Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDN 3 Cawas menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.

Gratis

0
0
162
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIPERNYATAAN KEASLIAN KARYA

  Tujuan daripenelitian ini adalah a) mendeskripsikan upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw; b)meningkatkan keaktifan belajar siswa dalam pembelajaran IPS; c) meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS. Hasil penelitian menunjukkan 1) upaya yang dilakukan untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa adalah menggunakan modelpembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan langkah-langkah a) pembagian kelompok; b) penyampaian materi; c) diskusi di kelompok ahli; d) sharing dikelompok asal; e) evaluasi individual; 2) penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa.

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJIKATA PENGANTAR

  Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa telah melimpahkan karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikanskripsi ini dengan baik. SD., guru mata pelajaran IPS kelas IV SDN 3 Cawas yang telah bekerja sama serta memberikan waktu dan tenaganya 7.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu dari lima mata pelajaran pokok

  Selain keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS, peneliti juga melakukan studi dokumen terkait nilai siswa pada mata pelajaran IPS tahun ajaran 2014/2015 padakompetensi dasar “Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, yaitu terdapat 58,82% siswa memperoleh nilai dibawah KKM dan 41,18% siswa memperoleh nilai di atas KKM, dengan standarKKM 70. Pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah model pembelajaran kooperatif yang dilaksanakan dengan membagi siswa menjadi kelompok asal dan kelompokahli, yang terdiri dari 4-5 orang dengan memperhatikan heterogen dari setiap anggota kelompok, setiap anggota kelompok bertanggung jawab untukmempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi kepada anggota kelompok lainnya.

BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Keaktifan Belajar

  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Belajar Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat dirangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, siswa juga dapat berlatih untuk berfikirkritis dan serta dapat memecahkan permasalahan-permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. 2) Menjelaskan tujuan intruksional (kemampuan dasar kepada siswa).3) Mengingatkan kompetensi belajar kepada siswa.4) Memberikan stimulus (masalah topik dan konsep yang akan dipelajari).

c. Indikator Keaktifan Belajar Siswa

  Berdasar pendapat ahli di atas, peneliti mengambil 4 poin ringkasan yang dapat dijadikan sebagai indikator keaktifan belajar siswa, yaitu: 1) Fokus siswa terhadap materi pembelajaran: Indikator ini mencakup kegiatan visual, mendengarkan, dan emosional. 4) Menghargai pendapat teman: Indikator ini mencakup kegiatan emosional dan mental.

a. Pengertian Belajar

  Belajar dalam pengertian ini difokuskan pada tercapainya daya pikir dan tindakan yang berkualitas untuk memecahkan masalah-masalah yang kini dannanti dihadapi siswa. Berdasarkan uraian di atas mengenai prestasi dan belajar, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar merupakan hasil dari penguasaan pengetahuanatau keterampilan yang diperoleh seseorang atau individu yang dapat diukur dan dinilai yang mana hasilnya berupa angka atau pernyataan.

3. Pembelajaran Kooperatif a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

  Rusman (2010:202) menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan bentukpembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orangdengan struktur kelompok yang bersifat heterogen. Secara umum dalam pembelajaran kooperatif guru dianggap sebagai fasilitator, dimana guru yangmenetapkan tugas dan pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan informasi dan bahan panduan yang dapat mengarahkan dan membantu siswa dalammenyelesaikan masalah yang dikaji.

b. Unsur-unsur Pembelajaran Kooperatif

  Berdasarkan dari teori yang telah dibahas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang dimana siswa dibagi menjadi kelompokkecil, yang saling bekerja sama dalam berdiskusi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Jenis-jenis Pembelajaran Kooperatif Menurut Rumini dkk (1995:12) menyatakan bahwa dalam pembelajaran kooperatif terdapat beberapa variasi model yang dapat diterapkan,yaitu diantaranya: 1) Team Game Tournament (TGT)Siswa dibentuk dalam kelompok-kelompok untuk saling membantu dalam memahami materi dan mengerjakan tugas sebagai sebuahkelompok dan dipadu dengan kompetensi antar anggota dalam bentuk permainan.

4. Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

  Aronson, Wilson, dan Akert (dalam Jacobsen, 2009:236) berpendapat bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw merupakan salah satu jenispembelajaran koperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyelidiki suatu topik pada hakikatnya merupakan metode tanggung jawab besar dalam pembelajaran. Guru berperan sebagai fasilitator dan motivator .

b. Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

  4) Anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari sub bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk mendiskusikannya . Kemudian setiap siswa akan bertanggungjawab pada satu pokok bahasan dan berkumpul dengan anggota darikelompok lain yang mendapatkan pokok bahasan yang sama.

5. Hakikat IPS a. Pengertian IPS

  Pembelajaran IPS yang telah dilaksanakan sampai saat ini pada pendidikan dasar tidak menekankan kepada aspek teoritis keilmuannya, melainkan lebih ditekankankepada segi praktis mempelajari, menelaah-mengkaji gejala dan masalah sosial, yang tentu saja bobotnya sesuai dengan jenjang pendidikan. Konsep dalam IPS yang diajarkan kepada siswa mengenai ragam fenomena sosial yang ada dalam realita kehidupan sehari-hari.

b. Tujuan IPS

  Trianto (2010:174) menjelaskan bahwa pada dasarnya tujuan dari pendidikan IPS adalah untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untukmengembangkan diri sesuai bakat, motivasi dan prestasi belajar, kemampuan dan lingkungannya, serta berbagai bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi. Berdasarkan pengertian IPS dan penjelasan-penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa IPS merupakan ilmu yang mempelajari gejala masalah sosial,ragam fenomena, kehidupan sosial dalam lingkungan masyarakat luas yang memuat aspek-aspek budaya, ekonomi, dan politik.

B. Materi yang Diteliti

Kompetensi dasar yang diteliti oleh peneliti yaitu“Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ”. Materi ajar tersebut meliputi sebagai berikut:1) Menjelaskan pengertian koperasi2) Menceritakan sejarah koperasi3) Menyebutkan prinsip-prinsip koperasi4) Menjelaskan lambang koperasi5) Menyebutkan beberapa jenis barang yang diperjualbelikan dalam koperasi6) Menyebutkan tujuan koperasi7) Menyebutkan manfaat koperasi8) Menjelaskan struktur organisasi koperasi9) Menjelaskan modal koperasi10) Mengidentifikasi jenis-jenis koperasi11) Membedakan antara koperasi dengan badan usaha lain12) Menjelaskan peran koperasi dalam menyejahterakan rakyat

C. Penelitian Relevan

  Hasil yang diperoleh mengalami peningkatan dengan ditunjukkan siklus 1 rata-rata nilai hasil belajar siswa 73,95dengan ketuntasan belajar klasikal 73,69%, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebesar 74,60% dengan kriteria tinggi, dan nilai performansi guru85,21 (A). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan di SDN 3Cawas terhadap guru kelas dan siswa kelas IV didapatkan permasalahan rendahnya tingkat keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS sehinggamempengaruhi hasil prestasi belajar siswa.

E. Hipotesis Tindakan

  Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar“Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ” kelas IV SDN 3 Cawas Tahun Pelajaran 2015/2016. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar“Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ” kelas IV SDN 3 Cawas Tahun Pelajaran 2015/2016.

BAB II I METODE PENELITIAN Pada metode penelitian ini diuraikan sebagai berikut 1) jenis penelitian, 2)

A. Jenis Penelitian

  Kasbolah (2001:8) menyatakan bahwa PTK adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelasdan upaya perbaikan ini dilakukan dengan melaksanakan tindakan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang diangkat dari kegiatan tugas sehari-hari di kelas. Dalam hal ini, peneliti menemukan permasalahan dalam kelas yaitu rendahnya keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS dengan kompetensidasar “Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, sehingga peneliti bermaksud untuk meningkatkan keaktifan danprestasi belajar dengan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran IPS siswa kelas IV SDN 3 Cawas.

B. Setting Penelitian

  Tempat Penelitian Tempat penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah SDN 3 Cawas UPTD Pendidikan Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten. Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 3 Cawas dengan jumlah 23 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan.

3. Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah keaktifan dan prestasi belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran IPS kelas IVsemester genap tentang kompetensi dasar “Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat” semester genap tahun ajaran 2015/2016.

4. Waktu Penelitian

  Seluruh kegiatan dalam penelitian dilaksanakan berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan peneliti. Penelitian ini dimulai dari bulan Januari 2016 sampaibulan Agustus 2016, jadwal pelaksanaan penelitian sebagai berikut: Tabel 1 : Jadwal Penelitian No Uraian Kegiatan Bulan (Tahun) Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt 2016 2016 2016 2016 2016 2016 2016 2016 1.

C. Desain Penelitan

  Peneliti melakukan observasi pada siswa kelas IV guna memperoleh gambaran tentang kesulitan belajar yang dialamisiswa dalam pembelajaran IPS. Peneliti mengadakan wawancara dengan guru kelas IV untuk mengetahui gambaran mengenai kesulitan dalam pembelajaran IPSyang dialami siswa di kelas.

a. Siklus 1 1) Perencanaan

  a) Peneliti mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar pada mata pelajaran IPS kelas IV semester genapb) Peniliti menyusun perangkat pembelajaran yang mencakup silabus, RPP, materi ajar pada kompetensi dasar “Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ”. c) Terdapat 12 materi yang perlu dipahami oleh siswa d) Siklus 1 berisi 2 kali pertemuan, pertemuan I membahas materi 1 s/d 4, pertemuan II 5 s/d 8.

b. Siklus 2 1) Perencanaan

  Peneliti kemudian merekap hasil keaktifan siswa pada siklus 2 tersebut, baik pada pertemuan satu maupun kedua. Selain itu,Peneliti pada akhir siklus 1 juga memberikan tes tertulis berupa pilihan ganda untuk mengetahui hasil prestasi belajar siswa.

4) Refleksi Peneliti merefleksikan hasil observasi pembelajaran siklus 2

  Peneliti menganalisis data tersebut dengan membandingkan antara kondisi awal, KKM, kondisi pada akhir siklus 1, dan target ketuntasan siklus pada siklus 1. Apabila dalam penelitian siklus 2 ini sudah mencapai hasil yang ditargetkan, maka penelitian akan dihentikan.

D. Instrumen Penelitian

Instrumen adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data, adapun intrumen penelitian yang akan digunakan dalam penelitian kali ini adalah:

1. Instrumen Pembelajaran

  Lembar Kerja Siswa Lembar kerja siswa memuat masalah-masalah yang harus diselesaikan oleh siswa dalam proses pembelajaran. Penyajian teori dalam LKS ini diawali memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa untuk memahami konsep pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi yang ingin dicapai.

2. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data yang peneliti gunakan adalah instrumen non tes dan instrumen tes.

a. Instrumen Non Tes

  Lembar pengamatan yang digunakan merujuk pada RPP yang telah dirancang oleh peneliti untuk melakukan penelitianserta pedoman observasi yang telah dibuat sebelumnya. Adapun dalam lembar pengamatan akan disajikan kriteria keaktifan siswa yang sesuai dengan indikatoryang terkait.

b. Instrumen Tes

  Tes dalam penelitian ini merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur kemampuan siswakelas IV SDN 3 Cawas dalam pembelajaran “Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat” dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. 8, 9, 19, 20 koperasi dalam menyejahterakan rakyat Pada penelitian ini, uji coba instrumen tersebut dilakukan kepada salah satu kelas yang telah mempelajari pokok bahasan yang diteskan, yaitu siswakelas IV SDN 1 Cawas Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten tahun pelajaran2015/2016.

3. Validitas

  Arikunto (dalamRiduwan, 2011:97) menjelaskan bahwa validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur. Teknik yangdigunakan untuk mengetahui validitas dalam penelitian ini adalah teknik korelasi product moment dengan angka kasar (Riduwan, 2011:72) dengan rumus sebagai berikut:Keterangan : rxy : Koefisien korelasi N : Jumlah responden X : Hasil pengukuran setiap butirY : Kriteria yang dipakai Pada penelitian ini, peneliti sudah melakukan uji validitas instrumen diSDN 1 Cawas.

4. Reliabilitas

  Instrumen yang baik adalah instrumen yang dapat dengan ajeg memberikan data yang sesuai dengan kenyataan (Arikunto, 2009:86). Untukmenghasilkan instrumen yang ajeg dalam memberikan data maka digunakan suatu alat ukur yang disebut reliabilitas.

E. Analisis Data

  Persentase jumlah siswa yang berkeaktifan tinggi didapat dari jumlah keseluruhan setiap indikatornya dengan rumus sebagai berikut:Keterangan: %Ks : Persentase Keaktifan n : Nilai yang didapat siswaN : Jumlah siswa 2. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan pada penelitian ini ditunjukkan pada pencapaian nilai siswa yang tuntas KKM dan keaktifan siswa dalam mengikutipembelajaran IPS dengan materi koperasi.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Pra Siklus Keadaan siswa kelas IV SDN 3 Cawas dalam proses pembelajaran sudah

  Berikutpeneliti sajikan data hasil pengamatan keaktifan belajar siswa dan data prestasi belajar siswa dalam proses pembelajaran IPS materi koperasi pada siswa kelas IVSDN 3 Cawas. VA 65 TTJumlah 1085 T=7, TT=10 Rata-rata 63,82 Persentase T ( KKM=70) 41,18 % Persentase TT 58,82 % Keterangan:T : TuntasTT : Tidak Tuntas Penelitian siklus 1 ini dilaksanakan dalam 2 pertemuan, pertemuan pertama dilaksanakan hari Selasa tanggal 26 Januari 2016 dengan alokasiwaktu 2 x 35 menit pada jam pelajaran ke 4 dan 5.

2. Siklus 1

  Pada siklus 1pertemuan I, dari 23 siswa ternyata masih ada 8 siswa yang belum fokus pada materi pembelajaran, 17 siswa belum optimal dalam kerja kelompok, 8 siswayang belum optimal dalam menyampaikan pendapat, dan 10 siswa yang belum bisa menghargai pendapat teman. Pada pertemuan II, terdapat 6 siswa yang belumfokus pada materi pembelajaran, 12 siswa belum optimal dalam kerja kelompok, 6 siswa yang belum optimal dalam menyampaikan pendapat, dan 7 siswa yangbelum bisa menghargai pendapat teman.

3. Siklus 2

  Materi yang dibahas dalam kelompok ahli adalah a) kelompok ahli 1 membahas modalkoperasi bagian 1; b) kelompok ahli 2 membahas modal koperasi bagian 2; c) kelompok ahli 3 membahas jenis-jenis koperasi bagian 1; d) kelompok ahli 4membahas jenis-jenis koperasi bagian 2 . Pada siklus 2pertemuan I, dari 23 siswa ternyata masih ada 3 siswa yang belum fokus pada materi pembelajaran, 8 siswa belum optimal dalam kerja kelompok, 3 siswa yangbelum optimal dalam menyampaikan pendapat, dan 5 siswa yang belum bisa menghargai pendapat teman.

B. Pembahasan

1. Upaya Peningkatan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa

  Berdasarkan masalah yang didapat, peneliti menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan keaktifan danprestasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS dengan materi koperasi. Kemudian setiap siswa akan bertanggungjawab pada satu pokok bahasan dan berkumpul dengan anggota darikelompok lain yang mendapatkan pokok bahasan yang sama.

2. Peningkatan Keaktifan

  Pada keadaan awal persentase jumlah siswa yang berkeaktifan tinggi 0%,hal ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya model pembelajaran yang masih bersifat teacher centered sehingga siswa cenderung bosan dalam kegiatanpembelajaran. Guna melihat hasil peningkatan persentase jumlah siswa yang berkeaktifan tinggi kelas IV SDN 3 Cawas dalam pelajaran IPS dengan kompetensi dasar“Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat” tahun pelajaran 2015/2016 maka dibuat diagram grafik sebagai berikut: Gambar 4.

3. Peningkatan Prestasi Belajar

  Berdasarkan hasil penelitian pada siswa kelas IV SDN 3 Cawas tahun pelajaran 2015/2016 diperoleh data-data hasil tes dalam mata pelajaran IPS dengan kompetensi dasar“Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ” dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Dari data di atas menunjukkan bahwa sebelum diambil tindakan nilai rata- Hasil perbandingan data di atas menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa kelas IV SDN 3 Cawas meningkat setelah diadakannya tindakan denganmengubah model pembelajaran menggunakan pembelajaran kooperatif tipe Keterangan :T : TuntasTT : Tidak Tuntas % TT 58,82 47,83 13,04 Rata-rata 63,82 66,52 76,96 KKM70 % T 41,18 52,17 86,96 1530 T=12, TT=111770 T=20, TT=3 70 T Jumlah 1085T=7, TT=10 70 T 23.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat diambil kesimpulan bahwa:

  Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar“Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ” kelas IV SDN 3 Cawas Tahun Pelajaran 2015/2016. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS kompetensi dasar“Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat ” kelas IV SDN 3 Cawas Tahun Pelajaran 2015/2016.

B. Keterbatasan Penelitian

  Dalam pembelajaran guru masih terbawa dengan metode konvensional atau belum terbiasa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipejigsaw sehingga penerapan dalam pembelajaran kurang maksimal. Kurangnya waktu dalam pembelajaran, proses model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini membutuhkan waktu yang lebih banyak,sementara waktu pelaksanaan model ini harus disesuaikan dengan beban materi.

C. Saran

  Berdasarkan penelitian yang sudah dilaksanakan, ada beberapa saran yang perlu dipertimbangkan khususnya dalam penerapan model pembelajarankooperatif tipe jigsaw, antara lain: 1. Bagi peneliti, hendaknya dapat mengalokasikan waktu yang tepat dalam proses pembelajaran dengan materi yang akan diajarkan.

DAFTAR REFERENSI

  Indikator Keaktifan Siswa yang dapat Dijadikan Penilaian dalam PTK. Peningkatan Keaktifan Siswa Kelas IV A dalam Pembelajaran IPS dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw di SD Negeri Ringinanom 2 Kecamatan TempuranKabupaten Magelang Tahun Pelajaran 2009/2010.

I. Pengertian Koperasi

  Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsipkoperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untukmeningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.

II. Sejarah Koperasi

  Gerakan koperasi kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh WilliamKing (1786-1865) ia mendirikan took koperasi di Brigthon, Inggris. Prinsip Koperasi Koperasi yang merupakan kegiatan dalam bidang ekonomi, mempunyai prinsip sebagai berikut: 1.

V. Lambang Koperasi

  Kapas dan padi melambangkan kemakmuran yang diusahakan dan yang harus dicapai oleh koperasi. Pohon beringin melambangkan sifat kemasyarakatan berkepribadian Indonesia yang kokoh dan berakar.

VI. Manfaat dan Tujuan Koperasi

  Keseluruhan tujuan koperasi tersebut adalah dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju,adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Pada akhir tahun setiap anggota mendapat keuntungan yang disebut SisaHasil Usaha (SHU) 2.

VII. Organisasi Koperasi Organisasi koperasi terdiri atas rapat anggota, pengurus, dan pengawas

  Rapat tersebut dihadiri oleh anggota yang pelaksanaannya telah diatur dalam anggaran dasar. Persyaratan,tata cara, dan tempat penyelenggaraan rapat anggota dan rapat anggota luar biasa, diatur dalam anggaran dasar.

1. Rapat anggota Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi

  Hal yang harus dilakukan oleh pengawas koperasi antara lain: Lampiran 5 Soal Diskusi dan Kunci JawabanSiklus 1 Sekolah : SD Negeri 3 CawasMata Pelajaran : IPSKelas/Semester : IV/2Hari, Tanggal : Selasa, 26 Januari 2016 Selasa, 02 Februari 2016Alokasi Waktu : 4 x 35 Menit ( 2 x Pertemuan ) A. Menghadiri, berpendpat dan memberikan suara dalam rapat, Memilih atau dipilih menjadi pengurus atau pengawas, Memberikan pendapat atau sarankepada pengurus dan pengawas di luar rapat anggota, Memanfaatkan koperasi dan mendapat pelayanan yang sama antar sesama anggota, Mendapatketerangan mengenai perkembangan koperasi menurut ketentuan dalam anggaran dasar.

1. Badan usaha yang paling sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia adalah…….

  Organisasi yang beranggotakan orang yang bekerjasama secara sukarela untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnyac. Menghadiri, berpendapat, dan memberikan suara dalam rapatBerdasarkan kalimat diatas yang merupakan hak anggota koperasi adalah……..

I. MODAL KOPERASI Usaha koperasi dilakukan bersama dan dibangun dengan modal bersama

  Sumber lain yang sahSelain modal sendiri dan modal pinjaman, koperasi dapat melakukan pemupukan modal yang berasal dari modal penyertaan. Untukmengembangkan usaha koperasi, pemerintah memberikan dorongan dalam bentuk kesempatan usaha yang seluas-luasnya, memantapkan menjadi koperasi yangsehat, tangguh dan mandiri, mengupayakan tata hubungan saling menguntungkan dengan badan usaha, membudayakan koperasi dalam masyarakat.

II. JENIS-JENIS KOPERASI

  Jasa yang diberikan kepada penabung dan jasa yang diterima koperasi dari peminjam sesuai dengan kesepakatan padarapatanggota. Ditingkat kabupaten atau provinsi terdapat Pusat Koperasi Pasar(Puskoppas) yang bertujuan memberikan bimbingan kepada koperasi pasar yang ada di wilayah binaannya.

III. PERBEDAAN KOPERASI DENGAN BADAN USAHA LAIN

  Ketiga badan hukum tersebut adalah Badan Usaha Milik Negara itu memiliki ciri khas, tujuan dan cara kerja yang berbeda-beda. Koperasi adalah badan usaha yang dimiliki oleh perseorangan atau badan hukum koperasi.

IV. PERAN KOPERASI BAGI KESEJAHTERAAN RAKYAT

  Dengan adanya koperasi anggota yang membutuhkan kebutuhanpokok dapat membeli di koperasi dengan harga yang lebih murah. No Perbedaan Koperasi Bums 1 Tujuan Menyejahterakan anggota Mencari laba sebesar-besarnya 2 Modal Anggota Seseorang/sekelompok orang 3 Jenis Koperasi sekolah, KUD, PT PLN, PT Telkom, PTKORPRI Garuda Indonesia 4 Keuntungan Dibagi setiap tahun Dibagi berdasarkan modal berdasar besarnya jasa yang disetoranggota kepadakoperasi Berdasarkan tabel diatas yang bukan merupakan perbedaan koperasi denganBUMS adalah………… a.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Upaya meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas II dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw di Mi Al-Amanah Joglo Kembangan
0
6
103
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING PADA SISWA KELAS IV SDN 3 PANJANG UTARA BANDAR LAMPUNG
1
13
46
Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran cooperative learning tipe jigsaw pada pelajaran IPS kelas IV dalam materi sumber daya alam di MI Annuriyah Depok
0
21
128
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGANMENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SDN I Bentangan Tahun 2012/2013.
0
1
15
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada mata pelajaran PKn untuk siswa kelas V SDN Kledokan.
0
0
253
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD kelas IV di SDN Srumbung 02.
0
3
354
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SD Kanisius Klepu dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.
0
1
291
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar PKN melalui model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas 6 di SDN Gejayan Yogyakarta.
0
1
284
Peningkatan motivasi dan prestasi belajar IPS siswa kelas V SDN Karangwuni I melalui model pembelajaran kooperatif Jigsaw II.
0
0
2
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Caturtunggal 3 dengan penerapan model kooperatif tipe Jigsaw II.
0
8
235
Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar IPS kelas IV SD Kanisius Wirobrajan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD.
0
0
2
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK JIGSAW SKRIPSI
0
1
121
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN CATURTUNGGAL 3 DENGAN PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW II
0
1
233
PENINGKATAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR IPS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
0
0
254
Peningkatan minat dan prestasi belajar IPS siswa kelas IV SDN Adisucipto 1 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II - USD Repository
0
2
242
Show more