Tingkat konformitas siswa Sekolah Menengah Atas : studi deskriptif pada siswa kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 dan implikasinya terhadap usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial.

Gratis

0
0
128
2 years ago
Preview
Full text

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  Teknik analisis data yang digunakan adalah perhitungan persentase dengan pendistribusiannya berdasarkanKriteria yang terdiri dari tiga kategori yaitu, tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat konformitas siswa kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta adalah 52 siswa (59%) masuk dalam kategori sedang, tidak ada siswa (0%) masuk dalam kategori tinggi, dan 36 siswa (41%)masuk dalam kategori rendah.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat dan kasihNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul“TINGKAT KONFORMITAS SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (StudiDeskriptif pada Siswa Kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran2014/2015 dan Implikasi Terhadap Usulan Topik-topik Usulan Bimbingan PribadiSosial )”. Seluruh keluargaku, terutama kedua orang tuaku Bapak Anastasius Edison dan Ibu Yeliana, kakakku Mario Adi Winatta dan Riska, serta adik-adikku,Valeria Marselina, dan Daniel Agustiawan, keponakanku Joris Evan Laua, terima kasih atas doa, motivasi, semangat dan dukungan materiil sertadukungan moral yang telah diberikan selama pengerjaan sampai selesainya skripsi ini.

DAFTAR GRAFIK

  55Gambar 2 Grafik Skor Item Tingkat Konformitas...................................... 91 Lampiran 5 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Tingkat Konformitas...

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dipaparkan mengenai latar belakang masalah, rumusan

A. Latar Belakang Masalah

  Konformitas kelompok menunjukkan perilaku individu yang melakukan tindakan sesuai dengan Berada di tengah kelompok yang hangat memberikan rasa aman dengan peran tertentu didalam kelompok, membuat individu merasa betah,nyaman, dan memiliki kejelasan identitas. Konformitas yang terjadi di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta berdasarkan hasil wawancara dengan koordinator BK adalah siswa membentuk kelompok-kelompok di sekolah atau di kelas dan setelahpulang sekolah para siswa tidak langsung pulang tetapi berkumpul dengan kelompoknya.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada uraian yang disampaikan pada latar belakang, maka dapat dirumuskan suatu rumusan masalah berupa pertanyaan sebagai berikut:

1. Seberapa tinggikah perilaku konformitas yang muncul pada siswa kelas

  XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015 ? Berdasarkan hasil analisis butir instrumen, butir-butir konformitas mana yang terindikasi tinggi dan banyak dialami oleh siswa kelas XII SMAStella Duce 2 Yogyakarta sebagai dasar menyusun usulan topik bimbingan pribadi sosial ?

C. Tujuan Penelitian

Sejalan dengan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mendeskripsikan tingkat konformitas pada siswa kelas XII di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015

  2. Mengidentifikasikan butir-butir item konformitas yang terindikasi tinggi pada siswa kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dalam implikasinyauntuk mengusulkan topik-topik bimbingan pribadi sosial.

D. Manfaat Penelitian

  Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi : 1. Manfaat Teoritis Penelitian ini dapat memberikan informasi dan sumbangan bagi pengembangan pengetahuan dalam bidang bimbingan dan konseling,khususnya yang berhubungan dengan perilaku konformitas.

2. Manfaat Praktis a

  Bagi Guru Bimbingan dan KonselingHasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi guru bimbingan dan konseling dalam rangka memahami perilaku siswaberkaitan dengan konformitas, serta membantu mengatasi perilaku konformitas di sekolah. Bagi Peneliti lainPenelitian ini dapat memberikan data atau informasi tambahan bagi peneliti-peneliti lain yang terinspirasi dan berminat mengkajilebih jauh mengenai perilaku konformitas dari berbagai sudut yang berbeda.

E. Definisi Operasional 1. Konformitas

  Konformitas adalah suatu bentuk penyesuaian seseorang karena adanya tuntutan dari kelompok sosial untuk menyesuaikan. Konformitasjuga diartikan sebagai kecenderungan seseorang untuk berperilaku agar memenuhi harapan kelompok serta mengikuti norma-norma yang berlakudalam kelompok.

2. Siswa SMA sebagai Remaja

3. Bimbingan Pribadi Sosial

  Siswa SMA adalah individu yang berusia sekitar 13-17 tahun yang sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Pada masa ini remaja sering kali mengalami kehilangan identitas dirinya karena identitas kelompok akan Bimbingan pribadi sosial adalah upaya untuk membantu individu dalam memantapkan kepribadian dan mengembangkan kemampuanindividu dalam mengambil keputusan serta menangani masalah-masalah yang berkaitan dengan diri sendiri dan juga orang lain.

BAB II LANDASAN TEORI Bab ini diuraikan kajian teoritis yang melandasi kerangka konseptual

A. Hakekat Konformitas 1. Pengertian Konformitas

  Berdasarkan definisi konformitas dari beberapa ahli di atas, peneliti menyimpulkan bahwa konformitas adalah perubahan tingkah laku,keyakinan, dan persepsi individu terhadap kelompok karena adanya tuntutan atau tekanan yang sifatnya nyata atau sesuatu yang dibayangkan sebagaituntutan dalam kelompok. Individu yang menjadi anggota kelompok harus selalu patuh terhadap norma-norma yang telah ditetapkan oleh kelompok,apabila tidak maka individu tersebut akan menerima ganjaran atau hukuman dari kelompok.

2. Aspek-aspek Konformitas

Sears,dkk (2004:85) mengemukakan bahwa konformitas pada remaja memiliki beberapa aspek, yaitu:

a. Kekompakan

b. Kesepakatan

  Eratnyahubungan individu dengan kelompok acuan disebabkan oleh perasaan Pendapat kelompok acuan yang sudah dibuat memiliki tekanan yang kuat sehingga individu harus loyal dan menyesuaikanpendapatnya dengan pendapat kelompok. Individu yang dihadapkanpada keputusan kelompok yang sudah bulat akan mendapat tekanan yang kuat untuk menyesuaikan pendapatnya dengan pendapatkelompok.

c. Ketaatan

  Adapun bentuk-bentuk tekanan sosial yangdapat memunculkan ketaatan dalam diri individu antara lain:1) Ketaatan terhadap otoritas yang sahFaktor yang penting dalam ketaatan adalah orang memiliki otoritas yang sah dalam segala situasi, sesuai dengan norma sosial yangberlaku dalam kelompok. 2)Ganjaran, Hukuman, dan AncamanSalah satu cara untuk menimbulkan ketaatan adalah dengan meningkatkan tekanan terhadap individu untuk menampilkanperilaku yang diinginkan melalui ganjaran, hukuman, atau ancaman.

3. Faktor-faktor Konformitas

  Kepercayaan yang lemah terhadap penilaian sendiri Salah satu faktor yang juga mempengaruhi konformitas adalah tingkat keyakinan individu pada kemampuannya sendiri. Semakin sulitpenilaian tersebut, semakin rendah rasa percaya yang dimiliki individu dan semakin besar kemungkinan bahwa individu itu akan mengikutipenilaian kelompok.

e. Rasa takut terhadap penyimpangan

  Individu yang telah akrab akan cenderung melakukan kebiasaan yang sama sedangkan individu yang berprilaku berbedadengan kelompok akan diejek oleh teman-teman dalam kelompok. Ketakutan ditolak oleh anggota kelompok menyebabkan semakin besar kohesivitas,oleh sebab itu individu akan berpikir untuk melakukan hal yang sama seperti kelompok dan menyukai apa yang disukai olehkelompok.4) StatusKalangan atas dan berstatus sosial tinggi cenderung memiliki pengaruh yang besar dalam kelompok sosialnya dan juga menjadipopuler serta disenangi teman-temannya karena memiliki banyak pengalaman yang menarik untuk diceritakan.

4. Proses Terjadinya Konformitas

  Pengaruh informasi dapat Alasan kedua adalah keinginan untuk disukai dan keinginan diterima secara sosial (pengaruh normatif) pengaruh normatif terjadiketika individu mengubah perilakunya untuk menyesuaikan diri dengan norma kelompok atau standar kelompok agar ia diterima dalamlingkungan sosial. Individu seringkali berusaha menentang nilai yang sebenarnya dianut dan mengikuti nilai yang diyakini oleh kelompokagar ia tidak dikucilkan dari kelompok, apapun yang kelompok lakukan individu akan berusaha mengikuti perilaku dalam kelompok.

5. Macam-macam Konformitas

1. Pemenuhan

  Menurut Nail & dkk (Myers 2012:253) ada beberapa macam konformitas, yaitu: Menyetujui suatu harapan atau permintaan tanpa benar- benar meyakini apa yang dilakukan. Hal itu dilakukan hanya untukmemenuhi keinginan atau harapan kelompok.

2. Kepatuhan

3. Penerimaan

  Meyakini apa yang diperintahkan oleh kelompok untuk dilakukan karena kita mengetahui kebenarannya. Contoh nyatamisalnya seseorang bergabung dengan kelompok untuk berolahraga karena ia telah mendapatkan informasi bahwa olahragadapat memberikan kesehatan dan ia menerimanya sebagai suatu kebenaran.

6. Konformitas di kalangan Remaja

  Konformitas pada remaja dapat dilihat dari perilaku para remaja yang harus mengikuti standar budaya kawula muda bila ingin diterimaoleh kelompok sebayanya dan mempelajari standar perilaku serta nilai- nilai yang nantinya harus diubah sebelum mereka diterima oleh Berdasarkan beberapa teori di atas, maka dapat disimpulkan bahwa remaja merupakan masa yang rentan terhadap pengaruh yang berasaldari lingkungan sekitarnya. Pada masa remaja, seorang individu terdorong untuk mencari pengalaman sebanyak-banyaknya dari hal-halyang remaja temukan dalam pergaulannya terlebih dari teman sebayanya yang cenderung berperilaku mengarah pada perilaku konformitas.

7. Karakteristik Remaja yang Memiliki Perilaku Konformitas

  Adanya kekompakan yang dibangun bersama karena rasa suka terhadap anggota kelompok dan dengan harapan mendapatkanmanfaat dari keanggotaanya dalam kelompok tersebut, misalnya individu menjadi terkenal di sekolah maupun di luar sekolahsetelah bergabung dengan kelompoknya. Dari beberapa definisi diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa kelompok adalah dua atau lebih individu yang memilih untuk bersamasepanjang waktu karena memiliki banyak kesamaan dan saling berinteraksi serta saling mempengaruhi satu sama lain.

10. Alasan Individu Bergabung dalam Kelompok

  Kesamaan sikap, minat dan keyakinanIndividu-individu yang memiliki minat atau keyakinan yang sama cenderung berkelompok. Kelompok memberikan identitas yang baru bagi individu dengan memberikan nilai-nilai atau norma yang berbedadengan kelompok lainya.

B. Siswa SMA sebagai Remaja 1. Pengertian Remaja

  Anna Freud (Hurlock, 1990:205) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan yang meliputi perubahan perubahanyang berhubungan dengan psikososial, dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita individu, dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. Berdasarkan uraian dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa remaja adalah individu yang berada pada masa dimanaterjadi banyak perubahan-perubahan dalam diri individu, baik secara biologis, kognitif, emosional, dan sosial.

2. Ciri-ciri Remaja

  Perkembangan fisik yang cepat dan penting disertai dengan cepatnya perkembangan mental, semuaperkembangan itu memerlukan penyesuaian mental dan perlunya membentuk sikap, nilai dan minat yang sesuai dengan keinginanindividu. Dilain pihak, status remaja yang belum jelas ini menguntungkan karena status memberikan waktu kepadanya untuk mencoba gaya hidup yangberbeda dan menentukan pola perilaku, nilai dan sifat yang sesuai dengan dirinya.

3. Tugas Perkembangan Remaja

  Mencapai hubungan sosial yang lebih matang dengan teman sebaya, baik dengan teman-teman sejenis maupun dengan jenis kelaminlain. Memperhatikan tingkah laku yang secara sosial dapat dipertanggung jawabkan, artinya ikut serta dalam kegiatan-kegiatan sosial sebagaiorang dewasa yang bertanggung jawab, menghormati serta mentaati nilai-nilai sosial yang berlaku dalam lingkungannya.

4. Perubahan pada Masa Remaja a. Perubahan Sosial Masa Remaja

  Bagi remaja yang sulit adalahpenyesuaian diri dengan meningkatnya pengaruh kelompok sebaya, perubahan dalam perilaku sosial, pengelompokan sosial yang baru,nilai-nilai baru dalam seleksi persahabatan. Remaja tidak lagiterikat pada realitas fisik yang kongkrit dari apa yang ada, remaja mulai mulai mampu berhadapan dengan aspek-aspek yang abstrak darirealitas.

5. Masalah-masalah yang berhubungan dengan perkembangan sosial

  Keinginan untuk Hidup Sesuai dengan Orang Lain Para remaja pada masa ini memiliki keinginan yang kuat untuk mengikuti dan menyesuaikan dirinya dengan kelompoknya. Mereka akan patuh terhadap cita-cita, sikap-sikap kebiasaan serta aturan-aturan yang berlaku dalam kelompok agar tetap serasi dengan kelompoknya.

1. Pengertian Bimbingan

  Rochman Natawidjaja (Winkel dan Hastuti, 2006: 29) mendefinisikan bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepadaindividu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu Yusuf dan Nurihsan (2010: 5) mendefinisikan bimbingan merupakan terjemahan dari kata guidance. Tujuannya agar individu dapat memahami dirinya sendiri dandapat bertindak sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya dan juga pada tuntutan masyarakat.

2. Pengertian Bimbingan Pribadi Sosial

  Winkel dan Hastuti (2006: 118) mendefinisikan bimbingan pribadi sosial merupakan bimbingan kepada individu dalam menghadapi keadaanbatinnya sendiri dan mengatasi berbagai pergumulan dalam batinnya sendiri; dalam mengatur diri sendiri seperti; perawatan jasmani,kerohanian, pengisian waktu luang, penyaluran nafsu seksual, serta bimbingan dalam membina hubungan kemanusiaan dengan sesamadiberbagai lingkungan sosial. Perngertian lain dari bimbingan pribadi sosial adalah upaya yangdilakukan untuk membantu dan mendampingi individu agar berkembang secara utuh baik aspek pribadi maupun sosialnya dengan demikian tugasperkembangan individu dapat dilewati dengan baik dan tidak mengganggu perkembangan tahap-tahap selanjutnya.

3. Tujuan Bimbingan Pribadi Sosial

  Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam penyesuaian dengan lingkungan pendidikan dan masyarakat. Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan;baik fisik maupun psikis.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai jenis penelitian, subjek penelitian, alat

A. Jenis Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif dengan metode survei

  Siswa kelas XII dipilih sebagai subjek penelitian karena; pertama SMA Stella Duce 2 Yogyakartamerupakan sekolah khusus perempuan yang cenderung melakukan perilaku konformitas sehingga sesuai dengan keinginan peneliti untuk melakukanpenelitian di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dan sekolah ini juga memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai tempat penelitian. Kedua peneliti memilih subjekkelas XII karena tergolong pada masa remaja akhir dengan usia rata-rata 17-18 tahun yang memiliki tugas perkembangan mencapai hubungan sosial yang lebihmatang dengan teman sebaya.

1. Skala Pengukuran

  Tabel 1 Tabel Skoring Rata-rata Konformitas Siswa No pernyataan Alternatif Jawaban SS S TS STS (Sangat Sesuai) (Sesuai) (Tidak (Sangat Tidak Sesuai) Sesuai) 1 Favorable 4 3 2 1 2 Unfavorable 1 2 3 4 Item favorable merupakan pernyataan-pernyataan yang berbanding lurus dengan apa yang ingin peneliti ukur. Responden diminta untuk merespon pernyataan-pernyataan pada kuesioner yang telah disusun oleh peneliti dengan memilih alternatifpilihan yang telah disediakan dengan memberi centang (√) pada kolom yang telah disediakan.

3. Kisi-kisi Kuesioner

  Kuesioner berisi pernyataan-pernyataan berdasarkan konsep aspek- aspek konformitas menurut Sears dkk (2004:85), yaitu aspekkekompakan, aspek kesepakatan, dan aspek ketaatan. Patuh dan tunduk 32,33,49 34,35,48 6 pada aturan yangberlaku dalam kelompok 3.

D. Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Validitas instrumen

  Hasil dari konsultasi dan telaah yang dilakukan oleh expert judgement adalah menyusun pernyataan-pernyataan setiapitem agar mudah dipahami oleh subjek penelitian dan memeriksa kesesuaian antara aspek dan indikator pada instrumen penelitian agar mengarah pada tujuanyang ingin dicapai dalam penelitian ini. Pada tanggal 20-22 Oktober 2014 dilakukan uji coba sekaligus penelitian terhadap instrumen (uji empirik) kepada siswa kelas XII SMA Stella Duce 2Yogyakarta yang berjumlah (N) 40 siswa untuk subjek uji coba yang diambil secara simple random sample pada lima kelas dan sejumlah (N) 88 siswa untuksubjek penelitian.

2. Reliabilitas Instrumen

  Penggunaan teknik analisis Alpha Cronbach inididasarkan atas pertimbangan penghitungan realibilitas skala yang diperoleh melalui penyajian satu bentuk skala yang dikenakan hanya sekali saja padasekelompok responden atau single trial administration (Azwar, 2011: 87). Berdasarkan peninjauan terhadap hasil perhitungan koefisien reliabilitas padakriteria Guilford, dapat disimpulkan bahwa koefisien reliabilitas instrumen dalam penelitian ini masuk dalam kriteria tinggi.

E. Prosedur Pengumpulan Data

  Berikut ini adalah tahap-tahap yang ditempuh dalam pengumpulan data : 1. Peneliti menghubungi pihak sekolah untuk meminta izin dan menyerahkan surat izin penelitian dari program studi Bimbingandan Konseling kepada pihak sekolah.

b. Mempelajari buku-buku tentang konformitas dan perkembangan remaja

  c. Menyusun kuesioner tentang deskripsi tingkat konformitas siswa SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dengan mengikuti beberapalangkah, yaitu : 1) Menetapkan dan mendefinisikan variabel penelitian, yaitutingkat konformitas siswa SMA Stella Duce 2 Yogyakarta.

2) Menjabarkan variabel penelitian kedalam aspek-aspek dan

  Data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan analisis Tingkat konformitas subjek penelitian secara umum disusun berpedoman pada Azwar (2011: 107-108) yaitu meliputi kategori sangat tinggi, tinggi, sedang,rendah, dan sangat rendah sebagai berikut : Tabel 6 Norma Kategorisasi Tingkat KonformitasNo. �] Keterangan :X maksimum teoritik: skor tertinggi yang diperoleh subjek penelitian dalam skalaX minimum teoritik: skor terendah yang diperoleh subjek penelitian dalam skalaluas jarak rentang yang dibagi dalam σ (standar deviasi):6 satuan deviasi sebaran.µ (mean teoritik): rata-rata teoritis dari skor maksimum dan minimum.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan. Penyajian hasil penelitian

A. Hasil Penelitian 1. Tingkat Konformitas pada Siswa Kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015

  berdasarkan pada rumusan masalah pada bab I, yaitu (1) seberapa tinggikah tingkat konformitas siswa kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, dan (2) Berdasarkan hasilanalisis butir instrumen, perilaku konformitas seperti apa yang terindikasi tinggi pada siswa kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta dalam implikasinya terhadap usulan topik-topikbimbingan pribadi-sosial. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian dengan menggunakan alat kuesioner konformitas siswa, selanjutnya dilakukan analisis data denganmenggunakan kriteria Azwar diketahui tingkat konformitas siswa kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta yang disajikan dalam tabel 9 dan dalam grafik 1.

1 Tinggi 0 %

130 2 87 Sedang 52 59 % 3 Rendah 36 41 %

86 Jumlah Total

  Tidak terdapat atau 0% siswa yang termasuk dalam kategori tingkat konformitas tinggi. Terdapat 36 atau 40% siswa yang termasuk dalam kategori tingkat konformitas rendah.

2. Hasil Analisis Capaian Skor Item Tingkat Konformitas Siswa SMA Stella Duce 2 Yogyakarta

  Berdasarkan data yang diperoleh dan setelah melakukan analisis data menggunakan kategori yang dirumuskan oleh Azwar (2009: 107-109), diperoleh skor-skor item yang masuk kedalam kategori tinggi, sedang dan rendah. Item dengan skor tinggi hingga sedang adalah item-item yang akan digunakan sebagai bahan atau acuan dalam menyusun usulan topik-topik bimbingan pribadi sosial untuk mencegah atau bahkanmenghentikan perilaku konformitas pada siswa.

1 Tinggi

1 28 2,3 %264 (aspek II) 2 Sedang 23 1,4,6,10,47,49,55,59,60 53,5 %176 264(aspek I) 23,24,27,29,40,44,50,52(aspek II) 30,32,35,45,53,56 (aspek III) 3 X Rendah 19 2,5,11,12,13,15,16,17,18, 44,2 %176 19,20,22,57,58(aspek I) 51 (aspek II) 33,36,37,38(aspek III) Jumlah Total 43 100 % Skor Item 25 23 19 20 15 Tinggi Sedang

10 Rendah

  Grafik Skor Item Tingkat Konformitas Siswa kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta Tahun ajaran 2014/2015 Berdasarkan pengkategorisasian item-item, hasil penelitian ini terdapat 1 atau 2,3% item yang berada pada tingkat kategori tinggi, 23 atau 53,5% itemyang berada pada kategori sedang dan sebanyak 19 atau 44,2% item yang berada pada kategori rendah. Peneliti mengambil 19 butir-butir item yang masuk kategorisedang dan 1 butir item yang masuk kategori tinggi sebagai prioritas yang dianggap mewakili butir-butir item tingkat konformitas secara umum.

6 Saya hanya menceritakan rahasia saya 233

2 ke teman-teman kelompok 3 27 Teman-teman kelompok saya selalu 221 3 membantu menyelesaikan masalah saya 4 47 Saya akan lebih mengutamakan 220 4 kepentingan kelompok daripadadaripada kepentingan pribadi 5 24 saya menganggap pendapat dari teman- 214 5 teman sejalan dengan hati nurani saya 6

1 Saya mengikuti kemana pun teman 209

6 kelompok saya ajak bermain 7 23 Saya sependapat dengan teman 209 7 sekelompok bila mereka memutuskansesuatu 8 44 Saya merasa dilindungi ketika berada 208 8 dalam kelompok 9

4 Saya membela teman-teman kelompok 205

9 dalam keadaan apapun 10 56 Saya tidak langsung pulang sekolah 203 10 tetapi nongkrong dulu dengan teman-teman di sekolah 11 40 Bila teman kelompok banyak yang 201 11 setuju dengan pendapat salah satuteman maka saya akan ikut setuju 12 49 Demi teman-teman dan kebersamaan, 187 12 saya akan melakukan apapun yang

13 Saya akan berperilaku sesuai dengan 184

1013 aturan kelompok agar saya dapat diterima sebagai anggota kelompok 14

32 Saya mematuhi setiap aturan yang 184

15 Menurut saya sahabat adalah yang 180

14 sudah di tetapkan oleh kelompokan 5915 selalu bersama-sama kemana pergi 16 55 Saat liburan sekolah saya memilih tidak 179 16 pulang kampung karena senang denganteman-teman di sini 17 30 Saya bersedia berbohong untuk 177 17 melindungi teman kelompok saya 18 45 Saya akan memilih kegiatan yang sama 177 18 dengan teman-teman sekelompok 19 60 Persahabatan terjalin karena memiliki 177 19 hobi yang samaItem

B. Pembahasan Hasil Penelitian

  Namun dari 23 item yang berada pada kategori sedang, peneliti hanya mengambil 19 butir item yang diprioritaskan untuk mewakilitingkat konformitas sedang dan 1 item yang masuk kategori tinggi untuk mewakili peneliti dalam menjelaskan perilaku konformitas yang cukuptinggi terjadi pada siswa kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Keinginan untuk sesuai dengan orang lain ituyang menyebabkan individu rela mematuhi dan mengikuti apa yang Hal ini sebenarnya merupakan kerugian bagi individu sebagai pribadi yang harusnya berkembang utuh: berorientasi pada orang lain,tetapi juga berorientasi pada diri sendiri dengan mengaktualisasi apa yang menjadi suara hatinya sendiri dan juga apa yang menjadi nilai dalamprinsip hidupnya.

60 Persahabatan terjalin karena Membangun Hubungan Antar Manusia

  Personal AsertivitasPatuh dan tunduk 32 Saya mematuhi setiap aturan Attraction: Agar Siapa pun Tertarik Kepada Andapada aturan yang yang telah ditetapkan oleh tindakan yang negatifdan Tidak Bisa Menolak Anda. Seri Psikologi Populer kebersamaan, saya akan Asertivitas Membangun Hubungan Antar Manusia.melakukan apapun yang teman-teman anjurkan dari perbuatan yang kepada saya dilakukanMeniru perilaku 56 Saya tidak langsung pulang dalam kelompok sekolah tetapi nongkrongdulu dengan teman-teman kelompok.

BAB V PENUTUP Pada bab ini dipaparkan kesimpulan dan saran. Bagian kesimpulan

A. Kesimpulan

  memuat kesimpulan akhir dari penelitian. Bagian saran memuat saran-saran untuk pihak yang ada di SMA Stella Duce 2 Yogyakarta serta bagi peneliti lain.

1. Sebagian besar (59%) siswa kelas XII SMA Stella Duce 2 Yogyakarta memiliki perilaku konformitas tingkat sedang atau cukup tinggi

  2. Teridentifikasi 19 item hasil pengukuran tingkat konformitas siswa yang masuk capaian skornya dalam kategori sedang dan 1 masukdalam kategori tinggi.

B. Saran

Berikut ini peneliti mengungkapkan saran-saran kepada beberapa pihak.

1. Guru BK atau pembimbing

2. Guru Bidang Studi

  Guru bidang studi dapat mengadakan kerjasama dengan guru BK untuk memudahkan guru bidang studi mengenal dan memahami siswaterutama bila terdapat tindakan yang mengarah pada perilaku konformitas terutama di kelas saat sedang memberikan materi pelajaranatau di lingkungan sekolah. Dengan memperoleh manfaat dari pertemanan danhubungan dengan orang disekitarnya siswa dapat mengembang aspek- aspek yang ada dalam dirinya dengan baik dan berhasil mencapai tugasperkembangan.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Efektifitas penerapan metode ekperimen dengan kerja kelompok pokok bahasa bunyi pada siswa kelas II A Cawu 2 SLTP Negeri 2 Jember tahun ajaran 2001/2002
0
6
76
Identifikasi kesalahan konsep fisika tentang suhu dan kalor (Studi deskriptif pada siswa kelas I5 cawu III SMU Negeri Rambipuji Jember tahun ajaran 2000/2001
0
6
55
Identifikasi miskonsepsi materi biologi kelas II semester 1 pada siswa SMP negeri di kecamatan Kencong tahun ajaran 2003/2004
2
6
94
pengaruh model pembelajaran webbed terhadap keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDIT Al-Mubarak Jakarta pusat tahun ajaran 2014/2015
1
21
258
Pengaruh penggunaan strategi mastery learning terhadap hasil belajar IPS siswa Mts Al-Khairiyah tegal parung jakarta selatan tahun ajaran 2014/2015
1
10
146
Kontribusi layanan bimbingan dan konseling dalam membina disiplin belajar siswa pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 59 Jakarta
0
15
172
Hubungan antara kompetensi profesional guru dengan ptrestasi belajar siswa : studi korelasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Legok-Tangerang
0
13
80
Hubungan antara komunikasi orang tua dan siswa dengan prestasi belajar siswa : studi penelitian pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pamulang
0
3
94
Hubungan ketaatan menjalankan ajaran agama Islam dengan perilaku seksual pra nikah di kalangan remaja : studi kasus siswa kelas 2 MAN Parung Panjang Bogor
0
19
110
Hubungan antara persepsi siswa terhadap bimbingan konseling dan intensitas pemanfaatan layanan bimbingan konseling di SMA PGRI 109 Tangerang
2
14
105
Sistem pakar penentuan ekstrakurikuler terhadap minat dan bakat siswa Sekolah Menengah Pertama
6
23
162
Pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran bahasa dan sastra indonesia pada siswa kelas IX MTS Izzatul Islam Tajurhalang, Bogor Tahun ajaran 2014/2015
0
9
112
Aplikasi pembelajaran geografi kelas XII berbasis platform android studi kasus pada Sekolah Menengah Atas (SMA) Puragabaya Bandung
0
9
112
Pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan abstraksi siswa di kelas VII SMPN 01 Kalidawir Tulungagung tahun ajaran 20172018
0
0
6
Efektivitas manajemen pendidikan karakter dalam upaya meningkatkan prestasi akademik siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015
0
0
9
Show more