Penerapan pembelajaran kooperatif dengan Think Pair Share untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada materi rantai makanan siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tahun 2011/2012 - USD Repository

Gratis

0
0
160
9 months ago
Preview
Full text

  

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN THINK PAIR

SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

PADA MATERI RANTAI MAKANAN SISWA KELAS X SMA PANGUDI

LUHUR YOGYAKARTA TAHUN 2011/2012

  SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Studi Pendidikan Biologi

  Oleh :

  

MarietaPurwaningsih

NIM : 081434017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN THINK PAIR

SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

PADA MATERI RANTAI MAKANAN SISWA KELAS X SMA PANGUDI

LUHUR YOGYAKARTA TAHUN 2011/2012

  SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah SatuSyarat

  Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Program Studi Pendidikan Biologi

  Oleh :

  

MarietaPurwaningsih

NIM : 081434017

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

HALAMAN PERSETUJUAN

  Skripsi dengan Judul :

  

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE

THINK PAIR SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN

HASIL BELAJAR PADA MATERI RANTAI MAKANAN SISWA KELAS

  

X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA TAHUN 2011/2012

  Yang diajukan oleh : Marieta Purwaningsih

  NIM : 081434017 Telah disetujui oleh :

  Pembimbing 1 Luisa Diana Handoyo, M.Si. Tanggal : 12 Oktober 2012

HALAMAN PERSEMBAHAN

  Skripsi ini ku persembahkan kepada: 1.

  Kedua orang tuaku, Tarsisius Hartiyo dan Elisabhet Sangida 2. Sr. Bernadine yang tersayang atas Novena 3 Salam Maria 3. Teman-teman Pendidikan Biologi 2008.

  4. Seluruh keluargaku yang telah memberikan doa, semangat dan cita kasih selama saya mengerjakan karya ini.

  5. Para pelatih dan senior Taekwondo Dojang Universitas Sanata Dharma 6.

  Almamaterku, Universitas Sanata Dharma.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 13 November 2012 Yang menyatakan

  Marieta Purwaningsih

  

PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Marieta Purwaningsih NIM : 081434017

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada PerpustakaanSanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul: “PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN THINK PAIR

  

SHARE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR

  PADA MATERI RANTAI MAKANAN SISWA X.6 SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA TAHUN 2011/2012

  ” Dengan demikian saya memberikan kepada PerpustakaanSanataDharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

  Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di : Yogyakarta Pada tanggal : 30 November 2012 Yang menyatakan, Marieta Purwaningsih

KATA PENGANTAR

  Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas karunia, bimbingan dan penyertaannya dari awal hingga akhir penyusunan skripsi yang berjudul “Penerapan pembelajaran kooperatif dengan menggunakan metode think pair share untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada materi rantai makanan siswa kelas

  X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta 2011/2012”, sehingga dapat terselasaikan dengan baik Penelitian ini merupakan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik atas kerjasama, bantuan,gagasan, serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu peneliti mengucapkan terimakasih kepada :

  1. Luisa Diana Handoyo, M.Si., selaku dosen pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengetahuan kepada peneliti selama menempuh studi di Progam Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma.

  2. Drs.Antonius Tri Priantoro M.For.Sc., selaku kaprodi Pendidikan Biologi yang telah membantu dalam memperlancar proses penyelesaian skripsi.

  3. Segenap dosen Progam Studi Pendidikan Biolgi yang telah memberikan bimbingan dan pengetahuan kepada peneliti selama menempuh studi di Progam Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma.

  4. Drs. Br. Herman Yoseph, FIC, selaku kepala SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah memberikan ijin penelitian.

  5. Ibu Ratna, selaku guru biologi kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang telah memberikan waktu dan membantu dalam penelitian.

  6. Perpustakaan Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan fasilitas, dalam penulisan dan penyusunan skripsi hingga penulisan ini dapat terselesaikan.

  7. Mama dan Papa tercinta atas perjuangan yang gigih, doa, semangat, kasih sayang dan pengertian dengan kesabaran penuh.

  8. Nenek Suster Bernadine terima kasih karena telah mendoakan Novena demi kelancaran menyelesaikan skripsi ini.

  9. Pelatih-pelatih Tae kwon do, Sabeum Eka Suwartana, Sabeum Damar Panuntun, Sabeum Joe, Sabeum Maklon Hatti dan teman

  • – teman Dojang Universitas Sanata Dharma yang pernah membantu terimakasih atas semua dukungan dan semangat yang pernah kalian berikan.

  10. Teman saya Lusia Sriningsih yang telah menemani saya dalam penelitian dan observasi.

  11. Sahabat dan teman-temanku, Yohana Frada, Hanna, Mbak Viky, Maria, Marta, Atik dan orang-orang yang pernah memberikan saya dukungan selama mengerjakan skripsi ini.

  12. Teman-teman Pendidikan Biologi angkatan 2008, yang telah bekerjasama dalam menempuh studi di Pendidikan Biologi.

  13. Semua Pihak yang tidak dapat disebutkan satu-persatu disini, atas doa, semangat dan dukungannya.

  Peneliti sangat mengharapkan kritik dan saran yang dapat membangun serta menyempurnakan tulisan ini. Supaya dapat berguna bagi pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

  Yogyakarta, 10 Oktober 2012

  

ABSTRAK

Purwaningsih, Marieta. 2012. PENERAPAN PEMBELAJARAN

KOOPERATIF DENGAN METODE THINK PAIR SHARE UNTUK

MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PADA MATERI

RANTAI MAKANAN SISWA KELAS X SMA PANGUDI LUHUR

YOGYAKARTA TAHUN 2011/2012 . Skripsi. Progam Studi Pendidikan

Biologi, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,

Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa dalam berdiskusi dan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajara di kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Jenis penelitianyang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang bersifat kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Objek penelitian ini meliputi siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, sebanyak 28 siswa.Metode Think Pair Share merupakan salah satu dari pembelajaran kooperatif yang mengutamakan kerjasama antarsiswa dalam kelompok. Siswa saling membantu dalam menyelesaikan masalah tersebut dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing.Proses aktivitas pembelajaran harus melibatkan seluruh aspek psikofis peserta didik, baik jasmani maupun rohani sehingga akselerasi perubahan perilakunya dapat terjadi secara cepat, tepat, mudah dan benar, baik berkaitan dengan aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Think Pair Share pada materi rantai makanan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Hal tersebut dapat dilihat terjadi peningkatan rata-rata nilai dari 60,29 dengan ketuntasan klasikal 20,14% menjadi 71,6 dengan ketuntasan 50% dan selanjutnya meningkat menjadi 80,29 dengan ketuntasan klasikal 70%. Aktivitas psikomotor yang dilakukan oleh siswa meningkat dari kategori C(Cukup) menjadi B(Baik). Siswa menunjukan respon yang positif selama pembelajaran menggunakan metode Think Pair Share.

  Kata kunci : Think Pair Share, aktivitas, hasil belajar

  

ABSTRACT

Purwaningsih, Marieta. 2012. THE IMPLEMENTATION OF COOPERATIVE

LEARNING USING THINK PAIR SHARE METHOD IN IMPROVING

THESTUDENTS ACTIVITY AND LEARNING OUTCOMESOF THE TENTH

CLASS STUDENT OF SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA ON FOOD

CHAIN 2011/2012. Essay. Biology Education Courses, majoring in Mathematics

and Natural Sciences Education, Sanata Dharma University, Yogyakarta.

  

This study aimed at revealing the students activity in the class discussion and the

students improvement toward their learning outcomes observed through the

teacing and learning process in the X class of SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

Type of research is a classroom action research and quantitative. The type of

researchused in this study were test consisting of pre-test and postest and

observation guidelines for discussion activity.The object of this study were 28

students belonging to class X of SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Think Pair

Share method is one of the cooperative learning that promotes cooperation

among students in groups. Think Pair Share method meant to give students time

to think about answers to questions or problems that will be provided by the

teacher. Students help each other in solving the problem with the capabilities of

each. Based on these results it can be concluded that the application of the

method of Think Pair Share on material food chain can improve the activity and

student learning outcomes PangudiLuhur High School class X of Yogyakarta. It

can be seen an increase in the average value of 60.29 with classical completeness

20.14% to 71,6 with 50% completeness and further increased to 80.29 with 70%

classicalcompleteness.

  Keywords: Think Pair Share, active, learning outcomes

  

DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING .............................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ...................................................................... iv PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .......................................................... v KATA PENGANTAR ..................................................................................... vi

  INTISARI ........................................................................................................ vii ABSTRAK ....................................................................................................... viii DAFTAR ISI .................................................................................................... ix DAFTAR TABEL ............................................................................................ x DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xi BAB I(PENDAHULUAN ...............................................................................

  1

  a)

  1 Latar belakang masalah ..............................................................................

  b)

  4 Rumusan masalah ......................................................................................

  c)

  5 Batasan masalah .........................................................................................

  d)

  6 Hipotesa .....................................................................................................

  e)

  6 Tujuan Penelitian .......................................................................................

  f)

  6 Manfaat penelitian......................................................................................

  BAB II(DASAR TEORI/LANDASAN TEORI ..............................................

  8

  a)

  8 Proses belajar mengajar .............................................................................

  b)

  8 Belajar ........................................................................................................

  c)

  9 Hasil Belajar ...............................................................................................

  e) Pembelajaran kooperatif ............................................................................ 12

  f) Think Pair Share ........................................................................................ 15

  g) Rantai makanan .......................................................................................... 16 BAB III(Metodologi Penelitian .......................................................................

  19

  a) Jenis Penelitian ........................................................................................... 19

  b) Treatmen .................................................................................................... 19

  c) Setting penelitian ....................................................................................... 20

  d) Rancangan penelitian ................................................................................. 20

  e) Siklus 1 ....................................................................................................... 21

  f) Siklus 2 ....................................................................................................... 24

  g) Variabel Penelitian dan Indikator Ketercapaian ........................................ 27

  h) Instrumen penelitian ................................................................................... 28 i)

  Metode Pengumpulan data ......................................................................... 28 j) Pengujian atau validasi instrumen.............................................................. 30 k)

  Analisis data ............................................................................................... 31 BAB IV (HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................

  36

  a) Kegiatan dalam proses belajar mengajar ................................................... 36

  b) Pelaksanaan Tindakan siklus 1 .................................................................. 36

  c) Pelaksanaan Tindakan siklus 2 .................................................................. 45

  d) Hasil Analisa .............................................................................................. 55

  e) Pembahasan ................................................................................................ 57 BAB V (KESIMPULAN DAN SARAN .........................................................

  63

  a) Kesimpulan ................................................................................................ 63

  b) Saran .......................................................................................................... 63

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Variabel penelitian dan indikator keberhasilan ........................

  27 Tabel 3.2 Instrumen Pengambilan Data ...................................................

  30 Tabel 3.3 Skoring nilai dalam soal uraian ................................................

  31 Tabel 3.4 Pengumpulan data aktivitas kelompok siswa saat Belajar .......

  33 Tabel 3.5 Kategori hasil observasi aktivitas siswa ..................................

  35 Tabel 4.1 Hasil kemampuan awal siswa ...................................................

  40 Tabel 4.2 Hasil pos tes 1...........................................................................

  41 Tabel 4.3 Prosentase tingkat aktivitas siklus 1 .........................................

  43 Tabel 4.4 Hasil pos tes 2...........................................................................

  50 Tabel 4.5 Prosentase tingkat aktivitas siklus 2 .........................................

  51 Tabel 4.6 Perbandingan aspek kognitif ....................................................

  57

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Alur penelitian kelas model khemmis & Mc Taggart ..............

  48 Gambar 10. Siswa maju kedepan menempel gambar ..................................

  55 Gambar 16. Perbadingan jumlah kelompok dengan aktivitas ≥ 70 % ......... 56 Gambar 17. Prosentase ketuntasan klasikal .................................................

  52 Gambar 15. Team observasi melihat kondisi berdiskusi siswa ....................

  50 Gambar 14. Diagram Hasil Observasi Diskusi Siklus 2 ..............................

  49 Gambar 13. Siswa mengerjakan pos tes 2 ....................................................

  49 Gambar 12. Siswa presentasi di depan kelas ................................................

  48 Gambar 11. Siswa menganalisis suatu kasus ...............................................

  46 Gambar 9. Siswa berkelompok menjadi 2 pasang .....................................

  20 Gambar 2. Siswa berdiskusi sepasang........................................................

  46 Gambar 8. Siswa berkelompok sepasang di siklus 2 .................................

  44 Gambar 7. Guru menginstruksikan cara berdiskusi ...................................

  39 Gambar 6. Diagram hasil observasi siklus 1 ..............................................

  38 Gambar 5. Siswa mengerjakan soal pos tes 1 ............................................

  38 Gambar 4. Siswa presentasi hasil diskusi...................................................

  37 Gambar 3. Siswa berdiskusi 2 pasang ........................................................

  59

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Surat keterangan penelitian dari FKIP .......................................

  67 Lampiran 2. Surat keterangan penelitian dari sekolah .....................................

  68 Lampiran 3. Silabus .........................................................................................

  69 Lampiran 4. Kisi-kisi soal tes ..........................................................................

  72 Lampiran 5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...........................................

  78 Lampiran 6. Lembar Kerja Siswa ...................................................................

  91 Lampiran 7. Soal Tes ......................................................................................

  95 Lampiran 8 . Kunci jawaban ............................................................................ 108 Lampiran 9. Data hasil observasi aktivitas siswa ........................................... 114 Lampiran 10. Lembar observasi aktivitas siswa berdiskusi ........................... 117 Lampiran 11. Daftar nilai ................................................................................ 118 Lampiran 12. Analisis nilai kemampuan awal siswa ....................................... 120 Lampiran 13. Analisis nilai akhir pos tes 1 ...................................................... 122 Lampiran 14. Analisis nilai akhir pos tes 2 ...................................................... 124 Lampiran 15. Lembar kerja siswa .................................................................... 126

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam melakukan proses mengajar, guru harus dapat memilih dan

  menggunakan beberapa metode mengajar. Banyak metode mengajar yang dipakai oleh guru yang mana masing-masing metode mempunyai kelebihan dan kekurangan, kekurangan suatu metode dapat ditutupi oleh metode mengajar yang lain sehingga guru dapat menggunakan beberapa metode mengajar dalam melakukan proses belajar mengajar. Disamping prestasi belajar yang rendah, pada umumnya aktivitas siswa dalam proses pembelajaran materi Biologi juga kurang. Dalam proses belajar mengajar Biologi di sekolah- sekolah banyak siswa yang menjadi pendengar setia dari guru, siswa hanya sebagai penerima pengetahuan yang menuruti apa yang disampaikan oleh guru, sehingga dalam pembelajaran ini gurunya yang aktif tetapi siswanya pasif. Beberapa ahli mengungkapkan bahwa siswa akan lebih memahami suatu konsep apabila siswa ikut berperan aktif dalam proses mencari dan menemukan.

  Fasilitas pendukung belajar siswa di sekolah SMA Pangudi Luhur Yogyakarta cukup memadai. Fasilitas yang mendukung seperti viewer, layar maupun sound didalam kelas, dan sacara pemanfaatan juga dapat diterapkan dengan baik. Dengan fasilitas tersebut diharapkan siswa dapat meningkatkan motivasi belajar dalam diri siswa tersebut.Tetapi fasilitas tersebut dapat membuat siswa hanya berfikir untuk menghafal semua pelajaran yang diajarkan oleh guru mereka. Maka untuk mengubah pola berfikir tersebut, dapat digunakan berbagai pendekatan yang baru. Metode

  Think Pair Share diharapkan dapat menambah aktivitas siswa sehingga

  dapat memotivasi siswa dalam belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa itu.Banyak siswa yang mempunyai kemampuan menghafal materi yang diterima dengan baik, tetapi tidak memahami secara mendalam apa yang mereka hafalkan.

  Berdasarkan observasi wawancara dengan seorang guru Biologi di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta yang mengajar kelas X, peneliti menemukan beberapa ketimpangan. Ketimpangan yang ditemukan adalah pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa yangkritis dalam bertanya namun terkadang pertanyaan tersebut kurang berisi. Apabila guru bertanya mengenai suatu hal secara klasikal, hanya beberapa siswa yang mencoba mengungkapkan pendapat atau jawaban. Selebihnya siswa enggan menjawab atau mengemukakan pendapat. Siswa akan mengemukakan pendapat setelah guru menunjuk salah satu siswa untuk berpendapat. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru bidang studi Biologi kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta, kegiatan pembelajaran untuk materi pokok pada Kompetensi Dasar tersebut dilakukan dengan kegiatan ceramah yang dipadukan dengan presentasi oleh guru. Selanjutnya, siswa diajak untuk membuat rangkuman materi.

  Berdasarkan nilai pada ulangan harian pada mata pelajaran Biologi Hanya 60% siswa yang tuntas sedangkan 40% siswa belum tuntas. Dapat dikatakan bahwa terjadi ketimpangan nilai pada siswa tersebut. Nilai ketuntasan KKM pada meteri Biologi adalah 73. Pada akhir ujian akhir semester terdapat 18 siswa dan 10 siswa sudah tuntas. Hal ini mendorong guru untuk menerapkan sistem baru dalam pembelajaran supaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dilihat dari data tersebut banyak siswa yang belum tuntas dan nilai mereka masih dibawah standar ketuntasan siswa yaitu 73. Siswa dianggap tuntas jika ≥ 73.

  Di sekolah terdapat 3 jenis penilaian yaitu afektif, kognitif dan spikomotor. Pengambilan afektif berdasarkan pemahaman siswa, kognitif berdasarkan hasil tes atau ulangan siswa dan psikomotor dengan belajar dilaboratorium.

  Metode Think Pair Sharemerupakan salah satu dari pembelajaran kooperatif yang mengutamakan kerja sama antarsiswa dalam kelompok.

  Metode Think Pair Shareberarti memberikan waktu kepada siswa untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan atau permasalahan yang akan diberikan oleh guru. Siswa saling membantu dalam menyelesaikan masalah tersebut dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing.

  Metode pembelajaran Think Pair Share merupakan struktur kegiatan pembelajaran gotong-royong. Metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri dan bekerja sama dengan orang lain.Think

  Pair Share adalah metode yang dikembangkan oleh Frank Lyman dan

  kawan-kawan dari Universitas Maryland yang mampu mengubah asumsi bahwa metode resitasi dan diskusi perlu diselenggarakan dalam setting kelompok kelas secara keseluruhan. Keunggulan lain dari pembelajaran kooperatif ini adalah mengoptimalkan partisipasi siswa.

  Mata pelajaranBiologi pada materi rantai makanan mempelajari bahwa semua organisme yang hidup dialam tidak dapat hidup sendiri, melainkan harus selalu berinteraksi, baik dengan kelompoknya atau kelompok lainnya serta interaksi dengan alam(lingkungan). Seperti halnya manusia yang sangat membutuhkan kerjasama dan saling berinteraksi satu sama lainnya. Organisme hidup dalam sebuah sistem, ditopang oleh berbagai komponen yang saling berhubungan dan saling berpengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung.

  Dengan menggunakan metodeThink Pair Sharediharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan pembelajaran Biologi pada materi rantai makanan sehingga meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2011-2012.

B. Perumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang maka permasalahan dirumuskan sebagai berikut : “Apakah penerapan pembelajaran kooperatif dengan metode Think Pair

  Share dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA

  Pangudi Luhur Yogyakarta tahun ajaran 2011/2012”

C. Batasan Masalah

  Agar masalah ini dapat dikaji secara mendalam maka perlu adanya pembatasan ruang lingkup. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah : 1.

  Ruang Lingkup Penelitian Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah ruang lingkup kognitif berupa peningkatan hasil belajar dan psikomotor dengan melihat aktivitas siswa melalui model pembelajaran Kooperatif (Cooperative

  Learning ) dengan metode Think Pair Share. Kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

2. Obyek Penelitian

  Dalam penelitian ini yang menjadi obyek penelitian adalah aktivitas dan peningkatan hasil belajar siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta 3. Kompetensi dan Materi Pembelajaran

  Kompetensi yang ditingkatkan dalam penelitian ini adalah Standar Kompetensi 4 yaitu : “Menganalisa hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi dan daur biogeokimia.

  Sedangkan, Kompetensi Dasarnya adalah 4.2 yaitu : “Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia.

  D. Hipotesa

  Sesuai dengan rumusan masalah yang telah ditulis sebelumnya, dari penelitian ini dapat diambil hipotesa ” Penggunaan pembelajaran kooperatif dengan metode Think Pair Share dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakartapada materi rantai makanan.

  E. Tujuan Penelitian

  Adapun tujuan dan penelitian ini antara lan :

  1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar

  Biologi siswa kelas X di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pokok bahasan rantai makanan dengan menggunakan pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) dengan metode Think Pair Share.

  2. Mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa dalam

  pembelajaran Biologi dengan menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS).

F. Manfaat Penelitian

  Suatu penelitian dilakukan pada intinya untuk dapat memecahkan suatu masalah yang diteliti dan hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat. Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian adalah :

  1. Bagi peneliti sebagai sarana untuk mempraktikan teori-teori yang diperoleh selama dibangku kuliah dengan kenyataan sehari-hari dan meningkatkan pemahaman dan pengalaman peneliti di dunia pendidikan yang sesungguhnya.

2. Manfaat bagi siswa untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaranBiologi yang lebih inovatif.

  3. Manfaat bagi guru sebagai motivasi guru untuk meningkatkan ketrampilan memilih strategi pembelajaran yang sesuai dan bervariasi.

BAB II DASAR TEORI 1. Proses Belajar Mengajar Menurut Syah (1995) proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan

  perubahan perilaku kognitif, afektif dan psikomotorik yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju dari pada keadaan sebelumnya. Dalam hal ini guru berinteraksi sedemikian rupa dengan siswa agar siswa membentuk makna dan pemahamannya sendiri dalam memperoleh pengetahuannya. Jadi guru tidak menjejalkan pengetahuan kepada siswa tetapi melibatkannya dalam aktivitas belajar. Dari pengertian diatas beberapa ahli menyimpulkan bahwa yang disebut proses belajar adalah sebuah kegiatan integral (utuh terpadu) antara siswa sebagai pelajar yang sedang belajar dengan guru sebagai pengajar yang sedang mengajar.

2. Belajar

  Belajar merupakan suatu proses untuk mencapai hasil belajar. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan Abdurrahman (2003) bahwa “ Belajar merupakan proses dari seorang individu yang berupaya mencapai tujuan belajar atau disebut hasil belajar, yaitu suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap”.Ranah kognitif berisi tingkatan mulai dari pengetahuan, seseorang yang belajar telah memiliki kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap fakta berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.

  Ranah psikomotorik menekankan ketrampilan motorik yaitu bekerja dengan memerlukan koordinasi saraf dan otot. Kegiatan yang menunjukkan ranah ini adalah berbicara, menulis, aktivitas jasmani, dan program ketrampilan.

  Ranah afektif berhubungan erat dengan sikap seseorang dalam belajar. Dijelaskan lebih lanjut oleh Suparno (2001:9) bahwa aspek afektif berkaitan erat dengan sikap yang menunjukkan adanya hierarki. Tingkatan tersebut dimulai dari menerima dan menaruh perhatian yang merupakan kesadaran paling sederhana, memberikan respon secara sukarela, memberikan penilaian, pengorganisasian yaitu apa yang telah dilakukan mengkristal dalam dirinya sebagai tatakrama dan apa yang diyakini itu dibandingkan dengan standar etika yang ada, serta karakterisasi dimana seseorang siap menilai ulang apa yang diyakininya dan bersedia untuk merevisi pandangan yang dipegangnya.

3. Hasil Belajar

  Hasil belajar merupakan perubahan perilaku peserta didik yang diperoleh setelah mengikuti pembelajaran selama kurun waktu tertentu. Perubahan tersebut meliputi aspek kognitif , afektif dan psikomotor. Dimyati (2002 : 3 ) mengungkapkan pengertian hasil belajar sebagai berikut. “ Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses

  Pencapaian prestasi belajar itu sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor. Syah (2004) memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang memperngaruhi prestasi belajar yaitu sebagai berikut : a.

  Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor internal adalah keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa.

  Faktor internal siswa antara lain : 1)

  Aspek fisiologis Kondisi jasmani yang memadai dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran.

  2) Aspek psikologis

  Aspek-aspek psikologis yang sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran adalah tingkat kecerdasan, sikap, bakat, minat, dan motivasi.

  b.

  Faktor Eksternal Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri siswa, antara lain sebagai berikut : 1)

  Lingkungan sekolah Lingkungan sekolah dapat mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Guru sebagai teladan bagi siswa harus mampu memotivasi siswa untuk belajar dengan baik. 2)

  Pemilihan metode pembelajaran Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran. Apapun yang termasuk perangkat program pembelajaran dituntut secara mutlak untuk menunjang berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didik dikelas (Syah, 2004).

4. Aktivitas Belajar

  Proses aktivitas pembelajaran harus melibatkan seluruh aspek psikofis peserta didik, baik jasmani maupun rohani sehingga akselerasi perubahan perilakunya dapat terjadi secara cepat, tepat, mudah dan benar, baik berkaitan dengan aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Dierich yang dikutip Hamlik (1980) ; (Dr.Nanang Hanafiah,2009 ) menyatakan, aktivitas belajar dibagi ke dalam delapan kelompok, yaitu sebagai berikut.

  1. Kegiatan-kegiatan visual, yaitu membaca, melihat gambar- gambar, mengamati eksperimen, demontrasi, pameran, dan mengamati orang lain bekerja atau bermain.

  2. Kegiatan-kegiatan lisan(oral), yaitu mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, member saran, mengemukakan pendapat, berwawancara, diskusi dan interupsi.

  3. Kegiatan-kegiatan mendengarkan, yaitu mendengarkan penyajian bahan, mendengarkan percakapan atau diskusi kelompok, mendengarkan suatu permainan, atau mendengarkan radio.

  4. Kegiatan-kegiatan menulis, yaitu menulis cerita, menulis laporan, memeriksa karangan, bahan-bahan copy, membuat outline atau

  5. Kegiatan-kegiatan menggambar, yaitu menggambar, membuat grafik, chart, diagram, peta, dan pola.

  6. Kegiatan-kegiatan metric, yaitu melakukan percobaan, memilih atat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, serta menari dan berkebun.

  7. Kegiatan-kegiatan mental, yaitu merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisa factor-faktor, melihat hubungan-hubungan, dan membuat keputusan.

  8. Kegiatan-kegiatan emosional, yaitu minat, membedakan, berani, tenang, dan lain-lain.

  5. Pembelajaran Kooperativ (Cooperative Learning)

  Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang menekankan adanya kerjasama antar siswa, sehingga diperoleh sinergi dalam pencapaian tujuan.

  Model pembelajaran kooperatif pada dasarnya juga untuk mengembangkan kompetensi siswa untuk berani mengungkapkan gagasan. Kebanyakan siswa bila dalam forum yang besar merasa malu untuk mengkomunikasikan pendapatnya maka dengan beraktivitas dalam kelompok kecil diharapkan rasa malu tersebut dapat diminimalisir. Lie (2010) dalam bukunya yang berjudul berpendapat bahwa terdapat tiga pilihan model

  Cooperative Learning, pembelajaran, yaitu kompetisi, individual, dan cooperative learning.

  Model pembelajaran kooperatif dirancang untuk membangun interaksi siswa dalam kelompok melalui aktivitas diskusi. Dalam pembelajaran dengan model kooperatif, aktivitas yang dilakukan oleh siswa adalah bekerja sama dan saling membantu satu sama lain untuk menyelesaikan tugas dalam

  al.l (2009), model pembelajaran kooperatif dirancang tidak hanya untuk

  menyelesaikan tugas dalam pembelajaran namun untuk membangun sikap posistif antarsiswa di dalam kelas yang beragam dan multikultural.

  Model pembelajaran kooperatif memiliki suatu sistem pembelajaran yang di dalamnya terdapat aspek-aspek yang saling terkait satu sama lain. Aspek- aspek ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengukur aktivitas siswa dalam pembelajaran. Menurut Roger and Johnson dalamLie (2010), aspek- aspek yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  a.

  Saling ketergantungan positif Saling ketergantungan positif menunjukkan adanya interaksi sosial yang saling menguntungkan. Dalam proses pembelajaran di kelas, saling ketergantungan positif akan terjadi apabila guru mampu untuk membagi tugas untuk setiap siswa dalam kelompok secara merata. Setiap siswa mendapatkan tugas yang berbeda-beda namun saling berhubungan satu sama lain. Dengan demikian, aktivitas yang dilakukan setiap siswa dalam kelompok adalah saling bekerja sama dalam mengerjakan tugas sehingga tercapai tujuan bersama dalam kelompok.

  b.

  Tanggung jawab perseorangan Tanggung jawab perseorangan merupakan akibat langsung dari unsur yang pertama yaitu saling ketergantungan positif. Tanggung jawab diartikan sebagai keadaan wajib menanggung sesuatu. Tanggung jawab perseorangan merupakan kewajiban seseorang untuk menanggung sesuatu.

  Ketika setiap siswa diberi tugas yang saling mendukung satu sama lain baik. Melalui tanggung jawab yang diembannya, setiap siswa dalam kelompok diharapkan mampu berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok.

  c.

  Tatap muka antaranggota kelompok Dalam pembelajaran kooperatif, diperlukan tatap muka antaranggota dalam kelompok. Tatap muka berarti saling berhadapan muka. Hal tersebut dapat digunakan untuk saling bertukar pikiran atau pendapat satu sama lain sehingga terjadi aktivitas saling melengkapi dan memperkaya pengetahuan antaranggota dalam kelompok. Tatap muka merupakan kesempatan untuk mensharingkan hasil tugas yang telah dikerjakan tiap anggota dalam kelompok. Hal ini bertujuan untuk melengkapi tugas kelompok dengan menyatukan tugas yang telah dikerjakan oleh masing- masing anggota kelompok sehingga hasil yang dicapai merupakan hasil kerja sama kelompok.

  d.

  Komunikasi antaranggota kelompok Komunikasi antaranggota dalam kelompok sangat diperlukan.

  Komunikasi antaranggota bertujuan agar setiap anggota bersedia mendengarkan dan menanggapi pendapat anggota lainnya.

  e.

  Evaluasi proses kelompok Evaluasi proses kelompokdapat diartikan sebagai penilaian rangkaian tindakan dari kumpulan beberapa orang dalam menghasilkan sesuatu.

  Guru perlu memberikan waktu untuk evaluasi tiap anggota agar proses kelompok selanjutnya dapat berjalan lebih baik. Evaluasi tidak dilakukan setiap kali terdapat kegiatan berkelompok, namun dapat dilakukan selang beberapa waktu setelah beberapa kali siswa terlibat dalam kegiatan

  Evaluasi proses kelompok dapat dilakukan dengan menilik aspek-aspek berikut in. Pertama, bagaimana aktivitas kerja sama yang terjadi di dalam kelompok. Kedua, apakah setiap anggota kelompok memiliki kesetiaan terhadap orientasi tujuan. Ketiga, apakah setiap anggota kelompok bertanggung jawab terhadap terciptanya tujuan. Keempat, bagaimana kelompok memanfaatkan waktu.

  Berdasarkan uraian tersebut diatas, model pembelajaran kooperatif dapat diartikan sebagai belajar kelompok dengan aktivitas yang terstruktur. Masing-masing anggota kelompok saling tergantung satu sama lain untuk menyelesaikan tugas yang berbeda namun saling berkaitan.

  Tanpa disuruh, mereka akan bertanggung jawab atas tugas pribadi mereka masing-masing untuk tercapainya keberhasilan kelompok.

6. Think Pair Share

  Think Pair Share (TPS) merupakan suatu teknik sederhana dengan

  keuntungan besar. Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengingat suatu informasi dan seorang siswa juga dapat belajar dari siswa lain serta saling menyampaikan idenya untuk didiskusikan sebelum disampaikan di depan kelas. Selain itu, Think Pair Share (TPS) juga dapat memperbaiki rasa percaya diri dan semua siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam kelas. Think Pair Share (TPS) sebagai salah satu metode pembelajaran kooperatif yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu thinking, pairing,

  dan sharing . Guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber pembelajaran (teacher oriented), tetapi justru siswa dituntut untuk dapat menemukan dan

  Metode yang sederhana, namun sangat bermanfaat ini dikembangkan pertama kali oleh Frank Lyman dari Universitas of Maryland. Pertama-tama, siswa diminta untuk duduk berpasangan. Kemudian, guru mengajukan satu pertanyaan/ topik /masalah kepada mereka. Setiap siswa diminta untuk berfikir sendiri-sendiri terlebih dahulu tentang jawaban atas pertanyaan itu, kemudian mendiskusikannya hasil pemikirannya dengan pasangan sebelahnya untuk memperoleh satu konsensus atau jawaban yang telah mereka sepakati pada siswa-siswa yang lain diruang kelas. (Miftahul Huda, 2011) Kelebihan kelompok berpasangan yaitu : 9.

  Meningkatkan partisipasi 10.

  Cocok untuk tugas-tugas yang sederhana (tidak terlalu terstruktur) 11. Masing-masing anggota memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkontribusi pada kelompoknya.

  12. Interaksi lebih mudah 13.

  Pembenukannya lebih cepat dan mudah. Kekurangan kelompok berpasangan yaitu : 1.

  Banyak kelompok yang akan melaporkan tugasnya pada guru.

  2. Guru harus memonitor banyak kelompok 3.

  Lebih sedikit ide yang muncul 4. Jika ada perselisihan, tidak ada penengah.

7. Rantai Makanan a.

   Rantai Makanan

  Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan.

  Tiga macam rantai pokok yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit. i.

  Rantai Pemangsa Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produser. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivor sebagai konsumer I, dilanjutkan dengan hewan karnivor yang memangsa herbivor sebagai konsumer ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivor maupun herbivor sebagai konsumer ketiga. ii.

  Rantai Parasit Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan tanaman benalu. iii.

  Rantai Saprofit Rantai saprofit dimulai dari organisme mati sampai organisme pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. iv.

  Rantai makanan dan tingkat tropi Salah satu cara suatu komunitas berinteraksi adalah dengan peristiwa makan dan dimakan, sehingga terjadi pemindahan energi, elemen kimia, dan komponen lain dari satu bentuk kebentuk lain disepanjang rantai makanan. Tingkat tropik tersusun dari seluruh organisme pada rantai makanan yang bernomor sama dalam memakan. Sumber asal energi adalah matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula lewat fotosintesis hanya memakai energi matahari dan CO

  2 dari

  udara. Oleh karena itu tumbuhan tersebut digolongkan dalam tingkat tumbuhan termasuk anggota tingkat tropik kedua. Karnivor yang secara langsung memakan herbivor termasuk tingakat tropik ketiga, sedangkan karnivor yang memakan karnivor di tingkat trofik tiga termasuk dalam anggota tingkat tropik keempat.(Pratiwi, dkk. 2004; Priadi dan Silawati.

  2007)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitianini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan kajian sistematik dari upaya

  perbaikan pelaksanaan praktik pendidikan oleh sekelompok guru. Guru akan melakukan tindakan

  • – tindakan perbaikan dalam pembelajaran berdasarkan refleksi dari hasil tindakan-tindakan yang telah dilaksanakan sebelumnya.

B. Treatmen

  Dalam penelitian ini, peneliti akan mengajar sendiri dalam kelas yang menjadi sampel penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan.

  Peneliti mengajar dengan metode pembelajaran kooperatif dengan model

  Think Pair Share. Dalam proses pembelajaran di dalam kelas, siswa membentuk kelompok diskusi yang telah dibagikan oleh peneliti.

  Kemudian setiap kelompok akan diberikan kartu topik untuk dibahas dalam kelompok tersebut dan mempresentasikannya didalam kelas.

  Setelah itu siswa akan diberikan lembar kerja siswa untuk dikerjakan dalam kelompok. Jika semua sudah selesai, peneliti akan memberikan pos tes selama 15 menit dan dikumpulkan. Setelah proses belajar mengajar selesai, maka peneliti dan siswa membuat kesimpulan dan refleksi selama

  C. Setting Penelitian 1) Tempat dan Waktu Penelitian

  a) Tempat penelitian : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

  Alamat : Panembahan Senopati 18 Yogyakarta

  b) Waktu penelitian : Maret-Mei 2012

  2) Subyek Penelitian

  Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada semester Ganjil tahun ajaran 2011/2012 yang berjumlah 28 orang siswa, terdiri dari 7 siswa perempuan dan 21 siswa laki-laki.

  3) Obyek Penelitian

  Obyek dalam penelitian ini adalah tentang aktivitas dan peningkatan hasil belajar siswa pada sub materi rantai makanan.

  D. Rancangan Penelitian

  Peneliti menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas model Spiral Kemmis dan Taggrat (2008) berikut ini :

  Model yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart pada hakekatnya berupa perangkat-perangkat terdiri dari empat komponen, yaitu : perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Keempat komponen yang berupa untaian tersebut dipandang sebagai 1 siklus. Oleh karena itu, pengertian siklus pada kesempatan ini adalah suatu putaran kegiatan yang terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.

  Dalam penelitian ini, peneliti akan mengambil 2 siklus dengan rencana kegiatan sebagai berikut.

E. Siklus I ( 1 x pertemuan- 2JP) 1.

  Perencanaan Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peneliti terdiri dari 7kegiatan.

  Pertama, peneliti mengidentifikasi masalah dan menetapkan alternatif pemecahan masalah. Kedua, peneliti menentukan materi pokok pembelajaran. Ketiga, peneliti merencanakan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan dalam KBM. Kegiatan keempat, peneliti mengembangkan skenario pembelajaran. Kelima, peneliti menyusun pertanyaan panduan atau Lembar Kerja Siswa (LKS). Keenam, peneliti, menyiapkan sumber dan media pembelajaran termasuk properti model pembelajaran Think Pair Share. Ketujuh, peneliti mengembangkan format evaluasi.

2. Tindakan(acting)

  Berikut ini adalah rangkaian tindakan yang akan dilakukan pada siklus I ini :

  SIKLUS 1 Pada siklus I, peneliti akan melaksanakan kegiatan berikut ini.

  a.

  Siswa dibentuk menjadi 14 kelompok asal (@2 orang).

  b.

  Setiap kelompok menempati kelompok masing-masing dan mendapat topik masalah yang akan didiskusikan.

  c.

  Guru pelaksana tindakan membagikan LKS(lembar kerja siswa) dan membacakan beberapa aturan dalam Think Pair Share.

  d.

  Setelah masing-masing anak mendapatkan topik, mereka berdiskusi berdua-dua selama 10 menit dan mencatat hasil diskusi.

  e.

  Setiap kelompok mendiskusikan tugasnya masing-masing.

  (Setiap siswa dalam kelompok ahli mengerjakan tugasnya sesuai dengan lembar kerja berisi pertanyaan pemandu pemahaman).

  f.

  Sesuai batas waktu yang disediakan diskusi kelompok dengan pasangannya, siswa kembali berkumpul dangan kelompok lain menjadi 2 pasang dan terdiri dari 4 siswa.

  g.

  Masing-masing kelompok berdiskusi untuk membahas topik permasalahan dan setiap wakil kelompok tadi menjelaskan kepada anggota kelompok lain.

  h.

  Hasil diskusi masing-masing kelompok dipresentasikan secara klasikal dan dievaluasi sebagai penilaian kelompok. i.

  Guru pelaksana tindakan melakukan penilaian kepada siswa secara individu melalui tes tertulis yang harus dikumpulkan

  3. Pengamatan Selama KBM berlangsung, mitra peneliti bertugas untuk melakukan observasi peningkatan aktivitas siswa. Observasi ini dilakukan dengan memakai format observasi aktivitas belajar siswa untuk kelompok selama berdiskusi.

  4. Refleksi Setelah KBM berlangsung, peneliti merefleksikan hal-hal berikut ini.

   Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu, jumlah, dan waktu dari setiap macam tindakan.

   Melakukan pembahasan hasil evaluasi tentang skenario pembelajaran, hasil diskusi siswa, dan lain-lain.

   Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus II.

  5. Evalusi Evaluasi ini akan melihat dari proses serta hasil belajar siswa disetiap siklus, apakah metode yang diterapkan sudah mampu membawa siswa pada tujuan yang ditetapkan yaitu meningkatnya aktivitas pada diri siswa.

  Evaluasi diperlukan sebagai dasar dalam menentukan langkah pembelajaran selanjutnya, maka dalam evaluasi ini juga akan meminta tanggapan dari guru terkait dengan upaya tindak lanjut untuk pembelajaran selanjutnya.

F. Siklus II ( 1 x pertemuan- 2JP) 1. Perencanaan

  Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh peneliti terdiri dari 7kegiatan. Pertama, peneliti mengidentifikasi masalah dan menetapkan alternatif pemecahan masalah. Kedua, peneliti menentukan materi pokok pembelajaran. Ketiga, peneliti merencanakan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan diterapkan dalam KBM. Kegiatan keempat, peneliti mengembangkan skenario pembelajaran. Kelima, peneliti menyusun pertanyaan panduan atau Lembar Kerja Siswa (LKS). Keenam, peneliti, menyiapkan sumber dan media pembelajaran termasuk properti model pembelajaran Think Pair Share. Ketujuh, peneliti mengembangkan format evaluasi.

2. Tindakan(acting)

   Pada siklus kedua ini terjadi perbedaan pada jenis kegiatannya. Pada

  siklus II adalah perbedaan kelompoknya. Hal ini dibedakan supaya siswa dapat bekerja sama dengan siswa lain dan tidak bersifat monoton. Pada siklus II adalah diberikan masalah untuk berfikir bersama dan mempresentasikan didepan kelas dan menanggapi hasil presentasi teman.

  Berikut ini adalah rangkaian tindakan yang akan dilakukan pada siklus

  II ini : a.

  Guru pelaksana tindakan menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan metode yang sama namun berbeda kelompoknya. b.

  Setiap kelompok 1 pasang mendapatkan gambar komponen-komponen penyusun rantai makanan dan maju kedepan untuk menempelkan pada sebuah papan didepan kelas.

  c.

  Setelah itu perwakilan kelompok menjelaskan bagan didepan dan kelompok lain menanggapinya.

  d.

  Guru pelaksana tindakan membagikan Lembar Kerja Siswa dan mengajak siswa untuk memecahkan suatu masalah yang ada didalam lembar kerja siswa tersebut.

  e.

  Siswa mengisi hasil analisa di dalam lembar kerja.

  f.

  Guru pelaksana tindakan melakukan diskusi atau tanya jawab kepada siswa untuk mengajak siswa menemukan konsep materi.

  g.

  Selama kegiatan pembelajaran, observer melakukan pengamatan kepada siswa terutama aspek kognitif dan psikomotorik siswa dalam kelompok berdasarkan rubrik observasi.

  h.

  Guru pelaksana tindakan melakukan penilaian kepada siswa secara individu melalui tes tertulis/ post tes yang harus dikumpulkan oleh siswa.

3. Pengamatan

  Selama KBM berlangsung, mitra peneliti bertugas untuk melakukan observasi peningkatan aktivitas belajar siswa. Observasi ini dilakukan dengan memakai format observasi aktivitas belajar untuk individu dan kelompok.

  4. Refleksi

  Setelah proses pembelajaran dalam satu siklus ini berakhir, maka peneliti merefleksikan hal-hal sebagai berikut ini :  Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu, jumlah, dan waktu dari setiap macam tindakan.

   Meminta evaluasi atau tanggapan dari guru bidang studi tentang pelaksanaan tindakan yang telah dilakukan.

   Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk diterapkan dalam siklus selanjutnya jika peneliti belum memenuhi target yang ditetapkan. Jika peneliti sudah mencapai target yang ditentukan, maka siklus dihentikan.

  5. Evalusi

  Evaluasi yang dimaksud adalah untuk keseluruhan siklus pembelajaran yang dilakukan dengan metode praktikum. Evaluasi ini akan melihat dari proses serta hasil belajar siswa disetiap siklus, apakah metode yang diterapkan sudah mampu membawa siswa pada tujuan yang ditetapkan yaitu meningkatnya aktivitas pada diri siswa. Evaluasi diperlukan sebagai dasar dalam menentukan langkah pembelajaran selanjutnya, maka dalam evaluasi ini juga akan meminta tanggapan dari guru terkait dengan upaya tindak lanjut untuk pembelajaran selanjutnya.

G. Variabel Penelitian dan Indikator Keberhasilan

  Variabel dalam penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1 Tabel Variabel Penelitian dan Indikator keberhasilan

  Variabel Data Indikator Keberhasilan

  Aktivitas siswa Data observasi aktivitas siswa Aktivitas siswa pada pelaksanaan siklus

  II meningkat dibandingkan dengan siklus I. Tingakt keaktifan 70%

  Prestasi belajar Hasil postes pada siklus I Siswa yang tuntas siswa (mencapai KKM 73) sejumlah 50% atau 14 orang. Hasil postes pada siklus II Siswa yang tuntas

  (mencapai KKM 73) sejumlah 70% atau 22 orang orang.

H. Instrumen Penelitian

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi instrumen pembelajaran dan instrumen pengumpulan data. Instrumen pembelajaran digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Sedangkan instrumen pengumpulan data digunakan untuk memperoleh data penelitian.

   Instrumen pembelajaran yang digunakan adalah sebagai berikut : 1)

  Silabus untuk K.D 4.2 (lampiran 1) 2)

  Rencana pelaksanaan pembelajaran untuk tiap siklus (lampiran 2) 3)

  Lembar kerja siswa (lampiran 3)  Instrumen pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data penelitian adalah sebagai berikut : 1)

  Kisi-kisi soal pretes dan postes (lampiran 5) 2)

  Soal pretes dan postes (lampiran 4) 3)

  Panduan skoring tes (lampiran 6) 4)

  Kunci jawaban tes (lampiran 7) 5)

  Lembar pengamatan kelompok siswa mengenai aktivitas mereka dalam belajar(lampiran 8) 6)

  Rubrik pengamatan siswa(lampiran 9) I.

   Metode pengumpulan data

  Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : 1.

  TES Penelitian ini menggunakan pretest dan postest. Pretest akan dilakukan sebelum siswa menerima materi pembelajaran dengan kemampuan siswa. Sedangkan, posttest akan dilakukan di setiap siklus yaitu setelah satu siklus berakhir untuk mengetahui ketercapaian indikator pembelajaran maupun indikator penelitian yang ditentukan. Dalam penelitian ini, nilai siswa yang dihasilkan dari tes merupakan data primer pada aspek kognitif siswa.

  Jenis tes yang akan digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes objektif berupa soal pilihan ganda (multiple choice) yang dipadukan dengan tes uraian (essay).

2. Observasi langsung

  Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung terhadapsubyek yang diteliti. Terdapat 2 macam observasi yang akandilakukan yaitu observasi kognitif mengenai kemampuan siswa dalam mengemukakan gagasan atau pemikiran serta observasi mengenai aktivitas kelompok siswa saat belajar.

  Observasi akan dilakukan disetiap siklus selama pembelajaran berlangsung. Data yang diharapkan dari observasi ini adalah data kuantitatif yang ditunjukkan dengan pemberian skala nilai.

  Instrumen yang telah dibuat oleh peneliti selanjutnya digunakan untuk mempertimbangkan metode pengumpulan data dan analisa data yang tepat. Adapun penggunaan instrumen berkaitan dengan prosedur, alat, pelaku, sumber informasi, dan cara analisis data dalam penelitian diuraikan pada tabel berikut ini :

Tabel 3.2 Instrumen Pengambilan Data

  No. Prosedur Alat Pelaku Sumber Cara Analisis Informasi

  1. Menganalisis -Lembar Observer Siswa Analisis kualitatif aktivitas siswa observasi

  2. Menganalisis Tes Guru Siswa Analisis kuantitatif prestasi belajar pelaksana dan kualitatif siswa tindakan J.

   Pengujian atau Validasi Instrumen

  Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada materi rantai makanan dengan model belajar Think Pair Share. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity).

  Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini diuji keabsahannya dengan cara :

1. Instrumen bentuk tes

  Untuk pengujian instrumen tes akan dilakukan dengan memperhatikan validitas isi. Validitas isi berkenaan dengan kesanggupan tes dalam mengukur isi yang seharusnya, yaitu tes yang digunakan harus mampu mengungkapkan isi atau variabel yang hendak diukur (Sudjana, 2010). Cara yang ditempuh adalah memilih materi yang esensial dan membuat kisi-kisi. Kisi-kisi dapat dibuat untuk memenuhi validitas isi. Selanjutnya, dilakukan validasi dengan

  judgmentexperts yaitu setelah kisi-kisi dibuat lalu dimintakan bantuan memberikan pertimbangan apakah item tes yang dibuat sudah layak sebagai alat pengumpul data. Validitas isi tidak memerlukan uji coba dan analisis statistik yang harus dinyatakan dalam bentuk angka (Sudjana, 2010).

  K. Analisis Data 1.

  Tes Karena tes berbentuk pilihan ganda dan uraian, maka masing-masing akan dianalisis sebagai berikut :

  • 2.

  Pilihan Ganda dengan skor 1 pada setiap nomor jika benar.

  Uraian Skoring pada soal uraian dilakukan dengan pemberian skala jawaban dengan mengacu rubrik skoring yang telah dibuat. Selain menggunakan sistem skala, Sudjana (2010) menganjurkan untuk menggunakan sistem bobot untuk setiap nomor soal. Bobot nilai ini didasarkan pada kategori soal yaitu soal dengan kategori mudah, sedang, sulit, atau sangat sulit. Analisis yang digunakan adalah sebagai berikut :

  Tabel 3.3Skoring nilai dalam soal uraian Nilai yang Bobot nilai per Total nilai

  Nomor soal diperoleh (n) soal (b) (n.b)

  1

  2

  • Total

  ∑ (n.b) Pemberian dengan bobot ini dapat memberikan penghargaan kepada siswa yang mampu menjawab dengan kategori soal sulit sehingga siswa tersebut berkesempatan untuk memperoleh nilai lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang hanya menjawab soal mudah (Sudjana, 2010).

  Nilai akhir dari soal tes ini dilakukan dengan menjumlahkan antara nilai pilihan ganda dan uraian yang diperoleh tiap siswa kemudian dikonversi dalam skala 100.

1. Nilai akhir dan ketuntasan belajar siswa

  Untuk menentukan ketuntasan belajar secara klasikal, Ali (1988) memberikan contoh rumus yang dapat digunakan yaitu :

  ∑

  P = x 100% Keterangan : P adalah nilai ketuntasan belajar

  

1 adalah jumlah siswa yang telah tuntas belajar

  ∑ n N adalah jumlah total siswa

2. Lembar Observasi siswa

  Tabel 3.4Pengumpulan data aktivitas kelompok siswa saat belajar No Kelompok Interaksi tatap muka

  VI 7.

  B : Siswa mengerjakan LKS dan dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang ditugasinya.

  C : Siswa mengerjakan LKS tetapi tidak dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang ditugasinya.

   Tanggung jawab individu K : Siswa tidak mengerjakan LKS dan tidak dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang ditugasinya.

  B : Jika siswa duduk saling berhadapan dan memandang wajah saat berdiskusi 2.

  Keterangan : 1. Interaksi tatap muka K : Jika siswa tidak saling duduk berhadapan pada saat berdiskusi

  VII 8.

  V 6.

  Ketrampilan komunikasi antar individu dan kelompok

  IV 5.

  III 4.

  II 3.

  I 2.

  K C B K C B K C B K C B K C B 1.

  Tanggung jawab individu Evaluasi proses kelompok

  Saling ketergantungan positif

C: Jika siswa duduk saling berhadapan tetapi tidak saling memandang wajah pada saat berdiskusi.

  3. Saling ketergantungan positif K : Siswa tidak aktif bertanya dan tidak aktif memberikan pendapatnya

  selama diskusi, tidak mengerjakan LKS serta tidak mendengarkan pendapat temannya.

  C : Siswa tidak aktif bertanya dan tidak aktif memberikan pendapatnya selama diskusi, tetapi mengerjakan LKS dan mendengarkan pendapat temannya.

  B : Siswa aktif bertanya, aktif memberikan pendapatnya selama diskusi, mengerjakan LKS dan mendengarkan pendapat temannya.

  4. Ketrampilan berkomunikasi antar individu dalam kelompok K : Selama diskusi siswa tidak dapat menyampaikan pendapat atau

  mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga tidak mudah dimengerti oleh temannya, suka memotong penjelasan atau pertanyaan teman dan apabila mengajukan pertanyaan tidak mengacungkan tangan lebih dahulu.

  C : Selama diskusi siswa tidak dapat menyampaikan pendapat atau pertanyaan

  dengan jelas sehingga tidak mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pendapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengcungkan tangan terlebih dahulu. Jika siswa mau mendengarkan dan menghargai pendapat anggota kelompoknya tampak seperti (senyuman, kontak mata, angkat telunjuk dan menepuk punggung)

  B : Selama diskusi siswa dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan

  pertanyaan dengan jelas sehingga mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pandapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengacungkan tangan dahulu.

5. Evaluasi proses kelompok

  K : Siswa tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok yaitu tidak mengerjakan

  LKS, tidak dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya, tidak mau mendengarkan temannya dan sebagainya.

  C : Siswa hanya mengerjakan LKS tetapi tidak dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya, mau mendengarkan pendapat temannya.

  B : Siswa mengerjakan LKS, dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya, mau mendengarkan pendapat temannya dan sebagainya.

  Skor : K = 1 C = 2 B = 3

Tabel 3.5 Kategori hasil observasi

  

No Skor Siswa Kategori Hasil Observasi

  1 66,68 ≤ % ≤ 100

  Tinggi

  2 33,34 ≤ % ≤ 66,67

  Sedang

  3 0 ≤ % ≤33,33 Rendah

  (Suharismi,2007) Skor dari hasil observasi seluruh kelas kemudian dijumlahkan kemudian diubah ke dalam bentuk presentase dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Presentase siswa = X 100% Presentase yang diperoleh kemudian digunakan sebagai data pendukung untuk mengetahui tingkat aktivitas siswa dari setiap pertemuan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian pada Siklus 1 1. Deskripsi Hari/tgl : Senin, 14 Mei 2012 Jam : 07.00- 08.30 Tempat : Kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Materi : Rantai makanan (Fungsi rantai makanan dan jenis rantai

  makanan) Dari materi rantai makan standar kompetensi yang digunakan adalah menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. Kompetensi dasarnya adalah mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia.

  Materi tersebut mempunyai tujuan supaya siswa dapat berdiskusi dan dapat menyebutkan fungsi rantai makanan. Siswa juga dapat mengelompokkan komponen penyususun rantai makanan seperti produsen, konsumen dan pengurai.

  Penyampaian materi pembelajaran tersebut menggunakan model pembelajaran Think Pair Share yang artinya berfikir sendiri kemudian berpasangan dan kemudian mendiskusikan dengan pasangan lainnya. Dengan berdiskusi siswa dapat bekerja satu sama lain dan tidak menggantungkan teman yang pintar.

  Gambar 2. Siswa berdiskusi sepasang Dalam siklus 1 siswa dapat diajak untuk saling berkomunikasi dengan guru dan memperhatikan petunjuk guru. Guru memberikan instruksi untuk berkelompok yang terbagi menjadi 14 kelompok masing- masing kelompok 2 siswa. Siswa pun berkelompok sesuai dengan yang telah dibagikan guru. Kemudian guru membagikan kartu topik dan materi yang akan didiskusikan, guru menjelaskan prosedur dalam berdiskusi.

  Setelah itu para siswa saling mengemukakan pendapat dan bertukar pikiran tentang kartu topik yang mereka dapat. Siswa duduk berkelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 2 siswa. Setiap kelompok mendapatkan 1 kartu topik untuk didiskusikan bersama dan siswa saling bertukar pendapat. Siswa ditugaskan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan topik tersebut dan mencatatnya dalam kertas. Dalam siklus 1 kelompok sudah ditentukan sesuai dengan nomor absen siswa. Tetapi disini ada beberapa kecenderungan yang menurun karena anggota menyulitkan pendamping dalam mengambil tindakan. Kondisi dapat dikendalikan dan siswa mau diajak untuk saling berdiskusi dengan tertib dan mereka mencatat hasil diskusinya didalam buku tulis masing-masing.

  Gambar 3. Siswa berdiskusi 2 pasang Setelah itu siswa membentuk kelompok lagi menjadi 7 kelompok dan setiap anggota berisikan 4 siswa. Dalam kelompok tersebut siswa saling mengemukaan pendapatnya dan mencatat hasil diskusi didalam buku catatan.

  Gambar 4. Siswa presentasi hasil berdiskusi Setelah mereka mengemukakan hasil diskusi masing-masing, setiap kelompok mengajukan perwakilan untuk mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas. Para siswa yang berkelompok tadi kemudian menghadap kedepan memperhatikan teman yang sedang presentasi didepan kelas dan mengajukan pertanyaan apabila ada yang kurang jelas. Setelah semua perwakilan selesai maju presentasi, guru memberikan pos tes 1 untuk mengetahui ketercapaian indikator pembelajaran selama 15 menit. Siswa mengerjakan lembar soal secara pribadi dan tidak mencontek. Suasana didalam kelas terlihat kondusif untuk mengerjakan tes tersebut.

  Setelah soal tes selesai dikerjakan, guru membuat kesimpulan pembelajaran dengan melibatkan siswa. Melakukan refleksi pembelajaran tentang apa yang didapatkan setelah belajar mengenai rantai makanan dengan metode Think Pair Share. Setelah siswa cukup mengajukan pendapat mereka, guru memberikan tugas mandiri untuk mempelajari materi untuk minggu depan yaitu memngenai jenis-jenis rantai makanan.

  Gambar 5. Siswa mengerjakan soal pos tes 1

2. Hasil Kognitif siswa a. Hasil Pre tes (Kemampuan awal siswa)

  Sebelum proses kegiatan belajar mengajar didalam kelas dilaksanakan terlebih dahulu pre tes yang bertujuan untuk mengetahui kondisi awal atau kemampuan awal siswa sebelum diberikan treatment atau perlakuan dengan metode. Dengan begitu akan mempermudah peneliti dalam membandingkan hasil belajar sebelum penggunaan metode. Berikut adalah hasil pre tes siswa X6 sebelum diberikan metode Think Pair Share.

Tabel 4.1 Hasil kemampuan awal siswa

  

Aspek yang diamati Hasil

  Nilai tertinggi

  80 Nilai terendah 30 6 siswa

  Siswa yang tuntas belajar ≥73 22 siswa Siswa yang belum tuntas belajar ≤73 Rata-rata nilai 60,29 Ketuntasan klasikal 20,14% siswa

  Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa nilai tertinggi siswa ada pada nilai 80 yang diperoleh 4 siswa dan mereka mempunyai kemampuan yang lebih dari yang lainnya. Sedangkan siswa yang mempunyai nilai terendah ada pada nilai 30 yang diperoleh 1 orang. Siswa yang tuntas dalam belajar hanya 6 siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 73. Siswa yang belum tuntas ada 22 siswa yang nilainya masih jauh dibawah standar nilai pembelajaran pada materi Biologi. Nilai rata-rata siswa di kelas X6 masihdibawah standar ketuntasan belajar mata pelajaran Biologi yang seharusnya 73 atau sekitar 7,3. Ketuntasan klasikal pada pre tes tersebut adalah 20,14% siswa yang tuntas dalam pelajaran ini. Pre tes dipergunakan untuk mengetahui kondisi awal siswa dan dari data tersebut dapat dilihat bahwa masih banyak siswa yang nilainya dibawah standar ketuntasan belajar siswa. Nilai tersebut dapat dipergunakan oleh guru untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar selanjutnya. Ketika Pre tes diberikan, siswa sama sekali belum mendapatkan materi rantai makanan, hanya berupa peta konsep sebelum memasuki materi rantai makanan. Dengan metode Think Pair Share diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam memahami suatu materi yang diberikan oleh guru. Think Pair Share mengutamakan kerja team atau berdiskusi kelompok dan saling bertukar pendapat dan siswa akan bervariasi dalam mengemukan pendapat dan guru akan memberikan penguatan jika ada siswa yang belum paham.

b. Hasil Pos tes 1

Tabel 4.2 Hasil pos tes 1

  

Aspek yang diamati Hasil

  Nilai tertinggi

  90 Nilai terendah 50 14 siswa

  Siswa yang tuntas belajar ≥73 14 siswa Siswa yang belum tuntas belajar ≤73 Rata-rata nilai

  71,6 Ketuntasan klasikal 50% siswa Pos tes 1 dilakukan pada hari senin, 14 Mei 2012 pada jam pertama. Pos tes dilaksanakan pada akhir pembelajaran, sesudah siswa belajar dan berdiskusi. Pada hasil postes 1 diatas terdapat nilai tertinggi adalah 90 atau 9 yang diperoleh oleh 2 siswa. Kedua siswa tersebut sudah mencapai nilai standar ketuntasan siswa yaitu ≥ 73 atau 7,3 pada mata pelajaran Biologi materi rantai makanan. Nilai terendah siswa adalah 50 dan nilai tersebut masih jauh dibawah rata- rata standar ketuntasan siswa atau ≤ 73 atau 7,3 pada matapelajaran Biologi materi rantai makanan. Hal tersebut mendorong guru untuk memperbaiki nilai ketuntasan siswa agar menjadi diatas rata-rata standar ketuntasan belajar siswa. Siswa yang tuntas belajar ada 14 siswa nilainya diatas rata-rata standar ketuntasan siswa. Sedangkan siswa yang belum tuntas belajar juga ada 14 siswa. Rata- rata nilai pada sisklus 1 ini adalah 71,6. Ketuntasan klasikal siswa ada 50%. Nilai tersebut berimbang di siklus 1 dengan siswa yang tuntas 14 siswa dan siswa yang belum tuntas ada 14 siswa juga. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan nilai hasil belajar siswa jika dibandingkan dengan kemampuan awal siswa atau pre tes.

  Hal tersebut menunjukkan bahwa metode Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

a. Hasil Observasi siklus 1

  Presentase hasil observasi siklus 1 selama pembelajaran menggunakan metode Think Pair Share dibawah ini : Tabel 4. 3 Prosentase tingkat aktivitas siklus 1

  Kelompok (14 Mei 2012) Prosentase tingkat aktivitas

  1 60% 2 66,6% 3 66,6% 4 80% 5 100% 6 86,6% 7 66,6%

  Dari tabel diatas dapat dilihat terdapat 3 kelompok tingkat aktivitasnya lebih dari 70%. Dilihat dari tabel menunjukkan bahwa siswa aktif dalam mengikuti kegiatan proses belajar mengajar dengan metode Think Pair Share. Dari tabel diatas akan diolah lagi kedalam bentuk diagram batang.

  Gambar 6. Diagram hasil observasi diskusi siklus 1 Dari diagram batang siklus 1 diatas dapat diperoleh bahwa terdapat 3 kelompok yang aktif dalam berdiskusi. Ketiga kelompok tersebut mempunyai nilai presentase ≥ 70%, dan di peroleh kelompok 4, kelompok 5 dan kelompok 6.

  80

  6 Kelompok

  5 Kelompok

  4 Kelompok

  3 Kelompok

  2 Kelompok

  1 Kelompok

  90 100 Kelompok

  70

  Kelompok 4 memperoleh 80 %, kelompok 5 memperoleh 100% dan kelompok 6 memperoleh 86,6 %.

  60

  50

  40

  30

  20

  10

  Team observer pada siklus 1 ini kebanyakan memilih option C yaitu cukup pada setiap kategori/item. Pada interaksi muka siswa duduk saling berhadapan tetapi tidak saling memandang wajah pada saat berdiskusi. Pada tanggung jawab individu siswa mengerjakan LKS tetapi tidak dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang ditugasinya. Pada saling ketergantungan positif siswa tidak aktif bertanya dan tidak aktif memberikan pendapat temannya. Pada ketrampilan

  Observasi aktivitas siswa dilihat dari interaksi tatap muka, Ketrampilan komunikasi antar individu dan kelompok, saling ketergantungan positif, tanggung jawab individu, dan evaluasi proses kelompok.

  7 K e a kt if a n si sw a ( % ) menyampaikan pendapat atau pertanyaan dengan jelas sehingga tidak mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pendapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengacungkan tangan terlebih dahulu. Jika siswa mau mendengarkan dan menghargai pendapat anggota kelompoknya tampak seperti (senyuman, kontak mata, angkat telunjuk dan menepuk punggung)

  Pada hasil observasi siklus 1, ada beberapa kelompok yang belum aktif dalam mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dengan metode Think Pair

  

Share. Maka dilakukan lagi pada siklus 2 dengan perlakuan yang berbeda, dan

diharapkan dapat meningkat dari siklus 1.

B. Hasil Penelitian pada Siklus II 1. Deskripsi siklus II

  Hari/tgl : Rabu, 16 Mei 2012 Jam : 07.00- 08.30 Tempat : Kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Materi : Rantai makanan

  Pada siklus ini standar kompetensinya adalah menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. Kompetensi dasarnya mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia. Tujuan pembelajaran ini adalah mengatasi masalah lingkungan dengan menggunakan konsep rantai makanan. Pembelajaran ini menggunakan model Think Pair Share yang bertujuan untuk setelah siswa mengelompokkan gambar makhluk hidup didalam kotak, siswa dapat menjelaskan komponen dalam rantai makanan.

  Gambar 7. Guru mengintruksikan cara berdiskusi Dalam siklus 2 ini siswa diberikan suatu kasus oleh guru, kemudian siswa secara berkelompok diharapkan dapat mengemukakan sebuah ide untuk mengatasi masalah lingkungan dengan konsep rantai makanan secara logis.

  Pada kegiatan eksplorasi guru mengajak siswa untuk menyebutkan jenis-jenis rantai makanan pada tingkat tropi. Kemudian guru mengajak siswa untuk mengorganisasikan diri dalam 14 kelompok tiap kelompok terdiri dari 2 siswa. Dalam siklus kedua ini siswa diorganisasikan untuk memilih sendiri anggota kelompoknya.

  Gambar 8. Siswa berkelompok sepasang di siklus II Namun pada proses pemilihan ini kelas menjadi sangat ribut dan akhirnya sesudah sesuai dengan kelompoknya masing-masing. Mereka diorganisasikan untuk duduk berdekatan dalam kelompok. Setelah siswa duduk dalam kelompoknya, guru menjelaskan prosedur dalam berdiskusi dan membagikan gambar serta materi sebagai bahan diskusi siswa. Setelah semua kelompok mendapatkan gambar dan materi , mereka berdiskusi dalam waktu 10 menit. Setelah 10 menit dan saling mengemukakan pendapat, guru menginstruksikan siswa untuk duduk berkelompok dengan pasangan lainnya dan tiap kelompok terdapat 4 siswa.

  Dalam setiap kelompok harus memiliki gambar yang berbeda. Setiap siswa diberi waktu 10 menit untuk bertukar pendapat tentang gambar masing-masing dan mengajukan pertanyaan jika kurang jelas. Dalam berdiskusi ini semua dapat berkomunikasi dengan baik dan menanyakan kepada guru jika tidak jelas. Setelah itu setiap kelompok wajib mengajukan perwakilan untuk maju didepan kelas untuk mempresentasikan gambar tersebut dan menempelkan gambar tersebut satu-per satu untuk menempelkan gambar yang sesuai dengan materi yang telah diberikan. Aturan penempelan gambar harus secara urut dan sesuai dengan komponen masing

  • – masing yang berawal dari produsen dan kembali kepengurai. Siswa mampu menjelaskan gambar tersebut didepan kelas.

  Gambar 9. Siswa berkelompok menjadi 4 siswa Gambar 10. Siswa maju kedepan menempel gambar Setelah menempelkan gambar yang berurutan siswa diberikan suatu kasus untuk dianalisa melalui gambar tersebut dan menganalisa dalam kelompok.

  Gambar 11. Siswa menganalisa suatu kasus Gambar 12. siswa presentasi didepan kelas

  Guru mengintruksikan agar siswa secara suka rela menjelaskan hasil analisa dari kasus tersebut didepan kelas. Setelah kasus terjawab dengan benar, guru memberikan tes untuk mengetahui ketercapaian indikator pembelajaran dengan pos tes dari materi tersebut.

  Siswa diberikan waktu selama 15 menit untuk mengerjakan soal pilihan ganda dan uraian. Setelah selesai mengerjakan soal latihan tersebut, guru membuat kesimpulan dan refleksi pembelajaran dengan

  

Gambar 13. siswa mengerjakan pos tes 2

  Melakukan refleksi pembelajaran dengan melibatkan siswa. Siswa mengajukan pendapat tentang pembelajaran yang menggunakan metode

  Think Pair Share tersebut.

2. Hasil Kognitif Siswa a. Hasil Pos tes 2

  Tabel 4.4Hasil analisa pos tes 2

  Aspek yang diamati Hasil

  Nilai tertinggi

  90 Nilai terendah

  65 Siswa yang tuntas belajar ≥73

  20 Siswa Siswa yang belum tuntas belajar ≤73

  8 Siswa Rata-rata nilai

  82,9 Ketuntasan klasikal 70% siswa

  Pos tes 2 dilakukan pada hari Rabu, 16 Mei 2012 setelah kegiatan pembelajaran selesai. Hasil pos tes 2 sebagai berikut siswa yang memperoleh nilai tertinggi sama dengan di siklus 1 yaitu angka 90. Nilai peningkatan hasil belajar siswa setelah diberikan metodeThink Pair Share. Siswa yang tuntas belajar ada 20 siswa. Siswa tersebut sudah mempunyai nilai yang diatas standar ketuntasan siswa yaitu nilai ≥73 atau 7,3. Dan indikator ketercapaian sudah tercapai yaitu sekitar 70% siswa tuntas dalam belajar. Siswa yang belum tuntas ada 8 siswa. Siswa tersebut masih dibawah nilai standar ketuntasan siswa atau nilai ≤ 73. Dari hasil data tersebut terjadi peningkatan pada setiap siklus dan sudah mencapai nilai diatas nilai standar ketuntasan siswa. Hal ini semakin memperkuat asumsi bahwa metode Think Pair Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam siklus 2 ini terjadi perubahan perlakuan atau treatmen yaitu pada cara pembentukan kelompok yang berbeda dengan siklus pertama. Siswa dapat memilih sendiri teman diskusinya. Hasil yang diperoleh meningkat dari hasil pre tes dan pos tes 1.

3. Hasil Obervasi Siklus 2

Tabel 4.5 Hasil Prosentase tingkat aktivitas

  Kelompok (16 Mei 2012) Prosentase tingkat aktivitas 1 73,3 % 2 86,6 % 3 93,3 % 4 66,6 % 5 93,3 % 6 93,3 % 7 73,3 %

  Gambar 14. Diagram hasil observasi diskusi siklus 2 Pada diagram batang diatas menunjukan presentase keaktifaan siswa pada siklus 2. Pada observasi siklus 2 ini terdapat 6 kelompok yang mencapai skor diatas rata- rata ≥70% yang berarti baik. Observasi ini dilakukan untuk mengetahui interaksi tatap muka, ketrampilan komunikasi antar individu dan kelompok, saling ketergantungan positif, tanggung jawab individu, evaluasi proses kelompok. Pada kelompok 1 memperoleh 73,3 %, kelompok 2 memperoleh 86,6 %, kelompok 3 memperoleh 93,3 %, kelompok 4 memperoleh 66,6 %, kelompok 5 memperole 93,3%, kelompok 6 memperoleh 93,3%, kelompok 7 memperoleh 73,3%.

  90 100 Kelompok

  6 Kelompok

  5 Kelompok

  4 Kelompok

  3 Kelompok

  2 Kelompok

  1 Kelompok

  80

  Team observer pada siklus 2 ini kebanyakan memilih option B yang artinya baik. Kriteria pada interaksi tatap muka, siswa duduk saling berhadapan dan memandang wajah saat berdiskusi. Pada tanggung jawab individu siswa mengerjakan LKS dan dapat menjelaskan kepada kelompok

  70

  60

  50

  40

  30

  20

  10

  7 K e a kt if a n si sw a ( % ) bertanya, aktif memberikan pendapatnya selama diskusi, mengerjakan LKS dan mendengarkan pendapat temannya. Pada ketrampilan berkomunikasi antar individu dan kelompok selama diskusi siswa dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pendapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengacungkan tangan dahulu. Pada evaluasi proses kelompok siswa mengerjakan LKS, dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya dan sebagainya. Pada siklus 2 ini hasil observasi meningkat dibandingkan dengan siklus 1 karena terdapat 6 kelompok yang hasil presentasenya diatas 70 % sedangkan pada siklus 1 hanya ada 3 kelompok yang presentasenya di atas 70%.

C. Proses Diskusi Siswa

  Observasi pada siklus 1 adalah melihat keadaan siswa dalam berdiskusi kelompok. Tugas mengobservasi adalah observer yang mengamati kondisi dalam diskusi tersebut. Kriteria yang dimasukkan dalam lembar observasi aktivitas siswa adalah apakah siswa saling duduk berhadapan pada saat berdiskusi, siswa duduk saling berhadapan tetapi tidak saling memandang wajah pada saat berdiskusi, siswa duduk berhadapan dan memandang wajah saat berdiskusi. Kriteria tanggung jawab individu yang mencantumkan apakah siswa tidak mengerjakan LKS dan tidak dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang menjadi tugas. Apakah siswa mengerjakan LKS tetapi tidak dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang menjadi tugas. Siswa mengerjakan LKS dan dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi mencantumkan beberapa indikator yaitu apakah siswa tidak aktif bertanya dan tidak aktif memberikan pendapatnya selama berdiskusi, tidak mengerjakan LKS serta tidak mendengarkan pendapat temannya, siswa tidak aktif bertanya dan tidak aktif memberikan pendapatnya selama berdiskusi, tetapi mengerjakan LKS dan mendengarkan pendapat temannya, siswa aktif bertanya, aktif memberikan pendapatnya selama diskusi, mengerjakan LKS dan mendengarkan pendapat temannya. Dalam ketrampilan berkomunikasi antar individu dalam kelompok mencantumkan kriteria apakah selama diskusi siswa tidak dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga mudah dimengerti oleh temannya, suka memotong penjelasan atau pertanyaan teman dan apabila mengajukan pertanyaan tidak mengacungkan tangan terlebih dahulu. Siswa selama berdiskusi tidak dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga tidak mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pendapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengacungkan tangan terlebih dahulu. Jika siswa mau mendengarkan dan menghargai pendapat anggota kelompoknya tampak seperti (senyuman,kontak mata, angkat telunjuk dan menepuk punggung); selama berdiskusi siswa dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pendapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengacungkan tangan dahulu. Kemudian kriteria dalam evaluasi proses kelompok yang mencantumkan apakah siswa berpartisipasi dalam kerja kelompok yaitu tidak mengerjakan LKS, tidak

mendengarkan temannya dan sebagainya ; siswa hanya mengerjakan LKS tetapi tidak dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya, mau mendengarkan pendapat temannya ;Apakah siswa mengerjakan LKS dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya mau mendengarkan pendapat temannya dan sebagainya.

  Gambar 15 . Team observasi melihat kondisi berdiskusi siswa D.

   Hasil Analisa

  Hasil analisa menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Dengan penerapan metode Think Pair Share diharapkan dapat membantu siswa dan guru dalam proses kegiatan belajar mengajar didalam kelas. Metode diskusi dari berdua menjadi berempat dapat membantu siswa dalam mengemukan pendapat mereka masing

  • –masing. Dengan penerapan model pembelajaran Think Pair Share diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan berfikir dan menjawab dalam komunikasi antara satu dengan
sesuai dengan pengertian dari model pembelajaran Think Pair Share itu sendiri, sebagaimana yang dikemukakan oleh Lie (2 002:57) bahwa, “Think

  Pair Share adalah pembelajaran yang memberi siswa kesempatan untuk bekerja sendiri dan bekerjasama dengan orang lain.

  b.

   Perbandingan aktivitas siswa siklus 1 dan siklus 2

  6

  5 ok

  4 p lom

  3 ke h la m

  2 Ju

  1 Siklus 1 Siklus 2

  Gambar 16 . Perbandingan jumlah kelompok dengan aktivitas ≥ 70%

  Dapat dilihat dari perbandingan siklus 1 dan siklus 2 terjadi peningkatan yang cukup membanggakan, karena terdapat 6 kelompok yang sangat aktif dalam mengikuti diskusi dengan menggunakan metode Think Pair Share. Pada siklus 1 hanya ada 3 kelompok yang mempunyai nilai presentase diatas 70% kemudian meningkat menjadi 6 kelompok dari 7 kelompok pada siklus

  2. Pada siklus 1 siswa kurang aktif dalam berdiskusi dan bertanya jawab dengan temannya, hal ini kemungkinan karena anggota kelompok telah ditentukan oleh peneliti. Sedangkan pada siklus 2 siswa lebih dibandingkan dengan siklus 2. Hal ini dimungkinkan karena anggota kelompoknya memilih sendiri dan menggunkan perlakuan yang berbeda.

  Jadi penerapan pembeajaran kooperatif dengan menggunakan metode

  Think Pair Share tersebut dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

B. PEMBAHASAN

1. Peningkatan hasil belajar aspek kognitif

  Nilai tertinggi

  22 siswa 14 siswa 8 siswa

Tabel 4.6 Tabel perbandingan aspek kognitif

  Hasil analisa perbandingan dengan tahun lalu terjadi perubahan dan peningkatan dalam hasil belajar siswa. Pada tahun lalu nilai tertinggi pada nilai 80 dan terendah pada nilai 17. Nilai 17 sangat jauh dengan standar nilai ketuntasan siswa yaitu ≤73. Nilai rata-rata siswa 65. Ketuntasan klsaikan 35,71%, kemudian dibandingkan dengan tahun sekarang.

  20,14 % 50% 70%

  Ketuntasan klasikal

  60,29 71,6 80,29

  Nilai rata-rata

  Jumlah siswa yang belum tuntas belajar (≤73)

  80

  6 siswa 14 siswa 20 siswa

  Jenis data yang diamati Kemampuan awal siswa Nilai akhir siklus 1 Nilai akhir siklus 2

  65 Jumlah siswa yang Sebelum peneliti membandingkan hasil nilai dengan tahun lalu, peneliti ingin melihat kemampuan awal siswa dengan menggunakan pre tes sebelum masuk materi rantai makanan. Hasil analisa pre tes, nilai tertinggi pada nilai 80 dan terendah 30. Siswa yang tuntas ada 6 siswa dan yang tidak tuntas ada 22 siswa. Nilai rata-rata siswa yaitu 62,9 dan ketuntasan klasikal 20,14%.

  50

  30

  90 Nilai terendah

  90

  tuntas belajar (≥73)

  Setelah mengetahui kemampuan awal siswa, kemudian melakukan perencanaan mengajar dengan menggunakan metode Think Pair Share pada pertemuan berikutnya. Hasil analisa pos tes 1 adalah nilai tertinggi pada nilai 90 dan terendah ada pada nilai 50. Jumlah siswa yang tuntas ada 14 siswa dan yang belum tuntas juga ada 14 siswa. Hasil tersebut seimbang dengan nilai rata-rata 71,6 dan ketuntasan klasikal 50%.

  Setelah melaksanakan siklus 1, peneliti melanjutkan dengan siklus kedua dengan perlakuan yang berbeda dengan siklus 1 yaitu dengan membedakan kelompok dan kartu topik diganti dengan gambar. Pada siklus 2 diperoleh hasil analisa yaitu nilai tertinggi ada pada nilai 90 dan nilai terendah 65. Siswa yang tuntas ada 20 siswa dan yang belum tuntas ada 8 siswa. Nilai rata-rata siswa 82,9 dengan ketuntasan klasikal 70%.

70 Pretes Siklus1 Siklus2

  Gambar 17. Prosentase ketuntasan klasikal Peningkatan hasil belajar atau skor nilai ini disebabkan penerapan pembelajaran dengan strategi kooperatif dengan metode Think Pair Share. Proses belajar melalui strategi kooperatif Think Pair Share ini ditandai dengan siswa saling memotivasi, saling membantu satu sama lain dalam menguasai materi pelajaran, siswa juga berkolaborasi dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Melalui pembelajaran metode Think Pair Sharedengan anggota yang heterogen memungkinkan siswa untuk saling bertukar pikiran, bekerja sama dalam memecahkan masalah yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan befikir kritis.

  Penerapan proses belajar mengajar dengan strategi kooperatif metode

  

Think Pair Share dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X6

  SMA PL Yogyakarta. Hal ini sesuai dengan pendapat Banks melalui Jacobsen et

  

all (2009), model pembelajaran kooperatif dirancang tidak hanya untuk

  menyelesaikan tugas dalam pembelajaran namun untuk membangun sikap posistif antarsiswa di dalam kelas yang beragam dan multikultural. Karena di dalam

  10

  20

  30

  40

  50

  60

  K e tu n ta sa n kl a si ka l (% )

Diagram peningkatan hasil belajar diskusi kelompok dapat membangun sikap positif yang akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa itu sendiri.

  Metode Think Pair Share merupakan salah satu dari pembelajaran kooperatif yang mengutamakan kerja sama antar siswa dalam kelompok. Metode

  

Think Pair Share berarti memberikan waktu kepada siswa untuk memikirkan

  jawaban dari pertanyaan atau permasalahan yang akan diberikan oleh guru. Siswa saling membantu dalam menyelesaikan masalah tersebut dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing. Metode ini merupakan struktur kegiatan pembelajaran gotong-royong. Metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bekerja sendiri dan bekerja sama dengan orang lain.

4. Aktivitas siswa

  Dari data observasi kelompok dapat diperoleh bahwa dari siklus 1 dan siklus 2 siswa bertambah aktif. Pada pertemuan pertama kelompok aktif hanya terdapat 3 kelompok dan yang sisanya masih berada dibawah indikator ketercapaian aktivitas ≤70%. Dari setiap kelompok juga dapat dilihat rata-rata siswa yang aktif lebih dari separo. Jadi untuk pertemuan pertama ini peneliti belum memenuhi target indikator ketercapaian yang sesuai dalam mengikuti diskusi kelompok. Ketercapaian indikator jika semuanya berada pada kriteria B (Baik), tetapi pada pertemuan 1 team observer kebanyakan memilih option C yang terdiri dari interaksi tatap muka siswa duduk saling berhadapan tetapi tidak saling memandang wajah. Pada tanggung jawab individu siswa mengerjakan LKS tetapi tidak dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang ditugasinya. Pada saling ketergantungan positif siswa tidak aktif bertanya dan tidak aktif memberikan pendapatnya selama diskusi, tetapi

  Pada ketrampilan berkomunikasi antar individu dalam kelompok siswa tidak dapat menyampaikan pendapat atau pernyataan dengan jelas sehingga tidak mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pendapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengacungkan tangan terlebih dahulu. Siswa mau mendengarkan dan menghargai pendapat anggota kelompoknya tampak seperti (senyuman, kontak mata, angkat telunjuk dan menepuk punggung).

  Pada pertemuan kedua ini siswa bertambah aktif, ini dapat dilihat dari jumlah anggota kelompok yang bertambah aktif atau team observer memilih B(Baik). Pertemuan kedua ini ada 6 kelompok yang nilainya diatas nilai ketercapaian indikator atau ≥70%. Dari kedua pertemuan diatas dapat dilihat diagram kenaikan tingkat aktivitas siswa. Pada siklus kedua ini team observer kebanyakan memilih option B yang berisikan aktivitas siswa dengan beberapa kriteria. Yang pertama interaksi tatap muka siswa duduk saling berhadapan dan memandang wajah saat berdiskusi. Tanggung jawab individu siswa mengerjakan LKS dan dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang ditugasinya. Saling ketergantungan positif siswa aktif bertanya, aktif memberikan pendapatnya selama diskusi, mengerjakan LKS dan mendengarkan pendapat temannya. Pada ketrampilan berkomunikasi antar individu dalam kelompok selama diskusi siswa dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pendapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengacungkan tangan dahulu. Pada evaluasi proses kelompok siswa mengerjakan LKS, dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya, mau

  Dari beberapa kriteria dan item diatas dapat diketahui bahwa pembelajaran dengan metode Think Pair Share adalah mengerjakan tugas atau masalah dengan cara berdiskusi kelompok. Didalam diskusi kelompok semua siswa ikut ambil bagian dalam berpendapat maupun mengajukan pertanyaan.

  Think Pair Share (TPS) sebagai salah satu metode pembelajaran kooperatif

  yang terdiri dari 3 tahapan, yaitu thinking, pairing, dan sharing. Guru tidak lagi sebagai satu-satunya sumber pembelajaran (teacher oriented), tetapi justru siswa dituntut untuk dapat menemukan dan memahami konsep-konsep baru (student oriented).

  Secara keseluruhan pembelajaran Think Pair Share ini adalah suatu aktifitas yang akan berdampak pada hasil belajar siswa. Di dalam diskusi diajarkan untuk bertukar pendapat dan mempunyai rasa percaya diri. Semua jawaban akan beragam dan siswa lebih dapat menerimanya dari pada dengan metode ceramah dari guru. Dengan begitu siswa akan lebih termotivasi dalam mengerjakan postes. Pada hasil tingkat ketuntasan siswa ternyata dari hasil pretes, postes1 dan postes 2 dapat meningkat. Dengan metode Think Pair

  Share rasa tanggung jawab siswa semakin bertambah dalam belajar dan

  memahami konsep materi. Setelah siswa berdiskusi dengan teman pasangannya, siswa tersebut akan mempunyai rasa percaya diri dalam mengerjakan soal postes 1 dan postes 2. Dengan begitu aktivitas siswa semakin meningkat. Setelah aktivitas siswa meningkat maka motivasi siswa dalam belajar juga semakin meningkat. Jika motivasi meningkat maka pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan guru juga meningkat sehingga berdampak pada hasil belajar siswa.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa

  penerapan metode Think Pair Share pada materi rantai makanan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta. Hal tersebut dapat kita lihat terjadi peningkatan rata-rata nilai dari 6,29 dengan ketuntasan klasikal 20,14% menjadi 71,6 dengan ketuntasan 50% dan selanjutnya meningkat menjadi 82,9 dengan ketuntasan klasikal 70%.

  Aktivitas psikomotor yang dilakukan oleh siswa meningkat dari kategori C(Cukup) menjadi B(Baik). Siswa menunjukan respon yang positif selama pembelajaran menggunakan metode Think Pair Share.

B. Saran

  Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, keterbatasan dan pengalaman peneliti selama penelitian, peneliti memberi saran sebagi berikut :

  1. Pembelajaran dalam poses belajar mengajar hendaknya terencana atau terprogam sesuai skenarionya agar siswa mudah memahami konsep materi Biologi. Pada mata pelajaran Biologi ini dapat mengubah pola pikir anak supaya tidak beranggapan kalau pelajaran Biologi hanya bersifat hafalan namun mengubah menjadi menyenangkan.

  2. Penerapan berdiskusi didalam kelas kurang efektif jika pembagian kelompok guru yang mengatur. Mereka lebih aktif memilih anggota kelompoknya namun didalam kelompok tersebut harus heterogen contohnya ada yang pintar dan ada yang kurang pintar. Pembagian ini harus rata dan menyebar agar saling mendukung dalam berdiskusi.

  3. Pada bagian istrumen pembelajaran masih belum sempurnaterutama bagian silabus, kisi-kisi soal penelitian dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Hal tersebut dapat diperbaiki untuk penelitian selanjutnya.

4. Pada RPP siklus 1 bagian indikator psikomotor masih belum sempurna karena tidak cocok dengan lembar observasi siswa.

  5. Pada Lembar Kerja Siswa II kurang sempurna karena tidak tercantum dalam indikator silabus, pada bagian tersebut dapat diperbaiki pada penelitian selanjutnya.

  6. Pada soal pre-tes, post tes 1 dan Post tes 2 masih belum sempurna dalam pembagian aspek kognitifnya, antara C1, C2 dan C3. Hal tersebut dapat diperbaiki untuk penelitian selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

  Abdurrahman.,2003.Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.Jakarta : Rineka Cipta. Ahira, A., 2010. Jurnal Prestasi Belajar Siswa prestasi-belajar.htm, diakses tanggal 1 Maret 2012.

  Ali,M.,1988. Guru dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Arikunto,Suharsismi.,2007.Manajemen Penelitian.Jakarta : Rineka Cipta Dimyati dan Mudjiono.,2002.Belajar dan Pembelajaran.Jakarta :Rineka Cipta Hamalik,Oemar.,1980. Sistem Pengelolaan Kelas :Manajemen

  Pendidikan.Bandung Hanafiah Nanang dan Suhana cucu. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran.PT

  Refika Aditama Jl. Mengger Girang No.98, Bandung Kemmis, S. dan R. Mc Taggart. 1988. The Action Research

  Planner. Victoria:Deakim University

  Jacobsen, D.A.; Eggen, P.; dan Kauchak, D., 2009, Methods for Teaching, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

  Lie, A., 2010.Cooperative Learning, Grasindo, Jakarta. Miftahul Huda.,2011.Cooperative Learning ,Pustaka Pelajar,Yogyakarta. Mulyana, E., 2005. Kurikulum Berbasis Konsep Karakteristik dan Implementasi.

  PT Remaja Rosdakarya, Bandung Pratiwi, dkk. 2004. Buku Penuntun Biologi SMA Untuk Kelas X. Jakarta : Priyadi dan Silawati.2007.,Sains Biologi SMA Kelas X. Jakarta : Yudhistira. Sudjana, Nana. 2010. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung : Sinar Baru Suharsini, A. (1989). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bina Aksara Suharsimi, A. (1989). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Taktik. Jakarta :

  Bina Aksara Sumadi Surya Brata. (1957). Pengantar Psikologi Pendidikan Yogyakarta : Yasbit Psikologi UGM.

  Suparno, A.S., 2001. Membangun Kompetensi Belajar, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

  Suparno, A. 2001. Membangun Kompetensi Belajar. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional

  Suparno, Paul.2003. Guru Demokrasi Di Era Reformasi Pendidikan.Jakarta : PT.Gramedia.Universitas

  Syah, M., 2004. Psikologi Pendidikan : dengan pendekatan baru, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

  

SILABUS

Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Kelas : X Mata Pelajaran : Biologi Semester : II (Kedua)

Standar kompetensi : Menganalisa hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peran manusia dalam

keseimbangan ekosistem.

  Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Karakter Penilaian Alokasi Waktu Sumber/Bahan/ Alat

  4.2 Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan

  Rantai makanan : a.

  • Menjelaskan fungsi rantai makanan.

  Fungsi rantai makanan.

  • Pre Tes -
  • Buku Paket Biologi SMA
  • Membedakan peran produsen,

  b.

  Jenis- jenis rantai

   Membagi siswa dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok

  Percaya diri Tes

  Post Tes 4 xpertemuan Sumber :

  1 ESIS

  daur biogeokimia.

  makanan.

  c.

  Contoh- contoh rantai makanan d. Komponen dalam rantai makanan (produsen, konsumen, pengurai)

  berisikan 2 siswa.  Melakukan diskusikan dengan membagikan kartu berisikan materi rantai makanan.

  • LKS
  • Menjelaskan jenis- jenis rantai makanan berdasarkan tingkat tropi.
  • topik
  • Kartu gambar.
  • Mengatasi masalah lingkungan dengan menggunakan konsep rantai makanan.
  • Metode
  • Diskusi

   Setelah berdiskusi dengan 2 orang, kemudian membentuk menjadi beberapa kelompok berisikan 4 siswa. konsumen dan pengurai dalam rantai makanan.

  Bekerja sama Saling menghargai

  Bahan :

  Alat :

  Metode :

  Think Pair Share

   Setelah berdiskusi, perwakilan kelompok presentasi didepan kelas.

KISI-KISI SOAL PENELITIAN

  Pre Tes Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : X/II Jumlah Soal : 15 Soal Waktu : 15 menit Bentuk Soal : Pilihan ganda dan uraian

  Kompetensi Aspek Kognitif

  Indikator Materi Pokok Dasar

  Bentuk soal C1 C2 C3

  4.2

  1. Rantai Makanan Pilihan Ganda 1,8,9 Menjelaskan

  Mendeskripsikan fungsi rantai Esay

  1 peran komponen makanan.

  ekosistem dalam

  2. Pilihan Ganda 3,10 2,4,5 Membedakan aliran energi dan peran Esay daur produsen, biogeokimia. konsumen dan pengurai dalam rantai makanan.

  3. Pilihan Ganda 11 12,13

  6 Menjelaskan jenis-jenis Esay

  2

  rantai makanan

  4. Pilihan ganda 14,15

  7 Mengatasi masalah Esay

  3

  lingkungan dengan menggunakan konsep rantai makanan.

KISI-KISI SOAL PENELITIAN

  Postes 1 Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : X/II Jumlah Soal : 15 Soal Waktu : 15 menit Bentuk Soal : Pilihan ganda dan uraian

  Aspek Kognitif Kompetensi Dasar Indikator Materi Pokok

  Bentuk soal C1 C2 C3

  4.2

  1. Rantai Pilihan Ganda

  6

  13 Menjelaskan Mendeskripsikan fungsi rantai Makanan Esay peran komponen makanan. ekosistem dalam

  2. Pilihan Ganda 1,3,7,9 2,5,12,14 Membedakan aliran energi dan daur peran produsen, Esay

  1 biogeokimia.

  konsumen dan pengurai dalam rantai makanan.

  c. Pilihan Ganda 8 4,11

  10 Menjelaskan jenis- jenis rantai

  Esay

  2

  makanan

  d. Pilihan ganda

  15 Mengatasi masalah Esay

  3

  lingkungan dengan menggunakan konsep rantai makanan.

KISI-KISI SOAL PENELITIAN

  Postes 2 Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Mata Pelajaran : Biologi Kelas/Semester : X/II Jumlah Soal : 15 Soal Waktu : 15 menit Bentuk Soal : Pilihan ganda dan uraian

  Materi Aspek Kognitif Kompetensi Dasar Indikator

  Pokok Bentuk soal C1 C2 C3

  4.2

  1. Rantai Pilihan Ganda

  13

  3 Menjelaskan Mendeskripsikan fungsi rantai Makanan Esay peran komponen makanan. ekosistem dalam aliran

  2. Pilihan Ganda 2,5 4,8,14 Membedakan energi dan daur peran produsen, Esay

  3 biogeokimia.

  konsumen dan pengurai dalam rantai makanan.

  3. Pilihan Ganda 10,12 6,7 Menjelaskan jenis-jenis rantai

  

Esay

  1

  makanan

  4. Pilihan ganda 9 1,11,15 Mengatasi masalah Esay

  2

  lingkungan dengan menggunakan konsep rantai makanan.

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(Siklus I)

Satuan Pendidikan : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Mata Pelajaran : Biologi Kelas / semester : X6 / II Alokasi waktu : 1 pertemuan (45 menit) A. Standar Kompetensi

  Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem.

  B. Kompetensi Dasar

  Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia.

  C. Indikator Kognitif Produk 1.

  Menyebutkan fungsi rantai makanan 2. Membedakan peran produsen, konsumen, dan pengurai dalam rantai makanan.

  Kognitif Proses 1.

  Siswa menganalisa tentang produsen, konsumen, dan pengurai

  Psikomotor 1.

  Mempresentasikan hasil diskusi

  Afektif 1.

  Berdiskusi dengan saling bekerjasama

  3. Tujuan Pembelajaran Kognitif Produk 1.

  Setelah berdiskusi, siswa dapat menyebutkan fungsi rantai makanan.

  2. Setelahmengelompokkan produsen, konsumen dan pengurai dalam rantai makanan siswa dapat membedakan peran produsen, konsumen, dan pengurai.

  Kognitif Proses 1.

  Setelahmencermati gambar, produsen, konsumen, dan pengurai siswa dapat menjelaskan peran produsen, konsumen dan pengurai.

  Afektif 1.

  Setelah selesai mengikuti pembelajaran, siswa dapat saling menghargai pendapat teman 1 kelompok dan kelompok lain.

  4. Materi Pembelajaran 1.

  Rantai Makanan Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan. Tiga macam rantai pokok yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.

  a.

  Rantai Pemangsa Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produser. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivor sebagai konsumer I, dilanjutkan dengan hewan karnivor yang memangsa herbivor sebagai konsumer ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivor maupun herbivor sebagai konsumer ketiga.

  b.

  Rantai Parasit

  Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan tanaman benalu.

  c.

  Rantai Saprofit Rantai saprofit dimulai dari organisme mati sampai organisme pengurai. Misalnya jamur dan bakteri.

2. Rantai makanan dan tingkat tropi

  Salah satu cara suatu komunitas berinteraksi adalah dengan peristiwa makan dan dimakan, sehingga terjadi pemindahan energi, elemen kimia, dan komponen lain dari satu bentuk ke bentuk lain disepanjang rantai makanan. Tingkat tropik tersusun dari seluruh organisme pada rantai makanan yang bernomor sama dalam memakan. Sumber asal energi adalah matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula melalui proses fotosintesis hanya memakai energi matahari dan CO2 dari udara. Oleh karena itu tumbuhan tersebut digolongkan dalam tingkat tropik pertama. Hewan herbivor atau organisme yang memakan tumbuhan termasuk anggota tingkat tropik kedua. Karnivor yang secara langsung memakan herbivor termasuk tingakat tropik ketiga, sedangkan karnivor yang memakan karnivor di tingkat trofik tiga termasuk dalam anggota tingkat tropik keempat.

5. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif.

6. Kegiatan Pembelajaran

  Siklus I(1 kali pertemuan : 2x45 menit) 2JP No Kegiatan Alokasi Waktu Karakter Keterangan

  1. Pendahuluan 1.

  Menyampaikan salam pembuka 2. Menyampaikan materi yang akan dibahas dan rencana kegiatannya dalam berdiskusi dengan metode Think Pair

  Share.

  3. Menyampaikan tujuan pembelajaran.

  5 menit Percaya diri Tatap muka

  2. Kegiatan Inti Eksplorasi

  10 menit 30 menit Mampu bekerja diskusi

  • Mengajak siswa untuk menyebutkan tanaman dan hewan yang saling memangsa.

  Elaborasi

  • Mengorganisasikan siswa dalam kelompok. Terdapat 14 kelompok. Setiap kelompok berisikan 2 siswa.
  • sama

  Membagikan topik dan materi yang akan di diskusikan.

  • berdiskusi.

  Menjelaskan prosedur dalam

  • mengemukakan pendapat, 25 menit siswa dibentuk menjadi 7 kelompok dan setiap kelompok berisikan 4 siswa.

  berdua saling Setelah

  • siswa saling share dan mengemukan pendapat.

  Dalam kelompok tersebut

  • mengajukan perwakilan untuk presentasi didepan kelas menyampaikan hasil diskusi.

  15 menit Dari kelompok tersebut siswa

  Konfirmasi

  • tes untuk

  Memberikan mengetahui ketercapaian indikator pembelajaran.

3. Penutup

  1. kesimpulan 5 menit aktif Membuat pembelajaran dengan melibatkan siswa. 2. refleksi

  Melakukan pembelajaran dengan melibatkan siswa.

  3. Memberikan tugas mandiri untuk mempelajari jenis-jenis rantai makanan.

7. Sumber Belajar 1.

  Pratiwi, dkk. Buku Penuntun Biologi SMA Untuk Kelas X. Jakarta : Erlangga 2. Buku Paket Biologi SMA 1 ESIS 8.

   Alat dan Bahan 1.

  Potongan gambar-gambar untuk menyusun aliran energi dan rantai makanan.

  

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(Siklus II)

Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Biologi Kelas / semester : X / II Alokasi waktu : 1x pertemuan (2 x 45 menit) A. Standar Kompetensi

  Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem.

B. Kompetensi Dasar

  Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia.

C. Indikator

  Kognitif Produk 1.

  Menjelaskan keterkaitan hubungan antara aliran energi dan rantai makanan kedalam tingkatan trofik.

  Kognitif Proses 1.

  Menjelaskan jenis-jenis rantai makanan dan tingkat trofi.

  2. Mengatasi masalah lingkungan dengan menggunakan konsep rantai makanan

  Psikomotor 1.

  Membuat alur rantai makanan berdasarkan tingkat tropi dengan benar didepan kelas.

  Afektif 1.

  Memberikan tanggapan terhadap gagasan teman dalam memecahkan kasus lingkungan dalam 1 kelompok.

D. Tujuan Pembelajaran

  Kognitif Produk 1.

  Setelah siswa mengelompokkan gambar mahkluk hidup di dalam kotak, siswa dapat menjelaskan komponen dalam rantai makanan.

  2. Setelah siswa mendapatkan lembar kasus, siswa secara berkelompok dapat mengemukakan sebuah ide untuk mengatasi masalah lingkungan dengan konsep rantai makanan secara logis

  Kognitif Proses 1.

  Setelah siswa mengelompokkan beberapa gambar mahkluk hidup ke dalam tingkatan trofik, siswa dapat menjelaskan keterkaitan hubungan antara aliran energi dan rantai makanan di dalam tingkatan trofik.

  Psikomotor 1.

  Setelah siswa menempelkan gambar mahkluk hidup dalam alur rantai makanan, siswa dapat mengelompokkan mahkluk hidup ke dalam tingkatan trofik.

  Afektif 1.

  Setelah selesai mengikuti pembelajaran, siswa semakin memiliki rasa tanggap terhadap sesama dan lingkungannya.

E. Materi Pembelajaran 1.

  Rantai Makanan Rantai makanan adalah pengalihan energi dari sumbernya dalam tumbuhan melalui sederetan organisme yang makan dan yang dimakan. Tiga macam rantai pokok yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.

  a.

  Rantai Pemangsa Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produser. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivor sebagai konsumer I, dilanjutkan dengan hewan karnivor yang memangsa herbivor sebagai konsumer ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivor maupun herbivor sebagai konsumer ketiga.

  b.

  Rantai Parasit Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan tanaman benalu.

  b.

  Rantai Saprofit Rantai saprofit dimulai dari organisme mati sampai organisme pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai diatas

2. Rantai makanan dan tingkat tropi

  Salah satu cara suatu komunitas berinteraksi adalah dengan elemen kimia, dan komponen lain dari satu bentuk kebentuk lain disepanjang rantai makanan. Tingkat tropik tersusun dari seluruh organisme pada rantai makanan yang bernomor sama dalam memakan. Sumber asal energi adalah matahari. Tumbuhan yang menghasilkan gula lewat fotosintesis hanya memakai energi matahari dan CO2 dari udara.

  Oleh karena itu tumbuhan tersebut digolongkan dalam tingkat tropik pertama. Hewan herbivor atau organisme yang memakan tumbuhan termasuk anggota tingkat tropik kedua. Karnivor yang secara langsung memakan herbivor termasuk tingkat tropik ketiga, sedangkan karnivor yang memakan karnivor di tingkat trofik tiga termasuk dalam anggota tingkat tropik keempat.

F. Model dan Metode Pembelajaran Model Pembelajaran : Pembelajaran Kooperatif.

  Metode Pembelajaran :Think Pair Share G.

   Kegiatan Pembelajaran Siklus II(1 kali pertemuan : 2x45 menit) 2JP

  Alokasi

No Kegiatan Karakter Keterangan

Waktu

1. Pendahuluan 5 menit Percaya Tatap muka 1.

  diri Menyampaikan salam pembuka

2. Menyampaikan materi yang

  akan dibahas dan rencana kegiatannya dalam berdiskusi dengan metode Think Pair Share.

  3. tujuan Menyampaikan pembelajaran.

2. Kegiatan Inti Eksplorasi

  • siswa untuk 10 menit Saling diskusi

  Mengajak menyebutkan jenis-jenis rantai bekerja makanan pada tingkat tropi. sama

  Elaborasi

  • siswa

  Mengorganisasikan dalam kelompok. Terdapat 14 kelompok. Setiap kelompok 30 menit berisikan 2 siswa.

  • materi yang akan di diskusikan.

  Membagikan gambar dan

  • berdiskusi
  • 30 menit

  Menjelaskan prosedur dalam

  Siswa maju kedepan kelas untuk menempelkan gambar. Mampu berdua saling

  • bekerja

  Setelah mengemukakan pendapat, sama siswa dibentuk menjadi 7 kelompok dan setiap kelompok berisikan 4 siswa.

  • dianalisa.

  10 menit Siswa diberikan kasus untuk

  • siswa saling share dan mengemukan pendapat.

  Dalam kelompok tersebut

  • mengajukan perwakilan untuk presentasi didepan kelas menyampaikan hasil diskusi.

  Dari kelompok tersebut siswa

  Konfirmasi

  • tes untuk

  Memberikan mengetahui ketercapaian indikator pembelajaran.

3. Penutup

  1. kesimpulan 5 menit aktif Membuat pembelajaran dengan melibatkan siswa.

  2. refleksi Melakukan pembelajaran dengan melibatkan siswa.

  3. Memberikan Post tes untuk mengetahui ketercapaian indikator.

H. Sumber Belajar 1.

  Pratiwi, dkk. Buku Penuntun Biologi SMA Untuk Kelas X. Jakarta : Erlangga 2. Buku paket Biologi Esis I.

   Alat dan Bahan 1. Lembar kasus.

2. Perangkat audiovisual.

  3. Gambar Nama :................................................................... No/Kelas :...................................................................

LEMBAR KERJA SISWA

  Siklus I

  A. : Rantai Makanan Judul B.

   Tujuan Siswa dapat membedakan komponen-komponen penyusun rantai makanan.

C. Metode

  Diskusi Think Pair Share D.

   Alat dan Bahan

  Topik “Rantai Makanan” 1.

  11. Konsumen puncak Konsumen 2.

  12. Jaring-jaring makanan Produsen 3.

  13. Ekosistem Pengurai 4.

  14. Rantai pemangsa Detritus 5.

  15. Karnivora Rantai makanan 6.

  16. Rantai makanan parasit Scavanger 7.

  Predator 8. Komponen abiotik 9. Komponen biotik 10.

  Piramida Ekologi E.

   Cara Kerja 1.

  Berkelompoklah dengan teman pasanganmu.

2. Ambil kartu topik 3.

  Diskusikan dengan teman pasanganmu dan jelaskan topik tersebut selama 10menit 4. Lingkarilah topik yang kalian dapat pada Lembar LKS 5. Setelah itu bergabunglah dengan teman pasangan lain sehingga menjadi 4 anggota

  6. Berdiskusilah dan menggabungkan topik-topik tersebut kemudian didiskusikan dalam kelompok tersebut dalam waktu 10menit

  7. Tunjuklah salah satu temanmu untuk mempresentasikan hasil diskusi didepan kelas.

  8. Catat hasil diskusi.

  F. Hasil Diskusi ....................................................................................................................................

  .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ....................................................................................................................................

  G. Kesimpulan ....................................................................................................................................

  .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... .................................................................................................................................... ....................................................................................................................................

LEMBAR KERJA SISWA II

  “Jaring-jaring makanan” A. : Analisa kerusakan salah satu tingkat tropi pada rantai makanan.

   Judul B. Tujuan

  Menjelaskan dampak peledakan populasi salah satu organisme pada suatu tingkat tropi dan cara penanggulangannya.

C. Metode

  Diskusi Think Pair Share D.

   Alat dan Bahan

  Alat : 1.

  Paku 2. Steroform

  Bahan : 1.

  Gambar E.

   Cara Kerja 1.

  Berkelompoklah dengan teman pasanganmu.

  2. Ambil kartu topik 3.

  Diskusikan dengan teman pasanganmu dan jelaskan topik tersebut selama 5menit 4. Setelah itu bergabunglah dengan teman pasangan lain sehingga menjadi 4 anggota

  5. Berdiskusilah dan menggabungkan topik-topik tersebut kemudian didiskusikan dalam kelompok tersebut dalam waktu 10menit

  6. Tunjuklah salah satu temanmu untuk menempelkan gambar didepan kelas.

  F. Pertanyaan Diskusi 1.

  Sebutkan jenis rantai makanan apakah gambar tersebut? Mengapa? Jawab:.............................................................................................................

  ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ..........

  2. Setahun yang lalu terjadi peledakan ulat bulu di daerah Jawa Timur, diduga akibat penembakan dan perburuan burung? Analisalah kejadian tersebut berdasarkan konsep rantai makanan yang kamu ketahui! Jawab : .........................................................................................................................

  ......................................................................................................................... .........................................................................................................................

  3. Kurang lebih 10 hektar lahan kedelai terancam gagal panen akibat serangan hama tikus, ternyata hal ini disebabkan terjadi perburuan ular.

  Analisalah mengapa dapat terjadi demikian! Jawab : ........................................................................................................................

  ........................................................................................................................ ........................................................................................................................

  

SOAL PRE-TES

  Materi : Rantai Makanan Kelas/semester : X6/Genap Sekolah : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Waktu : 30 menit Nama :...............................................................................................

  No. Absen/Kelas :............................................................................................... Petunjuk : Jawablah pertanyaan berikut dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu pilhan jawaban yang paling benar.

  Pilihan Ganda(skor 1) 1.

  Dalam suatu ekosistem stabil, jumlah organisme yang paling banyak adalah................

  a.

  Produsen b. Konsumen c. Predator d. Konsumen puncak e. Detritivor 2.

   Makhluk hidup heterotrof memperoleh energi dengan cara berikut ini, kecuali............

  a.

  Memakan organisme lainnya b. Menguraikan sisa-sisa makhluk hidup c. Parasit pada organisme lainnya d. Memakan sisa-sisa tubuh organisme e. Menyusun zat organik dan zat anorganik 3. Berikut ini merupakan macam-macam konsumen, kecuali.......

  a.

  Predator b. Scavanger c. Parasit d. Detrivor e. Dekomposer 4. Bangkai hewan dan sisa-sisa tumbuhan mati dapat terurai secara alami di alam karena adanya aktivitas dari organisme....

  b.

  Bakteri dan jamur c. Cacing tanah dan bakteri d.

  Alga dan bakteri e. Alga dan jamur 5. Dalam suatu ekosistem perairan, organisme yang berperan sebagai produsen adalah.......

  a.

  Zooplankton b. Protozoa c. Fitoplankton d. Bakteri pengurai e. Jamur mikroskopis 6. Di bawah ini alasan benar tentang ketidak efisienan penggunaan energi dalam rantai makanan kecuali......

  a.

  Organisme hanya mampu memanfaatkan sedikit sumber makanan b. Pencernaan organisme yang tidak sempurna c. Aktifitas gerak dan respirasi sehari-hari membutuhkan banyak energi d. Energi hilang dalam bentuk panas e. Sumber makanan melimpah ruah 7. Sumber energi yang mengalir di dalam rantai makanan dimulai dari....

  a.

  Sinar matahari b. Tumbuhan hijau c. Konsumen d. Pengurai e. Panas bumi 8. Semakin panjang rantai makanan maka......

  a.

  Energi yang diperoleh produsen semakin kecil b. Energi yang ditransfer dari produsen ke konsumen semakin besar c. Konsumen puncak mendapatkan energi paling besar d. Konsumen puncak hanya memperoleh sedikit energi e. Produsen mendapat energi paling sedikit

  9. Perhatikan diagram jaring-jaring makanan berikut ini ! Trofik ketiga ditempati oleh.......

  a.

  Singa dan ular b. Ular dan katak c. Elang dan belalang d. Kelinci dan belalang e. Katak dan kelinci 10. Ciri organisme tingkat trofik pertama antara lain sebagai berikut kecuali.......

  a.

  Mampu menyusun bahan organik dari bahan anorganik b. Mendapatkan energi dalam jumlah kecil c. Mampu berfotosintesis d. Memiliki klorofil e. Memanfaatkan energi langsung dari cahaya matahari 11. Piramida ekologi yang mampu menggambarkan sifat-sifat fungsional ekosistem secara menyeluruh adalah......

  a.

  Piramida energi b. Piramida biomassa c. Piramida makanan d. Piramida jumlah individu e. Piramida makhluk hidup 12. Pada jaring-jaring makanan no.9, ular dapat menempati dua tingkat trofik yang berbeda, yaitu......

  a.

  Trofik I dan III b. Trofik II dan III c. Trofik III dan IV d. Trofik II dan IV

  ular elang kelinci belalang katak tumbuhan singa

  13. Alasan piramida energi merupakan piramida yang tebaik dibawah ini kecuali.....

  a.

  Mampu menggambarkan sifat-sifat fungsional komunitas b. Mampu menunjukkan kecepatan arus makanan melalui rantai makanan c. Bentuk piramida tidak dipengaruhi ukuran individu dan kecepatan metabolisme d.

  Menunjukkan efisiensi ekologi dan kereproduktifan ekosistem e. Bentuk piramida menjadi terbalik pada ekosistem air 14.

  Di savana hidup kelompok singa dan rusa. Jika predator sangat aktif, setelah konsumen primer mengalami penurunan maka akan terjadi.....

  a.

  Peningkatan populasi rumput dan singa b. Peningkatan populasi rumput dan penurunan populasi singa c. Penurunan populasi rumput dan singa d. Peningkatan populasi rusa dan singa e. Penurunan populasi singa dan peningkatan populasi rusa 15. Produsen terdiri atas organisme yang mampu menyusun zat organik dari zat- zat anorganik. Produsen disebut juga organisme.....

  a.

  Tumbuhan b. Autotrof c. Heterotrof d. Detritus e. Saprofit

  Jawablah dengan singkat dan jelas! 1.

  Ditinjau berdasarkan aliran energi dalam rantai makanan, mengapa populasi produsen paling banyak sedangkan sedangkan populasi karnivor puncak paling sedikit? Jawab:................................................................................................................... .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. ......................................................

  2. Jika dalam suatu rantai makanan konsumen II punah, apa yang akan terjadi pada konsumen I dan III? Jawab:................................................................................................................... .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .......................................................................

  3. Jelaskan hubungan antara rantai makanan dan aliran energi di dalam ekosistem! Jawab:................................................................................................................... .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. ..............................................................................................................................

  

SOAL POS-TES 1

  d. Cahaya matahari b. Air

  d. anemon laut b. Ubur-ubur

  Zooplankton

  a.

  Dalam ekosistem laut dangkal, organisme yang berfungsi sebagai produsen adalah......

  e. mikroorganisme c. Dekomposer 4.

  d. detrivora b. Konsumen

  Produsen

  a.

  Organisme dalam suatu ekosistem hidup sesuai dengan perannya masing- masing. Berikut ini yang bukan termasuk peran organisme adalah.....

  e. tumbuhan c. Udara 3.

  Tanah

  Materi : Rantai makanan Kelas/semester : X6/Genap Sekolah : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Waktu : 30menit Nama :..............................................................................................

  a.

  2. Komponen abiotik yang merupakan sumber energi utama bagi kehidupan suatu organisme adalah......

  Bakteri penguraizat-zat ornganikfitoplanktonikan herbivorikan karnivor

  Zat-zat organikfitoplanktonikan herbivorbakteri penguraiikan karnivor e.

  Fitoplanktonikan herbivorzat-zat organikikan karnivorbakteri pengurai d.

  Fitoplanktonikan herbivorikan karnivorzat-zat organikbakteri pengurai c.

  Zat-zat organikikan herbivorikan karnivorfitoplanktonbakteri pengurai b.

  a.

  Rantai makanan yang lengkap dan benar ditunjukkan oleh.....

  Pilihan Ganda(skor 1) 1.

  No. Absen/Kelas :.............................................................................................. Petunjuk : Jawablah pertanyaan berikut dengan cara memberikan tanda silang (X) pada salah satu pilhan jawaban yang paling benar.

  e. Akar bahar

  5. Harimau dan serigala memiliki peran sebagai konsumen. Hal ini dikarenakan kedua organisme tersebut bersifat.....

  a.

  Dalam ekosistem sawah organisme yang merupakan puncak trofik adalah......

  a.

  Padi

  d. ular b. Elang

  e. Cacing tanah c. Tikus 10.

  Organisme yang pertama kali mengalami dampak negatif seandainya jumlah CO2 dalam udara berkurang adalah......

  Pengurai

  d. aliran energi b. Jaring-jaring makanan

  d. produsen b. Herbivor

  e. dekomposer c. Konsumen 11.

  Zooplankton yang berada dalam ekosistem perairan memiliki peran sebagai.......

  a.

  Produsen

  d. konsumen tingkat II b. Pengurai

  e. Aliran materi c. Piramida makanan 9.

  Rantai makanan

  a.

  Makanan padat

  Heterotrof

  d. omnivora b. Karnivora

  e. parasit c. Herbivora 6.

  Detrivora merupakan organisme yang hidup dengan cara makan detritus.

  Detritus artinya......

  a.

  d. bangkai organisme b. Makanan cair

  a.

  e. Serpihan jaringan organisme c. Zat sisa organisme 7.

  Berikut ini yang merupakan dekomposer adalah.....

  a.

  Bakteri dan siput

  d. tikus dan keluwing b. Rumput dan jamur

  e. Cacing tanah dan jamur c. Bakteri dan jamur 8.

  Peristiwa makan dan dimakan antara organisme satu dengan lainnya yang terjadi dalam ekosistem disebut....

  e. Konsumen tingkat III c. Konsumen tingkat I

  12. Rantai makanan yang mungkin terjadi dalam ekosistem perairan adalah.....

  a.

  Zooplanktonudangikan kecilikan besarfitoplankton b. Fitoplanktonudangikan kecilzooplanktonikan besar c. Zooplanktonfitoplanktonudangikan kecilikan besar d. Fitoplanktonzooplanktonudangikan kecilikan besar e. Fitoplanktonudangzooplanktonikan besarkecil 13.

  Dalam suatu ekosistem stabil, jumlah organisme yang paling banyak adalah.....

  a.

  d. konsumen puncak Konsumen b.

  e. detrivor Produsen c.

  Predator 14. Makhluk hidup heterotrof memperoleh energi dengan cara berikut ini kecuali......

  a.

  Menyusun zat organik dan zat anorganik b. Memakan sisa-sisa tubuh organisme c. Parasit pada organisme lainnya d. Menguraikan sisa-sisa makhluk hidup e. Memakan organisme lainnya 15.

  Bangkai hewan dan sisa-sisa tumbuhan mati dapat terurai secara alami di alam karena adanya aktivitas dari organisme......

  a.

  Jamur dan rayap b. Cacing tanah dan bakteri c. Bakteri dan jamur d. Kadal dan elang e. Rayap dan kaki seribu

  Jawablah dengan singkat dan jelas! 1.

  Ditinjau berdasarkan aliran energi dalam rantai makanan, mengapa populasi produsen paling banyak sedangkan sedangkan populasi karnivor puncak paling sedikit?(skor 2) Jawab:................................................................................................................... .............................................................................................................................. ..............................................................................................................................

  2. Jika dalam suatu rantai makanan konsumen II punah, apa yang akan terjadi pada konsumen I dan III?(2) Jawab:................................................................................................................... .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. ..............................................................................................................................

  3. Jelaskan hubungan antara rantai makanan dan aliran energi di dalam ekosistem!(skor 1) .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. ..............................................................................................................................

  

SOAL POS-TES II

  Materi : Rantai makanan Kelas/semester : X6/Genap Sekolah : SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Waktu : 30menit Nama :...............................................................................................................

  No.Absen/Kelas :.................................................................................................. Petunjuk : Jawablah pertanyaan berikut dengan cara memberikan tanda silang(X) pada salah satu pilihan jawaban yang paling benar.

  1. Jika suatu ekosistem mengalami pencemaran, maka kadar bahan pencemar tertinggi terkandung di dalam.......

  a.

  d. Konsumen III Produsen b.

  e. Konsumen puncak Konsumen I c.

  Konsumen II 2. Dalam suatu ekosistem terdapat organisme sebagai berikut :

  1. 4. tupai Tumbuhan 2.

  5. Elang Serigala 3.

  6. Tikus Kelinci Jumlah rantai makanan yang tersusun dari organisme diatas ialah....

  a.

  d. 7

  4 b.

  e. 8

  5 c.

  6 3. Komponen abiotik yang merupakan sumber energi utama bagi kehidupan suatu organisme adalah......

  a.

  d. Cahaya matahari Tanah b.

  e. tumbuhan Air c.

  Udara 4. Detrivora merupakan organisme yang hidup dengan cara makan detritus.

  Detritus artinya......

  a.

  d. bangkai organisme Makanan padat

  b. Makanan cair

  e. Serpihan jaringan organisme c. Zat sisa organisme 5.

  Dalam ekosistem sawah organisme yang merupakan puncak trofik adalah......

  a.

  d. ular Padi

  6. Peristiwa makan dan dimakan antara organisme satu dengan lainnya yang terjadi dalam ekosistem disebut....

  Tumbuhan berbungaserangga pemakan nektarkumbangmamalia pemakan serangga b.

  a.

  Zooplankton b. Protozoa c. Fitoplankton d. Bakteri pengurai e. Jamur mikroskopis 11. Di savana hidup kelompok singa dan rusa. Jika predator sangat aktif, setelah konsumen primer mengalami penurunan maka akan terjadi.....

  a.

  Jamur dan rayap b. Cacing tanah dan bakteri c. Bakteri dan jamur d. Kadal dan elang e. Rayap dan kaki seribu 10. Dalam suatu ekosistem perairan, organisme yang berperan sebagai produsen adalah.......

  a.

  9. Bangkai hewan dan sisa-sisa tumbuhan mati dapat terurai secara alami di alam karena adanya aktivitas dari organisme......

  Semak-semak larva serangga kumbangburung pemakan seranggaburung karnivora

  Pohonlarva seranggamamalia pemakan seranggaburung karnivora d. Tumbuhan berbunggaserangga pemakan nektarburung pemakan seranggamamalia pemakan serangga e.

  Semak-semakserangga pemakan daunlaba-labamamalia pemakan seranggaburung karnivor c.

  a.

  a.

  Urutan rantai makanan yang benar adalah..........

  e. Cacing tanah dan jamur c. Bakteri dan jamur 8.

  d. Tikus dan keluwing b. Rumput dan jamur

  Bakteri dan siput

  a.

  Berikut ini yang merupakan dekomposer adalah.......

  e. Aliran materi e. Piramida makanan 7.

  d. aliran energi b. Jaring-jaring makanan

  Rantai makanan

  Peningkatan populasi rumput dan singa b. Peningkatan populasi rumput dan penurunan populasi singa c. Penurunan populasi rumput dan singa

  e.

  Penurunan populasi singa dan peningkatan populasi rusa 12. Produsen terdiri atas organisme yang mampu menyusun zat organik dari zat- zat anorganik. Produsen disebut juga organisme.....

  a.

  Tumbuhan b. Autotrof c. Heterotrof d. Detritus e. Saprofit 13. Perhatikan diagram jaring-jaring makanan berikut ini ! Trofik ketiga ditempati oleh.......

  a.

  Singa dan ular b. Ular dan katak c. Elang dan belalang d. Kelinci dan belalang e. Katak dan kelinci 14. Pada jaring-jaring makanan no.13, ular dapat menempati dua tingkat trofik yang berbeda, yaitu......

  a.

  Trofik I dan III b. Trofik II dan III c. Trofik III dan IV d. Trofik II dan IV e. Trofik IV dan V 15. Jika pada populasi tikus sawah meningkat, komponen yang terganggu adalah.......

  a.

  Padi dan semut

  d. Elang dan padi b.

  e. Katak dan ular

  ular kelinci belalang katak tumbuhan elang singa

  Jawablah dengan singkat dan jelas! 1.

  Jelaskan dan beri contoh tipe rantai makanan pemangsa!(skor 2) ..............................................................................................................................

  .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. ........................................................................

  2. Jika dalam suatu rantai makanan konsumen II punah, apa yang akan terjadi pada konsumen I dan III?(skor 2) .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .......................................................................

  3. Ditinjau berdasarkan aliran energi dalam rantai makanan, mengapa populasi produsen paling banyak sedangkan populasi karnivor paling puncak sedikit? .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .............................................................................................................................. .........................................................................

KUNCI JAWABAN PRE TES A.

   Pilihan Ganda 1.

  A 2. E 3. E 4. B 5. C 6. E 7. A 8. D 9. B 10. B 11. B 12. C 13. E 14. C 15. B

B. Jawaban Esaay.

  1. Karena dalam rantai makanan populasi produsen lebih banyak dengan menghasilkan energi paling banyak dan populasi karnivora selalu berada pada konsumen terakhir pada rantai makanan menyebabkan energi yang diperoleh karnivor sedikit

  2. Konsumen I jumlahnya akan bertambah banyak populasinya sedangkan konsumen III populasinya akan menurun atau berkurang dengan punahnya konsumen II 3. Hubungan rantai makanan dan aliran energi didalam ekosistem adalah semakin panjang rantai makanan maka konsumen puncak hanya memperoleh sedikit energi, karena tiap perpindahan trofik aliran energi berkurang 10%

  

KUNCI JAWABAN POS-TES 1

  Pilihan Ganda (skor 1) 1.

  B 2. D 3. E 4. C 5. A 6. E 7. C 8. A 9. B 10. D 11. C 12. D 13. B 14. A 15. C

  Uraian 1.

  Karena produsen sangat banyak ditemukan, semua konsumen dapat bertahan hidup dari produsen, misalnya produsen sedikit akan berdampak pada berkurangnya atau kepunahan pada konsumen I dan seterusnya.

  2. Jika konsumen II punah akan berdampak positif pada konsumen I karena konsumen I akan berkembang lebih banyak karena tidak ada yang memangsa dan akan berdampak negatif ke konsumen II dan selanjutnya karena tidak bisa mendapatkan makanan jika konsumen II punah.

3. Semakin panjang rantai makanan maka konsumen puncak hanya memperoleh sedikit energi karena tiap perpindahan trofik aliran energi berkurang 10.

KUNCI JAWABAN POSTES2

  Pilihan ganda skor (1) 1.

  A 2. C 3. D 4. E 5. B 6. A 7. C 8. E 9. C 10. C 11. E 12. B 13. B 14. C 15. B

  Esay : 1.

  Tipe rantai pemangsa adalah rantai makanan yang pada tingkat tropik pertama yaitu organisme autotrof atau produsen.

  Paditikusularburung hantu Padiulatburung kecilular 2. Konsumen I akan semakin bertambah banyak populasinya dan konsumen II akan berkurang populasinya

  3. Ditinjau berdasarkan aliran energi didalam rantai makanan, populasi produsen paling banyak sedangkan populasi karnivor paling puncak sedikit karena dalam rantai makanan produsen berjumlah banyak dan menghasilkan energi paling banyak dan populasi karnivor selalu berada pada konsumen terakhir pada rantai makanan.

  Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 1

  No Kelompok Interaksi Ketrampilan Saling Tanggung Evaluasi

  

14 Mei tatap muka komunikasi ketergantungan jawab individu proses

2012 antar individu positif kelompok

  dan kelompok

  K C B K C B K C B K C B K C B 1.

  I √ √ √ √ √ 2.

  II √ √ √ √ √ 3.

  III √ √ √ √ √ 4.

  IV √ √ √ √ √ 5.

  V √ √ √ √ √ 6.

  VI √ √ √ √ √ 7.

  VII √ √ √ √ √ 8.

  Data Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 2

  No Kelompok Interaksi Ketrampilan Saling Tanggung Evaluasi

  16 Mei tatap muka komunikasi ketergantungan jawab individu proses 2012 antar individu positif kelompok dan kelompok

  K C B K C B K C B K C B K C B 1.

  I √ √ √ √ √ 2.

  II √ √ √ √ √ 3.

  III √ √ √ √ √ 4.

  IV √ √ √ √ √ 5.

  V √ √ √ √ √ 6.

  VI √ √ √ √ √ 7.

  VII √ √ √ √ √ 8.

  Keterangan : 1. Interaksi tatap muka K : Jika siswa tidak saling duduk berhadapan pada saat berdiskusi

C: Jika siswa duduk saling berhadapan tetapi tidak saling memandang wajah pada saat berdiskusi.

  B : Jika siswa duduk saling berhadapan dan memandang wajah saat berdiskusi 2. Tanggung jawab individu

  K : Siswa tidak mengerjakan LKS dan tidak dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang ditugasinya.

  C : Siswa mengerjakan LKS tetapi tidak dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang ditugasinya.

  B : Siswa mengerjakan LKS dan dapat menjelaskan kepada kelompok tentang materi yang ditugasinya.

  3. Saling ketergantungan positif K : Siswa tidak aktif bertanya dan tidak aktif memberikan pendapatnya selama

  diskusi, tidak mengerjakan LKS serta tidak mendengarkan pendapat temannya.

  C : Siswa tidak aktif bertanya dan tidak aktif memberikan pendapatnya selama diskusi, tetapi mengerjakan LKS dan mendengarkan pendapat temannya.

  B : Siswa aktif bertanya, aktif memberikan pendapatnya selama diskusi, mengerjakan LKS dan mendengarkan pendapat temannya.

  4. Ketrampilan berkomunikasi antar individu dalam kelompok K : Selama diskusi siswa tidak dapat menyampaikan pendapat atau

  mengajukan pertanyaan dengan jelas sehingga tidak mudah dimengerti oleh temannya, suka memotong penjelasan atau pertanyaan teman dan apabila mengajukan pertanyaan tidak mengacungkan tangan lebih dahulu.

  C : Selama diskusi siswa tidak dapat menyampaikan pendapat atau pertanyaan

  dengan jelas sehingga tidak mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pendapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengcungkan tangan terlebih dahulu. Jika siswa mau mendengarkan dan menghargai pendapat anggota kelompoknya tampak seperti (senyuman, kontak mata, angkat telunjuk dan menepuk punggung)

  B : Selama diskusi siswa dapat menyampaikan pendapat atau mengajukan

  pertanyaan dengan jelas sehingga mudah dimengerti oleh temannya, menghormati pandapat teman dan apabila mengajukan pertanyaan mengacungkan tangan dahulu.

5. Evaluasi proses kelompok

  K : Siswa tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok yaitu tidak mengerjakan

  LKS, tidak dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya, tidak mau mendengarkan temannya dan sebagainya.

  C : Siswa hanya mengerjakan LKS tetapi tidak dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya, mau mendengarkan pendapat temannya.

  B : Siswa mengerjakan LKS, dapat menjelaskan materi yang menjadi tugasnya, mau mendengarkan pendapat temannya dan sebagainya.

  Perhitungan Hasil Observasi 14 Mei 2012

  Kelompok 1 : 1 + 2 + 2 + 2 + 2 = Kelompok 2 : 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = Kelompok 3 : 3 + 2 + 1 + 2 + 2 = Kelompok 4 : 3 + 3 + 2 + 2 + 2 = Kelompok 5 : 3 + 3 + 3 + 3 + 3 = Kelompok 6 : 3 + 3 + 2 + 2 + 3 = Kelompok 7 : 3 + 2 + 1 + 2 + 2 =

  Perhitungan Hasil Observasi 16 Mei 2012

  Kelompok 1 : 1 + 3 + 2 + 2 + 3 = Kelompok 2 : 3 + 3 + 2 + 2 + 3 = Kelompok 3 : 2 + 3 + 3 + 3 + 3 = Kelompok 4 : 2 + 2 + 1 + 3 + 2 = Kelompok 5 : 3 + 2 + 3 + 3 + 3 = Kelompok 6 : 3 + 3 + 3 + 3 + 2 = Kelompok 7 : 3 + 2 + 2 + 2 + 2 =

  Keterangan : A = 1 B = 2 C = 3

DAFTAR NILAI KELAS X6 SMA PANGUNGILUHUR YOGYAKARTA

  75

  75 12 3792 012

  60

  60

  80 13 3793 013 70 67,5

  75 14 3794 014

  45

  65

  70 15 3795 015

  65

  85 16 3796 016 67,5 60 72,5 17 3797 017

  80

  45 62,5

  65 18 3798 018

  70

  80

  75 19 3799 019

  60

  65

  80 20 3800 020 80 77,5

  85 21 3801 021 70 82,5

  65

  90

  Tabel 4. 1 Daftar nilai kelas X6

  

Abs Induk Nama Pretes Postes 1 Postes 2

1 3781 001

  70 5 3785 005

  55

  80

  80 2 3782 002

  60

  80

  80 3 3783 003 60 77,5

  80 4 3784 004

  80

  80

  45

  75

  60

  75 6 3786 006

  80

  70

  80 7 3787 007 30 57,5

  75 8 3788 008

  70

  75

  80 9 3789 009 10 3790 010

  65

  90 11 3791 011

  22 3802 022

  90 26 3806 026 75 62,5

  70

  60

  80 29 3809 029

  70

  70

  70 28 3808 028

  75

  60

  80 27 3807 027

  90

  75

  65

  70 25 3805 025

  50

  40

  70 24 3804 024

  70

  60

  80 23 3803 023

  80

  90

  

ANALISA HASIL PRE TES

Siswa Kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta

Abs Induk Nama Pretes Keterangan 1 3781 001

  60 TIDAK TUNTAS 13 3793 013

  70 TIDAK TUNTAS 22 3802 022

  80 TUNTAS 21 3801 021

  60 TIDAK TUNTAS 20 3800 020

  70 TIDAK TUNTAS 19 3799 019

  45 TIDAK TUNTAS 18 3798 018

  65 TIDAK TUNTAS

16 3796 016 67,5 TIDAK TUNTAS

17 3797 017

  45 TIDAK TUNTAS 15 3795 015

  70 TIDAK TUNTAS 14 3794 014

  80 TUNTAS 12 3792 012

  55 TIDAK TUNTAS 2 3782 002

  65 TIDAK TUNTAS 11 3791 011

  70 TIDAK TUNTAS 9 3789 009 10 3790 010

  30 TIDAK TUNTAS 8 3788 008

  80 TUNTAS 7 3787 007

  45 TIDAK TUNTAS 6 3786 006

  80 TUNTAS 5 3785 005

  60 TIDAK TUNTAS 4 3784 004

  60 TIDAK TUNTAS 3 3783 003

  75 TUNTAS

  23 3803 023

  60 TIDAK TUNTAS 24 3804 024

  40 TIDAK TUNTAS 25 3805 025

  65 TIDAK TUNTAS 26 3806 026

  75 TUNTAS 27 3807 027

  60 TIDAK TUNTAS 28 3808 028

  70 TIDAK TUNTAS 29 3809 029

  60 TIDAK TUNTAS

  

ANALISIS HASIL POSTES 1

Siswa Kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Abs Induk Nama Postes 1 Keterangan 1 3781 001

  80 TUNTAS 2 3782 002

  80 TUNTAS 3 3783 003 77,5 TUNTAS 4 3784 004

  80 TUNTAS 5 3785 005

  60 TIDAK TUNTAS 6 3786 006

  70 TIDAK TUNTAS 7 3787 007 57,5 TIDAK TUNTAS 8 3788 008

  75 TUNTAS 9 3789 009 10 3790 010

  75 TUNTAS 11 3791 011

  90 TUNTAS 12 3792 012

  60 TIDAK TUNTAS 13 3793 013 67,5 TIDAK TUNTAS 14 3794 014

  65 TIDAK TUNTAS 15 3795 015

  75 TUNTAS 16 3796 016

  60 TIDAK TUNTAS 17 3797 017 62,5 TIDAK TUNTAS 18 3798 018

  80 TUNTAS 19 3799 019

  65 TIDAK TUNTAS 20 3800 020 77,5 TUNTAS 21 3801 021 82,5 TUNTAS 22 3802 022

  80 TUNTAS

  23 3803 023

  70 TIDAK TUNTAS 24 3804 024

  50 TIDAK TUNTAS 25 3805 025

  90 TUNTAS 26 3806 026 62,5 TIDAK TUNTAS 27 3807 027

  75 TUNTAS 28 3808 028

  70 TIDAK TUNTAS 29 3809 029

  70 TIDAK TUNTAS

  ANALISIS HASIL POSTES 2 Kelas X6 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta Abs Induk Nama Postes 2 Keterangan 1 3781 001

  75 TUNTAS 14 3794 014

  65 TIDAK TUNTAS

  85 TUNTAS 21 3801 021

  80 TUNTAS 20 3800 020

  75 TUNTAS 19 3799 019

  65 TIDAK TUNTAS 18 3798 018

  17 3797 017

  85 TUNTAS 16 3796 016 72,5

  70 TIDAK TUNTAS 15 3795 015

  80 TUNTAS 13 3793 013

  80 TUNTAS 2 3782 002

  75 TUNTAS 12 3792 012

  90 TUNTAS 11 3791 011

  80 TUNTAS 9 3789 009 10 3790 010

  75 TUNTAS 8 3788 008

  80 TUNTAS 7 3787 007

  75 TUNTAS 6 3786 006

  70 TUNTAS 5 3785 005

  80 TUNTAS 4 3784 004

  80 TUNTAS 3 3783 003

TIDAK TUNTAS

  22 3802 022

  80 TUNTAS 23 3803 023

  70 TIDAK TUNTAS 24 3804 024

  70 TIDAK TUNTAS 25 3805 025

  90 TUNTAS 26 3806 026

  80 TUNTAS 27 3807 027

  70 TIDAK TUNTAS 28 3808 028

  80 TUNTAS 29 3809 029

  90 TUNTAS

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas X 3 SMA Pangudi Luhur pada materi Protista.
1
2
245
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 11 Yogyakarta pada materi ekosistem.
1
6
289
Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode TAI (Team Assisted Individualization) dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas X1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada materi dunia tumbuhan.
0
0
2
Penerapan pembelajaran kooperatif dengan Think Pair Share untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar pada materi rantai makanan siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta tahun 2011/2012.
0
1
162
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul.
0
0
171
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul.
1
1
171
Penerapan pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada materi perubahan dan pencemaran lingkungan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2011/2012.
0
0
224
Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan metode TAI (Team Assisted Individualization) dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas X1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada materi dunia tumbuhan
1
24
228
Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Head Together pada materi archaebacteria dan eubacteria dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X 2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta
0
1
168
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan rumus-rumus trigonometri untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Pangudi Luhur Sedayu - USD Repository
0
1
300
Penerapan pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournaments (TGT) untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Pangudi Luhur Moyudan pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan - USD Repository
0
0
194
Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Torunaments (TGT) dalam mata pelajaran ekonomi untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa : studi kasus pada siswa kelas XI IPS 3 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
0
244
Penerapan pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada materi perubahan dan pencemaran lingkungan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas XC SMA Pangudi Luhur Sedayu tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
222
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul - USD Repository
0
1
169
Penerapan pendekatan salingtemas (sains-lingkungan-teknologi-masyarakat) dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi ekosistem kelas X SMA Pangudi Luhur Sedayu, Bantul - USD Repository
0
0
169
Show more