Aspek Hukum Lingkungan Bisnis Pertemuan 4

 0  0  38  2019-01-11 12:57:58 Laporkan dokumen yang dilanggar

PERSEROAN TERBATAS

DASAR HUKUM

  

Undang-Undang Perseroan

Terbatas No. 40 Tahun 2007

tentang Perseroan Terbatas –

UUPT”.

  DEFINISI (PASAL 1 AYAT

1 UUPT)

  

Badan Hukum yang merupakan

persekutuan modal, didirikan

berdasarkan perjanjian, melakukan

kegiatan usaha dengan modal dasar

yang seluruhnya terbagi dalam saham

dan memenuhi persyaratan yang

  a) Badan Hukum: Mempunyai harta kekayaan sendiri dan DEFINISI (LANJUTAN) bertindak mewakili PT tersebut; tanggung jawab sendiri. PT terdiri dari organ-organ yang c) Didirikan berdasarkan perjanjian (anggaran dasar).

  b) Persekutuan modal; terdiri dari 2 pemegang saham; Dikarenakan berdasarkan perjanjian maka minimal

  d) Modal seluruhnya terbagi dalam saham; dan

  

ORGAN PERSEROAN

RUPS Direksi dan Dewan Komisaris

   PROSEDUR PENDIRIAN Melakukan pemesanan nama (melalui notaris) mengecek apakah nama PT yang diajukan pada Kementerian Hukum dan HAM untuk Perjanjian pendirian PT dituangkan ke dalam Akta tersedia atau dapat disetujui; Pendirian). Akta Pendirian juga memuat anggaran Notaris berbahasa Indonesia (disebut Akta dasar;

PROSEDUR PENDIRIAN

   (lanjutan) Setelah nama yang diusulkan disetujui, Para Pendiri notaris; akan menandatangani Akta Pendirian dihadapan kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk Akta Pendirian yang telah ditandatangani diajukan

   telah mendapat Surat Keputusan pengesahan dari mendapat pengesahan Menteri. Ketika Akta Pendirian mendapatkan status sebagai Badan Hukum. Kementerian Hukum dan HAM maka pada saat itu PT

PROSEDUR PENDIRIAN

  Catatan: (lanjutan)

penandatangan Akta Pendirian tidak diajukan

Apabila dalam jangka waktu 120 hari sejak

bubar dan pemberesan dilakukan oleh Pendiri.

permohonan pengesahan, maka PT demi hukum

diurus setelah PT mendapat status badan hukum)

(surat keterangan domisili, NPWP, SIUP dan TDP dapat

PROSEDUR PENDIRIAN

   (lanjutan) Menteri akan mengumumkan Akta Pendirian Rapat Umum Pemegang Saham I untuk secara tersebut kedalam Berita Negara RI; dan jawab tindakan pendiri sebelum berbadan tegas menerima dan mengambilalih tanggung hanya dapat dilakukan oleh Direksi bersama- hukum. Perbuatan hukum sebelum pengesahan sama pendiri dan komisaris tanggung jawab

ISI AKTA PENDIRIAN

   Nama PT (ketentuan penggunaan dan penulisan nama PT diatur pada Pasal 16 UUPT);

   Tempat kedudukan (wilayah Negara RI);

   Maksud dan tujuan;

ISI AKTA PENDIRIAN

  (lanjutan) Modal dasar, modal ditempatkan

   dan modal disetor;

   Jumlah saham, klaisifkasi saham, hak-hak yang melekat pada tiap- tiap klaisifkasi dan jumlah nominal masing-masing.

  

ANGGARAN DASAR TIDAK

BOLEH MEMUAT Ketentuan mengenai

   penerimaan bunga tetap atas saham; dan Ketentuan mengenai

   pemberian manfaat pribadi

  MODAL & SAHAM

   Modal dasar minimal Rp50juta;

   Modal ditempatkan dan disetor minimal 25% dari modal dasar;

   Penyetoran modal berupa uang. Jika berupa non-uang maka barang tersebut dinilai terlebih dahulu oleh

  MODAL & SAHAM (lanjutan) Setiap saham wajib memiliki nilai nominal; harus mendapat persetujuan Menteri, sedangkan untuk Penambahan modal dasar atau pengurangan modal

  

Catatan: Tahapan penambahan modal (baik modal dasar

modal ditempatkan cukup diberitahukan ke Menteri;

peningkatan modal tersebut – hasil RUPS dituangkan atau modal ditempatkan): RUPS yang menyetujui penerimaan pemberitahuan dari Kementerian Hukum kedalam Akta Notaris – mendapat persetujuan /

  MODAL & SAHAM (lanjutan)

   Nilai saham dalam mata uang rupiah; Direksi mencatatat saham dalam Daftar

   Pemegang Saham; Saham dikeluarkan atas nama

   pemiliknya; Saham Direksi dan Komisaris serta

  

  MODAL & SAHAM (lanjutan)

   pemindahan hak atas saham; Pemindahan dengan akta

  Anggaran Dasar memuat cara

   pemindahan hak; dan

   Preemptive right ada pada

  

Rencana Kerja, Laporan

Tahunan dan Penggunaan

Laba

   Direksi berkewajiban menyusun Rencana kerja tahunan yang juga memuat anggaran tahunan untuk tahun berikutnya; Direksi wajib menyusun laporan tahunan

   sebagai bentuk pertanggung jawaban Direksi dalam mengurus PT – laporan

  

Rencana Kerja, Laporan

Tahunan dan Penggunaan

Laba

   jawab secara pribadi jika laporan tahunan tidak benar;

  Direksi dan Komisaris bertanggung

   PT wajib menyisihkan dana cadangan dari laba bersih yang diperoleh tujuannya untuk menutup

  

Rencana Kerja, Laporan

Tahunan dan Penggunaan

Laba

   Penggunaan lada bersih ditentukan oleh RUPS – dibagi dalam bentuk dividen (jika saldo positif);

   Dimungkinkan pembagian laba interim dengan kewajiban mengembalikan kepada kas PT jika ternyata PT rugi

  

RAPAT UMUM PEMEGANG

SAHAM - RUPS

   RUPS memiliki kewenangan yang tidak diserahkan kepada Direksi dan Komisaris; RUPS: RUPS Tahunan dan RUPS Luar

   Biasa RUPS tahunan wajib diselenggarankan

   dalam kurun waktu 6 bulan pasca tutup tahun buku;

RAPAT UMUM PEMEGANG

   SAHAM – RUPS (lanjutan) RUPS luar biasa dapat diselenggarakan setiap saat berdasarkan adanya kebutuhan untuk kepentingan PT; Penyelenggara RUPS adalah Direksi kecuali dalam hal-hal ditentukan oleh UU; Setiap saham memiliki satu hak suara kecuali ditentukan lain dalam Anggaran

RAPAT UMUM PEMEGANG

   SAHAM – RUPS (lanjutan) RUPS sah jika memenuhi quorum yang ditentukan oleh Anggaran Dasar dan UUPT; Putusan RUPS diambil berdasarkan prinsip musyawarah untuk mufakat; Jika musyawarah tidak mencapai mufakat putusan RUPS diambil berdasarkan voting;

RAPAT UMUM PEMEGANG

   SAHAM – RUPS (lanjutan) Pemegang saham dapat mengambil keputusan saham menyetujui secara tertulis usulan yang diluar rapat dengan syarat semua pemegang sirkuler keputusan pemegang saham); diajukan untuk diputuskan (biasanya disebut pemegang saham yang bersama-sama RUPS dapat diajukan oleh satu atau lebih

   mewakili 1/10 persen dari jumlah saham yang

  

VOTING DALAM RUPS

(Kuorum Kehadiran) RUPS hanya dapat dilakukan jika kehadiran apabila tidak tercapai dilakukan RUPS kedua 50% dari total saham yang telah dikeluarkan; apabila tidak tercapai lagi, maka dapat 1/3 dari seluruh saham yang dikeluarkan; dan ditentukan oleh ketua pengadilan; diadakan RUPS ketiga dengan kuorum yang

VOTING DALAM RUPS

  

(Kuorum Pengambilan

Keputusan)

  

50% dari total peserta RUPS yang

hadir dengan suara sah.

HAL TERTENTU

   Anggaran Dasar: Kuorum kehadiran 2/3 dan pengambilan keputusan 2/3 dari yang hadir. RUPS kedua kuorum kehadiran 3/5 (pengambilan keputusan tetap).

  RUPS dengan agenda mengubah

HAL TERTENTU

  

RUPS dengan agenda menyetujui

penggabungan, peleburan,

pengabilalihan atau pemisahan: Kuorum

kehadiran ¾ dan pengambilan keputusan

disetujui ¾ dari yang hadir. RUPS kedua

2/3 (pengambilan keputusan tetap). RUPS

ketiga ketua pengadilan.

CATATAN PEMANGGILAN

  

Pemanggilan RUPS dilakukan dalam jangka waktu

RUPS

diadakan, dengan tidak memperhitungkan tanggal

paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum RUPS

dilakukan dengan surat tercatat atau iklan surat kabar.

pemanggilan dan tanggal RUPS. Pemanggilan

pelaksanaan RUPS. RUPS kedua dan ketiga hanya

Pemanggilan RUPS kedua dan ketiga 7 hari sebelum

10 hari dan paling lambat 21 hari dari RUPS yang

dapat dilangsungkan dalam jangka waktu paling cepat

  DIREKSI

   Direksi adalah organ PT yang berwenang dan bertanggung jawab atas pengurusan PT;

   Anggota Direksi diangkat oleh RUPS; Masa jabatan untuk jangka waktu

   tertentu tapi dapat diangkat kembali;

  DIREKSI (lanjutan) Pengangkatan, penggantian atau

   pemberhentian diatur didalam Anggaran Dasar;

   Dalam RUPS tidak menetukan saat pengangkatan, penggantian atau pemberhentian maka penutupan

   DIREKSI (lanjutan) Pengangkatan pergantian atau pemberhentian wajib hari sejak pengangkatan pergantian atau diberitahukan kepada Menteri dalam jangka waktu 30 Pengangkatan direksi yang tidak memenuhi ketentuan pemberhentian untuk dicatatat dalam daftar perseroan; adanya persyaratan yang tidak terpenuhi; dan

Pasal 93 adalah batal demi hukum sejak saat diketahui Tugas dan wewenang direksi dalam Anggaran Dasar.

  

  KOMISARIS

   Komisaris adalah organ yang bertugas mengawasi dan memberi nasihat kepada Direksi; Dewan komisaris dapat terdiri dari 1

   orang anggota atau lebih. Komisaris adalah suatu badan kolegial anggotanya tidak dapat bertindak sendiri-sendiri;

  KOMISARIS

   Komisaris diangkat oleh RUPS; dan

   Dalam AD dapat ditetapkan kewenangan komisaris untuk memberikan persetujuan atau bantuan kepada Direksi dalam melakukan perbuatan hukum

PEMBUBARAN, LIKUIDASI DAN

  Pembubaran dapat dilakukan berdasarkan:

   Keputusan RUPS;

   Karena jangka waktu berdirinya yang

ditetapkan dalam Anggaran Dasar telah

berakhir; dan Berdasarkan penetapan pengadilan.

  

  

Pembubaran wajib diikuti dengan

likuidasi yang dilakukan likuidator.

TAHAPAN PEMBUBARAN

   melalui surat kabar dan Berita Negara RI;

  Pengumuman kepada kreditor

   Pemberitahuan kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk dicatat dalam daftar perseroan;

TAHAPAN PEMBUBARAN

  (lanjutan)

   Likuidator mencatat, pengumpulan hutang dan mengurus hutang PT, pengumuman dalam surat kabar dan berita negara RI, pembayaran pada para kreditor, pembayaran sisa kekayaan hasil likuidasi kepada Pemegang saham dan tindakan lain yang perlu dilakukan dalam

TAHAPAN PEMBUBARAN

   (lanjutan) Melaksanakan RUPS tentang pertanggung- Pengumuman surat kabar hasil likuidasi; jawaban likuidator; dan HAM bahwa proses likuidasi telah Pemberitahuan kepada Kementerian Hukum

   Menteri mencatat berakhirnya status badan berakhir; dan

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Tags

Rps Man 659 Aspek Hukum Lingkungan Bisnis

Aspek Hukum Dalam Bisnis

Aspek Hukum Dalam Ekonomi Pertemuan

Aspek Hukum Perjanjian Dalam Bisnis

Aspek Hukum Dalam Bisnis Properti

Tugas Aspek Hukum Dalam Bisnis

Aspek Hukum Dalam Bisnis Koperasi

Aspek Hukum Dalam Bisnis Dan

3 Aspek Hukum Dalam Bisnis

Penegakan Hukum Lingkungan Melalui Aspek

Aspek Hukum Lingkungan Bisnis Pertemuan 4

Gratis

Feedback