Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS menggunakan metode role play siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013 - USD Repository

Gratis

0
0
310
2 days ago
Preview
Full text

PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAY SISWA KELAS 3

  Hal ini ditunjukkan dengan skor rata-rata minat siswa sebelum dilakukan tindakan adalah 54,09, pada siklus I meningkat menjadi 75,90 dan padasiklus II lebih meningkat menjadi 86,59; (3) metode role play dapat meningkatkan prestasi belajar IPS siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II. Penggunaan metode role play akanmenimbulkan motivasi belajar siswa, motivasi belajar siswa akan nampak pada aktivitas siswa tersebut dalam belajar yang pada akhirnya dapatmeningkatkan minat siswa dan menimbulkan hasil belajar siswa yang optimal.

A. Latar Belakang Masalah

  Berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dengan guru kelas 3 SD pelajaran IPS dengan KKM 60, dari keseluruhan siswa yang berjumlah 19 hanya 10 siswa yang tuntas atau sekitar 52,63 %, sedangkan siswa yang tidaktuntas berjumlah 9 atau sekitar 47,37 %. Penggunaan metode role play akanmenimbulkan motivasi belajar siswa, motivasi belajar siswa akan nampak pada aktivitas siswa tersebut dalam belajar yang pada akhirnya dapatmeningkatkan minat siswa dan menimbulkan hasil belajar siswa yang optimal.

B. Pembatasan Masalah

  Dalam penelitian ini dibatasi pada upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa kelas 3 semester genap SD Negeri Mentel II tahunajaran 2012/2013 pada mata pelajaran IPS Kompetensi Dasar : “5.3Memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” danKompetensi Dasar : “5.5 Mengenal penggunaan uang sesuai dengan , menggunakan metode role play (bermain peran). Pemecahan MasalahRendahnya minat dan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013 pada materi “kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan materi “mengenal penggunaan uang sesuai dengankebutuhan” akan diatasi dengan menggunakan metode role play.

E. Batasan Pengertian

  Metode role play (bermain peran)Metode role play adalah suatu pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung ke dalam masalah-masalah sosial yang dipelajari melaluikegiatan-kegiatan drama untuk menghadirkan peran-peran yang ada dalam dunia nyata ke dalam suatu pertunjukan peran di dalam 1. Bagi siswa, dengan adanya penggunaan metode role play, siswa dapat lebih berminat dalam belajar karena metode role play dapatmendekatkan siswa dengan keadaan yang sebenarnya sehingga lebih aktif dalam belajar.

A. Kajian Pustaka

a. Pengertian Minat

  Menurut Winkel (2004:212), minat adalah “kecenderungan subyek yang menetap, untuk merasa tertarik pada bidang studi ataupokok bahasan tertentu dan merasa senang mempelajari materi itu”. Sedangkan menurut Slameto (2010:180), minat adalah “suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpaada yang menyuruh.

b. Ciri-ciri minat

  Sedangkan menurut Winkel (2004:212), ciri-ciri minat cenderung merasa tertarik dan senang pada materi atau topik yang sedangdipelajarinya. Berdasarkan pendapat Slameto (2010) dan Winkel (2004) di atas dapat disimpulkan bahwa cara pandang mereka tentang ciri-ciriminat berbeda, menurut Slameto “siswa yang memiliki minat terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatianyang lebih besar terhadap subyek tersebut”, sedangkan menurutWinkel “ciri-ciri minat cenderung merasa tertarik dan senang pada materi atau topik yang sedang dipelajarinya”.

c. Meningkatkan minat siswa

  Guru dapat membujuk siswa agar melakukan sesuatu, namun guru harus bertindak bijaksana dalam penggunaan insentif,dimana guru harus mampu memberikan penghargaan kepada siswa saat bekerja dengan baik atau memperbaiki pekerjaan, jangan sampaiguru menghukum siswa saat siswa mendapatkan hasil kerja yang kurang baik. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa guru harus dapat membangkitkan minat-minatyang telah ada dalam diri siswa, jika minat itu belum ada guru dapat memberikan motivasi kepada siswa dan memberikan ruang gerakkepada siswa untuk belajar mandiri.

d. Indikator Minat

Menurut Slameto (2010:180), suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa Selain itu, Djamarah (2008:166-167) mengungkapkan bahwa minat dapat diekspresikan anak didik melalui :1) Pernyataan lebih menyukai sesuatu daripada yang lainnya2) Partisipasi aktif dalam suatu kegiatan3) Memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sesuatu yang diminatinya tanpa menghiraukan yang lain (fokus)Berdasarkan pendapat kedua ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa minat belajar siswa sama-sama dapat dilihat dari bagaimanaminatnya dalam melakukan aktivitas yang mereka senangi, ikut terlibat dalam kegiatan pembelajaran dan perhatian yang merekaberikan. Dengan demikian, indikator minat yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah : 1) Perhatian dalam pembelajaran2) Kemauan untuk mengembangkan diri3) Keterlibatan siswa dalam pembelajaran4) Ekspresi perasaan senang

2. Belajar

  Pengertian BelajarMenurut Slameto (2010:2), belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahantingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Dari pengertian belajar menurut kedua ahli di atas dapat disimpulkan bahwa cara pandang mereka terhadap belajar sama,yaitu belajar merupakan perubahan tingkah laku seseorang yang didapat dari orang lain maupun lingkungan sekitarnya sebagai hasilpengalaman yang dapat membawa pada kondisi kehidupan yang lebih baik dan bermakna.

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar

  Faktor-faktor yang mempengaruhi aktifitas belajar menurutSuryabarata (2004:233-237) meliputi :1) Faktor yang berasal dari luar diri pelajar a) Faktor-faktor non sosialFaktor non sosial yang dapat mempengaruhi aktifitas belajar seperti faktor cuaca, keadaan udara, suhu, letaksekolah. 2) Faktor yang berasal dari dalam diri pelajar a) Faktor-faktor fisiologisFaktor fisiologis ini meliputi keadaan tubuh yang segar atau tidak, penyakit tubuh, gangguan panca indra.

a. Pengertian Prestasi Belajar

  Sedangkan menurut Gagne (dalam Dari pendapat kedua ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa cara pandang mereka terhadap prestasi belajar sama, yaitu prestasibelajar adalah suatu hasil yang dicapai seseorang setelah melakukan kegiatan belajar untuk mengetahui sejauh mana kemampuanseseorang dalam mengerjakan sesuatu. Dalam penelitian ini, peneliti fokus pada pengertian prestasi belajar sebagai hasil dari siswa dalammengerjakan soal-soal evaluasi dalam setiap siklus penelitian.

4. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Berikut ini merupakan penjabaran dari pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan tujuan mata pelajaran IPS.

a. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

  Jadi IlmuPengetahuan Sosial itu berkenaan dengan manusia dan hubungannya Sedangkan menurut Solihatin & Raharjo (2005:14), IlmuPengetahuan Sosial (IPS) membahas hubungan antara manusia dengan lingkungannya, lingkungan masyarakat di mana anak didiktumbuh dan berkembang sebagai bagian dari masyarakat, dihadapkan pada berbagai permasalahan yang ada dan terjadi dilingkungan sekitarnya. Dari pendapat kedua ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa cara pandang mereka terhadap Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sama,yaitu ilmu yang mempelajari tentang kehidupan manusia dan lingkungan sosialnya di mana manusia itu hidup dan melakukanaktivitas-aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

b. Tujuan Mata Pelajaran IPS

Di dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006 mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memilikikemampuan sebagai berikut :1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, 2) Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilandalam kehidupan sosial, 3) Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan, dan4) Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal,nasional, dan global.

5. Metode Role Play

a. Pengertian Metode Role Play

  Menurut Zaini (2008:98-99), role play dapat membuktikan diri sebagai suatu media pendidikan yang ampuh, di mana sajaterdapat peran-peran yang dapat didefinisikan dengan jelas, yang memiliki interaksi yang mungkin dieksplorasi dalam keadaan yangbersifat simulasi (skenario). Para ahli di atas mengemukakan pendapatnya yang berbeda- beda mengenai metode role play, sehingga dapat disimpulkan bahwametode role play adalah suatu metode pembelajaran yang memberi kesempatan siswa untuk melakukan kegiatan memainkan perantertentu untuk memperoleh pemahaman materi yang dipelajari.

b. Tujuan Metode Role Play

  Para siswa melakukan peranan tertentu sesuai dengan kenyataan yang sesungguhnya. Para siswa pengamat drama menyamakan diri dengan pelaku (aktor) dan tingkah lakumereka.3) Belajar melalui balika.

c. Langkah-Langkah Metode Role Play

  Menurut Supardi (2011:207), langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembelajaran bermain peran adalah :1) Menentukan topik serta tujuan yang ingin dicapai.2) Memberikan gambaran situasi yang ingin disimulasikan.3) Membentuk kelompok dan menentukan peran masing-masing.4) Menetapkan lokasi dan waktu pelaksanaan simulasi.5) Melaksanakan simulasi.6) Melakukan penilaian.7) Membuat kesimpulan. 2) Menyusun / menyiapkan skenario yang akan ditampilkan.3) Membentuk kelompok dan menentukan peran masing-masing.4) Memberikan penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai.5) Setiap siswa duduk di kelompoknya, sambil memperhatikan dan mengamati skenario yang sedang diperagakan.

d. Keuntungan Metode Role Play

  Menurut Djamarah dan Zain (2010:89-90), role play memiliki keuntungan yaitu :1) Sebagai pemain siswa harus memahami, menghayati, mengingat isi cerita secara keseluruhan, terutama untuk meteri yang harusdiperankannya. Pada waktu main drama para pemain dituntut untuk mengemukakanpendapatnya sesuai waktu yang tersedia.3) Bakat yang terdapat pada siswa dapat dipupuk sehingga dimungkinkan akan muncul atau tumbuh bibit seni drama darisekolah.

e. Kekurangan Metode Role Play

  Kekurangan dari metode role play menurut Sagala (dalamTaniredja, 2011:42) adalah :1) Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang aktif;2) Banyak memakan waktu, persiapan, pemahaman isi bahan pelajaran, dan pelaksanaan pertunjukan;3) Memerlukan tempat yang cukup luas; 4) Kelas lain sering terganggu oleh suara pemain dan penonton. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kekurangan yang didapat dari metode role play adalah :1) Banyak memakan waktu, persiapan, pemahaman isi bahan pelajaran, dan pelaksanaan pertunjukan;2) Memerlukan tempat yang cukup luas; 3) Kelas lain sering terganggu oleh suara pemain.

B. Penelitian yang Relevan

Terdapat dua penelitian yang relevan dengan penelitian ini, berikut akan dijabarkan satu persatu penelitian mengenai minat dan prestasi belajar

1. Penelitian mengenai minat belajar dengan menggunakan metode role play

  Hasil penelitian oleh Kartini (2007) yang berjudul “PenggunaanMetode Role Playing untuk Meningkatkan Minat Siswa dalamPembelajaran Pengetahuan Sosial di Kelas V SD N Cileunyi IKecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung” menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa dengan menggunakan metodepembelajaran yaitu metode role playing. Manfaat penerapan metode role playing bagi guru antara lain dapatmengembangkan kemampuan guru dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa dan bagi siswa dapat meningkatkan minat sertapartisipasi siswa dalam belajar.

2. Penelitian mengenai prestasi belajar dengan menggunakan metode role play

  Oleh karena itupelaksanaan penelitian dengan tema yang sama dan subyek penelitian yang berbeda sangat memungkinkan dilakukan, sebagai upaya Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu, peneliti menyimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan oleh peneliti-penelitilain mengenai peningkatan minat dan prestasi belajar dengan menggunakan metode role play pada mata pelajaran IPS relevan untukdigunakan peneliti dalam penelitian ini. Penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya dimana, pada penelitian sebelumnya yang menjadisubyek penelitian adalah siswa SD kelas V dan siswa SMA kelas X, selain itu metode role play pada penelitian sebelumnya mengenai prestasibelajar diterapkan pada mata pelajaran Akuntansi.

C. Kerangka Berpikir

  Penggunaan metode role play sangat sesuai untuk materi-materi yang terdapat di dalam Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), sebab materi yang dipelajaripada mata pelajaran IPS ini mencakup kajian luas tentang manusia dan Selain memperjelas materi pelajaran, metode pembelajaran role play juga dapat membuat siswa termotivasi untuk belajar, membuat siswa aktifdalam belajar dan menjadikan hasil belajar siswa lebih baik. Dengan pembelajaran yang menarik dan melibatkansiswa diharapkan siswa semakin aktif dalam mengikuti pembelajaran dan termotivasi dalam belajar sehingga akan berdampak pada peningkatan minatdan prestasi belajar siswa.

D. Hipotesis Tindakan

  Penggunaan metode pembelajaran role play dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II khususnya pada kompetensidasar : “memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan”. Penggunaan metode pembelajaran role play dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II khususnya pada kompetensidasar : “memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan”.

A. Jenis Penelitian

B. Setting Penelitian

  Subjek PenelitianSubjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 22 siswa dengan 15 siswa putra dan 7 siswa putri. Objek PenelitianObjek penelitian ini adalah minat dan prestasi belajar siswa kelas 3 di SD Negeri Mentel II dengan menggunakan metode role play.

4. Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 yakni bulan Januari – Agustus 2013. Pelaksanaan siklus I 6.

C. Rencana Tindakan

Langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas ini dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Persiapan

  Mengidentifikasi masalah yang ada di kelas yakni kurangnya minat dan rendahnya prestasi belajar siswa tentang materi“memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan materi “mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan”. Menganalisis masalah belajar siswa mengenai materi “memahami kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah” dan materi“mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan”.1) Merumuskan masalah2) Merumuskan hipotesis3) Menyusun rencana penelitian dalam setiap siklus4) Membuat gambaran awal mengenai minat dan prestasi 5) Mengkaji standar kompetensi, kompetensi dasar, dan materi pokoknya.

2. Rencana Tindakan Setiap Siklus

  Sedangkan untuk pertemuan kedua siswa melakukan role play tentang mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhanmelalui identifikasi kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting. 4) Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai kompetensi yang akan dicapai, yaitu untuk memahami materi mengenalpenggunaan uang sesuai dengan kebutuhan melalui identifikasi kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting.

D. Instrumen Penelitian

  Ada dua instrumen yangdigunakan dalam penelitian ini, yaitu tes untuk mengukur prestasi siswa dan non tes untuk mengukur minat siswa. Instrumen tes berbentuk tes tertulisyaitu soal evaluasi berupa soal objektif yang diujikan pada akhir setiap siklus untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa dalam aspek kognitif.

1. Tes Tertulis

Tes tertulis pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui Tabel 3.2 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus I Sebelum di Validasi Nomor Jumlah Kompetensi Dasar IndikatorSoal Soal

5.3 Memahami

  Menyebutkan kegiatan 1, 4, 5, 9, kegiatan jual beli di jual beli di lingkungan 14, 16, 198 lingkungan rumah rumah dan 26dan sekolah 2. Menyebutkan kegiatan 2, 17, 18, jual beli di lingkungan 20, 24, 257 sekolah dan 30 4.

1. Menyebutkan fungsi 1, 2, 8

  4 uang dan 10penggunaan uang 2. Menyebutkan tempat sesuai dengan5 dan16 2 penyimpanan uangkebutuhan 17, 21, 3.

4. Mengenal mata uang

  Membedakan 19, 22,penggunaan uang kebutuhan yang penting 25, 27 5 sesuai dengan dan kebutuhan yangdan 30 kebutuhan kurang penting Jumlah Soal 30 Berdasarkan kisi-kisi di atas, hasil tes objektif pilihan ganda yang valid berjumlah 20 soal pada siklus I dan 20 soal pada siklus II yang masing-masing memiliki bobot satu skor. Membedakan peran antara penjual dan 5, 8, 154 pembeli dalam kegiatan dan 19jual beli Jumlah Soal 20 Tabel 3.5 Kisi-kisi Soal Pilihan Ganda Siklus II Setelah di Validasi Nomor Jumlah Kompetensi Dasar IndikatorSoal Soal 1.

1. I Pilihan Ganda

20 1 20 2. II Pilihan Ganda 20 1 20

2. Non Tes

Instrumen penelitian non tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, wawancara pada guru dan wawancara pada siswa.

a. Kuisioner

  Untuk mengetahui kondisi awal dan peningkatan minat siswa, dalam penelitian ini peneliti menggunakan kuisioner. Ekpresi perasaan senang 4, 7, 9 3 Jumlah 10 Dalam penilaian untuk setiap komponen pada kuisioner menggunakan skala Likert, skor dalam skala Likert yang digunakan adalah skor 1 dengan kriteria “sangat tidak setuju”, skor 2 “tidaksetuju”, skor 3 “setuju” dan skor 4 “sangat setuju”.

2. Apakah siswa nampak senang mengikuti kegiatan

  Apakah siswa nampak antusias mengikuti kegiatan pembelajaran IPS dengan menggunakan metode role play? Apakah siswa mengikuti kegiatan pembelajaran IPS yang bapak ajarkan menggunakan metode role play dengan baik ?

E. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

1. Validitas

  Adapun validitas yang sering digunakan dalam penelitian menurut Masidjo (2010:243) yaitu: validitas isi (contentvalidity) yaitu suatu validitas yang menunjukkan sampai dimana isi suatu Dalam penelitian ini, ada 2 jenis validitas yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur instrumen pembelajaran yaitu validitas isi(content validity) dan validitas konstruk (contruct validity). Sedangkan validitas instrumen kuisioner dan perangkat pembelajaran yang diuji validitasnya dengan penyimpulan pendapat dariahli (expert judgment) dapat dilihat pada lampiran 17 (hal.227) dan lampiran 18 (hal.233).

a. Validasi Perangkat Pembelajaran

  Perangkat pembelajaran yang telah peneliti buat divalidasi oleh dosen, kepala sekolah dan guru kelas melalui expert judgment. Ahli PenilaianPembelajaran Rata-rata Dosen 4,0 3 LKS Kepala Sekolah 4,4 Guru Kelas 3 4,2Rata-rata LKS 4,2 Dosen 3,6 4 Bahan Ajar Kepala Sekolah 4,2 Guru Kelas 3 4,2Rata-rata Bahan Ajar 4,0 Tabel 3.13 Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran Skala Likert (Sugiyono, 2010:135) Rentang Skor Kriteria 5 Sangat Baik 4 Baik 3 Cukup Baik 2 Tidak Baik Tabel 3.14 Hasil Perhitungan Validasi dan Kriterianya No.

b. Validasi Instrumen Soal

  Untuk melakukan uji validitas ini, peneliti mengujikan soal pada 19 siswa kelas 4 di SD Negeri Mentel II. Pengujian dilakukan di SD yang sama dengan alasan untuk memperoleh tingkat taraf kemampuan siswa yang hampir sama.

c. Validasi Instrumen Kuisioner

  Pada penelitian ini, peneliti membuat validasi instrumen kuisioner yang dikonsultasikan kepada ahli kemudian pernyataanpada kuisioner tersebut divalidasi oleh ahli yaitu dosen, kepala sekolah dan guru kelas melalui expert judgment. Ahli PenilaianRata-rata 1 Dosen4,2 2 Kepala Sekolah SD N Mentel II 4,5 3 Guru Kelas 3 4,4 Rata-rata 4,3 Tabel 3.16 Kriteria Validasi Kuisioner Skala Likert (Sugiyono, 2010:135) Rentang Skor Kriteria 5 Sangat Baik 4 Baik 3 Cukup Baik 2 Tidak Baik 1 Sangat Tidak Baik Dari hasil perhitungan secara keseluruhan validasi kuisioner diperoleh rata-rata keseluruhan yaitu 4,3.

2. Reliabilitas

  Berikut ini tabel kriteria koefisien reliabilitas untuk melihat hasil perhitungan reliabilitas instrumen : Tabel 3.17 Kriteria Koefisien Reliabilitas Masidjo (2010:243) Koefisien Korelasi Kualifikasi 0,91-1,00 Sangat tinggi0,71-0,90 Tinggi 0,41-0,70 Cukup0,21-0,40 Rendah Negative – 0,20 Sangat rendah Dalam menentukan reliabilitas, peneliti mengunakan program SPSS 16.0 untuk mengukur reliabilitas dari instrumen yang telah dibuat. Berkaitan dengan data diatas, maka instrumen soal dalam penelitian ini dinyatakan reliabel dan layak dijadikan sebagai alat untukpengambilan data prestasi siswa.

F. Teknik Pengumpulan Data

  TesMenurut Masidjo (2006:38), tes merupakan suatu alat pengukur yang berupa serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secara sengajadalam situasi yang distandarisasikan, dan dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individu atau kelompok. Pada penelitian ini, siswa mengerjakan 20 soalpilihan ganda yang dilakukan di setiap akhir pertemuan pada siklus I dan pada siklus II.

a. Kuesioner

  Wawancara ini dilakukan kepada guru kelas 3 dan sebagian siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II dengan tujuan untuk memperolehinformasi tentang keadaan siswa dan proses pembelajaran IPS yang berlangsung di kelas. Wawancara akan peneliti lakukan kepada guru kelas yang bersangkutan dan siswa yang menjadi subyek penelitian disetiap akhir pertemuan pada siklus I dan siklus II.

c. Dokumentasi

  Dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar kerja siswa (LKS), daftar nilai siswa, video dan foto-foto saatpembelajaran berlangsung. Tujuan dari dokumentasi ini adalah untuk memberi gambaran nyata mengenai kegiatan penelitian yang telahdilakukan.

G. Analisis Data

  Dalam penelitian ini terdapat 2 data yang perlu dianalisis yaitu data mengenai minat siswa dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelasdan prestasi belajar siswa yang ditunjukkan dalam data nilai siswa menjawab soal pilihan ganda. Dalam penelitian ini, data yang diperoleh akan di analisis secara 1) Kriteria Keberhasilan PenelitianDalam penelitian ini kegiatan pembelajaran siklus I maupun siklus II dikatakan berhasil apabila terjadi peningkatan baik minatmaupun prestasi belajar siswa sesuai target yang ditentukan sebelum penelitian dilaksanakan.

A. Pra Penelitian Tindakan Kelas

  Setelah guru memberikan penjelasan dan melakukan tanya jawab tentang materi, siswa hanya diberi tugas untuk mengerjakan soal latihan yang ada dibuku paket. Dari hasil wawancara dengan guru,peneliti mendapatkan informasi bahwa siswa mengalami kesulitan dalam Selain melakukan wawancara, peneliti juga melakukan pengumpulan data pada kondisi awal berupa kuesioner minat siswa kelas 3 terhadap matapelajaran IPS.

B. Hasil Penelitian

  Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul “PeningkatanMinat Dan Prestasi Belajar IPS Menggunakan Metode Role Play Siswa Kelas 3 SD Negeri Mentel II Tahun Ajaran 2012/2013” dilaksanakan pada tanggal 31 Mei – 8 Juni 2013. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama 4 kali pertemuan dalam 2 siklus, yaitu siklus I dan siklus II.

1. Siklus I

  Sesuai kesepakatan antara peneliti dengan guru kelas, siklus I dilaksanakan selama dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 31 Mei dan 1Juni 2013 dengan submateri kegiatan jual beli di lingkungan rumah dan sekolah. Selain perangkat pembelajaranpeneliti juga mempersiapkan kuisioner minat, pedoman wawancara kepada guru, dan pedoman wawancara kepada sebagian siswa yangsudah divalidasi untuk menilai minat siswa dalam pembelajaran IPS.

1) Pertemuan 1 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Mei 2013

  Kemudian guru menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan padalembar kerja siswa, selanjutnya guru memberikan pengertian kepada siswa mengenai metode yang akan digunakan dalam pembelajaran,yaitu metode role play. Ada 18 siswa yangmendapatkan lembar kerja sebagai pembeli dan ada 4 siswa yang Gambar 4.1 Siswa berperan sebagai penjual pada siklus I pertemuan 1 Setelah pembentukan kelompok selesai, guru menjelaskan mengenai peranan mereka pada waktu role play.

2) Pertemuan 2 Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Juni 2013

  Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini : Gambar 4.2 Siswa berperan sebagai penjual pada siklus I pertemuan 2 Kegiatan role play pun dimulai dengan kelompok yang mendapatkan nomor urut pertama, kemudian dilanjutkan oleh nomorurut undian kedua sampai pada nomor urut undian keempat. Pembelajaran pada siklus I pertemuan 1 Permasalahan mengenai adanya kekeliruan dalam pembagian lembar kerja siswa dan pembentukan kelompok, pada pertemuan 2guru supaya lebih mempersiapkan kembali lembar kerja yang akan dibagikan sehingga pembagian lembar kerja siswa dan pembentukankelompok dapat sesuai dengan perencanaan yang telah peneliti rancang.

2. Siklus II

  Pada siklus ini siswa dibagi dalam beberapa kelompok, dari 22 siswa, 18 siswa berperan sebagai pembelidan 4 siswa berperan sebagai penjual. Setelah memahami bahan yang akan digunakan kemudian Selain perangkat pembelajaran peneliti juga mempersiapkan kuisioner minat, pedoman wawancara kepada guru, dan pedomanwawancara kepada sebagian siswa yang sudah divalidasi untuk menilai minat siswa dalam pembelajaran IPS.

1) Pertemuan 1 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Jumat, 7 Juni 2013

  Kemudian guru menjelaskan tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan padalembar kerja siswa, selanjutnya guru memberikan pengertian kepada siswa mengenai metode yang akan digunakan dalam pembelajaran,yaitu metode role play. Pada kegiatan role play jual beli ini, jika kelompok pertama sedang melakukan role play, kelompok yang lain juga Setelah semua kelompok selesai melaksanakan role play, siswa berdiskusi bersama kelompoknya masing-masing untukmengerjakan lembar kerja siswa.

2) Pertemuan 2 Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Juni 2013

  Begitu juga sebaliknya, jika kelompok kedua,ketiga ataupun keempat sedang melakukan role play, kelompok lain yang tidak melakukan role play memperhatikan dan mengamatikegiatan jual beli yang dilakukan, sehingga kegiatan role play ini dapat berjalan lebih baik dan lebih lancar dari kegiatan role playpada pertemuan pertama. Setelah semua kelompok selesai melakukan role play, siswa Di kegiatan akhir guru dan siswa membuat rangkuman dan menyimpulkan kegiatan pembelajaran pada hari ini, yaitu”membedakan kebutuhan yang penting dan kebutuhan yang kurang penting”.

C. Pembahasan

1. Peningkatan Minat Siswa

  Pada siklus II ini siswa sudah terbiasa dengan penggunaan metode role playdengan siswa belajar secara berkelompok dan siswa melakukan kegiatan Hasil wawancara dengan guru :“Dengan penggunaan metode role play, pada pembelajaran ini siswa terlihat sangat senang dan lebih antusias dalam mengikutipembelajaran. Berikut merupakan hasil peningkatan minat siswa : Tabel 4.3 Hasil Peningkatan Minat Siswa Siklus I Siklus II KondisiVariabel Indikator Awal Target Hasil Target Hasil Minat Skor rata-rata Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode role play secara tepat dan sesuai denganlangkah-langkah role play dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II.

2. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa

  Pada siklus I yang dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2013 dan 1Juni 2013 dengan kompetensi dasar 5.3 memahami kegiatan jual beli di Pada siklus II hasil prestasi belajar siswa dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2013 dan 8 Juni 2013 dengan kompetensi dasar 5.5mengenal penggunaan uang sesuai dengan kebutuhan. Sedangkan siswa yang mencapai KKM lebih meningkat dibandingkan dengan siklus I yaitu dari 86,36%% Dari data yang diperoleh dapat digambarkan pada grafik seperti di bawah ini: Gambar 4.6 Grafik Peningkatan Hasil Prestasi Belajar Siswa Gambar 4.7 Grafik Peningkatan Presentase siswa yang mencapai KKM Berdasarkan grafik di atas terlihat jelas bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II pada mata pelajaran IPS.

D. Keterbatasan Penelitian

  Kesimpulan Berdasarkan hasil dari penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan terhadap siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan metode role play, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Penggunaan metode role play dalam upaya meningkatkan minat dan prestasi belajar pada pembelajaran IPS siswa kelas 3 SD Negeri Mentel IItahun ajaran 2012/2013 dapat dilakukan dengan langkah-langkah role play dengan tepat.

B. Saran

  Berdasarkan penelitian tindakan kelas yang dilakukan, ada beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan dalam menerapkan metode role playuntuk meningkatkan minat dan prestasi belajar IPS yaitu : 1. Jika menerapkan pembelajaran dengan menggunakan metode role play, sebaiknya dalam pembentukan kelompok dibentuk kelompok yang benar-benar heterogen agar anggota kelompok dapat saling bekerja sama dengan baik dan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (310 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS menggunakan metode Role Play pada siswa kelas IV SD Negeri Daratan tahun ajaran 2012/2013.
0
1
285
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS menggunakan metode Role Play pada siswa kelas V SDN Caturtunggal 3 tahun ajaran 2012/2013.
0
0
282
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas VB SDN Krekah tahun pelajaran 2012/2013 menggunakan metode Role Play.
0
0
234
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada siswa kelas IV SD Negeri Kalongan Depok tahun ajaran 2012/2013.
0
1
225
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri Minomartani 6 menggunakan teknik Mind Map.
0
0
347
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS menggunakan metode role play siswa kelas 3 SD Negeri Mentel II tahun ajaran 2012/2013.
0
0
2
Peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa kelas V SD Kanisius Condongcatur menggunakan media visual tahun ajaran 2012/2013.
0
0
347
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri Babarsari tahun ajaran 2011/2012.
0
1
154
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS menggunakan metode Role Play pada siswa kelas IV SD Negeri Daratan tahun ajaran 2012 2013
0
0
283
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS menggunakan metode Role Play pada siswa kelas V SDN Caturtunggal 3 tahun ajaran 2012 2013
0
4
280
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif metode jigsaw pada siswa kelas IV SD Negeri Kalongan Depok tahun ajaran 2012 2013
0
1
223
Hubungan minat belajar dengan prestasi belajar matematika siswa kelas V SDN Banyubiru II tahun ajaran 2010/2011 - USD Repository
0
0
146
Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunakan model cooperative learning tipe NHT pada pelajaran IPS siswa kelas IV SD Kanisius Wirobrajan semester genap tahun ajaran 2011/2012 - USD Repository
0
0
264
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas VD SDN Ungaran 1 dengan menggunakan metode Role Playing - USD Repository
0
0
220
Peningkatan minat dan prestasi belajar menggunakan model kooperatif teknik JIGSAW II dalam pembelajaran IPS siswa kelas V SD Kanisius Minggir tahun pelajaran 2012/2013 - USD Repository
0
0
271
Show more