Deskripsi tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII program studi bimbingan dan konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun akademik 2006/2007 - USD Repository

Gratis

0
0
121
5 months ago
Preview
Full text

  

DESKRIPSI TINGKAT KEMATANGAN KARIER MAHASISWA

SEMESTER VIII PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

TAHUN AKADEMIK 2006/2007

  

Skripsi

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Bimbingan dan Konseling

  

Oleh :

Silvanus Sri Bahagya

NIM: 991114009

  

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  

„If we knew what we were doing,

it wouldn’t be called research.“

(Albert Einstein)

„Happiness is the way“

  

„CINTA selalu berakhir dengan sebuah HARAPAN“

(The Knight`s Tale).

  Skripsi ini saya persembahkan untuk: Ibunda M.M. Rusminah (R.I.P), Ayahanda J. Kalam. G, Kakak-kakakku yang selalu support,

  

Mbah Puteri Sonto Sumarto, Saudari-saudaraku,

Miss Alpen – Olivia N. Killias yang Tercinta,

Brett dan Para Sahabat-sahabatku …

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak

memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam

kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

  Yogyakarta, 30 Juli 2007 Penulis Silvanus Sri Bahagya

  

ABSTRAK

DESKRIPSI TINGKAT KEMATANGAN KARIER MAHASISWA

SEMESTER VIII PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA

TAHUN AKADEMIK 2006/2007

  

Oleh:

Silvanus Sri Bahagya

NIM: 991114009

  Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kematangan

karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD Yogyakarta tahun akademik

2006/2007. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah:

”Bagaimanakah tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII Program

Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta tahun

akademik 2006/2007?”

  Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitiannya adalah

mahasiswa semester VIII Prodi BK USD tahun akademik 2006/2007, sebanyak 30

mahasiswa. Subjek penelitian telah menjalani Program Praktik Lapangan

Bimbingan dan Konseling (PLBK), minimal di Sekolah Menengah Pertama

(SMP). Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner kematangan karier

mahasiswa prodi BK yang disusun oleh peneliti dengan berdasarkan konsep

kematangan karier Donald Super. Instrumen ini mencakup enam aspek

kematangan karier, yaitu: aspek kemandirian karier, perencanaan karier,

eksplorasi karier, pengambilan keputusan karier, pengetahuan karier, dan

realistisnya pilihan karier. Keenam aspek kematangan karier tersebut dijabarkan

dalam item-item instrumen penelitian.

  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 3 mahasiswa (10%) yang memiliki

tingkat kematangan karier sangat tinggi, 14 mahasiswa (46,67%) memiliki tingkat

kematangan karier tinggi, 13 mahasiswa (43,33%) memiliki tingkat kematangan

karier sedang, dan tidak ada mahasiswa (0%) yang memiliki tingkat kematangan

karier rendah dan sangat rendah. Gambaran ini berarti bahwa mayoritas

mahasiswa semester VIII Prodi BK USD Yogyakarta tahun akademik 2006/2007

telah memiliki tingkat kematangan karier tinggi.

  

ABSTRACT

DESCRIPTION OF THE CAREER MATURITY

LEVEL OF THE EIGHTH SEMESTER STUDENTS OF

THE GUIDANCE AND COUNSELLING STUDY PROGRAM

SANATA DHARMA UNIVERSITY YOGYAKARTA

ACADEMIC YEAR 2006/2007

  

By:

Silvanus Sri Bahagya

Number: 991114009

  This research aimed at providing a description on the career maturity of the

eighth semester students of the Guidance and Counselling Study Program of

Sanata Dharma University Yogyakarta, Academic Year 2006/2007. The problem

that was proposed to be answered: “At what level is the career maturity of the

eighth semester students of the Guidance and Counselling Study Program of

Sanata Dharma University Yogyakarta, Academic Year 2006/2007?”

  The research could be categorized as a descriptive one; with the subject

chosen 30 (thirty) eighth semester students of the Guidance and Counselling

Study Program of Sanata Dharma University Academic Year 2006/2007. Those

subjects have finished their Program of Guidance and Counselling Field Practice

(PLBK) in some junior highs. The research instrument applied here was a career

maturity level questionnaire prepared by the researcher based on the career

maturity concept introduced by Donald Super. This instrument consisted of six

aspects of career maturity, i.e. career autonomy, career planning, career

exploration, career decision making, career knowledge, and how realistic that

career option is. All these six aspects were then mapped into the items covered in

the research instrument.

  The result of this research showed 3 students (10%) as having very high

level of career maturity, 14 students (46.67%) as having high level of career

maturity, 13 students (43.33%) as having moderate level of career maturity, and

no student (0%) as having low and lower level of career maturity. This figure

meant that the majority of the eighth semester students of the Guidance and

Counselling Study Program of Sanata Dharma University Academic Year

2006/2007 have already had a high level of career maturity.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas cinta kasih-Nya sehingga

peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk

menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S-1) di Universitas Sanata Dharma

Yogyakarta.

  Peneliti menyadari bahwa banyak pihak telah terlibat dan mempunyai andil

yang besar dalam membantu penyelesaian skripsi ini. Mereka telah memberikan

bantuan berupa dukungan moril, pikiran, tenaga, waktu, dan semangat untuk

peneliti. Pada kesempatan ini, perkenankanlah peneliti menghaturkan ucapan

terima kasih kepada:

  1. Bapak Drs. R.H. Dj. Sinurat, M.A selaku dosen pembimbing pertama yang dengan sabar membimbing, mendukung dan mengarahkan peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini.

  2. Bapak Fajar Santoadi, S.Pd selaku dosen pembimbing kedua yang selalu

memeriksa, mengkritisi, dan memberi ide untuk penulisan skripsi ini.

  

3. Ibu Setyandari, S.Pd., Psi., M.A. selaku anggota panitia penguji skripsi.

  4. Ibu Dra. M.M. Sri Hastuti, M.Si selaku Kaprodi BK USD, seluruh dosen, dan karyawan-karyawati di Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Ilmu Pendidikan.

  5. Para mahasiswa semester VIII dan angkatan 1999 – 2002 Prodi BK USD yang telah berkenan mengisi kuesioner penelitian ini.

  6. Bapak J. Kalam G dan Kakak-kakakku: Mas Hendro (Mbak Tini ) sekeluarga, Mbak Atun sekeluarga, Mas Wid sekeluarga, Mbak Ning sekeluarga, dan Mbak Wati sekeluarga yang selalu mendukung dan memperhatikan adiknya untuk bisa menyelesaikan skripsi ini.

  7. Keluarga besar Mbah Sonto Sumarto yang memberikan dukungan moril dan doa-doanya.

  8. Olivia sayangku dan keluarga Killias yang telah memberikan cinta dan

  9. Teman-teman BK angkatan 1999, terutama komunitas kloter terakhir (Agus, Gandhi, Prast-Cecep, dan Andre-Cimeng) yang saling memberikan semangat untuk terus berjuang menyelesaikan skripsi.

  10. Sahabat-sahabatku: Dono, Gondes, Eko, Seno, Mbak Sum, Bu Nila, Mbak Karmi, Mbak Ida, Rm, Igo, MSC., Atik-Wisnu, Maya-BK, Nur-BK dan rekan-rekan volunteer YSS angkatan tua, serta Yayasan Realino jalan Mataram.

11. Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Kalian semua telah banyak membantu peneliti dalam penyelesaian skripsi ini.

  Peneliti menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, penuh keterbatasan dan kekurangan. Tetapi peneliti berharap, skripsi ini bermanfaat bagi pembaca.

  Yogyakarta, 26 juli 2007 Penulis

  

DAFTAR ISI

Halaman

  

HALAMAN JUDUL .…………………………………………………….... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...……………………….. ii

HALAMAN PENGESAHAN ............................…………………………... iii

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...………………………... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ……….………………………….. v

  

ABSTRAK ……………………………………...………………………….. vi

ABSTRACT …………………………………….………………………….. vii

KATA PENGANTAR ……………………………………………………... viii

DAFTAR ISI ...…………………………………………………………....... x

DAFTAR TABEL ......................................................................................... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ……………………………………………………. xiv

BAB I PENDAHULUAN ...…………………………………………….......

  1 A. Latar Belakang Masalah .………………………………………...

  1 B. Rumusan Masalah …………...…………………………………..

  5 C. Tujuan Penelitian ……………………………………………….

  6 D. Manfaat Penelitian …………………….………………………...

  6 E. Definisi Operasional ………………………………………….....

  7 BAB II KAJIAN PUSTAKA ………………………….…………………...

  9 A. Pengertian Karier ……………………………………...………...

  9 B. Perkembangan Karier menurut Pandangan Donald Super ……...

  11

  2. Tahap-tahap Perkembangan karier dan Tugas-tugas Perkembangan Karier ………………………………………... 14 C. Kematangan Karier ……………………………………………... 23

  1. Konsep Kematangan Karier …………………………………. 23

  2. Aspek-aspek Kematangan Karier ……………………………. 28

  D. Kematangan Karier Mahasiswa Semester VIII Prodi BK USD .... 32

  1. Mahasiswa Semester VIII Prodi BK USD …………………... 32

  2. Konselor sebagai Pilihan Karier yang Diminati ……………... 33

  

3. Tingkat Kematangan Karier Mahasiswa Semester VIII

Prodi BK USD ……………………………………………….. 36

  

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ………………………………… 40

A. Jenis Penelitian ………………………………………………….. 40 B. Subjek Penelitian .……………………………………………….. 40 C. Instrumen Penelitian …………………………………………….. 41

  1. Kuesioner Kematangan Karier Mahasiwa Prodi BK USD …... 41

  2. Uji Coba Kuesioner ………………………………………….. 45

  D. Prosedur Penelitian ……………………………………………… 49

  1. Tahap Persiapan ……………………………………………… 49

  2. Tahap Pelaksanaan Penelitian ……………………………….. 50

  E. Teknik Analisis Data ……………………………………………. 51

  

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN …………………. 53

A. Tingkat Kematangan Karier Mahasiswa Semester VIII Prodi BK

B. Pembahasan ……….…………………………………………….. 55

  

1. Mahasiswa yang Memiliki Tingkat Kematangan Karier

Sangat Tinggi ……………………………………………….. 55

  

2. Mahasiswa yang Memiliki Tingkat Kematangan Karier

Tinggi ………………………………………………………. 56

  

3. Mahasiswa yang Memiliki Tingkat Kematangan Karier

Sedang ……………………………………………………… 59

4 Mahasiswa yang Memiliki Tingkat Kematangan Karier Rendah dan Sangat Rendah …….…………………………..

  62 BAB V RINGKASAN, KESIMPULAN, DAN SARAN ………………..... 65

  A. Ringkasan …………………………………..…………………… 65

  B. Kesimpulan ………….………………………………………….. 66

  C. Saran-saran ………………………………………………………. 67

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………….... 69

LAMPIRAN …………………………………............................................... 71

  DAFTAR TABEL Tabel

  Halaman

  1. Komposisi Item Kuesioner Kematangan Karier Mahasiswa Prodi BK USD (Sesudah Uji Coba/Revisi) …………............................................... 43

2. Kualifikasi Koefisien Reliabilitas ……………………………………….. 49

  3. Patokan Penggolongan Tinggi-Rendahnya Tingkat Kematangan Karier Mahasiswa Semester VIII Prodi BK USD Tahun Akademik 2006/2007 .. 52

  4. Penggolongan Tingkat Kematangan Karier Mahasiswa Semester VIII Prodi BK USD Tahun Akademik 2006/2007 ……………………………. 54

  

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

  Halaman

  

1. Kuesioner Kematangan Karier Mahasiswa Prodi BK USD …………...... 71

  2. Komentar Responden (Mahasiswa prodi BK USD Angkatan 1999 – 2002) …………..………………………………………………... 79

  

3. Hasil Skor Uji Coba Penelitian ……………...………………………….. 81

  

4. Hasil Kualitas Item Kuesioner ...………………………………………... 85

  

5. Perhitungan Realibilitas Uji Coba Penelitian ……………………........... 90

  

6. Hasil skor Penelitian …………………………………………………..... 93

  7. Taraf Kemampuan Mahasiswa Semester VIII Prodi BK USD Tahun Akademik 2006/2007 pada Setiap Aspek Kematangan Karier ………… 96

  

8. Jumlah Mahasiswa yang Memperoleh Skor Item Rendah ……………... 100

BAB I PENDAHULUAN Dalam bab ini disajikan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan

  

penelitian, manfaat penelitian, dan beberapa definisi operasional dari istilah yang

digunakan dalam penelitian.

A. Latar Belakang Masalah

  Setiap tahun akademik, jumlah mahasiswa yang diterima di jenjang pendidikan tinggi mengalami peningkatan. Jalal dan Supriadi (2001: 29) melaporkan bahwa jumlah mahasiswa meningkat dari 2,21 juta orang pada tahun 1994/1995 menjadi 2,93 juta orang pada tahun 1998/1999 dan akan terus bertambah pada setiap tahunnya. Para mahasiswa tersebut berharap dapat menapaki suatu karier yang bermakna bagi dirinya dan dapat berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

  Keberhasilan para mahasiswa dalam menapaki karier perlu dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Mereka dapat mempersiapkan diri dengan berbagai pengalaman pendidikan dan pelatihan selama masa pendidikan di jenjang pendidikan tinggi. Kenyataan menunjukkan sebaliknya, banyak mahasiswa yang hasil belajarnya kurang memuaskan sehingga ada kemungkinan pindah ke program studi yang lain atau tidak dapat meneruskan pendidikan.

  Seandainya ada mahasiswa yang tetap bertahan sampai lulus untuk sekadar

  

berkarier yang sesuai dengan bidang keahliannya atau menjadi penganggur

muda yang terdidik. Sustiwi, dkk. (Kedaulatan Rakyat, 13 Januari 2004)

menunjukkan adanya kenyataan bahwa sekitar 500.000 mahasiswa lulus dari

bangku kuliah pada setiap tahunnya. Padahal lapangan kerja baru hanya 1,5 -

1,7 juta dan pencari kerja 2,1 - 3,15 juta jiwa per tahun. Sementara itu, jumlah

penganggur di tahun 2003 mencapai 10,3 juta orang dan diperkirakan akan

semakin meningkat pada setiap tahunnya. Kesulitan yang dihadapi para

mahasiswa tersebut ada kaitannya dengan tingkat kematangan karier dalam

proses perkembangan karier mereka.

  Konsep kematangan karier (Career maturity; Vocational maturity) yang

dijadikan fokus dalam penelitian ini mengacu pada pandangan Donald Super

tentang perkembangan karier. Super (Isaacson, 1985: 63) mengemukakan

bahwa perkembangan karier berlangsung secara bertahap dan

berkesinambungan selama rentang kehidupan individu. Setiap tahap

perkembangan karier memiliki tugas-tugas perkembangan karier atau perilaku

karier yang seharusnya dapat dilakukan oleh individu. Apabila individu

berhasil menyelesaikan tugas-tugas perkembangan karier dengan tepat pada

setiap tahap perkembangan karier, berarti tingkat kematangan karier individu

yang bersangkutan semakin matang. Kematangan karier ditandai dengan

adanya kesesuaian antara perilaku karier yang diperlihatkan individu dengan

perilaku karier yang seharusnya dilakukan atau diharapkan pada tahap

perkembangan karier yang sedang dihadapinya (Osipow, 1973: 137). Dengan

  

demikian, individu siap untuk melangkah ke tahap perkembangan karier

selanjutnya.

  Kematangan karier merupakan suatu hasil dari proses perkembangan

karier yang mengarah pada tujuan yang hendak dicapai oleh setiap individu,

yaitu mencapai pilihan karier yang diminatinya secara tepat. Taraf

keberhasilan individu dalam mencapai pilihan karier yang diminati dapat

diukur dengan suatu alat tes kematangan karier. Alat tes kematangan karier

mengungkap kontinum atau rangkaian kesatuan kemampuan individu dalam

hal sikap, pengetahuan, dan keterampilan/tindakan yang mengarah pada

pilihan karier yang diminati.

  Indikasi kematangan karier, antara lain: individu telah memiliki

kecenderungan pilihan kariernya sendiri tanpa berubah atau menyimpang

secara drastis karena adanya kecemasan dan pengaruh nilai-nilai orang lain,

individu memiliki kemampuan untuk membuat perencanaan karier yang sesuai

dengan kebutuhan dan mampu mengidentifikasi langkah-langkah/cara-cara

yang akan diambilnya dalam mewujudkan pilihan karier yang diminatinya.

  

Selain itu, individu mau memanfaatkan berbagai sumber informasi yang

terpercaya untuk memperoleh informasi karier yang sesuai dengan pilihan

karier yang diminatinya dan individu memiliki kemampuan untuk membuat

pilihan karier yang diminati secara tepat dengan berdasar pada kesesuaian

karakteristik kepribadian, bakat, minat, dan nilai-nilai hidup yang dimilikinya

(Nelson-Jones, 1982: 153). Indikasi-indikasi kematangan karier tersebut dapat

  

memberikan prediksi bagi keberhasilan individu dalam menapaki kariernya di

masa depan.

  Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester VIII Program Studi

Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (Prodi BK

USD) tahun akademik 2006/2007 yang telah menjalani Program Praktik

Lapangan Bimbingan dan Konseling (PPLBK), minimal satu kali di Sekolah

Menengah Pertama (SMP). Mahasiswa tersebut dianggap mampu menyadari

dan merefleksikan berbagai perilaku karier sebagai seorang calon konselor.

  Pemilihan subjek penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kritik

mengenai keberadaan atau eksistensi profesi bimbingan dan konseling di

Indonesia yang dewasa ini dilontarkan kembali dalam beberapa tulisan di surat

kabar. Misalnya, dalam harian Suara Merdeka, 14 Juli 2002 dimuat tulisan

dengan judul “Tenaga Konseling Sebaiknya Bukan Guru Pembimbing”.

Tulisan tersebut didasarkan pada pernyataan Mungin Edi Wibowo dalam

pidato pengukuhannya sebagai guru besar dalam bidang bimbingan dan

konseling pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Isi

tulisan mengungkapkan bahwa pekerjaan bimbingan dan konseling menuntut

tenaga profesional yang secara resmi menyandang gelar profesi konselor.

Karena itu, tenaga bimbingan dan konseling di sekolah sebaiknya konselor,

bukan guru pembimbing yang selama ini terkesan tak berbeda dengan

pekerjaan mengajar seperti yang dilakukan oleh guru mata pelajaran atau guru

praktik. Selain itu, disampaikan harapan yang ditujukan pada guru konseling untuk berupaya melanjutkan pendidikannya di program S1 bimbingan dan konseling, dan selanjutnya mengikuti pendidikan pascasarjana.

  Hal ini sejalan dengan kenyataan bahwa konselor sangat dibutuhkan dan kualitasnya perlu ditingkatkan sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Hal senada disampaikan secara tegas oleh Ki Supriyoko di depan peserta temu ilmiah dan Konferensi Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Provinsi Jawa Tengah, bahwa layanan bimbingan dan konseling sesungguhnya hanya dapat diberikan oleh orang yang benar-benar profesional. Apabila seorang konselor mempunyai ijasah di bidang bimbingan dan konseling sampai jenjang akademis tertinggi tetapi tidak profesional maka tidak diperkenankan memberikan layanan bimbingan dan konseling (Suara Merdeka, 27 Februari 2003).

  Sejalan dengan realitas yang dipaparkan di atas, para calon konselor (mahasiswa semester VIII Prodi BK USD) semakin dituntut kematangan kariernya sebagai seorang konselor profesional di masa depan. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengungkap seberapa tinggi tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD tahun akademik 2006/2007. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menghadapi tuntutan dan tantangan berkarier sebagai seorang konselor di masa depan.

B. Rumusan Masalah

  Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran mengenai

  2006/2007 dengan berdasar pada jawaban responden terhadap kuesioner kematangan karier yang digunakan. Secara spesifik pertanyaan yang dijawab adalah: ”Bagaimanakah tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD tahun akademik 2006/2007?”

  C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah: Mendeskripsikan tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD tahun akademik 2006/2007.

  D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan praktis, antara lain:

  1. Manfaat Teoritis Penelitian ini akan memberikan tambahan wacana pengetahuan bagi pelayanan bimbingan dan konseling yang berkaitan dengan perkembangan karier, khususnya kematangan karier mahasiswa menurut pandangan Donald Super.

  2. Manfaat Praktis Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan refleksi bagi Prodi BK USD dalam pengembangan kurikulum bimbingan dan konseling yang

E. Definisi Operasional

  Untuk mempermudah pemahaman dan menyatukan pengertian, berikut ini dijelaskan beberapa definisi operasional yang digunakan dalam penelitian, yaitu:

  1. Tingkat kematangan karier dalam penelitian ini diartikan sebagai taraf atau tinggi-rendahnya kematangan karier mahasiswa semester VIII prodi BK USD yang digolongkan atas lima gradasi dengan berdasar pada Penilaian Acuan Patokan tipe I (PAP tipe I), yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah.

  2. Mahasiswa semester VIII Prodi BK USD adalah peserta didik angkatan 2003, baik laki-laki maupun perempuan yang terdaftar dan belajar di Prodi BK USD pada tahun akademik 2006/2007. Mereka dipersiapkan menjadi seorang konselor di sekolah ataupun di luar sekolah dengan berbagai pengalaman pendidikan dan pelatihan di Prodi BK USD. Para mahasiswa tersebut telah menjalani Program Praktik Lapangan Bimbingan dan Konseling (PPLBK), minimal satu kali di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

  3. Tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD diartikan sebagai taraf kemampuan mahasiswa semester VIII Prodi BK USD dalam berperilaku karier sebagai seorang calon konselor yang tampak dari skor total jawaban responden dalam rangkaian kesatuan atau

  

kemandirian karier, perencanaan karier, eksplorasi karier, pengambilan

keputusan karier, pengetahuan karier, dan realistisnya pilihan karier yang

diminati, seperti yang dimaksudkan dalam butir-butir kuesioner yang

digunakan dalam penelitian ini.

BAB II KAJIAN PUSTAKA Pada bab ini dipaparkan pengertian karier, perkembangan karier menurut

  

pandangan Donald Super, kematangan karier, dan kematangan karier mahasiswa

semester VIII Prodi BK USD. Pemaparan ini dimaksudkan untuk memperjelas

konsep-konsep penting yang berhubungan dengan topik penelitian.

A. Pengertian Karier

  Dalam beberapa sumber pustaka yang dipakai sebagai acuan penelitian ini ditemukan beberapa kata yang sama-sama menunjuk pada pengertian pekerjaan, seperti: employment, job, occupation, vocation, dan career. Namun, tidak setiap kata mengandung makna yang sama. Menurut Winkel (1997: 571), makna dari kata-kata tersebut adalah:

  Kata employment dan job lebih menekankan aspek bahwa seseorang sibuk mengerjakan sesuatu dan mendapat imbalan ekonomis atas usaha dan waktu yang dicurahkannya, tanpa memperhatikan keterlibatan perasaan dan kepuasan pribadi yang bersifat non- ekonomis di dalam pekerjaannya. Kata occupation lebih menekankan aspek bahwa seseorang merasa terlibat di dalam pekerjaannya karena telah mempersiapkan diri untuk memegang pekerjaan itu dan memperoleh kepuasan pribadi,

tetapi keterlibatannya masih dibatasi pada jam-jam bekerja saja. Kata vocation dan career lebih menekankan aspek bahwa seseorang memandang pekerjaannya sebagai panggilan hidup yang meresapi seluruh alam pikiran dan perasaan serta mewarnai seluruh gaya hidupnya (life style), tanpa mengesampingkan kepuasan pribadi untuk mendapat imbalan ekonomis. Kata karier merupakan serapan dari kata carriere dalam bahasa Belanda

atau dari kata career dalam bahasa Inggris yang berarti perkembangan dan

kemajuan dalam hidup, pekerjaan, dan jabatan (Sabariyanto, 1993: 164).

Menurut Brown and Srebalus (1996: 120), “Career is the totality of work and

related experiences held by an individual over her or his life span ”.

  Sedangkan Sukardi (1987: 15) menjelaskan arti karier, sebagai berikut: Karier seseorang bukanlah hanya sekadar pekerjaan apa yang dijabatnya, melainkan suatu pekerjaan atau jabatan yang benar-benar sesuai dan cocok dengan potensi-potensi dirinya dengan orang-orang yang menjabatnya, sehingga setiap orang yang memegang pekerjaan yang dijabatnya itu akan merasa senang untuk menjabatnya dan kemudian mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasinya, mengembangkan potensi dirinya, lingkungannya, serta sarana dan prasarana yang diperlukan dalam menunjang pekerjaan yang sedang dijabatnya.

  Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa karier adalah

perkembangan dalam suatu pekerjaan atau jabatan yang secara keseluruhan

dialami oleh individu, baik laki-laki maupun perempuan sebagai panggilan

hidup yang meresapi seluruh alam pikiran dan perasaan, serta mewarnai gaya

hidupnya, tanpa mengesampingkan aspek kepuasan pribadi untuk mendapat

imbalan ekonomis. Ini semua dilakukan individu dengan perasaan senang

karena pekerjaan yang dijabatnya sesuai dengan potensi dan nilai-nilai

personalnya. Dengan demikian, individu yang bersangkutan terus berusaha

semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasinya, mengembangkan

potensi dirinya, lingkungannya, serta sarana dan prasarana yang menunjang

pekerjaan yang sedang dijabatnya.

  Mahasiswa semester VIII Prodi BK USD belum mengalami karier yang sesungguhnya. Mereka sedang mempersiapkan karier sebagai seorang calon konselor di Prodi BK USD. Para mahasiswa tersebut diharapkan dapat menghayati perannya sebagai seorang calon konselor sehingga kelak setelah lulus dari Prodi BK USD mereka dapat menapaki karier sebagai seorang konselor dengan perasaan puas, bahagia, dan bermakna bagi dirinya serta dapat berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

B. Perkembangan Karier menurut Pandangan Donald Super

1. Konsep-konsep Umum Perkembangan Karier

  Ada berbagai teori mengenai perkembangan karier. Penelitian ini mengacu pada pandangan Donald Super tentang perkembangan karier yang berlingkup sangat luas. Super (Isaacson, 1985: 63-68) merumuskan pandangannya mengenai perkembangan karier atas dua belas konsep umum, yaitu:

  a. Perkembangan karier adalah suatu proses yang berlangsung secara terus-menerus, berkesinambungan, dan biasanya tidak berubah.

  b. Perkembangan karier adalah suatu proses yang tertib, terpola, dan dapat diramalkan.

  c. Perkembangan karier adalah suatu proses yang dinamis.

  d. Pilihan karier yang diminati oleh individu berhubungan dengan konsep diri (self-concept). Biasanya, konsep diri semakin jelas dipahami dan dewasa setelah individu menyadari persamaan dan perbedaan antara dirinya dengan orang lain dan lingkungan hidupnya.

e. Perkembangan karier memerlukan penyesuaian yang berkelanjutan dalam melihat faktor-faktor realitas karakteristik pribadi dan sosial.

  Faktor-faktor karakteristik pribadi, antara lain: kebutuhan yang ingin dicapai, sifat-sifat kepribadian, bakat, dan minat, serta taraf intelegensi. Sedangkan faktor-faktor karakteristik sosial, antara lain: taraf kehidupan sosial-ekonomi keluarga, tuntutan lingkungan kebudayaan, dan kesempatan karier yang ada di masyarakat. Seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman yang diperoleh individu, faktor-faktor realitas tersebut memberikan pengaruh yang sangat penting dalam pemilihan karier yang diminatinya.

  

f. Identifikasi yang dibuat individu terhadap peran orangtua atau

orangtua pengganti memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membentuk arah pemilihan karier dan konsep diri karier. Proses pengidentifikasian dapat terbentuk dan diwujudkan oleh individu jika ada kecocokan dan hubungannya harmonis dengan mereka (orangtua atau orangtua pengganti).

  

g. Kesuksesan individu dalam berkarier sangat erat hubungannya dengan

kemampuan intelektual, tingkat sosial-ekonomi orangtua, kebutuhan akan status, nilai-nilai kehidupan, minat, keterampilan dalam berhubungan antarpribadi, dan adanya kesempatan yang terbuka bagi

  

h. Pekerjaan atau jabatan yang akan ditekuni oleh individu berhubungan dengan minat, nilai-nilai kehidupan, identifikasi yang dibuat terhadap peran orangtua atau orangtua pengganti, sumber-sumber yang diperoleh dari komunitas/masyarakat, tingkat dan kualitas latar belakang pendidikan, dan struktur jabatan, serta adanya pengaruh yang ditimbulkan dari kecenderungan-kecenderungan dan sikap-sikap komunitas/masyarakatnya.

i. Setiap jabatan menuntut suatu pola karakteristik kemampuan, minat, dan sifat-sifat kepribadian dengan toleransi yang cukup luas. Toleransi ini berupa kemungkinan adanya bermacam-macam pekerjaan atau jabatan untuk setiap individu dan adanya bermacam-macam individu untuk setiap pekerjaan atau jabatan.

j. Kepuasan kerja tergantung pada kemampuan individu untuk menyalurkan bakat, minat, dan sifat-sifat kepribadian dalam suatu pekerjaan yang sedang ditekuninya.

k. Tercapainya tingkat kepuasan individu dalam pekerjaan berhubungan dengan peranan yang diharapkan oleh individu untuk menempatkan posisi dirinya dalam suatu jenis pekerjaan dan situasi kerja secara memadai.

l. Suatu pekerjaan atau jabatan dapat dijadikan sebagai tujuan hidup yang ingin dicapai oleh setiap individu, baik laki-laki maupun perempuan. Hal ini tergantung pada sejauh mana tujuan hidup tersebut jabatan yang sesuai dengan harapan dan karakteristik dirinya. Untuk sebagian individu, tujuan hidup tersebut tidak sepenuhnya dihayati atau hanya bersifat sementara karena ada aktivitas lain yang dilakukan individu secara bersamaan, seperti aktivitas sosial dan aktivitas di rumah. Selain itu, ada individu yang menjalani suatu pekerjaan bukan sebagai tujuan hidupnya. Mereka bekerja hanya untuk mendapatkan imbalan ekonomis tanpa menemukan makna dalam pekerjaan yang dilakukannya.

  

2. Tahap-tahap Perkembangan Karier dan Tugas-tugas Perkembangan

Karier Sumbangan penting yang lain dari Super adalah pandangannya tentang tahap-tahap perkembangan karier (career development stages) yang berlangsung secara berkesinambungan selama rentang kehidupan individu. Pada setiap tahap perkembangan karier terdapat tugas-tugas perkembangan karier (career development tasks) atau perilaku karier yang seharusnya dapat dilakukan atau diharapkan dari individu. Pandangan Super tersebut diperlihatkan dalam gambar yang diambil dari Contributions of Donald E. Super , 2003 http://Psychology.tamucommerce. edu/Crrobinson/512/Super.htm., sebagai berikut:

  

Gambar.

Tahap-tahap Perkembangan Karier dan

Tugas-tugas Perkembangan Karier

  

Sumber: Contributions of Donald E. Super, 2003. http://Psychology.

tamucommerce.edu/Crrobinson/512/Super.htm.

  Penjelasan gambar di atas dapat disajikan sebagai berikut:

a. The Growth Stage atau Tahap Pengembangan (lahir-14/15 Tahun)

  Ciri khas dari tahap ini adalah perhatian utama individu (anak) pada pertumbuhan fisik dan perkembangan psikologis. Anak mengembangkan berbagai rasa keingintahuan, fantasi, minat, dan tentang dunia kerja. Tugas-tugas perkembangan karier pada tahap ini adalah: 1) Membentuk konsep diri. 2) Mengembangkan orientasi ke arah dunia kerja. 3) Mulai mengerti arti pekerjaan. 4) Mulai mengerti adanya perbedaan yang mungkin dilakukan dalam mencari nafkah.

b. The Exploration Stage atau Tahap Eksplorasi (15-24 Tahun)

  Ciri khas dari tahap ini adalah individu (orang muda) mulai sadar akan adanya berbagai pilihan karier, tetapi belum membuat keputusan karier yang mengikat. Hal ini dikarenakan orang muda sedang melakukan eksplorasi mengenai dirinya sendiri, pekerjaan atau jabatan yang sedang ditekuni oleh orang-orang dewasa (key figures), dan dunia pekerjaan. Tahap perkembangan karier ini terbagi atas tiga subtahap perkembangan yang masing-masing memiliki tugas-tugas perkembangan karier, yaitu: 1) The Tentative Substage atau Subtahap Kristalisasi (Crystallization) (14-18 Tahun)

  Pada subtahap ini orang muda mengembangkan berbagai ide atau gagasan yang berkaitan dengan peluang/kesempatan karier yang ada, minat, nilai-nilai hidup, dan perencanaan karier yang

  

berbagai ide atau gagasan orang muda dihubungkan dengan tokoh

idolanya sehingga pilihan karier yang dibuat sering bersifat

sementara dan tidak realistik. Tugas-tugas perkembangan karier

pada subtahap ini adalah:

a) Memiliki kesadaran akan kebutuhan yang ingin direalisasikan

dalam pemilihan karier.

  

b) Memanfaatkan berbagai sumber yang mengarah pada pilihan

karier.

  

c) Memiliki kesadaran akan adanya banyak faktor yang harus

dipertimbangkan dalam pemilihan karier.

  

d) Memiliki kesadaran akan adanya berbagai kemungkinan yang

mempengaruhi pemilihan karier.

  e) Mampu mengidentifikasi minat dan nilai-nilai kehidupan.

  

f) Memiliki kesadaran akan adanya hubungan antara hari ini dan

masa depan.

  g) Mampu merumuskan pilihan karier yang bersifat umum.

  h) Mengembangkan minat yang relatif menetap.

i) Memiliki informasi mengenai pilihan karier yang diminati.

  

j) Menyusun rencana yang berkaitan dengan pilihan karier yang

diminati. k) Semakin realistis dalam mensikapi pilihan karier.

  

2) The Trial Transition Substage atau Subtahap Spesifikasi

(Specification) (18-21 Tahun) Subtahap ini merupakan masa transisi bagi orang muda untuk membuat pilihan karier yang lebih lebih spesifik dan realistik.

  Orang muda mulai mengambil keputusan penting mengenai pendidikan yang mengarah pada pilihan karier yang diminati.

  Tugas-tugas perkembangan karier pada subtahap ini adalah:

  a) Memiliki kesadaran akan kebutuhan yang ingin direalisasikan dalam pemilihan karier yang akan ditekuni.

  b) Memanfaatkan berbagai sumber belajar yang mengarah pada pilihan karier yang diminati.

  c) Memiliki kesadaran akan adanya banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan kariernya.

  d) Memiliki kesadaran akan adanya berbagai kemungkinan yang mempengaruhi pemilihan kariernya.

  e) Mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi minat dan nilai-nilai kehidupan.

  f) Memiliki kesadaran akan hubungan antara hari ini dan masa depan.

  g) Mampu mempersempit berbagai pilihan karier.

  h) Memantapkan pilihan karier yang diminati.

i) Memiliki informasi mengenai pilihan karier yang diminati.

  j) Menyusun rencana yang berkaitan dengan pilihan karier yang diminati. k) Semakin realistis dalam mensikapi pilihan karier yang diminati. l) Memiliki kepercayaan diri akan pilihan karier yang diminati.

  3) The Trial and Stabilization Substage atau Subtahap Implementasi (Implementation) (21-24 Tahun) Pada subtahap ini individu sedang mempersiapkan diri dengan beberapa pelatihan dan/atau pendidikan, serta mulai mencoba melakukan aktivitas atau pekerjaan yang sesuai dengan pilihan kariernya. Tugas-tugas perkembangan karier pada subtahap ini adalah:

  a) Memiliki kesadaran akan kebutuhan yang ingin diwujudkan atau diimplementasikan dalam pilihan kariernya.

  b) Menyusun rencana karier yang akan ditekuni dalam dunia karier.

  c) Melaksanakan rencana karier yang telah disusun untuk memenuhi tuntutan karier.

  d) Mendapatkan pekerjaan awal (job entry).

  c. The Establishment Stage atau Tahap Pemantapan (25-44 Tahun) Ciri khas dari tahap ini adalah individu mulai memantapkan diri

  

dilakukan individu untuk mencapai kesuksesan dan memperoleh

kepuasan karier (vocational satification). Selama tahap ini individu

dihadapkan pada dua subtahap perkembangan karier yang masing-

masing memiliki tugas-tugas perkembangan karier, yaitu: 1) Stabilization Substage atau Subtahap Stabilisasi (25-35 Tahun) Pada subtahap ini individu memastikan pilihan karier yang ditekuninya sesuai atau tepat dengan bakat dan minatnya. Untuk itu, individu dapat melakukan beberapa perubahan yang sederhana, tetapi bukan perubahan yang drastis dalam pilihan kariernya. Misalnya, melakukan uji coba dalam suatu posisi/jabatan dan tugas-tugas pekerjaannya. Apabila suatu posisi/jabatan yang sedang ditekuni individu tidak sesuai dengan bakat dan minat, maka individu akan mengalami permasalahan dalam dirinya. Hal ini memungkinkan terjadinya frustrasi pada diri individu. Sebaliknya, individu yang dapat mengembangkan bakat dan minat dalam suatu posisi/jabatan akan mencapai kemajuan yang mengarah pada peningkatan kualitas kariernya. Tugas-tugas perkembangan karier pada subtahap ini adalah: a) Memiliki kesadaran akan kebutuhan yang mengarah pada kestabilan dalam karier.

  b) Menyusun rencana untuk tetap mempertahankan karier. c) Meningkatkan dan mengembangkan terus kualitas diri dengan melakukan tugas-tugas/pekerjaan yang menunjang pilihan kariernya sehingga semakin stabil.

  d) Memperoleh tugas/pekerjaan yang stabil.

  2) Consolidation Substage atau Subtahap Konsilidasi (35-40-an Tahun) Pada subtahap ini individu berupaya memperkuat posisi/ jabatan dan meningkatkan kualitas kariernya. Tugas-tugas perkembangan karier pada subtahap ini adalah:

  a) Memiliki kesadaran akan kebutuhan untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas posisi/jabatan karier.

  b) Memiliki informasi yang dibutuhkan untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas karier.

  c) Menyusun rencana untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas karier.

  d) Melaksanakan rencana yang sudah disusun untuk memperkuat dan meningkatkan kualitas karier (Osipow, 1973: 139).

  

d. The Maintenance Stage atau Tahap Pembinaan (45-64 Tahun/ Masa Pensiun) Ciri khas dari tahap ini adalah individu menyesuaikan diri secara memberi kemungkinan untuk melakukan inovasi atau mengalami stagnasi atau justru mengalami peninjauan kembali (up-dating) posisi karier yang kurang memuaskannya. Tugas-tugas perkembangan karier pada tahap ini adalah: 1) Memantapkan diri dalam karier sehingga memperoleh kesuksesan dan merasa puas dalam berkarier.

  2) Mempersiapkan masa pensiun atau mengundurkan diri dalam karier (Nelson-Jones, 1982: 150).

e. The Decline Stage atau Tahap Kemunduran (65 Tahun-Kematian)

  Ciri khas dari tahap ini adalah terjadi proses kemunduran dalam diri individu, baik fisik maupun psikologis. Hal ini menyebabkan individu mengalami kemunduran dalam karier sehingga individu perlu menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut. Tugas-tugas perkembangan karier pada tahap ini adalah: 1) Menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi menjelang masa pensiun atau kemunduran dalam karier, seperti: melakukan perubahan dalam kebiasaan atau pola kerja untuk disesuaikan dengan kemunduran kemampuan dirinya. 2) Merencanakan dan melaksanakan aktivitas lain sebagai pengganti karier yang memberi kepuasaan dalam hidup, seperti melakukan kerja paruh waktu atau melakukan hobi baru yang sesuai dengan Gambar di atas juga memperlihatkan masa transisi selama proses perkembangan karier. Masa transisi dapat terjadi di antara tahap-tahap perkembangan karier individu. Hal ini tergantung dari kesiapan atau keberhasilan individu untuk melangkah ke tahap perkembangan karier selanjutnya. Masa transisi dimaksudkan sebagai masa uji coba dalam melaksanakan tugas-tugas perkembangan karier yang akan dihadapi individu pada tahap perkembangan karier selanjutnya. Selain itu, masa transisi dimaksudkan sebagai masa penyelesaian masalah yang sedang dihadapi individu. Penyelesaian masalah dapat dilakukan individu dengan cara mengeksplorasi kembali berbagai minat, kemampuan, dan berbagai informasi terpercaya yang berkaitan dengan pilihan karier yang diminatinya (Brown and Srebalus, 1996: 123). Masa transisi merupakan masa peralihan atau masa persiapan dari tahap perkembangan karier yang sedang dihadapi individu untuk dapat melangkah ke tahap perkembangan karier selanjutnya.

C. Kematangan Karier

1. Konsep Kematangan Karier

  Konsep kematangan karier merupakan pandangan Super yang dikembangkan dari tahap-tahap perkembangan karier dan tugas-tugas perkembangan karier. Super (Zunker, 1986: 25) berpendapat bahwa pemenuhan atau penyelesaian tugas-tugas perkembangan karier yang tepat

  

Kematangan karier ditandai dengan adanya kesesuaian antara perilaku

karier yang diperlihatkan individu (individual’s vocational behavior)

dengan perilaku karier yang seharusnya dilakukan atau diharapkan

(expected vocational behavior) pada rentang usia perkembangan tertentu

(tahap perkembangan karier yang sedang dihadapi individu). Perilaku

karier yang seharusnya dilakukan atau diharapkan dari individu dapat

disebut juga tugas-tugas perkembangan karier. Apabila perilaku karier

yang diperlihatkan individu semakin sesuai dengan tugas-tugas

perkembangan karier pada setiap tahap perkembangan karier, berarti

tingkat kematangan karier individu semakin tinggi atau semakin matang

(Osipow, 1973: 137). Individu yang memiliki tingkat kematangan karier

yang tinggi pada tahap perkembangan karier yang sedang dihadapinya

dapat melangkah ke tahap perkembangan karier selanjutnya.

  Kematangan karier individu tidak hanya menunjukkan pemenuhan

atau penyelesaian tugas-tugas perkembangan karier pada setiap tahap

perkembangan karier. Kematangan karier merupakan suatu hasil dari

proses perkembangan karier yang mengarah pada tujuan yang hendak

dicapai oleh setiap individu. Tujuan tersebut adalah mencapai pilihan

karier yang diminati individu secara tepat. Super pada tahun 1960

(Osipow, 1973: 137) mengemukakan bahwa pilihan karier yang diminati

dapat tercapai dengan tepat apabila individu menunjukkan taraf

keberhasilan dalam menghadapi persoalan-persoalan karier. Taraf

  

karier yang seharusnya dilakukan atau diharapkan dalam mencapai pilihan

karier yang diminatinya.

  Super (Zunker, 1986: 132) mengemukakan juga bahwa proses

pemilihan karier berlangsung dalam rangkaian kesatuan atau kontinum

tahap perkembangan karier dari tahap eksplorasi sampai tahap

kemunduran. Proses pemilihan karier dapat berhasil dengan baik apabila

individu menunjukkan perilaku karier yang sesuai dengan tugas-tugas

perkembangan karier yang terentang dalam rangkaian kesatuan tahap

eksplorasi sampai tahap kemunduran. Dengan demikian, kematangan

karier ditandai dengan taraf keberhasilan individu dalam berperilaku karier

yang mengarah pada pilihan karier yang diminati.

  Pengujian mengenai konsep kematangan karier dilakukan Super

dalam proyek penelitian yang longitudinal selama 20 tahun (1951-1971).

  

Penelitian dilakukan terhadap proses perkembangan karier anak laki-laki

tingkat kelas IX (ninth-grade boys) di Middletown, New York. Dalam

penelitan tersebut diidentifikasikan lima aspek kematangan karier yang

ditampakkan dalam sejumlah perilaku karier. Kelima aspek kematangan

karier tersebut adalah: (1) orientasi ke arah pilihan karier, (2) informasi

karier yang dimiliki individu untuk membuat perencanaan karier, (3)

konsistensi pilihan karier yang diminati, (4) kristalisasi kemampuan dan

ciri khas atau karakteristik diri, dan (5) kebijaksanaan atau realistisnya

pilihan karier yang diminati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

  

dengan kontinum dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan/tindakan

terhadap aspek-aspek kematangan karier memiliki validitas prediktif.

  

Artinya, individu yang mencapai tingkat kematangan karier yang lebih

tinggi dalam penelitian tersebut memiliki kecenderungan untuk berhasil

dalam kehidupan berkariernya di masa depan (Zunker, 1986: 25-26).

  Banyak peneliti lain yang tertarik dan mengkaji secara kritis konsep

kematangan karier dari pandangan Super. Para peneliti tersebut telah

memasukkan beraneka variabel yang mempengaruhi tingkat kematangan

karier individu. Patton & Creed (2001) menyebutkan beberapa variabel

yang berhubungan dengan tingkat kematangan karier individu, antara lain:

usia, gender, status sosio-ekonomi, suku (budaya), intelegensi, prestasi

belajar rata-rata (Grade Point Average/GPA), dan sebagainya. Patton &

Creed (2001) mengemukakan juga hasil penelitian yang dilakukan oleh

beberapa peneliti, seperti: Neice & Bradley pada tahun 1979, Post-

Kammer tahun 1987, Wallace-Broscious, Serafica, dan Osipow pada tahun

1994 bahwa siswa yang tingkat kelasnya lebih tinggi memiliki skor/tingkat

kematangan karier yang lebih tinggi daripada siswa tingkat kelas yang

lebih rendah.

  Secara kontras dikemukakan oleh Patton & Creed (2001) mengenai

hasil penelitian Fouad pada tahun 1988, bahwa siswa tingkat kelas 9 di

Amerika Serikat tidak memiliki skor/tingkat kematangan karier yang lebih

rendah daripada siswa tingkat kelas 12. Selain itu, Fouad (Patton & Creed,

  

Lokan di Israel dan Australia pada tahun 1984, Alvi dan Khan di Canada

pada tahun 1983, Watson dan Van Aarde di Afrika Selatan pada tahun

1986, Achebe di Nigeria pada tahun 1982, dan penelitian Moracco di

Lebanon pada tahun 1976. Meskipun demikian, hasil penelitian tersebut

dapat digunakan secara luas untuk program bimbingan dan konseling

karier. Program tersebut dapat berupa kesempatan bagi individu untuk

mengeksplorasi karier yang diminati, mengembangkan berbagai potensi,

sikap, minat, dan nilai-nilai kehidupan, belajar memahami diri, baik

kelebihan maupun kekurangan, dan lain sebagainya. Berbagai kesempatan

tersebut bertujuan untuk membantu individu mencapai pilihan karier yang

diminati secara memuaskan dan individu dapat berkembang secara optimal

sebagai pribadi (Isaacson, 1985: 65).

  Konsep kematangan karier yang dikembangkan Super, ternyata belum

banyak digunakan oleh para peneliti di Indonesia. Hal ini diketahui

peneliti dari hasil pencarian informasi mengenai konsep kematangan karier

di literatur karier, baik melalui internet maupun buku-buku karier. Peneliti

baru menemukan satu penelitian yang berhubungan dengan variabel

kematangan karier. Penelitian tersebut dilakukan oleh Santoadi pada tahun

2003 dalam skripsinya yang berjudul, “Hubungan Persepsi Siswi tentang

Bias Gender Ayah dalam Pilihan Karier dan Kematangan Karier

(Penelitian Survey atas Siswi SMU St. Agustinus Murangan, Sleman,

Yogyakarta)”.

  Dalam penelitiannya, Santoadi menggunakan kuesioner kematangan karier siswi yang dikembangkan berdasarkan tugas-tugas perkembangan karier pada subtahap perkembangan kristalisasi (14-18 tahun) dari pandangan Super. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada gejala yang positif dalam hal kematangan karier siswi SMU St. Agustinus Murangan, Sleman, Yogyakarta pada tahun 2003. Mayoritas siswi yang diteliti memiliki kematangan karier dengan kualitas tinggi pada aspek pemahaman diri karier, yang meliputi: pengenalan kemampuan diri sendiri, nilai hidup pribadi, minat dan bakat yang dimiliki. Sementara itu, aspek informasi karier dan kemampuan memanfaatkan informasi karier masih dalam kualitas cukup. Berdasarkan kenyataan ini, program bimbingan dan konseling karier masih sangat dibutuhkan, baik secara kelompok maupun individual untuk mengembangkan kematangan karier subjek penelitian (Santoadi, 2003: v, 80-81).

2. Aspek-aspek Kematangan Karier

  Ada sejumlah versi atau model mengenai aspek-aspek kematangan karier yang telah diidentifikasi Super dalam setiap penelitiannya.

  Meskipun demikan, aspek-aspek kematangan karier tersebut dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kematangan karier individu, baik laki-laki maupun perempuan di jenjang pendidikan menengah dan di perguruan tinggi.

  Dalam proyek penelitian yang longitudinal , Super telah

mengidentifikasi lima aspek kematangan karier. Kelima aspek tersebut

mengalami pengembangan dalam penelitiannya di Britain (Inggris) pada

akhir tahun 1970. Pengembangan yang dilakukan Super dengan

memasukkan aspek kemandirian karier (Autonomy) sehingga menjadi

enam aspek kematangan karier (Nelson-Jones, 1982: 152). Keenam aspek

kematangan karier tersebut mengungkap rangkaian kesatuan atau

kontinum kemampuan individu dalam hal dimensi sikap (aspek

afektif/perasaan), pengetahuan (aspek konatif), dan keterampilan (aspek

konatif/tindakan) individu mengenai perilaku karier yang seharusnya dapat

dilakukan atau diharapkan dalam mencapai pilihan karier yang diminati.

  Kenam aspek kematangan karier tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Kemandirian Karier

  Aspek kematangan karier ini dimaksudkan untuk mengungkap dimensi sikap dan keterampilan/tindakan individu dalam hal pemilihan karier yang diminati secara mandiri. Ini menunjukkan bahwa individu telah memiliki kepercayaan diri yang tampak dalam suatu perasaan positif (perasaan bangga, senang, dan mantap) atas pilihan karier yang diminatinya. Selain itu, individu melaksanakan pilihan kariernya dengan penuh rasa tanggung jawab. Dengan demikian, pilihan kariernya yang diminati individu cenderung tidak berubah atau menyimpang secara drastis karena adanya kecemasan dan pengaruh nilai-nilai orang lain.

  b. Perencanaan Karier Aspek kematangan karier ini dimaksudkan untuk mengungkap dimensi pengetahuan dan keterampilan/tindakan individu dalam hal perencanaan karier yang dibuat secara matang. Ini berarti, individu telah memiliki kesadaran akan pilihan karier yang hendak dicapai di masa depannya dengan membuat perencanaan karier yang sesuai dengan kebutuhan dan mampu mengidentifikasi langkah-langkah/cara- cara yang akan diambilnya. Selain itu, individu telah menyadari segala kemungkinan yang terjadi untuk mewujudkan pilihan karier yang diminatinya.

  c. Eksplorasi Karier Aspek kematangan karier ini terdiri dari dimensi sikap, pengetahuan dan keterampilan/tindakan individu dalam hal mencari informasi mengenai pendidikan, karier, dan perkembangan pribadi- sosialnya. Ini menunjukkan bahwa individu telah memiliki suatu perasaan senang, tertarik, dan mau memanfaatkan atau menggunakan berbagai sumber informasi yang terpercaya dari lingkungan pendidikan (sekolah/universitas) dan masyarakat/komunitas.

  d. Pengambilan Keputusan Pilihan Karier Aspek kematangan karier ini berupa kemampuan individu mengambil keputusan karier yang sesuai dengan prinsip-prinsip pembuatan keputusan karier. Ini berarti, individu telah memiliki berbagai alternatif pilihan karier, mengidentifikasikan berbagai faktor yang menentukan, dan mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi minat dan nilai-nilai kehidupan, serta mampu memantapkan pilihan karier yang diminatinya.

  e. Pengetahuan Karier Aspek kematangan karier ini berupa pengetahuan karier yang dimiliki individu, yaitu: informasi mengenai berbagai macam alternatif pilihan karier yang ada di masyarakat dan informasi yang berkaitan dengan pilihan karier yang diminati. Misalnya: jenis-jenis jabatan yang dapat ditekuni, persyaratan atau tuntutan yang dibutuhkan, prospek masa depan, dan sebagainya.

  f. Realistisnya Pilihan Karier Aspek kematangan karier ini berupa kemampuan individu untuk semakin realistis dan fleksibel dalam mempertimbangkan pilihan karier yang sesuai dengan kemampuan, minat, sifat-sifat kepribadian dan kesempatan karier yang terbuka bagi dirinya. Oleh karena itu, untuk meminimalisir keterbatasannya dan mengidentifikasi kembali berbagai peluang atau kesempatan karier yang sesuai dengan bakat,

minat, dan kemampuan dirinya (Nelson-Jones, 1982: 153).

D. Kematangan Karier Mahasiswa Semester VIII Prodi BK USD

1. Mahasiswa Semester VIII Prodi BK USD

  Mahasiswa semester VIII Prodi BK USD adalah peserta didik angkatan 2003, baik laki-laki maupun perempuan yang terdaftar dan belajar di Prodi BK USD pada tahun akademik 2006/2007. Mereka adalah calon konselor yang sedang mempersiapkan kariernya dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan sikap yang sesuai dengan kurikulum prodi BK. Bekal ilmu yang sudah diperoleh para mahasiswa semester VIII Prodi BK USD, meliputi:

  a. Ilmu-ilmu Bimbingan dan Konseling, antara lain: Bimbingan dan Konseling Kelompok, Dinamika Kelompok, Komunikasi Antarpribadi, Penyusunan Alat-alat Bimbingan, Bimbingan dan Konseling Keluarga, Bimbingan dan Konseling Karier, Bimbingan dan Konseling Belajar, Psikologi Konseling, Model-model Konseling, Teknik dan Laboratorium Konseling, dan Konseling Pastoral.

  b. Ilmu-ilmu Psikologi, antara lain: Psikologi Sosial, Psikologi Perkembangan (Pemahaman Individu), Psikologi Kepribadian (Pemahaman Tingkah Laku), Psikologi Abnormal, Psikologi Kognitif, c. Ilmu-ilmu Pendidikan dan Sistem Pengajaran, antara lain: Pengantar Pendidikan, Profesi Kependidikan, Penilaian Pendidikan, Metodologi Pengajaran, dan Pengajaran Psikologi dan Bimbingan.

  Selain bekal ilmu, para mahasiswa semester VIII Prodi BK USD sudah menjalani Program Praktik Lapangan Bimbingan dan Konseling (PPLBK), minimal satu kali di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini dapat memberi pengalaman bagi mereka untuk menerapkan bekal ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan dan berlatih sebagai seorang calon konselor. Dengan berbagai pengalaman pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kurikulum prodi BK, para mahasiswa semester VIII Prodi BK USD diharapkan dapat memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang memadai dalam melaksanakan profesinya di kemudian hari.

2. Konselor sebagai Pilihan Karier yang Diminati

  Dewasa ini, ada banyak pekerjaan atau jabatan di masyarakat yang dapat dijadikan sebagai pilihan karier. Namun, tidak setiap pekerjaan atau jabatan yang dijadikan sebagai pilihan karier dapat disebut profesi. Hal ini dikarenakan suatu profesi menuntut keahlian dari para anggotanya.

  Mereka telah disiapkan dan dilatih secara khusus melalui pendidikan formal di perguruan tinggi. Selain itu, ada ikatan profesi yang menuntut anggotanya untuk ikut serta dalam penelitian-penelitian dan percobaan-

  

diri dalam jabatan selama hidup tanpa mencari keuntungan pribadi

(Winkel, 1997: 771).

  Konselor merupakan salah satu profesi yang ada di masyarakat dan

dapat dijadikan sebagai pilihan karier yang diminati setiap individu, baik

laki-laki maupun perempuan. Posisi peran konselor dalam pendidikan

diperkuat juga secara legal dengan diberlakukannya UU RI No. 20 tahun

2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memuat ketentuan bahwa

konselor termasuk salah satu jenis tenaga pendidik yang dididik dan

dihasilkan oleh program studi bimbingan dan konseling pada jenjang

pendidikan S1, S2, dan S3. Berdasarkan ketentuan tersebut, seorang

konselor dapat menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling

secara profesional bagi masyarakat, baik di sekolah maupun di lembaga-

lembaga di luar sekolah.

  Dalam rangka pengembangan profesionalisme konselor, Direktorat

Jenderal Pendidikan Tinggi (LPTK) dan Asosiasi Bimbingan dan

Konseling Indonesia (ABKIN) telah menyusun dokumen Dasar

Standarisasi Profesi Konseling. Dokumen dasar tersebut memuat rincian

Kompetensi Utama Minimum (KUM) yang harus dikuasai oleh seorang

konselor profesional, yang serendah-rendahnya adalah sarjana (S1)

bimbingan dan konseling. KUM profesi konseling merupakan perpaduan

kemampuan personal, keilmuan, dan teknologi, serta sosial yang secara

menyeluruh membentuk kemampuan standar profesi konseling (Dirjen

  

Dikti, 2003 dalam Prayitno, 2004). Rincian KUM profesi konseling

adalah:

a. Kompetensi Pengembangan Kepribadian (KPK), yaitu: kompetensi

yang berkenaan dengan pengembangan pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berbudi luhur, berkepribadian mantap, mandiri, dan mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan berbangsa.

  

b. Kompetensi Landasan Keilmuan dan Keterampilan (KKK), yaitu:

kompetensi yang berkenaan dengan kemampuan keilmuaan di bidang pendidikan, psikologi, dan budaya sebagai landasan keterampilan yang hendak diimplementasikan dalam program bimbingan dan konseling.

  

c. Kompetensi Keahlian Berkarya (KKB), yaitu: kompetensi yang

berkenaan dengan penguasaan keterampilan dalam mengelola program bimbingan dan konseling. Kompetensi ini meliputi: hakikat layanan BK, dasar-dasar teori BK, pendekatan dan teknik BK, instrumentasi dan media BK, dan pengelolaan program BK.

  

d. Kompetensi Perilaku Berkarya (KPB), yaitu kompetensi yang berkenaan dengan kemampuan berperilaku profesional dalam memberikan layanan konseling. Kompetensi ini meliputi: etika profesi konseling, penguasaan metodologi riset konseling, dan komitmen pada organisasi profesi konseling.

  e. Kompetensi Berkehidupan Bermasyarakat (KBB), yaitu: kompetensi yang berkenaan dengan penguasaan kaidah berkehidupan di dalam masyarakat profesi. Kompetensi ini meliputi: kemampuan menjalin hubungan kerja sama antar-individu, lingkungan, dan tenaga profesi lainnya.

  

3. Tingkat Kematangan Karier Mahasiswa Semester VIII Prodi BK

USD Kematangan karier merupakan suatu hasil dari proses perkembangan karier yang mengarah pada pilihan karier yang diminati individu. Super

  (Osipow, 1973: 142) mengemukakan bahwa pilihan karier yang diminati individu berkaitan dengan keputusan pendidikan yang telah dipilihnya.

  Pilihan karier para mahasiswa semester VIII Prodi BK USD tentu berkaitan dengan pilihan pendidikan yang sedang dialaminya di Prodi BK USD, yaitu sebagai seorang calon konselor profesional, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

  Untuk mengetahui tingkat kematangan karier mahasiswa semester

  VIII Prodi BK USD digunakan enam aspek kematangan karier yang telah diidentifikasikan oleh Super. Pada setiap aspek kematangan karier terdapat sejumlah perilaku karier yang telah disesuaikan dengan perilaku karier

  

yang seharusnya dilakukan atau diharapkan dari mahasiswa semester VIII

Prodi BK USD sebagai seorang calon konselor.

  Berdasarkan konsep kematangan karier yang dikemukakan Super,

peneliti mengidentifikasi tugas-tugas perkembangan karier atau perilaku

karier yang seharusnya dapat dilakukan oleh mahasiswa semester VIII

Prodi BK USD sebagai seorang calon konselor, yaitu:

a. Kemandirian Karier, meliputi:

  1) Memiliki kepercayaan diri atas pilihan prodi BK yang sedang ditekuni.

  2) Melaksanakan pilihan prodi BK dengan penuh rasa tanggung jawab.

b. Perencanaan Karier, meliputi:

  1) Memiliki kesadaran akan adanya hubungan antara hari ini dan masa depan.

  2) Memiliki kesadaran akan berbagai kebutuhan yang ingin dipenuhi dalam pemilihan karier yang sesuai dengan prodi BK.

  3) Membuat perencanaan karier yang sesuai dengan pemilihan karier di prodi BK.

  4) Melakukan berbagai langkah/cara untuk mewujudkan pilihan karier yang sesuai dengan prodi BK.

  5) Memiliki kesadaran akan segala kemungkinan yang mempengaruhi

c. Eksplorasi Karier, meliputi:

1) Memanfaatkan atau menggunakan berbagai sumber informasi yang terpercaya.

d. Pengambilan Keputusan Pilihan Karier, meliputi:

  1) Memiliki kesadaran akan adanya berbagai alternatif pilihan karier yang sesuai dengan prodi BK.

  2) Memiliki kesadaran akan adanya banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan karier yang sesuai dengan prodi BK. 3) Mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi minat dan nilai-nilai kehidupan.

  4) Memantapkan pilihan karier yang sesuai dengan prodi BK.

e. Pengetahuan Karier, meliputi:

  1) Mengetahui berbagai macam alternatif pilihan karier yang sesuai dengan prodi BK.

  2) Mengetahui informasi mengenai data dan fakta yang berkaitan dengan pemilihan karier di prodi BK.

f. Realistisnya Pilihan Karier, meliputi: 1) Menyadari keterbatasan kemampuan dan karakteristik kepribadian.

  

2) Mengidentifikasi langkah-langkah/cara perbaikan untuk

meminimalisir keterbatasannya.

  

3) Mengidentifikasi kembali berbagai peluang atau kesempatan karier

yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan diri.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini disajikan jenis penelitian, subjek penelitian, instrumen penelitian, prosedur penelitian, dan teknik analisis data. A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode survei. Penelitian deskritif dirancang untuk memperoleh informasi tentang status

  gejala pada saat penelitian dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk melukiskan variabel atau kondisi apa yang ada dalam suatu situasi, tanpa ada perlakuan yang diberikan atau dikendalikan (Ary, dkk., 1982: 415). Melalui penelitian ini diperoleh informasi mengenai tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD pada tahun akademik 2006/2007.

B. Subjek Penelitian

  Subjek penelitian ini adalah para mahasiswa semester VIII, baik laki-laki maupun perempuan yang terdaftar dan belajar di Prodi BK USD pada tahun akademik 2006/2007. Mereka sudah mempunyai pengalaman belajar yang cukup lama di Prodi BK USD dan sudah menjalani Program Praktik Lapangan Bimbingan dan Konseling (PPLBK), minimal satu kali di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

  Subjek penelitian yang memenuhi kriteria berjumlah 32 mahasiswa. Mereka terdiri dari 22 orang perempuan dan 10 orang laki-laki. Namun, pada saat pelaksanaan penelitian ada 2 mahasiswi yang tidak dapat mengisi kuesioner dikarenakan ada kesibukan yang tidak dapat ditinggalkannya. Dengan demikian, jumlah subjek penelitian ini adalah 30 mahasiswa.

C. Instrumen Penelitian

1. Kuesioner Kematangan Karier Mahasiswa Prodi BK USD

  Instrumen penelitian atau alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kematangan karier mahasiswa Prodi BK USD. Kuesioner ini disusun oleh peneliti dengan berdasar pada enam aspek kematangan karier yang telah diidentifikasikan Super. Keenam aspek kematangan karier tersebut dijabarkan dalam butir-butir kuesioner kematangan karier mahasiswa BK USD. Kuesioner kematangan karier yang sudah direvisi dapat dilihat pada lampiran 1.

  Butir-butir kuesioner ditulis dalam bentuk pernyataan positif (favorable) dan pernyataan negatif (unfavorable). Pernyataan-pernyataan tersebut merupakan kontinum dimensi sikap (aspek afektif), pengetahuan (aspek kognitif) dan tindakan (aspek konatif) yang sejalan dengan keenam aspek kematangan karier. Masing-masing pernyataan memiliki empat alternatif jawaban, yaitu: “sangat setuju”, “setuju”, “tidak setuju”, dan “sangat tidak setuju”. Responden yang menjawab “sangat setuju” atau

  

yang tinggi. Sebaliknya, responden yang menjawab “sangat setuju” atau

“setuju” pada setiap pernyataan negatif memiliki tingkat kematangan

karier yang rendah. Dengan demikian, pernyataan-pernyataan yang

disajikan dalam kuesioner ini bervariasi agar dapat mengontrol jawaban

yang konsisten dari responden.

  Jawaban yang diberikan responden atas setiap butir item perlu diberi

skor. Pemberian skor untuk masing-masing alternatif jawaban pada

pernyataan positif adalah sebagai berikut: skor empat untuk jawaban

sangat setuju, skor tiga untuk jawaban setuju, skor dua untuk jawaban

tidak setuju, dan skor satu untuk jawaban sangat tidak setuju. Sedangkan

pemberian skor pada pernyataan negatif adalah sebagai berikut: skor satu

untuk jawaban sangat setuju, skor dua untuk jawaban setuju, skor tiga

untuk jawaban tidak setuju dan skor empat untuk jawaban sangat tidak

setuju.

  Penulisan butir-butir item berpedoman pada komposisi item kuesioner

kematangan karier mahasiswa Prodi BK USD yang disajikan dalam tabel

  1.

  

Tabel 1.

Komposisi Item Kuesioner Kematangan Karier Mahasiswa Prodi BK USD

(Sesudah Revisi/Uji Coba)

  Nomer Item Jml Aspek-aspek Kematangan Karier Afektif Kognitif Konatif Item - + - + - +

A. Kemandirian Karier, meliputi:

  1.Memiliki kepercayaan diri atas 1,2

  3 - 3 - - - pilihan prodi BK yang sedang ditekuni.

  2.Melaksanakan pilihan prodi BK - - - 4,5 - 6,7

  4 dengan penuh rasa tanggung jawab.

B. Perencanaan Karier, meliputi:

1.Memiliki kesadaran akan adanya 8,9

  10 - 3 - - - hubungan antara hari ini dan masa depan.

  • 2.Memiliki kesadaran akan berbagai
  • 11 - 12,13 3 - kebutuhan yang ingin dipenuhi dalam pemilihan karier yang sesuai dengan prodi Bk

  3.Membuat perencanaan karier yang - - - 14 15,16 3 - sesuai dengan pemilihan karier di prodi BK.

  • 4.Melakukan berbagai langkah/cara - - 17,18 -

  2 - untuk mewujudkan pilihan karier yang sesuai dengan prodi BK.

  5.Memiliki kesadaran akan segala - - - -

  19 1 - kemungkinan yang mempengaruhi pemilihan karier yang sesuai dengan prodi BK.

C. Eksplorasi Karier, meliputi

  1.Memanfaatkan atau menggunakan 20,21 22,23 24,25 26 27,28

  29

  10 berbagai sumber informasi yang terpercaya.

  Nomer Item Jml Aspek-aspek Kematangan Karier Afeksi Kognitif Konatif Item - + - + - +

D. Pengambilan Keputusan Pilihan

  Karier, meliputi:

  1.Memiliki kesadaran akan adanya 30,31 32,33 - - - -

  4 berbagai alternatif pilihan karier yang sesuai dengan prodi BK.

  2.Memiliki kesadaran akan adanya - 34 - 35,36 - 3 - banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan karier yang sesuai dengan prodi BK.

  • 3. Mengembangkan kemampuan
  • 37,38 39,40

  4 untuk mengidentifikasi minat dan nilai-nilai kehidupan.

4. Memantapkan pilihan karier yang 41,42 43,44 - - 4 - - sesuai dengan prodi BK.

E. Pengetahuan Karier, meliputi:

1.Mengetahui berbagai macam 45,46 - 47,48 -

  • 4 - alternatif pilihan karier yang sesuai dengan prodi BK.

  2.Mengetahui informasi mengenai 49 - - -

  • 1 - data dan fakta yang berkaitan dengan pemilihan karier di prodi BK.

F. Realistisnya Pilihan Karier,

  meliputi:

  1.Menyadari keterbatasan kemampuan - 52,53 - - 50,51 -

  4 dan karakteristik kepribadian.

  2.Mengidentifikasi langkah-langkah/ - 54 55,56 - 3 - - cara perbaikan untuk meminimalisir keterbatasannya.

  • 3.Mengidentifikasi kembali berbagai
  • 57,58 59,60 - 4 - peluang atau kesempatan karier yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan diri.
Butir-butir kuesioner perlu diperiksa kesahihannya (validitas). Istilah validitas berasal dari kata validity, yang berarti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya (Djaali, dkk. 2000: 70). Validitas suatu instrumen selalu berkaitan dengan tujuan dari penggunaan instrumen tersebut, sehingga dapat mencerminkan secara tepat fakta atau keadaan sesungguhnya.

  Kesahihan instrumen penelitian ini menggunakan validitas isi (content validity ). Validitas isi menunjuk pada sejauh mana instrumen tersebut mencerminkan isi yang dikehendaki (Ary, dkk. 1982: 285). Validitas isi suatu instrumen ditentukan berdasarkan penelaahan butir-butir item yang mencerminkan keseluruhan isi yang dikehendaki. Penelaahan tersebut dilakukan oleh beberapa ahli yang berkompeten (professional judgement).

  Upaya yang dilakukan peneliti untuk memvalidasi instrumen penelitian ini adalah: peneliti mengkonsultasikan kuesioner kepada rekan peneliti yang sarjana psikologi, guru Bahasa Indonesia, dosen pembimbing skripsi I dan

  II, serta rekan volunteers Yayasan Sosial Soegiyapranata (YSS) yang terdiri dari para mahasiswa yang ada di Yogyakarta untuk ditelaah dari segi bahasa, bentuk, isi, kejelasan, dan relevansi item bagi mahasiswa Prodi BK USD.

2. Uji Coba Kuesioner

  Uji coba kuesioner dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2007 sampai dengan 22 Mei 2007, dengan jumlah responden sebanyak 32 mahasiswa

  

dilakukan dengan cara “jemput bola”. Artinya, kuesioner diberikan secara

langsung dan diisi oleh responden di kampus atau rumah/kost mereka

sehingga peneliti dapat mengetahui sejauh mana pemahaman responden

terhadap butir-butir item kuesioner. Pemahaman responden ditunjukkan

dengan memberikan respon atau jawaban yang telah disediakan dan

memberikan komentar secara lisan atau tertulis atas kuesioner tersebut.

  Sebagian besar responden memberikan komentar yang positif. Mereka

dapat mengerjakan kuesioner dengan antusias dan sungguh-sungguh.

  

Tetapi, ada beberapa responden yang belum memahami kuesioner dengan

baik. Mereka memberikan komentar bahwa ada beberapa item yang

kalimatnya terlalu panjang dan ada item yang alternatif jawabannya tidak

sesuai. Misalnya item yang berbunyi: “Saya belum berusaha sungguh-

sungguh menyelesaikan studi di prodi BK tepat pada waktunya agar bisa

menikmati masa muda saya” dan “Saya mengetahui bahwa profesi

konselor sekolah (guru pembimbing) di Indonesia mendapat citra sebagai

polisi sekolah”. Upaya yang dilakukan peneliti adalah berkonsultasi

dengan dosen pembimbing skripsi sehingga item-item yang belum dapat

dipahami responden dapat direvisi atau digugurkan. Komentar tertulis

yang diberikan oleh 21 dari 32 responden dapat dilihat pada lampiran 2.

  Data jawaban responden digunakan untuk menentukan kualitas item

dan reliabilitas kuesioner. Kualitas item kuesioner ditentukan dengan

menganalisis data jawaban responden melalui penghitungan validitas

  

koefisien korelasi item-total yang diperoleh dari hasil perhitungan korelasi

antara setiap skor item dengan skor total. Besarnya koefisien korelasi yang

menjadi kriteria dalam menentukan item yang berkualitas atau memenuhi

syarat adalah

  ≥ 0,30 (koefisien korelasi minimal sama dengan 0,30).

Sedangkan, item yang memiliki koefisien korelasi kurang dari 0,30

dinyatakan gugur atau dapat dipertahankan dengan perbaikan. Hasil uji

coba kuesioner dengan 76 item diperoleh hasil: 47 item memenuhi syarat,

13 item direvisi, dan 15 item gugur (termasuk 1 item sahih digugurkan

karena tidak relevan) . Dengan demikian, 60 item dapat dipakai dalam

penelitian ini. Hasil skor uji coba kuesioner dapat dilihat pada lampiran 3

dan hasil kualitas item di lampiran 4.

  Reliabilitas suatu instrumen adalah taraf sampai di mana suatu

instrumen mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang

diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil (Masidjo, 2001:

209). Metode yang digunakan untuk mengukur taraf reliabilitas dalam uji

coba penelitian ini adalah metode Belah Dua (Split-half method).

Pembelahan dilakukan dengan mengelompokkan nomer item ganjil

menjadi satu kelompok dan nomer item genap menjadi satu kelompok

sehingga sebanding. Hasil atau skor dari dua belahan tersebut

diperbandingan dengan teknik korelasi Product-Moment dari Pearson.

  Rumus yang digunakan adalah:

  r xy

  2  

  : koefisien belahan I dan II Besarnya koefisien reliabilitas hasil pengukuran suatu instrumen perlu

diberi arti/makna untuk menunjukkan taraf konsistensinya. Dalam uji coba

penelitian ini, taraf konsistensi instrumen didasarkan pada kualifikasi

koefisien reliabilitas yang dikemukakan oleh Masidjo (2001: 209).

  : koefisien reliabilitas bb r

  tt r

  1

    

  Koefisien korelasi yang diperoleh dari hasil perhitungan rumus di atas

baru mencerminkan taraf reliabilitas separoh atau setengah tes. Untuk

memperoleh taraf reliabilitas satu tes digunakan formula koreksi dari

Spearman-Brown . Rumusnya adalah: bb bb tt r r r

  : Koefisien korelasi antara x dan y x : Skor kelompok item gasal y : Skor kelompok item genap N : Jumlah responden

  Keterangan rumus: xy r

   

   NXY  X

  2  Y

  NY

  2  

   

  2  X

  X

  

 

N

   

Y

2 Keterangan rumus :

  Tabel 2. Kualifikasi Koefisien Reliabilitas

Koefisien Reliabilitas Kualifikasi

  0,91 - 1,00 Sangat tinggi 0,71 - 0,90 Tinggi 0,41 - 0,70 Cukup 0,21 - 0,40 Rendah

  Negative – 0,20 Sangat rendah Perhitungan reliabilitas pada tahap uji coba penelitian diperoleh hasil r koefisien reliabilitas ( ) sebesar: 0,914. Hasil ini menunjukkan bahwa tt reliabilitas kuesioner kematangan karier mahasiswa Prodi BK USD tergolong sangat tinggi. Analisis uji reliabilitas kuesioner kematangan karier mahasiswa Prodi BK USD dapat dilihat pada lampiran 5.

  Setelah diperoleh hasil uji coba penelitian dan telah dilakukan perbaikan item, maka instrumen penelitian telah dianggap cukup memadai untuk digunakan dalam penelitian sesungguhnya.

D. Prosedur Penelitian

1. Tahap Persiapan

  Tahap persiapan yang dilakukan peneliti adalah:

a. Menyusun kuesioner yang berpedoman pada komposisi item kuesioner kematangan karier mahasiswa Prodi BK USD.

  b. Memeriksa kesahihan item-item kuesioner kematangan karier mahasiswa Prodi BK USD melalui penelaahan beberapa ahli yang berkompeten.

  c. Mengadakan uji coba penelitian pada tanggal 18 Mei 2007 sampai dengan 22 Mei 2007, dengan jumlah responden sebanyak 32 mahasiswa Prodi BK USD dari angkatan 1999 – 2002.

d. Menganalisis hasil uji coba penelitian.

  e. Mengkonsultasikan hasil data uji coba kuesioner pada dosen pembimbing skripsi untuk mengetahui item-item mana yang dapat dipakai dalam penelitian.

2. Tahap Pelaksanaan Penelitian

  Pelaksanaan penelitian pada hari Sabtu, tanggal 26 Mei 2007 di Kampus USD (area di sekitar koridor dekat ruang K.27). Kuesioner diberikan sekitar jam 11.00 (sesudah pertemuan PPLBK) kepada para mahasiswa semester VIII Prodi BK USD. Penelitian sengaja dilaksanakan pada hari itu karena terbatasnya waktu dan kesibukan para mahasiswa yang masih mempersiapkan Ujian Akhir Semester (UAS) serta persiapan PPLBK. Selain itu, peneliti dapat menjangkau semua responden yang pada hari itu hadir semua di pertemuan PPLBK. Penelitian dapat dilaksanakan dengan baik dan responden dapat mengerjakan dengan sungguh-sungguh.

E. Teknik Analisis Data

  Teknik analisis data dilakukan peneliti untuk mengetahui tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD tahun akademik 2006/2007, yaitu dengan cara-cara sebagai berikut:

  1. Membuat data skor dengan berdasarkan jawaban setiap item. Hasil skor dari setiap item dapat dilihat pada lampiran 6.

  2. Membuat penggolongan tingkat kematangan karier mahasiswa semester

  VIII Prodi BK USD tahun akademik 2006/2007 dengan berdasarkan Penilaian Acuan Patokan tipe I (PAP tipe I). Penilaian ini berorientasi pada tercapainya suatu standar atau kriteria kemampuan tertentu yang sifatnya absolut atau mutlak. Artinya, penilaian dalam penelitian ini membandingkan hasil skor kematangan mahasiswa semester VIII Prodi BK dengan suatu standar atau kriteria kemampuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya dalam teori kematangan karier, yaitu kemampuan yang seharusnya dicapai oleh mahasiswa semester VIII Prodi BK USD dalam berperilaku sebagai seorang calon konselor. Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang dipakai dalam penelitian ini adalah PAP tipe I. PAP tipe I menetapkan suatu batas kemampuan minimal (passing score) sebesar 65% dari skor total yang seharusnya dicapai, lalu diberi nilai sedang. Artinya, batas kemampuan minimal sebesar 65% merupakan tuntutan kemampuan yang harus dicapai oleh mahasiswa semester VIII Prodi BK USD dalam berperilaku sebagai seorang calon menggolongkan tinggi-rendahnya tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD disajikan pada tabel 3.

  Tabel 3. Patokan Penggolongan Tinggi-Rendahnya Tingkat Kematangan Karier Mahasiswa Semester VIII Prodi BK USD. Rumus Skor-skor Kategori 90% - 100% 216 – 240 Sangat Tinggi 80% - 89% 192 – 215 Tinggi

  65% - 79% 156 – 191 Sedang 55% - 64% 132 – 155 Rendah < 55% < 132 Sangat Rendah 3. Melaporkan hasil penelitian.

4. Membuat kesimpulan mengenai tingkat kematangan karier mahasiwa semester VIII Prodi BK USD.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini diuraikan hasil penelitian dan pembahasan tentang tingkat

  

kematangan karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD pada tahun akademik

2006/2007.

  

A. Tingkat Kematangan Karier Mahasiswa Semester VIII Prodi BK USD

Tahun Akademik 2006/2007 Hasil penelitian ini merupakan hasil pengolahan data yang diperoleh setelah responden mengerjakan kuesioner kematangan karier mahasiswa Prodi

  BK USD. Hasil penelitian ini adalah jawaban dari masalah penelitian ini, yaitu: “Bagaimanakah tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD tahun akademik 2006/2007?” Pengolahan data mengenai tingkat kematangan karier mahasiswa semester

  VIII Prodi BK tahun akademik 2006/2007 berdasarkan Penilaian Acuan Patokan tipe I (PAP tipe I). Dengan menggunakan patokan tersebut dapatlah diketahui jumlah responden yang tingkat kematangan kariernya termasuk sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Hasilnya disajikan pada tabel 4.

  

Tabel 4.

Penggolongan Tingkat Kematangan Karier Mahasiswa Semester VIII

Prodi BK USD Tahun Akademik 2006/2007 (N = 30)

  Sangat Tinggi (216 - 240) Tinggi (192 – 215)

Sedang

(156 – 191)

  Rendah ( 132 - 155 ) Sangat Rendah (< 132)

216 203 178 - -

224 201 190 Jmlh 0 (0%) Jmlh 0 (0%) 218 198 172

  Jmlh 3 (10%) 196 181 212 171 193 191 215 185 212 170 192 188 205 189 193 163 201 183 195 182 215

  

Jmlh 13

(43,33%)

Jmlh 14 (46,67%)

  Tabel 4 menunjukkan bahwa 3 dari 30 mahasiswa (10%) memiliki tingkat

kematangan karier sangat tinggi, 14 mahasiswa (46,67%) memiliki tingkat

kematangan karier tinggi, 13 mahasiswa (43,33%) memiliki tingkat

kematangan karier sedang, dan tidak ada mahasiswa (0%) yang tingkat

kematangan kariernya rendah dan sangat rendah.

  Hasil penelitian tersebut masih dapat dirinci untuk melihat taraf

kemampuan mahasiswa pada masing-masing aspek kematangan karier dan

mengetahui jumlah mahasiswa yang memperoleh skor item rendah (skor item

≤ 2). Semakin banyak jumlah mahasiswa yang memperoleh skor item rendah,

berarti semakin ada kebutuhan yang perlu dipenuhi mahasiswa untuk disajikan pada lampiran 7 dan jumlah mahasiswa yang memperoleh skor rendah dapat dilihat pada lampiran 8.

  .

B. Pembahasan

  Berikut ini dibahas hasil penelitian tingkat kematangan karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD tahun akademik 2006/2007.

1. Mahasiswa yang Memiliki Tingkat Kematangan Karier Sangat Tinggi

  Tiga mahasiswa yang mencapai kematangan karier sangat tinggi tampak lebih menonjol pada taraf kemampuan mereka yang terkait dengan aspek kemandirian karier, yaitu sebesar 98,81%. Taraf kemampuan selanjutnya terdapat pada aspek pengambilan keputusan karier (95%), pengetahuan karier (91,67%), perencanaan karier (90,97%), realistisnya pilihan karier (90,15%), dan aspek eksplorasi karier (82,5%). Kenyataan ini menunjukkan bahwa ketiga mahasiswa tersebut dapat dianggap lebih siap untuk menapaki kariernya sebagai seorang konselor setelah lulus dari prodi BK USD. Meskipun demikian, mereka perlu meningkatkan lagi kemampuan yang berkaitan dengan aspek perencanaan karier, yaitu kemampuan untuk semakin menyadari segala kemungkinan yang bisa mempengaruhi pemilihan kariernya, seperti faktor harapan orangtua atau pimpinan komunitas (item no. 19).

  Pada aspek eksplorasi karier, mereka perlu meningkatkan kemampuan untuk semakin sering menggunakan atau memanfaatkan berbagai sumber radio (item no. 26 dan 28). Dalam kenyataaannya, berbagai informasi karier mengenai konselor dan pilihan karier yang relevan dengan prodi BK banyak disajikan dalam media radio dan internet.

  Pada aspek pengambilan keputusan karier, mahasiswa masih perlu meningkatkan kemampuan untuk semakin menyadari tingginya persyaratan yang harus dipenuhi dalam pemilihan karier sebagai seorang konselor (item no. 35). Selain itu, kemampuan yang berkaitan dengan aspek realistisnya pilihan karier perlu ditingkatkan juga agar mahasiswa semakin menyadari pentingnya keterampilan mengelola kelas dalam persiapan kariernya sebagai seorang konselor, serta kemampuan untuk mengidentifikasi kembali berbagai peluang karier yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan dirinya (item no. 52 dan 58). Perlunya upaya tersebut didasarkan pada skor item rendah yang masih diperoleh ketiga mahasiswa tersebut, yaitu item berskor ≤ 2 (lihat lampiran 7).

2. Mahasiswa yang Memiliki Tingkat Kematangan karier Tinggi

  Empat belas mahasiswa dari golongan tingkat kematangan karier tinggi telah menunjukkan taraf kemampuan tertinggi pada aspek kemandirian karier, yaitu sebesar 88,77%. Taraf kemampuan selanjutnya terdapat pada aspek realistisnya pilihan karier sebesar 87,17%, pengetahuan karier sebesar 85,71%, pengambilan keputusan karier sebesar 84,52%, eksplorasi karier sebesar 81,79%, dan aspek perencanaan karier sebesar 80,06%. Kenyataan ini menunjukkan bahwa taraf kemampuan

  

karier sudah termasuk tinggi, tetapi masih perlu ditingkatkan lagi agar

semakin matang dalam berperilaku sebagai seorang calon konselor.

  

Kemungkinan yang dapat dilakukan oleh para mahasiswa adalah

meningkatkan taraf kemampuan dalam berperilaku karier yang terkait

dengan keenam aspek kematangan karier (lihat lampiran 7).

  Pada aspek kemandirian karier, mereka perlu meningkatkan

kemampuan untuk semakin memiliki kepercayaan diri atas pilihan prodi

BK yang sedang ditekuninya (item no. 2 dan 3) dan melaksanakan studi di

prodi BK dengan penuh rasa tanggung jawab (item 6).

  Pada aspek perencanaan karier, kemampuan yang perlu ditingkatkan

mahasiswa adalah semakin menyadari bahwa pengalaman belajar di prodi

BK dan kegiatan waktu luang yang dilakukannya dapat berpengaruh

dalam persiapan karier sebagai konselor (item no. 8 dan 9), semakin

menyadari berbagai kebutuhan yang ingin dipenuhi dalam persiapan

kariernya, seperti kebutuhan akan prestasi belajar dan menambah berbagai

keterampilan yang berkaitan dengan studi di prodi BK (item no. 12 dan

13), semakin mampu membuat perencanaan karier yang sesuai dengan

jadwal kegiatan belajarnya dan menyelesaikan studi tepat pada waktunya

sehingga terwujud cita-citanya sebagai seorang konselor (item no. 14, 15,

dan 16). Selain itu, kemampuan yang perlu ditingkatkan adalah semakin

menyadari bahwa harapan orangtua atau pimpinan komunitas bisa

mempengaruhi pemilihan kariernya (item 19).

  Pada aspek eksplorasi karier, mahasiswa perlu meningkatkan

kemampuan untuk semakin memanfaatkan atau menggunakan berbagai

sumber informasi yang relevan dengan pilihan kariernya di masa depan

sebagai seorang konselor. Sumber informasi dapat diperoleh dari berbagai

media, seperti: koran, radio, televisi dan internet (item no. 23, 25, 26, 27,

28, dan 29).

  Pada aspek pengambilan keputusan karier, kemampuan yang perlu

ditingkatkan adalah kemampuan untuk semakin menyadari adanya

berbagai alternatif pilihan karier sebagai seorang konselor di luar sekolah

(item no. 33), semakin menyadari adanya berbagai faktor yang harus

dipertimbangkan, seperti: bakat-bakat yang dimiliki, persyaratan dan

tantangan yang akan dihadapi dalam berkarier sebagai seorang konselor

(item no. 34, 35, 36), dan semakin mengembangkan kemampuan untuk

mengidentifikasi minat dan nilai-nilai kehidupannya (item no. 38 dan 40).

  Pada aspek pengetahuan karier, mahasiswa perlu memiliki

pengetahuan mengenai berbagai alternatif pilihan karier yang relevan

dengan studinya di prodi BK, seperti alternatif pilihan karier di LSM (item

no. 45).

  Pada aspek realistisnya pilihan karier, mahasiswa perlu meningkatkan

kemampuan untuk semakin menyadari pentingnya kemampuan dalam

mengelola kelas dan bimbingan kelompok (item no.52 dan 53) dan

semakin mampu mengidentifikasi berbagai langkah/cara perbaikan untuk terlibat dalam aktivitas di kampus dan mau mengikuti berbagai pelatihan pengembangan kepribadian (item no. 54 dan 56), serta mengidentifikasi kembali berbagai peluang atau kesempatan karier yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan dirinya (item no. 57 dan 58).

3. Mahasiswa yang Memiliki Tingkat Kematangan karier Sedang

  Taraf kemampuan tiga belas mahasiswa yang memiliki tingkat kematangan karier sedang tampak lebih menonjol pada aspek kemandirian karier sebesar 81,59%. Taraf kemampuan selanjutnya adalah aspek perencanaan karier (75,96%), realistisnya pilihan karier (74,65%), pengetahuan karier (74,23%), pengambilan keputusan karier (74,10%), dan aspek eksplorasi karier (71,92%). Kenyataan ini menunjukkan bahwa taraf kemampuan mahasiswa yang terkait dengan keenam aspek kematangan karier masih dalam taraf kemampuan sedang.

  Pada aspek kemandirian karier, mahasiswa perlu meningkatkan kemampuan untuk semakin memiliki perasaan bangga, mantap dan tidak merasa malu atas pilihan prodi BK yang sedang ditekuninya (item no. 1, 2, dan 3), dan mereka mau mengikuti perkuliahan di prodi BK dengan penuh ketekunan sebagai persiapan kariernya setelah lulus dari prodi BK (item no. 5, 6, dan 7).

  Pada aspek perencanaan karier, mereka perlu meningkatkan kemampuan untuk semakin menyadari bahwa kegiatan waktu luang yang dilakukannya bisa mempengaruhi persiapan kariernya di masa depan (item

  

ingin dipenuhinya dalam berkarier sebagai seorang konselor (item no. 11),

semakin mampu membuat perencanaan karier dengan membuat jadwal

kegiatan belajar, menyelesaikan studi tepat waktu, dan berusaha sungguh-

sungguh untuk mewujudkan cita-citanya sebagai konselor (item no. 14, 15,

dan 16), mau memanfaatkan waktu luang dan menyisihkan uang untuk

mewujudkan pilihan kariernya sebagai seorang konselor (item no. 17 dan

18), dan semakin menyadari bahwa harapan orangtua atau pimpinan

komunitas bisa mempengaruhi pilihan kariernya di masa depan sebagai

seorang konselor (item no. 19).

  Pada aspek eksplorasi karier, mahasiswa perlu meningkatkan

kemampuan untuk semakin memiliki suatu perasaan senang, tertarik, dan

mau memanfaatkan atau menggunakan berbagai sumber informasi yang

relevan dengan kariernya sebagai konselor di masa depan. Mereka dapat

mencari informasi dari berbagai media massa, perpustakaan, radio,

televisi, internet, buku-buku psikologi popular, bertanya pada orang lain,

dan mau ikut terlibat dalam aktivitas sosial di masyarakat (item no. 20, 21,

22, 23, 25, 26, 27, 28, dan 29).

  Pada aspek pengambilan keputusan karier, mahasiswa perlu

meningkatkan kemampuan untuk semakin menyadari adanya berbagai

alternatif pilihan karier sebagai konselor di sekolah dan di luar sekolah

(item no. 30, 31, dan 33), semakin menyadari pentingnya berbagai faktor

yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan karier, seperti

  

dalam berkarier sebagai seorang konselor (item no. 35 dan 36), semakin

mampu untuk mengidentifikasi dan mempertimbangkan berbagai minat

dan nilai-nilai kehidupannya (item no. 37, 38, 39, dan 40), dan mereka

semakin mantap, bangga, dan optimis atas pilihan karier yang sesuai

dengan studinya di prodi BK (item 41, 42, 43 dan 44).

  Pada aspek pengetahuan karier, mahasiswa perlu meningkatkan

pengetahuannya mengenai berbagai alternatif pilihan karier setelah lulus

dari prodi BK, seperti adanya peluang karier di Lembaga Swadaya

Masyarakat (LSM) (item no. 45, 47, 48, dan 49). Selain itu, kemampuan

yang perlu ditingkatkan mahasiswa pada aspek realistisnya pilihan karier

adalah semakin menyadari pentingnya Program Praktik Lapangan dan

Konseling (PLBK), keterampilan mengelola kelas, dan bimbingan

kelompok sebagai bekal persiapan kariernya setelah lulus dari prodi BK

(item no. 50, 52, dan 53), semakin mampu mengidentifikasi berbagai

cara/langkah perbaikan untuk meminimalisir keterbatasannya dengan ikut

terlibat dalam aktivitas pelatihan pengembangan kepribadian dan potensi

dirinya, baik di kampus maupun di luar kampus (item no. 54, 55, dan 56),

dan semakin mampu untuk mengidentifikasi kembali berbagai peluang

atau kesempatan karier yang sesuai dengan bakat, minat, kemampuan

dirinya dan kondisi peluang karier yang ada di berbagai pelosok tanah air.

(item 57, 58, dan 60).

  

4. Mahasiswa yang Memiliki Tingkat kematangan Karier Rendah dan

Sangat Rendah Dari hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada mahasiswa yang memiliki tingkat kematangan karier rendah dan sangat rendah (0%). Hal ini berarti bahwa keseluruhan mahasiswa telah menunjukkan taraf kemampuan yang tinggi dalam aspek kemandirian karier (86,67%), realistisnya pilihan karier (82,05%), pengetahuan karier (81,33%), pengambilan keputusan karier (81,06%), perencanaan karier (79,37%), dan eksplorasi karier (77,58%) (dapat dilihat pada lampiran 6).

  Kenyataan yang terungkap dalam penelitian ini menunjukkan adanya gejala positif pada proses kematangan karier mahasiswa semester VIII prodi BK USD. Keadaan ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar para mahasiswa semakin menghayati perannya sebagai seorang calon konselor. Sejalan dengan hasil penelitian ini, Prodi BK USD memiliki peranan

dalam membantu proses kematangan karier mahasiswa dengan berbagai

program pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan kurikulum prodi BK.

Kemungkinan yang cukup berarti dapat dilakukan oleh Prodi BK USD dengan

mengadakan program bimbingan dan konseling secara kelompok. Program

tersebut berkaitan dengan jumlah item berskor rendah yang diperoleh  10 % mahasiswa pada setiap aspek kematangan karier (lihat lampiran 8).

  Program yang berkaitan dengan 50% item berskor rendah pada aspek

  

memiliki kepercayaan diri atas pilihan prodi BK yang ditekuninya (item no 2

dan 3) dan melaksanakan studi di prodi BK dengan penuh rasa tanggung

jawab (item no 6).

  Program yang berkaitan dengan 45,45% item berskor rendah pada aspek

perencanaan karier adalah membantu mahasiswa untuk dapat membuat

perencanaan karier sesuai dengan kebutuhan, mengidentifikasi langkah-

langkah/cara-cara yang akan diambil mahasiswa dalam mewujudkan pilihan

karier, dan memiliki kesadaran akan segala kemungkinan yang akan

mempengaruhi tercapainya pilihan karier (item 14, 15, 16, 18, dan 19).

  Program yang berkaitan dengan 77,78% item berskor rendah pada aspek

eksplorasi karier adalah membantu mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai

informasi mengenai pendidikan, karier, dan perkembangan pribadi-sosial

mahasiswa dari berbagai sumber informasi di lingkungan pendidikan/

universitas dan di masyarakat/ komunitas (item 20, 23, 25, 26, 27, 28, dan 29).

  Program yang berkaitan dengan 38,46% item berskor rendah pada aspek

pengambilan keputusan karier adalah membantu mahasiswa untuk semakin

menyadari tingginya persyaratan dan tantangan yang harus dipenuhi dalam

pemilihan karier sebagai seorang konselor (item 33, 35, 36, 42 dan 44).

  Program yang berkaitan dengan 25% item berskor rendah pada aspek

pengetahuan karier adalah membantu mahasiswa untuk semakin menyadari

berbagai peluang berkarier yang sesuai dengan prodi BK, seperti berkarier di

LSM (item no 45).

  Program yang berkaitan dengan 55,55% item berskor rendah pada aspek

realistisnya pilihan karier adalah membantu mahasiswa untuk semakin

menyadari pentingnya kemampuan mengelola kelas dan terlibat dalam

berbagai aktivitas di kampus dan di luar kampus untuk persiapan karier

sebagai seorang konselor, serta mengidentifikasi kembali berbagai peluang

karier yang sesuai dengan bakat, minat dan potensi diri mahasiswa. (item 52,

53, 56, 57, dan 58).

  Dengan berbagai program tersebut di atas, para mahasiswa diharapkan

dapat memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang memadai dalam

berperilaku sebagai seorang calon konselor sehingga kelak setelah lulus dari

Prodi BK USD dapat menapaki karier dengan perasaan puas, bahagia, dan

bermakna bagi diri mereka sendiri serta dapat berpartisipasi dalam kehidupan

bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Isaacson (1985:

65), bahwa program bimbingan dan konseling karier dapat berupa kesempatan

bagi individu untuk mengeksplorasi karier yang diminati, mengembangkan

berbagai potensi, sikap, minat, dan nilai-nilai kehidupan, belajar memahami

diri, baik kelebihan maupun kekurangan, dan lain sebagainya. Berbagai

kesempatan tersebut bertujuan untuk membantu individu mencapai pilihan

karier yang diminati secara memuaskan dan individu dapat berkembang secara

optimal sebagai pribadi.

BAB V RINGKASAN, KESIMPULAN, DAN SARAN Dalam bab ini disajikan ringkasan, kesimpulan, dan saran-saran mengenai penelitian ini. A. Ringkasan Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai tingkat

  kematangan karier mahasiswa semester VIII Prodi BK USD pada tahun akademik 2006/2007. Gambaran yang diperoleh dari hasil penelitian ini bermanfaat untuk mengetahui kematangan karier mahasiswa prodi BK dalam menghadapi tuntutan dan tantangan berkarier sebagai seorang konselor di masa depan serta dalam melaksanakan pendidikan prajabatan konselor.

  Penelitian dilakukan pada 30 mahasiswa. Hasil yang diperoleh, yaitu: ada 3 mahasiswa (10%) yang memiliki tingkat kematangan karier sangat tinggi, 14 mahasiswa (46,67%) memilki tingkat kematangan karier tinggi, 13 mahasiswa (43,33%) memiliki tingkat kematangan karier sedang, dan tidak ada mahasiswa (0%) yang memiliki tingkat kematangan karier rendah dan sangat rendah. Gambaran ini menunjukkan bahwa kebanyakan mahasiswa semester

  VIII Prodi BK USD tahun akademik 2006/2007 memiliki tingkat kematangan karier yang cenderung tinggi.

  66 B. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Kebanyakan mahasiswa semester VIII Prodi BK USD tahun akademik 2006/2007 memiliki tingkat kematangan karier yang cenderung tinggi.

  2. Para mahasiswa masih perlu meningkatkan taraf kemampuan yang berkaitan dengan keenam aspek kematangan karier. Perilaku karier yang perlu ditingkatkan para mahasiswa, yaitu:

  a. Memiliki kepercayaan diri atas pilihan prodi BK yang sedang ditekuninya.

  b. Mengikuti perkuliahan di prodi BK dengan teratur.

  c. Membuat jadwal kegiatan belajar selama studi di prodi BK sehingga dapat menyelesaikan studi tepat pada waktunya.

  d. Menyisihkan uang untuk membeli hal-hal yang berkaitan dengan persiapan karier sebagai seorang konselor.

  e. Menyadari bahwa harapan orangtua atau pimpinan komunitas bisa mempengaruhi pemilihan karier.

  f. Mengikuti berbagai seminar atau sarasehan yang relevan dengan prodi BK.

  g. Mencari informasi karier yang sesuai dengan prodi BK di berbagai media massa, seperti di internet, perpustakaan, radio, TV, dan sebagainya

  67

h. Memiliki keyakinan untuk dapat berkarier sebagai seorang konselor, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

i. Menyadari tingginya persyaratan, tantangan, dan hambatan yang harus dihadapi dalam mencapai cita-cita sebagai seorang konselor.

  j. Menyadari pentingnya keterampilan mengelola kelas dan bimbingan

kelompok dalam persiapan karier sebagai seorang konselor.

k. Mengikuti berbagai aktivitas di kampus dan di luar kampus untuk dapat mengembangkan kemampuan/pontensi dirinya. l. Menggali kembali berbagai peluang karier yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.

C. Saran-saran

  Saran-saran yang diberikan peneliti pada hasil penelitian ini, yaitu:

  1. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan refleksi bagi Prodi BK USD dalam pengembangan kurikulum bimbingan dan konseling yang semakin relevan untuk meningkatkan kematangan karier mahasiswanya, terutama pada aspek eksplorasi karier dan realistisnya pilihan karier. Pada aspek eksplorasi karier, prodi BK dapat memberikan program pengembangan kemampuan mahasiswa dalam mengeksplorasi berbagai informasi mengenai pendidikan, karier, dan perkembangan pribadi-sosial mahasiswa. Sedangkan pada aspek realistisnya pilihan karier, prodi BK dapat memberikan program pengembangan kemampuan mahasiswa untuk

  68 dalam berbagai aktivitas di kampus dan di luar kampus, serta membantu mahasiswa untuk mengidentifikasi kembali berbagai peluang karier yang sesuai dengan bakat, minat dan potensi diri.

  

2. Peneliti lain yang berminat untuk mengadakan penelitian serupa

diharapkan dapat merevisi kuesioner penelitian ini; pernyataan kuesioner hendaknya dibuat lebih jelas perumusannya agar lebih mudah ditangkap maksudnya; jumlah item untuk masing-masing aspek kematangan karier hendaknya dibuat seimbang.

DAFTAR PUSTAKA

  

Ary, Donald, dkk. 1982. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. (terjemahan

Arief Furchan). Surabaya: Usaha Nasioanal.

Brown, Duane and Srebalus, David, J. 1996. (Second Edition). Introduction to the

Counseling Profession. Boston: Allyn and Bacon.

  

Contributions of Donald E. Super. 2003. http://Psychology.tamucommerce.

edu/Crrobinson/512/Super.htm.

  

Djaali, H, dkk. 2000. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Universitas

Negeri Jakarta.

Harian Suara Merdeka. 2002. Tenaga Konseling Sebaiknya Bukan Guru

  Pembimbing. Terbit tanggal 14 Juli 2002

Harian Suara Merdeka. 2003. Tak Profesional, Jangan Berikan Bimbingan. Terbit

tanggal 27 Februari 2003 Isaacson, Lee E. 1985. Basics of Career Counseling. Boston: Allyn and Bacon.

Jalal, F dan Supriadi, D. (Editor). 2001. Reformasi Pendidikan dalam Konteks

Otonomi Daerah. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.

  

Masidjo, Ign. 2001. Penilaian Pencapaian hasil belajar Siswa di Sekolah.

  Yogyakarta: Kanisius.

Nelson-Jones, Richard. 1982. The Theory and Practice of Counseling Psychology.

  London: Holt, Rinehart and Winston.

Osipow, Samuel H. 1973. (Second Edition) Theories of Career Development.

  Englewood Cliffs: Prentice-Hall, Inc.

Patton, W. & Creed, P.A. 2001. Developmental Issues in Career Maturity and

  Career Decision Status . The Career Development Quarterly, June, 2001.http://articles.findarticles.com/p/articles/mimOJAX/is449/ai8074678

  70 Prayitno. 2004. Arah Standarisasi Profesi Konseling. Makalah Seminar Nasional “Quo Vadis Profesi Konselor di Era Globalisasi” pada FKIP/IP/BK/USD.

  

Sabariyanto, Dirgo. 1993. Mengapa Disebut Bentuk Baku dan Tidak Baku? (Kosa

kata) 1. Yogyakarta: PT. Mitra Gama Widya.

Santoadi, Fajar. 2003. Hubungan Persepsi Siswi tentang Bias Gender Ayah dalam

  Pilihan Karier dan Kematangan Karier (Penelitian Survey atas Siswi SMU St. Agustinus Murangan, Sleman, Yogyakarta) . Yogyakarta: FKIP/IP/BK USD. (Skripsi).

  

Sukardi, Dewa Ketut. 1987. Bimbingan Karier di Sekolah-sekolah. Jakarta:

Ghalia Indonesia.

Sustiwi, Fadmi, dkk. 2004. Prediksi Ketenagakerjaan 2004. Harian Kedaulatan

Rakyat. Terbit tanggal 14 juli 2004. UU. No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Winkel, W.S. 1997. (Edisi revisi). Bimbingan dan Konseling di Institusi

Pendidikan. Jakarta: Grasindo.

Zunker, Vernon G. 1986. (Second Edition). Career Counseling: Applied Concepts

of Life Planning. Belmont, California: Wadswoorth, Inc.

  Lampiran

  

KUESIONER KEMATANGAN KARIER

MAHASISWA PRODI BK USD

Pengatar: Rekan-rekan mahasiswa Prodi BK USD yang terkasih, Pada kesempatan ini, perkenankan saya memohon kesedian rekan-rekan

untuk membantu saya dalam penelitian ini dengan mengisi atau menjawab

kuesioner yang telah disediakan.

  Kuesioner ini dimaksudkan untuk mengetahui kematangan karier mahasiswa

Prodi BK USD tahun akademik 2006/2007. Berdasarkan jawaban yang Anda

berikan, pihak Prodi BK USD dapat merencanakan berbagai macam tindakan yang

relevan untuk mengembangkan kematangan karier mahasiswa, baik secara

perorangan maupun secara kelompok.

  Jawaban yang rekan-rekan berikan tidak akan dinilai benar atau salah. Oleh

karena itu, hendaklah rekan-rekan menjawab secara jujur sesuai dengan keadaan

yang dialami rekan-rekan. Untuk menjaga kerahasiaan, nama tidak perlu

dicantumkan.

  Atas kesedian rekan-rekan mahasiswa dalam membantu penelitian ini, saya mengucapkan terima kasih.

  Salam kasih saya,

  

KUESIONER KEMATANGAN KARIER

MAHASISWA PRODI BK USD

Petunjuk :

  

1. Tuliskanlah data identitas Anda pada kolom/tempat yang telah disediakan;

tanpa mencantumkan nama.

  Identitas : Jenis kelamin : Laki-laki/Perempuan (Coret yang tidak sesuai) Umur : ……… tahun Tanggal pengisian : …………………………………… PPLBK di (nama sekolah) : ……………………………

  IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) terakhir : ……………

  

2. Bacalah setiap pernyataan berikut ini dengan teliti. Dan tentukanlah seberapa

setuju Anda akan maksud pernyataan-pernyataan kuesioner ini dengan cara memberikan tanda cek ( √) pada kolom alternatif jawaban yang Anda pilih. Alternatif jawaban yang disediakan ada empat, yaitu:

  SS : Sangat Setuju S : Setuju TS : Tidak Setuju

  STS : Sangat Tidak Setuju

  

3. Periksalah kembali jawaban Anda dengan teliti, tanpa ada satu nomor pun

yang terlewatkan.

  4. Terima kasih atas partisipasi Anda.

  

Selamat Mengerjakan

  

KUESIONER KEMATANGAN KARIER

MAHASISWA PRODI BK USD

Alternatif Jawaban: SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju

  STS : Sangat Tidak Setuju Alternatif Jawaban Seberapa setuju Anda akan maksud pernyataan No. yang berikut? SS S TS STS Saya bangga dengan pilihan prodi BK yang sedang saya 1. tekuni saat ini. Saya merasa mantap dengan pilihan prodi BK yang saya 2. tekuni saat ini karena sesuai dengan cita-cita saya. Saya merasa malu apabila orang lain bertanya tentang 3. studi saya di prodi BK. Saya berusaha sebaik mungkin mengejar prestasi belajar 4. di prodi BK. Saya menjalani studi di prodi BK dengan penuh 5. ketekunan sebagai persiapan karier saya di masa depan.

6. Saya sering tidak mengikuti perkuliahan di prodi BK.

  Saya menjalani studi di prodi BK hanya sebatas rutinitas 7. saja, tanpa ada tuntutan untuk mengejar prestasi sebaik mungkin. Saya menyadari bahwa pengalaman belajar yang saya 8. peroleh di bangku perkuliahan sangat berpengaruh terhadap persiapan karier saya di masa depan. Saya menyadari bahwa kegiatan waktu luang yang saya 9. lakukan selama ini membantu saya dalam persiapan karier saya. Studi saya di perguruan tinggi hanya untuk mendapat 10. status sebagai mahasiswa saja.

  Saya menyadari bahwa mengembangkan sikap-sikap 11. yang sesuai sebagai seorang calon konselor merupakan

  Alternatif Jawaban: SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Alternatif Jawaban Seberapa setuju Anda akan maksud pernyataan No. yang berikut? SS S TS STS

  Saya tidak memikirkan prestasi belajar yang bagus di 12. prodi BK karena tidak ada dukungan dari orangtua atau pimpinan komunitas. Saya pikir, tidak ada manfaatnya bagi saya untuk 13. menambah berbagai keterampilan yang berkaitan dengan studi di prodi BK. Saya berusaha mewujudkan cita-cita sebagai seorang 14. calon konselor sejak saya masuk bangku perkuliahan di prodi BK. Saya sering mengganti jadwal kegiatan belajar saya 15. dengan berbagai aktivitas yang tidak ada kaitannya dengan studi di prodi BK. Saya belum berusaha sungguh-sungguh menyelesaikan 16. studi di prodi BK tepat pada waktunya. Saya memanfaatkan sebagian waktu luang saya dengan 17. berbagai kegiatan yang dapat memperkaya diri saya sebagai seorang calon konselor. Saya menyisihkan uang untuk membeli hal-hal yang 18 berkaitan dengan persiapan karier saya sebagai seorang calon konselor. Saya tidak menyadari bahwa harapan orangtua atau 19. pimpinan komunitas bisa mempengaruhi pemilihan karier saya. Saya senang mengikuti berbagai seminar atau sarasehan 20. yang relevan dengan prodi BK Saya sangat tertarik dengan buku-buku psikologi

  21 popular yang berhubungan dengan studi saya di prodi BK Saya merasa malu untuk bertanya kepada orang lain 22. yang memiliki informasi atau wawasan yang berkaitan

  Alternatif Jawaban: SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Alternatif Jawaban Seberapa setuju Anda akan maksud pernyataan No. yang berikut? SS S TS STS

  Saya merasa jenuh membaca artikel atau tulisan yang 23. berhubungan dengan studi saya di prodi BK Saya menyadari bahwa wawasan saya semakin

  24. diperkaya dengan keterlibatan saya dalam aktivitas sosial di masyarakat.

  Saya mengetahui bahwa berbagai program TV 25. memberikan manfaat bagi saya dalam mencari informasi karier yang berkaitan dengan prodi BK.

  Bagi saya, informasi karier yang sesuai dengan prodi

  26. BK cukup saya peroleh di bangku perkuliahan dan tidak sebegitu perlu mencarinya di internet.

  Saya sering mengunjungi perpustakaan untuk membaca artikel atau tulisan yang berhubungan dengan studi saya

  27. di prodi BK Saya sering mendengarkan radio yang menyiarkan

  28. informasi yang relevan dengan studi saya di prodi BK.

  Saya hanya menunggu informasi karier dari teman dan 29. kurang mencarinya sendiri di berbagai media massa.

  Saya merasa optimis dengan studi saya di prodi BK 30. karena ada banyak alternatif pilihan karier yang dapat saya pilih setelah lulus dari prodi BK.

  31. Saya yakin bahwa ada prospek/peluang karier yang cerah bagi lulusan prodi BK.

  Saya pesimis apakah ada pilihan karier yang dapat saya 32. pilih selain sebagai seorang konselor sekolah.

  Saya belum merasa yakin bahwa saya dapat berkarier

  Alternatif Jawaban: SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Alternatif Jawaban Seberapa setuju Anda akan maksud pernyataan No. yang berikut? SS S TS STS

  Saya menyadari bahwa bakat-bakat yang saya miliki 34. harus saya pertimbangkan dalam pemilihan karier sebagai seorang calon konselor. Saya tidak menyadari tingginya persyaratan yang harus 35. saya penuhi dalam pemilihan karier sebagai seorang konselor. Saya tidak menyadari adanya berbagai tantangan dan 36. hambatan yang akan saya hadapi dalam mencapai cita- cita sebagai seorang konselor. Saya mempertimbangkan kesesuaian pilihan karier saya 37. dengan nilai-nilai hidup yang ingin saya perjuangkan, seperti: prestasi, kebahagian, pengabdian, dsb.

  Saya mempertimbangkan kesesuaian pilihan karier saya 38. dengan minat dan kemauan saya untuk bekerja sama dengan orang lain. Sampai saat ini saya belum menyadari nilai-nilai hidup 39. yang ingin saya kembangkan dalam hidup ini.

  Menurut pengalaman saya, saya tidak tahu bagaimana 40. caranya bekerja sama dengan orang-orang yang berlatar balakang berbeda dengan saya.

  Saya optimis dapat menduduki posisi atau jabatan 41. sebagai seorang konselor di sekolah negeri ataupun swasta setelah lulus dari prodi BK.

  Saya yakin setelah lulus dari prodi BK saya dapat 42. berkarier di lembaga-lembaga di luar sekolah, seperti: di rumah sakit, panti asuhan, dsb.

  Alternatif Jawaban: SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Alternatif Jawaban Seberapa setuju Anda akan maksud pernyataan No. yang berikut? SS S TS STS

  Dalam hati kecil saya sering muncul perasaan terpaksa 44. dalam memantapkan pilihan karier yang sesuai dengan prodi BK. Saya sadar bahwa berkarier di Lembaga Swadaya

45. Masyarakat (LSM) dapat saya jadikan alternatif pilihan karier saya.

  Menurut saya, menciptakan lapangan kerja yang sesuai 46. dengan bekal ilmu yang saya peroleh selama ini dapat dijadikan sebagai alternatif pilihan karier saya. Saya memprediksikan pilihan karier sebagai seorang 47. konselor memiliki masa depan yang suram Saya pikir, sedikit sekali prospek/peluang berkarier

  48. yang sesuai bagi lulusan prodi BK Saya mengetahui adanya standarisasi profesi konselor

  49. yang dikeluarkan oleh Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Saya menyadari pentingnya Program Praktik Lapangan Bimbingan dan Konseling (PPLBK) di sekolah

  50. sehingga saya dapat belajar dan berlatih mengoptimalkan perkembangan kepribadian saya sebagai seorang calon konselor Saya menyadari pentingnya mengembangkan

  51. keterampilan berkomunikasi yang efektif dalam setiap aktivitas saya di masyarakat.

  Saya belum menyadari pentingnya keterampilan 52. mengelola kelas dalam persiapan karier saya sebagai seorang konselor di luar sekolah.

  Saya tidak tahu bagaimana caranya mengembangkan

  Alternatif Jawaban: SS : Sangat Setuju TS : Tidak Setuju S : Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Alternatif Jawaban Seberapa setuju Anda akan maksud pernyataan No. yang berikut? SS S TS STS

  Saya berpikir bahwa kemampuan/potensi yang saya miliki dapat semakin berkembang dengan baik bila saya

  54. mau terlibat dalam berbagai aktivitas di kampus.

  Saya pikir, berbagai kursus atau pelatihan pengembangan kepribadian tidak mempunyai dampak

  55. positif dalam mengoptimalkan perkembangan kepribadian saya.

  Saya berpikir bahwa keterlibatan saya dalam berbagai aktivitas di kampus dan di luar kampus hanya membuat

  56. saya sulit konsentrasi dalam mengembangkan kemampuan/pontensi diri saya Saya pikir, tidak ada salahnya menerima tawaran berkarier di berbagai pelosok tanah air untuk dapat

  57. mengembangkan bakat dan minat saya.

  Saya mengetahui bahwa persaingan mencari lapangan pekerjaan semakin sulit sehingga saya perlu menggali

  58. kembali berbagai peluang karier yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan saya.

  Tidak ada manfaatnya bagi saya untuk mempertimbangkan beberapa alternatif pilihan karier di

  59. luar bidang keilmuan yang sedang saya tekuni saat ini.

  Saya tidak mengetahui peluang-peluang karier yang 60. sesuai bagi lulusan prodi BK, selain sebagai konselor.

  

Terima kasih atas partisipasi Anda

  

Komentar Responden

(Mahasiswa Prodi BK USD Angkatan 1999 -2002)

Komentar yang diberikan oleh 21 mahasiswa atas kuesioner kematangan karier

mahasiswa Prodi BK USD, yaitu:

  

1. Dilihat dari segi bahasa, bentuk, isi, kejelasan dan relevansinya cukup mudah

dipahami sehingga memudahkan pengisi dalam mengisi kuesioner ini.

  2. Baik dan mudah di mengerti.

  

3. Segi bahasa dan bentuk sudah baik, mudah dipahami karena rata-rata isi

pernyataan kuesioner sesuai dengan apa yang saya alami dan rasakan.

  

4. Sudah cukup jelas, tetapi lebih baik kalau kalimat yang panjang bisa lebih

dipersingkat kembali sehingga pengisi paham tentang isinya.

  5. Bahasanya sudah baik dan jelas dan juga relevan dengan topiknya.

  

6. Dilihat dari tujuan sudah bagus. Tapi, item-item kuesioner kurang jelas

sehingga menjawabnya bingung. Karena item banyak, mungkin kuesioner bisa dibuat seperti buku. Jadi, tidak selalu lembaran.

  7. Sudah baik dan mudah di mengerti.

  

8. Pertanyaan yang diajukan dengan alternatif jawaban yang diberikan ada yang

kurang sesuai. Pertanyaan yang diajukan sangat bagus, menggugah keseriusan seseorang memasuki dunia konselor.

  

9. Ada beberapa pernyataan yang tidak sesuai apabila dijawab dengan alternatif

jawaban yang tersedia. Kalau dilihat dari isi pernyataan, isinya terlalu dangkal dan kalimat yang tertera dalam kuesioner itu maknanya terlalu umum dan tidak menyentuh dengan (dalam tentang) karier itu sendiri.

  

10. Kalimat terlalu panjang. Pernyataan ada yang tidak sesuai dengan jawaban SS,

S, ST, STS.

  

11. Dari segi bahasa menurut saya, bahasa yang digunakan cukup mudah

dipahami hanya terlalu panjang kalimatnya. Isinya relevan dengan bidang bimbingan.

  

12. Dari segi bahasa terlalu panjang kata-katanya sehingga untuk mengisi

  

13. Komentar saya mengenai kuesioner ini, apabila dilihat dari segi isi: ada

pernyataan yang menurut saya sulit dijawab karena hal tersebut (yang dimaksud dalam pernyataan), saya belum pernah mengalaminya secara khusus atau mendalam; seperti pada pernyataan no. 71. Dari segi yang lain seperti bahasa, bentuk, kejelasan dan relevansinya sudah baik dan jelas sehingga maksud dari setiap penyataan dapat saya pahami sehingga saya mudah mengisi kuesioner ini.

  14. Menurut saya cukup sempurna.

  15. Ada “overlapping” pertanyaan, diulang lagi item no 33 dan 69.

  16. Ok-lah.

  

17. Kuesioner ini baik dan relevansinya ada dalam dunia kerja saat ini, tuntutan

semakin tinggi. Para calon tenaga kerja harus aktif dan membekali dirinya dengan kemampuan komunikasi, kerja sama, dll. Kalimat masih agak panjang sehingga responden mungkin agak kesulitan dalam memahami isi item kuesioner. Kuesioner ini membantu responden untuk lebih terdorong aktif dalam mencari dan memantapkan pilihan karier.

  

18. Rumusan pernyataan/pertanyaan sudah bagus, tetapi ada bebarapa item yang

membingungkan.

  19. Kalimatnya terlalu panjang.

  

20. Bahasanya terlalu tinggi, rumit dipahami jika dibaca sekali. Kesan pertama

“jenuh”. Dilihat dari ‘casing’ aja membosankan.

  21. Bahasanya terlalu sulit.

  

81

Tabel. Hasil Skor Uji Coba Penelitian

  4

  1

  2

  2

  3

  22

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  21

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  24

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  23

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  4

  4

  1

  3

  4

  4

  3

  18

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  3

  17

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  20

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  19

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  1

  2

  4

  3

  30

  31

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  29

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3 Total 117 104 100 110 111 111 102 108 115 102

  98 106 112 111 110 111 98 104

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  32

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  26

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  25

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  28

  4

  4

  4

  27

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  1

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  6

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  5

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  8

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  7

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  11

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  9

  10

  12

  23

  13

  14

  15

  16

  17

  18

  19

  20

  21

  22

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  2

  3

  2

  4

  3

  1

  14

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  13

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  16

  4

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  15

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  10

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  9

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  12

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  1

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  11

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  85 85 100 94 103

  24

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  1

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  2

  1

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  2

  3

  4

  3

  4

  3

  1

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  75

  85

  78

  86 91 103 110 107 101 103 101 93 102 100

  89

  95 82 110 119 100 85 110 107

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  25

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  4

  1

  1

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  1

  1

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  1

  2

  4

  3

  3

  2

  4

  1

  3

  2

  4

  4

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  1

  2

  2

  1

  2

  2

  2

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  35

  26

  27

  28

  29

  30

  31

  32

  33

  34

  36

  47

  37

  38

  39

  40

  41

  42

  43

  44

  45

  46

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  2

  2

  1

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  1

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  2

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  1

  1

  4

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  3

  1

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  91

  48

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  1

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  1

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  1

  4

  3

  1

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  4

  4

  2

  2

  2

  2

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  2

  2

  3

  3

  1

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  2

  4

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  89 105 103 100 101 108 107 101 96 102 106 113 111 104

  78

  90 93 115 120

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  49

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  1

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  4

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  59

  50

  51

  52

  53

  54

  55

  56

  57

  58

  

60

  71

  61

  62

  63

  64

  65

  66

  67

  68

  69

  70

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  1

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  2

  2

  3

  2

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  1

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  1

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  1

  3

  4

  4

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  94 92 112 111 101

  72

  73

  74

  75

76 Total

  3

  3

  3

  3

  239

  3

  3

  3

  3

  3

  226

  2

  4

  3

  2 2 206

  4

  2

  3

  3

  3 3 227

  3

  3

  3 4 243

  3

  3

  2

  4

  4 3 236

  3

  4

  3 3 240

  2

  2

  4

  4

  2 4 266

  3 3 250

  4

  224

  2

  3

  2

  3 4 228

  3

  3

  2

  4 4 249

  3

  3

  2

  3 3 226

  98 108 103 102 102

  3

  2

  3

  3 3 261

  3

  3

  3 2 227

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  238

  1

  3

  4

  3

  4

  4 3 259

  4

  3

  4

  4 4 284

  3

  3

  4

  3 2 226

  3

  3

  3

  3 3 237

  3

  4

  3

  4

  4

  3 3 226

  4

  4

  3

  3 3 261

  2

  4

  3 3 215

  4

  4

  239

  3

  3

  3

  2

  4 3 227

  4

  3 2 234

  4

  4

  3 3 255

  2

  3

  3

  3

  4 4 254

  4

  3

  2

  3

  233

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  253

  4

  4

  3

  4 4 261

  4

  4

  3

  4 4 238

  3

  3

  Tabel. Hasil Kualitas Item Kuesioner

Nomer Item Koefisien Korelasi Item-Total Kualitas

1 ,2722 Revisi

  2 ,3057 Sahih

  3 ,0917 Gugur

  4 ,2380 Revisi 5 ,3008 Sahih

  6 ,3036 Sahih

  7 ,3382 Sahih

  8 ,3418 Sahih 9 ,4961 Sahih 10 ,3267 Sahih

  11 ,1527 Gugur

  12 ,2344 Revisi 13 ,0495 Gugur 14 ,3863 Sahih 15 ,2888 Revisi

  16 ,3568 Sahih

  17 ,0158 Gugur 18 ,5762 Sahih 19 ,2464 Revisi 20 ,2542 Revisi 21 ,5613 Sahih 22 ,1762 Revisi 23 ,1172 Gugur

  • ,0820 Gugur

  24

  25 -,1786 Gugur 26 -,1673 Gugur 27 ,3210 Sahih 28 ,0405 Gugur 29 ,5729 Sahih 30 ,5095 Sahih 31 ,4934 Sahih

  • ,0539 Gugur

  49 ,3596 Sahih

  65 ,5211 Sahih

  62 -,1025 Gugur 63 ,1604 Gugur 64 ,3608 Sahih, tetapi digugurkan

  61 ,4943 Sahih

  59 ,2637 Revisi 60 ,4960 Sahih

  58 ,3921 Sahih

  50 ,3455 Sahih 51 ,4382 Sahih 52 ,4991 Sahih 53 ,3510 Sahih 54 ,2902 Revisi 55 ,3625 Sahih 56 ,4925 Sahih 57 ,4853 Sahih

  48 ,5089 Sahih

  33 ,3327 Sahih 34 ,5317 Sahih

  47 ,4282 Sahih

  45 ,1834 Gugur 46 ,1174 Revisi

  44 ,3852 Sahih

  41 ,4880 Sahih 42 ,2844 Revisi 43 ,4968 Sahih

  40 ,1149 Gugur

  36 ,3604 Sahih 37 ,3749 Sahih 38 ,3909 Sahih 39 ,1659 Revisi

  35

  66 ,4349 Sahih

  68 ,5578 Sahih 69 ,2364 Gugur 70 ,5107 Sahih 71 ,3067 Sahih 72 ,5386 Sahih 73 ,3191 Sahih 74 ,4508 Sahih

  75 ,3542 Sahih

  76 ,4655 Sahih Keterangan:

  Total item sahih = 47 item Total item revisi = 13 item Total Item yang dapat dipakai dalam penelitian = 60 item Total item gugur = 15 item (termasuk 1 item sahih digugurkan karena tidak relevan)

  A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Item-total Statistics

  

Hasil Koefisien Korelasi Item-Total

  • *** Method 1(space saver) will be used for this analysis ***

    _

  Scale Scale Corrected Mean Variance Item- Alpha if Item if Item Total if Item

  Deleted Deleted Correlation Deleted P1 236,5938 274,9587 ,2722 ,8938 P2 237,0000 273,4839 ,3057 ,8935 P3 237,1250 276,5000 ,0917 ,8959 P4 236,8125 274,2863 ,2380 ,8941 P5 236,7813 274,2409 ,3008 ,8936 P6 236,7813 273,5313 ,3036 ,8935 P7 237,0625 271,3508 ,3382 ,8931 P8 236,8750 272,3065 ,3418 ,8931 P9 236,6563 270,1038 ,4961 ,8919 P10 237,0625 271,6089 ,3267 ,8932 P11 237,1875 275,1250 ,1527 ,8951 P12 236,9375 273,2863 ,2344 ,8942 P13 236,7500 278,4516 ,0495 ,8954 P14 236,7813 272,8216 ,3863 ,8929 P15 236,8125 273,8347 ,2888 ,8936 P16 236,7813 271,2087 ,3568 ,8930 P17 237,1875 278,9315 ,0158 ,8958 P18 237,0000 269,6774 ,5762 ,8915 P19 237,5938 273,7974 ,2464 ,8940 P20 237,5938 270,8296 ,2542 ,8944 P21 237,1250 267,9839 ,5613 ,8912 P22 237,3125 275,1895 ,1762 ,8947 P23 237,0313 276,8054 ,1172 ,8951 P24 237,9063 281,2490 -,0820 ,8988 P25 237,5938 284,3135 -,1786 ,9000 P26 237,8125 283,5766 -,1673 ,8991 P27 237,5625 271,7379 ,3210 ,8933 P28 237,4063 278,4425 ,0405 ,8956 P29 237,0313 267,7732 ,5729 ,8911 P30 236,7188 270,7893 ,5095 ,8920 P31 236,9063 269,4425 ,4934 ,8918 P32 237,0938 270,8619 ,4422 ,8923 P33 237,0313 273,9022 ,3327 ,8934 P34 237,0938 270,2813 ,5317 ,8918 P35 237,3438 280,3619 -,0539 ,8979 P36 237,0625 271,4798 ,3604 ,8929 P37 237,1250 273,2097 ,3749 ,8931 P40 237,6875 276,5444 ,1149 ,8953 P41 236,8125 269,2540 ,4880 ,8918 P42 236,5313 275,0313 ,2844 ,8937 P43 237,1250 268,3710 ,4968 ,8916 P44 237,5938 270,1845 ,3852 ,8926 P45 236,8125 276,2218 ,1834 ,8944 P46 236,9063 277,1200 ,1174 ,8950 P47 237,4063 270,3135 ,4282 ,8923 P48 237,4688 268,1280 ,5089 ,8915 P49 236,9688 273,0635 ,3596 ,8931 P50 237,0313 272,9345 ,3455 ,8932 P51 237,1250 268,8871 ,4382 ,8921 P52 237,0938 268,0232 ,4991 ,8916 P53 236,8750 272,8226 ,3510 ,8931 P54 236,9063 272,8619 ,2902 ,8936 P55 237,0938 269,8296 ,3625 ,8929 P56 237,2500 266,0000 ,4925 ,8913 P57 237,0625 268,0605 ,4853 ,8916 P58 236,9375 271,5444 ,3921 ,8927 P59 236,7188 274,2732 ,2637 ,8938 P60 236,7813 269,9829 ,4960 ,8919 P61 237,0000 270,0000 ,4943 ,8919 P62 237,8125 281,9637 -,1025 ,8994 P63 237,4375 274,5121 ,1604 ,8952 P64 237,3438 270,2974 ,3608 ,8929 P65 236,6563 269,6522 ,5211 ,8917 P66 236,5000 273,0323 ,4349 ,8928 P67 237,3125 268,1573 ,4099 ,8923 P68 237,3750 267,0806 ,5578 ,8910 P69 236,7500 274,7742 ,2364 ,8940 P70 236,7813 268,7571 ,5107 ,8916 P71 237,0938 269,4425 ,3067 ,8936 P72 237,1875 265,6411 ,5386 ,8909 P73 236,8750 272,7581 ,3191 ,8933 P74 237,0313 268,6119 ,4508 ,8920 P75 237,0625 271,6089 ,3542 ,8930 P76 237,0625 269,2863 ,4655 ,8920 _

  

Tabel. Persiapan Perhitungan Realibitas Uji Coba

Subjek  

  29 111 113 12321 12769 12543

  22 120 119 14400 14161 14280

  23 113 113 12769 12769 12769

  24 108 98 11664 9604 10584

  25 138 128 19044 16384 17664

  26 117 110 13689 12100 12870

  27 130 131 16900 17161 17030

  28 120 118 14400 13924 14160

  30 121 107 14641 11449 12947

  20 118 122 13924 14884 14396

  31 132 117 17424 13689 15444

  32 114 112 12996 12544 12768

  N = 32   3889   3799  

  2 474793  

  2 453569

    463673 X = Skor-skor kelompok item gasal Y = Skor-skor kelompok item genap

     

  2 (3889)

  21 120 116 14400 13456 13920

  19 116 111 13456 12321 12876

  2

  8 122 115 14884 13225 14030

  2  

  1 116 110 13456 12100 12760

  2 134 127 17956 16129 17018

  3 121 118 14641 13924 14278

  4 107 108 11449 11664 11556

  5 127 132 16129 17424 16764

  6 140 144 19600 20736 20160

  7 114 112 12996 12544 12768

  9 112 115 12544 13225 12880

  18 124 119 15376 14161 14756

  10 127 126 16129 15876 16002

  11 131 130 17161 16900 17030

  12 121 117 14641 13689 14157

  13 129 125 16641 15625 16125

  14 129 126 16641 15876 16254

  15 116 118 13456 13924 13688

  16 117 116 13689 13456 13572

  17 124 126 15376 15876 15624

  2 = 15124321

  

Perhitungan Reliabilitas Uji Coba Penelitian

Rumus:

  2

        

  

X

XY N r xy

  

  2

  2

2 Y Y N

  X X N Y

     14432401 14514208 15124321 15193376 14774311 14837536  

  Koefisien korelasi antara x dan y ) 8411 , (  xy r

  8411 ,  xy r

  75161 043 , 63225  xy r

  5649182385 63225  xy r

  81807 69055 63225   xy r

    xy r

      xy r

           

  32

) 3799 3889 ( 463673

32    

  2 ) 3799 ( 453569 474793 32 3889

  2

     

     

  : Koefisien korelasi antara x dan y x : Skor kelompok item gasal y : Skor kelompok item genap N : Jumlah responden

  Keterangan rumus: xy r

   

  

Perhitungan Spearman-Brown.

  Rumus: 2  r bb rtt

  1  r bb

  Keterangan rumus : r

  : koefisien reliabilitas tt r

  : koefisien belahan I dan II bb

  2  , 841 r

   tt

  1  , 841 1 , 682 rtt

  1 , 841 r  , 914 tt

  ( r )  , 914

Koefisien reliabilitas . Ini berarti, taraf reliabilitas kuesioner uji

tt coba penelitian ini termasuk kualifikasi sangat tinggi.

  93 Tabel. Hasil Skor Penelitian

No Item Kemandirian Karier No. Item Perencanaan Karier

Responden

  3

  3

  3

  3

  3

  21

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  20

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  23

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  22

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  17

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  16

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  19

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  2

  18

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  29

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  28

  3

  3

  2

  2

  2

  2

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  110 102 100 107 102 101 106 101 96 108 103 105 104

  4

  97

  84

  86

  92

  87

  80 Skor Item

= 728 (86,67%)= 1143 (79,37%)

  Skor Item 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 Seharusnya= 840

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  30

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  25

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  24

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  27

  4

  2

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  2

  2

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  26

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  4

  1

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  1

  4

  3

  5

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  7

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  6

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  1

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  19

  3

  9

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8

  10

  18

  11

  12

  13

  14

  15

  16

  17

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  13

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  12

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  15

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  14

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  9

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  8

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  11

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  10

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  3

   = 1440

  No. Item eksplorasi Karier No. Item Pengambilan Keputusan Karier Responden

  2

  3

  3

  3

  21

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  20

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  23

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  22

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  17

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  16

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  2

  19

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  18

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  29

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  28

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  76

87 107 107 102

  4

  1

  4

  1

  1

  4

  98 102 100 89 107

  90

  92

  90

  94

  4

  95

  82

  86

  99

  99

  99 95 101 100

  98

  95 Skor Item

  = 931 (77,58%)

  = 1459 (81,06%) Skor Item 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 Seharusnya= 1200

  1

  1

  3

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  30

  4

  4

  1

  4

  1

  4

  1

  4

  1

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  25

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  1

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  24

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  27

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  26

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  4

  20

  2

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  5

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  7

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  6

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  1

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  44

  3

  31

  21

  22

  23

  24

  25

  26

  27

  28

  29

  30

  32

  43

  33

  34

  35

  36

  37

  38

  39

  40

  41

  42

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  13

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  12

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  15

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  14

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  9

  2

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  2

  8

  3

  2

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  11

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  10

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

   = 1800

  No. Item Peng. Karier No. Item Realistisnya Piihan Karier Responden

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  21

  3 3 192

  2

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  20

  4 4 212

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  23

  3 3 188

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  22

  4 4 205

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  17

  3 4 218

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  16

  3 4 193

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  19

  3 3 170

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  18

  3 3 215

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  29

  4 4 215

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  28

  3 3 163

  3

  3

  3

  4

  1

  

= 1083 (82,05%)

120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 120 Skor Item Seharusnya

  = 488 (81,33%)

  = 5832 Skor Item

  98

  98 95 102

  95

  

98

  88 94 101

  94 96 102 100 96 107 107

  4 4 182

  1

  4

  1

  4

  3

  4

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  4

  4

  30

  3 3 183

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  25

  4 4 201

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  1

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  24

  3 3 193

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  27

  4 3 189

  2

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  26

  3 3 195

  3

  3

  3

  45

  3 3 203

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  5

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3 3 190

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  7

  4 4 224

  3

  3 3 201

  4

  4

  4

  3

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  6

  4

  3

  3

  60 Skor Responden

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  1

  59

  3

  58

  57

  56

  

55

  54

  53

  52

  51

  50

  49

  48

  47

  46

  3

  3 2 178

  3

  3 3 216

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  13

  4 3 191

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  12

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  15

  3 3 185

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  14

  4 3 212

  4 3 196

  4

  3 3 172

  3

  3

  2

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  9

  3 3 181

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  8

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  11

  4 4 198

  2

  4 3 171

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  10

   = 600= 1320

  Taraf Kemampuan Mahasiswa Semester VIII Prodi BK USD Tahun Akademik 2006/2007 pada Setiap Aspek Kematangan Karier

1. Taraf Kemampuan Mahasiswa dari Golongan Tingkat Kematangan Karier Sangat Tinggi No Item Kemandirian Karier No. Item Perencanaan Karier

  2

  4

  2

  3

  4

  4

  

3

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

12 12 10 9 12 9 8 10 8 9 12 12 10 11 11 9 11 12 12 12 11 12 12 12 12

   = 99 (82,5%)= 171 (95%)

12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12

   = 120= 180 No. Item Peng. Karier No. Item Realistisnya Piihan Karier 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  

4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  

3

  4

  3

  3

  

4

  4

  3

  4 12 10 12 10 11 12 12 9 10 12 11 11 11 10 10 11

   = 55 (91,66%)= 119 (90,15%) 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12

   = 60= 132

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  

4

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  3

  4

  2

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  

4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  3

  4

  5

  6

  7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  

4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  

3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  

4

  4

  3

  4

  3

  3

  3 12 12 12 12 12 11 12 12 11 12 12 11 12 11 10 11 11 10 8

   = 83 (98,81%)= 131 (90,97%) 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12

   = 84= 144 No. Item Eksplorasi Karier No. Item Pengambilan Keputusan Karier

  

20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

2. Taraf Kemampuan Mahasiswa dari Golongan Tingkat Kematangan Karier Tinggi No Item No. Item Kemandirian Karier Perencanaan Karier

  1

  2

  3

  4

  5

  6

  7

  8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  2

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  2 54 48 49 51 50 46 50 48 45 53 48 49 48 47 40 41 42 40 37

   = 348 (88,77%)= 538 (80,06%) 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56

   = 392= 672 No. Item No. Item

  

Eksplorasi Karier Pengambilan Keputusan Karier

20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  

4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  2

  4

  4

  

4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  

4

  3

  2

  2

  3

  3

  2

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  

3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  

3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  4

  

4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  

4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  

3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  

4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  4

  3

  

4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  2

  1

  3

  4

  4

  

4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  4

  4

  

3

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  4

49 51 50 44 52 43 47 43 37 42 54 51 50 46 43 40 43 47 49 46 45 49 51 50 46

   = 458 (81,79%)= 710 (84,52%)

56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56

   = 560= 840

  No. Item Peng. Karier No. Item Realistisnya Piihan Karier 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  2

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  4

   = 297 (81,59%)= 474 (75,96%) 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52

  4 44 42 39 44 40 44 44 41 40 43 43 45 44 39 34 34 39 37 35

  4

  4

  1

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  2

  4

  4

  2

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  1

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  2

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  1

  4

  4

  4

  1

  4

  3

  3

  4

  3

  3

  7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

  6

  5

  4

  3

  2

  

3. Taraf Kemampuan Mahasiswa dari golongan Tingkat Kematangan Karier

Sedang No Item Kemandirian Karier No. Item Perencanaan Karier

  4

   = 280= 616

  4 45 45 52 51 47 55 53 44 45 48 51 47 49 48 49 48= 240 (85,71%)= 537 (87,17%) 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56 56

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  4

  2

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  4

  4

  4

  4

  2

  4

   = 364= 624

  No. Item Eksplorasi Karier No. Item Pengambilan Keputusan Karier

20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  

3

  2

  2

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  1

  3

  3

  3

  

3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  4

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  1

  3

  3

  3

  2

  3

  3

   = 520= 780 No. Item Peng. Karier No. Item Realistisnya Piihan Karier 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60

   = 374 (71,92%)= 578 (74,10%)

52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52

  4

37 39 40 36 43 38 37 37 31 36 41 44 42 37 41 33 32 40 38 41 39 40 37 36 37

  1

  1

  4

  1

  4

  4

  1

  1

  1

  4

  4

  

4

  4

  4

  1

  1

  4

  1

  4

  4

  4

  2

  3

  3

  2

  3

  

3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  2

  

3

  4

  3

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  4

  4 37 41 38 39 38 40 42 35 39 41 36 37 38 37 43 39= 193 (74,23%)= 427 (74,65%) 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52 52

  4

  1

  

4

  1

  1

  4

  4

  1

  4

  1

  1

  1

  1

  4

  3

  3

  3

  3

  

2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  

2

  3

  3

  3

  2

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  

3

  3

  3

  3

  3

  4

  4

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  4

  4

  2

  3

  3

  3

  

3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  2

  2

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  4

  4

  4

  3

  2

  4

  3

  

3

  3

  2

  3

  2

  2

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  2

  2

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  

3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  

3

  3

  3

  4

  4

  2

  2

  3

  3

  4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  

3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  

3

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  4

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  4

  2

  3

  3

  2

  2

  3

  3

  

4

  4

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  

3

  4

  4

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  4

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  

4

  4

  4

  3

  3

  2

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  

3

  3

  3

  2

  3

  3

  3

  3

  3

  2

  3

  3

  2

  3

  3

  4

  3

  3

  4

   = 260= 572

  Jumlah Mahasiswa yang Memperoleh Skor Item Rendah ( ≤ 2) No Item yang Jumlah Item Mahasiswa Aspek-aspek Berskor Rendah Item dengan 10% Kematangan Karier (Skor

  Mahasiswa ≤ 2) Jumlah %

  Saya bangga dengan pilihan prodi BK yang sedang saya

  1 2 6,67% tekuni saat ini.

  Saya merasa mantap dengan pilihan prodi BK yang saya

  2 3 10%

tekuni saat ini karena sesuai dengan cita-cita saya.

  Saya merasa malu apabila orang lain bertanya tentang

  3 3 10% studi saya di prodi BK.

  3 dari 6 Item

  1.Kemandirian Karier (50%)

  Saya menjalani studi di prodi BK dengan penuh

  5 1 3,33% ketekunan sebagai persiapan karier saya di masa depan.

  6 3 10% Saya sering tidak mengikuti perkuliahan di prodi BK.

  Saya menjalani studi di prodi BK hanya sebatas rutinitas

  7 1 3,33% saja, tanpa ada tuntutan untuk mengejar prestasi sebaik mungkin.

  Saya menyadari bahwa pengalaman belajar yang saya

  8 1 3,33% peroleh di bangku perkuliahan sangat berpengaruh terhadap persiapan karier saya di masa depan.

  2.Perencanaan Karier Saya menyadari bahwa kegiatan waktu luang yang saya

  9 2 6,67% lakukan selama ini membantu saya dalam persiapan karier saya.

  

100

  No Item yang Jumlah Item Mahasiswa Aspek-aspek Berskor Rendah Item dengan 10% Kematangan Karier

  Jumlah % (Skor Mahasiswa ≤ 2)

  Saya menyadari bahwa mengembangkan sikap-sikap

  11 1 3,33% yang sesuai sebagai seorang calon konselor merupakan tugas saya sejak studi di prodi BK.

  Saya tidak memikirkan prestasi belajar yang bagus di 12 prodi BK karena tidak ada dukungan dari orangtua atau 1 3,33% pimpinan komunitas.

  Saya pikir, tidak ada manfaatnya bagi saya untuk

  13 1 3,33% menambah berbagai keterampilan yang berkaitan dengan studi di prodi BK.

  Saya berusaha mewujudkan cita-cita sebagai seorang 5 dari 11 Item

  14 calon konselor sejak saya masuk bangku perkuliahan di 3 10% (45,45%) prodi BK.

  Saya sering mengganti jadwal kegiatan belajar saya 15 dengan berbagai aktivitas yang tidak ada kaitannya 9 30% dengan studi di prodi BK.

  Saya belum berusaha sungguh-sungguh menyelesaikan

  16 9 30% studi di prodi BK tepat pada waktunya.

  Saya memanfaatkan sebagian waktu luang saya dengan 17 berbagai kegiatan yang dapat memperkaya diri saya 2 6,67% sebagai seorang calon konselor.

  No Item yang Jumlah Item Mahasiswa Aspek-aspek Berskor Rendah Item dengan 10% Kematangan Karier

  Jumlah % (Skor Mahasiswa ≤ 2)

  Saya menyisihkan uang untuk membeli hal-hal yang

  18 8 26,67% berkaitan dengan persiapan karier saya sebagai seorang calon konselor.

  Saya tidak menyadari bahwa harapan orangtua atau 19 pimpinan komunitas bisa mempengaruhi pemilihan 11 36,67% karier saya.

  Saya senang mengikuti berbagai seminar atau

  20 3 10% sarasehan yang relevan dengan prodi BK Saya sangat tertarik dengan buku-buku psikologi

  21 1 3,33% popular yang berhubungan dengan studi saya di prodi BK Saya merasa malu untuk bertanya kepada orang lain

  22 1 3,33% yang memiliki informasi atau wawasan yang berkaitan dengan profesi BK.

  7 dari 9 Item

3. Eksplorasi Karier

  (77,78%) Saya merasa jenuh membaca artikel atau tulisan yang

  23 5 16,67% berhubungan dengan studi saya di prodi BK Saya mengetahui bahwa berbagai program TV

  25 6 20% memberikan manfaat bagi saya dalam mencari

informasi karier yang berkaitan dengan prodi BK.

  Bagi saya, informasi karier yang sesuai dengan prodi

  26 4 13,33%

  BK cukup saya peroleh di bangku perkuliahan dan tidak sebegitu perlu mencarinya di internet.

  No Item yang Jumlah Item Mahasiswa Aspek-aspek

  Item Berskor Rendah dengan 10% Kematangan Karier

  Jumlah % (Skor Mahasiswa ≤ 2)

  Saya sering mengunjungi perpustakaan untuk membaca 27 artikel atau tulisan yang berhubungan dengan studi 4 13,33% saya di prodi BK Saya sering mendengarkan radio yang menyiarkan

  28 14 46,67% informasi yang relevan dengan studi saya di prodi BK Saya hanya menunggu informasi karier dari teman dan

  29 5 16,67% kurang mencarinya sendiri di berbagai media massa.

  Saya merasa optimis dengan studi saya di prodi BK 30 karena ada banyak alternatif pilihan karier yang dapat 2 6,67% saya pilih setelah lulus dari prodi BK.

  Saya yakin bahwa ada prospek/peluang karier yang

  31 1 3,33% cerah bagi lulusan prodi BK.

4. Pengambilan Keputusan Karier

  Saya belum merasa yakin bahwa saya dapat berkarier

  33 4 13,33% sebagai seorang konselor di luar sekolah.

  Saya menyadari bahwa bakat-bakat yang saya miliki

  34 1 3,33% harus saya pertimbangkan dalam pemilihan karier sebagai seorang calon konselor.

  No Item yang Jumlah Item Mahasiswa Aspek-aspek Berskor Rendah Item dengan 10% Kematangan Karier

  Jumlah % (Skor Mahasiswa ≤ 2)

  Saya tidak menyadari tingginya persyaratan yang harus

  35 8 26,67% saya penuhi dalam pemilihan karier sebagai seorang konselor.

  Saya tidak menyadari adanya berbagai tantangan dan

  36 7 23,33% hambatan yang akan saya hadapi dalam mencapai cita- cita sebagai seorang konselor.

  Saya mempertimbangkan kesesuaian pilihan karier saya dengan nilai-nilai hidup yang ingin saya

  37 1 3,33% perjuangkan, seperti: prestasi, kebahagian, pengabdian, dsb.

  Saya mempertimbangkan kesesuaian pilihan karier 5 dari 13 Item

  38 2 6,67% saya dengan minat dan kemauan saya untuk bekerja (38,46%) sama dengan orang lain.

  Sampai saat ini saya belum menyadari nilai-nilai hidup

  39 1 3,33%

yang ingin saya kembangkan dalam hidup ini.

  Menurut pengalaman saya, saya tidak tahu bagaimana

  40 1 3,33% caranya bekerja sama dengan orang-orang yang berlatar balakang berbeda dengan saya.

  Saya yakin setelah lulus dari prodi BK saya dapat

  42 4 13,33% berkarier di lembaga-lembaga di luar sekolah, seperti: di rumah sakit, panti asuhan, dsb.

  No Item yang Jumlah Item Mahasiswa Aspek-aspek Berskor Rendah Item dengan 10% Kematangan Karier

  Jumlah % (Skor Mahasiswa ≤ 2)

  Hingga saat ini, saya masih ragu-ragu mengenai cita-

  43 2 6,67% cita saya setelah lulus dari prodi BK Dalam hati kecil saya sering muncul perasaan terpaksa

  44 3 10% dalam memantapkan pilihan karier yang sesuai dengan prodi BK.

  Saya sadar bahwa berkarier di Lembaga Swadaya

  45 3 10%

  Masyarakat (LSM) dapat saya jadikan alternatif pilihan karier saya. Saya memprediksikan pilihan karier sebagai seorang

  47 2 6,67%

konselor memiliki masa depan yang suram

  1 dari 4 Item

  5. Pengetahuan Karier (25%)

  Saya pikir, sedikit sekali prospek/peluang berkarier

  48 1 3,33% yang sesuai bagi lulusan prodi BK Saya mengetahui adanya standarisasi profesi konselor

  49 1 3,33% yang dikeluarkan oleh Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Saya menyadari pentingnya Program Praktik Lapangan Bimbingan dan Konseling (PPLBK) di sekolah

  50 1 3,33% sehingga saya dapat belajar dan berlatih mengoptimalkan perkembangan kepribadian saya

  6. Realistisnya Pilihan sebagai seorang calon konselor

  Karier Saya belum menyadari pentingnya keterampilan

  

52 mengelola kelas dalam persiapan karier saya sebagai

5 16,67% seorang konselor di luar sekolah.

  No Item yang Jumlah Item Mahasiswa Aspek-aspek

  Item Berskor Rendah dengan 10% Kematangan Karier

  Jumlah % (Skor Mahasiswa ≤ 2)

  Saya tidak tahu bagaimana caranya mengembangkan

  53 3 10% kemampuan/potensi saya dalam mengelola bimbingan kelompok yang baik.

  Saya berpikir bahwa kemampuan/potensi yang saya

  54 2 6,67% miliki dapat semakin berkembang dengan baik bila saya mau terlibat dalam berbagai aktivitas di kampus.

  Saya pikir, berbagai kursus atau pelatihan pengembangan kepribadian tidak mempunyai

  55 2 6,67% dampak positif dalam mengoptimalkan perkembangan kepribadian saya.

  Saya berpikir bahwa keterlibatan saya dalam 5 dari 9 Item berbagai aktivitas di kampus dan di luar kampus

  56 4 13,33%

  (55,55%) hanya membuat saya sulit konsentrasi dalam

mengembangkan kemampuan/pontensi diri saya

Saya pikir, tidak ada salahnya menerima tawaran

  57 berkarier di berbagai pelosok tanah air untuk dapat 3 10% mengembangkan bakat dan minat saya.

  Saya mengetahui bahwa persaingan mencari lapangan pekerjaan semakin sulit sehingga saya perlu

  58 4 13,33% menggali kembali berbagai peluang karier yang

sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan saya.

  Saya tidak mengetahui peluang-peluang karier yang

  60 1 3,33% sesuai bagi lulusan prodi BK, selain sebagai konselor.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Informasi penerimaan mahasiswa baru program doktor ilmu komputer universitas indonesia tahun ajaran 2013:2014 • semester ganjil
1
130
5
Efektifitas model simulasi bertingkat pada pembelajaran matematika sub pokok bahasan menghitung nilai fungsi siswa kelas VIII semester ganjil SMP Negeri 10 Jember tahun ajran 2006/2007 (Studi pada mahasiswa ppl Program studi pendidikan fisika FKIP Unej ta
1
6
107
hubungan tingkat stressor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa baru tahun ajaran 2012/2013 Fakultas Kedokteran Universitas Jember
0
6
16
Pengalaman stres praktik klinik dan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan tahun pertama dan tahun kedua praktik klinik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
4
16
86
Korelasi kemampuan akademik mahasiswa terhadap penyelesaian studi di program studi pendidikan fisika
0
6
65
Pelaksanaan program bimbingan dan konseling di MAN 2 Bogor
4
17
90
Implementasi program bimbingan dan konseling di SMA Muhammadiyah 25 Setia Budi Pamulang
0
6
83
Hubungan antara persepsi siswa terhadap bimbingan konseling dan intensitas pemanfaatan layanan bimbingan konseling di SMA PGRI 109 Tangerang
2
15
105
Penyelengaraan bimbingan dan konseling di MAN 2 Kota Bogor
3
18
103
Kamampuan mahasiswa tarjamah dalam menerjemahkan nama diri : studi kasus mahasiswa tarjamah semester VI angkatan tahun 2005-2006
0
5
119
1. Menyetujui registrasi dan konsultasi akademik semester genap tahun ajaran 2014/2015 dilakukan secara online penuh untuk mahasiswa angkatan 2014/205 dan secara online dan offline bagi mahasiswa angkatan sebelumnya dengan menggunakan Fakultas Peternakan
0
0
7
BAB I PENDAHULUAN - Manajemen bimbingan dan konseling di madrasah aliyah negeri pesawaran. - Raden Intan Repository
0
0
14
Manajemen bimbingan dan konseling di madrasah aliyah negeri pesawaran. - Raden Intan Repository
0
0
9
Manajemen bimbingan dan konseling di madrasah aliyah negeri pesawaran. - Raden Intan Repository
0
0
32
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Manajemen program layanan bimbingan konseling di Mts negeri 1 tulang bawang - Raden Intan Repository
0
0
14
Show more