Hubungan antara karakteristik sosio-demografi terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository

Gratis

0
0
161
7 months ago
Preview
Full text
(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA TANPA RESEP DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh : Eva Ekayanti Pala NIM : 108114185 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK SOSIO-DEMOGRAFI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN TINDAKAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA TANPA RESEP DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) Program Studi Farmasi Oleh : Eva Ekayanti Pala NIM : 108114185 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2014 i

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ii

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI iii

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI HALAMAN PERSEMBAHAN Kupersembahkan karya kecil ini untuk : Keluargaku tercinta atas dukungan dan doanya (Papa, Mama, Ryan, Isna, dan Varo) Teman seperjuangan (Swaseli Waskitajani) Almamaterku iv

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI v

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI vi

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI PRAKATA Puji syukur ke hadirat Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan anugerah dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Hubungan antara Karakteristik Sosio-Demografi terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep di Kalangan Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta” yang dapat terselesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm) program studi Farmasi Universitas Sanata Dharma. Penulis menyadari bahwa dalam pelaksanaan dan penyusunan skripsi ini tentunya tidak lepas dari bantuan dan campur tangan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Ibu Aris Widayati, M.Si., Ph.D., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dan juga selaku Dosen Pembimbing skripsi atas segala kesabaran, waktu dan tenaga dalam membimbing, memberi masukan dan memotivasi kepada penulis selama melakukan penelitian dan penyusunan skripsi ini. dan juga selaku dosen penguji. 2. Bapak Ipang Djunarko, M.Sc., Apt. selaku dosen penguji yang senantiasa memberikan masukan kritik dan saran bagi penulis demi kesempurnaan skripsi ini. 3. Ibu Dita Maria Virginia, M.Sc., Apt. selaku dosen penguji yang telah memberikan masukan yang berharga bagi penulis dalam menyusun skripsi ini. vii

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Bapak Yohanes Dwiatmaka, M.Si, selaku Dosen Pembimbing Akademik penulis selama masa studi di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. 5. Segenap dosen dan karyawan atas ilmu dan pembelajaran yang telah diberikan kepada penulis. 6. Responden mahasiswa S1 Universitas Sanata Dharma Yogyakarta khususnya yang telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian. 7. Keluargaku terkasih, Bapak Juma, S.Pd, Mama Lince Palulun, Adik-adikku Desryanto Palulun, Trisnawati Julinda dan Fernandes Cannavaro Naya yang selalu setia memberikan doa, dukungan, semangat, dan kasih sayang kepada penulis . 8. Swaseli Waskitajani, AA. Sagung Intan Kartika Wardhana, Realita Rosada sebagai sahabat dan rekan kerja yang telah bersedia menyediakan waktu dalam memberikan masukan serta bekerja bersama selama proses penelitian. 9. Mersi Tangdialla, Carolina Giovanni, Josepnabu, Merlinda Lusi Tangdialla, Deasy Dasilva, Anastasia Evana, Catherine Maniar, Galih Prasetya sebagai saudara dan sahabat yang selalu memberikan doa, semangat, dan kebersamaan kepada penulis. 10. Teman-teman FKK B 2010 yang selalu memberikan semangat, canda dan tawa selama proses pembelajaran di Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. 11. Teman-teman penghuni kost “Wisma Ananda” yang setia memberikan dukungan kepada penulis selama proses penelitian ini. 12. Semua teman seperjuangan angkatan 2010 Fakultas Farmasi. viii

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13. Semua pihak yang penulis tidak dapat sebutkan satu persatu yang telah ikut berpartisipasi dalam penyusunan dan penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini belum sempurna dan masih jauh dari kesempurnaan sehingga penulis sangat mengharapkan dengan tangan terbuka untuk memberikan masukan kritik dan saran dari semua pihak. Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Penulis ix

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .............................................................................. i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING...................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ................................................................ iii HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................. iv PERNYATAAN PUBLIKASI ............................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ................................................. vi PRAKATA .............................................................................................. vii DAFTAR ISI ........................................................................................... x DAFTAR TABEL ................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR .............................................................................. xvi DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... xvii INTISARI ............................................................................................... xviii ABSTRACT ............................................................................................ xix BAB I PENGANTAR A. B. Latar Belakang................................................................................ 1 1. Permasalahan ............................................................................ 4 2. Keaslian penelitian ................................................................... 5 3. Manfaat penelitian .................................................................... 6 Tujuan Penelitian ........................................................................... 7 1. Tujuan umum ........................................................................... 7 2. Tujuan khusus .......................................................................... 7 x

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Karakteristik Sosio-Demografi ...................................................... 9 B. Pengetahuan...……………………….............................................. 11 C. Sikap............................................................................................... 15 D. Tindakan......................................................................................... 17 E. Antibiotika ..................................................................................... 18 F. Landasan Teori ............................................................................... 24 G. Hipotesis ......................................................................................... 26 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian ..................................................... 28 B. Variabel dan Definisi Operasional Penelitian ................................ 28 1. Variabel penelitian..................................................................... 28 2. Definisi operasional ................................................................. 29 C. Subjek Penelitian ............................................................................ 32 D. Sampling…………………………................................................. 33 E. Instrumen Penelitian………............................................................ 35 F. Waktu Penelitian…......................................................................... 35 G. Tata Cara Penelitian ....................................................................... 36 1. Penentuan lokasi....................................................................... 36 2. Perijinan…………………......................................................... 37 3. Pembuatan kuesioner ............................................................... 37 Analisis Hasil Penelitian................................................................. 40 1. Uji Normalitas …….................................................................. 40 H. xi

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI I. 2. Uji chi-square ........................................................................... 41 Keterbatasan Penelitian .................................................................. 42 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. B. Karakteristik Sosio-Demografi ...................................................... 43 1. Umur responden ........................................................................ 43 2. Jenis kelamin responden.. ......................................................... 44 3. Prodi responden………. ........................................................... 45 4. Uang saku perbulan responden …………................................. 46 Tingkat Pengetahuan tentang Antibiotika, Sikap dan Tindakan Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep............................................ 47 1. Tingkat pengetahuan tentang antibiotika ............................... 47 2. Sikap mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep .............. 52 3. Tindakan mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep ........ 53 C. Pola Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep …………................... 55 D. Hubungan Tingkat antara Karakteristik Pengetahuan, Sikap, Sosio-Demografi dan Tindakan terhadap Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep ................................................................ 55 1. Hubungan karakteristik sosio-demografi dengan tingkat pengetahuan tentang antibiotika ............................................... 2. Hubungan karakteristik sosio-demografi dengan 55 sikap penggunaan antibiotika tanpa resep .......................................... 57 3. Hubungan karakteristik sosio-demografi dengan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep .......................................... xii 59

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4. Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap tentang penggunaan antibiotika tanpa resep .......................................... 61 5. Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep ......................................... 6. Hubungan antara sikap dengan tindakan 62 penggunaan antibiotika tanpa resep……....................................................... 63 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan .................................................................................... 66 B. Saran ............................................................................................... 67 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................. 68 LAMPIRAN ............................................................................................ 73 BIOGRAFI PENULIS ............................................................................ 141 xiii

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR TABEL Halaman Tabel I Antibiotika yang termasuk dalam OWA (KepMenKes No.347/MENKES/SK/VII/1990)……......................... Tabel II Antibiotika yang termasuk dalam OWA (KepMenKes No. 924/Menkes/Per/X/1993)....................................... Tabel III 21 21 Antibiotika yang termasuk dalam OWA (KepMenKes No. 1176/Menkes/SK/X/1999)..................................... 22 Tabel IV Variabel penelitian…………………………................ 28 Tabel V Hasil uji reliabilitas………………………................... 39 Tabel VI Hasil uji normalitas…................................................... 41 Tabel VII Jenis antibiotika yang disebutkan responden……........ 47 Tabel VIII Tingkat pengetahuan mengenai antibiotika.................. 52 Tabel IX Nilai rata-rata sikap responden mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep……........................................... Tabel X Sikap responden mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep………………………................................. Tabel XI Nilai rata-rata tindakan responden Tindakan responden mengenai Hubungan karakteristik sosio-demografi 54 dengan tingkat pengetahuan tentang antibiotika…...…………. xiv 54 penggunaan antibiotika tanpa resep………………………………... Tabel XIII 53 mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep….......................... Tabel XII 52 56

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Tabel XIV Hubungan karakteristik sosio-demografi dengan sikap tentang antibiotika tanpa resep...................................... Tabel XV Hubungan karakteristik sosio-demografi dengan tindakan tentang antibiotika tanpa resep....................... Tabel XVI 58 59 Tabulasi silang hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap tentang penggunaan antibiotika tanpa resep………………………………………………….. Tabel XVII Tabulasi silang hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep………………………………………………….. Tabel XVIII 62 63 Tabulasi silang hubungan antara sikap dengan tindakan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep…………..……………………………………… xv 63

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 1. Logo Obat Keras .............................................................. Gambar 2. Bagan hubungan antara karakteristik sosio-demografi, 20 tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan……………..... 26 Gambar 3. Skema pengambilan sampel penelitian ............................ 37 Gambar 4. Karakteristik sosio-demografi responden berdasarkan umur …............................................................................ Gambar 5. Karakteristik sosio-demografi responden berdasarkan jenis kelamin…................................................................ Gambar 6. 46 Karakteristik sosio- demografi responden berdasarkan uang saku responden perbulan....................................... Gambar 8. 45 Karakteristik sosio- demografi responden berdasarkan prodi….............................................................................. Gambar 7. 44 Persepsi Responden mengenai cara 46 memperoleh antibiotika…………….................................................... 48 Gambar 9. Pengetahuan tentang antibiotika secara umum................. 50 Gambar 10. Skema ringkasan hasil-hasil analisis korelasi antara variabel-variabel yang telah diuraikan diatas…................ xvi 64

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI DAFTAR LAMPIRAN Halaman Lampiran 1. Kuesioner uji pemahan bahasa .................................. Lampiran 2. Contoh kuesioner uji pemahaman 74 bahasa responden…............................................................. 80 Lampiran 3. Hasil expert judgement ............................................. 87 Lampiran 4. Hasil uji reliabilitas ................................................... 94 Lampiran 5. Contoh kuesioner yang telah diisi responden .......... 95 Lampiran 6. Hasil uji kuesioner ..................................................... 102 Lampiran 7. Hasil uji normalitas ................................................... 116 Lampiran 8. Distribusi karakteristik sosio-demografi, tingkat Lampiran 9. pengetahuan, sikap, dan tindakan .............................. 117 Hasil uji korelasi chi-square .................................... 126 Lampiran 10. Surat permohonan ijin penelitian ke Biro Administrasi Akademik (BAA) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta .................................................... xvii 140

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI INTISARI Antibiotika merupakan obat keras yang harus dibeli dengan resep dokter. Tetapi kenyataannya, antibiotika kerap kali dibeli tanpa resep dokter. Penelitian ini mengidentifikasi hubungan antara karakteristik sosio-demografi terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan studi cross-sectional, menggunakan kuesioner dengan jumlah 159 responden yang dipilih secara sampling klaster di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji kolmogorovsmirnov Z . Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden mengenal antibiotika. Persentase karakteristik sosio-demografi terbesar responden yakni berusia 20 tahun (34,59%), wanita (67%), memiliki uang saku perbulan sebanyak Rp 300.000,00 – Rp 1.000.000,00 (62%) dan 20 responden dari prodi farmasi. Sebesar 80,5% responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai antibiotika, 53,5% responden cenderung berada pada pertengahan antara sikap positif dan negatif (bersikap netral) mengenai antibiotika tanpa resep, dan 53,5% responden cenderung mempunyai tindakan netral terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep. Pada penelitian pengetahuan berhubungan dengan sikap penggunaan antibiotika tanpa resep dan sikap berhubungan dengan tindakan terkait dengan penggunaan antibiotika tanpa resep. Kata Kunci : antibiotika tanpa resep, karakteristik sosio-demografi, tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan. xviii

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI ABSTRACT Antibiotics are drug that must be purchased with prescription. But the fact, antibiotics are often purchased without a prescription. This aim of this study is investigated association between socio-demographic characteristics with knowledge, attitude, and practice about nonprescribed antibiotic among students Sanata Dharma University Yogyakarta. This study using observational analytic design and cross-sectional approach. Participant were recruited using cluster sampling among students Sanata Dharma University in Yogyakarta with 159 participants involved. Data were collected by the list of questionnaires and were analyzed using chi-square test and the kolmogorov-smirnov Z. The result showed that all respondents know about antibiotics. Sociodemographic characteristics in this study showed that respondents 20 years old (34,59%), female (67%), has a monthly allowance of Rp.300.000,00Rp.1.000.000,00 (62%) and 20 respondents from the pharmacy. 80,5% respondents had low knowledge about antibiotics, 53,5% of respondents had neutral attitudes regarding nonprescribed antibiotics, and 53,5% of respondents tend to have a neutral practice against use of nonprescribed antibiotics. In this study, knowledge related to the use attitude of nonprescribed antibiotics and attitude related to practice to the use of nonprescribed antibiotics. Keywords : Noprescribed antibiotics, socio-demographic characteristics, knowledge, attitude, and practice. xix

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB I PENGANTAR A. Latar Belakang Penggunaan antibiotika yang tidak rasional telah menjadi masalah yang cukup penting diseluruh dunia dan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan timbulnya resistensi antibiotika (WHO, 2001). Hal ini juga menjadi salah satu masalah utama dibidang kesehatan. Dampak tersebut harus ditanggulangi dengan memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan antibiotika secara rasional, yaitu harus digunakan sesuai indikasi, dosis, cara pemberian dengan interval waktu yang sama, lama pemberian dan harga yang terjangkau (WHO, 2006). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkhawatirkan tingginya peningkatan jumlah resistensi antibiotika di semua wilayah didunia. Untuk menciptakan koordinasi global, WHO meluncurkan strategi global pertama yang dikenal sebagai WHO Global Strategy for Containment of Antimicrobial Resistence (strategi global untuk menahan peningkatan resistensi antimikroba). Strategi tersebut menganjurkan intervensi yang dapat memperlambat dan mengurangi penyebaran resistensi antibiotika. Intervensi yang dapat diaplikasikan di seluruh negara tersebut berupa pengenalan perundang-undangan dan peraturan mengenai perkembangan, perijinan, distribusi dan perdagangan antibiotika (WHO, 2001). 1

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 Menurut WHO (2008), Indonesia menduduki peringkat ke-8 dari 27 negara dengan beban tinggi kekebalan antibiotika terhadap kuman di dunia. Sekitar 80.000 warga di Cina meninggal pada setiap tahunnya karena penggunaan antibiotika yang tidak rasional. Data yang diperoleh di negara Cina bahwa 40% warga meninggal akibat penyalahgunaan antibiotika, dan 74% warga meninggal akibat rujukan penggunaan antibiotika dari rumah sakit (Ginting, 2009). Hadi et al. (2008) dalam penelitiannya tentang survei penggunaan antibiotika di Indonesia khususnya di Surabaya dan Semarang, menemukan bahwa penggunaan antibiotika tanpa resep sebesar 3% dari 2996 responden. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa penggunaan antibiotika tanpa resep sering kali digunakan pada penderita diare dan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pada penelitian Widayati, Suryawati, dan Crespigny (2012), tentang penggunaan antibiotika sebagai sarana pengobatan sendiri di Yogyakarta, mengungkapkan bahwa masyarakat Kota Yogyakarta sering menggunakan antibiotika untuk gejala ringan (batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan). Alasan penggunaan antibiotika untuk pengobatan sendiri dikarenakan antibiotika sudah dikenal secara umum oleh masyarakat Yogyakarta. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan antibiotika diantaranya ialah faktor karakteristik sosio-demografi dan pengetahuan tentang antibiotika, selain itu aspek lain yang penting yang perlu dikaji seperti sikap dan tindakan. Karakteristik sosio-demografi menggambarkan tentang perbedaan umur, jenis kelamin, status, pekerjaan maupun tingkat pengetahuan. Gambaran

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 karakteristik sosio-demografi dapat mempengaruhi perilaku kesehatan seseorang dan outcome dari kesehatan (Gibney, Margetts, Kearney, dan Arab, 2008). Penelitian Widayati et al. (2012) menemukan adanya perbedaan karakteristik sosio-demografi seseorang yang mempengaruhi perilaku pencarian pengobatan yang berbeda-beda termasuk perilaku seseorang dalam penggunaan antibiotika tanpa resep. Penelitian cross sectional di Universitas Sains Malaysia yang dilakukan oleh Ali, Ibrahim, dan Palaian (2010) untuk mengetahui prevalensi, sikap dan tindakan mahasiswa tentang penyimpanan dan pengobatan sendiri menemukan bahwa prevalensi penyimpanan antibiotika yang tidak digunakan dan sikap tentang pengobatan sendiri menggunakan antibiotika tergolong tinggi. Di Iran, penelitian dilakukan pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan Universitas di Ahwaz, Selatan Iran menemukan bahwa pengobatan sendiri dengan antibiotika pada mahasiswa kesehatan sebesar 42,2% dan mahasiwa non kesehatan sebesar 73,3%. Antibiotika yang sering digunakan yaitu amoksisilin dan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa di Ahwaz menggunakan antibiotika dalam pengobatan sendiri tergolong tinggi (Sarahroodi, Arzi, Sawalha, dan Ashtarinezhad, 2010). Penelitian di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang dilakukan oleh Pratiwi (2012) menemukan bahwa pengetahuan mengenai antibiotika di kalangan mahasiswa termasuk dalam kategori sedang (54%). Berdasarkan temuan-temuan diatas mengenai penggunaan antibiotika yang dilakukan di kalangan mahasiswa diberbagai tempat, maka perlu dilakukan penelitian yang berjudul Hubungan antara Karakteristik Sosio-Demografi

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep di Kalangan Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 1. Permasalahan Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan diatas, maka permasalahan yang dapat timbul sebagai berikut : a. Bagaimana karakteristik sosio-demografi yang meliputi umur, jenis kelamin, prodi, dan uang saku perbulan di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta? b. Bagaimana tingkat pengetahuan mengenai antibiotika, sikap, dan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta? c. Bagaimana pola penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta? d. Apakah ada hubungan antara ; 1) Karakteristik sosio-demografi dengan tingkat pengetahuan mengenai antibiotika di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta? 2) Karakteristik sosio-demografi dengan sikap tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta?

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3) 5 Karakteristik sosio-demografi dengan tindakan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta? 4) Tingkat pengetahuan dengan sikap tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta? 5) Tingkat pengetahuan dengan tindakan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta? 6) Sikap dengan tindakan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta? 2. Keaslian penelitian Penelitian yang mirip dengan penelitian ini, antara lain: a. Penelitian Djuang (2010) tentang “Hubungan antara Karakteristik Masyarakat tentang Penggunaan Antibiotika yang Diperoleh Secara Bebas di Kota Medan”. Perbedaan dengan penelitian ini terletak pada subyek, lokasi penelitian dan waktu penelitian. Penelitian dari Djuang (2010) dilaksanakan pada masyarakat di Medan pada tahun 2010, sedangkan penelitian ini dilaksanakan pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma di Yogyakarta pada tahun 2013. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap terhadap tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 6 b. Penelitian yang berjudul “Knowledge and Beliefs about Antibiotics Among People in Yogyakarta City Indonesia: A Cross Sectional Population-Based Survey” oleh Widayati et al. (2012). Responden yang dipilih ialah orang dewasa (di atas 18 tahun) di Yogyakarta. Perbedaan dengan penelitian ini terletak pada subyek, lokasi penelitian dan waktu penelitian. Subyek yang dimaksudkan dalam yaitu mahasiswa Universitas Sanata Dharma di Yogyakarta dengan waktu penelitian pada tahun 2013. c. Penelitian Pulungan (2010) dengan judul “Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Antibiotika dan Penggunaannya di Kalangan Mahasiswa non Medis Universitas Sumatera Utara”. Perbedaan dengan penelitian ini terletak pada subyek, lokasi dan waktu penelitian. Sejauh pengetahuan penulis, bahwa penelitian tentang hubungan antara karakteristik sosio-demografi terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta belum pernah dilakukan sebelumnya. 3. Manfaat penelitian a. Manfaat teoritis Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi pengembangan pengetahuan ilmu kesehatan tentang obat khususnya penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 7 b. Manfaat praktis Hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sumber informasi mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. B. Tujuan Penelitian Tujuan umum Mengidentifikasi hubungan antara karakteristik sosio-demografi terhadap tingkat pengetahuan mengenai antibiotika, sikap, dan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Tujuan khusus Untuk mencapai tujuan umum yang ada, maka penelitian ini secara khusus ditujukan untuk: a. Mengidentifikasi karakteristik sosio-demografi yang meliputi umur, jenis kelamin, prodi, dan uang saku perbulan di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. b. Mengidentifikasi tingkat pengetahuan mengenai antibiotika, sikap, dan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. c. Mengidentifikasi pola penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI d. 8 Mengidentifikasi adanya hubungan antara ; 1. Karakteristik sosio-demografi dengan tingkat pengetahuan mengenai antibiotika di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Karakteristik sosio-demografi dengan sikap tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Karakteristik sosio-demografi dengan tindakan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Tingkat pengetahuan dengan sikap tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 5. Tingkat pengetahuan dengant tindakan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 6. Sikap dengan tindakan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB II PENELAAHAN PUSTAKA A. Karakteristik Sosio-Demografi Karakteristik sosio-demografi merupakan suatu ciri yang menggambarkan perbedaan masyarakat berdasarkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, suku bangsa, pendapatan, jenis keluarga, status pernikahan, lokasi geografi dan kelas sosial (Kotler dan Armstrong, 2001). Sosio-demografi dalam kesehatan masyarakat dapat memberikan efek seseorang dalam pemilihan terapi atau pengobatan yang tepat untuk jenis penyakit yang diderita. Dengan adanya karakteristik sosio-demografi dapat juga mempengaruhi perilaku dan outcome kesehatan masyarakat (Gibney et al. 2008). Setiap individual memiliki perilakunya sendiri yang berbeda dengan individu lain, termasuk pada kembar identik sekalipun. Perilaku tidak selalu mengikuti urutan tertentu sehingga terbentuknya perilaku positif tidak selalu dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap positif. Hal ini menunjukkan bahwa perlaku dengan kekhasan dan keunikannya dipengaruhi oleh banyak variabel contohnya faktor sosio-demografi dan ekonomi yang dimiliki setiap individu yang dapat dijadikan sebagai acuan program-program kesehatan masyarakat (Maulana, 2007). a. Umur Sarwono (2008) mengungkapkan bahwa semakin muda umur seseorang maka semakin sedikit pengalaman 9 yang dimiliki seseorang.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 10 Pengalaman yang sedikit dapat berhubungan dengan tingkat pengetahuan seseorang. Tingkat pengetahuan dapat dikategorikan rendah jika pengalaman yang diperoleh seseorang juga semakin sedikit. Tetapi sebaliknya, jika semakin bertambahnya umur seseorang maka semakin banyak pula pengalaman yang dimiliki sehingga akan berhubungan terhadap bertambahnya pengetahuan. b. Jenis kelamin Dalam bermasyarakat wanita lebih cenderung memiliki pengetahuan tentang kesehatan yang lebih luas dibanding dengan pria. Hal ini disebabkan karena kebanyakan pria hanya cenderung memandang persoalan secara sistematis dan kurang kesabaran. Sebaliknya pada wanita lebih memperhatikan diri dan kesehatan (Anna dan Chandra, 2011). Tetapi WHO (2001) mengungkapkan jika kebanyakan wanita lebih mudah untuk terserang suatu penyakit dibandingkan dengan pria, dikarenakan adanya pengaruh biologis, ekonomi dan sosio-kultural. c. Penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Mahasiswa merupakan seseorang yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi baik itu di universitas, institut maupun akademi (Darminta, 2005). Penelitian secara observasi dilakukan di Master skill University Collage of Health Sciences, Selangor Darul Ehsan, Malaysia tentang pengetahuan mahasiswa keperawatan mengenai antibiotika yang meliputi pengetahuan umum, golongan, efek samping dan kontraindikasi. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa terdapat 96,3% mahasiswa setuju bahwa penggunaan antibiotika adalah penting, sebesar 75,6% memahami bahwa antibiotika dapat menyembuhkan penyakit karena

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 11 diberikan sebagai profilaksis untuk menyembuhkan dari penyakit, sebesar 68,8% memahami penggunaan antibiotika untuk melawan infeksi, sebesar 57,5% mengungkapkan bahwa penisilin merupakan antibiotika yang pertama dan 25,6% memahami bahwa antibiotika tidak perlu diberikan untuk mengobati penyakit ringan. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan mahasiswa mengenai penggunaan antibiotika masih rendah (Satish, Santhosh, Gulzar, dan Naveen, 2011). Pada penelitian di Ege University, Turki dilakukan untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa mengenai penggunaan antibiotika. Dalam penelitian tersebut dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok A terdiri dari fakultas Farmasi dan Dokter Gigi sebanyak 36,1% dan kelompok B terdiri dari fakultas lain sebanyak 44,9% menggunakan antibiotika tanpa resep apabila sakit. Sebanyak 11,7% kelompok A dan 27,3% kelompok B didapati menggunakan antibiotika yang sama yaitu antibiotika yang telah diresepkan oleh dokter sebelumnya untuk penggunaan berikutnya, sehingga dapat disimpulkan bahwa didapati penggunaan antibiotika yang tidak rasional dikalangan mahasiswa di Turki (Buke et al. 2005). B. Pengetahuan Sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002), dikemukakan bahwa pengetahuan ialah “segala sesuatu yang telah diketahui dan berkenan dengan hasil”.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 12 Selain itu pengetahuan juga merupakan cara untuk mengukur ketahuan dan pola pikir seseorang terhadap suatu objek tertentu melewati panca indera manusia dengan cara mengetahui, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasikan dalam bermasyarakat (Notoatmodjo, 2007). Pengetahuan dan wawasan seseorang dapat dipengaruhi beberapa faktor seperti fasilitas-fasilitas yang lengkap (televisi, radio, majalah, buku). Menurut Widianti (2007) semakin banyak dan lengkap fasilitas yang dipunyai seseorang maka informasi akan semakin lebih cepat untuk diperoleh dan pengetahuan pun akan meningkat, serta semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan memiliki pengetahuan yang lebih luas dibandingkan dengan seseorang yang mempunyai pendidikan yang lebih rendah. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menyatakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian atau responden. Kedalaman-kedalaman yang ingin diukur dapat disesuaikan dengan tingkat-tingkat pengetahuan di atas (Notoatmodjo, 2007). Pengukuran dapat dilakukan sesuai dengan tingkatan pengetahuan yang dimiliki, antara lain (Arikunto, 2006) : 1. Tingkat pengetahuan tergolong tinggi jika responden mampu menjawab pernyataan dengan benar lebih dari 76-100%. 2. Tingkat pengetahuan tergolong sedang jika responden mampu menjawab pernyataan dengan benar sebanyak 56% - 75%. 3. Tingkat pengetahuan tergolong rendah jika responden hanya mampu menjawab pernyataan dengan benar kurang dari 56%.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 13 Tingkat pengetahuan yang dikemukakan Notoatmodjo (2007) merupakan domain kognitif yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior) dan mempunyai enam tingkatan pengetahuan, seperti : a. Tahu (Know) Tahu merupakan kemampuan untuk mengingat suatu materi yang telah dipelajari, dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. Cara kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain: menyebutkan, menguraikan, mengidentifikasikan dan mengatakan. b. Memahami (Comprehension) Memahami merupakan kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. c. Aplikasi (Aplication) Aplikasi merupakan kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi yang sebenarnya. d. Analisis (Analysis) Analisis merupakan kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek dalam suatu komponen komponen tetapi masih dalam struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain. e. Sintesa (Synthesis) Sintesa merupakan kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. Kegiatan yang termasuk dalam tingkatan sintesa

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 14 adalah menyusun, merencanakan, meringkas, menyesuaikan terhadap suatu rumusan-rumusan yang ada. f. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi merupakan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau objek. Menurut Notoatmodjo (2003), pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: 1. Pengalaman Pengalaman dapat diperoleh dari pengalaman sendiri maupun orang lain. 2. Pendidikan Pendidikan dapat membawa wawasan atau pengetahuan seseorang. Secara umum, seseorang yang berpendidikan lebih tinggi akan mempunyai pengetahuan yang lebih luas dibandingkan dengan seseorang yang tingkat pendidikannya lebih rendah. 3. Keyakinan Biasanya keyakinan diperoleh secara turun temurun dan tanpa adanya pembuktian terlebih dahulu. 4. Fasilitas Fasilitas-fasilitas sebagai sumber informasi yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang, misalnya radio, televisi, majalah, koran, dan bukubuku.

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 15 5. Penghasilan Penghasilan tidak berpengaruh langsung terhadap pengetahuan seseorang. Namun bila seseorang berpenghasilan cukup besar maka dia akan mampu untuk menyediakan atau membeli fasilitas-fasilitas sumber informasi. 6. Sosial budaya Kebudayaan setempat dan kebiasaan dalam keluarga dapat mempengaruhi pengetahuan, persepsi, dan sikap seseorang terhadap sesuatu. C. Sikap Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau obyek (Notoatmodjo, 2007). Sikap meliputi rasa suka dan tidak suka terhadap objek, orang, situasi dan aspek-aspek lainnya dan dapat menjadi suatu penilaian dan reaksi menyenangkan maupun tak menyenangkan (King, 2010). Struktur sikap terdiri atas tiga komponen menurut Allport (1954) (cit., Notoatmodjo, 2012) yaitu: a. Komponen kognitif (cognitive) Komponen kognitif berisi kepercayaan atau keyakinan, ide atau konsep seseorang mengenai apa yang berlaku atau apa yang benar bagi objek sikap. b. Komponen afektif (affective) Komponen afektif menyangkut masalah emosional atau evaluasi subjektif seseorang terhadap suatu sikap. Secara umum komponen ini disamakan dengan perasaan yang dimiliki terhadap suatu objek.

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 16 c. Komponen konatif (conative) Komponen konatif dalam struktur sikap menunjukkan bagaimana perilaku atau kecenderungan berperilaku yang ada dalam diri seseorang berkaitan dengan objek sikap yang dihadapinya. Kaitan ini didasari oleh asumsi bahwa kepercayaan dan perasaan banyak mempengaruhi tindakan atau perilaku. Sikap dapat bersifat positif dan dapat pula bersifat negatif (Azwar, 2009) : 1. Sikap positif kecenderungan tindakan adalah mendekati, menyenangi, mengharapkan obyek tertentu. 2. Sikap negatif terdapat kecenderungan untuk menjauhi, menghindari, membenci, tidak menyukai obyek tertentu. Menurut Gerungan (2000), sikap dapat pula diklasifikasikan menjadi sikap individu dan sikap sosial. Sikap sosial dinyatakan oleh cara-cara kegiatan yang sama dan berulang-ulang terhadap obyek sosial dan biasanya dinyatakan oleh sekelompok orang atau masyarakat. Sikap individu adalah sikap yang dimiliki dan dinyatakan oleh seseorang. Sikap seseorang pada akhirnya dapat membentuk sikap sosial, manakala ada keseragaman sikap terhadap suatu obyek. Menurut Azwar (2009), pengukuran sikap dapat dilakukan dengan menggunakan skala Likert, dengan kategori pernyataan positif, sepeti Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Cara untuk memberi interpretasi terhadap skor individual adalah membandingkan skor tersebut dengan harga rata-rata skor kelompok dimana responden tersebut termasuk. Perbandingan relatif ini menghasilkan interpretasi skor individual

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 17 sebagai lebih atau kurang favourabel dibandingkan dengan rata-rata kelompoknya. D. Tindakan Notoatmodjo (2007), menyatakan bahwa suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan (overt behaviour). Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata atau terbuka diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan. Tindakan dibedakan atas beberapa tingkatan : a. Persepsi (Perception) Persepsi merupakan mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil. b. Respon terpimpin (Guided Response) Respon terpimpin dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan sesuai dengan contoh. c. Mekanisme (Mecanism) Mekanisme, apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu dengan benar secara otomatis, atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan. d. Adopsi (Adoption) Adopsi adalah suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik. Pengukuran perilaku dilakukan dengan 2 cara yaitu (Notoadmojo, 2012) : 1. Secara langsung, mengobservasi suatu tindakan atau kegiatan yang dialami oleh subyek.

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 18 2. Secara tidak langsung dapat dilakukan dengan wawancara terhadap kegiatan yang pernah dilakukan (recall) oleh subyek dalam waktu jam, hari, bulan maupun tahun. Perilaku dapat disebabkan karena berbagai macam faktor antara lain keyakinan, nilai, motivasi, dan pengetahuan. Namun faktor pendukung terjadinya suatu tindakan ialah adanya sarana prasarana dan fasilitas yang mendukung perilaku seseorang (Noorkasiani, 2009). E. Antibiotika 1. Definisi dan mekanisme kerja antibiotika Menurut BPOM tahun 2008, antibiotika adalah “zat kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan jamur yang dapat membunuh dan menghambat perkembangbiakan dari bakteri ataupun mikroorganisme lainnya”. Jenis antibiotika yang sering dijumpai seperti antibiotika golongan penisilin (penisilin G, penisilin V, ampisilin, siklasilin, metisilin, tikarsilin), golongan sefalosforin (sefapirin, sefaleksin, sefazolin, sefadroksil, sefonisid, sefotetan, sefoferason, dan sefazidim), kelompok tetrasiklin (minosilin, demoklosiklin, tetramisin) serta golongan kloramfenikol (tiamfenikol) (Sutedjo, 2008). Mekanisme kerja antibiotika dapat dibagi dalam lima kelompok, antara lain (Gunawan, Setiabudi, Nafrialdi, dan Elysabeth, 2007) : a. Antibiotika yang menghambat metabolisme sel bakteri, contohnya ialah golongan sulfonamide, trimetoprim, sulfon, dan asam-p-aminosalisilat.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 19 penghambatan metabolisme sel bakteri dengan cara menghambat pembentukan asam folat serta dapat diperoleh efek bakteriostatik pada sel bakteri. b. Antibiotika yang mengganggu keutuhan sel mikroba, contohnya ialah polimiksin (golongan polien) dan antimikroba kemoteraupetik. Antibiotika golongan polien dapat bekerja dengan struktur sterol yang terdapat pada membran sel fungus sehingga akan mempengaruhi permeabilitas selektif membran. Antibiotika pada golongan ini dapat merusak membran sel apabila bereaksi dengan fosfat sehingga menyebabkan komponen penting (protein, asam nukleat, nukleotida, dan lain-lain) dapat keluar dari dalam sel mikroba. c. Antibiotika yang menghambat sintesis dinding sel mikroba, contohnya ialah golongan β-laktam dan senyawa lain (vankomisin). Proses penghambatan sintesis dinding sel mikroba untuk kelompok antibiotika tersebut adalah dengan cara menghambat reaksi pembentukan dinding sel bakteri yang dimulai dari awal pembentukan yaitu peptidoglikan hingga reaksi paling akhir yaitu transpeptidasi. d. Antibiotika yang menghambat sintesis asam nukleat, contohnya ialah golongan kuinolon dan rifampisin. Proses penghambatan sintesis asam nukleat untuk kelompok antibiotika tersebut adalah dengan cara menghambat enzimenzim yang berfungsi untuk mensintesis asam nukleat. e. Antibiotika yang menghambat sintesis protein sel, contohnya ialah golongan tetrasiklin, kloramfenikol, linkomisin, makrolida, dan aminoglikosida. Sintesis protein terjadi pada ribosom oleh bantuan mRNA, tRNA dan dua sub-unit ribosom lainnya. Proses penghambatan sintesis protein sel untuk kelompok antibiotika tersebut adalah dengan cara berikatan dengan sub-unit ribosom yang

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 20 pada ada sintesis protein sehingga dapat terjadi penghambatan sintesis protein yang bersifat reversibel. 2. Penggolongan antibiotika sebagai Obat Keras Obat-obat keras terbagi atas dua daftar kelompok yaitu daftar obat-obatan berbahaya (G) dan daftar obat-obatan peringatan (W). Pasal 3 ayat 1 menurut KepMenKes RI No. 2396/A/SK/VIII/86 mengenai tanda khusus daftar obatobatan G, menyatakan bahwa : “tanda khusus untuk obat keras adalah lingkaran bulat berwarna merah dengan garis tepi berwarna hitam dengan huruf K yang menyentuh garis tepi” Gambar 1. Logo Obat Keras Selain itu, ada beberapa daftar Obat Wajib Apotek yang dikeluarkan berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan sampai saat ini sudah ada 3 daftar obat yang diperbolehkan diserahkan tanpa resep dokter. Peraturan mengenai daftar Obat Wajib Apotek tercantum dalam : 1. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 347/MenKes/SK/VII/1990 tentang Obat Wajib Apotek, berisi Daftar Obat Wajib Apotek No. 1, yang menyatakan bahwa : “Obat Wajib Apotek adalah obat keras yang dapat diserahkan oleh Apoteker kepada pasien di Apotek tanpa resep dokter”

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 21 Tabel I. Antibiotika yang termasuk dalam OWA (KepMenKes No.347/MENKES/SK/VII/1990) No. Kelas terapi Nama obat (Antibiotika) Tetrasiklin/Oksitetrasiklin Kloramfenikol VII Framisetine SO4 Obat Kulit Topikal Neomisin SO4 Gentamisin SO4 Eritromisin Indikasi Infeksi bakteri pada kulit (lokal) Infeksi bakteri pada kulit (lokal) Infeksi bakteri pada kulit (lokal) Infeksi bakteri pada kulit (lokal) Infeksi bakteri pada kulit (lokal) Acne vulgaris Jumlah tiap jenis obat per pasien Maksimal 1 tube Maksimal 1 tube Maksimal 2 lembar Maksimal 1 tube Maksimal 1 tube Maksimal 1 botol 2. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 924/Menkes/Per/X/1993 tentang Daftar Obat Wajib Apotek No. 2 Tabel II. Antibiotika yang termasuk dalam OWA (KepMenKes No. 924/Menkes/Per/X/1993) Nama generik obat Bacitracin Jumlah maksimal tiap jenis obat per pasien 1 tube Clindamicin 1 tube Isoconazol 1 tube Ketokonazole Levamizole Oxiconazole Kadar < 2%: • Krim 1 tube • Scalp sol. 1 botol Tab 50 mg, 3 tab Kadar < 2%, 1 tube Polymixin B Sulfate 1 tube Silver Sulfadiazin 1 tube Sulfasalazine Tioconazole 20 tablet 1 tube Pembatasan Sebagai obat luar untuk infeksi pada kulit Sebagai obat luar untuk obat acne Sebagai obat luar untuk infeksi jamur lokal Sebagai obat luar untuk infeksi jamur lokal Sebagai obat luar untuk infeksi jamur Lokal Sebagai obat luar untuk infeksi jamur Sebagai obat luar untuk infeksi bakteri pada kulit Sebagai obat luar untuk infeksi jamur lokal

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 22 3. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1176/Menkes/SK/X/1999 tentang Daftar Obat Wajib Apotek No. 3 Tabel III. Antibiotika yang termasuk dalam OWA (KepMenKes No. 1176/Menkes/SK/X/1999) Kelas terapi Antiinfeksi umum Obat kulit Nama obat Indikasi 1. Kategori (2HRZE/4H3R3) Kombipak II a. Isoniazid 300mg b. Rifampisin 450 mg c. Pirazinamid 1500 mg d. Etambutol 750 mg Komnipak III a. Isoniazid 600 mg b. Rifampisin 450 mg 2. Kategori II (2HRZES/HRZE/5H3R3E3) Kombipak II Fase awal a. Isoniazid 300mg b. Rifampisin 450 mg c. Pirazinamid 1500 mg d. Etambutol 750 mg e. Streptomisin 0,75 mg Kombipak IV a. Isoniazid 600 mg b. Rifampisin 450 mg c. Etambutol 1250 mg 3. Kategori III (2HRZ/4H3R3) Kombipak I Fase awal a. Isoniazid 300mg b. Rifampisin 450 mg c. Pirazinamid 1500 mg Kombipak III Fase lanjutan d. Isoniazid 600mg Rifampisin 450 mg 1. Asam azeleat 2. Asam fusidat 3. Motretinida 4. Tretinoin Antituberkulosa Antiakne Antimikroba Antiakne Antiakne Jumlah tiap jenis obat per pasien Satu paket Maksimal tube 5 g 1

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 23 4. Penggunaan antibiotika yang rasional Penggunaan antibiotika hanya diperbolehkan jika ada peresepan dari dokter dan harus digunakan sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang telah ditentukan sekalipun kondisi pasien telah membaik. Perlu untuk diperhatikan selanjutnya bahwa sisa obat antibiotika dari penyakit sebelumnya tidak boleh dipergunakan lagi untuk mengobati penyakit yang sama maupun yang berbeda tanpa adanya persetujuan dokter. Sebab kemungkinan sisa obat antibiotika sebelumnya sudah tidak dapat bekerja secara maksimal dan belum tentu berfungsi untuk membunuh bakteri atau mikroorganisme lainnya yang ada dalam tubuh. Tujuan penggunaan antibiotika dengan resep dokter ini adalah untuk meminimalkan atau menurunkan adanya kemungkinan resiko atau dampak yang terjadi seperti resistensi bakteri terhadap antibiotika (American Academy of Family Physicians, 2009). Di negara-negara berkembang, antibiotika dibeli dalam dosis tunggal dan penghentian antibiotika dilakukan jika pasien merasa lebih baik atas penyakit yang dideritanya. Pembelian antibiotika secara bebas yang dilakukan oleh pasien juga dipengaruhi oleh praktik pemasaran kepada konsumen melalui televisi, radio, media cetak, dan internet, sehingga antibiotika dengan mudah didapatkan di apotek ataupun pasar (WHO, 2001). Penggunaan antibiotika secara rasional diartikan sebagai penggunaan antibiotika yang tepat indikasi, tepat penderita, tepat obat, tepat dosis, dan waspada terhadap efek samping antibiotika (Kimin, 2009).

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 5. Resistensi antibiotika Resistensi antibiotika merupakan masalah kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penyalahgunaan antibiotika. Penyalahgunaan antibiotika pada dasarnya dipengaruhi oleh pengetahuan , komunikasi yang efektif antara dokter dan pasien, tingkat ekonomi, karakteristik dari sistem kesehatan suatu negara, dan peraturan lingkungan (WHO, 2001). Resisten dapat terjadi karena kurangnya kemampuan mengontrol dan membunuh mikrobia, sehingga bakteri bersifat resisten dan dapat berkembang lebih banyak lagi pada keadaan terapi tertentu. Antibiotika dapat dihasilkan dari suatu mikroorganisme dengan tujuan untuk menghambat dan membunuh pertumbuhan mikroorganisme lainnya (APUA, 2013). Resistensi dapat diartikan keadaan suatu jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan antibiotika ringan akhirnya harus memerlukan jenis antibiotika yang lebih kuat untuk menangani dan mengobati penyakit yang diderita (Judarwanto, 2006). Jika pemakaian antibiotika secara irrasional terus berlanjut, maka kemungkinan bakteri akan menyebar dengan cepat ke lingkungan dan tercipta suatu kondisi obat antibiotika tidak lagi membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang terus bermutasi sehingga angka kematian akan terus bertambah (Judarwanto, 2006). F. Landasan Teori Secara ideal, pemakaian antibiotika secara tidak tepat dapat mempercepat timbulnya dan penyebaran kuman yang resisten. Pemberian resep antibiotika

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 25 harus disertai dengan pengawasan dari tenaga medis. Hal ini dimaksudkan agar penggunaan antibiotika tanpa resep tidak meluas dan harus digunakan dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. Gambaran sosio-demografi dalam kesehatan masyarakat dapat mempengaruhi perilaku dan outcome kesehatan masyarakat dalam pemilihan pengobatan yang tepat sesuai jenis penyakit yang diderita (Gibney et al. 2008). Pengetahuan merupakan hasil dari tahu yang diperoleh setelah melakukan penginderaan terhadap suatu objek dan merupakan domain terpenting yang dapat digunakan seseorang dalam menentukan sikap dalam merespon positif maupun negatif kepada suatu objek tertentu yang dapat direalisaikan menjadi sesuatu yang nyata dalam bentuk tindakan atau perilaku (Notoatmodjo, 2007). Menurut Nawaz (2011) bahwa pengetahuan dipengaruhi oleh usia dan tingkat pendidikan seseorang. Pada penelitian-penelitian sebelumnya diperoleh bahwa penelitian di Turki yang dilakukan oleh Buke et al. 2005 untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa mengenai penggunaan antibiotika, didapati bahwa terdapat penggunaan antibiotika yang tidak rasional dikalangan mahasiswa di Turki. Pulungan (2010) yang meneliti mengenai tingkat pengetahuan mahasiswa di Universitas Sumatera Utara tentang penggunaan antibiotika, hasil yang diperoleh ialah mayoritas responden dalam penelitiannya termasuk kategori berpengetahuan rendah. Penelitian Pratiwi (2012) dikalangan mahasiswa Universitas Gadjah menemukan bahwa pengetahuan mengenai antibiotika di kalangan mahasiswa pada penelitiannya termasuk kategori berpengetahuan sedang (54%). Dengan

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 26 adanya penelitian-penelitian sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara karakteristik sosio-demografi terhadap perilaku penggunaan antibiotika dikalangan mahasiswa. Berikut secara sistematis landasan teori dalam penelitian ini dapat digambarkan seperti pada bagan dibawah ini : Tingkat pengetahuan Karakteristik Sosiodemografi Sikap Tindakan Gambar 2. Bagan Hubungan antara Karakteristik Sosio-demografi, Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan G. Hipotesis Adanya hubungan antara ; 1. Karakteristik sosio-demografi (umur, jenis kelamin, prodi dan uang saku perbulan) dengan tingkat pengetahuan mengenai antibiotika di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Karakteristik sosio-demografi (umur, jenis kelamin, prodi dan uang saku perbulan) dengan sikap penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 27 3. Karakteristik sosio-demografi (umur, jenis kelamin, prodi dan uang saku perbulan) dengan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 4. Tingkat pengetahuan dengan sikap penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 5. Tingkat pengetahuan dengan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 6. Sikap dengan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasional analitik (non eksperimental) karena tidak memberikan intervensi ataupun perlakuan terhadap subyek penelitian (mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta). Penelitian non eksperimen adalah suatu penelitian yang observasinya dilakukan terhadap sejumlah variabel dari subyek penelitian, dengan kondisi apa adanya (Imron, 2010). Rancangan penelitian cross sectional atau potong lintang yang bertujuan untuk mempelajari hubungan antara dua kelompok variabel dengan cara pendekatan, pengumpulan data yang dilakukan sekali waktu pada saat yang bersamaan (Umar, 2005). B. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel penelitian Tabel IV. Variabel penelitian Variabel bebas (independent) Variabel tergantung (dependent) 1. Karakteristik sosio-demografi (umur, jenis kelamin, prodi, uang saku perbulan) 2. Tingkat pengetahuan 1. Tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan 3. Sikap 3. Tindakan 28 2. Sikap dan tindakan

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 29 2. Definisi operasional a. Karakteristik sosio-demografi yang akan dijadikan acuan dalam penelitian ini terhadap responden mengenai antibiotika tanpa resep meliputi umur, jenis kelamin, prodi, dan uang saku perbulan. b. Antibiotika tanpa resep yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah antibiotika sediaan oral yang diperoleh tanpa resep dokter selain Obat Wajib Apotek (OWA) 1, 2, dan 3. c. Tingkat pengetahuan mengenai antibiotika, dapat dibedakan atas 3 tingkatan (rendah, sedang, dan tinggi), antara lain; 1) Tingkat pengetahuan terhadap antibiotika tergolong tinggi apabila responden mampu menjawab pertanyaan kuesioner dengan skor atau nilai sebesar 76-100%. 2) Tingkat pengetahuan terhadap antibiotika tergolong sedang apabila responden mampu menjawab pertanyaan kuesioner dengan skor atau nilai sebesar 56-75%. 3) Tingkat pengetahuan terhadap antibiotika tergolong rendah apabila responden mampu menjawab pertanyaan kuesioner dengan skor atau nilai sebesar <56%. Cakupan pengetahuan antibiotika yakni pengetahuan antibiotika secara umum. d. Sikap merupakan respon yang diberikan oleh responden terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep yang dapat dinilai melalui kuesioner. Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan menilai pernyataan sikap

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 30 seseorang. Sikap diukur dengan range penilaian menggunakan mean score, sebagai berikut; 1) Sikap Negatif, apabila termasuk dalam kategori skor antara 1-2, yang artinya responden lebih bersifat kontra dan mendukung terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep. Dalam penilaian item pernyataan sikap negatif penilaiannya ialah STS (sangat tidak setuju) sebesar 3, TS (tidak setuju) sebesar 2, S (setuju) sebesar 1, dan SS (sangat setuju) sebesar 0. 2) Sikap Sedang, apabila termasuk dalam kategori skor antara 2,01 – 3, yang artinya responden lebih cenderung berada pada pertengahan antara sikap yang positif dan sikap yang negatif terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep atau bersikap netral. 3) Sikap Positif, apabila termasuk dalam kategori skor antara 3,01 – 4, yang artinya rensponden tidak mendukung atau tidak memihak terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep. Dalam penilaian item pernyataan sikap yang lebih memihak kepada penggunaan antibiotika tanpa resep penilaiannya ialah STS (sangat tidak setuju) sebesar 0, TS (tidak setuju) sebesar 1, S (setuju) sebesar 2, dan SS (sangat setuju) sebesar 3. e. Tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep adalah suatu cara pengambilan keputusan responden bagaimana menggunakan obat antibiotika tanpa resep. memperoleh dan Tindakan dapat diukur dengan range penilaian menggunakan mean score, sebagai berikut:

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 31 1) Tindakan yang tidak sesuai, apabila termasuk dalam kategori skor antara 1-2, yang artinya responden cenderung memutuskan untuk menggunakan antibiotika tanpa resep. Penilaian item pernyataan tindakan yang menggunakan antibiotika tanpa resep ialah STS (sangat tidak setuju) sebesar 3, TS (tidak setuju) sebesar 2, S (setuju) sebesar 1, dan SS (sangat setuju) sebesar 0. 2) Tindakan yang sedang, apabila termasuk dalam kategori skor antara 2,01 – 3, yang artinya responden lebih cenderung berada diantara tindakan yang sesuai terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep dan tindakan yang tidak sesuai terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep atau responden mempunyai tindakan yang netral. 3) Tindakan yang sesuai, apabila termasuk dalam kategori skor antara 3,01 – 4, yang artinya responden cenderung memutuskan untuk tidak menggunakan antibiotika tanpa resep. Penilaian item pernyataan tindakan yang tidak menggunakan antibiotika tanpa resep ialah STS (sangat tidak setuju) sebesar 0, TS (tidak setuju) sebesar 1, S (setuju) sebesar 2, dan SS (sangat setuju) sebesar 3. f. Pola penggunaan antibiotika tanpa resep merupakan suatu gambaran mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep. Cakupan pola penggunaan antibiotika tanpa resep yaitu penggunaan antibiotika dalam waktu satu bulan terakhir, antibiotika diberikan kepada siapa, nama antibiotika tanpa resep yang digunakan, jumlah antibiotika tanpa resep yang digunakan, jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh antibiotika tanpa resep,

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 32 tempat memperoleh antibiotika tanpa resep, penggunaan antibiotika tanpa resep untuk indikasi apa, lama penggunaan antibiotika, alasan mengkonsumsi antibiotika tanpa resep. g. Variabel-variabel yang di kategorikan dalam penelitian ini, ialah : 1). Umur responden dalam penelitian berada pada rentang 17 tahun sampai dengan 24 tahun yang dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu ≤20 tahun dan > 20 tahun. 2). Jenis kelamin responden dikategorikan pria dan wanita. 3). Prodi responden dalam penelitian ini antara lain Farmasi, Manajemen, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia, Pendidikan Fisika, Psikologi, Sastra Inggris, dan Teknik Informatika yang dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu Farmasi dan Non-farmasi. 4). Uang saku perbulan responden dalam penelitian ini dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu ≤ Rp 1.000.000,00 dan >Rp1.000.000,00. C. Subyek Penelitian Subyek penelitian adalah mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Kritera inklusi sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Mahasiswa S1 yang masih aktif atau masih terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 33 b. Mahasiswa S1 angkatan 2010-2013 dengan rentang umur 17 sampai dengan 24 tahun. c. Bersedia menjadi responden dan mengisi kuesioner Kriteria eksklusi sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 yang sesuai persyaratan kriteria inklusi tetapi tidak bersedia menjadi responden dalam proses penelitian. D. Sampling Penetapan teknik sampling dilakukan dengan metode cluster sampling yang artinya populasi dibagi atas kelompok berdasarkan beberapa area atau klater dalam bentuk sampling random, anggota sub populasi tiap klaster tidak perlu homogen. Beberapa klaster dapat dipilih dulu sebagai sampel, kemudian dipilih lagi anggota unit dari sampel klaster diatas (Imron, 2010). Perhitungan sampel menggunakan proporsi yaitu dengan rumus (Notoadmojo, 2010): 𝑛= (𝑍1−𝑎 )2 × 𝑃(1 − 𝑃) 2 𝑑2 Keterangan : n : Besarnya sampel. : Nilai Z merupakan standar deviasi normal (1,96 untuk derajat 𝑍1−𝑎 2 p d kemaknaan 95%) : Proporsi suatu kasus tertentu terhadap populasi, bila tidak diketahui proporsinya ditetapkan 50% : Derajat penyimpangan terhadap populasi yang diinginkan

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 34 Proporsi yang digunakan pada penelitian ini sebesar 50%, presisi sebesar 10% dan derajat kepercayaan sebesar 95%. Berdasarkan rumus di atas, diperoleh hasil jumlah sampel minimal dalam penelitian ini adalah 145 orang. Dengan menggunakan Drop Out sebesar 20% untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan sampel, maka jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 174 orang, berikut perhitungannya: 𝑛= (𝑍1−𝑎 )2 𝑥 𝜌(1 − 𝑝) 2 𝑑2 1,962 𝑥 0,5 (1 − 0,5) 𝑛= (0,1)2 𝑛 = 96,04 𝑥 𝑑𝑒𝑓𝑓 1,5 𝑛 = 144,06 ≈ 145 , dengan menggunakan sistem Drop Out 20%, maka diperoleh : 145 𝑥 20 = 29 100 Hasil penambahan Drop Out 20% sebesar 29 ditambahkan pada jumlah sampel minimum yaitu : 𝑛 = 145 + 29 = 174 Jadi, total jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 174 responden. Deff yang digunakan sebesar 1,5 yang artinya untuk meningkatkan presisi dari perhitungan sampel dengan desain klaster yang mempunyai variansi yang besar.

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 35 E. Instrumen Penelitian Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner atau angket. Kuesioner merupakan daftar pertanyaan dalam rangka wawancara terstruktur oleh peneliti dengan responden (Imron, 2010). Azwar (2010) mengemukakan bahwa kuesioner adalah salah satu bentuk instrumen pengumpulan data yang sangat fleksibel dan relatif untuk digunakan. Lembar kuesioner yang akan digunakan dalam penelitian ini terdiri dari pertanyaan mengenai; 1. Pertanyaan screening yang bertujuan untuk mengecek apakah responden mengenal antibiotika atau tidak. 2. Persepsi tentang cara dan tempat memperoleh antibiotika. 3. Pengetahuan tentang antibiotika secara umum. 4. Sikap dan tindakan mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep 5. Persentase dan pola penggunaan antibiotika tanpa resep dalam satu bulan terakhir. 6. Karakteristik sosio-demografi responden. F. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai dari bulan Agustus 2013 sampai dengan bulan November 2013.

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 36 G. Tata Cara Penelitian a. Penentuan lokasi Penentuan lokasi dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai proses penelitian di lokasi tersebut. Penelitian dilakukan di kampus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Jumlah kampus Universitas Sanata Dharma terdiri dari 4 kampus. Berdasarkan cluster sampling maka terpilih kampus 2 dan kampus 3. Kampus 2 terletak di Mrican dengan jumlah prodi sebanyak 10 prodi sedangkan kampus 3 terletak di Paingan, Maguwoharjo, Depok, Sleman dengan jumlah prodi sebanyak 9 prodi. Penelitian ini dilakukan dengan menyebar 180 kuesioner padahal jumlah sampel yang diperoleh sesuai hitungan totalnya ialah 174 responden. Hal ini dikarenakan adanya pembagian kuesioner yang merata pada setiap prodi yang dijadikan sampel yaitu prodi Manajemen, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Inggris, Farmasi, Pendidikan Fisika, Psikologi, Teknik Informatika (setiap prodi diberi 20 buah kuesioner), jumlah kuesioner yang kembali sebanyak 180. Namun terdapat 21 kuesioner yang tereksklusi (tidak diisi secara lengkap) sehingga kuesioner yang diisi dengan lengkap sejumlah 159 kuesioner untuk kemudian dianalisis. Berikut skema proses penentuan sampel :

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 37 Kampus I Kampus II 10 Prodi 5 Prodi Kampus USD Kampus III 9 Prodi 4 Prodi Kampus IV Manajemen 19 responden Pendidikan Akuntansi 20 responden Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 16 responden Pendidikan Bahasa Inggris 17 responden Sastra Inggris 16 responden Farmasi 20 responden Pendidikan Fisika 15 responden Psikologi 19 responden Teknik Informatika 17 responden Gambar 3. Skema pengambilan sampel penelitian b. Perijinan Perijinan dilakukan dengan cara mengusulkan atau memasukkan surat permohonan ijin dan proposal penelitian ke Biro Administrasi Akademik (BAA) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. c. Pembuatan kuesioner 1. Penyusunan dan pembuatan kuesioner Pertama, menyusun item pertanyaan screening (mengecek apakah responden mengenal antibiotika atau tidak) dengan alternatif jawaban “Ya” dan “Tidak”.

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 38 Kedua, menyusun pertanyaan mengenai aspek persepsi tentang cara dan tempat memperoleh antibiotika serta pengetahuan tentang antibiotika secara umum, dengan alternatif jawaban “Ya”, “Tidak”, “Tidak Tahu”. Ketiga, menyusun pertanyaan sikap dan tindakan mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep, dengan alternatif jawaban 1 (Sangat Tidak Setuju), 2 (Tidak Setuju), 3 (Setuju), 4 (Sangat Setuju). Selanjutnya, menyusun pertanyaan untuk tipe isian mengenai persentase dan pola penggunaan antibiotika tanpa resep dalam satu bulan terakhir. Langkah yang terakhir adalah menyusun item-item pertanyaan untuk tipe isian mengenai data demografi mahasiswa Universitas Sanata Dharma terkait dengan variabel penelitian yaitu nama, umur, jenis kelamin, prodi, semester, alamat, dan uang saku perbulan. 2. Uji validitas dan pemahaman bahasa Uji validitas dilakukan untuk menganalisis isi kuesioner secara rasional atau lewat validitas isi (content validity) yang merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi tes dengan analisis rasional atau biasa dikenal Professional Judgement. Suatu alat instrument pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang baik apabila alat tersebut memberikan hasil ukur yang sesuai dengan konsep atau variabel yang diukur (Adi, 2004). Uji validitas isi dilakukan bersama dengan dosen pembimbing dan satu dosen lainnya yang ahli dalam bidang ini. Salah satu dosen memberikan saran

(59) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 39 perbaikan tata bahasa yang digunakan dalam kuesioner. Dosen lainnya memberikan perbaikan pada beberapa item pertanyaan pada kuesioner ini. Selanjutnya, dilakukan uji pemahaman bahasa kepada 30 responden yang tidak termasuk dalam sampel (Umar, 2005). Dari hasil uji pemahaman bahasa ini dapat diketahui bahwa bahasa yang digunakan dalam kuesioner tersebut sudah cukup sederhana dan mudah dipahami oleh responden. Uji pemahaman bahasa dilakukan kepada mahasiswa universitas lain yang memiliki kriteria inklusi dan eksklusi yang sama dengan ketentuan bahwa 30 responden ini dengan responden yang akan diteliti tidak memiliki hubungan dan tidak berdekatan satu sama lain. 3. Uji reliabilitas instrumen Dilakukan teknik pengukuran ulang (test-retest) dengan menggunakan product moment. Umar (2003), mengungkapkan bahwa pada pengukuran testretest responden (tidak termasuk dalam sampel penelitian) diminta menjawab alat ukur penelitian sebanyak 2 kali, pada 15-30 hari kemudian dilakukan pengukuran dengan alat ukur yang sama kepada responden yang sama pada pengukuran pertama. Tabel V. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Pengetahuan tentang antiobitika Sikap mengenai antibiotika tanpa resep Tindakan mengenai antibiotika tanpa resep Hasil uji product moment 0,880 Keterangan 0,849 Reliabel 0,758 Reliabel Reliabel

(60) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 40 Hasil uji reliabilitas pada tabel V diatas, menunjukkan bahwa variabelvariabel yang digunakan untuk penelitian memiliki konsistensi yang baik saat proses test-retest atau pengukuran berulang dilakukan. 4. Pengambilan data Proses pengambilan data dilakukan dengan menyebar kuesioner pada saat jeda kuliah responden. Pengisian kuesioner dilakukan sendiri oleh responden saat itu juga di tempat penelitian. Selama proses pengisian berlangsung, responden didampingi oleh peneliti. Sebelumnya responden telah diberi penjelasan singkat mengenai tujuan penelitian ini dan membaca serta menandatangani formulir kesediaan berpartisipasi dalam penelitian ini (informed-consent). H. Analisis Hasil Penelitian Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Kegiatan proses manajemen data yang dilakukan mulai dari editing, processing, dan cleaning. Tahapan analisis yang dilakukan antara lain; a. Uji normalitas Uji normalitas bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada perbedaan distribusi sebaran skor variabel yang dianalisis antara sampel dan populasi, dengan kata lain sebaran skor suatu variabel sama dengan populasi, yaitu mengikuti kurva normal. Dalam penelitian ini pengujian normalitas sebaran dilakukan dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov Test (Dahlan, 2009).

(61) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 41 Kaidah yang digunakan untuk mengetahui normal atau tidaknya sebaran adalah “jika nilai probabilitas (p) > 0,05 maka sebaran datanya normal, dan jika nilai probabilitas (p) < 0,05 maka sebaran datanya tidak normal” (Patria, 2010). Adapun hasil uji normalitas adalah sebagai berikut: Tabel VI. Hasil Uji Normalitas pada Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Kolmogorov-Smirnov Z Probabilitas Pengetahuan 1,253 0,087 Sikap 1,649 0,009 Tindakan 1,644 0,009 Hasil pengujian Tabel VI diatas, menunjukkan bahwa skor pengetahuan memiliki sebaran normal (Zks= 1,253 dengan p = 0,087 ( p>0,05), skor sikap memiliki sebaran tidak normal (Zks= 1,649 dengan p = 0,009 ( p>0,05) dan skor tindakan memiliki sebaran tidak normal (Zks= 1,644 dengan p = 0,009 (p>0,05). b. Uji chi-square Karakteristik sosio-demografi responden dapat dilakukan dengan uji chi square yang bertujuan mengetahui ada tidaknya hubungan antara karakteristik sosio-demografi terhadap tingkat pengetahuan mengenai antibiotika, sikap, dan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Uji chi-square digunakan apabila nilai expected count kurang dari 5, nilainya maksimal 20% dari jumlah sel. Jika syarat uji chi-square tersebut tidak terpenuhi, maka langkah yang harus dilakukan ialah menggabungkan kategorikategori dalam rangka memperbesar frekuensi harapan dari sel-sel tersebut (penggabungan ini dapat dilakukan untuk analisis tabel silang lebih dari 2x2, misalnya 3x3, 3x4, dsb). Penggabungan ini tentunya diharapkan tidak sampai

(62) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 42 membuat datanya kehilangan makna. Namun, jika penggabungan telah dilakukan tetapi syarat uji chi-square belum terpenuhi maka dapat menggunakan uji alternatifnya seperti untuk tabel 2x2 menggunakan uji Fisher dan untuk tabel 2xK menggunakan uji Kolmogorov-smirnov (Dahlan, 2009), dan bila tabelnya 3x2, 3x3, dsb maka dapat digunakan uji Pearson Chi-square (Hastono, 2007). I. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini tidak menjabarkan seberapa kuatnya hubungan antara variabel-variabel yang diukur terhadap variabel yang lainnya, sebab penelitian ini hanya mengukur sebagian faktor karakteristik sosio-demografi yang kemungkinan dapat berpengaruh dan berhubungan terhadap pengetahuan, sikap, dan tindakan mengenai penggunaan antibiotika.

(63) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sosiodemografi responden (umur, jenis kelamin, prodi, dan uang saku perbulan), mengidentifikasi sejauh mana tingkat pengetahuan tentang antibiotika, sikap mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep, dan tindakan mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep serta mengetahui ada tidaknya hubungan antara karakteristik sosio-demografi terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. A. Karakteristik Sosio-Demografi Responden 1. Umur responden Karakteristik sosio-demografi responden berdasarkan umur seperti pada Gambar 4 dibawah ini, menunjukkan bahwa umur rentang 17 sampai dengan 24 tahun terbanyak yakni responden dengan umur 20 tahun (34,59%), selanjutnya umur 19 tahun (22,90%), umur 21 tahun yakni 22,64% dan umur 18 tahun sebanyak 12,58% dan sisanya adalah responden yang berumur 17 serta lebih dari 21 tahun. 43

(64) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Persentase umur responden 44 40.00% 34.59% 23.90% 20.00% 22.64% 12.58% 1.89% 0.00% 2.52% 17 18 19 20 21 22 1.26% 23 0.63% 24 Umur Responden Gambar 4. Karakteristik Sosio-Demografi Responden Berdasarkan Umur Menurut Baharuddin (2009) periodisasi perkembangan umur 17 sampai dengan 24 tahun dapat disebut masa academia, saat seseorang memasuki perguruan tinggi atau akademik. Tahap ini merupakan tahap perkembangan fungsi kemampuan berdikari, self direction, dan self control. Seorang remaja dapat mengalami proses pembudayaan dengan menghayati nilai-nilai ilmiah, disamping mempelajari macam-macam ilmu pengetahuan. Karakteristik responden ditinjau dari umur pada penelitian Pratiwi (2012) tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada berada pada rentang umur 17 tahun sampai dengan 25 tahun. 2. Jenis kelamin responden Karakteristik sosio-demografi responden berdasarkan jenis kelamin seperti pada Gambar 5 dibawah ini, menunjukkan responden wanita lebih banyak dibanding responden pria. Sebanyak 67% responden wanita dan 33% responden pria.

(65) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 45 33% Laki-laki Wanita 67% Gambar 5. Karakteristik Sosio-Demografi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Penelitian Anna dan Chandra (2011) menemukan bahwa pada dasarnya wanita lebih peduli terhadap kesehatan dibanding kaum pria sehingga pengetahuan mengenai kesehatan lebih banyak dimiliki kaum wanita dibanding kaum pria. 3. Prodi responden Karakteristik sosio-demografi responden berdasarkan prodi seperti pada Gambar 6 dibawah ini, menunjukkan responden terbanyak prodi farmasi dan pendidikan akutantasi yakni sebanyak 20 responden, selanjutnya adalah prodi manajemen (ekonomi) dan psikologi yakni sama-sama 19 responden.

(66) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 Jumlah responden (orang) 20 20 19 17 20 18 16 14 12 10 8 6 4 2 0 19 16 15 16 17 Prodi responden Gambar 6. Karakteristik Sosio-Demografi Responden Berdasarkan Prodi 4. Uang saku responden perbulan Karakteristik sosio-demografi responden berdasarkan uang saku perbulan seperti pada Gambar 7 dibawah ini, menunjukkan responden terbanyak memiliki uang saku perbulan sebanyak Rp. 300.000,00 – Rp. 1.000.000,00 yakni sebanyak 62%. Responden dengan uang saku perbulan sebanyak Rp.1.000.000,00–Rp. 1.500.000,00 sebesar 20%. 3% 2% 13% Rp <300.000,00 20% Rp 300.000,00 - Rp 1.000.000,00 Rp 1.000.000,00 1.500.000,00 62% Rp 1.500.000,00 - Rp 2.000.000,00 Rp > 2.000.000,00 Gambar 7. Karakteristik Sosio-Demografi Responden Berdasarkan Uang Saku Responden Perbulan

(67) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 47 Informasi mengenai uang saku per-bulan ini penting karena menurut Suaifan et al. (2012) keadaan ekonomi merupakan salah satu faktor pemicu penggunaan antibiotika tanpa resep untuk pengobatan sendiri. B. Tingkat Pengetahuan tentang Antibiotika, Sikap, dan Tindakan Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep 1. Tingkat pengetahuan tentang antibiotika Dalam penelitian ini proses pengukuran tingkat pengetahuan antibiotika dimulai dengan pertanyaan pengenalan atau pertanyaan screening responden tentang antibiotika. Butir-butir pertanyaan tersebut terdapat pada kuesioner No. 1 yang berisi ”Apakah anda mengenal antibiotika?” dan kuesioner No. 2 yang berisi ”Jika Ya, sebutkan antibiotika yang Anda ketahui!”. Tujuan pertanyaan screening untuk mengetahui dan memastikan responden mengenal antibiotika atau tidak. Berdasarkan dari hasil pengukuran mengenai apakah responden mengenal antibiotika atau tidak menunjukkan bahwa semua responden ternyata mengenal antibiotika. Adapun jenis antibiotika yang disebutkan responden terlihat pada Tabel VII berikut ini. Tabel VII. Jenis Antibiotika yang Disebutkan Responden No. Jenis antibiotika yang disebutkan responden 1 2 Amoksisilin Tetrasiklin 3 4 5 Penisilin Sefalosforin Lainnya Jawaban responden Ya Tidak Jumlah Persentase Jumlah Persentase responden (%) responden (%) 135 84,9 24 15,1 25 15,7 134 84,3 102 14 7 64,2 8,8 4,4 57 145 152 35,8 91,2 95,6

(68) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 48 Berdasarkan Tabel VII di atas, dapat diketahui bahwa jenis antibiotika yang terbanyak disebutkan adalah jenis amoksisilin yakni disebutkan oleh 135 responden atau 84,9%, jenis kedua yakni penisilin (64,2%). Penelitian Widayati et al. (2011) menemukan bahwa amoksisilin merupakan antibiotika yang banyak digunakan pada pengobatan sendiri penggunaan antibiotika. Pratiwi (2012) juga menemukan hal yang sama pada penelitiannya bahwa jenis antibiotika yang paling banyak diketahui pada responden mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yaitu amoksisilin. Dalam penelitian ini juga diberi pertanyaan mengenai persepsi mahasiswa Univesitas Sanata Dharma dalam cara memperoleh antibiotika. Adapun hasil persepsi mahasiswa dapat dilihat pada Gambar 8 dibawah ini ; Persentase Jawaban Responden 100.00 9.40 90.00 80.00 0.60 15.70 18.90 20.10 13.80 24.50 6.90 27.70 19.50 27.70 70.00 13.20 60.00 98.70 50.00 79.20 40.00 30.00 Tidak Tahu 69.80 62.90 56.60 Tidak 62.30 61.60 Ya 20.00 10.00 10.10 0.00 A B C D E F G Persepsi Responden mengenai Cara Memperoleh Antibiotika Gambar 8. Persepsi Responden mengenai Cara Memperoleh Antibiotika

(69) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 49 Keterangan Gambar 8 diatas mengenai persepsi responden mengenai cara memperoleh antibiotika : A. B. C. D. E. Memperoleh antibiotika harus dengan resep dokter Antibiotika dapat dibeli tanpa resep dokter Antibiotika dijual di apotek Antibiotika dijual di toko obat Antibiotika dijual di toko/warung kelontong atau supermarket atau pasar tradisional F. Antibiotika dijual atau tersedia di praktek dokter G. Antibiotika dijual atau tersedia di praktek bidan, perawat, mantri kesehatan. Berdasarkan Gambar 8 di atas, maka dapat diketahui bahwa pertanyaanpertanyaan persepsi responden mengenai cara memperoleh antibiotika terbesar ialah antibiotika dijual di apotek (98,70%). Sebesar 79,20% responden menjawab antibiotika dijual atau tersedia di praktek dokter, serta hanya 62,90% reponden mampu menjawab antibiotika diperoleh harus dengan resep dokter. Pada dasarnya, antibiotika yang tergolong dalam obat keras hanya dapat diperoleh dengan resep dokter, namun ada beberapa antibiotika yang dapat diperoleh tanpa resep dokter yaitu obat golongan Obat Wajib Apotek (OWA). Contohnya obat amoksisilin merupakan salah satu antibiotika oral dan seharusnya hanya dapat diperoleh dengan resep dokter, sedangkan contoh obat OWA ialah neomisin salep. Dengan melihat hasil terbesar jawaban responden diatas, diharapkan bahwa apabila responden memperoleh antibiotika dari apotek dan praktek dokter maka pemberian informasi mengenai penggunaan antibiotika yang tepat dapat diperoleh dengan baik oleh responden. Selain di apotek dan praktek dokter, ternyata masih terdapat responden yang memperoleh antibiotika di tempat lain. Hal ini mungkin dikarenakan adanya pengaruh sosial-ekonomi responden.

(70) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 50 Pada penelitian Ardenari (2012) menemukan bahwa responden dalam penelitiannya memiliki pengetahuan yang sedang mengenai sumber perolehan antibiotika yaitu sebesar 46,15%. Adapun hasil pengukuran tingkat pengetahuan responden tentang Persentase responden yang menjawab benar antibiotika secara umum dapat terlihat pada Gambar 9 dibawah ini ; 77.40% 0.8 66.00% 0.7 61.00% 0.6 44.70% 0.5 38.40% 0.4 0.3 21.40% 0.2 0.1 0 A B C D E F Pengetahuan tentang Antibiotika Gambar 9. Pengetahuan Tentang Antibiotika Secara Umum Keterangan gambar pengetahuan tentang antibiotika secara umum : A. Antibiotika harus diminum segera ketika mengalami demam. B. Antibiotika dapat mengobati penyakit karena virus, misalnya Influenza C. Antibiotika dapat mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri, misalnya TBC (Tuberculosis) D. Seseorang dapat mengalami alergi terhadap antibiotika E. Penggunaan antibiotika yang tidak sesuai dapat menyebabkan resistensi (kekebalan) kuman F. Penggunaan antibiotika yang tepat dapat mencegah terjadinya resistensi (kekebalan) kuman

(71) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 51 Berdasarkan Gambar 9 di atas, dapat diketahui bahwa mayoritas responden mampu menjawab benar pada pernyataan “seseorang dapat mengalami alergi terhadap antibiotika” yakni sebesar 77,4% responden, “penggunaan antibiotika yang tidak sesuai dapat menyebabkan resistensi (kekebalan) kuman” yakni sebesar 66,0% responden dan “penggunaan antibiotika yang tepat dapat mencegah terjadinya resistensi (kekebalan) kuman” yakni sebesar 61,00% responden. Untuk pernyataan “antibiotika dapat mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri, misalnya TBC (Tuberculosis)” yakni sebesar 44,7% responden dan pernyataan “antibiotika dapat mengobati penyakit karena virus, misalnya Influenza” yakni sebesar 21,4% responden. Berdasarkan butir-butir pertanyaan diatas dapat dilihat pada tabel VIII dibawah ini, bahwa tingkat pengetahuan tentang antibiotika di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta dalam penelitian ini sebagian besar yaitu sebanyak 91 responden termasuk dalam kategori rendah. Responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang sedang sebanyak 36 responden dan yang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi sebanyak 32 responden. Pulungan (2010) yang meneliti mengenai pengetahuan di kalangan mahasiswa Universitas Sumatera Utara terhadap penggunaan antibiotika menemukan bahwa mayoritas responden dalam penelitiannya termasuk kategori berpengetahuan rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Pratiwi (2012) yang menemukan bahwa pengetahuan mengenai antibiotika di kalangan mahasiswa pada penelitiannya sebesar 34% responden dengan tingkat pengetahuan tinggi, 54% responden dengan tingkat pengetahuan sedang, dan 12% dengan tingkat pengetahuan rendah.

(72) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 52 Tabel VIII. Tingkat Pengetahuan mengenai Antibiotika Tingkat pengetahuan Jumlah Presentase (%) Rendah 91 57,2 Sedang 36 22,6 Tinggi 32 20,1 Total 159 100,0 2. Sikap responden mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep Berdasarkan Tabel IX di bawah ini, dapat diketahui bahwa sikap responden terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep berdasarkan mean score tiap item pernyataan yaitu responden cenderung mempunyai sikap netral terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep yang artinya responden berada pada pertengahan antara sikap yang positif dan sikap yang negatif, dengan nilai ratarata sebesar 2,69. Nilai tertinggi pada pernyataan “penggunaan antibiotika tanpa resep pada saat responden merasa membutuhkannya adalah tindakan yang dapat membahayakan” yakni sebesar 2,79 sedangkan nilai rata-rata terendah sebesar 2,58 pada pernyataan “penggunaan antibiotika tanpa resep pada saat merasa membutuhkannya adalah tindakan yang berguna”. Tabel IX. Nilai Rata- Rata Sikap Responden mengenai Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep Pernyataan sikap penggunaan antibiotika tanpa resep Menurut saya menggunakan antibiotika tanpa resep pada saat saya merasa membutuhkannya adalah tindakan yang bermanfaat Menurutsaya menggunakan antibiotika tanpa resep pada saat saya merasa membutuhkannya adalah tindakan yang dapat merugikan Menurut saya menggunakan antibiotika tanpa resep pada saat saya merasa membutuhkannya adalah tindakan yang berguna Menurut saya menggunakan antibiotika tanpa resep pada saat saya merasa membutuhkannya adalah tindakan yang dapat membahayakan Total nilai pernyataan kategori sikap Rata-rata sikap 2,72 2,65 2,58 2,79 2,69

(73) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 53 Gambaran sikap responden mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep dapat dilihat pada Tabel X berikut ini : Tabel X. Sikap Responden mengenai Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep Sikap responden mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep Negatif Sedang Positif Total Jumlah 40 85 34 159 Persentase (%) 25,2 53,5 21,4 100,0 Tabel X diatas, menginformasikan bahwa mayoritas responden memiliki sikap yang netral terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep yakni sebesar 53,5% responden, sedangkan responden yang memiliki sikap positif terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep yakni sebesar 21,4% responden. Responden yang memiliki sikap negatif terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep yakni sebesar 25,2% responden. Menurut Azwar (2007) banyak faktor yang dapat mempengaruhi sikap dalam bertindak salah satunya adalah emosi dan pengalaman seseorang, sehingga nilai afektif dari seseorang dapat memperkuat nilai suatu objek untuk terbentuknya suatu sikap yang positif maupun negatif. 3. Tindakan responden mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep Berdasarkan Tabel XI dibawah ini, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata tindakan responden mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep termasuk dalam kategori tindakan yang sedang atau netral yang artinya responden cenderung berada pada pertengahan antara tindakan yang memutuskan untuk menggunakan antibiotika tanpa resep dan tindakan yang memutuskan untuk tidak menggunakan antibiotika tanpa resep dengan nilai sebesar 2,99. Nilai tertinggi pada pernyataan “membeli antibiotika jika dokter meresepkannya” yakni sebesar 3,28 sedangkan

(74) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 54 nilai terendah pada pernyataan “membeli antibiotika tanpa resep jika responden merasa membutuhkannya” yakni sebesar 2,76. Tabel XI. Nilai Rata-Rata Tindakan Responden mengenai Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep Rata-rata tindakan responden Pernyataan tindakan responden mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep Apabila saya sakit yang menurut saya membutuhkan antibiotika, saya akan memeriksakan diri saya ke dokter terlebih dahulu Apabila saya sakit yang menurut saya membutuhkan antibiotika, saya akan membeli antibiotika langsung tanpa resep 3,18 Saya akan membeli antibiotika jika dokter meresepkannya 3,28 Saya akan membeli antibiotika tanpa resep jika saya merasa membutuhkannya untuk sakit saya Total nilai pernyataan kategori tindakan 2,76 2,92 2,99 Gambaran tindakan responden mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep dapat dilihat pada Tabel XII berikut ini ; Tabel XII. Tindakan Responden mengenai Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep Tindakan responden mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep Tidak sesuai Sedang Sesuai Total Jumlah 12 85 62 159 Persentase (%) 7,5 53,5 39,0 100,0 Tabel XII diatas, menginformasikan bahwa mayoritas responden memiliki tindakan mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep termasuk dalam kategori sedang sebesar 53,5% responden yang artinya responden cenderung mempunyai tindakan yang netral terhadap pengguaan antibiotika tanpa resep, sedangkan responden yang memutuskan untuk menggunakan antibiotika tanpa resep yakni

(75) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 55 sebesar 39,0% responden, dan responden yang memutuskan untuk tidak menggunakan antibiotika tanpa resep yakni sebesar 7,5% responden. C. Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep Dalam penelitian ini, tidak ditemukan adanya penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang menggunakan antibiotika tanpa resep dalam kurun waktu satu bulan terakhir. D. Hubungan antara Karakteristik Sosio-Demografi terhadap Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep Adapun karakteristik sosio-demografi yang diidentifikasi pada penelitian ini meliputi umur, jenis kelamin, prodi, dan uang saku perbulan yang akan dihubungkan terhadap tingkat pengetahuan mengenai antibiotika, sikap, dan tindakan mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep. Selain itu dalam penelitian ini juga akan mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap sikap dan tindakan mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep, serta mengidentifikasi adanya hubungan antara sikap dengan tindakan mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep. 1. Hubungan karakteristik sosio-demografi dengan tingkat pengetahuan tentang antibiotika Nilai hubungan antara setiap variabel karakteristik sosio-demografi dengan tingkat pengetahuan tentang antibiotika dapat dilihat pada Tabel XIII berikut ini ;

(76) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 56 Tabel XIII. Hubungan Karakteristik Sosio-Demografi dengan Tingkat Pengetahuan tentang Antibiotika No. 1 2 3 4 Variabel karakteristik sosiodemografi Umur Jenis Kelamin Prodi Uang Saku Perbulan Nilai probabilitas (signifikansi) 0,083 0,780 0,000 0,440 Hasil Tabel XII diatas, variabel umur dengan tingkat pengetahuan mempunyai nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,083 > 0,05, diartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan tingkat pengetahuan tentang penggunaan antiobiotika. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Lim dan Teh (2012) di masyarakat Malaysia yang menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan pengetahuan mengenai antibiotika dengan nilai probabilitas sebesar p = 0,329. Variabel jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan mempunyai nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,780 > 0,05, diartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tingkat pengetahuan tentang antiobitika. Penelitian Jose, Jimmy, Al-Sabahi, dan Al-Sabe (2013) yang menemukan bahwa karakteristik demografi jenis kelamin tidak memberikan hubungan yang signifikan terhadap sikap mengenai penggunaan antibiotika di kalangan masyarakat Oman dengan nilai probabilitas sebesar p=0,192. Variabel jenis prodi dengan tingkat pengetahuan dengan nilai probabilitas (signifikansi) kolmogorov-smirnov sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis prodi dengan tingkat pengetahuan tentang antiobiotika. Mahasiswa prodi Farmasi memiliki pengetahuan yang lebih tinggi

(77) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 57 dibandingkan dengan mahasiswa prodi lainnya seperti prodi Manajemen, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia, Pendidikan Fisika, Psikologi, Sastra Inggris, dan Teknik Informatika. Penelitian Huang et al. (2013) menemukan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara mahasiswa medis dengan pengetahuan mereka mengenai antibiotika dengan nilai probabilitas sebesar <0,0001. Hal ini juga sejalan dengan penelitian Pratiwi (2012) yang menemukan bahwa apabila ditinjau berdasarkan jurusan, responden yang mengenal atau mengetahui antiobiotika yang terbanyak yaitu prodi Farmasi diantara fakultas/prodi ilmu-ilmu kesehatan lainnya seperti Kedokteran Gigi, Kedokteran Umum dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Variabel jumlah uang saku perbulan dengan tingkat pengetahuan mempunyai nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,743 > 0,05, diartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Widayati et al. (2011) yang menemukan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang antibiotika dengan status ekonomi. 2. Hubungan karakteristik sosio-demografi dengan sikap penggunaan antibiotika tanpa resep Nilai hubungan antara setiap variabel karakteristik sosio-demografi dengan variabel sikap mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep dapat dilihat pada Tabel XVI berikut ini ;

(78) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 58 Tabel XVI. Hubungan Karakteristik Sosio-Demografi dengan Sikap tentang Antibiotika Tanpa Resep No. 1 2 3 4 Variabel karakteristik sosiodemografi Umur Jenis Kelamin Prodi Uang Saku Perbulan Nilai probabilitas (signifikansi) 0,764 0,885 0,466 0,643 Hasil Tabel XVI diatas, pada variabel umur dengan sikap mempunyai nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,764 > 0,05, diartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan sikap tentang penggunaan antiobitika tanpa resep. Penelitian Lim dan Teh (2012) menemukan hal yang sama bahwa tidak terdapat hubungan antara umur dengan sikap mengenai penggunaan antibiotika dengan nilai probabilitas sebesar p=0,062. Pada variabel jenis kelamin dengan sikap mempunyai nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,885 > 0,05, diartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan sikap tentang penggunaan antiobiotika tanpa resep. Hal ini sejalan dengan penelitian Jose et al. (2013) yang menemukan bahwa karakteristik demografi jenis kelamin tidak memberikan hubungan yang signifikan terhadap sikap mengenai penggunaan antibiotika di kalangan masyarakat Oman dengan nilai probabilitias sebesar p=0,442. Pada variabel jenis prodi dengan sikap mempunyai nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,466 > 0,05, diartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis prodi dengan sikap tentang penggunaan antiobitika tanpa resep. Pada penelitian So Sun, Seongmi, dan Eun jung (2011) menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara mahasiswa dengan

(79) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 59 sikap penggunaan antibiotika tanpa resep dengan nilai probabilitas sebesar p=0,147. Pada variabel jumlah uang saku perbulan dengan sikap mempunyai nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,643 > 0,05, diartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara uang saku perbulan dengan sikap tentang penggunaan antiobitika tanpa resep. Penelitian Djuang (2010) mengenai penggunaan antibiotika secara bebas di Kota Medan menemukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara penghasilan dengan penggunaan antibiotika yang dapat diperoleh secara bebas dengan nilai probabilitas sebesar p =0,845. 3. Hubungan karakteristik sosio-demografi dengan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep Nilai hubungan antara setiap variabel karakteristik sosio-demografi dengan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep dapat dilihat pada Tabel XV berikut ini ; Tabel XV. Hubungan Karakteristik Sosio-Demografi dengan Tindakan penggunaan Antibiotika Tanpa Resep No. 1 2 3 4 Variabel karakteristik sosiodemografi Umur Jenis Kelamin Prodi Uang Saku Perbulan Nilai probabilitas (signifikansi) 0,118 0,410 0,545 0,002 Hasil Tabel XV diatas, variabel umur dengan tindakan mempunyai nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,118 > 0,05, yang berarti bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan tindakan tentang penggunaan antiobitika tanpa resep. Penelitian yang dilakukan oleh Jose et al. (2013) menemukan bahwa tidak terdapat nilai yang signifikan antara umur

(80) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 60 responden terhadap tindakan penggunaan antibiotika pada masyarakat Oman dengan nilai probabilitas sebesar p=0,209. Hal yang sama juga ditemukan oleh Widayati et al. (2011) pada penelitiannya di masyarakat Kota Yogyakarta bahwa umur responden tidak memberikan hubungan yang signifikan terhadap pengobatan sendiri atau tindakan penggunaan antibiotika dengan nilai probabilitas sebesar p = 0,907. Variabel jenis kelamin dengan tindakan mempunyai nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,410 > 0,05, yang berarti bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan tindakan tentang penggunaan antiobitika tanpa resep. Penelitian Abasaeed, Vleck, Abuelkhair, dan Kubena (2009) menemukan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara jenis kelamin terhadap tindakan penggunaan antibiotika dengan nilai probablitias sebesar p<0,001. Begitu juga dengan penelitian Jose et al. (2012) menemukan bahwa jenis kelamin tidak memberikan hubungan yang signifikan terhadap tindakan penggunaan antibiotika masyarakat Oman dengan nilai probabilitas sebesar p=0,798. Variabel prodi dengan tindakan mempunyai nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,545 > 0,05, yang diartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara prodi dengan tindakan tentang penggunaan antiobitika tanpa resep. Pada penelitian Suaifan et al. (2012) dikalangan mahasiswa di Jordan yang menemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara mahasiswa dengan pengobatan sendiri dan tindakan membeli

(81) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 61 serta menggunakan antibiotika tanpa resep dokter dengan nilai probabilitas sebesar p=0,472. Variabel uang saku perbulan dengan tindakan mempunyai nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,002 < 0,05, yang diartikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara uang saku perbulan dengan tindakan tentang penggunaan antiobitika tanpa resep. Penelitian Al-Azzam et al. (2007) menemukan bahwa adanya hubungan antara karakteristik penghasilan dengan tindakan penggunaan antibiotika yang diperoleh secara bebas. 4. Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap tentang penggunaan antibiotika tanpa resep Tabel XVI dibawah ini, dapat dilihat bahwa nilai probabilitas (signifikansi) chi-square sebesar 0,044 < 0,05 antara tingkat pengetahuan dengan sikap penggunaan antibiotika tanpa resep, diartikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap sikap pada antiobitika tanpa resep. Menurut Notoatmodjo (2003) sikap dipengaruhi oleh pengetahuan. Semakin baik tingkat pengetahuan maka akan sikap juga akan semakin baik, sehingga perilaku yang terwujud akan menjadi langgeng. Adanya pengetahuan terhadap manfaat sesuatu akan menyebabkan orang mempunyai sikap yang positif terhadap hal tersebut. Selanjutnya sikap positif akan mempengaruhi niat untuk ikut serta dalam kegiatan yang berkaitan dengan hal tersebut. Adanya niat mempengaruhi untuk melakukan sesuatu sangat menentukan apakah kegiatan tersebut betul-betul dilakukan (cit. Astuti, 2007).

(82) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 62 Tabel XVI. Tabulasi Silang Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Sikap tentang Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep Tingkat Pengetahuan Sikap Negatif Sedang p Positif Jumlah % Jumlah % Jumlah % Rendah Sedang 30 6 33,0 16,7% 47 21 14 9 15,4% 25,0% Tinggi 4 12,5% 17 51,6% 58,3% 53,1% 11 34,4% 0,044 5. Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep Tabel XVII dibawah ini, dapat dilihat nilai probabilitas (signifikansi) chisquare sebesar 0,264 > 0,05 antara tingkat pengetahuan dengan tindakan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep, diartikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan tentang penggunaan antiobitika tanpa resep. Hal ini tidak sesuai dengan Notoatmodjo (2003) yang menyatakan bahwa pengetahuan merupakan cara untuk mengukur ketahuan dan pola pikir seseorang terhadap suatu objek tertentu melewati panca indera manusia dengan cara mengetahui, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasikan dalam bermasyarakat. Domain tahu hanya mengetahui tentang penggunaan antibiotika namun belum bisa menerapkannya dalam perilaku keseharian bagaimana tindakan penggunaan antibiotika yang benar. Pengetahuan atau kognitif juga merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (overt behavior).

(83) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 63 Tabel XVII. Tabulasi Silang Hubungan antara Tingkat Pengetahuan dengan Tindakan Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep Tingkat Pengetahuan Tindakan Tidak Sesuai Sedang Rendah Sedang Jumlah 10 1 % 11,0% 2,8% Jumlah 50 20 Tinggi 1 3,1% 15 6. Hubungan antara Sikap p Sesuai % Jumlah 54,9% 31 55,6% 15 46,9% 16 % 34,1% 41,7% 0,264 50,0% dengan Tindakan tentang Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep Tabel XVIII dibawah ini, dapat dilihat nilai probabilitas (signifikansi) chisquare sebesar 0,000 < 0,05, antara sikap dengan tindakan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep, diartikan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara sikap dengan tindakan tentang penggunaan antiobiotika tanpa resep. Sikap merupakan awal dari terwujudnya tindakan atau perilaku individu (Dayakisni dan Hudaniah, 2003). Sikap seseorang terhadap suatu objek adalah perasaan yang mendukung atau memihak (favourable) maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unfavuorable) pada objek tersebut untuk terbentuknya suatu perilaku seseorang (Azwar, 2007). Tabel XVIII. Tabulasi Silang Hubungan antara Sikap dengan Tindakan tentang Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep Sikap Negatif Sedang Positif Tidak sesuai Jumlah % 8 5.0% 4 2,5% 0 0,0% Tindakan Sedang Sesuai Jumlah % Jumlah % 28 17,6% 4 2,5% 51 32,1% 30 18,9% 6 3,8% 28 17,6% P 0,000

(84) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 64 Hasil – hasil analisis hubungan antara variabel – variabel seperti yang telah diuraikan di atas, secara ringkas dapat digambarkan sebagai berikut ini. Umur Pengetahuan Jenis kelamin Sikap Prodi Tindakan Uang saku perbulan Keterangan : Berpengaruh Tidak berpengaruh Gambar 10. Skema ringkasan hasil-hasil analisis hubungan antara variabelvariabel yang telah diuraikan diatas Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa prodi berhubungan dengan tingkat pengetahuan. Jumlah uang saku berhubungan dengan tindakan, serta tingkat pengetahuan berhubungan dengan sikap dan sikap berhubungan dengan tindakan. Skiner (1938) dalam Notoatmodjo (2012) menyatakan bahwa terbentuknya suatu perilaku dimulai pada domain kognitif, dalam arti si subjek tahu terlebih dahulu terhadap rangsangan yang berupa materi atau objek di luar dirinya sehingga menimbulkan pengetahuan baru pada subjek tersebut, dan

(85) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 65 selanjutnya menimbulkan respon batin dalam bentuk sikap si subjek terhadap objek yang diketahuinya itu. Akhirnya rangsangan, yakni objek yang telah diketahui atau disadari sepenuhnya tersebut akan menimbulkan respon lebih jauh lagi, yaitu berupa tindakan terhadap atau sehubungan dengan stimulus atau objek itu.

(86) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya, maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan, sebagai berikut: 1. Presentase terbesar responden (34,59%) berusia 20 tahun, persentase terbesar responden (67%) wanita, persentase terbesar responden berasal dari prodi farmasi dan pendidikan akuntansi sebesar 20 responden, presentase terbesar responden (62%) memiliki uang saku perbulan Rp. 300.000,00 – Rp. 1.000.000,00. 2. Tingkat pengetahuan responden mengenai antibiotika ialah tergolong rendah (80,5%). Sikap responden mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep adalah sebesar 53,5% responden lebih cenderung berada pada pertengahan antara sikap yang positif dan sikap yang negatif (sikap sedang), dan sebesar 53,5% responden yang mempunyai tindakan netral artinya responden cenderung berada pada pertengahan antara tindakan yang sesuai dan tindakan yang tidak sesuai mengenai penggunaan antibiotika tanpa resep. 3. Tidak ditemukan adanya pola penggunaan antibiotika tanpa resep dalam kurun waktu satu bulan terakhir. 4. Prodi berhubungan dengan tingkat pengetahuan. Jumlah uang saku perbulan berhubungan dengan tindakan penggunaan antibiotika tanpa 66

(87) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 67 resep, serta tingkat pengetahuan berhubungan dengan sikap dan sikap berhubungan dengan tindakan terkait dengan penggunaan antibiotika tanpa resep. B. Saran Bersumber dari kesimpulan di atas, dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut: 1. Perlu adanya penyediaan sumber informasi mengenai penggunaan antibiotika yang rasional dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan mudah diakses oleh masyarakat khususnya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 2. Peneliti selanjutnya perlu membahas mengenai faktor-faktor seperti sarana-prasarana dan fasilitas yang dapat mempengaruhi perilaku kesehatan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan mahasiswa pada periode berikutnya.

(88) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 68 DAFTAR PUSTAKA AAFP, 2009, Controlling Anttibiotic Aresistance : Will We Someday See Limited Prescribing Autonomy?, American Academy Of Family Physicians, http : www. aafp.orgg/afp/2001/0315/P1034.html, diakses tanggal 6 April 2014. Abasaseed, A., Vleck, J., Abuelkhair, M., Kubena, A., 2009, Self Medication with Antibiotics by the Community of Abu Dhabi Emirate, United Arab Emirates, J Infect Dev Ctries, 3(7) : 491-497. Adi, R., 2004, Metodologi Penelitian Sosial dan Hukum, Granit, Jakarta, pp. 73. Al-Azzam S.,I., Al-Husein B.,A., Alzoubi, F., Masadeh, M.,M., Ali,M., AlHorani, S., 2007, Self-Medication with Antibiotics in Jordania Population, International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health, 20 : 373-380. Ali, S.,E., Ibrahim, M.,I.,M., Palaian, S., 2010, Medication storage and selfmedication behaviour amongst female students in Malaysia, Pharmacy Practice, 8(4) : 226-232 Anna, L., K., Chandra, A., 2011, Kaum Lelaki Kurang Peduli Kesehatan, http://health.kompas.com/read/2011/02/1715371631/www.kompas.com, diakses tanggal 25 April 2014. APUA (Alliance for The Prudent Use of Antibiotic), 2013, What is Antibiotic Resistance and Why is it a problem?, www.apua.org on 11-03-2013 Kedelapan Jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga. Ardenari, M., P., 2012, Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Mengenai Antibiotika di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta Tahun 2011, Skripsi¸ Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Yogyakarta, 56-58 Arikunto, S., 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Rineka Cipta, Jakarta, pp.25. Azwar, S., 2007, Reliabilitas dan Validitas, Edisi ke-3, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, pp. 45. Azwar, S., 2009. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, pp. 35. Azwar, S., 2010, Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya, Edisi II, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, pp 3-5, 14-15.

(89) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), 2008, Information Obat Nasional Indonesia, Badan POM Republik Indonesia, Jakarta. Baharuddin, 2009, Pendidikan dan Psikologi Perkembangan, Ar-Ruzz Media, Yogyakarta, pp. 21. Buke, C., Hosgor-Limoncu, M., Ermertcan, S., Ciceklioglu, M., Tuncel, M., Kose, T., Eren, S., 2005, Irrational Use of Antibiotics among University Students, J Infect 51(2):135-9, www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16038764, diakses tanggal 20 Mei 2011. Dahlan, S., 2009, Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, Salemba Medika, Jakarta. Darminta, P.,W., 2005, Kamus Umum Bahasa Indonesia, edisi ketiga, Balai Pustaka, Jakarta, pp, 749. Dayakisni, T., dan Hudaniah, 2003, Psikologi Sosial, UMM Press, Malang, pp. 148-149. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 2002, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, pp. 204. Djuang, M., H., 2010, Hubungan antara Karakteristik Masyarakat dengan Penggunaan Antibiotik yang Diperoleh Secara Bebas Dikota Medan, Skripsi, Universitas Sumatera Utara, Medan. Gerungan, W., A., 2000, Psikologi Sosial, Refika Aditama, Bandung, pp. 14. Gibney, M., J., Margetts, B., M., Kearney, J., M., Arab, L., 2008, Public Health Nutrition, Balckwell Publishing Ltd, Oxford, pp.49. Ginting, S., 2009, Antibiotika Tewaskan 80.000 Orang di China, http://www.kematian.biz/pdf/article/health/antibiotik-tewaskan-80000 orang-di-china.pdf, diakses tanggal 16 April 2013. Gunawan, S., G., Setiabudi, R., Nafrialdi, Elysabeth, (Ed), 2007, Farmakologi dan Terapi, Edisi 5, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, hal.585-595. Hadi, U., Deurink, D.O., Lestari, E.S., Nagelkerke, N.J., Werter, S., Keuter, M., et al, 2008, Survey of Antibiotic Use of Individual Visiting Public Healthcare Facilities in Indonesia, https://openaccess.leidenuniv.nl/bitstream/handle/1887/13822/03.pdf?sequ ence=4, diakses tanggal 20 Maret 2013.

(90) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 70 Huang, Y., Gu, J., Zhang, M., Ren, Z., Yang, W., Chen, Y., Fu, Y., Chen, X., Cals,J., WL., Zhang, F., 2013, Knowledge, Attitude and Practice of Antibiotics : A Questionnaire Study Among 2500 Chinese Students, BMC Medical Education, 13:163. Imron, M, 2010, Metodologi Penelitian Bidang Kesehatan, Sagung Seto Jakarta, pp. 133, 107. Jose, J., Jimmy, B.,AlSabahi, AG., M., S., Al Sabel, G., A., 2013, A Study Assesing Public Knowledge, Belief and Behavior of Antibiotics Use in an Omani Population, Oman Medical Journal, 28 : No. 5:324-330. Judarwanto, W., 2006, Penggunaan Antibiotika Irasional pada Anak, ISSN:2085871X|Edisi Vol.8/XVIII/November2006-KESEHATAN, ppi jepang, diakses tanggal 28 April 2013. Kimin, A., 2009, Antibiotika Baru: Berpacu dengan Resistensi Kuman, Available From: www.apotekerputer.com, diakses tanggal 25 Mei 2013. King, L., A., 2010, Psikologi Umum : Sebuah Pandangan Apresiatif, Penerbit Salemba Humanika, Jakarta, pp. 190 Kotler, Philip., dan Armstrong, Gary. 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran. Edisi II, Gramedia, Jakarta, pp.45. Lim, K., K., Teh, C.,C.,C, 2012, A Cross Sectional Study Of Public Knowledge And Attitude Towards Antibiotics In Putrajaya Malaysia, Southern Med Review 5(2) 27-31. Maulana, H., D., J., 2007, Promosi Kesehatan, EGC, Jakarta, pp. 226. Menteri Kesehatan, 1986, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2396/A/SK/VIII/86 tentang Tanda Khusus Obat Daftar G yang terkait Obat Keras, Pasal 3 Ayat 1, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Menteri Kesehatan, 1990, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 347/MENKES/SK/VII/1990 tentang Obat Wajib Apotek, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Menteri Kesehatan, 1993, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 924/MENKES/Per/X/1993 tentang Obat Wajib Apotek, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. Menteri Kesehatan, 1999, Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1176/MENKES/SK/X/1999 tentang Obat Wajib Apotek, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

(91) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 71 Nawaz, 2011, Implication of The Socio-cultural Milieu of The Society on Male Reproductive Health Behaviour in Punjab-Pakistan, Thesis, 167. Noorkaisani, Heryati, Isnani, R., 2009, Sosiologi Keperawatan, EGC, Jakarta , pp. 28-29. Notoatmodjo, S., 2003, Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Jakarta, pp. 45. Rineka Cipta, Notoadmojo, S,., 2007, Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Rineka Cipta, Jakarta, pp. 5-17. Notoadmojo, S., 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta, pp. 127. Notoadmojo, S,., 2012, Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta, pp. 15-19. Patria, B., 2010, Uji Normalitas, http://inparametric.com/download/ujinormalitas.pdf, diakses tanggal 14 November 2013. Pratiwi, R., I., 2012, Penggunaan Antibiotika Tanpa Resep di Kalangan Mahasiswa Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan, Gizi Kesehatan, Farmasi dan Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Thesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 29, 44-46. Pulungan, S., 2010, Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Antibiotika dan Penggunaannya Dikalangan Mahasiswa Non Medis, Skripsi, Universitas Sumatera Utara, Medan, 46-48. Sarahroodi, S., A., Arzi, A., F., Sawalha dan Ashtarinezhad, A., 2010, Antibiotics Self-Medication among Southern Iranian University Students, International journal of Pharmacology, 6(1) : 48-52. Sarwono, S., W., 2008, Berkenalan dengan Aliran-aliran dan Tokoh-tokoh Psikologi, Bulan Bintang, Jakarta, pp.21. Satish, K., Santhosh, Y.,L., Gulzar, M.,A., Naveen, MR., 2011, Survey On Knowledge Towards Antibiotics Among The Nursing Students, International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Science, 3(2). So Sun, K., Seongmi, M., Eun Jung, K., 2011, Public Knowledge and Attitudes Regarding Antibiotic Use in South Korea, J Korean Acad Nurse, Vol. 41, 742-749. Suaifan G., A., R., Y., Shehadeh, M., Darwish, D.,A., Al-Ijel, H., Yousef, A., M., M., Darwish, R., M., 2012, A Cross Sectional Study on Knowledge,

(92) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 72 Attitude and Behaviour Related to Antibiotic Use and Resistance Among Medical and Non Medical Non Medical University Students In Jordan, African Journal Of Pharmacy And Pharmacology, 6(10), 325. Sutedjo, A.,Y., 2008, Mengenal Obat-obatan Secara Mudah dan Aplikasinya dalam Perawatan, Amara Books, Yogyakarta, pp. 62. Umar, H., 2003, Metode Riset Bisnis ; Panduan Mahasiswa untuk Melaksanakan Riset Dilengkapi dengan Contoh Proposal dan Hasil Riset Bidang, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, pp.44, 116 Umar, H., 2005, Riset Sumber Daya Manusia, Gramedia Pustaka, Jakarta, pp. 127 Undang-Undang Obat Keras St. No.419, Tanggal 22 Desember 1949, UndangUndang Obat Keras, Depkes RI, Jakarta. Widayati, A., Suryawati, S., Crespigny, C., Hiller, J., E., 2011, Self Medication With Antibiotics In Yogyakarta City Indonesia : A Cross Sectional Population Based Survey, BMC Research, 4(491), 7,8. Widayati, A., Suryawati, S., Crespigny, C., Hiller, J., E., 2012, Knowledge And Beliefs About Antibiotics Among People In Yogyakarta City Indonesia : A Cross Sectional Population Based Survey, Antimicrobial Resistance And Infection Control, 1(38), 3-6. Widianti, E., Sriati, A., Hernawaty, T., 2007, Pengetahuan Pasien Mengenai Gangguan Psikomatik Dan Pencegahannya Di Puskesmas Tarogong Garut, Laporan Penelitian, Universitas Padjajaran, Bandung, 23. World Health Organization, 2001, WHO Global Strategy for Containment of Antimicrobial Resistence, Switzerland, WHO. World Health Organization, 2006, The Role of Education in the Rational Use of Medicines, New Delhi, WHO. World Health Organization, 2008, The Role of Education in the Rational Use of Medicines : Report of A Regional Meeting, Bangkok, WHO.

(93) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 73 LAMPIRAN

(94) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 74 Lampiran 1. Kuesioner untuk uji pemahaman bahasa PERNYATAAN KESEDIAAN MENJADI RESPONDEN Penelitian Tentang Penggunaan Antibiotika Yang bertandatangan dibawah ini : Nama : Alamat : telah menerima penjelasan mengenai tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh : Nama : Eva Ekayanti Pala NIM : 108114185 Saya bersedia menjadi responden dan bersedia mengisi kuesioner dengan lengkap berdasarkan keadaan yang saya alami. Demikian pernyataan ini saya buat dengan kesadaran saya tanpa paksaan dari pihak manapun. Yogyakarta ……………….2013 Responden ; (______________________)

(95) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 75 KUESIONER BAGIAN A Berilah pendapat Anda terhadap pernyataan-pernyataan dibawah ini dengan memberi tanda centang ( ) pada salah kotak yang telah disediakan. 1. Apakah Anda mengenal antibiotika? Ya Tidak 2. Jika Ya, sebutkan antibiotika yang Anda ketahui! (jawaban dapat lebih dari satu) Amoksisilin Tetrasiklin Penisilin Sefalosforin Lainnya, Sebutkan ………… 3. Menurut Anda, apakah untuk memperoleh antibiotika harus dengan resep dokter? Ya Tidak Tidak tahu 4. Menurut Anda apakah antibiotika bisa dibeli tanpa resep dokter? Ya Tidak Tidak tahu 5. Menurut Anda, apakah antibiotika dijual di apotek? Ya Tidak Tidak tahu 6. Menurut Anda, apakah antibiotika dijual di toko obat? Ya Tidak Tidak tahu 7. Menurut Anda, apakah antibiotika dijual di toko/warung kelontong atau supermarket atau pasar tradisional? Ya Tidak Tidak tahu 8. Menurut Anda, apakah antibiotika dijual atau tersedia di praktek dokter? Ya Tidak Tidak tahu

(96) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 76 9. Menurut Anda, apakah antibiotika dijual atau tersedia di praktek bidan, perawat, mantri kesehatan? Ya Tidak Tidak tahu 10. Jika Anda bermaksud membeli antibiotika, dimanakah membelinya? (jawaban dapat lebih dari satu) Toko obat Apotek Praktek dokter Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Toko/warung kelontong, supermarket Pasar tradisional Lainnya, Sebutkan ………… anda akan 11. Apakah menurut Anda antibiotika harus diminum segera ketika mengalami demam? Ya Tidak Tidak tahu 12. Apakah menurut Anda antibiotika dapat mengobati penyakit karena virus, misalnya Influenza? Ya Tidak Tidak tahu 13. Apakah menurut Anda antibiotika dapat mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri, misalnya TBC (Tuberculosis)? Ya Tidak Tidak tahu 14. Apakah menurut Anda, seseorang dapat mengalami alergi terhadap antibiotika? Ya Tidak Tidak tahu 15. Apakah penggunaan antibiotika yang tidak sesuai dapat menyebabkan resistensi atau kekebalan kuman? Ya Tidak Tidak tahu

(97) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 77 BAGIAN B Berilah pendapat Anda terhadap pernyataan-pernyataan dibawah ini dengan member tandacentang ( ) pada salah satu nilai dari angka 1 sampai angka 4. Angka1 = Sangat Tidak Setuju, Angka2 = Tidak Setuju, Angka3 = Setuju, Angka4 = Sangat Setuju No. 17 18 19 20 21 22 23 24 PERNYATAAN Menurut saya menggunakan antibiotika tanpa resep pada saat saya merasa membutuhkannya adalah tindakan yang bermanfaat Menurut saya menggunakan antibiotika tanpa resep pada saat saya merasa membutuhkannya adalah tindakan yang dapat merugikan Menurut saya menggunakan antibiotika tanpa resep pada saat saya merasa membutuhkannya adalah tindakan yang berguna Menurut saya menggunakan antibiotika tanpa resep pada saat saya merasa membutuhkannya adalah tindakan yang dapat membahayakan Apabila saya sakit yang menurut saya membutuhkan antibiotika, saya akan memeriksakan diri saya ke dokter terlebih dahulu Apabila saya sakit yang menurut saya membutuhkan antibiotika, saya akan membeli antibiotika langsung tanpa resep Saya akan membeli antibiotika jika dokter meresepkannya Saya akan membeli antibiotika tanpa resep jika saya merasa membutuhkannya untuk sakit saya 1 JAWABAN 2 3 4

(98) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 78 BAGIAN C 25. Pernahkah Anda membeli antibiotika tanpa resep dalam waktu satu bulan terakhir ini? Ya Tidak Jika TIDAK, mohon langsung ke BAGIAN D 26. Untuk siapa antibiotika yang Anda beli tanpa resep tersebut? .................................................................................................................. 27. Apa nama antibiotika apa yang Anda beli? .................................................................................................................. 28. Berapa banyak jumlah antibiotika yang Anda beli? .................................................................................................................. 28. Berapa jumlah biaya yang Anda keluarkan untuk membeli antibiotika tersebut? Rp. 50.000,00 Gratis (dari teman, keluarga, sisa obat sebelumnya) 29. Dimanakah Anda memperoleh antibiotika tersebut? .................................................................................................................. 30. Untuk gejala atau penyakit apakah antibiotika tersebut Anda gunakan? .................................................................................................................. 31. Apakah sudah pernah menggunakan antibiotika tersebut sebelumnya? Pernah Tidak Jika PERNAH, bagaimana antibiotika yang sebelumnya digunakan tersebut diperoleh? Dengan resep dokter Tanpa resep dokter 32. Mengapa Anda membeli antibiotika tanpa resep dokter? (jawaban dapat lebih dari satu). Mudah diperoleh atau dibeli Lebih murah karena tidak harus membayar biaya periksa Sudah pernah menggunakan antibiotika tersebut sebelumnya Hemat waktu karena tidak antri periksa Lainnya,sebutkan…………………………………………

(99) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 79 BAGIAN D Data diri responden Nama : Umur : Jenis kelamin : Perempuan / Laki-laki Fakultas : Semester : Alamat : Uang saku per bulan : Rp 2.000.000,00 =================================Terimakasih=============================

(100) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 80 Lampiran 2. Contoh kuesioner hasil uji pemahaman bahasa responden (tidak termasuk dalam sampel penelitian)

(101) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 81

(102) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 82

(103) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 83

(104) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 84

(105) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 85

(106) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 86

(107) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 87 Lampiran 3. Hasil Expert Judgement

(108) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 88

(109) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89

(110) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 90

(111) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 91

(112) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 92

(113) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 93

(114) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 94 Lampiran 4. Hasil uji reliabilitas Correlations tingkatpengetah tingkatpengetah uantentangantibi uantentangantibi otika otika2 tingkatpengetahuantentanga Pearson Correlation ntibiotika 1 .880 Sig. (2-tailed) .000 N tingkatpengetahuantentanga Pearson Correlation ntibiotika2 30 30 ** 1 .880 Sig. (2-tailed) .000 N 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Correlations sikap sikap sikap2 Pearson Correlation 1 .849 Sig. (2-tailed) ** .000 N sikap2 Pearson Correlation 30 30 ** 1 .849 Sig. (2-tailed) .000 N 30 30 **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). Correlations tindakan tindakan tindakan2 Pearson Correlation 1 Sig. (2-tailed) Pearson Correlation .758 ** .000 N tindakan2 ** 30 30 ** 1 .758 Sig. (2-tailed) N **. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). .000 30 30

(115) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 95 Lampiran 5. Contoh kuesioner yang telah diisi oleh responden

(116) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 96

(117) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 97

(118) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 98

(119) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 99

(120) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 100

(121) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 101

(122) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI Lampiran 6. Hasil Uji Kuesioner (data responden) No. Nama A1 1 Anesthesia 1 2 Nindya 3 4 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 Penisilin 2 2 1 1 2 1 1 1 Amoksisilin 1 1 1 1 0 1 1 C Toko obat; Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Apotek, Praktek dokter Stella 1 Amoksisilin 1 2 1 1 2 1 2 Yeriani 1 2 1 1 1 1 2 1 5 NN 1 1 2 1 2 0 0 6 Galuh 1 2 1 1 1 1 7 Krisma 1 Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin, Penisilin Penisilin 0 1 1 2 8 Yosephin 1 Penisilin 1 2 1 2 9 Yulius 1 Penisilin 1 2 1 10 Rizki A 1 1 1 11 Maria Ida 1 2 12 Santi A. 1 13 Gardenia 1 14 Ayuni 1 15 Silvia G. 1 16 Maria D.N. 1 17 Anton S 1 18 Angela M 1 19 Tedorus 1 Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin, Lainnya 20 Ni Wayan 1 21 Riyo Irfan Dian Wahyu Eligia D.J 22 23 A2 D11 D12 D13 D14 D15 D16 E17 E18 E19 2 2 2 1 1 1 3 3 3 0 0 0 1 1 1 3 3 3 Apotek, Praktek dokter 1 2 2 1 2 2 3 3 3 Apotek 1 1 1 2 2 1 3 3 4 2 Apotek, Praktek dokter 2 0 2 1 1 2 3 3 3 0 0 Apotek 1 2 2 1 1 1 2 1 3 0 1 2 Apotek 1 1 2 1 0 1 2 2 2 2 1 1 Apotek 2 1 1 1 1 2 3 3 1 1 0 2 2 Apotek 1 1 1 1 1 1 3 3 3 1 1 0 2 2 Apotek 1 2 2 1 0 1 2 2 2 1 1 2 0 2 2 Apotek 0 1 2 2 2 0 2 2 1 1 2 1 2 2 1 1 Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan 1 0 2 0 2 2 2 3 1 0 1 1 1 0 1 1 Toko obat, Apotek 1 1 2 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 2 1 2 1 2 2 1 1 2 3 3 3 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 2 2 1 1 1 1 0 0 1 1 Apotek, Praktek dokter Toko obat; Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Apotek 1 1 1 2 1 0 3 2 2 1 1 1 1 1 1 1 Toko obat, Apotek 0 1 1 1 2 1 3 3 3 0 1 1 2 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 1 1 2 2 2 2 2 2 2 1 2 1 1 0 1 2 Toko obat, Apotek, Praktek dokter 1 1 2 1 2 2 2 2 2 Penisilin 2 2 1 1 0 1 1 2 2 2 0 1 0 4 4 4 1 Penisilin 2 2 1 1 0 1 2 Toko obat; Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Toko obat, Apotek 2 1 1 0 0 1 3 3 3 1 Amoksisilin 1 1 1 1 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 0 1 0 1 2 1 2 3 2 1 Penisilin 1 2 1 2 2 1 1 Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan 1 1 2 2 2 2 4 3 3 Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin 102

(123) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI E20 F21 F22 F23 F24 Umur Jenis Kelamin Universitas 3 3 3 3 3 18 0 1 PBI 1 3 4 3 4 3 18 0 1 PBI 1 Gg. Timor Timur, Desa Sono Raya, Sleman Jl.Wonosari KM 10,5 3 4 3 4 3 18 0 1 Pend. Akuntansi 1 Kampung sewu RT 03/RW 08 1 4 4 4 4 4 19 0 1 Pend. Akuntansi 1 Paingan 1 3 4 4 3 4 18 0 1 Sastra Inggris 1 1 1 1 2 4 3 17 0 1 PBI 1 2 3 4 3 3 18 0 1 PBI 1 Nologaten, Yogyakarta Gedongkinu 186 Mantrijeron, Yogyakarta Pringgodani 10, Mrican 3 4 4 3 3 18 0 1 PBI 1 Suryowijayan M51/442, Yogyakarta 2 3 3 3 3 3 18 0 1 PBI 1 Papringan 2 3 4 2 3 1 17 0 1 Pend. Akuntansi 1 Jl. STM Pembangunan, Mrican 2 3 1 4 3 3 18 0 1 Pend. Akuntansi 1 Jl.Beo No.37 2 3 1 3 4 2 18 0 1 Pend. Akuntansi 1 Paingan 2 1 4 4 4 1 18 0 1 Pend. Akuntansi 1 Jl.Gejayan, gang surya No 12 2 3 4 3 3 3 18 0 1 Pend. Akuntansi 1 Jl. STM Pembangunan 15D, Mrican 2 2 3 4 4 2 18 0 1 Pend. Akuntansi 1 Pringwulung 2 2 3 3 4 3 18 0 1 Pend. Akuntansi 1 Pringwulung 2 3 4 3 4 2 19 0 1 1 Grinding No.19 2 2 4 2 4 2 20 0 1 1 Jl. Padang No.5 3 3 2 2 1 1 20 0 1 Pend. Akuntansi Manajemen (Ekonomi) Pend. Akuntansi 1 Jl. Timoho 3 4 3 3 4 3 18 0 1 PBI 1 Mangkusuman 4 3 3 3 3 3 19 0 1 PBI 2 sleman 1 4 4 3 4 2 19 0 1 2 Kos Mawar, gg. Paingan III 1 3 4 4 4 4 18 0 1 Psikologi Manajemen (Ekonomi) 2 Maguwo, Banguntapan 2 Fakultas Semester Alamat Uang Saku Perbulan 1 1 2 2 103

(124) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 24 Fransisca 1 25 26 Oktavia Passe 1 1 27 Fransisca 1 28 Marchellino 1 29 Gregorius 1 30 Laurensia 1 31 Sella Devi 1 32 Antonia 1 33 Dania 1 34 Septian 1 35 Yosevin 1 36 Cosmas 1 37 Alfiyatun 1 38 Agatha 1 39 Didi S. 1 40 41 Debby Stefanus Christian Adven Saputra Weni Beatrix Elvi D. Natalia Peni Suharyanti 1 1 42 43 44 45 1 1 1 1 Penisilin, Lainnya (Paracetamol) Penisilin Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin, Penisilin Penisilin Amoksisilin, Penisilin Penisilin Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin, Penisilin 2 1 1 1 2 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 2 0 2 1 2 1 1 2 1 1 0 1 1 1 2 1 1 2 1 2 Toko obat; Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Apotek Apotek Toko obat; Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Toko obat, Apotek, Praktek dokter 0 1 1 0 0 0 2 1 1 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 2 0 1 1 0 1 0 1 1 1 2 2 1 3 3 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 2 2 1 3 1 3 2 3 2 2 1 1 1 1 1 2 4 3 2 0 2 1 2 2 4 3 2 Apotek 1 2 2 1 2 2 2 2 2 1 Apotek, Praktek dokter 0 1 0 1 1 1 3 3 2 1 1 Toko obat; Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan 0 1 1 1 1 1 2 4 2 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 1 2 1 1 1 2 3 4 3 1 1 1 2 Apotek 0 1 2 1 1 2 2 2 2 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 1 2 2 2 2 2 0 1 1 1 2 1 1 Apotek Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Apotek 1 1 1 2 0 1 1 2 1 0 1 1 2 2 1 1 Praktek dokter 0 1 2 1 1 2 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 Apotek, Praktek dokter 2 2 2 1 1 2 3 3 3 0 1 1 2 0 1 1 Apotek 0 1 2 1 1 1 3 3 2 1 0 0 2 1 1 1 1 0 1 1 2 1 1 Apotek Apotek 1 1 1 2 2 2 1 2 1 2 1 2 2 2 2 2 2 2 0 1 1 1 0 2 2 Toko obat, Apotek 1 2 2 1 0 1 2 1 2 0 1 1 1 2 2 2 1 2 2 0 2 1 3 3 3 0 1 1 1 1 2 1 Apotek Toko obat; Apotek; Toko/warung kelontong, supermarket 1 1 2 1 2 2 2 2 2 0 1 1 1 0 1 2 Apotek 2 2 1 2 0 1 3 2 2 104

(125) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 2 2 3 3 18 0 1 3 3 3 3 3 19 0 1 1 1 1 3 4 19 0 1 3 4 4 3 4 19 0 1 1 2 3 3 4 4 3 2 4 3 4 2 2 2 3 4 3 4 4 3 4 2 2 4 3 19 19 19 19 19 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 3 2 2 3 2 18 0 1 2 4 2 4 2 19 0 1 3 4 3 4 2 19 0 1 3 2 2 4 2 19 0 1 3 3 3 3 2 19 0 1 3 3 3 3 3 19 0 1 2 3 2 3 3 19 0 1 3 3 3 3 3 19 0 1 3 2 2 3 2 20 0 1 2 4 2 2 2 21 0 1 3 2 3 3 2 3 3 2 2 3 2 3 3 2 3 17 18 19 0 0 0 1 1 1 Manajemen (Ekonomi) Manajemen (Ekonomi) Manajemen (Ekonomi) Manajemen (Ekonomi) PBI PBI PBI PBI PBI Pend. Sasbin (FKIP) Pend. Sasbin (FKIP) Pend. Sasbin (FKIP) Pend. Sasbin (FKIP) Pend. Sasbin (FKIP) Pend. Sasbin (FKIP) Pend. Sasbin (FKIP) Pend. Sasbin (FKIP) Pend. Sasbin (FKIP) Pend. Sasbin (FKIP) Pendidikan Fisika Pendidikan Fisika Pendidikan Fisika 2 Jl. Pandega Duta 3 2 2 Gejayan 2 2 Asrama Student Residence Paingan 2 2 Jl. Gejayan, gg Narada 5 2 2 2 2 2 2 Kalasan, Sleman Jl. Sukoharjo 3A, Condong catur Narada, gejayan Klaten JL. Gatotkaca 5 2 2 2 2 2 2 Jl. Tantular 2 2 Pringwulung 2 2 Jl. M.Yusuf, Pucungrejo, Muntilan 2 2 Jl. Kaliurang KM 14 2 2 Panggang, Gunung Kidul 2 2 Syantikara 2 2 Semarang 2 2 Jl. Gejayan, gg Surya, No 2A 2 2 Magelang 2 2 Pringwulung 2 2 2 2 Kepuhsari 18 A Jl. Paingan IV Bantul 2 2 2 105

(126) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 46 A.F.M 1 47 Lusi 1 48 F. Vivia E. 1 49 50 Astri Dion 1 1 Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin, Penisilin, Sefalosforin Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin Amoksisilin Penisilin 51 Hugo H. 1 52 Laurensia 1 53 Maria I. 1 54 Antonius 1 55 Ina Noviana 1 56 Ade 1 57 Setia Ratna 1 58 59 60 61 Shinta Prabowati Maria C.D.N Nety Putri P. 0 1 1 1 0 0 1 Toko obat, Apotek 1 1 2 1 1 0 2 2 2 1 0 1 1 1 1 1 Apotek 2 1 1 1 1 1 4 3 3 1 1 1 1 0 1 1 Toko obat, Praktek dokter, Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan 0 0 0 1 1 0 2 3 2 1 2 0 2 1 1 1 1 0 2 1 2 2 1 2 1 2 1 2 2 1 1 1 1 2 1 4 3 4 3 4 3 Amoksisilin 2 1 1 1 2 1 1 2 2 2 1 1 1 3 2 3 Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin, Lainnya Amoksisilin, Penisilin 0 1 1 1 0 1 0 Apotek Apotek Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Toko obat; Apotek 0 2 2 1 1 1 3 4 3 0 1 1 2 0 1 1 Apotek 0 0 1 1 1 1 3 3 2 1 1 1 1 2 1 1 Toko obat, Apotek, Praktek dokter 1 1 1 1 2 2 4 3 4 1 1 1 1 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 0 1 2 1 1 0 3 4 2 1 0 1 1 0 1 1 Toko obat, Apotek 0 1 0 1 1 0 3 4 3 1 1 1 1 1 1 1 Toko obat; Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan 0 1 0 1 1 1 3 3 3 1 Amoksisilin 1 0 1 1 0 1 1 Toko obat, Apotek, Praktek dokter 1 2 2 1 1 1 2 2 2 1 1 Amoksisilin Amoksisilin 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 2 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 1 2 1 Amoksisilin 0 0 1 1 2 1 1 Apotek Apotek Toko obat; Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan 1 1 2 1 1 1 3 3 3 1 1 1 2 2 2 2 Apotek 0 0 1 1 1 1 4 4 4 1 1 1 0 0 1 2 Apotek, Praktek dokter 1 1 0 1 2 1 3 3 3 62 Surya Adhi Nugraha 1 63 Steven 1 64 65 66 67 Goudentia Yosephine Rehi` Bito Apriliya Irwanti Carmel Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin Amoksisilin, Lainnya (As. Mefenamat) 1 Amoksisilin 0 1 1 1 0 1 1 Toko obat; Apotek; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan 0 1 2 0 2 2 2 2 2 1 Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin 1 1 2 2 2 2 2 Lainnya (Dikasih dokter) 2 2 2 1 2 2 3 3 3 1 1 1 0 0 1 1 Apotek 0 1 2 1 1 1 3 3 3 1 0 1 1 0 1 1 Toko Obat 1 1 1 1 1 0 4 1 4 1 1 106

(127) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 2 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 4 2 3 2 19 19 19 0 0 0 1 1 1 2 2 2 Paingan 4 Jl. Paingan 2 No. 125 Kos Mawar, gg. Paingan III 2 2 2 2 Jl. Kakibata Utara I, Pancoran, Jak-Sel 2 2 Yogyakarta 2 2 Borobudur 2 2 Jl. Wulung 2 1 Pendidikan Fisika Pendidikan Fisika Psikologi Teknik Informatika Teknik Informatika Teknik Informatika Teknik Informatika Farmasi 4 3 3 4 4 18 0 1 3 3 3 3 3 19 0 1 2 3 3 3 3 20 0 1 4 4 4 4 4 20 0 1 2 3 2 3 2 19 0 2 3 0 1 PBI 2 19 0 1 PBI 2 3 19 0 1 PBI 2 jl. Kepuhsari No. 28C, Paingan Jl.STM Pembangunan, gg Pertolongan 1, No. 6A Jl. Wulung 1 No,12 Mangkusuman GK IV 1428, Yogyakarta 3 3 3 3 3 19 4 2 3 3 2 4 4 3 3 4 4 3 4 3 18 0 1 2 Jl. Parangtritis KM 12 3 2 3 2 2 2 19 0 1 2 Jl. Langensari No.19, Yogyakarta 3 3 3 2 3 2 20 0 1 2 STM Pembangunan, No.7, mrican 3 2 2 2 2 2 19 0 1 2 Paingan III 3 3 4 3 3 3 19 0 1 2 Caturtunggal, Yogyakarta 5 4 4 4 4 4 20 0 1 3 Jl.Kabupaten, Mayongan, Sleman 1 3 3 3 3 3 20 0 1 3 Gejayan 1 2 3 2 3 2 20 0 1 3 Jl.Gejayan, gang endra No.10B 1 3 3 3 3 3 23 1 1 3 Tamsis 1 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 20 20 0 0 1 1 3 3 Bebekan, Bantul Jl.Seturan No.7 1 1 Pend. Sasbin (FKIP) Pend. Sasbin (FKIP) Pend. Sasbin (FKIP) Psikologi Pend. Sasbin (FKIP) Farmasi Manajemen (Ekonomi) Pend. Akuntansi Pend. Sasbin (FKIP) Pendidikan Fisika Sastra Inggris 3 3 3 107

(128) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 69 Yosep Dio Dewantara Lukas P.L.A 70 Valen 68 71 72 73 74 75 76 Asih Putriati Anastasia D.P Ocha Ribkawati Gutomo Lydia Kadang Rinda 1 Penisilin 2 2 1 2 0 1 1 Toko obat; Apotek 2 1 2 2 2 2 3 2 1 1 Amoksisilin 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 0 2 2 2 1 Amoksisilin 1 0 1 0 0 1 1 Apotek Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan 0 1 2 0 0 2 3 2 1 1 Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin 1 1 1 2 2 1 2 Apotek 0 1 1 1 1 1 4 3 3 1 Amoksisilin 1 2 1 1 2 2 2 Apotek 2 1 1 1 1 2 2 2 3 1 Penisilin 0 1 1 1 1 1 1 Apotek 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 Amoksisilin 1 1 1 1 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 1 1 2 1 1 2 3 4 2 1 Amoksisilin 1 1 1 1 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 1 2 1 1 1 2 2 2 2 1 Amoksisilin, Penisilin 1 0 1 1 0 1 1 Apotek 0 0 2 1 1 2 3 2 3 1 Amoksisilin, Tetrasiklin 1 0 1 1 0 1 1 Apotek 0 1 1 1 1 0 3 3 4 Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin 1 1 1 1 0 1 1 Apotek 1 1 0 0 2 2 3 3 2 0 1 1 1 1 1 1 Toko obat, Apotek, Praktek dokter 0 1 0 1 1 1 3 3 3 78 Thomas Aquinas Wahyu Adi P Maria 79 Ali 1 80 Aknes Suparyati 1 Amoksisilin 1 1 1 1 0 1 1 Apotek 2 1 2 1 2 2 3 3 3 81 Dina 1 Amoksisilin, Penisilin 0 1 1 0 0 1 1 Apotek 2 2 1 1 2 2 2 2 2 1 Amoksisilin 1 1 1 0 0 1 1 Apotek 1 1 2 1 1 1 1 2 2 1 Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin, Penisilin, Lainnya (Amoxan, FG Troches) Penisilin 0 1 1 2 2 2 2 Apotek 2 1 2 2 2 1 2 3 2 1 2 1 1 2 1 2 Toko obat, Apotek, Praktek dokter 2 2 1 1 1 1 3 3 3 0 0 1 1 2 1 2 Apotek 0 0 0 1 1 1 4 3 4 1 1 1 1 0 1 1 Apotek 1 2 2 1 1 1 4 4 4 0 1 1 1 0 1 1 Toko obat; Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan 2 0 1 1 1 1 3 4 3 2 2 1 1 0 1 1 Praktek dokter 0 0 2 1 1 0 3 3 3 77 82 83 84 85 86 Valleria Diani Sita P. Lia Theresia Indah P. Alfadiani P. Maria Febriyanti 1 1 1 1 87 Niken 1 88 Randy 1 108

(129) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 1 3 2 2 2 20 0 1 2 2 2 3 2 20 0 1 4 4 4 4 4 21 0 1 2 3 3 3 3 20 0 1 2 3 4 3 3 19 0 1 2 2 2 3 2 20 0 1 2 3 4 3 2 20 0 1 2 3 3 3 2 20 0 1 3 4 4 4 3 20 0 1 4 4 4 4 2 20 0 1 3 4 3 3 3 20 0 1 Teknik Informatika Teknik Informatika Teknik Informatika Farmasi Manajemen (Ekonomi) Manajemen (Ekonomi) Manajemen (Ekonomi) Manajemen (Ekonomi) Manajemen (Ekonomi) Manajemen (Ekonomi) Pend. Akuntansi 3 2 2 4 2 20 0 1 Pend. Akuntansi 3 2 3 3 3 3 20 0 1 Pend. Akuntansi 3 Karanglo, Purwomartani, Kalasan, Sleman Kulon Progo 2 4 3 4 1 20 0 1 Pend. Akuntansi 3 bantul 2 2 3 2 4 2 20 0 1 Pend. Akuntansi 3 Bantul 2 3 3 2 3 2 23 1 1 Pend. Akuntansi 3 Gejayan 2 2 3 3 3 3 20 0 1 Pendidikan Fisika 3 paingan 2 3 4 4 3 4 20 0 1 Pendidikan Fisika 3 Jl. Paingan I 2 4 4 4 4 4 20 0 1 Pendidikan Fisika 3 Taman Lopang Indah, FU49/6 2 4 4 3 4 3 20 0 1 Pendidikan Fisika 3 Yogyakarta 2 3 4 3 3 3 20 0 1 Psikologi 3 Candi Indah No.8 2 3 Nglarang, Wedomartani 1 3 Paingan 1 3 Sorogenen I, Purwomartani, Kalasan 1 3 jl.Kepuhsari No.17, Paingan 2 3 Jl. Wulung 10 2 3 Pringgondani 2 3 Jl. STM Pembangunan No, 23 A 2 3 Jl. STM Pembangunan No, 23 A 2 3 Perumahan Griya Pesona Sidoarum C 8 2 3 Sedayu, Rt 55 2 3 2 2 2 109

(130) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 89 90 Aditya Icha 1 1 91 Novia 1 92 Siska 1 93 Astrid Putri 1 94 96 97 Yustina D Bulan Mahadewi Kevin Sophia Sari 98 Paramita 1 99 Brigitta Rosalia Nurmalita 1 100 Prayuyu 95 102 103 Maria C. Stefani T. Wea D.V M.D.K 104 Puri 101 105 106 107 108 109 110 111 Marcella R.S.P Elviera Margie Anti Eva Mayangsari Hedwig Mekeng Anastasia Hilda Fajarwati Margaretha Amanda Monica 1 1 2 2 1 1 1 0 0 0 1 1 1 2 Apotek, Praktek dokter Apotek, Praktek dokter 2 0 1 2 0 2 1 2 1 1 1 1 3 4 3 4 4 4 1 1 1 1 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 0 0 1 1 0 1 3 3 4 0 1 1 1 1 1 1 Toko obat, Apotek 2 2 2 2 2 2 1 2 1 1 0 1 2 2 1 2 Apotek, Praktek dokter 2 1 1 1 1 1 3 4 3 1 Amoksisilin, Penisilin Penisilin Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin Amoksisilin, Penisilin 0 1 1 1 0 1 2 Apotek; Praktek dokter 1 1 1 2 2 1 1 2 2 1 Amoksisilin, Penisilin 2 1 1 2 0 2 2 Toko obat; Apotek 0 1 1 1 2 1 2 2 2 1 1 Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin 0 1 1 1 1 1 2 1 0 2 2 1 0 2 Apotek Apotek 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 3 2 2 2 3 1 1 1 2 0 1 1 Apotek 0 1 1 1 1 1 3 3 3 Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin 1 1 1 2 0 2 2 Apotek 1 1 1 1 1 1 3 2 3 1 Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin 0 0 1 1 0 1 1 Apotek 2 2 2 2 2 2 3 2 3 1 Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin 1 1 1 1 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 0 0 0 1 1 0 2 2 2 1 1 Amoksisilin, Penisilin Penisilin 0 1 1 1 1 1 0 2 2 2 1 1 1 2 1 1 1 1 0 1 2 2 2 2 1 1 3 4 3 2 3 2 1 Amoksisilin, Penisilin 1 1 1 1 0 1 1 Apotek Apotek Toko obat, Apotek, Praktek dokter 2 1 2 1 2 2 2 2 3 1 Penisilin 1 0 1 1 0 1 1 Toko obat, Apotek 0 2 2 1 2 1 4 2 2 1 Amoksisilin, Penisilin 1 1 1 2 0 1 1 Apotek, Lainnya (Rumah Sakit) 0 2 2 1 1 1 2 2 2 1 Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin 1 1 1 1 0 1 1 Apotek 0 0 1 1 1 0 2 3 3 1 Penisilin 1 1 1 1 1 1 1 Toko obat 0 1 0 0 0 1 3 2 1 1 Amoksisilin, Penisilin 0 1 1 0 0 1 0 Apotek, Praktek dokter 0 1 1 1 1 2 3 2 2 1 Amoksisilin 0 1 1 2 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 Amoksisilin, Penisilin 0 1 1 1 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 0 2 1 1 1 2 2 2 2 110

(131) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 3 3 4 3 20 0 1 Psikologi 3 4 3 4 3 4 20 0 1 Psikologi 3 Sabrang kali, Tangkisan Pos, Jogonalan, Klaten Jl. Kanigoro 201A Pomahan, Paingan 3 4 4 3 3 21 0 1 Psikologi 3 Paingan 2 2 2 2 4 1 20 0 1 Sastra Inggris 3 Jl.Wulung No.10 2 4 4 3 3 4 20 0 1 3 Mrican 2 2 3 2 3 2 20 0 1 3 Paingan II 2 2 3 3 3 3 20 0 1 3 Jl. Pahingan 2 2 2 3 3 2 2 20 0 1 3 GAP HH 12 A 2 3 3 2 3 3 20 0 1 Sastra Inggris Teknik Informatika Teknik Informatika Teknik Informatika Farmasi 3 kepuh 3 3 3 3 3 3 20 0 1 Farmasi 3 jl.Kepuhsari No.17, Paingan 3 3 4 3 4 3 20 0 1 3 Berokan, Magelang 3 3 3 2 3 2 22 1 1 3 Rusun 3 2 3 3 4 2 20 0 1 Farmasi Manajemen (Ekonomi) Pend. Akuntansi 3 Jl.Gejayan, gang Narada 3 2 4 3 4 3 20 0 1 Psikologi 3 3 3 4 4 4 3 20 0 1 Psikologi 3 Bantul, yogyakarta Kampung Pasekan, gg Kenari, Maguwoharjo 2 4 3 3 3 20 0 1 Sastra Inggris 3 2 3 3 3 2 20 0 1 Sastra Inggris 3 Jl. Legi No.6B 3 3 4 3 4 3 20 0 1 Sastra Inggris 3 Mrican Baru 21 3 4 2 2 3 2 19 0 1 3 Seturan 1, gang Melon No.1 5 2 2 3 2 3 20 0 1 3 Gejayan 5 2 4 2 4 2 21 0 1 4 Kadorojo I, Kalasan 2 2 4 2 4 2 21 0 1 4 STM Pembangunan 2 2 3 4 3 2 21 0 1 Farmasi Manajemen (Ekonomi) Farmasi Manajemen (Ekonomi) Manajemen (Ekonomi) 4 2 2 3 3 2 111

(132) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 112 113 114 NN D. Ryan P G.K.S 1 1 1 Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin 1 0 2 0 1 2 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 1 2 1 115 Agusti 1 Lainnya Ampicilin 2 2 1 1 1 1 1 116 117 118 Grasia Atika Fransisco Ni Kadek 1 1 1 Amoksisilin Amoksisilin, Sefalosforin Amoksisilin 1 1 0 2 1 1 1 1 1 1 2 1 2 0 0 1 2 1 1 1 1 119 Yonathan Chris P. 1 Amoksisilin, Penisilin 2 1 1 0 0 1 1 Anugerah N. Tiara Kusuma Ayu 1 Amoksisilin 1 2 1 1 0 2 2 1 Amoksisilin 0 0 1 1 0 1 1 Florencia P 1 Amoksisilin, Penisilin 0 1 1 1 0 0 1 1 Penisilin 0 1 1 2 2 1 1 Penisilin 1 0 1 1 0 1 Amoksisilin, Penisilin 1 2 1 1 1 1 1 1 1 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 Henricus Prabowo Agnes Dita Winda Anugrah Lulu Margarethe B.A Claudia Metha Gregorius A. Sahu Wening Putri P. FX. Dwi K. Catarina Aditya Christian F. Yoanes Kapistran E Rosanika Ci Theresia W Heribertus D.K Apotek, Praktek dokter Toko obat, Apotek Toko obat Toko Obat, Apotek, Praktek dokter Apotek Apotek Apotek Toko obat; Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Apotek Toko obat; Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Toko obat; Apotek; Praktek dokter 2 1 1 2 1 1 2 1 0 1 0 2 1 1 1 1 2 1 4 2 2 4 1 2 4 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 2 1 1 2 0 2 1 1 2 0 1 1 1 1 3 2 4 3 2 3 3 2 4 0 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 0 2 2 4 2 3 1 0 0 1 0 1 3 3 3 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 Apotek 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 Apotek 0 1 2 1 1 1 2 3 3 1 1 1 Apotek 2 2 2 1 2 1 4 4 3 1 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 1 1 1 1 1 2 2 2 2 1 1 2 1 1 Apotek, Praktek dokter 0 0 1 1 1 2 2 2 3 1 Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin Amoksisilin, Penisilin 1 Amoksisilin, Penisilin 1 0 1 1 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 0 1 2 1 1 1 2 2 2 1 Amoksisilin, Penisilin 1 0 1 0 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 0 0 1 1 1 0 3 3 3 1 Amoksisilin, Penisilin 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 3 2 2 1 1 Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin 0 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 4 2 4 2 4 2 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 3 3 3 1 Amoksisilin, Penisilin 1 0 1 2 0 2 2 Apotek 0 0 1 1 1 2 4 3 3 1 1 Penisilin Amoksisilin 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 4 2 4 2 4 2 1 Amoksisilin 1 0 1 0 0 1 1 Apotek Apotek, Praktek dokter Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan 1 1 1 1 1 1 4 4 4 1 1 Toko obat, Apotek, Praktek dokter Apotek Praktek dokter Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan 112

(133) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 4 4 4 4 4 21 0 1 Pendidikan Fisika 4 paingan 2 3 1 2 2 1 21 0 1 Psikologi 4 Yogyakarta 2 2 3 2 3 2 21 0 1 Psikologi 4 Yogyakarta 2 3 3 3 3 3 21 0 1 Sastra Inggris 4 Jl. Ori I No.4b, caturtunggal 2 3 4 3 4 3 21 0 1 Sastra Inggris 4 Sagan GK v/955, Yogyakarta 2 4 2 4 4 3 21 0 1 Sastra Inggris 4 jl. Wahid Hasyim, Nologaten, Sleman 2 1 3 2 3 2 22 1 1 4 Demangan Sopalan 2 2 3 3 3 3 20 0 1 4 Paingan 2 3 4 2 3 3 21 0 1 4 Jogja 2 3 3 3 3 3 21 0 1 4 Bendungan Tirtomartani, Kalasan 2 2 3 3 3 3 21 0 1 4 Paingan 2 1 2 2 2 2 21 0 1 4 Seturan 3 2 3 3 3 3 20 0 1 Sastra Inggris Teknik Informatika Teknik Informatika Teknik Informatika Teknik Informatika Manajemen (Ekonomi) Psikologi 4 Paingan III 3 4 4 4 4 3 20 0 1 Sastra Inggris 4 Condong catur 3 2 2 2 1 2 21 0 1 Farmasi 4 Jl. Sudagaran TR 3/914, Yogyakarta 4 3 1 1 2 2 21 0 1 Psikologi 4 Paingan 4 3 2 2 2 2 21 0 1 Psikologi 4 Jl. Kepuh Sari No. 25 C 4 3 4 3 3 3 24 1 1 Pendidikan Fisika 2 Mrican 1 3 3 2 3 2 19 0 1 2 Pringgodani 10 3 1 4 4 4 4 19 0 1 2 Krodan RT 02/ RW 03 3 3 1 2 4 2 20 0 1 PBI Teknik Informatika Pendidikan Fisika 3 Perum GTA, Sleman 1 2 4 3 3 3 20 0 1 Farmasi 3 Paingan 2 3 4 4 4 4 21 0 1 3 Pajeksan GT I/586, Yogyakarta 2 4 4 4 4 4 21 0 1 3 Kepatan, Ngemplak, Sleman 2 2 3 3 4 2 20 0 1 Farmasi Manajemen (Ekonomi) Pend. Akuntansi 3 Perum lembah Asri 2 4 4 4 4 4 20 0 1 Pendidikan Fisika 3 Jl. Krodan Raya No. 21 2 113

(134) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 Ruth Destia 1 139 Gissela H. 1 140 NN 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 Amoksisilin, Penisilin Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin, Lainnya (Cortimoksasol) 1 1 1 1 0 0 2 Apotek 0 1 1 1 1 1 3 3 2 1 1 1 0 0 1 1 Apotek 0 0 1 1 1 1 2 2 2 1 Amoksisilin, Penisilin 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 4 4 3 1 Amoksisilin 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 2 1 1 3 3 3 1 1 Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin 1 1 0 0 1 1 1 2 0 0 1 1 0 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 4 3 3 3 3 1 Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 Gerardus Nana Chaterine Devinda Putri Monika Brigitta I Putu Abhiseka Pranajaya Gede Wiwid Santika Prabawa Pramestia Gabriel Gradi Mahendra 1 1 Penisilin Amoksisilin, Penisilin 1 1 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 2 2 1 1 1 1 2 1 2 3 3 3 4 3 1 Amoksisilin, Penisilin 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 1 4 4 4 1 1 Amoksisilin Amoksisilin, Penisilin 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 2 1 0 0 Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Toko obat, Apotek, Praktek dokter Praktek obat Apotek; Praktek dokter Apotek; Praktek dokter; Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Praktek dokter Apotek Apotek, Praktek dokter, Praktek bidan, perawat, mantri kesehatan Apotek Apotek, Praktek dokter 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 4 3 1 3 4 3 1 Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin 1 0 1 0 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 0 0 1 1 1 1 2 2 2 1 Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin 1 0 1 0 0 1 0 Apotek 0 0 1 1 1 1 2 2 2 1 Amoksisilin 1 0 1 0 0 1 0 Apotek 0 0 1 1 0 1 3 3 3 1 Amoksisilin, Penisilin 1 0 1 0 0 0 0 Apotek 2 1 0 1 1 1 3 3 3 Nita Rahayu 1 1 0 1 0 0 1 1 Apotek 0 0 1 1 1 1 1 3 2 1 0 1 0 0 1 0 Apotek 1 1 1 1 1 1 3 3 3 1 0 1 2 0 1 0 Apotek, Praktek dokter 0 0 1 1 1 1 3 3 3 Septian Renggi Sisilia Dyah Antonius Kezia Chandra Samuel M.D.P Reza Pahlevi Adisaputra Koleta Yovi K. Yohanes Wisnu Ari P Aries Mulyawan 1 1 Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin 1 Amoksisilin, Penisilin 1 0 1 0 0 1 1 Apotek, Praktek dokter 0 0 1 1 1 1 4 4 4 1 Amoksisilin, Penisilin 1 0 1 1 0 0 0 Apotek 1 0 0 1 1 1 2 2 2 1 Amoksisilin, Tetrasiklin, Penisilin, Sefalosforin 1 0 1 0 0 0 0 Apotek 0 0 1 1 1 1 4 4 3 114

(135) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 3 3 3 3 2 20 0 1 Sastra Inggris 3 Jl.Kaliurang KM 12,5 2 1 3 3 3 3 21 0 1 Farmasi 4 Paingan 2 4 4 4 4 4 21 0 1 Pendidikan Fisika 4 3 3 3 3 3 22 1 1 Psikologi 4 Paingan III, No.44 2 3 3 3 3 3 21 0 1 4 Jl. Petung Papringan 2 3 3 3 3 3 21 0 1 4 Gesikanisumbusari, Sleman 2 3 3 3 4 3 21 0 1 Sastra Inggris Teknik Informatika Farmasi 4 Paingan 3 3 3 1 2 2 2 21 0 1 Psikologi 4 Purwomartani, Kalasan, Sleman 3 3 4 3 4 3 21 0 1 Psikologi 4 Jl. Sorowajan 3 4 4 4 4 4 21 0 1 Psikologi 4 Denokan, Maguwoharjo 4 4 4 4 4 4 19 0 1 2 Wisma Ananda 3 3 4 4 1 3 19 0 1 2 Gejayan 3 3 3 3 3 2 19 0 1 Farmasi Pend. Sasbin (FKIP) Farmasi 3 Jl.Nangka 3, Kos Bimosakti, Sleman 2 2 4 3 4 2 22 1 1 Farmasi 4 3 2 2 3 4 21 0 1 Sastra Inggris 4 Nyutran, MG II, Yogyakarta 1 3 3 3 4 3 21 0 1 Sastra Inggris 4 Perum Kanisius FI, Jetis, Wedomartani 1 3 4 3 3 3 21 0 1 Farmasi 4 Paingan 7 2 3 3 3 3 3 21 0 1 Farmasi 4 Kalasan 2 3 4 3 4 3 21 0 1 Farmasi 4 Jl.Parangtritis KM 5,5 2 4 4 4 4 4 21 0 1 4 Purwanggan 2 3 3 3 4 3 21 0 1 4 Wates, Kulon Progo 2 3 4 4 3 4 20 0 1 Psikologi Teknik Informatika Farmasi 4 Cindelaras 1 3 2 1 115

(136) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 116 Lampiran 7. Hasil uji normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test N Normal Parameters a,b Most Extreme Dif f erences Mean St d. Dev iation Absolute Positiv e Negativ e Kolmogorov -Smirnov Z Asy mp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. Pengetahuan 159 4.7044 2.34805 .099 .099 -.093 1.253 .087 sikap 159 2.6887 .64919 .131 .115 -.131 1.649 .009 Tindakan 159 2.9884 .60298 .130 .102 -.130 1.644 .009

(137) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 117 Lampiran 8. Distribusi karakteristik sosio-demografi, tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan Umur Valid 17 18 19 20 21 22 23 24 Total Frequency 3 20 38 55 36 4 2 1 159 Percent 1.9 12.6 23.9 34.6 22.6 2.5 1.3 .6 100.0 Valid Percent 1.9 12.6 23.9 34.6 22.6 2.5 1.3 .6 100.0 Cumulat iv e Percent 1.9 14.5 38.4 73.0 95.6 98.1 99.4 100.0 Jenis Kelami n Valid Laki-laki Wanita Total Frequency 52 107 159 Percent 32.7 67.3 100.0 Valid Percent 32.7 67.3 100.0 Cumulativ e Percent 32.7 100.0 Prodi Fakultas Valid Farmasi Manajemen (Ekonomi) PBI Pend. Akuntansi Pend. Sasbin (FKIP) Pendidikan Fisika Psikologi Sastra Inggris Teknik Inf ormat ika Total Frequency 20 19 17 20 16 15 19 16 17 159 Percent 12.6 11.9 10.7 12.6 10.1 9.4 11.9 10.1 10.7 100.0 Valid Percent 12.6 11.9 10.7 12.6 10.1 9.4 11.9 10.1 10.7 100.0 Cumulat iv e Percent 12.6 24.5 35.2 47.8 57.9 67.3 79.2 89.3 100.0

(138) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 118 Frequencies Uang Saku Perbulan Valid Rp <300.000,00 Rp 300.000,00 Rp 1.000.000,00 Rp 1.000.000,00 1.500.000,00 Rp 1.500.000,00 Rp 2.000.000,00 Rp > 2.000.000,00 Total Frequency 21 Percent 13.2 Valid Percent 13.2 Cumulat iv e Percent 13.2 99 62.3 62.3 75.5 31 19.5 19.5 95.0 5 3.1 3.1 98.1 3 159 1.9 100.0 1.9 100.0 100.0

(139) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 119 Frequencies Pengenalan Antibioti ka Valid ya Frequency 159 Percent 100.0 Cumulat iv e Percent 100.0 Valid Percent 100.0 Frequencies Juml ah Anti biotika Frequency Valid meny ebut sat u jenis ant ibiotika meny ebut dua jenis ant ibiotika meny ebut t iga jenis ant ibiotika meny ebut empat jenis ant ibiotika meny ebut lima jenis ant ibiotika Total Percent Valid Percent Cumulat iv e Percent 74 46.5 46.5 46.5 59 37.1 37.1 83.6 14 8.8 8.8 92.5 11 6.9 6.9 99.4 1 .6 .6 100.0 159 100.0 100.0

(140) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 120 Frequencies Amoksi silin Valid tidak meny ebut Amoksisilin Total Frequency 24 135 159 Percent 15.1 84.9 100.0 Valid Percent 15.1 84.9 100.0 Cumulativ e Percent 15.1 100.0 Tetrasiklin Valid tidak meny ebut Tetrasiklin Total Frequency 134 25 159 Percent 84.3 15.7 100.0 Valid Percent 84.3 15.7 100.0 Cumulativ e Percent 84.3 100.0 Penisilin Valid tidak meny ebut Penisilin Total Frequency 57 102 159 Percent 35.8 64.2 100.0 Valid Percent 35.8 64.2 100.0 Cumulativ e Percent 35.8 100.0 Sefal osforin Valid tidak meny ebut Sef alosf orin Total Frequency 145 14 159 Percent 91.2 8.8 100.0 Valid Percent 91.2 8.8 100.0 Cumulativ e Percent 91.2 100.0 Lainnya Valid tidak meny ebut Lainny a Total Frequency 152 7 159 Percent 95.6 4.4 100.0 Valid Percent 95.6 4.4 100.0 Cumulativ e Percent 95.6 100.0

(141) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 121 Frequencies B3 Valid tidak ya tidak tahu Total Frequency 44 100 15 159 Percent 27.7 62.9 9.4 100.0 Valid Percent 27.7 62.9 9.4 100.0 Cumulat iv e Percent 27.7 90.6 100.0 B4 Valid tidak ya tidak tahu Total Frequency 44 90 25 159 Percent 27.7 56.6 15.7 100.0 Valid Percent 27.7 56.6 15.7 100.0 Cumulat iv e Percent 27.7 84.3 100.0 B5 Valid tidak ya tidak tahu Total Frequency 1 157 1 159 Percent .6 98.7 .6 100.0 Valid Percent .6 98.7 .6 100.0 Cumulat iv e Percent .6 99.4 100.0 B6 Valid tidak ya tidak tahu Total Frequency 31 98 30 159 Percent 19.5 61.6 18.9 100.0 Valid Percent 19.5 61.6 18.9 100.0 Cumulat iv e Percent 19.5 81.1 100.0

(142) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 122 B7 Valid tidak ya tidak tahu Total Frequency 111 16 32 159 Percent 69.8 10.1 20.1 100.0 Valid Percent 69.8 10.1 20.1 100.0 Cumulat iv e Percent 69.8 79.9 100.0 B8 Valid tidak ya tidak tahu Total Frequency 11 126 22 159 Percent 6.9 79.2 13.8 100.0 Valid Percent 6.9 79.2 13.8 100.0 Cumulat iv e Percent 6.9 86.2 100.0 B9 Valid tidak ya tidak tahu Total Frequency 21 99 39 159 Percent 13.2 62.3 24.5 100.0 Valid Percent 13.2 62.3 24.5 100.0 Cumulat iv e Percent 13.2 75.5 100.0

(143) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 123 Frequencies D111 Valid salah benar Total Frequency 98 61 159 Percent 61.6 38.4 100.0 Valid Percent 61.6 38.4 100.0 Cumulat iv e Percent 61.6 100.0 D121 Skoring D121 Valid salah benar Total Frequency 125 34 159 Percent 78.6 21.4 100.0 Valid Percent 78.6 21.4 100.0 Cumulat iv e Percent 78.6 100.0 D131D131 Skoring Valid Salah Benar Total Frequency 88 71 159 Percent 55.3 44.7 100.0 Valid Percent 55.3 44.7 100.0 Cumulat iv e Percent 55.3 100.0 D141D141 Skoring Valid Salah Benar Total Frequency 36 123 159 Percent 22.6 77.4 100.0 Valid Percent 22.6 77.4 100.0 Cumulat iv e Percent 22.6 100.0 D151D151 Skoring Valid Salah Benar Total Frequency 54 105 159 Percent 34.0 66.0 100.0 Valid Percent 34.0 66.0 100.0 Cumulat iv e Percent 34.0 100.0

(144) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 124 D161 Skoring D161 Valid Salah Benar Total Frequency 62 97 159 Percent 39.0 61.0 100.0 Valid Percent 39.0 61.0 100.0 Cumulat iv e Percent 39.0 100.0 Frequencies Tingkat pengetahuan Valid Tinggi Sedang Rendah Total Frequency 32 36 91 159 Percent 20.1 22.6 57.2 100.0 Valid Percent 20.1 22.6 57.2 100.0 Cumulat iv e Percent 20.1 42.8 100.0 Descriptives SkoringStatistics sikap Descriptive N E17 E18 E19 E20 sikap Valid N (listwise) 159 159 159 159 159 159 Minimum 1.00 1.00 1.00 1.00 1.00 Maximum 4.00 4.00 4.00 4.00 4.00 Mean 2.7233 2.6541 2.5849 2.7925 2.6887 St d. Dev iation .81063 .77938 .81366 .81190 .64919 Si kap Valid Kurang baik Cukup baik Baik Total Frequency 40 85 34 159 Percent 25.2 53.5 21.4 100.0 Valid Percent 25.2 53.5 21.4 100.0 Cumulativ e Percent 25.2 78.6 100.0

(145) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 125 Descriptives Skoring tindakan Descriptive Statistics N F21 F22 F23 F24 Tindakan Valid N (listwise) 159 159 159 159 159 159 Minimum 1.00 1.00 1.00 1.00 1.50 Maximum 4.00 4.00 4.00 4.00 4.00 Mean 3.1761 2.9245 3.2830 2.7610 2.9884 St d. Dev iation .83843 .75931 .68558 .78320 .60298 Tindakan Valid Kurang baik Cukup baik Baik Total Frequency 12 85 62 159 Percent 7.5 53.5 39.0 100.0 Valid Percent 7.5 53.5 39.0 100.0 Cumulativ e Percent 7.5 61.0 100.0

(146) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 126 Lampiran 9. Hasil uji chi-square 1. Hubungan karakteristik sosio-demografi dengan tingkat pengetahuan mengenai antibiotika Umur *Tingkat pengetahuan Crosstab Umur <= 20 tahun > 20 tahun Total Rendah 72 66.4 62.1% 19 24.6 44.2% 91 91.0 57.2% Count Expected Count % wit hin Umur Count Expected Count % wit hin Umur Count Expected Count % wit hin Umur Pengetahuan Sedang 25 26.3 21.6% 11 9.7 25.6% 36 36.0 22.6% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value 4.969a 4.822 4.938 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .083 .090 1 .026 df 159 a. 0 cells (.0%) hav e expect ed count less than 5. The minimum expected count is 8.65. Tinggi 19 23.3 16.4% 13 8.7 30.2% 32 32.0 20.1% Total 116 116.0 100.0% 43 43.0 100.0% 159 159.0 100.0%

(147) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 127 Jenis kelamin *Tingkat pengetahuan Crosstab Jenis Kelamin Laki-laki Wanita Total Count Expected Count % within Jenis Kelamin Count Expected Count % within Jenis Kelamin Count Expected Count % within Jenis Kelamin Rendah 28 29.8 53.8% 63 61.2 58.9% 91 91.0 57.2% Pengetahuan Sedang 12 11.8 23.1% 24 24.2 22.4% 36 36.0 22.6% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value .496a .490 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .780 .783 1 .486 df .485 159 a. 0 cells (.0%) hav e expect ed count less than 5. The minimum expected count is 10.47. Prodi *Tingkat pengetahuan Two-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Frequencies Pengetahuan Fakultas Non f armasi Farmasi Total N 139 20 159 Test Statisticsa Most Extreme Dif f erences Absolute Positiv e Negativ e Kolmogorov -Smirnov Z Asy mp. Sig. (2-tailed) a. Grouping Variable: Fakultas Pengetahuan .628 .628 .000 2.625 .000 Tinggi 12 10.5 23.1% 20 21.5 18.7% 32 32.0 20.1% Total 52 52.0 100.0% 107 107.0 100.0% 159 159.0 100.0%

(148) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 128 Uang saku perbulan *Tingkat pengetahuan Crosstab Uang Saku Perbulan <= 1 juta > 1 juta Total Rendah 72 68.7 Count Expected Count % wit hin Uang Saku Perbulan Count Expected Count % wit hin Uang Saku Perbulan Count Expected Count % wit hin Uang Saku Perbulan Pengetahuan Sedang 26 27.2 Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases 1.590 Total 120 120.0 60.0% 21.7% 18.3% 100.0% 19 22.3 10 8.8 10 7.8 39 39.0 48.7% 25.6% 25.6% 100.0% 91 91.0 36 36.0 32 32.0 159 159.0 57.2% 22.6% 20.1% 100.0% Chi-Square Tests Value 1.641a 1.618 Tinggi 22 24.2 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .440 .445 1 .207 df 159 a. 0 cells (.0%) hav e expect ed count less than 5. The minimum expected count is 7.85.

(149) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 129 2. Hubungan karakteristik sosio-demografi dengan sikap mengenai antibiotika tanpa resep Umur *Sikap Crosstab Umur <= 20 tahun > 20 tahun Total Negatif 30 29.2 25.9% 10 10.8 23.3% 40 40.0 25.2% Count Expected Count % wit hin Umur Count Expected Count % wit hin Umur Count Expected Count % wit hin Umur Sikap Sedang 60 62.0 51.7% 25 23.0 58.1% 85 85.0 53.5% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value .539a .543 .010 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .764 .762 1 .921 df 159 a. 0 cells (.0%) hav e expect ed count less than 5. The minimum expected count is 9.19. Positif 26 24.8 22.4% 8 9.2 18.6% 34 34.0 21.4% Total 116 116.0 100.0% 43 43.0 100.0% 159 159.0 100.0%

(150) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 130 Jenis kelamin *Sikap Crosstab Jenis Kelamin Laki-laki Wanita Total Count Expected Count % wit hin Jenis Kelamin Count Expected Count % wit hin Jenis Kelamin Count Expected Count % wit hin Jenis Kelamin Negatif 13 13.1 25.0% 27 26.9 25.2% 40 40.0 25.2% Sikap Sedang 29 27.8 55.8% 56 57.2 52.3% 85 85.0 53.5% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value .245a .248 .066 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .885 .883 1 .797 df 159 a. 0 cells (.0%) hav e expect ed count less than 5. The minimum expected count is 11.12. Positif 10 11.1 19.2% 24 22.9 22.4% 34 34.0 21.4% Total 52 52.0 100.0% 107 107.0 100.0% 159 159.0 100.0%

(151) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 131 Prodi *Sikap Crosstab Fakultas Non f armasi Farmasi Total Negatif 37 35.0 26.6% 3 5.0 15.0% 40 40.0 25.2% Count Expected Count % wit hin Fakult as Count Expected Count % wit hin Fakult as Count Expected Count % wit hin Fakult as Sikap Sedang 72 74.3 51.8% 13 10.7 65.0% 85 85.0 53.5% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value 1.529a 1.635 .377 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .466 .441 1 .539 df 159 a. 1 cells (16.7%) hav e expect ed count less t han 5. The minimum expected count is 4.28. Positif 30 29.7 21.6% 4 4.3 20.0% 34 34.0 21.4% Total 139 139.0 100.0% 20 20.0 100.0% 159 159.0 100.0%

(152) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 132 Uang saku perbulan *Sikap Crosstab Uang Saku Perbulan <= 1 juta > 1 juta Total Count Expected Count % wit hin Uang Saku Perbulan Count Expected Count % wit hin Uang Saku Perbulan Count Expected Count % wit hin Uang Saku Perbulan Negatif 32 30.2 Sikap Sedang 64 64.2 Positif 24 25.7 Total 120 120.0 26.7% 53.3% 20.0% 100.0% 8 9.8 21 20.8 10 8.3 39 39.0 20.5% 53.8% 25.6% 100.0% 40 40.0 85 85.0 34 34.0 159 159.0 25.2% 53.5% 21.4% 100.0% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value .883a .886 .877 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .643 .642 1 .349 df 159 a. 0 cells (.0%) hav e expect ed count less than 5. The minimum expected count is 8.34.

(153) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 133 3. Hubungan karakteristik sosio-demografi dengan tindakan terhadap penggunaan antibiotika tanpa resep Umur *Tindakan Crosstab Umur <= 20 tahun > 20 tahun Total Tindakan Tidak sesuai Sedang 6 66 8.8 62.0 5.2% 56.9% 6 19 3.2 23.0 14.0% 44.2% 12 85 12.0 85.0 7.5% 53.5% Count Expected Count % wit hin Umur Count Expected Count % wit hin Umur Count Expected Count % wit hin Umur Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value 4.277a 3.950 .200 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .118 .139 1 .655 df 159 a. 1 cells (16.7%) hav e expect ed count less t han 5. The minimum expected count is 3.25. Sesuai 44 45.2 37.9% 18 16.8 41.9% 62 62.0 39.0% Total 116 116.0 100.0% 43 43.0 100.0% 159 159.0 100.0%

(154) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 134 Jenis kelamin *Tindakan Crosstab Jenis Kelamin Laki-laki Wanita Total Count Expected Count % within Jenis Kelamin Count Expected Count % within Jenis Kelamin Count Expected Count % within Jenis Kelamin Tindakan Tidak sesuai Sedang 6 27 3.9 27.8 11.5% 51.9% 6 58 8.1 57.2 5.6% 54.2% 12 85 12.0 85.0 7.5% 53.5% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value 1.785a 1.684 .871 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .410 .431 1 .351 df 159 a. 1 cells (16.7%) hav e expected count less t han 5. The minimum expected count is 3.92. Sesuai 19 20.3 36.5% 43 41.7 40.2% 62 62.0 39.0% Total 52 52.0 100.0% 107 107.0 100.0% 159 159.0 100.0%

(155) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 135 Prodi *Tindakan Crosstab Fakultas Non f armasi Farmasi Total Count Expected Count % wit hin Fakult as Count Expected Count % wit hin Fakult as Count Expected Count % wit hin Fakult as Tindakan Tidak sesuai Sedang 11 76 10.5 74.3 7.9% 54.7% 1 9 1.5 10.7 5.0% 45.0% 12 85 12.0 85.0 7.5% 53.5% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value 1.214a 1.202 1.139 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .545 .548 1 .286 df 159 a. 1 cells (16.7%) hav e expect ed count less t han 5. The minimum expected count is 1.51. Sesuai 52 54.2 37.4% 10 7.8 50.0% 62 62.0 39.0% Total 139 139.0 100.0% 20 20.0 100.0% 159 159.0 100.0%

(156) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 136 Uang saku perbulan *Tindakan Crosstab Uang Saku Perbulan <= 1 juta > 1 juta Total Count Expected Count % wit hin Uang Saku Perbulan Count Expected Count % wit hin Uang Saku Perbulan Count Expected Count % wit hin Uang Saku Perbulan Tindakan Tidak sesuai Sedang 4 68 9.1 64.2 56.7% 40.0% 100.0% 8 2.9 17 20.8 14 15.2 39 39.0 20.5% 43.6% 35.9% 100.0% 12 12.0 85 85.0 62 62.0 159 159.0 7.5% 53.5% 39.0% 100.0% Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases 3.614 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .002 .005 1 .057 df Total 120 120.0 3.3% Chi-Square Tests Value 12.579a 10.575 Sesuai 48 46.8 159 a. 1 cells (16.7%) hav e expected count less t han 5. The minimum expected count is 2.94.

(157) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 137 4. Hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap tentang penggunaan antibiotika tanpa resep Pengetahuan * Sikap Crosstabulati on Pengetahuan Rendah Sedang Tinggi Total Count Expected Count % wit hin Pengetahuan Count Expected Count % wit hin Pengetahuan Count Expected Count % wit hin Pengetahuan Count Expected Count % wit hin Pengetahuan Negatif 30 22.9 33.0% 6 9.1 16.7% 4 8.1 12.5% 40 40.0 25.2% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value 9.770a 9.935 9.141 4 4 Asy mp. Sig. (2-sided) .044 .042 1 .002 df 159 a. 0 cells (.0%) hav e expect ed count less than 5. The minimum expected count is 6.84. Sikap Sedang 47 48.6 51.6% 21 19.2 58.3% 17 17.1 53.1% 85 85.0 53.5% Positif 14 19.5 15.4% 9 7.7 25.0% 11 6.8 34.4% 34 34.0 21.4% Total 91 91.0 100.0% 36 36.0 100.0% 32 32.0 100.0% 159 159.0 100.0%

(158) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 138 5. Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan tindakan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep Pengetahuan * Tindakan Crosstabulation Pengetahuan Rendah Sedang Tinggi Total Count Expected Count % wit hin Pengetahuan Count Expected Count % wit hin Pengetahuan Count Expected Count % wit hin Pengetahuan Count Expected Count % wit hin Pengetahuan Tindakan Tidak sesuai Sesuai 60 31 55.5 35.5 65.9% 34.1% 21 15 22.0 14.0 58.3% 41.7% 16 16 19.5 12.5 50.0% 50.0% 97 62 97.0 62.0 61.0% 39.0% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value 2.667a 2.642 2.648 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .264 .267 1 .104 df 159 a. 0 cells (.0%) hav e expect ed count less than 5. The minimum expected count is 12.48. Total 91 91.0 100.0% 36 36.0 100.0% 32 32.0 100.0% 159 159.0 100.0%

(159) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 139 6. Hubungan antara sikap dengan tindakan tentang penggunaan antibiotika tanpa resep Si kap * Tindakan Crosstabulati on Sikap Negatif Sedang Positif Total Count Expected Count % wit hin Sikap Count Expected Count % wit hin Sikap Count Expected Count % wit hin Sikap Count Expected Count % wit hin Sikap Tindakan Tidak sesuai Sesuai 36 4 24.4 15.6 90.0% 10.0% 55 30 51.9 33.1 64.7% 35.3% 6 28 20.7 13.3 17.6% 82.4% 97 62 97.0 62.0 61.0% 39.0% Chi-Square Tests Pearson Chi-Square Likelihood Ratio Linear-by -Linear Association N of Valid Cases Value 41.494a 44.586 39.283 2 2 Asy mp. Sig. (2-sided) .000 .000 1 .000 df 159 a. 0 cells (.0%) hav e expect ed count less than 5. The minimum expected count is 13.26. Total 40 40.0 100.0% 85 85.0 100.0% 34 34.0 100.0% 159 159.0 100.0%

(160) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 140 Lampiran 10. Surat permohonan ijin penelitian ke Biro Administrasi Akademik (BAA) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

(161) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI 141 BIOGRAFI PENULIS Penulis bernama lengkap Eva Ekayanti Pala, dilahirkan di Pangala pada tanggal 22 Januari 1993 dan merupakan anak pertama dari 4 bersaudara dari keluarga pasangan Juma, S.Pd, dan Lince Palulun. Penulis telah menempuh pendidikan di TK Dharma Wanita Pangala pada tahun 1997-1998 , SDN No. 55 Rantepao II pada tahun 19982004, SMP Negeri 1 Rantepao pada tahun 2004-2007, SMA Negeri 1 Rantepao pada tahun 2007-2010 dan kemudian penulis melanjutkan pendidikan S1 ke Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta pada tahun 2010 hingga saat ini. Selama menempuh pendidikan di Universitas Sanata Dharma, penulis pernah mengikuti beberapa kegiatan kemahasiswaan seperti UKF Squadra-viola (2010), ikut serta dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi karyawan, dosen dan masyarakat sekitar dilingkungan Paingan dan Mrican dalam rangka Dies Natalis ke 56 sebagai anggota seksi dan sebagai anggota seksi pada Aksi Hari Kesehatan dan Lingkungan Hidup. Penulis juga pernah mengikuti kegiatan diluar kampus sebagai peserta BIOFAIR 2011 Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

(162)

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan wanita dewasa di Dusun Krodan tentang antibiotika dengan metode seminar.
0
0
115
Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap mengenai iklan obat sakit kepala di televisi terhadap tindakan penggunaan obat sakit kepala di kalangan Mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
4
10
109
Hubungan antara persepsi mahasiswa psikologi Universitas Sanata Dharma terhadap profesi psikolog dengan motif berprestasi - USD Repository
0
0
184
Sikap mahasiswa FKIP Universitas Sanata Dharma terhadap kegiatan kemahasiswaan - USD Repository
0
0
142
Pengaruh karakteristik konsumen terhadap pembelian produk imitasi : studi kasus terhadap mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
123
Sikap mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap perilaku seksual homoseks - USD Repository
0
0
111
Ketidakpuasan konsumen, tingkat karakteristik kategori produk, dan perpindahan merek : survei pengguna produk parfum pada kalangan mahasiswa prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
142
Hubungan antara minat terhadap profesi guru motivasi belajar dan prestasi belajar pada mahasiswa keguruan : studi pada mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
115
Sikap mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap keperawanan wanita - USD Repository
0
5
102
Kepuasan mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta terhadap sepeda motor Yamaha, Honda dan Suzuki - USD Repository
0
0
194
Pengetahuan mengenai antibiotika di kalangan mahasiswa ilmu-ilmu kesehatan - USD Repository
0
0
10
Korelasi antara Body fat Percentage terhadap rasio kadar LDL/HDL pada mahasiswa dan mahasiswi kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
1
181
Hubungan antara karakteristik sosio-demografi terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan penggunaan antibiotika tanpa resep di kalangan masyarakat Desa Bantir, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah - USD Repository
0
0
165
Hubungan antara persepsi popularitas dengan terbentuknya konsep diri pada mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta - USD Repository
0
0
90
Hubungan antara harga diri dengan kesepian pada mahasiswa baru angkatan 2013/2014 Universitas Sanata Dharma - USD Repository
0
0
114
Show more