HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI GAYA MENGAJAR GURU, PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

Gratis

0
0
148
1 year ago
Preview
Full text

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG

  

VARIASI GAYA MENGAJAR GURU, PENGGUNAAN

MEDIA PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR

SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

  

Studi Kasus SMA Pangudi Luhur Sedayu Jl. Wates Km.12, Sedayu, Bantul,

Yogyakarta

SKRIPSI

  

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidikan Akuntansi

  

Oleh:

Albertus Agung Haryoko

041334059

  

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

  PERSEMBAHAN

”YANG TERBAIK ADALAH YANG

MAMPU MEMBERI TERANG PADA

  YANG GELAP” (G. Wilwatika)

  Skripsi ini kupersembahkan kepada: Bapak dan Ibu Tercinta Kakak dan adik-adik tersayang

  MOTTO Memberi jalan pada orang lain tidak ak an

  Ø membuat Anda tertinggal.

  (G. Wilwatik a) Masa depan tidak terjadi begitu saja; masa

  Ø depan itu diciptak an.

  (Will dan Ariel Durant) Jangan putus asa Cuma k arna beberapa

  Ø

k egagalan. Dalam hidup, Anda Cuma butuh

satu k eberhasilan.

  (Aristoteles)

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak

memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam

kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 10 November 2008 Penulis Albertus Agung H.

  

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma : Nama : Albertus Agung Haryoko

  Nomor Mahasiswa : 041334059

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan

Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul :

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI GAYA

MENGAJAR GURU, PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN

MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

Studi Kasus SMA Pangudi Luhur Sedayu Jl. Wates Km.12, Sedayu, Bantul,

Yogyakarta

beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan

kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, me-

ngalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data,

mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media

lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun

memberikan roya lti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai

penulis. Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya. Yogyakarta, 08 Januari 2009 Yang menyatakan (Albertus Agung Haryoko)

KATA PENGANTAR

  Puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan

skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk

memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas

Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

  Selama penulisan skripsi ini, penulis telah banyak mendapat bantuan,

masukan dan dorongan dari banyak pihak baik secara langsung maupun tidak

langsung. Untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih dan penghormatan

kepada:

a. Romo Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J. selaku Rektor Universitas

Sanata Dharma.

  

b. Bapak Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D selaku Dekan Fakultas Keguruan dan

Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

  

c. Bapak Y. Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu

Pengetahuan Sosial Universitas Sanata Dharma.

  

d. Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi

Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma.

  

e. Bapak Drs. F.X. Muhadi, M.Pd., Ibu B. Indah Nugraheni, S.Pd., SIP., M.Pd.

dan Bapak Ig. Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku dosen penguji yang telah meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan, memberi kritik, dan saran

  

f. Segenap staff pengajar Program Studi Pendidikan Akuntansi atas ilmu yang

telah diberikan melalui perkuliahan.

  

g. Tenaga administrasi Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah

membantu proses kelancaran dalam proses belajar selama ini.

  

h. Kepala sekolah dan para guru SMA Pangudi Luhur Sedayu atas bantuan dan

keramahtamahan selama penulis melakukan penelitian.

i. Seluruh keluargaku: Ayahanda Y. Suwarno dan Ibunda Renik Maria M.

  tercinta, Mbak Rosa Widya A., dan adik-adik (T. Kanti Rahayu dan Valentina Adi M.) tersayang terima kasih atas segala dukungan doa, cinta, kesabaran perhatian, nasihat, dukungan moril, materiil, dan spiritual sampai saat ini, dan seluruh keluarga besar Semaun Petrus Kariyodimejo dan Y. Ngatijo Joinangun.

j. Kekasih hatiku Christina Rini Wulandari, terima kasih atas cinta dan kasihmu

yang begitu indah (aku sayang kamu).

k. Sahabat-sahabatku: Antonius Bheny M., Wisnu Triwidodo, Mas Setyo

Triwinarno, Tri Purnomo (makasih ya printernya), Pascalia Vicentia M.,

  Febriantari Eka M (Rani), Swastika Putri (Puput), Alfonsa Ika, terima kasih atas semua bantuan dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini

l. Teman-teman PAK’A dan PAK’B Pendidikan Akuntansi’04 atas kebersamaan

selama proses perkuliahan yang menyenangkan di Universitas Sanata Dharma

  (aku sangat bahagia bersama kalian). m. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

  Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat

banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari

berbagai pihak. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

  Yogyakarta, 10 November 2008 Penulis

  

ABSTRAK

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG

  

VARIASI GAYA MENGAJAR GURU, PENGGUNAAN MEDIA

PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI

  

Studi Kasus: SMA Pangudi Luhur Sedayu

Albertus Agung Haryoko

Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta

  

2008

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya hubungan yang

positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru

dengan prestasi belajar akuntansi, (2) ada tidaknya hubungan yang positif dan

signifikan antara penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar

akuntansi, (3) ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi

belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi, (4) ada tidaknya hubungan yang

positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar gur u,

penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar siswa dengan prestasi

belajar akuntansi.

  Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XII IPS SMA Pangudi Luhur

Sedayu. Teknik pegumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi.

Untuk menjawab permasalahan pertama, kedua dan ketiga digunakan analisis

korelasi product moment, sedangkan untuk menjawab permasalahan keempat

digunakan analisis korelasi ganda.

  Dari analisis data dapat ditarik kesimpulan: (1) ada hubungan yang positif

dan signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan

prestasi belajar akuntansi, yang dibuktikan dengan koefisien korelasi (r) 0,679

dengan tingkat signifikansi 0,00; (2) ada hubungan yang positif dan signifikan

antara persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran dengan prestasi

belajar akuntansi, yang dibuktikan dengan koefisien korelasi (r) 0,561 dengan

tingkat signifikansi 0,00; (3) ada hubungan yang positif dan signifikan antara

motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi, yang dib uktikan dengan

koefisien korelasi (r) 0,695 dengan tingkat signifikansi 0,00; (4) ada hubungan

yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar

guru, penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar siswa dengan prestasi

belajar akuntansi, yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi berganda (R) 0,879;

nilai F 147,751 dengan tingkat signifikansi 0,00.

  

ABSTRACT

THE RELATIONSHIP BETWEEN STUDENTS’ PERCEPTION

TOWARDS TEACHER’S VARIOUS TEACHING STYLE,

  

MEDIA, STUDENTS’ MOTIVATION AND STUDENTS’

LEARNING ACHIEVEMENT IN STUDYING ACCOUNTING

A Case Study: SMA Pangudi Luhur Sedayu

Albertus Agung Haryoko.

  

Sanata Dharma University

Yogyakarta

2008

  The aims of this research are to know whether there is positive and

significant relationship between student’s perception: (1) toward teacher’s various

teaching style and the students’ learning achievement in studying accounting, (2)

media and the students’ learning achievement in studying accounting, (3)

students’ motivation and the students’ learning achievement in studying

accounting, (4) teacher’ various teaching style, media, students’ motivation and

students’ learning achievement in studying accounting. th

  This research was conducted on the students of the 12 grade of Pangudi

Luhur Sedayu Senior High School. To collect the data, the writer used

questionnaire and documentation methods. To answer the first, second and third

problems, the writer used product moment correlation analysis, whereas to answer

the fourth problem, multiplied correla tion analysis was used.

  The findings are: 1) there is a positive and significant relationship between

students’ perception towards teacher’s various teaching style and the students’

learning achievement in studying accounting (r = 0,679 and sign. value 0,00); (2)

there is a positive and significant relationship between students’ perception

towards media and the students’ learning achievement in studying accounting (r =

0,561 and sign. value 0,00); (3) there is a positive and significant relationship

between students’ motivation and the students’ learning achievement in studying

accounting (r = 0,695 and sign. value 0,00); (4) there is a positive and significant

relationship between students’ perception about teacher’s various teaching style,

media, students’ motivation and students’ learning achievement in studying

accounting (R = 0,879; F = 147,751 and sign. value 0,00)

  

DAFTAR ISI

COVER .......................................................................................................................i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................................... ii

HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................. iii

PERSEMBAHAN .....................................................................................................iv

MOTTO .....................................................................................................................v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA.....................................................................vi

KATA PENGANTAR.............................................................................................. vii

ABSTRAK ................................................................................................................x

ABCTRACT ..............................................................................................................xi

DAFTAR ISI............................................................................................................ xii

DAFTAR TABEL.................................................................................................. xvii

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xviii

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................xix

  

BAB I. PENDAHULUAN ....................................................................................... 1

A. Latar Belakang Masalah........................................................................ 1 B. Identifikasi Masalah.............................................................................. 3 C. Batasan Masalah.................................................................................... 3 D. Rumusan Masalah................................................................................. 3 E. Tujuan Penelitian................................................................................... 4 F. Manfaat Penelitian................................................................................. 4

  A. Tinjauan Teoretik .................................................................................. 6

  1. Prestasi Belajar Akuntansi .............................................................. 6

  2. Persepsi.......................................................................................... 13

  3. Variasi Gaya Mengajar Guru ........................................................ 16

  4. Media Pembelajaran...................................................................... 19

  5. Motivasi Belajar Siswa.................................................................. 23

  B. Kajian Hasil Penelitian Yang Relevan................................................ 29

  C. Kerangka Berpikir ............................................................................... 30

  

1. Hubungan Antara Persepsi Siswa tentang Variasi Gaya

Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi ...................... 30

  2. Hubungan Antara Persepsi Siswa tentang Penggunaan Media Pembelajaran dengan Prestasi Belajar Akuntansi......................... 31

  3. Hubungan Antara Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi.......................................................................... 31

  

4. Hubungan Antara Persepsi Siswa tentang Variasi Gaya

Mengajar Guru, Penggunaan Media Pembelajaran Akuntansi,

dan Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar

Akuntansi ...................................................................................... 32

  D. Perumusan Hipotesis ........................................................................... 33

  

BAB III. METODE PENELITIAN .......................................................................... 34

A. Jenis Penelitian.................................................................................... 34 B. Tempat dan Waktu Penelitian............................................................. 34

  D. Variabel Penelitian dan Pengukuran................................................... 35

  1. Variabel Penelitian ....................................................................... 35

  2. Pengukuran Variabel Penelitian ................................................... 36

  E. Teknik Pengumpulan Data.................................................................. 36

  F. Uji Instrumen Penelitian...................................................................... 37

  1. Pengujian Validitas Kuesioner...................................................... 37

  2. Pengujian Reliabilitas Kuesioner .................................................. 39

  G. Teknik Analisis Data ........................................................................... 41

  1. Uji Persyarat Analisis .................................................................... 41

  2. Pengujian Hipotesis....................................................................... 42

  

BAB IV. GAMBARAN UMUM.............................................................................. 45

A. Sejarah Sekolah................................................................................... 45 B. Visi dan Misi SMA Pangudi Luhur Sedayu........................................ 46 C. Sumber Daya Manusia SMA Pangudi Luhur Sedayu......................... 47 D. Data Peserta Didik SMA Pangudi Luhur Sedayu ............................... 49 E. Fasilitas Pendidikan............................................................................. 49 F. Struktur Organisasi.............................................................................. 50 G. Uraian Tugas Masing-Masing Komponen Sekolah............................ 53 H. Hubungan antara SMA Pangudi Luhur Sedayu dan Instansi Lain...... 61

BAB V. ANALISIS DAN PEMBAHASAN ........................................................... 63

A. Deskripsi Data..................................................................................... 63

  1. Persepsi Siswa tentang Variasi Gaya Mengajar Guru................... 63

  3. Motivasi Belajar Siswa ................................................................. 65

  4. Prestasi Belajar Akuntansi ............................................................ 67

  

B. Uji Persyaratan Analisis Data ............................................................. 68

  1. Uji Normalitas............................................................................... 68

  2. Uji Linearitas ................................................................................. 68

  

C. Pengujian Hipotesis............................................................................. 69

  1. Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi ...................... 69

  

2. Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media

Pembelajaran dengan Prestasibelajar Akuntansi........................... 70

  3. Hubungan Antara Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi.......................................................................... 70

  4. Hubunga n Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru, Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi......................... 71

  

D. Pembahasan......................................................................................... 72

  1. Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi ...................... 72

  

2. Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Penggunaan Media

Pembelajaran dengan Prestasi Belajar Akuntansi......................... 73

  3. Hubungan Antara Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi.......................................................................... 73

  

4. Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya

Mengajar Guru, Penggunaan Media Pembelajaran dan Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi......................... 74

  

BAB VI. KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATAS AN .............................. 76

A. Kesimpulan.......................................................................................... 76 B. Keterbatasan........................................................................................ 79 C. Saran.................................................................................................... 79 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  DAFTAR TABEL

Tabel 1 Skor Pernyataan Sikap ............................................................................. 36

Tabel 2 Hasil Perhitungan Uji Validitas ................................................................ 38

Tabel 3.1 Instrumen Interprestasi Reliabilitas .......................................................... 40Tabel 3.2 Hasil Uji Reliabilitas ................................................................................ 40 Tabel 4 Pedoman Penilaian Koefisien Korelasi .................................................... 42Tabel 4.1 Majelis Sekolah ........................................................................................ 47Tabel 4.2 Data Peserta Didik .................................................................................... 49Tabel 4.3 Data Fasilitas SMA Pangudiluhur Sedayu ............................................... 49Tabel 5.1 Penilaian Acuan Patokan (PAP II) ........................................................... 63Tabel 5.2 Interprestasi Persepsi Siswa tentang Variasi Gaya Mengajar Guru ......... 63Tabel 5.3 Interprestasi Persepsi Siswa tentang Penggunaan Media Pembelajaran .. 65Tabel 5.4 Interprestasi Motivasi Belajar Siswa ........................................................ 66Tabel 5.5 Interprestasi Prestasi Belajar Akuntansi ................................................... 67Tabel 5.6 Rangkuman Hasil Uji Linearitas .............................................................. 69Tabel 5.7 Rangkuman Hasil Perhitungan Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif .................................................................................. 72

  DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Struktur Dasar Organisasi Sekolah ....................................................... 50

Gambar 2 Struktur Organisasi Yayasan Pangudiluhur .......................................... 51

Gambar 3 Struktur Komite Sekolah SMA Pangudiluhur Sedayu .......................... 52

  DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kisi-kisi kuesioner dan kuesioner penelitian ...................................... 81

Lampiran 2 Data Induk Penelitian ......................................................................... 85

Lampiran 3 Daftar Distribusi Frekuensi ................................................................ 92

Lampiran 4 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ..................................................... 103

Lampiran 5 Uji Normalitas dan Uji Linearitas .................................................... 106

Lampiran 6 Korelasi Product Moment dan Analisis Korelasi Ganda ................. 108

Lampiran 7 Sumbangan Re latif dan Sumbangan Efektif .................................... 110

Lampiran 8 Surat Ijin Lampiran 9 Tabel r, F

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan investasi yang paling utama bagi setiap bangsa,

  terutama bagi bangsa yang giat membangun negaranya yang biasa disebut sebagai bangsa yang sedang berkembang. Pembangunan yang dimaksud di sini adalah pembangunan yang hanya dapat dilakukan oleh manusia melalui pendidikan. Melihat betapa pentingnya peran pendidikan bagi perkembangan suatu negara, maka pend idikan tersebut diharapkan mampu memberikan mutu yang baik sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Asumsinya, apabila mutu pendidikan baik, maka kemungkinan besar pendidikan tersebut akan menghasilkan manusia yang berkualitas.

  Perkembangan pendidikan di Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara sekitarnya. Laju pertumbuhan pendidikan di Indonesia yang masih labil dapat menghambat tujuan pendidikan. Adapun

tujuan pendidikan adalah menciptakan manusia- manusia yang berkualitas.

  Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang mendidik siswa-siswanya untuk dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan juga kemampuan untuk dapat lebih bersosialisasi dengan masyarakat. Melalui proses belajar mengajar

  

Dalam hal ini guru memegang peranan yang sangat penting dan dominan.

Agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, maka situasi kelas

harus memiliki hubungan yang manusiawi antar sesama murid maupun murid

dengan guru-gurunya, sehingga hubungan tersebut mampu menciptakan

perasaan bersatu dan perasaan kebersaman (Hadari, 1981:47). Di dalam

kegiatan belajar mengajar adakalanya siswa merasa bosan terhadap pelajaran

yang sedang diajarkan. Dalam hal ini variasi dalam mengajar dianggap sangat

penting untuk mengatasi rasa kebosanan pada diri siswa karena dengan adanya

variasi mengajar, maka seorang guru diharapkan dapat memacu semangat

belajar siswa.

  Dengan adanya variasi gaya mengajar guru, siswa tidak akan merasa

membosankan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kondisi yang

seperti inilah yang mampu menumbuhkan minat siswa terhadap mata

pelajaran yang bersangkutan, sehingga siswa akan termotivasi untuk belajar

lebih tekun dan memberikan yang terbaik pada bidang yang mereka minati.

Selain itu, kontribusi media pembelajaran untuk mencapai keberhasilan belajar

juga tidak kalah pentingnya, karena dengan adanya media pembelajaran yang

baik dan menarik maka siswa akan merasa lebih terbantu dalam memahami

materi yang diajarkan.

  Dengan adanya hal- hal tersebut di atas maka peneliti tertarik untuk

mengadakan penelitian yang berjudul ”Hubungan antara persepsi siswa

tentang variasi gaya mengajar guru, penggunaan media pembelajaran, dan

  B. Identifikasi Masalah Masalah- masalah yang muncul dalam peningkatan prestasi belajar siswa yaitu metode mengajar, perhatian orang tua, fasilitas atau media belajar, penghasilan orang tua, dukungan dari teman, lingkungan, minat, motivasi, kurikulum yang diterapkan di sekolah, dan variasi gaya mengajar guru.

  C. Batasan Masalah Menyadari banyaknya masalah yang ada dalam usaha peningkatan prestasi belajar peserta didik maka dalam penelitian ini penulis membatasi permasalahan mengenai hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru akuntansi, penggunaan media pembelajaran akuntansi, dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

  D. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa

tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi?

  2. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran denga n prestasi belajar akuntansi?

  3. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi?

4. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa

  motivasi belajar siswa secara bersama-sama dengan prestasi belajar akuntansi?

E. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi.

  2. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar akuntansi.

3. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

  4. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap variasi gaya mengajar guru, penggunaan media pembelajaran, dan motivasi belajar siswa secara bersama-sama dengan prestasi belajar akuntansi.

F. Manfaat Penelitian

  1. Bagi Guru Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dan gambaran bagi guru untuk lebih menyempurnakan kegiatan belajar mengajar terutama tentang variasi gaya mengajar yang dapat menarik perhatian siswa sehingga siswa tidak merasa bosan dengan pelajaran yang sedang diajarkan.

  2. Bagi Siswa Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi siswa bahwa betapa pentingnya motivasi belajar yang ada untuk dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal.

  3. Bagi Universitas Sanata Dharma Penelitian ini diharapkan agar dapat menambah referensi kepustakaan, khususnya referensi mengenai pendidikan.

  4. Bagi Penulis Penelitian ini diharapkan dapat memberi bekal pada penulis untuk terjun ke dunia pendidikan, mengingat program studi yang selama ini dijalani oleh penulis sengaja dipersiapkan untuk terjun ke dunia pendidikan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoretik

1. Prestasi Belajar Akuntansi

  a. Belajar Banyak orang yang beranggapan, bahwa yang dimaksud dengan belajar adalah mencari ilmu atau menuntut ilmu. Ada lagi yang secara lebih khusus mengartikan belajar adalah menyerap pengetahuan.

  Belajar adalah suatu aktivitas mental psikis, yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai- sikap, perubahan ini bersifat secara relatif konstan dan berbekas (Winkel, 2004:59).

  Faktor-faktor penting yang sangat erat hubungannya dengan proses belajar ialah: kematangan, penyesuaian diri/adaptasi, menghafal/mengingat, pengertian, berpikir dan latihan.

  b. Prestasi Belajar Prestasi belajar menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka yang diberikan guru. Prestasi belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari diri siswa itu sendiri (internal) maupun dari luar diri siswa (eksternal).

  Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, yaitu : (Dimyati dan Mudjiono, 1999:235-253)

1) Faktor Internal

  a) Sikap terhadap belajar Sikap merupakan kemampuan memberikan penilaian tentang sesuatu, yang membawa diri sesuai dengan penilaian tentang sesuatu, mengakibatkan terjadinya sikap menerima, menolak, atau mengabaikan kesempatan belajar.

  b) Motivasi belajar Motivasi belajar merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar. Motivasi ini dapat menjadi lemah. Lemahnya motivasi, atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan belajar. Selanjutnya, mutu hasil belajar akan menjadi rendah. Oleh karena itu, motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus, agar siswa memiliki hasil belajar yang baik, yang pada akhirnya semakin meningkatkan motivasi berprestasi.

  c) Konsentrasi belajar Konsentrasi belajar merupakan kemampuan memusatkan perhatian pada pelajaran yang tertuju pada isi bahan belajar pada pelajaran, guru perlu menggunakan bermacam- macam strategi belajar mengajar, dan memperhitungkan waktu belajar serta selingan istirahat.

  d) Mengolah bahan belajar Mengolah bahan belajar merupakan kemampuan siswa untuk menerima isi dan cara pemeroleh ajaran yang dikembangkan di berbagai mata pelajaran, sehingga menjadi bermakna bagi siswa. Isi bahan belajar berupa pengetahuan, nilai kesusilaan, nilai agama, nilai kesenian, serta keterampilan mental dan jasmani. Cara pemerolehan ajaran berupa bagaimana menggunakan kamus, daftar logaritma, atau rumus matematika.

  e) Menyimpan perolehan hasil belajar Menyimpan perolehan hasil belajar merupakan kemampuan menyimpan isi pesan dan cara perolehan pesan. Proses belajar terdiri dari proses penerimaan, pengolahan, penyimpanan, dan pengaktifan yang berupa penguatan serta pembangkitan kembali untuk dipergunakan. Dalam kehidupan sebenarnya tidak berarti semua proses tersebut berjalan lancar,

akibatnya proses penggunaan hasil belajar terganggu.

  f) Menggali hasil belajar yang tersimpan Menggali hasil belajar yang tersimpan merupakan proses maka siswa akan memperkuat pesan dengan cara mempelajari kembali atau mengaitkan dengan bahan lama. Dalam hal pesan lama, siswa akan memanggil atau membangkitkan pesan dan pengalaman lama untuk suatu unjuk hasil belajar. Proses menggali pesan lama tersebut dapat berwujud transfer belajar atau unjuk prestasi belajar. Gangguan dalam menggali pesan dan kesan lama dapat bersumber dari kesukaran penerimaan, pengolahan dan penyimpanan.

  g) Kemampuan berprestasi atau unjuk hasil belajar Kemampuan berprestasi merupakan suatu puncak proses belajar yang membuktikan keberhasilan belajar dalam memecahkan tugas-tugas belajar atau mentransfer hasil belajar.

  Kemampuan berprestasi terpengaruh oleh proses penerimaan, pengaktifan, prapengolahan, pengolahan, serta pemanggilan untuk pembangkitan pesan dan pengalaman.

  h) Rasa percaya diri siswa Rasa percaya diri timbul dari keinginan mewujudkan diri bertindak dan berhasil. Dalam proses belajar diketahui bahwa unjuk prestasi merupakan tahap pembuktian ”perwujudan diri” yang diakui oleh guru dan rekan sejawat siswa. Makin sering berhasil menyelesaikan tugas, maka semakin memperoleh pengakuan umum, dan selanjutnya rasa percaya diri semakin percaya diri guru mendorong keberanian terus menerus, memberikan berbagai macam penguat, dan pengakuan dan kepercayaan bila siswa telah berhasil. i) Intelegensi dan keberhasilan belajar Intelegensi adalah suatu kecakapan global atau rangkuman kecakapan untuk dapat bertindak secara terarah, berpikir secara baik, dan bergaul dengan lingkungan secara efisien. Kecakapan tersebut menjadi aktual bila siswa memecahkan masalah dalam belajar atau kehidupan sehari- hari.

  Faktor yang mempengaruhi intelegensi meliputi kurangnya fasilitas belajar, siswa makin dihadapkan oleh berbagai pilihan dan mereka merasa ragu dan takut gagal, kurangnya dorongan mental dari orang tua karena tidak memahami apa yang dipelajari oleh anaknya di sekolah, keadaan gizi yang rendah. j) Kebiasaan belajar Dalam kegiatan sehari- hari ditemukan adanya kebiasaan belajar yang kurang baik antara lain belajar pada akhir semester, belajar tidak teratur, menyia-nyiakan kesempatan belajar, bersekolah hanya untuk bergengsi, datang terlambat, bergaya pemimpin, bergaya jantan seperti merokok, sok menggurui teman lain, bergaya minta ”belas kasihan” tanpa belajar. Hal ini dapat diperbaiki dengan pembinaan disiplin k) Cita-cita siswa Cita-cita sebagai motivasi intrinsik perlu didikan yang harus dimulai sejak sekolah dasar. Cita-cita merupakan wujud eksplorasi dan emansipasi diri siswa.

2) Faktor Eksternal

  a) Guru sebagai pembina siswa belajar Guru adalah pengajar yang mendidik. Ia tidak hanya mengajar bidang studi yang sesuai dengan keahliannya, tetapi juga menjadi pendidik generasi muda bangsanya. Sebagai pendidik, ia memusatkan perhatian pada kepribadian siswa, khususnya berkenaan dengan kebangkitan belajar yang merupakan wujud emansipasi diri siswa. Sebagai guru yang pengajar, ia bertugas mengelola kegiatan belajar siswa di sekolah. Adapun tugas pengelolaan pembelajaran siswa meliputi : pembangunan hubungan baik dengan siswa; menggairahkan minat, perhatian, dan memperkuat motivasi belajar untuk berprestasi; mengorganisasi belajar; melaksanakan pendekatan pembelajaran secara tepat; mengevaluasi hasil belajar secara jujur dan obyektif;

melaporkan hasil belajar siswa kepada orang tua siswa.

  b) Prasarana dan sarana pembelajaran Lengkapnya prasarana dan sarana pembelajaran berarti lengkapnya prasarana dan sarana menentukan jaminan terselenggaranya proses belajar yang baik.

  c) Faktor keluarga Hubungan yang baik antara anggota keluarga dapat membantu dalam kegiatan belajar anak, sehingga dimungkinkan prestasi belajar dapat baik.

  d) Faktor lingkungan Lingkungan dimana siswa tinggal sangat berpengaruh pada kegiatan belajarnya.

  e) Kurikulum sekolah Program pembelajaran di sekolah mendasarkan diri pada suatu kurikulum. Kurikulum yang diberlakukan sekolah adalah kurikulum nasional yang disahkan oleh pemerintah, atau suatu kurikulum yang disahkan oleh yayasan pendidikan dan disusun berdasarkan tuntutan kemajuan masyarakat. Perubahan kurikulum sekolah menimbulkan masalah, antara lain : tujuan yang akan dicapai mungkin berubah; isi pendidikan berubah; kegiatan belajar mengajar; dan evaluasi berubah. Perubahan kurikulum di sekolah tidak hanya masalah bagi guru dan siswa, tetapi juga petugas pendidikan dan orang tua siswa.

  Prestasi belajar akuntansi dapat dipahami melalui nilai yang kurun waktu tertentu yang diberikan oleh guru akuntansi kepada siswa- siswanya.

2. Persepsi

  Irwanto, dkk (1988: 55) menyatakan bahwa persepsi adalah proses diterimanya rangsang (obyek, kualitas hubungan antar gejala serta peristiwa) sampai rangsang itu disadari dan diterima sehingga menghasilkan penafsiran pengalaman. Pengalaman dapat dipahami dengan melihatnya sebagai suatu proses individu mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan-kesan atau pengalaman-pengalaman sensorinya dalam usahanya memberikan suatu makna atau arti tertentu pada lingkungan (Siagian, 1989: 100). Hal yang senada juga diungkapkan Suharnan (2005: 23) yang menyatakan bahwa persepsi merupakan suatu proses menginterpretasi atau menafsirkan informasi yang diperoleh melalui sistem alat indera manusia.

  Persepsi juga dapat didefinisikan sebagai proses yang mengorganisir dan menggabungkan data indera kita (penginderaan) untuk dikembangkan sedemikian rupa sehingga kita dapat menyadari sekeliling kita, termasuk sadar akan diri kita sendiri (Davidoff, 1988: 232). Sedangkan Thoha (1988: 138) menyatakan bahwa persepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang di dalam memahami informasi tentang lingkunganya, baik lewat penglihatan, pendengaran, penghayatan

  Dengan demikian, dalam proses persepsi seseorang dapat

mengorganisasikan input yang kompleks dan bervariasi yang diterima oleh

panca indera. Jadi dapat disimpulkan persepsi adalah cara pandang

seseorang dalam menilai obyek yang ada di sekitarnya sehingga dapat

memotivasi seseorang dalam bertindak. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu:

  a. Perhatian yang Selektif Setiap saat individu berinteraksi dengan lingkungan. Interaksi dengan lingkungan mempengaruhi individu untuk menerima rangsang dari dunia sekitar. Rangsang atau stimulus yang diterima individu sangatlah beragam. Hal ini mendorong individu hanya memusatkan perhatian pada rangsang-rangsang tertentu. Perhatian sebagai langkah persiapan dalam persepsi merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu terhadap suatu obyek atau sekumpulan obyek (Walgito, 1994: 98). Perhatian pada suatu obyek tergantung dari intensitas obyek tersebut. Perhatian memiliki intensitas yang secara intensif dan tidak intensif terhadap suatu obyek. Perhatian dapat intensif apabila dikuatkan oleh banyaknya rangsang yang diterima dan perhatian dapat tidak intensif apabila kurang dikuatkan oleh rangsang tersebut (soemanto, 1988: 100).

  b. Ciri-ciri Rangsang Dalam melakukan persepsi, rangsang yang diterima harus kuat rangsang minimal dapat diterima oleh individu (Walgito, 1994: 46). Berkaitan dengan perhatian, individu lebih tertarik pada rangsang yang memiliki intensitas kuat karena dianggap dapat menarik perhatian.

  Rangsang dengan kontras atau warna yang lebih menarik perhatian akan lebih mudah untuk diterima individu. Rangsang dengan perubahan dari keadaan statis akan lebih mudah untuk diterima individu. Rangsang dengan ukuran besar dan diterima secara berulang- ulang, memudahkan individu untuk menerimanya (Irwanto,dkk, 1988: 76).

  c. Nilai-nilai dan Kebutuhan Individu Davidoff, 1981 (dalam Walgito, 2004: 89) mengemukakan bahwa persepsi bersifat individual sehingga persepsi individu yang satu berbeda dengan individu lain. Obyek yang diterima oleh individu dapat sama atau berbeda dengan individu lain. Perbedaan ini ditentukan oleh nilai dan kebutuhan individu itu sendiri. Nilai dan kebutuhan menjadi perhatian individu dalam menerima rangsang yang ada

  Guru bagi siswa merupakan faktor penentu dari suksesnya proses

belajar mengajar yang sedang berlangsung di kelas, karena fungsi seorang

guru adalah sebagai pengajar atau pendidik dalam setiap proses belajar di

sekolah. Dengan kecakapan dan keterampilan serta penguasaan materi merupakan subjek yang berkepentingan dalam kegiatan belajar mengajar, untuk itu diperlukan adanya hubungan timbal balik antara guru dan siswa.

  Siswa sebagai pihak yang berinteraksi langsung dalam proses belajar mengajar mempunyai persepsi terhadap variasi mengajar guru yang berbeda-beda. Perbedaan persepsi dari siswa terhadap variasi mengajar guru akan menimbulkan respon individu terhadap proses belajar mengajar dan hal ini akan berpengaruh pada siswa dalam memotivasi diri untuk berprestasi.

  Guru harus membantu perkembangan siswa untuk dapat menerima, memahami, serta menguasai ilmu pengetahuan. Untuk itu guru hendaknya mampu memotivasi siswa untuk senantiasa belajar dalam berbagai kesempatan. Persepsi siswa terhadap variasi mengajar adalah proses pemahaman, menerima, mengorganisasikan dan menginterprestasikan apa

yang didengar dan dilihat, sehingga siswa mampu memberikan penilaian.

3. Variasi Gaya Mengajar Guru

  a. Gaya mengajar guru Gaya mengajar adalah sikap yang harus dilakukan untuk menciptakan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung bagi proses belajar mengajar. Gaya mengajar sangat dipengaruhi oleh cara guru memandang diri mereka sendiri, dan cara guru memandang siswa. Hal ini bisa berarti bahwa perasaan guru, mewarnai corak pengajaran

  

dan pola interaksi dengan siswa (M. Entang, 1981:4). Selain itu

menurut Soewarno (1976:7) gaya mengajar guru meliputi :

1) Variasi kontak suara, dengan mengatur suara supaya berirama yang

menarik dan tidak membosankan serta dapat didengar oleh seluruh kelas. 2) Variasi kontak pandang, hendaknya guru memandang secara merata keseluruh kelas sehingga guru dapat mengetahui keseluruhan kegiatan dari murid-muridnya.

3) Variasi sikap berdiri, guru sebaiknya berdiri pada tempat yang

dapat dilihat oleh seluruh kelas.

  

4) Variasi cara menulis, di dalam menulis di papan tulis dimulai dari

sebelah kiri atas dan jelas terbaca oleh seluruh kelas.

  

5) Variasi mimik, menunjukan mimik yang ramah tetapi memberi

kesan tegas dan berwibawa.

  Dalam kegiatan belajar mengajar suatu perasaan jenuh mungkin

saja terjadi apabila kita melihat atau mengalami materi pelajaran yang sama terjadi secara berulang-ulang dan terus menerus sehingga

menjadi rutinitas. Dengan demikian untuk menanggulangi rasa bosan ini maka diperlukan adanya suatu variasi dalam proses belajar

mengajar, sehingga belajar di sekolah tidaklah terasa sebagai beban yang berat. Adanya variasi gaya mengajar guru akuntansi yang baik dapat membantu siswa untuk lebih memfokuskan perhatian siswa pada pelajaran yang sedang diajarkan. Menurut Gilarso (1986:84), variasi dalam mengajar mencakup hal-hal sebagai berikut : 1) Verbal, yaitu dengan penggunaan suara dan kata-kata yang diucapkan guru, misalnya nada suara dan intonasi, mengarahkan perhatian siswa, mengadakan pause/diam sebentar dan isyarat- isyarat lainnya.

  2) Non-verbal, yaitu dengan isyarat atau bahasa badan, misalnya kontak mata, ekspresi roman muka, gerak-gerik tangan/kepala/badan dan posisi guru di kelas.

  b. Faktor-faktor yang mempengaruhi variasi gaya mengajar guru Menurut Gilarso (1986:82) ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi guru untuk mengadakan variasi dalam gaya mengajar diantaranya : 1) Untuk mencegah timbulnya kebosanan dan kejenuhan pada siswa dalam mengikuti kegiatan belajar.

  

2) Untuk dapat melibatkan siswa ikut aktif dalam kegiatan belajar.

  c. Manfaat dari variasi mengajar guru Adapun manfaat dari adanya variasi gaya mengajar menurut Gilarso (1986:82), yaitu : 1) Adanya variasi dalam gaya mengajar membantu untuk menimbulkan dan mempertahankan perhatian siswa terhadap pelajaran dan minat.

2) Adanya variasi lebih melibatkan siswa dalam proses belajar- mengajar.

  3) Adanya cukup variasi dalam cara guru membawakan pelajaran dan dalam pola interaksi guru- murid ikut membentuk sikap positif terhadap guru dan terhadap sekolah. 4) Adanya variasi juga dapat menanggapi rasa ingin tahu dan rasa menyelidiki dari siswa yang umumnya lekas bosan dengan sesuatu yang sudah pernah dialami. 5) Adanya variasi dalam cara mengajar dan pola interaksi guru- murid dapat juga melayani keinginan dan pola belajar siswa yang berbeda-beda, sehingga siswa mendapat pelajaran yang sesuai dengan keinginan dengan lebih disukainya, dan dengan demikian mempermudah proses belajar siswa.

4. Media Pembelajaran

  a. Pengertian media pembelajaran Komunikasi antara pendidik dan anak didik yang berwujud pergaulan memungkinkan terjadinya proses pendidikan. Di dalam kehidupan modern media komunikasi bukanlah barang yang mewah atau mengejutkan, dimana salah satu syarat untuk berhasilnya suatu program suatu organisasi ialah menggunakan media yang baik dan tepat. Hal inipun terjadi dalam pendidikan baik secara formal, informal, dan non formal yang biasa diberi nama media pendidikan.

  Dalam dunia pendidikan/pengajaran hal tersebut dinamakan alat peraga. Istilah ini akhirnya di dalam pendidikan disebut media pendidikan/pembelajaran. Adapula yang menyebut Audio Visual Aid (AVA = alat bantu pandang dengar). Sesuai dengan namanya maka fungsinya membantu proses belajar mengajar melalui penglihatan dan pendengaran. Jadi dengan alat ini tujua n pembelajaran harus lebih berhasil. Jangan sampai AVA ini justru menggangu tercapainya tujuan pembelajaran (Roestiyah, 1982:67).

  Pengertian media pembelajaran menurut John D. Latuheru (1998:14) ialah : Media pembelajaran adalah bahan, alat maupun metode/teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, dengan maksud agar proses interaksi komunikasi iducatif (proses belajar mengajar) antara guru dan anak didik/warga belajar dapat berlangsung secara tepatguna dan berdayaguna.

  b. Fungsi media pembelajaran

Ada beberapa fungsi media pembelajaran (Roestiyah, 1982:69) yaitu :

1) Fungsi iducatif, artinya dengan media pembelajaran ini dapat memberikan pengaruh baik yang mengandung nilai- nilai pendidikan. Pengaruh ini berguna bagi diri sendiri maupun masyarakat.

  2) Fungs i sosial, artinya dengan alat media ini hubungan antara pribadi anak dapat lebih baik lagi, sebab mereka secara gotong-

  3) Fungsi ekonomis, artinya dengan satu macam alat media pembelajaran sudah dapat dinikmati oleh sejumlah anak didik dan bisa dipergunakan sepanjang waktu. Dapat mengurangi tenaga manusia, sebab pada pelajaran-pelajaran tertentu tidak perlu disajikan/diberikan oleh guru/manusia tetapi cukup dengan AVA. 4) Fungsi politis, artinya dengan media pembelajaran ini berarti sumber pendidikan atau yang lain yang berasal dari pusat akan sama sampai daerah-daerah bahkan sama di tiap-tiap sekolah. Sehingga tidak terdapat penyimpangan-penyimpangan yang berarti antara pelaksanaan di daerah sama dengan di pusat.

  5) Fungsi seni (budaya), artinya dengan adanya media pembelajaran ini berarti kita bisa mengenal macam- macam hasil budaya manusia sehingga pengetahuan anak tentang nilai- nilai budaya manusia makin lama makin bertambah. Sebab AVA inipun hasil budaya manusia.

  c. Manfaat media pembelajaran Manfaat media pembelajaran bagi anak didik menurut Latuheru (1988:23) yaitu: 1) Media pembelajaran menarik dan memperbesar perhatian anak didik terhadap materi pelajaran yang disajikan.

2) Media pembelajaran mengurangi bahkan dapat menghilangkan verbalisme.

  3) Media pembelajaran mengatasi perbedaan pengalaman belajar berdasarkan latar belakang sosial ekonomi dari anak didik.

  4) Media pembelajaran membantu memberikan pengalaman belajar yang sulit diperoleh dengan cara lain.

  5) Media pembelajaran dapat mengatasi batas-batas ruang dan waktu.

  Misalnya benda atau sesuatu yang diajarkan itu terlalu besar untuk dibawa ke dalam kelas, maka dapat saja dipergunakan model, foto atau slide ataupun gambar dari benda tersebut. 6) Media pembelajaran dapat membantu perkembangan pikiran anak didik secara teratur tentang hal yang mereka alami, misalnya film tentang suatu kejadian. Rangkaian dan urutan kejadian yang mereka lihat itu akan dapat mereka pelajari secara teratur dan kontinu. 7) Media pembelajaran dapat me mbantu anak didik dalam mengatasi hal- hal sulit nampak dengan mata, misalnya : bakteri, amuba, sel- sel yang semuanya hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop, atau dapat diperlihatkan gambar dari benda-benda tadi.

  8) Media pembelajaran dapat menumbuhkan kemampuan berusaha sendiri berdasarkan pengalaman dan kenyataan.

  9) Media pembelajaran dapat mengatasi hal yang sulit diikuti dengan indera mata. Misalnya peristiwa mekarnya setangkai kembang.

  Proses ini dapat diperlihatkan dengan film, melalui teknik animasi

  10) Media pembelajaran memungkinkan terjadinya kontak langsung antara anak didik dengan gurunya, dengan masyarakat, maupun dengan lingkungan alam di sekitar mereka (dengan karyawisata, berkemah dan lain- lain).

  Media pembelajaran yang digunakan dalam suatu kegiatan belajar mengajar tidak hanya terbatas pada yang disiapkan oleh guru kelas mereka sendiri, bahkan boleh disiapkan oleh suatu tim yang terdiri para ahli dalam bidang bersangkutan (ahli bidang studi, ahli sistem intruksional /pembelajaran, ahli media dan lainnya).

5. Motivasi Belajar Siswa

  a. Pengertian Motivasi berasal dari kata Inggris motivation yang berarti dorongan, pengalasan dan motivasi : kata kerjanya adalah to motivate yang berarti mendorong, menyebabkan dan merangsang. Motif adalah keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu tersebut untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai sesuatu tujuan (Suryabrata, 1984:72). Secara serupa Winkel mengemukakan bahwa motif adalah adanya penggerak dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan tertentu pula.

  b. Ada beberapa unsur yang mempengaruhi motivasi belajar, yaitu : 1) Cita-cita/aspirasi pembelajar

  Setiap manusia senantiasa mempunyai cita-cita atau aspirasi tertentu di dalam hidupnya, termasuk pembelajar. Cita-cita atau aspirasi ini senantiasa ia kejar dan ia perjuangkan. Bahkan tidak jarang, meskipun rintangan yang ditemui sangat banyak dalam mengejar cita-cita dan aspirasi tersebut, seseorang tetap berusaha semaksimal mungkin karena hal tersebut berkaitan dengan cita-cita dan aspirasinya. Oleh karena itu, cita-cita dan aspirasi sangat mempengaruhi terhadap motivasi belajar seseorang.

  2) Kemampuan pembelajar Kemampuan manusia satu dengan yang lainnya tidaklah sama. Menuntut seseorang sebagaimana orang lain dari bingkai penglihatan demikian tentulah tidak dibenarkan. Sebab, orang yang mempunyai kemampuan rendah akan sangat susah menyerupai orang yang mempunyai kemampuan tinggi; dan sebaliknya orang yang berkemampuan tinggi, akan menjadi malas jika dituntut sebagaimana mereka yang berkemampuan rendah.

  3) Kondisi pembelajar Kondisi pembelajaran dapat dibedakan atas kondisi fisiknya dan kondisi psikologisnya. Dua macam kondisi ini, fisik dan psikologis, umumnya saling mempengaruhi satu sama lain. Jiwa yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat dalam realitasnya juga berlaku kebalikannya. Bila seseorang kondisi psikologisnya tidak sehat, bisa berpengaruh juga terhadap ketahanan dan kesehatan fisiknya.

  Sangatlah jelas dan sering dirasakan oleh siapapun, jika kondisi fisik dalam keadaan lelah, umumnya motivasi belajar seseorang akan menurun. Sebaliknya jika kondisi fisik berada dalam keadaan bugar dan segar, motivasi belajar bisa meningkat.

  Berarti, kondisi fisik seseorang mempengaruhi motivasi belajarnya. Orang yang sudah sangat lelah tidak baik kalau dipaksa belajar. Demikian juga kalau sedang sakit, tidak baik dipaksa untuk belajar. 4) Kondisi lingkungan belajar Dalam lingkungan yang kompetitif untuk belajar, seseorang yang menghuni lingkungan tersebut akan terbawa serta untuk belajar sebagaimana orang lain. Ia, secara sadar ataukah tidak, terekayasa untuk belajar. Jika pada lingkungan tersebut belajar sudah menjadi budaya atau sebutlah ”menghabit”, maka para penghuni lingkungan tersebut bisa terbawa ke dalam budaya belajar. Jelaslah kiranya, bahwa lingkungan sosial berpengaruh terhadap motivasi belajar seseorang. 5) Unsur-unsur dinamis belajar pembelajaran Unsur-unsur dinamis belajar pembelajaran turut mempengaruhi motivasi belajar pembelajar. Unsur- unsur dinamis

belajar pembelajaran tersebut meliputi hal- hal sebagai berikut : b) Bahan belajar dan upaya penyediaannya.

  c) Alat bantu belajar dan upaya penyediaannya.

  d) Suasana belajar dan upaya pengembangannya.

  e) Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya.

  6) Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar Upaya guru dalam membelajarkan pembelajar juga berpengaruh terhadap motivasi belajar. Guru yang tinggi gairahnya dalam membelajarkan pembelajar, menjadikan pembelajar juga bergairah belajar. Guru yang sungguh-sungguh dalam membelajarkan pembelajar, menjadikan tingginya motivasi belajar pembelajar. Pada guru yang demikian, umumnya mempersiapkan diri dengan matang dan senantiasa memberikan yang terbaru dan terbaik kepada para pembelajar. Oleh karena yang diberikan tersebut menarik, terbaik dan mungkin terbaru, maka tingkat aktualitasnya sangat tinggi di mata pembelajar. Sebagai akibatnya, hal- hal yang disajikan oleh guru menjadi menarik di mata pembelajar. Menariknya hal-hal yang diberikan ini bisa menjadikan tingginya motivasi pembelajar.

  c. Upaya meningkatkan motivasi belajar Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh guru guna meningkatkan motivasi belajar pembelajar, yaitu :

  Ada dua cara dalam mengoptimalkan penerapan prinsip belajar tersebut. Pertama, menyusun strategi-strategi sehingga prinsip-prinsip tersebut (prinsip perhatian dan motivasi; prinsip keaktifan belajar; prinsip keterlibatan langsung pembelajar; prinsip pengulangan belajar; prinsip sifat perangsang dan menantang dari materi yang dipelajari; prinsip pemberian balikan dan penguatan dalam belajar; dan prinsip perbedaan individual antar pembelajar) dapat terterapkan secara optimal.

  Kedua, menjauhk an konstrain-konstrain (kendala-kendala) yang ditemui dalam mengoptimalkan penerapan prinsip-prinsip belajar. Kendala demikian ini patut dijauhkan, agar tidak mengganggu bagi penerapan prinsip-prinsip belajar.

2) Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis belajar/pembelajaran.

  Mengoptimalkan unsur-unsur dinamis dalam belajar/pembelajaran dapat dilakukan dengan cara : pertama, menyediakan secara kreatif berbagai unsur belajar pembelajaran tersebut dalam setting belajar pembelajaran. Penyediaan secara kreatif ini perlu dilakukan, karena umumnya ketika tidak ada guru hanya menerima kondisi tersebut apa adanya. Sebagai contoh, peralatan pengajaran yang mungkin tidak tersedia, atau tak terjangkau, dapat disediakan dengan merancang sendiri bersama- sama dengan pembelajar.

  Kedua, memanfaatkan sumber-sumber di luar sekolah sehingga keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah dapat ditanggulangi. Hal demikian dapat dilakukan dengan banyak mengadakan kerja sama dengan sejumlah lembaga di luar sekolah bahkan di luar dunia pendidikan. 3) Mengoptimalkan pemanfaatkan pengalaman/kemampuan yang telah dimiliki dalam belajar.

  Setiap pembelajar mempunyai kemampuan dan pengalaman- pengalaman tertentu yang berbeda antara satu dengan yang lain.

  Kemampuan dan pengalaman yang berbeda demikian ini hendaknya tidak justru menjadi kendala dalam aktivitas belajarnya.

  Kemampuan/pengalaman masa lalu ini bisa didapatkan oleh pembelajar melalui aktivitas belajar, dan bisa juga didapatkan oleh pembelajar melalui aktivitas lain atau aktivitas non belajar. 4) Mengembangkan cita-cita/aspirasi dalam belajar.

  Cita-cita adalah sesuatu yang dikejar oleh seseorang. Kegiatan-kegiatan seseorang, utamanya kegiatan belajar, lebih banyak teraksentuasi pada pengejaran dan atau pencapaian cita-cita atau aspirasi tersebut. Maka dari itu, cita-cita/aspirasi tersebut harus senantiasa dikembangkan dalam pembelajaran.

B. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan

  Ika Liana Wati dalam penelitiannya yang berjudul ”Hubungan Antara Persepsi Siswa Terhadap Profesionalisme Guru, Motivasi Berprestasi dan Variasi Gaya Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Siswa” menyatakan bahwa seorang guru dapat membuat siswa tidak menjadi bosan dalam berlangsungnya proses kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan variasi gaya mengajar yang sesuai sehingga siswa dapat mudah untuk menerima pelajaran.

  Dari hasil penelitian Widiyani dalam penelitiannya yang berjudul ”Hubungan Antara Kedisiplinan Belajar dan Media Pembelajaran dengan Prestasi Belajar Siswa” menyatakan bahwa dengan adanya media pembelajaran yang dikombinasikan maka siswa akan terdorong untuk lebih meningkatkan prestasi belajar mereka, karena siswa akan lebih memahami apa yang disampaikan guru.

  Berdasarkan dua hasil penelitian di atas dapat diketahui bahwa dengan adanya variasi gaya mengajar guru dan media pembelajaran akan meningkatkan prestasi belajar siswa, karena siswa akan memahami apa yang disampaikan guru dan tidak bosan dalam berlangsungnya proses kegiatan

belajar mengajar sehingga dapat dengan mudah untuk menerima pelajaran.

C. Kerangka Berpikir 1. Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru dengan Prestasi Belajar Akuntansi

  Seorang guru memegang peran yang penting dalam kegiatan belajar mengajar. Keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar yang terjadi di kelas tidak terlepas dari peran guru itu sendiri, bagaimana guru dapat mengajar dengan baik dan bagaimana caranya guru mencegah kebosanan pada diri siswa dalam mengikuti pelajaran. Oleh sebab itu perlu adanya variasi gaya mengajar guru akuntansi yang dapat mendukung proses belajar mengajar yang sedang berlangsung di kelas. Murid-murid di sekolah memerlukan (dan menginginkan) adanya variasi dalam proses belajar-mengajar, yaitu sesuatu yang baru, yang menggairahkan mereka, yang melibatkan diri mereka, sehingga belajar di sekolah tidaklah terasa sebagai beban berat, melainkan sebagai sesuatu yang menyenangkan (Gilarso, 1986:82).

  Dengan mengadakan variasi gaya mengajar yang diberikan kepada siswa, guru dapat menarik dan mempertahankan semangat belajar siswa.

  Dengan demikian dapat membantu siswa untuk dapat meningkatkan dan mempertahankan prestasi belajar akuntansinya karena siswa merasa tidak bosan dengan pelajaran akuntansi dan dapat dengan mudah mengikuti pelajaran akuntansi.

2. Hubungan Antara Persepsi Siswa terhadap Penggunaan Media Pembelajaran dengan Prestasi Belajar Akuntansi

  Dalam proses belajar mengajar yang berorientasi pada media pembelajaran dapat memberikan gambaran umum bahwa pengadaan media pembelajaran akan sangat menunjang kegiatan belajar siswa, dimana siswa akan lebih mengerti dan memahami apa yang disampaikan oleh guru kepada muridnya yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa.

  Menurut Sanjaya dengan adanya media komunikasi bukan saja dapat mempermudah dan mengefektifkan proses pembelajaran, akan tetapi juga bisa membuat proses pembelajaran lebih menarik. Dengan media yang ada di sekolah, maka memungkinkan siswa akan memperoleh prestasi yang baik, oleh karena itu diharapkan agar dengan adanya media yang lebih memadai dan optimal, siswa mempunyai perasaan senang sebagai dasar untuk menciptakan motivasi belajar untuk mencapai prestasi belajar yang optimal.

  

3. Hubungan Antara Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar

Akuntansi Motivasi belajar siswa akan berpengaruh terhadap prestasi belajarnya. Dengan adanya motivasi, seorang siswa akan terpacu untuk lebih giat belajar sehingga akan membawa pengaruh terhadap prestasinya. Menurut Mudjiono (1999:35), motivasi merupakan dorongan mental yang

  Seorang siswa yang memiliki motivasi belajar secara intrinsik akan senang dengan semua pelajaran. Siswa tidak akan memilih pelajaran tertentu saja bila ingin berhasil dan mendapat nilai yang baik. Walaupun jurusan yang akan dipilihnya nanti tidak ada pelajaran akuntansi, namun ia tetap termotivasi untuk belajar akuntansi. Sebaliknya siswa yang akan memilih jurusan IPS juga mempunyai motivasi yang tinggi terhadap pelajaran akuntansi agar siswa mendapat nilai yang baik.

  Motivasi sangat penting untuk keberhasilan belajar, karena dengan motivasi siswa akan terdorong untuk belajar lebih giat. Siswa yang selalu belajar giat tentu prestasi belajarnya lebih baik. Hal ini menandakan adanya hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

4. Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar

  Guru, Penggunaan Media Pembelajaran, dan Motivasi Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi Dalam proses belajar mengajar sering kali siswa merasa bosan dengan cara guru mengajar. Agar siswa dapat terhindar dari rasa bosan mengikuti pelajaran akuntansi, maka perlu adanya variasi gaya mengajar guru akuntansi. Media pembelajaran akuntansi pun tidak kalah pentingnya untuk mencapai tujuan pembelajaran akuntansi karena dapat membuat siswa menjadi tertarik untuk mengikuti pelajaran akuntansi. Jika siswa sudah memiliki ketertarikan dalam pelajaran akuntansi maka akan muncul akuntansi dan akan membawa dampak dalam meningkatkan prestasi belajar akuntansinya.

D. Perumusan Hipotesis

  Hipotesis merupakan pernyataan yang masih lemah, karenanya masih harus diuji kebenarannya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah :

  1. Adanya hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi.

  2. Adanya hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap penggunaan media pembelajaran akuntansi dengan prestasi belajar akuntansi.

3. Adanya hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

  4. Adanya hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru akuntansi, penggunaan media pembelajaran akuntansi, dan motivasi belajar siswa secara bersama-sama dengan prestasi belajar akuntansi.

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus mengenai hubungan

  antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, penggunaan media pembelajaran, dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi di SMA Pangudi Luhur Sedayu.

B. Tempat dan Waktu Penelitian

  1. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di SMA Pangudi Luhur Sedayu Jl. Wates Km.12, Sedayu, Bantul, Yogyakarta.

  2. Waktu Penelitian

Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2008.

C. Populasi dan Sampel

1. Populasi

  Populasi adalah kumpulan yang lengkap dari seluruh elemen yang sejenis akan tetapi dapat dibedakan satu sama lain. Sesuai dengan masalah yang akan diteliti maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah

2. Sampel Penelitian

  Sampel adalah sebagian yang diambil dari populasi dengan menggunakan cara-cara tertentu. Menurut Suharsimi Arikunto (1993:107) apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian popula si. Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar, dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih. Dalam penelitian ini sampel penelitian ditetapkan seluruh siswa kelas XII

  IPS SMA Pangudi Luhur Sedayu yang berjumlah 73 siswa. Siswa kelas

  XII IPS dipilih sebagai sampel dengan pertimbangan bahwa kelas X tidak ada mata pelajaran akuntansi dan kelas XI IPS baru akan memulai pelajaran akuntansi.

D. Variabel Penelitian dan Pengukuran

1. Variabel Penelitian

  Variabel penelitian adalah objek yang bervariasi atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Ada dua macam variabel yang diteliti, yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable). Variabel bebas terdiri dari tiga variabel: (1) persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, (2) media pembelajaran akuntansi, dan (3) motivasi belajar siswa; sedangkan yang menjadi variabel terikat adalah prestasi belajar akuntansi.

  2. Pengukuran Variabel Penelitian Variabel penelitian persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, media pembelajaran akuntansi, dan motivasi belajar siswa akan diukur dengan menggunakan skala model Likert. Peneliti menggunakan skala Likert untuk memberikan skor pada kuesioner. Skala Likert ini merupakan salah satu skala yang digunakan untuk mengukur sikap. Ada dua kategori pernyataan yang digunakan, yaitu pernyataan positif dan pernyataan negatif yang dinilai dengan Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Pernyataan positif adalah pernyataan yang mendukung gagasan sedangkan pernyataan negatif adalah pernyataan yang tidak mendukung gagasan.

  Skor yang digunakan untuk menilai pernyataan-pernyataan tersebut adalah : Tabel 1 Skor Pernyataan Sikap

  

Pernyataan sikap Skor SS Skor S Skor TS Skor STS

Pernyataan positif

  4

  3

  2

  1 Pernyataan negatif

  1

  2

  3

  4 E. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini teknik pengump ulan data yang digunakan adalah:

  1. Kuesioner Metode kuesioner adalah metode pengumpulan data dengan menggunakan sejumlah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk diisi sesuai dengan keadaan responden yang sebenarnya.

  Melalui cara ini dimaksudkan penulis untuk memperoleh data primer yaitu persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, media pembelajaran akuntansi dengan motivasi belajar siswa. (Kuesioner dan kisi-kisi penyusunan kuesioner dapat dilihat pada lampiran 1).

2. Dokumentasi

  Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data sekunder, yaitu dokumen untuk mendapatkan data tentang prestasi belajar siswa dan data-data monografi dari sekolah tentang keadaan sekolah.

F. Uji Instrumen Penelitian

1. Pengujian Validitas kuesioner

  Suatu alat ukur dikatakan valid atau sahih apabila suatu alat pengukur tersebut dapat mengukur apa yang ingin diukur dengan tepat atau teliti. Pengujian kevalidan alat ukur dapat menggunakan metode analisis butir dengan menguji apakah item telah mengungkapkan faktor atau indikator yang ingin diselidiki. Suharsimi (1993:138) menyatakan

perhitungan korelasi product moment dari Karl Pearson dengan rumus

  N

  XY ( X )( Y ) Σ − Σ Σ r xy =

  2

  2

  2

  2 { N X ( X ) }{ N Y ( Y ) }

  Σ − Σ Σ − Σ Keterangan : r xy = koefisien korelasi antara x dan y N = jumlah subyek X = skor butir Y = skor total sample uji coba = jumlah harga dari skor butir

  ∑ Χ

  2 Χ ∑

  = jumlah hasil kuadrat dari hasil harga skor butir

  2 Υ ∑

  = jumlah hasil kuadrat dari harga total butir sampel uji coba Untuk mengetahui validitas instrumen atau kuesioner, terlebih

dahulu item instrumen ini diujicobakan pada 52 responden. Kemudian

mencari r tabel yaitu dengan dk=n-2 dengan taraf signifikansi 5% (dk=52-

2=50, 5%) sehingga diperoleh r tabel = 0,183. Pengujian item instrumen

dilakukan di SMA N 1 Ba nguntapan, Bantul. Dalam pelaksanaan

perhitungan uji validitas item pada penelitian ini, peneliti menggunakan

bantuan program SPSS 12 (Statistical Product and Service Solution).

  Kriteria pengambilan keputusan yaitu apabila hitung r > tabel r pada n = 52

dengan taraf signifikansi 5% maka item instrumen tersebut dinyatakan

valid. Sebaliknya apabila hitung r <

tabel

r maka item instrumen tidak valid.

  

Adapun rangkuman dari hasil pengujian validitas tersaji pada tabel berikut

ini:

TABEL 2

Hasil Perhitungan Uji Validitas

  No. Item r hitung r tabel Keterangan 1 0,546 0,183 Valid 2 0,421 0,183 Valid 3 0,316 0,183 Valid 4 0,345 0,183 Valid 5 0,613 0,183 Valid 6 0,256 0,183 Valid 7 0,777 0,183 Valid 8 0,656 0,183 Valid 9 0,686 0,183 Valid

  10 0,798 0,183 Valid 11 0,636 0,183 Valid 12 0,197 0,183 Valid 13 0,567 0,183 Valid

  15 0,300 0,183 Valid 16 0,639 0,183 Valid 17 0,470 0,183 Valid 18 0,206 0,183 Valid 19 0,199 0,183 Valid 20 0,487 0,183 Valid 21 0,523 0,183 Valid 22 0,573 0,183 Valid 23 0,683 0,183 Valid 24 0,454 0,183 Valid 25 0,457 0,183 Valid 26 0,413 0,183 Valid 27 0,533 0,183 Valid 28 0,280 0,183 Valid 29 0,332 0,183 Valid 30 0,65 0,183 Valid 31 0,647 0,183 Valid 32 0,379 0,183 Valid 33 0,716 0,183 Valid 34 0,579 0,183 Valid 35 0,582 0,183 Valid 36 0,437 0,183 Valid 37 0,509 0,183 Valid 38 0,368 0,183 Valid 39 0,539 0,183 Valid 40 0,531 0,183 Valid

2. Pengujian Reliabilitas kuesioner

  Uji reliabilitas dilakukan untuk menunjukkan bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk dapat dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Untuk menguji reliabilitas instrumen pada penelitian ini rumus yang

dipakai yaitu koefisien alpha cronbach (Suharsimi Arikunto, 1998: 193).

  ( )    

     

  −   

     −

  = ∑

  2

  2

  11

  1

  1 t b k k r

  σ σ Keterangan:

  2 = Jumlah varians butir

  σ b

  ∑

  2 σ = Varians total t

  Untuk menginterpretasikan tinggi rendahnya reliabilitas pedoman yang digunakan adalah sebagai berikut:

Tabel. 3.1

Instrumen Interpretasi Reliabilitas

  

No. Tingkat Penguasaan Kriteria Penilaian

1. 0,80-1,00 Sangat Tinggi

2. 0,60-0,79 Tinggi 3. 0,40-0,59 Cukup 4. 0,20-0,39 Rendah

5. 0,00-0,19 Sangat Rendah

  Hasil ana lisis uji reliabilitas dihitung dengan bantuan program SPSS

  

12. Dari hasil analisis tersebut diperoleh hasil uji reliabilitas seperti pada

tabel dibawah ini:

Tabel 3.2 Hasil Uji Reliabilitas

  No. Variabel Penelitian r 11 r tabel

1. Persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru 0,882 0,183

  

2. Persepsi siswa tentang penggunaan Media 0,759 0,183

pembelajaran

  

3. Motivasi belajar siswa 0,853 0,183

Semua variabel bebas dapat dikatakan reliabel pada taraf signifikansi 5% karena r > r . Berdasarkan instrumen interprestasi reliabilitas di hitung tabel atas variabel persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi, variabel persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran memiliki tingkat reliabilitas tinggi, dan

G. Teknik Analisis Data 1. Uji Prasyarat Analisis

  Uji prasyarat analisis harus dilakukan karena akan digunakan sebagai langkah selanjutnya dalam melakukan analisis data, selain itu uji prasyarat analisis juga dimaksudkan sebagai dasar dalam mengambil keputusan agar tidak menyimpang dari kebenaran yang seharusnya ditarik.

  a. Uji normalitas Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang terjaring dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak. Untuk mengetahui hal tersebut digunakan rumus One-Sample Kolmogorov-Smirnov (Sugiyono, 1999:255) yaitu : D Maksimum F S

  = χ − Χ

( ) n ( )

  Keterangan: D = Deviasi maksimum F (?) = Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan S (X) = Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi n

  b. Uji linearitas Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui linear tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Untuk melakukan linearitas ini digunakan rumus persamaan regresi dengan menguji signifikansi nilai F. Menurut Sudjana (1996) uji linearitas dilakukan dengan menggunakan rumus F sebagai berikut:

  2 TC S F =

  2 e

  S Keterangan : F : Harga pembilang F untuk garis regresi

2 S T C : Rerata kuadrat garis regresi

  2 S : Rerata kuadrat garis residu e

2. Pengujian Hipotesis

  a. Untuk pengujian hipotesis pertama, kedua dan ketiga, peneliti menggunakan rumus korelasi product moment dari pearson sebagai berikut:

  N

  XY ( X )( Y ) XY Σ − Σ Σ r

  =

  2

  2

  2

  2 N X ( X ) N Y ( Y ) Σ − Σ Σ − Σ

  { }{ } Keterangan : r XY = Koefisien korelasi X dan Y N = Banyak subyek

  X = Jumlah skor dari variabel bebas.

  ∑ Y = Jumlah skor dari variabel terikat. ∑

  XY = Jumlah hasil perkalian dari total skor variabel bebas dan ∑ variabel terikat.

  Untuk selanjutnya pengujian hipotesis pertama, kedua dan ketiga menggunakan bantuan komputer program SPSS 12. Kuatnya hubungan antar variabel dinyatakan dalam koefisien korelasi. Semakin kecil koefisien korelasi, maka akan semakin besar kesalahan untuk membuat prediksi. Ketentuan untuk pedoman penafsiran koefisien korelasi adalah sebagai berikut (Sugiyono, 1999:216).

  Tabel 4 Pedoman Penilaian Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0,199 Sangat Rendah

  0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat Sedangkan untuk menguji signifikan dari koefisien korelasi r xy peneliti akan membandingkan nilai probabilitas dengan taraf signifikansinya.

  Kriteria pengujian adalah : Jika probabilitas > 0,05 berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan.

Jika probabilitas < 0,05 berarti terdapat hubungan yang signifikan.

  

b. Untuk pengujian hipotesis keempat tentang hubungan antara persepsi

siswa tentang variasi gaya mengajar guru akuntansi (X1), penggunaan media pembelajaran akuntans i (X2), dan motivasi belajar siswa (X3) secara bersama-sama terhadap prestasi belajar akuntansi (Y) akan digunakan analisis korelasi ganda dengan rumus sebagai berikut : a y a y a y

  χ χ χ + +

  1

  1

  2

  2

  

3

  3 ∑ ∑ ∑

  R

  XY 1 , 2 , 3 =

  2 ( ) y

  Σ Keterangan : R = Koefisien korelasi antara variabel Y dengan X , X , dan X

  XY(1,2,3)

  1

  2

  3 a 1 = Koefisien regresi variabel bebas X

  1 a 2 = Koefisien regresi variabel bebas X 3

  2 a = Koefisien regresi variabel bebas X

  3 X Y

  1 ( )( )

  ∑ ∑ ? ? y =

  1 X Y 1 − ∑ n

  X Y

  2 ( )( )

  ∑ ∑ ? ? 2 y =

  X Y

  2 ∑ n

  X Y

  3 ( )( )

  ∑ ∑ ? ? 3 y =

  X Y 3 −

  ∑ n

2 Y

  2 2 ( ) ∑

  ? y = Y

  − ∑ n Selanjutnya untuk menguji hipotesis keempat menggunakan bantuan

komputer program SPSS 12. Untuk menguji signifikan dari koefisien

korelasi r peneliti akan membandingkan nilai probabilitas dengan taraf

xy signifikansinya.

  Kriteria pengujian adalah : Jika probabilitas > 0,05 berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan.

  Jika probabilitas < 0,05 berarti terdapat hubungan yang signifikan.

  

BAB IV

GAMBARAN UMUM A. Sejarah Sekolah SMA Pangudi Luhur Sedayu didirikan dengan nama SPG Pangudi Luhur Sedayu. SPG ini didirikan pada tanggal 1 Januari 1967 dan terdaftar pada Insp. Daerah Pendidikan Guru/Tenaga No. A. 60/Set/SPG Swt, 30 Juni 1969. Semula SPG Pangudi Luhur Sedayu didirikan dengan maksud untuk menampung anak-anak tamatan SMP yang tidak mampu melanjutkan sekolah ke kota karena kesulitan transportasi dan biaya sekolah, serta untuk

mengentaskan anak-anak sekitar dari keadaan buruh tani yang tradisional.

  Pada tahun pelajaran 1988/1989 melalui SK Menteri Mendikbud RI No. 034/I 13/H/Kpts/Tanggal 28 Februari/1989, SPG Pangudi Luhur Sedayu beralih fungsi menjadi SMA Pangudi Luhur Sedayu.

1. Identitas Sekolah

  Nama Sekolah : SMA Pangudi Luhur Sedayu

Alamat : Jl. Wates Km. 12, Argosari, Sedayu,Bantul,

Yogyakarta 55752 Telp. : (0274) 7494179

  Fax. : (0274) 7482229 Nomor Data Sekolah : 3004010011

Tahun Berdiri : 1989 (alih fungsi dari SPG menjadi SMA)

  NSS : 302040104005 Jenjang Akreditasi : Disamakan No. Keputusan AK : 273/C.c7/Kep/MN/99 Tanggal Keputusan : 17 September 1999 Waktu Sekolah : Pagi 2.

   Yayasan Penyelenggara Nama Yayasan : Yayasan Pendidikan Pangudi Luhur Alamat : Jl. Dr. Sutomo No. 4 Semarang 50244 Telp. : (024) 314004, (024)317806 Akta Notaris : No. 16 Tanggal 6 Oktober 1954 Ketua Yayasan : Bruder Frans Sugi, FIC Bendahara Yayasan : Bruder Drs. Ignasius Ngadiso, FIC

Kepala Kantor : Bruder Theodorus Suwariyanto, FIC, MM.

B. Visi dan Misi SMA Pangudi Luhur Sedayu

1. Visi

  Terbentuknya lulusan yang cerdas, berbudi pekerti luhur, dan memiliki keterampilan dengan semangat melayani yang miskin dan berkekurangan.

  Indikator pencapaian misi sekolah berupa lulusan yang dihasilkan mempunyai daya saing yang tinggi baik dalam melanjutkan ke pendidikan tinggi maupun terserap ke dunia kerja dengan bekal santun yang tampak dari sikap dan perilaku teladan.

2. Misi

  

Misi merupakan penjabaran dari visi seperti pada butir-butir berikut:

a Melakukan pembelajaran yang efektif, berkualitas dan profesional. b Mengembangkan keterampilan komputer, akuntansi dan bahasa Inggris. c Menciptakan suasana kondusif untuk menciptakan peserta didik yang berbudi pekerti luhur. d Menyelenggarakan pelayanan prima, transparan dan akuntabel dengan semangat melayani yang miskin dan kekurangan. e Mengembangkan sekolah sebagai pusat budaya.

C. Sumber Daya Manusia SMA Pangudi Luhur Sedayu

  Berikut ini data mengenai keadaan guru dan karyawan SMA Pangudi Luhur Sedayu:

Tabel 4.1 Majelis Sekolah

  No Nama N/Y/GTT Jabatan

  1. Drs. Markoes Padmonegoro Y Kepala Sekolah Guru Biologi Guru FIC-an

  

2. Drs. Paena Andreas N Wakasek Urusan

Kurikulum Guru Matematika

  

3. Drs. Y. Ujang Sukasna Y Wakasek Urusan

Kesiswaan Guru Penjaskes Guru Sejarah

  

4. Drs. Agustinus Sahid N Wakasek Ur. Humas

Guru Ekonomi

5. Ag. Budi Susanto, S.Pd. Y Wali Kelas X A

  6. F.X. Purwonggo, S.Pd. Y Wali kelas X B Guru Fisika Guru Ketr. Elektro

  17. Drs. Y. Purwoko Agus S. Y Guru Matematika Guru Teknik Informatika

  27. Petrus Sumarji Y Satpam/ Karyawan

  26. Ig. Suharjanto Y Satpam/ Karyawan

  25. P. Wawan Setiadi Y Laboran

  24. Kristina Septiasih Y Pustakawan

  23. FX. Suradiyo Y Tata Usaha

  22. An. Krismastuti Y Tata Usaha

  19. Alb. Juni Ashadi GTT Guru Teknik Informatika Eks. PMR

  18. Dra. Agustina Mawarti GTT Guru Seni Musik

  16. Agn. Erna Setyorini, S.Pd. Y Guru B. Inggris Eks. B. Inggris

  7. Y. Eni Purwaningsih, S.Si. Y Wali kelas X C Guru Biologi Guru Ketrampilan Guru PPKn

  15. Sr. Elisa, H. K., S.Pd. GTT Kepala Asrama BK – Agama Ketr. Menjahit

  14. Drs. Br. Yohanes Wariso, FIC GTT Koordinator Guru Agama

  13. Drs. A. Candra Wid yantara Y Wali kelas XII IPS 2 Guru Akuntansi Guru Ekonomi

  12. Dra. Ch. Sri Purwaningsih Y Wali kelas XII IPS 1 Guru B. Indonesia

  11. Y. Bambang Suharya, S.Pd. Y Wali kelas XII IPA Guru B. Inggris

  10. Drs. P. Samsuhari N Wali kelas XI IPS 2 Guru Sejarah Guru PPKn

  9. Drs. Alex Sutaryo Dwidoso N Wali kelas XI IPS 1 Guru Sejarah

  8. C. Ratna Siwi W., S.Pd. Y Wali kelas XI IPA Guru Kimia Guru Ketrampilan Guru PPKn

  28. YP. Lasiman Y Satpam/ Karyawan

D. Data Peserta Didik SMA Pangudi Luhur Sedayu

  3

  15

  27 E.

   Fasilitas Pendidikan Berikut ini rincian fasilitas sekolah yang dimiliki SMA Pangudi Luhur Sedayu:

Tabel 4.3 Data Fasilitas SMA Pangudi Luhur Sedayu

  No Fasilitas Jumlah

  1. Ruang Kepala Sekolah

  1

  2. Ruang Guru

  1

  3. Ruang Belajar

  3

  3

  36 XII IPA

  4. Ruang TU

  2

  5. Ruang BK

  1

  6. Perpustakaan

  1

  7. Kapel/Ruang Doa

  1

  8. Aula

  1

  9. Kantin

  1

  12

  23

  SMA Pangudi Luhur Sedayu memiliki 293 siswa yang terdiri dari 3 kelas untuk setiap angkatannya, yaitu kelas XA, XB, XC, XI IPA, XI IPS1, XI

  21

  IPS2, XII IPA, XII IPS1, XII IPS2 dengan rincian jumlah siswa sebagai berik ut:

Tabel 4.2 Data Paserta Didik

  

Kelas Laki- laki Perempuan Jumlah

  XA

  11

  21

  32 XB

  11

  21

  32 XC

  11

  32 XI IPS 1

  13

  16

  19

  35 XI IPS 2

  14

  22

  36 XI IPA

  12

  14

  26 XII IPS 1

  18

  19

  37 XII IPS 2

  • Kelas 1
  • Kelas 2
  • Kelas 3

  11. Lab. Kimia

  1

  SISWA

  GURU-GURU

  BP3 KEPALA SEKOLAH KEPALA TATA USAHA WAKASEK URUSAN KURIKULUM WAKASEK URUSAN KURIKULUM WAKASEK URUSAN KURIKULUM WAKASEK URUSAN KURIKULUM KOORDINATOR BP/BK

  

STRUKTUR DASAR ORGANISASI SEKOLAH

SMA PANGUDI LUHUR SEDAYU

Gambar 1: Struktur Dasar Organisasi Sekolah

  2 Selain fasilitas di atas masih dilengkapi sarana dan prasarana fisik, seperti lapangan olahraga dan lapangan upacara. Secara umum fasilitas SMA Pangudi Luhur Sedayu cukup memadai untuk membantu kelancaran proses belajar mengajar.

  22. Gudang

  1

  21. Rumah Dinas Jaga Sekolah

  1

  20. Tempat Parkir Siswa

  2

  19. Tempat Parkir Guru

  2

  18. Toilet Guru

  7

  17. Toilet Siswa

  2

  16. UKS

  1

  15. Ruang Dapur

  1

  14. Ruang Komputer

  1

  13. Ruang Multimedia

  1

  12. Lab. Biologi

F. Struktur Organisasi

1. Struktur Dasar Organisasi Sekolah

2. Struktur Organisasi Yayasan Pangudi Luhur STRUKTUR ORGANISASI YAYASAN PANGUDI LUHUR

  • Kepegawaian • Finansial •
  • Sekolah / Kurikulum
  • Spiritualitas (ke-
  • Kesekretariatan / informasi
  • Umum / Unit
  • Personalia /

  

Gambar 2: Struktur Organisasi Yayasan Pangudi Luhur

Pengurus

Yayasan Pangudi Luhur

Kepala Kantor

  Staf Tenaga Administrasi Pembina Sekolah

  Yayasan Pangudi Luhur Cabang / Ranting

  Sarana prasarana /

  IPTEK

  Kepegawaian

  Katolikan / ke FIC-an § Semarang § Surakarta § Jogjakarta § Muntilan

  § Jakarta § Kalimantan

3. Struktur Komite Sekolah SMA PL Sedayu

STRUKTUR KOMITE SEKOLAH SMA PL SEDAYU

  Gambar 3: Struktur Komite Sekolah SMA PL Sedayu

  Kepala Sekolah Komite Sekolah Asrama Puteri

  Wakil Kepala Sekolah

  Pengelola Perpustakaan

  Pengelola Lab / Media Pembelajaran

  Lab. Fisika Lab. Biologi Lab. Kimia

  Bahasa Lab. Komputer Ruang Media

  Tata Usaha Ur. Kurikulum Ur. Kesiswaan Ur. Sarana

  Prasarana Wali Kelas

  XI Wali Kelas

  XII Wali Kelas

  X Guru Mata Pelajaran Siswa

  Ur. Humas

G. Uraian Tugas Masing-Masing Komponen Sekolah: 1. Tugas Dan Fungsi Kepala Sekolah :

  Selaku Pimpinan bertugas : Menyusun perencanaan, mengorganisasikan kegiatan, mengarahkan kegiatan, mengkoordinasikan kegiatan, melaksanakan pengawasan, melakukan evaluasi terhadap kegiatan, menentukan kebijakan, mengadakan rapat, mengambil keputusan, mengatur proses belajar mengajar, mengatur administrasi (kantor, siswa, pegawai, perle ngkapan, keuangan), mengatur OSIS dan mengatur hubungan sekolah dengan masyarakat.

  

Selaku Supervisor bertugas menyelenggarakan supervise mengenai:

Kegiatan belajar mengajar, kegiatan bimbingan/ penyuluhan, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan ketata usahaan, kegiatan hubungan masyarakat. Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Sekolah dapat mendelegasikan kepada Wakil Kepala Sekolah. Jumlah wakil Kepala Sekolah minimal 1 orang dan sebanyak-banyaknya 4 orang, disesuaikan dengan jumlah kelas dan kebutuhan.

2. Tugas Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum : a Menyusun program pengajaran.

  b Menyusun pembagian tugas guru. c Menyusun jadwal pelajaran. d Menyusun program semester. f Menyusun pelaksanaan EBTA/ NAS. g Menerapkan kriteria kenaikan kelas. h Menerapkan jadwal penerimaan Buku Rapor dan STTB.

i Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan satuan pelajaran.

  j Menyediakan buku kemajuan kelas. k Menyusun laporan pelaksanaan pelajaran. l Mengatur pelaksanaan program kurikuler dan ekstrakurikuler. m Mengatur inservice training guru. n Mengatur kegiatan penilaian. o Mengatur pelaksanaan kenaikan kelas. p Mengatur usaha perbaikan dan pengayaan. q Membantu Kepala Sekolah dalam pelaksanaan supervisi Kepala Sekolah.

3. Tugas Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan : a Menyusun program pembinaan kesiswaan (OSIS).

  b Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa/ OSIS dalam rangka menegakkan disiplin dan tata tertib sekolah. c Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kerindangan, dan kekeluargaan (5K). d Memberikan pengarahan dalam pemilihan pengurus OSIS. e Melakukan pembinaan pengurus OSIS dalam berorganisasi. f Menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara berkala dan g Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili sekolah dalam kegiatan di luar sekolah. h Mengadakan pemilihan calon siswa teladan dan calon penerima beasiswa.

i Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan siswa secara berkala.

  j Mengatur mutasi siswa. k Pengaturan Penerimaan Siswa Baru (PSB). l Program Bimbingan dan Konseling. m Penasihatan pemilihan program pengajaran khusus (penjurusan dan paket-paket ekstrakurikuleryang dapat dipilih siswa). n Pengelompokan belajar siswa. o Presensi/ kehadiran siswa. p Papan statistik. q Buku induk siswa. r Mengatur kegiatan OSIS. s Pengabdian masyarakat.

  4. Tugas Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas: a Mengatur kegiatan informasi sekolah kepada masyarakat. b Kerjasama sekolah dengan POMG/BP3. c Hubungan dengan instansi pemerintah/ swasta.

d Kegiatan sekolah ke alam bebas (kemah, studi tour, bakti sosial, dll).

  5. Tugas Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana: b Mengkoordinasikan pendayagunaan sarana/ dan prasarana. c Mengelola pembiayaan alat-alat pelajaran.

6. Tugas Wali Kelas:

  

Wali Kelas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai

berikut: a Pengelolaan kelas baik teknis administratif maupun edukatif. b Penyelenggaraan administrasi kelas, yang meliputi: 1.) Denah tempat duduk.

  2.) Papan absensi siswa. 3.) Daftar pelajaran kelas. 4.) Daftar piket kelas. 5.) Buku absensi siswa. 6.) Buku kegiatan belajar mengajar/kemajuan. 7.) Tata tertib kelas. c Penyusunan/ pembuatan statistik bulanan siswa. d pengisian legger. e Pembuatan catatan khusus siswa. f Pencatatan mutasi siswa. g Pengisian buku rapor. h Pembagian buku rapor.

i Memberikan bahan masukan kepada guru pembimbing tentang siswa yang diasuhnya.

7. Tugas Guru

  Guru bertanggungjawab kepada Kepala Sekolah dan mempunyai tugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien. Tugas dan tanggungjawab seorang guru meliputi: a Membuat program pengajaran/ rencana belajar mengajar semester/ tahunan. b Membuat satuan pelajaran (persiapan mengajar). c Melaksanakan KBM. d Melaksanakan kegiatan penilaian belajar. e Mengisi daftar nilai siswa. f Melaksanakan analisis hasil evaluasi siswa. g Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan. h Membuat alat pelajaran/ alat program.

i Membuat alat peraga.

  j Menciptakan karya seni. k Mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. l Melaksanakan tugas tertentu di sekolah. m Mengembangkan tugas tertentu di sekolah. n Mengadakan pengembangan setiap bidang pengajaran yang menjadi tanggungjawabnya. o Membuat lembar kerja siswa. p Membuat catatan kemajuan belajar masing- masing siswa. r Mengatur kebersihan ruangan kelas dan ruang praktikum.

8. Tugas Guru Bp/ Bk

  

Bimbingan penyuluhan/ bimbingan karier membantu Kepala Sekolah

dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut: a Penyusunan program dan pelaksanaan BP/ BK. b Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah- masalah yang dihadapi siswa tentang kesulitan belajar. c Memberikan layanan bimbingan penyuluhan kepada siswa agar lebih berprestasi. d Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai. e Mengadakan penilaian pelaksanaan BP/ BK. f Menyusun statistik hasil penilaian BP/ BK.

g Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi penyuluhan BP/ BK.

h Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut BP/ BK.

i Menyusun laporan pelaksanaan BP/ BK.

9. Tugas Kepala Tata Usaha Sekolah :

  Kepala tata usaha sekolah mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan sekolah dan bertanggungjawab kepada Kepala Sekolah, meliputi kegiatan- kegiatan sebagai berikut: a Penyusunan program tata usaha sekolah. c Pengurusan administrasi pegawai, guru dan siswa. d Pembinaan dan pengembangan karier pegawai tata usaha sekolah. e Penyusunan administrasi perlengkapan sekolah. f Penyusunan dan penyajian data statistik sekolah. g Mengkoordinasikan dan melaksanakan 6K. h Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan ketatausaha an sekolah.

i Penyusunan administrasi kepegawaian, meliputi: Buku Induk Pegawai,

Buku Induk Penilaian, (DP3), Permintaan ijin cuti, Mutasi Pegawai,

  Pengusulan kenaikan gaji guru-karyawan, formasi pegawai, keterangan lolos butuh.

j Pengisian map file pegawai, yang berisi fotokopi STTB/ Ijasah,

fotokopi tanda penghargaan, fotokopi Karpeg dan Taspen, Salinan SK

  Calon Pegawai, Salinan SK Pegawai, Salinan SK Gaji Berkala, Salinan SK Kenaikan Pangkat, Keputusan mutasi, pemberhentian, pemindahan, pengangkatan dalam jabatan, DP3, Arsip asal- usul pegawai. k Pengisian papan pegawai di ruang Kepala Sekolah.

l Pengelolaan administrasi perlengkapan, antara lain: berita acara

penerimaan atau pengeluaran barang, berita acara Pemeriksaan Barang,

  Kartu Barang, Kartu Persediaan Barang, Laporan situasi barang, Buku Pembelian Barang, Buku Penerimaan Barang, Buku Induk Inventaris, Buku golongan barang non inventaris, buku catatan barang non m Pengelolaan Administrasi Keuangan: Buku Pembantu/ Buku Harian, Buku Kas Umum, Daftar Penerimaan Gaji dan Uang lembur, Buku Setoran ke Bank, Arsip Bukti Pengeluaran, Laporan Keuangan, RAPBS, SPP, dan uang UPS, Penggunaan Brankas.

10. Tugas Pustakawan Sekolah :

  

Pustakawan Sekolah membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan

sebagai berikut: a Perencanaan pengadaan buku/ bahan pustaka. b Pengurusan layanan perpustakaan. c Perencanaan pengembangan perpustakaan. d Pemeliharaan dan perbaikan buku/ bahan pustaka. e Inventarisasi buku-buku perpustakaan. f Pengklasifikasian koleksi pustaka. g Pembuatan catalog. h Pemberian perlengkapan administrasi tiap bahan koleksi.

i Penyusunan koleksi pada rak-rak sehingga memudahkan pelayanan.

  j Penyusunan/ pengaturan ruang perpustakaan sehingga layak. k Penyusunan aturan peminjaman dan keanggotaan perpustakaan. l Tata tertib perpustakaan.

  

H. Hubungan Antara SMA Pangudi Luhur Sedayu dan Instansi

Lain

  1. Korps Sukarela dan Diklat PMI Melalui Korps Sukarela dan Diklat PMI, pihak sekolah bekerjasama dalam hal pelatihan bagi PMR sekolah Pangudi Luhur Sedayu dan juga sebagai nara sumber dalam diklat PMR yang diadakan di SMA Pangudi Luhur Sedayu.

  2. MAPASADHA Universitas Sanata Dharma dan MAPALA GALAXY UP’45.

  Bersama organisasi ini pihak sekolah bekerjasama dalam melaksanakan pendakian gunung bersama.

  3. Warga Masyarakat dusun Gubug, Goser, Ngingas, dan sekitarnya dalam hal jasa penyediaan tempat kost.

  Warga masyarakat sekitar sangat membantu dalam penyediaan tempat kost dan juga dalam memberi ijin tempat untuk kegiatan-kegiatan organisasi yang dilakukan Oleh SMA Pangudi Luhur Sedayu.

  4. Konggregasi suster-suster Hati Kudus dalam pengelolaan Asrama Putri.

  Suster-suster Hati Kudus bekerja sama dengan SMA Pangudi Luhur Sedayu dalam pengelolaan Asrama Putri “St. Angela”

  5. Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

  SMA Pangudi Luhur Sedayu bekerja sama bersama Universitas Sanata Dharma dalam hal penerimaan mahasiswa baru, dan penyediaan tempat PPL.

  6. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

  SMA Pangudi Luhur Sedayu bekerja sama bersama Universitas Atma Jaya Yogyakarta dalam hal penerimaan mahasiswa baru, dan pelatihan guru- guru.

  7. Para Alumni Para alumni yang kadang-kadang datang ke sekolah dan membantu dalam

hal pelatihan dan pembekalan Ekstrakurikuler (TONTI, PMR, dan KIR).

BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Bentuk dari pendeskripsian data menggunakan daftar tabulasi distribusi frekuensi untuk masing- masing variabel baik variabel bebas maupun terikat. Kemudian untuk menginterprestasikan masing- masing variabel dilakukan

  pendistribusian skor. Pendistribusian skor ini mengacu pada Penilaian Acuan Patokan II (PAP II), sebagai berikut (Masidjo, 1995: 157):

Tabel 5.1 Penilaian Acuan Patokan (PAP II)

  

Tingkat Penguasaan Kompetensi Kriteria Penilaian

81% – 100% Sangat Tinggi 66% – 80% Tinggi 56% – 65% Cukup 46% – 55% Kurang Dibawah 46% Sangat Kurang

1. Persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru

  Banyaknya butir kuesioner yang sahih untuk variabel ini berjumlah 17 item. Data mengenai persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru siswa-siswi SMU Pangudi Luhur Sedayu adalah sebagai berikut : (Hasil perhitungan dapat dilihat dalam lampiran 3).

Tabel 5.2 Interprestasi persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru

  Skor Frekuensi Prosentase Interprestasi 58 – 68 10 15,38% Sangat Tinggi 51 – 57 36 55,38% Tinggi

  40 – 45 3 4,62% Kurang < 40 0% Sangat Kurang Berdasarkan tabel di atas mengenai interprestasi persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 15,38%; kategori tinggi ada 55,38%; kategori cukup ada 24,62%; kategori kurang ada 4,62%; dan sangat kurang ada 0%. Dari data induk penelitian variabel persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru didapat data tertinggi sebesar 63 dan data terendah 42. Berdasarkan data tersebut dapat diperoleh harga mean sebesar 53 termasuk dalam kategori tinggi, dengan median sebesar 53,24 termasuk dalam kategori tinggi, dan modus sebesar 53,03 termasuk dalam kategori tinggi. Standar deviasi sebesar 4,41 menunjukkan hasil data instrumen persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dari responden ke responden bervariasi sebesar 4,41.

  Berdasarkan hasil perhitungan mean, median dan modus yang diperoleh serta penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kecenderungan untuk variabel persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru SMU Pangudi Luhur Sedayu dalam kategori tinggi.

2. Persepsi Siswa tentang Penggunaan Media pembelajaran

  Banyaknya butir kuesioner yang sahih untuk variabel ini berjumlah 11 item. Data mengenai penggunaan media pembelajaran siswa-siswi SMU Pangudi Luhur Sedayu adalah sebagai berikut : (Hasil perhitungan dapat dilihat dalam lampiran 3).

Tabel 5.3 Interprestasi persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran

  Skor Frekuensi Prosentase Interprestasi 38 – 44 10 15,38% Sangat Tinggi 33 – 37 40 61,54% Tinggi 30 – 32 14 21,54% Cukup 26 – 29

  1 1,54% Kurang < 26 0% Sangat Kurang Berdasarkan tabel interprestasi persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran di atas dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 15,38%; kategori tinggi ada 61,54%; kategori cukup ada 21,54%; kategori kurang ada 1,54%; dan kategori sangat kurang ada 0%. Dari data induk penelitian variabel media pembelajaran didapat data tertinggi sebesar 42 dan data terendah 28. Berdasarkan data tersebut dapat diperoleh harga mean sebesar 34,31 termasuk dalam kategori tinggi, dengan median sebesar 33,96 termasuk dalam kategori tinggi, dan modus sebesar 33,24 termasuk dalam kategori tinggi. Standar deviasi sebesar 3,04 menunjukkan hasil data instrumen media pembelajaran dari responden ke responden bervariasi sebesar 3,04.

  Berdasarkan hasil perhitungan mean, median dan modus yang diperoleh serta penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kecenderungan untuk variabel persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran SMU Pangudi Luhur Sedayu dalam kategori tinggi.

3. Motivasi belajar siswa

  Banyaknya butir kuesioner yang sahih untuk variabel ini berjumlah 12 item. Data mengenai motivasi belajar siswa-siswi SMU Pangudi Luhur

  

Sedayu adalah sebagai berikut: (Hasil perhitungan dapat dilihat dalam

lampiran 3).

Tabel 5.4 Interprestasi motivasi belajar siswa

  

Skor Frekuensi Prosentase Interprestasi

41 – 48 7 10,77% Sangat Tinggi 36 – 40

  18 27,69% Tinggi 32 – 35 26 40% Cukup 29 – 31 12 18,46% Kurang < 29

  2 3,08% Sangat Kurang Berdasarkan tabel interprestasi motivasi belajar siswa di atas dapat

dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 10,77%; kategori tinggi ada

27,69%; kategori cukup ada 40%; kategori kurang ada 18,46%; dan

kategori sangat kurang ada 3,08%. Dari data induk penelitian variabel

media pembelajaran didapat data tertinggi sebesar 44 dan data terendah 27.

  

Berdasarkan data tersebut dapat diperoleh harga mean sebesar 34,92

termasuk dalam kategori cukup, dengan median sebesar 34,56 termasuk

dalam kategori cukup, dan modus sebesar 34,36 termasuk dalam kategori

cukup. Standar deviasi sebesar 3,96 menunjukkan hasil data instrumen

media pembelajaran dari responden ke responden bervariasi sebesar 3,96.

  Berdasarkan hasil perhitungan mean, median dan modus yang

diperoleh serta penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa

kecenderungan untuk variabel motivasi belajar siswa SMU Pangudi Luhur

Sedayu dalam kategori cukup.

4. Prestasi belajar akuntansi

  Data mengenai prestasi belajar akuntansi siswa-siswi SMU Pangudi Luhur Sedayu adalah sebagai berikut : (Hasil perhitungan dapat dilihat dalam lampiran 3).

Tabel 5.5 Interprestasi prestasi belajar akuntansi

  Skor Frekuensi Prosentase Interprestasi 8,1 – 10 3 4,62% Sangat Tinggi 6,6 – 8,0

  40 61,54% Tinggi 5,6 – 6,5 22 33,84% Cukup

4,6 – 5,5 0% Kurang

  < 4,6 0% Sangat Kurang Berdasarkan tabel interprestasi prestasi belajar akuntansi dapat dijelaskan bahwa kategori sangat tinggi ada 4,62%; kategori tinggi ada 61,54%; kategori cukup ada 33,84%; kategori kurang ada 0%; dan kategori sangat kurang ada 0%. Dari data induk penelitian variabel prestasi belajar siswa didapat data tertinggi sebesar 8,5 dan data terendah 6,0.

  Berdasarkan data tersebut dapat diperoleh harga mean sebesar 6,81 termasuk dalam kategori tinggi, dengan median sebesar 6,82 termasuk dalam kategori tinggi, dan modus sebesar 6,91 termasuk dalam kategori tinggi. Standar deviasi sebesar 0,57 menunjukkan hasil data instrumen prestasi belajar siswa dari responden ke responden bervariasi sebesar 0,57.

  Berdasarkan hasil perhitungan mean, median dan modus yang diperoleh serta penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kecenderungan untuk variabel prestasi belajar akuntansi SMU Pangudi Luhur Sedayu dalam kategori tinggi.

B. Uji Persyaratan Analisis Data 1. Uji Normalitas

  Uji Normalitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Kolmogorov Smirnov . Dengan bantuan komputer program SPSS 12, analisis pertama diperoleh hasil Kolmogorov-Smirnov hitung sebesar 0,541 dengan probabilitas 0,932. Karena probabilitas 0,932 > 0,05 berarti distribusi variabel persepsi siswa tentang gaya mengajar guru adalah normal.

  Analisis kedua diperoleh hasil Kolmogorov-Smirnov hitung sebesar 1,124 dengan probabilitas 0,160. Karena probabilitas 0,160 > 0,05 berarti distribusi variabel persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran adalah normal.

  Analisis ketiga diperoleh hasil Kolmogorov-Smirnov hitung sebesar 1,208 dengan probabilitas 0,108. Karena probabilitas 0,108 > 0,05 berarti distribus i variabel motivasi belajar siswa adalah normal.

  Analisis keempat diperoleh hasil Kolmogorov-Smirnov hitung sebesar 1,223 dengan probabilitas 0,10. Karena probabilitas 0,10 > 0,05

berarti distribusi variabel prestasi belajar akuntansi adalah normal.

2. Uji Linearitas

  Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui liner tidaknya hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas. Uji linearitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan komputer program SPSS 12 (data terlampir pada lampiran 5). Kriteria pengambilan keputusan atau kesimpulan linear maka kesimpulan tidak linear. Setelah dilakukan uji linearitas dari masing- masing variabel dapat diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 5.6 Rangkuman Hasil Uji Linearitas

  Variabel Bebas Variabel Df F hitung F tabel Kesimpulan Terikat

Persepsi siswa tentang Prestasi belajar 17:46 1,437 1,853 Linear

variasi gaya mengajar guru akuntansi Persepsi siswa tentang Prestasi belajar 12:51 0,907 1,976 Linear penggunaan Media akuntansi pembelajaran Motivasi belajar siswa Prestasi belajar 15:48 1,252 1,880 Linear akuntansi C.

   Pengujian Hipotesis

  

1. Hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru

dengan prestasi belajar akuntansi Untuk menguji hipotesis pertama digunakan teknik analisis korelasi product moment. Untuk mencari korelasi antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi dalam penelitian ini menggunakan bantuan komputer program SPSS 12 (data terlampir pada lampiran 6).

  Adapun hasil dari perhitungan tersebut adalah r sebesar 0,679 dengan tingkat signifikansi 0,00 (< 0,05) artinya korelasi dua variabel tersebut adalah signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru

  

2. Hubungan antara persepsi siswa tentang media pembelajaran dengan

prestasi belajar akuntansi Untuk menguji hipotesis kedua akan digunakan teknik analisis korelasi product moment. Untuk mencari korelasi antara media pembelajaran dengan prestasi belajar akuntansi dalam penelitian ini menggunakan bantuan komputer program SPSS 12 (data terlampir pada lampiran 6).

  Adapun hasil dari perhitungan tersebut adalah r sebesar 0,561 dengan tingkat signifikansi 0,00 (< 0,05) artinya korelasi dua variabel tersebut adalah signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua yang menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar akuntansi diterima.

3. Hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi

  Untuk mengetahui hipotesis ketiga akan diuji dengan menggunakan teknik product moment. Untuk mencari korelasi antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi dalam penelitian ini menggunakan

bantuan komputer program SPSS 12 (data terlampir pada lampiran 6).

  Adapun hasil dari perhitungan tersebut adalah r sebesar 0,695 dengan tingkat signifikansi 0,00 (< 0,05) artinya korelasi dua variabel tersebut adalah signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga yang menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi diterima.

4. Hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi

  Untuk mengetahui hipotesis keempat akan diuj i dengan menggunakan teknik analisis korelasi ganda. Untuk mencari korelasi antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, penggunaan media pembelajaran, dan motivasi belajar siswa secara bersama-sama dengan prestasi belajar akuntansi dalam pene litian ini menggunakan bantuan komputer program SPSS 12 (data terlampir pada lampiran 6).

  Hipotesis yang keempat diterima yang menyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, penggunaan media pembelajaran, dan motivasi belajar siswa secara bersama-sama dengan prestasi belajar akuntansi.

  Dari hasil perhitungan korelasi ganda diperoleh nilai R sebesar 0,938 yang terletak dalam kategori sangat kuat dan positif. Hasil pengujian koefisien korelasi me nunjukkan bahwa harga F sebesar 147,751 dengan tingkat signifikansi 0,00 (< 0,05). Dari hasil pengujian tersebut menunjukkan bahwa korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat adalah signifikan. Hal ini membuktikan bahwa hipotesis yang dikemukakan dapat diterima. Hasil dari analisis regresi ganda dengan nilai koefisien korelasi berganda (R) sebesar 0,938 dan nilai koefisisen masing variabel bebas terhadap variabel terikat. (Hasil perhitungan dapat dilihat dalam lampiran 7).

Tabel 5.7 Rangkuman hasil perhitungan sumbangan relatif dan sumbangan eketif

  Sumbangan Sumbangan No. Nama Variabel Relatif Efektif

  

1. Persepsi siswa tentang variasi gaya 41,51% 36,49%

mengajar guru.

  

2. Persepsi siswa tentang penggunaan media 17,18% 15,10%

pembelajaran.

  

3. Motivasi belajar siswa 41,31% 36,31%

D.

   Pembahasan

1. Hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi

  Hasil dari analisis data di atas diketahui bahwa r sebesar 0,679 dengan tingkat signifikansi 0,00 (< 0,05). Dengan penjelasan tersebut berarti ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa

tentang variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi.

  Dengan demikian berarti apabila variasi gaya mengajar guru ditingkatkan atau diberikan variasi gaya mengajar dalam proses belajar mengajar sesuai situasi dan lingkungan pembelajar maka pada gilirannya prestasi belajar akuntansi juga akan bisa meningkat. Variasi gaya mengajar guru seperti misalnya penggunaan variasi kontak suara, kontak pandang, mimik, cara menulis, serta sikap berdiri di kelas sudah dilakukan oleh seorang guru maka dapat mengurangi rasa bosan atau jenuh siswa sehingga belajar di sekolah tidaklah terasa sebagai beban yang berat gaya mengajar guru merupakan salah satu faktor penting untuk tercapainya prestasi belajar yang optimal.

  2. Hubungan antara persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar akuntansi Hasil dari analisis data di atas diketahui bahwa r sebesar 0,561 dengan tingkat signifikansi 0,00 (< 0,05). Dengan penjelasan tersebut berarti ada hubungan yang positif dan signifikan antara media pembelajaran denga n prestasi belajar akuntansi.

  Dengan demikian berarti apabila penggunaan media pembelajaran ditingkatkan atau digunakan dalam proses belajar mengajar secara baik dan tepat dapat membantu tercapainya tujuan pembelajaran yang membawa pengaruh meningkatnya prestasi belajar akuntansi. Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu faktor penting untuk tercapainya prestasi belajar yang optimal.

  3. Hubungan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi Hasil dari analisis data di atas diketahui bahwa r sebesar 0,695 dengan tingkat signifikansi 0,00 (< 0,05). Dengan penjelasan tersebut berarti ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

  Dengan demikian berarti apabila motivasi belajar siswa dalam hal ini dapat dijelaskan dengan kemampuan untuk mengikuti pelajaran, kerelaan menyediakan waktu belajar, ketekunan belajar dan keinginan menguasai akan meningkat. Motivasi belajar siswa merupakan salah satu faktor yang penting dalam upaya pencapaian prestasi belajar yang optimal.

  Oleh karena itu dalam proses belajar mengajar di sekolah guru perlu memberikan motivasi agar siswa dapat belajar dengan sungguh-sungguh.

  Siswa yang mempunyai motivasi yang tinggi terhadap pelajaran yang diterimanya tentu akan sungguh-sungguh menekuni pelajaran tersebut.

  Tingginya motivasi belajar akan dapat dilihat dari tingginya kegiatan belajar siswa dalam segala hal. Meningkatnya motivasi siswa terhadap pelajaran khususnya pelajaran akuntansi akan mempermudah siswa dalam menguasai materi sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar akuntansi.

  

4. Hubungan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru,

penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi

  Hasil dari analisis data di atas diketahui bahwa R sebesar 0,938 dan koefisien korelasi menunjukkan bahwa harga F sebesar 147,751 dengan tingkat signifikansi 0,00 (< 0,05). Dari penjelasan tersebut berarti bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, media pembelajaran dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi.

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dengan sumbangan efektif sebesar 36,49%; kemudian diikuti oleh variabel bebas motivasi belajar siswa memberikan sumbangan efektif paling tinggi sebesar 36,31%; dan

  

efektif sebesar 15,10% terhadap varibel terikat prestasi belajar akuntansi.

Agar siswa dapat terhindar dari rasa bosan mengikuti pelajaran akuntansi,

maka perlu adanya variasi gaya mengajar guru akuntansi. Media

pembelajaran akuntansi pun tidak kalah pentingnya untuk mencapai tujuan

pembelajaran akuntansi karena, dapat membuat siswa menjadi tertarik

untuk mengikuti pelajaran akuntansi. Jika siswa sudah memiliki

ketertarikan dalam pelajaran akuntansi maka, akan muncul motivasi dalam

dirinya. Siswa menjadi semangat mengikuti pelajaran akuntansi dan akan

membawa dampak dalam meningkatkan prestasi belajar akuntansinya.

  

Sebaliknya seorang guru yang hanya memberikan gaya mengajar yang

monoton dan tidak menggunakan media pembelajaran yang menarik, tidak

mampu untuk membuat ketertarikan siswa untuk mengikuti pelajaran

akuntansi maka, tidak akan muncul motivasi dalam diri siswa sehingga

siswa menjadi tidak bersemangat dan akan membawa dampak penurunan

prestasi belajar akuntansinya.

BAB VI KESIMPULAN, SARAN, DAN KETERBATASAN A. Kesimpulan Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah dijelaskan maka penulis

  dapat mengambil kesimpulan, sebagai berikut:

  1. Variabel persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru dalam kategori tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan harga mean sebesar 53 yang termasuk dalam kategori tinggi, median sebesar 53,24 termasuk dalam kategori tinggi dan modus sebesar 53,03 termasuk dalam kategori tinggi.

  2. Variabel persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran dalam kategori cukup. Hal ini ditunjukkan dengan harga mean sebesar 34,31 termasuk dalam kategori tinggi, median sebesar 33,96 termasuk dalam kategori tinggi, dan modus sebesar 33,24 termasuk dalam kategori tinggi.

  3. Variabel motivasi belajar siswa dalam kategori cukup. Hal ini ditunjukkan dengan harga mean sebesar 34,92 termasuk dalam kategori cukup, median sebesar 34,56 termasuk dalam kategori cukup, dan modus sebesar 34,36 termasuk dalam kategori cukup.

  4. Variabel prestasi belajar akuntansi dalam kategori tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan harga mean sebesar 6,81 termasuk dalam kategori tinggi, median sebesar 6,82 termasuk dalam kategori tinggi, dan modus sebesar 6,91 termasuk dalam kategori tinggi.

  

5. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang

variasi gaya mengajar guru dengan prestasi belajar akuntansi. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien korelasi r sebesar 0,679 dan tingkat signifikansi sebesar 0,00 jauh berada di bawah 0,05. Kesimpulan ini mengandung arti bahwa dengan mengadakan variasi gaya mengajar yang diberikan kepada siswa, guru dapat menarik dan mempertahankan semangat belajar siswa. Dengan demikian dapat membantu siswa untuk dapat meningkatkan dan mempertahankan prestasi belajar akuntansinya karena siswa merasa tidak bosan dengan pelajaran akuntansi dan dapat dengan mudah mengikuti pelajaran akuntansi

  

6. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang

penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar akuntansi. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien korelasi r sebesar 0,561 dan tingkat signifikansi sebesar 0,00 jauh berada di bawah 0,05. Kesimpulan ini mengandung arti bahwa dengan menggunakan media pembelajaran bisa membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga dapat membantu siswa untuk dapat meningkatkan dan mempertahankan prestasi belajar akuntansinya karena siswa merasa tidak bosan dengan pelajaran akuntansi dan dapat dengan mudah mengikuti pelajaran akuntansi.

  

7. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien korelasi r sebesar 0,695 dan tingkat signifikansi sebesar 0,00 jauh berada di bawah 0,05. Kesimpulan ini mengandung arti bahwa jika seorang siswa memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti pelajaran akuntansi maka prestasi pelajaran akuntansi siswa tersebut akan menjadi baik.

  

8. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi siswa tentang

variasi gaya mengajar guru, penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar akuntansi. Hal ini ditunjukkan dengan koefisien korelasi ganda diperoleh R sebesar 0,938 dan harga F sebesar 147,751 dengan tingkat signifikansi 0,00 jauh berada di bawah 0,05. Kesimpulan ini mengandung arti bahwa adanya variasi gaya mengajar guru dan media pembelajaran yang menarik, maka akan memacu motivasi siswa untuk mengikuti pelajaran akuntansi sehingga prestasinya pun akan menjadi tinggi. Hasil dari analisis regresi ganda diperoleh nilai

  2 koefisisen determinasi (R ) sebesar 0,879 atau 87,90%. Ini berarti bahwa meningkatnya atau menurunnya prestasi belajar akuntansi 87,90% dapat dijelaskan oleh persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru, penggunaan media pembelajaran, dan motivasi belajar siswa sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Hasil dari analisis regresi ganda

  2 diperoleh nilai koefisien determinasi (R ) sebesar 87,90% yang kemudian dapat dicari sumbangan relatif variabel- variabel bebasnya. Variabel bebas persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru memberikan sumbangan efektif sebesar 36,49%, variabel bebas persepsi siswa tentang penggunaan media pembelajaran memberikan sumbangan efektif sebesar 15,10%, dan variabel bebas motivasi belajar siswa memberikan sumbangan efektif sebesar 36,31%.

B. Keterbatasan

  Dalam melakukan penelitian ini, penulis merasa masih banyak kekurangan dan kelemahan. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

  1. Penulis tidak bisa melacak kebenaran data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner yang diperoleh kembali.

  2. Variabel prestasi belajar akuntansi siswa hanya dilihat dari prestasi belajar akademik yang tercermin dalam nilai raport semester genap saja.

C. Saran

  1. Variasi gaya mengajar guru Berdasarkan deskripsi data tentang variabel variasi gaya mengajar termasuk dalam kategori tinggi sedangkan dari hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar akuntansi. Hal ini memberikan masukan bagi SMA Pangudi Luhur Sedayu untuk meningkatkan variasi gaya mengajar guru agar masuk dalam kategori sangat tinggi. Perlu diingat penilaian variasi gaya mengajar guru tersebut berdasarkan persepsi siswa sehingga apa yang dialami siswa setiap hari dalam proses belajar mengajar mereka tuangkan dalam pengisian kuesioner sehingga dimungkinkan mereka memberikan jawaban sesuai apa yang dirasakannya.

  2. Media pembelajaran Berdasarkan deskripsi data tentang penggunaan media pembelajaran termasuk dalam kategori cukup sedangkan dari hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar akuntansi. Hal ini memberi masukan bagi SMA Pangudi Luhur untuk selalu senantiasa mengusahakan media demi kelancaran dan ketertarikan siswa belajar akuntansi sehingga dapat masuk dalam kategori sangat tinggi. Perlu diingat penilaian variasi gaya mengajar guru tersebut berdasarkan persepsi siswa sehingga apa yang dialami siswa setiap hari dalam proses belajar mengajar mereka tuangkan dalam pengisian kuesioner sehingga dimungkinkan mereka memberikan jawaban sesuai apa yang dirasakannya.

  3. Motivasi belajar siswa Berdasarkan deskripsi data tentang variabel motivasi belajar siswa termasuk dalam kategori cukup sedangkan dari hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar akuntansi. Hal ini memberi masukan bagi SMA Pangudi Luhur untuk meningkatkan motivasi siswa sehingga masuk dalam kategori sangat tinggi. Motivasi belajar siswa dapat dilakukan dalam hal meningkatkan kemampuan untuk mengikuti pelajaran, kerelaan menyediakan waktu belajar, ketekunan dalam belajar dan meningkatkan keinginan untuk menguasai materi.

  

DAFTAR PUSTAKA

Ali Imron. 1996. Belajar Pembelajaran. Jakarta : Pustaka Jaya.

  Cipta, Nasution. S. 1982. Teknologi Pendidikan. Bandung : Jemmars. Davidoff, L. L. 1988. Psikologi Komunikasi. Jakarta : Erlangga. Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka

Entang, M. 1981. Pengelolaan Kelas. Jakarta : Proyek Pengembangan Guru

  (P3G). Gilarso, T. 1986. Program Pengalaman Lapangan I. Yogyakarta : Andi Offset.

Hadari Nawawi. 1981. Organisasi Sekolah dan Pengelolaan Kelas. Jakarta :

Gunung Agung.

  

Ika Liana Wati. 2003. Hubungan Antara Persepsi Siswa terhadap Profesionalisme

Guru, Motivasi Berprestasi, dan Variasi Gaya Mengajar Guru dengan Skripsi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma. Prestasi Belajar Siswa.

  Irwanto, dkk. 1988. Psikologi Umum. Jakarta : APTIK.

Latuheru, John D. 1984. Media Pembelajaran dalam Proses Belajar – Mengajar

Jakarta : Depdikbud.

  Masa Kini.

  

Masidjo, Ign. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar Siswa Di Sekolah.

  Yogyakarta : Kanisius. Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta. M. S, Suharnan. 2005. Psikologi Kognitif. Surabaya : Srikandi.

Nenita P, C. 2003. Hubungan Antara Persepsi Siswa tentang Hubungan

  Interpersonal Guru-siswa, Variasi Gaya Mengajar Guru, Penggunaan Media-Bahan Pengajaran dengan Prestasi Belajar Siswa . Skripsi.

  Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

Nugroho, Albertus Hadi. 2003. Hubungan Antara Kedisiplinan Belajar, Media

  Pembelajaran, dan Kegiatan Belajar Mengajar terhadap Prestasi Belajar Siswa . Skripsi. Yo gyakarta : Universitas Sanata Dharma.

  Pasaribu dan Simandjuntak. 1983. Proses Belajar Mengajar. Bandung : Tarsito. Roestiyah N, K. 1982. Masalah-masalah Ilmu Keguruan. Jakarta : IKIP.

  

Sanjaya, Wina. 2006. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Jakarta : Kencana.

Sardjiman. 1986. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta : CV.

  Rajawali.

Siagian, Sondang. P. 1989. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta : Bina Aksara.

  Soemanto, Wasty. 1988. Pengantar Psikologi. Jakarta : Bina Aksara.

Soewarno. 1976. Pengantar Diktatik Metodik Kurikulum PBM. Jakarta : CV.

  Rajawali. Sudjana. 1996. Metode Statistik. Bandung : Tarsito. Sugiyono. 1999. Statistik Untuk Penelitian. Bandung : CV. Alfabeta.

Suharsimi Arikunto. 1984. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bandung : Bina

Aksara.

  . 1992. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta. . 1993. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta. Suryabrata. 1984. Psikologi Pengajaran Cet. 1. Jakarta : Gramedia.

Sutrisno Hadi. 1987. Statistik Jilid II. Yogyakarta : Yayasan Penerbitan Fakultas

Psikologi UGM. . 1987. Analisis Regresi. Fakultas Psikologi UGM : Yogyakarta Thoha, Miftah. 1988. Perilaku Organisasi. Jakarta : Rajawali.

  Walgito, Bimo. 1994. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta : ANDI. Wasti Soemanto. 1983. Psikologi Pendidikan. Bandung : Bina Aksara. Winkel. 2004. Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia.

Yusti Subroto, FX.. 2005. Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Variasi

  Gaya Mengajar Guru Akuntansi, Minat Belajar Akuntansi, dan Fasilitas Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Akuntansi . Skripsi. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma.

  

LAMPIRAN 1

KISI-KISI

KUESIONER DAN

KUESIONER

PENELITIAN

A. Variabel Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru

  1, 2

  Kisi-kisi Kuesioner

  Pengembangan Variabel Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru ke dalam Indikator-indikator

  Pertanyaan Variabel Dimensi Indikator

  Positif Negatif Variasi Gaya Mengajar

  a. Verbal

  3 5, 17 7, 8 12, 13 14, 15

  • Variasi kontak suara
  • Variasi kontak pandang
  • Variasi sikap berdiri
  • Variasi mimik
  • Variasi cara menulis

  4 6, 9, 10

  b. Metode

  2

  3

  1 Setuju (S)

  4

  Pilihan Jawaban Positif Negatif Sangat setuju (SS)

  28 Skor Nilai Item-item Pertanyaan Kuesioner Media Pembelajaran

  25

  27

  26

  19

  21

  18, 20 22, 23, 24

  c. Tepatguna dan berdayaguna

  a. Bahan dan alat

  11

  Positif Negatif Media Pembelajaran

  Pertanyaan Variabel Dimensi Indikator

  4 B. Variabel Persepsi Siswa tentang Penggunaan Media Pembelajaran Pengembangan Variabel Media Pembelajaran ke dalam Indikator-indikator

  1

  2

  2 Tidak setuju (TS)

  3

  1 Setuju (S)

  4

  Positif Negatif Sangat setuju (SS)

  Skor Nilai Item-item Pertanyaan Kuesioner Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Pilihan Jawaban

  b. Non Verbal

  16

  3 Sangat tidak setuju (STS)

  • Fasilitas lengkap
  • Mempermudah belajar
  • Komunikasi iducatif
  • Kesesuaian materi
  • Memberi pengalaman baru
  • Mengatasi batas ruang dan waktu

C. Variabel Motivasi Belajar

  

Pengembangan Variabel Motivasi Belajar ke dalam Indikator-indikator

  Pertanyaan Variabel Dimensi Indikator

  Positif Negatif

  a. Keadaan diri 29, 31 Hasrat untuk berprestasi tinggi

  • Motivasi Belajar

  30 Usaha untuk menghindari

  • siswa 32, 33

  b. Mencapai kegagalan

  36 Keinginan menguasai materi

  • tujuan tertentu 34, 35, 37

  Kemauan mengerjakan tugas

  • 40 38, 39

  

Skor Nilai Item-item Pertanyaan Kuesioner Motivasi Belajar

Pilihan Jawaban

  Positif Negatif Sangat setuju (SS)

  

4

  1 Setuju (S)

  

3

  2 Tidak setuju (TS)

  

2

  3 Sangat tidak setuju (STS)

  

1

  4 KUESIONER Persepsi Siswa Tentang Variasi Gaya Mengajar Guru

  

No Pertanyaan SS S TS STS

  1. Saat guru mengajar ada variasi volume suara (keras, lembut, dsb).

  2. Saat guru mengajar ada variasi ritme suara (cepat, pelan, dsb).

  3. Dalam mengajar guru tidak memberikan penekanan suara pada hal-hal yang penting.

  4. Saat mengajar pandangan guru merata ke seluruh siswa.

  5. Guru hanya memandang siswa yang pintar saat menerangkan pelajaran.

  6. Saat guru mengajar ada variasi posisi (depan belakang siswa).

  7. Saat guru mengajar tidak ada variasi sikap dalam menghadapi siswa.

  8. Guru hanya duduk pada saat menjelaskan atau saat memberikan catatan pada siswa.

  9. Saat guru mengajar ada variasi gerak untuk

  10. Saat guru mengajar menggunakan variasi gerak anggota badan untuk membangkitkan motivasi siswa.

  11. Saat guru mengajar ada variasi mimik muka agar pelajaran lebih menarik.

  12. Wajah guru yang telihat terlalu serius dalam memberikan materi pelajaran membuat siswa bosan.

  13. Guru hanya tersenyum pada siswa yang dapat mengerjakan tugas yang diberikan dengan baik.

  14. Guru akuntansi hanya menulis disebelah kiri atas saja.

  15. Dalam memberikan catatan guru tidak menulis di papan tulis.

  16. Tulisan guru mudah terbaca sampai belakang kelas dengan jelas.

  17. Guru hanya memandang buku atau papan tulis pada saat menjelaskan materi.

  Persepsi Siswa tentang Penggunaan Media Pembelajaran

No. Pertanyaan SS S TS STS

  18. Sekolah memiliki media pembelajaran yang lengkap.

  19. Media pembelajaran yang digunakan sesuai dengan materi yang diajarkan.

  20. Media pembelajaran adalah media pokok yang harus dimiliki oleh setiap sekolah.

  21. Dengan media pembelajaran mendorong saya untuk lebih komunikatif baik dengan guru maupun dengan teman.

  22. Dengan menggunakan media pembelajaran materi yang diajarkan mudah diterima.

  23. Belajar dengan menggunakan media (gambar, benda untuk peragaan, dll.) dapat mempermudah saya dalam mengingat materi yang diajarkan.

  24. Penyajian materi pelajaran dengan menggunakan media pembelajaran (film, televisi, karyawisata, dll.) dapat meningkatkan prestasi belajar saya.

  25. Sebenarnya media pembelajaran tidak membantu saya dalam belajar. dalam memperoleh informasi dan pengalaman yang baru.

  27. Dengan menggunakan media pembelajaran akan memberikan gambaran suatu objek lebih jelas.

  28. Dengan media pembelajaran, saya menjadi bingung dalam memahami suatu pelajaran.

  Motivasi Belajar

No. Pertanyaan SS S TS STS

  29. Saya berusaha meningkatkan prestasi belajar akuntansi saya di sekolah dengan lebih giat belajar.

  30. Bila menghadapi hambatan dalam belajar, saya cenderung mudah putus asa.

  31. Saya terdorong untuk mencapai prestasi belajar akuntansi yang terbaik karena guru dapat memotivasi siswa

  32. Saya membuat ringkasan agar mudah belajar akuntansi.

  33. Saya selalu menggunakan waktu luang untuk belajar akuntansi.

  34. Saya tetap belajar akuntansi meskipun tidak ada ulangan.

  35. Saya tetap belajar akuntansi meskipun acara televisi bagus.

  36. Saya tidak pernah membaca kembali pelajaran akuntansi sesampai di rumah.

  37. Saya tidak merasa malu bertanya kepada guru akuntansi mengenai pokok bahasan yang belum jelas.

  38. Saya takut menghadapi tugas-tugas akuntansi .

  39. Saya mudah mengalihkan perhatian dari tugas-tugas akuntansi yang sedang saya tekuni.

  40. Meskipun tugas akuntansi yang diberikan guru tidak dikumpulkan, saya tetap mengerjakan.

  LAMPIRAN 2 DATA INDUK PENELITIAN PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI GAYA MENGAJAR GURU Data b1 b2 b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 b11 b12 b13 b14 b15 b16 b17 Total

  1

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  51

  3

  3

  3

  4

  4

  56

  31

  4

  2

  4

  30

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  48

  29

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  63

  33

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  1

  4

  58

  4

  4

  4

  4

  1

  2

  3

  4

  4

  3

  32

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  34

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  60

  25

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  1

  3

  4

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  54

  24

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  4

  3

  4

  3

  4

  54

  28

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  1

  62

  26

  3

  2

  4

  4

  4

  2

  4

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  1

  3

  54

  27

  3

  58

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  47

  2

  3

  3

  3

  4

  50

  42

  4

  3

  4

  41

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  48

  40

  3

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  49

  44

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  4

  63

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  3

  4

  43

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  52

  36

  3

  3

  2

  3

  1

  4

  2

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  53

  35

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  50

  39

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  44

  37

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  4

  3

  3

  3

  4

  55

  38

  3

  3

  23

  3

  3

  8

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  50

  9

  3

  3

  50

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  4

  4

  4

  57

  7

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  59

  11

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  53

  4

  10

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  51

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  55

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  48

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  1

  4

  3

  3

  4

  4

  1

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  53

  6

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  57

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  2

  3

  58

  5

  3

  12

  52

  4

  19

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  63

  20

  3

  3

  56

  1

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  57

  18

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  55

  22

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  50

  3

  21

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  14

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  3

  4

  4

  51

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  1

  4

  1

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  2

  4

  3

  4

  52

  13

  2

  1

  4

  2

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  56

  17

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  53

  15

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  56

  16

  50

  46

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  59

  49

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  60

  54

  4

  1

  3

  61

  3

  2

  2

  3

  57

  45

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  42

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  58

  3

  3

  1

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  54

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  64

  52

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  4

  1

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  65

  47

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  62

  55

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  54

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  63

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  56

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  49

  53

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  50

  51

  3

  3

  4

  4

  56

  2

  3

  3

  47

  56

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  48

  52

  3

  2

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  51

  47

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  54

  55

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  55

  52

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  52

  50

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  53

  58

  3

  4

  2

  4

  4

  1

  3

  4

  4

  4

  3

  55 PERSEPSI SISWA TENTANG PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN Data b18 b19 b20 b21 b22 b23 b24 b25 b26 b27 b28 Total

  1

  30

  4

  31

  41

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  31

  4

  3

  3

  3

  32

  29

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  32

  33

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  40

  4

  3

  4

  1

  4

  4

  32

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  34

  3

  3

  3

  4

  3

  38

  25

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  37

  24

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  35

  4

  28

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  42

  4

  26

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  34

  27

  34

  3

  3

  41

  3

  42

  36

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  33

  4

  4

  3

  3

  34

  40

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  34

  44

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  36

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  43

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  33

  36

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  35

  35

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  35

  3

  39

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  36

  3

  37

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  32

  38

  3

  23

  4

  33

  9

  33

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  8

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  38

  7

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  34

  11

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  35

  3

  10

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  33

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  32

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  36

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  32

  6

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  33

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  5

  3

  3

  3

  4

  4

  35

  3

  12

  35

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  42

  3

  3

  3

  33

  20

  2

  19

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  34

  18

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  33

  22

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  32

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  21

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  14

  3

  4

  3

  3

  3

  37

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  32

  13

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  35

  17

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  37

  15

  4

  3

  4

  4

  3

  16

  3

  3

  3

  3

  3

  36

  33

  46

  3

  3

  3

  38

  59

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  35

  60

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  61

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  30

  57

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  35

  58

  3

  3

  4

  4

  3

  36

  3

  2

  3

  4

  4

  38

  64

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  30

  65

  2

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  33

  62

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  33

  63

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  56

  2

  3

  3

  4

  3

  39

  49

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  32

  50

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  32

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  30

  47

  1

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  28

  48

  4

  3

  3

  4

  3

  51

  31

  4

  3

  3

  3

  33

  54

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  33

  55

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  40

  52

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  34

  53

  3

  3

  3

  3

  33 MOTIVASI BELAJAR SISWA Data b29 b30 b31 b32 b33 b34 b35 b36 b37 b38 b39 b40 Total

  1

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  44

  4

  30

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  34

  29

  4

  4

  3

  35

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  38

  2

  2

  3

  3

  33

  33

  3

  32

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  43

  31

  4

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  28

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  37

  3

  3

  2

  3

  36

  25

  24

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  34

  23

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  43

  27

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  38

  26

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  31

  41

  3

  3

  2

  40

  2

  3

  3

  36

  39

  3

  2

  3

  2

  31

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  38

  43

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  33

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  42

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  39

  35

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  33

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  36

  3

  34

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  36

  3

  35

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  38

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  43

  37

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  35

  8

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  9

  7

  3

  4

  3

  3

  3

  40

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  36

  3

  3

  11

  3

  3

  3

  3

  3

  34

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  34

  10

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  33

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  32

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  42

  6

  4

  4

  4

  3

  5

  3

  4

  3

  33

  4

  4

  3

  4

  2

  36

  3

  2

  3

  1

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  44

  19

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  37

  18

  4

  2

  4

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  36

  22

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  42

  2

  20

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  31

  21

  3

  3

  3

  1

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  1

  30

  14

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  33

  12

  3

  2

  3

  3

  2

  13

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  33

  2

  2

  4

  3

  16

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  36

  17

  34

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  31

  15

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  36

  46

  2

  3

  2

  3

  38

  59

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  60

  28

  3

  3

  61

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  34

  57

  3

  2

  4

  3

  36

  3

  4

  4

  3

  4

  58

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  34

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  32

  64

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  65

  34

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  30

  62

  4

  2

  3

  2

  31

  1

  3

  3

  3

  3

  63

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  56

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  33

  49

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  50

  30

  2

  3

  2

  34

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  35

  47

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  48

  34

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  51

  29

  1

  2

  2

  3

  27

  54

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  55

  31

  2

  2

  3

  3

  3

  52

  36

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  29

  2

  2

  3

  2

  3

  53

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  29 PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI NO NILAI NO NILAI

  1

  54

  6.3

  57

  7.5

  24

  6.0

  56

  7.1

  23

  6.0

  55

  6.8

  22

  6.0

  6.8

  8.5

  21

  6.5

  53

  6.3

  20

  6.8

  52

  8.2

  19

  7.0

  51

  8.3

  18

  25

  58

  50

  6.6

  33

  6.5

  65

  7.2

  32

  6.0

  64

  7.5

  31

  6.8

  63

  7.8

  30

  62

  7.0

  7.0

  29

  6.0

  61

  6.3

  28

  6.9

  60

  6.9

  27

  6.0

  59

  7.5

  26

  6.8

  7.1

  6.5

  7.1

  41

  6.7

  8

  6.2

  40

  6.6

  7

  6.2

  39

  8.0

  6

  6.7

  38

  5

  9

  6.8

  37

  7.1

  4

  6.9

  36

  6.9

  3

  6.5

  35

  6.8

  2

  7.0

  34

  6.0

  6.8

  17

  46

  6.2

  49

  7.0

  16

  6.9

  48

  7.0

  15

  6.5

  47

  6.7

  14

  6.8

  6.0

  42

  13

  6.7

  45

  6.0

  12

  6.5

  44

  6.8

  11

  6.0

  43

  7.0

  10

  8.0

  7.1

  LAMPIRAN 3 DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI

  

DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI

Data dari hasil penelitian kemudian dibuat daftar distribusi frekeunsi.

  

Pedoman dalam pembuatan daftar distribusi tersebut menggunakan rumus dengan

langkah-langkah sebagai berikut (Sudjana, 1996:47):

  1. Menentukan jumlah kelas Jumlah kelas hendaknya ditentukan sedemikian rupa sehingga data yang diobservasi terjaring seluruhnya. Dalam menentukan jumlah kelas ini ada suatu pedoman yang diberikan oleh H. A. Struges yang selanjutnya disebut sebagai rumus “Struges”. Adapun rumus tersebut sebagai berikut: K = 1 + (3,3) log n Keterangan: K = Jumlah kelas n = Jumlah data

  2. Menentukan interval Interval kelas pada hakekatnya akan dipengaruhi oleh jumlah kelas dan rentang(jarak) data dimana data itu terserak. Berdasarkan hal tersebut, Struges memberikan pedoman dalam menentukan interval kelas sebagai berikut: ren tan g i

  = banyakkela s

  Keterangan: i = Interval Kelas Rentang (range) = selisih data terbesar dan terkecil 3.

   Memasukan data dalam kelasnya masing-masing Langkah terakhir dalam menyusun daftar distribusi frekuensi adalah

  

Setelah itu dihitung nilai mean, median, modus dan standar deviasi dari

masing- masing variabel bebas dan terikat.

  a. Mean (rata-rata) Mean atau rata-rata didapat dengan membagi jumlah nilai data dengan banyaknya data yang diteliti. Perhitungan untuk nilai mean adalah sebagai berikut: f

  Xi i x

  = f

  ∑ i

  Keterangan: x = Mean

  F i = Frekuensi untuk nilai X X = Tanda kelas i

  b. Median (Me) Median adalah nilai tengah dari serangkaian data yang telah tersusun secara teratur. Median juga disebut sebagai ukuran letak karena letak median membagi dua bagian yang sama. Rumus untuk mencari median adalah sebagai berikut: 1 /

  2  n F  −

  Me b p = + f

    Keterangan:

b = batas bawah kelas median, ialah kelas dimana median akan terletak

p = panjang kelas median n = banyak data F = jumlah semua frekuensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda kelas median f = frekuensi kelas median

  c. Modus(Mo) Modus adalah data yang frekuensi munculnya paling sering. Rumus

   b

  Mo b p = b b

  • 1

  1

  • Keterangan: b = batas bawah kelas modus, ialah kelas interval dengan frekuensi terbanyak.

  2  

  p = panjang kelas modus b 1 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval dengan

tanda kelas yang lebih kecil sebelum tanda kelas modus.

b 2 = frekuensi kelas modus dikurangi frekuensi kelas interval dengan

tanda kelas yang lebih besar sesudah tanda kelas modus.

d. Deviasi standar (s)

  2

  2 n f X f

  Xi i − ∑ i i

  ( ) σ = n n

  1 −

  ( ) Keterangan: f = frekuensi i

  X i = tanda kelas n = banyak data Berdasarkan rumus-rumus di atas maka berikut ini dapat dicari harga untuk masing- masing variabel:

A. Persepsi siswa tentang variasi gaya mengajar guru (X 1 )

  Jumlah data = 65 Data tertinggi = 63 Data terendah = 42 Dari data diperoleh:

  Range = 63 - 42 = 21 Banyak kelas = 1 + (3,3) log 65 = 6 Panjang interval kelas = 21/6 = 4 Sehingga distribusi frekuensi dapat dibuat sebagai berikut:

  

Distribusi Frekuens i Variasi Gaya Mengajar Guru

Frekuensi Tanda Kelas

  2

  2 No. Interval f i .X i X i f . X i i f i X i 1 42 – 45 3 43,5 130,5 1892,5 5676,75 2 46 – 49 8 47,5 380 2256,25 18050 3 50 – 53

  

23 51,5 1184,5 2652,25

  61001,75

  4 54 – 57

21 54,5 1144,5 2970,25

  62375,25

  5 58 – 61 6 58,5 351 3422,25 20533,50 6 62 – 65 4 63,5 254 4032,25 16129

  Jumlah 65 3444,5 17225,50 183776,25

  1. Mean f

  Xi i x

  = f

  ∑ i

  3444 ,

  5 x = 53

  =

  65

  2. Median 1 /

  2  n F  −

  = f

  • Me b p

    65 /

  2

  11 −  

  Me 49 ,

  5

  4 =  

  • = 53,24

  23  

  3. Modus  b

  Mo b p =

  • 1

  1

  • b b

  2  

  15  

  Mo 49 ,

  5

  4 =  

  • = 53,03

  2  

  • 15

  4. Standar Deviasi

  2

  2 n f X f

  Xi i − ∑ i i

  ( ) σ = n n

  1 −

  

2

( 65 )( 183776 , 25 ) 3444 ,

  5 −

  ( ) = 4,41

  σ =

  65

  65

  1 −

  ( ) Penilaian Persepsi Siswa tentang Variasi Gaya Mengajar Guru Skor tertinggi yang mungkin tercapai = 4 × 17 = 68 Skor terendah yang mungkin tercapai = 1 × 17 = 17 Perhitungan data tiap variabel menggunakan rumus: Skor = nilai terendah + %(nilai tertinggi – nilai terendah) 1) 17 + 81%(68 – 17) = 58 = Sangat tinggi 2) 17 + 66%(68 – 17) = 51 = Tinggi 3) 17 + 56%(68 – 17) = 46 = Cukup 4) 17 + 46%(68 – 17) = 40 = Kurang 5) Dibawah 40 = Sangat kurang

  B.

  2 ) Persepsi Siswa tentang Penggunaan Media pembelajaran (X Jumlah data = 65 Data tertinggi = 42 Data terendah = 28 Dari data diperoleh:

  Range = 42 – 28 = 14 Banyak kelas = 1 + (3,3) log 65 = 6 Panjang interval kelas = 14/6 = 2,33 ˜ 3 Sehingga distribusi frekuensi dapat dibuat sebagai berikut:

  • =

  29 2 /

  65

  = 33,96

33 Me

  3 5 ,

  • =

     

  2

  1

  1 b b b

  Mo p b    

   

  21

  2

  21

  3 5 ,

  = 33,24

  ( )

  1

  2

  2 − ∑ − ∑

  = n n X f

  X f n i i i i

  σ

  23

    −

  1    

  4 37 – 39

  

Distribusi Frekuensi Media Pembelajaran

Frekuensi Tanda Kelas No. Interval f i X i f i .X i

  X i

  2

  f

  i

  . X

  i

  2 1 28 – 30

  4 29 116 841 3.364 2 31 – 33 25 32 800 1.024 25.600 3 34 – 36 23 35 805 1.225

  2 /

  28.175

  8 38 304 1.444

  11.552

  5 40 – 42

  5 41 205 1.681 8.405 6 43 – 45 44 1.936

  Jumlah 65 2.230 8.151 77.096

  1. Mean i i i f X f x

  ∑ ∑ =

  65 2230 = x = 34.31

  2. Median  

    −

  f F n Me p b

3. Modus

  • =

30 Mo

  • =

4. Standar Deviasi

  2 ( 65 )( 77096 ) 2230

  − ( )

  

= 3,04

σ =

  65

  65

  1 −

  ( ) Penilaian Media Pembelajaran Skor tertinggi yang mungkin tercapai = 4 × 11 = 44 Skor terendah yang mungkin tercapai = 1 × 11 = 11 Perhitungan data tiap variabel menggunakan rumus: Skor = nilai terendah + %(nilai tertinggi – nilai terendah) 1) 11 + 81%(44 – 11) = 38 = Sangat tinggi 2) 11 + 66%(44 – 11) = 33 = Tinggi 3) 11 + 56%(44 – 11) = 30 = Cukup 4) 11 + 46%(44 – 11) = 26 = Kurang 5) Dibawah 26 = Sangat kurang

C. 3 ) Motivasi belajar siswa (X

  Jumlah data = 65 Data tertinggi = 44 Data terendah = 27 Dari data diperoleh:

  Range = 44 – 27 = 17 Banyak kelas = 1 + (3,3) log 65 = 6 Panjang interval kelas = 17/6 = 3 Sehingga dis tribusi frekuensi dapat dibuat sebagai berikut:

  1    

  5 28 140 784 3920 2 30 – 32 11 31 341 961 10571 3 33 – 35 24 34 816 1156

  1. Mean i i i f X f x

  Jumlah 65 2270 7719 80282

  40 80 1600 3200 6 42 – 44 7 43 301 1849 12943

  2

  5 39 – 41

  21904

  16 37 592 1369

  4 36 – 38

  27744

  2 1 27 – 29

  65 2270 = x = 34,92

  i

  . X

  i

  f

  2

  X i

  

Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar Siswa

Frekuensi Tanda Kelas No. Interval f i X i f i .X i

  2. Median  

  2 /

  ∑ ∑ =

  • =

32 Me

  • =

3. Modus

  • =

32 Mo

  • =

  1

  3 5 ,

  = 34,36

  ( )

  X f n i i i i

  2

  2 − ∑ − ∑

  = n n X f

  13

  σ

  13

   

  8

    −

  Mo p b    

  1 b b b

  1

  2

     

  = 34,56

  3 5 ,

  65

  16 2 /

  24

    −

  f F n Me p b

4. Standar Deviasi

  2 ( 65 )( 80282 ) 2270

  − ( )

  = 3,96 σ =

  65

  65

  1 −

  ( ) Penilaian Motivasi Belajar Skor tertinggi yang mungkin tercapai = 4 × 12 = 48 Skor terendah yang mungkin tercapai = 1 × 12 = 12 Perhitungan data tiap variabel menggunakan rumus: Skor = nilai terendah + %(nilai tertinggi – nilai terendah) 1) 12 + 81%(48 – 12) = 41 = Sangat tinggi 2) 12 + 66%(48 – 12) = 36 = Tinggi 3) 12 + 56%(48 – 12) = 32 = Cukup 4) 12 + 46%(48 – 12) = 29 = Kurang 5) Dibawah 29 = Sangat kurang

D. Prestasi belajar (Y)

  Jumlah data = 65 Data tertinggi = 8,5 Data terendah = 6,0 Dari data diperoleh:

  Range = 8,5 – 6,0 = 2,5 Banyak kelas = 1 + (3,3) log 65 = 7 Panjang interval kelas = 2,5/7 = 0,4 Sehingga distribusi frekuensi dapat dibuat sebagai berikut:

  2 /

  2 1 6,0 – 6,3 16 6,15 98,4 37,82 605,16 2 6,4 – 6,7

  1. Mean i i i f X f x

  Jumlah 65 442,95 382,62 3039,10

  5 7,6 – 7,9 1 7,75 7,75 60,06 60,06 6 8,0 – 8,3 4 8,15 32,60 66,42 265,69 7 8,4 – 8,7 1 8,55 8,55 73,10 73,10

  216,09

  4 7,2 – 7,5

4 7,35 29,40 54,02

  1304,17

  12 6,55 78,6 42,90 514,83 3 6,8 – 7,1 27 6,95 187,65 48,30

  i

  65 442 95 , = x = 6,81

  . X

  i

  f

  2

  X i

  

Distribusi Frekuensi Prestasi Belajar

Frekuensi Tanda Kelas No. Interval f i X i f i .X i

  2. Median  

  1    

  ∑ ∑ =

  • =

6 Me

  • =

3. Modus

  = 6,91

  15 4 , 75 ,

  15

  23

    −

  1 b b b

  1

  Mo p b    

  2

  = 6,82

  75 ,

  28 2 / 65 4 ,

  27

    −

  f F n Me p b

  • =

     

6 Mo

  • =

  2 ∑ − ∑

  X f X f n i i i i

  2

  ( )

   

4. Standar Deviasi

  2 ( 65 ) 3039 , 10 442 ,

  95 −

  ( ) ( ) = 0,57

  σ =

  65

  65

  1 −

  ( ) Penilaian Prestasi Belajar Skor tertinggi yang mungkin tercapai = 10 × 1 = 10 Skor terendah yang mungkin tercapai = 10 × 0 = 0 Perhitungan data tiap variabel menggunakan rumus: Skor = nilai terendah + %(nilai tertinggi – nilai terendah) 1) 0 + 81%(10 – 0) = 8,1 = Sangat tinggi 2) 0 + 66%(10 – 0) = 6,6 = Tinggi 3) 0 + 56%(10 – 0) = 5,6 = Cukup 4) 0 + 46%(10 – 0) = 4,6 = Kurang 5) Dibawah 4,6 = Sangat kurang

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT AKUNTANSI
0
5
107
HUBUNGAN VARIASI MENGAJAR GURU DAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK SWASTA PAB-3 MEDAN T.P 2015/2016.
0
4
26
PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI MENGAJAR GURU DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI AK DI SMK NEGERI 7 MEDAN T.P 2015/2016.
1
5
32
HUBUNGAN VARIASI GAYA MENGAJAR GURU DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMK SWASTA SILOAM-2 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.
0
4
25
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG KOMPETENSI GURU DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI DI SMK SINAR HUSNI MEDAN T.P 2014/2015.
0
5
26
HUBUNGAN VARIASI GAYA MENGAJAR GURU DAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA AP SMK BM PANCA BUDI MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.
1
3
29
HUBUNGAN PERSEPSI SISWA TENTANG KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI SMK KARYA BAKTI T.A. 2013/2014.
0
2
26
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI MENGAJAR GURU DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG VARIASI MENGAJAR GURU DAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP MUHAMMADIY
0
0
18
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT AKUNTANSI SISWA JURUSAN AKU
0
0
18
PENDAHULUAN HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROFESIONALISME GURU DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT AKUNTANSI SISWA JURUSAN AKUNTANSI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2010/2011.
0
2
15
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG METODE MENGAJAR GURU, CARA BELAJAR, DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS X KOMPETENSI KEAHLIAN AKUNTANSI SMK NEGERI 1 GODEAN TAHUN AJARAN 2014/2015.
0
0
2
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG ATRAKSI INTERPERSONAL GURU, FASILITAS BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS X SMK MUHAMMADIYAH PRAMBANAN TAHUN AJARAN 2012/2013.
0
0
152
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MENGAJAR GURU, KEAKTIFAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 2 SALAM
0
0
8
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TENTANG PROGRAM PENDIDIKAN GRATIS DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA JURUSAN AKUNTANSI DI SMK NEGERI 3 SUKOHARJO
0
1
18
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI SISWA TERHADAP GAYA KEPEMIMPINAN GURU FISIKA DALAM MENGAJAR DI KELAS DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
0
0
143
Show more