Strategi Partnership Marketing Communication Ammossi

 0  0  14  2018-09-28 14:39:14 Report infringing document

   UNIVERSITAS MERCU BUANA FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI Judul : Strategi Partnership Marketing Communication Ammossi dengan Aksa 7 Dalam Meningkatkan Penjualan dan Membangun Brand Awareness Oleh : Herry Budiman NIM : 44314110028 Bidang Studi : Marketing Communication And Advertising ABSTRACT

  Start up developments in indonesia is rapidly and exhilarating. Every years even months there are many new founder start up. According to dailysocial.net, nowadays there at least more than 1500 local start up in Indonesia. The objective of this study is to find out how does promotion strategy partnership marketing communication of Ammossi with Aksa 7 happened in real to increase sales and build brand awareness. The study to figure out the role of partnership that brand Ammossi use to increase sales and build product brand awareness. Theoritical base from Chriss fill book

  “marketing communication engagement. Strategies and practice. This study used qualitative approach with descriptive research type. The research method is case study by conducting in-depth interviews to informant.

  The result of study discusses about partnership activities that used by brand Ammossi such as determining marketing communication objectives, identifying the target audience, determine strategies and tactics to evaluate program effectiveness. Thus, the researcher was able to obtain an overview strategies promotion partnership in increasing sales and build brand awareness. The study concluded that the most significant role in increasing sales and bulid brand awareness that used by brand Ammossi is partnership or collaboration strategy. In this case Ammossi involved and participate using all their assets and resource to succeed in this activities.

  PENDAHULUAN Perkembangan Startup di Indonesia bisa dikatakan cukup pesat menggembirakan.

  Setiap tahun bahkan setiap bulan banyak founder-founder (pemilik) Startup baru

  

  bermunculan. Mesekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1500

  

Startup lokal yang ada di Indonesia. Potensi pengguna internet Indonesia yang semakin

  naik dari tahun ke tahun tentunya merupakan suatu lahan basah untuk mendirikan

  1 sebuah Startup.

  Peneliti melihat Ammossi selaku brand startup dalam melakukan partnership bermaksud untuk meningkatkan penjualan produk sekaligus membangun kesadaran akan merk pada khalayaknya. Dalam hal ini menjalin kerja sama dengan Aksa 7 yang memiliki kesamaan target audiens serta visi dan misi serupa, yaitu untuk mengkampanyekan pada target audiens untuk mengenali dan bangga akan kekayaan alam serta keragaman budaya yang Indonesia miliki.

  Dengan melakukan kerja sama dengan berbagai gerakan yang banyak dipercaya oleh masyarakat, perusahaan dapat meningkatkan reputasi korporasinya, meningkatkan kesadaran masyarakat atas merk, meningkatkan kesetiaan pelanggan, meningkatkan penjualan, dan meningkatkan jumlah liputan pers yang menguntungkan

  2 bagi perusahaan.

  Perubahan signifikan terjadi ketika Ammossi mulai berkolaborasi dengan Aksa 7. Perubahan yang begitu terasa adalah ketika awal merintis, Ammossi mencoba menawarkan produknya ke toko-toko outdoor namun ditolak karena dinilai sebuah gelang bukanlah alat pendukung dalam kegiatan outdoor. Semua berubah ketika Ammossi dan Aksa 7 berkolaborasi, toko-toko perlengkapan outdoor yang sebelumnya menolak kemudian menawarkan kerja sama agar Ammossi dapat menempatkan produknya di toko. Salah satu toko outdoor tersebut adala Eiger dan Consina yang sudah sangat dikenal oleh para pecinta kegiatan luar ruang dalam menyediakan peralatan outdoor.

  Aksa 7 ARTspedition, merupakan sekelompok anak muda pekerja film dan aktivis

  lingkungan yang memiliki semangat dan kecintaan terhadap Indonesia dan sumber

   2 diakses pada 30 september 2016

  Hanish Pringle dan Marjorie Thompson, Brand Soul: How Cause Related Marketing Builds Brands

(New York: John Wiley & Sons, 1999); Richard Earl The Art of Cause Marketing (Lincoln Wood, Ill.:

NTC, 2000). I dalam Kotler, Philip. “Marketing insight from A to Z : 80 konsep yang harus dipahami

  3

  dayanya. Proyek yang ingin mereka lakukan adalah membuat film dokumenter tentang gunung-gunung tertinggi di Indonesia. Terdapat 7 gunung yang dipilih untuk ekspedisi dalam proyek film dokumenter ini yaitu gunung tertinggi yang mewakili daerah administrasi wilayah Negara Indonesia dengan visi, mengenalkan alam dan budaya Indonesia lewat media film. Misi, Sebagai salah satu kelompok pencinta alam dan pekerja seni dengan semangat bangga ber-INDONESIA yang akan mengenalkan Indonesia lewat sebuah film dokumenter bertemakan gunung sebagai sumber kehidupan.

  Ammossi bersama dengan Aksa 7 melakukan kolaborasi dalam bentuk penjualan produk bertema, yaitu gelang kulit 7 Summit of Indonesia. gelang tersebut terdiri dari 8 buah gelang yang mewakili 7 puncak tertinggi di 7 pulau Indonesia yaitu Kerinci, Mahameru, Rinjani, Bukit Raya, Rantemario, Binaiya, dan Carstenz serta 1 seri gelang khusus yaitu Artspedition yang mewakili para ekspeditor dari tim Aksa 7. Dengan melakukan pembelian gelang aksa 7 Summit of Indonesia ini, maka para warriors (sebutan untuk pendukung proyek film Aksa 7) telah ikut ambil bagian dan

  4 menyumbangkan sebagian dari hasil pembelian gelang tersebut.

  Aksa 7 dalam menggalang dana untuk melaksanakan proyek pembuatan film dokumenter pendakian 7 puncak tertinggi di Indonesia salah satunya adalah dengan menjual gelang yang diproduksi oleh Ammossi. Hal ini sangat membantu Ammossi dalam usahanya untuk mengkomunikasikan produknya kepada khalayak. Mengingat kesamaan target audiens antara Aksa 7 dan Ammossi maka disetiap event yang dilaksanakan oleh Aksa 7 diharapkan dapat memberikan efek positif terhadap brand Ammossi.

  Fokus Penelitian

  Bagaimana Strategi partnership marketing communication Ammossi dalam meningkatkan penjualan dan membangun brand awareness produk?

  Identifikasi Masalah

  Bagaimana peran Aksa 7 dalam meningkatkan penjualan dan membangun brand awareness produk gelang kulit Ammossi.

  Tujuan Penelitian

  Peneliti ingin mengetahui bagaimana Strategi partnership marketing

  

communication Ammossi dan Aksa 7 yang sesungguhnya (yang terjadi dilapangan)

3 dalam meningkatkan penjualan dan membangun Brand awareness.

  Manfaat Penelitian Manfaat Akademis

  Peneliti berharap bahwa dimasa akan datang, penelitian ini bisa menjadi referensi dalam bidang komunikasi pemasaran (Marketing Communication), khususnya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan memulai startup dan membangun brand awareness .

  Manfaat Praktis

  penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan bagi Ammossi dalam membuat dan melakukan strategi promosi yang tepat sehingga mampu menciptakan dan menumbuhkan brand awareness baik bagi produk maupun perusahaan, yang pastinya diharapkan berdampak pada peningkatan penjualan serta diharapkan juga bisa memberikan masukan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia.

  METODE PENILITAN Paradigma

  Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma postpositivis. Paradigma postpositivis ialah paradigma yang hampir merupakan antitesis dari paham yang meletakkan pengamatan dan objektivitas dalam menemukan suatu realitas atau ilmu pengetahuan. Paradigma ini memandang ilmu sosial sebagai analisis sistematis terhadap socially meaningful action melalui pengamatan langsung dan terperinci terhadap pelaku sosial yang bersangkutan

  5 menciptakan dan memelihara atau mengelola dunia sosial mereka.

  Tipe Penelitian

  Berangkat dari masalah pokok yang diteliti, yaitu strategi partnership produk gelang startup Ammossi dalam membangun brand awareness, maka tipe penelitian yang digunakan peneliti ini adalah tipe penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Strauss dan Corbin penelitian kualitatif dimaksud sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh dari prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya.

  Metode Penelitian

  Studi kasus adalah metode riset yang menggunakan berbagai sumber data 5 (sebanyak mungkin data) yang bisa digunakan untuk meneliti, menguraikan,

  Dedy N. Hidayat, Paradigma dan Metodologi Penelitian Sosial Empirik Klasik, Departemen Ilmu menjelaskan secara komperehensif berbagai aspek individu, kelompok, suatu program, organisasi atau peristiwa secara sistematis. Penelaah berbagai sumber data ini membutuhkan berbagai macam instrumen pengumpulan data. Karena itu periset dapat menggunakan wawancara mendalam, observasi partisipan, dokumentasi-dokumentasi,

  6 kuesioner(hasil survei), rekaman, bukti-bukti fisik, dan lainnya.

  Subyek Penelitian

  Peneliti butuh subyek penelitian sebagai pendukung pengamatan kejadian yang diteliti. Penelitian ini membutuhkan dukungan berupa wawancara dengan orang yang mempunyai hubungan dengan penelitian yang dimaksud. Narasumber dipilih oleh peneliti dilakukan sesuai dengan kriteria tertentu karena narasumber merupakan orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar

  7 penelitian .

  Pada penelitian ini peneliti akan melakukan wawancara terhadap startup yang menjadi objek penelitian yakni Ammossi , dimana key informan dan informan nya adalah sebagai berikut: 1.

  Key informan, Ecky Anugrah founder startup Ammossi

  Teknik Pengumpulan Data

  Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara mendalam dengan wawancara yang bersifat terbuka tidak terstruktur dan pengamatan data serta dokumen dengan menggunakan metode multiple source of

  

evidence, yakni memperbolehkan peneliti untuk menemukan dan menggunakan

  berbagai isu yang lebih luas, baik dalam tatanan histori, perilaku maupun observasional.

  a. Data Primer

  Wawancara, Untuk mendapatkan penjelasan dan gambaran menyeluruh dilakukan wawancara secara mendalam (in Depht Interview). Wawancara mendalam terhadap narasumber Ecky Anugrah selaku founder startup Ammossi.

  b. Data Sekunder

  Data sekunder di dapat dari berbagai macam informasi yang berkaitan dengan 6 Ammossi, baik itu berupa artikel, berita, maupun informasi pendukung yang

  Kriyantono, Rachmat. Teknik praktis riset komunikasi: disertai contoh praktis riset media, public relations, advertising, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran. Cetakan kelima 2010. Hal. 65 diperoleh melalui internet maupun data internal yang sudah ada dan telah disediakan oleh founder dari Ammossi yaitu Ecky Anugrah, dengan tujuan untuk memperoleh teori maupun konsep yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembangan penelitian.

  Teknik Analisis Data

8 Bogdan menyatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun

  secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.

  Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

  Untuk menghindari kesalahan atau kekeliruan data yang terkumpul, perlu dilakukan pengecekan keabsahan data didasarkan pada kriteria derajat kepercayaan (credibility) dengan teknik triangulasi, ketekunan pengamatan,

  9 pengecekan teman sejawat .

  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

  10 Pengertian start up beserta karakteristiknya dari berbagai sumber. Start up

  adalah sebuah bisnis rintisan. Istilah ini mulai dikenal setelah era internet. Faktornya ini adalah karena banyak perusahaan yang dimulai dari nol oleh satu atau beberapa orang saja kemudian menjadi besar. Istilah start up sendiri sebenarnya baru populer ketika banyak perusahaan yang menggunakan domain .com bermunculan. Fenomena ini disebut sebagai buble dot-com, sebuah fenomena ketika banyak perusahaan punya situs pribadinya. Dari fenomena itulah, start up kemudian selalu diidentikan dengan perusahaan yang berhubungan dengan teknologi. Padahal, istilah start up sebenarnya bisa digunakan untuk perusahaan berkembang lainnya di berbagai bidang.

  Ammossi Sebagai Brand Kategori Start Up

  Pengalaman bekerja selama empat tahun sebagai MT (Management Trainee) di PT. Wellcomm Indo Pratama pemilik merk Wellcomm®, brand leader aksesories 8 ponsel dan gadget di Indonesia, menjadikan Ecky memahami alur kerja sebuah bisnis 9 Dalam, Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta. Hal. 244 10 Moleong, Metode Penelitian. 2002 hal 177

  

iakses pada 28 dijalankan, yang pada akhirnya membuatnya memutuskan untuk membangun bisnis sendiri yaitu Ammossi. Ammossi adalah sebuah start up yang bergerak sebagai penyedia aksesoris bagi traveler yang berdiri pada tanggal 4 agustus 2014. Ammossi mengangkat tema alam dan budaya indonesia dengan tagline traveler inside diperkuat dengan storyline yang jelas pada setiap produknya.

  Visi dan Misi Brand Ammossi

  Visi Ammossi menjadi pionir brand lokal berkualitas global yang mengedepankan unsur etnik serta story dan tema seputar alam dan budaya indonesia di setiap produknya.

  MISI a.

  Membuat produk kreatif berkualitas dengan harga terjangkau b. senantiasa berinovasi baik dalam desain dan story produk c. menjalin kerjasama dengan relasi toko outdoor offline se Indonesia d. membentuk kerjasama positif antara reseller dan distributor bahan baku e. membangun sistem penjualan dan struktur organisasi yang baik f. mengikuti pelatihan berskala regional dan nasional seputar pengembangan brand dan penjualan.

  Strategi Marketing Ammossi A.

  Identifikasi pelanggan Ammossin ( B to C ) Segmentasi konsumen produk gelang kulit Ammossi membidik para pemuda atau pemudi range usia 18

  • – 35 tahun di wilayah perkotaan dari kelas sosial menengah, menengah atas dan atas, kepribadian yang menggemari kegiatan outdoor serta memiliki jiwa petualang yang tinggi, semangat muda yang berani keluar dari zona nyamannya untuk menjelajah dan lebih mengenali negeri sendiri keseluruh penjuru negeri.

  Targeting konsumen Ammossi adalah mereka anak-anak muda produktif dan

  aktif dalam kegiatan-kegiatan outdoor yang terhimpun dalam komunitas-komunitas pecinta alam, pendaki gunung, traveler, dan para backpacker baik online maupun

  offline yang bangga akan kekayaan alam dan keragaman budaya Indonesia.

  Positioning konsumen Ammossi menekankan pada keunikan produk serta

  kualitas produk gelang kulit premium dengan harga terjangkau. Ammossi ingin menanamkan dalam benak konsumen melalui produk eksklusif yang mencirikan jatidiri orang yang mengenakannya. Melalui produknya pula Ammossi mengajak setiap pemuda untuk mengenali, mencintai dan menjaga alam dan kebudayaan yang negeri Indonesia miliki.

  B.

  Segmentasi bisnis Ammossi menyasar pada komunitas pecinta alam yang sedang menggalang dana untuk proyeknya yang memiliki banyak member dan toko retail perlengkapan oudoor yang memiliki jaringan yang tersebar di perkotaan di Indonesia dan.

  Targeting bisnis Ammossi adalah komunitas pecinta alam dan toko retail yang khusus menjual alat-alat perlengkapan kegiatan outdoor.

  Positioning bisnis Ammossi menekankan pada keunikan produk serta kualitas produk gelang kulit premium dengan harga terjangkau.

  Bauran Pemasaran

  Tahapan yang digunakan oleh Ammossi dalam melakukan strategi komunikasi pemasarannya yaitu dengan menggunakan bauran pemasaran mencakup 4P (product,

  price, placement, dan promotion).

  a. Produk Ketika awal berdiri Ammossi memproduksi tiga tipe gelang dengan 12 pilihan gelang.

  Pada bulan juni 2015 Ammossi menjalin kerjasama dengan Aksa 7 yang sedang melakukan proyek pembuatan film dokumenter pendakian 7 puncak gunung tertinggi di Indonesia. Ammossi menawarkan pada Aksa 7 gelang customize sebagai bentuk dukungan pada Aksa 7 dengan memproduksi delapan gelang khusus tipe 7 Summits of

  Indonesia Series (Seri 7 puncak tertinggi di 7 pulau di Indonesia) b.

   Price (harga) Harga produk gelang Ammossi yang ditawarkan pada konsumen adalah Rp.

  120,000. Harga tersebut juga berlaku jika pelangan membeli produk gelang kulit Ammossi di tempat lain. Dengan kata lain Ammossi mengusung satu harga untuk penjualan produknya. Harga tersebut cukup terjangkau mengingat kegiatan outdoor merupakan hobi yang tidak bisa dibilang murah karena untuk harga peralatan outdoor yang mencapai jutaan rupiah menurut Zainuddin salah seorang pembeli yang penulis temui.

  c. Place (Tempat)

  Awal berdiri pada 2014 Ammossi mencoba menjual produknya sendiri dengan menawarkan produk langsung pada konsumen. namun belum dapat meningkatkan penjualan dan membangun brand awareness produk.

  Pada periode juni 2015 Ammossi melakukan kerjasama dengan Aksa 7 yang sedang menggalang dana pembuatan film dokumenter pendakian 7 puncak gunung tertinggi di Indonesia. Mulai saat itu Ammossi menggunakan Aksa 7 sebagai perantara penjualan produk. Toko retail Eiger yang saat itu yang sedang menjadi sponsor proyek Aksa 7 kemudian tertarik untuk ikut menjual produk gelang kulit Ammossi di tokonya kemudian selanjutnya diikuti toko retail Consina.

  Eiger dan Consina adalah produsen dan toko retail yang khusus menjual perlengkapan kegiatan outdoor yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia. Kedua toko tersebut tertarik untuk bekerja sama karena adanya permintaan dari konsumen pada produk gelang kulit Ammossi.

d. Promotion (Promosi)

  Awal berdiri Ammossi melakukan promosi menggunakan facebook ads, media sosial, website, dan forum-forum komunitas pecinta alam untuk mempromosikan produk gelang kulit langsung pada konsumen. Namun usaha tersebut masih belum dapat menaikkan penjualan.

  Aksa 7 melakukan promosi seperti iklan, media sosial instagram, pengaruh artis dan event partnership. Dalam penelitian ini peneliti memfokuskan pada partnership

  

marketing communication Ammossi dengan Aksa 7 dalam meningkatkan penjualan

dan membangun brand awareness produk.

  Pembahasan

  Segmentasi konsumen Ammossi menerapkan beberapa variabel yaitu, secara demografi produk gelang kulit Ammossi membidik para pemuda atau pemudi range usia 18

  • – 35 tahun dari kelas sosial menengah, menengah atas dan atas. Secara geografi berada di wilayah perkotaan dan secara psikografi kepribadian yang menggemari kegiatan outdoor serta memiliki jiwa petualang yang tinggi, semangat muda yang berani keluar dari zona nyamannya untuk menjelajah dan lebih mengenali negeri sendiri keseluruh penjuru negeri.

  Targeting konsumen Ammossi menerapkan concentrated marketing yaitu, perusahaan hanya terkonsentrasi dan fokus untuk memasarkan produknya kepada anak-anak muda yang menggemari kegiatan-kegiatan outdoor yang terhimpun dalam komunitas-komunitas pecinta alam, pendaki gunung, traveler, dan para backpacker baik online maupun offline yang bangga akan kekayaan alam dan keragaman budaya Indonesia.

  Positioning konsumen produk Ammossi yaitu, the same for less yang menekankan pada keunikan produk dan kualitas produk premium dengan harga terjangkau.

  Segmentasi bisnis produk Ammossi menyasar pada komunitas pencinta alam dan toko-toko khusus yang menjual perlengkapan kegiatan outdoor yang memiliki jaringan luas yang tersebar di perkotaan di Indonesia.

  Targeting bisnis sama dengan targeting yang dilakukan pada B to C. Ammossi menerapkan concentrated marketing yaitu, pada komunitas yang memiliki banyak member, toko-toko retail yang secara khusus menjual perlengkapan outdoor.

  Positioning bisnis produk Ammossi menggunakan the same for less yang menekankan pada keunikan produk serta kualitas produk gelang kulit premium dengan harga terjangkau.

  Produk gelang Ammossi adalah actual product, terbuat dari kulit sapi berkualitas premium dibuat secara handmade, dipadukan dengan gelang kayu sintetis yang menambah unsur etnik produk kemudian dikemas dalam kotak karton tebal yang mengesankan produk eksklusif dan tidak murahan. Keunikan lain dari gelang Ammossi pada penamaan produknya, yang mengutamakan pada khasanah dan budaya Indonesia yang dilengkapi dengan informasi yang mewakili dari nama produk tersebut.

  Price (harga), Produk gelang Ammossi dijual seharga Rp.120,000 pada

  konsumennya demi menghindari persaingan harga penjualan antara retailer, rekan yang bekerja sama, dan Ammossi sendiri.

  Place (tempat), Awal berdiri pada 2014 Ammossi menggunakan konsep B to C

(Business to Consumer) namun belum dapat meningkatkan penjualan dan membangun

  brand awareness produk. Pada periode juni 2015 Ammossi memasarkan gelang kulit dengan menggunakan konsep B to B (Business to Business) dengan menjual produk melalui perantara Aksa 7, toko retail Eiger dan toko retail Consina.

  Promosi yang Ammossi lakukan adalah menggunakan Advertising, memasang iklan di media sosial facebook. Internet / interactive marketing dengan menggunakan website. Direct marketing menggunakan akun sosial media LINE. Personal selling dengan menawarkan produk langsung kepada konsumen, personal selling bisnis dengan menawarkan kerjasama penjualan dengan sistem berbagi hasil penjualan.

  Promosi yang dilakukan Aksa 7 adalah event, dengan membuat acara bootcamp di beberapa kota di Indonesia yaitu Bandung, Bogor, Prau, Malang, Banyuwangi, Bali, Makassar, Payakumbuh, dan jakarta. Public relation, melalui acara talkshhow Sarah Sechan di stasiun tv nasional Net Tv, menggunakan endorser yang sangat dikenal di dunia outdoor (Medina Kamil, Darius Sinathriya, Nadine Chandrawinata, Djukardi

  Galih Donikara, Iwan “Kweceng” Irawan). Personal Selling,

  “Bongkeng” Adriana, menawarkan langsung produk gelang kulit Ammossi kepada warriors sebutan untuk para peserta bootcamp. Internet / Interactive Marketing menjual gelang kulit melalui akun instagram @supportaksa7 dan @warrioraksa7.

  Promosi yang dilakukan oleh toko retail perlengkapan outdoor Eiger dan Consina adalah personal selling dengan menjual produk gelang Ammossi di toko dan

  

internet / interactive marketing dengan memposting produk di laman akun sosial media

Eiger dan Consina.

  Hasil penjualan penjualan gelang kulit Ammossi sebelum dan sesudah melakukan partnership sebagai berikut:

  Kerjasama Ammossi berlanjut di tahun berikutnya 2016 dengan rincian sebagai berikut:

  85

  Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pada periode januari

  54 47 362 TOTAL 115 1071 247 214 1648

  47 40 311 desember 25 235

  41 35 270 november 22 202

  34 30 229 oktober 19 176

  28 24 188 september 16 149

  24 20 157 agustus 13 122

  20 17 131 Juli 11 102

  9

  2015 Sebelum Partnership

  7 AMMOSSI STORE EIGER AKSA 7 JUMLAH Juni

  BULAN STORE CONSINA AKSA

  2015 dengan Partnership

  95 TOTAL 283

  51 Mei

  72 April

  33 Maret

  32 Februari

  Januari

  • – mei 2015 sebelum melakukan partnership Ammossi hanya menjual produknya sebanyak 283 gelang kulit pada konsumennya jika dibandingkan pada periode juni
  • – desember 2015 ketika Ammossi menjalin kerja sama dengan Aksa 7 dan dua toko retail outdoor secara signifikan penjualan gelang kulit Ammossi melonjak sampai 1648 gelang. Penjualan gelang kulit Ammossi melalui perantara Aksa 7 sebanyak 1071 gelang pada periode
  • – desember 2015. Penjualan Ammossi dengan menggunakan perantara meningkat 5 kali lipat dibanding ketika Ammossi menjual produknya sendiri.

  2016 BULAN STORE CONSINA AKSA 7 AMMOSSI STORE EIGER AKSA 7 JUMLAH januari 15 143

  28 24 184 november 13 125

  2. Aksa 7 memiliki banyak anggota yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia selain itu Aksa 7 sangat aktif didalam jaringan komunitas pecinta alam dan kalangan orang-orang yang memang meliki hobi kegiatan outdoor.

  Strategi partnership marketing communication Ammossi dan Aksa 7 dalam meningkatkan penjualan dan membangun brand awareness berhasil karena terjadi peningkatan penjualan yang signifikan setelah Ammossi dan Aksa 7 bekerja sama.

  Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa: 1.

  KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

  Dari tabel diatas periode kerjasama tahun 2016 penjualan Ammossi meningkat lagi mencapai penjualan gelang sebanyak 2292 dengan penjualan melalui perantara Aksa 7 sebanyak 1490 gelang. Pada tahun 2016 penjualan gelang Ammossi meningkat sebanyak 28,09 persen dari tahun 2015.

  37 32 245 TOTAL 160 1490 344 298 2292

  29 25 192 desember 17 159

  26 23 175 oktober 13 120

  33 29 220 februari 13 119

  32 28 212 september 12 114

  28 24 185 agustus 15 138

  27 23 177 Juli 13 120

  27 24 182 Juni 12 115

  24 21 160 Mei 13 118

  27 23 177 April 11 104

  27 24 183 maret 12 115

  3. Promosi yang Aksa 7 lakukan melalui acara talkshow Sarah Sechan, event Aksa 7 bootcamp dan menggunakan pengaruh endorser mengundang daya

4. Dengan menggunakan perantara mempermudah Ammossi menjangkau konsumen.

  Peneliti juga menganalisa sebab lain peningkatan penjualan dan awareness produk diluar strategi partnership dengan Aksa 7, yaitu:

  1. Kualitas produk yang baik dan dibuat secara handmade memberikan kesan eksklusif dan limited edition pada produk.

  2. Packaging yang Ammossi gunakan sangat bagus memberikan kesan eksklusif dan tidak murahan.

  3. Photo produk dengan background bersih, resolusi tinggi dan detail yang jelas.

  Saran

  Sebagai sebuah start up Ammossi masih harus melalui perjalanan yang panjang dalam mengkomunikasikan produk pada target audiens. Dengan melalui serangkaian strategi komunikasi pemasaran Ammossi mampu membangun brand awareness dan mampu meningkatkan penjualan secara signifikan. Berdasarkan fakta yang telah didapat, maka ada beberapa saran yang dapat penulis berikan, baik saran praktis maupun saran akademis yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan bahan masukan dalam hal strategi bauran promosi yang dilakukan Ammossi.

  a.

  Saran praktis 1.

  Membentuk SDM yang solid yang bisa saling berkoordinasi untuk setiap program komunikasi pemasaran yang Ammossi jalankan.

2. Memperluas dan Menjalin lebih banyak kerjasama dengan pihak lain sebagai perantara (retailer) penjualan produk.

  b.

  Saran akademis Penulis berharap dalam penelitian selanjutnya dapat menggunakan pendekatan yang berbeda. Sehingga dapat dapat digunakan juga oleh peneliti lainnya sebagai perbandingan khususnya mengenai efektivitas strategi komunikasi pemasaran yang Ammossi terapkan.

DAFTAR PUSTAKA

   s pada 30 september 2016

  Hanish Pringle dan Marjorie Thompson, Brand Soul: How Cause Related Marketing Builds Brands (New York: John Wiley & Sons, 1999); Richard Earl The Art of Cause Marketing (Lincoln Wood, Ill.: NTC, 2000). I dalam Kotler, Philip.

  “Marketing insight from A to Z : 80 konsep yang harus dipahami setiap manajer / by Philip Kotler ; alih bahasa Anies Lastiati. Jakarta: Erlangga, 2003. Hal 189

  

  Dedy N. Hidayat, Paradigma dan Metodologi Penelitian Sosial Empirik Klasik, Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, Jakarta, 2003, hal 3. Kriyantono, Rachmat. Teknik praktis riset komunikasi: disertai contoh praktis riset media, public relations, advertising, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran.

  Cetakan kelima 2010. Hal. 65 Lexy J, Moeleong, 2004- Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya, Bandung

  Hal 132 Dalam, Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alfabeta. Hal. 244 Moleong, Metode Penelitian. 2002 hal 177

  

  diakses pada 28 february 2017

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2018-07-30

Dokumen yang terkait

Strategi Partnership Marketing Communication..

Gratis

Feedback