Bab II Gambaran Umum Kondisi Daerah - BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

Gratis

1
7
142
1 year ago
Preview
Full text

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2.1 Aspek Geografi dan Demografi

2.1.1 Karakteristik Lokasi dan Wilayah

2.1.1.1 Letak Geografis

  Secara geografis, Kabupaten Sumedang berada pada posisi koordinat 06 34’46,18’’- 7 00’56,25’’ Lintang Selatan dan 107 01’45,63’’- 108 12’59,04’’ Bujur Timur. Kemudian dataranterendah ketinggiannya mencapai 26 meter di atas permukaan Laut dan yang tertinggi adalah puncak gunung Tampomas dengan ketinggian sekitar 1.684 meter diatas permukaan laut.

2.1.1.2 Pembagian Wilayah Administratif

  Menurut Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 2 Tahun 2012 tentangRencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang Tahun 2018-2038, luas wilayahKabupaten Sumedang adalah 155.872 Ha yang terdiri dari 26 kecamatan dengan 270 desa dan 7 kelurahan. Kecamatan yang paling luas wilayahnya adalah KecamatanJatigede yaitu 11.392 Ha dan yang paling kecil luas wilayahnya adalah Kecamatan Cisarua yaitu 1.450 Ha.

2.1.1.3. Kondisi Topografi dan Kemiringan Lereng

  dominan di wilayah Kabupaten Sumedang. Persebarannya berada di bagian tengah sampai ke tenggara, bagian selatan sampai barat daya dan bagianbarat.4.

2.1.1.4. Kondisi Curah Hujan, Suhu dan Kelembaban

  Kabupaten Sumedang memiliki iklim tropis, suhu rata-rata tahunan adalah 24,7 C, dengan curah hujan rata-rata 2.570mm, adapun curah hujan tertinggi terjadi padabulan Desember-Januari. Berdasarkan data curah hujan pada Gambar 2.2, kondisi iklim mikro sangat berpengaruh pada produksi pertanian di Kabupaten Sumedangnamun perubahan iklim tersebut tidak dapat diprediksi karena suatu hal yang alami tapi hal tersebut dapat diantisipasi dengan mencermati kondisi siklus iklimsebelumnya dan juga memperhatikan informasi cuaca dari Badan MeteorologiNasional.

2.1.1.5. Kondisi Hidrogeologi

  Aspek hidrologi suatu wilayah sangat diperlukan didalam pengendalian dan pengaturan tata air wilayah tersebut. Berdasarkan hidrogeologinya, aliran-aliransungai besar di wilayah Kabupaten Sumedang bersama anak-anak sungainya membentuk pola Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terdiri dari 4 DAS dengan 6 SubDAS yaitu : 1.

2.1.1.6 Wilayah Rawan Bencana

  Potensi bencana alam yang banyak dijumpai di Kabupaten Sumedang pada umumnya berupa gerakan tanah, erosi, banjir, angin puting beliung dan gempabumi. Untuk gerakan tanah sering terjadi di bagian utara terutama di sekitarSurian, Buahdua, Tanjungkerta, Cimalaka, Conggeang dan Rancakalong sedangkan yang di bagian timur terutama yang berada pada jalur sesar berada di Tomo,Jatigede, Darmaraja dan Jatinunggal.

2 Banjir

  Kecamatan Jatinangor; b. Kecamatan Cimanggung; c.

3 Puting Beliung

  Kecamatan Cimanggung; b. Kecamatan Cimalaka; c.

4 Gempa Bumi

  Kecamatan Jatinangor; b. Kecamatan Wado; BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH No Kawasan Bencana Lokasi Keterangans.

2.1.2 Demografi

  88.854 95.409 96.281 96.994 8.140 713Ganeas 23.561 24.319 24.416 24.494 933 38 42 Cibugel 20.926 21.326 21.375 21.413 487 38 Darmaraja 37.267 37.626 37.675 37.717 450 99 Cisitu 26.360 26.899 26.986 27.024 664 78 Situraja 37.444 38.472 38.598 38.697 1.253 Penduduk Kabupaten Sumedang berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2017 sebanyak 1.146.435 jiwa yang terdiri atas 570.808 jiwa penduduk laki- laki dan575.627 jiwa penduduk perempuan. Komposisi penduduk berstruktur umur muda ini memberikan implikasi bahwa potensi kelompok umur muda perlu mendapatkan perhatian dan pengembangansehingga mampu menghasilkan tenaga-tenaga muda yang terampil, mandiri, dan cekatan untuk mengisi dan menciptakan peluang-peluang ekonomi yang tersedia.

2.1.3 Potensi Sumberdaya

2.1.3.1 Pola Ruang Kawasan Lindung

A. Kawasan Hutan Lindung

Kawasan hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air,kesuburan tanah. Kawasan hutan lindung di wilayah Kabupaten dengan luas kurang lebih 9.085 Ha meliputi:

a. Kecamatan Jatinangor; b. Kecamatan Cimanggung; c. Kecamatan Tanjungsari; d

  Kawasan Yang Memberikan Perlindungan Terhadap Kawasan Bawahannya Kawasan resapan air di wilayah kabupaten dengan luas kurang lebih 20.017 Ha tersebar di seluruh wilayah kabupaten. C.2 Kawasan Sempadan Waduk Kawasan sekitar waduk sebagaimana dengan ketentuan bentuk daratan sepanjang tepian danau/waduk yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisikdanau/waduk, sekurang-kurangnya 50 meter dari titik pasang tertinggi ke arah daratDarmaraja; d.

D. Kawasan Suaka Alam, Pelestarian Alam dan Cagar Budaya 1 Kawasan Cagar Alam

  Kawasan cagar alam berupa Cagar Alam Gunung Jagat dengan luas kurang lebih 133 D.2 Kawasan Taman Hutan Raya Kawasan taman hutan raya berupa Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Palasari dengan luas 34 Ha terletak di Kelurahan Kota Kulon dan Kelurahan Pasanggrahan Baru Kecamatan Sumedang Selatan meliputi: a. D.5.2 Kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan meliputi Situs dan Wisata Sejarah.

2.1.3.2 Pola Ruang Kawasan Budidaya

A. Kawasan Hutan Produksi 1 Hutan Produksi Terbatas

  A.1.1 Kawasan hutan produksi yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan dengan intensitas rendah memiliki luas kurang lebih 7.121 Ha, meliputi : a. A.2.3 Kawasan hutan produksi yang mempunyai fungsi pokok memproduksi hasil hutan dengan intensitas rendah memiliki luas kurang lebih 7.121 Ha, meliputi : a.

c. Kawasan Hijauan Makanan Ternak (HMT) dan Pakan Tambahan (konsentrat) tersebar di seluruh wilayah kabupaten

  D.2 Kawasan Perikanan Budidaya Waduk Kawasan perikanan budidaya di Waduk Jatigede dan Kawasan Cincin Tampomas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b diarahkan sebagai kawasan E. Kawasan Pertambangan Kawasan pertambangan mineral bukan logam dan batuan dikembangkan berdasarkan wilayah pertambangan mineral bukan logam dan batuan.

e. Kecamatan Situraja; f. Kecamatan Cisitu; g. Kecamatan Darmaraja; h. Kecamatan Jatinunggal; i. Kecamatan Jatigede; j. Kecamatan Tomo; k. Kecamatan Ujungjaya; l

  Kecamatan Tanjungkerta; q. Kecamatan Tanjungmedar; r.

E. Kawasan Pariwisata 1 Pariwisata Budaya

  Pengembangan pariwisata budaya meliputi: a. Saung Budaya Sumedang di Kecamatan Jatinangor; b.

h. Wisata Geotheater di Kecamatan Rancakalong; dan i. Wisata budaya lainnya

  Situ Cipaingeun di Kecamatan Paseh; dan r. Wisata Pendidikan dan Olahraga Modern di Kecamatan Sukasari dan Kecamatan Jatinangor; dan g.

F. Kawasan Industri 1 Kawasan Industri Besar

a. optimalisasi Kawasan Industri Cimanggung/Rancaekek dengan luas kurang lebih 343 Ha meliputi:

1. Kecamatan Jatinangor; dan 2. Kecamatan Cimanggung

1. Kecamatan Ujungjaya; dan 2. Kecamatan Tomo

  pengembangan sentra-sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) potensial tersebar di seluruh wilayah kabupaten; danc. pengembangan sentra-sentra IKM di area peristirahatan dan interchange jalan bebas hambatan dalam rangka antisipasi pengembangan jalan bebashambatan Cisumdawu.

G. Kawasan Permukiman 1 Kawasan Permukiman Perkotaan Kawasan permukiman perkotaan memiliki luas kurang lebih 9.246 Ha meliputi: a

  Kecamatan Sumedang Selatan; h. Kecamatan G.2 Kawasan Permukiman Perdesaan Kawasan permukiman perdesaan memiliki luas kurang lebih 7.772 Ha tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

H. Kawasan Peruntukan Lainnya 1 Pusat Pemerintahan Kabupaten

  komando distrik militer (KODIM) 0610 di Kecamatan Sumedang Selatan; c. kawasan Kepolisian Resor(POLRES) Sumedang di Kecamatan Sumedang Utara; dan e.

2.2 Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah

  Pada bagian ini dijabarkan kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah KabupatenSumedang Tahun 2013-2017 sesuai amanat Permendagri 86 Tahun 2017 dan format pembagian urusan sesuai amanat Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentangpenyajian analisa Indikator Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah periode lalu setidaknya mencakup indikator impact dan indikator outcome per urusansebagaimana dijelaskan pada Gambar 2.5. Pendekatan yang digunakan dalam pembahasan indikator kinerja pada bagian ini adalah pendekatan Gap Analysis yakni perbandingan realisasi capaian indikatordengan membandingkan dengan target tahunan/SPM/target MDG’s/CapaianNasional-Provinsi/Kenaikan-Penurunan tren per tahun (pembanding dipilih salah satu per bahasan indikator, disesuaikan dengan ketersediaan data pembanding).

2.2.1 Aspek Kesejahteraan Masyarakat

2.2.1.1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi (Indikator Impact/makro)

  Dengan kata lain, aspek pemerataan menjadi pertimbangan penting dalam keberhasilan pembangunan. Dalam bagian ini akandiuraikan beberapa indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan dan pemerataan ekonomi Kabupaten Sumedang.

2.2.1.1.1. PDRB dan Pertumbuhannya

  Sedangkan berdasarkan harga konstan tahun 2010 PDRBKabupaten Sumedang mengalami pertumbuhan sebesar 6,23% pada tahun 2017 atau dengan nilai sebesar 21.276,7 milyar rupiah. Sedangkan berdasarkan harga berlaku, pertumbuhan PDRB Kabupaten Sumedang dari 2012 hingga 2017 meningkat sebesar 11.498 miliar.

2.2.1.1.2. Struktur Perekonomian

  Tabel 2.6 menunjukkan kontribusi masing-masing sektor terhadap pembentukanPDRB yang dapat menggambarkan seberapa besar peranan suatu sektor dalam menunjang perekonomian. Selama periode 2012-2017 struktur perekonomianKabupaten Sumedang didominasi oleh empat sektor, yaitu sektor Pertanian, kehutanan dan perikanan; sektor industri pengolahan; Perdagangan Besar danEceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; dan sektor konstruksi.

T,UPRODUK 16,400,809.40 17,194,506.28 18,004,693.62 18,950,356.39 20,029,716.74 21,276,696.5 DOMESTIK REGIONAL BRUTO

  Sumber : BPS Kabupaten Sumedang Berdasarkan table di atas, dapat dilihat bahwa sektor yang rata-rata mengalami peningkatan terbesar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan denganpeningkatan dari tahun 2016 ke 2017 sebesar 245.628 juta rupiah. Penurunan share dari sektor-sektor tersebut disebabkan oleh berkembangnya sektor-sektor lain yangmengalami peningkatan share PDRB dari 2012 ke 2017, diantaranya: IndustriPengolahan, Pengadaan Listrik dan Gas, Konstruksi, Transportasi dan Pergudangan,Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Jasa Keuangan dan Asuransi, JasaPendidikan, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, serta Jasa Lainnya.

PRODUK DOMESTIK REGIONAL

4.79 6.56 4.84 4.71 5.25 5.70 6.23 BRUTOSumber : BPS Kabupaten Sumedang Dalam rentang tahun 2012 dan 2017, terdapat beberapa sektor yang mengalami pertumbuhan secara signifikan, salah satu sektor tersebut adalah jasa kesehatan dankegiatan social yang mengalami peningkatan 21,65 persen di tahun 2014. Sektor lain

2.2.1.1.4. PDRB per Kapita

  10.58 8.31 9.31 PDRB Per Kapita(Rp /bln) 1,347,573 1,291,157 1,645,683 1,819,723 1,970,936 2,154,415 Sumber : BPS Kabupaten Sumedang Dilihat secara persentase, peningkatan PDRB per kapita Kabupaten Sumedang tertinggi terjadi di tahun 2014 sebesar 27,46 persen. Penurunan ini terjadi salah satunya dipicu oleh pertumbuhan penduduk di tahun 2013 yang mencapai lebih dari 300 ribu jiwa.

2.2.1.1.5. Kemiskinan dan Ketimpangan Pendapatan

  Pada tahun 2011 tercatat 12,48% penduduk miskin, kemudianmenurun menjadi 10,53% di tahun 2017. Hal ini bermakna terjadi peningkatan ketimpangan pendapatan di Kabupaten Sumedang, namun demikianjika dibandingkan dengan capaian rata-rata Provinsi Jawa Barat (0,412) di tahun 2016 dan capaian rata-rata nasional (0,409) di tahun yang sama, maka capaianindeks gini di Kabupaten Sumedang telah lebih baik.

2.2.1.2. Fokus Kesejahteraan Sosial

2.2.1.2.1. Indeks Pembangunan Manusia

  Perkembangan IPM Kabupaten Sumedang dan komponennya dari tahun 2011 hingga tahun 2016 disajikan pada Tabel 2.11. Pada tahun 2011 tercatat 66,16, meningkat menjadi 69,45 di tahun 2016.

5 Pengeluaran Per Kapita 862.78 8698.7 8828.26 8844.21 9279.32 9339

  Sumber : BPS Kabupaten Sumedang Jika dibandingkan dengan capaian IPM Nasional dan Provinsi Jawa Barat, rata-rata pertumbuhan angka IPM Kabupaten Sumedang masih dibawah IPM Nasional danProvinsi Jawa Barat. Hanya pada tahun 2013 capaian IPM Kabupaten Sumedang lebih tinggi dari capaian IPM Nasional dan Provinsi Jawa Barat.

2.2.1.2.2. Indeks Pembangunan Gender dan Indeks Pemberdayaan Gender

  Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) 65,14 62,91 64,82 72,32 68,69Sumber : BPS Kabupaten Sumedang (diolah) Sedangkan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) terdiri dari 3 (tiga) indikator komposit yaitu keterlibatan perempuan di parlemen, perempuan sebagai tenagamanager, profesional, teknisi dan sumbangan perempuan dalam pendapatan. Kabupaten Sumedang selama kurunwaktu 2011-2015 mengalami tren fluktuatif, pada tahun 2011 tercatat 65,14, kemudian meningkat menjadi 72,32 di tahun 2014, dan pada tahun 2015 mengalamipenurunan menjadi 68,69.

2.2.1.2.3. Indikator Pendidikan

  Angka Partisipasi Murni, persentase jumlah anak pada kelompok usia sekolah tertentu yang sedang bersekolah pada jenjang pendidikan yang sesuai denganusianya terhadap jumlah seluruh anak pada kelompok usia sekolah yang bersangkutan; 4. Berdasarkan tabel di atas, Angka Melek Huruf di Kabupaten Sumedang pada tahun 2017 tercatat sebesar 98,06% atau dengan kata lain hanya 1,77%masyarakat Kabupaten Sumedang yang buta huruf, namun demikian angka ini masih dibawah rata-rata capaian nasional yakni >99%.

2. Sedangkan Angka Partisipasi Kasar usia 13-15 tahun 2017 sebesar

  Angka Partisipasi Sekolah usia 13-15 tahun selama tahun 2013-2016 mengalami tren fluktuatif, pada tahun 2013 tercatat 92,77% kemudianmeningkat selama tahun 2014-2015 menjadi masing-masing 93,34% dan94,47%, namun pada tahun 2016 menurun menjadi 93,73%. Hal ini bermakna pada tahun 2016 masih terdapat penduduk usia 13-15 tahunyang tidak bersekolah.

2.2.1.2.4. Indikator Kesehatan

  Selanjutnya persentase balita gizi buruk selama tahun 2013-2017 berada dibawah1%, jika dibandingkan dengan target MDGs yakni 3,60% maka dengan demikian pencapaian indikator balita gizi buruk selama lima tahun di Kabupaten Sumedangtergolong berhasil. Adapun Angka Kematian Bayi mengalami tren penurunan selama tahun 2013-2017, pada tahun 2013 tercatat 205 bayi yang mati, kemudian menurun di tahun 2015menjadi 181 bayi, kembali mengalami penurunan di tahun 2017 menjadi 146.

2.2.1.2.5. Indikator Ketenagakerjaan

  Pada tahun 2012 tercatat 63,13%kemudian menurun menjadi 61,21% di tahun 2016, atau dengan kata lain dari 100 orang usia produktif (15-54 tahun) terdapat 61 orang memasuki pasar lapangankerja di tahun 2016. Jika dilihat dari BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH angka penurunan tenaga kerja di sektor pertanian yang disertai peningkatan tenaga kerja di sektor industri dan sektor jasa, dapat dikatakan telah terjadi pergeserantenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa di Kabupaten Sumedang.

C. Rasio Guru Terhadap Murid Per Kelas Rata-Rata

  Jenjang pendidikan SD dan SMP di KabupatenSumedang jika dibandingkan dengan angka rasio ideal sudah melampaui. Pada tahun 2017 rasio guru terhadap murid per kelas rata-rata jenjang SD sebesar 1 (satu) guruuntuk 16 murid, sedangkan pada jenjang SMP di tahun yang sama 1 (satu) guru untuk 18 murid.

1 SD

  Pada jenjang SD di tahun 2014 tercatat 435 bangunan sekolah dalam kondisi baik, kemudian padatahun 2017 meningkat menjadi 583 bangunan sekolah dalam kondisi baik. Data ini perlu dilengkapi dengan jumlah total bangunan sekolah jenjang SD dan SMP, sehingga dapat diketahui berapa persensekolah yang memiliki bangunan dalam kondisi baik.

F. Angka Putus Sekolah

  Pada tahun 2012 tercatat sebesar 85,71% murid SD/MIyang telah lulus melanjutkan ke jenjang SMP/MTs, kemudian meningkat menjadi100,29% di tahun 2017, hal ini menunjukkan minat murid SD/MI di KabupatenSumedang untuk melanjutkan studi ke tingkat selanjutnya semakin tinggi. Pada tahun 2012 sebesar 86,36% muridSMP/MTs yang telah lulus melanjutkan ke jenjang SMA/SMK/MA, kemudian meningkat menjadi 98,06% di tahun 2017.

I. Guru yang Memenuhi Kualifikasi S1/D-IV

  Pada tahun 2012 persentase guruyang memenuhi kualifikasi S-1 atau D-IV sebesar 103,6%, kemudian menurun menjadi 97,2 di tahun 2017. Merujuk pada data dalam tabel di bawah ini, dapat diketahuibahwa persentase guru yang bersertifikasi secara tren mengalami fluktuatif.

2.2.2.1.2. Urusan Kesehatan

A. Rasio Posyandu Per Satuan Balita

  Berdasarkan Tabel 2.19 dapat diketahui bahwa rasio posyandu per satuan balita diKabupaten Sumedang pada tahun 2017 adalah 1:58 atau dengan kata lain satu posyandu digunakan untuk melayani 58 balita. Kondisi tersebut telah melampauirasio ideal yang ditetapkan Kementerian Kesehatan yakni satu posyandu untuk melayani 100 balita (1:100).

B. Rasio Puskesmas dan Pustu Per Satuan Penduduk

  Jika dibandingkan dengan SPMKementerian Kesehatan yakni satu puskesmas untuk 30.000 penduduk, maka pada tahun 2017 puskesmas di Kabupaten Sumedang overload atau kelebihnan beban20.755 penduduk. Jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2017 yang ada di Kabupaten Sumedang maka target tersebut belum tercapai.

E. Cakupan Komplikasi Kebidanan Yang Ditangani

  120 100 100 97.11 90.49 100 89.73 85.81 76.68 80 80 80 80 80 80 80 80 60 40 20 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani (%) SPM (%) Gambar 2.13 Grafik Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani Sumber : Bappeda Kabupaten Sumedang F. Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan Yang Memiliki Kompetensi Kebidanan Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan di Kabupaten Sumedang dari periode tahun 2015-2017 telah mencapai100% (Gambar 2.14), artinya bahwa proses persalinan di Kabupaten Sumedang sudah seluruhnya ditangani oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensikebidanan dan sudah melampaui SPM Kementerian Kesehatan yakni 95%.

G. Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child Immunization (UCI) (%)

  Perkembangan cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) diKabupaten Sumedang selama periode 2011-2017 menunjukkan tren penurunan, hanya di tahun 2015-2016 mencapai 100% dan mengalami penurunan di tahun 2017menjadi 96%. Hal ini berarti masih terdapat bayi yang belum mendapat imunisasi dasar lengkap di setiap kelurahan dalam waktu satu tahun, meskipun demikiancapaian tahun 2017 tersebut telah melampaui SPM Kementerian Kesehatan yakni >95%.

H. Cakupan Balita Gizi Buruk Mendapat Perawatan

  Perkembangan cakupan balita gizi buruk yang mendapat perawatan di KabupatenSumedang selama periode 2011-2016 sudah mencapai 100% (Gambar 2.16). Hal ini menunjukan bahwa seluruh kasus balita gizi buruk di tahun 2013-3017 telahtertangani seluruhnya dan telah mencapai SPM Kementerian Kesehatan (100%).

I. Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit DBD (%)

  Cakupan kunjungan bayi di Kabupaten Sumedang mengalami kenaikan tren sejak tahun 2011 hingga tahun 2017. Jika dibandingkan dengan SPMKementerian Kesehatan (1 Puskesmas untuk 10.000 penduduk) maka jumlah puskesmas di Kabupaten Sumedang masih sangat kurang, idealnya Kabupatensumedang pada tahun 2016 memiliki 114 puskesmas dengan asumsi jumlah penduduk tahun 2016 sebesar 1.142.097 jiwa.

2.2.2.1.3 Urusan Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang .1. Pekerjaan Umum

A. Persentase Panjang Jaringan Jalan dalam Kondisi Baik

  Hal inimengindikasikan semua ruas jalan dengan permukaan perkerasan, bahu jalan dan saluran samping dalam kondisi baik menurut kriteria teknis (tingkat kerusakan ≤ 6%),sehingga arus lalu-lintas dapat berjalan lancar sesuai dengan kecepatan disain dan tidak ada hambatan yang disebabkan oleh kondisi jalan. Pada tahun 2015 tercatat 239,74 Km, kemudian meningkat menjadi345,27 Km di tahun 2016 dan kembali mengalami peningkatan menjadi 424,7 Km di tahun 2017.

3 Persentase jalan kabupaten

dalam kondisi baik (>40 30,12 43,37 54,83 Km/Jam)Sumber : Dinas PUPR Kabupaten Sumedang

B. Rasio Panjang Jalan Terhadap Jumlah Penduduk (per 10.000 Jiwa)

  Rasio panjang jalan terhadap jumlah penduduk adalah rasio panjang jalan per10.000 jiwa yang menggambarkan bahwa ruas-ruas jalan telah menghubungkan pusat-pusat kegiatan yang melayani jumlah penduduk di wilayah tertentu. Pada tahun 2015 tercatat sebesar 7 km/10.000 jiwa,dan mengalami penurunan pada tahun 2017 menjadi 6,8 km/10.000 jiwa (Tabel 2.24).

C. Rasio Jaringan Irigasi dan Persentase Irigasi Kabupaten dalam Kondisi Baik

  Pemerintah Kabupaten Sumedang berkewajiban dan bertanggungjawab untuk melaksanakan pengelolaan sungai dan infrastruktur irigasi yang menjadikewenangan kabupaten, dengan tiga pilar pengelolaan sumberdaya air yang meliputi: konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air danpengendalian daya rusak air. Selama tahun 2013 hingga tahun 2017 persentase irigasi dalam kondisi baik menunjukkan tren peningkatan.

2.2.2.1.4 Urusan Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman

A. Rumah Tangga Pengguna Air Bersih

  Berdasarkan tabel di bawah ini, rumah tangga pengguna air bersih tahun 2017 di Kabupaten Sumedang tercatat 70%. Kondisitersebut masih jauh di bawah target nasional yakni 100% penduduk berakses air bersih.

60 Sumedang

55 60target nasional 40 20 2014 2015 2016 2017 Gambar 2.24 Grafik Rumah Tangga Pengguna Air Bersih Sumber : Bappeda Kabupaten Sumedang

B. Rumah Tangga ber-Sanitasi (Kepemilikan WC dan Akses Sanitasi Layak)

  Target RPJMN 2015-2019 menetapkan target pada akhir tahun 2019 rumah tangga yang memiliki sanitasi mencapai 100%. Berdasarkan grafik di bawah ini, dapat kitaketahui bahwa rumah tangga yang memiliki sanitasi di Kabupaten Sumedang selama periode 2014-2017 belum mencapai target.

C. Lingkungan Pemukiman Kumuh Target MDGs untuk lingkungan kumuh perkotaan pada tahun 2015 adalah 6%

Mengacu kepada Tabel 2.26 dapat diketahui bahwa pada tahun 2017 masih terdapat

58 Ha kawasan pemukiman kumuh dari total 9.246 Ha kawasan pemukiman, dengan demikian target MDGs belum tercapai

Tabel 2.26Indikator Lingkungan Pemukiman Kumuh Tahun No Indikator 2015 2016 2017Pengurangan luasan Lingkungan 1 2.27 2.28 0.75 Pemukiman Kumuh (Ha) Luas Total Pemukiman Kumuh (Ha) 2 60 59 58 Target MDGs (Ha) 3 6 6 6 Sumber : Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Sumedang

D. Rasio Rumah Layak Huni

  Rasio rumah layak huni adalah perbandingan jumlah rumah layak huni dengan jumlah penduduk. Jika dibandingkan dengan SPM Kementerian Perumahan Rakyat BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH tentang rasio rumah layak huni, yakni sebesar 70%, maka capaian rasio rumah layak huni di Kabupaten Sumedang telah mencapai target.

E. Rumah Tangga Pengguna Listrik

  Berdasarkan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Kabupaten Sumedang, pada tahun 2013 masih terdapat 87.909 rumah tangga yang belum menggunakanlistrik atau 24,78% rumah tangga belum menggunakan listrik. Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah KabupatenSumedang untuk terus mengupayakan seluruh warganya agar mendapatkan kebutuhan dasar listrik, disamping itu pengelolaan data dan informasi perlu terusditingkatkan sehingga data-data seri dapat diakses sebagai dasar menentukan kebijakan pembangunan daerah secara tepat, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

2.2.2.1.5 Urusan Pertanahan

A. Sertifikasi Tanah Aset Pemerintah Kabupaten Sumedang

  Hasil Verifikasi Administrasi saat ini lahan yang menjadi Aset PemKab berjumlah 1142 Bidang Tanah,sedangkan yang telah bersertifikat saat ini 114 Sertifikat atau sekitar 9,98 % secara persentasenya. Tanah Aset Pemkab1200 1000 8001142 600 400Sudah 200Bersertifikat Tahun 2012 - 2017114 Tahun 2012 - 2017 Tahun 2012 - 2017 Gambar 2.27.

B. Kasus Pertanahan

Kasus Pertanahan (Sengketa, Konflik dan Perkara Tanah ) di KabupatenSumedang sejak 5 (lima) tahun terakhir yang mengemuka adalah dampak dari pembangunan mega proyek ( Jalan Tol Cisumdawu, Bendungan Jatigede, BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH Bendung Rengrang dll ) sebagian lagi merupakan konflik horisontal ( DiantaraPemilik Lahan ) yang secara umum dapat dilihat sebagai berikut : Penyelesaian 25 Kasus 20 Penyelesaian 15 Kasus 10 20 Kasus 5

10 Kasus

Kasus … Tahun 2012 - 2017 Tahun 2018 - 2022Gambar 2.28. Kasus Pertanahan di Kabupaten Sumedang Sumber : Bidang Pertanahan Dinas Perkimtan Kabupaten Sumedang

C. Izin Lokasi

Dalam Proses pembuatan Izin Lokasi yang dilaksanakan secara kolektif dengan SKPD terkait, dengan leading sectornya Dinas Penanaman ModalPelayanan Terpadu Satu Pintu, adapun Bidang Pertanahan pada DinasPerumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan melaksanakan verifikasi dan evaluasi terhadap izin lokasi di Kabupaten Sumedang yang saat ini dapatdilihat sebagai berikut : 250Estimasi Izin yang akan 200terbit Izin Sudah Terbit 150204 100124 Tahun 2012 - 502017 Tahun 2012 - 2017 Tahun 2018 - 2022 Gambar 2.29. Kasus Pertanahan di Kabupaten SumedangSumber : Bidang Perizinan DPMPTSP Kabupaten Sumedang

2.2.2.1.6 Urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat

  Sedangkan untuk cakupan patroli petugas Satpol PP selama tahun 2013 hingga tahun 2017 mengalami peningkatan, pada tahun 2013 tercatat 11,53% di tahun2017 mengalami kenaikan menjadi 69,23%. Sementara itu untuk cakupan pelayanan bencana kebakaran kabupaten selama tahun 2013 hingga tahun 2017 tidak mengalami perubahan yakni sebesar 32,04%,atau dengan kata lain masih terdapat 68% wilayah yang tidak terjangkau pelayanan bencana kebakaran, jika dibandingkan dengan target tahunan sebesar 80%, makarealisasi indikator ini belum mencapai target.

2.2.2.1.7 Urusan Sosial

  Pada tahun 2014 hingga tahun 2017 persentase PMKS yang memperoleh bantuan sosial di Kabupaten Sumedang mengalami penurunan, di tahun 2015 tercatat100,79% kemudian menurun menjadi 99,75% di tahun 2017. Selanjutnya jumlah penyandang cacat fisik danmental, serta lanjut usia tidak potensial yang telah menerima jaminan sosial pada belum mencapai target, pada tahun 2017 tercatat 286 orang sementara targettahun tersebut sejumlah 301 orang.

2.2.2.2 Fokus Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar

2.2.2.2.1 Tenaga Kerja

  Selanjutnya untuk indikator besaran kasus yang diselesaikan dengan perjanjian bersama secara tren mengalami peningkatan, pada tahun 2013 tercatat 8 kasus,kemudian dalam tiga tahun yakni tahun 2014 menjadi 36 kasus, tahun 2015 menjadi 54 kasus, tahun 2016 menjadi 73 kasus, dan menurun menjadi 24 kasus di tahun2017.penuruna tren selama tahun 2013-2017. Untuk indikator besaran tenaga kerja mendapatkan pelatihan kewirausahaan mengalami fluktiatif, pada tahun 2013 tercatat 59%, kemudian meningkat menjadi66% di tahun 2014, kembali menurun di tahun 2015 menjadi 53% dan di tahun 2014 menjadi 44%, namun pada tahun 2017 mengalami peningkatan signifikan menjadi81%.

2.2.2.2.2 Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

  Adapun indikator penyelesaianpengadian perlindungan perempuan dan anak dari tingkat kekerasan mengalami tren penurunan, pada tahun 2015 tercatat sebanyak 144 aduan yang diselesaikan,kemudian menjadi 20 aduan yang diselesaikan di tahun 2017. Selanjutnya realisasi indikator cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang mendapatkanpenanganan pengaduan oleh petugas terlatih di dalam unit pelayanan terpadu mengalami penurunan, pada tahun 2016 tercatat 261 kasus yang mendapatkanpenanganan, kemudian menurun menjadi 20 kasus di tahun 2017.

A. Persampahan

  Penanganan sampah di Kabupaten Sumedang masih belum terlaksana secara optimal, pada periode 2013-2017 persentase penanganan sampah wilayahperkotaan baru mencapai 38 % namun untuk skala kabupaten masih dibawah 12 % . Berdasarkan grafik di bawah ini, dapat diketahui bahwa tahun 2017 masih terdapat 62 % sampah di wilayah perkotaan yang tidak tertangani bahkan dalam skalakabupaten masih lebih tinggi lagi yaitu 88,4 %.

B. Tempat Penyimpanan Sampah Sementara (TPSS)/Transfer Depo, Tempat

  Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukanritasi pengangkutan sampah ke Tempat Penyimpanan Akhir Sampah (TPAS) dan pemberdayaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang melakukan PengolahanSampah secara 3 R Walauapun kondisi eksisting di lapangan KSM dimaksud belum optimal dan masih sangat memerlukan pembinaan dan pendampingan. Berikutdisajikan kondisi jumlah dan kapasitasn TPSS/Transfer Depo, TPS 3 R, JumlahTimbulan sampah dan Volume sampah terangkut di Kabupaten Sumedang selama kurun waktu 2013-2017.

B. Pengawasan Amdal dan Penegakan Hukum Lingkungan

  Realisasi indikator cakupan pengawasan terhadap pelaksanaan AMDAL dan atauUKL/UPL di Kabupaten Sumedang pada periode 2013-2017 telah mencapai target yang ditentukan. Tabel 2.33Indikator Pengawasan AMDAL dan atau UKL/UPL dan Penegakan Hukum Lingkungan Tahun No Indikator2013 2014 2015 2016 2017 1 Pengawasan AMDAL (%) 65 70 75 80 85 2 Penegakan Hukum Lingkungan 7 11 8 13 7 Sumber : Bappeda Kabupaten Sumedang Sedangkan indikator penegakan hukum lingkungan di Kabupaten Sumedang tahun2013-2017 menunjukkan capaian yang berfluktuatif.

2.2.2.2.5 Urusan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

  120 99 99 99 99 99 97.87 87.59 100 80 60 99.05 99 95.75 90.27 89.21 85.05 40 77.04 20 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017Rasio penduduk berKTP per satuan penduduk Target Gambar 2.32 Grafik Rasio Penduduk Ber-KTP Sumber : Bappeda Kabupaten Sumedang Sedangkan indikator rasio bayi berakte kelahiran secara tren menunjukkan penurunan, pada tahun 96,36% bayi lahir memiliki akte kelahiran, kemudian padatahun 2017 hanya 79,57% bayi yang memiliki akte kelahiran (Gambar 2.29). 100 80 70 70 65 60 60 60 52.5 45 83.23 40 70 62.55 63.13 44.33 202.53 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 Rasio pasangan berakte nikah Target Gambar 2.34 Grafik Rasio Pasangan Berakte Nikah Sumber : Bappeda Kabupaten Sumedang Persentase kepemilikan akta kelahiran penduduk Kabupaten Sumedang baru mencapai 49,40% pada tahun 2017 atau dengan kata lain hanya terdapat 490penduduk yang memiliki akta kelahiran dari 1.000 penduduk.

2.2.2.2.6 Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

  Secara umum capaian kinerja posyandu aktif sejak tahun 2011 hingga 2017 mengalami peningkatan tren, meskipun tidak signifikan, pada tahun 2011 tercatat1.637 kemudian meningkat menjadi 1.641 di tahun 2017. Jumlah swadaya masyarakat terhadap program pemberdayaan masyarakat mengalami peningkatan siginifikan dari tahun 2011 hingga 2017, tercatat tahun2011 sebesar 4.245 juta rupiah menjadi 9.695 juta rupiah di tahun 2017.

BP.SPAMS SPAMS BP.SPAMS BP.SPAMS

  Untuk jumlah pengelolaan sumber daya alam desa selama periode 2013-2017 mengalami kenaikan, pada tahun 2013 sebesar 80 BP Spams, kemudian pada tahun 2017 menjadi 143 BP Spams. Kemudian jumlah desa yang memilikiadministrasi Pemdes sesuai aturan mengalami penurunan dari 2015 sebesar 276 menjadi 270 di tahun 2016 dan tahun 2017.

2.2.2.2.7 Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

  Untuk realisasi indikator angka pemakaian kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah usia 15-49 tahun sejak tahun 2013-2017 telah mencapai target, namundemikian jika dilihat secara tren pada tahun 2015 mengalami penurunan menjadi79,76% dari 88,6% di tahun 2014. Pada tahun 2017 tercatat 2,32% PUS memiliki istri dibawah 20 tahun, oleh sebab itu,Untuk indikator Cakupan PUS yang ingin ber-KB tidak terpenuhi (unmetneed) diKabupaten Sumedang telah mencapai realisasi yang lebih baik jika dibandingkan dengan capaian rata-rata nasional BKKBN Tahun 2017 (17,5%).

6. Subur (PUS) yang

  3.45 3.27 3.25 2.21 2.21 2.97 2.59 2.59 2.75 4.00 4.00 2.65 2.32 2.32 istrinya dibawah20 tahun Cakupan PUS 17,5 17,5 17,5 17,5 17,5 yang ingin ber-KB (Nasio7. 8.45 12,80 6 9.36 (Nasio 5.80 8.25 (Nasio 5.50 8.48 (Nasio 5.00 8.23 (Nasi tidak terpenuhi nal)nal) nal) nal) onal) (unmetneed) 90.19 93.5 90.29 96.60 96.60 91.04 93.15 93.15 91.79 93.62 93.62 92.54 93.50 93.5 Balita (BKB) ber- KBCakupan - PKB/PLKB yangdidayagunakan Perangkat Daerah 9. 85 85 49.90 100 100 62.50 100 100 75.10 100 100 87.70 100 100 KB untukperencanaan dan pelaksanaanpembangunan Bab II Gambaran Umum Kondisi Daerah II - 85 TAHUN 2013 2014 2015 2016 2017 No daerah di bidang pengendalianpenduduk 10.

2.2.2.2.8 Urusan Perhubungan

  Kemudian indikator jumlah uji KIR angkutan umum secara tren mengalami penurunan, pada tahun 2011 tercatat 3.497 jumlah kendaraan yang melakukan ujiKIR, kemudian meningkat di tahun 2013 menjadi 4.288 uji KIR dan di tahun 2014 sebesar 4.202 ji KIR, pada tahun 2017 mengalami penurunan menjadi 3.413. Tabel 2.37Indikator Kinerja Pelayanan Perhubungan Tahun No Indikator 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017Jumlah arus penumpang 1 21,441 34,899 34,899 35,207 35,218 35,850 45,500angkutan umum 2 15 15 15 15 15 15 15 4 angkutan umum (KIR) menit menit menit menit menit menit menitSumber : Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang Selanjutnya untuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas, data pada Gambar 2.36 menunjukkan target setiap tahun belum tercapai.

2.2.2.2.9 Urusan Komunikasi dan Informatika

  Dalam konteks ini, penggunaan internet sehat oleh masyarakat(rumah tangga) perlu didorong dalam rangka menciptakan masyarakat yang melek informasi, sehingga terbukanya akses informasi dapat menciptakan masyarakat yanglebih tanggap dan aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah, hal ini ditunjang oleh adanya pemberdayaan kelompok informasi masyarakat di tingkat kecamatan. Proporsi rumah tangga dengan akses internet di Kabupaten Sumedang belum mencapai target, pada tahun 2017 hanya sebesar 52%, dengan demikian masihterdapat 48% rumah tangga yang tidak memiliki akses internet.

2 Cakupan Layanan Telekomunikasi

25 27 30 41 52 Proporsi rumah tangga dengan akses internet (%)Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumedang

2.2.2.2.10 Urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

  Secara umum tren persentase koperasi aktif di Kabupaten Sumedang pada tahun2013-2017 mengalami penurunan, pada tahun 2013 tercatat sebesar 82,36% koperasi aktif, kemudian menurun menjadi 71,67 di tahun 2017. Jumlah usaha mikro dan kecil di KabupatenSumedang selama periode 2013-2017 mengalami peningkatan tren, di tahun 2013 tercatat terdapat 8.944 usaha mikro dan kecil, meningkatn menjadi 20.760 usahamikro dan kecil di tahun 2017.

2 Jumlah usaha mikro dan kecil 8.944 9.43 15.149 15.400 0.760

Sumber : Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Sumedang

2.2.2.2.11 Urusan Penanaman Modal

  Dilihat dari jumlah investor di Kabupaten Sumedang, baik yang bersumber dari dalam negeri maupun asing jumlahnya hampir sama. Namun dilihat dari totalinvestor yang berinvestasi terdapat peningkatan yang drastis sejak tahun 2013 dengan jumlah investor yang hanya mencapai 13 naik tajam di tahun 2017 denganjumlah investor mencapai 106.

2.2.2.2.12 Urusan Kepemudaan dan Olahraga

  Untuk indikator persentaseorganisasi pemuda yang aktif setiap tahunnya mengalami peningkatan, pada tahun awal 2013 tercatat 155 organisasi pemuda, dua tahun kemudian menjadi 194organisasi pemuda di tahun 2016, kemudian meningkat kembali menjadi 213 organisasi pemudai di tahun 2017. Adapun pelatih cabangolahraga yang bersertifikasi di tahun 2013 sejumlah 30 pelatih, kemudian di tahun 2017 meningkat menjadi 55 pelatih, dalam perpektif kedepan jumlah pelatih yangbersertifikasi perlu terus ditingkatkan terutama pada cabang olahraga populer.

2.2.2.2.13 Urusan Statistik

  Jenis data yang ditampilkan meliputi sektor pemerintahan,kependudukan, dan tenaga kerja, kesejahteraan, pertanian, industri serta ekonomi dan keuangan. Buku ini merupakan sumber data dan informasi terkait KabupatenSumedang yang dapat digunakan baik oleh pemerintah maupun swasta dan masyarakat sebagai bahan informasi yang akurat dan acuan dalam perencanaan.

2 Sumber : Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumedang

  Kemudian di tahun 2015 terdapat 2 (dua) gedung kesenian dan 1 (satu)museum. Hingga tahun 2017 Kabupaten Sumedang hanya memiliki satu pusat kebudayaan dan sarana penyelenggaraan festival seni dan budaya dan satumuseum.

2.2.2.2.16 Urusan Perpustakaan

  Dalam konteks ini jumlah perpustakaan adalah jumlah perpustakaan di seluruh Kabupaten Sumedang(mencakup perpustakaan SD-SMP-Perpus di Kantor OPD) dan jumlah setiap tahunnya merupakan agregat dari tahun sebelumnya, begitu pula jumlahpengunjung merupakan jumlah pengunjung seluruh perpustakaan di Kabupaten Sumedang. Adapun Jumlah pustakawan, tenaga teknis, dan penilai yang memiliki sertifikat belum tersedia sehingga strategi manajemen perpustakaan mulai dari pengelolaansarpras perpustakaan, hingga strategi peningkatan minat baca melalui perpustakaan belum dapat dilaksanakan secara optimal.

2.2.2.2.17 Urusan Kearsipan

  Kinerja urusan kearsipan periode 2013-2017 dapat digambarkan oleh indikator padaTabel 2.46 Indikator persentase perangkat daerah yang mengelola arsip secara baku secara tren menunjukkan peningkatan capaian, pada tahun 2013 tercatat sejumlah15% OPD yang mengelola arsip secara baku, kemudian pada tahun 2017 meningkat menjadi 40% OPD, hal ini bermakna terdapat 12 OPD yang telah mengelola arsipsecara baku pada tahun 2017. Kemudian untuk indikator peningkatan SDM pengelola kearsipan mengalami penurunan, pada tahun 2013 terdapat 250 arsiparisyang meningikuti pelatihan peningkatan pengelolaan kearsipan, kemudian pada tahun 2017 terdapat 20 arsiparis, kondisi penurunan ini adanya skala prioritas untukpeningkatan tenaga fungsional arsiparis yang jumlahnya belum memadai karena kurangnya minat ASN untuk menjadi arsiparis.

2.2.2.3. Fokus Urusan Pilihan

A. Urusan Pertanian

  Bahan makanan utama penduduk diKabupaten Sumedang adalah beras, secara umum, tren produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya di Kabupaten Sumedang mengalami penurunantahun 2013-2017 dan tidak mencapai target tahunannya di tahun 2013-2016. Realisasi dan Target Produktivitas Padi atau Bahan Pangan Utama LokalLainnya per Hektar Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang Sementara itu, kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB juga mengalami penurunan, pada tahun 2013 tercatat 22,55%, kemudian menurunmenjadi 20,35% pada tahun 2017.

B. Urusan Pariwisata

  Hingga saat ini daerah tujuan wisata di Kabupaten Sumedang masih didominasi wisata berskala lokal dan memiliki daya tarik yang hampir mirip antara satu destinasidengan destinasi yang lainnya, selain itu juga belum seluruhnya dilengkapi dengan fasilitas utama penunjang pariwisata yakni warung makan (kuliner) dan penginapanserta akses transportasi yang memadai. Selanjutnya peningkatan sarana dan prasarana objek wisata serta pengembangan destinasi wisata hanya dilakukan pada tahun 2015 sebanyak 4 destinasi dan tahun 2017 sebanyak 1 destinasi.

C. Urusan Kelautan dan Perikanan

  Produksi perikanan di Kabupaten Sumedang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, pada tahun 2013 tercatat 5.987 ton, kemudian meningkat menjadi 8.146ton di tahun 2017. Hal tersebut sejalan dengan adanya tren peningkatan jumlah rumah tangga perikanan selama periode yang sama.

A. Atas dasar harga berlaku (%)

0.68 0.67 0.67 B. Atas dasar harga konstan (%) 0.65 0.65 0.63

4 Jumlah Rumah Tangga Perikanan (RT) 19.160 19.160 21.131 22.096 22.097

Sumber : Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sumedang

D. Urusan Perdagangan

  Pada tahun 2016 kontribusisektor perdagangan terhadap PDRB Kabupaten Sumedang tercatat 16,07%. Sektor perdagangan ini dijalankan oleh pedagang/usaha formal dan pedagang/usaha informal, untuk indikator cakupan bina kelompok pedagang/usaha sejak tahun 2015 hingga tahun 2017 mengalami peningkatan.

E. Urusan Perindustrian

  Sektor industri pengolahan merupakan penyumbang PDRB terbesar kedua setelah sektor pertanian dan perikanan, pada tahun 2016 tercatat 18,63%. Adapun realisasi cakupan bina kelompok pengrajinmengalami tren peningkatan meskipun tidak signifikan, pada tahun 2013 tercatat 303 bina kelompok pengrajin, kemudian meningkat menjadi 321 bina kelompokpengrajin pada tahun 2017.

1 Cakupan bina kelompok pengrajin 303 303 303 35 32

Sumber : Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Kabupaten Sumedang

F. Urusan Transmigrasi

  Oleh karena itu, peran pemerintah daerah sebagai pelaksana (rowing) sedangkan pemerintah pusat sebagai fasilitatordan memberikan arahan (steering), maka dalam pelaksanaan pembangunan transmigrasi dilakukan dengan pendekatan demand side, dimana pembangunantransmigrasi disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat dan pemerintah daerah setempat yang melibatkan pemerintah provinsi dengandukungan pemerintah kabupaten/kota. Selama periode 2013-2017 Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memberangkatkan transmigran total sebanyak 52 KK, yaitu masing-masing 10 KKpada tahun 2013, 16 KK pada tahun 2015, 21 KK pada tahun 2016, dan 5KK pada tahun 2017.

2.2.2.4 Fokus Fungsi Penunjang

A. Urusan Perencanaan

  RPJMD Kabupaten Sumedang Periode 2014-2018 juga sudah ditetapkan menjadiPerda melalui Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 1 Tahun 2014 tentangRencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sumedang Tahun2014-2018. Lebih lanjut dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sumedang Tahun2011-2031 telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang No 2 Tahun 2012.

B. Urusan Penelitian dan Pengembangan

  Pada periode 2013-2017 urusan penelitian dan pengembangan di KabupatenSumedang belum dapat dimaknai pelaksanaanya dikarenakan keterbatasan data dan informasi yang dapat merepresentasikan pelaksanaan penelitian danpengembangan inovasi dalam perencanaan pembangunan daerah. Dalam perspektif kedepan Kabupaten Sumedang akan terus menstimulasi proses penelitian danpengembangan untuk menciptakan inovasi-inovasi dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

C. Urusan Keuangan

  Namun demikian, secara pengelolaan keuangan dapat dikatakan telah baik dengan dapat dipertahankannya opini LKPDWajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI selama 4 tahun berturut-turut. Begitu juga kinerja pelaksanaan program dan kegiatan jugasangat baik dengan tidak ada satupun program pembangunan daerah yang tidak dilaksanakan (0%) sehingga terdapat keyakinan bahwa pelaskanaan pembangunandaerah telah mengacu pada dokumen perencanaan pembangunan 5 tahunan yaituRPJMD.

2 Persentase SILPA 15.8% 5.6% 7.3% -0.8% -85.57%

Realisasi Tahun No Indikator 2013 2014 2015 2016 2017 3 Persentase SILPA terhadap 5.81% 6.00% 6.65% 6.22% 0.86%APBD (Belanja) 4 Persentase SILPA terhadap 5.38% 5.57% 6.23% 6.12% 0.84%Total Penerimaan Daerah 5 Persentase program yang 0% 0% 0% 0% 0% tidak terlaksana 6 Persentase kegiatan yang 0,01% 0,10% 0,02% 0,02% 0,1% tidak terlaksana 7 Persentase belanja 45,04 42,60 39,70 38,93 37,34 pendidikan (20%) 8 Persentase belanja kesehatan 11,92 12,90 13,30 14,59 15,64 (10%)

9 Persentase Belanja Langsung 36.83% 42.04% 48.53% 38.6% 42.22%

10 Persentase Belanja tidak 63.17% 57.96% 51.47% 61.04% 57.78%langsung 11 Persentase belanja bagi hasil 0.32% 0.27% 0.24% 0.22% 0.54%ke desa 12 Ketepatan waktu penetapan Tidak Tidak Tiak Ttidak TepatAPBD Tepat Tepat Tepat epat Waktu Waktu Waktu Waktu WaktuSumber : Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumedang

D. Urusan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan

  Secara umum indikator rata-rata lama pegawai mendapatkan diklat selama periode 2013-2017 telah sesuai denganstandar, kemudian untuk indikator persentase ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan formal mengalami tren peningkatan selama periode 2013-2017, hal inimenggambarkan adanya komitmen pemerintah daerah Kabupaten Sumedang untuk meningkatkan. Untuk indikator Persentase Pejabat ASN yang telah mengikutipendidikan dan pelatihan struktural secara tren mengalami penurunan selama periode 2013-2017, hal ini terjadi karena adanya pembagian skala prioritas untukpelaksanaan diklat struktural.

E. Urusan Pengawasan

  Seiring dengan mampu dipertahankannya peroleh predikat opini WTP pada LKPDKabupaten Sumedang oleh BPK RI selama 4 tahun terakhir, menunjukkan adanya kualitas kinerja pengawasan, terutama di bidang keuangan, yang cukup baik danmemadai. Namun demikian, jika dilihat dari kecenderungan jumlah temuan dari hasil pemeriksaan BPK Ri terdapat tren yang meningkat, bahkan pada tahun 2016terdapat jumlah temuan yang bertambah drastis.

2 Persentase pelanggaran pegawai 0,15 - - 0,07 0,06

3 33 25 28 41 - Jumlah temuan BPKSumber : Inspektorat Kabupaten Sumedang

F. Urusan Sekretariat Dewan

  Adapun untuk indikator Terintegrasi program-program DPRD untuk melaksanakan fungsi pengawasan, pembentukan Perda dan Anggaran ke dalam DokumenPerencanaan dan Dokumen Anggaran Setwan DPRD setiap tahunnya telah tercapai. Tabel 2.57Indikator Kinerja Urusan Sekretariat Dewan Realisasi Tahun No Indikator 2013 2014 2015 2016 2017 1 Tersedianya Rencana Kerja ada ada ada ada ada Tahunan pada setiap Alat-alatKelengkapan DPRD Kab.

G. Urusan Administrasi Pemerintahan

  Indikator persentase peningkatan jumlah kerjasama antar lembaga selama periode2013-2017 telah menghasilkan 98 MoU dan 147 PKS, dimana MoU terbanyak dihasilkan pada tahun 2015 (27 MoU) dan PKS terbanyak dihasilkan pada tahun2016 (109 PKS).siignifikan selama kurun waktu 2013-2017, pada tahun 2013 tercatat 300 penerima bansos, kemudian menurun menjadi 23 penerima bansos di tahun 2017. Kemudian untuk indikator ASN yang bersertifikat Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) mengalami peningkatan, pada tahun 2013 tercatat hanya 222 ASN yang bersertifikatPBJ, kemudian meningkat 13 ASN pada tahun 2017 menjadi total 235 ASN yang bersertifikat PBJ.

4 Persentase

16 14 12 10 8 perkara yangditangani 5 Perda dan - Perda : 8 - Perda : 18 - Perda : 11 - Perda : 13 - Perda : 8 Perbup yang - Perbup: 72 - Perbup: 58 - Perbup: 88 - Perbup: 40 - Perbup: 107dihasilkan 6 Meningkatnya 41,45 43,57 46,52 48,50 48,58 nilai LAKIPdaerah 7 Tersedianya Dokumen Dokumen Dokumen Dokumen Sudah ada dokumen Laporan Laporan Akhir Laporan Akhir Laporan Akhir perubahanperubahan Akhir Penyusunan Penyusunan Penyusunan walaupun Analisa Jabatan Penyusunan Anjab dan ABK Anjab dan ABK Anjab dan ABK hanya untukdan Analisa Anjab dan berdasarkan berdasarkan berdasarkan PTSP Beban Kerja ABK SOTK 2011 SOTK 2011 SOTK 2011berdasarkan SOTK 2011 8 Persentase 33 naskah 24 naskah 35 naskah 134 naskah 33 naskah peningkatan (16 MoU;10 (14 MoU;10 (27 MoU;8 PKS) (25 MoU;109 (16 MoU;10jumlah PKS) PKS) PKS) PKS) kerjasama antarlembaga 10 Persentase peningkatan kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Daerah 1 PDAM 1.1 Pendapatan Asli - 22,277,732 154,372,922 - - Daerah 2 BPR Sumedang Realisasi Tahun No Indikator 2013 2014 2015 2016 2017 2.1 Pendapatan Asli 517,148,891 729,510,218 1,461,570,740 3,592,978,332 4,055,397,862 Daerah

11 Cakupan 300

63 45 13 23 penerimaBantuan Sosial 12 Jumlah ASN 222 223 232 235 235 bersertifikat PBJ 13 Persentase aset bermasalah yang terselesaikan A Penjualan dan penghapusan Aset Bergerak : 34 Unit 14 Unit 63 Unit Kategori Rusak Roda Dua Roda Empat Roda DuaBerat C - Kendaraan - 63 Unit 6 Unit Roda 7 unit Alat Kategori Limbah Roda Tiga Empat; 7 Unit BeratPadat (Scrap) Bak Container; 100 buahGrobak Tarik Sampah Bagunan (Bangunan) :(penghapusan) E KendraraanSumber : Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang

H. Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik

  Adapun jumlah LSM, Ormas, dan OKP selama periode 2013-2017 mengalami tren peningkatan, pada tahun 2013 sejumlah 70 LSM/Ormas/OKPmeningkat menjadi 257 LSM/Ormas/OKP di tahun 2017. Dalam perspektif kedepan, pembinaan terhadap ketahanan bangsa, politik dalam negeri dan ormas, serta kewaspadaan daerah perlu terus ditingkatkan dalammembantu mewujudkan masyarakat yang memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara dalam lingkup kehidupan majemuk yang sesuai dengan Pancasila danUndang-Undang Dasar 1945.

2.2.3. ASPEK DAYA SAING DAERAH

A. Persentase Desa Berstatus Swasembada Terhadap Total Desa

  Pada tahun 2013 tercatat 24,4% desaswasembada, kemudian menurun 11% menjadi 13% di tahun 2017. Hal ini perlu menjadi perhatian karena ketahanan desa diperlukan dalam menopang ketahananwilayah, sehingga pada periode 2017-2023 perlu adanya strategi peningkatan desa swasembada.

1 Persentase desa berstatus swasembada 24,4 23,7

21 21 13 terhadap total desaSumber : Bappeda Kabupaten Sumedang

2.2.3.1. Kemampuan Ekonomi Daerah

2.2.3.1.1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Per Kapita

  Tren pengeluaran per kapita masyarakat Sumedang mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2014. Pada tahun 2014, pengeluaranper kapita tercatatsebesar 8,84 juta rupiah naik menjadi 9,27 juta rupiah pada tahun 2015 dan kembali naik pada tahun 2016 menjadi 9,33 juta rupiah.

2.2.3.1.2 Nilai Tukar Petani

  Nilai tukar petani (NTP) adalah perbandingan antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan Indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang dinyatakan dalampersentase. Nilai Tukar Petani Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang Mengacu pada Gambar di atas dapat diketahui bahwa NTP di Kabupaten Sumedang selama tahun 2013-2017 tidak pernah mengalami defisit, adapun surpulus tertingiterjadi pada tahun 2013 sebesar 110.37 dan surplus terendah pada tahun 2016 yakni sebesar 104.31.

2.2.3.2. Fokus fasilitas wilayah/infrastruktur

2.2.3.2.2. Ketersediaan Air Bersih

  Ketersediaan air bersih di Kabupaten Sumedangan masih berada pada angak 70 % masyarakat yang dapat mengakses air bersih pada tahun 2017. Untuk mencapai target nasional sebesar 100 % penduduk yang memiliki akses air bersih di tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Sumedang masih harus terusmelakukan perbaikan.

2.2.3.3 Fokus Iklim Berinvestasi

  Berdasarkan Permendagri No 86 Tahun 2017, indikator yang menggambarkan Aspek daya saing daerah dalam konteks fokus iklim berinvestasi antara lain adalah (1)angka kriminalitas; (2) jumlah demonstrasi; (3) lama proses perizinan; (4) jumlah macam pajak dan retribusi daerah; dan (5) jumlah perda yang mendukung iklimusaha. Kelengkapan data dan informasi indikator tersebut disesuaikan dengan ketersediaan data dan informasi yang dimiliki masing-masing Organisasi PerangkatDaerah terkait.

1 Angka Kriminalitas

  Angka kriminalitas yang tercatat selama periode2015-2017 mengalami penurunan, pada tahun 2015 sejumlah 28 kasus, kemudian tahun 2016 menurun menjadi 23 kasus, kembali mengalami penurunan menjadi 19kasus di tahun 2017 (Tabel 2.61). Jumlah Pajak dan Retribusi Pajak dan retribusi yang berkontribusi terhadap PAD Kabupaten Sumedang selama tahun 2013-2017 antara lain adalah Retribusi IMB, Ho dan Trayek angkutan umum 2.2.3.3.5.

2.2.3.4 Fokus Sumberdaya Manusia

  Berdasarkan Permendagri No 86 Tahun 2017, indikator yang menggambarkan daya saing daerah dalam konteks fokus sumber daya manusia di suatu daerah antara lainadalah (1) Rasio ketergantungan; (2) Jumlah Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas Berdasarkan Pendidikan; (3) Jumlah PNS menurut pendidikan yang ditamatkan. Kelengkapan data dan informasi indikator tersebut disesuaikan dengan ketersediaan data dan informasi yang dimiliki masing-masing Organisasi Perangkat Daerah terkait.

2.2.3.4.1. Rasio Ketergantungan

  Semakin tinggi angka rasio ketergantungan menunjukkan semakin tinggi beban yang harus ditanggungpenduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif/tidak produktif lagi. Pada tahun 2017, angka ketergantungan Kabupaten Sumedang sebesar 48,87 hampir sama dengan angka ketergantungan nasional yakni 48,1.

2.2.3.4.2. Rasio Pencari Kerja Lulusan S1/S2/S3 dan Penduduk usia 15 tahun ke atas Berdasarkan Pendidikan yang Ditamatkan

  Padatahun 2013 tercatat 1,96% pencari kerja memiliki tingkat pendidikan S1/S2, kemudian meningkat signifikan di tahun 2015 menjadi 8,48% namun dua tahunberikutnya mengalami penurunan menjadi 1% di tahun 2016 dan 1,31% di tahun2017. Untuk kategoribukan angkatan kerja didominasi oleh yang berpendidikan SD ke bawah, SMP danSMK, hal ini menggambarkan jumlah siswa yang masih belajar di jenjang SD, SMP dan SMK lebih besar, dan juga menggambarkan warga yang sudah tidak produktifdidominasi lulusan SD, SMP dan SMK.

2.2.3.4.3. Jumlah PNS menurut pendidikan yang ditamatkan

  Jumlah lulusan perguruan tinggi yang bekerja di Pemerintah Kabupaten Sumedang mayoritas berpendidikan terakhir S1. Namun demikian dalam perspektif kedepan perlu terus ditingkatkan kualitas pendidikan pegawai di Pemerintah Kabupaten Sumedang pada jenjang S2 dan S3untuk menghasilkan pegawai-pegawai yang ahli dalam penyelesaian persoalan- persoalan pembangunan yang terus berkembang dan bersifat multidimensi.

INDIKATOR ANALISA BERDASARKAN TREN ANALISA BERDASARKAN TARGET (SPM/TARGET TAHUNAN) KETERANGAN

A. ASPEK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (INDIKATOR IMPACT)

  7 IPG (Indeks Pembangunan Gender) Tren meningkat mencapai 6 IPMTren meningkat mencapai 2. FOKUS KESEJAHTERAAN SOSIAL 5 Kemiskinan (%)Tren menurun mencapai 4 Indeks GiniTren menurun mencapai 3 PDRB per KapitaTren meningkat mencapai 2 Pertumbuhan PDRB ADHB Tren menurun belum mencapai 1 Pertumbuhan PDRB ADHK Tren meningkat mencapai 1.

APK SMP

B. ASPEK DAYA SAING DAERAH (INDIKATOR IMPACT)

C. ASPEK PELAYANAN UMUM URUSAN WAJIB PELAYANAN DASAR

1. URUSAN PENDIDIKAN

  URUSAN KESEHATAN 11 Persentase Guru yang Bersertifikasi Tren menurun - 10 Guru yang memenuhi kualifikasi S1/D-IV Tren menurun belum mencapai 9 Angka Melanjutkan SD ke SMPTren meningkat mencapai SMP ke SMATren meningkat mencapai 7 Angka Kelulusan SD100% mencapai SMP100% mencapai 7 Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi KebidananTren meningkat mencapai 5. URUSAN PERUMAHAN RAKYAT DAN KAWASAN PERMUKIMAN 7 Tersedianya luasan RTH Publik 20% dari luas wilayah Tren meningkat belum mencapai 6 Rasio Bangunan ber-IMB Tren menurun - 5 Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB 4 Rasio Panjang Jalan dengan jumlah penduduk Tren menurun - 3 Persentase jalan kabupaten dalam kondisi baik (>40 Km/Jam) Tren meningkat - 2 Ruas Jalan yang dibangun/ditingkatkan (km) Total Panjang Jalan Tren menurun - 3.

2 Penegakan PERDA (%) 100% mencapai

3 Cakupan patroli petugas Satpol PP (%) Tren meningkat belum mencapai Tingkat penyelesaian pelanggaran K3 (ketertiban, ketentraman, 4100% mencapai keindahan) di Kabupaten (%) Persentase aparatur pemadam kebakaran yang memenuhi 5 Tetap wilayah manajemen kebakaran 7 Cakupan pelayanan bencana kebakaran kabupaten (%) Tetap belum mencapai Tingkat waktu tanggap (response time rate) daerah layanan 8 Tren meningkat mencapai Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) (%) 6. URUSAN SOSIAL 1 Persentase PMKS yang memperoleh bantuan sosial Tren meningkat mencapai 2 Jumlah Panti Jompo Tetap mencapai 3 Jumlah Panti Rehabilitasi - - Jumlah Panti asuhan 4 Tren menurun mencapai Persentase panti sosial yang menerima program pemberdayaan5 sosial melalui kelompok usaha bersama (KUBE) atau kelompok Tren meningkat belum mencapai sosial ekonomi sejenis lainnya Persentase penyandang cacat fisik dan mental, serta lanjut usia 6 Tren menurun belum mencapai tidak potensial yang telah menerima jaminan sosialPersentase panti sosial yang sarana pelayanan sosial 7 Tren menurun mencapai menyediakan prasarana kesehatanPersentase wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat 8100% mencapai (WKBSM) menyediakan prasarana kesejahteraan sosial Bab II Gambar Umum Kondisi Daerah II- 130

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN , PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH ANALISA ANALISA BERDASARKAN NOINDIKATOR BERDASARKAN TARGET KETERANGAN TREN (SPM/TARGET TAHUNAN) URUSAN WAJIB PELAYANAN NON DASAR

1. URUSAN TENAGA KERJA

  1 Angka sengketa pengusaha-pekerja per tahun (%) Tren menurun - 2 Besaran kasus yang diselesaikan dengan Perjanjian Bersama (PB)Tren menurun - (%) 3 Besaran pencari kerja yang terdaftar yang ditempatkan (%) Tren menurunJumlah Penduduk Tren Meningkat Tren menurun 4 Keselamatan dan perlindungan (%) 5 Perselisihan buruh dan pengusaha terhadap kebijakan100% - Tetappemerintah daerah (%) 7 8 Besaran tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan berbasis - Tren Meningkatmasyarakat 2. PANGAN 1 Regulasi ketahanan pangan sesuai mencapai 2 Ketersediaan pangan utama Kg/1000 tren meningkat mencapai Produktivitas padi atau bahan pangan utama lokal lainnya per 3tren menurun belum mencapaihektar (%) 4 Kontribusi sektor pertanian/perkebunan terhadap PDRB (%) tren menurun belum mencapai 4.

6. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA

7 Cakupan pembinaan lembaga Bumdes Tren Meningkat - 4 Keluarga Sejahtera I Tren Menurun - 3 Keluarga Pra Sejahtera Tren Menurun - 1 Cakupan Peserta KB Aktif Tren Meningkat Mencapai 14 Jumlah desa yang menerapkan siskudes Tren Meningkat - 13 Jumlah aparatur pemerintah Desa yang menerapkan Siskudes Tren Meningkat - Tren Menurun - 10 Jumlah pengelola SDA desa Tren Meningkat - 9 Jumlah pemasyarakatan TTG 8 Cakupan pembinaan lembaga Adat Tren Meningkat - 6 Pemeliharaan Pasca Program pemberdayaan masyarakat Tetap - 5 Swadaya Masyarakat terhadap Program pemberdayaan masyarakatTren Meningkat - 4 Posyandu aktifTren Menurun - 3 LPM Berprestasi 2 Rata-rata jumlah kelompok binaan PKKTren Menurun - 1 Rata-rata jumlah kelompok binaan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM)Tren Menurun - 6 Penerapan KTP Nasional berbasis NIK TetapMencapai Sudah Diterapkan 5 Ketersediaan database kependudukan skala provinsi TetapMencapai Tersedia

11 Jumlah desa yang memiliki administrasi Pemdes sesuai aturan

7. PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA

2 Rata-rata jumlah anak per keluarga

Bab II Gambaran Umum Kondisi Daerah II - 133 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN , PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH NO INDIKATOR ANALISA BERDASARKAN TREN ANALISA BERDASARKAN TARGET (SPM/TARGET TAHUNAN) KETERANGAN 5 Rasio Akseptor KB (%) 6 Angka pemakaian kontrasepsi/CPR bagi perempuan menikah Tren Meningkat -usia 15-49 7 Cakupan Pasangan Usia Subur (PUS) yang istrinya dibawah 20 8 9 10 Cakupan PKB/PLKB yang didayagunakan Perangkat Daerah KB untuk perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah di Tren Meningkat -bidang pengendalian penduduk 11 Cakupan PUS peserta KB anggota Usaha Peningkatan 12 Rasio petugas Pembantu Pembina KB Desa (PPKBD) setiap 13 Cakupan ketersediaan dan distribusi alat dan obat kontrasepsi 100% Tetap -untuk memenuhi permintaan masyarakat 14 Cakupan penyediaan informasi Data Mikro Keluarga di setiap100%

8. PERHUBUNGAN

  KEARSIPAN 3 Jumlah rata-rata pengunjung pepustakaan/tahun Tren Meningkat - 2 Koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerahTren Meningkat - 1 Jumlah pengunjung perpustakaan per tahun Tren Meningkat - 16. PERPUSTAKAAN 5 Jumlah gedung kesedianTren Menurun - 4 Jumlah grup kesenian Tren Meningkat - 3 Benda, situs dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan Tren Meningkat - 2 Sarana Penyelenggaraan Seni dan BudayaTren Menurun - 1 Penyelenggaraan festival seni dan budaya Tren Meningkat - 15.

2 Peningkatan SDM pengelola kearsipan

URUSAN PILIHAN

Peningkatan sarana dan prasarana objek wisata serta 2 Tren menurun - pengembangan destinasi wisata

3 Terlaksananya promosi dalam dan luar negeri - Tetap

  KELAUTAN DAN PERIKANAN 1 Produksi perikanan (ton) 2 Konsumsi ikan (kg/kapita/tahun) 3 Kontribusi sektor perikanan terhadap PDRB A. Atas dasar harga konstan (%) Tren Menurun - 4 Jumlah Rumah Tangga Perikanan (RT) 3.

FOKUS FUNGSI PENUNJANG

1. PERENCANAAN 1 Tersedianya dokumen perencanaan RPJPD yang telah ditetapkan Tersedia 2 Tersedianya Dokumen Perencanaan : RPJMD yang telahTersedia 3 Tersedianya Dokumen Perencanaan : RKPD yang telahTersedia 4 Tersedianya dokumen RTRW yang telah ditetapkan denganTersedia Tetap - Bab II Gambaran Umum Kondisi Daerah II - 137 Bab II Gambar Umum Kondisi Daerah II- 138 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH NO INDIKATOR ANALISA BERDASARKAN TREN ANALISA BERDASARKAN TARGET(SPM/TARGET TAHUNAN) KETERANGAN PERDA (ada/tidak)

2. KEUANGAN

6 Jumlah pemangku jabatan fungsional tertentu pada instansi pemerintahTren Menurun - 5 Jumlah jabatan administrasi pada instansi pemerintah Tren Menurun Belum Mencapai 4 Jumlah jabatan pimpinan tinggi pada instansi pemerintah Tren Menurun Mencapai 3 Persentase Pejabat ASN yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan strukturalTren Menurun Belum Mencapai 1 Rata-rata lama pegawai mendapatkan pendidikan dan pelatihan Tetap Mencapai 12 Ketepatan waktu penetapan APBD Tren Meningkat - 11 Persentase belanja bagi hasil ke desa Tren Meningkat - 10 Persentase Belanja tidak langsung Tren Menurun - 9 Persentase Belanja Langsung Tren Meningkat - 8 Persentase belanja kesehatan (10%) Tren Meningkat - 7 Persentase belanja pendidikan (20%)Tren Menurun - 6 Persentase kegiatan yang tidak terlaksana Tren Meningkat - 5 Persentase program yang tidak terlaksana Tetap -100% 4 Persentase SILPA terhadap Total Penerimaan Daerah Tren Menurun - 3 Persentase SILPA terhadap APBD (Belanja) Tren Menurun - 2 Persentase SILPATren Menurun - 1 Opini BPK terhadap laporan keuangan Tren Meningkat -

3. KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN SERTA PELATIHAN

2 Persentase ASN yang mengikuti pendidikan dan pelatihan formal Tren Meningkat Belum Mencapai

4. PENGAWASAN

  Dengan demikian beberapa hal yang belum mencapai target tersebut seyogyanya dilaksanakan padaperiode tahun 2019-2023. Uraian lebih lanjut mengenai korelasi kinerja pemerintahan daerah 2013-2017 dengan pencapaian visi misi pembangunan periode 2013-2017disampaikan pada tabel di bawah ini.

Dokumen baru