PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS V SD N DENGGUNG TAHUN AJARAN 20122013 SKRIPSI

Gratis

0
1
179
9 months ago
Preview
Full text

  

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR

MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK STUDENT TEAMS

ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS V

  

SD N DENGGUNG TAHUN AJARAN 2012/2013

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:

  NATALIA RANI SAGITA NIM: 091134012

  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR

MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL

PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK STUDENT TEAMS

ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS V

  

SD N DENGGUNG TAHUN AJARAN 2012/2013

SKRIPSI

  Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

  Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Oleh:

  NATALIA RANI SAGITA NIM: 091134012

  PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

  

PERSEMBAHAN

  Kupersembahkan karya ini untuk: Yesus Kristus yang telah memberiku bimbingan serta pertolongan yang begitu luar biasa kepadaku,

  Kedua orangtuaku tercinta Bapak Y. Suratman dan Ibu Ch. Rubifemy Adikku tersayang Dimas Bayu Adjie

  Ant. Rendy. P. yang tidak pernah bosan untuk memberiku semangat dan dukungannya.

  Teman-teman seperjuanganku dan teman baikku.

  Seluruh warga sekolah SD N Denggung. Almamaterku Universitas Sanata Dharma yang telah memberikanku inspirasi, dukungan, motivasi serta doa hingga terselesaikannya karya ini.

  

MOTTO

  Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama, janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pintar!

  (Roma 12:16) Ketika kita menghadapi kegalauan hati sampai hal yang tersulitpun, janganlah menyerah, tetap berdoa dan berjuang karena Tuhan tidak akan pernah tidur.... DIA tidak akan terlambat ataupun datang terlalu cepat, namun akan menjadikan semua indah pada waktunya....

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan atau daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 16 Oktober 2013 Penulis

  Natalia Rani Sagita

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Natalia Rani Sagita Nomor mahasiswa : 091134012 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul:

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN

  

IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK

STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS V

SD N DENGGUNG TAHUN AJARAN 2012/2013

  beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikan di internet atau media lain untuk kepentingan akademi tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 16 Oktober 2013 Yang menyatakan,

  

ABSTRAK

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR

MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN

KOOPERATIF TEKNIK STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)

PADA SISWA KELAS V SD N DENGGUNG TAHUN AJARAN 2012/2013

  Natalia Rani Sagita Universitas Sanata Dharma

  2013 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) mendiskripsikan cara meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar, menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik STAD; (2) mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan keaktifan siswa; dan (3) mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan prestasi belajar dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013.

  Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD N Denggung tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 37 siswa. Objek penelitian ini adalah peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara, lembar pengamatan keaktifan dan tes. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) cara meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar dengan teknik STAD yaitu dengan langkah-langkah yang dilakukan dengan menentukan skor awal, membentuk kelompok secara heterogen, kegiatan diskusi dalam kelompok dimana setiap anggota kelompok bertanggungjawab untuk memahami dan mengerti tentang materi, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, dan langkah terakhir adalah pemberian penghargaan kepada siswa; (2) penggunaan teknik STAD dapat meningkatkan keaktifan, hal ini dapat dilihat dari data masing-masing siklus yang menunjukkan adanya peningkatan rata-rata keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS sebesar 28,1%; dan (3) penggunaan teknik STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, hal ini dapat dilihat dari data masing-masing siklus yang menunjukkan adanya peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS sebesar 13,5%. Dan peningkatan

  

ABSTRACT

  

IMPROVING LIVELINESS AND ACHIEVEMENT STUDYING SOCIAL

STUDIES BY USING STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)

TECHNIQUES COOPERATIVE LEARNING MODEL IN CLASS V DENGGUNG

PRIMARY SCHOOL ACADEMIC YEAR 2012/2013

  Natalia Rani Sagita Universitas Sanata Dharma

  2013 This study aimed to determine (1) to describe how to improve the liveliness and achievement by using STAD techniques cooperative learning model;

  (2) to know whether STAD techniques cooperative learning model could increase

  STAD techniques

  cooperative the student‟s liveliness and (3) to know whether the learning model could improve the student‟s achievement in the social studies material commend the role of hero in proclaiming the Indonesian independence on fifth grade students of Denggung Primary School at Academic Year 2012/2013.

  Type of research used is Classroom Action Research (CAR), in which the subject the fifth grade students of Denggung Primary School in the academic year 2012/2013. They are 37 students. The object of this study is to increase the liveliness and achievement of students in IPS. The instrument used at this study were obtained with interview,observation of liveliness and tests. Data were analyzed descriptively.

  The results of this observation showed that (1) the ways to improve a liveliness and achievement with the STAD technique by to follow some undertaken steps by determining the initial score, to forme a heterogeneous group, a group discussion in which each member responsible for understanding about matery, and then followed by giving a quiz to determine the level of student‟s skill, and finally by granting awards to students; (2) the use of STAD technique could increase the liveleness of students. It could be seen from the data of each cycle which shows that there was increase of student‟s liveliness in studying social studies is 28.1% and (3) the use of STAD technique can improve a desire of student to learn. It could be seen from the data of each cycle showed an increase and the increase in the of student‟s achievement in social studies is 13.5 %

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala cinta dan kasih sayangNya yang selalu memberikan kekuatan dan semangat kepada penulis untuk terus melanjutkan dan pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Student Teams

  

Achievement Divisions (STAD) pada Siswa Kelas V SD N Denggung Tahun

Ajaran 2012/2013.

  Skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.

  Dalam perjalanannya, terdapat banyak kesulitan dan kendala yang mengiringi penulisan skripsi ini. Skripsi ini tidak akan ada dan tertulis hingga selesai tanpa adanya dukungan, bimbingan dan bantuan dari banyak pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin menghaturkan ungkapan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

  1. Rohandi, Ph. D., selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

  2. Gregorius Ari Nugrahanta, S.J., S.S., BST., M.A., selaku Kaprodi PGSD.

  3. Catur Rismiati, S.Pd., MA., Ed.D., selaku Wakaprodi PGSD.

  4. Rusmawan, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing I yang telah

  5. E. Desiana Mayasari, S.Psi., M.A., selaku dosen pembimbing II yang telah membimbing dan menuntun peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini.

  6. Dra. Sri Susilowati, M.Pd., selaku kepala sekolah SD N Denggung yang telah memberikan ijin penelitian kepada peneliti untuk mengadakan penelitian di sekolah.

  7. Ari Trisnawati, S.Pd., selaku guru kelas V SD N Denggung yang telah memberikan bantuan selama penelitian di sekolah.

  8. Siswa/siswi SD N Denggung tahun ajaran 2012/2013 yang telah memberikan waktu dan kerjasama yang baik selama penelitian berlangsung.

  9. Bapak/ibu guru SD N Denggung yang telah menerima dan memberikan waktu serta tempat untuk melaksanakan penelitian.

  10. Para dosen Program Studi PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang dengan caranya masing- masing penuh kesabaran mendidik dan membimbing peneliti selama menempuh kuliah sehingga bisa mendapatkan harta yang berharga yaitu ilmu.

  11. Teman-teman seperjuangan dalam penulisan karya ini Sr. Ani, Okti, dan Harni. Saling berbagi dan mendukung satu sama lain dalam menyelesaikan karya ini.

  12. Teman-teman PGSD angkatan 2009 khususnya kelas B, jatuh bangun

  13. Rendy, Sary, Amy, Ria, Trisni, terimakasih atas dukungan dan bantuan dalam penyusunan karya ini.

  14. Keluargaku tercinta, Bapak Y. Suratman, Ibu Rubifemy, adik Dimas, Kak Tami, Tante Kamti dan juga keponakan Diandra, Ratri.

  15. Segenap pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang dengan caranya masing-masing memberikan bimbingan, dukungan, dan perhatian, terima kasih untuk semuanya. Penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang membangun dari berbagai pihak untuk perbaikan menuju kesempurnaan karya ini sangat diharapkan. Akhirnya semoga karya ini bermanfaat bagi dunia pendidikan. Terima kasih.

  Yogyakarta, 16 Oktober 2013 Penulis

  Natalia Rani Sagita

  DAFTAR ISI

  HALAMAN JUDUL ............................................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv HALAMAN MOTTO .......................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ........................................................ vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii

  ABSTRACT ........................................................................................................... ix

  KATA PENGANTAR ......................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xiii DAFTAR TABEL ................................................................................................ xvii DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xviii DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... xix

  BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ....................................................................... 1 B. Batasan Masalah ................................................................................... 5 C. Rumusan Masalah ................................................................................. 6

  F. Tujuan Penelitian ................................................................................. 7

  7 G. Manfaat Penelitian ................................................................................ 8

  

BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................ 10

A. KAJIAN PUSTAKA ........................................................................... 10

  1. Keaktifan belajar ............................................................................... 10

  a. Pengertian Keaktifan ................................................................ 10

  b. Indikator Keaktifan ................................................................... 11

  c. Pengaruh Keaktifan terhadap proses belajar siswa ................... 12

  2. Prestasi Belajar ................................................................................... 12

  a. Pengertian Prestasi Belajar .......................................................... 12

  b. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar ..................... 13

  3. Model Pembelajaran Kooperatif ....................................................... 15

  a. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif ............................... 15

  b. Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif ............................ 16

  c. Model Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD ........................... 18

  d. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Teknik

  STAD ................................................................................................ 19

  B. HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN SOSIAL .................................... 21

  1. Pengertian IPS ................................................................................... 21

  2. Tujuan IPS ........................................................................................ 22

  D. KERANGKA BERPIKIR ..................................................................... 26

  E. HIPOTESIS TINDAKAN ..................................................................... 27

  

BAB III METODE PENELITIAN .................................................................. 28

A. Jenis Penelitian ...................................................................................... 28 B. Setting Penelitian .................................................................................. 31 C. Rencana Penelitian ................................................................................ 32 D. Rencana Tindakan Tiap Siklus ............................................................. 34 E. Instrument Penelitian ............................................................................ 37 F. Validitas dan Reliabilitas Instrument Penelitian .................................. 40

  1. Validitas ............................................................................................ 40

  a. Validasi Perangkat Pembelajaran ............................................... 41

  b. Validasi Instrumen Soal ............................................................... 43

  2. Reliabilitas ....................................................................................... 43

  G. Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 45

  H. Analisis Data.......................................................................................... 46

  1. Kriteria Keberhasilan ........................................................................ 46

  2. Perhitungan Keaktifan dan Prestasi Belajar ...................................... 47

  

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................ 50

A. Hasil Penelitian .................................................................................. 50

  3. Data Prestasi Belajar Siswa ............................................................... 71

  B. Pembahasan ........................................................................................ 73

  1. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD ............... 73

  2. Keaktifan siswa .................................................................................. 76

  3. Peningkatan prestasi belajar ............................................................... 82

  

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................... 86

  a. Kesimpulan ........................................................................................ 86

  b. Saran ................................................................................................. 88

  c. Keterbatasan Penelitian ..................................................................... 89 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 90 LAMPIRAN ......................................................................................................... 93

  

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jadwal kegiatan .................................................................................... 32Tabel 3.2 Indikator, Data, Teknik Pengumpulan, Instrumen Keaktifan .............. 38Tabel 3.3 Indikator, Data, Teknik Pengumpulan Prestasi Belajar ....................... 38Tabel 3.4 Kisi-Kisi Soal Siklus I Sesudah Uji Coba ............................................. 39Tabel 3.5 Kisi-Kisi Soal Siklus II Sesudah Uji Coba ........................................... 39Tabel 3.6 Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran ........................................... 42Tabel 3.7 Hasil Perhitungan Validasi Perangkat Pembelajaran ........................... 42Tabel 3.8 Kriteria Klasifikasi Reabilitas Instrument .......................................... 44Tabel 3.9 Kriteria Keberhasilan Keaktifan Siswa ................................................ 46Tabel 3.10 Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar ............................................... 47Tabel 4.1 Kondisi Awal Keaktifan Siswa ............................................................ 68Tabel 4.2 Keaktifan Siswa Siklus I ...................................................................... 69Tabel 4.3 Keaktifan Siswa Siklus II ...................................................................... 70Tabel 4.4 Data Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus I ........................................... 71Tabel 4.5 Data Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus II ........................................... 72Tabel 4.6 Rata-Rata Keaktifan Dalam Persentase ............................................... 80Tabel 4.7 Hasil Peningkatan Keaktifan Siswa ..................................................... 81Tabel 4.8 Hasil Peningkatan Prestasi Belajar Siswa ........................................... 83

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Bagan tahapan penelitian menurut Kemmis dan Mc. Taggart ........ 29Gambar 4.1 Kegiatan kerja kelompok pada siklus I ........................................... 74Gambar 4.2 Kegiatan kerja kelompok pada siklus II ........................................... 74Gambar 4.3 Kegiatan saat pemberian kuis ........................................................... 75Gambar 4.4 Siswa sedang menempel bintang pada papan bintang .................... 76Gambar 4.5 Peningkatan Keaktifan Belajar Siswa ............................................. 81Gambar 4.6 Peningkatan Nilai Rata-Rata Prestasi Siswa .................................... 84Gambar 4.7 Peningkatan Capaian KKM Dalam Persen (%) ............................... 85

  

DAFTAR LAMPIRAN

  LAMPIRAN I ...................................................................................................... 93

  A. Silabus .................................................................................................. 94

  B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .......................................... 95 LAMPIRAN II ..................................................................................................... 110

  A. Lembar Kerja Siswa ............................................................................... 111

  B. Ringkasan Materi .................................................................................. 113 LAMPIRAN III .................................................................................................... 122

  A. Kisi-kisi soal siklus I dan II ................................................................... 123

  B. Jawaban soal siklus I dan II ................................................................... 124

  C. Hasil pekerjaan siswa siklus I dan II....................................................... 125

  D. Soal kuis siklus I dan II ........................................................................... 133

  E. Jawaban kuis siklus I dan II .................................................................. 134

  F. Kisi-kisi instrument pengamatan ........................................................... 135

  G. Lembar observasi keaktifan dalam proses pembelajaran ...................... 136

  H. Rubrik penilaian pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik STAD ......................................................................... 137 LAMPIRAN IV .................................................................................................... 138

  D. Hasil uji reliabilitas soal siklus I dan II ................................................. 142 LAMPIRAN V ..................................................................................................... 143

  A. Data Keaktifan Siswa pada Kondisi Awal ............................................. 144

  B. Daftar Nilai Siswa Tahun Pelajaran 2010/2011 ..................................... 145

  C. Daftar Nilai Siswa Tahun Pelajaran 2011/2012 ...................................... 147

  D. Hasil prestasi belajar siswa pada siklus I dan II ...................................... 149 LAMPIRAN VI .................................................................................................... 150

  A. Surat Izin Penelitian .............................................................................. 151

  B. Foto-foto penelitian ................................................................................. 153

  C. Biodata Peneliti ....................................................................................... 158

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah suatu hal yang sangat kita perlukan guna membantu

  dalam penyelenggaraan pembangunan suatu negara. Pendidikan dapat diperoleh melalui lembaga formal ataupun non formal. Salah satu lembaga formal dalam penyelenggaraan pendidikan yaitu sekolah, di mana setiap sekolah mencanangkan program

  • –program tertentu dalam pencapaian pendidikan belajar itu sendiri. Sekolah tidak lepas dari suatu standar kurikulum pemerintah untuk pencapaian tujuan belajar. Dalam pencapaian hubungan belajar yang baik, tentunya diperlukan beberapa hal yang sangat mendukungnya, salah satunya ialah proses interaksi antara guru dan siswa di dalam kelas. Di dalam kelas itu sendiri siswa dapat berkembang melalui seorang guru.

  Pembelajaran di dalam kelas adalah proses dimana terjadinya interaksi antara guru dan siswa. Rusman (2010:1) mengungkapkan bahwa kegiatan pembelajaran dilakukan oleh dua orang pelaku, yaitu guru dan siswa. Perilaku guru adalah mengajar dan perilaku siswa adalah belajar. Hubungan antara guru, siswa, dan bahan ajar bersifat dinamis dan kompleks. Dalam proses interaksi tersebut, guru tidak hanya memberikan ilmu yang dimiliki kepada membuat siswa kurang terlibat, karena siswa cenderung mendengarkan saja. Oleh karena itu guru diharapkan menjadi fasilitator agar siswa dapat aktif untuk menjawab permasalahan dalam belajar dan diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Menurut Rusman (2010:280) laporan hasil penilaian mengenai prestasi siswa merupakan sarana komunikasi dan sarana kerjasama antara sekolah dengan orang tua yang bermanfaat baik bagi kemajuan belajar siswa maupun bagi pengembangan sekolah. Oleh karena itu hasil prestasi siswa sangat dibutuhkan untuk mengetahui sampai dimana tingkat pemahaman siswa terhadap materi. Dari berbagai macam pelajaran yang diajarkan, Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit bagi siswa karena dari hasil wawancara yang dilakukan kepada guru kelas V menyatakan bahwa prestasi siswa dalam mata pelajaran tersebut masih kurang memuaskan. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sekarang ini, pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dipelajari siswa Sekolah Dasar kelas I sampai dengan kelas VI.

  Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan lima mata pelajaran pokok yang ada di Sekolah Dasar yang termasuk pelajaran yang cukup sulit karena materinya bersifat abstrak, sedangkan Montessori dalam Sriyono (1992:76) menghargai sekali arti pengamatan yang dilakukan oleh alat-alat indera. Siswa Sekolah Dasar cenderung lebih memahami hal-hal yang bersifat konkret yaitu yang dapat dilihat, didengar, dibaui, diraba dan sebagainya. Oleh dengan baik. Dengan siswa aktif maka mereka akan berusaha untuk menggali informasi lebih dalam agar informasi yang mereka peroleh itu dapat benar- benar mereka pahami sehingga tujuan dari proses belajar agar tercapai dengan baik. Melalui hal tersebut siswa akan terlatih untuk cepat tanggap atau terlatih untuk berpikir kritis dalam menerima informasi yang telah diberikan. Oleh karena itu keaktifan siswa sangatlah penting bagi pencapaian proses belajar yang baik.

  Namun pada kenyataannya, menurut guru pengampu mata pelajaran, banyak siswa yang kurang aktif dalam belajar, sehingga hasil prestasi siswa kurang memuaskan dalam materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial tersebut. Oleh sebab itu peneliti tertarik mengadakan observasi untuk mengetahui penyebab dari kurang aktifnya siswa dalam belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dan tidak tercapainya nilai KKM siswa terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

  Berdasarkan pengamatan dengan menggunakan instrument keaktifan, pengamatan pertama yang dilakukan pada tanggal 5 Februari 2013, persentase rata-rata keaktifan siswa adalah 37,04%, peneliti juga melihat bahwa metode pembelajaran di kelas tersebut masih tradisional dimana guru cenderung banyak mendominasi pembelajaran sehingga terlihat guru hanya menggunakan metode ceramah. Guru sebagai pemberi informasi sedangkan siswa hanya sebagai penerima informasi. Sedangkan berdasarkan pengamatan adalah 37 siswa dimana terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan.

  Keberhasilan pembelajaran di kelas V SD N Denggung pada mata

  pelajaran IPS saat ini masih kurang memuaskan dan jauh dari apa yang diharapkan. Dalam menilai keberhasilan pembelajaran, ketuntasan belajar setiap indikator ditetapkan berkisar antara 0-100. Satuan pendidikan harus menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk setiap mata pelajaran yang diajarkan di sekolah tersebut.

  Setiap mata pelajaran ditetapkan KKM yang berbeda-beda, harus sesuai dengan kemampuan rata-rata peserta didik. Di SD N Denggung KKM mata

  pelajaran IPS yang ditetapkan adalah 70,00. Siswa dinyatakan tuntas belajar IPS apabila sudah memenuhi KKM tersebut. Berdasarkan data nilai yang diperoleh dalam kurun waktu 2 tahun yang lalu, ditemukan beberapa mata pelajaran yang selalu dianggap sulit oleh siswa, termasuk di dalamnya adalah

  IPS. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas beberapa masalahnya antara lain adalah siswa sulit untuk mengingat nama dan peran tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan. Dari daftar nilai tahun 2010/2011 siswa yang tuntas nilai KKM pada Kompetensi Dasar 2.3 sebanyak 13 siswa (48,14%), dan data yang belum tuntas KKM sebanyak 14 siswa (51,85%). Pada tahun 2011/2012 siswa yang tuntas nilai KKM sebanyak 14 siswa (48,27) dan yang belum tuntas sebanyak 15 siswa (51,72%). Dari data yang siswa. Peneliti menduga hal tersebut disebabkan karena model pembelajaran yang dilakukan oleh guru cenderung tradisional (ceramah) yang membuat proses pembelajaran terkesan membosankan. Oleh karena itu, guru harus mencoba menggunakan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif guna mencapai hasil belajar yang baik.

  Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tentang model pembelajaran kooperatif khususnya teknik Student

  Teams Achievement Divisions (STAD) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan

  Sosial terhadap peningkatan keaktifan dan prestasi siswa. Adapun alasan peneliti memilih Model pembelajaran kooperatif yaitu peneliti menduga bahwa dalam pembelajaran, siswa dapat dilibatkan secara aktif bersama dengan kelompok timnya dan mampu bekerja sama antara anggota satu dengan anggota lainnya di dalam kelompok itu sendiri. Kerjasama antar siswa itulah pada akhirnya membuahkan keberhasilan kelompok. Karena keberhasilan kelompok adalah tanggung jawab semua anggota kelompok. Oleh sebab itu, guru harus memikirkan dan membuat perencanaan sebelum melakukan proses pengajaran agar siswa dapat terlibat secara aktif.

B. Batasan Masalah

  Peneliti membatasi permasalahan pada peningkatan keaktifan dan prestasi menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik STAD pada siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013.

  C. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana cara meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar, dalam mata

  pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi Jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik STAD pada siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013?

  2. Apakah model pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013?

  3. Apakah model pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013?

  D. Pemecahan Masalah

  Masalah rendahnya keaktifan dan prestasi belajar dalam mata pelajaran Ajaran 2012/2013 akan diatasi menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik STAD.

E. Batasan Istilah

  Suatu istilah dapat ditafsirkan dengan makna yang berbeda-beda. Agar terhindar dari kesalahpahaman dan penafsiran-penafsiran yang keliru, maka peneliti memberikan batasan-batasan pengertian dalam penelitian ini sebagai berikut:

  1. Keaktifan adalah kegiatan siswa yang giat untuk mendorong adanya perilaku aktif.

  2. Prestasi belajar adalah hasil atau taraf kemampuan kognitif yang telah dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar yang kemudian akan diukur dan dinilai yang kemudian diwujudkan dalam angka.

  3. Model pembelajaran kooperatif teknik STAD merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok- kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis dan penghargaan kelompok.

F. Tujuan Penelitian

  pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik STAD pada siswa kelas V SD N Denggung tahun ajaran 2012/2013.

  2. Mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013?

  3. Mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013?

G. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

  Penelitian ini dapat digunakan sebagai model alternatif dalam mata

  pelajaran IPS di Sekolah Dasar yang berkaitan dengan materi jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V dan menambah wawasan baru terkait model pembelajaran kooperatif teknik STAD.

2. Manfaat Praktis

  a. Bagi peneliti Penelitian ini dapat memberikan pengalaman yang berguna, berharga dan dapat menjadi bekal bagi peneliti untuk terjun kedunia pendidikan secara langsung serta dapat memperoleh wawasan dalam menganalisis suatu masalah kemudian mengambil suatu kesimpulan secara tepat.

  b. Bagi siswa Penelitian diharapkan membuat siswa dapat aktif dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

  c. Bagi guru Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi dan masukan serta bahan pertimbangan saat memilih model pembelajaran.

  d. Bagi sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak pada peningkatan mutu pembelajaran di sekolah yang akhirnya pada kualitas sekolah.

BAB II LANDASAN TEORI Bab ini menjelaskan berbagai teori, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis tindakan. A. Kajian Pustaka

1. Keaktifan Belajar a. Pengertian Keaktifan

  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:23) mengartikan keaktifan sebagai kegiatan, kesibukan. Joni (1984:1) mengemukakan bahwa keaktifan dapat mengambil bentuk yang beraneka ragam seperti misalnya mendengarkan (kuliah), mendiskusikan (hubungan sebab akibat dalam suatu kejadian), membuat sesuatu (bel listrik), menulis (suatu laporan) dan seterusnya. Keaktifan-keaktifan yang lebih penting bahkan lebih sulit diamati menggunakan isi khasanah pengetahuan dalam memecahkan masalah baru, menyatakan gagasan dengan bahasa sendiri, menyusun suatu rencana satu pelajaran atau eksperimen IPA dan seterusnya. Sriyono (1992:75) mengartikan bahwa pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid- muridnya aktif, jasmani maupun rohani meliputi keaktifan indera, akal,

  Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa keaktifan adalah kegiatan mendengarkan, mendiskusikan, membuat sesuatu dan sebagainya yang dilakukan seseorang dengan giat, rajin dan sungguh-sungguh dengan menggunakan indera, akal, ingatan, dan emosi.

b. Indikator Keaktifan

  Menurut Sudirman (1987:102), kadar tinggi-rendahnya siswa aktif dapat diketahui dari indikatornya, yaitu gejala yang tampak, baik pada tingkah laku siswa dan pengajar maupun di dalam bentuk alat, organisasi kegiatan, serta iklim kerja ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Joni (1984:17) mengemukakan tentang indikator- indikator yang dimaksud itu adalah sebagai berikut:

  1. Menyampaikan pendapat, usul dan saran.

  2. Keterlibatan mental di dalam kegiatan belajar.

  3. Peranan guru sebagai fasilitator.

  4. Belajar dengan pengalaman langsung.

  5. Variasi bentuk dan alat kegiatan belajar mengajar.

  6. Interaksi antar siswa yang berkaitan dengan kemampuan bekerjasama.

  Pada penelitian ini, indikator yang digunakan peneliti terdiri dari

c. Pengaruh Keaktifan Terhadap Proses Belajar Siswa

  Materi dalam mata pelajaran IPS sebagian besar bersifat abstrak, sedangkan menurut Piaget dalam Rusman (2010:251) anak pada usia Sekolah Dasar (usia 7-11 tahun) berada pada tahapan operasi konkret, mereka belajar dengan lebih bermakna dan bernilai ketika siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya, keadaan yang nyata, lebih faktual, mereka belum begitu mampu memahami konsep-konsep yang abstrak. Oleh karena itu guru harus pandai dan kreatif dalam menyampaikan materi tersebut kepada siswa agar mereka menjadi aktif dalam pembelajaran sehingga mereka dapat benar-benar memahami tidak hanya sekedar hafal saja. Etin (2007:23) mengungkapkan dengan siswa aktif maka siswa akan berusaha untuk menggali informasi lebih dalam agar informasi yang mereka peroleh itu dapat benar-benar mereka pahami sehingga tujuan dari proses belajar agar tercapai dengan baik. Melalui hal tersebut siswa akan terlatih untuk cepat tanggap atau terlatih untuk berpikir kritis dalam menerima informasi yang diberikan oleh guru.

2. Prestasi Belajar

a. Pengertian Prestasi Belajar

  dilakukan siswa. Prestasi belajar dapat ditunjukkan dengan hasil belajar siswa, hasil belajar tersebut dapat berupa keterampilan mengerjakan sesuatu, kemampuan menjawab soal atau menyelesaikan tugas. Masidjo (2010:38) mengungkapkan dalam penilaian hasil prestasi belajar, guru menggunakan alat pengukur yang disebut tes. Prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Untuk mencapai suatu prestasi belajar siswa harus mengalami proses pembelajaran. Dalam melaksanakan proses pembelajaran siswa akan mendapatkan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan.

  Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak setelah siswa melakukan kegiatan belajar yang diukur menggunakan tes.

b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

  Syah (2001:132) mengemukakan secara global faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu faktor internal, faktor eksternal, dan faktor pendekatan belajar.

  1. Faktor internal a. Bakat, merupakan kemampuan untuk belajar.

  b. Kecerdasan, yaitu potensi dasar yang dimiliki oleh setiap siswa.

  c. Minat, yaitu suatu ketertarikan atau perhatian pada suatu obyek yang cenderung bersifat menetap yang didalamnya ada unsur rasa senang.

  d. Motivasi, yaitu suatu tenaga yang mendorong setiap individu bertindak atau berbuat untuk tujuan tertentu.

  2. Faktor eksternal Faktor eksternal siswa yakni terdiri atas dua macam yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan nonsosial. Lingkungan sosial yang paling berpengaruh yaitu orang tua dan keluarga siswa sendiri. Sedangkan faktor lingkungan non sosial antara lain gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa.

  3. Faktor pendekatan belajar Aktivitas yang dilakukan siswa dalam belajar mempengaruhi prestasi belajar yang dicapai siswa. Faktor pendekatan belajar merupakan suatu upaya belajar siswa yang menggunakan strategi dan metode belajar yang digunakan siswa. Strategi dan metode belajar digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Faktor pendekatan belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar yang diperoleh siswa. Dengan demikian, semakin

  Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu faktor internal yang berasal dari diri siswa, faktor eksternal yang terdiri dari lingkungan sosial dan non sosial, dan faktor pendekatan belajar yang merupakan strategi dan metode belajar.

3. Model Pembelajaran Kooperatif a. Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif

  Trianto (2009:56) mengemukakan pembelajaran kooperatif adalah siswa belajar bersama dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-6 orang siswa yang sederajat tetapi heterogen, kemampuan, jenis kelamin, suku/ ras, dan satu sama lain saling membantu. Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Jadi, setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab yang sama untuk keberhasilan kelompoknya. Menurut Rusman (2010:202-203) pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Sedangkan Sriyono (1992) mengungkapkan kerja kelompok dipakai dalam interaksi belajar mengajar

  Berdasarkan beberapa pendapat diatas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah suatu pembelajaran yang lebih mengutamakan kerja kelompok untuk saling membantu siswa satu dengan yang lainnya untuk membahas dan memecahkan masalah dan diharapkan tercipta suatu kerjasama antar anggota kelompok yang bersifat heterogen.

b. Karakteristik model pembelajaran kooperatif

  Menurut Rusman (2010:206) pembelajaran kooperatif berbeda dengan strategi pembelajaran yang lain. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari proses pembelajaran yang lebih menekankan pada proses kerja sama dalam kelompok. Karakteristik pembelajaran kooperatif dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Pembelajaran secara tim Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran dilakukan secara tim.

  Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, tim harus mampu membuat siswa belajar. Setiap anggota tim harus saling membantu untuk mencapai tujuan pembelajaran.

  2. Didasarkan pada manajemen kooperatif Manajemen yang telah kita pelajari mempunyai 3 fungsi, yaitu:

  a. Fungsi manajemen sebagai perencanaan pelaksanaan menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif dilaksanakan sesuai dengan b. Fungsi manajemen sebagai organisasi, menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif.

  c. Fungsi manajemen sebagai kontrol, menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui bentuk tes maupun non tes.

  3. Kemauan untuk bekerja sama Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan secara kelompok, oleh karenanya prinsip kebersamaan atau kerjasama perlu ditekankan dalam pembelajaran kooperatif. Tanpa kerja sama yang baik, pembelajaran kooperatif tidak akan mencapai hasil yang optimal.

  4. Keterampilan bekerja sama Kemampuan bekerja sama itu dipraktikkan melalui aktivitas dalam kegiatan pembelajaran secara berkelompok. Dengan demikian, siswa perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan angota lain dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

  Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa karakteristik dari pembelajaran kooperatif adalah pembelajarannya dilakukan secara tim atau berkelompok, didasarkan pada manajemen kooperatif yaitu yang pertama dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, dan langkah-langkah proses pembelajaran berjalan dengan efektif, yang ketiga pembelajaran kooperatif perlu ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui bentuk tes maupun non tes, pembelajaran kooperatif berprinsip pada kebersamaan atau kerjasama, pembelajaran kooperatif menekankan keterampilan bekerja sama untuk mau dan sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan angota lain dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

  c.

   Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Student Teams Achievement Divisions (STAD)

  Menurut Trianto (2009: 68-72) pembelajaran kooperatif tipe STAD ini merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis dan penghargaan kelompok. Menurut Rusman (2010:213) dalam STAD, siswa dibagi menjadi kelompok beranggotakan 4 orang yang beragam kemampuan, jenis kelamin, dan sukunya. Guru memberikan suatu pelajaran dan siswa-siswa dalam kelompok memastikan bahwa semua anggota kelompok itu bisa menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya semua siswa menjalani kuis perseorangan tentang materi tersebut, dan pada saat sebelumnya, dan nilai-nilai itu diberi hadiah berdasarkan pada seberapa tinggi peningkatan yang bisa mereka capai.

  Slavin dalam Rusman (2010:214) memaparkan bahwa “Gagasan utama di belakang STAD adalah memacu siswa agar saling mendorong dan membantu satu sama lain untuk menguasai keterampilan yang diajarkan guru”.

d. Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif Teknik STAD

  Slavin dalam Nur (2006:26) mengungkapkan seperti halnya pembelajaran lainnya, pembelajaran kooperatif tipe STAD ini juga membutuhkan persiapan yang matang sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Persiapan-persiapan tersebut antara lain:

  1. Perangkat pembelajaran Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran ini perlu dipersiapkan perangkat pembelajarannya, yang meliputi Rencana Pelaksanaan

  Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS) beserta lembar jawabannya.

  2. Membentuk kelompok kooperatif Menentukan anggota kelompok diusahakan agar kemampuan siswa dalam kelompok adalah heterogen dan kemampuan antar satu kelompok dengan kelompok lainnya relatif homogen. Apabila memungkinkan belakang yang relatif sama, maka pembentukan kelompok dapat didasarkan pada prestasi akademik, yaitu: a. Siswa dalam kelas terlebih dahulu dirangking sesuai kepandaian dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Tujuannya adalah untuk mengurutkan siswa sesuai kemampuanya dan digunakan untuk mengelompokkan siswa ke dalam kelompok.

  b. Menentukan tiga kelompok dalam kelas yaitu kelompok atas, kelompok menengah dan kelompok bawah. Kelompok atas sebanyak 25% dari seluruh siswa yang diambil dari siswa rangking satu, kelompok tengah 50% dari seluruh siswa yang diambil dari urutan setelah kelompok atas, dan kelompok bawah sebanyak 25% dari seluruh siswa yaitu terdiri atas siswa setelah diambil kelompok atas dan kelompok menengah.

  c. Menentukan skor awal Skor awal yang dapat digunakan dalam kelas kooperatif adalah nilai ulangan sebelumnya. Skor awal ini dapat berubah setelah ada kuis.

  Misalnya pada pembelajaran lebih lanjut dan setelah diadakan tes, maka hasil tes masing-masing individu dapat dijadikan skor awal.

  d. Pengaturan tempat duduk Pengaturan tempat duduk dalam kelas kooperatif perlu juga diatur dengan baik, hal ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan dapat menimbulkan kekacauan yang menyebabkan gagalnya pembelajaran pada kelas kooperatif.

  e. Kerja kelompok Untuk mencegah adanya hambatan pada pembelajaran kooperatif tipe STAD, terlebih dahulu diadakan latihan kerja sama kelompok.

  Hal ini bertujuan untuk lebih jauh mengenalkan masing-masing individu dalam kelompok.

A. Hakikat Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS )

  1. Pengertian IPS Nursid Sumaatmadja (1980:9) lebih menekankan kepada segi praktis mempelajari, menelaah, mengkaji gejala dan masalah sosial, yang tentu saja bobotnya sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing. Hakekatnya mempelajari gejala dan masalah sosial yang menjadi bagian dari kehidupan tersebut. Pengajaran IPS berkenaan dengan kehidupan manusia yang melibatkan segala tingkah laku dan kebutuhannya. IPS berkenaan dengan cara manusia menggunakan usaha memenuhi kebutuhan materinya, memenuhi kebutuhan budayanya, kebutuhan kejiwaannya, pemanfaatan sumber daya yang ada di permukaan bumi, mengatur kesejahteraan dan pemerintahannya dan lain-lain.

  Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa IPS menganalisa gejala dan masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

  2. Tujuan IPS Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan agar siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berguna selain itu juga dapat mengembangkan kemampuan dan sikap yang berguna. Kemampuan dan sikap terhadap gejala-gejala sosial, perkembangan masyarakat Indonesia dan dunia, baik di masa yang lalu maupun masa sekarang dan diharapkan siswa mampu bersikap tanggap terhadap kegiatan, masalah, dan pengaruh sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, sampai pada lingkungan kabupaten atau kota, provinsi, serta negara.

  Bahkan, sampai pada lingkungan yang lebih luas, yaitu lingkungan dunia.

  Berdasarkan pernyataan-pernyataan diatas, jadi dapat disimpulkan bahwa IPS merupakan ilmu yang mempelajari manusia di masyarakat.

  Selain itu dengan mempelajari IPS manusia mampu memecahkan masalah dan memahami lingkungan sosial masyarakat dimana dia berada.

  3. Materi IPS kelas IV Materi dalam mata pelajaran IPS memang dirasa cukup sulit karena materinya bersifat abstrak jadi sulit bagi siswa SD untuk memahami peristiwa, seperti halnya dalam kompetensi dasar 2.3 materi jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, siswa dituntut untuk menghafal peristiwa-peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi beserta tokoh-tokoh dan perannya masing-masing dalam memproklamasikan kemerdekaan, hal ini tentu membutuhkan konsentrasi dan minat yang besar bagi siswa untuk mempelajarinya, selain itu juga guru harus menyiapkan metode belajar ataupun media dan sarana yang mendukung yang akan memudahkan siswa menangkap dan mengingat materi yang diberikan sehingga materi tersebut akan tersampaikan dengan baik.

B. Hasil Penelitian yang Relevan Pada bagian ini akan dipaparkan beberapa hasil penelitian yang relevan.

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Erisdauli Manurung (2006, skripsi tidak diterbitkan) dengan judul “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif

  Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam Meningkatkan Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas

  XI Akuntansi SMK Sanjaya Pakem Yogyakarta” dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams menunjukkan bahwa pada siklus 1

  Achievement Division (STAD)

  menunjukkan komponen kemampuan siswa bertanya (100%), kemampuan kemampuan siswa menanggapi jawaban (100%), kemampuan siswa menyimpulkan jawaban (100%). Sedangkan untuk hasil belajar pada siklus 1, siswa yang mengalami ketuntasan belajar berjumlah 28 siswa (93,3%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode STAD pada mata pelajaran Akuntansi khususnya materi mengelola kartu persediaan dapat meningkatkan partisipasi belajar siswa dan hasil belajar siswa kelas XI akuntansi SMK Sanjaya Pakem, Yogyakarta.

  2. Penelitian yang dilakukan oleh Maria Dwi Retno Sari (2004, skripsi tidak diterbitkan) dengan judul skripsi “Penggunaan Metode Pembelajaran

  Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dalam Meningkatkan Partisipasi, Motivasi dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran

  IPS Ekonomi Siswa Kelas VIIB SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Model

  Yogyakarta Tahun Ajaran 2007/2008” dengan menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division

  (STAD) menunjukkan bahwa (1) metode pembelajaran kooperatif tipe

  STAD meningkatkan partisipasi siswa : sebelum implementasi hanya 12 siswa saja yang berpartisipasi dalam proses pembelajaran, setelah implementasi semua siswa (24 siswa) turut berpartisipasi di dalam pembelajaran. (2) metode pembelajaran kooperatif tipe STAD meningkatkan motivasi siswa, sebelum implementasi hanya 1 siswa yang meningkatkan prestasi belajar siswa, sebelum implementasi siswa yang tuntas belajar sebanyak 7 siswa sedangkan sesudah implementasi tindakan siswa yang tuntas belajar menjadi 18 siswa.

  3. Mutia Lina Dewi (2008) melakukan penelitian dengan ju dul “Belajar Kelompok Model STAD dan JIGSAW untuk Meningkatkan Motivasi dan Keaktifan Mahasiswa.” Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut (1) Belajar kelompok model STAD dapat membantu mahasiswa meningkatkan motivasi dan keaktifan belajar matematika melalui tahapan penyajian materi, belajar kelompok, tes atau kuis, penghitungan poin peningkatan individual, dan pemberian penghargaan kelompok. (2) Hasil pengamatan menunjukkan bahwa mahasiswa sangat antusias menyelesaikan soal latihan secara kelompok dan aktif bertanya ketika penyajian materi, tetapi selalu ada mahasiswa yang berusaha menyontek ketika tes atau kuis. (3) Hasil wawancara dan angket menunjukkan bahwa mahasiswa senang belajar kelompok stad. (4) Status nilai subjek/sumber penelitian lulus semua. Namun demikian, masih ada mahasiswa yang belum mencapai kriteria keberhasilan.

  Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran tipe STAD dapat meningkatkan partisipasi belajar, prestasi belajar dan keaktifan siswa/mahasiswa

  (Sekolah Dasar) khususnya di kelas V pada materi Jasa dan Peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di SD N Denggung. Selain hal tersebut, pada penelitian ini variabel yang akan diteliti yaitu prestasi belajar dan keaktifan siswa, penelitian yang sebelumnya digunakan peneliti sebagai acuan untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran kooperatif teknik STAD ini dapat meningkatkan prestasi dan keaktifan siswa pada penelitian ini.

C. Kerangka Berpikir

  Proses pembelajaran di dalam kelas diharapkan pengajaran dikemas dengan baik, yang kemudian akan membuat siswa senang dalam mengikuti pembelajaran.

  Dari pengamatan peneliti, terlihat bahwa sekarang ini banyak guru yang belum menerapkan teknik-teknik pembelajaran yang dikemas dengan menarik guna membangkitkan proses pembelajaran siswa di kelas. Padahal banyak teknik dalam melakukan pembelajaraan kooperatif, yakni salah satunya ialah teknik Student

  Teams Achievement Divisions (STAD).

  Teknik STAD ini akan diterapkan pada mata pelajaran IPS yang diharapkan dapat meningkatkan keaktifan belajar dan prestasi belajar siswa. Karena dalam pembelajaran dengan menggunakan teknik STAD, siswa dapat belajar ataupun berdiskusi secara berkelompok dalam tim, mampu bekerja sama dengan baik antar anggota kelompok, tertarik mengikuti pembelajaran, terlibat aktif pada proses

  Pembelajaran kooperatif dengan teknik STAD akan membuat siswa merasa senang dan menikmati proses pembelajaran. Apabila siswa telah menikmati proses pembelajaran, maka siswa akan termotivasi untuk belajar materi yang diberikan sehingga prestasi belajarnya akan meningkat.

D. Hipotesis Tindakan

  1. Cara meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013 adalah pembelajaran dengan diawali penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok (diskusi), kuis, dan pemberian penghargaan.

  2. Pengunaan Model pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013.

  3. Pengunaan Model pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Ilmu

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian

  tindakan kelas (PTK). Kunandar (2008: 45) berpendapat penelitian tindakan kelas adalah suatu penelitian tindakan (action research) yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti dikelasnya atau bersama-sama dengan orang lain (kolaborasi) dengan jalan merancang, melaksanakan dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu (kualitas) proses pembelajaran di kelasnya melalui suatu tindakan (treatment) tertentu dalam suatu siklus.

  Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Penelitian ini mengacu pada perbaikan pembelajaran yang berkesinambungan. Kemmis dan Taggart (1988:14) menyatakan bahwa model penelitian tindakan adalah berbentuk spiral. Tahapan penelitian tindakan pada suatu siklus meliputi perencanaan atau pelaksanaan observasi dan refleksi.

  Siklus ini berlanjut dan akan dihentikan jika sesuai dengan kebutuhan dan dirasa sudah cukup.

  Penelitian ini menggunakan model penelitian Kemmis dan Mc. Taggart dilakukan. Kemudian, dilakukan perencanaan ulang untuk dilaksanakan pada siklus tersendiri. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat gambar 1 di bawah ini: Perencanaan

  Pelaksanaan

  SIKLUS I

  Refleksi Pengamatan

  Perencanaan

SIKLUS II

  Refleksi Pelaksanaan Pengamatan

Gambar 3.1 Bagan Tahapan Penelitian menurut Kemmis dan Mc. Taggart dalam Suharsimi (2006:16)

  Keempat aspek pokok dalam Penelitian Tindakan Kelas (Kunandar 2008:70-76) menurut Kemmis dan Mc. Taggart (1998), Penelitian Tindakan Kelas dilakukan melalui proses yang dinamis dan komplementari yang terdiri dari 4 momentum essensial, berikut penjelasan singkatnya:

  1. Penyusunan Rencana kelas hendaknya tersusun dan dari segi definisi harus prospektif pada tindakan, rencana itu harus memandang ke depan.

  2. Tindakan Tindakan yang dimaksud adalah tindakan yang dilakukan secara sadar dan terkendali, yang merupakan variasi praktik yang cermat dan bijaksana.

  Praktik diakui sebagai gagasan dalam tindakan dan tindakan itu digunakan sebagai pijakan bagi pengembangan tindakan berikutnya yaitu tindakan yang disertai niat untuk memperbaiki keadaan.

  3. Observasi Observasi berfungsi untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait.

  Objek observasi adalah seluruh proses tindakan terkait, pengaruhnya ( yang disengaja dan tidak disengaja ), keadaan dan kendala tindakan direncanakan dan pengaruhnya, serta persoalan lain yang timbul dalam konteks terkait. Observasi dalam PTK adalah kegiatan pengumpulan data yang berupa proses perubahan kinerja PBM.

  4. Refleksi Refleksi adalah mengingat dan merenungkan suatu tindakan persis seperti yang telah dicatat dalam observasi. Refleksi berusaha memahami proses, masalah, persoalan, dan kendala yang nyata dalam tindakan strategis. Refleksi biasanya dibantu oleh diskusi di antara peneliti dan kolaborator. Melalui diskusi, refleksi memberikan dasar perbaikan rencana. Refleksi

  (penjelasan) terhadap semua informasi yang diperoleh dari observasi atas pelaksanaan tindakan.

B. Setting Penelitian

  Setting penelitian tindakan kelas adalah sebagai berikut:

  1. Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di SD N Denggung Jalan Candi Gebang, Bangunrejo, Tridadi, Sleman, Yogyakarta 55511.

  2. Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013. Secara keseluruhan siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013 berjumlah 37 siswa, terdiri dari 19 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan.

  3. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik STAD dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V SD N Denggung Tahun Ajaran 2012/2013.

  4. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama 8 bulan pada semester genap tahun

Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan

  No Tahap Bulan Penelitian Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus

  1. Penyusunan Proposal

  2. Perencanaan Tindakan

  3. Perncanaan Instrumen

  4. Penyusunan RPP

  5. Pelaksanaan Pembelajaran

  6. Observasi Pengumpulan Data

  7. Analisis Data dan Refleksi

  8. Penyusunan laporan

  9. Pembuatan artikel

10. Ujian

C. Rencana Penelitian

  1. Persiapan

  a. Permintaan ijin kepada Kepala Sekolah SD N Denggung Permintaan ijin disini dimaksudkan agar kegiatan penelitian dapat berjalan dengan lancar dengan persetujuan dari pihak sekolah.

  b. Wawancara Tujuan dilakukan wawancara dimaksudkan untuk mencari informasi tentang kondisi awal keaktifan dan prestasi belajar siswa. Informasi c. Observasi Tujuan dilakukan observasi dimaksudkan untuk mengumpulkan data tentang kondisi sesungguhnya yang terjadi di kelas V SD N Denggung.

  d. Mendata siswa dengan tingkat kemampuan yang tinggi, sedang, rendah untuk menentukan kelompok.

  e. Membentuk kelompok masing-masing beranggotakan 6-7 siswa dengan kemampuan yang heterogen.

  f. Indentifikasi masalah Setelah diperoleh data dari hasil wawancara dan observasi maka peneliti dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi dan menentukan tindak lanjut.

  g. Mengkaji kompetensi dasar dan materi pokok Hal tersebut dilakukan dengan merumuskan isi dan materi dari kompetensi dasar sehingga diperoleh indikator.

  h. Menyiapkan dan menyusun instrumen pembelajaran (silabus, RPP, bahan ajar). i. Menyiapkan dan menyusun instrumen pengumpulan data (lembar pengamatan keaktifan, panduan wawancara, kisi-kisi soal, soal evaluasi, instrumen penilaian) j. Mempersiapkan sarana pendukung dalam kegiatan pembelajaran

D. Rencana Tindakan Tiap Siklus

  Setelah peneliti memperoleh gambaran keadaan kelas, maka dilakukan tindakan kelas sebagai berikut.

1. Siklus I

  Tindakan yang direncanakan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar IPS materi Jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

  a. Rencana Tindakan

  1) Peneliti membuat silabus, membuat RPP, membuat LKS dan soal evaluasi, menyiapkan bahan ajar, lembar observasi, menyiapkan media dan sumber belajar 2) Peneliti menggali data awal karakteristik siswa secara heterogen menjadi kelompok yang beranggotakan 6-7 siswa.

  b. Pelaksanaan Tindakan

  Pelaksanaan tindakan dalam siklus I dilaksanakan dalam 2 pertemuan, dimana pada setiap pertemuan beralokasi 2 JP (2 x 35 menit). Berikut ini uraian pelaksanaan tindakan secara umum:

  a. Pertemuan 1 1) Mempersiapkan perangkat pembelajarannya (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).

  2) Menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan

  3) Guru menjelaskan, bertanya jawab dengan siswa tentang peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi.

  4) Siswa diminta mengamati foto peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi di handout masing-masing.

  5) Siswa dibagi dalam kelompok secara heterogen menurut tingkat kemampuannya dan jenis kelamin, setiap kelompok beranggotakan 6-7 siswa. 6) Setiap kelompok diberi LKS untuk berdiskusi (kerja kelompok), siswa dengan kemampuan yang tinggi bertanggungjawab untuk membantu siswa lain yang kesulitan dalam kelompok sehingga semua anggota kelompok mengerti materi yang sedang dibahas. 7) Siswa mengumpulkan hasil diskusi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

  8) Guru memberikan penguatan tentang materi. 9) Guru memberi kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa.

  10) Guru memberi penghargaan pada siswa yang aktif menjawab pertanyaan dari kuis.

  b. Pertemuan 2 1) Menyampaikan kompetensi dasar dan indikator yang akan

  2) Guru mengulang materi yang telah diajarkan pada pertemuan yang lalu.

  3) Guru bertanya jawab tentang materi peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi.

  4) Siswa dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 6-7 siswa (sama pada pertemuan yang lalu) untuk mengerjakan soal LKS.

  5) Hasil kerja siswa pada pertemuan hari ini dan pertemuan yang lalu dikoreksi bersama-sama.

  6) Guru memberikan penghargaan pada siswa yang aktif bertanya, menyanggah, dan menjawab pada saat pembahasan.

  7) Guru memberikan penguatan materi. 8) Guru membagi soal evaluasi kepada siswa.

  c. Observasi

  Observasi dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan mengisi lembar pengamatan keaktifan dan lembar penilaian pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik STAD, apakah hasil atau dampak dari tindakan yang dilaksanakan siswa sesuai dengan harapan peneliti atau belum.

  d. Refleksi

  1) Mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan yang dilakukan dalam siklus ini sebagai upaya peningkatan

  2) Melihat hasil tes dan observasi yang sudah dicapai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.

  3) Merencanakan dan menentukan tindak lanjut yang harus dilakukan berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus I.

2. Siklus II

  Kegiatan yang dilakukan pada siklus kedua pada prinsipnya sama dengan siklus pertama hanya tindakan dan jumlah anggota kelompok yang berbeda.

  Yang membedakan siklus pertama dan kedua adalah tindakan yang dilakukan, dimana siklus yang kedua tindakannya berasal dari refleksi dengan memperbaiki kekurangan pada siklus pertama dan jumlah dari anggota kelompok menjadi kelompok yang lebih kecil dimana pada siklus I setiap kelompok terdiri dari 6-7 siswa, sedangkan pada siklus II terdiri 4-5 siswa dan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan/ tatap muka.

E. Instrumen Penelitian

  Penelitian ini memiliki dua variabel (peubah) tergantung berdasarkan judul penelitian, yakni keaktifan dan prestasi belajar. Berikut ini akan diuraikan indikator keberhasilan dari masing-masing variabel (peubah) dari kegiatan penelitian ini.

  1. Lembar observasi keaktifan keaktifan dilakukan kegiatan observasi/pengamatan selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Tabel 3.2 Indikator, Data, Teknik Pengumpulan, Instrumen Keaktifan Indikator Data Teknik pengumpulan Instrumen

  a.Menyampaikan pendapat, usul dan saran. b.Keterlibatan mental di dalam kegiatan belajar. c.Belajar dengan pengalaman langsung. d.Interaksi antar siswa yang berkaitan dengan kemampuan bekerjasama.

  Jumlah siswa

yang

menunjukkan

indikator

keaktifan Pengamatan Lembar penga- matan

  Indikator diatas disusun berdasarkan Joni (1984:17) kemudian peneliti mengembangkan lagi menjadi beberapa pernyataan untuk mempermudah pengamatan. Pengamatan keaktifan diisi oleh observer ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pernyataan-pernyataan tersebut dapat dilihat pada lampiran 3.

  2. Tes prestasi belajar Data mengenai prestasi belajar siswa diperoleh dengan dilakukannya tes tertulis pada akhir setiap siklus.

Tabel 3.3 Indikator, Data, Teknik Pengumpulan Prestasi belajar

  Peneliti dalam melakukan penelitian ini menggunakan instrumen yang berupa tes. Teknik pengumpulannya adalah tes tertulis, soal tes yang digunakan adalah soal pilihan ganda. Tes ini digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Tes ini dikembangkan sendiri oleh peneliti dengan bimbingan dosen pembimbing yang mengacu pada kisi-kisi soal. Kisi-kisi soal dapat dilihat pada tabel berikut ini.

Tabel 3.4 Kisi-Kisi Soal Siklus I Sesudah Uji Coba Standar Kompetensi Indikator No Item Kompetensi Dasar

  2. Menghargai

  2.3. Menghargai Menceritakan 1, 2, 3, 7, 11, peranan tokoh Jasa dan peranan kembali peristiwa- 12, 16, 19, 20 pejuang dan tokoh pejuang peristiwa penting masyarakat dalam dalam yang terjadi sekitar mempersiapkan memproklamasikan proklamasi.

dan kemerdekaan Menyebutkan 4, 5, 6, 8, 9,

mempertahankan tokoh-tokoh dalam 10, 13, 14, 15, kemerdekaan peristiwa penting 17, 18 Indonesia yang terjadi sekitar proklamasi.

Tabel 3.5 Kisi-Kisi Soal Siklus II Sesudah Uji Coba Standar Kompetensi Indikator No Item Kompetensi Dasar

  2. Menghargai

  2.3. Menghargai Menyebutkan tokoh- 1, 5, 9, 10,

peranan tokoh Jasa dan peranan tokoh yang berjasa 11, 13, 14,

pejuang dan tokoh pejuang dalam 15, 16, 18

masyarakat dalam dalam mempersiapkan mempersiapkan memproklamasikan kemerdekaan beserta dan kemerdekaan riwayat singkatnya. mempertahankan Menyebutkan contoh 2, 3, 4, 6, 7, kemerdekaan sikap menghargai 8, 12, 17, 19, Indonesia jasa dan peranan

  20

3. Panduan Wawancara

  Menurut Masidjo (2010:72) wawancara adalah suatu proses tanya jawab sepihak antara pewawancara dan yang diwawancarai, yang dilaksanakan sambil bertatap muka, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan maksud memperoleh jawaban dari yang diwawancarai. Pengumpulan data mengenai keaktifan didukung dengan menggunakan wawancara yang dilakukan peneliti kepada guru mata pelajaran IPS dan beberapa siswa kelas

  V. Wawancara ini dilaksanakan pada siklus I dan siklus II, setelah penelitian dilaksanakan. Panduan wawancara yang dibuat peneliti untuk melakukan wawancara bisa dilihat pada lampiran 4.

F. Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian

  1. Validitas Masidjo (2010: 242) mengemukakan bahwa validitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur.

  Suatu tes dikatakan valid selain dilihat langsung dari keadaan dirinya juga dapat dilihat setelah diperbandingkan dengan suatu tes lain yang telah valid. Apabila setelah diperbandingkan menunjukkan kesesuaian mengenai hal atau apa yang mau diukur, dikatakan tes tersebut memiliki taraf validitas tertentu.

  Penelitian yang dilakukan peneliti ini menggunakan 2 jenis mana isi suatu tes atau alat pengukur mencerminkan hal-hal yang mau diukur atau diteskan. Validitas isi berguna untuk mengukur instrumen yang akan digunakan dalam penelitian. Sedangkan validitas konstruk adalah suatu validitas yang menunjukkan sampai di mana isi suatu tes atau alat pengukur sesuai dengan suatu konsep yang seharusnya menjadi isi tes atau alat pengukur tersebut atau konstruksi teoritis yang mendasari disusunnya tes atau alat pengukur tersebut. Validitas konstruk ini berguna untuk mengukur indikator-indikator yang akan dicapai.

  Validitas isi dan konstruk digunakan agar menghasilkan data sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Validitas ini digunakan untuk mengukur soal evaluasi. Peneliti melakukan validasi dengan mengadakan uji coba soal dan validasi yang dilakukan oleh ahli (expert jugdment) dalam hal ini adalah dosen pembimbing sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya

a. Validasi Perangkat Pembelajaran

  Perangkat pembelajaran merupakan komponen yang penting dalam kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dibuat oleh peneliti mengalami validasi sebelum digunakan dalam kegiatan penelitian. Validasi perangkat pembelajaran ini dilakukan melalui expert judgement atau ditanyakan kepada ahli. Perangkat pembelajaran yang dimaksud meliputi: silabus, RPP, LKS dan bahan ajar. Masidjo (2010)

Tabel 3.6 Kriteria Validasi Perangkat Pembelajaran Rentang Skor Kriteria

  4,2 - 5 Sangat Baik 3,4 – 4,1 Baik 2,6 – 3,3 Cukup Baik 1,8 – 2,5 Tidak Baik 1 – 1,7 Sangat Tidak Baik

  Hasil perhitungan validasi perangkat pembelajaran dihitung dengan menggunakan PAP yang dijelaskan berikut ini.

Tabel 3.7 Hasil perhitungan validasi perangkat pembelajaran Perangkat Pembelajaran Ahli Hasil Penilaian Rata-rata

  1. Silabus Dosen IPS 3,5 Guru Mapel Kelas V 4,2 Rata-rata

  3,9

  2. RPP Dosen IPS 3,8 Guru Mapel Kelas V 4,4 Rata-rata

  4,1

  3. LKS Dosen PGSD USD 3,8 Guru Mapel Kelas V 3,7 Rata-rata 3,8

  4. Bahan Ajar Dosen PGSD USD 3,6 Guru Mapel Kelas V 4,2 Rata-rata 3,9

  Berdasarkan hasil penghitungan rata-rata validasi perangkat pembelajaran (silabus, RPP, LKS, dan bahan ajar) di atas, diperoleh rata-rata silabus adalah 3,9 dengan kriteria baik. Rata-rata RPP adalah 4,1 dengan kriteria baik. Rata-rata LKS adalah 3,8 dengan kriteria baik. Dan hasil penghitungan rata-rata bahan ajar adalah 3,9 dengan kriteria baik. Dari penghitungan di atas, diperoleh rata-rata keseluruhan perangkat pembelajaran

b. Validasi Instrumen Soal

  Validasi instrumen soal pada penelitian ini, ditempuh dengan cara diujikan di lapangan. Peneliti membuat instrumen penelitian sebaik mungkin kemudian dikonsultasikan kepada ahli, setelah itu diujikan di lapangan. Setelah diujikan kemudian peneliti menghitung hasilnya dengan menggunakan bantuan program SPSS.

  Peneliti mengujikan sebanyak 40 soal dan 20 soal kepada siswa kelas VI SD N Denggung karena siswa kelas ini sudah pernah mengalami dan mempelajari materi jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, dan di dapatkan hasil bahwa pada pengujian yang pertama 30 soal valid dan 10 tidak valid dengan tingkat kepercayaan (α) 5% diperoleh r tabel sebesar 0,312. Dan pengujian yang kedua sebanyak 20 soal, dan didapatkan hasil bahwa 14 soal valid dan 6 tidak valid dengan tingkat kepercayaan (α) 5% diperoleh r tabel sebesar 0,423. Dalam penelitian ini, apabila r hitung lebih besar dari r tabel maka butir atau pertanyaan dikatakan valid dan sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka butir atau pertanyaan dikatakan tidak valid. Hasil perhitungan validitas siklus I dan II dapat dilihat di lampiran 4.

  2. Reliabilitas yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Suatu tes yang reliabel akan menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam satu atau berbagai pengukuran. Dengan kata lain skor-skor tersebut dari berbagai pengukuran tidak menunjukkan penyimpangan atau perbedaan- perbedaan yang berarti. Reliabilitas tes dapat dibuat oleh peneliti setelah diujikan di lapangan. Pengujian reliabilitas ini diujikan di kelas VI SD N Denggung. Untuk menghitung taraf reliabilitas suatu tes peneliti menggunakan program SPSS. Dari pengujian reliabilitas, item soal yang tidak valid pasti juga tidak reliabel. Sementara item soal yang valid, bisa jadi reliabel atau tidak reliabel.

  Menurut Masidjo (2010:243) Koefisian reliabilitas dinyatakan dalam suatu bilangan koefisien antara -1,00 sampai dengan 1,00. Kriteria reliabilitas suatu instrumen dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.8 Kriteria Klasifikasi Reabilitas Instrument Koefisien Korelasi Kualifikasi

  0,91 – 1,00 Sangat tinggi 0,71 – 0,90 Tinggi 0,41 Cukup

  • – 0,70 0,21 Rendah – 0,20

    Negatif – 0,20 Sangat rendah

  Hasil reliabilitas pada soal pengujian pertama dan kedua dapat dilihat di lampiran 4. Sedangkan hasil pengujian pada soal pengujian pertama nilai Cronbach's Alpha Based on Standartdized Items sebesar 0,929 nilai sebesar 0,883 nilai tersebut menunjukkan bahwa soal siklus II memenuhi kriteria tinggi.

G. Teknik Pengumpulan Data

  Penelitian ini memiliki dua variabel (peubah) tergantung berdasarkan judul penelitian, yakni keaktifan dan prestasi belajar. Untuk memperoleh data mengenai keaktifan dan prestasi belajar digunakan beberapa teknik, diantaranya:

  1. Observasi Pada penelitian ini, kegiatan observasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Peneliti melakukan observasi terhadap keaktifan siswa. Peneliti mengisi lembar pengamatan keaktifan yang sudah disediakan pada setiap pertemuan.

  2. Tes Pada penelitian ini, tes digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa. Tes yang digunakan adalah tes tertulis yang berupa pilihan ganda.

  Tes ini dilaksanakan pada setiap akhir kegiatan pembelajaran di akhir setiap siklus. Tes ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan prestasi belajar siswa.

  3. Wawancara Pada penelitian ini, kegiatan wawancara dilakukan sesudah kegiatan pembelajaran berlangsung. Wawancara ini dilakukan kepada guru pendapat guru tentang penerapan teknik Student Teams Achievement

  Division (STAD). Wawancara digunakan untuk mengetahui hal-hal terjadi

  di dalam kelas dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada responden. Wawancara ini dilakukan dalam situasi yang tidak formal.

H. Analisis Data

  Teknik analisis yang digunakan peneliti untuk menganalisis data- data yang telah berhasil dikumpulkan yaitu teknik analisis data deskriptif (statistik deskriptif). Statistik deskriptif adalah suatu teknik pengolahan data yang tujuannya untuk melukiskan dan menganalisis kelompok data tanpa membuat atau menarik kesimpulan atas populasi yang diamati. Analisis data ini dapat menggambarkan dengan tepat mengenai rata-rata, perbedaan, hubungan-hubungan, dan sebagainya. Analisis data deskriptif dapat ditempuh dengan cara membandingkan data sebelum diberi tindakan dan sesudah diberi tindakan.

1. Kriteria Keberhasilan

  Kriteria keberhasilan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi tentang jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tertulis pada tabel berikut ini.

Tabel 3.9 Kriteria Keberhasilan Keaktifan Siswa

  

Indikator Kondisi awal Akhir Akhir

Tabel 3.10 Kriteria Keberhasilan Prestasi Belajar Kriteria Keberhasilan Indikator Kondisi Akhir Akhir Awal Siklus I Siklus II

  1. Rata-rata nilai 64,82 71,00 76,00 ulangan

  2. Persentase jumlah siswa yang 48,2% 65 % 80% mencapai KKM

  (70,00)

2. Perhitungan keaktifan dan prestasi belajar siswa a. Keaktifan Belajar

  Data mengenai keaktifan siswa diperoleh berdasarkan kegiatan observasi yang dilakukan peneliti. Hasil observasi yang berupa tersebut diperkuat dengan hasil wawancara terhadap guru setelah kegiatan pembelajaran terlaksana. Analisis keaktifan siswa dapat di tempuh dengan cara membandingkan keadaaan awal keaktifan siswa dengan keadaan setelah siklus I dan siklus II.

  Peningkatan keaktifan siswa dapat dihitung dengan cara sebagai berikut: 1) Menghitung keaktifan setiap siswa sesuai dengan rubrik pengamatan pada setiap pertemuan.

  2) Menghitung rata-rata keaktifan seluruh siswa

  3) Persentase rata-rata keaktifan seluruh siswa =

  

x 100%

  4) Membandingkan tingkat keaktifan awal dengan tingkat keaktifan siklus I dan membandingkan tingkat keaktifan siklus I dengan tingkat keaktifan siklus II. Pembandingan ini dilakukan untuk mengetahui adanya peningkatan keaktifan atau tidak.

b. Prestasi Belajar

  Untuk mengetahui prestasi belajar siswa tentang materi perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia, peneliti menyediakan soal-soal evaluasi yang harus dikerjakan siswa pada setiap akhir siklus. Soal- soal tersebut adalah soal pilihan ganda. Analisis skor hasil prestasi belajar ditempuh dengan membandingkan kondisi awal, akhir siklus I dan akhir siklus II. Langkah-langkah penyekorannya sebagai berikut: 1) Penyekoran nilai

  Jawaban benar = skor 1 Jawaban salah = skor 0

  2) Penghitungan skor yang diperoleh setiap siswa 3) Menghitung nilai siswa dengan rumus:

  Nilai = jumlah skor x 5

  5) Menghitung nilai rata-rata kelas dengan rumus: 6) Menghitung persentase ketuntasan belajar siswa dengan rumus

  Persentase = 7) Membandingakan tingkat nilai prestasi belajar siswa pada siklus I dan siklus II dengan kondisi awal. Kegiatan membandingkan ini dilakukan untuk mengetahui ada peningkatan prestasi siswa atau tidak.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Proses Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

a. Siklus I

  Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari Kamis, tanggal 2 Mei 2013 dan Jumat, tanggal 3 Mei 2013. Pada siklus I siswa mempelajari materi tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi sekitar Proklamasi. Dalam kegiatan pembelajaran siswa dibagi dalam 6 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6-7 siswa.

1) Perencanaan

  a) Pertemuan 1 Pada siklus 1 pertemuan 1 peneliti menyusun perangkat pembelajaran berupa silabus, RPP, LKS, bahan ajar/handout, dan soal evaluasi. Peneliti membuat handout yang dibagikan kepada siswa untuk mempermudah dalam mengajar. Peneliti juga menyusun lembar pengamatan keaktifan siswa dan rubrik penilaian pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik STAD selain itu juga menyusun panduan wawancara kepada guru, dan panduan wawancara kepada siswa. Agar memudahkan pengamatan, peneliti juga b) Pertemuan 2 Pada siklus I pertemuan 2 ini perencanaan yang dilakukan peneliti hampir sama dengan pertemuan 1, tetapi dalam pertemuan 2 ini peneliti juga mempersiapkan soal evaluasi siklus I.

2) Pelaksanaan

  a) Pertemuan 1 Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Kamis, 2 Mei 2013 pukul

  10.10 -11.35 dalam hal ini peneliti dibantu oleh 4 teman yang bertugas untuk orang mengamati minat dan mendokumentasikan saat proses penelitian berlangsung.

  Siswa masuk kelas secara bergantian, beberapa siswa ada yang masih di luar jadi peneliti harus mengajak mereka untuk masuk. Pada kegiatan awal dibuka dengan guru mengucapkan salam dan mengabsensi siswa. Pada saat mengabsensi ternyata ada 3 siswa yang tidak masuk karena sakit. Agar lebih bersemangat guru kemudian mengajak siswa untuk bernyanyi “Hari Merdeka”. Lagu ini sekaligus dipakai guru untuk apersepsi. Setelah itu guru menyampaikan tujuan dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan dalam pembelajaran hari itu.

  Kegiatan intinya siswa dan guru bertanya jawab mengenai peristiwa penting apa saja yang terjadi sekitar proklamasi. Beberapa siswa dalam mendengar jawaban siswa, kemudian guru meminta siswa yang ingin menjawab untuk mengangkat tangan. Guru membagi kelompok secara heterogen dimana setiap kelompok terdapat kemampuan dan jenis kelamin siswa yang beragam. Pada saat pembagian kelompok guru memanggil kelompok beserta anggotanya dan meminta siswa duduk sesuai dengan kelompoknya. Dilanjutkan guru bersama siswa membahas bersama tentang peristiwa-peristiwa apa saja yang terjadi sekitar proklamasi. Setelah itu siswa menerima LKS dari guru dan berdiskusi dalam kelompok mengenai salah satu dari peristiwa-peristiwa tersebut. Sebelum mengerjakan LKS siswa diminta oleh guru untuk benar-benar tahu dan memahami materi terutama materi yang berhubungan dengan LKS karena guru akan memberikan kuis di akhir pembelajaran. Guru membuat LKS dengan materi yang berbeda-beda, jadi dalam setiap kelompok membahas peristiwa yang berbeda dengan kelompok lainnya. Pada saat kerja kelompok beberapa siswa ada yang malah bermain-main sehingga menimbulkan kegaduhan dalam kelas, jadi guru sesekali harus menegurnya. Setelah semua kelompok menyelesaikan tugas, siswa diminta mengumpulkannya untuk dibahas pada pertemuan selanjutnya karena waktu sudah tidak cukup untuk membahasnya. Siswa kemudian diberi penguatan dari guru mengenai materi yang dipelajari hari itu. Guru juga menanyakan kepada siswa mengenai materi yang belum dipahami. Setelah

dengan simbol “bintang” yang akan ditempelkan pada papan bintang yang sudah disediakan.

  Kegiatan akhir, siswa dibimbing oleh guru untuk menyimpulkan materi yang dipelajari. Setelah itu siswa dan guru melakukan refleksi secara lisan. Guru juga memberikan tindak lanjut dengan memberi tugas pada siswa untuk belajar di rumah tentang materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. Kegiatan ini diakhiri dengan salam penutup.

  b) Pertemuan 2 Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 3 Mei 2013 pukul 09.35

  • –10.45. Siswa masuk kelas secara bergantian dengan tertib. Kegiatan awal dibuka dengan guru mengucapkan salam kepada siswa dan setelah itu guru mempresensi kehadiran siswa. Hari ini semua siswa kelas

  VB tidak ada yang absen. Agar lebih bersemangat dan berkonsentrasi guru mengajak siswa untuk “bermain tepuk” mereka tampak senang karena jika ada siswa yang salah, guru akan memberi hukuman dengan menyanyi sambil menari di depan kelas, selain itu guru juga mengajukan pertanyaan tentang pelajaran pada pertemuan sebelumnya. Hal tersebut sekaligus digunakan untuk kegiatan apersepsi. Beberapa siswa mengangkat tangan dan guru memilih beberapa siswa untuk menjawab pertanyaan. Setelah itu guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan apa saja yang akan dilakukan pada pertemuan itu. menjadi satu dengan kelompok seperti pertemuan yang lalu, karena sebelumnya peneliti sudah mengatur kursi sesuai dengan kelompok masing-masing. Setelah itu siswa menerima LKS dari guru dan berdiskusi dalam kelompok. Pada diskusi kali ini LKS dikerjakan secara individu walaupun soalnya sama, berbeda dengan pertemuan sebelumnya karena siswa diberi kertas yang sudah disiapkan untuk mengerjakan bersama- sama. Pada pertemuan ini siswa diberi soal untuk menjodohkan dengan menarik garis antara peristiwa-peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi dengan waktu terjadinya. Setelah siswa selesai mengerjakan kemudian guru mengajak siswa untuk membahas LKS yang baru saja dikerjakan setelah itu dilanjutkan dengan membahas LKS yang sudah dikerjakan pada pertemuan lalu. Pada kegiatan pembahasan ini terlihat siswa lebih aktif dan bersemangat karena banyak siswa yang menanggapi dengan bertanya pada kelompok yang mempresentasikan hasil diskusi mereka. Mereka terlihat termotivasi untuk mendapatkan penghargaan simbol ”bintang” yang banyak. Setelah semua kelompok membacakan hasil diskusinya, siswa diberi penguatan dari guru mengenai materi yang baru saja dipelajari. Guru juga menanyakan kepada siswa mengenai materi yang belum dipahami.

  Kegiatan akhir, siswa dibimbing guru menyimpulkan materi peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi. Setelah itu siswa mengerjakan menyenangkan atau tidak pembelajaran hari ini. Tidak lupa guru juga memberikan tindak lanjut untuk belajar materi selanjutnya. Kemudian guru mengucapkan terima kasih dan salam penutup.

3) Observasi

  a) Pertemuan 1 Hasil observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran siklus I pertemuan 1, kegiatan pembelajaran sesuai dengan perencanaan. Guru dibantu oleh peneliti mengamati keaktifan siswa dan proses pembelajaran teknik STAD di dalam kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung.

  Selain itu, guru juga mengamati dan memberi skor pada kegiatan siswa pada saat diskusi kelompok dan presentasi kelompok. Dari hasil observasi, dapat dilihat bahwa siswa ketika diskusi kelompok masih belum optimal, ada beberapa siswa yang belum aktif berpartisipasi dalam diskusi, selain itu waktu yang dibutuhkan sangat kurang sehingga pembahasan LKS dilakukan pada pertemuan ke-2.

  b) Pertemuan 2 Hasil observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran siklus I pertemuan 2 lebih baik. Siswa terlihat lebih senang dan bersemangat.

  Mereka lebih bersemangat karena diawal guru sudah membangkitkan semangat dengan bermain tepuk. Ketika kerja kelompok siswa juga dibandingkan pada pertemuan yang lalu. Hanya saja dalam alokasi waktu kurang tepat. Dalam pembelajaran alokasi waktu kelebihan 10 menit.

4) Refleksi

  a) Pertemuan 1 Refleksi siklus I pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Kamis, 2 Mei 2013 setelah penelitian dilakukan pada pukul 11.50

  • –12.00 di ruang perpustakaan. Refleksi ini diikuti oleh guru, peneliti dan 4 observer. Pembelajaran pertemuan 1 berlangsung sesuai dengan perencanaan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik STAD dan menggunakan media gambar-gambar peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi. Siswa cukup tertarik untuk mengkuti pembelajaran meskipun ada beberapa siswa yang sulit untuk diatur yang berada di bangku belakang. Alokasi waktu yang digunakan kurang tepat dengan perencanaan karena ketika pembentukan kelompok diskusi sangat membutuhkan waktu yang lama, siswa sulit dikontrol untuk masuk kedalam kelompok sehingga kelas tidak terkondisikan dengan baik. Pada saat observasi siswa terlihat bahwa hanya sedikit siswa yang aktif sebagian besar dari mereka cenderung malas dan kurang dalam bekerjasama dalam kelompok, bahkan ada dalam satu kelompok hanya 1 sampai 2 orang yang aktif mengerjakan tugasnya, sehingga indikator kurang tercapai dengan baik. Menurut observer kegiatan kerja kelompok memang sangat sulit
dikarenakan kurang optimalnya siswa ketika diskusi kelompok sehingga mereka kurang memahami materi bahkan membaca materi saja tidak.

  Untuk pertemuan 2 guru akan lebih menekankan dan memotivasi siswa agar dalam diskusi kelompok mereka ikut aktif terlibat secara optimal.

  Selain itu, sebelum masuk guru dibantu observer akan menata meja terlebih dahulu agar dalam pembagian kelompok siswa bisa langsung duduk dan tidak memerlukan waktu yang lama, hal itu juga untuk meminimalisir kelas menjadi gaduh ketika pembagian kelompok.

  b) Pertemuan 2 Refleksi siklus I pertemuan II dilaksanakan pada hari Jumat, 3 Mei 2013 pukul 11.00 - 11.20 di ruang perpustakaan. Refleksi ini diikuti oleh peneliti dan 4 observer. Pada pertemuan II siswa diajak untuk bermain tepuk agar siswa bersemangat dan fokus dalam kegiatan pembelajaran.

  Guru mengajak siswa untuk bermain tepuk dan jika siswa yang salah akan diberi hukuman yaitu bernyanyi sambil menari dan juga diberi pertanyaan tentang pertemuan yang lalu, hal ini juga digunakan guru untuk menggali pengetahuan siswa tentang materi.

  Ketika diskusi kelompok, peneliti sudah memotivasi siswa agar berperan aktif dengan cara membagi LKS yang dikerjakan secara individu namun siswa tetap boleh berdiskusi, berbeda dengan pertemuan sebelumnya yang hanya diberi selembar kertas untuk mengerjakan karena siswa sudah cukup aktif dalam bertanya ataupun mengungkapkan pendapatnya, mereka terlihat termotivasi untuk mendapatkan bintang yang banyak untuk ditempelkan pada papan bintang. Namun dari hasil persentase rata-rata keaktifan siklus I ini adalah 52,15% sedangkan kriteria keberhasilan keaktifan siswa harus mencapai 55%. Hasil rata-rata nilai ulangan pada siklus I ini adalah 74,45 sedangkan kriteria keberhasilan akhir siklusnya adalah 71,00 hal ini menunjukkan bahwa target pada variabel prestasi belajar sudah tercapai, namun karena pada variabel keaktifan belum mencapai target kemudian peneliti akan melanjutkan penelitian pada siklus II.

  Pertemuan ini untuk alokasi waktu masih kelebihan 10 menit. Hal ini karena saat diskusi membahas LKS pada pertemuan 1 dan 2 membutuhkan waktu yang cukup lama. Pada pertemuan selanjutnya peneliti akan mengatur agar pembahasan LKS tepat pada waktu yang telah direncanakan.

  Peneliti dan observer berpendapat bahwa kekurangan dalam penerapan model pembelajaran kooperatif teknik STAD ini adalah siswa masih sulit untuk kerja kelompok, mereka membutuhkan waktu lama untuk duduk dengan kelompoknya, karena harus memindahkan dan menggeser kursi belum lagi ada yang tidak suka dengan siswa lain yang menjadi satu kelompok dengannya. Hal ini juga cenderung membuat siswa sehingga kelas terkesan ramai, oleh karena itu pada siklus selanjutnya peneliti akan lebih menertibkan siswa. Sedangkan keuntungannya adalah siswa dituntut untuk berpartisipasi secara aktif dalam kelompok karena dalam teknik STAD ini anggota kelompok harus memastikan bahwa anggota kelompok telah menguasai materi yang kemudian seluruh siswa akan diberikan kuis ataupun tes yang pada saat itu mereka tidak boleh saling membantu.

b. Siklus II

  Siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari Selasa tanggal 7 Mei 2013 dan Jumat tanggal 10 Mei 2013. Pada siklus II ini mempelajari materi tokoh-tokoh pejuang dalam mempersiapkan kemerdekaan dan sikap menghargai jasa dan peranannya. Perbedaan antara siklus I dan siklus II yaitu pada materi dan jumlah kelompok. Pada siklus I siswa diajak untuk mempelajari tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi, sedangkan pada siklus II ini siswa mempelajari tentang tokoh-tokoh bangsa dalam mempersiapkan kemerdekaan dan juga cara menghargai jasa dan peranannya. Pada siklus I ada 6 kelompok setiap kelompok terdiri dari 6-7 siswa sedangkan pada siklus II ini ada 8 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

  1) Perencanaan

  a. Pertemuan 1 Pada siklus II pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 7

  Mei 2013 pukul 09.35

  • – 10.45. Peneliti menyiapkan panduan wawancara kepada siswa. Peneliti juga memperbaiki perangkat pembelajaran yang berupa RPP, LKS. Selain itu, peneliti membuat media yang lebih menarik, dengan menggunakan kertas asturo yang berwarna cerah dengan gambar tokoh-tokoh bangsa yang lebih besar sehingga terlihat jelas. Pada pertemuan 1 ini peneliti juga menyiapkan soal untuk kuis, no. kelompok dan no. absen siswa. Peneliti juga sudah menata tempat duduk terlebih dahulu agar dalam pelaksanaan tidak menghabiskan banyak waktu.

  b. Pertemuan 2 Pada siklus II pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 10

  Mei 2013 pada pukul 10.10

  • – 11.35. Persiapan yang dilakukan oleh peneliti hampir sama dengan pertemuan 1. Hanya saja peneliti menambahkan soal evaluasi. Selain itu, seperti pada pertemuan I peneliti menata tempat duduk terlebih dahulu agar waktu sesuai dengan rencana dan siswa tidak perlu menggeser meja dan mengangkat kursi.

  2) Pelaksanaan

  a) Pertemuan 1 dokumentasi. Siswa masuk satu - persatu ke dalam kelas,beberapa siswa harus disuruh masuk terlebih dahulu karena masih asik bermain kelereng di luar. Kegiatan awal dibuka dengan guru mengucapkan salam dan presensi. Hari itu tidak ada siswa yang absen. Untuk memotivasi siswa, guru memberikan pertanyaan dari materi pertemuan yang lalu yaitu peristiwa sekitar proklamasi, untuk menghantarkan ke materi guru juga mengkaitkan dengan tokoh-tokoh yang berhubungan dengan peristiwa tersebut. Siswa terlihat bersemangat untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, mereka saling menginginkan mendapat bintang jika berani menjawab pertanyaan. Setelah itu guru menyampaikan tujuan dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran.

  Kegiatan inti pada pertemuan I ini siswa dan guru bertanya jawab mengenai jasa dan peranan tokoh pejuang dalam mempersiapakan kemerdekaan. Pada kegiatan ini guru menempelkan kertas asturo yang besar pada papan tulis yang sudah ditempel foto tokoh pejuang, kemudian siswa diminta untuk maju untuk menuliskan nama beserta perannya dalam mempersiapkan kemerdekaan. Pada kegiatan ini siswa terlihat aktif banyak yang mengangkat tangan dan termotivasi untuk mendapat bintang. Setelah itu, Guru kemudian membagi kelompok secara heterogen dimana setiap kelompok terdapat kemampuan siswa yang beragam. Guru membagi siswa dibagi menjadi 8 kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa. setelah semua anggota kelompok dipanggil kemudian anggota kelompok tersebut diminta untuk duduk pada kursi yang sudah diatur oleh guru, hal tersebut dilakukan guru untuk kelompok I sampai VIII. Kemudian guru meminta siswa untuk mengerjakan LKS dengan berdiskusi dalam kelompok untuk menyebutkan tokoh-tokoh dan menuliskan beberapa riwayat singkatnya.

  Guru sekali lagi menekankan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kelompok dan benar-benar memahami materi karena di akhir pembelajaran guru akan memberikan kuis. Setelah siswa selesai mengerjakan LKS guru memberikan kesempatan kepada kelompok yang ingin membacakan didepan kelas. Banyak siswa mengangkat tangan, mereka bersemangat untuk maju membacakan hasil diskusinya. Kemudian guru memilih beberapa kelompok untuk maju, kelompok lain diminta untuk aktif membahas dengan bertanya ataupun menyanggah. Kemudian, siswa diberi penguatan dari guru mengenai materi yang baru saja dipelajari hari ini. Setelah itu, guru memberikan kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa. Pada kegiatan ini beberapa siswa terlihat aktif untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

  Kegiatan akhir, siswa dibimbing guru menyimpulkan materi yang dipelajari hari ini. Selain itu, guru juga menanyakan kepada siswa mengenai hal apa masih belum jelas ataupun yang belum dipahami. Guru untuk belajar materi selanjutnya yaitu sikap menghargai jasa dan peran tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan dan kegiatan ini diakhiri dengan salam penutup.

  b) Pertemuan 2 Pada Siklus II pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 9

  Maret 2012 pukul 09.35

  • – 10.45. Seperti biasanya dalam kegiatan ini peneliti dibantu oleh 4 teman yang sudah dibagi mengenai tugasnya sebagai observer dan dokumentasi. Sebelum pelajaran dimulai siswa diajak untuk masuk ke kelas, kemudian mereka masuk secara bergantian dengan rapi. Kegiatan awal dibuka dengan guru menggucapkan salam dan presensi. Pada perteman ini siswa tidak ada yang absen. Untuk membangkitkan semangat dan konsentrasi pada siswa, guru mengajak semua siswa untuk bermain tepuk. Pada kegiatan ini mereka terlihat bersemangat dan senang. Setelah itu guru menyampaikan tujuan dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran hari ini.

  Kegiatan inti pada pertemuan ini siswa sudah diminta guru untuk menempati tempat duduk sesuai dengan kelompoknya masing-masing untuk menghemat waktu. Kelompok masih sama pada pertemuan yang pertama yaitu setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa. Guru kemudian memberikan penjelasan singkat yang dilanjutkan dengan tanya jawab berdiskusi untuk menyebutkan apa saja perilaku yang mencerminkan menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang, untuk menuntut siswa berpartisipasi aktif dalam kelompok dan benar-benar memahami materi, disini guru memberikan lembar LKS yang diisi oleh siswa secara individu dan jawabannya sebisa mungkin berbeda antar anggota kelompok agar jawaban lebih bervariasi, dengan begitu siswa akan dituntut untuk mengemukakan pendapatnya masing-masing dalam kelompok. Guru memberi kesempatan kepada anggota kelompok yang ingin menuliskan hasil diskusinya didepan kelas. Pada kegiatan ini terlihat siswa lebih aktif dan bersemangat dari pertemuan yang kemarin karena banyak siswa yang ingin maju. Mereka mengangkat tangan dan hampir semua dari tiap anggota kelompok mendapat giliran untuk menuliskan hasil diskusinya.

  Selain siswa yang aktif dalam membahas mendapat bintang, kelompok yang aktif juga mendapat bintang, dengan cara guru memberi nilai dengan turus pada kelompok ketika siswa menuliskan hasil diskusinya, dan kelompok dengan anggota yang paling banyak menuliskan di papan tulis akan mendapatkan bintang. Setelah pembahasan hasil diskusi, siswa diberi penguatan dengan bertanya jawab mengenai materi.

  Kegiatan akhir pada pertemuan ini siswa dibimbing guru menyimpulkan materi tokoh-tokoh pejuang serta sikap menghargai jasa dan peranannya. Setelah itu siswa diminta mengerjakan soal evaluasi. siswa diminta menuliskan pada kertas yang sudah dibagikan, bagaimana perasaan mereka setelah mengikuti pembelajaran?, Kesulitan apa saja yang dialami? dan komentar mengenai guru. Tidak lupa guru juga memberikan tindak lanjut untuk belajar materi selanjutnya. Pada kegiatan akhir guru mengucapkan terima kasih dan salam penutup.

3) Observasi

  a) Pertemuan 1 Hasil observasi yang dilakukan pada proses pembelajaran siklus II pertemuan 1, kegiatan pembelajaran sesuai dengan perencanaan. Peneliti dibantu oleh observer mengamati keaktifan siswa didalam kelas pada saat pembelajaran IPS berlangsung. Selain itu, guru juga mengamati kegiatan siswa pada saat diskusi kelompok dan presentasi kelompok. Dari hasil observasi dapat dilihat bahwa siswa lebih aktif karena kelompoknya lebih kecil. Setiap kelompok beranggotakan 4-5 siswa jadi hampir semua siswa mendapat peran dan lebih aktif dalam mengemukakan pendapatnya saat penyampian hasil diskusi.

  b) Pertemuan 2 Pada pembelajaran siklus II pertemuan 2 berlangsung peneliti juga melakukan observasi terhadap jalannya proses pembelajaran. Pada kegiatan ini peneliti dibantu observer mengamati keaktifan siswa menggunakan lembar pengamatan keaktifan. Dari hasil observasi yang yang disampaikan pada pertemuan ini lebih mudah untuk diterima siswa daripada materi yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Siswa lebih banyak yang berani maju untuk mengemukakan hasil diskusinya.

4) Refleksi

  a) Pertemuan 1 Refleksi siklus II pertemuan 1 dilaksanakan setelah penelitian dilaksanakan yaitu pada hari Selasa, 7 Mei 2013 pukul 11.00

  • – 11.15 di ruang perpustakaan. Refleksi ini diikuti oleh guru, peneliti dan 4 observer. Pembelajaran pertemuan 1 berlangsung sesuai dengan perencanaan alokasi waktu yang digunakan sudah tepat. Dari kegiatan dan media yang digunakan sudah cukup menarik bagi siswa. Pada saat kegiatan pembelajaran kooperatif teknik STAD ini siswa walaupun sudah cukup aktif karena dibentuk dengan kelompok yang lebih kecil namun masih ada salah 1 ataupun 2 anggotanya yang belum bisa berperan secara aktif, dari informasi guru dan siswa, beberapa siswa tersebut memang sangat sulit untuk diatur jadi guru harus memberi perhatian yang lebih kepada siswa tersebut untuk menegur ataupun memberi pengertian untuk terlibat dalam kerja kelompok. Ketika pembahasan hasil diskusi siswa kebanyakan sudah aktif hal ini menandakan akan tercapainya indikator. Pada pertemuan berikutnya peneliti akan lebih memberikan perhatian pada siswa yang sulit diatur tersebut agar dia bisa ikut aktif dalam kerja kelompoknya.
Refleksi siklus II pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Jumat, 10 Mei 2013 pukul 10.50

  • – 11.05. Seperti biasanya refleksi ini diikuti oleh peneliti dan 4 observer. Pada pertemuan ini siswa sudah bersemangat karena diawal kegiatan guru memberikan permainan tepuk. Selain itu, dalam pembelajaran kooperatif teknik STAD semua siswa lebih aktif karena jumlah siswa dalam kelompok lebih kecil, siswa yang sering ribut juga sudah terlihat ikut terlibat dengan baik dalam kelompok karena guru memberikan soal LKS yang diisi secara individu walaupun soalnya sama, jadi setiap anggota kelompok dituntut untuk mengemukakan pendapatnya karena jawaban tidak boleh sama dengan anggota kelompok agar lebih bervariasi. Ketika pembahasan hasil diskusi siswa aktif untuk mengemukakan pendapatnya dengan menuliskan hasil diskusinya, selain itu mereka juga aktif bertanya, dan juga menyanggah jika pernyataan yang ditulis oleh temannya dianggap kurang benar. Pada pertemuan dari hasil persentase rata-rata keaktifan siklus II ini adalah 71,07% sedangkan kriteria keberhasilan keaktifan siswa harus mencapai 70,00%. Hasil rata- rata nilai ulangan pada siklus II ini adalah 78,37 sedangkan kriteria keberhasilan akhir siklusnya adalah 76,00 hal ini menunjukkan bahwa target pada variabel keaktifan dan prestasi belajar sudah tercapai, sehingga siklus tidak perlu dilanjutkan lagi.

2. Data Keaktifan Siswa

a. Data keaktifan siswa kondisi awal

  Data yang dihasilkan pada siklus I dan siklus II dianalisis dengan melakukan perhitungan nilai siswa untuk disusun dalam distribusi frekuensi. Berdasarkan observasi dengan mengisi lembar pengamatan keaktifan diperoleh data dalam tabel sebagai berikut ini.

Tabel 4.1 Kondisi Awal Keaktifan Siswa

  

No. Pernyataan Kondisi awal Rata-

rata Pengamatan I Pengamatan II

  

1. Keberanian dalam 8,1 % 10,8 % 9,4%

menyampaikan pendapat.

  

2. Keberanian untuk bertanya 10,8% 16,2% 13,5%

kepada guru.

  

3. Keberanian dalam bertanya 16,2% 27,0% 21,6%

kepada teman.

  

4. Keberanian menyanggah 0 % 2,7 % 1,3%

gagasan/ide.

  

5. Memperhatikan penjelasan 56,7% 54,0% 55,4%

guru.

  

6. Membaca bahan pelajaran. 75,6% 70,2% 72,9%

  

7. Berusaha menyelesaikan 64,8% 70,2% 67,5%

tugas dengan sebaik- baiknya.

  

8. Mengerjakan tes/evaluasi. 100% _

-

  

9. Menggunakan atau 86,4 % 91,8% 89,1%

memegang alat/media pembelajaran saat proses belajar berlangsung.

10. Mampu bekerjasama dalam 51,3% 45,9% 48,6% kelompok.

  

Jumlah 370,4% 489,1% 429,7%

b. Data keaktifan siswa pada siklus I

  Berdasarkan observasi dengan mengisi lembar pengamatan keaktifan diperoleh data dalam tabel sebagai berikut ini.

Tabel 4.2 Keaktifan Siswa Siklus I No. Pernyataan Persentase

  1. Keberanian dalam menyampaikan pendapat. 18,9 %

  2. Keberanian untuk bertanya kepada guru. 21,6%

  3. Keberanian dalam bertanya kepada teman. 43,2%

  4. Keberanian menyanggah gagasan/ide. 8,1%

  5. Memperhatikan penjelasan guru. 56,7%

  6. Membaca bahan pelajaran. 72,9%

  7. Berusaha menyelesaikan tugas dengan sebaik- 72,9% baiknya.

  8. Mengerjakan tes/evaluasi. 81,0%

  9. Menggunakan atau memegang alat/media 91,8% pembelajaran saat proses belajar berlangsung.

  10. Mampu bekerjasama dalam kelompok. 54,0% Jumlah

  521,5% Rata-rata

  52,1%

c. Data keaktifan siswa pada siklus II

  Berdasarkan observasi dengan mengisi lembar pengamatan keaktifan diperoleh data dalam tabel sebagai berikut ini.

Tabel 4.3 Keaktifan Siswa Siklus II No. Pernyataan Persentase

  1. Keberanian dalam menyampaikan 43,2 % pendapat.

  2. Keberanian untuk bertanya kepada guru. 45,9%

  3. Keberanian dalam bertanya kepada teman. 72,9%

  4. Keberanian menyanggah gagasan/ide. 16,2%

  5. Memperhatikan penjelasan guru. 81,0%

  6. Membaca bahan pelajaran. 86,4%

  7. Berusaha menyelesaikan tugas dengan 86,4% sebaik-baiknya.

  8. Mengerjakan tes/evaluasi. 100%

  9. Menggunakan atau memegang alat/media 94,5% pembelajaran saat proses belajar berlangsung.

  10. Mampu bekerjasama dalam kelompok. 83,7 % Jumlah

  710,7 % Rata-rata

  71,0 %

3. Data Prestasi Belajar Siswa

a. Data Prestasi Belajar Siswa Siklus I Berdasarkan data awal siswa dengan nilai rata-rata siswa 64,82.

  85 Tuntas

  70 Tuntas

  25. Sifa

  55 Tidak tuntas

  24. Romadhona

  70 Tuntas

  23. Rendra

  22. Regina

  85 Tuntas

  70 Tuntas

  21. Fadil

  80 Tuntas

  20. Lanny

  80 Tuntas

  19. Fajar

  26. Syifa Alliya

  27. Indah

  18. Fonda

  75 Tuntas

  75 Tuntas

  34. Gilar

  20 Tidak tuntas

  33. Anggoro

  65 Tidak tuntas

  32. Ernawati

  31. Dicky

  70 Tuntas

  85 Tuntas

  30. Shafira

  90 Tuntas

  29. Zulfa

  75 Tuntas

  28. Yogi

  65 Tidak tuntas

  Setelah dikenai tindakan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik STAD, didapatkan data nilai siswa sebagai berikut.

Tabel 4.4 Data Prestasi Belajar Siswa Pada Siklus I

  4. Aditya

  7. Chika

  90 Tuntas

  6. Afifah

  85 Tuntas

  5. Rais

  70 Tuntas

  80 Tuntas

  8. Ahda

  3. Seto

  85 Tuntas

  2. Albhet

  60 Tidak tuntas

  1. Irfan

  

No. Nama Nilai Ketuntasan

  50 Tidak tuntas

  70 Tuntas

  17. Elsa

  70 Tuntas

  70 Tuntas

  16. Dwika

  75 Tuntas

  15. Aqni

  65 Tidak tuntas

  14. Dima

  13. Bayu

  9. Miftahul

  80 Tuntas

  12. Archaiva

  85 Tuntas

  11. Andini

  75 Tuntas

  10. Ananda

  90 Tuntas

  85 Tuntas Hasil perhitungan prestasi belajar siswa pada siklus I diperoleh rata-rata 74,4. Ada 28 siswa atau 75,6% yang mencapai KKM dan ada 9 siswa atau 24,3% yang belum mencapai KKM.

b. Data Prestasi Belajar Siswa pada siklus II

  25. Sifa

  85 Tuntas

  19. Fajar

  75 Tuntas

  20. Lanny

  95 Tuntas

  21. Fadil

  70 Tuntas

  22. Regina

  90 Tuntas

  23. Rendra

  80 Tuntas

  24. Romadhona

  65 Tidak tuntas

  70 Tuntas

  80 Tuntas

  26. Syifa Alliya

  90 Tuntas

  27. Indah

  80 Tuntas

  28. Yogi

  75 Tuntas

  29. Zulfa

  95 Tuntas

  30. Shafira 100 Tuntas

  31. Dicky

  45 Tidak tuntas

  32. Ernawati

  90 Tuntas

  18. Fonda

Tabel 4.5 Data Prestasi Belajar Siswa pada siklus II No. Nama Nilai Ketuntasan

  1. Irfan

  65 Tidak tuntas

  40 Tidak tuntas

  2. Albhet

  70 Tuntas

  3. Seto

  55 Tidak tuntas

  4. Aditya

  65 Tidak tuntas

  5. Rais

  90 Tuntas

  6. Afifah 100 Tuntas

  7. Chika

  75 Tuntas

  8. Ahda

  9. Miftahul

  55 Tidak tuntas

  80 Tuntas

  10. Ananda

  85 Tuntas

  11. Andini

  90 Tuntas

  12. Archaiva 100 Tuntas

  13. Bayu

  70 Tuntas

  14. Dima

  95 Tuntas

  15. Aqni

  85 Tuntas

  16. Dwika

  17. Elsa

  Hasil penghitungan prestasi belajar siswa pada siklus II diperoleh rata-rata 78,3. Dari hasi penghitungan, ada 29 siswa atau 78,3% sudah mencapai KKM dan ada 8 siswa atau 21,6% yang belum mencapai KKM.

B. Pembahasan

1. Penerapan model pembelajaran kooperatif teknik STAD

  Penelitian tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif teknik

  STAD pada mata pelajaran IPS materi Jasa dan Peranan tokoh pejuang

  dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia telah dilaksanakan di kelas VB SD N Denggung tahun ajaran 2012/2013 . Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: a. Guru menentukan skor awal siswa.

  Siklus I peneliti menentukan skor awal siswa dengan nilai evaluasi pada mata pelajaran IPS materi sebelumnya yaitu tentang Organisasi Pergerakan Nasional. Sedangkan pada siklus II peneliti menentukan skor awal siswa dengan nilai evaluasi yang dicapai siswa pada siklus I.

  b. Pembagian kelompok Siklus I peneliti membagi kelompok secara heterogen menjadi 6 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 6-7 siswa. Sedangkan pada siklus II peneliti membagi kelompok secara heterogen menjadi 8 kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa.

  Pada siklus pertama siswa masih sulit untuk dikondisikan masuk Sedangkan pada siklus kedua siswa sudah mulai bisa cepat masuk ke dalam kelompok dikarenakan pembagian kelompok yang lebih kecil dan sebelumnya kursi-kursi sudah ditata dan diatur terlebih dulu oleh peneliti sebelum penelitian dilaksanakan.

  c. Kerja kelompok Siklus I siswa membahas materi tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi, pada diskusi kelompok tersebut siswa diajak untuk menceritakan kembali peristiwa-peristiwa apa saja yang terjadi sekitar proklamasi dan menjodohkan peristiwa-peristiwa yang terjadi dengan waktu terjadinya. Sedangkan pada siklus II siswa membahas tentang tokoh-tokoh pejuang dan sikap menghargai jasa dan peranannya, pada diskusi kelompok siswa diajak untuk menyebutkan tokoh-tokoh pejuang beserta jasa dan perananya selain itu siswa juga diminta untuk menyebutkan sikap-sikap yang mencerminkan menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang.

  Berikut adalah gambar kegiatan pembelajaran kelompok kooperatif teknik STAD. d. Pemberian Kuis Pemberian kuis bertujuan untuk mengukur sampai dimana tingkat pemahaman siswa, peneliti disini memberikan kuis pada akhir kegiatan pada pertemuan pertama setiap siklus pembelajaran. Dengan pengadaan kuis, secara tidak langsung mendorong siswa untuk bisa memahami materi. Pada siklus I siswa diberi kuis materi sekitar peristiwa-peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi, pada siklus ini siswa masih kurang aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan, sedangkan pada siklus II siswa diberi kuis materi sekitar tokoh-tokoh dan riwayat singkat para pejuang beserta sikap-sikap menghargai jasa dan peranannya, disini siswa sudah terlihat lebih aktif dibandingkan pada siklus sebelumnya, siswa saling berebut untuk mendapat kesempatan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

  Berikut gambar kegiatan saat pemberian kuis. e. Pemberian penghargaan Peneliti dalam penelitian ini memberikan penghargaan berupa simbol bintang yang ditempel pada papan bintang kepada siswa yang aktif selama kegiatan pembelajaran, baik siswa yang bertanya, menjawab pertanyaan, menyanggah dan sebagainya. Pada pertemuan pertama siswa masih kurang aktif namun pada pertemuan yang selanjutnya siswa sudah mulai aktif, mereka terlihat termotivasi untuk mendapatkan bintang.

  Berikut adalah gambar ketika siswa menempelkan bintang yang diperolehnya pada papan bintang.

Gambar 4.4. Siswa sedang menempel bintang pada papan bintang.

2. Keaktifan siswa

  Penelitian tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif teknik STAD telah dilaksanakan di kelas VB SD N Denggung tahun ajaran 2012/2013. Observasi keaktifan tidak dilakukan sendiri oleh peneliti

  Penelitian ini diharapkan oleh peneliti dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran mata pelajaran IPS. Hal ini mengingat bahwa materi pada pelajaran IPS bersifat abstrak dan juga pentingnya keaktifan siswa dalam tercapainya semua indikator dalam pembelajaran.

  Proses pelaksanaan penelitian ini sesuai dengan perencanaan yaitu terdiri dari 2 siklus dan masing-masing siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus I dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 2 Mei 2013 dan Jumat, tanggal 3 Mei 2013. Berdasarkan kegiatan observasi yang dilakukan diperoleh rata-rata keaktifan seluruh siswa 52,15%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keaktifan siswa sudah meningkat namun belum maksimal. Hal ini disebabkan karena kurangnya keseriusan siswa dalam kegiatan pembelajaran, siswa masih kurang fokus dan aktif mengikuti pembelajaran, hal ini diperkuat dengan hasil wawancara yang dilakukan setelah penelitian kepada guru kelas yaitu:

  “Pada kegiatan pembelajaran siklus I pertemuan 1 ini siswa belum terbiasa dan terlihat belum begitu paham untuk mengikuti langkah-langkah kegiatan pembelajaran kooperatif dengan teknik karena semua anggotanya masih sulit jika harus dituntut

  STAD

  untuk bisa memahami materi. Kelompok yang lebih aktif cenderung lebih terlihat mendominasi kegiatan dalam pembahasan LKS daripada kelompok yang pasif. Sedangkan pada pertemuan 2 siswa sudah sudah mulai aktif dalam diskusi kelompok pada pembelajaran kooperatif dengan teknik STAD ini, hal ini mungkin karena adanya kuis pada akhir pembelajaran.

  ” kegiatan pembelajaran kooperatif dengan teknik STAD namun siswa masih cendurung pasif ketika diskusi kelompok, hal ini diperkuat dengan hasil wawancara siswa sebagai berikut:

  Siswa pertama mengungkapkan bahwa:“ Saya merasa senang dengan pembelajaran hari ini, karena dengan diskusi kelompok kami bisa membantu satu sama lain, dengan begitu kalau mengerjakan soal bisa cepat selesai dan bisa mendapat bintang yang banyak.”

  Siswa kedua mengungkapkan bahwa: “saya senang dengan kegiatan belajarnya karena dengan pembelajaran kooperatif teknik

  STAD saya dan teman bisa belajar bersama dan saling membantu,

  tapi ada anggota kelompok yang masih malas dalam memahami materi dan membahasnya bersama kelompok. Kami lebih senang belajar kelompok karena dengan begitu kami bisa saling membantu.

  ” Siswa ketiga mengungkapakan bahwa: “ saya senang saat belajar soalnya bisa bertanya dengan teman tapi masih malas kalau harus disuruh membaca dan berdiskusi.” Siklus II dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 7 Mei 2013 dan

  Jumat, tanggal 10 Mei 2013. Berdasarkan kegiatan observasi yang dilakukan diperoleh rata-rata keaktifan seluruh siswa 71,07%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keaktifan siswa sudah cukup meningkat dari siklus sebelumnya. Hal ini karena secara umum siswa sudah memahami perannya masing-masing dalam kelompok, siswa juga aktif dalam mengikuti pembelajaran daripada pada siklus yang pertama. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara guru sebagai berikut:

  “Pada pertemuan 1, siswa pada pembelajaran kooperatif dengan teknik STAD ini sudah terlihat aktif, mereka terlihat senang karena bisa mengungkapkan pendapatnya, apalagi siswa dimotivasi menuntut siswa untuk lebih optimal berpartisipasi dalam kelompok dan siswa lebih dituntut untuk memahami materi.

  ” Hasil wawancara yang dilakukan pada siswa, secara umum siswa juga terlihat sangat senang ketika mengikuti kegiatan pembelajaran kooperatif dengan teknik STAD, siswa juga terlihat aktif dalam mengungkapkan pendapatnya untuk bertanya pada guru ataupun menjawab pertanyaan. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara siswa sebagai berikut:

  Siswa pertama mengungkapkan bahwa:“ Saya senang dengan kegiatan pembelajaran karena bisa berlomba untuk mendapatkan bintang dengan bertanya, mengungkapkan pendapat ataupun menyanggah. Tapi ibu guru terlihat lebih memperhatikan dan memberi kesempatan pada teman yang duduk di depan sedangkan saya berada pada barisan belakang ketika diminta untuk maju menuliskan jawaban sehingga saya cuma dapat bintang sedikit. Saya lebih senang belajar kelompok dibandingkan dengan pembelajaran individu karena kegiatannya lebih menyenangkan.

  ” Siswa kedua mengungkapkan bahwa: “Saya senang dengan kegiatan belajarnya karena bisa bertanya dan berdiskusi dengan teman lain jika ada yang sulit, tapi saya lebih suka dengan anggota kelompok yang kemarin karena ada teman yang malas dia hanya bermain tidak ikut membantu ketika mengerjakan soal.”

  Siswa ketiga mengungkapakan bahwa: “Saya senang bisa membantu teman saat belajar kelompok, selain itu saya bisa dapat bintang yang banyak kalau saya bisa menjawab pertanyaan. Saya sangat senang ketika pada pertemuan 1 diminta maju untuk menuliskan riwayat tokoh-tokoh pejuang dan mendapatkan bintang.

  ” Hasil peningkatan keaktifan pada kondisi awal, siklus I dan siklus

  II dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 4.6 Rata-Rata Keaktifan dalam Persentase No. Pernyataan Kondisi Siklus I Siklus II awal

  1. Keberanian dalam menyampaikan 9,4% 18,9% 43,2% pendapat.

  2. Keberanian untuk bertanya kepada 13,5% 21,62% 45,9% guru.

  3. Keberanian dalam bertanya kepada 21,6% 43,23% 72,9% teman.

  4. Keberanian menyanggah 1,35% 8,1% 16,2% gagasan/ide.

  5. Memperhatikan penjelasan guru. 55,4% 56,7% 81,08%

  6. Membaca bahan pelajaran. 72,97% 72,9% 89,1%

  7. Berusaha menyelesaikan tugas 67,5% 72,9% 86,4% dengan sebaik-baiknya.

  8. Mengerjakan tes/evaluasi. 100% 81,08% 100%

  9. Menggunakan atau memegang 89,1% 91,8% 94,5% alat/media pembelajaran saat proses belajar berlangsung

10. Mampu bekerjasama dalam 48,6% 54,0% 83,7% kelompok.

  Rata-rata 42,9% 52,1% 71,0%

  Berdasarkan data diatas, dapat dilihat bahwa pada pernyataaan keberanian dalam menyampaikan pendapat terjadi peningkatan yang tinggi dari kondisi awal 9,4% ke siklus I sebesar 18,9% dan kemudian meningkat lagi sebesar 43,2%. Hal ini disebabkan karena siswa sudah bisa aktif, sebelumnya siswa masih kurang percaya diri untuk mengungkapkan pendapatnya, namun setelah diberi dorongan dan motivasi dengan pemberian penghargaan dengan simbol bintang siswa menjadi lebih aktif dalam mengungkapkan pendapatnya. Hal tersebut juga terjadi pada pernyataan keberanian dalam bertanya pada teman karena terjadi penigkatan yang dari kondisi awal sebesar 21,6% kemudian pada siklus I menjadi 43,2% dan maksimal yaitu dari kondisi awal sebesar 1,3% ke siklus I menjadi 8,1% dan siklus II sebesar 16,2% hal ini disebabkan siswa masih kurang percaya diri dalam menyanggah pendapat, hanya beberapa siswa yang berani untuk menyanggah dan kebanyakan dari siswa masih pasif dalam menanggapi.

  Hasil dari peningkatan keaktifan siswa siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.7 Hasil Peningkatan Keaktifan Siswa

  Peubah Indikator Kondisi awal Siklus I Siklus II Target Capaian Target Capaian

  Keaktifan Persentase rata-rata keaktifan 42,9% 55% 52,1% 70% 71,0%

  Berdasarkan data kondisi awal siswa diperoleh rata-rata keaktifan siswa adalah 42,9%. Setelah dikenai tindakan pada siklus I dengan hasil penghitungan mengenai keaktifan siswa diperoleh rata-rata 52,1%. Sedangkan hasil penghitungan keaktifan siswa siklus II diperoleh rata-rata 71,0%. Dari data tersebut dapat digambarkan pada gambar berikut ini.

  42.9

  52.1

  71

  10

  20

  30

  40

  50

  60

  70

  80 Keaktifan Belajar Siswa Keaktifan Belajar Siswa

  Menurut Joni (1984:2) kesempatan yang diberikan guru akan menuntut siswa selalu aktif mencari, memperoleh, dan mengolah perolehan belajarnya. Untuk dapat menimbulkan keaktifan belajar pada diri siswa, guru diantaranya dapat memberi tugas secara individual dan kelompok, mengadakan tanya jawab atau diskusi hal tersebut juga dilakukan oleh peneliti saat pelaksanaan penelitian yaitu ketika siswa mengikuti kuis dengan tanya jawab ataupun tes evaluasi secara individu sedangkan secara kelompok tercermin saat diskusi dalam pembelajaran kooperatif teknik STAD berlangsung. Dengan kegiatan tersebut terbukti dapat meningkatkan keaktifan siswa, hal ini diperkuat dengan melihat data yang diperoleh dalam penelitian.

  Berdasarkan data diperoleh kesimpulan bahwa secara umum keaktifan siswa pada siklus II sudah meningkat dibandingkan dengan kondisi awal dan siklus Siklus I. Mengingat hal tersebut maka penelitian dihentikan sampai di siklus II ini.

3. Peningkatan Prestasi Belajar

  Pembelajaran mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada Siklus I dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 2 Mei 2013 dan Jumat, tanggal 3 Mei 2013. Sedangkan Siklus II dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 7 Mei 2013 dan Jumat, tanggal 10 Mei 2013. Hasil peningkatan prestasi

Tabel 4.8 Hasil Peningkatan Prestasi Belajar Siswa

  

Peubah Indikator Kondisi Siklus I Siklus II

awal Target Capaian Target Capaian

  Prestasi

1. Rata-rata nilai 64,8 71,0 74,4 76,0 78,3 belajar ulangan.

  siswa

  2. Persentase jumlah siswa 48,2% 60% 75,6% 75% 78,3% yang mencapai KKM (70,00)

  Menurut Masidjo (2010:184) kegunaan penilaian bagi siswa adalah sebagai informasi tentang tingkat pencapaian hasil belajarnya dan juga merupakan konsekuensi dari usaha belajarnya. Apabila hasil belajarnya kurang baik, ia terpanggil untuk memperbaikinya, sebaliknya jika hasil belajarnya sekurang- kurangnya sudah mencukupi maka dia akan berusaha untuk mempertahankannya. Sedangkan kegunaan bagi guru nilai akhir tersebut sangat berguna untuk pengembangan kegiatan proses belajar mengajarnya dan pengambilan keputusan kependidikan secara lebih mantap untuk siswa. Oleh karena itu hasil prestasi siswa sangatlah berpengaruh bagi proses kegiatan belajar mengajar.

  Hasil prestasi belajar siswa kelas V SD N Denggung pada siklus I terlihat meningkat dari kondisi awal sebelum menggunakan pembelajaran kooperatif teknik STAD pada mata pelajaran IPS. Dimana kondisi awal menunjukkan rata- rata kelas 64,8 dan jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 48,2%. Setelah dikenai tindakan menggunakan pembelajaran kooperatif teknik STAD dengan melakukan tes evaluasi pada siklus I, diperoleh nilai rata-rata kelas 74,4. Nilai siswa. Peneliti pada siklus II ini membagi ke dalam kelompok yang lebih kecil, dimana setiap kelompok hanya terdiri dari 4-5 siswa dan terdapat 8 kelompok.

  Perbedaan yang lain antara siklus I dan siklus II yaitu materi yang disampaikan, dimana materi siklus II melanjutkan materi pada siklus I. Dalam diskusi kelompok pertemuan di siklus II siswa juga terlihat lebih bisa memaksimalkan perannya dalam kelompok karena jumlah anggota kelompoknya lebih kecil. Selain itu, siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan pada siklus II hal ini terbukti dengan hasil prestasi belajar pada siklus II meningkat dibandingkan dengan hasil prestasi belajar pada siklus I. Dari data yang diperoleh pada siklus II ini diperoleh rata-rata kelas 78,3. Nilai tertinggi adalah 100 sedangkan nilai terendah adalah 40. Jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus II ini yaitu 29 siswa atau 78,3% dari 37 siswa,sedangkan yang belum tuntas mencapai KKM yaitu 8 siswa atau 21,6% dari 37 siswa. Berdasarkan data tersebut dapat digambarkan pada gambar berikut ini.

  Rata-Rata Prestasi Siswa

  90

  80

  70

  78.3

  74.4

  60

64.8 Kondisi Awal

  50

  40 Siklus I

  30 Siklus II

  20

  10 Kondisi Awal Siklus I Siklus II

90 Kondisi awal Siklus I Siklus II

  48.2

  75.6

  78.3

  10

  20

  30

  40

  50

  60

  70

  80

Gambar 4.7 Peningkatan capaian KKM dalam Persen (%)

  Masidjo (2010:13) mengungkapkan bahwa kegiatan pengukuran prestasi belajar siswa dari suatu mata pelajaran dilakukan antaralain melalui ulangan, ujian, tugas, dan sebagainya. Dengan guru melakukan pengukuran prestasi belajar maka dapat mengetahui sampai dimana tingkat keberhasilan baik itu dari siswa dalam penguasaan suatu pelajaran, guru dalam mencari umpan balik tentang pelaksanaan kegiatan proses belajar mengajar, dan juga sekolah untuk menilai keberhasilan pembelajaran dan menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata prestasi siswa dan capaian KKMnya.

  

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil pembahasan pada bab IV maka dapat dibuat kesimpulan

  sebagai berikut:

1. Penggunaan pembelajaran kooperatif teknik STAD dalam upaya

  meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi Jasa dan Peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia siswa kelas V SD N Denggung tahun ajaran 2012/2013 melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri atas dua pertemuan.

  Dalam setiap siklus terdapat perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pada pembelajaran kooperatif teknik STAD langkah-langkah yang dlakukan adalah menentukan skor awal, membentuk kelompok secara heterogen, kegiatan diskusi dalam kelompok dimana setiap anggota kelompok bertanggungjawab untuk memahami dan mengerti tentang materi, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, dan langkah terakhir adalah pemberian penghargaan kepada siswa.

  2. Penggunaan pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat

  Denggung tahun ajaran 2012/2013. Hal ini terbukti bahwa dari hasil pengamatan keaktifan pada kondisi awal dengan rata-rata keaktifan siswa adalah 42,9%. Setelah dikenai tindakan menggunakan pembelajaran kooperatif teknik STAD pada siklus I ada peningkatan rata-rata keaktifan menjadi 52,1%. Kenaikan skor rata-rata keaktifan siswa dari kondisi awal ke siklus I sebesar 9,2%. Kemudian, dilanjutkan siklus II dengan menggunakan pembelajaran kooperatif teknik STAD rata-rata keaktifan siswa meningkat menjadi 71,0%.

  Kenaikan skor rata-rata keaktifan siswa siklus I ke siklus II sebesar 18,9%.

  3. Penggunaan pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat meningkatkan prestasi belajar belajar dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi Jasa dan Peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia siswa kelas V SD N Denggung tahun ajaran 2012/2013. Hal ini terbukti bahwa dari hasil prestasi siswa pada kondisi awal dengan rata-rata nilai ulangan 64,8.

  Setelah dikenai tindakan menggunakan pembelajaran kooperatif teknik

  STAD pada siklus I ada peningkatan rata-rata nilai ulangan menjadi

  74,4. Kenaikan skor rata-rata nilai ulangan siswa dari kondisi awal ke siklus I sebesar 9,6. Kemudian, dilanjutkan siklus II dengan menggunakan pembelajaran kooperatif teknik STAD rata-rata nilai yang mencapai KKM juga mengalami peningkatan dari kondisi awal 48,2 % setelah dikenai tindakan siklus I menjadi 75,6%. Kenaikan presentase dari kondisi awal ke siklus I adalah 27,4%. Lalu, dilanjutkan siklus II persentase jumlah siswa yang mencapai KKM menjadi 78,3%. Kenaikan presentase dari siklus I ke siklus II adalah 2,7%.

B. Saran

  Sehubungan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, ada beberapa sara yang hendaknya perlu menjadi bahan pertimbangan untuk keperluan kemajuan dalam penyelenggaraan pendidikan di SD N Denggung, khususnya dalam model pembelajaran sebagai salah satu sarana dalam kegiatan pembelajaran.

  1. Bagi Sekolah Sekolah dapat memberikan kebijakan kepada para guru untuk kreatif dan inovatif dalam menerapkan model pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar, karena dengan model pembelajaran kooperatif teknik STAD ini dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar, maka model pembelajaran kooperatif teknik STAD dapat digunakan pada kegiatan belajar mengajar.

  2. Bagi Guru dalam proses pembelajaran agar siswa aktif, karena dengan hal tersebut sangat berguna untuk melatih siswa bekerjasama dan berdiskusi sehingga pemahaman siswa terhadap materi menjadi lebih baik. Model pembelajaran tersebut sangat efektif bagi siswa kelas atas namun kurang efektif bagi siswa kelas bawah dikarenakan siswa kelas bawah masih sulit untuk diatur dalam menerapkan langkah-langkah teknik STAD.

  3. Bagi siswa Siswa hendaknya dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dengan teknik STAD agar dapat memperoleh manfaat berupa pengetahuan dan pemahaman yang baik. Selain itu, agar proses pembelajaran dapat terlaksana dengan baik diharapkan siswa tidak ramai dan sibuk dengan kegiatannya, akan lebih baik jika siswa dapat aktif berdiskusi dengan kelompoknya.

C. Keterbatasan Penelitian

  Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menyadari adanya keterbatasan penelitian. Adapun keterbatasan dalam penelitian ini adalah:

  1. Penelitian tindakan kelas ini pada prinsipnya dilaksanakan oleh guru kelas sehingga didapatkan hasil secara alamiah, namun pada penelitian ini dilaksanakan sendiri oleh peneliti karena tuntutan dari guru kelas sendiri.

  2. Pada penelitian ini, validasi instrument tes menggunakan product moment

  

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

  Baharuddin, Esa. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Ar-Ruzz Media. Dewi, L.D. 2008. Belajar Kelompok Model STAD dan JIGSAW untuk

  Meningkatkan Motivasi dan Keaktifan Mahasiswa. Jurnal ilmu pendidikan , 15 (3): 182-192.

  Joni, Raka. 1984. Cara Belajar Siswa Aktif Implikasinya Terhadap Sistem Penyampaian . Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

  Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas sebagai

  Pengembangan Profesi Guru . Jakarta: Raja Grafindo.

  Lie, Anita. 2002. Cooperative Learning:Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.

  Manurung, Erisdauli. 2006. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe

  Student Teams Achievement Division (STAD) dalam Meningkatkan

  Partisipasi Belajar dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi Siswa Kelas XI Akuntansi SMK Sanjaya Pakem Yogyakarta.

  Masidjo. 2010. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.

  Sari, M.D. 2004. Penggunaan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Student

  Teams Achievement Division (STAD) dalam Meningkatkan Partisipasi,

  Motivasi dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Ekonomi Siswa Kelas

  VIIB SMP Taman Dewasa Ibu Pawiyatan Yogyakarta Tahun Ajaran 2007/2008.

  Semiawan, Conny. 1987. Pendekatan Ketrampilan Proses. Jakarta: Gramedia. Silberman, Melvin. 2001. Active Learning. Yogyakarta: Yappendis. Slavin, Robert. 2008. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media. Sriyono. 1992. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta: Rineka Cipta. Soelaeman, Munandar. 1986. Ilmu Sosial Dasar Teori Dan Konsep Ilmu Sosial.

  Bandung: Rosda Offset. Solihatin, Etin. 2007. Cooperative learning:Analisis Model Pembelajaran IPS.

  Jakarta: Bumi Aksara. Sudirman. 1987. Ilmu Pendidikan. Bandung: Remadja Karya CV. Sumaatmadja, Nursid. 1980. Metodologi Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Bandung: Ofsset Alumni. Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

  Tim penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2003. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga . Jakarta: Balai Pustaka.

  Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

  Winkel. 1996. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia.

  Yuliati, Reni. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI Kelas V. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

  LAMPIRAN

  

I

  Silabus Pembelajaran Sekolah : SD N Denggung Kelas/Semester : V / II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial Standar Kompetensi : 2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia

  a. 6 Agustus 1945

  Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V .

  . Jakarta: Erlangga Susilaningsih, Endang. 2008.

  2008. Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI Kelas V

  d. 14 Agustus 1945 8 x 35 menit (4 x per- temuan) Yuliati, Reni.

  c. 17 Agustus 1945

  b. 9 Agustus 1945

  Tertulis Pilihan ganda Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu pada tanggal...

  Kompetensi Dasar Materi Pembela- jaran Kegiatan

  a. Siswa belajar tentang materi peristiwa penting sekitar proklamasi. b.Siswa mempelajari dengan membaca handout peristiwa penting sekitar proklamasi. c.Siswa berdiskusi tentang jasa dan peranan tokoh pejuang dalam peristiwa sekitar proklamasi dan sikap menghargainya. a.Menceritakan kembali peristiwa- peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi. b.Menyebutkan tokoh-tokoh dalam peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi. c.Menyebutkan tokoh-tokoh yang berjasa dan berperan dalam mempersiap- kan kemerdekaan beserta riwayat singkatnya. d.Menyebutkan contoh sikap menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang dalam Memproklamasi-kan Kemerdekaan.

  Proklamas i kemerde- kaan Indonesia.

  2.1. Menghar-gai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mem- proklamasi-kan kemerdekaan Indonesia.

  Instrumen Contoh Instrumen

  Waktu Sumber Belajar Teknik Bentuk

  Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi

  Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Gambar peristiwa- peristiwa sekitar proklamasi. Gambar tokoh- tokoh pejuang.

  RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) A. Identitas Mata Pelajaran

  Sekolah : SD N Denggung Kelas/Semester : V / II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pertemuan ke : 1 dan 2 Alokasi Waktu : 4 x 35 menit B.

   Standar Kompetensi

  2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

  C. Kompetensi Dasar

  2.3 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

  D. Indikator

  A. Kognitif  Menceritakan kembali peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi.

  B. Afektif  Disiplin dan jujur menyelesaikan tugas menceritakan kembali peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi.

   Bekerjasama menyelesaikan tugas menceritakan kembali peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi bersama kelompoknya.

  C. Psikomotorik  Membuat cerita singkat tentang peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi.

E. Tujuan Pembelajaran

  A. Kognitif  Siswa dapat menceritakan kembali 1 (satu) peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi secara kelompok.

   Siswa dapat menyebutkan 5 (lima) tokoh-tokoh dalam peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi secara lisan.

  B. Afektif  Siswa dapat menyelesaikan tugas menceritakan peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi dengan memperhatikan aspek kedisiplinan.

   Siswa dapat menyelesaikan tugas menceritakan kembali peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi secara kelompok dengan memperhatikan aspek kerjasama.

  F. Karakter siswa yang diharapkan - Menanamkan nilai-nilai kedisiplinan pada siswa.

  • - Menanamkan nilai-nilai ketelitian pada siswa.
  • - Menanamkan nilai-nilai cinta tanah air pada siswa.
  • - Menanamkan nilai-nilai kerjasama pada siswa.

  G. Materi Pokok

  Proklamasi kemerdekaan Indonesia

  H. Model pembelajaran :

  • Cooperative Learning teknik STAD
  • Pengamatan - Ceramah - Tanya jawab
  • Penugasan I.

   Kegiatan Pembelajaran Siklus 1 Pertemuan 1.

  1. Pendahuluan ( 10 menit) a. Salam dan doa pembukaan.

  b. Presensi

  c. Guru memberikan apersepsi (menyanyikan lagu hari Merdeka)

  d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi.

  2. Kegiatan inti (55 menit)

  Eksplorasi

  a. Guru bersama siswa bertanya jawab tentang peristiwa penting apa saja yang terjadi sekitar proklamasi untuk menggali pengetahuan awal siswa.

  b. Siswa diminta membaca handout tentang peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sekitar proklamasi agar lebih memahami materi.

  Elaborasi

  c. Guru membagi siswa secara heterogen berdasarkan nilai tes evaluasi materi sebelumnya (setiap kelompok terdiri dari 6 sampai 7 siswa) d. Guru meminta siswa untuk berdiskusi untuk mengerjakan soal dengan bantuan LKS 1.

  e. Guru meminta siswa agar dalam kelompok membagi tugas secara adil sehingga semua anggota bekerjasama dan paham tentang tugas yang diberikan.

  f. Setiap anggota kelompok memastikan bahwa seluruh anggota telah menguasai materi tersebut.

  g. Guru memberi skor pada setiap siswa dalam proses diskusi.

  h. Siswa kemudian diminta untuk mengumpulkan hasil diskusi yang akan dibacakan dan dibahas pada pertemuan selanjutnya.

  Konfirmasi

  i. Guru memberikan penguatan materi dengan bertanya jawab dengan siswa tentang materi yang baru saja dipelajari.

  3. Kegiatan akhir (5 menit)

  a. Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari materi tentang peristiwa penting sekitar proklamasi.

  b. Refleksi tentang pembelajaran materi peristiwa penting sekitar proklamasi.

  c. Tindak lanjut ( memberi tugas untuk belajar materi yang akan dibahas selanjutnya) d. Doa dan salam penutup.

  Pertemuan 2

  1. Pendahuluan (5 menit) a. Salam dan doa pembukaan.

  b. Presensi

  c. Guru memberikan apersepsi ( bermain tepuk dan dilanjutkan dengan mengulas pelajaran pada pertemuan yang lalu) d. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi.

  2. Kegiatan inti (50 menit)

  Eksplorasi

  a. Guru bersama siswa bertanya jawab tentang peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi yang dibahas pada pertemuan yang lalu.

  Elaborasi

  c. Guru membagi siswa dalam kelompok ( sama pada pertemuan yang lalu) e. Setiap anggota kelompok memastikan bahwa seluruh anggota telah menguasai materi tersebut.

  f. Guru memberi skor pada setiap siswa dalam proses diskusi.

  g. Guru dan siswa membahas bersama dan mengoreksi soal LKS 2 yang telah dikerjakan siswa.

  h. Setelah itu, siswa kemudian diminta untuk membacakan hasil diskusi mereka (soal LKS 2) dan membahas bersama hasil kerja kelompok pada pertemuan yang lalu. i.

  Guru memberikan penghargaan “bintang” kepada anggota kelompok yang aktif bertanya, menyanggah, menjawab dan mengemukakan pendapat. j. Bintang yang didapat siswa akan ditempelkan pada kertas yang telah disediakan guru dan dapat menambah skor pada kelompok.

  Konfirmasi

  k. Guru memberikan penguatan materi dengan bertanya jawab dengan siswa tentang materi peristiwa-peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi.

  3. Kegiatan akhir (15 menit)

  a. Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari materi peristiwa- peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi.

  b. Guru memberikan soal evaluasi tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi sekitar proklamasi.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

  

( RPP )

  A. Identitas Mata Pelajaran

  Sekolah : SD N Denggung Kelas/Semester : V/II Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pertemuan ke : 3 dan 4 Alokasi Waktu : 4 x 35 menit

  B. Standar Kompetensi

  2. Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

  C. Kompetensi Dasar

  2.3 Menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia

  D. Indikator

  A. Kognitif  Menyebutkan tokoh-tokoh yang berjasa dalam mempersiapkan kemerdekaan beserta riwayat singkatnya.

   Menyebutkan contoh sikap menghargai jasa dan peranan tokoh

  B. Afektif  Disiplin menyelesaikan tugas menyebutkan tokoh-tokoh yang berjasa dalam mempersiapkan kemerdekaan beserta riwayat singkatnya.

   Bekerjasama menyelesaikan tugas menyebutkan tokoh-tokoh yang berjasa dalam mempersiapkan kemerdekaan beserta riwayat singkatnya bersama kelompoknya.

   Disiplin menyelesaikan tugas menyebutkan sikap-sikap menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang dalam Memproklamasikan Kemerdekaan.

   Bekerjasama menyelesaikan tugas menyebutkan sikap-sikap menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang dalam Memproklamasikan Kemerdekaan.

  C. Psikomotorik  Membuat sebuah riwayat singkat tokoh pejuang dalam Memproklamasikan Kemerdekaan.

   Membuat sebuah daftar sikap-sikap menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang dalam Memproklamasikan Kemerdekaan.

D. Tujuan Pembelajaran

  A. Kognitif

   Siswa dapat menyebutkan 5 (lima) contoh sikap menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang dalam Memproklamasikan Kemerdekaan secara individu.

  B. Afektif  Siswa dapat menyelesaikan tugas menyebutkan tokoh-tokoh yang berjasa dalam mempersiapkan kemerdekaan beserta riwayat singkatnya dengan memperhatikan aspek kedisiplinan.

   Siswa dapat menyelesaikan tugas menyebutkan tokoh-tokoh yang berjasa dalam mempersiapkan kemerdekaan beserta riwayat singkatnya bersama kelompoknya dengan memperhatikan aspek kerjasama.

   Siswa dapat menyelesaikan tugas menyebutkan sikap-sikap menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang dalam Memproklamasikan Kemerdekaan dengan memperhatikan aspek kedisiplinan.

   Siswa dapat menyelesaikan tugas menyebutkan sikap-sikap menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang dalam Memproklamasikan Kemerdekaan dengan memperhatikan aspek kerjasama.

  C. Psikomotorik  Siswa dapat membuat sebuah riwayat singkat tokoh pejuang dalam Memproklamasikan Kemerdekaan secara kelompok.

   Siswa dapat membuat sebuah daftar sikap-sikap menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang dalam Memproklamasikan Kemerdekaan secara

  F. Karakter siswa yang diharapkan - Menanamkan nilai-nilai kedisiplinan pada siswa.

  • - Menanamkan nilai-nilai ketelitian pada si>Menanamkan nilai-nilai cinta tanah air pada si
  • - Menanamkan nilai-nilai kerjasama pada siswa.

  G. Materi Pokok

  Proklamasi kemerdekaan Indonesia

  H. Model pembelajaran :

  • Cooperative Learning teknik STAD
  • Pengamatan - Ceramah - Tanya jawab
  • Penugasan H.

   Kegiatan Pembelajaran Siklus 2 Pertemuan 1

  1. Pendahuluan (5 menit)

  a. Salam

  b. Presensi

  c. Guru memberikan apersepsi (mengulas rangkuman penting dari pertemuan sebelumnya tentang tokoh-tokoh pejuang) d. Motivasi ( memberikan pertanyaan acak dari materi yang lalu)

  e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang menjelaskan

  2. Kegiatan inti (60 menit)

  Eksplorasi

  a. Guru mengajak siswa bertanya jawab tentang jasa dan peranan tokoh dalam mempersiapkan kemerdekaan.

  b. Siswa membaca handout tentang riwayat tokoh-tokoh dan mengamati foto tokoh-tokoh yang berjasa dalam mempersiapkan kemerdekaan.

  Elaborasi

  c. Guru membagi siswa dalam kelompok berdasarkan hasil prestasi tes evaluasi siklus 1 dan jenis kelamin (setiap kelompok terdiri dari 4 sampai 5 siswa)

  d. Guru meminta siswa untuk berdiskusi dan bekerjasama mengerjakan soal dengan bantuan LKS 3.

  e. Setiap anggota kelompok memastikan bahwa seluruh anggota telah menguasai materi tersebut. k. Guru memberi skor pada setiap siswa dalam proses diskusi. l. Siswa kemudian diminta untuk menuliskan hasil kerja mereka di kertas yang sudah disediakan di papan tulis.

  Konfirmasi i. Pembahasan hasil kerja yang sudah siswa tulis di depan.

  j. Guru memberikan penghargaan “bintang” kepada anggota kelompok yang aktif bertanya, menyanggah, menjawab dan mengemukakan pendapat saat pembahasan hasil kerja. l. Guru memberikan kuis untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, siswa yang aktif menjawab akan mendapat penghargaan yaitu berupa simbol “bintang” dan menambah skor dalam kelompoknya.

  3. Kegiatan akhir (5 menit)

  a. Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari materi tokoh-tokoh pejuang beserta riwayatnya.

  b. Refleksi secara lisan tentang kesulitan yang dialami siswa dalam materi tokoh pejuang dan riwayatnya.

  c. Tindak lanjut ( memberi tugas untuk belajar materi selanjutnya) d. Salam penutup.

  Pertemuan 2

  1. Pendahuluan

  a. Salam

  b. Presensi

  c. Guru memberikan apersepsi (Menanyakan apakah siswa tertib dalam mengikuti upacara bendera?) d. Guru memberikan motivasi (bermain tepuk agar siswa memfokuskan perhatian pada pelajaran.) e. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang sikap menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan Kemerdekaan

  2. Kegiatan inti

  Eksplorasi

  a. Guru memberikan penjelasan tentang menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

  Elaborasi

  c. Guru membagi siswa secara heterogen (setiap kelompok terdiri dari 4 sampai 5 siswa, masih sama dengan kelompok pada pertemuan yang lalu)

  d. Guru meminta siswa untuk berdiskusi dan bekerjasama mengerjakan soal dengan bantuan LKS 4.

  e. Siswa kemudian diminta untuk menuliskan beberapa hasil pekerjaan mereka di papan tulis.

  f. Siswa yang aktif mengemukakan pendapat ataupun bertanya mendapat penghargaan „bintang” yang akan menambah skor kelompok

  Konfirmasi f. Pembahasan soal-soal latihan yang dikerjakan siswa.

  g. Guru memberikan penguatan materi dengan bertanya jawab tentang sikap menghargai jasa para tokoh pejuang.

  3. Kegiatan akhir

  a. Guru bersama siswa membuat kesimpulan dari materi tokoh-tokoh pejuang dan menghargai jasa dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan Kemerdekaan.

  b. Guru memberikan soal evaluasi tentang tokoh-tokoh pejuang beserta riwayatnya dan sikap menghargai jasa dan peranannya.

  a. Refleksi secara tertulis. (bagaimana perasaan siswa setelah pembelajaran?, kesulitan apa yang dialami? dan komentar tentang Guru.

  b. Tindak lanjut ( memberi tugas untuk belajar materi selanjutnya)

  LAMPIRAN

  

II LEMBAR KERJA SISWA 1 LEMBAR KERJA SISWA 2

  LEMBAR KERJA SISWA 3 LEMBAR KERJA SISWA 4

  Peristiwa Sekitar Proklamasi 17 Agustus 1945

  Menjelang proklamasi kemerdekaan, Indonesia berada dalam kekuasaan Jepang. Saat itu Jepang mengalami kekalahan dalam perang melawan Sekutu. Pasukan Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis. Kesempatan itu digunakan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasi kan kemerdekaan. Ada beberapa peristiwa sejarah menjelang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang patut kita ketahui.

  1. Pertemuan di Dalat Pada tanggal 12 Agustus 1945 tiga tokoh pergerakan nasional, yaitu

  Dr.Radjiman Wedyodiningrat, Ir. Sukarno, dan Drs. Mohammad Hatta memenuhi undangan Jenderal Terauchi di Dalat (Vietnam Selatan). Jenderal Terauchi adalah Panglima tentara Jepang di Asia Tenggara.

  Dalam pertemuan itu, Jenderal Terauchi mengatakan pemerintah Jepang telah memutuskan untuk memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Keputusan itu diambil setelah Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Jepang. Bom atom pertama dijatuhkan di kota Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945. Bom kedua dijatuhkan di kota Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945. Akibatnya, Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945.

  Gambar. Panglima Angkatan Perang Sekutu, Jenderal Daouglas Mac Arthur menyaksikan penandatanganan dokumen penyerahan tanpa syarat Jepang oleh Menlu Jepang Mamoru Shigemitsu.

  2. Menanggapi berita kekalahan Jepang Berita tentang kekalahan itu sangat dirahasiakan oleh Jepang. Semua radio disegel oleh pemerintah Jepang. Namun demikian, ada juga tokoh-tokoh pergerakan yang dengan sembunyi-sembunyi Pada tanggal 14 Agustus 1945 sore, Sutan Syahrir sudah menunggu kedatangan Mohammad Hatta dari Dalat. Syahrir mendesak agar proklamasi jangan dilakukan oleh PPKI. Syahrir mengusulkan agar proklamasi kemerdekaan dilakukan oleh Bung Karno saja sebagai pemimpin rakyat, atas nama rakyat lewat siaran radio.

  Hatta setuju kemerdekaan Indonesia di selenggarakan secepatnya. Namun, beliau tidak yakin proklamasi dapat dilakukan oleh Bung Karno saja sebagai pemimpin rakyat dan atas nama rakyat. Menurut Hatta, kalau Bung Karno bertindak seperti itu, berarti merampas hak PPKI. Hatta tidak yakin Bung Karno mau bertindak seperti usul Syahrir. Setelah terjadi perdebatan, akhirnya Hatta dan Syahrir pergi ke rumah Bung Karno. Syahrir menyatakan maksudnya. Bung Karno menjawab bahwa beliau tidak berhak bertindak sendiri. Memproklamasikan kemerdekaan adalah hak dan tugas PPKI.

  Pada tanggal 15 Agustus 1945 sore, para pemuda kembali menemui Bung Hatta dan mendesak agar beliau jangan menyetujui proklamasi di hadapan PPKI, karena menurut mereka hal itu berbau Jepang. Malamnya, sekitar pukul 20.00, golongan muda revolusioner mengadakan rapat di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi di Pegangsaan Timur. Rapat ini antara lain dihadiri oleh Chairul Saleh, Wikana, Margono, Armansyah, dan Kusnandar. Dalam rapat itu golongan muda menegaskan pendirian mereka. Mereka berpendirian bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak dan urusan rakyat Indonesia sendiri. Kemerdekaan tidak dapat digantungkan kepada orang lain dan negara lain. Rapat juga memutuskan tuntutan agar Proklamasi Kemerdekaan dinyatakan oleh Ir. Sukarno pada keesokan harinya (16 Agustus 1945).

  Keputusan rapat pada tanggal 15 Agustus 1945 sore, disampaikan oleh Wikana dan Darwis kepada Sukarno. Utusan golongan muda mengancam akan terjadi pertumpahan darah jika tuntutan golongan muda tidak dilaksanakan. Hal itu menimbulkan suasana ketegangan. Sukarno marah mendengar ancaman itu. Peristiwa menegangkan itu disaksikan oleh golongan tua, seperti Mohammad Hatta, Ahmad Subarjo, Dr. Buntaran, Dr. Sanusi, dan Iwa Kusumasumantri.

  Golongan tua tetap menekankan perlunya melakukan proklamasi kemerdekaan dalam rapat PPKI untuk menghindari pertumpahan darah.

  3. Peristiwa Rengasdengklok Setelah mengetahui pendirian golongan tua, golongan muda mengadakan rapat lagi menjelang pukul 24.00. Mereka melakukan rapat di Asrama Baperpi, Cikini

  71, Jakarta. Rapat tersebut selain dihadiri mereka yang mengikuti rapat di

  Pagi-pagi buta sekitar pukul 04.00, tanggal 16 Agustus 1945, Sukarno-Hatta dibawa ke Rengasdengklok. Sehari penuh kedua pemimpin “ditahan” di Rengasdengklok. Selain untuk menjauhkan Sukarno-Hatta dari pengaruh Jepang, para pemuda bermaksud memaksa mereka agar segera memproklamasi kemerdekaan lepas dari segala sesuatu yang berkaitan dengan Jepang. Ternyata kedua tokoh ini cukup berwibawa. Para pemuda pun segan untuk mendesak mereka. Namun, Sodancho Singgih memberikan keterangan bahwa dalam pembicaraan berdua dengan Bung Karno, Bung Karno menyatakan bersedia melaksanakan proklamasi segera setelah kembali ke Jakarta. Berdasarkan hal itu, siang itu juga Singgih kembali ke Jakarta. Ia menyampaikan rencana Proklamasi kepada para pemimpin pemuda di Jakarta.

  Sementara itu, di Jakarta, golongan tua dan golongan muda sepakat bahwa proklamasi kemerdekaan dilakukan di Jakarta. Golongan tua diwakili Mr. Ahmad Subarjo dan golongan muda yang diwakili Wikana. Laksamana Maeda, bersedia menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya. Maeda adalah seorang Perwira penghubung Angkatan Darat dan Angkatan Laut Jepang.

  Berdasarkan kesepakatan itu, Jusuf Kunto, dari pihak Pemuda mengantar Ahmad Subarjo ke Rengasdengklok pada hari itu juga. Mereka akan menjemput Sukarno-Hatta. Semula para pemuda tidak mau melepas Sukarno-Hatta. Ahmad Subarjo memberi jaminan bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada tanggal 17 Agustus keesokan harinya, selambat-lambatnya pukul 12.00. Bila hal tersebut tidak terjadi, Ahmad Subarjo rela mempertaruhkan nyawanya. Dengan jaminan itu, komandan kompi Peta setempat, Cudanco Subeno, bersedia melepaskan Sukarno-Hatta kembali ke Jakarta.

  4. Perumusan teks Proklamasi Sesampai di Jakarta Sukarno-Hatta bersama Laksamana Maeda menemui

  Mayjen Nishimura untuk berunding. Nishimura tidak mengizinkan proklamasi kemerdekaan. Kemudian, mereka menuju rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No. 1. Di tempat inilah naskah proklamasi dirumuskan.

  Perumusan teks proklamasi dilakukan di dalam ruang makan oleh Sukarno, Hatta, dan Mr. Ahmad Soebardjo. Sukarno menulis rumusan proklamasi tersebut. Gambar. Konsep naskah Proklamasi tulisan tangan Bung Karno (kiri) dan Naskah Proklamasi yang diketik oleh Sayuti Melik (kanan). Setelah selesai, teks proklamasi tersebut dibacakan di hadapan tokoh-tokoh peserta rapat. Setelah terjadi kesepakatan bersama, teks proklamasi selanjutnya diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik. Teks proklamasi yang sudah diketik ditandatangani oleh Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Naskah itulah yang dikenal sebagai naskah Proklamasi yang autentik .

  Timbul persoalan tentang cara mengumumkan proklamasi. Sukarni mengatakan bahwa rakyat di sekitar Jakarta telah diberi tahu untuk datang berbondong-bondong ke lapangan Ikada pada tanggal 17 Agustus. Di sana mereka akan mendengarkan proklamasi kemerdekaan. Bung Karno menolak cara tersebut. Akhirnya, disepakati proklamasi kemerdekaan dilakukan di kediaman Sukarno di Jalan Pegangsaan Timur 56, pukul 10.00. Setelah itu, para tokoh bangsa yang hadir, keluar dari rumah Laksamana Maeda dan pulang ke rumah masing-masing. Sebelum semua pulang, Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers dan kantor berita, terutama B.M Diah untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkannya ke seluruh dunia. Sementara itu, para pemuda tidak langsung pulang ke rumah masing-masing. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok pemuda mengirim kurir untuk memberitahukan kepada masyarakat bahwa saat proklamasi telah tiba.

  5. Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 Pada tanggal 17 Agustus 1945 pagi banyak orang berkumpul di kediaman

  Sukarno. Mereka adalah rakyat dan para pemuda. Sekitar pukul 10.00, Ir. Sukarno didampingi Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Berikut proklamasi yang dibaca oleh Soekarno!

  Proklamasi Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekusaan d.l.l., diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

  Jakarta, hari 17 bulan 8 tahun ‟05 Atas nama Bangsa Indonesia Gambar. Didampingi Bung Hatta, Bung Karno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia (kiri). Rakyat Indonesia yang hadir mengikuti pembacaan Proklamasi Kemerdekaan dengan hikmat (kanan).

  Setelah pembacaan teks proklamasi selesai, upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih. Pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh S. Suhud dan Cudanco Latif, serta diiringi lagu Indonesia Raya. Bendera Merah Putih itu dijahit oleh Ibu Fatmawati Sukarno. Pada saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan, para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.

  Peristiwa yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia ini berlangsung sekitar satu jam. Meski sangat sederhana, namun upacara itu dilakukan penuh kehikmatan. Peristiwa itu membawa perubahan yang luar biasa dalam kehidupan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka. Bangsa baru telah lahir.

  

Tokoh-Tokoh Bangsa dalam Mempersiapkan Kemerdekaan

  Perlawanan yang dilakukan rakyat Indonesia untuk kemerdekaan bangsa telah melahirkan tokoh-tokoh pejuang. Mulai dari tokoh-tokoh yang berjuang melawan kekuasaan Belanda sampai tokoh-tokoh yang mempersiapkan kemedekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945. Adapun tokoh-tokoh bangsa yang terlibat langsung dalam mempersiapkan kemerdekaan itu, antara lain sebagai berikut.

  a. Ir. Soekarno, ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamator dengan sapaan

  Selanjutnya menjadi ketua PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) sebagai pengganti BPUPKI.

  b. Drs. Muhammad Hatta, ditetapkan sebagai Pahlawan Proklamator. Panggilan akrabnya adalah Bung Hatta. Dilahirkan di Sumatra Barat pada tanggal 12 Agustus 1902. Beliau berjuang sejak zaman pergerakan nasional, dimulai di negeri Belanda. Beliau mendirikan organisasi Perhimpunan Indonesia. Pada masa pendudukan Jepang, beliau dikenal dengan julukan Dwi Tunggal bersama Bung Karno. Beliau aktif dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, menghadiri rapat PPKI di rumah Laksamana Maeda, dan mendampingi Bung Karno dalam pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

  c. Mr. Achmad Soebardjo, merupakan golongan tua pada saat menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ia dilahirkan tanggal 23 Maret 1897 di Karawang Jawa Barat. Ia aktif dalam perjuangan pergerakan nasional, termasuk anggota PPKI, serta terlibat dalam perumusan rancangan Undang-Undang Dasar.

  d. Laksamana Tadashi Maeda, seorang Perwira Angkatan Laut Jepang dengan jabatan Wakil Komandan Angkatan Laut Jepang di Jakarta. Ia merupakan teman baik Mr. Akhmad Soebardjo dan bersimpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu, rumahnya dijadikan sebagai tempat pertemuaan para pejuang Indonesia untuk merumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 16 Agustus 1945.

  e. Fatmawati adalah istri Bung Karno, dilahirkan di Bengkulu pada tahun 1923. Ia berjasa menjahitkan Bendera Pusaka Merah Putih. Bendera tersebut dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 di halaman rumahnya yang sekaligus tempat dibacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta.

  f. Latif Hendraningrat, seorang pejuang kemerdekaan. Pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Peta (Pembela Tanah Air). Beliau adalah penggerek Bendera Merah Putih tanggal 17 Agustus 1945. Beliau membawa Ir Soekarno dan Drs. M. Hatta ke Rengasdengklok Karawang.

  g. Chaerul Saleh, seorang aktivis pemuda dalam pergerakan nasional. Ia dilahirkan tanggal 13 September 1916 di Sawahlunto, Sumatera Barat. Ia menjadi anggota Angkatan Muda Indonesia pada saat pendudukan Jepang, tetapi akhirnya ia sangat dibenci oleh pihak Jepang. Ia menjadi pemimpin pertemuan di gedung Bakteriologi Jakarta (sekarang Universitas Indonesia) yang menginginkan kemerdekaan tanpa ada peran dari PPKI. Menurutnya, PPKI merupakan bentukan Jepang. i. Sukarni, dilahirkan tanggal 14 Juli 1916 di Blitar, Jawa Timur. Ia aktif sebagai anggota organisasi pemuda Angkatan Baroe Indonesia dan Gerakan Rakyat Baru yang bertujuan Indonesia Merdeka. Selama pendudukan Jepang, ia bekerja di kantor berita Domei, Sandenbu, dan kantor pusat Seinendan. Ia juga mengusulkan agar naskah proklamasi ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia

  

GAMBAR TOKOH-TOKOH PERJUANGAN

  Ir. Soekarno Moh. Hatta Mr. Achmad Soebardjo Ibu Fatmawati Chaerul Saleh Laksamana Maeda

  Latief hendra Wikana Sukarni

Sikap Menghargai Jasa dan Peranan Tokoh Pejuang dalam

Memproklamasikan Kemerdekaan

  Kemerdekaan adalah jembatan emas untuk menuju Indonesia yang dicita- citakan. Cita-cita itu adalah terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur. Hal tersebut sesuai dengan apa yang tercantum dalam tujuan negara Indonesia sebagai berikut: a. melindungi segenap tumpah darah Indonesia;

  b. meningkatkan kesejahteraan umum;

  c. mencerdaskan kehidupan bangsa; d. turut serta di dalam menciptakan perdamaian dunia.

  Untuk terwujudnya cita-cita tersebut di atas, masyarakat Indonesia harus bekerja keras dan saling bekerja sama. Seperti halnya telah dicontohkan oleh para pahlawan bangsa Indonesia dalam perjuangannya mencapai kemerdekaan Indonesia.

  Sebagai generasi penerus bangsa, sudah merupakan suatu kewajiban untuk meneruskan perjuangan itu. Tentu saja bentuk perjuangan itu harus disesuaikan dengan keadaan zaman dan kemampuan kita masing-masing. Yang jelas, kita berkewajiban mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang berguna.

  Untuk menghargai jasa para pahlawan tersebut, ada hal yang perlu diperhatikan dan dilaksanakan dalam kehidupan kita sehari-hari, antara lain Misalnya, hal pembelaan negara dan menghormati lambang-lambang negara sebagai simbol pemersatu bangsa serta ketaatan membayar pajak tepat waktunya. Selain itu juga ikut mempertahankan dan mengisi kemerdekaan yang ada.

  b. Kerelaan berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Untuk kepentingan bangsa dan negara, kita harus mempunyai sikap rela berkorban dengan tidak mementingkan pribadi atau golongan. Misalnya, merelakan sebagian milik pribadi untuk kepentingan umum, seperti untuk pembangunan jalan dan memberikan sumbangan kepada korban becana alam.

  c. Menanamkan pengertian di dalam hati, bahwa perjuangan untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan merupakan ibadah sebagimana diajarkan oleh agama.

  d. Adanya sikap saling menghormati antarmanusia.

  e. Bersikap dan berbuat adil terhadap sesama manusia

  LAMPIRAN

  

III

  

KISI-KISI SOAL SIKLUS I

MATA PELAJARAN: ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Standar Kompetensi Indikator No Item Kompetensi Dasar

  2. Menghargai peranan

  2.3. Menghargai Jasa Menceritakan kembali 1, 2, 3, 7, 11, 12, tokoh pejuang dan dan peranan tokoh peristiwa-peristiwa 16, 19, 20 masyarakat dalam pejuang dalam penting yang terjadi mempersiapkan dan memproklamasikan sekitar proklamasi. mempertahankan kemerdekaan kemerdekaan Indonesia

  Menyebutkan tokoh- 4, 5, 6, 8, 9, 10, 13, tokoh dalam peristiwa 14, 15, 17, 18 penting yang terjadi sekitar proklamasi.

  

KRITERIA

SULIT SEDANG MUDAH

Soal no. 8, 9, 17, 20 Soal no.1, 2, 3, 4, 5 , 6, 11, Soal no.7, 10, 13, 14, 15, 16

12, 18, 19

  

KISI-KISI SOAL SIKLUS II

MATA PELAJARAN: ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

Standar Kompetensi Indikator No Item Kompetensi Dasar

  2. Menghargai peranan

  2.3. Menghargai Jasa Menyebutkan tokoh- 1, 5, 9, 10, 11, 13, tokoh pejuang dan dan peranan tokoh tokoh yang berjasa 14, 15, 16, 18 masyarakat dalam pejuang dalam dalam mempersiapkan mempersiapkan dan memproklamasikan kemerdekaan beserta mempertahankan kemerdekaan riwayat singkatnya. kemerdekaan Indonesia Menyebutkan contoh 2, 3, 4, 6, 7, 8, 12, sikap menghargai jasa 17, 19, 20 dan peranan tokoh pejuang dalam memproklamasikan Kemerdekaan.

  

KRITERIA

SULIT SEDANG MUDAH

  Jawaban soal siklus 1

  5. A

  11. B

  2. B

  12. B

  3. D

  13. C

  4. A

  14. C

  15. C

  Jawaban Soal Siklus 2

  6. A

  16. C

  7. C

  17. C

  8. B

  18. A

  9. B

  1. B

  20. D

  1. B

  5. B

  11. C

  2. B

  12. C

  3. D

  13. C

  4. C

  14. A

  15. D

  10. B

  6. B

  16. C

  7. D

  17. D

  8. D

  18. A

  9. B

  19. A

  19. A

  Soal Kuis Siklus I

  1. Sebutkan 2 tokoh pergerakan nasional yang pada tanggal 12 agustus 1945 menemui undangan Jendral Terauchi di dalat (Vietnam selatan)?

  2. Pada tanggal berapa kota Nagasaki di bom atom oleh Jepang?

  3. Siapa tokoh pergerakan nasional yang pertama kali mendengar berita kekalahan Jepang?

  4. Keputusan hasil rapat tanggal 15 Agustus 1945 yang diadakan di salah satu ruangan Lembaga Bakteriologi disampaikan oleh?

  5. Dimana Ir. Soekarno dan Moh. Hatta diungsikan agar tidak terpengaruh jepang dan segera memproklamasikan Kemerdekaan?

  6. Siapa tokoh yang memberi jaminan bahwa proklamasi kemerdekaan kan diumumkan pada tanggal 17 Agustus 1945?

  7. Dimana teks Proklamasi dirumuskan?

  8. Siapa yang diminta untuk mengetik naskah Teks Proklamasi?

  9. Siapa tokoh yang diminta untuk memperbanyak teks proklamasi?

  10. Pengibaran sang merah putih dilakukan oleh? Soal Kuis Siklus II

  1. Siapa saja tokoh bangsa yang ditetapkan sebagai pahlawan proklamator?

  2. Siapa Laksamana Tadashi Maeda itu?

  3. Apakah peran Ibu Fatmawati dalam peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia?

  4. Siapa tokoh yang pada masa pendudukan Jepang, beliau menjadi anggota Peta dan menjadi penggerek bendera Merah Putih saat Proklamasi?

  5. Siapa tokoh yang mengusulkan agar naskah Proklamasi ditandatangani oleh Soekarno

  • – Hatta??

  6. Sebagai seorang pelajar, bagaimana cara kita untuk mengisi kemerdekaan? 7.

  Sikap yang patut kita contoh dari para tokoh pejuang antaralain….

  8. Contoh sikap menghargai jasa tokoh pejuang ketika mengikuti upacara bendera

  Jawaban Soal Kuis Siklus I 1. Ir. Soekarno dan Moh. Hatta.

  2. Seorang perwira angkatan laut jepang.

  3. Penjahit bendera Merah Putih.

  4. Latif Hendraningrat.

  5. Sukarni.

  6. Belajar dengn rajin.

  

7. Pantang menyerah, merelakan kepentingan pribadi untuk kepentingan bersama.

  8. Mengikuti upacara bendera dengan tertib.

  9. Merelakan milik pribadi untuk umum, tepat dalam membayar pajak, bersikap adil terhadap sesama dsb.

  10. Kewajiban.

  Jawaban Soal Kuis Siklus II 1. Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Ir.Soekarno, Drs. Moh. Hatta.

  2. 9 Agustus 1945.

  3. Sutan Syahrir.

  4. Wikana dan Darwis.

  5. Rengasdengklok .

  6. Ahmad Subardjo.

  7. Di ruang makan rumah Laksamana Maeda.

  8. Sayuti Melik.

  9. B.M Diah.

  KISI-KISI INSTRUMEN PENGAMATAN Indikator Pernyataan

  A. Menyampaikan pendapat, usul, dan saran.

   Keberanian dalam menyampaikan pendapat.  Keberanian untuk bertanya kepada guru.  Keberanian dalam bertanya kepada teman.  Keberanian menyanggah gagasan/ide.

  B. Keterlibatan mental siswa di dalam kegiatan belajar.

   Memperhatikan penjelasan guru.  Berusaha menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.  Mengerjakan tes/evaluasi.

  C. Belajar dengan pengalaman langsung.

   Membaca bahan pelajaran.  Menggunakan atau memegang alat/media pembelajaran saat proses belajar berlangsung

  D. Interaksi antar siswa yang berkaitan dengan kemampuan bekerjasama.

   Mampu bekerjasama dalam kelompok

  

Lembar Observasi Keaktifan dalam Proses Pembelajaran

No. Deskriptor Jumlah siswa yang mencapai

deskriptor (Turus )

  1. Keberanian dalam menyampaikan pendapat.

  2. Keberanian untuk bertanya kepada guru.

  3. Keberanian dalam bertanya kepada teman.

  4. Keberanian menyanggah gagasan/ide.

  5. Memperhatikan penjelasan guru.

  6. Membaca bahan pelajaran.

  7. Berusaha menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

  8. Mengerjakan tes/evaluasi.

  9. Menggunakan atau memegang alat/media pembelajaran saat proses belajar berlangsung 10. Mampu bekerjasama dalam kelompok.

  Sleman, Observer, Rubrik penilaian pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif teknik STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)

  No. Deskriptor Ya Tidak Keterangan

  1. Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari beberapa individu yang berbeda dalam hal kemampuan belajar.

  2. Siswa memperhatikan penjelasan guru dalam pembelajaran.

  3. Siswa menanggapi pembahasan dalam pembelajaran.

  4. Aktivitas dalam kelompok kurang baik karena ada siswa yang tidak memainkan perannya dengan baik.

  5. Siswa mampu untuk membagi peran di dalam kelompok.

  6. Siswa kurang mampu memanfaatkan waktu dengan baik di dalam kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif teknik STAD

  7. Kondisi kelas berjalan dengan baik selama pembelajaran berlangsung.

  8. Beberapa siswa menolak untuk bergabung dalam kelompok.

  9. Beberapa siswa dalam kelompok lebih diandalkan daripada lainnya.

  10. Kerjasama dalam kelompok sering macet karena ada siswa yang malas.

  11. Kegiatan pembelajaran terorganisasi dengan baik.

  12. Setiap kelompok diberi perhatian yang sama.

  13. Siswa bersaing untuk menunjukkan siapa yang melakukan pekerjaan yang paling baik.

  14. Siswa aktif dalam proses pembelajaran.

  15. Siswa mendapat penghargaan dari guru baik verbal maupun non verbal.

  Sleman,

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS II SD NEGERI 1 TALANG JAWA TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
11
34
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS II SD NEGERI 1 TALANG JAWA TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
12
36
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 METRO PUSAT
0
7
51
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 1 GUNUNG TERANG KECAMATAN TANJUNG KARANG BARAT TAHUN AJARAN 2015/2016
0
2
77
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT AKUNTANSI SISWA KELAS X SMK MURNI 2 SURAKARTA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)
0
6
281
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS NARASI DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI TEMPEL GATAK SUKOHARJO TAHUN AJARAN 200920
0
3
83
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA PELAJARAN IPS DI KELAS IV SD NEGERI 101775 SAMPALI T.A 2015/2016.
0
2
28
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DI KELAS V SD NEGERI 057203 LANGKAT TA 2015/2016.
0
2
25
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK MENINGKATAKAN PRESTASI BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN MERAWAT TERNAK SAKIT.
0
1
97
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN KONVENSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI MINAT BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII MTs NEGERI DI KABUPATEN KUDUS.
0
0
13
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) GUNA PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS VIII A MTS NEGERI PLUPUH TAHUN PELAJARAN 2011/2012.
0
0
9
PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP ORGAN PENCERNAAN MANUSIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 DOHO GIRIMARTO WONOGIRI TAHUN AJARAN 2014/2015.
0
0
32
PENINGKATAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) PADA SISWA KELAS V SD NEGERI TLACAP SLEMAN TAHUN AJARAN 2013/2014.
0
0
171
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) PADA SISWA KELAS V A SD 2 SUNGAPAN KABUPATEN BANTUL.
0
0
255
PENINGKATAN KREATIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS MENGGUNAKAN MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS IV SD N DENGGUNG TAHUN AJARAN 20122013
0
0
211
Show more