BAB II PROFIL PERUSAHAAN - Analisis Laporan Keuangan Pada Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara

Full text

(1)

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

A. Sejarah Singkat Perusahaan

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 Ayat 2 bahwa

Pembangunan ketenagakerjaan ditunjuk untuk menyediakan lapangan kerja dan

lapangan usaha bagi setiap angkatan kerja sehingga dapat memperoleh pekerjaan

dan penghidupan yang layak bagi kemanuasiaan.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara yang

terletak pada Jalan Asrama Nomor 143 Medan berdiri pada tanggal 13 Juli 2001,

dan dikepalai oleh Bapak Ir. A. Umay. Sebelumnya Dinas Tenaga Kerja dan

Transmigrasi telah mengalami sejarah perkembangan yang terdiri atas lima kurun

waktu, yaitu:

I. Masa Hindia Belanda (1921 – 1942)

Kantor yang khusus mengurusi soal perburuhan (masa itu belum mengenal

istilah tenaga kerja), pada masa Hindia Belanda baru dibentuk pada tahun 1921

dengan staatblad 1921 no.183 dengan nama “Kantor Van Ar Beid” (kantor

pemburuhan) yang berada dibawah Departemen Kehakiman.

Pada tahun 1931 dibentuk kantor penempatan tenaga pusat yang diberi

nama “Centrale Ar Beidsburs” dalam lingkungan kantor Van Ar Beid dengan

tugas sebagai berikut:

(2)

2. Mengurus perburuhan.

3. Memajukan usaha-usaha kolonisasi buruh dan emigrasi bebas.

II. Masa Penjajahan Jepang (1942 – 1945)

Pada masa penjajahan Jepang, semua tenaga kerja dikerahkan untuk

membantu Jepang dalam memenangkan perang. Untuk keperluan itu, pemerintah

penduduk Jepang membentuk bagian pemerintahan dari pusat sampai

kabupaten-kabupaten yang dikenal dengan nama “Romokyoku” atau “Romuka”.

Tugas dari badan-badan ini adalah mengerahkan tenaga kerja untuk

keperluan pemerintah guna membangun prasarana fisik bagi keperluan perang

seperti jalan raya, jembatan, terowongan, lapangan terbang dan lain-lain. Tenaga

kerja yang dikerahkan itu disebut “Romusha” yang berarti prajurit pekerja.

III. Masa Revolusi Fisik (1945 – 1950)

Pada tahun 1946 oleh pemerintah Repubkik Indonesia dibentuk bagian

pemusatan tenaga kerja yang bernaung dibawah kementrian sosial. Bagian

pemusatan ini mempunyai kaki dikabupaten yang diberi nama Kantor Kerja

Antara.

Kementrian pemburuhan dengan mentri pertamanya Ibu S. K. Trimurti

diberi tugas menyelenggarakan urusan mengenai:

1. Perlindungan tenaga buruh dan keselamatan kerja.

2. Jaminan sosial.

3. Perselisihan perburuhan.

(3)

5. Organisasi buruh.

6. Kerjaantara (antara kerja).

7. Kewajiban bekerja dan pengerahan tenaga.

8. Pendidikan tenaga.

9. Transmigrasi perburuhan dijadikan jawaban.

Pada tahun 1948, berdasarkan penempatan pemerintah no.1 tahun 1948

tanggal 4 Februari 1948 Kementrian Pemburuhan dan Kementrian Sosial

disatukan menjadi Kementrian Perburuhan dan Sosial. Organisasi Kementrian

Perburuhan selanjutnya diatur dengan peraturan Mentri Perburuhan dan Sosial no.

1 tahun 1948. Berkas Kemetrian Perburuhan dijadikan jawaban perburuhan dan

berkas Kmentrian Sosial dijadikan jawaban sosial.

IV. Masa Orde Lama (1996)

Berdasarkan peraturan Mentri Perburuhan tanggal 16 Agustus 1945 Np.74

Jucto, peraturan Mentri Perburuhan tanggal 3 November 1955 No.103 tahun

1955, Jawatan Penempatan Tenaga direorganisasi menjadi berikut:

1. Kantor Pusat Jawatan Penempatan Tenaga Kerja.

2. Kantor Inspeksi Jawatan Tenaga.

3. Kantor Penempatan Tenaga Daerah di 37 tempat.

Pada tahun 1964 berdasarkan peraturan Mentri Perburuhan tanggal 12

September 1964 No.8 tahun 1964 diadakan lagi perubahan organisasi dan tugas

Departemen Perburuhan. Mentri Perburuhan dibantu 4 wakil pembantu mentri

(4)

a. Administrasi.

b. Penelitian, perencanaan dan penilaian.

c. Hubungan dan pengawasan perburuhan.

d. Tenaga kerja.

Dengan tugas memimpin pelaksanaan tugas Departemen Perburuhan

dalam bidang tenaga kerja yang meliputi urusan pengerahan, penyaluran dan

penempatan tenaga kerja, latihan kerja serta pembinaan buruh dan pimpinan

perusahaan.

V. Masa Orde Baru

Berdasarkan Keputusan Presiden Kabinet Ampera tanggal 3 Nopember

1966 No. 75/u/Kep/11/1966 tentang Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas

Departemen Tenaga Kerja mempunyai seorang sekretaris jenderal sebagai unsur

pembina umum administratif yang merupakan unsur pembantu pimpinan

departemen. Kemudian 2 direktur jenderal sebagai unsur pembinaan teknis yang

merupakan pelaksanaan utama departemen masing-masing untuk urusan

pembinaan dan tenaga.

B. Visi Dan Misi Perusahaan

a. Visi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara

(5)

“Terwujudnya Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang Sejahtera” makna yang

terkandung dalam visi tersebut adalah :

1. Terwujudnya tenaga kerja kompeten dan produktif.

2. Terwujudnya penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja.

3. Terwujudnya hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan

berkeadilan.

4. Terwujudnya perlindungan tenaga kerja.

5. Terwujudnya kesejahteraan pekerja dan purna kerja.

6. Terwujudnya penataan persebaran penduduk yang serasi, seimbang dan

sejahtera.

b. Misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara

Untuk merealisasikan visi dan memberikan arah serta tujuan yang akan

diwujudkan maupun memberikan fokus terhadap program dan kegiatan yang

dilaksanakan, maka misi Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera

Utara adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan dan mengembangkan kompetensi dan produktivitas tenaga

kerja.

2. Menentukan penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja.

3. Meningkatkan dan mengembangkan hubungan industrial yang harmonis,

dinamis dan berkeadilan serta kesejahteraan pekerja dan purna kerja.

4. Meningkatkan dan mengembangkan perlindungan ketenagakerjaan dan

(6)

5. Mengembangkan potensi sumber daya manusia dan memfasilitasi

perpindahan penduduk untuk memenuhi kebutuhan pengembangan

pemukiman transmigrasi yang berwawasan lingkungan.

6. Mengembangkan masyarakat dan kawasan transmigrasi yang sejahtera

untuk mendukung pengembangan daerah.

7. Meningkatkan kualitas perencanaan dan sistem informasi ketenagakerjaan

dan transmigrasi.

8. Meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang

berkompeten dilindungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi

Sumatera Utara.

C. Tujuan Dan Sasaran Perusahaan a. Tujuan Perusahaan

Untuk merealisasikan Visi dan Misi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Provinsi Sumatera Utara, maka tujuan yang akan dicapai adalah sebagai berikut :

1. Menetapkan komitmen personil dilingkungan Dinas Tenaga Kerja dan

Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara kepada keberhasilan pelaksanaan

tugas secara maksimal dan berkualitas.

2. Meningkatkan perencanaan dan pengendalian program ketenagakerjaan

dan transmigrasi.

3. Meningkatkan penyajian informasi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.

(7)

5. Meningkatkan penanggulangan pengangguran dan perluasan kesempatan

kerja.

6. Meningkatkan jumlah perusahaan yang melakukan mekanisme dan

hubungan industrial yang harmonis.

7. Meningkatkan jumlah pengusaha dan pekerja yang melaksanakan

peraturan ataupun norma ketenagakerjaan.

8. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.

9. Meningkatkan kualitas penyimpanan pemukiman pengerahan, fasilitas

perpindahan dan penempatan transmigrasi.

10.Meningkatkan kualitas sosial budaya, pengembangan usaha ekonomi dan

investasi kawasan transmigran dan pelatihan transmigrasi.

b. Sasaran Perusahaan

Untuk mewujudkan tujuan yang telah diuraikan, yang merupakan

penjabaran dan langkah untuk penerapan Visi dan Misi, serta memberikan fokus

terhadap program, kegiatan dan alokasi sumber daya organisasi, maka sasaran

yang perlu dicapai selama 5 tahun adalah sebagai berikut:

1. Para pegawai memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sesuai

dengan kepentingan pelaksanaan tugas, mampu melaksanakan tugas yang

berkembang secara berkualitas yang didukung sikap dan moral yang

(8)

2. Masyarakat mengerti dan memahami dunia ketenagakerjaan dan

ketransmigrasian dengan menyajikan informasi ketenagakerjaan dan

ketransmigrasian yang akurat dan up to date.

3. Program ketenagakerjaan ketransmigrasian dapat terlaksana dengan

perencanaan ketenagakerjaan dan transmigrasi yang sistematis, terkendali,

terpadu dan berkesinambungan.

4. Tenaga kerja yang akan memasuki dunia kerja dan yang terkait dengan

hubungan kerja memiliki kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi.

5. Masyarakat pengusaha dan pekerja memahami pentingnya produktifitas

untuk peningkatan kesejahteraan.

6. Terbukanya informasi kesempatan kerja dalam negeri dan luar negeri

dengan adanya penyuluhan jabatan dan pelayanan penempatan serta

informasi pasar kerja.

7. Terciptanya lapangan kerja baru dalam rangka penanggulangan

pengengguran melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, pendayagunaan

tenaga kerja dan penciptaan wirausaha baru serta pengendalian

penggunaan tenaga kerja asing pendapat dalam rangka ahli teknologi.

8. Antisipasi gejolak hubungan industrial dengan menumbuh kembangkan

lembaga Bipartite agar tercipta hubungan yang harmonis antara pekerja

dan pengusaha.

9. Penanganan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial secara

cepat dan tepat dengan mekanisme yang diatur oleh peraturan

(9)

10.Pekerja menerima upah yang layak sesuai kondisi perkembangan

perekonomian daerah dengan mekanisme ketentuan yang berlaku sehingga

kesejahteraan pekerja dan purna kerja dapat meningkat.

11.Pekerja dapat perlindungan dalam melakukan hubungan kerja maupun

diluar hubungan kerja sesuia peraturan perundang-undangan dan ketentuan

yang menyangkut norma, kesehatan dan keselamatan kerja.

12.Penanganan mobilitasi akibat adanya gejolak sosial atau bencana alam

dengan pengerahan dan penempatan ke suatu pemukiman transmigrasi

yang dapat berkembang.

13.Pembangunan kawasan transmigrasi yang layak huni, layak usaha, layak

berkembang, layak lingkungan sesuai dengan sosial budaya masyarakat

yang aman, tertib, dan sejahtera.

14.Mantapnya motivasi dan peranan warga transmigran untuk menerapkan

ilmu pengetahuan dan teknologi.

15.Meningkatkan operasional, pengelolaan dan pengadilan potensi

ketenagakerjaan dan ketransmigrasian.

16.Menyelaraskan program pembangunan daerah dengan program

Pembangunan Nasional bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian di

tingkat Provinsi dengan Kabupaten/kota.

D. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan susunan pola perhubungan antara

(10)

tanggungjawab dari masing-masing staf pegawai sehingga proses pelaksanaan

kerja semakin efektif dan mempermudah pencapaian tujuan yang telah ada.

Adapun struktur organisasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah sebagai

(11)
(12)

Didalam tubuh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera

Utara dan wewenang telah ditetapkan, adapun tugas dan wewenang setiap bagian

yang terdapat didalamnya, antara lain sebagai berikut:

1. Kepala Dinas

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas

membantu Gubernur dalam melaksanakan tugas otonomi, tugas

pembantuan, serta tugas dekonsentrasi dibidang ketenagakerjaan dan

transmigrasi. Untuk menyelenggarakan sebagaimana tugas tersebut, kepala

dinas menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

a. Penyiapan konsep standar pelaksanaan kewenangan daerah

kabupaten/kota, standar pelaksanaan tugas-tugas dinas dibidang

ketenagakerjaan dan transmigrasi.

b. Pelaksanaan pembangunan jangka menengah dan tahunan dibidang

ketenagakerjaan dan transmigrasi, sesuai kebijakan daerah dengan

ketentuan dan standar yang ditetapkan.

c. Penyelenggaraan koordinasi dan kerja sama kemitraan dengan

pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan pembangunan bidang ketenagakerjaan

dan transmigrasi sesuai kebijakan daerah ketentuan dan standar yang

ditetapkan.

2. Wakil Kepala Dinas

Wakil Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi mempunyai tugas membantu

(13)

tugas pembantuan ditenaga kerja dan trasnmigrasi. Adapun fungsi wakil

kepala dinas adalah sebagai berikut:

a. Pelaksanaan tugas dan fungsi kepala dinas apabila kepala dinas

berhalangan sesuai standar yang diharapkan

b. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan Kepala Dinas sesuai bidang

tugas dan fungsinya

c. Pemberian masukan yang perlu kepada Kepala Dinas sesuai bidang

dan fungsinya

d. Pelaporan dan pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas dan

fungsinya kepada Kepala Dinas sesuai standar yang ditetapkan.

3. Kepala Bagian Tata Usaha

Kepala bagian tata usaha mempunyai tugas membantu kepala dinas

dibidang umum, perlengkapan, keuangan, kepegawaian, organisasi dan

hukum.

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut kepala bagian tata usaha

dibantu oleh:

3.1. Kepala Sub Bagian Umum

Tugas kepala sub bagian umum sebagai berikut:

- Mengumpulkan, mengelola dan menyajikan bahan/data untuk

penyempurnaan dan penyusunan standar prosedur penyelenggaraan

urusan tata usaha, administrasi umum dan barang/perlengkapan

(14)

- Menyelenggarakan urusan tata usaha, administrasi umum dan

barang/perlengkapan dan perjalanan dinas, sesuai ketentuan dan

standar yang ditetapkan.

- Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bagian tata

usaha, sesuai bidang tugasnya.

- Memberikan masukan yang perlu kepada kepala bagian usaha.

3.2. Kepala Sub Bagian Keuangan

Tugas kepala sub bagian keuangan sebagai berikut:

- Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyempurnaan dan penyusunan standar pelaksanaan prosedur dan

akuntabilitas pengolahan keuangan.

- Menyusun rencana belanja dan menyelenggarakan administrasi

keuangan serta membuat laporan keuangan, sesuai ketentuan

standar yang ditetapkan.

- Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bagian tata

usaha sesuai bidang dan tugasnya.

3.3. Kepala Sub Kepegawaian

Tugas kepala sub kepegawaian sebagai berikut:

- Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

pembaruan dan kepegawaian.

- Menyelenggarakan administrasi kepegawaian, penegakan disiplin

dan pembinaan kesejahteraan, sesuai ketentuan dan standar yang

(15)

- Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bagian tata

usaha sesuai bidang tugasnya.

- Memberikan masukan yang perlu kepada kepala bagian tata usaha

sesuai bidang dan tugasnya.

3.4. Kepala Sub Bagian Organisasi dan Hukum

Tugas kepala sub bagian organisasi dan hukum sebagai berikut:

- Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan dan penyempurnaan standar pelaksanaan prosedur

kerja, tata kerja, sarana administrasi sistem pelayanan serta

penyiapan dan pengkajian produk-produk hukum dilingkungan

dinas.

- Melaksanakan upaya pemantapan prosedur kerja, tata kerja, tata

naskah dinas, sarana administrasi sistem pelayanan, pengkajian dan

eksaminasi produk-produk hukum sesuai ketentuan dan standar

yang ditetapkan.

- Melaksanakan advokasi dan pembelaan berkoordinasi dengan biro

hukum, sesuai ketentuan dan standar yang ditetapkan.

4. Kepala Seksi Penyusunan Program

Tugas kepala seksi penyusunan program sebagai berikut:

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

menyusun dan menyempurnakan standar penyusunan program

(16)

b. Menyelenggarakan penyusunan program pelatihan, sesuai ketentuan

dan standar yang ditetapkan.

c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala balai sesuai

bidang tugasnya.

d. Memberikan masukan yang perlu kepada balai sesuai bidang tugasnya.

5. Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi

Tugas kepala seksi monitoring dan evaluasi sebagai berikut:

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan dan penyempurnaan standar pelaksanaan kewenangan

daerah kabupaten/kota.

b. Menyelenggarakan sosialisasi, evaluasi pembinaan, pemberdayaan dan

pengendalian penerapan standar pelaksanaan monitoring evaluasi dan

pelaporan, sesuai standar yang ditetapkan.

c. Menyelenggarakan monitoring, evaluasi dan penyusunan laporan

penyelenggaraan kegiatan dan transmigrasi sesuai ketentuan yang

ditetapkan.

6. Kepala Seksi Sistem Informasi dan Penyuluhan

Tugas kepala seksi sistem informasi dan penyuluhan sebagai berikut:

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

(17)

daerah kabupaten/kota serta standar pelaksanaan program informasi

dan penyuluhan serta perencanaan tenaga kerja.

b. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan rencana jangka menengah dan tahunan pembangunan dan

peningkatan informasi dan penyuluhan.

c. Menyelenggarakan sosialisasi, evaluasi pembinaan, pemberdayaan dan

pengendalian penerapan standar pelaksanaan informasi dan

penyuluhan serta perencanaan tenaga kerja, sesuai ketentuan dan

standar yang berlaku.

7. Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat

Tugas kepala seksi peran serta masyarakat sebagai berikut:

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan dan penyempurnaan standar pelaksanaan kewenangan

daerah kabupaten/kota serta standar pelaksanaan tugas-tugas dinas

dalam pelaksanaan peran serta masyarakat.

b. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan rencana jangka menengah dan tahunan dibidang

pengembangan dan peningkatan peran serta masyarakat sesuai

ketentuan dan standar yang ditetapkan.

c. Menyelenggarakan pembinaan dan pemberdayaan serta sosialisasi,

evaluasi dan pengendalian standar pelaksanaan peran serta masyarakat

(18)

8. Kepala Sub Dinas Penempatan Transmigrasi

Tugas kepala sub dinas penempatan transmigrasi sebagai berikut:

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan untuk penyusunan dan

penyempurnaan standar pelaksanaan kewenangan daerah

kabupaten/kota serta standar pelaksanaan tugas-tugas dinas dalam

pelaksanaan persiapan kawasan.

b. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan rencana menengah dan tahunan dalam peningkatan

persiapan kawasan sesuai ketentuan yang berlaku.

c. Menyelenggarakan pembinaan dan pemberdayaan, serta sosialisasi,

evaluasi dan pengendalian penerapan standar pelaksanaan persiapan

kawasan sesuai ketentuan dan standar yang berlaku.

9. Kepala Seksi Produktifitas dan Mandiri

Tugas kepala seksi produktifitas dan mandiri sebagai berikut:

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan dan penyempurnaan standar pelaksanaan kewenangan

daerah kabupaten/kota serta standar pelaksanaan tugas-tugas dinas

dalam pengembangan tenaga kerja mandiri, teknologi tepat guna dan

perluasan lapangan kerja dalam rangka pendayagunaan tenaga kerja

(19)

b. Mengumpulkan, mengelola dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan rencan jangka menengah dan tahunan dibidang

pengembangan tenaga kerja mandiri, dan teknologi tepat guna.

10.Kepala Seksi Usaha Ekonomi dan Investasi

Tugas kepala seksi usaha ekonomi dan investasi sebagai berikut:

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan dan penyempurnaan standar pelaksanaan kewenangan

daerah kabupaten/kota serta standar pelaksanaan tugas-tugas dinas

dalam pelaksanaan usaha ekonomi dan investasi.

b. Mengumpulkan dan mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan rencana jangka menengah dan tahunan dibidang

pengembangan dan peningkatan usaha ekonomi dan investasi sesuai

ketentuan dan standar.

c. Menyelenggarakan pembinaan dan pemberdayaan serta sosialisasi,

evaluasi dan pengendalian penerapan standar pelaksanaan usaha

ekonomi dan investasi sesuai ketentuan dan standar yang diterapkan.

11.Kepala Seksi Budaya

Tugas kepala seksi budaya sebagai berikut:

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

(20)

daerah kabupaten/kota serta standar pelaksanaan tugas-tugas dinas

dalam pelaksanaan sosial budaya.

b. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan dan penyempurnaan standar pelaksanaan tugas-tugas dinas

dalam pelaksanaan sosial budaya sesuai ketentuan yang ditetapkan.

c. Menyelenggarakan pembinaan dan pemberdayaan, serta sosialisasi

evaluasi dan pengendalian penerapan standar pelaksanaan usaha

ekonomi dan investasi sesuai ketentuan dan standar yang diterapkan.

12.Kepala Seksi Persyaratan Kerja

Tugas kepala seksi persyaratan kerja yaitu mengumpulkan, mengolah dan

menyajikan bahan/data untuk penyusunan dan penyempurnaan standar

pelaksanaan kewenangan daerah kabupaten/kota serta standar pelaksanaan

tugas-tugas dinas dalam pelaksanaan pembinaan persyaratan kerja serta

penepatan Upah Minimum (UPM) dan Upah Minimum Sektoral Provinsi

(UMSP).

13.Seksi Persiapan Kawasan

(21)

a. Menumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan dan penyempurnaan standar pelaksanaan kewenangan

daerah kabupaten/kota serta standar pelaksanaan persiapan kawasan.

b. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan rencana jangka menengah dan tahunan dibidang

pengembangan dan peningkatan usaha ekonomi dan investasi sesuai

ketentuan dan standar.

c. Menyelenggarakan pembinaan dan pemberdayaan serta sosialisasi

evaluasi dan pengendalian penerapan standar pelaksanaan usaha

persiapan kawasan sesuai ketentuan dan standar yang diterapkan.

14.Seksi Pelatihan dan Teknologi

Tugas seksi pelatihan dan teknologi yaitu:

a. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan dan penyempurnaan standar pelaksanaan kewenangan

daerah kabupaten/kota serta standar pelaksanaaan tugas-tugasnya

dalam pengembangan tenaga kerja, teknologi tepat guna dan perluasan

lapangan kerja dalam rangka pendayagunaan tenaga kerja penganggur

melalui sistem padat karya.

b. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/data untuk

penyusunan rencana jangka menengah dan tahunan dibidang pelatihan

(22)

E. Kinerja Usaha Terkini

Kinerja usaha pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi memuat ikhtisar

realisasi pencapaian target kinerja APBD menurut urusan pemerintah daerah,

berupa gambaran realisasi pencapaian efektifitas dan efisiensi program dan

kegiatan yang meliputi:

1. Entitas akuntansi dan entitas pelaporan keuangan yang menyajikan

informasi tentang organisasi yang ditetapkan sebagai entitas akuntansi dan

entitas pelaporan keuangan derah.

2. Basis akuntansi yang mendasari penyusunan pelaporan keuangan,

menyajikan informasi tentang penerapan kebijakan basis kas atau basis

akrual untuk pengakuan pendapatan, belanja, atau pembiayaan serta

penerapan kebijakan basis akrual untuk pengakuan asset dan ekuitas dana.

Basis pengukuran yang mendasari pelaporan keuangan menyajikan

informasi tentang penerapan kebijakan basis pengukuran atas

laporan-laporan keuangan daerah. Dalam bagian ini harus disajikan proses

penetapan nilaii setiap asset dan ekuitas dana. Informasi pengukuran

pos-pos laporan-laporan keuangan harus jelas menggambarkan nilai perolehan

historis. Nilai perolehan historis yaitu asset yang harus dicatat, diukur

sebesar pengeluaran kas dan setara kas atau sebesar nilai wajar dari

imbalan yang diberikan untuk memperoleh asset tersebut, dan ekuitas dana

dicatat atau diukur sebesar total nilai asset.

(23)

kebijakan akuntansi yang telah diterapkan dan kebijakan akuntansi yang

belum diterapkan atas pos-pos laporan keuangan sesuai dengan standar

akuntansi pemerintah.

F. Rencana Kegiatan Perusahaan

Rencana kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan

Transmigrasi berdasarkan penyusunan rencana review atas laporan keuangan

pemerintah daerah yang dikoordinasikan oleh Inspektorat Jenderal Departemen

Dalam Negeri / Inspektorat Provinsi. Rencana review sebagaimana dituangkan

dalam Rencana Kerja Pengawasan Tahunan dan Program Kerja Pengawasan

Tahunan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri. Perencanaan

review sebagaimana dimaksud meliputi:

a. pemahaman atas entitas;

b. penilaian atas Sistem Pengendalian Intern;

c. penyusunan Program Kerja Review.

Rencana review sebagaimana dimaksud didasarkan atas prinsip

kesesuaian, keterpaduan, menghindari tumpang tindih, efisiensi dan efektifitas

dalam penggunaan sumber daya pengawasan. Pemahaman atas entitas

sebagaimana dimaksud meliputi:

a. pemahaman latar belakang dan sifat dari lingkungan operasional entitas

pelaporan;

(24)

c. pemahaman terhadap prinsip dan metode akuntansi dalam pembuatan

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (24 pages)