Evaluasi penentuan harga pokok produk berdasarkan activity based costing system : studi kasus pada perusahaan kosmetik PT Cosmar Jl. Pulo Buaran III Blok R No. 2, Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Gratis

2
16
110
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yesus dan Bunda Maria atas rahmat, berkat, kasih dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikanskripsi yang berjudul “Evaluasi Penentuan Harga Pokok Produk Berdasarkan Activity Based Costing System ”. Pa’De Jodo dan Bu’De Rini, Pa’De Tijo dan Bu’De Timah, Pa’De Gio danBu’De Gio, Pa’De Tijan dan Bu’De Tijan, Bu’le Paini dan Pa’le, Mas Toro dan Mbak Maryati, Mbak Iin dan Mas Gun, Mbak Wahyu dan Mas Wawan,Mbak Retno (thx all), Mas Yandy, Mas Ivan, Yuda, Mas Adi, dan Tyas.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perusahaan-perusahaan baik di bidang manufaktur maupun jasa banyak

  yang mengeksploitasi teknologi proses yang baru, sistem penanganan material dan persediaan yang baru, kemampuan yang berdasarkan komputer dalamdesain, perekayasaan dan produksi, serta pendekatan yang baru dalam manajemen tenaga kerja. Biasanyaperusahaan manufaktur dalam menentukan biaya produk masih membebankan biaya produk dengan menggunakan tarif tunggal, dimana menggunakanpemicu biaya yang berkaitan dengan volume yang berarti alokasi biaya berdasarkan volume akan menimbulkan distorsi dalam penetapan harga pokokproduksi yang tidak menggambarkan penyerapan sumber daya secara tepat, sehingga informasi biaya produk menjadi kurang relevan.

B. Batasan Masalah

  Dalam penelitian ini, penulis hanya membatasi masalah pada perhitungan harga pokok produk suatu perusahaan yang akan dibandingkandengan perhitungan harga pokok produk dengan menggunakan metode Activity Based Costing . Apabila sebelumnya perusahaan tidak menggunakan sistem ABC dalam menentukan harga pokok produk, maka perhitungan yang dilakukan oleh peneliti akan digunakan sebagai syarat penelitian secara umumdan tidak harus dipraktekkan pada perusahaan tersebut.

C. Rumusan Masalah 1

Bagaimana perhitungan harga pokok produk yang dilakukan oleh perusahaan?

2. Apakah kondisi perusahaan memenuhi syarat untuk penerapan metode

  Activity Based Costing ? Apakah ada perbedaan antara harga pokok produk yang dihitung oleh perusahaan dengan harga pokok produk yang dihitung menurut metode Activity Based Costing ?

D. Tujuan Penelitian 1

Untuk mengetahui cara perhitungan harga pokok produk yang dilakukan oleh perusahaan.

2. Untuk mengetahui kondisi perusahaan, sehingga memungkinkan untuk menerapkan sistem Activity Based Costing

  3. Untuk mengetahui perbedaan antara harga pokok produk yang dihitung oleh perusahaan dengan harga pokok produk yang dihitung menurutmetode Activity Based Costing.

E. Manfaat Penelitian 1

  Bagi perusahaanHasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai masukan apabila perusahaan ingin menerapkan metode penentuan harga pokok produk berdasarkanaktivitas, karena sistem ini merupakan hal baru yang mempu menyediakan informasi biaya dengan lebih baik, sehingga dengan demikian perusahaandapat memperbaiki sistem penentuan harga pokok produk yang saat ini masih diterapkan. Bagi PenulisHasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman serta dapat menerapkan teori- teori yang ada pada perkuliahan ke dalam praktekyang sesungguhnya.

BAB II TINJAUAN TEORETIK A. Akuntansi Biaya Akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan

  Ditinjau dari fungsinya, akuntansi biaya didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang menghasilkan informasi biaya yang dapat dipakai sebagai dasarpertimbangan pengambilan keputusan manajemen (Muhadi, 2001:1). Akuntansi biaya diharapkan mampu memberikan informasi biaya yang bermanfaat untuk : (1) perencanaan dan pengendalian biaya, (2)penentuan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dengan tepat, (3) pengambilan keputusan oleh manajemen (Supriyono, 1985:14).

B. Pengertian Harga Pokok Produk

  Harga pokok produk adalah jumlah yang dapat diukur dalam satuan uang dalam bentuk kas yang dibayarkan, nilai aktiva yang diserahkan, nilai jasayang diserahkan, hutang yang timbul, dan tambahan modal dalam rangka pemilikan barang dan jasa yang diperlukan oleh perusahaan baik jasa padamasa lalu dan pada masa yang akan datang. Biaya Overhead PabrikBiaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain bahan baku dan biaya tena ga kerja langsung, yang elemennya digolongkan ke dalam biaya bahanpenolong, biaya tenaga kerja tidak langsung, penyusutan dan amortisasi aktiva tetap pabrik, reparasi dan pemeliharaan pabrik, biaya listrik dan air,biaya asuransi pabrik, dan biaya overhead lain- lain.

C. Biaya 1

  Pengertian BiayaBiaya merupakan kas atau nilai ekuivalen yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat iniatau dimasa yang akan datang bagi organisasi. Biaya (cost) mengukur pengorbanan ekonomis yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.

2. Penggolongan Biaya

  Dalam penggolongan ini biaya dikelompokkan menjadi tiga yaitu biaya produksi, biaya pemasaran serta biaya administrasi dan umum. Penelusuran LangsungMerupakan suatu proses pengidentifikasian dan pembebanan biaya yang berkaitan secara khusus dan secara fisik dengan suatuobjek.

D. Akuntansi Biaya Tradisional

  Full costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biayaproduksi dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik baik yang tetap maupun yang variabel ke dalam harga pokok produksi. Persaingan global yang semakin ketat disertai dengan kebutuhan konsumen terhadap produk-produk yang lebih berkualitas, beranekaragam,handal dan harga yang terjangkau telah mendorong perusahaan untuk mengubah strateginya.

F. Activity Based Costing System

  Adapun tujuan dari Activity Based Costing System adalah mengalokasikan biaya ke transaksi dari suatu aktivitas yang dilaksanakan dalam suatu organisasi, dan kemudian mengalokasikan biaya tersebut secara tepat ke produk sesuai dengan pemakaian aktivitas darisetiap produk. Dari ketiga pengertian Activity Based Costing System diatas dapat disimpulkan bahwa Activity Based Costing System merupakan suatu sistembiaya yang mengumpulkan biaya ke dalam aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam perusahaan, lalu membebankan biaya tersebut kepada manajeruntuk perencanaan, pengambilan keputusan dan pengendalian.

2. Manfaat Activity Based Costing System (Supriyono, 1994:578-579)

  Activity Based Costing System mengidentifikasi biaya overhead berdasarkan aktivitas yang menimbulkan biaya, sehingga biaya yang dihasilkan oleh Activity Based Costing System dapat digunakan olehmanajemen untuk memantau dan mengendalikan berbagai aktivitas yang digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk danmelayani konsumen. Activity Based Costing System dapat menyediakan informasi yang berkaitan dengan pembuatan produk sehingga manajemen memperoleh kemudahan dalam mendapatkan informasi yang relevan denganpengambilan keputusan.

3. Keterbatasan Activity Based Costing System

  Sistem penentuan harga pokok berbasis aktivitas yang lebih menekankan pada permasalahan alokasi atau pembebanan biaya-biayamanufaktur, pemasaran, penelitian dan pengembangan ternyata tidak menjelaskan bagaimana komposisi suatu produk yang dianggap palingoptimal. Penentuan harga pokok produk berbasis aktivitas untuk biaya-biaya pemanufakturan mengabaikan beberapa biaya yang dapatdiidentifikasikan terhadap produk tertentu dari analisa harga pokok produk.

4. Kendala dalam penerapan Activity Based Costing System

  Informasi untuk mengevaluasi perilaku biaya tersebutdapat diberikan saat siklus produk itu berakhir sehingga untuk pengukuran produk yang memiliki siklus hidup yang lebih lamamembutuhkan bentuk pengukuran yang sementara. Beberapa biaya yang terabaikanDalam menganalisa biaya produksi berdasarkan aktivitas beberapa biaya yang sebenarnya berhubungan dengan hasil produk diabaikanbegitu saja dalam pengukurannya (Halim, 1996:470-471).

2. Aktivitas Sebagai Sarana untuk Menerangkan Permintaan Setiap

  Karena perusahaan memproduksiberbagai macam produk dengan ukuran dan volume yang berbeda(batch), maka setiap kali terjadi pergantian proses (putaran produksi) dari batch yang satu ke yang lain, harus dilakukanpenyetelan kembali terhadap mesin- mesin. 3)Aktivitas-aktivitas untuk mempertahankan produk (product level activities) Aktivitas dalam kelompok ini merupakan aktivitas yang menopang proses pemanufakturan secara umum yang diperlukanuntuk mendukung berbagai produk yang diproduksi oleh perusahaan.

3. Prosedur Pembebanan Biaya Overhead Pabrik dengan Sistem

  Penerapan prinsip itu mengikuti logika sebagai berikut: Aktivitas-aktivitas adalah pemacu biaya yangmenyebabkan timbulnya biaya dan produk menimbulkan biaya dengan aktivitas-aktivitas yang dilakukan terhadapnya. Pengelompokkan biaya yang homogenMerupakan kumpulan biaya overhead yang variasi biayanya dapat dikaitkan hanya dengan satu pemicu biaya saja atau dengan katalain aktivitas-aktivitas overhead dapat disebut homogen jika mempunyai rasio konsumsi yang sama untuk semua produk.

4. Asumsi yang Mendasari Sistem Penentuan Harga Pokok Berbasis

  AktivitasAgar sistem penentuan harga pokok berbasis aktivitas menghasilkan data biaya yang lebih baik dibandingkan sistemakuntansi biaya tradisional (yang berbasis pada volume produk), perlu diperhatikan dua asumsi yang mendasari penentuan harga pokokberbasis aktivitas, yaitu: 1. Berkorelasi tinggi artinya perubahan-perubahan dalam tingkat suatu aktivitas diikuti dengan perubahan yang proporsional di dalam aktivitas-aktivitas yang lain.

H. Tahap-Tahap Pembebanan Biaya Overhead Pabrik Menggunakan

  Kelompok tersebut memiliki interpretasi fisik yang mudah dan jelas serta cocok dengan segmen-segmen proses produksi yang dapatdikelola. Penentuan kelompok-kelompok biaya (cost pool) yang homogenKelompok biaya yang homogen adalah sekelompok biaya overhead yang terhubungkan secara logis dengan tugas-tugas yang dilaksanakandan berbagai macam biaya tersebut dapat dijelaskan oleh cost driver tunggal.

I. Struktur Organisasi Activity Based Costing System Activity Based Cost System memberikan gambaran operasi perusahaan

  Pembebanan Dua Tahap (Two Strategy Assignments) merupakan sistem pembebebanan biaya Activity Based Costing System yang terdiri dari dua tahap, yaitu melacak biaya pertama pada berbagai aktivitas dan kedua keberbagai produk (Hansen dan Mowen, 1994: 244;Horngern dan Foster, 1991:150). Pada tahap kedua meliputipelacakan biaya ke berbagai produk, dalam hal ini juga dilakukan pada Activity Based Costing System , tetapi pada sistem penentuan harga pokok produk secara Activity Based Costing System menggunakan cost driver dalam jumlah yang jauh lebih banyak dan membebani biaya denganmenggunakan sistem variasi basis yang lebih cocok.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan

  Objek Penelitian Objek penelitian adalah proses produksi berupa Lip Gloss Kluge PurpleLGK5N, Two Way Cake Godet Light Yellow, dan Mascara Hitam yang dilakukan dalam pembuatan produk yang nantinya akan digunakan untukmembentuk harga pokok produk. Dalam hal ini informasi yang didapat berupa data sejarah perusahaan, jenis produksi tahun 2006, data biaya bahan baku,data biaya tenaga kerja langsung, data kuantitas pemicu biaya, dan data biaya overhead pabrik.

2. Observasi

  Merupakan pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian dengan maksud untuk mendapatkangambaran yang jelas mengenai masalah yang dihadapi. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI Merupakan teknik pengumpulan data untuk memperoleh informasi secara langsung dari bagian-bagian perusahaan yang berwenang.

F. Teknik Analisis Data 1

  Untuk menjawab masalah yang pertama maka cara yang perlu dilakukan adalah dengan mengumpulkan data-data yang berkaitan denganpenyusunan harga pokok produk. Mengidentifikasi kondisi perusahaan yang berkaitan dengan syarat- syarat yang telah ditetapkan menurut kajian teoric.

1) Mengklasifikasikan biaya overhead menurut aktivitasnya

  Dalam menghadapi era globalisasi dimana persaingan antar perusahaan industri semakin ketat, maka PT COSMAR berupaya untuk terusmeningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkannya yaitu dengan menerapkan sistem manajemen yang mengacu pada Standar ISO 9001:2000sehingga kualitas produk yang dihasilkan tidak hanya diakui di dalam negeri tetapi juga di dunia internasional. Memberikan 100% kepuasan pelanggan dengan menyediakan produk- produk dan pelayanan-pelayanan yang bermutu yang didapat darikerjasama internal maupun eksternal dan peningkatan mutu produk dan pelayanan secara terus- menerus; 3.

D. Sumber Daya Manusia

  Karyawan yang bekerja di PT COSMAR merupakan karyawan pilihan yaitu operator mesin minimal SMU dan staff minimal S1 dan berasal dariuniversitas terkemuka. R & D manager mampunyai pengalaman di bidang kosmetik yang sebelumnya adalah R & D PT CEMPAKA.

E. Struktur Organisasi

  4) Warehouse, merupakan bagian yang mengontrol ketersediaan dan keluar masuknya barang dari gudang dan merupakan satu departemenyang mendukung mutu.5) Maintenance & General Affairs, merupakan bagian yang melakukan pengawasan dan pemeliharaan terhadap fasilitas produksi seperti mesinuntuk produksi dan alat-alat lainnya. Ikhtisar pekerjaan dari kepala Departemen Produksi adalah bahwa produk yang sudah direncanakan dapat dibuat dengan cara yang efisiendan sesuai dengan rencana dan ketentuan yang ditetapkan.

4. Departemen Research and Development (R & D)

  4) untuk memastikan bahwa setiap produk mempunyai master formula, maka R & D menyiapkan dokumen-dokumen yang berkaitan denganproduk tersebut (MC, LPK, LPP) untuk persiapan produksi.5) untuk memastikan bahwa trial produksi dapat berjalan dengan lancar, maka R & D melakukan pengalihan skala laboratorium ke skalaproduksi. Ikhtisar atau ringkasan kerja dari kepala departemen R & D adalah memimpin R & D dengan target menghasilkan produk baru yang bermutu,stabil sesuai dengan yang dikehendaki pelanggan melalui marketing dan produk baru tersebut mempunyai harga yang bisa diterima juga olehpelanggan.

5. Departemen Warehouse atau Gudang

  Departemen gudang mempunyai fungsi utama adalah menerima, menyimpan, dan mengirim barang dari pelanggan yang satu ke pelangganyang lain sesuai permintaan pelanggan atau juga permintaan dari marketing. Gudang yang ada di PT COSMAR dibagimenjadi 4 (empat) bagian yaitu gudang raw material atau bahan baku, gudang bahan kemas, gudangATK atau barang-barang administrasi dan gudang bahan jadi.

6. Departemen PPIC

  Departemen PPIC adalah departemen production planning and inventory control , yaitu departemen yang mempunyai fungsi utama untuk merencanakan semua produksi yang akan dilakukan di industri. Ikhtisar pekerjaan dari PPIC adalah membuat rencana produksi dan stock bahan baku kemudian mengontrol hasil produksi agar kinerjaproduksi dan kinerja pengiriman dapat optimal.

7. Departemen Maintenance

  Departemen maintenance dalam PT COSMAR bertanggung jawab terhadap semua peralatan yang ada dalam perusahaan termasuk didalamnya adalah mesin- mesin, air, pemasangan pipa, dan lain- lain yang berkaitan dengan kelancaran proses produksi di PT COSMAR. Departemen maintenance bekerja memelihara mesin- mesin produksi dengan cara mengontrol sesuai dengan jadwal yang telah dibuatberdasarkan produksi yang sedang dijalankan.

8. Business Development

  Departemen Sales dan MarketingIkhtisar pekerjaan dari kepala departemen ini adalah mencari order, merencanakan, dan mengawasi kegiatan pemasaran sesuai denganprogram dan kebijakan yang telah ditentukan. Departemen PendukungDepartemen pendukung adalah departemen yang bertanggung jawab atas semua pemesanan bahan yang berhubungan denganperusahaan, baik yang langsung berhubungan dengan proses produksi maupun administrasi perusahaan.

F. Proses Pro duksi

  PT COSMAR memproduksi beberapa jenis produk yaitu diantaranya yang paling banyak diproduksi pada tahun 2006 adalah Lip Gloss Kluge Purple,Two Way Cake, dan Mascara Hitam. Melakukan pengecekan Raw Material yang telah ditimbang oleh pihak gudang sebelum masuk ke produksi (harus ada 2 tanda tangan dari pihakgudang pada label timbang), jumlah dan berat harus sama dengan MIS.

F. Waktu Kerja

  PT COSMAR merupakan perusahaan manufaktur kosmetik yang melakukan kegiatan operasionalnya berdasarkan pesanan (make to order). Sistem kerjanya jika ada pesanan, maka perusahaan baru merekrut tenaga kerja yang akan bekerja di bagian proses produksi dan para pekerja tersebuthanya akan mendapat upah bila mereka dipekerjakan.

BAB V DESKRIPSI DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Februari

  Analisis yang dilakukan peneliti untuk menghitung harga pokok produk pada PTCosmar ini meliputi jenis produk yang dihasilkan pada Tahun 2006. Berikut ini deskripsi data penelitian yang diperoleh yang berkaitan dengan perhitungan harga pokok produk pada PT Cosmar.

2. Biaya Produksi

  Biaya produksi yang digunakan untuk memproduksi ketiga jenis produk di atas adalah sebagai berikut:a) Pemakaian Bahan BakuBahan baku merupakan bahan yang diolah menjadi produk selesai dan pemakaiannya dapat diidentifikasi pada produk tertentu. Tabel V.3Pemakaian Biaya Tenaga Kerja Langsung Departemen Lip Gloss Kluge Two Way Cake Mascara Purple LGK5N Light Yellow Hitam(Rp) (Rp) (Rp) Pressing/Filling 12.290.625 18.492.500 26.603.059 Kemas 30.276.563 37.260.000 34.350.165Total BTKL 42.567.188 55.752.500 60.953.224 Sumber: PT COSMAR c) Biaya Overhead PabrikBiaya overhead pabrik merupakan biaya-biaya selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang diperlukan untukmemproduksi suatu produk dalam suatu perusahaan.

B. Analisis Data

  Dalam perhitungan harga pokok produk dengan metode ABC diperlukan informasi mengenai aktivitas-aktivitas yang terjadi di dalamperusahaan dan jumlah sumber daya yang terjadi yang dikonsumsi oleh setiap aktivitas dalam menghasilkan suatu produk, karenasemakin banyak informasi yang tersedia untuk penerapan sistem ABC, maka akan mempermudah kerja tim perancang sistem ABC dan akanmenekankan biaya pengorbanan yang diperlukan. Data yang diperoleh dari PT COSMAR adalah data biaya sesuai dengan asumsi ABC System bahwa aktivitas yangmenyebabkan biaya, maka semua biaya tersebut merupakan biaya dari aktivitas overhead yang terjadi untuk melakukan prosesproduksi.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

  Selisih harga tersebut dinilai undercosted, karena harga pokok produk yang dihitung dengan ABC System menghasilkan harga pokoklebih besar, bila dibandingkan harga pokok yang dihitung dengan Sistem untuk pembebanan biaya overhead pabrik dikenakan cost driver yang berbeda-beda. Harga pokok produk untuk Mascara Hitam yang dihitung berdasarkan sistem konvensional menghasilkan harga pokok yang rendah sebesar Rp 12.004,34, bila dibandingkan dengan perhitungan ABC System sebesar Rp12.413,12 dan memiliki presentase selisih sebesar 3,41%.

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN PENELITIAN, DAN SARAN A. Kesimpulan Setelah mengadakan penelitian dan analisis data, maka peneliti

  Selisih harga tersebutdinilai undercosted, karena harga pokok produk yang dihitung dengan menghasilkan harga pokok lebih besar, bila dibandingkan ABC System harga pokok yang dihitung dengan Sistem Konvensional. Selisih harga tersebut dinilai undercosted, karena harga pokok produk yang dihitung dengan ABC System menghasilkan harga pokok lebih besar, bila dibandingkan harga pokok yang dihitung dengan Sistem Konvensional.

DAFTAR PUSTAKA

  Cooper, Robin dan Kaplan, Robert S. Akuntansi Biaya dan Akuntansi Manajemen untuk Teknologi Maju dan Globalisasi, Yogyakarta: BPFE.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Perancangan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Activity Based Costing Pada PT. Pawani
4
50
113
EVALUASI PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING (ABC) DALAM PENETAPAN HARGA POKOK PRODUK TISSUE PADA PT KERTAS LECES (PERSERO) PROBOLINGGO
0
12
19
Design Penerapan Activity Based Costing System untuk Menentukan Harga Pokok Produksi (Studi Kasus pada Perusahaan Autobody Manufaktur dan Komponen Otomotif di CV Delima mandiri)
1
28
143
Usulan Penentuan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Activity Based Costing Di PT. Mutiara
0
16
95
ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI TAS BERDASARKAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING PADA PERUSAHAAN TAS MONALISA
3
9
132
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI BERDASARKAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING PADA PERUSAHAAN MEUBEL PT. WOOD WORLD
7
219
80
Peranan Sistem Activity-Based Costing dalam Perhitungan Harga Pokok Produk (Studi Kasus pada PT Maxi FiltraTech Bandung.
0
0
22
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI SEPATU DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC) (STUDI KASUS DI PT.X).
4
9
101
Studi Kasus Terminal Pulo Gadung
0
0
11
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC)
1
6
25
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC)
1
3
32
PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI SEPATU DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC) (STUDI KASUS DI PT.X) SKRIPSI
0
1
12
Evaluasi penentuan harga pokok produk berdasarkan activity based costing system : studi kasus pada perusahaan kosmetik PT Cosmar Jl. Pulo Buaran III Blok R No. 2, Pulo Gadung, Jakarta Timur - USD Repository
1
1
108
ANALISIS HARGA POKOK PRODUK BERDASARKAN ACTIVITY-BASED COSTING SYSTEM
0
1
154
EVALUASI PENENTUAN HARGA POKOK PRODUK BERDASARKAN METODE FULL COSTING Studi Kasus pada Perusahaan Tenun Tangan Sumber Sandang Klaten
0
0
79
Show more