Tabel 3.2 Identifikasi Kawasan Strategis Kota Makassar (KSK) berdasarkan RTRW

 0  0  37  2019-03-15 02:40:53 Laporkan dokumen yang dilanggar

III - 1

  4 Sistem Jaringan Drainase Pengembangan, peningkatan, dan pemantapan kualitas sistem jaringan drainase primer Pengembangan, peningkatan, dan pemantapan kualitas sistem saluran drainase primer Pengembangan, peningkatan, dan pemantapan sistem saluran drainase primer AREA V (wilayah timur kota) Pengembangan, peningkatan, dan pemantapan kualitas sistem saluran drainase sekunder. (Who) Kawasan Industri dilakukan Oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten sesuai dengan Kewenangannya, dengan melibatkan Investor.(Why) Pelabuhan dan Bandara yang terus dikembangkan, menjadikan kawasanMaminasata merupakan kawasan yang dapat berkembang sebagai pusat kegiatan Jasa, Industri, Perdagangan, dan Pariwisata yang berdaya saingInternasional.

E. Arahan Wilayah Pengembangan Strategis

  (Who) Kawasan Industri dilakukan Oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten sesuai dengan Kewenangannya, dengan melibatkan Investor.(Why) Pelabuhan dan Bandara yang terus dikembangkan, menjadikan kawasanMaminasata merupakan kawasan yang dapat berkembang sebagai pusat kegiatan Jasa, Industri, Perdagangan, dan Pariwisata yang berdaya saingInternasional. Dengan Sumber Daya Alam yang sangat mendukung dan melimpah, kawasan ini akan menjadi kawasan metropolitan baru(How) Eksternal (dengan Kegiatan di luar Sulawesi Selatan, yang mendukung kegiatanIndustri, Perdagangan, Jasa dan Pariwisata, mulai aksesibilitas, akomodasi, industri, tenaga kerja, sampai kepada pendistribusiannya.

F. Arahan Rencana Pembangunan Daerah

  Dalam penyusunan RPI2JM Kota Makassar, tentu perlu mengacu pada rencana pembangunan daerah yang tertuang dalam RPJMD agar pembangunansektor Cipta Karya dapat terpadu dengan pembangunan bidang lainnya. RPJMD Kota Makassar tahun 2014-2019 menjadi acuan bagi seluruhSatuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun RencanaStrategis (Renstra-SKPD), dan dalam pelaksanaannya akan dijabarkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD).

i. Visi Kota Makassar Tahun 2014-2019

  Dihubungkan dengan visiRPJMD Provinsi Sulawesi Selatan 2013-2018, relevansi visi RPJMD Kota Makassar 2014- PROVINSI SULAWESI SELATAN KOTA MAKASSAR DINAS PEKERJAAN UMUM (PU) III - 13 2019 terletak pada posisi “Makassar kota dunia yang nyaman untuk semua” yang merupakan bagian penting dari terwujudnya “Sulawesi Selatan sebagai Pilar UtamaPembangunan Nasional dan Simpul Jejaring Akselerasi Kesejahteraan pada Tahun 2018”. Nyaman, dimaksudkan adalah terwujudnya proses pembangunan yang semakin menyempitkan kesenjangan dan melahirkan kemandirian secara stabil, dalam struktur dan pola ruang kota yang menjamin kenyamanan bagi berkembangnyamasyarakat yang mengedepankankan prinsip inklusifitas serta pola hubungan yang setara antara stakeholder dan stakeowner dalam pembangunan.

ii. Misi Kota Makassar Tahun 2014-2019

  (1) Merekonstruksi nasib rakyat menjadi masyarakat sejahtera kelas duniaPROVINSI SULAWESI SELATAN KOTA MAKASSAR DINAS PEKERJAAN UMUM (PU) III - 14 Misi ini mencakup berbagai upaya umum dalam hal: (1) pengurangan pengangguran, (2) pemberian jaminan sosial keluarga, (3) pelayanan kesehatan gratis(4) pelayanan pendidikan gratis, (5) penukaran sampah dengan beras, (6) pelatihan keterampilan dan pemberian dana bergulir, (7) pembangunan rumah murah, dan (8)pengembangan kebun kota. (2) Merestorasi tata ruang kota menjadi kota nyaman berkelas dunia Misi ini mencakup berbagai upaya umum dalam hal: (1) penyelesaian masalah banjir, (2) pembentukan badan pengendali pembangunan kota, (3) pembangunanwaterfront city, (4) penataan transportasi publik, (5) pengembangan infrastruktur kota, (6) pengembangan pinggiran kota, (7) pengembangan taman tematik, (8)penataan lorong.

3.2 RENCANA STRATEGIS INFARSTRUKTUR BIDANG CIPTA KARYA

  18 Tahun 2007, Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum adalah suatu rencana jangka panjang (15-20 tahun) yang merupakan bagian atau tahap awal dariperencanaan air minum jaringan perpipaan dan bukan jaringan perpipaan berdasarkan proyeksi kebutuhan air minum pada satu periode yang dibagi dalambeberapa tahapan dan memuat komponen utama sistem beserta dimensi- dimensinya. Strategi Sanitasi Kota (SSK)Strategi Sanitasi Kota adalah dokumen rencana strategis berjangka menengah yang disusun untuk percepatan pembangunan sektor sanitasi Kabupaten yang berisi potret kondisi sanitasi kota saat ini, rencana strategi dan rencana tindak pembangunan sanitasi jangka menengah.

d. Menggabungkan pendekatan ‘top down’ dengan ‘bottom up’

  Sedangkan Prioritas Arah Kebijakan adalah : 1. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan hidup didasarkan pada agenda21 (nasional dan global) dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan nasional yang berkelanjutan (sustainable development); 2.

3. Meningkatkan koordinasi pengelolaan lingkungan hidup;

  4. Meningkatkan upaya pengendalian dampak lingkungan akibat kegiatan pembangunan; 5.

1. Program Pembangunan Kinerja Pengelolaan Persampahan

  1) Meningkatkan keterlibatan warga dalam pengelolaan air limbah domestik dalam bentuk KSM di 80 lokasi dalam program USRI dan KSM / BPS padaprogram SLBM DAK & IEG AusAid sampai tahun 2017.2) Meningkatkan cakupan rumah sehat dari 261.958 unit menjadi 295.439 unit sampai tahun 2017 (100%).3) Meningkatkan cakupan jamban keluarga melalui pembangunan IPAL komunal dari 14 unit menjadi 100 unit pada tahun 2017. Sasaran Salah satunya adalah rencana pembangunan IPAL Losari dan IPAL Kawasan 1) Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik.2) Meningkatkan akses layanan sanitasi melalui pembangunan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah domestic melalui IPAL komunal dan on site.

A. Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengembangan Air Limbah Domestik Tujuan

  KOTA MAKASSAR PROVINSI SULAWESI SELATAN RPIJMRENCANA PROGRAM INVESTASI JANGKA MENENGAH BIDANG CIPTA KARYA KOTA MAKASSAR 2017-2021Strategi 1) Mengoptimalkan kader lingkungan dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan air limbah domestik.2) Optimalisasi/implementasi program sanitasi dan jaringan air limbah rumah sehat.3) Implementasi program air limbah terhadap masyakat yang masih BABS.4) Melibatkan sektor swasta dalam pengelolaan air limbah. Strategi 1) Mengoptimalkan fungsi pokja dan kader lingkungan dengan melibatkan peran serta masyarakat.2) Membangun komunikasi kader lingkungan melalui kegiatan sharing dan diskusi.3) Melibatkan sektor swasta dalam pengelolaan sampah.4) Penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah sesuai dengan kebutuhan.5) Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam pengelolaan sampah.

D. Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengelolaan PHBS dan Promosi Higiene Tujuan

  Strategi 1) Meningkatkan pemicuan di kelurahan yang masih beresiko tinggi. 2) Mengoptimalkan kader lingkungan di masing-masing kelurahan untuk menjadi kader pemicuan3) Mengoptimalkan Pokja Sanitasi di Kelurahan dengan memberikan peran dan tugas monitoring kegiatan STBM dan penyusunan program AMPL.

E. Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pengelolaan Air Bersih dan Minum Tujuan

  5) Meningkatkan kualitas pelayanan air bersih menjadi air minum6) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM pengelolaan air bersih Sasaran 1) Konservasi wilayah-wilayah sumber air baku PDAM2) Meningkatkan kapasitas air baku PDAM pada tahun 20173) Meningkatkan cakupan layanan air minum perkotaan dari 54,4% menjadi 95% pada tahun 2017. Muatan RTBL yang perlu dikutip dandiacu dalam RPI2JM yaitu Konsep Dasar Perancangan Tata Bangunan dan Lingkungan yang meliputi:  Visi Pembangunan; Konsep Perancangan Struktur Tata Bangunan dan Lingkungan; Konsep Komponen Perancangan Kawasan; dan  Blok-blok Pengembangan Kawasan dan Program Penanganannya.

3.5 ARAHAN RENCANA PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN K A W A S A N PERMUKIMAN (RP2KP)

  Strategi Pengembangan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan merupakan suatu dokumen strategi operasional dalam pembangunanpermukiman dan infrastruktur perkotaan yang sinergi dengan arah pengembangan kota, sehingga dapat menjadi acuan yang jelas bagi penerapanprogram-program pembangunan infrastruktur Cipta Karya. Sebagai sarana untuk integrasi semua kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan yang tertuang diberbagai dokumen; dan PROVINSI SULAWESI SELATAN KOTA MAKASSAR DINAS PEKERJAAN UMUM (PU) III - 23 e.

3.5.1 Potensi Dan Permasalahan Permukiman Infrastruktur Perkotaan

  Simpul Transportasi DaratTransportasi pengembangan sistem transportasi diarahkan untuk meningkatkan aksesibilitas penduduk, pelaku pembangunan dan pelaku ekonomiterhadap pusat-pusat pelayanan dan pemasaran, baik yang berada di dalam maupun di luar Wilayah Kota Makassar, yang dilakukan denganpengembangan, peningkatan dan pembangunan prasarana dan sarana transportasi darat, laut, dan udara. LahanPenggunaan lahan di Kota Makassar terdiri atas lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya.tegal / kebun / ladang / huma, padang rumput, tambak, kolamPROVINSI SULAWESI SELATAN KOTA MAKASSAR DINAS PEKERJAAN UMUM (PU) III - 24 / tebat/empang, lahan yang sementara tidak diusahakan, lahan untuk tanaman kayu-kayuan, perke-bunan dan sawah.

2. Sanitasi/ Limbah  Sebagian rumah tangga belum memiliki MCK individu

  Prasarana permukiman dan penataan bangunan dan lingkunganPenataan bangunan dan lingkungan adalah serangkaian kegiatan yang diperlukan sebagai bagian dari upaya pengendalian pemanfaatan ruang, terutamauntuk mewujudkan lingkungan binaan, baik diperkotaan maupun di perdesaan, khususnya wujud fisik bangunan gedung dan lingkungannya. Visi penataanbangunan dan lingkungan adalah terwujudnya bangunan gedung dan lingkungan yang layak huni dan berjati diri, sedangkan misinya adalah : (1)memberdayakan masyarakat dalam penyelenggaraan bangunan gedung yang tertib, layak huni, berjati diri, serasi dan selaras, dan (2) memberdayakanmasyarakat agar mandiri dalam penataan lingkungan yang produktif dan berkelanjutan.

3. Permasalahan dan tantangan di bidang Penataan Lingkungan :  Masih banyaknya sebaran permukiman kumuh

   Kurang diperhatikannya permukiman-permukiman tradisional dan bangunan gedung bersejarah, padahal punya potensi wisata. Terjadinya degradasi kawasan strategis, padahal punya potensi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan kota. Sarana lingkungan hijau/open space atau public space, sarana olah raga, dan lain-lain kurang diperhatikan hampir di semua kota, terutama kota metro dan besar. Belum tersedia ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai pengendali pencemaran dan kerusakan tanah, air, dan udara, serta saranaestetika kota dan sarana berinteraksi sosial.

3 RPJMD ke-1 Mewujudkan Penanganan tanggap Kebutuhan permukiman

  Kota Makassar Masyarakat Kota darurat serta merehabilitasi dan sebagai penunjangMakassar yang merekonstruksi kembali berbagai kesejahteraan dan (RPJMD 2005 - kenyang, sehat, sarana dan prasarana didukung2009) dan pintar pemerintahan yang telah hancur ketersediaan saranaakibat gempa bumi pada tahun dan prasarana 2004. Kota Makassar diharapkan berkarakter cerdas, tangguh,kompetitif, berakhlak mulia, bermoral yang dicirikan denganwatak dan perilaku masyarakatKota Makassar yang beragama, beriman, dan bertakwa kepadaTuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, toleran terhadapkeberagaman, bergotong royong, patriotik,dinamis, dan berorientasi iptek.

3.5.3 Rumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan

  Pengembangan air minum perkotaan yang belum memiliki sistem dan rawan air; 11. Penciptaan Estetika Bangunan dan Lingkungan yang Asri danSejuk;dan 23.

3.5.4 Rumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Skala Kawasan

  Penciptaan Estetika Bangunan dan Lingkungan yang Asri dan Sejuk; Dari SPPIP yang telah disusun kemudian diturunkan ke dalam suatu rencana operasional berupa Rencana Pembangunan KawasanPermukiman Prioritas (RPKPP), dimana keduanya tetap mengacu pada strategi pengembangan kota yang sudah ada. Oleh karena itu, dalam hal ini RPI2JMperlu mengutip matriks rencana aksiDINAS PEKERJAAN UMUM (PU) III - 33 program serta peta pengembangan kawasan dalam RPKPP yang didetailkan pada program tahunan.

3.6 ARAHAN RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN DI KAWASAN STRATEGIS KOTA MAKASSAR (RTBL KSK)

  Dari RP2KP yang telah disusun kemudian diturunkan ke dalam suatu rencana operasional berupa Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan di Kawasan StrategisKota Makassar (RTBL KSK), dimana keduanya tetap mengacu pada strategi pengembangan kota yang sudah ada. Dalamkonteks pengembangan kota, RTBL KSK merupakan rencana terpadu bidang permukiman dan infrastuktur bidang Cipta Karya pada lingkup wilayahperencanaan berupa kawasan dengan kedalaman rencana teknis yang dituangkan dalam peta 1:5000 atau 1:1000.

3.7 INTEGRASI STRATEGI PEMBANGUNAN KOTA MAKASSAR DAN SEKTOR

  Perkembangan wilayah Kota Makassar secara khusus tidak terlepas dari adanya peran faktor eksternal dan internal yang dapat diarahkan sebagaipendorong peningkatan kualitas pemanfaatan ruang, dan kawasan permukiman serta infrastruktur perkotaan menjadi lebih produktif, harmonis, selaras, danterpadu menjawab kedinamisan kegiatan-kegiatan masyarakat perkotaan. Kedinamisan perkembangan komponen kawasan perkotaan, termasuk permukiman dan infrastruktur perkotaan didalamnya sebagai dampak dariadanya peningkatan tuntutan kebutuhan dari masyarakat dan kegiatannya, diarahkan menjadi isu-isu strategis kawasan perkotaan yang terkait langsungdengan pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan di Kota Makassar.

PRODUK ARAHAN PROGRAM/ NOLOKASI SEKTOR (ADA/ RENCANA PEMBANGUNAN KEGIATAN

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) TIDAK) Kawasan StrategisRencana Tata ADA Kawasan Strategis 1. AM/PLP/Kota Makassar Bisnis Pusat KotaRuang Wilayah Kabupaten/Kota Bangkim/PB L *) (RTRW) Kota (KSK) Kawasan Strategis AM/PLP/Kota Makassar Bisnis Losari Bangkim/PB L *) MakassarKawasan Strategis AM/PLP/Kota Makassar Bisnis Global Bangkim/PB L *) Kawasan Strategis AM/PLP/ Bisnis dan Kota Makassar Bangkim/PB L *) Pariwisata Kawasan Strategis AM/PLP/Kota Makassar Pelabuhan Bangkim/PB L *) Kawasan Strategis AM/PLP/Kota Makassar Bandar Udara Bangkim/PB L *) Kawasan Strategis AM/PLP/Kota Makassar Maritim Bangkim/PB L *) Kawasan Strategis AM/PLP/Kota Makassar Koridor Pesisir Bangkim/PB L *) Kawasan Strategis AM/PLP/Kota Makassar Wisata Pulau Bangkim/PB L *) Kawasan Strategis AM/PLP/Kota Makassar Fort Rotterdam Bangkim/PB L *) Kawasan Strategis AM/PLP/Kota Makassar Energi Center Bangkim/PB L *) Kawasan Strategis AM/PLP/Kota Makassar Sungai Je’neberang Bangkim/PB L *) Kawasan Strategis AM/PLP/Kota Makassar Sungai Tallo Bangkim/PB L *) DINAS PEKERJAAN UMUM (PU) III - 35 AM/PLP/Kota Makassar Lindung Lakkang Bangkim/PB L *) Indikasi Program AM/PLP/ Sistem Penyediaan Kota Makassar Bidang Cipta Air Minum (SPAM) Bangkim/PB L *) Karya Sistem Pengelolaan AM/PLP/Kota Makassar Persampahan Bangkim/PB L Ruang Terbuka Hijau AM/PLP/Kota Makassar (RTH) Bangkim/PB L *)

KAWASAN BUDI

  AM/PLP/Kota Makassar DAYA Bangkim/PB L *) Sistem Penyediaan AM/PLP/Kota Makassar Air Minum (SPAM) Bangkim/PB L *) Sistem Pengelolaan AM/PLP/Kota Makassar Persampahan Bangkim/PB L *) Rencana Induk ? AM/PLP/ Pembangu nan dan Permukiman Bangkim/PB L *) Pengemba ngan Prioritas AM/PLP/ Kawasan Bangkim/PB L *) Permukiman (RP2KP) AM/PLP/Bangkim/PB L *) AM/PLP/Bangkim/PB L *) 5.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2019-03-13

Dokumen yang terkait

Tabel 3.2 Identifikasi Kawasan Strategis Kota..

Gratis

Feedback