Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
2
167
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EKSPLANASI DAN REGULASI DIRI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD N PERCOBAAN 3 PAKEM YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Mita Heny Oktavia 101134223 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 1

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EKSPLANASI DAN REGULASI DIRI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD N PERCOBAAN 3 PAKEM YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Disusun oleh: Mita Heny Oktavia 101134223 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSETUJUAN ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PENGESAHAN iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Dengan tulus karya ini saya persembahkan kepada :  Ayah dan ibuku yang selalu memberikan kasih sayang dan doa yang sungguh luar biasa  Adik-adikku yang selalu memberikan dukungan dan semangat  Saudara-saudaraku yang selalu memberikan nasehat dan dukungan  Guru-guruku yang telah membimbing  Sahabat-sahabatku yang telah memberi motivasi dan banyak bantuan  Semua teman-teman PGSD angkatan 2010 yang telah memberikan bantuan melalui berbagai cerita pengalaman iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI MOTTO Tidak ada yang terlalu tinggi untuk dicapai manusia, tapi ia harus memanjatnya dengan hati-hati & penuh keyakinan -H.C.Andersen- Anda harus mencintai diri Anda sendiri terlebih dahulu untuk bisa menyelesaikan apapun yang Anda lakukan di dunia ini -Lucille Ball- Urusan kita dalam kehidupan bukanlah mendahului orang lain, tetapi maju mendahului diri sendiri -Stuart B. Johnson- v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PERNYATAAN KEASLIAN KARYA Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya yang saya tulis tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam kutipan pada daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Penulis Mita Heny Oktavia vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma: Nama : Mita Heny Oktavia Nomor mahasiswa : 101134223 Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul: “PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EKSPLANASI DAN REGULASI DIRI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD N PERCOBAAN 3 PAKEM YOGYAKARTA” beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya, selama tetap mencatumkan nama saya sebagai penulis. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya. Dibuat di Yogyakarta Pada tanggal: 12 Juni 2014 Yang menyatakan, Mita Heny Oktavia vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Oktavia, Mita Heny. (2014). Pengaruh Penggunaan Metode Mind Map terhadap Kemampuan Eksplanasi dan Regulasi diri pada Mata Pelajaran IPA kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. Latar belakang penelitian ini adalah untuk mengujicobakan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada siswa kelas V di SD N Percobaan 3 Pakem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mind map terhadap 1) kemampuan eksplanasi dan 2) kemampuan regulasi diri peserta didik kelas V SD N Percobaan 3 Pakem pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014 mata pelajaran IPA materi pesawat sederhana. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi-experimental design tipe non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD N Percobaan 3 Pakem. Sampel penelitian terdiri dari kelas VA sebanyak 32 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB sebanyak 32 siswa sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,002 (p < 0,05) dengan nilai M = 0,68; SE = 0,09; SD = 0,54 untuk kelompok eksperimen dan nilai M = 0,27; SE = 0,09; SD = 0,48 untuk kelompok kontrol. Besar peningkatan 62,25 % dengan koefisien korelasi r = 0,79 yang masuk kategori efek besar. 2) Penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan regulasi diri. Hal ini ditunjukkan dengan harga sig. (2-tailed) sebesar 0,011 (p < 0,05) dengan nilai M = 0,55; SE = 0,1; SD = 0,55 untuk kelompok eksperimen dan nilai M = 0,09; SE = 0,14; SD = 0,82 untuk kelompok kontrol. Besar peningkatan 25,40 % dengan koefisien korelasi r = 504 yang masuk kategori efek besar. Kata kunci: mind map, kemampuan eksplanasi, kemampuan regulasi diri, mata pelajaran IPA. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Oktavia, Mita Heny. (2014). The Effect of Using Mind Map Methods for the Student’s Explanations and Self Regulation of Science at Percobaan 3 Pakem Elementary School Grade Fifth. Thesis. Yogyakarta: Elementary Teacher Education Study Program, Sanata Dharma University. The background of this study was to test the trialed mind map methods for the student’s interpretation and analysis skill of Science at Panghudi Luhur Elementary School Grade Fifth. The aim of this study is to find out the effect of using mind map for: 1) explanation ability and 2) self regulation ability of student in 5th grade at SD N Percobaan 3 Pakem in second semester 2013/2014 science lesson about simple machine material. This research is belongs to quasiexperimental design type non-equivalent control group design. The population was all of the students of grade fifth at Percobaan 3 Pakem Elementary School. The samples were 32 students of Class VA as a experimental group and 32 students of Class VB as an control group. The result of research shows that 1) Using mind map having an affect on explanation skill. This is referred by sig. (2-tailed) that is 0,002 (p < 0,05) with M = 0,68; SE = 0,09; SD = 0,54 for experimental group and M = 0,27; SE = 0,09; SD = 0,48 for control group. The improve is 62,25% with coefficient corelation r = 0,79. 2) Using mind map having an affect on self regulation skill.This is referred by sig values (2-tailed) that is 0,011 (p <0,05) with M = 0,55; SE = 0,1; SD = 0,55 for experimental group and M = 0,09; SE = 0,14; SD = 0,82 for control group. The improve is 25,40% with coefficient corelation r = 0,504. Keywords: mind map, explanation skill, self regulation skill, Science. ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmad-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “PENGARUH PENGGUNAAN METODE MIND MAP TERHADAP KEMAMPUAN EKSPLANASI DAN REGULASI DIRI PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD N PERCOBAAN 3 PAKEM YOGYAKARTA” ini dengan baik. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu peneliti mengucapkan terima kasih kepada : 1. Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2. G. Ari Nugrahanta, SJ., S.S., BST., M.A., Ketua Kaprodi Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma sekaligus sebagai dosen pembimbing I yang telah memberikan arahan, motivasi, dan sumbangan pemikiran yang penulis butuhkan dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. E. Catur Rismiati, S.Pd., M.A., Ed.D., selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang telah memberikan banyak bantuan. 4. Agnes Herlina D.H., S.Si., M.T., M.Sc., selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bantuan ide, kritik, saran, masukan, serta bimbingannya yang sangat berguna selama penelitian ini. 5. Drs. Paulus Wahana, M.Hum. selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Dra. Sudaryatun, M.Pd. selaku kepala sekolah SD N Percobaan 3 Pakem yang telah mengijinkan peneliti untuk melakukan penelitian ini. 7. Sugiyanto, S.Pd. selaku guru mata pelajaran IPA kelas VA SD N Percobaan 3 Pakem yang telah memberikan waktu, bantuan, dan masukanmasukan yang bermanfaat bagi peneliti. x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 8. Siswa kelas VA dan VB SD N Percobaan 3 Pakem yang telah bersedia menjadi subjek penelitian. 9. Bapak, Ibu, dan adik-adik yang selalu memberi doa dan dukungan kepada peneliti. 10. Teman-teman satu payung mind map yang selalu berbagi pengetahuan dan saling memotivasi. 11. Teman-teman PPL di SD N Percobaan 3 Pakem yang telah memberikan semangat kepada peneliti. 12. Semua pihak yang telah memberikan dukungan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Semoga skripsi ini juga dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi Program Studi PGSD Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta, 12 Juni 2014 Peneliti, Mita Heny Oktavia xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN .............................................................................. iii HALAMAN PERSEMBAHAN .......................................................................... iv MOTTO ................................................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA .............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................. vii ABSTRAK .......................................................................................................... viii ABSTRACT ........................................................................................................... ix KATA PENGANTAR .............................................. Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI ........................................................................................................ xii DAFTAR TABEL ............................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................. 5 1.3 Tujuan Penelitian .............................................................................................. 5 1.4 Manfaat Penelitian ............................................................................................ 5 1.5 Definisi Operasional.......................................................................................... 6 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................... 7 2.1 Tinjauan Pustaka ............................................................................................... 7 2.1.1 Teori-Teori yang Mendukung ........................................................................ 7 2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak .......................................................................... 7 2.1.1.2 Metode Pembelajaran .................................................................................. 9 2.1.1.3 Mind Map .................................................................................................. 10 2.1.1.4 Berpikir Kritis ........................................................................................... 13 2.1.1.5 Ilmu Pengetahuan Alam ............................................................................ 15 2.1.1.6 Materi IPA Pesawat Sederhana ................................................................. 17 2.1.2 Penelitian-penelitian yang Relevan .............................................................. 19 2.1.2.1 Penelitian Tentang Mind Map .................................................................. 19 2.1.2.2 Penelitan Tentang Berpikir Kritis ............................................................. 21 2.1.2.3 Literature Map .......................................................................................... 22 2.2 Kerangka Berpikir ........................................................................................... 23 2.3 Hipotesis.......................................................................................................... 24 xii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 25 3.1 Jenis Penelitian ................................................................................................ 25 3.2 Setting Penelitian............................................................................................. 27 3.3 Populasi dan Sampel ....................................................................................... 28 3.4 Variabel Penelitian .......................................................................................... 29 3.5 Teknik Pengumpulan Data .............................................................................. 29 3.6 Instrumen Penelitian........................................................................................ 30 3.7 Teknik Pengujian Instrumen ........................................................................... 33 3.7.1 Uji Validitas ................................................................................................. 33 3.7.2 Uji Reliabilitas ............................................................................................. 34 3.8 Teknik Analisis Data ....................................................................................... 35 3.8.1 Uji Normalitas Data ..................................................................................... 35 3.8.2 Uji Pengaruh Perlakuan................................................................................ 36 3.8.2.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal ............................................................. 36 3.8.2.2 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest ........................................................ 37 3.8.3 Analisis Lebih Lanjut ................................................................................... 38 3.8.3.1 Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest.................................................. 38 3.8.3.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) .............................................. 39 3.8.3.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan................................................................ 40 3.8.3.4 Dampak Perlakuan pada Siswa ................................................................. 41 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut ........................................................................ 42 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 43 4.1 Implementasi Pembelajaran ............................................................................ 43 4.1.1 Kelompok Kontrol ....................................................................................... 44 4.1.2 Kelompok Eksperimen ................................................................................. 45 4.2 Hasil Penelitian ............................................................................................... 46 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Mind map terhadap Kemampuan Eksplanasi .......... 47 4.2.1.1 Uji Normalitas Data .................................................................................. 47 4.2.1.2 Uji Pengaruh Perlakuan ............................................................................ 48 1. Uji Perbedaan Kemampuan Awal ..................................................................... 48 2. Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I .............................................................. 49 4.2.1.3 Analisis lebih Lanjut ................................................................................. 51 1. Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I ....................................................... 51 2. Uji Besar Pengaruh Perlakuan .......................................................................... 52 3. Uji Retensi Pengaruh Perlakuan........................................................................ 53 4.2.2 Pengaruh Penggunaan Mind map terhadap Kemampuan Regulasi Diri ...... 54 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.2.2.1 Uji Normalitas Data .................................................................................. 54 4.2.2.2 Uji Pengaruh Perlakuan ............................................................................ 55 1. Uji Perbedaan Kemampuan Awal ..................................................................... 55 2. Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I .............................................................. 56 4.2.2.3 Analisis Lebih Lanjut ................................................................................ 58 1. Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I ....................................................... 58 2. Uji Besar Pengaruh Perlakuan .......................................................................... 59 3. Uji Retensi Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Regulasi Diri ................... 60 4.3 Pembahasan ..................................................................................................... 61 4.3.1 Pengaruh Penerapan Mind Map Terhadap Kemampuan Eksplanasi ........... 61 4.3.2 Pengaruh Penerapan Mind Map Terhadap Kemampaun Regulasi Diri ....... 63 4.3.3 Dampak Perlakuan Terhadap Siswa ............................................................ 64 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut ........................................................................... 66 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .............................................................. 68 5.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 68 5.2 Keterbatasan Penelitian ................................................................................... 69 5.3 Saran ................................................................................................................ 69 DAFTAR REFERENSI ...................................................................................... 70 LAMPIRAN ......................................................................................................... 73 xiv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data ................................................................... Tabel 3.2 Matriks Pengembangan Instrumen...................................................... Tabel 3.3 Rubrik Penilaian .................................................................................. Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas............................................................................... Tabel 3.5 Kualifikasi Koefisien Reliabilitas ....................................................... Tabel 3.6 Uji Reliabilitas .................................................................................... Tabel 3.7 Pertanyaan Wawancara dengan Guru ................................................. Tabel 3.8 Pertanyaan Wawancara dengan Siswa ................................................ Tabel 4.1 Data Hasil Uji Normalitas Kemampuan Eksplanasi ........................... Tabel 4.2 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Kemampuan Eksplanasi ............... Tabel 4.3 Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest I pada Kemampuan Eksplanasi ...................................................................................... Tabel 4.4 Perbandingan Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I pada Kemampuan Eksplanasi ...................................................................................... Tabel 4.5 Besar Efek Perlakuan pada Kemampuan Eksplanasi ......................... Tabel 4.6 Perbandingan Skor Posttest I dengan Posttest II pada Kemampuan Eksplanasi ...................................................................................... Tabel 4.7 Data Hasil Uji Normalitas Kemampuan Regulasi diri........................ Tabel 4.8 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Kemampuan Regulasi diri............ Tabel 4.9 Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest I pada Kemampuan Regulasi diri .................................................................................. Tabel 4.10 Perbandingan Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I pada Kemampuan Regulasi diri .................................................................................. Tabel 4.11 Besar Efek Perlakuan pada Kemampuan Regulasi diri .................... Tabel 4.12 Perbandingan Skor Posttest I dengan Posttest II pada Kemampuan Regulasi diri .................................................................................. 27 31 31 34 35 35 42 42 47 48 50 51 52 53 54 56 57 59 60 60 xv

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Contoh Mind map ............................................................................ Gambar 2.2 Contoh Peta Konsep ........................................................................ Gambar 2.3 Contoh Pesawat Sederhana ............................................................. Gambar 2.4. Prinsip Kerja Linggis ..................................................................... Gambar 2.5 Prinsip Kerja Tuas Golongan I ........................................................ Gambar 2.6 (A) Prinsip Pengungkit Golongan II, (B) Prinsip Pengungkit Golongan III ..................................................................................... Gambar 2.7 Katrol (A) Katrol Tetap, (B) Katrol Bebas, (C) Katrol Majemuk ............................................................................................ Gambar 2.8 Literature Map Dari Penelitian Sebelumnya .................................. Gambar 3.1 Desain Penelitian ............................................................................. Gambar 3.2 Variabel Penelitian .......................................................................... Gambar 3.3 Rumus Persentase Peningkatan ....................................................... Gambar 3.4 Rumus Besar Efek untuk Data Normal ........................................... Gambar 3.5 Rumus Besar Efek untuk Data tidak Normal .................................. Gambar 3.6 Rumus Persentase Peningkatan ....................................................... Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Selisih Pretest-Posttest I Kemampuan Eksplanasi ...................................................................................... Gambar 4.2 Grafik Kenaikan Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Eksplanasi ........................................................................................................... Gambar 4.3 Grafik Uji Retensi Pengaruh pada Kemampuan Eksplanasi ........... Gambar 4.4 Grafik Perbandingan Selisih Pretest-Posttest I pada Kemampuan Regulasi diri .................................................................................. Gambar 4.5 Grafik Kenaikan Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Regulasi diri ........................................................................................................ Gambar 4.6 Grafik Uji Retensi Pengaruh pada Kemampuan Regulasi diri ........................................................................................................ 11 11 17 17 18 18 19 22 26 29 38 39 40 41 50 52 54 57 59 61 xvi

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.1 Silabus Kelompok Kontrol ........................................................ Lampiran 1.2 Silabus Kelompok Eksperimen ................................................. Lampiran 1.3 RPP Kelompok Kontrol ............................................................. Lampiran 1.4 RPP Kelompok Eksperimen ...................................................... Lampiran 2.1 Instrumen Penelitian .................................................................. Lampiran 2.2 Kunci Jawaban Soal .................................................................. Lampiran 2.3 Expert Judgement Intsrumen Soal ............................................. Lampiran 2.4 Expert Judgement Silabus dan RPP .......................................... Lampiran 3.1 Hasil Uji Validitas Soal ............................................................. Lampiran 3.2 Hasil Uji Reliabilitas Soal ......................................................... Lampiran 4.1 Tabulasi Skor Pretest dan Posttest ............................................ Lampiran 4.2 Uji Normalitas Kemampuan Eksplanasi ................................... Lampiran 4.3 Grafik Uji Normalitas Kemampuan Eksplanasi ........................ Lampiran 4.4 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Kemampuan Eksplanasi ........................................................................................................ Lampiran 4.5 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Eksplanasi ........................................................................................................ Lampiran 4.6 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Eksplanasi ................................................................................... Lampiran 4.7 Uji Retensi Pengaruh pada Kemampuan Eksplanasi ................. Lampiran 4.8 Uji Normalitas Kemampuan Regulasi diri ................................ Lampiran 4.9 Grafik Uji Normalitas Kelompok Regulasi diri ........................ Lampiran 4.10 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Kemampuan Regulasi diri ..................................................................................................... Lampiran 4.11 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Regulasi diri ..................................................................................................... Lampiran 4.12 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Regulasi diri ..................................................................................................... Lampiran 4.13 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Regulasi Diri .................................................................................................... Lampiran 4.14 Transkip Wawancara Guru ...................................................... Lampiran 4.15 Transkip Wawancara Siswa..................................................... Lampiran 5.1 Foto-Foto Mind Map Buatan Siswa dan Kegiatan Pembelajaran .................................................................................................... Lampiran 6.1 Surat Ijin Penelitian ................................................................... Lampiran 6.2 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian ......................... Curiculum Vitae ............................................................................................... 74 78 82 94 107 111 112 113 114 114 115 121 122 126 127 128 129 130 131 135 136 137 138 139 141 144 147 148 149 xvii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN Dalam bab I ini peneliti akan membahas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan definisi operasional. Latar belakang berikan tentang alasan-alasan melakukan penelitian. Rumusan masalah berisi masalah yang akan diteliti. Manfaat penelitian berisikan manfaat dari penelitian ini bagi sekolah, guru, peneliti, dan siswa. sedangkan definisi operasional berisikan pengertian kata-kata kunci dalam penelitian. 1.1 Latar Belakang Masalah Pada jaman sekarang ini pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang. Pendidikan Sekolah Dasar merupakan salah satu jenjang pendidikan yang wajib dilaksanakan di Indonesia. Para orang tua berusaha memberikan pendidikan yang paling baik untuk anak-anaknya. Salah satu caranya adalah dengan memasukkan anak mereka ke dalam sekolah yang dianggap berkualitas. Idealnya, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui pendidikan, seseorang diharapkan dapat memperoleh ilmu atau pengetahuan sebagai bekal hidupnya. Selain itu, dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.20 th 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 dijelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mewujudkan pendidikan yang ideal maka seorang pendidik harus dipersiapkan sebaik mungkin, karena pendidik merupakan satu kunci utama untuk mencetak penerus bangsa. Pendidikan di Indonesia saat ini belum terlalu baik. Artikel World Bank PBB (Chang, dkk, 2014: 65) menuliskan bahwa kualitas pendidikan Indonesia masih berada di bawah pencapaian rata-rata dibandingkan dengan negara tetangga. Salah satu contoh hasil Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) pada tahun 2007 yang melakukan penelitian tentang 1

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kualitas pembelajaran matematika dan sains menempatkan Indonesia pada posisi 35 dari 49 negara untuk pelajaran sains. PISA (Programme for International Student Assesment) pada tahun 2009 juga melakukan penelitian dalam bidang bahasa, matematika, dan sains, hasilnya Indonesia berada pada peringkat 57 dari 65 negara yang diteliti dengan skor pada pembelajaran sains sebesar 383. Kemudian pada tahun 2012 PISA melakukan penelitian yang sama dan peringkat Indonesia justru lebih menurun, yaitu berada pada peringkat 64 dari 65 negara dengan skor sains 382. Selama ini, pemerintah Indonesia sudah berusaha meningkatkan kualitas pendidikan nasional misalnya dengan memperbaharui kurikulum dengan kurikulum baru yang lebih baik dan membantu meningkatkan kesejahteraan guru agar lebih semangat dalam mengajar dengan memberikan sertifikasi guru. Artikel World Bank PBB (Chang, dkk, 2014: 2) juga menuliskan bahwa ada aturan bagi guru untuk mengajar selama 18 jam per minggu. Selain itu, dalam artikel juga dijelaskan bahwa pemerintah memberikan program seminar atau pelatihanpelatihan untuk meningkatkan kualitas kemampuan guru. Usaha-usaha tersebut dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Namun, pada kenyataannya usaha-usaha yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan belum terlalu berhasil. Pemberian sertifikasi kepada guru belum mencapai hasil yang diharapkan. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara guru yang memperoleh sertifikasi dan tidak baik dalam hal kompetensi atau hasil belajar siswa (Chang, dkk, 2014: 4). Adanya sertifikasi membuat gaji guru menjadi beban terbesar dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Chang, dkk, 2014: 98), jika hal tersebut terus terjadi dikhawatirkan kualitas pendidikan di Indonesia akan semakin menurun karena anggaran terlalu besar pada gaji guru. Usaha yang sudah dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia belum tepat sasaran karena tidak secara langsung memperbaharui metode pembelajaran. Majid (2009: 135) mendefinisikan metode pembelajaran sebagai suatu pola interaksi yang dilakukan oleh guru dengan siswa dalam sebuah proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode merupakan 2

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI salah satu unsur penting yang menentukan keberhasilan sebuah pengajaran. Seorang guru harus pandai dalam memilih metode pembelajaran yang akan digunakan, karena pada dasarnya setiap mata pelajaran memiliki ciri khas tersendiri. Ilmu Pengetahuan Alam merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang harus dipelajari di sekolah dasar (Wawancara guru pada tanggal 7 januari 2014). Ilmu Pengetahuan Alam juga merupakan mata pelajaran yang penting untuk dipelajari karena pokok bahasan dalam pelajaran ini banyak berkaitan dengan hidup manusia. Materi IPA menyangkut tentang alam semesta dan benda-benda di dalamnya. Kardi dan Nur dalam Trianto (2010: 136) mendefinisikan IPA sebagai ilmu yang mempelajari tentang berbagai zat, baik yang berhubungan dengan benda mati maupun benda hidup. Fungsi dan tujuan IPA menurut Depdiknas yang dikutip dari Trianto (2010: 138) adalah sebagai berikut: (1) menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; (2) mengembangkan ketrampilan, sikap, dan nilai ilmiah; (3) mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi; (4) menguasai konsep sains untuk bekal hidup masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Berdasarkan fungsi dan tujuan IPA yang telah dijelaskan oleh Depdiknas dapat diketahui bahwa IPA sangat bermanfaat dalam kehidupan manusia, namun dalam mengajarkan pelajaran IPA di Sekolah Dasar bukanlah satu hal yang mudah untuk dilaksanakan. Cakupan materi yang harus diajarkan kepada siswa Sekolah Dasar bahkan sangat banyak. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya kompetensi yang harus diajarkan kepada siswa. Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melakukan observasi proses pembelajaran IPA pada tanggal 11 dan 13 Januari 2014. Pada observasi yang pertama, guru mengajar IPA menggunakan metode permainan pin ball yaitu dengan cara melempar bola kepada siswa dan memberi pertanyaan kepada siswa yang terkena lemparan bola. Pada awalnya pembelajaran berlangsung dengan tertib, tetapi selanjutnya hanya siswa di bagian belakang terlihat asik mengobrol karena mereka tidak pernah mendapat bola. Pada observasi kedua, siswa belajar IPA menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Guru memberikan pertanyaan dan siswa yang ditunjuk harus menjawab pertanyaan guru. Metode yang digunakan oleh guru baik 3

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI diterapkan dalam pembelajaran, akan tetapi belum dapat membuat siswa untuk berpikir lebih dalam atau berpikir kritis. Untuk pembelajaran IPA peneliti ingin mengujikan metode pembelajaran inovatif yaitu mind map untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pembelajaran IPA. Mind map merupakan salah satu metode yang menekankan cara mencatat dengan menggambar bagan sesuai dengan tema dan kekreatifan siswa. Dengan menggunakan mind map, siswa dapat menambahkan gambar-gambar yang mereka sukai. Bagan mind map juga dibuat bebas sesuai kekreatifan siswa namun harus tetap sesuai dengan tema. Mind map memiliki banyak manfaat untuk otak, manfaat tersebut menurut Buzan (2008: 13) adalah bahwa mind map dapat mengaitkan setiap informasi baru dengan informasi lama yang telah tersimpan di dalam otak sehingga informasi lama tidak akan menghilang. Peneliti berharap metode mind map dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa terutama aspek eksplanasi dan regulasi diri. Eksplanasi merupakan salah satu kecakapan berpikir kritis menurut Facione. Kemampuan eksplanasi merupakan kemampuan untuk menjelaskan dan memberikan alasan dari bukti, konsep, metode, kriteria, dan konteks yang digunakan untuk menarik kesimpulan (Facione, 1990). Regulasi diri juga merupakan salah satu dari enam kecapakan berpikir kritis Facione. Regulasi diri merupakan kemampuan untuk memonitor aktivitas kognitif diri sendiri secara sadar dan juga memonitor unsur-unsur yang ikut memainkan peran dalam aktivitas tersebut (Facione, 1990). Penelitian ini dibatasi hanya pada pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri siswa kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2013/2014. Kemampuan eksplanasi dan regulasi diri diukur dari hasil pretest dan posttest. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen yang melibatkan dua kelas yaitu kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB sebagai kelompok kontrol. Standar Kompetensi yang dipilih adalah Standar Kompetensi 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya, sedangkan untuk Kompetensi Dasarnya yaitu, 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membantu pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. 4

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi siswa kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2013/2014? 1.2.2 Apakah penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan regulasi diri siswa kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2013/2014? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi siswa kelas V SD N Percobaan 3 pakem Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2013/2014. 1.3.2 Mengetahui pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan regulasi diri siswa kelas V SD N Percobaan 3 pakem Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2013/2014. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Guru Guru mengetahui manfaat dari metode mind map. Selain itu, guru juga memperoleh pengalaman menggunakan metode baru yaitu metode mind map yang dapat diterapkan untuk mengajar mata pelajaran lain. 1.4.2 Bagi Sekolah Laporan ini dapat menambah wawasan untuk warga sekolah dan dapat dijadikan tambahan bahan bacaan untuk warga sekolah. 1.4.3 Bagi Siswa Siswa mendapatkan pengalaman belajar menggunakan mind map yang dapat diterapkan juga pada saat belajar mata pelajaran lain. 1.4.4 Bagi Peneliti Peneliti dapat melihat kelebihan dari metode mind map dan pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis. Peneliti juga mendapatkan pengalaman dalam menyusun pembelajaran menggunakan mind map. 5

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.5 Definisi Operasional 1.5.1 Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. 1.5.2 Mind map adalah cara mencatat informasi menjadi sebuah gambar berwarna-warni dengan cabang-cabang yang lebih singkat sehingga mudah diingat dan dipahami. 1.5.3 Metode mind map adalah metode pembelajaran yang menggunakan catatan dengan cabang-cabang dan berwarna-warni untuk menyampaikan materi kepada siswa. 1.5.4 Berpikir kritis adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk dapat menganalisis sampai menyimpulkan informasi yang diperoleh dan menilai kemampuan diri sendiri. 1.5.5 Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan berpikir tingkat tinggi yang terdiri atas kemampuan interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. 1.5.6 Kemampuan eksplanasi adalah kemampuan untuk menjelaskan alasanalasan dan bukti dari suatu konsep atau hal lain untuk membuat kesimpulan. 1.5.7 Kemampuan regulasi diri adalah kemampuan untuk memonitor aktivitas mental diri sendiri untuk mengevaluasi penalarannya sendiri. 1.5.8 IPA adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang gejala-gejala alam secara ilmiah. 1.5.9 Pesawat sederhana adalah salah satu materi IPA kelas V yang mempelajari tentang alat-alat yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. 1.5.10 Siswa SD adalah siswa kelas V SD yang bersekolah di SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta semester genap tahun pelajaran 2013/2014 yang menjadi subjek penelitian. 6

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI Bab ini berisi tinjauan pustaka, penelitian yang terdahulu atau relevan, kerangka berpikir, dan hipotesis. Tinjauan pustaka berisi teori-teori yang berkaitan dengan metode pembelajaran, proses kognitif, dan hakikat mata pelajaran IPA. Penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian-penelitian mind map. Kerangka berpikir berisikan rumusan atau landasan berpikir dari umum ke khusus. Hipotesis berisi dugaan sementara tentang jawaban suatu rumusan masalah. 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Teori-Teori yang Mendukung Teori-teori yang mendukung akan membahas teori perkembangan anak, beberapa metode pembelajaran, teori tentang mind map, kemampuan berpikir kritis, dan mata pelajaran IPA di Sekolah Dasar. 2.1.1.1 Teori Perkembangan Anak Setiap anak memiliki pengetahuan yang berbeda-beda. Piaget (dalam Salkind, 2009: 311) mengungkapkan bahwa setiap individu atau anak berkembang secara aktif. Perkembangan dalam pandangan Piaget merupakan proses langsung atau spontan yang mempunyai cakupan luas dan mengakibatkan pertambahan secara kontinu, modifikasi, dan reorganisasi struktur psikologis. Proses perkembangan pada manusia terdiri atas empat faktor yaitu maturasi, pengalaman, transmisi sosial, dan ekuilibrasi (Piaget dalam Salkind, 2009: 313). Anak-anak memiliki cara berpikir yang berbeda-beda, karena pada dasarnya cara berpikir anak dipengaruhi oleh tahap-tahap perkembangan kognitif anak. Tahap perkembangan kognitif menurut Piaget (dalam Suparno, 2001: 5) dibedakan dalam empat tahap. Tahap kognitif yang pertama adalah tahap sensorimotor yang berlangsung sejak anak dilahirkan hingga usia dua tahun. Kedua, tahapan praoperasional dimulai dari anak usia 2 tahun sampai usia 7 tahun. Tahap selanjutnya dalah operasional konkret yang berlangsung dari usia 7 7

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tahun sampai 11 tahun. Terakhir adalah tahap operasional formal dengan usia antara 11 sampai masa dewasa. Tahap sensorimotor merupakan tahapan paling awal dari tahap kognitif Piaget. Tahapan ini menurut Suparno (2001: 27) merupakan dasar perkembangan persepsi dan inteligensi anak pada tahap-tahap selanjutnya. Inteligensi sensorimotor akan membantu anak untuk memecahkan permasalahan- permasalahan yang mereka alami mulai dari permasalahan sederhana pada masanya. Ciri-ciri kecerdasan anak pada masa sensorimotor dalam Suparno (2001: 46-47) adalah didasarkan pada tindakan praktis dan belum sampai pada representasi yang menyeluruh dan ingatan yang dimiliki anak masih dalam jarak yang pendek. Kedua yaitu tahap perkembangan praoperasional. Piaget (dalam Suparno, 2001:50) menjelaskan bahwa dalam tahapan ini anak mulai belajar untuk mengenali simbol-simbol atau tanda yang mewakili atau menggambarkan bendabenda. Simbol yang dimaksud merupakan suatu hal yang mirip dengan apa yang digambarkan, sedangkan tanda merupakan sembarang benda yang sama sekali tidak memiliki kesamaan dengan apa yang digambarkan. Menurut Salkind (2009: 335), pada tahap ini anak mulai memiliki kemampuan berbahasa, dan kemampuan berbahasa inilah yang merupakan kejadian yang paling utama dalam tahap ini. Anak pada tahap praoperasional berada pada masa peralihan ke dalam masa operasional konkret. Tahap ketiga yaitu tahap operasional konkret. Pada masa ini anak sudah dapat memahami sesuatu yang konkret. Anak dapat menambah, mengurangi, dan mengubah hal-hal yang mereka peroleh (Yusuf, 2009: 6). Ciri-ciri anak pada tahap ini menurut Suparno (2001: 86) adalah anak sudah berpikir berdasarkan logika dan mampu untuk berpikir menyeluruh dengan banyak hal yang dipikirkan dalam waktu yang sama. Anak juga mampu menarik kesimpulan dengan pemikiran yang teratur dan terarah, namun dalam hal ini pemikiran anak masih dibatasi pada benda-benda yang konkret. Tahap yang terakhir adalah tahap operasional formal. Anak dalam tahap ini telah dapat berpikir logis dan sudah mengarah pada hal-hal yang lebih abstrak (Suparno, 2001: 88). Suparno (2001: 100) juga mengungkapkan bahwa unsur 8

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pokok dalam tahap ini adalah pemikiran deduktif, induktif, dan abstraktif. Kemampuan berpikir dimulai dari mengambil kesimpulan yang umum, kemudian khusus, dan terakhir adalah abstraksi dari objek. Berdasarkan keempat tahap kognitif Piaget, dapat diketahui bahwa semakin tinggi usia atau tahap berpikir anak, maka tingkat pemikirannya pun akan semakin abstrak dan lebih kompleks. Anak pada usia sekolah dasar jika dihubungkan dengan teori Piaget termasuk dalam tahap operasional konkret yaitu berusia 7-11 tahun. Anak pada masa ini sudah dapat diajak untuk berpikir kritis, karena mampu berpikir secara logis mengenai hal-hal yang konkret. Namun, dalam pembelajarannya dibutuhkan metode pembelajaran yang dapat merangsang pemikiran anak terhadap hal-hal kritis agar kemampuan berpikir kritis anak dapat dimaksimalkan. Metode yang dapat digunakan adalah metode mind map. Mind map mempunyai banyak manfaat yang dapat merangsang otak anak, sehingga anak dapat berpikir lebih kritis dan kreatif. Mind map juga menggunakan cara berpikir logis dan membantu anak menarik kesimpulan dari pembelajaran sehingga sesuai jika diberikan kepada anak dalam tahap operasional konkret yang telah mampu berpikir menggunakan logika dan menyeluruh. 2.1.1.2 Metode Pembelajaran Metode merupakan salah satu unsur yang menentukan berhasil atau tidaknya sebuah pengajaran. Majid (2009: 135) mendefinisikan metode pembelajaran sebagai suatu pola interaksi yang dilakukan oleh guru dengan siswa dalam sebuah proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sedangkan Yamin (2008: 152) berpendapat bahwa metode pembelajaran merupakan cara menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan isi pelajaran kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu. Ada lima hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam pemilihan metode pemebelajaran menurut Majid (2009: 136), yaitu: (1) harus berpusat kepada anak (student centered); (2) mampu menyediakan mengembangkan pengalaman kemampuan yang sosial nyata anak; (4) bagi siswa; (3) mengembangkan dapat rasa keingintahuan dan imajinasi siswa; (5) mengembangkan kreativitas dan keterampilan memecahkan masalah. 9

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran menurut Majid (2009: 137-160), antara lain: (1) metode ceramah, yaitu metode yang dalam penyampaian materi atau ilmu pengetahuan dilakukan secara lisan; (2) metode tanya jawab, yaitu metode yang diterapkan dengan memberikan pertanyaanpertanyaan kepada peserta didik atau sebaliknya; (3) metode diskusi, merupakan metode yang digunakan untuk membantu siswa memecahkan masalah yang dihadapi dengan menyatukan dua atau lebih siswa untuk saling mengungkapkan pendapat mereka dan mencari pemecahan masalah yang mereka hadapi melalui pembicaraan yang telah disepakati sebelumnya; (4) metode pemecahan masalah (problem solving), merupakan metode pembelajaran yang merangsang anak untuk berpikir tentang suatu masalah dan menganalisisnya untuk menemukan pemecahan atau jawaban dari pertanyaan tadi. Selain itu, ada metode demonstrasi yang dilakukan dengan memperlihatkan sebuah proses/peristiwa/cara kerja suatu alat kepada siswa dengan cara memberikan pengetahuan langsung maupun tidak langsung agar siswa mampu memecahkan masalah (Mulyasa, 2006: 107). Metode-metode yang diungkapkan tersebut merupakan metode yang sering dijumpai dan digunakan guru dalam proses pembelajaran. Berbagai metode yang telah dijelaskan oleh Majid, belum ada penjelasan tentang metode mind map. Padahal, mind map merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk merangsang otak anak dan meningkatkan kemampuan memahami materi pelajaran. Selanjutnya akan dijelaskan tentang mind map dan manfaatmanfaatnya. 2.1.1.3 Mind Map Mind map merupakan salah satu metode atau alat bantu yang dapat membantu kita untuk belajar mengingat. Mind map tidak sama dengan peta konsep. Buzan (2008: 12), mendefinisikan mind map sebagai suatu bentuk sistem yang membantu otak kita untuk menyimpan informasi-informasi yang telah kita pelajari dan dihubungkan dengan informasi yang baru sehingga semuanya saling terkait. Sedangkan peta konsep menurut Novak (dalam Brinkmann, 2003) merupakan alat penelitian yang digambarkan dengan mengubungkan bagianbagian yang sesuai dengan topik menggunakan garis hubung. Garis-garis 10

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penghubung dalam peta konsep dijelaskan menggunakan kata-kata penghubung. Brinkmann (2003) mengungkapkan bahwa peta konsep mungkin dapat memberikan informasi yang lebih luas, namun peta konsep belum dapat membuka pikiran seseorang dan peta konsep tidaklah sekreatif mind map. Peta konsep digambarkan menggunakan garis-garis lurus sedangkan mind map melengkung dan disertai dengan gambar-gambar sesuai keinginan pembuatnya. Selain itu, topik inti mind map diletakkan di tengah dan setiap cabangnya harus menyentuh topik. Sedangkan pada peta konsep topik utama biasanya diletakkan pada bagian paling atas dan penjelasannya menurun. Berikut ini adalah contoh mind map dan peta konsep. (Sumber: http://dunianyaanakkita.blogspot.com/2010/08/kumpulan-mind-mapping-materipelajaran.html diakses tanggal 4-10-2013) Gambar 2.1 Contoh Mind map (Sumber: Sulistyanto dan Wiyoano, 2008:2) Gambar 2.2 Contoh Peta Konsep 11

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Cara kerja mind map menggunakan dua faktor utama dari ingatan seseorang yaitu imajinasi dan asosiasi, sehingga mind map dapat bekerja dengan baik dalam membantu orang untuk menajamkan ingatannya. Mind map memiliki banyak manfaat untuk otak, manfaat tersebut menurut Buzan (2008: 13) adalah bahwa mind map dapat mengaitkan setiap informasi baru dengan informasi lama yang telah tersimpan di dalam otak sehingga informasi lama tidak akan menghilang. Sedangkan menurut Michalko (dalam Buzan, 2008: 6-7), mind map mempunyai manfaat untuk mengaktifkan kerja otak, membuat kita lebih fokus pada topik bahasan, menunjukkan hubungan dari setiap bagian informasi, membantu mengelompokkan dan membandingkan konsep, dan mengalihkan informasi dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang. Buzan (2008:15) memaparkan ada tujuh langkah dalam membuat mind map, langkah tersebut adalah sebagai berikut: (1) mind map dimulai pada bagian tengah kertas kosong. Hal tersebut dimaksudkan agar otak memiliki kebebasan untuk menyebar ke segala arah. (2) Gunakan gambar atau foto pada bagian ide sentral atau ide pokok untuk membantu menggali imajinasi. Selain itu, gambar sentral yang menarik dapat membantu seseorang untuk lebih fokus dan konsentrasi, serta membantu mengaktifkan kerja otak. (3) Pergunakan warna yang menarik, maksudnya adalah agar mind map terlihat lebih hidup, serta merangsang otak untuk berpikir kreatif dan kegiatan menjadi lebih menyenangkan. (4) Hubungkan cabang utama dengan gambar atau ide sentral, kemudian hubungkan cabang tingkat dua pada cabang satu, cabang tiga pada cabang dua, dan seterusnya. Cabang-cabang yang dihubungkan akan membantu untuk lebih memahami atau mengerti dan mengingat. (5) Membuat garis hubung yang melengkung, karena jika menggunakan garis lurus dikhawatirkan akan membosankan otak dan cabang melengkug terlihat lebih menarik. (6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis, karena kata kunci tunggal memberi banyak kekuatan dan fleksibilitas pada mind map. Jika kata kunci terlalu banyak justru akan membingungkan untuk dibaca. (7) Gunakan gambar, karena gambar memiliki seribu makna dan terlihat lebih menarik. Gambar juga dapat merangsang pemikiran anak untuk menjadi lebih kreatif. 12

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berdasarkan manfaat dan kemudahan dalam membuat mind map seperti yang telah diungkapkan di atas, dapat disimpulkan bahwa mind map dapat membantu otak untuk berpikir lebih dalam dan merangsang kerja otak. Mind map membuat cara berpikir menjadi menyeluruh namun tetap berfokus pada pokok bahasan. Oleh karena itu mind map dapat digunakan sebagai metode yang baik untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. 2.1.1.4 Berpikir Kritis Berpikir kritis disebut juga dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Berpikir kritis tidak sama dengan berpikir kreatif, namun keduanya saling berkaitan. Johnson (2007: 183) mengungkapkan bahwa berpikir kritis merupakan kemampuan berpendapat secara teroganisir, kemampuan mengevaluasi, dan sebagai proses yang tersusun secara sistematis untuk memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan kegiatan berpikir lainnya. Kemampuan berpikir kritis dan kreatif menurut Johnson (2007: 183) juga memungkinkan seorang anak untuk mampu memecahkan masalah dengan sistematis, dan merasa tertantang untuk melakukan hal-hal yang baru dan inovatif. Chaffee (dalam Johnson, 2007: 187) menjelaskan berpikir kritis sebagai suatu proses berpikir yang aktif, teratur, dan penuh makna untuk menemukan pemahaman tentang hidup. Berpikir kritis dilakukan dengan sengaja dan sebanyak mungkin menemukan bukti untuk memperjelas penelitian yang sedang dilakukan. Tujuan dari berpikir kritis adalah agar seseorang dapat memahami segala hal lebih dalam sehingga dapat menemukan maksud dari segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan kita (Johnson, 2007: 185). Kemampuan berpikir kritis menurut Facione (1990) memiliki dua dimensi, yaitu dimensi kognitif dan dimensi disposisi afektif. Dimensi kognitif terdiri dari enam kecakapan yaitu interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Pertama, kemampuan interpretasi adalah kemampuan untuk memahami dan mengungkapkan arti atau makna dari suatu kejadian, pengalaman, data, penilaian, ataupun prosedur. Kemampuan analisis adalah kemampuan untuk mengidentifikasi hubungan yang logis dari suatu pernyataan, pertanyaan, konsep, uraian, atau ungkapan lain untuk menyampaikan 13

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI penilaian atau pendapat. Kemampuan evaluasi merupakan kemampuan untuk menilai kebenaran dari suatu pernyataan atau ungkapan lain seperti pengalaman, persepsi, situasi, atau opini seseorang. Inferensi merupakan kecakapan untuk mengidentifikasi dan mencari alasan-alasan yang logis untuk menentukan hipotesis atau dugaan sementara mengenai suatu pernyataan, opini, percobaan, data, atau ungkapan lain; kemudian membuat kesimpulan dari dugaan sementara atau hipotesis yang telah dirumuskan. Eksplanasi merupakan kemampuan untuk menjelaskan dan memberikan alasan-alasan dari bukti, konsep, metode, kriteria, dan konteks yang digunakan untuk menarik kesimpulan. Terakhir, regulasi diri merupakan kecakapan untuk memonitor aktivitas kognitif diri sendiri secara sadar dan juga memonitor unsur-unsur yang ikut memainkan peran dalam aktivitas tersebut. Sedangkan disposisi afektif dibagi dalam dua kecakapan yaitu sikap umum yang membahas cara bersikap dalam masalah-masalah umum, dan sikap khusus yang membahas bagaimana sikap kita menghadapi permasalahan yang bersifat langsung, konkret, dan khusus. Penelitian ini hanya akan membahas dua kemampuan berpikir kritis, yaitu kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. Kecakapan eksplanasi dibedakan ke dalam 3 sub-kecakapan, yaitu kecakapan untuk mengemukakan hasil-hasil penalaran, menjustifikasi prosedur yang digunakan, dan memberikan alasanalasan yang kuat (Facione, 1990). Kemampuan pertama yaitu menjelaskan penalaran yang dilakukan untuk membuat laporan; mendeskripsikan dan merepresentasikan hasil penalaran seseorang sehingga dapat digunakan untuk menganalisis, mengevaluasi, menyimpulkan data, atau memantau hasil tersebut. Contohnya adalah untuk menyampaikan analisa dan penilaian seseorang tentang sebuah karya seni, dan untuk menyatakan pendapat tentang suatu hal yang mendesak (Facione, 1990). Kedua yaitu kemampuan menjustifikasi prosedur, kemampuan ini sama dengan kemampuan membenarkan atau menyalahkan prosedur. Digunakan untuk menyajikan bukti, konsep, metode, kritik, dan pertimbangan kontekstual yang digunakan untuk membentuk interpretasi seseorang, sehingga dapat menjelaskan ataupun membenarkan sebuah prosedur untuk mengatasi kelamahan dari prosedur tersebut. Contohnya adalah untuk menyatakan standar yang digunakan dalam 14

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengevaluasi sebuah karya, untuk mengungkapkan strategi yang digunakan dalam upaya membuat keputusan yang masuk akal, dan untuk merancang sebuah grafik dari suatu informasi (Facione, 1990). Ketiga, kemampuan menjelaskan argumen yang digunakan dalam memberikan alasan untuk menerima beberapa pernyataan, dan dapat juga untuk menyatakan keberatannya mengenai sebuah metode, konsep, bukti, atau pernyataan lain. Contohnya adalah untuk menulis makalah dimana seseorang berpendapat agar diberikan sebuah posisi ataupun kebijakan dan untuk mengungkapkan pendapatnya apakah setuju atau tidak setuju mengenai sebuah permasalahan (Facione, 1990). Kemampuan regulasi diri dibagi dalam 2 sub-kecakapan, yaitu kecakapan untuk eksaminasi diri dan koreksi diri. Kemampuan eksaminasi digunakan untuk: (a) merefleksikan alasan pribadi untuk memverifikasi hasil yang dihasilkan dan aplikasi yang benar; (b) untuk membuat meta-kognitif penilaian diri yang obyektif dan bijaksana dari pendapat seseorang dan untuk mempertahankan alasan dari pendapat tersebut; (c) untuk menilai sejauh mana pemikiran seseorang mengenai objektivitas atau rasionalitas; (d) untuk merefleksikan motivasi seseorang, nilainilai, sikap dan minat dengan maksud untuk mengetahui bahwa orang tersebut telah berusaha untuk tidak memihak, berpikiran adil, obyektif, dan rasional terhadap suatu analisis, kesimpulan, ataupun ekspresi (Facione, 1990). Sedangkan kemampuan koreksi diri digunakan untuk mengungkapkan kesalahan atau kekurangan sesuatu baik prosedur, pendapat, dll, dan untuk merancang prosedur yang baik sebagai langkah untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahan yang terdapat dalam suatu pendapat, bacaan, dll, serta untuki mencari tahu penyebab dari kesalahan. Contoh kegiatannya, diberikan kesalahan metodelogis atau faktual, kemudian diminta untuk memperbaiki dan merevisi kesalahan tersebut kemudian mencari tahu apakah revisi yang dibuat dapat memberi perubahan untuk memperbaiki kesalahan sebelumnya (Facione, 1990). 2.1.1.5 Ilmu Pengetahuan Alam Ilmu Pengetahuan Alam adalah salah satu mata pelajaran yang di diberikan kepada siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA (jurusan IPA). Trianto 15

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (2010: 136) mengatakan bahwa IPA berawal dari rasa keingintahuan manusia terhadap suatu hal dan membuat manusia mencoba mengamati untuk memahami penyebab dari suatu hal tersebut. IPA menyebabkan orang berpikir ataupun bertindak secara ilmiah. Sedangkan menurut Darmojo (dalam Samatowa, 2011:2) IPA adalah pengetahuan yang mempelajari tentang alam semesta dan segala isinya secara rasional dan obyektif. Materi IPA menyangkut tentang alam semesta dan benda-benda di dalamnya. Kardi dan Nur (dalam Trianto, 2010: 136) mendefinisikan IPA sebagai ilmu yang mempelajari tentang berbagai zat, baik yang berhubungan dengan benda mati maupun benda hidup. Sedangkan Wahyana (dalam Trianto, 2010: 136) menjelaskan IPA sebagai suatu kumpulan pengetahuan tentang gejala-gejala alam yang tersusun secara sistematis menggunakan metode ilmiah sehingga dapat menghasilkan sikap ilmiah. Berdasarkan beberapa pengertian yang disebutkan di atas, dapat diperoleh kesimpulan bahwa materi atau bahasan IPA adalah tentang gejala-gejala alam. Untuk mengembangkan atau membuktikan gejala-gejala alam tersebut dipergunakan metode yang ilmiah, sehingga diharapkan akan menciptakan sikap yang ilmiah pula bagi para peneliti atau pembelajarannya. Hakikat IPA sendiri meliputi tentang produk, proses, dan aplikasi. Dimensi produk menjelaskan bahwa IPA merupakan serangkaian konsep dan menghasilkan sebuah pengetahuan baru. Sedangkan sebagai proses, IPA dijadikan suatu proses untuk mempelajari, menemukan, dan mengembangkan produkproduknya. Ketrampilan proses IPA meliputi pengamatan, pengukuran, menarik kesimpulan, merumuskan hipotesis, dan melakukan eksperimen. Terakhir sebagai aplikasi, dikatakan bahwa teori yang lahir dari IPA mampu menciptakan teknologi-teknologi yang semakin berkembang untuk memudahkan kehidupan manusia (Prihantoro dkk dalam Trianto, 2010: 137) Fungsi dan tujuan IPA menurut Depdiknas yang dikutip dari Trianto (2010:138) adalah sebagai berikut: (1) menanamkan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; (2) mengembangkan ketrampilan, sikap, dan nilai ilmiah; (3) mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang melek sains dan teknologi; (4) 16

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menguasai konsep sains untuk bekal hidup masyarakat dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. 2.1.1.6 Materi IPA Pesawat Sederhana Pesawat merupakan alat yang dapat mempermudah pekerjaan manusia. Pesawat sederhana menurut Sulistyanto dan Wiyono (2008: 109) adalah alat-alat sederhana yang membantu pekerjaan manusia. Kesederhanaan yang dimaksud adalah mulai dari bentuk alat hingga kegunaannya. Contoh dari pesawat sederhana adalah papan miring, catut, alat pembuka tutup botol, dan lain-lain. Kemudian, jika beberapa pesawat sederhana digabungkan akan membentuk pesawat rumit, misalnya sepeda, mesin mobil, dan lain-lain. (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono (2008:109)) Gambar 2.3 Contoh Pesawat Sederhana Sulistyanto dan Wiyono (2008: 110) serta Azmiyawati, dkk (2008: 98) sama-sama menjelaskan bahwa ada empat jenis pesawat sederhana, yaitu: 1. Tuas atau pengungkit Tuas merupakan suatu alat yang prinsip kerjanya menggunakan tiga titik gaya, yaitu beban (B), titik tumpu (TT), dan kuasa (K). Beban disini adalah berat benda, titik tumpu adalah tempat bertumpunya gaya, dan kuasa merupakan gaya yang bekerja atau tempat memberikan gaya. Contoh alat yang termasuk dalam tuas adalah jungkat-jungkit (Sulistyanto & Wiyono, 2008: 109). (Sumber: Sulistyanto dan Wiyoano, 2008: 110) Gambar 2.4. Prinsip Kerja Jungkat-jungkit 17

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Azmiyawati, dkk (2008: 98) menggolongkan tuas atau pengungkit dalam tiga golongan berdasarkan letak beban, titik tumpu, dan kuasanya. Pertama yaitu tuas atau pengungkit golongan I. Pada pengungkit ini, letak titik tumpu berada di antara beban dan kuasa. Contohnya adalah gunting, catut, jungkat-jungkit, gunting kuku, dan sebagainya. (sumber: Azmiyawati, dkk, 2008: 99) Gambar 2.5 Prinsip Kerja Tuas Golongan I Kedua yaitu pengunggkit golongan II yang letak bebannya di antara titik tumpu dan kuasa. Contoh alat yang menggunakan prinsip ini menurut Azmiyawati, dkk (2008: 99) adalah pembuka kaleng, alat pemotong kertas, dan sebagainya. Terakhir, yaitu pengungkit golongan III. Pada pengungkit ini, letak kuasa berada di antara beban dan titik tumpu. Contoh alatnya adalah stapler, pinset, dan sapu. (a) (b) (sumber: Azmiyawati, dkk, 2008: 100) Gambar 2.6 (A) Prinsip Pengungkit Golongan II, (B) Prinsip Pengungkit Golongan III 2. Bidang miring Bidang miring merupakan alat yang memiliki permukaan yang rata dan menghubungkan dua tempat yang memiliki ketinggian yang berbeda. Contoh benda tau alat yang menggunakan prinsip bidang miring adalah kampak, pisau, obeng, dan sekrup. Selain itu, jalan pegunungan yang dibuat berkelok juga menggunakan priunsip kerja bidang miring. Tujuan dari jalan yang dibuat berkelok adalah agar pengendara lebih mudah melewati jalan yang menanjak. Prinsip itu juga dapat dilihat ketika memindahkan barang yang besar ke tempat yeng lebih tinggi menggunakan bantuan papan. Keuntungan dari bidang miring 18

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI adalah dapat memindahkan barang ke tempat yang lebih tinggi menggunakan gaya yang kecil. Sedangkan kelemahannnya adalah, jarak tempuh untuk memindahkan benda menjadi lebih jauh (Sulistyanto & Wiyono, 2008: 115) 3. Katrol Katrol adalah alat yang berbentuk seperti roda dan berputar pada porosnya. Sulistyanto dan Wiyono (2008: 117-118) membagi katrol dalam tiga jenis, yaitu katrol tetap, katrol bebas, dan katrol majemuk. Katrol tetap adalah katrol yang tidak berpindah posisi saat digunakan, contohnya adalah katrol pada sumur timba dan tiang bendera. Katrol bebas adalah katrol yang posisinya dapat berubah dan tidak dipasang pada tempat tertentu. Biasanya katrol bebas ditempatkan pada tali sehingga kedudukan atau posisinya dapat berpindah. Katrol bebas dapat ditemukan pada alat pengangkat peti kemas di pelabuhan. Terakhir, katrol majemuk yaitu perpaduan dari katrol tetap dan bebas yang dihubungkan menggunakan tali. a b c (Sumber: Sulistyanto dan Wiyono, 2008: 117-118) Gambar 2.7 Katrol (A) Katrol Tetap, (B) Katrol Bebas, (C) Katrol Majemuk 4. Roda berporos Roda berporos menurut Sulistyanto dan Wiyono (2008: 119) adalah alat berupa roda yang dihubungkan menggunakan sebuah poros yang dapat diputar bersama-sama. Alat ini dapat ditemukan pada stir mobil, stir kapal, roda sepeda, gerinda, dan sebagainya. Roda poros dapat membantu kita mencapai tempat jauh dalam waktu yang lebih cepat. 2.1.2 Penelitian-penelitian yang Relevan 2.1.2.1 Penelitian Tentang Mind Map Ningsih, Sikumbang, dan Marpaung (2013) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik mencatat mind map terhadap aktifitas dan hasil belajar siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas X6 19

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan X7 yang dipilih secara sampling. Data penelitian berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari rata-rata nilai pretest dan postest yang dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U test dan uji-t. Data kualitatif berupa data aktivitas belajar dan angket tanggapan siswa terhadap penggunaan teknik mencatat mind map yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik mencatat mind map dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa tetapi tidak berpengaruh signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Aziz (2012) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran peta pikiran terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok getaran dan gelombang di kelas VIII semester II SMP Negri 12 Binjai. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Binjai. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen two group pretest posttest design. Nilai ratarata skor pretest kelas eksperimen adalah 39,89 dan pada kelas kontrol 36,66. Setelah dilakukan perlakuan, nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen adalah 80,33 sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nira rata-rata sebesar 64,66. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan pada penerapan metode peta pikiran terhadap hasil belajar siswa, dengan rata-rata 77,5 dengan kategori nilai cukup aktif. Hasil uji-t diperoleh thitung = 6,74 dan ttabel = 1,66 pada taraf nyata α = 0,05 dan dk = 70 dimana thitung > ttabel yang berarti ada pengaruh yang signifikan penerapan metode pembelajaran peta pikiran terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok getaran dan gelombang di kelas VIII semester II SMP 12 Binjai T.A 2009/2010. Septiarini (2012) meneliti tentang pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA di SD. Sampel penelitian adalah siswa kelas lima SDK Sorowajan dengan jumlah siswa kelas treatmen 28, dan kontrol 28. Hasil penelitian tersebut adalah mind map dapat mempengaruhi kemampuan menganalisis yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0,041 (atau 0,041 < 0,05), dan mind map mempengaruhi kemampuan mengevaluasi yang ditunjukkan dengan harga sig.(2-tailed) sebesar 0,045 (atau 0,045 < 0,05). 20

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.2.2 Penelitan Tentang Berpikir Kritis Ismaimuza (2013) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengupayakan kemampuan berpikir kritis dan kreatif pada mata pelajaran matematika melalui pembelajaran berbasis masalah dengan strategi konflik kognitif (PBLKK). Sampel penelitian adalah 200 pelajar di SMPN 1, SMPN 6, dan SMPN 18. Hasil penelitiannya adalah: (1) keupayaan pemikiran kreatif pelajar terhadap matematik yang menerima PBLKK mendapat keputusan yang lebih baik berbanding pelajar yang menerima pembelajaran konvensional (KV); (2) terdapat perbedaan dalam keupayaan pemikiran kreatif pelajar terhadap matematik berdasarkan pencapaian sekolah dan pengetahuan sedia ada pelajar; (3) tidak terdapat interaksi antara pencapaian sekolah dan model pembelajaran ke atas keupayaan pemikiran kreatif dan kritis terhadap matematik dan tingkah laku pelajar; (4) tidak terdapat interaksi antara pengetahuan pelajar sebelumnya dan model pembelajaran ke atas keupayaan pemikiran kreatif dan kritis terhadap matematik dan tingkah laku pelajar. Candra (2011) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA di SD. Sampel penelitian adalah siswa kelas 5 SDK Demangan Baru 1. Hasil penelitian adalah bahwa metode inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar dengan harga sig. (2-tailed) adalah 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil yang kedua adalah metode inkuiri meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada kategori kognitif, yang ditunjukkan dengan harga signifikansi (2-tailed) yang diperoleh sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Syarifudin dan Utami (2011) melakukan penelitian yang bertujuan untuk menemukan pola dan teknik penalaran argumen siswa dalam wacana tulis argumentatif sebagi upaya membudayakan berpikir kritis di SMA. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas X-XI SMA. Hasil penelitian diperoleh bahwa pola penalaran argumen siswa dalam wacana tulis argumentatif sebagai upaya membudayakan berpikir kritis dapat dikelompokkan dalam empat pola, yaitu: CG-B, C-G-W-B, C-G-B-MQ, C-G-W-B-MQ. Kemudian teknik penalaran sebagai upaya membudayakan berpikir kritis meliputi: argumen dengan contoh, dengan otoritas, dan dengan sebab. 21

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penelitian-penelitian tentang mind map dan berpikir kritis yang telah diungkapkan di atas belum ada yang membahas tentang pengaruh mind map terhadap kemampuan berpikir kritis. Untuk melengkapi penelitian-penelitian sebelumnya, maka akan dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh mind map terhadap pengetahuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis yang diteliti adalah kemampuan berpikir kritis yang diungkapkan oleh Facione. Namun, dalam skripsi ini tidak membahas enam kemampuan berpikir kritis Facione, tetapi difokuskan dalam dua kemampuan yaitu eksplanasi dan regulasi diri. 2.1.2.3 Literature Map Metode mind map Berpikir kritis Ningsih, Sikumbang, dan Marpaung (2013) Mind map – aktivitas dan hasil belajar siswa Ismaimuza (2013) Pembelajaran berbasis masalah dengan strategi konflik kognitif – berpikir kritis dan kreatif dalam matematika Aziz (2012) Peta pikiran – hasil belajar siswa pada materi pokok getaran dan gelombang di kelas VIII semester II SMP Negri 12 Binjai. Candra (2011) Metode inkuiri – prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA Septiarini (2012) Mind map – kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA Syarifudin & Utami (2011) pola dan teknik penalaran argumen dalam wacana tulis argumentatif – upaya membudayakan berpikir kritis di SMA Yang perlu diteliti Pengaruh mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi Gambar 2.8 Literature Map dari Penelitian Sebelumnya 22

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.2 Kerangka Berpikir Pembelajaran IPA merupakan salah satu mata pelajaran di SD yang bahasan materinya cukup luas, banyak, dan abstrak. Materi-materi dalam pembelajaran IPA menuntut siswa untuk lebih kritis dalam mengungkapkan gejala-gejala alam berkaitan dengan materi, karena materi IPA akan selalu bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Karena itu, dibutuhkan metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode mind map menggunakan berbagai macam gambar, warna, dan bentuk yang menarik akan dapat menarik perhatian anak untuk belajar IPA. Selain itu mind map dipercaya dapat mengaitkan informasi-informasi yang telah diperoleh otak dan menghubungkannya dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Mind map juga dapat merangsang otak untuk berpikir lebih kreatif dan menyeluruh sehingga tidaak ada bagian-bagian materi yang terlewatkan. Berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Setiap anak atau siswa di dalam pembelajaran diharapkan untuk mampu berpikir kritis mengenai masalah-masalah yang diajarkan oleh guru dan tidak begitu saja menerima pengetahuan dari guru. Pada masa sekarang ini, banyak siswa tidak sampai pada tahap berpikir kritis karena sudah terbiasa dengan metode pembelajaran yang langsung menerima pengetahuan. Kemampuan berpikir siswa akan mempengaruhi prestasi belajarnya. Biasanya siswa yang mampu untuk berpikir kritis akan memiliki prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang kurang berpikir kritis. Berdasarkan manfaat-manfaat yang dimiliki oleh mind map, guru dapat mempergunakan metode mind map untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Jika mind map digunakan pada mata pelajaran IPA untuk siswa kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta, penggunaan mind map akan berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis pada sub kategori eksplanasi dan regulasi diri. 23

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.3 Hipotesis 2.3.1 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi siswa kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2013/2014. 2.3.2 Penggunaan metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan regulasi diri siswa kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2013/2014. 24

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN Bab ini membahas metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Pembahasan metode penelitian yaitu mengenai jenis penelitian yang digunakan, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, uji validitas dan uji reliabilitas instrumen, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuasi eksperimental dengan tipe penelitian nonequivalent control group design (Sugiyono, 2012:118). Penelitian eksperimental menurut Creswell (2012:241-244) terdiri dari empat jenis, yaitu pre-experimental, quasi-experimental, true experimental, dan rancangan single-subject. Penelitian pre-experimental adalah penelitian yang melibatkan satu kelompok yang diberi treatment tertentu kemudian dilanjutkan dengan observasi/pengukuran. Quasi-experimental adalah penelitian yang melibatkan dua kelompok, satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontrol yang diseleksi tanpa prosedur penempatan acak. Pada penelitian quasiexperimental, kedua kelompok sama-sama diberikan pretest dan posttest, tetapi kelompok yang diberi treatment adalah kelompok eksperimen saja. True experimental adalah penelitian yang menerapkan prosedur random assigment untuk memilih kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, kedua kelompok juga diberi pretest dan posttest tetapi yang diberi treatment hanya kelompok eksperimen. Rancangan single-subject adalah rancangan yang menerapkan observasi terus menerus pada satu individu utama, dan diberikan treatment setelah dinilai perilaku dasarnya. Jenis penelitian ini termasuk kuasi eksperimental dengan desain peneilitian nonequivalent control group design yaitu pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak secara random (Sugiyono, 2012:118). Penelitian ini termasuk penelitian kuasi eksperimental karena menggunakan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah kelompok kelas yang sudah ada di sekolah yaitu kelas A 25

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan B. Untuk menentukan mana kelas eksperimen dan kontrolnya dengan cara undian. Sebelum eksperimen dilaksanakan, akan dilakukan pretest untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kemudian, pada akhir eksperimen juga dilakukan posttest pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen untuk mengetahui kemajuan belajar siswa dan untuk membandingkan hasil belajar antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Campbell dan Stanley (dalam Cohen, 2007: 276) mengungkapkan bahwa hasil penelitian menggunakan pretest dan posttest atau pengaruh kausal dari intervensi dapat dihitung dalam tiga langkah, yaitu: (1) kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok eksperimen untuk menghasilkan skor 1; (2) kurangi skor pretest dari nilai posttest untuk kelompok kontrol untuk menghasilkan skor 2; dan (3) kurangi skor 2 dari skor 1. Kemudian efek dari intervensi eksperimental akan menghasilkan rumus (O2 - O1) – (O4 – O3). Jika hasilnya negatif maka efek kausal negatif atau tidak ada pengaruh dan sebaliknya jika hasilnya positif (lebih dari nol) maka kausalnya positif atau ada pengaruh. Desain penelitian yang akan digunakan adalah sebagai berikut (Cohen, 2007: 278): O1 X O3 O2 O4 (Cohen, 2007: 283) Gambar 3.1 Desain Penelitian Keterangan: X = treatment/perlakuan dengan metode mind map O1 = rerata skor pretest kelompok eksperimen O2 = rerata skor posttest kelompok eksperimen O3 = rerata skor pretest kelompok kontrol O4 = rerata skor posttest kelompok kontrol Garis putus-putus berarti bahwa tidak ada pilihan antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen yang dilakukan secara random. Pada penelitian ini, pemilihan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dilakukan menggunakan proses undian. Kemudian kedua kelompok, baik eksperimen maupun kelompok kontrol diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa. Setelah itu, 26

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelompok eksperimen diberikan treatment berupa pembelajaran menggunakan mind map, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan treatment dan hanya melakukan pembelajaran seperti biasa yaitu menggunakan metode ceramah. 3.2 Setting Penelitian Penelitian ini dilaksanakan sekitar akhir bulan Februari hingga awal Maret. Penelitian dilakukan di SD Percobaan 3 Pakem yang beralamat di Jl. Kaliurang km.17, Sukunan, Pakem, Sleman, Yogyakarta. Lokasi sekolah terletak tepat di tepi jalan Kaliurang dan di depan RS Panti Nugroho Pakem. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah terfavorit di daerah Pakem. SDN Percobaan 3 Pakem mempunyai banyak prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik. Pada bidang akademik, sekolah ini selalu mendapatkan ranking lima besar se kabupaten Sleman. Sedangkan pada bidang non-akademik, sekolah juga sering menjuarai perlombaan-perlombaan mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi. Perlombaan-perlombaan yang pernah dimenangkan diantaranya perlombaan dalam bidang olah raga, paduan suara, menggambar, dll. siswa yang bersekolah di SD N Percobaan 3 Pakem rata-rata berasal dari keluarga dengn tingkat ekonomi menengah ke atas. Pekerjaan orang tua siswa juga beragam, di antaranya pegawai swasta, wiraswasta, PNS, dosen, dan sebagainya. Pemilihan tempat penelitian di SD N Percobaan 3 Pakem adalah karena di sekolah tersebut memang sering digunakan untuk penelitian-penelitian dari mahasiswa dari universitas di Yogyakarta. Selain itu, SD N Percobaan 3 Pakem memenuhi syarat untuk penelitian ekperimen kerena memiliki kelas pararel. Pembagian kelas pararel juga seimbang atau tidak berdasarkan kemampuan siswa. Penelitian dilaksanakan dalam waktu kurang lebih dua minggu. Jadwal pengambilan data dapat dilihat dalam tabel 3.1. Tabel 3.1 Jadwal Pengambilan Data Kelompok Kelompok Eksperimen (A) Kegiatan Pretest Pembelajaran tentang jenis pesawat sederhana (tuas/pengungkit) Pembelajaran tentang tentang jenis pesawat sederhana (bidang miring) Alokasi Waktu 2 x 35 menit Senin, 10 Februari 2014 2 x 35 menit Kamis, 13 Februari 2014 2 x 35 menit Kamis, 20 Februari 2014 Hari/Tanggal 27

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kelompok Kelompok Kontrol (B) Kegiatan Pembelajaran tentang tentang jenis pesawat sederhana (katrol dan roda berporos) Review materi dari awal sampai akhir materi pesawat sederhana Posttest I Posttest II Pretest Pembelajaran tentang jenis pesawat sederhana (tuas/pengungkit) Pembelajaran tentang tentang jenis pesawat sederhana (bidang miring) Pembelajaran tentang tentang jenis pesawat sederhana (katrol dan roda berporos) Review materi dari awal sampai akhir materi pesawat sederhana Posttest I Posttest II Alokasi Waktu Hari/Tanggal 2 x 35 menit Jumat, 21 Februari 2014 2 x 35 menit Sabtu, 22 Februari 2014 2 x 35 menit 2 x 35 menit 2 x 35 menit Kamis, 27 Februari 2014 Jumat, 21 Maret 2014 Senin, 10 Februari 2014 2 x 35 menit Senin, 17 Februari 2014 2 x 35 menit Selasa, 18 Februari 2014 2 x 35 menit Sabtu, 22 Februari 2014 2 x 35 menit Selasa, 25 Februari 2014 2 x 35 menit 2 x 35 menit Jumat, 28 Februari 2014 Jumat, 21 Maret 2014 3.3 Populasi dan Sampel Populasi menurut Sugiyono (2012: 119) adalah sekumpulan objek atau benda-benda yang diteliti, sedangkan sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta semester genap tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 64 siswa. Sampel untuk kelompok eksperimen adalah siswa kelas VA dengan jumlah siswa sebanyak 32 dan sampel untuk kelompok kontrol adalah siswa kelas VB dengan jumlah siswa 32. Kelompok eksperimen belajar menggunakan metode mind map dan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran yang biasa dilakukan yaitu metode ceramah. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara undian pada tanggal 5 Februari 2014 Proses pengundian kelompok eksperimen dan kelompok kontrol disaksikan oleh beberapa guru di sekolah tersebut dan hasilnya adalah kelas VA menjadi kelompok eksperimen dan kelas VB menjadi kelompok kontrol. Pemilihan tidak dilakukan secara random murni karena siswa telah terbiasa dengan keadaan kelas dan teman-teman sekelasnya. Jika pemilihan dilakukan dengan random, dikhawatirkan akan menyebabkan penelitian menjadi bias. 28

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pembelajaran pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol akan dilakukan oleh guru IPA di SDN Percobaan 3 Pakem. Pembelajaran dilakukan oleh guru yang sama pada kedua kelompok agar tidak ada kesenjangan atau perbedaan kemampuan guru dalam mengajar. Peneliti melakukan observasi atau pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung. 3.4 Variabel Penelitian Variabel merupakan segala sesuatu yang dipelajari atau diteliti oleh peneliti dan akan menghasilkan informasi yang diinginkan oleh peneliti kemudiaan dibuat kesimpulannya (Sugiyono, 2012: 64). Variabel dalam penelitian ini adalah: (1) Metode mind map sebagai variabel independen. Variabel independen adalah variabel penstimulus atau yang menyebabkan adanya perubahan pada variabel dependen (Sugiyono, 2012: 64). (2) Kemampuan eksplanasi dan regulasi diri adalah sebagai variabel dependen. Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya veriabel independen (Sugiyono, 2012: 64). Variabel Independen Variabel Dependen Kemampuan Eksplanasi Metode Mind map Kemampuan Regulasi diri Gambar 3.2. Variabel Penelitian 3.5 Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data menggunakan teknik tes berupa pretest dan posttest yang dilakukan di kelompok eksperimen serta kelompok kontrol dengan menggunakan instrumen yang sama. Posttest dilaksanakan selama dua kali yaitu posttest I dan posttest II. Tujuan pemberian posttest II adalah untuk mengetahui retensi pengaruh perlakuan (Krathwohl, 2004: 546). Soal pretest digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa pada kedua kelompok sebelum adanya pembelajaran. Sedangkan soal posttest digunakan untuk membandingkan hasil 29

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI belajar siswa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Selain itu peneliti juga melakukan wawancara dan observasi untuk lebih mengetahui pengaruh mind map serta kendala-kendalanya, karena Krathwohl (2004: 546) menganjurkan untuk memasukkan penelitian kualitatif dalam penelitian kuantitatif agar lebih dapat dipahami sudut pandang subjek yang diteliti terkait perlakuan dan variabel-variabel yang diteliti. Proses pengambilan data dilaksanakan dalam waktu dua minggu untuk menghindari bias (Krathwohl, 2004: 547). Pembelajaran dilaksanakan oleh satu guru IPA dan disebut sebagai guru mitra. Guru mitra berperan sebagai penyampai materi dengan metode mind map pada kelompok eksperimen, pada kelompok kontrol menggunakan metode yang biasanya atau tradisional. Sedangkan peneliti selama proses pembelajaran berperan sebagai pengamat atau observer. Semua instrumen penelitian maupun media yang digunakan dalam proses pembelajaran dirancang dan disiapkan oleh peneliti. Untuk lebih mengetahui sensitivitas penelitian, peneliti memberikan posttest II yang dilaksanakan dengan jarak 3 minggu dari posttest I. 3.6 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data-data yang akan digunakan oleh peneliti. Penelitian ini memerlukan dua macam data, yaitu skor pretest dan skor posttest. Instrumen yang akan digunakan yaitu tes tertulis berupa tes essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Tes essay adalah bentuk tes yang memberikan kebebasan bagi siswa dalam menjawab soal sesuai dengan pengetahuan yang mereka ketahui (Widoyoko, 2012: 79). Soal terdiri dari enam buah soal yang masing-masing mewakili setiap kemampuan berpikir kritis Facione, akan tetapi dalam penelitian ini hanya membahas dua variabel yaitu kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. Standar kompetensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5. Memahami hubungan antara gaya, gerak, dan energi, serta fungsinya. Kompetensi dasar yang digunakan adalah 5.2 Menjelaskan pesawat sederhana yang dapat membuat pekerjaan lebih mudah dan lebih cepat. Matriks pengembangan instrumen untuk soal pretest dan posttest dapat dilihat dalam tabel 3.2. 30

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel 3.2 Matriks Pengembangan Instrumen No Variabel - 1 Eksplanasi - 2 Regulasi diri - Indikator Menjelaskan gambar pesawat sederhana Menjelaskan alasan penggunaan pesawat sederhana Menguraikan langkah-langkah menggunakan pesawat sederhana Menjelaskan solusi untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pesawat sederhana Nomor soal 5 Menghargai pendapat teman Menilai kesimpulan dari keefektifan pesawat sederhana Menilai kelemahan dalam langkah yang tidak diambil Menguji argumen teman tentang pesawat sederhana 6 Kriteria penentuan skor atau rubrik penilaian dapat dilihat dalam tabel 3.3. Tabel 3.3 Rubrik Penilaian No. Soal Variabel Unsur-Unsur Kriteria Menjelaskan gambar, grafik, tabel dsb Jika dapat menjelaskan prinsip kerja alat dan dapat menceritakan isi gambar Jika dapat menjelaskan prinsip kerja alat namun tidak dapat menceritakan isi gambar Jika tidak dapat menjelaskan prinsip kerja alat namun dapat menceritakan isi gambar Jika tidak dapat menjelaskan prinsip kerja alat dan tidak dapat menceritakan isi gambar dapat menjelaskan 2 alasan dengan tepat dan logis dapat menjelaskan 2 alasan namun 1 alasan kurang tepat dapat menjelaskan 1 alasan dengan tepat dan logis dapat menjelaskan 1 alasan tidak tepat dan tidak logis Jika dapat menjelaskan 3 langkah dengan benar Jika dapat menjelaskan 2 langkah dengan benar Jika dapat menjelaskan 1 langkah dengan benar Jika tidak dapat menjelaskan langkah dengan benar Jika dapat memberikan pendapat benar dan alasan yang logis Jika dapat memberikan pendapat Menjelaskan alasan mengapa menggunakan suatu pilihan 1 Eksplanasi Menguraikan langkahlangkah yang digunakan untuk memecahkan masalah Menjelaskan alasan mengapa mengambil langkah tertentu Skor 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 31

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI No. Soal Variabel Unsur-Unsur Menghargai pendapat orang lain yang berbeda Menilai apakah ada kelemahan dalam langkah yang sudah diambil 2 Regulasi diri Menguji pendapat sendiri apakah terlalu berat sebelah Menguji apakah argumen yang digunakan memang sungguh bisa diterima Kriteria benar namun alasan tidak logis Jika memberikan pendapat benar namun tidak memberikan alasan Jika memberikan pendapat salah dan alasan tidak logis Menerima/menolak pendapat teman dengan mendengarkan dengan memberikan solusi dan memberikan alasan yang logis Menerima/menolak pendapat teman dengan mendengarkan dengan alasan tanpa solusi Menerima/menolak pendapat teman dengan memberikan solusi tanpa alasan Langsung menerima/menolak pendapat teman tanpa memberikan memberikan alasan dan solusi jika mampu mengatasi dan mampu mengungkapkan kelemahan jika mampu mengatasi namun tidak mampu mengungkapkan kelemahan jika tidak mampu mengatasi namun mampu mengungkapkan kelemahan jika tidak mampu mengatasi dan tidak mampu mengungkapkan kelemahan jika mampu menanggapi dan dapat memberikan saran dengan alasan yang objektif jika mampu menanggapi dan memberi saran yang objektif tanpa alasan atau mampu menanggapi tanpa memberikan saran jika tidak mampu menanggapi namun dapat memberikan saran dan alasan yang objektif jika tidak mampu menanggapi dan tidak mampu memberikan saran yang obyektif Jika dapat berpendapat dan dapat memberikan alasan yang benar Jika dapat berpendapat dan memberikan alasan yang salah Jika dapat berpendapat namun tidak bisa memberikan alasan Jika tidak dapat berpendapat namun tidak bisa memberikan alasan Skor 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 32

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.7 Teknik Pengujian Instrumen 3.7.1 Uji Validitas Validitas adalah derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti (Sugiyono, 2012: 361). Sugiyono (2012: 361) menjelaskan ada dua macam validitas, yaitu validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal berkenaan dengan derajad akurasi desain penelitian dengan hasil yang dicapai. Validitas eksternal berhubungan dengan derajad akurasi apakah hasil penelitian dapat diterapkan dalam populasi di mana sampel diambil. Validitas internal harus memenuhi validitas isi dan validitas konstruk. Validitas isi berhubungan dengan isi dan format instrumen yaitu apakah isinya dapat mengukur hal yang akan diukur oleh peneliti dan apakah formatnya sesuai untuk mengukur aspek tersebut (Sukmadinata, 2008: 229). Validitas konstruk berkenaan dengan struktur dan karakteristik psikologis aspek yang akan diukur dengan instrumen (Sukmadinata, 2008: 229). Tahapan pertama yang akan dilakukan adalah validitas isi. Validitas isi dilakukan dengan expert judgement dan face validity. Expert judgement dilakukan dengan memberikan instrumen beserta indikatornya kepada dosen ahli dan guru ahli, dalam hal ini dosen IPA dan Bahasa Indonesia serta guru IPA. Expert judgement akan menilai dan memberikan komentar terhadap instrumen yang telah dibuat peneliti layak atau tidak untuk diujikan. Face validity atau validitas muka menurut Cohen (2007: 163), “Face validity is where, superficially, the test ap – pears – at face value – to test what it is designed to test”. Maksudnya adalah untuk menilai wajah atau penampilan dari instrumen yang telah dirancang. Face validity diujikan dengan cara memperlihatkan soal kepada siswa untuk menilai kejelasan dari soal yang dibuat peneliti. Selanjutnya peneliti melakukan validitas konstruk. Validitas ini dilakukan berdasarkan analisis faktor (Widoyoko, 2012: 134). Validitas konstruk dilakukan dengan memberikan soal kepada siswa kelas V SD di sekolah yang bukan merupakan sekolah tempat dilakukannya penelitian. Sekolah yang dipilih adalah sekolah yang memiliki kriteria yang sama dengan SD tempat penelitian, yaitu SD Kanisius Condong Catur. Jumlah responden atau siswa kelas V di SD Kanisius 33

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Condong Catur ada 30 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 30 siswa karena jika data besar kemungkinan distribusi datanya akan normal (Field, 2009: 42). Teknik yang digunakan untuk menghitung validitas adalah teknik product moment dari Carl Pearson. Soal yang telah diujikan kemudian diolah menggunakan program IBM SPSS statistics 20 for Windows. Item yang dapat dikatakan valid adalah item yang mempunyai nilai r hitung > r tabel dengan taraf signifikansi 0,05. r tabel untuk 30 responden adalah 0,361 (Sugiyono, 2013: 455). Hasil uji validitas dapat dilihat dalam tabel 3.4 (Lampiran 3.1). Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas No. Soal 1 2 3 4 5 6 Variabel rtabel rhitung Sig. (2-tailed) Kualifikasi Interpretasi Analisis Evaluasi Inferensi Eksplanasi Regulasi diri 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.361 0.425 0.579 0.664 0.566 0.407 0.765 0.019 0.001 0.000 0.001 0.026 0.000 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Instrumen atau soal yang dikatakan valid adalah soal yang harga sig. (2tailed) < 0.05 (p < 0,05), atau nilai rhitung > rtabel. Berdasarkan data dalam tabel 3.4, variabel yang akan digunakan peneliti yaitu eksplanasi dan regulasi diri sudah valid. 3.7.2 Uji Reliabilitas Sukmadinata (2008: 229) menjelaskan bahwa reliabilitas adalah tingkat keajegan atau ketetapan hasil pengukuran. Keajegan yang dimaksud adalah apabila instrumen tersebut digunakan untuk mengukur beberapa kali hasilnya akan relatif sama. Sugiyono (2010: 364) juga mengatakan bahwa reliabilitas adalah konsistensi dan stabilitas suatu data atau penemuan. Item-item dari soal yang telah lolos uji validitas kemudian diuji reliabilitasnya menggunakan program IBM SPSS statistics 20 for Windows. Penentuan reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach (Widoyoko, 2012: 151) karena menggunakan instrumen dengan penskoran yang gradual (1 – 4), bukan penskoran 1 dan 0. Suatu item atau tes yang reliabel akan menunjukkan ketepatan dan ketelitian hasil dalam suatu pengukuran (Masidjo, 1995:209). Koefisien 34

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI reliabilitas dinyatakan dalam bilangan antara –1,00 sampai dengan 1,00. Kualifikasi koefisien reliabilitas dapat dilihat dalam tabel 3.5. Tabel 3.5 Kualifikasi Koefisien Reliabilitas Koefisien Korelasi 0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 Negatif – 0,20 Kualifikasi Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah Hasil perhitungan uji reliabilitas instrumen menggunakan uji Alpha Cronbach dan dihitung menggunakan program IBM SPSS statistics 20 for Windows adalah 0.546, sehingga jika disesuaikan dengan koefisien reliabilitas Masidjo termasuk dalam kualifikasi cukup reliabel. Tabel uji reliabilitas dapat dilihat dalam tabel 3.6 (Lampiran 3.2). Tabel 3.6 Uji Reliabilitas Alpha Cronbach 0,546 Kualifikasi Cukup 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini setelah data yang diperlukan terkumpul adalah dengan mengelompokkan data berdasarkan variabel, mentabulasi data, menyajikan data tiap variabel yang diteliti. Analisis data disajikan dalam bentuk statistik menggunakan program IBM SPSS statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Teknik analisis data meliputi: 3.8.1 Uji Normalitas Data Uji normalitas digunakan untuk menentukan suatau data terdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dihitung dengan menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov karena sampel diambil secara random dan data berskala interval atau ratio (Sarwono, 2010: 24). Uji normalitas sangat penting untuk dilaksanakan karena digunakan untuk menentukan jenis statistik yang digunakan selanjutnya. Jika data terdistribusi normal statistik yang digunakan yaitu statistik parametrik misalnya dengan Independent samples t-test atau Paired samples ttest. Jika data terdistribusi tidak normal, maka analisis selanjutnya manggunakan 35

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI statistik non parametrik misalnya dengan Mann-Whitney U test atau Wilcoxon signed ranks test. Ketentuan normalitas data menggunakan nilai probabilitas sig. (2-tailed) di IBM SPSS statistics 20 for Windows menurut Sarwono (2010: 25) adalah: a. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka data tidak terdisitribusi normal b. Jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data terdistribusi normal 3.8.2 Uji Pengaruh Perlakuan 3.8.2.1 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol apakah sama atau tidak. Data yang digunakan adalah data hasil skor pretest dari kedua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji perbedaan dibedakan menjadi 2, yaitu untuk data normal dan tidak normal. Jika data terdistribusi secara normal maka menggunakan statistik parametrik dengan Independent samples t-test dan jika data terdistribusi tidak normal maka analisis data dihitung menggunakan statistik non parametrik dengan Mann-Whitney U test. Analisis statistik dilakukan dengan program komputer IBM SPSS statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest kelompok kontrol dan skor pretest kelompok eksperimen. Pengambilan keputusan untuk menyimpulkan uji perbandingan menurut Priyatno (2010: 99) adalah: 1. Jika sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan pretest kelompok kontrol, dengan kata lain keduanya memiliki kemampuan awal yang sama. 2. Jika sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara pretest kelompok eksperimen dan pretest 36

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelompok kontrol, dengan kata lain keduanya memiliki kemampuan awal yang tidak sama. Kondisi yang ideal untuk dilakukan penelitian eksperimen adalah jika kedua kelompok baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol memiliki kemampuan awal yang sama. Artinya kedua kelompok memiliki titik pijak yang sama untuk dilakukan perbandingan. 3.8.2.2 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest Tujuan uji selisih skor pretest dan posttest adalah untuk mengetahui apakah penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. Secara prinsip menggunakan rumus (O2 - O1) – (O4 – O3) yaitu dengan mengurangkan selisih skor posttest–pretest pada kelompok kontrol dengan selisih skor posttest-pretest pada kelompok eksperimen. Analisis statistik dilakukan dengan program komputer IBM SPSS statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data terdistribusi secara normal maka menggunakan statistik parametrik Independent samples t-test dan jika data terdistribusi tidak normal maka analisis data dihitung menggunakan statistik non parametrik yaitu Mann-Whitney U test. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: : Ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest – posttest pada Hi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest – posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengambilan keputusan untuk menyimpulkan uji perbandingan menurut Priyatno (2010: 99) adalah sebagai berikut: 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan mind map tidak berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi atau regulasi diri. 2. Jika sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest dan posttest pada 37

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi atau regulasi diri. 3.8.3 Analisis Lebih Lanjut 3.8.3.1 Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest Uji peningkatan skor pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada masing-masing variabel di setiap kelompok baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Analisis statistik dilakukan dengan program komputer IBM SPSS statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data normal dihitung menggunakan statistik parametrik yaitu Paired samples t-test, dan jika data terdistribusi tidak normal digunakan statistik non parametrik yaitu Wilcoxon signed ranks test. Priyatno (2010: 102) mengatakan bahwa uji Paired atau uji sample berpasangan yang digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata dari dua sampel yang berpasangan. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah sebagai berikut Priyatno (2010: 102): 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak ada peningkatan skor yang signifikan dari pretest ke posttest. 2. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan skor posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terdapat peningkatan yang signifikan dari pretest ke posttest. 38

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Untuk mengetahui persentase peningkatan skor pretest dan posttest digunakan rumus sebagai berikut: Gambar 3.3 Rumus Persentase Peningkatan 3.8.3.2 Uji Besar Pengaruh Perlakuan (Effect Size) Uji besar pengaruh perlakuan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. Teknik pengujian klasik untuk mengetahui signifikansi pengaruh tidak dengan sendirinya apakah pengaruh tersebut cukup substansif atau tidak. Pentingnya suatu pengaruh ini sering disebut sebagai effect size. Field (2009:5657) mengatakan bahwa effect size merupakan suatu ukuran objektif yang memiliki standar tertentu untuk mengatahui suatu efek dari suatu perlakuan yang dihasilkan. Untuk mengetahui effect size digunakan koefisien Pearson. Kriteria untuk menentukan besarnya efek (Field, 2009: 57) adalah, jika r = 0,10 maka efek kecil (1%), jika r = 0,30 maka efek sedang (9%), dan jika r = 0,50 maka efek besar (25%). Untuk menghitung persentase pengaruh atau R2 dapat dilakukan dengan cara mengkuadratkan hasil r kemudian dikalikan 100%. Cara yang digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi adalah sebagai berikut, jika distribusi data normal harga t diubah menjadi harga r dengan rumus sebagai berikut (Field, 2009: 332): Gambar 3.4 Rumus Besar Efek untuk Data Normal Keterangan : r = besar efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson t = harga uji t df = harga derajad kebebasan (degree of freedom) 39

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Jika distribusi data tidak normal dapat menggunakan rumus berikut (Field, 2009: 550): Gambar 3.5 Rumus Besar Efek untuk Data Tidak Normal Keterangan : r = besar efek (effect size) yang menggunakan koefisien korelasi Pearson Z = harga konversi dari standar deviasi (dari uji statistik Wilcoxon) N = jumlah total observasi (dalam hal ini 2 x jumlah siswa) 3.8.3.3 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Untuk mengetahui retensi pengaruh, Krathwohl (2004: 546) menyarankan untuk melakukan posttest II. Posttest II dapat dilakukan 3-4 minggu setelah posttest I. Hasil posttest II di uji normalitasnya menggunakan rumus KolmogorovSmirnov. Jika nilai sig. (2-tailed) < 0,05 maka data tidak terdisitribusi normal dan jika nilai sig. (2-tailed) > 0,05 maka data terdistribusi normal (Sarwono, 2010: 25). Selanjutnya data hasil posttest II dibandingkan dengan data posttest I menggunakan program IBM SPSS statistics versi 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika data normal dihitung menggunakan statistik parametrik yaitu Paired samples t-test, dan jika data terdistribusi tidak normal digunakan statistik non parametrik yaitu Wilcoxon signed ranks test. Analisis data menggunakan hipotesis statistik sebagai berikut: Hi : Ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hnull : Tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan menurut Priyatno (2010: 102) adalah sebagai berikut 1. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 maka Hnull diterima dan Hi ditolak. Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain tidak 40

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI terjadi penurunan/peningkatan skor yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II. 2. Jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya ada perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan/peningkatan yang signifikan dari posttest I ke posttest II. Untuk mengetahui persentasi penurunan/peningkatan skor posttest I dan posttest II digunakan rumus sebagai berikut: Gambar 3.6 Rumus Persentase Peningkatan 3.8.3.4 Dampak Perlakuan pada Siswa Pada penelitian eksperimental dianjurkan untuk memasukkan elemen penelitian kualitatif untuk lebih menyingkap sudut pandang subjek yang diteliti (Krathwohl, 2004: 547). Untuk mengetahui dampak perlakuan pada siswa peneliti melakukan observasi dan wawancara. Trianto (2010: 267) mengungkapkan bahwa observasi merupakan pemusatan perhatian pada suatu objek menggunakan indra pengelihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, dan jika perlu menggunakan pengecapan untuk memperoleh data. Teknik observasi digunakan oleh peneliti untuk mengamati perilaku siswa yang berkaitan dengan keaktifan siswa, konsentrasi, dan minat belajar siswa pada saat pembelajaran pesawat sederhana. Observasi dilakukan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Peneliti juga melakukan wawancara kepada guru mitra dan enam orang siswa dari kelompok eksperimen untuk mengetahui dampak mind map. Wawancara dilaksanakan dengan teknik tidak terstruktur, yaitu wawancara langsung tanpa menggunakan teks pertanyaan agar narasumber tidak merasa bahwa dirinya sedang dinilai. Hasil observasi dan wawancara selanjutnya akan diolah menggunakan teknik trianggulasi. Sugiyono (2012: 327) mengatakan bahwa triangulasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara menggabungkan berbagai teknik pengumpulan data yang sudah ada dan sumber data yang telah 41

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ada. Dalam penelitian ini, trianggulasi dilakukan dengan cara menggabungkan data hasil wawancara dengan guru dan siswa serta dari hasil observasi yang dilakukan peneliti ketika proses pembelajaran berlangsung. Pertanyaan untuk wawancara dengan guru dan siswa dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 3.7 Pertanyaan Wawancara dengan Guru No. Pertanyaan 1 Metode yang biasa digunakan 2 Alasan pemilihan metode 3 Tanggapan mengenai metode mind map 4 Pengalaman menggunakan mind map 5 Efektivitas mind map 6 Perbedaan kelompok eksperimen dan kontrol (keaktifan, konsentrsasi, dan minat) Tabel 3.8 Pertanyaan Wawancara dengan Siswa No. Pertanyaan 1 Perasaan belajar dengan mind map 2 Pengalaman menggunakan mind map 3 Manfaat mind map 4 Rencana selanjutnya 3.8.3.5 Konsekuensi Lebih Lanjut Konsekuensi lebih lanjut bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan metode inovatif dalam hal ini adalah mind map terhadap peningkatan kompetensi siswa atau kemampuan belajar siswa. Cara yang dilakukan adalah dengan melihat hasil tes essay dalam pretest dan posttest pada kemampuan eksplanasi dan regulasi diri. Penggunaaan metode inovatif dalam hal ini mind map diharapkan akan membantu mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa. Konsekuensi lebih lanjut akan membantu memberikan jawaban untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. 42

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini membahas hasil penelitian dan pembahasan. Hasil penalitian berisi deskripsi data penelitian yaitu data yang diperoleh untuk dianalisis. Selanjutnya analisis data untuk menguji hipotesis penelitian. Diuraikan juga pembahasan hasil penelitian. 4.1 Implementasi Pembelajaran Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental yang melibatkan dua kelas yaitu kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB sebagai kelompok kontrol. Pemilihan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara undian yang disaksikan oleh guru IPA. Penelitian dilakukan di SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta untuk mengetahui pengaruh metode mind map terhadap kemampuan berpikir kritis dalam mata pelajaran IPA. Kemampuan berpikir kritis meliputi enam kemampuan yaitu, interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Dalam penelitian ini hanya akan dibahas kemampuan berpikir kritis aspek eksplanasi dan regulasi diri, sedangkan kemampuan lainnya akan dibahas oleh peneliti lain. Pada setiap pembelajaran, peneliti meminta guru mitra atau guru IPA sebagai pengajar baik di kelas kontrol maupun di kelas eksperimen. Peran peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai pengamat atau observer. Walaupun yang bertindak sebagai pengajar adalah guru mitra, tetapi yang menyiapkan segara perangkat pembelajaran dan media pembelajaran adalah peneliti. Guru atau pengajar melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP yang dibuat oleh peneliti yang sebelumnya juga telah dikonsultasikan pada guru ahli. Langkah-langkah pembelajaran dalam kelas kontrol dan eksperimen terdiri dari kegiatan awal, inti, dan kegiatan akhir. Perbedaan pembelajaran dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah metode pembelajarannya. Pembelajaran dalam kelas eksperimen menggunakan metode mind map dan pembelajaran dalam kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Peneliti membantu menyiapkan 43

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pembelajaran dan mengamati serta mencatat segala sesuatu yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Penelitian dilaksanakan selama dua minggu. Jumlah pertemuan setiap kelas sama yaitu empat kali pertemuan dan setiap pertemuan selama 2 x 35 menit. Sebelum pertemuan pertama dilaksanakan, peneliti memberikan soal pretest pada masing-masing kelompok dengan soal yang sama. Setelah pertemuan keempat, siswa mengerjakan posttest I, kemudian posttest II dilaksanakan 3 minggu setelah posttest I. 4.1.1 Kelompok Kontrol Langkah pembelajaran dalam kelompok kontrol pada umumnya sama dengan pembelajaran yang biasa dilakukan. Kelas yang menjadi kelompok kontrol adalah kelas VB dengan jumlah siswa sebanyak 32 anak. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama empat kali pertemuan. Sebelum belajar guru memimpin berdoa, kemudian memberikan apersepsi dengan tanya jawab mengenai materi pesawat sederhana. Kemudian guru menjelaskan pokok pembelajaran serta tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Langkah kedua yaitu kegiatan inti. Pada kegiatan inti guru menggunakan metode ceramah. Guru menjelaskan materi pesawat sederhana kepada siswa dan siswa mendengarkan penjelasan guru. Pada pertemuan pertama, guru menjelaskan pesawat sederhana pengungkit, pertemuan kedua guru menjelaskan tentang bidang miring, pertemuan ketiga menjelaskan tentang katrol dan roda berporos, kemudian pada pertemuan keempat guru melakukan review pembelajaran pada tiga pertemuan sebelumnya. Selama kegiatan pembelajaran berlangsung, guru hanya menjelaskan dengan ceramah tanpa menggunakan media pembelajaran. Kemudian pada kegiatan akhir, guru membuat kesimpulan pembelajaran yang berlangsung. Kemudian siswa melakukan refleksi. Guru juga memberikan tugas kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya. 44

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.1.2 Kelompok Eksperimen Kelas yang dijadikan sebagai kelompok eksperimen adalah kelas VA dengan jumlah siswa sama dengan kelompok kontrol yaitu 32 anak. Jumlah pertemuan juga sama dengan pertemuan pada kelompok kontrol selama empat pertemuan. Pertemuan pertama membahas tentang pengungkit atau tuas, pertemuan kedua bidang miring, pertemuan ketiga katrol dan roda berporos, dan pertemuan terakhir adalah review dari seluruh materi pesawat sederhana. Langkah kegaiatan sama dengan kelompok kontrol, hanya saja dalam kegiatan inti guru menggunakan metode mind map. Pada kegiatan awal, guru melakukan apersepsi dengan tanya jawab. Kemudian guru memperlihatkan contoh-contoh mind map dan menjelaskan cara membuat mind map. Selanjutnya guru menguraikan pokokpokok pembelajaran yang akan dilaksanakan serta tujuan pembelajaran. Pada kegiatan awal juga biasanya guru mengulas sedikit materi pada pertemuan sebelumnya menggunakan mind map yang dibuat siswa. Siswa juga mengumpulkan mind map yang sudah diperbaiki di rumah. Langkah berikutnya yaitu kegiatan inti. Pada kegiatan inti, pertama siswa membaca materi dan guru memberikan penjelasan sambil membuat mind map. Kemudian guru meminta siswa untuk membuat mind map sesuai dengan materi sesuai dengan tujuh langkah membuat mind map menurut Tony Buzan. Langkah pembauatan mind map adalah sebagai berikut: 1) siswa menggambar mind map mulai dari bagian tengah kertas; 2) selanjutnya membuat ide sentral atau ide pokok yang disertai dengan gambar agar lebih menarik; 3) siswa juga disarankan untuk menggunakan warna-warna yang menarik; 4) lalu siswa membuat cabang dari ide pokok atau ide sentral sesuai dengan materi yang dipelajari; 5) setiap cabang dibuat dengan garis yang melengkung; 6) setelah itu siswa menulis satu kata kunci untuk setiap cabang; 7) terakhir, siswa menambahkan gambar yang sesuai dan dapat membantu mengingat materi. Setelah mind map selesai, beberapa siswa mempresentasikan mind map buatannya di depan kelas dan guru memberikan pendapat, komentar, serta saran terhadap mind map buatan siswa. Pada pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga siswa membuat mind map secara individu, sedangkan pada pertemuan keempat siswa membuat mind map secara berkelompok. Selanjutnya di pertemuan keempat siswa membuat mind map 45

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI materi pesawat sederhana secara menyeluruh bersama teman-teman satu kelompok menggunakan kertas manila. Kegiatan akhirnya guru dan siswa menyimpulkan kegiatan pembelajaran dan melakukan refleksi. Selanjutnya guru memberikan tugas kepada siswa untuk memperbaiki mind map yang mereka buat dan belajar membuat mind map serta mempelajari meteri pada pertemuan berikutnya. Mind map yang telah diperbaiki siswa akan dibahas lagi secara singkat pada pertemuan selanjutnya sebagai kegiatan apersepsi agar siswa tidak melupakan materi sebelumnya. 4.2 Hasil Penelitian Hasil penelitian yang akan dibahas lebih lanjut mengenai deskripsi data dan dipaparkan lebih lengkap mengenai data pretest dan posttest kelompok eksperimen dan kontrol pada masing-masing kemampuan yaitu eksplanasi dan regulasi diri. Data yang diperoleh peneliti dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan disertai data kualitatif untuk lebih mengetahui retensi pengaruh tindakan. Data kuantitatif yang diperoleh adalah hasil pretest, posttest I, dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan soal tes essay. Tes essay dipilih karena dalam menjawab soal siswa perlu pemikiran yang lebih dalam menjawab dan mampu mengetahui kemampuan siswa dalam menjelaskan. Soal essay terdiri dari enam soal yang terdiri dari kemampuan interpretasi, analis, evaluasi, inferensi, eksplanasi, dan regulasi diri. Masingmasing soal mewakili satu aspek kemampuan berpikir kritis menurut Facione. Dalam penelitian ini yang akan dibahas dalah kemampuan berpikir kritis aspek eksplanasi dan regulasi diri. Soal essay diberikan pada pretest, posttest I, dan posttest II pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga ada enam jenis data yang diperoleh yaitu data pretest kelompok eksperimen, data posttest I kelompok eksperimen, data posttest II kelompok eksperimen, data pretest kelompok kontrol, data posttset I kelompok kontrol, dan data posttest II kelompok kontrol. Soal yang digunakan sebelumnya telah dikonsultasikan kepada ahli yaitu guru dan dosen dan hasilnya layak untuk digunakan dalam penelitian. 46

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pada bagian berikut akan dipaparkan hasil analisis statistik. Seluruh analisis statistik dalam penelitian menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. 4.2.1 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Eksplanasi 4.2.1.1 Uji Normalitas Data Analisis yang pertama dilakukan adalah uji normalitas. Data hasil pretest, posttest I, dan posttest II dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diuji normalitas datanya menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 for Windows. Uji normalitas bertujuan untuk menentukan analisis statistik yang akan digunakan selanjutnya. Jika hasil sig. (2tailed) < 0,05 maka data tidak normal, dan jika hasil sig. (2-tailed) > 0,05 maka data normal. Hasil uji normalitas untuk kemampuan eksplanasi dapat dilihat pada tabel 4.1 (Lampiran 4.2). Tabel 4.1 Data Hasil Uji Normalitas Kemampuan Eksplanasi No. 1 2 3 4 4 5 6 8 Kelompok Eksperimen Kontrol Rerata Pretest Posttest I Posttest II Selisih Pretest-Posttest I Pretest Posttest I Posttest II Selisih Pretest-Posttest I Sig. (2-tailed) 0,639 0,542 0,229 0,639 0,107 0,103 0,439 0,256 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Hasil uji normalitas pretest, posttest I, posttest II, dan selisih pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan eksplanasi menunjukkan bahwa data normal karena harga sig. (2-tailed) > 0,05, sehingga analisis data selanjutnya menggunakan statistik parametrik. Analisis data selanjutnya yang perlu dilakukan adalah : 1) uji perbedaan kemampuan awal, yaitu analisis data dengan membandingkan skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui perbedaan kondisi awal siswa sebelum mendapatkan perlakuan; 2) uji selisih skor pretest dan posttest I dengan membandingkan selisih skor pretest ke posttest I antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol; 3) uji peningkatan skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk 47

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengetahui peningkatan skor pada masing-masing kelompok tersebut; 4) uji besar efek perlakuan, yaitu untuk mencari persentase besarnya efek perlakuan penggunaan mind map pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol; dan 5) uji retensi pengaruh dengan melakukan posttest II. 4.2.1.2 Uji Pengaruh Perlakuan 1. Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol apakah sama atau tidak. Data yang digunakan adalah data hasil skor pretest dari kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji perbedaan kemampuan awal dihitung dengan rumus Independent samples t-test karena data normal. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05 maka ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika hasil sig. < 0,05 maka tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 0,650 dengan harga sig. 0,423 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Kriteria pengambilan keputusan untuk Independent samples t-test adalah jika hasil sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak ada perbedaan kemampuan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan jika hasil sig. (2-tailed) < 0,05 maka terdapat perbedaan kemampuan antara kelompok ekperimen dan kelompok kontrol. Hasil uji perbedaan kemampuan awal dapat dilihat pada tabel 4.2 (Lampiran 4.4). Tabel 4.2 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Kemampuan Eksplanasi Hasil Pretest Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol F Sig. (2-tailed) 0,650 0,090 Keterangan Tidak ada perbedaan Hasil pretest menunjukkan skor yang diperoleh kelompok kontrol pada kemampuan eksplansi memiliki M = 1,6; SE = 0,09; SD = 0,49 dan kelompok eksperimen memiliki M = 1,8; SE = 0,09; SD = 0,49. Jadi antara kelompok 48

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kontrol dan kelompok eksperimen mempunyai hasil skor yang tidak terlalu berbeda dengan nilai t(62) = 1,723. Harga sig. (2-tailed) Independent samples ttest dari pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan nilai 0,090 (p > 0,050). Dapat disimpulkan bahwa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan kemampuan yang signifikan atau kedua kelas memiliki kemampuan awal yang seimbang dalam kemampuan eksplanasi. 2. Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Uji selisih dilakukan dengan cara menghitung selisih antara skor posttest I dan pretest dalam kemampuan eksplanasi. Selisih skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kemudian diuji normalitasnya menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan mendapatkan hasil sig. (2-tailed) sebesar 0,639 sehingga data normal. Selisih skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan selisih pretest dan posttest I pada kelompok kontrol menggunakan program IBM SPSS statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan rumus Independent samples t-test karena data normal. Sebelum Independent samples t-test digunakan, perlu dilakukan uji asumsi dengan Levene’s test untuk memriksa homogenitas varians. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah, jika harga sig. > 0,05 maka ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika hasil sig. < 0,05 maka tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 0,563 dengan harga sig. 0,456 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Kriteria yang digunakan untuk menyimpulkan Independent samples t-test adalah jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan eksplanasi. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 artinya tidak perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok ekperimen dan 49

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI kelompok kontrol pada kemampuan eksplanasi. Hasil perhitungan selisih skor pretest dan posttest I dapat dilihat pada tabel 4.3 (lihat lampiran 4.5). Tabel 4.3 Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest I pada Kemampuan Eksplanasi Selisih Skor Pretest ke Posttest I Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol F Sig. (2-tailed) Keterangan 0,563 0,002 Ada perbedaan Hasil selisih skor yang diperoleh kelompok eksperimen memiliki M = 0,68; SE = 0,09; SD = 0,54 dan kelompok kontrol pada kemampuan eksplansi memiliki M = 0,27; SE = 0,09; SD = 0,48 dengan t(62) = 3,3. Harga Independent Samples t-test dari selisih skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu 0,002 (p < 0,05). Artinya adalah ada perbedaan selisih yang signifikan dari skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Untuk lebih memperjelas perbedaan selisih dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Selisih Pretest-Posttest I Kemampuan Eksplanasi Berdasarkan grafik di atas, terlihat jelas bahwa terdapat perbedaan selisih yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Mean pada kelompok eksperimen adalah 0,68 sedangkan mean pada kelompok kontrol adalah 50

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 0,266. Kelas eksperimen memiliki selisih skor pretest ke posttest I lebih tinggi daripada kelompok kontrol. 4.2.1.3 Analisis lebih Lanjut 1. Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I Uji peningkatan skor pretest dan posttest I dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan antara skor pretest dan posttest I pada kemampuan eksplanasi di setiap kelompok baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Uji peningkatan dihitung menggunakan Paired samples t-test dalam program IBM SPSS statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah, jika harga sig. (2tailed) < 0,05 maka ada peningkatan dari skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan eksplanasi. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 artinya tidak ada peningkatan dari skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan eksplanasi. Hasil perhitungan peningkatan skor pretest ke posttest I dapat dilihat pada tabel 4.4 (Lampiran 4.6). Tabel 4.4 Perbandingan Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I pada Kemampuan Eksplanasi No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol Rerata Pretest Posttest I 1,76 2,44 1,55 1,81 Peningkatan (%) 38,67 17,17 Sig. (2-tailed) 0,000 0,004 Keputusan Ada perbedaan Ada perbedaan Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama-sama ada perbedaan, karena nilai sig. (2-tailed) sama-sama < 0,05. Dengan kata lain, kedua kelompok mengalami peningkatan skor yang signifikan. Hal ini didasarkan pada skor rerata mean. Besar peningkatan lebih besar pada kelompok eksperimen. Pada kelompok eksperimen terjadi peningkatan sebesar 38,67%, sedangkan pada kelompok kontrol hanya sebesar 17,17%. Secara umum hasil uji kenaikan skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Untuk kelompok eksperimen diperoleh M = 2,44; SE = 0,09; SD = 0,54. Sementara pada kelompok kontrol diperoleh M = 1,81; SE = 0,08; SD = 0,48. Perbedaan ini signifikan dengan nilai df = 31; t = 7,17; p = 0,000 (p < 0,05). 51

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Untuk memperjelas perbandingan kenaikan skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada grafik berikut: 3.00 2.50 2.44 2.00 1.81 1.76 1.55 1.50 KelEksperimen KelKontrol 1.00 .50 .00 pretest posttest Gambar 4.2 Grafik Peningkatan Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Eksplanasi 2. Uji Besar Pengaruh Perlakuan Pengaruh perlakuan dapat juga disebut effect size. Untuk menghitung besarnya effect size untuk data normal menurut Field (2009: 332) dapat menggunakan rumus berikut: Kriteria untuk menentukan besarnya efek menurut Field (2009: 57) adalah, jika r = 0,10 maka efek kecil (1%), jika r = 0,30 maka efek sedang (9%), dan jika r = 0,50 maka efek besar (25%). Untuk menghitung persentase pengaruh atau R2 dapat dilakukan dengan cara mengkuadratkan hasil r kemudian dikalikan 100%. Hasil uji pengaruh perlakuan pada kemampuan eksplanasi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 4.5. Tabel 4.5 Besar Efek Perlakuan pada Kemampuan Eksplanasi No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol t 7,174 3,136 t2 51,466 9,834 df 31 31 r 0,79 0,49 R2 0,6225 0,2411 Pada kelompok eksperimen besar efek perlakuan % 62,25 24,11 Efek Besar Sedang r = 0,79 dengan persentasi sebesar 62,25%, sehingga dapat disimpulkan memiliki efek yang besar. 52

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sedangkan pada kelompok kontrol, besar efek perlakuan r = 0,49 dengan persentase sebesar 24,11%, sehingga dapat disimpulkan memiliki efek sedang. 3. Uji Retensi Pengaruh Perlakuan Untuk mengetahui retensi pengaruh, Krathwohl (2004: 546) menyarankan untuk melakukan posttest II. Posttest II dapat dilakukan 3 minggu setelah posttest I. Hasil posttest II dibandingkan dengan posttest I untuk melihat apakah ada perubahan peningkatan atau penurunan menggunakan rumus Paired samples ttest. Jika sig. 2-tailed > 0,05 maka tidak ada perubahan dari skor posttest I dan skor posttest II dan jika sig. 2-tailed < 0,05 maka ada perubahan dari skor posttest I dan skor posttest II. Data yang menunjukkan adanya perubahan dilihat reratanya untuk mengetahui perubahan yang terjadi meningkat atau menurun. Hasil uji Paired samples t-test dapat dilihat pada tabel 4.6 (Lampiran 4.7). Tabel 4.6 Perbandingan Skor Posttest I dengan Posttest II pada Kemampuan Eksplanasi No Kelompok 1 2 Eksperimen Kontrol Rerata Posttes I Posttest II 2,44 1,80 1,81 1,55 Peningkatan % -26,23 -14,36 Sig. (2-tailed) 0,000 0,011 Keputusan Ada penurunan Ada penurunan Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa harga sig. (2-tailed) pada kelompok eksperimen sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan M = -0,65; SE = 0,12; SD = 0,66; maka terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok eksperimen. Dengan kata lain terjadi penurunan skor yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II pada kemampuan eksplanasi di kelompok eksperimen. Pada kelompok kontrol harga sig. (2-tailed) sebesar 0,011 (p < 0,05) dengan M = -0,27; SE = 0,1; SD = 0,56; maka terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest I dan posttest II pada kelompok kontrol. Dengan kata lain terjadi penurunan skor yang signifikan dari skor posttest I ke posttest II pada kemampuan eksplanasi di kelompok kontrol. Untuk memperjelas besar penurunan dapat dilihat pada grafik berikut: 53

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3.00 2.50 2.44 2.00 1.81 1.76 1.55 1.50 1.79 1.55 KelEksperimen KelKontrol 1.00 .50 .00 pretest posttest posttest2 Gambar 4.3 Grafik Uji Retensi Pengaruh pada Kemampuan Eksplanasi 4.2.2 Pengaruh Penggunaan Mind Map terhadap Kemampuan Regulasi Diri 4.2.2.1 Uji Normalitas Data Sama dengan analisis pada kemampuan eksplanasi, analisis yang pertama dilakukan adalah uji normalitas. Data hasil pretest, posttest I, dan posttest II dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diuji normalitas datanya menggunakan rumus Kolmogorov-smirnov menggunakan program IBM SPSS Statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95%. Uji normalitas bertujuan untuk menentukan analisis statistik yang akan digunakan selanjutnya. Jika hasil sig. (2-tailed) < 0,05 maka data tidak normal, dan jika hasil sig. (2tailed) > 0,05 maka data normal. Hasil uji normalitas untuk kemampuan regulasi diri dapat dilihat pada tabel 4.7 (Lampiran 4.8). Tabel 4.7 Data Hasil Uji Normalitas Kemampuan Regulasi diri No. 1 2 3 4 4 5 6 8 Kelas Eksperimen Kontrol Rerata Pretest Posttest I Posttest II Selisih Pretest-Posttest I Pretest Posttest I Posttest II Selisih Pretest-Posttest I Sig. (2-tailed) 0,235 0,663 0,301 0,825 0,061 0,515 0,515 0,058 Keterangan Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Hasil uji normalitas pretest, posttest I, dan posttest II pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa data normal karena harga sig. 54

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI (2-tailed) > 0,05, sehingga analisis data selanjutnya menggunakan statistik parametrik. Analisis data selanjutnya yang perlu dilakukan adalah : 1) uji perbedaan kemampuan awal, yaitu analisis data dengan membandingkan skor pretest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui perbedaan kondisi awal siswa sebelum mendapatkan perlakuan; 2) uji selisih skor pretest dan posttest I dengan membandingkan selisih skor pretest ke posttest I antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol; 3) uji peningkatan skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol untuk mengetahui peningkatan skor pada masing-masing kelompok tersebut; 4) uji besar efek perlakuan, yaitu untuk mencari persentase besarnya efek perlakuan penggunaan mind map pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol; dan 5) uji retensi pengaruh dengan melakukan posttest II. 4.2.2.2 Uji Pengaruh Perlakuan 1. Uji Perbedaan Kemampuan Awal Uji perbedaan kemampuan awal dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol apakah sama atau tidak. Data yang digunakan adalah data hasil skor pretest dari kedua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji perbedaan kemampuan awal dihitung dengan rumus Independent samples t-test karena data normal. Sebelum dilakukan analisis ini perlu dilakukan uji homogenitas varians dengan Levene’s test. Jika harga sig. > 0,05 maka ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika hasil sig. < 0,05 maka tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 1,248 dengan harga sig. 0,268 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas varians sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Kriteria untuk menyimpulkan Independent samples t-test adalah jika hasil sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak ada perbedaan kemampuan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dan jika hasil sig. (2-tailed) < 0,05 maka terdapat perbedaan kemampuan antara kelompok kontrol dan kelompok 55

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI eksperimen. Hasil uji perbedaan kemampuan awal dapat dilihat pada tabel 4.8 (Lampiran 4.10 ). Tabel 4.8 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Kemampuan Regulasi Diri Hasil Pre-Test Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol F Sig. (2-tailed) 1,248 1,00 Keterangan Tidak ada perbedaan Hasil pretest menunjukkan skor yang diperoleh kelompok eksperimen memiliki M = 1,7; SE = 0,11; SD = 0,64 dan kelompok kontrol pada kemampuan regulasi diri memiliki M = 1,7; SE = 0,14; SD = 0,79. Antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan nilai t(62) = 0,000. Harga sig. (2-tailed) Independent samples t-test dari pretest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan nilai 1,00 (p > 0,050). Dapat disimpulkan bahwa pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan kemampuan yang signifikan atau kedua kelas memiliki kemampuan awal yang seimbang dalam kemampuan regulasi diri. 2. Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Uji selisih dilakukan dengan cara menghitung selisih antara skor posttest I dan pretest dalam kemampuan regulasi diri. Selisih skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol kemudian diuji normalitasnya menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan mendapatkan hasil sig. (2-tailed) sebesar 0,639 sehingga data normal. Selisih skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan selisih pretest dan posttest I pada kelompok kontrol menggunakan program IBM SPSS statistics 20 for Windows dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan rumus Independent samples t-test karena data normal. Sebelum Independent samples t-test digunakan, perlu dilakukan uji asumsi dengan Levene’s test untuk memeriksa homogenitas varians. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah, jika harga sig. > 0,05 maka ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Jika hasil sig. < 0,05 maka tidak ada homogenitas varians pada kedua data yang dibandingkan. Hasil analisis Levene’s test dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh harga F = 1,035 dengan harga sig. 0,313 (p > 0,05). Dengan demikian terdapat homogenitas 56

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI varians sehingga bisa digunakan Independent samples t-test untuk analisis selanjutnya. Kriteria untuk menentukan Independent samples t-test adalah jika harga sig. (2-tailed) < 0,05 maka ada perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan regulasi diri. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 artinya tidak perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan regulasi diri. Hasil perhitungan selisih skor pretest dan posttest I dapat dilihat pada tabel 4.9 (Lampiran 4.11). Tabel 4.9 Perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest I pada Kemampuan Regulasi Diri Selisih Skor Pretest ke Posttest I Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol F Sig. (2-tailed) Keterangan 1,035 0,011 Ada perbedaan Hasil selisih skor yang diperoleh kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan regulasi diri memiliki M = 0,09; SE = 0,14; SD = 0,82 dan dengan t(62) = 2,6. Harga Independent samples t-test dari selisih skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yaitu 0,011 (p < 0,05). Artinya adalah ada perbedaan selisih yang signifikan dari skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Untuk lebih memperjelas perbedaan selisih dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 4.4 Grafik Perbandingan Selisih Pretest-Posttest I pada Kemampuan Regulasi diri 57

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Berdasarkan gambar pada grafik, terlihat jelas bahwa terdapat perbedaan selisih yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Mean pada kelompok eksperimen adalah 0,5469 sedangkan mean pada kelompok kontrol adalah 0,0938. Kelompok eksperimen memiliki selisih skor pretest ke posttest I lebih tinggi daripada kelompok kontrol. 4.2.2.3 Analisis Lebih Lanjut 1. Uji Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I Uji peningkatan skor pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui apakah ada peningkatan antara skor pretest dan posttest pada kemampuan regulasi diri di setiap kelompok baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. Uji kenaikan dihitung menggunakan Paired samples t-test. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah, jika harga sig (2-tailed) < 0,05 maka ada peningkatan dari skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada kemampuan regulasi diri. Jika harga sig. (2-tailed) > 0,05 artinya tidak ada peningkatan dari skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil perhitungan peningkatan skor pretest ke posttest dapat dilihat pada tabel 4.10 (Lampiran 4.12). Tabel 4.10 Perbandingan Peningkatan Skor Pretest ke Posttest I pada Kemampuan Regulasi diri No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol Rerata Pretest Posttest I 1,67 2,22 1,67 1,67 Peningkatan (%) 32,71 Sig. (2-tailed) 0,000 1,77 0,520 Keputusan Ada peningkatan Tidak ada peningkatan Hasil Paired samples t-test menunjukkan bahwa ada peningkatan skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen karena sig. (2-tailed) menunjukkan nilai 0,00 (p < 0,05); sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada peningkatan karena sig. (2-tailed) > 0,05. Pada kelompok eksperimen terjadi peningkatan sebesar 38,67%, sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada peningkatan karena mean hanya berubah 1,77%. Hasil uji kenaikan skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Untuk kelompok eksperimen diperoleh M = 2,22; SE = 0,1; SD = 0,55. Sementara 58

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pada kelompok kontrol diperoleh M =1,77; SE = 0,14; SD = 0,82. Perbedaan ini signifikan dengan nilai df = 31; t = 5,609; p = 0,000 (p < 0,05). Untuk memperjelas perbandingan kenaikan skor pretest ke posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada grafik berikut: 2.50 2.22 2.00 1.77 1.67 1.50 KelEksperimen 1.00 KelKontrol .50 .00 pretest posttest Gambar 4.5 Grafik Peningkatan Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Regulasi Diri 2. Uji Besar Pengaruh Perlakuan Pengaruh perlakuan dapat juga disebut effect size. Untuk menghitung besarnya effect size untuk data normal menurut Field (2009: 332) dapat menggunakan rumus berikut: Kriteria untuk menentukan besarnya efek menurut Field (2009: 57) adalah, jika r = 0,10 maka efek kecil (1%), jika r = 0,30 maka efek sedang (9%), dan jika r = 0,50 maka efek besar (25%). Untuk menghitung presentase pengaruh atau R2 dapat dilakukan dengan cara mengkuadratkan hasil r kemudian dikalikan 100%. Hasil uji pengaruh perlakuan pada kemampuan regulasi diri dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dapat dilihat pada tabel 4.11. Tabel 4.11 Besar Efek Perlakuan pada Kemampuan Regulasi Diri No 1 2 Kelompok Eksperimen Kontrol t 5,609 0,651 t2 31,461 0,424 df 31 31 r 0,504 0,116 R2 0,2540 0,0134 % 25,40 1,34 Efek Besar Kecil 59

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pada kelompok eksperimen besar efek perlakuan r = 0,504 dengan persentasi sebesar 25,40%, sehingga dapat disimpulkan memiliki efek yang besar. Sedangkan pada kelompok kontrol, besar efek perlakuan r = 0,116 dengan persentase sebesar 1,34%, sehingga dapat disimpulkan memiliki efek kecil. 3. Uji Retensi Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Regulasi Diri Untuk mengetahui retensi pengaruh, Krathwohl (2004: 546) menyarankan untuk melakukan posttest II. Posttest II dapat dilakukan 3 minggu setelah posttest I. Hasil posttest II dibandingkan dengan posttest I untuk melihat apakah ada perubahan peningkatan atau penurunan menggunakan rumus Paired samples ttest. Jika sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak ada perubahan dari skor posttest I dan skor posttest II dan jika sig. (2-tailed) < 0,05 maka ada perubahan dari skor posttest I dan skor posttest II. Data yang menunjukkan adanya perubahan dilihat reratanya untuk mengetahui perubahan yang terjadi meningkat atau menurun. Hasil uji Paired samples t-test dapat dilihat pada tabel 4.12 (Lampiran 4.13). Tabel 4.12 Perbandingan Skor Posttest I dengan Posttest II pada Kemampuan Regulasi Diri No Kelompok 1 2 Eksperimen Kontrol Mean Posttes I Posttest II 2,22 1,98 1,77 1,67 Peningkatan % -10,81 -5,65 Sig. (2-tailed) 0,046 0,348 Keputusan Ada penurunan Tidak ada penurunan Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa hasil uji Paired Samples t-test dalam kelompok kelompok eksperimen terdapat perubahan dari posttest I ke posttest II karena nilai sig. (2-tailed) adalah 0,046 (p < 0,05) dengan nilai M = 0,24; SE = 0,12; SD = 0,66; sedangkan pada kelompok kontrol tidak ada penurunan yang signifikan karena hasil sig. (2-tailed) adalah 0,348 (p > 0,05) dengan M = -0,09; SE = 0,1; SD = 0,56. Untuk memperjelas besar penurunan dapat dilihat pada grafik berikut: 60

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.50 2.22 2.00 1.98 1.67 1.77 1.67 1.50 KelEksperimen 1.00 KelKontrol .50 .00 pretest posttest posttest2 Gambar 4.6 Grafik Uji Retensi Pengaruh pada Kemampuan Regulasi Diri Berdasarkan grafik di atas dapat dilihat bahwa hasil posttest II pada kelompok eksperimen mengalami penurunan, sedangkan pada kelompok kontrol hasil posttest II sama dengan hasil pretest siswa. Jadi pada kelompok kontrol tidak ada peningkatan pada posttest I dan tidak ada penurunan pada posttest II. 4.3 Pembahasan 4.3.1 Pengaruh Penerapan Mind Map terhadap Kemampuan Eksplanasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi siswa kelas V di SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta pada mata pelajaran IPA. Hal ini dibuktikan dengan hasil skor posttest I antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sangat berbeda. Hasil skor posttest I kelompok eksperimen dalam kemampuan eksplanasi lebih tinggi dibandingkan dengan hasil skor posttest I pada kelompok kontrol. Hasil analisis selisih skor pretest ke skor posttest I pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan hasil sig. (2-tailed) sebesar 0,002 (p < 0,05) yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisih skor pretest ke posttest I kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen. Dengan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa pembelajaran menggunakan metode mind map dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis aspek eksplanasi dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah. Perbedaan pengaruh juga dapat dilihat pada grafik peningkatan skor pretest ke posttest I. Dalam grafik tersebut terlihat bahwa pada kelompok eksperimen dan pada kelompok kontrol sama-sama mengalami 61

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI peningkatan, akan tetapi peningkatan pada kelompok eksperimen lebih tinggi dari pada pada kelompok kontrol. Kelompok kontrol juga mengalami peningkatan namun tidak signifikan. Kegiatan pembelajaran antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen menggunakan metode yang berbeda. Kegiatan pembelajaran pada kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Selama kegiatan belajar berlangsung, guru mempunyai peran yang lebih banyak dari pada siswa. Dalam kelas kontrol siswa hanya diam dan mendengarkan penjelasan guru. Peneliti melihat bahwa pada awal pembelajaran siswa masih kondusif, sedangkan setelah setengah jam pembelajaran siswa mulai kurang kondusif sehingga tidak memperhatikan penjelasan guru. Kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen menggunakan metode mind map. Melalui metode mind map, siswa terlihat lebih aktif belajar. Siswa mambuat mind map sesuai dengan kreativitas masing-masing. Dengan mind map siswa belajar untuk bisa menjelaskan alasanalasan mereka dalam membuat mind map menggunakan gambar-gambar, warnawarna yang dipilih, dan cabang-cabang yang dibuat siswa. Catatan dalam bentuk mind map membantu siswa untuk menjelaskan materi dengan lebih jelas dibandingkan ketika mereka hanya membaca buku. Siswa juga belajar untuk menjalankan sebuah prosedur, yaitu prosedur membuat mind map. Berdasarkan hasil belajar tersebut dapat dikatakan bahwa mind map mempengaruhi kemampuan eksplanasi siswa. Seperti yang diungkapkan oleh Facione (1990) bahwa kemampuan eksplanasi merupakan kemampuan untuk menjelaskan dan memberikan alasan dari bukti atau konsep untuk membuat kesimpulan. Facione (1990) juga mengungkapkan bahwa kemampuan eksplanasi juga terdiri dari kemampuan menjelaskan penalaran, menjustifikasi prosedur dan memberikan alasan yang kuat. Hal ini sesuai dengan yang didapatkan oleh siswa melalui pembelajaran menggunakan mind map. Alasan di atas juga didukung oleh Michalko (dalam Buzan, 2008: 6-7) yang mengatakan bahwa mind map memiliki manfaat untuk mengaktifkan kerja otak dan membuat seseorang lebih fokus serta membantu untuk membandingkan sebuah konsep materi. Oleh karena itu, siswa yang belajar menggunakan mind map memiliki kemampuan eksplanasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan metode ceramah. 62

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4.3.2 Pengaruh Penerapan Mind Map Terhadap Kemampaun Regulasi Diri Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode mind map berpengaruh terhadap kemampuan regulasi diri siswa kelas V di SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta pada mata pelajaran IPA. Hal ini dibuktikan dengan hasil skor posttest I antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sangat berbeda. Hasil skor posttest I kelompok eksperimen dalam kemampuan regulasi diri lebih tinggi dibandingkan dengan hasil skor posttest I pada kelompok kontrol. Hasil analisis selisih skor pretest ke skor posttest I pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan hasil sig. (2-tailed) sebesar 0,011 (p < 0,05) yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara selisish skor pretest ke posttest I kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Dengan hasil tersebut, dapat dikatakan bahwa pembelajaran menggunakan metode mind map dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis aspek regulasi diri dibandingkan dengan menggunakan metode ceramah. Perbedaan pengaruh juga dapat dilihat pada grafik peningkatan skor pretest ke posttest I. Dalam grafik tersebut terlihat bahwa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan sedangkan pada kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Kegiatan pembelajaran antara kelompok kontrol dengan kelompok eksperimen menggunakan metode yang berbeda. Kegiatan pembelajaran pada kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Dalam kelas kontrol siswa hanya diam dan mendengarkan penjelasan guru. Peneliti mengamati bahwa pada awal pembelajaran siswa masih kondusif, kemudian setelah setengah jam pembelajaran siswa mulai kurang kondusif sehingga tidak memperhatikan penjelasan guru. Kegiatan pembelajaran pada kelompok eksperimen menggunakan metode mind map. Melalui metode mind map, siswa terlihat lebih aktif belajar. Siswa mambuat mind map sesuai dengan kreativitas masing-masing. Dengan mind map siswa belajar mengoreksi pekerjaan diri sendiri apakah sudah benar atau sesuai dengan buku atau belum. Mind map juga membuat siswa saling berinteraksi dan saling bertukar pikiran untuk menentukan bentuk, gambar, cabang, bahkan warna dalam mind map sehingga kemampuan regulasi diri siswa dapat berkembang. Seperti yang diungkapkan oleh Facione (1990) bahwa kemampuan regulasi diri merupakan kemampuan untuk mengoreksi diri dan 63

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menilai pendapat orang lain, berusaha tidak memihak, berpikiran adil, obyektif, dan rasional. Pembelajaran menggunakan metode mind map membuat siswa saling bertukar pikiran, saling mengoreksi pekerjaan diri sendiri maupun orang lain, sehingga siswa belajar untuk mengungkapkan pemikiran atau pendapat mereka. Sedangkan pada kelompok kontrol siswa hanya belajar dengan mendengarkan, sehingga siswa tidak berinteraksi dengan siswa lainnya. Hal tersebut membuat siswa tidak belajar bagaimana mengungkapkan pendapatnya dan mengoreksi pendapat sendiri maupun pendapat orang lain. 4.3.3 Dampak Perlakuan Terhadap Siswa Selama melakukan penelitian peneliti melakukan observasi saat pembelajaran berlangsung. Peneliti juga melakukan wawancara kepada guru dan enam orang siswa setelah penelitian berakhir. Wawancara kepada guru dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2014, sedangkan wawancara dengan siswa dilaksanakan pada tanggal 13 Maret 2014. Peneliti mewawancarai 6 siswa pada kelompok eksperimen yang memiliki kemampuan berbeda-beda. Pada kelompok eksperimen, guru mengajar menggunakan metode mind map. Pada awal pembelajaran guru menjelaskan materi secara singkat kemudian membuat mind map bersama dengan siswa. Guru membuat mind map dengan baik dan jelas, namun tidak secara menyeluruh agar siswa mampu membuat dengan kreasi mereka dan tidak menirukan mind map buatan guru. Sedangkan pada kelompok kontrol, guru menjelaskan materi dengan cara berceramah dan sesekali melakukan tanya jawab dengan siswa. Guru hanya berdiri di depan kelas dan tidak mengelilingi kelas. Ketika observasi peneliti melihat siswa dalam kelas eksperimen atau siswa yang belajar dengan menggunakan mind map terlihat aktif dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Siswa mampu membuat mind map dengan baik sesuai dengan kreatifitas mereka masing-masing. Sedangkan pada kelas kontrol atau yang belajar menggunakan metode ceramah, peneliti melihat bahwa lebih dari setengah siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru secara menyeluruh atau hanya memperhatikan sebagian dari penjelasan guru. Guru juga mengungkapkan hal yang hampir sama dengan observasi peneliti. Peneliti 64

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI bertanya kepada guru bagaimana perbedaan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol dalam hal keaktifan, guru mengatakan bahwa kelompok eksperimen atau kelas VA lebih banyak bertanya, kemudian juga mereka lebih rajin membuat catatan dalam bentuk mind map. Beliau berkata “...Kalau saya perhatikan anak-anak kelas A (eksperimen) lebih aktif belajar, terus bertanya tentang mind mapnya...” (komunikasi pribadi dengan guru pada tanggal 10 Maret 2014). Guru juga menambahkan bahwa di kelas VB (kelompok kontrol) banyak yang mengobrol sendiri dan jarang sekali menanyakan masalah materi kepada guru. Mengenai metode pembelajaran, guru mengatakan “Untuk materi pesawat sederhana saya rasa menggunakan metode mind map sangat cocok ya... Banyak sub babnya dan contoh bendanya” (komunikasi pribadi dengan guru pada tanggal 10 Maret 2013). Siswa pada kelompok eksperimen juga cenderung lebih berkonsentrasi, mereka membuat mind map dengan serius dan berusaha mendapatkan hasil yang terbaik. Pembicaraan antar siswa yang terjadi pada kelompok eksperimen masih berhubungan dengan materi atau pelajaran, sedangkan pada kelompok kontrol siswa banyak yang membicarakan hal lain di luar pembelajaran. Siswa pada kelompok kontrol terlihat malas-malasan saat memperhatikan guru ataupun menjawab pertanyaan dari guru. Guru mengatakan dalam hal konsentrasi, kelompok eksperimen lebih berkonsentrasi daripada kelompok kontrol. Hal tersebut terlihat dari keseriusan siswa ketika sedang mengerjakan mind map. Guru menjelaskan “...mereka juga lebih konsentrasi, walaupun ramai tapi ramainya itu berhubungan dengan materi atau mind mapnya...” (komunikasi pribadi dengan guru pada tanggal 10 Maret 2014). Pada kelompok eksperimen siswa terlihat lebih berminat ketika belajar dibandingkan dengan siswa pada kelompok kontrol. Ketika guru akan memasuki kelas, siswa pada kelompok eksperimen menyambut guru dengan antusias dan siswa pada kelompok kontrol hanya biasa saja. Siswa di kelompok eksperimen juga memperlihatkan wajah yang senang ketika belajar. Siswa pada kelompok kontrol banyak yang tidak memperhatikan guru saat belajar. Ketika wawancara dengan guru, beliau mengatakan “...otomatis minat belajarnya baik, lebih tinggi dari kelas B (kontrol)...” (komunikasi pribadi dengan guru pada tanggal 10 Maret 65

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2014). Menurut guru, siswa di kelompok eksperimen lebih berminat karena mereka memperoleh suasana baru saat belajar, sedangkan pada kelompok kontrol siswa hanya mendengarkan sehingga semangat belajarnya rendah. Peneliti juga melakukan wawancara dengan enam orang siswa yang belajar menggunakan metode mind map. Berdasarkan hasil wawancara, diperoleh data bahwa tiga orang siswa senang menggunakan mind map, dua orang siswa senang tetapi bosan jika terus-terusan, dan satu orang biasa saja. Semua siswa mengatakan bahwa mind map membantu mereka dalam memahami materi pesawat sederhana. Siswa A mengatakan “kalau pakai mind map bisa lebih ingat dari pada cuma membaca buku.” Siswa B mengatakan “iya soalnya kayak ringkasan jadi lebih singkat”, dan siswa C mengatakan “iya, lebih enak baca mind map dari pada baca buku soalnya kalau baca buku banyak banget” (komunikasi pribadi dengan siswa pada tanggal 13 Maret 2014). Pada umumnya siswa menyukai metode mind map dan dapat merasakan manfaatnya secara langsung. Siswa E bahkan mengatakan bahwa siswa tersebut akan menggunakan mind map untuk belajar mata pelajaran lain selain IPA. Peneliti bertanya apakah siswa akan menggunakan mind map untuk belajar mata pelajaran lain, kemudian siswa E menjawab “iya, kan bisa buat nyatet rumus matematika, buat belajar IPS, terus apa lagi ya...PKN bisa juga ya” (percakapan pribadi dengan siswa pada tanggal 13 Maret 2014). Bersadarkan hasil observasi, wawancara guru, dan wawancara dengan siswa, dapat disimpulkan bahwa mind map memberi dampak posistif bagi siswa. Siswa yang belajar dengan menggunakan mind map menjadi lebih aktif bertanya, belajar, dan lebih berkonsentrasi mengikuti kegiatan pembelajaran, sehingga minat belajar siswa menjadi lebih besar. Mind map juga membantu siswa dalam belajar. Tampilan mind map yang ringkas dan menarik membuat siswa lebih bersemangat untuk belajar sehingga materi lebih cepat terserap dari pada hanya membaca buku pelajaran. 4.3.4 Konsekuensi Lebih Lanjut Perbaikan kualitas pendidikan di Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah dengan cara memberikan sertifikasi pada guru, peraturan jam 66

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI mengajar guru, dan pelatihan guru seperti yang dituliskan dalam artikel World Bank PBB ternyata belum mendapatkan hasil yang maksimal. Pemberian sertifikasi pada guru belum bisa meningkatkan kualitas pembelajaran karena tidak secara langsung membenahi masalah pengajaran. Perbaikan kualitas pembelajaran seharusnya lebih melihat pada proses pembelajaran bukan dari luarnya. Pemberian sertifikasi pada guru justru membuat anggaran pendidikan banyak dihabiskan untuk gaji guru dan belum secara nyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Seperti yang ditulis dalam artikel World Bank PBB bahwa tidak ada perbedaan cara mengajar guru dan hasil belajar siswa yang diajar oleh guru yang mendapat sertifikasi dengan guru yang tidak bersertifikasi (Chang, dkk, 2014: 4). Metode mind map memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap peningkatan kompetensi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan hasil pretest ke posttest siswa dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil posttest pada kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan baik dalam kemampuan eksplanasi maupun regulasi diri. Besar peningkatan sama-sama menunjukkan efek yang besar. Sedangkan hasil posttest pada kelompok kontrol dalam kemampuan eksplanasi menunjukkan efek sedang dan dalam kemampuan regulasi diri menunjukkan efek yang kecil. Jadi dapat dikatakan bahwa metode mind map terbukti baik digunakan untuk meningkatkkan kompetensi belajar siswa. Metode pembelajaran mind map dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Mind map secara sederhana dan tanpa mengeluarkan banyak biaya ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa yang belajar menggunakan mind map mendapatkan hasil yang lebih baik daripada siswa yang belajar menggunakan metode konvensional. Jadi, perbaikan kualitas pembelajaran sebaiknya dilakukan dengan memperbaharui metode pembelajaran yang digunakan. Dalam dunia pendidikan telah banyak dikenal berbagai macam metode inovatif dengan cirik hasnya masing-masing. Metode mind map yang menekankan cara mencatat menggunakan gambar dan cabang-cabang yang berwarna-warni dapat membantu memusatkan perhatian siswa, membuat siswa lebih kritis dan kreatif, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa. 67

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Bab V merupakan bab penutup yang berisi kesimpulan, keterbatan penelitian, dan saran. Kesimpulan menunjukkan hasil penelitian dan menjawab dari hipotesis penelitian. Keterbatasan penelitian berisi keterbatasan-keterbatasan selama penelitian berlangsung. Saran berisikan saran bagi penelitian selanjutnya. 5.1 Kesimpulan 5.1.1 Penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan eksplanasi siswa kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2013/204. Hal ini dapat terlihat pada nilai perbandingan selisih skor pretest ke posttest pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh nilai M = 0,68; SE = 0,09; SD = 0,54 dan pada kelompok kontrol memperoleh M = 0,27; SE = 0,09; SD = 0,48 dengan t(62) = 3,3. Hasil uji selisih menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,002 (p < 0,05), maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Peningkatan kemampuan eksplanasi di kelompok eksperimen sebesar 62,25% dengan koefisien korelasi r = 0,79 yang masuk kategori efek besar sehingga penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan eksplanasi. 5.1.2 Penggunaan mind map berpengaruh terhadap kemampuan regulasi diri siswa kelas V SD N Percobaan 3 Pakem Yogyakarta pada mata pelajaran IPA semester genap tahun ajaran 2013/204. Hal ini dapat terlihat pada nilai signifikansi pada perbandingan selisih skor pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok eksperimen memperoleh nilai M = 0,55; SE = 0,1; SD = 0,55 dan pada kelompok kontrol memperoleh M = 0,09; SE = 0,14; SD = 0,82 dengan t(62) = 2,6. Hasil uji selisih menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,011 (p < 0,05), maka Hnull ditolak dan Hi diterima. Peningkatan kemampuan regulasi diri di kelompok eksperimen sebesar 25,40% dengan koefisien korelasi r = 68

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 0,504 yang masuk kategori efek besar sehingga penggunaan mind map berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan regulasi diri. 5.2 Keterbatasan Penelitian 5.2.1 Siswa pada awalnya belum mengenal dan belum mengetahui cara pembuatan mind map. Walaupun sudah dijelaskan, tetapi masih ada beberapa siswa yang membuat mind map seperti peta konsep. 5.2.2 Ketika pembelajaran beberapa siswa tidak membawa pensil warna sehingga menghambat pembuatan mind map. 5.2.3 Ketika melaksanakan posttest II siswa sudah mulai bosan mengerjakan soal sehingga hasilnya kurang maksimal. 5.3 Saran 5.3.1 Sebelum melaksanakan penelitian usahakan seluruh siswa benar-benar memahami metode yang digunakan (dalam penelitian ini mind map) sehingga hasilnya lebih maksimal 5.3.2 Selalu ingatkan siswa untuk membawa pensil warna sehari sebelum pembelajaran atau membawa pensil warna cadangan untuk siswa yang lupa. 5.3.3 Beri motivasi pada siswa pada saat mengerjakan soal sehingga siswa tidak bosan. 69

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR REFERENSI Aziz, B. (2012). Pengaruh metode pembelajaran peta pikiran terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok getaran dan gelombang di kelas VIII SMP Negri 12 Binjai. Jurnal Pendidikan Fisika, 1(1), 51-56. Azmiyawati, dkk. (2008). IPA salingtemas 5: untuk SD/MI kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Brinkmann, A. (2003). Graphical knowledge display – mind mapping and concept mapping as efficient tools in mathematics educatin. Mathematics Education Review, 35-48. Buzan, T. (2008). Buku pintar mind map. Jakarta: PT Gramedia Utama. Buzan, T. (2008). Buku pintar mind map untuk anak: Agar anak mudah menghafal dan berkonsentrasi. Jakarta: PT Gramedia Utama. Candra, B.S. (2011). Pengaruh penerapan metode inkuiri terhadap prestasi belajar dan berpikir kritis kategori kognitif pada mata pelajaran IPA SDK Demangan Baru 1. Yogyakarta: Skripsi mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Chang, dkk. (2014). Teacher reform in Indonesia: The role of politics and evidence in policy making. Washington: The World Bank. Cohen, L., Lawrence M. & Keith M. (2007). Research methods in education (sixth edition). London: Routledge. Cresswell, J.W. (2012). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed (edisi ketiga/terjemahan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Erwan. (2010). Jenis benda. Diakses tanggal 4 Oktober 2013 dari http://dunianyaanakkita.blogspot.com/2010/08/kumpulan-mindmappingmateri-pelajaran.html Facione. (1990). Critical thinking: A statement of expert consensus for purposes of educational assessment and instruction. California: California Academic Press, Santa Clara University. Retrieved from ERIC database. (ED. 315423). Field, A. P. (2009). Discovering statistics using SPSS. London: SAGE. Ismaimuza. (2013). Kemampuan berpikir kritis dan kreatif matematis siswa SMP melalui pembelajaran berbasis masalah dengan strategi konflik kognitif. Jurnal Teknologi, 63(2), 33-37. 70

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Johnson, E.B. (2007). Contextual teaching and learning: Menjadikan kegiatan belajar-mengajar mengasyikkan dan bermakna. Bandung: MLC. Krathwohl, D. R. (2004). Methods of educational and social science resesrh: An integrated approach. Illionis: Waveland Press. Majid, A. (2009). Perencanaan pembelajarn: Mengembangkan standar kompetensi guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Masidjo. (1995). Penilain pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta: Kanisius. Mulyasa. (2006). Menjadi guru profesional: Menciptakan pembelajaran kreatif dan menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Ningsih, R.W., dkk. (2013). Pengaruh penggunaan teknik mencatat mind map terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa. Jurnal Bioterdidik, vol.1(5). OECD. (2009). Whats students know and can do: Students performance in reading, mathematics, and science Diakses tanggal 8 April 2014, dari http://www.oecd.org/pisa/46643496.pdf OECD. (2013). PISA 2012 result: Whats students know and can do: Students performance in reading, mathematics, and science (Volume I) Diakses tanggal 8 April 2014, dari http://dx.doi.org/10.1787/9789264201118-en Priyatno, D. (2010). Teknik mudah dan cepat melakukan analisis data penelitian dengan SPSS dan tanya jawab ujian pendadaran. Yogyakarta: Gava Media. Salkind, N.J. (2009). Teori-teori perkembangan manusia: Sejarah kemunculan, konsepsi dasar, analisis komparatif, dan aplikasi. Bandung: Penerbit Nusa Indah. Samatowa, U. (2011). Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks. Sarwono, J. (2010). PASW statistik 18: Belajar statistik menjadi mudah dan cepat. Yogyakarta: ANDI. Septiarini, T.A. (2012). Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan. Yogyakarta: Skripsi mahasiswa Universitas Sanata Dharma. Sugiyono. (2008). Statistika untuk penelitian. Bandung: Alfabeta. 71

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sugiyono.(2012). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, N.S. (2008). Metode penelitian tindakan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Sulistyanto, H. & Edy. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam: untuk SD/MI kelas 5. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Suparno. (2001). Teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Yogyakarta: Kanisius. Syarifudin, A. & Utami. (2011). Penalaran argumen dalam wacana tulis argumentatif sebagai upaya membudayakan berpikir kritis di SMA. Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra, 7(1), 65-76. Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu. Jakarta: Bumi Aksara. Widoyoko. (2012). Teknik penyusunan instrumen penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yamin, M. (2008). Desain pembelajaran berbasis tingkat satuan pendidikan. Jakarta: Gaung Persada Press. Yusuf, S. (2009). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 72

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN 73

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1.1 Silabus Kelompok Kontrol 74

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1.2 Silabus Kelompok Eksperimen 78

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1.3 RPP Kelompok Kontrol 82

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 1.4 RPP Kelompok Eksperimen 94

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 103

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 104

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 105

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 106

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2.1 Instrumen Penelitian Bacalah kasus di bawah ini! Setiap hari Minggu seluruh warga desa Sukamaju akan melakukan kerja bakti untuk membersihkan desa. Sebelum melakukan kerja bakti, mereka menyiapkan berbagai peralatan terlebih dahulu. Alat-alat yang digunakan seperti cangkul, sabit, sapu lidi, penyerok sampah, kereta dorong, ember, sekop, gunting rumput, linggis, cethok, tang, cathut, dan lain-lain. Selain itu, mereka juga menyiapkan berbagai tanaman untuk ditanam. Bapak-bapak bertugas untuk membersihkan selokan dan memotong rumput liar menggunakan gunting rumput. Ibu-ibu bertugas untuk menyapu dan menanam tanaman. Sedangkan anak-anak bertugas untuk membuang sampah-sampah, mengambil tanah humus menggunakan kereta sorong untuk menanam tanaman, dan mengambil air dari sumur untuk menyirami tanaman. Soal: 1. Dari cerita di atas, alat-alat yang digunakan untuk bekerja bakti antara lain: cangkul, sabit, sapu lidi, penyerok sampah, kereta dorong, ember, sekop, gunting rumput dan lain-lain. Manakah yang termasuk ke dalam pesawat sederhana jenis pengungkit? Golongkan ke dalam pengungkit jenis I, II dan III! Jawab:............................................................................................................. 2. Pak Ilham diminta untuk mrnggali tanah yang akan digunakan untuk menanam pohon. Ada tiga alat yang dapat digunakan oleh Pak Ilham yaitu: a. Linggis b. Cangkul c. Cethok Apakah persamaan dan perbedaan menggali tanah dengan ketiga alat di atas? Manakah cara yeng lebih tepat? Berikan alasannya! Jawab:............................................................................................................. 3. Anak-anak desa Sukamaju yang melakukan kerja bakti akan memotong rumput yang ada di sekitar jalan yang ada di desa tersebut. Struktur tanahnya bergelombang, tidak rata dan ada batu-batu kerikil di sekitarnya. Di bawah ini ada beberapa pilihan alat untuk memotong rumput, dari ketiga alat di bawah 107

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ini manakah cara relevan, cepat dan efektif yang dapat digunakan untuk memotong rumput? Jelaskan alasanmu! a. Memotong rumput dengan menggunakan gunting rumput b. Memotong rumput dengan menggunakan sabit c. Memotong rumput menggunakan alat yang di dorong menyerupai gerobak kecil namun tanpa menggunakan mesin Jawab:............................................................................................................. 4. Roni akan mengambil air dari sumur, tetapi di sumur tidak ada alat untuk mengambil air. Ada berapa kemungkinan cara yang dapat dilakukan oleh Roni untuk menimba air? Kemukakan cara-cara tersebut dan buatlah kesimpulannya! Jawab:............................................................................................................. 5. Perhatikan gambar di bawah ini! a. Ceritakan isi gambar di atas dan jelaskan prinsip kerja alat di atas! b. Mengapa saat menggunakan alat pada gambar, pekerjaan menjadi lebih cepat? c. Jelaskan langkah-langkah dalam menggunakan alat pada gambar di atas! d. Sebut dan jelaskan alat lain di dalam cerita yang dapat digunakan untuk mengangkut tanah! Jawab:............................................................................................................. 6. Kamu dan beberapa temanmu diminta untuk menaikkan tanah humus ke dalam gerobak dorong. Pada tempat tersebut terdapat alat berupa sekop dan ember. Temanmu menyarankan untuk memasukkan tanah ke dalam ember menggunakan tangan kemudian dipindahkan ke kereta dorong. Apakah kamu setuju dengan pendapat temanmu? Jelaskan alasanmu! Jawab:............................................................................................................. 108

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA Mrican, Tromol Pos 29 Yogyakarta 55002, Telp. (0274) 513301, 515352; Fax. (0274) 56283 Hompage: http://www.usd.ac.id Nama :...................................................... Kelas :...................................................... LEMBAR JAWAB SISWA 1. ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ............................................................................................................ 2. ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ............................................................................................................ 3. ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ............................................................................................................ 4. ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ 109

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ............................................................................................................ 5. ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ............................................................................................................ 6. ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ........................................................................................................................ ............................................................................................................ 110

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2.2 Kunci Jawaban Soal 5. Perhatikan gambar di bawah ini! e. Ceritakan isi gambar di atas dan jelaskan prinsip kerja alat di atas! f. Mengapa saat menggunakan alat pada gambar, pekerjaan menjadi lebih cepat? g. Jelaskan langkah-langkah dalam menggunakan alat pada gambar di atas! h. Sebut dan jelaskan alat lain di dalam cerita yang dapat digunakan untuk mengangkut tanah! Jawab: a. Gambar di atas adalah gambar anak mendorong gerobak roda satu yang berisi tanah. Prinsip kerjanya menggunakan pengungkit jenis 2 titik tumpu pada pegangan, kuasa pada roda, dan beban pada cekung tempat tanah. b. Pekerjaan menjadi lebih cepat karena gerobak dapat mengangkut banyak tanah dan beban terasa lebih ringan akibat adanya roda. c. Bawa gerobak ke dekat tanah yang akan di angkut, masukkan tanah ke dalam gerobak, dorong gerobak menuju tempat tujuan d. Alat yang dapat diggunakan selain gerobak adalah ember, karena ember mempunyai cekungan yang bisa menampung benda 6. Kamu dan beberapa temanmu diminta untuk menaikkan tanah humus ke dalam gerobak dorong. Pada tempat tersebut terdapat alat berupa sekop dan ember. Temanmu menyarankan untuk memasukkan tanah ke dalam ember menggunakan tangan kemudian dipindahkan ke kereta dorong. Apakah kamu setuju dengan pendapat temanmu? Jelaskan alasanmu! Jawab: Saya kurang setuju dengan pendapat teman, karena menurut saya cara tersebut akan membutuhkan lebih banyak waktu dan tangan menjadi kotor. Menurut saya lebih baik langsung memasukkan tanah ke dalam kereta dengan menggunakan skop atau cangkul. Hal tersebut akan lebih cepat dan lebih mudah 111

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2.3 Expert Judgement Intsrumen Soal No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Komponen Penilaian Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator Kualitas perilaku yang dituntut dalam indikator mencerminkan keutuhan perkembangan pribadi siswa Kesesuaian kecakapan 1 dengan item soal yang diberikan Kesesuaian kecakapan 2 dengan item soal yang diberikan Kesesuaian kecakapan 3 dengan item soal yang diberikan Kesesuaian kecakapan 4 dengan item soal yang diberikan Kesesuaian kecakapan 5 dengan item soal yang diberikan Kesesuaian kecakapan 6 dengan item soal yang diberikan Kejelasan perintah pengerjaan soal Kualitas pedoman penilaian Bentuk muka instrumen tes yang diberikan Penggunaan Bahasa Indonesia dan tat tulis baku Jumlah Rata-rata Dosen 1 Skor (1-4) Dosen 2 Guru IPA 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 2 2 4 3 2 4 3 2 4 2 34 47 40,67 Komentar Perintah usahakan lebih konkret dan sederhana sehingga mudah dipahami Bahasa disusun yang lebih baik 41 Rentang Skor No. 1 2 3 4 Bobot Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan Keseluruhan instrumen sudah layak digunakan dengan revisi Keseluruhan instrumen kurang layak digunakan Keseluruhan instrumen tidak layak digunakan Skor terbobot 37 – 48 25 – 36 12 – 24 1 – 12 112

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 2.4 Expert Judgement Silabus dan RPP SILABUS No. 1 2 3 4 5 6 7 Komponen Penilaian Kelengkapan komponen silabus Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator Kesistematisan langkah-langkah pembelajaran Kesesuaian alokasi waktu dengan materi ajar dan langkah-langkah pembelajaran Kelengkapan sumber belajar yang digunakan Kesesuaian teknik penilaian dengan indikator Penggunaan Bahasa Indonesia dan tata tulis baku Jumlah Skor (1-5) 5 5 5 Komponen Penilaian Kelengkapan komponen RPP Kesesuaian antara SK, KD, dan indikator Keseuaian rumusan tujuan pembelajaran dengan indikator Kesesuaian materi ajar dengan SK dan KD Ketepatan pemilihan model/metode pembelajaran Tingkat kesesuaian langkah-langkah pembelajaran dengan indikator, tujuan, dan model/metode Kesesuaian penilaian dengan indikator yang akan dicapai Kelengkapan sumber belajar yang digunakan Kesesuaian media pembelajaran dengan materi ajar Kelengkapan instrumen penilaian Penguasaan bahasa Indonesia & tata tulis baku Jumlah Skor (1-5) 5 5 Komentar Sesuai Sesuai Sistematis 5 Cukup bagus 5 4 4 38 Lengkap Cukup Sudah baik RPP No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Komentar Sudah lengkap Sudah sesuai 5 Sudah sesuai 5 4 Sudah sesuai 5 sesuai 5 sesuai 5 Sudah lengkap 5 sesuai 4 5 38 Cukup lengkap Sudah cukup baik 113

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 3.1 Hasil Uji Validitas Soal Correlations Total Total Pearson Correlation 1 Interpre tasi * .425 Analisis ** .579 Inferen si ** .664 Evalua si ** .566 Ekspla nasi * .407 Regula si ** .765 .019 .001 .000 .001 .026 .000 30 30 30 30 30 30 Sig. (2tailed) N 30 *. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed). **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Lampiran 3.4 Hasil Uji Reliabilitas Soal Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total 30 % 100.0 0 0.0 30 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha .546 N of Items 6 114

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.1 Tabulasi Skor Pretest dan Posttest Skor Pretest Kelompok Eskperimen Eksplanasi No. Regulasi diri Rerata 1 2 3 4 1 1 1 1 1 2 1 1 3 3 2 4 4 1 5 Rerata 1 2 3 4 1 2 1 1 1 1.25 2 1.75 3 3 1 1 2 4 2 3 3 2 2 2 2.25 2 2 2 1.75 3 4 3 2 3 1 1 1 1 1 3 1 1 1 1.5 6 2 3 4 2 2.75 2 1 1 1 1.25 7 1 1 4 1 1.75 1 1 1 1 1 8 2 1 4 1 2 3 2 2 2 2.25 9 2 1 1 1 1.25 1 1 1 1 1 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 2 2 4 1 2.25 1 1 1 1 1 12 1 1 3 1 1.5 3 1 1 1 1.5 13 2 2 2 2 2 3 2 2 2 2.25 14 2 1 2 1 1.5 1 1 1 1 1 15 2 1 3 2 2 2 2 1 1 1.5 16 1 2 2 1 1.5 2 1 1 1 1.25 17 2 2 2 2 2 3 2 1 1 1.75 18 1 1 4 1 1.75 3 2 1 1 1.75 19 1 2 3 2 2 3 1 1 1 1.5 20 2 1 3 1 1.75 3 3 3 2 2.75 21 2 1 3 1 1.75 2 1 1 1 1.25 22 1 1 1 2 1.25 2 1 1 1 1.25 23 1 1 3 1 1.5 1 1 1 1 1 24 1 2 3 2 2 3 3 1 1 2 25 2 2 3 2 2.25 3 3 1 1 2 26 1 2 1 2 1.5 3 2 2 1 2 27 1 2 1 1 1.25 2 1 1 1 1.25 28 2 1 2 2 1.75 4 2 2 1 2.25 29 2 2 1 2 1.75 2 1 1 1 1.25 30 1 2 4 2 2.25 4 4 4 2 3.5 31 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 4 2 2.5 3 2 2 1 2 32 115

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Skor Posttest I Kelompok Eksperimen eksplanasi no regulasi diri rerata 1 2 3 4 1 2 1 1 1 2 4 2 3 3 4 3 4 4 5 rerata 1 2 3 4 1.25 2 1 1 1 1.25 2 2.75 4 3 3 3 3.25 1 3 2.75 3 3 3 2 2.75 2 3 2 2.75 4 4 3 2 3.25 3 1 1 1 1.5 2 2 2 1 1.75 6 2 4 3 2 2.75 4 2 2 2 2.5 7 2 2 4 1 2.25 4 2 2 1 2.25 8 4 3 1 2 2.5 2 2 2 2 2 9 4 2 2 3 2.75 2 2 1 1 1.5 10 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 11 4 4 3 2 3.25 2 2 2 1 1.75 12 2 2 3 2 2.25 2 2 2 2 2 13 2 2 4 2 2.5 3 3 2 1 2.25 14 4 2 4 2 3 2 1 1 1 1.25 15 3 2 3 2 2.5 2 2 1 1 1.5 16 4 2 2 2 2.5 3 2 2 2 2.25 17 4 2 3 2 2.75 2 2 1 1 1.5 18 4 2 3 3 3 4 2 3 2 2.75 19 3 2 3 1 2.25 3 2 3 2 2.5 20 4 2 4 3 3.25 4 3 3 2 3 21 3 4 3 3 3.25 4 2 2 1 2.25 22 1 2 3 2 2 3 2 2 1 2 23 4 3 1 1 2.25 3 2 2 1 2 24 1 1 3 2 1.75 4 3 2 1 2.5 25 4 1 2 2 2.25 3 1 1 1 1.5 26 4 2 3 2 2.75 4 4 4 4 4 27 2 1 1 1 1.25 2 2 1 1 1.5 28 2 2 2 2 2 4 3 2 1 2.5 29 3 1 3 2 2.25 3 2 1 1 1.75 30 4 2 3 2 2.75 4 3 4 2 3.25 31 4 2 2 2 2.5 2 2 2 1 1.75 2 2 4 2 2.5 4 3 2 2 2.75 32 116

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Skor Posttest II Kelompok Eksperimen eksplanasi no regulasi diri rerata 1 2 3 4 1 1 1 1 1 2 3 1 3 3 3 2 4 2 5 rerata 1 2 3 4 1 1 1 1 1 1 2 2.25 4 3 3 2 3 1 2 2 1 4 2 2 2.25 2 3 2 2.25 4 3 4 3 3.5 1 2 2 2 1.75 2 1 1 1 1.25 6 2 3 4 3 3 3 3 3 2 2.75 7 2 1 3 1 1.75 1 1 1 1 1 8 4 1 1 1 1.75 2 3 3 2 2.5 9 1 1 2 1 1.25 2 1 2 2 1.75 10 2 1 1 1 1.25 2 2 3 2 2.25 11 4 1 3 2 2.5 2 1 1 1 1.25 12 3 2 4 2 2.75 3 1 1 1 1.5 13 2 2 3 3 2.5 3 2 3 2 2.5 14 1 1 2 2 1.5 2 1 2 2 1.75 15 2 1 1 2 1.5 2 1 1 1 1.25 16 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 17 2 1 4 3 2.5 3 2 2 2 2.25 18 4 2 3 2 2.75 3 2 2 2 2.25 19 3 1 1 1 1.5 2 2 1 1 1.5 20 1 2 1 2 1.5 4 2 3 3 3 21 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 22 1 2 2 2 1.75 2 2 1 1 1.5 23 1 1 2 2 1.5 2 2 2 1 1.75 24 1 1 3 2 1.75 2 3 3 1 2.25 25 2 2 3 2 2.25 3 2 1 1 1.75 26 1 2 1 1 1.25 4 4 4 4 4 27 3 1 1 1 1.5 3 3 2 2 2.5 28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 29 1 1 3 2 1.75 3 1 1 1 1.5 30 2 2 1 1 1.5 3 2 1 1 1.75 31 2 1 2 1 1.5 1 1 2 1 1.25 1 2 4 2 2.25 4 3 3 4 3.5 32 117

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Skor Pretest Kelompok Kontrol eksplanasi no regulasi diri rata-rata 1 2 3 4 1 1 2 4 1 2 1 1 1 3 1 2 4 1 5 rata-rata 1 2 3 4 2 3 3 2 1 2.25 1 1 1 1 1 1 1 3 1 1.75 1 1 1 1 1 2 3 1 1.75 2 1 1 1 1.25 1 1 1 1 1 3 3 2 1 2.25 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 7 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1.25 8 1 2 3 2 2 2 3 1 1 1.75 9 1 2 1 2 1.5 3 3 2 1 2.25 10 1 4 3 1 2.25 1 1 1 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13 2 1 1 1 1.25 4 2 2 3 2.75 14 2 1 2 2 1.75 4 3 2 3 3 15 2 2 4 1 2.25 1 1 1 1 1 16 2 3 3 2 2.5 3 3 2 1 2.25 17 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1.25 18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 19 1 1 1 1 1 4 3 3 2 3 20 1 2 1 1 1.25 4 3 4 4 3.75 21 2 3 2 1 2 4 4 3 3 3.5 22 1 2 2 1 1.5 1 1 1 1 1 23 2 2 2 2 2 2 1 3 1 1.75 24 1 2 2 1 1.5 2 1 1 1 1.25 25 2 1 1 2 1.5 2 1 1 1 1.25 26 2 2 2 1 1.75 2 2 1 1 1.5 27 2 2 2 1 1.75 2 2 1 1 1.5 28 1 1 1 1 1 2 3 1 1 1.75 29 2 2 3 2 2.25 2 1 1 1 1.25 30 2 1 3 2 2 2 1 1 1 1.25 32 2 2 3 1 2 2 2 1 1 1.5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 33 118

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Skor Posttest I Kelompok Kontrol eksplanasi no regulasi diri rata-rata 1 2 3 4 1 1 2 2 2 2 2 1 1 3 1 2 4 2 5 rata-rata 1 2 3 4 1.75 2 3 2 2 2.25 1 1.25 2 2 1 1 1.5 1 1 1.25 2 1 1 1 1.25 1 3 1 1.75 1 1 1 1 1 1 2 3 2 2 3 2 2 2 2.25 6 2 1 1 1 1.25 3 2 1 2 2 7 1 1 3 2 1.75 2 2 1 1 1.5 8 3 2 3 2 2.5 3 2 3 1 2.25 9 2 1 1 2 1.5 3 2 2 2 2.25 10 2 2 3 1 2 1 1 1 1 1 11 2 2 2 1 1.75 2 2 2 1 1.75 12 1 3 3 2 2.25 2 1 1 1 1.25 13 1 2 2 2 1.75 3 2 3 1 2.25 14 4 1 1 3 2.25 2 2 1 1 1.5 15 1 2 4 2 2.25 3 2 1 1 1.75 16 2 1 2 2 1.75 2 2 1 1 1.5 17 1 2 3 2 2 2 2 2 2 2 18 1 2 3 1 1.75 2 1 1 1 1.25 19 1 2 2 3 2 2 2 1 1 1.5 20 3 1 2 2 2 2 2 2 1 1.75 21 1 2 1 3 1.75 3 3 2 2 2.5 22 2 2 3 1 2 3 1 2 1 1.75 23 2 1 3 2 2 3 2 2 1 2 24 1 1 3 1 1.5 3 2 1 2 2 25 1 2 2 2 1.75 2 1 1 1 1.25 26 1 1 3 2 1.75 2 1 2 1 1.5 27 1 2 4 2 2.25 2 2 1 1 1.5 28 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1.75 29 1 2 4 2 2.25 2 1 1 1 1.25 30 1 1 3 2 1.75 3 2 1 1 1.75 31 2 2 3 2 2.25 3 2 2 2 2.25 1 1 1 1 1 4 3 3 3 3.25 32 119

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Skor Posttest II Kelompok Kontrol eksplanasi no regulasi diri rata-rata 1 2 3 4 1 1 3 1 1 2 2 1 3 3 1 1 4 1 5 rata-rata 1 2 3 4 1.5 4 2 2 2 2.5 2 2 2 1 1 1 1.25 2 1 1.25 3 1 1 1 1.5 1 2 2 1.5 1 1 1 1 1 1 1 2 3 1.75 4 2 4 3 3.25 6 1 1 2 3 1.75 2 1 1 1 1.25 7 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1.5 8 2 3 3 2 2.5 3 3 2 2 2.5 9 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1.75 10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 1 2 4 2 2.25 2 1 1 1 1.25 13 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1.25 14 1 1 3 1 1.5 4 2 3 2 2.75 15 2 1 1 1 1.25 3 2 1 1 1.75 16 2 1 3 2 2 2 1 1 1 1.25 17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 18 1 2 2 1 1.5 2 2 1 1 1.5 19 1 1 1 1 1 3 2 1 1 1.75 20 1 1 1 1 1 4 2 2 1 2.25 21 1 2 2 2 1.75 2 3 3 2 2.5 22 1 1 3 1 1.5 1 1 1 1 1 23 1 2 2 1 1.5 2 2 1 1 1.5 24 2 1 1 1 1.25 1 1 1 1 1 25 2 2 3 2 2.25 3 2 1 1 1.75 26 1 2 2 2 1.75 2 1 1 1 1.25 27 2 1 2 2 1.75 2 1 1 1 1.25 28 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1.25 29 1 2 1 2 1.5 2 1 1 1 1.25 30 1 3 4 3 2.75 3 3 2 2 2.5 31 1 2 3 2 2 3 2 1 1 1.75 1 1 3 2 1.75 4 3 3 3 3.25 32 120

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.2 Uji Normalitas Kemampuan Eksplanasi One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreEks Eksp 32 Post1E ksEksp 32 Post2E ksEksp 32 SelPre Post1E ksEksp 32 PreKon Eksp 32 Post1K onEksp 32 Post2K onEksp 32 SelPre Post2K onEksp 32 Mean 1.7578 2.4375 1.7891 .6797 1.5469 1.8125 1.5469 .2656 Std. Devia tion .49385 .51977 .56121 .53594 .48542 .37567 .48125 .47915 Mos Absol .131 .142 t ute Extr Positi .131 .118 eme ve Diff Negat -.119 -.142 eren ive ces Kolmogorov.743 .801 Smirnov Z Asymp. Sig. .639 .542 (2-tailed) a. Test distribution is Normal. .184 .131 .214 .215 .153 .179 .184 .131 .214 .129 .153 .179 -.107 -.100 -.137 -.215 -.128 -.102 1.041 .743 1.209 1.217 .867 1.013 .229 .639 .107 .103 .439 .256 N Nor mal Par ame ters a,b b. Calculated from data. 121

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.3 Grafik Uji Normalitas Kemampuan Eksplanasi 122

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.4 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Kemampuan Eksplanasi Uji Perbandingan Skor Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Group Statistics kelompok 32 Mean 1.7578 Std. Deviation .49385 Std. Error Mean .08730 32 1.5469 .48542 .08581 N PreEksKo nEksp pretest kelompok eksperimen pretest kelompok kontrol Independent Samples Test Leven e's Test for Equalit y of Varian ces Pre Eks Kon Eks p Equal variances assumed Equal variances not assumed F Sig. . .42 6 3 5 0 t 1.7 23 df 62 1.7 23 61. 982 t-test for Equality of Means 95% Confidence Std. Interval of the Sig. Mean Error Difference (2Differe Differe tailed) nce nce Lower Upper .090 .21094 .12241 -.03376 .45564 .090 .21094 .12241 -.03377 .45564 126

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.5 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Eksplanasi Group Statistics kelompok SelEksEksp 32 Mean .6797 Std. Deviation .53594 Std. Error Mean .09474 32 .2656 .47915 .08470 N selisih eksperimen Eksplanasi selisih kontrol eksplanasi Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Sel Eks Eks p Equal varian ces assu med Equal varian ces not assu med F .563 Sig. .456 t-test for Equality of Means t 3.25 8 df 62 3.25 8 61.2 38 95% Confidence Interval of the Difference Sig. (2tailed) .002 Mean Difference .41406 Std. Error Difference .12709 Lower .16002 Upper .66810 .002 .41406 .12709 .15996 .66817 127

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.6 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Eksplanasi Paired Samples Statistics Pair 1 Mean 2.4375 PostEksEksp Pair 2 32 Std. Deviation .51977 Std. Error Mean .09188 N PreEksEksp 1.7578 32 .49385 .08730 PostKonEksp 1.8125 32 .37567 .06641 PreKonEksp 1.5469 32 .48542 .08581 Paired Samples Correlations Pair 1 PostEksEksp & PreEksEksp N 32 Correlation .442 Sig. .011 Pair 2 PostKonEksp & PreKonEksp 32 .404 .022 Pair 1 Pair 2 PostEks Eksp PreEksE ksp PostKon Eksp PreKonE ksp Mean .67969 .26563 Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Difference Std. Error Deviation Lower Upper Mean .53594 .09474 .48646 .87292 .47915 .08470 .09287 .43838 t 7.174 df 31 Sig. (2tailed) .000 3.136 31 .004 128

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.7 Uji Retensi Pengaruh pada Kemampuan Eksplanasi Paired Samples Statistics Pair 1 Pair 2 32 Std. Deviation .56121 Std. Error Mean .09921 Post2EksEksp Mean 1.7891 N Post1EksEksp 2.4375 32 .51977 .09188 Post2KonEksp 1.5469 32 .48125 .08507 Post1KonEksp 1.8125 32 .37567 .06641 Paired Samples Correlations Pair 1 Post2EksEksp & Post1EksEksp N 32 Correlation .264 Sig. .144 Pair 2 Post2KonEksp & Post1KonEksp 32 .173 .344 Paired Samples Test Pair 1 Post2Eks Eksp Post1Eks Eksp Pair 2 Post2Ko nEksp Post1Ko nEksp Mean -.64844 -.26563 Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Difference Error Std. Mean Deviation Lower Upper .65642 .11604 -.88510 -.41177 .55698 .09846 -.46644 -.06481 t -5.588 df 31 Sig. (2tailed) .000 -2.698 31 .011 129

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.8 Uji Normalitas Kemampuan Regulasi diri One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PreEks Reg 32 Post1E ksReg 32 Post2E ksReg 32 SelPre PostEk sReg 32 PreKon Reg 32 Post1K onReg 32 Post2K onReg 32 SelPre Post1R eg 32 Mean 1.6719 2.2188 1.9766 .5469 1.6719 1.7656 1.7656 .0938 Std. Deviati on .63955 .66524 .81656 .55153 .79423 .48749 .48749 .81505 .183 .129 .172 .111 .234 .145 .145 .235 .183 .129 .172 .111 .234 .145 .145 .148 -.077 -.116 -.107 -.199 -.090 -.090 -.235 .729 .972 .628 1.321 .818 .818 1.332 .663 .301 .825 .061 .515 .515 .058 N Norm al Para meter a,b s Most Extre me Differ ences Absolut e Positive Negativ -.147 e Kolmogorov1.034 Smirnov Z Asymp. Sig. (2.235 tailed) a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 130

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.9 Grafik Uji Normalitas Kelompok Regulasi diri 131

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.10 Uji Perbedaan Kemampuan Awal Kemampuan Regulasi diri Uji Perbandingan Skor Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Group Statistics Kelompok N PreEksKonReg pretest kelompok eksperimen regulasi 32 Mean 1.6719 pretest kelompok kontrol regulasi 32 1.6719 Std. Deviation .63955 Std. Error Mean .11306 .79423 .14040 Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Pre Eks Kon Reg Equal varian ces assu med Equal varian ces not assu med F 1.24 8 Sig. .268 t-test for Equality of Means t .000 df 62 .000 59.3 02 Sig. (2tailed) 1.000 Mean Differen ce .00000 Std. Error Differen ce .18026 1.000 .00000 .18026 95% Confidence Interval of the Difference Lower -.36034 Upper .36034 -.36066 .36066 135

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.11 Uji Selisih Skor Pretest dan Posttest I Kemampuan Regulasi diri Group Statistics kelompok SekPrePostReg 32 Mean .5469 Std. Deviation .55153 Std. Error Mean .09750 32 .0938 .81505 .14408 N selisih eksperimen regulasi selisih kontrol regulasi Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances Sek Pre Post Reg Equal varian ces assu med Equal varian ces not assu med F 1.03 5 Sig. .313 t-test for Equality of Means t 2.605 df 62 Sig. (2tailed) .011 2.605 54.469 .012 Mean Differen ce .45313 Std. Error Differe nce .17397 .45313 .17397 95% Confidence Interval of the Difference Lower .10536 Upper .80089 .10440 .80185 136

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.12 Uji Kenaikan Skor Pretest ke Posttest I Kemampuan Regulasi diri Paired Samples Statistics Pair 1 Mean 2.2188 PostEksReg Pair 2 32 Std. Deviation .66524 Std. Error Mean .11760 N PreEksReg 1.6719 32 .63955 .11306 PostKonReg 1.7656 32 .48749 .08618 PreKonReg 1.6719 32 .79423 .14040 Paired Samples Correlations Pair 1 PostEksReg & PreEksReg N 32 Correlation .643 Sig. .000 Pair 2 PostKonReg & PreKonReg 32 .264 .145 Pair 1 PostEks Reg PreEksR eg Pair 2 PostKon Reg PreKonR eg Mean .54688 .09375 Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Difference Error Std. Lower Upper Deviation Mean .55153 .09750 .34803 .74572 .81505 .14408 -.20011 .38761 t 5.609 df 31 Sig. (2tailed) .000 .651 31 .520 137

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.13 Uji Retensi Pengaruh Perlakuan pada Kemampuan Regulasi Diri Paired Samples Statistics Pair 1 Pair 2 Post2EksReg 1.9766 32 .81656 .14435 Post1EksReg 2.2188 32 .66524 .11760 Post2KonReg 1.6719 32 .66429 .11743 Post1KonReg 1.7656 32 .48749 .08618 Paired Samples Correlations Pair 1 Post2EksReg & Post1EksReg 32 .622 .000 Pair 2 Post2KonReg & Post1KonReg 32 .570 .001 Paired Samples Test Pair 1 Post2Eks Reg Post1Eks Reg Pair 2 Post2Ko nReg Post1Ko nReg Mean -.24219 Paired Differences 95% Confidence Interval of the Std. Std. Difference Deviati Error Lower Upper on Mean .65833 .11638 -.47954 -.00483 -.09375 .55631 .09834 -.29432 .10682 t -2.081 df 31 Sig. (2tailed) .046 -.953 31 .348 138

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.14 Transkip Wawancara Guru Wawancara dengan guru mitra: Peneliti Guru mitra Peneliti Guru mitra Peneliti Guru mitra Peneliti Guru mitra Peneliti :“Metode apa yang bapak/ibu gunakan ketika mengajar mata pelajaran IPA di kelas V?” :“Ketika saya mengajar IPA di kelas V metode yang saya gunakan sangat beragam, seperti : tanya jawab, ceramah, dan praktikum.” :”Mengapa bapak/ibu memilih menggunakan metode tersebut?” :“Karena materi yang terdapat dalam mata pelajaran IPA sangat beragam, dan untuk mengajarkannya membutuhkan metode pembelajaran yang beragam pula. Suatu materi tidak mungkin bisa diajarkan dengan metode ceramah saja, juga tidak mungkin hanya diajarkan dengan percobaan saja, terkadang juga dalam satu emteri digunakan kombinasi dari beberapa metode tersebut.” :”Bagaimana tanggapan bapak mengenai metode mind map yang telah bapak terapkan dalam penelitian kami?” :“Dalam mata pelajaran ini khususnya materi pembelajaran tentang pesawat sederhana, saya rasa metode ini sangatlah baik untuk digunakan. Karena banyak sub-sub materi dalam pembelajaran ini, misalnya saja pengungkit itu kan dibagi menjadi 3 golongan, ada juga katrol dan contoh benda-benda yang menggunakan prinsip pesawat sederhana. Anak-anak terlihat sangat antusias dalam menggambar dan membuat mind map tersebut walaupun ada beberapa anak yang terlihat bingung, tetapi hal itu saya anggap wajar karena mereka baru mendapatkan pelajaran dengan menggunakan metode mind map ini.” : “Apakah bapak/ibu sebelumnya pernah menggunakan metode mind map?” : “Saya pernah mendengar tentang metode mind map tersebut tetapi belum mencoba menerapkan metode tersebut untk mengajar mata pelajaran IPA. Tetapi dulu itu pernah siswa saya suruh membuat peta konsep tentang materi cahaya tetapi setelah menerapkan metode mind map ternyata peta konsep sangat berbeda dengan mind map, kalau peta konsep tidak ada gambargambarnya tetapi kalau mind map penuh dengan gambar dan itu salah satu perbedaan yang saya tangkap dari peta konsep dan mind map.” : “Jika metode mind map digunakan untuk mengajar mata pelajaran IPA apakah pembelajaran dikelas akan lebih efektif atau malah sebaliknya?” 139

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Guru mitra Peneliti Guru Mitra : “ Untuk materi pesawat sederhana saya rasa menggunakan metode mind map sangat cocok ya, karena dalam materi tersebut sangat mendukung untuk diterapkannya metode tersebut. Banyak sub babnya dan contoh bendanya lagi pula contoh benda-benda tersebut juga sangat banyak kita temui di lingkungan sekitar. Tetapi untuk materi yang lain belum tentu bisa semaksimal materi pesawat sederhana ini.” : “Menurut bapak, perbedaan pada kelas eksperimen dan kontrol saat belajar pesawat sederhana apa? Khususnya dalah hal keaktifan, konsentrasi, dan minat belajar siswa di kelas” : “jelas beda mas, mbak. Kalau saya perhatikan anak-anak kelas A (eksperimen) lebih aktif belajar, terus bertanya tentang mind mapnya mereka juga lebih konsentrasi, walaupun ramai tapi ramainya itu berhubungan dengan materi atau mind mapnya, jadi ya otomatis minat belajarnya baik, lebih tinggi dari kelas B (kontrol). Sedangkan kelas B saya lihat mereka tidak banyak bertanya tentang materi cuma pada diem kalau ditanya, pas saya menjelaskan jam-jam awal masih tenang tapi lama-lama pada ngobrol sendiri, saya kira mereka bosan mendengarkan penjelasan saya, anak-anak banyak yang tidak memperhatikan karena pelajarannya kurang menarik cuma mendengarkan saja. Kalau minat ya jelas kurang berminat wong banyak yang gak memperhatikan” 140

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 4.15 Transkip Wawancara Siswa Hasil wawancara siswa: Siswa A Peneliti : Bagaimana perasaanmu saat belajar IPA menggunakan mind map? Siswa : aku seneng mbak, soalnya bisa sambil nggambar, aku suka nggambar Peneliti : Apakah sebelumnya sudah mengenal mind map? Pernahkah belajar menggunakan mind map? Siswa : belum pernah belajar pakai mind map, tapi sudah pernah liat mind map di buku Peneliti : Apakah mind map membantumu dalam memahami materi? Alasannya? Siswa : kalau pakai mind map bisa lebih ingat dari pada cuma membaca buku Peneliti : Setelah belajar pesawat sederhana menggunakan mind map, apakah kamu akan menggunakannya untuk belajar mata pelajaran lain? Siswa : belum tau mbak Siswa B Peneliti : Bagaimana perasaanmu saat belajar IPA menggunakan mind map? Siswa : seneng soalnya lebih jelas belajarnya tapi lama-lama bingung mau nggambar apa Peneliti : Apakah sebelumnya sudah mengenal mind map? Pernahkah belajar menggunakan mind map? Siswa : aku taunya yang di buku itu peta konsep tapi katanya mbaknya beda sama mind map Peneliti : Apakah mind map membantumu dalam memahami materi? Alasannya? Siswa : iya soalnya kayak ringkasan jadi lebih singkat Peneliti : Setelah belajar pesawat sederhana menggunakan mind map, apakah kamu akan menggunakannya untuk belajar mata pelajaran lain? Siswa : iya, tapi kalau lagi gak malas nggambarnya Siswa C Peneliti : Bagaimana perasaanmu saat belajar IPA menggunakan mind map? Siswa : pertamanya seneng mbak tapi capek nggambarnya soalnya aku gak bisa nggambar Peneliti : Apakah sebelumnya sudah mengenal mind map? Pernahkah belajar menggunakan mind map? Siswa : pernah lihat di buku tapi beda sama yang diajarin, kalau yang di buku kayaknya gak pakai gambar cuma garis sama kotak-kotas Peneliti : Apakah mind map membantumu dalam memahami materi? Alasannya? Siswa : iya, lebih enak baca mind map dari pada baca buku soalnya kalau baca buku banyak banget 141

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Peneliti : Setelah belajar pesawat sederhana menggunakan mind map, apakah kamu akan menggunakannya untuk belajar mata pelajaran lain? Siswa : kayaknya bisa buat belajar IPS mbak Siswa D Peneliti : Bagaimana perasaanmu saat belajar IPA menggunakan mind map? Siswa : biasa aja mbak, capek nggambar terus tiap hari harus bawa crayon kan berat Peneliti : Apakah sebelumnya sudah mengenal mind map? Pernahkah belajar menggunakan mind map? Siswa : belum pernah, baru kenal kemarin, biasanya kalau digambar itu gak pakai gambar Peneliti : Apakah mind map membantumu dalam memahami materi? Alasannya? Siswa : iya, soalnya catatanya jadi rapi, lebih enak dibaca sama jadi lebih ingat Peneliti : Setelah belajar pesawat sederhana menggunakan mind map, apakah kamu akan menggunakannya untuk belajar mata pelajaran lain? Siswa : nggak, soalnya aku males nggambarnya Siswa E Peneliti : Bagaimana perasaanmu saat belajar IPA menggunakan mind map? Siswa : jujur ya mas, aku seneng sih tapi capek kalo pakai nggambar terus tapi enak kalau pakai mind map jadi beda kayak kemarin-kemarin cuma ndengerin guru Peneliti : Apakah sebelumnya sudah mengenal mind map? Pernahkah belajar menggunakan mind map? Siswa : belum tau, makanya pas pertama buat masih agak bingung cabangcabangnya Peneliti : Apakah mind map membantumu dalam memahami materi? Alasannya? Siswa : iya membantu banget apalagi kalau banyak hafalannya Peneliti : Setelah belajar pesawat sederhana menggunakan mind map, apakah kamu akan menggunakannya untuk belajar mata pelajaran lain? Siswa : iya, kan bisa buat nyatet rumus matematika, buat belajar IPS, terus apa lagi ya...PKN bisa juga ya... Siswa F Peneliti : Bagaimana perasaanmu saat belajar IPA menggunakan mind map Siswa : seneng mas, dari pada cuma baca buku mending nggambar mind map. Peneliti : Apakah sebelumnya sudah mengenal mind map? Pernahkah belajar menggunakan mind map? Siswa : sudah pernah liat sih mas di internet, tapi belum pernah buat mind map Peneliti : Apakah mind map membantumu dalam memahami materi? Alasannya? 142

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Siswa : membantu lah mas, alasane ya lebih ringkes sama lebih jelas, lebih bagus pakai warna-warna Peneliti : Setelah belajar pesawat sederhana menggunakan mind map, apakah kamu akan menggunakannya untuk belajar mata pelajaran lain? Siswa : iya mungkin 143

(162) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 5.1 Foto-Foto Mind Map Buatan Siswa dan Kegiatan Pembalajaran 1. Mind Map 144

(163) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Foto Kelompok Eksperimen 145

(164) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3. Foto Kelompok Kontrol 146

(165) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6.1 Surat Ijin Penelitian 147

(166) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6.2 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian 148

(167) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI CURICULUM VITAE Mita Heny Oktavia merupakan anak pertama dari pasangan Sudarno dan Warsini. Lahir di Klaten pada tanggal 6 Oktober 1992. Pendidikan awal dimulai di TK Pertiwi Mlese II lulus tahun 1998. Kemudian melanjutkan pendidikan dasar di SD N Mlese I Gantiwarno, Klaten lulus tahun 2004. Dilanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP N 1 Wedi Birit Klaten tahun 2004-2007. Kemudian penulis melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas di SMA N 1 Jogonalan Klaten lulus pada tahun 2010. Penulis melanjutkan untuk menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma dengan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada tahun 2010. Selama berkuliah di Universitas Sanata Dharma pernah mengikuti beberapa kegiatan diantaranya: (1) English Club selama empat semester yang dimulai pada semester 1 samapai semester 4; (2) Workshop Mendongeng; (3) Kursus Mahir Dasar Pramuka selama satu minggu; (4) Workshop Montessori untuk usia 0-6 tahun; (5) Worksop Pembuatan Alat Laboratorium Generik; (6) Una Seminar and Workshop Anti Bias Curiculum and Teaching; dan (7) Kepanitiaan Temu Alumni PGSD. 149

(168)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan-Yogyakarta.
0
0
192
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sengkan Yogyakarta
0
0
149
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengevaluasi dan mencipta pada mata pelajaran IPA kelas V SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta
0
3
160
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta
0
2
190
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
144
Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada palajaran IPA di SD Kanisius Sorowajan - USD Repository
0
0
139
Pengaruh penggunaan mind map terhadap kemampuan menganalisis dan mengevaluasi pada pelajaran IPA kelas V SD Kanisius, Wirobrajan - USD Repository
0
0
164
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA SD Kanisius Kalasan Yogyakarta - USD Repository
0
0
141
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Kanisius Sorowajan Yogyakarta - USD Repository
0
0
168
Pengaruh penggunaan metode inkuiri terhadap kemampuan mengingat dan memahami pada mata pelajaran IPA SD BOPKRI Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
146
Pengaruh penggunaan metode Mind Map terhadap kemampuan eksplanasi dan regulasi diri pada mata pelajaran IPA kelas V SD N Sokowaten Baru Banguntapan Bantul Yogyakarta - USD Repository
0
0
203
Perbedaan kemampuan mengingat dan memahami atas penggunaan media timeline pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri Percobaan 3 Pakem - USD Repository
0
0
206
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan evaluasi dan inferensi pada mata pelajaran IPA SD Negeri Percobaan 3 Pakem Yogyakarta - USD Repository
0
2
162
Pengaruh penggunaan metode Inkuiri terhadap kemampuan mengaplikasi dan menganalisis mata pelajaran IPA SD Bopkri Gondolayu Yogyakarta - USD Repository
0
0
169
Pengaruh penggunaan metode mind map terhadap kemampuan interpretasi dan analisis pada mata pelajaran IPA kelas V SD Pangudi Luhur Yogyakarta - USD Repository
0
1
142
Show more