Tingkat depresi dan tingkat post Abortion Syndrome pelaku aborsi pada remaja putri - USD Repository

Gratis

0
1
121
9 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TINGKAT DEPRESI DAN TINGKAT POST ABORTION SYNDROME PELAKU ABORSI PADA REMAJA PUTRI Skripsi Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Psikologi Program Studi Psikologi Disusun Oleh: Maria Francisca Mahatmya Wijna Dwilaksmi NIM: 089114123 PROGRAM STUDI PSIKOLOGI JURUSAN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Whenever you feel weak, remember those who made you strong and Whenever you start to doubt yourself, remember those who believe in you FranciscaMya iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Halaman Persembahan Kupersembahkan untuk: Tuhan Yesus, atas berkat dan kasihNya untuk saya Papa Mama yang telah mendukung dan senatiasa membagikan kasih untuk saya Mba Din yang selalu memotivasi agar segera menyelesaikan skripsi Jolie, Micky dan Alai yang selalu memberi penghiburan dikala saya sedang jenuh Saudara, teman, dan sahabat yang selalu menyemangati saya untuk menyelesaikan skripsi ini v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI TINGKAT DEPRESI DAN TINGKAT POST ABORTION SYNDROME PELAKU ABORSI PADA REMAJA PUTRI Maria Francisca Mahatmya Wijna Dwilaksmi ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat Post Abortion Syndrome dan tingkat depresi pada remaja putri pelaku aborsi. Penelitian ini dilakukan secara online dengan cara memberikan skala kepada 10 subjek. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur tingkat Post Abortion Syndrome adalah skala Post Abortion Syndrome yang dikembangkan oleh peneliti, untuk mengukur tingkat depresi menggunakan skala adaptasi dari Beck Depresion Inventory. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Skala tersebut memiliki validitas isi yang baik berdasarkan professional judgement oleh dosen pembimbing skripsi. Reliabilitas pada skala Beck dan skala Post Abortion Syndrome juga baik, dengan koefisien Alpha Cronbach 0,952 untuk skala Beck dan 0,989 untuk skala Post Abortion Syndrome. Hasil analisis deskriptif total nilai mean empirik 218,2 atau lebih rendah dari mean teoritis sebesar 225. Hasil tersebut menunjukkan bahwa remaja putri yang melakukan aborsi memiliki kecenderungan yang rendah dalam Post Abortion Syndrome. Hasil dari skala depresi menunjukkan bahwa remaja putri memiliki kecenderungan mengalami tingkat depresi yang tinggi. Kata kunci : tingkat, post abortion syndrome, depresi vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI THE LEVEL OF DEPRESSION AND POST ABORTION LEVELS IN ADOLESCENT GIRLS ABIRTIONIST Maria Francisca Mahatmya Wijna Dwilaksmi ABSTRACT This study aims to describe the level of Post Abortion Syndrome and depression levels in adolescent girls abortionists. The research was conducted online by providing a scale to 10 subjects. Measuring instruments used to measure the level of Post Abortion Syndrome. Post Abortion Syndrome is a scale developed by the researchers, to measure the level of depression using the Beck Depression Inventory scale adaptation. The method used in this research is descriptive quantitative. The scale has good content validity based on professional judgment by the thesis advisor. Reliability on the scale and the Beck scale Post Abortion Syndrome is also good, with a Cronbach alpha coefficient of 0.952 and 0.989 for the Beck scale for scale Post Abortion Syndrome. Descriptive analysis of total value of the empirical mean 218.2 or lower than the theoretical mean of 225. The results showed that young women who have abortions have a low tendency to Post Abortion Syndrome. Results from depression scale showed that adolescent have a tendency to experience high levels of depression. Keyword : level, post abortion syndrome, depression viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Tuhan Yesus atas segala berkat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi dengan judul “Tingkat Depresi dan Tingkat Post Abortion Syndrome pada Remaja Putri yang Melakukan Aborsi”. Penulis menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tak lepas dari saran, bimbingan, motivasi, bantuan, serta doa dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan segenap kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Tuhan Yesus yang telah memberikan berkat kesehatan, kekuatan, dan limpahan rahmat hingga hari ini untuk saya. Thanks a lot God! 2. Dr. T. Priyo Widyanto, M.Si., selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 3. Ratri Sunar Astuti, S.Psi., M.Si., selaku Ketua Program Studi Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan Dosen Pembimbing Skripsi yang sudah sangat sabar dalam membimbing, menyemangati dan banyak membantu mengarahkan penulis sampai skripsi ini dapat terselesaikan. 4. Agnes Indar E., M.Si., Psi., selaku Dosen Pembimbing Akademik dan Dosen Penguji Skripsi yang sangat sabar dalam membimbing dan sangat banyak membantu mengarahkan proses penulisan skripsi ini dari awal hingga akhir. 5. C. Wijoyo Adinugroho, M.Psi., Psi., selaku Dosen Penguji Skripsi yang sudah sangat banyak membantu sejak hari pendadaran hingga akhirnya terselesaikan revisi skripsi ini. x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6. Segenap dosen, karyawan, dan laboran yang telah membantu dalam proses menuntut ilmu di Fakultas Psikologi ini. Khususnya untuk mas Muji yang telah banyak berbagi canda tawa ketika bertemu. Size sangat mempengaruhi ya mas. 7. Papi, I love you. Terima kasih atas segala cinta dan dukungan dalam bentuk moril dan materiil yang telah papi berikan buat Mya.. Terima kasih juga sudah mengijinkan Mya untuk bekerja dikala penyelesaian skripsi ini, maaf terlalu lama pi, Mya akan selalu kasih yang terbaik untuk papi. 8. Mama, terima kasih atas segala cinta dan dukungan yang mama berikan untuk Mya. Terima kasih mama masih semangat dalam menemani Mya hingga saat ini, sehat selalu ya ma, temani Mya sampai sukses ya mama. Maaf Mya pernah membuat mama menangis. 9. Maria Immaculata Nandini Wijna Dharmesti dan Stephanie Swastika Wijna Maharani, thank you for everything. Terimakasih atas semua dukungannya. Sorry aku terlalu galak untuk jadi adek mba Dini dan kakak untuk dek Tika. 10. Budhe Cicih, terima kasih atas bantuannya selama Mya menulis skripsi ini. 11. Anna Novilia, Fabiana Adi, Arisa Theresia, Priscilla Pritha dan Mas Lukas, terima kasih udah selalu ada buat aku. Terima kasih atas canda tawa yang pernah aku rasakan bersama kalian. Terima kasih atas sekian tahun yang pernah kita lalui bersama, keep in touch yaa.. xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12. Petrus Andi, Ristina Mauliana, Fajar Budhi Utama, Albertus Harimurti, Galih Pambudi, Veronica Hesty dan Benediktus Anggit terima kasih atas segala dukungan dan bantuan kalian selama ini, khususnya di harihari menjelang hari itu.. Makasih banyak ya. 13. Kesayangan Arbi Riantono, terima kasih atas pertemanan ini. Makasih udah selalu ada untuk aku sejak aku masih SMA hingga saat ini. Makasih untuk selalu kasih aku semangat dikala aku nyerah menjalani semua ini, ayok kita habiskan waktu untuk liburan bersama lagi koh. Sukses selalu ya koh, kita akan bertemu lagi di Jogja. 14. Abang ku Benedictus Isworohadi dan Dionisius “Oyon”, terima kasih untuk waktu dan nasihat yang telah kamu berika untuk aku. Terima kasih telah menjadi sahabat aku. Terima kasih pula atas waktu yang pernah kita habiskan bersama. Jangan lelah untuk mendengar kisahkisah ku ya. 15. Bunda Anin Patrajuangga, Mami Mirza Radiani, David Eka, Galih Okky, Anin Sesa dan Tatas. Aku merindukan waktu bersama kita seperti dulu dan terima kasih atas dukungan dan kasih sayang kalian.. Kalian teman terbaikku. 16. Keluarga besar Nokia Care Center Ambarrukmo Plaza, terima kasih sudah memberi aku kesempatan bergabung bersama kalian, aku sangat senang dikala aku butuh dukungan dalam penyelesaian skripsi ini, kalian semua ada buat aku.. Terima kasih Pak Eko, Mas Dito, Mas Hery, Mba Atik, Oky, Kakak Ery, Rama dan Ipit sering aku repotin xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dengan ijin keluar jam kerja untuk bimbingan dan membantu selama proses pembuatan skripsi ini. 17. Untuk Bu Is yang sudah momong aku selama 23 tahun ini sudah selalu memberikan pelayanan terbaik, selalu siap sedia dikala aku butuh bantuan dalam menyelesaikan pekerjaan rumah ini dan selalu memberikan aku dukungan dalam bentuk doa. Tetap sehat sampai besok aku bisa berdiri sendiri ya Bu.. 18. Untuk PKBI Yogyakarta, terima kasih sudah memberi bantuan dalam mengumpulkan data untuk melengkapi skripsi ini. 19. Teman-teman angkatan 2008 kelas D yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Terima kasih atas kebersamaan selama kurang lebih 4 tahun kemarin. Sukses untuk kalian semua, kawan. 20. Terkhususkan untuk para subjek yang sudah bersedia untuk berbagi dengan aku, tanpa kalian skripsi ini tidak mungkin terselesaikan. 21. Semua pihak yang telah berperan dan turut membantu hingga terselesaikannya skripsi ini, terimakasih atas semua bantuannya.. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun demi penyempurnaan skripsi ini. Yogyakarta, 24 Februari 2014 Maria Francisca Mahatmya Wijna Dwilaksmi xiii

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ……............................................................................ i HALAMAN PERSETUJUAN DOSEN PEMBIMBING........................... ii HALAMAN PENGESAHAN……….......................................................... iii HALAMAN MOTTO ............………………............................................. iv HALAMAN PERSEMBAHAN .….………….…...................................... v HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA................................. vi ABSTRAK...................................................................................................... vii ABSTRACT.................................................................................................... viii HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH…........... ix KATA PENGANTAR.................................................................................. x DAFTAR ISI.................................................................................................. xiv DAFTAR TABEL.......................................................................................... xviii DAFTAR LAMPIRAN................................................................................. xix PENDAHULUAN........................................................................... 1 A. Latar Belakang ........................................................................ 1 B. Rumusan Masalah.................................................................... 6 C. Tujuan Penelitian..................................................................... 6 D. Manfaat Penelitian................................................................... 7 BAB II. LANDASAN TEORI.................................................................... 8 BAB I. A. Depresi.................................................................................... 1. Pengertian Depresi............................................................. xiv 8 8

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2. Simptom-simptom Depresi................................................. 9 B. Post Abortion Syndrome .....................…................................ 13 C. Mekanisme Pertahanan Diri ................................................... 19 1. Reaksi Formasi (Pembentukan Reaksi)............................. 19 2. Represi.............................................................................. 19 3. Introjeksi............................................................................ 19 4. Isolasi.................................................................................. 20 5. Proyeksi.............................................................................. 20 6. Rasionalisasi........................................................................ 20 7. Denial.................................................................................. 20 D. Remaja .................................................................................... 21 1. Pengertian Remaja.............................................................. 21 2. Karakteristik Umum Masa Remaja..................................... 22 3. Perilaku Seksualitas Remaja............................................... 28 E. Kehamilan Pranikah pada Remaja............................................ 30 1. Pengertian Kehamilan.......................................................... 30 2. Kehamilan Remaja.............................................................. 30 F. Aborsi....................................................................................... 33 1. Pengertian Aborsi................................................................ 33 2. Komplikasi secara Fisik/ Medik dari Aborsi..................... 35 3. Komplikasi/ Efek secara Psikologis................................... 36 G. Dinamika Psikologis setelah Mengalami Aborsi................... 37 BAB III. METODOLOGI PENELITIAN................................................. 40 xv

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Jenis Penelitian........................................................................ 40 B. Variabel Penelitian................................................................... 40 C. Definisi Operasional................................................................. 40 1. Depresi................................................................................. 40 2. Post Abortion Syndrome....................................................... 41 D. Subjek Penelitian..................................................................... 41 E. Prosedur Penelitian.................................................................. 42 F. Metode dan Alat Pengambilan Data......................................... 42 1. Skala Beck Depression Inventory........................................ 43 2. Skala Post Abortion Syndrome............................................. 45 G. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur......................................... 47 1. Validitas............................................................................... 47 2. Reliabilitas........................................................................... 48 H. Seleksi Aitem............................................................................ 48 I. Analisis Data............................................................................. 49 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN...................................................... 51 A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian....................................... 51 B. Data Demografis Subjek Penelitian......................................... 51 C. Hasil Penelitian ....................................................................... 52 1. Uji Normalitas........................,............................................ 52 2. Analisis Deskriptif Data Penelitian.................................... 53 D. Hasil dan Pembahasan............................................................. 61 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN..................................................... 68 xvi

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI A. Kesimpulan.............................................................................. 68 B. Keterbatasan............................................................................ 68 C. Saran........................................................................................ 68 1. Untuk Peneliti Lain.............................................................. 69 2. Untuk Remaja yang akan Melakukan Aborsi..................... 69 3. Untuk Lingkungan.............................................................. 69 DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 70 LAMPIRAN.................................................................................................. 72 xvii

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Tabel 1. Blue Print Penyebaran Aitem Skala Beck Depression Inventory Sebelum Uji Coba ........................................................................ 45 Tabel 2. Blue Print Penyebaran Aitem Skala Post Abortion Syndrome Sebelum Uji Coba ............................................................................ 47 Tabel 3. Blue Print Skala Post Abortion Syndrome Setelah Uji Coba.......... 49 Tabel 4. Daftar Usia Subjek saat ini dan Jumlah Subjek ............................. 52 Tabel 5. Daftar Tahun Aborsi dan Jumlah Subjek ....................................... 52 Tabel 6. Uji Normalitas Normal.................................................................... 53 Tabel 7. Hasil Analisis Deskriptif Post Abortion Syndrome ........................ 53 Tabel 8. Total Skor Beck Depression Inventory............................................ 54 Tabel 9. Hasil Analisis Beck Depression Inventory...................................... 55 Tabel 10. Hasil Analisis Deskriptif Post Abortion Syndrome Berdasarkan Kategori.................................................................. 56 Tabel 11. Hasil Aitem Beck Depression Inventory .................................... 57 Tabel 12. Hasil Analisis Deskriptif Tiap Aspek Post Abortion Syndrome.. 60 xviii

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Skala Penelitian.......................................................................... 72 Lampiran 2. Analisis dan Seleksi Aitem Skala Beck Depression Inventory dan Skala Post Abortion Syndrome............................................ 88 Lampiran 3. Hasil Uji Reliabilitas Skala Beck Depression Inventory dan Skala Post Abortion Syndrome .......................................... 97 Lampiran 4. Hasil Uji Normalitas.................................................................. 99 Lampiran 5. Hasil Analisis Deskriptif Tiap Aspek Post Abortion Syndrome.. 101 xix

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Aborsi merupakan pengguguran kandungan secara paksa baik itu sengaja atau tidak. Pengguguran kandungan biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda, sebelum bulan keempat masa kehamilan (Kartono dan Gulo, dalam Andayani dan Setiawan, 2005). Aborsi dilakukan oleh sebagian perempuan yang mengalami kehamilan pranikah maupun untuk menyelamatkan kesehatan dari perempuan yang sedang mengandung. Saat ini jumlah pelaku aborsi mengalami peningkatan dari tahun 2010 ke tahun 2011 sebesar 12 kali lipat. Berdasarkan data yang dimiliki PKBI (Perkumpulan Keluarga Besar Indonesia) di Yogyakarta pada tahun 2010, perempuan yang melakukan aborsi pada usia 15-24 tahun sebanyak 4 orang dan perempuan usia 25-44 tahun sebanyak 16 orang. Pada tahun 2011 jumlah pelaku aborsi tercatat pada usia 15-24 yang melakukan aborsi sebanyak 50 orang, usia 2544 tahun sebanyak 92 orang dan usia 45-64 tahun sebanyak 2 orang. Menurut Direktur remaja dan perlindungan hak-hak reproduksi BKKBN Pusat, Eddy Hasmi, tingginya tingkat aborsi yang dilakukan oleh kalangan remaja terjadi akibat perilaku hubungan seksual sebelum menikah (www.merdeka.com, Tingkat Aborsi di kalangan Remaja Indonesia Cukup Tinggi). Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh DKT Indonesia, produsen kondom Fiesta dan Sutra terhadap 663 responden pria dan wanita 1

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 berusia 15-25 tahun di lima kota besar, yaitu Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali pada bulan Mei 2011, sebanyak 39% seks di luar nikah dilakukan remaja berusia 15-19 tahun. Sisanya, 61% mengaku aktif berhubungan seks di usia 20-25 tahun. Sedangkan rata-rata hubungan seks pertama kali kalangan muda Indonesia terjadi pada usia 19 tahun (Vivanews, 6 Desember 2011; news.viva.co.id). Menurut opini Kusuma tahun 2012 (sosbud.kompasiana.com) perilaku seksual pranikah menjadi tinggi karena didukung oleh fasilitas seks bebas yang semakin menjamur. Hasil ini terlihat dalam hasil studi LSM Sahara (Bandung) pada tahun 2002 menyebutkan bahwa faktor penyebab hubungan seksual pranikah adalah faktor lokasi. Ketika seseorang melakukan hubungan intim, mereka membutuhkan lokasi yang bagi mereka memiliki kriteria aman, mudah diakses, dan ongkos yang relatif terjangkau. Hasil penelitian yang dilakukan oleh LSCK di Yogyakarta tahun 2002 menyebutkan bahwa kos dan tempat penginapan seperti losmen atau hotel menjadi favorit dalam melakukan hubungan seksual. Remaja yang melakukan hubungan seksual pranikah kemungkinan akan mengalami kehamilan yang menyebabkan remaja tersebut akan dihadapkan pada situasi yang tidak menyenangkan. Misalnya pada peraturan sekolah, remaja yang ketahuan sedang hamil akan dikeluarkan oleh pihak sekolah. Selain itu, pada usia remaja banyak ditemukan pasangan tidak mau bertanggung jawab sehingga menyebabkan kasus aborsi di Indonesia semakin tinggi.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 Semakin terbukanya perilaku remaja dalam berpacaran disebabkan karena peran orang tua dan keluarga dalam mengawasi cenderung longgar. Wakil Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi di Indonesia (Persandi) berpendapat bahwa hubungan seks pada zaman modern sekarang ini tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang “suci” atau sakral lagi. Apabila terdapat kesepakatan dari kedua belah pihak, maka terjadilah hubungan seksual pranikah. Kalangan remaja menganggap seks pranikah bukan sesuatu perbuatan yang menyimpang dan cenderung mudah melakukan hubungan seks. Kehamilan merupakan konsekuensi dari hubungan seks, namun, para remaja yang melakukan seks pranikah itu cenderung menempuh jalan pintas jika terjadi kehamilan, yakni memutuskan melakukan aborsi (sosialbudaya.tvonenews.tv, Seksolog: Aborsi di Indonesia capai 2,5 juta kasus per tahun; 18 April 2012). Akses untuk para remaja melakukan aborsi sangatlah luas, hal ini terlihat pada saat ini, mudah sekali ditemukan jasa aborsi secara terselubung seperti pada iklan-iklan yang ditempelkan pada tiang lampu lalu lintas yang tertulis “Terlambat Haid, hubungi 081xxx”. Iklan semacam itu memberi alternatif para remaja yang memiliki pemikiran instan ketika mengalami kehamilan pranikah yang kemudian menyebabkan mereka memutuskan untuk melakukan aborsi. Di sisi lain edukasi tentang bahaya atau dampak dari aborsi tidak banyak dilakukan sehingga mereka tidak menyadari bagaimana dampak-dampak yang akan diterima setelah mereka melakukan aborsi.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 Secara teoritik orang yang melakukan aborsi akan mengalami dampak secara fisik dan kesehatan serta psikologis. Beberapa penelitian menemukan perempuan yang pernah melakukan aborsi memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar (Warren, 2010). Banyak perempuan yang mengalami trauma pasca aborsi kemudian menjadi pribadi yang mengalami gangguan makan, alkoholik, perilaku merusak diri sendiri, menjadi gila kerja, kesulitan menjalin hubungan interpersonal, gangguan disfungsi seksual, kecemasan dan gangguan panik, gangguan secara klinis, depresi, dan mengalami mimpi buruk (Burke,1994). Dampak fisik yang dialami pelaku aborsi berdampak pada kesehatan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Pada dampak jangka pendek pelaku aborsi bisa mengalami infeksi yang mengakibatkan ia merasakan sakit ketika melakukan hubungan seksual, pendarahan, kerusakan pada organ lain, dan terjadi robekan pada serviks dan pada jangka panjang ada kemungkinan seseorang yang pernah melakukan aborsi tidak dapat lagi mengalami kehamilan (Mochtar, 1998). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fegusson,dkk (2006), Dexter (2007), Psych (2011), dan Warren,dkk (2010) menunjukkan bahwa risiko paling tinggi dari aborsi secara psikologis akan mengalami depresi dan kecemasan. Lain halnya dengan penelitian Kimport,dkk (2011) menunjukkan hasil bahwa seseorang yang melakukan aborsi tidak akan mengalami depresi

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 5 dikarenakan ketika seseorang tersebut sudah melakukan aborsi dan ia mendapatkan dukungan dari orang-orang terdekatnya. Melihat data-data di atas dan tingginya angka aborsi di Yogyakarta, peneliti tertarik untuk melihat apakah pada era saat ini remaja pelaku aborsi di Yogyakarta masih mengalami depresi dan kecemasan paska aborsi karena dikhawatirkan apabila banyak remaja yang melakukan aborsi maka sikap terhadap aborsi diduga menjadi longgar. Sehingga menimbulkan dugaan bahwa pada masa sekarang remaja yang melakukan aborsi tidak lagi mengalami depresi dan Post Abortion Syndrome (PAS). PAS merupakan gangguan kecemasan dan termasuk dalam subtipe post traumatic stress disorder, yaitu seseorang yang mengalami kejadian traumatis karena aborsi. Penelitian ini dilakukan untuk memberi banyak pengetahuan kepada semua remaja yang sedang ataupun tidak mengalami kehamilan yang tidak direncanakan supaya mereka dapat mengerti dampak aborsi yang akan mereka alami apabila mereka melakukan aborsi dan mereka akan mempertimbangkan dalam ini. Hasil penelitian juga diharapkan dapat memberi informasi kepada masyarakat luas mengenai tingkat depresi remaja yang melakukan aborsi pada jaman sekarang. Sebenarnya penelitian tentang aborsi sudah banyak dilakukan dalam penelitian di luar negeri maupun di Indonesia sendiri, seperti pada data yang tercantum dari PKBI maupun jurnal-jurnal yang ada. Sebagian besar dari penelitian tersebut menggunakan subjek dengan rentang usia dewasa awal sampai dewasa akhir. Dalam penelitian ini, dipilih subjek remaja atau pada

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 rentang usia remaja akhir yaitu pada rentang usia 15-18 tahun. Sejauh peneliti ketahui, penelitian pelaku aborsi pada rentang usia remaja belum banyak dilakukan. Penelitian ini juga melihat tingkat depresi remaja yang melakukan aborsi di Yogyakarta pada saat ini. Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar dengan tingkat sosial ekonomi yang cukup bagus yang memungkinkan akses internet, para remaja untuk mengakses situs-situs porno yang menyebabkan mereka ingin berhubungan seksual. B. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat depresi dan kecemasan yang dialami oleh remaja yang melakukan aborsi di era saat ini di daerah Yogyakarta? Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendetail dari penelitian ini, maka peneliti membaginya dalam beberapa rincian pertanyaan sebagai berikut, yaitu : 1. Bagaimana tingkat depresi seorang remaja yang melakukan aborsi? 2. Apakah remaja yang melakukan aborsi mengalami Post Abortion Syndrome? C. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran secara deskriptif tingkat depresi dan tingkat post abortion syndrome remaja di era modern tahun 2010-2012 yang pernah melakukan aborsi di luar pernikahan.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran deskriptif mengenai tingkat depresi remaja di era modern. Dengan adanya penelitian tentang permasalahan ini, diharapkan dapat mengurangi perilaku aborsi. Berikut adalah kegunaan penelitian yang diharapkan: 1. Bagi Perempuan Yang Akan Melakukan Aborsi Penelitian ini diharapkan memberikan masukan mengenai dampak psikologis dari perilaku aborsi dan diharapkan orang yang akan melakukan aborsi bisa memikirkan lebih dalam sebelum memutuskan untuk melakukan aborsi. Dapat mencegah seseorang yang sedang mengalami kehamilan yang tidak direncanakan dalam rangka akan mengakhiri kehamilannya. 2. Bagi Lingkungan Pelaku Penelitian ini diharapkan memberikan informasi-informasi mengenai tingkat depresi akibat dari perilaku aborsi pada orang di sekitarnya, sebisa mungkin lingkungan juga dapat membantu memberikan pengarahan kepada para remaja mendapatkan dampak secara psikis juga mendapatkan dampak secara fisik untuk mempertimbangkan perilakunya.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II LANDASAN TEORI A. Depresi 1. Pengertian Depresi Awal mula depresi adalah ketika seseorang merasa sedih dan tertekan yang kemudian menyebabkan stres berkepanjangan, misalnya ketika orang yang dicintainya meninggal. Apabila seseorang kehilangan orang yang dicintainya dan merasa sedih dalam minggu-minggu pertama, masih termasuk dalam kejadian yang wajar. Tetapi keadaan ini disebut depresi jika kesedihan yang mendalam tetap ada dalam jangka waktu yang lama, misalnya enam bulan setelah kehilangan orang yang dicintainya tersebut. Depresi merupakan gangguan mental yang sering terjadi di tengah masyarakat. Penyakit ini kerap diabaikan karena dianggap bisa hilang sendiri tanpa pengobatan. Rathus (1991) menyatakan orang yang mengalami depresi umumnya mengalami gangguan yang meliputi keadaan emosi, motivasi, fungsional, dan gerakan tingkah laku serta kognisi. Kemudian menurut Atkinson (1991) depresi sebagai suatu gangguan mood yang dicirikan tak ada harapan dan patah hati, ketidakberdayaan yang berlebihan, tak mampu mengambil keputusan mengambil suatu kegiatan, tak mampu berkonsentrasi, tak punya semangat hidup, selalu tegang dan mencoba bunuh diri. 8

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 9 Sehingga dapat disimpulkan bahwa depresi merupakan gangguan mental yang disebabkan gangguan emosi, fungsional, kognisi, serta gerakan tingkah laku yang terjadi dalam jangka waktu yang lama. Berikut karakteristik seseorang apabila mengalami depresi, yaitu mengalami gangguan pola tidur, tidak bersemangat dalam beraktivitas, menurunnya efisiensi kerja, merasa kurang percaya diri dan menjadi terlalu sensitif perasaannya. 2. Simptom-simptom Depresi Individu yang mengalami depresi, pada umumnya menunjukkan adanya simptom-simptom khas yang mereka alami walaupun pada setiap orang yang satu dengan yang lain akan muncul simptom yang berbedabeda. Berikut penjelasan mengenai simptom depresi: a. Simptom Emosional Simptom emosional ditandai dengan adanya perubahan perasaan pada seseorang akibat pengaruh dari keadaan emosi. Menurut Beck (dalam Lubis, 2009) seseorang yang mengalami depresi akan ditandai dengan adanya penurunan mood, pandangan negatif terhadap diri sendiri, tidak lagi merasakan kepuasan, keinginan untuk menangis, dan hilangnya respon terhadap hal yang menyenangkan merupakan manifestasi dari simptom emosional tersebut. Karakteristik yang paling umum dari simptom emosional adalah penurunan mood. Seseorang akan mengalami penurunan mood ketika ia merasa sedih dan memiliki perasaan negatif, misalnya ketika seseorang

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 merasa tidak berharga, tidak berdaya, dan merasa lemah. Seseorang yang mengalami penurunan mood akan berpengaruh terhadap tingkat aktivitasnya. Mereka akan mengalami penurunan minat ketika melakukan kegiatan yang menyangkut tanggung jawab, apabila ia melakukan kegiatan yang pasif seperti tidur, bersantai akan memberikan kepuasan yang besar kepada individu tersebut. Orang yang mengalami depresi akan kehilangan emosi kasih sayang yang berkaitan dengan orang lain, yang kemudian menimbulkan reaksi negatif terhadap perasaan positif apapun. Terjadi peningkatan frekuensi dalam menangis, stimulus yang biasanya tidak memberi pengaruh emosi apapun terhadap individu kemudian sekarang dapat menimbulkan derai air mata. Apabila sudah mencapai tahap yang parah, individu yang mengalami depresi tidak lagi dapat menangis dan ia akan kehilangan respon terhadap suatu hal yang menyenangkan. b. Simptom Kognitif Menurut Beck (dalam Lubis, 2009) manifestasi kognitif antara lain individu memiliki penilaian yang rendah terhadap diri sendiri, tidak dapat membuat keputusan, dan mengalami distorsi body image. Individu yang mengalami depresi akan memandang segala sesuatu menjadi negatif dan hal tersebut cukup mengganggu dan menjadi sumber frustasi bagi lingkungannya. Penderita depresi kerap beranggapan bahwa keadaan yang seperti ini akan terus berlanjut dan memburuk di masa mendatang.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 Pikiran untuk menyalahkan dan mengkritik diri sendiri memiliki kaitan dengan anggapan bahwa hal-hal yang kurang menguntungkan tersebut ada hubungannya dengan kekurangan pada diri individu tersebut. Bahkan ada beberapa orang yang menyalahkan diri atas kejadian yang sebenarnya tidak memiliki sangkut paut dengan individu itu. Individu yang mengalami depresi akan mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan, mereka cenderung mengalami keraguan dalam memilih suatu keputusan karena mereka akan mempertimbangkan berbagai alternatif pilihan yang ada. Ada dua aspek yang memberi pengaruh dalam ketidakmampuan dalam mengambil keputusan. Aspek yang pertama ialah individu mengantisipasi pembuatan keputusan yang salah. Maksudnya setiap ia akan memilih suatu keputusan, ia akan selalu mempertimbangkan kemungkinankemungkinan yang akan terjadi. Aspek yang kedua berkaitan dengan paralysis of the will. Maksudnya, individu tersebut kurang memiliki motivasi sehingga untuk membuat suatu keputusan itu merupakan suatu beban yang berat sehingga hal tersebut sangat ingin dihindari dan dijauhi. Sehingga membuat individu cenderung menunda dalam membuat keputusan. Mengenai body image, menyangkut anggapan bahwa dirinya tidak menarik karena adanya perubahan pada penampilan fisik yang menimbulkan kekhawatiran pada diri klien.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 c. Simptom Motivasional Seseorang yang mengalami depresi akan merasa kehilangan motivasi (paralysis of will) sekitar 65% sampai 86%. Individu yang mengalami depresi akan merasa tidak ada kemauan dalam melakukan sesuatu walaupun yang harus mereka lakukan cukup banyak. Kemudian simtom berikutnya ketika seorang yang depresi hanya senang ketika melakukan hal-hal yang pasif seperti menonton televisi dan tidurtiduran di kamar. Individu tersebut menghindari tugas sehari-hari dan ia cenderung akan menunda kegiatan yang dapat memberikan kepuasan sesegera mungkin. Seorang yang mengalami depresi akan memiliki keinginan untuk bunuh diri. Keinginan bunuh diri tertuang pada pikiran berulang kali baik yang sifatnya pasif maupun aktif. Keinginan bunuh diri yang dialami individu tersebut berlangsung terus-menerus. Kemudian yang terakhir, seseorang yang depresi akan mengalami peningkatan dependensi. Misalnya saja individu akan meminta bantuan kepada orang lain sebelum mengerjakan tugasnya. Pada tingkat yang ekstrim individu tersebut ingin melakukan semua hal bagi dirinya tanpa ia harus merasa bersusah payah. d. Simptom Fisik Simtom fisik penderita depresi adalah kehilangan nafsu makan, gangguan tidur, mudah lelah dan kehilangan libido. Para ahli membuktikan bahwa penderita depresi yang mengalami gangguan tidur

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 akan mengalami kurang tidur dan terlihat gerakan-gerakan yang berlebihan selama tidur. Kemudian hilangnya libido pada penderita depresi berkorelasi tinggi dengan hilangnya nafsu makan, serta kehilangan minat pada orang lain. Beberapa individu mengalami simtom mudah lelah sebagai gejala fisik sepenuhnya dan ia merasa terlalu lemah untuk bergerak, dan tidak bergairah. B. Post Abortion Syndrome Post Abortion Syndrome merupakan gangguan kecemasan termasuk dalam subtipe Post Traumatic Stress Disorder. Dalam DSM IV (dalam Durand, 2006; Davison, 2006 dan Halgin, 2010) PTSD ditandai dengan simptom mengalami kembali kejadian traumatik, adanya penghindaran stimuli yang diasosiasikan terhadap kejadian yang dialami subjek, dan adanya gejala arrousal yang meningkat. Perempuan dikatakan mengalami PAS apabila ia teridentifikasi dengan munculnya dua atau lebih dari jumlah simptom pada PAS, simptom tersebut muncul setelah seseorang melakukan aborsi. Beberapa pelaku mengalami PAS dalam jangka waktu beberapa bulan setelah melakukan aborsi dan bertahan dalam diri pelaku selama beberapa tahun. 1. Perasaan Bersalah. Rasa bersalah ini muncul ketika seseorang merasa telah melanggar kode moral yang diyakininya. Mereka memiliki beban rasa bersalah yang tiada henti karena ia telah melakukan pembunuhan terhadap janin yang dikandungnya.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 2. Kecemasan. Rasa cemas muncul dari kegelisahan yang didefinisikan sebagai suatu keadaan emosional dan fisik yang tidak menyenangkan yang berasal dari ketegangan, (ketidakmampuan untuk bersantai, lekas marah, dll), respon fisik (pusing, jantung berdebar, sakit perut, sakit kepala, dll), khawatir tentang masa depan, sulit berkonsentrasi dan tidur terganggu. Rasa cemas ini muncul karena adanya konflik antara standar moral yang diyakininya dan keputusannya dalam melakukan aborsi. Perempuan yang mengalami kecemasan tidak sadar akan mulai menghindari segala sesuatu yang berkaitan dengan bayi. Dia berusaha untuk tidak menghadiri syukuran bayi, tidak melewati tempat perlengkapan bayi di toko dan sebagainya. 3. Mati rasa secara psikologis. Banyak wanita pasca aborsi meyakini bahwa mereka tidak akan pernah lagi membiarkan diri mereka untuk diletakkan dalam posisi rentan. Akibatnya, tanpa mereka sadari, mereka mungkin berusaha untuk menjaga emosi mereka, mencegah diri dari rasa sakit akibat apa yang terjadi. Hal tersebut akan berdampak menghambat kemampuan mereka untuk membentuk dan menjaga hubungan dekat dengan orang lain. 4. Depresi dan pikiran bunuh diri. Kita semua mengalami depresi dari waktu ke waktu, tetapi kriteria berikut ini sering terjadi pada wanita yang mengalami aborsi: a. Sad mood – mereka akan mulai dari perasaan melankolis untuk keputusasaan total.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 b. Sudden and uncontrollable crying episodes c. Deterioration of self-concept – terjadi karena dia merasa bahwa kemampuannya untuk berfungsi sebagai seorang wanita "normal" sudah berkurang. Pola tidur, nafsu makan, dan gangguan seksual biasanya mulai berkurang. d. Reduced motivation – merasa bahwa mereka sudah tidak layak lagi untuk melakukan kegiatan normal sesuai kehidupan. e. Disruption in interpersonal relationships – mereka kurang merasa antusias untuk semua kegiatan yang berkaitan dengan suami atau pacar. Hal ini terbukti dalam hubungannya dengan suami atau pacar, terutama jika suami atau pacar terlibat dalam keputusan aborsi. f. Thoughts of suicide - dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institut Elliot 33% wanita yang melakukan aborsi, disurvei mencapai tingkat depresi begitu dalam. Mereka merasa lebih baik mati daripada melanjutkan kehidupannya. 5. Sindroma saat melakukan aborsi. Sekitar 54% perempuan yang telah melakukan aborsi melaporkan peningkatan PAS pada saat waktu kejadian tersebut terulang lagi. 6. Kilas balik saat melakukan aborsi. Sebuah peristiwa yang sangat umum digambarkan oleh perempuan pasca aborsi adalah perasaan sedih mendadak, mengalami kilas balik dari aborsi. Sering terjadi situasi yang menyerupai beberapa aspek dari aborsi, seperti pemeriksaan ginekologi

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 rutin, atau bahkan suara penyedot bayi. Kilas balik juga terjadi dalam bentuk mimpi buruk yang berulang tentang bayi atau memimpikan bayi yang sudah diaborsi. "Mimpi" yang terjadi biasanya melibatkan tema kehilangan, bayi dipotong-potong atau bayi menangis. 7. Kegelisahan atas kesuburan dan masalah melahirkan anak. Beberapa wanita pasca aborsi merasakan takut bahwa mereka tidak akan pernah lagi hamil atau mampu mempertahankan kehamilan hingga saat persalinan. Beberapa dari mereka berharap untuk memiliki anak-anak cacat karena mereka telah "didiskualifikasi sebagai ibu yang baik." Banyak mengacu pada ketakutan ini sebagai hukuman dari Tuhan. 8. Gangguan proses ikatan dengan anak-anak. Kekhawatiran lain wanita pasca aborsi memungkinkan dirinya untuk benar-benar mengalami ikatan dengan anak lain. Reaksi lain untuk menebus tindakannya terhadap anak yang diaborsi adalah dengan menjadi ibu yang paling sempurna di dunia untuk anak-anaknya di masa depan. 9. Merasa bersalah selama hidup. Kebanyakan wanita tidak melakukan aborsi karena alasan sepele. Mereka biasanya berada di tengah-tengah situasi yang menyedihkan dimana mereka akan kehilangan banyak situasi jika mereka memilih untuk tetap mempertahankan kehamilan mereka. Pada akhirnya, keputusan yang dipilih berdasarkan pada yang ia yakini "Its me or you, and I choose me". Tetapi aborsi membebaskan mereka dari trauma sementara mereka pada saat ini, daripada mereka memiliki rasa

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 bersalah tak henti-hentinya untuk memilih kenyamanan mereka sendiri sepanjang umur anak. 10.Pengembangan gangguan makan. Beberapa perempuan pasca aborsi akan mengalami anoreksia atau bulimia. Pada saat ini fenomena ini sebagian besar masih belum diselidiki. Mungkin ada beberapa faktor yang berkontribusi untuk itu. Pertama, kenaikan berat badan atau kehilangan berat badan yang berlebihan karena berkaitan dengan bentuk badan yang tidak menarik. Kedua, menjadi tidak menarik. Hal ini berfungsi sebagai bentuk hukuman terhadap diri dan membantu melestarikan keyakinan bahwa perempuan itu tidak layak mendapatkan perhatian dari orang lain. Ketiga, perubahan perilaku makan yang ekstrim merupakan salah satu bentuk kontrol terhadap wanita yang merasa hidupnya benar-benar di luar kendali. Akhirnya, penurunan berat badan yang drastis yang dapat menyebabkan terhentinya siklus menstruasi, sehingga mencegah kehamilan berikutnya. 11.Alkohol dan penyalahgunaan narkoba. Alkohol dan penggunaan narkoba sering digunakan untuk mengatasi rasa sakit karena teringat dari kenangan aborsi. Sayangnya, wanita yang menggunakan alkohol dan penyalahgunaan narkoba tidak hanya akan menambah lebih banyak masalah tetapi juga akan memiliki lebih sedikit sumber daya yang dapat digunakan untuk menyelesaikannya. Konsekuensi mental dan fisik dari penyalahgunaan alkohol atau obat hanya memperkuat sebagian besar gejala wanita tersebut sudah mengalami sindroma tersebut.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 12.Perilaku menghukum diri atau merendahkan diri. Selain gangguan makan dan penyalahgunaan zat, wanita pasca aborsi juga dapat masuk dalam hubungan yang kasar, menjadi promiscuous, dan gagal untuk merawat dirinya sendiri secara medis atau sengaja melukai dirinya secara emosional dan / atau fisik. 13. Reaktif psikosis singkat. Jarang, seorang wanita pasca aborsi mungkin mengalami episode psikotik singkat selama kurang lebih dua minggu setelah aborsi. Perpecahan dengan realitas yang ada dan pemulihan setelahnya. Keduanya terjadi sangat cepat, dan dalam kebanyakan kasus seperti ini orang kembali sepenuhnya normal ketika masalah ini selesai. Walaupun ini merupakan reaksi yang tidak biasa untuk masalah aborsi, karena ada kemungkinan bagi seseorang yang aborsi untuk memiliki reaksi psikotik singkat ke stres bahkan tanpa dicap sebagai individu psikotik. Selama episode tersebut, persepsi individu tentang realitas terdistorsi secara drastis. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Post Abortion Syndrome merupakan gangguan kecemasan yang berada dalam subtipe dari Post Traumatic Stress Disorder yaitu ketika seseorang mengalami kejadian traumatis setelah aborsi. Post abortion syndrome ditandai oleh munculnya dua atau lebih dari simptom PAS tersebut.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 C. Mekanisme Pertahanan Diri Mekanisme pertahanan diri merupakan cara ego untuk bertahan terhadap kecemasan yang dialaminya. Secara tidak sadar, dia akan bertaahan dengan memblokir dorongan-dorongan atau dengan menciutkan dorongandorongan tersebut menjadi wujud yang lebih dapat diterima dan tidak terlalu mengancam (Boeree, 2009). Berikut bentuk-bentuk pertahanan diri: 1. Reaksi Formasi (Pembentukan Reaksi) Mekanisme ini mengubah dorongan-dorongan yang tidak dapat diterima menjadi kebalikannya (dapat diterima). Contohnya apabila seorang anak marah terhadap ibunya, maka akan berubah secara dramatis menjadi sangat baik dan patuh terhadap ibunya. 2. Represi Anna Freud menyebut represi dengan “melupakan yang bermotivasi”. Represi merupakan ketidakmampuan untuk mengingat kembali situasi, orang atau peristiwa yang menakutkan. Contohnya seorang wanita muda yang memiliki hasrat seksual yang tinggi, cenderung melupakan nama-nama pacarnya. 3. Introjeksi Introjeksi merupakan mekanisme yang bekerja dengan cara membawa kepribadian orang lain masuk ke dalam diri anda, karena dengan begitu anda dapat menyelesaikan masalah perasaan yang mengganggu anda. Contohnya, seorang anak yang sering ditinggal oleh

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 orangtuanya yang sibuk akan selalu mencoba menjadi seorang “ibu” untuk menghilangkan rasa takut dan kesepiannya. 4. Isolasi Isolasi merupakan mekanisme yang berjalan dengan cara mengalihkan emosi dari kenangan yang menakutkan. Contohnya, orang yang merasa dirinya dianggap sebagai anak kecil. 5. Proyeksi Mekanisme pertahanan diri dimana impuls yang menyebabkan kecemasan dikeluarkan dengan cara mengarahkan kecemasan tersebut kepada orang lain, hal ini berbedda dengan pengalihan. Contohnya seorang laki-laki menyukai seorang wanita, ketika ditanya sahabat dari laki-laki ini, laki-laki tersebut mengatakan bahwa wanita itulah yang menyukai dan mengejar-ngejar dia. 6. Rasionalisasi Rasionalisasi adalah pendistorsian kognitif terhadap kenyataan dengan tujuan kenyataan tersebut tidak lagi memberi kesan menakutkan. Rasionalisasi membantu untuk membenarkan berbagai tingkah laku spesifik. Contohnya ketika kita mencoba memaafkan diri sendiri dari kesalahan dengan menyalahkan orang lain. 7. Denial Denial merupakan sebuah tindakan menolak untuk mengaku adanya stimulus yang menyebabkan timbulnya rasa cemas. Bila seseorang menyangkal kenyataan, maka dia menganggap tidak ada atau menolak

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 adanya pengalaman yang tidak menyenangkan untuk melindungi diri sendiri. Contohnya seorang anak telah divonis kanker hati, ketika anak tersebut menanyakan kepada orang tuanya tentang penyakit yang dideritanya, orang tua menjawab bahwa ia hanya sakit perut biasa dan akan sembuh apabila minum obat. D. Remaja 1. Pengertian Remaja Masa remaja adalah suatu periode transisi dalam rentang kehidupan manusia, yang menjembatani masa anak-anak dengan masa dewasa (Santrock, 2011), yang dimasuki pada usia kira kira dari 13 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun (Jahja,2011). Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga (Hurlock, 1990). Istilah adolescene yang berasal dari kata Latin adolescere yang berarti “tumbuh” atau “tumbuh menjadi matang”. Kematangan yang dimaksudkan disini mempunyai arti yang lebih luas, mencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik (Hurlock, 1990).

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa, pada usia 13-18 tahun yang merupakan masa dimana mereka mengalami perkembangan terhadap fisik, kognitif dan sosial-emosi pada remaja tersebut. 2. Karakteristik Umum Masa Remaja Remaja berada pada masa peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Berikut merupakan karakteristik umum masa remaja (Santrock, 2011) : a. Perkembangan Fisik Perkembangan fisik masa remaja ditandai dengan mengalami menarche atau haid pertama. Menarche adalah sebuah peristiwa yang menandai masa pubertas pada perempuan. Pubertas (puberty) adalah sebuah periode di mana kematangan fisik berlangsung cepat, yang melibatkan perubahan hormonal dan tubuh, yang terutama berlangsung pada awal masa remaja (Santrock, 2011). Remaja putri mengalami menarche, yaitu menstruasi pertama, sedangkan remaja putra mengalami spermarche, yaitu pertama kalinya cairan sperma yang keluar, yang umumnya terjadi pada saat tidur. Pada remaja putri ditandai dengan tumbuhnya payudara, muncul pubic hair, jaringan lemak mulai menebal terutama di bagian lengan, paha, pinggul, dan perut. (Papalia et al., dalam Gunarso, 2004).

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 Akibat perubahan bentuk tubuh dan kematangan hormon seks menyebabkan para remaja tersebut memiliki minat pada seksualitas, karena meningkatnya minat pada seks, remaja berusaha untuk mencari informasi yang lebih banyak mengenai seks. Mereka mencari tahu informasi mengenai seks dari pelbagai sumber, karena menurut mereka apabila mereka mencari informasi mengenai seks kepada orang tua, mereka akan tidak mendapatkan semua informasi sesuai yang mereka harapkan. Mereka memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Misalnya remaja tersebut membahas dengan teman-teman di lingkungan sekolah ataupun perguruan tinggi, membaca buku-buku mengenai seks, atau mengadakan percobaan dengan cara masturbasi, bercumbu dan bersenggama. Remaja putri yang sudah mengalami haid artinya ia mempunyai kemungkinan hamil dan ia memiliki dorongan untuk melakukan hubungan seks dengan pasangannya. (Harlock, 1990). b. Perkembangan Kognitif 1) Pemikiran Operasional Formal Dalam teori Jean Piaget (Santrock, 2002) pola pikir remaja tidak lagi terbatas pada pengalaman konkret aktual sebagai dasar pemikiran. Sebaliknya, mereka dapat membangkitkan situasi khayalan, kemungkinan-kemungkinan hipotesis, dan penalaran

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 yang benar-benar abstrak. Mereka mampu menggunakan penalaran deduktif hipotetis dalam proses pemecahan masalah, yaitu membuat perencanaan, memecahkan masalah secara sistematis, dan melakukan pengetesan terhadap solusi yang diambil. 2) Kognisi Sosial Pemikiran remaja bersifat egosentris. David Elkind (dalam Santrock, 2002) yakin bahwa egosentrisme remaja (adolescence egocentrism) memiliki dua bagian, yakni penonton khayalan dan dongeng pribadi. Penonton khayalan (imaginary audience) adalah keyakinan remaja bahwa orang lain memperhatikan dirinya sebagaimana halnya dengan dirinya sendiri. Perilaku mengundang perhatian, umum terjadi pada masa remaja, mencerminkan egosentrisme dan keinginan untuk tampil diatas pentas, diperhatikan, dan terlihat. Fantasi imaginary audience ini kuat pada masa remaja awal, tetapi tetap ada pada masa dewasa, walaupun dalam tingkat yang lebih rendah. Dongeng pribadi (the personal fable) adalah bagian dari egosentrisme remaja yang meliputi perasaan unik seorang remaja. Rasa unik pribadi remaja membuat mereka merasa bahwa tidak seorang pun mengerti bagaimana perasaan mereka sebenarnya (Santrock, 2002). Menurut Elkind (dalam Papalia, 2010), bentuk egosentrisme khusus ini mendasari perilaku yang berisiko dan

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 menghancurkan diri sendiri dan personal fable ini mendorong orang untuk mengambil resiko sehari-hari. Beberapa ahli perkembangan yakin bahwa egosentrisme dapat menerangkan beberapa perilaku remaja yang nampaknya ceroboh. Dalam sebuah peneitian, anak-anak perempuan kelas sebelas dan dua belas yang tingkat egosentris remajanya tinggi, mengatakan bahwa kemungkinannya kecil mereka akan hamil bila terlibat hubungan seks tanpa alat kontrasepsi (Santrock, 2002). 3) Pengambilan Keputusan Masa remaja ialah masa di mana seseorang dihadapkan pada situasi yang lebih banyak melibatkan pengambilan keputusan (Sunstein, dalam Santrock 2011). Dibandingkan dengan anak-anak, remaja yang lebih muda cenderung menghasilkan pilihan-pilihan, menguji situasi dari berbagai perspektif, mengantisipasi akibat dari keputusan-keputusan, dan mempertimbangkan kredibilitas sumber-sumber. Akan tetapi remaja yang lebih muda kurang kompeten dalam ketrampilan pengambilan keputusan dibanding remaja yang lebih tua. Saat orang melakukan pengambilan keputusan, lebih baik saat mereka dalam kondisi yang tenang dibandingkan ketika sedang emosi. Seorang remaja yang dalam kondisi tenang mampu mengambil keputusan secara bijaksana, dapat mengambil keputusan yang

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 tidak bijaksana ketika emosinya sedang tinggi (Paus, 2009; Steinberg, 2008, dalam Santrock 2011). c. Perkembangan Sosio-Emosi 1) Keluarga a) Otonomi dan Attachment Otonomi dan tanggung jawab merupakan tuntutan remaja kepada orang tua mereka. Ketika remaja menuntut otonomi, orang tua yang bijaksana akan melepaskan kendali di bidang-bidang dimana remaja dapat mengambil keputusankeputusan yang masuk akal pada bidang-bidang dimana remaja memiliki keterbatasan pengetahuan dalam bidang tersebut. Adanya kelekatan (secure attachment) dengan orang tua pada masa remaja dapat membantu kompetensi sosial dan kesejahteraan sosial remaja, seperti tercermin dalam ciri-ciri seperti harga diri, penyesuaian emosional, dan kesehatan fisik. b) Konflik Orang Tua-Remaja Konflik dengan orang tua seringkali meningkat selama masa awal remaja, agak stabil selama tahun-tahun sekolah menengah atas, dan kemudian berkurang ketika remaja mencapai usia 17 hingga 20 tahun. Konflik sehari-hari yang mencirikan relasi orang tua – remaja yang sebenarnya dapat berperan sebagai fungsi perkembangan yang positif. Perselisihan dan perundingan kecil ini mempermudah transisi remaja dari

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 tergantung pada orang tua menjadi seorang individu yang memiliki otonomi. 2) Teman Sebaya a) Tekanan Teman Sebaya dan Tuntutan Konformitas Konformitas dan tekanan teman sebaya dapat memberikan pengaruh yang positif maupun yang negatif. Umumnya remaja terlibat dalam semua perilaku konformitas yang negatif, seperti: menggunakan bahasa yang jorok, mencuri, merusak, dan mengolok-olok orang tua dan guru. Akan tetapi banyak sekali konformitas teman sebaya yang tidak negatif dan terdiri atas keinginan remaja untuk dilibatkan di dalam dunia teman sebaya (Santrock, 2002). b) Berkencan Remaja meluangkan banyak waktu untuk berkencan. Berkencan mempunyai fungsi sebagai rekreasi, sumber status dan prestasi, serta suatu setting untuk belajar tentang relasi yang akrab, dan sebagai penyeleksian pasangan. Dalam berkencan dikenal istilah skenario berkencan (dating scripts) ialah modelmodel kognitif yang digunakan oleh remaja dan orang dewasa untuk memandu dan mengevaluasi interaksi berkencan. Kaum laki-laki mengikuti skenario berkencan yang proaktif, kaum perempuan mengikuti skenario berkencan yang reaktif. Skenario kaum laki-laki adalah memulai kencan, mengendalikan bidang

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 28 umum misalnya yang mengendarai kendaraan, dan memulai dalam interaksi seksual. Skenario kaum perempuan berfokus pada bidang pribadi, misalnya memperhatikan penampilan, menikmati kencan, dan menanggapi interaksi seksual dari kaum laki-laki (Santrock, 2002) 3. Perilaku Seksual Remaja a. Pengertian Perilaku Seksual Menurut Dariyo (2004) perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun dengan sesama jenisnya. Bentuk-bentuk tingkah laku ini bisa bermacam-macam, mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah laku berkencan, bercumbu, dan bersenggama. Objek seksualnya bisa berupa orang lain, orang dalam khayalan atau diri sendiri. (Psikologi Remaja; 2007) b. Remaja dan Kehidupan Seks 1) Pertama Kali Berkencan Pada generasi yang lalu dan hampir lalu, masalah berkencan ini tidak dikenal sehubungan dengan adat istiadat yang kuat, yang lebih menekankan soal pengendalian daripada kebebasan. Hal tersebut hinggap pada putra-putri dari orang-orang yang tergolong generasi yang lalu. Dengan cara menengok kembali ke masa-masa yang lalu yang tampaknya penuh dengan ketenangan di kalangan

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 remaja, karena semua itu sudah diatur sampai menginjak jenjang pernikahan. Berkencan dapat dirumuskan sebagai suatu proses di mana seorang pria pergi dengan seorang gadis untuk berekreasi. Belum tentu dalam kencan tadi terselip soal-soal yang berhubungan erat dengan percintaan, mungkin hanya sekedar mencari kawan saja. Berkencan ini tidak dibatasi oleh usia, tetapi hanya membatasi berkencan diantara remaja saja. 2) Terlalu Cepat Matang Ada bermacam-macam pendapat orang mengenai pengertian “matang”. Seringkali orang mempergunakannya untuk menggambarkan situasi dimana remaja di dalam kehidupan seks. Memang ini sesuai dengan perkembangan psikis dari remaja tersebut karena mereka mulai menyadari apa yang diperbuatnya. Ada kalanya remaja sebetulnya hanya ingin berlaku seperti orang dewasa, padahal keadaan psikis seseorang itu belum menunjukkan kebutuhankebutuhan untuk mengadakan kontak yang intim dengan kawan yang tidak sejenis. Dalam hal ini secara seksual mereka sudah matang, hal mana datangnya lebih cepat daripada misalnya pada masa kira-kira sepuluh tahun yang lalu. Mungkin soal kematangan ini tidak begitu mendatangkan kerugian secara badaniah. Kadangkala seorang remaja kelihatannya menghindarkan diri dari masalah seks. Kalau kawan-kawannya sudah mulai pacaran,

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 ternyata dia lebih berkonsentrasi terhadap pelajaran atau hobinya. Mungkin ada yang beranggaapan bahwa remaja tersebut masih memiliki jiwa kekanak-kanakan yang tebal atau terkadang dianggap abnormal ketika menyangkut kehidupan seks. Para remaja yang seperti ini tidak berarti mereka abnormal, tetapi mereka menyadari bahwa kini belum saatnya memulai dan sekedar ikut-ikutan temannya (Soekanto, 1989). E. Kehamilan Pranikah pada Remaja 1. Pengertian Kehamilan Kehamilan terjadi karena adanya pembuahan sel telur oleh sperma yang nantinya akan berkembang menjadi janin. Hubungan seks antara alat kelamin wanita dengan alat kelamin pria pada masa-masa suburnya, sangat memungkinkan terjadinya kehamilan. 2. Kehamilan Remaja Kehamilan merupakan konsekuensi yang logis dari hubungan pergaulan bebas antar remaja yang berbeda jenis kelamin, yang cenderung tidak dapat dikendalikan dengan baik. Kehamilan diluar nikah merupakan cermin dari ketidakmapuan seorang remaja dalam mengambil suatu keputusan dalam pergaulannya dengan lawan jenis. Pada peristiwa kehamilan pranikah, remaja ingin melakukan aborsi. Hal yang perlu kita pahami adalah motif-motif apakah yang mendorong wanita melakukan aborsi. Berikut sebab-sebab yang mendorong seseorang melakukan aborsi secara sengaja adalah kemiskinan dan ketidakmampuan

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 ekonomis, moralitas sosial, ketakutan terhadap orang tua, rasa malu dan aib terhadap tetangga serta handai taulan, relasi cinta yang tidak harmonis, ketidaksengajaan yang mengakibatkan “kecelakaan” dan terpaksa hamil, dan dari pihak pria melarikan diri dan tidak mau bertanggung jawab, sehingga menyebabkan status keibuan ekstramarital (unmarried mother). (Kartono,1992) a. Model Pengambilan Keputusan pada Remaja yang Hamil 1) Melahirkan bayi yang dikandung Remaja yang memilih untuk melahirkan bayi yang dikandungnya memiliki konsekuensi yang akan dihadapi, yaitu ia akan menjadi orang tua. Menurut Thornburg, hal-hal yang harus dilakukan oleh orang tua adalah merawat kehamilan, memberi pemenuhan kebutuhan makanan yang bergizi, memiliki ketrampilan untuk merawat kesehatan anak, dan harus merasa siap dalam pemenuhan kebutuhan. 2. Melakukan aborsi Bila remaja melakukan aborsi, maka remaja memerlukan pelayanan kesehatan untuk dapat mengeluarkan janinnya secara aman dan biaya murah. Tetapi, remaja juga dihadapkan masalah dimana ia akan melakukan aborsi secara resmi atau tidak. Aborsi resmi berarti pengguguran janin dilakukan dan disetujui oleh lembaga kesehatan. Tindakan aborsi dianggap melanggar nilai-nilai

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 agama dan norma sosial-masyarakat, karena aborsi berarti melakukan pembunuhan terhadap calon-calon bayi (Dariyo, 2004). b. Konsekuensi Masalah Akibat Kehamilan Remaja 1) Konsekuensi terhadap pendidikan : putus sekolah (DO) Remaja wanita yang hamil, umumnya tidak memperoleh penerimaan sosial dari lembaga pendidikannya, sehingga ia harus dikeluarkan dari sekolahnya. Demikian pula dengan remaja laki-laki yang menjadi pelaku utama penyebab kehamilan tersebut, juga akan mengalami nasib yang sama, yaitu drop-out dari sekolahnya. 2) Konsekuensi sosiologis : sanksi sosial Orang tua akan menanggung malu apabila mengetahui anaknya hamil. Maka untuk menyelesaikan masalah tersebut, orang tua akan menikahkan anaknya yang hamil dengan remaja laki-laki yang menghamilinya. Masyarakat juga akan mencemooh, mengisolasi atau mengusir terhadap orang-orang yang melanggar norma masyarakat. 3) Konsekuensi penyesuaian dalam kehidupan keluarga baru Remaja harus dapat menyesuaikan diri dalam kehidupannya yang baru. Apabila mereka tidak mampu untuk menyesuaikan diri dapat menyebabkan sering terjadi konflik-konflik, pertengkaran, percek-cokan, dan dapat berakhir pada perceraian.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 4) Konsekuensi ekonomis : pemenuhan kebutuhan ekonomis keluarga Sebagai orang tua, mereka harus bertanggung jawab untuk memberi pemenuhan kebutuhan ekonomi rumah tangga mereka. Remaja tersebut harus bekerja, tetapi karena mereka tidak memiliki pengetahuan, keterampilan, atau keahlian yang cukup memadai sebagai orang profesional, maka ia akan memperoleh taraf penghasilan yang rendah. Dengan penghasilan yang rendah, menyebabkan remaja tidak mampu untuk membiayai kebutuhan ekonomi keluarga. 5) Konsekuensi hukum Remaja yang telah hamil disarankan untuk melakukan pernikahan sah secara hukum yang diakui oleh pemerintah. Dengan menikah secara resmi, mereka akan terhindar dari sanksi sosial, sebab mereka menjadi suami istri yang sah. F. Aborsi 1. Pengertian Aborsi Menurut Kartono dan Gulo (dalam Andayani dan Setiawan, 2005), aborsi atau disebut juga pengguguran kandungan, keluron, abortus atau keguguran adalah pengguguran atau pengenyahan dengan paksa janin (embrio) dari rahim (uterus) selama tiga bulan. Secara umum istilah aborsi diistilahkan sebagai pengguguran kandungan yaitu dikeluarkannya janin

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 sebelum waktunya, baik itu secara sengaja atau tidak. Biasanya dilakukan saat janin masih berusia muda (sebelum bulan keempat masa kehamilan). Menurut Kusmaryanto (2005), aborsi (abortion) berasal dari bahasa latin abortio, ialah pengeluaran hasil konsepsi dari uterus secara prematur pada umur di mana janin itu belum bisa hidup diluar kandungan. Secara medis aborsi berarti pengeluaran kandungan sebelum berumur 24 minggu dan mengakibatkan kematian, sedangkan pengeluaran janin sesudah umur 24 minggu dan mati tidak disebut aborsi tetapi pembunuhan bayi (infanticide). Aborsi ialah penghentian dan pengeluaran hasil kehamilan dari rahim sebelum janin bisa hidup diluar kandungan. Umur janin bisa hidup diluar kandungan diberi batas 20 minggu, tetapi ada yang sampai 24 minggu. Pengeluaran janin yang berakibat kematian terjadi sampe umur 20-24 minggu disebut pengguguran/aborsi (Kusmaryanto, 2002). Dengan kata lain, keluarnya janin secara sengaja oleh campur tangan manusia disebut “procured abortion” atau abortus provocartus atau aborsi yang disengaja (Kusmaryanto, 2002). Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa aborsi adalah tindakan pengeluaran hasil kehamilan dari rahim, sebelum janin bisa hidup diluar kandungan sampai usia kehamilan 24 minggu.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 2. Komplikasi secara Fisik / Medik dari Aborsi a. Robekan pada serviks Terjadi apabila serviks terlalu keras, dilatasi dan pegangan klem terlalu dipaksakan. Apabila luka sobekan cukup lebar maka harus dijahit. Karena dapat menimbulkan pendarahan. b. Pendarahan Jika leher rahim robek akan menimbukan pendarahan yang dapat berbahaya bagi keselamatan ibu. Terkadang dibutuhkan pembedahan untuk menghentikan pendarahan tersebut. c. Infeksi Infeksi dapat disebabkan oleh alat medis tidak steril yang dimasukkan ke dalam rahim atau sisa janin yang tidak dibersihkan dengan benar. d. Kerusakan organ lain Saat alat dimasukkan ke dalam rahim, maka ada kemungkinan alat tersebut menyebabkan kerusakan pada organ terdekat seperti usus atau kandung kemih. e. Larutan garam masuk ke dalam rongga peritonium atau pembuluh darah Kerja jantung akan berhenti (cardiac arrest), sesak napas sampai pernapasan terhenti dan hipofibrinogenemia (Mochtar, 1998).

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 3. Komplikasi / Efek secara Psikologis Proses aborsi bukanlah suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental atau psikologis seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindroma Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994). Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini: 1. Kehilangan harga diri 2. Berteriak-teriak histeris 3. Mimpi buruk mengenai bayi yang diaborsi 4. Ingin melakukan bunuh diri 5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang 6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya. (aborsi.org “cintailah kehidupan” diunduh dari http://www.aborsi.org/teknik.htm ) G. Dinamika Psikologis setelah Mengalami Aborsi Aborsi merupakan pengguguran kandungan secara paksa baik itu secara sengaja atau tidak. Pengguguran kandungan biasanya dilakukan saat

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 janin masih berusia muda, sebelum bulan keempat masa kehamilan (Kartono dan Gulo, dalam Andayani dan Setiawan, 2005). Menurut Eddy Hasmi, tingginya tingkat aborsi yang dilakukan oleh kalangan remaja terjadi akibat perilaku hubungan seksual pranikah (www.merdeka.com). Saat remaja mengalami kehamilan pranikah terlihat jelas bahwa konsekuensi terhadap pendidikan yang akan ia alami, karena baik remaja putri yang sedang hamil dan remaja putra yang mejadi pelaku utama penyebab kehamilan akan dikeluarkan dari sekolah (Dariyo, 2004). Kehamilan merupakan konsekuensi dari hubungan seksual, namun remaja yang melakukan seks pranikah cenderung menempuh jalan pintas, yakni melakukan aborsi (sosialbudaya.tvonenews.tv). Remaja melakukan pengambilan keputusan dalam melakukan aborsi melibatkan faktor emosi dalam diri mereka (Santrok,2002). Mereka cenderung mengambil keputusan dalam situasi emosi yang tidak stabil karena usia mereka yang masih muda. Remaja yang melakukan aborsi tidak memikirkan bagaimana dampak yang akan mereka alami setelah itu, mereka hanya memikirkan bahwa bayi yang dikandung sudah hilang dan masalah selesai. Setelah mereka melakukan aborsi, bagi sebagian remaja putri akan mengalami dampak secara psikologis. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fegusson,dkk (2006), Dexter (2007), Psych (2011), dan Warren,dkk (2010) menunjukkan bahwa risiko paling tinggi dari aborsi secara psikologis akan mengalami depresi dan kecemasan. Lain halnya dengan penelitian Kimport,dkk (2011) menunjukkan hasil bahwa seseorang yang melakukan aborsi tidak akan mengalami depresi

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 dikarenakan setelah mereka melakukan aborsi, mereka mendapatkan dukungan dari orang-orang sekitarnya. Dampak yang mereka terima ketika melakukan aborsi ialah perasaan sedih dan tertekan yang kemudian menyebabkan stres yang berkepanjangan. Keadaan tersebut dikatakan depresi apabila kesedihan yang mendalam tetap ada dalam jangka waktu yang lama, misalnya enam bulan setelah melakukan aborsi. Menurut Rathus (1991) orang yang mengalami depresi umumnya mengalami gangguan yang meliputi keadaan emosi, motivasional, fungsional, dan gerakan tingkah laku serta kognisi. Dalam depresi, simptom-simptom yang akan muncul yaitu simptom emosional, simptom kognitif, simptom motivasional dan simptom fisik. Depresi pada umumnya menunjukkan simptom-simptom tersebut dan setiap orang yang mengalami depresi akan muncul simptom-simptom yang berbeda (Lubis,2009). Seseorang yang melakukan aborsi akan mengalami Post Abortion Syndrome, yang merupakan gangguan kecemasan yang termasuk dalam subtipe Post Traumatic Stress Disorder. Peristiwa traumatik yang termasuk dalam PTSD ditandai dengan mengalami kembali kejadian traumatik, adanya penghindaran stimuli yang diasosiasikan terhadap kejadian yang dialami subjek, dan adanya gejala arrousal yang meningkat (Durrand, 2006). Simptom PAS muncul beberapa bulan setelah pelaku melakukan aborsi dan pada beberapa pelaku aborsi PAS akan bertahan dalam diri pelaku selama beberapa tahun.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 Dengan adanya dampak secara psikologis yang dialami oleh pelaku aborsi, maka penelitian ini akan dilakukan melalui skala dengan tujuan untuk memperoleh gambaran deskriptif mengenai kecenderungan tingkat depresi dan tingkat post abortion syndrome pada remaja putri pelaku aborsi. Hasil penelitian diharapkan bisa memberikan informasi baru terkait dengan dampak secara psikologis pada pelaku aborsi tersebut.

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif (Azwar, 2009). Penelitian kuantitatif dianggap sebagai penelitian yang cocok, karena diharapkan mampu menghasilkan data dan mengolah data yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena. Penelitian ini akan mendeskripsikan tingkat depresi pada remaja pelaku aborsi di era modern saat ini. B. Variabel Penelitian Penelitian ini melibatkan 2 variabel. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Depresi 2. Post Abortion Syndrome C. Definisi Operasional 1. Depresi Depresi merupakan gangguan mental yang disebabkan gangguan emosi, fungsional, kognisi, serta gerakan tingkah laku yang terjadi dalam jangka waktu yang lama. Berikut karakteristik seseorang apabila mengalami depresi, yaitu mengalami gangguan pola tidur, tidak

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 bersemangat dalam beraktivitas, menurunnya efisiensi kerja, merasa kurang percaya diri dan menjadi terlalu sensitif perasaannya. Cara mengukur tingkat depresi seorang remaja yang melakukan aborsi dengan menggunakan Skala Beck. Semakin tinggi skor dalam skala Beck berarti semakin tinggi tingkat depresi. Sebaliknya, semakin rendah skor pada skala beck berarti semakin rendah kecenderungan untuk depresi dan cenderung normal. 2. Post Abortion Syndrome Post abortion syndrome merupakan bagian dari post traumatic stress disorder yaitu seseorang yang mengalami kejadian traumatis setelah aborsi. Post abortion syndrome ditandai oleh munculnya dua atau lebih dari simptom PAS tersebut. PAS merupakan kondisi perasaan seseorang yang disebabkan oleh mengalami kembali kejadian traumatik terhadap suatu objek. Cara mengukur tingkat kecemasan ini dengan menggunakan skala post abortion syndrome yang dikembangkan oleh peneliti. Semakin tinggi skor pada skala kecemasan artinya subjek mengalami kecemasan. Sebaliknya, semakin rendah skor pada skala kecemasan berarti subjek tidak mengalami kecemasan dan cenderung normal. D. Subjek Penelitian Kriteria subjek penelitian adalah remaja yang melakukan aborsi pada rentang usia 15-18 tahun. Pembatasan remaja usia 15-18 tahun dikarenakan dalam ilmu kedokteran pada usia tersebut kondisi rahim sudah mulai kuat dan

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 sel telur yang dibuahi sudah matang maksimal (Emilia, 2008). Subjek diperoleh dengan teknik snow ball sampling yaitu mengumpulkan informasi dengan menanyakan kepada seseorang yang mengetahui situasinya dan menggali informasi dengan menanyakan kepada informan yang lainnya. Snowball ini mendapatkan informasi yang lebih banyak karena banyaknya jumlah informan yang mengetahui situasi yang diharapkan (Patton, 2002). E. Prosedur Penelitian Pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dampak secara psikologis dari remaja yang melakukan aborsi. Adapun prosedur pelaksanaan penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Peneliti melakukan proses snowball sampling dalam pengumpulan subjek yang pernah melakukan aborsi. 2. Peneliti membagikan skala online tersebut kepada subjek melewati orangorang yang dipercaya oleh subjek, karena subjek tidak mau bertemu langsung dengan peneliti. 3. Skala diberikan kepada subjek dan subjek selesai mengisi skala tersebut dan hasil dari skala langsung diterima oleh peneliti. F. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan metode skala. Menurut Azwar (2001), skala adalah kumpulan pernyataan yang

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 43 ditulis, disusun dan dianalisis sedemikian rupa sehingga respon yang diberikan oleh subjek terhadap pernyataan tersebut dapat diberi skor dan kemudian dapat diinterpretasikan. Skala yang akan digunakan dalam penelitian ini ada 2 macam yaitu : 1. Skala Beck Depression Inventory Skala Beck Depression Inventory adalah skala untuk mengukur tingkat depresi subjek. Skala ini merupakan skala adaptasi dari Aron T. Beck (tahun) juga dibandingkan dengan Terapi Kognitif (Burns,M.D, David D, 1988). Perbandingan ini digunakan untuk membandingkan hasil terjemahan dari skala Beck Depression Inventory. Adapun bentuk bentuk dari depresi menurut Beck adalah sebagai berikut: a. Kesedihan b. Pesimis c. Kegagalan di masa lalu d. Hilangnya kesenangan e. Merasa bersalah f. Perasaan dihukum g. Self-dislike h. Self-Criticalness i. Suicidal thoughts or wishes j. Crying k. Agitation l. Loss of Interest

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 44 m. Indecisiveness n. Worthlesness o. Loss of Energy p. Changes Sleeping Pattern q. Irritability r. Changes in Appetite s. Kesulitan berkonsentrasi t. Tiredness or fatigue u. Kehilangan ketertarikan pada seks

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 Tabel 1 Blue Print Penyebaran Aitem Skala Beck Depression Inventory sebelum Uji Coba Aspek Depresi 1. Kesedihan 2. Pesimis 3. Kegagalan di masa lalu 4. Hilangnya kesenangan 5. Perasaan bersalah 6. Perasaan dihukum 7. Self-dislike 8. Self-Criticalness 9. Suicidal thought or wishes 10. Crying 11. Agitation 12. Loss of Interest 13. Indecisiveness 14. Worthlesness 15. Loss of Energy 16. Changes in Sleeping Pattern 17. Irritability 18. Changes in Appetite 19. Kesulitan berkonsentrasi 20. Tiredness of fatigue 21. Kehilangan ketertarikan pada seks No Aitem 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Penilaian skala ini berkisar antara 0 sampai 3, dengan skor paling rendah yaitu 0 yang menyatakan bahwa subjek cenderung tidak mengalami depresi dan skor paling tinggi yaitu 3 yang menyatakan bahwa subjek cenderung mengalami depresi. 2. Skala Post Abortion Syndrome Skala ini digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan subjek pada penelitian. Skala post abortion syndrome mengunakan metode

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 rating atau yang disebut dengan penskalaan model Likert dan dibuat empat lajur, yaitu sangat setuju (ST), setuju (S), tidak setuju (TS) dan sangat tidak setuju (STS). Bentuk bentuk dari post abortion syndrome adalah sebagai berikut a. Perasaan bersalah b. Kecemasan c. Mati rasa secara psikologis d. Depresi dan Pikiran bunuh diri e. Sindroma saat melakukan aborsi f. Kilas balik saat melakukan aborsi g. Kegelisahan atas kesuburan dan melahirkan anak h. Gangguan proses ikatan dengan anak-anak i. Merasa bersalah selama hidup j. Pengembangan gangguan makan k. Alkohol dan penyalahgunaan narkoba l. Perilaku menghukum diri atau merendahkan m. Reaktif psikosis meningkat Penilaian pada skala ini berkisar dari nilai 1 sampai 4. Untuk pernyataan favourable, jawaban sangat setuju (SS) diberi nilai 4, setuju (S) diberi nilai 3, tidak setuju (TS) diberi nilai 2, sangat tidak setuju (STS) diberi nilai 1. Sedangkan untuk pernyataan unfavourable, jawaban sangat setuju (SS) diberi nilai 1, setuju (S) diberi nilai 2, tidak setuju (TS) diberi nilai 3, dan sangat tidak setuju (STS) diberi nilai 4.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Tabel 2 Blue Print Penyebaran Aitem Skala Post Abortion Syndrome sebelum Uji Coba Aspek Perasaan bersalah Kecemasan Mati Rasa secara Psikologis Depresi dan Pikiran bunuh diri Sindroma saat melakukan aborsi Kilas balik saat melakukan aborsi Kegelisahan atas kesuburan dan melahirkan anak Gangguan ikatan dengan anak-anak Merasa bersalah selama hidup Pengembangan gangguan makan Alkohol dan penyalahgunaan narkoba Perilaku menghukum diri atau merendahkan Reaktif psikosis meningkat Aitem Favorabel 1,27,51,74,93 2,28,52,75,94 3,29,53,76,95 4,30,54,77,96 5,31,55,78,97 6,32,56,79,98 7,33,57,80,99 Aitem Unfavorabel 14,63,84 15,40,64,85,101 16,41,65,86 17,42,66,87,102 18,43,67 19,44,68,88 20,45,69,89 8,34,58,81 9,35,59 10,36,60,82 11,37 12,38,61,83,100 21,46,70,90,103 22,47,71 23,48,72,91,104 24,49 25,50,73,92,105 13,39,62 26 G. Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur 1. Validitas Azwar (2007) menyatakan bahwa validitas memiliki kegunaan untuk mengetahui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi (content validity). Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau lewat pengujian professional judgement. Validitas ini bertujuan untuk melihat sejauh mana aitem-aitem dalam tes mencakup keseluruhan kawasan yang hendak

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 diukur. Dalam penelitian ini, professional judgement dilakukan oleh dosen pembimbing. 2. Reliabilitas Reliabilitas mengacu pada sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya (Azwar,2007). Dalam penelitian ini, pengujian reliabilitas untuk skala Beck dan Post Abortion Syndrome akan diuji dengan prosedur Alpha Cronbach. Reliabilitas skala Beck adalah 0,952 dan untuk Skala Post Abortion Syndrome adalah 0,989. H. Seleksi Aitem Aitem yang telah disusun kemudian diuji cobakan langsung kepada subjek penelitian yang sebenarnya karena keterbatasannya subjek dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji coba, kemudian diperoleh aitem yang memiliki kualitas yang kurang baik dan harus dihilangkan. Dalam pemilihan aitem berdasarkan koefisien korelasi aitem total, penelitian ini menggunakan batasan r ≥ 0,30. Semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0,30 daya pembedaannya dianggap memuaskan (Azwar,2007). Seleksi aitem hanya dilakukan pada skala Post Abortion Syndrome, sedangkan pada Beck Depression Inventory tidak dilakukan karena skala tersebut merupakan skala adaptasi. Hasil uji coba skala Post Abortion Syndrome terdapat 90 dari 105 aitem yang lolos seleksi dengan korelasi aitem total r antara ,305 sampai ,914. Beberapa aitem yang gugur diantaranya aitem nomor 5, 10, 18, 19, 23,

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 24, 25, 37, 41, 43, 53, 63, 72, 87, dan 99. Berikut adalah tabel distribusi aitem setelah uji coba: Tabel 3 Blue Print Skala Post Abortion Syndrome Setelah Uji Coba Aspek Perasaan bersalah Kecemasan Mati rasa secara psikologis Depresi dan Pikiran bunuh diri Sindroma saat melakukan aborsi Kilas balik saat melakukan aborsi Kegelisahan atas kesuburan dan melahirkan anak Gangguan proses ikatan dengan anakanak Merasa bersalah selama hidup Pengembangan gangguan makan Alkohol dan penyalahgunaan narkoba Perilaku menghukum diri atau merendahkan Reaktif psikosis meningkat I. Aitem Favorabel 1,27,51,74,93 2,28,52,75,94 3,29,76,95 4,30,54,77,96 31,55,78,97 6,32,56,79,98 7,33,57,80 AitemUnfavorabel 14,84 15,40,64,85,101 16,65,86 17,42,66,102 67 44,68,88 20,45,69,89 8,34,58,81 21,46,70,90,103 9,35,59 36,60,82 11 12,38,61,83,100 22,47,71 48,91,104 49 50,73,92,105 13,39,62 26 Analisis Data Dalam penelitian ini, peneliti mengunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk melihat bagaimanakah tingkat depresi dan tingkat Post Abortion Syndrom pelaku aborsi pada remaja putri. Analisis dari penelitian ini memberikan deskripsi mengenai subjek penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh dari kelompok yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis (Azwar,2009). Pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 17.00 for Windows. Peneliti melakukan uji normalitas dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov.

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 1. Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang akan dianalisis dalam penelitian ini berdistribusikan normal atau tidak. Uji normalitas dengan metode Kolmogorov- Smirnov dalam program SPSS versi PASW ststistic 17 for window dapat dilakukan dengan melihat nilai sig. Apabila nilai sig > 0,05 maka distribusinya normal (Sarwono, 2010). 2. Analisis deskriptif digunakan untuk melihat bagaimana tingkat depresi dan post abortion syndrome pada remaja putri yang melakukan aborsi. Analisisnya dengan cara melihat secara keseluruhan bagaimana tingkat depresi dan post abortion syndrome pada remaja putri yang melakukan aborsi, kemudian melihat pada setiap aspek pada kedua skala tersebut. Analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan subjek penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari sample yang diteliti. Deskripsi data juga dibantu dengan menggunakan SPSS 17 for Windows.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Persiapan dan Pelaksanaan Penelitian Proses pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 28 April 2013 sampai dengan tanggal 1 Juni 2013. Penelitian ini dilakukan dengan meminta subjek penelitian untuk mengisi skala tentang Post Abortion Syndrome dan skala tentang depresi Beck. Penelitian ini menggunakan hasil tryout terpakai yang dilaksanakan dengan cara snow ball sampling, yaitu mencari remaja yang pernah melakukan aborsi berdasarkan informasi yang didapatkan dari kenalan peneliti dan mereka mencarikan informasi mengenai beberapa subjek yang sanggup menjadi subjek penelitian, kemudian meminta bantuan kepada salah satu lembaga yang menangani dan pendampingan remaja putri yang melakukan aborsi. Pengisian skala dilakukan secara online, hal ini dikarenakan subjek yang tidak mau bertatap muka dengan peneliti dan hasilnya langsung diterima oleh peneliti. Beberapa identitas subjek seperti nama, tempat tinggal, alamat asal, nama orang tua, pekerjaan, dan sebagian besar nama-nama tokoh yang terkait dengan kehidupan subjek akan disamarkan untuk menjaga rahasia subjek. B. Data Demografis Subjek Penelitian Subjek penelitian ini adalah remaja putri yang melakukan aborsi pada usia 15-18 tahun yang berjumlah 10 orang. Pemilihan subjek tersebut karena 51

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 ingin melihat dampak post abortion syndrome dan depresi pada remaja di tahun 2010-2012. Tabel 4 Daftar Usia Subjek saat ini dan Jumlah Subjek Usia 17 th 18 th 19 th 20 th Jumlah 3 2 3 2 Tabel 5 Daftar Tahun Aborsi dan Jumlah Subjek Tahun 2010 2011 2012 Jumlah subjek 5 2 3 C. Hasil Penelitian 1. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan dengan Kolomogorov-Smirnov Test dalam program SPSS Pengambilan keputusan uji normalitas analisis One Sample 17.00 for Windows. didasarkan pada besaran probabilitas (p). Jika p > 0,05 dapat diartikan apabila sebaran data normal, sehingga apabila p < 0,05 maka sebaran data dinyatakan tidak normal. Berdasarkan uji normalitas, dapat diketahui bahwa probabilitas probabilitas (p) skala Post Abortion Syndrome sebesar 0,823. Hal ini menunjukan bahwa distribusi data pada skala Post Abortion Syndrome adalah normal karena nilai p lebih besar daripada 0,05 (p>0,05).

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Normalitas pada skala Post Abortion Syndrome dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 6 Uji Normalitas Normal One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PAS N 10 Normal Parameters a,,b Most Extreme Differences Mean 218.2000 Std. Deviation 54.65406 Absolute .199 Positive .199 Negative -.191 Kolmogorov-Smirnov Z .630 Asymp. Sig. (2-tailed) .823 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. 2. Analisis Deskriptif Data Penelitian a. Tingkat Depresi dan Post Abortion Syndrome Berdasarkan hasil analisis deskriptif diperoleh gambaran mengenai skor subjek pada skala Beck Depression Inventory dan skala Post Abortion Syndrome yang dapat dilihat dari tabel berikut. Tabel 7 Hasil Analisis Deskriptif Post Abortion Syndrome Statistik N Skor Minimum Skor Maksimum Mean Post Abortion Syndrome Teoritik Empirik 10 10 90 107 360 322 225 218,2

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 Dalam penelitian ini, untuk skala post abortion syndrom diperoleh skor terendah 107 dan skor tertinggi 322 dan diperoleh mean sebesar 218,2. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, diperoleh nilai mean teoritik dan mean empirik. Mean teoritik adalah rata-rata skor skala penelitian. Mean empirik adalah rata-rata skor data yang diperoleh dari angka yang merupakan rata-rata skor hasil penelitian. Dalam penelitian ini, mean empirik yang diperoleh pada skala post abortion syndrom sebesar 218,2. Skor post abortion syndrom memiliki mean teoritik sebesar 225 sedangkan mean empiriknya sebesar 218,2 (mean empirik < mean teoritik). Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa subjek pada penelitian mengalami post abortion syndrom yang cenderung rendah hal ini berarti subjek penelitian ini cenderung tidak mengalami post abortion syndrome. b. Kategorisasi Subjek Berikut hasil analisis subjek depresi Beck : Tabel 8 Total Skor Beck Depression Inventory Skor 1-10 11-16 17-20 21-30 31-40 Over 40 Klasifikasi These ups and downs are considered normal Mild mood disturbance Borderline clinical depression Moderate Depresion Severe depression Extreme depression

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 Tabel 9 Hasil Analisis Beck Depression Inventory Kategori Extreme depression Severe depression Moderate depression Mild mood disturbance These ups and downs are considered normal Subjek 10 7, 9 1, 4, 8 2, 6 3, 5 Jumlah Subjek 1 2 3 2 2 Berdasarkan hasil penelitian Beck Depression Inventory pada 10 subjek remaja putri yang melakukan aborsi ada 2 subjek yang termasuk dalam kategori these ups and downs are considered normal, 2 subjek yang termasuk kategori mild mood disturbance, 3 subjek yang termasuk dalam kategori moderate depression, 2 subjek yang termasuk dalam kategori severe depression, dan 1 subjek yang termasuk dalam kategori extreme depression. Analisis yang digunakan untuk melihat tingkat tinggi rendahnya post abortion syndrome, dilihat berdasarkan skor total yang diperoleh kemudian dikategorisasikan berdasarkan norma yang telah dibuat. Pada analisis deskriptif untuk melihat tinggi rendahnya Post Abortion Syndrome yang dimiliki subjek dikategorikan menjadi tiga, yaitu rendah, sedang dan tinggi. Kategori tersebut berdasarkan norma yang telah dibuat oleh peneliti. Kategori subjek tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Norma Kategori: (µ-1,0 X < (µ-1,0 Kategori Rendah ≤ X < (µ+1,0 Kategori Sedang

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 (µ+1,0 ≤X Kategori Tinggi Keterangan: µ : Mean teoritis : Standar deviasi = 225 = 41 Kategori Rendah = X < 219,6 Kategori Sedang = 219,6 ≤ X < 230,4 Ketegori Tinggi = 230,4 ≤ X Tabel 10 Hasil Analisis Deskriptif Post Abortion Syndrome Berdasarkan Kategori Kategori Tinggi Sedang Rendah Subjek 1, 2, 3, 4 5, 6 7, 8, 9, 10 Jumlah Subjek 4 2 4 Berdasarkan hasil penelitian Post Abortion Syndrome pada remaja putri dari 10 subjek yang melakukan aborsi ada 4 subjek yang memiliki kategori rendah, 2 subjek yang termasuk dalam kategori sedang, dan 4 subjek yang termasuk dalam kategori tinggi.

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 c. Deskripsi Aspek-Aspek Depresi dan PAS Tabel 11 Hasil Aitem Beck Depression Inventory Aitem Kesedihan Pesimis Sub Aitem Saya sering merasa sedih Saya merasa lebih berkecil hati tentang masa depan saya dibandingkan saya waktu dulu Kegagalan di masa Apabila saya melihat kebelakang, saya melihat banyak lalu kegagalan Hilangnya Saya tidak bisa menikmati berbagai hal, seperti yang kesenangan pernah saya rasakan dulu Saya mendapatkan sedikit kesenangan dari hal-hal yang saya lakukan Perasaan bersalah Saya merasa sangat bersalah terhadap banyak hal yang saya sudah lakukan atau akan saya lakukan Perasaan dihukum Saya merasa mungkin saya sedang dihukum Saya pikir saya sedang dihukum Self-dislike Saya kecewa dengan diri saya sendiri Self-Criticalness Saya lebih kritis terhadap diri saya daripada dulu Suicidal thought or Saya punya pemikiran untuk bunuh diri, tetapi saya tidak wishes melakukannya Crying Saya lebih sering menangis dari pada dulu Agitation Saya tidak lebih gelisah dari biasanya Saya sangat gelisah sehingga saya harus tetap untuk bergerak atau melakukan sesuatu Loss of Interest Saya tidak kehilangan ketertarikan terhadap orang lain Indecisiveness Saya membuat keputusan sebaik biasanya Worthlesness Saya merasa tidak berharga bila dibandingkan orang lain Loss of Energy Saya memiliki sedikit energi daripada yang dulu saya miliki Changes in Sleeping Saya tidur agak lebih dari biasanya / Saya tidur agak Pattern kurang dari biasanya Saya tidur hampir sepanjang hari / Saya bangun 1-2 jam lebih awal dan saya tidak bisa kembali tidur Irritability Saya jauh lebih mudah marah dari biasanya Changes in Appetite Saya tidak mengalami perubahan dalam nafsu makan saya Kesulitan Saya bisa berkonsentrasi sebaik biasanya berkonsentrasi Tiredness or fatigue Saya lebih mudah lelah daripada biasanya Kehilangan Saya belum melihat perubahan dalam minat saya pada seks ketertarikan pada seks Jumlah Subjek 6 7 6 4 4 5 4 4 5 5 5 4 3 3 4 4 4 5 4 4 5 5 4 5 5

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Berdasarkan hasil aitem depresi Beck untuk aitem kesedihan bahwa paling banyak subjek sering mengalami perasaan sedih, aitem pesimis terlihat bahwa paling banyak subjek merasa lebih berkecil hati tentang masa depan mereka dibandingkan saat dahulu, aitem kegagalan di masa lalu terlihat bahwa ketika subjek melihal ke masa lalu mereka melihat banyak kegagalan, aitem hilangnya kesenangan terlihat bahwa adanya hasil yang seimbang antara subjek merasa tidak bisa menikmati berbagai hal yang pernah mereka rasakan dulu dengan subjek merasa mendapatkan sedikit kesenangan dari hal-hal yang mereka lakukan. Aitem perasaan bersalah terlihat bahwa subjek merasa sangat bersalah terhadap banyak hal yang sudah mereka lakukan dan akan mereka lakukan, aitem perasaan dihukum terlihat bahwa memiliki hasil yang seimbang antara subjek merasa mungkin sedang dihukum dengan mereka memiliki pemikiran bahwa sedang dihukum. Aitem self-dislike terlihat bahwa subjek merasa kecewa dengan dirinya sendiri, aitem selfcriticalness terlihat bahwa subjek merasa sekarang lebih kritis terhadap dirinya sendiri daripada saat dulu. Aitem suicidal thought and wishes terlihat bahwa sebagian besar subjek memiliki pemikiran untuk bunuh diri tetapi mereka tidak sampai melakukan upaya bunuh diri tersebut, aitem crying terlihat bahwa subjek merasa mereka lebih sering menangis daripada dahulu. Aitem agitation memiliki hasil yang seimbang antara subjek tidak merasa lebih gelisah daripada sebelumnya dengan mereka merasa sangat

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 gelisah sehingga harus tetap melakukan sesuatu. Aitem loss of interest memiliki hasil bahwa subjek tidak merasa kehilangan ketertarikan terhadap orang lain. Aitem indecisiveness menunjukan bahwa subjek membuat keputusan sebaik biasanya, aitem worthlesnes menunjukan bahwa subjek merasa tidak berharga bila mereka dibandingkan dengan orang lain. Aitem loss of energy subjek merasa memiliki sedikit energi dibandingkan saat mereka dahulu, aitem changes in sleeping pattern memiliki hasil yang seimbang antara subjek merasa pola tidurnya agak lebih/agak kurang dari biasanya dan subjek merasa hampir sepanjang hari mereka tidur/merasa bangun 1-2 jam lebih awal dan mereka tidak bisa tidur lagi. Aitem irritability subjek merasa bahwa mereka jauh lebih mudah marah daripada biasanya, aitem changes in appetite sebagian besar merasa tidak mengalami perubahan dalam nafsu makan mereka. Aitem kesulitan berkonsentrasi sebagian besar subjek merasa bahwa mereka masih bisa berkonsentrasi sebaik biasanya. Aitem tiredness and fatigue memiliki hasil yang menunjukkan bahwa subjek merasa lebih mudah lelah dari biasanya, untuk aitem kehilangan ketertarikan pada seks menunjukkan hasil bahwa subjek merasa dirinya belum melihat perubahan dalam minat pada seks.

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 Tabel 12 Hasil Analisis Deskriptif Tiap Aspek Post Abortion Syndrome Descriptive Statistics N Min Max Mean Std. Deviation 1 Perasaan bersalah 7 24.00 35.00 30.00 4.16333 2 Kecemasan 9 21.00 31.00 24.33 2.91548 3 Mati rasa secara psikologis 7 16.00 23.00 20.71 2.28869 4 Depresi dan Pikiran bunuh diri 9 16.00 26.00 22.67 3.16228 5 Sindroma saat melakukan aborsi 5 22.00 27.00 25.00 1.87083 6 Kilas balik saat melakukan aborsi 8 21.00 26.00 23.25 1.90863 7 Kegelisahan atas kesuburan dan 8 22.00 32.00 24.87 3.39905 8 Gangguan ikatan dengan anak-anak 9 15.00 30.00 24.22 4.94413 9 Kelangsungan hidup rasa bersalah 6 27.00 33.00 29.33 2.58199 10 Pengembangan gangguan makan 6 22.00 26.00 24.00 1.41421 11 Alkohol dan penyalahgunaan narkoba 2 15.00 18.00 16.50 2.12132 12 Perilaku menghukum diri dan 8 21.00 26.00 22.50 2.00000 13 Reaktif psikosis meningkat 4 20.00 26.00 22.75 3.20156 Valid N (listwise) 2 melahirkan anak merendahkan Berdasarkan hasil penelitian setiap aspek dalam Post Abortion Syndrome pada 10 remaja putri. Secara keseluruhan, semua aspek cenderung memiliki nilai mean empirik yang cukup tinggi ketika dialami oleh remaja putri yang melakukan aborsi. Untuk aspek perasaan bersalah memiliki nilai mean empirik tertinggi dan aspek alkohol dan penyalahgunaan narkoba memiliki nilai empirik yang terendah dibandingkan dengan aspek-aspek PAS yang lain.

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 D. Hasil dan Pembahasan Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi psikologis remaja putri yang melakukan aborsi pada usia 15 – 18 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukan tingkat depresi dan tingkat Post Abortion Syndrome pada remaja putri yang melakukan aborsi. Hasil analisis pada skala Beck Depression Inventory secara keseluruhan menunjukkan subjek cenderung mengalami depresi karena berdasarkan jumlah subjek yang diteliti cenderung lebih banyak remaja yang mengalami depresi. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan ada 2 subjek yang termasuk kategori these ups and downs are considered normal, 2 subjek termasuk dalam kategori mild mood disturbance, 3 subjek termasuk dalam kategori moderate depression, 2 subjek termasuk dalam kategori severe depression, dan 1 subjek termasuk dalam kategori extreme depression. Secara statistik dapat dilihat bahwa dari sepuluh subjek yang diteliti sebanyak enam subjek remaja putri yang melakukan aborsi mengalami depresi. Hasil dari data pada seluruh subjek yang dianalisis menggunakan analisis statistik menunjukkan bahwa subjek memiliki tingkat Post Abortion Syndrome yang rendah. Hal tersebut ditunjukkan oleh mean empirik Post Abortion Syndrome yang secara umum lebih rendah dari mean teoritik. Akan tetapi, hasil analisis pada masing-masing subjek menunjukkan bahwa 4 subjek termasuk kategori tinggi, 2 subjek termasuk kategori sedang, dan 4

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 subjek termasuk kategori rendah sehingga dapat dikatakan bahwa hasil skala Post Abortion Syndrome juga tinggi. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan untuk tingkat depresi yang tinggi antara severe depression dan extreme depression, sesuai dengan hasil subjek post abortion syndrome pada remaja putri yang menunjukkan hasil tingkat post abortion syndrome yang tinggi juga. Pada subjek tujuh dan subjek sembilan mengalami tingkat post abortion syndrome yang tinggi dan mengalami tingkat severe depression. Pada subjek sepuluh, ia mengalami tingkat post abortion syndrome dan tingkat depresi yang paling tinggi yaitu extreme depression. Hasil penelitian Beck Depression Inventory menunjukkan bahwa remaja putri yang melakukan aborsi cenderung mengalami depresi. Remaja putri mengalami depresi karena mereka mengalami kesedihan dalam jangka waktu yang lama. Menurut Rathus (1991) menyatakan orang yang mengalami depresi umumnya mengalami gangguan yang meliputi keadaan emosi, motivasi, fungsional, gerakan tingkah laku serta keadaaan kognisi. Aborsi menjadi stresor utama para remaja dalam mengalami depresi. Remaja putri mengalami adanya perubahan perasaan akibat pengaruh dari keadaan emosi setelah melakukan aborsi. Hal tersebut terlihat berdasarkan hasil penelitian dalam aitem depresi Beck untuk aitem kesedihan, bahwa paling banyak subjek sering mengalami perasaan sedih, untuk aitem pesimis terlihat bahwa paling banyak subjek merasa lebih berkecil hati tentang masa depan mereka dibandingkan saat dahulu, aitem kegagalan di masa lalu terlihat bahwa ketika

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 subjek melihat ke masa lalu mereka melihat banyak kegagalan, aitem hilangnya kesenangan terlihat bahwa adanya hasil yang seimbang antara subjek merasa tidak bisa menikmati berbagai hal yang pernah mereka rasakan dulu dengan subjek merasa mendapatkan sedikit kesenangan dari hal-hal yang mereka lakukan. Pada aitem perasaan bersalah terlihat bahwa subjek merasa sangat bersalah terhadap banyak hal yang sudah mereka lakukan dan akan mereka lakukan Menurut Beck (dalam Lubis, 2009) individu yang mengalami depresi akan memiliki penilaian yang rendah terhadap diri sendiri. Mereka tidak dapat membuat keputusan dan mengalami distorsi body image. Remaja putri ini memandang segala sesuatu yang mereka alami menjadi negatif dan hal tersebut cukup mengganggu dan menjadi sumber frustasi bagi lingkungannya. Selain itu, orang yang mengalami depresi akan beranggapan bahwa keadaan yang seperti ini akan terus berlanjut dan memburuk di masa mendatang sehingga dapat membuat para remaja putri mengalami tingkat depresi yang tinggi. Hal ini terlihat pada hasil aitem self-dislike terlihat bahwa subjek merasa kecewa dengan dirinya sendiri, aitem self-criticalness terlihat bahwa subjek merasa sekarang lebih kritis terhadap dirinya sendiri daripada saat dulu. Hal lain yang menyebabkan para remaja putri memiliki kecenderungan mengalami depresi dikarenakan mereka kehilangan motivasi (paralysis of will) dan akan memiliki keinginan untuk bunuh diri. Keinginan untuk bunuh diri tertuang pada pikiran berulang kali baik yang sifatnya aktif

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 maupun pasif (Rathus, 1991). Hal ini terlihat pada hasil skala depresi beck pada aitem suicidal thought and wishes, bahwa sebagian besar subjek memiliki pemikiran untuk bunuh diri tetapi mereka tidak sampai melakukan upaya bunuh diri tersebut. Tingkat Post Abortion Syndrome yang cenderung rendah kemungkinan disebabkan pada beberapa orang yang telah mengalami kejadian traumatik tersebut melakukan beberapa mekanisme pertahanan diri. Mekanisme pertahanan diri yang pertama ialah represi. Represi merupakan kondisi ketidakmampuan seseorang untuk mengingat kembali situasi yang menakutkan (Boeree, 2009). Remaja yang melakukan aborsi dan melakukan represi ditunjukkan pada rendahnya nilai aspek mati rasa secara psikologi. Remaja berusaha untuk menjaga emosi mereka supaya tidak teringat pada situasi aborsi yang lalu. Pada DSM IV (Durand,2006) menyebutkan salah satu simptom seseorang mengalami PTSD adanya karakteristik diagnostik ketika seseorang mengalami kembali kejadian traumatis dan selain itu remaja menggunakan mekanisme pertahanan diri yang berupa denial (Boeree,2009) terhadap kejadian aborsi supaya mereka merasa tidak mengalami gangguan PAS. al ini terlihat berdasarkan hasil penelitian pada aspek anniversary syndrome dan aspek gangguan proses ikatan dengan anak-anak yang cenderung rendah dilihat berdasarkan hasil mean empirik data deskripsi PAS. Penelitian ini menjawab pertanyaan peneliti mengenai sikap remaja putri yang melakukan aborsi, hasil dari post abortion syndrome menunjukkan

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 bahwa remaja cenderung tidak mengalami hal tersebut karena adanya kemungkinan bahwa remaja yang melakukan aborsi memiliki sikap mekanisme pertahanan diri yang membuat mereka seakan menerima aborsi sehingga mereka kurang mengalami pengembangan gangguan stres yang akut dan tidak adanya reaksi fisiologis terhadap stimulus-stimulus yang mengingatkan pada kejadian tersebut (Davison, 2006). Dugaan untuk remaja putri yang melakukan aborsi tidak lagi mengalami depresi terbantahkan karena hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa remaja putri yang melakukan aborsi cenderung masih mengalami depresi. Hal ini dikarenakan remaja putri yang melakukan aborsi masih merasakan perubahaan perasaan akibat pengaruh dari keadaan emosi, memiliki perasaan dan pandangan yang negatif dalam memandang segala sesuatu hal yang merupakan akibat dari perbuatan aborsi yang dilakukannya. Terlihat dalam kasus subjek tujuh, sembilan dan sepuluh, mereka mengalami post abortion syndrome dan depresi yang tinggi dikarenakan adanya pengaruh dari sudut pandang subjek saat ini setelah melakukan aborsi. Mereka melakukan aborsi dengan gejala post abortion syndrome dan depresi tersebut menyebabkan mereka memiliki anggapan bahwa keadaan yang seperti ini akan terus berlanjut dan memburuk di masa mendatang (Menurut Beck, dalam Lubis, 2009). Berdasarkan usia dan jarak waktu subjek dalam melakukan aborsi, subjek tujuh melakukan aborsi pada saat usia 15 tahun, sekitar tiga tahun yang lalu, subjek sembilan melakukan aborsi pada saat usia 16 tahun sekitar satu tahun yang lalu, dan subjek sepuluh yang memiliki

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 66 tingkat post abortion syndrome dan depresi yang paling tinggi melakukan aborsi pada usia 18 tahun sekitar tiga tahun yang lalu. Berdasarkan hasil tersebut dapat terlihat bahwa ketiga subjek memiliki hasil yang tinggi bukan karena pengaruh dari usia dan jarak waktu setelah melakukan aborsi tetapi dikarenakan pengaruh dari pemikiran mereka terhadap diri sendiri sehingga mereka akan memandang segala sesuatu menjadi negatif sehingga para remaja memiliki kekhawatiran dalam menjalani kehidupannya. Remaja yang memiliki tingkat post abortion syndrome dan depresi yang tinggi karena mereka masih teringat dan mengalami kembali kejadian traumatik dalam kehidupan mereka (Durand, 2006), menyebabkan mereka memiliki pandangan yang negatif dalam memandang segala sesuatu hal dan menjadi sumber frustasi bagi mereka (Rathus, 1991).

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya maka dapat disimpulkan remaja putri yang melakukan aborsi mengalami tingkat post abortion syndrome yang rendah, hal tersebut ditunjukkan oleh mean empirik Post Abortion Syndrome yang secara umum lebih rendah dari mean teoritik. Hasil analisis pada skala Beck Depression Inventory menunjukan subjek mengalami depresi, hal ini ditunjukkan dengan tingginya subjek yang mengalami depresi. B. Keterbatasan Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu: 1. Skala item yang tidak sesuai dengan budaya. 2. Subjek yang terlalu sedikit. 3. Faking good dari subjek. C. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka saran dalam penelitian ini adalah: 67

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 1. Untuk Peneliti Lain Berkaitan dengan keterbatasan dalam penelitian ini, peneliti lain diharapkan untuk memperbaiki skala aitem supaya dapat sesuai dengan kebudayaan yang ada di Indonesia, menggunakan subjek yang lebih banyak dan mencari subjek lebih terbuka lagi. Untuk metode penelitiannya apabila menggunakan skala untuk pengambilan data, diharapkan peneliti lain dapat menggunakan metode wawancara kepada subjek guna memberikan data tambahan. 2. Untuk Remaja yang akan Melakukan Aborsi Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa sebelum melakukan aborsi remaja diharapkan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai dampak secara psikologis maupun fisik karena melakukan aborsi. Ketika remaja sudah memahami dampak yang akan diterima akibat melakukan aborsi, diharapkan dapat mengurangi jumlah remaja yang akan melakukan aborsi. 3. Untuk Lingkungan Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan para pekerja profesional dapat memberikan penyuluhan mengenai pendidikan seks yang melingkupi aborsi dan dampak yang akan dialami oleh pelaku aborsi tersebut.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR PUSTAKA 2,3 Juta Kasus Aborsi per Tahun 30 Persen oleh Remaja. (2009). Diunduh pada 16 Februari 2009. http://www.kompas.com/lipsus052009/antasariread/2009/02/16/1310897/2 ,3.Juta.Kasus.Aborsi.Per.Tahun.30.Persen.oleh.Remaja. 30 Persen Pelaku Aborsi di Indonesia adalah Remaja. (2009). Diunduh pada 16 Februari 2009. http://www.surya.co.id/2009/02/16/30-persen-pelakuaborsi-di-indonesia-adalah-remaja Andayani, Tri Rejeki., (2005). Perilaku Seksual Pranikah dan Sikap Terhadap Aborsi. Azwar, S. (2007). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Azwar, S. (2009). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Burns, M.D, David D., (1988). Terapi Kognitif Pendekatan Baru Bagi Penanganan Depresi. Jakarta: Penerbit Erlangga Cintailah Kehidupan. (2008). Diunduh http://www.aborsi.org/teknik.htm pada 8 Agustus 2009. Coleman, Priscilla K, dkk. (2008). Induced Abortion and Anxiety, Mood, and Subtance Abuse Disorder: Isolating The Effect of Abortion in The National Comorbidity Survey. Journal of Psychiatric Research: Elsevier Dariyo, Psi, Agoes. (2004). Psikologi Perkembangan Remaja. Bogor: Ghalia Indonesia Davison, Gerald C., John M. Neale., Ann M. Kring. (2004). Psilologi Abnormal: Edisi kelima. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Dua Juta Perempuan Indonesia Aborsi tiap Tahun. (2008). Diunduh pada 28 Agustus 2008. http://www.kompas.com/lipsus052009/antasariread/2008/08/28/21375183/ dua.juta.perempuan.indonesia.aborsi.tiap.tahun. Durand, V. Mark dan David H. Barlow. (2006). Intisari Psikologi Abnormal : Buku pertama. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Durand, V. Mark dan David H. Barlow. (2007). Intisari Psikologi Abnormal : Buku kedua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 69

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Gilarso, SJ, Drs. T. (1996). Membangun Keluarga Kristiani: Pembinaan Persiapan Berkeluarga. Yogyakarta: Kanisius. Gunarso, Prof. Dr. Singgih D. (2004). Bunga Rampai Psikologi Perkembangan dari Anak sampai Usia Lanjut. Jakarta: Gunung Mulia Halgin, Richard P dan Susan KW. (2010). Psikologi Abnormal Perspektif Klinis pada Gangguan Psikologis: Buku pertama. Jakarta: Salemba Humanika Hartini, N. (1999). Remaja dan Lingkungan Sosial. Anima. Indonesian Psychological Journal. Vol.15. No.1 Hurlock, Elizabeth. B. (1990). Psikologi Perkembangan. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi kelima. Jakarta: Erlangga Jahja, Yudrik. (2011). Psikologi Perkembangan. Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Kartono, K. (1992). Psikologi Wanita: Wanita Sebagai Ibu dan Nenek. Jilid 2. Bandung: Mandar Maju Kimport, Katrina., Kira Foster dan Tracy A. Weitz. (2011). Social Sources of Women’s Emotional Difficulty After Abortion: Lesson from Women’s Abortion Narratives. Perspectives on Sexual and Reproductive Health. Vol.43. No. 2. June Kos & Rumah Lokasi Favorit Seks Pranikah. (2011) Diunduh pada 6 Desember 2011. http://news.viva.co.id/news/read/269951-rumah--tempat-mayoritasseks-pranikah Kusmaryanto, SCJ, CB. (2002). Kontroversi Aborsi. Jakarta: Grasindo Kusmaryanto, SCJ, CB. (2005). Tolak Aborsi: Budaya Kehidupan versus Budaya Kematian. Yogyakarta: Kanisius Listyawati. (2007). Pengkajian Perilaku Seks Pranikah pada Remaja Fakta dan Strategi Penanganannya. Lopez, Raquel. (2012). Perspective in Abortion: Pro-Choice, Pro-Live, and What Lies in Between. Europian Journal of Social Science. Vol. 27 No.4, pp. 511-517 Lubis,M.Sc, Dr. Namora Lumongga. (2009). Depresi Tinjauan Psikologis. Jakarta: Kencana, Prenada Media Group

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Mochtar,MPH, Prof. Dr. Rustam. (1998). Sinopsis Obstetri. Obstetri Operatif Obstetri Sosial. Jilid 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Moleong, M.A., Prof. Dr. Lexy J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Patton, Michael Quinn. (2002). Qualitative Research & Evaluation Methods. Third Edition. Sage Publications. Reber, Arthur S dan Emily S. Reber. (2010). Kamus Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Santrock, JW. (2002). Life Span Development. Perkembangan Masa Hidup. Jilid 2. Jakarta: Erlangga Santrock, John W. (2011). Life Span Development. Perkembangan Masa Hidup. Edisi Ketigabelas. Jilid 1. Jakarta: Erlangga Sarwono, Jonathan. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu Seksolog: Aborsi di Indonesia Capai 2,5Juta Kasus per Tahun. (2012). Diunduh pada 18 April 2012. http://sosialbudaya.tvonenews.tv/berita/view/55296/2012/04/18/seksolog_ aborsi_di_indonesia_capai_25_juta_kasus_per_tahun.tvOne Sexting, Penyebab Perilaku Berisiko di Kalangan Remaja. (2012). Diunduh pada 18 September 2012) : http://lifestyle.okezone.com/read/2012/09/18/197/691365/sextingpenyebab-perilaku-seks-berisiko-di-kalangan-remaja Siswosudarmo, Sp.OG, dr. Risanto dan dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., Sp.OG. (2008). Obstetri Fisiologi. Yogyakarta: Pustaka Cendekia Sukanto, S.H, M.A, Prof. Dr. Soerjono. (1989). Remaja dan Masalahmasalahnya. Sebab Musabab dan Pemecahannya. Jakarta: Gunung Mulia Suryabrata, B.A., M.A., Ed.S., Ph.D, Drs. Sumadi. (2011). Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Rajagrafindo Permata Warren, Jocelyn T., S. Marie Harcet., dan Jillian T. Henderson. (2010). Do Depression and Low Self-Esteem Follow Abortion Among Adolescents? Evidence from a National Study.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 LAMPIRAN 1 Skala Penelitian

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 INFORMED CONSENT Dengan Hormat, Perkenalkan, saya Maria Francisca Mahatmya Wijna Dwilaksmi, mahasiswi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Saat ini saya sedang melakukan penelitian untuk menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Psikologi. Penelitian yang saya lakukan berkaitan dengan kecemasan. Saya meminta kesediaan Anda untuk berpartisipasi dalam studi ini. Keikutsertaan dalam studi ini bersifat sukarela. Dengan berpartisipasi dalam studi ini, Anda membantu dalam memberikan informasi mengenai kecemasan pada kasus khusus Dalam studi ini, Anda diminta terlebih dahulu untuk mengisi lembar persetujuan keikutsertaan dalam penelitian. Jika Anda telah bersedia untuk berpartisipasi, silahkan melanjutkan untuk mengisi skala mengenai tingkat kecemasan pada pelaku aborsi. Saya sangat mengharapkan kesediaan Anda berpartisipasi dalam studi ini. Semua informasi yang Anda berikan akan dijamin kerahasiaannya dan hanya akan digunakan dalam penelitian ini. Oleh sebab itu, saya mengharapkan kesediaan Anda dalam mengisi kuisioner ini secara jujur dan tanpa adanya tekanan. Atas kerjasama Anda, saya ucapkan terima kasih. Yogyakarta, 2013

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Data Subjek: Usia saat ini : Tahun tindakan aborsi : Apabila Anda berkenan untuk mengetahui hasil dari skala ini bisa mencantumkan alamat e-mail / no. telp :

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 Petunjuk Dibawah ini terdapat 105 pernyataan mengenai post abortion syndrome. Bacalah setiap pernyataan tersebut dengan seksama dan jangan sampai ada yang terlewat. Kemudian berikan tanggapan Anda dengan memberikan tanda silang (X) pada salah satu kotak disamping kanan pernyataan: SS = Pernyataan yang sangat sesuai dengan diri anda S = Pernyataan yang sesuai dengan diri anda TS = Pernyataan yang tidak sesuai dengan diri anda STS = Pernyataan yang sangat tidak sesuai dengan diri anda Contoh 1 No Pernyataan Jawaban SS 1. Saya merasa pernah melakukan S TS STS X kesalahan Jika Anda memberi tanda silang (X) pada kolom S, hal ini berarti pernyataan tersebut (merasa pernah melakukan kesalahan) sesuai dengan diri Anda. Setiap orang memiliki jawaban masing-masing dan tidak ada jawaban yang dianggap salah. Jawaban yang benar adalah jawaban yang sesuai dengan diri Anda. Saya akan menjamin kerahasiaan data yang anda berikan dengan mengolah data secara menyeluruh sehingga tidak ada data yang dilihat secara khusus. Oleh karena itu, pilihlah jawaban yang sesuai dengan diri Anda.

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 No Pernyataan 1. Saya merasa pernah melakukan kesalahan 2. Saya merasa mudah marah ketika mendengar pembicaraan tentang bayi 3. Saya merasa lebih suka menyendiri 4. Saya merasa putus asa dalam menjalani hidup 5. Saya ingat kapan aborsi itu dilakukan 6. Setiap hari saya teringat tentang kejadian aborsi 7. Saya takut jika suatu saat saya tidak dapat hamil lagi 8. Saya merasa takut ketika teringat tentang kejadian aborsi tersebut 9. Saya merasa sangat bersalah karena melakukan hal tersebut 10. Saya merasa makan lebih sering dari biasanya sejak melakukan aborsi 11. Saya senang minum-minuman beralkohol untuk mengalihkan kenangan tentang aborsi 12. Saya semakin tidak peduli dengan kesehatan saya 13. Saya merasa pikiran saya terbagi ketika melakukan sesuatu 14. Saya merasa keputusan yang saya ambil sudah benar 15. Saya merasa diri saya baik-baik saja ketika ada bayi di depan saya 16. Saya senang berkumpul bersama teman-teman 17. Tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk mengakhiri hidup setelah aborsi yang saya lakukan. 18. Saya lupa kapan saya melakukan aborsi 19. Saya dapat tidur nyenyak setiap malam tanpa SS S TS STS

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 adanya mimpi buruk No Pernyataan 20. Saya yakin suatu saat saya akan hamil lagi 21. Saya merasa tidak ada masalah apabila teringat kejadian aborsi 22. Saya merasa semua baik-baik saja karena saya melakukan aborsi 23. Saya merasa bahwa perhatian yang teman-teman berikan hanya untuk saya 24. Saya tidak suka minuman beralkohol 25. Saya menjaga kesehatan saya sebaik mungkin 26. Saya fokus dalam melakukan pekerjaan 27. Saya memiliki beban rasa bersalah yang tiada henti karena menghilangkan nyawa yang dikandung 28. Saya merasa bahwa bayi yang saya hilangkan nyawanya selalu ada dalam pikiran saya 29. Saya merasa kesulitan jika menjalin hubungan dengan teman-teman 30. Saya tidak berminat melakukan kegiatan apapun 31. Saya merasa sedih setiap melewati tanggal aborsi tersebut 32. Saya bermimpi tentang bayi yang sedang menangis 33. Saya merasa sudah didiskualifikasi sebagai ibu karena telah melakukan pengguguran kandungan 34. Saya takut jika tidak mengalami ikatan dengan anak-anak saya kelak 35. Saya merasa menyesal karena telah melakukan hal tersebut SS S TS STS

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 No Pernyataan 36. Saya mengalami penurunan berat badan yang drastis 37. Saya menggunakan obat-obatan terlarang untuk mengurangi rasa sakit hati karena aborsi 38. Saya seringkali melukai diri saya sendiri 39. Saya melamun ketika saya melakukan pekerjaan 40. Saya tenang ketika memikirkan masa depan saya 41. Saya senang melakukan sosialisasi dengan orang baru 42. Saya merasa gembira dalam menjalani hidup ini 43. Saya merasa tidak ada masalah ketika teringat tentang kejadian tersebut 44. Saya merasa tidak ada masalah ketika melihat orang lain menggendong bayi 45. Saya yakin dapat mempertahankan kehamilan di masa depan 46. Saya akan menjadi ibu yang sempurna untuk anakanak kelak 47. Saya tidak bersedih ketika teringat kejadian aborsi 48. Saya memiliki nafsu makan sama seperti biasanya 49. Saya tidak menggunakan obat-obatan terlarang untuk mengurangi rasa sakit hati karna aborsi 50. Saya merasa diri saya sempurna seperti orang lainnya. 51. Saya merasa telah berdosa karena melakukan pengguguran 52. Saya enggan melewati toko perlengkapan bayi 53. Saya merasa bahwa saya menjaga perasaan saya SS S TS STS

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 dari rasa sakit No Pernyataan 54. Nafsu makan saya berkurang ketika teringat kejadian tentang aborsi 55. Saya selalu menangis ketika teringat tanggal aborsi tersebut 56. Saya bermimpi mendengar suara alat untuk aborsi 57. Saya takut jika tidak dapat mempertahankan kehamilan di masa depan 58. Saya khawatir dengan masa depan saya 59. Saya menangis karena saat teringat kejadian ketika melakukan aborsi 60. Saya merasa bentuk badan saya sudah tidak menarik 61. Saya tidak bercerita dengan orang lain tentang perasaan yang saya miliki 62. Saya memiliki pikiran yang bercabang setiap melakukan sesuatu 63. Saya tidak merasa terbebani atas pengguguran yang telah saya lakukan 64. Saya senang menghadiri syukuran bayi 65. Saya senang melakukan aktivitas dengan orang lain 66. Saya tidak merasa kesulitan untuk tidur karena teringat kejadian aborsi 67. Saya tidur nyenyak ketika melewati tanggal aborsi tersebut 68. Saya tidak teringat tentang kejadian aborsi 69. Saya yakin dapat melahirkan anak dengan lancar 70. Saya tidak ada masalah dengan masa depan saya 71. Saya merasa tenang setelah melakukan aborsi SS S TS STS

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 No Pernyataan 72. Berat badan saya cenderung stabil setelah kejadian aborsi tersebut 73. Saya senang bercerita dengan orang lain tentang perasaan yang saya miliki 74. Saya rasa keputusan yang saya ambil salah 75. Saya malas menghadiri syukuran bayi 76. Saya tidak suka bertemu dengan orang lain 77. Saya merasa saya mudah bersedih 78. Saya merasa mimpi buruk ketika melewati tanggal aborsi tersebut 79. Saya merasa sedih ketika melihat orang lain sedang menggendong bayi 80. Saya takut jika tidak dapat melahirkan anak dengan lancer 81. Saya khawatir dengan anak-anak saya kelak 82. Saya merasa sudah tidak menarik lagi 83. Saya semakin menjauh dari orang lain 84. Saya merasa baik-baik saja ketika menghilangkan nyawa yang dikandung 85. Saya mudah berkonsentrasi ketika melakukan sesuatu hal 86. Saya dekat dengan banyak orang 87. Nafsu makan saya bertambah dari biasanya 88. Saya tidak merasa takut untuk menghadapi malam hari 89. Saya yakin anak-anak saya kelak merupakan anakanak yang sehat 90. Saya tidak ada masalah dengan anak-anak saya kelak SS S TS STS

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81 No Pernyataan 91. Saya masih memiliki badan yang menarik seperti sedia kala 92. Saya masih pantas ketika saya bersama mereka 93. Saya merasa menyesal karena telah menghilangkan nyawa bayi yang dikandung 94. Saya memiliki ketakutan akan masa depan saya setelah terjadinya pengguguran 95. Saya suka melakukan aktivitas sendirian 96. Saya memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup saya 97. Saya merasa bayi tersebut masuk dalam pikiran saya setiap melewati tanggal aborsi tersebut 98. Saya bermimpi mendengar bayi itu memanggil saya 99. Saya takut mendapatkan hukuman dari Tuhan di masa depan saya 100. Saya merasa tidak pantas bersama orang lain 101. Saya senang melewati toko perlengkapan bayi 102. Saya masih ingin hidup lebih lama lagi 103. Saya memiliki pikiran untuk mendidik anak-anak saya kelak 104. Saya masih terlihat menarik di depan orang lain 105. Saya merasa semakin dekat dengan teman-teman saya Terima Kasih Atas Partisipasinya SS S TS STS

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82 Skala II Petunjuk Kuisioner ini berisi pernyataan yang dibedakan dalam 21 grup. Mohon dibaca secara seksama, dan pilih satu pernyataan dari setiap grup yang paling mendeskripsikan apa yang anda rasakan selama dua minggu terakhir,termasuk hari ini. Lingkarilah pilihan yang anda pilih. Pastikan bahwa anda tidak memilih lebih dari satu pernyataan dari setiap grup. 1. Kesedihan 0. Saya tidak merasa sedih 1. Saya sering merasa sedih 2. Saya merasa sedih sepanjang waktu 3. Saya demikian sedih atau tidak bahagia sehingga saya tidak tahan lagi rasanya 2. Pesimis 0. Saya tidak berkecil hati tentang masa depan saya 1. Saya merasa lebih berkecil hati tentang masa depan saya dibandingkan saya waktu dulu 2. Saya merasa tidak ada suatu pun yang dapat saya harapkan 3. Saya merasa tidak ada harapan pada masa depan dan hanya akan mendapatkan yang terburuk 3. Kegagalan di masa lalu 0. Saya tidak merasa bahwa ini seperti kegagalan 1. Saya sudah gagal lebih yang saya kira 2. Apabila saya melihat kebelakang, saya melihat banyak kegagalan 3. Saya merasa bahwa saya gagal sebagai seseorang

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83 4. Hilangnya kesenangan 0. Saya mendapatkan banyak kepuasan dari hal-hal yang saya lakukan, sama seperti sebelumnya 1. Saya tidak bisa menikmati berbagai hal, seperti yang pernah saya rasakan dulu 2. Saya mendapatkan sedikit kesenangan dari hal-hal yang saya lakukan 3. Saya tidak mendapatkan kesenangan sama sekali dari hal-hal yang saya lakukan 5. Perasaan bersalah 0. Saya tidak merasa bersalah 1. Saya merasa sangat bersalah terhadap banyak hal yang saya sudah lakukan atau akan saya lakukan 2. Saya merasa cukup bersalah di sebagian besar waktu 3. Saya merasa bersalah sepanjang waktu 6. Perasaan dihukum 0. Saya tidak merasa seolah saya sedang dihukum 1. Saya merasa mungkin saya sedang dihukum 2. Saya pikir saya sedang dihukum 3. Saya merasa sedang dihukum 7. Self-dislike 0. Saya tidak merasa kecewa terhadap diri saya sendiri 1. Saya kehilangan kepercayaan pada diri saya 2. Saya kecewa dengan diri saya sendiri 3. Saya membenci diri saya 8. Self-Criticalness 0. Saya tidak merasa lebih buruk daripada orang lain 1. Saya lebih kritis terhadap diri saya daripada dulu

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84 2. Saya menyalahkan diri saya sepanjang waktu karena kesalahan – kesalahan saya 3. Saya menyalahkan diri saya untuk semua hal buruk yang terjadi 9. Suicidal thoughts or wishes 0. Saya tidak memiliki pemikiran untuk bunuh diri 1. Saya punya pemikiran untuk bunuh diri, tetapi saya tidak melakukannya 2. Saya ingin bunuh diri 3. Saya akan bunuh diri jika saya punya kesempatan 10. Crying 0. Saya tidak lebih banyak menangis dibandingkan biasanya 1. Saya lebih sering menangis dari pada dulu 2. Sekarang saya menangis sepanjang waktu 3. Saya merasa akan menangis, tetapi saya tidak bisa 11. Agitation 0. Saya tidak lebih gelisah dari biasanya 1. Saya merasa lebih gelisah dari biasanya 2. Saya begitu gelisah di sebagian besar waktu saya 3. Saya sangat gelisah sehingga saya harus tetap untuk bergerak atau melakukan sesuatu 12. Loss of Interest 0. Saya tidak kehilangan ketertarikan terhadap orang lain 1. Ketertarikan saya terhadap orang lain atau sesuatu sedikit berkurang daripada sebelumnya 2. Saya kehilangan banyak ketertarikan saya terhadap orang lain atau sesuatu 3. Saya susah untuk tertarik terhadap sesuatu

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85 13. Indecisiveness 0. Saya membuat keputusan sebaik biasanya 1. Saya lebih sulit untuk membuat keputusan daripada biasanya 2. Saya memiliki banyak kesulitan untuk membuat sebuah keputusan daripada yang dulu 3. Saya sama sekali tidak dapat mengambil keputusan – keputusan lagi 14. Worthlesness 0. Saya tidak merasa saya tidak berharga 1. Saya tidak menganggap diri saya berharga dan berguna seperti dulu 2. Saya merasa tidak berharga bila dibandingkan orang lain 3. Saya merasa benar-benar tidak berharga 15. Loss of Energy 0. Saya memiliki banyak energi seperti biasanya 1. Saya memiliki sedikit energi daripada yang dulu saya miliki 2. Saya tidak memiliki cukup energi untuk melakukan banyak hal 3. Saya tidak mampu mengerjakan apapun lagi 16. Changes in Sleeping Pattern 0. Saya tidak mengalami perubahan dalam pola tidur saya 1. Saya tidur agak lebih dari biasanya / Saya tidur agak kurang dari biasanya 2. Saya tidur lebih banyak dari biasanya / Saya tidur sangat kurang dari biasanya 3. Saya tidur hampir sepanjang hari / Saya bangun 1-2 jam lebih awal dan saya tidak bisa kembali tidur

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86 17. Irritability 0. Saya tidak lagi marah – marah seperti biasanya 1. Saya lebih marah dari biasanya 2. Saya jauh lebih mudah marah dari biasanya 3. Saya marah sepanjang waktu 18. Changes in Appetite 0. Saya tidak mengalami perubahan dalam nafsu makan saya 1. Nafsu makan saya agak lebih dari biasanya / Nafsu makan saya agak kurang dari biasanya 2. Nafsu makan saya jauh lebih sedikit dari sebelumnya / Nafsu makan saya lebih banyak dari biasanya 3. Saya tidak punya nafsu makan sama sekali / Saya menginginkan makanan sepanjang waktu 19. Kesulitan berkonsentrasi 0. Saya bisa berkonsentrasi sebaik biasanya 1. Saya tidak dapat berkonsentrasi sebaik biasanya 2. Susah untuk membuat pikiran saya fokus pada sesuatu untuk waktu yang lama 3. Saya tidak dapat berkonsentrasi terhadap sesuatu 20. Tiredness or fatigue 0. Saya tidak merasa lebih lelah dari biasanya 1. Saya lebih mudah lelah daripada biasanya 2. Saya terlalu lelah untuk melakukan banyak hal 3. Saya terlalu lelah untuk melakukan lebih banyak hal 21. Kehilangan ketertarikan pada seks 4. Saya belum melihat perubahan dalam minat saya pada seks 5. Saya kurang tertarik pada seks dibandingkan dulu

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 6. Saya jauh lebih tidak tertarik pada seks sekarang 7. Saya telah kehilangan minat pada seks sepenuhnya Terima kasih atas partisipasinya

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88 Lampiran 2 Analisis dan Seleksi Aitem Skala Beck Depression Inventory dan Skala Post Abortion Syndrome

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 1. Beck Depression Inventory Aitem-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Aitem Deleted Scale Variance if Corrected AitemAitem Deleted Total Correlation Alpha if Aitem Deleted BECK_1 23.7000 220.678 .004 .959 BECK_2 24.2000 217.067 .322 .954 BECK_3 23.5000 209.167 .492 .952 BECK_4 23.5000 199.833 .773 .949 BECK_5 23.7000 197.789 .899 .947 BECK_6 23.5000 206.278 .615 .951 BECK_7 23.2000 198.400 .749 .949 BECK_8 23.4000 202.267 .675 .950 BECK_9 24.2000 205.956 .798 .950 BECK_10 23.5000 216.722 .126 .958 BECK_11 23.4000 190.044 .864 .947 BECK_12 23.9000 192.989 .948 .946 BECK_13 23.8000 197.067 .695 .950 BECK_14 23.6000 193.600 .921 .947 BECK_15 23.9000 196.989 .907 .947 BECK_16 23.3000 199.344 .586 .952 BECK_17 23.6000 199.156 .815 .948 BECK_18 24.1000 193.878 .936 .946 BECK_19 23.9000 198.322 .756 .949 BECK_20 24.0000 202.222 .911 .948 BECK_21 24.1000 198.544 .765 .949

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90 2. Post Abortion Syndrome Aitem-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Aitem Deleted Scale Variance if Corrected AitemAitem Deleted Total Correlation Alpha if Aitem Deleted PAS_1 253.9000 2868.544 .721 .985 PAS_2 254.9000 2857.211 .914 .985 PAS_3 255.3000 2870.678 .765 .985 PAS_4 254.9000 2854.767 .770 .985 PAS_5 253.8000 2957.511 -.082 .985 PAS_6 255.1000 2865.211 .766 .985 PAS_7 254.2000 2862.178 .814 .985 PAS_8 254.4000 2857.822 .836 .985 PAS_9 254.1000 2868.100 .828 .985 PAS_10 255.3000 2957.789 -.065 .985 PAS_11 255.6000 2926.489 .305 .985 PAS_12 255.3000 2910.900 .524 .985 PAS_13 254.8000 2878.844 .813 .985 PAS_14 255.0000 2871.111 .783 .985 PAS_15 255.0000 2887.333 .718 .985 PAS_16 255.8000 2906.622 .611 .985 PAS_17 255.3000 2914.900 .473 .985 PAS_18 253.9000 2948.100 .083 .985 PAS_19 254.6000 2943.822 .102 .985 PAS_20 255.0000 2903.111 .658 .985 PAS_21 254.6000 2876.267 .772 .985 PAS_22 254.6000 2876.267 .901 .985 PAS_23 254.8000 2954.844 -.029 .985 PAS_24 254.8000 3007.067 -.467 .986 PAS_25 255.6000 2979.378 -.574 .985 PAS_26 255.4000 2888.489 .729 .985 PAS_27 254.1000 2910.544 .579 .985 PAS_28 254.3000 2908.233 .558 .985

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91 PAS_29 255.2000 2880.844 .847 .985 PAS_30 255.3000 2876.456 .710 .985 PAS_31 254.7000 2875.789 .752 .985 PAS_32 254.9000 2869.211 .797 .985 PAS_33 254.9000 2855.433 .836 .985 PAS_34 255.0000 2857.111 .826 .985 PAS_35 254.2000 2871.511 .728 .985 PAS_36 255.1000 2917.211 .397 .985 PAS_37 256.1000 2952.989 -.001 .985 PAS_38 255.3000 2922.678 .375 .985 PAS_39 255.4000 2875.156 .883 .985 PAS_40 254.8000 2902.400 .667 .985 PAS_41 255.2000 2933.067 .287 .985 PAS_42 255.0000 2863.556 .858 .985 PAS_43 254.8000 2949.511 .032 .985 PAS_44 255.3000 2871.344 .864 .985 PAS_45 255.2000 2869.733 .839 .985 PAS_46 255.5000 2897.167 .911 .985 PAS_47 254.5000 2874.500 .728 .985 PAS_48 255.0000 2898.222 .723 .985 PAS_49 255.9000 2932.322 .360 .985 PAS_50 254.8000 2912.400 .534 .985 PAS_51 254.2000 2871.511 .728 .985 PAS_52 255.3000 2873.567 .840 .985 PAS_53 254.6000 2964.267 -.167 .985 PAS_54 255.1000 2859.656 .815 .985 PAS_55 254.8000 2897.956 .727 .985 PAS_56 255.2000 2866.400 .873 .985 PAS_57 254.9000 2864.989 .838 .985 PAS_58 254.7000 2875.789 .869 .985 PAS_59 254.7000 2883.567 .779 .985 PAS_60 254.8000 2913.511 .519 .985 PAS_61 254.9000 2874.100 .750 .985

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92 PAS_62 254.9000 2872.767 .875 .985 PAS_63 255.0000 2942.889 .104 .985 PAS_64 255.1000 2893.878 .810 .985 PAS_65 255.3000 2904.900 .783 .985 PAS_66 254.8000 2911.067 .551 .985 PAS_67 254.9000 2902.100 .550 .985 PAS_68 254.8000 2900.178 .697 .985 PAS_69 255.2000 2900.844 .762 .985 PAS_70 255.0000 2907.778 .595 .985 PAS_71 254.7000 2898.456 .746 .985 PAS_72 254.8000 2951.511 .025 .985 PAS_73 255.1000 2894.322 .657 .985 PAS_74 254.9000 2899.211 .582 .985 PAS_75 255.0000 2872.000 .890 .985 PAS_76 255.2000 2882.844 .823 .985 PAS_77 254.8000 2889.511 .694 .985 PAS_78 255.2000 2882.622 .825 .985 PAS_79 255.1000 2862.767 .882 .985 PAS_80 254.7000 2862.678 .882 .985 PAS_81 254.5000 2895.389 .531 .985 PAS_82 254.9000 2885.656 .731 .985 PAS_83 255.3000 2868.678 .784 .985 PAS_84 254.2000 2927.511 .369 .985 PAS_85 255.2000 2895.956 .834 .985 PAS_86 255.4000 2907.378 .512 .985 PAS_87 254.6000 2956.489 -.077 .985 PAS_88 255.3000 2912.678 .655 .985 PAS_89 255.2000 2904.400 .566 .985 PAS_90 255.2000 2904.400 .566 .985 PAS_91 255.0000 2920.889 .573 .985 PAS_92 255.2000 2880.844 .847 .985 PAS_93 254.5000 2914.056 .355 .985 PAS_94 254.8000 2852.622 .791 .985

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93 PAS_95 255.1000 2902.100 .696 .985 PAS_96 255.2000 2874.622 .699 .985 PAS_97 254.9000 2881.211 .781 .985 PAS_98 254.9000 2872.322 .879 .985 PAS_99 253.9000 2933.433 .251 .985 PAS_100 254.8000 2851.733 .798 .985 PAS_101 255.1000 2899.211 .736 .985 PAS_102 255.8000 2909.956 .566 .985 PAS_103 255.9000 2934.100 .329 .985 PAS_104 255.2000 2903.511 .722 .985 PAS_105 255.3000 2909.567 .541 .985 Aitem-Total Statistics Cronbach's Scale Mean if Aitem Deleted Scale Variance if Corrected AitemAitem Deleted Total Correlation Alpha if Aitem Deleted PAS_1 214.7000 2903.789 .705 .989 PAS_2 215.7000 2891.344 .907 .989 PAS_3 216.1000 2903.211 .773 .989 PAS_4 215.7000 2888.456 .767 .989 PAS_6 215.9000 2898.100 .770 .989 PAS_7 215.0000 2897.556 .795 .989 PAS_8 215.2000 2892.844 .821 .989 PAS_9 214.9000 2902.544 .818 .989 PAS_11 216.4000 2959.378 .315 .989 PAS_12 216.1000 2944.544 .524 .989 PAS_13 215.6000 2910.711 .831 .989 PAS_14 215.8000 2903.289 .796 .989 PAS_15 215.8000 2918.844 .741 .989 PAS_16 216.6000 2939.156 .626 .989 PAS_17 216.1000 2948.544 .474 .989 PAS_20 215.8000 2936.622 .659 .989 PAS_21 215.4000 2910.267 .766 .989 PAS_22 215.4000 2910.044 .898 .989

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 PAS_26 216.2000 2920.400 .748 .989 PAS_27 214.9000 2945.878 .556 .989 PAS_28 215.1000 2942.989 .544 .989 PAS_29 216.0000 2913.333 .859 .989 PAS_30 216.1000 2907.878 .729 .989 PAS_31 215.5000 2910.056 .744 .989 PAS_32 215.7000 2902.011 .803 .989 PAS_33 215.7000 2889.344 .832 .989 PAS_34 215.8000 2891.067 .820 .989 PAS_35 215.0000 2906.444 .714 .989 PAS_36 215.9000 2950.544 .401 .989 PAS_38 216.1000 2955.433 .388 .989 PAS_39 216.2000 2907.511 .896 .989 PAS_40 215.6000 2936.489 .661 .989 PAS_42 215.8000 2896.400 .863 .989 PAS_44 216.1000 2904.100 .871 .989 PAS_45 216.0000 2902.889 .842 .989 PAS_46 216.3000 2930.233 .920 .989 PAS_47 215.3000 2909.122 .717 .989 PAS_48 215.8000 2931.511 .727 .989 PAS_49 216.7000 2964.456 .389 .989 PAS_50 215.6000 2946.711 .525 .989 PAS_51 215.0000 2906.444 .714 .989 PAS_52 216.1000 2905.878 .852 .989 PAS_54 215.9000 2893.878 .808 .989 PAS_55 215.6000 2932.711 .711 .989 PAS_56 216.0000 2900.000 .871 .989 PAS_57 215.7000 2898.233 .840 .989 PAS_58 215.5000 2909.833 .862 .989 PAS_59 215.5000 2916.722 .783 .989 PAS_60 215.6000 2947.822 .510 .989 PAS_61 215.7000 2906.900 .756 .989 PAS_62 215.7000 2905.567 .882 .989

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 PAS_64 215.9000 2928.544 .795 .989 PAS_65 216.1000 2937.878 .794 .989 PAS_66 215.6000 2944.267 .558 .989 PAS_67 215.7000 2936.011 .547 .989 PAS_68 215.6000 2934.711 .685 .989 PAS_69 216.0000 2934.889 .756 .989 PAS_70 215.8000 2941.733 .591 .989 PAS_71 215.5000 2932.944 .734 .989 PAS_73 215.9000 2926.989 .667 .989 PAS_74 215.7000 2933.344 .576 .989 PAS_75 215.8000 2905.289 .892 .989 PAS_76 216.0000 2915.111 .837 .989 PAS_77 215.6000 2922.044 .705 .989 PAS_78 216.0000 2915.556 .832 .989 PAS_79 215.9000 2896.100 .882 .989 PAS_80 215.5000 2897.167 .871 .989 PAS_81 215.3000 2930.900 .512 .989 PAS_82 215.7000 2919.122 .732 .989 PAS_83 216.1000 2901.433 .790 .989 PAS_84 215.0000 2962.222 .355 .989 PAS_85 216.0000 2929.778 .831 .989 PAS_86 216.2000 2939.511 .530 .989 PAS_88 216.1000 2944.767 .681 .989 PAS_89 216.0000 2938.000 .567 .989 PAS_90 216.0000 2938.000 .567 .989 PAS_91 215.8000 2954.622 .573 .989 PAS_92 216.0000 2913.333 .859 .989 PAS_93 215.3000 2948.011 .353 .989 PAS_94 215.6000 2887.378 .779 .989 PAS_95 215.9000 2934.989 .706 .989 PAS_96 216.0000 2906.444 .714 .989 PAS_97 215.7000 2915.122 .776 .989 PAS_98 215.7000 2906.011 .877 .989

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96 PAS_100 215.6000 2886.489 .787 .989 PAS_101 215.9000 2933.211 .730 .989 PAS_102 216.6000 2942.044 .587 .989 PAS_103 216.7000 2966.678 .350 .989 PAS_104 216.0000 2936.444 .733 .989 PAS_105 216.1000 2941.878 .558 .989

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97 Lampiran 3 Hasil Uji Reliabilitas Skala Beck Depression Inventory dan Skala Post Abortion Syndrome

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98 1. Beck Depression Inventory Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total % 10 100.0 0 .0 10 100.0 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Aitems .952 21 2. Post Abortion Syndrome Case Processing Summary N Cases Valid a Excluded Total a. % 10 100.0 0 .0 10 100.0 Listwise deletion based on all variables in the procedure Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Aitems .989 90

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99 Lampiran 4 Hasil Uji Normalitas

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test PAS N Normal Parameters 10 a,,b Most Extreme Differences Mean 218.2000 Std. Deviation 54.65406 Absolute .199 Positive .199 Negative -.191 Kolmogorov-Smirnov Z .630 Asymp. Sig. (2-tailed) .823 a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101 Lampiran 5 Hasil Analisis Deskriptif Tiap Aspek Post Abortion Syndrome

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 102 Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation aspek1 7 24.00 35.00 30.0000 4.16333 aspek2 9 21.00 31.00 24.3333 2.91548 aspek3 7 16.00 23.00 20.7143 2.28869 aspek4 9 16.00 26.00 22.6667 3.16228 aspek5 5 22.00 27.00 25.0000 1.87083 aspek6 8 21.00 26.00 23.2500 1.90863 aspek7 8 22.00 32.00 24.8750 3.39905 aspek8 9 15.00 30.00 24.2222 4.94413 aspek9 6 27.00 33.00 29.3333 2.58199 aspek10 6 22.00 26.00 24.0000 1.41421 aspek11 2 15.00 18.00 16.5000 2.12132 aspek12 8 21.00 26.00 22.5000 2.00000 aspek13 4 20.00 26.00 22.7500 3.20156 Valid N (listwise) 2

(122)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Perbedaan perilaku konsumtif antara remaja putri kost dan remaja putri asrama.
0
6
132
Perbedaan tingkat kepercayaan diri pada remaja putri dilihat dari pemakaian kosmetika wajah.
2
17
157
Hubungan antara gaya atribusi orang tua dan remaja dengan depresi pada remaja - Ubaya Repository
0
0
1
Hubungan antara pemenuhan kebutuhan berafiliasi dengan tingkat depresi pada remaja akhir - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository
0
0
39
Studi deskriptif gambaran pengalaman aborsi pada remaja dalam kasus kehamilan pranikah - USD Repository
0
1
140
Perbedaan perilaku konsumtif antara remaja putri kost dan remaja putri asrama - USD Repository
0
0
130
Tingkat kekerasan emosi yang dialami remaja putri oleh remaja putra dalam berpacaran - USD Repository
0
0
70
Hubungan antara persepsi terhadap penerimaan orang tua dengan tingkat empati pada remaja - USD Repository
0
0
122
Hubungan antara tingkat dependensi dan tingkat stres pada mahasiswa - USD Repository
0
0
127
Perbedaan asertivitas antara remaja putri suku Belu dan suku Jawa - USD Repository
0
0
122
Perbedaan kualitas komunikasi antara remaja akhir putra dan remaja akhir putri dengan ibunya - USD Repository
0
0
103
Hubungan antara persepsi terhadap pola asuh permisif dan perilaku konsumtif pada remaja putri - USD Repository
0
0
102
Hubungan antara kecanduan cinta dan citra tubuh pada remaja akhir putri - USD Repository
0
1
73
Perbedaan tingkat coping stress berdasarkan persepsi pola asuh orangtua pada remaja awal - USD Repository
0
1
120
Coping strategy remaja putri yang mengalami kehamilan di luar perkawinan - USD Repository
0
0
216
Show more