Penerapan pembelajaran kooperatif dengan Think Pair Share untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada materi rantai makanan siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tahun 2011/2012 - USD Repository

Gratis

0
0
160
2 days ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI RANTAI MAKANAN SISWA KELAS X SMA PANGUDI SKRIPSIDiajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : MarietaPurwaningsih NIM : 081434017PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI RANTAI MAKANAN SISWA KELAS X SMA PANGUDI SKRIPSIDiajukan untuk Memenuhi Salah SatuSyarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)Program Studi Pendidikan Biologi Oleh : MarietaPurwaningsih NIM : 081434017PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Skripsi dengan Judul : PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI RANTAI MAKANAN SISWA KELAS X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA TAHUN 2011/2012 Yang diajukan oleh :Marieta Purwaningsih NIM : 081434017Telah disetujui oleh : Pembimbing 1Luisa Diana Handoyo, M.Si. Tanggal : 12 Oktober 2012

HALAMAN PERSETUJUAN

  Skripsi dengan Judul : PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI RANTAI MAKANAN SISWA KELAS X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA TAHUN 2011/2012 Yang diajukan oleh :Marieta Purwaningsih NIM : 081434017Telah disetujui oleh : Pembimbing 1Luisa Diana Handoyo, M. Si.

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Kedua orang tuaku, Tarsisius Hartiyo dan Elisabhet Sangida 2. Seluruh keluargaku yang telah memberikan doa, semangat dan cita kasih selama saya mengerjakan karya ini.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkandalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

KATA PENGANTAR

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa dalam berdiskusi dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajara di kelas X SMA PangudiLuhur Yogyakarta. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Think Pair Share pada materi rantai makanan dapat meningkatkanaktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam melakukan proses mengajar, guru harus dapat memilih dan

  Banyak metode mengajar yang dipakai oleh guru yang mana masing-masing metode mempunyaikelebihan dan kekurangan, kekurangan suatu metode dapat ditutupi oleh metode mengajar yang lain sehingga guru dapat menggunakan beberapametode mengajar dalam melakukan proses belajar mengajar. Think Pair Share adalah metode yang dikembangkan oleh Frank Lyman dan kawan-kawan dari Universitas Maryland yang mampu mengubah asumsi bahwa metode resitasi dan diskusi perlu diselenggarakan dalam setting kelompok kelas secara keseluruhan.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang maka permasalahan dirumuskan sebagai berikut :“Apakah penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode Think Pair Share dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012”

C. Batasan Masalah

  Adapun pembatasan masalah dalam penelitianini adalah : 1. Ruang Lingkup PenelitianRuang lingkup dalam penelitian ini adalah ruang lingkup kognitif berupa peningkatan hasil belajar dan psikomotor dengan melihataktivitas siswa melalui model pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning ) dengan metode Think Pair Share.

2. Obyek Penelitian

  Kompetensi dan Materi Pembelajaran Kompetensi yang ditingkatkan dalam penelitian ini adalahStandar Kompetensi 4 yaitu :“Menganalisa hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi dan daur biogeokimia. Hipotesa Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditulis sebelumnya, dari penelitian ini dapat diambil hipotesa” Penggunaan pembelajaran kooperatif dengan metode Think Pair Share dapat meningkatkan aktivitasdan hasil belajar siswa kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakartapada materi rantai makanan.

F. Manfaat Penelitian

  Suatu penelitian dilakukan pada intinya untuk dapat memecahkan suatu masalah yang diteliti dan hasil penelitian diharapkan dapatmemberikan manfaat. Bagi peneliti sebagai sarana untuk mempraktikan teori-teori yang diperoleh selama dibangku kuliah dengan kenyataan sehari-haridan meningkatkan pemahaman dan pengalaman peneliti di dunia pendidikan yang sesungguhnya.

2. Manfaat bagi siswa untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaranBiologi yang lebih inovatif

  3. Manfaat bagi guru sebagai motivasi guru untuk meningkatkan ketrampilan memilih strategi pembelajaran yang sesuai danbervariasi.

BAB II DASAR TEORI 1. Proses Belajar Mengajar Menurut Syah (1995) proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan

  Dalam hal ini guru berinteraksi sedemikian rupa dengan siswa agar siswa membentuk makna dan pemahamannyasendiri dalam memperoleh pengetahuannya. Daripengertian diatas beberapa ahli menyimpulkan bahwa yang disebut proses belajar adalah sebuah kegiatan integral (utuh terpadu) antara siswa sebagai pelajar yangsedang belajar dengan guru sebagai pengajar yang sedang mengajar.

2. Belajar

  Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Abdurrahman(2003) bahwa “ Belajar merupakan proses dari seorang individu yang berupaya mencapai tujuanbelajar atau disebut hasil belajar, yaitu suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap”. Tingkatan tersebutdimulai dari menerima dan menaruh perhatian yang merupakan kesadaran paling sederhana, memberikan respon secara sukarela, memberikan penilaian,pengorganisasian yaitu apa yang telah dilakukan mengkristal dalam dirinya sebagai tatakrama dan apa yang diyakini itu dibandingkan dengan standaretika yang ada, serta karakterisasi dimana seseorang siap menilai ulang apa yang diyakininya dan bersedia untuk merevisi pandangan yang dipegangnya.

3. Hasil Belajar

  Faktor internal siswa antara lain :1) Aspek fisiologisKondisi jasmani yang memadai dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Guru sebagai teladan bagi siswa harus mampu memotivasisiswa untuk belajar dengan baik.2) Pemilihan metode pembelajaranTitik sentral yang harus dicapai oleh setiap pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran.

4. Aktivitas Belajar

  Dalam pembelajaran denganmodel kooperatif, aktivitas yang dilakukan oleh siswa adalah bekerja sama dan saling membantu satu sama lain untuk menyelesaikan tugas dalam al.l (2009), model pembelajaran kooperatif dirancang tidak hanya untuk menyelesaikan tugas dalam pembelajaran namun untuk membangun sikap posistif antarsiswa di dalam kelas yang beragam dan multikultural. Hal ini bertujuan untuk melengkapi tugas kelompok dengan menyatukan tugas yang telah dikerjakan oleh masing-masing anggota kelompok sehingga hasil yang dicapai merupakan hasil kerja sama kelompok.

6. Think Pair Share

  Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat suatu informasi dan seorang siswa juga dapat belajardari siswa lain serta saling menyampaikan idenya untuk didiskusikan sebelum disampaikan di depan kelas. Guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber pembelajaran (teacher oriented), tetapi justru siswa dituntut untuk dapat menemukan dan Metode yang sederhana, namun sangat bermanfaat ini dikembangkan pertama kali oleh Frank Lyman dari Universitas of Maryland.

7. Rantai Makanan a

  Rantai Makanan Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan. Rantai makanan dan tingkat tropiSalah satu cara suatu komunitas berinteraksi adalah dengan peristiwa makan dan dimakan, sehingga terjadi pemindahan energi,elemen kimia, dan komponen lain dari satu bentuk kebentuk lain disepanjang rantai makanan.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitianini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan kajian sistematik dari upaya

B. Treatmen

  Setting Penelitian1) Tempat dan Waktu Penelitian a)Tempat penelitian : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Alamat : Panembahan Senopati 18 Yogyakarta b)Waktu penelitian : Maret-Mei 2012 2) Subyek Penelitian Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X6 SMA Pangudi LuhurYogyakarta pada semester Ganjil tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 28 orang siswa, terdiri dari 7 siswa perempuan dan 21 siswalaki-laki. Rancangan Penelitian Peneliti menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas model SpiralKemmis dan Taggrat (2008) berikut ini : Model yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart pada hakekatnya berupa perangkat-perangkat terdiri dari empat komponen,yaitu : perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.

E. Siklus I ( 1 x pertemuan- 2JP) 1

  Sesuai batas waktu yang disediakan diskusi kelompok dengan pasangannya, siswa kembali berkumpul dangan kelompok lainmenjadi 2 pasang dan terdiri dari 4 siswa. EvalusiEvaluasi ini akan melihat dari proses serta hasil belajar siswa disetiap siklus, apakah metode yang diterapkan sudah mampumembawa siswa pada tujuan yang ditetapkan yaitu meningkatnya aktivitas pada diri siswa.

F. Siklus II ( 1 x pertemuan- 2JP) 1. Perencanaan

  Hal ini dibedakan supaya siswa dapat bekerja sama dengan siswa lain dan tidak bersifat monoton. Guru pelaksana tindakan membagikan Lembar Kerja Siswa dan mengajak siswa untuk memecahkan suatu masalah yang ada didalamlembar kerja siswa tersebut.

3. Pengamatan

  Refleksi Setelah proses pembelajaran dalam satu siklus ini berakhir, maka peneliti merefleksikan hal-hal sebagai berikut ini : Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu, jumlah, dan waktu dari setiap macam tindakan. Evaluasi ini akan melihat dariproses serta hasil belajar siswa disetiap siklus, apakah metode yang diterapkan sudah mampu membawa siswa pada tujuan yang ditetapkan yaitumeningkatnya aktivitas pada diri siswa.

G. Variabel Penelitian dan Indikator Keberhasilan

  Variabel dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut : Tabel 3.1 Tabel Variabel Penelitian dan Indikator keberhasilan Variabel Data Indikator Keberhasilan Aktivitas siswa Data observasi aktivitas siswa Aktivitas siswa pada pelaksanaan siklus II meningkat dibandingkandengan siklus I. Tingakt keaktifan 70% Prestasi belajar Hasil postes pada siklus I Siswa yang tuntas siswa(mencapai KKM 73) sejumlah 50% atau 14orang.

H. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Dalam penelitian ini, nilai siswa yang dihasilkan dari tes merupakan data primer pada aspek kognitif siswa.

2. Observasi langsung

  Adapun penggunaan instrumen berkaitan dengan prosedur, alat, pelaku, sumber informasi, dan cara analisis data dalam penelitiandiuraikan pada tabel berikut ini : Tabel 3.2 Instrumen Pengambilan Data No. Pengujian atau Validasi Instrumen Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta padamateri rantai makanan dengan model belajar Think Pair Share.

1. Instrumen bentuk tes

  Analisis yang digunakan adalah sebagaiberikut : Tabel 3.3Skoring nilai dalam soal uraianNilai yang Bobot nilai per Total nilai Nomor soal diperoleh (n) soal (b) (n.b) 1 2 ∑ (n.b) Sudjana (2010) Pemberian dengan bobot ini dapat memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu menjawab dengan kategori soal sulitsehingga siswa tersebut berkesempatan untuk memperoleh nilai lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang hanya menjawab soal mudah(Sudjana, 2010). Nilai akhir dari soal tes ini dilakukan dengan menjumlahkan antara nilai pilihan ganda dan uraian yang diperoleh tiap siswakemudian dikonversi dalam skala 100.

1. Nilai akhir dan ketuntasan belajar siswa

Untuk menentukan ketuntasan belajar secara klasikal, Ali (1988) memberikan contoh rumus yang dapat digunakan yaitu : ∑ P = x 100%Keterangan :P adalah nilai ketuntasan belajar 1 adalah jumlah siswa yang telah tuntas belajar ∑ nN adalah jumlah total siswa

2. Lembar Observasi siswa

  Ketrampilan komunikasiantar individu dan kelompok B : Siswa mengerjakan LKS dan dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang ditugasinya. Tanggung jawab individuK : Siswa tidak mengerjakan LKS dan tidak dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang ditugasinya.

C: Jika siswa duduk saling berhadapan tetapi tidak saling memandang wajah pada saat berdiskusi

  Ketrampilan berkomunikasi antar individu dalam kelompokK : Selama diskusi siswa tidak dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga tidak mudah dimengerti oleh temannya, suka memotong penjelasan atau pertanyaan teman dan apabilamengajukan pertanyaan tidak mengacungkan tangan lebih dahulu. Jika siswa mau mendengarkan dan menghargai pendapat anggota kelompoknya tampak seperti (senyuman, kontak mata, angkattelunjuk dan menepuk punggung) B : Selama diskusi siswa dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pandapat teman dan apabila mengajukan pertanyaanmengacungkan tangan dahulu.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian pada Siklus 1 1. Deskripsi Hari/tgl : Senin, 14 Mei 2012 Jam : 07.00- 08.30 Tempat : Kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Materi : Rantai makanan (Fungsi rantai makanan dan jenis rantai

  Penyampaian materi pembelajaran tersebut menggunakan model pembelajaran Think Pair Share yang artinya berfikir sendiri kemudianberpasangan dan kemudian mendiskusikan dengan pasangan lainnya. Para siswa yang berkelompok tadi kemudian menghadap kedepan memperhatikan teman yang sedang presentasididepan kelas dan mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas.

2. Hasil Kognitif siswa a. Hasil Pre tes (Kemampuan awal siswa)

  Tabel 4.1 Hasil kemampuan awal siswa Aspek yang diamati Hasil Nilai tertinggi 80 Nilai terendah30 6 siswa Siswa yang tuntas belajar ≥73 22 siswaSiswa yang belum tuntas belajar ≤73Rata-rata nilai 60,29Ketuntasan klasikal 20,14% siswa Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa nilai tertinggi siswa ada pada nilai 80 yang diperoleh 4 siswa dan mereka mempunyai kemampuanyang lebih dari yang lainnya. Think Pair Share mengutamakan kerja team atau berdiskusi kelompok dan saling bertukar pendapat dan siswa akan bervariasi dalammengemukan pendapat dan guru akan memberikan penguatan jika ada siswa yang belum paham.

b. Hasil Pos tes 1

  Tabel 4.2 Hasil pos tes 1 Aspek yang diamati Hasil Nilai tertinggi 90 Nilai terendah50 14 siswa Siswa yang tuntas belajar ≥73 14 siswaSiswa yang belum tuntas belajar ≤73Rata-rata nilai 71,6Ketuntasan klasikal 50% siswa Pos tes 1 dilakukan pada hari senin, 14 Mei 2012 pada jam pertama. Nilai tersebut berimbang di siklus 1 dengan siswa yang tuntas 14 siswa dan siswa yang belum tuntas ada 14 siswajuga.

a. Hasil Observasi siklus 1

  Pada ketrampilanberkomunikasi antar individu dalam kelompok selama diskusi siswa tidak dapat Observasi aktivitas siswa dilihat dari interaksi tatap muka, Ketrampilan komunikasi antar individu dan kelompok, saling ketergantungan positif, tanggungjawab individu, dan evaluasi proses kelompok. Jika siswa mau mendengarkan dan menghargai pendapat anggota kelompoknya tampak seperti (senyuman,kontak mata, angkat telunjuk dan menepuk punggung) Pada hasil observasi siklus 1, ada beberapa kelompok yang belum aktif dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dengan metode Think Pair Share.

B. Hasil Penelitian pada Siklus II 1. Deskripsi siklus II

  Hari/tgl : Rabu, 16 Mei 2012Jam : 07.00- 08.30Tempat : Kelas X6 SMA Pangudi Luhur YogyakartaMateri : Rantai makanan Pada siklus ini standar kompetensinya adalah menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta perananmanusia dalam keseimbangan ekosistem. Setelah itu setiap kelompok wajib mengajukan perwakilan untuk maju didepan kelas untukmempresentasikan gambar tersebut dan menempelkan gambar tersebut satu-per satu untuk menempelkan gambar yang sesuai dengan materi yang telah diberikan.

2. Hasil Kognitif Siswa a. Hasil Pos tes 2

  Tabel 4.4Hasil analisa pos tes 2 Aspek yang diamati Hasil Nilai tertinggi 90 Nilai terendah 65 Siswa yang tuntas belajar ≥73 20 SiswaSiswa yang belum tuntas belajar ≤73 8 SiswaRata-rata nilai 82,9Ketuntasan klasikal 70% siswa Pos tes 2 dilakukan pada hari Rabu, 16 Mei 2012 setelah kegiatan pembelajaran selesai. Dalam siklus 2 ini terjadi perubahan perlakuan atau treatmen yaitu pada cara pembentukan kelompok yang berbeda dengan siklus pertama.

3. Hasil Obervasi Siklus 2

  Pada tanggung jawab individu siswa mengerjakan LKS dan dapat menjelaskan kepada kelompok 70 60 50 40 30 20 10 80 bertanya, aktif memberikan pendapatnya selama diskusi, mengerjakan LKS dan mendengarkan pendapat temannya. Pada ketrampilan berkomunikasi antarindividu dan kelompok selama diskusi siswa dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga mudah dimengerti olehtemannya, menghormati pendapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengacungkan tangan dahulu.

C. Proses Diskusi Siswa

  Kemudian kriteriadalam evaluasi proses kelompok yang mencantumkan apakah siswa berpartisipasi dalam kerja kelompok yaitu tidak mengerjakan LKS, tidak mendengarkan temannya dan sebagainya ; siswa hanya mengerjakan LKS tetapi tidak dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya, maumendengarkan pendapat temannya ;Apakah siswa mengerjakan LKS dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya mau mendengarkan pendapattemannya dan sebagainya. Metodediskusi dari berdua menjadi berempat dapat membantu siswa dalam mengemukan pendapat mereka masing sesuai dengan pengertian dari model pembelajaran Think Pair Share itu sendiri, sebagaimana yang dikemukakan oleh Lie (2002:57) bahwa, “Think Pair Share adalah pembelajaran yang memberi siswa kesempatan untuk bekerja sendiri dan bekerjasama dengan orang lain.

B. PEMBAHASAN

1. Peningkatan hasil belajar aspek kognitif

  Siswa yang tuntas ada 6 siswa dan yang tidak tuntas ada 22siswa. Setelah melaksanakan siklus 1, peneliti melanjutkan dengan siklus kedua dengan perlakuan yang berbeda dengan siklus 1 yaitu dengan membedakankelompok dan kartu topik diganti dengan gambar.

70 Pretes Siklus1 Siklus2

  Melalui pembelajaran metode Think Pair Sharedengan anggota yang heterogenmemungkinkan siswa untuk saling bertukar pikiran, bekerja sama dalam memecahkan masalah yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkankemampuan befikir kritis. Hal ini sesuai dengan pendapat Banks melalui Jacobsen et all (2009), model pembelajaran kooperatif dirancang tidak hanya untuk menyelesaikan tugas dalam pembelajaran namun untuk membangun sikap posistif antarsiswa di dalam kelas yang beragam dan multikultural.

4. Aktivitas siswa

  Pada saling ketergantungan positif siswa tidak aktifbertanya dan tidak aktif memberikan pendapatnya selama diskusi, tetapi Pada ketrampilan berkomunikasi antar individu dalam kelompok siswa tidak dapat menyampaikan pendapat atau pernyataan dengan jelassehingga tidak mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pendapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengacungkan tangan terlebihdahulu. Pada evaluasi proses kelompok siswamengerjakan LKS, dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya, mau Dari beberapa kriteria dan item diatas dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan metode Think Pair Share adalah mengerjakan tugas ataumasalah dengan cara berdiskusi kelompok.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa

  penerapan metode Think Pair Share pada materi rantai makanan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA Pangudi LuhurYogyakarta. Hal tersebut dapat kita lihat terjadi peningkatan rata-rata nilai dari6,29 dengan ketuntasan klasikal 20,14% menjadi 71,6 dengan ketuntasan 50% dan selanjutnya meningkat menjadi 82,9 dengan ketuntasan klasikal 70%.

B. Saran

  Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, keterbatasan dan pengalaman peneliti selama penelitian, peneliti memberi saran sebagi berikut : 1. Mereka lebih aktif memilih anggotakelompoknya namun didalam kelompok tersebut harus heterogen contohnya ada yang pintar dan ada yang kurang pintar.

4. Pada RPP siklus 1 bagian indikator psikomotor masih belum sempurna karena tidak cocok dengan lembar observasi siswa

  Pada Lembar Kerja Siswa II kurang sempurna karena tidak tercantum dalam indikator silabus, pada bagian tersebut dapat diperbaiki padapenelitian selanjutnya. Pada soal pre-tes, post tes 1 dan Post tes 2 masih belum sempurna dalam pembagian aspek kognitifnya, antara C1, C2 dan C3.

DAFTAR PUSTAKA

  Rantai MakananRantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivorsebagai konsumer I, dilanjutkan dengan hewan karnivor yang memangsa herbivor sebagai konsumer ke-2 dan berakhir pada hewanpemangsa karnivor maupun herbivor sebagai konsumer ketiga.

6. Kegiatan Pembelajaran

  Menyampaikan materi yang akan dibahas dan rencanakegiatannya dalam berdiskusi dengan metode Think Pair Share. Kegiatan Inti Eksplorasi 10 menit 30 menit Mampubekerja diskusi Elaborasi Membagikan topik dan materi yang akan di diskusikan.

B. Kompetensi Dasar

C. Indikator

  Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia. Menjelaskan keterkaitan hubungan antara aliran energi dan rantai makanan kedalam tingkatan trofik.

D. Tujuan Pembelajaran

  Setelah siswa mengelompokkan gambar mahkluk hidup di dalam kotak, siswa dapat menjelaskan komponen dalam rantai makanan. Setelah siswa mengelompokkan beberapa gambar mahkluk hidup ke dalam tingkatan trofik, siswa dapat menjelaskan keterkaitan hubungan antaraaliran energi dan rantai makanan di dalam tingkatan trofik.

E. Materi Pembelajaran 1

  Rantai MakananRantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivorsebagai konsumer I, dilanjutkan dengan hewan karnivor yang memangsa herbivor sebagai konsumer ke-2 dan berakhir pada hewanpemangsa karnivor maupun herbivor sebagai konsumer ketiga.

1. Pendahuluan 5 menit Percaya Tatap muka

2. Menyampaikan materi yang

  diriMenyampaikan salam pembuka akan dibahas dan rencana kegiatannya dalam berdiskusidengan metode Think Pair Share. 3.

2. Kegiatan Inti Eksplorasi

  Membagikan gambar dan Menjelaskan prosedur dalam Siswa maju kedepan kelas untuk menempelkan gambar. Mampuberdua saling Setelah mengemukakan pendapat, sama siswa dibentuk menjadi 7kelompok dan setiap kelompok berisikan 4 siswa.

2. Perangkat audiovisual

  3. Gambar Nama :...................................................................

LEMBAR KERJA SISWA

  Tujuan Siswa dapat membedakan komponen-komponen penyusun rantai makanan. Alat dan Bahan Topik “Rantai Makanan” 1.

2. Ambil kartu topik 3

  Diskusikan dengan teman pasanganmu dan jelaskan topik tersebut selama10menit 4. Berdiskusilah dan menggabungkan topik-topik tersebut kemudian didiskusikan dalam kelompok tersebut dalam waktu 10menit PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7.

LEMBAR KERJA SISWA II

  Jika dalam suatu rantai makanan konsumen II punah, apa yang akan terjadi pada konsumen I dan III? Peristiwa makan dan dimakan antara organisme satu dengan lainnya yang terjadi dalam ekosistem disebut....

KUNCI JAWABAN PRE TES A

  Pilihan Ganda 1. A 2.

B. Jawaban Esaay

  Karena dalam rantai makanan populasi produsen lebih banyak dengan menghasilkan energi paling banyak dan populasi karnivora selalu beradapada konsumen terakhir pada rantai makanan menyebabkan energi yang diperoleh karnivor sedikit 2. Jika konsumen II punah akan berdampak positif pada konsumen I karena konsumen I akan berkembang lebih banyak karena tidak ada yang memangsadan akan berdampak negatif ke konsumen II dan selanjutnya karena tidak bisa mendapatkan makanan jika konsumen II punah.

3. Semakin panjang rantai makanan maka konsumen puncak hanya memperoleh sedikit energi karena tiap perpindahan trofik aliran energi berkurang 10

KUNCI JAWABAN POSTES2

  Ditinjau berdasarkan aliran energi didalam rantai makanan, populasi produsen paling banyak sedangkan populasi karnivor paling puncak sedikit karenadalam rantai makanan produsen berjumlah banyak dan menghasilkan energi paling banyak dan populasi karnivor selalu berada pada konsumen terakhirpada rantai makanan. Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 1 No Kelompok Interaksi Ketrampilan Saling Tanggung Evaluasi 14 Mei tatap muka komunikasi ketergantungan jawab individu proses 2012 antar individu positif kelompok dan kelompok K C B K C B K C B K C B K C B 1.

C: Jika siswa duduk saling berhadapan tetapi tidak saling memandang wajah pada saat berdiskusi

  Ketrampilan berkomunikasi antar individu dalam kelompokK : Selama diskusi siswa tidak dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga tidak mudah dimengerti oleh temannya, suka memotong penjelasan atau pertanyaan teman dan apabila mengajukan pertanyaan tidak mengacungkan tangan lebih dahulu. Jika siswa mau mendengarkan dan menghargai pendapat anggota kelompoknya tampak seperti (senyuman, kontak mata, angkattelunjuk dan menepuk punggung) B : Selama diskusi siswa dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pandapat teman dan apabila mengajukan pertanyaanmengacungkan tangan dahulu.

DAFTAR NILAI KELAS X6 SMA PANGUNGILUHUR YOGYAKARTA

75 75 12 3792 012 60 60 80 13 3793 01370 67,5 75 14 3794 014 45 65 70 15 3795 015 65 85 16 3796 016 67,560 72,5 17 3797 017 80 45 62,5 65 18 3798 018 70 80 75 19 3799 019 60 65 80 20 3800 02080 77,5 85 21 3801 02170 82,5 65 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 90 Tabel 4. 1 Daftar nilai kelas X6 Abs Induk Nama Pretes Postes 1 Postes 21 3781 001 70 5 3785 005 55 80 80 2 3782 002 60 80 80 3 3783 00360 77,5 80 4 3784 004 80 80 45 75 60 75 6 3786 006 80 70 80 7 3787 00730 57,5 75 8 3788 008 70 75 80 9 3789 00910 3790 010 65 90 11 3791 011 22 3802 022 90 26 3806 02675 62,5 70 60 80 29 3809 029 70 70 70 28 3808 028 75 60 80 27 3807 027 90 75 65 70 25 3805 025 50 40 70 24 3804 024 70 60 80 23 3803 023 80 90 PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ANALISA HASIL PRE TES Siswa Kelas X6 SMA Pangudi Luhur YogyakartaAbs Induk Nama Pretes Keterangan1 3781 001 60 TIDAK TUNTAS 13 3793 013 70 TIDAK TUNTAS 22 3802 022 80 TUNTAS 21 3801 021 60 TIDAK TUNTAS 20 3800 020 70 TIDAK TUNTAS 19 3799 019 45 TIDAK TUNTAS 18 3798 018 65 TIDAK TUNTAS 16 3796 016 67,5 TIDAK TUNTAS17 3797 017 45 TIDAK TUNTAS 15 3795 015 70 TIDAK TUNTAS 14 3794 014 80 TUNTAS 12 3792 012 55 TIDAK TUNTAS 2 3782 002 65 TIDAK TUNTAS 11 3791 011 70 TIDAK TUNTAS 9 3789 00910 3790 010 30 TIDAK TUNTAS 8 3788 008 80 TUNTAS 7 3787 007 45 TIDAK TUNTAS 6 3786 006 80 TUNTAS 5 3785 005 60 TIDAK TUNTAS 4 3784 004 60 TIDAK TUNTAS 3 3783 003 75 TUNTAS PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 3803 023 60 TIDAK TUNTAS 24 3804 024 40 TIDAK TUNTAS 25 3805 025 65 TIDAK TUNTAS 26 3806 026 75 TUNTAS 27 3807 027 60 TIDAK TUNTAS 28 3808 028 70 TIDAK TUNTAS 29 3809 029 60 TIDAK TUNTAS PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ANALISIS HASIL POSTES 1 Siswa Kelas X6 SMA Pangudi Luhur YogyakartaAbs Induk Nama Postes 1 Keterangan1 3781 001 80 TUNTAS 2 3782 002 80 TUNTAS 3 3783 003 77,5 TUNTAS4 3784 004 80 TUNTAS 5 3785 005 60 TIDAK TUNTAS 6 3786 006 70 TIDAK TUNTAS 7 3787 007 57,5 TIDAK TUNTAS8 3788 008 75 TUNTAS 9 3789 00910 3790 010 75 TUNTAS 11 3791 011 90 TUNTAS 12 3792 012 60 TIDAK TUNTAS 13 3793 013 67,5 TIDAK TUNTAS14 3794 014 65 TIDAK TUNTAS 15 3795 015 75 TUNTAS 16 3796 016 60 TIDAK TUNTAS 17 3797 017 62,5 TIDAK TUNTAS18 3798 018 80 TUNTAS 19 3799 019 65 TIDAK TUNTAS 20 3800 020 77,5 TUNTAS21 3801 021 82,5 TUNTAS 22 3802 022 80 TUNTAS PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23 3803 023 70 TIDAK TUNTAS 24 3804 024 50 TIDAK TUNTAS 25 3805 025 90 TUNTAS 26 3806 026 62,5 TIDAK TUNTAS27 3807 027 75 TUNTAS 28 3808 028 70 TIDAK TUNTAS 29 3809 029 70 TIDAK TUNTAS PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI ANALISIS HASIL POSTES 2 Kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Abs Induk Nama Postes 2 Keterangan1 3781 001 75 TUNTAS 14 3794 014 65 TIDAK TUNTAS PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 TUNTAS 21 3801 021 80 TUNTAS 20 3800 020 75 TUNTAS 19 3799 019 65 TIDAK TUNTAS 18 3798 018 17 3797 017 85 TUNTAS 16 3796 016 72,5 70 TIDAK TUNTAS 15 3795 015 80 TUNTAS 13 3793 013 80 TUNTAS 2 3782 002 75 TUNTAS 12 3792 012 90 TUNTAS 11 3791 011 80 TUNTAS 9 3789 00910 3790 010 75 TUNTAS 8 3788 008 80 TUNTAS 7 3787 007 75 TUNTAS 6 3786 006 70 TUNTAS 5 3785 005 80 TUNTAS 4 3784 004 80 TUNTAS 3 3783 003

TIDAK TUNTAS

22 3802 022 80 TUNTAS 23 3803 023 70 TIDAK TUNTAS 24 3804 024 70 TIDAK TUNTAS 25 3805 025 90 TUNTAS 26 3806 026 80 TUNTAS 27 3807 027 70 TIDAK TUNTAS 28 3808 028 80 TUNTAS 29 3809 029 90 TUNTAS PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (160 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas X 3 SMA Pangudi Luhur pada materi Protista.
1
2
245
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 11 Yogyakarta pada materi ekosistem.
1
6
289
Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode TAI (Team Assisted Individualization) dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas X1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada materi dunia tumbuhan.
0
0
2
Penerapan pembelajaran kooperatif dengan Think Pair Share untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada materi rantai makanan siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tahun 2011/2012.
0
1
162
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul.
0
0
171
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul.
1
1
171
Penerapan pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada materi perubahan dan pencemaran lingkungan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2011/2012.
0
0
224
Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode TAI (Team Assisted Individualization) dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas X1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada materi dunia tumbuhan
0
22
228
Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together pada materi archaebacteria dan eubacteria dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
0
1
168
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan rumus-rumus trigonometri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
0
300
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournaments (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Moyudan pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan - USD Repository
0
0
194
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Torunaments (TGT) dalam mata pelajaran ekonomi untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa : studi kasus pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
244
Penerapan pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada materi perubahan dan pencemaran lingkungan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
222
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul - USD Repository
0
0
169
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul - USD Repository
0
0
169
Show more