Formulasi gel ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai penangkal radikal bebas : pengaruh carbopol 940 dan sorbitol terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik.

Gratis

2
9
131
2 years ago
Preview
Full text

HALAMAN PERSEMBAHAN

  PRAKATA Puji dan syukur penulis haturkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas kasih, berkat, dan penyertaan-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yangberjudul ‘Formulasi Gel Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.)Sebagai Penangkal Radikal Bebas: Pengaruh Carbopol 940 dan Sorbitol TerhadapSifat Fisik dan Stabilitas Fisik ’ dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan carbopol 940 memberikan respon yang signifikan dan dominan terhadap viskositas dan daya sebar, sedangkan sorbitolmemberikan respon yang signifikan terhadap viskositas, dengan carbopol 940 sebagai faktor yang dominan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Antioksidan banyak ditemukan pada alam, diantaranya pada buah manggis

  Gel merupakan sistem semipadat yangpergerakan medium pendispersinya terbatas oleh sebuah jalinan jaringan tiga dimensi dari partikel-partikel atau makromolekul yang terlarut pada fase Aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit buah manggis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picril hydrazil). Gelling agent basis dari sediaan gel yang digunakan untuk membentuk gel dan idealnya harus tidak berinteraksi dengan komponen lain dari formulasi serta harus bebas dari kontaminasi mikroba (Mahalingam, Li, and Jasti, 2008).

B. Rumusan Masalah

  Bagaimana pengaruh dari variasi carbopol 940 dan sorbitol terhadap sifat fisik dan stabilitas fisik gel ekstrak kulit buah manggis? Berapa komposisi carbopol 940 dan sorbitol pada daerah optimum sehingga dihasilkan gel dengan sifat fisik yang baik?

3. Bagaimana stabilitas fisik gel ekstrak kulit buah manggis setelah diuji

4. Bagaimana aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis? 5

  Keaslian Penelitian Penelitian terkait ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dan formulasi gel yang pernah dilakukan ialah : 1. Penelitian ini mengenai optimasi carbopol dan CMC-Na pada sediaan gel anti jerawat ekstrak kulitbuah manggis dengan metode SLD (Simplex Lattice Design).

D. Manfaat Penelitian a. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi mengenai pengaruh carbopol 940 sebagai gelling agent dan sorbitol sebagai humektanterhadap sifat fisik dan stabilitas fisik gel ekstrak kulit buah manggis, serta mengenai bagaimana aktivitas antioksidan gel ekstrak kulit buah manggis.

b. Manfaat Praktis

Menghasilkan suatu formulasi gel ekstrak kulit buah manggis dengan sifat fisik dan stabilitas fisik yang baik, aman, dan dapat bermanfaat bagi masyarakat.

E. Tujuan Penelitian a. Tujuan Umum

Menghasilkan formula gel antioksidan dari ekstrak kulit buah manggis(Garcinia mangostana L.) yang sesuai dengan persyaratan sifat fisik dan stabilitas fisik yang ditentukan serta dapat diterima masyarakat.

b. Tujuan Khusus 1

  Mengetahui pengaruh carbopol 940 dan sorbitol terhadap sifat fisik gel ekstrak kulit buah manggis. Mengetahui komposisi carbopol 940 dan sorbitol pada daerah optimum sehingga dihasilkan gel ekstrak kulit buah manggis dengan sifat fisik yangdiinginkan.

3. Mengetahui stabilitas fisik gel ekstrak kulit buah manggis melalui uji sentrifugasi dan freeze thaw cycle

5. Mengetahui besar aktivitas antioksidan sediaan gel ekstrak kulit buah manggis

  Klasifikasi manggis secara taksonomi adalah sebagai berikut:Kingdom : PlantaeDivisi : SpermatophytaSubdivisi : Angiospermae Buah manggis (Garcinia mangostana L.) adalah buah musiman dengan kulit yang berwarna unggu tua karena mengandung banyak antosianin dan isiberwarna putih. Berbeda dengan buah-buah pada umumnya, manfaat terbesar buah manggis Kandungan yang terdapat dalam daging buah manggis antara lain gula sakarosa, dekstrosa, dan levulosa.

2. Menginaktivasi atau menangkap radikal dan memotong propagasi (pemutusan rantai)

  Suatu senyawa dapat dikatakan sebagai antioksidan primer apabila dapat memberikan atom hidrogensecara cepat kepada senyawa radikal, kemudian radikal antioksidan yang terbentuk segera menjadi senyawa yang lebih stabil. Contoh lain senyawa yang termasuk antioksidan primer adalah kelompok senyawa polifenol, asam askorbat (vitamin C), BHT (Butil HidroksiToluena), BHA (Butil Hidroksi Anisol), TBHQ (Tersier Butil Hidroksi Quinolin), tekoferol, dan PG (Propil Galat) (Arcan, 2005).

1. Metode DPPH

  Mekanisme penghambatan radikal DPPH (Benabadji et al., 2004) Komponen yang aktif bereaksi dengan DPPH antara lain glutation, amina DPPH menunjukkan absorbsi yang kuat pada panjang gelombang 517 nm karena elektron yang tidak berpasangan dan absorbsi berkurang ketika elektrontelah berpasangan. Kelebihan dari metode ini adalah DPPH akan beraksi dengan sampel secara keseluruhan dalam waktu tertentu dan DPPH dapat bereaksi secaraperlahan meskipun dengan antioksidan yang lemah.

5. Metode TRAP

Prinsip metode TRAP (Total Radical-trapping Antioxidant Parameter) adalah berdasarkan pengukuran penggunaan oksigen selama reaksi oksidasilipid terkontrol yang diinduksi oleh hasil dekomposisi dari AAPH (2-2'- Azobis(2-aminidopropana)hidroklorida) untuk mengukur aktivitas antioksidan (Molyneux, 2004).

C. Sediaan Gel

  Pada kosmetik yaitusebagai sediaan untuk perawatan kulit, sampo, sediaan pewangi dan pasta gigi Sifat-sifat gel yang diharapkan dalam sediaan gel topikal antara lain: memiliki sifat aliran tiksotropik, daya sebar baik, tidak berminyak, mudah dicuci,sebagai emolien, ringan (khususnya untuk jaringan yang mengelupas), tidak meninggalkan noda, dapat bercampur dengan bahan tambahan lain, larut air ataudapat bercampur dengan air (Ofner and Klech-Gellote, 2007). Gelhidrofilik umumnya mengandung komponen bahan pengembang, air, Beberapa keuntungan sediaan gel menurut Voigt (1994) adalah sebagai berikut : kemampuan penyebarannya baik pada kulit; efek dingin, yang dijelaskanmelalui penguapan lambat dari kulit; tidak ada penghambatan fungsi rambut secara fisiologis; kemudahan pencuciannya dengan air yang baik; pelepasanobatnya baik.

3. Viskositas Viskositas merupakan suatu tahanan dari suatu cairan untuk mengalir

  Sifat aliran pseudoplastik mempunyai konsistensi yang tinggi dalam wadah, dapatdituang dengan mudah dan untuk kembali ke keadaan semula membutuhkan waktu yang singkat (Astuti, Susanti, Wirasuta, dan Widjaja, 2008). Time Dependent (Dipengaruhi Waktu) TiksotropiTiksotropi didefinisikan sebagai suatu pemulihan yang isoterm dan lambat pada pendiaman suatu bahan yang kehilangan konsistensinya karena shearing.

4. Daya Sebar

  Stabilitas didefinisikan sebagai kemampuan suatu produk obat atau kosmetik untuk bertahan dalam spesifikasi yang diterapkan sepanjang periodepenyimpanan dan penggunaan untuk menjamin identitas, kekuatan, kualitas, dan Untuk memperoleh nilai kestabilan suatu sediaan farmasetika atau kosmetik dalam waktu yang singkat, maka dapat dilakukan uji stabilitas dipercepat. Pengujian ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi yang diinginkan pada waktu sesingkat mungkin dengan cara menyimpan sampel pada kondisi yangdirancang untuk mempercepat terjadinya perubahan yang biasanya terjadi pada kondisi normal (Djajadisastra et al., 2009).

D. Desain Faktorial

  Rancangan faktorial dengan 2 level dan 2 faktor percobaan dapat dilihat pada Tabel III. Rancangan desain faktorial Formula Faktor A Faktor BAB + + B I Optimasi campuran dua bahan yang mempunyai dua faktor dengan menggunakan pendekatan desain faktorial (two level factorial design) dilakukan 1 2 12 dengan rumus: Y = b + b (A) + b (B) + b (A)(B)..............................................(I) Y merupakan respon hasil atau sifat yang diamati.

12 A dan level bagian B. b , b dan b adalah koefisien yang dapat dihitung dari hasil percobaan

  Adanya interaksi dapat juga dilihat dari grafik hubungan respon dan level faktor. Jika kurva menunjukkan garis yang tidak sejajar, maka dapat dikatakan bahwa interaksi antareksipien dalam menentukan respon (Bolton and Bon, 2004).

E. Monografi Bahan 1. Carbopol 940

  Gelling agent merupakan basis dari sediaan gel yang digunakan untuk membentuk gel dan idealnya harus tidak berinteraksi dengan komponen lain dari formulasi serta harusbebas dari kontaminasi mikroba (Mahalingam et al., 2008). Carbopol yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe carbopol 940 karena tipe carbopol ini memiliki kekentalan antara 40.000 - 60.000 cP sehingga memiliki efisiensi membentuk gel dengan viskositas yang tinggi dan dapatmenghasilkan sediaan gel yang jernih (Allen, 2002).

3. Sorbitol

  Sorbitol merupakan salah satu contoh humektan yang dapat juga berfungsi sebagai plasticizer, agen penstabil, agen pemanis, dan bahan pengisi pada tabletdan kapsul. Humektan adalah bahan dalam produk kosmetik yang ditujukan untuk mencegah hilangnya lembab dari sediaan dan meningkatkan jumlah air(kelembaban) pada lapisan kulit terluar saat produk diaplikasikan (Barel et al.,2009).

4. Metil Paraben

  Maksud ditambahkannya bahan pengawet pada gel untuk mencegah kontaminasi, kemunduran, dan kerusakan oleh bakteri serta jamur, karenasebagian besar komponen dalam sediaan gel dapat bertindak sebagai substrat bagi bakteri maupun jamur. Syarat zat pengawet adalah mampu membunuhkontaminasi mikroorganisme, tidak toksik atau menyebabkan iritasi pada pengguna, stabil dan efektif, serta selektif dan tidak bereaksi dengan bahan.

5. Aquadest

  Carbopol 940 dan sorbitol memiliki pengaruh signifikan terhadap sifat fisik gel ekstrak kulit buah manggis yang meliputi viskositas dan daya sebar. Didapatkan komposisi carbopol 940 dan sorbiol pada daerah optimum sehingga dihasilkan gel ekstrak kulit buah manggis yang memenuhi kriteria sifat fisik baik.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis rancangan penelitian ini merupakan penelitian eksperimental

B. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian a. Variabel Bebas

  menggunakan desain faktorial, dengan dua level dan dua faktor untuk membandingkan sifat fisik dan stabilitas fisik sediaan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah variasi konsentrasi carbopol 940 sebagai gelling agent dengan konsentrasi level rendah (0,5 g) dan level tinggi (1 g) sertakonsentrasi sorbitol sebagai humektan dengan konsentrasi level rendah (2,5 g) dan level tinggi (10 g) dalam tiap 100 gram formula gelantioksidan ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.).

a. Variabel Terikat

  Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah sifat organoleptis, pH, daya sebar, viskositas, dan sifat rheologi (sifat fisik gel); perubahanorganoleptis, pH, viskositas, daya sebar, dan pemisahan fase (stabilitas fisik gel); aktivitas antioksidan gel hasil formulasi. Variabel Pengacau Tak Terkendali Variabel pengacau tak terkendali dalam penelitian ini adalah kriteria tanaman manggis yang digunakan produsen sebagai sumber ekstrak kulitbuah manggis, metode ekstraksi dan proses pegeringan ekstrak, suhu dan kelembaban udara ruangan selama pembuatan dan pengujian gel, sertasubyektifitas peneliti dalam pengamatan hasil uji.

2. Definisi Operasional a

  Gel ekstrak kulit buah manggis adalah sediaan semisolid yang memiliki efek sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari dengan carbopol 940 sebagai gelling agent dan sorbitol sebagai humektanyang sesuai dengan formula dan prosedur pembuatan dalam penelitian ini. Stabilitas fisik adalah parameter yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perubahan gel dalam penyimpanan sediaan yang meliputi pemisahan fase pada uji sentrifugasi, serta pemisahan fase, perubahan organoleptis, pH,viskositas, dan daya sebar setelah sediaan melewati enam siklus dalam uji freeze thaw.

C. Alat dan Bahan Penelitian 1. Bahan Penelitian

  Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak kulit buah manggis dari PT. Industri Jamu Borobudur Semarang, carbopol 940, triethanolamine (TEA), sorbitol, metil paraben, etanol, dan aquadest.

2. Alat Penelitian

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah alat-alat gelas (Pyrex -Germany), timbangan analitik (Mettler Toledo), spektrofotometer UV-Vis, sonikator, waterbath, viscometer seri VT 04 (Rion - Japan), Rheosys Merlin, alatpengukur daya sebar, hot plate, magnetic stirrer, mixer (Miyako), pH universal stick, pipet volume, glassfinn, serta wadah kaca (net @200 g).

D. Tata Cara Penelitian 1. Pembuatan Ekstrak Kental Kulit Buah Manggis

  Ekstrakdalam etanol 96% tersebut kemudian disaring menggunakan kertas saring yang telah dijenuhkan sebelumnya untuk menghilangkan eksipien yang berupaMaltodekstrin dalam ekstrak kulit buah manggis PT. Filtrat ditampung di dalam beaker glass yang lain sedangkan residu kembali dilarutkan dan disaring sampai warna filtrat terakhir yang dihasilkanjernih.

2. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Manggis a. Penyiapan Ekstrak Uji

  Operating Time (OT) adalah waktu yang dibutuhkan supaya reaksi antara senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan larutan DPPH dapat berjalan sempurna, yang ditunjukkan dengan absorbansi yang dihasilkantelah stabil. Formula gel ekstrak kulit buah manggis Bahan Formula AB A B I Ekstrak kental (g) 0,015 0,015 0,015 0,015 Carbopol 940 (g) 1 1 0,5 0,5 Sorbitol (g)10 2,5 10 2,5 Metil paraben (g) 0,1 0,1 0,1 0,1 Triethanolamine (g) 1,5 1,5 1,5 1,5 Aquadest (g) ad 100 ad 100 ad 100 ad 100 Pembuatan gel ekstrak kulit buah manggis sebagai berikut : Carbopol 940 dari masing-masing formula dikembangkan di dalam aquadest dengan cara menaburkan carbopol 940 ke atas aquadest (campuran 1).

4. Uji Sifat Fisik Gel Ekstrak Kulit Buah Manggis a. Uji Organoleptis

  Selanjutnya letakkan kaca bulat lainnya di atas gel dan tambahkan dengan pemberat hingga total berat di atas gelsebesar 125 gram, diamkan selama 1 menit dan catat diameter penyebaran gel dari empat bagian sisi (Garg et al, 2002). Selanjutnya hitung diameter 2 Uji sifat alir pada masing-masing formula gel ditentukan 48 jam setelah pembuatan gel menggunakan alat Rheosys Merlin, dengan sistem o pengukuran Cone and Plate, temperature set point 25 C, parameter kecepatan awal 0,1 rpm, dan keceptan akhir 600 rpm.

5. Uji Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Kulit Buah Manggis a. Uji Sentrifugasi

  Uji ini dapat memprediksikan kestabilan sediaan selama penyimpanan satu tahun akibat pengaruh gravitasi (Swastika, Mufrod, and Metode freeze thaw dilakukan dengan menyimpan sediaan pada suhu oo 4 C selama 24 jam kemudian dipindahkan ke suhu 25 C selama 24 jam (1 siklus). Gel dikatakan stabil apabila perubahan viskositas dan daya sebar berbeda tidak bermakna (p-value > 0,05).

6. Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Gel Ekstrak Kulit Buah Manggis a. Penyiapan Sediaan Uji

  Diambil berturut-turutsebanyak 0,3 mL, 0,4 mL, 0,5 mL, 0,75 mL, dan 1,5 mL larutan induk, dan dimasukkan ke dalam labu ukur 25 mL, lalu ditambahkan etanol 96%hingga batas tanda dan digojog hingga homogen, untuk membuat larutan seri sediaan uji dengan konsentrasi berturut-turut sebesar 12 ppm, 16 ppm,20 ppm, 30 ppm, 60 ppm. Pengukuran Aktivitas Peredam Radikal Bebas DPPH dalam Sediaan Larutan uji sebanyak 2 mL pada masing-masing konsentrasi seri ditambah dengan larutan DPPH 20 ppm sebanyak 4 mL, lalu didiamkanselama OT, dan diamati absorbansinya pada panjang gelombang maksimum yang telah didapatkan.

E. Analisis Hasil

  Data yang diperoleh pada penelitian ini adalah data sifat fisik, stabilitas fisik, dan nilai aktivitas antioksidan sediaan gel ekstrak kulit buah manggis. Data viskositas dan daya sebar yang memiliki sebarandata normal dan homogen diuji dengan menggunakan software R 3.2.3 dengan ujiANOVA taraf kepercayaan 95%.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pembuatan Ekstrak Kental Kulit Buah Manggis Tujuan dari pembuatan ekstrak kulit buah manggis dalam bentuk ekstrak

  Menurut Wijaya (2010), Xanton lebih mudah larut dan terekstrak pada pelarut dengan tingkat kepolaran yang rendah seperti aseton 90% dan etanol 96%,sedangkan Maltodekstrin larut air tetapi tidak larut di dalam etanol. Aseton 90% tidak dipilih karena memiliki kepolaran yang lebih rendah sehingga akan sulit larut dalam air, padahal pelarut yang digunakan dalam pembuatansediaan gel adalah air.

B. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Manggis

  Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebasDPPH. Tujuan dilakukannya uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis adalah untuk mengetahui besarnya aktivitas antioksidan ekstrak kulit buahmanggis sebelum diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel.

1. Penentuan Panjang Gelombang Maksimum

  Tujuan dilakukannya penentuan panjang gelombang maksimum adalah untuk menentukan panjang gelombang dimana larutan DPPH menghasilkanserapan maksimum, sehingga hasil pengukuran yang dilakukan memiliki kepekaan yang tinggi, menghasilkan bentuk kurva absorbansi linier yangmemenuhi hukum Lambert-Beer, serta menghasilkan hasil yang cukup konstan jika dilakukan pengulangan. Hasil p enentuan λ maksimum DPPH Hasil pembacaan pada spektrofotometer UV-Vis menunjukkan panjang gelombang maksimum 517 nm, dimana sesuai dengan panjang gelombangteoritis DPPH, sehingga panjang gelombang yang digunakan dalam penelitian ini adalah 517 nm.

2. Penentuan Operating Time (OT)

  Penentuan operating time (OT) dilakukan untuk mendapatkan waktu dimana reaksi antara senyawa yang memiliki aktivitas antioksidan dan larutanDPPH telah berjalan sempurna, yang ditunjukkan dengan absorbansi yang stabil. Hasil penentuan operating time dapat dilihat pada Tabel V.

3. Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Manggis

  10 60 80 100P e re d a m a n ( % ) Konsentrasi (ppm) 40 20 60 50 40 30 20 Pengukuran aktivitas antivitas ekstrak kulit buah manggis dilakukan untuk mengetahui seberapa besar aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis yangdigunakan dalam penelitian, sebelum diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel. Untuk menentukan nilai IC 50 , y = 50% dimasukkan pada persamaan regresi IC Nilai r tabel = 0,8783, dimana nilai r lebih besar dari r tabel, maka persamaan regresi linier memenuhi salah satu standar untuk menghitung nilai y = 0,7166x - 5,7281 R² = 0,9981 50 ditentukan dengan perluasan di luar data nilai hubungan antara konsentrasi dengan % peredaman yang tersedia.

C. Orientasi Level dari Kedua Faktor Penelitian

  Level rendah dan level tinggi dari kedua faktor ditentukan dengan melihat respon viskositas dan respon daya sebar yang dihasilkan. Variasi konsentrasi carbopol 940 terhadap viskositas dan daya sebarKonsentrasi (%) Viskositas (dPa.s)Daya Sebar (cm 2 ) 0,50 248,33 ± 2,89 21,25 ± 0,820,75 268,33 ± 5,77 19,84 ± 0,401,00 295,00 ± 5,00 17,36 ± 0,49 Tabel VI menunjukkan penggunaan carbopol 940 dengan konsentrasi 0,5-1 gram menghasilkan viskositas yang sesuai dengan viskositas yang diinginkan,yaitu 200-300 dPa.s.

D. Uji Sifat Fisik Gel Ekstrak Kulit Buah Manggis

  Uji sifat fisiksediaan gel ekstrak kulit buah manggis meliputi uji organoleptis, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, dan uji sifat alir. Uji sifat fisik dilakukan 48 jam setelahpembuatan gel dengan tujuan meminimalkan bias yang diakibatkan oleh pengaruh energi mekanik yang digunakan saat pembuatan gel.

1. Uji Organoleptis dan pH

  Sedangkan uji pH dilakukan untuk mengetahui pH dari sediaan gel yang dibuat dengan perbedaan konsentrasi carbopol 940 dan sorbitol.pH sediaan yang diharapkan yaitu berkisar 4,5-6,5 sesuai dengan pH kulit(Muzzafar el al., 2013). Hal tersebut disebabkan konsentrasi carbopol 940 yang digunakan sebagai gelling agent pada formula B dan I lebih kecil daripada konsentrasi carbopol 940 yang digunakan pada formula A dan AB.

2. Uji Viskositas

  Contourplot respon viskositas gel ekstrak kulit buah manggisContourplot respon viskositas menunjukkan semakin banyak penggunaan carbopol 940 dan sorbitol maka nilai viskositas yang dihasilkan makin tinggi. Nilai efek carbopol 940, sorbitol, dan interaksinya terhadap respon viskositasFaktor Efek p-value Carbopol 940 63,33 <0,0001 Sorbitol 13,33 0,0082Interaksi -5,00 0,2268 Carbopol 940 dan sorbitol memiliki efek dengan nilai positif, ini berarti carbopol 940 dan sorbitol memiliki efek meningkatkan viskositas gel ekstrak kulit buah manggis.

3. Uji Daya Sebar

  Hal tersebut dapat terlihat dari hasil daya sebar FAB dan FAyang lebih kecil dari daya sebar FB dan FI karena konsentrasi gelling agent yang digunakan pada FAB dan FA (1%) lebih tiggi dibandingkan gelling agent FB danFI (0,5%). Nilai efek carbopol 940, sorbitol, dan interaksinya terhadap respon daya sebarFaktor Efek p-value Carbopol 940 -0,24 0,0002 Sorbitol -0,046 0,0569Interaksi 0,013 0,4096 Carbopol 940 dan sorbitol memiliki efek dengan nilai negatif, ini berarti carbopol 940 dan sorbitol memiliki efek menurunkan daya sebar gel ekstrak kulit buah manggis.

5. Optimasi Formula

  Optimasi carbopol 940 dan sorbitol dilakukan dengan menggunakan desain faktorial dengan dua level, level tinggi dan rendah agar didapatkan gel dengansifat fisik yang diinginkan. Daerah yang berwarna kuning pada Gambar 24 diperkirakan sebagai daerah optimum di mana akan didapatkan gel ekstrak kulit buah manggis dengan sifat fisik yang 2 diinginkan, viskositas 200-300 d.

E. Uji Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Kulit Buah Manggis 1. Uji Sentrifugasi

  Hasil uji sentrifugasi gel ekstrak kulit buah manggis Formula Pemisahan Fase I Hasil uji sentrifugasi menunjukkan bahwa tidak terjadi pemisahan fase gel ekstrak kulit buah manggis sampai pada jam ke-5, baik pada formula AB, A, B,dan I. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak buah manggis yang dihasilkan memiliki stabilitas fisik yang cukup baik.

a. Stabilitas Organoleptis dan pH

b. Perubahan Viskositas

  Hal ini menunjukkan bahwa campuran carbopol 940 dan sorbitol dapat menghasilkan gel ekstrak Perubahan viskositas selama freeze thaw cycle perlu diamati untuk mengetahui pengaruh freeze thaw cycle terhadap perubahan viskositas. Hal inimenunjukkan penggunaan carbopol 940 dan sorbitol pada gel ekstrak kulit buah manggis mampu menghasilkan sediaan dengan viskositas yang stabil.

c. Perubahan Daya Sebar

  Berdasarkan grafik perubahan daya sebar (Gambar 26), terlihat adanya peningkatan daya sebar untuk semua formula, perubahan daya sebar untukformula AB, B, dan I dari siklus 1 hingga siklus 6 menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p-value > 0,05), sedangkan formula A berbedabermakna (p-value < 0,05) mulai siklus 5 dan siklus 6, yang terlihat dari nilai p adj pada uji post hoc TukeyHSD. Berdasarkan pengujian ini, makapenggunaan carbopol 940 dan sorbitol mampu menghasilkan gel ekstrak kulit buah manggis yang stabil dari segi daya sebar pada formula AB, B, dan I.

d. Pemisahan Fase

  Pengamatan fase uji freeze thaw Formula Pemisahan Fase I Hasil pengamatan pemisahan fase tersebut menunjukkan bahwa tidak terjadi pemisahan fase gel ekstrak kulit buah manggis sampai siklus ke-6 uji freeze thaw, baik pada formula AB, A, B, dan I. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa sediaan gel ekstrak buah manggis yang dihasilkan memiliki stabilitas fisik yang cukup baik.

F. Uji Aktivitas Antioksidan Gel Ekstrak Kulit Buah Manggis

  Aktivitas peredam radikal bebas DPPH pada ekstrak kulit buah manggis 50 Nilai IC sediaan gel ekstrak kulit buah manggis formula AB, A, B, dan I, kontrol negatif, dan kontrol positif dapat dilihat pada Tabel XVII. Penurunan aktivitas peredam radikal bebas DPPH pada gel ekstrak kulit buah manggis tersebut diduga disebabkan oleh pengaruh Hal lain yang juga diduga dapat menyebabkan penurunan aktivitas peredam radikal bebas DPPH pada gel ekstrak kulit buah manggis adalah prosedurpembuatan gel, dimana ekstrak kulit buah manggis dicampurkan dengan sorbitol, metil paraben, dan TEA (campuran 2).

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 1. Carbopol 940 memberikan respon yang paling dominan dan signifikan terhadap sifat fisik gel ekstrak kulit buah manggis

  Komposisi carbopol 940 dan sorbitol yang menghasilkan sifat fisik optimum adalah komposisi dengan carbopol 940 sebesar 0,54 gram dan sorbitol sebesar5,66 gram. Setelah melalui uji sentrifugasi dan freeze thaw cycle, sediaan gel ekstrak kulit buah manggis stabil secara organoleptis, pH, viskositas, dan pemisahan fase,namun tidak stabil secara daya sebar untuk formula A.

4. Aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis termasuk dalam golongan

  µg antioksidan kuat, dengan nilai IC 50 sebesar 77,767 . Aktivitas antioksidan sediaan gel ekstrak kulit buah manggis termasuk dalam golongan antioksidan kuat, dengan nilai IC 50 untuk formula AB, A, B, dan Iµg µg , , berturut-turut sebesar 81,730 ± 0,469 81,505 ± 0,477 81,277 ± ⁄ ⁄ �� ��µg µg , dan .

B. Saran 1

  Perlu dilakukan replikasi pada uji aktivitas antioksidan ekstrak kulit buah manggis untuk meningkatkan ketepatan hasil penelitian. Penentuan aktivitas antioksidan dilakukan dengan data interpolasi agar akurasi yang diperoleh lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

  Herdiana, Y., 2007, Formulasi Gel Undesilenil Fenilalanin dalam Aktivitas sebagai Pencerah Kulit, Karya Ilmiah, Fakultas Farmasi Unipad, Hanani, E., Mun’im, A., dan Sekarini R., 2005, Identifikasi Senyawa Antioksidan Pasteurisasi Terhadap Aktivitas Antioksidan dan Tingkat Penerimaan Sari Kulit Buah Manggis, Journal of Nutrition College, Vol. Stevi, G., Dewa, G., dan Vanda, S., 2012, Aktivitas Antioksidan Ekstrak Fenolik Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.), jurnal MIPA USRAT, Swastika, A., Mufrod, and Purwanto, 2013, Antioxidant Activity of CreamDosage Form of Tomato Extract (Solanum lycopersicum L.), J Trad Med, 18(3), 132-140.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh lama pengeringan dan lama penyimpanan terhadap perkecambahan biji dan pertumbuhan bibit manggis (Garcinia mangostana L.)
1
27
66
Efek pemberian ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) terhadap jumlah sel fibroblas gingiva pada tikus wistar jantan dengan periodontitis
1
5
8
Ekspresi COX-2 setelah pemberian ekstrak etanolik kulit manggis (Garcinia mangsotana Linn) pada tikus wistar
0
3
8
Kajian tingkat kematangan dan jenis pelarut pd ekstrak senyawa antioksidan kulit buah kopi robusta
0
5
16
Evaluasi pengaruh Gelling Agent terhadap stabilitas fisik dan profil difusi sedian gel minyak biji jinten hitam (Nigella Sativa Linn)
5
24
79
Formulasi Gel Semprot Menggunakan Kombinasi Karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai Pembentuk Gel.
12
57
57
Formulasi gel semprot menggunakan kombinasi karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai pembentuk gel
3
39
57
Formulasi dan Uji Antioksidan Gel Masker Peel-Off Ekstrak Etanol 50% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.)
6
121
96
Formulasi dan Karakterisasi Mikropartikel Ekstrak Etanol 50% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dengan Metode Semprot Kering (Spray Drying)
2
42
87
Formulasi Gel Semprot Menggunakan Kombinasi Karbopol 940 dan Hidroksipropil Metilselulosa (HPMC) sebagai Pembentuk Gel
2
43
57
Pengaruh konsentrasi pelarut terhadap aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata Linn) dengan metode peredaman radikal bebas DPPH
5
30
63
Formulasi dan karakterisasi mikropartikel ekstrak etanol 50% kulit buah manggis : garcinia mangostana l. dengan metode semprot kering : spray drying
3
28
87
Kata kunci : Teh kulit buah manggis (Garcinia mangostana L), Methicillin Resistant
0
1
6
Aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Escherichia coli, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus
1
6
8
Uji efektivitas gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) sebagai antijamur Malassezia furfur
0
4
6
Show more