Hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa SMP (analisis evaluatif hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa berdasarkan urutan kelahiran di SMP Negeri 13 Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014 dan implikasinya terhadap penyusunan silabus dan mo

Gratis

0
0
175
2 years ago
Preview
Full text

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

  (2) Teridentifikasi pencapaian skornya kurang optimal, 8 butir pendidikan karakter yangtermasuk kategori buruk dan 3 butir yang termasuk kategori sangat buruk yang digunakan untuk penyusunan silabus dan modul bimbingan. (2) Teridentifikasi pencapaian skornya kurang optimal, 8 butir pendidikan karakter yangtermasuk kategori buruk dan 3 butir yang termasuk kategori sangat buruk yang digunakan untuk penyusunan silabus dan modul bimbingan.

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

  Hasil penelitian menunjukkan (1) ketercapaian hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa SMP N 13 Yogyakarta adalah (0,79%) pada kategori sangat baik, (4,76%) padakategori baik, (76,2%) pada kategori cukup, (17,46%) pada kategori buruk dan (0,79%) pada kategori sangat buruk. (2) Teridentifikasi pencapaian skornya kurang optimal, 8 butir pendidikan karakter yangtermasuk kategori buruk dan 3 butir yang termasuk kategori sangat buruk yang digunakan untuk penyusunan silabus dan modul bimbingan.

KATA PENGANTAR

  Konseling Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ijin untuk penulisan skripsi ini, sekaligus sebagai Dosen Pembimbing yang telahmembimbing dengan kesabaran hati, menyediakan waktu, tenaga, pikiran dan memberikan masukan serta dukungan kepada penulis hingga skripsi ini bisasampai selesai. Mengidentifikasi butir-butir skor hasil pendidikan karakterTerintegrasi yang buruk frekuensi kemunculannya pada siswaSMP Negeri 13 Yogyakarta dalam implikasinya untuk penyusunan Silabus dan Modul bimbingan ..........................................................

DAFTAR GRAFIK

  124Lampiran 7 Item-item Pernyataan yang Tergolong dalam Kategori Buruk dan Sangat Buruk ........................................ 126Lampiran 8 Silabus Bimbingan dan Konseling Kelas VII dan VIII ...................

BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini dipaparkan latar belakang masalah, identifikasi masalah

A. Latar Belakang Masalah

  Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi individu agar tumbuh berkembangmenjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu sehat dan berakhlak mulia seperti yang telah di tuliskan dalam Pasal 3 Undang-undangnomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal tersebut menunjukkan pentingnya pendidikan karakter di sekolah khusus SMP banyak kasus-kasus yang terjadi berkaitan dengan karakter 6mereka yang perlu dikembangkan dengan baik melalui menanamkan pendidikan karakter, selama ini pendidikan karakter yang di berikan disekolah baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai, dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupansehari-hari.

B. Identifikasi Masalah

  Ada indikasi perbedaan efektifitas hasil pendidikan karakter pada siswa sulung, tengah, bungsu dan tunggal di SMP Negeri 13 Yogyakarta. Perbedaan hasil pendidikan karakter pada siswa sulung, tengah, bungsu dan tunggal di SMP Negeri 13 Yogyakarta.

C. Pembatasan Masalah

  Dalam penelitian ini, fokus kajian diarahkan pada menjawab masalah- masalah yang termuat pada butir nomer 6, 7, 8 yang teridentifikasi di ataskhususnya masalah mengenai seberapa efektif hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa sulung, tengah, bungsu dan tunggal di SMP Negeri 13Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Apakah terdapat perbedaan hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa sulung, tengah, bungsu dan tunggal di SMP Negeri 13 Yogyakarta?

F. Manfaat Penelitian

  Para siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 13 Yogyakarta ini dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk melihat seberapa efektif hasil 12pendidikan karakter terintegrasi pada siswa sulung, tengah, bungsu dan tunggal yang ada dalam diri mereka dan memikirkan kiat-kiatuntuk mengatasinya. Bagi Peneliti Peneliti dapat mengetahui dan memahami bagaimana efektivitas hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa sulung, tengah, bungsudan tunggal di SMP Negeri 13 Yogyakarta dan dapat mengusulkan penyusunan silabus dan modul bimbingan yang sesuai bagi mereka.

G. Definisi Operasional Variabel dan Batasan Istilah

  Karakter adalah nilai-nilai universal perilaku atau sikap manusia yang meliputi seluruh aktivitas kehidupan, baik yang berhubungan denganTuhan, diri sendiri, sesama manusia maupun dengan lingkungan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatanberdasarkan norma-norma agama, hukum, tata karma, budaya, dan adat istiadat. Hasil Pendidikan Karakter Terintegrasi adalah pencapaian karakter atau watak yang dihasilkan dari pendidikan karakter di sekolah yang dipadukandidalam mata pelajaran saat proses pembelajaran yang diterima oleh siswa, sehingga dalam kehidupan sehari-hari siswa dapat menunjukkanperilaku sesuai dengan nilai karakter yang diharapkan.

BAB II LANDASAN TEORI Pada bab ini dipaparkan hakikat pendidikan karakter, hakikat siswa serta

A. Hakikat Pendidikan Karakter 1. Pengertian Karakter

  Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya, sesama, lingkungan, bangsadan negara serta dunia internasional pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengankesadaran, emosi dan motivasi perasaannya (Suyanto, 2010). Berdasarkan dari uraian pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa karakter adalah pola perilaku yang bersifat individual yang membentukwatak atau kepribadian yang bersifat khas yang membedakan seseorang dengan orang yang lain.

2. Pengertian Pendidikan Karakter

  Dalam pendidikan karakter di sekolah, semuakomponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan 16penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler,pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan etos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah. Tujuan Pendidikan Karakter Pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah padapencapaian pembentukan karakter atau akhlak mulia peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan.

5. Nilai-nilai Pendidikan Karakter

  Jujur 1)Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, danpekerjaan, baik terhadap diri dan pihak lain.2) Bertanggung jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagaimana yang seharusnya dia lakukan, terhadapdiri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan YME. 3) Bergaya hidup sehatSegala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaanburuk yang dapat mengganggu kesehatan.4) Disiplin Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

6. Indikator Keberhasilan Pendidikan Karakter

  Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis, kritis, dan kreatif; Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif; g. Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun; Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam q.

7. Pendidikan Karakter Secara Terpadu di SMP

  Unsur-unsur pendidikan karakter yang akan 25direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan tersebut antara lain meliputi: (1) nilai-nilai karakter kompetensi lulusan, (2) muatankurikulum nilai-nilai karakter, (3) nilai-nilai karakter dalam pembelajaran,(4) nilai-nilai karakter pendidik dan tenaga kependidikan, dan (5) nilai- nilai karakter pembinaan kepesertadidikan. Pendidikan karakter secara terpadu melalui kegiatan pembinaan kesiswaanKegiatan pembinaan kesiswaan adalah kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantupengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan olehpendidik dan atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah.

8. Penyelenggaraan Pendidikan Karakter di SMP

  Berbagai hal yang terkait dengan karakter (nilai-nilai, norma, iman dan lain-lain) diimplementasikan dalam aktivitas manajemensekolah, seperti pengelolaan: siswa, regulasi/peraturan sekolah, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, keuangan, perpustakaan,pembelajaran, penilaian, dan informasi, serta pengelolaan lainnya.3) Pembentukan karakter yang terpadu dengan Kegiatan pembinaan kesiswaan. Melihat kendala-kendala yang terjadi dalam pelaksanaan program dan 3) mengidentifikasi masalah yang ada, dan selanjutnya mencari solusiyang komprehensif agar program pendidikan karakter dapat tercapai.

9. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan karakter

  Adat atau kebiasaan adalah tindakan yang dilakukan secara berulang- ulang dalam bentuk yang sama sehingga menjadi kebiasaan, sepertiberpakaian, makan, tidur, berolahraga, dan lain sebagainya. LingkunganSalah satu aspek yang turut memberikan saham dalam terbentuknya corak sikap dan tingkah laku seseorang adalah faktor lingkungan di manaseseorang berada.

B. Hakikat Siswa dan Urutan Kelahiran Anak 1. Definisi Siswa atau Peserta Didik

  20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, peserta didik atau siswa adalah anggota masyarakat yangberusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu (Desmita, 2012). Dalam pengertian ini, peserta didik dipandang sebagai manusia yang memiliki potensi yang bersifat laten, sehingga di butuhkan binaan dan bimbingan untuk 32mengaktualisasikannya agar ia dapat menjadi manusia susila yang cakap (Desmita, 2012).

2. Karakteristik Remaja

  Karakteristik remaja pada umumnya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga seringkali ingin mencoba-coba, menghayal, dan merasagelisah, serta berani melakukan pertentangan jika dirinya merasa disepelekan atau “tidak dianggap”. Seringkali remaja melakukan perbuatan-perbuatan menurut normanyasendiri karena terlalu banyak menyaksikan ketidakkonsistenan di masyarakat yang dilakukan oleh orang dewasa/orang tua, antara apa yang sering dikatakandalam berbagi forum dengan kenyataan nyata dilapangan.

3. Karakteristik Siswa atau Peserta Didik SMP

  Terdapat sejumlahkarakteristik yang menonjol pada anak usia SMP ini, yaitu: Terjadi ketidakseimbangan proporsi tinggi dan berat badan. keinginan bergaul, serta keiginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orang tua.

4. Urutan Kelahiran

  Anak sulung juga memiliki beban yang cukup berat dari orang tuanya karena menaruhharapan dan tanggung jawab yang besar kepada anak sulung (Semiun, 2013). Anak tengah merupakan anak yang lahir di antara anak sulung dan bungsu.

d. Anak Bungsu

  Menurut Adler (Semiun, 2012) anak bungsu sering merupakananak yang sangat dimanjakan dan akibatnya menghadapi risiko tinggi 37untuk menjadi anak yang bermasalah. Kepribadian anak bungsu atau terakhir yaitu :1) Cenderung keras dan banyak menuntut sebagai akibat dari kurang ketatnya disiplin dan dimanjakan oleh anggota keluarga.

4) Diangga p sebagal “anak kecil” terus menerus

  Hidup dalam duniabersaing dewasa, mereka sering membentuk rasa superioritas yang tinggi dan konsep diri yang besar. Dari berbagai kepribadian yang telah diungkapkan diatas ada berbagai macam pembentukan karakter pada anak sulung, tengah, bungsudan tunggal terkait dengan penanaman nilai-nilai karakter yang ada di sekolah.

5. Peran Orang Tua dalam Pendidikan Karakter

  Cara orang tua dalam mendidik anaknya agar dapat mencapaitujuan yang diharapkan seperti mengantarkan anak pada tahapan perkembangan sesuai dengan pertambahan usia dan tugas perkembangannya 39secara utuh dan optimal dipengaruhi oleh pola asuh. Pola Asuh Autoritarian /Otoriter, yaitu gaya pola asuh yang membatasi dan bersifat menghukum yang mendesak remaja untuk mengikuti petunjukorang tua dan untuk menghormati pekerjaan dan usaha.

C. Hakikat Evaluasi Hasil Pendidikan Karakter Terintegrasi 1. Pengertian Evaluasi Hasil dan tujuan

  Evaluasi merupakan kegiataan untuk mengetahui sejauhmana efektivitas program pendidikan karakter berdasarkan pencapaian tujuan yangtelah ditentukan. Evaluasi hasil dimaksud sebagai hasil belajar dalam pengertian pengetahuan yang dapat diserap oleh peserta didik.

2. Ciri-ciri dan Persyaratan Evaluasi Program

  yaitu memandang program yang diteliti sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dari beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan satu samalain dalam menunjang keberhasilan kinerja dari objek yang dievaluasi. Agar informasi yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi nyata secara rinci untuk mengetahui bagaimana dari program yang belum terlaksana,maka perlu ada identifikasi komponen yang dilanjutkan dengan identifikasi subkomponen, sampai pada indikator dari program yang dievaluasi.

3. Manfaat Evaluasi Program

  Informasi yang diperoleh dari kegiatan evaluasi sangat berguna bagi pengambilan keputusan dari kebijakan lanjutan program, karena dari masukanhasil evaluasi program itulah para pengambil keputusan akan menentukan tindak lanjut dari program yang sedang atau telah dilaksanakan. 44 Menyebarluaskan program (melaksanakan program di tempat-tempat lain d. atau mengulangi program di lain waktu), karena program tersebut berhasil dengan baik, maka sangat baik jika dilaksanakan lagi di tempat dan waktuyang lain (Arikunto.

4. Evaluasi Hasil Pendidikan Karakter Terintegrasi

  Pendidikan karakter secara terintegrasi di dalam proses pembelajaran adalah pengenalan nilai-nilai, fasilitasi diperolehnya kesadaran akanpentingnya nilai-nilai, dan penginternalisasian nilai-nilai ke dalam tingkah laku peserta didik sehari-hari melalui proses pembelajaran baik yangberlangsung di dalam maupun di luar kelas pada semua mata pelajaran. Evaluasi hasil pendidikan karakter terintegrasi adalah upaya menilai, mengukur, dan menakar seberapa jauh capaian indikator keberhasilanpendidikan karakter sebagaimana dipaparkan dalam pedoman pendidikan karakter yang dicanangkan oleh Direktorat Kementerian PendidikanNasional.

D. Penyusunan Silabus dan Modul Bimbingan

  Melalui hasil penelitian ini, peneliti akan menyusun silabus dan modul bimbingan yang akan dapat membantu siswa sulung, tengah, bungsu dan tunggalmencapai pendidikan karakter yang sesuai dan optimal. Di sini, dituliskan tentang apa dan bagaimanaevaluasi dilakukan.11) Catatan Catatan fasilitator merupakan bagian terakhir yang menjadi tambahan bila saja ada hal-hal penting yang belum masuk dalam bagian lain dimodul atau ada hal-hal lain yang bisa digunakan untuk mengembangkan modul agar menjadi lebih baik dan kontekstual dariwaktu ke waktu.

G. Hipotesis

  Hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:Ha = Ada perbedaan capaian hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa berdasarkan urutan kelahiran di SMP Negeri 13 Yogyakarta. Ho = Tidak ada perbedaan capaian hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa berdasarkan urutan kelahiran di SMP Negeri 13 Yogyakarta.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini dipaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan metodologi

  Rincian Subyek Penelitian Siswa Kelas VII (B, D) dan VIII (B, D) di SMP Negeri 13 Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015 Kelas Jumlah Anak Jumlah Jumlah Jumlah Jumlah siswa Sulung anak Anak anak perkelas Tengah Bungsu Tunggal VII B 10 12 10 3 35 VII D 12 4 12 1 29 VIII B 15 3 10 1 29 VIII D 8 6 14 5 33 JUMLAH 45 25 46 10 126 C. Sugiyono (2010) menegaskan, skala Semantic Defferensial digunakan untuk mengukur sikap, hanya saja bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinum yang jawabannya “sangat positif” terletak di bagian kanan garis, dan jawaban yang “sangat negatif” terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya.

1. Cara Pemberian Skor Item

  Konstruk Instrumen Konstruk instrumen ini dibuat berdasarkan rambu-rambu indikator keberhasilan pendidikan karakter berdasarkan pedoman pendidikan karakterSMP (Kemendiknas, 2010). Berdasarkan nilai-nilai karakter untuk sekolah menengah pertama yang disarankan oleh Kemendiknas, ditetapkan 20 nilaikarakter yang bersumber dari 5 aspek.

3. Validitas dan Reliabilitas Kuesioner a. Validitas

  Pengukuran yang mempunyai reliabilitas tinggi yaitu yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya, disebut sebagaireliabel (Azwar, 2007). XY = hasil perkalian antara skor X dan skor Y N = jumlah subyek X = skor butir kuesionerY = skor total aspek kuesioner yang memuat X = korelasi skor-skor butir kuesioner dengan total aspek XYr Keterangan : 57skor item terhadap skor-skor tabel aspek melalui pendekatan analisis korelasi Product Moment, yang disusun oleh Pearson.

2 Y Y N

b. Reliabilitas

  Validitas KuesionerSetelah dilakukan uji coba terhadap instrumen (uji empirik) kepada siswa kelas VII dan VIII di SMP Negeri 13 Yogyakarta, diperoleh hasilperhitungan konsistensi internal butir pada setiap aspek dengan menggunakan rumus Pearson Product Moment dengan jumlah subjek (N) 40. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan dan telah dihitung dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS 16.0 for Window,diperoleh perhitungan reliabilitas seluruh instrumen dengan menggunakan rumus koefisien alpha (α), yaitu 0, 808.

E. Prosedur Pengumpulan dan Teknik Analisis Data 1. Persiapan dan pelaksanaan

  Pengujian empirik terhadap validitas dan reliabilitas kuesioner yang dilakukan kepada siswa kelas VII dan VIII SMP Negeri 13 Yogyakarta. Sugiyono (2010) mengatakan bahwa analisis data merupakan kegiatan mengelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasidata berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, serta melakukan perhitungan untuk menjawab rumusanmasalah.

2. Teknik Analisis Data

  Memeriksa validitas dan reliabilitas kuesioner (uji coba terpakai) para siswa (N = 40) dengan cara :1) Menghitung validitas koefisien korelasi skor item dengan skor total aspek dengan menggunakan teknik Product Moment dari Pearsondengan menggunakan program komputer SPSS.2) Menghitung koefisien reliabilitas kuesioner dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach dengan program komputer SPSS. Peneliti melakukan uji hipotesis, yaitu ada tidaknya perbedaan efektivitas hasil pendidikan karakter terintegrasi pada siswa berdasarkanurutan kelahiran siswa dengan cara: 1) Mentransformasi data urutan kelahiran (anak sulung, anak tengah, anak bungsu dam anak tunggal) yang sudah para siswa isi ke dalambentuk data angka.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini memuat hasil penelitian dan pembahasan. Penyajian hasil penelitian di dasarkan pada rumusan masalah atau pertanyaan-pertanyaan penelitian. A. Hasil Penelitian 1. Hasil Pendidikan Karakter Terintegrasi pada Siswa SMP Negeri 13 Yogyakarta Tahun Ajaran 2013/2014. Berdasarkan perolehan data penelitian yang dikumpulkan dengan

  96 1 Total 126 100Dalam perspektif grafis, komposisi dan sebaran hasil pendidikan karakter terintegrasi tergambar sebagai berikut: 1 Sangat Buruk ≤ 4,9 17 X 22 Buruk ≤ X ≤ 5,8 765,0 menggunakan kuesioner hasil pendidikan karakter terintegrasi dan dilakukan mengkategorisasi PAP tipe I sebagai patokan hasil pendidikan karakter danpresentase yang disajikan dalam tabel dan dalam grafik. Adapun terdapat 1 siswa yang pencapaian hasil pendidikan karakter sangat baik, 6 siswa hasilpendidikan karakter baik, 22 siswa yang pencapaian hasil pendidikan karakter terintegrasi pada kategori buruk dan 1 siswa pencapaian hasil pendidikankarakter terintegrasi sangat buruk.

B. Analisis Data

  Berdasarkan uji normalitas hasil dari output SPSS 16.0 for windows untuk skala hasil pendidikan karakter terintegrasi, didapat angka sig,Kolmogorov-Smirnov 0,921 lebih besar dari taraf signifikan yang ditetapkan yaitu (0,05), (0,921>0,05) maka dapat dikatakan bahwa distribusi data skalahasil pendidikan karakter terintegrasi normal. Uji Hipotesis PenelitianUji hipotesis disajikan untuk menjawab hipotesis yang telah di ajukan Hipotesis Alternatif (H ) pada penelitian ini menyatakan: ada perbedaan hasil a pendidikan karakter terintegrasi pada siswa berdasarkan urutan kelahiran.

C. Pembahasan Hasil

  79Penyelenggaraan pendidikan karakter di SMP Negeri 13 Yogyakarta sudah membuat perencanaan kegiatan program pendidikan karakter di sekolahserta sudah diimplementasi melalui proses pembelajaran, manajemen sekolah, kegiatan pembinaan kesiswaan akan tetapi dalam perencanaan dan implementasiyang sudah dilakukan oleh pihak sekolah kemungkinan, sekolah belum memantau proses pelaksanaan program pembinaan pendidikan karakter yang sudahdilaksanakan. Maka dari itu peran orang tuadan lingkungan sangat berguna untuk meningkatkan pencapaian hasil pendidikan karakter supaya penanaman nilai-nilai karakter benar-benar tersampaikan kepadasiswa serta dapat membentuk karakter menjadi manusia yang bermartabat, yang menjunjung tinggi nilai-nilai karakter yang terwujud pada perilaku sehari-hari.

D. Implikasi Hasil Penelitian: Penyusunan Silabus dan Modul Bimbingan

  Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti, menunjukkan bahwa dari keseluruhan indikator yang menjadi tolok ukur peneliti dalampembuatan kuesioner, terdapat 11 butir item yang termasuk dalam 10 indikator 84nilai karakter yang terindikasi belum optimal. Melihat ada 10 indikator nilai karakter yang masih belum optimal pencapaiannya, maka peneliti menyusunsilabus dan modul bimbingan karakter kepada kepala sekolah SMP Negeri 13Yogyakarta.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini dikemukakan mengenai kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran terhadap hasil pendidikan karakter terintegrasi. A. Kesimpulan Beberapa kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan

  Hal ini ditunjukkan bahwa masih adasiswa yang tergolong pada kategori buruk dan sangat buruk dalam pencapaian hasil pendidikan karakter terintegrasi. Nilai karakter dalam hubungannya dengan sesama,seperti: sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain, menghargai karya dan prestasi orang lain.

B. Saran

  Oleh karena itu orang tua ikut membantu 87dalam meningkatkan pendidikan karakter pada saat dirumah dan bekerja sama kepada pihak sekolah terkait dengan pencapaian hasil pendidikankarakter anaknya saat disekolah. Alangkah baiknya instrumen yang digunakan mudah dipahami oleh siswa serta peneliti juga bisa menggunakan instrumen lain sepertiwawancara untuk mengetahui hasil yang optimal terkait dengan pendidikan karakter terintegrasi.

DAFTAR PUSTAKA

  Masukan-masukan yang kamu berikan secara jujur,obyektif, dan apa adanya akan sangat berguna bagi kami untuk membantu merancang model pendidikan karakter yang lebih sesuai dengan keadaan danharapan adik-adik remaja seusiamu. 1 5 9 Sangat salah Sangat benar  Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulisdalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sederhana  Mencari dan menerapkan informasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis-kritis dan kreatif  Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif21 22, 23 i.

d. Santun Berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan santun 38,39

  Disiplin Menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan11,  Menunjukkan kemampuan berpikir logis,kritis, kreatif, dan inovatif 21 22, 23 12 13 11, 13 12 e. Berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif Mencari dan menerapkan informasi darilingkungan sekitar dan sumber-sumber lain secara logis-kritis dan kreatif 21 22, 23 i.

e. Demokratis Menerapkan nilai-nilai kebersamaan dalam 41

   Mencari dan menerapkan 17 dan inovatifinformasi dari lingkungan sekitar dan sumber-sumberlain secara logis-kritis dan kreatif  Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatifi.  Memahami hak dan 21 kewajiban diri dan orang lainkewajiban diri dan orang lain dalam pergaulandimasyarakat  Menghargai adanya perbedaan pendapat Patuh pada aturan-aturan b.

10. Tidak Disiplin Takut kena Siswa dapat Pribadi Bimbingan Pemahaman Siswa diajak

  Apakah saya Sadar Saling Agar siswa Pribadi Bimbingan Informasi Siswa diajak 40 mengingat-akan hak mengingat- mempunyai jiwa Klasikal ,Pemahaman untuk Menit kan temansaya yang dan kan satu tegang rasa yang tinggi dan menonton beragamakewajiban sama lain kepada teman yang Pengembangan film, lalu lain untukmelaksana- diri dan berbeda agama sertadiberi tebak- kanorang lain saling menghargai satutebak kan ibadahnya? 1 Topik/Nilai karakter Berwirausaha, Siapa Takut?/Berjiwa Wirausaha 2 Tugas Perkembangan Mengenal gambaran dan sikap tentang kehidupan mandiri secara emosional, sosial, dan ekonomi 3 Bidang Bimbingan Karier 4 Jenis Layanan Bimbingan kelas/kelompok 5 Fungsi Bimbingan Informasi dan Pemahaman 6 Sasaran Siswa SMP 8 Kompetensi Dasar Peserta didik mampu menumbuh dan mengembangkan jiwa wirausaha/wiraswasta sebagai salah satu pilihan karier di masa depan.

PIKIR DAN TULISKAN: AUSAHA YANG AKAN KALIAN BUAT

D. PEMASARAN E

  139 Mari kita bersama-sama merefleksikan hidup dan diri kita, apakah selama ini kita sudah memberikan lompatan yang paling tinggi yang bisa kitalakukan? Proses belajar yang panjang, serta pengalaman yang banyak membuat kue dan cake, ternyata sangat berguna ketika ia menjalankan bisnis cake di Jakarta.

PESAN MORAL

  Pegawai itu tetaplah pegawai, setinggi apapun jabatannya...!! Pemilik usaha mandiri itu adalah Boss Sekecil apapun usahanya...!

AKU BERANI BERTANYA

  PemberianMateri Skenario Layanan Bimbingan Klasikal Kolaboratif 15 menit Siswa memperhatikan penjelasan daripembimbing dan memainkan permainan “BINGO” dan membagikan Pembimbing dan mitra kolaboratif memberikanpenjelasan cara bermain 5. 19 Sumber Pustaka 1) http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2F Siswa dalam kelas diberi penugasan untuk merencanakan suatu proyek yang memberi kesempatan menerapkanberperilaku berani bertanya, misalnyamenyelesaikan sebuah tugas yang membutuhkan keberanian untuk mau bertanyakepada yang lebih bisa, camping bimbingan, live in, weekend dan program-program BK atau program-program sekolah yangterencana.

NO KEGIATAN GURU SISWA WAKTU

  PercikanInspiratif Pembimbing memberikan penjelasan kepada siswauntuk membaca dan memahami cerita tokoh inspiratif tentang “Evan Dimas Darmono” bernama “Evan Dimas Darmono” dari “Percikan Inspiratif dan 10 menit 8. pembimbing dengan cara mau bertanya dengan teman yang lain tanpa rasa sungkan untuk memperoleh informasi untuk menjawab soal-soal yang disediakan.

PEPATAH BIJAK

“CARA TERBAIK MENJADI CERDAS ADALAH DENGANBERANI BERTANYA TANPA RASA SUNGKAN”

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pelaksanaan pendidikan agama islam dan efeknya terhadap pengalaman ibadah siswa :studi kasus di SMP attaqwa 06 Bekasi
4
30
94
Pengaruh pembelajaran Kimia terintegrasi nilai terhadap hasil belajar siswa (sebuah studi pada siswa SMK Grafika Yayasan Lektur Jakarta)
1
11
104
Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan islam
0
6
113
Pengaruh pendidikan agama Islam terhadap peningkatan akhlak siswa di SMP assalam Cipondoh tangerang
2
52
81
Pengaruh kedisplinan guru terhadap prestasi belajar siswa pada pendidikan agama islam di SMP PGRI I Ciputat
3
15
103
Kontribusi efektivitas penggunaan buku paket terhadap hasil belajar pendidikan ekonomi siswa SMP Moh.Husni Thamrin Gintung Ciputat
0
27
80
Pemahaman pendidikan agama Islam dan Pengaruhnya dalam ketaatan menjalankan ajaran agama Islam siswa di SMP Negeri 5 Tangerang
2
7
74
Penagruh pemebelajaran partisipatif terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam di SMP N 135 Jkarta Timur
0
3
64
Pengaruh media animasi terhadap hasil belajar siswa pada konsep asam-basa terintegrasi nilai
0
9
177
Pengaruh keteladanan guru pendidikan agama Islam terhadap akhlak siswa di SMP Waskito Pamulang
6
65
76
Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP PGRI 1 Ciputat
0
7
148
Pengaruh pembelajaran puisi terhadap karakter siswa Kelas VII di SMP Islam Anugerah Hidayat Putra (AYATRA) Sukatani Rajeg, Tangerang Tahun Ajaran 2013/2014
0
4
84
Efektivitas manajemen pendidikan karakter dalam upaya meningkatkan prestasi akademik siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015
0
0
9
Pelaksanaan pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam dan implementasinya pada perilaku siswa kelas VIII R2 di SMPN 3 Mentaya Hilir Utara - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
0
9
Pelaksanaan pendidikan karakter melalui pendidikan agama Islam dan implementasinya pada perilaku siswa kelas VIII R2 di SMPN 3 Mentaya Hilir Utara - Digital Library IAIN Palangka Raya
0
3
37
Show more