OPTIMASI SUDUT PENYALAAN INVERTER MULTILEVEL TIPE JEMBATAN-H SATU FASA 7 TINGKAT OPTIMIZED SWICHING ANGLE SINGLE PHASE MULTILEVEL INVERTER 7-LEVEL CASCADE H-BRIDGE - Repository UNRAM

Gratis

0
0
9
3 months ago
Preview
Full text

  

OPTIMASI SUDUT PENYALAAN INVERTER MULTILEVEL TIPE

JEMBATAN-H SATU FASA 7 TINGKAT

OPTIMIZED SWICHING ANGLE SINGLE PHASE MULTILEVEL INVERTER 7-LEVEL

CASCADE H-BRIDGE

  1

  2

  3 I Wayan Suaryana Putra , Supriono2 , I Nyoman Wahyu Satiawan1

ABSTRAK

  Inverter Cascaded H-bridge 1 fasa adalah jenis inverter yang disusun dari beberapa sel inverter tipe jembatan 1 fasa dengan sistem penyusunan tegangan DC dari masing-masing masukan tegangan pada tiap sel inverter sehingga membentuk gelombang tegangan keluaran secara bertingkat (multilevel). Inverter jenis ini memiliki kemampuan untuk melayani beban yang besar dengan baik karena tiap tingkatannya bersumber dari tengangan DC yang berbeda.

  Dalam implementasinya inverter Cascaded H-brige menggunakan sakelar elektronik untuk menyusun tiap tegangan dari tegangan DC masukan yang digunakan, dengan sistem pemrograman yang dibangkitkan oleh Arduino Mega 2560 keadaaan sakelar dapat diatur pada suatu waktu tertentu sehingga gelombang tegangan keluaran pada inverter dapat tersusun dengan baik.

  Pada penelitian ini dilakukan optimasi teknik penyalaan sakelar dengan melakukan penggeseran dan kombinasi sudut penyalaan yang tepat pada inverter Cascaded H-bridge 3 sel dengan tegangan DC masukan yang diberikan sama. Hasil gelombang tegangan keluaran inverter yang dihasilkan pada penelitian ini menghasilkan pengaruh pergeseran sudut penyalaan terhadap nilai Total Harmonic Distortion tegangan (THDv) dan komponen Fundamentalnya dimana didapatkan nilai THDv sebesar 15,914% dan komponen fundamental sebesar 17,068 V untuk sudut penyalaan 10°,30°dan 45° dimana nilai tersebut merupakan nilai THDv terendah dari hasil percobaan.

  

Kata Kunci : Inverter, Cascaded H-bridge, Sudut penyalaan inverter CHB 7 tingkat, Total Harmonic

Distortion. Arduino Mega 2560

  

ABSTRACT

  The 1 phase Cascaded H-bridge inverter is a type of inverter that is composed of several 1 phase bridge type inverter cells with a DC voltage arrangement system from each voltage input on each inverter cell so as to form a multilevel output voltage waveform. This type of inverter has the ability to serve large loads well because each level is sourced from different DC currents.

  In its implementation, Cascaded H-Brige Inverters use an electronic switch to compile each voltage of the input DC voltage used, with the programming system generated by Arduino Mega 2560 the state of the switch can be set at a certain time so that the output voltage waves in the inverter can be arranged properly.

  In this study optimization of the switch on the ignition technique is done by doing the right shift and combination of ignition angles on the 3 cell Cascaded H-bridge inverter with the same DC input voltage given. The results of the inverter output voltage waves generated in this study produce the effect of ignition angle shift on the value of Total Harmonic Distortion Voltage (THDv) and the Fundamental component where THDv value is 15.914% and the fundamental component is 17.068 V for the ignition angle of 10°, 30° and 45° where the value is the lowest THDv value from the experimental results

  Keywords: Inverter, Cascaded H-bridge, ignition angle CHB 7 level, Total Harmonic Distortion.

  Arduino Mega 2560

PENDAHULUAN gelombang adalah dari perbaikan kualitas

  Inverter satu fase tipe jembatan / H-bridge tegangan yang dihasilkan dengan magnitude inverter (HBI) sudah banyak digunakan pada yang dua kali lebih tinggi. Disamping itu HBI berbagai aplikasi misalnya pada sistem PLTS, secara teknis lebih mudah direalisasikan UPS, dan pengendalian motor. Keuntungan HBI dibandingkan inverter setengah gelombang.

  Teknologi inverter berkembang dengan pesat. Penelitian diantaranya terfokus pada upaya untuk meningkatkan efisiensi inverter dan kemampuan catu daya melalui perbaikan kualitas tegangan keluaran yang dilakukan dengan dua cara yakni ; Dengan memperbaiki struktur/topologi inverter dengan menambah saklar elektronik sehingga menghasilkan tegangan keluaran dengan kualitas yang lebih baik (THD yang lebih kecil, jumlah variasi level tegangan yang lebih banyak). Membangun metode PWM yang lebih efektif yakni mengontrol hidup-matinya saklar yang digunakan, sehingga keluaran inverter menjadi lebih mendekati sinus.

  dan S

  H2

  = v

  load

  , dan resultan tegangan fasa inverter adalah v

  load = v H1 + v H2 = 2E.

  Sama halnya dengan sakelar S

  3

  , S

  2

  7

  H1

  , S

  6

  dalam kondisi on, maka v

  load = –2E. Tiga

  tingkat tegangan yang lain adalah E, 0, dan –E, sehingga didapatkan 5 tingkat tegangan keluaran sesuai dengan berbagai kondisi switching yang dijumlahkan.

  b. Inverter Cascaded H-Bridge (CHB) dengan sumber tegangan DC yang berbeda Inverter multilevel cascaded H-Bridge

  (CHB) dengan sumber tegangan DC yang berbeda adalah inverter cascaded yang disusun dengan masukan sumber tegangan yang bernilai berbeda antara tiap selnya yang bertujuan untuk meningkatkan tingkatan tegangan keluaran pada gelombang tegangan inverter untuk jumlah sel tertentu.

  Beberapa kekurangan yang terkait dengan inverter CHB menggunakan tegangan DC yang berbeda ini yaitu fungsi struktur utama inverter cascaded akan berubah. Sebagai tambahan, perancangan pola pensakelaran menjadi jauh lebih sulit karena berkurangnya keadaan pensakelaran yang berlebihan oleh karena itu topologi inverter ini hanya sebatas pada perancangan aplikasi.

  Pada Gambar 2 dibawah ini memperlihatkan skema rangkaian inverter

  = v

  adalah v

  Tugas akhir ini merealisasikan inverter tipe jembatan-H 7 tingkat satu fasa dengan mengkombinasikan sudut penyalaan pada masing-masng sel inverter, Analisa diantaranya mencakup nilai rms tegangan keluaran fundamental, kandungan harmonisa rendah (harmonisa ke-3 sampai ke 7), dan prosentase THD. Penelitian diawali dengan pemahaman konsep berbagai metode PWM inverter satu fase, validasi dengan simulasi komputer (MATLAB) dan pembuktian secara ekperimen. Hasil yang didapat dibandingkan dan dianalisis untuk mengetahui performasi inverter.

  Cascaded H-Bridge (Wu, 2006)

  Inverter merupakan peralatan elektronika daya yang dapat mengkonversi besaran listrik DC (searah) menjadi besaran listrik AC (bolak- balik). Tegangan output yang dihasilkan inverter dapat bernilai tetap ataupun berubah- ubah dan dengan frekuensi yang tetap maupun dengan frekuensi yang berubah-ubah. Sumber tegangan input inverter dapat menggunakan sumber tegangan DC seperti baterai/ aki, penyearah (rectifier), tenaga surya, atau sumber tegangan DC yang lainnya . Bentuk gelombang tegangan output yang dihasilkan inverter yang ideal adalah sinusoidal. Tetapi pada kenyataannya bentuk gelombang tegangan

  output mengandung harmonisa tertentu

  sehingga bentuk gelombang yang dihasilkan tidak sinus murni. Pada penerapan inverter dengan daya rendah dan menengah, gelombang kotak simetri ataupun tidak simetri bisa digunakan, sedangkan untuk penerapan inverter dengan tegangan tinggi dibutuhkan gelombang sinus dengan sedikit distorsi. Dengan teknik penyakelaran melalui piranti Semikonduktor daya kecepatan tinggi yang tersedia kandungan

  Inverter multilevel Cascaded H- Bridge (CHB) dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

  a. Inverter multilevel Cascaded H-Bridge (CHB) dengan sumber tegangan DC yang sama Inverter multilevel cascaded H-Bridge

  (CHB) dengan sumber tegangan DC yang sama adalah inverter cascaded yang disusun dengan masukan sumber tegangan yang bernilai sama pada tiap selnya.

  Skema rangkaian inverter multilevel

  Cascaded H-Bridge (CHB) 2 sel dapat dilihat

  pada Gambar 1 Gambar 1 Rangkaian Inverter multilevel

  Pada Gambar 1 memperlihatkan nilai tegangan (E) sumber tiap sel bernilai sama. Ketika sakelar S

  2

  1

  , S

  4

  dan S

  5

  , S

  8

  terhubung atau dalam kondisi on maka tegangan keluaran sel jembatan (H- bridge) Inverter

  1 dan Inverter

TINJAUAN PUSTAKA

  multilevel Cascaded H-Bridge (CHB) dengan menggunakan sumber tegangan yang berbeda.

  THD (%) < 69 kV 3,0 5,0

  jack sumber tegangan pada papan. Jika tegangan

  Arduino Mega dapat diaktifkan melalui koneksi USB atau dengan catu daya eksternal. Sumber daya dipilih secara otomatis. Sumber daya eksternal (non-USB) dapat berasal baik dari adaptor AC-DC atau baterai. Adaptor dapat dihubungkan dengan mencolokkan steker 2,1 mm yang bagian tengahnya terminal positif ke

  Gambar 4 Arduino Mega 2560 (Hendriono, 2014)

  reset. Ini semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler.

  USB, jack power, header ICSP, dan tombol

  hardware), 16 MHz kristal osilator, koneksi

  sebagai output PWM, 16 pin sebagai input analog, dan 4 pin sebagai UART (port serial

  input/output, dimana 15 pin dapat digunakan

  Arduino Mega 2560 adalah papan mikrokontroler berbasiskan ATmega 2560. Arduino Mega 2560 memiliki 54 pin digital

  Arduino Mega 2560

  Spektrum adalah distribusi dari semua amplitudo komponen harmonik sebagai fungsi dari orde harmoniknya yang merupakan perbandingan teganagn atau arus frekuensi harmonik terhadap tegangan atau arus frekuensi dasar. Spektrum ini digunakan sebagai dasar merencanakan filter yang akan digunakan untuk mereduksi harmonik

  >161.001 kV 1,0 1,5 Gambar 3 Spektrum harmonisa

  69.001 kV- 161 kV 1,5 2,5

  Total Voltage Distorsion

  Gambar 2 Rangkaian Inverter multilevel

  Voltage Distorsion (%)

  Buss PCC Individual

  Tabel 1 Satandar IEEE 519-1992 THD Voltage/ Tegangan

  . (1) Keterangan adalah nilai tegangan rms harmonik ke-n.

  THDv = ⋯..

  Untuk Total Harmonics Distortion arus nilainya bervariasi dari beberapa persen sampai dengan lebih dari 100%, sedangkan untuk THD tegangan biasanya nilainya kurang dari 5%. Untuk nilai THD yang nilainya dibawah 5% masih dapat ditoleransi, sedangkan jika nilai THD lebih dari 10% sudah tidak dapat diterima karena dapat mengakibatkan masalah untuk beban-beban dan peralatan yang sensitif. Untuk menentukan besarnya THD digunakan persamaan sebagai berikut: tegangan harmonik nilai THD nya adalah:

  total komponen gelombang harmonik dengan komponen fundamentalnya. Semakin besar prosentase THD menyebabkan semakin besarnya resiko kerusakan peralatan akibat gelombang harmonik yang terjadi pada arus maupun tegangan.

  Harmonics Distortion (THD). Total Harmonics Distortion merupakan nilai prosentase antara

  Salah satu cara yang paling umum untuk menyatakan besarnya distorsi harmonisa yang terjadi dalam suatu sistem adalah Total

  Total Harmonic Distortion (THD)

  2E dan -3E. Pada Gambar 2(b) topologi sembilan tingkat, tegangan DC H2 bernilai tiga kali lipat dari H1.

  (b). 2 sel sembilan tingkat. (Wu, 2006) Pada Gambar 2 menunjukkan dua topologi inverter, di mana tegangan DC pada sel jembatan tidak sama. Pada Gambar 2(a) topologi tujuh tingkat, tegangan dc untuk H1 bernilai E dan H2 bernilai 2E. Pada kedua lengan inverter dua sel ini mampu menghasilkan tujuh tingkat tegangan yaitu: 3E, 2E, E, 0, -E, -

  Cascaded H-Bridge (a). 2 sel tujuh tingkat ,

  berasal dari baterai dapat langsung dihubungkan melalui header pin Gnd dan pin Vin dari

HASIL DAN PEMBAHASAN METODE PENELITIAN

  Penelitian ini merealisasikan inverter Pengujian program pembangkitan pulsa multilevel Cascaded H-Bridge (CHB) satu fasa pemicu penyalaan MOSFET dengan menggunakan 2 sel inverter jembatan Pengujian sinyal pulsa pemicu gelombang penuh dengan mengubah penyalaan Mosfet ini adalah membandingkan perbandingan tegangan masukan DC pada bentuk pulsa hasil pembangkitan pada Arduino inverter serta teknik penyakelaran yang Mega 2560 dengan bentuk pulsa pada simulasi, digunakan. Unjuk kerja dari inverter ini akan dimana pulsa yang di bandingkan adalah pulsa dibandingkan dengan berbagai varian pemicu sakelar S ,S , S ,S S dan S

  1

  3

  5

  7

  9

  11

  perbandingan sumber tegangan masukan DC

  a. Pengujian sinyal pulsa pemicu penyalaan inverter. MOSFET pada inverter Cascaded H Bridge (CHB) 5 tingkat

  Gambar 7 PWM hasil Arduino Mega 2560 untuk PWM sakelar S dan S

  1

  2 Gambar 8 PWM hasil Arduino Mega 2560

  untuk PWM sakelar S dan S

  3

  4 Gambar 5 Diagram alir penentuan sudut pulsa

  pemicu penyalaan MOSFET Gambar 9 PWM hasil Arduino Mega 2560 untuk PWM sakelar S dan S

  5

  6 Gambar 10 PWM hasil Arduino Mega 2560

  untuk PWM sakelar S dan S

  7

  8 Gambar 11 PWM hasil Arduino Mega 2560

  untuk PWM sakelar S

  9 dan S

  10 Gambar 6 Diagram alir pembangkitan sinyal

  pulsa pemicu penyalaan MOSFET

  Vo lta (5 ge div V/ ) -20 -10 10 20 20 Spektrum Harmonisa, THD=19.3221%, Fund= 15.4589V 0.005 V out ,  1 = 15 deg,  0.01 0.015 2 = 30 deg,  Time (second) 0.02 0.025 3 = 45 deg, (f = 52 Hz) 0.03 0.035 0.04 Ha rmon ic s va lue 10 15 5 Gambar 12 PWM hasil Arduino Mega 2560 5 10 Harmonics order 15 20 25 30 untuk PWM sakelar S dan S

  11

  12 Gambar 15 Hasil pengukuran THDv

  Dari gambar 15 merupakan hasil

  b. Pengujian sinyal pulsa pemicu penyalaan MOSFET pada inverter Cascaded H Bridge keluaran inverter CHB 7 tingkat dengan sudut penyalaan α =15° ,α =30° dan α =45°,untuk (CHB) 7 tingkat.

  1

  2

  3

  tegangan yang diinputkan di masing-masing sel sebesar 6V dan jumlah tegangan inverter sebesar 18V. THD yang dihasilkan sebesar 19,322% dan tegangan fundamental sebesar 15,458V dikarnakan bentuk keluaran gelombang yang tidak simetris dan factor dari pemilihan komponen mosfet yang digunakan.

  b. Pengujian inverter CHB 7 tingkat dengan sudut penyalaan α

  1 =9° ,α 2 =28° dan

  α

  3 =52°

  Gambar 12 Blok Pengujian inverter 7 tingkat Tabel 2 Range penentuan sudut penyalaan

  α1 α2 α3 Range 0°-20° 20°-40° 40°-60° /d ta V iv ol -10 ) V ge (5 10 20 Gambar 16 Hasil keluaran inverter V ,  = 9 deg,  = 28 deg,  = 52 deg, (f = 52 Hz) out 1 2 3 al v cs moni ue -20 10 15 20 5 Spektrum Harmonisa, THD=17.6973%, Fund= 15.5057V 0.005 0.01 0.015 Time (second) 0.02 0.025 0.03 0.035 0.04 H ar 5 10 Harmonics order 15 20 25 30 Gambar 17 Hasil pengukuran THDv

  Gambar 13 Simulink pemrograman pada Arduino Mega 2560

  Dari perubahan kombinasi sudut penyalaan . yang dilakukan didapatkan perubahan THD dan

  a. Pengujian inverter CHB 7 tingkat tegangan Fundamentalnya yaitu THD= dengan sudut penyalaan α =15°

  1

  17,6973% dan tegangan fundamental sebesar ,α =30° dan α =45°

  2

  3

  15,505V menjadi lebih rendah dari jumlah tegangan yang diinputkan sebesar 18V.

  c. Pengujian inverter CHB 7 tingkat dengan sudut penyalaan α

  1 =20° ,α 2 =40° dan

  α =60°

  3 Gambar 18 Hasil keluaran inverter Gambar 19 Hasil pengukuran THDv

  Gambar 19 memperlihatkan dengan melakukan pengubahan sudut penyalaan pada inverter dapat mempengaruhi tegangan , bentuk dan THD pada keluaran inverter, hasil THD=20,539 dan tegangan fundamental sebesar 13,873V didapat dengan menkombinasi sudut penyalaan pada sel inverter yaitu α

  =30° dan α

  =30° dan α

  3 =45°

  Gambar 22 Hasil keluaran inverter Gambar 23 Hasil pengukuran THDv

  Pada Gambar 23 memperlihatkan hasil keluaran CHB inverter 7 tingkat dengan memberikan kombinasi sudut penyalaan inverter yaitu α

  1

  =10° ,α

  2

  3

  =10° ,α

  =45°, dengan kombinasi tersebut menghasilkan THD=15.914% dan tegangan fundamental=17.068 V.

  f. Pengujian inverter CHB 7 tingkat dengan sudut penyalaan α

  1

  =10° ,α

  2

  =30° dan α

  3

  2

  1

  1

  3

  =20° pada sel 1 ,α

  2

  =40° pada sel 2 dan α

  3 =60° pada sel 3.

  d. Pengujian inverter CHB 7 tingkat dengan sudut penyalaan α

  1 =5° ,α 2 =20° dan

  α

  =45° Gambar 20 Hasil keluaran inverter

  e. Pengujian inverter CHB 7 tingkat dengan sudut penyalaan α

  Gambar 21 Hasil pengukuran THDv Gambar 21 memperlihatkan hasil keluaran inverter CHB 7 tingkat dengan kombinasi sudut penyalaan α

  1

  =5° ,α

  2

  =20° dan α

  3

  =45° menghasilkan THD=20.8134% dan tegangan Fundamental =19.010 V, semakin inverter akan meberikan hasil keluaran inverter yang lebih bagus dengan THD yang rendah dan tegangan fundamental sesuai masukan.

  =60° Gambar 24 Hasil keluaran inverter 0.005 0.01 0.015 0.02 0.025 0.03 0.035 0.04 -20 -10 10 Vo 20 V out ,  1 = 20 deg,  2 = 40 deg,  3 = 60 deg, (f = 52 Hz) Time (second) lta ge (5 V /d iv) 5 10 15 20 25 30 5 10 15 20 Spektrum Harmonisa, THD=20.5359%, Fund= 13.8273V Harmonics order Har m on ics v alu e Pada Gambar 25 dengan dan α

  3 =45° dengan THD sebesar 20.813% dan

  mengkombinasikan sudut penyalaan untuk komponen fundamentalnya sebesar 19.010 V masing-masing sel inverter yaitu α =10° ,α =30° Untuk kombinasi sudut penyalaan

  1

  2

  dan α =60°, akan menghasilkan keluaran dengan THD yang rendah dapat dilihat

  3

  inverter CHB 7 tingkat dengan THD=15.938 kombinasi sudutnya yaitu α =10° ,α =30° dan

  1

  2

  dan tegangan fundamental=17.910 V. α

  3 =45° dengan THD yang dihasilkan 15.914% g. Pengujian inverter CHB 7 tingkat dan komponen Fundamental sebesar 17.068 V.

  dengan sudut penyalaan α =10° ,α =45° dan Penentuan kombinasi sudut penyalaan sangat

  1

  2

  α =60° dibutuhkan dalam inverter CHB bertingkat

  3

  untuk mendapatkan keluaran inverter CHB bertingkat yang memiliki bentuk gelombang yang bagus, THD yang rendah dan komponen fundamental yang sesuai.

  Gambar 26 Hasil keluaran inverter Gambar 28 Grafik perbandingan kombinasi sudut dengan THDv

  Dari Gambar 28 dapat dilihat perubahan nilai THDv dari setiap kombinasi yang dilakukan untuk nilai THDv yang paling tiggi terdapat

  Gambar 27 Hasil pengukuran THDv pada kombinasi ke-4 yaitu nilai THDv 20.813% Gambar 27 memperlihatkan hasil dan untuk nilai THDv terendah terdapat pada keluaran inverter CHB 7 tingkat dengan kombinasi ke-5 yaitu dengan nilai THDv memberikan kombinasi sudut penyalaan untuk sebesar 15.9145%. masing-masing sel inverter yaitu α =10°

  1

  ,α

  2 =45° dan α 3 =60°, akan menghasilkan

  keluaran inverter dengan THD=20.798% dan tegangan fundamental=15.803 V. Tabel 3 Hasil kombinasi sudut penyalaan

  Gambar 29 Grafik perbandingan kombinasi sudut dengan Fundamental Pada gambar 29 memperlihatkan pernadingan kombinasi sudut dengan tegangan fundamental

  Dari Tabel 3 untuk hasil keluaran yang dihasilkan, perubahan sudut penyalaan inverter CHB 7 tingkat dengan beberapa dapat mempengaruhi komponen fundamental kombinasi sudut penyalaan dapat dilihat pada keluaran inverter CHB 7 tingkat semakin pengaruh dari perubahan sudut penyalaan tepat kombinasi sudut penyalaan yang diberikan terhadap hasil keluaran inverter CHB 7 tingkat akan menghasilkan tegangan fundamental yang dengan memberikan kombinasi sudut penyalaan sesuai dengan tegangan masukan inverter CHB. yang tepat maka akan memberikan hasil keluaran inverter yang bagus dengan THD yang

  KESIMPULAN

  rendah. Untuk hasil keluaran inverter CHB 7

  1. Inverter multilevel Cascade H-Bridge tingkat dengan THD terbesar terlihat pada (CHB) satu fasa 3 sel 7 tingkat dengan kombinasi sudut penyalaan yaitu α =5° ,α =20°

  1

  2

  2. Dengan melakukan pengubahan pada sudut penyalaan CHB inverter dapat menghasilkan bentuk gelombang, nilai THDv dan fundamental yang bagus serta harmonisa yang rendah.

  3. Untuk pengujian satu sel inverter dengan sudut penyalaan 0° menghasilkan bentuk gelombang keluaran kotak dengan nilai THDv sebesar 45,6147% dan fundamental sebesar 7,1838V lebih tinggi 1,2% dari tegangan DC masukan yaitu 6V.

  Karena THDv yang dihasilkan lebih besar dari standar yang ditentukan maka sebaiknya diberikan filter pada keluaran inverter agar THDv yang dihasilkan semakin rendah.

DAFTAR PUSTAKA

  dan α

  Diakses pada 13 april 2017. Kumar, P. V., Kumar C. S., Reddy K. R., 2013,

  Tugas Akhir Fakultas Teknik Universitas Mataram, Fakultas Teknik, Universitas

  Mataram. Hart, D. W., 2011, Power Electronics, The McGraw-Hill Companies, Inc. Avenue of the Americas, New York.

  Hendriono, D., 2014, Mengenal Arduino Mega

  2560, http://www.hendriono.com/blog/post/mengenal- arduino-mega2560 , Diakses 5 maret 2017.

  Idris G. M.,Satiawan I.N.W.,dan Wiryajati I.K., 2015 Investigasi Sudut Penyalaan Inverter Multilevel dengan Struktur Cascaded H-Bridge Untuk Sistem PLTS, Dielektrika, Vol. 2, No 2 hal.81-90.

  Insan, 2008, PWM pengatur kecepatan mobile robot,

  http://insansainsprojects.wordpress.com/2008/0 6/06/pwm-pengatur-kecepatan-mobile-robot/ ,

  Single Phase Cascaded Multilevel Inverter Using Multicarrier PWM Technique, Journal of

  4. Pengujian CHB inverter 5 tingkat dengan mengkombinasi sudut penyalaan α

  Engineering and Applied Sciences, ARPN, Vol. 8, No. 10.

  Kurniawan, I.,2012, Pencuplikan dan Kuantisasi Sinyal, Diktat Pengolahan Sinyal Digital, Politeknik Jambi Lega , A., 2007, Multilevel Converters: Dual

  Two-Level Inverter Scheme, Faculty of

  Electrical Engineering ,University of Bologna, Bologna Maulana, E., 2014, Teori Dasar MOSFET,

  http://maulana.lecture.ub.ac.id/2014/03/teori- dasar-mosfet/ , Diakses pada 20 Maret 2017.

  Priyono A. H., Supriono., dan Satiawan I.N.W., 2017 Realisasi Inverter Multilevel Cascaded H-

  Bridge (CHB) 5 Tingkat Satu Fasa Menggunakan Arduino Mega 2560, Dielektrika,

  Fakultas Teknik, 2014, Pedoman Pelaksanaan

  Untuk memperbaiki kekurangan- kekurangan yang ada pada rangkaian inverter hendaknya dapat menggunakan komponen yang lebih baik, agar performasi inverter semakin baik dan menghasilkan keluaran yang lebih baik, misalnya menggunakan sakelar elektronik dengan rating arus yang lebih tinggi dan juga sumber tegangan DC yang digunakan memiliki kemampuan High Drain yang lebih besar sehingga kemampuan penyalaan sakelar dengan frekuensi switching yang lebih cepat dapat di terapkan dengan maksimal. Dan untuk peruses pemilihan kombinasi sudut penyalaan dibutuhkan pembelajaran lebih mendalam dalam penentuan sudut penyalaan untuk masing- masing sel inverter.

  2

  ,dan α

  sebesar 15° dan 30° menghasilkan THDv 19,9711% dan fundamental 12,54V, dan sudut α

  1 dan α 2 adalah 25° dan 50°

  menghasilkan THDv sebesar 23.825% dengan fundamental sebesar 11.03 V.

  5. Untuk pengujian CHB inverter 7 tingkat dilakukan dengan beberapa kombinasi sudut penyalaan dan didapatkan THDv yang besar dan terendah, untuk yang terbesar dengan kombinasi sudut α

  1

  , α

  2

  3

  SARAN

  sebesar 5°, 20° dan 45° menghasilkan THDv sebesar 20.813% dengan Fundamental sebesar 19.010 V , sedangkan untuk THDv terendah didapat dengan kombinasi sudut penyalaan α

  1

  , α

  2

  dan α

  3

  sebesar 10°, 30° dan 45° menghasilkan THDv sebesar 15.914% dan Fundamental sebesar 17.068 V

  1

  6. Semakin banyak tingkatan tegangan yang dihasilkan pada inverter maka bentuk gelombang tegangan keluaran inverter semakin mendekati bentuk gelombang sinusoidal sehingga dibutuhkan juga sistem penyalaan sakelar yang lebih kompleks yaitu sudut penyalaan yang tepat dan durasi waktu tiap kondisi sakelar.

  Rashid, M.H., 2007, Power Eletronics Power Eletronics Handbook, Elsevier Inc., California. Elsevier Inc., California. Tahmid, 2013, Using the high- -low side driver

  IR2110-explantation and plently of example explantation and plently of example circuit,

  http://tahminmc.blogspot.co.id/2013/01/using- http://tahminmc.blogspot.co.id/2013/01/using

high-low-side-driver-ir2110-with.html with.html , Diakses

  pada 20 juni 2017.

  High Power Converters and AC

  Wu, B., 2006, High Power Converters and AC

  

Drivers, The Institute of Electrical and The Institute of Electrical and

Electronics Engineering, Inc.

  Yuwono, E. A. T., Warsito A., Facta M., 2011, Yuwono, E. A. T., Warsito A., Facta M., 2011,

  

Inverter Multilevel tipe jembatan satu fasa tiga Inverter Multilevel tipe jembatan satu fasa tiga

tingkat dengan mikrokontroller AT8 gkat dengan mikrokontroller AT89S51,

  Transmisi, Vol. 13, No. 4, hal. 135 Transmisi, Vol. 13, No. 4, hal. 135-140.

  I Wayan Suaryana Putra,

  I Wayan Suaryana Putra

  lahir di Mataram Mataram pada tanggal 23 Desember Desember 1992, Menempuh Pendidikan Strata Menempuh Pendidikan Strata 1 (S1) di Fakultas Teknik 1 (S1) di Fakultas Teknik Universitas Mataram sejak ersitas Mataram sejak tahun 2011

Dokumen baru

Download (9 Halaman)
Gratis

Tags

Dokumen yang terkait

ANALISIS DAN SIMULASI CASCADED MULTILEVEL INVERTER SEBAGAI SUMBER MOTOR INDUKSI
2
30
22
PENGENDALI MOTOR INDUKSI SATU FASA DENGAN INVERTER UPWM BERBASIS FPGA
0
3
8
TEKNIK PENGHILANGAN HARMONISA PADA INVERTER SATU FASA DENGAN MIKROPROSESOR SEBAGAI PEMBANGKIT SINYAL KENDALI
0
0
124
APPLICATION OF GENETIC ALGORITHM TO MINIMIZE HARMONIC IN MULTILEVEL INVERTER
0
0
7
DESIGN AND IMPLEMENTATION OF SINGLE PHASE INVERTER FOR EMERGENCY POWER SUPPLY FOR HYBRID SYSTEM
0
1
7
INVERTER JENIS TEGANGAN TIGA FASA EMPAT LENGAN
0
0
12
MULTILEVEL INVERTER TIPE DIODA CLAMP SATU FASA JEMBATAN PENUH DENGAN KENDALI HYSTERESIS
0
0
12
STUDI KOMPARASI INVERTER SATU FASA DENGAN STRATEGI UNIPOLAR DAN BIPOLAR TUGAS AKHIR - STUDI KOMPARASI INVERTER SATU FASA DENGAN STRATEGI UNIPOLAR DAN BIPOLAR - Unika Repository
0
0
12
MODIFIKASI INVERTER TIPE DIODE CLAMP DAN H-BRIDGE UNTUK MEMBENTUK LIMA LEVEL INVERTER
0
0
12
PEMANFAATAN IC MEMORI TERPROGRAM UNTUK MENGENDALIKAN INVERTER 3 FASA TUGAS AKHIR - PEMANFAATAN IC MEMORI TERPROGRAM UNTUK MENGENDALIKAN INVERTER 3 FASA - Unika Repository
0
0
12
STUDI KOMPARASI KENDALI HYSTERESIS TUNGGAL, GANDA DAN PENYAKLARAN MAKSIMAL PADA INVERTER SATU FASA
0
0
13
STUDI KOMPARASI KENDALI HYSTERESIS TUNGGAL, GANDA DAN PENYAKLARAN MAKSIMAL PADA INVERTER SATU FASA
0
0
12
INVERTER TIPE VOLTHERTZ TIGA FASA DENGAN INJEKSI HARMONISA ORDE KE TIGA
0
0
11
MENGURANGI RIAK ARUS OUTPUT INVERTER SATU FASA KENDALI PI DENGAN METODE VIRTUAL L TUGAS AKHIR - MENGURANGI RIAK ARUS OUTPUT INVERTER SATU FASA KENDALI PI DENGAN METODE VIRTUAL L - Unika Repository
0
0
12
INVERTER SATU FASA GELOMBANG PENUH SEBAGAI PENGGERAK POMPA AIR DENGAN KENDALI DIGITAL TUGAS AKHIR - INVERTER SATU FASA GELOMBANG PENUH SEBAGAI PENGGERAK POMPA AIR DENGAN KENDALI DIGITAL - Unika Repository
0
0
13
Show more