KONFLIK ANTAR SUKU DALAM NOVEL PANGGIL AKU SYDNEY KARYA FITRIYANTI KARTIKA PURNOMO

Gratis

1
1
75
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KONFLIK ANTAR SUKU DALAM NOVEL PANGGIL AKU SYDNEY KARYA FITRIYANTI KARTIKA PURNOMO Tugas Akhir Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Sastra Indonesia Program Studi Sastra Indonesia Oleh Ignatius Subono Hadinugroho NIM: 094114004 PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA JURUSAN SASTRA INDONESIA, FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iv

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatNya, penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Konflik Antar suku dalam Novel Panggil Aku Sydney, Karya Fitriyanti Kartika Purnomo.” Tugas akhir ini merupakan prasyarat untuk mendapatkan gelar sarjana sastra di Fakultas Sastra, Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan sehingga tugas akhir ini dapat selesai dengan baik, kepada: 1. Drs. Hery Antono, M. Hum., selaku pembimbing akademik dan ketua program studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. 2. S.E Peni Adji, S.S., M. Hum., selaku dosen pembimbing pertama atas waktu, kesabaran, semangat, masukan, dan kemudahan-kemudahan yang telah diberikan kepada penulis. 3. Drs. B. Rahmanto, M. Hum., selaku dosen pembimbing kedua atas waktu, kesabaran, semangat, masukan, dan kemudahan-kemudahan yang telah diberikan kepada penulis. 4. Seluruh staf pengajar program studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma yang telah dengan sabar mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan. 5. Bapak dan Ibu penulis yang selalu memberikan dukungan moral dan materi sehingga tugas akhir ini dapat terselesaikan. 6. Kakak penulis F.X Hatminto Widhi Kuncoro, S.T. yang selalu memberikan dukungan semangat, motivasi, dan arahan dalam menyelesaikan tugas akhir ini. vi

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan tugas akhir ini karena berbagai keterbatasan dan kurangnya pengetahuan. Akhir kata semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya. Terima kasih. Yogyakarta, 25 Juli 2014 Penulis Ignatius Subono Hadinugroho vii

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN “Ketika pertandingan dimulai, janganlah takut. Hidup itu luas & penuh tantangan. Sebagai orang sejati tidak ada salahnya kita beradu dengan tantangan. Jika kita dapat menikmati sebuah tantangan, maka hidup itu akan terasa lebih indah. Ingat!! kalah itu wajar, menang itu pasti.” (Bono) viii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRAK Hadinugroho, Ignatius Subono. 2014. “Konflik Antar Suku dalam Novel Panggil Aku Sydney, Karya: Fitriyanti Kartika Purnomo.” Skripsi pada Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Beberapa wilayah di Indonesia sering terjadi konflik yang dilatarbelakangi oleh masalah-masalah perbedaan yang berkaitan dengan fisik, kepandaian, pengetahuan, adat dan budaya, keyakinan, agama, dan sebagainya. Hal ini tentu menjadi sumber inspirasi pengarang untuk mendalami konflik-konflik dan kemudian mengungkapkannya dalam novel. Fenomena tersebut terjadi karena pengarang merupakan anggota masyarakat itu sendiri sehingga terkadang pengarang merupakan orang yang terlibat dalam fenomena dan peristiwa tertentu. Novel Panggil Aku Sydney, karya Fitriyanti Kartika Purnomo yang merupakan alumni dari Fakultas Psikologi, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Novel ini adalah hasil cipta pengarang dalam menuangkan ide tentang pandangan manusia akan pengalaman kehidupan yang melekat dalam individu. Pandangan pengarang dituangkan lewat tokoh Sydney yang merupakan keturunan AustraliaMadura, dalam konflik antar suku di Sampit, Kalimantan Tengah. Konflik antar suku digambarkan secara kuat dalam novel ini. Konflik antar-suku itu sendiri merupakan perselisihan antara dua kelompok yang memiliki ciri khas tertentu dari latar belakang yang berbeda karena suatu permasalahan tertentu. Pendekatan sosiologis melalui tokoh utama yang bernama Sydney. Pendekatan sosiologis (sosiologikal) yaitu melihat konfrontasi dan konflik yang berlaku dalam masyarakat sebagai sumber inspirasi penulis. Penulis dalam hal ini bertugas mencerminkan atau menggambarkan peristiwa yang terjadi (di dalam masyarakat tersebut). Dengan demikian, karya sastra dalam pendekatan ini dipandang sebagai perantara penggambaran kondisi sosial yang terjadi pada suatu masyarakat pada suatu kurun waktu tertentu. Di dalam novel ini pengarang menjadikan konflik antara suku Madura dengan suku Dayak sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan novel ini, dan juga menjadikan Sydney menjadi tokoh utama dalam menceritakan kejadian demi kejadian atau urutan peristiwa di dalam novel Panggil Aku Sydney ini. ix

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Hadinugroho, Ignatius Subono. 2014. “Clash Civilization in the Novel Panggil Aku Sydney, Writen: Kartika Fitriyanti Purnomo.” A Thesis of Departement of Indonesian Letters, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. In some area in Indonesia, conflict often happens which caused by difference problems related with physic, intelegence, knowledege, culture, believe, religion, etc. This thing become the source of inspiration for writer to learn more about conflicts and describe in to novel. The phenomenon happening because the writer was a part of those citizien it self, sometimes the writer was the person who involve in the phenomenon and some event. Novel “Panggil Aku Sydney”, written by Fitriyanti Kartika Purnomo to pass Departement of Phsycology in Islam Indonesia University. This novel the writer which describe the idea about the way of human think in life experience of individual. Idea of writer described into Sydney, a character which Autralian and madura breed, in conflict between tribe in Sampit, Central of Borneo. The conflict between tribe discribed very strongly in this novel. The conflict it self was a problem between 2 tribes which had a uniq from a difference back ground because some problem. Sociological approach come from the main character called Sydney. Sociological approach was to see the conforntation and conflict happens in the society as the source of the writer inpsiration. The writer in this case had to reflect or describe the event which happen ( in the society). The author in this case the duty reflect or describe the events that occurred (in the community). Thus, in the literature of this approach is seen as an intermediary portrayal of social conditions prevailing in a society at a given period of time. In this novel the author makes the conflict between the Dayak and Madurese as a source of inspiration for creating this novel, and also make Sydney a major figure in the telling of events have or sequence of events in the novel “Panggil Aku Sydney.” x

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL......................................................................................................i HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING............................................................ii HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI.....................................................................iii PERNYATAAN KEASLIAN KARYA.......................................................................iv PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS......................................................................v KATA PENGANTAR..................................................................................................vi HALAMAN PERSEMBAHAN.................................................................................viii ABSTRAK....................................................................................................................ix ABSTRACT....................................................................................................................x DAFTAR ISI................................................................................................................xi BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................1 1.1 Latar Belakang Masalah..............................................................................1 1.2 Rumusan Masalah........................................................................................2 1.3 Tujuan Penelitian.........................................................................................2 1.4 Manfaat Penelitian.......................................................................................2 1.5 Tinjauan Pustaka..........................................................................................4 1.6 Landasan Teori............................................................................................5 1.7 Metode Penelitian......................................................................................21 1.8 Sistematika Penyajian................................................................................23 BAB II ALUR, TOKOH PENOKOHAN, DAN LATAR...........................................24 2.1 Alur............................................................................................................24 2.1.1 Pemaparan...................................................................................25 2.1.2 Peningkatan Konflik...................................................................26 xi

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.3 Klimaks.......................................................................................32 2.1.4 Penyelesaian...............................................................................32 2.2 Tokoh Penokohan......................................................................................33 2.2.1 Tokoh..........................................................................................34 2.2.2 Penokohan...................................................................................35 2.3 Latar...........................................................................................................43 2.3.1 Latar Tempat...............................................................................44 2.3.2 Latar Waktu................................................................................45 2.3.3 Latar Sosial.................................................................................46 BAB III KONFLIK ANTAR SUKU DALAM NOVEL PANGGIL AKU SYDNEY 3.1 Pengantar...................................................................................................50 3.2 Penyebab Konflik Antar Suku dalam Novel Panggil Aku Sydney............51 3.3 Konflik Sosial dalam Novel Panggil Aku Sydney.....................................52 3.4 Akibat Konflik yang Terjadi dalam Novel Panggil Aku Sydney...............53 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan................................................................................................56 4.2 Saran..........................................................................................................58 DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................59 LAMPIRAN................................................................................................................60 BIODATA...................................................................................................................63 xii

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai ragam budaya di setiap daerahnya dan dihuni oleh masyarakat atau suku-suku tertentu yang berkumpul menempati daerah-daerah di berbagai pulau yang menyebar di Indonesia. Beberapa wilayah di Indonesia sering terjadi konflik yang dilatarbelakangi oleh masalah-masalah perbedaan yang berkaitan dengan fisik, kepandaian, pengetahuan, adat dan budaya, keyakinan, agama, dan sebagainya. Hal ini tentu menjadi sumber inspirasi pengarang untuk mendalami konflikkonflik dan kemudian mengungkapkannya dalam novel. Pengarang sangat dipengaruhi oleh peristiwa atau situasi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Fenomena tersebut terjadi karena pengarang merupakan anggota masyarakat itu sendiri sehingga terkadang pengarang merupakan orang yang terlibat dalam fenomena dan peristiwa tertentu. Kehidupan manusia yang digambarkan dalam sebuah karya sastra merupakan cerminan dari kehidupan sosial masyarakat yang ada. Kehidupan manusia tersebut dituangkan dengan media bahasa ke dalam rangkaian cerita yang dapat diterima oleh masyarakat luas. Novel Panggil Aku Sydney, merupakan hasil cipta pengarang dalam menuangkan ide tentang pandangan manusia akan pengalaman kehidupan yang melekat dalam individu. Pandangan pengarang dituangkan lewat tokoh Sydney 1

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang merupakan keturunan Australia-Madura, dalam konflik antar suku di Sampit, Kalimantan Tengah. Pengarang novel Panggil Aku Sydney ini bernama lengkap Fitriyanti Kartika Purnomo. Lahir di Kupang pada tanggal 16 Februari 1983, menyelesaikan sekolah tingkat dasar sampai menengah di Kupang. Pengarang merupakan almuni dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia. Saat sedang menempuh studi, pengarang aktif di Komunitas Progresif Psikologi (KMPP), modelling, dan penulisan naskah dokumenter tentang psikologi. Penulis menuliskan novel ini berdasarkan kisah dari seorang sumber yang mengalami kejadian secara langsung saat terjadi kerusuhan di Sampit, Kalimantan Tengah. Ia mendapatkan ide menulis karena berawal dari sharing narasumber tentang masalah psikologis. Melihat kisah-kisah konflik antar suku yang terjadi di Indonesia, tentu ada perjalanan hidup seseorang yang bisa dibuat sebuah cerita yang menarik oleh penulis. Seperti novel ini yang menceritakan kisah hidup seseorang dalam konflik antara suku Dayak dengan suku Madura yang terjadi di masyarakat pada waktu silam. Konflik antar suku digambarkan secara kuat dalam novel ini karena pengarang menceritakan suasana yang terjadi saat terjadi konflik antara suku Dayak dengan suku Madura melalui tokoh utama yang bernama Sydney. Konflik antar suku itu sendiri merupakan perselisihan antara dua kelompok yang memiliki ciri khas tertentu dari latar belakang yang berbeda karena suatu permasalahan 2

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tertentu. Peneliti tertarik untuk mendalami topik tersebut karena secara umum konflik antar-suku meninggalkan akibat bagi orang-orang yang mengalaminya. 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1.2.1 Bagaimanakah alur, tokoh penokohan, dan latar dalam novel Panggil Aku Sydney karya Kartika? 1.2.2 Bagaimanakah konflik antar suku dalam novel Panggil Aku Sydney karya Kartika? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini dapat dirinci sebagai berikut : 1.3.1 Mendeskripsikan alur, tokoh penokohan, dan latar dalam novel Panggil Aku Sydney karya Kartika. 1.3.2 Mendeskripsikan konflik antar suku yang tergambar dalam novel Panggil Aku Sydney. 1.4 Manfaat Penelitian Manfaat hasil penelitian ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoretis penelitian ini adalah sebagai contoh penerapan teori Sosiologi Sastra dalam menganalisis sebuah novel. Manfaat praktis yang muncul dari hasil penelitian ini adalah 1.4.1 Memberikan sumbangan pada masyarakat usaha pengkajian sebuah novel yang ditinjau dari sudut pandang Sosiologi Sastra. 3

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.4.2 Memberikan sumbangan studi sosial tentang konflik antar-suku di Indonesia. 1.5 Tinjauan Pustaka Novel Panggil Aku Sydney, belum pernah dibahas sehingga peneliti tertarik untuk membahasnya. Topik tentang konflik antar-budaya pernah dibahas oleh Dhian Hari Martha Dwi Atmaja dalam skripsinya yang berjudul Konflik Budaya dalam Novel Bumi Manusia, Karya Pramoedya Ananta Toer: Pendekatan Fenomenologi-Sosiologis, tahun 2008. Berdasarkan pembahasan skripsinya ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa 1) bentuk fenomena konflik budaya terdiri dari a) konflik tentang konsep ―Nyai‖ dalam NBM sebagai kontradiksi pemahaman budaya, b) sistem budaya demokrasi, yaitu antara nilai keterbukaan dan ketertutupan atau éthok-éthok, c) status sosial yaitu antara nilai kesetaraan sosial dan hirarkis sosial, dan d) paham individualitas dan kebersamaan, yaitu antara nilai individualitas dan kebersamaan, dan 2) hubungan antara konflik budaya dalam NBM dengan sejarah perkembangan kebudayaan Indonesia adalah a) konflik tentang konsep ―Nyai‖ tercermin di dalam pergaulan generasi muda Indonesia modern, b) sistem budaya demokrasi, masih terdapatpertentangan antara keterbukaan dan ketertutupan, c) status sosial masih terdapat adanya status sosial yang sama, yaitu antara kesetaraan dan hirarkis sosial, dan d) paham individualitas dan kebersamaan yaitu terdapat adanya ketidak-selaran budaya dalam bentuk penyalah-gunaan wewenang. Berdasarkan hal tersebut, skripsi ini 4

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI akan membahas konflik budaya dalam novel Panggil Aku Sydney yang diwarnai dengan konflik antar suku di Sampit, Kalimantan Tengah. 1.6 Landasan Teori Dalam landasan teori ini akan dijelaskan mengenai pengertian sosiologi sastra, alur, tokoh dan penokohan, latar sosial, pengertian konflik antar suku, konflik antara suku Dayak dengan suku Madura, pengertian pendekatan sosiologis, dan sudut pandang. 1.6.1 Alur Menurut Staton (dalam Nurgiantoro 2007: 113), alur adalah cerita yang berisi urutan kejadian, namun tiap kejadian itu hanya dihubungkan secara sebabakibat, peristiwa yang satu disebabkan atau menyebabkan peristiwa yang lain. Alur memiliki beberapa tahap yaitu pemaparan peningkatan konflik, klimaks, dan penyelesaian. Alur memiliki unsur kepadatan masing-masing tergantung dari cerita. Nurgiyantoro (1995: 153) membagi alur menjadi beberapa macam. Dilihat dari urutan waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi yang bersangkutan atau lebih tepatnya urutan penceritaan peristiwa-peristiwa yang ditampilkan, alur dibagi menjadi: a) plot lurus atau progesif, alur atau plot sebuah novel dikatakan lurus atau progesif apabila peristiwa-peristiwa yang dikisahkan bersifat kronologis, peristiwa-peristiwa yang pertama diikuti oleh peristiwa atau menyebabkan peristiwa yang kemudian. Atau secara runtut cerita dimulai dari tahap awal, yaitu penyituasian, pengenalan, pemunculan konflik, 5

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tengah atau konflik meningkat, klimaks dan akhir atau penyelesaian; b) plot sorot balik atau flash back, urutan kejadian yang disajikan dalam sebuah kerya fiksi dengan alur regresif tidak bersifat kronologis. Cerita tidak dimulai dari tahap awal melainkan mungkin cerita disuguhkan mulai dari tengah atau bahkan dari tahap akhir, baru kemudian tahap awal cerita disajikan. Karya sastra dengan jenis ini, langsung menyuguhkan konflik bahkan telah sampai pada konflik yang meruncing. Selain itu, alur dilihat dari jumlahnya dimaksudkan sebagai banyaknya alur yang terdapat dalam sebuah karya fiksi. Sebagai berikut: a) plot tunggal yaitu apabila karya fiksi hanya mengembangkan sebuah cerita dengan menampilkan seorang tokoh utama protagonis yang sebagai hero. Sering dipergunakan jika pengarang ingin memfokuskan seorang tokoh tertentu sebagai hero atau permasalahan tertentu yang ditokohutamai seorang yang tertentu pula; b) plot subsubplot yaitu apabila karya fiksi memiliki lebih dari satu alur cerita yang dikisahkan, atau terdapat lebih dari seorang tokoh yang dikisahkan perjalanan hidup, permasalahan, dan konflik yang dihadapinya. Struktur alur yang demikian dalam sebuah karya barangkali berupa adanya sebuah alur utama (main plot) dan plot-plot tambahan (sub-subplot). Alur berdasarkan kepadatannya, antara lain terbagi menjadi: a) plot padat yaitu cerita yang disajikan secara cepat, peristiwa-peristiwa fungsional terjadi susul-menyusul dengan cepat, hubungan antar-peristiwa juga terjalin secara erat, pembaca seolah-olah selalu dipaksa untuk terus menerus mengikutinya; b) plot longgar yaitu cerita yang pergantian peristiwa demi peristiwa penting berlangsung 6

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI lambat di samping hubungan antarperistiwa tersebut pun tidaklah erat benar. Artinya, antara peristiwa penting yang satu dengan yang lain diselai oleh berbagai peristiwa ―tambahan‖, atau berbagai pelukisan tertentu seperti penyituasian latar dan suasana, yang kesemuanya itu dapat memperlambat ketegangan cerita. Alur berdasarkan isinya, digolongkan menjadi: a) plot peruntungan, berhubungan dengan cerita yang mengungkapkan nasib, peruntungan, yang menimpa tokoh (utama) cerita yang bersangkutan; b) plot tokohan, menyaran pada adanya sifat pementingan tokoh, tokoh yang menjadi fokus perhatian. Plot tokohan lebih banyak menyoroti keadaan tokoh daripada kejadian-kejadian yang ada atau yang berurusan dengan pemplotan; c) plot pemikiran, mengungkapakan sesuatu yang menjadi bahan pemikiran, keinginan, perasaan, berbagai macam obsesi, dan lain-lain hal yang menjadi masalah hidup dan kehidupan manusia. 1.6.2 Tokoh Penokohan Mengenai tokoh, Semi (1988: 39) mengemukakan bahwa pada umumnya fiksi mempunyai tokoh utama (a central character) yaitu orang yang ambil bagian dalam sebagian besar peristiwa dalam cerita. Biasanya peristiwa atau kejadiankejadian itu menyebabkan terjadinya perubahan pandangan kita sebagai pembaca terhadap diri tokoh tersebut. Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berkelakuan di dalam berbagai peristiwa dalam cerita. Tokoh dalam suatu cerita merupakan unsur penting yang menghidupkan cerita. Kehadiran tokoh dalam cerita berkaitan dengan terciptanya konflik, dalam hal ini tokoh berperan membuat konflik dalam 7

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI sebuah cerita rekaan. Istilah ‗tokoh‘ menunjuk pada pelaku dalam cerita sedangkan ‗penokohan‘ menunjukkan pada sifat, watak atau karakter yang melingkupi diri tokoh yang ada (dalam Nurgiantoro, 2007: 164-165). Berdasarkan perannya, tokoh dibedakan menjadi tiga, yaitu: a. Protagonis Tokoh protagonis adalah tokoh yang paling memprakarsai dan mempunyai peran sebagai penggerak alur. Tokoh protagonis sangat berkaitan erat dengan jalan cerita karena jika tokoh protagonis tidak ada maka cerita juga tidak akan ada, dan tokoh protagonis juga dihadirkan pengarang agar pembaca dapat bersimpati kepadanya. b. Antagonis Tokoh antagonis juga berkaitan erat dengan jalan cerita. Tokoh antagonis mempunyai fungsi sebagai pembuat masalah dan penghalang bagi tokoh protagonis. Pengarang menghadirkan tokoh antagonis agar pembaca dapat terpancing emosinya saat membaca karyanya sehingga jalan cerita menjadi terasa hidup. c. Tritagonis Tokoh tritagonis mempunyai fungsi sebagai penengah antara tokoh protagonis dengan tokoh antagonis. Berdasarkan fungsinya, tokoh dibedakan menjadi tiga, yaitu: a. Tokoh sentral, adalah tokoh yang paling menentukan dalam seluruh alur cerita. Biasanya tokoh sentral adalah tokoh protagonis dan tokoh protagonis. 8

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI b. Tokoh utama, adalah tokoh yang diutamakan dan memegang peranan yang sangat penting dalam cerita. Biasanya tokoh ini merupakan tokoh protagonis. c. Tokoh pembantu, adalah tokoh yang memegang peranan sebagai pelengkap atau tambahan dalam jalan cerita agar terlihat seimbang. Penokohan adalah hal-hal yang berkaitan dengan tokoh, dapat meliputi siapa tokoh cerita, dan karakterisasinya. Penokohan sangat berkaitan dengan peran dan fungsi dari tokoh itu sendiri. Penokohan juga merupakan pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. (dalam Nurgiantoro, 2007: 164-165). Menurut Jones (dalam Nurgiyantoro, 2007: 165), penokohan adalah gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita, atau penokohan karakter adalah begaimana cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan watak tokoh-tokoh dalam cerita rekannya (Esten, 1994). Biasanya di dalam suatu cerita fiksi terdapat tokoh cerita atau pelaku cerita. Tokoh cerita bisa satu atau lebih. Tokoh yang paling banyak peranannya di dalam suatu cerita disebut tokoh utama. Antara tokoh yang satu dengan yang lain ada keterkaitan. Tindakan tokoh cerita ini merupakan rangkaian peristiwa antara satu kesatuan waktu dengan waktu yang lain. Setiap perbuatan yang dilakukan oleh seseorang tokoh tentu ada penyebabnya dalam hal ini adalah tindakan-tindakan atau peristiwa sebelumnya. Jadi mengikuti atau menelusuri jalannya cerita sama 9

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI halnya dengan mengikuti perkembangan tokoh melalui tindakan-tindakannya. Namun definisi penokohan juga disebutkan oleh beberapa tokoh. Menurut Sumardjo dan Saini (dalam Nurgiyantoro, 2007: 165-165), melukiskan watak tokoh dalam cerita dapat dengan cara sebagai berikut: (1) melalui perbuatanya, terutama sekali bagaimana ia bersikap dalam menghadapi situasi kritis, (2) melalui ucapan-ucapannya, (3) melalui gambaran fisiknya, (4) Melalui keterangan langsung yang ditulis oleh pengarang. Sudjiman (dalam Nurgiyantoro, 2007: 165), menyebutkan ada dua metode untuk menggambarkan watak tokoh, yaitu metode analitik dan metode dramatik. Metode analitik disebut juga metode peran, merupakan pemaparan watak tokoh secara rinci baik ciri fisik maupun psikisnya oleh pengarang. Sedangkan metode dramatik adalah penggambaran watak tokoh melalui pikiran, ucapan, tingkah laku tokoh, lingkungan ataupun dari penampilan fisik. 1.6.3 Latar Menurut Stanton (dalam Nurgiantoro, 2007: 35), latar adalah lingkungan yang melingkupi sebuah peristiwa dalam novel, semesta yang berinteraksi dengan peristiwa-peristiwa yang berlangsung. Latar juga dapat berwujud waktu-waktu tertentu (hari, bulan, dan tahun), cuaca, atau satu periode sejarah. Melalui analisis terhadap latar, seseorang dapat mengetahui bagaimana keadaan, pekerjaan, dan status sosial para tokoh. Seringkali latar juga berhubungan erat dengan nasib seorang tokoh dalam sebuah teks. Artinya lingkungan sekitar kerap memberikan efek secara langsung terhadap apa yang 10

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dikerjakan seorang pelaku. Ketika hujan dan seorang tokoh sedang berjalan, maka ia akan mencari tempat berteduh dan jika ia mempunyai payung maka ia akan segera menembus hujan. Tapi bila tidak sangat mungkin ia akan melakukan interaksi dengan orang yang juga tengah berteduh (Nurgiyantoro: 2007: 35). Menurut Nurgiyantoro (2007: 36), latar secara umum dibedakan menjadi tiga yaitu: 1) Latar tempat ialah tempat atau daerah terjadinya sebuah peristiwa dalam cerita. Sangat mungkin latar tempat sebuah karya fiksi terdapat di dalam ruangan dan tidak menutup kemungkinan latar tempat terjadi di luar ruang lingkungan, di jalanan atau di sebuah kota misalnya. 2) Latar waktu ialah waktu terjadinya sebuah peristiwa dalam cerita. Latar waktu bisa berupa detik, menit, jam, jari, minggu, bulan, tahun, dan seterusnya. Tetapi juga sangat mungkin pengarang tidak menentukan secara persis tahun, tanggal atau hari terjadinya peristiwa, namun hanya menyebutkan saat Hari Raya, Natal, tahun baru dan sebagainya yang pada akhirnya juga akan mengacu kepada waktu seperti tanggal dan bulan tergantung latar tempat dalam cerita. Misalnya tahun baru di Indonesia identik dengan 1 Januari, namun di Arab tahun baru lebih identik pada 1 Muharram. 3) Latar sosial ialah lingkungan hidup dan sistem kehidupan yang ada di tengahtengah para tokoh dalam sebuah cerita. Pada umumnya latar sosial berhubungan erat dengan tiga latar lainnya. Misalnya seorang mahasiswa umumnya tinggal di kos dan hanya memiliki dua buah gelas di kamarnya dan seseorang bisa 11

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dipastikan menduduki kelas sosial yang tinggi dalam sistem kehidupan bila ia memiliki sopir dan pergi dengan alat transportasi mobil BMW. 1.6.4 Pengertian Sosiologi Sastra Swingewood (dalam Faruk, 1999: 1-2), mendefinisikan sosiologi sebagai studi yang ilmiah dan objektif mengenai manusia dalam masyarakat, studi mengenai lembaga-lembaga dan proses-proses sosial, sedangkan Ritzer menganggap sosiologi sebagai suatu ilmu pengetahuan yang multi paradigma. Maksudnya, di dalam ilmu tersebut dijumpai beberapa paradigma yang saling bersaing satu sama lain dalam usaha merebut hegemoni dalam lapangan sosiologi secara keseluruhan. Paradigma itu sendiri diartikannya sebagai satu citra fundamental mengenai pokok persoalan dalam suatu ilmu pengetahuan, yaitu: paradigma fakta-fakta sosial, paradigma definisi sosial, dan paradigma perilaku sosial. Sosiologi (dalam Damono, 1978: 6) adalah telaah yang objektif dan ilmiah tentang manusia dalam masyarakat, telaah tentang lembaga dan proses sosial. Seperti halnya sosiologi, sastra juga berurusan dengan manusia dalam masyarakat dengan di dalamnya terdapat usaha manusia untuk menyesuaikan diri dan usahanya untuk mengubah masyarakat itu. Pendekatan terhadap sastra yang mempertimbangkan segi-segi kemasyarakat ini oleh beberapa penulis disebut sosiologi sastra. Istilah sosiologi sastra pada dasarnya tidak berbeda pengertiannya dengan pendekatan sosiologis atau sosiokultur terhadap sastra. 12

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Menurut Damono (1978: 2), ada dua kecenderungan utama dalam telaah sosiologis terhadap sastra, yaitu: 1) Pendekatan yang berdasarkan anggapan bahwa sastra merupakan cermin proses sosial ekonomi belaka. Pendekatan ini bergerak dari faktor luar sastra untuk membicarakan sastra; 2) Pendekatan yang mengutamakan teks sastra sebagai bahan penelitian. Metode yang digunakan dalam sosiologi sastra ini adalah analisis teks untuk mengetahui lebih dalam lagi gejala di luar sastra. Sosiologi sastra berdasarkan prinsip bahwa karya sastra merupakan refleksi pada zaman karya sastra itu ditulis yaitu masyarakat yang melingkupi penulis, sebab sebagai anggotanya penulis tidak dapat lepas darinya. Pendekatan sosiologi bertolak dari asumsi bahwa sastra merupakan cerminan kehidupan masyarakat, melalui karya sastra seorang pengarang mengungkapkan problem kehidupan yang pengarang sendiri ikut di dalam karya sastra menerima pengaruh dari masyarakat dan sekaligus mampu memberi pengaruh terhadap masyarakat bahkan seringkali masyarakat sangat menentukan nilai karya sastra yang hidup di suatu zaman, sementara sastrawan itu sendiri yang merupakan anggota masyarakat tidak dapat mengelak dari adanya pengaruh yang diterimanya dari lingkungan yang membesarkannya dan sekaligus membentuknya. Wellek dan Warren dalam Damono (1978:3) mengemukakan tiga klasifikasi yang berkaitan dengan sosiologi sastra, antara lain: 1) Sosiologi pengarang. Masalah yang berkaitan adalah dasar ekonomi, produksi sastra, latar belakang sosial, status pengarang, dan ideologi. 13

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2) Sosiologi karya sastra. Masalah yang dibahas mengenai isi karya sastra, tujuan atau amanat, dan hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan berkaitan dengan masalah sosial. 3) Sosiologi pembaca. Membahas masalah pembaca dan pengaruh sosial karya sastra terhadap pembaca. Klasifikasi sosiologi sastra menurut Wellek dan Warren (dalam Damono 1978: 3-4), tidak jauh berbeda dengan klasifikasi kajian sosiologi sastra yang dikemukakan oleh Ian Watt. Ian Watt dalam eseinya yang berjudul ―Literatur Society‖ yang membicarakan hubungan timbal balik antara sastrawan, sastra, dan masyarakat, yaitu antara lain: (1) Konteks sosial pengarang, ada hubungannya dengan posisi sosial masyarakat dan kaitannya dengan masyarakat pembaca, dan faktor-faktor sosial yang mempengaruhi si pengarang sebagai perseorangan dan isi karya sastranya. Yang terutama harus diteliti adalah (a) bagaimana si pengarang mendapatkan mata pencahariannya, apakah ia menerima bantuan dari pengayom atau dari masyarakat secara langsung, atau dari kerja rangkap, (b) profesionalisme dalam kepengarangan: sejauh mana pengarang itu menganggap pekerjaannya sebagai profesi, dan (c) masyarakat apa yang dituju oleh pengarang dalam hubungan antara pengarang dan masyarakat, sebab masyarakat yang dituju sering mempengaruhi bentuk dan isi karya sastra. (2) Sastra sebagai cermin masyarakat (Mimetik), sejauh mana sastra dapat dianggap mencerminkan keadaan masyarakat pada waktu karya itu ditulis, yang 14

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI terutama mendapat perhatian adalah (a) sastra mungkin tidak dapat dikatakan mencerminkan masyarakat pada waktu ditulis, (b) sifat lain dari yang lain seorang pengarang sering mempengaruhi pemilihan penampilan faktor-faktor sosial dalam karyanya, (c) genre sastra merupakan sikap sosial kelompok tertentu, bahkan sikap sosial seluruh masyarakat, (d) sastra berusaha untuk menampilkan keadaan masyarakat secermat-cermatnya, mungkin saja tidak dipercaya sebagai cermin pandangan sosial pengarang harus diperhitungkan apabila kita menilai karya sastra sebagai cermin masyarakat. (3) Fungsi sosial sastra, hal yang perlu dipertanyakan adalah sampai seberapa jauh nilai sastra berkaitan dengan nilai sosial dan seberapa jauh nilai sastra dipengaruhi nilai sosial. Pada hubungan ini, ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu sudut pandang ekstrinsik kaum Romantik, sastra bertugas sebagai penghibur adanya kompromi dapat dicapai dengan meninjau slogan klasik bahwa sastra harus menggunakan sesuatu dengan cara menghibur. Menurut Wellek dan Warren (dalam Damono 1978: 3-4), sosiologi mempermasalahkan sesuatu di sekitar sastra dan masyarakat yang bersifat eksternal mengenai hubungan sastra dan situasi sosial tertentu, sistem ekonomi, sosial, adat-istiadat. Dalam pendekatan sosiologi ini adalah meskipun pengarang melukiskan kondisi sosial yang berada di lingkungannya, belum tentu menyuarakan kemauan masyarakat. Pendekatan sosial memiliki segi-segi manfaat, berguna apabila kritikus sendiri tak melukiskan segi-segi intrinsik yang membangun sastra, di samping memperhatikan sosiologi sastra menyadari bahwa 15

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI karya sastra itu diciptakan oleh suatu kreatifitas dengan memanfaatkan faktor imagi. Pendekatan sosiologis umum dilakukan terhadap hubungan sosial sastra dan masyarakat sebagai dokumen sosial, sebagai potret kenyataan. Sosiologi sastra yang dimaksud dalam penelitian ini adalah melihat fenomena sosial yang terjadi di masyarakat dan lingkungan berdasarkan pencitraan pengarang yang dituangkan dalam bentuk karya sastra. Posisi pengarang sangat penting karena pengarang itu sendiri yang berdekatan dengan fenomena-fenoma tersebut, bahkan menjadi pelaku yang terlibat di dalam fenomena tersebut. 1.6.5 Konflik Antar Suku Sifat masyarakat Indonesia yang heterogen atau multikultur ini rentan terhadap kemungkinan terjadinya berbagai konflik antar budaya di dalamnya melalui suku-suku tertentu. Dengan kata lain, faktor perbedaan budaya, potensial untuk menimbulkan kesalahpahaman, pertentangan, perselisihan, pertikaian, peperangan, bahkan tidak mustahil juga menjadi pemicu dan memegang peranan penting bagi munculnya konflik antar budaya atau konflik antar suku tersebut. Menurut Kriesberg (dalam Sunarwinadi, 2007 :1), pengertian konflik sosial yaitu hubungan dua atau lebih pihak yang memiliki keyakinan bahwa mereka masing-masing mempunyai tujuan berbeda. Konflik antar budaya pada dasarnya sama dengan definisi sebelumnya, hanya ditambahkan faktor bahwa pihak-pihak yang terlibat di dalamnya berasal dari latar belakang budaya berbeda, dan budaya merupakan hal yang paling berperan di dalam perbedaan antara kedua 16

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI belah pihak. Karena pada kenyataannya, karakter budaya cenderung memperkenalkan seseorang kepada pengalaman–pengalaman yang berbeda sehingga membawa kepada persepsi atau pandangan yang berbeda-beda atas dunia luar. Setiap konflik dalam karya fiksi memiliki konflik internal dan eksternal (dalam Susan, 2010: 98). Konflik eksternal, dapat dibedakan ke dalam dua kategori, yaitu konflik fisik (physical conflict) dan konflik sosial (social conflict). Konflik fisik adalah konflik yang disebabkan adanya pembenturan antara tokoh dan lingkungan alam. Misalnya, konflik atau permasalahan yang dialami seorang tokoh akibat adanya banjir besar, kemarau panjang, gunung meletus dan sebagainya. Sedangkan konflik sosial adalah konflik yang disebabkan oleh adanya kontak sosial antarmanusia yang berwujud masalah pemburuhan, penindasan, percekcokan, peperangan, dan lain-lain (Nurgiantoro, 2010). Konflik internal, merupakan konflik yang dialami manusia dengan dirinya sendiri dan lebih merupakan permasalahan intern seorang manusia. Misalnya, hal tersebut terjadi akibat adanya pertentangan antara dua keinginan, keyakinan, pilihan yang berbeda, harapan-harapan atau masalah-masalah lain (Nurgiantoro 2010). Menurut Layn (dalam Susan, 2010: 99) penyebab terjadinya konflik adalah (a) Hubungan masyarakat, menganggap bahwa konflik disebabkan oleh polarisasi yang terjadi, ketidakpercayaan dan permusuhan antar kelompok yang berbeda dalam suatu masyarakat, (b) kebutuhan manusia, menganggap bahwa 17

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI konflik disebabkan oleh kebutuhan dasar manusia (fisik, mental, dan sosial) yang tidak terpenuhi atau terhalangi, (c) negosiasi prinsip, menganggap bahwa konflik disebabkan oleh posisi yang tidak selaras dan perbedaan pandangan tentang konflik oleh pihak yang mengalami konflik tersebut, (d) identitas, mengasumsikan bahwa konflik disebabkan oleh identitas yang terancam misalnya, penderitaan di masa lalu yang tidak terselesaikan, (e) kesalahpahaman antar-budaya, mengasumsikan bahwa konflik disebabkan oleh ketidakcocokan dalam cara komunikasi antara berbagai budaya yang berbeda, (f) transformasi konflik, mengasumsikan bahwa konflik disebabkan oleh masalah ketidaksetaraan dan ketidakadilan yang muncul sebagai masalah sosial, budaya dan ekonomi. Menurut Raipeza (dalam Susan, 2010:99), konflik dapat mengakibatkan keretakan hubungan antar kelompok, perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga, dan lain-lain, kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia, dan dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik, seperti konflik yang terjadi antara Suku Dayak dengan Suku Madura yang terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah. 1.6.6 Konflik Antar Suku di Sampit, Kalimantan Tengah Konflik antar suku di Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura dari pulau Madura. Konflik tersebut pecah 18

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pada 18 Februari 2001 ketika dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak. Konflik Sampit mengakibatkan lebih dari 500 kematian, dengan lebih dari 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal. Banyak warga Madura yang juga ditemukan dipenggal kepalanya oleh suku Dayak. Konflik Sampit tahun 2001 bukanlah insiden yang terisolasi, karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura. Konflik besar terakhir terjadi antara Desember 1996 dan Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas. Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan, dan perkebunan. Sebenarnya program transmigrasi ditujukan untuk memberi dampak yang positif yaitu mengurangi kepadatan penduduk di pulau Jawa, perataan jumlah penduduk di seluruh bagian wilayah Indonesia dan untuk membantu pengembangan wilayah-wilayah yang masih belum kuat perekonomiannya. Namun program transmigrasi justru membawa dampak negatif salah satunya adalah penduduk asli yang merasa bahwa penduduk pendatang akan menguasai tanah leluhur mereka, bahkan tidak jarang penduduk pendatang tidak menghargai penduduk asli sehingga akhirnya timbul perang antar suku yang banyak 19

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI menimbulkan korban jiwa bahkan oknum-oknum yang tidak terlibatpun terkena imbasnya hanya karena masalah identitas suku mereka. (Sumber : http://tirzarest.wordpress.com/2011/10/22/konflik-sampit/) 1.6.7 Pendekatan Sosiologis Salah satu fungsi teks sastra ialah merefleksikan atau mencerminkan realitas sosial yang terjadi dalam sebuah masyarakat. Melalui karya sastra pengarang mengungkapkan problema kehidupan yang dialami oleh sebuah masyarakat yang pengarang sendiri berada di dalamnya. Begitulah antara lain asumsi dasar yang dikembangkan oleh pendekatan sosiologis, salah satu pendekatan yang lazim digunakan dalam pengkajian teks-teks kesastraan (Semi: 1993). Menurut Sikana (1986:107), pendekatan sosiologis (sosiologikal) yaitu melihat konfrontasi dan konflik yang berlaku dalam masyarakat sebagai sumber inspirasi penulis. Penulis dalam hal ini bertugas mencerminkan atau menggambarkan peristiwa yang terjadi (di dalam masyarakat tersebut). Dengan demikian, karya sastra dalam pendekatan ini dipandang sebagai medium penggambaran kondisi sosial yang terjadi pada suatu masyarakat pada suatu kurun waktu tertentu. 1.6.8 Sudut Pandang Sudut Pandang merupakan salah satu unsur fiksi yang dapat digolongkan sebagai sarana cerita. Sudut pandang sendiri memiliki pengertian sebagai cara pengarang menempatkan dirinya di dalam cerita. Pada hakikatnya, sudut pandang 20

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI merupakan teknik yang sengaja dipilih penulis untuk menyampaikan gagasan dan ceritanya, melalui kaca mata tokoh—atau tokoh-tokoh—dalam ceritanya. Friedman (dalam Nurgiyantoro, 1995:117) mengemukakan pertanyaanpertanyaan yang jawabannya bisa digunakan untuk membedakan sudut pandang. Salah satu pertanyaan itu adalah siapa yang berbicara kepada pembaca (pengarang dalam persona ketiga, atau pertama)? Secara garis besar ada dua macam sudut pandang, yakni sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Hanya kemudian dari keduanya terbentuk variasi-variasi yang memiliki konsekuensi berbeda-beda. Di dalam novel Panggil Aku Sydney, pengarang menggunakan ―Aku‖ sebagai tokoh utama. Pengarang menempatkan dirinya sebagai tokoh di dalam cerita yang menjadi pelaku utama. Melalui tokoh yang bernama Sydney inilah pengarang mengisahkan kesadaran dirinya sendiri mengisahkan peristiwa atau tindakan. Pembaca akan menerima cerita sesuai dengan yang diketahui, didengar, dialami, dan dirasakan tokoh yang Sydney ini. Tokoh yang bernama Sydney menjadi narator sekaligus pusat penceritaan kehidupan saat terjadinya konflik yang terjadi antara suku Dayak dengan suku Madura dan kehidupan pasca konflik. 1.7 Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. 21

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1.7.1 Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini berbentuk penelitian pustaka karena berobjek pada sebuah teks sastra, yaitu novel. Pengumpulan data akan dilakukan dengan metode simak dan teknik catat. Data bersumber dari novel Panggil Aku Sydney karya Fitriyanti Kartika Purnomo. Teknik yang digunakan adalah teknik catat. Adapun sumber data adalah: a. Judul Buku : Panggil Aku Sydney b. Pengarang : Fitriyanti Kartika Purnomo c. Penerbit : Alenia d. Tahun Terbit : Cetakan Pertama 2004 e. Tebal Buku : 181 halaman 1.7.2 Teknik Analisis Data Data-data dalam penelitian ini akan dianalisis menggunakan metode analisis isi. Analisis isi berhubungan dengan alur, tokoh penokohan, latar sosial, pendekatan sosiologis dan pandangan tokoh utama terhadap konflik antar-budaya yang bernama Sydney. 1.7.3 Teknik Penyajian Data Metode yang digunakan dalam penyajian penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Penelitian ini dilakukan dengan cara memaparkan alur, tokoh penokohan, latar sosial, pendekatan sosiologis dan pandangan tokoh utama yang bernama Sydney yang dilanjutkan dengan analisis. Metode ini hanya menguraikan 22

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI informasi apa adanya sesuai dengan data yang diteliti, namun memberi penjelasan dan pemahaman. 1.8 Sistematika Penyajian Penelitian ini akan disajikan dalam empat bab. Pada bab pertama adalah pendahuluan yang berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, studi pustaka, landasan teori, dan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Bab dua adalah pembahasan yang berisi analisis alur, tokoh penokohan dan latar dalam novel Panggil Aku Sydney. Bab tiga adalah analisis tentang pembahasan konflik antar suku berdasarkan pendekatan sosiologis. Bab empat adalah penutup yang berisi kesimpulan dan saran. Daftar pustaka berisi sumber-sumber yang berasal dari buku dan sumber online. Lampiran berisi sinopsis novel Panggil Aku Sydney. 23

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II ALUR, TOKOH PENOKOHAN, DAN LATAR 2.1 Alur Novel ini menggunakan alur maju karena menceritakan kehidupan Sydney secara urut dari awal sampai akhir. Berdasarkan kepadatannya novel ini menggunakan alur longgar karena dalam penceritaannya terdapat tarik ulur masalah yang dialami tokoh utama yang bernama Sydney sebelum menuju akhir cerita. Tahapan alur berisi latar sosial kehidupan tokoh utama yang bernama Sydney saat masih berada di Sampit dan setelah sampai di Jakarta setelah mengalami peristiwa konflik. Berikut ini akan dipaparkan tahapan alur: Tahapan Alur 2.1.1 Pemaparan Ayah Sydney mendapatkan berita melalui fax dari kedubes Australia agar keluarganya segera meninggalkan Sampit karena terjadi pertikaian antara suku Sampit dengan suku Madura di tempat tinggal mereka. Namun, berita ini terlambat karena jalan-jalan untuk akses keluar dari daerah mereka sudah tidak aman karena penduduk lokal, yaitu orang-orang Dayak telah memblokir akses jalan keluar wilayah tersebut. Selain itu, ayah Sydney memilih tidak meninggalkan Sampit karena rumah di Sampit ini merupakan pemberian dari kakek Sydney. Jadi apa pun yang terjadi, ayah Sydney tetap tidak akan 24

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI meninggalkan rumah ini karena sebagai tanda penghormatan terhadap kakek Sydney yang telah memberikan rumah ini. Seperti terlihat dalam kutipan berikut: Malam itu lengang seperti biasanya. Ayah menerima fax dari Kedubes Australia di Indonesia untuk segera meninggalkan Sampit dan berimigrasi ke Jakarta, dan mudah bagi duta besar seperti ayah untuk mendapatkan pemukiman yang layak, setidaknya lebih layak dari rumah ini. Rumah ini adalah tawaran terakhir kakekku kepada ayah untuk meneruskan sejarah, dan ayahku menerimanya sebagai penghormatan dari kakek sebelum ia menutup kedua kelopak mata yang keriputnya sudah bergantung hampir menyentuh pipi untuk selama-lamanya. Setiap bulan sekali ayah pulang darimanapun ia pergi demi mendedikasikan dirinya atas pekerjaannya yang banyak, rumit, serumit akar yang menghujam dasar bumi, memilin, dan masingmasing pilinannya tak memiliki simpul, hanya terpilin terus sampai dasar dimana ia mengambil seluruh energi dan protein bumi. Maka di sinilah kami (hlm. 4-5). 2.1.2 Peningkatan Konflik Peningkatan konflik terjadi karena Ibunda Sydney menerima telepon dari seseorang yang menyarankan agar keluarganya segera meninggalkan Sampit agar nyawa mereka dapat selamat. Ayah Sydney segera menyuruh Sydney dan Sarah untuk bersembunyi di lantai atas. Kaca jendela rumah mereka pecah oleh batu yang dilempar oleh orang-orang Sampit. Batu yang dilemparkan itu juga mengenai kepala ibunda Sydney sampai berdarah dan membuatnya jatuh tersungkur. Rumah Sydney dikepung oleh orang-orang Sampit, kemudian Orangorang Sampit membantai orang tua Sydney. Mereka dibantai dengan cara menyayat dengan menggunakan mandau. Setelah orang tua Sydney tewas, orangorang Sampit membakar rumah Sydney. Seperti terlihat dalam kutipan berikut: Telepon di meja sudut berbunyi kencang. aku dan bunda saling bertatap. ―Biar bunda yang angkat,‖ bangkit tergesa, penuh harapan, ia mengangkat gagang telpon. Aku berdiri menghampirinya dengan 25

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI waspada. Bunda tidak bicara sama sekali, tapi rau wajahnya menyimpulkan sesuatu yang buruk akan terjadi. Telpon kembali ditutup, setelah satu kalimat keluar dari mulutnya ―terima kasih‖. Aku menyentuh lengannya, ―siapa bunda?‖. Ia tetap diam. Ayah dan Sarah berdiri di depan kamar Sarah. Semua berdiri, menunggu. ―Malam ini akan ada lagi.‖ Jantungku seolah menyemburkan darah dengan kencang. Aku meraih pundaknya dan segera memeluknya. Ayah menghampiri kami, ―Kita harus pergi dari sini, malam ini juga,‖ tegasnya sambil dengan cekatan menutup semua gorden dan mematikan lampu ruang tamu. ―Kita tidak bisa kemana-mana sekarang!‖ teriak bunda kemudian beranjak hendak mematikan lampu di ruangan tengah ketika terdengar teriakan dan suara-suara asing berkesiap memecah segala sendi kesunyian. Dan menuju kemari, ke rumah ini. ―Cepat naik ke atas!‖ Ayah berseru pada kami. ―Kami??! Mereka bisa membunuh siapa saja saat ini! Gubernur, bupati, presiden..! Jangan merasa diri ayah kebal. Ayo kita keluar dari jendela kamar Sarah sekarang!..‖ Praang!! Ada suara yang memotong kalimatku dengan lantangnya. Kaca jendela di samping persis tempat bunda berdiri berhamburan disertai sebongkah batu berukuran kepalan tangan seorang lelaki dewasa. Tak pelak, benda tak bernyawa itu menghantam kepala bunda, ia tersungkur (hlm. 8-9). Sarah meyeruak kegelapan dan mengeluarkan lolongan panjang di samping tubuh ayah yang bersimbah darah, merubah kemeja putihnya menjadi berwarna merah pekat. Aku mencari bunda. ―Sarah..‖ lirih itu berasal tepat di kakiku. Aku memejamkan mata untuk sekian detik dan menundukkan pandangan. Bunda di sana, lehernya berdarah. Kubuka sweater sutraku dan dengan cekatan menutupi lehernya, melupakan rasa sakit yang mengorek jantungku, aku bersimpuh. Bunda menyentuh kulit tanganku. Dan hanya satu kalimat yang dapat kudengar dan bersatu dengan nafasku, membaur menjadi kekuatan yang ajaib. ―Lupakan apa yang kamu lihat dan pergilah jauh-jauh..‖ Kemudian mata itu mengejang dan membuka, menyimpulkan airmata yang mengalir di sudut jariku. Ia kosong (hlm. 12). 26

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sydney ditolong oleh penduduk lokal yang bernama Neni. Mereka dirawat oleh Neni saat mereka pingsan ketika berada dalam pelarian. Neni adalah penduduk asli Sampit yang baik dan ramah. Sydney dan Sarah diobati lukalukanya oleh Neni. ―Terima kasih telah menolong,‖ wanita itu menumbuk daundaunan yang ia bawa dalam bungkusan tadi dalam semacam lumpang yang terbuat dari kayu. Lalu ia membawanya ke arahku. ―Lenganmu harus diberi ini lagi, agar tidak infeksi.‖ Aku menurut saja, menyodorkan lengan yang masih nyeri padanya. Ia menatap mataku, sekarang kami berpandangan. ―Panggil saya Neni..‖ Neni..hm, andai ia tahu di Australia keluarga ayah menyebut babby sitter keponakan-keponakannya dengan nama itu. Apa Neni ini juga akan mengasuh kita? ―Saya akan merawat kalian.‖ Ia kini seperti membaca pikiranku. Aku hanya mengangguk. ―Siapa namamu?‖ Neni mengikat kain putih berisi ramuan tadi ke lenganku. ―Uuh..‖ Aku menggigit bibir. Perih. Neni hanya tersenyum dan menyuruhku untuk membiasakannya selama beberapa menit. Sepertinya ia tahu aku menyukai senyumnya, ia terus memberikannya. ―Sydney..‖ Aku memandang wajah yang sibuk dengan pekerjaannya di lenganku itu. Ia mengangkat wajah, membalas tatapanku. Kali ini tanpa senyum, seperti memintaku mengulangi kalimat itu (hlm. 20-21). Adik Sydney yang bernama Sarah diperkosa dan dibantai saat berada di rumah Neni karena tidak sempat bersembunyi karena tubuhnya masih lemah saat di rumah Neni. Pemilik rumah yang bernama Neni ini yang masih keturunan asli Sampit pun ikut dibantai karena dituduh sebagai pengkhianat karena menyembunyikan musuh. Neni dibantai dengan cara dipenggal kepalanya. ―Panggil saya Sydney...‖ ―Cepat bangunkan Sarah, sembunyi dalam lemari!‖ 27

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Kemudian Neni berlari keluar dan terdengar suara, “ikam menyembunyiakan urangnya!!” “Unda...kada ada siapa-siapa..” Seketika orang-orang itu menyerbu masuk dan saat itu pula aku melesat masuk dalam lemari. Hanya beda satu per seribu detik. Sungguh. Aku kedua telingaku dengan tangan sekuatnya, wajahku kubenamkan di lutut yang bertekuk. Ruangan itu hanya beberapa meter, Sarah tak mungkin luput dari pandangan mata semut sekalipun. Aku segera sadar, lukaku akan beranak-pinak. Walau aku menutup mata dan telinga, aku tahu Neni telah menjadi korban tombak panjang itu. Walau dalam lemari ini dentuman jantungku menguasai telingaku, tapi aku tahu Sarah tengah berteriak karena sebelum lehernya terkena sayatan pisau, ia lebih dahulu diperkosa, dan kini mati dalam keadaan separuh bugil! Cukup singkat saja adegan ini kupaparkan, tapi jangan takut, sakitnya akan menemani seumur hidupku (hlm. 25-26). Sydney bertemu lelaki agak tua yang bernama Dar sejak berada di atas truk yang membawa mereka ke pengungsian dan mulai akrab. Di dalam perjalanan menuju pengungsian, Dar banyak menceritakan tentang pengalaman hidupnya kepada Sydney. Malam itu aku berkenalan dengan lelaki cerewet di atas truk. Namanya Dar. Entah dari Darso, Darto, atau Dadar sekalipun aku tak peduli. Ia ramah dan suka sekali berbicara. Walau sudah kusebut namaku, ―Panggil saya Sydney,‖ tapi dia lebih suka memanggilku ‗bule‘. Jadi memilih memaklumi manusia seperti ini dengan menganggap panggilan ‗bule‘ untukku adalah hak asasi baginya (hlm. 36). Sebelum Dar meninggal, ia sempat memberikan sedikit uang kepada Sydney saat baru sampai di pengungsian untuk bekal hidup atau modal saat berada di Jakarta nanti. Dar meninggal karena serangan jantung pada usianya yang cukup muda saat berada di pengungsian. Akhirnya Sydney memutuskan 28

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI untuk pergi ke Jakarta dengan menggunakan kapal laut dengan bekal sedikit uang yang diberikan oleh Dar. ... ―Pak, lihat bapak-bapak yang tadi pagi dibawa ke sini?‖ Orang itu mengangkat bahu dan mengedarkan pandangan. Aku ikut melihat-lihat. Bodohnya aku, bapak-bapak buka cuma satu. ―Kulitnya hitam, memakai selempang yang diikat di kepalanya. Namanya Dar.‖ Aku bersabar. ―Oooh..siapamu?‖ Aku memiringkan bibir, ―bukan siapa-siapa..‖ ―Meninggalkan sejam lalu. Serangan jantung, penyumbatan jaringan otak. Angin duduk, seperti...‖ Lelaki itu menepuk pundakku dan segera kutepis. Mundur beberapa langkah, dan berlari keluar tenda, berlari untuk membuang tanda tanya yang tak pernah absen di benakku. Berlari kencang sekali, sampai sesuatu memukul keras jantungku (hlm. 42). Sydney berkenalan dengan Star saat berada di atas kapal laut menuju Jakarta. Mereka berbincang-bincang tentang diri mereka masing-masing dan mulai akrab. Sydney pun menaruh hati pada Star. Setelah sampai di Jakarta Star berpisah dengan Sydney dan pergi menuju tujuannya masing-masing. ―Kau belum menyebutkan sebuah nama.‖ Aku membuang pandangan dari wajah putihnya. ―Panggil Aku Sydney.‖ Kurasakan matanya kembali menghujaniku. ―Kau serasi.‖ Katanya Akhirnya kami saling bertatap. ―Dengan alam.‖ Detik selanjutnya Star telah bergabung dengan kami. Aku, laut, dan kapal ini. Menjadi penguasa bumi (hlm. 59-60). Star tak kelihatan batang hidungnya sejak dua malam terakhir. Ia tidak datang ke anjungan, dan tidak kutemukan dimana-mana. Mungkin aku harus berhenti percaya pada mimpi. Tapi tak apalah, cinta lokasi toh tak buruk. Besok siang kapal akan memuntahkanku di tanah Jakarta. Aku akan bertemu monas dan berteriak padanya bahwa ia harus sedikit lebih rendah untuk tahu betapa cantiknya aku. Maka kuputuskan untuk menghabiskan sisa hari di kapal ini dengan kegiatan 29

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI semenarik mungkin. Seperti menari tarian menantang angin di anjungan, menatap matahari tenggelam, menghitung bintang dan merangkainya, menyusup matahari terbit dengan teriakan, dan duduk di atas pagar...ah! Star sial! (hlm. 67) Sydney ditolong oleh Abigail saat pingsan akibat mabuk laut ketika makan bubur di dekat kontrakan Abigail. Sydney pun tinggal bersama Abigail di kontrakannya dan diberikan informasi pekerjaan oleh Abigail. Sydney akhirnya bekerja di klub malam milik Tony dan teman baru yang bernama dan Latsmi. Tidak begitu buruk kerja di bar, di situ tidak ada pelayan laki-laki, dan tugasku hanya mengantar minum dan membersihkan muntahan orang begitu bar akan tutup, apalagi setelah temanku bertambah, maka semuanya menyenangkan saja. Tony puas dengan kerjaku, tak hanya itu, ia juga menyukai bahasa tubuhku dengan para pengunjung yang bilang ‗ramah‘ alias rajin menjamah. Pembawaanku sudah mulai enjoy dan belajar sedikit-sedikt genit. Guruku adalah Latsmi, seorang pelayan muda seumuran Abigail yang nama di co-cardnya berubah menjadi Dinda. Tak hanya belajar mengepit rokok di bibir, menarik sedikit asapnya dan menghirup dalam-dalam lewat tenggorokan, kadangkadang membagi asapnya masuk lewat hidung. Dan keluar lagi lewat lubang yang sama (hlm. 80). Star kembali muncul di jembatan penyeberangan pada bulan Februari tahun 2002. Ia bertemu Sydney ketika menyeberang jalan dengan menggunakan jembatan penyeberangan. Ketika bertemu, Star langsung memeluk Sydney. Jembatan penyeberangan, Februari 2002 Star mendekap wajahku di bawah dagunya. Kedinginan tiba-tiba dilarang menyapa, dan aku terbuai di sana. Terlalu hangat. ―Kenapa sih, kamu seperti hantu?‖ bentakku pada leher jenjang itu. ―Aku selalu kembali pada saat yang tepat, sayang.‖ (hlm. 136) 30

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.1.3 Klimaks Setelah mengalami masalah yang sangat besar, sikap Sydney mulai berubah. Sydney dianggap mengidap gangguan jiwa. Sydney kemudian masuk ke rumah sakit jiwa dalam waktu yang agak lama dan tidak dapat keluar. Banyak hal yang memilukan yang harus dirasakan Sydney saat berada di rumah sakit jiwa. Star menjadi bayang-bayang Sydney karena ia anggap Star merupakan cinta sejatinya dan keluarganya yang selalu dia ingat. Sydney frustasi dan depresi sehingga mencoba untuk bunuh diri tetapi tidak berhasil. Sampai pada akhirnya Sydney dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit jiwa. 2.1.4 Penyelesaian Konflik antara suku Dayak dengan suku Madura berakhir. Kedua belah pihak sudah menyatakan berdamai. Sudah tidak ada lagi permusuhan di tanah Sampit, Kalimantan Tengah. Sekarang Sampit sudah menjadi tempat yang damai, subur dan warganya sudah rukun dan ramah hidup berdampingan membaur satu dengan yang lainnya. Suku Dayak telah membuat kesepakatan perdamaian. Sampit telah menjadi tanah yang dirindukan. Ia menjadi tuan rumah yang ramah. Hutannya kembali lebat. Para penduduknya mulai bercampur baur lagi, membangun semuanya dari awal. Perekonomian, hasil bumi, pendidikan, dan terutama kepercayaan satu sama lainnya (hlm. 154). Sydney sudah sembuh dari penyakit jiwa yang dialaminya akibat frustasi karena pengalaman pahit yang menimpa dirinya. Sekarang ia telah keluar dari rumah sakit jiwa. Ia merasa damai dan sudah dapat beraktivitas secara normal lagi. Ia pergi ke Australia untuk membangun kehidupan baru yang bahagia di sana 31

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI dan melupakan kenangan-kenangan pahit masa lalunya termasuk tragedi Sampit yang membuat hidupnya sebatang kara sampai sekarang ini. Ia merasa sudah tidak tertekan dengan peristiwa masa lalu yang pahit yang menimpa dirinya. Kini ia siap memulai hidupnya yang baru dan mengulang semuanya dari awal. Sydney memutuskan untuk pergi ke Australia untuk membangun kehidupan baru yang bahagia di sana dan melupakan kenangan-kenangan pahit masa lalunya. Terutama tragedi pembantaian yang dialami keluarganya. Aku sudah tak disuntik lagi oleh dokter. Aku sudah bisa mandi sendiri, dan mereka percaya aku dapat melakukannya. Memang masih ada obat yang harus kutelan setiap beberapa jam, tapi...bila aku rindu dengan Sarah, bunda, ayah, dan...- Star....maka obat itu takku minum. Kadang kubuang di dalam toilet, kadang kuhancurkan dengan batu, lalu kusebar di halaman (hlm. 172). Lihatlah pasir di padang gurun yang tengah berbisik halus dan nyaris tak terdengar, namun ia mencoba menuturkan betapa ia bahagia dengan keasingan padang pasir dan kesendirian abadi, menanti para pengelana menapakinya sopan dan hanya melaluinya. Walau setiap akhir, hanyalah awal bagi cerita yang baru, namun...semoga ini tak selalu sia-sia (hlm. 177). 2.2 Tokoh Penokohan Tokoh adalah individu rekaan yang mengalami peristiwa atau berlakuan di dalam berbagai peristiwa dalam cerita.(Nurgiyantoro, 2007: 164-165). Jadi tokoh di dalam sebuah karya sastra sangatlah penting, sebab tokoh merupakan kunci utama dalam terbentuknya sebuah cerita. Tokoh merupakan media pemberi informasi dari pengarang yang disajikan melalui pikiran pengarang. Jika tidak ada tokoh maka otomatis tidak ada jalan cerita yang terbentuk. 32

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Menurut Sumardjo dan Saini (dalam Nurgiyantoro, 2007: 165-165), Melukiskan watak tokoh dalam cerita dapat dengan cara sebagai berikut: (1) melalui perbuatanya, terutama sekali bagaimana ia bersikap dalam menghadapi situasi kritis, (2) melalui ucapan-ucapannya, (3) melalui gambaran fisiknya, (4) Melalui keterangan langsung yang ditulis oleh pengarang. Ada dua metode untuk menggambarkan watak tokoh, yaitu metode analitik dan metode dramatik. Metode analitik, biasa bisa juga disebut metode peran adalah pemaparan watak tokoh secara rinci baik ciri fisik maupun psikisnya. Sedang metode dramatik adalah penggambaran watak tokoh melalui pikiran, ucapan, tingkah laku tokoh, lingkungan ataupun dari penampilan fisik saja. 2.2.1 Tokoh Berdasarkan perannya, tokoh-tokoh di dalam novel Panggil Aku Sydney dibedakan menjadi tiga, yaitu: a. Tokoh protagonis: Sydney. Tokoh ini dikategorikan sebagai protagonis karena memprakarsai dan berperan sebagai penggerak alur. b. Tokoh antagonis: Orang-orang Sampit. Disebut tokoh antagonis karena orangorang ini yang meyebabkan konflik yang terjadi bagi tokoh utama. c. Tokoh tritagonis: Sarah, Ayah dan Ibu Sydney, Dar, Star, Toni, Tara, Latsmi, Neni. Dar, Neni, Tara, Latsmi, Leon, Abigail. Orang-orang ini masuk kategori tritagonis karena menjadi pendukung tokoh protagonis atau sebagai penengah pada jalan cerita. 33

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.2.2 Penokohan Pada bagian ini akan dipaparkan penokohan tokoh-tokoh dalam novel Panggil Aku Sydney. 2.2.2.1 Sydney Sydney merupakan orang keturunan Australia dan Madura yang tinggal di Sampit, Kalimantan Tengah. Ayahnya adalah orang Australia, sedangkan ibunya adalah orang keturunan Madura. Keluarganya tergolong dalam kelas menengah ke atas. Ia juga mempunyai adik bernama Sarah. Adiknya sempat selamat dari pembantaian yang terjadi di rumahnya. Sarah diselamatkan Sydney dengan cara digendong, namun akhirnya Sarah tewas dibantai juga oleh orang-orang Sampit saat di rumah Neni. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Aku berlari menjemput Sarah saat lautan api sudah membakar daun pintu dan jendela. Sudah tidak ada waktu. Kuseret tubuh Sarah yang diam dari atas tubuh ayah. Akhirnya aku harus berlari sambil membopong Sarah yang pingsan (hlm. 12). Hidup Sydney menjadi tertekan dan merana karena keluarganya telah dibunuh dengan sadis di depan kedua matanya. Ia sekarang merupakan orang satu-satunya dari keluarganya yang lolos dari pembantaian yang terjadi. Kini Sydney menjalani hidup yang cukup panjang. Dalam kehidupannya Sydney sering mengalami rasa mudah putus asa dan sering tertimpa masalah. Di Jakarta, ia bekerja di tempat hiburan malam milik Tony. Dia sakit jiwa. Dan setelah sembuh, ia memulai kehidupan barunya dan pulang ke Australia. Sebenarnya Sydney merupakan orang yang cinta perdamaian. 34

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Ia senang ketika mendengar kabar jika suku Dayak dengan suku Madura telah berdamai. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Suku Dayak telah membuat kesepakatan perdamaian. Sampit telah menjadi tanah yang dirindukan. Ia menjadi tuan rumah yang ramah. Hutannya kembali lebat. Para penduduknya mulai bercampur baur lagi, membangun semuanya dari awal. Perekonomian, hasil bumi, pendidikan, dan terutama kepercayaan satu sama lainnya (hlm. 154). Ia justru seperti merasa heran ketika daerah Sampit yang erat dengan nuansa alam seperti disulap menjadi berbeda saat konflik antar-suku ini terjadi. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Ada kesiap sunyi menyelimuti udara yang numpang lewat hari itu. Di sini memang tak ada gedung pencakar langit yang hadir sebelum peperangan, namun dulu ia adalah hijau dan gembira seperti langit tanpa batas, tak pernah sesunyi ini (hlm. 4). 2.2.2.2 Sarah Sarah adalah adik kandung Sydney yang diperkosa dan dibunuh oleh orang-orang Sampit. Ia senang memutar musik metal atau musik aliran keras. Kondisinya lemah dan syok karena melihat orang tuanya mati mengenaskan. Saat berada di rumah Nany, Sarah tidak mau makan dan hanya diam membisu. Sarah merupakan wanita yang baru menginjak remaja. Umurnya sekitar enambelas tahun sehingga ia mempunyai emosi yang masih labil. Ini juga merupakan faktor Sdney depresi karena belum siap melihat hal-hal yang ekstrim seperti itu. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Walau dalam lemari ini dentuman jantungku menguasai telingaku, tapi aku tahu Sarah tengah berteriak karena sebelum lehernya terkena sayatan pisau, ia terlebih dahulu diperkosa, dan kini mati dalam keadaan separuh bugil! Cukup singkat saja adegan ini kupaparkan, tapi jangan takut, sakitnya akan menemani seumur hidupku. (hlm. 26) 35

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.2.2.3 Ayah Sydney Ayah Sydney adalah orang asli Australia yang bekerja di Kedubes Australia untuk Indonesia. Ia adalah orang tua kandung dari Sydney dan Sarah. Ia juga merupakan orang yang dibunuh pertama kali dengan sadis dengan kondisi bersimbah darah saat berada di rumahnya. Ayah Sydney mempunyai sifat bijaksana, mudah terpancing emosinya jika ada hal yang salah, dan merupakan sosok ayah yang berwibawa. Dia melindungi keluarga, dia menghargai rumah pemberian orang tua Ibunda Sydney. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Ayah bukan penderita hipertensi, namun dalam kondisi seperti ini ia bisa lebih berang daripada serigala lapar. “Can you figure your condition now, Sarah? Switch the cd off! Right now!” ayah bangkit dari duduknya dan tujuan utamanya sudah jelas (hlm. 8). Sarah menyeruak kegelapan dan mengeluarkan lolongan panjang di samping tubuh ayah yang bersimbah darah, merubah kemeja putihnya menjadi berwarna merah pekat (hlm. 12). 2.2.2.4 Ibu Sydney Ibu Sydney merupakan orang keturunan Madura yang mempunyai sifat sabar dan bijaksana. Ia sengaja mengulur waktu saat orang-orang Sampit datang ke rumah agar anak-anaknya dapat lari untuk menyelamatkan diri, dan juga benarbenar mempunyai sosok keibuan. Ia tewas dengan sayatan mandau di lehernya. Ia rela berkorban agar anak-anaknya selamat saat malam terjadinya pembantaian di rumahnya. Ia cantik, dan selalu melindungi anak-anaknya. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: 36

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Bundaku terlihat begitu cantik malam ini. Dengan sepintas lihat, ia bagai dewi yang hanya dapat dilihat dari sudut mata, saat ia dikejar dengan tatapan sesungguhnya, maka ia akan menghilang. Begitupun terhadap bunda, aku tak berani mengangkat wajah untuk benar-benar beradu dengannya, tak sanggup menampung kekalutan yang berusaha menyamarkan segala garis tegas di wajahnya (hlm. 8). ―Sarah...‖ lirih itu berasal tepat di kakiku. Aku memejamkan mata untuk sekian detik dan menundukkan pandangan. Bunda di sana, lehernya berdarah. Kubuka sweater sutraku dan dengan cekatan menutupi lehernya, melupakan rasa sakit yang mengorek jantungku, aku bersimpuh. Bunda menyentuh kulit tanganku. Dan bersatu dengan nafasku, membaur menjadi kekuatan yang ajaib. ―Lupakan apa yang kamu lihat dan pergilah jauh-jauh..‖ Kemudian mata itu mengejang dan membuka, menyimpulkan air mata yang mengalir di sudut jariku. Ia Kosong (hlm. 12). 2.2.2.5 Dar Dar merupakan orang yang mempunyai sifat ramah, baik hati, dan periang. Ia selalu memberikan semangat dan menghibur Sydney yang sedang putus asa dari saat bertemu di truk tentara sampai di barak pengungsian, tetapi ia tidak dapat menemani Sydney ke Jakarta karena ia meninggal akibat serangan jantung yang diderita di usianya yang masih muda. Ia juga merupakan orang yang mempunyai karakter banyak berbicara. Ia merupakan orang keturunan Jawa. Ia berbicara kental dengan logat Jawa. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: ―Kalo orang Jawa bilang, itu cuma bondo dunyo. Cuma harta dunia, mati juga tak dibawa.‖ Katanya. Entah idealis, atau bentuk defence (hlm.37). ―meninggal sejam lalu. Serangan jantung, penyumbatan jaringan otak. Angin duduk, seperti itu...‖ (hlm. 42). 37

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Sebelum Dar meninggal, ia sempat memberikan sedikit uang untuk biaya perjalanan dan bekal atau modal ketika setelah sampai di Jakarta. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Di dalam bis malam menuju pelabuhan Trisakti, aku akan berlayar dengan kapal penumpang menuju ibukota negara. Keluarga Dar menawarkan biaya perjalanan atas rekomendasi lelaki cerewet itu. Lengkap dengan alamat adik lelaki Dar, dan cek sejumlah uang dari rekening Dar. Itu pesan kematian mungkin, dan aku satu-satunya manusia yang amat berjasa kepada Dar karena telah beberapa jam mendengar semua isi hati Dar yang sebetulnya hanya diperuntukkan kepada angin (hlm. 47). 2.2.2.6 Star Star adalah kekasih Sydney yang baik hati. Ia bertemu dengan Sydney di atas kapal yang membawa mereka ke Jakarta. Ia adalah sosok yang misterius karena selalu menghilang saat Sydney sedang mengalami kesusahan, tetapi juga merupakan bayangan penghibur Sydney di saat sedang frustasi. Sampai di akhir cerita Star masih hidup dalam bayang-bayang Sydney saat Sydney keluar dari rumah sakit jiwa. Star merupakan sosok kenangan terindah bagi Sydney. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Aku melihat Star berdiri di luar jeruji di sela rasa takut yang menguasai diriku. Ia memakai baju yang sama saat kujumpai di terminal. Serasi dengan kamar ini. Aku bergerak memanggilnya, ―Star...tolong aku...mereka mengambil anakmu. Star...mereka hendak membunuhku...‖ Ia diam bagai dirinya adalah bagian dari jeruji-jeruji itu. Memandangku dengan tampang penuh derita. ―Aku akan menolongmu Syd, aku pasti membawamu pergi dari sini.‖ (hlm. 165-166). 38

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.2.2.7 Orang-orang Sampit Orang-orang Sampit atau penduduk asli suku Dayak merupakan orangorang penduduk asli Kalimantan Tengah yang berkonflik dengan orang-orang suku Madura. Di dalam cerita orang-orang ini mempunyai sifat yang kejam dan siap membantai orang tanpa belas kasih jika kedapatan ada orang yang keturunan Madura. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: ... Tepat ketika pintu membuka aku melihat mereka! Tubuh hitam mengkilat memegang banyak mandau. Semoga mereka tidak melihatku. Tapi, pupus otakku berpikir untuk ayah dan bunda dapat menghilang dari pandangan mereka. Drama malam ini membawa kami berdua berakhir di tumpukan mesin stesil tua bunda. Di sini gelap dan bau. Kalian tau rasanya menunggu ajal? Mungkin tidak, tapi aku tahu! ―Bakar..bakar!‖ seruan itu samar dan gamang namun tegas menusuk ulu hati (hlm. 10-11). Orang-orang Sampit membunuh Neni dengan menggunakan tombak. Mereka juga memperkosa dan membunuh Sarah dengan menyayat leher Sarah dengan pisau. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Walau aku menutup mata dan telinga, aku tahu Neni telah jadi korban tombak panjang itu. Walau dalam lemari ini dentuman jantungku menguasai telingaku, tapi aku tahu Sarah tengah berteriak karena sebelum lehernya terkena sayatan pisau, ia lebih dahulu diperkosa, dan kini mati dalam keadaan separuh bugil! Cukup singkat saja adegan ini kupaparkan, tapi jangan takut, sakitnya akan menemani seumur hidupku (hlm. 26). 2.2.2.8 Tara Tara adalah teman yang baik Sydney saat Sydney sudah berada di Jakarta. Tara merupakan teman satu tempat kerja dengan Sydney di klub malam milik Tony. Selain itu, Tara merupakan pemabuk, mempunyai tubuh yang seksi, dan 39

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI juga menjadi simpanan Tony. Tara mempunyai sifat yang ―nakal‖ sehingga dapat mengundang birahi laki-laki yang melihatnya. Tara menganggap Sydney masih baru dalam pekerjaan di dunia hiburan malam. Dan sebaliknya, Sydney menggangap Tara merupakan orang yang sangat berpengalaman dengan dunia malam dan pembangkit gairah laki-laki. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Di dalam kulihat supermodel kita, Tara bersama Tony. Surprise? Tidak juga. Ia duduk di atas pangkuan Tony dengan tatapan sinis ke arahku. Kaget? Belum terasa saja (hlm. 124). 2.2.2.9 Latsmi Latsmi juga merupakan sahabat Sydney disaat Sydney menjadi pelayan di bar milik Tony. Ciri khas dari penampilan Latsmi adalah bibir dan lidahnya yang ditindik. Ia juga yang mengantarkan Sydney ke tukang tindik yang bernama Leon. Latsmi selalu baik dan selalu sabar mengajarkan Sydney yang masih baru di pekerjaan di tempat hiburan malam karena Sydney dirasa masih baru masuk di dunia malam seperti itu. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: ―Mi, sakit nggak sih pake begituan?‖ aku memperhatikan Latsmi yang cekatan melap meja bar. ―Apaan?‖ Aku menunjuk bibir bawahku. ―Gue pake ginian dari masih tujuh belas, jadi biasa aja.‖ ―Sakit nggak sih?‖ ―Waktu pertama aja, waktu lukanya masih basah. Tapi sekarang udah mati rasa.‖ Ia menjulurkan lidah. Tindikan bola besi mencuat jelas. Dimainkan hingga bergerak naik turun. ―Penasaran lo?‖ Aku mengangguk tersenyum. ―Pengen coba?‖ ―Iyaaa, pengen sih.‖ 40

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ―Kapan-kapan gue anter ke tempatnya.‖ (hlm. 86-87) 2.2.2.10 Tony Tony adalah pemilik klub malam tempat Sydney, Tara, dan Latsmi bekerja. Ia juga teman Abigail yang mengenalkan Sydney kepadanya untuk bekerja di bar miliknya. Ia mempunyai sifat yang baik dan senang dengan wanitawanita yang seksi. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: ―Hai, ayo masuk. Duduk..duduk..‖ lelaki tigapuluhan itu berpenampilan menyejukkan dengan mata yang sopan karena dibantu dengan kacamata (hlm. 78) Sydney dan Abigail kemudian pergi dari ruangan kerja Tony karena Tony sudah ditunggu oleh model-model cantik dan seksi. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: ―Hm, para model ingin bertemu saya, senang bertemu kalian. Nanti kontrak kerjanya akan diurus asisten saya.‖ Ia menyalami aku dan Abigail bergantian lalu keluar dari ruangan (hlm. 79). 2.2.2.11 Neni Neni merupakan orang penduduk asli Sampit yang dibunuh oleh orangorang Sampit di rumahnya karena dianggap pengkhianat sebab telah menolong Sydney dan Sarah dengan memberikan tumpangan di rumahnya. Ia mempunyai sifat baik hati dan suka menolong. Ia juga yang merawat Sydney dan Sarah saat kondisi mereka sedang lemah ketika berada dalam pelarian. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: ―Panggil saya Neni..‖ Neni..hm, andai ia tahu di Australia keluarga ayah menyebut babby sitter keponakan-keponakannya dengan nama itu. Apa Neni ini juga akan mengasuh kita? 41

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ―Saya akan merawat kalian.‖ Ia kini seperti membaca pikiranku. Aku hanya mengangguk (hlm. 21). 2.2.2.12 Leon Leon merupakan tukang tindik yang dikenalkan Latsmi kepada Sydney. Ia merupakan orang yang menindik Sydney. Leon harus hati-hati menindik Sydney karena Sydney baru pertama kali ditindik di bagian pusar. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Waktu pertama kali Leon si pemilik studio piercing, dimana hendak kulubangi kulitku dan siap mekar untuk selamanya sampai akhir zaman, bertanya dimana hendak kupasang besi itu, udel? Ya! Pusat kehidupan (hlm. 92). 2.2.2.13 Abigail Abigail merupakan orang yang berjasa pada Sydney karena ia orang yang menolong Sydney ketika pingsan di warung kopi dan memberi tumpangan tempat tinggal untuk Sydney. Ia merasa kasihan pada Sydney karena melihat Sydney tidak punya sanak-saudara dan tempat tinggal. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Manusia pertama pertama yang kukenal adalah Abigail. Mahasiswi kedokteran semester akhir yang menolongku saat aku jatuh pingsan kehabisan tenaga di warung kopi berjarak beberapa meter dari rumah kontrakannya ... (hlm. 69) Ia juga orang yang menganut paham seks bebas. Ia tidak memikirkan dengan siapa ia berhubungan seks. Ia mau berhubungan seks dengan siapa saja yang ia suka, asalkan ia dapat merasakan senang. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: 42

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ―Aku penganut free seks. Kadang-kadang rumah ini akan penuh orang, dan mungkin juga aku akan sering pergi. Mau tinggal di sini dulu, sampai kau benar-benar tahu mau kemana? It’s okay, but...you have to pay for it.‖ (hlm. 72). Ia adalah orang yang mengenalkan Sydney kepada Tony sehingga Sydney dapat bekerja di bar milik Tony. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: ―Kenalin Ton, ini Sydney yang kuceritakan‖ Aku menyambut uluran tangan Tony. Genggamannya kuat. Ia melempar senyum sambil menyebut namanya (hlm. 78). 2.3 Latar Menurut Stanton (dalam Nurgiantoro, 2007: 35), latar adalah lingkungan yang melingkupi sebuah peristiwa dalam peristiwa, semesta yang berinteraksi dengan peristiwa-peristiwa yang berlangsung. Latar juga dapat berwujud waktuwaktu tertentu (hari, bulan, dan tahun), cuaca, atau satu periode sejarah. Latar waktu dalam novel Panggil Aku Sydney ini berada sekitar pasca pemerintahan masa orde baru, sedangkan latar tempat terjadinya konflik berada di Sampit, Kalimantan Tengah. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: ... Entahlah, isu pemicu konflik ini begitu beragam, dari rezim orde baru Indonesia yang menyisakan imbas pemarginalan suku asli, sampai cerita pembunuhan sebuah keluarga Madura oleh suku Dayak yang melahirkan pertikaian antar etnis ... (hlm. 6) 43

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2.3.1 Latar Tempat Latar tempat ialah tempat atau daerah terjadinya sebuah peristiwa dalam cerita. Sangat mungkin latar tempat sebuah karya fiksi terdapat di dalam ruangan dan tidak menutup kemungkinan latar tempat terjadi di ruang lingkungan. Di jalanan atau di sebuah kota misalnya (dalam Nurgiantoro, 2007: 36). Latar tempat di dalam novel Panggil Aku Sydney ini ada dua. Pertama, terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah. Di tempat ini juga Sydney dibesarkan dan ditempat ini juga terjadi konflik antara suku Dayak dengan suku Madura yang membuat keluarga Sydney dibantai oleh orang-orang Dayak Sampit, Kalimantan Tengah. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: ... Aku dan adikku lahir di sini,tumbuh dan belajar segala hal di sini. Belajar segala hal di sini. Belajar menangis, merangkak, dan semua pelajaran yang telah membawa tubuh serta jiwaku terpaut di tanah ini adalah satu keyakinan bahwa, hanya mataku yang biru, pun warna rambutku yang pirang dan kulitku yang putih berbintik, namun hatiku dalah coklat seperti tanah ini. (hlm. 6-7) Kedua, terdapat di Jakarta. Di sini Sydney membuka lembaran baru pasca terbantainya ayah, ibu, dan adiknya yang kemudian mencoba menjalani kehidupan yang baru. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Kapal membuang sauh di dermaga terakhir sebelum Tanjung Priok. Aku bersandar di pagar yang dapat menunjukkan langsung para penumpang yang berdesakan naik-turun sekaligus para pedagang yang mengambil kesempatan untuk berjualan di atas kapal. Hawa Kalimantan sudah tak tercium. Berganti logat bahasa, berganti manusia ...(hlm. 66) Sydney bekerja di bar milik tony. Selama hidup di Jakarta Sydney menjalani hidup yang berat karena setiap hari menjadi pelayan dan selalu terbayang masa 44

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI lalunya sehingga mengalami gangguan jiwa dan masuk rumah sakit jiwa. Hal ini digambarkan secara dramatik dalam kutipan berikut: Hanya simpulan waktu dan aliran hari menggariskan takdirlah yang bisa membawaku ada di sini. Di sebuah kamar putih-putih berukuran dua kali tiga setengah meter, lantai putih dan sebuah ranjang besi dengan sprei putih, dengan seragam biru muda. Harga yang harus kubayar karena telah mencintai seseorang. Sebulan lalu aku didiagnosa oleh belasan psikiater, positif mengidap schizophrenia delution. Psikosa fungsional yang menyebabkan kepecahan pribadi. Secara medis aku divonis schizoprenia, dan secara hukum aku dinyatakan gila (hlm. 159). 2.3.2 Latar Waktu Latar waktu ialah waktu terjadinya sebuah peristiwa dalam cerita. Latar waktu bisa berupa detik, menit, jam, jari, minggu, bulan, tahun, dan seterusnya. Tetapi juga sangat mungkin pengarang tidak menentukan secara persis tahun, tanggal atau hari terjadinya peristiwa, namun hanya menyebutkan saat Hari Raya, Natal, tahun baru dan sebagainya yang pada akhirnya juga akan engacu kepada waktu seperti tanggal dan bulan tergantung latar tempat dalam cerita. Misalnya tahun baru di Indonesia identik dengan 1 Januari, namun di Arab tahun baru lebih identik pada 1 Muharram (dalam Nurgiantoro, 2007: 36). Latar waktu di dalam novel Panggil Aku Sydney ini terjadi sekitar zaman reformasi sekitar pasca rezim orde baru Indonesia yaitu sekitar tahun 2001. Ada banyak versi tentang penyebab terjadinya konflik, itu yang menyebabkan waktu terjadinya konflik masih belum pasti tepat jatuh pada tahun berapa. Yang jelas 45

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI berdasarkan data yang didapat di dalam novel ini yaitu tahun 2001. Ini dapat dibuktikan dalam kutipan berikut: ... Entahlah, isu pemicu konflik ini begitu beragam, dari rezim orde baru Indonesia yang menyisakan imbas pemarginalan suku asli, sampai cerita pembunuhan sebuah keluarga Madura oleh suku Dayak yang melahirkan perikaian antar etnis. (hlm. 6) 2.3.3 Latar Sosial Latar sosial ialah lingkungan hidup dan sistem kehidupan yang ada di tengah-tengah para tokoh dalam sebuah cerita. Sistem kehidupan atau kelas sosial di dalam novel ini terdapat kesenjangan. Penduduk asli Sampit, Kalimantan Tengah menganggap bahwa warga pendatang atau yang disebut transmigran sudah memakai fasilitas milik mereka, jadi warga pendatang tidak boleh sewenang-wenang dengan penduduk asli atau warga lokal. Jika terjadi keributan yang dianggap mengganggu kententraman penduduk asli maka warga transmigran harus menyingkir keluar dari wilayah mereka. Biasanya cara yang ditempuh untuk menyingkirkan warga transmigran adalah dengan jalan kekerasan. Latar sosial dalam novel Panggil Aku Sydney ini terbagi atas latar sosial sebelum konflik, latar sosial pada waktu konflik, dan latar sosial pasca konflik. Sebelum konflik, kehidupan tokoh utama yang bernama Sydney menunjukkan kelas sosial yang tinggi dalam keluarganya. Sydney merupakan keturunan Australia dan Madura. Ayahnya bekerja di Kedubes Australia untuk Indonesia. Ia lahir di Sampit, Kalimantan Tengah dan tinggal rumah yang cukup besar. Hal ini dapat digambarkan dalam kutipan berikut: 46

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Ayah menerima fax dari Kedubes Australia di Indonesia untuk segera meninggalkan Jakarta, dan mudah bagi duta besar seperti ayah untuk mendapatkan pemukiman yang layak, setidaknya rumah ini. (hlm. 4) Di rumah Sydney kesan mewah dapat terlihat. Seperti di ruang tamu yang terdapat sofa yang memperkuat jika keluarga Sydney merupakan keluarga yang kaya. Hal ini dapat digambarkan dalam kutipan berikut: Di ruang tamu inilah kami bertiga-aku, ayah, dan bunda duduk di atas sofa panjang yang melingkar setengah memeluk meja. (hlm. 5) Pakaian dan barang yang digunakan Sydney pun cukup mahal, dan gaya hidupnya mencerminkan jika ia adalah orang yang serba kecukupan. Hal ini dapat digambarkan dalam kutipan berikut: Aku membeli sepasang converse, dan carrier satu liter yang cuma kuisi sebotol besar air mineral dan roti kelapa. (hlm. 48) Saat konflik terjadi ketegangan antara suku Dayak dengan suku Madura. Suku Dayak membantai orang-orang Madura, baik laki-laki, perempuan, orang tua, maupun anak-anak. Keluarga Sydney ikut dibantai dikarenakan ibunda Sydney merupakan orang Madura sehingga Sydney, Sarah, dan ayah Sydney dianggap mempunyai hubungan dan garis keturunan Madura. Hal ini dapat digambarkan dalam kutipan berikut: Sarah menyeruak kegelapan dan mengeluarkan lolongan panjang di samping tubuh ayah yang bersimbah darah, merubah kemeja putihnya menjadi berwarna merah pekat. Aku mencari bunda. ―Sarah..‖ lirih itu berasal tepat di kakiku. Aku memejamkan mata untuk sekian detik dan menundukkan pandangan. Bunda di sana, lehernya berdarah. (hlm. 12) 47

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pasca konflik Sampit tokoh utama Sydney hidup di Jakarta dalam latar sosial metropolitan. Ini nampak dalam pergaulan dan kehidupan Sydney bersama Abigail dan teman-temannya. Sydney hidup dalam gaya hidup metropolitan yang diwarnai dengan seks bebas, kehidupan malam, pemakaian obat-obatan terlarang, dan hubungan keluarga yang tidak harmonis. Tapi cukup sampai di situ aku berkhayal, sampai ia berkata. ―Aku penganut free seks.‖ Kadang-kadang rumah ini akan penuh orang, dan mungkin juga aku akan sering pergi. (hlm. 72) Tindikan bola besi mencuat jelas. Dimainkan hingga bergerak baik turun. ―penasaran lo?‖ (hlm.87) Kalau sore melintasi jalan ini, maka akan kujumpai para penjaja koran yang berusia belasan tahun sedang mabok lem di pinggiran trotoar. Mereka tak punya banyak uang lebih untuk membeli ganja atau masuk diskotik untuk bermabok ria, maka jenis lem aditif menjadi pilihan untuk ikut merasakan terbang di tengah udara Jakarta yang berlimpah limbah. (hlm. 90) ―Gue lagi on nih. Banget...! mau nggak ama gue? Ayolah, siapa namamu manis?‖ (hlm. 91) ―Kokaine?‖ aku membeo, begitu membaca tulisan di kertas sampul itu. (hlm. 140) Setelah melakukan analisis, peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut. Pertama, bahwa alur yang digunakan di dalam novel Panggil Aku Sydney menggunakan alur longgar karena dalam jalan ceritanya terdapat tarik ulur masalah yang dihadapai oleh tokoh utama. Kedua, tokoh penokohan. Tokoh utama yang tergambar dari novel ini adalah Sydney. Ia merupakan tokoh yang memprakarsai jalan cerita. Terdapat pula tokoh antagonis yang menyebabkan konflik bagi tokoh utama, dan juga tokoh tritagonis yang menjadi pendukung 48

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI tokoh protagonis atau menjadi penengah pada jalan cerita. Penokohan di dalam novel ini mempunyai sifat atau watak yang berbeda-beda tergantung dari peran masing-masing tokoh. Dari analisis tersebut, tergambar adanya konflik antar suku yang kuat pada novel ini, yang selanjutnya akan dianalisis pada bab III. 49

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III KONFLIK ANTAR SUKU DALAM NOVEL PANGGIL AKU SYDNEY 3.1 Pengantar Pada bab ini akan dideskripsikan penyebab konflik, konflik sosial, dan akibat konflik. Sebelum dipaparkan konflik antar suku, akan dipaparkan konflik yang terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah yang melibatkan suku Dayak dengan Suku Madura dari sumber data yang didapat: Konflik antar suku di Sampit adalah pecahnya kerusuhan antar etnis di Indonesia, berawal pada Februari 2001 dan berlangsung sepanjang tahun itu. Konflik ini dimulai di kota Sampit, Kalimantan Tengah dan meluas ke seluruh provinsi, termasuk ibu kota Palangka Raya. Konflik ini terjadi antara suku Dayak asli dan warga migran Madura dari pulau Madura. Konflik tersebut pecah pada 18 Februari 2001 ketika dua warga Madura diserang oleh sejumlah warga Dayak. Konflik Sampit mengakibatkan lebih dari 500 kematian, dengan lebih dari 100.000 warga Madura kehilangan tempat tinggal. Banyak warga Madura yang juga ditemukan dipenggal kepalanya oleh suku Dayak. Konflik Sampit tahun 2001 bukanlah insiden yang terisolasi, karena telah terjadi beberapa insiden sebelumnya antara warga Dayak dan Madura. Konflik besar terakhir terjadi antara Desember 1996 dan Januari 1997 yang mengakibatkan 600 korban tewas. Penduduk Madura pertama tiba di Kalimantan tahun 1930 di bawah program transmigrasi yang dicanangkan oleh pemerintah kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Tahun 50

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2000, transmigran membentuk 21% populasi Kalimantan Tengah. Suku Dayak merasa tidak puas dengan persaingan yang terus datang dari warga Madura yang semakin agresif. Hukum-hukum baru telah memungkinkan warga Madura memperoleh kontrol terhadap banyak industri komersial di provinsi ini seperti perkayuan, penambangan, dan perkebunan. Sebenarnya program transmigrasi ditujukan untuk memberi dampak yang positif yaitu mengurangi kepadatan penduduk di pulau Jawa, perataan jumlah penduduk di seluruh bagian wilayah Indonesia dan untuk membantu pengembangan wilayah-wilayah yang masih belum kuat perekonomiannya. Namun program transmigrasi justru membawa dampak negatif salah satunya adalah penduduk asli yang merasa bahwa penduduk pendatang akan menguasai tanah leluhur mereka, bahkan tidak jarang penduduk pendatang tidak menghargai penduduk asli sehingga akhirnya timbul perang antar suku yang banyak menimbulkan korban jiwa bahkan oknum-oknum yang tidak terlibatpun terkena imbasnya hanya karena masalah identitas suku mereka. (Sumber : http://tirzarest.wordpress.com/2011/10/22/konflik-sampit/) 3.2 Penyebab Konflik Antar suku dalam Novel Panggil Aku Sydney Konflik terjadi karena dilatarbelakangi oleh sebuah permasalahan yang dibuat oleh pihak-pihak atau faktor perbedaan budaya yang potensial untuk menimbulkan kesalahpahaman, pertentangan, perselisihan, pertikaian, peperangan, bahkan tidak mustahil juga menjadi pemicu dan memegang peranan penting bagi munculnya konflik antar suku tersebut. Di dalam novel yang berjudul 51

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Panggil Aku Sydney ini, pengarang menggambarkan tentang perang antara suku Dayak dengan suku Madura terjadi karena kesalahpahaman penduduk asli Sampit, Kalimantan Tengah yang merasa terjajah. Ada juga isu-isu tentang penyebab konflik. Ada yang menyebutkan saat zaman orde baru terjadi pemisahan antara penduduk asli Sampit dengan warga transmigran. Dan ada juga cerita tentang pembunuhan keluarga dari suku Madura oleh orang dari suku Dayak. ... Entahlah, isu pemicu konflik ini begitu beragam, dari rezim orde baru Indonesia yang menyisakan imbas pemarginalan suku asli, sampai cerita pembunuhan sebuah keluarga Madura oleh suku Dayak yang melahirkan pertikaian antar etnis. (hlm. 6) 3.3 Konflik Sosial dalam Novel Panggil Aku Sydney Pengertian konflik sosial yaitu hubungan dua atau lebih pihak yang memiliki keyakinan bahwa mereka masing-masing mempunyai tujuan berbeda. Setiap konflik dalam karya fiksi memiliki konflik internal dan eksternal (dalam Susan, 2010: 98). Konflik eksternal, dapat dibedakan ke dalam dua kategori, yaitu konflik fisik (physical conflict) dan konflik sosial (social conflict). Konflik fisik adalah konflik yang disebabkan adanya pembenturan antara tokoh dan lingkungan alam. Konflik internal, Konflik ini merupakan konflik yang dialami manusia dengan dirinya sendiri dan lebih merupakan permasalahan intern seorang manusia. Di dalam novel Panggil Aku Sydney konflik internal yang terjadi karena keinginan dari warga penduduk asli Sampit, Kalimantan Tengah sendiri yang menganggap diri mereka merasa ―dianak-tirikan‖ dibanding warga transmigran 52

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI yang selalu dibantu oleh pemerintah Indonesia, dan juga menginginkan hak yang sama dengan warga transmigran yang berada di wilayahnya. Dalam hal ini, sebenarnya konflik terjadi karena hal yang sepele yaitu warga asli minta perhatian yang sama atau bahkan minta hak yang sedikit istimewa dibandingkan dengan warga ... Tanah Sampit tidak lagi bersahabat sejak leluhurnya dari penjajah dapat menumpahkan darah para ―kaum pendatang‖ tanpa harus terlihat demi pengusiran para pendatang tanpa tersisa dan mengembalikan harga diri yang telah terinjak dan terkoyak. (hlm. 3) 3.4 Akibat Konflik yang Terjadi dalam Novel Panggil Aku Sydney Konflik dapat mengakibatkan meningkatkan solidaritas sesama anggota kelompok (ingroup) yang mengalami konflik dengan kelompok lain, keretakan hubungan antar kelompok yang bertikai, perubahan kepribadian pada individu, misalnya timbulnya rasa dendam, benci, saling curiga, dan lain-lain, kerusakan harta benda dan hilangnya jiwa manusia, dan dominasi bahkan penaklukan salah satu pihak yang terlibat dalam konflik. Konflik antara Suku Dayak dengan Suku Madura yang terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah yang di ceritakan di dalam novel Panggil Aku Sydney ini, akibat yang ditimbulkan pasca konflik adalah kerusakan sarana-prasarana dan lingkungan. Selain itu, dampak yang paling memprihatinkan adalah orang yang menjadi korban dari konflik yang terjadi. Di dalam novel ini, korban akibat konflik antar suku yang terlihat adalah keluarga dari tokoh utama yang bernama Sydney. Sosok tokoh utama yang bernama Sydney digambarkan oleh pengarang sangat mencintai perdamaian dan sangat membenci pertikaian. Sydney adalah 53

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI seorang yang mencintai hidup yang harmoni dan damai. Dia tidak menyukai peperangan atau pertikaian yang sarat dengan kekerasan dan kekejaman. Sydney menganggap jika peperangan atau pertikaian antara suku Madura dan suku Dayak hanya meninggalkan trauma dan penderitaan pada orang-orang yang menjadi korban, seperti dirinya yang juga menjadi korban pertikaian tersebut .Ia selamat dari tragedi konflik yang terjadi tetapi imbas dari pasca konflik yang terjadi adalah dirinya merasa tertekan dan selalu dibayang-bayangi kenangan masa lalu saat masih bersama keluarga yang ia sayangi dan harus berakhir dengan pahit hingga mengalami gangguan jiwa. Sebulan lalu aku didiagnosa oleh belasan psikiater, positif, positif mengidap schizophernia delution. Psikosa fungsional yang menyebabkan kepecahan pribadi. Secara medis aku divonis schizopernia, dan secara hukum aku dinyatakan gila. Berbagai macam tes kujalani, apa penyebab ketokan palu itu dijatuhkan padaku. Dan mudah saja untuk menebaknya, tragedi Sampit telah memberikan kenangan-kenangan padaku berupa traumatik di bawah sadar. Yang membuatku tercengang, kokain yang mengalir di darahku saat bersama Abilah menjadi penyempuranya. Makanan penutupku menjadi gila (hlm. 159-160). Di dalam bab ini, terdapat analisis penyebab konflik, konflik sosial, dan penyebab konflik. Penyebab konflik antar suku berdasarkan novel ini karena penduduk asli merasa terjajah lalu pada saat zaman orde baru terjadi pemisahan antara penduduk asli dengan penduduk pendatang, dan ada juga isu tentang cerita pembunuhan dari suku Madura yang merupakan pendatang oleh orang suku Dayak yang merupakan penduduk asli. Tentunya masih banyak juga versi-versi lain dari luar yang menjadi penyebab konflik ini dapat terjadi. 54

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Konflik sosial yang terjadi karena penduduk asli merasa dianak-tirikan dibanding warga transmigran yang selalu dibantu oleh pemerintah Indonesia sehingga penduduk asli menginginkan hak yang sama dengan warga transmigran yang berada di wilayahnya. Akibat konflik yang ditimbulkan yaitu terlihat pada tokoh utama yang bernama Sydney. Walau ia selamat dari konflik yang terjadi, tetapi dirinya merasa tertekan dan selalu dibayang-bayangi kenangan masa lalu saat masih bersama keluarga yang harus berakhir dengan pahit karena konflik yang terjadi hingga mengalami gangguan jiwa. Pengarang menggunakan tokoh utama yang bernama Sydney untuk menggambarkan suasana cerita tentang konflik antara suku Madura dengan suku Dayak. Selain itu, pengarang juga menggambarkan kehidupan tokoh utama setelah konflik. Akibat menjadi korban konflik, kehidupan tokoh utama yang bernama Sydney menjadi merana dan seperti tidak mempunyai arah. Bahkan, orang-orang terdekat Sydney yang dianggap dapat menolong dirinya ternyata justru menjerumuskan dirinya sehingga keadaan menjadi semakin buruk. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa berbagai konflik hanya akan mendatangkan penderitaan bagi korbannya, seperti yang dialami tokoh utama yang bernama Sydney. 55

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Berdasarkan analisis yang telah dipaparkan, novel Panggil Aku Sydney ini menceritakan gambaran tentang kehidupan seorang tokoh yang bernama Sydney yang telah kehilangan kebahagiaannya karena telah menjadi korban pertikaian antar suku. Pengarang novel Panggil Aku Sydney ini bernama lengkap Fitriyanti Kartika Purnomo. Lahir di Kupang pada tanggal 16 Februari 1983, menyelesaikan sekolah tingkat dasar sampai menengah di Kupang. Pengarang merupakan almuni dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia. Saat sedang menempuh studi psikologinya, pengarang aktif di Komunitas Progresif Psikologi (KMPP), modelling, dan penulisan naskah dokumenter tentang psikologi. Konflik yang yang terjadi di Sampit, Kalimantan Tengah ternyata menimbulkan pandangan tertentu oleh tokoh utama. Selain itu, dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa berbagai konflik hanya akan mendatangkan penderitaan bagi korbannya. Seperti yang dialami tokoh utama yang bernama Sydney ini, dia menjalani kehidupan yang sangat berat karena selalu dibayang-bayangi kenangan masa lalu saat bersama keluarganya sampai ia depresi dan mengidap gangguan jiwa. Konflik yang terjadi di dalam novel ini, menumbuhkan rasa pandangan atau sikap seperti yang digambarkan dari tokoh utama yang bernama Sydney. 56

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Pengarang menggunakan tokoh utama yang bernama Sydney untuk menggambarkan suasana cerita tentang konflik antara suku Madura dengan suku Dayak. Selain itu, pengarang juga menggambarkan kehidupan tokoh utama setelah konflik. Akibat menjadi korban konflik, kehidupan tokoh utama yang bernama Sydney menjadi merana dan seperti tidak mempunyai arah. Bahkan, orang-orang terdekat Sydney yang dianggap dapat menolong dirinya ternyata justru menjerumuskan dirinya sehingga keadaan menjadi semakin buruk. Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa berbagai konflik hanya akan mendatangkan penderitaan bagi korbannya, seperti yang dialami tokoh utama yang bernama Sydney. Novel Panggil Aku Sydney ini dapat dikaji dengan pendekatan sosiologis melalui tokoh utama yang bernama Sydney. Pendekatan sosiologis (sosiologikal) yaitu melihat konfrontasi dan konflik yang berlaku dalam masyarakat sebagai sumber inspirasi penulis. Penulis dalam hal ini bertugas mencerminkan atau menggambarkan peristiwa yang terjadi (di dalam masyarakat tersebut). Dengan demikian, karya sastra dalam pendekatan ini dipandang sebagai perantara penggambaran kondisi sosial yang terjadi pada suatu masyarakat pada suatu kurun waktu tertentu. Di dalam novel ini pengarang menjadikan konflik antara suku Madura dengan suku Dayak sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan novel ini, dan juga menjadikan Sydney menjadi tokoh utama dalam menceritakan kejadian demi kejadian atau urutan peristiwa di dalam novel Panggil Aku Sydney ini. 57

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Alur yang digunakan di dalam novel Panggil Aku Sydney menggunakan alur longgar karena dalam jalan ceritanya terdapat tarik ulur masalah yang dihadapai oleh tokoh utama. Kedua, tokoh penokohan. Tokoh utama yang tergambar dari novel ini adalah Sydney. Ia merupakan tokoh yang memprakarsai jalan cerita. Terdapat pula tokoh antagonis yang menyebabkan konflik bagi tokoh utama, dan juga tokoh tritagonis yang menjadi pendukung tokoh protagonis atau menjadi penengah pada jalan cerita. Penokohan di dalam novel ini mempunyai sifat atau watak yang berbeda-beda tergantung dari peran masing-masing tokoh. 4.2 Saran Penelitian yang ditulis oleh penulis masih belum sempurna dan masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan masukan untuk menyempurnakan tugas akhir ini. Penelitian tentang novel Panggil Aku Sydney karya Kartika ini masih dapat diteliti. Penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan sudut pandang lain seperti psikologi sastra, pendekatan historis sastra, ataupun dengan pendekatan feminisme. 58

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Daftar Pustaka Damono, Sapardi Djoko. 1978. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Depdikbud. Faruk. 1994. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. (http://tirzarest.wordpress.com/2011/10/22/konflik-sampit/).Diunduh: 10/10/2012. (http://zahidb.blogspot.com/2012/03/kesusastraan.html). Diunduh: 09/10/2012. Nurgiantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University. Purnono, Fitriyanti Kartika. 2004. Panggil Aku Sydney. Yogyakarta: Alenia. Semi, M. Atar. 1988. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya. Semi, M. Atar. 1993. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa. Sikana, Mana. 1986. Kritikan Sastera: Pendekatan dan Kaedah. Petaling Jaya: Penerbit Fajar Bakti SDN.BHD. Sunarwinadi & Ilya Revianti. 2007. Berita dan Konflik Sosial/Antarbudaya: Pendekatan Teoritik. Jakarta: Program Pasca Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia. Susan, Novri. 2010. Pengantar Sosiologi Konflik dan Isu-isu Konflik Kontemporer. Jakarta: Kencana. (www.AnalisisLatarPadaCerpenNursasongko.htm). Diunduh: 09/10/2012. 59

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI LAMPIRAN Sinopsis Novel Panggil Aku Sydney Kisah dalam novel ini berawal saat ayah Sydney menyuruh mematikan lagu yang diputar oleh adik Sydney yang bernama Sarah. Malam itu juga ayah Sydney mendapat fax dari kedubes untuk segera meninggalkan Sampit dan pindah ke Jakarta. Ayah Sydney tidak ingin segera meninggalkan rumahnya karena ayah Sydney sangat menghormati kakek Sydney yang memberikan rumah tempat tinggal mereka sekarang. Lagipula mereka takkan bisa keluar dari wilayah Sampit, Kalimantan tengah karena hampir semua jalan diblokir oleh penduduk asli Sampit. Suasana tiba-tiba semakin menegangkan ketika terdengar suara kaca jendela pecah akibat dilempar batu dari luar dan ibunda Sydney jatuh karena terkena lemparan batu itu, malam itu juga ayah dan ibu Sydney meninggal dengan cara dibantai dan hanya Sydney dan Sarah yang selamat. Sarah benar-benar syok saat melihat ayah dan ibunya berlumuran darah dan terbaring tak bernyawa setelah dibantai oleh orang-orang Sampit. Sydney menggendong Sarah keluar karena Sarah pingsan setelah melihat keadaan ayah dan ibunya yang seperti itu. Sydney lari menyelamatkan diri sambil menggendong Sarah yang pingsan sampai akhirnya Sydney menemukan sebuah gubuk kecil yang digunakan untuk beristirahat sementara. Sydney dan Sarah terlelap tidur selama dua hari dan secara tidak sadar mereka telah ditampung di suatu rumah penduduk pribumi milik Neni selama dua hari. Pada hari ketiga sang pemilik rumah menyarankan mereka 60

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI pindah akibat keadaan yang sudah tidak aman karena sepertinya orang-orang Sampit sudah mengetahui keberadaan mereka di rumahnya. Tapi sayang tragedi pembantaian malam itu terjadi lagi di rumah Neni. Sydney bersembunyi di sebuah lemari, tetapi Sarah sama sekali tidak beranjak dari tempat tidurnya karena masih lemah dan hanya terdiam dengan pandangan kosong. Sarah lalu dibantai dengan cara dibacok lehernya, sebelumnya ia diperkosa terlebih dahulu. Sang pemilik rumah juga ikut dibantai dengan cara dipenggal lehernya karena dianggap menyembunyikan musuh. Setelah melihat orang-orang yang membantai adiknya dan Neni, Sydney pun keluar dari lemari dan lari menyelamatkan diri sambil menangis tidak percaya setelah apa yang dilihatnya. Sydney kini hanya hidup sebatang kara. Ia sekarang tak lagi takut dengan kematian, ia justru sekarang berusaha menjemput kematian karena sudah sangat frustrasi dan tidak ada semangat untuk menjalani kehidupan. Sydney keluar untuk mencari penduduk pribumi yang membunuh seluruh keluarga dan orang yang menolongnya, dengan harapan ia juga ikut dibunuh. Tapi takdir masih membiarkannya hidup. Ia lalu mendapat tumpangan dengan truk tentara menuju ke pengungsian. Di sana Sydney bertemu dengan seorang pria bernama Dar. Sydney senang berkenalan dengan Dar karena dialah yang bisa membuatnya melupakan tragedi yang menimpanya, tapi sayang perkenalan tersebut tak lama karena Dar meninggal akibat serangan jantung. Melihat hal itu, Sydney kembali putus asa dan berusaha untuk bunuh diri tetapi tidak berhasil. Dengan bekal uang yang diberikan Dar waktu di pengungsian, Sydney akhirnya memutuskan pergi ke Jakarta dengan menggunakan kapal laut. Di kapal 61

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ia bertemu seorang pria yang bernama Star yang juga keturunan Australia. Mereka selalu bersama, bercanda dan bermesraan. Di Jakarta Sydney juga menghadapi kehidupan yang sangat sulit dan mendapat banyak masalah. Sydney bekerja di sebuah klub malam milik Tony, kemudian ia mempunyai teman bernama Tara yang merupakan simpanan Tony dan Latsmi yang merupakan teman baik Sydney. Sydney kembali bertemu dengan Star dan mulai menjalin hubungan yang serius. Sydney kembali menghadapi cobaan saat ia dianggap mengidap penyakit jiwa dan ia pun masuk ke rumah sakit jiwa untuk melakukan perawatan. Banyak hal yang memilukan yang harus dirasakan Sydney saat berada di rumah sakit jiwa. Star menjadi bayang-bayang Sydney karena ia anggap Star merupakan cinta sejatinya. Sampai pada akhirnya Sydney terlepas dari rumah sakit jiwa dan pergi ke Australia untuk membangun kehidupan baru yang bahagia di sana dan melupakan kenangan-kenangan pahit masa lalunya. 62

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BIODATA Nama : Ignatius Subono Hadinugroho Jenis Kelamin : Pria Tempat/Tgl Lahir : Jakarta, 24 Februari 1990 Agama : Katholik Alamat Rumah : Perumahan Benua Indah, Blok F2/3, RT 006/RW 008, Kelurahan Pabuaran Tumpeng, Kecamatan Karawaci, Tangerang, Banten Alamat Kost : Jl. Paingan No. 134A, RT 06/RW 05, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta No. Telp : 089636054666/021-55771078 E-mail : subono_highspeed@yahoo.com Riwayat Pendidikan 2009 – 2014 S1 Sastra Indonesia Universitas Yogyakarta Sanata Dharma 2005-2008 SMA Cengkareng 1 Jakarta Barat 2002-2005 SMP Cengkareng 1 Jakarta Barat 1996-2002 SD Strada St. Aloysius 1 Tangerang Yogyakarta, 25 Juli 2014 Ignatius SubonoHadinugroho 63

(76)

Dokumen baru