KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH POKOK MATERI SEGIEMPAT DI MTS NEGERI 1 PALEMBANG

Gratis

0
1
92
1 year ago
Preview
Full text

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) PADA KEMAMPUAN

  19720812 200501 2 005 Skripsi berjudul : KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH POKOK MATERI SEGIEMPAT DI MTS NEGERI 1 PALEMBANG yang ditulis oleh Saudari DYAH RAHMAWATI , NIM. 08 22 1004 telah dimunaqosyahkan dan dipertahankandi depan Panitia Penguji Skripsi pada tanggal 21 Juni 2013 Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)Palembang, 21 Juni 2013 Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah PalembangFakultas Tarbiyah dan Keguruan Panitia Penguji SkripsiKetua Sekretaris Irham Falahuddin, S.

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

  19720812 200501 2 005 Skripsi berjudul : KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) PADA KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH POKOK MATERI SEGIEMPAT DI MTS NEGERI 1 PALEMBANG yang ditulis oleh Saudari DYAH RAHMAWATI , NIM. 08 22 1004 telah dimunaqosyahkan dan dipertahankandi depan Panitia Penguji Skripsi pada tanggal 21 Juni 2013 Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)Palembang, 21 Juni 2013 Institut Agama Islam Negeri Raden Fatah PalembangFakultas Tarbiyah dan Keguruan Panitia Penguji SkripsiKetua Sekretaris Irham Falahuddin, S.

SURAT PERNYATAAN

  Seluruh data, informasi, interpretasi serta pernyataan dalam pembahasan dan kesimpulan yang disajikan dalam karya ilmiah ini, kecuali yang disebutkansumbernya adalah merupakan hasil pengamatan, penelitian, pengolahan, serta pemikiran saya dengan pengarahan dari para pembimbing yang ditetapkan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya dan apabila dikemudian hari ditemukan adanya bukti ketidakbenaran dalam pernyataan tersebut di atas, makasaya bersedia menerima sangsi akademis berupa pembatalan gelar yang saya peroleh melalui pengajuan karya ilmiah ini.

KATA PENGANTAR

  Syukur alhamdulillah Penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang berkat rahmat dan karunia-Nya Penulis telah dapat menyelesaikan penelitian danpenyusunan skripsi ini yang berjudul: Keefektifan Pembelajaran dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada Kemampuan Pemecahan Masalah Pokok Materi Segiempat di MTs Negeri 1dibuat sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi di Palembang. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) proses pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) padakemampuan pemecahan masalah pokok materi segiempat di MTs Negeri 1Palembang (2) keefektifan pembelajaran dengan pendekatan PendidikanMatematika Realistik Indonesia (PMRI) pada kemampuan pemecahan masalah pokok materi segiempat di MTs Negeri 1 Palembang.

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Islam adalah satu-satunya agama di dunia yang sangat (bahkan paling)

  Keterampilan memecahkan masalah harus dimiliki oleh siswa dan keterampilan ini akan dimiliki siswa apabila guru mengajarkan danmenstimulus kemampuan siswa untuk dapat menyelesaikan masalah dalam pembelajaran matematika. Kenyataan ini masih belum sesuai denganapa yang diinginkan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yaitu agar siswa memiliki kemampuan memecahkan masalah yang meliputi kemampuanmemahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Keefektifan Pembelajaran Keefektifan berasal dari kata efektif. Menurut Maulana (2003: 82)

  Keefektifan jugaberhubungan dengan masalah bagaimana pencapaian tujuan atau hasil yang diperoleh, kegunaan atau manfaat dari hasil yang diperoleh, tingkat dayafungsi unsur atau komponen, serta masalah tingkat kepuasaan pengguna/client. Keefektifan yang dimaksud dalam penelitian iniadalah keberhasilan tentang usaha/ tindakan menerapkan pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dibandingkandengan pembelajaran konvensional.

1. Berhasil menghantarkan siswa mencapai tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan

  Berdasarkan ciri program pembelajaran efektif seperti yang digambarkan diatas, keefektifan program pembelajaran tidak hanya ditinjaudari segi tingkat prestasi belajar saja, melainkan harus pula ditinjau dari segi proses dan sarana penunjang. Aspek sarana penunjang meliputi tinjauan-tinjauan terhadap fasilitas fisik dan bahan serta sumber yang diperlukan siswa dalam prosesbelajar mengajar seperti ruang kelas, media pembelajaran dan buku-buku teks.

B. Belajar dan Pembelajaran

  Belajar merupakan suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalampengetahuan-pemahaman, keterampilan dan nilai sikap (Winkel dalamDarsono, 2000: 4). Proses yang terjadi antara stimulus dan respontidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apayang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.

3. Motivasi

  Ketiga komponen minat, perhatian dan motivasi ini merupakan faktor-faktor yang ada pada setiap orang untuk melakukan aktivitas tertentu. Pembelajaran adalah upaya menciptakan iklim dan pelayanan terhadap kemampuan, kompetensi, minat bakat, dan kebutuhan siswa yang beragamagar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa serta antarsiswa(Suyitno, 2004: 2).

C. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI)

  Mathematics as human activity, sehingga siswa harus diberi kesempatan untuk belajar melakukan aktivitas matematisasi pada semua topik dalammatematika, dan Konsep PMRI sejalan dengan kebutuhan untuk memperbaiki pendidikan matematika di Indonesia yang didominasi oleh persoalanbagaimana meningkatkan pemahaman siswa tentang matematika dan mengembangkan daya nalar. Konsepsi tentang guru sebagai berikut: guru hanya sebagai fasilitator belajar; guru harus mampu membangun pengajaran yang interaktif; guru harusmemberikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif menyumbang pada proses belajar dirinya, dan secara aktif membantu siswa dalam menafsirkanpersoalan riil; dan guru tidak terpancang pada materi yang termaktub dalam kurikulum, melainkan aktif mengaitkan kurikulum dengan dunia-riil, baikfisik maupun sosial.

D. Prinsip dan Karakteristik PMRI

  Menurut Kusumah (2010), pemecahanmasalah sebagai suatu tujuan memuat tiga kemampuan yang ingin dicapai, yakni memodelkan masalah sehari-hari dengan memakai simbol dan notasimatematik, menerapkan strategi untuk menyelesaikan berbagai masalah (masalah sejenis ataupun masalah baru) di dalam atau di luar matematika, dan menafsirkan hasil yang diperoleh secara bermakna dengan konteks masalah. Selanjutnya pemecahan masalah merupakan taraf yang harus dipecahkan dengan cara memahami sejumlah pengetahuan dan keterampilankerja dan merupakan hasil yang dicapai individu setelah individu yang bersangkutan mengalami suatu proses belajar problem solving yang diajarkansuatu pengetahuan tertentu.

F. Bahan Ajar Segiempat

  Materi pembelajaran yang peneliti ambil adalah pokok materi Segiempat tentang persegi panjang, persegi, jajargenjang dan belah ketupat. Adapun bahasan yang disampaikan sebagai berikut.

1. Persegi Panjang

a. Pengertian Persegi Panjang

  360 Bedasarkan kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa sifat-sifat persegi panjang adalah:1) Panjang sisi-sisi yang berhadapan sama dan sejajar.2) Keempat sudutnya siku-siku.3) Panjang diagonal-diagonalnya sama dan saling membagi dua sama panjang. Jadi, Persegi panjang adalah suatu segiempat yang keempat sudutnya siku-siku dan panjang sisi-sisi yang berhadapan sama (Wintarti dkk,2008: 253).

b. Rumus Keliling dan Luas Persegi Panjang

1) Diberikan permasalahan:

  Lapangan tersebut berukuran panjang 160 meter dan lebar 80 meter. Bila atlet berlarimengelilingi lapangan satu kali, berapa meterkah jarak yang ditempuh atlet tersebut?

2) Diberikan permasalahan: Kamu memiliki kamar. Lantai kamarmu berbentuk persegipanjang

  Jawab: Panjang sisi terpanjang = panjang = 15 ubinPanjang sisi terpendek = lebar = 8 ubinBanyaknya ubin yang dapat menutup dengan tepat lantai kamar disebut luas dari lantai kamar = 120 ubin. Dari uraian penyelesaian-penyelesaian di atas dapat disimpulkan bahwa jika suatu persegi panjang dengan panjang p satuan panjang dan L satuan luas menyatakan luas, maka rumus keliling dan luas persegipanjang adalah K = 2 (p + l) dan L = p x l 2.

a. Pengertian Persegi

  Kemudian untuk mengetahui unsur-unsur apakahyang terdapat pada persegi, siswa diberikan beberapa percobaan sebagai berikut:1) Gambarlah persegi ABCD dengan AB = BC = CD = AD = 5 cm seperti gambar berikut! D C OA B Gambar 2.6 2) Lukislah diagonal-diagonal persegi ABCD tersebut dan tandailah perpotongan kedua diagonal tersebut dan beri nama titik O!3) Gunakanlah busur derajat untuk mengukur sudut-sudut yang terbentuk!

OCB ODC OAB

  45    45    45   OBC    OCD    ODA   45 45 45 4) Panjang keempat sisinya sama.5) Setiap sudutnya dibagi dua sama ukuran oleh diagonaldiagonalnya.6) Diagonal-diagonalnya berpotongan saling tegaklurus.Jadi, Persegi adalah persegipanjang yang panjang keempat sisinya sama (Wintarti dkk, 2008:261)

b. Rumus Keliling dan Luas Persegi

  Apa yang dimaksud dengan keliling dan luas persegiABCD? Dari permasalahan diatas akan disimpulkan misalnya suatu persegi dengan panjang sisi s satuan panjang.

3. Jajargenjang

a. Pengertian Jajargenjang

  (ii) (iii)(i) Gambar 2.8 Ilustrasi asal jajargenjang Gambar di atas menunjukkan bahwa jajargenjang dapat diperoleh dari sebuah persegipanjang yang dipotong miring menjadi dua bangundengan salah satu bangun diarsir (Gambar 2.8(ii)) dan kemudian bangun yang diarsir digeser sehingga diperoleh bangun jajargenjang (Gambar 2.8(iii)). Jadi, Misalkan jajargenjang mempunyai luas L, alas a, sisi yang berdekatan dengan a adalah b dan tinggi t, maka : L = a x t dan K = 2 (a + b) 4.

3. Lipatlah persegi tersebut menurut salah satu diagonalnya!

  Namailah belahketupat tersebut dengan ABCD dan perpotongan diagonalnya dengan titik O! Sisi-sisi yang berhadapan sejajar, yaitu AB // CD , AD // BC B D dan 3.

b. Rumus Keliling dan Luas Belah Ketupat

  Luas daerah belahketupat sama dengan setengah hasil-kali panjang diagonal-diagonalnya. Jadi, jika L adalah luas daerah belahketupat dengan diagonal- 1 diagonalnya d 1 dan d 2 , maka L = dan K adalah keliling d  d12 2 belahketupat dengan panjang sisi s, maka K = 4 x s.

G. Hasil Belajar 1. Pengertian Hasil Belajar

  Menurut Dimyati dan Mudjiono (1999), hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Tipe hasil belajar kognitif lebih dominan daripada afektif dan psikomotor karena lebih menonjol, namun hasil belajar psikomotor danafektif juga harus menjadi bagian dari hasil penilaian dalam proses pembelajaran di sekolah.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

  Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar diri siswa (Sudjana, 1989:39). Dari pendapat ini faktor yang dimaksud adalah faktor dalam diri siswa perubahan kemampuan yang dimilikinya seperti yang dikemukakanoleh Clark menyatakan bahwa hasil belajar siswa disekolah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengaruhi olehlingkungan.

H. Hipotesis

  H o : μ 1 ≤ μ 2 dimana, μ 1 = PMRI H : = Konvensional 1 μ 1 > μ 2 μ 2 H o : Rata-rata skor/ nilai sampel kelas eksperimen tidak berbeda secara signifikan dengan rata-rata skor/ nilai sampel kelas kontrol. H 1 : Rata-rata skor/ nilai sampel kelas eksperimen berbeda secara signifikan dengan rata-rata skor/ nilai sampel kelas kontrol.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuantitatif dengan

B. Populasi dan Sampel

  Pada penelitian ini diambil dua kelas, yaitukelas VII c sebagai kelas eksperimen yang dikenai pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) dan kelas VII d sebagai kelas kontrol yang dikenai pembelajaran konvensional. Hal ini dilakukan setelah memperhatikan ciri-ciri antara lain siswa mendapatmateri berdasar kurikulum yang sama, siswa diampu oleh guru yang sama dan siswa yang menjadi objek penelitian duduk pada kelas yang sama.

D. Variabel Penelitian

1. Variabel bebas

2. Variabel terikat

  Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) adalah prosedur yang digunakan dalam membahas bahan pelajaran matematikayang memiliki karakteristik menggunakan konteks, menggunakan model, kontribusi siswa, kegiatan interaktif, dan keterkaitan materi. Kemampuan pemecahan masalah siswa adalah kemampuan siswa menyelesaikan soal matematika yang tidak rutin ditinjau dari aspek: (a)memahami masalah, (b) membuat rencana penyelesaian, (c) melakukan penyelesaian masalah, (d) memeriksa kembali.

2. Teknik Uji Reliabilitas Soal

Menurut Arikunto (2007: 178) realibitas menunjukan pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untukdigunakan sebagai alat pengukur data karena instrumen tersebut sudah baik. Adapun perhitungan reliabilitas instrumen digunakan rumus Alpha,yaitu: (Arikunto, 2007 : 196)

2 Keterangan: = varians skor setiap butir

1 2 = varians skor total

G. Teknik Pengumpulan Data

1. Angket

  Angket digunakan untuk mengetahui motivasi dan minat belajar siswa baik dalam proses pembelajaran dengan penerapan PendidikanMatematika Realistik Indonesia (PMRI) maupun dalam pembelajaran 2. Observasi Metode observasi digunakan untuk mengetahui keadaan dan aktivitas siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada saatpembelajaran.

H. Teknik Analisis Data

1. Analisis Angket

  Analisis ini dihitung dengan langkah-langkah sebagai berikut: Membandingkan hasil skor rata-rata pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk menarik kesimpulan. Menghitung skor rata-rata gabungan dari kriteria positif dan negatif tiap kondisi, kemudian menentukan kategorinya dengan ketentuanskor rata-rata sebagai berikut: 5 4 3 1 1 Pernyataan Negatif 2 3 4 5 Pernyataan Positif Pernyataan Sangat SetujuSetuju Ragu-ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Tabel 3.2 Alternatif Pilihan Jawaban Angket Memberikan skor terhadap setiap jawaban subjek.

2. Analisis Data Tes

  Menentukan nilai akhir tiap subjek. Nilai akhir diperoleh dengan memperhitungkan nilai tugas (T), nilai harian (H), dan nilai ulangan (U).

10 Dengan: N A = Nilai Akhir T = Nilai tugas

  Uji normalitas merupakan langkah awal dalam menganalisis data secara spesifik, setelah data awal yang didapat dari nilai ulangan,harian, dan tugas, maka data tersebut diuji kenormalannya apakah data kedua kelas tersebut berdistribusi normal atau tidak. o H 1 : data tidak berasal dari populasi yang berdistribusi normal.5) Menentukan taraf nyata α = 5%.

8) Menentukan Kriteria Pengujian Hipotesis

9) Memberi kesimpulan

2 Gambar 3.1 Grafik distribusi chi kuadrat ( ) Uji Homogenitas c.

1) Menentukan formulasi hipotesis

2 2 =H ∶ 1 2 2 H : 1 1 ≠ 2) Menentukan taraf nyata (α) dan FF ditentukan dengan α , derajat bebas pembilang (n 1 − 1) dan derajat penyebut (n =1 2 − 1) dengan rumus FF122 (n −1,n −1) 3) Menentukan kriteria pengujian:1 H diterima jika F < F < F o 1− (n1 −1)1212 (n −1,n −1) H o ditolak jika F atau1 ≤ F = F 1− (n −1)1212 (n −1,n −1) F≥ F = F 1− (n1 −1)122 (n −1,n −1) 4) Menentukan uji statistik 2 1 (Sugiyono, 2007) F = 2

2 Varians terbesar

5) Menarik kesimpulan

  Untuk μ ≤ μ μ μ melihat perbandingan antara hasil kemampuan pemecahan masalahpada kelas eksperimen dan kelas kontrol, maka perhitungan menggunakan uji beda yaitu t test untuk sampel besar yang tidakberhubungan. Adapun rumus yang digunakan adalah: M M 1 2 (Sudijono, 2006: 347) t SE M M1 2 Dengan : t = t hitungo M 1 = Rata-rata (mean) variabel x M 2 = Rata-rata (mean) variabel y SE M1-M2 = Standar Eror dk  ( N  N )  2 interpretasi terhadap (konsultasi tabel nilai t) 1 2 dengan taraf signifikansi α = 5%.

3. Analisis Data Observasi

  Observasi dilakukan terhadap siswa pada saat proses pembelajaran baik pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Dari data analisis tersebut dikonversikan pada penilaian skor aktivitas belajar terhadap subjek, yang dikelompokkan dalamkategori sebagai berikut: Tabel 3.4 Kategori Hasil Aktifitas Belajar Skor Kategori 81 Sangat aktif 61 Aktif 41 Cukup aktif 21 Kurang aktif (Modifikasi dari Nasoetion, 2007)Membandingkan hasil penilaian skor aktivitas pada kelas d.eksperimen dan kelas kontrol untuk menarik kesimpulan.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Pelaksanaan Penelitian

  Sebelum kegiatan penelitian ini dilaksanakan, terlebih dahulu peneliti menentukan materi,menyusun rencana pembelajaran, menyusun angket motivasi dan minat, dan lembar observasi/pengamatan untuk mengetahui aktivitas siswa selamaproses pembelajaran berlangsung, serta menyusun lembar tes untuk mengetahui hasil belajar siswa. Pembelajaran yang digunakan dalam kelas eksperimen yaitu pembelajaran dengan pendekatan Pendidikan Matematika RealistikIndonesia (PMRI) dan dalam kelas kontrol digunakan pembelajaran konvensional.

2. Hasil Analisis Uji Instrumen

  Hasil Analisis Uji Validitas Uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana alat pengukur yang digunakan dapat mengukur apa yang akan diukur. Ujivaliditas dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tes yang disiapkan telah dapat mengukur variabel yang ingin diukur.

3. Hasil Analisis Data

a). Hasil Analisis Data Angket

  Kondisi Positif Negatif Jumlah26,03 1 Perhatian 1013 1069 2082 26,30 2 Percaya Diri 1420 684 2104 23,62 3 Kepuasan 1259 631 1890 Motivasi dan Minat Siswa 6076 75,95Skor Total 8000 100% Sumber: Olah Data Angket Juli 2012 Pada tabel 4.1 menunjukkan hasil angket motivasi dan minat siswa pada kelas eksperimen dengan jumlah skor perhatian siswa sebesar 2082(26,03%), kepercayaan diri siswa 2104 (26,30%), dan kepuasan siswa 1890 (23,62%). Kondisi Positif Negatif Jumlah25,63 1 Perhatian 1004 1046 2050 26,05 2 Percaya Diri 1403 681 2084 23,27 3 Kepuasan 1251 611 1862 Motivasi dan Minat Siswa 5996 74,95Skor Total 8000 100% Sumber: Olah Data Angket Juli 2012Pada tabel 4.2 menunjukkan hasil angket motivasi dan minat siswa pada kelas kontrol dengan jumlah skor perhatian siswa sebesar 2050 (25,63%), kepercayaan diri siswa 2084 (26,05%), dan kepuasan siswa 1862(23,27%).

b). Hasil Analisis Data Tes 1). Uji Normalitas

  Hipotesis yang diuji adalah sebagai berikut: H = PMRI o : μ 1 ≤ μ 2 dimana μ 1 H 1 1 2 2 = Konvensional : μ > μ μDari penelitian diperoleh bahwa rata-rata kelas eksperimen X = 77,75 1 dan kelas kontrol X 2 = 66,625 dengan n = 40 dan n = 40 diperoleh 1 2 t = 4,561. Artinya, hasil pelaksanaan pembelajaran pada kemampuan pemecahan masalah matematika materi segiempat dengan pendekatanPMRI sangat efektif dari hasil pelaksanaan pembelajaran dengan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan pembelajarankonvensional.

c). Hasil Analisis Data Observasi

  Karakteristik PMRI Skor dalam pertemuan ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 1 Didominasi oleh masalah-masalah dalam konteks, yaitu siswa dapat menyebutkanaplikasi pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan nyata 1 2 3 3 2 Perhatian diberikan pada pengembangan model-model, situasi, skema dan simbol-simbol. Siswa menghubungkan materi yang sedang dipelajari denganpengetahuan dari mata pelajaran yang lain Jumlah Setiap Pertemuan 6 11 9 9 Skor Total 35 Rata-rata Aktivitas Siswa 43,75 Dari hasil pengamatan tampak bahwa aktivitas siswa pada kelas kontrol menghasilkan rata-rata aktivitas siswa sebesar 43,75 dengankategori cukup aktif.

B. Pembahasan

1. Proses Pembelajaran Kelas Eksperimen

  Berdasarkan pertemuan I masih terdapat kekurangan selama proses pembelajaran sebagai berikut, masih terdapat beberapa kelompok yang belummemahami tugas yang harus diselesaikan sehingga hampir 50% siswa yang bertanya, bercerita sendiri dan tidak aktif dalam kelompoknya sehinggamenimbulkan kegaduhan. Berikut gambar aktivitas siswaselama pembelajaran: Gambar 4.3 Kegiatan diskusi kelompok siswa PMRI Gambar 4.4 Siswa menuliskan dan menjelaskan hasil diskusinya Dilihat dari gejala psikologis motivasi dan minat, siswa pada kelasPMRI memiliki skor rata-rata yang terkategori baik.

10 Frekuensi

  5 Sangat Baik Cukup Kurang Baik Gambar 4.6 Diagram Batang Hasil Belajar Siswa kelas PMRI Dari tabel 4.7 dan gambar 4.6 diagram batang diatas diperoleh 18 orang siswa (45%) termasuk dalam kategori hasil belajar sangat baik, 18 orangsiswa (45%) termasuk dalam kategori baik, dan 4 orang siswa (10%) termasuk dalam kategori cukup. Berdasarkan nilai rata-rata hasil belajar siswa yaitu77,75 maka hasil belajar siswa dapat dikategorikan baik.

2. Proses Pembelajaran Kelas Kontrol

  Pada waktumengerjakan soal latihan hanya siswa yang pandai saja yang serius mengerjakan soal yang diberikan oleh guru sedangkan yang lain lebih asyikbercerita dengan temannya bahkan ada yang sibuk dengan aktivitasnya yang lain. Namun,untuk siswa yang memiliki nilai terendah tetapi skor motivasi dan minatnya baik tentu saja perlu diamati dan ditindaklanjuti dalam proses pembelajaran Permasalahan lain yang dihadapi oleh siswa adalah tentang kemampuan siswa dalam memahami dan memecahkan masalah.

41 Cukup

  12 30 40 100Sumber: Hasil Analisis Peneliti, Agustus 2012 Kategori Hasil Belajar 30 20 10 Frekuensi Sangat Baik Cukup KurangBaik Gambar 4.9 Diagram Batang Hasil Belajar Kelas Konvensional Dari tabel 4.8 dan gambar 4.9 diagram batang diatas diperoleh 1 orang siswa (2,5%) termasuk dalam kategori hasil belajar sangat baik, 27 orangsiswa (67,5%) termasuk dalam kategori baik, dan 12 orang siswa (30%) termasuk dalam kategori cukup. Jika persentase siswa dilihat dari standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)untuk mata pelajaran matematika yang ditetapkan oleh guru di kelas VII MTsNegeri 1 Palembang sebesar 70 maka sebanyak 13 orang siswa (33%) tuntas dan 27 orang siswa (67%) tidak tuntas dalam memahami pemecahan masalahdengan pembelajaran konvensional.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan interpretasi yang telah

  Keefektifan tersebut ditunjukan dari hasil observasi aktivitas siswa yang meningkat setiap pertemuan dan dari hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan belajar 90% dalam pembelajaran yang diberikan. Keefektifan tersebut juga dilihat dari uji keefektifan pembelajaran dengan uji t, diperoleh t tes = 4,561 sedangkan t tabel = 1,990 sehingga t tes > t tabel , maka Ho ditolak dan H 1 diterima.

B. Saran

  Guru diharapkan dapat mengembangkan kreatifitas dalam membuat soal diskusi dengan lebih mengaitkan permasalahan pada duniakontekstual sehingga kemampuan pemecahan masalah dan keaktifan siswa dapat lebih ditingkatkan. Pembelajaran dengan pendekatan PMRI perlu terus diterapkan dan dikembangkan pada materi yang lain agar siswa lebih memahamimateri yang dipelajari, yang ada hubungannya dan berguna bagi kehidupan sehari-hari.

b. Perlu terus diadakan pelatihan-pelatihan bagi guru yang kurang terampil dalam mengembangkan media pembelajaran yang aktif

  3. Bagi Penelitian SelanjutnyaUntuk penelitian selanjutnya, hendaknya dapat menggunakan media yang berbeda dalam proses pembelajaran dengan mengembangkan penggunaanmedia audiovisual seperti video dan sebagainya, sehingga dapat meningkatkan secara optimal kemampuan pemecahan masalah siswa.

DAFTAR PUSTAKA

  Realistic Mathematics Education (RME): Pendekatan Pendidikan Matematika dalam Konsep dan Realitas. Pembelajaran dan Penilaian Aspek Pemahaman Konsep, Penalaran dan Komunikasi, Pemecahan Masalah .

RIWAYAT HIDUP

  Pendidikan SekolahDasar saya diselesaikan pada tahun 2002 di SDNegeri 1 Kenten dan pendidikan SekolahMenengah Pertama saya diselesaikan pada tahun 2005 di SMP Negeri 41 Palembang. Pada tahun itu juga, saya melanjutkan kuliah pada Program StudiTadris Matematika di IAIN Raden Fatah Palembang yang saya selesaikan pada tahun 2013.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
310
2
DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)
21
290
1
MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)
29
283
2
APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)
8
209
2
SENSUALITAS DALAM FILM HOROR DI INDONESIA(Analisis Isi pada Film Tali Pocong Perawan karya Arie Azis)
33
290
2
MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang
20
244
2
PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG
64
523
26
PENGEMBANGAN TARI SEMUT BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI SD MUHAMMADIYAH 8 DAU MALANG
57
502
20
STRATEGI PEMERINTAH DAERAH DALAM MEWUJUDKAN MALANG KOTA LAYAK ANAK (MAKOLA) MELALUI PENYEDIAAN FASILITAS PENDIDIKAN
73
431
39
ANALISIS PROSPEKTIF SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT MUSTIKA RATU Tbk
274
1272
22
PENERIMAAN ATLET SILAT TENTANG ADEGAN PENCAK SILAT INDONESIA PADA FILM THE RAID REDEMPTION (STUDI RESEPSI PADA IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA MALANG)
43
322
21
PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM SITUASI PERTEMUAN ANTAR BUDAYA STUDI DI RUANG TUNGGU TERMINAL PENUMPANG KAPAL LAUT PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA
97
602
2
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
442
24
PEMAKNAAN BERITA PERKEMBANGAN KOMODITI BERJANGKA PADA PROGRAM ACARA KABAR PASAR DI TV ONE (Analisis Resepsi Pada Karyawan PT Victory International Futures Malang)
18
209
45
STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)
119
459
25
Show more