Korelasi antara motivasi belajar Matematika dengan hasil belajar Matematika pada siswa SMP Kanisius Kalasan kelas VII dengan pokok bahasan segiempat tahun 2016.

Gratis

3
5
209
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  “Syukur kepada Allah karena Karunia-Nya yang tak terkatakan itu”(2 Kor 9:15) Skripsi ini saya persembahkan kepada : Ayah & Ibu atas doa, motivasi, dan segala cintayang diberikan kepada saya. Keponakanku yang ganteng dan cantik, Hugo, Sasha, dan Glenn yang selalu menghibur saya.

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) motivasi belajar matematika siswa kelas VII di SMP Kanisius Kalasan tahun 2016, (2) hasil belajar matematikasiswa kelas VII di SMP Kanisius Kalasan tahun 2016, dan (3) korelasi dan besarnya korelasi antara motivasi belajar matematika dengan hasil belajar matematika siswakelas VII di SMP Kanisius Kalasan tahun 2016. (3) Diperoleh korelasi yang positif antara motivasi belajar matematika dengan hasil belajar matematika di kalangan siswa kelas VII SMP Kanisius Kalasantahun pelajaran 2015/2016 yang ditunjukkan oleh harga koefisien korelasi product moment sebesar 0,611 dan sumbangan motivasi terhadap hasil belajar matematika sebesar 37,33%.

KATA PENGANTAR

  Skripsi yang berjudul “Korelasi Antara Motivasi Belajar Matematika dengan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa SMP Kanisius Kalasan Kelas VII denganPokok Bahasan Segiempat Tahun 2016 ” ini penulis susun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi PendidikanMatematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Para dosen Pendidikan Matematika yang penuh kesabaran dan kebijaksanaan dalam memberikan ilmu serta mendidik penulis menjadi pribadi yang “Cerdas dan Humanis”.

15. Saudara-saudari tercinta yang telah memberikan dorongan, semangat, kasih sayang dan bantuan demi lancarnya penyusunan skripsi ini

  Teman-temanku seperjuangan Vani, Iput, Ima, Galuh, Rara, Nani, Sari, Vera dan teman-teman Pendidikan Matematika angkatan 2012 yang telahmendukung dan memberi motivasi yang tiada terkira. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kitasemua dan menjadi bahan masukan dalam dunia pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi

  Pada saat ini yang menjadi perhatian peneliti di antara variabel-variabel yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah motivasi belajar karenaberdasarkan informasi dari guru mata pelajaran matematika yang mengatakan bahwa sebagian siswa-siswi di SMP tersebut kurang mendapat perhatian darikeluarga yang menyebabkan siswa kurang mendapat motivasi untuk belajar. Dari identifikasi di atas, peneliti ingin mencari korelasi antara motivasi belajar matematika dengan hasil belajar matematika yang dituangkan dalam penelitian yang berjudul “Korelasi Antara Motivasi Belajar Matematika dengan Hasil Belajar Matematika pada Siswa SMP Kanisius Kalasan Kelas VII dengan Pokok Bahasan Segiempat Tahun 2016”.

B. Identifikasi Masalah

  Pemikiran mengenai perlunya meningkatkan hasil belajar matematika sebagai respon terhadap gejala melemahnya kualitas proses dan hasilpembelajaran matematika yang menjadi pemicu masalah yang timbul dalam pembelajaran tersebut. Siswa yang memiliki minat belajar akan lebih memungkinkan mereka untuk mencapai prestasi belajar yang diinginkan, sebaliknya jika siswa kurangmemiliki minat belajar, maka siswa akan sulit untuk mencapai prestasi belajarnya.

C. Rumusan Masalah

  Bagaimana korelasi antara motivasi belajar matematika dengan hasil belajar matematika siswa kelas VII di SMP Kanisius Kalasan tahun2016? Penelitian ini dibatasi hanya pada ruang lingkup korelasi antara motivasi belajar dengan hasil belajar yang diperoleh siswa yang berkaitan dengan pokokbahasan segiempat dan dibatasi untuk subbab jajargenjang, persegipanjang, persegi, dan belahketupat di kelas VII SMP Kanisius Kalasan.

2. Motivasi adalah suatu usaha untuk meningkatkan kegiatan dalam

  Hasil belajar adalah perubahan perilaku atau tingkah laku secara keseluruhan, dimana tingkah laku sebagai hasil belajar mencakupkemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan korelasi adalah hubungan antara motivasi dengan hasil belajarmatematika siswa kelas VII di SMP Kanisius Kalasan.

5. Segiempat adalah suatu bangun datar yang dibatasi oleh empat ruas garis lurus sebagai sisinya

G. Manfaat Penelitian

  Manfaat TeoritisHasil penelitian ini secara umum memberikan sumbangan kepada pembelajaran matematika terutama untuk menambahpengetahuan/pengembangan wawasan tentang hubungan motivasi belajar matematika dengan hasil belajar matematika pada pokok bahasansegiempat. Bagi Guru Menambah kualitas dan wawasan dalam pembelajaran matematika dengan memotivasi dan mewadahi siswa dalam penemuan-penemuan yang dapat siswa lakukan semaksimal mungkin.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Matematika Banyak para ahli yang mengemukakan pendapatnya mengenai definisi

  Kline (1973) : matematika bukanlah pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutamauntuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam. Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa matematika adalah ilmu tentang pola dan struktur yang menggunakan istilah-istilah yangdidefinisikan dengan tepat dan berlandaskan pada logika untuk mendukung pengetahuan lain, sehingga dapat berkembang dengan pesat.

B. Definisi Belajar

  Burton (1984) menyatakan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku pada diri individu karena adanya interaksi antara individu denganindividu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya (dalam Eveline Siregar dan Hartini Nara,2011: 4). Bertolak dari berbagai definisi yang telah diutarakan di atas, secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah lakuindividu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.

C. Tujuan Belajar

  Ditinjau secara umum, tujuan belajar dibedakan menjadi 3 jenis(Sardiman (2004) yang dikutip Noer Rohmah, 2012: 177-179), antara lain: 1. Keterampilan jasmani adalah keterampilan-keterampilan yang dapat dilihat, diamati, sehingga akan menitikberatkan pada keterampilangerak/penampilan dari anggota tubuh seseorang yang sedang belajar.

D. Teori Belajar

  Teori Belajar Behavioristik Menurut teori belajar behavioristik atau aliran tingkah laku, belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku sebagai akibat dariinteraksi antara stimulus dan respons. Teori Belajar Humanistik Bagi penganut teori humanistik, proses belajar dilakukan dengan memberikan kebebasan yang sebesar-besarnya kepada individu.

4. Teori Belajar Konstruktivistik

  Teori konstruktivistik memahami belajar sebagai proses pembentukan (konstruksi) pengetahuan oleh peserta didik itu sendiri. Pengetahuan ada di dalam diri seseorang yang sedang mengetahui dan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari otak seseorang (guru) kepada orang lain(siswa).

E. Hasil Belajar

  Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek yaitu penerimaan, jawaban atau reaksi (pemberian respons), penilaian(penghargaan), organisasi, dan internalisasi (karakterisasi) (Agus Suprijono,2009: 7). Mulyasa (2009: 212) memberikanpengertian tentang hasil belajar, yaitu prestasi belajar peserta didik secara keseluruhan yang menjadi indikator kompetensi dasar dan derajat perubahanperilaku yang bersangkutan.

F. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar

  Menurut Noer Rohmah (2012: 194) untuk mendapatkan hasil belajar dalam bentuk perubahan harus melalui proses tertentu yang dipengaruhi olehfaktor dari dalam dan dari luar individu. Bagan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar Berbagai faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar antara lain: 1.

2. Faktor Instrumental

  Perpustakaan yang tidak lengkap, papan tulis yangsudah buram, laboratorium yang darurat atau tidak lengkap, dan tempat praktikum yang tidak memenuhi syarat, tentu akanmempengaruhi kualitas belajar, dan pada akhirnya juga akan mempengaruhi hasil belajar siswa. 4) Rumah Kondisi rumah yang sempit dan berantakan serta perkampungan yang terlalu padat dan tidak memiliki sarana umum untuk kegiatananak, akan mendorong siswa untuk berkeliaran ke tempat-tempat yang sebenarnya tidak pantas dikunjungi.

G. Motivasi Siswa dalam Belajar Matematika 1. Pengertian Motivasi

  Motivasi berkaitan dengan apa yang diinginkan manusia(tujuan), mengapa ia menginginkan hal tersebut (motif), dan bagaimana ia mencapai tujuan tersebut (proses). Bernard (dalam Purwa Atmaja Prawira, 2014: 319) memberikan pengertian motivasi sebagai fenomena yang dilibatkan dalamperangsangan tindakan ke arah tujuan-tujuan tertentu yang sebelumnya kecil atau tidak ada gerakan sama sekali ke arah tujuan-tujuan tertentu.

2. Macam-macam Motivasi

  Kemudian jika dilihat dari tujuan melakukan kegiatan itu, maka yang dimaksud dengan motivasi instrinsik adalah ingin mencapaitujuan yang terkandung dalam perbuatan belajar itu sendiri, yakni ingin mendapatkan pengetahuan, bukan karena ingin dipuji ataukarena alasan lainnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa motivasi instrinsik adalah bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar dimulai dan diteruskanberdasarkan suatu dorongan dari dalam diri dan secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar.

3. Ciri-ciri Siswa yang Mempunyai Motivasi

  Ciri-ciri pada diri setiap orang yang memiliki motivasi menurutSardiman (2006: 21) yang dikutip http://koreshinfo.blogspot.co.id/2016/02/pengertian-motivasi-bentuk- bentuk.html?m=1 adalah sebagai berikut: a. Ciri-ciri motivasi seperti itu akansangat penting dalam kegiatan belajar mengajar, karena belajar mengajar akan berhasil apabila siswa tekun mengerjakan tugas, ulet dalammemecahkan berbagai masalah dan hambatan secara mandiri.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi

  Dalam buku Belajar dan Pembelajaran, Ali Imron (1996) mengemukakan enam unsur atau faktor yang mempengaruhi motivasidalam proses pembelajaran (dalam Eveline Siregar dan Hartini Nara,2011: 53-55). Cita-cita Cita-cita merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar.

b. Kemampuan siswa Setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda-beda

  Kondisi fisik yang sehat dan fit umumnya membuat siswamemiliki motivasi yang tinggi, dibandingkan dengan siswa yang kondisi fisiknya kurang baik. Selain itu, lingkungansosial yang tidak menunjukkan kebiasaan belajar dan mendukung kegiatan belajar akan berpengaruh terhadap rendahnya motivasibelajar, tetapi sebaliknya, maka akan berdampak pada meningkatnya motivasi belajar.

f. Upaya guru dalam membelajarkan siswa

  Jika guru tidak bergairah dalam proses pembelajaran maka akan cenderung menjadikan siswa tidak memiliki motivasi belajar, tetapisebaliknya jika guru memiliki gairah dalam membelajarkan siswa maka motivasi siswa akan lebih baik. Beberapa faktor tersebut berpengaruh pada diri siswa dalam menumbuhkan motivasi untuk melakukan sesuatu, dalam hal ini adalahmotivasi untuk belajar.

5. Fungsi/Kegunaan Motivasi Dalam Belajar

  Dengan demikian, motivasi dapat memberikan arah dan Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuantersebut. Oemar Hamalik (2009: 179) mengungkapkan bahwa motivasi sangat penting karena suatu kelompok yang mempunyai motivasi akan lebihberhasil ketimbang kelompok yang tidak mempunyai motivasi (belajarnya kurang atau tidak berhasil).

6. Bentuk-bentuk Motivasi di Sekolah

  Pujian Pujian ini adalah bentuk reinforcement yang positif dan sekaligus merupakan motivasi yang baik. Dengan pujian yang tepat akan memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggigairah belajar serta sekaligus akan membangkitkan harga diri.

i. Hasrat untuk Belajar

  Tujuan yang Diakui Rumusan tujuan yang diakui dan diterima baik oleh siswa, akan merupakan alat motivasi yang sangat penting. Menurut Iskandar (2009) yang dikutip Noer Rohmah (2012: 259), ada beberapa teknik motivasi lainnya yang dapat dilakukan dalampembelajaran sebagai berikut:1) Memberikan penghargaan dengan menggunakan kata-kata, seperti ucapan bagus sekali, hebat, dan menakjubkan.

7. Peranan Motivasi dalam Proses Pembelajaran

  Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan seseorang individu (jasmani dan rohani), kegiatan pembelajaran tidakpernah dilakukan tanpa adanya dorongan atau motivasi yang kuat dari dalam diri individu ataupun dari luar individu yang mengikuti kegiatanpembelajaran. Dengandemikian, motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan bagi siswa (peserta didik) yang harus dikerjakan sesuai dengan tujuan tersebut.

6. Peran motivasi melahirkan prestasi. Motivasi sangat berperan dalam pembelajaran siswa (peserta didik) dalam meraih prestasi belajar

Tinggi rendahnya prestasi belajar seseorang siswa (peserta didik) selalu dihubungkan dengan tinggi rendahnya motivasi pembelajaranseseorang siswa tersebut.

H. Tinjauan Materi Bangun Datar Segiempat

  Pada bangun datar segiempat terdapat jajargenjang,persegipanjang, persegi, belahketupat, layang-layang, trapesium, dan segiempat sembarang yang lain. Tetapi yang akan dijelaskan di bawah inihanya jajargenjang, persegipanjang, persegi, dan belahketupat.

1. Jajargenjang

Jajargenjang adalah segiempat yang memiliki dua pasang sisi sejajar.

a. Sifat-sifat Jajargenjang

   AB = CD dan AB // CD BC = AD dan BC // AD 2) Sudut-sudut yang berhadapan sama besar.  A = C  B = D 3) Memiliki dua diagonal yang berpotongan di satu titik dan saling membagi dua sama besar.

b. Keliling dan Luas Jajargenjang 1) Keliling jajargenjang

  Persegipanjang Persegipanjang adalah jajargenjang yang salah satu sudutnya 90°. 1) AB, BC, CD, dan AD adalah sisi-sisi persegipanjang.2) Titik A, B, C, dan D disebut titik sudut persegipanjang.3) ABC, BCD, CDA, dan DAB merupakan sudut.4) AC dan BD merupakan diagonal persegipanjang.

2) Luas jajargenjang

a. Unsur-unsur Persegipanjang Unsur-unsur persegipanjang ABCD adalah sebagai berikut

A C D B A B C D

b. Sifat-sifat Persegipanjang

  1) Sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar.  AC = BD dan OA = OB = OC = OD 4) Memiliki dua simetri lipat.5) Memiliki simetri putar tingkat dua.6) Dapat menempati bingkainya dengan empat cara.

c. Keliling dan Luas Persegipanjang

  D C D C 1) Keliling persegipanjang Keliling persegipanjang ABCD = AB + BC + CD + DA= p + l + p + l = 2p + 2l = 2(p + l) Jika : p = panjang persegipanjang l = lebar persegipanjangMaka, K = 2(p + l) 2) Luas persegipanjang Luas persegipanjang ABCD = AB × BC= panjang × lebar = p × l Jika : p = panjang persegipanjang l = lebar persegipanjangMaka, L = p × l 3. Persegi Persegi adalah bangun segiempat yang memiliki empat sisi sama panjang dan salah satu sudutnya siku-siku.

a. Unsur-unsur Persegi

  Gambar 2.4 Persegi Unsur-unsur persegi ABCD adalah sebagai berikut. 1) AB, BC, CD, dan AD adalah sisi-sisi persegi.2) Titik A, B, C, dan D disebut titik sudut persegi.3) ABC, BCD, CDA, dan DAB merupakan sudut.4) AC dan BD merupakan diagonal persegi.

b. Sifat-sifat Persegi

   AB = BC = CD = AD 2) Sisi-sisi yang berhadapan sejajar.  A = B = C = D = 90° 4) Kedua diagonalnya sama panjang dan saling berpotongan di titik pusat persegi.

c. Keliling dan Luas Persegi 1) Keliling persegi

Keliling persegi ABCD = AB + BC + CD + DA= s + s + s + s= 4s Jika : s = panjang sisi persegiMaka, K = 4s

2) Luas persegi

  Luas persegi ABCD = AB × BC= s × s= s 2 Jika : s = sisi persegi Maka, L = s 2 4. Belahketupat Belahketupat adalah jajargenjang yang kedua diagonalnya saling tegak lurus.

a. Sifat-sifat Belahketupat

  AB // CD dan AB = CD, BC // AD dan BC = AD2) Semua sisi belahketupat sama panjang AB = BC = CD = AD. Gambar 2.5 Belahketupat C A B D O 4) Sudut-sudut yang berhadapan sama besar dan dibagi dua sama besar oleh diagonal-diagonalnya   ABC =  ADC dan  BAD =  BCD  BAO =  DAO dan  ADO =  CDO  BCO =  DCO dan  ABO =  CBO 5) Diagonal-diagonalnya saling membagi dua sama panjang dan berpotongan tegak lurus.

6) Belahketupat dapat menempati bingkainya menurut empat cara

b. Keliling dan Luas Belahketupat 1) Keliling Belahketupat

Keliling belahketupat = AB + BC + CD + AD= s + s + s + s= 4 × s Luas belahketupat = C A B D O

2) Luas Belahketupat

I. Kerangka Berpikir

  Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yangmenjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itudapat tercapai. Hipotesis PenelitianHipotesis dari penelitian ini adalah “Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara motivasi belajar matematika dengan hasil belajar matematika pada siswa SMP Kanisius Kalasan kelas VII dengan pokok bahasan segiempattahun 2016 ”.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional. Penelitian

  Koefisien korelasi adalah suatu alat statistik yang dapat digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran dua variabel yang berbeda agar dapatmenentukan tingkat hubungan antara variabel-variabel tersebut (SuharsimiArikunto, 2006: 270). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian statistik deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan mengenai letak korelasi antara motivasidengan hasil belajar siswa.

B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan 1. Tempat Pelaksanaan

Tempat/lokasi penelitian adalah kelas VII A SMP Kanisius Kalasan yang beralamatkan di Krajan, Tirto Martani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta

2. Waktu Pelaksanaan

  Penelitian ini akan dilaksanakan pada akhir bulan April sampai dengan awal bulan Mei semester genap tahun ajaran 2015/2016. Rencana Pelaksanaan Penelitian No.

1. Observasi sekolah April 2016

  2. Pengambilan data uji validitas instrumen April 2016 motivasi belajar matematika 3.

C. Populasi dan Sampel Penelitian

  Menurut Sugiyono (2013: 80), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentuyang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Perumusan Variabel Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan olehpeneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2013: 38).

F. Metode Pengumpulan Data

  Untuk memperoleh data yang akurat diperlukan metode pengumpulan data yang tepat, agar data yang diperoleh benar-benar dapatdipertanggungjawabkan. Dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan wawancara(interview), kuesioner (angket), tes hasil belajar, dan gabungan ketiganya (Sugiyono, 2013: 137).

1. Pengisian Kuesioner (Angket)

  Wawancara (Interview) Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukanpermasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlahrespondennya sedikit/kecil. Menurut Anne Anastasi dalam bukunya Psychological Testing (1976) yang dikutip oleh Saifuddin Azwar (2014: 3), tes pada dasarnya adalah suatu pengukuran yang objektif dan standar terhadap sampel perilaku.

G. Instrumen Penelitian

  Wawancara yang digunakan adalah wawancaraterstruktur yang digunakan sebagai teknik pengumpulan data, apabila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yangakan diperoleh (Sugiyono, 2013: 138). Adapun siswa yang diwawancara hanya 6 (enam) orang saja diantaranya yang memiliki prestasi tinggi (2 orang), prestasi sedang (2 orang), dan prestasirendah (2 orang).

1. Lembar Kuesioner (Angket) a

  Tidak mudah melepas hal yang 2 24 30 diyakiniTotal 30 15 15 Indikator di atas didasarkan pada ciri-ciri siswa yang mempunyai motivasi belajar yang telah diuraikan pada landasan teori. Untuk setiap pernyataan positif digunakan 4 (empat) alternatif Sedangkan untuk setiap pernyataan negatif juga digunakan 4 (empat) alternatif jawaban yaitu sangat sesuai dengan skor 1, sesuai denganskor 2, tidak sesuai dengan skor 3, dan sangat tidak sesuai dengan skor 4.

2. Pedoman Wawancara a

  Menunjukkan Apakah kamu termasuk siswa yang aktif ketika 4 pembelajaran matematika di kelas?minat terhadap terhadap Apa yang kamu lakukan ketika kamu merasa 5 bermacam-macam kurang paham dengan penjelasan guru di kelas?masalah Ketika kamu mulai jenuh dengan pembelajaran matematika khususnya materi segiempat, apa 6 yang kamu lakukan di kelas? Penyusunan Butir Indikator yang digunakan dalam wawancara siswa didasarkan pada ciri-ciri siswa yang memiliki motivasi belajar seperti padaindikator dalam kuesioner.

3. Lembar Soal a

  Tujuan Penyusunan Instrumen Tes hasil belajar matematika bertujuan untuk mengukur hasil yang dicapai oleh siswa dalam belajar. Soal ulangan harian yang digunakan untuk mendapatkan datatentang hasil belajar siswa terlebih dulu divalidasi oleh pakar.

6. Memahami

  2b, 2c 6.3 Menghitung 6.3.1 Menemukan rumus 1d, 3keliling dan luas keliling bangun segiempat.bangun segitiga 6.3.2 Menyelesaikan rumus 4 dan segiempat luas bangun segiempat.serta 6.3.3 Menyelesaikan masalah menggunakannyayang berkaitan dengan 5 dalam pemecahan.menghitung keliling dan luas bangun segiempat. 20 Penyelesaian 10 Pythagoras 5 Mencari suatu sisimenggunakan rumus 20 20 4 Penyelesaian menggunakancara 5 5 Setelah kisi-kisi tes ulangan harian dirumuskan, kemudian langkah selanjutnya adalah penyusunan butir-butir soal.

1. Uji Validitas Instrumen

  Pengukuran dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila menghasilkan data yang secara akurat memberikan gambaran mengenaivariabel yang diukur seperti yang dikehendaki oleh tujuan pengukuran tersebut. Akurat dalam hal ini berarti tepat dan cermat sehingga apabila tesmenghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran, maka dikatakan sebagai pengukuran yang memiliki validitas rendah (SaifuddinAzwar, 2012: 9).

2. Uji Reliabilitas Instrumen

  Dengan menghitung koefisien reliabilitas hasil ukur pada kelompok subjek penelitian, akan diperoleh estimasi terhadap tingkat keterpercayaandata hasil pengukuran alat tersebut bagi kelompok subjek yang sedang Metode pengujian koefisien reliabilitas tes dan reliabilitas angket motivasi adalah dengan menggunakan Metode Alpha (Cronbach’s), metode ini sangat cocok digunakan pada skor berbentuk skala atau skor berbentuk rentangan dan juga cocok untuk tes bentuk uraian. Deskripsi variabel dalam statistik deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini meliputi nilai maksimum,nilai minimum, rata-rata, range, dan standar deviasi dari variabel terikat yaitu hasil belajar matematika dan variabel bebas yaitu motivasi belajarmatematika siswa.

b. Proporsi Hasil Belajar Matematika pada Tiap Kategori

  Untuk mengetahui proporsi (persentase) hasil belajar matematika siswa yang tuntas dan tidak tuntas, maka sebelumnya ditentukanterlebih dahulu jumlah siswa yang tuntas dan tidak tuntas dengan Tabel 3.10. Kriteria Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Nilai Keterangan Nilai < 70 Tidak Tuntas TuntasNilai ≥ 70 Perhitungan persentase siswa yang masuk dalam kriteria tuntas dan tidak tuntas adalah:Hasilnya akan dimasukkan dalam tabel frekuensi, dengan demikian akan diketahui tingkat hasil belajar siswa.

6. Analisis Data Penelitian

  Dalam penelitian ini, analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi Pearson Product Moment. 2) Menentukan besarnya sumbangan (koefisien determinasi atau koefisien penentu) variabel X terhadap variabel Y dengan rumus:KD = .100% Keterangan : KD = Koefisien Determinasi= kuadrat dari koefisien korelasi yang berkaitan dengan variabel X dan variabel Y.

BAB IV HASIL UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN DAN HASIL PENELITIAN A. Pelaksanaan Penelitian Penelitian dilakukan di SMP Kanisius Kalasan yang beralamatkan di Krajan, Tirto Martani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta (55571), dan

  Dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan sampel yang diambil dari kelas VII A saja yangberjumlah 26 orang siswa, yaitu 11 siswa putri dan 15 siswa putra. Siswa yang akan diwawancara hanya 6 orang saja, yaitu 2 orang yang berprestasi tinggi, 2 orang yang berprestasi sedang, dan 2 orangyang berprestasi rendah.

B. Hasil Uji Coba Instrumen Penelitian

  Pengujian dilakukan untukmengetahui apakah kuesioner yang dipakai sebagai instrumen layak atau tidak untuk digunakan. Dalam penelitian ini, pengujian instrumen motivasi belajar matematika dilakukan terhadap 22 responden, yang dilakukan pada tanggal 25 April 2016.

1. Hasil Uji Normalitas Data Motivasi Belajar Matematika

  Uji normalitas data motivasi belajar matematika dilakukan menggunakan bantuan program SPSS 17.0 dengan langkah-langkah danhasil sebagai berikut: a. Hasil Uji Normalitas Data Motivasi Belajar Matematika Karena data berdistribusi normal, maka dalam menghitung validitas menggunakan Product Moment Pearson.

2. Hasil Uji Validitas Data Motivasi Belajar Matematika

  Setelahdikonsultasikan dengan dosen pembimbing, maka dari 9 butir pernyataan yang tidak valid tersebut, 4 butir pernyataan yaitu butir nomor 5, 16, 18,dan 19 tidak perlu diperbaiki dan dapat digunakan kembali karena r hitung sangat mendekati r tabel . Sedangkan 2 butir pernyataan yaitu butir nomor 2dan 4 diperbaiki dan dapat digunakan kembali, sehingga sisanya 3 butir pernyataan yang lain yaitu butir nomor 6, 11, dan 17 tidak dapat digunakanlagi.

3. Hasil Uji Reliabilitas Data Motivasi Belajar Matematika

  Uji reliabilitas data motivasi belajar matematika dilakukan menggunakan bantuan program SPSS 17.0 dengan langkah-langkah danhasil sebagai berikut: a. Hasil Uji Reliabilitas Data Motivasi Belajar Matematika 11 Berdasarkan hasil uji reliabilitas di atas didapat r = 0,910 dan diklasifikasikan sangat tinggi tingkat reliabilitasnya, maka instrumen motivasi belajar matematika termasuk dalam kategori sangat baik(reliabel), sehingga instrumen ini dapat digunakan untuk melakukan pengambilan data penelitian.

C. Deskripsi Data Hasil Penelitian Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan dua cara

  Pengumpulan data motivasi belajar matematika siswa dilakukan dengan Gambaran tentang data variabel motivasi belajar matematika siswa dan variabel hasil belajar matematika siswa kelas VII di SMP Kanisius Kalasandiperoleh dari data yang telah terkumpul. Data yang diperoleh selanjutnya diolah dan dianalisis dengan statistik deskriptif menggunakan bantuan program SPSS 17.0.

a. Data Motivasi Belajar Matematika Siswa

Tabel 4.4. Deskripsi Data Motivasi Belajar Matematika Siswa Jumlah Nilai Nilai Nilai Standar Variabel Range Responden Minimum Maksimum Rata-rata Deviasi Motivasi Belajar 26 28.00 63.00 91.00 74.7692 8.52435 MatematikaSiswa

b. Data Hasil Belajar Matematika Siswa

  Tabel 4.5. Deskripsi Data Hasil Belajar Matematika Siswa Jumlah Nilai Nilai Nilai Standar Variabel Range Responden Minimum Maksimum Rata-rata DeviasiHasil Belajar 26 63.00 34.00 97.00 75.346 14.8241 MatematikaSiswa Hasil analisis data hasil belajar matematika siswa menunjukkan nilai minimum sebesar 34, nilai maksimum sebesar 97, nilai rata-rata sebesar75,346, standar deviasi sebesar 14,8241, dan range sebesar 63.

D. Perhitungan Proporsi Motivasi dan Hasil Belajar Matematika

  Tidak Tuntas 8 Jumlah 26 Berdasarkan data di atas, dapat dihitung dan diketahui proporsi siswa yang tergolong tuntas dan tidak tuntas dengan rumus sebagai berikut: Persentase siswa tuntas= 69,23% Persentase siswa tidak tuntas= 30,77% E. Hasil Uji Normalitas Data Motivasi Belajar Matematika dan Data Hasil Belajar Matematika Berdasarkan hasil uji normalitas di atas, untuk variabel motivasi belajar matematika didapat sig.(2-tailed) = 0,728 > 0,05, maka data yang digunakandalam penelitian ini yaitu motivasi belajar matematika berdistribusi normal Langkah-langkah menghitung korelasi antara motivasi dan hasil belajar matematika dengan menggunakan program SPSS 17.0 adalah sebagai berikut.

F. Analisis Hasil Wawancara 1. Analisis Hasil Wawancara Guru

  Selain itu, untukmendapatkan hasil belajar yang optimal, guru melakukan penilaian dengan Dapat disimpulkan bahwa motivasi dan hasil belajar sangat berhubungan. Siswa yang termotivasi dan aktif akan bertanya ketika kurang paham dengan materiyang diajarkan, sehingga ketika diberikan soal-soal latihan maupun ulangan harian akan bisa menjawab, sehingga hasil belajarnya punmenjadi optimal.

2. Analisis Hasil Wawancara Siswa

  Berdasarkan wawancara dengan beberapa siswa, yaitu diantaranya siswa yang berprestasi tinggi, siswa yang berprestasi sedang, dan siswayang berprestasi rendah, dapat dikatakan bahwa motivasi belajar mereka cukup tinggi. Dapat dilihat bahwa mereka termasuk dalam ciri-ciri siswa yang memiliki motivasi belajar dan nantinya dapat mempengaruhi hasil belajar mereka.

BAB V PEMBAHASAN A. Pembahasan Hasil Analisis Data Masalah kualitas lulusan sekolah ini sesungguhnya banyak sekali faktor

  Dari pembahasan hasil analisis di bab IV diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan bahwa proporsi motivasi belajar matematika dan hasil belajarmatematika untuk kategori siswa yang mempunyai motivasi sangat tinggi sebesar 11,54%, siswa yang mempunyai motivasi tinggi sebesar 69,23%, siswayang mempunyai motivasi sedang sebesar 19,23%, dan siswa yang mempunyai motivasi rendah dan sangat rendah sebesar 0%. Di samping tingkat motivasi belajar matematika yang tinggi dan hasil belajar matematika yang baik, serta besarnya sumbangan motivasi belajarmatematika terhadap hasil belajar matematika, diperoleh pula koefisien korelasi sebesar 0,611 yang berarti bahwa tingkat hubungan antara variabelmotivasi belajar matematika dengan hasil belajar matematika tinggi.

B. Keterbatasan Penelitian

  Adanya keterbatasan penelitian dengan menggunakan kuesioner yaitu terkadang jawaban yang diberikan oleh sampel tidak menunjukkankeadaan sesungguhnya. Jawaban siswa pada instrumen wawancara yang tidak sesuai dengan hasil kuesioner yang diberikan, sehingga data yang terkumpul kurangmaksimal.

3. Sampel yang digunakan perlu ditambah jumlahnya sehingga hasilnya lebih akurat

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui apakah ada

  hubungan antara motivasi belajar matematika dengan hasil belajar matematika yang dilakukan terhadap siswa kelas VII di SMP Kanisius Kalasan tahun ajaran2015/2016, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Mayoritas siswa-siswi kelas VII SMP Kanisius kalasan tahun 2016 memiliki motivasi yang tinggi atau sangat tinggi dengan proporsi sebesar 80,77%.

2. Sebagian besar siswa-siswi kelas VII SMP Kanisius Kalasan tahun 2016 memiliki hasil belajar yang baik dengan ketuntasan sebesar 69,23%

  Terdapat korelasi yang positif antara motivasi belajar matematika dengan hasil belajar matematika yang ditunjukkan oleh harga koefisien korelasi product moment sebesar 0,611. Selain itu juga ditunjukkan dengan besar sumbangan motivasi terhadap hasil belajar matematika sebesar 37,33%.

B. Saran

  Bagi SekolahBerdasarkan hasil wawancara dengan guru matematika yang mengatakan bahwa siswa-siswi kelas A inteligensinya lebih baikdibandingkan kelas B dan kelas C, maka baik apabila kelas B dan kelas C diberi perlakuan khusus. Bagi GuruUntuk merangsang dan menumbuhkan motivasi belajar matematika pada diri siswa, para guru matematika diharapkan mampu memikirkancara-cara yang dapat meningkatkan motivasi belajar matematika pada diri siswa.

4. Bagi Orangtua

Orangtua hendaknya ikut bertanggungjawab dalam membina, membimbing dan mengarahkan anak sesuai dengan kemampuan anak itusendiri.

DAFTAR PUSTAKA

  LAMPIRAN Lampiran 1 2 Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan 4 Mengaitkan materi dengan realitas kehidupan 1 2 4 5 1 2 4 5 3 Menyampaikan materi sesuai dengan hirarki belajar 1 2 4 5 2 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan 1 Menunjukkan penguasaan materi pembelajaran 1 2 4 5 A. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar 1 Menunjukkan ketrampilan dalam penggunaan media 1 2 4 5 2 Menghasilkan pesan yang menarik 1 2 4 5 3 Menggunakan media secara efektif dan efisien 1 2 4 5 4 Melibatkan siswa dalam pemanfaatan media 1 2 4 5 D.

B. Pelaksanaan tindak lanjut

  Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi 1 2 4 5 6 Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar 5 Menunjukkan hubungan antarpribadi yang kondusif 1 2 4 5 6 Mengakomodasi adanya keragaman kebudayaanNusantara 1 2 4 5 7 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan 1 2 4 5 tumbuhnya kebiasaan positif 8 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang 1 2 4 5 telah dialokasikan C. Kemampuan khusus dalam pembelajaran bidang studi 1 2 4 5 6 Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme siswa dalam belajar 5 Menunjukkan hubungan antarpribadi yang kondusif 1 2 4 5 6 Mengakomodasi adanya keragaman kebudayaanNusantara 1 2 4 5 7 Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan 1 2 4 5 tumbuhnya kebiasaan positif 8 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan waktu yang 1 2 4 5 telah dialokasikan C.

C. Catatan Khusus  Masih ada siswa yang menggantungkan jawaban pada teman lain

  FE 87 4 4 1 3 4 3 1 3 4 3 3 2 2 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 3 3 2 4 3 3 3 4 1 3 3 4 4 2 3 3 3 3 4 3 3 3 3 1 2 3 1 3 4 3 3 4 3 3 7. CSD 4 3 105 4 4 4 4 3 3 4 3 4 3 3 1 4 4 3 3 4 3 2 4 2 4 4 3 2 3 3 2 1 1 4 2 3 3 2 4 2 3 3 3 3 2 3 4 4 2 4 2 2 3 4 2 3 4 1 4 4 3 4 4 4.

KISI-KISI SOAL ULANGAN HARIAN

  145Lampiran 14 Satuan Pendidikan : SMP Kanisius Kalasan Jumlah Soal : 5Mata Pelajaran : Matematika Bentuk Soal : EssayKelas/Semester : VII/Genap Alokasi Waktu : 2 × 40 menitKurikulum Acuan : KTSP Penyusun : Erna Putri Astuti No. 4 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas bangun segiempat.

SOAL ULANGAN HARIAN SEGIEMPAT

  OB = × BD = × 8 = 4 cmOA = × AC = × 6 = 3 cm Panjang sisi belah ketupat dapat dicari dengan teorema Pythagoras,AB = √ = √ + = √ = 5 cmKeliling belah ketupatK = 4 × s = 4 × 5 = 20 cm 10 10 20 Jumlah skor100 100 � �� � ℎ� = � � �ℎ�� � � � × Lampiran 18 Jawaban Ulangan Harian Siswa 165Lampiran 19 79 5 5 10 2 9. EAEM 2,5 2 5 20 19,5 20 5 5 5 5 10 2 5 5 5 5 5 5 88 95 20 70 20 2 5 5 5 5 7 5 5 1,5 5 12.

10. FALD

  P : Selain diskusi di kelas, bagaimana Bapak mengecek pemahaman siswa khususnya untuk siswa yang belum paham dengan materi yang diajarkan? Menunjukkan minat terhadap Apa yang kamu lakukan ketika kamu merasa bermacam-macam5 kurang paham dengan penjelasan guru di kelas?masalah Ketika kamu mulai jenuh dengan pembelajaranmatematika khususnya materi segiempat, apa 6 yang kamu lakukan di kelas?

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA SUB POKOK BAHASAN SEGIEMPAT DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA
0
4
105
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN APTITUDE PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SEGIEMPAT DENGAN PENDEKATAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (PTK Pembelajaran Matematika Bagi Siswa Kelas VII Semester Genap MT
0
4
17
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL TREFFINGER DAN CIRCUIT LEARNING DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT.
0
0
6
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PEMAHAMAN KONSEP BELAJAR MATEMATIKA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT Upaya Meningkatkan Motivasi dan Pemahaman Konsep Belajar Matematika Pokok Bahasan Segiempat ( Persegi Panjang ) dan Segitiga Dengan Metode Problem Based Learning
0
0
17
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN SIMULASI PERMAINAN MONOPOLI PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN SIMULASI PERMAINAN MONOPOLI PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH SISWA KELAS VII SMP MU
4
19
13
Pengaruh keaktifan belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Kanisius Kalasan pada pokok bahasan operasi aljabar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II tahun ajaran 2016/2017.
0
0
193
Efektivitas model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) ditinjau dari motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Kanisius Gayam Yogyakarta pada materi segiempat.
0
2
337
Korelasi antara motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VII SMP BOPKRI 2 Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.
0
0
168
Pengaruh cara belajar terhadap prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika pada pokok bahasan segitiga siswa kelas VII SMP Kanisius Pakem Yogyakarta tahun pelajaran 2012/2013.
0
1
142
Korelasi motivasi dengan hasil belajar matematika pada kelas VIII unggulan dan reguler dengan pokok bahasan kubus dan balok di SMP Negeri 2 Playen tahun 2012.
0
0
181
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA SMP
0
0
7
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN KEBIASAAN BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 KLATEN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 - UNWIDHA Repository
0
0
27
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANTARA PENERAPAN TES FORMATIF PILIHAN GANDA ALTERNATIF DENGAN URAIAN TERSTRUKTUR PADA POKOK BAHASAN BANGUN DATAR SEGIEMPAT SISWA KELAS VII SMP NU GEBANG - IAIN Syekh Nurjati Cirebon
0
0
18
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA DAN STATUS EKONOMI SOSIAL ORANG TUA DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIIIB PADA POKOK BAHASAN OPERASI ALJABAR DI SMP PANGUDI LUHUR MOYUDAN TAHUN AJARAN 2011 2012
0
0
165
KETERKAITAN GAYA BELAJAR DALAM PROSES BELAJAR SISWA KELAS VII SMP KANISIUS GAYAM YOGYAKARTA SEHUBUNGAN DENGAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN SEGITIGA
0
0
211
Show more