Karakteristik mesin penyejuk udara dengan siklus kompresi uap menggunakan kompresor berdaya 1 8 PK dan ice pack

Gratis

0
4
112
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  42 Gambar 3.20 Lubang sebagai keluaran suhu udara yang dihasilkan mesin penyejukudara………………………………...…… 65 Gambar 4.3 Nilai laju aliran massa refrigeran mesin penyejuk udara tanpa ice pack mesin penyejuk udara menggunakan 5 ice pack dari waktu ke waktu……………. 71 Gambar 4.9 Nilai COP aktual dan COP ideal mesin penyejuk udara menggunakan 5 ice packdari waktu ke waktu….………… 70 Gambar 4.8 Nilai laju aliran massa refrigeran mesin penyejuk udara menggunakan 5 ice packdari waktu ke waktu………..…...

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latarbelakang

  Dengan memahami masih ada kekurangan pada mesin penyejuk udara, maka penulis tertantang untuk merancang mesin penyejuk udara menggunakan dayakompresor yang rendah supaya daya listrik yang dibutuhkan tidak besar namun menghasilkan efisiensi udara sebanding dengan daya yang digunakan. Mengetahui suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara setiap variasi dan sampai berapa lama suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk mampumencapai suhu sekitar 26ºC.

1.5 Manfaat penelitian

  Menambah kasanah ilmu pengetahuan tentang mesin penyejuk udara yang dapat ditempatkan di perpustakaan atau dimasukkan ke dalam jurnal ilmiah. Hasil penelitian dapat dipergunakan sebagai referensi dalam pembuatan mesin penyejuk udara dengan kerja yang lebih baik.

BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Dasar teori

2.1.1 Prinsip kerja mesin pendingin

  Lingkungan(Lingkungan bersuhu tinggi) Daya listrikR Ruang yang dikondisikan(Lingkungan bersuhu rendah) Gambar 2.1 Prinsip kerja mesin pendingin Contoh penggunaan mesin pendingin adalah pada kulkas dan penyejuk udara dalam ruang mobil. Pada kulkas, ruang yang dikondisikan adalah ruang yang adadi dalam kulkas, sedangkan lingkungan yang bersuhu tinggi ialah lingkungan di Contoh-contoh lain penggunaan mesin pendingin atau refrigerator adalah sebagai pengkondisi udara ruangan rumah tangga, gedung-gedung bertingkat,hotel, bank, gedung olahraga, mall, gedung rapat, komplek pertokoan, kantor, sekolah, perguruan tinggi dan pada alat transportasi seperti bis, kereta api, danpesawat terbang.

2.1.2 Siklus kompresi uap

  Gambar 2.2 menyajikan rangkaian komponen sistem siklus kompresiuap dan Gambar 2.3 menyajikan siklus kompresi uap pada diagram P-h, serta Gambar 2.4 menyajikan siklus kompresi uap pada diagram T-S. Filter 3 Kondensor 2 Pipa Kapiler 1 Evaporator 4 Kompresor Gambar 2.2 Rangkaian komponen siklus kompresi uap in Pada Gambar 2.2 Q adalah energi kalor yang diserap oleh evaporator persatuan out massa refrigeran, proses ini berlangsung di evaporator.

2.1.3 Diagram tekanan entalpi siklus kompresi uap dapat digunakan untuk

menganalisa unjuk kerja mesin pendingin kompresi uap yang meliputi kerja kompresor, energi yang dilepas kondensor, energi yang diserap evaporator, aktual ideal COP , COP , efisiensi dan laju aliran masa refrigeran.in a. Kerja kompresor (W )Kerja kompresor persatuan massa refrigeran merupakan perubahan entalpi pada diagram P-h dari titik 1 ke titik 2, yang dapat dihitung menggunakan Persamaan (2.1): W h h  (2.1) in 2

1 Pada Persamaan (2.)

  W : kerja kompresor persatuan massa refrigeran (kJ/kg); inh : nilai entalpi refrigeran saat masuk kompresor (kJ/kg);1 h : nilai entalpi refrigeran saat keluar kompresor (kJ/kg).2 b. Energi kalor yang dilepas oleh kondensor (Q out )Energi kalor yang dilepaskan oleh kondensor persatuan massa refrigeran merupakan perubahan entalpi dari titik 2 ke titik 3.

3 Pada Persamaan (2.2)

  Q : energi kalor yang dilepaskan kondensor persatuan massa refrigeran (kJ/kg); out 2h : nilai entalpi refrigeran saat masuk kondensor (kJ/kg); 3h : nilai entalpi refrigeran keluar kondensor atau masuk pipa kapiler (kJ/kg). Energi kalor yang diserap oleh evaporator (Q in )Energi kalor yang diserap oleh evaporator persatuan massa refrigeran merupakan perubahan entalpi dari titik 4 ke titik 1.

1 Q h h

  Efisiensi aktual ideal mesin kompresi uap dapat dihitung dengan Persamaan (2.6) COPaktual   100 %  (2.6) COPideal Pada Persamaan (2.6) COP : Koefisien prestasi aktual / Coefficient of Performance aktual mesin aktual siklus kompresi uap; COP : Koefisien prestasi ideal / Coefficient of Performance ideal mesin siklus ideal kompresi uap. Laju aliran massa refrigeran ( m  )Laju aliran massa refrigeran dapat dihitung dengan Persamaan (2.7) I V  m  (2.7) Win Pada Persamaan (2.7) I : arus listrik (A);V : voltage (v);W : kerja yang dilakukan kompresor (kJ/kg).in Dalam penggunaan diagram tekanan-entalpi nilai-nilai entalpi tergantung jenis bahan pendingin yaitu refrigeran yang dipakai.

2.1.4 Komponen komponen siklus kompresi uap

  Komponen utama dari mesin dengan siklus kompresi uap terdiri dari kompresor, kondensor, evaporator, dan pipa kapiler. Dan komponen tambahanterdiri dari filter, thermostat, refrigeran, dan kipas.

2.1.4.1 Kompresor

  Kompresor adalah unit mesin pendingin yang berfungsi untuk mensirkulasi refrigeran yang mengalir dalam unit mesin pendingin dan menaikkan tekananrefrigeran. Kompresor hermatikJenis kompresor yang motor penggeraknya dan kompresornya berada dalam satu rumahan yang tertutup.

2.1.4.2 Kondensor

  Kondensor mempunyai fungsi melepaskan panas yang diserap refrigeran di evaporator dan panas yang terjadi selama proses kompresi. Pipa dengan sirip-sirip (tube and fins condensor) Gambar 2.10 Macam-macam konstruksi kondensor (sumber:http://linasundaritermodinamika.blogspot.co.id/2015/04/kondensor- berpendingin-udara.html) Dilihat dari sisi media pendingin yang digunakan kondensor dapat dibedakan 2 macam yaitu :a.

1. Natural draught condenser

2. Force draught condenser

  Proses perpindahan kalor dari kondensor ke udara berlangsung secara alami (konveksi bebas), contohnya pada kondensor kulkas. Air keluar dari kondensor di kirim ke cooling toweruntuk di dinginkan, setelah didinginkan air di kirim kembali ke kondensor, contohnya pada water chiller system.

2.1.4.3 Evaporator

  Evaporator pipa bersiripEvaporator bersirip adalah evaporator yang terbuat dari pipa tembaga atau pipa baja yang ditambah dengan sirip-sirip yang terbuat dari plat tipis aluminium yangdipasang sepanjang pipa untuk menambah luas permukaan perpindahan kalor. Ketika aliran fluida yang akan didinginkanmelewati pipa evaporator menjadi tidak efektif sebagian besar terbuang dikarenakan terlalu sedikit persinggungan antara fluida dan media pendingin,dengan adanya sirip maka fluida akan tambah terjadi persinggungan dengan media pendingin dikarenakan adanya pertambahan lebar permukaan dari sirip.

2.1.4.4 Pipa kapiler

  Dengan adanya filter, bahan pendingin yang membawakotoran akan tersaring dan kemudian bahan pendingin yang telah melewati filter menjadi lebih bersih sehingga proses sirkulasi refrigeran dapat berlangsung denganmaksimal. Prinsip kerja thermostat adalah jika ruang dalam mesin pendingin mencapai titik beku ( dalam evaporator sudah mencapai suhu yang di tentukan), maka cairandalam tabung thermostat akan beku, cairan yang membeku akan menyusut, dengan terjadinya penyusutan berarti gas dari ruang gas akan mengalir ke pipa kapiler yangkosong , ruang gas akan menjadi kendur , pegas akan menekannya sehingga kontak sekelar akan membuka dengan demikian terputuslah hubungan listrik dari PLN.

2.1.4.7 Kipas angin

  Fungsi yang umum adalah untuk pendingin udara, penyegar udara, sebagai ventilasi rumah (exhaust fan), dan alat pengering (umumnya memakai komponen penghasil panas). Gambar 2.18 Kipas Angin (sumber: http://jualbloweroktaviagn18.blogdetik.com/2014/11/07/exhaust-fan) 2.1.4.8 Refrigeran Refrigeran adalah fluida kerja yang di pergunakan dalam siklus kompresi uap.

2.1.4 Psychrometric chart

  Entalpi (h)Entalpi adalah jumlah kalor total dari campuran udara dan uap air yang nilainya tergantung suhu dan tekanannya. Volume spesifik (SpV)Volume spesifik adalah volume udara campuran dengan satuan meter kubik per kilogram udara kering, dapat juga dikatakan meter kubik udara kering atau meterkubik campuran per kilogram udara kering.

2.1.4.1 Proses-proses yang terjadi pada udara dalam psychrometric chart

  Proses humidifyingProses humidifying merupakan proses penambahan kandungan uap air ke udara tanpa merubah temperatur bola kering sehingga terjadi kenaikan entalpi, temperaturbola basah, titik embun dan kelembaban spesifik. Proses dehumidifying Proses dehumidifying merupakan proses pengurangan kandungan uap air pada udara tanpa merubah temperatur bola kering sehingga terjadi penurunan entalpi,temperatur bola basah, titik embun dan kelembaban spesifik.

2.1.5.2 Proses-proses pada mesin penyejuk udara

  Gambar 2.24 Proses-proses yang terjadi pada mesin penyejuk udara Titik A merupakan kondisi udara daerah sebelum memasuki evaporator. Proses ini menunjukkan suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara setelah melewati evaporatorsehingga temperatur udara menjadi naik.

2.2 Tinjuan pustaka

  Penelitian bertujuan untuk mengetahui mana yang lebih baikdan efisien dari kedua refrigeran CFC R12 ke HC R134a, serta manakah yang menghasilkan suhu dingin dan COP tertinggi. Hasil dari penelitian didapatkan kesimpulan bahwakecepatan aliran udara sebelum masuk ke evaporator mempengaruhi unjuk kerja air conditioning pendingin ruangan 1 HP yang dalam hal ini ditunjukkan oleh besarnya nilai coefficient of perfomance (COP).

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1 Objek penelitian

  Objek penelitian adalah mesin penyejuk udara dengan mempergunakan mesin pendingin dan ice pack. 65 cm md ck ck a a e fc p p ice ice 1 m b54 cm am Gambar 3.1 Skematik mesin penyejuk udara Keterangan Gambar 3.1: a.

3.2 Pembuatan mesin penyejuk udara

Dalam proses pembuatan mesin penyejuk udara ini diperlukan alat dan bahan sebagai berikut:

3.2.1 Alat

  Pisau cutter dan guntingPisau cutter dan gunting digunakan untuk memotong suatu benda, seperti styrofoam dan aluminum-foil. Gambar 3.3 Tube expander (sumber: https://www.tokopedia.com/kucit/flaring-swaging-tool-alat-pengembang-ujung- pipa-zenit-no-275l) Pompa vakum digunakan untuk megosongkan gas-gas yang terjebak di sistem mesin penyejuk udara, seperti udara dan uap air.

3.2.2 Bahan

  Ice packPada penelitian ini menggunakan ice pack dengan model: CI-420G dengan panjang : 25 cm, lebar : 14 cm, dan tinggi : 1,5 cm. Kipas evaporatorPada penelitian ini menggunakan kipas evaporator yang berfungsi untuk Dengan spesifikasi sebagai berikut kipas evaporator tegangan : 220V ; 50/60 Hz, dan daya : 10 Watt.j.

3.2.3 Proses pembuatan mesin penyejuk udara

  Pemasangan komponen mesin penyejuk udara yang terdiri dari kompresor, kondensor, evaporator, pipa kapiler dan filter. Komponen evaporator terletak didalam casing mesin penyejuk udaradan pemasangan pipa tembaga dilakukan dengan membuat lubang dari casing akrilik sampai ke casing styrofoam dengan menggunakan bor.i.

3.2.4.1 Proses pemvakuman

  Alat yang digunakan pressure gauge berikut satu selang berwarna biru (low pressure), yang dipasang pada pentil yang sudah dipasang dopnya dan 1 selang berwaran merah (high pressure), yang dipasang pada tabung refrigeran. Setelah kompresor hidup, maka secara otomatis udara yang terjebak dalam siklus akan keluar melalui potongan pipa kapiler yang telah dilas dengan lubangkeluar filter.

3.2.5 Peralatan penelitian

  Hygrometer Hygrometer digunakan untuk mengukur temperatur udara kering dan temperatur udara kering pada saat penelitian. Roll kabel listrikRoll kabel listrik digunakan untuk menyalurkan listrik dari pusat sebagai penghubung dari mesin penyejuk udara menuju ke pusat listrik.

3.3 Tata cara penelitian

3.3.1 Alur pelaksanaan penelitian

  Variasi penelitian yang dipilih mesin penyejuk udara tanpa ice pack, menggunakan 5 ice pack, dan menggunakan 15 ice pack. Penelitian akan dilakukan sebanyak 4kali setiap variasi, guna mendapatkan hasil terbaik dari mesin penyejuk udara.

3.5.1 Skematik pengambilan data

  65 cm4 T5 m Tck ck a ap p ice ice1 1 m P2 P 54 cm3 T m1 T2 T Gambar 3.27 Skematik pengambilan data Keterangan Gambar 3.27 Skematik mesin penyejuk udara :1 1. T : Suhu udara lingkungan diambil di ruangan sekitar mesin penyejuk udara, ºCDiambil menggunakan alat penelitian pengukur suhu digital dan termokopel5 8.

3.5.2 Langkah-langkah pengambilan data

  Selanjutnya mesin penyejuk udara di tunggu sampai 15 menit, guna mesin penyejuk udara mencapai suhu kerja yang stabil.121 f. 3.5.3 Tabel pengambilan data T5 : Suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara, ºC k.

3.6 Cara pengolahan data dan pembahasan

  Setelah diketahui nilai suhu kerja kondensor dan suhu kerja evapotaror, in kemudian menghitung kerja kompresor (W ) dengan menggunakan Persamaan(2.1), energi kalor persatuan massa refrigeran yang dilepas oleh kondensor(Q out ) dengan menggunakan Persamaan (2.2), dan energi kalor yang diserap oleh evaporator (Q in ) dengan menggunakan Persamaan (2.3). Setelah mendapatkan nilai koefisien prestasi aktual / Coefficient of Performance aktual ( COP ) dan koefisien prestasi ideal / Coefficient Of Performance aktual ideal (COP ideal ), kemudian dapat menghitung Efisiensi mesin kompresi uap (  ) perbandingan antara dengan dengan menggunakanaktual ideal Persamaan (2.6).

3.7 Cara membuat kesimpulan dan saran Dari analisis yang sudah dilakukan akan diperoleh suatu kesimpulan

  Selama proses penelitian ditemukan banyak hal yang perlu untuk dilakukan perbaikan dengan penelitian selanjutnya dapat menghasilkan yang lebih baik. Sarandiberikan supaya hal-hal yang tidak efisien tidak terulang lagi untuk penelitian dimasa mendatang.

BAB IV HASIL PENELITIAN, PERHITUNGAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil penelitian

  Untuk mengkonversi tekanan pengukuran ke tekanan absolut, dapat dilakukan mempergunakan persamaan P absolut = P gauge + P atm . Tabel 4.3, diambil lima data untuk perhitungan dan pembahasan.

4.2 Nilai entalpi, suhu evaporator dan suhu kondensor

  Data suhu ( T 1 & T 3 ) dan tekanan (P 1 & P 2 ) yang telah diperoleh dari pengujian diterapkan dan digambarkan pada P-h diagram, kemudian hasil-hasil nilai entalpi (h dapat dilihat pada P-h diagram yang telah digambarkan. 2 30 424 470 263 263 264,16 325,16 Tabel 4.7 Nilai entalpi, suhu evaporator, dan suhu kondensor mesin penyejuk udara tanpa ice pack No Waktu (menit) h 1 h 2 h 3 h 4 T evap T cond (kJ/kg) (kJ/kg) (kJ/kg) (kJ/kg) (K) (K) 1 424 479 252 252 258,16 321,16 3 60 423 472 264 264 265,16 327,16 Dari P-h diagram diperoleh suhu evaporator (T ) dan suhu kondensor condevap (T ) dalam satuan ºC.

4.2 Perhitungan dan pengolahan data

Untuk perhitungan karakteriksik mesin penyejuk udara diambil data pada mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack menit ke 150, sebagai perhitungankarakteristik mesin penyejuk udara, meliputi: kerja kompresor (W in ), energi kalor out persatuan massa refrigeran yang dilepas oleh kondensor (Q ), energi kalor yang diserap oleh evaporator (Q in ), koefisien prestasi aktual ( COP ), koefisien aktualideal ), efisiensi ( prestasi ideal (COP  ) dan laju aliran massa refrigeran ( m ). Gambar 4.1 Siklus kompresi uap mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack saat (t) ke 150 1 absolut) P = 2 bar (PP 2 = 15,1 bar (P absolut) h 1 = 421 kJ/kg 2 h = 271 kJ/kg 3 h = 264 kJ/kg h 4 = 264 kJ/kg evap = evap = T -10 ºC , T -10 ºC + 273,16 = 263,16 K cond = cond = T 53 ºC , T 52 ºC + 273,16 = 326,16 K a. Kerja kompresor (W in )Untuk mendapatkan kerja kompresor persatuan massa refrigeran yang dihasilkan oleh mesin penyejuk udara, dapat dihitung menggunakan Persamaan (2.1): W  h  hin 2

1 W  47  42 

  50 kJ/kg in Maka kerja kompresor mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack sebesar 50 kJ/kg (pada menit ke 150). b.

3 Q  471  264  207

  kJ/kg out Maka energi kalor persatuan massa refrigeran yang dilepas oleh kondensor mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack sebesar 207 kJ/kg (pada menit ke 150). in c.

4 Q  21  26  157 kJ/kg

  Koefisien prestasi aktual ( ) aktual Koefisien prestasi aktual dipergunakan untuk mengetahui unjuk kerja dari mesin penyejuk udara yang bekerja dengan siklus kompresi uap, dapat dihitungmenggunakan Persamaan (2.4): Q h h in1 4 COP   aktualW h  h in21 Q 421  264 in COP   aktual 3 , 14 W 471  421 in Maka koefisien prestasi aktual mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack sebesar 3,14 (pada menit ke 150). Koefisien prestasi ideal (COP ideal )Untuk menghitung koefisien prestasi ideal pada mesin penyejuk udara yang bekerja dengan siklus kompresi uap, dapat menggunakan Persamaan (2.5): T evap COP ideal T  Tcond evap 263 , 16 COP   ideal 4 , 18 326 ,16  263 , 16 Maka koefisien prestasi ideal mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack sebesar 4,18 (pada menit ke 150).

4.4 Hasil perhitungan

  Hasil perhitungan secara keseluruhan dari mesin penyejuk udara untuk nilai kerja kompresor (W in ), energi kalor persatuan massa refrigeran yang dilepas olehkondensor (Q out ), energi kalor yang diserap oleh evaporator (Q in ), Coefficient of Performance aktual ( COP ), Coefficient of Performance ideal (COP ideal ),aktual efisiensi (  ), dan laju aliran massa refrigeran ( m ) akan disajikan pada Tabel 4.10 s.d. Tabel 4.12.

4.5 Pembahasan

  Mesin penyejuk udara yang dipergunakan di dalam penelitian ini dapat bekerja dengan baik. Mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack mampumenghasilkan suhu udara yang lebih sejuk daripada mesin penyejuk udara tanpa ice pack dan mesin penyejuk udara menggunakan 5 ice pack.

4.5.1 Mesin penyejuk udara tanpa

  Nilai COP aktual terendah sebesar 3,13 dan nilai COP aktual mesin penyejuk udara tanpa ice pack dari waktu ke waktu ideal dan COP COPaktual COPideal 100 90 80) 70 60(% si 50en 40fisi E 30 20 10 30 60 90 120 Waktu (menit) Gambar 4.5 Nilai efisiensi mesin penyejuk udara tanpa ice pack dari waktu ke waktu Gambar 4.5 memperlihatkan besar nilai efisiensi (  ) dari waktu ke waktu. Gambar 4.6 Suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara tanpa ice pack dari waktu ke waktu 10 Waktu (menit) 60 90 120S u h u u d ar a (ºC ) 30 30 25 20 15 5 Gambar 4.6 memperlihatkan suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara tanpa ice pack dari waktu ke waktu.

4.5.2 Mesin penyejuk udara menggunakan 5 ice pack

  Nilai COP aktual Gambar 4.9 memperlihatkan besar nilai koefisien prestasi aktual (COP mesin penyejuk udara menggunakan 5 ice pack dari waktu ke waktu ideal dan COP COPaktual COPideal 100.00 90.00 80.00 70.00) 60.00(% si 50.00en 40.00fisi E 30.00 20.00 10.00 0.00 45 90 135 180 Waktu (menit) Gambar 4.10 Nilai efisiensi mesin penyejuk udara menggunakan 5 ice pack dari waktu ke waktu Gambar 4.10 memperlihatkan besar nilai efisiensi (  ) dari waktu ke waktu. Mesin penyejuk udara menggunakan 5 ice pack dapat menghasilkan suhu udara yang sejuk dan bertahan sampai menit 180 menit (3 jam), hal ini terjadikarena pengaruh 5 ice pack yang membuat mesin penyejuk udara menggunakan 5 ice pack menghasilkan suhu udara yang lebih sejuk daripada mesin penyejuk udara tanpa ice pack.

4.5.3 Mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack

  Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa besar W in , Q out , Q in , laju aliran massa refrigeran, COP aktual , COP ideal , efisiensi dan suhu udara yang dihasilkan padamesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack dari menit 0 sampai menit ke 300. 250 225200 175150g 125Win J/k k 100Qout 50 25 75 150 225 300 Waktu (menit) in out in Gambar 4.12 Nilai W , Q , dan Q mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack dari waktu ke waktu Gambar 4.12 memperlihatkan besar nilai kerja kompresor persatuan massa refrigeran (W in ) dari waktu ke waktu.

2.5 COPaktual

  30 25) 20a (ºC ar 15d u u h 10u S 5 75 150 225 300 Waktu (menit) Gambar 4.16 Suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack dari waktu ke waktu Gambar 4.16 memperlihatkan suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack dari waktu ke waktu. Mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack dapat menghasilkan suhuudara yang sejuk dan bertahan sampai 300 menit (5 jam), hal ini terjadi karena pengaruh 15 ice pack yang membuat mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack menghasilkan suhu udara yang lebih sejuk daripada mesin penyejuk udara tanpa ice pack dan mesin penyejuk udara menggunakan 5 ice pack.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara tanpa ice pack dari menit ke 0 sampai dengan menit 120 menit adalah 19,3 ºC sampai dengan 26,4 ºC. Dan suhu udara yang dihasilkan mesin penyejuk udara menggunakan 15 ice pack dari menit ke 0 sampai dengan menit 300 adalah 10,6 ºC sampai dengan 25 ºC.

5.2 Saran

  Dari proses penelitian yang telah dilakukan pada mesin penyejuk udara ada beberapa saran sebagai berikut:a. Pada saat pengambilan data mesin penyejuk udara sebaiknya peneliti membatasi jumlah orang yang berada di dalam ruangan sebab jumlah orangyang berada di dalam ruangan sangat mempengaruhi suhu udara yang dihasilkan penyejuk udara.

DAFTAR PUSTAKA

  Pengaruh kecepatan Udara Pendingin Kondensor Terhadap Koefisien Air Conditioning, Surakarta. Perbandingan COP Pada Refrigerator Dengan Refrigeran CFC R12 Dan HC R134a Untuk Panjang Pipa Kapiler Yang Berbeda.

3 Udara 0,02 m /s (skripsi), Pschometric chart (hal 2-27), Yogyakarta: Universitas sanata Dharma

Syawalludin, S. 2013, Analisa Pengaruh Arus Aliran Udara Masuk Evaporator Terhadap Coefficient of Performance, Jakarta.http://www.bppp-tegal.com, Dasar-dasar Refrigerasi, 11 Desember 2012 https://teknikkonversi.wordpress.com, Mesin Pendingin, 14 Desember 2012http://docslide.net/documents/siklus-kompres.html, Siklus Kompresi Uap http://web.ipb.ac.id, Teknik pendinginan

Dokumen baru

Download (112 Halaman)
Gratis