Interaksi Sosial dan lembaga sosial (2)

Gratis

0
1
14
1 year ago
Preview
Full text

  

Interaksi Sosial

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi

  

Disusun Oleh :

Reza Fajrini

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

  

2013/2014

  INTERAKSI SOSIAL A. Pengertian Interaksi Sosial

  Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang dimaksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Apabila dua orang bertemu, interaksi sosial dimulai pada saaat itu. Mereka saling menegur, berjabat tangan, saling berbicara, atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas seperti inilah yang disebut interaksi sosila. Walaupun orang-orang bertemu muka tersebut tidak saling berbicara atau tidak saling menukar tanda-tanda, namun interaksi sosial pada dasarnya telah terjadi. Alasannya, karena masing-masing sadar adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan-perubahan perasaan maupun syaraf, yang bisa jadi disebabkan oleh bau keringat, minyak wangi, dan suara berjalan B.

   Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial

  Suatu interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat yaitu:

1. Kontak Sosial Pengertian

  Kontak sosial berasal dari bahasa latin con atau cum yang berarti bersama-sama dan tango yang berarti menyentuh. Jadi secara harfiah kontak adalah bersama- sama menyentuh. Secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadi hubungan badaniah. Sebagai gejala sosial itu tidak perlu berarti suatu hubungan badaniah, karena orang dapat mengadakan hubungan tanpa harus menyentuhnya, seperti misalnya dengan cara berbicara dengan orang yang bersangkutan. Dengan berkembangnya teknologi dewasa ini, orang-orang dapat berhubungan satu sama lain dengan melalui telepon, telegraf, radio, dan yang lainnya yang tidak perlu memerlukan sentuhan badaniah.

  Bentuk kontak sosial a. Antara orang perorangan

  Kontak sosial ini adalah apabila anak kecil mempelajari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarganya. Proses demikian terjadi melalui komunikasi, yaitu suatu proses dimana anggota masyarakat yang baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana dia menjadi anggota.

  b. Antara orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya

  Kontak sosial ini misalnya adalah apabila seseorang merasakna bahwa tindakan-tindakannya berlawanan dengan norma-norma masyarakat.

  c. Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.

  Umpamanya adalah dua partai politik yang bekerja sama untuk mengalahkan partai politik lainnya.

  Sifat Kontak Sosial

  a. Kontak sosial positif adalah kontak sosial yang mengarah pada suatu kerja sama b. Kontak sosial negative, mengarah kepada suatu pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan kontak sosial.

  c.

  Kontak primer,

  terjadi apabila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka d. Kontak sekunder, memerlukan suatu perantara.

2. Komunikasi Pengertian

  Komunikasi adalah bahwa seseorang yang memberi tafsiran kepada orang lain (yang berwujud pembicaraan, gerak-gerak badaniah atau sikap), perasaan- perasaan apa yang ingin disampaikan oleh orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan. Dengan adanya komunikasi sikap dan perasaan kelompok dapat diketahui olek kelompok lain atau orang lain. Hal ini kemudain merupakan bahan untuk menentukan reaksi apa yang akan dilakukannya.

  Contoh

  Dalam komunikasi kemungkinan sekali terjadi berbagai macam penafsiran terhadap tingkah laku orang lain. Seulas senyum misalnya, dapat ditafsirkan sebagai keramah tamahan, sikap bersahabat atau bahkan sebagai sikap sinis dan sikap ingin menunjukan kemenangan.

C. Faktor-faktor Interaksi Sosial 1. Faktor Imitasi

  Imitasi dapat mendorong seseorang unruk mematuhi kaidah-kaiidah dan nilai- nilai yang berlaku. Namun, imitasi mungkin pula mengakibatkan terjadinya hal- hal negatif apabila sesorang meniru tindakan-tindakan menyimpang. Selain itu, ia juga mampu melemahkan atau mematikan pengembangan daya kreasi seseorang

2. Faktor Sugesti Pengertian

  Sugesti, seseorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya yang lalu diterima oleh orang lain di luarnya. Sugesti dalam ilmu jiwa sosial dapat dirumuskan sebagai suatu proses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.

  Syarat-syarat sugesti mudah terjadi a. Sugesti karena hambatan berpikir

  Dalam proses sugesti terjadi gejala bahwa orang yang dikenainya mengambil alih pandangan-pandangan dari orang lain tanpa memberinya pertimbangn- pertimbangan kritik terlebih dahulu. Orang yang terkena sugesti itu menelan apa saja yang dianjurkan orang lain. Hal ini tentu lebih mudah terjadi apabila ia berada dalam keadaan ketika cara-cara berpikir kritis itu sudah agak terkendala atau sedang mangalami rangsangan-rangsangan emosional.

  b. Sugesti karena keadaan pikiran terpecah-pecah (disosiasi)

  Hal ini dapat terjadi, misalnya apabila orang yang bersangkutan menjadi bingung karena ia dihadapkan pada kesulitan-kesulitan hidup yang terlalu kompleks bagi daya penampungannya. Apabila orang menjadi bingung, maka ia lebih mudah terkena sugesti orang lain yang mengetahui jalan keluar dari kesulitan-kesulitan yang dihadapinya itu.

  c. Sugesti karena otoritas atau prestise

  Orang cenderung menerima pandangan-pandangan atau sikap-sikap tertentu apabila pandangan atau sikap tersebut dimiliki oleh para ahli dalam bidangnya sehingga dianggap otoritas pada bidang tersebut atau memiliki prestise sosial yang tinggi.

  d. Sugesti karena mayoritas

  Orang lebih cenderung akan menerima suatu pandangan atau ucapan apabila ucapan itu didukung oleh mayoritas, oleh sebagian besar dari golongannya, kelompknya atau masyarakatnya.

  e. Sugesti karena ” will to believe ”

  Sugesti akan diterima tanpa pertimbangan lebih lanjut karena pada diri pribadi orang yang bersangkutan sudah terdapat suatu kesediaan untuk lebih sadar dan yakin akan hal-hal disugesti itu yang sebenarnya sudah terdapat padanya.

  3. Fakor Identifikasi

  Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan seorang lain. Kecenderungan ini bersifat tidak sadar bagi anak dan tidak hanya merupakan kecenderungan untuk menjadi seperti seseorang secara lahiriah saja, tetapi justru secara batin. Artinya, anak itu secara tidak sadar mengambil alih sikap-sikap orangtua yang diidentifikasinya yang dapat ia pahami norma-norma dan pedoman-pedoman tingkah lakunya sejauh kemampuan yang ada pada anak itu.

  4. Faktor Simpati

  Simpati dapat dirumuskan sebagai perasaan tertariknya seseorang terhadap orang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, tetapi berdasarkan penilaian perasaan sebagaimana proses identifikasi. Simpati dapat pula berkembang perlahan-lahan di samping simpati yang timbul dengan tiba-tiba.

  Simpati bekerja timbal-balik, yang akan menghasilkan suatu hubungan kerja sama di mana seseorang ingin lebih mengerti orang lain sedemikian jauhnya sehingga ia dapat merasa berpikir dan bertingkah laku seakan-akan ia adalah orang lain itu.

D. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial 1. Proses Asosiatif ( Processes of Association ) a. Kerja Sama ( Cooperation )

  Kerja sama di sini dimaksudkan sebagai suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok manusia untuk mencapai satu atau beberapa tujuan bersama.

  Syarat terjadinya kerja sama:

  • apabila orang dapat digerakkan untuk mencapai suatu tujuan bersama
  • ada kesadaran bahwa tujuan tersebut di kemudian hari mempunyai manfaat bagi semua.
  • Ada iklim yang menyenangkan dalam pembagian kerja serta balas jasa yang akan diterima.
  • Keahlian

  in-group- nya) dan

  • Orientasi orang perorangan terhadap kelompoknya (

  kelompok lainnya ( out-group -nya). Kerja sama mungkin akan bertambah kuat apabila ada bahaya luar yang mengancam atau ada tindakan-tindakan luar yang menyinggung kesetiaan yang secara tradisional atau institusional telah tertanam di dalam kelompok, dalam diri seseorang atau segolongan orang.

  Bentuk kerja sama ï‚· Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan tolong-menolong.

  ï‚· Bargaining , yaitu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barabg-barabg dan jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih.

  ï‚· Ko-optasi ( Co-optation

  ), yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi, sebagai salah satu cara untuk menghindari terjadinya kegoncangan dalam stabilisasi organisasi yang bersangkutan.

  ï‚· Koalisi ( Coalition ), yaitu kombinasi antara dua ornagisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-tujuan yang sama.

  ï‚· Joint-ventrue

  , yaitu kerja sama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, misalnya pemboran minyak, pertambangan batu bara, perfilman, perhotelan, dll.

  Accomodation

  b. ) Akomodasi ( Pengertian

  Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.

  Tujuan akomodasi ï‚· Untuk mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia sebagai akibat perbedaan paham.

  ï‚· Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara waktu ï‚· Untuk memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok-

  kelompok sosial yang hidupnya terpisah sebagai akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan, seperti yang dijumpai pada masyarakat yang mengenal sistem kasta.

  ï‚· Mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok sosial Bentuk-bentuk akomodasi

  ï‚· Coercion , adalah suatu bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan

  oleh karena adanya paksaan. Coercion merupakan bentuk akomodasi, dimana salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah bila dibandingkan dengan pihak lawan. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara fisik (langsung), maupun psikologis (tidak langsung).

  Compromise

  ï‚· , adalah suatu bentuk akomodasi dimana pihakpihak yang

  terlibat saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada. Sikap dasar untuk dapat melaksanakan adalah bahwa salah satu pihak bersedia untuk merasakan dan

  compromise memahami keadaan pihak lainnya dan begitu pula sebaliknya.

  ï‚· Arbitration , merupakan suatu cara untuk mencapai compromise apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.

  Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak atau oleh suatu badan yang berkedudukan lebih tinggi dari pihak-pihak bertentangan.

  ï‚· Mediation hampir menyerupai arbitration . Pada mediation diundanglah

  pihak ketiga yang netral dalam soal perselisihan yang ada. Tugas pihak ketiga tersebut adalah mengusahakan suatu penyelesaian secara damai. Kedudukan pihak ketiga hanyalah sebagai penasihat belaka, dia tidak berwenang untuk memberi keputusan-keputusan penyelesaian perselisihan tersebut.

  ï‚· Conciliation , adalah suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-

  keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. bersifat lebih lunak daripada dan membuka

  Conciliation coercion kesempatan bagi pihak-pihak yang bersangkutan untuk mengadakan asimilasi.

  ï‚· Toleration , juga sering disebut sebagai tolerant-participation . Ini merupakan suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang formal bentuknya.

  Kadang-kadang toleration timbul secara tidak sadar dan tanpa direncanakan, ini disebabkan karena adanya watak orang perorangan atau kelompok- kelompok manusia untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari suatu perselisihan.

  ï‚· Stalemate , merupakan suatu akomodasi, dimana pihak-pihak yang

  bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang berhenti pada suatu titik tertentu dalam melakukan pertentangannya. Hal ini disebabkan oleh karena kedua belah pihak sudah tidak ada kemungkinan lagi baik untuk maju maupun untuk mundur.

  ï‚·

Adjudication , yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.

  Hasil-hasil akomodasi

ï‚· Akomodasi, dan integrasi masyarakat, telah berbuat banyak untuk

  menghindari masyarakat dari benih-benih perentangan latent yang akan melahirkan pertentangan baru.

  

ï‚· Menekan oposisi. Seringkali suatu persaingan dilaksanakan demi

keuntungan suatu kelompok tertentu demi kerugian pihak lain. ï‚· Koordinasi berbagai kepribadian yang berbeda.

ï‚· Perubahan lembaga-lembaga kemasyarakatan agar sesuai dengan keadaan

baru atau keadaan yang berubah. ï‚· Perubahan-perubahan dalam kedudukan. ï‚· Akomodasi membuka jalan ke arah asimilasi.

  Assimilation

  c. ) Asimilasi ( Pengertian

  Asimilasi merupakan ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok- kelompok manusia dan juga meliputi usah untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan- kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.

  Proses asimilasi timbul bila ada: ï‚· Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.

  ï‚· Orang perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu yang lama. ï‚· Kebudayaan-kebudayaan dari kelompok-kelompok manusia tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri.

  Faktor-faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu asimilasi adalah: ï‚· Toleransi ï‚· Kesempatan-kesempatan yang seimbang di bidang ekonomi ï‚· Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya ï‚· Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat ï‚· Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan amalgamation )

  ï‚· Perkawinan campur ( ï‚· Adanya musuh bersama di luar.

  Faktor-faktor umum yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi ï‚· Terisolasi kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.

  ï‚· Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi. ï‚· Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi. ï‚· Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.

  ï‚· Perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri badaniah.

  ï‚· In-group feeling yang kuat.

  ï‚· Golongan minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa. ï‚· Perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi 2.

   Proses Disosiatif ( oppositional processes ) a. Persaingan (competition) Pengertian

  Persaingan adalah suatu proses sosial, di mana individu atau kelompok- kelompok manusia yang bersaing, mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum (baik perseorangan maupun kelompok manusia) dengan cara menarik perhatian publik atau dengan mempertajam prasangka yang telah ada, tanpa mempergunakan ancaman atau kekerasan.

  Bentuk Persaingan ï‚· Persaingan ekonomi. Timbul karena terbatasnya persediaan apabila dibandingkan dengan jumlah konsumen.

  ï‚· Persaingan kebudayaan. Menyangkut persaingan kebudayaan, keagamaan, lembaga kemasyarakatan seperti pendidikan, dan sebagainya. ï‚· Persaingan kedudukan dan peranan. Di dalam diri seseorang maupun di

  dalam kelompok terdapat keinginan-keingian untuk diakui sebagai orang atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta peranan yang terpandang.

  ï‚· Persaingan ras. Perbedaan ras baik karena perbedaan warna kulit, bentuk

  tubuh, maupun corak rambut dan sebagainya, hanya merupakan suatu perlambang kesadaran dan sikap atas perbedaanperbedaan dalam kebudayaan.

  Fungsi Persaingan ï‚· Menyalurkan keinginan-keinginan individu ata u kelompok yang bersifat

  kompetitif

  ï‚· Sebagai jalan di mana keinginan, kepentingan serta nilai-nilai yang pada

  suatu masa menjadi pusat perhatian, tersalurkan dengan baik oleh mereka yang bersaing.

  ï‚· Merupakan alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan sosial ï‚· Alat untuk menyaring para warga golongan karya (fungsional) yang akhirnya akan menghaslkan pembagian kerja yang efektif.

  Hasil suatu persaingan terkait erat dengan berbagai faktor, antara lain : ï‚· Kepribadian seseorang ï‚· Kemajuan masyarakat ï‚· Solidaritas kelompok ï‚· disorganisasi b.

   Kontravensi (contravention) Pengertian

  Kontravensi pada hakikatnya merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.

  Bentuk-bentuk kontravensi menurut Leopold von Wiese, dan Howard Becker ï‚· Yang umum meliputi perbuatan-perbuatan seperti penolakan, keengganan,

  perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes, gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain.

  ï‚· Yang sederhana seperti menyangkal pernyataan orang lain di depan

  umum, memaki melalui selembaran surat, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak lain, dan sebagainya.

  ï‚· Yang intensif mencakup penghasutan, menyebarkan desasdesus, mengecewakan pihak lain, dsb. ï‚· Yang rahasia, seperti mengumumkan rahasia pihak lain, perbuatan khianat, dll. ï‚· Yang taktis, misalnya mengejutkan lawan, mengganggu atau

  membingungkan pihak lain, seperti dalam kampanye parpol dalam pemilihan umum.

  Tipe-tipe Kontravensi

  Menurut von Wiese dan Becker terdapat tiga tipe umum kontravensi

  ï‚· Kontravensi generasi masyarakat bentukan antara generasi muda dengan

  tua karena perbedaan latar belakang pendidikan, usia dan pengalaman),

  ï‚· Kontravensi yang menyangkut seks (hubungan suami dengan istri dalam

  keluarga)

  ï‚· Kontravensi parlementer (hubungan antara golongan mayoritas dengan

  minoritas dalam masyarakat baik yang menyangkut hubungan mereka di dalam lembaga-lembaga legislative, keagamaan, pendidikan, dan seterusnya).

  kategori kontravensi ï‚· Kontravensi antar masyarakat ï‚· Antagonism keagamaan ï‚· Kontravensi intelektual ï‚· Oposisis moral c.

   Pertentangan atau pertikaian (conflict) Pengertian

  Pertentangan atau pertikaian adalah suatu proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan.

  Peyebab terjadinya pertentangan, yaitu : ï‚· Perbedaan individu-individu ï‚· Perbedaan kebudayaan ï‚· Perbedaan kepentingan ï‚· Perbedaan sosial.

  Bentuk-bentuk pertentangan antara lain : ï‚· Pertentengan pribadi ï‚· Pertentangan rasial ï‚· Pertentangan antara kelas-kelas sosial, umumnya disebabkan oleh karena adanya perbedaan-perbedaan kepentingan.

  ï‚· Pertentangan politik ï‚· Pertentangan yang bersifat internasional.

  Akibat dari bentuk-bentuk pertentangan adalah sebagai berikut :

  

ï‚· Bertambahnya solidaritas “in-group” atau malah sebaliknya yaitu

  terjadi goyah dan retaknya persatuan kelompok

  ï‚· Perubahan kepribadian ï‚· Akomodasi, dominasi dan takluknya satu pihak tertentu

  SUMBER Gerungan, W. A. 2004. Psikologi Sosial . Bandung: PT Refika Aditama.

  Soekanto, Soerjono. 2005. Sosiologi Suatu Pengantar . Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Dokumen baru

Tags

Analisis Budaya Produksi Budaya Di Media Perbedaan Budaya Indonesia Dengan Budaya Ijtihad Budaya Dan Jihad Budaya Budaya Komunikasi Antar Budaya Docx Landasan Sosial Budaya Pendidikan Docx Budaya Visual Nusantara Pertemuan Bukti Ketiadaan Naskh Dalam Al Qur An Optimalisasi Sinergitas Tni Polri Masyar Tuhan Manusia Dan Peradaban Docx Ilmu Sosial Dan Ilmu Budaya Dasar Peran Perpustakaan Dalam Melestarikan Budaya Dan Membangun Peradaban Contoh Bentuk Interaksi Sosial Docx Dinamika Interaksi Sosial Dilema Antara Konflik Etnik Dan Ras Dan Sistem Budaya Indonesia Sistem Budaya In Pengaruh Budaya Asing Terhadap Budaya In Unpad Gelar Festival Budaya Implikasi Kepelbagaian Sosio Budaya Terh Tindakan Sosial Dan Interaksi Sosial Bab 2 Interaksi Sosial Bentuk Bentuk Interaksi Sosial Nama Kelo Interaksi Sosial Dalam Kehidupan Sosial Fenomena Sosial Dan Interaksi Sosial 12 Konseling Sebagai Interaksi Sosial Interaksi Sosial Dan Lembaga Sosial Doc Peran Smartphone Dalam Interaksi Sosial Interaksi Sosial Guru Dan Siswa Dalam Pe Proses Sosiologi Dan Interaksi Sosial Interaksi Sosial Penyandang Cacat Peningkatan Interaksi Sosial Konsep Shuudan Shugi Dalam Manajemen Per Disolusi Beberapa Tablet Ampisilina Yang Beredar Di Pasaran Konflik Dan Penyelesaian Konflik Kepulau Tugas Esai Bahasa Indonesia Tentang Buda Para Pihak Yang Terlibat Dalam Hukum Acara Pidana Perkawinan Beda Agama Dalam Perspektif H Aspek Sosial Budaya Serta Hubungannya De Pembaharuan Hukum Perspektif Historis Pdf Draft Naskah Akademik Rancangan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi Aplikasi Web Dinamis Dengan Menggunakan Asp Manfaat Pajak Ditinjau Dari Teori Hukum Positive Kelahiran Dan Perkembangan Ilmu Pengetah Teori Pembelajaran Sosial Dan Shetsa Antara Hitam Dan Putih Penghulu Pada Mas Dari Pluralisme Hingga Dialog Antar Peradaban Mistisisme Simbolik Dalam Tradisi Islam Perkembangan Dan Aliran Aliran Dalam Ush Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan Aspek Sosial Ekonomi Dan Budaya Agrofore Perbandingan Perspektif Utama Psikologi Mawarpury Kesadaran Budaya Seorang Pengarang Minangkabau Psikologi Sosial Interaksi Antar Perokok Seni Budaya Ukk Seni Budaya Kelas Hubungan Sosial Asosiatif Id Docx Jenis Jenis Laut Karya Tulis Ilmiah Jenis Jenis Laut Fenomena Jilbab Dalam Perspektif Sosiolo Penegakan Hk Perspektif Sosiologis Lunturnya Budaya Pancasilasiap Upload Interaksi Sosial Dan Lembaga Sosial Bab 2 Lembaga Sosial Lingkungan Dan Interaksi Sosial Tindakan Dan Interaksi Sosial Dan Lingkungan Dan Interaksi Sosial Pemulung Interaksi Dan Tindakan Sosial Pptx Contoh Interaksi Sosial
Show more

Dokumen yang terkait

Keanekaragaman Makrofauna Tanah Daerah Pertanian Apel Semi Organik dan Pertanian Apel Non Organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai Bahan Ajar Biologi SMA
25
224
36
FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)
27
215
2
Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)
136
609
18
DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"
132
616
21
KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )
64
467
20
PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)
105
434
24
Pencerahan dan Pemberdayaan (Enlightening & Empowering)
0
53
2
KEABSAHAN STATUS PERNIKAHAN SUAMI ATAU ISTRI YANG MURTAD (Studi Komparatif Ulama Klasik dan Kontemporer)
5
101
24
GANGGUAN PICA(Studi Tentang Etiologi dan Kondisi Psikologis)
3
72
2
Efek Hipokolesterolemik dan Hipoglikemik Patigarut Butirat
2
93
12
Analisis Pertumbuhan Antar Sektor di Wilayah Kabupaten Magetan dan Sekitarnya Tahun 1996-2005
3
55
17
Analisis tentang saksi sebagai pertimbangan hakim dalam penjatuhan putusan dan tindak pidana pembunuhan berencana (Studi kasus Perkara No. 40/Pid/B/1988/PN.SAMPANG)
8
84
57
Diskriminasi Daun Gandarusa (Justicia gendarrusa Burm.f.) Asal Surabaya, Jember dan Mojokerto Menggunakan Metode Elektroforesis
0
59
6
IbM Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut Petani Kakao Kecamatan Bangsalsari
5
93
57
Identifikasi Jenis Kayu Yang Dimanfaatkan Untuk Pembuatan Perahu Tradisional Nelayan Muncar Kabupaten Banyuwangi dan Pemanfaatanya Sebagai Buku Nonteks.
24
291
121
Show more