SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi

Gratis

0
0
190
5 months ago
Preview
Full text

  

PERSEPSI SISWA, GURU, DAN ORANG TUA

TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

Studi Kasus Pada SMA – SMA di Kabupaten Bantul

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

  

Oleh :

Elisabeth Henni Prasetyowati

NIM : 031334005

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

  

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

HALAMAN PERSEMBAHAN

  ! !

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 17 Januari 2008 Penulis

  Elisabeth Henni Prasetyowati

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Elisabeth Henni Prasetyowati Nomor Mahasiswa : 031334005

  Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

PERSEPSI SISWA, GURU, DAN ORANG TUA TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL.

  beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal : 27 Februari 2008 Yang menyatakan (Elisabeth Henni Prasetyowati)

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala rahmat dan karunia-Nya yang begitu besar, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Persepsi Siswa, Guru, dan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional”.

  Penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan skripsi ini tidaklah mungkin terlepas dari bantuan, kerjasama, dukungan, dan doa dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pandidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  2. Bapak Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  3. Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  4. Bapak S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si., selaku Dosen Pembimbing yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk membimbing, memberikan saran dan kritik demi kesempurnaan penyusunan skripsi ini.

  5. Ibu E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A dan Ibu Natalina Premastuti Brataningrum., S.Pd., selaku Dosen Penguji yang telah memberikan saran dan kritik yang berguna demi kesempurnaan skripsi ini.

  6. Bapak Drs. F. X. Muhadi, M.Pd., Ibu Rita Eny Purwanti, S.Pd., Bapak Drs.

  Bambang Purnomo, S.E., M.Si., Ibu Cornelio Purwantini, S.Pd., M.SA., Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si., Ibu B. Indah Nugraheni, S.Pd., SIP., dan Bapak Agustinus Heri Nugroho, S.Pd., selaku staf pengajar Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan tambahan pengetahuan selama penulis menempuh studi di Program Studi Pendidikan Akuntansi.

  7. Bapak Drs. Wawiek Wakidjo dan Ibu Theresia Aris Sudarsilah, selaku tenaga administrasi Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah membantu kelancaran proses belajar selama ini.

  8. Bapak Kepala Sekolah SMAN 2 Bantul, SMAN 1 Sewon, SMA Stella Duce Bantul, SMA Patria Bantul, SMA Mercu Buana Sedayu, SMA Muhammadiyah Sewon, dan SMA PGRI Kasihan, yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian.

  9. Papa dan mamaku tercinta, yang selalu memberikan dukungan, perhatian, dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar.

  10. Mas` Suryo ..., makasih atas semangat, perhatian, doa dan kasih sayanggg yang selalu mas berikan selama ini.

  11. Budhe, mas` Ridwan Alm, mba` Ari, mas` Nunung, Putri, Tiara, Bu Kus, Pak

Lik, Bu Lik Endang, dan Ryan ..., makasih atas perhatian, cinta, dan doanya.

  12. Yayik, Detha, Amel dan Hantoro ..., makasih banyak atas kerjasama dan semangatnya. Don`t forget, Januari 2008 adalah bulan yang bersejarah untuk kita. Sukses untuk kita berlima ... Ok ... !!!

  13. Teman – teman P3W Melon, Iis, Wiwid, Sarah, Irene, Merli, Titis, Putri, Eko,

  mas` Banu, Bambang, Fandi, dan Markus ..., makasih atas semangat, cinta, dan hari-hari penuh keceriaan yang selalu ada setiap kita shelving.

  14. Teman – teman staff PPKM `08 Abe, Boloth, mba` Ima, Wiwid, Agnes, Tian,

  Rani, Panji, Pak Heri, Bu Piepie, Bu Rishe, Rm. In Nugroho, Pak Minto, Pak Haryanto, Pak Budi, dan mas` Anton Solikin ..., makasih banyak atas

  perhatian, semangat, dan doanya.

  15. Teman – teman PAK `03 ..., makasih banyak atas hari-hari penuh warna yang pernah kita lalui bersama. Kegembiraan dan kesedihan yang pernah kita rasakan sama-sama saat duduk di bangku kuliah adalah kenangan manis yang tidak terlupakan. Semoga dengan berjalannya waktu, kenangan itu dapat menjadi pelajaran terindah dalam hidup kita. Sukses untuk kita semua ...

  16. Semua pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, makasih banyak atas kerjasama, bantuan, semangat, dan doanya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan lancar.

  Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna, sehingga masih perlu dikaji dan dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, penulis senantiasa terbuka untuk menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan skripsi ini.

  Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

  

ABSTRAK

PERSEPSI SISWA, GURU, DAN ORANG TUA

TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

Studi Kasus Pada SMA – SMA di Kabupaten Bantul

  

Elisabeth Henni Prasetyowati

Universitas Sanata Dharma

2008

  Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan : 1) ada tidaknya perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. 2) ada tidaknya perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. 3) ada tidaknya perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus yang dilaksanakan di beberapa SMA di Kabupaten Bantul. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, guru bidang studi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ekonomi SMA kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, dan orang tua siswa SMA kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sedangkan teknik penarikan sampel yang digunakan adalah

  

purposive sampling dan cluster sampling. Dengan teknik penarikan sampel

  tersebut, diperoleh 411 responden penelitian dengan rincian 198 siswa, 28 guru, dan 185 orang tua.

  Pengujian hipotesis I dan III menggunakan uji statistik non-parametrik

Chi-Kuadrat, karena data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen.

Pengujian hipotesis II menggunakan uji statistik parametrik One Way Anova, karena data berdistribusi normal dan homogen.

  Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa : 1) ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C (Asymp. Sig = 0,000 < 0,005). 2) tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C (Sig. = 0,154 > 0,005). 3) ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C (Asymp. Sig = 0,000 < 0,005).

  

ABSTRACT

THE PERCEPTION OF STUDENTS, TEACHERS AND PARENTS

TOWARD NATIONAL EXAMINATION IMPLEMENTATION

A Case Study at several Senior High Schools in Bantul Regency

  

Elisabeth Henni Prasetyowati

Sanata Dharma University

2008

  This research aimed to proove: 1) the significant differences of perception towards the national examination implementation among students who studied in Senior High Schools which were categorized as A accreditation, B accreditation, and C accreditation. 2) the significant differences of perception towards the national examination implementation among teachers who taught in Senior High Schools which were categorized as A accreditation, B accreditation, and C accreditation. 3) the significant differences of perception towards the national examination implementation among parents who sent their children to study in Senior High Schools which were categorized as A accreditation, B accreditation, and C accreditation.

  This research was a case study conducted in several Senior High Schools in Bantul regency. The population in this research were the third grade students of Social department, class XII teachers of Indonesian, English and Economic subjects of Social department, and parents of the third grade students of Social department. The purposive and cluster sampling techniques were used to get the samples. By using the purposive sampling, it resulted 411 respondents who were 198 students, 28 teachers and 185 parents.

  Hypotheses I and III were tested by the use of Chi-Quadrate non- parametric statistic test, because the data did not distributed normally and homogenic. Hypothesis II was tested by the use of One Way Anova parametric statistic test because the data distributed normally and homogenic.

  The results of hypotheses test showed that: 1) there were significant differences of perception towards national examination implementation among students who studied in Senior High Schools which were categorized A accreditation, B accreditation, and C accreditation (Asymp. Sig = 0,000 < 0,005), 2) there were not significant differences of perception toward national examination implementation among teachers who taught in Senior High Schools which were categorized A accreditation, B accreditation, and C accreditation (Sig.

  

= 0,154 > 0,005), 3) there were significant differences of perception towards

  national examination implementation among parents who sent their children to study in Senior High Schools which were categorized A accreditation, B accreditation, and C accreditation (Asymp. Sig = 0,000 < 0,005).

  DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ......................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ....................................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................................... iv MOTTO ......................................................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ....................................................................... vi

KATA PENGANTAR ................................................................................................... vii

ABSTRAK ..................................................................................................................... x ABSTRACT .................................................................................................................... xi

DAFTAR ISI .................................................................................................................. xii

DAFTAR TABEL ......................................................................................................... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................................. xviii

  BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah.......................................................................... 1 B. Batasan Masalah ..................................................................................... 7 C. Rumusan Masalah ................................................................................... 7 D. Tujuan Penelitian .................................................................................... 8 E. Manfaat Penelitian .................................................................................. 8

  BAB II KAJIAN TEORITIK A. Persepsi ................................................................................................... 10

  1. Pengertian Persepsi ........................................................................... 10

  2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi ..................................... 11

  B. Evaluasi ................................................................................................... 14 1.

  Hakekat Evaluasi .............................................................................. 14

  2. Ujian Nasional .................................................................................. 20

  C. Akreditasi Sekolah .................................................................................. 22

  D. Kerangka Berpikir ................................................................................... 25

  1. Perbedaan persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C ......................... 25

  2. Perbedaan persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C ......................... 28 3.

  Perbedaan persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara

  orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C ................................................................................... 30

  BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ........................................................................................ 33

  C.

  Deskripsi Variabel Penelitian ........................................................... 53

  Persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua

  2. Persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C ................................................... 71 3.

  1. Persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C .............................................. 67

  B. Pembahasan ............................................................................................. 67

  4. Pengujian Hipotesis .......................................................................... 60

  3. Uji Prasyarat Analisis ....................................................................... 56

  1. Deskripsi Data ................................................................................... 51 2.

  Subjek dan Objek Penelitian ................................................................... 34

  BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data ........................................................................................... 51

  Teknik Analisis Data ............................................................................... 46

  G. Teknik Pengujian Instrumen ................................................................... 40 H.

  F. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 40

  E. Operasionalisasi Variabel ....................................................................... 36

  D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel ................................... 34

  yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori

  BAB V KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan ............................................................................................. 79 B. Saran ....................................................................................................... 81 C. Keterbatasan ............................................................................................ 84

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 86

  DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Contoh Pedoman Penilaian ........................................................................ 15Tabel 3.1 Skor dalam Skala Likert ............................................................................. 38Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Penelitian Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan

  Ujian Nasional ........................................................................................... 38

Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Penelitian Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan

  Ujian Nasional ........................................................................................... 39

Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Penelitian Persepsi Orang Tua Terhadap

  Pelaksanaan Ujian Nasional ....................................................................... 39

Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian

  Nasional ..................................................................................................... 43

Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian

  Nasional ..................................................................................................... 43

Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian

  Nasional ..................................................................................................... 44

Tabel 4.1 Rekapitulasi Keseluruhan Subjek Penelitian ............................................. 52Tabel 4.2 Deskripsi Variabel Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian

  Nasional ..................................................................................................... 53

Tabel 4.3 Deskripsi Variabel Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian

  Nasional ..................................................................................................... 54

Tabel 4.4 Deskripsi Variabel Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan UjianTabel 4.5 Uji Normalitas Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional ..... 57Tabel 4.12 Hasil Uji Statistik Chi-Kuadrat Persepsi Siswa TerhadapTabel 4.16 Hasil Uji Statistik Chi-Kuadrat Persepsi Orang Tua Terhadap

  Pelaksanaan Ujian Nasional ....................................................................... 65

Tabel 4.15 Hasil Uji Homogeneous Subsets Persepsi Guru Terhadap

  Pelaksanaan Ujian Nasional ....................................................................... 64

Tabel 4.14 Hasil Uji Multiple Comparisons Persepsi Guru Terhadap

  Pelaksanaan Ujian Nasional ....................................................................... 63

Tabel 4.13 Hasil Uji Statistik One Way Anova Persepsi Guru Terhadap

  Pelaksanaan Ujian Nasional ....................................................................... 62

  Nasional ..................................................................................................... 60

Tabel 4.6 Uji Normalitas Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional ...... 57Tabel 4.11 Uji Homogenitas Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaa Ujian

  Nasional ..................................................................................................... 59

Tabel 4.10 Uji Homogenitas Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian

  Nasional ..................................................................................................... 59

Tabel 4.9 Uji Homogenitas Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian

  Pelaksanaan Ujian Nasional ....................................................................... 58

Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas Persepsi Siswa, Guru, dan Orang Tua Terhadap

  Nasional ..................................................................................................... 58

Tabel 4.7 Uji Normalitas Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian

  Pelaksanaan Ujian Nasional ....................................................................... 66

  DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN ................................................................................................................... 89

DATA MENTAH VALIDITAS DAN RELIABILITAS ........................................... 90

KUESIONER SEBELIM UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ....................... 98

HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ...................................................... 114

KUESIONER SETELAH UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ...................... 121

DATA MENTAH PENELITIAN ................................................................................ 136

KECENDERUNGAN VARIABEL PENELITIAN ................................................... 154

HASIL UJI NORMALITAS ........................................................................................ 158

HASIL UJI HOMOGENITAS ..................................................................................... 165

HASIL PENGUJIAN HIPOTESIS ............................................................................. 167

SURAT KETERANGAN PENELITIAN ................................................................... 172

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan di

  setiap negara. Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik melalui proses pembelajaran.

  Masalahnya adalah bagaimana proses pembelajaran mampu mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan nasional sebagaimana juga tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa pendidikan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggungjawab.

  Untuk melihat tingkat pencapaian tujuan pendidikan, diperlukan suatu bentuk evaluasi. Salah satu bentuk evaluasi tersebut adalah Ujian Nasional (UN).

  Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 45 Tahun 2006 tentang Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2006/2007, Ujian Nasional adalah kegiatan pengukuran atau penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menenggah.

  Kebijakan pemberlakuan Ujian Nasional sebagai bentuk evaluasi di tengah masyarakat, baik dari kalangan pendidikan maupun kalangan non pendidikan. Menurut Ngadirin ( http://www.artikel.us ), Ujian Nasional yang dilakukan hanya dengan tes akhir pada beberapa mata pelajaran tidak mungkin memberikan informasi yang menyeluruh tentang perkembangan peserta didik sebelum dan setelah mengikuti pendidikan. Pelaksanaan Ujian Nasional pada beberapa mata pelajaran akan mendorong guru untuk cenderung memusatkan perhatiannya secara khusus pada mata pelajaran tertentu yang diujikan. Akibat dari kondisi ini, terjadi peremehan terhadap mata pelajaran yang tidak dilakukan pengujian karena dianggap tidak penting.

  Berdasarkan kajian terhadap UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Kepmendiknas No. 153/U/2003 tentang Ujian Akhir Nasional, Koalisi Pendidikan yang terdiri dari Lembaga Advokasi Pendidikan (LAP), National Education Watch (NEW), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), The Center for the Betterment Indonesia (CBE), Kelompok Kajian Studi Kultural (KKSK), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Forum Guru Honorer Indonesia (FGHI), Forum Aksi Guru Bandung (FAGI- Bandung), For-Kom Guru Kota Tanggerang (FKGKT), Lembaga Bantuan Hukum (LBH-Jakarta), Jakarta Teachers and Education Club (JTEC), dan Indonesia Corruption Watch (ICW), menemukan setidaknya ada empat penyimpangan ( http://www.tokohindonesia.com ).

  Pertama, kesenjangan pada aspek pedagogis. Koalisi Pendidikan menilai Ujian Nasional hanya mengukur satu aspek kompetensi kelulusan yakni aspek lulusan seharusnya mencakup tiga aspek yakni aspek sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan ketrampilan (psikomotorik).

  Kedua, kesenjangan pada aspek sosial dan psikologis. Dalam mekanisme pelaksanaan Ujian Nasional, pemerintah telah mematok standar nilai kelulusan 3,01 pada tahun 2002/2003 menjadi 4,01 pada tahun 2003/2004 dan 4,25 pada tahun 2004/2005. Sedangkan untuk standar nilai kelulusan tahun pelajaran 2006/2007 adalah 4,25 dengan nilai rata-rata minimum 5,0 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan. Tututan nilai ini menimbulkan kecemasan psikologi bagi siswa, guru, dan orang tua siswa.

  Ketiga, kesenjangan pada aspek yuridis. Beberapa pasal dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah dilanggar, misalnya pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan, yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. Akan tetapi, Ujian Nasional hanya mengukur kemampuan pengetahuan dan penentuan standar pendidikan yang ditentukan secara sepihak oleh pemerintah.

  Dalam kaitannya dengan mutu pendidikan, Ujian Nasional hanya melakukan evaluasi terhadap peserta didik. Padahal menurut pasal 57 UU Sisdiknas, mutu pendidikan seharusnya didasarkan pada evaluasi yang mencakup peserta didik, lembaga, dan program pendidikan.

  Pelaksanaan Ujian Nasional juga dianggap telah merampas kewenangan kelulusan peserta didik. Menurut pasal 58 ayat 1 dan pasal 61 ayat 2 UU Sisdiknas, evaluasi hasil belajar dan penentuan kelulusan peserta didik dilakukan oleh pendidik dan sekolah.

  Keempat, kesenjangan pada aspek ekonomi. Secara ekonomis, penyelenggaraan Ujian Nasional telah memakan biaya yang relatif besar. Pada tahun 2004, dana yang dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk penyelenggaraan Ujian Nasional mencapai kurang lebih 260 miliar, belum ditambah dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan masyarakat. Pada tahun 2005, memang disebutkan pendanaan Ujian Nasional berasal dari pemerintah, akan tetapi tidak dijelaskan sumber pendanaan tersebut, sehingga sangat memungkinkan masyarakat kembali akan dibebani biaya. Selama ini, sistem pengelolaan dana Ujian Nasional selalu tertutup dan tidak ada pertanggungjawaban yang jelas. Kondisi ini memungkinkan terjadinya penyimpangan dana Ujian Nasional.

  Sedangkan menurut Furqon ( http://www.pikiran-rakyat.com ), Ujian Nasional sangat penting peranannya sebagai pengendali mutu pendidikan secara nasional dan pendorong peserta didik, pendidik, dan penyelenggara pendidikan untuk bekerja lebih keras guna meningkatkan mutu pendidikan. Disamping itu, Furqon juga berpendapat bahwa UU No. 20 Tahun 2003 mengamanatkan perlunya evaluasi untuk mengendalikan mutu pendidikan secara nasional (pasal 57) dan memantau tingkat ketercapaian standar nasional tentang kompetensi lulusan (pasal 35). Selain itu, Furqon juga melihat pentingnya ukuran baku nasional untuk membandingkan posisi antara sekolah, kabupaten, dan antar propinsi.

  Kontroversi yang muncul seputar Ujian Nasional, menimbulkan keprihatinan di berbagai kalangan masyarakat khususnya kalangan pendidikan.

  Ujian Nasional sebagai suatu bentuk evaluasi yang dikeluarkan pemerintah, justru menimbulkan beban psikologis bagi para siswa, guru, dan orang tua siswa. Beban psikologis tersebut timbul terutama karena Ujian Nasional menetapkan standar nilai kelulusan yang dirasa sulit untuk dicapai.

  Bagi siswa, kebijakan pemerintah yang akan terus menaikkan standar nilai kelulusan hingga mencapai 6,0 dirasa sangat berat. Hal tersebut terlihat dari jumlah siswa yang tidak lulus dari tahun ke tahun semakin meningkat. Persepsi siswa terhadap Ujian Nasional memang berbeda-beda, akan tetapi predikat tidak lulus sangat membebani siswa.

  Bagi guru, tuntutan standar nilai kelulusan yang terus meningkat juga menimbulkan beban yang sangat mendalam. Sebagai guru, tentu menginginkan siswanya sukses dan berhasil dalam studi. Tetapi apa daya, ketika pemerintah dengan lantang telah mengeluarkan standar nilai kelulusan yang wajib dipatuhi.

  Salah satu jalan yang dapat dilakukan guru hanyalah mempersiapkan siswanya dengan sungguh-sungguh. Akan tetapi, keterbatasan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar di sekolah, terkadang menjadi hambatan yang cukup berat untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang optimal.

  Bagi orang tua, tuntutan standar nilai kelulusan yang ditetapkan guru, orang tua pastilah juga menginginkan anaknya sukses dalam studi. Ujian Nasional menjadi satu beban yang tidak ringan karena standar nilai kelulusan yang ditetapkan pemerintah dirasa cukup sulit untuk dicapai. Tidak banyak yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu anaknya agar lulus ujian. Akan tetapi, kondisi ini menuntut orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya terutama dalam kegiatan belajar.

  Persepsi siswa, guru, dan orang tua tehadap pelaksanaan Ujian Nasional dan keberhasilan siswa dalam menempuh Ujian Nasional juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sekolah. Sekolah yang memiliki kualitas baik tercermin dari banyaknya jumlah siswa dan guru yang berkualitas dan ketersediaan sarana prasarana yang menunjang kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, bagi sekolah yang berkualitas baik, Ujian Nasional bukan suatu masalah yang besar.

  Sebaliknya bagi sekolah yang kurang berkualitas, Ujian Nasional dipandang sebagai suatu beban berat yang harus dipikul. Dalam penelitian ini, sekolah yang berkualitas sangat baik dikategorikan dalam sekolah terakreditasi A, sekolah yang berkualitas baik dikategorikan dalam sekolah terakreditasi B, dan sekolah yang kurang berkualitas dikategorikan dalam sekolah terakreditasi C. Pengkategorisasian tersebut merupakan hasil penilaian Badan Akreditasi Sekolah, berdasarkan Kepmendiknas No. 087/U/2002 tentang Akreditasi Sekolah.

  Berdasarkan uraian diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti perbedaan persepsi siswa, guru, dan orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada sekolah yang termasuk dalam kategori sekolah terakreditasi A, sekolah kategori sekolah yang menunjukkan kualitas sekolah, akan mempengaruhi persepsi siswa, guru, dan orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Oleh karena itu, topik yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah ”Persepsi Siswa, Guru, dan Orang Tua terhadap Pelaksanaan Ujian Nasioanl”.

  B. Batasan Masalah

  Penelitian ini, secara umum bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa, guru, dan orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Agar penelitian lebih terarah, maka penelitian hanya terbatas untuk mengetahui perbedaan persepsi siswa, guru, dan orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  C. Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Apakah ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan

  Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakrediasi B, dan terakreditasi C ?

  2. Apakah ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakrediasi B, dan terakreditasi C ?

  3. Apakah ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan

  SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakrediasi B, dan terakreditasi C ?

  D. Tujuan Penelitian

  Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan :

  1. Ada tidaknya perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakrediasi B, dan terakreditasi C.

  2. Ada tidaknya perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakrediasi B, dan terakreditasi C.

  3. Ada tidaknya perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakrediasi B, dan terakreditasi C.

  E. Manfaat Penelitian

  1. Departemen Pendidikan Nasional Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pembuatan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan sistem pendidikan nasional khususnya yang terkait dengan sistem evaluasi, sehingga tujuan pendidikan nasional yang telah dirumuskan dalam UU No. 20 Tahun 2003 dapat diwujudkan.

  2. Universitas Sanata Darma Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai sumber acuan bagi para peneliti selanjutnya dan menambah referansi atau bacaan ilmiah khususnya bidang pendidikan.

  3. Peneliti Dari penelitian ini, peneliti memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru yang sangat berguna. Disamping itu, peneliti juga dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan. Manfaat yang paling utama bagi peneliti adalah peneliti dapat mengetahui persepsi siswa, guru, dan orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional.

BAB II KAJIAN TEORITIK A. Persepsi

1. Pengertian Persepsi

  Persepsi merupakan suatu proses, di mana proses tersebut didahului dengan proses penginderaan. Proses penginderaan ini terjadi karena manusia berinteraksi dengan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial, sehingga manusia perlu menyerap unsur dari luar yang berupa rangsang atau stimulus melalui inderanya. Dengan demikian, proses penginderaan merupakan suatu proses diterimanya rangsang atau stimulus oleh individu melalui alat indera. Namun proses tersebut tidak berakhir sampai di situ, pada umumnya rangsang atau stimulus tersebut diteruskan ke syaraf otak sebagai pusat susunan syaraf, yang selanjutnya dilakukan proses persepsi. Proses penginderaan terjadi setiap saat, yakni pada waktu individu menerima rangsang atau stimulus yang mengenai dirinya melalui alat indera. Alat indera berperan sebagai penghubung antara individu dengan dunia luar (Walgito, 1991 : 53).

  Menurut Slameto (2003 : 102), persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia. Melalui persepsi, manusia akan terus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yakni indera penglihat, pendengar,

  Sedangkan menurut Sarlito (1992 : 45), persepsi adalah sejumlah penginderaan yang disatukan dan dikoordinasikan di dalam pusat syaraf yang lebih tinggi (otak), sehingga manusia dapat mengenali dan menilai suatu objek.

  Bagi semua orang, melakukan perbuatan melihat, mendengar, meraba dan mencium sangatlah mudah. Namun, informasi yang datang dari alat indera kiranya perlu terlebih dahulu diorganisasi dan diinterpretasikan sebelum dapat dimengerti, proses ini dinamakan persepsi (Soenardi, 1988 : 83).

  Dari beberapa pengertian menurut para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah proses pemahaman, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian rangsang atau stimulus dari lingkungan luar melalui panca indera, sehingga individu mengenali, mengerti, dan menyadari apa yang ditangkap oleh alat inderanya. Dalam penelitian ini, persepsi merupakan proses pemahaman, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian yang dilakukan siswa, guru, dan orang tua terhadap rangsangan dari luar, yakni pelaksanaan Ujian Nasional.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persepsi

  Menurut Irwanto (1988 : 76), faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan persepsi, meliputi : a.

  Perhatian yang selektif

  Dalam kehidupan sehari-hari, setiap individu akan menerima individu tidak harus menanggapi semua rangsang yang diterimanya. Untuk itu, individu harus memutuskan perhatiannya pada rangsang-rangsang tertentu saja. Dengan demikian, objek- objek atau gejala-gejala lain tidak akan tampak.

  b. Ciri-ciri rangsang Rangsang yang bergerak di antara rangsang yang diam akan lebih menarik perhatian. Demikian juga rangasang yang paling besar di antara rangsang yang kecil dan kontas, akan lebih menarik perhatian.

  c. Nilai-nilai dan kebutuhan individu Seseorang pasti memiliki pola dan cita rasa yang berbeda dalam pengamatannya, sehingga setiap individu memiliki nilai-nilai dan kebutuhan yang berbeda-beda satu dengan individu lainnya. Sedangkan menurut Thoha (1988 : 1945), ada berbagai macam faktor- faktor perhatian yang berasal dari luar maupun dari dalam yang mempengaruhi proses seleksi persepsi, yakni :

  a. Faktor-faktor dari luar yang mempengaruhi proses seleksi persepsi, antara lain : 1) Intensitas

  Prinsip intensitas dari perhatian dapat dinyatakan bahwa semakin besar intensitas stimulus dari luar, layaknya semakin besar hal-hal tersebut dipahami.

  2)

  Ukuran

  Faktor ini menyatakan bahwa semakin besar ukuran suatu objek, maka semakin mudah objek tersebut untuk diketahui dan dipahami. 3) Keberlawanan

  Prinsip keberlawanan ini menyatakan bahwa stimulus luar yang penampilannya berlawanan dengan latar belakangnya atau yang sama sekali di luar dugaan orang banyak akan lebih menarik perhatian.

  4) Pengulangan (repetition) Dalam prinsip ini, dikemukakan bahwa stimulus dari luar yang diulang akan memberikan perhatian yang lebih besar, dibandingkan dengan yang sekali lihat. 5) Gerakan (moving)

  Prinsip gerakan ini antara lain menyatakan bahwa orang akan memberikan banyak perhatian terhadap objek yang bergerak dalam jangkauan pandangannya, dibandingkan dengan objek yang diam.

  6) Baru dan familiar Prinsip ini menyatakan bahwa baik situasi eksternal yang baru maupun yang sudah dikenal, dapat dipergunakan sebagai penarik perhatian. b.

  Faktor-faktor dari dalam diri seseorang yang mempengaruhi proses

  seleksi persepsi, antara lain : 1) Proses belajar (learning)

  Semua faktor dari dalam diri seseorang akan membentuk adanya perhatian kepada suatu objek, sehingga akan menimbulkan persepsi yang didasarkan dari kekompleksan kejiwaan. Kekompleksan kejiwaan ini selaras dengan proses belajar dan motivasi yang dimiliki oleh masing-masing individu.

  2) Motivasi Motivasi dan kepribadian pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dari proses belajar, sehingga keduanya mempunyai dampak yang sangat pentingdalam proses pemilihan persepsi. 3) Kepribadian

  Dalam membentuk persepsi, unsur kepribadian sangat erat hubungannya dengan proses belajar dan motivasi yang berdampak pada apa yang diperhatikan dalam menghadapi suatu situasi.

B. Evaluasi

1. Hakekat Evaluasi

  Sebelum seorang guru menilai prestasi belajar siswa dalam penguasaan prestasi siswa tersebut. Kegiatan pengukuran prestasi belajar siswa dapat dilakukan melalui ulangan harian, Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), dan Ujian Nasional (UN). Kegiatan pengukuran adalah suatu kegiatan menentukan kuantitas sifat suatu objek melalui aturan-aturan tertentu, sehingga kuantitas yang diperoleh benar-benar mewakili sifat dari suatu objek yang dimaksud. Kuantitas yang diperoleh dari suatu pengukuran disebut skor (Masidjo, 1995 : 13).

  Menurut Silverius (1991 : 5), pengukuran adalah suatu proses pemberian angka pada sesuatu atau seseorang berdasarkan aturan-aturan tertentu. Hasil dari kegiatan pengukuran tersebut hanya berupa angka-angka (skor). Kegiatan pengukuran tidak membuahkan nilai atau pendapat baik dan buruk sesuatu, akan tetapi hasil pengukuran dapat dipakai untuk membuat penilaian atau evaluasi.

  Agar skor-skor dapat berarti bagi pihak-pihak terkait, khususnya bagi guru dan siswa, skor-skor tersebut perlu diberi arti atau makna. Skor-skor tersebut akan bermakna apabila diperbandingkan dengan acuan yang relevan, yang sesuai dengan sifat suatu objek, dalam hal ini adalah prestasi belajar siswa dalam penguasaan suatu mata pelajaran (Masidjo, 1991 : 17). Berikut ini adalah contoh pedoman penilaian.

Tabel 2.1 Contoh Pedoman Penilaian

  Kelas Kualifikasi Kualitas / Nilai Interval

  49 – 60 Amat baik A

  28 – 33 Kurang / meragukan D 0 – 27 Kurang sekali / gagal E Dari proses pengubahan skor-skor menjadi kualitas-kualitas, maka dapat dikatakan bahwa kegiatan penilaian adalah suatu kegiatan membandingkan hasil pengukuran dengan acuan yang relevan sedemikian rupa, sehingga diperoleh kualitas suatu objek yang bersifat kuantitatif.

  Kualitas yang diperoleh dari suatu kegiatan penilaian ini disebut nilai. Dari pengertian tersebut, jelaslah bahwa kegiatan penilaian sangat tergantung pada kegiatan pengukurannya (Masidjo, 1991 : 18).

  Secara garis besar, fungsi evaluasi dalam dunia pendidikan mencakup empat hal (Subiyanto, 1988 : 17), yakni : a. Untuk memberikan unpan balik kepada guru mengenai program pengajaran yang dilaksanakan, ini dapat digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar serta menyeleng- garakan program remedial bagi para siswa tertentu.

  b.

  Untuk menentukan hasil atau kemajuan belajar tiap siswa, ini

  antara lain berupa nilai yang tercantum dalam buku rapor, penentuan kenaikan kelas, dan penentu apakah seorang siswa lulus atau tidak dari jenjang pendidikan tertentu.

  c. Untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar yang tepat, sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing siswa, ini misalnya digunakan untuk menentukan jurusan apa yang d.

  Untuk mengenali latar belakang kesulitan belajar para siswa, hasil

  belajar ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut.

  Menurut Silverius (1991 : 9), terdapat empat jenis evaluasi yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian hasil belajar siswa, yakni :

  a. Tes Penenpatan (Placement Test) Tes jenis ini disajikan pada awal tahun pelajaran untuk mengukur kesiapan siswa dan mengetahui tingkat pengetahuan yang telah dicapai sehubungan dengan pelajaran yang disajikan. Dengan demikian, siswa dapat ditempatkan pada kelompok yang sesuai dengan pengetahuan yang dimiliki.

  b. Tes Formatif (Formative Test) Tes jenis ini disajikan di tengah program pengajaran untuk memantau kemampuan belajar siswa demi memberikan umpan balik, baik kepada siswa maupun kepada guru.

  c. Tes Diagnostik (Diagnostic Test) Tes jenis ini bertujuan mendiagnosa kesulitan belajar siswa untuk mengupayakan perbaikan.

  d. Tes Sumatif (Summative Test) Tes jenis ini biasanya diberikan pada akhir tahun pelajaran atau akhir suatu jenjang pendidikan. Tes ini dimaksudkan untuk atau pemberian sertifikat bagi yang telah menyelesaikan pelajaran dengan berhasil baik.

  Terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam melakukan kegiatan pengukuran dan penilaian. Menurut Masidjo (1995 : 22), prinsip- prinsip pelaksanaan kegiatan pengukuran dan penilaian suatu objek adalah sebagai berukut : a. Kegiatan pengukuran dan penilaian suatu objek harus dilaksanakan secara terus menerus atau kontinu.

  Semakin sering seorang guru melakukan kegiatan pengukuran dan penilaian prestasi belajar siswa, semakin banyak diperoleh data skor dan nilai prestasi belajar, sehingga akan semakin memantapkan kesan guru tentang prstasi belajar siswa-siswanya.

  Dari sini jelaslah, peranan kegiatan pengukuran dan penilaian prestasi belajar siswa yang dilaksanakan secara kontinu.

  b. Kegiatan pengukuran dan penilaian suatu objek harus dilaksanakan secara menyeluruh atau komprehensif.

  Dalam melaksanakan kegiatan proses belajar mengajar, seorang guru juga harus mampu menyentuh bahan pelajaran secara luas dan mendalam yang relevan untuk mencapai berbagai tingkah laku yang terdapat dalam tujuan pengajaran (aspek kognitif, afektif, dan psikokotorik) yang harus tampak dalam hasil belajar di berbagai bidang, yakni pengetahuan, pemahaman, sikap, nilai, ketrampilan. dipakai dalam suatu pengukuran. Di samping itu, seorang guru juga harus mampu mengembangkan motivasi ekstrinsik menjadi motivasi instrinsik dalam belajar siswa-siswanya, sehingga interaksi dalam kegiatan proses belajar mengajar dapat menjadi lebih efektif.

  c.

  Kegiatan pengukuran dan penilaian suatu objek harus dilakukan secara objektif.

  Objektifitas pelaksanaan pengukuran dan penilaian prestasi belajar siswa dapat dicapai dengan mentaati aturan-aturan yang dianut oleh kedua kegiatan tersebut secara bertanggunjawab, berusaha mengatasi keterbatasan-keterbatasannya dengan bertindak secara lugas, apa adanya.

  d. Kegiatan pengukuran dan penilaian suatu objek harus dilakukan secara kooperatif.

  Penentuan skor dan nilai prestasi belajar juga harus dilaksanakan secara kooperatif antar guru, antara guru dengan kepala sekolah atau guru lain yang berpengalaman. Yang dikerjasamakan dapat berupa perencanaan dan penyusunan tes prestasi belajar sehingga setiap tes prestasi belajar yang dipakai, diyakini sebagai tes prestasi belajar yang bermutu, kerjasama dalam pemahaman kondisi belajar siswa dengan mengadakan penelitian tentang kondisi belajar siswa, kerjasama dalam penentuan acuan penilaian yang dipakai oleh

2. Ujian Nasional

  Suatu kegiatan ujian, biasanya ditujukan untuk memenuhi fungsi dan mencapai tujuan tertentu. Menurut Furqon ( http://www.pikiran-rakyat.com ), secara umum, fungsi-fungsi yang diharapkan dari kegiatan ujian dapat dikategorikan menjadi sebagai berikut : a.

  Akuntabilitas publik (public accountability), yaitu ujian dalam

  pendidikan diharapkan mampu menyediakan dan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kemajuan dan prestasi, sehubungan dengan manfaat dari setiap rupiah yang dibelanjakan dalam kegiatan pendidikan.

  b.

  Pengendalian mutu (quality control) pendidikan, yaitu ujian

  diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mengendalikan dan menjamin bahwa setiap keluaran (lulusan) pendidikan telah memenuhi kualifikasi, kompetensi, atau standar tertentu yang ditetapkan.

  c.

  Motivator (pressure to achieve), yaitu evaluasi diharapkan menjadi

  instrumen untuk mendorong pengelola, penyelenggara, dan pelaksana pendidikan (siswa dan guru) untuk berusaha lebih keras dalam mencapai hasil yang diharapkan.

  d. Seleksi dan penempatan, yaitu hasil evaluasi pendidikan dapat dijadikan salah satu bahan pertimbangan untuk menerima atau menolak seorang pelamar. Selain itu, hasil evaluasi juga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan seseorang untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja.

  e. Diagnostik, yaitu bahwa evaluasi dapat memberikan umpan balik

  (feedback) kepada sistem tentang kelabihan dan kelemahan, sehingga dapat ditentukan kegiatan tindak lanjut yang diperlukan.

  Pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menetapkan Ujian Nasional sebagai salah satu bentuk evaluasi pendidikan. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 45 Tahun 2006, Ujian Nasional adalah kegiatan pengukuran atau penilaian kompetensi peserta didik secara nasional untuk jenjang pendidikan dasar dan menenggah. Tujuan pelaksanaan Ujian Nasional sebagaimana juga tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 45 Tahun 2006, bahwa Ujian Nasional bertujuan menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan hasil dari pelaksanaan Ujian Nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk pemetaan mutu satuan dan atau program pendidikan, seleksi masuk jenjang berikutnya, penentuan kelulusan peserta didik dari suatu satuan pendidikan, akreditasi satuan pendidikan, serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Ujian Nasional merupakan salah satu bentuk evaluasi belajar pada akhir tahun pelajaran yang diterapkan pada beberapa mata pelajaran yang dianggap penting dalam rangka pencapaian standar nasional pendidikan yang

C. Akreditasi Sekolah

  Menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 087/U/2002 tentang Akreditasi Sekolah, bahwa akreditasi sekolah adalah suatu kegiatan penilaian kelayakan suatu sekolah yang dilaksanakan secara komprehensif dengan mendasarkan suatu kriteria yang telah ditetapkan dan dilakukan oleh Badan Akreditasi Sekolah yang hasilnya diwujudkan dalam bentuk pengakuan peringkat kelayakan.

  Sekolah yang diakreditasi meliputi Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Badan Akreditasi Sekolah melaksanakan akreditasi SLB, SMA, SMK se-Propinsi, sedangkan Badan Akreditasi Sekolah Kabupaten / Kota melaksanakan akreditasi TK, SD, dan SMP.

  Secara umum, akreditasi sekolah bertujuan untuk memperoleh gambaran kinerja sekolah yang dapat digunakan sebagai alat pembinaan, pengembangan, dan peningkatan mutu pendidikan, serta menentukan tingkat kelayakan suatu sekolah dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan.

  Hasil akreditasi sekolah diharapkaan dapat bermanfaat khususnya bagi pemerintah, sekolah, kepala sekolah, guru, masyarakat (orang tua), dan peserta didik sebagai usaha untuk menghasilkan layanan pendidikan yang bermutu dan akhirnya mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Selanjutnya fungsi dari proses akrerditasi sekolah adalah sebagai berikut :

  1. Untuk pengetahuan, yakni sebagai informasi bagi semua pihak tentang kelayakan dan kinerja sekolah dilihat dari berbagai unsur yang terkait, mengacu pada standar yang ditetapkan beserta indikator-indikatornya.

  2. Untuk akuntabilitas, yakni sebagai bentuk pertanggungjawaban sekolah kepada publik, apakah layanan yang dilaksanakan dan diberikan oleh sekolah telah memenuhi harapan dan keinginan masyarakat.

  3. Sebagai pembinaan dan pengembangan, yakni sebagai dasar bagi sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu sekolah.

  Dalam melaksanakan akreditasi sekolah, prinsip-prinsip yang dijadikan acuan adalah obyektif, efektif, komprehensif, profesional, memandirikan, dan keharusan yang di dalamnya mengandung prinsip keadilan.

  Sekolah yang akan diakreditasi harus memiliki persyaratan-persyaratan sebagai berikut :

  1. Memiliki Surat Keputusan Kelembagaan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Sekolah.

2. Memiliki siswa pada semua tingkatan kelas.

  3. Memiliki tenaga kependidikan.

  4. Melaksanakan kurikulum nasional.

  5. Telah menamatkan peserta didik.

  Akreditasi sekolah dimulai dari evaluasi diri, sehingga sekolah dapat mengetahui secara jelas kelebihan dan kekurangannya. Setelah itu, Tim Peneliti / Asessor akan melakukan penilaian. Komponen-komponen sekolah yang dinilai sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No. 087/U/2002 tentang Akreditasi Sekolah pada Bab III Pasal 5 adalah sebagai berikut : 1. Kurikulum / proses belajar mengajar.

  2. Administrasi / manajemen sekolah.

  3. Organisasi / kelembagaan sekolah.

  4. Sarana dan prasarana.

  5. Ketenagaan.

  6. Pembiayaan.

  7. Peserta didik / siswa.

  8. Peran serta masyarakat.

  9. Lingkungan / kultur sekolah.

  Hasil akreditasi sekolah dinyatakan dalam peringkat akreditasi sekolah. Peringkat akreditasi sekolah diklasifikasikan sebagai barikut :

  A (Amat Baik) dengan nilai 85 – 100 B (Baik) dengan nilai 70 – 85 C (Cukup) dengan nilai 56 – 70 Tidak Terakreditasi dengan nilai < 56

D. Kerangka Berpikir

1. Perbedaan persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Persepsi merupakan proses pemahaman, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian yang dilakukan siswa terhadap rangsangan dari luar, yakni pelaksanaan Ujian Nasional.

  Persepsi seseorang terhadap suatu objek dapat berupa persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif berarti pandangan atau pendapat seseorang yang baik terhadap suatu objek, sedangkan persepsi negatif berarti pandangan atau pendapat seseorang yang buruk terhadap suatu objek.

  Demikian juga dengan siswa, pasti juga memiliki persepsi positif atau negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Sebagian dari siswa memandang pelaksanaan Ujian Nasional sebagai suatu cara untuk menumbuhkan motivasi belajar, sebaliknya ada juga sebagian siswa yang justru memandang pelaksanaan Ujian Nasional sebagai beban studi yang cukup berat karena sebagai penentu kelulusan.

  Pembentukan persepsi seseorang terhadap suatu objek dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berupa apa yang ada dalam diri individu yang mempersepsi, sedangkan faktor eksternal berupa rangsang atau stimulus dari dunia luar. Kedua faktor tersebut, yakni faktor internal dan eksternal saling berinteraksi dalam individu untuk

  Persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional juga dipengaruhi oleh faktor-faktor pembentukan persepsi di atas. Akan tetapi, perbedaan persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional tersebut diduga salah satunya dipengaruhi oleh kualitas sekolah. Pengkategorian kualitas sekolah, biasanya dilakukan dengan melihat kinerja sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kelayakan sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.

  Pengkategorian tersebut meliputi sekolah terakreditasi A, sekolah terakreditasi B, dan sekolah terakreditasi C.

  Sekolah terakreditasi A merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang sesuai dengan tujuan dari akreditasi sekolah, serta didukung dengan kurikulum, administrasi, organisasi, sarana dan prasarana, ketenagaan, pembiayaan, peserta didik, peran serta masyarakat, dan lingkungan sekolah yang sangat baik. Sekolah terakreditasi B merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang dinilai baik atau lebih baik daripada kelompok sekolah terakreditasi C, akan tetapi berada di bawah kelompok sekolah terakreditasi A. Sekolah terakreditasi C merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang dinilai cukup atau kurang baik dibandingkan dengan sekolah terakreditasi A dan sekolah terakreditasi B.

  Bagi sekolah yang memiliki kualitas baik, yakni sekolah terakreditasi

  A, pelaksanaan Ujian Nasional bukan suatu masalah yang besar. Sebaliknya bagi sekolah yang kurang berkualitas, yakni sekolah terakreditasi B dan beban berat yang harus dipikul. Dengan demikian, ada dugaan bahwa siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A pasti akan memiliki persepsi yang lebih baik (positif) terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dibandingkan dengan siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan sekolah terakreditasi C. Sementara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B juga pasti akan memiliki persepsi yang lebih baik (positif) terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dibandingkan dengan siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi C.

  Dugaan tersebut berdasarkan pemikiran bahwa siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A adalah siswa yang memiliki kualitas paling baik dibandingkan dengan siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan sekolah terakreditasi C, sehingga akan lebih mudah dalam mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan Ujian Nasional.

  Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik sebuah hipotesis penelitian sebagai berikut :

  

Ha = Ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan

1 Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan

  kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  

2. Perbedaan persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara

guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Persepsi merupakan proses pemahaman, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian yang dilakukan guru terhadap rangsangan dari luar, yakni pelaksanaan Ujian Nasional.

  Persepsi seseorang terhadap suatu objek dapat berupa persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif berarti pandangan atau pendapat seseorang yang baik terhadap suatu objek, sedangkan persepsi negatif berarti pandangan atau pendapat seseorang yang buruk terhadap suatu objek. Sama halnya dengan siswa, guru juga memiliki persepsi positif atau negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Sebagian guru memandang pelaksanaan Ujian Nasional sebagai suatu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menghasilkan lulusan yang berkuliatas, sebaliknya ada juga sebagian guru yang justru memandang pelaksanaan Ujian Nasional sebagai suatu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang menyimpang dari hakekat evaluasi.

  Pembentukan persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Akan tetapi, perbedaan persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional tersebut diduga salah satunya juga dipengaruhi oleh kualitas sekolah. Pengkategorian kualitas sekolah, biasanya dilakukan dengan melihat kinerja sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kelayakan sekolah dalam

  Sekolah yang memiliki kualitas sangat baik tercermin dari kurikulum, administrasi, organisasi, sarana dan prasarana, ketenagaan, pembiayaan, peserta didik, peran serta masyarakat, dan lingkungan sekolah yang paling baik. Oleh karena itu, bagi sekolah yang berkualitas sangat baik, pelaksanaan Ujian Nasional bukan suatu masalah yang besar. Sebaliknya bagi sekolah yang kurang berkualitas, pelaksanaan Ujian Nasional dipandang sebagai suatu beban berat yang harus dipikul. Dalam penelitian ini, sekolah yang berkualitas sangat baik dikelompokan dalam sekolah terakreditasi A, sedangkan sekolah yang berkualitas baik dikelompokan dalam sekolah terakreditasi B, dan sekolah yang cukup berkualitas dikelompokan dalam sekolah terakreditasi C.

  Dengan demikian, ada dugaan bahwa guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A pasti akan memiliki persepsi yang lebih baik (positif) terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dibandingkan dengan guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan sekolah terakreditasi C. Sementara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B juga pasti akan memiliki persepsi yang lebih baik (positif) terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dibandingkan dengan guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi C.

  Dugaan tersebut berdasarkan pemikiran bahwa guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A akan lebih mudah dalam mempersiapkan siswanya menghadapi Ujian Nasional karena disamping didukung dengan kurikulum, administrasi, organisasi, sarana dan prasarana, yang sangat memadai, siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A adalah siswa yang memang memiliki kualitas yang paling baik dibandingkan dengan siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan sekolah terakreditasi C.

  Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik sebuah hipotesis penelitian sebagai berikut :

  

Ha = Ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan

2 Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan

  kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  

3. Perbedaan persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara

orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Persepsi merupakan proses pemahaman, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian yang dilakukan orang tua terhadap rangsangan dari luar, yakni pelaksanaan Ujian Nasional.

  Persepsi seseorang terhadap suatu objek dapat berupa persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif berarti pandangan atau pendapat seseorang yang baik terhadap suatu objek, sedangkan persepsi negatif berarti pandangan atau pendapat seseorang yang buruk terhadap suatu objek. Sama halnya dengan siswa dan guru, orang tua pasti juga memiliki persepsi positif memandang pelaksanaan Ujian Nasional sebagai motivasi untuk lebih memperhatikan anak-anaknya terutama dalam kegiatan belajar, sebaliknya ada juga sebagian orang tua yang justru memandang pelaksanaan Ujian Nasional sebagai beban yang cukup berat karena sebagai penentu kelulusan.

  Pembentukan persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Akan tetapi, perbedaan persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional tersebut diduga salah satunya juga dipengaruhi oleh kualitas sekolah. Pengkategorian kualitas sekolah, biasanya dilakukan dengan melihat kinerja sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kelayakan sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan.

  Sekolah yang memiliki kualitas sangat baik tercermin dari kurikulum, administrasi, organisasi, sarana dan prasarana, ketenagaan, pembiayaan, peserta didik, peran serta masyarakat, dan lingkungan sekolah yang paling baik. Oleh karena itu, bagi sekolah yang berkualitas sangat baik, pelaksanaan Ujian Nasional bukan suatu masalah yang besar. Sebaliknya bagi sekolah yang kurang berkualitas, pelaksanaan Ujian Nasional dipandang sebagai suatu beban berat yang harus dipikul. Dalam penelitian ini, sekolah yang berkualitas sangat baik dikelompokan dalam sekolah terakreditasi A, sedangkan sekolah yang berkualitas baik dikelompokan dalam sekolah terakreditasi B, dan sekolah yang cukup berkualitas dikelompokan dalam sekolah terakreditasi C.

  Dengan demikian, ada dugaan bahwa orang tua yang menyekolahkan memiliki persepsi yang lebih baik (positif) terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dibandingkan dengan orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan sekolah terakreditasi C.

  Sementara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B juga pasti akan memiliki persepsi yang lebih baik (positif) terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dibandingkan dengan orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi C.

  Dugaan tersebut berdasarkan pemikiran bahwa orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A akan lebih tenang dalam menanggapi UN karena sekolah tersebut didukung dengan kurikulum, administrasi, organisasi, sarana dan prasarana, ketenagaan, pembiayaan, peserta didik, peran serta masyarakat, dan lingkungan sekolah yang sangat memadai.

  Berdasarkan uraian di atas, maka dapat ditarik sebuah hipotesis penelitian sebagai berikut :

  

Ha = Ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan

3 Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya

  pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, yaitu metode

  penelitian yang meliputi kegiatan pengumpulan data dalam rangka menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang menyangkut keadaan pada waktu yang sedang berjalan dari pokok suatu penelitian (Consuelo, 1993 : 71). Berdasarkan tingkat kedalaman analisisnya, penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif

  • – studi kasus, yaitu metode penelitian yang terinci tentang seseorang atau sesuatu unit selama kurun waktu tertentu (Consuelo, 1993 : 73).

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan di beberapa SMA di Kabupaten Bantul, yakni SMAN 2 Bantul, SMAN 1 Sewon, SMA Stella Duce Bantul, SMA Patria Bantul, SMA Mercu Buana Sedayu, Muhammadiyah Sewon, dan SMA PGRI Kasihan.

  2. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2007.

C. Subjek dan Objek Penelitian

  1. Subjek Penelitian

  Subjek penelitian ini adalah siswa SMA kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial di Kabupaten Bantul, guru bidang studi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ekonomi SMA kelas XII di Kabupaten Bantul, dan orang tua siswa SMA kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial di Kabupaten Bantul.

  2. Objek Penelitian Objek penelitian ini adalah pelaksanaan Ujian Nasional.

D. Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel

1. Populasi Penelitian

  Populasi pada prinsipnya adalah semua anggota kelompok manusia, binatang, peristiwa, atau benda yang tinggal bersama dalam satu tempat dan secara terencana menjadi terget kesimpulan dari hasil akhir suatu penelitian (Sukardi, 2003 : 53).

  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial di Kabupaten Bantul, seluruh guru bidang studi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ekonomi SMA kelas

  XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial di Kabupaten Bantul, dan seluruh orang tua siswa SMA kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial di Kabupaten Bantul.

  Jumlah keseluruhan SMA di Kabupaten Bantul adalah 45 sekolah, terdiri dari 25 sekolah terakreditasi A, 8 sekolah terakreditasi B, 1 sekolah terakreditasi C, dan 11 sekolah belum terakreditasi.

2. Sampel Penelitian

  Sampel adalah sebagian dari jumlah populasi yang dipilih untuk sumber data (Sukardi, 2003 : 54).

  Untuk dapat memperoleh sampel yang dimaksud dalam penelitian ini, dilakukan dua tahap. Tahap pertama adalah pengambilan sampel sekolah.

  Dari 45 sekolah di Kabupaten Bantul, peneliti mengambil 7 sekolah untuk dijadikan sampel penelitian, yakni 3 sekolah terakreditasi A, 3 sekolah terakreditasi B, dan 1 sekolah terakreditasi C.

  Tahap kedua adalah pengambilan sampel untuk kelompok siswa, guru, dan orang tua. Dari 7 sekolah yang menjadi sampel penelitian, setiap sekolah akan diambil satu kelas sebagai sampel untuk kelompok siswa dan orang tua. Sedangkan sampel guru diambil dari guru bidang studi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ekonomi kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial.

  Sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial dari 7 SMA yang menjadi sampel penelitian, guru bidang studi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ekonomi kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial dari 7 SMA yang menjadi sampel penelitian, dan orang tua siswa SMA kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan

3. Teknik Penarikan Sampel

  Teknik penarikan sampel adalah cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijadikan sumber data sebenarnya, dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar diperoleh sampel yang representatif (Margono, 1996 : 125).

  Teknik penarikan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

  cluster sampling dan purposive sampling. Cluster sampling adalah teknik

  penarikan sampel yang digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas (Sugiyono, 1999 : 76).

  Sedangkan purposive sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 1999 : 76).

  Teknik penarikan sampel dengan cluster sampling digunakan untuk menentukan sampel sekolah, sedangkan purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel siswa, guru, dan orang tua.

E. Operasionalisasi Variabel

1. Variabel Penelitian

  Variabel penelitian adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Arikunto, 1990 : 179). Variabel penelitian ini adalah persepsi siswa, guru, dan orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Secara rinci, variabel penelitian ini adalah sebagai berikut : a.

  Variabel persepsi siswa adalah pemahaman, penerimaan,

  pengorganisasian, dan penginterpretasian oleh siswa terhadap suatu rangsang atau stimulus yakni pelaksanaan Ujian Nasional.

  b. Variabel persepsi guru adalah pemahaman, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian oleh guru terhadap suatu rangsang atau stimulus yakni pelaksanaan Ujian Nasional.

  c. Variabel persepsi orang tua adalah pemahaman, penerimaan, pengorganisasian, dan penginterpretasian oleh orang tua terhadap suatu rangsang atau stimulus yakni pelaksanaan Ujian Nasional.

  d. Variabel jenjang sekolah ditentukan berdasarkan pengklasifikasian menurut Badan Akreditasi Sekolah, yakni sekolah terakreditasi A, sekolah terakreditasi B, dan sekolah terakreditasi C.

2. Pengukuran Variabel

  Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Skala Likert adalah skala yang digunakan untuk menilai sikap, tingkah laku, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang kejadian atau fenomena dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan atau pernyataan kepada responden (Sukardi, 2003 : 146).

  Setiap pilihan jawaban akan diberi skor dengan menggunakan penguatan positif dan penguatan negatif.

Tabel 3.1 Skor dalam Skala Likert Skor Kategori Penguatan Positif Penguatan Negatif

  Sangat Setuju (SS)

  4

  1 Setuju (S)

  3

  2 Tidak Setuju (TS)

  2

  3 Sangat Tidak Setuju (STS)

  1

  4 Variabel persepsi siswa, guru, dan orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dijabarkan ke dalam indikator-indikator seperti terlihat pada tabel kisi-kisi kuesioner berikut ini :

Tabel 3.2 Kisi-kisi Kuesioner Penelitian Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  

No. Aspek Indikator Pernyataan Pernyataan

Positif Negatif (Nomor (Nomor Item dalam Item dalam Kuesioner) Kuesioner)

  1. Aspek Pedagogis

  a. Kesesuaian materi. 1, 5 b.

  2 Aspek kognitif.

  

c. Aspek afektif.

  3 d.

  4 Aspek psikomotorik.

  e. Sarana dan prasarana

  6 sekolah.

  2. Aspek Sosial dan Psikologis a. 9 7, 8 Dampak psikologis.

  

b. Dampak sosial.

  10

  3. Aspek Yuridis a. Ketentuan kelulusan.

  11

  b. 12, 13, 14 Sistem penilaian.

  4. Aspek Ekonomi a.

  15 Finansial orang tua.

  b. Finansial sekolah.

  18 c.

  16 Finansial negara.

  d. Tansparansi dana 17, 19 UN.

Tabel 3.3 Kisi-kisi Kuesioner Penelitian Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  

No. Aspek Indikator Pernyataan Pernyataan

Positif Negatif (Nomor (Nomor Item dalam Item dalam Kuesioner) Kuesioner)

  1. Aspek Pedagogis

  a. Kesesuaian materi. 1, 5 b.

  2 Aspek kognitif.

  

c. Aspek afektif.

  3 d.

  4 Aspek psikomotorik.

  e. Sarana dan prasarana

  6 sekolah.

  2. Aspek Sosial dan Psikologis a. Dampak psikologis. 9 7, 8

b. Dampak sosial.

  10

  3. Aspek Yuridis a. Ketentuan kelulusan.

  11

  b. 12, 13, 14 Sistem penilaian.

  4. Aspek Ekonomi a.

  15 Finansial orang tua.

  b. Finansial sekolah.

  18 c.

  16 Finansial negara.

  d. Tansparansi dana 17, 19 UN.

Tabel 3.4 Kisi-kisi Kuesioner Penelitian Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  

No. Aspek Indikator Pernyataan Pernyataan

Positif Negatif (Nomor (Nomor Item dalam Item dalam Kuesioner) Kuesioner)

  1. Aspek Pedagogis a.

  1 Aspek kognitif.

  

b. Aspek afektif.

  2 c.

  3 Aspek psikomotorik.

  d. Sarana dan prasarana

  4 sekolah.

  2. Aspek Sosial dan Psikologis a.

  6

  5 Dampak psikologis.

  

b. Dampak sosial.

  7

  3. Aspek Yuridis a. Ketentuan kelulusan.

  8

  b. 9, 10, 11 Sistem penilaian.

  4. Aspek Ekonomi a.

  12 Finansial orang tua.

  b. Finansial sekolah.

  15 c.

  13 Finansial negara.

  d. Tansparansi dana 14, 16 UN.

  F. Teknik Pengumpulan Data

  Menurut Arikunto (1990 : 153), teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang ditempuh oleh peneliti untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah :

  1. Kuesioner atau Angket Kuesioner atau angket adalah metode pengumpulan data dengan menggunakan sejumlah daftar pertanyaan tertulis yang diberikan kepada responden, untuk kemudian diisi dengan jawaban yang sesuai dengan keadaan responden yang sebenarnya (Arikunto, 2002 : 128). Dalam penelitian ini, penggunaan kuesioner atau angket dimaksudkan untuk mendapatkan data primer tentang persepsi siswa, guru, dan orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional.

  2. Dokumentasi Menurut Arikunto (2002 : 125), dokumentasi adalah metode pengumpulan data dengan menyelidiki benda-benda tertulis seperti, buku- buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya. Metode dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengumpulkan data sekunder, yaitu daftar nama-nama sekolah di Kabupaten Bantul berdasarkan jenjang akreditasi.

  G. Teknik Pengujian Instrumen

  Untuk dapat menggunakan metode pengumpulan data yang telah itulah yang dikenal dengan instrumen penelitian. Agar instrumen penelitian tersebut dapat berfungsi secara efektif, maka syarat validitas dan reliabilitas harus diperhatikan sungguh-sungguh (Gulo, 2000 : 123).

1. Uji Validitas

  Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas yang tinggi. Sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah (Muhadi, 2002 : 136).

  Uji validitas yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah uji validitas empiris dengan menggunakan validitas eksternal. Validitas eksternal dilakukan dengan uji coba instrumen pada sasaran dalam penelitian (Arikunto, 2002 : 145). Pengujian validitas ini dilakukan dengan mengkorelasikan skor total dari setiap item dengan skor total dari seluruh item. Perhitungan korelasi tersebut dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan angka kasar yang dikemukakan oleh Karl Person (Arikunto, 2005 : 72).

  n

  XY ( X )( Y ) − r xy = 2 2 2 2 n X ( X ) n Y ( Y )

  − − { } { }

  Keterangan : r = Koefisien korelasi antara variabel X dan Y xy n = Total responden

  X = Total dari setiap item Y = Total seluruh item Koefisien korelasi ( r ) yang diperoleh dari hasil perhitungan xy

  

Selanjutnya, harga koefisien korelasi ( r ) ini dibandingkan dengan r

xy

tabel. Jika r hitung lebih besar dari r tabel, maka butir soal tersebut valid.

  

Sebaliknya, jika r hitung lebih kecil dari r tabel, maka butir soal tersebut

tidak valid. Pelaksanaan perhitungan validitas dalam penelitian ini

menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS for Windows versi

11.50 .

  Pengujian validitas dalam penelitian ini dilakukan untuk setiap item-

item pernyataan dari kuesioner tentang persepsi siswa, guru, dan orang tua

terhadap pelaksanaan Ujian Nasional, yang diberikan kepada siswa, guru,

dan orang tua di luar sampel penelitian. Pengujian validitas ini dilakukan

dengan menggunakan data (n sebanyak 69 untuk kelompok siswa, 33 ) untuk kelompok guru, dan 35 untuk kelompok orang tua.

  Kesimpulan hasil pengujian validitas untuk kelompok siswa diperoleh

dengan membandingkan r hitung dengan r tabel untuk df = 67 (69 – 2)

sebesar 0,2404 dengan taraf signifikan 5%. Kesimpulan hasil pengujian

validitas untuk kelompok guru diperoleh dengan membandingkan r

hitung dengan r tabel untuk df = 31 (33 – 2) sebesar 0,355 pada taraf

signifikan 5%. Sedangkan kesimpulan hasil pengujian validitas untuk

kelompok orang tua diperoleh dengan membandingkan r hitung dengan r

tabel untuk df = 33 (35 – 2) sebesar 0,344 pada taraf signifikan 5%.

  Dari keseluruhan item-item pernyataan yang diuji, yakni 19 item untuk

mengukur persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional, 19 item

  

16 item untuk mengukur persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian

Nasional, diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional No. Item Validitas Hasil

  r hitung r tabel

(Taraf Signifikan 5%)

  1 0,2802 0,2404 Valid 2 0,3071 0,2404 Valid 3 0,5879 0,2404 Valid 4 0,4168 0,2404 Valid 5 -0,2016 0,2404 Tidak valid 6 0,3505 0,2404 Valid 7 0,3158 0,2404 Valid 8 0,3087 0,2404 Valid 9 0,3407 0,2404 Valid 10 0,1439 0,2404 Tidak valid

  11 -0,0250 0,2404 Tidak valid 12 0,2449 0,2404 Valid 13 0,4654 0,2404 Valid 14 0,4571 0,2404 Valid 15 0,6700 0,2404 Valid 16 0,7102 0,2404 Valid 17 -0,1218 0,2404 Tidak valid 18 0,4431 0,2404 Valid 19 0,5057 0,2404 Valid

Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional No. Item Validitas Hasil

  r hitung r tabel

(Taraf Signifikan 5%)

  1 0,0342 0,355 Tidak valid 2 0,1433 0,355 Tidak valid 3 0,3590 0,355 Valid 4 0,3221 0,355 Tidak valid

  7 0,4331 0,355 Valid 8 0,4814 0,355 Valid 9 0,3039 0,355 Tidak valid 10 0,0549 0,355 Tidak valid

  11 0,1815 0,355 Tidak valid 12 0,4972 0,355 Valid 13 0,1328 0,355 Tidak valid 14 0,5571 0,355 Valid 15 0,3872 0,355 Valid 16 0,3557 0,355 Valid 17 -0,0517 0,355 Tidak valid 18 0,6002 0,355 Valid 19 -0,0119 0,355 Tidak valid

Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional No. Item Validitas Hasil

  r hitung r

tabel

(Taraf Signifikan 5%)

  1 0,1260 0,344 Tidak valid 2 0,5239 0,344 Valid 3 0,6400 0,344 Valid 4 0,5145 0,344 Valid 5 0,3591 0,344 Valid 6 -0,2113 0,344 Tidak valid 7 0,4142 0,344 Valid 8 0,2067 0,344 Tidak valid 9 0,5987 0,344 Valid 10 0,6030 0,344 Valid

  11 0,5355 0,344 Valid 12 0,3941 0,344 Valid 13 0,4375 0,344 Valid 14 0,0836 0,344 Tidak valid 15 0,2194 0,344 Tidak valid 16 0,3500 0,344 Valid

  Dari tabel di atas, terlihat beberapa item pernyataan dinyatakan tidak

valid karena r tabel lebih besar dari r hitung, sehingga item-item tersebut kuesioner yang dinyatakan valid dan dapat digunakan sebagai instrumen penelitian adalah 15 item untuk mengukur persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional, 8 item untuk mengukur persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional, dan 11 item untuk mengukur persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional.

2. Uji Reliabilitas

  Reliabilitas suatu tes menunjukkan bahwa suatu instrumen penelitian cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik (Arikunto, 2002 : 154). Dengan kata lain, reliabilitas adalah taraf sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan keajegan hasil pengukuran. Artinya, kapan saja alat penelitian tersebut digunakan, pasti akan memberikan hasil yang relatif sama (Sudjana, 1990 : 16). Pengujian reliabilitas ini dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha (Arikunto, 2005 : 109). 2 n

  σ i r 11 = −

  1 2 n

  

1

  σ t Keterangan : r 11 2 = Reliabilitas instrumen yang dicari 2 σ = Jumlah varians skor tiap-tiap item i

  = Varians total σ t

  Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan teknik Alpha Cronbach. Jika pada taraf signifikan 5% koefisien alpha lebih besar dari r tabel, maka instrumen penelitian lebih kecil dari r tabel, maka instrumen penelitian tersebut tidak reliabel. Pelaksanaan perhitungan reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan

bantuan komputer dengan program SPSS for Windows versi 11.50.

  Dari hasil pengujian instrumen tentang persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional, diperoleh koefisien alpha 0,8142 lebih besar dari r tabel pada taraf signifikan 5% sebesar 0,2404. Hasil pengujian instrumen tentang persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional, diperoleh koefisien alpha 0,7473 lebih besar dari r tabel pada taraf signifikan 5% sebesar 0,355. Hasil pengujian instrumen tentang persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional, diperoleh koefisien alpha 0,8195 lebih besar dari r tabel pada taraf signifikan 5% sebesar 0,344.

  Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang persepsi siswa, guru,

dan orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional adalah reliabel.

H. Teknik Analisis Data

1. Uji Prasyarat Analisis

a. Uji Normalitas

  Uji normalitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Apabila data yang terjaring berdistribusi normal, maka statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah statistik parametrik. statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian tersebut adalah statistik non-parametrik.

  Untuk mengetahui normalitas suatu data, perlu dicek keberadaannya agar langkah-langkah selanjutnya dapat dipertanggungjawabkan. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji One Sample Kolomogorov-Smirnov Test, dengan rumus sebagai berikut :

  D Maksimum Fo x Sn x = [ − ]

  ( ) ( ) Keterangan :

  D = Deviasi atau penyimpangan Fo x = Distribusi frekuensi kumulatif teoritis

  ( ) Sn x = Distribusi frekuensi yang diobservasi

  ( ) Pelaksanaan uji One Sample Kolomogorov-Smirnov Test dalam penelitian ini menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS for Windows versi 11.50. Apabila harga Asymp. Sig. (2-tailed) lebih besar dari taraf signifikan 5% berarti data berdistribusi normal, sedangkan apabila harga Asymp. Sig. (2-tailed) lebih kecil dari taraf signifikan 5% berarti data tidak berdistribusi normal.

b. Uji Homogenitas

  Uji homogenitas digunakan untuk menguji kesamaan varians dari beberapa kelompok sampel. Dalam penelitian ini, uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji F (Sugiyono, 2006 : 68).

  Varians terbesar F = Pelaksanaan uji F dalam penelitian ini menggunakan bantuan komputer dengan program SPSS for Windows versi 11.50. Apabila harga Sig. lebih besar dari taraf signifikan 5% berarti varians pada kelompok sampel homogen, sedangkan apabila harga Sig. lebih kecil dari taraf signifikan 5% berarti varians pada kelompok sampel tidak homogen.

2. Pengujian Hipotesis

  Setelah dilakukan uji prasyarat analisis, yakni uji normalitas dan uji homogenitas. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis satu diuji dengan menggunakan uji statistik non-parametrik Chi-Kuadrat karena data tidak homogen. Hipotesis dua diuji dengan menggunakan uji statistik parametrik One Way Anova karena data berdistribusi normal dan homogen. Sedangkan hipotesis tiga diuji dengan menggunakan uji statistik non-parametrik Chi-Kuadrat karena data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen.

  Untuk menjawab hipotesis satu digunakan uji statistik non-parametrik Chi-Kuadrat, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Perumusan Hipotesis

  Ho = Tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap 1 pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

1 Ha = Ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap

  pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  

b. Pelaksanaan uji statistik non-parametrik Chi-Kuadrat dilakukan

dengan menggunakan program SPSS for Windows versi 11.50.

  c. Menentukan nilai kritis dengan taraf signifikan 5%.

  d. Pengambilan keputusan berdasarkan pada probability value, yaitu :

  • Jika probability value > taraf signifikan 5% = Ho diterima.

  • Jika probability value < taraf signifikan 5% = Ho ditolak.

  Untuk menjawab hipotesis dua digunakan uji statistik parametrik One Way Anova, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  a. Perumusan Hipotesis 2 Ho = Tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. 2 Ha = Ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  

b. Pelaksanaan uji statistik parametrik One Way Anova dilakukan dengan c. Menentukan nilai kritis dengan taraf signifikan 5%.

  d. Pengambilan keputusan berdasarkan pada probability value, yaitu :

  • Jika probability value > taraf signifikan 5% = Ho diterima.

  • Jika probability value < taraf signifikan 5% = Ho ditolak.

  Untuk menjawab hipotesis tiga digunakan uji statistik non-parametrik Chi-Kuadrat, dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  a. Perumusan Hipotesis Ho = Tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap 3 pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Ha = Ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap 3 pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  

b. Pelaksanaan uji statistik parametrik One Way Anova dilakukan dengan

menggunakan program SPSS for Windows versi 11.50.

  c. Menentukan nilai kritis dengan taraf signifikan 5%.

  d. Pengambilan keputusan berdasarkan pada probability value, yaitu :

  • Jika probability value > taraf signifikan 5% = Ho diterima.

  • Jika probability value < taraf signifikan 5% = Ho ditolak.

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Analisis Data

1. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2007.

  Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada responden. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa SMA kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial di Kabupaten Bantul, seluruh guru bidang studi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ekonomi SMA kelas XII di Kabupaten Bantul, dan seluruh orang tua siswa SMA kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial di Kabupaten Bantul.

  Penyebaran kuesioner untuk siswa dan guru dilakukan secara langsung, sedangkan penyebaran kuesioner untuk orang tua tidak dapat dilakukan secara langsung melainkan dengan menitipkan kuesioner kepada siswa.

  Jumlah keseluruhan SMA di Kabupaten Bantul adalah 45 sekolah, terdiri dari 25 sekolah terakreditasi A, 8 sekolah terakreditasi B, 1 sekolah terakreditasi C, dan 11 sekolah belum terakreditasi. Akan tetapi dari 45 sekolah tersebut, peneliti hanya mengambil 7 sekolah untuk dijadikan sampel penelitian, yakni 3 sekolah terakreditasi A, 3 sekolah terakreditasi penelitian, setiap sekolah diambil satu kelas sebagai sampel untuk kelompok siswa dan orang tua. Sedangkan sampel guru diambil dari guru bidang studi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ekonomi kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. Adapun keseluruhan subjek penelitian yang diperoleh dari 7 sekolah tersebut adalah 411 responden, dengan rincian sebagai berikut :

Tabel 4.1 Rekapitulasi Keseluruhan Subjek Penelitian

  SEKOLAH Akreditasi Siswa Guru Orang Tua

  SMA Stella Duce A

  37

  3

  36 SMAN 2 Bantul A

  38

  5

  38 SMAN 1 Sewon A

  40

  6

  34 SMA Patria Bantul B

  23

  4

  18 SMA Mercu Buana B

  16

  3

  15 SMA Muh. Sewon B

  26

  4

  23 SMA PGRI Kasihan C

  18

  3

  18 TOTAL 198

  28 185 Response rate untuk kelompok siswa sebesar 100%, hal ini tampak

  dari kuesioner yang disebarkan sebanyak 198 eksemplar kembali sebanyak 198 eksemplar. Responte rate untuk kelompok guru sebesar 100%, hal ini tampak dari kuesioner yang disebarkan sebanyak 28 eksemplar kembali sebanyak 28 eksemplar. Sedangkan response rate untuk kelompok orang tua sebesar 93,34%, hal ini tampak dari kuesioner yang disebarkan sebanyak 198 eksemplar kembali sebanyak 185 eksemplar. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulkan bahwa response rate dalam penelitian ini tergolong baik, yaitu 96,93%.

2. Deskripsi Variabel Penelitian

a. Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  Deskripsi variabel persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dapat dilihat pada tabel 4.2 di bawah ini.

  Tabel 4.2

Deskripsi Variabel

Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  

Skor Kategori Sekolah Interpretasi

A B C Frek. % Frek. % Frek. %

  52 – 60 Sangat positif 45 – 51

  6 5,22 2 3,08 Positif 40 – 44 37 32,18 20 30,77 5 27,78 Cukup positif 36 – 39 36 31,30 19 29,23 2 11,11 Negatif

  < 36 36 31,30 24 36,92 11 61,11 Sangat negatif

  Jumlah 115 100 65 100 18 100

  Berdasarkan deskripsi variabel persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional, diperoleh hasil sebagai berikut : 1) Sekolah terakreditasi A terdapat sebanyak 6 siswa (5,22%) memiliki persepsi positif, 37 siswa (32,18%) memiliki persepsi cukup positif, 36 siswa (31,30%) memiliki persepsi negatif, dan 36 siswa (31,30%) memiliki persepsi sangat negatif. 2) Sekolah terakreditasi B terdapat sebanyak 2 siswa (3,08%) memiliki persepsi positif, 20 siswa (30,77%) memiliki persepsi cukup positif, 19 siswa (29,23%) memiliki persepsi negatif, dan 24 siswa (36,92%) memiliki persepsi sangat negatif. 3) Sekolah terakreditasi C terdapat sebanyak 5 siswa (27,78%) memiliki persepsi cukup positif, 2 siswa (11,11%) memiliki persepsi negatif, dan 11 siswa ditarik kesimpulan bahwa kecenderungan variabel persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi A tergolong cukup positif, sedangkan kecenderungan variabel persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C tergolong sangat negatif.

b. Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  Deskripsi variabel persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dapat dilihat pada tabel 4.3 di bawah ini.

  Tabel 4.3

Deskripsi Variabel

Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  

Skor Kategori Sekolah Interpretasi

A B C Frek. % Frek. % Frek. %

  27 – 32 Sangat positif 24 – 26

  Positif 21 – 23 2 14,29 4 36,36 Cukup positif 19 – 20 8 57,14 2 18,18 Negatif

  < 19 4 28,57 5 45,46 3 100 Sangat negatif

  Jumlah 14 100 11 100 3 100

  Berdasarkan deskripsi variabel persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional, diperoleh hasil sebagai berikut : 1) Sekolah terakreditasi A terdapat sebanyak 2 guru (14,29%) memiliki persepsi cukup positif, 8 guru (57,14%) memiliki persepsi negatif, dan 4 guru (28,57%) memiliki persepsi sangat negatif. 2) Sekolah terakreditasi B terdapat sebanyak 4 guru (36,36%) memiliki persepsi cukup positif, 2 guru (18,18%) memiliki

  3) Sekolah terakreditasi C terdapat sebanyak 3 guru (100%) memiliki persepsi sangat negatif. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa kecenderungan variabel persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi A tergolong negatif, sedangkan kecenderungan variabel persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C tergolong sangat negatif.

c. Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  Deskripsi variabel persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dapat dilihat pada tabel 4.4 di bawah ini.

  Tabel 4.4

Deskripsi Variabel

Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  

Skor Kategori Sekolah Interpretasi

A B C Frek. % Frek. % Frek. %

  38 – 44 Sangat positif 33 – 37

  2 1,85 Positif 29 – 32

  15 13,89

  14

  25 2 11,11 Cukup positif 26 – 28 45 41,67 24 42,86 3 16,67 Negatif

  < 26 46 42,59 18 32,14 13 72,22 Sangat negatif

  Jumlah 108 100 56 100 18 100

  Berdasarkan deskripsi variabel persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional, diperoleh hasil sebagai berikut : 1) Sekolah terakreditasi A terdapat sebanyak 2 orang tua (1,85%) memiliki persepsi positif, 15 orang tua (13,89%) memiliki persepsi cukup positif, 45 orang memiliki persepsi sangat negatif. 2) Sekolah terakreditasi B terdapat sebanyak 14 orang tua (25%) memiliki persepsi cukup positif, 24 orang tua (42,86%) memiliki persepsi negatif, dan 18 orang tua (32,14%) memiliki persepsi sangat negatif. 3) Sekolah terakreditasi C terdapat sebanyak 2 orang tua (11,11%) memiliki persepsi cukup positif, 3 orang tua (16,67%) memiliki persepsi negatif, dan 13 orang tua (72,22%) memiliki persepsi sangat negatif. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa kecenderungan variabel persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi A dan terakreditasi C tergolong sangat negatif, sedangkan kecenderungan variabel persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi B tergolong negatif.

3. Uji Prasyarat Analisis

a. Uji Normalitas

  Uji normalitas dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Apabila data yang terjaring berdistribusi normal, maka statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah statistik parametrik yaitu One Way

  Anova. Sedangkan apabila data yang terjaring tidak berdistribusi normal,

  maka statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah statistik non-parametrik yaitu Chi-Kuadrat.

  Absolute .228 .203 .292 Positive .161 .151 .212 Negative

Tabel 4.6 Uji Normalitas

  16.33 Std. Deviation 2.093 2.656 2.082 Most Extreme Differences

  19.36

  18.93

  3 Normal Parameters(a,b) Mean

  11

  14

  

Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

GURU A GURU B GURU C N

  Absolute .080 .113 .161 Positive .080 .059 .121 Negative

  Berikut ini hasil uji normalitas yang diperoleh dengan menggunakan uji One Sample Kolomogorov-Smirnov Test dengan program SPSS for Windows versi 11.50.

  33.11 Std. Deviation 4.222 5.334 7.161 Most Extreme Differences

  36.83

  37.85

  18 Normal Parameters(a,b) Mean

  65

  115

  

Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

SISWA A SISWA B SISWA C N

Tabel 4.5 Uji Normalitas

  • .068 -.113 -.161 Kolmogorov-Smirnov Z .859 .908 .681 Asymp. Sig. (2-tailed) .452 .381 .742 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.
  • .228 -.203 -.292 Kolmogorov-Smirnov Z .853 .674 .506 Asymp. Sig. (2-tailed) .461 .754 .960 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.
Dari tabel di atas, terlihat bahwa persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi A tidak berdistribusi nomal karena Asymp. Sig. (2-tailed) 0,046 lebih kecil dari taraf signifikan 5%.

Tabel 4.7 Uji Normalitas

  

Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

ORTU A ORTU B ORTU C N

  108

  56

  18 Normal Parameters(a,b) Mean

  25.51

  26.36

  22.83 Std. Deviation 3.356 2.805 4.409 Most Extreme Differences

  Absolute .132 .150 .160 Positive .088 .104 .129 Negative

  • .132 -.150 -.160 Kolmogorov-Smirnov Z 1.374 1.119 .678 Asymp. Sig. (2-tailed) .046 .164 .747 a Test distribution is Normal. b Calculated from data.

Tabel 4.8 Hasil Uji Normalitas

  

Persepsi Siswa, Guru, dan Orang Tua

Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

Persepsi Asymp. Sig.

  (2-tailed) Taraf Signifikan (5%) Keputusan

  Siswa A 0,452 0,05 Normal Siswa B 0,381 0,05 Normal Siswa C 0,742 0,05 Normal

  Guru A 0,461 0,05 Normal Guru B 0,754 0,05 Normal Guru C 0,960 0,05 Normal

  Orang Tua A 0,046 0,05 Tidak normal Orang Tua B 0,164 0,05 Normal Orang Tua C 0,747 0,05 Normal

b. Uji Homogenitas

  Uji homogenitas digunakan untuk menguji kesamaan varians dari beberapa kelompok sampel. Dalam penelitian ini, uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji F .

  Berikut ini hasil uji homogenitas yang diperoleh dengan menggunakan uji F dengan program SPSS for Windows versi 11.50 .

Tabel 4.9 Uji Homogenitas Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  Levene Statistic df1 df2 Sig.

  5.272 2 195 .006

  Dari hasil uji homogenitas di atas, diperoleh nilai Levene Statistic untuk persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional sebesar 5,272 dengan probabilitas 0,006. Karena nilai probabilitas lebih

  (Sig.) (Sig.)

  kecil dari taraf signifikan 5%, maka data yang diperoleh berasal dari populasi-populasi yang mempunyai varians berbeda atau tidak sama artinya data tidak homogen.

Tabel 4.10 Uji Homogenitas Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  Levene Statistic df1 df2 Sig.

  1.125

  2 25 .340

  Dari hasil uji homogenitas di atas, diperoleh nilai Levene Statistic dengan probabilitas (Sig.) 0,340. Karena nilai probabilitas (Sig.) lebih besar dari taraf signifikan 5%, maka data yang diperoleh berasal dari populasi-populasi yang mempunyai varians yang sama atau homogen.

Tabel 4.11 Uji Homogenitas

  

Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

  3.276 2 179 .040

  Dari hasil uji homogenitas di atas, diperoleh nilai

  Levene Statistic

  untuk persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional sebesar 3,276 dengan probabilitas (Sig.) 0,040. Karena nilai probabilitas (Sig.) lebih kecil dari taraf signifikan 5%, maka data yang diperoleh berasal dari populasi-populasi yang mempunyai varians berbeda atau tidak sama artinya data tidak homogen.

4. Pengujian Hipotesis

  Setelah dilakukan pengujian normalitas dengan menggunakan program SPSS for Windows versi 11.50 diperoleh hasil bahwa variabel yang diteliti tidak semua berdistribusi normal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel persepsi siswa dan guru berdistribusi normal, sedangkan variabel persepsi orang tua tidak berdistribusi normal. Hasil pengujian homogenitas dengan menggunakan program SPSS for

  Windows versi 11.50 menunjukkan bahwa varians sampel siswa dan orang tua tidak homogen, sedangkan varians untuk sampel guru adalah sama atau homogen.

  Oleh karena itu, pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametik One Way Anova dan uji statistik non-parametrik Chi-Kuadrat. Untuk hipotesis satu dan tiga digunakan uji statistik non-parametrik Chi-Kuadrat karena data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen, sedangkan untuk hipotesis dua digunakan uji statistik parametrik One Way Anova karena data berdistribusi normal dan homogen. Perhitungan statistik One Way Anova dan Chi-Kuadrat dengan menggunakan bantuan program SPSS for

  Windows versi 11.50 .

a. Pengujian Hipotesis I

  Ho = Tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap 1

  pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Ha = Ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap 1

  pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Hipotesis satu diuji dengan menggunakan uji statistik non- parametrik Chi-Kuadrat karena data tidak homogen. Di bawah ini disajikan tabel hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji Chi- Kuadrat dengan program SPSS for Windows versi 11.50 .

Tabel 4.12 Hasil Uji Statistik Chi-Kuadrat

  

Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

SISWA Chi-Square(a)

  104.061 Df

  23 Asymp. Sig. .000

a 0 cells (.0%) have expected frequencies

less than 5. The minimum expected cell frequency is 8.3.

  Berdasarkan hasil uji statistik di atas, diketahui nilai

  Chi-Kuadrat

Chi-Kuadrat sebesar 104,061 dengan df = 23 menunjukkan probabilitas

(Asymp. Sig.) 0,000. Nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari taraf

  signifikan 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Hal ini 1 menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

b. Pengujian Hipotesis II

  Ho = Tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap 2

  pelaksanaan Ujian nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Ha = Ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap 2

  pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. Hipotesis dua diuji dengan menggunakan uji statistik parametrik karena data berdistribusi normal dan homogen. Di bawah

  One Way Anova

  ini disajikan tabel hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji One Way Anova dengan program SPSS for Windows versi 11.50 .

Tabel 4.13 Hasil Uji Statistik One Way Anova

  

Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

Sum of Squares df Mean Square F Sig. Between Groups 21.966

  2 10.983 2.017 .154 Within Groups 136.141 25 5.446 Total 158.107

  

27

Berdasarkan hasil uji statistik One Way Anova di atas, diketahui

  bahwa nilai F sebesar 2,017 dengan probabilitas (Sig) 0,154. Nilai probabilitas tersebut lebih besar dari taraf signifikan 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada 2 perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Tidak adanya perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C juga ditunjukkan pada uji Tukey HSD dan Bonferroni.

Tabel 4.14 Hasil Uji Multiple Comparisons

  

Persepsi Guru Terhadap Ujian Nasional

Mean 95% Difference Std. Confidence

  (I) Kategori (J) Kategori (I-J) Error Sig. Interval Lower Upper Bound Bound Tukey HSD A B -.44 .940 .889 -2.78

  1.91 C 2.60 1.485 .208 -1.10

  6.29 B A .44 .940 .889 -1.91

  2.78 C 3.03 1.520 .135 -.76

  6.82 C A -2.60 1.485 .208 -6.29

  1.10 B

  • 3.03 1.520 .135 -6.82 .76 Bonferroni A B -.44 .940 1.000 -2.85

  1.98 C 2.60 1.485 .278 -1.21

  6.40 B A .44 .940 1.000 -1.98

  2.85 C 3.03 1.520 .172 -.87

  6.93 C A

  • 2.60 1.485 .278 -6.40

  1.21 B

  • 3.03 1.520 .172 -6.93 .87

  Dari tabel 4.18 di atas, terlihat bahwa hasil uji perbedaan antara sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C menghasilkan nilai probabilitas (Sig.) lebih besar dari taraf signifikan 5%. Hal ini semakin memperkuat hasil pengujian hipotesis bahwa tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Untuk lebih memperjelas bahwa tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan ketegori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C, berikut ini juga disajikan tabel hasil pengujian

  Homogeneous Subsets :

Tabel 4.15 Hasil Uji Homogeneous Subsets

  

Persepsi Guru Terhadap Ujian Nasional

Kategori N Subset for alpha = .05

  1 Tukey HSD(a,b) C

  3

  16.33 A

  14

  18.93 B

  11

  19.36 Sig.

  .081 Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a Uses Harmonic Mean Sample Size = 6.052. b The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group sizes is used. Type I error levels are not guaranteed.

  Dari tabel di atas, terlihat bahwa pada subsets satu menunjukkan kelompok guru di semua kategori sekolah, yakni sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. Hasil ini semakin menunjukkan tidak adanya perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

c. Pengujian Hipotesis III

3 Ho = Tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap

  pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Ha = Ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap 3

  pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. Hipotesis tiga diuji dengan menggunakan uji statistik non- parametrik Chi-Kuadrat karena data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Di bawah ini disajikan tabel hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji Chi-Kuadrat dengan program SPSS for Windows versi

  11.50 .

Tabel 4.16 Hasil Uji Statistik Chi-Kuadrat

  

Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

ORTU Chi-Square(a)

  177.560 Df

  19 Asymp. Sig. .000 a 0 cells (.0%) have expected frequencies less than 5. The minimum expected cell frequency is 9.1.

  Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Kuadrat di atas, diketahui nilai

  

Chi-Kuadrat sebesar 177,560 dengan df = 19 menunjukkan nilai

  probabilitas 0,000. Nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari

  (Asymp. Sig.)

  taraf signifikan 5%, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho 3 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi

B. Pembahasan

1. Persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Chi-Kuadrat sebesar 104,061 dengan df = 23 menunjukkan probabilitas (Asymp. Sig.) 0,000. Nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari taraf signifikan 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada 1 perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Sekolah terakreditasi A merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang sesuai dengan tujuan dari akreditasi sekolah, serta didukung dengan kurikulum, administrasi, organisasi, sarana dan prasarana, ketenagaan, pembiayaan, peserta didik, peran serta masyarakat, dan lingkungan sekolah yang sangat baik. Sekolah terakreditasi B merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang dinilai baik atau lebih baik daripada kelompok sekolah terakreditasi C, akan tetapi berada di bawah kelompok sekolah terakreditasi A. Sekolah terakreditasi C merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang dinilai cukup atau kurang baik dibandingkan dengan sekolah terakreditasi A dan sekolah terakreditasi B.

  Hasil pengujian deskripsi variabel persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional menunjukkan bahwa siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A terdapat sebanyak 6 siswa (5,22%) memiliki persepsi positif, 37 siswa (32,18%) memiliki persepsi cukup positif, 36 siswa (31,30%) memiliki persepsi negatif, dan 36 siswa (31,30%) memiliki persepsi sangat negatif. Siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B terdapat sebanyak 2 siswa (3,08%) memiliki persepsi positif, 20 siswa (30,77%) memiliki persepsi cukup positif, 19 siswa (29,23%) memiliki persepsi negatif, dan 24 siswa (36,92%) memiliki persepsi sangat negatif. Sedangkan siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi C terdapat sebanyak 5 siswa (27,78%) memiliki persepsi cukup positif, 2 siswa (11,11%) memiliki persepsi negatif, dan 11 siswa (31,11%) memiliki persepsi sangat negatif.

  Berdasarkan hasil pengujian deskripsi variabel persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional di atas, terlihat bahwa sebagian besar siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A memiliki persepsi yang cukup positif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Sedangkan sebagian besar siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C memiliki persepsi yang sangat negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional.

  Hasil pengujian deskripsi variabel persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional tersebut semakin memperkuat hasil pengujian hipotesis ini. memperkuat dugaan bahwa siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A pasti akan memiliki persepsi yang lebih baik (positif) terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dibandingkan dengan siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C.

  Perbedaan tersebut disebabkan karena siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A adalah siswa yang memiliki kualitas paling baik dibandingkan dengan siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan sekolah terakreditasi C, sehingga akan lebih mudah dalam mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan Ujian Nasional. Disamping itu, SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A didukung dengan kurikulum, administrasi, organisasi, sarana dan prasarana, ketenagaan, pembiayaan, peran serta masyarakat, dan lingkungan sekolah yang sangat memadai.

  Disamping hal di atas, perbedaan persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional terutama terlihat pada aspek pedagogis dan psikologis. Bagi SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah tergolong sangat baik, sehingga akan sangat mendukung kegiatan belajar mengajar dan pelaksanaan Ujian Nasional. Sedangkan bagi SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C, ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah tergolong kurang baik, sehingga akan menghambat kegiatan belajar mengajar dan pelaksanaan Ujian Nasional. Pada aspek psikologis jelas terlihat bahwa siswa yang belajar pada SMA dengan Ujian Nasional dibandingkan dengan siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C.

  Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi

  B, dan terakreditasi C. Adanya perbedaan tersebut terlihat dari hasil pengujian deskripsi variabel yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A memiliki persepsi yang cukup positif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Sedangkan sebagian besar siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C memiliki persepsi yang sangat negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C tidak memiliki pemahaman dan penerimaan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional.

  Oleh sebab itu, agar pelaksanaan Ujian Nasional dapat berjalan dengan lancar, maka para siswa diharapkan untuk lebih bersikap proaktif. Bersikap proaktif dalam hal ini adalah memunculkan kesadaran diri untuk mempersiapkan Ujian Nasional, baik secara mental maupun fisik agar memperoleh hasil yang optimal. Melalui sikap proaktif, para siswa juga diharapkan mampu mengolah hati nurani dan daya imajinasi untuk memunculkan kemauan belajar dan berusaha mencapai tujuan yang

  

2. Persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang

mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai F sebesar 2,017 dengan probabilitas (Sig.) 0,154. Nilai probabilitas tersebut lebih besar dari taraf signifikan 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima. Hal ini 2 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Sekolah terakreditasi A merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang sesuai dengan tujuan dari akreditasi sekolah, serta didukung dengan kurikulum, administrasi, organisasi, sarana dan prasarana, ketenagaan, pembiayaan, peserta didik, peran serta masyarakat, dan lingkungan sekolah yang sangat baik. Sekolah terakreditasi B merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang dinilai baik atau lebih baik daripada kelompok sekolah terakreditasi C, akan tetapi berada di bawah kelompok sekolah terakreditasi A. Sekolah terakreditasi C merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang dinilai cukup atau kurang baik dibandingkan dengan sekolah terakreditasi A dan sekolah terakreditasi B.

  Temuan ini mengindikasikan bahwa pengkategorian sekolah melalui peringkat akreditasi sekolah, tidak mempengaruhi perbedaan persepsi terhadap kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. Semua guru yang mengajar pada ketiga kategori sekolah tersebut memiliki persepsi yang sangat negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional.

  Hasil pengujian deskripsi variabel persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional menunjukkan bahwa guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A terdapat sebanyak 2 guru (14,29%) memiliki persepsi cukup positif, 8 guru (57,14%) memiliki persepsi negatif, dan 4 guru (28,57%) memiliki persepsi sangat negatif. Guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B terdapat sebanyak 4 guru (36,36%) memiliki persepsi cukup positif, 2 guru (18,18%) memiliki persepsi negatif, dan 5 guru (45,46%) memiliki persepsi sangat negatif. Sedangkan guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi C terdapat sebanyak 3 guru (100%) memiliki persepsi sangat negatif.

  Berdasarkan hasil pengujian deskripsi variabel persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional di atas, terlihat bahwa 6 guru memiliki persepsi cukup positif, 10 guru memiliki persepsi negatif, dan 12 guru memiliki persepsi sangat negatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi sangat negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Persepsi sangat negatif tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar guru tidak memiliki pemahaman dan penerimaan yang baik terhadap pelaksanaan Ujian Nasional.

  Persepsi sangat negatif tersebut semakin membuktikan bahwa sebagian aspek kompetensi kelulusan yakni aspek kognitif. Padahal menurut penjelasan

  pasal 35 ayat 1 UU Sisdiknas, kompetensi lulusan seharusnya mencakup tiga aspek yakni aspek sikap (afektif), pengetahuan (kognitif), dan ketrampilan (psikomotorik). Disamping itu, sebagian besar guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C juga sama-sama menyatakan kekhawatirannya karena standar kelulusan yang ditetapkan pemerintah dinilai sangat memberatkan siswa.

  Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sebagian besar guru setuju bahwa sistem penilaian terpusat dengan pelaksanaan Ujian Nasional telah melanggar UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa penilaian adalah otoritas guru. Hal lain yang juga sangat membuktikan tidak adanya perbedaan persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada ketiga kategori sekolah tersebut adalah bahwa semua guru menganggap Ujian Nasional sebagai bentuk pemborosan uang negara dan sekolah.

  Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. Tidak adanya perbedaan tersebut terlihat dari hasil pengujian deskripsi variabel yang menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi yang sangat negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru tidak memiliki

  Oleh sebab itu, agar pelaksanaan Ujian Nasional dapat berjalan dengan lancar, maka sekolah diharapkan tidak menitik beratkan kegiatan pembelajaran hanya terbatas pada mata pelajaran yang akan diujikan, akan tetapi tetap memberikan porsi yang seimbang bagi mata pelajaran yang lain.

  Disamping itu, para guru diharapkan juga tidak hanya memberikan pengetahuan (kognitif), akan tetapi juga memberikan sikap-sikap dan nilai- nilai hidup yang baik (afektif) dan ketrampilan (psikomotorik). Demi kelancaran pelaksanaan Ujian Nasional, para guru diharapkan juga lebih kritis dalam menanggapi UU yang dikeluarkan pemerintah.

  

3. Persepsi terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang

menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Chi-Kuadrat sebesar 177,560 dengan df = 19 menunjukkan probabilitas (Asymp. Sig.) 0,000. Nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari taraf signifikan 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada 3 perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  Sekolah terakreditasi A merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang sesuai dengan tujuan dari akreditasi dan prasarana, ketenagaan, pembiayaan, peserta didik, peran serta masyarakat, dan lingkungan sekolah yang sangat baik. Sekolah terakreditasi B merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang dinilai baik atau lebih baik daripada kelompok sekolah terakreditasi C, akan tetapi berada di bawah kelompok sekolah terakreditasi A. Sekolah terakreditasi C merupakan kelompok sekolah yang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang dinilai cukup atau kurang baik dibandingkan dengan sekolah terakreditasi A dan sekolah terakreditasi B.

  Hasil pengujian deskripsi variabel persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional menunjukkan bahwa orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A terdapat sebanyak 2 orang tua (1,85%) memiliki persepsi positif, 15 orang tua (13,89%) memiliki persepsi cukup positif, 45 orang tua (41,67%) memiliki persepsi negatif, dan 46 orang tua (42,59%) memiliki persepsi sangat negatif.

  Orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B terdapat sebanyak 14 orang tua (25%) memiliki persepsi cukup positif, 24 orang tua (42,86%) memiliki persepsi negatif, dan 18 orang tua (32,14%) memiliki persepsi sangat negatif. Sedangkan orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi C terdapat sebanyak 2 orang tua (11,11%) memiliki persepsi cukup positif, 3 orang tua (16,67%) memiliki persepsi negatif, dan 13 orang tua (72,22%) memiliki persepsi sangat negatif.

  Berdasarkan hasil pengujian deskripsi variabel persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional di atas, terlihat bahwa sebagian besar orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B memiliki persepsi negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Sedangkan sebagian besar orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A dan terakreditasi C memiliki persepsi yang sangat negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional.

  Hasil pengujian hipotesis ini mengindikasikan bahwa orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, tidak selalu akan memiliki persepsi yang lebih baik terhadap pelaksanaan Ujian Nasional dibandingkan dengan orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C.

  Perbedaan persepsi tersebut diduga salah satunya karena orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A tidak memiliki penerimaan yang baik terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Para orang tua tersebut lebih memandang pelaksanaan Ujian Nasional sebagai suatu sistem evaluasi yang tidak komprehensif karena hanya menilai hasil belajar pada aspek kognitifnya saja. Di samping itu, para orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A pastilah memiliki anak yang berkualitas paling baik dibandingkan dengan orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C, sehingga para dalam studi. Para orang tua ini juga menganggap bahwa pelaksanaan Ujian Nasional telah melanggar UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa penilaian adalah otoritas guru.

  Dalam penelitian ini, orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B memiliki pandangan yang lebih baik daripada orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A. Ada dugaan bahwa ketimpangan ini disebabkan karena orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B lebih memandang pelaksanaan Ujian Nasional sebagai suatu sistem evaluasi yang digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

  Sedangakan orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi C memiliki persepsi yang sangat negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional karena para orang tua tersebut tidak memiliki pemahaman dan penerimaan yang baik terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Hal ini disebabkan karena SMA dengan kategori sekolah terakreditasi C kurang memiliki kinerja dan kelayakan sekolah yang baik.

  Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. Adanya perbedaan tersebut terlihat dari hasil pengujian deskripsi variabel persepsi orang tua besar orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B memiliki persepsi yang negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Sedangkan sebagian besar orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A dan terakreditasi C memiliki persepsi yang sangat negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa sesungguhnya semua orang tua memiliki persepsi yang kurang baik terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Hal ini disebabkan karena sebagian besar orang tua tidak memiliki pemahaman dan penerimaan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional.

  Oleh sebab itu, agar pelaksanaan Ujian Nasional dapat berjalan dengan lancar, maka perlu adanya sosialisasi yang jelas dan berkelanjutan mengenai pelaksanaan Ujian Nasional dari pemerintah melalui Komite Kepala Sekolah se-Kabupaten/Kota kepada pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional, yakni siswa, guru dan khususnya para orang tua siswa yang sangat kurang memiliki pemahaman tentang pelaksanaan Ujian Nasional.

  Disamping itu, para kepala sekolah juga diwajibkan untuk mendiskusikan segala sesuatu yang dirasa penting untuk memperlancar pelaksanaan Ujian Nasional dan menampung masukan-masukan yang dirasa dapat mengahambat pelaksanaan Ujian Nasional. Dengan ini, diharapkan pihak sekolah semakin mampu menjalin hubungan komunikasi yang baik khususnya dengan para orang tua siswa.

BAB V KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan, maka kesimpulan dari hasil

  penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Hasil yang diperoleh melalui pengujian deskripsi variabel penelitian menunjukkan kecenderungan variabel persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi A tergolong cukup positif, sedangkan kecenderungan variabel persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C tergolong sangat negatif. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji Chi-Kuadrat, diketahui nilai Chi-Kuadrat sebesar 104,061 dengan df = 23 menunjukkan probabilitas (Asymp. Sig.) 0,000.

  Nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari taraf signifikan 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa ada 1 perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  2. Hasil yang diperoleh melalui pengujian deskripsi variabel penelitian menunjukkan kecenderungan variabel persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi A tergolong negatif,

  Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C tergolong sangat negatif. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji One Way Anova, diketahui bahwa nilai F sebesar 2,017 dengan probabilitas (Sig) 0,154. Nilai probabilitas tersebut lebih besar dari taraf signifikan 5%, sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho diterima. Hal ini 2 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  3. Hasil yang diperoleh melalui pengujian deskripsi variabel penelitian menunjukkan kecenderungan variabel persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi A dan terakreditasi C tergolong sangat negatif, sedangkan kecenderungan variabel persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional pada kategori sekolah terakreditasi B tergolong negatif. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji diketahui nilai

  Chi-Kuadrat, Chi- Kuadrat sebesar 177,560 dengan df = 19 menunjukkan probabilitas (Asymp. Sig.) 0,000. Nilai probabilitas tersebut lebih kecil dari taraf

  signifikan 5%, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Ho ditolak. Hal 3 ini menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi

B. Saran

  Saran yang dapat disampaikan oleh peneliti sejalan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. Adanya perbedaan tersebut terlihat dari hasil pengujian deskripsi variabel yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A memiliki persepsi yang cukup positif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Sedangkan sebagian besar siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C memiliki persepsi yang sangat negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa siswa yang belajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B dan terakreditasi C tidak memiliki pemahaman dan penerimaan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Oleh sebab itu, agar pelaksanaan Ujian Nasional dapat berjalan dengan lancar, maka para siswa diharapkan untuk lebih bersikap proaktif. Bersikap proaktif dalam hal ini adalah memunculkan kesadaran diri untuk mempersiapkan Ujian Nasional, baik secara mental maupun fisik agar memperoleh hasil yang optimal.

  Melalui sikap proaktif, para siswa juga diharapkan mampu mengolah hati nurani dan daya imajinasi untuk memunculkan kemauan belajar dan

  2. Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. Tidak adanya perbedaan tersebut terlihat dari hasil pengujian deskripsi variabel yang menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki persepsi yang sangat negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru tidak memiliki pemahaman dan penerimaan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Oleh sebab itu, agar pelaksanaan Ujian Nasional dapat berjalan dengan lancar, maka sekolah diharapkan tidak menitik beratkan kegiatan pembelajaran hanya terbatas pada mata pelajaran yang akan diujikan, akan tetapi tetap memberikan porsi yang seimbang bagi mata pelajaran yang lain. Disamping itu, para guru diharapkan juga tidak hanya memberikan pengetahuan (kognitif), akan tetapi juga memberikan sikap-sikap dan nilai-nilai hidup yang baik (afektif) dan ketrampilan (psikomotorik). Demi kelancaran pelaksanaan Ujian Nasional, para guru diharapkan juga lebih kritis dalam menanggapi UU yang dikeluarkan pemerintah.

  3. Hasil pengujian hipotesis ini menunjukkan bahwa ada perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C. Adanya perbedaan bahwa sebagian besar orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi B memiliki persepsi yang negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Sedangkan sebagian besar orang tua yang menyekolahkan anaknya pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A dan terakreditasi C memiliki persepsi yang sangat negatif terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Kondisi ini menunjukkan bahwa sesungguhnya semua orang tua memiliki persepsi yang kurang baik terhadap pelaksanaan Ujian Nasional. Oleh sebab itu, agar pelaksanaan Ujian Nasional dapat berjalan dengan lancar, maka perlu adanya sosialisasi yang jelas dan berkelanjutan mengenai pelaksanaan Ujian Nasional dari pemerintah melalui Komite Kepala Sekolah se- Kabupaten/Kota kepada pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan Ujian Nasional, yakni siswa, guru dan khususnya para orang tua siswa yang sangat kurang memiliki pemahaman tentang pelaksanaan Ujian Nasional. Disamping itu, para kepala sekolah juga diwajibkan untuk mendiskusikan segala sesuatu yang dirasa penting untuk memperlancar pelaksanaan Ujian Nasional dan menampung masukan-masukan yang dirasa dapat mengahambat pelaksanaan Ujian Nasional. Dengan ini, diharapkan pihak sekolah semakin mampu menjalin hubungan komunikasi yang baik khususnya dengan para orang tua siswa.

C. Keterbatasan

  1. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Jumlah pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel persepsi siswa terhadap pelaksanaan Ujian Nasional adalah 15 item. Jumlah pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel persepsi guru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional adalah 8 item. Sedangkan jumlah pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel persepsi orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional adalah 11 item. Masing-masing pernyataan hanya memiliki empat pilihan jawaban (Sangat Setuju, Setuju, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju). Karena masing-masing pilihan jawaban tidak dijabarkan dalam uraian secara rinci, maka dimungkinkan maka dimungkinkan responden memiliki interpretasi yang berbeda-beda. Hal ini memungkinkan hasil penelitian tidak sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

  2. Peneliti tidak mampu melacak kejujuran setiap responden dalam memberikan jawaban. Oleh sebab itu, maka apabila responden menjawab dengan tidak jujur maka hasil penelitian ini tidak mencerminkan keadaan yang sesungguhnya.

  3. Menurut Sugiyono (1999 : 111), instrumen penelitian dapat dikatakan valid apabila mempunyai validitas internal dan eksternal. Validitas internal instrumen penelitian harus memenuhi construct validity (validitas konstruk) dan content validity (validitas isi). Dalam penelitian ini, peneliti kesulitan untuk mencari lebih banyak teori-teori tentang pelaksanaan Ujian Nasional karena UU tentang Ujian Nasional yang dikeluarkan oleh pemerintah ralatif berubah-ubah dari tahun ke tahun.

  4. Dalam penelitian sosial, jumlah sampel minimal adalah 30 responden.

  Dalam penelitian ini, jumlah sampel untuk kelompok guru hanya 28 responden. Hal ini disebabkan peneliti kesulitan untuk mencari lebih banyak guru yang sesuai dengan kriteria sampel penelitian yang dimaksudkan. Hampir setiap sekolah yang dijadikan tempat penelitian hanya memiki maksimal 4 orang guru, yakni 1 guru Bahasa Indonesia, 1 guru Bahasa Inggris, dan 2 guru Ekonomi yang menggajar kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. Sehingga hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa Ho diterima dan Ha dotolak, yakni tidak ada 2 2 perbedaan persepsi yang signifikan terhadap pelaksanaan Ujian Nasional antara guru yang mengajar pada SMA dengan kategori sekolah terakreditasi A, terakreditasi B, dan terakreditasi C.

  

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (2005). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT.

  Bumi Aksara. Consuelo, G., et al. (1993). Pengantar Metode Penelitian. Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia.

  Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2003). Undang-undang

  Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Depdiknas.

  Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. (2006). Peraturan Mentri

  Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 45 Tahun 2006 Tentang Ujian Nasional. Jakarta : Depdiknas.

  Furqon. (23 Desember 2004). ”Masih Perlukah Ujian Akhir Nasional ?”. Pikiran Rakyat. [Online]. Tersedia : http://www.pikiran-rakyat.com [4 Juni 2007].

  Gulo,W. (2002). Metodologi Penelitian. Jakarta : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

  Hadi, Sutrisno. (2004). Metodologi Research. Yogyakarta : Andi Offset. Irawan, Ade. (4 Februari 2005). Kontroversi Ujian Nasional. [Online] Tersedia : http://www.antikorupsi.com [10 Juni 2007].

  Irwanto. (1998). Psikologi Umum : Buku Panduan untuk Mahasiswa. Jakarta : APTIK.

  Margono, S. (1996). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

  Masidjo. (1995). Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa di Sekolah.

  Yogyakarta : Kanisius. Mti/mlp. (2007). Kilas Balik Ujian Akhir Nasional. [Online], halaman 22.

  Tersedia : http://www.tokohindonesia.com [4 Juni 2007]. Muhadi. (2002). Handout Medode Penelititian. Yogyakarta : Program Studi

  Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.

  Nawawi, Handari. (1983). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

  Ngadirin. (8 Desember 2004). Ujian Akhir Nasional (UAN) Sebagai Issue Kritis

Pendidikan. [Online]. Tersedia : http://www.artikel.us [4 Juni 2007].

  Purwantini, Cornelio dan Rita Eny Purwanti. (2006). Persepsi Siswa, Guru, dan

  Orang Tua Terhadap Ujian Nasional : Studi Empirik Pada SMP – SMP di Kotamadya Yogyakarta. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta : tidak

  diterbitkan. Santoso, Singgih. (2005). Menguasai Statisti di Era Informasi dengan SPSS 12.

  Jakarta : PT. Elek Media Komputindo. Silverius, Suke. (1991). Evaluasi Hasil Belajar dan Umpan Balik. Jakarta : PT.

  Gramedia Widiasarana Indonesia. Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT.

  Rineka Cipta. Soenardi. (1988). Pengantar Psikologi. Jakarta : Erlangga. Subiyanto. (1988). Evaluasi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sugiyono. (1999). Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV. Alfabeta. _______. (1997). Statistika untuk Penelitian. Bandung : CV. Alfabeta. Sukardi. (2003). Metodologi Penelitian Pendidikan : Kompetensi dan Praktiknya.

  Jakarta : PT. Bumi Aksara. Surapranata, Sumarna. (2004). Analisis, Validitas, Reliabilitas dan Interpretasi Hasil Tes. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

  Thoha, Mitfah. (1998). Perilaku Organisasi : Konsep Dasar dan Aplikasinya.

  Bandung : Remaja Rasdakarya. Walgito, Bimo. (1991). Psikologi Sosial Suatu Pengantar. Yogyakarta : Andi Offset.

  DATA MENTAH VALIDITAS DAN RELIABILITAS SISWA NO. Aspek Pedagogis Aspek Sos Psi Aspek Yuridis Aspek Ekonomi KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

  3

  4

  49

  13 3 2 2 3 2 2 1 1 3

  1

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  1

  2

  45

  14 3 2 2 3 2 2 1 2 3

  1

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  1

  15 2 1 1 2 2 2 1 2 3

  1

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  47

  11 4 4 3 3 1 4 1 2 3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  50

  12 4 4 2 3 1 4 1 2 4

  4

  3

  1

  1

  3

  47

  2

  3

  3

  3

  4

  49

  18 3 3 4 3 2 4 2 2 4

  3

  4

  4

  1

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  55

  19 4 3 3 2 2 4 1 2 4

  3

  3

  4

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  2

  43

  16 4 3 2 2 1 4 2 2 3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  48

  17 3 3 2 2 1 4 2 2 4

  2

  4

  2

  2

  2

  2

  11

  3

  2

  45

  3 3 2 2 2 2 3 2 2 3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  50

  2

  4 3 2 3 3 3 3 1 2 3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  47

  3

  2

  4

  3

  12

  

13

  14

  15

  16

  17

  18

  19 TOTAL

  1 3 2 1 1 3 2 1 2 3

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  46

  2 4 4 2 2 1 2 1 2 3

  2

  4

  1

  3

  3

  5 2 2 2 2 2 2 1 1 4

  3

  10 3 3 3 3 1 3 2 2 3

  3

  3

  49

  8 4 4 3 3 1 4 1 2 3

  3

  3

  2

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  50

  3

  9 3 2 3 3 1 3 1 2 3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  44

  3

  1

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  51

  6 2 2 2 2 2 2 1 1 3

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  47

  7 4 3 3 3 2 3 1 2 4

  3

  3

  2

  1

  3

  52

  20 4 2 1 1 1 3 2 1 4

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  3

  37 2 3 2 4 1 3 2 1 3

  42

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  46

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  39 3 3 2 2 1 2 1 1 3

  46

  2

  2

  38 3 3 2 2 1 2 1 1 3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  1

  3

  54

  4

  3

  2

  3

  2

  34 2 2 2 2 3 3 2 2 3

  4

  3

  3

  4

  1

  2

  3

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  36 3 3 2 2 1 1 1 1 3

  46

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  35 2 2 2 3 2 4 1 2 4

  48

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  44 4 3 4 4 1 3 3 2 4

  51

  4

  1

  1

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  43 4 3 4 4 1 3 3 2 4

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  45 3 3 3 3 2 2 1 2 3

  51

  2

  2

  2

  2

  51

  4

  2

  3

  51

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  4

  40 3 3 3 3 1 4 1 1 4

  47

  2

  4

  41 3 3 3 3 1 4 1 1 4

  3

  4

  42 4 2 1 2 2 3 1 1 3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  49

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  4

  33 4 1 4 4 2 4 1 3 4

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  24 3 2 2 2 2 2 2 2 3

  3

  53

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  2

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  26 3 2 2 2 2 3 2 2 3

  47

  3

  3

  2

  46

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  25 2 2 2 3 2 3 1 1 4

  4

  3

  3

  3

  1

  1

  1

  4

  21 4 2 1 1 1 3 2 1 4

  39

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  1

  1

  1

  2

  2

  4

  3

  23 3 3 1 3 1 4 1 1 4

  50

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  4

  22 3 3 1 3 1 3 2 2 3

  39

  3

  2

  3

  2

  47

  3

  4

  2

  31 3 3 1 3 1 4 1 1 3

  50

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  30 4 3 3 3 1 3 1 2 3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  32 4 3 3 2 1 3 1 1 3

  53

  2

  4

  3

  4

  53

  2

  2

  2

  46

  4

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  27 3 2 3 4 1 3 1 2 4

  47

  2

  3

  3

  28 3 2 3 3 2 3 3 2 3

  2

  3

  29 4 3 3 3 1 4 2 2 4

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  48

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  46

  46 3 3 3 3 2 3 2 2 3

  3

  3

  2

  2

  3

  62 4 1 2 2 2 3 1 2 4

  43

  2

  3

  2

  1

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  63 3 1 2 2 3 3 2 2 3

  50

  2

  3

  1

  61 3 3 3 2 2 3 1 2 3

  64 3 3 2 1 4 1 2 2 3

  4

  1

  2

  3

  3

  59 3 3 3 3 2 3 1 2 4

  56

  3

  2

  4

  1

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  47

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  60 3 3 2 2 2 3 1 2 4

  48

  3

  3

  51

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  68 3 3 3 3 3 3 2 2 3

  48

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  2

  2

  3

  1

  3

  1

  3

  1

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  69 4 3 4 4 1 3 2 2 3

  48

  2

  2

  4

  67 3 1 2 1 3 4 2 2 4

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  65 3 3 2 3 2 3 1 2 3

  50

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  54

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  4

  2

  66 4 3 4 4 2 3 2 1 3

  46

  2

  3

  4

  58 3 4 4 4 2 3 3 2 4

  3

  2

  1

  3

  1

  50 4 3 2 2 1 4 2 1 3

  51

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  49 3 3 3 3 2 4 1 3 4

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  51 4 3 2 2 1 3 1 2 3

  50

  3

  3

  3

  4

  50

  51

  3

  2

  4

  2

  47 4 2 2 2 3 3 2 3 4

  49

  2

  2

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  48 4 2 2 2 3 3 2 3 3

  51

  2

  2

  2

  3

  52 3 3 4 4 2 2 2 1 4

  48

  2

  1

  2

  3

  2

  56 3 3 2 2 1 2 1 1 3

  56

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  57 3 3 4 4 1 3 2 2 3

  45

  3

  4

  3

  55 3 4 4 4 1 3 2 1 4

  1

  1

  2

  4

  2

  53 4 3 3 3 1 3 2 1 4

  42

  3

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  2

  4

  2

  3

  42

  1

  1

  3

  1

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  1

  54 2 1 4 4 1 2 1 1 3

  51

  2

  4

  3

  46

  DATA MENTAH VALIDITAS DAN RELIABILITAS GURU NO. Aspek Pedagogis Aspek Sos Psi Aspek Yuridis Aspek Ekonomi KODE 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

  2

  2

  47

  13 3 3 3 2 3 3 2 3 3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  50

  14 3 3 2 2 3 3 4 3 3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  15 3 2 2 2 2 3 4 3 3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  54

  11 3 3 3 3 2 3 1 3 4

  2

  4

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  51

  12 3 2 2 2 3 3 2 2 3

  2

  3

  2

  3

  2

  50

  2

  4

  3

  2

  3

  48

  18 3 1 2 2 3 2 2 3 4

  3

  2

  2

  3

  1

  2

  1

  4

  2

  2

  45

  19 3 3 2 2 2 3 1 1 3

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  52

  16 3 1 2 2 3 2 2 3 4

  3

  2

  3

  3

  1

  2

  1

  4

  3

  2

  45

  17 2 2 2 2 3 3 2 2 4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  11

  1

  2

  47

  3 4 1 1 1 2 3 2 2 3

  2

  4

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  44

  3

  4 4 2 4 3 2 3 3 3 4

  2

  4

  2

  4

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  53

  3

  4

  2

  2

  12

  

13

  14

  15

  16

  17

  18

  19 TOTAL

  1 3 2 2 2 2 3 2 3 3

  2

  4

  2

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  52

  2 3 2 2 2 2 2 2 2 2

  1

  3

  2

  4

  4

  5 3 2 2 2 3 3 2 2 3

  3

  10 3 2 3 2 3 3 3 3 3

  2

  2

  49

  8 4 2 2 2 3 3 1 2 3

  3

  4

  1

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  50

  1

  9 4 2 3 3 3 1 4 2 4

  2

  4

  2

  4

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  55

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  48

  6 3 2 3 1 2 3 2 1 2

  4

  4

  1

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  2

  52

  7 3 2 2 1 2 3 1 3 4

  2

  4

  3

  3

  4

  47

  20 2 2 2 2 3 3 1 1 4

  3

  29 3 1 2 2 2 3 2 3 3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  47

  30 4 1 2 2 3 3 3 3 3

  3

  3

  2

  3

  51

  4

  2

  3

  1

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  55

  4

  28 3 1 1 1 3 3 3 2 3

  1

  4

  1

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  47

  33 3 1 1 2 3 2 2 3 3

  3

  2

  1

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  52

  31 3 1 2 4 3 2 1 1 3

  3

  2

  1

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  52

  32 3 1 1 2 3 4 1 2 4

  2

  4

  27 4 2 1 1 4 4 1 3 4

  3

  2

  54

  22 1 1 1 1 4 3 2 2 3

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  49

  23 3 2 1 1 3 2 2 2 4

  2

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  47

  21 3 2 3 3 3 3 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  47

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  52

  26 3 1 2 2 3 2 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  42

  24 3 2 2 2 3 3 1 2 3

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  48

  25 3 2 2 2 3 3 2 2 3

  3

  46

  DATA MENTAH VALIDITAS DAN RELIABILITAS ORANG TUA NO. Aspek Pedagogis Aspek Sos

Psi Aspek Yuridis Aspek Ekonomi

KODE

  3

  2

  2

  2

  3 3 4 4

  2

  4

  4

  3

  4

  13

  40

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  1

  2

  3

  4 3 3 2

  4

  1

  3

  4

  4

  4

  14

  48

  2

  2

  15

  2

  2

  2

  11

  44

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 3 3 1

  2

  3

  3

  2

  1

  2

  12

  4 3 2 2

  2

  3

  2

  2

  3

  42

  4 3 3 1

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  44

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  4 2 4 3

  2

  3

  1

  2

  3

  18

  36

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  4 2 3 2

  2

  1

  3

  2

  3

  2

  19

  38

  1

  4

  4

  3

  2

  3

  16

  45

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3 2 3 2

  3

  3

  4

  2

  1

  4

  17

  4 1 4 1

  1

  1

  1

  1

  3

  38

  4 2 2 2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  10

  1

  2

  2

  2

  4

  4 3 3 2

  1

  3

  2

  3

  2

  3

  41

  4

  3

  4

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  2

  2

  2

  2 2 4 2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  4

  41

  3

  3

  5

  13

  1

  2

  1

  16 TOTAL

  15

  14

  12

  3

  

11

  10

  6 7 8 9

  5

  4

  3

  2

  1

  1

  4

  2

  4 2 4 2

  1

  2

  1

  1

  1

  37

  3 2 4 2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  39

  3

  43

  2

  3

  3

  3

  3 3 3 2

  1

  3

  2

  3

  2

  8

  44

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4 3 3 2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  9

  41

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  6

  43

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3 2 3 3

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  7

  4 3 3 2

  2

  2

  3

  3

  3

  41

  3 2 4 2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  37

  20

  31

  2

  4

  1

  4 3 2 3

  1

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  40

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3 4 3 2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  30

  32

  29

  2

  3

  1

  3 2 2 1

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  2

  41

  2

  38

  2

  2

  3

  2

  4 3 2 2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  39

  3

  3

  35

  2

  3

  1

  4 4 2 2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  40

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3 2 3 2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  34

  3

  33

  3

  3

  2

  3 3 3 3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  43

  4

  44

  3

  3

  3

  1

  3 3 3 2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  28

  4

  42

  2

  2

  2

  1

  4 2 3 2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  23

  22

  2

  3

  2

  3

  1

  4 2 3 2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  43

  37

  40

  1

  1

  3

  1

  4 1 4 1

  4

  4

  3

  4

  1

  3

  1

  21

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  4 3 3 2

  2

  2

  3

  2

  4

  4

  2

  24

  47

  27

  3

  3

  3

  4 3 3 3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  42

  2

  3

  2

  3

  4

  2

  4 2 3 3

  3

  4

  3

  2

  4

  2

  4

  3

  26

  3

  37

  2

  2

  3

  2

  3 2 3 3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  25

  37

  3

  2

  2

  3

  2

  3 2 3 3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  44

  Kode :

  KUESIONER PENELITIAN PERSEPSI SISWA, GURU, DAN ORANG TUA TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL Studi Kasus pada SMA-SMA di Kabupaten Bantul Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Hal : Pengisian Kuesioner Kepada Yth : Saudara/i responden

  Di tempat Dengan hormat, Saya adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul “Persepsi Siswa, Guru, dan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional” dalam rangka penyusunan skripsi. Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan saudara/i untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Saya berharap saudara/i berkenan untuk memberikan tanggapan atas keseluruhan pernyataan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban saudara/i dan memastikan bahwa jawaban saudara/i hanyalah semata- mata untuk mencapai tujuan penelitian ilmiah ini.

  Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas saudara/i. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya. Demikian permohonan saya. Atas perhatian dan kerja sama saudara/i, saya mengucapkan terima kasih.

  Yogyakarta, September 2007 Mengetahui, Hormat saya, S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si. Elisabeth Henni Prasetyowati

  Dosen Pembimbing Peneliti

PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

  1. Kuesioner ini terdiri dari 2 (dua) bagian:

  Bagian I Identitas Responden Bagian II Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  2. Berilah tanda silang (X) untuk jawaban yang paling saudara/i anggap sesuai dengan keadaan, pada kotak yang disediakan disebelah kanan setiap pernyataan.

  3. Untuk kuesioner bagian II pilihlah: SS jika sangat setuju dengan pernyataan S jika setuju dengan pernyataan TS jika tidak setuju dengan pernyataan STS jika sangat tidak setuju dengan pernyataan

  4. Selesai mengerjakan telitilah kembali dan pastikan bahwa setiap pernyataan dalam kuesioner ini telah semuanya dijawab.

  BAGIAN I Identitas Responden Nama : …………………………………....................................... Nama Sekolah : ………………………………….......................................

BAGIAN II No. PERNYATAAN PENDAPAT

  !"! #!$ %& ' ( ' # ) * (+,() ! & *! # ' # $! % ' "! - * !) % # $ "! - ' # ) * (+,( ) ' $& . % / * ! . %

  • / ## 0) 1 )& $ $! % !2 ) ! & &% "! #!$ %& ' # $! % ' "! - * !) % # $ "! - ' # ) * (+,( ) ' $& . % / * ! . %
  • / ## 0) 1 )& $ $ * ) "& ! #&)& ) " $ & ( % *&" ' # 3 ) ' # % & ' ) !3 # ! #

  2 # $ "! - ' # ) * (+,( ) ' $& . % / * ! . % / ## 1 )& $ $ * ) * 0)

  "& ! #&)& ! & &% )!$! " ' # ' ) !3 # ! #

2

$ "! - ( $ "! - ' #

  • !3 ) ' -&# * &- ) +- ,
    • 4 ! ) , $ * )

  • &)& # !% " !) %
    • , ! 3& $ ' )% 2 $ ) ! # $ ! ! $&) )! & & ' 5 $ * )! & & ' # * $!$ ") !% "! ! $ % $ # $ ! 3! $) '
    • , ! & 3&%) $ 6 ' & $&) 3! - ' ) $ 3! ## " 3 %2

  

2

  • ' # & & +- , %

  

2

' # 3! )& $

  No. PERNYATAAN PENDAPAT ! ! & & $ * ) % ' * $! $&) !%

  , - $!$ " -&# % +- "! #& & * !) % $! "! $! "& $ *! # +- , $ * ) ! "! % $ ) $&

  ) * !) % ' # 3! 3!* (3!* *

  • 7 , 3&) "! ! $& )! & & $!$ " & $&) ! #!6 & ) * "! 3! - * !) %
  • $! "! $! "& $ *! # , ! ## ++ , %& $! $ # * ) ' #
    • ! ' $ ) 3 %2 "! % $ $ #& &

  " ! & &$ ' "! '! ! ## +- , ! 3!3 # $& !

  8 , ! &" ) +- % $&

  4 3! $&) "! 3 & # !#

  • # !# ' # * #& ) & $&) , * " ) +- )!" * ' ) $ ! $ " 5 9! # * ' +- , "! #! & !) % ! - * !3 % $ ## ! ##& & # :!# & $&) +-

  , &* % !"! $ ' # ## ) 1 ! & *! # ! * "! #! &

  104 Kode : KUESIONER PENELITIAN PERSEPSI SISWA, GURU, DAN ORANG TUA TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL Studi Kasus pada SMA-SMA di Kabupaten Bantul Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007

  105 Hal : Pengisian Kuesioner Kepada Yth : Bapak/Ibu responden Di tempat Dengan hormat,

Saya adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata

Dharma, Yogyakarta. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul

“Persepsi Siswa, Guru, dan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional” dalam

rangka penyusunan skripsi.

Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menjadi

responden dalam penelitian ini. Saya berharap Bapak/Ibu berkenan untuk menjawab

keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan

etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban Bapak/Ibu dan

memastikan bahwa jawaban Bapak/Ibu hanyalah semata-mata untuk mencapai tujuan

penelitian ilmiah ini.

Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas

Bapak/Ibu. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya.

Demikian permohonan saya. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, saya

mengucapkan terima kasih.

  Yogyakarta, September 2007 Mengetahui, Hormat saya,

S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si. Elisabeth Henni Prasetyowati

Dosen Pembimbing Peneliti

  106

PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

  Kuesioner ini terdiri dari 2 (dua) bagian: 1.

Bagian I Identitas Responden Bagian II Persepsi Guru Tterhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

2. Berilah tanda silang (X) untuk jawaban yang paling Bapak/Ibu anggap sesuai dengan keadaan, pada kotak yang disediakan disebelah kanan setiap pernyataan.

  Untuk kuesioner bagian II pilihlah: 3.

  SS jika sangat setuju dengan pernyataan jika setuju dengan pernyataan

  S jika tidak setuju dengan pernyataan

  TS jika sangat tidak setuju dengan pernyataan

  STS

Selesai mengerjakan telitilah kembali dan pastikan bahwa setiap pernyataan

4. dalam kuesioner ini telah semuanya dijawab.

  BAGIAN I Identitas Responden

Nama : …………………………..............…………...........................

Nama Sekolah : ………………………………….............…............................

  107

BAGIAN II No. PERNYATAAN PENDAPAT

  !"! #!$ %& ' ( ' # ) (

  • (, ! & )! # ' # $! % ' "! - ) !, % # $ "! - ' # , ) (*+( , ' $& . % / ) ! . % / ## ) 0, 1 ,& $ $! % !2 , ! & &% "! #!$ %& ' #

  $! % ) - , ) !, % # $ "! - ' # ) (*+(, ' $& . % / ) ! . % / ## ) 0, 1 ,& $ $ ) , "&

  ! #&,& , " $ & ( % )&" ' # 3 , ' # % & ' , !3 # ! #

  2 # $ "! - ' # ) (*+(, ' $& . % / ) ! . % / ## ) 0, 1 ,& $ $ ) , "&

  ! #&,& ! & &% ,!$! " ' # ' , !3 # ! # 2 $ "! - ( $ "! - ' #

  • &# ) &- , ) 4 ! , $ ) ,
    • ) )&,& # !% ) " ) !, % ! 3& $ ' ,% 2 $ + *- , ! # $ ! ! $&, ,! & & '

  108 No. PERNYATAAN PENDAPAT

  5 $ ) ,! & & ' # ) $!$ ", !% "! ! $ % $ # $ ! 3! $, 2 ! & 3&%, $ 6 + *-

  ' & $&, ! # - !3 % 3 , # ' , $ 3! ## " 3 %2

  2

  • ' # & & *- ) %

  2 ' # 3! ,& $ !" ! & & $ ) , % ' ) $! $&, !%

  • $!$ " -&# % *- + "! #& & ) !, %
    • $! "! $! "& $ )! # $ ) , ! "! % $ , $& ) + , ) !, % ' # 3! 3!) (3!) 7 3&, "! ! $&
      • ,! & & $!$ " & $&, ! #!6 & , ) "! 3! - ) !, % $! "! $! "& $ )! # *- ## ** + %& + ! $! $ # ) , ' # ! ' $ ,

  3 %2 "! ) % $ $ #& & # ! & &$ ' "! '! ! ## *- ! 3!3 # $&

  2 + ! 8 ! &" , % $& *-

  4 3! $&, "! 3 & # !#

  • # !# ' # ) #& , & $&, *- ) " , ,!" ) ' , $ + ! $ "
    • 5 9! # ) ' *- "! #! & !, % ! - ) !3 % $ ## ! ##& & # !# & $&, *- &) % !"! $ ' # ) ## ,

  1 + ! & )! # ! "! #! &

  109 Kode : KUESIONER PENELITIAN PERSEPSI SISWA, GURU, DAN ORANG TUA TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL Studi Kasus pada SMA-SMA di Kabupaten Bantul Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007

  110 Hal : Pengisian Kuesioner Kepada Yth : Bapak/Ibu responden Di tempat Dengan hormat,

Saya adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata

Dharma, Yogyakarta. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul

“Persepsi Siswa, Guru, dan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional” dalam

rangka penyusunan skripsi.

Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menjadi

responden dalam penelitian ini. Saya berharap Bapak/Ibu berkenan untuk

memberikan tanggapan atas keseluruhan pernyataan sesuai dengan keadaan yang

sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan

jawaban Bapak/Ibu dan memastikan bahwa jawaban Bapak/Ibu hanyalah semata-

mata untuk mencapai tujuan penelitian ilmiah ini.

Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas

Bapak/Ibu. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya.

Demikian permohonan saya. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, saya

mengucapkan terima kasih.

  Yogyakarta, September 2007 Mengetahui, Hormat saya,

S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si. Elisabeth Henni Prasetyowati

Dosen Pembimbing Peneliti

  111

PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

1.

  Kuesioner ini terdiri dari 2 (dua) bagian:

  Bagian I Identitas Responden Bagian II Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  

2. Berilah tanda silang (X) untuk jawaban yang paling Bapak/Ibu anggap sesuai

dengan keadaan, pada kotak yang disediakan disebelah kanan setiap pernyataan.

  3. Untuk kuesioner bagian II pilihlah: SS jika sangat setuju dengan pernyataan S jika setuju dengan pernyataan

  TS jika tidak setuju dengan pernyataan

  STS jika sangat tidak setuju dengan pernyataan 4.

  Selesai mengerjakan telitilah kembali dan pastikan bahwa setiap pernyataan dalam kuesioner ini telah semuanya dijawab.

  BAGIAN I Identitas Responden

Nama : …………..........................………………………….........................

Nama Anak : ………………………….........................…………..........................

Sekolah Anak : ……………………………………....................................................

  112

BAGIAN II No. PERNYATAAN PENDAPAT

  ! "# $ % & ' ()*( & % !+ , - . ' # , - 5 5

  5

  5

  55 . ' /& 0 &+ ! ' " ! # +&+ # + +- "# #! -+

  1 ! "# $ % & ' ()*( & % !+ , - . ' # , -

  5 5

  5

  5

  55 . ' /& 0 &+ ! ! ' & "+ # +&+ &#!# " %

  • ' & #- #

  1 ! "# $ % & ' ()*( & % !+ , - . ' # , -

  5 5

  5

  5

  55 . ' /& 0 &+ ! ! ' & "+ # +&+ & " ! + (

  • '+" % 2 & % - + ' & #- #

  1

  • # & )$ ! ' & ' '+&+ #- ' " '

  5 5

  5

  5

  55

  • #& )$ # 2+ ! * % &- 1 ! & # ! # # !+& &# + +

  5 5

  5

  5

  55 "+! 0"+! % 3 * )$ # & !& "# - !

  % !# - ' " &# ! 2# $ 5 5

  5

  5

  55 "+! 0"+! % % & ! 2# " 2 -1

  1 % + + )$ - ' 1 *

  5 5

  5

  5

  55 % 2# &+ !

  ! 4 # + + ! ' & - % ' !# !+& #- )$ * $ !#! " $+

  5 5

  5

  5

  55

  • "# + + ' #& - 5 !# "# !# "+ ! '# )$ ! ' & # "# - ! & !+ *

  5 5

  5

  5

  55 ' & ' #& - % 2# 2#' ( 2#' 6 * )$ 2+& "# # !+ &# + + !#! " + !+& # #7 +

  5 5

  5

  5

  55

  • & ' "# 2# $ ' #&

  113 No. PERNYATAAN PENDAPAT

  5 !# "# !# "+ ! '# )$

  • # )) * *

  5 5

  5

  5

  55 !# ! 5 ' & % # % ! & - 2 -1 "# '

  ! ! + + "

  # + +! % "# %# # )$ # 2#2 % # * 5 5

  5

  5

  55

  8 )$ - # +" & !+ 2# !+& "# 2 + *#

  5 5

  5

  5

  55 ) # % ' + & + !+& )$ &#" ' * ' " &

  5 5

  5

  5

  55 % & ! # ! " 9# ' % )$ *

  "# # + #& - # $ ' #2 - 5 5

  5

  5

  55 ! 3 # + + # + !+& +$

  • ' - #"# ! %

  5 5

  5

  5

  55 ' & 0 # + '# # "# # +

  

HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SISWA

TAHAP I

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Item-total Statistics

  Scale Scale Corrected

Mean Variance Item- Alpha

if Item if Item Total if Item

Deleted Deleted Correlation Deleted

  

VAR00001 43.3623 32.2933 .2375 .7293

  

VAR00002 43.9710 31.9109 .2243 .7311

  

VAR00003 44.0870 28.8453 .4950 .7044

  

VAR00004 43.9275 30.5682 .3352 .7214

  

VAR00005 44.9275 35.6858 -.2016 .7645

  

VAR00006 43.6087 30.7417 .3734 .7181

  

VAR00007 45.0870 32.1688 .2764 .7265

  

VAR00008 44.8696 31.9974 .3332 .7230

  

VAR00009 43.1884 32.0081 .3927 .7207

  

VAR00010 44.0435 32.3951 .1439 .7393

  

VAR00011 44.6522 34.1125 -.0250 .7512

  

VAR00012 44.5072 32.0772 .2263 .7305

  

VAR00013 43.9565 29.1304 .4594 .7083

  

VAR00014 44.3333 30.1961 .4400 .7121

  

VAR00015 44.1014 29.7396 .6530 .6994

  

VAR00016 43.9565 26.7775 .7298 .6775

  

VAR00017 43.8261 34.9693 -.1218 .7572

  

VAR00018 44.4203 30.9825 .4101 .7161

  

VAR00019 43.8696 29.5269 .5393 .7034

Reliability Coefficients N of Cases = 69.0 N of Items = 19 Alpha = .7348

  

HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS SISWA

TAHAP II

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Item-total Statistics

  Scale Scale Corrected

Mean Variance Item- Alpha

if Item if Item Total if Item

Deleted Deleted Correlation Deleted

  

VAR00001 34.4348 31.5729 .2802 .8126

  

VAR00002 35.0435 30.8069 .3071 .8121

  

VAR00003 35.1594 27.6360 .5879 .7904

  

VAR00004 35.0000 29.4412 .4168 .8047

  

VAR00006 34.6812 30.5145 .3505 .8090

  

VAR00007 36.1594 31.4889 .3158 .8103

  

VAR00008 35.9420 31.7319 .3087 .8106

  

VAR00009 34.2609 31.8721 .3407 .8093

  

VAR00012 35.5797 31.5119 .2449 .8157

  

VAR00013 35.0290 28.6756 .4654 .8011

  

VAR00014 35.4058 29.6564 .4571 .8014

  

VAR00015 35.1739 29.2340 .6700 .7898

  

VAR00016 35.0290 26.5580 .7102 .7791

  

VAR00018 35.4928 30.3419 .4431 .8027

  

VAR00019 34.9420 29.3789 .5057 .7979

Reliability Coefficients N of Cases = 69.0 N of Items = 15 Alpha = .8142

  

HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS GURU

TAHAP I

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Item-total Statistics

  Scale Scale Corrected

Mean Variance Item- Alpha

if Item if Item Total if Item

Deleted Deleted Correlation Deleted

  

VAR00001 41.4848 20.6326 .0342 .6262

  

VAR00002 42.7576 19.9394 .1433 .6139

  

VAR00003 42.5152 18.1326 .4080 .5759

  

VAR00004 42.5758 18.8144 .3221 .5898

  

VAR00005 41.7879 20.8598 .0037 .6280

  

VAR00006 41.7576 22.3144 -.2613 .6583

  

VAR00007 42.4545 18.3182 .2607 .5984

  

VAR00008 42.1818 18.4659 .3726 .5822

  

VAR00009 41.2727 19.3295 .3039 .5948

  

VAR00010 42.0909 20.3352 .0549 .6269

  

VAR00011 42.8182 19.6534 .1815 .6092

  

VAR00012 42.7576 18.6269 .3822 .5825

  

VAR00013 42.6970 19.8428 .1328 .6163

  

VAR00014 42.4242 15.6894 .6322 .5229

  

VAR00015 41.9091 20.3977 .1262 .6144

  

VAR00016 42.3333 16.8542 .5446 .5482

  

VAR00017 41.3636 21.0511 -.0517 .6396

  

VAR00018 42.4848 18.8826 .4787 .5791

  

VAR00019 42.1515 20.9451 -.0119 .6295

Reliability Coefficients N of Cases = 33.0 N of Items = 19 Alpha = .6172

  

HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS GURU

TAHAP II

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Item-total Statistics

  Scale Scale Corrected

Mean Variance Item- Alpha

if Item if Item Total if Item

Deleted Deleted Correlation Deleted

  

VAR00003 15.2727 10.2045 .3590 .7364

  

VAR00007 15.2121 9.1723 .4331 .7268

  

VAR00008 14.9394 9.8087 .4814 .7141

  

VAR00012 15.5152 9.9451 .4972 .7125

  

VAR00014 15.1818 8.5284 .5571 .6969

  

VAR00015 14.6667 10.9167 .3872 .7333

  

VAR00016 15.0909 9.8977 .3557 .7398

  

VAR00018 15.2424 10.2519 .6002 .7061

Reliability Coefficients N of Cases = 33.0 N of Items = 8 Alpha = .7473

  

HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ORANG TUA

TAHAP I

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Item-total Statistics

  Scale Scale Corrected

Mean Variance Item- Alpha

if Item if Item Total if Item

Deleted Deleted Correlation Deleted

  

VAR00001 37.0571 25.4672 .1260 .7763

  

VAR00002 37.3429 21.8790 .5199 .7398

  

VAR00003 37.4857 21.8454 .6638 .7278

  

VAR00004 36.8286 23.7933 .4896 .7471

  

VAR00005 38.0857 24.3160 .3123 .7601

  

VAR00006 36.1714 27.8521 -.2113 .7934

  

VAR00007 37.2286 23.5345 .4243 .7505

  

VAR00008 37.7714 25.1815 .2067 .7679

  

VAR00009 37.5714 22.7227 .5629 .7384

  

VAR00010 37.2857 22.1513 .6064 .7331

  

VAR00011 37.3143 22.9866 .5176 .7424

  

VAR00012 37.2571 24.7261 .3848 .7557

  

VAR00013 36.9143 23.3160 .4802 .7460

  

VAR00014 36.9429 25.7613 .0836 .7800

  

VAR00015 37.4000 25.1294 .2194 .7669

  

VAR00016 37.0571 23.7025 .3805 .7543

Reliability Coefficients N of Cases = 35.0 N of Items = 16 Alpha = .7678

  

HASIL UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ORANG TUA

TAHAP II

R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A)

Item-total Statistics

  Scale Scale Corrected

Mean Variance Item- Alpha

if Item if Item Total if Item

Deleted Deleted Correlation Deleted

  

VAR00002 24.1143 16.5160 .5239 .8023

  

VAR00003 24.2571 16.6672 .6400 .7894

  

VAR00004 23.6000 18.1294 .5145 .8034

  

VAR00005 24.8571 18.4202 .3591 .8165

  

VAR00007 24.0000 18.0588 .4142 .8116

  

VAR00009 24.3429 17.1143 .5987 .7942

  

VAR00010 24.0571 16.8202 .6030 .7931

  

VAR00011 24.0857 17.4336 .5355 .8003

  

VAR00012 24.0286 19.0286 .3941 .8131

  

VAR00013 23.6857 18.0454 .4375 .8094

  

VAR00016 23.8286 18.3227 .3500 .8180

Reliability Coefficients N of Cases = 35.0 N of Items = 11 Alpha = .8195

  122 Kode : KUESIONER PENELITIAN PERSEPSI SISWA, GURU, DAN ORANG TUA TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL Studi Kasus pada SMA-SMA di Kabupaten Bantul Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007

  123 Hal : Pengisian Kuesioner Kepada Yth : Saudara/i responden Di tempat Dengan hormat,

Saya adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata

Dharma, Yogyakarta. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul

“Persepsi Siswa, Guru, dan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional” dalam

rangka penyusunan skripsi.

Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan saudara/i untuk menjadi

responden dalam penelitian ini. Saya berharap saudara/i berkenan untuk memberikan

tanggapan atas keseluruhan pernyataan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya.

Sejalan dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban saudara/i

dan memastikan bahwa jawaban saudara/i hanyalah semata-mata untuk mencapai

tujuan penelitian ilmiah ini.

Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas

saudara/i. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya.

Demikian permohonan saya. Atas perhatian dan kerja sama saudara/i, saya

mengucapkan terima kasih.

  Yogyakarta, September 2007 Mengetahui, Hormat saya,

S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si. Elisabeth Henni Prasetyowati

Dosen Pembimbing Peneliti

  124

PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

  Kuesioner ini terdiri dari 2 (dua) bagian : 1.

Bagian I Identitas Responden Bagian II Persepsi Siswa terhadap Ujian Nasional

2. Berilah tanda silang (X) untuk jawaban yang paling saudara/saudari anggap sesuai dengan keadaan, pada kotak yang disediakan disebelah kanan setiap pernyataan.

  Untuk kuesioner bagian II pilihlah: 3.

  SS jika sangat setuju dengan pernyataan jika setuju dengan pernyataan

  S jika tidak setuju dengan pernyataan

  TS jika sangat tidak setuju dengan pernyataan

  STS

Selesai mengerjakan telitilah kembali dan pastikan bahwa setiap pernyataan

4. dalam kuesioner ini telah semuanya dijawab.

  BAGIAN I Identitas Responden

Nama : ………………………..............……………...........................

Nama Sekolah : ……………………………….............……............................

  125

BAGIAN II No. PERNYATAAN PENDAPAT

  !"! #!$ %& ' ( ' # ) (

  • (, ! & )! # ' # $! % ' "! - ) !, % # $ "! - ' # ) (*+(, ' $& . % / ) ! . % / ## ) 0, 1 ,& $ $! % !2 , ! & &% "! #!$ %& ' # $! % '

  "! - ) !, % # $ "! - ' # ) (*+(, ' $& . % / ) ! . % / ## ) 0, 1 ,& $ $ ) , "&

  ! #&,& , " $ & ( % )&" ' # 3 , ' # % & ' , !3 # ! #

  2 # $ "! - ' # ) (*+(, ' $& . % / ) ! . % / ## ) 0, 1 ,& $ $ ) , "&

  ! #&,& ! & &% ,!$! " ' # ' , !3 # ! #

  2

  • ! , $ ) , ) )&,& # !% ) " ) !, % 4 ! 3& $ ' ,% 2 $
  • , ! # $ ! ! $&, ,! & & ' $ ) ,! & & ' # ) $!$ ", !% "! ! $ % $ # $ ! 3! $, '

  126 No. PERNYATAAN PENDAPAT

  5 ! & 3&%, $ 6 + *- ' & $&, 3! - !

  • $! "! $! "& $ )! # $ ) , ! "! % $ , $& ) + , ) !, % ' # 3! 3!) (3!)
    • 7 *- 3&, "! ! $& ,! & & $!$ " & $&, ! #!6 & , ) "! 3! - ) !, %

  • $! "! $! "& $ )! # ! ## ** + + %& $! $ # ) , ' # ! ' $ , 3 %2 "! ) % $ $ #& &

  "

  • ! & &$ ' "! '! ! ## ! 3!3 # $& ! +

  8 ! &" , % $& + *- 3! $&, "! 3 & # !#

  • 9! # ) ' *- "! #! & !, % ! - ) !3 % $ ## ! ##& & # !# & $&, *- &) % !"! $ ' # ) ## ,

  1 + ! & )! # ! "! #! &

  127 Kode : KUESIONER PENELITIAN PERSEPSI SISWA, GURU, DAN ORANG TUA TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL Studi Kasus pada SMA-SMA di Kabupaten Bantul Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007

  128 Hal : Pengisian Kuesioner Kepada Yth : Bapak/Ibu responden Di tempat Dengan hormat,

Saya adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata

Dharma, Yogyakarta. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul

“Persepsi Siswa, Guru, dan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional” dalam

rangka penyusunan skripsi.

Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menjadi

responden dalam penelitian ini. Saya berharap Bapak/Ibu berkenan untuk menjawab

keseluruhan pertanyaan sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Sejalan dengan

etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan jawaban Bapak/Ibu dan

memastikan bahwa jawaban Bapak/Ibu hanyalah semata-mata untuk mencapai tujuan

penelitian ilmiah ini.

Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas

Bapak/Ibu. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya.

Demikian permohonan saya. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, saya

mengucapkan terima kasih.

  Yogyakarta, September 2007 Mengetahui, Hormat saya,

S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si. Elisabeth Henni Prasetyowati

Dosen Pembimbing Peneliti

  129

PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

  Kuesioner ini terdiri dari 2 (dua) bagian: 1.

  Bagian I Identitas Responden Bagian II Persepsi Guru terhadap Ujian Nasional

  

2. Berilah tanda silang (X) untuk jawaban yang paling Bapak/Ibu anggap sesuai

dengan keadaan, pada kotak yang disediakan disebelah kanan setiap pernyataan.

  Untuk kuesioner bagian II pilihlah: 3.

  SS jika sangat setuju dengan pernyataan S jika setuju dengan pernyataan jika tidak setuju dengan pernyataan

  TS jika sangat tidak setuju dengan pernyataan

  STS

Selesai mengerjakan telitilah kembali dan pastikan bahwa setiap pernyataan

4. dalam kuesioner ini telah semuanya dijawab.

  BAGIAN I Identitas Responden

Nama : ………....................................……………………............

Nama Sekolah : ………....................................……………........................

Guru Mata Pelajaran : ............................................................................................

  :……………………………………......................

  130

BAGIAN II No. PERNYATAAN PENDAPAT

  ! "# $ % & '()' % !+ , - . & # * , - . & /* 0 *+ ! ! & * "+

  3 3

  3

  3

  33 # +*+ * " ! + '

  • &+" % 1 * % - + & * #-

  2 ($ ) # 1+ ! %

  • 2 ! * # !

  3 3

  3

  3

  33 # # !+* *# + +

  2 3! & *# + + % & !#! "* #- "# # ! - ! !

  3 3

  3

  3

  33 # 1# !*

  2 ! 3 !# "# !# "+ ! &# ($ ) ! & *

  # "# - ! * !+ & * & 3 3

  3

  3

  33 #* - % 1# 1#& '1#& 3 !# "# !# "+ ! &#

  ($ ) # (( )

  • !# ! 3 & *

  3 3

  3

  3

  33 % # % ! * 1 -2 "# & - ! ! + +

  " 4 # + +! % "# %# # ($ ) # 1#1

  3 3

  3

  3

  33 !+ 2 #

  5 ($ - # +" *

  • !+ 1# !+* "# 1

  3 3

  3

  3

  33 # 6 7# & % ($ )

  "# # + #* - # $ & #1 - 3 3

  3

  3

  33 !

  131 Kode : KUESIONER PENELITIAN PERSEPSI SISWA, GURU, DAN ORANG TUA TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL Studi Kasus pada SMA-SMA di Kabupaten Bantul Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2007

  132 Hal : Pengisian Kuesioner Kepada Yth : Bapak/Ibu responden Di tempat Dengan hormat,

Saya adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata

Dharma, Yogyakarta. Saya bermaksud mengadakan kegiatan penelitian dengan judul

“Persepsi Siswa, Guru, dan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional” dalam

rangka penyusunan skripsi.

Sehubungan dengan hal tersebut, saya mohon kesediaan Bapak/Ibu untuk menjadi

responden dalam penelitian ini. Saya berharap Bapak/Ibu berkenan untuk

memberikan tanggapan atas keseluruhan pernyataan sesuai dengan keadaan yang

sesungguhnya. Sejalan dengan etika penelitian, saya akan menjamin kerahasiaan

jawaban Bapak/Ibu dan memastikan bahwa jawaban Bapak/Ibu hanyalah semata-

mata untuk mencapai tujuan penelitian ilmiah ini.

Saya menyadari bahwa pengisian kuesioner ini sedikit banyak mengganggu aktivitas

Bapak/Ibu. Oleh sebab itu, saya mohon maaf sebelumnya.

Demikian permohonan saya. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, saya

mengucapkan terima kasih.

  Yogyakarta, September 2007 Mengetahui, Hormat saya,

S. Widanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si. Elisabeth Henni Prasetyowati

Dosen Pembimbing Peneliti

  133

PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

1.

  Kuesioner ini terdiri dari 2 (dua) bagian:

  Bagian I Identitas Responden Bagian II Persepsi Orang Tua terhadap Ujian Nasional

  

2. Berilah tanda silang (X) untuk jawaban yang paling Bapak/Ibu anggap sesuai

dengan keadaan, pada kotak yang disediakan disebelah kanan setiap pernyataan.

  3. Untuk kuesioner bagian II pilihlah: SS jika sangat setuju dengan pernyataan S jika setuju dengan pernyataan

  TS jika tidak setuju dengan pernyataan

  STS jika sangat tidak setuju dengan pernyataan 4.

  Selesai mengerjakan telitilah kembali dan pastikan bahwa setiap pernyataan dalam kuesioner ini telah semuanya dijawab.

  BAGIAN I Identitas Responden

Nama : ………….............................………………………….........................

Nama Anak : ………………...........................……………………..........................

Sekolah Anak : …………………………………...........................…..........................

  134 AGIAN II No. PERNYATAAN PENDAPAT

  ! "# $ % & '()'* % !+ , - . & # , - . & /* 0 *+ ! ! & *

  4 4

  4

  4

  44 "+ # +*+ *#!# " %

  • & * #- #

  1 ! "# $ % & '()'* % !+ , - . & # , - . & /* 0 *+ ! ! & *

  4 4

  4

  4

  44 "+ # +*+ * " ! + '

  • &+" % 2 * % - + & #- #

  1 # * ($ ) ! & * & &+*+ #- & " &

  4 4

  4

  4

  44

  • #* ($ ) # 2+ ! % *- 1 !
    • # ! # # !+* *# + +

  4 4

  4

  4

  44 "+! 0"+! % % * ! 2# " 2 -1

  1 % + + ($ ) & -

  1 4 4

  4

  4

  44 % 2# *+ !

  ! 3 4 !# "# !# "+ ! &# ($ ) ! & * # "# - ! * !+

  4 4

  4

  4

  44 & * & #* - % 2# 2#& ' 2#& 5 ($ ) 2+* "# # !+

  • # + + !#! " + !+* # #6 +

  4 4

  4

  4

  44

  • & "# 2# $ & #* 7 4 !# "# !# "+ ! &# ($ # -+ ) (( ) !# ! 4 & * %

  4 4

  4

  4

  44 # % ! * 2 -1 "# - & ! ! + +

  135 No. PERNYATAAN PENDAPAT

  " # + +! % "# %# # ($ ) # 2#2 %

  4 4

  4

  4

  44 #

  8

  • ($ # +" * !+ 2# !+* "# 2 + )#

  4 4

  4

  4

  44 # + + # + !+*

  • $ +& - #"# ! %

  4 4

  4

  4

  44 & * 0 # + &# # "# # +

DATA MENTAH SISWA

  2

  1

  2

  32

  15 SMA Stella Duce A 3 2 2 1 3 3 2 3 2 4

  2

  2

  2

  2

  2

  35

  16 SMA Stella Duce A 4 2 1 2 3 1 1 3 4 2

  4

  3

  2

  3

  2

  37

  2

  2

  2

  2

  2

  31

  12 SMA Stella Duce A

  4 3 2 1 3 1 3 3 3 3

  2

  2

  3

  2

  14 SMA Stella Duce A 3 2 1 2 3 1 1 4 4 2

  37

  13 SMA Stella Duce A 2 2 2 2 4 1 1 4 3 2

  3

  2

  3

  2

  1

  34

  17 SMA Stella Duce A 4 2 2 2 3 1 1 3 3 2

  2

  3

  3

  2

  2

  33

  21 SMA Stella Duce A 4 3 1 2 4 1 2 4 3 3

  2

  3

  3

  2

  2

  40

  22 SMA Stella Duce A 2 1 2 1 2 1 2 3 2 3

  4

  3

  2

  2

  2

  32

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  33

  18 SMA Stella Duce A 3 2 2 2 2 1 3 3 2 4

  2

  2

  2

  2

  20 SMA Stella Duce A 3 3 1 1 2 2 2 4 4 1

  34

  19 SMA Stella Duce A 3 2 1 2 2 1 1 3 2 2

  4

  2

  2

  2

  2

  31

  2

  

No. SEKOLAH AKREDITASI Pedagogis Sos Psi Yuridis Ekonomi TOTAL

1 2 3 4 5 6 7 8 9

  1

  1

  2

  1

  32

  3 SMA Stella Duce A 3 1 1 1 4 1 2 2 4 3

  3

  2

  2

  2

  3

  32

  4 SMA Stella Duce A 3 1 2 1 4 1 1 3 4 1

  2

  2

  2

  1

  2

  30

  2

  2

  2

  4

  1

  1

  1

  2

  1

  3

  1

  1

  2 SMA Stella Duce A 2 2 1 2 4 1 1 3 4 2

  5

  1 SMA Stella Duce A 2 2 1 2 4 1 2 4 3 2

  1

  3

  2

  2

  3

  34

  5 SMA Stella Duce A 3 2 1 1 3 2 1 3 2 1

  2

  1

  2

  2

  36

  9 SMA Stella Duce A 4 3 2 2 3 2 2 3 4 4

  3

  4

  3

  2

  43

  3

  10 SMA Stella Duce A 3 2 3 1 3 2 1 3 3 2

  3

  2

  3

  2

  2

  35

  11 SMA Stella Duce A 4 3 2 1 3 1 1 3 2 1

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  29

  6 SMA Stella Duce A 3 2 3 1 4 1 3 4 2 4

  3

  3

  2

  2

  40

  2

  7 SMA Stella Duce A 2 2 2 1 4 1 1 4 4 1

  3

  2

  2

  2

  2

  33

  8 SMA Stella Duce A 3 2 2 3 3 1 2 4 3 1

  2

  23 SMA Stella Duce A

  2

  2

  3

  2

  3

  39

  41 SMAN 2 Bantul A 3 1 1 1 2 2 1 3 3 2

  4

  2

  2

  4

  40 SMAN 2 Bantul A 3 3 3 4 4 1 2 3 3 1

  33

  42 SMAN 2 Bantul A 4 3 3 3 3 1 3 4 2 4

  2

  3

  3

  3

  4

  45

  43 SMAN 2 Bantul A 3 3 4 4 4 2 3 3 4 3

  2

  37

  2

  2

  42

  37 SMA Stella Duce A 3 2 3 2 2 1 2 4 3 3

  4

  3

  3

  3

  3

  41

  38 SMAN 2 Bantul A 3 4 2 2 3 1 2 4 3 1

  2

  3

  2

  2

  2

  35

  39 SMAN 2 Bantul A 3 2 1 2 2 2 2 3 3 4

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  4 1 1 1 3 2 3 3 3 3

  3

  4

  3

  2

  2

  38

  48 SMAN 2 Bantul A 4 3 3 2 3 3 3 3 3 2

  2

  3

  33

  2

  3

  42

  49 SMAN 2 Bantul A 4 3 2 2 3 1 2 4 3 1

  2

  3

  3

  2

  4

  47 SMAN 2 Bantul A

  2

  2

  45 SMAN 2 Bantul A 4 3 3 3 3 1 2 4 2 4

  3

  45

  44 SMAN 2 Bantul A 2 3 3 3 2 1 1 2 4 1

  4

  2

  1

  2

  3

  34

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  44

  46 SMAN 2 Bantul A 4 1 1 1 3 2 3 3 3 1

  2

  2

  3

  3

  3

  3 3 4 3 2 1 2 3 3 2

  30

  2

  4

  42

  27 SMA Stella Duce A 3 1 2 2 3 1 2 3 1 3

  2

  2

  1

  2

  2

  28 SMA Stella Duce A 3 1 1 2 3 1 1 4 3 1

  2

  3

  2

  2

  2

  3

  32

  29 SMA Stella Duce A 2 3 2 2 3 1 1 3 3 3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  40

  24 SMA Stella Duce A 4 3 3 2 3 1 3 4 3 2

  2

  3

  3

  26 SMA Stella Duce A 4 3 3 3 3 2 2 4 3 3

  3

  42

  25 SMA Stella Duce A 4 3 3 4 4 2 1 4 4 3

  3

  4

  4

  3

  2

  48

  1

  2

  2

  44

  3

  2

  33

  34 SMA Stella Duce A 4 3 3 3 4 1 2 4 3 3

  4

  2

  3

  2

  3

  35 SMA Stella Duce A

  3

  3 3 3 3 3 2 2 3 3 4

  3

  2

  3

  2

  3

  42

  36 SMA Stella Duce A 4 3 3 3 3 2 3 4 3 2

  2

  3

  1

  32

  2

  30 SMA Stella Duce A 4 2 2 2 4 2 3 3 3 2

  2

  2

  2

  3

  2

  38

  31 SMA Stella Duce A 3 1 2 2 3 3 2 3 3 4

  4

  2

  33 SMA Stella Duce A 2 2 2 2 3 1 2 4 1 2

  3

  2

  39

  32 SMA Stella Duce A 3 3 2 3 3 1 2 2 2 2

  1

  4

  4

  3

  3

  38

  39

  50 SMAN 2 Bantul A

  1

  3

  3

  3

  3

  37

  68 SMAN 2 Bantul A 3 3 2 2 4 3 3 4 3 3

  2

  2

  2

  4

  67 SMAN 2 Bantul A 3 2 2 2 3 2 2 3 2 2

  41

  69 SMAN 2 Bantul A 3 3 2 3 3 2 4 4 1 2

  2

  2

  1

  4

  2

  38

  70 SMAN 2 Bantul A 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2

  2

  42

  2

  3

  43

  64 SMAN 2 Bantul A 3 3 3 3 3 3 3 4 3 1

  2

  3

  3

  2

  2

  41

  65 SMAN 2 Bantul A 2 2 2 3 1 2 2 4 4 4

  3

  4

  3

  2

  2

  39

  66 SMAN 2 Bantul A 4 3 3 3 2 1 3 4 4 1

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  2

  2 4 3 3 4 1 3 3 4 3

  4

  1

  1

  1

  4

  41

  75 SMAN 2 Bantul A 4 3 3 3 2 1 2 4 2 1

  2

  2

  34

  2

  3

  36

  76 SMAN 1 Sewon A 2 2 2 2 1 2 1 4 2 3

  1

  3

  3

  4

  3

  74 SMAN 2 Bantul A

  3

  2

  72 SMAN 2 Bantul A 3 4 3 2 3 1 3 4 2 1

  2

  34

  71 SMAN 2 Bantul A 4 4 1 1 1 2 2 4 3 3

  2

  1

  1

  1

  4

  34

  1

  2

  3

  3

  3

  2

  38

  73 SMAN 2 Bantul A 3 2 2 2 2 4 3 3 1 1

  2

  2

  2

  4

  4

  2 4 3 1 2 1 2 4 1 3

  41

  3

  1

  31

  54 SMAN 2 Bantul A 3 3 3 3 2 2 3 4 3 2

  2

  3

  3

  2

  3

  55 SMAN 2 Bantul A 4 3 3 2 2 1 2 4 3 4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  43

  56 SMAN 2 Bantul A 2 2 2 3 3 2 2 3 4 2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  37

  51 SMAN 2 Bantul A 4 3 3 3 3 2 2 4 3 2

  4

  3

  2

  53 SMAN 2 Bantul A 2 1 1 1 3 2 2 4 1 3

  3

  44

  52 SMAN 2 Bantul A 3 3 3 3 4 1 2 3 3 2

  3

  2

  3

  3

  4

  42

  3

  3

  2

  38

  2

  3

  33

  61 SMAN 2 Bantul A 1 3 2 2 3 2 2 4 3 4

  3

  2

  2

  2

  3

  62 SMAN 2 Bantul A

  2

  3 3 4 3 3 3 2 3 2 2

  1

  3

  3

  2

  3

  40

  63 SMAN 2 Bantul A 1 4 2 4 1 1 2 4 3 4

  3

  2

  3

  40

  2

  57 SMAN 2 Bantul A 2 2 2 2 2 1 2 3 4 4

  3

  3

  3

  3

  3

  39

  58 SMAN 2 Bantul A 2 2 3 3 2 2 3 3 4 2

  4

  2

  60 SMAN 2 Bantul A 2 2 2 2 2 2 3 3 1 2

  2

  2

  38

  59 SMAN 2 Bantul A 2 2 2 2 4 2 1 3 4 3

  2

  4

  4

  2

  2

  39

  35

  77 SMAN 1 Sewon A

  2

  94 SMAN 1 Sewon A 3 2 2 2 3 1 2 3 4 2

  3

  3

  3

  2

  2

  37

  95 SMAN 1 Sewon A 3 3 3 4 2 2 1 3 1 4

  2

  3

  2

  2

  2

  36

  96 SMAN 1 Sewon A 3 3 3 4 2 1 3 3 1 4

  2

  2

  2

  2

  38

  2

  37

  42

  3

  2

  37

  91 SMAN 1 Sewon A 4 3 2 2 3 1 2 3 4 4

  3

  3

  3

  3

  2

  92 SMAN 1 Sewon A 3 4 3 3 3 1 2 4 2 4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  43

  93 SMAN 1 Sewon A 3 2 2 2 3 2 2 4 2 2

  3

  3

  2

  97 SMAN 1 Sewon A 3 2 2 2 2 1 1 3 4 3

  3

  4

  40 101 SMAN 1 Sewon A

  3 2 2 2 2 3 2 2 1 2

  2

  3

  4

  3

  3

  36 102 SMAN 1 Sewon A 3 3 3 2 2 2 3 3 1 4

  3

  2

  3

  2

  3

  41 103 SMAN 1 Sewon A 3 2 3 2 2 2 1 3 4 3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  33

  98 SMAN 1 Sewon A 3 2 3 2 2 2 2 3 2 4

  2

  2

  2

  2

  2

  35

  99 SMAN 1 Sewon A 3 2 2 2 3 2 2 3 2 4

  2

  3

  2

  2

  3

  37 100 SMAN 1 Sewon A 3 4 4 4 2 2 1 3 3 4

  2

  3

  2

  4 1 1 2 4 2 3 4 3 2

  2

  3

  2

  42

  81 SMAN 1 Sewon A 3 2 3 2 3 2 2 4 2 3

  3

  2

  3

  3

  39

  3

  82 SMAN 1 Sewon A 3 2 2 2 2 2 3 3 1 1

  2

  2

  3

  3

  2

  33

  83 SMAN 1 Sewon A 3 2 3 2 3 2 2 4 4 3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  4

  3

  3

  41

  78 SMAN 1 Sewon A 3 2 1 1 3 2 3 3 2 4

  2

  3

  3

  80 SMAN 1 Sewon A 3 4 3 3 2 1 2 3 4 3

  2

  37

  79 SMAN 1 Sewon A 3 1 2 2 3 2 3 4 2 1

  3

  2

  1

  2

  2

  33

  2

  3

  90 SMAN 1 Sewon A 3 3 2 2 2 2 3 3 2 2

  3

  2

  4

  3

  4

  38

  88 SMAN 1 Sewon A 3 3 1 1 3 1 2 4 2 3

  3

  3

  2

  4

  87 SMAN 1 Sewon A 3 2 1 1 2 1 2 4 4 2

  38

  89 SMAN 1 Sewon A

  3 4 3 3 3 1 2 4 4 2

  2

  3

  4

  3

  3

  44

  3

  36

  2

  2

  41

  84 SMAN 1 Sewon A 3 1 2 2 2 2 3 3 1 3

  3

  2

  3

  2

  3

  35

  85 SMAN 1 Sewon A 3 1 2 2 2 3 1 3 1 2

  2

  3

  3

  2

  2

  31

  86 SMAN 1 Sewon A 3 3 2 1 2 1 3 3 3 4

  2

  2

  2

  2

  39

  104 SMAN 1 Sewon A

  3

  3

  2

  3

  39 122 SMA Patria Bantul B 3 4 2 3 3 1 2 4 3 3

  3

  3

  3

  4

  3

  44 123 SMA Patria Bantul B 1 1 1 2 1 1 1 3 1 1

  2

  1

  1

  1

  3

  21 124 SMA Patria Bantul B 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3

  3

  40 121 SMA Patria Bantul B 2 3 2 2 3 2 2 3 3 3

  3

  3

  44 118 SMA Patria Bantul B 4 4 2 2 2 1 2 3 1 2

  2

  3

  3

  2

  2

  35 119 SMA Patria Bantul B 3 2 1 1 2 1 2 3 2 2

  2

  3

  2

  2

  3

  31 120 SMA Patria Bantul B 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  40 129 SMA Patria Bantul B 4 3 3 2 3 3 2 4 3 3

  2

  3

  47 128 SMA Patria Bantul B

  3

  3

  44 130 SMA Patria Bantul B 4 4 3 2 4 3 2 4 1 3

  2

  3

  3

  3

  4

  3 3 3 3 3 2 2 3 2 3

  3

  2

  38 126 SMA Patria Bantul B 4 2 4 4 3 1 1 1 2 4

  3

  40 125 SMA Patria Bantul B 2 3 3 3 3 1 2 3 2 3

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  3

  1

  3

  2

  4

  37 127 SMA Patria Bantul B 3 3 3 2 4 4 3 4 3 3

  1

  4

  4

  3

  4

  3 3 4 4 2 1 1 3 2 4

  3

  2

  3

  37 108 SMAN 1 Sewon A 3 2 2 3 3 2 3 3 2 3

  2

  3

  3

  3

  40 109 SMAN 1 Sewon A 3 2 2 2 3 1 2 4 4 4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  41 110 SMAN 1 Sewon A 4 3 3 3 3 1 2 3 2 4

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  39 105 SMAN 1 Sewon A 3 3 3 4 3 2 2 4 1 2

  2

  4

  40 107 SMAN 1 Sewon A 2 1 3 3 3 2 2 4 1 4

  4

  2

  42 106 SMAN 1 Sewon A 3 3 2 2 3 2 2 3 3 3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  40 115 SMAN 1 Sewon A 4 3 3 3 3 3 2 4 3 2

  3

  3

  4

  3

  46 116 SMA Patria Bantul B

  3

  2 3 2 1 1 1 1 3 2 2

  2

  2

  1

  3

  3

  29 117 SMA Patria Bantul B 3 3 3 3 4 4 1 4 4 2

  1

  4

  2

  41 111 SMAN 1 Sewon A 3 3 2 1 3 2 3 3 1 1

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  36 112 SMAN 1 Sewon A 4 4 3 3 4 3 2 4 3 3

  3

  3

  47 114 SMAN 1 Sewon A 3 3 2 2 3 1 3 4 2 2

  2

  3

  47 113 SMAN 1 Sewon A 4 4 3 3 4 2 3 4 2 3

  3

  3

  4

  3

  2

  45

  131 SMA Patria Bantul B

  2

  2

  1

  1

  37 149 SMA Mercu Buana B 2 3 3 3 3 1 1 3 2 2

  3

  3

  3

  3

  1

  37 150 SMA Mercu Buana B 3 3 2 2 2 1 1 3 3 3

  3

  2

  3

  3

  3

  37 151 SMA Mercu Buana B 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3

  1

  41 148 SMA Mercu Buana B 3 3 3 3 3 1 4 3 4 4

  2

  2

  43 145 SMA Mercu Buana B 3 2 2 2 1 2 1 2 1 1

  3

  2

  3

  3

  3

  31 146 SMA Mercu Buana B 4 4 3 3 3 1 1 4 3 3

  3

  4

  3

  3

  3

  43 147 SMA Mercu Buana B 4 3 2 2 4 2 1 3 2 3

  3

  1

  3

  4

  2

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  4

  34 156 SMA Muh. Sewon B 2 2 2 2 3 3 4 3 2 3

  4

  3

  42 155 SMA Muh. Sewon B

  3

  2

  39 157 SMA Muh. Sewon B 3 2 2 2 2 1 1 3 2 4

  3

  2

  3

  3

  3

  4 1 1 1 1 1 1 4 1 4

  2

  2

  40 153 SMA Mercu Buana B 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3

  2

  39 152 SMA Mercu Buana B 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  44 154 SMA Mercu Buana B 4 3 3 3 3 2 2 3 2 3

  3

  3

  3

  2

  3

  3 2 3 2 3 2 1 3 3 2

  4

  2

  3

  35 135 SMA Patria Bantul B 3 3 1 2 4 2 3 4 1 3

  2

  3

  4

  3

  42 136 SMA Patria Bantul B 2 3 2 2 2 2 1 3 2 2

  2

  1

  1

  2

  2

  3

  30 137 SMA Patria Bantul B 3 1 1 2 3 2 2 3 1 2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  1

  4

  37 132 SMA Patria Bantul B 3 2 2 2 2 2 2 3 2 2

  2

  2

  35 134 SMA Patria Bantul B 3 2 2 2 3 2 2 3 3 2

  2

  3

  33 133 SMA Patria Bantul B 2 3 2 2 3 1 2 3 2 2

  2

  3

  4

  1

  3

  2

  2

  3

  4

  1

  1

  37 142 SMA Mercu Buana B 3 3 2 2 4 1 1 4 2 3

  3

  1

  3

  1

  37 143 SMA Mercu Buana B

  1

  3 3 2 2 3 2 2 4 1 3

  2

  3

  3

  3

  3

  39 144 SMA Mercu Buana B 4 3 3 3 3 3 1 4 3 3

  2

  2

  1

  30 138 SMA Patria Bantul B 3 3 2 2 2 1 1 3 2 2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  34 139 SMA Mercu Buana B 1 2 2 3 3 1 1 3 1 1

  3

  3

  42 141 SMA Mercu Buana B 3 3 3 3 3 1 4 3 4 4

  2

  3

  32 140 SMA Mercu Buana B 4 4 3 3 3 1 1 4 3 3

  2

  2

  3

  3

  3

  36

  158 SMA Muh. Sewon B

  2

  3

  2

  3

  38 176 SMA Muh. Sewon B 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3

  3

  3

  3

  3

  2

  40 177 SMA Muh. Sewon B 2 3 2 2 3 2 2 3 3 3

  3

  3

  3

  2

  3

  39 178 SMA Muh. Sewon B 2 3 2 1 1 1 1 3 2 2

  3

  40 175 SMA Muh. Sewon B 2 3 3 3 3 1 2 3 2 3

  2

  2

  35 172 SMA Muh. Sewon B 3 2 1 1 2 1 2 3 2 2

  3

  2

  2

  2

  3

  31 173 SMA Muh. Sewon B 1 1 1 2 1 1 1 3 1 1

  1

  3

  1

  1

  3

  21 174 SMA Muh. Sewon B 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3

  2

  3

  3

  2

  2

  1

  2

  1

  2

  1

  1

  1

  1

  20 183 SMA PGRI Kasihan C 1 1 1 1 1 1 1 4 3 2

  2

  2

  24 182 SMA PGRI Kasihan C

  1

  2

  24 184 SMA PGRI Kasihan C 3 2 2 3 3 1 1 4 1 3

  3

  3

  3

  3

  3

  2 1 1 1 2 1 1 1 3 1

  2

  3

  35 180 SMA Muh. Sewon B 3 2 1 1 2 1 2 3 2 2

  3

  29 179 SMA Muh. Sewon B 4 4 2 2 2 1 2 3 1 2

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  31 181 SMA PGRI Kasihan C 1 1 1 1 1 1 1 4 1 2

  2

  2

  2

  2

  3

  3 3 2 3 2 2 2 3 2 3

  3

  2

  2

  36 162 SMA Muh. Sewon B 2 2 3 3 2 2 1 3 2 1

  1

  2

  3

  3

  33 163 SMA Muh. Sewon B 2 2 3 3 2 2 1 4 2 3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  39 164 SMA Muh. Sewon B 4 3 1 1 2 2 2 4 2 4

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  39 159 SMA Muh. Sewon B 3 3 2 3 2 2 2 4 2 3

  3

  4

  40 161 SMA Muh. Sewon B 3 2 3 3 4 2 1 3 3 2

  2

  3

  42 160 SMA Muh. Sewon B 2 3 3 3 4 2 2 3 2 2

  4

  3

  3

  1

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  34 169 SMA Muh. Sewon B 2 3 3 3 2 1 1 4 1 4

  4

  4

  4

  4

  42 170 SMA Muh. Sewon B

  4

  2 3 2 1 1 1 1 3 2 2

  2

  2

  1

  3

  3

  29 171 SMA Muh. Sewon B 4 4 2 2 2 1 2 3 1 2

  2

  3

  1

  42 165 SMA Muh. Sewon B 4 1 3 1 4 1 1 4 1 3

  1

  4

  1

  3

  2

  4

  37 166 SMA Muh. Sewon B 1 4 3 2 1 1 1 4 3 2

  3

  4

  29 168 SMA Muh. Sewon B 2 3 1 2 2 1 1 4 4 2

  1

  2

  33 167 SMA Muh. Sewon B 2 3 1 2 2 1 1 4 4 1

  1

  1

  1

  1

  4

  38

  185 SMA PGRI Kasihan C

  33 194 SMA PGRI Kasihan C 2 2 1 1 2 1 1 2 1 2

  2

  3

  26 195 SMA PGRI Kasihan C 3 3 3 3 3 1 2 3 2 3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  43 193 SMA PGRI Kasihan C 3 2 2 2 2 2 2 3 2 1

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  35 198 SMA PGRI Kasihan C 4 4 3 3 3 1 2 3 1 3

  3

  2

  2

  40 196 SMA PGRI Kasihan C 3 3 2 2 3 1 1 3 2 2

  3

  2 2 2 2 3 2 2 3 2 3

  35 197 SMA PGRI Kasihan C

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  34 192 SMA PGRI Kasihan C 3 4 3 3 3 3 1 4 2 4

  4 4 3 3 3 1 2 3 1 3

  2

  32 188 SMA PGRI Kasihan C 3 2 2 3 3 1 2 4 2 3

  3

  2

  2

  2

  3

  21 187 SMA PGRI Kasihan C 2 2 1 1 2 2 2 3 2 3

  1

  1

  3

  1

  1

  40 186 SMA PGRI Kasihan C 2 1 1 1 2 2 2 2 1 1

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  34 191 SMA PGRI Kasihan C 2 3 2 2 2 2 2 3 1 3

  2

  2

  2

  3

  3

  37 190 SMA PGRI Kasihan C 3 2 2 2 3 2 2 4 1 2

  2

  2

  3

  4

  3

  40 189 SMA PGRI Kasihan C 2 3 2 1 3 1 2 4 2 3

  3

  40

  DATA MENTAH GURU No. SEKOLAH AKREDITASI Pedagogis Sos Psi Yuridis Ekonomi TOTAL 1 2 3

  14

  15

  1 2 2 3 1

  3 2 1

  16 SMA Patria Bantul B

  20

  1 2 3 3 3

  3 3 2

  15 SMA Patria Bantul B

  2 1 1 2 2

  2 2 3

  3 1 2

  14 SMAN 1 Sewon A

  20

  2 2 4 2 2

  3 2 3

  13 SMAN 1 Sewon A

  20

  2 1 3 3 3

  17 SMA Patria Bantul B

  2 2 3 3 2

  12 SMAN 1 Sewon A

  1 3 3 3 3

  2 3 3 3 3

  3 3 2

  22 SMA Muh. Sewon B

  18

  1 3 3 3 3

  2 2 1

  21 SMA Mercu Buana B

  18

  2 2 1

  19

  20 SMA Mercu Buana B

  18

  1 3 3 3 3

  2 2 1

  19 SMA Mercu Buana B

  22

  1 2 4 4 2

  1 4 4

  18 SMA Patria Bantul B

  3 2 3

  22

  4 5 6 7 8

  2 2 2 2 4

  3 2 3 3 3

  3 2 3

  5 SMAN 2 Bantul A

  20

  2 2 2 3 2

  3 3 3

  4 SMAN 2 Bantul A

  19

  3 2 2

  6 SMAN 2 Bantul A

  3 SMA Stella Duce A

  19

  2 2 3 3 2

  3 2 2

  2 SMA Stella Duce A

  19

  2 2 2 2 3

  3 2 3

  1 SMA Stella Duce A

  22

  3 3 3

  3 3 3 2 2

  3 2 2

  4 2 3

  11 SMAN 1 Sewon A

  16

  1 2 2 2 2

  4 2 1

  10 SMAN 1 Sewon A

  18

  3 1 2 2 3

  9 SMAN 1 Sewon A

  1 1 3 3 2

  19

  1 1 3 3 3

  2 3 3

  8 SMAN 2 Bantul A

  18

  1 1 4 4 1

  2 2 3

  7 SMAN 2 Bantul A

  19

  22

  23 SMA Muh. Sewon B

  2 2 2

  1 3 3 3 3

  2 2 1

  28 SMA PGRI Kasihan C

  14

  1 1 3 2 2

  2 1 2

  27 SMA PGRI Kasihan C

  17

  2 2 3 2 2

  26 SMA PGRI Kasihan C

  2 3 3

  23

  2 3 3 3 3

  3 3 3

  25 SMA Muh. Sewon B

  16

  1 2 3 3 2

  2 1 2

  24 SMA Muh. Sewon B

  22

  2 3 3 3 3

  18

  DATA MENTAH ORANG TUA No. SEKOLAH AKREDITASI Pedagogis Sos Psi Yuridis Ekonomi

  26

  17 SMA Stella Duce A

  27

  4

  4

  3 3 3 1 2 2 1 3 1

  16 SMA Stella Duce A

  30

  3

  3

  2 3 4 2 2 3 3 2 3

  15 SMA Stella Duce A

  3

  2

  3

  2 1 3 2 3 2 2 2 3

  14 SMA Stella Duce A

  20

  1

  1

  2 2 3 2 2 1 2 1 3

  13 SMA Stella Duce A

  26

  3

  3

  2 2 2 2 2 2 2 2 2

  2

  12 SMA Stella Duce A

  1

  2

  3

  2 2 3 1 3 2 1 2 3

  22 SMA Stella Duce A

  23

  2

  2

  2 2 3 2 3 1 2 2 2

  21 SMA Stella Duce A

  23

  2

  2 2 3 3 3 1 2 2 2

  22

  20 SMA Stella Duce A

  34

  3

  3

  3 4 4 3 3 3 2 3 3

  19 SMA Stella Duce A

  27

  2

  3

  2 1 4 3 1 4 2 2 3

  18 SMA Stella Duce A

  3 1 4 1 3 2 2 2 2

  21

  1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 TOTAL

  1

  2

  3

  4 1 3 1 2 2 2 3 2

  5 SMA Stella Duce A

  25

  3

  1

  4 3 3 1 1 2 2 3 2

  4 SMA Stella Duce A

  22

  3

  1 1 4 2 1 4 3 1 1

  6 SMA Stella Duce A

  3 SMA Stella Duce A

  20

  1

  1

  2 2 3 2 2 1 2 1 3

  2 SMA Stella Duce A

  27

  3

  3

  2 2 3 2 3 2 2 2 3

  1 SMA Stella Duce A

  25

  3 3 3 1 3 1 1 3 2

  2

  2 2 3 1 2 2 3 2 3

  2

  4 1 2 2 1 1 2 2 2

  11 SMA Stella Duce A

  21

  2

  2

  2 1 3 2 4 1 1 2 1

  10 SMA Stella Duce A

  26

  3

  3

  9 SMA Stella Duce A

  2

  29

  4

  4

  2 4 3 2 1 2 1 3 3

  8 SMA Stella Duce A

  23

  2

  1

  2 2 3 3 3 1 2 2 2

  7 SMA Stella Duce A

  25

  3

  24

  23 SMA Stella Duce A

  40 SMAN 2 Bantul A

  28

  2

  3

  2 2 3 2 2 3 3 3 3

  42 SMAN 2 Bantul A

  30

  3

  3

  3 3 3 2 2 3 2 3 3

  41 SMAN 2 Bantul A

  20

  2

  1

  2 2 2 1 2 2 2 2 2

  27

  1 1 1 1 4 1 1 1 1

  3

  3

  2 3 3 1 4 2 1 2 3

  39 SMAN 2 Bantul A

  28

  3

  3

  2 2 3 1 2 3 4 3 2

  38 SMAN 2 Bantul A

  26

  4

  3

  2 2 3 1 4 2 1 2 2

  37 SMAN 2 Bantul A

  43 SMAN 2 Bantul A

  1

  2

  25

  2

  2

  2 3 2 2 3 2 1 2 2

  49 SMAN 2 Bantul A

  23

  3

  3

  1 1 1 1 4 2 3 2 2

  48 SMAN 2 Bantul A

  20

  4

  1

  4 1 1 1 4 1 1 1 1

  47 SMAN 2 Bantul A

  2

  4

  2

  2 2 3 1 4 2 3 2 2

  46 SMAN 2 Bantul A

  26

  2

  3

  3 2 3 1 2 2 3 2 3

  45 SMAN 2 Bantul A

  21

  1

  3

  2 2 3 1 3 1 2 2 1

  44 SMAN 2 Bantul A

  17

  18

  2

  4 4 4 2 3 3 3 3 3

  3

  3 3 3 1 1 3 3 2 3

  29 SMA Stella Duce A

  25

  3

  3

  2 2 3 1 2 3 2 2 2

  28 SMA Stella Duce A

  24

  2

  3

  2 3 3 1 2 3 1 3 1

  27 SMA Stella Duce A

  25

  3

  3 2 2 3 2 1 1 2 3

  3

  26 SMA Stella Duce A

  25

  2

  2

  2 2 3 2 2 3 2 2 3

  25 SMA Stella Duce A

  24

  2

  2

  2 2 3 2 2 2 2 2 3

  24 SMA Stella Duce A

  35

  3

  3

  3

  28

  2 1 2 2 2 1 1 1 2

  2 2 1 2 2 1 2 2 2

  36 SMA Stella Duce A

  23

  2

  2

  2 2 3 2 3 1 2 2 2

  35 SMA Stella Duce A

  21

  2

  2

  2 1 3 2 4 1 1 2 1

  34 SMA Stella Duce A

  19

  1

  2

  33 SMA Stella Duce A

  30 SMA Stella Duce A

  27

  3

  2

  2 2 3 2 2 4 2 2 3

  32 SMA Stella Duce A

  27

  3

  2

  3 2 3 2 3 2 2 3 2

  31 SMA Stella Duce A

  21

  2

  1

  2 2 3 2 3 1 3 1 1

  23

  50 SMAN 2 Bantul A

  67 SMAN 2 Bantul A

  27

  3

  1

  2 2 4 2 4 2 3 2 2

  69 SMAN 2 Bantul A

  27

  3

  3

  2 2 3 2 2 3 2 2 3

  68 SMAN 2 Bantul A

  28

  4

  3

  3 3 3 1 1 2 3 2 3

  31

  3 3 3 2 2 2 3 2 3

  1

  3

  4 3 4 3 1 4 3 3 2

  66 SMAN 2 Bantul A

  29

  3

  3

  2 2 4 2 3 3 2 2 3

  65 SMAN 2 Bantul A

  26

  2

  2

  2 2 2 3 3 3 2 3 2

  64 SMAN 2 Bantul A

  70 SMAN 2 Bantul A

  3

  1

  23

  2

  3

  2 2 3 1 2 2 2 2 3

  76 SMAN 1 Sewon A

  29

  3

  3

  2 2 4 1 3 3 3 2 3

  75 SMAN 1 Sewon A

  30

  2

  3

  3 3 3 2 3 3 2 3 3

  74 SMAN 2 Bantul A

  3

  4

  3

  2 2 1 1 2 2 2 2 3

  73 SMAN 2 Bantul A

  26

  3

  2

  2 2 3 2 2 3 2 3 2

  72 SMAN 2 Bantul A

  26

  3

  2

  2 2 3 2 2 3 2 3 2

  71 SMAN 2 Bantul A

  30

  14

  1

  3 2 3 1 2 2 3 2 3

  3

  2 2 4 2 3 3 2 2 3

  56 SMAN 2 Bantul A

  26

  3

  4

  2 2 4 2 2 2 1 2 2

  55 SMAN 2 Bantul A

  29

  3

  3

  3 3 4 2 2 2 2 2 3

  54 SMAN 2 Bantul A

  26

  2

  2 2 2 2 3 2 2 3 3

  3

  53 SMAN 2 Bantul A

  28

  2

  3

  2 2 3 2 2 3 3 3 3

  52 SMAN 2 Bantul A

  26

  1

  3

  4 3 1 4 1 2 3 2 2

  51 SMAN 2 Bantul A

  26

  2

  3

  3

  29

  2 2 1 1 1 1 1 1 2

  2 2 3 2 2 2 2 2 3

  63 SMAN 2 Bantul A

  26

  3

  3

  2 2 3 2 2 2 2 2 3

  62 SMAN 2 Bantul A

  24

  2

  2

  2 2 3 1 3 2 2 2 3

  61 SMAN 2 Bantul A

  26

  3

  3

  60 SMAN 2 Bantul A

  57 SMAN 2 Bantul A

  26

  3

  3

  2 2 3 2 2 2 2 2 3

  59 SMAN 2 Bantul A

  25

  2

  2

  3 3 4 1 4 1 1 2 2

  58 SMAN 2 Bantul A

  28

  3

  3

  3 3 2 2 3 3 2 2 2

  24

  77 SMAN 1 Sewon A

  3

  2 1 2 1 2 2 2 2 4

  96 SMAN 1 Sewon A

  26

  3

  3

  2 2 2 2 2 2 2 3 3

  95 SMAN 1 Sewon A

  23

  3

  3

  2 2 1 1 2 2 2 2 3

  94 SMAN 1 Sewon A

  26

  3

  3

  3 3 2 1 3 2 2 2 2

  93 SMAN 1 Sewon A

  28

  2

  3

  2 2 3 2 2 3 3 3 3

  92 SMAN 1 Sewon A

  27

  1

  4

  3 2 3 3 2 2 2 1 4

  91 SMAN 1 Sewon A

  27

  3

  3

  24

  2 2 3 1 3 2 3 2 3

  3

  1

  2

  4 1 2 1 1 4 2 2 2

  32 103 SMAN 1 Sewon A

  3

  4

  3 3 4 2 2 3 2 3 3

  26 102 SMAN 1 Sewon A

  2

  3

  2 2 3 2 3 2 2 3 2

  27 101 SMAN 1 Sewon A

  3

  3 2 3 2 1 2 2 3 3

  97 SMAN 1 Sewon A

  29 100 SMAN 1 Sewon A

  3

  3

  2 2 3 4 3 3 1 2 3

  99 SMAN 1 Sewon A

  22

  3

  3

  2 2 1 1 3 2 1 3 1

  98 SMAN 1 Sewon A

  22

  3

  3

  2 2 1 1 3 2 1 3 1

  3

  90 SMAN 1 Sewon A

  2 2 1 2 3 3 2 2 4

  4

  83 SMAN 1 Sewon A

  30

  4

  3

  2 2 4 1 4 2 3 2 3

  82 SMAN 1 Sewon A

  27

  3

  3

  3 2 3 2 2 3 2 2 2

  81 SMAN 1 Sewon A

  27

  3

  2 2 3 1 2 2 2 3 3

  2

  80 SMAN 1 Sewon A

  25

  2

  3

  2 2 3 2 2 2 2 2 3

  79 SMAN 1 Sewon A

  25

  2

  3

  2 2 3 2 2 2 2 2 3

  78 SMAN 1 Sewon A

  27

  3

  3

  2 2 2 1 3 2 3 3 2

  3

  26

  87 SMAN 1 Sewon A

  3

  2

  2 2 3 2 3 2 2 2 3

  89 SMAN 1 Sewon A

  26

  3

  3

  3 3 2 1 3 2 2 2 2

  88 SMAN 1 Sewon A

  25

  3

  3

  2 1 3 2 2 3 2 1 3

  22

  25

  2

  2

  2 2 2 1 3 2 2 2 2

  86 SMAN 1 Sewon A

  24

  3

  3

  2 2 3 2 3 1 1 1 3

  85 SMAN 1 Sewon A

  26

  2

  2

  2 2 2 2 3 3 2 3 3

  84 SMAN 1 Sewon A

  22

  104 SMAN 1 Sewon A

  2 2 2 1 4 1 1 1 1

  3

  3

  2 2 3 2 3 2 3 3 3

  24 123 SMA Patria Bantul B

  2

  3

  3 3 3 1 2 1 1 3 2

  17 122 SMA Patria Bantul B

  1

  1

  26 121 SMA Patria Bantul B

  3 3 3 1 1 4 3 2 1

  3

  3

  2 2 2 2 2 2 2 3 3

  25 120 SMA Patria Bantul B

  3

  3

  2 2 4 1 1 1 3 2 3

  29 119 SMA Patria Bantul B

  3

  3

  2 2 3 3 2 2 3 3 3

  29 124 SMA Patria Bantul B

  3

  3

  29 128 SMA Mercu Buana B

  4

  3

  1 1 2 1 2 2 1 2 2

  28 130 SMA Mercu Buana B

  3

  3

  3 2 3 2 2 3 2 3 2

  29 129 SMA Mercu Buana B

  2

  1

  3 3 3 3 3 3 4 3 1

  3

  4

  3

  2 2 3 2 2 2 3 3 4

  30 127 SMA Mercu Buana B

  3

  3

  3 3 3 2 2 2 4 3 2

  24 126 SMA Patria Bantul B

  3

  2

  2 2 2 2 3 2 2 2 2

  28 125 SMA Patria Bantul B

  26 118 SMA Patria Bantul B

  3

  2 3 3 1 4 2 4 2 2

  2

  21 110 SMA Patria Bantul B

  4

  3

  1 1 2 1 2 2 1 2 2

  27 109 SMA Patria Bantul B

  4

  2

  2 2 2 1 2 3 3 4 2

  28 108 SMAN 1 Sewon A

  4

  3 2 2 1 2 3 3 4 2

  3

  28 107 SMAN 1 Sewon A

  3

  3

  2 2 3 2 3 3 3 2 2

  30 106 SMAN 1 Sewon A

  3

  3

  3 3 3 2 4 2 1 3 3

  29 105 SMAN 1 Sewon A

  3

  3

  2 2 3 1 3 2 1 3 3

  3

  2 2 2 2 2 2 2 3 3

  2 2 3 1 3 1 3 3 3

  31 117 SMA Patria Bantul B

  2

  2

  3 3 3 3 3 3 4 3 2

  26 116 SMA Patria Bantul B

  3

  4

  2 2 3 1 3 1 3 3 1

  26 115 SMA Patria Bantul B

  2

  3

  32 114 SMA Patria Bantul B

  26 111 SMA Patria Bantul B

  4

  3

  3 3 3 3 2 3 3 3 2

  24 113 SMA Patria Bantul B

  3

  3

  2 2 2 2 2 2 2 2 2

  27 112 SMA Patria Bantul B

  3

  3

  3 3 3 1 3 1 3 2 2

  21

  131 SMA Mercu Buana B

  3 2 3 2 2 3 2 3 2

  1

  1

  3 3 2 1 4 2 1 2 2

  24 150 SMA Muh. Sewon B

  2

  2

  3 3 1 1 4 2 1 3 2

  28 149 SMA Muh. Sewon B

  3

  3

  29 148 SMA Muh. Sewon B

  2 2 2 1 3 3 2 2 2

  3

  3

  2 2 3 2 3 2 3 3 3

  24 147 SMA Muh. Sewon B

  2

  3

  3 3 3 1 2 1 1 3 2

  29 146 SMA Muh. Sewon B

  3

  3

  2 2 3 2 2 2 3 3 4

  22 151 SMA Muh. Sewon B

  2

  3

  26 155 SMA Muh. Sewon B

  4

  3

  3 3 3 1 1 4 3 2 1

  29 157 SMA Muh. Sewon B

  3

  3

  2 2 3 2 3 2 3 3 3

  24 156 SMA Muh. Sewon B

  2

  3

  3 3 3 1 2 1 1 3 2

  3

  2

  3

  2 2 2 2 2 2 2 3 3

  28 154 SMA Muh. Sewon B

  3

  3

  3 3 2 2 2 2 3 2 3

  28 153 SMA Muh. Sewon B

  1

  4

  3 2 4 2 2 1 4 2 3

  23 152 SMA Muh. Sewon B

  24 145 SMA Muh. Sewon B

  2

  2 2 3 1 3 2 1 3 3

  2

  26 137 SMA Mercu Buana B

  3

  4

  2 2 3 1 3 1 3 3 1

  26 136 SMA Mercu Buana B

  2

  3

  2 2 3 1 3 1 3 3 3

  26 135 SMA Mercu Buana B

  2

  2 2 1 1 4 3 2 4 3

  2

  24 134 SMA Mercu Buana B

  3

  3

  2 2 2 2 2 2 2 2 2

  25 133 SMA Mercu Buana B

  3

  3

  2 2 2 2 2 2 3 2 2

  26 132 SMA Mercu Buana B

  3

  3

  2 2 3 2 4 2 3 3 2

  1

  2 2 2 2 3 2 2 2 2

  3 3 3 1 2 1 1 3 2

  28 144 SMA Muh. Sewon B

  4

  3

  3 3 3 1 1 4 3 2 1

  29 143 SMA Muh. Sewon B

  3

  3

  2 2 3 2 3 2 3 3 3

  24 142 SMA Muh. Sewon B

  2

  3

  26 141 SMA Mercu Buana B

  26 138 SMA Mercu Buana B

  3

  3

  2 2 2 2 2 2 2 3 3

  29 140 SMA Mercu Buana B

  3

  3

  2 2 3 3 2 2 3 3 3

  26 139 SMA Mercu Buana B

  3

  3

  2 2 2 2 2 2 2 3 3

  28

  158 SMA Muh. Sewon B

  27 174 SMA PGRI Kasihan C

  2 2 3 1 2 1 3 3 1

  15 176 SMA PGRI Kasihan C

  1

  1

  1 1 1 1 1 4 1 2 1

  20 175 SMA PGRI Kasihan C

  2

  2

  1 1 1 1 4 2 3 2 1

  3

  3

  3

  2 1 3 1 3 2 3 3 3

  25 173 SMA PGRI Kasihan C

  2

  3

  2 2 3 1 2 2 3 2 3

  29 172 SMA PGRI Kasihan C

  3

  3

  2 2 3 2 3 2 3 3 3

  3

  24 177 SMA PGRI Kasihan C

  3

  2 2 2 2 4 2 2 2 3

  2

  1

  1 2 2 1 3 1 2 3 2

  19 182 SMA PGRI Kasihan C

  1

  1

  1 1 2 2 3 3 1 3 1

  25 181 SMA PGRI Kasihan C

  1

  3

  20 180 SMA PGRI Kasihan C

  2 2 3 2 3 2 3 3 3

  2

  2

  1 1 1 1 4 2 3 2 1

  27 179 SMA PGRI Kasihan C

  3

  3

  2 1 3 1 3 2 3 3 3

  29 178 SMA PGRI Kasihan C

  3

  3

  24 171 SMA PGRI Kasihan C

  3

  2 2 2 2 3 2 2 2 2

  1 1 1 2 1 2 3 3 2

  4

  1 4 4 1 2 3 4 1 3

  28 163 SMA Muh. Sewon B

  1

  4

  3 2 4 2 2 1 4 2 3

  23 162 SMA Muh. Sewon B

  4

  3

  29 161 SMA Muh. Sewon B

  31 164 SMA Muh. Sewon B

  3

  3

  3 3 3 3 3 1 3 2 2

  28 160 SMA Muh. Sewon B

  4

  4

  2 2 2 2 2 4 2 1 3

  24 159 SMA Muh. Sewon B

  3

  2

  4

  3 3 2 2 2 2 3 2 3

  2 2 3 1 2 1 3 3 1

  1

  23 170 SMA PGRI Kasihan C

  1

  3

  2 3 3 1 2 2 2 3 1

  25 169 SMA PGRI Kasihan C

  3

  2

  3 1 3 2 3 2 2 2 2

  14 168 SMA PGRI Kasihan C

  1

  1 1 1 1 2 1 2 2 1

  3

  19 167 SMA PGRI Kasihan C

  1

  2

  1 1 2 1 4 2 2 2 1

  26 166 SMA PGRI Kasihan C

  3

  3

  1 1 3 2 3 2 3 3 2

  28 165 SMA PGRI Kasihan C

  3

  20

KATEGORI KECENDERUNGAN VARIABEL

  Peneliti mengelompokkan persepsi ke dalam kategori sangat positif, positif, cukup positif, negatif, dan sangat negatif. Untuk menilai skor yang ada peneliti menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II.

  Kategori kecenderungan menurut Penilaian Acuan Patokan (PAP) tipe II untuk penilaian persepsi siswa, guru dan orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional adalah sebagai berikut :

  Persepsi Siswa, Guru, dan Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional Kategori Kecenderungan Variabel

  81% - 100% Sangat Tinggi 66% - 80% Tinggi 56% - 65% Cukup 46% - 55% Rendah

  < 46% Sangat Rendah Berdasarkan tabel di atas, maka penilaian persepsi siswa, guru, dan orang tua terhadap pelaksanaan Ujian Nasional ditentukan sebagai berikut :

1. Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional Diketahui :

  • Skor tertinggi = 4 x 15 = 60
  • Skor terendah = 1 x 15 = 15

  RUMUS : Skor = % x (skor tertinggi - skor terendah) + skor terendah

  

Hasil Penilaian Persepsi Siswa Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  2. Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional Diketahui :

  • Skor tertinggi = 4 x 8 = 32
  • Skor terendah = 1 x 8 = 8

  RUMUS :

Hasil Penilaian Persepsi Guru Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

  3. Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional Diketahui :

  • Skor tertinggi = 4 x 11 = 44
  • Skor terendah = 1 x 11 = 11

  RUMUS : No. Hitungan Skor Interpretasi

  1. 81% x (60 – 15) + 15 = 51,45 52 – 60 Sangat positif 2. 66% x (60 – 15) + 15 = 44,70 45 – 51 Positif 3. 56% x (60 – 15) + 15 = 40,20 40 – 44 Netral 4. 46% x (60 – 15) + 15 = 35,70 36 -39 Negatif 5. < 36 < 36 Sangat negatif

  No. Hitungan Skor Interpretasi

  1. 81% x (32 – 8) + 8 = 27,44 27 – 32 Sangat positif 2. 66% x (32 – 8) + 8 = 23,84 24 – 26 Positif 3. 56% x (32 – 8) + 8 = 21,44 21 – 23 Netral 4. 46% x (32 – 8) + 8 = 19,04 19 – 20 Negatif 5. < 19 < 19 Sangat negatif

  Skor = % x (skor tertinggi - skor terendah) + skor terendah

  

Hasil Penilaian Persepsi Orang Tua Terhadap Pelaksanaan Ujian Nasional

No. Hitungan Skor Interpretasi

  1. 81% x (44 – 11) + 11 = 37,73 38 – 44 Sangat positif 2. 66% x (44 – 11) + 11 = 32,78 33 – 37 Positif 3. 56% x (44 – 11) + 11 = 29,48 29 – 32 Netral 4. 46% x (44 – 11) + 11 = 26,18 26 – 28 Negatif 5. < 26 < 26 Sangat negatif

  • .068 .859 .452 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) SISWA_B

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  36.83 5.334 .113 .059

  65

  b.

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) SISWA_A

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  37.85 4.222 .080 .080

  115

  

HASIL UJI NORMALITAS

PERSEPSI SISWA

TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  • .113 .908 .381 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  b.

  • .161 .681 .742 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  65

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) SISWA_A SISWA_B SISWA_C

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  33.11 4.222 5.334 7.161 .080 .113 .161 .080 .059 .121

  36.83

  37.85

  18

  115

  NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  b.

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) SISWA_C

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  33.11 7.161 .161 .121

  18

  NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  • .068 -.113 -.161 .859 .908 .681 .452 .381 .742 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  b.

  • .228 .853 .461 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) GURU_B

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  19.36 2.656 .203 .151

  11

  b.

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) GURU_A

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  18.93 2.093 .228 .161

  14

  

HASIL UJI NORMALITAS

PERSEPSI GURU

TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  • .203 .674 .754 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  b.

  • .292 .506 .960 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  11

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) GURU_A GURU_B GURU_C

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  16.33 2.093 2.656 2.082 .228 .203 .292 .161 .151 .212

  19.36

  18.93

  3

  14

  NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  b.

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) GURU_C

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  16.33 2.082 .292 .212

  3

  NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  • .228 -.203 -.292 .853 .674 .506 .461 .754 .960 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  b.

  • .132 1.374 .046 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) ORTU_B

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  26.36 2.805 .150 .104

  56

  b.

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) ORTU_A

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  25.51 3.356 .132 .088

  108

  

HASIL UJI NORMALITAS

PERSEPSI ORANG TUA

TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  • .150 1.119 .164 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  b.

  • .160 .678 .747 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  56

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) ORTU_A ORTU_B ORTU_C

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  22.83 3.356 2.805 4.409 .132 .150 .160 .088 .104 .129

  26.36

  25.51

  18

  108

  NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  b.

  Calculated from data.

  a.

  Test distribution is Normal.

  Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) ORTU_C

  a,b Absolute Positive Negative Most Extreme

  22.83 4.409 .160 .129

  18

  NPar Tests One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

  • .132 -.150 -.160 1.374 1.119 .678 .046 .164 .747 N Mean Std. Deviation Normal Parameters

  b.

  

HASIL UJI HOMOGENITAS

PERSEPSI SISWA, GURU, DAN ORANG TUA

TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

  Oneway Test of Homogeneity of Variances SISWA 5.272

  2 195 .006 Levene Statistic df1 df2 Sig.

  Oneway Test of Homogeneity of Variances GURU 1.125

  2 25 .340 Levene Statistic df1 df2 Sig.

  Oneway Test of Homogeneity of Variances ORTU 3.276

  2 179 .040 Levene Statistic df1 df2 Sig.

  

HASIL UJI HIPOTESIS

PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

NPar Tests Descriptive Statistics

  20

  31

  30

  29

  26

  24

  21

  1 8.3 -7.3 198

  33

  3 8.3 -5.3

  1 8.3 -7.3

  3 8.3 -5.3

  8 8.3 -.3

  7 8.3 -1.3

  7.8

  32

  34

  16

  44

  23 .000 Chi-Square a df Asymp. Sig.

  104.061

  48 Total Observed N Expected N Residual Test Statistics

  47

  46

  45

  43

  35

  42

  41

  40

  39

  38

  37

  36

  8.3

  2.8

  198

37.09 5.079

  4 8.3 -4.3

  12

  5.8

  8.3

  14

  8 8.3 -.3

  8 8.3 -.3

  5 8.3 -3.3

  3.8

  1 8.3 -7.3

  2 8.3 -6.3

  3 8.3 -5.3

  1 8.3 -7.3

  48 SISWA N Mean Std. Deviation Minimum Maximum Chi-Square Test Frequencies SISWA

  20

  8.3

  13

  8.3

  16

  11

  11.8

  8.3

  20

  7.8

  8.3

  4.8

  8.3

  8.3

  13

  11.8

  8.3

  20

  8 8.3 -.3

  4.8

  SISWA 0 cells (.0%) have expected frequencies less than a.

  

HASIL UJI HIPOTESIS

PERSEPSI ORANG TUA

TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

NPar Tests Descriptive Statistics

  22

  7 9.1 -2.1

  3 9.1 -6.1

  2 9.1 -7.1

  1 9.1 -8.1

  1 9.1 -8.1 182

  14

  15

  17

  18

  19

  20

  21

  23

  9.1

  24

  25

  26

  27

  28

  29

  30

  31

  32

  34

  35 Total Observed N Expected N Residual Test Statistics

  177.560

  19 .000 Chi-Square a df Asymp. Sig.

  9.9

  19

  182

25.51 3.436

  1.9

  14

  35 N Mean Std. Deviation Minimum Maximum ORTU Chi-Square Test Frequencies ORTU

  2 9.1 -7.1

  1 9.1 -8.1

  2 9.1 -7.1

  1 9.1 -8.1

  3 9.1 -6.1

  7 9.1 -2.1

  7 9.1 -2.1

  7 9.1 -2.1

  11

  9.1

  19

  9.9

  9.1

  9.9

  17

  9.1

  7.9

  35

  9.1

  

25.9

  18

  9.1

  8.9

  19

  9.1

  ORTU 0 cells (.0%) have expected frequencies less than a.

3 Total

  1

  Post Hoc Tests

Multiple Comparisons

  Dependent Variable: GURU

  1.91 2.60 1.485 .208 -1.10 6.29 .44 .940 .889 -1.91 2.78 3.03 1.520 .135 -.76

  6.82

  1.10

  1.98 2.60 1.485 .278 -1.21 6.40 .44 .940 1.000 -1.98 2.85 3.03 1.520 .172 -.87

  6.93

  1.21 (J) A_GURU

  2

  3

  1

  3

  2

  27 Between Groups Within Groups Total Sum of

  2

  3

  1

  3

  1 (I) A_GURU

  1

  2

  3

  1

  2

  3 Tukey HSD Bonferroni Mean Difference

  (I-J) Std. Error Sig. Lower Bound Upper Bound 95% Confidence Interval

  Squares df Mean Square F Sig.

  2 10.983 2.017 .154 136.141 25 5.446 158.107

  

HASIL UJI HIPOTESIS

PERSEPSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL

Oneway

Descriptives

  11.16

  GURU

  14 18.93 2.093 .559

  17.72

  20.14

  14

  22

  11 19.36 2.656 .801

  17.58

  21.15

  15

  23

  3 16.33 2.082 1.202

  21.50

  ANOVA GURU 21.966

  14

  18

  28 18.82 2.420 .457

  17.88

  19.76

  14

  23 N Mean Std. Deviation Std. Error Lower Bound

  1

  2

  Upper Bound 95% Confidence Interval for Mean Minimum Maximum

  Test of Homogeneity of Variances GURU 1.125

  2 25 .340 Levene Statistic df1 df2 Sig.

  • .44 .940 .889 -2.78
  • 2.60 1.485 .208 -6.29
  • 3.03 1.520 .135 -6.82 .76
  • .44 .940 1.000 -2.85
  • 2.60 1.485 .278 -6.40

  Homogeneous Subsets GURU

Subset

for alpha

  

= .05

A_GURU N

  

1

a,b

  Tukey HSD

  3

  3

  16.33

  1

  14

  18.93

  2

  11

  19.36 Sig.

  .081 Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

  a.

  Uses Harmonic Mean Sample Size = 6.052.

  b.

  The group sizes are unequal. The harmonic mean of the group sizes is used. Type I error levels are not guaranteed.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
15
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
26
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
0
0
16
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Dalam Memperoleh Gelar Sarjana Akuntansi Program Studi Akuntansi
0
1
14
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Akuntansi
0
0
147
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
76
Studi Kasus: Kraton Yogyakarta SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
151
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan daerah
0
0
167
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
143
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
224
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
114
SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi
0
0
75
SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Sejarah
0
0
205
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi
0
0
217
Show more