koefisien reliabilitas total indikator workmanship pada kuesioner kepentingan yang dapat dilihat pada lampiran 14 adalah 0,743. Koefisien reliabilitas 0,743 tergolong tinggi berdasarkan klasifikasi koefisien reliabilitas milik Masidjo pada tabel 3.16. Penghitungan reliabilitas dengan menggunakan enam item pada kuesioner kepentingan yaitu item 32, 33, 34, 35, 36 dan 37. Perbandingan koefisien reliabilitas total kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa disajikan dalam tabel 3.17. Berikut hasil pengujian reliabilitas dari semua item : Tabel 3.17 Perbandingan Koefisien Reliabilitas Total Kuesioner Kinerja dan Kepentingan untuk Siswa No Indikator 1 2 3 4 5 6 7 Auto-education Menarik Bergradasi Auto-correction Kontekstual Life Workmanship Reliabilitas Total Kinerja Kepentingan/ /Klasifikasi Klasifikasi 0,834 / Tinggi 0,751 / Tinggi 0, 879 / Tinggi 0,828 / Tinggi 0,901 / Tinggi 0, 832 / Tinggi 0,897 / Tinggi 0,807 / Tinggi 0, 841 / Tinggi 0,794 / Tinggi 0, 881 / Tinggi 0,867 / Tinggi 0, 790 / Tinggi 0,743 / Tinggi Tabel 3.17 menyajikan perbandingan koefisien reliabilitas total antara kuesioner kinerja dengan kuesioner kepentingan untuk siswa. Masidjo (1995:205) menjelaskan bahwa koefisien reliabilitas yang berkisar antara 0,71 – 0,90 tergolong tinggi. Tabel 3.17 menunjukkan bahwa pengujian koefisien reliabilitas total seluruh indikator kinerja dan kepentingan masuk dalam kategori tinggi. Koefisien reliabilitas total paling tinggi pada kuesioner kinerja terdapat pada

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 indikator bergradasi yaitu 0,901. Koefisien reliabilitas total paling tinggi pada kuesioner kepentingan adalah 0,867 yang terdapat pada indikator life. Rangkuman hasil validitas dan reliabilitas kuesioner kinerja dan kepentingan dapat dilihat pada tabel 3.18. Indikator Auto education Menarik Tabel 3.18 Rangkuman Hasil Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Siswa Validitas Reliabilitas No Item Kinerja Kepentingan Kinerja Kepentingan 0,710** 0,855 0,697 Item 1 0,533** 0,777** 0,750** 0,795 0,684 Item 2 0,757** 0,594** 0,805 0,739 Item 3 0,754** 0,601** 0,802 0,728 Item 4 0,786** 0,586** 0,793 0,740 Item 5 0,820** 0,766** 0,783 0,696 Item 6 Reliabilitas Total (1-6) 0,898** 0,914** 0,924** 0,793** 0,853** 0,815** 0,766** 0,728** Item 7 Item 8 Item 9 Item 10 Reliabilitas Total Bergradasi Auto correction Kontekstual Life 0,742** 0,685** 0,855** 0,786** 0,869** 0,836** 0,889** 0,859** 0,872** 0,696** Reliabilitas Total 0,429** 0,822** Item 16 0,909** 0,885** Item 17 0,501** 0,754** Item 18 0,423** 0,618** Item 19 0,306 0,480** Item 20 Reliabilitas Total ( 16-19) 0,827** 0,771** Item 21 0,790** 0,715** Item 22 0,908** 0,850** Item 23 0,760** 0,690** Item 24 0,611** 0,692** Item 25 Reliabilitas Total 0,779** 0,664** Item 26 Item 11 Item 12 Item 13 Item 14 Item 15 0,834 0,820 0,802 0,848 0,901 0,828 0,907 0,875 0,872 0,865 0,873 0,901 0,835 0,872 0,915 0,834 0,897 0,791 0,810 0,752 0,813 0,862 0,841 0,863 0,751 0,700 0,805 0,784 0,831 0,879 0,822 0,797 0,773 0,760 0,830 0,832 0,710 0,685 0,771 0,839 0,807 0,740 0,770 0,703 0,786 0,766 0,794 0,867

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Indikator No Item Item 27 Item 28 Item 29 Item 30 Item 31 Workmanship Item 32 Item 33 Item 34 Item 35 Item 36 Item 37 Validitas Reliabilitas Kinerja Kepentingan Kinerja Kepentingan 0,756** 0,764** 0,736** 0,839** 0,847** 0,846** 0,807** 0,838** 0,854** 0,693** Reliabilitas Total 0,721** 0,655** 0,826** 0,722** 0,833** 0,749** 0,807** 0,701** 0,416** 0,607** 0,491** 0,530** Reliabilitas Total 0,879 0,871 0,848 0,857 0,847 0,881 0,752 0,712 0,710 0,721 0,811 0,805 0,790 0,846 0,828 0,828 0,829 0,863 0,867 0,709 0,684 0,677 0,693 0,717 0,753 0,743 Tabel 3.18 berisi rangkuman hasil uji validitas dan reliabilitas total dan reliabilitas if item deleted . Hasil output uji reliabilitas if item deleted SPSS dapat dibaca di bagian lampiran 1.13 dan 1.14 tentang output reliabilitas ujicoba kuesioner. Tanda bintang dua (**) menunjukkan bahwa suatu item berkorelasi dengan total skor dan signifikan pada tingkat signifikansi 0,01. Tingkat signifikansi 0,01 menandakan suatu item memiliki taraf kepercayaan 99% atau taraf kesalahan (error) 1%. Item yang dicetak tebal menandakan item tersebut tidak digunakan atau dihapus dari kuesioner penelitian. Pada indikator auto-education item yang digunakan lengkap, dari item nomor 1 sampai 6. Pada indikator menarik item yang digunakan yaitu item nomor 7, 8 dan 9. Item nomor 10 dibuang untuk menaikkan koefisien reliabilitas. Pada indikator bergradasi item yang digunakan lengkap, dari item nomor 11 sampai 15. Pada indikator auto correction item yang digunakan nomor 16,17, 18, dan 19. Item nomor 20 dibuang karena tidak valid. Pada indikator kontekstual item yang digunakan lengkap, dari item nomor 21 sampai 25. Pada indikator life (daya

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 tahan) item yang digunakan lengkap, dari item nomor 26 sampai 31. Pada indikator workmanship item yang digunakan lengkap, dari item nomor 32 sampai 37. Item yang dibuang adalah item 10 “alat peraga menarik daripada alat peraga lain” dan item 20 “alat peraga memiliki kunci jawaban”. Dapat disimpulkan item yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 35 item. Tabel 3.19 Kuesioner Penelitian Kinerja dan Kepentingan Siswa Indikator AutoEducation Menarik Bergradasi AutoCorrection Kontekstual Life Workmanship Pernyataan Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya untuk mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah digunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain 7. Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 8. Alat peraga memiliki warna yang menarik 9. Alat peraga memiliki ukuran yang pas 10. Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai kelas 6 11. Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 12. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 13. Alat peraga mempunyai tingkatan tekstur dari halus ke kasar 14. Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 15. Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya 16. Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan 17. Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar 18. Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat 19. Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 20. Alat peraga menggunakan bahan yang bisa ditemukan di sekitar saya 21. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering saya lihat 22. Alat peraga ini pernah saya lihat 23. Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari 24. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 25. Alat peraga mudah dibawa 26. Alat peraga dapat digunakan berulang kali 27. Alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 28. Alat peraga tidak mudah rusak 29. Alat peraga mudah dibersihkan 30. Alat peraga mudah diperbaiki 31. Alat peraga memiliki permukaan yang halus 32. Alat peraga dilem dengan kuat 33. Alat peraga dipaku dengan kuat 34. Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 35. Alat peraga dicat dengan rapi 1. 2. 3. 4. 5. 6.

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Tabel 3.19 menunjukkan kuesioner kinerja dan kepentingan untuk siswa yang siap digunakan sebagai instrumen penelitian. Terdapat 35 nomor pernyataan yang dikembangkan dari 7 indikator. Indikator auto-education dijabarkan menjadi enam nomor pernyataan yaitu nomor 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Indikator menarik dijabarkan ke dalam tiga nomor pernyataan yaitu nomor 7, 8, dan 9. Indikator bergradasi dijabarkan ke dalam lima nomor pernyataan yaitu nomor 10, 11, 12, 13, dan 14. Indikator auto-correction dijabarkan ke dalam empat nomor pernyataan yaitu nomor 15, 16, 17, dan 18. Indikator kontekstual dijabarkan ke dalam lima nomor pernyataan yaitu nomor 19, 20, 21, 22, dan 23. Indikator life dijabarkan ke dalam enam indikator yaitu nomor 24, 25, 26, 27, 28, dan 29. Indikator workmanship dijabarkan ke dalam enam nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 30, 31, 32, 33, 34 dan 35. F. Prosedur Analisis Data Prosedur analisis data dibagi menjadi empat tahapan. Terdapat empat tahapan dalam menganalisis data dengan menggunakan IPA (Importance and Performance Analysis) (Chan, 2005: 22-23). Tahap pertama yaitu mengumpulkan atribut atau aspek untuk pernyataan yang sedang dievaluasi. Peneliti telah menyusun indikator tingkat kepuasan berdasarkan teori yang berkaitan dengan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penyusunan indikator tingkat kepuasan selengkapnya dapat dilihat pada bab II. Tahap kedua yaitu mengembangkan atribut ke dalam instrumen. Instrumen dalam penelitian ini berasal dari penggabungan indikator kualitas produk dan

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 indikator alat peraga Montessori. Instrumen berupa kuesioner kinerja dan kepentingan dapat dilihat di tabel 3.19. Tahap ketiga yaitu menghitung data yang diperoleh. Peneliti menyisipkan rumus PAP (Penilaian Acuan Patokan) tipe I sebelum menghitung data dengan rumus IPA. PAP tipe I digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru secara umum. Penilaian siswa pada kuesioner kinerja dihitung perolehan skornya. Perolehan skor siswa pada kuesioner kinerja dibandingkan dengan patokan yang telah ditentukan sebelumnya berdasarkan PAP tipe I dan diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi penguasaan minimal (Masidjo, 1995: 153). Pengolahan data dengan PAP tipe I dapat dilihat selengkapnya di bab IV. Tahap ketiga setelah menghitung dengan PAP tipe I adalah menganalisis data yang diperoleh dengan teknik analisis IPA. Data yang diperoleh dihitung rata-ratanya yang selanjutnya diukur pada skala kepentingan dan kinerja. Peneliti menganalisis data dari kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan. Kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan dianalisis dengan rumus sebagai berikut : a. Rumus perhitungan skor kuesioner kinerja yaitu : Total nilai = {(banyaknya siswa yang memilih SS x 5) + (banyaknya siswa yang memilih S x 4)+ (banyaknya siswa yang memilih KS x 3) + (banyaknya siswa yang memilih TS x 2)+ (banyaknya siswa yang memilih STS x 1)} Keterangan : SS = sangat setuju S = setuju

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103 KS = kurang setuju TS = tidak setuju STS = banyaknya siswa yang menjawab sangat tidak setuju b. Rumus perhitungan skor kuesioner kepentingan yaitu : Total nilai = {(banyaknya siswa yang memilih SP x 5)+ (banyaknya siswa yang memilih P x 4)+ (banyaknya siswa yang memilih KP x 3) + (banyaknya siswa yang memilih TP x 2)+ (banyaknya siswa yang memilih STP x1)} Keterangan : SP = sangat penting P = penting KP = kurang penting TP = tidak penting STP = sangat tidak penting Tahap keempat sebagai tahap terakhir adalah penempatan hasil pada diagram kartesius untuk membantu proses pengambilan keputusan. Hasil penghitungan data penilaian siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori selanjutnya dijabarkan ke dalam diagram kartesius. Diagram kartesius dapat dilihat di gambar 3.1.

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104 Gambar 3.1 menunjukkan diagram kartesius tingkat kepuasan. Supranto (2002:255) menjelaskan diagram kartesius terdiri dari empat kuadran. Aspek alat peraga yang berada di kuadran I merupakan aspek yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki dan ditingkatkan kinerjanya. Aspek alat peraga yang berada di kuadran II merupakan aspek alat peraga yang prestasinya perlu dipertahankan. Aspek alat peraga yang berada di kuadran III merupakan aspek alat peraga yang memiliki prioritas rendah untuk diperbaiki karena kepentingannya rendah dan kinerjanya rendah. Aspek alat peraga yang berada di kuadran IV merupakan aspek alat peraga yang bersifat berlebihan karena kinerja alat peraga tinggi sedangkan tingkat kepentingannya rendah. G. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah PAP (Penilaian Acuan Patokan) tipe I dan importance performance ratings atau lebih dikenal sebagai Importance and Performance Analysis (IPA). PAP (Penilaian

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105 Acuan Patokan) tipe I dipakai untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Importance and Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui aspek alat peraga yang memuaskan dan yang tidak memuaskan serta mengetahui aspek alat peraga yang perlu diperbaiki, dipertahankan prestasinya, dihapus dan yang bersifat berlebihan. 1. PAP (Penilaian Acuan Patokan) Tipe I PAP I digunakan untuk menilai kuesioner kinerja karena kuesioner kinerja merupakan penilaian kepuasan. PAP adalah suatu penilaian yang membandingkan hasil belajar atau hasil capaian individu dengan patokan yang telah ditetapkan terlebih dahulu dan berorientasi pada keberhasilan atau batas lulus penguasaan bahan yang sifatnya pasti dan absolut (Masidjo, 1995:151). Pada penelitian ini PAP digunakan untuk memberi arti pada skor penilaian guru pada kuesioner kinerja dan kepentingan. Acuan penilaian adalah bahan pembanding yang digunakan untuk menilai sifat suatu objek (Masidjo, 1995:151). Masidjo menjelaskan bahwa penggunaan bahan pembanding sangat penting digunakan sebagai alat untuk memberi arti pada skor. Terdapat dua tipe PAP yaitu PAP tipe I dan PAP tipe II. PAP (Penilaian Acuan Patokan) tipe I dilakukan dengan menetapkan batas penguasaan bahan yang diujikan atau kompetensi minimal yang dianggap meluluskan dari keseluruhan penguasaan bahan yaitu 65% yang diberi nilai cukup (Masidjo, 1995:152). PAP tipe 1 dapat diterapkan untuk mengukur tingkat kepuasan siswa dan guru. Siswa dan guru dianggap cukup puas jika skor total

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106 penilaian pada kuesioner (kinerja dan kepentingan) 65%. Klasifikasi tingkat kepuasan siswa dan guru yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tingkat penguasaan kompetensi dari Masidjo. Klasifikasi tingkat kepuasan siswa dan guru (Masidjo, 1995:153) disajikan dalam tabel 3.20. Tabel 3.20 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru Berdasarkan PAP Tipe I Tingkat Kepuasan 90% - 100% 80% - 89% 65% - 79% 55% - 64% Di bawah 55% Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 3.20 menyajikan klasifikasi tingkat kepuasan guru menurut Masidjo (1995:153). Kepuasan siswa dan guru tergolong sangat tinggi jika skor total penilaian pada kuesioner kinerja dan kepentingan dalam rentang 90% - 100%. Kepuasan siswa dan guru tergolong tinggi jika skor total penilaian pada kuesionernya (kinerja dan kepentingan) dalam rentang 80% - 89%. Kepuasan siswa dan guru tergolong cukup jika skor total penilaian pada kuesionernya (kinerja dan kepentingan) dalam rentang 65% - 79%. Kepuasan siswa dan guru tergolong rendah jika skor total penilaian pada kuesionernya (kinerja dan kepentingan) dalam rentang 55% - 64%. Kepuasan siswa dan guru tergolong sangat rendah jika skor total penilaian pada kuesionernya (kinerja dan kepentingan) di bawah 55%. 2. Importance and Performance Analysis (IPA) Importance and Performance Analysis (IPA) pertama kali ditemukan oleh Martilla dan James (1997), kemudian diperkenalkan kembali oleh Magal dan Lovenburg (2005). digunakan untuk menganalisis lebih jauh tingkat kepuasan

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 107 siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Importance Performance Analysis (IPA) dilakukan dengan meminta responden untuk merangking berbagai elemen (atribut) dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya setiap elemen dan seberapa baik kinerja produsen atau penyedia layanan dalam masing-masing elemen itu. Data kuesioner yang diperoleh disajikan dalam bentuk matriks data mentah. Matriks data mentah tersebut kemudian diolah dengan menggunakan teknik Importance Performance Analysis (IPA). Importance Performance Analysis digunakan untuk memetakan antara kepentingan dan kinerja dari masing-masing atribut yang ditetapkan sekaligus memetakan kesenjangan antara kinerja produk dengan harapan dari tiap atribut produk yang selanjutnya dapat digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pengguna. . Kuadran I memuat unsur-unsur alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang dianggap penting oleh siswa dan guru tetapi pada kenyataannya unsur tersebut belum sesuai dengan harapan siswa dan guru sehingga timbul perasaan tidak puas. Pernyataan yang berada di kuadran I menunjukkan bahwa tingkat kinerja unsur alat peraga lebih rendah dari tingkat kepentingan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kuadran II adalah kuadran pertahankan prestasi yang menunjukkan bahwa unsur-unsur alat peraga penting dan memiliki kinerja yang tinggi. Unsur-unsur alat peraga matematika berbasis metode Montessori telah dilaksanakan dengan baik sehingga memuaskan siswa dan guru. Prestasi dari kinerja alat peraga perlu dipertahankan untuk seterusnya.

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 108 Kuadran III merupakan kuadran prioritas rendah yang berisi unsur-unsur alat peraga yang dianggap kurang penting dan pada kenyataanya kinerjanya tidak terlalu istimewa. Kualitas pelaksanaan atau kinerja unsur–unsur alat peraga yang berada pada kuadran III biasa atau cukup. Peningkatan kinerja dari unsur-unsur alat peraga yang berada di kuadran III perlu dipertimbangkan lagi untuk menghemat biaya. Kuadran IV merupakan kuadran berlebihan yang berisi unsur-unsur alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang dianggap kurang penting dan pelaksanaannya dirasakan terlalu berlebihan. Siswa dan guru menganggap tidak terlalu penting dengan adanya aspek alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kinerja aspek alat peraga sangat baik dan sangat memuaskan sehingga dianggap berlebihan. H. Jadwal Penelitian Tabel 3.21 Jadwal Penelitian No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Kegiatan Penyusunan proposal Konsultasi proposal Revisi Proposal Penyusunan instrumen penelitian Uji coba instrumen penelitian Menganalisis hasil uji coba instrumen penelitian Pengambilan data penelitian Menganalisis data penelitian Pembahasan Ujian Skripsi Revisi laporan Pelaksanaan Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei Jun

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 109 No 12. Kegiatan Pelaksanaan Sep Okt Nov Des Jan Feb Mar Apr Mei skripsi Pengumpulan skripsi Tabel 3.21 berisi jadwal penelitian. Tahap penyusunan proposal penelitian dimulai pada bulan September 2013. Penyusunan proposal berlangsung dari bulan September sampai bulan November 2013. Penyusunan proposal disertai dengan konsultasi proposal yang dimulai bulan Oktober 2013. Revisi proposal dilakukan pada bulan November 2013. Konsultasi proposal berakhir pada bulan Desember 2013. Penyusunan instrumen penelitian dimulai pada bulan November 2013. Uji coba instrumen penelitian mulai dilakukan pada bulan Desember 2013 dan berakhir pada bulan pertengahan bulan Februari 2014. Kegiatan menganalisis hasil uji coba instrumen penelitian dimulai bulan Januari untuk uji face validity dan expert judgement. Menganalisis hasil uji validitas konstruk pada pertengahan bulan Februari. Penelitian untuk siswa dilakukan pada tanggal 25 Februari 2014. Penelitian untuk guru dilakukan pada tanggal 2 Mei 2014. Kegiatan menganalisis hasil penelitian dimulai bulan Maret sampai bulan Mei. Ujian skripsi dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2014. Tahap revisi laporan skripsi dilakukan setelah ujian skripsi dilaksanakan. Jun

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab IV dalam skripsi ini membahas tiga sub bab. Tiga sub bab yang dibahas yaitu deskripsi penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan. A. Deskripsi Penelitian Penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode sensus ini diadakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa dan guru kelas IV SD Karitas Yogyakarta yang telah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat. Subyek penelitian terdiri dari 36 siswa dan satu orang guru kelas IV. Siswa kelas IV terdiri dari 16 siswa kelas IVA dan 16 siswa kelas IVB. Metode sensus digunakan karena peneliti menggunakan seluruh populasi sebagai subyek penelitian. Penelitian untuk siswa dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2014 dan penelitian untuk guru dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2014. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kepuasan siswa dan guru yaitu kuesioner tertutup skala Likert dengan lima alternatif jawaban. Kuesioner tingkat kepentingan dan kuesioner tingkat kinerja digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kuesioner tingkat kepentingan digunakan untuk mengetahui seberapa penting atribut pada alat peraga dalam pembelajaran matematika. Kuesioner tingkat kinerja digunakan 110

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 111 untuk mengetahui kinerja produk yang telah dilakukan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan rumus PAP (Penilaian Acuan Patokan) tipe I. PAP tipe I digunakan untuk memberi arti pada skor penilaian siswa dan guru pada kuesioner kepuasan (kinerja dan kepentingan). Teknik analisis Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui lebih jauh kepuasan dan ketidakpuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori terletak pada aspek alat peraga mana saja. B. Hasil Penelitian Hasil penelitian berasal dari data yang telah dikumpulkan dan dianalisis. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner tingkat kepentingan dan kinerja dianalisis dengan dua teknik analisis data. Data dari kuesioner siswa dan guru dianalisis menggunakan PAP tipe I dan IPA (Importance Performance Analysis). Berikut penjelasan dari analisis data hasil penelitian untuk siswa dan guru : 1. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori. Kuesioner tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dianalisis menggunakan PAP Tipe I dan IPA. a. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan PAP Tipe I

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 PAP tipe 1 diterapkan untuk mengukur tingkat kepuasan siswa. Siswa dianggap cukup puas jika skor total penilaian pada kuesioner (kinerja dan kepentingan) 65%. Klasifikasi tingkat kepuasan siswa yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tingkat penguasaan kompetensi dari Masidjo. Klasifikasi tingkat kepuasan siswa (Masidjo, 1995:153) disajikan dalam tabel 4.1. Tabel 4.1 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa Tingkat Penguasaan Kompetensi Klasifikasi 90% - 100% Sangat Tinggi 80% - 89% Tinggi 65% - 79% Cukup 55% - 64% Rendah Di bawah 55% Sangat rendah Tabel 4.1 menyajikan klasifikasi tingkat kepuasan siswa (Masidjo, 1995:153). Kepuasan siswa tergolong sangat tinggi jika skor total penilaian pada kuesioner kinerja dan kepentingan dalam rentang 90%-100%. Kepuasan siswa tergolong tinggi jika skor total penilaian pada kuesionernya (kinerja dan kepentingan) dalam rentang 80%-89%. Kepuasan siswa tergolong cukup jika skor total penilaian pada kuesionernya (kinerja dan kepentingan) dalam rentang 65% 79%. Kepuasan siswa tergolong rendah jika skor total penilaian pada kuesionernya (kinerja dan kepentingan) dalam rentang 55%-64%. Kepuasan siswa tergolong sangat rendah jika skor total penilaian pada kuesionernya (kinerja dan kepentingan) di bawah 55%.

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 113 Skor Maksimal kuesioner = Jumlah item x skor maksimal skala Likert = 35 x 5 = 175 Skor maksimal kuesioner kinerja adalah 175. Pengklasifikasian tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori disajikan dalam tabel 4.2. Tabel 4.2 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat Penguasaan Kompetensi Klasifikasi 158 – 175 Sangat tinggi 140 – 157 Tinggi 114 – 139 Cukup 96 – 113 Rendah Di bawah 95 Sangat rendah Tabel 4.2 menyajikan klasifikasi rentang skor tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kepuasan siswa tergolong sangat tinggi jika rentang skor kuesionernya antara 158–175. Kepuasan siswa tergolong tinggi jika rentang skor kuesionernya antara 140–157. Kepuasan siswa tergolong cukup jika rentang skor kuesionernya antara 114–139. Kepuasan siswa tergolong sangat rendah jika rentang skor kuesionernya antara 96–113. Kepuasan siswa tergolong sangat rendah jika skor kuesionernya di bawah 95. Tingkat kepuasan siswa telah dihitung dan dibandingkan skornya dengan klasifikasi kepuasan pada tabel 4.2. Tingkat kepuasan siswa

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 114 terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori disajikan pada tabel 4.3. Tabel 4.3 Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Nomor Responden Total Skor Klasifikasi 1 127 Cukup 2 113 Rendah 3 112 Rendah 4 118 Cukup 5 141 Tinggi 6 133 Cukup 7 125 Cukup 8 127 Cukup 9 105 Rendah 10 123 Cukup 11 121 Cukup 12 145 Tinggi 13 129 Cukup 14 129 Cukup 15 132 Cukup 16 119 Cukup 17 147 Tinggi 18 139 Cukup 19 139 Cukup 20 109 Rendah 21 132 Cukup

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 115 Nomor Responden Total Skor Klasifikasi 22 140 Tinggi 23 130 Cukup 24 117 Cukup 25 148 Tinggi 26 127 Cukup 27 153 Tinggi 28 128 Cukup 29 130 Cukup 30 112 Rendah 31 137 Cukup 32 144 Tinggi 33 137 Cukup 34 96 Rendah 35 110 Rendah 36 136 Cukup Rata-rata 128,2 Cukup Tabel 4.3 menyajikan data tentang tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui sebanyak 7 siswa yang kepuasannya tergolong tinggi, 22 siswa yang kepuasannya tergolong cukup, dan 7 siswa yang kepuasannya rendah. Kesimpulan yang dapat diambil peneliti yaitu tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori tergolong cukup.

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Persentase tingkat kepuasan siswa terhadap kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dibuat berdasarkan tabel 4.3. Persentase siswa yang memiliki tingkat kepuasan tinggi yaitu sebesar 19,4%. Persentase siswa yang memiliki tingkat kepuasan cukup yaitu sebesar 61%. Persentase siswa yang memiliki tingkat kepuasan rendah yaitu sebesar 19,4%. Persentase paling besar yaitu persentase siswa yang memiliki tingkat kepuasan cukup. Rata-rata total skor seluruh siswa yaitu 128,2. Berdasarkan klasifikasi tingkat kepuasan siswa pada tabel 4.2 nilai 128,2 menunjukkan siswa cukup puas terhadap kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kesimpulan yang dapat diambil peneliti yaitu tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. b. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa dengan Menggunakan IPA Importance and Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis lebih jauh tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Metode IPA digunakan untuk mengetahui lebih jauh kepuasan dan ketidakpuasan siswa terletak pada item mana saja. Langkah pertama yang dilakukan menghitung penilaian siswa pada kuesioner tingkat kinerja setiap indikator. Langkah kedua ialah menghitung penilaian siswa pada kuesioner tingkat kepentingan setiap indikator. Langkah ketiga yaitu menghitung rata-rata dari penilaian kepentingan dan penilaian kinerja pada setiap pernyataan. Dari rata–rata yang penilaian kepentingan dan penilaian kinerja pada setiap pernyataan akan menentukan letak titik tiap pernyataan pada diagram kartesius. 1) Penilaian Kuesioner Tingkat Kinerja

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Total nilai penilaian siswa terhadap kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori didapat dengan cara menjumlahkan alternatif jawaban siswa setiap pernyataan dari indikator. Total nilai masing-masing pernyataan berbanding lurus dengan tingkat kinerja. Semakin tinggi total nilai masing-masing pernyataan semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Total nilai dihitung dengan rumus sebagai berikut : Total nilai = {(banyaknya siswa yang memilih SS x 5) + (banyaknya siswa yang memilih S x 4) + (banyaknya siswa yang memilih KS x 3) + (banyaknya siswa yang memilih TS x 2) + (banyaknya siswa yang memilih STS x 1)} Keterangan : SS = sangat setuju S = setuju KS= kurang setuju TS = tidak setuju STS = banyaknya siswa yang menjawab sangat tidak setuju 2) Penilaian Kuesioner Tingkat Kepentingan Total nilai penilaian siswa terhadap kepentingan alat peraga matematika berbasis metode Montessori didapat dengan cara menjumlahkan alternatif jawaban siswa setiap pernyataan dari indikator. Total nilai masing-masing pernyataan berbanding lurus dengan tingkat kepentingan. Semakin tinggi total

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 nilai masing-masing pernyataan semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Total nilai penilaian siswa terhadap kepentingan alat peraga matematika berbasis metode Montessori didapat dengan cara menjumlahkan alternatif jawaban siswa setiap pernyataan dari indikator. Berikut rumus penghitungannya : Total nilai = {(banyaknya siswa yang memilih SP x 5)+ (banyaknya siswa yang memilih P x 4)+ (banyaknya siswa yang memilih KP x 3) + (banyaknya siswa yang memilih TP x 2)+ (banyaknya siswa yang memilih STP x 1)} Keterangan : SP = sangat penting P = penting KP = kurang penting TP = tidak penting STP = sangat tidak penting Dari tiga puluh enam responden (36) yang diteliti, maka telah diperoleh hasil penilaiannya terhadap tingkat kepentingan pada indikator auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life, dan workmanship. Penilaian siswa terhadap kepentingan masing-masing indikator tertera pada tabel 4.11 sampai tabel 4.17. Penilaian responden terhadap kinerja pada indikator autoeducation tertera pada Tabel 4.11.

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Tabel 4.4 Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Auto-education No 1 Pernyataan alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika STS TS KS S SS Total Nilai 3 1 6 21 5 132 3 2 7 20 4 128 4 8 14 6 4 106 3 alat peraga membantu saya mengerjakan semua soal matematika alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain 4 alat peraga mudah digunakan - 3 9 12 12 141 5 alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 1 1 8 17 9 140 6 5 16 4 5 105 17 20 63 77 39 749 2 6 alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Total Tabel 4.4 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator autoeducation. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator auto education. Total nilai yang semakin tinggi menunjukkan bahwa semakin tinggi kinerja indikator autoeducation alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 4 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 141. Pernyataan nomor 6 memiliki total nilai paling rendah yaitu 105. Total nilai pada pernyataan 1, 2, 3, dan 5 secara berturut-turut adalah 132, 128, 106, dan 140. Total nilai yang didapat dari kinerja indikator auto-education digunakan untuk menentukan ratarata kinerja ( ) pada diagram kartesius.

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Tabel 4.5 Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Auto-education No 1 Pernyataan alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika STP TP KP P SP Total Nilai - - 8 11 17 153 - - 13 11 12 143 3 alat peraga membantu saya mengerjakan semua soal matematika alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain 4 4 15 8 5 114 4 alat peraga mudah digunakan 1 - 7 16 12 146 5 alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika 1 - 10 16 9 140 1 3 18 9 5 122 7 7 71 71 60 818 2 6 alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Total Tabel 4.5 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator auto-education. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator auto-education. Total nilai yang semakin tinggi menunjukkan bahwa indikator auto-education pada alat peraga matematika berbasis metode Montessori semakin penting. Pernyataan nomor 1 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 153. Pernyataan nomor 3 memiliki total nilai paling rendah yaitu 114. Total nilai pernyataan nomor 2, 4, 5, dan 6 secara berturut-turut yaitu 143, 146, 140 dan 120. Total nilai kepentingan indikator auto-education digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ) pada diagram kartesius.

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Tabel 4.6 Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Menarik No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai 7 alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 2 1 9 15 9 136 8 alat peraga memiliki warna yang menarik 4 3 15 9 5 116 1 1 9 18 7 137 7 5 33 42 21 389 9 alat peraga memiliki ukuran yang pas Total Tabel 4.6 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator menarik. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan pada indikator menarik. Semakin tinggi total nilai menunjukkan semakin tinggi kinerja indikator menarik alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 9 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 137. Pernyataan nomor 8 memiliki total nilai paling rendah yaitu 116. Pernyataan nomor 7 memiliki total nilai 136. Total nilai kinerja indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram Tabel 4.7 Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Menarik KP P SP Total Nilai 2 12 12 6 122 5 4 12 9 6 115 3 6 8 8 11 126 12 12 32 29 23 363 No Pernyataan 7 alat peraga mempunyai bentuk yang menarik 4 8 alat peraga memiliki warna yang menarik 9 alat peraga memiliki ukuran yang pas Total STP TP

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 Tabel 4.7 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator menarik. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator menarik. Total nilai yang semakin tinggi menunjukkan bahwa pernyataan pada indikator menarik alat peraga matematika berbasis metode Montessori semakin penting. Pernyataan nomor 9 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 126. Pernyataan nomor 8 memiliki total nilai paling rendah yaitu 115. Pernyataan nomor 7 memiliki total nilai 122. Total nilai kepentingan indikator menarik digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ) pada diagram kartesius. Tabel 4.8 Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Bergradasi STS TS KS S SS Total Nilai 10 alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 1 - 5 16 14 150 11 alat peraga mempunyai bermacam-macam warna 3 4 5 14 10 132 12 alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 4 5 9 7 11 124 13 alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 2 3 14 10 7 125 14 alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 2 6 8 12 8 126 12 18 41 59 50 657 No Pernyataan Total Tabel 4.8 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator bergradasi. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masing-

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 masing pernyataan atau item pada indikator bergradasi. Semakin tinggi total nilai menunjukkan bahwa kinerja indikator bergradasi semakin baik. Pernyataan nomor 10 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 150. Pernyataan nomor 12 memiliki total nilai paling rendah yaitu 124. Pernyataan nomor 11, 13, dan 14 memiliki total nilai secara berturut-turut 132, 125, dan 126. Total nilai kinerja indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram kartesius. Tabel 4.9 Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi P SP Total Nilai 5 9 19 151 8 9 11 5 115 7 4 7 12 6 114 alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar 6 8 7 10 5 108 alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang 8 3 7 9 9 116 25 25 35 51 44 604 No Pernyataan 10 alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 1 2 11 alat peraga mempunyai bermacammacam warna 3 12 alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar 13 14 Total STP TP KP Tabel 4.9 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator bergradasi. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator bergradasi. Total nilai yang semakin tinggi menunjukkan bahwa indikator bergradasi pada alat peraga matematika berbasis metode Montessori semakin penting. Pernyataan nomor 10 memiliki total

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 nilai paling tinggi yaitu 151. Pernyataan nomor 13 memiliki total nilai paling rendah yaitu 108. Total nilai kepentingan indikator bergradasi digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ) pada diagram kartesius. Tabel 4.10 Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Auto Correction No 15 16 17 18 Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Total STS TS KS S SS Total Nilai 3 5 5 9 14 134 1 - 3 5 27 165 1 2 4 14 15 148 2 1 5 11 18 153 7 8 17 38 74 596 Tabel 4.10 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator autocorrection. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator auto-correction. Total nilai yang semakin tinggi pada setiap pernyataan menunjukkan semakin tinggi pula tingkat kinerja indikator auto-correction alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat. Pernyataan nomor 16 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 165. Pernyataan nomor 15 memiliki total nilai paling rendah yaitu 134. Total nilai pernyataan nomor 17 yaitu 148. Total nilai pernyataan nomor 18 yaitu 153. Total nilai kinerja indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram kartesius.

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Tabel 4.11 Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction No 15 16 17 18 Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Total STP TP KP P SP Total Nilai 2 1 3 16 14 147 1 - 1 15 19 159 2 3 4 13 14 142 - 1 4 9 22 160 7 7 71 71 60 818 Tabel 4.11 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator auto-correction. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator auto-correction. Total nilai yang semakin tinggi menunjukkan bahwa indikator auto-correction pada alat peraga matematika berbasis metode Montessori semakin penting. Pernyataan nomor 18 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 160. Pernyataan nomor 17 memiliki total nilai paling rendah yaitu 142. Pernyataan nomor 15 memiliki total nilai 147. Pernyataan nomor 16 memiliki total nilai 159. Total nilai kepentingan indikator auto-correction digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ) pada diagram kartesius. Tabel 4.12 Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Kontekstual No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai 19 alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 1 3 15 13 4 124 20 alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar 2 2 8 12 12 138

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai 21 alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya - 2 14 11 9 135 22 alat peraga ini pernah saya lihat 4 4 6 9 13 131 23 alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari 1 - 5 14 16 152 8 11 48 59 54 680 Total Tabel 4.12 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator kontekstual. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator kontekstual. Total nilai yang semakin tinggi menunjukkan bahwa semakin baik atau semakin tinggi pula kinerja indikator bergradasi pada alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 23 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 152. Pernyataan nomor 19 memiliki total nilai paling rendah yaitu 124. Total nilai pada pernyataan nomor 20, 21, 22, secara berturut-turut adalah 138, 135, dan 131. Total nilai kinerja indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram kartesius. Tabel 4.13 Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai 130 19 Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui 2 3 11 11 9 20 Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar - 6 7 12 11 136 21 Alat peraga terbuat dari bahan yang 1 6 11 6 12 130

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai sering dilihat saya 22 Alat peraga ini pernah saya lihat 1 1 9 14 11 141 23 Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari - 1 5 13 17 154 Total 4 17 43 56 60 691 Tabel 4.13 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator kontekstual. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator kontekstual. Total nilai yang semakin tinggi menunjukkan bahwa indikator kontekstual pada alat peraga matematika berbasis metode Montessori semakin penting. Pernyataan nomor 23 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 154. Pernyataan nomor 19 dan 21 memiliki total nilai yang sama yaitu 130. Nilai 130 merupakan total nilai terendah untuk indikator kontekstual. Total nilai kepentingan indikator kontekstual digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ) pada diagram kartesius. Tabel 4.14 Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Life (Daya Tahan) No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai 24 alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 3 - 8 10 15 142 25 alat peraga mudah dibawa 4 3 8 18 3 121 26 alat peraga dapat digunakan berulang kali 1 - 6 14 15 150 27 alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan - 8 3 12 13 138

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai 28 alat peraga tidak mudah rusak 4 3 3 17 9 132 29 alat peraga mudah dibersihkan 2 4 6 13 11 135 Total 14 18 34 84 66 818 Tabel 4.14 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator life. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator life. Total nilai yang semakin tinggi menunjukkan bahwa semakin tinggi pula kinerja indikator life pada alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 26 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 150. Pernyataan nomor 25 memiliki total nilai paling rendah yaitu 121. Total nilai pernyataan nomor 24, 27, 28, dan 29 secara berturutturut adalah 142, 138, 132, dan 135. Total nilai kinerja indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram kartesius. Tabel 4.15 Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Life (Daya Tahan) No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai 24 alat peraga terbuat dari bahan yang kuat 1 3 3 10 19 151 25 alat peraga mudah dibawa 2 7 6 11 10 128 26 alat peraga dapat digunakan berulang kali 1 2 4 14 15 148 27 alat peraga masih kuat ketika jarang digunakan 2 3 5 10 16 143 28 alat peraga tidak mudah rusak 4 2 4 13 13 137 29 alat peraga mudah dibersihkan 2 3 3 15 13 142 Total 12 20 25 73 86 849

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 Tabel 4.15 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator life (daya tahan). Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator life. Total nilai yang semakin tinggi menunjukkan bahwa semakin tinggi pula kepentingan indikator life pada alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 24 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 151. Pernyataan nomor 25 memiliki total nilai paling rendah yaitu 128. Total nilai pernyataan nomor 26, 27, 28, dan 29 secara berturutturut adalah 148, 143, 137, dan 142. Total nilai kepentingan indikator life digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ) pada diagram kartesius. Tabel 4.16 Penilaian Siswa Terhadap Kinerja Indikator Workmanship Total No Pernyataan STS TS KS S SS Nilai 30 alat peraga mudah diperbaiki 7 7 15 5 2 96 31 alat peraga memiliki permukaan yang halus 2 3 11 10 10 131 32 alat peraga dilem dengan kuat 2 10 12 6 6 112 33 alat peraga dipaku dengan kuat 5 6 12 9 4 109 34 alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 1 1 9 10 15 145 35 alat peraga dicat dengan rapi 1 1 10 11 13 142 18 28 69 51 50 735 Total Tabel 4.16 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator workmanship. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator workmanship. Total nilai yang

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 semakin tinggi menunjukkan bahwa semakin tinggi pula kinerja indikator workmanship alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat. Pernyataan nomor 34 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 145. Pernyataan nomor 30 memiliki total nilai paling rendah yaitu 96. Total nilai pernyataan nomor 31, 32, 34 dan 35 secara berturut-turut adalah 131, 138, 132, dan 135. Total nilai kinerja indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kinerja ( ) pada diagram kartesius. Tabel 4.17 Penilaian Siswa Terhadap Kepentingan Indikator Workmanship No Pernyataan STP TP KP P SP Total Nilai 30 alat peraga mudah diperbaiki 6 4 7 13 6 117 31 alat peraga memiliki permukaan yang halus 5 2 7 14 8 126 32 alat peraga dilem dengan kuat 4 10 2 9 11 121 33 alat peraga dipaku dengan kuat 9 6 6 7 8 107 34 alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan 4 4 5 10 13 132 35 alat peraga dicat dengan rapi 5 3 4 8 16 135 33 29 31 61 62 738 Total Tabel 4.17 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator workmanship. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator workmanship. Total nilai yang semakin tinggi menunjukkan bahwa semakin tinggi pula kepentingan indikator workmanship alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 bilangan bulat. Pernyataan nomor 35 memiliki total nilai paling tinggi yaitu 135. Pernyataan nomor 33 memiliki total nilai paling rendah yaitu 107. Total nilai pernyataan nomor 30, 31, 32, dan 34 secara berturut-turut adalah 117, 126, 121, dan 132. Total nilai kepentingan indikator workmanship digunakan untuk menentukan rata-rata kepentingan ( ) pada diagram kartesius. Langkah selanjutnya yaitu menghitung rata–rata dari penilaian kepentingan dan penilaian kinerja pada karakteristik alat peraga matematika berbasis metode Montessori. adalah rata-rata skor penilaian kinerja dari masing-masing pernyataan pada indikator tertentu. adalah rata-rata skor penilaian kepentingan dari masing-masing pernyataan pada indikator tertentu. Tabel 4.18 Perhitungan rata–rata dari penilaian pelaksanaan kinerja dan kepentingan pada indikator tingkat kepuasan siswa No I 1 2 3 4 Dimensi Auto- education Alat peraga memudahkan saya untuk mengerti matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan semua soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain Alat peraga mudah Kata Kunci Penilaian Penilaian Kinerja Kepentingan Mudah mengerti matematika 132 153 3,67 4,25 Membantu mengerjakan soal 128 143 3,55 3,97 106 114 2,94 3,17 141 146 3,92 4,06 Digunakan tanpa bantuan Mudah digunakan

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 No 5 6 II 7 8 9 III 10 11 12 13 14 Dimensi digunakan Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain Rata-rata Menarik Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga memiliki warna yang menarik Alat peraga memiliki ukuran yang pas Rata-rata Bergradasi Alat peraga bisa digunakan oleh siswa kelas 1 sampai siswa kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacammacam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukaan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran Kata Kunci Penilaian Penilaian Kinerja Kepentingan Memudahkan mengerjakan soal Mengerjakan soal tanpa bantuan 140 140 3,89 3,89 105 122 2,92 3,39 3,48 3,79 Bentuk menarik Warna menarik Menarik daripada alat peraga lain 136 122 3,78 3,39 116 115 3,22 3,19 137 126 3,81 3,50 3,60 3,36 Bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6 Bermacam warna 150 151 4,17 4,19 132 115 3,67 3,19 124 114 3,44 3,17 125 108 3,47 3,00 126 116 3,50 3,22 Ukuran kecil kebesar Permukaan halus ke kasar Ukuran panjang ke pendek

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 No IV 15 16 17 18 V 19 20 21 22 23 Dimensi dari pendek ke panjang Rata-rata Auto-correction Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Rata-rata Kontekstual Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang bisa saya temukan di lingkungan sekitar Alat peraga terbuat dari bahan yang sering dilihat saya . Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi yang saya pelajari Kata Kunci Penilaian Penilaian Kinerja Kepentingan 3,65 3,35 Menunjukkan kesalahan Memperbaiki kesalahan 134 147 3,72 4,08 165 159 4,58 4,42 148 142 4,11 3,94 153 160 4,25 4,44 Menemukan jawaban benar Menemukan kesalahan yang dibuat 4,17 4,22 Terbuat dari bahan yang diketahui siswa Terbuat dari bahan di lingkungan sekitar Terbuat dari bahan yang sering dilihat Pernah dilihat Sesuai materi pelajaran 124 130 3,44 3,61 138 136 3,83 3,78 135 130 3,75 3,61 131 141 3,64 3,92 152 154 4,22 4,28

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 No Dimensi Rata-rata Daya Tahan (life) Alat peraga 24 terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga 25 mudah dibawa Alat peraga dapat 26 digunakan berulang kali Alat peraga masih kuat 27 ketika jarang digunakan Alat peraga tidak 28 mudah rusak Alat peraga 29 mudah dibersihkan Rata-rata VII Workmanship Alat peraga 30 mudah diperbaiki Alat peraga memiliki 31 permukaan yang halus Alat peraga 32 dilem dengan kuat Alat peraga 33 dipaku dengan kuat Alat peraga tidak 34 melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat 35 dengan rapi Rata-rata Kata Kunci Penilaian Penilaian Kinerja Kepentingan 3,77 3,84 VI Bahan yang kuat Mudah dibawa Dipakai berkali-kali Kuat walau jarang digunakan Tidak mudah rusak Mudah dibersihkan 142 151 3,94 4,19 121 128 3,36 3,56 150 148 4,17 4,11 138 143 3,83 3,97 132 137 3,67 3,81 135 142 3,75 3,94 3,48 3,79 Mudah diperbaiki Permukaan halus 96 117 2,67 3,25 131 126 3,64 3,50 112 121 3,11 3,36 109 107 3,03 2,97 145 132 4,03 3,67 142 135 3,94 3,75 Dilem kuat Dipaku kuat Tidak melukai Dicat rapi 3,40 3,42 Tabel 4.18 menunjukkan perhitungan rata–rata dari penilaian kepentingan dan penilaian kinerja pada karakteristik alat peraga matematika berbasis metode

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Montessori. Langkah selanjutnya adalah membuat diagram kartesius dari tabel 4.18. Hasil pengukuran pernyataan-pernyataan dimensi kepuasan siswa ini berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja dari alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Titik–titik pada diagram kartesius berasal dari nilai rata–rata masing–masing pernyataan pada masing–masing indikator yaitu auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life (daya tahan), dan workmanship. Pertemuan dua titik dan pada diagram kartesius akan menentukan letak suatu pernyataan. Garis tengah pada diagram kartesius dibuat dengan menarik titik dari rata-rata dan . Diagram kartesius dibuat per indikator. Ada tujuh diagram kartesius yang menggambarkan letak tiap pernyataan pada indikator auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, daya tahan, dan workmanship. Diagram kartesius indikator autoeducation disajikan dalam gambar 4.1. Diagram kartesius indikator menarik disajikan dalam gambar 4.2. Diagram kartesius indikator bergradasi disajikan dalam gambar 4.3. Diagram kartesius indikator auto-correction disajikan dalam gambar 4.4. Diagram kartesius indikator kontekstual disajikan dalam gambar 4.5. Diagram kartesius indikator life disajikan dalam gambar 4.6. Diagram kartesius indikator workmanship disajikan dalam gambar 4.7.

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Gambar 4.1 Diagram Kartesius Indikator Auto-education Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.1 menunjukkan letak titik tiap pernyataan indikator auto-education pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius membagi tiap pernyataan dari indikator auto-education ke dalam empat bagian kuadran. Pernyataan nomor 1 (mudah mengerti matematika), 2 (membantu mengerjakan soal), 4 (mudah digunakan), dan 5 (memudahkan mengerjakan soal) terletak di kuadran II. Pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) dan 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) terletak pada kuadran III. Tidak ada pernyataan dari indikator auto education yang terletak di kuadran I dan IV.

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 Gambar 4.2 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.2 menunjukkan letak tiap titik pernyataan indikator menarik pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius membagi tiap pernyataan dari indikator menarik ke dalam empat bagian kuadran. Pernyataan nomor 7 (bentuk menarik) dan 9 (warna menarik) terletak di kuadran II. Pernyataan nomor 8 (menarik daripada alat peraga lain) terletak pada kuadran III. Tidak ada pernyataan dari indikator menarik yang terletak di kuadran I dan IV.

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Gambar 4.3 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.3 menunjukkan letak titik tiap pernyataan indikator bergradasi pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius membagi tiap pernyataan dari indikator bergradasi ke dalam empat bagian kuadran. Pernyataan nomor 10 (bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6) terletak di kuadran II. Pernyataan nomor 12 (ukuran kecil ke besar), 13 (permukaan halus ke kasar), dan 14 (ukuran panjang ke pendek) terletak pada kuadran III. Pernyataan nomor 11 (bermacam warna) terletak di kuadran IV. Tidak ada pernyataan dari indikator bergradasi yang terletak di kuadran I.

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 Gambar 4.4 Diagram Kartesius Indikator Auto-Correction Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.4 menunjukkan letak tiap titik pernyataan indikator autocorrection pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius membagi tiap pernyataan dari indikator auto-correction ke dalam empat bagian kuadran. Pernyataan nomor 18 (menemukan kesalahan yang dibuat) dan 16 (memperbaiki kesalahan) terletak di kuadran II. Pernyataan nomor 15 (menunjukkan kesalahan) dan 17 (menemukan jawaban benar) terletak pada kuadran III. Tidak ada pernyataan dari indikator auto-correction yang terletak di kuadran IV.

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Gambar 4.5 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.5 menunjukkan letak tiap titik pernyataan indikator kontekstual pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius membagi tiap pernyataan dari indikator kontekstual ke dalam empat bagian kuadran. Pernyataan nomor 22 (pernah dilihat) terletak di kuadran I. Pernyataan nomor 23 (sesuai materi pelajaran) terletak pada kuadran II. Pernyataan nomor 19 (terbuat dari bahan yang diketahui siswa) dan 21 (terbuat dari bahan yang sering dilihat) terletak di kuadran III. Pernyataan nomor 20 (terbuat dari bahan di lingkungan sekitar) terletak di kuadran IV.

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 Gambar 4.6 Diagram Kartesius Indikator Life (Daya Tahan) Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.6 menunjukkan letak tiap titik pernyataan indikator life (daya tahan) pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius membagi tiap pernyataan dari indikator life (daya tahan) ke dalam empat bagian kuadran. Pernyataan nomor 29 (mudah dibersihkan) terletak di kuadran kuadran I. Pernyataan nomor 24 (bahan yang kuat), 26 (dipakai berkali-kali) dan 27 (kuat walau jarang digunakan) terletak di kuadran II. Pernyataan nomor 25 (mudah dibawa) dan 28 (tidak mudah rusak) terletak di kuadran III. Tidak ada pernyataan yang berada di kuadran IV.

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 142 Gambar 4.7 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.7 menunjukkan letak tiap titik pernyataan indikator workmanship pada diagram kartesius tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Diagram kartesius membagi tiap pernyataan dari indikator workmanship ke dalam empat bagian kuadran. Pernyataan nomor 31 (permukaan halus), 34 (tidak melukai), dan 35 (dicat rapi) terletak di kuadran II. Pernyataan nomor 30 (mudah diperbaiki), 32 (dilem kuat), dan 33 (dipaku kuat) terletak pada kuadran III. Tidak ada pernyataan dari indikator workmanship yang terletak di kuadran I dan IV.

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 143 Tabel 4.19 Rangkuman Persebaran Item Pada Diagram Kartesius per Satu Indikator Kuadran Indikator Kata Kunci 1. 2. Autoeducation 3. 4. 5. 6. Menarik 7. 8. 9. 10. Bergradasi 11. 12. 13. 14. 15. 16. Autocorrection 17. 18. 19. Kontekstual 20. Mudah mengerti matematika Membantu mengerjakan soal Digunakan tanpa bantuan Mudah digunakan Memudahkan mengerjakan soal Mengerjakan soal tanpa bantuan Bentuk menarik Warna menarik Menarik daripada alat peraga lain Bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6 Bermacam warna Ukuran kecil kebesar Permukaan halus ke kasar Ukuran panjang ke pendek Menunjukkan kesalahan Memperbaiki kesalahan Menemukan jawaban benar Menemukan kesalahan yang dibuat Terbuat dari bahan yang diketahui siswa Terbuat dari bahan di lingkungan Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II √ Prioritas Rendah III Berlebihan IV √ ♣ √ √ ♣ √ ♣ √ √ ♯ ♣ ♣ ♣ ♣ √ ♣ √ ♣ ♯

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 144 Indikator Kata Kunci sekitar 21. Terbuat dari bahan yang sering dilihat 22. Pernah dilihat 23. Sesuai materi pelajaran 24. Bahan yang kuat 25. Mudah dibawa 26. Dipakai berkalikali Life 27. Kuat walau jarang digunakan 28. Tidak mudah rusak 29. Mudah dibersihkan 30. Mudah diperbaiki 31. Permukaan halus Worhmans 32. Dilem kuat hip 33. Dipaku kuat 34. Tidak melukai 35. Dicat rapi Total Persentase Prioritas Utama I Kuadran Pertahankan Prioritas Prestasi Rendah II III Berlebihan IV ♣ ☼ √ √ ♣ √ √ ♣ ☼ ♣ √ ♣ ♣ 2 5,7 % √ √ 16 45,7% 15 42,9% 2 5,7% Tabel 4.19 menyajikan rangkuman persebaran pernyataan kuesioner siswa pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.19 diperoleh dari diagram-diagram kartesius setiap indikator tingkat kepuasan. Diagram kartesius setiap indikator dapat dilihat pada gambar 4.4 sampai gambar 4.7. Diagram kartesius membagi setiap pernyataan ke dalam empat kuadran yaitu kuadran I, II, III, dan IV. Terdapat empat simbol yang digunakan peneliti untuk memudahkan menganalisis pernyataan pada setiap kuadran. Simbol pertama yaitu ☼ yang mewakili kuadran I. Simbol kedua yaitu √ yang mewakili kuadran II. Simbol

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 145 ketiga yaitu ♣ yang mewakili kuadran III. Simbol keempat yaitu ♯ yang mewakili kuadran IV. Simbol ☼ menandakan bahwa suatu pernyataan berada di kuadran I pada diagram kartesius per indikator tingkat kepuasan. Kudran I menandakan bahwa hal dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja alat peraga masih rendah. Ada dua pernyataan yang terdapat pada kuadran I yaitu pernyataan nomor 22 dan 29. Persentase pernyataan yang berada di kuadran I sebesar 5,7%. Simbol √ menandakan bahwa suatu pernyataan berada di kuadran II pada diagram kartesius per indikator tingkat kepuasan. Kudran II menandakan bahwa hal dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja alat peraga tinggi pula. Ada 16 pernyataan yang terdapat pada kuadran I yaitu pernyataan nomor 1, 2, 4, 5, 7, 9, 10, 16, 18, 23, 24, 26, 27, 31, 34, dan 35. Persentase pernyataan yang berada di kuadran II sebesar 45,7%. Simbol ♣ menandakan bahwa suatu pernyataan berada di kuadran III pada diagram kartesius per indikator tingkat kepuasan. Kudran III menandakan bahwa hal dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja alat peraga rendah. Ada 15 pernyataan yang terdapat pada kuadran III yaitu pernyataan nomor 3, 6, 8,12, 13, 14, 15, 17, 19, 21, 25, 28, 30, 32, dan 33. Persentase pernyataan yang berada di kuadran III sebesar 42,9%. Simbol ♯ menandakan bahwa suatu pernyataan berada di kuadran IV pada diagram kartesius per indikator tingkat kepuasan. Kudran IV menandakan bahwa hal dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 146 kinerja alat peraga tinggi sehingga dirasa berlebihan. Ada 15 pernyataan yang terdapat pada kuadran IV yaitu pernyataan nomor 20 dan 11. Persentase pernyataan yang berada di kuadran IV sebesar 5,7%. Gambar 4.8 Diagram Kartesius Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.7 menunjukkan sebaran 35 pernyataan di diagram kartesius keseluruhan indikator tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan yang berjumlah 35 tersebut dibagi ke dalam empat kuadran yaitu kuadran I, II, III, dan IV. Terdapat

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 147 perbedaan persebaran pernyataan dalam diagram kartesius per satu indikator dengan diagram kartesius seluruh indikator. Perbedaan persebaran pernyataan dapat dilihat pada gambar 4.1 - 4.7 dengan gambar 4.8. Hal ini disebabkan karena terdapat perbedaan rata-rata skor kinerja dan rata-rata skor kepentingan pada diagram kartesius setiap indikator dengan diagram kartesius seluruh indikator. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I adalah pernyataan nomor 2 dan 22. Pernyataan yang terdapat pada kuadran II adalah pernyataan nomor 4, 5, 10, 15, 16, 17, 18, 20, 23, 24, 26, 27, 29, dan 35. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III adalah pernyataan nomor 3, 6, 8, 12, 13, 14, 19, 25, 30, 31, 32, dan 33. Pernyataan yang terdapat pada kuadran IV adalah pernyataan nomor 7, 9, 21, dan 34. Tabel 4.20 Persebaran Pernyataan Kuesioner Siswa Pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Kuadran Indikator Autoeducation Kata Kunci 1. Mudah mengerti matematika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Memudahkan mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan N/A IV • ☼ ♣ √ √ ♣

(168) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 148 Kuadran Indikator Menarik Bergradasi Autocorrection Kontekstual Life Kata Kunci bantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik 9. Menarik daripada alat peraga lain 10. Bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6 11. Bermacam warna 12. Ukuran kecil kebesar 13. Permukaan halus ke kasar 14. Ukuran panjang ke pendek 15. Menunjukkan kesalahan 16. Memperbaiki kesalahan 17. Menemukan jawaban benar 18. Menemukan kesalahan yang dibuat 19. Terbuat dari bahan yang diketahui siswa 20. Terbuat dari bahan di lingkungan seki-tar 21. Terbuat dari bahan yang sering dilihat 22. Pernah dilihat 23. Sesuai materi pelajaran 24. Bahan yang Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III ♣ Berlebihan N/A IV ♯ ♯ √ • ♣ ♣ ♣ √ √ √ √ ♣ √ ♯ ☼ √ √

(169) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 149 Kuadran Indikator Kata Kunci 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. Workmanship 32. 33. 34. 35. Total Prioritas Utama I kuat Mudah dibawa Dipakai berkali-kali Kuat walau jarang digunakan Tidak mudah rusak Mudah dibersihkan Mudah diperbaiki Permukaan halus Dilem kuat Dipaku kuat Tidak melukai Dicat rapi Persentase Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan N/A IV ♣ √ √ • √ ♣ ♣ ♣ ♣ ♯ 2 √ 14 12 4 5,7% 40% 34,3 % 11,4% 3 8,6 % Tabel 4.20 menyajikan rangkuman persebaran pernyataan kuesioner siswa pada diagram kartesius untuk seluruh indikator tingkat kepuasan. Tabel 4.20 diperoleh dari gambar 4.8 diagram kartesius seluruh indikator tingkat kepuasan. Diagram kartesius setiap indikator dapat dilihat pada gambar 4.1 sampai gambar 4.7. Diagram kartesius membagi setiap pernyataan ke dalam empat kuadran yaitu kuadran I, II, III, dan IV. Terdapat lima simbol yang digunakan peneliti untuk memudahkan menganalisis pernyataan pada setiap kuadran. Simbol pertama yaitu ☼ yang mewakili kuadran I. Simbol kedua yaitu √ yang mewakili kuadran II. Simbol

(170) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 150 ketiga yaitu ♣ yang mewakili kuadran III. Simbol keempat yaitu ♯ yang mewakili kuadran IV. Simbol kelima yaitu • yang mewakili pernyataan non aplicable (N/A). Simbol ☼ menandakan bahwa suatu pernyataan berada di kuadran I pada diagram kartesius per indikator tingkat kepuasan. Kudran I menandakan bahwa hal dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kinerja alat peraga masih rendah. Ada dua pernyataan yang terdapat pada kuadran I yaitu pernyataan nomor 22 dan 29. Persentase pernyataan yang berada di kuadran I sebesar 5,7%. Simbol √ menandakan bahwa suatu pernyataan berada di kuadran II pada diagram kartesius per indikator tingkat kepuasan. Kudran II menandakan bahwa hal dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerja alat peraga tinggi pula. Ada 16 pernyataan yang terdapat pada kuadran I yaitu pernyataan nomor 1, 2, 4, 5, 7, 9, 10, 16, 18, 23, 24, 26, 27, 31, 34, dan 35. Persentase pernyataan yang berada di kuadran II sebesar 45,7%. Simbol ♣ menandakan bahwa suatu pernyataan berada di kuadran III pada diagram kartesius per indikator tingkat kepuasan. Kudran III menandakan bahwa hal dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja alat peraga rendah. Ada 15 pernyataan yang terdapat pada kuadran III yaitu pernyataan nomor 3, 6, 8,12, 13, 14, 15, 17, 19, 21, 25, 28, 30, 32, dan 33. Persentase pernyataan yang berada di kuadran III sebesar 42,9%. Simbol ♯ menandakan bahwa suatu pernyataan berada di kuadran IV pada diagram kartesius per indikator tingkat kepuasan. Kudran IV menandakan bahwa

(171) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 151 hal dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi tingkat kinerja alat peraga tinggi sehingga dirasa berlebihan. Ada 15 pernyataan yang terdapat pada kuadran IV yaitu pernyataan nomor 20 dan 11. Persentase pernyataan yang berada di kuadran IV sebesar 5,7%. Simbol • mewakili pernyataan non aplicable (N/A). Pernyataan non aplicable (N/A) menandakan bahwa suatu pernyataan tidak berada di kuadran manapun, melainkan berada di garis tengah pada diagram kartesius. Garis tengah dibuat dengan menarik titik dari rata-rata X̄ dan Ŷ. Ada tiga pernyataan yang termasuk non aplicable (N/A) yaitu pernyataan nomor 1, 11, dan 28. Persentase pernyataan N/A sebesar 8,6%. Tabel 4.21 Konsistensi Persebaran Pernyataan Pada Kuesioner Siswa Indikator Autoeducation Menarik Bergradasi Kata Kunci 1. Mudah mengerti matematika 2. Membantu mengerjakan soal 3. Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Memudahkan mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik 9. Menarik daripada alat peraga lain 10. Bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6 11. Bermacam warna 12. Ukuran kecil kebesar 13. Permukaan halus ke kasar 14. Ukuran panjang Tidak Konsistensi (I – N/A) I Konsistensi II III (II – I) √ √ √ √ (II – IV) √ (II – IV) √ (IV – N/A) √ √ √ IV

(172) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 152 Indikator Autocorrection Kontekstual Life Workmanship Kata Kunci ke pendek 15. Menunjuk-kan kesalahan 16. Memperbaiki kesalahan 17. Menemukan jawaban benar 18. Menemukan kesalahan yang dibuat 19. Terbuat dari bahan yang diketahui siswa 20. Terbuat dari bahan di lingkungan sekitar 21. Terbuat dari bahan yang sering dilihat 22. Pernah dilihat 23. Sesuai materi pelajaran 24. Bahan yang kuat 25. Mudah dibawa 26. Dipakai berkalikali 27. Kuat walau jarang digunakan 28. Tidak mudah rusak 29. Mudah dibersihkan 30. Mudah diperbaiki 31. Permukaan halus 32. Dilem kuat 33. Dipaku kuat 34. Tidak melukai 35. Dicat rapi Total Persentase Tidak Konsistensi I Konsistensi II III IV (III – II) √ (III – II) √ √ (IV – II) (III – IV) √ √ √ √ √ √ (III – N/A) (I – II) √ (II – III) √ √ (II – IV) 13 2 √ 9 11 0 Tabel 4.21 menunjukkan konsistensi pernyataan dari seluruh indikator tingkat kepuasan siswa. Pernyataan yang konsisten adalah pernyataan yang konsisten berada di kuadran yang sama pada diagram kartesius per indikator dan

(173) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 153 diagram kartesius seluruh indikator. Terdapat 22 pernyataan yang konsisten dengan persentase sebesar 60%. Pernyataan yang tidak konsisten adalah pernyataan yang berada di kuadran berbeda antara diagram kartesius per indikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Terdapat 13 pernyataan yang tidak konsisten dengan persentase sebesar 40%. Terdapat 13 pernyataan yang tidak konsisten yaitu pernyataan nomor 1, 2, 7, 9, 11, 15, 17, 20, 21, 28, 29, 31, dan 34. Pernyataan tidak konsisten karena berada dalam kuadran yang berbeda pada diagram kartesius per-indikator dengan diagram kartesius secara keseluruhan. Pernyataan yang tidak konsisten dapat disebabkan karena jumlah responden yang kurang banyak. Pernyataan yang tidak konsisten memiliki indikasi bahwa pernyataan tersebut perlu diperbaiki dan membutuhkan responden lebih banyak. Terdapat 21 pernyataan yang konsisten yaitu pernyataan nomor 3, 4, 5, 6, 8, 10, 12, 13, 14, 16, 18, 19, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 30, 32, 33, dan 35. Pernyataan yang konsisten terdapat di setiap indikator. Indikator auto-education memiliki empat pernyataan yang konsisten. Indikator menarik memiliki satu pernyataan yang konsisten. Indikator bergradasi memiliki empat pernyataan yang konsisten. Indikator auto-correction memiliki dua pernyataan yang konsisten. Indikator kontekstual memiliki tiga pernyataan yang konsisten. Indikator life memiliki empat pernyataan yang konsisten. Indikator workmanship memiliki empat pernyataan yang konsisten. Pernyataan pada indikator auto-education yang konsisten yaitu pernyataan nomor 3, 4, 5, dan 6. Pernyataan nomor 4 (mudah digunakan) dan nomor 5

(174) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 154 (memudahkan mengerjakan soal) berada di kuadran II yang berarti pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi sehingga siswa puas. Pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) dan pernyataan nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) berada di kuadran III. Kuadran III menunjukkan aspek dalam pernyataan nomor 3 dan 6 memiliki tingkat kepentingan dan kinerja rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 3 (digunakan tanpa bantuan) dan pernyataan nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Pernyataan pada indikator menarik yang konsisten yaitu pernyataan nomor 8. Pernyataan nomor 8 (warna menarik) berada di kuadran III. Kuadran III menunjukkan aspek alat peraga dalam pernyataan memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah. Siswa menganggap pernyataan nomor 8 (warna menarik) tidak penting dan kenyataannya siswa tidak puas. Pernyataan pada indikator bergradasi yang konsisten yaitu pernyataan nomor 10, 12, 13, dan 14. Pernyataan nomor 10 (bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6) berada di kuadran II yang berarti aspek alat peraga dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi sehingga siswa puas. Pernyataan nomor 12 (ukuran kecil ke besar), 13 (permukaan halus ke kasar), dan 14 (ukuran panjang ke pendek) berada di kuadran III. Aspek dalam pernyataan nomor 12, 13, dan 14 memiliki tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh siswa dan kenyataannya tidak memuaskan.

(175) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 155 Pernyataan pada indikator auto-correction yang konsisten yaitu pernyataan nomor 16 dan 18. Pernyataan nomor 16 (memperbaiki kesalahan) dan 18 (menemukan kesalahan yang dibuat) berada di kuadran II yang berarti aspek alat peraga dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang berada di kuadran II dianggap penting oleh siswa dan kinerja produk memuaskan. Pernyataan pada indikator kontekstual yang konsisten yaitu pernyataan nomor19, 22, dan 23. Pernyataan nomor 19 (terbuat dari bahan yang diketahui siswa) berada di kuadran III yang menunjukkan bahwa tingkat kepentingan dan tingkat kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh siswa dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 22 (pernah dilihat) berada di kuadran I yang berarti siswa mengganggap penting tetapi kinerjanya rendah. Pernyataan nomor 23 (sesuai materi pelajaran) berada di kuadran II yang berarti aspek alat peraga dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Pernyataan yang berada di kuadran II dianggap penting oleh siswa dan kinerja produk memuaskan. Pernyataan pada indikator life yang konsisten yaitu pernyataan nomor 24, 26, dan 27. Pernyataan nomor 24 (bahan yang kuat), 26 (dipakai berkali-kali), dan 27 (kuat walau jarang digunakan) berada di kuadran II. Pernyataan yang berada di kuadran II berarti aspek alat peraga dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi sehingga memuaskan siswa. Pernyataan nomor 25 (mudah dibawa) berada di kuadran III yang berarti

(176) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 156 tingkat kepentingan dan tingkat kinerja alat peraga rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh siswa dan kenyataannya tidak memuaskan Pernyataan pada indikator workmanship yang konsisten yaitu pernyataan nomor 30, 32, 33, dan 35. Pernyataan nomor 30 (mudah diperbaiki), 32 (dilem kuat), 33 (dipaku kuat) berada di kuadran III. Tingkat kepentingan dan tingkat kinerja aspek alat peraga dalam pernyataan nomor 30, 32, dan 33 adalah rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap tidak penting oleh siswa dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 35 (dicat rapi) berada di kuadran II yang berarti pengecatan alat peraga itu dianggap penting oleh siswa dan pada kenyataannya kinerja alat peraga memuaskan. 2. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori a. Analisis kuesioner tingkat kepuasan guru dengan menggunakan PAP (Penilaian Acuan Patokan) tipe 1. PAP tipe 1 diterapkan untuk mengukur tingkat kepuasan guru. Guru dianggap cukup puas jika skor total penilaian pada kuesioner kinerja dan kepentingan 65%. Klasifikasi tingkat kepuasan guru yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tingkat penguasaan kompetensi dari Masidjo. Klasifikasi tingkat kepuasan guru (Masidjo, 1995:153) disajikan dalam tabel 4.22.

(177) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 157 Tabel 4.22 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru berdasarkan PAP Tipe 1 Tingkat Penguasaan Klasifikasi Kompetensi 90% - 100% Sangat Tinggi 80% - 89% Tinggi 65% - 79% Cukup 55% - 64% Rendah Di bawah 55% Sangat rendah Tabel 4.22 menyajikan klasifikasi tingkat kepuasan guru (Masidjo, 1995:153). Kepuasan guru tergolong sangat tinggi jika skor total penilaian pada kuesioner kinerja dalam rentang 90% - 100%. Kepuasan guru tergolong tinggi jika skor total penilaian pada kuesionernya kinerja dalam rentang 80% - 89%. Kepuasan guru tergolong cukup jika skor total penilaian pada kuesioner kinerja dalam rentang 65% - 79%. Kepuasan guru tergolong rendah jika skor total penilaian pada kuesioner kinerja dalam rentang 55% - 64%. Kepuasan guru tergolong sangat rendah jika skor total penilaian pada kuesioner kinerja di bawah 55%. Skor maksimal kuesioner = Jumlah item x skor maksimal skala Likert = 37 x 5 = 185 Skor maksimal kuesioner kinerja adalah 185. Pengklasifikasian tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori didapat dengan menghitung tingkat penguasaan kompetensi sesuai acuan pada tabel 4.22. Tingkat Penguasaan Kompetensi 90% x 185 = 166,5 ≈ 167 80% x 185 = 148 = 148

(178) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 158 65% x 185 = 120,25 ≈ 120 55% x 185 = 101,75 ≈ 102 Di bawah 55% = di bawah 101,75 ≈ di bawah 102 Tabel 4.23 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Tingkat Penguasaan Kompetensi 167 – 185 148 – 166 120 – 147 102 – 119 Di bawah 101 Klasifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Tabel 4.23 menyajikan klasifikasi rentang skor tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Kepuasan guru tergolong sangat tinggi jika rentang skor kuesioner kinerjanya antara 167 – 185. Kepuasan guru tergolong tinggi jika rentang skor kuesioner kinerjanya antara 148 – 166. Kepuasan guru tergolong cukup jika rentang skor kuesioner kinerjanya antara 120 – 147. Kepuasan guru tergolong sangat rendah jika rentang skor kuesionernya antara 102 – 119. Kepuasan guru tergolong sangat rendah jika skor kuesionernya di bawah 101. Tingkat kepuasan guru telah dihitung dan dibandingkan skor penilaian pada kuesioner kinerja dengan klasifikasi kepuasan pada tabel 4.2. Tabel 4.24 menyajikan tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tabel 4.24 Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Responden 1 Total Skor 142 Klasifikasi Tingkat Kepuasan Cukup

(179) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 159 Tabel 4.24 menunjukkan tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Subjek penelitian ini terdiri dari satu orang guru dengan total skor pada kuesioner kinerja 142. Total skor 142 menunjukkan tingkat kepuasan cukup jika dibandingkan dengan klasifikasi tingkat kepuasan guru pada tabel 4.23. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. c. Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru dengan Menggunakan IPA Importance and Performance Analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis lebih jauh tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Metode IPA digunakan untuk mengetahui lebih jauh kepuasan dan ketidakpuasan guru terletak pada bagian mana saja. Langkah pertama yang dilakukan menghitung penilaian guru pada kuesioner kinerja setiap indikator. Langkah kedua ialah menghitung penilaian guru pada kuesioner kepentingan setiap indikator. Langkah ketiga yaitu menghitung rata-rata dari penilaian kepentingan dan penilaian kinerja pada setiap pernyataan. Letak titik tiap pernyataan pada diagram kartesius ditentukan dari rata–rata yang penilaian kepentingan dan penilaian kinerja pada setiap pernyataan. 1) Penilaian Kuesioner Kinerja Total nilai penilaian guru terhadap kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori didapat dengan cara menjumlahkan alternatif jawaban guru setiap pernyataan dari indikator. Total nilai masing-masing pernyataan

(180) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 160 berbanding lurus dengan tingkat kinerja. Semakin tinggi total nilai masingmasing pernyataan semakin tinggi pula tingkat kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Berikut rumusnya Total nilai = {(banyaknya guru yang memilih SS x 5) + (banyaknya guru yang memilih S x 4) + (banyaknya guru yang memilih KS x 3) + (banyaknya guru yang memilih TS x 2) + (banyaknya guru yang memilih STS x 1)} Keterangan : SS = sangat setuju S = setuju KS= kurang setuju TS = tidak setuju STS = banyaknya siswa yang menjawab sangat tidak setuju 2) Penilaian Kuesioner Tingkat Kepentingan Total nilai penilaian guru terhadap kepentingan alat peraga matematika berbasis metode Montessori didapat dengan cara menjumlahkan alternatif jawaban setiap pernyataan dari indikator. Total nilai masing-masing pernyataan berbanding lurus dengan tingkat kepentingan. Semakin tinggi total nilai masingmasing pernyataan semakin tinggi pula tingkat kepentingan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Total nilai = {(banyaknya guru yang memilih SP x 5) + (banyaknya guru yang memilih P x 4) + (banyaknya guru yang memilih KP x 3) +

(181) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 161 (banyaknya guru yang memilih TP x 2) + (banyaknya guru yang memilih STP x 1)} Keterangan : SP = sangat penting, P = penting, KP = kurang penting, TP = tidak penting, STP = sangat tidak penting. Hasil penilaian terhadap kuesioner kinerja dan kuesioner kepentingan pada indikator auto-education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life, dan workmanship diperoleh dari satu (1) responden yang diteliti. Penilaian guru terhadap kinerja indikator auto-education tertera pada tabel 4.25. Penilaian responden terhadap kepentingan pada indikator auto-education tertera pada tabel 4.26. Tabel 4.25 Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Auto-education No 1 2 3 4 5 6 Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mudah saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu sayamengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Total 0 0 0 0 1 Total Nilai 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 2 3 28 STS TS KS S SS

(182) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 162 Tabel 4.25 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja alat peraga pada indikator auto-education. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian guru pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator auto education. Semakin tinggi total nilai setiap nomor pernyataan kuesioner tingkat kinerja, maka semakin baik pula kinerja alat peraga yang digunakan. Indikator auto education terdiri dari enam nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Pernyataan nomor 1, 2, 5, dan 6 memiliki total nilai yang sama yaitu sebesar 5. Pernyataan yang memiliki total nilai 4 adalah pernyataan nomor 3 dan 4. Tabel 4.26 Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Auto-Education No 1 2 3 4 5 6 Pernyataan Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mudah saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu sayamengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 0 4 2 26 Tabel 4.26 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan alat peraga pada indikator auto-education. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian

(183) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 163 guru pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator auto education. Semakin tinggi total nilai setiap nomor, maka semakin penting pula alat peraga yang digunakan. Indikator auto education terdiri dari empat nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 1, 2, 3, dan 5. Pernyataan nomor 1, 2, 5, dan 5 memiliki total nilai yang sama yaitu sebesar 4. Pernyataan yang memiliki total nilai 5 adalah pernyataan nomor 4 dan 6. Tabel 4.27 Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Menarik No 7 8 9 10 Pernyataan Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 1 0 0 3 0 0 1 0 0 3 0 0 2 0 1 16 Tabel 4.27 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja alat peraga pada indikator menarik. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian guru pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator menarik. Semakin tinggi total nilai setiap nomor pernyataan kuesioner tingkat kinerja, maka semakin baik pula kinerja alat peraga yang digunakan. Indikator menarik terdiri dari empat nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 7, 8, 9 dan 10. Pernyataan nomor 7 dan 8 memiliki total nilai yang sama yaitu sebesar 5. Pernyataan yang memiliki total nilai 3 adalah pernyataan nomor 9 dan 10.

(184) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 164 Tabel 4.28 Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Menarik No 7 8 9 10 Pernyataan Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Total SS Total Nilai 1 0 4 0 1 0 4 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 3 1 17 STS TS KS S 0 0 0 0 0 0 Tabel 4.28 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan alat peraga pada indikator menarik. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian guru pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator menarik. Semakin tinggi total nilai setiap nomor pernyataan, maka semakin penting pula alat peraga yang digunakan. Indikator menarik terdiri dari empat nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 7, 8, 9 dan 10. Pernyataan nomor 7, 8 dan 10 memiliki total nilai yang sama yaitu sebesar 4. Pernyataan yang memiliki total nilai 5 adalah pernyataan nomor 9. Tabel 4.29 Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Bergradasi No 11 12 13 14 Pernyataan Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 1 0 4 0 0 1 0 0 3 0 1 0 0 0 2 0 1 0 0 0 2

(185) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 165 No Pernyataan STS TS KS S SS Total Nilai 15 permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Total 0 1 0 0 0 2 0 3 1 1 0 13 Tabel 4.29 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja alat peraga pada indikator bergradasi. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian guru pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator bergradasi. Indikator bergradasi terdiri dari lima nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 11, 12, 13, 14 dan 15. Pernyataan nomor 11 memiliki nilai tertinggi yaitu 4. Pernyataan nomor 12 memiliki total nilai 3. Pernyataan nomor 13, 14, dan 15 memiliki total nilai yang sama yaitu sebesar 2. Tabel 4.30 Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Bergradasi No 11 12 13 14 15 Pernyataan Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari pendek ke panjang Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 1 0 0 3 1 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 3 1 0 2 1 1 16 Tabel 4.30 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan alat peraga pada indikator bergradasi. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian guru

(186) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 166 pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator bergradasi. Semakin tinggi total nilai setiap nomor pernyataan, maka semakin penting pula alat peraga yang digunakan. Indikator bergradasi terdiri dari lima nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 11, 12, 13, 14 dan 15. Pernyataan nomor 14 memiliki nilai terendah yaitu 1. Pernyataan nomor 13 dan 15 memiliki total nilai yang sama yaitu 3. Pernyataan nomor 12 memiliki total nilai 4. Pernyataan nomor 11 memiliki nilai tertinggi yaitu 5. Tabel 4.31 Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Auto-correction No 16 17 18 19 20 Pernyataan Alat peraga dapat menunjukkan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 2 3 23 Tabel 4.31 menunjukkan penilaian siswa terhadap kinerja indikator autocorrection. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator auto-correction. Semakin tinggi total nilai setiap nomor pernyataan kuesioner tingkat kinerja, maka semakin baik pula kinerja alat peraga yang digunakan. Indikator auto-correction terdiri dari lima nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 16, 17, 18, 19 dan 20. Pernyataan

(187) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 167 yang memiliki total nilai 5 adalah pernyataan nomor 16, 17 dan 19. Pernyataan nomor 18 dan 20 memiliki total nilai sama, yaitu 4. Tabel 4.32 Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Auto-correction No 16 17 18 19 20 Pernyataan Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 1 0 0 3 0 0 1 0 0 3 0 0 2 2 1 19 Tabel 4.32 menunjukkan penilaian siswa terhadap kepentingan indikator auto-correction. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator auto-correction. Semakin tinggi total nilai setiap nomor pernyataan kuesioner tingkat kinerja, maka semakin penting pula alat peraga yang digunakan. Indikator auto-correction terdiri dari lima nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 16, 17, 18, 19 dan 20. Pernyataan yang memiliki total nilai 3 adalah pernyataan nomor 19 dan 20. Pernyataan nomor 16 dan 18 memiliki total nilai yang sama yaitu 4. Pernyataan nomor 17 memiliki total nilai 5.

(188) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 168 Tabel 4.33 Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Kontekstual No 21 22 23 24 25 Pernyataan Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering sayalihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Total Tabel 4.33 menunjukkan STS TS KS S SS 0 0 1 0 0 Total Nilai 3 0 0 1 0 0 3 0 0 1 0 0 3 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 3 1 1 18 penilaian guru terhadap kinerja indikator kontekstual. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator kontekstual. Semakin tinggi total nilai setiap nomor pernyataan kuesioner tingkat kinerja, maka semakin baik pula kinerja alat peraga yang digunakan. Indikator kontekstual terdiri dari lima nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 21, 22, 23, 24, dan 25. Pernyataan yang memiliki total nilai 5 adalah pernyataan nomor 25. Pernyataan nomor 24 memiliki total nilai 4. Pernyataan nomor 21, 22, dan 23 memiliki total nilai sama, yaitu 3. Tabel 4.34 Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Kontekstual No 21 22 Pernyataan Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. 0 0 0 1 0 Total Nilai 4 0 0 0 1 0 4 STS TS KS S SS

(189) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 169 23 24 25 Alat peraga terbuat dari bahan yang sering sayalihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Total Tabel 4.34 menunjukkan 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 4 1 21 penilaian guru terhadap kinerja indikator kontekstual. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator kontekstual. Semakin tinggi total nilai setiap nomor pernyataan kuesioner tingkat kinerja, maka semakin penting pula alat peraga yang digunakan. Indikator kontekstual terdiri dari lima nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 21, 22, 23, 24, dan 25.. Pernyataan yang memiliki total nilai 4 yaitu pernyataan nomor 21, 22, 23 dan 25. Pernyataan nomor 24 memiliki total nilai 5. Tabel 4.35 Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Life (Daya Tahan) No 26 27 28 29 30 31 Pernyataan Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 1 0 0 0 2 0 0 0 0 1 5 0 0 1 0 0 3 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 4 4 0 1 1 2 2 24 Tabel 4.35 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator life. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian guru pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator life. Semakin tinggi total nilai setiap nomor

(190) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 170 pernyataan kuesioner tingkat kinerja, maka semakin baik pula kinerja alat peraga yang digunakan. Indikator life terdiri dari enam nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 26, 27, 28, 29, 30 dan 31. Pernyataan nomor 27 memiliki total nilai 2. Pernyataan nomor 29 memiliki total nilai 3. Pernyataan yang memiliki total nilai 4 adalah pernyataan nomor 30, 31. Pernyataan nomor 26 dan 28 memiliki total nilai sama, yaitu 5. Tabel 4.36 Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Life No 26 27 28 29 30 31 Pernyataan Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah dibawa Alat peraga dapat digunakan berulang kali Alat peraga tetap kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak mudah rusak Alat peraga mudah dibersihkan Total STS TS KS S SS Total Nilai 0 0 0 0 1 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 5 3 0 0 1 3 2 25 Tabel 4.36 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator life. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian guru pada masing-masing pernyataan atau item pada indikator life. Semakin tinggi total nilai setiap nomor pernyataan kuesioner tingkat kepentingan, maka semakin penting pula alat peraga yang digunakan. Indikator life terdiri dari enam nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 26, 27, 28, 29, 30 dan 31. Pernyataan nomor 31 memiliki total nilai 3. Pernyataan yang memiliki total nilai 4 adalah pernyataan nomor 26, 27, 28, dan 29. Pernyataan nomor 30 memiliki total nilai 5.

(191) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 171 Tabel 4.37 Penilaian Guru Terhadap Kinerja Indikator Workmanship No 32 33 34 35 36 37 Pernyataan 0 0 0 1 0 Total Nilai 4 0 0 1 0 0 3 0 1 0 0 0 2 0 1 0 0 0 2 0 0 0 0 1 5 0 0 0 0 1 5 0 2 1 1 2 21 STS TS KS S SS Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peragamemiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi Total Tabel 4.37 menunjukkan penilaian guru terhadap kinerja indikator workmanship. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian siswa pada masingmasing pernyataan atau item pada indikator workmanship. Pernyataan nomor 34 dan 35 memiliki total nilai yang sama yaitu 2. Pernyataan nomor 33 memiliki total nilai 3. Pernyataan nomor 32 memiliki total nilai 4. Pernyataan nomor 36 dan 37 memiliki total nilai yang sama, yaitu 5. Tabel 4.38 Penilaian Guru Terhadap Kepentingan Indikator Workmanship No Pernyataan 32 Alat peraga mudah saya perbaiki Alat peragamemiliki permukaan yang halus Alat peraga direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku dengan kuat Alat peraga tidak melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat dengan rapi Total 33 34 35 36 37 0 0 0 0 1 Total Nilai 5 0 0 0 1 0 4 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 3 4 0 0 0 1 0 4 0 0 0 1 0 4 0 2 1 4 1 24 STS TS KS S SS Tabel 4.38 menunjukkan penilaian guru terhadap kepentingan indikator workmanship. Kolom total nilai menunjukkan total penilaian guru pada masing-

(192) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 172 masing pernyataan atau item pada indikator workmanship. Semakin tinggi total nilai setiap nomor pernyataan kuesioner tingkat kinerja, maka semakin penting pula alat peraga yang digunakan. Indikator workmanship terdiri dari enam nomor pernyataan yaitu pernyataan nomor 32, 33, 34, 35, 36 dan 37. Pernyataan nomor 34 memiliki total nilai 3. Pernyataan nomor 33, 35, 36, dan 37 memiliki total nilai yang sama yaitu 4. Pernyataan nomor 32 memiliki total nilai 5. Langkah selanjutnya yaitu menghitung rata–rata dari penilaian kepentingan dan penilaian kinerja pada karakteristik alat peraga matematika berbasis metode Montessori. adalah rata-rata skor penilaian kinerja dari masing-masing pernyataan pada indikator tertentu. adalah rata-rata skor penilaian kepentingan dari masing-masing pernyataan pada indikator tertentu. Rata–rata dari penilaian kepentingan dan penilaian kinerja pada karakteristik alat peraga matematika berbasis metode Montessori ditampilkan di tabel 4.39 Tabel 4.39 Perhitungan rata–rata dari penilaian pelaksanaan kinerja dan kepentingan pada indikator tingkat kepuasan guru No Dimensi I Auto education Alat peraga memudahkan saya memahami konsep matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika Alat peraga dapat saya gunakan tanpa bantuan orang lain. Alat peraga mudah 1 2 3 4 Kata Kunci Mudah mengerti matematika Membantu mengerjakan soal Digunakan tanpa bantuan Mudah Penilaian Penilaian Kinerja Kepentingan 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5

(193) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 173 No 5 6 II 7 8 9 10 III 11 12 13 14 15 Dimensi Kata Kunci saya gunakan. Alat peraga memudahkan saya mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya mengerjakan soal matematika tanpa bantuan orang lain. Rata-rata Menarik Alat peraga mempunyai bentuk yang menarik Alat peraga mempunyai warna yang menarik Alat peraga mempunyai ukuran yang proporsional Alat peraga lebih menarik daripada alat peraga lain Rata-rata Bergradasi Alat peraga dapat digunakan untuk memahami konsep materi matematika dari kelas 1 sampai kelas 6 Alat peraga mempunyai bermacam-macam warna Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran dari kecil ke besar Alat peraga mempunyai permukan dari halus ke kasar Alat peraga mempunyai tingkatan ukuran digunakan Memudah kan mengerjakan soal Mengerjakan soal tanpa bantuan Penilaian Penilaian Kinerja Kepentingan 5 4 5 4 5 5 5 5 4,6 4,3 Bentuk menarik 5 4 5 4 Warna menarik 5 4 5 4 Ukuran proporsional 3 5 3 5 3 4 3 4 4 4,25 Menarik daripada alat peraga lain Memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6 Bermacam warna Ukuran kecil kebesar Permukaan halus ke kasar Ukuran panjang ke pendek 4 5 4 5 3 4 3 4 2 3 2 3 2 1 2 1 2 3 2 3

(194) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 174 No IV 16 17 18 19 20 V 21 22 23 24 25 VI Dimensi dari pendek ke panjang Rata-rata Auto-correction Alat peraga dapat menunjukan kesalahan jawaban saya Alat peraga membantu saya memperbaiki kesalahan dalam mengerjakan soal matematika Alat peraga membantu saya menemukan jawaban yang benar Alat peraga membantu menemukan kesalahan yang saya buat Alat peraga memiliki kunci jawaban Rata-rata Kontekstual Alat peraga dibuat menggunakan bahan yang saya ketahui Alat peraga menggunakan bahan yang dapat saya temukan di lingkungan sekitar. Alat peraga terbuat dari bahan yang sering sayalihat. Alat peraga ini pernah saya lihat Alat peraga sesuai dengan materi pembelajaran Rata-rata Daya Tahan (life) Kata Kunci Penilaian Penilaian Kinerja Kepentingan 2,6 3,2 Menunjukkan kesalahan 5 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 Menemukan kesalahan yang dibuat 5 3 5 3 Memiliki kunci jawab 4 3 4 3 4,6 3,8 Memperbaiki kesalahan Menemukan jawaban benar Terbuat dari bahan yang diketahui siswa Terbuat dari bahan di lingkungan sekitar Terbuat dari bahan yang sering dilihat Pernah dilihat Sesuai materi pelajaran 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 4 4 5 4 5 5 4 5 4 3,6 4,2

(195) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 175 No Dimensi Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat Alat peraga mudah 27 dibawa Alat peraga dapat 28 digunakan berulang kali Alat peraga tetap 29 kuat ketika jarang digunakan Alat peraga tidak 30 mudah rusak Alat peraga mudah 31 dibersihkan Rata-rata VII Workmanship Alat peraga mudah 32 saya perbaiki Alat peraga memiliki 33 permukaan yang halus Alat peraga 34 direkatkan dengan kuat Alat peraga dipaku 35 dengan kuat Alat peraga tidak 36 melukai saya ketika digunakan Alat peraga dicat 37 dengan rapi Rata – rata Total 26 Kata Kunci Bahan yang kuat Mudah dibawa Dipakai berkali-kali Kuat walau jarang digunakan Tidak mudah rusak Mudah dibersihkan Mudah diperbaiki Permukaan halus Penilaian Penilaian Kinerja Kepentingan 5 5 5 5 2 4 2 4 5 4 5 4 3 4 3 4 4 5 4 5 4 3 4 3 3,8 4,2 4 5 4 5 3 4 3 5 2 3 2 3 2 4 2 4 5 4 5 4 5 4 5 4 3,5 3,5 4,2 4,2 Dilem kuat Dipaku kuat Tidak melukai Dicat rapi Tabel 4.39 menunjukkan perhitungan rata–rata dari penilaian kepentingan dan penilaian kinerja tiap pernyataan dari alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Langkah selanjutnya adalah membuat diagram kartesius dari tabel 4.38. Hasil pengukuran pernyataan-pernyataan kepuasan guru ini berdasarkan tingkat kepentingan dan kinerja dari alat peraga matematika berbasis

(196) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 176 metode Montessori. Titik–titik pada diagram kartesius berasal dari nilai rata–rata masing–masing pernyataan pada masing–masing indikator yaitu auto education, menarik, bergradasi, auto-correction, kontekstual, life (daya tahan), dan workmanship. Pertemuan dua titik dan pada diagram kartesius akan menentukan letak suatu pernyataan. Garis tengah pada diagram kartesius dibuat dengan menarik titik dari rata-rata dan . Diagram kartesius dibuat per indikator. Ada tujuh diagram kartesius yang menggambarkan letak tiap pernyataan pada indikator auto-correction, auto-education, menarik, bergradasi, kontekstual, daya tahan (life), dan workmanship. Diagram kartesius indikator auto-education tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat dilihat di gambar 4.9. Gambar 4.9 Diagram Kartesius Indikator Auto Education Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori

(197) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 177 Gambar 4.9 menunjukkan diagram kartesius indikator auto education tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan yang berada di kuadran IV yaitu pernyataan (1) mudah mengerti matematika, (2) membantu saya mengerjakan soal matematika, (5) memudahkan mengerjakan soal. Pernyataan yang ada di kuadran I adalah pernyataan (4) mudah digunakan. Pernyataan yang ada di kuadran II adalah pernyataan (6) mengerjakan soal tanpa bantuan. Pernyataan yang ada di kuadran III adalah pernyataan (3) digunakan tanpa bantuan orang lain. Gambar 4.10 Diagram Kartesius Indikator Menarik Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.10 menunjukkan diagram kartesius indikator tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(198) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 178 Pernyataan nomor 7 (bentuk menarik) dan 8 (warna menarik ) berada di kuadran IV. Pernyataan yang ada di kuadran I adalah pernyataan nomor 9 (ukuran proporsional). Pernyataan yang ada di kuadran III adalah pernyataan nomor 10 (menarik daripada alat peraga lain). Tidak ada pernyataan yang berada di kuadran II. Gambar 4.11 Diagram Kartesius Indikator Bergradasi Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.11 menunjukkan diagram kartesius indikator bergradasi tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan yang terdapat di kuadran II adalah pernyataan nomor 11 (memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6) dan 12 (bermacam warna).

(199) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 179 Pernyataan yang berada di kuadran III yaitu pernyataan nomor 13 (ukuran kecil ke besar), 14 (permukaan halus ke kasar), dan 15 (ukuran panjang ke pendek). Tidak ada pernyataan yang berada di kuadran I dan IV. Gambar 4.12 Diagram Kartesius Indikator Auto-correction Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.12 menunjukkan diagram kartesius indikator auto-correction tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan yang berada di kuadran I adalah pernyataan nomor 18 (menemukan jawaban benar). Pernyataan yang berada di kuadran II adalah pernyataan nomor 16 (menunjukkan kesalahan) dan 17 (memperbaiki kesalahan).

(200) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 180 Pernyataan nomor 20 (memiliki kunci jawab ) berada di kuadran III. Pernyataan nomor 19 (menemukan kesalahan yang dibuat) berada di kuadran IV. Gambar 4.13 Diagram Kartesius Indikator Kontekstual Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.13 menunjukkan persebaran pernyataan indikator kontekstual ke dalam diagram kartesius. Tidak ada pernyataan yang berada di kuadran I. Pernyataan nomor 24 (pernah dilihat) berada di kuadran II. Terdapat tiga pernyataan yang berada di kuadran III yaitu pernyataan nomor 21 (terbuat dari bahan yang diketahui siswa), 22 (terbuat dari bahan di lingkungan sekitar), dan

(201) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 181 23 (terbuat dari bahan yang sering dilihat). Pernyataan nomor 25 (sesuai materi pelajaran) berada di kuadran IV. Gambar 4.14 Diagram Kartesius Indikator Life (Daya Tahan) Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.14 menunjukkan diagram kartesius indikator life (daya tahan) tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Tidak ada pernyataan yang berada di kuadran I. Terdapat dua pernyataan yang berada di kuadran II yaitu pernyataan nomor 26 (bahan yang kuat) dan 30 (tidak mudah rusak). Terdapat dua pernyataan di kuadran III yaitu pernyataan nomor 27 (mudah dibawa) dan 29 (kuat walau jarang digunakan). Pernyataan nomor 28 (dipakai berkali-kali) dan 31 (mudah dibersihkan) berada di kuadran IV.

(202) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 182 Gambar 4.15 Diagram Kartesius Indikator Workmanship Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Gambar 4.15 menunjukkan diagram kartesius indikator workmanship tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 33 (permukaan halus) berada di kuadran I. Pernyataan nomor 32 (mudah diperbaiki) berada di kuadran II. Pernyataan nomor 34 (dilem kuat) dan 35 (dipaku kuat)berada di kuadran III. Pernyataan yang berada di kuadran IV yaitu pernyataan nomor 36 (tidak melukai) dan 37 (dicat rapi). Tabel 4.40 Persebaran Pernyataan Kuesioner Guru Pada Diagram Kartesius untuk Setiap Indikator Tingkat Kepuasan Kuadran Indikator Kata Kunci 1. Mudah mengerti Automatematika education 2. Membantu Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV ♯ ♯

(203) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 183 Kuadran Indikator Kata Kunci 3. 4. 5. 6. Menarik 7. 8. 9. 10. 11. 12. Bergradasi 13. 14. 15. 16. 17. Auto18. correction 19. 20. 21. 22. Konteks – 23. tual 24. 25. Life 26. 27. 28. 29. mengerjakan soal Digunakan tanpa bantuan Mudah digunakan Mudah mengerjakan soal Mengerjakan soal tanpa bantuan Bentuk menarik Warna menarik Ukuran proporsional Menarik daripada alat peraga lain Memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6 Bermacam warna Ukuran kecil ke besar Permukaan halus ke kasar Ukuran panjang ke pendek Menunjukkan kesalahan Memperbaiki kesalaham Menemukan jawaban benar Menemukan kesalahan yang dibuat Kunci jawaban Terbuat dari bahan yang diketahui Terbuat dari bahan di lingkungan sekitar Bahan yang sering dilihat Pernah dilihat Sesuai materi pelajaran Bahan yang kuat Mudah dibawa Digunakan berulang kali Kuat walau jarang Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III Berlebihan IV ♣ ☼ ♯ √ ♯ ♯ ☼ ♣ √ √ ♣ ♣ ♣ √ √ ☼ ♯ ♣ ♣ ♣ ♣ √ ♯ √ ♣ ♯ ♣

(204) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 184 Kuadran Indikator Workmanship Kata Kunci digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus 34. Dilem kuat 35. Dipaku kuat 36. Tidak melukai 37. Dicat rapi Total Presentase Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Prioritas Rendah III √ ☼ 4 10,8 % IV ♯ √ ♣ ♣ 9 24,3 % Berlebihan 13 35,1 % ♯ ♯ 11 29,7 % Tabel 4.40 menunjukkan persebaran pernyataan kuesioner guru pada diagram kartesius untuk setiap indikator tingkat kepuasan. Data dalam tabel 4.40 berasal dari diagram kartesius per satu indikator yang dapat dilihat pada gambar 4.9 sampai gambar 4.15. Masing-masing pernyataan pada indikator tersebar pada kuadran berbeda yaitu I, II, III, dan IV. Simbol yang berbeda digunakan untuk setiap kuadran dengan tujuan mempermudah peneliti dalam menganalisis persebaran pernyataan pada setiap kuadran. Simbol ☼ untuk pernyataan yang berada di kuadran I, simbol √ untuk pernyataan yang berada di kuadran II, simbol ♣ untuk pernyataan yang berada di kuadran III, simbol ♯ untuk pernyataan yang berada kuadran IV. Pernyataan yang berada di kuadran I diberi simbol ☼. Simbol ☼ menandakan bahwa aspek alat peraga dalam pernyataan yang berada di kuadran I memiliki tingkat kepentingan yang tinggi tetapi kinerjanya masih rendah, sehingga menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. Terdapat empat nomor

(205) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 185 pernyataan yang berada di kuadran I dengan persentase sebesar 10,8%. Peryataan yang berada di kuadran I adalah peryataan nomor 4, 9, 18, dan 33. Pernyataan yang berada di kuadran II diberi simbol √. Simbol √ menandakan bahwa aspek alat peraga dalam pernyataan yang berada di kuadran II memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan kinerja alat peraga tinggi, sehingga memuaskan guru sebagai pengguna. Pernyataan yang berada di kuadran ii perlu dipertahakankan prestasinya karena sudah sesuai dengan harapan guru. Terdapat sembilan (9) nomor pernyataan yang berada di kuadran II dengan persentase sebesar 24,3%. Peryataan yang berada di kuadran II adalah peryataan nomor 6, 11, 12, 16, 17, 24, 26, 30, dan 32. Pernyataan yang berada di kuadran III diberi simbol ♣. Simbol ♣ menandakan bahwa aspek alat peraga dalam pernyataan yang berada di kuadran III memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah. Pernyataan yang ada di kuadran III sebaiknya dihapus karena prioritasnya rendah. Terdapat 13 nomor pernyataan yang berada di kuadran III dengan persentase sebesar 35,1%. Peryataan yang berada di kuadran III adalah peryataan nomor 3, 10, 13, 14, 15, 20, 21, 22, 23, 27, 29, 34, dan 35. Pernyataan yang berada di kuadran IV diberi simbol ♯. Simbol ♯ menandakan bahwa aspek alat peraga dalam pernyataan yang berada di kuadran IV memiliki tingkat kepentingan yang rendah tetapi kinerjanya tinggi . Pernyataan yang ada di kuadran IV menunjukkan bahwa aspek dalam alat peraga dilakukan dengan sangat baik oleh alat peraga, namun dinilai kurang penting oleh guru, sehingga dirasa berlebihan. Terdapat 11 nomor pernyataan yang

(206) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 186 berada di kuadran IV dengan persentase sebesar 29,7 %. Peryataan yang berada di kuadran IV adalah peryataan nomor 1, 2, 5, 7, 8, 19, 25, 28, 31, 36, dan 37. Gambar 4.16 Diagram Kartesius Seluruh Indikator Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Papan Bilangan Bulat Gambar 4.16 menunjukkan sebaran 37 pernyataan pada diagram kartesius seluruh indikator tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan yang berjumlah 37 tersebut dibagi ke dalam empat kuadran yaitu kuadran I, II, III, dan IV. Terdapat perbedaan persebaran pernyataan dalam diagram kartesius per satu indikator dengan diagram kartesius seluruh indikator. Perbedaan persebaran pernyataan

(207) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 187 dapat dilihat pada gambar 4.9 - 4.15 dengan gambar 4.16. Hal ini disebabkan karena terdapat perbedaan rata-rata skor kinerja dan rata-rata skor kepentingan pada diagram kartesius setiap indikator dengan diagram kartesius seluruh indikator. Beberapa titk nomor pernyataan tidak muncul dalam diagram kartesius karena keterbatasan aplikasi pengolah data SPSS 16 yang hanya dapat memunculkan maksimal empat nomor pernyataan pada satu titik. Pernyataan yang terdapat pada kuadran I yaitu pernyataan nomor 9 dan 33. Pernyataan yang terdapat di kuadran II yaitu pernyataan nomor 4, 6, 11, 17, 24, 26, 30, dan 32. Pernyataan yang terdapat di kuadran III yaitu pernyataan nomor 13, 14, 15, dan 34. Pernyataan yang berada di kuadran IV yaitu pernyataan nomor 19, 20, dan 31. Terdapat 20 pernyataan yang tidak berada di kuadran manapun (non aplicable atau N/A), melainkan berada di garis tengah yang membagi diagram kartesius menjadi empat kuadran. Pernyataan N/A yaitu pernyataan nomor 1, 2, 3, 5, 7, 8, 10, 12, 16, 18, 21, 22, 23, 25, 27, 28, 29, 35, 36, dan 37. Persebaran pernyataan pada diagram kartesius untuk keseluruhan indikator tingkat kepuasan dapat dilihat pada tabel 4.20. Tabel 4.41 Persebaran Pernyataan Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Pada Diagram Kartesius untuk Keseluruhan Indikator Tingkat Kepuasan Indikator Kata Kunci 1. Autoeducation 2. Mudah mengerti matematika Membantu mengerjakan soal Prioritas Utama I Pertahankan Prestasi II Kuadran Prioritas Rendah III Berlebihan N/A IV • •

(208) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 188 Indikator Kata Kunci Pertahankan Prestasi II Kuadran Prioritas Rendah III Berlebihan N/A IV 3. Menarik Digunakan tanpa bantuan 4. Mudah digunakan 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk menarik 8. Warna menarik 9. Ukuran proporsional 10. Menarik daripada alat peraga lain Prioritas Utama I 11. Memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6 12. Bermacam warna 13. Ukuran kecil ke Bergradasi besar 14. Permukaan halus ke kasar 15. Ukuran panjang ke pendek Autocorrection Kontekstual Life 16. Menunjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalaham 18. Menemukan jawaban benar 19. Menemukan kesalahan yang dibuat 20. Kunci jawaban 21. Terbuat dari bahan yang diketahui 22. Terbuat dari bahan di lingkungan sekitar 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai materi pelajaran 26. Bahan yang kuat 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali 29. Kuat walau jarang digunakan 30. Tidak mudah rusak √ • • √ • • ☼ • √ • ♣ ♣ ♣ • √ • ♯ ♯ • • • √ √ • • • • √

(209) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 189 Indikator Workmanship Kata Kunci 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. Mudah dibersihkan Mudah diperbaiki Permukaan halus Dilem kuat Dipaku kuat Tidak melukai Dicat rapi Total Presentase Prioritas Utama I ☼ 2 5,4 % Pertahankan Prestasi II Kuadran Prioritas Rendah III Berlebihan √ N/A IV ♯ ♣ 8 21,6 % 4 10,8% • • • 3 8,1 % 20 54,1 % Tabel 4.41 menunjukkan persebaran pernyataan kuesioner tingkat kepuasan siswa pada diagram kartesius untuk keseluruhan indikator tingkat kepuasan. Masing-masing pernyataan pada indikator tersebar pada kuadran berbeda yaitu I, II, III, dan IV. Simbol yang berbeda digunakan untuk setiap kuadran dengan tujuan mempermudah peneliti dalam menganalisis persebaran pernyataan pada setiap kuadran. Simbol ☼ untuk pernyataan yang berada di kuadran I, simbol √ untuk pernyataan yang berada di kuadran II, simbol ♣ untuk pernyataan yang berada di kuadran III, simbol ♯ untuk pernyataan yang berada kuadran IV, dan simbol ╬ untuk pernyataan yang tidak berada kuadran manapun. Pernyataan yang berada di kuadran I diberi simbol ☼. Simbol ☼ menandakan bahwa aspek alat peraga dalam pernyataan yang berada di kuadran I memiliki tingkat kepentingan yang tinggi tetapi kinerjanya masih rendah, sehingga menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. Terdapat dua nomor pernyataan yang berada di kuadran I dengan persentase sebesar 5,4%. Peryataan yang berada di kuadran I adalah peryataan nomor 9 dan 33.

(210) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 190 Pernyataan yang berada di kuadran II diberi simbol √. Simbol √ menandakan bahwa aspek alat peraga dalam pernyataan yang berada di kuadran II memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan kinerja alat peraga tinggi, sehingga memuaskan guru sebagai pengguna. Pernyataan yang berada di kuadran II perlu dipertahakankan prestasinya karena sudah sesuai dengan harapan guru. Terdapat 8 nomor pernyataan yang berada di kuadran II dengan persentase sebesar 21,6 %. Peryataan yang berada di kuadran II adalah peryataan nomor 4, 6, 11, 17, 24, 26, 30, dan 32. Pernyataan yang berada di kuadran III diberi simbol ♣. Simbol ♣ menandakan bahwa aspek alat peraga dalam pernyataan yang berada di kuadran III memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah. Pernyataan yang ada di kuadran III sebaiknya dihapus karena prioritasnya rendah. Terdapat 4 nomor pernyataan yang berada di kuaran III dengan persentase sebesar 10,8%. Peryataan yang berada di kuadran III adalah peryataan nomor 13, 14, 15, dan 34. Pernyataan yang berada di kuadran IV diberi simbol ♯. Simbol ♯ menandakan bahwa aspek alat peraga dalam pernyataan yang berada di kuadran IV memiliki tingkat kepentingan yang rendah tetapi kinerjanya tinggi. Pernyataan yang ada di kuadran IV menunjukkan bahwa aspek dalam alat peraga dilakukan dengan sangat baik oleh alat peraga, namun dinilai kurang penting oleh guru, sehingga dirasa berlebihan. Terdapat 3 nomor pernyataan yang berada di kuadran IV dengan persentase sebesar 8,1 %. Peryataan yang berada di kuadran IV adalah peryataan nomor 19, 20, dan 31.

(211) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 191 Pernyataan yang tidak berada di kuadran manapun diberi simbol • . Simbol • mewakili pernyataan non aplicable (N/A). Pernyataan non aplicable (N/A) menandakan bahwa suatu pernyataan tidak berada di kuadran manapun, melainkan berada di garis tengah pada diagram kartesius. Garis tengah dibuat dengan menarik titik dari rata-rata x̄ dan ŷ. Terdapat 20 pernyataan yang termasuk non aplicable (N/A) yaitu pernyataan nomor 1, 2, 3, 5, 7, 8, 10, 12, 16, 18, 21, 22, 23, 25, 27, 28, 29, 35, 36 dan 37. Persentase pernyataan N/A sebesar 54,1 %. Persebaran pernyataan dalam diagram kartesius tingkat kepuasan guru seluruh indikator berbeda dengan persebaran pernyataan dalam diagram kartesius perindikator. Terdapat pernyataan yang berpindah kuadran dilihat dari diagram kartesius per indikator dan diagram kartesius seluruh indikator. Pernyataan yang tidak berpindah kuadran merupakan pernyataan yang konsisten. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa pernyataan yang konsisten adalah pernyataan yang terdapat pada kuadran yang sama pada diagram kartesius tingkat kepuasan secara keseluruhan dengan diagram kartesius per indikator. Konsistensi persebaran pernyataan dalam kuadran pada kuesioner tingkat kepuasan guru dapat dilihat pada tabel 4.42.

(212) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 192 Tabel 4.42 Konsistensi Persebaran Pernyataan dalam Kuadran Pada Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Indi kator Kata Kunci 1. Mudah mengerti matematika 2. Membantu mengerjakan soal Auto 3. Digunakan tanpa edubantuan cati 4. Mudah digunakan on 5. Mudah mengerjakan soal 6. Mengerjakan soal tanpa bantuan 7. Bentuk menarik Mena rik 8. Warna menarik 9. Ukuran proporsional 10. Menarik daripada alat peraga lain 11. Memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6 12. Bermacam warna Bergrada 13. Ukuran kecil ke besar -si 14. Permukaan halus ke kasar 15. Ukuran panjang ke pendek 16. Menunjukkan kesalahan 17. Memperbaiki kesalaham Autoco 18. Menemukan rrec jawaban benar tion 19. Menemukan kesalahan yang dibuat 20. Kunci jawaban Kon- 21. Terbuat dari bahan teksyang diketahui tual 22. Terbuat dari bahan Tidak Konsisten Prioritas Utama I Konsisten Pertahankan Prioritas Prestasi Rendah II III Berlebihan IV IV-N/A IV-N/A III-N/A I – II IV – N/A √ IV – N/A IV – N/A √ III – N/A √ II – N/A √ √ √ II – N/A √ I – N/A √ III – IV III – N/A III –

(213) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 193 Indi kator Kata Kunci di lingkungan sekitar 23. Bahan yang sering dilihat 24. Pernah dilihat 25. Sesuai materi pelajaran 26. Bahan yang kuat 27. Mudah dibawa 28. Digunakan berulang kali 29. Kuat walau jarang digunakan 30. Tidak mudah rusak 31. Mudah dibersihkan 32. Mudah diperbaiki 33. Permukaan halus 34. Dilem kuat Work- 35. Dipaku kuat Life manship 36. Tidak melukai 37. Dicat rapi Total Persentase Tidak Konsisten Prioritas Utama I Konsisten Pertahankan Prioritas Prestasi Rendah II III Berlebihan IV N/A III – N/A √ IV – N/A √ III – N/A IV – N/A III – N/A √ √ √ √ √ III – N/A IV – N/A IV – N/A 22 59,5 % 2 5,4 % 7 18,9 % 4 10,8 % 2 5,4 % Tabel 4.42 menunjukkan konsistensi persebaran pernyataan dalam kuadran pada kuesioner tingkat kepuasan guru. Pernyataan yang tidak berpindah kuadran merupakan pernyataan yang konsisten. Pernyataan yang konsisten adalah pernyataan yang berada di kuadran yang sama pada diagram kartesius tingkat kepuasan secara keseluruhan dengan diagram kartesius per indikator. Terdapat 15 pernyataan yang konsisten dengan persentase sebesar 40,5 %. Pernyataan yang berpindah kuadran merupakan pernyataan yang tidak konsisten. Terdapat 22 pernyataan yang tidak konsisten dengan persentase sebesar 59,5%.

(214) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 194 Pernyataan yang tidak konsisten tersebar di setiap indikator. Terdapat 22 nomor pernyataan yang tidak konsisten yaitu pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 10, 12, 16, 18, 20, 21, 22, 23, 25, 27, 28, 29, 35, 36, dan 37. Pernyataan yang tidak konsisten dapat dilihat di tabel 4.42 kolom 3. Pernyataan yang tidak konsisten merupakan pernyataan yang berada di kuadran berbeda pada diagram kartesius per indikator dengan diagram kartesius seluruh indikator. Pernyataan yang tidak konsisten mungkin disebabkan karena jumlah responden yang kurang banyak. Terdapat 15 nomor pernyataan yang konsisten yaitu pernyataan nomor 6, 9, 11, 13, 14, 15, 17, 19, 24, 26, 30, 31, 32, 33, dan 34. Indikator auto-education memiliki satu pernyataan yang konsisten yaitu pernyataan nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan). Pernyataan nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan) berada di kuadran II yang menunjukkan aspek alat peraga dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Aspek alat peraga dalam pernyataan nomor 6 (mengerjakan soal tanpa bantuan ) dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya kinerja alat peraga memuaskan. Indikator menarik memiliki satu pernyataan yang konsisten yaitu pernyataan nomor 9 (ukuran proporsional). Pernyataan nomor 9 (ukuran proporsional) berada di kuadran I yang menunjukkan aspek alat peraga dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja alat peraga rendah. Pernyataan nomor 9 (ukuran proporsional) dianggap penting oleh guru tetapi pada kenyataannya tidak memuaskan.

(215) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 195 Indikator bergradasi memiliki empat pernyataan yang konsisten yaitu pernyataan nomor 11, 13, 14, dan 15. Pernyataan nomor 11 (memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6) berada di kuadran II yang menunjukkan bahwa aspek alat peraga dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerjanya tinggi. Aspek alat peraga dalam pernyataan nomor 11 (memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6) dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya kinerja alat peraga memuaskan. Pernyataan nomor 13 (ukuran kecil ke besar), pernyataan nomor 14 (permukaan halus ke kasar), dan pernyataan nomor 15 (ukuran panjang ke pendek) berada di kuadran III. Pernyataan yang berada di kuadran III menunjukkan tingkat kepentingan rendah dan kinerja alat peraga rendah. Pernyataan nomor 13 (ukuran kecil ke besar), pernyataan nomor 14 (permukaan halus ke kasar), dan pernyataan nomor 15 (ukuran panjang ke pendek) dianggap tidak penting oleh guru dan kenyataannya tidak memuaskan. Indikator auto-correction memiliki dua pernyataan yang konsisten yaitu pernyataan nomor 17 dan 19. Pernyataan nomor 17 (memperbaiki kesalahan) berada di kuadran II yang menunjukkan bahwa aspek alat peraga dalam pernyataan 17 memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerjanya tinggi. Aspek alat peraga dalam pernyataan nomor 17 (memperbaiki kesalahan) dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya kinerja alat peraga memuaskan. Pernyataan nomor 19 (menemukan kesalahan yang dibuat) berada di kuadran IV yang menunjukkan bahwa pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah tetapi kinerja alat peraga tinggi. Aspek alat peraga yang berkaitan dengan

(216) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 196 “menemukan kesalahan yang dibuat” dilakukan dengan sangat baik oleh alat peraga atau kinerjanya memuaskan, namun dinilai kurang penting oleh guru sehingga terkesan berlebihan. Indikator kontekstual memiliki satu pernyataan yang konsisten yaitu pernyataan nomor 24 (pernah dilihat). Pernyataan nomor 24 (pernah dilihat) berada di kuadran II yang menunjukkan bahwa aspek alat peraga dalam pernyataan 24 memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerjanya tinggi. Aspek alat peraga dalam pernyataan nomor 24 (pernah dilihat) dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya kinerja alat peraga memuaskan. Aspek alat peraga dalam pernyataan nomor 24 (pernah dilihat) perlu dipertahankan pelaksanaannya karena sudah sesuai harapan guru. Indikator life memiliki tiga pernyataan yang konsisten yaitu pernyataan nomor 26, 30 dan 31. Pernyataan nomor 26 (bahan yang kuat) dan pernyataan nomor 30 (tidak mudah rusak) berada di kuadran II. Aspek alat peraga dalam pernyataan 24 memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerjanya tinggi. Aspek alat peraga dalam pernyataan nomor 26 (bahan yang kuat) dan pernyataan nomor 30 (tidak mudah rusak) dianggap penting oleh guru dan pada kenyataannya kinerja alat peraga memuaskan. Aspek alat peraga dalam pernyataan nomor 26 (bahan yang kuat) dan pernyataan nomor 30 (tidak mudah rusak) perlu dipertahankan pelaksanaannya karena sudah sesuai harapan guru. Indikator workmanship memiliki pernyataan yang konsisten yaitu pernyataan nomor 32, 33, dan 34. Pernyataan nomor 32 (mudah diperbaiki) berada di kuadran II yang berarti aspek “mudah diperbaiki” memiliki tingkat

(217) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 197 kepentingan tinggi dan kinerjanya tinggi sehingga guru puas. Pernyataan nomor 33 (permukaan halus) berada di kuadran I yang berarti aspek alat peraga dalam pernyataan tersebut memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja alat peraga rendah. Pernyataan nomor 33 (permukaan halus) dianggap penting oleh guru tetapi pada kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan nomor 34 (dilem kuat) berada di kuadran III yang berarti aspek “dilem kuat” memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah. Pernyataan yang terdapat pada kuadran III dianggap kurang penting oleh guru dan kenyataannya tidak memuaskan. Pernyataan yang konsisten mewakili tujuh indikator tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Pernyataan nomor 6 mewakili indikator auto-education. Pernyataan nomor 9 mewakili indikator menarik. Pernyataan nomor 11, 13, 14, dan 15 mewakili indikator bergradasi. Pernyataan nomor 17 dan 19 mewakili indikator autocorrection. Pernyataan nomor 24 mewakili indikator kontekstual. Pernyataan nomor 26, 30, dan 31 mewakili indikator life. Pernyataan nomor 32, 33, 34 mewakili indikator workmanship. Pernyataan yang konsisten dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasaan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. C. Pembahasan Pembahasan analisis kuesioner tingkat tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode montessori dilakukan dengan menggunakan tiga teknik analisis data yaitu PAP (Penilaian Acuan Patokan) tipe I dan IPA (Importance and Performance Analysis).

(218) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 198 1. Pembahasan Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Siswa Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika berbasis Metode Montessori Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Hasil penelitian tersebut berasal dari data yang dianalisis menggunakan PAP (Penilaian Acuan Patokan) tipe I. Hasil penelitian tidak sesuai dengan hipotesis penelitian yang mengatakan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. Ketidaksesuaian hipotesis dengan hasil penelitian diduga karena alat peraga yang digunakan dalam penelitian merupakan replika dan modifikasi dari alat peraga Montessori asli yang diproduksi di negara asalnya. Kotler (dalam Tjiptono, 2004:147) menyatakan bahwa tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Siswa dapat memutuskan puas atau tidak setelah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat lalu membandingkan kinerja alat atau hasil yang dia rasakan dengan harapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Tingkat kepuasan yang cukup menunjukkan bahwa siswa cukup puas dengan kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan yaitu papan bilangan bulat. Hal ini diperkuat dengan penjelasan Alma (dalam Sophiatin, 2010) bahwa kepuasan berbanding lurus dengan harapan dan layanan.

(219) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 199 Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran merupakan bagian dari pelayanan proses belajar. Siswa merasa puas apabila kinerja alat peraga yang digunakan sama dengan harapannya. Berdasarkan pendapat Kotler (2012) yang menegaskan bahwa kepuasan berkaitan erat dengan kualitas produk yang ditawarkan, maka dapat disimpulkan bahwa siswa merasa cukup puas karena alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan dakon bilangan bulat yang digunakan berkualitas. Kualitas alat peraga dapat diukur dari manfaat alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori dikatakan berkualitas karena dapat memenuhi kebutuhan siswa sebagai pengguna atau pemakai. Hal ini didukung pernyataan Montgomery (dalam Supranto, 2006:2) yang menyatakan “quality is the ex̄tent to which products meet the requirements of people who use them”. Suatu produk bisa dikatakan berkualitas jika produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan pemakainya. Tingkat kepuasan siswa terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Tingkat kepuasan yang cukup ini dapat dipengaruhi oleh kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang berkualitas. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori dikatakan berkualitas karena sesuai dengan harapan siswa, bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan siswa dalam pembelajaran matematika. Teknik analisis Importance and Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap

(220) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 200 penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Hasil analisis menggunakan IPA melalui diagram kartesius menunjukkan bahwa terdapat 22 pernyataan yang konsisten dengan persentase sebesar 60%. Terdapat 1 pernyataan yang konsisten berada di kuadran I. Terdapat 10 pernyataan yang konsisten berada di kuadran II. Terdapat 11 pernyataan yang konsisten berada di kuadran III. Tidak ada pernyataan yang konsisten berada di kuadran IV. Aspek alat peraga pernah dilihat memiliki tingkat kepentingan yang tinggi tetapi kinerjanya masih rendah, sehingga menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. Siswa menilai alat peraga pernah dilihat itu penting tetapi pada kenyataannya aspek alat peraga memiliki tingkat kinerja yang rendah sehingga tidak memuaskan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa belum pernah melihat alat peraga papan bilangan bulat sebelumnya. Papan bilangan bulat ini merupakan alat peraga matematika yang dikembangkan dengan berbasis metode Montessori dan belum dipublikasikan sehingga wajar jika siswa belum pernah melihat alat peraga ini sebelumnya. Aspek pernah dilihat merupakan prioritas utama karena memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja rendah. Prioritas utama berarti harus dilakukan perbaikan untuk mempertahankan aspek tersebut. Aspek alat peraga yang konsisten berada di kuadran II adalah mudah digunakan, memudahkan mengerjakan soal, bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6, memperbaiki kesalahan, menemukan kesalahan yang dibuat, sesuai materi pelajaran, bahan yang kuat, dipakai berkali-kali, kuat walau jarang digunakan, dan dicat rapi. Pernyataan yang berada di kuadran II berarti aspek atau unsur alat peraga dalam suatu pernyataan memiliki tingkat kepentingan yang

(221) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 201 tinggi dan tingkat kinerjanya tinggi sehingga tingkat kepuasannya tinggi. Kuadran II berisi aspek-aspek alat peraga yang dianggap penting dan kinerjanya memuaskan siswa sehingga harus dipertahankan prestasinya. Siswa menganggap penting alat peraga matematika berbasis metode Montessori dapat mudah digunakan, memudahkan untuk mengerjakan soal matematika, dan bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6. Kinerja alat peraga papan bilangan bulat tinggi sehingga siswa puas. Siswa puas karena alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat mudah digunakan, memudahkan untuk mengerjakan soal matematika, dan bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6. Siswa usia SD masih dalam tahap berpikir konkret yang kesulitan memahami konsep matematika yang bersifat abstrak. Konsep matematika meliputi konsep-konsep dalam materi pembelajaran matematika dari kelas 1 sampai kelas 6. Hasan (2011: 108) menjelaskan bahwa alat peraga digunakan sebagai perantara antara konsep matematika yang abstrak dengan keadaan siswa yang masih dalam tahap berpikir konkret. Kemungkinan penyebab siswa merasa puas karena alat peraga papan bilangan bulat memudahkan siswa memahami konsep matematika terutama yang berkaitan dengan operasi bilangan bulat. Kemungkinan tersebut didukung oleh pendapat Suharjana (2009: 3) yang mengatakan bahwa alat peraga dalam pembelajaran matematika dapat mempermudah untuk memahami konsep-konsep matematika. Alat peraga papan bilangan bulat mudah digunakan, memudahkan siswa mengerjakan soal matematika dan bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6 perlu dipertahankan karena sudah sesuai dengan harapan siswa dan memuaskan.

(222) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 202 Alat peraga dapat memperbaiki kesalahan dan dapat menemukan kesalahan yang dibuat dianggap penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya tinggi, sehingga menunjukkan adanya kepuasan. Kemungkinan siswa puas pada aspek alat peraga memperbaiki kesalahan siswa dan menemukan kesalahan yang dibuat karena siswa dapat menemukan dan memperbaiki kesalahan dengan sendirinya tanpa diberitahu orang lain. Siswa belajar mandiri sekaligus belajar menemukan pengetahuannya sendiri (inkuiri). Alat peraga papan bilangan bulat memenuhi kriteria alat peraga Montessori yaitu auto-correction. Kriteria auto-correction yaitu alat peraga dapat menjawab dan menunjukkan letak kesalahan siswa ketika menggunakannya tanpa ada koreksi dari orang lain (Magini, 2013:54). Lillard (2005:328) menyatakan bahwa pembelajaran Montessori merupakan belajar penemuan melalui alat peraga yang dapat memberikan makna bagi anak-anak. Peneliti menyimpulkan bahwa siswa puas karena mendapatkan pembelajaran yang bermakna melalui belajar penemuan, dimana siswa dapat menemukan dan memperbaiki kesalahannya sendiri dengan alat peraga tanpa mendapat intervensi dari orang dewasa. Aspek alat peraga memperbaiki kesalahan dan dapat menemukan kesalahan yang dibuat perlu dipertahankan prestasinya karena sudah memenuhi harapan siswa sehingga siswa puas. Aspek alat peraga sesuai dengan materi pelajaran memiliki tingkat kepentingan tinggi dan kinerja alat peraga tinggi. Aspek alat peraga sesuai dengan materi pelajaran dianggap penting oleh siswa dan kinerjanya memuaskan. Kemungkinan siswa puas disebabkan alat peraga papan bilangan bulat bermanfaat bagi siswa untuk memahami konsep matematika yang sedang dipelajari. Konsep

(223) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 203 matematika yang abstrak akan mudah dipahami oleh siswa yang masih berpikir konkret dengan menggunakan alat peraga. Penggunaan alat peraga akan mempermudah siswa dan menciptakan efisiensi waktu. Waktu yang dibutuhkan untuk memahami konsep abstrak menjadi lebih sedikit dengan adanya benda konkret yang berupa alat peraga (Suharjana, 2009: 3). Kinerja alat peraga papan bilangan bulat memuaskan berarti alat peraga papan bilangan bulat sesuai dengan materi yang siswa pelajari. Aspek alat peraga sesuai dengan materi pelajaran perlu dipertahankan prestasinya karena sudah memenuhi harapan siswa sehingga siswa puas. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat, dapat dipakai berkali-kali, dan masih kuat walau jarang digunakan dianggap penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya tinggi, sehingga menunjukkan adanya kepuasan. Ketiga aspek tersebut memenuhi dimensi kualitas produk yaitu life (keawetan). Dimensi life berkaitan dengan seberapa lama suatu produk dapat digunakan atau bertahan sebelum mengalami kerusakan. Kualitas produk menjadi faktor yang menentukan kepuasan. Siswa merasa puas karena alat peraga papan bilangan bulat memiliki daya tahan yang bagus. Daya tahan yang bagus dapat dilihat dari bahan pembuat alat peraga adalah kayu yang kuat. Papan bilangan bulat yang terbuat dari kayu dapat dipakai berkali-kali dan masih kuat walau jarang digunakan, sehingga siswa puas. Alat peraga papan bilangan bulat telah memenuhi syarat pembuatan alat peraga yaitu sederhana bentuknya, tahan lama, dan dibuat dari bahan yang tidak mudah rusak (Sitanggang & Widyaiswara, 2013: 5). Alat peraga yang awet menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan. Pengguna produk

(224) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 204 merasa puas jika tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki alat (Ratnasari & Aksa, 2011: 117-118). Siswa puas terhadap kinerja alat peraga papan bilangan bulat karena terbuat dari bahan yang kuat, dapat dipakai berkalikali, dan masih kuat walau jarang digunakan sehingga menghemat biaya perbaikan dan perawatan. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat, dapat dipakai berkali-kali, dan masih kuat walau jarang digunakan perlu dipertahankan prestasinya karena sudah memenuhi harapan siswa sehingga siswa puas. Alat peraga dicat rapi dianggap penting oleh siswa dan tingkat kinerjanya tinggi, sehingga siswa puas. Alat peraga papan bilangan bulat dicat warna coklat, merah, dan biru. Kemungkinan siswa puas karena merasakan kualitas alat peraga papan bilangan bulat. Garvin (Laksana, 2008: 90) menjelaskan karakteristik produk yang menimbulkan kepuasan adalah kualitas yang dirasakan (perceiced quality). Kualitas yang dirasakan (perceiced quality) bersifat subjektif dan berkaitan dengan perasaan siswa mengenai keberadaan alat peraga papan bilangan bulat sebagai produk yang berkualitas. Penilaian kerapian pengecatan alat peraga bersifat subjektif. Alat peraga dicat rapi memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan tingkat kinerjanya tinggi sehingga perlu dipertahankan prestasinya karena sudah memenuhi harapan siswa sehingga siswa puas. Aspek alat peraga yang konsisten berada di kuadran III adalah pernyataan yang berkaitan dengan aspek alat peraga digunakan tanpa bantuan, mengerjakan soal tanpa bantuan, warna menarik, ukuran kecil ke besar, permukaan halus ke kasar, ukuran panjang ke pendek, terbuat dari bahan yang diketahui siswa, mudah dibawa, permukaan halus, dipaku kuat, dan tidak melukai. Aspek alat

(225) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 205 peraga dalam pernyataan yang berada di kuadran III memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah. Pernyataan yang ada di kuadran III sebaiknya dihapus karena prioritasnya rendah. Alat peraga digunakan tanpa bantuan dan alat peraga membantu mengerjakan soal tanpa bantuan memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa aspek alat peraga digunakan tanpa bantuan dinilai tidak penting oleh siswa. Dengan kata lain siswa menganggap bantuan dalam menggunakan alat peraga itu penting. Hal ini disebabkan budaya belajar masyarakat Indonesia yang membutuhkan bimbingan untuk menggunakan suatu produk yang baru. Kemungkinan ini didukung Yamin (2009:116) yang menyatakan bahwa siswa menganggap guru sebagai satu-satunya sumber ilmu, hal ini dikarenakan budaya belajar mandiri belum berkembang di Indonesia. Alat peraga digunakan tanpa bantuan dan membantu mengerjakan soal tanpa bantuan memiliki tingkat kepuasan yang rendah dan tingkat kepentingannya juga rendah sehingga sebaiknya dihapus. Alat peraga memiliki warna menarik memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah. Aspek warna menarik pada alat peraga dinilai kurang penting oleh siswa dan kinerja alatnya tidak memuaskan. Pewarnaan alat peraga memiliki tingkat kepentingan yang rendah. Alat peraga papan bilangan bulat menggunakan warna coklat tua, merah tua, dan biru tua. Montessori menjelaskan bahwa tampilan fisik alat peraga harus mengkombinasikan warna yang cerah dan lembut Kemungkinan siswa tidak puas yaitu warna-warna yang digunakan dalam pengecatan alat peraga tidak menarik siswa karena menggunakan warna-warna

(226) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 206 yang tajam dan tua. Siswa usia sekolah dasar berusia antara 6-12 tahun lebih cenderung menyukai warna-warna cerah dan lembut. Perlu diingat bahwa tidak semua siswa SD menyukai warna cerah karena penilaian perihal warna menarik bersifat personal dan bukan berdasarkan usia. Penilaian aspek menarik pada alat peraga papan bilangan bulat bersifat subyektif. Aspek menarik merupakan bagian dari dimensi estetika. Garvin (dalam Laksana, 89-90) menjelaskan bahwa dimensi estetika berkaitan dengan nilai-nilai estetika yang berhubungan dengan pertimbangan dan refleksi individual. Penilaian mengenai menarik atau tidaknya alat peraga akan berbeda antar siswa. Alat peraga memiliki warna menarik memiliki tingkat kepuasan yang rendah dan tingkat kepentingannya juga rendah sehingga sebaiknya dihapus. Alat peraga memiliki ukuran kecil ke besar, alat peraga memiliki permukaan halus ke kasar, dan alat peraga memiliki ukuran panjang ke pendek memiliki tingkat kepentingan yang rendah dan tingkat kinerjanya juga rendah. Alat peraga yang memiliki ukuran kecil ke besar, permukaan halus ke kasar, dan ukuran panjang ke pendek merupakan bagian dari indikator bergradasi. Siswa beranggapan bahwa ukuran kecil ke besar, permukaan halus ke kasar, dan ukuran panjang ke pendek memiliki tingkat kepentingan yang rendah. Alat peraga papan bilangan bulat tidak memiliki ukuran kecil ke besar, permukaan halus ke kasar, dan ukuran panjang ke pendek sehingga tingkat kinerjanya rendah. Aspek ukuran kecil ke besar, permukaan halus ke kasar, dan ukuran panjang ke pendek memiliki tingkat kepuasan yang rendah dan tingkat kepentingannya juga rendah sehingga sebaiknya dihapus.

(227) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 207 Alat peraga terbuat dari bahan yang diketahui siswa memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerjanya rendah sehingga tidak memuaskan siswa. Pengetahuan siswa mengenai bahan pembuat alat peraga dinilai tidak penting. Alat peraga terbuat dari bahan yang diketahui siswa memiliki tingkat kinerja yang rendah yang berarti siswa kurang mengetahui bahan pembuat alat peraga. Bahan yang diketahui siswa memiliki tingkat kepuasan rendah dan tingkat kepentingannya rendah sehingga memiliki prioritas rendah dan sebaiknya dihapus. Alat peraga mudah dibawa memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerjanya rendah. Siswa menilai kemudahan membawa alat peraga papan bilangan tidak penting. Pada kenyataannya papan bilangan bulat memiliki tingkat kinerja yang rendah atau dengan kata lain alat papan bilangan bulat tidak mudah dibawa. Papan bilangan bulat terbuat dari kayu mahoni yang cukup berat dan ukurannya 50 cm x 10 cm sehingga siswa SD kurang leluasa membawa alat peraga papan bilangan bulat. Alat peraga mudah dibawa memiliki tingkat kepuasan rendah dan tingkat kepentingannya rendah, sehingga memiliki prioritas rendah dan sebaiknya dihapus. Alat peraga memiliki permukaan halus memiliki tingkat kepentingan yang rendah dan tingkat kinerjanya rendah. Tingkat kinerja yang rendah menunjukkan bahwa kinerja alat peraga papan bilangan bulat tidak memuaskan siswa. Siswa menilai permukaan alat peraga yang halus tidak penting. Pada kenyataannya kinerja alat peraga papan bilangan bulat rendah yang menunjukkan bahwa alat peraga papan bilangan bulat tidak memiliki permukaan yang halus.

(228) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 208 Alat peraga dipaku kuat memiliki tingkat kepentingan yang rendah dan tingkat kinerjanya rendah. Siswa menilai penggunaan paku yang kuat pada alat peraga tidaklah penting. Tingkat kinerja alat peraga papan bilangan bulat pada aspek dipaku kuat adalah rendah. Pada kenyataannya alat peraga papan bilangan bulat tidak dipaku melainkan dilem atau direkatkan. Alat peraga tidak melukai memiliki tingkat kepentingan yang rendah dan tingkat kinerjanya rendah. Siswa kurang mempedulikan apakah alat peraga melukai atau tidak. Tingkat kinerja alat peraga papan bilangan bulat pada aspek tidak melukai adalah rendah. Hal tersebut berarti siswa menilai alat peraga papan bilangan bulat memiliki kemungkinan untuk melukai siswa. Kemungkinan ini bisa diterima mengingat berat alat peraga papan bilangan bulat ini ± 1 kg dengan ukuran 50cm x 10cm. Alat peraga yang cukup berat memiliki kemungkinan akan melukai siswa ketika terjatuh atau tidak berhati-hati dalam membawa alat peraga papan bilangan bulat. Aspek alat peraga tidak melukai siswa memiliki tingkat kinerja dan tingkat kepentingan yang rendah, sehingga prioritasnya rendah dan sebaiknya dihapus. 2. Pembahasan Analisis Kuesioner Tingkat Kepuasan Guru Terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika berbasis Metode Montessori Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Subjek penelitian ini terdiri dari satu orang guru dengan total skor pada kuesioner kinerja 142. Total skor 142 menunjukkan tingkat kepuasan cukup. Hasil penelitian tersebut berasal dari data yang dianalisis menggunakan PAP (Penilaian Acuan

(229) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 209 Patokan) tipe I. Hasil penelitian tidak sesuai dengan hipotesis penelitian yang mengatakan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah tinggi. Ketidaksesuaian hipotesis dengan hasil penelitian diduga karena alat peraga yang digunakan dalam penelitian merupakan replika dan modifikasi dari alat peraga Montessori asli yang diproduksi di negara asalnya. Kotler (dalam Tjiptono, 2004: 147) menyatakan bahwa tingkat kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang ia rasakan dibandingkan dengan harapannya. Guru dapat memutuskan puas atau tidak setelah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat lalu membandingkan kinerja alat atau hasil yang dia rasakan dengan harapannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Tingkat kepuasan yang cukup menunjukkan bahwa guru cukup puas dengan kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang digunakan yaitu papan dakon bilangan bulat. Kepuasan berkaitan erat dengan kualitas produk yang ditawarkan, maka dapat disimpulkan bahwa guru merasa cukup puas karena alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat yang digunakan berkualitas. Kualitas alat peraga dapat diukur dari manfaat alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan bilangan bulat. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori dikatakan berkualitas karena dapat memenuhi kebutuhan guru sebagai pengguna atau pemakai produk. Hal ini didukung pernyataan Montgomery (dalam

(230) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 210 Supranto, 2006:2) yang menyatakan “quality is the ex̄tent to which products meet the requirements of people who use them”. Suatu produk bisa dikatakan berkualitas jika produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan pemakainya. Peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa tingkat kepuasan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Tingkat kepuasan yang cukup ini dapat dipengaruhi oleh kinerja alat peraga matematika berbasis metode Montessori yang berkualitas. Alat peraga matematika berbasis metode Montessori dikatakan berkualitas karena sesuai dengan harapan guru, bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan guru dalam proses pembelajaran matematika. Teknik analisis Importance and Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Hasil analisis menggunakan IPA melalui diagram kartesius menunjukkan bahwa terdapat 15 pernyataan yang konsisten dengan persentase sebesar 40,5 %. Pernyataan yang konsisten dianggap mampu mewakili pengukuran tingkat kepuasaan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Terdapat 2 pernyataan yang konsisten berada di kuadran I. Terdapat 7 pernyataan yang konsisten berada di kuadran II. Terdapat 4 pernyataan yang konsisten berada di kuadran III. Terdapat 2 pernyataan yang konsisten berada di kuadran IV. Aspek alat peraga menemukan kesalahan yang dibuat, dan mudah dibersihkan dianggap tidak penting oleh guru tetapi kinerjanya memuaskan sehingga berada di kuadran I adalah pernyataan ukuran proporsional dan permukaan halus. Aspek

(231) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 211 dalam pernyataan yang berada di kuadran I memiliki tingkat kepentingan yang tinggi tetapi kinerjanya masih rendah, sehingga menjadi prioritas utama untuk diperbaiki. Alat peraga memiliki ukuran yang proporsional dianggap penting oleh guru, tetapi kenyataannya alat peraga papan bilangan bulat tingkat kinerjanya rendah sehingga guru tidak puas. Peneliti menduga guru menganggap ukuran yang proporsional penting karena ukuran alat peraga yang proporsional akan memudahkan guru menggunakan alat dan meningkatkan kinerja alat peraga yang sejatinya untuk memudahkan dalam proses belajar. Kemungkinan kinerja alat peraga rendah pada aspek ukuran yang proporsional disebabkan ukuran alat peraga papan bilangan bulat tidak proporsional, kurang praktis dan tidak efisien tempat. Ukuran alat peraga perlu diperbaiki untuk memuaskan atau memenuhi harapan guru sebagai pengguna alat peraga. Aspek permukaan alat peraga halus memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerjanya rendah. Guru menganggap penting permukaan alat peraga yang halus tetapi kenyataannya kinerja alat peraga papan bilangan bulat rendah. Kinerja alat peraga papan bilangan bulat rendah berarti permukaan alat peraga papan bilangan bulat tidak halus. Kehalusan permukaan alat peraga berkaitan dengan dimensi kualitas produk yang dapat mempengaruhi kepuasan yaitu dimensi perceived quality (kualitas yang dirasakan) dan workmanship (kualitas pembuatan). Kualitas yang dirasakan (perceived quality) yaitu aspek yang bersifat subyektif dan berkaitan dengan perasaan siswa mengenai keberadaan alat peraga papan bilangan bulat sebagai produk yang berkualitas. Dimensi workmanship berkaitan dengan kualitas pembuatan alat peraga matematika papan bilangan bulat. Kehalusan

(232) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 212 permukaan alat peraga papan bilangan bulat berkaitan dengan kualitas pembuatannya. Aspek permukaan halus pada alat peraga papan bilangan bulat perlu diperbaiki untuk memuaskan atau memenuhi harapan guru sebagai pengguna alat peraga. Aspek alat peraga mengerjakan soal tanpa bantuan berada di kuadran II. Guru menilai penting alat peraga dapat digunakan untuk mengerjakan soal tanpa bantuan orang lain. Pada kenyataannya alat peraga dapat digunakan untuk mengerjakan soal tanpa bantuan sehingga kinerjanya tinggi. Kesesuaian harapan guru dengan kenyataan yang terjadi menimbulkan kepuasan guru. Aspek mengerjakan soal tanpa bantuan perlu dipertahankan prestasinya karena sudah memenuhi harapan guru sehingga guru puas. Alat peraga memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6 memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan tingkat kinerjanya tinggi. Alat peraga memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6 perlu dipertahankan karena sudah sesuai dengan harapan siswa dan memuaskan. Kemungkinan penyebab guru puas karena alat peraga papan bilangan bulat dapat digunakan untuk memahami konsep matematika siswa kelas 1 sampai kelas 6. Alat peraga papan bilangan bulat dapat digunakan siswa kelas rendah, misalnya untuk menyampaikan materi operasi bilangan. Konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6 saling berkaitan sehingga guru merasa puas ketika menemukan satu alat peraga dapat dipakai untuk memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6. Kemampuan alat peraga yang dapat memahami konsep matematika kelas 1

(233) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 213 sampai kelas 6 memperkuat fungsi alat peraga untuk mengefektifkan pembelajaran. Alat peraga memperbaiki kesalahan memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan tingkat kinerjanya tinggi, sehingga guru puas. Kemungkinan guru puas pada aspek alat peraga yang membantu mengerjakan soal tanpa bantuan karena guru dapat menemukan dan memperbaiki kesalahannya dengan sendiri tanpa diberitahu orang lain. Guru belajar mandiri sekaligus belajar menemukan pengetahuannya sendiri (inkuiri). Alat peraga papan bilangan bulat memenuhi kriteria alat peraga Montessori yaitu auto-correction. Pembelajaran Montessori merupakan belajar penemuan melalui alat peraga yang dapat memberikan makna. Peneliti menyimpulkan bahwa guru puas karena mengalami pembelajaran yang bermakna melalui belajar penemuan, dimana guru dapat menemukan dan memperbaiki kesalahannya sendiri dengan alat peraga tanpa mendapat intervensi dari orang lain. Alat peraga pernah dilihat memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan tingkat kinerjanya tinggi sehingga memuaskan. Guru menganggap penting suatu alat peraga pernah dilihat. Kenyataannya alat peraga papan bilangan bulat pernah dilihat guru sebelumnya. Harapan dengan kenyataan sesuai sehingga terciptalah kepuasan. Alat peraga papan bilangan bulat terdiri dari papan utama yang berbentuk persis seperti dakon dilengkapi kotak manik-manik dan kartu soal. Dakon merupakan permainan tradisional yang pernah guru lihat sehingga guru tidak merasa asing.

(234) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 214 Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat, tidak mudah rusak, mudah diperbaiki memiliki tingkat kepentingan yang tinggi dan kinerjanya tinggi sehingga menunjukkan adanya kepuasan. Ketiga aspek tersebut memenuhi dimensi kualitas produk yaitu life (keawetan). Dimensi life berkaitan dengan seberapa lama suatu produk dapat digunakan atau bertahan sebelum mengalami kerusakan. Kualitas produk menjadi faktor yang menentukan kepuasan. Siswa merasa puas karena alat peraga papan bilangan bulat memiliki daya tahan yang bagus. Daya tahan yang bagus dapat dilihat dari bahan pembuat alat peraga adalah kayu yang kuat. Papan bilangan bulat yang terbuat dari kayu dapat dipakai berkali-kali dan masih kuat walau jarang digunakan, sehingga siswa puas. Alat peraga papan bilangan bulat telah memenuhi syarat pembuatan alat peraga yaitu sederhana bentuknya, tahan lama, dan dibuat dari bahan yang tidak mudah rusak. Alat peraga yang awet akan menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan. Pengguna produk merasa puas jika tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki alat. Guru puas terhadap kinerja alat peraga papan bilangan bulat karena terbuat dari bahan yang kuat, dapat dipakai berkali-kali, dan masih kuat walau jarang digunakan sehingga menghemat biaya perbaikan dan perawatan. Alat peraga terbuat dari bahan yang kuat, tidak mudah rusak, dan mudah diperbaiki perlu dipertahankan prestasinya karena sudah memenuhi harapan guru sehingga guru puas. Aspek alat peraga yang konsisten di kuadran III adalah ukuran kecil ke besar, permukaan halus ke kasar, ukuran panjang ke pendek. Ketiga aspek tersebut memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah. Guru tidak

(235) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 215 menganggap penting suatu alat peraga harus memiliki ukuran kecil ke besar, permukaannya halus ke kasar, dan ukurnnya panjang ke pendek. Pada kenyataannya alat peraga papan bilangan bulat tidak memiliki ukuran kecil ke besar, permukaannya halus ke kasar, dan ukurnnya panjang ke pendek. Ukuran kecil ke besar, permukaannya halus ke kasar, dan ukurnnya panjang ke pendek merupakan bagian dari indikator bergradasi. Aspek dalam pernyataan di kuadran III sebaiknya dihapus karena prioritasnya rendah atau tingkat kepentingannya rendah. Alat peraga dilem kuat berada di kuadran III. Alat peraga dilem kuat memiliki tingkat kepentingan rendah dan tingkat kinerja yang rendah. Aspek alat peraga dalam pernyataan yang berada di kuadran III memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah. Pernyataan yang ada di kuadran III sebaiknya dihapus karena prioritasnya rendah. Aspek alat peraga menemukan kesalahan yang dibuat, dan mudah dibersihkan dianggap tidak penting oleh guru tetapi kinerjanya memuaskan. Aspek dalam alat peraga tersebut dilakukan dengan sangat baik oleh alat peraga, namun dinilai kurang penting oleh guru, sehingga dirasa berlebihan Alat peraga menemukan kesalahan yang dibuat memiliki tingkat kepentingan yang rendah tetapi tingkat kinerjanya tinggi.

(236) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori di SD Karitas Yogyakarta. Pada bab V ini peneliti menjelaskan tentang kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran penelitian. A. Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah : 1. Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan siswa terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Tingkat kepuasan yang cukup menunjukkan bahwa siswa cukup puas terhadap kinerja beberapa aspek alat peraga matematika berbasis metode Montessori papan dakon bilangan bulat. Aspek alat peraga yang perlu dipertahankan prestasinya karena memuaskan siswa yaitu alat peraga mudah digunakan, memudahkan mengerjakan soal, bisa digunakan siswa kelas 1 sampai kelas 6, membantu memperbaiki kesalahan, menemukan kesalahan yang dibuat siswa, sesuai dengan materi pelajaran, terbuat dari bahan yang kuat, dapat dipakai berkali-kali, tetap kuat walau jarang 216

(237) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 217 digunakan, dan dicat rapi. Aspek-aspek alat peraga yang perlu dipertahankan prestasinya berada di kuadran II. Kuadran II berisi aspek-aspek alat peraga yang memiliki tingkat kepentingan tinggi dan tingkat kinerjanya tinggi sehingga memuaskan siswa. Aspek alat peraga yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki yaitu alat peraga pernah dilihat. Aspek alat peraga pernah dilihat berada di kuadran I. Aspek alat peraga pernah dilihat memiliki tingkat kepentingan yang tinggi tetapi kinerjanya masih rendah, sehingga tidak memuaskan siswa. Terdapat 11 aspek alat peraga yang memiliki prioritas rendah karena tingkat kepentingan dan kinerjanya rendah. Aspek-aspek yang memiliki prioritas rendah berada di kuadran III. Aspek alat peraga yang memiliki prioritas rendah yaitu alat peraga digunakan tanpa bantuan orang lain, membantu mengerjakan soal tanpa bantuan, memiliki warna menarik, memiliki ukuran kecil ke besar, memiliki permukaan halus ke kasar, memiliki ukuran panjang ke pendek, terbuat dari bahan yang diketahui siswa, mudah dibawa, memiliki permukaan yang halus, dipaku dengan kuat, dan tidak melukai siswa. 2. Tingkat Kepuasan Guru terhadap Penggunaan Alat Peraga Matematika Berbasis Metode Montessori Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian yaitu tingkat kepuasan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori adalah cukup. Tingkat kepuasan yang cukup menunjukkan bahwa guru cukup puas terhadap kinerja beberapa aspek alat peraga matematika berbasis metode

(238) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 218 Montessori papan dakon bilangan bulat. Aspek alat peraga yang perlu dipertahankan prestasinya karena memuaskan guru yaitu alat peraga membantu siswa mengerjakan soal tanpa bantuan orang lain, memahami konsep matematika kelas 1 sampai kelas 6, memperbaiki kesalahan, pernah dilihat, terbuat dari bahan yang kuat, tidak mudah rusak, dan mudah diperbaiki. Aspek alat peraga yang menjadi prioritas utama untuk diperbaiki yaitu alat peraga memiliki ukuran yang proporsional dan memiliki permukaan yang halus. Aspek ukuran proporsional dan permukaan yang halus pada alat peraga berada di kuadran I yang berarti alat peraga papan bilangan bulat memiliki tingkat kepentingan yang tinggi akan tetapi kinerjanya rendah. Aspek ukuran yang proporsional dan memiliki permukaan yang halus menjadi prioritas utama untuk diperbaiki supaya memuaskan siswa sebagai pengguna. Aspek alat peraga yang memiliki prioritas rendah berada di kuadran III yaitu alat peraga memiliki ukuran kecil ke besar, alat peraga memiliki permukaan halus ke kasar, alat peraga memiliki ukuran panjang ke pendek, dan alat peraga dilem kuat. Aspek alat peraga dalam pernyataan yang berada di kuadran III memiliki tingkat kepentingan dan kinerja yang rendah, sehingga sebaiknya dihapus. Aspek alat peraga yang berlebihan terdapat di kuadran IV yaitu alat peraga menemukan kesalahan yang dibuat dan alat peraga mudah dibersihkan. Pernyataan yang ada di kuadran IV menunjukkan bahwa aspek menemukan kesalahan yang dibuat dan alat peraga mudah dibersihkan dilakukan dengan sangat baik oleh alat peraga, namun dinilai kurang penting oleh guru, sehingga dirasa berlebihan.

(239) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 219 B. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini tidak terlepas dari berbagai kekurangan yang menjadi keterbatasan dalam penelitian. Keterbatasan dalam penelitian ini antara lain : 1. Keterbatasan jumlah responden belum bisa memberikan gambaran penuh untuk mengukur tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 2. Penelitian ini merupakan penelitian awal yang hanya dapat mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. Penelitian ini tidak bisa menjawab pertanyaan mengapa siswa dan guru puas atau tidak puas. Penyebab kepuasan siswa dapat dijawab melalui penelitian tersendiri. 3. Uji validitas empiris untuk kuesioner guru belum dapat dilakukan karena peneliti mengalami kesulitan mengumpulkan setidaknya 30 guru yang telah menggunakan alat peraga matematika berbasis metode Montessori. 4. Kuesioner kinerja dan kepentingan yang digunakan dalam penelitian ini baru pertama kali dikembangkan. 5. Keterbatasan program SPSS yang tidak dapat memunculkan lebih dari 4 nomor pernyataan pada satu titik. C. Saran 1. Jumlah responden perlu ditambah agar dapat memberikan gambaran penuh untuk mengetahui tingkat kepuasan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga matematika berbasis metode Montessori.

(240) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 220 2. Penyusunan dan pengukuran kuesioner selanjutnya lebih mempertimbangkan berbagai indikator tingkat kepuasan dan karakteristik produk secara komprehensif. 3. Kuesioner untuk penelitian selanjutnya perlu diperbaiki. 4. Instrumen pengumpulan data untuk penelitian selanjutnya disertai wawancara dan observasi untuk mendukung pembahasan hasil penelitian.

(241) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Referensi Arikunto, S. 2005. Manajemen Pendidikan. Jakarta: Rineka Pustaka. Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Aritonang, Lerbin R. 2007. Riset Pemasaran: Teori dan Praktik. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia. Arsyad, A. 2009. Media pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada BNSP. 2007. Standar Isi (Kerangka Dasar dan Stuktur Kurikulum) untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Pembinaan Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar. Buzan, Tony.2007. Buku pintar mind map: membuka kreativitas, memperkuat ingatan, mengubah hidup. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Chan, Ping-Cheung Patrick. 2005. Relevant Attributes In Assessment for Design Featuresof Indoor Games Halls: The Application OfimportancePerformance Analysis. USA: UMI. Crain, W. 2007. Teori Perkembangan Konsep dan Aplikasi. Edisi ke-3. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Darmanto, P. dan Pujo Wiyoto. 2005. Kamus Lengkap Inggris-Indonesia, Indonesia - Inggris. Surabaya: Penerbit Arkola. Depdiknas. 2006. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: BSNP Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia. Hartati B, A. dkk. 2010, “Pengembangan Alat Peraga Gaya Gesek untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA”. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia (2010) 128-132, http://journal.unnes.ac.id/index.php/jpii, April 2012. Hasan, Q. A. (2011, Mei). Pembelajaran Pembagian Menggunakan Peraga Manipulatif Dengan Pendekatan Algoritma Tunggal. Prosiding Seminar Nasional Penelitian, Pendidikan dan Penerapan MIPA , 107-112. 221

(242) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 222 Hergenhahn, B.R & Olson, M.H. 2009. Theories of learning (teori belajar). Jakarta: Kencana Hudojo, H. (2001). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Hudojo, H. 2001. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang: Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang. Indriantoro, N dan Bambang S, 2007. Metodologi Penelitian Bisnis :untuk Akuntansi & Manajemen. Yogyakarta: BPFE Istijanto. 2009. Aplikasi Praktis Riset Pemasaran, Cara Praktis Meneliti Konsumen dan Pesaing. PT Gramedia Jakarta Kotler, P. 2005. Manajemen Pemasaran. Jilid 1. Jakarta: Indeks. Kotler, P., & Keller, K. L. (2007). Manajemen Pemasaran. Edisi keduabelas. Jakarta: Indeks. Laksana, F. 2008. Manajemen Pemasaran Pendekatan Praktis. Yogyakarta: Graha Ilmu. Laksana, F. 2008. Manajemen Pemasaran Pendekatan Praktis. Yogyakarta: PT Graha Ilmu. Lillard, P. P. (2005). Montessori: The Science Behind The Genius. Oxford: Oxford University Press. Lillard, P.P. 1997. Montessori in The Classroom. New York: Schocken Books. Magini, A. P. 2013. Sejarah Pendekatan Montessori. Yogyakarta: Kanisius. Margono, S. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Asdi Mahasatya. Masidjo, L (2010). Penilaian Pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Montessori, M. 2002. The Montessori Method. New York: Schocken Books. Montessori, M. 2008. The Absorbent Mind, Pikiran yang Mudah Menyerap, terjemahan dari Dariyanto. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

(243) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 223 Nienhuis. (2012). Montessori. The Global Standard. diakses dari www. nienhuis.com pada tanggal 19 Mei 2014 pukul 12.30 Pratiwi, E. (2013). Pengembangan alat peraga Montessori untuk keterampilan berhitung Matematika kelas IV SDN Tamanan 1 Yogyakarta. Skripsi.Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Priyatno, Dwi. 2010. Teknik Mudah dan Cepat Melakukan Analisis Data Penelitian dengan SPSS dan Tanya Jawab Ujian Pendadaran. Yogyakarta: Gava Media. Programme for International Student Assessment.What students know and can do: Student performance in reading, mathematics and science (2009). Diakses dari http://www.oecd.org/pisa/46643496.pdf pada 12 Februari 2014. Rangkuti, Freddy. 2002. Riset Pemasaran. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Ratnasari, T.R dan Aksa, M. 2011. Teori dan Kasus Manajemen Pemasaran Jasa. Bogor: PT Ghalia Indonesia. Rubaman, U. Maman. 2008. Mengukur kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan. Jurnal Madani Edisi I/ Mei 2008 Rukmi, D. A. (2013). Pengembangan alat peraga perkalian ala Montessori untuk siswa kelas II SD Krekah Yogyakarta. Skripsi. Tidak diterbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Scott, Michele. (2010). Critical thinking in a Montessori setting: an action research. Final requirements for the MAED degree. St.Paul, Minnesota: St.Catherine University. Diunduh tanggal 20 Maret 2014, dari Sethi, R. 2000. New Product Quality and Product Development Teams. Journal of Marketing, Vol. 64, No. 2 (Apr., 2000) pp. 1-14. Sitanggang. A., & Widyaiswara. 2013. Alat Peraga Matematika Sederhana untuk Sekolah Dasar. Sumatera Utara: Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan. Solihatin, Etin. 2005. Cooperative Learning. Jakarta : Bumi Aksara Sopiatin, P. (2010). Managemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Bogor: Ghalia Indonesia. Sopiatin, Popi. 2010. Manajemen Belajar Berbasis Kepuasan Siswa. Cilegon: Ghalia Indonesia.

(244) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 224 Sudjana, N. 2000. CBSA. Dasar-dasar proses belajar mengajar. Bandung: PT Sinar Baru Algeandra. Sugiarsi, S. (2012). Peningkatan proses dan hasil belajar matematika dengan memanfaatkan media dan alat peraga materi operasi hitung campuran. Dinamika, Jurnal Praktik Penelitian Tindakan Kelas Pendidikan Dasar dan Menengah Vol.3 ISSN: 0854-2172:57-58. Diunduh tanggal 1 Maret 2014, dari http://i-rpp.com/index.php/dinamika/article/view/13 Sugiyono. (2010). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Yogyakarta: Alfabeta. Suharjana, A. dkk.. 2009. Pemanfaatan Alat Peraga Matematika dalam Pembelajaran di SD. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPTK) Matematika. Suherman, E dkk. 2001. Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: JICA Universitas Pendidikan Indonesia. Suherman, Erman, dkk, 2003. Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: UPI, Edisi Revisi. Sunyoto, D. 2012. Konsep Dasar Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Buku Seru. Supranto, J. 2006. Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan: untuk meningkatkan pangsa pasar. Jakarta: Rineka Cipta. Supranto. 2006. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Jakarta: PT Rineka Cipta. Susanto, A. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Edisi ke-1. Jakarta: Kencana. Suwangsih, Erna. 2006. Model Pembelajaran Matematika. Bandung: UPI Press Taniredja, T. dan Mustafidah, H. 2011. Penelitian kuantitatif: sebuah pengantar. Bandung: Alfabetha Tim Penyusun. (2008). Kamus Bahasa Indonesia (KBBI). Jakarta: Pusat Bahasa– Departemen Pendidikan Nasional. Tim Redaksi Pusat Bahasa. 2008. Kamus besar Bahasa Indonesia, Pusat Bahasa, edisi keempat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Tjiptono, F. 2004. Manajemen Jasa. Yogyakarta: Penerbit Andi

(245) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 225 Tjiptono, F. 2011. Service Management Mewujudkan Layanan Prima. Edisi ke-2. Yogyakarta: PT Andi. Verkuyten, Maykel dan Jochem Thijs (2002). School satisfaction of elementary school children: the role of performance, peer relations, ethnicity and gender. Social Indicators Research 59: 203-228. Kluwer Academic Publishers. Netherland. Diunduh tanggal 22 Mei 2014, dari http://link.springer.com/article/10.1023/A:1016279602893#page-2 Wardhani, E.K. 2006, “Pengukuran Tingkat Kepuasan Konsumen Jasa Penerbangan (Studi Kasus Kasus Pada Jasa Penerbangan Garuda Indonesia Semarang-Jakarta”. Jurnal Studi Manajemen & Organisasi. Volume 3, Nomor 1 Widayat, dan Amirullah. 2002. Riset Bisnis. PT Graha Ilmu. Yogyakarta Yamit, Zulian. 2002. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. Yogyakarta: Ekonosia.

(246) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 226 Lampiran 1 Surat Ijin Melakukan Uji Validitas dan Reliabilitas

(247) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 227 Lampiran 2 Surat Ijin Penelitian

(248) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 228 Lampiran 3 Surat Keterangan Selesai Penelitian

(249) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 229 Lampiran 4 Hasil Expert Judgement

(250) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 230

(251) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 231

(252) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 232

(253) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 233

(254) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 234

(255) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 235 Lampiran 5 Hasil Face Validity Kuesioner untuk Siswa

(256) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 236

(257) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 237

(258) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 238

(259) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 239 Lampiran 6 Hasil Face Validity untuk Kuesioner Guru

(260) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 240

(261) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 241

(262) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 242

(263) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 243 Lampiran 7 Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Uji Coba Kuesioner Kinerja

(264) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 244

(265) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 245

(266) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 246

(267) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 247 Lampiran 8 Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Uji Coba Kuesioner Kepentingan

(268) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 248

(269) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 249

(270) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 250

(271) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 251 Lampiran 9 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kinerja NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Auto-education Menarik Auto-correction Bergradasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 4 5 5 5 3 5 5 5 4 4 3 5 5 5 4 5 1 5 5 5 5 4 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 5 1 4 5 4 4 3 4 5 4 4 4 3 5 5 5 5 3 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 3 5 3 5 5 5 3 4 5 4 5 4 1 4 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 3 4 5 2 5 5 5 3 2 3 3 5 3 5 4 3 5 3 4 5 5 4 4 4 4 5 5 1 3 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 2 4 4 4 4 3 5 5 4 5 5 3 5 4 5 4 5 4 3 5 2 4 5 3 4 4 5 5 5 4 4 3 5 5 4 5 4 5 5 5 1 5 5 4 4 4 5 5 3 5 3 4 5 5 3 4 5 4 4 5 2 2 5 3 5 4 5 5 4 3 4 3 5 3 4 5 3 5 5 5 3 3 4 4 5 3 4 4 3 5 3 4 5 5 4 4 4 4 3 4 1 4 3 4 4 3 4 3 4 4 4 5 3 4 3 3 5 5 5 5 2 2 3 3 3 2 4 4 3 4 5 5 5 4 4 1 4 1 3 4 1 3 2 4 5 3 4 1 5 2 4 5 5 3 4 3 5 5 5 5 1 1 2 2 3 1 4 4 3 4 5 5 5 4 3 1 4 1 3 5 2 5 2 5 5 3 5 4 4 4 4 3 5 3 3 4 5 5 5 5 3 2 2 2 4 2 5 5 4 5 4 5 5 5 1 1 4 1 3 4 2 3 4 4 5 3 5 2 5 3 4 5 3 2 4 3 1 5 5 5 3 5 3 3 4 1 3 3 1 5 4 4 5 4 2 1 4 1 2 4 1 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 3 5 4 5 5 1 5 3 5 4 3 5 5 5 5 4 4 5 4 3 1 5 1 4 5 1 3 3 3 4 3 5 2 4 4 5 5 5 3 4 1 4 1 5 5 3 3 4 3 3 1 4 4 2 4 4 3 5 4 3 1 4 1 3 4 2 2 5 3 5 4 4 3 4 3 5 5 5 4 3 1 3 5 5 5 4 1 3 2 1 2 4 5 2 5 5 3 5 5 3 1 3 1 3 4 1 4 5 4 4 4 5 3 5 3 5 5 5 3 5 1 4 5 4 5 5 3 3 2 3 1 3 3 2 5 5 3 5 4 2 1 3 1 3 5 2 5 5 2 5 4 5 2 4 3 3 5 3 3 3 1 5 5 5 5 2 3 2 3 1 1 4 4 1 5 4 4 5 5 2 1 3 1 3 5 1 2 5 4 4 4 5 5 4 5 4 3 5 5 4 1 5 5 5 5 5 5 4 4 5 3 5 4 2 5 4 4 5 4 4 4 5 4 4 4 2 4 5 3 5 4 4 4 5 4 5 3 5 5 3 1 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 3 5 4 4 5 5 3 4 4 4 5 5 1 2 5 4 4 4 5 5 4 5 5 3 5 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 4 4 3 5 5 4 5 5 4 4 5 4 5 4 1 4 5 4 5 4 5 5 5 4 4 3 5 5 4 1 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 4 4 3 5 4 3 5 5 4 4 4 4 4 5 1 2 5 2 5 5 4 1 5 3 5 3 5 4 3 5 3 5 1 5 5 4 5 5 4 3 3 4 4 5 4 4 5 5 4 4 3 4 4 5

(272) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 252 Kontekstual 21 22 23 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 1 3 5 5 4 4 3 3 5 3 5 5 3 3 5 1 3 5 3 5 1 3 3 3 4 1 3 4 2 4 4 4 5 4 4 4 3 4 3 5 1 5 4 5 5 4 5 4 5 3 5 3 3 4 4 1 3 1 4 5 3 4 3 4 4 1 4 3 1 4 5 5 5 3 4 4 4 4 3 4 1 2 5 5 5 5 4 4 4 3 4 5 3 3 3 1 3 5 4 5 2 4 3 3 4 1 4 4 1 4 5 5 5 3 4 4 4 4 4 4 24 25 1 4 5 5 5 5 4 3 5 5 4 5 5 4 3 5 4 5 3 5 4 5 3 4 4 1 4 4 3 4 5 5 5 4 3 4 4 4 3 5 1 2 5 5 4 3 5 5 4 4 5 3 5 5 3 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 1 5 5 5 5 5 4 4 5 4 4 5 Life 26 27 1 4 3 2 5 5 4 5 5 3 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 3 5 3 4 4 3 3 4 2 5 5 5 5 4 3 4 4 4 4 4 1 3 2 5 5 2 4 4 4 4 4 3 5 3 3 3 5 5 4 5 1 2 3 4 3 3 4 4 3 5 5 5 5 4 3 1 4 1 4 5 28 29 30 31 1 2 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 3 5 5 5 5 5 3 5 5 5 3 3 4 5 3 5 4 4 5 5 4 4 5 5 4 4 1 4 5 3 5 3 5 5 4 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 2 3 5 5 4 3 3 5 3 5 4 4 5 4 3 4 4 4 4 3 2 2 4 4 5 4 4 5 4 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 5 5 4 4 4 4 2 5 5 5 5 4 2 4 5 4 4 3 2 3 3 3 5 3 5 5 4 4 4 5 5 4 5 5 4 5 5 5 2 3 4 4 3 3 4 4 3 5 5 4 5 4 2 1 4 1 4 4 Workmanship 32 33 34 35 1 2 2 4 5 2 3 5 4 3 4 5 3 3 4 1 4 3 5 5 1 4 3 3 4 4 5 4 4 5 5 5 5 4 2 1 4 1 4 5 1 5 2 4 4 1 4 4 4 3 4 5 3 3 3 1 3 1 4 5 3 4 3 4 3 2 3 4 1 5 2 5 5 5 4 1 3 1 4 4 1 5 2 2 5 1 5 4 5 2 4 3 5 2 4 1 1 3 4 5 5 3 2 3 1 2 3 4 3 5 2 5 5 4 3 1 3 1 4 3 1 5 4 4 5 1 5 3 4 2 4 3 5 3 5 1 3 5 3 5 1 3 3 4 2 2 2 4 4 5 3 5 5 5 2 1 3 1 4 3 36 37 1 3 5 5 5 5 3 5 4 4 4 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 5 2 4 4 4 3 4 4 5 5 4 5 5 4 4 5 4 4 3 1 4 3 2 5 5 4 3 4 3 4 5 5 4 2 5 5 5 3 5 4 3 3 3 3 3 5 4 3 5 1 4 5 5 4 4 4 4 4 5

(273) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 253 Lampiran 10 Data Mentah Hasil Uji Coba Kuesioner Kepentingan NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Auto-education Menarik Auto-correction Bergradasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 4 4 4 5 4 3 4 5 5 4 5 3 5 5 2 4 4 3 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 4 4 4 2 4 5 4 5 4 4 4 3 5 4 3 5 5 4 5 5 3 5 5 1 4 4 5 5 5 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 5 3 4 5 2 3 5 3 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 3 5 5 5 3 3 4 3 5 5 5 2 3 3 3 5 3 5 3 4 5 5 5 5 4 3 4 4 4 4 3 4 5 5 5 4 5 3 5 4 4 5 5 5 5 2 4 5 5 5 5 3 3 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 4 5 3 4 4 5 5 4 5 5 5 4 5 3 1 5 3 3 4 5 5 5 5 4 4 4 5 5 4 5 4 5 4 3 4 5 4 4 5 4 5 4 4 5 4 5 5 4 4 5 5 3 5 3 1 4 1 4 3 5 5 5 1 5 4 4 5 3 4 5 3 5 3 5 5 5 3 5 4 5 5 3 2 3 3 5 4 4 5 5 2 4 5 5 5 1 2 2 4 3 5 5 3 1 3 3 3 2 4 4 4 3 4 5 3 3 3 2 3 3 3 4 2 4 2 5 4 3 2 5 1 4 5 5 5 1 3 2 4 4 5 5 2 2 3 3 3 2 3 4 4 4 5 4 1 3 2 3 3 3 3 4 2 1 3 5 4 3 5 5 2 3 4 3 5 1 4 2 5 5 5 5 4 3 3 2 4 4 4 4 4 5 4 5 5 4 2 2 4 3 3 4 3 2 4 4 4 3 5 5 4 3 4 4 4 1 2 3 2 3 5 5 5 2 3 3 4 3 3 5 3 3 4 3 5 3 2 3 3 2 2 5 4 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 4 1 4 3 5 5 5 2 5 4 4 5 4 2 5 5 5 4 3 5 5 3 2 5 3 4 5 2 5 2 4 5 3 4 5 4 2 4 5 5 1 1 2 4 1 5 5 3 2 4 2 3 2 3 5 4 5 4 5 5 5 3 1 3 2 2 4 2 3 5 4 4 4 5 5 5 3 4 5 5 2 1 2 3 1 5 5 1 1 2 2 3 3 4 5 4 3 5 5 4 4 3 1 3 1 3 3 3 4 3 4 4 3 3 5 5 3 4 5 5 2 2 3 3 5 5 5 4 1 2 2 3 3 4 5 3 5 5 1 4 5 2 1 4 1 3 3 3 2 5 4 4 4 3 5 2 5 3 5 5 2 2 3 3 5 5 5 4 3 2 2 3 3 5 5 4 5 5 1 1 5 2 3 3 1 3 4 3 1 5 5 4 4 5 5 2 3 4 5 1 5 1 3 4 5 5 5 4 3 3 3 5 4 4 4 3 5 4 4 5 5 3 3 2 3 4 3 3 4 5 5 5 4 4 5 5 4 4 5 1 5 1 3 4 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 3 5 5 5 5 5 2 4 5 4 5 4 3 3 5 4 5 4 3 5 4 5 4 3 1 5 1 3 4 5 5 5 4 5 5 5 5 4 4 5 3 5 5 5 3 5 4 4 5 4 5 5 3 4 5 3 5 3 5 4 4 4 4 5 5 5 2 3 4 5 5 5 4 5 4 4 5 3 5 4 3 5 4 3 5 5 3 3 1 3 4 4 4 5 5 5 5 4 5 3 5 3 4 4 3 1 2 4 4 5 5 5 5 4 4 5 3 3 3 4 4 5 5 4 5 4 4 5 4 5 5 4

(274) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 254 Kontekstual 21 22 23 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 2 4 5 4 5 4 5 4 4 3 4 5 3 2 2 2 3 5 5 5 4 2 3 3 3 3 4 4 2 4 4 5 5 4 3 3 5 3 3 5 3 4 4 5 4 3 5 4 5 3 4 3 2 1 3 3 3 1 5 5 2 2 3 3 3 3 4 4 2 5 5 3 5 3 4 4 4 4 3 4 3 5 4 5 5 4 5 5 4 3 4 5 2 1 3 3 4 5 5 5 1 3 3 3 3 3 2 4 2 4 5 4 5 4 4 4 1 4 3 4 24 25 4 2 5 5 4 5 5 4 4 5 4 5 5 2 4 4 5 5 5 5 1 5 4 4 3 3 1 5 3 3 5 5 5 4 3 4 4 4 3 5 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 4 5 4 2 2 4 4 5 5 5 4 5 5 4 3 4 4 5 4 5 4 5 5 4 4 4 5 4 4 5 Life 26 27 4 2 3 5 4 5 5 5 5 4 4 5 5 2 1 4 4 1 5 5 3 3 4 4 4 4 5 5 3 4 4 5 3 5 3 4 5 4 4 5 3 3 3 5 5 2 4 5 2 4 4 4 3 2 1 3 5 3 5 5 1 3 4 3 3 4 4 5 3 4 5 3 5 4 3 4 5 3 3 4 28 29 30 31 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 5 5 2 1 4 5 5 5 5 2 2 4 4 3 4 4 4 5 5 5 3 5 5 2 3 5 4 3 5 3 5 5 4 5 3 4 3 5 4 4 5 5 3 1 3 5 5 5 5 1 1 3 3 4 4 5 5 3 5 4 4 5 5 2 4 5 1 3 5 3 5 4 4 5 5 4 5 5 4 4 5 4 3 1 3 5 5 5 5 2 1 2 2 4 4 5 5 4 4 5 5 5 5 2 2 5 4 4 3 3 5 3 5 4 5 4 5 4 4 4 5 5 2 1 3 4 5 5 5 4 5 3 2 3 4 4 4 3 4 5 5 2 4 2 4 5 1 3 3 Workmanship 32 33 34 35 4 2 4 5 4 5 3 5 4 4 4 3 5 2 1 4 4 3 5 5 3 4 3 3 3 4 1 4 2 4 3 1 1 4 2 2 4 1 3 4 4 1 3 4 4 1 3 5 5 1 4 5 5 3 1 4 4 1 5 5 2 5 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 5 4 2 2 3 2 3 3 4 1 4 5 4 3 5 5 5 4 4 3 1 1 2 4 1 4 5 5 1 5 2 2 3 4 2 4 3 5 5 3 5 4 2 2 4 1 3 3 4 3 5 3 4 1 5 5 2 5 4 3 5 1 3 4 3 3 5 5 3 3 3 2 3 4 4 4 3 5 5 3 5 4 2 2 1 1 3 5 36 37 3 2 5 5 5 5 4 5 2 3 4 5 5 4 3 3 3 5 5 5 4 5 3 3 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 2 2 5 4 5 3 4 3 5 5 2 5 5 4 2 4 5 5 3 4 3 5 5 5 5 5 4 3 3 4 4 3 4 4 5 5 5 1 5 2 1 4 5 3 1

(275) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 255 Lampiran 11 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kinerja a. Output Validitas Kinerja Indikator Auto-education

(276) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 256 b. Output Validitas Kinerja Indikator Menarik

(277) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 257 c. Output Validitas Kinerja Indikator Bergradasi

(278) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 258 d. Output Validitas Kinerja Indikator Auto-correction

(279) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 259 e. Output Validitas Kinerja Indikator Kontekstual

(280) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 260 f. Output Validitas Kinerja Indikator Life

(281) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 261 g. Output ValiditasKinerja Indikator Workmanship

(282) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 262 Lampiran 12 Output Validitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan a. Output Validitas Kepentingan Indikator Auto-education

(283) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 263 b. Output Validitas Kepentingan Indikator Menarik c. Output Validitas Kepentingan Indikator Bergradasi

(284) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 264 d. Output Validitas Kepentingan IndikatorAuto-correction

(285) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 265 e. Output Validitas Kepentingan Indikator Kontekstual

(286) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 266 f. Output Validitas Kepentingan Indikator Life

(287) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 267 g. Output Validitas Kepentingan Indikator Workmanship

(288) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 268 Lampiran 13 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kinerja a. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-education b. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Menarik

(289) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 269 c. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Bergradasi d. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Auto-correction

(290) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 270 e. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Kontekstual f. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Kontekstual

(291) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 271 g. Output Reliabilitas Kinerja Indikator Workmanship

(292) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 272 Lampiran 14 Output Reliabilitas Uji Coba Kuesioner Kepentingan a. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-education b. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Menarik

(293) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 273 c. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Bergradasi d. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Auto-correction

(294) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 274 e. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Kontekstual f. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Life

(295) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 275 g. Output Reliabilitas Kepentingan Indikator Workmanship

(296) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 276 Lampiran 15 Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Kuesioner Kinerja

(297) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 277

(298) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 278

(299) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 279

(300) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 280 Lampiran 16 Contoh Jawaban Responden (Siswa) Pada Kuesioner Kepentingan

(301) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 281

(302) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 282

(303) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 283

(304) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 284 Lampiran 17 Contoh Jawaban Responden (Guru) Pada Kuesioner Kinerja

(305) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 285

(306) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 286

(307) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 287 Lampiran 18 Contoh Jawaban Responden (Guru) Pada Kuesioner Kepentingan

(308) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 288

(309) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 289

(310) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 290 Lampiran 19 Data Mentah Hasil Kuesioner Kinerja Pada Responden (Siswa) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 4 3 1 5 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 1 4 4 4 1 4 3 4 4 5 4 5 4 3 3 4 4 5 4 2 3 Auto-education 2 3 4 5 4 3 5 4 4 4 3 3 1 1 2 1 4 3 4 4 4 1 4 5 4 4 3 3 5 2 4 5 4 3 5 4 4 4 2 4 4 1 3 4 4 4 3 4 5 4 4 4 4 3 5 4 5 3 4 4 4 3 4 4 2 1 3 3 3 2 3 5 4 3 5 4 1 2 4 3 1 5 5 1 4 3 5 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 3 3 4 5 2 4 4 4 5 3 3 4 3 5 5 3 3 5 5 3 3 4 3 3 2 3 3 3 2 5 4 3 3 5 3 4 3 5 5 4 2 2 4 3 2 5 4 2 5 4 2 6 3 3 1 3 1 4 1 3 4 3 5 5 3 3 3 2 3 4 1 1 3 5 5 3 2 3 3 1 3 2 2 3 3 2 5 4 menarik 7 8 9 4 3 3 4 2 3 3 4 4 5 4 3 4 5 5 4 4 4 3 3 4 4 3 3 1 1 2 5 3 4 3 2 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 5 3 4 4 4 4 3 3 5 3 2 4 4 4 5 1 1 4 5 4 5 4 3 5 3 3 4 3 3 4 2 4 5 4 3 4 5 5 4 4 3 4 4 5 4 3 3 3 5 4 4 5 5 5 5 1 3 1 1 1 4 3 3 4 5 4 10 5 5 4 5 3 5 4 5 5 5 5 4 5 4 4 3 5 4 5 5 4 4 4 3 4 5 4 5 4 3 4 4 4 1 4 3 bergradasi 11 12 13 5 5 3 4 5 3 5 3 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 5 3 5 5 3 2 1 3 1 2 3 1 3 2 3 3 3 5 5 3 4 5 3 1 3 3 5 3 3 4 5 5 3 3 2 5 5 5 4 5 4 4 1 5 5 5 5 4 3 4 2 2 3 5 4 4 4 4 3 4 2 3 4 1 4 4 3 4 2 1 1 5 5 5 5 4 5 2 4 5 4 4 1 3 2 2 3 3 4 14 5 2 3 3 3 4 4 5 2 2 4 4 5 4 3 4 4 2 2 4 4 5 3 2 4 5 1 1 3 2 5 3 5 4 3 4 Auto-correction 15 16 17 5 5 5 5 5 4 4 3 4 4 5 2 4 5 5 3 3 4 3 5 3 5 5 5 5 5 5 4 5 4 3 4 5 5 5 4 5 5 5 2 5 5 4 5 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 1 5 5 1 1 3 1 5 5 5 5 4 3 4 3 2 4 2 5 5 5 4 5 3 5 5 5 4 5 5 5 5 4 2 3 4 2 5 5 5 5 5 3 5 4 2 4 4 5 5 1 5 5 4 18 5 5 4 4 4 2 4 5 4 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 3 5 5 3 4 5 1 5 3 4 5 1 3 5 4 5 4

(311) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 291 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 19 3 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 4 5 5 5 3 3 4 4 2 3 5 4 3 4 1 3 4 4 2 4 kontekstual 20 21 22 5 3 1 3 3 3 4 4 4 4 3 3 4 5 5 4 4 2 2 2 4 5 3 1 5 4 2 5 5 3 5 4 2 3 4 4 4 4 1 3 3 3 5 5 4 3 3 4 4 3 5 5 5 5 4 3 5 5 5 5 5 5 2 5 3 3 4 3 4 3 4 4 3 3 5 4 4 4 4 5 5 2 4 5 3 3 4 4 5 5 1 5 5 2 3 5 5 4 5 4 3 1 1 2 3 3 4 5 23 5 3 3 5 5 4 5 5 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 3 3 4 5 4 4 5 5 5 1 5 5 5 5 3 4 4 4 24 1 5 3 3 5 4 3 1 4 5 4 5 3 4 5 4 5 5 5 4 5 5 4 4 5 3 5 4 4 5 5 3 1 3 3 5 25 4 1 4 3 3 4 4 4 4 2 4 4 4 3 3 4 5 4 5 4 1 1 4 3 5 2 4 4 4 2 1 4 4 3 3 3 daya tahan 26 27 5 2 1 3 4 3 4 2 5 5 4 4 4 4 5 2 4 2 4 4 4 4 5 4 5 2 3 4 4 4 3 4 5 5 5 5 3 5 5 3 3 5 4 4 4 4 4 4 5 5 4 2 5 5 5 5 4 4 3 4 3 5 5 5 5 5 5 2 5 2 4 5 28 1 1 4 2 4 4 4 1 3 4 4 5 1 3 4 4 4 5 5 4 5 5 4 3 4 4 5 4 4 5 5 4 5 2 2 4 29 3 3 4 2 5 4 2 3 1 5 2 4 3 4 5 4 5 2 1 4 5 3 5 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 5 3 4 30 3 3 3 3 4 2 4 3 2 2 2 5 3 3 3 3 4 3 5 2 1 2 1 3 3 3 4 1 3 2 1 4 1 1 1 3 Workmanship 31 32 33 34 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 5 2 2 3 3 3 3 3 5 4 4 4 5 4 3 3 5 3 3 3 3 1 2 1 3 4 1 2 4 3 2 2 4 4 4 5 5 3 3 3 3 4 5 2 3 4 2 2 4 3 4 3 4 4 5 2 5 2 4 4 5 5 5 4 5 1 3 1 2 4 2 1 5 5 2 1 5 5 2 3 4 3 3 4 4 5 5 5 5 4 3 4 3 5 5 5 3 5 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 3 5 5 5 5 5 3 3 5 5 2 3 4 2 1 1 5 5 2 2 5 4 3 4 4 35 3 3 4 3 5 5 3 3 2 4 3 5 3 4 4 4 4 5 5 3 5 4 4 4 5 5 5 4 3 3 5 5 5 1 4 5

(312) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 292 Lampiran 20 Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan Pada Responden (Siswa) Responden 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 3 3 3 5 5 5 5 3 5 4 5 5 3 5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 5 3 3 4 5 5 4 4 3 Auto-education 2 3 4 5 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 5 2 5 5 5 4 5 5 4 3 4 4 3 3 3 3 5 5 1 5 3 2 4 4 4 5 5 5 5 5 5 4 3 3 3 3 5 3 4 5 3 3 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 3 4 5 1 5 4 4 2 5 1 3 2 5 4 3 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 5 4 4 5 4 1 5 4 3 1 5 4 3 1 3 3 4 3 4 3 5 4 5 4 5 3 5 5 4 5 4 5 5 3 3 3 5 3 4 4 3 4 4 3 6 3 3 3 3 2 4 2 3 5 5 3 4 3 4 4 3 3 4 5 2 3 4 4 4 5 3 5 3 3 3 4 3 3 1 3 3 menarik 7 8 9 3 3 3 3 3 3 5 5 4 3 2 1 2 2 2 3 4 4 3 3 2 3 3 3 1 1 1 1 3 5 3 1 3 4 3 5 3 3 3 5 5 5 3 1 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 5 4 4 1 1 2 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 2 3 4 5 4 3 5 4 5 2 4 3 5 2 2 2 4 4 5 5 5 5 5 3 5 3 2 4 1 1 1 5 5 5 4 4 5 10 5 5 5 3 3 5 4 5 4 5 3 5 5 5 5 3 5 4 5 5 4 4 4 2 4 5 4 5 2 4 5 5 5 1 5 3 bergradasi 11 12 13 4 4 4 5 5 5 5 4 3 2 1 1 2 2 2 4 4 4 2 4 2 4 4 4 1 1 1 2 1 2 2 1 1 4 3 5 4 4 5 3 5 3 2 1 2 3 4 4 5 4 3 3 2 2 5 5 4 1 1 1 4 3 3 4 3 3 4 4 4 2 2 2 4 4 4 4 3 4 3 1 1 3 4 5 2 3 3 3 4 4 3 5 1 3 5 5 3 3 2 1 2 2 5 5 4 4 3 3 14 5 5 3 1 2 5 4 4 1 2 3 5 4 5 1 4 3 1 3 1 1 4 4 2 4 5 1 1 3 4 5 5 3 4 5 3 Auto-correction 15 16 17 18 4 5 5 5 1 5 1 5 4 4 4 4 3 4 2 3 5 5 5 4 1 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 2 5 3 5 5 4 5 3 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 4 5 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 4 5 3 5 3 5 4 1 1 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 4 3 4 4 2 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 4 3 3 4 5 5 5 4 3 4 2 2 5 5 3 3 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 5 5 5 5 4 4

(313) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 293 kontekstual daya tahan Workmanship Responden 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 2 1 2 1 2 3 5 2 3 4 2 1 1 1 5 5 5 1 1 1 5 5 3 4 4 4 3 4 4 5 5 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 2 2 3 4 5 1 2 3 1 1 1 1 1 1 1 3 1 5 2 2 2 4 5 5 4 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 6 5 4 5 3 5 5 5 5 5 3 5 5 4 5 3 5 4 7 4 4 5 5 5 5 4 5 5 4 2 4 3 2 1 5 3 8 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 2 1 2 1 9 1 3 3 1 4 4 4 4 2 1 1 1 1 1 1 1 4 10 5 4 4 3 4 5 2 4 4 5 4 2 5 2 2 4 5 11 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 3 5 3 5 2 5 3 12 5 5 3 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 13 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 2 1 2 1 14 5 5 5 5 4 5 4 4 5 4 4 3 4 5 3 3 4 15 4 3 4 3 5 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 16 3 3 3 4 4 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 17 3 5 5 3 3 4 4 4 3 3 4 3 4 5 3 5 5 18 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 2 2 1 2 2 3 2 19 1 5 3 4 3 5 5 2 5 5 5 4 3 4 5 4 5 20 3 3 3 3 4 2 3 4 2 2 2 1 1 2 1 1 1 21 3 3 1 4 5 5 1 4 5 5 5 1 4 2 2 5 5 22 3 4 3 4 5 5 3 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 23 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 24 4 2 2 4 4 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 4 2 25 3 2 2 4 4 5 4 4 5 5 3 4 5 4 5 5 2 26 4 5 3 4 5 2 4 5 4 4 5 3 4 5 4 5 5 27 5 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 28 3 3 5 4 3 5 4 5 5 5 5 1 5 4 5 3 5 29 4 4 5 4 4 4 2 3 3 4 4 2 3 3 3 3 3 30 4 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 3 3 5 2 4 4 31 3 2 2 5 5 5 2 2 3 5 5 5 5 5 5 5 5 32 5 5 5 5 3 3 3 3 5 1 5 1 5 1 1 5 1 33 4 1 3 3 4 3 4 5 3 3 3 3 5 2 2 2 5 34 2 4 3 2 2 1 5 4 4 1 4 4 2 2 5 1 5 35 3 2 2 5 5 5 2 5 3 3 5 3 5 2 3 5 5 36 4 4 5 4 5 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 1 5

(314) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 294 Lampiran 21 Data Mentah Hasil Kuesioner Kinerja Pada Responden (Guru) Nomor Item Auto-Education Responden 1 Menarik Auto-correction 'Bergradasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 5 5 4 4 5 5 5 5 3 3 4 3 2 2 2 5 5 4 5 4 Responden 1 Nomor Item Life Kontekstual Workmanship 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 3 3 3 4 5 5 2 5 3 4 4 4 3 2 2 5 5 Lampiran 22 Data Mentah Hasil Kuesioner Kepentingan Pada Responden (Guru) Nomor Item Responden Auto-Education 1 1 2 1 4 5 6 7 8 Auto-correction 'Bergradasi 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 4 4 4 5 4 5 5 5 3 3 5 4 3 1 3 4 5 4 3 3 Responden 3 Menarik Nomor Item Life Kontekstual Workmanship 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 3 5 4 3 4 4 4

(315) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 295 Lampiran 15 Foto Penelitian

(316)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI RISET PASAR ALAT PERAGA EDUKATIF BERBASIS METODE MONTESSORI UNTUK ANAK USIA DINI.
0
7
19
PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM MATEMATIKA
0
0
7
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
264
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
275
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK PERTUKARAN DAN PENGELOMPOKAN BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
183
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
210
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
317
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA MATEMATIKA UNTUK OPERASI BILANGAN BULAT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
1
177
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
344
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA BANGUN DATAR BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
177
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ATAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
338
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA UNTUK JENIS DAN BESAR SUDUT BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
167
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
284
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP ALAT PERAGA PEMBAGIAN BILANGAN DUA ANGKA BERBASIS METODE MONTESSORI SKRIPSI
0
0
183
TINGKAT KEPUASAN SISWA DAN GURU TERHADAP PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA BERBASIS METODE MONTESSORI
0
0
308
Show more