Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS menggunakan metode role play siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository

Gratis

0
1
310
9 months ago
Preview
Full text

  PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAY SISWA KELAS 3 SD NEGERI MENTEL II TAHUN AJARAN 2012/2013

  SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan

  Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

  Disusun oleh : Agatha Devian Primamukti

  091134121 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  PERSEMBAHAN

  Dengan tulus ku persembahkan skripsi ini kepada :Tuhan Yesus dan Bunda Maria yang selalu menyertai perjalanan hidupku… Orang tuaku tercinta Drs. Sudiyana dan Dra. Suwarni yang senantiasa selalu memberikan aku semangat dan bantuan baik secara moral maupun material serta yang selalu menyebut namaku dalam setiap doa mereka… tersayang Agustinus Bagus

   Kakakku Prasudopo, S.Pd. Jas yang selalu memberiku semangat…

   Dan untuk Ari yang selalu membantu dan

mendukungku dalam suka maupun duka…

  MOTTO

   Hidup ini merupakan suatu perjuangan, isilah dengan sebuah kebajikan

   Jalani hidup tanpa ketakutan, hadapi semua masalah yang ada dan yakinlah bahwa kita dapat mengatasinya karna Tuhan beserta kita

   Jangan pernah berhenti mencoba, sebelum mengucap kata tak bisa

  PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 21 November 2013 Penulis Agatha Devian Primamukti LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :

  Nama : Agatha Devian Primamukti NIM : 091134121

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul : “PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR

  IPS MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAY SISWA KELAS 3 SD NEGERI MENTEL II TAHUN AJARAN 2012/2013” Dengan demikian, saya memberitahukan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelola dalam bentuk pangkalan data mendistribusikan secara terbatas dan mempublikasikan ke dalam internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta ijin dari saya, atau memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

  Yogyakarta, 21 November 2013 Yang menyatakan, ABSTRAK Primamukti, A. D. 2013. Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar IPS Menggunakan Metode Role Play Siswa Kelas 3 SD Negeri Mentel II Tahun Ajaran 2012/2013. Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

  Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana penggunaan metode role play dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013; (2) mengetahui peningkatan minat belajar IPS dengan mengunakan metode role play pada siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II; (3) mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS dengan menggunakan metode role play pada siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II.

  Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dan setiap siklusnya ada 2 pertemuan. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II dengan jumlah 22 siswa yang terdiri dari 7 siswa perempuan dan 15 siswa laki-laki. Objek penelitian ini adalah peningkatan minat dan prestasi belajar IPS dengan menggunakan metode role play. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner, wawancara dan soal pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II dengan menggunakan metode role play dan dilakukan dengan langkah-langkah metode role play yaitu menyusun/ menyiapkan skenario yang akan ditampilkan, membentuk kelompok dan menentukan peran masing-masing, setiap siswa duduk di kelompoknya sambil memperhatikan dan mengamati skenario yang sedang diperagakan, setelah selesai melakukan simulasi kegiatan, siswa membahas lembar kerja bersama kelompok; (2) metode role play dapat meningkatkan minat belajar IPS siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II. Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata minat siswa sebelum dilakukan tindakan adalah 54,09, pada siklus I meningkat menjadi 75,90 dan pada siklus II lebih meningkat menjadi 86,59; (3) metode role play dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II. Hal ini ditunjukkan dengan hasil prestasi belajar pada kondisi awal skor rata-rata siswa yaitu 61,57 dan presentase siswa yang mencapai KKM 52,63%. Skor rata-rata siswa pada siklus I meningkat menjadi 77,72 dan presentase siswa yang mencapai KKM 86,36%. Sedangkan pada siklus II skor rata-rata siswa lebih meningkat menjadi 89,54 dan 100% siswa yang mencapai KKM.

  ABSTRACT Primamukti, A. D. 2013. The Increase of Social Science Study’s Interest and Achievement Using Role Play Method of Students Grade 3 SD Negeri Mentel II Course Year 2012/2013. Elementary Education Program, Department of Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Sanata Dharma.

  This research aimed to (1) determine how the use of role play in an effort to increase social study’s interest and achievement students grade 3 SD Negeri Mentel II course year 2012/2013; (2) determine an increase social study’s interest using the method of role play in grade 3 SD Negeri Mentel II; (3) determine an increase social study’s achievement using the method of role play in grade 3 SD Negeri Mentel II

  This research was a Classroom Action Research (CAR ) conducted in 2 cycles and each cycle there are 2 meeting. The subjects in this study were grade 3 SD Negeri Mentel II by the number in 22 students consists of 7 female students and 15 male students. The object of this research was the increase of social study’s interest and achievement by using role play method. The instrument used in this research was the questionnaire, interview and multiple choice questions. Data were analyzed using descriptive analysis.

  The results showed that (1) the increase of social study’s interest and achievement of students grade 3 SD Negeri Mentel II by using role play method and was done step by step of role play method were arranging or preparing scenarios that would be shown, forming groups and determining the role of each, each students was sitting in the group while watching and observing scenarios that were presentated, after the simulation activity, students discuss the worksheet with the group; (2) the role play method could improve social study’s interest of students grade 3 SD Negeri Mentel II. This was indicated by an average score of students’ interest before the action was 54,09, in the first cycle increased to 75.90 and the second cycle be increased to 86.59; (3) the role play method could improve social study’s interest of students grade 3 SD Negeri Mentel II. This was indicated by the result of students’ achievement on the initial conditions the average score was 61.57 and the percentage of students who achieve KKM was 52.63%. Average scores of students in the first cycle was increase to 77.72 and percentage of students who achieve KKM was 86.36 %. While in the second cycle students’ average score was increase to 89.54 and students who achieved KKM was 100%.

  KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang selalu melimpahkan berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan judul : “PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR

  IPS MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAY SISWA KELAS 3 SD NEGERI MENTEL II TAHUN AJARAN 2012/2013”

  Penyusunan skripsi ini tentunya tidak lepas dari bantuan, bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Maka sudah sepantasnya apabila penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada:

  1. Bapak Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  2. Romo G. Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku kepala program pendidikan PGSD Universitas Sanata Dharma.

  3. Emanuela Catur Rismiati, S.Pd., M.A., ED.D., selaku dosen pembimbing akademik yang telah memberikan semangat.

  4. Bapak Rusmawan, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing I saya yang bersedia memberikan bimbingan, petunjuk, serta pengarahan selama proses penulisan skripsi ini hingga selesai.

  5. Ibu Elisabeth Desiana Mayasari, S.Psi., M.A., selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, dukungan dan mengarahkan penulis dalam penyusunan skripsi.

  6. Seluruh dosen dan staf karyawan PGSD.

  7. Bapak Wardono, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Negeri Mentel II yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian.

  9. Siswa siswi Kelas 3 SD Negeri Mentel II, selaku subjek penelitian yang telah bersedia untuk membantu saya dalam proses penelitian.

  10. Bapak Ibu guru serta karyawan / karyawati SD Negeri Mentel II yang telah memberikan bantuan hingga proses penelitian ini dapat berjalan dengan lancar.

  11. Orang tuaku tercinta Drs. Sudiyana dan Dra. Suwarni, yang senantiasa selalu memberikan aku semangat dan yang selalu menyebut namaku dalam setiap doa mereka.

  12. Kakakku Agustinus Bagus Prasudopo, S.Pd. Jas., yang selalu membantuku dan menemani hari-hariku.

  13. Ari yang selalu mendukung dan memberi semangat.

  14. Teman-teman PGSD angkatan 2009 atas semangat, dukungan dan kerjasama selama berproses dalam kegiatan perkuliahan.

  15. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan, yang telah memberikan motivasi, semangat, doa dan bantuan kepada penulis saat menyelesaikan skripsi ini.

  Semoga karya ini memberikan manfaat kepada semua pihak dengan segala kelebihan dan keterbatasannya, mohon maaf dan terimakasih.

  Yogyakarta, 21 November 2013 Penulis

  DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv HALAMAN MOTTO ................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI .......................... vii ABSTRAK ................................................................................................... viii ABSTRACT ................................................................................................. ix KATA PENGANTAR .................................................................................. x DAFTAR ISI ................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ........................................................................................ xiv DAFTAR GAMBAR .................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvii BAB I PENDAHULUAN .............................................................................

  1 A. Latar Belakang Masalah .............................................................

  1 B. Pembatasan Masalah ...................................................................

  6 C. Perumusan Masalah ................................................................... 7

  D. Pemecahan Masalah .................................................................. 7 E. Batasan Pengertian ......................................................................

  8 F. Tujuan Penelitian ........................................................................

  9 G. Manfaat Penelitian ......................................................................

  9 BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................... 11

  A. Kajian Pustaka ............................................................................ 11

  1. Minat .................................................................................... 11

  2. Belajar .................................................................................. 16

  B. Penelitian yang Relevan .............................................................. 29

  C. Kerangka Berpikir ...................................................................... 32

  D. Hipotesis Tindakan ..................................................................... 34

  BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 35 A. Jenis Penelitian ........................................................................... 35 B. Setting Penelitian......................................................................... .. 36 C. Rencana Tindakan ...................................................................... 37 D. Instrumen Penelitian ................................................................... 48 E. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian ........................... 55 F. Teknik Pengumpulan Data .......................................................... 64 G. Analisis Data .............................................................................. 67 BAB IV HASIL PENELITIAN .................................................................... 72 A. Pra Penelitian Tindakan Kelas ............................................... …. 72 B. Hasil Penelitian....................................................................... ...... 73

  1. Siklus I ................................................................................... 74

  2. Siklus II .................................................................................. 88

  C. Pembahasan ................................................................................ 103

  1. Peningkatan Minat Siswa ........................................................ 103

  2. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa ......................................... 108

  D. Keterbatasan Penelitian .............................................................. 113

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................ 114 A. Kesimpulan ........................................................................... …. 114 B. Saran........................................................................... .................. 116 DAFTAR REFERENSI ................................................................................ 118

  DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian ........................................................................ ... 37Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus I Sebelum di Validasi ............. 49Tabel 3.3 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus II Sebelum di Validasi............ 49Tabel 3.4 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus I Setelah di Validasi ............... 50Tabel 3.5 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus II Setelah di Validasi .............. 51Tabel 3.6 Rincian Pemberian Skor Setiap Siklus ........................................... 51Tabel 3.7 Kisi-kisi Kuisioner Minat Belajar Siswa ........................................ 52Tabel 3.8 Pedoman Skoring Kuisioner Minat Siswa ...................................... 53Tabel 3.9 Kriteria Interpretasi Skor PAP II ................................................... 53Tabel 3.10 Pedoman Wawancara dengan Guru ............................................. 54Tabel 3.11 Pedoman Wawancara dengan Siswa ............................................ 55Tabel 3.12 Hasil Perhitungan Validasi Perangkat Pembelajaran .................... 59Tabel 3.13 Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran .................................... 59Tabel 3.14 Hasil Perhitungan Validasi dan Kriterianya ................................. 60Tabel 3.15 Hasil Validasi Kuisioner .............................................................. 61Tabel 3.16 Kriteria Validasi Kuisioner .......................................................... 62Tabel 3.17 Kriteria Koefisien Reliabilitas ..................................................... 63Tabel 3.18 Hasil Reliabilitas Soal Siklus I .................................................... 63Tabel 3.21 Target Keberhasilan Minat Siswa dan Prestasi Siswa................ ... 68Tabel 4.1 Target Keberhasilan dan Hasil Siklus I......................................... ... 87Tabel 4.2 Target Keberhasilan dan Hasil Siklus II ......................................... 102Tabel 4.3 Hasil Peningkatan Minat Siswa ..................................................... 107Tabel 4.4 Hasil Peningkatan Prestasi Belajar Siswa ...................................... 112

  DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Siklus PTK Model Kemmis dan Pobin Mc Taggart, 2004 ......... 35Gambar 4.1 Siswa berperan sebagai penjual pada siklus I pertemuan 1 ........ 77Gambar 4.2 Siswa berperan sebagai penjual pada siklus I pertemuan 2 ......... 81Gambar 4.3 Siswa berperan sebagai penjual pada siklus II pertemuan 1 ........ 90Gambar 4.4 Siswa berperan sebagai penjual pada siklus II pertemuan 2 ........ 96Gambar 4.5 Grafik Hasil Peningkatan Minat Siswa ....................................... 107Gambar 4.6 Grafik Peningkatan Hasil Prestasi Belajar Siswa ........................ 110Gambar 4.7 Grafik Peningkatan Presentase siswa yang mencapai KKM ..... .. 111

  DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Silabus ....................................................................................... 121 Lampiran 2 RPP............................................................................................ 131 Lampiran 3 LKS ........................................................................................... 155 Lampiran 4 Bahan Ajar ................................................................................. 161 Lampiran 5 Soal Evaluasi Sebelum di Validasi & Kunci Jawab .................... 168 Lampiran 6 Soal Evaluasi Setelah di Validasi & Kunci Jawab ...................... 178 Lampiran 7 Kuisioner ................................................................................... 187 Lampiran 8 Hasil Uji Validitas dengan SPSS 16.0 ........................................ 188 Lampiran 9 Tabel Hasil Perhitungan Validasi ............................................... 208 Lampiran 10 Data Awal Minat Siswa ............................................................ 212 Lampiran 11 Hasil Minat Siswa pada Siklus I ............................................... 214 Lampiran 12 Hasil Minat Siswa pada Siklus II .............................................. 216 Lampiran 13 Data Awal Prestasi Siswa ......................................................... 218 Lampiran 14 Hasil Prestasi Siswa Siklus I .................................................... 219 Lampiran 15 Hasil Prestasi Siswa Siklus II ................................................... 220 Lampiran 16 Hasil Wawancara ..................................................................... 221 Lampiran 17 Validasi Kuisioner.................................................................... 227 Lampiran 18 Validasi Perangkat Pembelajaran ............................................. 233

  Lampiran 21 Surat Ijin Penelitian dari Kampus ............................................. 263 Lampiran 22 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ......................... 264 Lampiran 23 Foto-foto Penelitian .................................................................. 265 Lampiran 24 Riwayat Hidup Penulis ............................................................. 267

  BAB I PENDAHULUAN Pada bab I ini ada tujuh hal yang akan diuraikan. Ketujuh hal yang akan diuraikan dalam bagian pendahuluan adalah latar belakang masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, pemecahan masalah, batasan pengertian, tujuan penelitian dan manfaat penelitian.

A. Latar Belakang Masalah

  Pendidikan merupakan bagian dari kehidupan manusia. Dengan adanya pendidikan, manusia akan dapat menggali dan mengembangkan potensi dirinya. Mudyaharjo (2001:3) mengartikan pendidikan dalam arti sempit dan dalam arti luas. Pendidikan dalam arti sempit menurutnya adalah segala pengaruh yang diupayakan oleh sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial mereka. Sedangkan pendidikan dalam arti luas adalah sebagai suatu pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Dari uraian tersebut maka pendidikan mempunyai arah atau tujuan tertentu yang hendak dicapai. Tujuan yang hendak dicapai tersebut adalah pencapaian kompetensi tertentu pada setiap diri siswa.

  Agar kompetensi siswa dapat tercapai maka salah satu unsur yang menginisiasi, memfasilitasi, dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar pada diri siswa. Melalui pembelajaran inilah akan muncul kegiatan belajar.

  Pembelajaran yang memunculkan kegiatan belajar merupakan pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat membangkitkan dan meningkatkan berbagai kompetensi yang ada di dalam diri siswa serta aspek- aspek lain seperti minat, motivasi, hasil belajar, dan sebagainya.

  Salah satu upaya peningkatan dan pencapaian kompetensi pada diri siswa dapat dilakukan dengan mempelajari Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

  Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu pelajaran penting di

  jenis

  sekolah. Tujuan mata pelajaran IPS kelas 3 sekolah dasar tentang

  pekerjaan dan penggunaan uang

  yang terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2006) adalah sebagai berikut :

  1. Mengenal jenis-jenis pekerjaan

  2. Memahami pentingnya semangat kerja

  3. Memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah

  4. Mengenal sejarah uang

  5. Mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan Dari tujuan di atas nampak bahwa mata pelajaran IPS merupakan mata pelajaran yang berbeda dengan mata pelajaran lainnya karena mata pelajaran ini memiliki karakteristik materi berupa segala aspek kehidupan manusia.

  Untuk mencapai tujuan dengan karakteristik tersebut, maka tersebut yaitu metode pembelajaran. Kegiatan jual beli dan penggunaan uang kemungkinan sulit dipahami siswa karena keterbatasan guru, waktu dan tempat untuk menghadirkannya ke dalam kelas, namun dengan adanya metode yang sesuai, kesulitan tersebut dapat diatasi. Salah satu fungsi metode pembelajaran adalah memperjelas isi pesan yang disampaikan oleh sumber informasi atau guru kepada siswa.

  Berdasarkan observasi yang telah dilakukan peneliti pada tanggal 24 Januari 2013 di SD Negeri Mentel II, proses pembelajaran IPS masih bersifat teacher center, model belajar konvensional (ceramah), dan siswa hanya menjadi objek pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, guru menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Guru cenderung monoton dan kurang mampu dalam mengolah pembelajaran yang dapat membangkitkan minat belajar siswa. Guru hanya berpedoman pada buku paket IPS yang digunakan saat pembelajaran dan sesekali melakukan tanya jawab bersama siswa. Setelah guru memberikan penjelasan dan melakukan tanya jawab tentang materi, siswa hanya diberi tugas untuk mengerjakan soal latihan yang ada di buku paket. Hal itu disebabkan oleh kesulitan guru dalam mengajarkan materi IPS, sehingga siswa pun menjadi sulit memahami materi yang diajarkan.

  Masalahnya adalah pada keterbatasan guru dalam merangkai serta menerapkan metode pembelajaran sehingga mengakibatkan minat dan prestasi belajar siswa kurang optimal. dalam mempelajari mata pelajaran IPS. Hal ini didukung dengan hasil tes ulangan siswa tahun ajaran 2010/2011 mata pelajaran IPS yang menunjukkan hasilnya kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yakni 60. Dari keseluruhan siswa yang berjumlah 15 siswa, sebanyak 8 siswa tuntas atau sekitar 53,33 % dan yang tidak tuntas sebanyak 7 siswa atau sekitar 46,67 %. Sedangkan pada tahun ajaran 2011/2012 hasil tes ulangan siswa pada mata

  pelajaran IPS dengan KKM 60, dari keseluruhan siswa yang berjumlah 19 hanya 10 siswa yang tuntas atau sekitar 52,63 %, sedangkan siswa yang tidak tuntas berjumlah 9 atau sekitar 47,37 %. Hal ini membuktikan bahwa prestasi belajar siswa masih rendah.

  Selain itu, menurut beliau penyebab dari kegagalan tersebut adalah rendahnya minat siswa pada saat pembelajaran. Pada saat pembelajaran siswa cenderung pasif, siswa terlihat sibuk berbicara dengan teman dan ada yang mengantuk. Beliau juga mengatakan bahwa proses pembelajaran yang seperti ini akan membuat siswa bosan mengikuti pelajaran sehingga hasil belajar yang diperoleh tidak maksimal. Rendahnya minat siswa pada saat pembelajaran terbukti dari hasil kuisioner rata-rata minat siswa pada kondisi awal yaitu 54,09 yang termasuk pada kriteria rendah (dapat dilihat pada lampiran 10 hal.212). Berdasarkan data yang diperoleh, maka alternatif pembelajaran yang dapat meningkatkan minat para siswa dalam belajar adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yaitu role play.

  Role Play merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPS. Metode role playing adalah salah satu bentuk dari metode simulasi, yaitu metode mengajar dengan menirukan suatu perbuatan atau kegiatan. Peniruan ini bersifat pura-pura, namun dapat memperjelas materi pelajaran yang dilakukan (Supardi, 2011:206).

  Walaupun metode role play memiliki kelemahan seperti banyak memakan waktu, persiapan, pemahaman isi bahan pelajaran, dan pelaksanaan pertunjukan serta memerlukan tempat yang cukup luas (Sagala dalam Taniredja, 2011:42) namun metode role play memiliki keunggulan dibandingkan metode-metode pembelajaran lainnya dan sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran IPS. Keunggulan dari metode role play ini adalah memvisualkan hal-hal yang abstrak dan melatih berpikir kritis karena siswa terlibat dalam analisa proses dan kemajuan bermain peran (Hasibuan dan Moedjiono dalam Taniredja, 2011:40-41) .

  Keunggulan lain dari penggunaan metode role play adalah menyenangkan, sehingga siswa secara wajar terdorong untuk berpartisipasi (Hasibuan dan Moedjiono dalam Taniredja, 2011:40-41). Adanya dorongan untuk berpartisipasi tersebut maka metode role play ini dapat membangkitkan semangat siswa untuk belajar. Dengan adanya semangat tersebut berarti siswa telah termotivasi untuk belajar. Siswa yang termotivasi dapat dilihat dari ciri- cirinya seperti tekun menghadapi tugas, menunjukkan minat terhadap disimpulkan bahwa siswa yang memiliki motivasi belajar akan nampak dari aktivitasnya dalam belajar. Aktivitas siswa dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar. Dengan adanya minat belajar yang tinggi maka berkemungkinan besar dapat menimbulkan hasil belajar yang tinggi pula.

  Dengan demikian ada keterkaitan antara penggunaan metode role play dengan motivasi belajar siswa. Penggunaan metode role play akan menimbulkan motivasi belajar siswa, motivasi belajar siswa akan nampak pada aktivitas siswa tersebut dalam belajar yang pada akhirnya dapat meningkatkan minat siswa dan menimbulkan hasil belajar siswa yang optimal.

  Berdasarkan uraian di atas maka perlu adanya suatu pengkajian di lapangan melalui kegiatan penelitian untuk melihat kaitan tersebut. Oleh karena itu penulis akan meneliti “peningkatan minat dan prestasi belajar

  IPS menggunakan metode role play siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013”.

B. Pembatasan Masalah

  Dalam penelitian ini dibatasi pada upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas 3 semester genap SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013 pada mata pelajaran IPS Kompetensi Dasar : “5.3 Memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan C. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, dalam penelitian ini dapat disimpulkan permasalahan sebagai berikut :

  1. Bagaimana penggunaan metode role play dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013?

  2. Apakah penggunaan metode role play dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013?

  3. Apakah penggunaan metode role play dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013?

  D. Pemecahan Masalah Rendahnya minat dan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel

  II tahun ajaran 2012/2013 pada materi “kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan materi “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan” akan diatasi dengan menggunakan metode role play.

E. Batasan Pengertian

  Istilah-istilah yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah :

  1. Pembelajaran Pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa, yang dilakukan untuk menginisiasi, memfasilitasi, dan meningkatkan intensitas dan kualitas belajar pada diri siswa.

  2. Minat Minat adalah suatu rasa suka yang kuat dan tertarik terhadap sesuatu, tanpa adanya paksaan. Minat akan muncul apabila suatu pembelajaran itu dapat menciptakan rasa senang dan nyaman, sehingga siswa akan lebih tertarik untuk belajar.

  3. Prestasi belajar Prestasi belajar merupakan hasil belajar siswa baik berupa keterampilan mengerjakan sesuatu, menjawab soal ataupun mengerjakan tugas. Dalam penelitian ini prestasi belajar yang dimaksudkan lebih kepada hasil menjawab soal-soal atau menyelesaikan tugas.

  4. Metode role play (bermain peran) Metode role play adalah suatu pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung ke dalam masalah-masalah sosial yang dipelajari melalui kegiatan-kegiatan drama untuk menghadirkan peran-peran yang ada F. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui penggunaan metode role play dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel

  II tahun ajaran 2012/2013.

  2. Untuk mengetahui apakah penggunaan metode role play dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013.

  3. Untuk mengetahui apakah penggunaan metode role play dalam pembelajaran IPS dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013.

  G. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi semua pihak, seperti diuraikan sebagai berikut :

  1. Manfaat Teoritis Penelitian ini dapat menambah pengetahuan, pengalaman dan wawasan, serta bahan dalam penerapan ilmu metode penelitian, khususnya mengenai gambaran pengetahuan tentang metode role play.

  2. Manfaat Praktis pembelajaran IPS yang meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013 menggunakan metode role play.

  b. Bagi siswa, dengan adanya penggunaan metode role play, siswa dapat lebih berminat dalam belajar karena metode role play dapat mendekatkan siswa dengan keadaan yang sebenarnya sehingga lebih aktif dalam belajar. Akibat dari itu siswa dapat memahami materi pelajaran lebih mudah yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

  c. Bagi guru, dengan adanya penggunaan metode role play, guru mendapatkan umpan balik guna perbaikan dan peningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu guru juga dapat mengevaluasi guna melihat kekuatan dan kelemahan penggunaan metode role play dalam kaitannya dengan minat belajar siswa.

  d. Bagi sekolah, dengan adanya penggunaan metode role play yang dikaitkan dengan minat belajar siswa, pihak sekolah mendapatkan masukan yang sangat berharga guna kepentingan manajemen sekolah. Pihak sekolah akan dapat melihat efektivitas pembelajaran dengan menggunakan metode role play, sehingga menjadi suatu pemikiran untuk meneruskan dan mengembangkannya pada mata pelajaran lain.

  BAB II LANDASAN TEORI Di dalam bab ini, diuraikan landasan teori yang akan digunakan untuk memecahkan masalah dalam penelitian ini. Pembahasan tentang teori terdiri dari kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan.

A. Kajian Pustaka

1. Minat

a. Pengertian Minat

  Menurut Winkel (2004:212), minat adalah “kecenderungan subyek yang menetap, untuk merasa tertarik pada bidang studi atau pokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu”. Sedangkan menurut Slameto (2010:180), minat adalah “suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri.

  Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, makin besar minat”.

  Berdasarkan pendapat Winkel (2004) dan Slameto (2010) di atas dapat disimpulkan bahwa cara pandang mereka terhadap pengertian minat sama, yaitu pengertian minat adalah sama-sama

b. Ciri-ciri minat

  Slameto (2010:180) menyatakan “suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut”.

  Sedangkan menurut Winkel (2004:212), ciri-ciri minat cenderung merasa tertarik dan senang pada materi atau topik yang sedang dipelajarinya.

  Berdasarkan pendapat Slameto (2010) dan Winkel (2004) di atas dapat disimpulkan bahwa cara pandang mereka tentang ciri-ciri minat berbeda, menurut Slameto “siswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut”, sedangkan menurut Winkel “ciri-ciri minat cenderung merasa tertarik dan senang pada materi atau topik yang sedang dipelajarinya”.

  Berdasarkan beberapa ciri yang dikemukakan para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri minat, yaitu rasa ketertarikan dan rasa ingin tahu yang begitu besar terhadap suatu topik atau materi, sehingga siswa memusatkan perhatian secara tersebut, sehingga siswa akan berusaha penuh untuk memahami pelajaran, jika siswa mengalami kesulitan siswa akan berusaha untuk bertanya atau mengutarakan pendapatnya kepada guru, semua ini akan membantu siswa untuk mendengarkan pendapat teman saat berdiskusi, dan memberikan tanggapan terhadap ide yang dimiliki siswa yang lain.

c. Meningkatkan minat siswa

  Tanner & Tanner (dalam Slameto, 2010:181), menyarankan agar guru berusaha membentuk minat-minat yang baru dalam diri siswa, yaitu dengan menghubungkan suatu materi dengan materi yang lalu, dan memberikan gambaran mengenai kegunaan untuk masa depan. Guru dapat membujuk siswa agar melakukan sesuatu, namun guru harus bertindak bijaksana dalam penggunaan insentif, dimana guru harus mampu memberikan penghargaan kepada siswa saat bekerja dengan baik atau memperbaiki pekerjaan, jangan sampai guru menghukum siswa saat siswa mendapatkan hasil kerja yang kurang baik.

  Menurut Slameto (2010:180), cara paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah “dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada”. Contoh, jika siswa pada materi yang sesungguhnya, yaitu “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan” dalam IPS.

  Kedua ahli di atas memiliki pendapat yang berbeda tentang cara meningkatkan minat siswa. Tanner & Tanner (dalam Slameto, 2010:181), menyarankan agar guru berusaha membentuk minat- minat yang baru dalam diri siswa, sedangkan menurut Slameto (2010:180) cara paling efektif untuk membangkitkan minat pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa yang telah ada.

  Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa guru harus dapat membangkitkan minat-minat yang telah ada dalam diri siswa, jika minat itu belum ada guru dapat memberikan motivasi kepada siswa dan memberikan ruang gerak kepada siswa untuk belajar mandiri. Guru harus bersikap baik terhadap siswa, jangan pernah memberikan hukuman kepada siswa jika siswa mendapatkan nilai yang buruk. Pemberian hadiah kepada siswa juga dapat digunakan untuk menumbuhkan minat siswa jika siswa mampu mengerjakan tugas dengan baik.

d. Indikator Minat

  Menurut Slameto (2010:180), suatu minat dapat dimanifestasikan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar terhadap subyek tersebut.

  Selain itu, Djamarah (2008:166-167) mengungkapkan bahwa minat dapat diekspresikan anak didik melalui : 1) Pernyataan lebih menyukai sesuatu daripada yang lainnya 2) Partisipasi aktif dalam suatu kegiatan 3) Memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminatinya tanpa menghiraukan yang lain (fokus) Berdasarkan pendapat kedua ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa sama-sama dapat dilihat dari bagaimana minatnya dalam melakukan aktivitas yang mereka senangi, ikut terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan perhatian yang mereka berikan. Dengan demikian, indikator minat yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah :

  1) Perhatian dalam pembelajaran 2) Kemauan untuk mengembangkan diri 3) Keterlibatan siswa dalam pembelajaran 4) Ekspresi perasaan senang

2. Belajar

  a. Pengertian Belajar Menurut Slameto (2010:2), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

  Sedangkan menurut Suryasubrata (dalam Uno dan Mohammad, 2012:138), “belajar suatu proses menghasilkan perubahan perilaku yang dilakukan dengan sengaja untuk memperoleh pengetahuan, kecakapan dan pengalaman baru ke arah yang lebih baik”.

  Dari pengertian belajar menurut kedua ahli di atas dapat disimpulkan bahwa cara pandang mereka terhadap belajar sama, yaitu belajar merupakan perubahan tingkah laku seseorang yang didapat dari orang lain maupun lingkungan sekitarnya sebagai hasil pengalaman yang dapat membawa pada kondisi kehidupan yang lebih baik dan bermakna.

  b. Ciri-ciri Belajar Menurut Aqid (2010:48), belajar mempunyai karakteristik tertentu antara lain yaitu : pengetahuan (kognitif), aspek sikap atau nilai (afektif), serta keterampilan (psikomotorik) 2) Belajar merupakan buah dari pengalaman yang terjadi karena adanya interaksi antara dirinya dengan lingkungan. 3) Hasil belajar/perubahan sikap relatif tetap diperoleh melalui pengalaman atau latihan.

  Pembelajaran IPS ini akan menggunakan ketiga ciri di atas. Diharapkan perubahan yang akan terjadi pada setiap peserta didik meliputi tiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

  Pembelajaran ini juga akan menggunakan pengalaman peserta didik sehari-hari.

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar

  Faktor-faktor yang mempengaruhi aktifitas belajar menurut Suryabarata (2004:233-237) meliputi : 1) Faktor yang berasal dari luar diri pelajar

  a) Faktor-faktor non sosial Faktor non sosial yang dapat mempengaruhi aktifitas belajar seperti faktor cuaca, keadaan udara, suhu, letak sekolah. Karena keadaan tersebut sangat menentukan lingkungan panas maka akan mengurangi konsentrasi siswa dalam belajar.

  b) Faktor-faktor sosial Kehadiran orang lain saat belajar dapat menggangu konsentrasi belajar, inilah sebuah contoh faktor sosial yang dapat mempengaruhi aktifitas belajar.

  2) Faktor yang berasal dari dalam diri pelajar

  a) Faktor-faktor fisiologis Faktor fisiologis ini meliputi keadaan tubuh yang segar atau tidak, penyakit tubuh, gangguan panca indra.

  Keadaan tubuh yang segar, sehat secara tidak langsung akan memudahkan siswa dalam melakukan aktifitas belajar.

  b) Faktor-faktor psikologis Adanya kesadaran akan kebutuhan belajar, rasa ingin tahu, adanya keinginan untuk maju,adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan. Faktor-faktor tersebut muncul dari dalam individu masing-masing.

  Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kegiatan belajar yang meliputi faktor dari luar individu (faktor non sosial, faktor sosial) dan faktor sebab pembelajaran menggunakan metode role play ini sangat memerlukan keadaan cuaca, udara, suhu dan letak sekolah yang nyaman sehingga siswa dapat berkonsentrasi dalam belajar (faktor non sosial). Selain itu, dalam penelitian ini juga menghadirkan orang lain yang membantu jalannya penelitian, sehingga akan mempengaruhi aktifitas belajar siswa (faktor sosial). Faktor keadaan tubuh dari setiap siswa juga sangat mempengaruhi lancar dan tidaknya kegiatan belajar, jika siswa sehat maka siswa akan lebih mudah dalam melakukan kegiatan simulasi/role play (faktor fisiologis). Untuk memperlancar jalannya pembelajaran menggunakan metode role play ini kesadaran akan kebutuhan belajar, rasa ingin tahu dan adanya keinginan untuk maju juga sangat diperlukan (faktor psikologis). Oleh karena itu, faktor-faktor tersebut di atas sangatlah berhubungan kuat pada hasil belajar setiap individu sebab faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi kegiatan-kegiatan yang dilakukan setiap individu selama proses belajar.

3. Prestasi Belajar

a. Pengertian Prestasi Belajar

  Zaenal Arifin (dalam Krisdianto 2011: 8) menjelaskan bahwa prestasi belajar adalah kemampuan, ketrampilan, sikap seseorang belajar siswa, hasil belajar tersebut dapat berupa keterampilan mengerjakan sesuatu, kemampuan menjawab soal atau menyelesaikan tugas.

  Dari pendapat kedua ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa cara pandang mereka terhadap prestasi belajar sama, yaitu prestasi belajar adalah suatu hasil yang dicapai seseorang setelah melakukan kegiatan belajar untuk mengetahui sejauh mana kemampuan seseorang dalam mengerjakan sesuatu. Dalam penelitian ini, peneliti fokus pada pengertian prestasi belajar sebagai hasil dari siswa dalam mengerjakan soal-soal evaluasi dalam setiap siklus penelitian.

4. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  Berikut ini merupakan penjabaran dari pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan tujuan mata pelajaran IPS.

a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  Menurut Killer (dalam Hamalik, 1992:6), “Ilmu Pengetahuan Sosial adalah studi yang memberikan pemahaman atau pengertian- pengertian tentang cara-cara manusia hidup, tentang kebutuhan- kebutuhan dasar manusia, tentang kegiatan-kegiatan dalam usaha memenuhi kebutuhan itu, dan tentang lembaga-lembaga yang dikembangkan sehubungan dengan hal-hal tersebut. Jadi Ilmu

  Sedangkan menurut Solihatin & Raharjo (2005:14), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) membahas hubungan antara manusia dengan lingkungannya, lingkungan masyarakat di mana anak didik tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat, dihadapkan pada berbagai permasalahan yang ada dan terjadi di lingkungan sekitarnya.

  Dari pendapat kedua ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa cara pandang mereka terhadap Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang kehidupan manusia dan lingkungan sosialnya di mana manusia itu hidup dan melakukan aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu IPS harus diajarkan di Sekolah Dasar, agar siswa dapat lebih mudah dalam menghadapi berbagai masalah sosial yang kemungkinan akan dialami siswa dalam kehidupan sehari-hari.

b. Tujuan Mata Pelajaran IPS

  Di dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006 mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut : 1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya,

  2) Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial,

  3) Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, dan 4) Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.

5. Metode Role Play

a. Pengertian Metode Role Play

  Menurut Zaini (2008:98-99), role play dapat membuktikan diri sebagai suatu media pendidikan yang ampuh, di mana saja terdapat peran-peran yang dapat didefinisikan dengan jelas, yang memiliki interaksi yang mungkin dieksplorasi dalam keadaan yang bersifat simulasi (skenario).

  Sedangkan menurut Sugihartono (2007:83), role play adalah metode pembelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan anak didik dengan cara anak didik memerankan suatu tokoh baik tokoh hidup atau mati. Metode ini dapat mengembangkan penghayatan, tanggungjawab, dan terampil dalam memaknai materi

  Metode bermain peran atau role play merupakan suatu metode pembelajaran sebagai bagian dari simulasi yang diarahkan untuk mengkreasi peristiwa sejarah, mengkreasi peristiwa-peristiwa aktual, atau kejadian-kejadian yang mungkin muncul pada masa mendatang (Sanjaya, 2006:159).

  Para ahli di atas mengemukakan pendapatnya yang berbeda- beda mengenai metode role play, sehingga dapat disimpulkan bahwa metode role play adalah suatu metode pembelajaran yang memberi kesempatan siswa untuk melakukan kegiatan memainkan peran tertentu untuk memperoleh pemahaman materi yang dipelajari.

b. Tujuan Metode Role Play

  Hamalik (dalam Taniredja, 2011:40), mengatakan bahwa tujuan bermain peran, sesuai dengan jenis belajar adalah : 1) Belajar dengan berbuat. Para siswa melakukan peranan tertentu sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Tujuannya untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan interaktif atau keterampilan-keterampilan reaktif.

  2) Belajar melalui peniruan (imitasi). Para siswa pengamat drama menyamakan diri dengan pelaku (aktor) dan tingkah laku mereka. ditampilkan. Tujuannya untuk mengembangkan prosedur- prosedur kognitif dan prinsip-prinsip yang mendasari perilaku keterampilan yang telah didramatisasikan. 4) Belajar melalui pengkajian, penilaian, dan pengulangan. Para peserta dapat memperbaiki keterampilan-keterampilan mereka dengan mengulanginya dalam penampilan berikutnya.

c. Langkah-Langkah Metode Role Play

  Menurut Supardi (2011:207), langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembelajaran bermain peran adalah : 1) Menentukan topik serta tujuan yang ingin dicapai. 2) Memberikan gambaran situasi yang ingin disimulasikan. 3) Membentuk kelompok dan menentukan peran masing-masing. 4) Menetapkan lokasi dan waktu pelaksanaan simulasi. 5) Melaksanakan simulasi. 6) Melakukan penilaian. 7) Membuat kesimpulan.

  Menurut Suyatno (2009:123), langkah-langkah dalam melakukan role play adalah sebagai berikut : 1) Guru menyusun/menyiapkan skenario yang akan ditampilkan. 2) Menunjuk beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari

  4) Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai. 5) Memanggil para siswa yang sudah ditunjuk untuk melakonkan skenario yang sudah dipersiapkan.

  6) Setiap siswa duduk di kelompoknya, sambil memperhatikan dan mengamati skenario yang sedang diperagakan.

  7) Setelah selesai dipentaskan, setiap siswa diberikan kertas sebagai lembar kerja untuk membahas.

  8) Setiap kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya. 9) Guru memberikan kesimpulan secara umum. 10) Evaluasi. 11) Penutup.

  Berdasarkan kedua pendapat di atas, maka peneliti akan melakukan pembelajaran role play dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Menentukan topik serta tujuan yang ingin dicapai.

  2) Menyusun / menyiapkan skenario yang akan ditampilkan. 3) Membentuk kelompok dan menentukan peran masing-masing. 4) Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai. 5) Setiap siswa duduk di kelompoknya, sambil memperhatikan dan mengamati skenario yang sedang diperagakan.

  6) Setelah selesai melakukan simulasi kegiatan, siswa membahas

  8) Guru memberikan kesimpulan secara umum. 9) Evaluasi, kegiatan ini dilakukan hanya sekali pada setiap siklusnya.

  10) Penutup.

d. Keuntungan Metode Role Play

  Menurut Djamarah dan Zain (2010:89-90), role play memiliki keuntungan yaitu : 1) Sebagai pemain siswa harus memahami, menghayati, mengingat isi cerita secara keseluruhan, terutama untuk meteri yang harus diperankannya. Dengan demikian, daya ingatan siswa harus tajam dan lama.

  2) Siswa akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif. Pada waktu main drama para pemain dituntut untuk mengemukakan pendapatnya sesuai waktu yang tersedia. 3) Bakat yang terdapat pada siswa dapat dipupuk sehingga dimungkinkan akan muncul atau tumbuh bibit seni drama dari sekolah. Jika seni drama mereka dibina dengan baik kemungkinan besar mereka akan menjadi pemain yang baik kelak. 4) Kerjasama antar pemain dapat ditimbulkan dan dibina dengan

  5) Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima dan membagi tanggung jawab dengan sesamanya.

  6) Bahasa lisan siswa dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain.

  Menurut Hasibuan dan Moedjiono (dalam Taniredja, 2011:40-41), bermain peran (role play) memiliki banyak keuntungan yaitu : 1) Menyenangkan, sehingga siswa secara wajar terdorong untuk berpartisipasi; 2) Menggalakkan guru untuk mengembangkan aktivitas bermain peran; 3) Memungkinkan eksperimen berlangsung tanpa memerlukan lingkungan yang sebenarnya; 4) Memvisualkan hal-hal yang abstrak; 5) Tidak memerlukan keterampilan komunikasi yang pelik; 6) Memungkinkan terjadinya interaksi antarsiswa; 7) Menimbulkan respon yang positif dari siswa yang lamban, kurang cakap dan kurang motivasi; 8) Melatih berpikir kritis karena siswa terlibat dalam analisa proses, kemajuan bermain peran.

  Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa keuntungan yang didapat dari metode role play (bermain peran) adalah : 1) Menyenangkan, sehingga siswa secara wajar terdorong untuk berpartisipasi; 2) Memvisualkan hal-hal yang abstrak; 3) Memungkinkan terjadinya interaksi antarsiswa; 4) Menimbulkan respon yang positif dari siswa yang lamban, kurang cakap dan kurang motivasi; 5) Melatih berpikir kritis karena siswa terlibat dalam analisa proses, kemajuan bermain peran.

  6) Murid akan terlatih untuk berinisiatif dan berkreatif. 7) Bakat yang terpendam pada murid dapat dipupuk sehingga dimungkinkan akan muncul atau timbul bibit seni dari sekolah.

e. Kekurangan Metode Role Play

  Menurut Aman (2011:114-115), metode role play memiliki kekurangan yaitu : 1) Adanya kurang kesungguhan para pemain yang menyebabkan tujuan tidak tercapai; 2) Pendengar atau siswa yang tidak berperan sering menertawakan

  Kekurangan dari metode role play menurut Sagala (dalam Taniredja, 2011:42) adalah : 1) Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang aktif; 2) Banyak memakan waktu, persiapan, pemahaman isi bahan pelajaran, dan pelaksanaan pertunjukan; 3) Memerlukan tempat yang cukup luas; 4) Kelas lain sering terganggu oleh suara pemain dan penonton.

  Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kekurangan yang didapat dari metode role play adalah : 1) Banyak memakan waktu, persiapan, pemahaman isi bahan pelajaran, dan pelaksanaan pertunjukan; 2) Memerlukan tempat yang cukup luas; 3) Kelas lain sering terganggu oleh suara pemain.

  4) Adanya kurang kesungguhan para pemain yang menyebabkan tujuan tidak tercapai; 5) Tidak semua materi pelajaran dapat disajikan melalui metode ini.

B. Penelitian yang Relevan

  Terdapat dua penelitian yang relevan dengan penelitian ini, berikut

1. Penelitian mengenai minat belajar dengan menggunakan metode role play.

  Hasil penelitian oleh Kartini (2007) yang berjudul “Penggunaan Metode Role Playing untuk Meningkatkan Minat Siswa dalam Pembelajaran Pengetahuan Sosial di Kelas V SD N Cileunyi I Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung” menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran yaitu metode role playing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research).

  Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh, kesimpulan yang didapat adalah upaya guru untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan diantaranya dengan menggunakan metode bervariasi, optimalisasi media pembelajaran serta memberikan reward dan punishment selalu memberikan motivasi kepada murid. Manfaat penerapan metode role playing bagi guru antara lain dapat mengembangkan kemampuan guru dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa dan bagi siswa dapat meningkatkan minat serta partisipasi siswa dalam belajar. Penggunaan metode bermain peran efektif digunakan dalam pembelajaran IPS. Siswa tampak lebih berminat dan antusias untuk melaksanakan belajar. Tingkat partisipasi siswa lebih

2. Penelitian mengenai prestasi belajar dengan menggunakan metode role play.

  Hasil penelitian oleh Arumingdyah (2007) yang berjudul “Penerapan Metode Role Playing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Ak-1 SMK Negeri 1 Jombang oleh Arumingdyah” menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode pembelajaran yaitu metode role playing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research).

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran metode role playing ini terdiri dari 6 tahap yaitu (1) Menghangatkan suasana dan memotivasi peserta didik; (2) Diskusi; (3) Pemeranan; (4) Evaluasi Pemeranan; (5) Pemberian Tugas Individu; (6) Tes Akhir Siklus. Hasil belajar siswa dengan menerapkan metode pembelajaran role playing menujukkan hasil yang positif, terlihat dari peningkatan signifikan dari siklus I ke siklus II baik dari segi aktivitas dan hasil pembelajaran. Peningkatan hasil belajar ini dapat diketahui dengan meningkatnya skor hasil belajar klasikal yaitu pada siklus I mencapai 57,5% sedangkan pada siklus II yaitu 90%. Oleh karena itu pelaksanaan penelitian dengan tema yang sama dan subyek penelitian

  Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu, peneliti menyimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti-peneliti lain mengenai peningkatan minat dan prestasi belajar dengan menggunakan metode role play pada mata pelajaran IPS relevan untuk digunakan peneliti dalam penelitian ini. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya dimana, pada penelitian sebelumnya yang menjadi subyek penelitian adalah siswa SD kelas V dan siswa SMA kelas X, selain itu metode role play pada penelitian sebelumnya mengenai prestasi belajar diterapkan pada mata pelajaran Akuntansi. Sedangkan pada penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas 3 sekolah dasar dan metode role play dalam penelitian ini akan diterapkan dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar.

C. Kerangka Berpikir

  Penggunaan metode role play merupakan penggunaan metode berupa peniruan suatu perbuatan atau kegiatan, dimana peniruan ini bersifat pura- pura, namun dapat memperjelas materi pelajaran yang dilakukan. Penggunaan metode role play ini dilakukan mengingat beberapa keunggulannya apabila dibandingkan dengan metode pembelajaran lainnya.

  Penggunaan metode role play sangat sesuai untuk materi-materi yang terdapat di dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), sebab materi yang dipelajari dihadirkan ke dalam ruang kelas, untuk itu metode role play menjadi salah satu metode alternatif dalam mendukung kegiatan pembelajaran IPS.

  Selain memperjelas materi pelajaran, metode pembelajaran role play juga dapat membuat siswa termotivasi untuk belajar, membuat siswa aktif dalam belajar dan menjadikan hasil belajar siswa lebih baik. Siswa yang termotivasi akibat adanya pembelajaran yang menggunakan metode role play dapat dilihat dari ciri-cirinya seperti aktif berpartisipasi dalam melakukan simulasi kegiatan, aktif berdiskusi dan sebagainya. Ini berarti motivasi belajar siswa dapat membuat aktivitas belajar siswa menjadi tinggi. Dengan adanya aktivitas belajar yang tinggi akan dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar dan membuat hasil belajar lebih optimal.

  Dari uraian di atas, maka peneliti menggunakan metode role play dalam pembelajaran. Dengan pembelajaran yang menarik dan melibatkan siswa diharapkan siswa semakin aktif dalam mengikuti pembelajaran dan termotivasi dalam belajar sehingga akan berdampak pada peningkatan minat dan prestasi belajar siswa. Apabila metode role play diterapkan pada pembelajaran IPS, maka minat dan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II akan meningkat.

D. Hipotesis Tindakan

  Berdasarkan kerangka berpikir itulah, peneliti merumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut :

  1. Penggunaan metode pembelajaran role play dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II khususnya pada kompetensi dasar : “memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan”.

  2. Penggunaan metode pembelajaran role play dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II khususnya pada kompetensi dasar : “memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan”.

  BAB III METODE PENELITIAN Pada bab III ini dibahas tentang metode penelitian yang terdiri dari jenis penelitian, setting penelitian, rencana tindakan, instrumen penelitian, validitas dan reliabilitas instrumen penelitian, teknik pengumpulan data, analisis data. Hal di atas yang secara teknik digunakan peneliti untuk penelitian ini.

A. Jenis Penelitian

  Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau dikenal juga dengan istilah Classroom Action Research. Peneliti memilih model penelitian dari Kemmis dan Pobin Mc Taggart dalam buku “Metode Penelitian Tindakan Kelas” yang dikutip oleh Sukardi (2004:214) seperti yang terlihat dalam gambar di bawah ini :

B. Setting Penelitian

  1. Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Mentel II. SD Negeri

  Mentel II ini beralamat di Timunsari, Hargosari, Tanjungsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Peneliti memilih SD Negeri Mentel II karena berdasarkan observasi, guru di SD ini belum menggunakan metode role play dalam pembelajaran IPS, sehingga peneliti ingin mengimplementasikan metode role play untuk menyelesaikan masalah yang terdapat di sekolah tersebut khususnya di kelas 3 pada Kompetensi Dasar 5.3 “memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan Kompetensi Dasar 5.5 “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan”.

  2. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 3 SD

  Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 22 siswa dengan 15 siswa putra dan 7 siswa putri.

  3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah minat dan prestasi belajar siswa kelas 3 di SD Negeri Mentel II dengan menggunakan metode role play.

4. Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 yakni bulan Januari – Agustus 2013.

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian

  Bulan No Kegiatan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt

  1. Proses ijin ke Sekolah Observasi kondisi awal

  2. keadaan kelas

  3. Penyusunan proposal Persiapan 4. perangkat pembelajaran

  5. Pelaksanaan siklus I

  6. Pelaksanaan siklus II Pengolahan 7. data hasil penelitian Penyelesaian

  8. kelengkapan penelitian

C. Rencana Tindakan

  Langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Persiapan

  a. Meminta izin kepada Kepala SD Negeri Mentel II untuk melakukan kegiatan penelitian di SD tersebut.

  b. Melakukan observasi pada siswa kelas 3 untuk memperoleh gambaran mengenai kegiatan pembelajaran serta karakteristik siswanya.

  c. Melakukan pengamatan untuk mengetahui gambaran mengenai minat dan prestasi belajar siswa dalam materi “memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan materi “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan”.

  d. Melakukan wawancara dengan guru kelas dan sebagian siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II.

  e. Mengidentifikasi masalah yang ada di kelas yakni kurangnya minat dan rendahnya prestasi belajar siswa tentang materi “memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan materi “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan”.

  f. Menganalisis masalah belajar siswa mengenai materi “memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan materi “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan”. 1) Merumuskan masalah 2) Merumuskan hipotesis 3) Menyusun rencana penelitian dalam setiap siklus

  5) Mengkaji standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pokoknya.

  6) Menyusun silabus, RPP, LKS, kisi-kisi soal, instrumen penilaian, pembuatan alat peraga, instrumen penelitian.

2. Rencana Tindakan Setiap Siklus

  Di bawah ini merupakan gambaran singkat mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada siklus I dan siklus II : a. Pada siklus I pertemuan pertama, siswa melakukan role play drama dengan topik kegiatan jual beli di lingkungan rumah. Pada pertemuan kedua siswa melakukan role play drama dengan topik kegiatan jual beli di lingkungan sekolah. Peneliti menjabarkan rencana pembelajaran pada siklus I yang tertera dibawah.

  b. Pada siklus II pertemuan pertama siswa melakukan role play dengan topik mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhannya sendiri. Sedangkan untuk pertemuan kedua siswa melakukan role play tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan melalui identifikasi kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting.

  Untuk lebih jelas mengenai rincian kegiatan yang akan dilaksanakan pada tiap siklusnya, maka peneliti akan menjabarkan alur- Rencana Tindakan Siklus I

  1. Perencanaan Tindakan Pada siklus I, peneliti terlebih dahulu merancang instrumen pembelajaran mulai membuat Silabus, Rencana Pelaksanaan

  Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Media Pembelajaran yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini. Pada siklus I ini, peneliti menggunakan metode role play. Pembelajaran pada siklus I ini akan dilaksanakan selama dua kali pertemuan dimana setiap pertemuan alokasi waktu 2 x 35 menit (2Jp).

  2. Pelaksanaan Tindakan

a. Pertemuan I

  Pelaksanaan tindakan akan peneliti lakukan sesuai dengan perencanaan yang sudah ditentukan, yaitu : 1) Guru membagikan lembar kerja siswa 2) Siswa mendengarkan penjelasan kegiatan-kegiatan dalam lembar kerja siswa 3) Siswa mendengarkan penjelasan mengenai pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu melakukan role play tentang kegiatan jual beli di lingkungan rumah. 4) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi

  5) Guru menyusun skenario yang akan ditampilkan 6) Siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa 7) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play.

  8) Siswa berdiskusi sebelum memperagakan role play mereka. 9) Siswa melaksanakan role play sesuai undian. 10) Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja siswa.

  11) Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya. 12) Siswa bersama guru menilai hasil role play, sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut.

  13) Siswa bersama guru menyimpulkan berbagai macam kegiatan jual beli di lingkungan rumah.

  14) Penutup

b. Pertemuan II

  Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini juga akan peneliti lakukan sesuai dengan perencanaan yang sudah ditentukan,yaitu : 1) Guru membagikan lembar kerja siswa 2) Siswa mendengarkan penjelasan kegiatan-kegiatan dalam lembar kerja siswa

  3) Siswa mendengarkan penjelasan mengenai pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu melakukan role play tentang kegiatan jual beli di lingkungan sekolah. 4) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai, yaitu untuk memahami materi kegiatan jual beli di lingkungan sekolah. 5) Guru menyusun skenario yang akan ditampilkan 6) Siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa 7) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play.

  8) Siswa berdiskusi sebelum memperagakan role play mereka. 9) Siswa melaksanakan role play sesuai undian. 10) Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja siswa.

  11) Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya. 12) Siswa bersama guru menilai hasil role play, sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut.

  13) Siswa bersama guru menyimpulkan berbagai macam kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

  14) Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus I. 15) Penutup.

  3. Observasi Pada tahap ini peneliti menganalisis proses pelaksanaan yang dilakukan sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

  (RPP) atau belum. Peneliti juga memberikan lembar kuesioner minat belajar kepada siswa untuk diisi. Lembar kuesioner (lihat lampiran 7 hal.187) ini diberikan kepada siswa untuk mengukur tingkat minat belajar siswa pada pertemuan terakhir di setiap siklus. Selain itu pada kegiatan observasi ini, peneliti juga melakukan pengamatan pada saat proses pelaksanaan tindakan.

  4. Refleksi Refleksi dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  a. Mengidentifikasi masalah-masalah, hambatan-hambatan dan juga kekurangan selama pembelajaran berlangsung pada pembelajaran siklus I dengan cara melakukan wawancara terhadap siswa dan juga wali kelas terkait.

  b. Mengkoreksi ketercapaian indikator pada siklus I.

  Hasil refleksi siklus I ini digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dilaksanakan atau tidaknya tindakan siklus II. Rencana Tindakan Siklus II Siklus II tidak akan dilaksanakan jika pada siklus I indikator-indikator keberhasilan sudah tercapai. Namun, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk maka peneliti menyusun rencana – rencana tindakan siklus II. Mengingat penyusunan rencana tindakan siklus II disusun sebelum siklus I dilakukan, maka dalam pelaksanaan siklus II nanti akan peneliti koreksi kembali berdasarkan refleksi dari kegiatan siklus I. Berikut ini adalah rencana tindakan siklus II :

  1. Perencanaan Tindakan Pada siklus II, peneliti terlebih dahulu merancang instrumen pembelajaran mulai membuat Silabus, Rencana Pelaksanaan

  Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Media Pembelajaran yang akan peneliti gunakan dalam penelitian ini. Pada siklus II ini, peneliti menggunakan metode role play. Pembelajaran pada siklus II ini akan dilaksanakan selama dua kali pertemuan dimana setiap pertemuan alokasi waktu 2 x 35 menit (2Jp).

  2. Pelaksanaan Tindakan

a. Pertemuan I

  Pelaksanaan tindakan akan peneliti lakukan sesuai dengan perencanaan yang sudah ditentukan dan berdasarkan refleksi dari

  2) Siswa mendengarkan penjelasan kegiatan-kegiatan dalam lembar kerja siswa 3) Siswa mendengarkan penjelasan mengenai pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu melakukan role play tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhannya sendiri. 4) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai, yaitu untuk memahami materi mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhannya sendiri. 5) Guru menyusun skenario yang akan ditampilkan 6) Siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa 7) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play.

  8) Siswa berdiskusi sebelum memperagakan role play mereka. 9) Siswa melaksanakan role play sesuai undian. 10) Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja siswa.

  11) Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya. 12) Siswa bersama guru menilai hasil role play, sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut.

  13) Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran dengan materi mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhannya

b. Pertemuan II

  Pelaksanaan tindakan pada pertemuan 2 ini juga akan peneliti lakukan sesuai dengan perencanaan yang sudah ditentukan dan berdasarkan refleksi dari siklus I, yaitu : 1) Guru membagikan lembar kerja siswa 2) Siswa mendengarkan penjelasan kegiatan-kegiatan dalam lembar kerja siswa 3) Siswa mendengarkan penjelasan mengenai pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu melakukan role play tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan melalui identifikasi kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting.

  4) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai, yaitu untuk memahami materi mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan melalui identifikasi kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting.

  5) Guru menyusun skenario yang akan ditampilkan 6) Siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa 7) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play.

  8) Siswa berdiskusi sebelum memperagakan role play mereka. 9) Siswa melaksanakan role play sesuai undian.

  11) Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya. 12) Siswa bersama guru menilai hasil role play, sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut.

  13) Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran dengan materi mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan melalui identifikasi kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting.

  14) Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus II. 15) Penutup.

  3. Observasi Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan pada saat proses pelaksanaan tindakan dan menganalisis proses pelaksanaan yang dilakukan sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau belum. Peneliti juga memberikan lembar kuesioner minat belajar kepada siswa untuk diisi. Lembar kuesioner (lihat lampiran 7 hal.187) ini diberikan kepada siswa untuk mengukur tingkat minat belajar siswa pada pertemuan terakhir di setiap siklus.

  4. Refleksi Refleksi dilakukan dengan cara : b. Membuat kesimpulan mengenai kemampuan siswa dalam mengerjakan soal evaluasi pada setiap siklus. Selain itu peneliti juga menyimpulkan tingkat minat siswa dengan menerapkan metode role play pada pembelajaran IPS selama pembelajaran siklus I dan II.

  c. Membandingkan hasil yang telah diperoleh selama dua kali siklus, apakah sudah sesuai dengan indikator-indikator ketercapaian/ keberhasilan yang diharapkan atau belum. Hasil refleksi pada siklus II ini juga akan dijadikan dasar sebagai pertimbangan pengambilan keputusan dilaksanakan atau tidaknya tindakan siklus selanjutnya.

D. Instrumen Penelitian

  Dalam penelitian ini, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen-instrumen penelitian. Ada dua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu tes untuk mengukur prestasi siswa dan non tes untuk mengukur minat siswa. Instrumen tes berbentuk tes tertulis yaitu soal evaluasi berupa soal objektif yang diujikan pada akhir setiap siklus untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dalam aspek kognitif.

  Sedangkan instrumen non tes berupa kuisioner, wawancara pada guru dan wawancara pada siswa. untuk siklus I dan 20 soal IPS pada siklus II. Soal-soal pilihan ganda tersebut disusun berdasarkan kisi-kisi soal dibawah ini :

Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus I Sebelum di Validasi

  Nomor Jumlah Kompetensi Dasar Indikator Soal Soal

5.3 Memahami

  1. Menyebutkan kegiatan 1, 4, 5, 9,

kegiatan jual beli di jual beli di lingkungan 14, 16, 19

8

lingkungan rumah rumah dan 26

dan sekolah

  2. Memberi contoh 3, 6, 8, kegiatan jual beli di 10, 13, 15 lingkungan rumah dan 22

  7

  3. Menyebutkan kegiatan 2, 17, 18, jual beli di lingkungan 20, 24, 25 7 sekolah dan 30

  4. Memberi contoh 12, 27 kegiatan jual beli di

  3 dan 29 lingkungan sekolah

  5. Membedakan peran antara penjual dan 7, 11, 21, 5 pembeli dalam kegiatan 23 dan 28

jual beli

Jumlah Soal

  30 Tabel 3.3 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda dan Siklus II Sebelum di Validasi Nomor Jumlah Kompetensi Dasar Indikator Soal Soal

1. Menyebutkan fungsi 1, 2, 8

5.5 Mengenal

  4 uang dan 10 penggunaan uang

  2. Menyebutkan tempat sesuai dengan 5 dan16

  2 penyimpanan uang kebutuhan 17, 21,

  3. Menyebutkan manfaat 24, 26 5 mengelola uang dan 28 9, 12 dan

4. Mengenal mata uang

  3 Nomor Jumlah Kompetensi Dasar Indikator Soal Soal

  5.5 Mengenal

  

6. Membedakan

19, 22, penggunaan uang kebutuhan yang penting 25, 27

  5 sesuai dengan dan kebutuhan yang dan 30 kebutuhan kurang penting

  

Jumlah Soal

  30 Berdasarkan kisi-kisi di atas, hasil tes objektif pilihan ganda yang

  valid berjumlah 20 soal pada siklus I dan 20 soal pada siklus II yang masing-masing memiliki bobot satu skor. Soal objektif yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan kisi-kisi sebagai berikut :

Tabel 3.4 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus I Setelah di Validasi

  Nomor Jumlah Kompetensi Dasar Indikator Soal Soal

  5.3 Memahami

  1. Menyebutkan kegiatan 1, 3, 13 kegiatan jual beli di jual beli di lingkungan

  4 dan 17 lingkungan rumah rumah dan sekolah

  2. Memberi contoh 2, 4, 6, 7, kegiatan jual beli di

  6 9 dan 14 lingkungan rumah

  3. Menyebutkan kegiatan 10, 12, 16 jual beli di lingkungan

  4 dan 20

sekolah

  4. Memberi contoh kegiatan jual beli di 11 dan18 2 lingkungan sekolah

  5. Membedakan peran antara penjual dan 5, 8, 15 4 pembeli dalam kegiatan dan 19

jual beli

Jumlah Soal

  20

Tabel 3.5 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus II Setelah di Validasi

  Nomor Jumlah Kompetensi Dasar Indikator Soal Soal

5.5 Mengenal

  1. Menyebutkan fungsi 1 dan 2 2 penggunaan uang uang sesuai dengan

  2. Menyebutkan tempat kebutuhan

  6

  1 penyimpanan uang

  3. Menyebutkan manfaat 7, 12, 15,

  5 mengelola uang 17 dan 19

  4. Mengenal mata uang

  3

  1

  5. Mengenal penggunaan 4, 5, 8, uang sesuai dengan 10, 9 dan 6

kebutuhan

  14

  

6. Membedakan

11, 13, kebutuhan yang penting 16, 18

  5 dan kebutuhan yang dan 20 kurang penting

  

Jumlah Soal

  20 Tabel 3.6 Rincian Pemberian Skor Setiap Siklus Skor Jumlah Jumlah

No. Siklus Jenis Soal Maksimal

  Soal Skor Tiap Soal

1. I Pilihan Ganda

  20

  1

  20 2.

  II Pilihan Ganda

  20

  1

  20

2. Non Tes

  Instrumen penelitian non tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, wawancara pada guru dan wawancara pada siswa.

a. Kuisioner

  dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan tertulis kepada responden untuk menciptakan kondisi yang baik, sehingga responden dengan sukarela akan memberikan data obyektif dan cepat (Sugiyono, 2010:199).

  Dalam penelitian ini, peneliti membuat 10 pernyataan kuisioner (lihat lampiran 7 hal.187). Pernyataan kuisioner tersebut berdasarkan kisi-kisi sebagai berikut :

Tabel 3.7 Kisi-kisi Kuisioner Minat Belajar Siswa

  No. Indikator Minat Pernyataan Jumlah

  

1. Perhatian dalam pembelajaran 1, 8

  2

  2. Kemauan untuk 3, 10 2 mengembangkan diri

  3. Keterlibatan siswa dalam 2, 5, 6 3 pembelajaran

  

4. Ekpresi perasaan senang 4, 7, 9

  3 Jumlah

  10 Dalam penilaian untuk setiap komponen pada kuisioner

  menggunakan skala Likert, skor dalam skala Likert yang digunakan adalah skor 1 dengan kriteria “sangat tidak setuju”, skor 2 “tidak setuju”, skor 3 “setuju” dan skor 4 “sangat setuju”. Peneliti tidak mengikut sertakan kriteria ragu-ragu/netral karena dianggap kriteria yang berada diantara tengah-tengah cukup untuk membenarkan atau menyalahkan sehingga dapat membingungkan siswa.

Tabel 3.8 Pedoman Skoring Kuisioner Minat Siswa

  Skala Likert (Sugiyono, 2010:135)

  Pilihan Jawaban Skor SS = Sangat Setuju

  4 S = Setuju

  3 TS = Tidak Setuju

  2 STS = Sangat Tidak Setuju

  1 Tabel 3.9 Kriteria Interpretasi Skor PAP II

  Masidjo (1995:157)

  Rentang Skor Minat Kriteria Minat 81-100 Minat Sangat Tinggi 66-80 Minat Tinggi 56-65 Minat Cukup 50-55 Minat Rendah <50 Minat Sangat Rendah

b. Wawancara

  Menurut Sugiyono (2010:194) wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/ kecil.

  Peneliti menyusun pedoman wawancara untuk guru dan Wawancara dengan guru dan siswa ini juga dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan penerapan metode role play dalam pembelajaran IPS. Peneliti menggunakan jenis wawancara semi-terstruktur di mana pertanyaan sudah ditentukan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, tetapi saat wawancara berlangsung peneliti masih dapat mengembangkan pertanyaan sesuai dengan jawaban guru atau siswa. Pedoman wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Tabel 3.10 Pedoman Wawancara dengan Guru

  Pertanyaan

  1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan pembelajaran IPS menggunakan metode role play? Lancar atau tidak ?

2. Apakah siswa nampak senang mengikuti kegiatan

  pembelajaran IPS dengan menggunakan metode role play ? Mengapa?

  3. Apakah siswa nampak antusias mengikuti kegiatan pembelajaran IPS dengan menggunakan metode role play? Mengapa?

  4. Apakah siswa tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran

  IPS menggunakan metode role play?

  5. Apakah siswa mengikuti kegiatan pembelajaran IPS yang bapak ajarkan menggunakan metode role play dengan baik ? Berilah contohnya !

  6. Apakah ada kendala yang bapak hadapi ketika melaksanakan kegiatan pembelajaran IPS menggunakan metode role play? Sebutkan !

Tabel 3.11 Pedoman Wawancara dengan Siswa

  Pertanyaan

  1. Bagaimana perasaanmu ketika mengikuti kegiatan pembelajaran IPS dengan menggunakan metode role play?

  2. Apakah kamu antusias melakukan kegiatan pembelajaran IPS dengan menggunakan metode role play?

  3. Apakah kamu ikut mengeluarkan pendapat dalam kelompok?

  4. Apakah kamu sering bertanya kepada guru tentang permasalahan yang belum kamu mengerti?

  5. Apakah ada kendala yang kamu hadapi ketika mengikuti pembelajaran IPS menggunakan metode role play ini? Sebutkan !

E. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

1. Validitas

  Suatu tes dapat dikatakan valid jika tes tersebut telah diujikan dan mampu mengukur apa yang seharusnya diukur, seperti pendapat Sugiyono (2010:173) valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Sejalan dengan Surapranata (2009:50) validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauhmana tes telah mengukur apa yang harus diukur.

  Sedangkan menurut Masidjo (2010: 242) validitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Adapun validitas yang sering digunakan dalam penelitian menurut Masidjo (2010:243) yaitu: validitas isi (content diteskan. Validitas konstruksi atau konsep (construct or concept validity) yaitu suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu tes atau alat pengukur sesuai dengan suatu konsep yang seharusnya menjadi isi tes atau alat pengukur tes, atau konstruksi teoritis yang mendasari disusunnya tes atau alat ukur tersebut, validitas kriteria (criterion-related validity) yaitu suatu validitas yang memperhatikan hubungan yang ada antara tes atau alat pengukur dengan pengukur lain yang berfungsi sebagai kriteria atau bahan pembanding.

  Dalam penelitian ini, ada 2 jenis validitas yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur instrumen pembelajaran yaitu validitas isi (content validity) dan validitas konstruk (contruct validity). Peneliti melakukan validitas tersebut agar mengetahui sejauh mana instrumen pembelajaran dan tes yang disusun oleh peneliti benar-benar sesuai dengan kurikulum. Pada validitas isi (content validity) dan validitas konstruks (construct validity) peneliti melakukan validasi instrumen pembelajaran kepada ahli (expert judgement). Menurut Sugiyono (2010:177) yang dimaksud dengan expert jugdement adalah menguji instrumen dengan melakukan penyimpulan pendapat dari ahli.

  Validitas isi (content validity) pada instrumen pembelajaran dilakukan peneliti kepada dosen, kepala sekolah dan guru kelas 3.

  Sedangkan validitas kontruks (construct validity) juga dilakukan peneliti mana instrumen pembelajaran dan tes yang disusun oleh peneliti sudah sesuai dengan suatu konsep atau kontruksi yang seharusnya menjadi isinya.

  Perangkat pembelajaran yang telah disusun oleh peneliti kemudian diuji validitas isi (content validity) dan validitas kontruks (contruct validity) oleh beberapa ahli yaitu dosen, kepala sekolah dan guru kelas 3. Peneliti memilih dosen, kepala sekolah dan guru karena kemampuannya dianggap sesuai dalam bidang dan lingkup obyek yang akan diteliti oleh peneliti.

  Validitas instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tentang peningkatan minat dan prestasi belajar siswa. Instrumen penelitian seperti lembar kuesioner, silabus, RPP, LKS dan bahan ajar diuji dengan expert jugdement. Expert jugdement ini dilakukan dengan mengacu pada buku-buku referensi tentang minat dan prestasi belajar siswa lalu dikonsultasikan kepada dosen pembimbing, kepala sekolah dan guru sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

  Sedangkan validitas instrumen soal ditempuh secara empiris dan diujikan di lapangan. Instrumen soal sebelum dan sesudah divalidasi dapat dilihat pada lampiran 5 (hal.168) dan lampiran 6 (hal.178). Perhitungan validitas dibantu dengan program SPSS 16.0 dengan taraf signifikansi sebesar 5%.. Tujuan digunakan program komputer ini adalah

  Hasil perhitungan uji validitas instrumen dengan program SPSS 16.0 dapat dilihat pada lampiran 8 (hal.188) dan lampiran 9 (hal.208). Sedangkan validitas instrumen kuisioner dan perangkat pembelajaran yang diuji validitasnya dengan penyimpulan pendapat dari ahli (expert judgment) dapat dilihat pada lampiran 17 (hal.227) dan lampiran 18 (hal.233).

  Skor pada setiap komponen penilaian dan kriteria validasi instrumen kuisioner dan perangkat pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2010:134) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Skor dalam Likert terdiri dari skor 1 dengan kriteria “sangat tidak baik”, skor 2 “tidak baik”, skor 3 “cukup baik”, skor 4 “baik” dan skor 5 “sangat baik”. Peneliti menargetkan 4 untuk dijadikan patokan dalam merevisi atau tidak merevisi baik lembar kuisioner, silabus, RPP, LKS maupun bahan ajar yang telah dibuat. Peneliti menargetkan rerata atau rata-rata yang didapatkan dari setiap komponen atau ahli sama dengan atau lebih dari 4. Akan tetapi jika rerata atau rata-rata skor penilaian yang diperoleh tidak sesuai target yang ditetapkan maka peneliti akan melakukan revisi.

a. Validasi Perangkat Pembelajaran

  Perangkat pembelajaran yang telah peneliti buat divalidasi bahan ajar. Hasil validasi perangkat pembelajaran dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.12 Hasil Perhitungan Validasi Perangkat Pembelajaran

  Hasil Perangkat No. Ahli Penilaian Pembelajaran

  Rata-rata Dosen 3,8

  1 Silabus Kepala Sekolah 4,8 Guru Kelas 3 4,6 Rata-rata Silabus 4,4 Dosen 3,8

  2 RPP Kepala Sekolah 4,5 Guru Kelas 3 4,4 Rata-rata RPP 4,2 Hasil

  Perangkat No. Ahli Penilaian Pembelajaran Rata-rata

  Dosen 4,0

  3 LKS Kepala Sekolah 4,4 Guru Kelas 3 4,2 Rata-rata LKS 4,2 Dosen 3,6

  4 Bahan Ajar Kepala Sekolah 4,2 Guru Kelas 3 4,2 Rata-rata Bahan Ajar 4,0

Tabel 3.13 Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran

  Skala Likert (Sugiyono, 2010:135)

  Rentang Skor Kriteria

5 Sangat Baik

  Berdasarkan pada tabel Hasil Perhitungan Validasi Perangkat Pembelajaran di atas, hasil validasi secara keseluruhan dan termasuk pada kriteria validasi terlihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.14 Hasil Perhitungan Validasi dan Kriterianya

  No. Perangkat Pembelajaran Hasil Kriteria

  1. Silabus 4,4 Baik

  2. RPP 4,2 Baik

  3. LKS 4,2 Baik

  4. Bahan Ajar 4,0 Baik Rata-rata Keseluruhan 4,2 Baik

  Dari hasil perhitungan secara keseluruhan validasi perangkat pembelajaran diperoleh rata-rata keseluruhan yaitu 4,2. Berdasarkan tabel kriteria di atas termasuk pada kategori baik, sehingga perangkat pembelajaran dapat digunakan untuk penelitian.

b. Validasi Instrumen Soal

  Peneliti membuat validasi instrumen soal yang dikonsultasikan kepada ahli kemudian instrumen soal tersebut diujikan kepada siswa. Untuk melakukan uji validitas ini, peneliti mengujikan soal pada 19 siswa kelas 4 di SD Negeri Mentel II.

  Pengujian dilakukan di SD yang sama dengan alasan untuk

  Perhitungan validasi soal tes setiap siklus menggunakan 30 soal, masing-masing siklus yaitu siklus I dan siklus II terdapat 20 soal yang valid. Peneliti menggunakan 20 soal yang valid untuk soal evaluasi siklus I dan 20 soal yang valid untuk soal evaluasi siklus II.

  Hasil perhitungan uji validitas soal terlampir, dapat dilihat pada lampiran 8 (hal.188) dan lampiran 9 (hal.208).

c. Validasi Instrumen Kuisioner

  Pada penelitian ini, peneliti membuat validasi instrumen kuisioner yang dikonsultasikan kepada ahli kemudian pernyataan pada kuisioner tersebut divalidasi oleh ahli yaitu dosen, kepala sekolah dan guru kelas melalui expert judgment. Hasil validasi kuisioner dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.15 Hasil Validasi Kuisioner

  Hasil No. Ahli Penilaian Rata-rata

  1 Dosen 4,2

  2 Kepala Sekolah SD N Mentel II 4,5

  3 Guru Kelas 3 4,4 Rata-rata 4,3

Tabel 3.16 Kriteria Validasi Kuisioner

  Skala Likert (Sugiyono, 2010:135)

  Rentang Skor Kriteria

  5 Sangat Baik

  4 Baik

  3 Cukup Baik

  2 Tidak Baik

  1 Sangat Tidak Baik

  Dari hasil perhitungan secara keseluruhan validasi kuisioner diperoleh rata-rata keseluruhan yaitu 4,3. Berdasarkan tabel kriteria di atas termasuk pada kategori baik, sehingga kuisioner dapat digunakan untuk penelitian.

2. Reliabilitas

  Masidjo (2010:310) menyatakan reliabilitas suatu tes adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketetapan dan ketelitian hasil. Suatu tes yang reliabel akan menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Taraf reliabilitas suatu tes dinyatakan dalam suatu koefisien yang disebut koefisien reliabilitas.

  Koefisien reliabilitas dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara - 1,00 sampai 1,00.

Tabel 3.17 Kriteria Koefisien Reliabilitas

  Masidjo (2010:243)

  Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91-1,00 Sangat tinggi 0,71-0,90 Tinggi 0,41-0,70 Cukup 0,21-0,40 Rendah Negative – 0,20 Sangat rendah

  Dalam menentukan reliabilitas, peneliti mengunakan program SPSS 16.0 untuk mengukur reliabilitas dari instrumen yang telah dibuat.

  Dibawah ini merupakan hasil perhitungan reliabilitas menggunakan SPSS 16.0, hasil reliabilitas siklus I dan siklus II yang didapatkan adalah sebagai berikut :

Tabel 3.18 Hasil Reliabilitas Soal Siklus I

  Reliability Statistics Cronbach’s

  Alpha N of Items

  .915

  20 Tabel 3.19 Hasil Reliabilitas Soal Siklus II Reliability Statistics

  Cronbach’s Alpha

  N of Items

Tabel 3.18 dan 3.19 di atas merupakan Koefisien Alpha dari 20 soal objektif yang valid pada siklus I dan 20 soal objektif yang valid pada

  siklus II. Koefisien Alpha siklus I adalah 0,915 yang berarti masuk dalam kualifikasi sangat tinggi. Sedangkan Koefisien Alpha silklus II adalah 0,923 yang termasuk pada kualifikasi sangat tinggi.

  Berkaitan dengan data diatas, maka instrumen soal dalam penelitian ini dinyatakan reliabel dan layak dijadikan sebagai alat untuk pengambilan data prestasi siswa.

F. Teknik Pengumpulan Data

  Berdasarkan judul penelitian, penelitian ini memiliki dua variabel yaitu minat dan prestasi belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti antara lain : tes, kuisioner, wawancara dan dokumentasi. Berikut tabel indikator keberhasilan dari masing-masing variabel :

Tabel 3.20 Variabel Penelitian

  No. Variabel Indikator Data Pengumpulan Instrumen

1. Minat

  1. Perhatian dalam Jumlah Kuesioner, Kuesioner pembelajaran siswa wawancara minat, dan yang dengan guru wawancara

  2. Kemauan untuk terlibat dan siswa minat mengembang-kan diri

  3. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran

  4. Ekpresi perasaan senang

  1. Tes Menurut Masidjo (2006:38), tes merupakan suatu alat pengukur yang berupa serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secara sengaja dalam situasi yang distandarisasikan, dan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individu atau kelompok.

  Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes obyektif yang berupa tes pilihan ganda. Pada penelitian ini, siswa mengerjakan 20 soal pilihan ganda yang dilakukan di setiap akhir pertemuan pada siklus I dan pada siklus II. Setiap soal terdiri dari pilihan jawaban alternatif yaitu a, b dan c. Diharapkan siswa dapat memilih jawaban yang benar untuk mendapatkan skor 1 tetapi jika jawaban salah siswa akan mendapatkan skor 0. Tes ini dilakukan sebagai alat ukur untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa.

  2. Non Tes

a. Kuesioner

  Menurut Sugiyono (2010:199), kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien dan dilakukan dengan cara memberi seperangkat pernyataan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Peneliti menggunakan kuesioner dengan tujuan untuk mengukur minat pada kondisi awal sebelum penelitian dan di

  Kuesioner minat pada penelitian ini terdapat 10 pernyataan. Setiap pernyataan terdiri dari 4 pilihan alternatif jawaban yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Untuk menghitung skor minat tiap pernyataan jika sangat setuju mendapatkan skor 4, setuju mendapat skor 3, tidak setuju mendapat skor 2 dan sangat tidak setuju mendapatkan skor 1.

b. Wawancara

  Menurut Arikunto (1984:23), wawancara atau interview adalah suatu metode atau cara yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya jawab sepihak. Dikatakan sepihak karena dalam wawancara ini responden tidak diberi kesempatan sama sekali untuk mengajukan pertanyaan.

  Wawancara ini dilakukan kepada guru kelas 3 dan sebagian siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II dengan tujuan untuk memperoleh informasi tentang keadaan siswa dan proses pembelajaran IPS yang berlangsung di kelas.

  Pada penelitian ini, wawancara digunakan sebagai pendukung data minat siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Wawancara akan peneliti lakukan kepada guru kelas yang bersangkutan dan siswa yang menjadi subyek penelitian di kendala yang dialami siswa selama mengikuti pembelajaran dengan menerapkan metode role play ini. Selain itu wawancara dilakukan untuk mengetahui pendapat mereka ketika proses pembelajaran IPS menggunakan metode role play. Hasil dari wawancara akan peneliti jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran pada siklus-siklus selanjutnya.

c. Dokumentasi

  Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar kerja siswa (LKS), daftar nilai siswa, video dan foto-foto saat pembelajaran berlangsung. Tujuan dari dokumentasi ini adalah untuk memberi gambaran nyata mengenai kegiatan penelitian yang telah dilakukan. Selain itu juga bertujuan untuk memperkuat data-data yang diperoleh selama pembelajaran disetiap siklusnya.

G. Analisis Data

  Dalam penelitian ini terdapat 2 data yang perlu dianalisis yaitu data mengenai minat siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas dan prestasi belajar siswa yang ditunjukkan dalam data nilai siswa menjawab soal pilihan ganda. Analisis data yang digunakan berdasarkan dengan indikator-indikator minat dan prestasi belajar yang telah ditentukan yang terjadi dalam proses pembelajaran pada penelitian ini. Untuk mengetahui peningkatan yang terjadi dilakukan dengan cara membandingkan minat dan prestasi belajar siswa sebelum diberi tindakan (kondisi awal) dan setelah diberi tindakan.

  1) Kriteria Keberhasilan Penelitian Dalam penelitian ini kegiatan pembelajaran siklus I maupun siklus II dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan baik minat maupun prestasi belajar siswa sesuai target yang ditentukan sebelum penelitian dilaksanakan. Kriteria keberhasilan dalam penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.21 Target Keberhasilan Minat Siswa dan Prestasi Siswa

  Variabel Indikator Skor Kondisi Awal

  Skor Akhir Siklus I Skor

  Akhir Siklus II Minat Skor rata-rata minat seluruh siswa

  54,09

  70

  85 Prestasi belajar siswa

Rata-rata nilai ulangan 61,57

  70

  85 Presentase jumlah siswa yang mencapai KKM 52,63 % 70% 85%

  2) Cara Menghitung Peningkatan Minat dan Prestasi Belajar

a. Minat

  Dalam penelitian ini, perhitungan minat siswa dihitung menggunakan kuesioner sedangkan pedoman wawancara kepada Untuk menganalisis minat siswa dilakukan dengan cara membandingkan hasil minat pada kondisi awal, akhir siklus I dan akhir siklus II. Berikut ini langkah-langkah analisis data kuesioner minat : 1) Menjumlahkan skor yang diperoleh setiap siswa. 2) Menghitung nilai akhir kuesioner minat siswa.

  Rumus : 3) Menghitung skor rata-rata minat seluruh siswa.

  Rumus : 4) Rata-rata minat seluruh siswa yang diperoleh digunakan dalam menentukan kriteria minat siswa. Kriteria tersebut sesuai dengan

tabel 3.9 Kriteria Interpretasi Skor PAP II (halaman 53).

  5) Membandingkan minat siswa antara kondisi awal dengan siklus I dan siklus II.

  6) Menyimpulkan ada tidaknya peningkatan minat siswa dari kondisi awal, siklus I dan siklus II.

b. Prestasi Belajar

  Dalam penelitian ini, peneliti menganalisis data mengenai prestasi belajar siswa dengan membandingkan nilai kondisi awal, siklus I dan siklus II. Hasil peningkatan prestasi belajar siswa dihitung dengan cara sebagai berikut : 1) Penyekoran untuk setiap soal.

  Setiap soal diberi skor 1 jika jawaban benar dan skor 0 jika jawaban salah.

  2) Menentukan jumlah skor soal evaluasi berupa soal objektif untuk setiap siswa pada setiap akhir siklus.

  Rumus : Keterangan : N = Skor akhir yang diperoleh setiap siswa X = Jumlah skor akhir yang diperoleh setiap siswa Xmaks = Skor maksimal ideal dari tes 100 = Bilangan tetap

  3) Menghitung rata-rata kelas.

  Rumus :

  4) Menghitung presentase siswa yang mencapai KKM.

  Rumus : 5) Membandingkan prestasi belajar siswa antara kondisi awal dengan siklus I dan siklus II.

  6) Menyimpulkan ada tidaknya peningkatan prestasi belajar siswa dari kondisi awal, siklus I dan siklus II.

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian ini akan dijelaskan tentang hasil penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya. Disajikan pula grafik hasil perolehan nilai minat dan prestasi belajar siswa.

A. Pra Penelitian Tindakan Kelas

  Pada penelitian tindakan kelas ini, sebelum melakukan penelitian peneliti terlebih dahulu mengadakan observasi terhadap kegiatan pembelajaran IPS di kelas 3 SD Negeri Mentel II pada hari Kamis, 24 Januari 2013. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, dalam proses pembelajaran IPS guru lebih cenderung menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Guru hanya berpedoman pada buku paket yang digunakan saat pembelajaran dan sesekali guru melakukan tanya jawab bersama siswa.

  Setelah guru memberikan penjelasan dan melakukan tanya jawab tentang materi, siswa hanya diberi tugas untuk mengerjakan soal latihan yang ada di buku paket.

  Setelah melakukan observasi di dalam kelas, peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas 3 SD Negeri Mentel II. Peneliti mewawancarai guru seputar kondisi siswa ketika mengikuti pembelajaran IPS dan materi- materi IPS yang dirasa sulit bagi siswa. Dari hasil wawancara dengan guru, lingkungan rumah dan sekolah serta materi penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan. Menurut beliau penyebab dari kesulitan tersebut adalah rendahnya minat siswa pada saat pembelajaran, siswa cenderung pasif. Hal ini terlihat pada saat pembelajaran siswa sibuk berbicara dengan teman dan ada yang mengantuk. Beliau juga mengatakan bahwa proses pembelajaran yang seperti ini akan membuat siswa bosan mengikuti pelajaran sehingga hasil belajar yang diperoleh tidak maksimal.

  Selain melakukan wawancara, peneliti juga melakukan pengumpulan data pada kondisi awal berupa kuesioner minat siswa kelas 3 terhadap mata pelajaran IPS. Sedangkan pengambilan data untuk kondisi awal prestasi belajar siswa, peneliti menggunakan prestasi belajar siswa kelas 3 tahun ajaran 2011/2012. Hal ini bertujuan untuk melihat hasil minat dan prestasi belajar IPS pada kondisi awal. Data minat siswa berupa kuesioner dan prestasi belajar IPS pada kondisi awal terdapat pada lampiran 10 dan lampiran 13.

B. Hasil Penelitian

  Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “Peningkatan Minat Dan Prestasi Belajar IPS Menggunakan Metode Role Play Siswa Kelas

  3 SD Negeri Mentel II Tahun Ajaran 2012/2013” dilaksanakan pada tanggal

  31 Mei – 8 Juni 2013. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama 4 siswa yaitu 15 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Data penilaian ini diperoleh melalui siklus pertama dan siklus kedua yang telah dilakukan yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun proses penelitian tindakan kelas ini dapat peneliti uraikan sebagai berikut :

1. Siklus I

  Sesuai kesepakatan antara peneliti dengan guru kelas, siklus I dilaksanakan selama dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 31 Mei dan 1 Juni 2013 dengan submateri kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah. Pada siklus ini siswa dibagi dalam beberapa kelompok.

  Pertemuan pertama, siswa yang berperan sebagai pembeli berjumlah 18 anak dan dibagi dalam 4 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa, ada dua kelompok yang terdiri dari 4 siswa dan dua kelompok terdiri dari 5 siswa. Sedangkan 4 siswa yang lain berperan sebagai penjual. Pada pertemuan kedua, siswa yang berperan sebagai pembeli berjumlah 20 anak dan dibagi dalam 4 kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 5 siswa. Sedangkan 2 siswa yang lain berperan sebagai penjual.

a. Perencanaan Tindakan

  Dalam perencanaan siklus I, kegiatan yang dilakukan peneliti pertama kali adalah meminta izin kepada Kepala Sekolah SD Negeri untuk mengetahui kondisi awal minat dan prestasi belajar siswa. Setelah mengetahui kondisi awal minat dan prestasi belajar siswa masih rendah, peneliti merencanakan tindakan yang dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar.

  Peneliti kemudian mempersiapkan instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Persiapan yang pertama adalah mengkaji bahan materi yang akan diajarkan. Setelah memahami bahan yang akan digunakan kemudian peneliti membuat silabus, RPP, materi, lembar kerja siswa, soal evaluasi dan alat yang akan digunakan saat melaksanakan tindakan. Peneliti juga mempersiapkan media berupa uang tiruan dan barang-barang yang dibutuhkan untuk kegiatan role play pada penelitian ini. Selain perangkat pembelajaran peneliti juga mempersiapkan kuisioner minat, pedoman wawancara kepada guru, dan pedoman wawancara kepada sebagian siswa yang sudah divalidasi untuk menilai minat siswa dalam pembelajaran IPS.

b. Pelaksanaan Tindakan

1) Pertemuan 1 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Mei 2013.

  Pembelajaran berfokus pada kegiatan jual beli di lingkungan rumah. Pembelajaran dimulai dengan semua siswa memberi salam kepada absensi untuk mengecek kehadiran siswa. Pada pertemuan pertama ini, semua siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran. Untuk menarik minat siswa, guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu “Abang Tukang Bakso”. Pada saat menyanyikan lagu, siswa masih terlihat kaku dan sedikit tegang karena siswa belajar dengan direkam. Selanjutnya, guru menghubungkan lagu tersebut dengan materi yang akan dipelajari sebagai apersepsi. Setelah guru melakukan apersepsi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pembelajaran yaitu “mengenal kegiatan jual beli di lingkungan rumah”. Setelah menyampaikan tujuan pembelajaran, guru kemudian melaksanakan kegiatan inti.

  Pada kegiatan inti, kegiatan dimulai dengan membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa) kepada setiap siswa. Kemudian guru menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada lembar kerja siswa, selanjutnya guru memberikan pengertian kepada siswa mengenai metode yang akan digunakan dalam pembelajaran, yaitu metode role play. Beberapa siswa serentak melontarkan pertanyaan kepada guru “apa itu metode role play pak?”, kemudian guru menjelaskan kepada siswa mengenai metode role play tersebut. Setelah itu, siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa sesuai dengan lembar kerja yang didapat. Ada 18 siswa yang mendapatkan lembar kerja sebagai pembeli tetap tinggal di bangku masing-masing, sedangkan siswa yang mendapatkan lembar kerja sebagai penjual menempati bangku penjual yang terdapat di depan kelas. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 4.1 Siswa berperan sebagai penjual pada siklus I pertemuan

  1 Setelah pembentukan kelompok selesai, guru menjelaskan mengenai peranan mereka pada waktu role play. Peranan siswa yang menjadi pembeli dan peranan siswa yang menjadi penjual. Kemudian sebelum memperagakan role play mereka, siswa mereka lakukan sesuai dengan naskah yang terdapat pada lembar kerja masing-masing, kemudian guru membagikan nomor undian kepada setiap kelompok. Setiap kelompok melakukan role play sesuai dengan nomor urut undian yang telah didapat.

  Kegiatan role play jual beli yang dilakukan tersebut berbeda- beda, sesuai dengan naskah yang terdapat pada lembar kerja masing- masing kelompok. Kegiatan role play pun dimulai dengan kelompok yang mendapatkan nomor urut pertama, kelompok pertama melakukan jual beli di warung laris, kemudian dilanjutkan oleh kelompok yang mendapatkan nomor urut kedua sampai pada nomor urut undian keempat. Mereka terlihat sangat antusias dalam melakukan kegiatan jual beli, penjual pun juga terlihat sangat senang jika ada orang yang membeli dagangannya. Transaksi jual beli pun dapat berjalan dengan baik, walaupun ada salah satu siswa yang mengalami sedikit kendala pada saat menghitung uang kembalian. Namun kendala tersebut tidak menjadi masalah dan dapat diatasi oleh siswa itu sendiri dengan dibimbing oleh guru. Pada kegiatan jual beli ini, jika kelompok pertama sedang melakukan role play, kelompok yang lain memperhatikan dan mengamati kegiatan jual beli yang dilakukan. Begitu juga sebaliknya, jika kelompok kedua, ketiga ataupun keempat sedang melakukan role play, kelompok lain maksimal dalam mengkondisikan kelas ketika melakukan kegiatan simulasi dan ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan kelompok lain yang sedang melakukan kegiatan simulasi jual beli sehingga kegiatan tersebut belum dapat berjalan dengan lancar.

  Setelah semua kelompok selesai melaksanakan role play, siswa berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing untuk mengerjakan lembar kerja siswa. Dalam mengerjakan lembar kerja, beberapa siswa terlihat masih bingung dan ada beberapa kelompok yang sedikit keliru dalam menuliskan daftar barang yang dibeli, akhirnya mereka bertanya kepada guru. Kemudian guru mendekati dan membimbing mereka dalam mengerjakan lembar kerja tersebut. Setelah selesai mengerjakan, setiap kelompok maju ke depan kelas untuk melaksanakan presentasi. Dalam pertemuan pertama ini masih banyak siswa yang belum berani mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka, sehingga hanya salah satu siswa saja yang melakukan presentasi sedangkan anggota kelompok yang lain hanya ikut berdiri di depan kelas. Selain itu, beberapa siswa juga terlihat kurang memperhatikan ketika kelompok lain sedang melakukan presentasi di depan kelas. Sesudah presentasi dilakukan, kemudian kelompok lain dan guru menanggapi kelompok yang melakukan presentasi. role play yang telah dilakukan. Setelah itu, guru dan siswa membuat rangkuman dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran pada hari ini yaitu mengenai kegiatan-kegiatan jual beli yang ada di lingkungan rumah. Pada akhir pembelajaran, guru mengucapkan salam dan doa penutup.

2) Pertemuan 2 Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Juni 2013.

  Pembelajaran berfokus pada kegiatan jual beli di lingkungan sekolah. Pertemuan kedua ini tidak jauh berbeda dengan pertemuan pertama. Pembelajaran dimulai dengan semua siswa memberi salam kepada guru, kemudian ketua kelas memimpin doa. Setelah berdoa selesai, guru kemudian melakukan absensi untuk mengecek kehadiran siswa. Pada pertemuan kedua ini, semua siswa juga dapat mengikuti kegiatan pembelajaran. Untuk menarik minat siswa, kali ini guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu “Abang Tukang Soto” yang dibuat peneliti dengan lirik lagu “Abang Tukang Bakso”. Pada saat menyanyikan lagu tersebut siswa terlihat lebih bersemangat dan mereka terlihat tidak kaku seperti pada pertemuan pertama. Selanjutnya guru menghubungkan lagu tersebut dengan materi yang akan dipelajari sebagai apersepsi. Setelah guru lingkungan sekolah”. Setelah menyampaikan tujuan pembelajaran, guru kemudian melaksanakan kegiatan inti.

  Pada kegiatan inti pertemuan kedua ini, hampir sama dengan kegiatan inti pada pertemuan pertama. Kegiatan dimulai dengan membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa) kepada setiap siswa. Kemudian guru menjelaskan kegiatan-kegiatan role play yang akan dilakukan pada lembar kerja siswa tersebut. Bedanya siswa yang membentuk kelompok beranggotakan 5 siswa sesuai dengan lembar kerja yang didapat, sehingga ada 20 siswa yang mendapatkan lembar kerja sebagai pembeli, sedangkan 2 siswa lain mendapatkan lembar kerja sebagai penjual. Kelompok yang mendapatkan lembar kerja sebagai pembeli tetap tinggal di bangku masing-masing, sedangkan siswa yang mendapatkan lembar kerja sebagai penjual menempati bangku penjual yang terdapat di depan kelas. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini : Setelah pembentukan kelompok selesai, guru juga menjelaskan kembali mengenai peranan mereka pada waktu role play. Peranan siswa yang menjadi pembeli dan peranan siswa yang menjadi penjual. Kemudian sebelum memperagakan role play, siswa berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing. Setelah semua siswa berdiskusi dan memahami kegiatan role play yang akan mereka lakukan sesuai dengan naskah pada lembar kerja masing- masing, kemudian guru membagikan nomor undian kepada setiap kelompok. Setiap kelompok melakukan role play sesuai dengan nomor urut undian yang telah didapat.

  Kegiatan role play pun dimulai dengan kelompok yang mendapatkan nomor urut pertama, kemudian dilanjutkan oleh nomor urut undian kedua sampai pada nomor urut undian keempat. Secara keseluruhan, kegiatan jual beli pada pertemuan kedua ini dapat berjalan lebih baik daripada kegiatan jual beli pada pertemuan pertama. Sebab semua siswa telah melakukan role play di pertemuan pertama, sehingga mereka lebih paham akan kegiatan jual beli yang mereka lakukan. Selain itu, siswa yang berperan sebagai penjual tidak mengalami kesulitan dalam menghitung uang kembalian, sehingga transaksi jual beli pun dapat berjalan dengan lancar. Pada pertemuan kedua ini, siswa terlihat lebih antusias dalam melakukan kegiatan role play ini. Sama halnya dengan pertemuan pertama, pada pertemuan kedua ini jika kelompok pertama sedang melakukan role play, kelompok yang lain memperhatikan dan mengamati kegiatan jual beli yang dilakukan. Begitu juga sebaliknya, jika kelompok kedua, ketiga ataupun keempat sedang melakukan role play, kelompok lain yang tidak melakukan role play memperhatikan dan mengamati kegiatan jual beli yang dilakukan, sehingga kegiatan role play ini dapat berjalan lebih baik dan lebih lancar dari kegiatan role play pada pertemuan pertama.

  Setelah semua kelompok selesai melakukan role play, siswa berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing untuk mengerjakan lembar kerja siswa. Kali ini, siswa tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan lembar kerja, sehingga guru tidak membimbing mereka dan hanya berkeliling kelas untuk memantau pekerjaan mereka. Setelah selesai mengerjakan kemudian setiap kelompok maju ke depan kelas untuk melaksanakan presentasi. Sesudah presentasi, kelompok yang lain dan guru menanggapi kelompok yang melakukan presentasi.

  Di kegiatan akhir guru dan siswa membuat rangkuman dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran pada hari ini, yaitu ”kegiatan- kegiatan jual beli yang ada di lingkungan sekolah”. Sebelum Setelah itu, siswa dan guru melakukan refleksi secara lisan mengenai perasaan mereka setelah melakukan pembelajaran menggunakan metode role play ini. Semua siswa serentak menjawab senang, karena mereka dapat belajar melalui kegiatan drama jual beli yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Pembelajaran pun diakhiri dengan doa dan salam penutup dari guru.

c. Observasi

  Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti pada proses pembelajaran siklus I pertemuan 1, kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan perencanaan, hanya saja guru masih terlihat sedikit grogi dalam menyampaikan materi pelajaran dan ada sedikit kekeliruan dalam membagikan lembar kerja siswa, sehingga pembentukan kelompok kurang sesuai dengan perencanaan yang telah disiapkan oleh peneliti. Siswa juga masih tegang dan kaku dalam bernyanyi, namun dalam mengikuti pembelajaran IPS dengan menggunakan metode role play ini, mereka terlihat begitu bersemangat dan sangat antusias. Walaupun pada pertemuan pertama ini, ada sedikit kendala yang dialami oleh salah satu siswa pada saat melakukan kegiatan jual beli khususnya pada saat menghitung uang kembalian, namun secara keseluruhan siswa terlihat lebih berminat melakukan kegiatan role play jual beli di lingkungan rumah yang belum pernah mereka lakukan pada pembelajaran sebelumnya ataupun pembelajaran pada mata pelajaran yang lain.

  Dari hasil observasi pada pembelajaran siklus I pertemuan 2, kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan perencanaan. Guru sudah tidak grogi dalam menyampaikan materi pelajaran dan tidak keliru dalam membagikan lembar kerja siswa, sehingga pembentukan kelompok sesuai dengan perencanaan. Secara keseluruhan pembelajaran pada pertemuan kedua ini lebih baik dari kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama, sebab pada pembelajaran ini tidak ada kendala yang muncul. Siswa juga terlihat asyik dalam melakukan kegiatan role play jual beli dan terlihat sangat kompak pada saat mempresentasikan hasil diskusi mereka mengenai kegiatan-kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

d. Refleksi

  Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti, dalam pelaksanaan penelitian siklus I pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 secara keseluruhan sudah sesuai dengan perencanaan yang dirancang oleh peneliti. Silklus I pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Mei 2013 membahas mengenai kegiatan jual beli menggunakan metode role play. Alokasi waktu yang digunakan sudah tepat dengan perencanaan. Materi pembelajaran pun juga dapat disampaikan dengan baik walaupun guru terlihat sedikit grogi. Guru merasa grogi karena guru direkam pada saat melakukan kegiatan pembelajaran. Pada awal pembelajaran siswa juga terlihat tegang karena mereka belum pernah melakukan pembelajaran menggunakan metode role play. Namun pada saat melaksanakan kegiatan inti siswa sudah mulai beradaptasi dengan metode role play ini sehingga pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

  Permasalahan mengenai adanya kekeliruan dalam pembagian lembar kerja siswa dan pembentukan kelompok, pada pertemuan 2 guru supaya lebih mempersiapkan kembali lembar kerja yang akan dibagikan sehingga pembagian lembar kerja siswa dan pembentukan kelompok dapat sesuai dengan perencanaan yang telah peneliti rancang.

  Siklus I pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Juni 2013 membahas mengenai kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

  Kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode role play. Alokasi waktu yang dialokasikan pada perencanaan tersisa sedikit. Materi pembelajaran dikemas dengan baik, sehingga menarik dan mudah untuk dipelajari berjalan lancar dan sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang telah dibuat.

  Data hasil minat dan prestasi belajar IPS siswa sudah meningkat sesuai dengan target keberhasilan yang sudah ditetapkan.

  Pada siklus I skor rata-rata seluruh minat siswa meningkat, dari 54,09 menjadi 75,90. Hal ini sesuai dengan target yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu 70. Kondisi awal rata-rata nilai ulangan prestasi belajar siswa adalah 61,57 dengan target keberhasilan 70 dan hasilnya meningkat menjadi 77,72. Sedangkan presentase siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal hanya 52,63 % pada siklus I meningkat menjadi 86,36% dengan target yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu 70%. Hasil tersebut dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 4.1 Target Keberhasilan dan Hasil Siklus I

  Variabel Indikator Kondisi Awal Siklus I

  Keterangan Target Hasil Minat Skor rata- rata seluruh minat siswa 54,09

  70 75,90 Tercapai Prestasi Belajar Siswa

  Rata-rata nilai ulangan 61,57

  70 77,72 Tercapai Presentase jumlah siswa yang mencapai KKM

  52,63% 70% 86,36% Tercapai siswa pada data awal yang diperoleh peneliti. Meskipun sudah mengalami peningkatan, namun peneliti merasa belum maksimal dalam pelaksanaan penelitian ini sehingga mendorong peneliti untuk melakukan penelitian siklus II.

2. Siklus II

  Siklus II dilaksanakan dengan dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 7 Juni dan 8 Juni 2013 dengan submateri mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan. Pada siklus ini siswa dibagi dalam beberapa kelompok, dari 22 siswa, 18 siswa berperan sebagai pembeli dan 4 siswa berperan sebagai penjual. 18 siswa yang berperan sebagai pembeli dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Perbedaan antara siklus I dan siklus II terletak pada kompetensi dasar yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini. Peneliti mengambil dua kompetensi dasar karena memang pada kedua kompetensi dasar ini prestasi belajar IPS siswa sangat rendah.

a. Perencanaan Tindakan

  Perencanaan pada siklus II ini tidak jauh berbeda dengan perencanaan pada siklus I. Dalam perencanaan siklus II, peneliti mempersiapkan instrumen yang dibutuhkan dalam penelitian. Persiapan yang pertama adalah mengkaji bahan materi yang akan evaluasi dan alat yang akan digunakan saat melaksanakan tindakan. Peneliti juga mempersiapkan media berupa uang tiruan dan barang- barang yang dibutuhkan untuk kegiatan role play pada penelitian ini.

  Selain perangkat pembelajaran peneliti juga mempersiapkan kuisioner minat, pedoman wawancara kepada guru, dan pedoman wawancara kepada sebagian siswa yang sudah divalidasi untuk menilai minat siswa dalam pembelajaran IPS.

b. Pelaksanaan Tindakan

1) Pertemuan 1 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Jumat, 7 Juni 2013.

  Pembelajaran berfokus pada materi mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan. Pembelajaran dimulai dengan semua siswa memberi salam kepada guru, kemudian ketua kelas memimpin doa. Setelah berdoa selesai, guru kemudian melakukan absensi untuk mengecek kehadiran siswa. Pada pertemuan pertama di siklus II ini, semua siswa dapat mengikuti kegiatan pembelajaran. Untuk menarik minat siswa, guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu “Ayo Menabung” yang dibuat oleh peneliti. Pada saat menyanyikan lagu, siswa masih terlihat kaku karena mereka belum begitu mengenal lagu tersebut. Selanjutnya, guru menghubungkan lagu tersebut tujuan pembelajaran yaitu “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan”. Setelah menyampaikan tujuan pembelajaran, guru kemudian melaksanakan kegiatan inti.

  Pada kegiatan inti, kegiatan dimulai dengan membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa) kepada setiap siswa. Kemudian guru menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada lembar kerja siswa, selanjutnya guru memberikan pengertian kepada siswa mengenai metode yang akan digunakan dalam pembelajaran, yaitu metode role play. Setelah itu, siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa sesuai dengan lembar kerja yang didapat. Ada 18 siswa yang mendapatkan lembar kerja sebagai pembeli dan ada 4 siswa yang mendapatkan lembar kerja sebagai penjual. Kelompok yang mendapatkan lembar kerja sebagai pembeli tetap tinggal di bangku masing-masing, sedangkan siswa yang mendapatkan lembar kerja sebagai penjual menempati bangku penjual yang terdapat di depan kelas. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 4.3 Siswa berperan sebagai penjual pada siklus II pertemuan

  1 Setelah pembentukan kelompok selesai, guru menjelaskan mengenai peranan mereka pada waktu role play. Peranan siswa yang menjadi pembeli dan peranan siswa yang menjadi penjual. Kemudian sebelum memperagakan role play mereka, siswa berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing. Setelah semua siswa berdiskusi dan memahami kegiatan role play yang akan mereka lakukan, kemudian guru membagikan nomor undian kepada setiap kelompok. Setiap kelompok melakukan role play sesuai dengan nomor urut undian yang telah didapat.

  Kegiatan role play jual beli yang dilakukan kali ini bertujuan agar siswa dapat mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan. Dalam lembar kerja, siswa diminta untuk menggunakan uang yang dimilikinya untuk membeli barang-barang yang mereka pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu mengelola uang dengan baik dan dapat menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan mereka.

  Kegiatan role play pun dimulai dengan kelompok yang mendapatkan nomor urut undian pertama, kemudian dilanjutkan oleh kelompok yang mendapatkan nomor urut kedua sampai pada nomor urut undian keempat. Mereka terlihat sangat antusias sekali dalam melakukan kegiatan jual beli ini. Sama halnya pada pertemuan siklus I, penjual pun juga terlihat sangat senang jika ada orang yang membeli dagangannya. Transaksi jual beli pun dapat berjalan dengan baik.

  Pada kegiatan jual beli ini, siswa juga diharapkan agar mereka membeli barang-barang yang kiranya lebih penting dan lebih dibutuhkan daripada barang-barang yang lain. Namun hal ini tidak berjalan mulus, sebab banyak siswa yang membeli barang-barang yang kurang penting, seperti mainan mobil-mobilan dan boneka. Ada juga siswa yang menghabiskan uang mereka untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan. Namun hal ini tidak menjadi masalah, sebab pada siklus II pertemuan 2 pembelajaran lebih ditekankan pada materi membedakan kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting.

  Pada kegiatan role play jual beli ini, jika kelompok pertama Begitu juga sebaliknya, jika kelompok kedua, ketiga ataupun keempat sedang melakukan role play, kelompok lain yang tidak melakukan role play memperhatikan dan mengamati kegiatan jual beli yang dilakukan. Namun ada beberapa siswa yang ramai di dalam kelas sehingga mengganggu jalannya role play. Kemudian guru menegur mereka dan kegiatan role play pun dapat kembali berjalan dengan baik.

  Setelah semua kelompok selesai melaksanakan role play, siswa berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing untuk mengerjakan lembar kerja siswa. Dalam pengisian lembar kerja, siswa sedikit kebingungan pada saat mengisi kolom alasan mengapa mereka membeli barang-barang yang telah mereka beli. Mereka lalu bertanya kepada guru, kemudian guru mendekati dan memberikan pengertian kepada mereka dalam mengisi kolom alasan pada lembar kerja tersebut. Setelah selesai mengerjakan, setiap kelompok maju ke depan kelas untuk melaksanakan presentasi. Pada saat presentasi, semua siswa dapat melakukannya dengan baik dan semuanya dapat memberikan alasan mengapa mereka membeli barang-barang yang telah dibelinya tersebut. Sesudah presentasi, guru menanggapi kelompok yang melakukan presentasi. Guru meminta mereka untuk menyebutkan barang-barang yang penting dan barang-barang yang

  Di kegiatan akhir guru dan siswa membuat rangkuman dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran pada hari ini yaitu mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

2) Pertemuan 2 Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Juni 2013.

  Pembelajaran berfokus pada materi membedakan kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting. Pertemuan kedua ini tidak jauh berbeda dengan pertemuan pertama. Pembelajaran dimulai dengan semua siswa memberi salam kepada guru, kemudian ketua kelas memimpin doa. Setelah berdoa selesai, guru kemudian melakukan absensi untuk mengecek kehadiran siswa. Pada pertemuan kedua ini, semua siswa juga dapat mengikuti kegiatan pembelajaran. Untuk menarik minat siswa, guru mengajak siswa untuk menyanyikan lagu “Ayo Menabung”. Pada saat menyanyikan lagu, siswa terlihat senang dan lebih bersemangat dalam bernyanyi karena lagu tersebut sama dengan lagu yang dinyanyikan pada pertemuan sebelumnya. Selanjutnya guru menghubungkan lagu tersebut dengan materi yang akan dipelajari sebagai apersepsi. Setelah guru melakukan apersepsi kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tujuan pembelajaran yaitu “membedakan kebutuhan menyampaikan tujuan pembelajaran, guru kemudian melaksanakan kegiatan inti.

  Kegiatan dimulai dengan membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa) kepada setiap siswa. Kemudian guru menjelaskan kegiatan- kegiatan role play yang akan dilakukan pada lembar kerja siswa tersebut. Pada pertemuan 2 ini, kegiatan inti sedikit berbeda dengan kegiatan inti pada pertemuan 1. Bedanya ada pada lembar kerja, kali ini siswa dihadapkan pada sebuah masalah dimana mereka harus memilih salah satu kebutuhan yang menurut mereka lebih penting daripada kebutuhan yang lain. Hal ini bertujuan agar siswa mampu membedakan antara kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting. Kebutuhan mana yang lebih penting, itulah yang seharusnya dibeli oleh mereka.

  Selanjutnya siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa sesuai dengan lembar kerja yang didapat.

  Ada 18 siswa yang mendapatkan lembar kerja sebagai pembeli dan ada 4 siswa yang mendapatkan lembar kerja sebagai penjual.

  Kelompok yang mendapatkan lembar kerja sebagai pembeli tetap tinggal di bangku masing-masing, sedangkan siswa yang mendapatkan lembar kerja sebagai penjual menempati bangku penjual yang terdapat di depan kelas. Seperti yang terlihat pada

Gambar 4.4 Siswa berperan sebagai penjual pada siklus II pertemuan

  2 Setelah pembentukan kelompok selesai, guru juga menjelaskan kembali mengenai peranan mereka pada waktu role play. Peranan siswa yang menjadi pembeli dan peranan siswa yang menjadi penjual. Kemudian sebelum memperagakan role play, siswa berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing. Setelah semua siswa berdiskusi dan memahami kegiatan role play yang akan mereka lakukan sesuai dengan pilihan masing-masing, kemudian Kegiatan role play pun dimulai dengan kelompok yang mendapatkan nomor urut undian pertama, kemudian dilanjutkan oleh nomor urut undian kedua sampai pada nomor urut undian keempat. Secara keseluruhan, kegiatan jual beli pada pertemuan kedua ini dapat berjalan lebih baik daripada kegiatan jual beli pada pertemuan pertama. Pada pertemuan kedua ini, siswa terlihat lebih antusias dan bersemangat. Mereka terlihat lebih senang dan ceria dalam melakukan kegiatan role play ini. Pada saat melakukan role play sebagian besar siswa telah memilih untuk membeli barang yang lebih penting, walaupun ada juga siswa yang memilih membeli barang yang kurang penting. Namun tidak menjadi masalah, sebab hal seperti ini merupakan bagian dari sebuah pembelajaran.

  Sama halnya dengan pertemuan pertama, pada pertemuan kedua ini jika kelompok pertama sedang melakukan role play, kelompok yang lain memperhatikan dan mengamati kegiatan jual beli yang dilakukan. Begitu juga sebaliknya, jika kelompok kedua, ketiga ataupun keempat sedang melakukan role play, kelompok lain yang tidak melakukan role play memperhatikan dan mengamati kegiatan jual beli yang dilakukan, sehingga kegiatan role play ini dapat berjalan lebih baik dan lebih lancar dari kegiatan role play pada pertemuan pertama. lembar kerja siswa. Kali ini, siswa tidak mengalami kesulitan dalam mengerjakan lembar kerja, sehingga guru tidak membimbing mereka dan hanya berkeliling kelas untuk memantau pekerjaan mereka. Setelah selesai mengerjakan kemudian setiap kelompok maju ke depan kelas untuk mempresentasikan hasil kerja mereka. Pada saat presentasi, siswa dapat memberi alasan mengapa mereka memilih membeli barang yang lebih penting. Mereka dapat melakukan presentasi dengan baik. Sesudah presentasi, guru menanggapi kelompok yang melakukan presentasi. Kemudian guru memberikan penguatan kepada siswa bahwa mereka harus dapat mengelola uang yang mereka miliki dengan baik dan menggunakan uang itu hanya untuk membeli barang-barang yang kiranya lebih penting dari barang-barang yang lain.

  Di kegiatan akhir guru dan siswa membuat rangkuman dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran pada hari ini, yaitu ”membedakan kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting”. Sebelum pembelajaran berakhir, untuk mengukur prestasi belajar, siswa diminta untuk mengerjakan soal evaluasi siklus II berupa tes pilihan ganda yang berjumlah 20 soal. Setelah itu, siswa dan guru melakukan refleksi secara lisan mengenai perasaan mereka setelah melakukan pembelajaran menggunakan metode role play ini. yang dihadirkan ke dalam kelas. Pembelajaran pun diakhiri dengan doa dan salam penutup dari guru.

c. Observasi

  Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti pada proses pembelajaran siklus II pertemuan 1, kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan perencanaan, hanya siswa masih kaku dalam bernyanyi, karena mereka belum begitu mengenal lagu yang dinyanyikan tersebut. Namun dalam mengikuti pembelajaran IPS dengan menggunakan metode role play ini, mereka terlihat begitu bersemangat dan sangat antusias. Walaupun pada pertemuan pertama ini, ada kejadian yang tidak sesuai dengan harapan peneliti yaitu ada salah satu kelompok pada saat melakukan kegiatan jual beli mereka memilih untuk membeli barang yang kurang penting. Pada saat mempresentasikan hasil kerja, sebagian besar siswa dapat melakukan presentasi dengan baik, walaupun ada anak yang kurang percaya diri pada saat diminta oleh temannya untuk membacakan hasil kerja mereka. Namun pada pertemuan ini, semua siswa terlibat dalam pembelajaran dan mereka terlihat lebih berminat dalam belajar. Mereka merasa senang karena kegiatan pembelajaran ini sangat menarik karena siswa dibagi-bagi dalam kelompok dan mereka dapat

  Dari hasil observasi pada pembelajaran siklus II pertemuan 2, kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar sesuai dengan perencanaan. Sebagian besar siswa telah dapat membedakan mana kebutuhan yang penting dan mana kebutuhan yang kurang penting. Walaupun ada salah satu kelompok yang sedikit keliru dalam memilih, namun secara keseluruhan pembelajaran pada pertemuan kedua ini dapat berjalan dengan baik. Seluruh siswa terlibat dalam pembelajaran dan mereka terlihat sangat asyik dalam melakukan kegiatan role play jual beli. Mereka juga sangat kompak pada saat mempresentasikan hasil diskusi dan mereka saling membantu satu sama lain.

  Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, pada siklus II ini minat siswa dalam pembelajaran IPS dengan menggunakan metode role play lebih tinggi dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya.

d. Refleksi

  Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti, dalam pelaksanaan penelitian siklus II pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 secara keseluruhan sudah sesuai dengan perencanaan yang dirancang oleh peneliti. Silklus II pertemuan 1 dilaksanakan berlangsung sesuai dengan perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode role play. Alokasi waktu yang digunakan sudah tepat. Pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, siswa terlihat senang dalam mengikuti pembelajaran. Semua siswa juga terlibat dalam melaksanakan role play.

  Permasalahan mengenai siswa masih kaku dalam bernyanyi dikarenakan siswa belum begitu mengenal lagu yang dinyanyikan, pada pertemuan 2 siswa supaya berlatih terlebih dahulu sehingga pada saat pembelajaran dimulai siswa dapat bernyanyi dengan baik.

  Siklus II pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Juni 2013 membahas mengenai materi membedakan kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting. Kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai perencanaan pembelajaran dengan menggunakan metode role play. Alokasi waktu yang dialokasikan sudah tepat. Materi pembelajaran dikemas lebih baik, sehingga menarik dan mudah untuk dipahami siswa. Minat siswa terlihat meningkat dibandingkan pada pertemuan sebelumnya. Siswa terlihat sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran. Secara keseluruhan pembelajaran pada pertemuan 2 ini dapat berjalan lancar sesuai dengan perencanaan pembelajaran.

  Data hasil minat dan prestasi belajar IPS siswa sudah meningkat menjadi 86,59 pada siklus II sesuai dengan target yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu 85. Kondisi awal rata-rata nilai ulangan prestasi belajar siswa adalah 61,57 dengan target keberhasilan 85 dan hasilnya meningkat menjadi 89,54. Sedangkan presentase siswa yang mencapai KKM pada kondisi awal hanya 52,63 % pada siklus II meningkat menjadi 100% dengan target yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu 85%. Hasil tersebut dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 4.2 Target Keberhasilan dan Hasil Siklus II

  Variabel Indikator Kondisi Awal Siklus II

  Keterangan Target Hasil Minat Skor rata- rata seluruh minat siswa 54,09

  85 86,59 Tercapai Prestasi Belajar Siswa

  Rata-rata nilai ulangan 61,57 85 89,54 Tercapai Presentase jumlah siswa yang mencapai KKM

  52,63% 85% 100% Tercapai

  Bersadarkan hasil observasi dan refleksi, penelitian pada siklus II sangat mengalami peningkatan minat dan prestasi belajar siswa sehingga guru dan peneliti memutuskan untuk menghentikan kegiatan penelitian sampai pada siklus II pertemuan 2 ini.

C. Pembahasan

1. Peningkatan Minat Siswa

  Pada penelitian ini, penghitungan hasil minat belajar siswa didapatkan peneliti berdasarkan kuesioner yang telah peneliti buat dan telah divalidasi. Kuesioner dikerjakan oleh siswa sebelum diadakannya tindakan dan di setiap akhir siklus I dan siklus II. Hal ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa. Untuk menganalisis minat belajar siswa dilakukan dengan cara membandingkan hasil minat pada kondisi awal, akhir siklus I dan akhir siklus II. Pada penelitian yang dilaksanakan di kelas 3 SD Negeri Mentel II ini, minat belajar terhadap mata pelajaran

  IPS meningkat karena adanya penggunaan metode role play.

  Berdasarkan data awal hasil kuesioner minat siswa sebelum penggunaan metode role play diperoleh bahwa siswa yang berada pada kriteria minat sangat rendah ada 1 siswa, minat rendah ada 16 siswa dan 5 siswa lainnya mempunyai minat cukup. Data awal hasil skor rata-rata minat siswa yaitu 54,09 yang diperoleh berdasarkan hasil kuesioner siswa yang dibagikan sebelum diadakannya tindakan. Hal ini menunjukkan kondisi awal minat belajar siswa berada pada kriteria rendah. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 10. Setelah mendapatkan data awal minat siswa, kemudian data awal tersebut dibandingkan dengan hasil data minat siswa siklus I dan data minat siswa

  Siklus I dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2013 untuk pertemuan 1 dan 1 Juni 2013 untuk pertemuan 2. Pada siklus I minat siswa meningkat dari keseluruhan hasil kuesioner seluruh siswa yang termasuk pada kriteria minat tinggi ada 17 siswa dan 5 siswa mempunyai minat sangat tinggi. Skor rata-rata minat siswa pada siklus I yaitu 75,90 berada pada kriteria minat tinggi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 11.

  Peningkatan minat siswa ini disebabkan adanya penerapan metode role play dalam pembelajaran di dalam kelas.

  Pada siklus I siswa terlihat antusias dalam pembelajaran secara berkelompok dan seluruh siswa terlibat dalam kegiatan belajar mengajar.

  Terbukti siswa sudah cukup baik dalam bekerja sama dengan kelompoknya. Namun, masih ada satu kelompok yang masih bingung dengan penggunaan metode role play ini karena mereka belum pernah menggunakan metode role play dalam pembelajaran. Dalam kelompok, siswa juga sudah berani untuk mengemukakan pendapatnya dan mampu menghargai pendapat teman. Akan tetapi pada pertemuan 1 sebagian besar siswa masih malu-malu untuk mempresentasikan hasil yang telah dikerjakannya, sehingga hanya siswa-siswi tertentu yang melakukan presentasi. Hal ini lebih diperkuat dengan hasil wawancara kepada guru dan siswa sebagai berikut :

  Hasil wawancara dengan guru : nampak bersemangat dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Namun, dalam pembelajaran berkelompok seperti ini ada beberapa siswa yang hanya bergantung dengan teman kelompoknya. Kendala yang masih di alami adalah masih banyak siswa yang belum berani mempresentasikan hasil pekerjaannya walaupun mereka ikut tampil di depan kelas.” Hasil wawancara dengan siswa : “Sangat senang dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode role play ini karena dapat belajar secara berkelompok dan melakukan kegiatan simulasi. Dengan belajar berkelompok dan melakukan kegiatan simulasi ini, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan. Kendala yang dialami yaitu kesulitan dalam menghitung uang kembalian untuk pembeli dan malu ketika mempresentasikan hasil pekerjaan di depan kelas.” Pada siklus II pertemuan 1 dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2013 dan 8 Juni 2013 untuk pertemuan 2. Pada siklus II ini minat belajar siswa meningkat, hal ini dapat dilihat dari hasil keseluruhan kuesioner minat siswa diperoleh bahwa 1 siswa berada pada kriteria minat tinggi dan 21 siswa lainnya berada pada kriteria minat sangat tinggi. Skor rata-rata minat siswa sebesar 86,59 dan berada pada kriteria minat sangat tinggi.

  Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 12. Setelah mengetahui data minat siswa pada siklus II ini, kemudian data awal minat siswa dibandingkan dengan data hasil minat siswa siklus I dan siklus II. Pada siklus II ini siswa sudah terbiasa dengan penggunaan metode role play pembelajaran, hal ini terlihat siswa senang dan aktif dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, siswa juga terlihat sangat bersemangat dalam melakukan kegiatan simulasi. Dalam kegiatan pembelajaran ini, siswa sudah tidak mengalami kesulitan karena belajar dari kesalahan pada siklus I. Hal ini lebih diperkuat dengan hasil wawancara kepada guru dan siswa sebagai berikut :

  Hasil wawancara dengan guru : “Dengan penggunaan metode role play, pada pembelajaran ini siswa terlihat sangat senang dan lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, siswa sangat tertarik dengan adanya barang-barang nyata yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

  Hal tersebut dapat meningkatkan minat belajar siswa daripada pembelajaran-pembelajaran sebelumnya dengan menggunakan metode ceramah. Pada pembelajaran kali ini siswa sudah tidak mengalami kendala karena siswa sudah terbiasa dengan kegiatan simulasi yang hampir sama pada kegiatan sebelumnya.” Hasil wawancara dengan siswa : “Dengan belajar secara berkelompok, saya sangat senang dapat belajar bersama dengan teman kelompok. Saya lebih memahami materi IPS dengan adanya diskusi secara berkelompok dan materi yang disajikan pun lebih menarik, karena dalam pembelajaran saya melakukan kegiatan simulasi dengan menggunakan barang-barang nyata yang berkaitan dengan materi yang sedang dipelajari.” Dari hasil perhitungan kuesioner, data awal skor rata-rata minat siswa yaitu 54,09 berada pada kriteria minat rendah. Pada siklus I skor tinggi. Dari data yang diperoleh dapat digambarkan pada grafik seperti di bawah ini :

Gambar 4.5 Grafik Hasil Peningkatan Minat Siswa

  Berdasarkan grafik di atas, pada siklus I terjadi peningkatan skor rata-rata minat siswa sebesar 21,81 dari data awal 54,09 menjadi 75,90.

  Kemudian pada siklus II terjadi peningkatan 32,50 dari data awal 54,09 menjadi 86,59. Sedangkan dari siklus I skor rata-rata minat siswa 75,90 menjadi 86,59 pada siklus II terjadi peningkatan skor rata-rata sebesar 10,69. Berdasarkan tabel target keberhasilan minat siswa, terjadi peningkatan minat siswa dan hasil minat siswa pada penelitian ini sudah mencapai target. Berikut merupakan hasil peningkatan minat siswa :

Tabel 4.3 Hasil Peningkatan Minat Siswa

  Siklus I Siklus II Berdasarkan Tabel 4.3, diketahui bahwa minat siswa dilihat dari skor rata-rata seluruh minat siswa telah mengalami peningkatan. Sebelum diadakan tindakan, nilai rata-rata seluruh minat siswa yaitu 54,09. Kemudian diadakannya tindakan pada siklus I dengan target 70 dan hasilnya melebihi target yaitu 75,90. Sama halnya dengan siklus II dengan target 85 yang hasilnya melebihi target yaitu 86,59.

  Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode role play secara tepat dan sesuai dengan langkah-langkah role play dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas

  3 SD Negeri Mentel II. Hal ini berarti hipotesis tindakan pada penelitian ini terbukti.

2. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa

  Pada penelitian ini, data awal prestasi belajar siswa menggunakan rata-rata nilai ulangan siswa kelas 3 tahun ajaran 2011/2012.

  Penghitungan hasil prestasi belajar siswa dihitung berdasarkan hasil dari soal evaluasi berupa soal pilihan ganda yang sudah dikerjakan oleh siswa pada setiap akhir siklus. Hasil prestasi belajar siswa yang didapatkan pada penelitian ini akan dibandingkan antara data kondisi awal, siklus I dan siklus II.

  Pada siklus I yang dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2013 dan 1 prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dari rata-rata nilai ulangan siswa meningkat sebesar 16,15 dibandingkan dengan data awal yang diperoleh yaitu dari 61,57 menjadi 77,72. Presentase siswa yang mencapai KKM juga meningkat dari 52,63% menjadi 86,36%. Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan minat siswa berdasarkan penggunaan metode role play di kelas 3 SD Negeri Mentel II. Meskipun sudah mengalami peningkatan, namun peneliti merasa belum maksimal dalam melaksanakan penelitian ini. Hal ini disebabkan adanya kendala dari guru yaitu guru belum maksimal dalam mengkondisikan kelas ketika melakukan kegiatan simulasi. Penyebab lainnya adalah kurang adanya perhatian dari beberapa siswa dalam bekerja sama secara kelompok dan kurangnya perhatian siswa ketika kelompok lain melakukan presentasi di depan kelas, sehingga peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian siklus II.

  Pada siklus II hasil prestasi belajar siswa dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2013 dan 8 Juni 2013 dengan kompetensi dasar 5.5 mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan. Prestasi belajar siswa pada siklus II meningkat dibandingkan dengan siklus I. Rata-rata nilai ulangan siswa pada siklus II mencapai 89,54 dan meningkat sebesar 11,82 dari siklus I yaitu 77,72. Sedangkan siswa yang mencapai KKM kendala yang terjadi pada silkus I untuk memperbaiki pembelajaran pada siklus II. Selain itu, siswa sudah terbiasa belajar secara berkelompok dengan menggunakan metode role play. Dengan belajar secara kelompok, siswa yang kurang akan lebih terbantu sebab ia dapat bertanya dengan teman kelompoknya. Selain itu, materi yang dipelajari akan lebih mudah dipahami siswa sebab siswa ikut terlibat aktif dengan kegiatan pembelajaran yang diberikan guru daripada siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru saja.

  Dari data yang diperoleh dapat digambarkan pada grafik seperti di bawah ini:

Gambar 4.6 Grafik Peningkatan Hasil Prestasi Belajar SiswaGambar 4.7 Grafik Peningkatan Presentase siswa yang mencapai KKM

  Berdasarkan grafik di atas terlihat jelas bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II pada mata pelajaran

  IPS. Pada data awal rata-rata nilai ulangan siswa 61,57 dan presentase siswa yang mencapai KKM 52,63%. Pada siklus I rata-rata nilai ulangan siswa meningkat menjadi 77,72 dan presentase siswa yang mencapai KKM 86,36%. Sedangkan pada siklus II rata-rata nilai ulangan siswa meningkat menjadi 89,54 dan presentase siswa yang mencapai KKM 100%.

  Berdasarkan pada tabel target keberhasilan prestasi belajar siswa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa dan hasil prestasi belajar siswa pada penelitian ini sudah mencapai target. Hasil peningkatan prestasi

Tabel 4.4 Hasil Peningkatan Prestasi Belajar Siswa

  Siklus I Siklus II Variabel Indikator Kondisi Awal Target Hasil Target Hasil

  Prestasi Rata-rata Belajar nilai 61,57 70 77,72 85 89,54 Siswa ulangan

  Presentase jumlah siswa 52,63%

  70 86,36% 85% 100% yang mencapai KKM

  Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa prestasi belajar siswa dilihat dari rata-rata nilai ulangan dan presentase jumlah siswa yang mencapai KKM telah mengalami peningkatan. Sebelum diadakan tindakan, nilai rata-rata ulangan 61,57 dengan presentase siswa yang mencapai KKM 52,63%. Untuk siklus I rata-rata nilai ulangan hasilnya melebihi target yaitu 77,72 dengan target yang sudah ditentukan sebelumnya yaitu 70 dan siswa yang mencapai KKM sebesar 86,36%. Sedangkan pada siklus II dengan target 85, hasil rata-rata nilai ulangan melebihi target yaitu 89,54 dan 100% siswa yang mencapai KKM.

  Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode role play secara tepat dan sesuai dengan langkah-langkah role play dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II. Hal ini berarti hipotesis tindakan pada

D. Keterbatasan Penelitian

  Pada penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas 3 SD Negeri Mentel II ini memiliki keterbatasan yaitu :

  1. Keterbatasan ruang kelas yang tidak terlalu luas sehingga dalam pembentukan kelompok dan melakukan kegiatan simulasi (role play) terlihat sempit dan kurang kondusif.

  2. Validasi instrumen kuisioner akan lebih baik lagi jika divalidasi secara empiris dengan diujikan kepada siswa, tidak hanya melalui expert judgment .

  3. Peneliti tidak bisa menenusur kejujuran siswa dalam mengisi lembar kuesioner minat belajar siswa.

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Pada bagian ini akan dibahas tentang kesimpulan dan saran peneliti setelah pelaksanaan penelitian. A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dari penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan terhadap siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II pada mata pelajaran

  IPS dengan menggunakan metode role play, maka dapat disimpulkan bahwa :

  1. Penggunaan metode role play dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar pada pembelajaran IPS siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013 dapat dilakukan dengan langkah-langkah role play dengan tepat. Langkah-langkah role play meliputi (1) Guru membagikan lembar kerja siswa (2) siswa mendengarkan penjelasan kegiatan-kegiatan dalam lembar kerja siswa (3) siswa mendengarkan penjelasan mengenai pembelajaran yang akan dilaksanakan (4) siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai (5) guru menyusun skenario yang akan ditampilkan (6) siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa (7) siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play (8) siswa berdiskusi sebelum memperagakan role play mereka (9) siswa melaksanakan role menyampaikan hasil diskusinya (12) siswa bersama guru menilai hasil role play (13) siswa bersama guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran (14) penutup, siswa dan guru melakukan refleksi dilanjutkan doa penutup.

  2. Penggunaan metode role play dapat meningkatkan minat dalam pembelajaran IPS siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013. Hal ini terbukti dari hasil kuisioner minat, skor rata-rata minat siswa sebelum dilakukan tindakan adalah 54,09. Sedangkan minat siswa pada siklus I skor rata-rata minat siswa yaitu 75,90. Peningkatan minat dari kondisi awal ke siklus I meningkat sebesar 21,81. Sedangkan pada siklus II skor rata-rata minat siswa meningkat menjadi 86,59. Peningkatan minat dari siklus I ke siklus II sebesar 10,69. Hal ini dapat dilihat dari hasil kuesioner minat siswa.

  3. Penggunaan metode role play dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.

  Peningkatan prestasi belajar siswa nampak setelah pembelajaran menggunakan metode role play. Pada kondisi awal rata-rata nilai ulangan siswa adalah 61,57 dengan presentase siswa yang mencapai KKM sebesar 52,63%. Berdasarkan penelitian yang dilaksanakan dimulai dari siklus I dan berakhir pada siklus II, menunjukkan peningkatan prestasi belajar siswa. Hasil pengolahan data pada siklus I rata-rata nilai ulangan siswa yaitu 77,72 dengan presentase siswa yang mencapai KKM 86,36%. Pada siklus II rata-rata nilai ulangan siswa meningkat menjadi 89,54 dengan

B. Saran

  Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan, ada beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan dalam menerapkan metode role play untuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPS yaitu :

  1. Pembelajaran dengan menggunakan metode role play sebaiknya menggunakan ruang kelas yang cukup luas, agar dalam pembentukan kelompok dan melakukan kegiatan simulasi siswa dapat lebih leluasa.

  2. Pentingnya penjelasan dari guru kepada siswa diawal perkenalan metode role play yang merupakan metode baru bagi siswa dalam belajar. Dalam hal ini guru perlu menjelaskan lebih detail tentang arti, maksud, prosedur dan tujuan pembelajaran menggunakan metode role play. Hal ini dilakukan agar siswa tidak mengalami kebingungan pada saat metode pembelajaran ini diterapkan.

  3. Jika menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode role play, sebaiknya dalam pembentukan kelompok dibentuk kelompok yang benar- benar heterogen agar anggota kelompok dapat saling bekerja sama dengan baik dan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

  4. Penggunaan metode role play dalam proses pembelajaran dapat memberdayakan siswa karena siswa melatih dirinya sendiri dalam bersosialisasi walaupun hanya di lingkup kelas. Akan tetapi diharapkan siswa juga menerapkan sosialisasi tersebut terhadap orang lain di dengan melakukan kegiatan simulasi tentang materi yang sedang dipelajari. Dengan begitu maka partisipasi siswa juga lebih banyak dan siswa lebih aktif dalam melaksanakan pembelajaran. Hal ini dapat menjadi modal dasar bagi guru untuk terus menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan metode role play.

  DAFTAR REFERENSI Aman. 2011. Model Evaluasi Pembelajaran Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

  Aqid, Zainal. 2010. Belajar dan Pembelajaran Sekolah Dasar. Jakarta: Yrama Widya.

  Arikunto, S. 1984. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Yogyakarta: Bina Aksara. Arumingdyah. 2007. Penerapan metode role playing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Ak-1 SMK Negeri 1 Jombang oleh Arumingdyah.

  Universitas Negeri Malang. Diakses pada tanggal 15 Maret 2013 dari http://library.um.ac.id/ptk/index.php?mod=detail&id=35521 BCipta. Departemen Pendidikan Nasional. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi

  Dasar Mata Pelajaran IPS Kurikulum Tingkat Satuan Dasar. Jakarta: Depdiknas.

  Djamarah, S. B. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta. Djamarah, S. B., & Zain, A. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

  Hamalik, Oemar. 1992. Studi Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung: Mandar Maju. Kartini, Tien. 2007. Penggunaan Metode Role Playing untuk Meningkatkan

  Minat Siswa dalam Pembelajaran Pengetahuan Sosial di Kelas V SD N Cileunyi I Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Diakses pada tanggal pembelajaranpengetahuan-sosial-di-kelas-v-sdn-cileunyi-ikecamatan- K Prestasi Belajar Matematika Dalam Soal

  Cerita dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Siswa Kelas V SD Negeri I Somokaton Tahun Ajaran 2010/2011.

  Skripsi ini tidak di terbitkan. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius. Masidjo. 2006. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius. Masidjo. 2010. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius. Mudyaharjo, Reja. 2001. Pengantar Pendidikan: Sebuah Studi Awal tentang Dasar-dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia.

  Jakarta: Raja Grafindo Persada. Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.

  Sardiman, A.M. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

  Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

  Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan : Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

  Sukardi. 2004. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Supardi, 2011. Dasar-Dasar Ilmu Sosial. Yogyakarta: Ombak. Surapranata, S. 2009. Analisis, Validitas, Realibilitas dan Interpretasi Hasil Tes Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: Rosdakarya.

  Suryabarata, Sumadi. 2004. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rajawali. Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.

  Taniredja, Tukiran, dkk. 2011. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Bandung: Alfabeta.

  Uno H. B dan Mohammad N. 2012. BELAJAR DENGAN PENDEKATAN PAILKEM : Pembelajaran aktif, inovatif, lingkungan, kreatif, menarik.

  Jakarta: Bumi Aksara. Winataputra, Udin S. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka.

  Winkel, W. S. 2004. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi. Zaini, Hisyam, dkk. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

  LAMPIRAN

  LAMPIRAN 1 Silabus

  121 LAMPIRAN 1

  SILABUS SIKLUS 1 Satuan Pendidikan : SD Negeri Mentel II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas / Semester : III / II

  Standar Kompetensi Materi Media dan Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi

  Kompetensi Dasar Pokok Waktu Sumber Belajar 

5. Memahami

5.3 Memahami Kegiatan jual Siklus I, Pertemuan I

  1. Kognitif Tes dan

  2 JP Media jenis kegiatan beli di

  1. Guru membagikan Nontes ( 2 x 35  Menyebutkan kegiatan  Papan tulis pekerjaan jual beli di lingkungan lembar kerja siswa (terlampir) menit )

   LKS jual beli di lingkungan dan lingkungan rumah

  2. Siswa mendengarkan  Barang-barang rumah penggunaan rumah dan penjelasan kegiatan- kebutuhan sehari-

   Memberi contoh kegiatan uang sekolah kegiatan dalam lembar hari jual beli di lingkungan kerja siswa

   Uang tiruan rumah

  3. Siswa mendengarkan penjelasan mengenai  Membedakan peran Sumber Belajar pembelajaran yang akan antara penjual dan  Nurhadi, dkk. dilaksanakan, yaitu

  2009. Ilmu pembeli dalam kegiatan melakukan role play

  Pengetahuan jual beli tentang kegiatan jual

  Sosial Untuk  Menemukan peranan dari beli di lingkungan

  Kelas III Sekolah masing-masing penjual rumah.

  Dasar/ Madrasah

  4. Siswa mendengarkan dan pembeli Ibtidaiyah. penjelasan guru

   Menemukan ide untuk Jakarta: mengenai kompetensi Departemen melakukan drama singkat yang akan dicapai, yaitu

  Pendidikan tentang kegiatan jual beli untuk memahami materi

  Nasional. di lingkungan rumah kegiatan jual beli di lingkungan rumah.

   Sutrisno, dkk.

  2. Afektif

  5. Guru menyusun 2009. Ilmu

   Percaya diri dalam sekenario yang akan Pengetahuan

  122

  Sosial untuk SD/MI Kelas 3. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

  1. Kognitif

 Menyebutkan kegiatan

jual beli di lingkungan

sekolah

 Memberi contoh kegiatan

Tes dan Nontes (terlampir)

  2. Siswa mendengarkan penjelasan kegiatan-

  1. Guru membagikan lembar kerja siswa

   Siklus I, Pertemuan II

  Kegiatan jual beli di lingkungan sekolah

   San Dwi Mariyono, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

  III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

   Widianti Wida, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas

  3. Psikomotorik

 Mensimulasikan drama

singkat tentang kegiatan

jual beli di lingkungan

rumah.

  ditampilkan

  13. Penutup

mensimulasikan drama

singkat tentang kegiatan

jual beli di lingkungan

rumah

  12. Siswa bersama guru menyimpulkan berbagai macam kegiatan jual beli di lingkungan rumah.

  11. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya.

  10. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja siswa.

  9. Siswa melaksanakan role play sesuai undian.

  8. Siswa berdiskusi sebelum memperagakan role play mereka.

  7. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play.

  6. Siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa

  2 JP ( 2 x 35 menit )

  123

  kegiatan dalam lembar jual beli di lingkungan kerja siswa sekolah

  3. Siswa mendengarkan  Membedakan peran penjelasan mengenai antara penjual dan pembelajaran yang akan pembeli dalam kegiatan dilaksanakan, yaitu jual beli melakukan role play

   Menemukan peranan dari tentang kegiatan jual masing-masing penjual beli di lingkungan dan pembeli sekolah.  Menemukan ide untuk

  4. Siswa mendengarkan melakukan drama singkat penjelasan guru tentang kegiatan jual beli mengenai kompetensi di lingkungan sekolah yang akan dicapai, yaitu untuk memahami materi

  2. Afektif kegiatan jual beli di  Percaya diri dalam lingkungan sekolah. mensimulasikan drama

  5. Guru menyusun singkat tentang kegiatan sekenario yang akan jual beli di lingkungan ditampilkan sekolah

  6. Siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5

  3. Psikomotorik siswa  Mensimulasikan drama

  7. Siswa mendengarkan singkat tentang kegiatan penjelasan guru jual beli di lingkungan mengenai peranan sekolah. mereka pada waktu role play.

  8. Siswa berdiskusi sebelum memperagakan role play mereka.

  9. Siswa melaksanakan role play sesuai undian.

  10. Siswa berdiskusi dalam

  124

  kelompok untuk mengerjakan lembar kerja siswa.

  11. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya.

  12. Siswa bersama guru menyimpulkan berbagai macam kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

  13. Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus I.

  14. Penutup.

  125 Tanjungsari, 27 Mei 2013

  126 SILABUS SIKLUS 2

  Satuan Pendidikan : SD Negeri Mentel II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas / Semester : III / II

  Standar Kompetensi Materi Media dan Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi

  Kompetensi Dasar Pokok Waktu Sumber Belajar 

5. Memahami

5.5Mengenal Penggunaan Siklus II, Pertemuan I

  1. Kognitif Tes dan

  2 JP Media jenis penggunaan uang sesuai

  1. Guru membagikan Nontes ( 2 x 35  Mengenal nilai mata uang  Papan tulis pekerjaan uang sesuai dengan lembar kerja siswa (terlampir) menit )

   LKS  Menyebutkan fungsi uang dan dengan kebutuhan

  2. Siswa mendengarkan  Barang-barang

   Memberi contoh penggunaan kebutuhan penjelasan kegiatan- kebutuhan sehari- penggunaan uang sesuai uang kegiatan dalam lembar hari dengan kebutuhan kerja siswa

   Uang tiruan

  3. Siswa mendengarkan  Mengenal penggunaan penjelasan mengenai uang sesuai dengan Sumber Belajar pembelajaran yang kebutuhan  Nurhadi, dkk. akan dilaksanakan,

  2009. Ilmu  Menemukan ide untuk yaitu melakukan role

  Pengetahuan melakukan drama singkat play tentang mengenal

  Sosial Untuk tentang mengenal penggunaan uang

  Kelas III Sekolah sesuai dengan penggunaan uang sesuai Dasar/ Madrasah kebutuhannya sendiri. dengan kebutuhan Ibtidaiyah.

  4. Siswa mendengarkan Jakarta: penjelasan guru

  2. Afektif Departemen mengenai kompetensi

   Percaya diri dalam Pendidikan yang akan dicapai, Nasional. mensimulasikan drama yaitu untuk singkat tentang mengenal memahami materi

   Sutrisno, dkk. penggunaan uang sesuai mengenal penggunaan 2009. Ilmu dengan kebutuhan. uang sesuai dengan

  Pengetahuan

  127 kebutuhannya sendiri.

  5. Guru menyusun sekenario yang akan ditampilkan

3. Psikomotorik

  6. Siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa

  7. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play.

  8. Siswa berdiskusi sebelum memperagakan role play mereka.

  9. Siswa melaksanakan role play sesuai undian.

  10. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja siswa.

  11. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya.

  12. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran dengan materi mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhannya sendiri.

   Mensimulasikan drama singkat tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  Sosial untuk SD/MI Kelas 3. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

   Widianti Wida, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas

  III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

  San Dwi Mariyono, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

  128

  13. Penutup  Penggunaan Siklus II, Pertemuan II

  1. Kognitif Tes dan

  2 JP uang sesuai

  1. Guru membagikan Nontes (2 x 35  Menyebutkan manfaat dengan lembar kerja siswa (terlampir) menit ) mengelola uang kebutuhan

  2. Siswa mendengarkan  Menyebutkan tempat penjelasan kegiatan- penyimpanan uang kegiatan dalam lembar  Memberi contoh kerja siswa

penggunaan uang sesuai

  3. Siswa mendengarkan penjelasan mengenai

dengan kebutuhan yang

pembelajaran yang lebih penting akan dilaksanakan,

   Membedakan kebutuhan yaitu melakukan role

yang penting dan

play tentang mengenal

kebutuhan yang kurang

penggunaan uang penting sesuai dengan kebutuhan melalui  Menemukan ide untuk identifikasi kebutuhan

melakukan drama singkat

yang penting dan

tentang mengenal

kebutuhan yang

penggunaan uang sesuai

kurang penting. dengan kebutuhan

  4. Siswa mendengarkan penjelasan guru

  2. Afektif mengenai kompetensi  Percaya diri dalam yang akan dicapai, yaitu untuk

mensimulasikan drama

memahami materi

singkat tentang mengenal

mengenal penggunaan

penggunaan uang sesuai

uang sesuai dengan dengan kebutuhan. kebutuhan melalui identifikasi kebutuhan

  3. Psikomotorik yang penting dan  Mensimulasikan drama kebutuhan yang

singkat tentang mengenal

kurang penting.

  129

  5. Guru menyusun penggunaan uang sesuai sekenario yang akan dengan kebutuhan. ditampilkan

  6. Siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa

  7. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play.

  8. Siswa berdiskusi sebelum memperagakan role play mereka.

  9. Siswa melaksanakan role play sesuai undian.

  10. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengerjakan lembar kerja siswa.

  11. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya.

  12. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran dengan materi mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan melalui identifikasi kebutuhan

  130

  yang penting dan kebutuhan yang kurang penting.

  13. Siswa mengerjakan soal evaluasi siklus II.

  14. Penutup.

  Tanjungsari, 03 Juni 2013 LAMPIRAN 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

  (RPP) LAMPIRAN 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

  (RPP) Satuan Pendidikan : SD Negeri Mentel II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : III / 2 Hari, Tanggal : Kamis, 23 Mei 2013 Alokasi waktu : 2 Jp (2 x 35 menit)

  A. Standar Kompetensi

  5. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang

  B. Kompetensi Dasar

  5.3 Memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah

  C. Indikator

  a. Kognitif  Menyebutkan kegiatan jual beli di lingkungan rumah  Memberi contoh kegiatan jual beli di lingkungan rumah  Membedakan peran antara penjual dan pembeli dalam kegiatan jual beli  Menemukan peranan dari masing-masing penjual dan pembeli  Menemukan ide untuk melakukan drama singkat tentang kegiatan jual beli di lingkungan rumah

  b. Afektif  Percaya diri dalam mensimulasikan drama singkat tentang kegiatan jual beli di lingkungan rumah

  c. Psikomotorik D. Tujuan Pembelajaran

  a. Kognitif  Siswa mampu menyebutkan kegiatan jual beli di lingkungan rumah minimal 2 dari kegiatan role play drama tentang kegiatan jual beli di lingkungan rumah.

   Siswa mampu memberi contoh kegiatan jual beli di lingkungan rumah minimal 2 dari kegiatan role play drama tentang kegiatan jual beli di lingkungan rumah.

   Siswa mampu membedakan peran antara penjual dan pembeli dalam kegiatan jual beli minimal 1 perbedaan dari kegiatan role play drama tentang kegiatan jual beli di lingkungan rumah.

   Siswa mampu menemukan peranan dari masing-masing penjual dan pembeli minimal 2 dari kegiatan role play drama tentang kegiatan jual beli di lingkungan rumah.

   Siswa mampu menemukan ide untuk melakukan drama singkat tentang kegiatan jual beli di lingkungan rumah melalui diskusi.

  b. Afektif  Siswa mampu percaya diri dalam mensimulasikan drama singkat tentang kegiatan jual beli di lingkungan rumah minimal 1 secara berkelompok.

  c. Psikomotorik  Siswa mampu mensimulasikan drama singkat tentang kegiatan jual beli di lingkungan rumah minimal 1 secara berkelompok.

  E. Materi  Kegiatan jual beli di lingkungan rumah

G. Kegiatan Pembelajaran

  Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

1. Kegiatan Awal

  a. Apersepsi 10 menit

   Guru memberikan salam  Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru mengecek kehadiran siswa

  b. Motivasi  Siswa bersama guru menyanyikan sebuah lagu “Abang

  Tukang Sayur”

  c. Orientasi  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini yaitu memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah.

2. Kegiatan Inti

  a. Guru membagikan lembar kerja siswa 50 menit

  b. Siswa mendengarkan penjelasan kegiatan-kegiatan dalam lembar kerja siswa c. Siswa mendengarkan penjelasan mengenai pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu melakukan role play tentang kegiatan jual beli di lingkungan rumah.

  d. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai, yaitu untuk memahami materi kegiatan jual beli di lingkungan rumah.

  e. Guru menyusun sekenario yang akan ditampilkan

  f. Siswa membentuk kelompok yang beranggotakan 4-5 siswa

  g. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play.

  h. Siswa berdiskusi sebelum memperagakan role play mereka. k. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya. l. Siswa bersama guru menyimpulkan berbagai macam kegiatan jual beli di lingkungan rumah.

  a. Kegiatan Akhir

  a. Kesimpulan 10 menit

   Siswa bersama guru menarik kesimpulan terhadap pelajaran yang telah dilakukan pada hari ini.

  b. Refleksi  Siswa merefleksikan pembelajaran pada hari ini.

   Guru memfasilitasi siswa untuk mengajukan usulan mengenai pembelajaran berikutnya

  c. Tindak Lanjut  Guru meminta siswa mempelajari materi-materi yang telah dipelajari untuk dibaca kembali dirumah.

H. Penilaian

   Kognitif

  1. Jenis : Tes

  2. Teknik : Tertulis

  3. Instrumen : Terlampir

  4. Pedoman Skoring : Terlampir  Afektif

  1. Jenis : Non tes

  2. Teknik : Skala sikap

  3. Instrumen : Rubrik penilaian

   Psikomotorik

  1. Jenis : Non tes

  2. Teknik : Kinerja

  3. Instrumen : Rubrik penilaian

  4. Pedoman Skoring : Terlampir

I. Sumber Belajar dan Media Belajar

  Sumber Belajar :  Nurhadi, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kelas III Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

   Sutrisno, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas 3. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

  Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Sekolah  Widianti Wida, dkk. 2009. Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

   San Dwi Mariyono, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. Media :

   Papan tulis  LKS (Lembar Kerja Siswa)  Barang-barang kebutuhan sehari-hari  Uang tiruan

  Tanjungsari, 31 Mei 2013 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Satuan Pendidikan : SD Negeri Mentel II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : III / 2 Hari, Tanggal : Sabtu, 25 Mei 2013 Alokasi waktu : 2 Jp (2 x 35 menit)

  A. Standar Kompetensi

  5. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang

  B. Kompetensi Dasar

  5.3 Memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah

  C. Indikator

  a. Kognitif  Menyebutkan kegiatan jual beli di lingkungan sekolah  Memberi contoh kegiatan jual beli di lingkungan sekolah  Membedakan peran antara penjual dan pembeli dalam kegiatan jual beli  Menemukan peranan dari masing-masing penjual dan pembeli  Menemukan ide untuk melakukan drama singkat tentang kegiatan jual beli di lingkungan sekolah

  b. Afektif  Percaya diri dalam mensimulasikan drama singkat tentang kegiatan jual beli di lingkungan sekolah

  c. Psikomotorik D. Tujuan Pembelajaran

  a. Kognitif  Siswa mampu menyebutkan kegiatan jual beli di lingkungan sekolah minimal 2 dari kegiatan role play drama tentang kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

   Siswa mampu memberi contoh kegiatan jual beli di lingkungan sekolah minimal 2 dari kegiatan role play drama tentang kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

   Siswa mampu membedakan peran antara penjual dan pembeli dalam kegiatan jual beli minimal 1 perbedaan dari kegiatan role play drama tentang kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

   Siswa mampu menemukan peranan dari masing-masing penjual dan pembeli minimal 2 dari kegiatan role play drama tentang kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

   Siswa mampu menemukan ide untuk melakukan drama singkat tentang kegiatan jual beli di lingkungan sekolah melalui diskusi.

  b. Afektif  Siswa mampu percaya diri dalam mensimulasikan drama singkat tentang kegiatan jual beli di lingkungan sekolah minimal 1 secara berkelompok.

  c. Psikomotorik  Siswa mampu mensimulasikan drama singkat tentang kegiatan jual beli di lingkungan sekolah minimal 1 secara berkelompok.

  E. Materi  Kegiatan jual beli di lingkungan sekolah

G. Kegiatan Pembelajaran

  Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

  1. Kegiatan Awal

  a. Apersepsi 5 menit

   Guru memberikan salam  Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru mengecek kehadiran siswa

  b. Motivasi  Siswa bersama guru menyanyikan sebuah lagu “Abang

  Tukang Soto”

  c. Orientasi  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini yaitu memahami kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

  2. Kegiatan Inti

  a. Guru membagikan lembar kerja siswa 50 menit

  b. Siswa mendengarkan penjelasan kegiatan-kegiatan dalam lembar kerja siswa c. Siswa mendengarkan penjelasan mengenai pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu bermain drama tentang kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

  d. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai saat drama, yaitu untuk memahami materi kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

  e. Guru menyusun sekenario yang akan ditampilkan

  f. Siswa membentuk kelompok

  g. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play. kerja siswa. k. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya. l. Siswa bersama guru menyimpulkan berbagai macam kegiatan jual beli di lingkungan sekolah.

  a. Kegiatan Akhir

  a. Kesimpulan 15 menit

   Siswa bersama guru menarik kesimpulan terhadap pembelajaran yang telah dilakukan pada hari ini.

  b. Refleksi  Siswa merefleksikan pembelajaran pada hari ini.

  c. Menilai  Siswa mengerjakan soal evaluasi yang dibagikan oleh guru.

  d. Penutup  Siswa menutup kegiatan pembelajaran dengan doa.

   Siswa mendapat salam dari Guru.

H. Penilaian

   Kognitif

  1. Jenis : Tes

  2. Teknik : Tertulis

  3. Instrumen : Terlampir

  4. Pedoman Skoring : Terlampir  Afektif

  1. Jenis : Non tes

   Psikomotorik

  1. Jenis : Non tes

  2. Teknik : Kinerja

  3. Instrumen : Rubrik penilaian

  4. Pedoman Skoring : Terlampir

I. Sumber Belajar dan Media Belajar

  Sumber Belajar :  Nurhadi, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kelas III Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

   Sutrisno, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas 3. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

  Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Sekolah  Widianti Wida, dkk. 2009. Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

   San Dwi Mariyono, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. Media :

   Papan tulis  LKS (Lembar Kerja Siswa)  Barang-barang kebutuhan sehari-hari  Uang tiruan

  Tanjungsari, 01 Juni 2013 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Satuan Pendidikan : SD Negeri Mentel II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : III / 2 Hari, Tanggal : Kamis, 30 Mei 2013 Alokasi waktu : 2 Jp (2 x 35 menit)

  A. Standar Kompetensi

  5. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang

  B. Kompetensi Dasar

  5.5 Mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan

  C. Indikator

  a. Kognitif  Mengenal nilai mata uang  Menyebutkan fungsi uang  Memberi contoh penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan  Mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan  Menemukan ide untuk melakukan drama singkat tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan

  b. Afektif  Percaya diri dalam mensimulasikan drama singkat tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  c. Psikomotorik D. Tujuan Pembelajaran

  a. Kognitif  Siswa mampu mengenal nilai mata uang minimal 2 dari kegiatan role play drama tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

   Siswa mampu menyebutkan fungsi uang minimal 2 dari kegiatan role play drama tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.  Siswa mampu memberi contoh penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan minimal 2 dari kegiatan role play drama tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

   Siswa mampu menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan melalui kegiatan role play drama tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

   Siswa mampu menemukan ide untuk melakukan drama singkat tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  b. Afektif  Siswa mampu percaya diri dalam mensimulasikan drama singkat tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan minimal 1 secara berkelompok.

  c. Psikomotorik  Siswa mampu mensimulasikan drama singkat tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan minimal 1 secara berkelompok.

  E. Materi  Penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan

G. Kegiatan Pembelajaran

  Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

  1. Kegiatan Awal

  a. Apersepsi 10 menit

   Guru memberikan salam  Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru mengecek kehadiran siswa

  b. Motivasi  Siswa bersama guru menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “Menabung”.

  c. Orientasi  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini yaitu mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  2. Kegiatan Inti

  a. Guru membagikan lembar kerja siswa 50 menit

  b. Siswa mendengarkan penjelasan kegiatan-kegiatan dalam lembar kerja siswa c. Siswa mendengarkan penjelasan mengenai pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu bermain drama tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  d. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai saat drama, yaitu untuk mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  e. Guru menyusun sekenario yang akan ditampilkan

  f. Siswa membentuk kelompok

  g. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play. kerja siswa. k. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya. l. Siswa bersama guru menyimpulkan penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  a. Kegiatan Akhir

  a. Kesimpulan 10 menit

   Siswa bersama guru menarik kesimpulan terhadap pelajaran yang telah dilakukan pada hari ini.

  b. Refleksi  Siswa merefleksikan pembelajaran pada hari ini.

   Guru memfasilitasi siswa untuk mengajukan usulan mengenai pembelajaran berikutnya

  c. Tindak Lanjut  Guru meminta siswa mempelajari materi-materi yang telah dipelajari untuk dibaca kembali dirumah.

H. Penilaian

   Kognitif

  1. Jenis : Tes

  2. Teknik : Tertulis

  3. Instrumen : Terlampir

  4. Pedoman Skoring : Terlampir  Afektif

  1. Jenis : Non tes

  2. Teknik : Skala sikap

   Psikomotorik

  1. Jenis : Non tes

  2. Teknik : Kinerja

  3. Instrumen : Rubrik penilaian

  4. Pedoman Skoring : Terlampir

I. Sumber Belajar dan Media Belajar

  Sumber Belajar :  Nurhadi, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kelas III Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

   Sutrisno, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas 3. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

  Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Sekolah  Widianti Wida, dkk. 2009. Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

   San Dwi Mariyono, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. Media :

   Papan tulis  LKS (Lembar Kerja Siswa)  Barang-barang kebutuhan sehari-hari  Uang tiruan

  Tanjungsari, 07 Juni 2013 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

  Satuan Pendidikan : SD Negeri Mentel II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas / Semester : III / 2 Hari, Tanggal : Sabtu, 1 Juni 2013 Alokasi waktu : 2 Jp (2 x 35 menit)

  A. Standar Kompetensi

  5. Memahami jenis pekerjaan dan penggunaan uang

  B. Kompetensi Dasar

  5.5 Mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan

  C. Indikator

  a. Kognitif  Menyebutkan manfaat mengelola uang  Menyebutkan tempat penyimpanan uang  Memberi contoh penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan yang lebih penting  Membedakan kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting  Menemukan ide untuk melakukan drama singkat tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan

  b. Afektif  Percaya diri dalam mensimulasikan drama singkat tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan. D. Tujuan Pembelajaran

  a. Kognitif  Siswa mampu menyebutkan manfaat mengelola uang minimal 2 dari kegiatan role play drama tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

   Siswa mampu menyebutkan tempat penyimpanan uang minimal 1 dari kegiatan role play drama tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

   Siswa mampu memberi contoh penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan yang lebih penting minimal 2 dari kegiatan role play drama tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

   Siswa mampu membedakan kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting melalui kegiatan role play drama tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

   Siswa mampu menemukan ide untuk melakukan drama singkat tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  b. Afektif  Siswa mampu percaya diri dalam mensimulasikan drama singkat tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan minimal 1 secara berkelompok.

  c. Psikomotorik  Siswa mampu mensimulasikan drama singkat tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan minimal 1 secara berkelompok.

  E. Materi

G. Kegiatan Pembelajaran

  Kegiatan Pembelajaran Alokasi Waktu

  1. Kegiatan Awal

  a. Apersepsi 5 menit

   Guru memberikan salam  Guru meminta salah satu siswa untuk memimpin doa  Guru mengecek kehadiran siswa

  b. Motivasi  Siswa bersama guru menyanyikan sebuah lagu yang berjudul “Menabung”.

  c. Orientasi  Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari ini yaitu mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  2. Kegiatan Inti

  a. Guru membagikan lembar kerja siswa 50 menit

  b. Siswa mendengarkan penjelasan kegiatan-kegiatan dalam lembar kerja siswa c. Siswa mendengarkan penjelasan mengenai pembelajaran yang akan dilaksanakan, yaitu bermain drama tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  d. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai saat drama, yaitu untuk mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  e. Guru menyusun sekenario yang akan ditampilkan

  f. Siswa membentuk kelompok

  g. Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai peranan mereka pada waktu role play. kerja siswa. k. Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya. l. Siswa bersama guru menyimpulkan penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan.

  a. Kegiatan Akhir

  a. Kesimpulan 15 menit

   Siswa bersama guru menarik kesimpulan terhadap pelajaran yang telah dilakukan pada hari ini.

  b. Refleksi  Siswa merefleksikan pembelajaran pada hari ini.

  c. Menilai  Siswa mengerjakan soal evaluasi yang dibagikan oleh guru.

  d. Penutup  Siswa menutup kegiatan pembelajaran dengan doa.

   Siswa mendapat salam dari Guru.

H. Penilaian

   Kognitif

  1. Jenis : Tes

  2. Teknik : Tertulis

  3. Instrumen : Terlampir

  4. Pedoman Skoring : Terlampir  Afektif

  1. Jenis : Non tes

   Psikomotorik

  1. Jenis : Non tes

  2. Teknik : Kinerja

  3. Instrumen : Rubrik penilaian

  4. Pedoman Skoring : Terlampir

I. Sumber Belajar dan Media Belajar

  Sumber Belajar :  Nurhadi, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kelas III Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

   Sutrisno, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas 3. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

  Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Sekolah  Widianti Wida, dkk. 2009. Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

   San Dwi Mariyono, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk SD/MI Kelas III. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional. Media :

   Papan tulis  LKS (Lembar Kerja Siswa)  Barang-barang kebutuhan sehari-hari  Uang tiruan

  Tanjungsari, 08 Juni 2013

  

LAMPIRAN 3

Lembar Kerja Siswa (LKS)

  155 LAMPIRAN 3

  Lembar Kerja Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial My name is …… I am a buyer

  156 Star box!

  Task I Belilah barang-barang sesuai dengan yang dibutuhkan Bella! Hari minggu Bella pergi berenang, sampai di kolam renang Bella lupa membawa baju ganti dan alat MCK. Bella kemudian akan membeli 1 buah kaos dan 1 buah celana di toko Miko. Selain itu Bella membeli 1 buah sabun mandi dan 3 buah shampo dan 1 buah pasta gigi di toko Siti. Bella juga membeli makanan untuk bekal dia berenang, Bella membeli 1 buah futami dan 1 buah wafer di warung

  How many star you have got today? Laris. Bella diberi uang oleh Ibu sebesar Rp70.000,00. … star

  157

  Task II Task III

  1. Sebutkan kegiatan - kegiatan jual beli di lingkungan rumah ! Tuliskanlah rincian barang yang kamu beli!

  Nilai uang

  Jawab :

  Nama Uang Sisa No. Harga yang untuk barang kembalian uang membeli

  Uang yang akan kamu tabung: … Sisa uang: … Corat–coret!!

  158

  Lembar Kerja Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial My name is …… I am a seller

  159 Star box! How many star you have got today? … star

  Task I Daftarlah barang-barang yang ada di pasar! No. Nama Barang Harga

  Jumlah barang Modal = Rp 20.000,00

  160

  Task II Task III

  1. Sebutkan kegiatan - kegiatan jual beli di lingkungan rumah ! Tuliskanlah rincian barang yang terjual!

  Jumlah Nama Uang dari Uang

  Jawab : Harga uang barang pembeli kembalian masuk

  Uang yang akan kamu tabung: … Sisa uang: … Corat–coret!!

  LAMPIRAN 4 Bahan Ajar LAMPIRAN 4 Bahan Ajar Siklus I

  Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Rumah

1. Pasar

  Hari Minggu pagi, Ibu mengajak Gita ke pasar tradisional. Ibu ingin membeli sayur -

sayuran dan kebutuhan dapur lainnya. Pasar ramai dikunjungi banyak orang. Pasar adalah

tempat bertemunya penjual dan pembeli. Penjual menawarkan barang dagangannya.

Pembeli membeli barang dagangan yang dijual. Dalam kegiatan jual beli, biasanya terjadi

proses tawar menawar harga.

  Contoh proses tawar menawar harga di pasar

  Ibu menghampiri penjual ikan. Ibu bertanya, "Berapa Bang harga ikannya satu kilo?" “Lima belas ribu rupiah saja, Bu," jawab penjual ikan. "Dua belas ribu rupiah saja, Bang,” kata Ibu mencoba menawar.

  "Wah kalau dua belas ribu rupiah belum bisa, Bu. Bagaimana kalau empat belas rupiah?" kata penjual ikan menawarkan lagi.

  "Enggak, mau Bang. Bagaimana kalau tiga belas ribu rupiah?” kata Ibu mencoba menawar lagi. "Baiklah Bu, kalau begitu tiga belas ribu rupiah," akhirnya penjual ikan menyetujui harga yang ditawar Ibu. Ibu segera membayarnya dan mengambil ikannya.

  Itulah kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan tawar-menawar yang dilakukan

  2. Warung

  Sepulang dari pasar, Ibu langsung mengeluarkan barang-barang belanjaannya dari kantung plastik.

  "Gita, Ibu lupa membeli garam?" kata Ibu setengah berteriak. Ibu meminta Gita membeli garam di warung Pak Dedi.

  Warung Pak Dedi terletak di depan rumah Gita. Warung Pak Dedi menjual berbagai kebutuhan sehari-hari. Namun, barang yang dijualnya tidak banyak. Harga barangnya juga lebih mahal daripada harga yang di jual di pasar. Bangunan warung biasanya berukuran kecil.

  Setelah membayar, Gita segera membawa garam yang dibelinya ke rumah.

  3. Toko "Ayah, buku PR IPS Gita habis, kata Gita kepada Ayah.

  "Kalau begitu, sekarang Gita ikut ayah ke toko buku. Kita beli perlengkapan sekolahmu. Jangan lupa ajak Adi juga," kata ayah. Sore hari, Ayah, Gita, dan Adi pergi ke toko buku yang terletak di Jalan Bambu Kuning. Toko bentuknya lebih besar daripada warung. Toko merupakan tempat menjual barang kebutuhan sehari-hari. Toko yang Kegiatan Jual Beli di Lingkungan Sekolah

  Kegiatan jual beli di lingkungan sekolah dapat berupa koperasi sekolah dan kantin sekolah.

  1. Koperasi Sekolah Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya para siswa SD, SMP, SMA,

madrasah, pesantren atau sekolah yang setingkat di mana koperasi sekolah didirikan.

Koperasi sebagai perwujudan perekonomian yang berdasarkan asas kekeluargaan merupakan

sektor yang penting dalam perekonomian Indonesia. Sebagai upaya untuk tetap memelihara

kesinambungan perkoperasian di Indonesia, perlu adanya usaha menciptakan kader-kader

koperasi yang baik. Kader koperasi tersebut dapat diperoleh melalui suatu proses pendidikan

dan latihan langsung yang dapat dilaksanakan di sekolah melalui pendirian koperasi sekolah.

  2. Kantin Sekolah Kantin sekolah adalah warung tempat menjual makanan dan minuman yang berada di

  

perlengkapan sekolah. Jumlah kantin pada setiap sekolah berbeda-beda. Ada sekolah yang

mempunyai satu kantin dan ada pula sekolah yang mempunyai lebih dari satu kantin.

  Kantin sekolah di SD biasanya dikelola oleh penjaga sekolah atau istri dari penjaga sekolah tersebut.

  Bahan Ajar Siklus II Cara Mengelola Uang Ibu selalu berpesan kepada Gita agar menggunakan uang jajannya dengan hemat.

  

Kata ibu, mencari uang itu susah. Tidak semua anak seberuntung Gita. Banyak anak yang

tidak dapat sekolah karena orangtua mereka tidak memiliki uang untuk membiayai sekolah

anaknya. Ibu tidak pernah memberi uang jajan yang berlebihan. Kadang-kadang Gita berpikir

Ibu pelit. Kata ibu, dia harus menghemat menggunakan uang agar sisa uang gaji ibu dan ayah

bisa ditabung.

  "Mengapa kita harus menabung, Bu?" tanya Gita. "Gita, kita harus menabung karena

kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bagaimana jika tiba-tiba kamu atau Adi

sakit? Tentunya dibutuhkan biaya yang besar. jika kita tidak punya tabungan, ayah dan ibu

tidak dapat membawamu berobat.

  Menabung merupakan cara mengelola uang yang baik. Selain itu, tabungan juga berguna untuk berjaga-jaga. Setelah lulus SD, kamu akan melanjutkan ke SMP, kemudian ke SMU, dan akhirnya ke perguruan tinggi. Tentu pendidikanmu memerlukan biaya yang besar.

  Ibu selalu meminta Gita mencatat setiap pengeluaran. Ibu akan mengeluarkan uang untuk minggu berikutnya jika Gita sudah menyerahkan catatan pengeluaran minggu sebelumnya. Sekolah Gita tidak jauh dari rumahnya. Gita dan teman temannya selalu berjalan kaki pulang dan pergi ke sekolah. Mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk naik kendaraan. Berikut catatan pengeluaran Gita untuk satu minggu.

  Hari Penerimaan Pengeluaran Sisa Senin Uang dari Ibu Rp Jajan Rp2.000,00 Rp18.000,00

  20.000,00 Beli buku Rp5.000,00 Rp13.000,00 Beli mainan Rp3.000,00 Rp10.000,00 Jajan Rp2.000,00 Rp8.000,00

  Sisa Uang Rp8.000,00

  Uang jajan Gita selama waktu satu minggu masih tersisa Rp8.000,00. Uang sisa ini akan ditabung oleh Gita. Hari Senin besok sepulang sekolah, Ibu akan mengantar Gita menabung ke Bank. Setiap hari Senin, Ibu selalu menemani Gita ke bank karena setiap minggu, uang jajan Gita selalu ada sisanya.

  Gita membiasakan dirinya untuk belajar menabung. " Hemat Pangkal Kaya." Jika Gita punya keinginan dia dapat membelinya. Gita ingin membiasakan diri hidup hemat dalam kehidupannya sehari-hari.

  LAMPIRAN 5 Soal Evaluasi Sebelum di Validasi & Kunci Jawab LAMPIRAN 5 Nama : Kelas : No.absen :

  SOAL EVALUASI SIKLUS I SEBELUM DI VALIDASI Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar !

  1. Tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan jual beli disebut …

  a. pasar

  b. kantor

  c. bank

  2. Seragam sekolah dapat dibeli di …

  a. kantin sekolah

  b. toko buku

  c. koperasi sekolah

  3. Perhatikan gambar di bawah ini ! Ibu pergi ke pasar untuk membeli …

  a. telur

  b. kue

  c. buku

  4. Pasar moderen disebut juga …

  a. swalayan

  b. tradisional

  c. apung

  5. Tempat jualan di sekitar rumah yang menjual kebutuhan sehari-hari disebut …

  a. kantin

  b. restoran

  c. warung

  6. Barang-barang yang dibeli Ibu untuk kebutuhan sehari-hari adalah …

  a. beras, sepeda, dan garam

  7. Orang yang menjual barang disebut …

  a. penjual

  b. pembeli

  c. pelayan 8. Untuk mendapatkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli dapat melakukan...

  a. cicilan

  b. rapat

  c. tawar-menawar

  9. Di pasar, penjual dapat bertemu langsung dengan …

  a. dokter

  b. pembeli

  c. guru

  10. Tukar-menukar barang dengan barang disebut …

  a. jual

  b. beli

  c. barter

  11. Sikap para pembeli yang baik hendaknya …

  a. memaksa

  b. seenaknya

  c. sopan santun

  12. Divo pergi ke kantin sekolah untuk membeli…

  a. buku

  b. pensil

  c. makanan ringan

  13. Jika harga beli lebih tinggi dari harga jual, maka pedagang mendapat …

  a. untung

  b. tidak untung dan tidak rugi

  c. rugi

  14. Contoh toko yang menjual barang sejenis misalnya …

  a. swalayan

  b. toko buku

  c. pasar

  15. Manakah barang yang tidak dijual di warung ?

  a. minyak goreng

  b. pakaian

  c. beras

  16. Pasar yang menjual barang-barang bekas disebut …

  17. Barang-barang yang biasa dijual di koperasi sekolah adalah …

  a. bedak

  b. pensil

  c. sapu

  18. Di bawah ini tempat kegiatan jual beli di lingkungan sekolah, kecuali …

  a. kantin sekolah

  b. pasar ikan

  c. koperasi sekolah 19.

  Setiap barang yang dijual di swalayan sudah ditempeli … a. hadiah

  b. undian

  c. harga

  20. Berikut ini merupakan tempat didirikannya koperasi sekolah, kecuali …

  a. SD

  b. SMP

  c. PT

  21. Orang yang bertugas menerima pembayaran di swalayan disebut …

  a. salles

  b. teller

  c. kasir

  22. Pedagang yang menawarkan barang dagangannya secara berkeliling di terminal bus, stasiun, ataupun pasar disebut pedagang … a. asongan

  b. kaki lima

  c. grosir

  23. Dalam berdagang, penjual mencari …

  a. keuntungan

  b. sisa hasil usaha

  25. Di lingkungan sekolah, tempat untuk membeli makanan pada waktu istirahat sekolah disebut … a. rumah makan

  b. kantin

  c. restoran

  26. Pasar loak menyediakan barang-barang …

  a. mewah

  b. meriah

  c. bekas

  27. Noval pergi ke koperasi sekolah untuk membeli …

  a. buku

  b. permen

  c. coklat

  28. Kegiatan jual beli terjadi antara penjual dan pembeli. Penjual seharusnya melayani pembeli dengan … a. ramah

  b. kasar

  c. memaksa

  29. Di koperasi sekolah, Reval dapat membeli …

  a. mainan

  b. seragam sekolah

  c. nasi bungkus

  30. Perhatikan gambar di bawah ini ! Tempat pada gambar di atas terdapat di …

  a. rumah

  b. sekolah

  c. pasar

  KUNCI JAWAB 6. B

  29. B

  19. C

  18. B

  17. B

  16. B

  5. C

  4. A

  3. B

  2. C

  25. B 1. A

  24. B

  23. A

  22. A

  21. C

  30. B

  28. A

  7. A

  27. A

  26. C

  5.

  4.

  3.

  2.

  15. B 1.

  15. B

  13. C

  12. C

  11. C

  10. C

  9. B

  8. C

  20. C

  Nama : Kelas : No.absen :

  SOAL EVALUASI SIKLUS II SEBELUM DI VALIDASI Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar ! 1. Berikut merupakan alat yang sah digunakan sebagai alat pembayaran, yaitu ....

  a. kulit kerang

  b. garam

  c. uang 2. Berikut bukan fungsi uang, yaitu sebagai ....

  a. perhiasan

  b. alat pembayaran

  c. alat tukar 3. Uang yang digunakan oleh masyarakat dalam kegiatan jual beli, yaitu ....

  a. uang kartal

  b. uang giral

  c. uang palsu 4. Uang harus digunakan dengan bijaksana dan ....

  a. boros

  b. hemat

  c. pelit 5. Tempat yang aman untuk menabung, yaitu ....

  a. bank

  b. perpustakaan

  c. kantor polisi 6. Tindakan menghemat uang, yaitu ....

  a. belanja seperlunya

  b. sering membeli baju

  c. mentraktir teman 7. Dalam hidup uang yang ada digunakan dengan cara ....

  a. boros

  b. hemat

  9. Uang kertas bernilai Rp5.000,00 bergambar . . .

  a. W.R. Supratman

  b. Imam Bonjol

  c. R.A. Kartini 10. Untuk mempermudah pertukaran pada zaman sekarang orang menggunakan . . .

  a. barang

  b. emas

  c. uang 11. Untuk menghindari perilaku boros kita harus . . . .

  a. membeli mainan yang mahal

  b. membeli barang sesuai keperluan

  c. membeli barang yang tidak penting 12. Perhatikan mata uang di bawah ini! Nilai nominal mata uang di bawah adalah . . .

  a. Rp500,00

  b. Rp5.000,00

  c. Rp50.000,00 13. Menggunakan uang sebaiknya dengan ....

  a. hemat

  b. bebas

  c. boros 14. Mata uang Indonesia yang resmi dan sah adalah ....

  a. emas

  b. rupiah

  c. dollar 15. Hidup hemat berarti berbelanja sesuai dengan ... dan kemampuan.

  a. barang

  16. Lihat gambar berikut ! Berikut merupakan tempat menabung, yaitu ....

  a. rumah sakit

  b. perpustakaan

  c. bank 17. Manfaat menabung adalah . . .

  a. mempersiapkan masa depan

  b. supaya dipuji orang tua

  c. mengurangi kebutuhan 18. Membelanjakan uang harus sesuai dengan ....

  a. keinginan

  b. kebutuhan

  c. kekayaan

  19. Tiara memiliki uang Rp 1.000, 00. Ia ingin membeli sebuah mainan di depan sekolahnya. Namun ia merasa sangat lapar, ia juga ingin membeli nasi bungkus di kantin sekolah. Jika ia ingin membeli keduanya, pasti uangnya tidak akan cukup. Menurut kalian kebutuhan mana yang lebih penting yang sebaiknya dibeli oleh Tiara?

  a. mainan

  b. nasi bungkus

  c. membeli keduanya 20. Sebelum belanja sebaiknya kita membuat daftar ....

  a. toko

  b. harga

  c. kebutuhan 21. Manfaat mengelola uang dengan baik kehidupan menjadi ....

  22. Seragam sekolah merupakan kebutuhan yang ...

  a. penting

  b. tidak penting

  c. biasa saja 23. Membelanjakan uang seperlunya merupakan sifat yang ....

  a. boros

  b. miskin

  c. hemat 24. Sisa uang saku sebaiknya ....

  a. dihabiskan

  b. ditabung

  c. dibelikan mainan 25. Berikut merupakan kebutuhan yang lebih penting untuk anak sekolah, kecuali ....

  a. buku tulis

  b. tas sekolah

  c. televisi 26. Menabung di bank lebih ....

  a. aman

  b. irit

  c. bergengsi 27. Membuat susunan kebutuhan sangat penting untuk ....

  a. agar berlaku boros

  b. membatasi keuangan

  c. mengetahui yang penting dan mana yang tidak penting 28. Mengelola uang dengan baik berarti ....

  a. pengeluaran sedikit

  b. pengeluaran banyak

  c. pengeluaran uang sesuai kebutuhan 29. Menggunakan uang sebaiknya tidak bersikap ....

  a. hemat

  b. irit

  c. boros

  30. Sebentar lagi ujian akan tiba. Anak-anak kelas 3 di SD N Mentel II akan mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Di antara keempat pilihan berikut, kebutuhan mana yang akan kamu pilih untuk persiapan ujian sekolah ?

  a. boneka

  b. mobil-mobilan

  KUNCI JAWAB 6. A

  29. C

  19. B

  18. B

  17. A

  16. C

  5. A

  4. B

  3. A

  2. A

  25. C 1. C

  24. B

  23. C

  22. A

  21. B

  30. C

  28. C

  7. B

  27. C

  26. A

  5.

  4.

  3.

  2.

  15. B 1.

  15. B

  13. A

  12. C

  11. B

  10. C

  9. B

  8. C

  20. C

  LAMPIRAN 6 Soal Evaluasi Setelah di Validasi & Kunci Jawab LAMPIRAN 6 Nama : Kelas : No.absen :

  SOAL EVALUASI SIKLUS I SETELAH DI VALIDASI Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar !

  1. Tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan jual beli disebut …

  a. pasar

  b. kantor

  c. bank

  2. Perhatikan gambar di bawah ini ! Ibu pergi ke pasar untuk membeli …

  a. telur

  b. kue

  c. buku

  3. Tempat jualan di sekitar rumah yang menjual kebutuhan sehari-hari disebut …

  a. kantin

  b. restoran

  c. warung

  4. Barang-barang yang dibeli Ibu untuk kebutuhan sehari-hari adalah …

  a. beras, sepeda, dan garam

  b. minyak tanah, beras, dan gula

  c. minyak goreng, gula, dan mainan

  5. Orang yang menjual barang disebut …

  a. penjual

  b. pembeli

  c. pelayan

  6. Untuk mendapatkan kesepakatan harga antara penjual dan pembeli dapat melakukan …

  7. Tukar-menukar barang dengan barang disebut …

  a. jual

  b. beli

  c. barter

  8. Sikap para pembeli yang baik hendaknya …

  a. memaksa

  b. seenaknya

  c. sopan santun

  9. Jika harga beli lebih tinggi dari harga jual, maka pedagang mendapat …

  a. untung

  b. tidak untung dan tidak rugi

  c. rugi

  10. Seragam sekolah dapat dibeli di …

  a. kantin sekolah

  b. toko buku

  c. koperasi sekolah

  11. Divo pergi ke kantin sekolah untuk membeli…

  a. buku

  b. pensil

  c. makanan ringan

  12. Di bawah ini tempat kegiatan jual beli di lingkungan sekolah, kecuali …

  a. kantin sekolah

  b. pasar ikan

  c. koperasi sekolah 13.

  Setiap barang yang dijual di swalayan sudah ditempeli … a. hadiah

  b. undian

  c. harga

  15. Dalam berdagang, penjual mencari …

  a. keuntungan

  b. sisa hasil usaha

  c. kerugian

  16. Di lingkungan sekolah, tempat untuk membeli makanan pada waktu istirahat sekolah disebut … a. rumah makan

  b. kantin

  c. restoran

  17. Pasar loak menyediakan barang-barang …

  a. mewah

  b. meriah

  c. bekas

  18. Di koperasi sekolah, Reval dapat membeli …

  a. mainan

  b. seragam sekolah

  c. nasi bungkus

  19. Kegiatan jual beli terjadi antara penjual dan pembeli. Penjual seharusnya melayani pembeli dengan … a. ramah

  b. kasar

  c. memaksa

  20. Perhatikan gambar di bawah ini ! Tempat pada gambar di atas terdapat di …

  a. rumah

  b. sekolah

  c. pasar

  KUNCI JAWAB 6. C

  B

  4. B

  3. C

  2. B

  20. B 1. A

  19. A

  18. B

  17. C

  15. A 16.

  7. C

  14. A

  13. C

  12. B

  C

  10. C 11.

  9. C

  8. C

  5. A

  Nama : Kelas : No.absen :

  SOAL EVALUASI SIKLUS II SETELAH DI VALIDASI Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar ! 1. Untuk mempermudah pertukaran pada zaman sekarang orang menggunakan . . .

  a. barang

  b. emas

  c. uang 2. Berikut bukan fungsi uang, yaitu sebagai ....

  a. perhiasan

  b. alat pembayaran

  c. alat tukar 3. Perhatikan mata uang di bawah ini! Nilai nominal mata uang di bawah adalah . . .

  a. Rp500,00

  b. Rp5.000,00

  c. Rp50.000,00 4. Tindakan menghemat uang, yaitu ....

  5. Dalam hidup uang yang ada digunakan dengan cara ....

  a. boros

  b. hemat

  c. pelit

  6. Lihat gambar berikut ! Berikut merupakan tempat menabung, yaitu ....

  a. rumah sakit

  b. perpustakaan

  c. bank 7. Manfaat menabung adalah . . .

  a. mempersiapkan masa depan

  b. supaya dipuji orang tua

  c. mengurangi kebutuhan 8. Untuk menghindari perilaku boros kita harus . . . .

  a. membeli mainan yang mahal

  b. membeli barang sesuai keperluan

  c. membeli barang yang tidak penting 9. Sebelum belanja sebaiknya kita membuat daftar ....

  10. Hidup hemat berarti berbelanja sesuai dengan ... dan kemampuan.

  a. barang

  b. kebutuhan

  c. keinginan

  11. Tiara memiliki uang Rp 1.000, 00. Ia ingin membeli sebuah mainan di depan sekolahnya. Namun ia merasa sangat lapar, ia juga ingin membeli nasi bungkus di kantin sekolah. Jika ia ingin membeli keduanya, pasti uangnya tidak akan cukup. Menurut kalian kebutuhan mana yang lebih penting yang sebaiknya dibeli oleh Tiara ?

  a. mainan

  b. nasi bungkus

  c. membeli keduanya 12. Manfaat mengelola uang dengan baik kehidupan menjadi ....

  a. terarah

  b. terkendali

  c. terhibur 13. Seragam sekolah merupakan kebutuhan yang ...

  a. penting

  b. tidak penting

  c. biasa saja 14. Membelanjakan uang seperlunya merupakan sifat yang ....

  a. boros

  b. miskin

  c. hemat 15. Sisa uang saku sebaiknya ....

  a. dihabiskan

  b. ditabung

  c. dibelikan mainan 16. Berikut merupakan kebutuhan yang lebih penting untuk anak sekolah, kecuali ....

  17. Menabung di bank lebih ....

  a. aman

  b. irit

  c. bergengsi 18. Membuat susunan kebutuhan sangat penting untuk ....

  a. agar berlaku boros

  b. membatasi keuangan

  c. mengetahui yang penting dan mana yang tidak penting 19. Mengelola uang dengan baik berarti ....

  a. pengeluaran sedikit

  b. pengeluaran banyak

  c. pengeluaran uang sesuai kebutuhan

  20. Sebentar lagi ujian akan tiba. Anak-anak kelas 3 di SD N Mentel II akan mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. Di antara keempat pilihan berikut, kebutuhan mana yang akan kamu pilih untuk persiapan ujian sekolah ?

  a. boneka

  b. mobil-mobilan

  c. pensil Selamat Bekerja 

  KUNCI JAWAB 6. C

  12. B

  4. A

  3. C

  2. A

  15. B 1. C

  14. C

  13. A

  20. C 11. B

  7. A

  19. C

  18. C

  17. A

  16. C

  10. B

  9. C

  8. B

  5. B

  LAMPIRAN 7 Kuisioner Kuisioner Minat Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS Valid Petunjuk : 1. Tuliskan identitas dirimu pada tempat yang telah disediakan.

  Nama / No. Absen : Kelas / Semester : 2. Bacalah pernyataan dari kuisioner ini dengan baik.

  4. Saya mengerjakan tugas IPS yang di berikan oleh guru

  LAMPIRAN 7

  9. Saya tidak mengobrol atau mengganggu teman saat pembelajaran

  8. Saya menyiapkan buku pelajaran sebelum pelajaran dimulai

  7. Saya mengikuti pelajaran IPS dengan antusias

  Saya aktif menjawab pertanyaan dari guru tanpa harus di tunjuk

  5. Saya terlibat aktif dalam diskusi tanya jawab di kelas 6.

  3. Saya membaca buku pelajaran IPS sebelum materi pelajaran di sampaikan guru

  3. Kuisioner tidak berpengaruh terhadap penilaian akademik. Oleh karena itu jawablah sesuai dengan keadaanmu yang sebenarnya.

  2. Saya membuat catatan mengenai materi yang di pelajari hari ini

  1. Saya memperhatikan penjelasan guru ketika pembelajaran berlangsung

  SS S TS STS

  No Pernyataan Pilihan Jawaban

  5. Keterangan Pilihan Jawaban : SS = Sangat Setuju TS = Tidak Setuju S = Setuju STS = Sangat Tidak Setuju

  4. Berilah tanda check list (√) sesuai pilihan jawabanmu.

10. Saya berlatih soal IPS setiap belajar

  LAMPIRAN 8 Hasil Uji Validitas dengan SPSS 16.0 LAMPIRAN 8 Hasil Uji Validitas Siklus I

  Korelasi Siklus I

  Correlations

  S1 Skor Total S1 Pearson Correlation 1 .750** Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .750**

  1 Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S2 Skor Total S2 Pearson Correlation 1 .799** Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .799**

  1 Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S3 Skor Total S3 Pearson Correlation 1 .578** Sig. (2-tailed) .009 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .578**

  1 Sig. (2-tailed) .009 Correlations

  S4 Skor Total S4 Pearson Correlation 1 .031 Sig. (2-tailed) .899 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .031

  1 Sig. (2-tailed) .899 N

  19

  19 Correlations S5 Skor Total

  S5 Pearson Correlation 1 .561* Sig. (2-tailed) .012 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .561*

  1 Sig. (2-tailed) .012 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Correlations

  S6 Skor Total S6 Pearson Correlation 1 .605** Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .605**

  1 Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Correlations

  S7 Skor Total S7 Pearson Correlation 1 .608** Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .608**

  1 Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S8 Skor Total S8 Pearson Correlation 1 .506* Sig. (2-tailed) .027 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .506*

  1 Sig. (2-tailed) .027 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Correlations

  S9 Skor Total S9 Pearson Correlation 1 .118 Sig. (2-tailed) .630 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .118

  1 Sig. (2-tailed) .630 N

  19

  19 Correlations

  S10 Skor Total S10 Pearson Correlation 1 .750** Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .750**

  1 Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S11 Skor Total S11 Pearson Correlation 1 .578** Sig. (2-tailed) .009 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .578**

  1 Sig. (2-tailed) .009 .009 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S12 Skor Total S12 Pearson Correlation 1 .520* Sig. (2-tailed) .023 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .520*

  1 Sig. (2-tailed) .023 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Correlations

  S13 Skor Total S13 Pearson Correlation 1 .605** Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .605**

  1 Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S14 Skor Total S14 Pearson Correlation 1 .408 Sig. (2-tailed) .083 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .408

  1 Sig. (2-tailed) .083 N

  19

  19 Correlations S15 Skor Total

  S15 Pearson Correlation 1 .264 Sig. (2-tailed) .275 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .264

  1 Sig. (2-tailed) .275 N

  19

  19 Correlations

  S16 Skor Total S16 Pearson Correlation 1 .367 Sig. (2-tailed) .122 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .367

  1 Sig. (2-tailed) .122 N

  19

  19 Correlations S17 Skor Total

  S17 Pearson Correlation 1 .288 Sig. (2-tailed) .231 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .288

  1 Sig. (2-tailed) .231 N

  19

  19 Correlations S18 Skor Total

  S18 Pearson Correlation 1 .582** Sig. (2-tailed) .009 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .582**

  1 Sig. (2-tailed) .009 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Correlations

  S19 Skor Total S19 Pearson Correlation 1 .561* Sig. (2-tailed) .012 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .561*

  1 Sig. (2-tailed) .012 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Correlations

  S20 Skor Total S20 Pearson Correlation 1 .383 Sig. (2-tailed) .106 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .383

  1 Sig. (2-tailed) .106 N

  19

  19 Correlations S21 Skor Total

  S21 Pearson Correlation 1 .101 Sig. (2-tailed) .680 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .101

  1 Sig. (2-tailed) .680 N

  19

  19 Correlations

  S22 Skor Total S22 Pearson Correlation 1 .578** Sig. (2-tailed) .009 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .578**

  1 Sig. (2-tailed) .009 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S23 Skor Total S23 Pearson Correlation 1 .582** Sig. (2-tailed) .009 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .582**

  1 Sig. (2-tailed) .009 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S24 Skor Total S24 Pearson Correlation 1 .167 Sig. (2-tailed) .495 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .167

  1 Sig. (2-tailed) .495 N

  19

  19 Correlations

  S25 Skor Total S25 Pearson Correlation 1 .585** Sig. (2-tailed) .008 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .585**

  1 Sig. (2-tailed) .008 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S26 Skor Total S26 Pearson Correlation 1 .561* Sig. (2-tailed) .012 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .561*

  1 Sig. (2-tailed) .012 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Correlations

  S27 Skor Total S27 Pearson Correlation 1 .214 Sig. (2-tailed) .380 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .214

  1 Sig. (2-tailed) .380 N

  19

  19 Correlations

  S28 Skor Total S28 Pearson Correlation 1 .585** Sig. (2-tailed) .008 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .585**

  1 Sig. (2-tailed) .008 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S29 Skor Total S29 Pearson Correlation 1 .605** Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .605**

  1 Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S30 Skor Total S30 Pearson Correlation 1 .561* Sig. (2-tailed) .012 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .561*

  1 Sig. (2-tailed) .012 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Hasil Uji Validitas Siklus II Korelasi Siklus II

  Correlations

  S1 Skor Total S1 Pearson Correlation 1 .220 Sig. (2-tailed) .365 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .220

  1 Sig. (2-tailed) .365 N

  19

  19 Correlations S2 Skor Total

  S2 Pearson Correlation 1 .804** Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .804**

  1 Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S3 Skor Total S3 Pearson Correlation 1 .270 Sig. (2-tailed) .264 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .270

  1 Sig. (2-tailed) .264 Correlations

  S4 Skor Total S4 Pearson Correlation 1 .080 Sig. (2-tailed) .746 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .080

  1 Sig. (2-tailed) .746 N

  19

  19 Correlations S5 Skor Total

  S5 Pearson Correlation 1 .316 Sig. (2-tailed) .188 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .316

  1 Sig. (2-tailed) .188 N

  19

  19 Correlations S6 Skor Total

  S6 Pearson Correlation 1 .605** Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .605**

  1 Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 Correlations

  S7 Skor Total S7 Pearson Correlation 1 .658** Sig. (2-tailed) .002 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .658**

  1 Sig. (2-tailed) .002 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S8 Skor Total S8 Pearson Correlation 1 .335 Sig. (2-tailed) N 19 .16119 Skor Total Pearson Correlation .335

  1 Sig. (2-tailed) .161 N

  19

  19 Correlations S9 Skor Total

  S9 Pearson Correlation 1 .046 Sig. (2-tailed) .853 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .046

  1 Sig. (2-tailed) .853 N

  19

  19 Correlations

  S10 Skor Total S10 Pearson Correlation 1 .805** Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .805**

  1 Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S11 Skor Total S11 Pearson Correlation 1 .574* Sig. (2-tailed) .010 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .574*

  1 Sig. (2-tailed) .010 .009 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Correlations

  S12 Skor Total S12 Pearson Correlation 1 .520* Sig. (2-tailed) .022 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .520*

  1 Sig. (2-tailed) .022 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Correlations

  S13 Skor Total S13 Pearson Correlation 1 .173 Sig. (2-tailed) .479 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .173

  1 Sig. (2-tailed) .479 N

  19

  19 Correlations S14 Skor Total

  S14 Pearson Correlation 1 .086 Sig. (2-tailed) .728 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .086

  1 Sig. (2-tailed) .728 N

  19

  19 Correlations S15 Skor Total

  S15 Pearson Correlation 1 .805** Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .805**

  1 Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Correlations

  S16 Skor Total S16 Pearson Correlation 1 .574* Sig. (2-tailed) .010 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .574*

  1 Sig. (2-tailed) .010 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Correlations

  S17 Skor Total S17 Pearson Correlation 1 .805** Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .805**

  1 Sig. (2-tailed) .000 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S18 Skor Total S18 Pearson Correlation 1 .180 Sig. (2-tailed) .461 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .180

  1 Sig. (2-tailed) .461 N

  19

  19 Correlations

  S19 Skor Total S19 Pearson Correlation 1 .630** Sig. (2-tailed) .004 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .630**

  1 Sig. (2-tailed) .004 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S20 Skor Total S20 Pearson Correlation 1 .605** Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .605**

  1 Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S21 Skor Total S21 Pearson Correlation 1 .477* Sig. (2-tailed) .039 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .477*

  1 Sig. (2-tailed) .039 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). Correlations

  S22 Skor Total S22 Pearson Correlation 1 .574* Sig. (2-tailed) .010 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .574*

  1 Sig. (2-tailed) .010 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Correlations

  S23 Skor Total S23 Pearson Correlation 1 .630** Sig. (2-tailed) .004 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .630**

  1 Sig. (2-tailed) .004 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S24 Skor Total S24 Pearson Correlation 1 .630** Sig. (2-tailed) N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .630**

  1 Sig. (2-tailed) .004 .004 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Correlations

  S25 Skor Total S25 Pearson Correlation 1 .608** Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .608**

  1 Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S26 Skor Total S26 Pearson Correlation 1 .477* Sig. (2-tailed) .039 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .477*

  1 Sig. (2-tailed) .039 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

  Correlations

  S27 Skor Total S27 Pearson Correlation 1 .605** Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .605**

  1 Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Correlations

  S28 Skor Total S28 Pearson Correlation 1 .608** Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .608**

  1 Sig. (2-tailed) .006 N

  19

  19 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

  Correlations

  S29 Skor Total S29 Pearson Correlation 1 .326 Sig. (2-tailed) .173 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .326

  1 Sig. (2-tailed) .173 N

  19

  19 Correlations S30 Skor Total

  S30 Pearson Correlation 1 .477* Sig. (2-tailed) .039 N

  19

  19 Skor Total Pearson Correlation .477*

  1 Sig. (2-tailed) .039 N

  19

  19 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). LAMPIRAN 9 Tabel Hasil Perhitungan Validasi

LAMPIRAN 9 Tabel Hasil Perhitungan Validasi Soal Pilihan Ganda Siklus I

  No. Soal Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Keterangan 1 .750** .000 Valid 2 .799** .000 Valid 3 .578** .009 Valid 4 .031 .899 Tidak Valid 5 .561* .012 Valid 6 .605** .006 Valid 7 .608** .006 Valid 8 .506* .027 Valid 9 .118 .630 Tidak Valid

  10 .750** .000 Valid 11 .578** .009 Valid 12 .520* .023 Valid 13 .605** .006 Valid 14 .408 .083 Tidak Valid 15 .264 .275 Tidak Valid 16 .367 .122 Tidak Valid 17 .288 .231 Tidak Valid 18 .582** .009 Valid 19 .561* .012 Valid 20 .383 .106 Tidak Valid 21 .101 .680 Tidak Valid

  24 .167 .495 Tidak Valid 25 .585** .008 Valid 26 .561* .012 Valid 27 .214 .380 Tidak Valid 28 .585** .008 Valid 29 .605** .006 Valid 30 .561* .012 Valid

  Tabel Hasil Perhitungan Validasi Soal Pilihan Ganda Siklus II No. Soal Pearson Correlation Sig. (2-tailed) Keputusan 1 .220 .365 Tidak Valid

  2 .804** .000 Valid 3 .270 .264 Tidak Valid 4 .080 .746 Tidak Valid 5 .0316 .188 Tidak Valid 6 .605** .006 Valid 7 .658** .002 Valid 8 .335 .161 Tidak Valid 9 .046 .853 Tidak Valid

  10 .805** .000 Valid 11 .574* .010 Valid 12 .520* .022 Valid 13 .173 .479 Tidak Valid 14 .086 .728 Tidak Valid 15 .805** .000 Valid 16 .574* .010 Valid 17 .805** .000 Valid 18 .180 .461 Tidak Valid 19 .630** .004 Valid 20 .605** .006 Valid 21 .477* .039 Valid

  24 .630** .004 Valid 25 .608** .006 Valid 26 .477* .039 Valid 27 .605** .006 Valid 28 .608** .006 Valid 29 .326 .173 Tidak Valid 30 .477* .039 Valid

  LAMPIRAN 10 Data Awal Minat Siswa

  212 Data Awal Minat Siswa Kelas 3 SD Negeri Mentel II Dengan Menggunakan Kuesioner No.

  55 Rendah 14.

  IP

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  1

  2

  3

  1

  22

  IF

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  20

  50 Rendah 15.

  1 21 52,5 Rendah 13.

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  26

  65 Cukup

  11. GL

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  20

  50 Rendah 12.

  IC

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  IT

  3

  2

  3

  1

  3

  22

  55 Rendah

  18. RP

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  1 23 57,5 Cukup

  19. WA

  3

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  1

  20

  2

  2

  1

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  24

  60 Cukup 16.

  IS

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  1

  2

  20

  50 Rendah

  17. NA

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  Urut Nama

  3

  2

  2

  1

  3

  22

  55 Rendah

  3. DA

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  1 25 62,5 Cukup

  4. DF

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  5. DO

  3

  No.Pernyataan Total Nilai Kriteria Minat

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  1. NF

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  20

  50 Rendah

  2. DP

  2

  3

  1 21 52,5 Rendah

  3

  3

  1

  1

  20

  50 Rendah

  8. FN

  2

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  2

  3 21 52,5 Rendah

  1

  9. FT

  3

  2

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  2 25 62,5 Cukup

  10. GS

  4

  2

  3

  2

  1

  2

  2

  2

  1

  3

  1

  2

  1 19 47,5 Sangat Rendah

  6. DK

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  22

  55 Rendah

  7. DI

  2

  3

  3

  2

  1

  50 Rendah LAMPIRAN 10

  213

  20. WH

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  1

  20

  50 Rendah

  21. HR

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  22

  55 Rendah

  22. PC

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  1 21 52,5 Rendah

  • Total 59 49 51 43 51 49 51 45 44 34 476 1190 Rata-rata Kelas

  21,63 54,09 Rendah LAMPIRAN 11 Hasil Minat Siswa pada Siklus I

  214 Data Minat Siklus I Siswa Kelas 3 SD Negeri Mentel II Dengan Menggunakan Kuesioner No.

  32

  3 31 77,5 Tinggi 13.

  IP

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  80 Tinggi 14.

  3

  IF

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4 33 82,5 Sangat Tinggi 15.

  IT

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  32

  80 Tinggi

  11. GL

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3 33 82,5 Sangat Tinggi 12.

  IC

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  30

  80 Tinggi

  18. RP

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  75 Tinggi

  3

  19. WA

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  32

  32

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  30

  75 Tinggi 16.

  IS

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3 33 82,5 Sangat Tinggi

  17. NA

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  10. GS

  Urut Nama

  3

  3

  3

  3

  4

  32

  80 Tinggi

  3. DA

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  30

  75 Tinggi

  4. DF

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  No.Pernyataan Total Nilai Kriteria Minat

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  1. NF

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  34

  85 Sangat Tinggi

  2. DP

  4

  3

  3

  3

  2 31 77,5 Tinggi

  2

  4

  3

  32

  80 Tinggi

  8. FN

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  32

  80 Tinggi

  9. FT

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 31 77,5 Tinggi

  3

  5. DO

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4 35 87,5 Sangat Tinggi

  6. DK

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3 31 77,5 Tinggi

  7. DI

  3

  4

  2

  3

  80 Tinggi LAMPIRAN 11

  215

  3

  3

  30

  75 Tinggi

  22. PC

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  32

  80 Tinggi Total 78 68 64 73 71 72 68 65 70 70 699 1670 -

  3

  3

  20. WH

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3 31 77,5 Tinggi

  21. HR

  3

  3

  3

  3

  3

  Rata-rata Kelas 31,77 75,90 Tinggi

  LAMPIRAN 12 Hasil Minat Siswa pada Siklus II

  216 Data Minat Siklus II Siswa Kelas 3 SD Negeri Mentel II Dengan Menggunakan Kuesioner No.

  3

  3

  3

  33 82,5 Sangat Tinggi 13.

  IP

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  33 82,5 Sangat Tinggi 14.

  IF

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  36

  4

  3

  IT

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  32

  80 Tinggi

  11. GL

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  33 82,5 Sangat Tinggi 12.

  IC

  3

  3

  4

  3

  90 Sangat Tinggi 15.

  3

  10. GS

  3

  3

  35 87,5 Sangat Tinggi

  18. RP

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  34

  3

  85 Sangat Tinggi

  19. WA

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  34

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  36

  90 Sangat Tinggi 16.

  IS

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  33 82,5 Sangat Tinggi

  17. NA

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  33 82,5 Sangat Tinggi

  Urut Nama

  3

  3

  4

  35 87,5 Sangat Tinggi

  3. DA

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  34

  85 Sangat Tinggi

  4. DF

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  5. DO

  4

  No.Pernyataan Total Nilai Kriteria Minat

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  1. NF

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  37 92,5 Sangat Tinggi

  2. DP

  4

  3

  4

  4

  35 87,5 Sangat Tinggi

  4

  3

  4

  4

  3

  36

  90 Sangat Tinggi

  8. FN

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  34

  85 Sangat Tinggi

  9. FT

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  36

  90 Sangat Tinggi

  6. DK

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  36

  90 Sangat Tinggi

  7. DI

  4

  4

  4

  3

  85 Sangat Tinggi LAMPIRAN 12

  217

  20. WH

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3 35 87,5 Sangat Tinggi

  21. HR

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  36

  90 Sangat Tinggi

  36

  22. PC

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  90 Sangat Tinggi Total

  • 762 1905 85 74 76 77 77 74 76 73 75 75

  Rata-rata Kelas 34,63 86,59 Sangat Tinggi

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS menggunakan metode Role Play pada siswa kelas IV SD Negeri Daratan tahun ajaran 2012/2013.
0
1
285
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS menggunakan metode Role Play pada siswa kelas V SDN Caturtunggal 3 tahun ajaran 2012/2013.
0
1
282
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas VB SDN Krekah tahun pelajaran 2012/2013 menggunakan metode Role Play.
0
0
234
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada siswa kelas IV SD Negeri Kalongan Depok tahun ajaran 2012/2013.
0
1
225
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Minomartani 6 menggunakan teknik Mind Map.
0
0
347
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS menggunakan metode role play siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013.
0
0
2
Peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa kelas V SD Kanisius Condongcatur menggunakan media visual tahun ajaran 2012/2013.
0
1
347
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Babarsari tahun ajaran 2011/2012.
0
1
154
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS menggunakan metode Role Play pada siswa kelas IV SD Negeri Daratan tahun ajaran 2012 2013
0
0
283
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS menggunakan metode Role Play pada siswa kelas V SDN Caturtunggal 3 tahun ajaran 2012 2013
0
4
280
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada siswa kelas IV SD Negeri Kalongan Depok tahun ajaran 2012 2013
0
1
223
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Banyubiru II tahun ajaran 2010/2011 - USD Repository
0
3
146
Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunakan model cooperative learning tipe NHT pada pelajaran IPS siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan semester genap tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
1
264
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas VD SDN Ungaran 1 dengan menggunakan metode Role Playing - USD Repository
0
0
220
Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunakan model kooperatif teknik JIGSAW II dalam pembelajaran IPS siswa kelas V SD Kanisius Minggir tahun pelajaran 2012/2013 - USD Repository
0
2
271
Show more